PEDOMAN EJAAN YANG DISEMPURNAKAN

Secara lengkap ketentuan penulisan dengan ejaan yang disempurnakan dapat dipelajari dalam buku ‘Pedoman
Umum EYD’. Yang dikemukakan dalam handout ini sangat terbatas karena hanya berdasarkan kesalahan umum yang sering dilakukan para siswa. 1. Penulisan kalimat langsung : Sebelum berangkat bapak berpesan, “Jaga rumah baik-baik, Bu!” “Tujuan saya membuat penelitian ini,” katanya menjelaskan, “adalah untuk melengkapi skripsi saya.” “Saya kurang sependapat dengan Anda,” katanya. “Barangkali sebaiknya kita minta pendapat orang ketiga.” “Ketika pintu kubuka, kudengar adik berseru, ‘Mama, kakak pulang!’, dan letihku pun lenyap seketika,” ujar Rudy. “Kalian dengar suara ‘plung’ tadi?” tanya Pak Sofyan. “Dengar, Pak!” jawab kami serempak. 2. Penulisan tentang sesuatu yang berhubungan dengan

agama, kitab suci, dan nama Tuhan termasuk kata gantinya : Meskipun Rina beragama Kristen, ia membaca juga kitab Weda. Bimbinglah hamba-Mu ini, ya Tuhan Yang Mahakuasa, ke jalan yang Engkau beri rahmat. Kita hanya bisa mengharapkan pertolongan dari Tuhan Yang Maha Pengasih. Masalah-masalah kekristenan dibahas secara mendalam dalam seminar itu. 3. Penulisan gelar kehormatan : Tidak seorang pun melupakan jasa-jasa Raden Ajeng Kartini.

-

Walaupun bergelar raden ajeng, ia tak pernah menyombongkan diri. Pemimpin yang dihormati di Yogyakarta adalah Sultan Hamengku Buwono. Negara kita dipimpin oleh seorang presiden. Hasanuddin, sultan Makasar, digelari Ayam Jantan dari Timur. Brigardir Jenderal Waluyo baru saja dilantik menjadi mayor jenderal.

4. Penulisan nama bangsa, suku, bahasa, nama hari, bulan, tahun, dan peristiwa sejarah : Bencana alam yang terjadi di Aceh merupakan peringatan dari Tuhan kepada bangsa Indonesia. Ada banyak suku di Indonesia, misalnya suku Sunda, suku Dayak, maupun suku Jawa. Di sekolah ini pelajaran bahasa Inggris sangat diutamakan. Pada tahun 1997 yang lalu, hari Idul Fitri dan hari Natal samasama jatuh di bulan Desember. Sejarah kekristenan pernah ternoda oleh peristiwa Perang Salib. 5. Penulisan nama khas dalam geografi : Di Indonesia terdapat banyak danau, salah satu yang terkenal adalah Danau Toba. Jangan lengah jika kamu berada di jalan yang ramai itu karena kabarnya Jalan Diponegoro sering ‘makan’ korban. Saat ini sungai-sungai di Kota Jakarta sudah tercemar, lebihlebih Sungai Ciliwung. 6. Penulisan nama lembaga, dokumen resmi, dan judul buku :

Perbedaan penulisan antara kata depan dengan awalan di dan ke .- Semua undang-undang untuk mengatur negara ini merupakan penjabaran dari Undang-Undang Dasar Republik Indonesia. 8. Ia salah seorang kandidat pemimpin sebuah departemen pemerintahan di republik ini. - - . Sekali pun aku tak pernah pergi bersamanya. Sekalipun badannya besar. acara tetap berlangsung. Pertanggungjawaban yang dibacakan presiden kurang memuaskan rakyat. Kabarnya keberadaan Departemen Penerangan akan ditiadakan. tetapi nyalinya kecil. Siapa pernah membaca buku “Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma”? Pelajaran Ekonomi untuk Sekolah Lanjutan 7. Penulisan kata gabung: - Bus antarkota itu setiap hari sarat penumpang. serta partikel pun : Letakkan barang ini di atas meja yang tinggi agar tidak dipegang-pegang oleh adikmu! Diatas hal-hal yang berkaitan dengan materi. Tidak seorang pun di tempat ini mampu melakukan hal itu. Ia pergi ke gereja untuk mencari kedamaian hati. Ayahnya seorang purnawirawan ABRI. Kita harus menjadi remaja bertanggung jawab. ia dikenal juga sebagai artis. kita harus juga mengutamakan sesuatu yang bersifat rohani. Siapa nama gadis yang duduk di sampingmu itu? Disamping sebagai guru. Setiap kata yang dianggap penting perlu digarisbawahi. Walaupun hujan. Semoga Yang Mahaesa mengabulkan doa Anda.

Penulisan kalimat dengan tanda baca koma. - titik dua : - - 11. Uang lima ribuan kabarnya akan ditarik dari peredaran. titik koma. dan tinta. - - 10. Satu. pena. Saya anak ke-2 dari tiga bersaudara. Saat ini Yogyakarta dipimpin oleh Sultan Hamengku Buwono X. Lima puluh peserta akan meramaikan acara itu. …mulai! Fakultas itu mempunyai dua jurusan. anakku belum juga pulang. tiga. Malam makin larut. … telah dikenal sebagai alat pertahanan yang canggih. Para gubernur se-Indonesia berkumpul di tempat itu mengadakan pertemuan. Acara itu akan diramaikan oleh 50 peserta. Pada abad kedua puluh inilah puncak kemerosotan moral. - . yaitu Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan. Malam makin larut. dua.9. Fakultas itu mempunyai dua jurusan : Ekonomi Umum dan Ekonomi Perusahaan. Pipinya yang kemerah-merahan itu sangat menggemaskan. Penulisan kata yang memerlukan tanda hubung (-) : … telah dikenal sebagai alat pertahanan yang canggih. dan Saya membeli kertas. … telah dikenal sebagai alat pertahanan yang canggih. tetapi anakku belum juga pulang. Penulisan kata bilangan : - Peristiwa mengenaskan itu terjadi sekitar tahun 60-an.

12. Huruf Aa Bb Cc Dd Ee Ff Gg Hh Ii . Penulisan kalimat yang memerlukan tanda elipsis (…) Kalau begitu … baiklah saya maafkan kamu. Huruf Abjad Abjad yang digunakan dalam ejaan bahasa Indonesia terdiri atas huruf yang berikut. PEMAKAIAN HURUF I. 000 I. Penulisan kalimat dengan arti khusus atau bermakna konotasi : Analisisnya terhadap puisi “Doa” karya Chairil Anwar benarbenar ‘mendalam’. PEMAKAIAN HURUF A. Nama tiap huruf disertakan di sebelahnya. 13. Jangan sampai kita ‘tercerabut’ dari akar budaya sendiri. Saya sudah mengerti bahwa…. - KTP-nya hilang dua hari yang lalu.

dan oi. . q. v. m. n. Huruf Vokal Huruf yang melambangkan vokal dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf a. D. dan u. h. l. d. p. o. ng. r. E.Jj Kk Ll Mm Nn Oo Pp Qq Rr Ss Tt Uu Vv Ww Xx Yy Zz B. ny. dan z. yaitu kh. t. x. f. k. s. g. Gabungan Huruf Konsonan Di dalam bahasa Indonesia terdapat empat gabungan huruf yang melambangkan konsonan. y. dan sy. c. i. au. Huruf Diftong Di dalam bahasa Indonesia terdapat diftong yang dilambangkan dengan ai. w. e. C. Huruf Konsonan Huruf yang melambangkan konsonan dalam bahasa Indonesia terdiri atas huruf-huruf b. j.

termasuk awalan yang mengalami perubahan bentuk serta partikel yang biasanya ditulis serangkai dengan kata dasarnya. 2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung 3. PEMAKAIAN HURUF KAPITAL DAN HURUF MIRING A. keturunan. Misalnya: ba-pak. Diposkan oleh www. Pemenggalan kata pada kata dasar dilakukan sebagai berikut. in-fra 2. Gabungan huruf konsonan tidak pernah diceraikan. 6. Jika di tengah kata ada huruf konsonan yang berurutan. pemenggalan dilakukan sebelum huruf konsonan. 5. 4. Jika di tengah kata ada huruf konsonan. bu-ah b. a. pemenggalan dilakukan di antara kedua hufur konsonan itu. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa. di antara dua buah huruf vokl. sa-at. Misalnya: ma-in.blogspot. termasuk gabungan huruf konsonan.com di 05:00 II. ba-rang. termasuk kata ganti untuk Tuhan.F. nama instansi. suku . PEMAKAIAN HURUF KAPITAL DAN HURUF MIRING II. pemenggalan itu dilakukan di antara kedua huruf vokal itu.mahmudbahasasastra. pemenggalan dilakukan di antara huruf konsonan yang pertama dan huruf konsonan yang kedua. Imbuhan akhiran dan imbuhan awalan. atau nama tempat. 7. Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih. som-bong d. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang. ke-nyang c. dapat dipenggal pada pergantian baris. dan keagamaan yang diikuti nama orang. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci. Jika di tengah kata ada vokal yang berurutan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu. Pemenggalan Kata 1. Huruf kapital atau huruf besar dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat. Misalnya: man-di. Huruf Kapital atau Huruf Besar 1. Misalnya: in-strumen.

Jika bentuk dasar berupa gabungan kata. PENULISAN KATA III. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan kata nama ilmiah atau ungkapan asing kecuali yang telah disesuaikan ejaannya. kantor B. PENULISAN KATA A. dan sapaan. lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. ke. sisipan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun. saudara. Jika bentuk dasar yang berupa gabungan kata mendapat awalan dan akhiran sekaligus. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk mengaskan atau mengkhususkan huruf. surat kabar. yang. dari. 9. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak. penetapan 2. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata di dalam nama buku. atau kelompok kata. 11. bulan. Kata Turunan 1. awalan atau akhiran ditulis serangkai dengan kata yang langsung mengikuti atau mendahuluinya. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan. majalah. majalah. ibu. dan judul karangan. kakak. dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan. lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan. hari raya.com di 04:59 III. percaya. unsur gabungan kata itu ditulis serangkai. 10. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar. serta dokumen resmi. garis bawahi 3. B. dan surat kabar yang dikutip dalam tulisan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda. kecuali kata seperti di. Misalnya: bertepuk tangan. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi. adik. Huruf miring dalam cetakan dipakai untuk menuliskan nama buku. penghacurleburan . Mislanya: menggarisbawahi. pangkat. Diposkan oleh www. hari. 8. dan peristiwa sejarah.bangsa. serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan. Kata Dasar Kata yang berupa kata dasar ditulis sebagai satu kesatuan. dan. 15. dan bahasa. 3. 2.blogspot. 12. Huruf Miring 1. dan untuk yang tidak terletak pada posisi awal. bergeletar. Imbuhan (awalan. Misalnya: dikelola. 14. Misalnya: ibu. akhiran) ditulis serangkai dengan kata dasarnya. 13. kata.mahmud-bahasasastra. bagian kata.

Lambang kimia. Kata Depan di. rumahmu. mahasiswa. 2. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan. takaran. ke. -kah. dan –nya ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. manasuka E. Misalnya: DPR c. dari Banjarmasin G.S. Misalnya: sang Kancil. Partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. dapat ditulis dengan tanda hubung untuk menegaskan pertalian di antara unsur yang bersangkutan. atau pangkat diikuti dengan tanda titik. jabatan. timbangan. Kata Ganti –ku. termasuk istilah khusus. d. orang tua. Misalnya: Cu. nama gelar. termasuk istilah khusus.ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. gerak-gerik D. Partikel per yang berarti ‘mulai’. mancanegara C. I. Singkatan nama orang orang. ia tetap kurus. Misalnya: kumiliki. bukuku. gabungan kata itu ditulis serangkai. serta nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti dengan tanda titik. dan mata uang tidak diikuti tanda titik. si pengirim H. ke. Misalnya: Bacalah buku itu baik-baik. yang mungkin menimbulkan kesalahan pengertian. dan ‘tiap’ ditulis terpisah dari bagian kalimat yang mendahului atau mengikutinya. Misalnya: …per 1 April. Misalnya:A. Misalnya: dll. Singkatan ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. dan dari Kata depan di. Misalnya: acapkali. Misalnya: adipati. Gabungan kata. badan atau organisasi. Kramawijaya b. sapaan. -mu. Misalnya: anak-anak. Gabungan kata yang lazin disebut kata majemuk. Gabungan kata berikut ditulis serangkai. -mu. Jika salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai dalam kombinasi.dan kau. bajunya F. -ku. dan –nya Kata ganti ku. singkatan satuan ukuran. dan -tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Misalnya: di lemari ke pasar. matahari. dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.4. Singkatan dan Akronim 1. Misalnya: duta besar. kambing hitam 2. Rp . Gabungan Kata 1. a. kauambil. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Misalnya: alat pandang-dengar 3. Partikel 1. 3. kau-. Bentuk Ulang Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. Paratikel –lah. TNT. unsur-unsurnya ditulis terpisah. Kata si dan sang Kata si dan sang ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya. ‘demi’. Misalnya: Apa pun yang dimakannya.

PENULISAN UNSUR SERAPAN . dan (iv) kuantitas. PENULISAN UNSUR SERAPAN IV. rapim J. apartemen. Misalnya: Jalan Tanah Abang I No. Misalnya: Perusahaan itu baru saja mendapat pinaman 250 juta rupiah. (iii) nilai uang. Angka lazim dipakai untuk melambangkan nomor jalan. seperti dalam perincian dan pemaparan. luas. Misalnya: 0. 11. Bilangan pecahan. Penulisan lambang bilangan dengan huruf dilakukan sebagai berikut.75 (sembilan ratus sembilan puluh sembilan dan tujuh puluh lima perseratus rupiah). Misalnya: Kantor kami memunyai dua puluh orang pegawai. Misalnya: Bab X. IKIP b.5 sentimeter. uang 5000-an 8. Misalnya: Saya lampirkan tanda uang sebesar Rp 999. Di dalam tulisan lazim digunakan angka Arab atau angka Romawi. LAN. Tingkat V. Akronim ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal. Angka dipakai untuk menyatakan lambang bilangan atau nomor. Angka digunakan juga untuk menomori bagian karangan dan ayat kitab suci. Jika perlu. Pasal 5. a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. a. dan isi. tiga dua pertiga 6. 10. penulisannya harus tepat. Angka yang menunjukkan bilangan utuh yang besar dapat dieja sebagian supaya lebih mudah dibaca. Penulisan lambang bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara yang berikut. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf. Abad ke-20 7. Bilangan utuh. Angka Arab: 0. Angka digunakan untuk menyatakan (i) ukuran panjang. Misalnya: tahun ’50-an. Akronim yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf. gabungan suku kata ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata. 12. Misalnya: dua puluh dua. radar. II 2. halaman 252 5. berat. 9. Misalnya: Amir menonton drama itu sampai tiga kali. ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. rumah.mahmud-bahasasastra. 100 yen 3. (ii) satuan waktu. dua ratus dua puluh dua b. Bappenas c. Misalnya: seperenam belas.com di 04:53 IV. suku kata. Misalnya: pemilu. Misalnya: Pak Darmo mengundang 250 orang tamu.2. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital Misalnya: Akabri. Diposkan oleh www. 15 4. Bab II. Bilangan tidak perlu ditulis dengan angka dan huruf sekaligus dalam teks kecuali di dalam dokumen resmi seperti akta dan kuitansi.blogspot. 2 Angka Romawi: I. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata ditulis dengan huruf kecuali jika beberapa lambang bilagan dipakai secara berurutan. sesunan kalimat diubah sehingga bilangan yang tidak dapat dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat pada awal kalimat. Jika bilangan dilambangkan dengan angka dan huruf. Penulisan lambang bilangan yang mendapat akhiran –an mengikuti cara yang berikut. atau kamar pada alamat. Misalnya: Paku Buwono X. 1. Angka dan Lambang Bilangan 1. Misalnya: ABRI.

. kalimat efektif dan kalimat yang baik dan benar. unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Tanda Titik Dua (:) E. Tanda Petik ( “…” ) M. PEMAKAIAN TANDA BACA V. baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing seperti Sansekerta. Meskipun banyak di antara kita pernah membaca atau bahkan menulis karya ilmiah. kemampuan kita mengenali atau menulis dengan kalimat yang baku masih sedikit yang memilikinya. Tanda Garis Miring (/) O. PEMAKAIAN TANDA BACA A. Kalimat baku adalah sebuah kalimat standar yang dipergunakan dalam penulisan karya ilmiah. 2009 by aiemalissa Ada beberapa istilah yang dalam konteks soal tes memiliki pengertian yang sama atau dapat disamakan dengan kalimat baku.) D.mahmud-bahasasastra. tetapi pengucapannya masih mengikuti cara asing. Kedua. Tanda Seru (!) J.) B. Portugis.) C. Tanda Kurung Siku ( […] ) L. Berdasarkan taraf integrasinya.com di 04:17 V. Diposkan oleh www. Arab. seperti reshuffle. Tanda Kurung ( (…) ) K. Tanda Titik (. Tanda Koma (. Tanda Hubung (-) F. Pertama. Tanda Petik Tunggal ( ‘…’ ) N. unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia. Tanda Elipsis (…) H. misalnya. Penulisan karya ilmiah mempergunakan kalimat-kalimat yang secara umum dikenal sebagai ragam tulis formal. unsur pinjaman dalam bahasa Indonesia dapat dibagi atas dua golongan besar. Tanda Tanya (?) I. Tanda Penyingkat atau Apostrof (‘) kalimat baku October 4. Unsur-unsur ini dipakai dalam konteks bahasa Indonesia. atau Inggris.Dalam perkembangannya. Istilah-istilah itu. Belanda.blogspot. shuttle cock. bahasa Indonesia menyerap unsur dari pelbagai bahasa lain. Dalam hal ini diusahakan agar ejaannya hanya diubah seperlunya sehingga bentuk Indonesianya masih dapat dibandingkan dengan dengan bentuk asalnya. Tanda Titik Koma (. Tanda Pisah (—) G.

kalimat tersebut tidak merupakan kalimat baku. Kelompok kata masalah kenaikan gaji pegawai adalah O kalimat itu. (3) makna kalimat. Keempat syarat tersebut harus dipenuhi. Memiliki S dan P Kalimat baku harus memiliki S dan P.Sebuah kalimat dapat dikategorikan sebagai kalimat baku jika memenuhi syaratsyarat: (1) struktur kalimat. Berikut ini beberapa kaidah kalimat yang sering diabaikan sehingga kalimat yang kita buat bukanlah sebuah kalimat baku. (2) bentukan kata. Struktur Kalimat Syarat struktur kalimat adalah syarat yang berhubungan dengan kaidah-kaidah kalimat. Agar menjadi kalimat baku. KPS Perhatikan kalimat (2) di bawah ini! (2) Kecelakaan lalu lintas itu sebab kecerobohan sopir. kalimat tersebut tidak memiliki S. kalimat tersebut berpola . Jika ada yang tidak terpenuhi. Kata membahas menempati fungsi P. Analisis unsurnya menunjukkan kelompok kata kecelakaan lalu lintas menempati S. Kelompok kata dalam rapat itu berfungsi sebagai K sebab merupakan frase preposisional yang diawali preposisi dalam. dan (4) kaidah ejaan. KPO Karena itu. sedangkan sebab kecerobohan sopir yang merupakan frase preposisional (diawali sebab yang pada kalimat itu menjadi kata depan) dan menempati fungsi K. Pola kalimat tersebut adalah (1) Dalam rapat itu membahas masalah kenaikan gaji pegawai. dengan demikian kalimat itu menjadi (1a) Rapat itu membahas masalah kenaikan gaji pegawai. SPO Mengubah kata kerja membahas dalam kalimat itu menjadi dibahas sehingga kalimat itu menjadi (1b) Dalam rapat itu dibahas masalah kenaikan gaji pegawai. kalimat tersebut tidak dapat disebut kalimat baku. (1) Dalam rapat itu membahas masalah kenaikan gaji pegawai. Jika dianalisis unsur-unsurnya. perbaikan dapat dilakukan sebagai berikut: Menghilangkan preposisinya sehingga menjadi frane nominal. Dengan demikian. Ketidakhadiran S atau P menyebabkan kalimat tidak baku.

misalnya kata terjadi. K maka dana ekpedisi harus dikembalikan. Pada kalimat tersebut terdapat konjungsi subordinatif jika dan maka. yang akan berfungsi sebagai P (2b) Kecelakaan lalu lintas itu terjadi sebab kecerobohan sopir. K dana ekspedisi harus dikembalikan. Jika dipolakan akan terlihat polanya seperti di bawah ini (3) Jika ekspedisi tersebut tidak menemukan sepotong fosil pun. (3a) Jika ekspedisi tidak menemukan sepotong fosil pun. kalimat tersebut tidak memiliki S dan P sebab unsur yang ada pada kalimat tersebut semuanya K. yang dapat dilakukan terhadap kalimat tersebut adalah menghilangkan salah satu konjungsinya tergantung pada hubungan antarklausa yang dikehendaki. K Agar menjadi kalimat baku. Menambahkan kata lain.(2) Kecelakaan lalu lintas itu sebab kecerobohan sopir. SP Kalimat (3a) merupakan perbaikan kalimat (3) dengan menghilangkan konjungsi maka sehingga hubungan antarkalimat yang terjadi adalah hubungan syarat atau pengandaian. Kalimat tersebut dapat diperbaiki dengan cara Mengubah sebab menjadi disebabkan sehingga kalimat menjadi (2a) Kecelakaan lalu lintas itu disebabkan kecerobohan sopir. S P Pel. (3b) Ekspedisi tidak menemukan sepotong fosil pun SPO . SK Ternyata kalimat tersebut tidak memiliki P sehingga dapat dianggap sebagai kalimat tidak baku. Jadi. maka dana ekspedisi harus dikembalikan. Konjungsi jika dan maka menandai bahwa klausa yang mengikuti konjungsi tersebut merupakan klausa terikat yang merupakan perluasan unsur K. SPK Perhatikan kalimat (3) di bawah ini! (3) Jika ekspedisi tersebut tidak menemukan sepotong fosil pun.

SPO Bila kita ingin mempertahankan preposisi tentang. ada bentuk kalimat pasif yang justru tidak boleh mempergunakan kata kerja berawalan di-. berarti dalam kalimat itu tidak ada O atau Pel. kata mendiskusikan diubah menjadi berdiskusi sehingga kalimat menjadi (4b) Kami akan berdiskusi tentang hal itu. semestinya preposisi tentang pada kalimat itu dihilangkan sehingga kalimat menjadi (4a) Kami akan mendiskusikan hal itu. Jadi. Agar menjadi kalimat baku. S P Pel. SPO Berdasarkan polanya terlihat bahwa kalimat (4) adalah kalimat aktif transitif. Agar menjadi kata kerja berpartikel. hanya yang dihilangkan adalah konjungsi jika dan hubungan antarklausa yang terjadi adalah hubungan akibat. hubungan P dan O sangat rapat sehingga tidak boleh disisipi preposisi. Hubungan P dengan unsur yang mengikutinya. tetapi kalimat itu menjadi tidak baku sebab antara P dan O-nya terdapat preposisi tentang. Di dalam kalimat aktif transitif. Padahal.atau tidak akan dijelaskan di bawah ini. perlu diingat bahwa dalam kalimat aktif transitif antara P dan O tidak boleh terdapat preposisi. Perhatikan kalimat (4) di bawah ini. Pemasifan dengan tepat Berbicara tentang kalimat pasif biasanya sebagian besar di antara kita terbayang kalimat dengan P berupa kata kerja berawalan di-. Bilamana kita menggunakan di.maka dana ekspedisi harus dikembalikan. Pel. K Kalimat (3b) juga merupakan hasil perbaikan kalimat (3). Jika P ditempati oleh kata yang bukan kata kerja.. (4) Kami akan mendiskusikan tentang hal itu nanti. P kalimat (4) harus diubah menjadi kata kerja berpartikel. Perlu diingat yang . atau K bergantung pada jenis kata yang mengisi unsur P itu. Unsur P dapat diikuti O.

Asalnya kalimat itu berbunyi (6a) Sebab Andika tidak belajar semalam. Sebab itu. (6) Sebab tidak belajar semalam. S kalimat (5) diisi oleh kata kita yang ternyata termasuk ke dalam pronomina persona (kata ganti orang) pertama. PKSPO Kalimat (6) di atas merupakan kalimat yang mengalami pelesapan S. SPKSPO Kalimat (6a) terdiri atas dua klausa: klausa pertama sebab Andika tidak belajar dan klausa kedua Andika tidak bisa menjawab soal itu.menjadi di. Kedua klausa itu ternyata memiliki S yang sama yaitu Andika.dapat dipasifkan adalah kalimat aktif transitif. selain itu tidak dapat dipasifkan. Dalam kaidah bahasa Indonesia. (5b) Kenaikan tarif listrik sedang kita bicarakan. Bila ada adverbia (akan. …) ke depan pronomina. . Bagian O pada kalimat aktifnya dapat diletakkan di awal atau akhir kalimat. Langkah pemasifan dengan S berupa pronomina persona pertama dan kedua sebagai berikut Hilangkan awalan me.pada kata yang menempati P. SPO Kalimat (5) berdasarkan polanya termasuk ke dalam kalimat aktif transitif sehingga kalimat tersebut dapat dijadikan kalimat pasif. kita harus perhatikan dulu kata yang menempati unsur S.pada predikatnya. (5a) Sedang kita bicarakan kenaikan tarif listrik. Perhatikan kalimat (5) di bawah ini. (5) Kita sedang membicarakan kenaikan tarif listrik. sedang telah. kata Andika yang mengisi S pada klausa pertama harus dihilangkan agar kalimat lebih hemat. Misalnya. Andika tidak bisa menjawab soal itu. Hasil menghilangkan unsur pada salah satu klausa sebab adanya kesamaan kata/frase yang mengisi unsur yang sama pada dua klausa yang berbeda dalam satu kalimat itu disebut kalimat majemuk pelesapan. Hasil pemasifan dengan cara di atas terlihat pada kalimat di bawah ini. tidak. Sebelum dilakukan pemasifan. Andika tidak bisa menjawab soal itu. Pelesapan unsur dalam kalimat majemuk Kalimat majemuk baik setara maupun bertingkat sering mengalami pelesapan unsur yang disebabkan satu atau lebih unsur pada klausa-klausanya diisi oleh kata atau frase yang sama. jika S kalimat aktif ditempati oleh pronomina persona pertama dan kedua. pemasifan tidak boleh dengan cara mengubah me.

Kalaupun kita mengatakan bahwa yang dilesapkan adalah kerupuk itu. kerupuk itu digoreng oleh Ibu Tuti. Jadi. Jadi. sedangkan kata latihan dibentuk dari . kerupuk itu digoreng oleh Ibu Tuti. S P K S P Pel. Ibu Tuti menggoreng kerupuk itu.Mari kita analisis kalimat (7) di bawah ini. Memperhatikan asas kesejajaran bentuk/paralelisme Asas kesejajaran atau paralelisme dalam kalimat merupakan penerapan peristiwa morfologis dalam proses sintaksis. Kata pendidikan dibentuk dari kata dasar yang diberi konfiks pe-an. kita akan keliru sebab S pada klausa pertama tidak mungkin Ibu Tuti. Kalimat (7b) mengalami pelesapan S sebab berasal dari kalimat (7c) Setelah kerupuk itu dijemur seharian. kalimat (7) semestinya berbunyi (7b) Setelah dijemur seharian. Ibu Tuti menggoreng kerupuk itu. Klausa pertama tidak memiliki S. Asas kesejajaran dipakai sebab berkaitan dengan keruntutan proses berpikir. (8) Pusat Pendidikan dan Latihan Kelompok kata (8) tidak menerapkan asas kesejajaran. Jika diperbaiki. sedangkan klausa pertama kehilangan S. sebenarnya kalimat (7) bukanlah kalimat baku sebab pelesapan yang terjadi pada kalimat itu tidak tepat. Jika kita menduga bahwa kalimat (7) merupakan kalimat pelesapan S. kalimat (7) bukan pelesapan S. yaitu Ibu Tuti. (7a) Setelah Ibu Tuti dijemur seharian. sedangkan klausa kedua memiliki S. sedangkan proses sintaksis adalah proses penyusunan sebuah kalimat. P K S P Pel. PKSPO Kalimat (7) terdiri atas dua klausa: klausa pertama setelah dijemur seharian dan klausa kedua Ibu Tuti menggoreng kerupuk itu. SPKSPO Rasanya sulit untuk menerima kalimat (7a) di atas sebab tidak mungkin yang dijemur dalam kalimat tersebut adalah Ibu Tuti. itu pun keliru sebab kerupuk itu pada klausa kedua menempati O. (7) Setelah dijemur seharian. Perubahan yang terjadi pada kalimat (7b) menghasilkan kalimat baku. Proses morfologis biasanya berkaitan dengan pemakaian imbuhan. Perhatikan kelompok kata di bawah ini.

+ pesona = memesona. imbuhan akan memunculkan makna yang biasanya disebut makna gramtikal. dan /ny/.dilekatkan kepada kata yang berfonem awal /k/. Melekatkankan imbuhan pada kata dasar dapat menyebabkan perubahan bentuk imbuhan bergantung pada kata dasar yang dilekatinyanya agar pengucapannya menjadi lancar. Proses nasalisasi diambil dari istilah konsonan nasal yaitu konsonan yang dihasilkan sebab udara yang keluar dari paru-paru melalui hidung. Konsonan nasal ada empat buat. yaitu /m/. . Proses nasalisasi terjadi jika awalan me. sedangkan pada perbaikan menggunakan per-an. Penerapan imbuhan mempunyai kaidah atau aturan. /n/. Bentukan Kata Yang dimaksud bentukan kata adalah proses pengimbuhan dan makna gramatikal imbuhan. /t/ pada taati berubah menjadi /n/ me. /p/ pada pesona berubah menjadi /m/ me. lalu fonem awal tersebut berubah menjadi konsonan nasal. mengepel dan menyapu menggunakan awalan me-.+ sontek = menyontek. /t/. /kr/.+ taati = menaati. (8a) Pusat Pendidikan dan Pelatihan. (9) Pak Ali mengepel lantai. me. Setelah dilekatkan pada kata dasar. Sering kita keliru memahami makna imbuhan tersebut sehingga pemakaian kata tersebut dalam kalimat menjadi salah. Kalimat (9) di bawah ini juga tidak menerapkan asas kesejajaran.atau pe.+ kirim = mengirim. /ng/. /p/. /s/ pada kata sontek berubah menjadi /ny/ Namun. Ketidaksejajaran kalimat (9) terlihat pada ketidakkonsistenan pemakaian imbuhan. dan perbaikan pintu yang rusak. menyapu halaman. Agar sejajar. dan /sk/.kata dasar yang diberi akhiran –an. seperti /pr/.tidak mengalami nasalisasi jika kata yang dilekati itu berfonem awal berupa konsonan rangkap. semestinya kata latihan diganti menjadi pelatihan. dan /s/. /tr/. /k/ pada kirim berubah menjadi /ng/ me.dan pe. Contoh me. Ketepatan Pengimbuhan Salah satu kaidah yang perlu diingat agar pengimbuhan menjadi tepat adalah proses nasalisasi.

Kalimat (11) bukanlah kalimat baku sebab terdapat kata berimbuhan yang tidak tepat. Ketepatan makna imbuhan Imbuhan memiliki makna gramatikal.+ kritik = mengkritik me. Seharusnya. tetapi kalimat tersebut tidak disebut kalimat baku sebab terdapat kata yang salah.+ traktir = mentraktir me. yaitu makna yang muncul setelah imbuhan itu dilekatkan pada sebuah kata. sebuah imbuhan tidak memiliki arti apa pun sebelum imbuhan itu dilekatkan kepada sebuah kata.+ skor = menskor Jadi. yang semestinya memercayai. Perhatikan pasangan kata di bawah ini. Misalnya kalimat (10) di bawah ini (10) Kami tidak mempercayai berita-berita tersebut lagi. Perbaikan yang tepat untuk kalimat (11) sebagaimana terlihat pada kalimat di bawah ini . SPO Kalimat (10) adalah kalimat sempurna. Kaitannya dengan kalimat baku adalah kesalahan menggunakan imbuhan akan menyebabkan makna yang terbentuk pada kalimat pun ada kemungkinan keliru.Contoh me. menugasi = ‘menyerahi seseorang tugas’ menugaskan = ‘menyerahkan tugas. Imbuhan me-i dan me-kan memiliki perbedaan makna meskipun dengan jumlah sedikit ada juga persamaannya. sesuai dengan kalimat (11). yaitu kata mempercayai. (11) Presiden menugaskan Mendiknas untuk menyelesaikan kasus itu. Imbuhan tidak memiliki makna leksikal. yaitu menugaskan.+ protes = memprotes me. kata yang tepat adalah menugasi bukan menugaskan. pekerjaan’ membawahi = ‘menempatkan diri di bawah perintah seseorang’ membawahkan= ‘menempatkan (sesuatu) di bawah’ Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini. kalimat yang memiliki S-P atau kalimat sempurna tidak bisa disebut kalimat baku apabila dalam kalimat tersebut terdapat kata berimbuhan yang tidak tepat. Apakah kata yang berimbuhan me-i ataukah mekan yang harus dipergunakan dalam sebuah kalimat bergantung kepada makna keseluruhan kalimat yang ingin disampaikan.

Oleh karena itu.Kita perlu pemikiran – pemikiran untuk memecahkan masalah – masalah . (14) Saya melihat peristiwa itu dengan mata kepala saya sendiri. yaitu menghindari pemakaian kata yang mubazir. perbaikan untuk kalimat (12) adalah (12a) Presiden membawahkan menteri-menteri. Makna keseluruhan kalimat (12) di atas adalah ‘Presiden menempatkan diri di bawah perintah menteri-menteri” sehingga kalimat itu menjadi tidak baku.Kami menghaturkan terima kasih atas kehadirannya . (15) Buku kuliahnya sangat tebal sekali.Pertandingan itu akan berlangsung antara Regu A melawan Regu B . Pemakaian kata mubazir biasanya terjadi akibat adanya pleonasme atau tautologi dalam kalimat tersebut.com/2009/03/ada-beberapa-istilah-yang-dalamkonteks. Kehematan Kalimat baku pun harus memperhatikan kehematan.Semua peserta daripada pertemuan itu sudah pada hadir . Perbaikan kalimat-kalimat di atas adalah (13a) Hadirin merasa puas atas penjelasan direktur perusahaan tersebut. Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini. sedangkan tautologi adalah usaha menjelaskan sebuah gagasan/ide dengan gagasan/ide lain yang memiliki makna yang sama. http://insanpurnama.Sebelum mengarang terlebih dahulu tentukanlah tema karangan .Mengenai masalah ketunaan karya perlu segera diselsesaikan dengan tuntas . (11b) Presiden menugaskan penyelesaian kasus itu kepada Mendiknas. (12b) Menteri-menteri membawahi Presdien. (15a) Buku kuliahnya sangat tebal. (12) Presiden membawahi menteri-menteri. (13) Para hadirin merasa puas atas penjelasan direktur perusahaan tersebut. Kalimat (12) di bawah ini juga bukan kalimat baku.(11a) Presiden menugasi Mendiknas untuk menyelesaikan kasus itu. Yang dimaksud dengan pleonasme adalah sebuah usaha menjelaskan sebuah gagasan/ide yang sudah jelas. (14a) Saya melihat peristiwa itu.blogspot.html KALIMAT TIDAK BAKU .

kalimat ini perlu diubah menjadi: 1a. tentukanlah tema karangan . Apakah yang berisi cairan racun itu ? jika jawabnya”dapur”. Jika jawabnya “botol bir”.yang berkaitan dengan pelaksanaan pengembangan kota KALIMAT BAKU . Jika bus ini mengambil penumpang di luar agen supaya melaporkan kepada kami. Kalimat (1)diambil dari sebuah tiket bus dan kalimat (2) diambil dari sebuah majalah. kalimat ini sudah baik. ubahannya menjadi 1b. Jika subjek induk kalimat dan anak kalimatnya dibuat sama..Sebelum mengarang.Kita memerlukan pemikiran untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan pengembangan kota KALIMAT EFEKTIF Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya . Siapakah yang diminta “supaya melaporkan kepada kami”? Ternyata imbauan ini untuk para penumpang yang membeli tiket agen. harap dilaporkan kepada kami 2.Pertandingan itu akan berlangsung antara Regu A dan Regu B .Masalah Ketunakaryaan perlu segera diselesaikan dengan tuntas .. Kalimat ini kurang jelas maksudnya karena ada bagian yang dihilangkan atau tidak sejajar. Jika bus ini mengambil penumpang diluar agen. Mereka mengambil botol air dari dapur yang menurut pemeriksaan laboratorium berisi cairan racun. Anda diharap dapat melaporkannya kepada kami. letak keterangannya perlu diubah . 1. Jika demikian.Semua peserta pertemuan itu sudah hadir . secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula.Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Saudara . Berikut ini contoh kalimat yang kurang efektif. Jika bus ini mengambil penumpang diluar agen.

DIPOSKAN OLEH ALVARO RANO WIJAYA DI 22:31 LABEL: TATA BAHASA kata baku dan kata tidak baku NO KATA BAKU KATA TIDAK BAKU 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 Hafal Ganti rugi Aktif Aktivitas Apotek Atlet Anda Andal Analisis Diagnosis Asas Cendekiawan Detail Embus Ekstrem Ekstremis Februari Hapal Ganti untung Aktip Aktifitas Apotik Atlit anda handal analisa diagnosa azas cendikiawan detil hembus ekstrim ekstrimis pebruari . Dari (dalam) dapur mereka mengambil botol bir yang menurut pemerikasaan laboratoium berisi cairan racun.menjadi : 2a.

18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 Frekuensi Fondasi Hierarki Hakikat Ijazah Izin Imbau Isap Jenazah Justru Karier Kategori Konferensi Kualifikasi Kualitatif Kuantitatif Kualitas Masjid Merek Meterai Miliar Misi Mulia Museum frekwensi pondasi hirarki hakekat ijasah ijin himbau hisap jenasah justeru karir katagori konperensi kwalifikasi kwalitatif kwantitatif kwalitas mesjid mrek meterei milyar missi mulya museum .

42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 Metode Mungkir Narasumber Nasihat Objek Objektif Peduli Praktik Provinsi Risiko Sekadar Silakan Subjektif Teknik teknologi terampil telanjur telantar bus doa durian gubuk hadis imaginasi metoda pungkir nara sumber nasehat obyek obyektif perduli praktek propinsi resiko sekedar silahkan subyektif tehnik tehnologi trampil terlanjur Terlantar Bis Do’a Duren Gubug Hadist Imajinasi .

66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 insaf zaman kalau konkret nomor sistem pertanggungjawaban pelanggan pihak relative elektronik aki atmosfer e-mail foto jumat ubah mengubah utang ramai rapot sentosa trotoir profil Insyaf Jaman Kalo Konkrit Nomer Sistim Pertanggung jawaban Langganan Fihak Relative Electronic Accu Atmosfir Email Photo Jum’at Rubah Merubah Hutang Rame Raport Sentausa Trotoar Propil .

90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 primitive privat pasal kuitansi kompleks khawatir telepon disahkan lesung pipi direktur taksi cabai daftar fotokopi hipotesis karisma karena Primitip Prifat Fasal Kwitansi Komplek Kuatir Telpon Disyahkan Lesung pipit Director Taxi Cabe Daptar Fotocopy Hipotesa kharisma karna .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful