P. 1
TEORI EKSPEKTASI RASIONAL

TEORI EKSPEKTASI RASIONAL

|Views: 1,630|Likes:

More info:

Published by: Thithut Laksono Handito on Oct 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2013

pdf

text

original

TEORI EKSPEKTASI RASIONAL MUNGKINKAH DITERAPKAN DI INDONESIA ?

Oleh: Prabawa Eka Soesanta
P 01600018 E-mail: prabawaekasoesanta@yahoo.com

I.

PENDAHULUAN
Ekonomi berhubungan dengan dengan upaya pemenuhan kebutuhan sumberdaya manusia untuk diperhadapkan kenyataan “keterbatasan”

memenuhinya. Ekonomi sendiri hadir untuk menjawab sedikitnya tiga pertanyaan. Pertama, apa yang harus diproduksi dan dalam jumlah berapa (What). Kedua, Bagaimana sumber-sumber ekonomi, faktor-faktor produksi, yang tersedia dipergunakan untuk memproduksi barang-barang tersebut (How). Ketiga, untuk siapa barang-barang tersebut diproduksi, atau bagaimana barang-barang tersebut dibagikan di antara warga masyarakat (For Whom). Dalam tata hubungan ekonomi dikenal istilah produsen dan konsumen. Rasionalitas yang dibangun dalam tata hubungan ekonomi adalah, bahwa konsumen cenderung memaksimalkan kebutuhannya (utilitas) dengan kendala pendapatan (income). Disisi lain, produsen cenderung memaksimalkan keuntungannya (profit) dengan kendala faktor input. Hubungan antara kepentingan-kepentingan produsen dan konsumen secara “individual”, dibahas dalam mikroekonomi.

khususnya mereka yang sangat fanatik terhadap sistem pasar bebas dan secara ekstrim menolak campur tangan pemerintah dalam sistem ekonomi Disamping akan membahas tentang orbitasi Ekspektasi Rasional diantara aliran pemikiran Klasik. yaitu suatu pandangan makroekonomi yang banyak dianut oleh kelompok ekonom dasa warsa terakhir ini. Kondisi ketidakpastian sering membuat instrumen-instrumen ekonomi yang telah dibangun tidak mampu bekerja dengan baik (The dead of economics). Keynesian dan Monetaris. upaya-upaya prediksi yang dibuat oleh ekonom sering meleset. karena makroekonomi juga dipengaruhi oleh perilaku ekonomi individu-individu yang ada. Para ekonom cenderung alergi terhadap situasi dan kondisi yang penuh dengan “ketidakpastian”. Hal ini menunjukkan bahwa para ekonom sebenarnya kurang mampu untuk membaca fenomena ekonomi yang ada dan menghubungkannya dengan kemungkinankemungkinan masa depan. Dalam skala agregat. Namun dalam dunia yang berubah sangat cepat seperti sekarang ini. fenomena mikroekonomi tersebut tetap relevan untuk dibicarakan. Dengan demikian harapan atau ekspekatasi yang dibangun menjadi tidak tercapai. di dalam makalah ini juga akan dibahas bagaimana mekanisme kerja Ekspektasi Rasional serta .Memang secara keilmuan dibedakan antara fenomena mikroekonomi dan makrekonomi (agregat). khususnya masa lampau dianut oleh banyak ahli ekonometrika. yaitu model yang dibangun atas fenomena runtun waktu. Namun bukan berarti bahwa saat kita membicarakan makroekonomi dapat mengabaikan eksistensi dari mirkro ekonomi. ekonom senantiasa bekerja keras untuk mengembangkan berbagai “model” guna memprediksi kondisi masa depan dengan berpijak dari berbagai fenomena yang ada saat ini atau bahkan masa lampau. Dalam makalah ini akan dikupas tentang “Ekspektasi Rasional”. Secara konvensional modeling “time series”. Oleh karena itu.

Menurut Sadono Sukirno (Sukirno : 2000) persoalan-persoalan yang diperdebatkan dalam analisis makroekonomi meliputi lima pertanyaan pokok sebagai berikut : 1. makroekonomi justru dipenuhi dengan berbagai perbedaan pendapat dan perdebatan yang kontroversial. Dan pada perkembangannya ada satu kelompok yang disebut kelompok monetaris. Apakah kegiatan ekonomi perlu sepenuhnya diatur oleh sistem pasar bebas. kelompok ini memiliki pandangan-pandangan yang spesifik. Meskipun lebih condong pada kelompok klasik. EKSPEKTASI MAKROEKONOMI Dibandingkan dengan mikroekonomi yang dipenuhi dengan kesepahan oleh para ekonom. Faktor-faktor apakah yang akan menentukan tingkat kegiatan ekonomi pada suatu waktu tertentu dan fluktuasinya dari satu periode ke periode lainnya ? 2. Sejauhmanakah pentingnya peranan perubahan penawaran uang dalam mempengaruhi perubahan tingkat kegiatan ekonomi dan perubahan hargaharga ? 4. II. Pada bagian akhir akan dibahas tentang Ekspektasi Rasional diperhadapkan dengan fenomena ekonomi Indonesia. Apabila kebijakan ekonomi perlu dijalankan. mana yang lebih dipentingkan ? Kebijakan fiskal atau kebijakan moneter ? Kelima pertanyaan tersebut diperdebatkan secara sengit oleh kelompok klasik di satu pihak.asumsi-asumsi dasarnya. atau apakah kebijakan-kebijakan pemerintah perlu dijalankan untuk menciptakan kestabilan dan pertumbuhan ekonomi ? 5. dan kelompok Keynes di pihak lain. Apakah perekonomian akan selalu full employment unemployment merupakan keadaan yang selalu berlaku ? 3. atau apakah RASIONAL DIANTARA ALIRAN PEMIKIRAN .

memungkinkan terjadinya kesempatan kerja penuh. Meskipun secara sepintas disinggung pula kritik kelompok keynes terhadap pandangan klasik. Dengan demikian tingkat produksi nasional dan tingkat kegiatan ekonomi ditentukan oleh faktor-faktor produksi yang digunakan. Dalam sistem pasar bebas akan ada penyesuaian-penyesuaian otomatis yang . semakin tinggi produksi nasional yang dihasilkan. maka segala barang yang diproduksi akan dapat dijual. Karena perekonomian dianggap tidak menghadapi masalah permintaan. Faktor-faktor produksi menentukan tingkat kegiatan ekonomi dan produksi nasional. 3. mengemukakan bahwa sistem pasar bebas akan menciptakan keseimbangannya sendiri. maka ada secara otomatis akan terjadi penyesuaian-penyesuaian menuju kekeseimbangan baru.Yang menggerakkan sistem pasar bebas tersebut biasa dikenal sebagai “the invisible hand£. Hukum Say mengatakan bahwa “supply creates its own demand”. Pengaturan semacam ini memungkinkan terwujudnya efisiensi yang tinggi. Hal ini bisa terjadi karena dalam perekonomian tidak terdapat kekuarangan permintaan agregat serta fleksibilitas upah akan mengembalikan keseimbangan di pasar tenaga kerja. Adam Smith. Peranan sistem pasar bebas. Semakin tinggi modal. Apabila terjadi ketidak seimbangan pasar.Dalam makalah ini lebih difokuskan pada pandangan klasik. dan kesempatan kerja penuh. Hukum Say. dalam bukunya The Wealth of Nations. karena setiap pelaku ekonomi akan selalu berusaha untuk mencapai prestasi yang maksimum. dimana produsen cenderung memaksimumkan profit dan konsumen cenderung memeksimumkan utilitas. Perkembangan teknologi akan meningkatkan produktivitas dan akan mempercepat kenaikan produksi . Pengangguran adalah masalah yang sementara. 2. fleksibilitas upah. Para ekonomon klasik berkeyakinan bahwa kesempatan kerja penuh akan selalu tercapai dalam perekonomian. Pandangan klasik meliputi lima hal pokok yaitu : 1.

kegiatan perekonomian dan tingkat harga. Penawaran uang. dalam teori mereka. Namun pada titik tertentu. Para ekonom klasik tidak menyetujui campur tangan pemerintah yang aktif mengatur kegikatan perekonomian. Perubahan penawaran uang hanya akan mempengaruhi tingkat harga. 4. Dalam teori kuantitas ahli-ahli ekonomiklasik menunjukkan bahwa peranan uang dalam perekonomian adalah netral. 5. Peranan pemerintah dalam perekonomian. maka berbagai pandangan klasik banyak yang tidak mampu menjelaskan fenomena tersebut. Menurut Keyns permintaan agregat tidak akan selalu mencapai penawaran pada kesempatan kerja penuh.nasional. 1. dimana perubahan-perubahan jumlah uang yang beredar tidak akan mempengaruhi produksi nasional. Dua hal pokok yang dikemukakan oleh Keynes adalah : faktorfaktor yang menyebabkan pengangguran serta hubungan antara mata uang dan tingkat harga. Dengan adanya kemunduran ekonomi dunia tahun 1929-1932. Pada umumnya permintaan agregat dalam masyarakat akan lebih rendah dari penawaran agregat pada kesempatan kerja penuh. Hubungan antara tenaga kerja dengan produksi nasional agak sedikit berbeda. . Kondisi di atas mendorong Keynes untuk melakukan kristik terhadap pandanganpandangan klasik. Pada mulanya hubungannya bersifat positif. apabila jumlah tenaga kerja terus meningkat dan tidak sebanding dengan sumber ekonomi yang lain. maka pertumbuhan tenaga kerja tersebut akan mengurangi tingkat produksi nasional. Klasik tidak mampu menjelaskan mengapa perekonomian dapat mengalami pengangguran kronis dan lebih lama dari yang mereka ramalkan. Faktor-faktor yang menyebabkan pengangguran.

karena asumsi-asumsi yang dibangun hampir sama dengan aliran pemikiran ini. maka secara otomatis menyesuaikan secara cepat (market always clear). Pada perkembangan selanjutnya. Penawaran uang. Keynes menerangkan peranan kebijakan pemerintah dalam perekonomian sangat dibutuhkan terutama dalam kebijakan fiskal dan moneter. III. . namun penuh dengan ketidakpastian. Keynes tidak menerima hubungan antara penawaran uang dengan tingkat harga seperti yang direngkan dalam teori kuantitas. Pandangan inilah yang kemudian menimbulakn perdebatan dengan kelompok monetaris. Pengangguran yang selalu ada berarti bahwa pendapatan nasional dapat selalu ditambah. MEKANISME KERJA EKSPEKTASI RASIONAL Menurut Michael Carter (1984). pendapatan nasional dan tingkat harga. Dalam memprediksi. Ekspektasi rasional merupakan bagian dari aliran pemikiran New Classic. ekspektasi rasional adalah upaya meramal secara esensial masa depan variabel-variabel ekonomi untuk membuat kebijakan secara tepat. Interest and Modey. Dalam bukunya yang berjudul : The General Theory of Employment. variabel-variabel yang relevan. teori klasik diperbaharui oleh para ppengikutnya. Keadaan ini menyebabkan teori kuantitas yang menyatakan nilai T dalam persamaan MV=PT adalah konstan tidak sepenuhnya tepat. Para ekonom klasik baru percaya bahwa sistem pasar bebas adalah paling efisien dan apabila terjadi ketidakseimbangan pasar. Namun ada juga yang menggolongkan ekspektasi rasional dalam aliran pemikiran ekstrim menetaris. harus diperhitungkan secara cermat. Maka dikenalah aliran kalsik baru (new classical).2.

Pengetahuan seperti itu terutama didapat dari pengalaman-pengalaman di masa lalu. pelaku ekonomi akan melakukan tindakan yang rasional.Ekspektasi rasional pada mulanya diperkenalkan oleh John Muth pada tahun 1961 melalui paper klasiknya yang berjudul “Rational Expectations Hypothesis”. memungkinkan . seperti inflasi dan pengangguran. Ekspektasi ini didasarkan kepada informasi yang lengkap yang dimiliki oleh semua pelaku ekonomi. Teori ekspektasi rasional menganggap bahwa pada umumnya masyarakat mengetahui dampak yang akan ditimbul sebagai akibat kebijakan-kebijakan pemerintah seperti melakukan anggaran belanja defisit dan dampaknya terhadap perekonomian. Berdasarkan informasi-informasi tersebut. A. Informasi yang lengkap ini bukan hanya meliputi informasi masa lalu. Tindakan rasional yang dimaksudkan disini adalah : produsen cenderung untuk memaksimumkan profit dengan kondela faktor-faktor produksi.1978b). atau yang baru dialami tetapi juga informasi tentang masa yang akan datang. 2. ASUMSI DASAR Asumsi dasar bagi bekerjanya model ekspektasi rasional ini adalah : 1. baik tiu konsumen. Pelaku ekonomi yang rasional akan senantiasa berpegang pada prinsip tersebut terutama dalam menghadapi berbagai perubahan yang timbul dari aspek makroekonomi. Namun demikian keberadaan ekspektasi rasional ini semakin berkembang dengan adanya studi oleh Lucas (1973) dan dua paper seri dari Barro (1977a. sedangkan konsumen cenderung memaksimalkan utility dengan kendala income. Kemampuan untuk memprediksi (to expect and to anticipate) dampak dari tindakan pemerintah seperti itu. Pelaku-pelaku ekonomi mengetahui dengan baik implikasi-inplikasi dari berbagai kebijakan yang akan dijalankan oleh pemerintah. 3. produsen (simetris).

Case dan Fair (1999) mengatakan bahwa hipotesis ekspektasi rasional mengasumsikan bahwa orang mengetahui tentang “model ekonomi secara benar”. Sebagai contoh model tentang inflasi. diektahui secara pasti oleh semua pelaku ekonomi secara simetris. B.pelaku-pelaku ekonomi melakukan tindakan untuk melindungi diri dari dampak buruk kebijakan pemerintah tersebut di masa depan. maka secara cepat para pelaku ekonomi dapat mengekspektasi perubahan inflasi. keseimbangan ekonomi mula-mula berada di titik E0. Untuk memahami secara jelas tentang mekanisme dari Ekspektasi rasional ini dapat dijelaskan melalui dua cara. yaitu : grafis dan matematis. kesempatan kerja penuh dan (a) Terantisipasi LRAS SRAS1 SRAS0 AD1 AD0 E2 E0 P (b) Tak Terantisipasi . Variabelvariabel yang mempengaruhi terjadinya inflasi. Dalam kesempatan lain. PENDEKATAN GRAFIS Pada kondisi Gambar 1 (a). Apabila terjadi perubahan-perubahan terhadap parameter dari variabel-variabel tersebut. Perekonomian berada pada tingkat tingkat harga adalah P0.

P2 P1 P0 YF Y1 Y LRAS SRAS1 SRAS0 E2 E0 AD1 AD0 P P2 P1 P0 Y1 YF Y E1 E1 .

Hipotesis Ratex dan Perubahan Permintaan Agregat Misalkan pemerintah ingin meningkatkan lagi kegiatan ekonomi sehingga pengangguran dapat diturunkan ke tingkat yang lebih rendah lagi. Untuk tujuan ini pemerintah melakukan ekspansi moneter dan mengharapkan keseimbangan ekonomi bergerak ke E1 yang akan menyebabkan kenaikan kegiatan ekonomi. Sebagai akibatnya perubahan keseimbangan akan begerak sepanjang kurva LRAS dan akan mencapai keseimbangan kembali di titik E2. Tindakan ini akan menyebabkan kurva penawaran agregat jangka pendek bergerak dari SRAS0 menjadi SRAS1. perubahan tersebut tidak akan terjadi. Keadan yang .Gambar 1. Menurut golongan ratex. Dengan demikian pada dasarnya kebijakan pemerintah dan antisipasi pelaku kegiatan ekonomi tersebut akan secara serentak menggerakkan kurva AD ke kanan (dari AD0 ke AD1) dan kurva SRAS ke kiri (SRAS0 menjadi SRAS1). kenaikan pendapatan nasional riil dan pengurangan tingkat pengangguran. Pelaku-pelaku kegiatan ekonomi telah dapat mengantisipasi efek dari kebijakan tersebut dan secepatnya menuntut kenaikan upah untuk mempertahankan pendapatan riil mereka.

akan tetapi tingkat kesempatan kerja tidak mengalami perubahan. Walau bagaimana pun. Misalkan negara yang dicontohkan ini adalah pengekspor bahan-bahan mentah dan misalkan dipasaran dunia harganya meningkat tinggi sekali. upah riil dan kesempatan kerja akan kembali ke tingkat yang berlaku sebelum adanya kenaikan ekspor tersebut. Berdasarkan Gambar 1 (b) menunjukkan perubahan yang tidak diramalkan atau diantisipasi masyarakat. yaitu dari P0 menjadi P1 akan mendorong para pekerja menuntut kenaikan upah untuk memperoleh pendapatan riil yang asalnya. Kenaikan harga yang berlaku sebagai akibat perubahan tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kebijakan ekonomi yang diantisipasi tidak menimbulkan efek kepada kesempatan kerja dan pendapatan nasional riil. Akan tetapi perubahan tersebut hanya berlaku dalam jangka pendek.terjadi ini berarti kebijakan pemerintah tersebut hanya menyebabkan kenaikan harga dan kenaikan upah nominal. pendapatan nasional riil. Berarti dalam jangka panjang pendapatan nasional riil. . dan pendapatan nasional riil. Kenaikan upah tersebut akan menggeser kurva SRAS0 menjadi SRAS1 sehingga AD1 dan SRAS1 berpotongan pada kurva LRAS. keseimbangan baru ini akan berlaku dalam jangka pendek. kesempatan kerja dan upah riil akan kembali mencapai keseimbangan awal. kesempatan kerja. menurut pandangan golongan ratex. Sedangkan perubahan kegiatan ekonomi yang tidak diantisipasi dapat menimbulkan perubahan terhadap kegiatan perekonomian. Dalam jangka panjang kegiatan perekonomian. Perubahan ini akan menggeser keseimbangan ekonomi dari titik E0 ke E1 yang berarti pendapatan nasional riil meningkat dari YF menjadi Y1 dan pertambahan tersebut akan meningkatkan penggunaan tenaga kerja yang berarti pengangguran akan berkurang. yaitu pada saat pendapatan riil tenaga kerja telah kembali ke tingkatnya yang asal. Terhadap negara tersebut efeknya adalah : pendapatan dari ekspor mengalami peningkatan yang besar dan akan menggeser kurva AD0 menjadi AD1.

Kita mulai model dengan menuliskan suplai output pada pasar ke-z sebagai : yS (z)t = β 0 + β 1[p(z)t – Et (z)pt] (1) dimana yS (z)t p(z)t = jumlah output yang disuplai pada pasar z dalam periode t = harga output pada pasar z dalam periode t Et(z)pt = harapan yang dibentuk pada pasar z dari harga rata-rata output dalam periode t. Dinotasikan bahwa pasar atau pulau ini sebagai z. Persamaan ini semata-mata merupakan pernyataan formal mengenia gagasan bahwa jumlah output yang disuplai adalah terutama ditentukan oleh harga lokal relatif terhadap harapan suplier terhadap harga rata-rata output pada ekonomi tersebut. pt. dimana z dapat merupakan angka antara 1 dan jumlah pulau (N) dalam tipe ekonomi tersebut. ingat bahwa informasi yang tersedia pada pasr ke-z pada awal periode t mencakup pengetahuan mengenai .C. menggunakan semua informasi yang tersedia pada pasar ke-z pada awal periode t β 0 dan β 1 adalah koefiesen. Jika harga lokal dan harga yang diharapkan adalah sama maka output akan sama dengan tingkat normalnya. PENDEKATAN MATEMATIS Bayangkan bahwa suatu ekonomi terdiri dari banyak pasar atau pulau yang terpisah secara geografis. β 1 adalah positif Semua variabel dijelaskan dengan logaritma. β 0.

tetapi tidak mencakup penegtahuan mengenai harga yangs sedang berjalan.semua variabel lokal dan agregat di masa lalu dan p(z).E(z)pt + ε (z)t (2) ε (z)t . Persamaan selanjutnya dari model ini menyatakan hipotesis sederhana mengenai permintaan untuk setiap pasar : ys (z)t = α dimana ys (z)t = mt = jumlah output yang diminta pada pasar z dalam periode t jumlah rata-rata nominal uang yang dimiliki pada periode t 0 + mt .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->