PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI PENGGERGAJIAN KAYU SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI PEMBUATAN PAVING BLOCK

SKRIPSI Disusun sebagai salah satu syarat menyelesaikan Studi Strata I untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Oleh : Nama NIM Prodi Jurusan : Ida Nurmawati : 5101401027 : Pend. Teknik Bangunan – S1 : Teknik Sipil

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006

PERSETUJUAN PEMBIMBING Skripsi dengan judul “Pemanfaatan Limbah Industri Penggergajian Kayu Dalam Pembuatan Paving Block” telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke Sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing I

Pembimbing II

Drs. Heri Suroso, ST.MT. NIP 132068585

Drs. Gunadi, MT. NIP 130870430

ii

PENGESAHAN KELULUSAN PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI PENGGERGAJIAN KAYU SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI PEMBUATAN PAVING BLOCK Oleh : Nama : Ida Nurmawati NIM : 5101401027 Telah dipertahankan dihadapan Sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang pada : Hari : Selasa Tanggal : 28 Februari 2006 Panitia Ujian Skripsi : Ketua Drs. Lashari, M.T NIP. 131 471 402 Sekretaris Drs. Supriyono NIP. 131 571 560 Anggota Penguji Pembimbing I 1. Drs. Heri Suroso, ST, MT NIP. 132 068 585 2. Drs. Gunadi, MT NIP. 130 870 430

Drs, Heri Suroso, ST, MT NIP. 132 068 585 Pembimbing II Drs.Gunadi, MT NIP. 130 870 430

3. Drs. Bambang Endroyo,M.Pd, SE,MT NIP. 130 529 531 Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Prof. DR. Soesanto, M.Pd NIP. 130 875 753

iii

Semarang.PERNYATAAN Saya menyatakan bahwa yang tertulis dalam skripsi ini benar-benar hasil karya saya sendiri bukan jiplakan dari karya tulis orang lain. baik sebagian atau seluruhnya. Februari 2006 Ida Nurmawati 5101401027 iv . Pendapat atau temuan yang terdapat dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode ilmiah.

S.MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Yaasin : 40) PERSEMBAHAN Skripsi ini kupersembahkan pada : (Alm) Ayah dan Ibu tercinta atas ridho. pengorbanan dan doa dalam perjalanan hidupku. Eyang Putri. penglihatan dan hati semuanya itu akan diminta pertanggung jawabannya” (Q. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya” (QS. de’ Adi yang selalu kusayangi dan jadi motivasiku. sesungguhnya pendengaran. Teman-teman yang membuat hidupku lebih bermakna Lembar Episode kehidupan yang akan kumulai v . kasih sayang. de’ Andik. de’ Firma. Al Isara’:36) “Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. My ‘Ries-K’ yang selalu manemani dan ajarkan arti hidup.

Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. motivasi. ST. M. Lashari. Skripsi ini disusun dalam rangka menyelesaikan Studi Strata I Universitas Negeri Semarang untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan. MT. Bambang Endroyo. Drs. MM. Dr. oleh karena itu penyusun menyampaikan terima kasih dan rasa hormat kepada : 1. motivasi. Drs. dan pengarahan selama penyusunan skripsi. 6. Dr. Penyusun menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa ada bantuan dan keterlibatan dari berbagai pihak. Dosen Pembimbing I yang telah memberikan bimbingan. vi . sehingga penyusun dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ’’PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI PENGGERGAJIAN KAYU SEBAGAI BAHAN SUBTITUSI PEMBUATAN PAVING BLOK’’. H. Drs. SH. 5. 4.Pd. MT. MT selaku penguji dan yang telah memberikan bimbingan selama revisi.Pd. Prof. Rektor Universitas Negeri Semarang 2. MT. SE. Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang 3. Hidayah dan Inayah-Nya. Heri Suroso. Ari Tri Soegito. Soesanto. Dosen Pembimbing II yang telah memberikan bimbingan. Gunadi. Drs. M.KATA PENGANTAR Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah Subkhanahu Wa Ta ‘ala atas limpahan Rahmat. dan pengarahan selama penyusunan skripsi.

8. Laboran Bahan Bangunan BPPIP Semarang yang telah membantu pelaksanaan Pengujian Ketahanan Aus.7. Semarang. Dr. Slamet Raharjo. 9. Teman-teman PTB 2001. Kepala Balai Riset Dan Standarisasi Industri dan Perdagangan Semarang yang mengijinkan penyusun melakukan penelitian di BPPIP Semarang. Ngakan Timur Antara. Ir. Amd. Terima kasih. yang akan membalas kebaikan semua pihak. Februari 2006 Penyusun vii . almamaterku dan pihak-pihak yang banyak membantu hingga terwujudnya skripsi ini. Kiranya Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Untuk itu perlu adanya penelitian lanjutan mengenai pemanfaatan serbuk gergaji sebagai bahan subtitusi pembuatan paving block. 2006. Kecamatan Boja. Porositas.469%. Hasil pengujian terhadap normalitas data terlihat bahwa data kuat tekan.0412 mm/mnt. Hasil dari penelitian ini terlihat bahwa ada penurunan kuat tekan seiring dengan penambahan serbuk gergaji. 271. Hasil pengujian terhadap air secara visual terlihat air tidak berwarna dan berbau. 292. 5. 5%.619 kg/cm2.SARI Nurmawati. Pembuatan paving block dibuat dari pasir muntilan.833%. 5%. Untuk analisa regresi pada perhitungan kuat tekan paving block didapat koefisien determinasi sebesar 0. 10%. porositas serta kuat tekan paving block dengan penambahan serbuk gergaji. penulis tertarik untuk meneliti pengaruh penambahan serbuk gergaji dalam pembuatan paving block. Jurusan Teknik Sipil/Program Pendidikan Teknik Bangunan. 253.0354 mm/mnt.6988. sehingga data homogen. 10%.0746 mm/mnt. Melihat potensi serbuk gergaji yang belum maksimal. Hasil pengujian kuat tekan paving block dengan komposisi 0%. Hasil pengujian ketahanan aus paving block dengan komposisi 0%. 15%. Hasil homogenitas data kuat tekan. 20% serbuk gergaji terhadap berat semen masing-masing sebesar 310. 20% serbuk gergaji terhadap berat semen masingmasing sebesar 0. kemasan semen tidak mengalami cacat dan keadaan butiran semen tidak mengalami penggumpalan. dan 20% dari berat semen. Benda uji penelitian dibuat dengan 5 perlakuan subtitusi serbuk gergaji yaitu 0%. 4.644 kg/cm2.0268 mm/mnt. Serbuk gergaji merupakan bahan yang banyak tertimbun dan cenderung menjadi sampah karena pemanfaatannya yang relatif kecil. dan serbuk gergaji yang berasal dari Industri Penggergajian Kayu desa Kaligading. Hasil pengujian pasir didapat gradasi pasir termasuk zona 2. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen.0497 mm/mnt. 15%. Universitas Negeri Semarang. Ketahanan Aus Serbuk gergaji adalah produk sampingan dari penggergajian kayu selain sedetan dan potongan kayu. Hasil pengujian porositas paving block dengan komposisi 0%. 15%. porositas dan ketahanan aus paving block untuk α = 5% dengan dk 4 diperoleh χ2hitung < χ2tabel. 5%.6968 dan ketahanan aus sebesar 0. 208.894%. Pemanfaatan Limbah Industri Penggergajian Kayu Sebagai Bahan Subtitusi Pembuatan Paving Block. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keausan. Semarang.697%. viii . Kuat Tekan. 5. Diharapkan. dan 0. Skripsi.469%. 5%. 4.052 kg/cm2. porositas sebesar 0. 0. adanya penelitian lanjutan tersebut dapat diperoleh kuat tekan yang lebih baik. Ida. Hasil pengamatan terhadap semen. 0.7113. 10%. 10%. 20% serbuk gergaji terhadap berat semen masing-masing sebesar 3. Persyaratan analisis data meliputi normalitas data dan homogenitas data. Kata Kunci : Serbuk Gergaji.371 kg/cm2.794 kg/cm2. porositas dan ketahanan aus paving block kurang dari nilai kritis L atau Lo<L (5%) sehingga data berdistribusi normal. 15%. semen Nusantara type I. 0.

........................................... Latar Belakang Masalah ............................. vi SARI .................................................................................................................................................................. 2 C..........DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................................. Sistematika Skripsi .......................................................................................................... 5 ix . Tujuan Penelitian ................................................ iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN .................................................................... Penelitian-Penelitian Sejenis .............................................................. ii HALAMAN PENGESAHAN ..................................... ix DAFTAR TABEL .................................................... xv BAB I PENDAHULUAN A.................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... Permasalahan .................... v KATA PENGANTAR ............ Manfaat Penelitian .... iii PERNYATAAN ............................................. viii DAFTAR ISI ... 4 F................ 3 E........ xiv DAFTAR LAMPIRAN ......................................... 1 B....................................... i PERSETUJUAN PEMBIMBING .... xiii DAFTAR GAMBAR ................................................................................................................................. 3 D............................

..................... 21 B.................................. Tempat Pengujian ............................................................. 7 1........................... 29 E................................. 29 2.....BAB II KAJIAN PUSTAKA............................................................... Variabel Penelitian .............................. 20 4) Air ..................................... Metode Pengumpulan Data ...................................................... Bahan Uji ............................................................... 31 2............................ 31 1............................................ Populasi ....................................................... Pengampilan Sampel ............... 26 C...... 11 2) Agregat ....................... 11 1) Semen Portland ............................................................................. Standart Penelitian ................ 30 3. 24 C................................. 31 F.................................. Pengertian Paving Block .. 28 D..................................................................................... 7 2............... Kerangka Berpikir ...................................................................................................................... Kajian Pustaka ................................ 31 3.............................. Sampel .................. Prosedur Pengujian ...................................................................................................... 29 1..................... Bahan Susun Paving Block ............................................................................................ 25 BAB III METODE PENELITIAN A...................................................................................... KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESA A............................................................ 37 x .. Pemeriksaan Bahan ...................... 26 B.......................................................................... Hipotesa ....... 14 3) Serbuk Gergaji ............................................. Tahap Penelitian ......................................................................... Pembuatan Benda Uji ......

..................................................... 45 2.... Pengujian Ketahanan Aus Paving Block ............ Kuat Tekan .............................. 39 7.................................................................................... Pembahasan ............................................... 39 5...................................................................................... Paving Block ... 47 a................................ 50 a................................................................ 48 c................................................................... 53 c...................... Pengujian Ketahanan Aus .... 39 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Porositas ............................................ 47 b................................................. Pengujian Porositas Paving Block ........................................ Pengujian Kuat Tekan ........................... Paving Block ....................... Ketahanan Aus ........................... 55 3................................................................. Serbuk Gergaji ...................................................................................................................................... Pasir ......................... 46 4........ 49 1...... 56 4........4................................................. Pengujian Normalitas Data dan Homogenitas Data............................................... Analisis Regresi ............................... 45 1....................................... 39 6.................... 49 2.................................... 45 3....... Air ..... Pasir ..................... Pengujian Porositas ........................................................................... 47 5................. Analisis Data ............................................ Semen ............................................................ Hasil Penelitian . 56 xi .............. Pengujian Kuat Tekan Paving Block ............................................. 50 b........................................... 49 B...................

....BAB V PENUTUP A....... Saran ..................................................................................... 58 B........................ 62 xii ............................................................................................... Simpulan .............. 59 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................................ 60 LAMPIRAN-LAMPIRAN ..........

... 9 Tabel 2............2 Gradasi Pasir .......................... 37 xiii ........ 37 Tabel 3....DAFTAR TABEL Tabel 2.....1 Rencana Adukan Paving Block 20x10x6 cm Per Kelompok ................................ 17 Tabel 3..............2 Rencana Adukan Paving Block 5x5x2 cm Per Kelompok ........................1 Persyaratan Mutu Paving Block ......................................

..................... 51 Gambar 4....................................1 Kuat tekan Paving Block (Kemino................................... 18 Gambar 4..................8 Ketahanan Aus Paving Block ................ 10 Gambar 2.......................................................1996) .................................................................................. 48 Gambar 4....... 55 xiv ............................................2 Porositas Paving Block (Kemino............................. 46 Gambar 4.3 Porositas Paving Block .... 49 Gambar 4...4 Ketahanan Aus Paving Block ..1996) ................ 54 Gambar 4.....5 Kuat Tekan Paving Block ....................................................... 48 Gambar 4........DAFTAR GAMBAR Gambar 2............1 Gradasi Pasir Muntilan ................2 Kuat Tekan Paving Block ............3 Syarat Gradasi Pasir ......6 Porositas Paving Block .......................................................... 10 Gambar 2...............................

...........DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Analisa Saringan Pasir Muntilan ................... 70 Lampiran 8 Normalitas Data.............................................. 68 Lampiran 7 Hasil Uji Ketahanan Aus Paving Block ...................................................................................................................................................... 64 Lampiran 3 Pemeriksaan Berat Jenis Pasir Muntilan ............................................... 94 xv ................................................. 81 Lampiran 11 Perhitungan Analisa Porositas ............. 66 Lampiran 5 Hasil Uji Kuat Tekan Paving Block ................ 73 Lampiran 9 Homogenitas Data .............................................. 65 Lampiran 4 Pemeriksaan Berat Satuan Pasir Muntilan .... 88 Lampiran 13 Surat-Surat Penelitian .................................... 67 Lampiran 6 Hasil Uji Porositas Paving Block ............. 91 Lampiran 14 Foto-Foto Penelitian ............................................................................................. 78 Lampiran 10 Perhitungan Analisa Kuat Tekan .................................................. 84 Lampiran 12 Perhitungan Analisa Ketahanan Aus .................... 62 Lampiran 2 Pemeriksaan Kadar Lumpur dan Lempung Pasir Muntilan ................................................................

BAB I PENDAHULUAN A. sedetan dan potongan-potongan kayu. Salah satu cara untuk mengatasi permintaan kebutuhan bahan bangunan tersebut adalah dengan cara meningkatkan pemberdayaan sumber daya lokal yang berada di lingkungan kita. Pemanfaatan sampah maupun limbah disamping dapat mengurangi pencemaran lingkungan juga dapat digunakan sebagai alternatif pengganti bahan bangunan yang sudah ada. 1 . Pemberdayaan sumber daya lokal dapat berupa pemanfaatan sampah maupun limbah. Industri penggergajian kayu yang berada di desa Kaligading Kecamatan Boja merupakan industri yang bergerak dalam bidang pengolahan kayu. Bahan-bahan tersebut harus disediakan dalam jumlah besar dari alam maupun buatan. Pengembangan kawasan-kawasan hunian lebih lanjut akan memacu meningkatnya kebutuhan bahan bangunan. Salah satu sampah atau limbah yang dapat dimanfaatkan dengan baik adalah limbah industri penggergajian kayu. Latar Belakang Masalah Laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi berakibat pada tingginya kebutuhan akan sarana hunian. komponen limbah dari industri ini adalah kayu yang tersisa akibat proses penggergajian yang menurut bentuknya berupa serbuk gergaji.

Penggunaanya masih terbatas pada campuran pembuatan bata cetak. Serbuk gergaji merupakan bahan yang banyak tertimbun dan cenderung menjadi sampah karena pemanfaatannya yang masih sedikit / relatif kecil. Berdasarkan hal tersebut. dewasa ini serbuk gergaji hanya dimanfaatkan untuk sebagian kecil kebutuhan saja. sehingga perlu ditangani secara serius.2 Untuk menampung limbah tersebut pihak industri telah memberi tempat khusus di luar area. Selain itu. 1. Berapa besar kuat tekan paving block bila menggunakan bahan subtitusi serbuk gergaji dari limbah penggergajian kayu . Ada beberapa penelitian tentang serbuk gergaji yang pernah dilakukan di Ujung Pandang dan Medan. maka perlu diusahakan untuk memanfaatkannya. maka perlu adanya penelitian tentang pemanfaatan serbuk gergaji sebagai bahan subtitusi agregat dalam pembuatan paving block dengan judul “Pemanfaatan Limbah Industri Penggergajian Kayu Sebagai Bahan Subtitusi Pembuatan Paving Block” B. Permasalahan Berdasarkan uraian diatas timbul permasalahan yang menarik untuk diteliti yaitu. Melihat potensi serbuk gergaji yang belum maksimal. namun bila dibiarkan begitu saja secara terus menerus maka akan memenuhi area industri dan mengganggu proses produksi. Kemungkinan lain serbuk gergaji dapat digunakan sebagai bahan campur pembuatan paving block. Misalnya sebagai bahan pembakaran batu bata. khususnya sebagai bahan susun dalam pembuatan paving block.

2. Mengetahui kuat tekan paving block dengan penambahan serbuk gergaji sebagai bahan substitusi agregat pada pembuatan paving block. D. 3. Berapa besar penyerapan air paving block bila menggunakan bahan subtitusi serbuk gergaji dari limbah penggergajian kayu. Mengetahui ketahanan aus paving block dengan penambahan serbuk gergaji sebagai bahan substitusi agregat pada pembuatan paving block. 3. 2. Sebagai salah satu sumbangan dalam pengembangan ilmu pengetahuan sehingga menambah wawasan khususnya pada bahan paving block.3 2. Tujuan Penelitian 1. 3. . Manfaat Penelitian Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat diantaranya adalah: 1. Dapat mengurangi dampak pencemaran dari limbah industri penggergajian kayu. Sebagai bahan masukan kepada masyarakat sekitar industri penggergajian kayu tentang pemanfaatan serbuk gergaji sebagai bahan subtitusi dalam pembuatan paving block. Berapa besar ketahanan aus paving block bila menggunakan serbuk bahan subtitusi serbuk gergaji dari limbah penggergajian kayu C. Mengetahui resapan air paving block dengan penambahan serbuk gergaji sebagai bahan substitusi agregat pada pembuatan paving block.

83 kg/cm2. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan dalam penggunaan yaitu untuk kontruksi bangunan yang memikul beban. termasuk bata beton pejal mutu B25. Dari penelitian ini dihasilkan bata cetak serbuk gergaji dengan kuat tekan tertinggi 95. .0348-89-A).4 E. Berdasarkan mutu bata beton pejal (SNI. mengadakan penelitian tentang pemanfaatan limbah industri pengolahan kayu sebagai bahan baku pembuatan bata cetak dengan komposisi campuran 1 semen : 6 pasir : 6 limbah didapatkan kuat tekan sebesar 26 kg/cm2.83 kg/cm2. Penelitian-Penelitian Sejenis Pada tahun anggaran 1993/1994.0348-89-A).26 kg/cm2. termasuk bata beton pejal mutu B70. maka termasuk bata beton pejal mutu B40. Balai Industri Ujung Pandang melakukan penelitian pembuatan bata dengan campuran serbuk gergaji. berdasarkan mutu bata beton pejal (SNI 0348-89-A). Kemudian pada tahun anggaran 1995/1996 Balai Industri Ujung Pandang melakukan penelitian lanjutan. Dari penelitian ini dihasilkan bata cetak serbuk gergaji dengan kuat tekan tertinggi sebesar 69. dan pada komposisi campuran 1 semen : 6 pasir : 2 limbah didapatkan kuat tekan sebesar 79. berdasarkan mutu bata beton pejal (SNI 0348-89-A). Berdasarkan mutu bata beton pejal (SNI. Pada tahun 1996 Kemino (Staf Teknik Loka Perintisan Bahan Bangunan Lokal Medan). maka termasuk bata beton pejal mutu B70. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaannya masih terbatas pada kontruksi bangunan yang tidak memikul beban.

Sistematika Skripsi Secara garis besar skripsi ini terdiri dari tiga bagian. tujuan penelitian. bahan tambah paving block. Sedangkan bagian lain dari bab ini adalah kerangka berpikir dan hipotesa. prosedur penelitian. halaman pengesahan. metode pengambilan data. variabel penelitian. manfaat penelitian dan sistematika skripsi.5 F. dan analisis data. metode penelitian. yaitu : 1. Bagian Isi Skripsi BAB I : PENDAHULUAN Dalam bab ini penulis menguraikan tentang alasan pemilihan judul. permasalahan. sampel. BAB II : KAJIAN PUSTAKA. daftar tabel. dan daftar lampiran. kekuatan mortar. . serbuk gergaji. KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESA Hal-hal yang tercakup dalam kajian pustaka penulis uraikan tentang identitas paving block. mortar dengan serbuk gergaji. pernyataan. sari. BAB III : METODE PENELITIAN Menjelaskan tentang Populasi. Bagian Awal Skripsi Bagian awal skripsi berisi tentang : halaman judul. daftar isi. halaman motto dan persembahan. persetujuan pembimbing. teknik pengambilan sampel. kata pengantar. 2.

Bagian akhir Skripsi Bagian ini terdiri dari daftar pustaka yaitu daftar buku-buku sumber yang digunakan dalam penelitian. .6 BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Membahas tentang deskripsi data hasil penelitian dan pembahasan dari hasil penelitian dengan disertakan grafikgrafik untuk memperjelas kesimpulan. BAB V : PENUTUP Berisi kesimpulan dan saran-saran dengan tujuan yang baik untuk kemajuan ilmu pengetahuan. lampiran-lampiran. 3. surat ijin dan dokumentasi.

Paving block dibuat dari campuran bahan pengikat hidrolis atau sejenisnya dengan agregat halus dan dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya. dicetak sedemikian rupa (Nadhiroh. Bata beton lantai berwarna seperti aslinya atau dapat diberi zat warna pada komposisinya 7 . Batu cetak halaman dibuat dengan mencetak campuran semen portland dan pasir dengan atau tanpa aditif. (Balai Penelitian Bahan Bangunan 1984:10. 1992). Menurut SNI-03-0691-1989 pengertian paving block adalah : “Bata beton untuk lantai (paving block) adalah suatu komposisi bahan bangunan yang dibuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidraulis sejenis. dalam Arianto 2005). Pengertian Paving Block Paving block merupakan bahan bangunan yang digunakan sebagai perkerasan permukaan jalan. KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESA A. Pengikatan terjadi karena masing-masing batu cetak saling mengunci satu sama lainnya.BAB II KAJIAN PUSTAKA. ataupun untuk keperluan dekoratif pada pembuatan taman. parkir kendaraan. Paving block adalah batu cetak berbentuk tertentu yang dipakai sebagai penutup halaman tanpa memakai adukan dalam pemasangannya (mortar). jalan raya. air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu bata beton. Kajian Pustaka 1. baik jalan untuk keperluan pelataran.

Selain sebagai penutup permukaan tanah dan peresapan air. . baik lantai di dalam maupun di luar bangunan. truk. persyaratan ketebalan paving block pada umumnya adalah sebagai berikut : 1) 6 cm. Kekuatan paving block yang terpasang di atas permukaan tanah ditentukan oleh dua hal.8 dan digunakan untuk lantai. pejalan kaki. digunakan untuk beban lalu lintas sedang atau berat dan padat frekuensinya. pick up. sehingga daya serap air dari tanah dibawahnya tetap terjamin dan kemungkinan menggenangnya air di halaman dapat dikurangi. paving block merupakan alternatif baru sebagai sistem perkerasan. misalnya : mobil. 2) 8 cm. bus. pengikatan terjadi karena masing-msing batu cetak saling mengunci satu sama lain. 2) Gesekan antar elemen paving block yang dapat terjadi dengan adanya pasir sebagai bahan pengisi di antara sela-sela paving block. Menurut Andriati (1996:55). paving block adalah batu cetak berbentuk tertentu yang dipakai sebagai bahan penutup halaman tanpa memakai aduk pasangan (mortar). 1) Kuat tekan masing-masing elemen paving block yang terbuat dari beton dengan mutu tertentu.” Pendapat Dudung Kusmara (1997) dalam Satya (2002). yaitu . misalnya : sepeda motor. digunakan untuk beban lalu lintas ringan dengan frekuensi terbatas.

digunakan untuk beban lalu lintas super berat. crano.1 Persyaratan Mutu Paving Block Kuat Tekan Kekuatan aus Mutu Rata-rata Rata-rata (Kg/cm2) (mm/menit) I 400 0. misalnya : tronton. bata beton yang menggunakan subtitusi serbuk gergaji setelah dikonversikan sesuai mutu paving block dengan perbandingan 10 % dari berat semen dihasilkan kuat tekan rata-rata 286.090 II 300 0. perbandingan serbuk gergaji 20 % . Penyimpangan tebal bata beton (paving block) diperkenankan ± 3 mm. Menurut SNI-03-0691-1989. Tabel 2. 3) Sifat Fisis Bata beton untuk lantai harus mempunyai kekuatan fisis seperti pada tabel di bawah ini. bagian sudutnya tidak mudah direpihkan dengan kekuatan jari tangan.9 3) 10 cm. loader. syarat mutu bata beton (paving block) sebagai berikut : 1) Sifat tampak Bata beton untuk lantai mempunyai bentuk sempurna tidak terdapat retak-retak dan cacat.130 III 200 0. 2) Bentuk dan Ukuran Bentuk dan ukuran bata beton untuk lantai dapat tergantung dari persetujuan antara konsumen dan produsen.160 Sumber :SNI-03-0691-1989 Penyerapan air (%) 3 5 7 Berdasarkan penelitian Kemino (1996:26).431 kg/cm2.

2 10 Porositas (%) 8 6 4 2 0 0 10 20 30 40 50 Subtitusi Serbuk Gergaji (%) Kemino_1996 Gambar 2. seperti terlihat pada tabel 2.10 dihasilkan kuat tekan rata-rata 254. dan pada perbandingan serbuk gergaji 50% dihasilkan kuat tekan rata-rata 165.66%. 30% serbuk gergaji sebesar 6.277 kg/cm2.64%. 1996) .091 kg/cm2.404 kg/cm2.81%.52% serta 50% serbuk gergaji sebesar 8.2 Porositas Paving Block (Kemino.59%. 1996 Gambar 2.1 Kuat Tekan Paving Block (Kemino. 10% serbuk gergaji sebesar 4. perbandingan serbuk gergaji 30% dihasilkan kuat tekan rata-rata 217.66% seperti terlihat tabel 2. 40% serbuk gergaji sebesar 7. 1996) Sedangkan peningkatan porositas paving block dengan 0% serbuk gergaji terhadap berat semen sebesar 3.1 Kuat Tekan (Kg/cm2) 400 300 200 100 0 0 10 20 30 40 50 Subtitusi Serbuk Gergaji (%) Kemino. 20% serbuk gergaji sebesar 5.

proses pencetakan dan pembuatan yang dilakukan dengan baik akan menghasilkan paving block yang berkualitas baik pula. dan alat yang digunakan. diperoleh kuat tekan sebesar 548. pasir. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan paving block adalah sebagai berikut: . Tetapi ada juga paving block yang memakai bahan tambahan misalnya kapur. abu layang. air dalam proporsi tertentu. proses pembuatan. tras. (1996:49) paving block yang menggunakan campuran fly ash Cement dengan perbandingan 40% fly ash Cement dari berat semen dihasilkan kuat tekan sebesar 415.36 kg/cm2 Sedangkan menurut Nadhiroh (1992) kuat tekan paving block dengan menggunakan campuran terak dengan perbandingan 1 semen : 1 slag : 1 pasir.51 kg/cm2 dengan memakai slag nikel. Bahan Susun Paving Block Kualitas dan mutu paving block ditentukan oleh bahan dasar.11 Menurut penelitian Andriati. Bahan-bahan pokok paving block adalah semen. komposisi perbandingan campuran yang direncanakan dengan baik. abu sekam padi dan lainlain. gips. dkk. bahan tambahan. Semakin baik mutu bahan bakunya.65 kg/cm2 dengan memakai slag peleburan besi sedangkan dalam perbandingan 1 semen : 4 slag : 1 pasir. diperoleh kuat tekan sebesar 200. 2.

Semen Gresik (2002). Fungsi semen adalah untuk merekatkan butir-butir agregat agar terjadi suatu massa yang kompak atau padat. semen portland dibagi menjadi 5 jenis yaitu: Jenis 1 : Semen Portland untuk penggunaan umum yang tidak memerlukan persyaratan-persyaratan khusus seperti yang disyaratkan pada jenis-jenis lain Jenis 2 : Semen Portland yang dalam penggunaanya memerlukan ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang. menurut SNI-15-2049-1994 dalam PT.12 1) Semen Portland Semen portland adalah semen hidrolis yag dihasilkan dari penggilingan klingker yang kandungan utamanya calcium silicate dan satu atau dua buah bentuk calcium sulfat sebagai bahan tambahan. Jenis 3 : Semen Portland yang dalam penggunaanya menuntut persyaratan kekuatan awal yang tinggi setelah proses pengikatan terjadi Jenis 4 : Semen Portland yang dalam penggunaanya menuntut persyaratan panas hidrasi yang rendah. Perbedaan sifat jenis semen satu dengan yang lainnya dapat terjadi susunan kimia maupun kehalusan butir-butirnya Sesuai dengan tujuan pemakainnya. karena perbedaan . 1995). Semen Padang. (PT.

dan oksida besi (Fe2O3). Semen Portland terdiri dari oksida kapur (CaO). c) Pengaruh Kualitas Semen terhadap Kuat Tekan Beton Sifat semen yang mempengaruhi kuat tekan beton adalah kehalusan semen dan komposisi kimia semen. . Semen Padang (1995) menyatakan bahwa sifat-sifat semen menurut pemakaiannya meliputi. a) Hidrasi Semen Apabila air ditambahkan kedalam semen portland maka akan terjadi reaksi antara komponen semen dengan air yang dinamakan hidrasi. Dalam prakteknya sifat ikat ini ditujukan dengan waktu pengikatan yaitu waktu mulai dari adonan terjadi sampai mulai terjadi kekakuan. oksida silica (SiO2). sedangkan sisanya sebanyak 5% terdiri dari oksida magnesium dan oksida lain. oksida alumina (Al2O3). Kandungan dari keempat oksida kurang lebih 95% dari berat semen dan biasanya disebut “major oxides”. b) Setting (pengikatan) dan Hardening (pengerasan) Sifat pengikatan pada adonan semen dengan air dimaksudkan sebagai gejala terjadinya kekakuan pada adonan.13 Jenis 5 : Semen Portland yang dalam penggunaanya menuntut persyaratan sangat tahan terhadap sulfat. PT. Reaksi hidrasi tersebut menghasilkan senyawa hidrat dalam bentuk Cement gel .

karena makin luasnya permukaan yang bereaksi dengan air dan kontak dengan agregat. dkk. ii) Komposisi kimia Makin besar kandungan C3A cenderung akan menghasilkan setting time yang makin pendek. (Andrias. Agregat untuk unsur bangunan beton terdiri dari dua golongan. Walaupun hanya sebagai pengisi akan tetapi agregat berpengaruh terhadap sifat-sifat mortar atau beton.14 i) Kehalusan semen Makin halus semen atau partikel-partikel semen akan menghasilkan kekuatan tekan yang tinggi. sedangkan semakin besar kandungan Gypsum di dalam semen akan menghasilkan setting time yang panjang. yaitu agregat anorganik dan agregat organik. Agregat ini kira-kira menempati sebanyak 70% volume mortar atau beton. . 1996:5). Makin besar kandungan C3S akan menghasilkan panas yang tinggi sehingga pengerasan berjalan cepat sedangkan semakin besar C2S akan menghasilkan proses pengerasan yang berjalan lambat 2) Agregat a) Umum Agregat adalah butiran mineral yang berfungsi sebagai pengisi dalam campuran mortar atau beton.

tannin dan asam-asam organik dari tumbuh- . kerikil dan batu pecah Tras atau pozoland Tanah stabilisasi Kapur Alwa Kwarsa Batu apung Serat asbes ii) Agregat Organik Pada umumnya agregat organik berasal dari tumbuhtumbuhan.15 i) Agregat Anorganik Agregat dari golongan ini dapat berupa agregat alam atau buatan yang bahan bakunya berasal dari bahan galian. Proses ini diperlukan untuk mengurangi kadar zat ekstraktif seperti selulosa. limbah industri pengolahan kayu dan lain-lain. limbah industri hasil pertanian. limbah industri tekstil. Jenis dari agregat ini yang banyak digunakan untuk menghasilkan unsur bangunan beton antara lain: • • • • • • • • Pasir. Persyaratan agregat organik untuk tujuan pembuatan komponen bahan bangunan memerlukan pengolahan terlebih pendahuluan yang disebut proses mineralisasi.

misalnya gula. serpihan kayu ataupun serbuk gergaji perlu diolah terlebih dahulu dengan cara merendamnya dalam larutan kapur. . kekal dengan gradasi yang beraneka ragam.16 tumbuhan agar daya lekatan dan pengerasan semen tidak terganggu Seperti halnya kayu ataupun serbuk gergaji mengandung zat yang dapat mengganggu pengerasan semen. keras. bahan organik dan reaksi terhadap alkali harus negatif. Oleh karena itu. Pasir yang dimaksud adalah butiran-butiran mineral yang keras dengan besar butiran antara 0. 1996). Agregat halus tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% dari berat total agregat. Menurut SK-SNI-S-041989-F syarat untuk agregat halus. yaitu agregat halus terdiri dari butir-butir tajam. dan asam-asam organic lainnya. Agregat halus / pasir untuk paving block dapat berupa pasir alami hasil disintregasi alam dari batuan atau berupa pasir buatan yang dihasilkan oleh alat pemecah batu.15 mm sampai 5 mm (Tjokrodimuljo. sebelum dicampur dengan bahan perekat semen. b) Pasir Pasir atau agregat halus merupakan bahan pengisi yang dipakai bersama bahan pengikat dan air untuk membentuk campuran yang padat dan keras. tannin.

40 mm. Sebagai pernyataan gradasi dipakai nilai presentase dari berat butiran yang tertinggal atau lewat di dalam ayakan dengan lubang 76 mm. Sebaliknya bila ukuran butir-butirnya bervariasi akan terjadi volume pori yang kecil.2 Gradasi Pasir Lubang Persen berat butir yang lewat ayakan ayakan(mm) Daerah 1 Daerah 2 Daerah Daerah 4 3 10 100 100 100 100 4. 2. 38 mm.3 Tabel 2. 19 mm. Menurut SK SNI-T-15-1990-03 kekasaran pasir dapat dibagi menjadi empat kelompok menurut gradasinya seperti pada tabel 2. 0.2 dan gambar 2. 1.15 0-10 0-10 0-10 0-15 Sumber : SK SNI-T-15-1990-03 Ket : daerah 1 = pasir kasar daerah 3 = pasir agak halus daerah 2 = pasir agak kasar daerah 4 = pasir halus .80 mm.17 c) Gradasi agregat Gradasi agregat adalah distribusi ukuran butiran dari agregat.3 5-20 8-30 12-40 15-50 0. 0.4 60-95 75-100 85-100 95-100 1. 4.8 90-100 90-100 90-100 95-100 2. 0. 9. dengan kata lain kemapatannya tinggi.2 30-75 55-90 75-100 90-100 0.6 15-34 35-59 60-79 80-100 0.6 mm.15 mm.2 mm.60 mm. Bila butir-butir agregat mempunyai ukuran yang sama (seragam) volume pori akan besar.30 mm. hal ini karena butiran yang kecil mengisi pori diantara butiran yang besar sehingga pori-porinya menjadi sedikit.

8 10 Daerah 1 Daerah 2 Daerah 3 Daerah 4 Lobang Ayakan (mm) Gambar 2.6 1. ii) Agregat berat adalah agregat yang berat jenisnya lebih dari 2. basalt. kuarsa dan sebagainya.15 0.3 Syarat Gradasi Pasir d) Berat jenis agregat Berat jenis agregat adalah ratio antara masa padat agregat dan massa air dengan volume sama pada suhu yang sama. barites (BaSO4). Agregat ini biasanya berasal dari granit. Menurut (Tjokrodimuljo.3 dengan kuat tekan antara 15 MPa sampai 40 MPa.8 misalnya (Fe3O2) magnetic. Beton yang dihasilkan berberat jenis sekitar 2.2 2. 1996) agregat dapat dibedakan berdasarkan berat jenisnya : i) Agregat normal adalah agregat yang berat jenisnya antara 2.0.4 4.7.18 K o m u la t if L o lo s ( %) 120 100 80 60 40 20 0 0. atau serbuk besi. . beton dengan agregat ringan mempunyai kuat tarik rendah. betonnya disebut beton normal.5 sampai 2. iii) Agregat ringan adalah agregat yang berat jenisnya kurang 2.3 0.

karena agregat dengan tekstur permukaan yang kasar dapat meningkatkan rekatan agregat dengan . sedangkan jenis semu volume benda padatnya termasuk pori-pori tertutupnya (Tjokrodimuljo. 1996) e) Tekstur permukaan butir Tekstur permukaan butir adalah sifat permukaan yang tergantung pada ukuran permukaan butir termasuk halus atau kasar. kekasarannya menambah gesekan antara pasta dan permukaan butir-butir agregat. mengkilap atau kusam dan macam-macam bentuk kekasaran permukaan. Agregat dengan permukaan yang berpori dan kasar lebih disukai daripada agregat dengan permukaan yang halus. Kuat tekan antara agregat dan pasta semen tergantung pada tekstur permukaan tersebut. serta rayapan dan susutan lebih tinggi. Berat jenis agregat dibedakan menjadi dua berat jenis mutlak dan berat jenis semu. Rekatan terebut merupakan pegembangan dari ikatan mekanis antar butiran. Berat jenis mutlak jika volume benda padatnya tanpa pori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tertentu dari agregat kasar. Bentuk dan tekstur agregat mempengaruhi mobilitas dari beton segarnya maupun daya lekat antara agregat dan pastanya.19 modulus elastisitas rendah. Butir-butir agregat dengan tekstur permukaan yang licin membutuhkan air yang lebih sedikit daripada buti-butir yang mempunyai permukaan kasar.

1996). Sedetan 24.T Kartono. 3) Serbuk Gergaji Serbuk gergaji merupakan limbah dari industri penggergajian kayu selain sedetan dan potongan-potongan kayu. Proses ini diperlukan untuk mengurangi kadar zat ekstraktif seperti gula. (1992:8) dalam Andrias. adapun kuat tekan betonnya dapat meningkat sekitar 20 %.46% b. tanin dan asam-asam organik dari tumbuhtumbuhan agar daya lekatan dan pengerasan semen tidak terganggu (Andrias.28 % Sebelum serbuk gergaji dijadikan bahan pengisi pada beton atau mortar terlebih dahulu serbuk gergaji tersebut diolah melalui proses mineralisasi.75 kali. Potongan-potongan kayu 16. Seperti terlihat pada reaksi kimia di bawah ini. 1996). C6H11O6 [C6H11O5]n C6H11O5 + CaO CaCO3 + CO2 + H2O (selulosa) (larutan kapur) (kalsium karbonat) Terlihat dari hasil reaksi diatas bahwa serbuk gergaji yang banyak mengandung selulosa setelah direndam dengan larutan kapur selama ±24 jam akan membentuk kalsium karbonat sebagai zat perekat (tobermorite) yang apabila bereaksi dengan semen akan semakin . Serbuk Gergaji 8. dengan perincian sebagai berikut : a.41 % c. dkk (1996) menyatakan bahwa rata-rata limbah yang dihasilkan oleh industri penggergajian adalah 49. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh W. 15 %. dkk.20 semen sampai 1. (Tjokrodimuljo.

1996) Menurut penelitian Kemino (1992) tentang pemanfaatan limbah industri pengolahan kayu sebagai bahan baku pembuatan bata cetak dengan komposisi campuran 1 semen : 6 pasir : 6 limbah didapatkan kuat tekan sebesar 26 kg/cm2.dkk (1996) pembuatan bata cetak dengan menggunakan serbuk gergaji dengan komposisi 75 %. fas 0. apabila air yang dipakai adalah air tawar murni tidak mengandung kotoran-kotoran dan bahan-bahan lainnya.26 kg/cm2. jernih dan tidak berasa. tidak berbau dapat digunakan dalam pencampuran beton (Petunjuk Praktek Assisten Teknisi Laboratorium Pengujian Beton). Kandungan air yang tinggi dapat menyebabkan beton segar mudah dikerjakan. 4) Air Fungsi air adalah sebagai media perantara pada proses pengikatan kimiawi antara semen dan agregat. Setiap air yang dihasilkan oleh alam. dan dengan komposisi campuran 1 semen : 6 pasir : 2 limbah didapatkan kuat tekan sebesar 79.35 dan tekanan pengepresan 125 kg/cm2 dihasilkan kuat tekan sebesar 95.83 kg/cm2. mortar dan beton menjadi poros dan juga dapat menyebabkan pemisahan antara pasir . Sedangkan menurut penelitian Andrias. Proses ini akan berlangsung baik. kekuatan beton dan mortar rendah. dkk.21 merekatkan butir-butir agregat sehingga terbentuk massa yang kompak dan padat (Andrias.

Semen Padang. 1996) dalam pemakaian air untuk beton sebaiknya memenuhi syarat-syarat : a) Tidak mengandung lumpur (benda melayang lainnya) lebih dari 2 gram/liter b) Tidak mengandung garam-garam yang dapat merusak beton (asam. zat organic) tidak lebih dari 15 gram/liter. Menurut (Tjokrodimuljo. Mortar atau beton dapat mengalami kerusakan oleh pengaruh asam.35. (2) Pengaruh pelarut carbonat Pelarut carbonat akan bereaksi dengan Ca(OH)2 membantuk CaCO3 dan akan berekasi lagi dengan pelarut carbonat membentuk . dimana pengaruh zat tersebut antara lain : (1) Pengaruh kandungan asam dalam air terhadap kualitas mortar dan beton. Serangan asam pada beton atau mortar akan mempengaruhi ketahan pasta mortar dan beton.22 atau agregat pada adukan mortar atau beton yang disebut segresi (PT. namun dalam kenyataanya factor air semen yang dipakai sulit kurang dari 0. c) Tidak mengandung klorida (Cl)lebih dari 0. Untuk bereaksi dengan semen.5 gr/lt d) Tidak mengandung senyawa sulfat lebih dari 1 gr/lt Air harus bebas terbebas dari zat-zat yang membahayakan beton. 1995). air yang diperlukan hanya sekitar 25% berat semen saja.

23 calcium bicarbonate yang sifatnya larut dalam air. karena pada permukaan mortar atau beton akan terlihat putih-putih yang sifatnya larut dalam air sehingga lama-lama akan terkikis dan mortar atau beton akan menjadi rapuh Secara praktis pemeriksaan air dapat dilakukan dengan cara pengamatan secara visual. (3) Pengaruh bahan padat (Lumpur) Air yang mengandung lumpur atau bahan padat apabila dipakai untuk mencampur semen dan agregat maka proses pencampuran atau pembentukan pasata kurang sempurna. Agregat akan terlapisi minyak berupa film sehingga ikatan agregat satu dengan yang lainnya kurang sempurna. (4) Pengaruh kandungan minyak Air yang mengandung minyak akan menyebabkan emulsi apabila dipakai untuk mencampur semen. Akibatnya agregat akan lepas dan mortar atau beton akan tidak kuat. tidak berwarna (jernih) dan tidak berasa dapat digunakan dalam pencampuran beton. Akibatnya beton akan terkikis dan cepat rapuh. . Agregat bisa lepas dan mortar atau beton tidak kuat. Air yang tidak berbau. (5) Pengaruh air laut Air laut tidak boleh dipakai sebagai media pencampur semen. karena permukaan agregat akan terlapisi lumpur sehingga ikatan agregat kurang sempurna antar satu dengan yang lain.

Melihat potensi limbah serbuk gergaji yang sangat banyak perlu diadakan penelitian tentang pemanfaatan serbuk gergaji sebagai bahan susun dalam pembuatan paving block. trotoar. Berbagai usaha dilakukan dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas akibat persaingan usaha poduksi dari paving block tersebut. sehingga kebutuhannya juga meningkat karena kepraktisan dalam pemasangan dan pemeliharaanya. salah satu usaha sebagai alternatif peningkatan mutu dan kualitas adalah dengan penambahan serbuk gergaji dalam pembuatan paving block. Limbah serbuk gergaji dari industri penggergajian kayu selama ini belum dimanfaatkan secara optimal hanya digunakan sebagai bahan pembakaran bata merah atau hanya ditumpuk didekat areal penggergajian kayu. daerah perparkiran dan lain sebagainya. jalan raya.26 kg/cm2. Hal ini dapat diartikan bahwa penggunaan paving block begitu kompleks. Berdasarkan penelitian terdahulu dari Andrias.24 B. Kerangka Berfikir Paving block adalah bata beton untuk lantai dimana banyak dimanfaatkan sebagai bahan perkerasan jalan di lingkungan kampus. dkk (1996) tentang serbuk gergaji sebagai bahan substitusi dalam pembuatan bata cetak dengan fas 0. areal perkantoran. dan penelitian Kemino (1996) tentang pemanfaatan limbah industri pengolahan kayu sebagai bahan baku pembuatan bata cetak dengan komposisi campuran 1 semen : 6 pasir : 2 limbah .35 serta tekanan pengepresan 125 kg/cm2 ternyata mampu menghasilkan kuat tekan sebesar 95.

25 didapatkan kuat tekan sebesar 79. maka penggunaan serbuk gergaji juga dapat digunakan dalam pembuatan paving block. Hipotesa Sesuai dengan kajian pustaka dan kerangka berpikir yang dikemukakan diatas. dalam penelitian ini akan dicari besarnya perbedaan kuat tekan. porositas dan ketahanan aus paving block. porositas dan ketahanan aus paving block dengan membandingkan paving block yang memakai serbuk gergaji dan yang tanpa subtitusi serbuk gergaji. . C. maka dapat diajukan hipotesis penelitian yaitu : Ada hubungan antara penambahan serbuk gergaji terhadap kuat tekan. Oleh karena itu.83 kg/cm2.

26 .

Sampel Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang akan diteliti (Suharsimi Arikunto. 1993:102).BAB III METODE PENELITIAN Agar suatu penelitian memperoleh hasil sesuai dengan yang diharapkan maka peneliti memandang perlu dan sangat penting untuk menetapkan langkahlangkah yang dituangkan dalam metode penelitian ini. sedangkan populasi dalam penelitian ini adalah paving block dengan subtitusi serbuk gergaji dalam perbandingan campuran 1PC : 6PS (sebagai kelompok kontrol).1 SG (kelompok eksperimen 2). 1 PC : 5. B. 1 PC : 5. pasir muntilan yang dijual di pasaran.9 PS : 0.05 SG (kelompok eksperimen 1). Populasi Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Suharsimi Arikunto.8 PS : 0. serta air bersih dari Laboratorium Teknik sipil UNNES. 1 PC : 5. Sedangkan serbuk gergaji yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah 27 .15 SG (kelompok eksperimen 3). 1 PC : 5. dimana semen yang digunakan adalah semen tipe I dengan merk Nusantara. meliputi : A. 1993:104) Sampel dalam penelitian ini adalah berupa sampel bahan penyusun paving block untuk uji bahan dan sampel benda uji yang berupa kubus dengan ukuran 20x10x6 cm sesuai dengan Standart Industri Indonesia.2 SG (kelompok eksperimen 4).85 PS : 0.95 PS : 0.

. dan 5 buah sampel untuk uji ketahanan aus dengan bahan pengisinya ditambah 15 % serbuk gergaji. masing-masing komposisi dibuat 25 buah benda uji dengan ukuran 20cm x 10cm x 6cm sebanyak 20 buah dan ukuran 5cm x 5cm x 2cm sebanyak 5 buah Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan perincian sebagai berikut : a) 10 buah sampel untuk uji kuat tekan.3.28 dari industri penggergajian kayu yang berada di desa Kaligading Kecamatan Boja.dan 4). 10 buah sampel untuk porositas. dan 5 buah sampel untuk uji ketahanan aus. b) 10 buah sampel untuk uji kuat tekan. Untuk sampel yang berupa benda uji terdiri dari paving block yang menggunakan subtitusi serbuk gergaji (kelompok eksperimen 1. 10 buah sampel untuk porositas. 10 buah sampel untuk porositas. dan 5 buah sampel untuk uji ketahanan aus dengan bahan pengisinya ditambah 5 % serbuk gergaji. Dari 5 macam komposisi perlakuan. 10 buah sampel untuk porositas. d) 10 buah sampel untuk uji kuat tekan. dan 5 buah sampel untuk uji ketahanan aus dengan bahan pengisinya ditambah 10 % serbuk gergaji. dan paving block tanpa subtitusi serbuk gergaji (kelompok kontrol). c) 10 buah sampel untuk uji kuat tekan.2.

1. 2. 1992 :91). Yang menjadi variabel bebas dalam penelitian ini adalah subtitusi serbuk gergaji untuk paving block. . Sebagai variabel kontrol dalam penelitian ini adalah paving block dengan 0% serbuk gergaji. Variabel bebas Variabel bebas adalah variabel yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (Sugiyono. 1999:20). 1999:20). 10 buah sampel untuk porositas. Variabel terikat Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat. karena adanya variabel bebas (Sugiyono. yaitu variabel bebas. Variabel Penelitian Variabel adalah obyek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Suharsimi Arikunto. 3. 1999:20). Variabel kontrol Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan dilihat konstan sehingga peneliti dapat melakukan penelitian bersifat membandingkan (Sugiyono. Yang menjadi variabel terikat dalam penelitian ini adalah kuat tekan paving block.29 e) 10 buah sampel untuk uji kuat tekan. variabel terikat dan variabel control. Variabel dalam penelitian ini ada tiga macam. dan 5 buah sampel untuk uji ketahanan aus dengan bahan pengisinya 20 % serbuk gergaji. C.

porositas. dalam penelitian ini pengamatan dilakukan terhadap kegiatan pengujian benda uji yaitu terhadap kuat tekan. Pasir yang digunakan adalah pasir Muntilan yang umum dalam perdagangan. porositas. porositas. Bahan Uji a. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data merupakan instrument yang menentukan keberhasilan suatu penelitian. maka metode yang digunakan adalah metode observasi dengan melakukan pengujian kuat tekan. dan ketahanan aus di laboratorium. Prosedur Pengujian 1. E. Dari hasil pengamatan tersebut selanjutnya dicatat dalam lembar observasi dalam bentuk daftar skor dari data pengujian sebagai dokumen data penelitian. Semen yang digunakan adalah Semen Portland type I produksi Semen Nusantara dengan kemasan 40 kg b. dan ketahanan aus. Observasi tidak terlepas dari suatu pengamatan dan pencatatan. Secara garis besar data yang akan diselidiki dalam penelitian ini berupa kuat tekan. . dan ketahanan aus.30 D. Oleh karena itu dalam menentukan metode yang digunakan harus benar-benar sesuai dengan jenis-jenis data yang akan diselidiki. yang selanjutnya dianalisa secara teoritis untuk mendapatkan hasil penelitian sesuai data yang ada.

menggunakan standart pengujian “Petunjuk Praktikum Asisten Teknisi Laboratorium Pengujian Beton dari pusat penelitian MBT” 3) Pengujian Berat Satuan. menggunakan standart “Petunjuk Praktikum Asisten Teknisi Laboratorium Pengujian Beton dari pusat penelitian MBT” 5) Pengujian berat jenis serbuk gergaji hasil reaksi dengan larutan kapur. Pengujian pasir 1) Pengujian gradasi. menggunakan standart SK SNI-03-0691-1989 tentang “Bata Beton Untuk Lantai” .31 c. Standart Penelitian a. d. Pengujian paving block 1) Pengujian kuat tekan dan resapan air (porositas). 2. b. Air yang digunakan berasal dari Laboratorium Bahan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNNES Semarang. menggunakan standart SK-SNI-M-08-1989-F tentang “Standart Pengujian dan Analisis Saringan Agregat Halus dan Kasar 2) Pengujian Berat Jenis dan penyerapan agregat halus. menggunakan standart “Petunjuk Praktikum Asisten Teknisi Laboratorium Pengujian Beton dari pusat penelitian MBT” 4) Pemeriksaan kadar lumpur agregat. Serbuk gergaji yang digunakan berasal dari industri penggergajian kayu yang berada di desa Kaligading Kecamatan Boja.

dan SII-0967-84 tentang “Ubin Teraso” 3. Pasir 1) Pemeriksaan berat jenis pasir . Semarang. kuat tekan dan porositas paving block dilakukan di Laboratorium Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNNES. Persiapan dan pemeriksaan bahan susun paving block dilaksanakan dilaboratorium Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. SK SNI-03-0028-1987 tentang “Ubin Semen”. Pengambilan Sampel a. Kimangunsarkoro. 2. b. Tempat pengujian bahan. Bahan-bahan susun paving block diantaranya adalah semen Nusantara type I kemasan 40 kg. Tahap Penelitian 1. Pemeriksaan Bahan a. Tempat Pengujian a. serbuk gergaji dari Industri Penggergajian Kayu di desa Kaligading Kecamatan Boja. pasir Muntilan.32 2) Pengujian ketahanan aus. Tempat pengujian ketahanan aus paving block dilakukan di Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri dan Perdagangan (BPPIP) Jl. F. menggunakan standart SK SNI-03-06911989 tentang “Bata Beton Untuk Lantai”. dan air dari Laboratorium Bahan Teknik Sipil Fakultas Teknik UNNES Semarang.

c) Pasir tersebut dimasukkan dalam piknometer sebanyak 500 gr kemudian masukkan air dalam piknometer hingga mencapai 90% isi piknometer. Kemudian pasir ditimbang ( Bk ) g) Piknometer dibersihkan. kemudian isi air sampai tanda batas timbang (B) . e) Tambahkan air sampai tanda batas kemudian ditimbang ( Bt ). d) Rendam piknometer dalam air dan ukur suhu air untuk penyesuaian perhitungan dengan suhu standar 250 C.33 Langkah-langkah pemeriksaan berat jenis pasir adalah sebagai berikut: a) Pasir dikeringkan dalam tungku pemanas dengan suhu 1150 C sampai beratnya tetap. dinginkan pasir pada suhu ruang kemudian rendam pasir dalam air selama 24 jam. b) Setelah 24 jam air rendaman dibuang dengan hati-hati agar butiran pasir tidak ikut terbuang. putar dan guling-gulingkan piknometer sampai tidak terlihat gelembung udara didalamnya. f) Pasir dikeluarkan dan dikeringkan dalam oven dengan suhu 1050 C sampai beratnya tetap kemudian dinginkan dalam desikator. tebarkan pasir dalam talam keringkan diudara panas dengan cara membolak-balikan pasir sampai kering.

0. 2. 1. 0. 0.3 mm. timbangan. c) Ayakan disusun sesuai dengan urutannya.2mm.15 mm. 2. . b) Keluarkan pasir dalam oven didinginkan dalam desikator selama 3 jam. Alat : satu set ayakan 4.8 mm.4 mm.8 mm.6 mm.6 mm. Langkah-langkah pemeriksaan gradasi halus pasir adalah sebagai berikut : a) Pasir dikeringkan dalam oven dengan suhu 1150 C sampai beratnya tetap.15mm.34 Bk ( B + 500 − Bt ) 500 BulkSpesifikGrafity SSD = ( B + 500 − Bt ) Bk Apparent Spesifik Grafity = ( B + Bk − Bt ) 500 − Bk Absorbsi = x100% Bk BulkSpesifikGrafity = 2) Pemeriksaan gradasi pasir Tujuan untuk mengetahui variasi diameter butiran pasir dan modulus kehalusan pasir. 1.3 mm. tutup dan diayak dengan cara digetarkan selama 10 menit kemudian diamkan pasir selama 5 menit agar pasir tersebut mengendap.4 mm. d) Pasir dimasukkan dalam ayakan paling atas. 0. alat penggetar.2 mm. 0. 0. ukuran terbesar diletakkan paling atas yaitu : 4.

Air yang kotor dibuang tanpa ada pasir yang ikut terbuang. 3) Pemeriksaan kandungan lumpur Tujuan dari pengujian kandungan lumpur adalah untuk mengetahui banyaknya kandungan lumpur dalam pasir. Kemudian diguling-gulingkan 10 kali dan didiamkan selama 2 menit. Langkah-langkah pemeriksaan kadar lumpur adalah sebagai berikut: a. timbangan. dan oven. Nilai modulus halus butir pasir dihitung dengan menjumlahkan prosentase komulatif butir yang tertinggal kemudian dibagi seratus. Mencuci pasir dengan air bersih yaitu dengan memasukkan pasir kedalam gelas ukur 250 cc setinggi 12 cm diatas permukaan pasir.cawan. Mengambil pasir yang telah kering oven selama 24 jam dengan suhu 1150 C seberat 100 gr ( G1). pipet. f) Gradasi pasir yang diperoleh dengan menghitung komulatif prosentase butir-butir pasir yang lolos pada masing-masing ayakan. . b. Alat : gelas ukur.35 e) Pasir yang tertinggal dalam masing-masing ayakan ditimbang beserta wadahnya. langkah ini dilakukan sampai air tampak jernih.

(d) Pasir dikeluarkan dari piknometer timbang dan catat beratnya (w3) Berat satuan = Berat Agregat Volume Piknometer b. e. Menghitung prosentase kandungan lumpur pasir dengan rumus: X = G1 − G2 X 100% G1 4) Pemeriksaan berat satuan Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui berat satuan dari pasir. Menuangkan pasir kedalam cawan kemudian membuang sisa air dengan pipet setelah itu pasir dikeringkan dalam oven dengan suhu 1150 C selama 24 jam. Setelah 24 jam pasir dikeluarkan dalam oven dan didinginkan hingga mencapai suhu kamar kemudian pasir ditimbang ( G2 ). Alat : piknometer yang telah diketahui volumenya. timbangan Langkah-langkah : (a) pasir dicuci dan dikeringkan dengan sinar matahari (ssd) (b) piknometer ditimbang catat beratnya (w1) (c) pasir dimasukkan dalam piknometer sampai batas tertentu dalam keadaan tanpa pemadatan (shoulveled) kemudian timbang dan catat beratnya (w2).s = w3 w1 . d.36 c.

tanin dan asam-asam organik dari tumbuh-tumbuhan agar daya lekatan dan pengerasan semen tidak terganggu.0 mm. Penggunaan larutan kapur dalam perendaman supaya serbuk gergaji membentuk kalsium karbonat yaitu . ditiriskan sambil diangin-anginkan. Air Pemeriksaan terhadap air juga dilakukan secara visual yaitu air harus bersih. minyak dan garam sesuai dengan persyaratan air untuk minum.37 b. Semen yang digunakan dalam penelitian ini adalah semen Nusantara Type I kemasan 40 kg. d. tidak mengadung lumpur. Proses ini dimulai dengan menghilangkan bagian-bagian kasar serbuk gergaji kemudian dikeringkan lalu disaring dengan ayakan ukuran 1. Air yang digunakan dalam penelitian ini adalah air dari Laboratorium Teknik Sipil Fakultas Teknik UNNES Semarang. Bagian serbuk gergaji yang lolos ayakan direndam dengan larutan kapur 5% selama ± 24 jam. Semen Pemeriksaan terhadap semen dilakukan dengan cara visual yaitu semen dalam keadaan tertutup rapat dan setelah dibuka tidak ada gumpalan serta butirannya halus. Proses ini diperlukan untuk mengurangi zat ekstratif seperti gula. Serbuk gergaji Serbuk gergaji yang akan digunakan memerlukan pengolahan pendahuluan yang disebut proses mineralisasi. c.

552 Tabel 3.388 0.76 7.18 45.4 0.4 0.1 Rencana adukan paving block 20x10x6 cm per kelompok Perbandingan Pc: (Ps+SG) Subtitusi Serbuk Gergaji fas Kebutuhan Pasir (kg) Kebutuhan Semen (kg) Kebutuhan Serbuk Gergaji (kg) 1:6 0% 1:6 5% 1:6 10% 1:6 15% 1:6 20% Sumber : Peneliti Perbandingan Pc: (Ps+SG) Subtitusi Serbuk Gergaji 0. Tabel 3. 2) Mempersiapkan cetakan paving block dan peralatan lain yang dibutuhkan. 1) Masukkan air 80% dari air yang dibutuhkan dengan faktor air semen 0.776 1.76 7.012125 0.0808 0 0.38 sebagai zat perekat (tobermorite) sehingga serbuk gergaji membentuk massa yang kompak 3.004042 0.4690 0.79 45.76 0 0.4 0.41 45.4 0.164 1.4 0. .016167 b.4 0.4 46. Menyiapkan bahan susun paving block.57 46. pasir.0808 0.76 7.2 Rencana adukan paving block 5x5x2 cm per kelompok fas Kebutuhan Pasir (kg) Kebutuhan Semen (kg) Kebutuhan Serbuk Gergaji (kg) 1:6 0% 1:6 5% 1:6 10% 1:6 15% 1:6 20% Sumber : Peneliti 0. Pengadukan campuran paving block.4812 0.4 0.4731 0.02 7.0808 0.0808 0.4 0.0808 0.76 7. bahan tambah (serbuk gergaji) dan air dengan berat yang telah ditentukan dalam perencanaan campuran paving block.4771 0.4 kedalam mesin pengaduk kemudian masukkan semen. 1) Menimbang bahan-bahan susun paving block yaitu semen.4 0.008083 0. Pembuatan Benda Uji a.4852 0.

2) Ketika mesin pengaduk masih berputar sisa air dimasukan sedikit demi sedikit sampai airnya habis dalam jangka waktu tidak kurang dari 3 menit. tidak terkena matahari secara langsung. c. Setelah 5 hari ambil benda uji dari landasan cetak. 10%. 5%. tempatkan pada tempat yang teduh selama beberapa hari dengan tiap pagi disiram air secukupnya. d. 15%. 4) Buka cetakan dan tempatkan paving block pada tempat yang sejuk. 20% dari berat semen. 3) Pengadukan dilakukan sebanyak satu kali untuk setiap macam campuran dan setiap pengadukan dilakukan pemeriksaan. . 3) Permukaan paving block harus benar-benar dalam keadaan rata pada bagian atas cetakan.39 pasir dan serbuk gergaji dengan penambahan 0%. Pembuatan benda uji 1) Adukan bahan paving block dimasukkan kedalam cetakan paving block yang sebelumnya pada bagian dalam cetakan diberi minyak pelumas. susun yang rapi sampai benda uji berumur 28 hari untuk dilakukan pengujian. Perawatan Setelah benda uji selesai dicetak. 2) Isi cetakan dengan adukan paving block sampai keadaan munjung lalu dipadatkan dengan pemukul dan sesuai dengan variabel penelitian.

c. c. Pengujian Ketahanan Aus Paving Block a. bebani 1 dengan beban tambahan sebesar 3 kg 3 b. kemudian timbang beratnya dalam keadaan basah. Keringkan dalam dapur pengering selama 24 jam pada suhu 1150. 7. Pengujian Kuat Tekan Paving Block a. Pengujian Porositas Paving Block a. Timbang benda uji setelah pengausan. Lakukan pembebanan sampai benda uji hancur. Masing-masing benda uji diukur dimensinya. letakkan pada mesin pengaus. b.40 4. Rendam benda uji dalam air hingga jenuh selama 24 jam. Letakkan benda uji pada mesin tekan dengan arah penekanan sesuai dengan arah tekanan dalam pemakaian. 5. 6. b. Catat beban maksimum yang dapat ditahan benda uji. kemudian timbang dalam keadaan kering oven. Berat Jenis Pasir Berat jenis = B2 B3 + B0 − B1 . d. Ukur dan timbang benda uji. benda uji diputar 900 pengausan dilanjutkan dengan pergantian pemutaran tiap 1 menit sebanyak 5 kali. Jalankan mesin pengaus selama 1 menit. Analisis Data a. Bersihkan benda uji dari kotoran dan debu yang melekat dengan kuas.

Beton) B1 − B 2 x100% B1 A− B x100% B Ket: A = Berat Paving Block basah B = Berat paving block kering (SNI-03-0691-1989) . Kandungan Lumpur Pasir Kandungan lumpur = Ket: B1 = Berat cawan kosong B2 = Berat kering oven c. Beton) b.41 Ket: B0 = Berat pada kondisi jenuh kering muka B1 = Berat pikno berisi agregat dan air B2 = Berat agregat setelah kering tungku B3 = Berat pikno berisi air (Petunjuk Praktikum Asisten Lab. Kuat Tekan Paving Block Kuat tekan = Ket : P = Beban hancur dalam kg L = Luas Bidang tekan dalam cm2 d. Porositas Paving Block Porositas = (SNI-03-0691-1989) P L (Petunjuk Praktikum Asisten Lab.

(SNI-03-0691-1989) Ax10 BJxLxW Data tersebut dianalisis dengan metode tangan bebas. Σ X Y X2 Y2 XY ΣY Σ X2 Σ Y2 Σ XY . bentuk regresi dapat ditentukan yaitu regresi linier atau non linier. dalam menit.42 e. Langkah-langkah menganalisis regresi linear : 1) Menyusun tabel kerja Tabel subtitusi serbuk gergaji (X) dan kuat tekan paving block untuk menghitung regresi sederhana Y atas X X 5 5 5 dst. titik-titik yang ditentukan oleh absis X dan ordinat Y digambarkan dan terjadilah diagram pencar. Dengan memperhatikan letak titik-titik dalam diagram. Ketahanan Aus Paving Block Ketahanan aus = = Ket : A = Selisih berat sebelum dan setelah diaus BJ = Berat jenis L = Luas permukaan bidang aus. Jika variabel bebas (X) dan variabel tak bebas (Y).. dalam cm2 W = Lama pengausan. Metode ini menggunakan diagram pencar berdasarkan hasil penelitian.

Garis regresi sederhana Y atas X berbentuk : Y = a + bx Ket : a = konstanta b = arah regresi dengan menggunakan metode kuadrat kecil (least square) koefisien a dan b dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : a= (∑ Y )(∑ X 2 ) − (∑ X )(∑ XY ) n ∑ X 2 − (∑ X ) 2 n ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) n ∑ X 2 − (∑ X ) 2 b= 3) Uji signifikansi koefisien regresi a) Menghitung jumlah kuadrat atas a atau JK(a) JK (a) = (∑ Y ) 2 n b) Menghitung jumlah kuadrat b atas a atau JK (b\a) JK (b\a) = b{∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) } n c) Menghitung kuadrat sisa atau JK (s) JK (s) = JK (T) – JK (a) – JK (b\a) d) Menghitung jumlah kuadrat galat atau JK(G) JK (G) = {∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 } ni .43 2) Menghitung koefisien regresi Y atas X Digunakan untuk mengetahui pola data pengamatan.

44 e) Menghitung derajad kebebasan (dk) (1) dk total (n) (2) dk koefisien (a) (3) dk regresi (b\a) (4) dk sisa (5) dk tuna cocok (K-2) K = jumlah kelompok (6) dk galat = n-K f) Menguji koefisien arah regresi (Freg) Freg = S2 regresi / S2 sisa S2 regresi = JK (b\a) S2 sisa = JK(s) / n-2 g) Menguji linieritas arah regresi (FTuna cocok) F TC = S2TC / S2G S2TC = JK(TC) / K-2 S2G = JK (G) / n-K h) Menghitung koefisien determinasi r2 = n ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) {n ∑ X 2 − (∑ X ) 2 }{n ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 } .

Σ X Y X2 LnY X LnY ΣY Σ X2 Σ LnY Σ X LnY 2) Menghitung koefisien regresi Y atas X Digunakan untuk mengetahui pola data pengamatan. Garis regresi Y atas X berbentuk : Ŷ = aebx Ket : a = konstanta b = arah regresi dengan menggunakan turunan pertama dari Ŷ = aebx koefisien a dan b dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : ln a = ∑ ln Y ∑ ln X −b n n n(∑ ln X ln Y )(∑ X 2 ) − (∑ ln X )(∑ ln Y ) b= ..45 Langkah-langkah menganalisis regresi non linier 1) Menyusun tabel kerja Tabel subtitusi serbuk gergaji (X) dan kuat tekan paving block untuk menghitung regresi sederhana Y atas X X 5 5 5 dst. sehingga n ∑ ln 2 X − (∑ ln X ) 2 ln Ŷ = ln a + bX 3) Menghitung Indeks Determinasi I= Σ(Y − Y ) 2 − Σ(Y − Y ) 2 Σ(Y − Y ) 2 .

Air Pengujian terhadap air dilakukan dengan pengamatan secara visual sesuai dengan buku petunjuk praktek asisten teknisi laboratorium pengujian beton. tidak ada cacat pada kemasan (robeknya kemasan). Keadaan Butiran Semen Pengujian keadaan butiran semen dilakukan dengan membuka kantong semen kemudian dilihat secara visual mengenai keadaan butiran semen. Air yang digunakan terlihat tidak berwarna (jernih) dan tidak berbau. keadaan kemasan kering. serta keadaan semen dalam kemasan masih gembur (tidak memadat. dilakukan dengan cara memijat semen dalam kemasan). Hasil Penelitian 1. Dari hasil pengamatan terlihat semen yang digunakan masih dalam keadaan baik (tidak ada butiran yang menggumpal).BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Semen a. Keadaan Kemasan Semen Pengujian secara visual mengenai keadaan kemasan semen yang digunakan terlihat masih baik. b. 2. 46 .

587 . c.1 mm.47 3.12%. 2.36 mm.3 mm.1mm.15 0.2 2.6 1. Hasil pengujian ayakan dapat dilihat pada lampiran 1.3 0. Hasil pengujian berat jenis dan penyerapan pasir adalah sebagai berikut. 0.4 4. (lihat lampiran 2).75mm. 0. 19. 1) Berat jenis bulk (bulk specifik grafity) sebesar 2.1 Komulatif Lolos (mm) 120 100 80 60 40 20 0 0. sedang grafik gradasi pasir seperti pada gambar 4.566 2) Berat jenis kering permukaan (SSD) sebesar 2. Pasir a. Pengujian Kadar Lumpur dan Lempung Pasir Hasil pengujian kadar lumpur dan lempung pasir didapatkan sebesar 3. Pengujian Gradasi Pasir Pengujian gradasi pasir dilakukan dengan menggunakan saringan Standart Tatonas dengan ukuran 38.18mm. 4. Pengujian Berat Jenis dan Penyerapan Pasir. 0.15mm.8 10 Zona 2 Hasil Penelitian Lubang Ayakan (mm) Gambar 4.1 Gradasi Pasir Muntilan b. 1.6mm.

939 % Untuk lebih jelas dapat dilihat pada lampiran 3 d.2 . Pengujian Berat Satuan Pasir Hasil pengujian berat satuan pasir didapatkan sebesar 1. setelah dilakukan perawatan dengan cara ditempatkan pada tempat yang teduh dan dilakukan penyiraman pada waktu pagi hari selama 5 hari. Pengujian Berat Jenis Berat jenis serbuk gergaji didapatkan sebesar 0.299gr/cm3.54. Serbuk Gergaji a. 5. (lihat lampiran 4) 4. Hasil uji kuat tekan paving block dapat dilihat pada lampiran 6. Paving Block a.48 3) Berat jenis semu sebesar 2. sedangkan grafik hasil uji kuat tekan dapat dilihat pada gambar 4.626 4) Penyerapan sebesar 2. Pengujian Kuat Tekan Pengujian kuat tekan dilakukan setelah benda uji berumur 28 hari.

619 5 10 15 20 Subtitusi Serbuk Gergaji (%) Gambar 4. Hasil pengujian porositas paving block dapat dilihat pada lampiran 7.052 253. sedangkan grafik porositas dapat dilihat pada gambar 4.2 Kuat Tekan Paving Block b.894 Hasil Penelitian 5 10 15 20 Subtitusi Serbuk Gergaji (%) Gambar 4. Pengujian Porositas Pengujian porositas dilakukan setelah benda uji berumur 28 hari dengan membandingkan berat basah dan kering tungku.833 5.49 Kuat Tekan (kg/cm2) Hasil Penelitian 400 300 200 100 0 0 310.371 271. 7 6 5 4 3 2 1 0 0 Porositas (% ) 4.3 Porositas Paving Block .697 4.469 5.3.794 208.469 3.644 292.

50

c. Pengujian Ketahanan Aus Hasil pengujian ketahanan aus paving block (lampiran 8), sedangkan grafik ketahanan aus dapat dilihat pada gambar 4.4
Ketahanan Aus (mm/mnt)

0,08 0,06

0,074599

0,049715

0,04
0,026761

0,041219 0,035409

Hasil Penelitian

0,02 0 0 5 10 15 20 Subtitusi Serbuk Gergaji (%)

Gambar 4.4 Ketahanan Aus Paving Block
B. Pembahasan

1. Pasir a. Pengujian Gradasi Pasir Hasil pengujian gradasi pasir dapat dilihat pada lampiran 1. menurut peraturan SK-SNI-T-15-1990-03, kekasaran pasir dapat dibagi menjadi empat kelompok menurut gradasinya, yaitu : pasir kasar(zona 1), pasir agak kasar (zona 2), pasir agak halus (zona 3), dan pasir halus (zona 4). Berdasarkan pada pembagian gradasi tersebut maka pasir muntilan yang digunakan dalam penelitian ini termasuk dalam zona 2, yaitu pasir agak kasar seperti terlihat pada gambar 4.1 b. Pengujian Berat Jenis Pasir Hasil pengujian berat jenis pasir adalah untuk berat jenis bulk (bulk specifik grafitty) sebesar 2,566, berat jenis kering permukaan (SSD)

51

sebesar 2,587, dan berat jenis semu sebesar 2,626 (lampiran2), sehingga pasir yang digunakan dalam penelitian ini tergolong sebagai agregat normal, karena berat jenisnya antara 2-2,7. Hasil pengujian penyerapan air pasir menunjukkan harga 0,863%, nilai ini menunjukkan besarnya jumlah pori yang terdapat pada pasir penelitian, untuk selanjutnya akan berpengaruh pada pengujian

porositas paving block. c. Pengujian Berat Satuan Pengujian berat satuan pasir ini bertujuan untuk menentukan berat satuan agregat dalam kondisi lepas dan padat. Berat satuan dihitung berdasarkan berat agregat dalam suatu tempat tertentu. d. Pengujian Kandungan Lumpur dan Lempung Hasil pengujian kandungan lumpur pasir dalam penelitian ini didapatkan sebesar 3,12% (lihat lampiran 4). Menurut syarat dalam SK-SNI-S-04-1989 kandungan lumpur pada pasir masih memenuhi syarat sebagai agregat halus karena masih berada di bawah 5%. 2. Paving Block a. Kuat Tekan Dari hasil perhitungan kuat tekan dan berat jenis paving block pada lampiran 6 dan gambar 4.4 terlihat bahwa kuat tekan dan berat jenis paving block dengan subtitusi serbuk gergaji cenderung mengalami penurunan seiring dengan penambahan serbuk gergaji, seperti terlihat

52

pada gambar 4.2. Berdasarkan perhitungan analisis regresi sederhana akan didapat persamaan seperti pada gambar 4.6
Kuat Tekan (kg/cm2) 400 300 200 100 0 0 5 10 15 20 25 Subtitusi Serbuk Gergaji (%) y = 318,92e R2 = 0,6986
-0,0189x

b

a. Hasil Penelitian b. Kemino_1996

a

Gambar 4.6 Kuat Tekan Paving Block Secara umum bentuk grafik kuat tekan paving block dari hasil penelitian memiliki kecenderungan yang sama bila dibandingkan dengan penelitian (Kemino,1996). Terjadinya penurunan kualitas paving block dilihat kuat tekannya ada keterkaitan dengan karakteristik serbuk gergaji yang dipakai sebagai bahan subtitusi. Adapun penyebab menurunnya kualitas paving block dikarenakan beberapa hal yang berhubungan dengan serbuk gergaji yaitu; 1) Berat jenis Dengan semakin bertambahnya subtitusi serbuk gergaji, paving block mengalami penurunan berat jenis, hal ini terjadi karena serbuk gergaji yang digunakan mempunyai berat jenis yang lebih kecil bila dibandingkan pasir yaitu 0,54 (untuk serbuk gergaji) dan 2,566 (untuk pasir).

Kandungan ekstraktif yang tinggi . hemiselulosa.53 Rendahnya berat jenis serbuk gergaji membuat volume campuran pada campuran tetap semakin besar. Selain itu serbuk gergaji juga memiliki bentuk dan tekstur permukaan butir-butir yang belum terdefinisikan dengan jelas. Sedangkan berat volume campuran menunjukkan nilai kepadatan suatu campuran. sehingga serbuk gergaji merupakan bahan yang terdiri dari partikel-pertikel kuat tetapi tidak terikat dengan kuat. Kepadatan paving block berkurang seiring dengan penambahan serbuk gergaji sehingga kuat tekan paving block juga berkurang. hal itu juga mengakibatkan berat volume campuran menurun. 2) Keadaan butiran Serbuk gergaji merupakan butiran-butiran kayu yang memiliki sifat-sifat kimia (selulosa. Sehingga sifat-sifat tersebut sulit diukur dengan baik dan pengaruhnya terhadap kekuatan paving block sulit diperiksa dengan teliti. lignin dan zat ekstraktif kayu) sehingga satu butir serbuk gergaji merupakan kumpulan selsel kayu dinding sel dibentuk oleh selulosa yang disatukan oleh zat perekat lignin yang mempunyai kekuatan yang relatif lemah jika dibandingkan dengan selulosa. Faktor terbesar yang mengakibatkan penurunan kekuatan paving block adalah sifat kimia kayu yaitu kandungan zat ekstraktif pada serbuk gergaji.

disebabkan karena adanya rongga dalam paving block yang kosong. Pada penelitian Kemino (1996). sehingga dengan semakin tingginya kandungan serbuk gergaji maka semakin tinggi pula kandungan zat ekstraktif dalam campuran yang akan menyebabkan terjadinya penurunan kekuatan paving block.890%.7. Berdasarkan perhitungan analisis sederhana akan didapat persamaan regresi porositas paving block seperti gambar 4. dan 20% serbuk gergaji sebesar 5.833%. 15% serbuk gergaji sebesar 5.469%. Dengan getaran sampai batas maksimum kuat tekan paving block akan bertambah. .54 akan menghambat proses hidrasi semen yang mengakibatkan penurunan kekuatan pasta semen dan memperlemah lekatan antara butir agregat halus dan pasta semen.3.) terlihat terjadinya peningkatan porositas paving block dari 5% serbuk gergaji sebesar 4. selain faktor berat jenis dan keadaan butiran serbuk gergaji juga disebabkan oleh getaran pada mesin pencetak. Porositas Dari hasil pengujian porositas (gambar 4. karena rongga-rongga akan terisi akibat getaran yang ditimbulkan b. 10% serbuk gergaji sebesar 4. Getaran yang semakin sedikit akan menyebabkan kuat tekan paving block menurun.469%.

Berdasarkan data hasil pengujian porositas pada lampiran 7 dapat diketahui bahwa paving block dengan subtitusi serbuk gergaji sampai 10% rata-rata tergolong dalam mutu II. sehingga air dapat dengan mudah terserap dan mengisi pori-pori tersebut. Kecenderungan daya serap paving block disebabkan karena serbuk gergaji yang bersifat higroskopis atau menyerap air.7 dapat dilihat bahwa daya serap air paving block semakin meningkat dengan bertambahnya kandungan serbuk gergaji dalam campuran.794 R2 = 0. Kemino_1996 0 5 10 15 20 Subtitusi Serbuk Gergaji (%) Gambar 4.1078x + 3. Sifat higroskopis serbuk gergaji akan memberikan kontribusi yang besar terhadap kenaikan daya serap air paving block. Menurut SK-SNI-03-0691-1989 porositas paving block digolongkan dalam tiga mutu sesuai dengan tingkat porositasnya.7 Porositas Paving Block Dari grafik hubungan antara subtitusi serbuk gergaji dan porositas paving block pada gambar 4. Hasil Penelitian b. karena porositasnya dibawah 5%.6969 a.55 8 Porositas (%) 6 4 2 0 b a y = 0. Sedangkan porositas paving block dengan subtitusi serbuk gergaji . Serbuk gergaji dapat dikatakan sebagai bahan yang berpori.

karena porositasnya dibawah 7% c. 20% serbuk gergaji sebesar 0. .04 0.7131 b. Berdasarkan perhitungan analisis sederhana akan didapat persamaan regresi ketahanan aus paving block seperti gambar 4.8 Ketahanan Aus Paving Block Besarnya ketahanan aus paving block menunjukkan tingkat ketahanan paving block terhadap gerusan pasir kuarsa.035409 mm/mnt.9 mm/mnt.06 0.02 0 0 5 10 15 20 25 Subtitusi Serbuk Gergaji (%) a.56 sampai 20% rata-rata tergolong dalam mutu III. 15% serbuk gergaji sebesar 0. Menurut SK-SNI-03-0691-1989 ketahanan aus paving block digolongkan dalam mutu sesuai dengan tingkat ketahanan ausnya. Hasil Penelitian b a y = 0.049715.5) terjadi penurunan ketahanan aus paving block 5% serbuk gergaji sebesar 0.1 0.0486x R2 = 0. Berdasarkan data hasil pengujian ketahanan aus dapat diketahui bahwa paving block dengan subtitusi serbuk gergaji sampai 20% masih tergolong dalam mutu I karena ketahanan ausnya dibawah 0.041219 mm/mnt.08 0. Kemino_1996 Gambar 4.0258e0. Ketahanan Aus Dari hasil pengujian ketahanan aus (Gambar 4. 10% serbuk gergaji sebesar 0.8 Ketahanan Aus (mm/mnt) 0.074599.

dan pada perhitungan analisis varians menunjukkan harga Fhitung sebesar 0. dan ketahanan aus paving block untuk α = 5% dengan dk 4 diperoleh χ2hitung< χ2tabel. Pengujian Normalitas Data Hasil yang diperoleh dari pengujian normalitas data (lampiran 9) terlihat bahwa data kuat tekan. porositas. ini berarti setiap penambahan serbuk gergaji pada campuran paving block ada pengaruh yang berarti dan signifikan. porositas. Pengujian Homogenitas Data Hasil yang diperoleh dari pengujian homogenitas data (lampiran 10) terlihat bahwa data kuat tekan. Porositas Perhitungan analisa Porositas (lampiran 12) menunjukkan koefisien determinasi atau R2 sebesar 0. b. kemudian untuk menguji signifikansi besaran Fhitung adalah dengan mencocokkan harga F tabel pada taraf α= 0. Analisis Regresi a. Pengujian Normalitas Data dan Homogenitas Data a. sehingga data tersebut homogen. b. dk pembilang 2 dan dk penyebut 48 . Kuat Tekan Perhitungan analisa kuat tekan (lampiran 11) menunjukkan indeks determinasi atau I sebesar 0. 4.6988. sehingga data berdistribusi normal. dan ketahanan aus paving block kurang dari nilai kritis L atau Lo<L (5%).439.05.57 3.6968.

Ketahanan Aus Perhitungan analisa Ketahanan Aus (lampiran 13) menunjukkan indeks determinasi atau I sebesar 0. ini berarti setiap penambahan serbuk gergaji pada campuran paving block ada pengaruh yang berarti dan signifikan.58 yang harganya 4. karena Fhitung < Ftabel maka hipotesis penelitian ini diterima c.7131. .03.

59 .

Paving block dengan subtitusi serbuk gergaji sampai 20 % dari berat semen mengalami kenaikan pada porositasnya rata-rata sebesar 5. Hal ini dikarenakan sifat serbuk gergaji yang higroskopis atau mudah menyerap air. Berdasarkan hasil penelitian ini maka limbah / serbuk gergaji Industri penggergajian kayu desa Kaligading Kecamatan Boja dapat digunakan sebagai bahan subtitusi pembuatan paving block.89%. Kesimpulan Dari hasil penelitian dan pembahasan Pemanfaatan Limbah Industri Penggergajian Kayu Sebagai Bahan Subtitusi Pembuatan Paving Block dapat disimpulkan sebagai berikut. 60 . 2. 1. Meskipun ada penurunan kuat tekan.619 kg/cm2. 3.BAB V PENUTUP A. Kuat tekan paving block yang dihasilkan pada subtitusi serbuk gergaji sampai 20% dari berat semen rata-rata sebesar 208. Hal ini ditunjukkan dengan adanya penurunan kuat tekan paving block dengan semakin bertambahnya subtitusi serbuk gergaji dalam paving block. namun masih tergolong dalam mutu III sesuai SNI-03-0691-1989 dengan batas bawah kuat tekan sebesar 170 kg/cm2. Ada pengaruh penambahan serbuk gergaji terhadap kuat tekan paving block. 4.

2. 1. Saransaran yang dapat peneliti sampaikan adalah sebagai berikut. Adanya penelitian lanjutan tersebut adalah penggunaan cetakan hidrolis yang telah terukur bebannya pada saat pencetakan. penggunaan variasi nilai fas. Saran Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pemanfaatan serbuk gergaji sebagai subtitusi paving block kepada penduduk sekitar Industri Penggergajian Kayu dan para peneliti bahan bangunan. Melihat kandungan kimia serbuk gergaji yang sebagian besar terdiri dari selulosa. dimana menuntut pengolahan terlebih dahulu serta mempunyai sifat higroskopis maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh penggunaan serbuk gergaji ditinjau dari waktu pemeliharaan. Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai penggunaan serbuk gergaji sebagai bahan pembuatan paving block.61 B. . serta perbandingan jumlah semen dengan agregat agar diperoleh kuat tekan yang lebih baik.

62 .

2002. Balai Industri Ujung Pandang. Yayasan Lembaga Pendidikan Masalah Bangunan. Suharsimi. Petunjuk Praktek Asisten Teknisi Laboratorium Pengujian Beton. 2005.1996. Yayasan Lembaga Pendidikan Masalah Bangunan. Teknologi dan Pembuatan Semen. Vol XII. Bata Beton Untuk Lantai (SNI-03-0691-1989).1995.1989.1989. Semen Gresik. Prof. Bandung.No 1-2.1987.DAFTAR PUSTAKA Anonim. Departemen Pekerjaan Umum.1989. Jurnal Penelitian Permukiman I. Penelitian Pemanfaatan Semen Abu Terbang Untuk Pembuatan Paving Block. 1996. Padang :PT Semen Padang. Pengembangan Teknologi Pengolahan Serbuk Gergaji Sebagai Bahan Pengisi Pada Pembuatan Bata Cetak. Yogyakarta : PT. Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (SK SNI S-04-1989-F) Bandung. Anonim. 1995. Syarat-Syarat Bahan Bangunan (SNI-T-15-1990-03). Departemen Pekerjaan Umum. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Edisi Revisi IV) . Ubin Semen (SNI-03-0028-1987). Yayasan Lembaga Pendidikan Masalah Bangunan. Ubin Teraso (SII-0967-84). 1984. Anonim. Anonim. 1998. Yayasan Lembaga Pendidikan Masalah Bangunan. Departemen Pekerjaan Umum. Dr. Bandung: Departemen Perindustrian.Yogyakarta : Rineka Cipta 63 . 1990. A. Bandung: Departemen Pekerjaan Umum. Departemen Pekerjaan Umum Anonim. Andriati. Anonim. Anonim. Anonim. Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan. Skripsi.dkk. Bandung. Standart Pengujian dan Analisis saringan Agregat Halus dan Kasar (SNI-M-08-1989-F) Bandung. Semarang: Universitas Negeri Semarang Arikunto. Arianto. Andrias. Pemanfaatan Limbah Peleburan Besi Untuk Pembuatan Paving Block. Bandung : Pusat Pelatihan MBT Anonim. Jenis Semen dan Penggunaanya.

Semarang : Universitas Negeri Semarang. Vol XII. 2002. Skripsi. Bandung : Tarsito. Bandung : CV. M. Alfabeta. 1992. Prof. 2002. Jurnal Penelitian Permukiman I.Teknologi Beton.Naviri . Metode Statistik. Yogyakarta. 1992 Penelitian Pemanfaatan Limbah Industri Timah Untuk Bahan Bangunan. Statistika Untuk Penelitian. No 1-2. Penelitian Limbah Industri Pengolahan Kayu Sebagai Bahan Pembuatan Bata Cetak. Jurnal Penelitian Permukiman I. Dr. Nadhiroh. Tjokrodimuljo K. Sugiyono.1996.64 Kemino. Vol VII : 43-51 Satya. Masruri. Pengaruh Subtitusi Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Tekan Paving Block. Sudjana.1996.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful