TEORI KEMISKINAN Berbagai Pengertian Masalah kemiskinan memang telah lama ada sejak dahulu kala.

Pada masa lalu umumnya masyarakat menjadi miskin bukan karena kurang pangan, tetapi miskin dalam bentuk minimnya kemudahan atau materi. Dari ukuran kehidupan modern pada masakini mereka tidak menikmati fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kemudahan- kemudahan lainnya yang tersedia pada jaman modern. Indonesia sebagai negara yang kaya akan sumber daya alamnya mempunyai 49,5 juta jiwa penduduk yang tergolong miskin (Survai Sosial Ekonomi Nasional / Susenas 1998). Jumlah penduduk miskin tersebut terdiri dari 17,6 juta jiwa di perkotaan dan 31,9 juta jiwa perdesaan. Angka tersebut lebih dari dua kali lipat banyaknya dibanding angka tahun 1996 (sebelum krisis ekonomi) yang hanya mencatat jumlah penduduk miskin sebanyak 7,2 juta jiwa di Perkotaan dan 15,3 juta jiwa perdesaan. Akibat krisis jumlah penduduk miskin diperkirakan makin bertambah. Ada dua kondisi yang menyebabkan kemiskinan bisa terjadi, yakni kemiskinan alamiah dan karena buatan. Kemiskinan alamiah terjadi antara lain akibat sumber daya alam yang terbatas, penggunaan teknologi yang rendah dan bencana alam. Kemiskinan "buatan" terjadi karena lembaga-lembaga yang ada di masyarakat membuat sebagian anggota masyarakat tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain yang tersedia, hingga mereka tetap miskin.

kesehatan. tabungan nihil. sandang. tidak cukup untak memenuhi kebutuhan hidup minimum: pangan. daya tawar rendah. . kemiskinan relatif dan kemiskinan kultural. upah kecil. pendidikan.Berbagai persoalan kemiskinan penduduk memang menarik untuk disimak dari berbagai aspek. Kemiskinan dapat dibedakan menjadi tiga pengertian: kemiskinan absolut. Lebih lanjut. Melalui pendekatan sosial masih sulit mengukur garis kemiskinan masyarakat. yaitu pendekatan produksi. Sementara ini yang dilakukan Biro Pusat Statistik (BPS) untuk menarik garis kemiskinan adalah pendekatan pengeluaran.Aspek ekonomi akan tampak pada terbatasnya pemilikan alat produksi. tetapi dari indikator ekonomi secara teoritis dapat dihitung dengan menggunakan tiga pendekatan. papan. garis kemiskinan merupakan ukuran rata-rata kemampuan masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup minimum. Seseorang yang tergolong miskin relatif sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemampuan masyarakat sekitarnya. lemah mengantisipasi peluang. pendapatan. Sedang miskin kultural berkaitan erat dengan sikap seseorang atau sekelompok masyarakat yang tidak mau berusaha memperbaiki tingkah kehidupannya sekalipun ada usaha dari fihak lain yang membantunya. Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan. dan pengeluaran.

garis kemiskinan penduduk perkotaan ditetapkan sebesar Rp. dan yang satu teori mengenai budaya miskin. pendidikan. Angka garis kemiskinan ini jauh sangat tinggi bila dibanding dengan angka tahun 1996 sebelum krisis ekonomi yang hanya sekitar Rp.959 per kapita per bulan dan penduduk miskin perdesaan sebesar Rp. bahwa ketidak setaraan itu tidak dapat dihindari dan diinginkan . namun menurut Michael Sherraden (2006:46-54) dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori yang saling bertentangan dan satu kelompok teori yang tidak memihak (middle ground). Menurutnya Teori yang memfokuskan pada tingkah laku individu merupakan teori tentang pilihan. ditambah dengan pemenuhan kebutuhan pokok minimum lainnya. teori yang mengarah pada struktur social. 38.246 per kapita per bulan untuk penduduk perkotaan dan Rp. yaitu teori yang memfokuskan pada tingkah laku individu (behavioral). 27.780 per kapita per bulan. 96. Dengan perhitungan uang tersebut dapat dibelanjakan untuk memenuhi konsumsi setara dengan 2. yang berasumsi bahwa manusia bebas mengambil keputusan untuk dirinya sendiri dengan tersedianya pilihan-pilihan. motivasi dan capital manusia (human capital). sikap.100 kalori per kapita per hari. kesehatan. Teori dan Pendekatan Masalah Kemiskinan Ada banyak teori tentang kemiskinan. harapan.Menurut data BPS hasil Susenas pada akhir tahun 1998. 72. Perspektif ini sejalan dengan teori sosiologi fungsionalis. Teori ini disajikan dalam teori ekonomi neo-klasik. seperti sandang. transportasi.413 bagi penduduk perdesaan.

mengekalkan kemiskinan di kalangan mereka dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sebaliknya kelompok sayap kanan melihat tingkah laku dan budaya masyarakat kelas . gender atau ketidak sinambungan geografis dalam kaitannya atau dalam ketidakterkaitannya dengan ras. dan berkelanjutannya penindasan terhadap kelompok miskin oleh kelompok kapitalis. Dengan kata lain kelompok sayap kiri cenderung melihat budaya miskin sebagai sebuah akibat dari struktur social. Dari sayap kiri. perspektif ini dikenal sebagai situasi miskin. Variasi teori structural ini terfokus pada topic seperti ras. Teori Struktural yang bertolak belakang dengan terori perilaku memandang bahwa hambatan-hambatan structural yang sistematik telah menciptakan ketidaksamaan dalam kesempatan. Terori perilaku individu meyakini bahwa sikap individu yang tidak produktif telah mengakibatkan lahirnya kemiskinan. Menurut Michael Sherraden bahwa dalam berbagai bentuk. yang mengindikasikan bahwa adanya disfungsi tingkah laku ternyata merupakan adaptasi fungsional terhadap keadaan-keadaan yang sulit (Michael Sherraden : 2006.adalah keniscayaan dan penting bagi masyarakat secara keseluruhan. teori budaya miskin ini berakar pada politik sayap kiri (Lewis) dan politik sayap kanan (Banfield). Teori budaya miskin yang dikembangkan oleh Oscar Lewis dan Edward Banfield ini mengatakan bahwa gambaran budaya kelompok kelas bawah. Parsudi Suparlan : 1995). khususnya pada orientasi untuk masa sekarang dan tidak adanya penundaan atas kepuasan.

ed. pendidikan. papan. pelayanan kesehatan. penyediaan air bersih dan sanitasi. Seperti diungkapkan oleh Joseph F. yaitu pedekatan obyektif dan pendekatan subyektif. Stepanek. Pendekatan kebutuhan dasar. Ada dua pendekatan yang dapat digunakan dalam studi tentang kemisinan. Pendekatan obyektik yaitu pendekatan dengan menggunakan ukuran kemiskinan yang telah ditentukan oleh pihak lain terutama para ahli yang diukur dari tingkat kesejahteraan sosial sesuai dengan standart kehidupan. (1985) bahwa pendekatan subyektif menilai kemiskinan berdasarkan pendapat atau pandangan orang miskin sendiri. melihat bahwa kemiskinan disebabkan oleh rendahnya penguasaan asset. sandang.bawah yang mengakibatkan mereka menempati posisi di bawah dalam struktur social. melihat bahwa kemiskinan sebagai suatu ketidakmampuan (lack of capabilities) seseorang. antara lain pangan. Sedangakn pendekatan pendapatan. keluarga dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan minimum. dan alat-alat produktif seperti tanah dan lahan . sedangkan pendekatan subyektif adalah pendekatan dengan menggunakan ukuran kemiskinan yang ditentukan oleh orang miskin itu sendiri yang diukur dari tingkat kesejahteraan sosial dari orang miskin dibandingkan dengan orang kaya yang ada dilingkungannya. Pendekatan obyektif atau sering juga disebut sebagai pendekatan kesejahteraan (the welfare approach) menekankan pada penilaian normatif dan syarat yang harus dipenuhi agar keluar dari kemiskinan.

misalnya dari Gunar Myrdal dari Swedia dan John Kenneth Galbraith dari AS. sehingga secara langsung mempengaruhi pendapatan seseorang dalam masyarakat. Menurut ekonom A yang pernah menjadi Dewan Penasihat Ekonomi Presiden Kennedy itu dalam bukunya ”Poverty Curtain” (1976) sekurang-kurangnya ada 17 faktor penyebab kemiskinan. Pendekatan ini. kolonialisme atau korupsi. Demikian pula pendekatan kemampuan dasar yang menilai bahwa kemiskinan sebagai keterbatasan kemampuan dasar seperti kemampuan membaca dan menulis untuk menjalankan fungsi minimal dalam masyarakat. R Wiria Atmaja. tatapi juga bisa menjadi potensi dan keunggulan. tetapi rendah mutu sumber daya manusianya. Maka dibentuklah bank tolong menolong simpan pinjam . Faktorfaktor itu bukan hanya kelemahan. yang berbeda dari satu negara ke negara lain. misalnya mengenai pentingnya peranan modal untuk meningkatkan produktivitas rakyat miskin. misalnya miskinnya sumber daya alam. pentingnya peranan uang atau modal sudah diketahui oleh Patih Purwokerto. yaitu melalui lembaga gotong royang guna membangkitkan swadaya dari bawah. Jauh sebelum lahirnya teori barat itu. Sebenarnya teori lingkaran kemiskinan itu mengandung kebenaran yang diakui hingga sekarang. Tapi ia menangapi masalah itu dengan cara khas Indonesia. menentukan secara rigid standar pendapatan seseorang di dalam masyarakat untuk membedakan kelas sosialnya.pertanian atau perkebunan. Misalnya Indonesia kaya sumber daya alam. Belakangan memang lahir teori-teori mengenai sebab-sebab kemiskinan.

yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Selain itu. yaitu pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach) dan pendekatan Head Count Index. terdapat garis kemiskinan lainnya. yaitu pangsa pendapatan nasional yang diterima oleh masing-masing golongan pendapatan. Faktor dan Penyebabnya Kemiskinan tidak hanya menjadi permasalahan bagi negara berkembang. Cara ini disebut juga sebagai pendekatan ekonomi kelembagaan. Kedua. kemiskinan absolut. kemiskinan relatif. di mana dengan pendekatan ini diidentifikasi jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan tertentu. Di Indonesia. yaitu garis kemiskinan Sajogyo dan garis kemiskinan Esmara. Secara umum. kemiskinan relatif bersifat dinamis dan tergantung di mana seseorang tinggal. jenis-jenis kemiskinan dapat dibagi menjadi dua. Pertama.(hulp en spaarbank). yang merupakan cikal bakal lembaga perkreditan mikro kemudia itu. Sajogyo mendefinisikan batas garis kemiskinan sebagai tingkat konsumsi per kapita setahun yang sama dengan beras. Untuk lebih mengetahui secara pasti tingkat kemiskinan suatu masyarakat maka diciptakan indikator kemiskinan atau garis kemiskinan. bahkan negara-negara maju pun mengalami kemiskinan walaupun tidak sebesar negara Dunia Ketiga. garis kemiskinan BPS menggunakan dua macam pendekatan. menurun secara cepat. Berbeda dengan kemiskinan absolut. Berdasarkan kelemahan tersebut Esmara mencoba untuk menetapkan suatu garis kemiskinan pedesaan dan perkotaan yang . bahkan dalam keluarga miskin. Kelemahan dari metode ini adalah hanya menggunakan acuan satu harga komoditi dan porsinya dalam anggaran keluarga.

seperti yang diungkapkan secara berturut-turut dalam Susenas. kedua. Daya Saing Industri Permasalahan struktural pada industri Indonesia adalah (1) tingginya tingkat konsentrasi dalam perekonomian dan banyaknya monopoli.. krisis cenderung memberi pengaruh terburuk kepada beberapa sektor ekonomi utama di wilayah perkotaan. Menurutnya negara miskin itu miskin karena dia miskin (a poor country is poor because it is poor). dapat disebabkan oleh ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya.dipandang dari sudut pengeluaran aktual pada sekelompok barang dan jasa esensial. perbedaan dalam kualitas sumber daya manusia dan disebabkan oleh perbedaan akses dalam modal. menurut Sharp et al. namun perlu pertumbuhan yang keberlanjutan dan distribusi yang lebih merata serta kemudahan akses bagi rakyat miskin. kemiskinan dapat lebih cepat tumbuh di perkotaan dibandingkan dengan perdesaan karena. Menurut Thorbecke. perdagangan dan perbankan yang membawa dampak negatif terhadap pengangguran di perkotaan. pertama. baik yang . penduduk pedesaan dapat memenuhi tingkat subsistensi dari produksi mereka sendiri. Penyebab Kemiskinan Kemiskinan. Hasil studi atas 100 desa yang dilakukan oleh SMERU Research Institute memperlihatkan bahwa pertumbuhan belum tentu dapat menanggulangi kemiskinan. seperti konstruksi. Sedangkan lingkaran setan kemiskinan versi Nurkse sangat relevan dalam menjelaskan fenomena kemiskinan yang terjadi di negara-negara terbelakang.

(6) investor asing masih cenderung pada orientasi pasar domestik (inward oriented). (3) tingginya teknologi yang digunakan. sebagaimana ditunjukkan oleh minimnya perusahaan yang bersifat spesialis yang mampu menghubungkan klien bisnisnya yang berjumlah besar secara efisien. Kebanyakan orang menganalogkan daya saing negara identik dengan daya saing perusahaan. belum tentu seluruh perusahaan dan industri Indonesia memiliki daya saing di pasar domestik maupun internasional. Struktur industri Indonesia cenderung oligopolistik karena (1) adanya proteksi (tata niaga). Apabila suatu perusahaan tidak dapat . (2) dominasi kelompok bisnis pemburu rente (rent-seeking) ternyata belum memanfaatkan keunggulan mereka dalam skala produksi dan kekuatan finansial untuk bersaing di pasar global. (4) adanya preferensi terhadap produk. (2) mendefinisikan daya saing negara lebih problematik daripada daya saing perusahaan.terselubung maupun terang-terangan pada pasar yang diproteksi. dengan minimnya sektor industri menengah. (2) besarnya modal yang diperlukan untuk investasi. (4) struktur industri Indonesia terbukti masih dangkal. (3) lemahnya hubungan intra industri. Apabila negara Indonesia memiliki daya saing. (5) masih kakunya BUMN sebagai pemasok input maupun sebagai pendorong kemajuan teknologi. yang bersaing bukan negara. dan sasaran usahanya sebagian besar masih pada pasar yang diproteksi. tetapi perusahaan dan industri. Daya saing negara amat berlainan dengan daya saing perusahaan karena setidaknya 2 alasan (1) dalam realitas.

dan membagi dividen. dengan menjaga kelancaran dan kecukupan pasokan barang & jasa serta langkah penurunan harga BBM sebanyak dua kali di bulan Desember 2008. Perusahaan memang bisa bangkrut. dan rate-nya per bulan cenderung menurun sejalan dengan berkurangnya tekanan inflasi.5%). maka perusahaan itu akan bangkrut dan terpaksa ke luar dari bisnis yang digelutinya.5%). walaupun dalam triwulan III dan perkiraan di triwulan IV mulai mengalami perlambatan. walaupun dalam beberapa bulan terakhir mendapat tekanan yang cukup berat sebagai imbas krisis keuangan global. membayar pasokan bahan baku dari para pemasok. (b) Tingkat inflasi yang masil terkendali di sekitar 11.691/US$ (APBN-P : Rp9. (d) Nilai tukar Rupiah diperkirakan rata-rata Rp9.3% (APBN_P : 7.100/US$) sebagai akibat tekanan depresiasi Rupiah di penghujung tahun 2008 ini.4%). Pencapaian Indikator Ekonomi Secara umum pencapaian indikator ekonomi makro nasional masih baik.membayar gaji karyawannya. Hal ini dapat dilihat pada realisasi APBN-P tahun 2008 yang menunjukkan: (a) Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2008 yang masih dapat dipacu hingga ke 6. (c) Suku Bunga SBI-3 bulan sebagai basis perhitungan bunga obligasi Pemerintah yang diperkirakan rata-rata 9.4% (APBN-P : 6.2% (APBN-P : 6. namun negara tidak memiliki bottom line alias tidak akan pernah “ke luar dari arena persaingan”.8/barel (APBN-P : US$95/barel). (e) Harga minyak mentah Indonesia sekitar rata-rata US$96. seiring dengan penurunan harga minyak mentah di .

q triliun.1% PDB).6%) di atas targetnya dalam APBN-P 2008. Pencapaian tersebut didukung oleh : (i) Realisasi penerimaan perpajakan yang mencapai Rp658. . Pencapaian kinerja APBN-P tahun 2008 tersebut terdiri dari : a.2 triliun (setara 0. Realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai Rp981. (f) Lifting minyak mentah Indonesia yang dapat mencapai 931 ribu barel per hari.5 triliun (2. yang berarti jauh lebih rendah dari target APBN-P sebesar Rp94.2 triliun (13. Pencapaian ini sebagai hasil intensifikasi perpajakan yang didukung dengan langkah reformasi perpajakan yang terus dilakukan. yang berarti Rp49. (ii) Realisasi PNBP (penerimaan negara bukan pajak) mencapai Rp320.0 triliun. Tingginya realisasi PNBP tersebut terutama disebabkan oleh lebih tingginya realisasi harga dan lifting minyak mentah Indonesia dari yang diasumsikan di APBN-P.1%) di atas targetnya dalam APBN-P 2008).0 triliun (9. yang berarti di atas targetnya di tahun 2008 (APBN-P : 927 ribu barel per hari). atau Rp86.4 triliun (8.1% PDB).pasar internasional di semester II 2008. atau Rp37. Pencapaian kinerja APBN-P tahun 2008 tercermin dari realisasi Defisit anggaran yang diperkirakan akan menjadi Rp4.2%) lebih tinggi dari targetnya dalam APBN-P 2008.7 triliun (14% PDB). serta dampak kenaikan harga komoditi primer di pasar dunia pada beberapa waktu yang lalu.

atau Rp31.2 triliun (0.5 triliun.9 triliun. Realisasi belanja negara mencapai Rp985. Pencapaian realisasi tersebut utamanya dipengaruhi oleh : • Realisasi penerbitan Surat Berharga Negara (neto) sebesar Rp85.55.6 triliun. Pencapaian realisasi tersebut dipengaruhi oleh : • Realisasi belanja Kementerian/Lembaga mencapai Rp265.9 triliun (19.6 triliun. yang berarti Rp4. Realisasi pembiayaan anggaran sebesar Rp. • Realisasi subsidi energi (BBM & Listrik) sebesar Rp223.0 triliun (41.b. (ii) Realisasi transfer ke Daerah sebesar Rp292.4%) di bawah pagunya dalam APBN-P 2008.4 triliun (0. dan lebih tingginya realisasi harga minyak mentah sampai dengan bulan Oktober 2008.9 triliun (27. Realisasi belanja negara tersebut bersumber dari: (i) Realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp629. atau Rp35. c.1%) lebih rendah dari targetnya dalam APBN-P sebagai akibat tidak kondusifnya pasar obligasi sebagai imbas dari krisis .5% dari pagunya dalam APBN-P 2008. depresiasi nilai tukar rupiah.3%) lebih rendah dari rencananya dalam APBN-P 2008.3 triliun.2%) di atas pagunya dalam APBN-P 2008 yang disebabkan terutama oleh lebih tingginya volume konsumsi BBM.6%) di bawah pagunya dalam APBN-P.0 triliun. hampir sama dengan pagunya dalam APBN-P2008. atau Rp4.3 triliun atau 91. atau Rp39.

Dana SILPA tahun 2008 tersebut akan dapat digunakan untuk membiayai kegiatan 2008 yang diluncurkan ke tahun 2009 (untuk PNPM dan KPU) serta membiayai defisit APBN 2009. .5% membuat pendapatan per kapita Indonesia pada tahun 2009 naik menjadi Rp 24. Demikian disampaikan oleh Deputi Neraca dan Bidang Analisis Statistik SlametSutomo di kantornya.7 juta (US$ 2. sedangkan pada tahun 2008 dan 2007 masing-masing sebesar Rp 2.082.590.9).7 juta (US$ 2.269.9). Dengan pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 4.177 triliun.5% di 2009. "PDB per kapita merupakan PDB (atas dasar harga berlaku) dibagi dengan jumlah penduduk pertengahan tahun.1) dengan laju peningkatan sebesar 12. Jakarta.0 persen dibandingkan dengan PDB per kapita tahun 2008 yang sebesar Rp21. maka nilai PDB Indonesia secara keseluruhan pada tahun 2009 mencapai Rp 2. Adanya kelebihan pembiayaan (SILPA) sebesar Rp51.964.3 juta (US$ 2.3 triliun dan Rp 1.keuangan global.269. Pertumbuhan Ekonomi Perkapita Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2009 yang mencapai 4.3 juta (US$ 2. sehingga Pemerintah menghentikan penerbitan SBN sejak bulan November 2008.1) dibandingkan tahun 2008 yang sebesar Rp 21. karena lebih rendahnya realisasi Defisit APBN-P 2008." tuturnya.3 triliun. Pada tahun 2009 angka PDB per kapita diperkirakan mencapai Rp24.590.3 triliun. Rabu (10/2/2010).

diikuti oleh Sektor Listrik. Sektor Pertambangan dan Penggalian 4. yang menyatakan angka pengangguran di Indonesia capai 8.1 juta orang yang menjadi pengangguran baru di Indonesia.1 persen. Sektor Jasa-jasa 6.Bila dilihat berdasarkan harga berlaku.951.613. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) mengungkapkan.41% dari 116 juta orang total angkatan kerja.1 persen.1 persen.5 persen. Hotel dan Restoran 1. Sektor Pertanian 4. Pengangguran Badan Pusat Statistik (BPS) per hari ini mencatat ada sekira 1. Ia melansir laporan Badan Pusat Statistik pada Mei 2001. PDB tahun 2009 naik sebesar Rp662.8 persen.9 persen yang berarti lebih tinggi dari pertumbuhan PDB secara keseluruhan yang besarnya 4.0 persen. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2009 mencapai 4.4 triliun pada tahun 2009. yaitu dari Rp4. angka pengangguran di Indonesia masih cukup tinggi.4 persen.5 persen. . Gas dan Air Bersih 13.4 persen. Jumlah tersebut merupakan jumlah anak yang tamat sekolah (perguruan tinggi) namun belum bisa diterima bekerja. Selama tahun 2009. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada Sektor Pengangkutan dan Komunikasi yang mencapai 15.59 juta orang atau sekitar 7.1 persen. Sektor Konstruksi 7. Sektor Keuangan. dan Sektor Industri Pengolahan 2. semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan.4 triliun pada tahun 2008 menjadi sebesar Rp5.0 triliun. Real Estat dan Jasa Perusahaan 5. serta Sektor Perdagangan.

. sedang mencari kerja. atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. bekerja kurang dari dua hari selama seminggu. dan terdapat tenaga kerja yang belum bekerja di lain pihak. penyebab terjadinya pengangguran adalah kesempatan kerja yang tidak cukup mampu menyerap angkatan kerja yang ada. Muhaimin menjelaskan. terdapat lowongan pekerjaan yang belum terisi di satu pihak. Ia menambahkan. dalam kondisi seperti itu. Pengangguran atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali. "Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat produktivitas bangsa Indonesia. produktivitas sehingga dan masyarakat berkurang dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah sosial lainnya. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang mampu menyerapnya. tercatat jumlah penganggur dengan tingkat pendidikan perguruan tinggi mulai dari D-1 hingga S-1 mencapai 1. serta kurang berfungsinya pasar kerja.Dari angka itu. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena pendapatan dengan adanya akan pengangguran.84 persen penganggur. Muhaimin menyebutkan.36 juta orang atau sekitar 15." katanya.

206 Banten 12.678 Kalimantan Timur 101.686 Lampung 10.068 Nusa Tenggara Timu 4.065 Riau 53.747 Maluku Utara 4. Data di sini adalah data untuk tahun 2008 yang dihasilkan oleh Badan Pusat Statistik.985 Sulawèsi Selatan 10.723 Jambi 14.080 Sulawèsi Barat 7. Depsos strateginya .078 Bengkulu 8.615 Bangka Belitung 19.403 Kalimantan Tengh 15.769 Maluku 4. Departemen Sosial merupakan salah satu lembaga pemerintah yang telah lama aktif dalam program pengentasan Dalam kemsikinan.725 Aceh 17.535 Gorontalo 6.199 Kalimantan Selatan 13.909 Sulawèsi Tenggara 10.019 KESIMPULAN Dapat disimpulkan bahwa kemiskinan merupakan masalah yang kompleks yang memerlukan penanganan lintas sektoral.226 Bali 14.394 Jawa Tengah 11.725 Sumatra Barat 14.610 Sulawèsi Tengah 11.124 Papua Barat 17.PDRB Tabel ini adalah daftar ekonomi provinsi-provinsi di Indonesia yang disusun menurut produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita atas dasar harga berlaku.757 Sulawèsi Utara 12.184 Yogyakarta 10. lintas profesional dan lintas lembaga.757 Sumatra Utara 16.858 Jakarta 74.084 Jawa Timu 16.746 Papua 26.264 Kepulauan Riau 40.540 Kalimantan Barat 11.350 Sumatra Seulatan 18. No — 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 Propinsi PDRB (ribu rupiah) Indonesia 21.955 Jawa Barat 14.799 Nusa Tenggara Barat 8.

dengan: (c) Memberi keterampilan memancing. (d) Menghilangkan dominasi kepemilikan kolam ikan.berpijak pada teori dan pendekatan pekerjaan sosial. dan (b) Memberi kail. dan (e) Mengusahakan perluasan akses pemasaran bagi penjualan ikan hasil memancing tersebut. yakni dengan: (a) Memberi ikan. Dianalogikan dengan strategi pemberian ikan dan kail. maka strategi pengentasan kemiskinan tidak hanya bermatra individual. TUGAS MATA KULIAH PEREKONOMIAN KAL-BAR DAN PERBATASAN “TEORI KEMISKINAN” NAMA MAHASISWA: JIMI FREDIKSON (B01107016) . pekerjaan sosial berupaya untuk mengubah struktur-struktur sosial yang tidak adil. Lebih jauh lagi. Strategi penanganan kemiskinan dalam persepektif pekerjaan sosial terfokus pada peningkatan keberfungsian sosial si miskin (dalam arti individu dan kelompok) dalam kaitannya dengan konteks lingkungan dan sistuasi sosial.

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK 2010 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful