P. 1
ujian skripsi 1

ujian skripsi 1

|Views: 3,181|Likes:
Published by jenggiklotim

More info:

Published by: jenggiklotim on Oct 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/30/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I PENDAHULUAN
  • 1.1Latar Belakang
  • 1.2 Rumusan Masalah
  • 1.3Tujuan Penelitian
  • 1.4Manfaat Penelitian
  • 2.1Pengertian Analisis
  • 2.2 Pengertian Kesalahan
  • a.Kesalahan Fonologi atau Kesalahan Ucapan
  • b. Kesalahan Ejaan
  • c. Kesalahan Morfologi
  • d. Kesalahan Sintaksis
  • 2.3 Pengertian Menulis
  • 2.4 Pengertian Karangan
  • 2.5 Pengertian Ejaan
  • 2.6Penulisan Huruf Besar atau Huruf Kapital
  • 2.7 Tanda Baca
  • 2.7.1 Tanda Titik (.)
  • 2.7.2Tanda Koma (,)
  • 2.7.3Tanda Titik Koma (;)
  • 2.7.4Tanda Titik Dua (:)
  • 2.7.5Tanda Hubung (-)
  • Benar Salah
  • 2.7.6Tanda Pisah (–)
  • 2.7.7Tanda Elipsis ( … )
  • 2.7.8Tanda Tanya ( ? )
  • 2.7.9Pemakaian Tanda Seru ( ! )
  • 2.7.10 Tanda Kurung ( ( … ) )
  • 2.7.11Tanda Kurung Siku ( [ … ] )
  • 2.7.12Tanda Petik (” …” )
  • 2.7.13Tanda Petik Tunggal ( ‘ … ‘ )
  • 2.7.14Tanda Garis Miring
  • 2.7.15Tanda Penyingkat atau Apostrof (' )
  • BAB III
  • METODE PENELITIAN
  • 3.1 Metode Pengumpulan Data
  • 3.1.1 Metode Observasi
  • 3.1.2Metode Tugas
  • 3.1.3Metode Analisis Data
  • BAB IV
  • PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA
  • 4.1 Pembahasan
  • 4.2 Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital
  • 4.2.1 Kesalahan penggunaan huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada
  • Seharusnya
  • 4.2.2Kesalahan penggunaan huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-
  • unsur nama orang
  • Kesalahan Seharusnya
  • 4.2.3 Kesalahan penggunaan huruf kapital dipakai sebagai
  • huruf pertama nama geografi
  • 4.2.4Kesalahan penggunaan huruf kapital di pakai sebagai
  • 4.2.5 Kesalahan penggunaan huruf kapital dipakai sebagai
  • huruf pertama nama kota dan desa
  • 4.2.6Kesalahan penggunaan huruf kapital diakhir kalimat
  • 4.2.7 kesalahan penggunaan huruf kapital di tengah kalimat
  • 4.3 Kesalahan Penggunaan Tanda Baca
  • 4.3.1 Kesalahan penggunan tanda titik
  • Kesalahan
  • 4.3.2 Kesalahan Penggunaan Tanda Koma
  • 4.3.3 Kesalahan Penggunaan Tanda Hubung
  • 4.3.4 Kesalahan Penggunaan Tanda Elipsis
  • 4.3.6 Kesalahan Penggunaan Tanda Petik
  • BAB V PENUTUP
  • 5.1 Simpulan
  • 5.2 Saran

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Di dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berbahasa.

Bahasa begitu besar peranannya dalam kehidupan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI), “Bahasa adalah kesatuan bunyi penuh arti yang bersifat arbiter yang berfungsi sebagai sarana komunikasi. Berdasarkan situasinya, bahasa dapat dibagi atas dua jenis, yaitu bahasa formal dan bahasa nonformal. Bahasa formal adalah bahasa yang digunakan dalam situasi resmi, sedangkan bahasa nonformal adalah bahasa yang digunakan dalam situasi tidak resmi. Sedangkan berdasarkan penyampaiannya, bahasa dapat dibagi atas dua jenis, yaitu bahasa lisan dan bahasa tulisan. Bahasa lisan adalah bahasa yang dipakai dalam berkomunikasi secara langsung, sedangkan bahasa tulisan digunakan dalam berkomunikasi secara tidak langsung. Kedua jenis bahasa tersebut mempunyai aturan-aturan tersendiri yang harus diikuti untuk berbahasa yang baik dan benar. Dalam bahasa Indonesia dikenal istilah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). EYD adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyibunyi (kata, kalimat, dsb.) dalam tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda-tanda baca. Pada tanggal 16 Agustus 1972 Presiden Republik Indonesia meresmikan pemakaian Ejaan Bahasa Indonesia. Peresmian ejaan baru itu berdasarkan putusan presiden No. 57, Tahun 1972.. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyebarkan buku kecil yang berjudul Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan, sebagai patokan pemakaian ejaan itu.

1

Karena penuntutan itu perlu dilengkapi, panitia pengembangan Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, yang dibentuk oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya tanggal 12 Oktober 1972, No. 156/P/1972 (Amran Halim, ketua), menyusun buku Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan yang berupa pemaparan kaidah ejaan yang lebih luas. Setelah itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dengan surat putusannya No. 0196/1975 memberlakukan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan pedoman Pembentuk Istilah. Pada tahun 1987 kedua pedoman tersebut direvisi. Edisi revisi dikuatkan dengan surat putusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0543a/U/1987, tanggal 9 September 1987. Pembelajaran bahasa Indonesia telah diselenggarakan di setiap jenjang pendidikan, bahasa Indonesia dijadikan sebagai mata pelajaran wajib dari jenjang pendidikan SD hingga ke SMU bahkan juga diberikan di Perguruan Tinggi. Keraf (1980:8-9) menyatakan bahwa tujuan pengajaran bahasa adalah dimilikinya kamahiran berbahasa di kalangan siswa. Kemahiran berbahasa pada umumnya mencakup empat aspek yaitu menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Pemilikan kemahiran berbahasa itu selalu bersifat berurutan dimulai dari menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Salah satu keterampilan berbahasa yang dituntut dalam kurikulum baik kurikulum terdahulu maupun kurikulum berbasis komptensi 2004 adalah keterampilan menulis. Menurut Nurgiyantoro (1996:6) “aktivitas menulis merupakan manifestasi

keterampilan berbahasa yang paling akhir dikuasai pelajar setelah menyimak, berbicara dan membaca”. Berdasarkan pendapat ahli tersebut, dapat dikatakan bahwa keterampilan menulis merupakan taraf terakhir yang dikuasai pelajar bahasa setelah menyimak, berbicara dan membaca.

2

Keterampilan menulis sebagai salah satu aspek dari keterampilan berbahasa mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia. Seseorang dapat

mengungkapkan pikiran dan gagasan untuk mencapai maksud dan tujuan yang hendak dicapainya melalui kegiatan menulis. Menurut Tarigan (1985:3) “menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain melainkan melalui tulisan”. Dapat dikatakan bahwa menulis bisa dijadikan sebuah media bagi seseorang dalam berkomunikasi tanpa harus bertatap muka. Salah satu bentuk aktivitas pembelajaran menulis pada siswa adalah membuat suatu karangan atau mengarang. Dimana mengarang itu adalah memaparkan atau menuangkan segala rasa baik kenyataan maupun harapan, sehingga dapat disusun menjadi sebuah cerita. Pada karangan siswa tersebut banyak sekali ditemui kesalahan dalam menggunakan ejaan yang disempurnakan. Di sekolah kita harus berusaha untuk dapat mengindahkan EYD, sebab bila kita tidak mengindahkan EYD tentunya bahasa Indonesia yang digunakan bukanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Namun pada kenyataan banyak sekali siswasiswa di SMP belum memahami apa itu EYD, dan bagaimana penerapannya khusus pada saat membuat karangan, dimana penempatan huruf kapital dan penggunaan tanda bacanya. Jika seperti itu akan terjadi banyak kerancuan dalam pemakaiannya sehingga pada akhirnya merugikan keberadaan bahasa Indonesia itu sendiri sebagai jati diri bangsa Indonesia. Untuk mengatasi masalah ini peneliti harus mempelajari dengan sungguhsungguh bagaimana memperoleh gambaran tentang kesalahan menggunakan EYD pada karangan bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMPN 2 Unter Iwes tahun pelajaran 2008/2009. Apabila kesalahan penggunaan EYD ini berlarut-larut dibiarkan

3

maka siswa tidak akan dapat menulis karangan yang sesuai dengan ejaan dan kaidah ketentuan bahasa yang berlaku. Berdasarkan hal tersebut di atas maka penulis menganggap sangat penting untuk meneliti masalah kesalahan penggunaan EYD pada karangan bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMPN 2 Unter Iwes tahun pelajaran 2008/2009.

1.2

Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, "Bagaimanakah kesalahan penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan, khususnya penggunaaan huruf kapital dan tanda baca, pada karangan bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMPN 2 Unter Iwes tahun pelajaran 2008/2009”?

1.3

Tujuan Penelitian Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan, khususnya penggunaaan huruf kapital dan tanda baca, pada karangan bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMPN 2 Unter Iwes tahun pelajaran 2008/2009.

1.4

Manfaat Penelitian a. Bagi guru bahasa dan sastra Indonesia dapat memberikan masukan dalam rangka menyempurnakan kegiatan membina proses belajar mengajar terutama dalam rangka menulis karangan. b. Bagi siswa khususnya kelas VIII SMPN 2 Unter Iwes hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan untuk meningkatkan keterampilan menulis terutama dalam menulis sebuah karangan.

4

c. Bagi penulis penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dalam keterampilan berbahasa khususnya keterampilan menulis karangan. d. Supaya siswa dapat lebih paham dan mengerti tentang pemakaian bahasa dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan ejaan dan kaidah bahasa yang berlaku.

5

Akan tetapi. Kekeliruan ataupun kealpaan itu dapat disengaja serta tidak adanya pengetahuan yang memadai. dengan judul penelitian ini. Berdasarkan pengertian tersebut dapat diuraikan bahwa kesalahan pada dasarnya merupakan hal yang biasa terjadi. tetepi apakah mereka mengerti dan paham apa itu salah/kesalahan. Berdasarkan pengamatan saya permasalahan yang relevan dalam pembelajaran menulis khususnya menulis karangan bahasa Indonesia itu adalah siswa cenderung kurang menerapkan pemakaian Ejaan seperti pemakaian huruf kapital dan tanda baca.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Apabila batasan pengertian tersebut diatas dihasilkan. maka analisis kesalahan penggunaan EYD pada karangan bahasa Indonesia siswa kelas VIII SMPN 2 Unter Iwes tahun pelajaran 2008/2009. Berikut ini akan dijabarkan pengertian kesalahan.1 Pengertian Analisis Analisis adalah proses pencarian jalan keluar (pemecahan masalah) yang berangkat dari dengan akan kebenarannya. 2. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1990:770) kesalahan adalah kekeliruan dan kealpaan. kalau dicermati dalam proses pembelajaran terutama yang dilakukan oleh siswa bahwa hal ini terjadi karena faktor kesengajaan yang bersumber dari diri siswa 6 .2 Pengertian Kesalahan Orang sering menyebutkan kesalahan atau salah. penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk menguraikan suatu pokok atas bagiannya dan pemecahan bagian itu sendiri serta berhubungan antara bagian untuk mendapatkan pengertian yang tepat dan pemahaman makna keseluruhan (KBBI:S).

Menurut KBBI (2005:983) kesalahan adalah suatu perihal yang tidak betul atau tidak benar. Menurut Tarigan (1990:35) kesalahan adalah upaya sang pembelajar mengikuti kaidah-kaidah yang diyakininya. 7 . siswa tidak dapat mengerjakan soal dan mendapat nilai kurang baik. namun bila dalam proses pembelajaran yang terjadi di kelas. kealpaan. Memang sebagai kesalahan atau hal-hal yang berkaitan dengan salah tidak selamanya disengaja. dapat disimpulkan bahwa kesalahan berbahasa adalah suatu hal yang menyimpang dari kaidah-kaidah berbahasa yang benar. Menurut Dulay (dalam Tarigan. b. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut. atau yang diharapkannya. 1995:142) kesalahan adalah bagian konversi atau komposisi yang menyimpang dari beberapa norma baku atau norma terpilih dari per formasi bahasa orang dewasa. Kesalahan Ejaan Kesalahan Ejaan adalah kesalahan menuliskan kata atau kesalahan menggunakan tanda baca. Kesalahan Fonologi atau Kesalahan Ucapan Kesalahan Ucapan adalah kesalahan mengungkapkan kata sehingga menyimpang dari ucapan baku atau bahkan menimbulkan perbedaan makna. Siswa kurang hati-hati menggunakan ejaan ketika mengarang. kekeliruan. Dengan demikian.itu sendiri. Hal ini biasa terjadi pada siswa. Menurut Tarigan (1995:196) unsur-unsur yang termasuk ke dalam kategori kesalahan berbahasa Indonesia sebagai beriku: a. kesalahan adalah hal-hal yang secara sengaja atau tidak sengaja yang membuat sesuatu itu menjadi tidak benar. benar atau tepat tetapi sebenarnya salah atau tidak tepat dalam beberapa hal.

menulis adalah suatu representasi bagian dari kesatuan-kesatuan ekspresi bahasa. salah menyusun kata majemuk. dan salah memilih bentuk kata. Kesalahan Leksikon Kesalahan Leksikon adalah kesalahan memakai kata yang tidak atau kurang tepat.3 Pengertian Menulis Menurut KBBI (1990:96). sehingga orang lain dapat memahaminya. d.perasaan. serta ketidaktepatan pemakaian partikel. Kesalahan Sintaksis Kesalahan sintaksis adalah kesalahan atau penyimpangan struktur frasa. menulis adalah melahirkan pikiran atau perasaan (mengarang/surat) dengan tulisan. Sedangkan menurut Tarigan (2000:21) menulis adalah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang. 2. e. semakin banyak membaca. akan banyak pengetahuan yang akan dicurahkan dalam tulisannya.c. Sementara itu Tarigan mengatakan bahwa. Kegiatan itu juga melambangkan berbagai keinginan serta gambaran yang disalurkan ataupun diwujudkan dalam bahasa.dan pikiran dalam bentuk tulisan. Menulis juga tidak terlepas dari kegiatan membaca. Kesalahan Morfologi Kesalahan Morfologi adalah kesalahan memakai bahasa disebabkan oleh salah memilih afiks. Berdasarkan pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya menulis merupakan suatu kegiatan mencurahkan rasa. klausa. atau kalimat. salah menggunakan kata ulang. 8 . sehingga orang-orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu.

Sementara itu menurut Kusno (1986:61) ejaan adalah aliran menuliskan bunyi ucapan dalam bahasa dengan tanda-tanda atau lambang-lambang. buku. cerita. pengalaman. Sedangkan menurut Arifin (2002:170) ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi ujaran dan bagaimana hubungan antara lambang-lambang itu. Dengan demikian. kalimat dsb.2.5 Pengertian Ejaan Menurut KBBI ((1990:219) ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata. sajak. tulisan. Karangan merupakan hasil dari mengarang yang ditulis oleh pengarang dengan melahirkan berbagai macam ide.) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda-tanda baca. pengalaman yang bisa berupa cerita atau cerita ataupun tulisan yang mengandung arti khusus. Menurut 9 . Sedangkan menurut Atmowiloto (2004:5) karangan adalah hasil imajinasi yang diolah dan diciptakan kembali oleh pengarang. buku. karangan adalah hasil dari mengarang yang berupa cerita yang diperoleh dari pengalaman maupun imajinasi. dan kreativitas yang menarik untuk diamati. Sehingga dapat disusun menjadi sebuah cerita. mengarang itu menuangkan segala rasa baik kenyataan maupun khayalan. Pendapat lain mengatakan. Menurut kamus pelajar SLTP (2003:830) karangan adalah menulis dan menyusun cerita. Jadi.4 Pengertian Karangan Menurut KBBI (1990:390) karangan adalah hasil mengarang. pemisahan dan penggabungannya dalam suatu bahasa. 1981:31). buah pena. ejaan adalah perlambangan fonem dengan huruf (Badudu. artikel. maupun sajak yang baik dan dapat dinikmati pembaca maupun masyarakat. 2. Berdasarkan kedua pendapat tersebut dapat diuraikan bahwa pada dasarnya karangan itu merupakan hasil olah pikiran.

Senada dengan uraian di atas. Selanjutnya secara teknis. Menurut KBBI (2005:285) ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata. yang lahir mempunyai 3 aspek. Keraf ((1984:47) berpendapat bahwa ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana menggambarkan lambang-lambang bunyi-ujaran dan bagaimana inter-relasi antara lambang-lambang itu (pemisahan dan penggabungannya) dalam suatu bahasa. kalimat. Menurut Suryaman (1987:7) “ejaan adalah keseluruhan peraturan bagaimana melambangkan bunyi-bunyi ujaran. bagaimana menempatkan tanda-tanda baca. penulisan tanda baca. yaitu aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dan menyusunan abjad. yang berupa pelambangan fonem dengan huruf.) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca.Chaer (2006:36) ejaan adalah konvensi grafis. mengatur cara penulisan kata dan penulisan kalimat. Gani (1992:2) menyatakan bahwa “ejaan adalah seperangkat aturan dalam melambangkan bunyi-bunyi ujaran dan hubungan antarlambang tersebut. ejaan adalah penulisan huruf. baik dalam bentuk pemisahannya maupun dalam bentuk penggabungannya. dan aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca. perjanjian di antara anggota masyarakat pemakai suatu bahasa untuk menuliskan bahasanya. Kridalaksana (2008:54) mengemukakan bahwa ejaan adalah penggambaran bunyi bahasa dengan kaidah tulis menulis yang distandarisasikan. dsb. Wirjosoerdarmo (1984:61) berpendapat bahwa ejaan adalah aturan menuliskan bunyi. berserta dengan tanda-tanda bacanya. penulisan kata. aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuansatuan morfemis. bagaimana memotong-motong suatu kata dan bagaimana menggabungkan kata-kata. 10 .

“Besok pagi. yaitu aspek fonologis yang menyangkut penggambaran fonem dengan huruf dengan penyusunan abjad. 2.” katanya. Seperangkat aturan normatif.org/kateglog) a.6.6 Penulisan Huruf Besar atau Huruf Kapital 2.bahtera. aspek morfologis yang menyangkut penggambaran satuan-satuan morfemis. dapat disimpulkan bahwa ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi bahasa dengan kaidah dalam bentuk tulisan yang mempunyai 3 aspek. “Mengapa anak-anak itu kelaparan?” “Kemarin Dina pulang terlambat. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat Contoh : Dia siswa yang pandai. H.Berdasarkan beberapa pendapat tersebut.” 11 . huruf pertama nama diri dsb. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung Contoh : Lisa bertanya. aspek sintaksis yang menyangkut penanda ujaran berupa tanda baca. huruf besar (http://www.” kata bu Karim. Apakah Ahmad sudah berangkat ? Berhati-hatilah kalau kamu mau lewat sana.1 Huruf Kapiltal adalah : huruf yang berukuran dan berbentuk khusus (lebih besar daripada huruf biasa). biasanya digunakan sebagai huruf pertama dari kata pertama dalam kalimat. B. “Dia akan berangkat. seperti A. yang mengatur tentang pemindahan bahasa lisan ke dalam bahasa tulis sering dikenal dengan istilah ejaan. b.

12 . nama instansi. Contoh : Allah Yang Mahakuasa Hamba-Mu Islam Alquran Injil Kristen Hindu Budha Konghucu d. Hurup kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu. atau nama tempat. dan kitab suci. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan.c. agama. keturunan dan keagamaan yang diikuti nama orang Contoh: Rasulullah Nabi Isa Imam Ali Kiai haji Ahmad Dahlan Raden Ajeng Kartini Sultan Agung e.

Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang Contoh : Ampere Mohammad Yamin Dewi Sartika Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama orang yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan. dan bahasa Contoh : bangsa Indonesia suku Batak Karo bahasa Melayu Huruf kapital tidak digunakan sebagai huruf pertama yang dipakai sebagai bentuk dasar kata turunan Contoh : 13 .Contoh : Ketua MPR Amir Machmud Jenderal Sumitro Gubernur Jawa Timur Departemen Keuangan Kalimatan Tengah f. suku. Contoh : 20 ampere mesin diesel 10 volt g. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa.

Huruf kapital tidak pula dipakai sebagai huruf pertama nama geografi yang digunakan sebagai nama jenis.pengindonesiaan kata asing kesunda-sundaan h. namun tidak dipakai sebagai huruf pertama istilah geografi yang tidak menjadi unsur nama diri. hari raya. Contoh : Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya. Perlombaan senjata membawa resiko pecahnya perang dunia i. dan peristiwa sejarah Contoh : Tahun Hijriyah Bulan Agustus Bulan Puasa Hari Natal Hari Jumat Perang Dunia II Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama peristiwa sejarah yang tidak dipakai sebagai nama. Contoh : Asia Tenggara Bukit Barisan Danau Toba daerah tenggara pergi ke bukit air danau 14 . Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun. bulan.

majalah. ke. serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan. dan judul karangan kecuali kata seperti di. untuk yang tidak terletak pada posisi awal.Gunung Kelud Jalan Sudirman Kali Berantas Kota Ambon Laut Jawa Ngarai Sianok Pulau Jawa Puncak Bogor Teluk Benggala puncak gunung di tengah jalan ikan di kali pisang ambon angin laut daerah ngarai gula jawa menuju puncak sekitar teluk j. dari. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara. surat kabar. Contoh : Republik Indonesia Mejelis Permusyawaratan Rakyat Menteri Kehakiman dan HAM Keputusan Presiden Republik Indonesia Undang-undang Guru dan Dosen k. dan. Contoh : Ia penulis buku Hak Gus Dur untuk Nyleneh. yang. Sudah dua bulan ayah berlangganan Koran Republika. 15 . lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata di dalam nama buku.

adik. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar. (professor) Tn.S. Contoh : “Selamat siang. Pak?” ujar Alam. Adik bertanya. (saudara) m. ibu. pangkat. 16 . kakak. Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga. Contoh : Dr. (tuan) (nyonya) Sdr. l. (doctor) M. dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. (sarjana sastra) Prof.(magister pendidikan) S.Pd. Huruf kapital dipakai sebagai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. bu?” Surat Saudara sudah saya terima. “itu apa. saudara. Huruf kapital tidak dipakai sebagai huruf pertama kata petunjuk hubungan kekerabatan yang tidak dipakai dalam penyapaan dan pengacuan Contoh : Kita harus menghormati bapak dan ibu kita. Ny. (sarjana ekonomi) S.Siswa itu sedang menyusun makalah berjudul “hak-hak Anak dalam keluarga”. dan sapaan.E.

) a.2. menit. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam.2 Ilustrasi 1. Contoh : Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. dan detik yang menunjukkan jangka waktu 17 . Namanya Alam. 2. Sudahkah Anda tahu? Surat Anda telah kami terima.3 Tabel c.7 Tanda Baca 2.1 Tanda Titik (.n.20 (pukul 1 lewat 35 menit 20 detik) d.2.1 Isi karangan 1.2.1 Gambar 1. menit dan yang menunjukkan waktu Contoh : Pukul 1. seruan Contoh : Ayahku tinggal di Ciamis. Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu daftar Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau Contoh : 1.2 Grafik 1.35. Tanda titik dipakai untuk memisahkan angka jam. b.7.

Hubungi saja telepon 081 21427556.20. f. 2002. Gempa yang terjadi semalam menewaskan 1. Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya. Contoh : Kawasan itu berkabupaten 24.123 jiwa. 30 detik) 0. • Tanda titik tidak dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang tidak menunjukkan jumlah Contoh : Ia lahir pada tahun 1973 di Ciamis. E. Tanda titik dipakai diantara nama penulis. Panduan Menulis Surat Dinas.20 jam (1 jam. 18 . judul tulisan yang tidak berakhir dengan tanda tanya dan tanda seru dan tempat terbit dalam daftar pustaka Contoh : Kosasih. dan sebagainya.Contoh : 1. Pembahasan tentang puisi ada pada halaman 301. Contoh : Intisari bahasa Indonesia untuk SMA (tanpa titik) Daftar imbuhan dalam bahasa Indonesia (tanpa titik) • Tanda titik tidak dipakai di belakang (1) alamat pengirim dan tanggal surat atau (2) nama dan alamat penerima surat. 35 menit.0. tabel.20 jam (20 detik) e.35. • Tanda titik tidak dipakai pada akhir judul yang merupakan kepala karangan atau kepala ilustrasi. 20 detik) 0.30 jam (20 menit.200 orang. Bandung: Yrama Widya.

melainkan anak pak Karim c. M. Karena sibuk. ia lupa akan janjinya. pena. Kosasih.) a.Contoh : 1.Si Jalan. Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang mengunakan kata penghubung tetapi dan melainkan. M. Contoh : Didi bukan anak saya. dan tinta. 19 . b. Bandung. Bandung (tanpa titik) 2. M. 14 Kecamatan Taman Sari Kota Tasikmalaya (tanpa titik) 2. Contoh : Kalau hari hujan. 1 September 2006 (tanpa titik) 3.2 Tanda Koma (. saya tidak akan datang. Drs. Tanda koma dipakai di anatar unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.7. Pd Jalan Sukamaju No. Contoh : Saya membeli kertas. Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mendahului anak kalimatnya. Gegerarum Baru 20. Pengirim E. Encep Syarief Nurdin. Pd. Kepada Yth.

Tanda koma dipakai di antara (1) nama dan alamat. ”Saya gembira sekali. wah. bagus sekali permainanmu! Hati-hati. e. Contoh: 20 . Tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o. “karena kamu lulus. ya.Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan anak kalimat dari induk kalimat jika anak kalimat itu mengiringi kalimatnya Contoh : Saya tidak akan datang kalau hari hujan. Contoh : Oleh karena itu. d. jadi. Jadi. Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat. soalnya tidak semudah itu.” kata ibu. (2) bagianbagian alamat. Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat termasuk di dalamnya. f.” “Saya gembira sekali. oleh karena itu.(3) tempat dan tanggal. lagi pula. ya. begitu? Wah. auh. dan (4) nama tempat wilayah atau negeri yang ditulis berurutan. meskipun begitu. akan tetapi. kasihan dari kata lain yang terdapat di dalam kalimat Contoh: O. kita harus berhati-hati.” g. nanti jatuh. Contoh: Kata ibu.

Bapak Yogia S. 1 Januari 2006 Medan. Tanda koma dipakai di antara nama orang dan gelar akademik yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri. Jakarta: Rineka Cipta. Jalaludin.surat ini harap di alamatkan kepada saudara Syaiful Rachman. Contoh: Chaer. Pd. Encep Syarief. Jakarta. Ratorika Modern. Tanda koma di pakai untuk menceraikan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka. Bandung: Rosda Karya.97-100. M. . 21 . Abdul dan Leonie Agustina.500. atau marga. j. keluarga. Margahayu Permai Bandung. Jalan Permai 28 No. Rakhmat.5 m 105. Tanda koma di pakai di muka angka persepuluhan atau di antara rupiah Contoh: 12. S. 1995. Contoh: Drs. Sumatra Utara h. Sosiolingistik. kelas 3 SMA Negeri 4 kota Tasikmalaya. Pendekatan Praktis.100 dan sen yang dinyatakan dengan angka.Pd. i. Meliala.7 mm Rp 1. Perkenalan Awal.Si Asep Juanda.M. 2000.

pak Ridwanudin. kita perlu kerja sama dengan aparat dan desa. 2. Tanda koma dapat dipakai – untuk menghindari salah baca – di belakang keterangan yang terdapat pada awal kalimat. Contoh: Guru saya.k. “Tolong kembalikan buku ini ke perpustakaan.masih banyak lelaki yang makan sirih.7.) a. Dalam mengelola kampung. m. harus mengikuti acara pengajian nanti sore. Contoh: Atas bantuan Pak Asep. Contoh : 22 . Di daerah kami.”ujar Pak guru kepada Yani. pandai sekali. Juanda mengucapkan terima kasih . misalnya. Semua siswa. Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara. baik laki maupun perempuan. Contoh : “Kamu sekarang sekolah di mana?” Tanya Kakek kepada Agus. l. Tanda koma di pakai untuk mengapit keterangan tambahan yang sipatnya tidak membatasi. Tanda koma tidak dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain yang mengiringnya dalam kalimat jika petikan langsung itu berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru.3 Tanda Titik Koma (.

Tanda titik koma dapat dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam kalimat majemuk. dan paman. dan lemari Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap yang mengakhiri suatu pernyataan.7. b. b. ibu sibuk bekerja di dapur. Contoh : Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi. meja.4 Tanda Titik Dua (:) a. Dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika dikuti rangkaian atau pemerian. 2. dan lemari Di rumahku kini ada ayah. nenek. kakek. Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian. pekerjaan belum selesai juga. ibu membaca koran di ruang tamu. meja. Ayah mengurus tanamannya di kebun itu. ibu. Contoh : Ketua Sekretaris : Purnama Alam : Maharanny Permatha 23 .Malam makin larut. Contoh : Kakak membaca buku di ruang tengah. Contoh : Kita memerlukan kursi.

Tanda titik dua dapat dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan. 2.Bendahara Nama Jenis Kelamin Alamat : Agung Sanggabuana : Syaiful Rahman : Laki-laki : Jalan Sukamaju 14. 1968. Contoh : Tempo. Contoh : Ibu : (meletakkan beberapa kopor) “bawa kopor ini. Tanda titik dua dipakai (1) diantara jilid atau nomor dan halaman. (2) diantara bab dan ayat dalam kitab suci. Bi?” d. 34:7 Surah Yasin:9 Bahasa Persatuan Kita? Djakarta: Eresco. serta (4) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan. suku kata yang berupa satu vokal tidak ditempatkan pada ujung baris atau pangkal baris. Tanda hubung menyambung suku-sku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris. 1 (1971). Namun demikian. (3) di antara judul dan anak judul suatu karangan. Kota Tasikmalaya c.5 Tanda Hubung (-) a. Mir!” Amir : ‘kemana.7. 24 .

Contoh : Benar 1) Di samping itu. Namun demikian. belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris. Contoh : 25 . c. mengair-i sawah tersebut. 3) Kami berharap mereka akan segera pergi dari kampung kita. mari kita akhir-i pertemuan ini. Tanda hubung menyambung unsur-unsur kata ulang. Walaupun dia anak kecil. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di dipertahankan. Untuk itu. kami berdua dengarkan saja perkataannya. 2) Setiap pagi. 2. saya dan dia akan merencanakanya dalam minggu ini. 2) Persoalan yang kita hadapi itu akan kita selesaikan melalui dialog 3) Bulan ini direncanakan saya dan i-bu akan berkunjung ke rumah kakek. 2) Tidak lama lagi paman akan datang dari Bandung. Contoh : Benar 1. b. Salah 1) Karena sudah lelah. ada juga caracara lama yang Salah 1) Mungkin beberapa minggu ini tidak akan datang ke sekolah. akhiran –i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris.

anak-anak kucing-kucingan berkejar-kejaran bolak-balik d. Contoh : se-Indonesia ber-Tuhan di-PHK ke-2 tahun 70-an 26 . Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas (1) hubungan bagian kata atau ungkapan dan (2) penghilangan bagian kelompok kata. (3) angka dengan –an. dan (5) jabatan rangkap. Contoh : ber-evolusi.dengan kata yang dimulai dengan huruf kapital.dengan angka. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal. tanggung jawab. Tanda hubung digunakan untuk merangkaikan (1) menyambungkannya imbuhan se. Contoh : p-a-n-i-t-i-a 26-4-1973 e. dua puluh lima-ribuan (1 x 500).dan kesetiakawanan-sosial f. (2) ke. (4) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata.

Contoh : di-smash mem-back up pen-takcle-an 2. Contoh : 1973–2006 27 . Contoh : Kemerdekaan bangsa itu–saya yakin akan tercapai–diperjuangkan oleh bangsa itu sendiri. Tanda pisah menegaskan adanya keterangan aposisi atau keterangan yang lain sehingga kalimat menjadi lebih jelas. teori kenibisian.7.hari-H sinar-X Menteri-Sekretaris Negara g. Tanda hubung digunakan untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.Tanda pisah membatasi penyisipan kata atau kalimat yang memberi penjelasan di luar bangun kalimat. c. dan kini juga pembelahan atom–telah mengubah konsepsi kita tentang alam semesta. Contoh : Rangkaian temuan itu–evolusi. Tanda pisah dipakai di antara dua bilangan atau tanggal dengan arti ‘sampai’ atau ‘sampai ke’. b.6 Tanda Pisah (–) a.

Tanda elipsis menunjukkan bahwa dalam suatu kalimat atau naskah ada bagian yang dihilangkan. tiga buah titik untuk menandai penghilangan teks dan satu lagi untuk menandai akhir kalimat. Contoh : Seba-sebab kemerosotan … akan diteliti lebih lanjut.tanggal 5–10 April 1970 Jakarta–Bandung 2. perlu dipakai empat titik. Contoh : Dalam tulisan. marilah kita bergerak. tanda baca harus digunakan dengan hati-hati …. b. Catatan : Jika bagian yang dihilangkan mengakhiri sebuah kalimat. 2. Tanda tanya dipakai pada akhir kalimat tanya.7 Tanda Elipsis ( … ) a. Contoh : Kapan dia datang? Apakah ia adikmu? 28 .7.8 Tanda Tanya ( ? ) a.7. Tanda elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus Contoh : Kalau begitu … ya.

ketidakpercayaan. Tanda kurung mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian integrasi pokok pembicaraan. ataupun rasa emosiyang kuat. Tanda kurung mengapit tambahan keterangan atau penjelasan Contoh : Bagian Perencanaan sudah selesai menyusun DIK (Daftar Isian Kegiatan) kantor itu. Contoh : Ia dilahirkan pada tahun 1973 (?) Uangnya sebanyak lima juta rupiah (?) hilang. Contoh : 29 .9 Pemakaian Tanda Seru ( ! ) Tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang mengambarkan kesungguhan. 2.7.10 Tanda Kurung ( ( … ) ) a. b. Contoh : Lari! Bersihkan kamar itu sekarang juga! Kakak. Tanda tanya dipakai dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian yang disangsikan atau kurang dapat dibuktikan kebenarannya. tolong! Merdeka! 2.7.b.

atau kelompok kata sebagai koreksi atau tambahan pada kalimat atau bagian kalimat yang ditulis orang orang lain.7.11 Tanda Kurung Siku ( [ … ] ) a. Keterangan ini (lihat pula halaman 10) menunjukkan perkembangan baru dalam pasaran dunia. Tanda kurung siku mengapit keterangan dalam kalimat penjelas yang sudah bertanda kurung. c. kata. d. Contoh : 30 . Tanda kurung mengapit angka atau huruf yang merinci satu urutan keterangan. Tanda kurung mengapit angka atau kata yang kehadirannya dalam teks dapat dihilangkan. b. Contoh : Sang Sapurba men[ d] engar bunyi gemerisik. Contoh: Faktor produksi menyangkut masalah (a) alam. dan (c) modal. Tanda kurung siku mengapit huruf. (b) tenaga kerja.Ayah meminta Ranny (putri Pak Cecep) untuk menyelesaikan tugas ini. Contoh : Kata cocaine diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kokain(a) Anak itu berasal dari (kota) Yogyakarta. 2. Tanda itu menyatakan bahwa kesalahan atau kekurangan itu memang terdapat di dalam naskah asli.

12 Tanda Petik (” …” ) a. 31 . c.Persamaan kedua proses ini (perbedaannya dibicarakan dalam Bab II [lihat halaman 35–38]) perlu dibentangkan di sini. Sajak ”Aku” karya Chairil Anwar terdapat dalam halaman 44 buku ini. Karena tubuhnya yang mungil.7. Tanda petik mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan dan naskah atau bahan tertulis lain. Tanda petik mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus. Pasal 36 UUD 1945 berbunyi . temannya itu ia panggil ”si Kancil”. Contoh : Bacalah ”Hikmah Puasa” dalam harian Republika. Contoh : ”Saya akan pergi sekarang.” b. Tanda petik mengapit judul syair karangan atau bab buku yang dipakai dalam kalimat. Contoh : Pekerjaan ini dilaksanakan dengan cara ”coba dan ralat” saja.”ujar Alam dengan tergesa-gesa.”Bahasa Negara ialah bahasa Indonesia. 15 Desember 2001. ”Ember” dia melakukan perbuatan itu. 2.

2. Contoh : feed-back ’balikan’ 2. ”saya minta satu. Tanda petik tunggal mengapit makna.13 Tanda Petik Tunggal ( ‘ … ‘ ) a.d. 32 . atau penjelasan kata atau ungkapan asing. Tanda petik tunggal mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain. Tanda baca penutup kalimat atau bagian kalimat ditempatkan di belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada ujung kalimat atau bagian kalimat. anak itu berteriak ‘Tolong- tolong’berkali-kali. ”Kau dengar bunyi ’kring-kring’tadi?” ”Ketika saya menemukannya. Contoh: Kata Tono. Contoh : Tanya Basri. Budi mendapat julukan ”Si Hitam”.” ujar kakak mengakhiri ceritanya.7. terjemahan. Tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung. Contoh: Karena warna kulitnya. Tanda garis miring dipakai di dalam nomor surat dan nomor pada alamat dan penanda masa satu tahun yang terbagi dalam dua tahun takwin.7.” e.14 Tanda Garis Miring a. b.

7.Contoh : No.00 tiap lembar’ lewat darat/laut ’dikirim lewat darat atau lewat 2. tiap. ( ' kan = akan) Malam ' lah tiba.15 Tanda Penyingkat atau Apostrof (' ) Tanda penyingkat menunjukkan penghilangan bagian kata atau bagian angka tahun.212/DT/VIII/2006 Jalan Permai 28/97 Bandung tahun anggaran 2006/2007 b. Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata atau. Contoh : dikirim laut’ Harganya Rp25.00/lembar ’harganya Rp25. Contoh : Ali ' kan kutelepon besok pagi.( ' lah = telah) 1 Januari ' 99 ( ' 99 = 1999) 33 .

Metodelogi Kualitatif yaitu bagaimana cara mengumpulkan data dalam bentuk kata-kata. serta tingkah laku dengan kata lain metode kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif.1 Metode Observasi Data dalam penelitian ini dikumpulkan menggunakan metode observasi. 3. Data deskriptif dapat dilihat sebagai indikator bagi norma-norma dan nilai-nilai kelompok 34 .3 Metode Analisis Data Penelitian ini menggunakan metode Deskriptif Kualitatif. Adapun hal yang diobservasi dalam penelitian adalah penggunaan EYD.2 Metode Tugas Metode tugas adalah metode pemberian sejumlah tugas atau tes kepada populasi guna memperoleh data sesuai yang diinginkan. isyarat.1.1 Metode Pengumpulan Data 3. 2. khususnya pengunaan huruf kapital dan tanda baca pada karangan siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Unter Iwes tahun pelajaran 2008/2009. Tugas diberikan dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut : 1.BAB III METODE PENELITIAN 3. ucapan. Siswa diminta membuat suatu karangan Judul bebas Waktu yang diberikan 2 x 35 menit 3.1. 3.1. Metode observasi ialah metode pengamatan dengan sungguhsungguh dalam upaya mendapatkan data yang sebenarnya.

Metode kualitatif ini digunakan karena : pertama. Data yang diperoleh adalah hasil karangan sendiri siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Unter Iwes. 1992 : 19-21). Penelitian kualitatif lebih banyak mementingkan segi “proses” daripada “hasil”. metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. Dimana populasi yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Unter Iwes. Kedua. kemudian data tersebut dianalisis dengan tujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaimanakah kesalahan penggunaan EYD pada karangan Bahasa Indonesia kelas VIII SMP Negeri 2 Unter Iwes tersebut. Ketiga. 35 . menyesuaikan metode kualitatif lebih muda apabila berhadapan dengan kenyataan ganda.serta kekuatan sosial lainnya yang menyebabkan atau menentukan prilaku manusia (Arief furchan. Hal ini disebabkan oleh hubungan bagian-bagian yang sedang diteliti akan jauh lebih jelas apabila diamati dalam proses (Bogdan dan Biklen dalam meleong 200 : 7) Selain itu metode Diskriptif Kualitatif juga bersifat menggambarkan sesuatu keadaan dengan menggunakan kata-kata atau kalimat yang dipisahpisahkan menurut kategori untuk memperoleh kesimpulan. Metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden.

3.1 Kesalahan penggunaan huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama pada awal kalimat Kesalahan 1. Kami ikut ikutan muntah . Pada saat saya pergi …. 36 . sesampai di sana …. pada saat saya pergi …. 6. 9..… 5. 4. Di dalam tenda kami …. saya bergagas untuk pergi . 2. Hal itu membutuhkan ketelitian apalagi karangan siswa di sini dituntut untuk menggunakan EYD.… 5. Seharusnya 1.BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA 4.. Sesampai di sana…. Saya bergagas untuk pergi . 4. Saya sangat senang…. Kami tiba di pelabuhan …. 7.. Jadi mau tidak mau siswa tersebut harus mengikuti aturan berbahasa yang baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa yang telah ditentukan.2 Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital 4. Mengarang apabila terikat dengan suatu aturan atau berdasarkan EYD maka tak semudah kita membalikkan telapak tangan.1 Pembahasan Setelah saya melakukan penelitian terhadap hasil karangan siswa maka dapat diketahui dengan jelas bahwa terdapat berbagai kesalahan-kesalahan baik penggunaan huruf kapital maupun pengunaan tanda baca. Saya terjatuh ketika …. kami tiba di pelabuhan ….2. 3.… 8. Saya sangat beruntung . 2. 4.

15.… 14. 11. Yang kami tanda adalah . dan diam-diam …. Dan diam-diam …. 32. 12. Hai kenapa kamu … Tidurku sangat lelap … Kalau tidak ada duluan … Lalu pembinaku menjawab … Saya pergi bersama … Sampai di tepi pantai … Setelah saya selesai mandi Hasil tangkapan ikan … Selesai nonton tv … Saya bersama-sama … 37 . 19. Saking gembiranya .… Aku lihat tanganmu ….… Dan pada hari ke tiga …. 14. waktu sudah beranjak malam . Saya dan teman-teman . Dan tiba-tiba …. 21. 30. 16. 9. saya sangat beruntung . 33. 12. 15. 24. saya terjatuh ketika …. 13. 31. 17. 20. 13. 28. 17. yang kami tanda adalah . 16. 26. di dalam tenda kami …. 25. 27. kami ikut ikutan muntah …. 7. Waktu sudah beranjak malam .… Acara tersebut terdiri dari …. ternyata waktu untuk …. 29.… 8. acara tersebut terdiri dari …. Ketika hari libur …. 18. ketika hari libur …. 22. Ternyata waktu untuk …. diam-diam ternyata …. 23. 6. 10.… 11.… Diam-diam ternyata …. 10. Dan pada hari itu ….saya sangat senang …. Ada orang-orang yang kesurupan Ini aku melihat …. dan pada hari itu …. 34.

46. saking gembiranya ….… 29. 35. Saya dan teman-teman Waktu bel berbunyi … Saya mengambil motor Saya gerogi karena … Kalung saya pernah jatuh … Saya menunggu teman … Kalau begitu kita … Saya bilang sama mita … Karena saya takut Dan tiba-tiba … Saya lama sekali bangun … Sesudah mandi … Kemudian pada saat … Tidak lama kemudian Dan ada teman kita … Kemudian kami semua Saya berjalan dengan … Nak kamu harus … Sapi yang saya pelihara … Setelah itu saya pulas … Pukul 09. 48. 30. 52. 47. 54. ini aku melihat …. 56. 49.… 28. ada orang-orang yang kesurupan…. 53. 25. hai kenapa kamu . 59.00 saya Permainannya … Waktu semakin habis Di dalam keras-keras Dan di situ banyak … 38 . 39.… 19. 43. 24. aku lihat tanganmu …. 40. dan pada hari ke tiga …. 55. 42. 21. 58. 36.… 27. 20.… 26. 41. 50. 45. lalu pembinaku menjawab . dan tiba-tiba …. 38.18. 44. saya dan teman-teman . tidurku sangat lelap . kalau tidak ada duluan . 22. 57. 23. 51. 37. saya pergi bersama ….

… 40. 34. 72. 41. saya bersama-sama …. 39. Dua hari sebelumnya …. 43. Tetapi muka juga …. Saat perlombaan itu …. Dan paginya …. 44. 66. saya dan teman-teman ….… karena saya takut …. Apabila sekolah kita …. saya menunggu teman …. Tapi pada saat …. 63. 42. 33. 37. 61. saya bilang sama Mita . hasil tangkapan ikan ….sampai di tepi pantai …. Dan ada orang yang …. Dia sangat rakus …. 62. saya gerogi karena …. 39 . 35. Dan saya mencari umpan …. 69. saya mengambil motor …. Kita takut sekali …. selesai nonton TV …. 65. 68. kalung saya pernah jatuh . Kemudian pak mul …. 64. waktu bel berbunyi …. 60. setelah saya selesai mandi …. 36. 31. Pagi hari yang cerah …. dan tiba-tiba …. kalau begitu kita …. Tibalah saatnya …. 70. 38. 32. 67. 71.

62. 57. 51. 60.… 40 .… setelah itu saya pulas …. 68. pukul 09. sapi yang saya pelihara . 69.… tidak lama kemudian …. permainannya …. 67. waktu semakin habis …. 56. dan ada teman kita …. 48. 64.… apabila sekolah kita …. dan saya mencari umpan . 55. dua hari sebelumnya .… dan paginya …. dan di situ banyak …. 65. 54. 50. dan ada orang yang …. 58.00 saya …. 52. 63. 61. kita takut sekali .… tetapi muka juga ….… sesudah mandi ….… kemudian Pak Mul . 66. saya berjalan dengan …. dia sangat rakus .45. tapi pada saat …. nak kamu harus …. saya lama sekali bangun . 59. 47. 49. di dalam keras-keras …. kemudian kami semua …. 53. kemudian pada saat . 46.

hari raya dan peristiwa sejarah Kesalahan Seharusnya 41 . ARI.2. poto tano 3. MUL.2 Kesalahan penggunaan huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsurunsur nama orang Kesalahan 1. pagi hari yang cerah . ILHAM 3. saat perlombaan itu ….2. ika. universitas mataram 2. UNRAM 4.2. Rojor. Ari. Rojor. Pak Mul 2. Dian 4. Mul. ibalah saatnya …. Juni Noviar. 72.… 4.4 Kesalahan penggunaan huruf kapital di pakai sebagai huruf pertama nama hari bulan. Wahyu. Heri.3 Kesalahan penggunaan huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi Kesalahan 1. Ika. Universitas Mataram 2. unram Seharusnya 1. 71. Ilham 3. HERI. Poto Tano 3. dian Seharusnya 1. WAHYU. pak mul 2. JUNI NOVIAR.70.

jorok Seharusnya 1. 4. … malam jum’at 1. Sumbawa 3.1.2. … pulang membawa piala …. MATARAM 5. 2. bali 6. Sumbawa 4.6 Kesalahan penggunaan huruf kapital diakhir kalimat Kesalahan Mukanya dicoret dengan Benda Seharusnya 1. … tekat kami untuk …. 3. 4. Jorok 4. … di sana banyak Ikan …. 42 . … Senin yang lalu …. … Malam Jum’at ….5 Kesalahan penggunaan huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama kota dan desa Kesalahan 1. … pulang membawa Piala . Mataram 5. … dan jarak jauh akan lebih indah …. Mukanya dicoret dengan benda 4. … di sana banyak ikan …. kerekeh 7. SUMBAWA 4. mataram 2. 3.2. 2. Bali 6.7 kesalahan penggunaan huruf kapital di tengah kalimat Kesalahan 1. Kerekeh 7.… 2. Mataram 2. … Tekat kami Untuk …. 4. sumbawa 3. Seharusnya 1. … dan jarak jauh akan lebih Indah ….2. … senin yang lalu … 2.

10. … sampai di rumah …. 8. … juga menjadi malam …. … sudah jadi tekad …. 13. PAMAN dan teman KAKEK …. 8. 15. … di antara Semua …. … di antara semua …. 18.3 Kesalahan Penggunaan Tanda Baca 4. 3. … sebelum penutupan perlombaan . … di situ banyak Ikan Kakap . … yang nakalpun …. 2.… … dalam perjalanan Kami …. 7. 11.5. … bisa bertemu kembali …. … bisa bertemu Kembali . 9. 17.… … sampai di Rumah …. … ikut-ikutan ….… 5. … juga menjadi Malam …. … yang Nakalpun ….1 Kesalahan penggunan tanda titik a. 13. Hari ini teman-teman saya berangkat ke mataram Banyak orang-orang yang ingin ke sana Paman mengajak saya berlibur ke kampung nenek 43 . … kami bisa bertemu kembali. 17. … Kami Semua …. 16. … tersebut Sebelumnya …. … KAKEK. 16. 7. 14.… 6. 14.… … sudah jadi Tekad …. 15. … Ikut-Ikutan . 11. … kami semua ….3.… … dalam perjalanan kami …. 12. Kesalahan penggunaan tanda titik pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau susunan Kesalahan 1. … tersebut sebelumnya …. … Kakek. 9. … sebelum penutupan Perlombaan . 4. … kami bisa bertemu Kembali . … di situ banyak ikan Kakap ….… 18. 10. 6. Paman dan teman Kakek …. 12.

Kesalahan tanda titik pada akhir judul yang merupakan kepala karangan Kesalahan Lomba PMR Di Mataram. Sekolahku.20 2. Banyak orang-orang yang ingin ke sana. Seharusnya 1. pukul 12. b. Lomba PMR Di Mataram 2. Paman mengajak saya berlibur ke kampung nenek.20 c. pukul 11. Kesalahan tanda titik di pakai untuk memisahkan angka jam menit dan detik yang menunjukkan waktu Kesalahan pukul 6. Tiga Sahabat Sejati.30 3. Dia berbicara dengan sangat tegas Mungkin ini yang terbaik buat mereka Hanya malam Seharusnya Hari ini teman-teman saya berangkat ke Mataram.10.20. Sekolahku 44 . Dia berbicara dengan sangat tegas. pukul 11. 6.20.10. pukul 6. Tiga Sahabat Sejati 3.35. pukul 12. Seharusnya 1.35.4. Mungkin ini yang terbaik buat mereka. 5. Hanya malam.

Ari. Paman. Cabe. Mul dan Juni 2. dan 10 pria Lomba Tandu.Lomba tandu. Tuti. Kita pergi bersama Bibi. sambal kecap. Liburan Semester 5. Ada ikan bakar sambal kecap dan sayur 6. Tomat.Lomba itu diikuti oleh 10 wanita dan 10 pria 7. Pengalaman pergi Berburuh 6. dan Gita Kita pergi bersama Bibi. …. dan Juni …. tenda dan paduan suara Seharusnya Ari. dan sayur Bayam …. Agus dan Gita 4.Liburan Semester. dan Nenek Ada ikan bakar. Tuti.2 Kesalahan Penggunaan Tanda Koma a. …. 4.3. Memancing. Pengalaman pergi Berburuh. Tenda dan Paduan Suara 45 . Mul. Tomat dan sayur Bayam 3. Kesalahan tanda koma di pakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian Kesalahan 1. Memancing 4. paman dan Nenek 5. dan sayur Lomba itu diikuti oleh 10 wanita. Cabe. Agus.

Anjing itu mengonggong tetapi Merta tidak takut sama sekali Seharusnya 1. Anjing itu mengonggong. Kesalahan tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat berikutnya yang didahului oleh kata seperti tetapi atau melainkan Kesalahan 1. malam itu …. dia tidak bisa berangkat Karena lapar. Herman sakit jadi dia tidak bisa berangkat Karena lapar ia langsung makan Oleh karena itu pak Mul tidak bias hadir Waktu itu turun hujan saya bersama teman-teman Seharusnya … menerima piala akan tetapi. Banyak yang terjadi tetapi dia tidak pernah putus asa 2. lagi pula.tetapi kita tak boleh lemah 3. Kesalahan tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Kita juga sedih tetapi kita tak boleh lemah 3. akan tetapi. tetapi dia tidak pernah putus asa 2. Herman sakit jadi. meskipun begitu.b. Kesalahan … menerima piala akan tetapi malam itu …. Banyak yang terjadi. tetapi Merta tidak takut sama sekali c. Kita juga sedih. jadi. Termasuk di dalamnya oleh karena itu. ia langsung makan 46 .

t 47 . ya. wah. kasihan dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat. Kesalahan tanda koma dipakai untuk memisahkan kata seperti o. Kesalahan O … ya besar sekali Seharusnya O. Kesalahan o … bunga – bung a… o … berol a raga … o … kata – kat a… o … menjeng uk nya … o … terbirit . … ya besar sekali 4.3. aduh.b irit … o … teman .Oleh karena itu.3 Kesalahan Penggunaan Tanda Hubung  Kesalahan tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris dan suku kata yang berupa satu vocal ditempatkan pada ujung baris atau pangkal baris. pak Mul tidak bias hadir Waktu itu turun hujan saya bersama teman-teman d.

eman … o … perpust akaan … o … mel ihat … o … me mbawa … o … men gajarkan … o … men gasikan … o … lapan gan … o … di dal am … o … gun ung … o … pulan g… Seharusnya o … bunga – bunga …. o … berola raga …. 48 .

o … mem bawa …. o … pula - 49 .o … kata – kata …. o … teman teman …. o … perpustakaan …. o … menjenguk nya …. o … di da lam …. o … gunu ng …. o … lapang an …. o … me ngajarkan …. o … meli hat …. o … terbirit birit …. o … me ngasikan ….

5 Kesalahan Penggunaan Tanda Seru 50 .… • Di hias dengan cara motif-motif …. Ngaung • Kakek ku ke …… ke …. • Kakek ku ke … ke . • Oh … rupanya sudah nyampai ya pak . ke ….…..…... Emangnya kamu tau • Oh …... 4.4 Kesalahan Penggunaan Tanda Elipsis  Kesalahan tanda Elipsis dipakai dalam kalimat yang terputus-putus Kesalahan • Bersuara ngaung …. kamu tau …. • Di hias dengan cara motif-motif …… Seharusnya • Bersuara ngaung … Ngaung . hore . Ngaung …. ke • Terus aku bekerja hore ….. hore • Lalu pembinaku che . • Terus aku bekerja hore … hore … hore …..ng …. Ngaung ... Rupanya sudah nyampai ya pak • Supaya bisa mendirikan PMR lagi Amiin ….... 4.…....3.3.. • Supaya bisa mendirikan PMR lagi Amiin .. • Lalu pembinaku he … he … he.

6 Kesalahan Penggunaan Tanda Petik  Kesalahan tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri tanda langsung. ketidakpercayaan. Kata Nisa. 51 . saya juga ikut lomba PMR Seharusnya Malam itu. Kesalahan Malam itu. ! • Masa …. “Malam yang menyedihkan”. ! • Aku terkejut sekali …. ataupun rasa emosi yang kuat. Kesalahan • Dan saya berteriak …. rumah itu dilalap Si jago merah Kata Ari. “Rumah itu dilalap Si jago merah”. ! Seharusnya • Dan saya berteriak ! • Aku terkejut sekali ! • Masa ! • Hore ! 4. ! • Hore ….3. Kesalahan tanda seru dipakai sesudah ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan. malam yang menyedihkan Kata Nisa.

“Saya juga ikut lomba PMR”.Kata Ari. 52 .

maka peneliti dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut. 1) Bahwa di antara kesalahan-kesalahan yang terdapat dalam karangan siswa tersebut maka kesalahan yang paling dominan atau paling banyak yaitu terdapat pada kesalahan penggunaan huruf kapital yang dipakai sebagai huruf pertama pada awal kalimat. 5. 53 .2 Saran Hal yang dapat disarankan dalam penelitian ini adalah bahwa dalam menulis sebuah karangan ataupun karya ilmiah lainnya sebaiknya kita menggunakan ejaan yang disempurnakan atau mengikuti aturan serta kaidah-kaidah bahasa yang telah ditentukan.BAB V PENUTUP 5.1 Simpulan Berdasarkan permasalahan yang telah digariskan diatas. maka kualitas bahasa yang disajikan akan lebih sempurna. Dengan demikian. yang seharusnya ditulis dengan huruf kapital tetapi diawal kalimat tersebut ditulis menggunakan huruf kecil begitu pula setelah tanda titik. 2) Kesalahan tersebut tidak terdapat pada penggunaan huruf kapital saja tetapi terdapat pada penggunaan tanda baca khususnya yang paling dominan adalah penggunaan tanda koma.

2006. Bandung: Eresco. Diktat Bahasa dan Sastra Indonesia. Mataram: Universitas Maryani. 2008. Diksi Dan Gaya Bahasa.2008. Gramedia Pustaka Utama. Pustaka Setia. Abdullah. Depdikbud (Edisi Ke 2) Jakarta: Balai Pustaka. Bahasa Indoensia SMP (Metode Belajar Cepat). 2002. Fatimah. Ahmad. Dendi dkk. Moleong. Bandung: Angkasa. Jakarta: PT. Sugono.1993.DAFTAR PUSTAKA Arikunto.1993. Intisari Tata Bahasa Indonesia SMP (Edisi ke 2) Bandung: CV. Simantik 1 (Pengantar Ke Arah Ilmu Makna. Alwaisah A. 2003. Penelitian. Lestari. E . Jakarta: Puspa Swara. 2008. Rika. Buku Praktis Bahasa Indonesia (Jilid 1) Jakarta. Suharsimi. Diktat Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Mataram. Metode Muhammadiyah Mataram. Halus. Bandung: Remaja Rosdakarya. Pusat Bahasa. Densi Dkk. 1700 Bank Soal Bimbingan Pemantapan. Lexy J. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan. Jakarta: Rineka Cipta. Dendi Dkk. Bima : STAI Muhammadiyah Bima. Mandala. 54 . 2005. 2006. Sugono. Djajasudarma. Gorys.2003.1994. Ahmad.2002. Prosedur Penelitian. Linguistic (Suatu Pengantar). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Irama Widya Keraf. Yani. Chaedar.Kosasih.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->