Tumor Jinak Payudara

I. PENDAHULUAN Mayoritas dari lesi yang terjadi pada mammae adalah benigna. Hampir 40% dari pasien yang mengunjungi poliklinik dengan keluhan pada mammae mempunyai lesi jinak. Perhatian yang lebih sering diberikan pada lesi maligna karena kanker payudara merupakan lesi maligna yang paling sering terjadi pada wanita di negara barat walaupun sebenarnya insidens lesi benigna payudara adalah lebih tinggi berbanding lesi maligna. Penggunaan mammografi, Ultrasound , Magnetic Resonance Imaging dan juga biopsi payudara dapat membantu dalam menegakkan diagnosis lesi benigna pada mayoritas dari pasien. Mayoritas dari lesi benigna tidak terkait dengan pertambahan risiko untuk menjadi kanker, maka prosedur bedah yang tidak diperlukan harus dihindari. Pada masa lalu, kebanyakkan dari lesi benigna ini dieksisi dan hasilnya terdapat peningkatan dari jumlah pembedahan yang tidak diperlukan. Faktor utama adalah karena pandangan dari wanita itu sendiri bahwa lesi ini adalah sebuah keganasan. Oleh karena itu, penting bagi ahli patologi, ahli radiologi dan ahli onkologi untuk mendeteksi lesi benigna dan membedakannya dengan kanker payudara in situ dan invasif serta mencari faktor risiko terjadinya kanker supaya penatalaksanaan yang sesuai dapat diberikan kepada pasien. Menurut kepustakaan dikatakan bahwa penyebab tersering massa pada mammae adalah kista, Fibroadenoma mammae dan karsinoma. Kista dan Fibroadenoma mammae terbentuk di dalam lobus manakala karsinoma pula terbentuk di duktus terminalis. Keluhan lain yang sering timbul adalah nipple discharge dan menurut kepustakaan dikatakan penyebab tersering dari gejala ini adalah papilloma dan duct estasia. II. ANATOMI II.a Gambaran Umum Mammae adalah kelenjar kulit yang dimodifikasi, terletak di bagian anterior dan termasuk bagian dari lateral thoraks. Kelenjar susu yang bentuknya bulat ini terletak di fasia pektoralis. Mammae melebar ke arah superior dari iga dua, inferior dari kartilago kosta enam dan medial dari sternum serta lateral linea mid-aksilaris. Kompleks nipple-

(2) kelompok mammaria eksternal (anterior atau pectoral). (2) cabang lateral dari arteri interkostalis posterior. dan cabang pectoral dari arteri torakoakromial. (3) kelompok skapular (posterior atau subskapular). Terdapat Langer lines pada kompleks nipple-areola yang melebar ke luar secara sirkumfranse (melingkar).c Aliran Limfa Aliran limfe dari mammae kurang lebih 75% ke aksila. dan (6) kelompok interpektoral (Rotter’s node). sebagian lagi ke kelenjar parasternal. Langer lines ini signifikan secara klinis kepada ahli bedah dalam menentukan area insisi pada biopsi mammae. terutama dari bagian yang sentral dan medial dan ada pula penyaliran yang ke kelenjar interpektoralis. disebut penonjolan Spence atau ekor payudara. Diantara lobulus tersebut ada jaringan ikat yang disebut ligamentum Cooper yang memberi bentuk untuk mammae. II. Setiap mammae terdiri dari 15-20 lobus kelenjar yang setiap lobus terdiri dari beberapa lobulus. dan (3) cabang dari arteri aksillaris termasuk arteri torakalis lateralis. (5) kelompok subklavikal (apical). II. Aksila (ipsilateral) : kelenjar interpektoral (Rotter’s) dan kelenjar disepanjang vena aksila dan dibagi menjadi 3 tahapan berdasarkan hubungannya dengan muskulus pektoralis minor : . (4) kelompok sentral. Enam kelompok kelenjar limf pada aksila yang diakui oleh ahli bedah adalah (1) kelompok vena aksila (lateral). Kelenjar limfe regional dibagi atas : 1.Pada bagian lateral atasnya jaringan kelenjar ini keluar dari lingkarannya ke arah aksila. juga diantara kulit dan kelenjar tersebut mungkin terdapat jaringan lemak.b Vaskularisasi Vaskularisasi mammae terutama berasal dari (1) cabang arteri mammaria interna. Diantara kelenjar susu dan fasia pektoralis. Setiap lobulus kelenjar masing-masing mempunyai saluran ke papila mamma yang disebut duktus laktiferus (diameter 2-4 mm). Di aksila terdapat rata-rata 50 (berkisar dari 10 sampai 90) buah kelenjar getah bening yang berada di sepanjang arteri dan vena brakialis.areola terletak diantara kosta empat dan lima.

3.d Innervasi Persarafan kulit mammae diurus oleh cabang pleksus servikalis dan nervus interkostalis. Pada diseksi aksila. fibroadenoma tumbuh dalam ukuran yang besar. Fibroadenoma sering membesar mencapai ukuran 1 atau 2 cm. III. dan nervus torakalis longus yang menginervasi muskulus serratus anterior sedapat mungkin dipertahankan pada mastektomi dengan diseksi aksila. terdiri dari kelompok lelenjar limf subklavikular. vena jugularis interna (batas medial) dan klavikula serta vena subklavia (batas bawah). Pada masa adolesens. terdiri dari kelompok kelenjar limf vena aksila. II. segitiga yang dibentuk dari muskulus omohyoid dan tendon (batas lateral dan superior). saraf ini sukar disingkirkan sehingga sering terjadi mati rasa pada daerah tersebut. Tahap III (apical axilla) : kelenjar limf terletak medial atau batasan atas dari muskulus pektoralis minor. DEFINISI IIIa. b. Fibroadenoma Mammae Fibroadenoma merupakan neoplasma jinak yang terutama terdapat pada wanita muda berusia 15-25 tahun. mammaria eksterna dan scapular. Kadang fibroadenoma tumbuh multiple (lebih 5 lesi pada satu mammae). Tahap I (low-axilla) : kelenjar limf terletak lateral dari muskulus pektoralis minor. 2. Mammaria interna (ipsilateral) : kelenjar limf pada sela iga sepanjang sternum pada fasia endothorasik. tumor tersebut tidak lagi ditemukan. c. yakni nervus interkostobrakialis. Saraf nervus pektoralis yang menginervasi muskulus pektoralis mayor dan minor. nervus torakodorsalis yang menginervasi muskulus latissimus dorsi. Pertumbuhan bisa cepat . tetapi sangat jarang. Jaringan kelenjar mammae sendiri dipersarafi oleh saraf simpatik.a. Ada beberapa saraf lagi yang perlu diingat sehubung dengan penyulit paralisis dan mati rasa pasca bedah. Supraklavikular : kelenjar limf pada fossa supraklavikular. terdiri dari kelompok lelenjar limf sentral dan interpektoral. Tahap II (mid-axilla): kelenjar limf terletak superficial atau profunda dari muskulus pektoralis minor. nervus kutaneus brakialis medialis yang mengurus sensibilitas daerah aksila dan bagian medial lengan atas. Setelah menopause.

Fibroadenoma sering terjadi pada usia awal reproduktif dan waktu puncaknya adalah antara usia 15 dan 35 tahun.c Papilloma Intraduktus Papilloma Intraduktus merupakan tumor benigna pada epithelium duktus mamae dimana terjadinya hipertrofi pada epithelium dan mioepithelial. Tumor multiple pada satu atau kedua mammae ditemukan pada 10-15% pasien. III. Kista tidak dapat dibedakan dengan massa lain pada mammae dengan mammografi atau pemeriksaan fisis. Insidens fibroadenoma menurun apabila usia menghampiri menopause yakni ketika involusi terjadi.. III. Fibroadenoma menempati hampir 50% dari biopsi mamae yang dikerjakan dan angka ini . Sebagian besar merupakan “microcyst” namun pada 20%-25% kasus ditemukan kista yang dapat terlihat dan dapat dipalpasi. ditemukan bahwa insidens fibroadenoma adalah 7% sampai 13% pada wanita yang diperiksa klinik manakala hampir 9% ditemukan melalui autopsi. Dalam suatu penelitian. Dikatakan juga bahwa fibroadenoma ini lebih sering dan terjadi lebih awal pada wanita kulit hitam berbanding wanita kulit putih. Tumor ini bisa terjadi di sepanjang sistem duktus dan predileksinya adalah pada ujung dari sistem duktus yakni sinus lactiferous dan duktus terminalis. fibroadenoma terjadi secara asimptomatik pada 25% wanita.b Kista Mammae Kista adalah massa berisi cairan berbentuk bulat atau ovoid. Dikatakan bahwa Papilloma Intraduktus bilateral jarang terjadi IV. INSIDENS IV. Pemeriksaan ultrasonografi dan sitologi fine needle aspiration (FNA) diperlukan untuk mendeteksi penyakit ini.a Fibroadenoma Mammae Fibroadenoma adalah lesi yang sering terjadi pada mammae. Papilloma Intraduktus soliter sering terjadi di bagian sentral manakala Papilloma Intraduktus multiple pula jarang terjadi dan secara tipikalnya melibatkan duktus yang berdekatan dengan bagian perifer dari mammae. saat ransangan estrogen meningkat.sekali selama kehamilan dan laktasi atau menjelang menopause.

ETIOPATOGENESIS Va. Usia menarche.b Kista Mammae Menurut kepustakaan dikatakan kista terjadi pada hampir 7% dari wanita pada suatu waktu dalam kehidupan mereka. ditemukan bahwa hampir 20% mempunyai kista subklinik dan kebanyakkan berukuran antara 2 atau 3 cm. Fibroadenoma Mammae Etiologi dari fibroadenoma masih tidak diketahui pasti tetapi dikatakan bahwa hipersensitivitas terhadap estrogen pada lobul dianggap menjadi penyebabnya. Secara klasik. Fibroadenoma sering terbentuk sewaktu menarche (15-25 tahun). IV. waktu dimana struktur lobul ditambahkan ke dalam sistem duktus pada mammae.c Papilloma Intraduktus Papilloma Intraduktus soliter sering terjadi pada wanita paramenopausal atau postmenopausal dengan insidens tertinggi pada dekade ke enam. Gambaran histologi dari lobul hiperplastik ini identik dengan fibroadenoma. V.meningkat kepada 75% bagi biopsi yang dilakukan untuk wanita dibawah usia 20 tahun. Faktor genetik juga dikatakan tidak berpengaruh tetapi adanya riwayat keluarga (first-degree) dengan karsinoma mammae dikatakan meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini. usia menopause dan terapi hormonal termasuklah kontrasepsi oral tidak merubah risiko terjadinya lesi ini. walaupun terdapat juga insidens yang diluar batas usia ini terutamanya pada individu yang menggunakan terapi pengganti hormonMenurut beberapa studi autopsi. kista dialami wanita perimenopausal antara usia 45 dan 52 tahun. Dikatakan bahwa kista ditemukan pada 1/3 dari wanita berusia antara 35 sampai 50 tahun. IV. Lobul hiperplastik sering terjadi pada waktu ini dan dianggap merupakan bagian dari perkembangan mammae. Fibroadenoma mammae dianggap mewakili sekelompok lobus hiperplastik dari mammae yang dikenal sebagai “kelainan dari pertumbuhan normal dan involusi”. Analisa dari komponen seluler fibroadenoma dengan Polymerase Chain Reaction (PRC) menunjukkan bahwa stromal dan sel epitel adalah poliklonal. Hal ini mendukung teori yang menyatakan .

profil biokimia dan gambaran klinik. dan sama dengan cairan interstitial. Kista apokrin dilapisi epithelium apokrin yang terdiri dari sel kolumnar seperti yang terdapat pada kelenjar keringat apokrin. Penyebab utama terjadinya kelainan ini masih belum diketahui pasti walaupun terdapat bukti yang mengaitkan pembentukan kista ini dengan hiperestrogenism akibat penggunaan terapi pengganti hormon. Simple cyst ini biasanya tunggal. tidak berulang dan tidak terkait dengan risiko terjadinya kanker. Terdapat dua populasi makrokista yang dapat dibedakan berdasarkan gambaran mikroskopik. virus Epstein-Barr memainkan peranan dalam pertumbuhan tumor ini. Lesi ini merupakan hormone-dependent neoplasma distimulasi oleh laksasi sewaktu hamil dan mengalami involusi sewaktu perimenopause. pH kista apokrin ini lebih tinggi dan membran yang melapisinya mensekresikan bahan seperti konjugat androgen. Patogenesis dari kista mammae ini masih belum jelas. Penelitian terakhir menyatakan bahwa etiologi terjadinya kista mammae adalah lebih kompleks dari pemahaman sebelumnya. lobus membentuk mikrokista yang akan bergabung menjadi kista yang lebih besar. Rasio Na+:K+ kurang dari 3. Kista apokrin sering berulang karena keseimbangan antara sekresi cairan dan reabsorpsi membolehkan . Aspirasi cairan dari simple cyst. kista mammae merupakan suatu kelainan dari fisiologi normal lobular. Vb. Sewaktu proses ini terjadi. perubahan ini terjadi karena adanya obstruksi dari aliran lobus dan jaringan fibrous yang menggantikan stroma. Terdapat kaitan langsung antara penggunaan kontrasepsi oral sebelum usia 20 tahun dengan risiko terjadinya fibroadenoma. menunjukkan rasio Na+:K+ agak tinggi (>3) sama seperti yang ditemukan didalam plasma. Kista Mammae Seperti fibroadenoma. Pada pasien immunosupresi.4 dan dikatakan epitelium gepeng pada kista ini berperan sebagai membran dimana terjadi penyebaran cairan interstitial secara pasif. pH cairan dari simple cyst ini pula kurang dari 7.bahwa fibroadenoma merupakan lesi hiperplastik yang terkait dengan kelainan dari maturitas normal mammae. Penelitian awal menyatakan bahwa kista mammae terjadi karena distensi duktus atau involusi lobus. Hal ini menunjukkan bahwa epitelium apokrin mensekresikan potassium secara aktif ke dalam cairan kista.

mikrokokista yang terbentuk adalah tipe apokrin dan apabila berkembang menjadi makrokista. walaupun buktinya masih belum kukuh. Ukurannya adalah 2-3 mm dan terlihat seperti broad-based atau pedunculated polypoid epithelial lesion yang bisa mengobstruksi dan melebarkan duktus terkait. pada cross section Fibroadenoma terlihat seperti irregular dengan struktur berbentuk bintang (intracanaluculi fibroadenoma) . Papilloma Intraduktus ini terkait dengan proliferasi dari epitel fibrokistik yang hiperplasia. Jarang terjadinya tumor yang multiple dan diameternya melebihi 10 cm (giant fibroadenoma). MORFOLOGI VI. bulat sampai oval dan regular (pericanaliculi fibroadenoma). Kista ini juga terkait dengan risiko terjadinya kanker. kista ini akan berdiferensiasi menjadi simple cyst. fibroadenoma ini sering “shelled out”. Vc.terjadinya reakumulasi. Gambaran histologi menunjukkan stroma fibroblastik longgar yang terdiri dari ruang seperti saluran (ductlike) dilapisi epithelium yang terdiri dari berbagai ukuran dan bentuk. Penelitian lain menunjukkan bahwa. ruang duktal ini terbuka. Ductlike atau ruang glandular ini dilapisi dengan lapisan sel tunggal atau multiple yang regular dan berbatas tegas serta membran basalis yang intak. Walaupun pada sebagian lesi. Gambaran makroskopik dari fibroadenoma yang telah dipotong adalah padat dengan warna uniform tank-white disertai dengan tanda softer yellow-pink yang menunjukkan area glandular. VI. Dari kepustakaan dikatakan bahwa. Papilloma Intraduktus Etiologi dan patogenesis dari penyakit ini masih belum jelas. Walau apa pun ukurannya. pada tahapan awal pembentukan kista. sebagian yang lain dikompresi dengan proliferasi ekstensif dari stroma dan oleh karena itu. Kista juga bisa terbentuk hasil dari duktus yang mengalami obstruksi. mudah digerakkan dengan diameter 1 hingga 10 cm.a Fibroadenoma Mammae Nodul Fibroadenoma sering soliter.

VI. Secara histologi. Insidens fibroadenoma menurun apabila usia menghampiri menopause yakni ketika involusi terjadi. Fibroadenoma juga sering terdeteksi melalui pemeriksaan klinik dan pemeriksaan payudara sendiri. Pada waktu ini. Area yang terlibat menunjukkan peningkatan densitas menyeluruh dan nodul-nodul yang terpisah. Secara histologi. Kista berukuran besar dapat rata atau mengalami atrofi secara menyeluruh. VII. Kista ini berukuran antara kurang dari 1 cm sehingga mencapai 5 cm. .a Fibroadenoma Mammae Sebagian besar fibroadenoma terjadi pada wanita muda berusia antara 16 sampai 24 tahun. epitelium pada kista berukuran kecil biasanya kuboidal dan berlapis-lapis. sitoplasma eosinofilik serta nuklei kromatik yang kecil dan bulat sehingga digelar metaplasia apokrin yang biasanya tergolong jinak. kebiasaannya fibroadenoma ini diidentifikasi menggunakan mammografi pada screening program. Kista sering dilapisi dengan sel poligonal yang terdiri dari glandular . Oleh karena itu. tumor ini terdiri dari papilla multiple yang setiap satunya terdiri dari jaringan ikat dan dilapisi sel epitel kuboidal atau silinder yang biasanya terdiri dari dua lapisan dengan lapisan terluar epitel menutupi lapisan mioepitel. Namun dengan pemeriksaan patologi untuk mendiagnosa fibroadenoma. fibroadenoma bisa mengalami kalsifikasi dan terlihat pada mammografi. Kista berwarna coklat kebiruan (blue dome cyst) dan dipenuhi dengan serous dan cairan keruh. disimpulkan bahwa usia median terjadinya fibroadenoma adalah menghampiri 30 tahun. GEJALA KLINIK VII.VI.c Papilloma Intraduktus Tumor ini biasanya soliter dengan diameternya kurang dari 1 cm. Proliferasi epitel membentuk massa piled-up atau papilla.b Kista Mammae Kista bisa terbentuk pada satu mammae saja tetapi biasanya kista ditemukan multifokal dan bilateral. Produk sekretori di dalam kista ini bisa mengalami kalsifikasi dan terlihat sebagai mikrokalsifikasi pada pemeriksaan mammogram.

VII. keseluruhan mammae dapat dipenuhi dengan kista. Kebiasaannya kista ini soliter tetapi tidak jarang ditemukan kista yang multiple. fibroadenoma memberi gambaran massa kecil. walaupun terdapat juga insidens yang diluar batas usia ini terutamanya pada individu yang menggunakan terapi pengganti hormon. Jaringan normal dari nodular mammae yang meliputi kista bisa menyembunyikan gambaran klasik dari lesi yakni licin semasa dipalpasi. berbentuk bulat atau lobulated dengan diameter 2 sampai 3 cm. Kista ini biasanya dapat dilihat. Kista dapat memberikan rasa tidak nyaman dan nyeri. kista dialami wanita perimenopausal antara usia 45 dan 52 tahun. Gambaran klasik dari kista ini bisa menghilang jika kista terletak pada bagian dalam mammae. Mayoritas dari tumor ini terdapat pada kuadran lateral superior dari mammae. tetapi kadang dirasakan nyeri apabila ditekan. Hampir 10% pasien mempunyai presentasi fibroadenoma yang multiple dan sering terlihat pada wanita muda yang jaringan fibrotik sudah memenuhi mamaenya. Karekteristiknya adalah licin dan teraba kenyal pada palpasi. Pada kasus yang ekstrim.b Kista mamae Secara klasik. Tumor ini biasanya mobil kecuali yang terletak berdekatan nipple. dengan simpai licin dan konsistensi kenyal padat. istilah ”breast mouse” digunakan untuk tumor ini. Fibroadenoma teraba sebagai benjolan bulat atau berbenjol-benjol. Tumor ini tidak melekat pada jaringan sekitarnya dan amat mudah digerakkan. keras dan masih bisa mobil. Dikatakan bahwa terdapat hubungan antara ketidak nyamanan dan nyeri ini dengan siklus menstruasi dimana perasaan tidak nyaman dan nyeri ini meningkat sebelum menstruasi. Biasanya fibroadenoma tidak nyeri. Kista ini dapat juga mobil namun tidak seperti fibroadenoma. Pada wanita yang berusia. Terdapat juga pasien dengan recurrent fibroadenoma dan hal ini sering terjadi pada wanita berkulit gelap dan individu oriental.Fibroadenoma biasanya licin. Pada wanita muda. . Pertambahan usia membuatkan mobilitas dari tumor berkurang karena restraining effects dari jaringan fibrotik.

Papilloma Intraduktus soliter sering timbul pada duktus laktiferus dan hampir 70% dari pasien datang dengan nipple discharge yang serous dan bercampur darah. diagnosa bisa ditegakkan melalui pemeriksaan klinik walaupun dianjurkan untuk dilakukan aspirasi sitologi.VII. VIII. fibroadenoma memberikan gambaran soliter. . Konfirmasi secara patologi diperlukan untuk menyingkirkan karsinoma seperti kanker tubular karena sering dikelirukan dengan penyakit ini. DIAGNOSIS Massa pada mammae merupakan presentasi tersering dari tumor benigna dan maligna. Papilloma Intraduktus ini bisa terjadi pada laki-laki. Kasus terbaru menunjukkan bahwa pada laki-laki penyakit ini terkait dengan penggunaan phenothiazine.c Papilloma Intraduktus Hampir 90% dari Papilloma Intraduktus adalah dari tipe soliter. Pasien dengan Papilloma Intraduktus multiple biasanya tidak gejala nipple discharge dan biasanya terjadi pada duktus yang kecil. Massa yang teraba sebenarnya adalah duktus yang berdilatasi. Fine-needle aspiration (FNA) sitologi merupakan metode diagnosa yang akurat walaupun gambaran sel epitel yang hiperplastik bisa dikelirukan dengan neoplasia. Diagnosa fibroadenoma bisa ditegakkan melalui gambaran klinik pada pasien usia muda dan karena itu.a Fibroadenoma Mammae Pada pasien dengan usia kurang dari 25 tahun. Gambar dibawah menunjukan alur penegakan diagnosis bagi pasien yang datang dengan keluhan nipple discharge. Diperkirakan hampir 25% dari Papilloma Intraduktus multiple adalah bilateral. Gambar dibawah menjelaskan tentang alur penegakan diagnosis bagi pasien yang datang dengan keluhan benjolan pada mammae. lesi yang licin dengan densitas yang sama atau hampir menyerupai jaringan sekitar pada mammografi. mammografi tidak rutin dikerjakan. Ada juga pasien yang datang dengan keluhan massa pada area subareola walaupun massa ini lebih sering ditemukan pada pemeriksaan fisis. VIII. Nipple discharge merupakan cairan (fisiologi atau patologi) yang keluar dari nipple. Dengan pertambahan usia. Pada pasien yang berusia.

.b Kista Mammae Diagnosis kista mammae ditegakkan melalui aspirasi sitologi. Gambaran kalsifikasi jarang terlihat pada penyakit ini namun bisa terjadi pada massa yang kecil maupun besar.Tumor Phylloides Benigna : Neoplasma yang dicirikan dengan dua lapisan epitel yang terletak di dalam celah yang dikelilingi dengan komponen hiperseluler mesenkima. distribusinya secara uniform dan dengan intermediate acoustic attenuation.gambaran stippled calcification terlihat lebih jelas. kadang terlihat translusen dan bisa juga kelihatan tebal dan bengkak. Massa soliter dengan dilatasi dari duktus retroareolar merupakan gambaran yang bisa terlihat pada mammografi atau ultrasonografi sekiranya massa yang terbentuk agak besar. DIAGNOSIS BANDING IX. mulai dari kuning pudar sampai hitam. IX. Massa yang kecil tidak memberikan gambaran khas pada mammografi dan ultrasonografi. Sebagian besar dari kasus adalah benigna. Mammografi dan ultrasonografi membantu dalam penegakkan diagnosis tetapi pemeriksaan ini tidak begitu penting bagi pasien yang simptomatik. Cairan dari kista bisa berbeda warnanya. Kriteria fibroadenoma yang dapat terlihat pada pemeriksaan ultrasonografi adalah massa solid berbentuk bulat atau oval. Pada pemeriksaan MRI pula terlihat lesi berbatas tegas dengan duktus berisi cairan. Pemeriksaan galaktografi memberikan gambaran filling defect atau complete obstruction bagi aliran retrograd dari kontras. Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan adalah eksisi massa dan diperiksa dengan teknik histopatologi konvensional. berbatas tegas dengan internal echoes yang lemah. Ultrasonografi dengan core-needle biopsy dapat memberikan diagnosa yang akurat. VIII.a Fibroadenoma Mammae i. Pemeriksaan FNA tidak begitu bermakna pada penyakit ini. Ultrasonografi mammae juga sering digunakan untuk mendiagnosa penyakit ini. Jumlah cairan yang diaspirasi biasanya antara 6 atau 8 ml. Diameter massa hipoechoic yang homogenous ini adalah antara 1 – 20 cm.

ii. tubular dan lobulated. kebanyakkannya akan berkembang secara perlahan dari 1 cm menjadi 3 cm dalam jangka waktu 5 tahun.ii. Kebanyakkan dari fibroadenoma dapat sembuh sendiri (self-limiting) dan tidak terdiagnosa dan karena itu. Secara morfologi terdiri dari tipe spindle cell. pengangkatan rutin tidak diperlukan. massa ini akan menjadi statik dan pada hampir 1/3 kasus. IX. Fase aktif perkembangannya adalah antara 6 sampai 12 bulan dimana ukurannya bisa berganda dari asal.a Fibroadenoma Mammae Pengetahuan yang semakin meluas mengenai natural dari penyakit ini menyebabkan prosedur untuk mengangkat semua fibroadenoma ditinggalkan. ii-Adenomioepitelioma : Tumor benigna berbatas tegas yang terdiri dari proliferasi sel mioepitel disekeliling lapisan epitel dan merupakan massa yang dapat dipalpasi. IX.c Intraductal Papilloma i.Ductus Ectasia : Lesi benigna yang dicirikan dengan dilatasi dari duktus berserta akumulasi fatty detritus di dalam lumen dan terdapat penebalan fibrous dari dinding dengan atau tanpa inflamasi. Terapi konservatif ini direkomendasikan untuk wanita di bawah usia 35 tahun dan harus . X. terapi konservatif dianjurkan.Invasif Duktal Carcinoma : Karsinoma invasif dengan beberapa ciri gambaran histologi tetapi sering membentuk struktur duktal dan sering dikaitkan dengan intraduktal karsinoma.b Kista Mammae i.Tubular Adenoma : Lesi proliferasi benigna yang terdiri dari tubulus kecil yang uniform serta dilapisi sel epitel dan lapisan tipis dari sel mioepitel. Sekiranya fibroadenoma ini tidak diterapi. Setelah itu.Flat Epithelial Atipika : Merupakan tipe atypical ductal hyperplasia yang dicirikan dengan pergantian dari sel epitel mature dengan lapisan tunggal atau stratified dari sel atipikal disertai dengan distensi dari TDLUs (terminal ductal lobular unit) yang terkait. massa ini akan menjadi semakin kecil. PENATALAKSANAAN X. Pada wanita di bawah usia 25 tahun.

asal dari tumor tidak diangkat secara menyeluruh sewaktu operasi dan mungkin karena presentasi dari tumor phyllodes yang tidak terdiagnosa. sekiranya kista ini masih terus membesar. terdapat beberapa faktor yang diduga berpengaruh. Terdapat sebagian kecil wanita dengan kista berulang yang regular mengunjungi dokter setiap dua sampai tiga bulan sekali untuk drainase kista. Terdapat dua cardinal rules bagi menunjukkan aspirasi kista berhasil yakni (1) massa menghilang secara keseluruhan setelah diaspirasi dan (2) cairan yang diaspirasi tidak mengandungi darah. Namun terapi ini sudah tidak dilakukan karena simple aspiration sudah memadai. Rekurensi sering terjadi pada daerah yang berbeda dari kista yang pertama. kemungkinan terjadinya intrakistik karsinoma yang sangat jarang ditemukan. eksisi merupakan tatalaksana bagi kista mammae. sebagian pasien dengan kondisi seperti ini diterapi dengan mastektomi subkutan. Pertama. Hal ini bisa terjadi karena aspirasi yang tidak adekuat dan terapi lanjut perlu diberikan sebelum dilakukan eksisi. Sekiranya berlaku rekurensi. Pasien dengan kista yang berulang sukar ditangani. Walaubagaimanapun. Walaubagaimanapun. Dahulu. pembentukan dari truly metachronous fibroadenoma. kista akan menjadi lembek dan tidak teraba tetapi masih bisa dideteksi dengan mammografi. Fibroadenoma residif setelah pengangkatan jarang terjadi. Terdapat dua indikasi untuk dilakukan eksisi pada kista. Kedua. needle biopsy dan eksisi direkomendasikan. ultrasonografi. bukti klinis perlu bahwa tidak terdapat massa setelah dilakukan aspirasi. Indikasi kedua adalah rekurensi dari kista.dilakukan pemeriksaan sitologi setelah 3 bulan untuk menyingkirkan keganasan. X. Indikasi pertama adalah sekiranya cairan aspirasi mengandungi darah ( selagi tidak disebabkan oleh trauma dari jarum ). Aturan ini membuatkan sebagian kecil dari kasus kanker tidak terdeteksi dan beberapa menyarankan pengangkatan fibroadenoma pada wanita yang berusia lebih dari 25 tahun. Eksisi ini bisa dilakukan dibawah pengaruh anestesi lokal atau general. . Hampir 15% pasien mengalami rekurensi kista dalam waktu 5 sampai 10 tahun dengan mayoritasnya mengalami satu atau dua kali rekurensi. Setelah diaspirasi. eksisi direkomendasikan.b Kista Mammae Sebelum ini. Sekiranya kondisi ini tidak terpenuhi.

Permukaan kulit dibersihkan dengan alkohol. aspirasi dengan ultrasound-guided needle bisa dilakukan. Eksisi duktus terminal merupakan prosedur bedah pilihan sebagai penatalaksanan nipple discharge. Volume dari cairan kista biasanya 5 ml sampai 10 ml tetapi dapat mencapai 75 ml atau lebih. Menurut kepustakaan.7cm) Sekiranya kista ditemukan pada ultrasound tetapi tidak bisa dipalpasi.Sekarang pengobatan dengan danazol dan tamoxifen dianjurkan walaupun bukti keberkesanannya masih belum jelas dan terdapat efek samping serta limitasi dengan pemakaian obat ini. pemeriksaan mammografi secara berkala ini bisa membantu dalam deteksi awal dari kanker. Pada prosedur ini. Biasanya digunakan jarum 21-gauge dan juga syringe 20ml. Tujuannnya adalah untuk eksisi dari . Kista di fiksasi menggunakan ibu jari dan jari telunjuk atau jari telunjuk dan jari tengah. digunakan anestesi lokal dengan atau tanpa sedasi. Pasien dengan kista soliter biasanya tidak memerlukan pemeriksaan mammografi regular. Oleh karena itu. kuning atau kehijauan. Syringe dipegang oleh tangan yang lain dan kista dipalpasi sehingga sudah tidak teraba. terdapat bukti yang menyatakan bahwa terjadinya peningkatan risiko terhadap kanker pada pasien dengan kista. Apabila hal ini tidak berlaku. needle 20g. eksisi lokal duktus yang terkait bisa dilakukan. pasien diterapi secara konservatif dan papilloma serta nipple discharge dapat menghilang secara spontan dalam waktu beberapa minggu. 2 ml dari cairan diambil untuk pemeriksaan sitologi. X. pemeriksaan sitologi tidak diperlukan. Kulit dibersihkan dengan alkohol. Teknik yang digunakan untuk aspirasi kista mammae yang dapat dipalpasi sama dengan teknik yang digunakan untuk pemeriksaan sitologi FNA. Walaupun tidak membantu dalam penegakan diagnosis. Syringe dipegang dengan tangan lain dan kista diaspirasi. Probe ultrasound dipegang dengan satu tangan untuk mengidentifikasi kista. Sekiranya didapatkan cairan sedemikian.c Papilloma Intraduktus Umumnya. syringe pistol. mammografi harus dikerjakan sebagai prosuder skrining rutin pada wanita berusia lebih dari 35 tahun yang mempunyai kista dengan penampakan dari kanker yang rendah . Apabila ditemukan cairan kista bercampur darah. Cairan dari kista biasanya berwarna coklat.

risiko terjadinya karsinoma mammae pada wanita dengan fibroadenoma meningkat 1. XI.duktus yang terkait dengan nipple discharge dengan pengangkatan jaringan sekitar seminimal mungkin. PROGNOSIS XI. Peningkatan risiko ini persisten dan tidak berkurang dengan pertambahan masa. lesi akan mengalami involusi dan simptom mulai menghilang apabila mencapai usia menopause. XI.c Papilloma Intraduktus Papilloma Intraduktus subareolar soliter atau intrakistik adalah benigna.3 sampai 2.5 – 2 kali untuk terjadinya karsinoma mammae. Menurut komuniti dari College of American Pathologist. telah terjadi pertentangan apakah penyakit ini merupakan prekursor bagi karsinoma papillary atau merupakan predisposisi untuk meningkatkan resiko terjadinya karsinoma. wanita dengan lesi ini mempunyai risiko 1. . terapi yang diberikan adalah eksisi luas disertai radiasi. Apabila lesi benigna ini dicurigai mengalami perubahan kea rah maligna.b Kista Mammae Pada umumnya. Namun.a Fibroadenoma Mammae Melalui satu penelitian retrospektif.1 kali berbanding populasi umum. XI.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful