P. 1
MAHKAMAH KONSTITUSI RI-2

MAHKAMAH KONSTITUSI RI-2

|Views: 69|Likes:
Published by gisel3

More info:

Published by: gisel3 on Oct 07, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2010

pdf

text

original

THE GUARDIAN AND THE INTERPRETER OF THE CONSTITUTION

Oleh : Pan Mohamad Faiz Kusumawijaya, S.H.1 ”Tidak ada yang menghambat anda terhadap perkara yang anda putuskan hari ini kemudian anda tinjau kembali karena terjadi kekliruan (fahudîta li rusydika), bahwa anda kembali kepada kebenaran. Kebenaran itu terdepan dan tidak dibatalkan oleh apapun. Kembali kepada kebenaran itu lebih baik daripada terus menerus dalam kebatilan.” (Khalifah Umar bin Khathab) A. PENDAHULUAN Ide pembentukan Mahkamah Konstitusi merupakan salah satu perkembangan pemikiran hukum dan kenegaraan modern yang muncul pada abad ke-20. Ditinjau dari aspek waktu, negara kita tercatat sebagai negara ke-78 yang membentuk MK sekaligus merupakan negara pertama di dunia pada abad ke-21 yang membentuk lembaga ini. Pasal 24C Undang-Undang Dasar Negara Tahun 19452 menetapkan bahwa Mahkamah Konstitusi (Constitutional Court) merupakan salah satu lembaga negara yang mempunyai kedudukan setara dengan lembaga-lembaga negara lainnya, seperti Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Presiden, Mahkamah Agung (MA), dan yang terakhir terbentuk yaitu Komisi Yudisial (KY)3. Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan salah satu lembaga yudikatif selain Mahkamah Agung yang melaksanakan kekuasaan
1

Penulis adalah alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia (2001-2005), dan sekarang menjadi staff pada Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
2

UUD Negara RI Tahun 1945 merupakan penyebutan atau penulisan resmi terhadap UUD 1945 yang telah 4 (empat) kali diamandemen. Hal ini digunakan untuk membedakan UUD 1945 yang belum diamandemen (UUD 1945) dengan UUD 1945 yang telah diamandemen (UUD Negara RI Tahun 1945).
3

Lihat Pasal 24B UUD Negara RI Tahun 1945 dan Undang-Undang No. 22 Tahun 2004 tentang Komisi Yudisial.

dan memutus perselisihan tentang hasil pemilu. Jimly Asshiddiqie. memutus sengketa kewenangan lembaga Negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar. wewenang Mahkamah Konstitusi tersebut diatur lagi dalam Pasal 10 Undang-Undang No. memutus pembubaran partai politik.. B. dan akuntabel. Dr. (2) Mahkamah Konstitusi wajib memberi putusan atas pendapat Dewan Perwakilan Rakyat mengenai dugaan pelanggaran Presiden dan/atau Wakil Presiden menurut Undang-Undang Dasar. KEWENANGAN Pasal 24C ayat (1) dan (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menggariskan wewenang Mahkamah Konstitusi adalah sebagai berikut: (1) Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap UndangUndang Dasar.H. S. Dengan demikian konflik yang terkait dengan kedua hal tersebut tidak berkembang menjadi konflik politik-kenegaraan tanpa pola penyelesaian yang baku. Oleh karena itu Mahkamah Konstitusi sering disebut sebagai Lembaga Negara Pengawal Konstitusi atau The Guardian and The Interpreter of The Constitution. 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi dengan merinci sebagai berikut: a. 4 . Pembentukan Mahakamah Konstitusi dimaksudkan agar tersedia jalan hukum untuk mengatasi perkara-perkara yang terkait erat dengan penyelenggaraan negara dan kehidupan politik. yang tidak lama lagi akan segera diterbitkan. transparan. Secara khusus. melainkan dikelola secara objektif dan rasional sehingga sengketa hukum yang diselesaikan secara hukum pula. Menguji undang-undang terhadap Negara Republik Indonesia tahun 1945.4 Undang-Undang Dasar Untuk lebih jelasnya lihat Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) Nomor 06/PMK/2005 tentang Pedoman beracara dalam Perkara Pengujian Undang-Undang. serta buku “Hukum Acara Pengujian Undang-Undang” karya Prof. dimana penulis merupakan editor dari buku tersebut.kehakiman yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan.

korupsi. 9 Semua perkara konstitusi di Mahkamah Konstitusi disebut sebagai perkara permohonan. Undang-undang yang digugat adalah undangundang yang mengikat umum terhadap segenap warga negara. Oleh sebab itu.7 Mahkamah Konstitusi wajib memberi putusan atas pendapat DPR bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden diduga telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara. Alasannya karena hakikat perkara konstitusi di Mahkamah Konstitusi tidaklah bersifat adversarial atau contentious yang berkenaan dengan pihak-pihak yang saling bertabrakan kepentingan satu sama lain seperti dalam perkara perdata ataupun tata usaha negara... 6 Lebih jelasnya lihat dan pelajari buku karya Prof. e. S. melainkan permohonan. tindak pidana berat lainnya. .H. sebenarnya siapa sajakah yang boleh memohon (legal standing)? Ternyata tidak semua orang boleh mengajukan perkara permohonan ke Mahkamah Konstitusi dan menjadi pemohon. 8 Rumusan terinci dapat merujuk pada Pasal 7B ayat (1) sampai dengan ayat (5) UUD Negara RI Tahun 1945 yang lebih dikenal dengan impeachment.H. Kepentingan yang sedang digugat dalam perkara pengujian undang-undang adalah kepentingan yang luas menyangkut kepentingan semua orang dalam kehidupan bersama. Dengan demikian. penyuapan. dan6 Memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum. dan Mahkamah Kosntitusi”. Dr. Memutus Indonesia tahun 1945. Pembubaran Partai Politik. Jimly Asshiddiqie.9 Adanya 5 Untuk saat ini referensi tulisan yang berkaitan dengan Lembaga Negara. perkara yang diajukan tidak dalam bentuk gugatan. bukan gugatan. PEMOHON Dalam berperkara di Mahkamah Konstitusi. d.8 C. dan/atau Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. yang berjudul ”Kemerdekaan Berserikat. subjek hukum yang mengajukannya disebut sebagai Pemohon.b. M. dapat dilihat pada buku ”Sengketa Lembaga negara” yang telah diterbitkan oleh KRHN (Konsorsium Reformasi Hukum Nasional)..H. dikarenakan MA ternyata menemukan kesulitan terhadap penanganan perkara Pilkada itu sendiri. S. atau perbuatan tercela. 7 Pemilihan Umum yang dimaksud di sini yaitu hanya terbatas pada pengertian Pemilihan Umum anggota Legislatif dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden saja. Lihat juga buku ”Impeachment Presiden: Alasan Tindak Pidana Pemberhentian Presiden Menurut UUD 1945” karya Hamdan Zoelva. yang telah diterbitkan oleh Konstitusi Press belum lama ini. Memutus pembubaran partai politik.5 sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar Negara republik c. Akan tetapi pada saat ini telah berkembang wacana dimana penyelesaian sengketa Pilkada yang menjadi kewenangan Mahkamah Agung akan dimungkinkan dialihkan menjadi kewenangan Mahkamah Konstitusi. bukan termasuk pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Dalam hukum acara Mahkamah Konstitusi yang boleh mengajukan permohonan untuk berperkara di MK ditentukan dalam Pasal 51 ayat (1) UndangUndang No. Perorangan warganegara Indonesia. hal. kepentingan hukum saja tidak cukup untuk menjadi dasar legal standing dalam mengajukan permohonan di Mahkamah Konstitusi. Dua kriteria dimaksud adalah:11 a. Persyaratan legal standing atau kedudukan hukum dimaksud mencakup syarat formal sebagaimana ditentukan dalam undang-undang. Kesatuan masyarakat hukum adat sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diatur dalam Undang-Undang.kepentingan hukum saja sebagaimana dikenal dalam hukum acara perdata10 maupun hukum acara tata usaha negara tidak dapat dijadikan dasar. Hal yang perlu diingat bahwa pemohon harus mampu menguraikan dalam permohonannya mengenai hak dan kewenangan konstitusionalnya yang dirugikan. Lalu yang menjadi pertanyaan adalah apa yang dimaksud dengan hak dan kewenangan kosntitusional? Seperti telah diuraikan di atas. Hukum Acara Mahkamah Kosntitusi Republik Indonesia. atau d. (Jakarta: Konstitusi Press. yaitu apabila ada kepentingan hukum diperbolehkan untuk mengajukan gugatan. (Maruarar Siahaan merupakan salah satu dari sembilan hakim konsitusi RI). Badan hukum publik atau privat. (ii) kesatuan masyarakat hukum adat sepanjang masih hidup dan 10 Dalam hukum acara perdata dikenal adagium point d’interet point d’action. c. tetapi terdapat dua hal yang harus diuraikan dengan jelas. b. Pemohon adalah subjek hukum yang memenuhi persyaratan menurut undangundang untuk mengajukan permohonan perkara konstitusi kepada Mahkamah Konstitusi. 81-82. maupun syarat materiil berupa kerugian hak atau kewenangan konstitusional dengan berlakunya undang-undang yang sedang dipersoalkan. yang bunyinya sebagai berikut: a. Kualifikasi pemohon apakah sebagai (i) perorangan Warga Negara Indonesia (termasuk kelompok orang yang mempunyai kepentingan yang sama). 11 Maruarar Siahaan. . Pemenuhan syarat-syarat tersebut menentukan kedudukan hukum atau legal standing suatu subjek hukum untuk menjadi pemohon yang sah dalam perkara pengujian undang-undang. Lembaga Negara. 24 Tahun 2003. 2005).

12 Keputusan yang diminta oleh pemohon dan diberikan oleh Mahkamah Konstitusi akan membawa akibat hukum yang tidak hanya mengenai orang seorang. 13 12 Perbedaan kewenangan antara Mahkamah Konstitusi dengan Mahkamah Agung dalam hal Judicial Review yaitu dalam hal pengujian undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar harus dimohonkan kepada Mahakamah Konstitusi. Anggapan bahwa dalam kualifikasi demikian terdapat hak dan/atau kewenangan konstitusional pemohon yang dirugikan oleh berlakunya undang-undang.sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diatur dalam undang-undang. dan Tata Usaha Negara secara mutatis mutandis dapat diberlakukan dengan menyesuaikan aturan dimaksud dalam praktek hukum acaranya. (iii) badan hukum publik atau privat. tetapi juga orang lain. meskipun andaikata permohonan hanya diajukan oleh seseorang atau individu tertentu. Ciri inilah yang akan membedakan penerapan hukum acara di Mahkamah Konstitusi dengan hukum acara di pengadilanpengadilan lainnya. HUKUM ACARA Perselisihan yang dibawa ke Mahkamah Konstitusi sesungguhnya memiliki karakter tersendiri dan berbeda dengan perselisihan yang dihadapai sehari-hari oleh peradilan biasa. D. b. Hanya saja jika terjadi pertentangan dalam praktek hukum acara pidana dan TUN dengan aturan hukum acara perdata maka secara mutatis mutandis juga aturan Hal ini disebabkan oleh karena adanya sifat kepentingan umum yang tersangkut di dalamnya. dan tata usaha negara yang pada umunya menyangkut kepentingan pribadi dan individu berhadapan dengan individu lain ataupun dengan pemerintah. terutama sekali dalam hal pengujian undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar (Judicial review). perdata.13 Nuansa public interest yang melekat pada perkara-perkara semacam itu akan menjadi pembeda yang jelas dengan perkara pidana. atau (iv) lembaga negara. sedangkan pengujian seluruh peraturan perundangundangan di bawah undang-undang terhadap undang-undang diajukan kepada Mahkamah Agung. . lembaga negara dan aparatur pemerintah atau masyarakat pada umumnya. maka ketentuan yang memberlakukan aturan Hukum Acara Pidana. Perdata. Oleh karena terjadinya praktek hukum acara yang merujuk pada undangundang hukum acara yang lain timbul karena kebutuhan yang kadang-kadang dihadapkan kepada Mahkamah Konstitusi.

Meskipun aturan ini tidak dimuay dalam UU Mahakamah Konstitusi. prosedur berperkara di Mahkamah Konstitusi dapat penulis simpulkan sebagai berikut:15 1. d. Diajukan dalam 12 rangkap. c. c. Dari uraian di atas. . Undang-Undang Hukum Acara Perdata. d. Jenis perkara. Undang-Undang No.hukum acara perdata tidak akan diberlakukan. dan f merupakan sumber tidak langsung. dimana dapat diterapkan pada Mahkamah Konstitusi RI apabila terdapat kekosongan dalam pengaturan hukum acaranya. f. Ditulis dalam bahas Indonesia. Yurisprudensi Mahkamah Konstitusi RI. e. dan Hukum Acara Pidana Indonesia. 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi dan beberapa Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) tentang Hukum Beracara berdasarkan tiap-tiap kewenangan MK. Sistematika:    Identitas dan legal standing Posita Petitum f. akan tetapi telah diadopsi dalam Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK). e. b. diajukan paling lambat 2 x 24 jam sejak KPU mengumumkan hasil pemilu. Peraturan Mahakamah Konstitusi (PMK). Hukum Acara dan yurisprudensi Mahkamah Konstitusi Negara lain. 16 Khusus untuk perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU). b. Pengajuan permohonan16 a. baik sebelum maupun sesudah praktek yang merujuk undang-undang hukum acara lain itu digunakan dalam praktek. 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. Pendapat Sarjaa (doktrin). Adapun secara ringkas dan sistematis. Disertai bukti pendukung 14 Untuk sumber-sumber hukum acara yang disebut dalam huruf d. Ditandatangani oleh pemohon/kuasanya. e. Hukum Acara Peradilan Tata Usaha Negara. 15 Lihat dalam BAB V Undang-Undang No. maka sumber hukum acara Mahkamah Konstitusi dapat dikenali sebagai berikut:14 a.

b. Pemeriksaan Pendahuluan a.  Salinan permohonan disampaikan kepada Presiden. Kelengkapan syararat-syarat permohonan. d. Diumumkan kepada masyarakat.2. −  Salinan permohonan disampaikan kepada lembaga negara termohon. Dalam 14 hari kerja setela registrasi ditetapkan Hari Sidang I (kecuali perkara Perselisihan Hasil Pemilu). 3. paling lambat 3 (tiga) hari kerja sejak registrasi Salinan Permohonan disampaikan kepada KPU. memeriksa:   Kelengkapan syarat-syarat Permohonan. Pemeriksaan kelengkapan permohonan panitera:    Belum lengkap. 4. Penjadwalan Sidang a. wajib dilengkapi Lengkap Registrasi sesuai dengan perkara. c. Perbaikan materi permohonan. Sebelum pemeriksaan pokok perkara. Kejelasan materi Permohonan. 14 hari harus sudah dilengkapi dan diperbaiki. Pemeriksaan Persidangan a. Memberi nasehat:   c. Sengketa kewenangan lembaga negara: Pembubaran Partai Politik: Pendapat DPR: DPR. b.  c. Pendaftaran17 a.  Salinan permohonan disampaikan kepada Parpol yang bersangkutan. 7 (tujuh) hari kerja sejak registrasi untuk perkara. . 5. 17 Khusus untuk perkara perselisihan hasil pemilu. diberitahukan 7 (tujuh) hari sejak diberitahu. Para pihak diberitahu/dipanggil. − Pengujian undang-undang: Salinan permohonan disampaikan kepada Presiden dan Permohonan diberitahukan kepada Mahkamah Agung. Terbuka untuk umum.

Keterangan para pihak. dan DPRD. Lembaga negara dapat diminta keterangan Lembaga negara dimaksud dalam jangka waktu tujuh hari wajib memberi keterangan yang diminta. Alat bukti lain berupa informasi yang diucapkan. 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi mengakui enam jenis alat bukti yang sah yang dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh hakim konstitusi dalam memeriksa dan memutus setiap perkara konstitusi yang dimohonkan kepadanya.b. f. b. DPD. disampaikan kepada DPR. 6. Petunjuk. Keterangan saksi. Diambil suara terbanyak bila tak mufakat. g. dan Mahkamah Agung. 5.  Presiden dan/atau wakil Presiden. didampingi luasa dan orang lain. Sesuai alat bukti. Surat atau tulisan. e. dikirimkan. 4. Pihak-pihak dapat diwakili kuasa. Keterangan ahli. 2. d. Dasar hukum keputusan. Putusan a. Ditandatangani hakim dan panitera. 90 hari kerja sejak registrasi. DPR. 60 hari kerja sejak Untuk perkara perselisihan hasil pemilu: − − − registrasi. 14 hari kerja sejak registrasi. Bila tidak dapat dicapai suara terbanyak. Saksi dan/atau ahli memberi keterangan. Keenam alat bukti itu adalah: 1. Untuk perkara pendapat DPR. Salinan putusan dikirim kepada para pihak 7 (tujuh) hari sejak diucapkan. Memeriksa: permohonan dan alat bukti. 30 hari kerja sejak registrasi. DPD. Musyawarah mufakat. Cara mengambil keputusan:     menentukan. d. suara terakhir ketua c. e. Berdasarkan Pasal Pasal 36 ayat (1) UU No. Berkekuatan hukum tetap sejak diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum/ f. Presiden. Diputus paling lambat dalam tenggang waktu:  Untuk perkara pembubaran partai politik. Setiap hakim menyampaikan pendapat/pertimbangan tertulis. Untuk Putusan perkara:  Pengujian undang-undang. Para pihak hadir menghadapi sidang guna memberikan keterangan. 3. minimal 2 (dua) alat bukti memuat:18   Fakta. c. diterima. atau disimpan secara elektronik dengan alat optik atau yang serupa dengan itu. dan 6. 18 .

disampaikan kepada partai politik yang Perselisihan hasil pemilu disampaikan kepada Presiden. Intercom. Mahkamah Konstitusi terus berusaha menjadi lembaga negara yang dekat dengan publik. Dan direncanakan pada tahun 2006 Mahkamah Konsitusi akan menempati gedung barunya (dalam proses pembangunan) yang sangat megah dan berarsitektur nilai tinggi pada Jalan Merdeka Barat No 6. Jakarta pada tanggal 16 Agustus 2003. dekat dengan rakyat. 19 . Pembubaran partai politik. Sengketa kewenangan lembaga negara. 20 Mahkamah Kosntitusi pada saat ini bertempat di Jalan Merdeka Barat No.id. disampaikan kepada DPR. Pendapat DPR. dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari dinamika kehidupan rakyat dan negara Indonesia. BEBERAPA PERKARA YANG TELAH DAN AKAN DPUTUS OLEH MAHKAMAH KOSNTITUSI Pada bulan Agustus 2005 kemarin. Perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) tahun 2004. terdiri dari: Pendirian Mahkamah Konstitusi dimulai semenjak adanya pengucapan sumpah jabatan 9 (sembilan) hakim konsitutsi di Istana Negara. dimana pada lingkungan kerja MK setiap pegawainya dilengkapi dengan komputer yang mempunyai akses internet 24 hours. yang selalu up to date bagi masyarakat yang ingin mencari setiap putusan.go. Dengan sistem peradilan yang bersih dan didukung dengan Teknologi Informasi (TI) yang sangat modern. risalah ataupun berita-berita yang berkaitan dengan Mahkamah Konstitusi itu sendiri.  bersangkutan. Jakarta.   Presiden. Sejak Mahkamah Konsitusi berdiri. Jakarta Selatan. 7 Jakarta.19 Dalam perjalanannya dalam mengawal konstitusionalitas Indonesia dan membangun budaya sadar berkonstitusi. Presiden dan Wakil DPD. B-5 Kuningan.20 berbagai perkara yang masuk dalam Kepaniteraan Mahakamah Konstitusi telah berhasil diputuskan dan menjadi jalan keluar dari kebuntuan akan ketidakpastian hukum yang selama ini terjadi di tengah-tengah masyarakat. disampaikan kepada DPR. Kav. serta official website Mahkamah Konstitusi yang berdomain pada www. dan Presiden. LAN. Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia genap berusia 2 (dua) tahun. penulis mencatat beberapa perkara yang sempat menjadi sorotan di tengah-tengah publik yaitu: 1. dan ruang persidangan yang mengikuti standar International. Akan tetapi pemenuhan IT System pada lingkungan Mahkamah Konstitusi tidak pernah luput dan bahkan semakin membaik. dimana pada masa awal pembentukan pernah bertempat di Plaza Centris di Jalan HR Rasuna Said.mahkamahkonstitusi. E.

UU No.  UU No. diantaranya:    UU No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat. 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Peraturan Pidana Korupsi (KPTPK). 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. 24 Tahun 2004 tentang Kamar Dagang Indonesia UU No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak UU No. UU No. Perkara PHPU Legislatif. UU No.a. yang dibacakan pada tanggal 13 September 2005. diajukan oleh pasangan calon Presiden Wiranto dan calon Wakil Presiden Salahuddin Wahid. perkara tersebut telah diselesaikan dengan amar permohonan pemphon ditolak. 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan (KADIN). Dalam waktu 8 (delapan) hari dan hanya dalam tiga kali sidang. padahal UUD 1945 mengatur mekanisme sebagaimana disebutkan. Perkara Sengketa Kewenangan Lembaga Negara (SKLN) yang diajukan oleh Dewan Perwakilan Daerah (DPD). 14 Tahun 2002 tentang Pengadilan Pajak.     Pemerintah Nomor 1 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas UndangUndang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Kehutanan Menjadi UndangUndang. b. 009-014/PUU-III/2005. 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi. Merupakan perkara yang terakhir diputus oleh Mahkamah Konsitusi berdasarkan Putusan No. UU No. 22 . dimana pada intinya DPD meminta MK memutus bahwa pengangkatan anggota BPK periode 2004-2009 tidak dilakukan dengan adanya pertimbangan dari DPD.   Kewajiban Pembayaran. diajukan oleh 23 partai politik dan 21 calon anggota DPD. Beberapa Perkara PUU yang telah diputus. 1 (satu) buah Perkara PHPU Presiden dan Wakil Presiden. 21 Perkara SKLN ini diajukan oleh lembaga negara DPD yang isinya menyangkut dua lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD 1945 yaitu DPD dengan Presiden terkait dengan pengangkatan Pimpinan dan Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2004-2009. UU No. Pekara Pengujian Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar 1945 (PUU): a. berjumlah 273 perkara yang dikonsolidasikan ke dalam 44 permohonan.22 UU No. 2. 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris.21 3.

Dengan mengacu kepada hal tersebut. Dr.. sebagai pengawal konstitusi dan penafsir konstitusi..H.H. Harjono.. 36 Tahun 2004 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja No. yaitu (1) Prof. 22 Tahun 2004 tentang Komisi Yudisial. sebagaimana halnya lembaga sejenis di negara-negara lainnya. LL. Ahmad Syarifudin Natabaya. S. 12 Tahun 2001 tentang Pembentukan Kota Singkawang. Abdul Mukthie Fadjar. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Perkara PUU No.. Mahkamah Konstitusi yang dinahkodai oleh sembilan Hakim Konstitusi24 dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini telah menunaikan tugas-tugas konstitusionalitasnya. Kabupaten/Kota di Irian Jaya. No.H. (Wakil Ketua). 24 23 . (7) Letjen TNI (Purn) H. 45 Tahun 1999 tentang Pembentukan Beberapa Provinsi. (8) Dr. S. Perkara PUU yang pada saat ini dalam proses persidangan di Mahkamah Konstitusi. (5) Prof. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional No.. S. MCL.H. Sebagai lembaga yudikatif. M. b.H.  UU  UU  UU Negara (APBN) Tahun Anggaran 2005. (4) I Dewa Gede Palguna. S.  UU Pembayaran Utang (PKPU). UU No. PENUTUP Sebagai lembaga negara yang melaksanakan cabang kekuasaan di bidang yudikatif.. S. MS. S. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak terhadap UUD adalah Perkara terbaru di Mahkamah Kosntitusi yang telah diregistrasi pada tanggal 20 September 2005. (2) Prof. Dr.M. Mohamad Laica Marzuki. H..H.H. (6) Prof. E.H. Jimly Asshiddiqie. S. diantaranya yaitu:  UU  UU No. S... No.. Achmad Roestandi. dan dengan jubah merahnya para Hakim Konstitusi telah berusaha sedemikian rupa untuk mewujudkan Mahkamah Konsitusi sebagai ”rumah konstitusi” sekaligus penjaga konsitusi (the guardian of the constitution). Sembilan Hakim Mahkamah Konstitusi RI. S. (Ketua). 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban (SISDIKNAS). (3) Soedarsono.H. yakni sangat terkait erat dengan konstitusi. Mahkamah Konsitutsi telah berdiri di Indonesia sebagai salah satu buah reformasi yang bergulir sejak tahun 1998. Mahkamah Konstitusi mempunyai wewenang dan kewajiban yang cukup berat dan strategis.23 No.H. (9) Maruarar Siahaan. secara teoritis Mahkamah Konstitusi mempunyai dua fungsi.

apa yang telah dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi masihlah belum terlalu banyak. Bukankah pepatah klasik Cina mengatakan. 5 Oktober 2005 Penulis (Email: pm_faiz_kw@yahoo. ”perjalanan beribu-ribu mil dimulai dengan satu langkah keyakinan”. Bolehlah dikatakan baru beberapa langkah dari ribuan langkah yang akan diayunkan hingga hari-hari esok.com) . ۩ Jakarta. Namun langkah-langkah awal ini dipandang merupakan era peletakan dasar-dasar fundamental bagi perwujudan Mahkamah Konsitusi sebagai salah satu kekuasaan kehakiman yang terpercaya dalam rangka membangun konstitusionalitas Indonesia serta budaya sadar berkonstitusi diberbagai sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara pada masa yang akan datang.Sudah berhasilkah Mahakamah Kosntitusi melaksanakan visinya untuk menciptakan tegaknya kosntitusi dalam rangka mewujudkan cita negara hukum dan demokrasi demi kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang mertabat? Memang pada saat ini sesuai dengan usianya yang masih demikian muda.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->