Materi Kuliah Teknik Tenaga Listrik

Oleh : Ir. Ahmad Syuhri, MT
1. SISTEM TENAGA LISTRIK 1.1. Elemen Sistem Tenaga Salah satu cara yang paling ekonomis, mudah dan aman untuk mengirimkan energi adalah melalui bentuk energi listrik. Pada pusat pembangkit, sumberdaya energi primer seperti bahan baker fosil (minyak, gas alam, dan batubara), hidro, panas bumi, dan nuklir diubah menjadi energi listrik. Generator sinkron mengubah energi mekanis yang dihasilkan pada poros turbin menjadi energi listrik. Melalui transformator penaik tegangan (step-up transformer), energi listrik ini kemudian dikirimkan melalui saluran transmisi bertegangan tinggi menuju pusat-pusat beban. Peningkatan tegangan dimaksudkan untuk mengurangi jumlah arus yang mengalir pada saluran transmisi yang dengan demikian berarti rugi-rugi panas (heat-loss) I2R dapat dikurangi. Ketika saluran transmisi mencapai pusat beban, tegangan tersebut kembali diturunkan menjadi tegangan menengah, melalui transformator penurun tegangan (stepdown transformer). Di pusat-pusat beban yang terhubung dengan saluran distribusi, energi listrik ini diubah menjadi bentuk-bentuk energi terpakai lainnya seperti energi mekanis (motor), penerangan, pemanas, pendingin, dan sebagainya.

Satuan listrik : Arus listrik (I) => ampere Tegangan listrik (V) = beda potensial => volt Tahanan (R) = resistansi => ohm Reaktansi (X)=> ohm Impedansi (Z)= R ± jX => ohm Daya (S) = P ± jQ => volt ampere Daya aktif (P) => watt Daya reaktif (Q) => volt ampere reaktif Energi (E) => watt-hour (watt-jam) Faktor daya (cos ϕ) => tidak ada satuan

1.2.

Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pembangkit listrik jenis ini memanfaatkan bahan bakar minyak, gas alam, atau batubara untuk membangkitkan panas dan uap pada BOILER. Uap ini kemudian dipergunakan untuk memutar turbin yang dikopelkan langsung dengan sebuah generator sinkron. Uap yang telah melalui turbin kemudian menjadi uap bertekanan dan bersuhu rendah. Uap ini kemudian dilewatkan melalui kondenser yang menyerap panas uap tersebut sehingga uap tersebut berubah menjadi air yang kemudian dipompakan kembali menuju boiler.

Teknik Tenaga Listrik, Teknik Mesin, FT, UNEJ ‘08

1

PLTG merupakan mesin dengan proses pembakaran dalam (internal combustion).Gambar : Skema PLTU 1. FT. Bahan baker berupa minyak atau gas alam dibakar di dalam ruang pembakar (combustor). UNEJ ‘08 2 . Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) Sebagaimana halnya Pusat Listrik Tenaga Diesel. Teknik Tenaga Listrik.3. Teknik Mesin. Udara yang memasuki kompresor setelah mengalami tekanan bersama-sama dengan bahan baker disemprotkan ke ruang pembakar untuk melakukan proses pembakaran. Gas panas sebagai hasil pembakaran ini kemudian bekerja sebagai fluida yang memutar roda turbin yang terkopel dengan generator sinkron.

Air panas yang bertekanan tersebut kemudian mengalir ke rangkaian kedua melalui suatu generator uap yang terbuat dari baja. Karena air dalam bejana penuh. Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Penggunaan tenaga air mungkin merupakan bentuk konversi energi tertua yang pernah dikenal manusia.5. Perbedaan vertical antara batas atas dengan batas bawah bendungan di mana terletak turbin air. dikenal sebagai tinggi terjun. Gambar : Skema PLTN 1. disundut untuk menghasilkan panas dalam reactor. Tinggi terjun ini mengakibatkan air yang mengalir akan memperoleh Teknik Tenaga Listrik. Generator uap ini kemudian menghasilkan uap yang memutar turbin dan proses selanjutnya mengikuti siklus tertutup sebagaimana berlangsung pada turbin uap PLTU.4. maka tidak terjadi pembentukan uap. Teknik Mesin.Gambar : Skema PLTG 1. UNEJ ‘08 3 . Pada rangkaian pertama bahan baker uranium-235 yang diperkaya dan tersusun dalam pipa-pipa berkelompok. FT. melainkan air menjadi panas dan bertekanan. Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Pada reactor air tekan (pressurized water reactor) terdapat dua rangkaian yang seolah-olah terpisah.

Gaya Gerak Listrik Apabila sebuah konduktor digerakkan tegak lurus sejauh ds memotong suatu medan magnet dengan kerapatan fluks B. Dengan mengingat hukum kekekalan energi. dimana fluks merupakan harga yang konstan. proses konversi energi elektromekanik dapat dinyatakan sebagai berikut (untuk motor): (Energi Listrik sebagai input) = (Energi Mekanik sebagai output + Energi panas) + (Energi pada medan magnet dan rugi-rugi magnetic) atau dalam persamaan differensial.2. Dengan demikian. Francis dan Kaplan. medan magnet di sini selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan energi juga sekaligus sebagai medium untuk mengkopel perubahan energi. Konversi Energi Elektromekanik Konversi energi baik dari energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya dari energi mekanik menjadi energi listrik (generator) berlangsung melalui medium medan magnet. Gambar : Skema PLTA 2. maka perubahan fluks pada konduktor dengan panjang efektif l adalah: dφ = B l ds Dari Hukum Faraday diketahui bahwa gaya gerak listrik (ggl) E = dφ/dt Teknik Tenaga Listrik.energi kinetic yang kemudian mendesak sudu-sudu turbin. Bergantung kepada tinggi terjun dan debit air. UNEJ ‘08 4 . FT. Energi yang akan diubah dari satu system ke system lainnya. maka dWF = 0 dWE = dWM 2. DASAR ELEKTROMEKANIK 2. Teknik Mesin. sementara akan tersimpan pada medium medan magnet untuk kemudian dilepaskan menjadi energi system lainnya. dikenal tiga macam turbin yaitu: Pelton.1. Untuk keadaan tunak. konversi energi dari elektris ke mekanis adalah sebagai berikut: dWE = dWM + dWF Ini hanya berlaku ketika proses konversi energi sedang berlangsung pada keadaan dinamis yang transient.

Jika kumparan rotor diputar dengan arah berlawanan dari arah jarum jam. 2.4. tegangan sumber harus lebih besar daripada gaya gerak listrik lawan. Begitu pula. Interaksi Medan Magnet Kerja suatu mesin dinamis dapat juga dilihat dari segi adanya interaksi antar medan magnet stator dan rotor. Teknik Mesin. yaitu: F=BIl Teknik Tenaga Listrik.5. Agar proses konversi energi listrik menjadi energi mekanik (motor) dapat berlangsung.Maka e = B l ds/dt. Kopel Arus listrik I yang dihasilkan di dalam suatu medan magnet dengan kerapatan fluks B akan menghasilkan suatu gaya F sebesar: F=BIl Jika jari-jari rotor adalah r.3. Interaksi medan magnet merupakan gaya reaksi (lawan) terhadap gerak mekanik yang diberikan. Mesin Dinamik Elementer Pada umumnya mesin dinamik terdiri atas bagian yang berputar disebut rotor dan bagian yang diam disebut stator. dimana ds/dt = v = kecepatan Jadi. Agar konversi energi mekanik ke energi listrik dapat berlangsung. 2. Stator merupakan kumparan medan yang berbentuk kutub sepatu dan rotor merupakan kumparan jangkar dengan belitan konduktor yang saling dihubungkan ujungnya (lihat gambar) untuk mendapatkan tegangan induksi (ggl). UNEJ ‘08 5 . suatu gerak konduktor di dalam medan magnet akan membangkitkan tegangan e = B l V dan bila dihubungkan dengan beban. e = B l v 2. Simulasi mesin dinamis (generator) dapat dilihat pada situs ini. tegangan akan dibangkitkan dengan arah yang berlawanan pada kedua ujung rotor yang tidak dihubungkan. FT. konduktor bergerak di dalam medan magnet da seperti diketahui akan menimbulkan gaya gerak listrik yang merupakan reaksi (lawan) terhadap tegangan penyebabnya. maka kopel yang dibangkitkan adalah T=Fr Perlu diingat bahwa saat gaya F dibangkitkan. energi mekanik yang diberikan haruslah lebih besar dari gaya reaksi tadi. akan mengalir arus listrik I atau energi mekanik berubah menjadi energi listrik (generator). Arus listrik yang mengalir pada konduktor tadi merupakan medan magnet pula dan akan berinteraksi dengan medan magnet yang telah ada (B). Di antara rotor dan stator terdapat celah udara.

motor induksi paling banyak digunakan karena memiliki keuntungan. Persamaan umumnya adalah sebagai berikut: θe = (p/2) θm p = jumlah kutub mesin θe = sudut listrik θm = sudut mekanik 2. maka kecepatan berputar mesin tersebut adalah: ns = (120 x 50)/2 = 3000 rpm. kopel terjadi sebagai interaksi antara dua medan magnet atau dua arus. Bila kerapatan fluks akibat arus listrik dinyatakan dengan Bs (pada stator). FT. maka dapat dituliskan: T = K Br Bs sin δ Dimana δ adalah sudut antara kedua sumbu medan magnet Br dan Bs K adalah konstanta l x r Sudut δ dikenal sebagai sudut kopel atau sudut daya dengan harga maksimum δ = 90o. mesin telah menyelesaikan p/2 kali putaran.Seperti diketahui. antara lain : Konstruksinya sederhana dan dapat diandalkan Teknik Tenaga Listrik. 2. Teknik Mesin. UNEJ ‘08 6 . MOTOR INDUKSI Motor induksi merupakan motor arus bolak balik (ac) yang paling luas penggunaannya. arus listrik (I) pada persamaan di atas akan menimbulkan fluks juga di sekitar konduktor yang dilalui. Maka untuk mesin 4 kutub. satu kali putaran mekanik mesin (360o) berarti sama dengan dua kali putaran listrik (720o). tegangan induksi yang ditimbulkan sudah menyelesaikan p/2 kali putaran. diketahui bahwa untuk setiap satu siklus tegangan listrik yang dihasilkan. Dengan menganggap Br dan Bs sebagai fungsi arus rotor dan arus stator.6. Derajat Listrik Pada setiap satu kali putaran mesin. sedang kerapatan fluks akibat kumparan medan adalah Br (pada rotor).7. persamaan kopel menjadi: T = K Ir Is sin δ Dengan demikian. Frekuensi Dari persamaan di atas. Sumber lainnya tentang elektromagnetik: 3. Karena itu frekuensi gelombang tegangan adalah: f = (p/2) (n/60) n = rotasi per menit n/60 = rotasi perdetik Kecepatan sinkron untuk mesin arus bolak-balik lazim dinyatakan dengan ns = 120 (f/p) Jadi misalnya untuk generator sinkron yang bekerja dengan frekuensi 50 putaran per detik dan mempunyai jumlah kutub p=2. Berdasarkan penggunaannya.

Bertambahnya beban. Perawatannya muda Penggunaan peralatan asut sangat sederhana. bila beban motor bertambah. Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber tertentu. pada kenyataannya motor induksi mempunyai kekurangan/kerugian yaitu: Pengaturan kecepatannya tidak dapat dilaksanakan tanpa mengurangi effisiensinya. Teknik Mesin. Walaupun memiliki kelebihan. rotor pun akan ikut berputar mengikuti medan putar stator. yang oleh karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor. sehingga terinduksi arus. putaran rotor cenderung menurun. dan sesuai dengan Hukum Lentz. - Power Faktor (PF) cukup baik. Jadi . akan memperbesar kopel motor. tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relative antara putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic field) yang dihasilkan oleh arus stator. Kecepatan akan menurun seiring dengan pertambahan beban. UNEJ ‘08 7 . Perbedaan putaran relative antara stator dan rotor disebut slip. FT.- Harganya murah Mempunyai effisiensinya tinggi Tidak menggunakan sikat sehingga rugi yang ditimbulkan akibat gesekan sangat kecil. Medan putar pada stator tersebut akan memotong konduktor-konduktor pada rotor. Belitan stator yang dihubungkan dengan suatu sumber tegangan tiga fasa akan menghasilkan medan magnet yang berputar dengan kecepatan sinkron (ns = 120f/2p). Dikenal dua tipe motor induksi yaitu motor induksi dengan rotor belitan dan rotor sangkar. Teknik Tenaga Listrik. sehingga slip antara medan putar stator dan putaran rotor pun akan bertambah besar. Arus asutnya besar dan torsi startingnya kecil.

UNEJ ‘08 8 .Gambar : Motor Induksi. Teknik Tenaga Listrik. Jika arus mengalir dengan harga maksimum. rotor juga akan berputar hingga satu putaran. medan magnet tersebut telah bergeser hingga 360o. Penjelasan mengenai ini dapat dilihat pada gambar selanjutnya. Untuk motor induksi. Karena arus yang mengalir pada system tiga fasa mempunyai perbedaan 120o. Gambar belitan stator tiga fasa. Dua belitan pada masing-masing fasa dililitkan dalam arah yang sama.1 Medan Putar Sebelum kita membahas bagaimana rotating magnetic field (medan putar) menyebabkan sebuah motor berputar. 3. maka rotor juga berputar agar bersesuaian dengan medan magnet stator. medan magnet dari masing-masing fasa bergabung untuk menghasilkan medan magnet yang posisinya bergeser hingga beberapa derajat. begitu medan magnet stator berputar. Pada sepanjang waktu. Teknik Mesin. Belitan stator terhubung wye (Y). yang akan beraksi terhadap rotor. Gambar berikut menunjukkan sebuah stator tiga fasa dengan suplai arus bolak balik tiga fasa pula. marilah kita tinjau bagaimana medan putar ini dihasilkan. Sepanjang waktu. Dan karena rotor juga mempunyai medan magnet berlawanan arah yang diinduksikan kepadanya. Ketiga medan magnet yang dihasilkan akan membentuk satu medan. Karenanya. Jika arus listrik yang melalui fasa tersebut adalah nol (zero). maka medan magnet yang dihasilkan juga akan mempunyai perbedaan sudut sebesar 120o pula. atau satu putaran. sebuah medan magnet diinduksikan kepada rotor sesuai dengan polaritas medan magnet pada stator. Pada akhir satu siklus arus bolak balik. FT. maka medan magnet yang dihasilkan akan nol pula. medan magnet yang dihasilkan oleh setiap fasa akan tergantung kepada arus yang mengalir melalui fasa tersebut. maka medan magnet berada pada harga maksimum pula.

Teknik Mesin. Medan magnet yang Teknik Tenaga Listrik. Pada saat yang sama. B’. Pada posisi ini. dengan kekuatan medan maksimum sepanjang fasa A. Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah yang dihasilkan sepanjang fasa A dan B. dan C’.B. Pada posisi T3. arus dalam fasa A telah naik hingga harga negative maksimumnya. Pada posisi T2. Di sini terlihat bahwa medan magnet pada stator motor secara fisik telah berputar sebanyak 60o. antara kutub-kutub A’ (utara) dan A (selatan). dengan kutub-kutub A’ dan B’ menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub A dan B menjadi kutub-kutub selatan. arus pada fasa C berada pada harga positif maksimumnya. Medan magnet yang dihasilkan terbentuk secara vertical dengan arah ke bawah. dengan kekuatan medan maksimum terjadi sepanjang fasa C. antara kutub C (utara) dengan C’ (selatan). Pada posisi ini. Arus pada fasa A telah turun hingga separuh dari harga negative maksimumnya. Tiga posisi ditandai dengan interval 60o pada gelombang sinus yang mewakili arus yang mengalir pada tiga fasa A. Jika arus mengalir dalam suatu fasa adalah positif. Begitu pula arus pada fasa C telah turun hingga separuh dari harga maksimum positifnya. sementara arus pada fasa C telah berbalik arah dan berada pada separuh harga negative maksimumnya pula.Putaran medan magnet dijelaskan pada gambar di bawah dengan “menghentikan” medan tersebut pada enam posisi. Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah yang timbul sepanjang fasa B dan C. dan C. Pada posisi T1. Arus pada fasa B mempunya arah yang berlawanan dan berada pada separuh harga maksimum positifnya. UNEJ ‘08 9 . arus dalam fasa B telah naik hingga mencapai harga positif maksimumnya. FT. gelombang sinus arus telah berotasi sebanyak 60 derajat listrik. dengan kutub-kutub B dan C menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub B’ dan C’ menjadi kutub-kutub selatan. gelombang sinus arus berputar lagi 60 derajat listrik dari posisi sebelumnya hingga total rotasi pada posisi ini sebesar 120 derajat listrik. Gambar putaran motor induksi dan medan putar. Medan magnet yang dihasilkan terbentuk ke kiri arah bawah. medan magnet akan menimbulkan kutub utara pada kutub stator yang ditandai dengan A’. arus pada fasa A dan B berada pada separuh harga negative maksimumnya.

Karena medan pada stator terus menerus berputar. Karena fasa C kembali pada harga maksimum. dengan kutub-kutub A’ dan C’ menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub A dan C menjadi kutub-kutub selatan. Meskipun demikian. Sehingga. Teknik Tenaga Listrik. Arah aliran arus ini dapat ditentukan dengan menggunakan aturan tangan kiri untuk generator. Sehingga terlihat di sini bahwa medan magnet pada stator telah berputar 60o lagi dengan total putaran sebesar 120o. Pada titik T6. Pada posisi T5. Arus yang diinduksikan ini akan menghasilkan medan magnet di sekitar penghantar rotor. FT. yang akan mengejar medan magnet pada stator. Pada posisi T4.2. Medan putar ini memotong batang rotor dan menginduksikan arus kepada rotor. Kembali. terlihat bahwa untuk satu putaran penuh gelombang sinus listrik (360o). berlawanan polaritas dari medan stator. Dari pembahasan ini. Teknik Mesin. fasa B berada pada harga maksimum negative yang menghasilkan medan magnet ke arah bawah sebelah kanan. medan magnet yang dihasilkan sepanjang fasa C kembali berada pada harga maksimum. Akhirnya. Medan magnet pun telah berotasi sebesar 60o dari titik T5 sehingga total rotas adalah 300o. rotor tidak pernah dapat menyamakan posisi dengannya alias selalu tertinggal dan karenanya akan terus mengikuti putaran medan pada stator sebagaimana ditunjukkan pada gambar di bawah ini. antara kutub B (utara) dan B’ (selatan). medan magnet yang dihasilkan sepanjang fasa C akan memiliki kekuatan medan maksimum. medan magnet yang timbul mempunyai arah ke atas antara kutub C’ (utara) dan C (selatan). fasa A berada pada harga positif maksimumnya. pada titik T7. 3. sebuah medan putar timbul. Karenanya. medan magnet secara fisik telah berputar 60o dari titik sebelumnya sehingga total rotasi sebanyak 240o. arus kembali ke polaritas dan nilai yang sama seperti pada Posisi T1. SLIP Jika arus bolak balik dikenakan pada belitan stator dari sebuah motor induksi. yang menghasilkan medan magnet ke arah atas sebelah kanan. medan magnet yang dihasilkan pada posisi ini akan identik dengan pada posisi T1. medan putar (rotating magnetic field) juga timbul. gelombang sinus arus telah berotasi sebanyak 180 derajat listrik dari titik T1 sehingga hubungan antara arus-arus fasa adalah indentik dengan posisi T1 kecuali bahwa polaritasnya telah berbalik. medan magnet yang timbul pada stator sebuah motor juga berotasi satu putaran penuh (360o). dengan menerapkan tiga-fasa AC kepada tigfa belitan yang terpisah secara simetris sekitar stator. UNEJ ‘08 10 . dengan arus yang mengalir dalam arah yang berlawanan pada fasa C.dihasilkan mengarah ke atas kiri. Terlihat bahwa medan magnet sekarang telah berotasi secara fisik sebanyak 180o dari posisi awalnya. dengan kekuatan medan maksimum sepanjang fasa B. Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah sepanjang fasa A dan C.

Rotor. UNEJ ‘08 11 . terlihat bahwa rotor pada motor induksi tidak pernah dapat berputar dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan medan putar. 60 Hz. FT. dimana Contoh: Sebuah motor induksi dua kutub. tidak akan ada interaksi medan yang diperlukan untuk menimbulkan gerak. Persen slip dapat dicari menggunakan Equation (12-1). dimana NS= kecepatan sinkron (rpm) .Gambar Induction Motor Dari penjelasan di atas. karenanya ahrus berputar dengan kecepatan yang lebih rendah dari kecepatan medan putar stator jika gerak relatif tersebut harus ada antara keduanya. maka tidak ada gerak relatif antara keduanya. Tanpa induksi EMF ini. dan tidak akan ada induksi EMF kepada rotor. Persentase perbedaan antara kecepatan rotor dan kecepatan medan putar disebut dengan slip. Semakin kecil slip. Jika kecepatan rotor sama dengan keceparan medan putar stator. semakin dekat pula kecepatan rotor dengan kecepatan medan putar. Teknik Mesin. NR= kecepatan rotor (rpm) Kecepatan medan putar atau kecepatan sinkron dari suatu motor dapat dicari dengan menggunakan Equation (12-2). mempunyai kecepatan pada beban penuh sebesar 3554 rpm. Berapakah persentase slip pada beban penuh? Teknik Tenaga Listrik.

3. Torque maksimum disebut breakdown torque motor. biasanya antara 0 – 10%. Teknik Mesin. Perubahan torque terhadap slip menunjukkan bahwa begitu slip naik dari nol hingga –10%. dimana Selama operasi normal. Umumnya.Solusi: 3. UNEJ ‘08 12 . torque naik secara linier. Jika beban dinaikkan melebihi titik ini. motor akan stall dan segera berhenti. Begitu torque dan slip naik melebihi torque beban penuh. torque akan naik hingga breakdown torque dan turun mencapai nilai yang diperlukan untuk menarik beban motor pada kecepatan konstan. Arus rotor meningkat dengan proporsi yang sama dengan slip. Torque dapat dihitung dengan Equation (12-3). sehingga torque berbanding lurus dengan arus rotor. . dan cos adalah konstan. Gambar berikut menunjukkan karakteristik Torque terhadap slip. Teknik Tenaga Listrik. K. Torque awal (starting torque) adalah nilai torque pada 100% slip dan normalny 150 hingga 200% torque beban penuh. Torque Torque motor induksi AC tergantug kepada kekuatan medan rotor dan stator yang saling berinteraksi dan hubungan fasa antara keduanya. FT. Seiring dengan pertambahan kecepatan dari rotor. maka torque akan mencapai harga maksimum sekitar 25% slip. breakdown torque bervariasi dari 200 hingga 300% torque beban penuh.

Slip ring dan sikat digunakan untuk mensuplai arus kepada rotor. Motor sinkron menggunakan rotor belitan. Ini disebut dengan pemisahan fasa (phase splitting). 3. Motor satu fasa biasanya digunakan untuk aplikasi kecil seperti peralatan rumah tangga (contoh mesin pompa). Sudut antara kedua belitan mempunyai beda fasa yang cukup untuk menimbulkan medan putar untuk menghasilkan torque awal (starting torque). arus pada belitan utama (IM) tertinggal dibelakang arus pada belitan starting (IS). medan yang dihasilkan akan tampak berputar.4. Motor Satu Fasa Jika dua belitan stator dengan impedansi yang tidak sama dipisahkan sejauh 90 derajat listrik dan terhubung secara parallel ke sumber satu fasa. Ketika motor mencapai 70 hingga 80% dari kecepatan sinkron. Belitan ini mempunyai resistansi yang lebih tinggi dan reaktansi yang lebih rendah dari belitan utama. Motor sinkron bukanlah self-starting motor karena torque hanya akan muncul ketika motor bekerja pada kecepatan sinkron. motor sinkron dieksitasi oleh sebuah sumber tegangan DC di luar mesin dan karenanya membutuhkan slip ring dan sikat (brush) untuk memberikan arus kepada rotor.5. Pada motor fasa terpisah (split-phase motor). rotor terkunci dengan medan putar dan berputar dengan kecepatan sinkron. saklar sentrifugal pada sumbu motor membuka dan melepaskan belitan starting. Pada motor sinkron. arus AC diberikan kepada belitan stator. Jenis ini mempunyai kumparan yang ditempatkan pada slot rotor. Teknik Mesin. dipergunakanlah lilitan starting untuk penyalaan. karenanya motor memerlukan peralatan untuk membawanya kepada kecepatan sinkron.3. Ketika motor mencapai kecepatan sinkron. Beban sekarang boleh diberikan Teknik Tenaga Listrik. UNEJ ‘08 13 . Motor dc saat ini berfungsi sebagai generator dc dan memberikan eksitasi medan dc kepada rotor. Jika motor sinkron dibebani ke titik dimana rotor ditarik keluar dari keserempakannya dengan medan putar. maka tidak ada torque yang dihasilkan. dan motor akan berhenti. Penyalaan Motor Sinkron Sebuah motor sinkron dapat dinyalakan oleh sebuah motor dc pada satu sumbu. Jika tegangan yang sama VT dikenakan pada belitan starting dan utama. FT. Tidak seperti motor induksi. Motor Sinkron Motor sinkron serupa dengan motor induksi pada mana keduanya mempunyai belitan stator yang menghasilkan medan putar.

alternator pada PLTA mempunyai ukuran yang sangat besar. Selama kondisi tanpa beban (no-load). biasanya pada tegangan 12 volt. Harga maksimum torque sehingga motor tetap bekerja tanpa kehilangan sinkronisasi disebut pull-out torque. karenanya. bergantung kepada prinsip induksi magnet. ada pergeseran kutub rotor ke belakang. dan motor mencapai sinkronisasi. Sepanjang ada gerak relative antara sebuah konduktor dan medan magnet. Beratnya hanya beberapa kilogram dan menghasilkan daya sekitar 100 hingga 200 watt. rotor motor sinkron terkunci dengan medan putar dan harus terus beroperasi pada kecepatan sinkron untuk semua keadaan beban. Motor sinkron seringkali dinyalakan dengan menggunakan belitan sangkar tupai (squirrel-cage) yang dipasang di hadapan kutub rotor. membangkitkan ribuan kilowatt pada tegangan yang sangat tinggi. generator ac adalah alat yang paling penting untuk menghasilkan tenaga listrik. umumnya disebut alternator. Bagian generator yang mendapat induksi tegangan adalah armature. Seperti diketahui. UNEJ ‘08 14 .htm Dasar-dasar Generator AC Berapapun ukurannya. Sebagai contoh. tegangan akan diinduksikan dalam konduktor. GENERATOR AC (ALTERNATOR) Hampir semua tenaga listrik yang dipergunakan saat ini bekerja pada sumber tegangan bolak balik (ac). yang sangat kecil sebagai perbandingannya. Sudut antara kutub rotor dan stator disebut sudut torque . bervariasi ukurannya sesuai dengan beban yang akan disuplai. 4. FT. Contoh lainnya adalah alternator di mobil.kepada motor sinkron. garis tengah kutub medan putar dan kutub medan dc berada dalam satu garis (gambar dibawah bagian a). Teknik Mesin. Generator ac. maka motor akan berhenti. baik ac maupun dc. Seiring dengan pembebanan. EMF diinduksikan dalam sebuah kumparan sebagai hasil dari (1) kumparan yang memotong medan magnet. saat mana arus searah diberikan. atau (2) medan magnet yang memotong sebuah kumparan. relative terhadap kutub stator (gambar bagian b).net/Shop/Tech/AlternatorGeneratorTheory. Tidak ada perubahan kecepatan. Motor kemudian dinyalakan seperti halnya motor induksi hingga mencapai –95% kecepatan sinkron. Agar gerak relative terjadi antara konduktor dan Teknik Tenaga Listrik. Gambar sudut torque (torque angle) Jika beban mekanis pada motor dinaikkan ke titik dimana rotor ditarik keluar dari sinkronisasi . Torque yang diperlukan untuk menarik motor hingga mencapai sinkronisasi disebut pull-in torque. semua generator listrik.rowand. Sumber lain : http://www.

htm Teknik Tenaga Listrik. Armature stasioner. UNEJ ‘08 15 . Armature yang bergerak dapat dijumpai pada alternator untuk daya rendah dan umumnya tidak digunakan untuk daya listrik dalam jumlah besar.mil/cgi-bin/atdl.medan magnet. Karenanya. Tegangan yang dibangkitkan pada armature sebagai hasil dari aksi potong ini adalah tegangan ac yang akan dikirimkan kepada beban. tegangan ac yang dibangkitkan tidak diubah menjadi dc dan diteruskan kepada beban dengan menggunakan slip ring. pada alternator jenis ini mempunyai belitan yang dipotong oleh medan putar (rotating magnetic field). semua generator haruslah mempunyai dua bagian mekanis yaitu rotor dan stator. ROTATING-FIELD ALTERNATORS Alternator medan berputar mempunyai belitan armature yang stasioner dan sebuah belitan medan yang berputar. Jenis armature berputar memerlukan slip ring dan sikat untuk menghantarkan arus dari armature ke beban. Armature. Pada generator dc. alternator tegangan tinggi biasanya menggunakan jenis medan berputar. Keuntungan menggunakan system belitan armature stasioner adalah bahwa tegangan yang dihasilkan dapat dihubungkan langsung ke beban. emf dibangkitkan dalam belitan armature dan dikonversikan dari ac ke dc dengan menggunakan komutator (sebagai penyearah). sikat dan slip ring sangat sulit untuk diisolasi. Sumber : http://www. atau stator. Stator terdiri dari inti besi yang dilaminasi dengan belitan armature yang melekat pada inti ini. problem yang dijumpai pada tegangan tinggi tidak terjadi. Karena tegangan yang dikenakan pada medan berputar adalah tegangan searah yang rendah.dll/fm/55-509-1/Ch13.adtdl. Pada alternator.army. dan percikan bunga api dan hubung singkat dapat terjadi pada tegangan tinggi. Teknik Mesin. ROTATING-ARMATURE ALTERNATOR Alternator armature bergerak (rotating-armature alternator) mempunyai konstruksi yang sama dengan generator dc yang mana armature berputar dalam sebuah medan magnet stasioner. FT.

Ketika alternator diputar. membutuhkan sebuah sumber daya mekanik untuk memutar rotornya. ac dan dc. Ketika armature exciter berotasi dalam fluks medan exciter. Prime mover dibagi dalam dua kelompok yaitu untuk high-speed generator dan low-speed generator. Gambar : Ggenerator AC dan Schematic-nya Exciter adalah sebuah generator dc eksitasi sendiri dengan belitan shunt. besar dan kecil.2. Karena arusnya adalah arus searah. Tegangan bolak balik pada belitan armature generator ac dihubungkan ke beban melalui terminal. Sumber daya mekanis ini disebut prime mover. fluks magnetiknya dilalukan sepanjang belitan armature alternator. PRIME MOVER (Penggerak Utama) Semua generator. Jenis prime mover memainkan peranan penting dalam desain alternator karena kecepatan pada mana rotor diputar menentukan karakteristik operasi dan konstruksi alternator. tegangan diinduksikan dalam belitan armature exciter. Turbin gas dan uap pada PLTG dan PLTU adalah penggerak utama berkecepatan tinggi sementara mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). FT. Keluaran dari alternator merupakan tegangan ac untuk menyuplai beban dan generator dc dikenal sebagai exciter untuk menyuplai arus searah bagi medan putar. Keluaran dari komutator exciter dihubungkan melalui sikat dan slip ring ke medan alternator. Sehingga. UNEJ ‘08 16 . maka arus selalu mengalir dalam satu arah melalui medan alternator. air pada PLTA dan motor listrik dianggap sebagai prime mover berkecepatan rendah. Fungsi-Fungsi Komponen Alternator Secara umum generator ac medan berputar terdiri atas sebuah alternator dan sebuah generator dc kecil yang dibangun dalam satu unit.4. Teknik Mesin. Medan exciter menghasilkan intensitas fluks magnetic antara kutub-kutubnya. medan magnet dengan polaritas tetap selalu terjadi sepanjang waktu dalam belitan medan alternator. Teknik Tenaga Listrik.

semakin tinggi pula frekuensinya. semakin rendah pula frekuensinya. salient-pole hanya digunakan pada aplikasi keceparan rendah. Teknik Mesin. Semakin lambat. salient-pole memiliki gaya sentrifugal yang lebih besar. misalkan. Karenanya. Ketika rotor telah berotasi beberapa derajat sehingga dua kutub berdekatan (utara dan selatan) telah melewati satu belitan. semakin banyak jumlah kutub. batas arusnya dan karakteristik lainnya biasanya ditempelkan pada badan mesin – name plate. tegangan yang dihasilkan. dan jika berlebihan akan merusak isolasi. Prinsip ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Karakteristik Alternator dan Batasannya Alternator di-rating berdasarkan tegangan yang dihasilkannya dan arus maksimum yang mampu diberikannya. 4.4. sebuah generator dua kutub harus berotasi dengan kecepatan empat kali lipat dari kecepatan generator delapan kutub untuk menghasilkan frekuensi yang sama dari tegangan yang dibangkitkan. Frekuensi pada semua generator ac dalam satuan hertz (Hz). Untuk menjaga keamanan dan keselatan sehingga belitannya tidak terlempar keluar mesin. Salient-pole rotor mempunyai diameter yang lebih besar dari turbine-driven rotor. Rugi panas ini (rugi daya I2 R) akan memanaskan konduktor. tegangan yang diinduksikan dalam belitan tersebut akan bervariasi hingga selesai satu siklus. Jenis turbine-driven digunakan untuk kecepatan tinggi dan salient-pole untuk kecepatan rendah. alternator di-rating sesuai dengan arus ini dan tegangan keluarannya dalam volt-ampere atau untuk skala besar dalam kilovolt-ampere. Frekuensi Frekuensi keluaran dari tegangan alternator tergantung kepada kecepatan rotasi dari rotor dan jumlah kutubnya. semakin tinggi pula frekuensinya pada kecepatan tertentu. dibautkan pada kerangka rotor. Pada putaran per menit yang sama. berkaitan dengan jumlah kutub dan kecepatan rotasi sesuai dengan persamaan berikut: Teknik Tenaga Listrik. FT.ROTOR ALTERNATOR Ada dua jenis rotor yang digunakan untuk alternator medan berputar yaitu turbine-driven dan salient-pole rotor. Arus maksimum tergantung kepada rugi-rugi panas dalam armature. Informasi mengenai kecepatan rotasinya. Semakin cepat. Untuk suatu frekuensi yang ditentukan. UNEJ ‘08 17 . semakin lambat kecepatan putaran. Belitan-belitan tersebut dilekatkan erat-erat di dalam slot agar tahan terhadap gaya sentrifugal pada kecepatan tinggi. Salient-pole rotor seringkali terdiri dari beberapa kutub yang dibelit terpisah. 4. yaitu banyaknya siklus per detik. Belitan pada turbine-driven rotor disusun sedemikian rupa sehingga membentuk dua atau empat kutub yang berbeda. Semakin banyak kutub pada rotor.3.

sebuah alternator dua kutub. Teknik Mesin. ketika beban pada generator berubah. dinyatakan sebagai persentase tegangan beban penuh. 3600 rpm mempunyai frekuensi 60 Hz. Salah satu dari factor ini dapat digunakan untuk pengaturan tegangan yang diinduksikan dalam belitan alternator. Juga. (2) kecepatan (rpm generator) pada mana medan magnet memotong belitan. Persen regulasi adalah: Untuk diingat. ditentukan sebagai berikut: Sebuah generator empat kutub dengan kecepatan 1800 rpm juga bekerja pada frekuensi 60 Hz. Anggap bahwa tegangan tanpa beban generator adalah 250 volt dan tegangan beban penuh adalah 220 volt. bahwa semakin kecil persentase regulasi. Besarnya tegangan yang diinduksikan ini tergantung kepada tiga hal yaitu: (1) jumlah konduktor dengan hubungan seri pada setiap belitan. Prinsip Pengaturan Tegangan AC Di dalam sebuah alternator. tegangan bolak balik diinduksikan dalam belitan armature ketika medan magnet melewati belitan ini. tegangan terminal pun ikut berubah. tentu saja tidak berubah tetap ketika alternator diproduksi. dan (3) kekuatan medan magnet. Sebuah generator enam kutub 500 rpm mempunyai frekuensi Sebuah generator 12 kutub dengan kecepatan 4000 rpm mempunyai frekuensi 4. N adalah kecepatan rotasi dalam revolusi per menit (rpm) dan 120 adalah sebuah konstanta untuk konversi dari menit ke detik dan dari jumlah kutub ke jumlah pasangan kutub. Sebagai contoh. FT.dimana P adalah jumlah kutub. jika frekuensi keluaran harus konstan. UNEJ ‘08 18 . semakin baik pula regulasinya untuk kebanyakan aplikasi.5. ketika kecepatan dan arus medan dc tetap konstan. Besarnya perubahan tergantung pada desain generator. Pengaturan Tegangan Sebagaimana yang telah kita lihat. Pengaturan tegangan pada sebuah alternator adalah perubahan tegangan dari beban penuh ke tanpa beban. maka kecepatan medan putar Teknik Tenaga Listrik. Jumlah belitan.

(2) berfungsi sebagai daya cadangan tambahan untuk permintaan yang suatu ketika bertambah. dan mensinkronkan generator lainnya sebelum keduanya disambungkan.com/neets/book5/17. Ini dapat dicapai dengan menghubungkan satu generator ke bus (bus generator). Tegangan terminal yang sama. kerusakan parah dapat terjadi jika alternator-alternator tersebut secara mendadak dihubungkan satu sama lain pada satu bus yang sama (satu titik hubung).com/doeelecscience/electricalscience2143.htm http://www. Ini mengakibatkan penggunaan rpm alternator untuk pengaturan tegangan keluaran menjadi tidak diperbolehkan.7. atau (3) untuk pemadaman satu mesin dan penyalaan mesin standby tanpa adanya pemutusan aliran daya. Kekuatan medan elektromagnetik ini dapat berubah seiring dengan perubahan besarnya arus yang mengalir melalui kumparan medan. Diperoleh dengan menyetel kecepatan prime mover dari generator yang hendak disambungkan.tpub.htm Teknik Tenaga Listrik.tpub. Urutan fasa tegangan yang sama.haruslah konstan pula. 3. Teknik Mesin. 2. Generator dikatakan sinkron jika memenuhi kondisi berikut: 1. metode praktis untuk melakukan pengaturan tegangan adalah dengan mengatur kekuatan medan putar. Untuk menghindari ini. Frekuensi yang sama. Sehingga. mesinmesin tersebut harus disinkronkan dahulu sebelum disambungkan bersamasama. Referensi: Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya – ZUHAL http://www. Operasi Paralel Alternator Alternator dapat dihubungkan secara parallel untuk (1) meningkatkan kapasitas keluaran dari suatu system melebihi apa yang didapat dari satu unit. 4. UNEJ ‘08 19 . Ketika alternator-alternator yang sedang beroperasi pada frekuensi dan tegangan terminal yang berbeda. Diperoleh dengan menyetel kekuatan medan bagi generator yang hendak masuk ke dalam rangkaian (disambungkan). FT. Ini dapat dicapai dengan mengubah-ubah besarnya tegangan yang dikenakan pada kumparan medan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful