Materi Kuliah Teknik Tenaga Listrik

Oleh : Ir. Ahmad Syuhri, MT
1. SISTEM TENAGA LISTRIK 1.1. Elemen Sistem Tenaga Salah satu cara yang paling ekonomis, mudah dan aman untuk mengirimkan energi adalah melalui bentuk energi listrik. Pada pusat pembangkit, sumberdaya energi primer seperti bahan baker fosil (minyak, gas alam, dan batubara), hidro, panas bumi, dan nuklir diubah menjadi energi listrik. Generator sinkron mengubah energi mekanis yang dihasilkan pada poros turbin menjadi energi listrik. Melalui transformator penaik tegangan (step-up transformer), energi listrik ini kemudian dikirimkan melalui saluran transmisi bertegangan tinggi menuju pusat-pusat beban. Peningkatan tegangan dimaksudkan untuk mengurangi jumlah arus yang mengalir pada saluran transmisi yang dengan demikian berarti rugi-rugi panas (heat-loss) I2R dapat dikurangi. Ketika saluran transmisi mencapai pusat beban, tegangan tersebut kembali diturunkan menjadi tegangan menengah, melalui transformator penurun tegangan (stepdown transformer). Di pusat-pusat beban yang terhubung dengan saluran distribusi, energi listrik ini diubah menjadi bentuk-bentuk energi terpakai lainnya seperti energi mekanis (motor), penerangan, pemanas, pendingin, dan sebagainya.

Satuan listrik : Arus listrik (I) => ampere Tegangan listrik (V) = beda potensial => volt Tahanan (R) = resistansi => ohm Reaktansi (X)=> ohm Impedansi (Z)= R ± jX => ohm Daya (S) = P ± jQ => volt ampere Daya aktif (P) => watt Daya reaktif (Q) => volt ampere reaktif Energi (E) => watt-hour (watt-jam) Faktor daya (cos ϕ) => tidak ada satuan

1.2.

Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pembangkit listrik jenis ini memanfaatkan bahan bakar minyak, gas alam, atau batubara untuk membangkitkan panas dan uap pada BOILER. Uap ini kemudian dipergunakan untuk memutar turbin yang dikopelkan langsung dengan sebuah generator sinkron. Uap yang telah melalui turbin kemudian menjadi uap bertekanan dan bersuhu rendah. Uap ini kemudian dilewatkan melalui kondenser yang menyerap panas uap tersebut sehingga uap tersebut berubah menjadi air yang kemudian dipompakan kembali menuju boiler.

Teknik Tenaga Listrik, Teknik Mesin, FT, UNEJ ‘08

1

3. Teknik Tenaga Listrik. Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG) Sebagaimana halnya Pusat Listrik Tenaga Diesel. Udara yang memasuki kompresor setelah mengalami tekanan bersama-sama dengan bahan baker disemprotkan ke ruang pembakar untuk melakukan proses pembakaran. Gas panas sebagai hasil pembakaran ini kemudian bekerja sebagai fluida yang memutar roda turbin yang terkopel dengan generator sinkron. Teknik Mesin. FT.Gambar : Skema PLTU 1. PLTG merupakan mesin dengan proses pembakaran dalam (internal combustion). UNEJ ‘08 2 . Bahan baker berupa minyak atau gas alam dibakar di dalam ruang pembakar (combustor).

Tinggi terjun ini mengakibatkan air yang mengalir akan memperoleh Teknik Tenaga Listrik. Pada rangkaian pertama bahan baker uranium-235 yang diperkaya dan tersusun dalam pipa-pipa berkelompok. maka tidak terjadi pembentukan uap. Generator uap ini kemudian menghasilkan uap yang memutar turbin dan proses selanjutnya mengikuti siklus tertutup sebagaimana berlangsung pada turbin uap PLTU. Perbedaan vertical antara batas atas dengan batas bawah bendungan di mana terletak turbin air.Gambar : Skema PLTG 1.5. UNEJ ‘08 3 . Air panas yang bertekanan tersebut kemudian mengalir ke rangkaian kedua melalui suatu generator uap yang terbuat dari baja.4. disundut untuk menghasilkan panas dalam reactor. Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Pada reactor air tekan (pressurized water reactor) terdapat dua rangkaian yang seolah-olah terpisah. Gambar : Skema PLTN 1. Teknik Mesin. Karena air dalam bejana penuh. melainkan air menjadi panas dan bertekanan. Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Penggunaan tenaga air mungkin merupakan bentuk konversi energi tertua yang pernah dikenal manusia. dikenal sebagai tinggi terjun. FT.

Bergantung kepada tinggi terjun dan debit air. Francis dan Kaplan. dimana fluks merupakan harga yang konstan. Konversi Energi Elektromekanik Konversi energi baik dari energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya dari energi mekanik menjadi energi listrik (generator) berlangsung melalui medium medan magnet. FT. Untuk keadaan tunak. dikenal tiga macam turbin yaitu: Pelton.1. proses konversi energi elektromekanik dapat dinyatakan sebagai berikut (untuk motor): (Energi Listrik sebagai input) = (Energi Mekanik sebagai output + Energi panas) + (Energi pada medan magnet dan rugi-rugi magnetic) atau dalam persamaan differensial. sementara akan tersimpan pada medium medan magnet untuk kemudian dilepaskan menjadi energi system lainnya. Gaya Gerak Listrik Apabila sebuah konduktor digerakkan tegak lurus sejauh ds memotong suatu medan magnet dengan kerapatan fluks B.2. Gambar : Skema PLTA 2. UNEJ ‘08 4 . maka perubahan fluks pada konduktor dengan panjang efektif l adalah: dφ = B l ds Dari Hukum Faraday diketahui bahwa gaya gerak listrik (ggl) E = dφ/dt Teknik Tenaga Listrik. Dengan mengingat hukum kekekalan energi. Teknik Mesin. maka dWF = 0 dWE = dWM 2. konversi energi dari elektris ke mekanis adalah sebagai berikut: dWE = dWM + dWF Ini hanya berlaku ketika proses konversi energi sedang berlangsung pada keadaan dinamis yang transient. Dengan demikian. medan magnet di sini selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan energi juga sekaligus sebagai medium untuk mengkopel perubahan energi. Energi yang akan diubah dari satu system ke system lainnya.energi kinetic yang kemudian mendesak sudu-sudu turbin. DASAR ELEKTROMEKANIK 2.

e = B l v 2. Stator merupakan kumparan medan yang berbentuk kutub sepatu dan rotor merupakan kumparan jangkar dengan belitan konduktor yang saling dihubungkan ujungnya (lihat gambar) untuk mendapatkan tegangan induksi (ggl). energi mekanik yang diberikan haruslah lebih besar dari gaya reaksi tadi. yaitu: F=BIl Teknik Tenaga Listrik. akan mengalir arus listrik I atau energi mekanik berubah menjadi energi listrik (generator). Agar proses konversi energi listrik menjadi energi mekanik (motor) dapat berlangsung. dimana ds/dt = v = kecepatan Jadi. Di antara rotor dan stator terdapat celah udara. maka kopel yang dibangkitkan adalah T=Fr Perlu diingat bahwa saat gaya F dibangkitkan. Begitu pula. Jika kumparan rotor diputar dengan arah berlawanan dari arah jarum jam. konduktor bergerak di dalam medan magnet da seperti diketahui akan menimbulkan gaya gerak listrik yang merupakan reaksi (lawan) terhadap tegangan penyebabnya. Mesin Dinamik Elementer Pada umumnya mesin dinamik terdiri atas bagian yang berputar disebut rotor dan bagian yang diam disebut stator.Maka e = B l ds/dt. suatu gerak konduktor di dalam medan magnet akan membangkitkan tegangan e = B l V dan bila dihubungkan dengan beban. UNEJ ‘08 5 . Teknik Mesin. FT. Interaksi Medan Magnet Kerja suatu mesin dinamis dapat juga dilihat dari segi adanya interaksi antar medan magnet stator dan rotor. Arus listrik yang mengalir pada konduktor tadi merupakan medan magnet pula dan akan berinteraksi dengan medan magnet yang telah ada (B). 2.5. Interaksi medan magnet merupakan gaya reaksi (lawan) terhadap gerak mekanik yang diberikan. 2.3. tegangan akan dibangkitkan dengan arah yang berlawanan pada kedua ujung rotor yang tidak dihubungkan. tegangan sumber harus lebih besar daripada gaya gerak listrik lawan.4. Simulasi mesin dinamis (generator) dapat dilihat pada situs ini. Kopel Arus listrik I yang dihasilkan di dalam suatu medan magnet dengan kerapatan fluks B akan menghasilkan suatu gaya F sebesar: F=BIl Jika jari-jari rotor adalah r. Agar konversi energi mekanik ke energi listrik dapat berlangsung.

6. UNEJ ‘08 6 . Karena itu frekuensi gelombang tegangan adalah: f = (p/2) (n/60) n = rotasi per menit n/60 = rotasi perdetik Kecepatan sinkron untuk mesin arus bolak-balik lazim dinyatakan dengan ns = 120 (f/p) Jadi misalnya untuk generator sinkron yang bekerja dengan frekuensi 50 putaran per detik dan mempunyai jumlah kutub p=2. tegangan induksi yang ditimbulkan sudah menyelesaikan p/2 kali putaran. FT. Teknik Mesin. motor induksi paling banyak digunakan karena memiliki keuntungan. persamaan kopel menjadi: T = K Ir Is sin δ Dengan demikian. Sumber lainnya tentang elektromagnetik: 3. Bila kerapatan fluks akibat arus listrik dinyatakan dengan Bs (pada stator). sedang kerapatan fluks akibat kumparan medan adalah Br (pada rotor). mesin telah menyelesaikan p/2 kali putaran. maka dapat dituliskan: T = K Br Bs sin δ Dimana δ adalah sudut antara kedua sumbu medan magnet Br dan Bs K adalah konstanta l x r Sudut δ dikenal sebagai sudut kopel atau sudut daya dengan harga maksimum δ = 90o. MOTOR INDUKSI Motor induksi merupakan motor arus bolak balik (ac) yang paling luas penggunaannya. Persamaan umumnya adalah sebagai berikut: θe = (p/2) θm p = jumlah kutub mesin θe = sudut listrik θm = sudut mekanik 2. Derajat Listrik Pada setiap satu kali putaran mesin. kopel terjadi sebagai interaksi antara dua medan magnet atau dua arus. 2. arus listrik (I) pada persamaan di atas akan menimbulkan fluks juga di sekitar konduktor yang dilalui. Dengan menganggap Br dan Bs sebagai fungsi arus rotor dan arus stator. satu kali putaran mekanik mesin (360o) berarti sama dengan dua kali putaran listrik (720o).Seperti diketahui. Frekuensi Dari persamaan di atas.7. antara lain : Konstruksinya sederhana dan dapat diandalkan Teknik Tenaga Listrik. Maka untuk mesin 4 kutub. Berdasarkan penggunaannya. diketahui bahwa untuk setiap satu siklus tegangan listrik yang dihasilkan. maka kecepatan berputar mesin tersebut adalah: ns = (120 x 50)/2 = 3000 rpm.

sehingga terinduksi arus. Dikenal dua tipe motor induksi yaitu motor induksi dengan rotor belitan dan rotor sangkar. Teknik Mesin. Walaupun memiliki kelebihan. yang oleh karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor. Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber tertentu. bila beban motor bertambah. Belitan stator yang dihubungkan dengan suatu sumber tegangan tiga fasa akan menghasilkan medan magnet yang berputar dengan kecepatan sinkron (ns = 120f/2p). dan sesuai dengan Hukum Lentz. Bertambahnya beban. FT. akan memperbesar kopel motor. pada kenyataannya motor induksi mempunyai kekurangan/kerugian yaitu: Pengaturan kecepatannya tidak dapat dilaksanakan tanpa mengurangi effisiensinya. Jadi . Perawatannya muda Penggunaan peralatan asut sangat sederhana. Perbedaan putaran relative antara stator dan rotor disebut slip. - Power Faktor (PF) cukup baik. Teknik Tenaga Listrik. Medan putar pada stator tersebut akan memotong konduktor-konduktor pada rotor. Arus asutnya besar dan torsi startingnya kecil. putaran rotor cenderung menurun. UNEJ ‘08 7 . sehingga slip antara medan putar stator dan putaran rotor pun akan bertambah besar.- Harganya murah Mempunyai effisiensinya tinggi Tidak menggunakan sikat sehingga rugi yang ditimbulkan akibat gesekan sangat kecil. tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relative antara putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic field) yang dihasilkan oleh arus stator. Kecepatan akan menurun seiring dengan pertambahan beban. rotor pun akan ikut berputar mengikuti medan putar stator.

Gambar belitan stator tiga fasa. Belitan stator terhubung wye (Y). rotor juga akan berputar hingga satu putaran. atau satu putaran. medan magnet tersebut telah bergeser hingga 360o.Gambar : Motor Induksi. FT. UNEJ ‘08 8 . Untuk motor induksi. Teknik Tenaga Listrik. Gambar berikut menunjukkan sebuah stator tiga fasa dengan suplai arus bolak balik tiga fasa pula. maka medan magnet yang dihasilkan akan nol pula. maka rotor juga berputar agar bersesuaian dengan medan magnet stator. medan magnet dari masing-masing fasa bergabung untuk menghasilkan medan magnet yang posisinya bergeser hingga beberapa derajat. Karena arus yang mengalir pada system tiga fasa mempunyai perbedaan 120o. maka medan magnet yang dihasilkan juga akan mempunyai perbedaan sudut sebesar 120o pula. Pada sepanjang waktu. Sepanjang waktu. Pada akhir satu siklus arus bolak balik. Dan karena rotor juga mempunyai medan magnet berlawanan arah yang diinduksikan kepadanya. begitu medan magnet stator berputar. sebuah medan magnet diinduksikan kepada rotor sesuai dengan polaritas medan magnet pada stator. maka medan magnet berada pada harga maksimum pula. yang akan beraksi terhadap rotor. Dua belitan pada masing-masing fasa dililitkan dalam arah yang sama. marilah kita tinjau bagaimana medan putar ini dihasilkan. Teknik Mesin. Karenanya.1 Medan Putar Sebelum kita membahas bagaimana rotating magnetic field (medan putar) menyebabkan sebuah motor berputar. Penjelasan mengenai ini dapat dilihat pada gambar selanjutnya. Jika arus listrik yang melalui fasa tersebut adalah nol (zero). Ketiga medan magnet yang dihasilkan akan membentuk satu medan. 3. medan magnet yang dihasilkan oleh setiap fasa akan tergantung kepada arus yang mengalir melalui fasa tersebut. Jika arus mengalir dengan harga maksimum.

Medan magnet yang Teknik Tenaga Listrik. Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah yang dihasilkan sepanjang fasa A dan B. antara kutub C (utara) dengan C’ (selatan). Pada posisi T2. dengan kekuatan medan maksimum sepanjang fasa A. Jika arus mengalir dalam suatu fasa adalah positif. Pada saat yang sama. Teknik Mesin. Pada posisi T3. FT. Arus pada fasa B mempunya arah yang berlawanan dan berada pada separuh harga maksimum positifnya. dengan kutub-kutub A’ dan B’ menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub A dan B menjadi kutub-kutub selatan. UNEJ ‘08 9 . Medan magnet yang dihasilkan terbentuk ke kiri arah bawah. Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah yang timbul sepanjang fasa B dan C. antara kutub-kutub A’ (utara) dan A (selatan). dengan kutub-kutub B dan C menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub B’ dan C’ menjadi kutub-kutub selatan. medan magnet akan menimbulkan kutub utara pada kutub stator yang ditandai dengan A’. dengan kekuatan medan maksimum terjadi sepanjang fasa C. arus pada fasa A dan B berada pada separuh harga negative maksimumnya. Tiga posisi ditandai dengan interval 60o pada gelombang sinus yang mewakili arus yang mengalir pada tiga fasa A. Pada posisi T1. gelombang sinus arus berputar lagi 60 derajat listrik dari posisi sebelumnya hingga total rotasi pada posisi ini sebesar 120 derajat listrik. dan C. Di sini terlihat bahwa medan magnet pada stator motor secara fisik telah berputar sebanyak 60o.Putaran medan magnet dijelaskan pada gambar di bawah dengan “menghentikan” medan tersebut pada enam posisi. arus dalam fasa B telah naik hingga mencapai harga positif maksimumnya. Arus pada fasa A telah turun hingga separuh dari harga negative maksimumnya. Pada posisi ini. Medan magnet yang dihasilkan terbentuk secara vertical dengan arah ke bawah. Pada posisi ini. sementara arus pada fasa C telah berbalik arah dan berada pada separuh harga negative maksimumnya pula. Begitu pula arus pada fasa C telah turun hingga separuh dari harga maksimum positifnya. Gambar putaran motor induksi dan medan putar. dan C’. B’. arus dalam fasa A telah naik hingga harga negative maksimumnya.B. gelombang sinus arus telah berotasi sebanyak 60 derajat listrik. arus pada fasa C berada pada harga positif maksimumnya.

pada titik T7. SLIP Jika arus bolak balik dikenakan pada belitan stator dari sebuah motor induksi. medan magnet yang timbul pada stator sebuah motor juga berotasi satu putaran penuh (360o). Pada titik T6. Kembali. Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah sepanjang fasa A dan C. medan magnet secara fisik telah berputar 60o dari titik sebelumnya sehingga total rotasi sebanyak 240o. Teknik Tenaga Listrik. gelombang sinus arus telah berotasi sebanyak 180 derajat listrik dari titik T1 sehingga hubungan antara arus-arus fasa adalah indentik dengan posisi T1 kecuali bahwa polaritasnya telah berbalik. yang menghasilkan medan magnet ke arah atas sebelah kanan. medan magnet yang dihasilkan pada posisi ini akan identik dengan pada posisi T1. Akhirnya. medan magnet yang dihasilkan sepanjang fasa C akan memiliki kekuatan medan maksimum. Sehingga. dengan kutub-kutub A’ dan C’ menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub A dan C menjadi kutub-kutub selatan. 3. Terlihat bahwa medan magnet sekarang telah berotasi secara fisik sebanyak 180o dari posisi awalnya. Dari pembahasan ini. Arah aliran arus ini dapat ditentukan dengan menggunakan aturan tangan kiri untuk generator. rotor tidak pernah dapat menyamakan posisi dengannya alias selalu tertinggal dan karenanya akan terus mengikuti putaran medan pada stator sebagaimana ditunjukkan pada gambar di bawah ini. berlawanan polaritas dari medan stator.2. Teknik Mesin. FT. fasa A berada pada harga positif maksimumnya. dengan arus yang mengalir dalam arah yang berlawanan pada fasa C. Arus yang diinduksikan ini akan menghasilkan medan magnet di sekitar penghantar rotor. medan magnet yang timbul mempunyai arah ke atas antara kutub C’ (utara) dan C (selatan). antara kutub B (utara) dan B’ (selatan). yang akan mengejar medan magnet pada stator. Karenanya. medan putar (rotating magnetic field) juga timbul. Medan putar ini memotong batang rotor dan menginduksikan arus kepada rotor. dengan kekuatan medan maksimum sepanjang fasa B. Karena medan pada stator terus menerus berputar. Karena fasa C kembali pada harga maksimum. fasa B berada pada harga maksimum negative yang menghasilkan medan magnet ke arah bawah sebelah kanan. arus kembali ke polaritas dan nilai yang sama seperti pada Posisi T1. Meskipun demikian. UNEJ ‘08 10 . sebuah medan putar timbul. Pada posisi T4. dengan menerapkan tiga-fasa AC kepada tigfa belitan yang terpisah secara simetris sekitar stator. Sehingga terlihat di sini bahwa medan magnet pada stator telah berputar 60o lagi dengan total putaran sebesar 120o.dihasilkan mengarah ke atas kiri. Medan magnet pun telah berotasi sebesar 60o dari titik T5 sehingga total rotas adalah 300o. Pada posisi T5. terlihat bahwa untuk satu putaran penuh gelombang sinus listrik (360o). medan magnet yang dihasilkan sepanjang fasa C kembali berada pada harga maksimum.

maka tidak ada gerak relatif antara keduanya. terlihat bahwa rotor pada motor induksi tidak pernah dapat berputar dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan medan putar. dimana Contoh: Sebuah motor induksi dua kutub. semakin dekat pula kecepatan rotor dengan kecepatan medan putar. Persentase perbedaan antara kecepatan rotor dan kecepatan medan putar disebut dengan slip. Jika kecepatan rotor sama dengan keceparan medan putar stator. karenanya ahrus berputar dengan kecepatan yang lebih rendah dari kecepatan medan putar stator jika gerak relatif tersebut harus ada antara keduanya. Persen slip dapat dicari menggunakan Equation (12-1). NR= kecepatan rotor (rpm) Kecepatan medan putar atau kecepatan sinkron dari suatu motor dapat dicari dengan menggunakan Equation (12-2). Berapakah persentase slip pada beban penuh? Teknik Tenaga Listrik. mempunyai kecepatan pada beban penuh sebesar 3554 rpm. Teknik Mesin. 60 Hz. tidak akan ada interaksi medan yang diperlukan untuk menimbulkan gerak.Gambar Induction Motor Dari penjelasan di atas. Semakin kecil slip. Rotor. dan tidak akan ada induksi EMF kepada rotor. dimana NS= kecepatan sinkron (rpm) . UNEJ ‘08 11 . Tanpa induksi EMF ini. FT.

breakdown torque bervariasi dari 200 hingga 300% torque beban penuh. Umumnya. UNEJ ‘08 12 . Jika beban dinaikkan melebihi titik ini. K.Solusi: 3. Perubahan torque terhadap slip menunjukkan bahwa begitu slip naik dari nol hingga –10%. Torque awal (starting torque) adalah nilai torque pada 100% slip dan normalny 150 hingga 200% torque beban penuh. torque naik secara linier. Arus rotor meningkat dengan proporsi yang sama dengan slip. Teknik Tenaga Listrik. motor akan stall dan segera berhenti. Torque Torque motor induksi AC tergantug kepada kekuatan medan rotor dan stator yang saling berinteraksi dan hubungan fasa antara keduanya. FT. Seiring dengan pertambahan kecepatan dari rotor. dan cos adalah konstan. biasanya antara 0 – 10%. Torque maksimum disebut breakdown torque motor. torque akan naik hingga breakdown torque dan turun mencapai nilai yang diperlukan untuk menarik beban motor pada kecepatan konstan. Gambar berikut menunjukkan karakteristik Torque terhadap slip. Teknik Mesin. sehingga torque berbanding lurus dengan arus rotor. Torque dapat dihitung dengan Equation (12-3). dimana Selama operasi normal. . maka torque akan mencapai harga maksimum sekitar 25% slip. Begitu torque dan slip naik melebihi torque beban penuh.3.

Slip ring dan sikat digunakan untuk mensuplai arus kepada rotor.4. Ketika motor mencapai kecepatan sinkron. Ini disebut dengan pemisahan fasa (phase splitting). Jika motor sinkron dibebani ke titik dimana rotor ditarik keluar dari keserempakannya dengan medan putar. Pada motor fasa terpisah (split-phase motor). Penyalaan Motor Sinkron Sebuah motor sinkron dapat dinyalakan oleh sebuah motor dc pada satu sumbu. karenanya motor memerlukan peralatan untuk membawanya kepada kecepatan sinkron. Belitan ini mempunyai resistansi yang lebih tinggi dan reaktansi yang lebih rendah dari belitan utama. maka tidak ada torque yang dihasilkan. dan motor akan berhenti.5. Ketika motor mencapai 70 hingga 80% dari kecepatan sinkron. Motor Sinkron Motor sinkron serupa dengan motor induksi pada mana keduanya mempunyai belitan stator yang menghasilkan medan putar. motor sinkron dieksitasi oleh sebuah sumber tegangan DC di luar mesin dan karenanya membutuhkan slip ring dan sikat (brush) untuk memberikan arus kepada rotor. Tidak seperti motor induksi. Motor sinkron menggunakan rotor belitan. medan yang dihasilkan akan tampak berputar. Jenis ini mempunyai kumparan yang ditempatkan pada slot rotor. arus AC diberikan kepada belitan stator. 3. Sudut antara kedua belitan mempunyai beda fasa yang cukup untuk menimbulkan medan putar untuk menghasilkan torque awal (starting torque). Teknik Mesin. arus pada belitan utama (IM) tertinggal dibelakang arus pada belitan starting (IS). FT. Motor Satu Fasa Jika dua belitan stator dengan impedansi yang tidak sama dipisahkan sejauh 90 derajat listrik dan terhubung secara parallel ke sumber satu fasa. dipergunakanlah lilitan starting untuk penyalaan. Pada motor sinkron. Motor satu fasa biasanya digunakan untuk aplikasi kecil seperti peralatan rumah tangga (contoh mesin pompa). Motor dc saat ini berfungsi sebagai generator dc dan memberikan eksitasi medan dc kepada rotor. UNEJ ‘08 13 . Beban sekarang boleh diberikan Teknik Tenaga Listrik. Jika tegangan yang sama VT dikenakan pada belitan starting dan utama. rotor terkunci dengan medan putar dan berputar dengan kecepatan sinkron.3. saklar sentrifugal pada sumbu motor membuka dan melepaskan belitan starting. Motor sinkron bukanlah self-starting motor karena torque hanya akan muncul ketika motor bekerja pada kecepatan sinkron.

4. Motor kemudian dinyalakan seperti halnya motor induksi hingga mencapai –95% kecepatan sinkron. Sebagai contoh. dan motor mencapai sinkronisasi. Selama kondisi tanpa beban (no-load).rowand. Motor sinkron seringkali dinyalakan dengan menggunakan belitan sangkar tupai (squirrel-cage) yang dipasang di hadapan kutub rotor. Agar gerak relative terjadi antara konduktor dan Teknik Tenaga Listrik. Sumber lain : http://www. Torque yang diperlukan untuk menarik motor hingga mencapai sinkronisasi disebut pull-in torque. UNEJ ‘08 14 . tegangan akan diinduksikan dalam konduktor. Sepanjang ada gerak relative antara sebuah konduktor dan medan magnet. Harga maksimum torque sehingga motor tetap bekerja tanpa kehilangan sinkronisasi disebut pull-out torque. ada pergeseran kutub rotor ke belakang. biasanya pada tegangan 12 volt. membangkitkan ribuan kilowatt pada tegangan yang sangat tinggi. yang sangat kecil sebagai perbandingannya. karenanya. EMF diinduksikan dalam sebuah kumparan sebagai hasil dari (1) kumparan yang memotong medan magnet. Seiring dengan pembebanan. atau (2) medan magnet yang memotong sebuah kumparan. Gambar sudut torque (torque angle) Jika beban mekanis pada motor dinaikkan ke titik dimana rotor ditarik keluar dari sinkronisasi . Generator ac. saat mana arus searah diberikan. Sudut antara kutub rotor dan stator disebut sudut torque . alternator pada PLTA mempunyai ukuran yang sangat besar.htm Dasar-dasar Generator AC Berapapun ukurannya. baik ac maupun dc.net/Shop/Tech/AlternatorGeneratorTheory. bervariasi ukurannya sesuai dengan beban yang akan disuplai. relative terhadap kutub stator (gambar bagian b). GENERATOR AC (ALTERNATOR) Hampir semua tenaga listrik yang dipergunakan saat ini bekerja pada sumber tegangan bolak balik (ac). rotor motor sinkron terkunci dengan medan putar dan harus terus beroperasi pada kecepatan sinkron untuk semua keadaan beban.kepada motor sinkron. umumnya disebut alternator. Bagian generator yang mendapat induksi tegangan adalah armature. FT. maka motor akan berhenti. Seperti diketahui. generator ac adalah alat yang paling penting untuk menghasilkan tenaga listrik. Tidak ada perubahan kecepatan. Beratnya hanya beberapa kilogram dan menghasilkan daya sekitar 100 hingga 200 watt. semua generator listrik. Teknik Mesin. bergantung kepada prinsip induksi magnet. Contoh lainnya adalah alternator di mobil. garis tengah kutub medan putar dan kutub medan dc berada dalam satu garis (gambar dibawah bagian a).

Armature stasioner. Karena tegangan yang dikenakan pada medan berputar adalah tegangan searah yang rendah. ROTATING-FIELD ALTERNATORS Alternator medan berputar mempunyai belitan armature yang stasioner dan sebuah belitan medan yang berputar.medan magnet. Sumber : http://www. alternator tegangan tinggi biasanya menggunakan jenis medan berputar. Armature. atau stator. UNEJ ‘08 15 . Pada alternator. Keuntungan menggunakan system belitan armature stasioner adalah bahwa tegangan yang dihasilkan dapat dihubungkan langsung ke beban. sikat dan slip ring sangat sulit untuk diisolasi. pada alternator jenis ini mempunyai belitan yang dipotong oleh medan putar (rotating magnetic field). semua generator haruslah mempunyai dua bagian mekanis yaitu rotor dan stator. Tegangan yang dibangkitkan pada armature sebagai hasil dari aksi potong ini adalah tegangan ac yang akan dikirimkan kepada beban.adtdl. Stator terdiri dari inti besi yang dilaminasi dengan belitan armature yang melekat pada inti ini. Karenanya.army. problem yang dijumpai pada tegangan tinggi tidak terjadi. ROTATING-ARMATURE ALTERNATOR Alternator armature bergerak (rotating-armature alternator) mempunyai konstruksi yang sama dengan generator dc yang mana armature berputar dalam sebuah medan magnet stasioner. FT.mil/cgi-bin/atdl. tegangan ac yang dibangkitkan tidak diubah menjadi dc dan diteruskan kepada beban dengan menggunakan slip ring. emf dibangkitkan dalam belitan armature dan dikonversikan dari ac ke dc dengan menggunakan komutator (sebagai penyearah).dll/fm/55-509-1/Ch13. Armature yang bergerak dapat dijumpai pada alternator untuk daya rendah dan umumnya tidak digunakan untuk daya listrik dalam jumlah besar.htm Teknik Tenaga Listrik. dan percikan bunga api dan hubung singkat dapat terjadi pada tegangan tinggi. Pada generator dc. Jenis armature berputar memerlukan slip ring dan sikat untuk menghantarkan arus dari armature ke beban. Teknik Mesin.

Tegangan bolak balik pada belitan armature generator ac dihubungkan ke beban melalui terminal. Ketika armature exciter berotasi dalam fluks medan exciter. Turbin gas dan uap pada PLTG dan PLTU adalah penggerak utama berkecepatan tinggi sementara mesin pembakaran dalam (internal combustion engine). Sumber daya mekanis ini disebut prime mover. Teknik Tenaga Listrik. Teknik Mesin. UNEJ ‘08 16 . Karena arusnya adalah arus searah. fluks magnetiknya dilalukan sepanjang belitan armature alternator.4. Prime mover dibagi dalam dua kelompok yaitu untuk high-speed generator dan low-speed generator. Sehingga. membutuhkan sebuah sumber daya mekanik untuk memutar rotornya. Fungsi-Fungsi Komponen Alternator Secara umum generator ac medan berputar terdiri atas sebuah alternator dan sebuah generator dc kecil yang dibangun dalam satu unit. air pada PLTA dan motor listrik dianggap sebagai prime mover berkecepatan rendah. Keluaran dari komutator exciter dihubungkan melalui sikat dan slip ring ke medan alternator. Jenis prime mover memainkan peranan penting dalam desain alternator karena kecepatan pada mana rotor diputar menentukan karakteristik operasi dan konstruksi alternator. tegangan diinduksikan dalam belitan armature exciter. PRIME MOVER (Penggerak Utama) Semua generator. Medan exciter menghasilkan intensitas fluks magnetic antara kutub-kutubnya. Keluaran dari alternator merupakan tegangan ac untuk menyuplai beban dan generator dc dikenal sebagai exciter untuk menyuplai arus searah bagi medan putar. FT. maka arus selalu mengalir dalam satu arah melalui medan alternator. ac dan dc.2. Ketika alternator diputar. besar dan kecil. Gambar : Ggenerator AC dan Schematic-nya Exciter adalah sebuah generator dc eksitasi sendiri dengan belitan shunt. medan magnet dengan polaritas tetap selalu terjadi sepanjang waktu dalam belitan medan alternator.

Salient-pole rotor mempunyai diameter yang lebih besar dari turbine-driven rotor.4. dan jika berlebihan akan merusak isolasi.3. Untuk suatu frekuensi yang ditentukan. Arus maksimum tergantung kepada rugi-rugi panas dalam armature. salient-pole hanya digunakan pada aplikasi keceparan rendah. semakin banyak jumlah kutub. Untuk menjaga keamanan dan keselatan sehingga belitannya tidak terlempar keluar mesin. Semakin banyak kutub pada rotor. Frekuensi Frekuensi keluaran dari tegangan alternator tergantung kepada kecepatan rotasi dari rotor dan jumlah kutubnya. Teknik Mesin. Prinsip ini dapat dijelaskan sebagai berikut. Karenanya. tegangan yang dihasilkan. dibautkan pada kerangka rotor. Rugi panas ini (rugi daya I2 R) akan memanaskan konduktor. misalkan. berkaitan dengan jumlah kutub dan kecepatan rotasi sesuai dengan persamaan berikut: Teknik Tenaga Listrik. Jenis turbine-driven digunakan untuk kecepatan tinggi dan salient-pole untuk kecepatan rendah. 4. batas arusnya dan karakteristik lainnya biasanya ditempelkan pada badan mesin – name plate. Salient-pole rotor seringkali terdiri dari beberapa kutub yang dibelit terpisah. salient-pole memiliki gaya sentrifugal yang lebih besar. tegangan yang diinduksikan dalam belitan tersebut akan bervariasi hingga selesai satu siklus.ROTOR ALTERNATOR Ada dua jenis rotor yang digunakan untuk alternator medan berputar yaitu turbine-driven dan salient-pole rotor. semakin lambat kecepatan putaran. yaitu banyaknya siklus per detik. sebuah generator dua kutub harus berotasi dengan kecepatan empat kali lipat dari kecepatan generator delapan kutub untuk menghasilkan frekuensi yang sama dari tegangan yang dibangkitkan. alternator di-rating sesuai dengan arus ini dan tegangan keluarannya dalam volt-ampere atau untuk skala besar dalam kilovolt-ampere. Belitan pada turbine-driven rotor disusun sedemikian rupa sehingga membentuk dua atau empat kutub yang berbeda. Karakteristik Alternator dan Batasannya Alternator di-rating berdasarkan tegangan yang dihasilkannya dan arus maksimum yang mampu diberikannya. Belitan-belitan tersebut dilekatkan erat-erat di dalam slot agar tahan terhadap gaya sentrifugal pada kecepatan tinggi. Frekuensi pada semua generator ac dalam satuan hertz (Hz). FT. semakin tinggi pula frekuensinya pada kecepatan tertentu. semakin rendah pula frekuensinya. 4. Pada putaran per menit yang sama. Ketika rotor telah berotasi beberapa derajat sehingga dua kutub berdekatan (utara dan selatan) telah melewati satu belitan. Informasi mengenai kecepatan rotasinya. Semakin cepat. semakin tinggi pula frekuensinya. Semakin lambat. UNEJ ‘08 17 .

UNEJ ‘08 18 . bahwa semakin kecil persentase regulasi. jika frekuensi keluaran harus konstan. Besarnya tegangan yang diinduksikan ini tergantung kepada tiga hal yaitu: (1) jumlah konduktor dengan hubungan seri pada setiap belitan. ketika beban pada generator berubah.dimana P adalah jumlah kutub. Sebuah generator enam kutub 500 rpm mempunyai frekuensi Sebuah generator 12 kutub dengan kecepatan 4000 rpm mempunyai frekuensi 4. Prinsip Pengaturan Tegangan AC Di dalam sebuah alternator.5. Juga. ditentukan sebagai berikut: Sebuah generator empat kutub dengan kecepatan 1800 rpm juga bekerja pada frekuensi 60 Hz. N adalah kecepatan rotasi dalam revolusi per menit (rpm) dan 120 adalah sebuah konstanta untuk konversi dari menit ke detik dan dari jumlah kutub ke jumlah pasangan kutub. Anggap bahwa tegangan tanpa beban generator adalah 250 volt dan tegangan beban penuh adalah 220 volt. FT. Sebagai contoh. ketika kecepatan dan arus medan dc tetap konstan. dan (3) kekuatan medan magnet. semakin baik pula regulasinya untuk kebanyakan aplikasi. dinyatakan sebagai persentase tegangan beban penuh. sebuah alternator dua kutub. tentu saja tidak berubah tetap ketika alternator diproduksi. Pengaturan Tegangan Sebagaimana yang telah kita lihat. Persen regulasi adalah: Untuk diingat. (2) kecepatan (rpm generator) pada mana medan magnet memotong belitan. Teknik Mesin. Besarnya perubahan tergantung pada desain generator. tegangan bolak balik diinduksikan dalam belitan armature ketika medan magnet melewati belitan ini. 3600 rpm mempunyai frekuensi 60 Hz. tegangan terminal pun ikut berubah. maka kecepatan medan putar Teknik Tenaga Listrik. Salah satu dari factor ini dapat digunakan untuk pengaturan tegangan yang diinduksikan dalam belitan alternator. Pengaturan tegangan pada sebuah alternator adalah perubahan tegangan dari beban penuh ke tanpa beban. Jumlah belitan.

Referensi: Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya – ZUHAL http://www.haruslah konstan pula. UNEJ ‘08 19 . Ini mengakibatkan penggunaan rpm alternator untuk pengaturan tegangan keluaran menjadi tidak diperbolehkan. Ini dapat dicapai dengan mengubah-ubah besarnya tegangan yang dikenakan pada kumparan medan. kerusakan parah dapat terjadi jika alternator-alternator tersebut secara mendadak dihubungkan satu sama lain pada satu bus yang sama (satu titik hubung). mesinmesin tersebut harus disinkronkan dahulu sebelum disambungkan bersamasama. Operasi Paralel Alternator Alternator dapat dihubungkan secara parallel untuk (1) meningkatkan kapasitas keluaran dari suatu system melebihi apa yang didapat dari satu unit. 2. 3. Urutan fasa tegangan yang sama. FT. Teknik Mesin. dan mensinkronkan generator lainnya sebelum keduanya disambungkan. 4. atau (3) untuk pemadaman satu mesin dan penyalaan mesin standby tanpa adanya pemutusan aliran daya. Ketika alternator-alternator yang sedang beroperasi pada frekuensi dan tegangan terminal yang berbeda.tpub. Diperoleh dengan menyetel kekuatan medan bagi generator yang hendak masuk ke dalam rangkaian (disambungkan).htm Teknik Tenaga Listrik. Untuk menghindari ini.tpub. Sehingga. Generator dikatakan sinkron jika memenuhi kondisi berikut: 1. Tegangan terminal yang sama. metode praktis untuk melakukan pengaturan tegangan adalah dengan mengatur kekuatan medan putar. Ini dapat dicapai dengan menghubungkan satu generator ke bus (bus generator).com/doeelecscience/electricalscience2143.htm http://www.7. Kekuatan medan elektromagnetik ini dapat berubah seiring dengan perubahan besarnya arus yang mengalir melalui kumparan medan. (2) berfungsi sebagai daya cadangan tambahan untuk permintaan yang suatu ketika bertambah. Frekuensi yang sama.com/neets/book5/17. Diperoleh dengan menyetel kecepatan prime mover dari generator yang hendak disambungkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful