PROPOSAL SKRIPSI PERANAN TOKOH PEREMPUAN DALAM NOVEL LASMI KARYA NUSYA KUSWANTIN (Kajian Sosiologi feminisme

)

Oleh: Hardhani Chandra Mahardika NIM: 062144022

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS BAHASA DAN SENI PRODI SASTRA INDONESIA 2010

dan bisanya hanya di dapur. ia bertemu dengan Sumaryani seorang kader Gerwani. khususnya yang berupa novel dapat mengenalkan kehidupan perempuan dengan segala tantanngan dan permasalahan yang ada di lingkungan. Dalam perkembangan karya sastra. Melalui Sumaryani lah akhirnya Lasmi ikut . Kegemarannya membaca buku membuat dirinya memiliki wawasan berpikir yang luas. dan memiliki cita-cita luhur untuk memajukan pendidikan dan pengatahuan warga kampungnya. Akhirnya sebuah karya sastra. sedangkan Lasmi sendiri di mata suaminya adalah wanita yang cerdas dan berpikiran progresif. mudah emosi. banyak sekali karya sastra yang mengangkat tema feminisme. Dengan anggapan tersebut akhirnya kaum perempuan bangkit dan timbulah suatu gerakan yang disebut feminisme yang menghendaki kesamaan hak dan kewajiban (Endrasanti. perempuan sering dimunculkan sebagai focus pembicaraan. Namun tampaknya para perempuan sudah mulai berusaha memperjuangkan haknya agar disamakan dengan laki-laki. Dalam kenyataannya realita kehidupan telah membuka tabir bahwa unsur feminisme telah terkotak sebagai dasar pembagian fungsi antara jenis kelamin dalam berbagai segi. Kisah Lasmi diceritakan melalui tuturan Tikno. Perjuangan perempuan untuk mendapatkan haknya ini dilakukan melalui berbagai cara. Dalam novel Lasmi karya Nusya Kuswantin dapat dilihat bahwa pengarang berusaha menyampaikan gagasan-gagasan feminisme. berani melawan arus. 2006:1). sehingga munculah aliran kritik sastra baru yang disebut kritik sastra feminis. Di dalam dunia sastra. misalnya: perempuan itu lemah. mulai gerakan besar maupun perorangan dengan berbagai media.BAB I PENDAHULUAN 1. Pada mulanya Lasmi berjuang sendiri dengan mendirikan TK dan sekolah menjahit. suami Lasmi yang berprofesi sebagai guru.1 Latar Belakang Berbagai anggapan terhadap perempuan telah mengakar di masyarakat umum. namun ketika akhirnya ia mencari seorang guru jahit. berjuang dalam hal kesetaraan perempuan dan pria.

c. Tokoh Lasmi dalam novel karya Nusya Kuswantin tersebut digambarkan memiliki peranan yang cukup penting di berbagai bidang. Penulis memilih novel Lasmi karya Nusya Kuswantin ini dengan alasan bahwa isi yang terkandung di dalam novel tersebut mengangkat tema ketidakadilan gender dan anggapan-anggapan negatif yang telah mengakar di masyarakat tentang perempuan. Mendeskripsikan peran perempuan di bidang pekerjaan dalam novel Lasmi karya Nusya Kuswantin. Mendeskripsikan tokoh dan penokohan tokoh perempuan dalam novel Lasmi karya Nusya Kuswantin. Bagaimana peran perempuan di bidang pekerjaan dalam novel Lasmi karya Nusya Kuswantin? c. Sedangkan teori yang digunakan yaitu teori sosiologi feminisme. penulis tertarik untuk meneliti tentang peranan perempuan dalam novel Lasmi karya Nusya Kuswantin. Mendeskripsikan peran perempuan di bidang pendidikan dalam novel Lasmi karya Nusya Kuswantin.2 Rumusan Masalah a. b. 1. Bagaimana tokoh dan penokohan tokoh perempuan dalam novel Lasmi karya Nusya Kuswantin? b. Bagaimana peran perempuan di bidang keluarga dalam novel Lasmi karya Nusya Kuswantin? 1. Berdasarkan penjelasan di atas. Bagaimana peran perempuan di bidang pendidikan dalam novel Lasmi karya Nusya Kuswantin? d.3 Tujuan Penelitian a. .menjadi kader Gerwani karena di mata Lasmi Gerwani adalah organisasi perempuan yang mempunyai cita-cita luhur seperti dirinya yaitu berjuang demi kesetaraan perempuan. Penulis juga berusaha menjelaskan bahwa sesungguhnya peran perempuan di berbagai bidang sudah tidak dapat diragukan lagi. terutama di bidang pendidikan dan politik.

Memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi mahasiswa jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.4 1. Memberikan pandangan-pandangan tentang teori pengkajian sastra terhadap karya sastra di Indonesia. Penelitian ini bermanfaat untuk memperluas khasanah keilmuan bidang kritik sastra di masyarakat dan dapat memberikan inspirasi bagaimana seharusnya kaum laki-laki bersikap terhadap kaum perempuan. peranan dan kedudukan perempuan.4. b.4.1 Manfaat Penelitian Manfaat Teoritis a.d. . 1. Penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan penulis tentang konsep. 1. b.2 Manfaat Praktis a. Mendeskripsikan peran perempuan di bidang keluarga dalam novel Lasmi karya Nusya Kuswantin.

diantaranya: Suwarti (2009) penelitiannya berjudul “Ketidakadilan Gender dalam Novel Perempuan Kembang Jepun Karya Lan Fang: Kajian Feminis”. berakibat munculnya sikap yang menempatkan perempuan pada posisi yang tidak penting.1 Penelitian Sebelumnya yang Relevan Telah banyak penelitian-penelitian sebelumnya yang membahas tentang feminisme. Stereotipe terhadap perempuan karena adanya anggapan bahwa tugas utama kaum perempuan adalah melayani suami. pelecehan terhadap perempuan. Kedua tokoh. Hasil penelitian ini membahas tiga tokoh utama wanita memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang emansipasi. kekerasan terhadap perempuan serta jender dan beban kerja. Subordinasi perempuan terjadi karena Anggapan bahwa perempuan itu irasional atau emosional sehingga perempuan tidak dapat tampil memimpin. Ibu dan Gading. Adapun jender dan beban kerja adalah adanya pandangan atau keyakinan di masyarakat bahwa pekerjaan yang dianggap masyarakat sebagai jenis pekerjaan perempuan. Marfika Santiasih Isma (2005) dengan judul penelitiannya Pandangan Tiga Tokoh Utama Wanita tentang Emansipasi dalam Novel Tiga Orang Perempuan Karya Maria A. sama-sama mendukung . Marginalisasi kaum perempuan tidak saja terjadi di tempat pekerjaan. Hasil penelitiannya adalah marginalisasi perempuan. atau kultur dan bahkan negara. tindakan pemukulan atau serangan fisik yang terjadi dalam rumah tangga. serta dikategorikan sebagai bukan produktif sehingga tidak diperhitungkan dalam statistik ekonomi negara. masyarakat. dan kekerasan terselubung. Tokoh Ibu mendukung emansipasi karena latar belakang pangalaman masa lalu semasa beliau masih kecil. Kekerasan terhadap perempuan terjadi adalah bentuk pemerkosaan terhadap perempuan termasuk pemerkosaan dalam perkawinan. tetapi juga terjadi dalam rumah tangga. Ada yang mendukung ada pula yang kurang mendukung. Tokoh Nenek kurang mendukung karena latar belakang budaya/adat. seperti semua pekerjaan domestik. stereotipe perempuan.BAB II KAJIAN PUSTAKA 2. Sardjono. dianggap dan dinilai lebih rendah dibandingkan pekerjaan yang dianggap sebagai pekerjaan laki-laki. subordinasi perempuan.Tokoh Gading mendukung emansipasi wanita karena latar belakang lingkungan keluarganya yang demokratis dan berwawasan modern.

Jenis gender tokoh utama wanita dalam novel Wajah Sebuah Vagina karya Naning Pranoto meliputi sebagai berikut. dan pemikiran berbeda dengan nilai baku masyarakat. dalam Pandangan Gender pada Novel Wajah Sebuah Vagina Karya Naning Pranoto. Stereotipe yang ditampilkan oleh pengarang dalam masyarakat yaitu mempunyai peranan sebagai wanita kariryang berfprofesi sebagai model dan sebagai penghibur laki-laki yang keduanya digambaran memiliki sikap. takut menyinggung perasaan orang lain. tidak mudah melupakan kebaikan orang lain. Hasil penelitiannya yaitu: a). (2) Gender gap yaitu adanya perbedaan dalam hubungan berpolitik dan bersikap antara laki-laki dan perempuan. b). Heri Aprilianto (2005) dengan judul penelitiannya Tokoh Utama Wanita. seperti terlihat pada saat Sumirah menjadi penjual bir di hotel. menghargai orang lain. Tokoh Candy menampilkan stereotipe yang memenuhi atau tidak memenuhi sistem patriarkal. kekerasan terhadap perempuan dan subordinasi pekerjaan perempuan. maka oleh suaminya ia di suruh menjual bir di hotel. marginalisasi perempuan. seperti terlihat pada saat Sumirah menjadi penjual bir di hotel karena disuruh oleh suaminya. Sebagai seorang perempuan ia mempunyai peran domestik yaitu memasak dan membersihkan rumah.emansipasi wanita karena alasan bahwa wanita berhak untuk maju dan memperoleh hak yang sama seperti kaum laki-laki. dan tidak ingin orang lain khawatir atau sedih. seperti terlihat pada saat Sumirah merasa bersalah karena belum bisa membantu Totti memasak dan membersihkan rumah. Tokoh Candy digambarkan sebagai wanita mandiri yang mampu mencukupi keluarganya tanpa bergantung pada orang lain. karena sebagai seorang wanita mempunyai sifat yang ulet. (4) Gender identity. c) Ketidakadilan gender yang dialami tokoh utama wanita dalam novel Wajah Sebuah Vagina karya Naning Pranoto adalah: ketidakadilan yang berupa stereotip. Sumirah memiliki sifat mudah tergoda atau dirayu. seperti terlihat pada saat Sumirah diperlakukan semena-mena oleh lurah di desanya. b). (1) Gender difference. tindakan. Tri Handayani (2006) dengan judul penelitiannya Peranan Tokoh “Candi” dalam novel Biru Karya Fira Basuki. Tokoh utama wanita dalam novel Wajah Sebuah Vagina karya Naning Pranoto adalah Sumirah. dan pekerja keras. terampil dan teliti. (3) Genderization. . Hasil penelitiannya yaitu a).

puisi. Gerakan perjuangan ketidakadilan gender ini sering disebut dengan gerakan feminisme. Pertama.2. Kedua. Ratna (2007. Keempat.1 Landasan Teori Feminisme dan Sastra Perjuangan emansipasi wanita saat ini masih aktif diperjuangkan oleh sebagian wanita. Feminisme dalam dunia sastra menghasilkan representasi mengenai perbedaan gender yang memberi sumbangan pada pandangan sosial bahwa lakilaki dan perempuan memiliki nilai yang berbeda. baik dalam bidang politik dan ekonomi maupun dalam kehidupan sosial pada umumnya. Dalam proses pengkajian sastra feminis. Wanita menjadi subyek dan objek ilmu pengetahuan. tetapi berkarya melalui teks-teks patriarkis. Mereka memperjuangkan emansipasi wanita karena masih merasakan ketidakadilan gender dengan kaum laki-laki. dan direndahkan oleh kebudayaan dominan. Dengan menciptakan ilmu pengetahuan menjadi absah.2 2. kekuasaan misrepresentasi simbolis atas perempuan. diuji. Gross menguraikan lima hal yang membuat teori-teori tentang persamaan sebelumnya. dengan memasukkan teori-teori lain. disubordinasikan. dan mengkritik. anggapan. teori-teori feminis tidak hanya menegaskan alternatif-alternatif. dengan mempergunakan teori otonomi. atau tokoh bawahan (Djajanegara. dan . dan teknik teori-teori sebelumnya dipertanyakan. prosedur. Jackson & Jones (2009: 332). asalkan ada tokoh wanitanya.2. 2000: 51). maupun cerpen dapat dikaji menggunakan pendekatan feminisme. kaum feminis tidak Cuma mengembangkan perspektif-perspektif mengenai wanita dan isu-isunya. Tulisan-tulisan yang ada tersebut kini dianalisis. tetapi juga tentang sederet topik yang luas. ada beberapa pendekatan feminisme yang dapat digunakan untuk menunjang penelitiannya. 184) berpendapat bahwa feminisme adalah gerakan kaum wanita untuk menolak segala sesuatu yang dimarginalisasikan. Kita akan mudah menggunakan pendekatan ini jika tokoh wanita itu dikaitkan dengan tokoh laki-laki. semua metode. Karya sastra berupa novel. Ketiga. Perempuan sering menjadi feminis dengan menjadi sadar akan. Tidaklah menjadi soal apakah mereka berperan sebagai tokoh utama atau tokoh protagonis. Teori-teori itu tidak lagi menyalahkan atau menerima tulisan-tulisan yang disampaikan.

Mereka juga mengabaikan cara-cara bagaimana diskriminasi sosial dan institusional bisa mempengaruhi pilihan-pilihan individual. 2. teori feminis menekankan institusi-instistusi sosial dan tindakan sosial.2.dipertanyakan. Kaum feminis liberal secara khusus mengabaikan suatu analisis yang sistematis mengenai faktor-faktor struktural. Pada akhirnya. 2002: 20-21). Asumsinya. Landasan sosial bagi teori ini muncul selama masa revolusi Prancis dan masa pencerahan di Eropa barat. dan alasan” yang memutuskan ikatan-ikatan dan norma-norma tradisional (Kandal. Namun ada juga konsep-konsep lebih baru yang memisahkan diri dari pendekatan-pendekatan sebelumnya namun tetap terfokus pada ketidakadilan gender.2 Beberapa Pendekatan Feminisme Beberapa pendekatan dalam kerangka feminisme meliputi pendekatan feminisme liberal.2. Penyebab penindasan wanita . sehingga menciptakan pola ketidakadilan. kontrak. penyebab penindasan wanita dikenal sebagai kurangnya kesempatan dan pendidikan mereka secara individual atau kelompok. dan feminisme sosialis. yaitu menambah kesempatankesempatan bagi wanita.2. feminisme marxis.2 Feminisme Marxis Kaum feminisme Marxis tradisional mencari asal penindasan terhadap wanita dari permulaan pemilikan kekayaan pribadi. 1985:5). Perubahan-perubahan sosial besar-besaran tersebut menyediakan baik argumen-argumen politik maupun moral. mereka akan berhasil. dengan memberikan kerangka-kerangka alternatif (Gross dalam Jane & Helen. untuk gagasan-gagasan mengenai “kemajuan. dan menganggap bahwa rintanganrintangan sosial dapat diatasi oleh usaha-usaha individual dan campur tangan pemerintah. 2. sifat dasar.1 Feminisme Liberal Dalam tradisi feminisme-liberal. 2. Cara pemecahan untuk mengubahnya.2. feminisme radikal. yaitu konsep feminisme kultural dan feminisme pasca struktural. terutama melalui institusi-institusi pendidikan dan ekonomi.2. apabila wanita diberi akses yang sama untuk bersaing.

dituntut perubahan radikal dalam struktur ekonomi dan penghancuran ketidaksamaan yang berdasarkan kelas. digambarkan bahwa wanita ditindas oleh sistem-sistem sosial patriarkis.dihubungkan dengan tipe organisasi sosial. agar masyarakat berubah. Carole Shefield (dalam Jane & Helen. Karena itu. khususnya tatanan perekonomian. 2. Penindasan berganda seperti rasisme. adalah kontrol terhadap wanita melalui kekerasan. Agar wanita terbebas dari penindasan. bahwa kapitalisme atau penindasan kelas merupakan penindasan utama. heteroseksisme. dan kaum lelaki kulit putih mempunyai kedudukan-kedudukan istimewadi dalamnya. dengan cara demikian. bahwa hanya setelah penindasan ekonomi dipecah-pecahkan. secara inheren bersifat menindas. Di dalam sistem-sistem kapitalisme. Fokusnya di sini ialah pada faktor-faktor struktural mengenai penindasan sebagai lawan dari kesempatan-kesempatan individual. yaknipenindasan-penindasan yang paling mendasar. memperkuat terhadap mereka sendiri Wanita ditekan karena adanya struktur ekonomi. wanita menyediakan suatu pelayanan gratis untuk para kapitalis yang menjadi pajak tersembunyi bagi upah yang diterima kaum pekerja. penindasan patriarkis bisa dihapuskan. Wanita juga merupakan konsumenyang membeli produk-produk kapitali. Penindasan kelas khususnya dikaitkan dengan cara kapitalisme menguasai wanita dalam kedudukankedudukan yang direndahkan. wanita telah dipergunakan sebagai suatu cadangan tenaga kerja yang tidak dibayar di rumahrumah. Lagipula. dan kelas-isme terjadi secara signifikan dalam hubungannya dengan penindasan patriarkis. Kaum feminis Marxis beranggapan. perlu mengubah masyarakat yang berstruktur patriarkis. Unsur pokok patriarki dalam analisis feminis radikal. Unsur kunci yang membedakan feminisme Marxis dariteori-teori feminis lain terletak pada anggapannya.2. wanita melakukan reproduksi angkatan kerja di dalam rumah sebagai ruang pribadi tersebut. Sistem kelas yang berdasarkan pemilikan pribadi.3 Feminisme Radikal Di dalam perspektif feminisme radikal.2. 2002: 28) menegaskan bahwa kekerasan dan ancaman kekerasan terhadap wanita oleh . eksploitasi jasmaniah.

feminis terkemuka lainnya di dala kerngka sosialis.. untuk menganalisis dimensi-dimensi penindasan. . Basis material patriarki –kontrol atas buruh wanita—membuat laki-laki bisa mengontrol akses wanita kepada sumber-sumber produktif.4 Feminisme Sosialis Di kalangan feminisme sosialis. Heidi Hartman (1981). incest. (Eisenstein dalam Jane & Helen. yang benarbenar ada pada semua masyarakat. 2002: 29) Di dalam kerangka feminis sosialis cara-carapemecahan masalah untuk perubahan. menggambarkan kebutuhan sistem patriarki untuk meniadakan kontrol wanita atas tubuh dan kehidupan mereka sendiri. kemitraan patriarki dan kapitalisme diabsahkan. Feminisme sosialis meliputi: Pemusatan dan pengarahan kembali. Kekerasan ini terjadi dalam bentuk-bentuk serangan seksual. Melalui proses sosialisasi keluarga ini. pemukulan dan pelecehan seksual terhadap wanita oleh laki-laki. Buku Juliet Mitchel. Kapitalisme menjalin kekuatan dengan patriarki untuk mendominasi buruh wanita dan seksualitas. telah meletakkan dardasar untuk feminisme sosialis. Ia memperkenalkan konsepsi-konsepsi inti feminis sosialis..2. sosialisasi. baik dari penindasan patriarkat maupun penindasan kelas. meliputi perubahan-perubahan sosial radikal intuisi-instuisi masyarakat. Suatu bentuk penindasan tidaklah mencontoh penindasan lain sebelumnya. Di dalamnya. terutama dalam kaitannya dengan struktur jenis kelamin. menyataka bahwa basis patriarki adalah pembagian kerja seksual.untuk memahami struktur penindasan wanita. baik patriarki maupun kelas dianggap merupakan penindasan utama. keluarga. seperti produksi. melalui penguatan dan pengembangan ideologi yang merasionalisasikan penindasan wanita.laki-laki. women’s Estate (1971). Sebagai memelihara anak. dan seksualitas.2. wanita memproduksi hubungan-hubungan sosial matriarkat. 2. dan hierarki pembagian kerja seksual. termasuk hubungan antar generasi laki-laki/perempuan. oleh feminisme terhadap pendekatan historis Marxian. reproduksi. iamenggambarkan politik-politik penindaan sebagai suatu konsekuensi.

kritik sastra sosiofeminis menekankan peran- peran yang diberikan untuk perempuan di masyarakat. untuk menganalisis kesejajaran penindasan patriarki dan kapitalisme. Soekamto (2002:243) menjelaskan bahwa hubunganhubungan sosial pada masyarakat. Alienasi tersebut meluas pada pekerjaan spesifik berdasarkan jenis kelamin yang dipengaruhi baik patriarki maupun kapitalisme. 1989:73). 2002: 53) 2. melalui konsep alienasi. Terdapat perbedaan pekerjaan yang dilakukan mereka di dalam masyarakat . 2002: 21-31). feminisme radikal. Sementara Mosse (2002:5) menyatakan bahwa dalam setiap masyarakat. merupakan hubungan antara peranan-peranan individu dalam masyarakat. Hal ini dapat dipahami bahwa perempuan memiliki peran-peran tertentu dalam kehidupan bermasyarakat di berbagai bidang. Suatu teori integratif mengenai penindasan wanita sebaiknya diambil dari menyambung-nyambungkan potongan-potongan kecil dengan mengingat keterampilan tradisional wanita.3 Sosiofeminis Dalam Sofia (2009: 22). feminisme radikal. feminisme Marxis. Mitchell dan Hartmann mengajukan suatu pendekaan sistem-dwi rangkap (a dual systems approach). kaum pria dan wanita memiliki peran gender yang berbeda. (Jane & Helen. Dalam penelitian ini. dan feminisme sosialis yang dianggap mendukung. Jagger (1983) menjebatani wawasan pengertian Marxis dan persepektif-persepektif radikal. saat buruh dipisahkan dari kontrol atas pekerjaan mereka. dan pemikiran psikoanalisis yang lebih kuat” (Tong. digunakan untuk menunjang penelitian ini. Potongan-potongan kecil seperti itu merupakan konsep-konsep yang bermanfaat bagi model-model feminis yang mempersatukannyasehingga menjadi suatu susunan teoritis yang kuat (Jane & Helen.2. penulis menggunakan pendekatan sosiologi dan feminisme. Kaum Marxis berpendapat bahwa pekerjaan merupakan aktifitas sentral manusia yang menjadi teralienasi di bawah kapitalisme.Ada kemungkinan bahwa feminisme sosialis itu “tak kurang dari pertemuan aliran-aliran feminisme Marxis. pekerjaan reproduksi mereka dan peran-peran keibuan mereka. Wanita teralienasi dari tubuhtubuh mereka. Teori-teori feminisme baik feminisme liberal.

disebabkan oleh berbagai macam faktor. pencitraan merupakan kumpulan citra (the colection of images) yang dipergunakan untuk melukiskan objek dan kualitas tanggapan indra yang dipergunakan dalam karya sastra. Sementara itu. Saat ini pekerjaan tidak lagi didominasi oleh laki-laki.4 Peranan Perempuan Perempuan harus punya peran ganda yaitu dalam lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. Images of women merupakan suatu jenis sosiologi yang menganggap teks-teks sastra dapat digunakan sebagai bukti adanya berbagai jenis peranan perempuan. Penelitian peranan perempuan ini merupakan penerapan dari wacana images of women (citra perempuan). penelitian images of women digunakan untuk memberikan peluang berpikir tentang perempuan untuk membandingkan bagaimana perempuan telah direpresentasikan dan bagaimana seharusnya perempuan dipresentasikan (Ruthven dalam Sofia. Di satu pihak penelitian images of women digunakan untuk mengungkap hakikat representasi stereotipe yang menindas yang diubah ke dalam model-model peran serta menawarkan pandangan yang sangat terbatas dari hal-hal yang diharapkan oleh seorang perempuan. Peranan perempuan dapat dilihat melalui pencitraan. 2. Citra merupakan sebuah gambaran pengalaman indra yang diungkapkan lewat kata-kata. 2009:22-23). hingga cerita dan mitos-mitos yang digunakan untuk memecahkan teka-teki perbedaan jenis kelamin. baik dengan deskripsi harfiah maupun secara kias ( Abrams dalam Sofia.2. mulai dari lingkungan alam. Hal tersebut tidak bisa lepas dari kodrat dan kultur yang ada. 2009:24). Mengapa perbedaan itu tercipta dan bagaimana dua orang berlainan jenis dapat berhubungan baik satu dengan yang lainnya dan dengan sumber daya alam sekitarnya. Penelitian images of women dilakukan untuk dua kegunaan yang berbeda. namun kaum perempuan sudah banyak yang merambah pekerjaan yang biasanya dilakukan . Di pihak lain. gambaran berbagai pengalaman sensoris yang dibangkitkan oleh kata-kata. kedua peran wanita tersebut harus dijalankan secara seimbang.

disertai komitmen yang rendah terhadap karir. c). Misalnya saja sopir busway di Jakarta.4.2. 2002: 112-113) Corley dan Mauksch memeriksa status dan peranan juru rawat berijasah. “ kehadiran juru rawat secara sosial akan disangkutpautkan dengan pada jenis kelamin perempuan” (1988:135). “kehidupan wanita tidaklah terdiri atas susunan yang mudah dilihat. Peranan adalah suatu konsep tentang apa yang dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi. Para periset kualitatif telah menguraikan. guru pertama masa kanak-kanak dan pekerjaan pengasuh anak. Masyarakat biasanya memberikan fasilitas-fasilitas kepada individu untuk dapat menjalankan peranan (Soekamto dalam Handayani. 2. b). Peranan meliputi norma-norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat. Mereka mengaitkan perawatan dengan stereotipe wanita yang memiliki komitmen tinggi terhadap pelayanan dan perawatan pasien.oleh kaum laki-laki. ada beberapa kaum perempuan yang bekerja di sini. “lipatan kehidupan wanita bergerak dari pengasuh di dalam rumah mereka ke pengasuh ke dalam angkatan kerja atau sukarela. Perlu disinggung perihal fasilitas-fasilitas bagi peranan individu (role-facilities). 2006: 17-18).1 Teori tentang Peran Wanita dalam Pekerjaan Peran-peran pengasuhan bagi wanita merupakan dimensi-dimensi yang tumpang tindih. serta menyimpulkan. baik pekerjaan yang dibayar maupun tak dibayar. Peranan juga dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat. bagian-bagian ruangan tersendiri”. . yaitu: a). Tiga hal yang mencangup peranan. Sebagai juru rawat. wanita memikul tanggung jawab atas pemeliharaan emosi dan fisik orang-orang lain. tetapi lebih merupakan jalinan aktivitas yang saling tergantung ( Jane & Helen. Peranan dalam arti ini merupakan rangkaian peraturan-peraturan yang membimbing seseorang dalam kehidupan kemasyarakatan. juru rawat pembantupekerja sosial. sebagai ibu dan sebagai anak perempuan.

administrasi. hal ini membuat wanita bisa diterima karena dianggap mampu memberikan pengajaran di sekolah. atau kesalahan atas perlakuan klien (merupakan tanggung jawab juru rawat untuk memelihara emosi dan aspek-aspek sosial perawatan kesehatan. yang berasal dari pengkondisian sosial. tanggung jawab pihak-pihak lain. dan sebagainya berkurang. Wanita memiliki sikap yang lebih lemah lembut daripada laki-laki. yang membebaskan hal-hal lainnya dari kesalahan-kesalahan atas upah yang rendah (wanita melakukan hal ini karena mereka ingin melakukannya. komitmen merupakan suatu gagasan yang diromantisasi.Mereka menguji gagasan mengenai komitmen di kalangan juru rawat meningkat. Ia menilai sebab-sebab yang sadar dan tak sadar bagi wanita.2 Teori tentang Peran Wanita dalam Pendidikan Pendidikan sekolah merupakan suatu proses pembelajaran dimana ada pendidik dan peserta didik yang bertujuan untuk memanusiakan manusia dan mendewasakan manusia tanpa adanya diskriminasi gender. diskriminasi struktural. (Jane & Helen. 2002: 144). Dalam setiap situasi pendidikan sekolah tersebut. Ketika wanita memasuki profesi pengajaran.4. kesesuaian peran-peran tersebut menyebabkan diterimanya wanita sebagai pekerja pendidikan (Jane & Helen. 2002:113). Doris Gold (dalam Jane &Helen. bahan-bahan dan sikap guru secara halus dapat mempengaruhi pemikiran mereka tentang diri mereka sendiri serta masyarakat mereka. (Jane & Helen. murid-murid wanita dan pria terbuka pada bukubuku teks. para wanita juga ikut berpartisipasi dalam dunia pekerjaan sukarela (volunter). 2. termasuk dokter. wanita juga melakukan beragam peran sebagai administrator dan guru yang mencerminkan pola-pola feminisasi. Selain pekerjaan-pekerjaan yang dibayar.2. untuk berpartisipasi dalam aktivitasaktivitassemacam itu. Bagi juru rawat. 2002:159). 2002: 122) mengenai pekerjaan volunter. atau juru rawat dapat memenuhi perbandingan-perbandinganperawat/pasien atau dokter/pasien). . Sebagai pendidik. serta kisah panjang pelayanan wanita di dalam gerejadan keluarga tanpa imbalan ekonomi atau otoritas.

menciptakan status dan peranan wanita di sektor domestik yakni berstatus sebagai ibu rumah tangga dan melaksanakan pekerjaan urusan rumah tangga. Laki-laki dan perempuan dalam berumah tangga dapat saling tukarmenukar pekerjaan rumah sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Oleh karena itu. pria dan wanita mempunyai status atau kedudukan dan peranan (hak dan kewajiban) yang sama. menciptakan status dan peranan pria di sektor publik yakni sebagai kepala keluarga atau rumah tangga dan pencari nafkah.3 Teori tentang Peran Wanita dalam Keluarga Fakih (2001:11) memaparkan bahwa kaum perempuan memiliki peran gender dalam mendidik anak.2. Misalnya membantu mengetikkan tugas kantor suami.2. sedangkan di lain pihak.4. merawat dan mengelola kebersihan dan keindahan rumah tangga adalah konsruksi cultural dalam suatu masyarakat tertentu. akan tetapi menurut kondisi objektif. Kondisi objektif ini tidak lain disebabkan oleh norma sosial dan nilai sosial budaya yang masih berlaku di masyarakat. sesungguhnya adalah gender. Oleh karena jenis pekerjaan itu bisa dipertukarkan dan tidak bersifat universal. wanita mengalami ketertinggalan yang lebih besar dari pada pria dalam berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Menurut kondisi normatif. apa yang sering disebut sebagai “kodrat wanita” dalam kasus mendidik anak dan mengatur kebersihan rumah tangga. Norma social dan nilai sosial budaya tersebut. Perempuan dapat menggantikan pekerjaan laki-laki dalam hal tertentu. . di antaranya di satu pihak. boleh jadi urusan mendidik anak dan merawat kebersihan rumah tangga bisa bisa dilakukan oleh kaum laki-laki. Sebaliknya. suami dapat menggantikan peran istri dengan memasak di dapur.

kata. 3. Adapun proses pengumpulan data penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Penelitian deskriptif mencoba untuk memaparkan konsep-konsep pemikiran tentang perempuan dalam novel Lasmi karya Nusya Kuswantin.5 x 19 cm. interpretatif. dan deskriptif. Metode interpretatif digunakan untuk menafsirkan makna yang terkandung dalam karya sastra tersebut (Aminudin. Membaca teks sastra (dalam hal ini adalah novel Lasmi karya Nusya Kuswantin). Metode analisis digunakan untuk menganalisis novel dan mencari data. atau kalimat yang terdapat di dalam novel Lasmi karya Nusya Kuswantin. 3. Kemudian data tersebut diinterpretasikan. 1991:123). .2 Sumber Data dan Data Penelitian Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data tertulis berupa novel Lasmi karya Nusya Kuswantin yang diterbitkan oleh Kaki Langit Kencana tahun 2009.BAB III METODE PENELITIAN 3. dengan sampul depan berwarna merah dengan gambar abstrak seorang wanita yang sedang duduk.3 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu dengan mengumpulkan data yang diperoleh dari berbagai sumber yang berkaitan dengan tujuan penelitian. Data merupakan data penting yang diambil dari isi novel sesuai dengan masalah yang telah dirumuskan.1 Pendekatan Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan Sosiologi Feminisme dengan metode analisis. Data yang dipakai dalam penelitian ini berupa paparan bahasa. Novel ini berjumlah 232 halaman dengan ukuran 11.

dan mendeskripsikan teks-teks yang bermuatan peran perempuan dalam novel Lasmi karya Nusya Kuswantin. kemudian disusul dengan .4 Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam menganalisis data pada novel Lasmi karya Nusya Kuswantin adalah teknik analisis deskriptif.2. Membuat kesimpulan hasil analisis novel Lasmi karya Nusya Kuswantin. 3. Menganalisis dan mengklarifikasikan peran perempuan dalam novel Lasmi karya Nusya Kuswantin 3. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk mengolah data yang telah dikelompokkan berdasarkan tujuan penelitian analisis.

org/wiki/Feminisme. Jakarta: Rineka Cipta Jackson. Yogyakarta: Jalasutra. diakses pada tanggal 1 Mei 2010 Djajanegara. Jakarta: Kaki Langit Kencana Sofia. 2003. Nyoman Kutha. 2009. 2009. 1998. 2006.wikipedia. Teori. C. Ollenburger. Metode. Soenarjati. Skripsi tidak diterbitkan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Nusya. 2007. Surabaya: JBSI UNESA. . Tri.DAFTAR PUSTAKA Kuswantin. Peranan Tokoh “Candi” dalam Novel Biru Karya Fira Basuki (Kajian Feminisme). Adib. Wiyatmi. Pengantar Teori-teori Feminis Kontemporer. 2002. 2009. Stevi dkk. Sosiologi Wanita. Yogyakarta: Citra Pustaka http://id. Ratna. Jane dkk. dan Teknik Penelitian Sastra. Perempuan dalam Karya-karya Kuntowijoyo. Lasmi. Jakarta: Gramedia Pustaka. Yogyakarta: Pustaka Book Publisher Handayani. Pengantar Kajian Sastra. Kritik Sastra Sebuah Pengantar. Aplikasi Kritik Sastra Feminis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful