BUDIDAYA TANAMAN KAKAO PERSIAPAN NAUNGAN DAN PANGKASAN BENTUK Oleh : Ir Hudaini Hasbi MSc.Agr.

PENDAHULUAN Kakao (Theobroma cacao, L) merupakan salah komoditas perkebunan yang sesuai untuk perkebunan rakyat, karena tanaman ini dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan harian atau mingguan bagi pekebun. Tanaman kakao berasal dari daerah hutan hujan tropis di Amerika Selatan. Di daerah asalnya, kakao merupakan tanaman kecil di bagian bawah hutan hujan tropis dan tumbuh terlindung pohon-pohon yang besar. Oleh karena itu dalam budidayanya, tanaman kakao memerlukan naungan. Sebagai daerah tropis, Indonesia yang terletak antara 6 LU - 11 LS merupakan daerah yang sesuai untuk tanaman kakao. Namun setiap jenis tanaman mempunyai kesesuian lahan dengan kondisi tanah dan iklim tertentu, sehingga tidak semua tempat sesuai untuk tanaman kakao, dan untuk pengembangan tanaman kakao hendaknya tetap mempertimbangkan kesesuaian lahannya. Sebagai tananam yang dalam budidayanya memerlukan naungan, maka walaupun telah diperoleh lahan yang sesuai, sebelum penanaman kakao tetap diperlukan persiapan naungan. Tanpa persiapan naungan yang baik, pengembangan tanaman kakao akan sulit diharapkan keberhasilannya. Oleh karena itu persiapan lahan dan naungan, serta penggunaan tanaman yang bernilai ekonomis sebagai penaung merupakan hal penting yang perlu diperhatikan dalam budidaya kakao. PERMASALAHAN Pengembangan tanaman kakao, budidayanya memerlukan naungan. Tanpa persiapan lahan dan tanpa persiapan naungan yang baik, pengembangan tanaman kakao akan sulit diharapkan keberhasilannya. Tanaman penaung yang biasanya digunakan adalah Moghania macrophylla sebagai penaung sementara dan, Lamtoro atau Glirisidia sebagai penaung tetap, yang tidak memberikan manfaat ekonomis secara langsung bagi petani, sehingga kurang menarik bagi petani. Secara umum, dalam budidaya kakao juga dihadapi masalah harga komoditi yang tidak menentu, kondisi lahan yang semakin menurun, serta mutlak diperlukannya naungan dalam budidayanya. Oleh karema itu, maka pola diversifikasi tanaman kakao merupakan peluang untuk pengembangan kakao dengan pemanfaatan tanaman yang mempunyai nilai ekonomis seperti pisang sebagai penaung sementara, dan kelapa sebagai penaung tetap, serta jati. sengon, atau tanaman lainnya sebagai tanaman tepi blok

Solum tanah dalam (>150 cm) . sehingga pada saat bibit kakao ditanam. KESESUAIAN LAHAN DAN SYARAT TUMBUH TANAMAN KAKAO Untuk dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik. Untuk tanaman penaung. dan tanaman Gamal (Gliricidia sp) atau Lamtoro (Leucaena sp) sebagai tanaman penaung tetap. . Di samping itu dapat pula digunakan tanaman-tanaman produktif seperti pisang sebagai penaung sementara.Tidak ada angin bertiup kencang Keadaan tanah yang dikehendaki tanaman kakao antara lain : . tingkat kesesuaian lahan untuk suatu tanaman dapat dievaluasi dan diklasifikasikan dalam katagori sesuai (S) atau tidak sesuai (N). dan S3 (kurang sesuai). Lahan yang sesuai dapat dibedakan menjadi S1 (sesuai).Fluktuasi suhu harian tidak lebih dari 9 C . dengan suhu optimum 25. Berdasarkan data-data keadaan kondisi iklim dan tanah. dengan menggunakan benih sekitar 20-30 kg/ha. tanaman kakao menghendaki lahan yang sesuai.Tekstur dan struktur tanah baik. dan ditanam sebagai barisan arah utara-selatan dengan jarak antar barisan sesuai dengan jarak tanam kakao (misalnya 3 m). dengan jumah curah hujan 1500-2500 mm/th.kebun. Moghania macrophylla Sebagai tanaman penaung sementara.5 C . kelapa sebagai tanaman penaung tetap.Kandungan bahan organik tidak kurang dari 3% . dengan bulan kering tidak lebih dari 3 bulan.Suhu rata-rata antara 15 . yang mempunyai keadaan iklim dan keadaan tanah tertentu Keadaan iklim yang sesuai untuk tanaman kakao. antara lain : . PERSIAPAN LAHAN DAN NAUNGAN Persiapan lahan dan naungan sebaiknya sudah dilakukan satu tahun sebelum tanaman kakao ditanam.7 . aerasi. sehingga tanah mempunyai daya menahan air. Moghania macrophylla ditanam satu tahun sebelum tanam kakao.Kandungan unsur hara cukup tinggi Dengan peninjauan dan survei langsung di lapangan akan dapat diperoleh data primer maupun data sekunder mengenai keadaan iklim dan tanah untuk lahan daerah dimaksud. dan drainase yang baik . ataupun tanaman lainnya.pH tanah antara 6 . tanaman penaung di lapangan sudah tumbuh dengan baik dan siap berfungsi sebagai penaung kakao.Curah hujan cukup dan terdistribusi merata. S2 (cukup sesuai). biasanya digunakan Moghania macrophyla sebagai tanaman penaung sementara. .30 C.

2. Berdasarkan keadaan iklim di Indonesia.1. Pembibitan Perbanyakan tanaman kakao lebih sering dilakukan dengan cara generatif karena bibit dihasilkan dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak. suhu udara 25±26 derajat C merupakan suhu udara rata-rata tahunan tanpa faktor pembatas. Karena itu.00. b) Areal penanaman cokelat yang ideal adalah daerah-daerah bercurah hujan 1.5. Media Tanam a) Pertumbuhan bibit tanaman kakao terbaik diperoleh pada tanah yang didominasi oleh mineral liat smektit dan berturut-turut diikuti oleh tanah yang mengandung khlorit. c) Air tanah yang mempengaruhi aerasi dalam rangka pertumbuhan dan serapan hara.5 m.13.1.Diharapkan pada saat tanam kakao. II. kaolinit dan haloisit. c) Suhu udara ideal bagi pertumbuhan cokelat adalah 30-32 derajat C (maksimum) dan 18-21 derajat C (minimum). cokelat ditanam pada daerah-daerah yang berada pada 10 derajat LU sampai dengan 10 derajat LS. SYARAT PERTUMBUHAN 1. Media Tanam Daerah yang cocok untuk penanaman cokelat adalah lahan yang berada pada ketinggian 200-700 m dpl. Iklim a) Ditinjau dari wilayah penanamannya.000 mm/tahun. daun sempit dan tanaman relatif pendek. 2008 agra88 I. Sedangkan lahan yang kemiringannya lebih dari 40% sebaiknya tidak ditanami cokelat. 1. 1. Untuk itu. tidak lebih tinggi dari 8 serta tidak lebih rendah dari 4.d) Faktor kemiringan lahan sangat menentukan kedalaman air tanah. . barisan Moghania sudah mencapai tinggi sekitar 2. Tanaman Moghania macrophylla dapat disiwing sehingga lorong menjadi lebih longgar.b) Tanaman cokelat dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang memiliki keasaman (pH) 6-7. Hal tersebut berkaitan dengan distribusi curah hujan dan jumlah penyinaran matahari sepanjang tahun. Pembuatan teras pada lahan yang kemiringannya 8% dan 25% masing-masing dengan lebar minimal 1 m dan 1. kedalam air tanah diisyaratkan minimal 3 m.00 .2. Budidaya Tanaman Kakao April 7. d) Cahaya matahari yang terlalu banyak menyoroti tanaman cokelat akan menyebabkan lilit batang kecil.100-3.5 m dan sinar matahari yang masuk lorong tempat tanaman kakao ditanam pada jam 11. daerah-daerah tersebut sangat cocok jika ditanami cokelat. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA 2.

tinggi 50-60 cm. Supaya tidak bergerak. 2.2. Tanah bedengan dicangkul 30 cm.1. Benih yang baik memiliki daya kecambah sedikitnya 80%.2. 2.5 m dan di sisi Barat 1. benih disiram.5% selama 10 menit. kebutuhan bibit untuk satu hektar adalah 1250 batang termasuk untuk penyulaman. b) Bebas hama dan penyakit serta kerusakan lainnya.2. Pemindahan Bibit Setelah berumur 3 bulan.1. antara lain: a) Pertumbuhan bibit normal. Persiapan . setelah dirapikan diberi lapisan pasir 5-10 cm dan tepi bedengan diberi dinding penahan dari kayu/batu bata. Bibit yang baik untuk ditanam di lapangan berumur 4-5 bulan.5 x 5 cm. 2. jika diguncang timbul suara dan jika diketuk dengan tangan timbul gema.4. Bibit dipupuk setiap 14 hari sampai berumur 3 bulan dengan ZA (2 gram/bibit) atau urea (1 gram/bibit) atau NPK (2 gram/bibit).1. berdaun 20-45 helai dengan sedikitnya 4 helai daun tua. Benih dijemur di bawah sinar matahari. c) Berumur 4±6 bulan.1. Segera setelah penyemaian.1. 2. Teknik Penyemaian Benih Lokasi bedengan persemaian dibersihkan dari pohon dan rumput serta batu dan kerikil. Penyiapan Benih Buah dipotong membujur.5. lalu lubang ditutup dengan media. Benih dibenamkan (mata benih diletakkan di bagian bawah) ke dalam lapisan pasir sedalam 1/3 bagian dengan jarak tanam 2. Satu kecambah kakao dimasukkan ke dalam lubang sedalam telunjuk. Bibit yang baik harus memenuhi persyaratan. polibag diletakkan di dalam alur sedalam 5 cm atau ditimbun dengan tanah secukupnya.2 x 1.5 m panjang 10-15 m dan tinggi 10 cm arah utara-selatan. Setelah 4-5 hari di persemaian benih sudah berkecambah dan siap dipindahtanamkan ke polybag. Polybag berisi kecambah disimpan di lokasi pembibitan dengan jarak 60 cm dalam pola segitiga sama sisi. Pengendalian hama dilakukan dengan penyemprotan insektisida dan fungisida setiap 8 hari.2. Keping biji terbuka tidak serentak sehingga perlu dibantu dengan tangan. Pupuk diberikan pada jarak 5 cm melingkarai batang kecuali untuk urea yang diberikan dalam bentuk larutan. Ukuran bedengan 1. Kecambah yang memenuhi syarat untuk dipindahkan ke dalam pembibitan berkecambah pada hari ke 4-5 dan akarnya lurus.1. Pemeliharaan pembibitan Media pembibitan berupa campuran tanah subur. Persyaratan Benih Benih yang baik berasal dari buah berbentuk normal. Bedengan diberi naungan dari anyaman daun alang-alang. sehat dan masak di pohon Buah tersebut berwarna kuning. Penyiraman selanjutnya dilakukan dua kali sehari dan disemprot insektisida jika perlu. pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Air siraman tidak boleh menggenangi permukaan media. Dengan jarak tanam 3 x 3 m. bibit dalam polybag dipindahkan ke lapangan dan naungan dikurangi secara bertahap.1. yaitu tidak kerdil dan tidak terlalu jagur. Pengolahan Media Tanam 2. Sebelum disemai benih dicelup ke dalam formalin 2.2 m. Bersihkan lendir buah dengan meremas-remasnya dalam serbuk gergaji lalu dicuci dengan air dan direndam dengan fungisida. diameter batang 8 mm dan sehat. kelapa/tebu dengan tinggi atap di sisi Timur 1. Pembibitan dinaungi oleh pohon pelindung atau dibuat atap dari anyaman bambu Pembibitan disiram dua kali sehari kecuali jika hujan. 2. lalu benih yang berada di bagian tengah diambil sebanyak 20-25. kemudian media ini diayak dan dimasukkan ke dalam polybag 20 x 30 cm sampai 1-2 cm di bawah tepi polybag.3.

2. Terdapat dua macam pohon pelindung yaitu:a) Pohon pelindung sementara.3. 2.100 batang pohon/hektar.b) Pohon pelindung tetapPohon ini harus dipertahankan sepanjang hidup tanaman kakao dan berfungsi sebagai melindungi tanaman kakao yang sudah produktif dari kerusakan sinar matahari dan menghambat kecepatan angin. Pohon pelindung tetap ditanam dengan jarak tanam 6 x 3 m. turi (Sesbania sp. 2. Teknik Penanaman 2. kemudian lubang tersebut ditutup kembali dengan tanah atas yang dicampur dengan pupuk kandang/kompos. saluran drainase yang secara alami telah ada harus dipertahankan dan berfungsi sebagai saluran primer. Penentuan Pola Tanaman Tanaman kakao mutlak memerlukan pohon pelindung yang ditanam sebagai tanaman lorong diantara tanamantanaman kakao.2. Tutup kembali lubang tanam.1.3.3. hutan sekunder.4. Saluran sekunder dan tersier dibangun sesuai dengan keadaan lapangan. Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat 2-3 bulan sebelum tanam dengan ukuran:a) 40 x 40 x 40 cm untuk tanah bertekstur sedangb) 60 x 60 x 60 cm atau 80 x 80 x 80 cm untuk tanah bertekstur beratc) 30 x 30 x 30 cm untuk tanah bertekstur ringan Lubang dipupuk dengan Agrophos 300 gram/lubang atau campuran urea 200 gram/lubang dan Sp36 100 gram/lubang. Untuk memperlancar pembuangan air.2. .). Lubanglubang tersebut perlu diberi pupuk dengan pupuk Agrophos sebanyak 300 gram/lubang atau pupuk urea sebanyak 200 gram/lubang. Jenis pohon yang dapat ditanam adalah pisang (Musa paradisiaca). Lahan yang miring harus dibuat teras-teras agar tidak terjadi erosi. Jarak ini sangat ideal karena nantinya pohon akan membentuk tajuk yang seimbang sehingga tanaman tidak akan mudah tumbang.3. Pengapuran Tanah-tanah dengan pH di bawah 5 perlu diberi kapur berupa batu kapur sebanyak 2 ton/ha atau kapur tembok sebanyak 1. bekas tanaman perkebunan atau pekarangan. 2.3.Lahan perkebunan coklat/kakao dapat berasal dari hutan asli. pupuk TSP sebanyak 100 gram/lubang. Sengon Jawa (Albizia stipula). 2. keluarkan bibit dan media dalam keadaan utuh. Pembukaan Lahan Cara penyiapan lahan dapat dengan cara pemberihan selektif dan pembersihan total. Pupuk-pupuk tersebut diberikan 2 (dua) minggu sebelum penanaman bibit cokelat. Jenis pohon yang cocok adalah Lamtoro (Leucena sp. Cara Penanaman a) Polybag disayat pada bagian sisi dan bawah.3. Alang-alang di tanah tegalan harus dibersihkan/dimusnahkan supaya tanaman kakao dan pohon naungan dapat tumbuh baik. Pohon ini diperlukan untuk melindungi tanaman kakao muda (belum berproduksi) dari tiupan angin dan sinar matahari.500 kg/ha.2. Pemupukan Pemupukan sebelum bibit ditanam dapat dilakukan guna untuk merangsang pertumbuhan bibit cokelat. Flemingia congesta atau Clotaralia sp.) dan Kelapa (Cocos nucifera). tegalan. 2. Jarak tanam yang diajurkan adalah 3 X 3 m2 dengan kerapatan pohon 1.). Dadap (Erythrina sp. Areal dengan kemiringan 2560% harus dibuat teras individu.2. 2.

cabang kering. Dilakukan pada saat tanaman berumur 18-24 bulan dengan membuang cabang primer sejauh 30-60 cm dari jorquette (percabangan) b) Pemangkasan pemeliharaan. yaitu dengan menggunakan cangkul. 2. c) Pemangkasan produksi. Pemangkasan Tujuan pemangkasan adalah untuk menjaga/pencegahan serangan hama atau penyakit. Fase remaja. Penyiangan Pengendalian gulma dilakukan dengan membabat tanaman pengganggu sekitar 50 cm dari pangkal batang atau dengan herbisida sebanyak 1. Penjarangan dan Penyulaman Penyulaman dapat dilakukan sampai tanaman berumur 10 tahun. Kleserit=50 gram/pohon .4. Pemupukan Dosis pemupukan tanaman yang belum berproduksi (gram/tanaman): a) Umur 2 bulan: ZA=50 gram/pohon. koret/dicabut dengan tangan. Pemangkasan ini dilakukan untuk mengurangi kelebatan daun. a) Pemangkasan bentuk1. Bertujuan untuk mendorong tanaman agar memiliki kemampuan berproduksi secara maksimal.4. 2.Membuang tunas yang tidak diinginkan. Kleserit=25 gram/pohon c) Umur 12 bulan: ZA=100 gram/pohon d) Umur 18 bulan: ZA=150 gram/pohon. Dalam pemberantasan gulma harus dikaukan rutin minimal satu bulan sekali.4. TSP=100 gram/pohon.2. Fase muda. KCl=70 gram/pohon. KCl=30 gram/pohon. Letakkan bibit sehingga permukaan media sejajar dengan tanah. c) Masukkan kembali tanah galian dan padatkan tanah di sekeliling bibit.4.Tujuan penyiangan/pengendalian gulma adalah untuk mencegah persaingan dalam penyerapan air dan unsur hara. membentuk pohon. Penyiangan yang paling aman adalah dengan cara mencabut tanaman pengganggu. untuk mencegah hama dan penyakit serta gulma yang merambat pada tanaman cokelat/kakao.b) Lubangi lubang tanam yang telah ditutup lagi tersebut selebar diameter polybag. tanaman kakao harus diberi pagar pengaman dari bambu 2.4. Dilakukan pada saat tanaman berumur 8-12 bulan dengan membuang cabang yang lemah dan mempertahankan 3-4 cabang yang letaknya merata ke segala arah untuk membentuk jorquette (percabangan)2. d) Topang batang bibit dengan dua potong kayu/bambu. TSP=50 gram/pohon.4.0 liter/ha yang dicampur dengan 500-600 liter air. cabang melintang dan ranting yang menyebabkan tanaman terlalu rimbun. 2. memelihara tanaman dan untuk memacu produksi. Pemeliharaan Tanaman 2.1.3.5-2. b) Umur 6 bulan: ZA=75 gram/pohon. e) Untuk mencegah gangguan hewan.

c) Penggerek buah kakao (Conopomorpha cramerella atau Cocoa Mot. Pengendalian: membuang dan mengubur buah sisa panen dengan serempak. KCl = 2 x 100 gram/pohon. Sumithion 50 EC. Penyiraman pohon cokelat dilakukan pada tanaman muda terutama tanaman yang tak diberi pohon pelindung.50 cm dan panjang 40-50 cm.5 EC).75-1.5. selain jenis juga kadarnya ditingkatkan. murah dan lebih cepat berproduksi. Urea = 2 x 100 gram/pohon.4. TSP = 2 x 50 gram/pohon. Gejala: bercak kakao kehitaman berbentuk cekung berukuran 3-4 mm. Waktu pemupukan di awal musim hujan dan akhir musim hujan.e) Umur 24 bulan: ZA=200 gram/pohon Dosis pemupukan tanaman berproduksi (gram/tanaman):a) Umur 3 tahun: ZA = 2 x 100 gram/pohon. Gejala: cabang mati atau mudah patah. kemudian dengan predator alami: jamur Beauveria bassiana. Entres (bahan sambungan) diambil dari kebun entres atau produksi yang telah diseleksi. pertama bersifat untuk pencegahan sebelum diketahui ada hama yang benar-benar menyerang. Pengendalian: membuang cabang yang terserang.4. Penggosokan dilakukan dengan jari tangan. hijau kekakaoan atau kakao. Kadar dan jenis pestisida disesuaikan. Sihalotrin (Matador 25 EC). Hama a) Penggerek cabang (Zeuzera coffeae)Bagian yang diserang adalah cabang berdiameter 3-5 cm. Metomil Nudrin 24 WSC/Lannate 20 L) dan Fenitron (Karbation 50 EC).4. 2.1. TSP = 2 x 100 gram/pohon.7. b) Kepik penghisap buah kakao (Helopeltis sp. KCl = 2 x 50 gram/pohon. TSP= 2 x 125 gram/pohon. 2. Bagian bunga yang mekar digosok denga bunga jantan yang telah dipetik sebelumnya. berupa cabang berwarna hijau. Penyiraman Penyiraman tanaman cokelat yang tumbuh dengan kondisi tanah yang baik dan berpohon pelindung.b) Umur 4 tahun: ZA = 2 x 100 gram/pohon.5. Orthene 75 SP.6. kuncup bunga. Gejala: daging buah busuk.5. tidak perlu banyak memerlukan air. 2. tetapi direhabilitasi dengan cara okulasi tanaman dewasa dan sambung samping tanaman dewasa. diameter 0. Hama dan Penyakit 2.)Bagian yang diserang buah dan daun muda. kemudian bunga ditutup dengan sungkup. Selain itu gunakan insektisida Baytroid 50EC. Sipermetrin (Cymbush 5 EC).)Bagian yang diserang adalah buah kakao. Penyemprotan tahapan kedua adalah usaha pemberantasan hama. KCl = 2 x 125 gram/pohon. Lannate 25 WP. Pemupukan dilakukan dengan membuat alur sedalam 10 cm di sekeliling batang kakao dengan diameter kira-kira ½ tajuk. Air yang berlebihan menyebabkan kondisi tanah menjadi sangat lembab. Predator: belalang sembah. Urea = 2 x 50 gram/pohon. 2. Cara yang kedua lebih unggul karena peremajaan dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat. . Rehabilitasi Tanaman Dewasa Tanaman dewasa yang produktivitasnya mulai menurun tidak diremajakan (ditebang untuk diganti tanaman baru).8. Misal untuk pemberantasan digunakan insektisida berbahan aktif seperti Dekametrin (Decis 2. kepik predator. Sambungan dapat dibuka setelah 3-4 minggu. menutupi buah dengan kantung plastik dengan lubang di bagian bawah. Urea = 2 x 125 gram/pohon. Leboycid 50 EC. 2. Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan dengan dua tahapan. Penyerbukan Buatan Dari bunga yang muncul hanya 5% yang akan menjadi buah.4. peningkatan persentase pembuahan dapat dilakukan dengan penyerbukan buatan.c) " 5 tahun: ZA = 2 x 250 gram/pohon. Pengendalian: membuang bagian yang terserang.

buah muda keriput kering (busuk kering). karbaril.2%). Pengendalian: peningkatan sanitasi. Gejala: habisnya helaian daun. Penyakit a) Busuk buah hitamPenyebab: Phytopthora palmivora . Sherpa 5 EC (0. Shell Collar Protectant. buah yang sakit dibuang. Gejala: bercak kekakaoan pada buah. Tricholyga psychidarum . Rigidoporus liginosus.3% dengan interval 2 minggu. Selain itu terlihat pertumbuhan bunga dan calon buah tidak normal. keluarnya cairan dari batang atau cabang yang akan mengering dan mengeras. Pengendalian: dengan parasit Exoresta uadrimaculata.3%. f) Busuk buah moniliaPenyebab: Monilia roreri (jamur). Fomes lamaoensis (jamur). Selain itu gunakan fungisida dengan bahan aktif Cu: Cupravit 0. Pengendalian: menurunkan kelembaban udara dan tanah. penumpukan lendir di dalam rongga buah.5. Gejala: bintik-bintik kecil hijau pada daun terinfeksi dan terbentuk tiga bintik kekakaoan. Cupravit OB pada konsentrasi 0. mati ranting dan busuk buahPenyebab: Colletorichum sp. Gejala: bercak basah berwarna tua pada kulit batang atau cabang. Gejala: daun menguning dan layu. kurangi kelembaban kebun dengan cara pemangkasan. dinding buah mengeras.)Bagian yang diserang adalah daun (muda dan tua). Bagian yang diserang adalah daun. Calixin Cp. Bagian yang diserang buah muda. tingkatkan intensitas cahaya matahari dan perbaiki drainase dan pemupukan. e) Ulat kantong (Clania sp. Ingro Pasta. pada leher akar/pangkal batang terdapat miselium.2. f) Kutu jengkal (Hyposidra talaca. d) Vascular Steak Dieback (VSD)Penyebab: Oncobasidium theobromae (jamur). Gejala: bercak nekrotik pada daun.3 % selama 3-4 minggu. calon buah. 2. Trimiltox Forte. Bagian yang diserang adalah daun. Kemudian gunakan fungisida sistemik Karbendazim 0. fosfamidon. . Ganoderma pseudoerrum.3% atau insektisida bahan aktif Mankozeb: Dithane M-45 dan Manzate 200 0. Gejala: benjolan dan warna belang pada buah berukuran 8-10 cm. memotong ranting dan buah yang terserang. c) Busuk buah diplodiaPenyebab: Botrydiplodia theobramae (jamur). kurangi kelembaban kebun dengan cara pemangkasan. Selain itu gunakan insektisida dengan bahan aktif Cu: Cupravit 0. Pengendalian: cegah timbulnya luka. Mahasena sp. Dipterex dan Thuricide. Gejala pada serangan berat adalah buah diliputi miselium abu-abu keputihan. Kemudian gunakan fungisida dengan bahan aktif Cu: Vitigran Blue. b) Kanker batangPenyebab: Phytopthora pal-mivora. e) Bercak daun.3% atau Cobox 0. Kemudian gunakan fungisida dengan bahan aktif Cu: Cobox 0. pemupukan berimbang dan perbaikan drainase. Pengendalian: pembuatan parit isolasi di sekitar tanaman terserang. Keroklah bagian yang sakit dan mengolesinya dengan ter/fungisida. Bagian yang diserang buah.. Pengendalian: gunakan bibit bebas VSD. ranting/cabang.3%.3%. kurangi kelembaban.5% dengan interval 10 hari.)Bagian yang diserang adalah tunas. Cupravit 0.d) Kutu putih (Planococcus citri. Pengendalian: dengan cara buah yang sakit diambil.3% atau Cobox 0. atau ungisida bahan aktif Mankozeb: Dithane M-45 dan Manzate 200 0. pucuk mati.)Bagian yang diserang adalah daun dan tunas. buah. Bagian yang diserang adalah akar. Bagian yang diserang adalah batang. Bagian yang diserang adalah buah. Fungisida dengan bahan aktif PNCB: Fomac 2. g) Penyakit akarPenyebab: Rosellinia arcuata R bumnodes. (jamur). Gejala: timbul tunas tumbuh tidak normal (bengkok). Gejala: tanaman gundul dan kematian pucuk. Pengendalian: gunakan insektisida berbahan aktif monokrotofas. Pengendalian: gunakan insektisida Ambush 2 EC.3% dengan interval 2 minggu.15-0. pucuk mati (dieback). lalu buah menghitam menyeluruh . ranting. daun gugur. kulit ranting/cabang kasar. Pengendalian: buah yang sakit diambil. Kemudian oleskan fungisida pada permukaan akar yang lapisan miseliumnya telah dibuang. tinggal tulang daun saja. perhatikan anitasi tanaman. membuang buah rusak. Selain itu gunakan insektisida racun perut. pemusnahan tanaman sakit. bunga. Gejala: bercak kakao di titik pertemuan tangkai buah dan buah atau ujung buah.

c) Aduk-aduk biji secara periodik (1 x 24 jam) agar suhu naik sampai 50 derajat C.7. biji seringkali telah berkecambah. Selama panen jangan melukai batang/cabang yang ditumbuhi buah karena bunga tidak dapat tumbuh labi di tempat tersebut pada periode berbunga selanjutnya. Prakiraan Produksi Tanaman kakao mencapai produksi maksimal pada umur 5-13 tahun. dipanen dengan sistem 7/14. jangan sampai melukai batang yang ditumbuhi buah.3.2.1. warna buah setelah masak merah muda.6. sebaliknya pada buah yang terlalu masak. 2. Pascapanen 2. 2. Cara Panen Untuk memanen cokelat digunakan pisau tajam. Kadar gula buah kurang masak rendah sehingga hasil fermentasi kurang baik.7. Pengumpulan Buah yang telah dipanen biasanya dikumpulkan pada tempat tertentu dan dikelompokkan menurut kelas kematangan.6. Panen 2. warna kuning pada alur buah dan punggung alur buah. Ciri dan Umur Panen Buah cokelat/kakao bisa dipenen apabila perubahan warna kulit dan setelah fase pembuahan sampai menjadi buah dan matang s usia 5 bulan. pisau disambung dengan bambu. Penyortiran/pengelompokkan Biji kakao kering dibersihkan dari kotoran dan dikelompokkan berdasarkan mutunya:a) Mutu A: dalam 100 gram biji terdapat 90-100 butir bijib) Mutu B: dalam 100 gram biji terdapat 100-110 butir bijic) Mutu C: dalam 100 gram biji terdapat 110-120 butir biji. Kakao masak pohon dicirikan dengan perubahan warna buah:a) Warna buah sebelum masak hijau.000 kg biji kakao kering. Pemecahan kulit dilaksanakan dengan menggunakan kayu bulat yang keras. 2.5 bulan (di dataran rendah) atau 6 bulan (di dataran tinggi) setelah penyerbukan. warna kuning pada seluruh permukaan buah dan warna kuning tua pada seluruh permukaan buah.4.2. Cara pemetikannya. Hal tersebut agar tidak menghalangi pembungaan pada periode berikutnya. jingga. Pemetikan cokelat hendaknya dilakukan hanya dengan memotong tangkai buah tepat dibatang/cabang yang ditumbuhi buah. Periode Panen Panen dilakukan 7-14 hari sekali. Pemetikan berada di bawah pengawasan mandor. setelah masak alur buah menjadi kuning. Produksi per hektar dalam satu tahun adalah 1. Jika kepadatan buah matang rendah. 2. 2. Buah akan masak pada waktu 5.6. Seorang pemetik dapat memetik buah kakao sebanyak 1. .6. Ciri-ciri buah akan dipanen adalah warna kuning pada alur buah.7. 2.6. Pemetikan buah dilakukan pada buah yang tepat masak.b) Tutup dengan karung goni atau daun pisang.3. kuning.b) Warna buah sebelum masak merah tua.7. Setiap mandor mengawasi 20 orang per hari. pulp mengering dan aroma berkurang.1. Buah matang dengan kepadatan cukup tinggi dipanen dengan sistem 6/7 artinya buah di areal tersebut dipetik enam hari dalam 7 hari. Bila letak buah tinggi. Penyimpanan Biji kakao basah diperam (difermentasi) selama 6 hari di dalam kotak kayu tebal yang dilapisi aluminium dan bagian bawahnya diberi lubang-lubang kecil dengan cara sebagai berikut:a) Tumpukkan biji di dalam kotak dengan tinggi tumpukan tidak lebih dari 75.500 buah per hari.2.

4.5. Pengeringan bisa dengan sinar matahari atau alat pengering. biji dicuci agar mengkilap (biji kakao jenis Bulk tidak dicuci) setelah itu dikeringkan sampai kadar airnya 6-7%. dan setiap tiga bulan harus diperiksa untuk melihat ada tidaknya jamur atau hama yang menyerang biji cokelat. 2. Sebaiknya biji cokelat tersebut sudah segera bisa dijual dan diangkut dengan menggunakan truk dan sebagainya. kemudian karung-karung yang berisi biji cokelat kering tersebut disimpan dalam gudang yang bersih.7.2. Tiap goni diisi 60 kilogram biji cokelat kering. sebaiknya tidak lebih dari 6 bulan.7. Penanganan Lain Setelah diperam. Penyimpanan di gudang. . kering dan berfentilasi yang baik. Pengemasan dan Pengangkutan Biji-biji cokelat yang sudah kering dapat dimasukan dalam karung goni.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful