P. 1
lingkungan-sehat

lingkungan-sehat

|Views: 269|Likes:
Published by Indra Wijaya

More info:

Published by: Indra Wijaya on Oct 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/26/2013

pdf

text

original

LINGKUNGAN SEHAT

Program pembangunan kesehatan yang dilaksanakan telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara cukup bermakna, walaupun masih dijumpai berbagai masalah dan hambatan yang akan mempengaruhi pelaksanaan pembangunan kesehatan. Salah satu fenomena utama yang berpengaruh terhadap pembangunan kesehatan adalah perubahan lingkungan yang berpengaruh terhadap derajat dan upaya kesehatan.

A. Pengertian • Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar kita, baik berupa benda hidup, benda mati, benda nyata ataupun abstrak termasuk manusia lainnya. Serta suasana yang terbentuk karena terjadinya interaksi diantara elemen-elemen dialam tersebut. • Dalam Indonesia sehat 2010: lingkungan yang diharapkan adalah • Yang kondusif bagi terwujudnya keadaan lingkungan yang bebas dari polusi • Tersedianya air bersih • Sanitasi lingkungan yang memadai • Pemukiman yang sehat • Perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan • Terwujudnya kehidupan masyarakat yang saling tolong menolong. • Perilaku masyarakat Indonesia sehat 2010 adalah yang bersifat proaktif untuk : • Memelihara dan meningkatkan kesehatan • Mencegah terjadinya penyakit • Melindungi diri dari ancaman penyakit • berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat • kemampuan masyarakat yang diharapkan pada masa depan adalah mampu menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu tanpa adanya hambatan

4. Kualitas rumah Penyediaan air minum sanitasi makanan pembuangan tinja pembuangan sampah rumah tangga pembuangan air kotor .• Prinsip-prinsip pembangunan kesehatan • Dasar perikemanusiaan • Dasar adil dan merata • Dasar pemberdayaan dan kemandirian • dasar pengutamaan dan manfaat • Sustainable development atau pembangunan berwawasan lingkungan pada dasarnya adalah pembangunan yang mampu membawa rakyat secara merata memperoleh kebutuhan hidupnya. biologis. social atau ekonomi yaitu mempengaruhi kesehatan manusia dimana lingkungan yang berguna ditingkatkan dan diperbanyak sedangkan yang merugikan diperbaiki atau dihilangkan. • LINGKUNGAN MIKRO Masalah lingkungan yang tergolong dalam lingkup mikro atau lingkungan rumah tangga adalah : 1.maka masalah lingkungan dapat dibagi menjadi 3 kelompok dasar: • Lingkungan Rumah Tangga atau mikro (Mikro environtment) • Lingkungan Khusus atau lingkungan kerja (Meso environtment) • lingkungan luas atau makro (makro environtment) Dengan membagi semua masalah lingkungan dalam tiga kelompok ini diharapkan upaya penanganan dapat dilakukan dengan lebih terarah. 5. • Hygiene atau sanitasi lingkungan adalah pengawasan lingkungan fisik. 3. • Ditinjau dari luasnya lingkup. 2. Dalam arti terpenuhi kebutuhan materiil dan spiritual termasuk kualitas lingkungan yang layak huni tanpa terkena derita penyakit menahun dan makin subur sebagai sumber daya alam untuk kelangsungan kehidupan generasi penerusnya. 6.

membersihkan dan keperluan lainnya. Syarat rumah sehat (Winslow) • Memenuhi kebutuhan fisiologis • Memenuhi kebutuhan psikologis • Harus dapat menghindarkan dari kecelakaan • Harus dapat menghindarkan dari terjadinya penyakit Masalah perumahan : adanya rumah-rumah yang tidak sehat Upaya penanggulangannya : • Pembangunan rumah-rumah sehat dengan harga terjangkau • Penyuluhan pentingnya rumah sehat • Penyuluhan modifikasi rumah sehat • Menurunkan tingkat suku bunga : memudahkan kepemilikan rumah sehat • Penyediaan Air Minum Hidup kita tidak dapat lepas dari air. Air ini diperlukan untuk minum. memasak.masalah kesehatan mikro: • Kualitas rumah Keadaan perumahan adalah salah satu factor yang menentukan keadaan hygiene dan sanitasi lingkungan. mencuci. Untuk itu diperlukan air yang memenuhi syarat kesehatan baik kualitas maupun kuantitasnya. Seperti yang dikemukakan WHO bahwa perumahan yang tidak cukup dan terlalu sempit mengakibatkan pula tingginya kejadian penyakit dalam masyarakat. mandi. .

• Masalah : • Pencemaran bahan – bahan makanan • penggunaan bahan-bahan pengawet dan pewarna • pengolahan bahan makanan yang kurang benar • penanggulangannya • Upaya penyuluhan cara pemakaian pupuk dan pembasmi hama yang benar pada tanaman . Diperlukan sanitasi makanan yang baik agar makanan yang dikonsumsi benar-benar memenuhi persyaratan sehat yang dapat menjadikan jasmani kuat. Upaya penanggulangannya : • Penyediaan tambahan air bersih bagi daerah yang kesulitan air • Perbaikan mutu dan kinerja pelayanan air oleh pemerintah (PAM) • Perbaikan sarana penyediaan air • Penyuluhan tentang cara pemanfaatan sumber air dengan benar • Penyuluhan tentang pembuatan sumur • Penyuluhan tentang desinfeksi air sumur • Purifikasi air (pengolahan air permukaan) • Sanitasi makanan Makanan yang sehat dan bergizi merupakan modal utama tubuh dalam metabolisme.Masalah penyediaan air minum : • Belum tersedianya cukup air bersih (kualitas) bagi keperluan rumah tangga • Persediaan air rumah tangga yang masih belum memenuhi syarat – syarat kesehatan secara kualitas • Sumber – sumber air yang tercemar.

• pencegahan penyakit pada ternak • penyuluhan tentang bahan pengawet dan pewarna makanan • pemeriksaan secara berkala pada jenis-jenis makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat (BPOM) • penyuluhan cara pengolahan bahan makanan yang benar • Pembuangan tinja Pembuangan kotoran (Feces dan urine) yang tidak menurut aturan. memudahkan terjadinya “water borne disease” Syarat pembuangan kotoran yang memenuhi aturan kesehatan Ehlers dan steel) adalah : • Tidak mengotori tanah permukaan • Tidak mengotori air permukaan • Tidak mengotori air dalam tanah • Kotoran tidak boleh terbuka sehingga dapat dipakai tempat lalat bertelur atau perkembangbiakan vektor penyakit lainnya • Kakus harus terlindung dari penglihatan orang lain • Pembuatannya mudah dan murah Masalah : • Tidak tersedianya jamban (kakus) keluarga • Adanya jamban yang tidak memenuhi syarat-syarat kesehatan Penanggulangan: • Penyediaan jamban sehat • Penyuluhan tentang perlunya jamban sehat • Pembuangan sampah rumah tangga .

Sampah adalah semua zat / benda yang sudah tidak terpakai lagi. air kotor permukaan tanah dan air hujan Masalah : pembuangan limbah rumah tangga yang tidak memenuhi sarat Penanggulangnnya: Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pengolahan limbah yang benar . kamar mandi. air kotor dari dapur . WC. Garbage : sisa pengolahan ataupun sisa makanan yang mudah membusuk Rubbish : sisa pengolahan ataupun sisa makanan yang tidak mudah membusuk • Dari sampah harus diperhatikan: • Penyimpanan (Storage) • pengumpulan (Collection) • pembuangan (disposal) • masalah : • Pembuangan sampah yang tidak tertib (kurang kesadaran) • tempat sampah yang tidak dikelola dengan baik • Penanggulangan : • Peningkatan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah dengan benar • pembuatan tempat sampah sementara pada tingkat keluarga • pengelolaan tempat pembuangan akhir dengan baik • pengolahan sampah daur ulang • Pembuangan air limbah (sewage disposal) Air limbah : excreto manusia.

Tingkat – tingkat pencegahan gangguan kesehatan dan kecelakaan akibat kerja • Peningkatan kesehatan (Health Promotion) • Pendidikan kesehatan kepada pekerja • Peningkatan dan perbaikan gizi pekerja • Perkembangan kejiwaan pekerja yang sehat • Penyediaan perumbahan pekerja yang sehat • Rekreasi bagi pekerja • Penyediaan tempat dan lingkungan kerja yang sehat • Pemeriksaan sebelum bekerja • Perhatian terhadap faktor – faktor keturunan • Perlindungan khusus (Specific protection) • Pemberian imunisasi • Hygiene kerja yang baik • Sanitasi lingkungan kerja yang sehat .• LINGKUNGAN MESO Masalah yang masuk lingkungan meso (lingkungan kerja) adalah : • Keselamatan kerja • pencemaran di lingkungan kerja • sanitasi di tempat kerja • penyakit akibat kerja • faal kerja/ ergonomi Permasalahan lingkup meso ini relatif lebih mudah diatasi karena menyangkut kondisi pekerjaan disuatu perusahaan yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja yang merupakan perhatian utama pemilik usaha.

• Perlindungan diri terhadap bahaya – bahaya pekerjaan • Pengendalian bahaya akibat kerja agar dalam keadaan aman • Perlindungan terhadap faktor karsinogen • Menghindari sebab-sebab alergi • Perserasian manusia (pekerja) dengan mesin • Diagnosa dini dan pengobatan yang tetap (Early Diagnosis & Prompt Treatment) • Mencari tenaga kerja baik perorangan atau kelompok terhadap gangguan – gangguan penyakit tertentu • General check up secar teratur dengan tujuan : • Mengobati dan mencegah proses penyakit • Mencegah penularan penyakit • Mencegah komplikasi • Penyaringan • Pencegahan kecacatan (Disabillity Limitation) • Proses yang adekuat untuk mencegah dan menghentikan proses penyakit • Perawatan yang baik • Penyediaan fasilitas untuk membatasi kecacatan dan mencegah kematian • Pemulihan (Rehabilitation) • Latihan dan pendidikan untuk melatih kemampuan yang ada • Pendidikan masyarakat untuk menggunakan tenaga cacat • Penempatan tenaga cacat secara selektif • Terapi kerja di rumah sakit • Penyediaan tempat kerja yang dilindungi .

upaya pencegahan penyakit akibat kerja • Substitusi Yaitu mengganti bahan-bahan yang berbahaya dengan bahan-bahan yang kurang berbahaya atau tidak berbahaya sama sekali • Ventilasi umum Yaitu mengalirkan sebanyak-banyaknya menurut perhitungan kedalam ruang kerja. agar bahan-bahan yang berbahaya ini lebih rendah dari kadar yang membahayakan yaitu kadar pada nilai ambang batas. masker. helm. sarung tangan. • Ventilasi keluar setempat (local exhausters) Alat yang dapat menghisap udara dari suatu tempat kerja tertentu agar bahan-bahan yang berbahaya dari tempat tersebut dapat dialirkan keluar • isolasi adalah cara mengisolasi proses perusahaan yang membahayakan misal isolasi mesin yang hiruk pikuk sehingga kegaduhan yang disebabkannya menurun dan tidak menjadi gangguan pada pekerja • Pakaian / alat pelindung Alat pelindung dalam pekerjaan dapat berupa kacamata. Disesuaikan dengan kebutuhan bisa 6 bulan / tahun sekali • penerangan sebelum bekerja Bertujuan agar pekerja mengetahui dan mematuhi peraturan-peraturan sehingga dalam bekerja lebih hati-hati dan tidak terkena penyakit-penyakit akibat perkerjaan . sepatu atau pakaian khusus yang didesain khusus untuk pekerjaan tertentu • pemeriksaan sebelum kerja yaitu pemeriksaan kesehatan pada calon pekerja untuk mengetahui apakah calon pekerja tersebut sesuai dengan pekerjaan yang akan diberikan baik fisik maupun mentalnya • pemeriksaan kesehatan secara berkala adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala terhadap pekerja apakah ada gangguan kesehatan yang timbul akibat pekerjaan yang dilakukan.Upaya .

• pendidikan kesehatan sangat penting untuk keselamatan dalam bekerja sehingga pekerja tetap waspada dalam melaksanakan pekerjaannya .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->