P. 1
divi

divi

|Views: 531|Likes:
Published by Imam Mustaqim

More info:

Published by: Imam Mustaqim on Oct 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/07/2013

pdf

text

original

Sections

  • KECENDRUNGAN PEMIKIRAN TENTANG BELAJAR
  • D. HAKIKAT PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL
  • E. MOTTO
  • F. KATA-KATA KUNCI PEMBELAJARAN CTL
  • G. STRATEGI PENGAJARAN YANG BERASOSIASI DENGAN CTL
  • H. LIMA ELEMEN BELAJAR YANG KONSTRUKTIVISTIK
  • PENDEKATAN TRADISIONAL

Proposal

Posted Rab, 19/08/2009 - 13:30 by darmawati

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kehidupan dalam era informasi ditandai oleh ketersediaan informasi yang bervariasi, tersebar makin luas, seketika, dan tersaji dalam berbagai bentuk dan waktu yang cepat. Semua usaha pengumpulan , pengolahan, penyimpanan, dan penyajian informasi senantiasa menggunakan media. Perkembangan media, telah menimbulkan dua kali dari empat kali revolusi dunia pendidikan. Revolusi pertama terjadi beberapa puluh abad yang lalu, yaitu pada saat orang tua menyerahkan pendidikan anak-anaknya kepada orang lain yang berprofesi sebagai guru; revolusi kedua terjadi dengan digunakannya bahasa tulisan sebagai saran utama pendidikan: revolusi ketiga timbul dengan tersedianya media cetak yang ditandai dengan diciptakannya mesin cetak dan teknik percetakan; dan revolusi keempat berlangsung dengan meluasnya penggunaan media komunikasi elektronik (Miarso, 2004) Media pembelajaran baik berupa buku, siaran radio, rekaman peristiwa, film, komputer, dan televisi berpotensi menumbuhkan dan mengembangkan masyarakat belajar. Olehnya itu, setiap kegiatan belajar- mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan, penggunaan media tidak mungkin diabaikan. Guru adalah suatu jabatan karier. Fungsional dan profesional, seorang anggota masyarakat yang berkompeten ( cakap, mampu, dan wewenang) dan memperoleh kepercayaan dari masyarkat dan atau pemerintah untuk melaksanakan tugas, fungsi dan peranan serta tanggung jawab guru, baik dalam lembaga pendidikan jalur sekolah maupun lembaga luar sekolah. Guru yang belum menguasai pembelajaran akan ketinggalan oleh arus perkembangan informasi dan komunikasi. Rekaman film Laskar Pelangi merupakan media audio ±visual yang dapat digunakan dalam pembelajaran. Rekaman film Laskar Pelangi berisi peristiwa menyentuh hati sanubari. Terdapat peristiwa: yaitu guru-guru yang mengangkat nilai pendidikan dan mempertahankan sekolah yang letaknya di daerah terpencil, tidak rela kalau sekolah tersebut ditutup dan berusaha menyekolahkan anak-anak yang kurang mampu, dan mengajar sesuai dengan keberadaan anak didiknya . Melihat karakteristik rekaman film Laskar Pelangi, maka sangat tepat digunakan sebagai media pembelajaran menulis puisi. Pembelajaran menulis puisi dengan tujuan membina kepribadian anak, akhlak mulia, membangun keterampilan mengemukakan gagasan yang menimbulkan rasa kepedulian, dan simpati. Olehnya itu, rekaman film Laskar Pelangi patut dijadikan contoh kepedulian untuk menggugah daya kreasi, imajinasi, mengembangkan nilainilai kemanusiaan, persatuan, persaudaraan, solidaritas masyarakat dunia, dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia.

Penelitian membuktikan bahwa tanpa keterlibatan emosi, kegiatan saraf yang dibutuhkan dalam pembelajaran kurang melekat daya ingatan (Goelman, 1995). Kegiatan menulis puisi adalah salah satu bentuk kegiatan yang bersifat produktif-kreatif dan membutuhkan keterlibatan emosi. Artinya, menulis puisi dilaksanakan melalui proses kreatif. Proses ini, dapat dilakukan jika siswa tergugah secara emosional untuk menciptakan sesuatu melalui rangsangan peristiwa yang memilukan, menyedihkan dan menyentuh nilai-nilai kemanusiaan. Menulis puisi pada hakikatnya sama dengan mengarang biasa. Dua-duanya merupakan kegiatan mengungkapkan ide dan perasaan dengan medium bahasa. Yang membedakan dua kegiatan itu adalah caranya namun yang ditekankan dalam penulisan puisi adalah ketepatan dan kehematan. Ketepatan pemilihan kata dalam pembuatan puisi tidak hanya pada dimensi makna, tetapi juga rasa dan suasana. Sebagai proses kreatif, menulis puisi dapat menjadi sarana bagi perkembangannya kreatifitas siswa bila ditopang oleh struktur yang mendukungnya. Muliyana (1998) mengemukakan empat struktur yang mendukung tumbuhnya kreativitas seseorang, yaitu; (1) Pengenalan pribadi dan pengetahuan, (2) dorongan internal dan eksternal, (3) kebermaknaan belajar, dan (4) hasil yang bernilai bagi orang lain. Salah satu standar kompetensi pada Kelas X adalah mengungkapkan pikiran, dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi baru dengan memerhatikan bait, irama, dan rime. Kompetensi dasar ini, sangat terbatas pada penulisan puisi berdasarkan struktur fisik tanpa memperhatikan struktur batin puisi. Olehnya, yang perlu di diteliti adalah penulisan puisi dengan memperhatikan struktur fisik dan batin puisi sehingga mencakup seluruh aspek dalam puisi Struktur fisik meliputi: diksi, pengimajian, kata konkret, majas (meliputi lambang dan kiasan) versifikasi (meliputi rima, ritma, dan metrum) dan tipograf. Struktur batin puisi terdiri atas tema, nada, perasaan, dan amanat. Berdasarkan hasil observasi di SMA Negeri 1 Bungoro Pangkajene Kepulauan dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis puisi masih jauh dari yang diharapkan. Kondisi siswa antara lain: (1) siswa tidak memiliki ide untuk menulis dalam bentuk puisi, (2) siswa tidak tertarik terhadap penulisan puisi, (3) kemampuan yang dimiliki siswa tidak sesuai dengan kegiatan penulisan puisi yang diharapkan, (4) siswa memiliki bekal penguasaan bahasa yang kurang memadai,(5) siswa memiliki kemampuan bervariasi dalam menulis puisi, (6) siswa tidak tertarik dalam menulis puisi cenderung apatis, dan (7) banyak diantara siswa tidak mencapai nilai ketuntasan dalam pembelajaran menulis puisi. Kemampuan guru Bahasa Indonesia sangat bervariasi, dari sembilan guru hanya satu orang di antaranya yang menyatakan diri senang mengajarkan puisi. Guru lainnya lebih tertarik pada pembelajaran keterampilan berbahasa yang tidak dikaitkan dengan penciptaan karya sastra. Mereka mengajar dengan metode yang konvensional, seperti menyajikan teori tentang teknik menulis puisi, menugasi siswa menulis puisi, memeriksa, dan menilai, tidak ada upaya membelajarkan siswa tetapi guru hanya mengajarkan dan siswa dianggap sebagai objek bukan subjek belajar. Jika kondisi tersebut dicermati, maka pembelajaran menulis puisi perlu ditingkatkan melalui inovasi, misalnya pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan metode bervariasi, menggunakan lingkungan sekitar sebagai tempat belajar, menyediakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif, serta penciptaan kondisi yang dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang efektif dan menyenangkan . Hal yang paling penting adalah guru mengadakan penelitian tentang keefektifan metode, teknik, dan media tertentu dalam pembelajaran menulis puisi. Berdasarkan kenyataan tersebut, maka diperlukan pembelajaran menulis puisi yang dirancang untuk menggugah daya imajinasi siswa. Salah satunya adalah menggunakan rekaman film sebagai media pembelajaran dalam menulis puisi.

Berbagai penelitian telah ditunjukkan bahwa penggunaan media efektif dalam mengoptimalkan hasil belajar. Beberapa tesis mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Makassar pada tahun 2005, antara lain: Penelitian eksperimen yang dilakukan oleh Masrariah (2005) tentang keefektifan Media pengajaran dalam Peningkatan Kemampuan Qawaid, dengan temuan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan media audio-visual dengan tanpa menggunakan media audio-visual. Penelitian eksperimen yang dilakukan Nasir(2005) mengenai keefektifan Pengajaran Puisi dengan Metode Bermain Peran Siswa SMA Negeri Bantaeng, dengan kesimpulan bahwa terdapat perbedaan kemampuan siswa yang menggunakan metode bermain peran dengan yang tidak menggunakan metode bermain peran. Penelitian tindakan kelas oleh Marawiah (2006) tentang, Peningkatan Kemampuan Mengapresiasi Puisi dan Penanaman Nilai-Nilai Kemanusiaan melalui Pembelajaran dengan media Audio-visual, dengan kesimpulan bahwa kontribusi yang potensial pembelajaran apresiasi puisi dengan media audio-visual terdapat penanaman nilai-nilai kemanusiaan dalam kategori amat baik. Berdasarkan penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa media audio-visual meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat Baugh, yang dengan indra lainnya. Dale memperkirakan bahwa hasil belajar melalui indra pandang berkisar 75%, melalui indra dengar 13%, dan indra lainnya sekitar 12% (Arsyad, 2004). Media audio-visual (film Laskar Pelangi) berisi informasi lengkap yang melibatkan panca indra. Dengan judul Keefektifan Rekaman Film Laskar Pelangi dalam Pembelajaran Menulis Puisi Siswa kelas X SMA Negeri 1 Bungoro Pangkajene Kepulauan. SMA Negeri 1 Bungoro Pangkajene Kepulauan berada di jantung kabupaten Pangkajene Kepulauan. Yang mempunyai tempat paling strategi untuk ditempati penelitian eksprimen karena perpaduan dua sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Bungoro dan SMA Terbuka (naungan PUSTEKOM).

B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang, maka dirumuskan masalah penelitian adalah: 1. Apakah rekaman film Laskar Pelangi efektif digunakan dalam pembelajaran menulis struktur fisik puisi siswa Kelas X SMA Negeri 1 Bungoro Pangkajene Kepulauan? 2. Apakah rekaman film Laskar Pelangi digunakan dalam pembelajaran me nulis struktur batin puisi siswa Kelas X SMA Negeri 1 Bungoro Pangkajene kepulauan? 3. Apakah rekaman film Laskar Pelangi efektif digunakan dalam pembelajaran menulis gabungan struktur fisik dan batin puisi siswa Kelas X SMA Negeri 1 Bungoro Pangkajene kepulauan?

C. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini, adalah : 1. Mendeskripsikan keefektifan penggunaan rekaman film Laskar Pelangi dalam pembelajaran menulis struktur fisik puisi siswa Kelas X SMA Negeri 1 Bungoro Pangkajene Kepulauan;

2. Mendeskripsikan keefektifan penggunaan rekaman film Laskar Pelangi dalam pembelajaran menulis struktur batin puisi siswa kelas X SMA Negeri 1 Bungoro Pangkajene Kepulauan; 3. Mendeskripsikan keefektifan penggunaan rekaman film Laskar Pelangi dalam pembelajaran menulis gabungan struktur fisik dan batin puisi siswa Kelas X SMA Negeri 1 Bungoro Pangkajene Kepulauan.

D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian ini, diharapkan bermanfaat baik secara teoritis maupun praktis terhadap pembelajaran menulis puisi dan pengembangan media pembelajaran pada SMA. Adapun manfaat penelitian ini, sebagai berikut: 1. Manfaat teoretis Temuan dalam penelitian ini, diharapkan memberikan manfaat dalam mendukung temuan penelitian media pembelajaran dan pembelajaran menulis puisi. 2. Manfaat praktis Secara praktis, penelitian ini diharapkan memberi manfaat sebagai berikut: a. Menjadi bahan informasi kepada guru bahasa Indonesia tentang model pengembangan dan penggunaan rekaman film Laskar Pelangi sebagai media pembelajaran menulis puisi pada siswa SMA: b. Sebagai salah satu contoh inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan rekaman film Laskar Pelangi dalam bentuk VCD untuk pembelajaran menulis puisi siswa kelas X SMA: c. Penelitian ini, merupakan penerapan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang masih dianggap baru bagi guru. Olehnya hasil penelitian ini sepatutnya menjadi salah satu acuan dalam penerapan KTSP. E. Batasan Istilah Rekaman film Laskar Pelangi adalah rekaman audio-visual yang diperoleh dari tayangan film studio (bioskop) dan internet yang dikemas dalam CD pembelajaran. Rekaman dalam CD ini, selain gambar visual, juga dilengkapi lagu sesuai karakteristik gambar yang ada di daerah terpencil, sehingga rekaman film Laskar Pelangi berwujud media pembelajaran. Menulis puisi adalah kegiatan menciptakan puisi setelah mengamati rekaman film Laskar Pelangi. Puisi yang diciptakan mencakup struktur fisik dan batin puisi. Siswa Kelas X SMA adalah siswa yang menduduki kelas awal pada SMA Negeri 1 Bungoro Kabupaten Pangkep pada tahun pelajaran 2007/2008. Pada saat pelaksanaan penelitian ini, siswa tersebut sudah menjelang semester kedua.

BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Pengertian Puisi Puisi adalah sintesis dari pelbagai peristiwa bahasa yang tersaring semurni-murninya dalam pelbagai proses jiwa yang mencari hakikat pengalamannya, serta tersusun dengan sistem korespondensi dalam salah satu bentuk (Slamet Muliana dalam Nauman, 2000). Puisi ialah jenis sastra yang bentuknya dipilih dan ditata dengan cermat sehingga mampu mempertajam

kesadaran orang akan suatu pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat bunyi, irama, dan makna khusus (Sugono, 2003). Puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif). Kata-kata betul-betul terpilih agar memilki kekuatan pengucapan. Walaupun singkat atau padat, namun berkekuatan . Karena itu, salah satu usaha penyair adalah memilih kata-kata yang memiliki persamaan bunyi (irama). Kata-kata itu memiliki makna yang lebih luas dan lebih banyak. Karena itu, kata-kata dicarikan konotasi atau makna tambahannya dan dibuat bergaya dengan bahasa figurative (Waluyo, 2005). Apakah definisi-definisi yang dikemukakan tersebut sudah dapat dipahami dengan baik dan dapat diterapkan untuk menentukan sebuah karya sastra termasuk puisi atau bukan puisi? Tentu tidak mudah untuk memberikan jawaban. Ada definisi yang sulit dipahami sekaligus sulit diterapkan. Ada pula definisi yang mudah dipahami, tetapi sulit diterapkan. Hal ini menggambarkan betapa sulitnya memberikan definisi puisi. Puisi dari sudut proses penciptaannya menurut Esten (1995) berbeda dengan penciptaan karya yang bukan puisi. Akibat dari proses penciptaan itu, puisi memiliki unsur-unsur tertentu, yaitu musikalitas, korespondensi, dan bahasa. Semakin banyak definisi yang dikemukakan, akan semakin sulit untuk menentukan karangan itu termasuk puisi atau bukan puisi. Akan tetapi, dengan semakin banyak definisi yang dikenal akan semakin banyak pengetahuan yang ditemukan. Dari banyak pendapat dan definisi itu, dapat dibuat suatu penggabungan sesuai dengan kemampuan kita. Definisi yang dianut penulis yaitu, puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi pilihan kata, rima, dan ritme serta struktur bati berupa perasaan, nada, tema, dan amanat yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif) B. Struktur Puisi Hal yang utama dalam uraian ini adalah mengenali puisi dilihat dari struktur-struktur yang membangun puisi tersebut tanpa mempermasalahkan definisi puisi. Meskipun beberapa definisi yang dirumuskan berdasarkan struktur-struktur puisi tersebut. Puisi dibangun oleh dua struktur penting yaitu bentuk dan isi Jabrohim, dkk (2003). Lebih lanjut dinyatakan bahwa istilah bentuk dan puisi oleh para ahli dinamai berbeda-beda, diantaranya struktur tematik atau struktur semantik dan struktur sintaktik puisi menurut Dick Hartoko, sedangkan tema dan struktur menurut M.S. Hutagalung, bentuk fisik dan bentuk batin oleh Marjorie Boulton, dan hakikat dan metode oleh I.A.Richards. Berdasarkan uraian di atas, maka tampaknya setiap pakar menyadari bahwa puisi dibangun dari dua struktur meskipun dengan istilah yang berbeda-beda. Untuk lebih terarahnya pembahasan selanjutnya, peneliti merumuskan bahwa puisi terdiri atas dua struktur pokok, yaitu struktur fisik dan struktur batin. 1. Struktur fisik puisi Struktur fisik meliputi: diksi, pengimajian, kata konkrit, majas (meliputi lambang dan kiasan) versifikasi (meliputi rima, ritma, dan metrum) dan tipografi. Pembahasan mengenai unsur fisik puisi dapat diuraikan satu persatu pada uraian berikut. a. Diksi (pilihan kata) Penyair sangat mementingkan nilai atau makna setiap kata yang ditulis dalam puisinya. Bahasa yang digunakan memberikan efek cenderung bersifat konotatif. Dalam hal ini pemilihan diksi, selain pertimbangan makna juga komposisi bunyi dalam rima dan irama, kedudukan kata itu di tengah kata lainnya, dan kedudukan kata itu dalam keseluruhan puisi itu. Di samping itu, penyair mempertimbangkan urutan kata dan daya magis dari kata-kata tersebut.

Untuk mengkonkritkan gambaran jiwa yang penuh dosa digunakan: aku hilang bentuk remuk. personifikasi. . penyair juga mempertimbangkan lambang bunyi. menurut Tarigan. untuk lebih mengonkritkan dan lebih mengekspresikan perasaan yang diungkapkan. pergantian yang teratur. Rima atau irama sangat berhubungan dengan bunyi dan juga berhubungan dengan pengulangan bunyi. Contoh lainnya. frasa. yakni pengulangan bunyi di dalam larik puisi bahkan pada keseluruhan baris dan bait puisi. Untuk melukiskan kedudukannya. atau sesuatu yang dapat dirasakan. penayir menulis. oleh karena itu. Dalam hubungannya dengan pengimajian. bahas figuratif dipergunakan oleh pengarang untuk menghidupkan atau lebih mengekspresikan perasaan yang diungkapkan sebab kata-kata saja belum cukup jelas untuk menerangkan lukisan tersebut. Versifikasi Versifikasi meliputi rima. Dengan perulangan bunyi itu. Untuk mengulang bunyi itu. Dengan demikian. metonimi. pendengaran. dan allegori. pengimajian berhubungan erat dengan diksi dan kata konkrit. ritma. untuk melukiskan dunia pengemis yang penuh kemayaan. dan metrum. Di sini penyair berusaha mengkonkritkan kata-kata. Pengimajian dapat dibatasi dengan kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman sensoris. Pengimajian Diksi yang dipilih harus menghasilkan pengimajian yang dapat dihayati melalui penglihatan. Dengan cara ini pemilihan bunyi-bunyi mendukung perasaan dan suasana puisi. maksudnya kata-kata itu diupayakan agar dapat menyaran kepada arti yang menyeluruh. Berdasarkan uraian diatas. penyair menulis: bulan diatas itu tidak ada yang punya/kotaku hidupnya tidak punya tanda. dan perasaan. e. Rima adalah bunyi dalam puisi untuk membentuk musikalitas atau orkestrasi. metafora. Pradopo mengelompokkan bahasa figurative menjadi tujuh jenis. sinekdoks. keakraban. Di samping itu. Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan/ gembira dari kemayaan ruang. d. Puisi seolah-olah mengandung gema suara. adanya bahasa figurative memudahkan pembaca dalam menikmati sesuatu yang disampaikan oleh penyair. Kata konkrit Kata-kata: gadis kecil berkaleng kecil.b. c. dapat dikatakan bahwa pada umumnya bahasa figuratif dipakai untuk menghidupkan lukisan. Lukisan tersebut lebih konkrit jika dibanding dengan: gadis peminta-minta. kata konkrit merupakan syarat atau sebab terjadinya pengimajian. benda yang tampak. dan bertujuan untuk mencapai arti dan efek tertentu. Majas/bahasa figuratif Bahasa figuratif pada dasarnya adalah bentuk penyimpangan dari bahasa normatif. seperti penglihatan. kata konkrit adalah kata-kata yang digunakan oleh penyair untuk menggambarkan suatu lukisan keadaan atau suasana batin dengan maksud untuk membangkitkan imaji pembaca. baik dari segi makna maupun rangkaian katanya. diraba. kedekatan. Pada umumnya. pendengaran. dan kesegaran. Pemakaian bahas figuratif menyebabkan konsep-konsep abstrak terasa dekat pada pembaca karena dalam bahasa figurative oleh penyair diciptakan kekonkritan. puisi menjadi merdu jika dibaca. Rima kata pungutan dari bahasa Inggris rhyme. atau disentuh. kata. dan kalimat. epik-simile. Bunyi yang berulang. atau cita rasa. yaitu simile.

protes sosial dan sebagainya. Penjelasan masing-masing struktur ini. artinya setiap orang mempunyai penafsiran makna yang berbeda dengan yang lainnya. konsep seseorang dan situasi tempat penyair mengimajinasikan karyanya. Struktur batin puisi Struktur batin puisi terdiri atas tema.dan variasi-variasi yang menimbulkan suara gerak yang hidup. kepribadian. keadilan . dan menceritakan sesuatu kepada pembacanya. mengejek. Puisi berbentuk bait. Tema berhubungan dengan arti karya sastra. lariklarik puisi tidak membangun priodisitet yang disebut paragraf. mengabari. pembelajaran menulis dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. kasih saying. Tema Tema merupakan gagasan pokok atau subject matter yang dikemukakan oleh penyair. mendengarkan. nada. a. Perasaan Dalam menciptakan puisi. sedangkan makna karya sastra bersifat kias. c. menulis. Rumusan tema harus objektif dan sama untuk semua pembaca. kebenaran. Perasaan seperti inilah yang disebut dengan rasa atau feeling dalam puisi. cinta. dan nada puisi. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Tipografi Hal utama yang membedakan puisi dengan prosa adalah tipografi. subjektif. dan membicarakan puisi. Amanat Amanat puisi dapat dikenali setelah memahami tema. Gerakan yang teratur itulah yang disebut ritma/irama. f. Pembelajaran Menulis Puisi Pembelajaran bahasa Indonesia pada SMA dengan tujuan meningkatkan keterampilan berbahasa yang meliputi mendengarkan. Pembelajaran sastra tidak berdiri sendiri melainkan terintegrasi dalam keterampilan berbahasa tersebut. seperti gemercik air yang mengalir turun tidak putus-putus. b. kehidupan social. pengetahuan. Arti karya sastra bersifat lugas. rasa. Makna berhubungan dengan perorangan. Kegiatan pembelajaran puisi pada SMA meliputi: membaca. akhlak mulia. namun amanat puisi dapat bersifat interpretative. Penyair kadang bersikap menggurui. d. Hal ini berarti pembelajaran sastra merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan keterampilan berbahasa. dan menulis. objek dan khusus. Tepi kiri atau tepi kanan dari halaman yang memuat puisi belum tentu terpenuhi tulisan dan hal ini tidak berlaku bagi tulisan yang berbentuk prosa. maka penyair menyajikan ciptaannya dengan mengemukakan penggambaran sedemikian rupa sehingga penikmat seakan-akan digiring kepada suatu keadaan dengan perasaan tertentu pula. . Nada Penyair memiliki sikap tertentu dalam menulis puisi kepada pembaca. membaca. Tema berbeda dengan amanat. Dalam panduan penyusunan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) diuraikan tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan. C. sedangkan amanat berhubungan dengan makna karya sastra. suasana penyair ikut diekspresikan dan harus dapat dihayati oleh pembaca atau penikmat terhadap sesuatu hal atau peristiwa yang dirasakan oleh penyair. berbicara. Amanat tersirat dibalik kata-kata yang disusun dan dibalik tema yang diungkapkan oleh penyair. Sikap penyair kepada itulah yang disebut nada. perasaan. Gagasan pokok itulah yang mendesak penyair menciptakan puisi. 2. dan umum. menasehati. Baris puisi tidak harus bermula dari tepi kiri dan berakhir ke tepi kanan baris. berikut ini. Tema bisa berhubungan dengan Tuhan. dan amanat. Oleh karena itu.

dan bermakna. program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah criteria ketuntasan. melalui proses pembelajaran yang aktif. Misalnya. dan/atau percepatan sesuai dengan potensi. peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu. 1989 dalam Pradopo. orang lain. dan (5) belajar untuk membangun dan menemukan jati diri. Kurikulum yang mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran. 3. (3) sebagai alat untuk meningkatkan kesadaran diri terhadap lingkungan. 1998). Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses(keter ampilan proses) misalnya teknik wawancara. dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. dan menyenangkan. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. dan bahkan dengan Tuhannya. 2. aturan. Tujuan pengajaran puisi adalah. antara lain: (1) Sebagai alat pengungkapan diri. (5) sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan menggunakan bahasa sebagai media komunikasi. (2) belajar untuk memahami dan menghayati. Membantu siswa agar dapat mengkomunikasikan pikiran. 3. serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas. dinamis dan menyenangkan. dan keterampilannya. keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ketuhanan. (2) sebagai alat untuk memahami secara lebih jelas dan mendalam ide-ide yang ditulisnya. (4) sebagai alat untuk melibatkan diri secara aktif dalam kegiatan bersastra. 2. 4. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya. kreatif. perasaan dan segala sesuatu yang menarik perhatiannya dengan cara yang efektif. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih. Pembelajaran menulis puisi memiliki banyak manfaat. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar. Penilaian menggunakan acuan criteria. muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam kesinambungan. maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan. Membantu siswa agar menguasai keterampilan menulis. pengayaan. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan. 5. 4. sebagai berikut: 1. Dalam hal ini.(3) belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. 1. kesosialan.Dalam pelaksanaan kurikulum di setiap satuan pendidikan menggunakan prinsip-prinsip. bisa berhubungan dengan dirinya. keterkaitan. 2. serta untuk mengetahui kesulitan peserta didik. dan (6) meningkatkan inisiatif penulis (Roekhan. dan moral.(4) belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain. yaitu(1) belajar untuk bermain dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. dan kesinambungan yang cocok dan memadai antar kelas dan jenis serta jenjang pendidikan. keindividuan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian. Mengarahkan agar siswa menguasai bentuk tulisan dan gaya bahasa(style)sastra. . 1. 3. Hasil penilaian dianalis untuk menentukan tindakan lanjut. tahap perkembangan. kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum. efektif.

bunyi. foto. Penyampaian materi pembelajaran hendaknya diawali dengan pengamatan. minder. lingkungan. Situasi pengajaran puisi yang diharapkan adalah: 1. Membantu dan memperluas wawasan siswa tentang diri dan lingkungannya. Situasi yang memberikan kesempatan kepada sesame siswa untuk saling berbagi pengalaman dalam menulis puisi. Media pembelajaran yaitu sarana pembelajaran yang digunakan siswa atau guru untuk proses belajar-mengajar. Semua materi penulisan sastra tersebut seyogyanya diintegrasikan ke dalam keterampilan berbahasa lainnya. yaitu menyimak. . dan amanat. Situasi yang lebih banyak mendidik dan meneladani siswa dalam bekerja. dan menulis puisi dengan melihat rekaman film Laskar Pelangi. Situasi yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bebas bereksperimen dalam mengekspresikan idenya. 2. menjalin kata-kata. Tekniknya inkuiri. 4. materi ini seharusnya disesuaikan dengan tingkat kelas siswa serta situasi dan kondisi yang melingkupinya. untuk meminta siswa mengamati keindahan alam di gunung atau di apantai. dan aspek-aspek bahasa Indonesia yang diperlukan bagi penulisan puisi. dan memuaskan. pengimajian. yang mengangkat tema tentang kehidupan nyata yang ada di sekitarnya. buku puisi. hendaknya disesuaikan dengan situasi dan kondisi siswa. ke gunung. menikmati dan menghayati baik secara individu maupun bersama-sama dengan teman lainnya. dan sebagainya. Misalnya. Struktur batin puisi terdiri atas tema. dan orang lain. Selain itu. ke tepi sungai. Tanya jawab konstruksionisme. membaca.4. Berikut ini adalah materi pembelajaran lain (selain materi pengembangan kemampuan menulis sastra) yang diintegrasikan ke dalam materi pembelajaran pengembangan kemampuan menulis sastra. dan metrum) dan tipografi. ke pantai. Misalnya pergi ke luar kelas. ke gunung. situasi yang rileks tetapi produktif. kooperatif. Pembelajaran menulis puisi ini dirancang dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Selanjutnya. Anda dapat memintanya untuk praktik menulis puisi atau cerita pendek. dan berbicara. menentukan tema puisi yang ditulis. perasaan. atau ke hutang. Materi penulisan puisi. majas (meliputi lambing dan kiasan) versifikasi (meliputi rima. Situasi yang membantu kedalaman dan keluasan wawasan siswa terhadap lingkungan baik manusia maupun bukan manusia. kata konkrit. Situasi yang baik adalah situasi yang dialami. 5. 7. setelah siswa tahu dan paham tentang penulisan puisi /Prosa. Bentuk kegiatan belajar-mengajarnya yaitu kegiatan prawicara (inkuiri). ritma. dan berbagai situasi kejiwaan yang dapat menghambat keberanian dan kemauan siswa untuk berkreasi. Aspek yang dinilai dalam penulisan puisi meliputi unsur struktur yang termasuk dalam struktur fisik puisi meliputi: diksi. membaca karya sastra. Materi pembelajaran pengembangan kemampuan menulis sastra dapat juga diintegrasikan ke dalam materi kesastraan dan kebahasaan. Membantu siswa menciptakan sesuatu yang menyenangkan. terpaksa. 3. para siswa diajak menikmati keindahan alam. Pemilihan materi pembelajaran penulisan sastra sesuai dengan butir-butir materi yang digariskan dalam kurikulum. Situasi yang memberikan kebebasan kepada siswa dari perasaan takut. Situasi yang menyediakan berbagai kegiatan bersastra atau kegiatan lain yang menunjang kreativitas siswa. Misalnya lingkungan hidup. selanjutnya siswa dalam kelompok kecil berdiskusi tentang rumusan puisi/prosa. rekaman peristiwa. memilih kata-kata. proses kreatif penyair. Situasi yang membantu membina dan mengembangkan penguasaan kosa kata. Siklus kegiatannya terdiri atas kegiatan mengamati. 6. nada. kaidah. membanggakan. pemodelan. Media yang dapat digunakan dalam pembelajaran pengembangan penulisan puisi yaitu: Papan tulis. misalnya ke pantai . 5. menjalin bait-bait ke dalam puisi yang utuh.

Pengimajian 3. Majas 5. pengenalan figure. Mengamati keindahan alam dalam kelompok kecil.Berikut penjelasan metode pembelajaran dalam penulisan puisi beserta berbagai medianya. menyelenggarakan perlombaan antar kelompok kecil ditingkat kelas. 2005) format penilaian penulisan puisi sebagai berikut: No Butir Penilaian 1 2 3 4 5 Skor 1. Kata Konkrit 4. Tahap kedua. Tahap pertama. mengadakan wisata sastra. Tahap ketiga. mempublikasikan puisi yang diciptakan siswa. Tahap kelima. Berdasarkan Materi Pelatihan Terintegrasi Bahasa dan Sastra Indonesia jilid 3 (Depdiknas. Bersifikasi . Tahap keempat. Diksi 2.

Nilai Rasa 9. Tema 8.6. Nada 10 Amanat Jumlah D. Proses Penulisan Puisi . Tipografi 7.

Puisi diciptakan dalam suasana perasaan yang intens yang menuntut pengucapan jiwa yang spontan dan padat. Imaji berarti juga citra. Dalam cerpen atau drama misalnya.M. pengimajian disebut juga pencitraan. dan pembentukan bait yang diperhitungkan dengan cermat untuk mengungkapkan satu permasalahan atau yang diperhitungkan dengan cermat untuk mengungkapkan satu permasalahan atau satu kesan. Proses intensifikasi adalah proses pengungkapan satu permasalahan secara mendalam. dan pilihan kata berfungsi untuk membangun suatu imaji atau gambaran tertentu yang terbentuk dalam pikiran pembaca. Makin banyak pengalaman atau informasi yang dimiliki seseorang mengenai masalah atau tema yang digarapnya. 1984). Pencitraan berarti pembentukan gambaran tentang sesuatu di dalam pikiran. intensifikasi. Tahap iluminasi. selain indah juga padat. Ada tiga proses dalam penciptaan sebuah puisi. 4. kata depan. Proses konsentrasi terlihat dalam pemilihan kata. 3.. Seribu penyair tidak akan selesai menguras bahan dan ilham dari daerah puisi yang luas tidak terkira itu. kalimat. setiap komponen dalam puisi harus berpusat.M. Penyair membentuk imaji dengan menggunakan kata konkrit dan khas. Jadi. Pada puisi semua permasalahan diungkap secara intens dan mendalam sebagai hasil dari suatu perenungan atau kontemplasi. 2005). pemakaian kata dalam setiap puisi selalu cermat dan padat tidak ada satu kata pun yang mubazir. makin memudahkan dan melancarkan pelibatan dirinya dalam proses tersebut (Munandar dalam Pradopo. Artinya semua komponen puisi mulai rima. bertumpuh dan terfokus pada satu permasalahan atau satu kesan. majas dan idiom. serta gaya bahasa tertentu. (1984) pernah mengatakan bahwa daerah puisi luas tidak terkira. dapat ditemukan permasalahan sampingan (anak Tema) sebagai penunjang permasalahan utama. Bahkan. Apa yang dapat ditulis? Apapun dapat menjadi sumber bagi penulisan puisi sehingga seorang penyair. dan tanda baca. mendasar. Akibat dari proses konsentrasi. Tahap pertama dimulai dengan tergeraknya hati seseorang untuk menulis puisi. 1998). larik. Sebuah puisi mencerminkan adanya proses pengimajian. dalam karya puisi sering ditemukan penghilangan imbuhan. Penataan kata-kata dalam larik dan bait dilakukan sedemikian rupa sehingga menggugah timbulnya imaji. Hal ini sangat berbeda dengan karya bukan puisi. artinya kata-kata yang digunakan mewakili banyak pengertian. penyusunan larik. Dalam proses konsentrasi. dan substansial. Semua komponen yang ada dalam puisi saling menunjang dalam pengungkapan tersebut. yaitu: 1. menurut Esten (1995) yaitu konsentrasi. dan kaidah bahasa juga harus utuh dan benar. dan pengimajian Konsentrasi berarti pemusatan. Puisi bisa mengenai apa saja dan puisi mengenai apa saja bisa berarti apabila puisi itu benar-benar bernilai (Abdul Hadi M. Tahap persiapan dan usaha. Selain itu. Ada saat-saat tertentu yang pengucapan batin dengan puisi dan saat-saat lain yang menuntut pengucapan batin dengan bentuk prosa. di lingkungan sekitar dan . dengan sengaja penyair melakukan pelanggaran terhadap kaidah bahasa tertentu untuk mengonsentrikan puisinya pada satu permasalahan atau satu kesan. Ada empat tahap penciptaan puisi menurut Munandar (1988) dalam Pradopo dkk (1998). Pilihan vokal atau konsonan juga sesuai dengan estetika (Waluyo. Oleh karena itu. Tahap inkubasi atau pengendapan. Seorang penyair akan mengalami proses konsentrasi dalam menciptakan puisinya. Bahasanya. Pengimajian adalah penggunaan kata yang konkrit dan khas. Dengan demikian. ritme. Tahap versifikasi. Pada tahap persiapan dan usaha seseorang akan mengumpulkan informasi dan data yang dibutuhkan. 2. Abdul Hadi W.

televisi. Bila perlu. Tahap ini yang dinamakan tahap iluminasi. karya tersebut dapat dimodifikasi. 1993). Setelah itu. atau dihilangkan bagian-bagian yang tidak sesuai menurut perasaannya. Kata media berlaku untuk berbagai kegiatan atau usaha. setelah semua informasi dan pengalaman yang dibutuhkan serta berusaha dengan pelibatan diri sepenuhnya untuk menimbulkan ide-ide sebanyak mungkin. . Pada tahap inkubasi atau pengendapan. Rossi dan Breidle (dalam Sanjaya. dia akan mencoba mengekspresikan masalah tersebut dalam sebuah puisi. Dalam mengekspresikan ide atau gagasan puisi dibutuhkan keterampilan berbahasa karena berbahasalah dipergunakan sebagai media ekspresi. Pengertian Media Pembelajaran Secara umum media merupakan kata jamak dari ³medium´. Pada tahap ini. Sapardi Djoko Damono. dan versifikasi. dll). 2006) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio. media pengantar magnet atau panas dalam bidang teknik istilah media digunakan juga dalam bidang pengajaran atau pendidikan sehingga istilahnya menjadi media pendidikan atau media pembelajaran. Bagi mereka yang sudah terbiasa menulis puisi (penyair) ide atau gagasan yang akan ditulis dalam puisi biasanya muncul dengan tiba-tiba ketika melihat atau mengamati lingkungan sekitarnya. lalu saya bandingkan dengan karya mereka( para penyair yang terkenal (Subagio Sastrowardoyo. akan semakin terampil mengekspresikan puisi dalam bahasa indah yang estetis. Pertama. saya merasa gombal banget. setiap kali selesai menulis puisi. Semakin sering menulis puisi.G. Pada tahap ini pengarang akan mengambil jarak. intensifikasi. Tapi saya menyadari dua hal. yang berarti perantara atau pengantar. maka biasanya diperlukan waktu untuk mengendapkan semua gagasan tersebut. E.dalam diri pun sebenarnya telah siap sejumlah masalah atau hal yang diekspresikan menjadi puisi. Tujuan dari verivikasi adalah untuk menghasilkan suatu karya yang siap untuk dikomunikasikan. bagaimana seandainya dia sendiri yang mengalami nasib seperti itu. penyair Linus Suriyadi A. ketika seorang penulis melakukan penilaian secara kritis terhadap karyanya sendiri. Tahap selanjutnya adalah versifikasi. tetapi tidak diingat lagi secara sadar (Munandar). Berdasarkan hal tersebut maka pembelajaran menulis puisi harus mempertimbangkan proses penciptaan puisi. dan pengimajian yang didukung oleh tahap persiapan. sehingga dapat memberikan tinjauan secara kritis (Munandar. belajar menulis puisi dengan memperbandingkan karya sendiri dengan karya penyair lain ternyata efektif sekali untuk meningkatkan kemajuan« Di samping membandingkan puisi karya orang lain.(1984) melakukan versifikasi sebagai berikut: Tiap kali saya selesai menulis sebuah puisi. Pada awal proses kreatifnya. jelek betul puisi itu. tiap rampung satu judul ada perasaan lega. versifikasi juga dapat dilakukan dengan cara membahas dan mendiskusikannya dengan orang lain untuk mendapatkan masukan bagi penyempurnaan karya tersebut maupun karya selanjutnya. Ada beberapa konsep atau definisi media pendidikan atau media pembelajaran. yaitu semua pengetahuan dan pengalaman relevan yang pernah diperoleh. Di sini semua ´bahan mentah´ diolah dan diperkaya dengan masukan dari alam prasadar. namun kegelisahan dan keresahan rohani saya memperoleh jalan keluar« Kedua. ditambah. seseorang yang akan menulis puisi melakukan empati. diinkubasi dalam alam prasadar. Seolah saya mengalami katarsis batin yang masih tidak bagus. Langkah-langkah guru dalam pembelajaran merujuk menciptakan konsentrasi. inkubasi atau pengendapan. melihat produknya seperti dengan mata orang lain. seperti media dalam penyampaian pesan. 1988). iluminasi. misalnya mau sekolah tetapi serba terbatas.

berbagai ukuran film. koran. dalam pengertian ini media bukan hanya alat perantara seperti TV. Klasifikasi dan Macam-macam Media Pembelajaran Media pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi beberapa klasifikasi tergantung dari sudut mana melihatnya. 3. yaitu jenis media yang selain mengandung struktur suara juga mengandung struktur gambar yang bisa dilihat. b. dan sebagainya. karya wisata. yaitu media yang hanya dapat didengar saja. tidak mengandung struktur suara. Dari dua pengertian di atas. dan lain sebagainya yang dikondisikan untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Dilihat dari kemampuan jangkauannya Dilihat dari kemampuan jangkauannya. transparansi. Sedangkan software adalah isi program yang mengandung pesan seperti informasi yang terdapat pada transparansi atau buku dan bahan-bahan cetakan lainnya. media bukan hanya berupa alat atau bahan saja. slide suara. gambar. grafik. simulasi.buku. Berdasarkan sifatnya Berdasarkan sifatnya media dibagi ke dalam: a. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah semua alat dan bahan baik perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software) yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan. bahan cetakan. tetapi meliputi orang atau manusia sebagai sumber belajar atau juga berupa kegiatan semacam diskusi. lukisan. Media auditif. atau untuk menambah keterampilan. media dapat dibagi menjadi: a. siswa dapat mempelajari kejadian yang aktual secara serentak tanpa harus menggunakan ruangan khusus. foto. dan lain sebagainya. yaitu media yang hanya dapat dilihat saja. radio. ada juga yang berpendapat bahwa media pengajaran meliputi perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Media audio-visual. Dilihat dari cara atau teknik pemakaiannya Dilihat dari cara atau teknik pemakaiannya. misalnya rekaman video. Namun demikian. atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan. dan lain sebagainya. peralatan. bahan. Menurut Rossi alat-alat semacam radio dan televisi kalau digunakan dan diprogram untuk pendidikan maka merupakan media pembelajaran. Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan menarik. radio. majalah. slide. F. dan sebagainya. Jadi. Media visual. Melalui media ini. mengubah sikap siswa. atau media yang hanya memiliki struktur suara. Yang termasuk ke dalam media ini adalah film slide. televisi. Hardware adalah alat-alat yang dapat mengantarkan pesan seperti overhead projector. c. Gerlach dan Ely (1980) menyatakan bahwa secara umum media itu meliputi: orang. cerita yang terkandung dalam film atau materi yang disuguhkan dalam bentuk bagan. akan tetapi hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat memperoleh pengetahuan. film video. Media yang mempunyai daya liput yang terbatas oleh ruang dan waktu seperti film slide. 1. dan sikap. dan lain sebagainya. seperti radio dan rekaman suara. b. seminar. media dibagi dalam: . 2. Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak seperti radio dan televisi. keterampilan. dan berbagai bentuk bahan yang dicetak seperti media grafis dan lain sebagainya.

radio. 5. 2. 3. dan lain sebagainya. 7. foto. Kelompok media instruksional menurut Anderson (dalam Depdiknas. slide. 4. 8. slide proyektor untuk memproyeksikan film slide. Tabel 1. Pengelompokan Media No Kelompok Media Media Instruksional 1. 2006 pada Tabel 1. dan lain sebagainya. film strip. b. 9. 6.a. Media yang diproyeksikan seperti film. Media yang tidak diproyeksi seperti gambar. lukisan. Jenis media yang demikian memerlukan alat proyeksi khusus seperti film proyektor untuk memproyeksikan film. Tanpa dukungan alat proyeksi semacam ini tidak akan berfungsi apa-apa. Audio Cetak Audio-Cetak Proyek Visual Diam . transparansi. overhead projector (OHP) untuk memproyeksikan transparansi.

Bahan Grafis. Audio Vision. Slide. CAI (Computer Assisted Instructional) & CMI (Computer Managed Instructional) Tabel 2.Proyek Visual Diam Dengan Audio Visual Gerak Visual Gerak dengan Audio Benda Komputer Pita audio (rol atau kaset) Piringan audio Radio (rekaman siaran) Buku teks terprogram Buku pegangan/manual Buku tugas Buku latihan dilengkapi kaset Gambar/poster (dilengkapi audio) Film bingkai (slide) Film rangkai (berisi pesan verbal) Film bingkai (slide) suara Film rangkai suara Film bisu dengan judul (caption) Film suara Video/VCD/DVD Benda nyata Model tirual (mock up) Media berbasis komputer. Opaque Audio Kaset. Display OHT. Model. Aktive Audio Vision Video Computer Assisted Instructional (Pembelajaran Berbasis Komputer) Perangkat praktikum . Klasifikasi dan Jenis Media Klasifikasi Jenis Media Media yang tidak diproyeksikan Media yang diproyeksikan Media audio Media video Media video Media berbasis komputer Multimedia kit Realis.

dan lain sebagainya. seperti cara kerja jantung ketika memompakan darah. Alat. dan sebagainya. alat peraga dan sebagainya (biasa disebut software).G. atau membelah dada manusia hanya untuk mempelajari cara kerja organ tubuh manusia. Latar (setting) atau lingkungan. maka secara langsung guru membimbing siswa menggunakan kendaraan yang sebenarnya. 3. Atau untuk memperoleh keterampilan mengemudikan pesawat ruang angkasa. namun merupakan salah satu komponen dari sumber belajar yang dapat digunakan dalam proses belajar. Contohnya. hardware) untuk menyajikan bahan pada butir 3 di atas. guru memerlukan alat bantu seperti film atau foto-foto dan lain sebagainya. 6. orang tua. Pentingnya Media Pembelajaran Belajar adalah proses internal dalam diri manusia maka guru bukanlah merupakan satusatunya sumber belajar. dan sebagainya. Bahan. 5. slide. menjahit. Untuk memberikan pengalaman belajar semacam itu. agar siswa memiliki keterampilan mengendarai kendaraan. tenaga ahli. pencahayaan. Sedangkan. demikian juga memberikan pengalaman bermain gitar. Di dalamnya mencakup proyektor OHP. . program slide. yang dimaksud di sini adalah sarana (piranti. pada kenyataannya tidak semua bahan pelajaran dapat disajikan secara langsung. agar siswa belajar bagaimana mengoperasikan komputer. yang dimaksud dengan belajar itu sendiri adalah proses perubahan tingkah laku melalui pengalaman. dalam proses pembelajarannya dapat melakukan simulasi terlebih dahulu dengan pesawat yang mirip dan memiliki karakteristik yang sama. buku teks. seperti buku paket. Di dalamnya mencakup ceramah. sebab dengan mengalami secara langsung kemungkinan kesalahan persepsi akan dapat dihindari. film tape recorded. 2. OHT (Over Head Transparency). 4. Pengalaman langsung adalah pengalaman yang diperoleh melalui aktivitas sendiri pada situasi yang sebenarnya. modul. program video. Untuk mempelajari bagaimana kehidupan makhluk di dasar laut. Namun demikian. sosiodrama (roleplay). tidak mungkin guru membimbing siswa langsung menyelam ke dasar lautan. atau pengalaman langsung mempelajari benda-benda elektronik. Pengalaman itu dapat berupa pengalaman langsung dan pengalaman tidak langsung. Alat yang dapat membantu proses belajar ini yang dimaksud dengan media atau alat peraga pembelajaran. Pengalaman langsung semacam itu tentu saja merupakan proses belajar yang sangat bermanfaat. yaitu: 1. termasuk di dalamnya adalah pengaturan ruang. Demikian juga untuk mempunyai keterampilan membedah atau melakukan operasi pada manusia. didalamnya mencakup kurikulum dan mata pelajaran. dan sebagainya. pertama kali tidak perlu melakukan pembedahan langsung. mengetik. dan sebagainya. contohnya pengalaman langsung melihat dan mempelajari Candi Borobudur. dan sebagainya. Teknik yang dimaksud adalah cara yang digunakan orang dalam memberikan pembelajaran guna tercapai tujuan pembelajaran. didalamnya mencakup guru. film. akan tetapi dapat menggunakan benda semacam boneka yang mirip dengan manusia. permainan/asimulasi. maka guru menyediakan komputer untuk digunakan oleh siswa. merupakan suatu format yang digunakan untuk menyimpan pesan pembelajaran. tanya jawab. Pesan. pengalaman langsung melihat kerbau di sawah. pengalaman langsung melihat bagaimana kapal terbang mendarat di landasan. Mengajar dapat dipandang sebagai usaha yang dilakukan guru agar siswa belajar. Bahan dan alat yang dikenal sebagai software dan hardware tidak lain adalah media pendidikan. Orang. atau mungkin juga pengalaman langsung untuk mempelajari objek atau bahan yang dipelajari.

(10) meningkatkan kemampuan keterbacaan baru yaitu kemampuan untuk membedakan dan menafsirkan objek. pendengaran. melainkan tingkat keabstrakan jumlah jenis indra yang turut selama penerimaan isi pengajaran atau pesan (Arsyad. (3) dapat melampaui batas ruang kelas. Pengalaman langsung akan memberikan kesan paling utuh dan paling bermakna mengenai informasi dan gagasan yang terkandung dalam pengalaman itu karena melibatkan indra penglihatan. (6) membangkitkan keinginan dan minat baru.Berbagai kajian teoritik maupun empirik menunjukkan kegunaan media dalam pembelajaran antara lain: (1) media mampu memberikan ransangan yang bervariasi kepada otak sehingga berfungsi secara optimal. tindakan dan lambang yang tampak baik yang alami maupun buatan manusia. (8) memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari sesuatu yang konkrit maupun abstrak. Abstrak Verbal Lambang Visual Visual Radio Film Televisi . yaitu meningkatkan kesadaran siswa akan dunia sekitarnya. (4) memungkinkan adanya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungannya. dan (12) media dapat meningkatkan kemampuan ekspresi diri guru maupun mahasiswa (Miarso. (9) memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar mandiri. 2004). Dasar pengembangan kerucut ini bukanlah tingkat kesulitan. (2) dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh siswa. (7) membangkitkan motivasi dan ransangan untuk belajar. 2004). perasaan. Salah satu gambaran yang paling banyak dijadikan acuan sebagai landasan teori penggunaan media dalam proses belajar mengajar adalah Dale¶s Cone of Experience (kerucut pengalaman Dale). ditampilkan pada Gambar 1. penciuman dan perabaan. (11) dapat meningkatkan efek sosialisasi. Adapun kerucut itu. (5) menghasilkan keseragaman pengamatan.

Siswa berhubungan langsung dengan objek yang hendak dipelajari tanpa menggunakan perantara sehingga akan memiliki ketepatan yang tinggi. melainkan benda tiruan yang menyerupai benda . merasakan sendiri segala sesuatu yang berhubungan dengan pencapaian tujuan. 1. Kerucut Pengalaman Dale Selanjutnya uraian setiap pengalaman belajar seperti yang digambarkan dalam kerucut pengalaman tersebut akan dijelaskan berikut ini. Siswa mengalami. 2. Pengalaman langsung merupakan pengalaman yang diperoleh siswa sebagai hasil dari aktivitas sendiri. Pengalaman tiruan sudah bukan pengalaman langsung lagi sebab objek yang dipelajari bukan yang asli atau yang sesungguhnya.Karya wisata Konkret Demonstrasi Pengalaman Melalui Drama Pengalaman Melalui Benda Tiruan Pengalaman Langsung Gambar 1.

Walaupun siswa tidak mengalami secara langsung terhadap kejadian. radio atau tape recorder. Pengalaman melalui gambar hidup dan film. maka pengalaman melalui demonstrasi siswa hanya melihat peragaan orang lain. namun melalui drama. Pengalaman melalui lambang verbal. Melalui televisi siswa dapat menyaksikan berbagai peristiwa yang ditayangkan dari jarak jauh sesuai dengan program yang dirancang. siswa akan lebih menghayati berbagai peran yang disuguhkan. 8. Dari gambaran kerucut pengalaman tersebut. 9. sedangkan siswa akan lebih abstrak memperoleh pengetahuan melalui benda atau alat perantara seperti televisi. Melalui pameran siswa dapat mengamati hal-hal yang ingin dipelajari se[perti karya seni baik seni tulis. Hal ini memungkinkan karena siswa dapat secara langsung berhubungan dengan objek yang dipelajari. Siswa lebih dapat memahami berbagai perkembangan atau struktur melalui bagan dan lambang visual lainnya. dapat dilakukan memalui wawancara dengan pemandu dan membaca leaflet atau booklet yang disediakan penyelenggara. 5. melalui benda-benda tiruan. walaupun bahan belajarnya sesuai dengan naskah yang disusun. Pengalaman melalui demonstrasi adalah teknik penyampaian informasi melalui peragaan. dan bertanya tentang hal-hal yang dikunjungi. sebab televisi merupakan perantara. dan hasil teknologi modern dengan berbagai cara kerjanya. Namun demikian. dan lambang verbal.aslinya. mencatat. Pameran lebih abstrak sifatnya dibandingkan dengan wisata. pengalaman melalui drama. Sebab. 10. tape recorder. Selanjutnya pengalaman yang diperoleh dicatat dan disusun dalam cerita/makalah secara sistematis. Pengalaman melalui pameran. Pameran adalah usagha untuk menunjukkan hasil karya. lambang visual. dan gambar. Pengalaman melalui media ini sifatnya lebih abstrak dibandingkan pengalaman melalui gambar hidup sebab hanya mengandalkan salah satu indra saja yaitu indra pendengaran atau indra penglihatan saja. 3. tidak . 7. Sebab. gambar. Pengalaman melalui radio. seni pahat. merupakan pengalaman yang sifatnya lebih abstrak. dan bagan. sebab pengalaman yang diperoleh hanya yterbatas pada kegiatan mengamati wujud benda itu sendiri. Pengalaman melalui drama. 11. Kalau dalam drama siswa terlibat secara langsung dalam masalah yang dipelajari walaupun bukan dalam situasi nyata. Mempelajari objek tiruan sangat besar manfaatnya terutama untuk menghindari terjadinya verbalisme. Sebagai alat komunikasi lambang visual dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada siswa. yaitu pengalaman yang diperoleh dari kondisi dan situasi yang diciptakan melalui drama (peragaan) dengan menggunakan skenario yang sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. 4. Melalui wisata siswa dapat mengamati secara langsung. Gambar hidup atau film merupakan rangkaian gambar mati yang diproyeksikan pada layar dengan kecepatan tertentu. Memerhatikan kerangka pengetahuan ini. Pengalaman wisata. atau benda-benda bersejarah. yaitu pengalaman yang diperoleh melalui kunjungan siswa ke suatu objek yang ingin dipelajari. 6. Kemungkinan terjadinya verbalisme sebagai akibat dari perolehan pengalaman melalui lambang verbal sangat besar. demonstrasi wisata dan melalui pameran. siswa memperoleh pengalaman hanya melalui bahasa baik lisan maupun tulisan. Isi catatan disesuaikan dengan tujuan kegiatan ini. Tujuan belajar melalui drama ini agar siswa memperoleh pengalaman yang lebih jelas dan konkrit. Pengalaman melalui lambang-lambang visual seperti grafik. Dengan mengamati film siswa dapat belajar sendiri. siswa akan lebih konkrit memperoleh pengetahuan melalui pengalaman langsung. untuk memperoleh wawasan. gambar hidup/film. maka kedudukan komponen media pengajaran dalam sistem proses belajar mengajar mempunyai fungsi yang sangat penting. Pengalaman melalui televisi merupakan pengalaman tidak langsung.

akan tetapi memang ada sejumlah pengalaman yang sangat tidak mungkin dipelajari secara langsung oleh siswa . (5) kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan. artinya siswa hanya mengetahui tentang kata tanpa memahami dan mengerti makna yang terkandung dalam kata tersebut. Oleh karena itu. (4) memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual. (5) media dapat menanamkan konsep dasar yang benar. Oleh sebab itu. 2006) menunjukkan bahwa pengetahuan akan semakin abstrak apabila hanya disampaikan melalui bahasa verbal. televisi. (3) pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar. waktu. (2) memanipulasi keadaan. peristiwa. (3) menimbulkan gairah belajar. dan (8) peran guru berubah ke arah yang positif. juga gairah siswa untuk menangkap pesan akan semakin kurang. interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar. dan (3) menambah gairah dan motivasi belajar siswa. kenyataannya memberikan pengalaman langsung kepada siswa bukan sesuatu yang bukan hanya menyangkut segi perencanaan dan waktu saja yang dapat menjadi kendala. dan daya indra. auditori & kinestetiknya. atau gambar untuk memberikan informasi yang lebih baik kepada siswa. (7) sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran dapat ditingkatkan. Namun. adalah: (1) media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa. Dari beberapa fungsi tersebut di atas. (2) mengatasi keterbatasan ruang. Perolehan pengetahuan siswa seperti digambarkan Edgar Dale (dalam Sanjaya. maka secara khusus media pembelajaran memiliki fungsi dan berperan untuk: (1) menangkap suatu objek atau peristiwa-peristiwa tertentu. kontribusi media pembelajaran adalah: (1) penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar. pesan yang ingin disampaikan benar-benar dapat mencapai sasaran dan tujuan yang ingin dicapai. Selain itu. nyata. karena siswa kurang diajak berfikir dan menghayati pesan yang disampaikan. sebaiknya diusahakan agar pengalaman siswa menjadi lebih konkrit. Secara umum media mempunyai kegunaan: (1) memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis. media dapat digunakan agar lebih memberikan pengetahuan yang konkrit dan tepat serta mudah dipahami.semua pengalaman belajar dapat diperoleh secara langsung. Hal ini memungkinkan terjadinya verbalisme. padahal untuk memahami sesuatu perlu keterlibatan siswa baik fisik maupun psikis. Rekaman audio-visual dalam CD merupakan hasil teknologi komunikasi pendidikan berupa medium yang dirancang secara sistematis dengan perpedoman kepada kurikulum yang berlaku dan dalam pengembangannya mengaplikasikan prinsip-prinsip pembelajaran . (3) media dapat memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara peserta dengan lingkungan. dilakukan melalui kegiatan yang dapat mendekatkan siswa dengan kondisi yang sebenarnya. dan (5) memberi rangsangan yang sama. dalam keadaan ini. (2) media dapat mengatasi batas ruang kelas. guru dapat menggunakan film. Penyampaian informasi yang hanya melalui bahasa verbal selain dapat menimbulkan verbalisme dan kesalahan persepsi. (2) pembelajaran dapat lebih menarik. dan tepat. maka media pembelajaran memiliki nilai praktis. (7) media dapat membangkitkan keinginan dan minat baru. (4) waktu pelaksanaan pembelajaran dapat diperpendek. Melalui media pembelajaran hal yang bersifat abstrak bisa lebih menjadi konkrit. Hal ini dapat menimbulkan kesalahan persepsi siswa. tenaga. Memerhatikan penjelasan di atas. dan (9) media dapat memberikan pengalaman yang menyeluruh dari hal-hal yang konkrit sampai yang abstrak. (6) media dapat membangkitkan motivasi dan merangsang peserta untuk belajar dengan baik. atau objek tertentu. (4) media dapat menghasilkan keseragaman pengamatan. (8) media dapat mengontrol kecepatan belajar siswa. (6) proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan. mempersamakan pengalaman & menimbulkan persepsi yang sama. peranan media pembelajaran sangat diperlukan dalam suatu kegiatan belajar mengajar.

Secara fisik. Menyimpan data yang lebih besar dalam wadah yang lebih kecil (portable). Prinsip-prinsip Penggunaan Media Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pembelajaran adalah bahwa media digunakan dan diarahkan untuk mempermudah siswa belajar dalam memahami materi pelajaran. Mempunyai daya tarik yang tinggi karena dikembangkan menurut prinsip psikologis. Dapat disaksikan secara berulang-ulang dan dapat menggambarkan suatu proses secara tepat sehingga isi pesan pembelajaran yang dikemas dalam CD tersebut dapat lebih dipahami. CD tidak sekedar media tetapi juga sumber belajar. Media yang akan digunakan harus sesuai dengan kompleksitas materi pembelajaran. akan tetapi benar-benar untuk membantu siswa belajar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Merupakan pengganti alam sekitar dan bahkan dapat menunjukkan objek yang secara normal tidak dapat dilihat. 10. Sebagai suatu media pembelajaran. Memberikan kesempatan kepada pemakai untuk memilih bagian-bagian yang relevan dengan kebutuhan. Mengandung nilai-nilai positif seperti dapat mengundang pemikiran dan pembahasan yang lebih mendalam. 3. Media tidak digunakan sebagai alat hiburan. diskusi dan lainlain. CD pembelajaran merupakan program yang dikemas dalam CD dan disajikan dengan menggunakan CD player serta monitor (Pustekkom Diknas. 12. CD pembelajaran dapat diakses kapan saja sesuai kebutuhan siswa. atau tidak semata-mata untuk mempermudah guru menyampaikan materi. 7. Karakteristik dan kemampuan masing-masing media perlu diperhatikan oleh guru agar mereka dapat memilih media mana yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. 2. Keunggulan itu berupa: 1. 11. Guru perlu memperhatikan setiap kemampuan & gaya tersebut. akan sulit memahami pelajaran manakala digunakan media yang bersifat auditif. Merupakan representasi fisik dari gagasan real atau abstrak dan menggambarkan suatu proses secara cepat. CD yang sifatnya audio-visual banyak memiliki keunggulan dibanding dengan media lainnya. 5. 2. Tak terikat waktu. Dengan demikian. Media yang akan digunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran. Dapat menampilkan kejadian yang memakan waktu lama dalam satu dua men it. behaviorisme dan kognitif sehingga meningkatkan motivasi serta menanamkan sikap dan efek lainnya. antara lain: 1. 9. 3. . 4. Program CD Pembelajaran).sehingga program tersebut memungkinkan peserta didik mencerna materi pelajaran secara lebih mudah dan menarik. 8. Setiap materi pelajaran memiliki kekhasan & kekompleksan. maka ada sejumlah prinsip yang harus diperhatikan. Melengkapi pengalaman-pengalaman dasar siswa ketika membaca. Siswa yang memiliki kemampuan mendengar yang kurang baik. 6. Dengan desain yang baik dapat membawa dampak dramatis sehingga mendorong lahirnya respon emosional. Media yang akan digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Keterbatasan waktu dalam pembelajaran reguler dapat digantikan dengan penggunaan CD pembelajaran. Setiap siswa memiliki kemampuan & gaya yang berbeda. Agar media pembelajaran benar-benar digunakan untuk membelajarkan siswa. Media pembelajaran harus sesuai dengan minat. H. kebutuhan. & kondisi siswa. Dapat menyajikan peristiwa yang berbahaya bila dilihat secara langsung. 13. Menggabungkan indra pandang dan dengar secara bersamaan. penggunaan media harus dipandang dari sudut kebutuhan siswa.

Kerangka Pikir Pembelajaran bahasa Indonesia pada KTSP ( Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ) SMA dengan tujuan meningkatkan keterampilan pembelajaran menulis puisi adalah bagian dari pembelajaran keterampilan menulis. Hasil perbandingan itu. Media secanggih apapun tidak akan bisa menolong tanpa kemampuan teknis mengoperasikannya. majas (meliputi lambang dan kiasan) versifikasi (meliputi rima. I. pengimajian. perasaan. nada. kata kongkrit. Pembelajaran menulis puisi dapat dinilai dari struktur fisik & batin puisi ciptaan siswa.0.4. diolah dengan statistik uji the melalui program SPSS versi 13. dan amanat. Struktur fisik puisi meliputi: diksi. ritma. Struktur batin puisi terdiri atas tema. dan metrum) & tipograf. sebagai berikut : Pembelajaran Bahasa Indonesia berdasarkan KTSP Mendengarkan Berbicara Membaca Pembelajaran Menulis Puisi Keterampilan berbahasa Menulis . Penentuan tingkat keefektifan rekaman film Laskar Pelangi dalam pembelajaran menulis puisi dilakukan dengan membandingkan nilai antara kelas eksperimen yang menggunakan rekaman film Laskar Pelangi dengan kelas kontrol yang tidak menggunakan media pembelajaran. Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasikannya. Adapun bagan kerangka pikir. Media yang akan digunakan harus memperhatikan efektivitas & efisien. Temuan penelitian adalah keefektifan penggunaan rekaman film Laskar Pelangi dalam pembelajaran menulis puisi siswa kelas X SMA Negeri 1 Bungoro. 5.

kata konkrit.Struktur batin: tema. nada. dan gabungan struktur fisik & batin puisi siswa kelas X SMA Negeri 1 Bungoro Pangkajene Kepulauan. dan tipografi Efektif Temuan Tidak efektif Analisis (uji t) Tanpa media rekaman film Laskar Pelangi Media audio-visual (rekaman film Laskar Pelangi) Gambar 2. perasaan. Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini. bersifikasi. Bagan Kerangka Pikir J. batin. pengimajinasian. majas. . dan amanat Struktur fisik: diksi. adalah : rekaman film Laskar Pelangi efektif digunakan dalam pembelajaran menulis struktur fisik.

T2 . Peneliti melakukan kontrol terhadap apa yang dialami oleh subjek dengan cara memberi atau tidak memberi kondisi atau perlakuan tertentu secara sistematis. yaitu peneliti melakukan manipulasi terhadap perlakuan (treatment) yang diberikan pada subjek. Satu kelas pada kelas X SMA Negeri 1 Bungoro tanpa perlakuan dalam pembelajaran menulis puisi. E = T1 x T2 K = T1 . peneliti dapat membandingkan kelompok subjek yang mendapat perlakuan dan kelompok yang tidak mendapat perlakuan. adalah SMA Negeri 1 Bungoro Kabupaten Pangkep pada dua kelas X yang dijadikan sampel penelitian. Alamat sekolah Jalan Andi Mappe No. Jenis dan Lokasi Penelitian Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen. Dikatakan eksperimen karena menguji dua kelompok yaitu satu kelompok yang dikenai perlakuan dan satunya tidak dikenai perlakuan. Dengan adanya kontrol tersebut. Desain eksperimental. Kabupaten Pangkep Telepon 0410-22128 B. dapat dilihat pada gambar berikut ini.BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi penelitian ini. Perbandingan tersebut dimaksudkan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat antara perlakuan yang dimanipulasi dan hasil yang terukur. Perlakuan yang dimaksud adalah penggunaan rekaman film Laskar Pelangi dalam pengajaran menulis puisi pada siswa salah satu kelas X SMA Negeri 1 Bungoro . Adapun desain penelitian ini adalah (the pretestposttest control group design). 1 Bungoro. Variabel dan Desain Penelitian Variabel dalam penelitian ini adalah penggunaan rekaman film Laskar Pelangi (variabel bebas) dan menulis puisi (variabel terikat).

sebagai berikut: 1. Kenakan test statistik yang cocok untuk rancangan ini untuk menentukan apakah perbedaan dalam skor seperti dihitung pada langkah ke-7 itu signifikan. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi 240 siswa tersebar dalam delapan kelas yang sulit untuk diteliti secara keseluruhan sehingga perlu ditarik sampel. Cara penarikan sampel adalah clutter random sampling. Langkah-langkah dalam penarikan sampel. Pertahankan semua kondisi untuk kedua kelompok itu agar tetap sama. untuk menentukan apakah penerapan perlakuan X itu berkaitan dengan perubahan yang lebih besar pada kelompok eksperimen. jadi: (T2E ± T1E) ± (T2K ± T1K). Peringkat nilai tertinggi disebar ke seluruh kelas sehingga rata-rata kelas seimbang jika . Bandingkan perbedaan-perbedaan tersebut. Berikan posttest T2 kepada kedua kelompok itu untuk mengukur variabel tergantung. Sampel yang dibutuhkan dalam penelitian ini sebanyak dua kelas yang masing-masing tiga puluh siswa. untuk mengukur variabel tergantung pada kedua kelompok itu. Pilih sejumlah subjek secara acak/rambang dari suatu populasi. kecuali satu hal yaitu kelompok eksperimen dikenai perlakuan X untuk jangka waktu tertentu. Membuat kerangka penyampelan dengan kelas sebagai unit sampel. C. golongkan subjek menjadi dua kelompok. jadi (T2E ± T1E) dan (T2K ± T1K). 2. 4. 8. 6.Keterangan: E = Kelompok Eksperimen K = Kelompok Kontrol T1 = Tes Awal (Pretes) T2 = Tes Akhir (Postes) X = Pemberian Perlakuan = Tidak Diberikan Perlakuan Desain penelitian the pretest-posttest control group design menurut Suryabrata (2005:105) adalah sebagai berikut: 1. lalu hitung mean masing-masing kelompok. Hal ini dilakukan dengan asumsi bahwa kemampuan menulis puisi siswa dianggap homogen menurut kelas. yaitu kelompok eksperimen yang dikenai variabel perlakuan X. Hitung perbedaan antara hasil pretest T1 dan posttest T2 untuk masing-masing kelompok. lalu hitung meannya untuk masing-masing kelompok. dan kelompok kontrol yang tidak dikenai perlakuan. yaitu apakah perbedaan tersebut cukup besar untuk menolak hipotesis nol bahwa perbedaan itu terjadi secara kebetulan. Berikan pretest T1. 3. 7. 2. 5. Memilih dua kelas secara random dari kerangka penyampelan yang terbentuk. Secara acak/rambang. Penerimaan siswa baru melalui ujian penyaringan dengan urutan tingkat.

bersifikasi. Dari pengeditan rekaman film Laskar Pelangi maka diperoleh VCD dengan durasi 90 menit ditambah 15 menit VCD berisi lagu yang berkaitan dengan film Laskar Pelangi. Teknik Pengumpulan Data Rekaman film Laskar Pelangi yang dijadikan media pembelajaran dipersiapkan melalui tahap: 1. 3. Indikator : Siswa dapat menulis puisi baru dengan memerhatikan Struktur fisik dan batin puisi. dan amanat. dan perasaan melalui Kegiatan menulis puisi lama dan puisi baru. perasaan. Semua siswa yang berada pada kedua kelas tersebut dijadikan sampel penelitian ini. Kompetensi Dasar : Menulis puisi baru dengan memerhatikan struktur fisik Dan batin puisi. stuktur batin puisi meliputi: tema. Buatlah sebuah puisi sebagai pernyataan perasaan Anda terhadap film Laskar Pelangi tersebut ! Upayakan puisi Anda mencakup struktur fisik dan struktur batin puisi. 2. dapat dilihat dalam tabel 3. CD yang dijual di pasar. Pengaudioan. Pengumpulan informasi. 4. Pengemasan. NIS. Pengeditan. yaitu televisi. dan Uji coba. dipilih lagi satu kelas secara random sebagai kelas eksperimen. Petunjuk: Tulislah Nama. dan amanat. Dari dua kelas yang terpilih. 3. bersifikasi. Struktur fisik antara lain diksi pengimajinasian.5 yang masingmasing jumlah siswa sebanyak 30 orang pada SMA Negeri 1 Bungoro. rekaman film Laskar Pelangi yang telah terkumpul diedit melalui program windows movie maker.1 sebagai kelompok kontrol. dan tipografi. CD rekaman film Laskar Pelangi dikemas dalam VCD dan siap untuk digunakan. nada.dilihat dari prestasi belajar siswa. rekaman VCD film Laskar Pelangi dari berbagai sumber. D. Adapun langkah-langkah pelaksanaan data. Jika dalam pengundian yang muncul adalah angka maka kelompok eksperimen jatuh pada kelas X. . kata konkret majas. musik. lagu yang ada kaitannya dengan pendidikan. Teknik pemilihan kelas melalui pengundian dengan menggunakan mata uang logam lima ratus rupiah. kata konkret. 4.1 sedangkan jika yang muncul adalah gambar maka kelas X. pengimajian. dan tipografi Struktur batin melipuiti: tema. persaan. Tidak ada kelas unggulan yang dibentuk pada kelas X di sekolah tempat penelitian ini. rekaman film tersebut ditambahkan instrumental. dan satu kelas lainnya sebagai kelas kontrol. dan kelas Anda di pojok kiri atas pada lembaran kerja yang disediakan! Soal Pretes/postes: Film Laskar Pelangi ditayangkan pada awal bulan September 2008. E. majas.1 dan sebagai kelompok kontrol adalah kelas X. Dari penarikan sampel clutter random sampling maka yang terpilih sebagai kelompok eksperimen adalah kelas X. dan diperoleh melalui internet. Struktur fisik meliputi: diksi. Instrumen Penelitian Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Semester : X/2 Pertemuan ke:1 Alokasi Waktu : 45 menit Standar Kompetensi : Mengungkapkan pikiran. untuk penyempurnaannya media pembelajarannya maka diadakan uji coba pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Pangkajene . nada.

b.Tabel 3. Kegiatan awal a. Pemberian lembar kegiatan siswa/dengan penayangan rekaman film LAskar Pelangi. Pelaksanaan Pengumpulan Data No Kelas Eksperimen Kelas Kontrol Waktu 1. 3. Pelaksanaan pretest Pembelajaran 1. 2. Siswa memahami materi pelajaran. apersepsi b. b. Kegiatan inti a. Kegiatan inti a. motivasi 2. Kegiatan akhir Kesimpulan Postest Pelaksanaan pretest Pembelajaran 1. motivasi 2. apersepsi b. Pemberian lembar kegiatan siswa . Kegiatan awal a. 3. Siswa memahami materi pelajaran.

majas. Bentuk tes yang digunakan adalah uraian tertulis. pengimajian. versifikasi. nilai rasa. Sebelum melaksanakan posttes. Struktur fisik sebuah puisi yaitu diksi. Kegiatan akhir Kesimpulan Postest 90 menit 5 menit 40 menit 85 menit 5 menit 90 menit Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tes keterampilan menulis puisi. pengoperasian analisis ini digunakan software komputer SPSS versi 13. Pemeriksaan tes ini.0. dan tipografi. . dan amanat. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis Uji-t. kata konkrit. F. Penelitian dilaksanakan mulai 15 Oktober sampai 15 Desember 2008 pada SMA Negeri ! Bungoro Kabupaten Pangkep tahun pelajaran 2007/2008. penulis menyediakan alat non tes berupa angket yang diberikan kepada siswa dan guru untuk kelengkapan pembahasan dalam penelitian ini.3. Struktur batin meliputi tema. adalah guru SMA Negeri 1 Pangkajene Kabupaten Pangkep. Uji normalitas dengan menggunakan program minitab 14 dan untuk uji homogenitas digunakan program Levene test dalam SPSS versi 13. Sebelum melakukan analisis terlebih dahulu diadakan uji normalitas dan homogenitas. Pelaksanaan pretest dan posttest secara serentak dalam waktu yang bersamaan baik pada kelas eksperimen maupun pada kelas kontrol. nada.0 yang bekerja di bawah sistem windows. Tes disusun berdasarkan Standar Kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran yaitu menulis puisi baru dengan memperhatikan struktur fisik dan struktur batin puisi.0. tes yang akan digunakan terlebih dahulu akan dicobakan pada siswa kelas X SMA 1 Bungoro Kabupaten Pangkep. Selain tes. Untuk keperluan analisis perbandingan dua variabel seperti yang dimaksudkan di atas dapat digunakan teknik statistik inferensial yang berupa uji t (t test) dalam program SPSS versi 13.

Jos Daniel (1991). Bandung: Angkasa. Belajar Mengemukakan Pendapat. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Gorys (1979). Kridalaksana. Jakarta. Tarigan. Solo: Tiga Serangkai. Mustofa Bisri. (2008). Badudu. Pengelolaan Pengajaran. y y darmawati's blog Silakan login atau daftar dulu untuk mengirim komentar Galeri Anggota Baru . E. Hirata Andrea. (1997). Henry Guntur (1999). Keraf. Jakarta: Gramedia. Sumardi. (2003) Kompotensi Berbahasa dan Sastra Indonesia. Jakarta: Bintang Selatan. Yogyakarta: Kanisius. Harimurti (1990). Bandung: Pustaka Prima. Herman J. (1992). Bahasa Laporan Penelitian. Studi Wacana. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Kamus Linguistik. (1989). Surono F. Gramedia Pustaka Utama. (1995). Membaca Sebagai suatu keteranpilan Berbahasa. Pedoman Pengajaran Apresiasi Puisi SLTP dan SLTA. Bandung: Angkasa. ---------------(2008). Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional (2007). Sugihastuti (2000). IKIP Bandung (1990). --------------(1990).R. Pengajaran Kosakata. Syamsudin A. Waluyo. Yogyakarta: Panji Pustaka. Sejarah dan Apresiasi Sastra. (1999). Ende: Nusa Indah. Teori dan Apresiasi Puisi. Suroso dkk. ---------------(1991). Rozak Zaidan Abdul. Parera. (1981). Laskar Pelangi. Jakarta. Bentang Pustaka. Metode pengajaran Sastra. Jakarta: Erlangga. Jakarta: Balai Pustaka. Solo: Tiga Serangkai. IKIP Bandung. J. Jakarta. Buku Praktis Bahasa Indonesia Jilid 1 dan 2. Kosasih. Komposisi. Broto A. Rahmanto. Jakarta: Gramedia.S. (2007) Tuntutan Karya Ilmiah.X (1999). Sari Kesusastraan Indonesia. (1988).DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman. Pedoman penulisan Karya Ilmiah. Solo: Tiga Serangkai. Jakarta: Gramedia. FPBS IKIP Bandung.S.B. Teori-Analisis-Pengajaran. Ikhtisar Seni Sastra. Diksi dan Gaya Bahasa.

.

Dalam buku ringkas ini dibahas persoalan yang berkenaan dengan pendekatan kontekstual dan implikasi penerapannya. tetapi gagal dalam membekali anak memecahkm persoalan dalam kehidupm. tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. Melalui strategi CTL. Mereka mempelajari apa yang bermanfaat bagi dirinya dan berupaya menggapainya. Belajar akan lebih bermakna jika µanak mengalami' apa yang dipelajarinya. bukan 'mengetahui'-nya. Sesuatu yang baru (baca: pengetahuan dan keterampilan) datang dari 'menemukan sendiri'. Mereka sadar bahwa yang mereka pelajari berguna bagi hidupnya nanti. Sejauh ini pendidikan kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil. itulah yang terjadi di kelas-kelas sekolah kita! Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning (CTL)) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Melalui landasan filosofi konstruktivisme. bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Dalam kelas kontekstual. . Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. kontekstual dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan lebih produktif dan bermakna.jangka panjang. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan. bukan dari 'apa kata guru'. LATAR BELAKANG Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. mereka memerlukan guru sebagai pengarah dan pembimbing. hasil pembelajaran dihadapkan lebih bermakna bagi siswa. Seperti halnya strategi pembelajaran yang lain. dan bagaimana mencapainya. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Dan. Proses penibelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami. Dalam konteks itu siswa perlu mengerti apa makna belajar.BAB I APA ITU PENDEKATAN KONTEKSTUAL ? A. Untuk itu. bukan 'menghafal'. guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. kemudian ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar. dalam status apa mereka. Dengan konsep itu. Pendekatan kontekstual dapat dijalankan tanpa harus mengubah kurikulum dan tatanan yang ada. siswa diharapkari belajar melalui 'mengalami'. Maksudnya. Dalam upaya itu. tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. CTL 'dipromosikan' menjadi alternatif strategi belajar yang baru. apa manfaatnya. 2. Pembelajaran yang berorieritasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi 'mengingat' jangka pendek. Kontekstual hanya sebuah strategi pembelajaran. diperlukan sebuah strategi belaiar 'baru' yang lebih memberdayakan siswa. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta.

Humans create or construct knowledge as they attempt to bring meaning to their experience. The understandings that we invent are always tentative and incomplete.3. Since knowledge is a construction of humans and humans constantly undergoing new experiences. Anak dengan mudah mempelajari sesuatu yang baru. Untuk itu perlu dipahami. Proses Belajar tidak hanya sekedar menghafal. KECENDRUNGAN PEMIKIRAN TENTANG BELAJAR Pendekatan kontekstual mendasarkan diri pada kecendrungan pemikiran tentang belajar sebagai berikut : 1. Knowledge is constructed by humans. Tugas guru "memfasilitasi" agar informasi baru bermakna memberi kesempatan kepada siswa untuk . Akan tetapi. Strategi belajar itu penting. 1995). untuk hal-hal yang sulit. 1995). Perubahan struktur otak itu berjalan terus seiring dengan perkembangan organisasi pengetahuan dan keterampilan seseorang. Strategi belajar itu penting. y Anak belajar dari mengalami. tetapi mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan. y Proses belajar dapat mengubah struktur otak. y Pra ahli sepakat bahwa pengetahuan yang dimiliki seseorang itu terorganisasi dan mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang sesuatu persoalan (subject matter). strategi belajar amat penting. Its is not something that exists independent of a knower. concepts. yang pada akhirnya mempengaruhi cara seseorang berperilaku. Peran orang dewasa (guru) mebantu menghubungkan antara "yang baru" dan yang sudah diketahui. Everything that we know. Penting bagi siswa tahu "untuk apa" ia belajar. Understand becomes deeper and stronger if wan test it against new encounters (Zahorik. strategi belajar yang salah dan terus-menerus dipajangkan akan mempengaruhi struktur otak. y Manusia mempunyai tingkatan yang berbeda dalam menyikapi situasi baru. 3. y Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta-fakta atau proposisi yang terpisah. Knowledge is contextual and fallible. dan bergelut dengan ide-ide. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. dan "bagaimana" ia menggunakan pengetahuan dan keterampilan itu. 2. Anak mencatat sendiri pola-pola bermakna dari pengetahuan baru. y Siswa perlu dibiasakan memmecahkan masalah. Transfer Belajar y y y y Belajar Sisawa belajar dari mengalami sendiri bukan dari pemberian orang lain. dan seorang anak menpunyai kecendrungan untuk belajar dengan cepat hal-hal baru. 4. sedikit-demi sedikit. siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Keterampilan dan pengetahuan itu diperluas dari konteks yang terbatas (sempit). Siswa sebagai Pembelajar y y y y y Manusia mempunyai kecendrungan untuk belajar dalam bidang tertentu. we have made (Zahorik. knowledge can never by stable. or laws waiting to be discovered. dan bukan diberi begitu saja oleh guru. Knowledge grows through exposure. Knowledge is not a set of facts. Anak dengan mudah mempelajari sesuatu yang baru.

net Situs ini menampung sumbangan tulisan. E. 1999) .. serta ciloteh para guru. HAKIKAT PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL Pembelajaran kontelstual (Contextual Teaching and Learning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata dan siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Dari "guru akting didepan kelas. Refleksi (Reflection). yang berasal dari proses penilaian (assessment) yang benar. 7. 4. Bertanya (Questioning). Penilaian sebenarnya (Authentic Assesment). http://pakguruonline. guru mengarahkan". MOTTO Students learn best by actively constructing their own understanding (CTL Academy Fellow. dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif. Masyarakat belajar ( Learning Community). berupa makalah. Menumbuhkan komunitas belajar dalam bentuk kerja kelompok itu penting.net D. Strategi belajar lebih dipentingkan dibanding hasilnya. siswa menonton" ke "siswa bekerja dan berkarya. 4. Umpan balik amat penting bagi siswa. Pentingnya Lingkungan Belajar y y y y Belajar efektif itu dimulai dari lingkungan belajar yang berpusat pada siswa. 6. 5.menemukan dan menerapkan ide mereka sendiri. 2. Silahkan kirim tulisan kepada web master zfikri@telkom. Pengajaran harus berpusat pada "bagaimana cara" siswa menggunakan pengetahuan baru mereka. halaman berikut . 3.pendidikan. Menemukan (Inquiry).. Pemodelan (Modeling). kajian. dan menyadarkan siswa untuk menerapkan strategi mereka sendiri. yakni : 1. Konstruktivisme (Contructivism).

(2) melakukan sharing kepada orang lain agar mendapat tanggapan (validasi) dan atas dasar tanggapan itu (3) konsep tersebut direvisi dan dikembangkan. Authentic instruction. Pemerolehan pengetahuan baru (acquiring knowledge) dengan cara mempelajari secara keseluruhan dulu. 6. Memecahkan masalah. Problem based learning. G. bukan menghafal. Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada (activating knowledge). Dekat dengan kehidupan nyata. Inquiry based learning. Siswa aktif. STRATEGI PENGAJARAN YANG BERASOSIASI DENGAN CTL y y y y y y y y CBSA. Melakukan refleksi (reflecting knowledge) terhadap strategi pengembangan pengetahuan tersebut. kemudian memperhatikan detailnya. Learning. . Cooperative learning. No. dan kreatif. 2. kritis.F. Life skills education. LIMA ELEMEN BELAJAR YANG KONSTRUKTIVISTIK Menurut Zahorik (1995:14-22) ada lima elemen yang harus diperhatikan dalam praktek pembelajaran kontekstual. (BEHAVIORISME/STRUKTURALISME) 9. Mengutamakan pengalaman nyata. 5. guru mengarahkan. Pembentukan manusia. Siswa praktek. Pendidikan (education). Pengetahuan bermakna dalam kehidupan. bukan teaching. Berfikir tingkat tinggi. Berpusat pada siswa. 4. H. Service learning. ERBEDAAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN 7. PENDEKATAN PENDEKATAN TRADISIONAL 8. Pendekatan proses. Siswa akting. Pemahaman pengetahuan (understanding knowledge). KATA-KATA KUNCI PEMBELAJARAN CTL y y y y y y y y y y y y y y y Real world learning. 3. Mepraktekkan pengetahuan dan pengalaman tersebut (applying knowledge). yaitu dengan cara menyusun (1) konsep sementara (hypotesis). Perubahan perilaku. yaitu : 1. bukan pengajaran (instruction). Hasil belajar diukur dengan berbagai cara bukan hanya dengan tes.

12. Perilaku baik berdasar motivasi intrinsik Perilaku baik berdasarkan motivasi ekstrinsik. Seseorang tidak melakukan yang jelek karena dia sadar itu keliru dan merugikan Seseorang tidak melakukan yang jelek dia takut hukuman. Keterampilan dikembangkan atas dasar pemahaman. 2. Sanksi adalah hukuman dari perilaku jelek. yaitu pemahaman rumus yang salah atau pemahaman rumus yang benar. Perilaku dibangun atas kesadaran diri. PENDEKATAN CTL 11. saling mengoreksi. Pengetahuan adalah penangkapan terhadap serangkaian fakta. 10. Pembelajaran terjadi di berbagai tempat. Karena ilmu pengetahuan itu dikembangkan (dikonstruksi) oleh manusia sendiri. Guru adalah penentu jalannya proses pembelajaran. Penghargaan terhadap pengalaman siswa sangat diutamakan. 16. 6. Siswa belajar secara individual. 11. penampilan. Pemahaman rumus dikembangkan atas dasar skemata yang sudah ada dalam diri siswa. 4. 9. Manusia menciptakan atau membangun pengetahuan dengan cara memberi arti dan memahami pengalamannya. Siawa secara pasif menerima rumus atau kaidah (membaca. Pemahaman rumus itu relatif berbeda antara siswa yang satu dengan yang lainnya. diterima. 15. 20. Bahasa diajarkan dengan pendekatan struktural. rumus diterangkan sampai paham. 3. konsep. Hanya ada dua kemungkinan. 8. Hasil belajar diukur dengan berbagai cara.10. 18. ikut bertanggung jawab atas terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Pemebelajaran tidak memperhatikan pengalaman siswa. hasil karya. Keterampilan dikembangkan atas dasar latihan. dan membawa skemata masing-masing ke dalam proses pembelajaran. Siswa belajar dari temen melalui kerja kelompok. Pengetahuan yang dimiliki manusia dikembangkan oleh manusia itu sendiri. dihafal dan dilatih. 13. atau hukum yang berada diluar diri manusia. yakni siswa diajak menggunakan bahasa dalam konteks nyata. sementara manusia selalu mengalami peristiwa baru. Bahasa yang diajarkan dengan pendekatan komunikatif. 19. Siswa diminta bertanggung jawab memonitor dan mengembangkan pembelajaran mereka masing-masing. PENDEKATAN TRADISIONAL 12. mencatat. tanpa memberikan konstribusi ide dalam proses pembelajaran. 1. Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan atau masalah yang disimulasikan Pembelajaran sangat abstrak dan teoritis. Hadiah untuk perilaku baik adalah kepuasan diri. Hadiah untuk perilaku baik adalah pujian atau nilai (angka) rapor. terlibat penuh dalam mengupayakan terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Perilaku dibangun atas kebiasaan. Rumus itu ada diluar diri siswa. mendengarkan. tes dll. Pembelajaran hanya terjadi di dalam kelas. 14. diskusi. Siswa secara aktif terlibat dalam proses pembelajaran Siswa adalah penerima informasi secara pasif. menghafal). dan setting. seseorang berperilaku baik karena dia . 7. konteks. 17. rekaman. maka pengetahuan itu tidak pernah stabil. selalu berkembang (tentative and incomplete) Kebenaran bersifat absolut dan pengetahuan bersifat final. yang harus diterangkan. Hasil belajar diukur hanya dengan tes. Seseorang berperilaku baik karena dia yakin itulah yang terbaik dan bermanfaat. Penyesalan adalah hukuman dari perilaku jelek. kemudian dilatih (drill). sesuai dengan skemata siswa (on going prosecess of development) Rumus adalah kebenaran absolut (sama untuk semua orang). Siswa menggunakan kemampuan berfikir kritis. 5. proses kerja.

dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Penerapan CTL dalam kelas cukup mudah. (6) Lakukan refleksi di akhir pertemuan. atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. A. Pendekatan CTL memiliki tujuh komponen utama. menemukan (Inquiry). bidang studi apa saja. Kebiasaan ini dibangun dengan hadiah yang menyenagkan.terbiasa melakukan begitu. konsep. BAB 2 14. (3) Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Guru tidak akan mampu memberikan semua pengetahuan kepada siswa. . 21. dan apabila dikehendaki. yaitu konstruktivisme (Constructivism). menemukan sendiri. TUJUH KOMPONEN CTL 1. Secara garis besar. sendiri. Siswa perlu dibiasakan untuk memecahkan masalah. KONSTRUKTIVISME (CONSTRUKTIVISM) Konstruktivisme (constructivisvism) merupakan landasan berfikir (filosofi) pendekatan CTL. yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit. 27. PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL 16. (7) Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara !. DI KELAS 17. Siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. 29. 23. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta. 26. (1) Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja 22. 15. 20. CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja. menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya. (4) Ciptakan 'masyarakat belajar' (belajar dalam kelompok-kelompok). 24. Sebuah kelas dikatakan menggunakan pendekatan CTL jika menerapkan ketujuh komponen tersebut dalam pembelajarannya. untuk melaksanakan hal itu tidak sulit. manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. (5) Hadirkan 'model' sebagai contoh pembelajaran. pemodelan (Modeling). 18. (2) Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. dan mengkostruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. refleksi (Reflection) dan penilaian yang sebenarnya (Authentic Assessment). Esensi dari teori konstruktivis adalah ide bahwa siswa harus menemukan dan mentransformasikan suatu informasi kompleks ke situasi lain. 28. bertanya (Questioning) masyarakat belajar (Learning Community). informasi itu menjadi milik mereka sendiri. yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) dan tidak sekonyongkonyong. dan bergelut dengan ide-ide. langkahnya adalah berikut ini. 25. Dan. 13. 19.

Mari kita kembangkan cara-cara tersebut lebih banyak dan lebih banyak lagi! 2. Guru harus selalu merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan.Dengan dasar. yaitu ketika kita merancang pembelajaran dalam bentuk siswa praktek mengerjakan sesuatu. dan sebagainya. siswa membangun sendiri pengetahuan mereka melalui keterlibatan aktif dalam proses belajar dan mengajar. Pengalaman sama bagi beberapa orang akan dimaknai berbeda-beda oleh masing-masing individu dan disimpan dalam kotak yang berbeda. sudah seharusnya ditemukan sendiri oleh siswa. manusia memiliki struktur pengetahuan dalam otaknya. Landasan berfikir konstruktivisme agak berbeda dengan pandangan kaum objektivis. tugas guru adalah menfasilitasi proses tersebut dengan : (1) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi siswa. bukan "menurut buku" Siklus inkuiri : o Obsevasi (Observation) o Bertanya (questioning) . Pengetahuan tumbuh berkembang melalui pengelaman. straegi "memperoleh" lebih diutamakan dibandingkan seberapa banyak siswa memperoleh dan mengingat pengetahuan. Pemahaman berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila selalu diuji dengan pengalaman b aru. Siswa menjadi pusat kegiatan. MENEMUKAN (INQUIRY) Menemukan merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis CTL. Akomodasi maksudnya struktur pengetahuan yang sudah ada dimodifikasi untuk menampung dan menyesuaikan dengan hadirnya pengalaman baru. mendemonstrasikan. seperti kotakkotak yang masing-masing berisi informasi bermakna yang berbeda-beda. Struktur pengetahuan dikembangkan dalam otak manusia melalui dua cara . tetapi hasil dari menemukan sendiri. bukan guru. Dalam pandangan konstruktivis. yang lebih menekankan pada hasil pembelajaran. dalam proses pembelajaran. berlatih secara fisik menulis karangan. Lalu bagaimanakah penerapannya di kelas? Bagaiamakah cara merealisasikannya pada kelas-kelas di sekolah kita? Pada umumnya kita juga sudah menerapkan filosofi ini dalam pembelajaran seharihari. Topik mengenai adanya dua jenis binatang melata. asimilasi maksudnya struktur pengetahuan baru dibuat atau dibangun atas dasar struktur pengetahuan yang sudah ada. menciptakan ide. itu pembelajaran harus dikemas menjadi proses "menkonstruksi" bukan "menerima" pengetahuan. (2) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan idenya sendiri. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta. dan (3) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi mereka sendiri dalam belajar. setiap pengalaman baru dihubungkan dengan kotak-kotak (struktur pengetahuan) dalam otak manusia tersebut. yaitu asimilasi atau akomodasi. Menurut Piaget. apapun materi yang diajarkannya. Untuk itu.

(4). bahasa Indonesia (menemukan cara menulis pragraph deskripsi yang indah). guru. (3). Inkuiri dapat diterapkan pada semua bidang studi. PPKN (menemukan perilaku baikdan perilaku buruk sebagai warga Negara). o Memunculkan ide-ide baru o Melakukan refleksi o Menempelkan gambar. Siswa membuat bagan silsilah raja-raja majapahit sendiri. laporan. dst. dan karya lainnya o o o o o Siswa membuat peta kota-kota besar sendiri.o Mengajukan dugaan (Hyphotesis) o Pengumpulan data (Data gathering) o Penyimpulan (Conclussion) Apakah hanya pada pelajaran IPA inkuiry itu bisa bias diterapkan? Jawabanya. kata kunci dari strategi inkuiri adalah "siswa menemukan sendiri" Langkah-langkah kegiatan menemukan (inkuiri) : (1). Menganalsis dan menyajikan hasil dalam tulisan. IPS (membuat sendiri bagan silsilah raja-raja Majapahit). tentu "Tidak". bagan. Siswa membuat paragraf deskripsi sendiri. dan sejenisnya di majalah dinding. Mengkomunikasikan atau menyajikan hasil karya pada pembaca. Mengamati atau observasi o o Membaca buku atau sumber lain untuk mendapatkan informasi pendukung. Siswa membuat penggolongan tumbuh-tumbuhan sendiri Siswa membuat essai atau usulan kepada Pemerintah tentang berbagai masalah di daerahnya sendiri. gambar. karya tulis. atau kepada orang banyak untuk mendapatkan masukan o Bertanya jawab dengan teman. Mengamati dan mengumpulkan data sebanyak-banyaknya dari sumber atau objek yang diamati. guru. teman sekelas. BERTANYA (QUESTIONING) . peta. Merumuskan masalah (dalam mata pelajaran apapun) o o o o Bagaimanakah silsilah raja-raja Majapahit (dalam mata pelajaran sejarah) Bagaimanakah cara melukiskan suasana menikmati ikan bakar di tepi pantai Kendari (bahasa Indonesia)? Ada berapa jenis tumbuham menurut bentuk bijinya (biologi) Kota mana saja yang termasuk kota besar di Indonesia? (geografi) (2). dsb. o 3. majalah sekolah. tabel. atau audien yang lain Karya siswa disampaikan teman sekelas.

antar kelompok. 4. dan antara yang tahu ke yang belum tahu. mengkonfirmasikan apa yang sudah diketahui. teknisi komputer. antara siswa dengan orang lain yang didatangkan ke kelas. ketika menemui kesulitan. antara siswa dengan guru. yang cepat menangkap mendorong temannya yang lambat. di sekitar sini. kegiatan bertanya berguna untuk : (1) menggali informasi. dan seterusnya. ketika mengamati. antara siswa dengan siswa. tukang reparasi kunci. questioning dapat diterapkan. dua orang anak itu sudah membentuk masyarakat belajar (learning community). ia bertanya kepada temannya "Bagaimana caranya? tolong bantu aku!" Lalu temannya yang sudah biasa. Siswa dibagi dalam kelompok yang anggotanya hiterogen. Di ruang ini. selalu bermula dari "bertanya". Dalam sebuah pembelajaran yang produktif. Sebelum tahu kota Palu. seseorang bertanya "Mana arah kota Palu? Questioning merupakan strategi utama pembelajaran yang berbasis CTL. MASYARAKAT BELAJAR (LEARNING COMMUNITY) Konsep learning community menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. bertanya dalam pembelajaran dipandang sebagai kegiatan guru untuk mendorong membimbing. Maka. yang tahu memberi tahu yang belum tahu. Misalnya tukang sablon. kegiatan bertanya merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis inquiri. baik keanggotaan.Pengetahuan yang dimiliki seseorang. Hasil belajar diperoleh dari "sharing" antara teman. bahkan bisa melibatkan siswa di kelas atasnya. tukang cat mobil. petani jagung. baik administrasi maupun akademis (2) mengecek pemahaman siswa (3) membangkitkan respon kepada siswa (4) mengetahui sejauh mana keinginantahuan siswa (5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa (6) menfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru (7) untuk membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa (8) untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa Bagaimanakah penerapannya di kelas? Hampir pada semua aktivitas belajar. Ketika seorang anak baru belajar meraut pensil dengan peraut elektronik. dsb. semua adalah anggota masyarakat-belajar. Yang pandai mengajari yang lemah. yaitu menggali informasi. yang mempunyai gagasan segera memberi usul. juga orang-orang yang ada di luar sana. . dsb. peternak susu. antara guru dengan siswa. guru disarankan selalu melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar. di kelas ini. menunjukkan cara mengoperasikan alat itu. dan menilai kemampuan berfikir siswa. Aktivitas bertanya juga ditemukan ketika siswa berdiskusi. dan sebagainya. jumlah. Dalam kelas CTL. Kegiatan itu akan menumbuhkan dorongan untuk "bertanya". dan mengarahkan perhatian pada aspek ynag belum diketahuinya. Kelompok siswa bisa sangat bervariasi bentuknya. Bagi siswa. bekerja kelompok. atau guru melakukan kolaborasi dengan mendatangkan seorang "ahli' ke kelas.

tukang kayu."Masyarakat-belajar" bisa terjadi apabila ada proses komunikasi dua arah.)  Bekerja dengan kelas sederajat  Bekerja kelompok dengan kelas diatasnya  Bekerja dengan masyarakat 5. kegiatan itu disebut pemodelan. Kegiatan saling belajar ini bisa terjadi apabila tidak ada pihak yang dominan dalam komunikasi. Maksudnya. Artinya ada model yang bisa ditiru dan diamati siswa. Misalnya. Metode pembelajaran dengan teknik "learning community" sangat membantu proses pembelajaran di kelas. tidak ada arus informasi yang perlu dipelajari guru yang datang dari arah siswa. tidak ada pihak yang menganggap paling tahu. model itu bisa berupa cara mengoperasikan sesuatu. dan sebaginya. Dalam pembelajaran tersebut guru mendemonstrasikan cara menemukan kata kunci dalam bacaan dengan menelusuri bacaan secara cepat dengan memanfaatkan gerak mata (scanning). maka setiap orang lain bisa menjadi sumber belajar. PEMODELAN (MODELLING) Komponen CTL selanjutnya adalah pemodelan. . Kata kunci yang ditemukan guru disampaikan kepada siswa sebagai hasil kegiatan pembelajran menemukan kata kunci secar cepat. Secara sederhana. Dengan begitu. guru memberi model tentang "bagaimana cara belajar" Sebagian guru memberi contoh tentang cara bekerja sesuatu. Prakteknya dalam pembelajaran terujud dalam:  Pembentukan kelompok kecil  Pembentukan kelompok besar  Mendatangkan "ahli' ke kelas (tokoh. pengurus organisasi. dsb. Setiap pihak harus merasa bahwa setiap orang lain memiliki pengetahuan. siswa menagamati guru membaca dan membolak balik teks. pengalaman. dokter. Atau. perawat. polisi. cara menemukan kata kunci dalam bacaan. tidak ada pihak yang merasa segan untuk bertanya. yaitu informasi hanya datang dari guru ke arah siswa. olahragawan. Dengan begitu siswa tahu bagaimana gerak mata yang efektif dalam melakukan scanning. Dalam contoh ini yang belajar hanya siswa bukan guru. cara melempar bola dalam olah raga. dan ini berarti setiap orang akan sangat kaya dengan pengetahuan dan pengalaman. atau keterampilan yang berbeda yang perlu dipelajari. contoh karya tulis. petani. "Seorang guru yang mengajari siswanya" bukan contoh masyarakat-belajar karena komunikasi hanya terjadi satu arah. dalam masyarakat-belajar. Ketika guru mendemonstrasikan cara membaca cepat tersebut. cara melafalkan bahasa Inggris. guru memberi contoh cara mengerjakan sesuatu. semua pihak mau saling mendengarkan. sebelum mereka berlatih menemukan kata kunci. sebelum siswa melaksanakan tugas. Kalau setiap orang mau belajar dari orang lain. dua kelompok (atau lebih) yang terlibat dalam komunikasi pembelajaran saling belajar. Seseorang yang terlibat dalam kegiatan masyarakat belajar memberi informasi y ang diperlukan oleh teman bicaranya dan sekaligus juga meminta informasi yang diperlukan dari teman belajarnya. guru menjadi model. dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu. ada model yang bisa ditiru. Gerak mata guru dalam menelusuri bacaan menjadi perhatian utama siswa.

aktivitas. Misalnya. siswa merasa memperoleh sesuatu yang berguna bagi dirinya tentang apa yang baru dipelajarinya. lalu memintanya untuk bekerja dengan peralatannya. siswa mencatat apa yang sudah dipelajari dan bagaimana merasakan ide -ide baru.  Guru PPKN mendatangkan seorang veteran kemerdekaan ke kelas. 6. Jika kebetulan ada siswa yang pernah memenangkan lomba baca puisi atau memenangkan kontes berbahasa Inggris. Realisasinya berupa :  pernyataan langsung tentang apa-apa yang diperolehnya hari itu  catatan atau jurnal di buku siswa  kesan dan saran siswa mengenai pembelajaran hari itu  diskusi . gerak tubuh ketika berbicara. lalu siswa diminta bertanya jawab dengan tokoh itu. atau pengetahuan yang baru diterima. ketika pelajaran berakhir.  Guru biologi mendemonstrasikan penggunaan thermometer suhu badan. ya! Mestinya. sementara siswa menirunya. bagaimana pengetahuan itu mengendap di benak siswa. file komputer lebih tertata". Pengetahuan dimiliki siswa diperluas melalui konteks pembelajaran. REFLEKSI (REFLECTION) Refleksi juga bagian penting dalam pembelejaran dengan pendekatan CTL. Rfleksi merupakan respon terhadap kejadian. guru bukan satu-satunya model.  Guru kerajinan mendatangkan "model" tukang kayu ke kelas.Dalam pendekatan CTL. Refleksi adalah cara berfikir tentang apa yang sudah kita lakukan di masa lalu.  Guru geografi menunjukkan peta jadi yang dapat digunakan sebagai contoh siswa dalam merancang peta daerahnya. Model juga dapat didatangkan dari luar. Pada akhir prmbrlajaran. dsb. Pengetahuan yang bermakna diperoleh dari proses. Kunci dari semua adalah. Siswa "contoh" tersebut dikatakan sebagai model. dengan begitu. cara bertutur kata. Model dapat dirancang dengan melibatkan siswa. yang kemudian diperluas sedikit demi sedikit. Seorang siswa bisa ditunjuk untuk memberikan contoh temannya cara melafalkan suatu kata. Siswa lain dapat menggunakan model tersebut sebagai "standar" kompetensi yang harus dicapainya. siswa itu dapat ditunjuk untuk mendemonstrasikan keahliannya. Siswa mengendapkan apa yang baru dipelajarinya sebagai struktur pengetahuan yang baru yang merupakan pengayaan atau revisi dari pengetahuan sebelumnya. guru menyisakan waktu sejenak agar siswa melakukan refleksi. Padang Pos. Bagaimanakah contoh praktek pemodelan di kelas?  Guru olah raga memberi contoh berenang gaya kupu-kupu di hadapan siswa.  Guru bahasa Indonesia menunjukkan teks berita dari Harian Republika. sebagai model pembuatan berita. Guru atau orang dewasa membantu siswa membuat hubungan-hubungan antara pengetahuan yang dimiliki sebelumnya dengan pengetahuan yang baru. cara saya menyimpan file selama ini salah. dan sebagainya. Seorang penutur asli berbahasa Inggris sekali waktu dapat dihadirkan di kelas untuk menjadi "model" cara berujar. siswa merenung "Kalau begitu. dengan cara yang baru saya pelajari ini.

 Berkesinambungan  Terintrgrasi  Dapat digunakan sebagai feed back Hal-hal yang bisa digunakan sebagai dasar menilai prestasi siswa : (1) Proyek/kegiatan dan laporannya (2) PR (3) Kuis (4) Karya Tulis (5) Presentasi atau penampilan siswa (6) Demonstrasi . Penilaian autentik menilai pengetahuan dan keterampilan (performansi) yang diperoleh siswa. hasil karya 7. maka data yang dikumpulkan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan siswa pada saat melakukan proses pembelajaran. dialah yang nilainya tinggi. Guru yang ingin mengetahui perkembangan belajar bahasa Inggris bagi para siswanya harus mengumpulkan data dari kegiatan nyata saat para siswa menggunakan bahasa Inggris. Karakteristik autentic assessment :  Dilaksanakan selama dan sesudah proses pembelajaran berlangsung  Bisa digunakan untuk formatif maupun sumatif  Yang diukur keterampilan dan performansi. Data dikumpulkan melalui kegiatan penilaian (assessment) bukanlah untuk mencari informasi tentang belajar siswa. Dalam pembelajaran bahasa asing (bahasa Inggris). Karena assessment menekankan proses pembelajaran. Gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui oleh guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami proses pembelajaran dengan benar. maka assessment tidak dilakukan di akhir priode (cawu/semester) pembelajaran seperti pada kegiatan evaluasi hasil belajar (seperti) EBTA/EBTANAS. bukan hasil ulangan tentang grammarnya. tetapi bisa juga teman lain atau orang lain. Penilaian tidak hanya guru. bukan pada saat para siswa mengerjakan tes bahasa Inggris. siswa yang tendangannya paling bagus. maka guru segera bisa mengambil tindakan yang tepat agar siswa terbebas dari kemacetan belajar. Karena gambaran tentang kemajuan belajar itu diperlukan sepanjang proses pembelajaran. biukan melalui hasil. tetapi dilakukan bersama dengan secara terintegrasi (tidak terpisahkan) dari kegiatan pembelajaran. Kemudian belajar dinilai dari proses. Apabila data yang dikumpulkan guru mengindentifikasikan bahwa siswa mengalami kemacetan dalam belajar. PENILAIAN YANG SEBENARNYA (AUTHENTIC ASSESSMENT) Assessment adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberikan gambaran perkembangan belajar siswa. Data yang diambil dari kegiatan siswa melakukan kegiatan berbahasa Inggris baik di dalam kelas maupun di luar kelas itulah yang disebut data autentik. Pembelajaran yang benar memang seharusnya ditekankan pada upaya membantu siswa gar mampu mempelajari (learning how to learn) bukan ditekan pada diperolehnya sebanyak mungkin informasi di akhir periode pembelajaran. Ketika guru mengajarkan sepak bola. siapa yang ucapannya cascis-cus. dialah yang memperoleh nilai tinggi. bukan mengingat fakta.

GAMBAR-GAMBAR. pertanyaan yang ingin dijawab adalah "Apakah anak-anak belajar?".(7) Laporan (8) Jurnal (9) Hasil tes tulis (10) Karya tulis Intinya. Jadi. y y y y y y y y y y BAB 3 MENYUSUN RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS KONTEKSTUAL M Dalam pembelajaran kontekstual. Tidak melulu dari hasil ulangan tulis! B. Dalam program tercermin tujuan pembelajaran. Berbeda dengan program yang dikembangkan paham objektivis. HUMOR. mengingat yang akan dicapai bukan "hasil". dan authentic assessment-nya. guru benar-benar "rencana pribadi" tentang apa yang akan dikerjakannya bersama siswanya. alat apa yang harus dibawa berapa banyak. ukuran berapa. RP-lah yang mengingatkan guru tentang benda apa yang harus dipersiapkan. Dalam konteks itu. tetapi pada gambaran kegiatan tahap demi tahap dan media yang dipakai. Gambaran selama ini bahwa RP adalah laporan untuk kepala sekolah atau pihak lain harus dibuang jauh-jauh. dengan authentic assessment. penekanan program yang berbasis kontekstual bukan pada rincian dan kejelasan tujuan. Yang diinginkankan bukan "banyak . tetapi mendalam". y LAPORAN KEPADA ORANG TUA BUKAN HANYA RAPOR. Perumusan tujuan yang berkecil-kecil. DLL. TETAPI JUGA HASIL KARYA SISWA. program yang dirancang. program pembelajaran lebih merupakan rencana kegiatan kelas yang dirancang guru. KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS CTL KERJA SAMA SALING MENUNJANG MENYENANGKAN. LAPORAN HASIL PRAKTIKUM. tetapi dangkal". malinkan "sedikit. media untuk mencapai tujuan tersebut. TIDAK MEMBOSANKAN BELAJAR DENGAN BERGAIRAH PEMBELAJARAN TERINTEGRASI MENGGUNAKAN BERBAGAI SUMBER SISWA AKTIF SHARING DENGAN TEMAN SISWA KRITIS GURU KREATIF DINDING KELAS & LORONG-LORONG PENUH HASIL KARYA SISWA. DLL. langkah-langkah pembelajaran. PETA-PETA. bukan "Apa yang sudah diketahui?". KARANGAN SISWA. ARTIKEL. siswa dinilai kemampuannya dengan berbagai cara. bukan menjadi prioritas dalam penyusunan rencana pembelajran berbasis CTL. tetapi lebih dari pada "strategi belajar". yang berisi skenario tahap-demi tahap tentang apa yang akan dilakukan bersama siswanya sehubungan dengan topik yang akan dipelajarinya. dan langkah-langkah apa yang .

Learning Community. Program pembelajaran konvensional lebih menekankan pada deskripsi tujuan yang akan dicapai (jelas dan operasional). Nyatakan kegiatan utama pembelajaran. Sekali lahi. BAB 4 POKOK PIKIRAN MENGENAI RENCANA PELATIHAN CTL 1. Atas dasar itu. pelatihan CTL adalah memperkenalkan strategi pembelajaran yang dikenal sebagai Pendekatan Kontekstual itu artinya.. baik sebagai pembawa acara maupun ketua panitia acara Maka kegiatan utama pembelajarannya adalah : "Latihan Menyapa dengan menggunakan Kalimat sapaan yang tepat dan sambutan suatu acara".. . Misalnya. 3. Questioning. Sebuah pembelajaran dikatakan berbasis CTL jika telah melaksanakan ketujuh komponen itu. dan Autthentic Assessment. Inquiry. sedangkan program untuk pembelajaran kontekstual lebih menekankan pada skenario pembelajarannya. yang membedakannya hanya pada penekanannya. saran pokok dalam penyusunan program pembelajaran (RP) berbasis kontekstual adalah sebagai berikut : 1. yaitu Constructivism. tidak ada perbedaan mendasar format antara program pembelajaran konvensional dengan program pembelajaran kontekstual. halaman berikut . dalam pembelajaran bahasa Indonesia untuk SMU sebagai berikut : Kemampuan dasar Materi Pokok : Menyatakan/menyapa : Dapat menggunakan kalimat sapaan yang tepat dalam sambutan suatu acara. tutor memperkenalkan ketujuh komponen pembelajaran CTL dan landasan filisofisnya. Materi Pokok. Pada hakekatnya. Reflection. Nyatakan tujuan umum pembelajaran. 5. Modelling. dan Indikator Pencapaian Hasil Belajar. Buatlah skenario tahap-demi tahap kegiatan siswa. aku belum menggunting kertas karton menjadi empat bagian untuk dibagikan ke anak-anak nanti!" Secara umum. 2. Nyatakan authentic assessment-nya.akan dikerjakan siswa. Rincilah media untuk mendukung kegiatan itu! 4. RP-lah yang akan mengingatkan guru ketika akan berangkat ke sekolah. "Oh. yaitu sebuah pernyataan kegiatan siswa yang merupakan gabungan antara Kompetensi dasar. yaitu dengan data apa siswa dapat diamati partisipasinya dalam pembelajran.

4..2. konsumen. Peer Teaching : Merealisasikan RP itu di kelas (dua atau tiga orang peserta mempraktekkan mengajar dengan strategi CTL) i...... satu lembar kertas karton manila.. . Pengantar teori CTL (disampaikan secara terintegrasi dengan materi Modelling 1.. produsen. pelatihan harus dilaksanakan dengan banyak praktek. 5. Ciri dari pelatihan CTL adalah bekerja. Modelling 2 : menebak benda misteri (Bahasa Inggris/Bahasa Indonesia) d... Biarkan di sana selama pelatihan berlangsung.. Modelling 5 : empat buah benda (apa saja) yang masing-masing telah dibungkus rapi format pengamatan... Inti dari pembelajaran CTL adalah Inquiry (menemukan). Ciptakan suasana gembira ketika pelatihan berlangsung dengan meyanyi atau yelyel. dst. . Modelling 3 : Bermain peran : Praktek alur distribusi barang (IPS-Ekonomi) e. peserta harus diajak menemukan sendiri "bagaimana CTL dilaksanakan di kelas". Dalam pelatihan diusulkan pokok-pokok kegiatan sebagai berikut : a. g.. atau definisidefinisi) di dinding kelas..... dll. sebagai "model" yang bisa ditiru.. 3.... Modelling 3 : penanda pedagang besar.... Praktek menyusun RP berbasis CTL (Topik diambil dari kurikulum baru) h.. Media yang perlu dipersiapkan : a.. c.. b.... Catatan Penting : a.. Agar tidak bertentangan dengan "jiwa" CTL... d. Modelling 4 : kertas berwarna untuk membuat peta. Ceramah dan tanya jawab hanya dilakukan ketika refleksi. Modelling 1 : mendeskripsikan ikan dan perilakunya (IPA/Bahasa Indonesia) c... yang menunjang.. Modelling 1 : empat buah meja yang masing-masing di atasnya teleh tersedia toples berisi seekor ikan hidup.... b. termometer.. b. sesuai dengan ciri pendekatan CTL. dua lembar kerta.. peta.).. Jadi pembelajaran harus selalu dikemas dalam format "siswa menemukan sendiri"..... Tempelkan hasil karya peserta (dalam bentuk gambar.. 3. c.... bukan ceramah.. 2. d. Isinya memperkenalkan konsep dasar ketujuh komponen CTL... Modelling 4 : merancang tour di 15 kota (membuat peta kota-kota besar di Indonesia) (IPS-Geografi) f.. bagan.... Jika perlu. apalagi jika pelatihan berlangsung seharian.. Modelling 5 ... kaca pembesar (kalau tersedia). dengan cara disobek-sobek dengan jari (tidak boleh dengan gunting. atau cutter). setelkan musik pelan (seperti saran Quantum Learning). metode pelatihan menekankan pada contoh aplikasinya atau pemodelan (modelling). 6.... Refleksi akhir kegiatan pelatihan... distributor. Untuk itu. garis pengukur..

yang melibatkan 11 perguruan tinggi. Questioning muncul ketika siswa (peserta) mengamati benda. mengajukan usul. sehingga ceramah akan menjadi pilihan utama dalam menentukan strategi belajar. Salah satu pendekatan yang memberdayakan siswa dalah pendekatan kontekstual (CTL). Menurut Depdiknas guru harus melaksanakan beberapa hal sebaga berikut: i 1) Mengkaji konsep atau teori yang akan dipelajari oleh siswa .Untuk itu diperlukan suatau pendekatan belajar yang memberdayakan siswa. pendidikan di Indonesia masih didominasi oleh kelas yang berfokus pada guru sebagai utama pengetahuan. guru lebih berurusan dengan trategi daripada memberi informasi. melalui Direktorat SLTP Depdiknas Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (US Departement of Education. Maksudnya. akan membuat mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal yang bermanfaat untuk hidupnya nanti dan siswa akan berusaha untuk meggapinya. dalam status apa mereka dan bagaimana mencapainya. 20 sekolah dan lembaga-lembaga yang bergerak dalam dunai pendidikan di Amerika Serikat. Pendekatan Kontekstual atau Contextual Teaching and Learning (CTL) Mei 13. Sehingga sering mengabaikan pengetahuan awal siswa. 3) Mempelajari lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa yang selanjutnya memilih dan mengkaiykan . Learning community muncul pada kerja kelompok dan saling menebak dengan kelompok lain. Proses belajar mengajar lebih diwarnai Student centered daripada teacher centered. Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar. Sehingga. Guru hanya megelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menemukan suatu yang baru bagi siswa. Salah satu kegiatannya adalah melatih dan memberi kesempatan kepada guru-guru dari enam propinsi di Indonesia untuk belajar pendekatan kontekstual di Amerika Serikat. CTL dikembangkan oleh The Washington State Concortium for Contextual Teaching and Learning. 2001). 3. manfaatnya. 4. 2. Authentic assessment yang dinilai dari kegiatan itu adalah kerjasama dalam kelompok dan hasil presentasi siswa. bertanya. Tugas guru dalam pembelajaran kontekstual adalah membantu siswa dalam mencapai tujuannya. Dengan ini siswa akan menhadari bahwa apa yang mereka pelajari berguna sebagai hidupnya nanti. Ilmu dan pengamatan diperoleh dari menemukan sendiri. dan menebak. Itu berarti konstruktivisme.Catatan dari RP itu : 1. Proses inquiry muncul pada cara dan kiat mendeskripsikan yang ditempuh siswa. 2) Memahami latar belakang dan pengalaman hidup siswa melalui proses pengkajian secara seksama. 2008 Doantara yasa Tinggalkan komentar Go to comments Sampai saat ini. 5.

yaitu konstruktivisme (constructivism). menerapkan (applying). Sebaliknya. Peran guru membuat bermacam-macam pengelaman belajar dengan focus pada pemahaman bukan hapalan. Adapaun tujuh komponen tersebut sebagai berikut: 1. siswa yang bekerja secara kelompok sering dapat mengatasi masalah yang komplek dengan sedikit bantuan. Konstruktivisme (constructivism) Kontruktivisme merupakan landasan berpikir CTL. dimana hasilnya nanti dijadikan bahan refeksi terhadap rencana pemebelajaran dan pelaksanaannya. Guru dapet memotivasi siswa dengan memberikam latihan yang realistic dan relevan. 5. 5) Melaksanakan penilaian terhadap pemahaman siswa. mengaitkan apa yang sudah diketahui siswa dengan informasi baru. Siswa menerapkan suatu konsep ketika ia malakukan kegiatan pemecahan masalah. pemodelan (modeling). 2) Kegiatan belajar dilakukan dalam berbagai konteks 3) Kegiatan belajar dipantau dan diarahkan agar siswa dapat belajar mandiri. yaitu mengaitkan (relating). 1. yang menekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal.dengan konsep atau teori yang akan dibahas dalam pembelajaran kontekstual. Mentransfer. tetapi konsisten dengan dunia nyata. Menurut Blanchard. Belajar dapat terjadi lebih cepat ketika siswa dapat memanipulasi peralatan dan bahan serta melakukan bentuk-bentuk penelitian yang aktif. Menerapkan. 6) Menggunakan penilaian otentik Menurut Depdiknas untuk penerapannya. Mengalami merupakan inti belajar kontekstual dimana mengaitkan berarti menghubungkan informasi baru dengan pengelaman maupun pengetahui sebelumnya. 5) Pelajaran menekankan pada konteks kehidupan siswa yang berbeda-beda. ciri-ciri kontekstual: 1) Menekankan pada pentingnya pemecahan masalah. 4. dan penilaian yang sebenarnya (Authentic). mengalami (experiencing). Kerjasama. refleksi (reflection). 4) Merancang pengajaran dengan mengkaitkan konsep atau teori yang dipelajari dengan mempertimbangkan pengalaman yang dimiliki siswa dan lingkungan hidup mereka. pendekatan kontektual (CTL) memiliki tujuah komponen utama. 2. . 3. masyarakat-belajar (Learning Community). Pengalaman kerjasama tidak hanya membanti siswa mempelajari bahan ajar. Siswa yang bekerja secara individu sering tidak membantu kemajuan yang signifikan. Dalam pengajaran kontekstual memungkinkan terjadinya lima bentuk belajar yang penting. mengingat pengetahuan tetapi merupakan suatu proses belajar mengajar dimana siswa sendiri aktif secara mental mebangun pengetahuannya. bekerjasama (cooperating) dan mentransfer (transferring). yang dilandasi oleh struktur pengetahuanyang dimilikinya. Guru menggunakan strategi ini ketia ia mengkaitkan konsep baru dengan sesuatu yang sudah dikenal siswa. menemukan (Inquiry). Mengaitkan adalah strategi yang paling hebat dan merupakan inti konstruktivisme. bertanya (Questioning). 4) Mendorong siswa untuk belajar dengan temannya dalam kelompok atau secara mandiri. Jadi dengan demikian.

4) mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa. dua kelompok atau lebih yang terlibat dalam komunikasi pembelajaran saling belajar. Model dapat dirancang dengan . dan antar yang tau ke yang belum tau. Bertanya (Questioning) Pengetahuan yang dimiliki seseorang selalu dimulai dari bertanya. 1. Masyarakat Belajar (Learning Community) Konsep masyarakat belajar menyarankan hasil pembelajaran diperoleh dari hasil kerjasama dari orang lain. 2) menggali pemahaman siswa. Realisasinya dalam pembelajaran. 1. Penilaian yang sebenarnya ( Authentic Assessment) . antar kelompok. 5) mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa. Bertanya merupakan strategi utama pembelajaan berbasis kontekstual. mendemonstrasi bagaimana guru menginginkan siswanya untuk belajar dan malakukan apa yang guru inginkan agar siswanya melakukan. guru menyisakan waktu sejenak agar siswa melakukan refleksi yang berupa pernyataan langsung tentang apa yang diperoleh hari itu. guru bukan satu-satunya model. Hasil belajar diperolah dari µsharing¶ antar teman. mengajukan dugaan (hiphotesis). untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa. Kegiatan bertanya berguna untuk : 1) menggali informasi. Pemodelan (Modeling) Pemodelan pada dasarnya membahasakan yang dipikirkan. 1. 7) membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa. penyimpulan (conclusion). Masyarakat belajar tejadi apabila ada komunikasi dua arah. bertanya (questioning). 6) memfokuskan perhatian pada sesuatu yang dikehendaki guru. Menemukan (Inquiry) Menemukan merupakan bagaian inti dari kegiatan pembelajaran berbasis kontekstual Karen pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta tetapi hasil dari menemukan sendiri. 1. pengumpulan data (data gathering). Refleksi (Reflection) Refleksi merupakan cara berpikir atau respon tentang apa yang baru dipelajari aau berpikir kebelakang tentang apa yang sudah dilakukan dimasa lalu. Dalam pembelajaran kontekstual. 3) membangkitkan respon kepada siswa.elibatkan siswa dan juga mendatangkan dari luar. 1. Kegiatan menemukan (inquiry) merupakan sebuah siklus yang terdiri dari observasi (observation).1.

Dalam pembelajaran berbasis CTL. Lebih lengkapnya silahkan download disini Pendekatan CTL. gambaran perkembangan belajar siswa perlu diketahui guru agar bisa memastikan bahwa siswa mengalami pembelajaran yang benar.Penialaian adalah proses pengumpulan berbagai data yang bisa memberi gambaran mengenai perkembangan belajar siswa.doc . Fokus penilaian adalah pada penyelesaian tugas yang relevan dan kontekstual serta penilaian dilakukan terhadap proses maupun hasil.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->