P. 1
Makalah

Makalah

|Views: 614|Likes:
Published by Ika Annisaa Farista

More info:

Published by: Ika Annisaa Farista on Oct 06, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/25/2012

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

Sosialisasi adalah proses wajar seorang individu sebagai makhluk sosial. Banyak konsep-konsep sosialisasi yang harus kita pahami. Di antaranya adalah tipe-tipe sosialisasi, pola dan bentuknya, proses sosialisasi dalam diri seseorang, agen-agen sosialisasi, pemikiran para ahli tentang sosialisasi dan konsep diri, dan sebagainya. Makalah ini berusaha mengungkap konsep umum dari sosialisasi yang kerap kita lakukan. Begitu pentingnya masalah ini sehingga kami merasa perlu untuk diadakan diskusi lebih lanjut mengenai hal ini. Hal ini karena sosialisasi adalah proses seumur hidup maka dari itu pembahasan akan hal ini masih panjang. Konsep-konsep yang disajikan adalah konsep dasar untuk mengenali dan membekali pengetahuan kita tentang sosialisasi. Diharapkan mahasiswa dapat mengerti tentang sosialisasi dan berminat mengkajinya lebih dalam.

1

BAB II KONSEP SOSIALISASI

MEMAHAMI SOSIALISASI Sosialisasi merupakan sebuah proses paling penting yang secara sadar atau tidak selalu kita jalani setiap harinya. Sosialisasi sendiri dapat diartikan sebagai sebuah proses pengenalan nilai-nilai yang sedemikian rupa hingga akhirnya terbentuk suatu individu yang utuh. Maka dapat dikatakan apabila seorang individu tidak pernah melakukan sosialisasi dengan sempurna, ia dapat diibaratkan sebagai seorang individu yang tidak utuh. Terdapat beberapa teori yang dikemukakan untuk memahami lebih jauh mengenai sosialisasi. Meskipun teori-teori tersebut bukanlah sebuah teori yang didasarkan pada bukti empiris, namun teori-teori tersebut berusaha menjelaskan persoalan mengenai sosialisasi dengan masing-masing cara yang mereka percayai benar. Berikut adalah beberapa teori yang telah terkenal mengenai sosialisasi :
y

Looking Glass Self Theory oleh Charles Horton Cooley (Cermin Diri) Menurut pemikiran dari Cooley (1864-1929), seseorang akan melihat pantulan

dirinya berdasarkan apa yang dipikirkan orang lain terhadap dirinya dan kemudian pantulan yang ia terima tersebut akan ia pantulkan lagi menjadi bagaimana caranya ia bersikap. Contoh: seorang anak yang sering diberitahu bahwa ia cantik oleh orang lain, akan merasa dirinya cantik dan istimewa sehingga ia pun akan berlaku dan berpenampilan seperti layaknya ia seorang putri. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa perbedaan cara berlaku seseorang dibentuk oleh perbedaan cara memperlakukan seorang individu tersebut.

2

1963. ada tiga tahapan di mana seseorang berhasil mencapai peranannya sebagai orang dewasa :  Masa Persiapan (1-3 tahun) Masa dimana seorang anak meniru perilaku orang lain tanpa mengetahui hal apa yang ia lakukan. y Konsep Generalisasi Orang Lain oleh George Herbert Mead Bagi Mead. misalnya ketika orang dewasa memonyongkan bibirnya ke atas maka anak tersebut akan mengikutinya tanpa mengetahu esensi dan peran dari yang ia lakukan.. Berikut pokok pemikirannya. 1968. Contoh: seorang anak pada umur ini sering sekali diajak bermain. Usia Krisis Identitas yang Harus Dipecahkan Kebajikan Dasar Untuk Dikembangkan Masa bayi Masa kanak-kanak awal (2-3 tahun) Masa bermain (4-5 tahun) Masa sekolah (6-11 tahun) Remaja (12-18 tahun) Dewasa ( 19-35 tahun) Setengah umur (36-50 tahun) Masa tua (51+) Percaya Vs. rasa bersalah Kerajinan Vs. isolasi Generativitas Vs. seseorang cenderung bertindak berdasarkan apa yang ia rasa diharapkan orang lain dari dirinya. Childhood and Society. W. Inc. malu dan bimbang Inisiatif Vs. Norton and Company. tidak percaya Otonomi Vs. Inc.W.. New York. Menurutnya. keputusasaan Harapan Kemauan Tujuan Kecakapan Kesetiaan Kasih sayang Perawatan Kebijakan Sumber: Erik Erikson. stagnasi Integritas Vs. rasa rendah diri Identitas Vs. Erikson¶s Erik merupakan seorang yang berkebangsaan Jerman dan hidup di Amerika sejak tahun 1933. kekacauan peran Keakraban Vs.y Eight Stages of Development oleh Erik H. 3 . New York.W. and Youth and Crisis. W. Norton and Company.

sekolah. e. Mengajarkan peran-peran sosial dan sikap-sikap penunjangnya. teman bermain dan media massa. Misalnya ketika bermain sepak bola. Agen-agen sosialisasi yaitu keluarga.  Tahap Permainan (5+) Pada tahap ini seorang anak telah mem iliki perilaku yang menetap. Masa Bermain (3-4 tahun) Pada masa ini. ia akan mengetahui peran apa yang seharusnya ia lakukan. 4 . dan lain-lain. Kemudian anak tersebut berusaha meniru peran orang-orang dewasa di sekitarnya secara acak agar ia dapat merasakan peran apa yang seharusnya ia lakukan. menulis dan berbicara. b. Tiap individu harus dibiasakan dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada dimasyarakat. yaitu : a. misalnya dokter. mereka telah mengetahui beberapa peran yang ada di sekililingnya. polisi. Pengendalian fungsi-fungsi organik harus dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat. Orang harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengembangkan kemampuannya untuk membaca. c. TUJUAN-TUJUAN SOSIALISASI Hal-hal berikut ini sudah dianggap merupakan tujuan-tujuan pokok proses sosialisasi. Orang harus diberi keterampilan yang dibutuhkan bagi hidupnya kelak di masyarakat. AGEN-AGEN SOSIALISASI Agen-agen sosialisasi ialah pihak yang melaksanakan sosialisasi. d.

menulis dan berhitung adalah aturan mengenai kemandirian. Hanya karena mereka bertemu orang-orang yang berbeda dari diri mereka sendiri bahwa anak-anak datang untuk memahami pentingnya faktor seperti ras dan posisi sosial. Sang anak sangat tergantung pada orang tua dan apa yang terjadi antara orang tua dan anak pada tahap ini jarang diketahui oleh pihak luar. Di lingkungan rumah seorang anak mengharapkan bantuan dari orang tuanya dalam melaksanakan berbagai pekerjaan. Dalam kehidupan manusia. biasanya agen sosialisasinya terdiri atas orang tua dan saudara kandung. pada tahap ini seorang bayi belajar komunikasi secara verbal dan non verbal. sosialisasi dilakukan oleh orang-orabng yang berada di luar anggota kerabat biologis seorang anak. Seperti yang mereka lakukan. Keluarga Keluarga adalah lembaga paling terkait erat dengan sosialisasi sosial. prestasi. Pada masyarakat perkotaan yang telah padat penduduknya. Sekolah adalah dunia sosial anak-anak untuk memasukkan orang dengan latar belakang yang berbeda dari mereka sendiri. 2. dan spesifisitas. Sekolah Agen sosialisasi yang juga dapat mempengaruhi yaitu pendidikan formal atau sering disebut sekolah. Untuk dapat berinteraksi dengan significant others (orang dengan siapa orang berinteraksi dalam proses sosialisasi). Sekolah mempersiapkannya untuk penguasaan peran-peran baru dikemudian hari.1. dikala seseorang tidak bergantung lagi pada orang tua. mereka cenderung di kelompok bermain yang terdiri dari satu. Kadangkala terdapat agen sosialisasi yang merupakan anggota kerabat sosiologisnya. Robert Dreeben berpendapat bahwa yang dipelajari anak yang disekolah selain membaca. Arti penting agen sosialisasi pertama pun terletak pada pentingnya kemampuan yang diajarkan pada tahap ini. universalisme. Menurut Gertrudge Jaeger. misalnya pengasuh bayi (baby sitter). tetapi di sekolah sebagian besar tugas sekolah harus dilakukan sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab. peranan para agen sosialisasi dalam sistem keluarga pada tahap awal sangat besar karena anak sepenuhnya berada dalam lingkugan keluarganya terutama orang tuanya sendiri. ras kelas dan gender. 5 .

namun dapat pula memberikan pengaruh dalam proses sosialisasi setelah keluarga. sosialisasi dalam kelompok bermain dilakukan dengan cara mempelajari pola interaksi dengan orang-orang yang sederajat dengan dirinya. misalnya untuk kepentingan bisnis 6 . Media massa diyakini dapat menggambarkan realitas sosial dalam berbagai aspek kehidupan. baleho. dalam kelompok bermain. tabloid) dan media elektronik (radio. Teman Bermain atau Teman Sebaya Teman pergaulan (sering juga disebut teman bermain) pertama kali didapatkan manusia ketika ia mampu berpergian ke luar rumah. teman bermain dimaksudkan sebagai kelompok yang bersifat rekreatif. Media massa diidentifikasikan sebagai media sosialisasi yang berpengaruh pula terhadap sosialisasi masyarakat. didengarkan di radio. dan peranan). Kelompok bermain lebih banyak berperan dalam membentuk kepribadian seorang individu. anak dapat mempelajari peraturan yang mengatur peranan orang -orang yang kedudukannya sederajat dan juga mempelajari nilai-nilai keadilan. Media Masa Media massa merupakan bentuk komunikasi dan rekreasi yang menjangkau masyarakat secara luas sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Puncak pengaruh teman bermain adalah pada masa remaja. film. majalah.3. pengalaman. CD/DVD). Media massa terdiri dari media cetak (surat kabar. 4. buku. Meskipun untuk itu. brosur. Berbeda dengan proses sosialisasi dalam keluarga yang melibatkan hubungan tidak sederajat (berbeda usia. Oleh sebab itu. piringan hitam. Pesan-pesan yang ditayangkan melalui media elektronik dapat mengarahkan masyarakat ke arah perilaku prososial maupun antisosial. Pada awalnya. dilihat di televisi atau internet telah melalui suatu saringan (filter) dan seleksi dari pengelola media itu untuk berbagai kepentingannya. video. televisi. informasi atau pesan (message) yang ditampilkannya sebagaimana dapat dibaca di surat kabar atau majalah. kaset.

Dengan membaca surat kabar atau menonton TV. Tidaklah berlebihan kiranya apabila abad ke -21 disebut sebagai abad komunikasi massa. dan diatur secara formal. yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. JENIS SOSIALISASI Berdasarkan jenisnya. Media masa yang paling berpengaruh dalam sosialisasi adalah televisi. Pesatnya perkembangan media informasi dan komunikasi. Dalam kedua institusi tersebut. kiranya tidak dapat dipungkiri lagi bahwa pada masa kini pertemuan orang dengan media massa sudah tidak dapat dielakkan lagi. Bimbingan orang tua atau guru dalam menyikapi dan menikmati informasi yang dimuat dalam media masa sangat diperlukan. terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu kurun tertentu. cakrawala pengetahuan minat dan cara panjang seseorang akan diperluas. baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software). 7 . hingga pendidikan. pembentukan opini publik. Menurut Goffman kedua proses tersebut berlangsung dalam institusi total. akan membawa perubahan peranan sebagai penyampai pesan/informasi.atau ekonomi. Terlepas dari berbagai kepentingan yang melatarbelakangi pemunculan suatu informasi atau pesan yang disajikan oleh media massa. bersama-sama menjalani hidup yang terkukung. terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama. Dengan bimbingan orang tua dan guru diharapkan anak-anak terhindar dari pengaruh negatif pemberitaan media masa dan sekaligus dapat menyerap hal-hal positif dari media massa. kekuasaan atau politik. sosialisasi dibagi menjadi dua: sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). hiburan.

y Sosialisasi sekunder Sosialisasi sekunder adalah proses selanjutnya yang memperkenalkan individu ke dalam lingkungan di luar keluarganya. Sosialisasi primer merupakan tempat menanamkan nilai-nilai budaya yang dianut keluarganya dalam hal aturan-aturan keluarga. Termasuk di dalamnya praktik cuci otak (brainwashing) yang sering dilakukan para teroris terhadap jaringan barunya. seseorang mengalami 'pencabutan' identitas diri yang lama. agama.y Sosialisasi primer Peter L. rumah singgah. dan masyarakat. Di lembaga-lembaga itu. individu tidak mempunyai hak untuk memilih agen sosialisasinya. Sosialisasi primer akan mempengaruhi seorang anak untuk membedakan dirinya dengan orang lain yang berada di sekitarnya seperti ayah. seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. individu tidak dapat menghindar untuk menerima dan menginternalisasi cara pandang keluarga. ibu. Beberapa lembaga yang ada dalam masyarakat berfungsi melaksanakan proses resosialisasi terhadap anggota masyarakat yang berperilaku menyimpang baik yang berkadar ringan sampai berkadar berat antara lain: penjara. Sedangkan dalam proses desosialisasi. seperti : sekolah. nilai-nilai dan cara hidup yang telah menjadi milik seseorang karena tidak sesuai dengan norma dan nilai 8 . rumah sakit jiwa. Berger dan Luckmann mendefinisikan sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (keluarga). Sosialisasi primer berlangsung saat anak berusia 1-5 tahun atau saat anak belum masuk ke sekolah. dan lingkungan kerja. lingkungan bermain. Salah satu bentuknya adalah resosialisasi dan desosialisasi. dan saudara. pendidikan militer dan sebagainya . Dalam tahap ini. Dalam proses resosialisasi.

sahabat. seorang siswa bergaul 9 . anggota klub. pendidikan militer dan lingkungan kerja. dari dunia kerja ke kehidupan pensiunan. Pada proses ini. dan sebagainya. Dalam lingkungan formal seperti di sekolah. norma dan peranan -peranan yang harus dipelajari oleh masyarakat. dari dunia sekolah ke dunia kerja. TIPE SOSIALISASI Ada 2 tipe sosialisasi. Sosialisasi Informal Terjadi di masyarakat atau dalam pergaulan yang bersifat kekeluargaan. Sosialisasi ini terjadi menjelang kita beralih dari suatu jenjang pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. dicabut (disosialisasi) dan digantikan dengan nilai-nilai dan cara hidup baru yang sesuai dengan harapan sebagian besar masyarakat (resosialisasi). 2. dan kelompok sosial yang ada di dalam masyarakat. Baik sosialisasi formal maupun sosialisasi informal tetap mengarah kepada pertumbuhan pribadi anak agar sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku di lingkungannya. Seperti antar teman. individu dipersiapkan untuk perubahan status dan peran yang baru. Bentuk yang kedua adalah sosialisasi antisipatoris. Seperti sekolah. yakni : 1. Sosialisasi Formal Terjadi melalui lembaga yang dibentuk oleh pemerintah dan masyarakat yang memiliki tugas khusus dalam mensosialisasikan nilai.serta harapan sebagian besar masyarakat.

7) Anak memerhatikan harapan orang tua. Adapun ciri-ciri sosialisasi represif di antaranya adalah sebagai berikut. yaitu sosialisasi yang menekankan penggunaan hukuman terhadap kesalahan. Siswa juga diharapkan mempunyai kesadaran dalam dirinya untuk menilai dirinya sendiri. 5) Komunikasi nonverbal atau komunikasi satu arah yang berasal dari orang tua. ia mengalami proses sosialisasi. 4) Perintah sebagai komunikasi. siswa akan disadarkan tentang peranan apa yang harus ia lakukan. 6) Sosialisasi berpusat pada orang tua. 10 . Misalnya. Sosialisasi represif.dengan teman sekolahnya dan berinteraksi dengan guru dan karyawan sekolahnya. apakah saya ini termasuk anak yang baik dan disukai teman atau tidak? Apakah perliaku saya sudah pantas atau tidak? Meskipun proses sosialisasi dipisahkan secara formal dan informal. 3) Kepatuhan anak kepada orang tua. namun hasilnya sangat sulit untuk dipisah-pisahkan karena individu biasanya mendapat sosialisasi formal dan informal sekaligus. 1) Menghukum perilaku yang keliru. POLA SOSIALISASI MENURUT JAEGER 1. Dalam interaksi tersebut. 2) Adanya hukuman dan imbalan materiil. 8) Dalam keluarga biasanya didominasi orang tua. dengan adanya proses soialisasi tersebut.

8) Dalam keluarga biasanya mempunyai tujuan yang sama. 11 . tidak dapat mengambil suatu keputusan. 1) Memberikan imbalan bagi perilaku baik. 3) Otonomi anak. Anak tidak dapat membentuk sikap mandiri dalam bertindak sesuai dengan perannya. 4) Interaksi sebagai komunikasi. yang menekankan pemberian imbalan ketika berperilaku baik. dan µtidak boleh ini dan itu¶ akan selalu terngiang-ngiang dalam pikirannya. 5) Komunikasi verbal atau komunikasi dua arah. Seorang anak yang sejak kecil selalu dikendalikan secara berlebihan oleh orang tuanya. Sosialisasi partisipatif memiliki ciri-ciri antara lain sebagai berikut. Kata-kata µharus¶. baik dari anak maupun dari orang tua. setelah dewasa ia tidak akan berani mengembangkan diri. 2) Hukuman dan imbalan bersifat simbolis. 2. kebalikan dari sosialisasi represif. Sosialisasi partisipatoris. 6) Sosialisasi berpusat pada anak. 7) Orang tua memerhatikan keinginan anak. Sikap orang tua yang otoriter dapat menghambat pembentukan kepribadian seorang anak. dan akan selalu bergantung pada orang lain. µjangan¶.Sosialisasi represif umumnya dilakukan oleh orang tua yang otoriter.

sehingga proses penerimaan nilai dan norma juga masih dalam tataran yang paling sederhana. 12 . individu sebagai calon anggota masyarakat dipersiapkan dengan dibekali nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pedoman bergaul dalam masyarakat oleh lingkungan yang terdekat. Pada tahap ini juga anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna. Self. dan sebagainya. a. and Society from The Standpoint of Social Behaviorist (1972) berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat diklasifikasikan melalui tahap-tahap berikut ini. kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini.TAHAP SOSIALISASI Penyesuaian diri terjadi secara berangsur-angsur. yaitu keluarga. b. Lingkungan yang memengaruhi termasuk individu yang berperan dalam tahapan ini relatif sangat terbatas. Dengan melandaskan pemikirannya pada Teori Peran Sosial. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang nama diri dan siapa nama orang tuanya. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan orang-orang yang jumlahnya banyak telah juga mulai terbentuk. seiring dengan perluasan dan pertumbuhan pengetahuan serta penerimaan individu terhadap nilai dan norma yang terdapat dalam lingkungan masyarakat. kakaknya. Tahap Persiapan (Preparatory Stage) Tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan oleh seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari dirinya. Dalam tahap ini. Dengan kata lain. George Herbert Mead dalam bukunya yang berjudul Mind. Tahap Meniru (Play Stage) Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran -peran yang dilakukan oleh orang dewasa. saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya.

kemampuan bekerja sama. Untuk lebih mudah memahami tahapan-tahapan sosialisasi yang telah kita bahas di atas. anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan. individu dinilai sudah mencapai tahap kematangan untuk siap terjun dalam kehidupan masyarakat. Tahap Siap Bertindak (Game Stage) Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. 13 . bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya. berikut ini disajikan dalam bentuk tabel. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. dia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya. sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Pada tahap ini individu mulai berhubungan dengan temanteman sebaya di luar rumah. Bersamaan dengan itu. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.c. Dengan kata lain. Tahap Penerimaan Norma Kolektif (Generalizing Stage) Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. tetapi juga dengan masyarakat secara luas. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap mulai dipahami. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat. Dalam tahap ini. d.

misalnya karena ia anak hasil hubungan di luar pernikahan. Isolasi sosial ini disengaja dan membentuk kerusakan permanen dalam perkembangan otak anak. Isolasi adalah keadaan dimana individu atau kelompok mengalami atau merasakan kebutuhan atau keinginan untuk meningkatkan keterlibatan dengan orang lain tetapi tidak mampu untuk membuat kontak (Carpenito.ISOLASI SOSIAL Saat seorang anak diasingkan dari kehidupannya. yang dimanivestasikan dengan sikap memisahkan diri. Maka anak itu mengalami yang namanya isolasi sosial. 1998). 14 . ia disimpan dalam kamar pengap dalam rumahnya dan tidak dibolehkan keluar. 1998) Isolasi sosial adalah suatu keadaan kesepian yang dialami oleh seseorang karena orang lain menyatakan sikap yang negatif dan mengancam (Towsend. Individu merasa bahwa ia kehilangan hubungan akrab dan tidak mempunyai kesempatan untuk membagi perasaan. Anak itu tetap diberi makan dan pakaian untuk bertahan hidup namun diharamkan keluar untuk bersosialisasi. pikiran dan prestasi atau kegagalan. Ia mempunyai kesulitan untuk berhubungan secara spontan dengan orang lain. tidak ada perhatian dan tidak sanggup membagi pengalaman dengan orang lain (DepKes.1998) Seseorang dengan perilaku menarik diri akan menghindari interaksi dengan orang lain.

1993. Rasa terpencil ini bisa juga ada saat berada di tengah orang banyak. Penelitian menunjukkan. tapi orang-orang itu tidak sesuai pendidikan. yaitu kehilangan suatu hubungan yang diharapkan dengan orang lain. seperti kemampuan berbahasa. dan rendah diri. ada bagian dari otak yang tidak akan berkembang dan rusak secara permanen jika isolasi itu terjadi pada masa kanak-kanak dimana beberapa kemampuan. Manusia yang terpencil di luar masyarakat manusia. dan sebagainya.Perilaku menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain. Perlakuan ini akan membentuk dirinya yang represif. agama. biasanya mengalami kemunduran dalam hidupnya karena sifat-sifat kemanusiaannya tak sempat berkembang. Seorang anak akan tumbuh namun kemampuan dasarnya akan seperti anak kecil²seperti keterbelakangan atau kemunduran mental hasil pendidikan yang terlambat dilaksanakan. penuh tekanan. Di sini dikenal yang namanya terpencil. Cara menghukum pun sering didasarkan atas rasa terpencil ini. Ia mengisolasi atau menutup dirinya dari orang lain. seharusnya dipelajari. Dia akan dijauhi dan diperlakukan berbeda oleh orang-orang. Begitu pun saat ia diisolasi oleh lingkungan sekitarnya. Orang seperti ini terkandung di dalam jiwanya sifat pemberontak walaupun orang akan menilainya sebagai orang yang dingin. Namun. golongan. menghindari hubungan dengan orang lain. Harlows membuktikan hal ini dengan penelitiannya pada anak kera. manusia dapat bangkit dari proses isolasi dalam jangka waktu pendek. dikutip Budi Anna Keliat). 15 . Dia tidak akan tumbuh dewasa dan biasanya mati muda. Berbeda halnya jika dia yang menjauhi temantemannya. (Rawlins.

Melalui interaksi orang dapat belajar tentang pola perilaku yang tepat serta belajar hak. Lingkungan dimana ia tinggal sangat berpengaruh pada sosialisasi. Lingkungan/sarana sosialisasi : potensi manusia tidak dapat berkembang secara otomatis melainkan memerlukan lingkungan sosial yang tepat. nakal dan sebagainya. Kesiapan atau kematangan pribadi seseorang. merumuskan dan memahami kebudayaan. bahasa. Faktor Intrinsik : faktor yang berasal dari dalam diri individu 1) 2) 3) Fisik manusia Bakat-bakat individu IQ atau kecerdasan 16 . Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh : interaksi dengan sesama. pertumbuhan sosial dan emosional. suka berontak. Faktor yang mempengaruhi proses sosialisasi a. Lingkungan yang ³buruk´ akan mempengaruhi perkembangan pribadinya. Contoh dari keluarga ³broken home´ akan berpengaruh negatif pada perkembangan pribadi anak seperti rendah diri. y Interaksi dengan sesama: dalam interaksi diperlukan pertumbuhan kecerdasan.ASPEK-ASPEK YANG MEMPENGARUHI SOSIALISASI 1. 2. Pendidikan yang diberikan pada anak mensyaratkan bahwa sosialisasi memerlukan kesiapan dalam menjalani proses tersebut yaitu potensi manusia untuk belajar dan kemampuan berbahasa. mempelajari pola-pola kebudayaan dan berpartisipasi dalam masyarakat. y Bahasa: bahasa digunakan untuk mempelajari simbol-simbol kebudayaan. memahami gagasan yang kompleks dan menyatakan pandangan maupun nilai seseorang. y Cinta/kasih sayang: cinta sangat diperlukan untuk kesehatan mental dan fisik seseorang. kewajiban dan tanggung jawab. dan cinta/kasih sayang.

agar sesuai dengan harapan 17 . Pendidik memegang peranan penting dalam menyukseskan misi ini. disamping itu pendidikan mencoba untuk membentuk nilai-nilai remaja agar sesuai dengan nilai-nilai orang dewasa dan mengembangkan keterampilan sosial dan kecakapan sosial.b. Pendidikan juga berfungsi menanamkan nilai-nilai sosial kemasyarakatan pada diri anak. Setidaknya terdapat tiga buah upaya resosialisasi remaja delinkuen: Yang pertama adalah pendidikan. satu kesalahan yang dilakukan remaja tidak berarti menjadikannya seseorang yang dipandang bukan lagi manusia. sebuah upaya untuk menjadikan seorang remaja memahami fungsinya sebagai bagian dari lingkungan sosial. dia tetap menusia sempurna yang mempunyai hak dan kewajiban sebagai makhluk mulia. pendidik dipandang sebagai dinamisator dan motivator perkembangan mental remaja. Satu hal yang pasti adalah usaha untuk melakukan sosialisasi kembali remaja pelaku perilaku menyimpang untuk kembali ke lingkungan sosial masyarakatnya mutlak diperlukan. Faktor Ekstrisik : faktor yang berasal dari luar diri individu 1) 2) 3) 4) 5) 6) Kondisi lingkungan keluarga Kondisi lingkungan masyarakat setempat Kondisi lingkungan pergaulan Kondisi lingkungan pendidikan Kondisi lingkungan pekerjaan Kondisi masyarakat luas UPAYA RESOSIALISASI PELAKU PERILAKU MENYIMPANG Membuang pelaku perilaku atau menjauhkannya adalah satu tindakan yang tidak bijak ditinjau dari segi manapun.

18 . Pendidik juga berperan dalam membangun sistem kepercayan. penghargaan dan ketetapan yang terjadi dibawah sadar para remaja tentang tindakan yang benar dan yang salah. untuk memastikan satu individu berusaha sesuai dengan harapan masyarakat. Zimbardo dalam Phsycology and Life (1985) tentang nilainilai moral. Prof. Yang kedua adalah mengembangkan dinamika kelompok. secara psikologis menurut piaget (1969) masa remaja adalah usia dimana anak tidak lagi merasa dibawah tingkat orang -orang yang lebih tua melainkan berada dalam tingkatan yang sama. Erikson (1964) menambahkan bahwa identitas diri yang dicari remaja berupa usaha untuk menjelaskan siapa dirinya dan apa perannya dalam masyarakat. mengutip perkataan Futler. Dan yang ketiga adalah keterampilan. eksistensi muda sebagai keseluruhan merupakan masalah moral yang dalam hal ini harus dilihat sebagai hal yang bersangkutan dengan nilai-nilai. Knoers dan DR. Sri Rahayu dalam Psikologi Perkembangan (1982) mengatakan masa remaja adalah fase perantara untuk anak dalam memasuki dunia nyata dan menunaikan tugas sosial. sekurang-kurang nya dalam masalah hak. termasuk juga perubahan intelektual yang mencolok. Monk. Integrasi dalam masyarakat (dewasa) mempunyai banyak aspek efektif. Tranformasi intelektual yang khas dari cara berpikir remaja ini memungkinkan remaja untuk mencapai integrasi dalam hubungan sosial orang dewasa. yang meninjau dari sudut pandang fenomenologis mereka mengutarakan bahwa masa tingkah laku moral yang sesungguhnya baru akan timbul pada masa remaja sebagai periode masa muda yang harus dihayati untuk dapat mencapai tingkah laku moral yang otonom. Prof. Kurang lebih berhubungan dengan masa puber.masyarakatnya (The Ideal Society Hope) dengan melaksanakan tugas-tugas perkembangan yang diamanatkan lingkungan sosial kepada para remaja. hal ini sesuai yang dikatakan Philip G.

Waktu kecil dulu. Tapi perlahan. 19 . banyak hal yang kami lakukan bersama teman. kami selalu mengikuti apa yang diajarkan oleh orang. Sosialisasi formal yang terjadi direkatkan dengan sosialisasi informal dengan seringnya kami berkunjung ke rumah teman dan pergi bersama. kami mencari orang-orang yang bisa dijadikan sahabat. dan diatur secara formal. Saat kami diterima di dunia perkuliahan. misalnya kami dapat meniru orang tua kami pergi bekerja. masa yang paling indah adalah masa SMA. Di sini justru pergaulan kami lebih luas. Merekalah agen-agen sosialisasi yang kami maksud dengan teman sebaya. sistem belajar baru. kami lebih selektif memilih teman meskipun awalnya saat antusias berkawan. kami lebih banyak mengalami sosialisasi partisipatoris oleh orang tua dan saudarasaudara. Itu karena UI menampung banyak orang dari banyak tempat. Di keluarga pun. Memang benar kata orang. proses sosialisasi harus kami jalani dalam lingkup yang lebih luas. Proses itu begitu membentuk pribadi kami dan jadi fondasi dasar kehidupan kami Kehidupan SMA agak berbeda karena kami mengalami proses pendewasaan. bersama-sama menjalani hidup yang terkukung. orangorang baru dan guru-guru yang harus kami panggil dosen. Sosialisasi itu berlanjut hingga kami SD dan SMP. main bersama dan sebagainya. waktu pun berlalu dan kami siap masuk sekolah. seperti makan bersama. Saat itu. Saat TK. Di sini kami dikenalkan pada lingkungan yang baru. berbeda dengan konsep total institusi yang terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu kurun tertentu. kami sering sekali meniru apa yang dikerjakan oleh orang tua atau orang terdekat.BAB III PENGALAMAN ANGGOTA KELOMPOK Pada waktu kecil. Masa itu adalah masa kami bermain di lingkungan formal.

Telah dibahas secara gamblang pula aspek-aspek yang mempengaruhi sosialisasi seperti cinta kasih. 20 . Masih banyak teori tentang sosialisasi ini yang berkembang dan akan terus berkembang. Faktor-faktor intrinsik dan ekstrinsik juga telah kita bahas. sosialisasi partisipatoris dan represif. sosialisasi sekunder yang di dalamnya ada proses desosialisasi dan resosialisasi.BAB IV KESIMPULAN Dari pembahasan di atas kita dapat mengetahui teori-teori tentang sosialisasi. tahapan-tahapan dalam hidup oleh Erik. Teori cermin diri. Kita juga mengenal isolasi sosial sebagai lawan dari sosialisasi. generalisasi. Mereka selalu membutuhkan orang lain untuk hidup dan mencapai kepentingan mereka. bahasa dan interaksi sesama. proses resosialisasi terhadap pelaku perilaku menyimpang (delinkuen) telah diuraikan panjang lebar. Sosialisasi akan selalu berulang dalam kehidupan manusia normal. sosialisasi formal dan informal. Yaitu keadaan dimana individu dikucilkan atau mengucilkan diri dari sekitarnya. Agen yang pertama dan utama adalah keluarga. dan media massa. teman bermain. dari pembahasan di atas pula kita dapat mengetahui tujuan sosialisasi yang intinya memfungsikan kembali fungsi sosial seseorang. Konsep sosialisasi di atas sekiranya dapat mencerahkan kita semua tentang dasar-dasar sosialisasi. Seperti sosialisasi primer yang kita dapatkan sejak dini. kemudian sekolah. Kita pun mengenal agen-agen dalam sosialisasi. Manusia pun melalui proses-proses sosialisasi dalam hidupnya yang kami ambil dari teorinya Mead. Kita pun jadi mengerti istilah-istilah dalam sosialisasi. teknik brainwashing. dan lainnya. Terakhir.

http://bisniszakir. Jakarta: PT Bina Aksara. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. 1983.gunadarma.com/doc/14617066/MEDIA-MASSA-SEBAGAI-MEDIASOSIALISASI http://www. Shadily. Chester L. Paul. Sosiologi Suatu Pengantar. Pengantar Sosiologi (Edisi Revisi). Sunarto. dan Simamora. 2004. Tokyo: McGraw-Hill. Jakarta: PT Rineka Cipta.scribd.com/bse/sosialisasi-2 http://wartawarga. Drs. Horton dan Hunt.id/2009/11/sosialisasi-masyarakat/ http://www. Sosiologi untuk Masyarakat Indonesia.ac.com/doc/27151136/BAB-1-PENDAHULUAN-1-Latar-BelakangSosialisasi 21 . Hassan. 1993.scribd.DAFTAR PUSTAKA Cohen. Kamanto. Sociology Edisi Keenam (International Student Edition). 1984.com/?MATERI_SOSIOLOGI_KLS_X http://gurumuda. Bruce J. Sahat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->