BAB 1 PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG MASALAH Asesmen yang dilakukan Guru tidak akan banyak berguna tanpa adanya refleksi atas apa saja yang telah terjadi untuk memperbaiki langkah ± langkah berikutnya. Melakukan refleksi berarti memikirkan dan merenungkan kembali aktifitas yang telah dilakukan, kemudian menjadikan hasil perenungan tersebut sebagai cermin bagi aktifitas ± aktifitas berikutnya. Refleksi sebagai aktifitas untuk memperbaiki kualitas pembelajaran memiliki rangkaian sub aktifitas. Refleksi terhadap proses dan hasil pembelajaran dimulai dari analisis tingkat keberhasilan proses dan hasil belajar siswa, evaluasi diri terhadap proses belajar yang telah kita lakukan, identifikasi faktor ± faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan bersama pihak pihak terkait, merancang upaya optimalisasi proses dan hasil belajar. Dalam melaksanakan pembelajaran selalu ditemukan berbagai kelemahan, baik dari segi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Seiring dengan pengalaman, hendaknya semakin sedikit kelemahan yang dilakukan. Tanpa ada refleksi tidak mudah mengetahui bagian ± bagian atau aspek ± aspek dari pembelajaran yang masih lemah. Kadang Guru menganggap atau bahkan meyakini bahwa yang dilakukan merupakan aktivitas pembelajaran yang baik dan benar. Pembelajaran yang dilakukan dianggap sebagai ritual yang harus dilakukan. Sebuah ³pakem´ yang harus diikuti, sehingga tidak perlu dianalisa dan dikritisi. Seiring dengan meningkatnya pemahaman akan hakekat asesmen pembelajaran, seharusnya Guru menjadi lebih terbuka untuk menerima kritik, baik kritik dari diri sendiri (autocritic) maupun kritik dari orang lain. Guru semakin terbuka untuk melakukan inovasi dan memperbaiki pembelajaran yang dilakukan. Dalam hal perbaikan pembelajaran inilah. Refleksi mempunyai arti penting dan strategis.

1

TUJUAN a) Untuk mengetahui kriteria keberhasilan proses dan hasil belajar? b) Untuk mengetahui cara evaluasi diri terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan? c) Untuk mengetahui faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan dalam pembelajaran? d) Untuk mengetahui upaya optimalisasi proses dan hasil belajar? 2 . RUMUSAN MASALAH a) Apa kriteria keberhasilan proses dan hasil belajar? b) Bagaimana cara evaluasi diri terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan? c) Apa faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan dalam pembelajaran? d) Bagaimana upaya optimalisasi proses dan hasil belajar? C.B.

(3) domain psikomotor. baik. siswa yang bekerjasama dengan temannya. Guru dapat mengetahui siswa yang aktif. program pembelajaran. apakah siswa dapat melakukan sesuatu. misalnya mengamati keakifan siswa dalam bekerjasama atau wawancara tentang kesuitan ± kesulitan yang dihadapi siswa selama mengikuti pembelajaran. adalah contoh tingkatan yang dapat digunakan untuk menilai hasil kinerja siswa. cukup. sangat baik. kurang. Selama proses pembelajaran berlangsung. Disamping proses belajar. proses 3 Keberhasilan siswa selama mengikuti proses pembelajaran .BAB II REFLEKSI PROSES DAN HASIL ASESMEN A. Hasil belajar siswa dapt diklasifikasikan dalam tiga ranah (domain). dan kebijakan ± kebijakan sekolah. baik selama maupun setelah siswa mengikuti pembelajaran. Keberhasilan proses belajar siswa ditunjukkan oleh kinerja siswa selama mengikuti pembelajaran. KRITERIA KEBERHASILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR Secara umum asesmen dapat diartikan sebagai proses untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunkan untuk dasar pengambilan keputusan tentang siswa yang menyangkut kurikulum. Tingkat keberhasilan seperti sangat kurang. Pengertian keberhasilan proses belajar adalah keberhasilan siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Untuk mengetahui informasi mengenai keberhasilan proses keberhasilan siswa dapat menggunakan cara. yaitu (1) domain kognitif . Guru perlu melakukan asesmen untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa. (2) domain afekif. keberhasilan siswa dapat dilihat dari hasil belajarnya. Setelah proses pembelajaran berlangsung Guru dapat mengetahui apakah siswa telah memahami konsep tertentu. Dalam pelaksanaan pembelajaran. apakah siswa memiliki keterampilan tertentu. dan siswa yang memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat.

Indikator dan Kriteria Penelitian Tentukan bentuk dan jumlah bukti / informasi yang harus Melalui kombinasi cara berikut: Bukti kinerja dari: y Pengamatan di tempat kegiatan y Kumpulan contoh hasil y Simulasi Bukti tambahan dari: y Pertanyaan lisan y Tulisan terbuka y Pilihan ganda Bukti informasi dari hasil belajar sebelumnya Menetapkan penilaian yang digunakan Menetapakan tingkat keberhasilan (proses dan hasil) Menetapkan criteria keberhasilan siswa Langkah.langkah anaisis keberhasilan siswa Berdasarkan tingkat keberhasilan (proses dan hasil) yang dibuat beserta kriterianya. Misalnya.Keberhasilan Keberhasilan siswa selama mengikuti pembelajaran hasil Kompetensi. Tingkat ³sangat kurang´ jika skor hasil tes siswa < 20 Tingkat ³kurang´ jika skor hasil tes siswa < 40 4 . dapat menetapkan ditingkat mana siswa berada.

Informasi berupa hasil pengukuran tersebut selanjutnya perlu dianalisis. Informasi dimaksud dapat berupa hasil penilaian terhadap proses belajar siswa.langkah evaluasi diri dapat dilakukan meliputi: Analisis Pemaknaan Penjelasan Penyimpulan Dalam menilai keberhasilan belajar. dan kesungguhan. Langkah. atau hasil wawancara dengan siswa. Proses analisis dimulai dari menilai hasil ± hasil pengukuran kemudian ditetapkan tingkat keberhasilan dari masing ± masing aspek 5 . Hasil evaluasi diri digunakan untuk menetapkan langkah selanjutnya dalam upaya untuk menghasilkan perbaikan ± perbaikan. Sebagai Guru. Dalam melakukan evaluasi diri prinsip yang hendaknya digunakan adalah kejujuran. melakukan evaluasi diri merupakan akivitas yang penting karena ingin memperbaiki kualitas pengajaran dan tidak terlalu mengharapkan pada orang lain untuk mengamati proses pengajaran yang dilakukan. membutuhkan informasi yang dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam menentukan berhasil atau tidaknya pengajaran. hasil belajar siswa. Melatih diri untuk menilai sendiri hasil kerja merupakan upaya yang sangat bijaksana untuk memperoleh perbaikan dari waktu ke waktu. Evaluasi diri terhadap proses pembelajaran dapat mengetahui sesegera mungkin kelemahan ± kelemahan yang dilakukan dalam melaksanakan pembelajaran yang merupakan kebutuhan setiap Guru dan sebaiknya menjadi tradisi untuk memperbaiki diri.Tingkat ³cukup´ jika skor hasil tes siswa < 60 Tingkat ³baik´ jika skor hasil tes siswa < 80 Tingkat ³sangat baik´ jika skor hasil tes siswa > 80 B. kecermatan. hasil angket yang diberikan kepada siswa. EVALUASI DIRI TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN YANG TELAH DILAKUKAN Evaluasi diri adalah aktifitas menilai diri sendiri keberhasilan proses pengajaran yang dilakukan.

Kesimpulan dapat dikemukakan dalam bentuk identifikasi faktor faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan. Proses selanjutnya adalah memberi makna atas analisis yang dilakukan. Dapat dimaknai bahwa walaupun keaktifan siswa sudah cukup baik namun hasil belajar masih belum baik. Dari hasil belajar penilaian itu pila. Makna dapat diperoleh dari kegagalan proses dan hasil belajar siswa. Dalam evaluasi diri disamping mendasarkan diri pada hasil belajar siswa. Pada contoh berikut disajikan cara melakukan evaluasi diri berdasarkan hasil belajar siswa dan respon siswa terhadap pembelajaran yang mereka ikuti: No Nama Siswa 1 2 3 Sinta Mira Ridwan 35 30 15 26. Misalkan Guru ingin melakukan evaluasi diri pada pembelajaran yang telah dilakukan. dapat memperoleh informasi hasil belajar siswa dan respon siswa terhadap pembelajaran yang telah mereka ikuti.3 Tugas dan praktek 90 80 60 76. Langkah selanjutnya adalah memberi penjelasan mengapa kegagalan tersebut bisa terjadi.penilaian. Untuk mendapatkan gambaran yang baik tentang kinerja pembelajaran yang dilakukan. dan menetapkan berhasil atau tidaknya aspek ± aspek yang dinilai tersebut. Hasil belajar siswa dari skor tes formatif kurang baik dan hasil belajar dari tugas dan praktek cukup baik. juga perlu melengkapinya dengan respon siswa terhadap pembelajaran yang telah mereka ikuti. dapat diketahui bahwa rata ± rata keaktifan siswa cukup baik. Contoh hasil rekapitulasi respon siswa : Guru dapat meminta siswa untuk merespon tentang 6 . dapat memberikan berbagai makna yang masuk akal. Aktif Kurang baik Rata Skor Dari hasil penilaian. Secara umum hasil belajar masing ± masing siswa baik. Dari penjelasan tersebut Guru dapat memberikan kesimpulan ± kesimpulan yang masuk akal.6 Hasil Penilaian baik baik K. menentukan kriteria keberhasilan.6 Keaktifan Hasil Penilaian Sangat aktif Akif Kurang aktif Cukup aktif Tes Formatif 90 75 40 68.

60 % 20 66 20 30 47 60 30 7 34 14 39 Dari table diatas. Guru meminta siswa untuk memberikan respon mereka terhadap berbagai aspek pembelajaran yang diukur melalui 10 pertanyaan tersebut.y Sulit / tidaknya memahami perangkat pembelajaran yang ada dan penjelasan Guru y y Senang / tidaknya selama mengikuti pembelajaran Termotivasi / tidaknya siswa selama mengikuti pembelajaran Angket respon siswa dapat disusun sehingga bersifat setengah terbuka. artinya selain memberikan jawaban ya atau tidak. Pada aspek yang sudah baik. Secara umum. Hal ini terlihat dari rata ± rata hasil belajar yang kurang baik dan respon negatif siswa yang tinggi.26 % 76 34 80 70 53 40 70 93 76 86 60 Netral/tak menjawab F 1 0. ada korelasi positif 7 . Secara umum pembelajaran yang dilakukan masih belum berhasil. Misalkan hasil rekapitulasi respon siswa adalah sebagai berikut: Nomor Butir Jenis respon Positif F 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Rata ± rata 23 10 24 21 16 12 21 28 20 26 21. dapat diketahui bahwa rata ± rata persentase respon positif siswa sebesar 60%.14 % 4 1 Negatif F 6 20 6 9 14 18 9 2 10 4 8. Misalnya akan memberikan angket yang berisi 10 butir pertanyaan. perlu dipertahankan sedangkan pada aspek yang belum baik perlu dicari penyebabnya dan dilakukan upaya untuk memperbaikinya. Sementara itu 30% yang merespon kurang baik pada pembelajaran yang telah dilakukan. siswa dapat memberikan penjelasan alasannya.

Guru dapat merencanakan upaya perbaikan (remidi). tetapi akan lebih teliti dan tajam apabila dikerjakan secara bersama dengan Guru lain yang mengajar bidang study yang serumpun. Keterbatasan yang dimaksud adalah: y y Kurang cermat dalam menganalisa hasil penilaian Kurang tepat memaknai dan menjelaskan hasil ± hasil peniaian itu Oleh karena itu. Karena itu. 2. FAKTOR PENYEBAB KEGAGALAN DAN PENDUKUNG KEBERHASILAN DALAM PEMBELAJARAN Memperbaiki kualitas pembelajaran akan sulit dilakukan tanpa dapat diketahui penyebab kegagalan itu sendiri. dengan meningkatkan kualitas kinerja siswa diharapkan akan meningkatkan pula hasil belajar siswa. Proses identifikasi penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan diri sendiri memiliki berbagai keterbatasan. Misalkan ingin mengidentifikasi factor ± factor penyebab penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan bedasarkan informasi yangdiperoleh dari: y y y Hasil belajar siswa (proses dan hasil) Respon siswa Hasil pengamatan terhadap terlaksananya pembelajaran Contoh hasil Observasi Pelaksanaan pembelajaran: Komponen Pengamatan Kurang 1. Penyampaian tujuan pembelajaran Pemberian motovasi belajar Hasil Pengamatan Cukup X X Baik 8 . C. mendiskusikannnya. kehadiran orag lain yang paham tentang pembelajaran akan sangat membantu dalam proses identifikasi factor ± factor penyebab kegagalan dan factor pendukung keberhasilan tersebut.antara hasil belajar proses dan hasil belajar produk. Berdasarkan factor ± faktor penyebab kegagalan yang berhasil diidentifikasi. menemukan makna dan menjelaskannya. Kita memerlukan Guru lain untuk mencermati proses pembelaaran yang dilakukan. Identifikasi factor ± factor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan dapat dilakukan sendiri melalui evaluasi diri.

Proses belajar yang optimal akan mengakibatkan hasil belajar yang optimal pula. Biasanya. 6. Upaya mengoptimalkan proses dan hasil belajar siswa tidak dapat dilepaskan dari upaya mengoptimalkan proses pembelajaran.3. betapapun baik kualitas pembelajaran yang dilakukan selalu saja ada aspek . Dari evaluasi diri akan dapat diidentifikasi factor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan. aktif dalam belajar. 9 . optimalisasi proses dan hasil belajar diarahkan agar seluruh siswa dapat mencapai keberhasilan. baik proses dan hasilnya. 4. Optimalisasi proses dan hasil mengacu pada berbagai upaya agar proses belajar dapat berlangsung dengan baik sehingga siswa dapat mencapai hasil belajar sesuai yang diharapkan. berani mengemukakan pendapat. masih ada saja yang belajarnya masih belum tuntas. 7. Dari factor ± factor tersebut akan ditindak lanjuti dengan upaya ± upaya mengoptimalkan proses dan hasil belajar siswa. mampu dan antusias dalam mengikuti pelajaran adalah beberapa indikasi dari proses belajar yang optimal. Upaya ± upaya opimalisasi dapat dilakukan berdasarkan diri pada hasil identifikasi factor prnyebab dan pendukung keberhasilan yang ditemukan. Dengan kata lain. UPAYA OPTIMALISASI PROSES DAN HASIL BELAJAR Sebagai Guru. Para siswa dapat belajar dengan penuh semangat. Dengan melakukan evaluasi secara cermat oleh diri sendiri akan diketahui apakah proses belajar siswa sudah optimal atau belum. optimalisasi proses dan hasil belajar bertujuan untuk meminimalkan atau meniadakan siswa yang tidak berhasil.aspek yang masih belum sesuai harapan. 5. senantiasa berupaya agar siswa mencapai keberhasilan belajar sesuai yang diharapkan. Penyampaian materi Pengorganisasian siswa dalam kelompok Penciptaan suasana belajar Pemberian bimbingan belajar Respon erhadap pertanyaan siswa Evaluasi pemahaman materi X X X X X X D. 8. Oleh karena itu. Dalam praktek.

Kesiapan siswa dan guru. Semua alternative solusi yang diajukan haruslah mengarah pada upaya menghilangkan penyebab kegagalan dan menguatkan pendukung keberhasilan belajar siswa. ketersediaan media adalah beberapa aspek yang perlu dianggap optimal. Kegiatan tindak lanjut dimulai dengan merancang dan mengajukan berbagai solusi alternatif berdasarkan faktor ± faktor penyebab kegagalan an pendukung keberhasilan. maka kegiatan selanjutnya adalah mengidentifikasikan upaya ± upaya apa saja yang mengoptimalkan proses dan hasil belajar. Upaya menghilangkan kegagalan dapat berupa perbaikan atas No 1 2 Faktor Penyebab Kegagalan Kualitas LKS rendah Media pembelajaran yang digunakan tidak memadai 3 Pengelolaan kelas kurang baik Alternatif optimalisasi proses dan hasil a) b) a) b) c) a) b) Memperbaiki soal ± soal yang sulit dipelajari siswa Menyederhanakan soal Menyiapkan media yang diperlukan Mengganti dengan media yang releva Membuat media sendiri Memberikan arahan agar menjaga ketenangan dalam kelas Membuat kesepakatan dengan siswa kegagalan yang telah dilakukan. kondisi lingkungan. Dalam praktek ditemukan beberapa faktor penyebab kegagalan proses dan hasil belajar.Setelah faktor ± faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan diidentifikasikan. Berikut contoh identifikasi optimalisasi proses dan hasil belajar: Dengan mengajukanberbagai alternatif upaya opimalisasi proses dan hasil belajar melalui masing ± masing faktor penyebab kegagalan akan membantu dalam memilih mana yang akan dipilih. struktur tugas. perangkat pembelajaran. media. 10 . Penyebabnya mungkin berasal dari strategi pembelajaran yang digunakan.

Ketiga faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan dalam pembelajaran. Untuk mengetahui kriteria proses dan hasil belajar perlu adanya asesmen yang dapat diartikan sebagai proses untuk mendapatkan informasi dalam bentuk apapun yang dapat digunkan untuk dasar pengambilan keputusan tentang siswa yang menyangkut kurikulum. yaitu . kecermatan. dan kesungguhan.BAB III PENUTUP A. Prinsip yang digunakan dalam evaluasi diri adalah kejujuran. Pada kesimpulan yang terakhir ini akan dilakukan perbaikan proses belajar yang keurang berhasil serta peningkatan proses pembelajaran ketingkat yang lebih optimal. dan penyimpulan. dan kebijakan ± kebijakan sekolah. Keempat upaya optimalisasi proses dan hasil belajar. Pertama yaitu kriteria keberhasilan proses dan hasil belajar. program pembelajaran. Untuk melakukan evaluasi diri dapat diterapkan langkah analisis. Pada point ketiga ini bertujuan untuk mengetahui apa yang menyebabkan kegagalan dalam pembelajaran dan apa yang mendukung keberhasilan dalam pembelajaran. Dalam menilai keberhasilan proses belajar dapat dilihat dari bagaimana peserta didik saat mengikuti pembelajaran dikelas melalui pengamatan. pemaknaan. Sedangkan untuk menilai keberhasilan hasil belajar menggunakan penialian memalui tes dan menentukan tingkat keberhasilan tiap siswa. Selain itu juga untuk menganasilis suatu kasus seperti tidak selarasnya keberhasilan antara proses belajar dengan hasil belajar ataupun sebaliknya. Langkah tersebut adalah untuk mengetahui sejauhmana keberhasilan guru dalam mengajar dikelas dan keberhasilan siswa dalam proses belajar. aktifitas menilai diri sendiri keberhasilan proses pengajaran yang dilakukan. Kedua evaluasi diri terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan. KESIMPULAN Dalam pembahasan refleksi proses dan asesmen dapat disimpulkan menjadi 4 point utama. penjelasan. Dalam proses optimalisasi ini akan dipilih solusi-solusi atau alternatif dalam 11 .

melaksanankan pembelajaran. Namun dalam pengumpulan data serta melakukan penilaian layaknya pendidik selalu obelalu obyektif agar informasi yang didapat valid. 12 . SARAN Inti dari Asesmen adalah mencari informasi tentang proses dan hasil belajar peserta didik di kelas. B. Sehingga pada akhirnya dalam refleksi proses dan hasil belajar dapat dicapai keberhasilan proses serta hasil belajar seperti yang telah ditentukan. Unutk itu sebagi penddidik sebaiknya selalu memperhatikan langkah-langkah dalam melakukan Asesmen.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful