Cara Beternak Lele [ kembali ] 09/02/06 - Berita: Perikanan Budidaya BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp

)

BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp.) Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan 1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, 2) teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, 3) pemasarannya relatif mudah dan 4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah. Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit. Namun demikian perkembangan budidaya yang pesat tanpa didukung pengelolaan induk yang baik menyebabkan lele dumbo mengalami penurunan kualitas. Hal ini karena adanya perkawinan sekerabat (inbreeding), seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang berkualitas rendah. Penurunan kualitas ini dapat diamati dari karakter umum pertama matang gonad, derajat penetasan telur, pertumbuhan harian, daya tahan terhadap penyakit dan nilai FCR (Feeding Conversion Rate). Sebagai upaya perbaikan mutu ikan lele dumbo BBAT Sukabumi telah berhasil melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan lele dumbo strain baru yang diberi nama lele Sangkuriang. Seperti halnya sifat biologi lele dumbo terdahulu, lele Sangkuriang tergolong omnivora.

Dalam budidaya ikan lele di kolam yang perlu diperhatikan adalah . air sumu (air permukaan atau sumur dalam). artinya dengan penggunaan teknologi yang memadai terutama pengaturan suhu air budidaya masih tetap dapat dilakukan pada lahan yang memiliki ketinggian diatas >800 m dpi. cacing. bak tembok atau bak plastik. Induk lele Sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Persyaratan lokasi. ataupun air hujan yan sudah dikondisikan terlebih dulu. Namun bila budidaya dikembangkan dalam skala massal harus tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan sosial sekitarnya artinya kawasan budidaya yang dikembangkan sejalan dengan kebijakan yang dilakukan Pemda setempat. pH air yang ideal berkisar antara 6-9. Tujuan pembuatan Petunjuk Teknis ini adalah untuk memberikan cara dan teknik pemeliharaan ikan lele dumbo strain Sangkuriang yang dilakukan dalam rangka peningkatan produksi Perikanan untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani dan tingkat konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. baik kegiatan pembenihan maupun pembesaran dapat dilakukan di kolam tanah.Di alam ataupun lingkungan budidaya. Budidaya lele. Untuk usaha budidaya. Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2 6). baik kualitas tanah maupun air tidak terlalu spesifik. Parameter kualitas air yan baik untuk pemeliharaan ikan lele sangkuriang adalah sebagai berikut: Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32°C. diberi nama Lele Sangkuriang. penggunaan pakan komersil (pellet) sangat dianjurkan karena berpengaruh besar terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas. insekta. ia dapat memanfaatkan plankton. bak tembok atau kolam tanah. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini. Budidaya ikan lele Sangkuriang dapat dilakukan dalam bak plastik. Budidaya di bak tembok dan bak plastik dapat memanfaatkan lahan pekarangan ataupun lahan marjinal lainnya. Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi. maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. Budidaya lele Sangkuriang dapat dilakukan di areal dengan ketinggian 1 m . Oksigen terlarut di dalam air harus > 1 mg/l. Suhu air akan mempengaruhi laju pertumbuhan.800 m dpi. Sumber air dapat menggunakan aliran irigasi. udang-udang kecil dan mollusca sebagai makanannya. laju metabolisme ikan dan napsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air. Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985.

urea 15 gram/m2. Sedangkan pengeluaran air yang berupa siphon lebih sederhana. Pada bagian tengah dasar kolam dibuat parit (kamalir) yang memanjang dari pemasukan air ke pengeluaran air (monik). Bentuk kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran 100-500 m2.pembuatan kolam.0-1. Sebaiknya pintu pemasukan dan pengeluaran air berukuran antara 15-20 cm. Kolam dibiarkan selama ± 7 (tujuh) hari. berkisar antara 500-700 gram/m2. penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Pintu pengeluaran dapat berupa monik atau siphon. Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang penyaring Kemudian dilakukan pengisian air kolam. Untuk tempat berlindung ikan (benih ikan lele) sekaligus mempermudah pemanenan maka dibuat parit/kamalir dan kubangan (bak untuk pemanenan).5 m dengan kemiringan kolam dari pemasukan air ke pembuangan 0. tergantung pada keasaman kolam. pembuatan pintu pemasukan dan pengeluaran air. guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan . juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik. Memberikan kapur ke dalam kolam yang bertujuan untuk memberantas hama. yaitu hanya terdiri dari pipa paralon yang terpasang didasar kolam dibawah pematang dengan bantuan pipa berbentuk L mencuat ke atas sesuai dengan ketinggian air kolam. Monik terbuat dari semen atau tembok yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian kotak dan pipa pengeluaran. Kedalaman kolam berkisar antara 1.5%. Pada bagian kotak dipasang papan penyekat terdiri dari dua lapis yang diantaranya diisi dengan tanah dan satu lapis saringan. Persiapan kolam tanah (tradisional) Pengolahan dasar kolam yang terdiri dari pencangkulan atau pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Dinding kolam diperkeras dengan memukul-mukulnya dengan menggunakan balok kayu agar keras dan padat supaya tidak terjadi kebocoran. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2. pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam. Pemopokan pematang untuk kolam tanah (menutupi bagian-bagian kolam yang bocor). yang perlu diperhatikan adalah tentang kesiapan kolam meliputi: a. NH4N03 15 gram/m2. Pemupukan dengan kotoran ternak ayam. Tinggi papan disesuaikan dengan tinggi air yang dikehendaki. Pelaksanaan Budidaya Sebelum benih ikan lele ditebarkan di kolam pembesaran. Saringan dapat dipasang pada pintu pemasukan dan pengeluaran agar ikan-ikan jangan ada yang lolos keluar/masuk. SP3 10 gram/m2. Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak. Parit dibuat selebar 30-50 cm dengan kedalaman 10-15 cm.

Proses Produksi pada kegiatan pembesaran disajikan Tabel 1. Cara lain penangkapan yaitu dengan menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon/bambu diletakkan didasar kolam. Pemberian Pakan Selain makanan alami. pada kolam tembok tidak dilakukan pengolahan dasar kolam. Pemanenan Ikan lele Sangkuriang akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari. Penebaran Benih Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit. karena parit dan bak untuk panen biasanya sudah dibuat Permanen. c. . Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air. Ikan lele hasil tangkapan dikumpulkan pada wadah berupa ayakan/happa yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir untuk diistirahatkan sebelum ikan-ikan tersebut diangkut untuk dipasarkan. Tabel 1 Proses pembesaran lele Sangkuriang di bak tembok. untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet. dengan bobot antara 200 . b. jagung. sehingga mudah ditangkap dengan menggunakan waring atau lambit. bekatul. Sebelum ditebarkan ke kolam. maka dengan mudah ikan dapat ditangkap atau diangkat. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam. pikulan ikan atau jerigen plastik yang diperluas lubang permukaannya dan dengan jumlah air yang sedikit.20 cm. Ikan lele akan berkumpul di kamalir dan kubangan. benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Bedanya. pada waktu air kolam disurutkan. perbaikan parit dan bak untuk panen. Pengangkutan ikan lele dapat dilakukan dengan menggunakan karamba.alami. d. Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus. Persiapan kolam tembok Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah. ikan lele akan masuk kedalam ruas bambu/paralon.250 gram per ekor dengan panjang 15 . Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam. Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. e. Jumlah benih yang ditebar 35-50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm.

panjang cm 4 . maka hendaknya memperhatikan halhal sebagai berikut: Pindahkan segera ikan yang memperlihatkan gejala sakit dan diobati secara terpisah.panjang cm 15 .bobot gram 4.bobot gram 125 .Kriteria Satuan Pembesaran Ukuran Tanaman . Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan persiapan kolam dengan baik. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan bak tembok atau bak plastik. pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan.1. persiapan kolam meliputi pengeringan. dan Dactylogyrus sp. Organisme predator yang biasanya menyerang antara lain ular dan belut.Frekuensi Pemberian kali/hari 3 Tingkat Konversi Pakan 0.20 . Trichodina sp. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik.. pembalikan tanah. Pada kegiatan pembesaran.8 .Umur hari 40 . Ikan . penyakit banyak ditimbulkan akibat buruknya penanganan kondisi lingkungan.2 Kegiatan budidaya lele Sangkuriang di tingkat pembudidaya sering dihadapkan pada permasalahan timbulnya penyakit atau kematian ikan. perapihan pematang. pemupukan.Tingkat Pemberian % bobot 3 . disenfeksi (bila diperlukan). Penanggulangan hama insekta dapat dilakukan dengan pemberian insektisida yang direkomendasikan pada saat pengisian air sebelum benih ditanam.8 . Pengobatan dapat menggunakan obat-obatan yang direkomendasikan. Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit.200 Sintasan % 80-90 Padat Tebar Ekor/m2 50-75 Pakan . Sedangkan penanggulangan belut dapat dilakukan dengan pembersihan pematang kolam dan pemasangan plastik di sekeliling kolam. Penanggulangan organisme pathogen dapat dilakukan dengan pengelolaan lingkungan budidaya yang baik dan pemberian pakan yang teratur dan mencukupi. persiapan kolam meliputi pengeringan. Monogenea sp.6 Ukuran Panen . Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan kolam tanah. pengapuran.. Sedangkan organisme pathogen yang sering menyerang adalah Ichthiophthirius sp.Umur hari 130 . pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan.

021.000. Pakan 4800 kg @ Rp 3700 = Rp 17. kolam dibiarkan sampai tanah kolam retak-retak.(Biaya tetap + Biaya Variabel) = Rp 28. Kolam yang telah terjangkit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 1 kg/5 m2..000.900.000.63 c.000..2. Setelah memegang ikan sakit cucilah tangan kita dengan larutan PK Bersihkan selalu dasar kolam dari lumpur dan sisa bahan organik Usahakan agar kolam selalu mendapatkan air segar atau air baru. Tingkatkan gizi makanan ikan dengan menambah vitamin untuk menambah daya tahan ikan..( Rp 1.281.418.-/2 thn = Rp 750.yang tampak telah parah sebaiknya dimusnahkan.500. Penyusutan bak kayu lapis plastik Rp 1.000. Lain-lain 12 bin @ Rp 100.000.000. Bak kayu lapis plastik 3 unit @ Rp 500.947.. Alat tangkap dan wadah ikan harus dijaga agar tidak terkontaminasi penyakit.= Rp 200.000.63) = Rp 2.000.000.000.+ Rp 24. ANALISA USAHA Pembesaran lele Sangkuriang di bak plastik 1..000.000.800.000.+ Rp 24..63 = Rp 26. Investasi a.000.052.37 7.052. Penyusutan lahan Rp 1.= Rp 1.000.000.c.000. Kapur (CaO) ditebarkan merata didasar kolam.63 5.000.b.b.c.. Break Event Point (BEP) .000.263 ekor @ Rp 80.000. Total Biaya Biaya Tetap + Biaya Variabel = Rp 1.000.= Rp 1. Tenaga kerja tetap 12 OB @ Rp 250.. Biaya Tetap a.e.d.052.200.000.5 gram dalam 1 m3 air).281.052.-/5 thn = Rp 150.000. Sebelum dipakai lagi sebaiknya dicelup dulu dalam larutan Kalium Permanganat (PK) 20 ppm (1 gram dalam 50 liter air) atau larutan kaporit 0. Obat-obatan 6 unit @ Rp 50.= Rp 300.000.b. Penyusutan drum plastik Rp 750.000.-/1 thn = Rp 1. 6.Rp 1.000.000.900.. Benih ukuran 5-8 cm sebanyak 25.Rp 3. Alat perikanan 2 paket @ Rp 100.Rp 24. Jangan membuang air bekas ikan sakit ke saluran air.250. Kurangi kepadatan ikan di kolam yang terserang penyakit.900.= Rp 3.= Rp 1. Pendapatan Produksi .500. Produksi lele konsumsi 4800 kg x Rp 6000/kg -Rp 28.63 4.= Rp 750.181.281.800. Biaya Variabel a.000. Drum plastik 5 buah @ Rp 150.f.052.000.= Rp 2.5 ppm (0.760..000. Sewa lahan 1 tahun @ Rp 1.3.000...

Dit. Ditjen Perikanan Budidaya -------------------------------------------------------------------------------Hak Cipta 2003.Volume produksi = 4.396.496. Pembudidayaan. Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia .84 kg Harga produksi = Rp 5.05 Sumber :Buku Budidaya Lele Sangkuriang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful