P. 1
Mubes-3 Km Its

Mubes-3 Km Its

|Views: 436|Likes:
Published by El riza annaml

More info:

Published by: El riza annaml on Oct 08, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/17/2012

pdf

text

original

MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS

MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS

Organizing Committee MUBES III ITS
Koordinator Wakil Sekretaris Bendahara Sie Kesekretariatan : Arif Arma Rahadian : I Ketut W. Parwatha : Elok Widayanti : Bestari Indah Citra Dewi : Vera Citra Wulandari Laily Romdhoni M. Dingin Huda Rika Sie Acara Yuvita Palit (4198 100 044) (2198 100 110) (1498 100 017) (3399 100 077) (1399 100 004) (1300 100 068) (7400 030 023) (1399 100 034) (1200 100 014) (1200 100 010) (3299 100 019) (5100 100 080) (2200 100 042) (3498 100 046) (3498 100 036) (3498 100 053) (3499 100 068) (7100 030 047) (1298 100 035) (2700 100 031) (3398 100 051) (2500 100 019) (3198 100 047) (2198 100 116) (5100 100 067) (7100 030 063) (2700 100 004) (7100 030 063) (2200 100 050)

SELAYANG PANDANG MUBES ITS

I. PENDAHULUAN
Setengah abad lebih usia kemerdekaan Indonesia adalah tempaan sejarah bangsa dalam menentukan arah masa depan. Mahasiswa ITS sebagai bagian dari mahasiswa Indonesia secara komunal, sekaligus bagian tak terpisahkan dari rakyat Indonesia selaku pemilik kedaulatan Republik Indonesia, berada pada posisi strategis untuk senantiasa berperan aktif mengisi dan menentukan nasib bangsa Indonesia kedepan. Sebagai anak didik bangsa, mahasiswa adalah agen perubahan transformasi bangsa di era reformasi yang sarat akan kepentingan kapitalisasme dan liberalisme yang mengatasnamakan modernisasi. Menyadari hal itu, mahasiswa selalu berusaha untuk membekali dirinya dalam proses pembelajaran secara utuh, agar nantinya bisa memberikan kontribusi terbaik dalam menghadapi tantangan tersebut demi kemajuan bangsanya.. Sebagai calon pemimpin bangsa masa depan haruslah dibekali kemampuan yang paripurna untuk memimpin. Kebutuhan akan ruang aktifitas ilmiah - rasional harus dibarengi dengan pemberian wadah yang mengasah jiwa kepemimpinan, mempertajam visi kebangsaan, meningkatkan moralitas, dan membentuk kepekaan sosial yang tinggi. Oleh karena itu dibentuklah organisasi kemahasiswaan sebagai tempat untuk menempa diri dalam rangka membekali mahasiswa untuk menerima tongkat estafet kepemimpinan bangsa di masa depan.

: Angelin Margaretta Willems Elly Matul Imah Anddys Natalia Firstanty

Sie Publikasi

: Renni Andriani Fritha Kartika Senja Arie Tjahyaningtyas Atiek Dianasari Dian Natallia Leoni Arista Subekti

Sie Dana

: Rama Uji Sasongko Sahrul Walid

Sie Perlengkapan

: Ahmad Saiful Iin Budianto Kurniadi Heru Prabowo

II. SEJARAH ORGANISASI KEMAHASISWAAN ITS
Melihat sekilas refleksi dari perjalanan Organisasi Kemahasiswaan di ITS telah banyak mengalami berbagai perubahan sebagai bagian dari dinamika kehidupan mahasiswa dari waktu kewaktu. Berawal dari bentuk organisasi mahasiswa (ormawa) intra dan ekstra kampus saat itu, akhirnya memberikan nuansa persaingan aktifitas kemahasiswaan baik di ekstra kampus maupun di intra kampus dan antar keduanya. Awalnya ormawa intra kampus, menggunakan format dan nama Dewan Mahasiswa - sebagai student goverment – yang ada di kampus. Dengan format seperti itu cukup beralasan bila dinamika di kampus dan ekstra kampus berkembang sangat baik. Aktifitas yang tinggi ini salah satunya mengarah pada wilayah politik yang selama itu dikenal “zero aktivity area” sebagai akibat politik pembangunan ( developmentalisme ) yang dilakukan oleh rezim orde baru.

Sie Transportasi

: Ari Usman Wahyudi Didik Setiyo Nugroho

Sie Konsumsi

: Dewi Puspasari Dian Sukmana

Sie Keamanan

: Indrawati Musis Luthfi Dedhi Udiyarsa

88

1

MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS

MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS

Karena dianggap berpotensi membahayakan kekuasaan maka pemerintah mulai mengatur urusan rumah tangga mahasiswa tersebut, yang selama masa itu dikenal sangat mandiri dan independen. Kondisi ini membuat pemerintah mengeluarkan SK no. 0156/U/1978 tentang Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK). Tak lama kemudian diikuti dengan dikeluarkannya SK no.037/U/1979 tentang Badan Koordinasi Kampus (BKK) yang pada dasarnya mengintervensi kemandirian ormawa. Keberadaan NKK/BKK akhirnya membuat kehidupan organisasi mahasiswa menjadi mati suri dengan adanya format lembaga kemahasiswaan yang tidak berdiri sendiri melainkan merupakan bagian dari institusi perguruan tinggi (PT) sehingga harus patuh pada aturan PT tersebut, ormawa akhirnya menjadi terkekang, terpasung dan tidak lagi mandiri. Selang beberapa tahun kemudian kondisi ini dirasa tidak menguntungkan terutama dalam hal kebutuhan aktifitas kemahasiswaan sehingga muncul SK no. 0457/O/19901 yang mengatur tentang pembentukan Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT). II.1. SENAT MAHASISWA ITS Bagi mahasiswa ITS kenyataannya konsep Senat Mahasiswa yang ditawarkan dalam SK 0457 dirasa tidak beda dengan SK sebelumnya yang diyakini memasung hak – hak politik mahasiswa dalam melakukan peran fungsi kontrol terhadap penguasa. Di tengah kebutuhan adanya sebuah wadah bersama sebagai representasi mahasiswa ITS, pada saat itu yang ada hanya forum komunikasi antar ormawa di tingkatan fakultas (Senat Mahasiswa Fakultas & BPM Fakultas), HMJ, dan UK – UK, artinya tidak ada garis koordinasi yang jelas antara lembaga – lembaga tersebut2. Polemik dan perdebatan penolakan SK 0457 berhadapan dengan kebutuhan adanya sebuah ormawa yang mampu menaungi seluruh aktifitas kemahasiswaan di ITS. Berangkat dari keinginan untuk membentuk suatu wadah ormawa yang mandiri, independent dan mampu menaungi seluruh aktivitas kemahasiswaan di tingkat Insitut maka dibentuklah Senat Mahasiswa ITS sebagai perwujudan konsep student government yang dicita – citakan. Dengan terbentuknya ormawa di tingkatan institut ini diharapkan mahasiswa ITS memiliki nilai integralistik ke –ITS-an yang lebih utuh, tidak lagi terkotakkan oleh arogansi jurusan/fakultas yang seringkali salah arah. Dengan diawali pembentukan PPSMITS ( panitia pembentukan SM ITS ) lahirlah lembaga representasi SM ITS melalui deklarasi Manifestasi Langkah dan Gerak (MALAGA) pada september 1993. Lembaga ini pada awal periodenya mengalami kendala dalam berhubungan dengan ormawa lain ITS semisal HMJ, SMF ataupun UK. Hal ini disebabkan belum adanya mekanisme dan pola hubungan antar lembaga di ITS serta belum adanya

Panitia Ad-hoc MUBES III ITS

Koordinator Nafiri Furqony Anggota Arief Rachman Elien Hari Sasongko Ihwan Alfianto Ira Rachmawati Joko Arisanto Linda Saraswati

: ( 2696 100 035 ) : ( 3197 100 074 ) ( 2398 109 034 ) ( 2397 100 126 ) ( 2196 100 074 ) ( 2497 100 042 ) ( 2698 100 035 ) ( 2398 100 008 ) ( 2298 100 113 ) ( 2195 100 150 ) ( 4196 100 004 ) ( 2498 100 082 ) ( 2698 100 088 ) ( 2395 100 099 ) ( 4200 109 601 ) ( 4297 100 006 ) ( 2498 100 010 ) ( 1296 100 018 ) ( 1198 100 057 ) ( 2697 100 032 ) ( 1496 100 011 )

Nugroho Fredivianus Purwito Priambodo Rahmanara M.P. Syamsu Rizal Andias Tektoniko W.A. * Aris Budiono * Catur Nugroho * Edi Jatmiko * Ervan Latuhari * Ru’yat Rahmawan * Taufan Luko Bahana * Vita Auliana * Wildi Suton *

Keterangan : * : mengundurkan diri

2

87

MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS

MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS

Senat Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( SMITS ) periode 2000 - 2001

Ketua

: Widigdo Dwilaksono

(4296 100 029)

kesepakatan mengenai visi dan misi yang membawa arah dinamika kemahasiswaan di ITS4. Dengan pertimbangan inilah SM ITS memprakarsai diadakannya Musyawarah Besar Mahasiswa ITS (MUBES ITS) pertama pada September 1994 di Batu sebagai titik awal peletakan pondasi ormawa yang kokoh bagi MUBES selanjutnya. Tujuan diselenggarakannya MUBES pertama ini adalah untuk membuat kesepakatan pola hubungan antar lembaga di ormawa ITS berikut aturan main dan mekanismenya, serta merumuskan visi dan misi organisasi kemahasiswaan ITS. II.2. KEBERADAAN MUBES ITS Substansi visi dan misi ormawa ITS tidak sempat terumuskan secara eksplisit dalam MUBES pertama dikarenakan para utusan MUBES kurang memahami keberadaan arti penting MUBES sebagai produk hukum tertinggi dan arahan bagi ormawa ITS. Kecurigaan antar lembaga akibat ketidakdewasaan melihat perbedaan yang ada mengakibatkan seringnya terjadi kompromi kepentingan antar lembaga – lembaga yang hadir. Hal ini tercermin dari pola hubungan antar lembaga yang bersifat koordinatif. Sedangkan fungsi normative representatif SMITS selaku lembaga di tingkatan institut bertumpuk dengan kewenangan eksekutifnya. Bagaimanapun, MUBES I ITS telah membawa perubahan yang cukup signifikan dalam dinamika kemahasiswaan di ITS. MUBES ITS merupakan forum kekuasaan tertinggi mahasiswa ITS melalui perwakilan seluruh lembaga ormawa yang ada di ITS, menjadi dasar hukum yang kuat secara de facto dan de jure bagi mahasiswa ITS untuk bersuara lantang dengan mengatasnamakan Mahasiswa ITS5 Permasalahan lahan garap atau batasan wilayah kerja merupakan masalah klasik yang muncul dilapangan selama pelaksanaan MUBES. Sehingga muncul pemahaman bahwa penerapan MUBES hanya menjadi kepentingan dan tanggung jawab SMITS dan BP-SMITS pada saat itu.. Catatan ini sangat berharga bagi MUBES II ITS yang dilaksanakan pada 1998, saat kekuasaan orde baru tumbang oleh gerakan reformasi yang dimotori oleh mahasiswa. MUBES II ITS diharapkan memecahkan persoalan – persoalan yang muncul pada saat penerapan MUBES I. Dengan segala dinamika yang berkembang dalam forum MUBES ke-2 tersebut akhirnya visi dan misi ormawa yang menjadi ruh bagi perjuangan ormawa ITS terdefinisi dengan jelas dan gamblang pada bagian pembukaan MUBES. Idealita student government tentang pemisahan eksekutif, dan legislative terwujud dengan dibentuknya BEM dan SMITS selaku lembaga di tingkatan institut. Partisipasi mahasiswa ITS terakomodasi melalui pemilihan langsung presiden BEM ITS dan senator SMITS.Penguatan ormawa di tingkat institut lebih terasa dengan

Komisi A ( Organisasi ) Koordinator Anggota : Nur Izzudin : Rahmat Pledoi F. Ayok Adarlisa Amar Vijay Ivan Imaduddin Komisi B ( Pendidikan dan Kesejahteraan Mahasiswa ) Koordinator Anggota : Rikzul Masy’aril Imra : Bilal Satryo S. Rahman Hadi Donny Yudhia Hersanjaya Arif Hidayat Komisi C ( Pengembangan Sumber Daya Manusia ) Koordinator Anggota : Eko Setiadi : Syaiful Huda Agus Restijono Kunhendarso Helmy Fatkhurrohman Komisi D ( Hubungan Luar dan Pengabdian Masyarakat ) Koordinator Anggota : Iwan Kurnia : Agustina Rahmawardhani Dian Pradipto Heri Surachman Prita Dwi Wahyuni (2597 100 027) (2498 100 070) (3396 100 029) (2698 100 077) (1598 100 005) (2496 100 019) (4197 100 0xx) (2296 100 0xx) (2196 100 085) (7198 030 013) (2397 100 126) (1397 100 006) (1297 100 026) (3497 100 047) (6399 030 017) (2297 100 144) (2197 100 022) (2397 100 051) (1198 100 026) (2298 030 087)

86

3

MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS

MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS

pola hubungan instruktif koordinatif dari BEM ITS ke HMJ – HMJ khusus untuk menangani agenda bersama agar sinergisitas ormawa lebih terbangun. Lembaga Minat & Bakat menaungi keberadaan UK di ITS sebagai penjelmaan dari forum komunikasi UK. Diakui atau tidak, dibalik perubahan pada MUBES II tersebut masih terdapat kekurangan – kekurangan yang patut diperhatikan sebagai evaluasi MUBES sebagai produk hukum tertinggi, yaitu : Bingkai ormawa yang terlalu formalistik dengan fokus pengelolaan pada lembaga membuat peran pemberdayaan kepada mahasiswa berkurang sehingga sense of belonging mahasiswa terhadap ormawa juga semakin surut. Bertumpuknya kewenangan SMITS sebagai lembaga normatif representatif seringkali mengakibatkan kurang optimalnya peran sebagai legislatif ketika SMITS harus menyelesaikan konflik – konflik yang berkaitan dengan norma hukum yang ada di ormawa ITS. Tidak adanya mekanisme yudikatif yang jelas ( eksplisit ) menjadikan konflik yang ada semakin berlarut –larut sehingga kredibilitas ormawa menurun di mata mahasiswa. Pemisahan LMB dan ormawa struktural ( meminjam istilah MUBES II ) dan tidak adanya pola hubungan yang jelas antara keduanya membuat aktivitas keduanya tidak cukup sinergis dan harmonis. Tidak adanya forum yang mempertemukan keduanya membuat kedua ormawa ini seolah berjalan sendiri – sendiri. Belum adanya rumusan tentang pola pengembangan sumber daya mahasiswa sebagai pijakan hukum sekaligus arahan bagi pemberdayaan mahasiswa membuat pengembangan sdm berjalan stagnan dan tak tentu arah. II.3. KONDISI MENJELANG MUBES III ITS Organisasi Kemahasiswaan ITS telah meretas jalan cukup panjang dengan dihadirkannya MUBES sebagai forum kekuasaan tertinggi sekaligus produk hukum tertinggi dlam aktivitas kemahasiswaan di ITS. Berbagai perubahan telah dilakukan sebagai upaya untuk merekontruksi ormawa sebagai organisasi yang mandiri dan independent sesuai konsep student goverment yang dicita – citakan. Dinamika eksternal yang sarat perubahan akibat efek percaturan global menuju liberalisasi pasar adalah fakta yang tak terbantahkan dan harus diantisipasi. Kompetisi global yang ketat mengharuskan ormawa bergerak secara efektif dan efisien seiring laju perkembangan iptek. Penguasaan terhadap akses informasi adalah syarat mutlak agar tidak tertinggal.

Substansi Hukum Teknologi

: :

Transparan Verifikasi Yudikatif

: : :

seorang ketua Isi, pokok, inti dari suatu hukum Kemampuan teknik yang berlandaskan pengetahuan ilmu eksakta yang berdasarkan proses teknis Tembus sinar, tembus pandang, jelas, nyata Pemeriksaan latar belakang laporan, perhitungan uang, dsb 1bersangkutan dengan fungsi dan pelaksanaan keadilan 2bersangkutan dengan badan yang bertugas mengadili perkara

Kamus Singkatan MUBES III ITS 2001
Ormawa KM LMF DOP BEM LM HMJ MKM LSM LMB FHMJ KLB GBPK UKM MUBES MUSMA RUU KPU PPU Panwaslu SMITS : Organisasi Kemahasiswaan : Keluarga Mahasiswa : Lembaga Mahasiswa Fakultas : Daerah Otonomi Politeknik : Badan Eksekutif Mahasiswa : Legislatif Mahasiswa : Himpunan Mahasiswa Jurusan : Mahkamah Konstitusi Mahasiswa : Lembaga Swadaya Mahasiswa : Lembaga Minat dan Bakat : Forum Himpunan Mahasiswa Jurusan : Kongres Luar Biasa : Garis-garis Besar Program Kerja : Unit Kegiatan Mahasiswa : Musyawarah Besar : Musyawarah Mahasiswa : Rancangan Undang Undang : Komisi Pemilihan Umum : Panitia Pemilihan Umum : Panitia Pengawas Pemilu : Senat Mahasiswa ITS

4

85

dsb 3Metode Sekelompok orang yang bekerja sama membantu Kondisi bangsa yang sedang berubah tidak menentu. Hal ini terjadi di hampir semua lemabaga di ITS mulai dari SMITS yang ditinggalkan para senatornya juga BEM. Kerawanan sosial. 2memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya 1Penyerahan suatu masalah kepada orang banyak supaya mereka menentukannya (jadi. sesuai dengan fungsinya sebagai wakil 1Perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitansehingga membentuk suatu totalitas 2Susunan yang teratur dari pandangan. daya Pimpinan tertinggi suatu badan yang terdiri atas beberapa orang yang berkedudukan sama Selalu aktif 1Bersangkutan dengan profesi.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS Normatif Organ/struktur Organisasi : : : Otonomi (Politeknik) : Paripurna Patnership Penalaran Pluralis : : : : Potensi : Presidium Proaktif Profesional Referendum : : : : Rekomendasi : Representatif Sistem : : Staf (ahli) : sesuai dan berterima Berpegang teguh pada norma. kemiskinan akibat krisis ekonomi dan moralitas yang sangat kompleks belum banyak tersentuh oleh peran pengabdian ormawa kepada masyarakat. kurangnya pemahaman dan komitmen dari para pelaku organisasi dalam menjalankan organisasinya demi kepentingan bersama (secara holistik dan integral)8 sehingga mengakibatkan keberadaan MUBES II ITS sebagai makanisme dan aturan lebih banyak ditinggalkan. wewenang dan kewajiban daerah politenik untuk mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku Lengkap. Menurunnya kredibilitas ormawa akibat sedikitnya pimpinan lembaga yang hadir pada forum Kongres ataupun forum presidium. kemampuan. banyak kegiatan kemahasiswaan dilakukan hanya sebagai rutinitas ritual organisasi. Fenomena lain menjelang MUBES III yang berkembang di dunia kemahasiswaan antara lain : Semakin menurunnya aktivitas sosialisasi dan internalisasi nilai dan semangat MUBES kepada mahasiswa menjadikan sense of belonging mahasiswa terhadap ormawa juga semakin surut. kekuatan. menurut norma atau kaidah yang berlaku Alat yang mempunyai fungsi tertentu yang disusun dengan pola tertentu 1kesatuan (susunan. kesanggupan. Masalah klasik ormawa yang seringkali muncul adalah benturan soal kegiatan penerimaan mahasiswa baru dengan pihak rektorat melalui keluarnya SK Rektor tentang pelarangan kegiatan pengkaderan. teori. UK. TINJAUAN ORGANISASI MUBES ITS Telaah kritis dan evaluasi MUBES diatas serta dengan berbagai kondisi yang ada menimbulkan alasan perlu adanya penyikapan kritis demi menyelamatkam ormawa sebagai wadah pengembangan potensi mahasiswa ITS. Yang lebih ironis lagi adalah fenomena banyaknya pengurus lembaga yang bukan saja tidak aktif tetapi juga bersikap cuek dan apatis terhadap kondisi kemahasiswaan. Sama halnya dengan MUBES I sebelumnya. berdampak pada ketidakjelasan mahasiswa untuk mengambil sikap dan posisi yang tepat. menguatkan) dapat (cakap. Hal ini tentu saja sangat bertentangan dengan Independensi dan kemandirian Ormawa yang diatur dalam MUBES. Secara umum terjadi penurunan aktivitas dalam ormawa ITS menjelang MUBES III ITS. tepat) mewakili. penuh lengkap hubungan Cara (hal) menggunakan nalar. LMF dan HMJ. 84 5 . Demikian juga ancaman disintegrasi bangsa yang belum terselesaikan hingga saat ini. atau lebih dari dua dalam bahan yang mempunyai dualis Kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan. jangkauan pemikiran Kategori jumlah yang menunjukkan lebih dari satu. asa. tidak diputuskan oleh rapat atau oleh parlemen). baik. pemikiran atau cara berpikir logis. gerakan reformasi yang berjalan mundur akibat konflik kepentingan antar elit . Padahal kongres adalah forum tertinggi di bawah MUBES sehingga mengakibatkan elitisme antar elit selain gap wacana dan pemahaman. 2penyerahan suatu persoalan supaya diputuskan dengan pemungutan suara umum (semua anggota suatu perkumpulan atau segenap rakyat) 1hal minta perhatian bahwa orang yang disebut dapat dipercaya. dsb) yang terdiri atas bagianbagian (orang dsb) di perkumpulan dsb untuk tujuan tertentu 2kelompok kerja sama yang antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama Hak. Perkembangan iptek yang pesat diiringi pembentukan prodi/jurusan baru memunculkan dinamika baru dengan bertambahnya jumlah HMJ. III. dsb (bisa dinyatakan dengan surat) 2saran yang menganjurkan (membenarkan. LMB.

dsb) 2kekuasaan untuk melakukan kewenangan kekuasaan dari suatu badan atau organ kekuasaan atas nama badan atau organ kekuasaan tersebut 3instruksi atau wewenang yang diberikan oleh organisasi (perkumpulan dsb)kepada wakilnya untuk melakukan sesuatu dalam perundingan. dan kendalian tingkah laku yang 6 83 . 1998. rapat besar 2Pertemuan para wakil-wakil negara untuk membicarakan satu masalah 1Akibat (dari suatu perbuatan. 2000 Ketetapan MUBES II ITS No. sosial. muktamar. 2001. Sebuah Upaya Pencarian Jatidiri Ormawa ITS”. Visi Dan Fungsionalisasi Lembaga Kemahasiswaan di ITS”. dsb) Mampu menghasilkan sesuatu yang bertentangan Sesuatu seperti tanda (lukisan. dsb) 2persesuaian dengan yang dahulu Segala aturan dan ketentuan yang mengenai ketatanegaraan (undang-undang dasar. tanpa adanya maksud membatasi dengan aturan yang mengekang melainkan kesamaan visi dan misi secara integral sekaligus merapatkan barisan menuju independensi ormawa demi memberi kontribusi kepada bangsa dan negara. lencana. 01/TAP/MUBES/VII/1998. berdasarkan MUBES II ITS bahwa MUBES diselenggarakan setiap tiga tahun yang berarti terhitung sejak MUBES II ITS Th. 1996 Danar Surya W. Pratomo – Senator SMITS 1997/1998 dan pelaku MUBES II ITS’98 – “Menjelang MUBES III ITS : Satu Langkah Ke Depan!!!!”. tatanan. partai. – Presiden BEM ITS 2001/2002 dan pelaku MUBES III ITS’01 – “MUBES ITS. Ketetapan MUBES II ITS No. Interpersonal Kader Ketentuan normatif Kongres : : : : Konsekuensi Konstitusi (dasar) Kontra produktif Lambang Legislatif Lembaga Swadaya Mahasiswa : : : : : : Referensi : Agus M. segala sesuatu yang berhubungan dengan etiket atau adat sopan santun Pendahuluan.P. dsb) untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan mengenai pelbagai masalah. Penguatan eksistensi ormawa baik secara struktur dan sistemik dengan berpijak pada realitas kebutuhan mahasiswa terus akan dilakukan seiring penyempurnaan MUBES sebagai produk hukum tertinggi. perkumpulan. dsb) yang menyatakan suatu hal atau suatu maksud tertentu Berwenang membuat undang-undang Badan (organisasi ) mahasiswa yang tujuannya melakukan suatu penyelidikan keilmuan atau melakukan suatu usaha dengan kekuatan sendiri (mandiri) Orang yang belajar di perguruan tinggi Badan yang beranggotakan mahasiswa tempat memutuskan hukum atau suatu perkara atau pelanggaran sesuai dengan segala ketentuan atau aturan yang berlaku Berhubungan dengan manajer 1Perintah atau arahan yang diberikan oleh orang banyak (rakyat. dsb Cara kerja suatu organisasi (perkumpulan dsb) 1Nota atau surat peringatan tidak resmi 2surat pernyataan dalam hubungan diplomasi 3bentuk komunikasi yang berisi saran. kata pengantar aturan atau ketentua n yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat. Purwito Priambodo – Ketua SMITS periode 1999/2000 dan pelaku MUBES III ITS’01 – “Telaah Kritis MUBES II ITS : Sebuah Upaya Penguatan Ormawa ITS”.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS Mengingat bahwa kekuasaan tertinggi organisasi kemahasiswaan di ITS adalah di tangan seluruh mahasiswa ITS melalui forum tertinggi MUBES ITS maka penilaian dan penyikapan kritis secara konkret harus dilaksanakan pada forum dengan kedudukan setingkat yaitu MUBES III ITS. Kurnia K. profesi. Maksum – Ketua SMITS periode 1995/1996 dan pelaku MUBES I ITS’94 – “MUBES. dipakai sebagai panduan. Penyelenggaraan MUBES III ITS telah menjadi suatu kebutuhan bagi seluruh elemen mahasiswa ITS dalam mengaktualisasikan potensi yang dimiliki melalui suatu wadah organisasi kemahasiswaan. dsb Sesuatu (ketetapan) yang telah ditentukan dengan berpegang pada norma atau kaidah yang berlaku 1Pertemuan besar para wakil organisasi (politik. 2000. Disamping itu dari segi tinjauan organisasi. Mahasiswa Mahkamah Konstitusi Mahasiswa : : Manajerial Mandat : : Mekanisme internal Memorandum : : Moralitas Mukadimah Norma : : : kemampuan yang memancarkan kewibawaan Antara dua personal (anggota) Orang yang diharapkan akan memegang pekerjaan yang penting dalam pemerintahan. 01/TAP/MUBES/VII/1998. dewan. arahan atau penerangan Sopan santun. pendirian.

peristiwa) yang merupakan kenyataan. utuh. atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan Keputusan MUBES III ITS Nomor : 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 Tentang : Tata Tertib Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS Tanggal : 27 Agustus 2001 Keputusan MUBES III ITS Nomor : 02/KPTS/MUBES/VIII/2001 Tentang : Pimpinan Sidang Pleno Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS Tanggal : 27 Agustus 2001 Keputusan MUBES III ITS Nomor : 03/KPTS/MUBES/VIII/2001 Tentang : Agenda Acara Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS Tanggal : 27 Agustus 2001 Keputusan MUBES III ITS Nomor : 04/KPTS/MUBES/VIII/2001 Tentang : Pembentukan Komisi dan Anggota Komisi Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS Tanggal : 27 Agustus 2001 Keputusan MUBES III ITS Nomor : 05/KPTS/MUBES/VIII/2001 Tentang : Perubahan Tata Tertib Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS Tanggal : 30 Agustus 2001 Keputusan MUBES III ITS Nomor : 06/KPTS/MUBES/VIII/2001 Tentang : Perubahan Tata Tertib Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS Tanggal : 30 Agustus 2001 Keputusan MUBES III ITS Nomor : 07/KPTS/MUBES/VIII/2001 Tentang : Perubahan Tata Tertib Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS Tanggal : 30 Agustus 2001 82 7 . meliputi seluruh bagian yang perlu untuk menjadikan lengkap. gelar. sempurna Mutu. grasi. lambang. wadah Hak khusus atau istimewa yang ada pada seseorang karena kedudukannya sebagai kepala negara.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS KAMUS ISTILAH MUBES III ITS 2001 Keputusan dan Ketetapan MUBES III ITS 2001 Almamater Akademika Amandemen Atribut Badan kerja Demokratis : : : : : : Departemen : Distrik kuota Egaliter Eksekutif Etika Fakta kronologis : : : : : Fasilitator Fatwa Forum Hak Prerogatif : : : : Hakekat Institusi Idealita Ikatan Primordial Inisiatif Internal Inklusif Integral : : : : : : Integritas : Perguruan tinggi atau akademi tempat mahasiswa pernah belajar dan menyelesaikan pendidikannya. sifat yang menjadi ciri khas Panitia yang mengurus pelaksanaan tugas seharihari pada suatu organisasi (bentuk atau sistem) pemerintahan yang segenap rakyat ikut serta memerintah dengan perantara wakilnya. pemerintahan rakyat Lembaga tinggi pemerintahan yang mengurus suatu bidang pekerjaan negara dengan pimpinan seorang menteri Jumlah yang ditentukan untuk mewakili bagian kota atau negara yang dibagi untuk tujuan tertentu Bersifat sama. penyedia Jawab (keputusan . dsb) yang mula-mula berasal dari dalam Termasuk dalam Mengenai kesaluruhannya . amnesti Intisari atau dasar dari pelembagaan Cita-cita yang tinggi Perkumpulan yang paling dasar Usaha (tindakan. dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak) Hal (keadaan. sifat. pemerintahan atau penyelenggaraan sesuatu Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk. misal memberi tanda jasa. pendapat yang diberikan oleh mufti tentang suatu masalah) Lembaga atau badan. sesuatu yang benar-benar terjadi menurut urutan waktu (dalam penyusunan sejumlah kejadian atau peristiwa) Orang yang menyediakan fasilitas. sederajat Berkenaan dengan pengurusan (pengelolaan. Yang bersifat akademis Penambahan pada bagian yang sudah ada Tanda kelengkapan.

Melakukan penyempurnaan kurikulum pendidikan nasional REKOMENDASI II TENTANG KONDISI BANGSA INDONESIA Keputusan MUBES III ITS Nomor : 10/KPTS/MUBES/IX/2001 Tentang : Perubahan Tata Tertib Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS Tanggal : 1 September 2001 Ditujukan kepada Isi rekomendasi : Presiden Republik Indonesia : 1.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS Keputusan MUBES III ITS Nomor : 08/KPTS/MUBES/VIII/2001 Tentang : Perubahan Tata Tertib Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS Tanggal : 31 Agustus 2001 Keputusan MUBES III ITS Nomor : 09/KPTS/MUBES/VIII/2001 Tentang : Penggantian Pimpinan Sidang Pleno Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS Tanggal : 31 Agustus 2001 REKOMENDASI BERSIFAT EKSTERNAL REKOMENDASI I TENTANG ANGGARAN PENDIDIKAN NASIONAL Ditujukan kepada Isi rekomendasi : Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia : 1. sosial budaya dan pertahanan keamanan dalam rangka menghadapi era perdagangan bebas tahun 2003 Ketetapan MUBES III ITS Nomor : 01/TAP/MUBES/IX/2001 Tentang : Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa ITS Tanggal : 1 September 2001 Ketetapan MUBES III ITS Nomor : 02/TAP/MUBES/IX/2001 Tentang : Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan di ITS Tanggal : 1 September 2001 Rekomendasi Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS ( MUBES III ITS ) Tanggal : 1 September 2001 8 81 . Meningkatkan anggaran pendidikan nasional 2. ekonomi. Menyelesaikan permasalahan-permasalahan Hak Azasi Manusia khususnya permasalahan di Acheh dan Ambon sesuai dengan azas perikemanusiaan dan perikeadilan 2. Memperbaiki kondisi politik.

01/TAP/MUBES/VII/1998 tentang Pedoman Pengembangan Organisasi Kemahasiswaan di ITS REKOMENDASI IX TENTANG TRANSPARANSI ADMINISTRASI DAN KEUANGAN KAMPUS Ditujukan kepada Isi rekomendasi : a. maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS (MUBES III ITS) b. Birokrasi kampus b. Ikatan Orang Tua Mahasiswa ( IKOMA ) ITS : Meminta pihak-pihak terkait untuk menjunjung tinggi nilai-nilai transparansi dalam administrasi dan keuangan kepada mahasiswa Memperhatikan : Hasil musyawarah peserta MUBES III ITS pada hari Minggu – Senin. 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 TENTANG TATA TERTIB MUBES III ITS ( TATIB MUBES III ITS ) REKOMENDASI VI TENTANG PELARANGAN KEGIATAN PENYAMBUTAN MAHASISWA BARU Ditujukan kepada Isi rekomendasi : Rektor ITS : Mencabut SK Rektor 1307.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS Isi rekomendasi : Melakukan pengkajian bersama tentang kesiapan ITS menuju otonomi kampus KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS (MUBES III ITS) No. tanggal 26 – 27 Agustus 2001 Memutuskan : Pertama Kedua : Tata Tertib Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS ( MUBES III ITS ) : Tata Tertib MUBES III ITS ini berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai berakhirnya MUBES III ITS REKOMENDASI X TENTANG TRANSPARANSI PEMILIHAN REKTOR ITS Ditujukan kepada Isi rekomendasi : Senat Institut Teknologi Sepuluh Nopember : Menyelenggarakan pemilihan Rektor ITS transparan Ketiga yang : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam keputusan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya 80 9 .1/KO3/KM/2001 tentang pelarangan kegiatan penyambutan mahasiswa baru Institut Teknologi Sepuluh Nopember Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan. Bahwa untuk kelancaran dan ketertiban pelaksanaan MUBES III ITS maka dipandang perlu adanya suatu Tata Tertib MUBES III ITS REKOMENDASI VIII TENTANG PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MAHASISWA Ditujukan kepada Isi rekomendasi : Birokrasi kampus : Meningkatkan kualitas Sumber Daya Mahasiswa di bidang keprofesian melalui kerjasama secara aktif dengan dunia usaha Mengingat : Ketetapan MUBES II ITS No. Musyawarah Besar III Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2001 REKOMENDASI VII TENTANG MASTER PLAN PEMBANGUNAN ITS Ditujukan kepada Isi rekomendasi : Rektor ITS : Mensosialisasikan secara luas tentang Master Plan pembangunan ITS Menimbang : a.

2398 109 082 REKOMENDASI IV TENTANG SOSIALISASI HASIL-HASIL MUBES III ITS Ditujukan kepada Isi rekomendasi : Badan Eksekutif Mahasiswa ITS : Segera mensosialisasikan hasil-hasil MUBES III ITS kepada seluruh mahasiswa ITS dalam waktu 1 ( satu ) bulan REKOMENDASI V TENTANG KESIAPAN ITS MENUJU OTONOMI KAMPUS Ditujukan kepada : a. 2298 100 113 Elien NRP. Laboratorium dan Proyek Kerja Mahasiswa dalam kaitannya dengan Keluarga Mahasiswa ITS untuk menciptakan kegiatan kemahasiswaan yang sinergis Syamsu Rizal NRP. 2498 100 082 REKOMENDASI II TENTANG PENGELOLAAN DANA MANDIRI OLEH MAHASISWA Ditujukan kepada Isi rekomendasi Wakil Ketua Merangkap Anggota Wakil Ketua Merangkap Anggota : Legislatif Mahasiswa ITS : Melaksanakan usaha-usaha untuk mewujudkan pengelolaan dana mandiri oleh Organisasi Kemahasiswaan dan LMB REKOMENDASI III TENTANG POLA HUBUNGAN ORMAWA DAN BIROKRASI KAMPUS Ditujukan kepada Isi rekomendasi : Legislatif Mahasiswa ITS : Melaksanakan pembahasan pola hubungan Organisasi Kemahasiswaan dengan birokrasi kampus Nugroho Fredivianus NRP. Rektor ITS b. REKOMENDASI BERSIFAT INTERNAL Pimpinan Sidang Sementara Ketua Merangkap Anggota REKOMENDASI I TENTANG SINERGISITAS KEGIATAN KEMAHASISWAAN DI ITS Ditujukan kepada Isi rekomendasi : Musyawarah Mahasiswa ITS : Membahas posisi Tim Pembina Kerohanian ( TPK ).20 WIB REKOMENDASI MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS ( MUBES III ITS ) Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS Ditetapkan di Hari Tanggal Pukul : Wale Papetaupan II. Badan Eksekutif Mahasiswa ITS dan Legislatif Mahasiswa ITS 10 79 . Prigen : Senin : 27 Agustus 2001 : 01.

tarnsfromatif. Memutuskan Tata Tertib MUBES III ITS Menetapkan Pedoman Pengembangan Organisasi Kemahasiswaan di ITS Menetapkan Haluan Dasar Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa di ITS BAB VI PENUTUP Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan ini merupakan landasan organisasi kemahasiswaan di ITS dalam merancang dan mengaplikasikan segenap aktivitasnya untuk mencapai visi bersama. Pada akhirnya implementasi Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan akan memperkuat jati diri dan kepribadian kemahasiswaan ITS yang tercermin dalam kehidupan yang selaras. DAN TEMPAT Pasal 1 Nama Musyawarah ini bernama Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS yang merupakan kekuasaan tertinggi dan forum musyawarah wakil-wakil mahasiswa melalui organisasi kemahasiswaan di ITS dan selanjutnya disebut MUBES III ITS Pasal 2 Waktu MUBES III ITS dilaksanakan pada hari Minggu. Selasa dan Rabu tanggal 26 s/d 29 Agustus 2001 Pasal 3 Tempat MUBES III ITS bertempat di Wale Papetaupan II. semangat dalam bingkai ketaatan dan kedisiplinan organisasi kemahasiswaan sebagai bagian dari Keluarga Mahasiswa ITS dalam bingkai penyerahan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sehubungan dengan itu semua potensi yang ada pada organisasi kemahasiswaan ITS perlu menyusun program menurut fungsi dan kemampuan masing-masing dalam rangka melaksanakan Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan ini Hasil kerja kemahasiswaan harus dapat dinikmati secara adil sesuai proporsinya oleh mahasiswa ITS Evaluasi pelaksanaan atas penerjemahan Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan di seluruh organisasi kemahasiswaan di ITS dilakukan sekurangkurangnya sekali dalam satu tahun. independent.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS 2.WAKTU. Lampiran Nomor Tentang Tanggal : Keputusan MUBES III ITS : 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 : Tata Tertib MUBES III ITS : 27 Agustus 2001 C. Pasal 5 Wewenang MUBES III ITS berwenang : 1. 4. Senin. Mampu melakukan optimalisasi ruang publik untuk penyadaran social demi terciptanya sebuah transformasi produktif pada masyarakat. Membuat ketetapan dan keputusan 78 11 . Berhasilnya kerja kemahasiswaan tergantung kepada partisipasi aktif mahasiswa ITS serta pada sikap mental. responsive. Prigen BAB II TUGAS DAN WEWENANG Pasal 4 Tugas MUBES III ITS bertugas : 1. 3. 2. Sasaran Terbentuknya organisasi kemahasiswaan yang mandiri. Mampu memberikan kerangka penyadaran kepada mahasiswa ITS menuju masyarakat kampus yang rasional dalan bergerak dan bertindak. serta mampu memberdayakan segenap potensi yang ada dan peningkatan profesionalisme dalam organisasi yang mencerminkan demokratisasi dengan memberikan kesempatan partisipasi aktif seluruh mahasiswa ITS dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 3. Mampu menjadi fasilitator aktualisasi segenap potensi mahasiswa. tekad. bangsa dan negara. serasi dan seimbang. TATA TERTIB MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS BAB I NAMA. akomodatif aspiratif.

peserta peninjau dan undangan Peserta penuh adalah 1 (satu) orang perwakilan organisasi kemahasiswaan. A. Lebih disayangkan lagi tidak adanya orientasi budaya ilmiah dalam kemahasiswaan disaat parameter akademis dijadikan fokus utama mahasiswa. 1 (satu) orang perwakilan tiap HMJ. Oleh karena itu dibutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi internal kemahasiswaan agar mampu menjawab permasalahan tersebut. 2. 2. 1. Keberadaan lembaga yang melakukan tugas dan peran sebagai eksekutif-direpresentasikan oleh BEM ITS. Kondisi Umum MUBES sebagai tonggak sejarah kemahasiswaan di ITS selama perjalanan pelaksanaannya telah menorehkan sebuah dinamika bagi kehidupan organisasi kemahasiswaan di ITS. Percepatan kurikulum pendidikan berimplikasi pada melemahnya orientasi ekstra kurikuler mahasiswa ITS. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan derasnya arus informasi menuntut kesiapan untuk melakukan perubahan baik mahasiswa maupun organisasi kemahasiswaan. 4. pondasi BEM sebagai peran eksekutif dan SMITS sebagai legislatif dengan kewenangannya untuk menjaga kaidah normatif tidak dapat dijalankan secara maksimal. Sebagai sebuah pedoman dalam melakukan aktivitas kerja kemahasiswaan MUBES II telah memberikan penguatan terhadap eksistensi kelembagaan secara kokoh. Pemisahan struktural antara LMB dengan ormawa lainnya menjadi sekat bagi pola koordinasi dan konsolidasi yang seharusnya dilakukan antar keduanya. Terlebih krisis multi dimensi yang terjadi sangat sangat berpengaruh terhadap kehidupan kemahasiswaan di ITS. Menjadi wadah yang memberikan manfaat yang seluas-luasnya kepada mahasiswa ITS 12 77 . 2 (dua) orang perwakilan setiap Lembaga Mahasiswa Fakultas (LMF). 1. 1. Memilih pimpinan Sidang Pleno MUBES III ITS dari dan oleh peserta MUBES III ITS Menetapkan rekomendasi BAB III PESERTA MUBES III ITS Pasal 6 Peserta MUBES III ITS adalah perwakilan mahasiswa ITS yang terdiri dari peserta penuh. 2. terdiri dari Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Akan tetapi dalam tataran pelaksanan. 1 (satu) orang perwakilan tiap Unit Kegiatan (UK) dan Panitia Pengarah (Ad-Hoc) MUBES III ITS Undangan adalah peserta MUBES III ITS yang diundang oleh panitia MUBES III ITS BAB IV HAK SUARA DAN HAK BICARA Pasal 7 Peserta penuh mempunyai hak suara dan hak bicara Peserta peninjau mempunyai hak bicara Undangan dapat memperoleh hak bicara atas permintaan dan/atau persetujuan forum sidang MUBES III ITS BAB V PERSIDANGAN Pasal 8 Persidangan MUBES III ITS terdiri dari Sidang Pleno dan Sidang Komisi Sidang Pleno diikuti oleh seluruh peserta MUBES III ITS Sidang Komisi diikuti peserta peninjau dan peserta penuh MUBES III ITS dengan ketentuan yang diatur kemudian BAB VI KUORUM Pasal 9 MUBES III ITS dinyatakan sah apabila dihadiri oleh minimal 2/3 dari peserta penuh (kuorum) BAB V POLA KERJA ORMAWA ITS 1. Tujuan Tujuan Kerja Ormawa ITS adalah : 1. Era pasar bebas sebagai bagian dari skema besar globalisasi memiliki implikasi sebagai hambatan. Hal ini berakibat kepada berkurangnya kepercayaan ormawa dan mahasiswa ITS terhadap lembaga di tingkat institut. 3. Tidak terdapatnya orientasi arah pergerakan dalam masing-masing ormawa ITS hasil Mubes II mengakibatkan sering bertumbukannya lahan garap yang ada di ITS sehingga terjadi ketidak efektif dan efisien-an dalam prelaksanaannya. legislatif sekaligus yudikatifdirepresentasikan oleh SMITS harus diakui cukup memberikan pondasi yang kuat terhadap idealita student goverment sebagaimana yang termaktub pada bagian penjelasan MUBES II. 3. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ITS dan Lembaga Minat Bakat (LMB) serta seluruh senator Senat Mahasiswa (SM) ITS Peserta peninjau adalah Kepala departemen BEM ITS. B. Orientasi kemahasiswaan harus secara konkret dilakukan dalam rangka akselerasi pemberdayaan mahasiswa ITS. Bertumpuknya kewenangan ( legislatif dan yudikatif ) yang diberikan kepada SMITS seringkali kontraproduktif dalam penerjemahannya. MUBES II bukanlah produk hukum yang sempurna. 3. ada beberapa kelemahan mendasar dari MUBES II yang justru bisa menghambat laju penguatan eksistensi kelembagaan ormawa serta pemberdayaan kepada mahasiswa ITS. 4. Sehingga pengembangan SDM yang dilakukan keduanya berjalan kurang sinergis dan tidak integral.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS 2. 3. ancaman sekaligus peluang dan tantangan.

2. 1. Wawasan ke-ITS-an. berlandaskan pada kesadaran dan tanggung jawab pribadi bukan pemaksaan. J. mampu memberikan kontribusi bagi dirinya dan lingkungannya 4. berbagi (share) dan kepercayaan (thrust) serta bekerja sama dengan lingkungan sekitar. Orientasi prestasi yang nyat. 2. Dengan batasan metodologi tidak melanggar Hak Asasi Manusia. 2. 3. amanah dalam melakukan segenap aktivitas. memahami nilai-nilai Intergralistik. mampu meningkatkan citra diri yang positif bagi lingkungannya. I. baik perangkat struktural maupun perangkat non struktural karena pembentukan SDM unggul merupakan tanggung jawab bersama. putusan diserahkan pada kebijaksanaan pimpinan sidang setelah melihat perkembangan sidang BAB IX PIMPINAN MUBES III ITS Pasal 15 Pimpinan MUBES III ITS adalah pimpinan Sidang Pleno dan Sidang Komisi 76 13 . Manajerial. maka MUBES III ITS ditunda sampai 2 x 15 menit. kejuangan dan kepahlawanan dengan memanfaatkan segenap fasilitas yang ada di lingkungan kampus dengan baik. mampu menjadi teladan yang baik bagi lingkungannya. mampu menciptakan ruang aktivitas untuk dirinya dan atau orang lain.Tahap pengabdian a. 5. Akademis. maka sidang ditunda sampai waktu tertentu. setelah itu diadakan pemungutan suara yang kedua kalinya Pasal 14 Apabila pada tahap ini kedudukan suara masih sama. terbentuk kredibilitas pribadi. Jasad. memiliki kapabilitas dan kuat basic keilmuan yang dipelajari. b. Wawasan ke-ITS-an. Sifat kegiatan Kegiatan pengembangan SDM di ITS bersifat Terbuka untuk seluruh mahasiswa ITS. 4. Ketetapan dan Rekomendasi Keputusan MUBES III ITS adalah putusan MUBES III ITS yang mengikat ke dalam MUBES III ITS Ketetapan MUBES III ITS adalah putusan MUBES III ITS yang mengikat ke luar dan ke dalam MUBES III ITS Rekomendasi MUBES III ITS adalah putusan MUBES III ITS yang tidak mengikat dan ditujukan pada pihak-pihak terkait Pasal 12 Pengambilan putusan diusahakan dengan asas musyawarah untuk mufakat dan apabila tidak tercapai putusan diambil berdasarkan suara terbanyak Pasal 13 Apabila hasil pungutan suara sama. 3.Target potensi kecenderungan 1. 1. Apabila sampai pada waktunya kuorum belum tercapai. 3. professional serta mampu mengembangkan budaya ilmiah. maka atas persetujuan peserta. Talenta (minat bakat). Mental. H. pengabdian pada almamater dan masyarakat utamanya masyarakat sekitar kampus. persiapan terjun ke masyarakat dan lapangan pekerjaan.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS 6. dan berwawasan luas 2. 2. dan setelah itu MUBES III ITS dinyatakan sah tanpa memperhatikan kuorum BAB VII INTERUPSI Pasal 10 Setiap peserta berhak mengajukan interupsi kepada pimpinan sidang Peserta yang mengajukan interupsi berhak berbicara setelah mendapat ijin dari pimpinan sidang BAB VIII PUTUSAN Pasal 11 3. Interpersonal. menerapkan prinsip empati (care_. kritis.Target potensi dasar mahasiswa 1. Pola pikir. Bentuk-bentuk putusan MUBES III ITS adalah Keputusan. berdaya dan mampu memberdayakan lingkungan sekitar serta dapat memberikan motivasi bagi orang lain. Bentuk kegiatan Bentuk kegiatan dirumuskan secara bersama oleh perangkat sistem yang ada pada Keluarga Mahasiswa ITS yang meliputi bentuk acara dan metodologi. Pelaksana kegiatan Kegiatan sebagai alat dari pemberdayaan kepada mahasiswa ITS dilakukan oleh seluruh perangkat kelembagaan Keluarga Mahasiswa ITS.

Tahap pemahaman dan pembentukan a.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS Pasal 16 Pimpinan Sidang Pleno MUBES III ITS adalah satu kesatuan pimpinan yang terdiri dari satu orang ketua merangkap anggota dan dua orang wakil merangkap anggota Pasal 17 Pimpinan Sidang Komisi MUBES III ITS adalah satu kesatuan pimpinan yang terdiri dari satu orang ketua merangkap anggota dan dua orang wakil merangkap anggota Pasal 18 Selama pimpinan MUBES III ITS belum terpilih. Apabila pimpinan sidang sementara menjadi calon. Mental. terbentuk pola pikir dalam upaya pengenalan lingkungan barunya sehingga memunculkan kemauan dan keseimbangan dalam bersikap serta mempunyai pola pikir prestatif. sidang untuk sementara waktu dipimpin oleh pimpinan sidang sementara yang berasal dari unsur kepanitiaan Pasal 19 Pimpinan sidang pleno tidak diperbolehkan mengikuti sidang komisi Pasal 20 Untuk membantu tugas notulensi dan dokumentasi persidangan maka pimpinan sidang dibantu oleh satu orang atau lebih notulis sidang dari unsur panitia pelaksana Pasal 21 berhak menerima atau menolak interupsi dari peserta itu pola kegiatan pengembangan SDM haruslah dalam terpola dalam definisi yang jelas. dan relevan untuk dilaksanakan. Manajerial. Pola pikir.Target potensi kecenderungan 1. Interpersonal. terbentuk paradigma yang rasional. Manajerial. Tahapan yang dipakai sebagai bingkai dari pola kegiatan pengembangan SDM adalah sebagai berikut : 1. Wawasan ke-ITS-an. memahami kondisi lingkungan ITS dan nilai-nilai Intergralistik.Target potensi kecenderungan 1. Akademis. mempunyai tata etika. Jasad. 3. b. berani melakukan improvisasi aktivitas. Calon Pimpinan Sidang ditanyai kesediannya oleh Pimpinan Sidang Sementara 3. Mental. Interpersonal. mengenal dasar-dasar keorganisasian 3.Target potensi dasar mahasiswa : 1.Target potensi dasar mahasiswa 1. 2. Akademis. psikologis dan moral yang baik sebagai bagian proses adaptasi. pribadi yang memiliki konsep diri. mempunyai motivasi serta kepercayaan diri. prestatif dan kreatif inovatif 2. teraktualisasikan potensi diri dengan baik 3. b. bertanggung jawab. kuatnya pondasi keilmuan dasar. terbentuk pribadi yang mampu berkomunikasi secara empatik. kejuangan dan kepahlawanan. terjadi proses internalisasi dengan keilmuan yang dipelajari 4. mempunyai pemahaman pentingnya penjagaan keseimbangan dalam jasad. dengan mengenal diri sendiri. 2. Pola pikir. serta mampu mencitrakan dirinya secara positif. terukur. Pimpinan Sidang sidang Pasal 22 Pimpinan Sidang dapat diminta mengundurkan diri oleh peserta sidang BAB X TATA CARA PEMILIHAN PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES III ITS Pasal 23 Pimpinan MUBES III ITS dipilih dari dan oleh peserta MUBES III ITS Pasal 24 Prosedur Pemilihan Pimpinan Sidang 1. trampil dan cekatan dalam bertindak. Talenta (minat bakat). pahamnya filosofi dasar dari basic keilmuan dari jurusannya. maka kedudukannya digantikan oleh elemen kepanitiaan yang lain 14 75 . terbentuk sosok pribadi yang jujur. Tiap peserta berhak mengajukan satu orang calon 2. mengenal berbagai sarana yang dipakai untuk menyalurkan bakat dan potensi diri 4.Tahap pengenalan : a. 2. 3. bersentuhan dengan perangkat sistem yang ada dalam Keluarga Mahasiswa ITS. dapat dicapai. mampu melakukan pengembangan organisasi 2. Talenta (minat bakat). 5. Jasad.

mengingat begitu besar tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa ini. Pimpinan Sidang dipilih dengan musyawarah Apabila calon yang bersedia berjumlah kurang dari 3 orang maka dilakukan pemilihan ulang.pentahapan dengan subtansi nilai yang semakin menguatkan. Pola Kegiatan Pola kegiatan pengembangan sumber daya mahasiswa merupakan penjabaran lebih lanjut untuk mewujudkan SDM yang tangguh dan handal dengan segenap potensi dasar dan potensi kecenderungan kemampuan seseorang dengan berpedoman pada pola pengembangan SDM ITS yang tercantum sebelumnya. Untuk 74 15 . Dengan dorongan niat dan keinginan yang kuat maka diharapkan hasil yang dicapai dapat memberikan kontribusi besar bagi masyarakat dan bangsa ini. Memimpin persidangan sesuai tata tertib MUBES III ITS dan menyimpulkan pembahasan dalam sidang b. maka langsung ditetapkan sebagai Pimpinan Sidang Apabila calon yang bersedia berjumlah lebih dari 3 orang. Tahapan pengorganisasian/ pengabdian • Tahapan ini merupakan tahapan pematangan personal dan terkristalisasinya nilai pada diri mahasiswa sehingga tercipta suatu tindakan yang mencerminkan bentuk dari nilai tersebut. Menjaga ketertiban sidang dengan melaksanakan asas-asas demokrasi yang berintikan kebenaran. dibutuhkan sebuah pentahapan . Menetapkan tugas dan pembagian tugas diantara ketua. akan diatur kemudian G. Tahapan pengenalan • Merupakan tahapan adaptasi terhadap lingkungan baru yang ada • Pemberian soft skill dasar • Pengenalan basic keilmuan dan kondisi jurusan 2. Penugasan : Pimpinan sidang MUBES III ITS terpilih memimpin persidangan setelah dilakukan penandatangan keputusan MUBES III ITS tentang pemilihan Pimpinan Sidang 2. Karena hanya dengan fisik yang kuat maka pencapaian tugas akan lebih optimal dan maksimal. 5. 4. kebijakan dan musyawarah untuk mufakat BAB XI ATURAN TAMBAHAN Pasal 26 Setiap peserta sidang wajib berpakaian rapi dan sopan. • Merupakan tahapan pengembangan yang dapat berdaya secara utuh serta mampu memberdayakan lingkungan di sekitarnya. wakil-wakil ketua dan notulis sidang f. Pimpinan Sidang Pleno mengantarkan Sidang Komisi d. Pimpinan Sidang Komisi menyampaikan hasil-hasil Sidang Komisi kepada Sidang Pleno e. menegenakan jas almamater dan tanda pengenal yang telah disediakan oleh penitia pelaksana MUBES III ITS Pasal 27 Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib MUBES III ITS ini. Tugas dan Wewenang Pimpinan Sidang : a. Dengan tetap mengacu pada potensi dasar yang dimiliki oleh setiap individu mahasiswa dan unsur fungsi dan kemampuan yang merupakan potensi kecenderungan minat dan bakat mahasiswa yang juga perlu diakomodir. 5. Proses Pencapaian Untuk mencapai kondisi ideal yang diharapkan. dan apabila masih terdapat kekurangan maka kekurangan pimpinan sidang dipenuhi dari unsur kepanitiaan Pasal 25 F. Kesungguhan dan Bertanggung jawab dalam bertindak Kesungguhan dalam melakukan setiap aktivitas menunjukkan lebih jauh adanya iktikad baik. Tugas Pimpinan Sidang 1. Tahapan pemahaman dan pembentukan • Merupakan tahapan untuk melakukan internalisasi nilai-nilai dan pemahaman • Aktualisasi potensi dan peran kolektif 3. Fisik yang kuat Kekuatan fisik akan sangat menentukan berhasil tidaknya pelaksanaan amanah yang dibebankan kepada mahasiswa dengan baik. 6. Adapun tahapan itu meliputi 1. Pimpinan Sidang Pleno menyampaikan hasil-hasil putusan MUBES III ITS dalam acara penutupan MUBES III ITS c. Apabila calon yang bersedia berjumlah 3. tekad yang kuat dan bertanggung jawab dalam melaksanakan amanah yang diembankan kepada mahasiswa.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS 4.

tanggal 27 Agustus 2001 • • • • Akademis (mitra keprofesian) Managemen (keorganisasian) Talenta (minat dan bakat) Potensi Interpersonal E. 3. Iman dan Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa mahasiswa sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa haruslah senantiasa mensyukuri karunia yang diberikan sebagai wujud keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Model mahasiswa ideal dapat digambarkan sebagai berikut : 1. Aspek Dasar Mahasiswa dan Unsur Potensi Mahasiswa Tiga aspek potensi dasar indiividu : • • • Aspek fisik Aspek akal dan pikiran Aspek mentalitas Unsur potensi dalam skala fungsi dan kemampuan : Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Musyawarah Besar III Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2001 Menimbang : a. Nugroho Fredivianus b. 2. Unsur fungsi atau unsur kemampuan ini meliputi akademis. haruslah mempunyai pemikiran intelektual dan wawasan yang luas.10 WIB 16 73 . Bahwa untuk kelancaran dan ketertiban pelaksanaan MUBES III ITS maka dipandang perlu ditetapkan pimpinan sidang pleno MUBES III ITS : Keputusan MUBES III ITS No. Kapasitas pemikiran Intelektual yang menonjol. Hanya dengan dilandasi nilai-nilai moral yang senantiasa dipegang teguh maka mahasiswa akan memiliki sebuah integritas pribadi yang utuh ketika harus berperan sebagai apapun di masyarakat. interpersonal dan unsur tambahan untuk menguatkan rasa memiliki ( sense of belonging ) dengan wawasan ke-ITS-an yang kuat.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS ( MUBES III ITS ) No. Model ideal mahasiswa Model ideal mahasiswa mengacu pada penanaman nilai-nilai yang ideal dengan tetap tidak mengabaikan aspek-aspek dasar yang ada pada tiap individu yang perlu teroptimalisasikan dengan aspek kecenderungan kemampuan yang dimiliki oleh setiap personal. Dengan dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Mama Esa diharapkan tercipta keseimbangan. Arief Putranto sebagai Pimpinan Sidang Pleno MUBES III ITS : Pimpinan MUBES III ITS terpilih segera memimpin sidang-sidang MUBES III ITS berikutnya : Pimpinan sidang sementara menyerahkan jalannya sidang kepada pimpinan sidang terpilih : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam keputusan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya Kedua Ketiga Keempat Ditetapkan di Hari Tanggal Pukul : Wale Papetaupan II. Adapun 3 potensi dasar yang ada pada tiap individu yang harus terpenuhi dalam skala kebutuhannya adalah aspek fisik. Mengingat Memperhatikan Memutuskan : Pertama : Menunjuk Saudara : a. 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 tentang Tata Tertib MUBES III ITS : Hasil musyawarah peserta MUBES III ITS pada hari Senin. Prigen : Senin : 27 Agustus 2001 : 08. aspek akal pikiran. dengan demikian ia diharapkan mampu berpikir jauh ke depan dalam rangka memberikan sumbangsih dan kontribusi yang besar untuk masyarakat dan bangsa ini. keserasian dan keselarasan dalam segenap aktivitasnya. manajerial. Dengan kondisi seperti itu maka diharapkan mahasiswa akan senantiasa menjadi sosok yang dapat dijadikan panutan dan teladan masyarakat. Integritas diri yang tinggi Sebagai aset bangsa maka mahasiswa haruslah memiliki integritas diri yang utuh. Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan. 02/KPTS/MUBES/VIII/2001 TENTANG PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES III ITS D. Mahasiswa selaku kader penerus bangsa yang dipundaknya terpikul amanah masa depan bangsa ini. aspek moralitas. talenta (minat bakat). maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS ( MUBES III ITS ) b. Fahmi Arifin c.

Memunculkan semangat ke-ITS-an. 2398 109 082 72 17 . Pimpinan Sidang Sementara Ketua Merangkap Anggota Syamsu Rizal NRP. Dengan berpegang fungsi dan modal dasar mahasiswa sebagai agen perubah . dan generasi penerus.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS B. Tantangan Mahasiswa Arus perubahan global dunia yang amat cepat serta sarat akan kepentingankepentingan ideologis. serta sarat dengan idealisme. politik dan ekonomi pada negara ini. Mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat kampus memiliki kedudukan yang khusus karena telah melalui proses seleksi . Maksud dan Tujuan Yang dimaksud dengan pengembangan sumber daya mahasiswa adalah upaya-upaya yang dilakukan terhadap potensi sumber daya (resources) dalam bentuk aktivitas yang meliputi interaksi subyek. kemudahan sarana. jujur dan keterbukaan. Nugroho Fredivianus NRP. profesionalisme dan visi ke depan dalam upaya menyikapi perubahan ini. pengembangan sumber daya mahasiswa di ITS bertujuan : 1. Kampus sebagai pusat pendidikan sangat erat kaitannya dalam proses kemajuan umat manusia dalam meraih cita-cita. Sejarahpun telah menunjukkan bahwa perubahan masyarakat sering berawal dari kampus. Semuanya ini akan berdampak pada seluruh lapisan kehidupan. Meningkatkan kualitas mahasiswa yang mampu memanfaatkan kampus dan lingkungan sosialnya sebagai wadah pengembangan diri. 4. Kejelasan arah perjuangan serta mempersiapkan mekanisme kelembagaan yang demokratis merupakan agenda mutlak dalam upaya pencapaian cita-cita ideal yang ingin diwujudkan bersama. Kondisi bangsa dan negara yang tak dapat diprediksi dapat memberikan peluang sekaligus tantangan bahkan ancaman bagi kehidupan kemahasiswaan yang mau tidak mau harus bisa mengikuti perkembangan segala bidang. 2. membuat terjadinya proses transformasi sosial budaya. 2298 100 113 Elien NRP. Perubahan regulasi maupun perangkat sistem yang lain dalam bidang kemahasiswaan menuntut adanya kemandirian sikap. 2498 100 082 Wakil Ketua Merangkap Anggota Wakil Ketua Merangkap Anggota C. 3. serta posisi-posisi strategis dalam berbagai aspek. obyek dan lingkungan untuk menghasilkan segenap bentuk dan output yang produktif. dimana faktor tersebut merupakan ujung tombak dan sekaligus merupakan penentu setiap pengambilan keputusan. strategis bagi masa depan dan mempunyai karakter yang positif seperti sikap berani. kekuatan moral. Tokoh-tokoh masyarakat telah dan akan lahir dari kampus. dan mahasiswa salah satu bagian di antaranya. politis dan ekonomis. 5. Membentuk mahasiswa ITS yang mampu mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan fungsi dan perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. siap menerima perubahan. Membentuk mahasiswa ITS yang mampu berpikir dan bertindak dewasa dalam menghadapi permasalahan secara profesional. Menumbuhkembangkan budaya ilmiah pada diri mahasiswa ITS. Secara individual Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan karunia kecerdasan yang lebih pada mereka.

berdaya guna dan professional sehingga cita-cita untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin bangsa ini dapat diwujudkan secara bersama . Pendahuluan Mengingat Memperhatikan Memutuskan : Pertama Kedua Ketiga : Agenda Acara MUBES III ITS : Agenda Acara ini berlaku sejak ditetapkan sampai berakhirnya MUBES III ITS : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam keputusan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya Ditetapkan di Hari Tanggal Pukul : Wale Papetaupan II. oleh dan untuk mahasiswa dengan tidak melepaskan elemen-elemen yang terkait guna menbantu terciptanya kualitas mahasiswa yang utuh dalam proses pelaksanaannya. Prigen : Senin : 27 Agustus 2001 : 08. Satu tantangan besar yang harus dijawab adalah bagaimana mencapai dan mewujudkan cita-cita tersebut. mahasiswa Indonesia pada umumnya. kelas social. sasaran. Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan. metode dan pola yang tepat dan terarah secara analisa. yang dijiwai oleh nilai-nilai yang moralis. professional. latar belakang. solidaritas dan kebanggaan terhadap almamater dan juga diarahkan pada terciptanya dan terbinanya rasa persatuan dan kesatuan bengsa dan negara Indonesia yang dalam sejarahnya wawasan integralistik ini merupakan kehendak bersama untuk mengikatkan diri sebagai satu kesatuan yang utuh. BAB III POLA PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MAHASISWA Pola pengembangan sumber daya mahasiswa merupakan sebuah pola atau bentuk pengembangan yang berorientasi pada proses pengembangan diri dengan prinsip dari. maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS ( MUBES III ITS ) c. pluralis. Wawasan ini juga menjelaskan bahwa sekalipun mahasiswa ITS itu berbeda-beda. baik dari disiplin ilmu yang dipelajari maupun dari sisi agama. 03/KPTS/MUBES/VIII/2001 TENTANG AGENDA ACARA MUBES III ITS Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. suku. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah mekanisme.sama dengan penuh tanggung jawab. minat bakat serta aliran politik berbeda. 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 tentang Tata Tertib MUBES III ITS : Hasil musyawarah peserta MUBES III ITS pada hari Senin. orientasi akademik dan non akademik. serta dampak yang terjadi dalam mewujudkannya.53 WIB Dengan berpijak pada nilai-nilai dari visi mahasiswa ITS yang hendak dikembangkan. Bahwa untuk kelancaran dan ketertiban pelaksanaan MUBES III ITS maka dipandang perlu ditetapkan suatu agenda acara : Keputusan MUBES III ITS No. waktu. ideologis. tetapi tetap merasa satu yaitu mahasiswa ITS pada khususnya. hobby. dimana perlunya penguatan etos partisipatif dalam membangun Ormawa ITS. mahasiswa dituntut mampu menumbuhkembangkan segenap potensi yang dimilikinya sehingga dapat terlihat dengan cara mencitrakan diri dengan baik. disisi yang lain mahasiswa juga dituntut untuk mampu menjadi ruang penyadaran sosial yang terjadi di masyarakat umumnya dan masyarakat kampus pada khususnya. biaya. proses. inklusif dan patnership. Wawasan ini bertujuan menumbuhkembangkan rasa persatuan.Untuk mencapai ketepatan yang utuh maka dibutuhkan sinergisitas dari keluarga mahasiswa ITS disertai usaha dinamis yang berupaya semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. tanggal 27 Agustus 2001 memperkuat rasa kekeluargaan dan kebersamaan dalam persatuan. Musyawarah Besar III Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2001 Menimbang : a. Berangkat dari pemahaman tersebut diatas maka perlu dirumuskan suatu pola pengembangan sumber daya mahasiswa yang tepat.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS ( MUBES III ITS ) No. Pola pengembangan ini juga merupakan bagian dari sistem yang terkait dengan cita-cita besar pendidikan untuk mampu menghasilkan generasigenerasi yang berkualitas tidak hanya cerdas secara intelektual saja tetapi juga cerdas secara emosional dan spiritual. A. egaliter. 18 71 .

3. Asas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. demi kepentingan ITS serta bangsa dan negara. rasa persatuan dan solidaritas serta kebanggaan terhadap almamater sebagai pengemban nilai-nilai kebangsaan dan kerakyatan. 4. Potensi dan kekuatan efektif di ITS. bahwa dalam penyelenggaraan aktivitas kemahasiswaan ITS harus memiliki mental. 4399 100 028 70 19 . 5. kelas social. Wawasan integralistik Yang dimaksud dengan wawasan integralistik mahasiswa ITS adalah suatu wawasan yang memandang ITS sebagai satu kesatuan yang utuh.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS 7. ketaatan dan kedisiplinan berlandaskan nilai-nilai kejuangan Sepuluh Nopember. yaitu perwujudan rasa ingin menumbuhkembangkan nilai-nilai kepahlawanan. pengembangan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi secara bertanggung jawab dengan memperhatikan norma-norma agama. Karakteristik mahasiswa ITS. 8. 9. yang dimiliki dan didayagunakan mahasiswa ITS dalam pengembangan lembaga kemahasiswaan. yaitu : 1. 2298 100 113 Wakil Ketua Merangkap Anggota Wakil Ketua Merangkap Anggota Arief Putranto NRP. minat bakat serta aliran politik yang berbeda merupakan modal dasar aktivitas kemahasiswaan di ITS dalam mencapai cita-cita. bahwa dalam proses beraktivitas oleh mahasiswa ITS haruslah dilandasi rasionalitas beerpikir. maka dalam penyelenggaraannya perlu menerapkan nilai-nilai ilmu pengetahuan dan teknologi. yaitu keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa merupakan tenaga penggerak yang tak ternilai harganya bagi pengisian dan perjuangan aspirasi mahasiswa dalam mencapai cita-citan luhurnya. seluruh mahasiswa dalam Keluarga Mahasiswa ITS harus menegakkan hukum yang berdasarkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan serta kesepakatan bersama. serta kebebasan akademik dalam upaya mendorong pemanfaatan. 2. Modal dasar Modal dasar pengembangan kemahasiswaan adalah keseluruhan sumber kekuatan ITS. ideologis. Semangat Sepuluh Nopember. Keberagaman mahasiswa ITS dengan berbagai disiplin ilmu dan hampir mewakili seluruh daerah di Indonesia dengan latar belakang. hobby. jiwa dan semangat pengabdian. baik efektif maupun potensial. yaitu sebagai generasi muda yang mempunyai karunia lebih sebagai insan terdidik. Asas Kesadaran dan Tanggung Jawab. orientasi akademik dan non akademik. Asas Hukum. 1197 100 016 Fahmi Arifin NRP. tekad. kekuatan idealisme berupa kekuatan moral (moral force) sebagai bagian dari agen perubah peradaban bangsa (agent of change) dan generasi penerus kepemimpinan bangsa dan negara ini nantinya (iron stock) dengan dilandasi semangat Sepuluh Nopember. Spiritual dan mental. 10. Wawasan ini PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES III ITS 2001 Ketua Merangkap Anggota Nugroho Fredivianus NRP. bahwa agar aktivitas kemahasiswaan dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi mahasiswa ITS dan seluruh rakyat Indonesia. yaitu segala sesuatu yang bersifat potensial dan produktif yang telah dicapai ITS sepanjang sejarahnya termasuk kekuatan tradisi keilmuan dan kecendikiawanan maupun ikatan primordial ITS yang merupakan daya dukung dan daya padu yang potensial. Asas Kejuangan. kesadaran dalam bergerak untuk mewujudkan tindakan yang bertanggung jawab. bahwa dalam penyelenggaraan aktivitas kemahasiswaan.

memiliki integritas pribadi. ITS dan bangsa negara. pengembangan kepribadian mahasiswa. dilaksanakan dan dilandaskan pada nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS Lampiran Nomor Tentang Tanggal : Keputusan MUBES III ITS : 03/KPTS/MUBES/VIII/2001 : Agenda Acara MUBES III ITS : 27 Agustus 2001 BAB II POLA DASAR PENGEMBANGAN KEMAHASISWAAN ITS Tujuan pengembangan kemahasiswaan Pengembangan kemahasiswaan bertujuan mewujudkan dan membina sikap kekeluargaan antar civitas akademika. IV. berdaya saing tinggi serta berprestasi melalui wahana dan sarana yang ada dalam sistem keluarga mahasiswa ITS. jiwa dan raga. dan kepribadian bangsa tanpa terpengaruh atau tergantung dari pihak luar. VI. keserasian dan keselarasan antara kepentingan dunia dan akhirat. oleh dan untuk mahasiswa. keterbukaan. bahwa aktivitas kemahasiswaan ITS adalah dari. Asas-Asas Pengembangan Kemahasiswaan Asas pengembangan kemahasiswaan adalah prinsip pokok yang harus diterapkan dan dipegang teguh dalam proses yang meliputi perencanaan. Pemilihan Pimpinan Sidang Pleno MUBES III ITS. Asas Kebersamaan dan kekeluargaan. kecendikiawanan. SIDANG PLENO II SIDANG PLENO III SIDANG PLENO IV SIDANG KOMISI SIDANG PLENO V : Pembahasan Hasil Sidang Komisi : Penyampaian dan Pembacaan Hasil-hasi MUBES III ITS : Penjelasan Panitia Ad Hoc tentang Draft Materi MUBES III ITS : Penyamaan Persepsi dan Eksplorasi tentang Materi MUBES III ITS : Pembagian Komisi VII. Pembahasan Agenda Acara II. 4. SIDANG PLENO VI 20 69 . kesejahteraan seluruh mahasiswa. Asas Kemandirian dan Kepercayaan pada Diri Sendiri. rasa tanggung jawab kebangsaan dan kerakyatan. SIDANG PLENO I : Pembahasan Tata Tertib. gotong-royong. membentuk pribadi mahasiswa yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. serta mendukung terciptanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. dalam upaya membentuk kerangka spiritual. individu dan umum. dan etika aktivitas kemahasiswaan. 2. bahwa segala keputusan dan aktivitas dalam Keluarga Mahasiswa ITS dilaksanakan berdasarkan kepercayaan akan kemampuan dan kekuatan sendiri yang bersendikan tradisi akademis. sikap kepemimpinan. Keserasian dan Keselarasan. sikap cendekiawan. pelaksanaan dan evaluasi kegiatan yang dilakukan oleh sistem keluarga mahasiswa ITS. 6. III. berbudaya keilmiahan dan keteknologian. profesionalisme. Asas Demokrasi. Asas Keimanan dan Ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. sehingga dunia baru yang penuh rahmat dan kemajuan yang kita citacitakan bersama dapat terwujud. V. moral. kesetaraan serta partisipasi aktif dari seluruh mahasiswa ITS. Asas Keseimbangan. Dalam setiap proses pelaksanaan aktivitas harus dilandasi semangat musyawarah untuk mufakat. bahwa segala usaha dan kegiatan kemahasiswaan ITS dijiwai. AGENDA ACARA MUBES III ITS I. bahwa dalam upaya mencapai tujuan pendidikan dan pengembangan keluarga mahasiswa ITS dilingkupi oleh suasana kebersamaan dan kekeluargaan yang bercirikan kesetiakawanan. 3. bahwa dalam pengembangan kemahasiswaan ITS harus ada keseimbangan. bahwa segala usaha dan aktivitas kemahasiswaan ITS harus dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi kemanusiaan. sikap keteladanan. persatuan dan kesatuan yang positif dari masyarakat kampus ITS. Asas Manfaat . sikap kemandirian. 5. Asas-asas tersebut adalah : 1. material dan spiritual.

Keputusan MUBES III ITS No. maka Haluan Dasar pengembangan kemahasiswaan ITS disusun dalam sistematika sebagai berikut : BAB I Pendahuluan BAB II Pola Dasar Pengembangan Kemahasiswaan ITS BAB III Pola Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa ITS BAB IV Pola Kerja Ormawa ITS BAB V Penutup Menimbang : a. Musyawarah Besar III Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2001 PENGANTAR Berkat Rakhmat Tuhan Yang Maha Esa organisasi kemahasiswaan ITS telah melalui segenap dinamika kemahasiswaan dan kebangsaan yang terjadi. 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 tentang Tata Tertib MUBES III ITS Bab II pasal 4 tentang Tugas MUBES III ITS b. PENGERTIAN Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan ITS merupakan pedoman dasar tentang nilai-nilai fundamental bagi pengembangan kemahasiswaan ITS yang melingkupi segenap keluarga mahasiswa ITS. MAKSUD DAN TUJUAN Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan ITS ditetapkan dengan maksud memberikan arah bagi perjuangan keluarga mahasiswa ITS dan pengembangan sumber daya mahasiswa ITS sehingga secara bertahap dapat tercapai cita-cita mahasiswa ITS yang termaktub dalam mukadimah Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa ITS. RUANG LINGKUP Untuk memberikan gambaran mengenai wujud masa depan yang diinginkan serta bagaimana dapat mencapainya. tanggal 27 Agustus 2001 Memutuskan : Pertama Kedua : Pembentukan Komisi dan Anggota Komisi MUBES III ITS : Pembentukan Komisi dan Anggota Komisi MUBES III ITS berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai berakhirnya MUBES III ITS 68 21 . Penyusunan sistem kemahasiswaan kali ini merupakan sebuah jawaban atas kodisi yang ada demi terwujudnya cita kita bersama. Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan. Bahwa untuk kelancaran dan ketertiban pelaksanaan MUBES III ITS maka dipandang perlu pembentukan komisi dan penetapan anggota komisi Mengingat : a. LANDASAN Haluan Dasar pengembangan kemahasiswaan ITS disusun berdasarkan Tri Darma Perguruan Tinggi dan ketetapan mengenai Pedoman Umum Pengembangan Kemahasiswaan di ITS. maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS ( MUBES III ITS ) b. Penyempurnaan sistem akan terus kita lakukan dengan tidak melupakan sejarah kemahasiswaan yang telah terjadi di bumi ITS tercinta kita. 03/KPTS/MUBES/VIII/2001 tentang Agenda Acara MUBES III ITS Memperhatikan : Hasil musyawarah peserta MUBES III ITS pada hari Senin. 04/KPTS/MUBES/VIII/2001 TENTANG PEMBENTUKAN KOMISI DAN ANGGOTA KOMISI MUBES III ITS HALUAN DASAR PENGEMBANGAN KEMAHASISWAAN ITS BAB I PENDAHULUAN Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Keputusan MUBES III ITS No.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS Lampiran Nomor Tentang Tanggal : Ketetapan MUBES III ITS : 02/TAP/MUBES/IX/2001 : Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan ITS : 1 September 2001 KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS (MUBES III ITS) No.

Prigen : Senin : 27 Agustus 2001 : 17. 4399 100 028 Ketua Merangkap Anggota Arief Putranto NRP. 4399 100 028 Nugroho Fredivianus NRP.12 WIB Ketua Merangkap Anggota Nugroho Fredivianus NRP.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS Ketiga : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam keputusan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES III ITS 2001 Ditetapkan di Hari Tanggal Pukul : Wale Papetaupan II. 2498 100 082 Fahmi Arifin NRP. 2298 100 113 22 67 . 1197 100 016 Wakil Ketua Merangkap Anggota Wakil Ketua Merangkap Anggota Fahmi Arifin NRP. 2298 100 113 Wakil Ketua Merangkap Anggota Wakil Ketua Merangkap Anggota PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES III ITS 2001 Syamsu Rizal NRP.

DAVIQ RAHMAD TATAS MUHAMMAD KHUMAINI BIMO HARYOSENO WAFIYUDDIN RENI TRI M. 12. 19. 13. 02/TAP/MUBES/IX/2001 TENTANG HALUAN DASAR PENGEMBANGAN KEMAHASISWAAN DI ITS Lampiran Nomor Tentang Tanggal : Keputusan MUBES III ITS : 04/KPTS/MUBES/VIII/2001 : Pembentukan Komisi dan Pembagian Angota Komisi MUBES III ITS : 27 Agustus 2001 Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. TENO ARIEF PRIHANTO IMAM SAFAWI ZYA LABIBA M. RIDHO H. 4. 10. 22. Bahwa untuk kelancaran dan kesinambungan pengembangan kemahasiswaan ITS maka dipandang perlu adanya Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan di ITS : a. 8. Ketintang. 5. RACHMAWARDANI IWAN KURNIA HIMASIKA HIMATIKA HIMASTA HIMKA HIMAPRODI BITS HMM HMDM HIMATEKTRO HMCC HIMATEKK HIMADEKKIM HMTF HMTI HMTC HMMT HMS BEMJ D3 T. Hasil permusyawaratan peserta MUBES III ITS pada tanggal 26 Agustus – 1 September 2001 Memutuskan : : : Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan di ITS : Ketetapan ini berlangsung sejak tanggal ditetapkan dan dalam pelaksanaannya dilakukan usaha-usaha penyesuaian : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam ketetapan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya Ditetapkan di Hari Tanggal Pukul : Wisma Sejahtera. 32. INDRA SETIAWAN YUSWONO HADI ARIEF KURNIAWAN KAMAL M. HADI SYAFRUDIN WIBOWO AGUS ARIFIYANTO RACHMAD ADI S. Surabaya : Sabtu : 1 September 2001 : 14. 20. Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan. 23. FERDIANSYAH BAKTI NUGROHO M. 21. 34. 3. 11. 16. 30. 6. 9. Ketetapan MUBES III ITS No. 2. 31. 27. 14. 15. A. KRISNANTO D. 35. 02/TAP/MUBES/VII/1998 tentang Garis-garis Besar Haluan Kerja Organisasi Kemahasiswaan di ITS b. 26.25 WIB KOMISI A Membahas pasal 4 ayat 2 Tata Tertib MUBES III ITS Anggota : 1. WINDI RIES DIANSYAH ENDAH PUJI ASTUTI NURHADI RAHMAT HIDAYATULLAH DANAR SURYA W. HERI SURACHMAN IVAN IMADUDDIN A. Musyawarah Besar III Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2001 Menimbang : a. 7. 18. 17. maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS ( MUBES III ITS ) b. 28. SIPIL HIMASTHAPATI HMTL HIMA IDE HIMAGE HIMATEKPAL HIMASISKAL HIMATEKLA HIMATBK HIMASINKA HIMALISPAL HIMATELKOM HIMA LISTRIK INDUSTRI HIMIT BEM ITS SM ITS SM ITS SM ITS SM ITS 1198 100 001 1298 100 050 1399 100 003 1499 100 031 1598 100 031 2198 100 013 2100 030 043 2299 100 128 2299 030 025 2399 100 088 2399 030 008 2499 100 013 2599 100 012 2699 100 041 2799 100 027 3199 100 022 3198 039 301 3298 100 031 3398 100 038 3499 100 035 3599 100 017 4198 100 014 4298 100 058 4399 100 043 6200 030 011 6300 030 060 6400 030 060 7299 030 019 7300 030 020 7400 030 034 3396 100 062 2698 100 077 2298 030 087 2498 100 070 2597 100 027 Mengingat Memperhatikan Menetapkan Pertama Kedua Ketiga 66 23 . Aspirasi mahasiswa ITS yang disalurkan melalui organisasi kemahasiswaan di ITS sebelum dan selama berlangsungnya MUBES III ITS b. 01/TAP/MUBES/IX/2001 tentang Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa ITS : a.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS KETETAPAN MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS ( MUBES III ITS ) No. Ketetapan MUBES II ITS No. 25. 24. 33. 29. ARIEF RACHMAN IMAM TAZI LINDA KUSUMASTUTIE F. ASWAD HERRY IRAWAN JAWAHIRIL N.

54. 49. 46. TRI NANANG Y SUKARYANTO HIMASIKA HIMATIKA HIMASTA HMM HMDM HIMATEKTRO HMCC HIMATEKK HIMADEKKIM HMTF HMTC HMMT HMS BEMJ D3 T. 16. 2. 9.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS 36. 8. 39. 7.I. 59. 7. 15. 6. 2.A. SAPUTRO JOHAN NOVIANSYAH NAFIRI FURQONY JOKO ARISANTO IHWAN ALFIYANTO HARI SASONGKO M. 57. 44. 56. 38. KADAFFI AGUSTIN RACHMAWATI KUSWANTO ERICK SAPUTRA DEDDY ARDIANSYAH DWI K. 3. 8. 13. EKO SETIADI SUKISNO ROHIMATUSH SHOFIYAH ERVAN LATUHARI AMINATUZ ZUHRIAH YUDHISTIRA YONIE YUWITA RIANAWATI SRI WIDYA ASTUTI M. SM ITS SM ITS SM ITS SM ITS SM ITS LMB LMFMIPA LMFTI LMFTSP DEMA PENS BEM ITS BEM ITS BEM ITS UK PSM UK TK UK TEATER TIYANG ALIT UK KARATEDO UK BRIDGE UK OLAH RAGA AIR PANITIA AD-HOC PANITIA AD-HOC PANITIA AD-HOC PANITIA AD-HOC PANITIA AD-HOC 2397 100 126 3497 100 047 7198 030 013 1598 100 005 2496 100 019 4198 100 045 1499 100 010 2498 100 010 3399 100 073 7398 030 030 1499 100 029 1498 100 011 4398 100 009 1598 100 021 1498 100 047 1496 100 017 2498 100 074 1297 100 040 4300 100 034 2696 100 035 2698 100 061 2196 100 074 2397 100 126 3197 100 074 Lampiran Nomor Tentang Tanggal : Ketetapan MUBES III ITS : 01/TAP/MUBES/VIII/2001 : Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa ITS : 1 September 2001 STRUKTUR KELUARGA MAHASISWA ITS MUBES MKM ITS KONGRES LSM LMB BEM LM ITS DOP HMJ FHMJ LMF KOMISI B Membahas pasal 4 ayat 3 Tata Tertib MUBES III ITS Anggota : 1. 4. SIPIL HMTL HIMA IDE HIMAGE 1199 100 013 1298 100 051 1399 030 038 2198 100 053 2100 030 083 2299 100 070 2299 030 049 2399 100 077 2300 030 013 2499 100 087 2699 100 068 2799 100 009 3100 100 086 3199 032 044 3398 100 060 3499 100 078 3599 100 031 MAHASISWA ITS Keterangan Garis : 1. 12. 53. 41. 42. 52. HELMI F. 4. 50. 17. 3. 45. 40. MASNUN LUKMAN H. ARIEF R. 14. 5. 5. PRITA DWI W.H. 10. RIKZUL M. 58. 11. DONNY Y. 37. YANUAR SAFARI RULLY PRASETYO ERIZA MULHADI CICIK ROHMAWATI M. 55. 6. 48. 43. 47. 51. : Koordinatif : Instruktif : Aspiratif : Instruktif Koordinatif : Kontrol : Rekomendasi / Rujukan : Pertanggungjawaban : Batas Ormawa 24 65 . SAEFUDIN BAYU HARMOKO INDRA HARIYADI INDRA PUTRADI KHUSAINI ARI SUSANTO ERSTANTO ALFAN FERI JOHAN TIGOR PERDANA ARY MASHARUDDIN S.

P. 23.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS BAB II Pasal 10 Telah jelas - Pasal 13 Yang dimaksud dengan staf ialah anggota KM ITS yang diangkat untuk menangani permasalahan teknis operasional. Yang dimaksud dengan badan pekerja ialah sekelompok anggota KM ITS yang diangkat untuk mengkaji dan membahas permasalahan tertentu. 46. 26. 32. 30. 29. AYOK A. 41. YENNI MARTALATA HIMATEKPAL KARTIKO KUS HENDRIATNA HIMASISKAL ERLYA CITRA R. 33. PANITIA AD-HOC SYAMSU RIZAL PANITIA AD-HOC 4199 100 056 4299 100 007 6100 030 055 6300 030 008 6400 030 029 7300 030 006 2397 100 051 2297 100 144 4296 100 029 6399 030 017 1297 100 026 3396 100 029 1198 100 026 1198 100 041 2199 100 089 2298 100 109 3297 100 020 2498 100 067 2498 100 038 2498 100 030 2698 100 038 2499 100 022 2600 100 013 4299 100 036 2600 100 073 2398 109 034 2497 100 042 2195 100 150 4196 100 004 2498 100 082 64 25 . 40. 42. SM ITS NUR IZZUDDIN SM ITS WIDIGDO DWI SM ITS ARIEF HIDAYAT SM ITS RAHMAN HADI SM ITS DIAN PRADIPTO SM ITS AMAR VIJAY SM ITS HADI WAHYUDI LMFMIPA RUSDIYANTO LMFTI EVI ROHANAWATI BEM ITS EDWIN ANELIA H. Yang dimaksud dengan staf ahli ialah anggata KM ITS yang karena kemampuannya diangkat untuk memberikan sumbangan pemikiran. 27. 47. 36. 31. 19. 35. 43. 22. 28. 45.P. 44. 34. 38. 39. 21. 37. BAB V Pasal 11 (1) Telah jelas (2) Telah jelas (3) Yang dimaksud dengan tidak ditanggapi ialah Tidak memberikan penjelasan ( hadir atau tidak ) atau tidak memperbaiki ( mengubah atau mencabut ) sesuatu yang dianggap keliru BAB III Pasal 12 (1) Telah jelas (2) Dukungan dibuktikan dengan pengumpulan tanda tangan BAB IV - Pasal 14 Telah jelas BAB VI Pasal 15 Telah jelas 18. 20. BEM ITS FITRI IRAWATI UK MENWA AGUNG PRIBADI UK KEMPO DANANG SUMARTONO UK CATUR WUWUS ARDIYATNA UK BASKET YULIAN YUDI UK MERPATI PUTIH RUDI HARTONO UK PRAMUKA NUR AINI AISYIAH UK WE & T ELIEN PANITIA AD-HOC IRA RACHMAWATI PANITIA AD-HOC PURWITO PRIAMBODO PANITIA AD-HOC RAKHMANARA M. HIMASINKA INDRA DWI PERMANA HIMALISPAL JEFFRY SETYOHADI HIMA LISTRIK INDUSTRI F. 24. HIMA TBK RAHMAWATI FITRI H. 25. BEM ITS ZULQARNAIN S.

tanggal 30 Agustus 2001 Memutuskan : Pertama Kedua : Perubahan Tata Tertib MUBES III ITS. Bab II. maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS ( MUBES III ITS ) b. Prigen : Kamis : 30 Agustus 2001 : WIB Telah jelas BAB XI Pasal 28 (1) Telah jelas (2) Pernyataan sikap politik ialah pernyataan sikap ikut mendukung atau menolak seseorang atau sekelompok orang yang berkaitan dengan kekuasaan. 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 tentang Tata Tertib MUBES III ITS : Hasil musyawarah peserta MUBES III ITS pada hari Kamis. (8) Telah jelas BAB X Pasal 27 Pasal 5 Telah jelas Pasal 6 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) Telah jelas Telah jelas Telah jelas Telah jelas Telah jelas Telah jelas Presiden BEM ITS mengesahkan hasil pemilu setelah mendapat fatwa dari MKM ITS tentang keabsahan pemilu. (6) Telah jelas (7) Fatwa ialah putusan yang diambil sebagai pertimbangan hukum bagi pengambilan suatu kebijakan. Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan. 05/KPTS/MUBES/VIII/2001 TENTANG PERUBAHAN TATA TERTIB MUBES III ITS tingkat pelanggaran berikut sanksinya. (8) Telah jelas (9) Telah jelas Pasal 7 (1) Fasilitator ialah perangkat pemilu yang bertugas sebagai pelaksana teknis terhadap keseluruhan proses pemilu. BAGIAN KEEMPAT Mengingat Memperhatikan BAB I Pasal 1 Telah jelas Pasal 9 Pasal 2 (1) Yang dimaksud serentak dilakukan bersama-sama. Musyawarah Besar III Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2001 Menimbang : a. (3) Yang dimaksud dengan verifikasi ialah suatu proses evaluasi terhadap kelengkapan administratif Pemantau Pemilu (4) Telah jelas Pasal 4 Telah jelas 26 63 . Bahwa agenda yang belum terselesaikan harus ditindaklanjuti dengan sebuah perubahan tata tertib : Keputusan MUBES III ITS No. (2) Telah jelas Pasal 3 Telah jelas ialah (1) Telah jelas (2) Yang dimaksud pengawas pemilu independen ialah perseorangan atau sekelompok orang diluar Panwaslu. (2) Telah jelas (3) Telah jelas Pasal 8 Telah jelas Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS ( MUBES III ITS ) No. pasal 4 : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam keputusan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya Ditetapkan di Hari Tanggal Pukul : Wale Papetaupan II.

4399 100 028 Nugroho Fredivianus NRP. (2) Telah jelas 62 27 . yang mencangkup jenis dan Telah jelas Telah jelas Fahmi Arifin NRP. (5) Hukum positif ialah suatu aturan yang bersifat kausalitas / sebab akibat . 1197 100 016 Pasal 15 Telah jelas Wakil Ketua Merangkap Anggota Wakil Ketua Merangkap Anggota Pasal 16 Telah jelas BAB IX Pasal 23 Pasal 17 Telah jelas Pasal 24 BAB VIII Pasal 18 Telah jelas Pasal 25 Telah jelas Pasal 19 Telah jelas (1) (2) (3) (4) Pasal 26 Interpretasi ialah penafsiran makna Telah jelas Telah jelas Perumusan substansi hukum positif dilakukan dengan mengikutsertakan elemen di KM ITS.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS Telah jelas BAB VI Pasal 13 Telah jelas (3) Draft RUU dapat diajukan oleh internal LMITS atau BEM ITS (4) Telah jelas (5) Telah jelas (6) Telah jelas (7) Telah jelas (8) Telah jelas Pasal 21 (1) Telah jelas (2) Yang dimaksud dengan memorandum ialah nota peringatan (3) Telah jelas Pasal 22 Telah jelas PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES III ITS 2001 Ketua Merangkap Anggota BAB VII Pasal 14 Telah jelas Arief Putranto NRP. 2298 100 113 Pasal 20 (1) Yang dimaksud menjunjung tinggi ialah menaati dan melaksanakan Konstitusi Dasar KM ITS dan Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan KM ITS .

(3) Telah jelas (4) Bidang keprofesian yang dimaksud melingkupi basis profesi di ITS dalam rangka penguatan visi teknologi ITS. Menetapkan Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan Keluarga Mahasiswa ITS. 3. Pasal 11 Telah jelas Pasal 5 Telah jelas Pasal 12 BAB III Pasal 8 Telah jelas Pasal 2 Telah jelas Pasal 3 Telah jelas Telah jelas Telah jelas Telah jelas Yang dimaksud dengan undanganundangan Ialah pihak-pihak yang pada saat penyelenggaraan MUBES ITS dirasakan perlu kehadirannya. 2. Pasal 4 : BAB I MUBES III ITS bertugas : 1. Menetapkan Pedoman Pengembangan Organisasi Kemahasiswaan di ITS. Menetapkan Haluan Dasar Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa di ITS. 2. Pasal 6 Telah jelas Pasal 7 Telah jelas Pasal 30 Telah jelas No Sebelum Menjadi BAGIAN KETIGA 1. Memutuskan Tata Tertib MUBES III ITS. 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 : 30 Agustus 2001 BAB XI Pasal 29 Yang dimaksud dengan sistem ialah seluruh perangkat KM ITS. Pasal 4 Keputusan MUBES III ITS No. 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 : MUBES III ITS bertugas : 1. Memutuskan Tata Tertib MUBES III ITS. 3.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS Lampiran Nomor Tentang Tanggal : Keputusan MUBES III ITS : 05/KPTS/MUBES/VIII/2001 : Perubahan pasal 4 Keputusan MUBES III ITS No. BAB II Pasal 4 Telah jelas 28 61 . (1) (2) (3) (4) (5) Pasal 1 Telah jelas BAB IV Pasal 9 (1) Telah jelas (2) Yang dimaksud dengan instruksi ialah kebijakan yang harus dilaksanakan sebagai penerjemahan GBPK dan hal-hal lain yang sifatnya penting yang dihasilkan dalam forum presidium. Menetapkan Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa ITS. BAB V Pasal 10 (1) Telah jelas (2) Koordinasi yang dilakukan dalam rangka penyelarasan aktifitas kerja HMJ dengan program kerja LMF.

06/KPTS/MUBES/VIII/2001 TENTANG PERUBAHAN TATA TERTIB MUBES III ITS BAB IV Pasal 17 (1) Telah Jelas (2) Telah jelas (3) Fasilitas Ormawa dan LMB ialah fasilitas yang dimiliki dan atau dikelolah oleh Ormawa dan LMB terkait. Prigen : Kamis : 30 Agustus 2001 : 00. BAB VII Pasal 22 60 29 . maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS ( MUBES III ITS ) Bahwa agenda yang belum terselesaikan harus ditindaklanjuti dengan sebuah perubahan tata tertib BAB VIII Pasal 25 Tidak mengikat ialah tidak mengganggu kemandirian KM ITS. BAB V Pasal 18 Telah jelas Pasal 24 Yang dimaksud dengan kehilangan status kemahasiswaan ialah sudah tidak menjadi mahasiswa ITS Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS (2) Telah jelas BAB III Pasal 16 Telah jelas Mahasiswa ITS ialah mahasiswa D3. Mengingat b. Bab I. : Keputusan MUBES III ITS No. Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan. Politeknik dan S1 baik reguler maupun extension. (4) Telah jelas (5) Telah jelas. Musyawarah Besar III Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2001 Menimbang : a. pasal 2 : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam keputusan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya Pasal 20 Telah jelas Ditetapkan di Hari Tanggal Pukul : Wale Papetaupan II. tanggal 30 Agustus 2001 Memutuskan : Memperhatikan BAB IX Pasal 26 Telah jelas Pertama Kedua Pasal 19 Telah jelas BAB X Pasal 27 (1) Referendum ialah mekanisme jajak pendapat pada seluruh mahasiswa ITS.08 WIB BAB VI Pasal 21 Khusus untuk LMB hanya terikat oleh Konstitusi Dasar KM ITS. Pasal 23 Telah jelas KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS ( MUBES III ITS ) No. 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 tentang Tata Tertib MUBES III ITS : Hasil musyawarah peserta MUBES III ITS pada hari Kamis. (2) Telah jelas Pasal 28 Yang dimaksud dengan amandemen ialah perubahan terhadap berbagai hal yang dianggap perlu dan relevan terhadap konstitusi dasar dan Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan KM ITS. : Perubahan Tata Tertib MUBES III ITS.

Pasal 10 (2) Telah jelas Pasal 13 (1) (2) (3) (4) (5) Telah jelas Telah jelas Telah jelas Telah jelas Kelengkapan yang diperlukan berbentuk Biro-biro. 1197 100 016 Wakil Ketua Merangkap Anggota Wakil Ketua Merangkap Anggota Fahmi Arifin NRP. Pasal 12 (1) Sebagai daerah otonomi. (4) Telah jelas (5) Mekanisme pelaporan kerja dimaksudkan untuk memonitor dan mengevaluasi berjalannya kinerja LMF. mekanisme kepengurusan. Pasal 11 (1) Telah jelas (2) Telah jelas (3) Menguatkan daya dukung terhadap BEM ITS dalam hal koordinasi antar HMJ dan pengembangan Sumber Daya Mahasiswa sebagaimana tercantum dalam Haluan Dasar Kemahasiswaan KM ITS. maka berhak di wakili oleh maksimal dua orang dalam LMITS (4)Telah jelas Ketua Merangkap Anggota Arief Putranto NRP. 2298 100 113 (1) Telah jelas (2) Masing-masing HMJ memiliki kewenangan penuh (otonomi) untuk mengatur mekanisme internal organisasi. Jika jumlah konstituen di tingkat jurusan kurang dari tujuh ratus orang. maka DOP memiliki struktur pemerintahan seperti halnya di tingkat Institut dengan status dan pola hubungan yang sejajar dengan HMJ. (2) Yang dimaksud menjunjung tinggi ialah menaati dan melaksanakan Konstitusi Dasar KM ITS dan Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan KM ITS . syarat kanggotaaan. Pasal 15 (1) .Yang dimaksud dengan kekuasaan kehakiman ialah melakukan tafsir lanjut terhadap suatu pelanggaran dalam sebuah sanksi 30 59 . Jika jumlah konstituen di tingkat jurusan lebih dari tujuh ratus orang. Otonomi tersebut meliputi penamaan organisasi. Pokja dan Divisi (6) Telah jelas (7) Telah jelas Pasal 14 (1) Yang dimaksud representatif ialah dapat mewakili aspirasi – aspirasi mahasiswa yang merupakan konstituennya (2) Telah jelas (3) Yang dimaksud dengan sistem distrik kuota ialah pemilihan umum yang melibatkan konstituen di tingkat Jurusan dengan ketentuan kuota sebagai berikut : a. maka berhak di wakili oleh satu orang dalam LMITS b. 4399 100 028 Nugroho Fredivianus NRP.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES III ITS 2001 Pasal 9 (1) Yang dimaksud Eksekutif mahasiswa ITS ialah ormawa ITS yang mempunyai kewenangan melakukan fungsi-fungsi sebagai pelaksana pemerintahan. serta hal-hal lain yang dianggap perlu.Yang dimaksud dengan normatif ialah menjaga dan menafsirkan setiap kaidah hukum yang melingkupi berbagai kebijakan yang mengatur suatu sistem .

menjadi sesuatu hal yang dimaktubkan alenia terakhir mukadimah. Pasal 5 Organisasi Kemahasiswaan dalam sistem KM ITS merujuk pada pengertian organ/struktur pemerintahan. Selasa dan Rabu tanggal 26 s/d 29 Agustus 2001 Pasal 2 : MUBES III ITS dilaksanakan pada hari Minggu. golonganTelah jelas Telah jelas BAB II Pasal 8 Telah jelas 58 31 .MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS BAGIAN KELIMA PENJELASAN Lampiran Nomor Tentang Tanggal BAGIAN PERTAMA Mukadimah Pedoman Dasar Pengembangan Organisasi Kemahasiswaan di ITS merupakan serangkaian pernyataan kehendak ( State of Purposes ) mahasiswa ITS. Sehingga sebuah pernyataan atas dasar kesadaran untuk membentuk suatu sistem yang mampu menaungi segala potensi dalam lingkup kemahasiswaan ITS berupa Keluarga Mahasiswa untuk mencapai visi dan misi bersama. Pasal 2 Keputusan MUBES III ITS No. Senin. Selasa. Mahasiswa sebagaimana disebutkan mengandung pengertian dan penegasan terhadap keberadaan dirinya dalam dunia kemahasiswaan di Indonesia. maka diyakini mahasiswa sebagai generasi muda terdidik dan kader penerus bangsa. sedangkan LMB dan LSM ialah struktur non pemerintahan. 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 : MUBES III ITS dilaksanakan pada hari Minggu. Senin. Dengan memandang peran dan hakikat yang terkandung dalam sebuah kebesaran arti seorang mahasiswa dan lingkungan akademisnya. 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 : 30 Agustus 2001 No Sebelum Menjadi 1. Pasal 6 Pasal 3 Telah jelas Pasal 7 Pasal 4 Yang dimaksud mandiri ialah Organisasi Kemahasiswaan di ITS dalam mengambil keputusan-keputusannya tidak terpengaruh dan tidak tergantung pada organisasi-organisasi lain. Rabu dan Kamis tanggal 26 s/d 30 Agustus 2001 BAGIAN KEDUA BAB I Pasal 1 Yang dimaksud dengan sistem sebagaimana tercantum dalam pasal ini ialah merujuk pada pengertian organ/ struktur pemerintahan dan non pemerintahan Pasal 2 Telah jelas golongan politik maupun golongangolongan ekonomi di luar ITS. : Keputusan MUBES III ITS : 06/KPTS/MUBES/VIII/2001 : Perubahan pasal 2 Keputusan MUBES III ITS No.

maka LM ITS dapat memutuskan untuk menyelenggarakan KLB ITS. Pertama Kedua : Perubahan Tata Tertib MUBES III ITS.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS ( MUBES III ITS ) No. Bab I. maka MKM ITS berwenang memberikan fatwa kepada BEM ITS untuk memberikan sanksi berdasarkan rumusan hukum positif yang berlaku. 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 tentang Tata Tertib MUBES III ITS : Hasil musyawarah peserta MUBES III ITS pada hari Kamis. Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Ketintang. undangan KM ITS. Mengingat 2. BAB III BAB V FORMALITAS PROSES LEGISLATIF Pasal 14 1. 2. : Kamis : 30 Agustus 2001 : 19. pasal 3 : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam keputusan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya Ditetapkan di Surabaya Hari Tanggal Pukul : Wisma Sejahtera. Musyawarah Besar III Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2001 Menimbang : a. Pasal 15 Pimpinan HMJ atau pimpinan eksekutif DOP mengirimkan surat 1. tidak ditanggapi atau tidak memenuhi harapan. Draft RUU yang telah disahkan menjadi RUU oleh LM ITS diajukan kepada BEM ITS RUU disahkan menjadi UU setelah mendapat persetujuan dari Presiden BEM ITS. 32 57 . maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS ( MUBES III ITS ) b. maka MKM ITS BAB IV segera melakukan uji materi terhadap dugaan pelanggaran tersebut. badan pekerja dan lain-lain yang keberadaannya merupakan kewenangan LM ITS. KELENGKAPAN KERJA LEGISLATIF MAHASISWA ITS Pasal 13 2. Bahwa perpindahan lokasi persidangan harus ditindaklanjuti dengan sebuah perubahan tata tertib : Keputusan MUBES III ITS No. 07/KPTS/MUBES/VIII/2001 TENTANG PERUBAHAN TATA TERTIB MUBES III ITS 3. Memperhatikan LM ITS mencabut keanggotaan yang BAB VI bersangkutan dan menggantinya dengan calon dari distrik yang sama MEKANISME PEMBERIAN SANKSI berdasarkan rekomendasi yang TERHADAP LSM diterima dari HMJ atau DOP. staf ahli. Jika terdapat pengaduan tentang rekomendasi pergantian anggota dugaan dilakukannya pelanggaran LMITS dari distriknya apabila oleh LSM terhadap ketentuan didukung oleh minimal 10 % dari normatif dan atau perundangjumlah anggota distrik. tanggal 30 Agustus 2001 Memutuskan : MEKANISME PERGANTIAN ANGGOTA LEGISLATIF MAHASISWA ITS Pasal 12 1. Jika dalam proses uji materi oleh MKM ITS LSM tersebut terbukti melakukan pelanggaran atas ketentuan normatif dan atau perundang-undangan KM ITS. Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan.07 WIB Dalam menjalankan tugasnya LM ITS dibantu kelengkapan kerja yang dapat berupa staf. Apabila dalam jangka waku dua minggu setelah memorandum II jatuh.

Panwaslu berhak memberikan peringatan kepada PPU dan pelaku pelanggaran secara langsung apabila terjadi pelanggararan terhadap ketentuan Pemilu. KPU berwenang mengangkat anggota Panitia Pemilihan Umum dan Panitia Pengawas Pemiihan Umum.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS 8. 2298 100 113 Wakil Ketua Merangkap Anggota Wakil Ketua Merangkap Anggota Arief Putranto NRP. 1197 100 016 Fahmi Arifin NRP. Pemantau pemilu bersifat non struktural dan keberadaannya disahkan oleh BEM ITS setelah terlebih dahulu melalui mekanisme pemberitahuan dan verifikasi. Pasal 7 Panitia Pemilihan Umum 1. 56 33 . 3. 4399 100 028 Memorandum merupakan hak legislatif untuk meminta keterangan kepada pihak eksekutif. Undang-Undang dan GBPK. Pasal 11 Mekanisme jatuhnya memorandum 1. Pasal 8 Panitia Pengawas Pemilu Umum 1. 2. Pemantau pemilu berhak mengeluarkan rekomendasi yang didasarkan atas fakta kronologis yang ditemukan kepada KPU sebagai pertimbangan pengambilan keputusan . Anggota PPU ialah mahasiswa ITS yang merupakan perwakilan tiap – tiap HMJ dan DOP dengan jumlah yang sama Anggota PPU ditetapkan oleh KPU dengan difasilitasii oleh BEM ITS. 3. Memorandum I dijatuhkan apabila presiden diduga menyimpang Konstitusi Dasar KM ITS. 2. KPU melaporkan hasil Pemilu kepada BEM ITS. 2. 4. 4. Pasal 9 Pemantau Pemilu PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES III ITS 2001 Ketua Merangkap Anggota 1. Panitia Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut PPU. Pemantau Pemilu ialah pengawas pemilu independen. 9. Panwaslu wajib melaporkan dan mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada KPU. BAB II MEMORANDUM Pasal 10 Nugroho Fredivianus NRP. Pemantau Pemilu berfungsi melakukan pengawasan terhadap jalannya proses Pemilu. berfungsi sebagai fasilitator pada proses pemilu dan bertanggungjawab kepada KPU. maka LM ITS dapat menjatuhkan Memorandum II. 2. Apabila dalam jangka waktu satu bulan tidak ditanggapi atau respon yang diberikan tidak memenuhi harapan. Ketetapan Kongres ITS. 3. Panwaslu berhak mengeluarkan rekomendasi yang didasarkan atas fakta kronologis yang ditemukan kepada KPU sebagai pertimbangan pengambilan keputusan. MKM ITS dan seluruh mahasiswa ITS tentang hasil kerja yang dilakukan. 10. KPU berwenang memberikan sanksi kepada peserta Pemilu atas setiap pelanggaran yang terjadi. Panitia Pengawas Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut Panwaslu berfungsi melakukan pengawasan terhadap jalannya Pemilu Anggota Panwaslu terdiri dari dua orang perwakilan tiap –tiap HMJ dan DOP. 5.

Umum. artinya dilakukan sesuai dengan kebenaran dan hati nurani. 1. Proses Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut Pemilu dalam penyelenggaraannya menjadi tanggung jawab Presiden BEM ITS Perangkat Pemilu terdiri dari Komisi Pemilihan Umum. Pasal 6 Komisi Pemilihan Umum 1. No Sebelum Menjadi 5. 6. Bebas. 3. KPU bertugas membuat aturanaturan Pemilu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pasal 2 Sifat Pasal 4 Hak Dipilih 1. artinya memberikan pendidikan politik untuk menciptakan rasionalitas pemilihnya. memiliki hak untuk dipilih menjadi calon anggota LM ITS dan calon Presiden BEM ITS. 2. 2. Umum. dalam proses Pemilihan Umum terhadap calon anggota LM ITS dan calon presiden BEM ITS. KPU dipimpin oleh seorang koordinator yang dipilih oleh anggota KPU lainnya. 2. KPU bertugas menetapkan hasil akhir proses Pemilu. Panitia Pengawas Pemilihan Umum dan Pemantau Pemilihan Umum. 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 : 30 Agustus 2001 2. artinya pemilih bebas menentukan pilihan sesuai haknya tanpa mendapat tekanan. 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 : MUBES III ITS bertempat di Walepapetaupan II. Pasal 3 Keputusan MUBES III ITS No. 4. Jujur. artinya dalam menggunakan haknya setiap pemilih dijamin kerahasiaannya. Ketintang – Surabaya 8. Prigen kemudian dilanjutkan di Wisma Sejahtera. MUBES III ITS bertempat di Walepapetaupan II. Kriteria calon anggota LM ITS dan calon presiden BEM ITS diatur dalam ketetapan Kongres ITS. menggunakan haknya secara langsung tidak diwakilkan.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS Lampiran Nomor Tentang Tanggal : Keputusan MUBES III ITS : 07/KPTS/MUBES/VIII/2001 : Perubahan pasal 3 Keputusan MUBES III ITS No. Panitia Pemilihan Umum. Rahasia. Pasal 3 3. 1. Anggota KPU ialah mahasiswa ITS berjumlah maksimal 11 orang. artinya proses dan hasilnya dapat diketahui oleh semua pihak. Pemilih berhak menggunakan haknya 6. Adil. 2. artinya berpihak pada kebenaran dan aturan main yang berlaku. 1. Prigen Pasal 3 : 7. Anggota KM ITS memiliki hak untuk memilih dalam proses Pemilihan 5. 4. Rasional. Anggota KM ITS yang memenuhi kriteria. 2. artinya proses pemilihan dapat diikuti secara umum oleh mahasiswa ITS. Komisi Pemilihan Umum yang selanjutnya disebut KPU bertugas sebagai panitia pengarah pada proses pemilu. Pemilihan anggota LM ITS dan Presiden BEM ITS bersifat serentak di lingkup ITS. 7. Pasal 5 Pelaksanaan Pemilihan Umum 1. Pemilihan dan pembentukan badan kelengkapan pada lingkup ormawa yang lain diserahkan pada institusi yang bersangkutan. Proses pemilihan anggota KPU melalui mekanisme uji kelayakan oleh LM ITS dan disahkan oleh Presiden BEM ITS. Transparan. Hak Memilih 34 55 .

LMB dipimpin oleh seorang presiden yang dipilih melalui mekanisme internal LMB Presiden LMB bertanggungjawab kepada presidium UKM melalui mekanisme internal LMB LMB dan BEM ITS saling berkoordinasi untuk menunjang keselarasan program kerja yang akan dilaksanakan. 4.30 WIB BAGIAN KEEMPAT PETUNJUK PELAKSANAAN PENGEMBANGAN ORMAWA DI ITS BAB I PEMILIHAN UMUM Pasal 1 Asas Prinsip dasar yang harus diterapkan dan dipegang teguh dalam pelakaksanaan pemilihan umum ialah : 1. Menyampaikan laporan kronologis dan hasil putusan persidangan kepada mahasiswa ITS dalam rangka mewujudkan mekanisme peradilan yang adil dan transparan. 7. 2. 2. pasal 2 : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam keputusan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya 5. Pertama Kedua KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS ( MUBES III ITS ) No. maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS ( MUBES III ITS ) Bahwa agenda yang belum terselesaikan harus ditindaklanjuti dengan sebuah perubahan tata tertib 3. Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan. artinya setiap pemilih yang memenuhi kriteria 54 35 . Musyawarah Besar III Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2001 Menimbang : a. Langsung. Mengingat : Keputusan MUBES III ITS No. Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Melakukan perumusan substansi hukum positif yang ditetapkan untuk menjaga dan menegakkan norma maupun etika yang ada dalam KM ITS Melakukan perumusan hukum positif sebagai acuan dalam memberikan konsekuensi bagi pelanggar perundang-undangan KM ITS. hasil pemilu dan aturan pelaksana di bawahnya. 3. Memberikan fatwa atas laporan KPU Mengesahkan LSM sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku. 08/KPTS/MUBES/VIII/2001 TENTANG PERUBAHAN TATA TERTIB MUBES III ITS 2. Mengadili baik kepada personal ataupun lembaga terhadap penyimpangan perundang-undangan KM ITS. Ketintang. 8. Surabaya : Jumat : 31 Agustus 2001 : 07. Pendirian LSM dilakukan atas inisiatif internal komunitas mahasiswa ITS LSM tidak boleh mengeluarkan pernyataan sikap politik keluar. b. tanggal 31 Agustus 2001 Memutuskan : : Perubahan Tata Tertib MUBES III ITS.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS Pasal 26 Tugas 1. Melakukan hak uji materi terhadap Undang-undang. Memperhatikan 6. Melakukan interpretasi terhadap perundang-undangan KM ITS berkaitan dengan penafsirannya jika terjadi konflik pemahaman antar lembaga. Ditetapkan di Hari Tanggal Pukul : Wisma Sejahtera. 5. 4. BAB XI LEMBAGA SWADAYA MAHASISWA Pasal 28 1. LMB menjalankan fungsi eksekutif. BAB X LEMBAGA MINAT DAN BAKAT Pasal 27 1. 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 tentang Tata Tertib MUBES III ITS : Hasil musyawarah peserta MUBES III ITS pada hari Jumat. Bab I. LMB terdiri atas presidium ketuaketua UKM. legislatif. dan yudikatif terhadap UKM-UKM Dalam menjalankan roda organisasi.

lingkup Ormawa yang terkait dan LMB. Bersedia mengikuti uji kelayakan yang dilaksanakan oleh LM ITS. Bertakwa kepada Tuhan YME Anggota KM ITS Berkelakuan baik Memiliki pemahaman terhadap konstitusi dasar KM ITS e. Anggota MKM ITS tidak diperkenankan merangkap jabatan sebagai pengurus lembaga di lingkup KM ITS. 1. Pasal 22 Musyawarah Mahasiswa ITS Pasal 24 Keanggotaan 1. 3. Mengajukan RUU kepada BEM ITS untuk disahkan menjadi UndangUndang Penjaringan dan penilaian kandidat anggota MKM ITS Menyelenggarakan Musyawarah Mahasiswa ITS Melakukan penjaringan dan penilaian kandidat anggota Komisi Pemilihan Umum. Nugroho Fredivianus NRP. b. 2. BAB IX MAHKAMAH KONSTITUSI MAHASISWA ITS Pasal 23 Struktur MKM ITS terdiri dari ketua dan anggotaanggota. legislatif. 2. 2298 100 113 Fahmi Arifin NRP. Ketua Merangkap Anggota Wakil Ketua Merangkap Anggota 6. Menyampaikan memorandum kepada Presiden BEM ITS Memberikan usulan-usulan kepada BEM ITS dengan memperhatikan aspirasi mahasiswa ITS. 36 53 . c.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES III ITS 2001 4. 3. Meminta penjelasan kepada presiden BEM ITS atas kebijakankebijakan yang diambil oleh BEM ITS. maupun yudikatif dan semua elemen LSM dan LMB. Memberikan laporan keaktifan dan hasil kinerja masing-masing anggotanya secara periodik sebagai wujud pertanggungjawaban kepada mahasiswa ITS Pasal 21 Hak dan Wewenang 4. MUSMA ITS berhak mengusulkan kepada Kongres ITS dan Forum tertinggi LMB untuk diselenggarakannya MUBES ITS. 5. Kriteria anggota MKM ITS ialah : a. MUSMA ITS berfungsi sebagai wadah penjaringan dan komunikasi aspirasi bagi semua potensi KM ITS untuk menjadi pertimbangan dalam pengambilan kebijakan dalam Pasal 25 Masa Jabatan Anggota MKM ITS memegang jabatannya dalam satu periode selama satu tahun. 7. Musyawarah Mahasiswa ITS yang selanjutnya disebut MUSMA ITS diselenggarakan oleh LM ITS sekurang-kurangnya satu kali dalam satu tahun. Jumlah maksimal anggota MKM ITS ialah 11 orang 1. MUSMA ITS dihadiri oleh semua elemen Ormawa baik dalam fungsi eksekutif. d. 2. 4399 100 028 8. f.

LM ITS memegang jabatannya dalam satu periode yang berlangsung selama satu tahun. Keanggotaan LM ITS berakhir apabila : a) mengundurkan diri b) periode jabatannya berakhir. Forum Presidium BEM ITS dapat melakukan proses pengambilan kebijakan yang akan dijalankan oleh 5. Bahwa pengunduran diri saudara Arief Putranto harus ditindaklanjuti dengan sebuah penambahan pimpinan sidang pleno : Keputusan MUBES III ITS No. KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS ( MUBES III ITS ) No. 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 tentang Tata Tertib MUBES III ITS : Hasil musyawarah peserta MUBES III ITS pada hari Jumat. 3. 3. 4. 2. 4. Mewakili KM ITS keluar atas persetujuan LM ITS Mengambil keputusan-keputusan yang dianggap perlu dalam menerjemahkan GBPK yang telah ditetapkan dalam Kongres ITS Pasal 17 Presidium BEM ITS Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS 1. 2. Anggota Presidium BEM ITS terikat kepada kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan pada rapat kerja tahunan dan rapat kerja Tri Wulan. tanggal 31 Agustus 2001 Memutuskan : Pertama Kedua : Menunjuk saudara Syamsu Rizal sebagai pimpinan sidang pleno MUBES III ITS : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam keputusan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya Ditetapkan di Hari Tanggal Pukul : Wisma Sejahtera. 5.34 WIB 2. Presiden BEM ITS dapat mengadakan forum Presidium BEM ITS sewaktu-waktu. c) Mengalami mekanisme pergantian anggota Pasal 19 LM ITS terdiri dari ketua yang berfungsi sebagai koordinator dan anggota. Menjunjung tinggi Konstitusi Dasar KM ITS dan Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan KM ITS Melakukan kontrol tehadap kinerja BEM ITS Mengesahkan draft RUU menjadi RUU 2. Memberikan evaluasi terhadap laporan kerja LMF sebagai bentuk koordinasi Mengesahkan anggota MKM ITS berdasarkan hasil penilaian uji kelayakan oleh LM ITS Pasal 16 Hak dan Wewenang BEM ITS 1. 2. 52 37 . Presidium BEM ITS melakukan koordinasi setiap tiga bulan sekali melalui Rapat Kerja Tri Wulan dalam rangka evaluasi kerja yang telah dilaksanakan dan melakukan penyesuaian program kerja yang akan dijalankan Apabila ada hal-hal yang mendesak. dan pimpinan BAB VIII LEGISLATIF MAHASISWA ITS Pasal 18 Keanggotaan dan Masa Jabatan Anggota LM ITS dipilih secara langsung melalui Pemilu dengan sistem distrik kuota Anggota LM ITS tidak diperkenankan merangkap jabatan sebagai pengurus ormawa yang lain. 3. Syarat tentang kriteria calon anggota LM ITS ditetapkan dalam aturan selanjutnya. Selain Rapat Kerja Tahunan. Surabaya : Jumat : 31 Agustus 2001 : 07. Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan. maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS ( MUBES III ITS ) b. pimpinan HMJ eksekutif DOP. 09/KPTS/MUBES/VIII/2001 TENTANG PENGGANTIAN PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES III ITS 1. Menyampaikan keberatan atas RUU yang disampaikan oleh LM ITS. Memperhatikan Pasal 20 Tugas 1. 3. Presidium BEM ITS melaksanakan Rapat Kerja Tahunan sekali dalam setahun pada awal masa kepengurusan BEM ITS. Musyawarah Besar III Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2001 Menimbang : a. Mengingat 1. Ketintang.

3. LEMBAGA MAHASISWA FAKULTAS Pasal 10 Tugas dan Wewenang 1. Pasal 12 Pencabutan Mandat Pengurus 1. Pencabutan mandat Pengurus LMF dilakukan pada FHMJ Pencabutan mandat Pengurus LMF sah apabila dihadiri oleh sekurangkurangnya 2/3 dari jumlah HMJ dan 2/3 dari jumlah tersebut menyatakan setuju. Jika presiden tidak dapat melaksanakan tugasnya maka KLB ITS menunjuk pejabat sementara untuk melanjutkan masa jabatan yang tersisa. Presiden BEM ITS dipilih langsung oleh mahasiswa ITS dengan masa jabatan selama satu tahun dan setelah itu tidak dapat dipilih kembali. 2. Presiden BEM ITS bertanggung jawab kepada mahasiswa ITS melalui Kongres ITS Syarat-syarat tentang Calon Presiden BEM ITS ditetapkan dalam perundang-undangan. BAB VII BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA ITS Pasal 14 Presiden BEM-ITS 1. HMJ wajib melaksanakan instruksi dari BEM ITS . Eksekutif DOP wajib melaksanakan instruksi dari BEM ITS. 2. 2298 100 113 Fahmi Arifin NRP. BAB V 2. Nugroho Fredivianus NRP. Lembaga-lembaga yang menjalankan fungsi eksekutif. 4399 100 028 Pimpinan HMJ bertanggungjawab langsung kepada anggotanya melalui mekanisme internal masingmasing HMJ tersebut.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES III ITS 2001 BAB IV HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN Pasal 9 BAB VI DAERAH OTONOMI POLITEKNIK Pasal 13 1. 2. 5. 3. legislatif dan yudikatif di tingkat Fakultas dalam DOP bertanggung jawab pada anggotanya melalui mekanisme internal. 2. Presiden BEM ITS mengkoordinasikan aktifitas kemahasiswaan di lingkup KM ITS. 38 51 . 4. Pasal 15 Tugas BEM ITS Ketua Merangkap Anggota Wakil Ketua Merangkap Anggota 1. Melaksanakan GBPK yang ditetapkan FHMJ Melakukan koordinasi lintas HMJ dalam lingkup fakultasnya Melakukan koordinasi dalam menguatkan basis profesi bersama Melakukan pemberdayaan di bidang keprofesian dan menguatkan daya dukung terhadap BEM ITS Pasal 11 Susunan Kepengurusan Kepengurusan LMF terdiri atas pimpinan LMF dan perangkat kelengkapan lain yang dianggap perlu. 4.

Peserta Kongres ITS terdiri dari peserta penuh dan peserta peninjau. Menetapkan hal-hal lain yang dianggap perlu Pasal 6 Kepesertaan 1. Ketintang. Pasal 7 Kongres Luar Biasa Mahasiswa ITS KEPUTUSAN MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS ( MUBES III ITS ) No. 3. Peserta peninjau mempunyai hak bicara terdiri dari kepala-kepala departemen BEM ITS. 3. 5. 10/KPTS/MUBES/IX/2001 TENTANG PERUBAHAN TATA TERTIB MUBES III ITS Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. Selain peserta penuh dan peninjau terdapat undangan-undangan. KLB ITS diselenggarakan oleh LM ITS Syarat-syarat pelaksanaan KLB ITS ditetapkan dalam aturan selanjutnya. pasal 2 : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam keputusan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya 1. 2. 6. Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan. 4. 3. BAB II KONGRES MAHASISWA ITS Pasal 4 Penyelenggaraan 1. Menetapkan Tata tertib FHMJ Membentuk LMF Menetapkan Garis-garis Besar Program Kerja yang selanjutnya disebut GBPK bagi LMF Memilih dan mengukuhkan ketua LMF Menilai kinerja LMF Menetapkan hal-hal lain yang dianggap perlu. dua orang perwakilan setiap LMF. Bahwa agenda yang belum terselesaikan harus ditindaklanjuti dengan sebuah perubahan tata tertib : Keputusan MUBES III ITS No. Surabaya : Sabtu : 1 September 2001 : 00. Eksekutif DOP dan LMF. 2. 2. Mengukuhkan Presiden BEM ITS untuk kepengurusan selanjutnya. 5. Menetapkan Tata Tertib Kongres ITS Menetapkan Garis-garis Besar Program Kerja yang selanjutnya disebut GBPK bagi BEM ITS. Ditetapkan di Hari Tanggal Pukul : Wisma Sejahtera. satu orang perwakilan setiap HMJ. satu orang perwakilan LMB dan satu orang perwakilan Eksekutif DOP. 4. Peserta penuh mempunyai hak bicara dan hak suara terdiri dari seluruh anggota LM ITS Peserta peninjau mempunyai hak bicara terdiri dari satu orang perwakilan HMJ. 3. 2. Kongres ITS diselenggarakan oleh LM ITS Kongres ITS diselenggarakan sekurang-kurangnya sekali dalam setahun. Pasal 5 Tugas dan Wewenang Kongres Luar Biasa mahasiswa ITS yang selanjutnya disebut KLB ITS dapat diselenggarakan apabila presiden BEM ITS tidak mampu melaksanakan tugasnya. Melakukan penilaian terhadap kinerja Presiden BEM ITS. BAB III FORUM HIMPUNAN MAHASISWA JURUSAN Pasal 8 Tugas dan wewenang Mengingat Memperhatikan Pertama Kedua : Perubahan Tata Tertib MUBES III ITS. Musyawarah Besar III Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2001 Menimbang : a. 1. satu orang perwakilan setiap UKM. maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS ( MUBES III ITS ) b.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS 4. 5. Bab I.02 WIB 50 39 . satu orang perwakilan setiap HMJ. BEM ITS. satu orang perwakilan setiap lembaga mahasiswa jurusan dibawah DOP dan panitia penyusun materi. tanggal 1 September 2001 Memutuskan : 1. 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 tentang Tata Tertib MUBES III ITS : Hasil musyawarah peserta MUBES III ITS pada hari Sabtu. 2.

Hasil referendum untuk pembubaran KM ITS dapat dianggap sah apabila sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah mahasiswa ITS menggunakan hak pilihnya dan 2/3 dari jumlah tersebut menyatakan setuju. 2. 3. 2. Peserta MUBES ITS ialah wakilwakil mahasiswa dalam lingkup Ormawa dan LMB. Wakil Ketua Merangkap Anggota Wakil Ketua Merangkap Anggota Nugroho Fredivianus NRP. Menetapkan amandemen Konstitusi Dasar KM ITS dan Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan KM ITS. SMITS periode 2000/2001 mengatur dan menyelenggarakan segala hal yang ditetapkan dalam MUBES III ITS. 2498 100 082 2. MUBES ITS diselenggarakan oleh BEM ITS MUBES ITS diselenggarakan berdasarkan rujukan dari Kongres ITS dan Forum tertinggi LMB. Pasal 2 Tugas dan Wewenang 1. Syamsu Rizal NRP.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES III ITS 2001 BAB X ATURAN TAMBAHAN Pasal 27 Pembubaran KM ITS Hal pembubaran KM ITS ditetapkan melalui MUBES ITS setelah didahului referendum yang diselenggarakan oleh LM ITS. presiden 40 49 . Menetapkankan tata tertib MUBES ITS 2. 4399 100 028 Pasal 28 Amandemen Konstutusi Dasar KM ITS danHaluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaaan KM ITS BAGIAN KETIGA PEDOMAN PELAKSANAAN PENGEMBANGAN KEMAHASISWAAN KELUARGA MAHASISWA (KM) ITS BAB I MUSYAWARAH BESAR MAHASISWA ITS Pasal 1 Penyelenggaraan 1. Menetapkan pembubaran KM ITS Pasal 3 Kepesertaan 1. Ketua Merangkap Anggota 1. Peserta MUBES ITS terdiri dari peserta penuh dan peserta peninjau. Peserta penuh mempunyai hak bicara dan hak suara terdiri dari anggota-anggota LM ITS. Amandemen terhadap Konstitusi Dasar KM ITS dan Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan KM ITS dilakukan pada MUBES ITS BAB XI ATURAN PERALIHAN Pasal 29 Seluruh Organisasi Kemahasiswaan dan peraturan-peraturan yang ada masih berlaku hingga diadakan sistem dan peraturan yang baru menurut hasil MUBES III ITS. 2298 100 113 Fahmi Arifin NRP. Pasal 30 Dalam waktu tiga bulan sesudah MUBES III ITS berakhir. 3.

BAB IX LAMBANG DAN ATRIBUT Pasal 26 Hal Lambang dan atribut akan diatur dalam undang-undang. dan tidak mengikat. 08/KPTS/MUBES/VIII/2001 : MUBES III ITS dilaksanakan pada hari Minggu. 1. Lampiran Nomor Tentang Tanggal 1. Keputusan Presiden BEM ITS BAB VIII PERBENDAHARAAN Pasal 25 Keuangan Keuangan KM ITS dapat diperoleh dari usaha-usaha yang dianggap sah. berkumpul dan menyampaikan pendapat baik secara lisan dan tulisan yang diatur dalam perundang-undangan. : Keputusan MUBES III ITS : 10/KPTS/MUBES/IX/2001 : Perubahan pasal 2 Keputusan MUBES III ITS No. Selasa. No Sebelum Menjadi 3. Undang-Undang 4. halal. Konstitusi Dasar KM ITS 2. Anggota KM ITS berhak melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan konstitusi dasar KM ITS dan peraturan pelaksana di bawahnya. Selasa. Anggota KM ITS berhak dan wajib memahami. BAB VII KEANGGOTAAN Pasal 22 Anggota Anggota KM ITS ialah mahasiswa ITS. Pasal 23 Hak dan Kewajiban Anggota Anggota KM ITS berhak berserikat. serta melaksanakan segala sesuatu yang telah diputuskan sebagai perundang-undangan KM ITS Anggota KM ITS wajib menjaga nama baik KM ITS. Kamis dan Jumat tanggal 26 s/d 31 Agustus 2001 Pasal 2 : 4. Pasal 24 Hilangnya Status Keanggotaan Anggota KM ITS gugur status keanggotaannya apabila yang bersangkutan kehilangan status kemahasiswaannya. Pasal 2 Keputusan MUBES III ITS No. menghayati. 2. MUBES III ITS dilaksanakan pada hari Minggu. dan LMF Pasal 20 Forum Himpunan Mahasiswa Jurusan Forum HMJ yang selanjutnya disebut FHMJ merupakan forum musyawarah pimpinan–pimpinan HMJ dalam lingkup Fakultas. Kamis. perwakilan HMJ. 08/KPTS/MUBES/VIII/2001 : 1 September 2001 Pasal 19 Kongres Mahasiswa ITS Kongres Mahasiswa ITS yang selanjutnya disebut Kongres ITS merupakan forum musyawarah wakilwakil mahasiswa yang duduk dalam LMITS. Senin. 48 41 . Eksekutif DOP. Jumat dan Sabtu tanggal 26 Agustus s/d 1 September 2001 BAB VI TATA URUTAN PERUNDANGUNDANGAN Pasal 21 Tata urutan perundang-undangan yang berlaku di KM ITS ialah : 1.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS Musyawarah Besar Mahasiswa ITS yang selanjutnya disebut MUBES ITS merupakan forum musyawarah tertinggi wakil-wakil mahasiswa dalam lingkup Ormawa dan LMB. Rabu. Rabu. Senin. Ketetapan Kongres ITS 3.

Syarat-syarat tentang pendirian LSM diatur dalam Undang-undang dan keberadaannya disahkan oleh MKM ITS. LMB menaungi Unit-unit Kegiatan Mahasiswa yang selanjutnya disebut UKM dalam bidang–bidang penalaran. 1. MKM ITS wajib menjunjung tinggi Konstitusi Dasar KM ITS 2. Pasal 15 Yudikatif Mahasiswa ITS Yudikatif Mahasiswa ITS yang kemudian dinamakan Mahkamah Konstitusi Mahasiswa ITS dan selanjutnya disebut MKM ITS menjalankan fungsi yudikatif mahasiswa ITS yang bersifat normatif dan memegang kekuasaan kehakiman. LSM mempunyai kewenangan untuk mengatur rumah tangganya sendiri. Hasil permusyawaratan peserta MUBES III ITS pada tanggal 26 Agustus – 1 September 2001 Memutuskan : Menetapkan Pertama Kedua : : Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa ITS : Ketetapan ini berlangsung sejak tanggal ditetapkan dan dalam pelaksanaannya dilakukan usaha-usaha penyesuaian : Apabila di kemudian waktu ditemukan kekeliruan dalam ketetapan ini dapat dilakukan perbaikan seperlunya 4. Bahwa untuk kelancaran dan kesinambungan organisasi kemahasiswaan di ITS maka dipandang perlu adanya Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa ITS : Keputusan MUBES III ITS No. Mengingat 1. presiden BEM ITS dengan pimpinan HMJ. dan pimpinan Eksekutif DOP BEM ITS dan LMB saling berkoordinasi dalam menunjang keselarasan pelaksanaan program kerja. bakat dan kegemaran secara spesifik. 2. Musyawarah Besar III Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember 2001 Menimbang : a.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS KETETAPAN MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS ( MUBES III ITS ) No. Ketintang. maka dipandang perlu diselenggarakan Musyawarah Besar III Mahasiswa ITS ( MUBES III ITS ) b. BAB III LEMBAGA MINAT DAN BAKAT Pasal 16 Lembaga Minat dan Bakat yang selanjutnya disebut sebagai LMB ialah lembaga mahasiswa yang menaungi aktifitas kemahasiswaan dalam bidang penalaran. Ketiga Ditetapkan di Hari Tanggal Pukul : Wisma Sejahtera. LSM wajib menjunjung tinggi konstitusi dasar KM ITS dalam setiap aktifitasnya LSM berhak menggunakan fasilitas dalam lingkup kewenangan ormawa dan LMB dalam aktifitas kerjanya dengan koordinasi dan persetujuan pihak terkait. BAB IV LEMBAGA SWADAYA MAHASISWA Pasal 17 Lembaga Swadaya Mahasiswa Lembaga Swadaya Mahasiswa yang selanjutnya disebut LSM ialah komunitas mahasiswa di luar ormawa dan LMB yang tumbuh dan berkembang di ITS. Aspirasi mahasiswa ITS yang disalurkan melalui organisasi kemahasiswaan di ITS sebelum dan selama berlangsungnya MUBES III ITS b. Surabaya : Sabtu : 1 September 2001 : 13.45 WIB 1. bakat. Bahwa perkembangan dinamika kemahasiswaan di ITS harus mendapatkan penanganan. 2. 01/KPTS/MUBES/VIII/2001 tentang Tata Tertib MUBES III ITS : a. 2. 4. LMB mempunyai kewenangan penuh dalam mengatur rumah tangga organisasinya sendiri. 3. 5. BAB V KEKUASAAN Pasal 18 Musyawarah Besar Mahasiswa ITS 42 47 . LMB wajib menjunjung tinggi Konstitusi Dasar KM ITS dalam setiap aktifitasnya. minat. LM ITS terdiri dari wakil – wakil mahasiswa yang dipilih secara langsung dengan sistem distrik kuota LM ITS bertanggungjawab kepada massa pemilihnya. Pasal 14 Legislatif Mahasiswa ITS Legislatif Mahasiwa ITS yang selanjutnya disebut LM ITS merupakan ormawa di tingkat Institut yang bersifat representatif terhadap mahasiswa ITS. 01/TAP/MUBES/IX/2001 TENTANG KONSTITUSI DASAR KELUARGA MAHASISWA ITS 8. Memperhatikan 1. dan kegemaran di ITS. 3. 4. Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa. minat. 3. LM ITS wajib menjunjung tinggi konstitusi dasar KM ITS.

1. LMF melakukan mekanisme pelaporan kerja dalam tiap satu periode kepengurusan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa ITS. BEM ITS terdiri dari presiden sebagai pimpinan eksekutif. LMF berfungsi melakukan pemberdayaan di bidang keprofesian dan menguatkan daya dukung terhadap Badan Eksekutif Mahasiswa ITS. 2. 46 43 . Presidium BEM ITS terdiri atas Presiden BEM ITS sebagai koordinator presidium dengan pimpinan HMJ dan pimpinan Eksekutif DOP sebagai anggota presidium. ialah ormawa yang menaungi aktifitas kemahasiswaan di tingkat fakultas. departemen dan presidium. 7. 5. 3. Pasal 12 Daerah Otonomi Politeknik Daerah Otonomi Politeknik yang selanjutnya disebut DOP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari KM ITS dan mempunyai kewenangan penuh untuk mengatur rumah tangga organisasinya sendiri. 4399 100 028 2. Lembaga Mahasiswa Fakultas.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS 1. Presiden BEM ITS bertanggung jawab kepada mahasiswa ITS melalui Kongres Mahasiswa ITS. Pasal 10 Himpunan Mahasiswa Jurusan Himpunan Mahasiswa Jurusan yang selanjutnya disebut HMJ ialah ormawa yang menaungi aktifitas kemahasiswaan dalam bidang keprofesian di tingkat jurusan. 5. Dalam menjalankan tugasnya. dan yudikatif di tingkat fakultas terhadap lembaga – lembaga mahasiswa jurusan di politeknik. Pasal 9 Eksekutif Mahasiswa ITS Eksekutif Mahasiswa ITS terdiri atas Himpunan Mahasiswa Jurusan. Presiden BEM ITS mempunyai hak prerogatif untuk mengangkat dan memberhentikan Kepala Departemen BEM ITS. Daerah Otonomi Politeknik. dan Badan Eksekutif Mahasiswa ITS Eksekutif Mahasiswa ITS wajib menjunjung tinggi Konstitusi Dasar KM ITS dan Haluan Dasar Pengembangan Kemahasiswaan KM ITS. DOP terdiri dari lembaga-lembaga yang menjalankan fungsi eksekutif. LMF wajib memberikan laporan pertanggung jawaban dalam tiap satu periode kepengurusan kepada Forum HMJ. 2. 4. Syamsu Rizal NRP. 2298 100 113 Wakil Ketua Merangkap Anggota Wakil Ketua Merangkap Anggota 2. legislatif . LMF dibentuk oleh Forum HMJ berdasarkan kebutuhan bersama HMJ di lingkungan fakultasnya dan pendiriannya dikoordinasikan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa ITS. 2. 2498 100 082 Fahmi Arifin NRP. 3. 1. Forum Presidium BEM ITS merupakan forum koordinasi antara PIMPINAN SIDANG PLENO MUBES III ITS 2001 Ketua Merangkap Anggota 1. 6. 4. Pasal 11 Lembaga Mahasiswa Fakultas Lembaga Mahasiswa Fakultas yang selanjutnya disebut LMF. 1. HMJ mempunyai kewenangan untuk mengatur rumah tangga organisasinya sendiri. Nugroho Fredivianus NRP. Presiden BEM ITS dapat dibantu kelengkapan-kelengkapan lain yang dianggap perlu. Pasal 13 Badan Eksekutif Mahasiswa ITS Badan Eksekutif Mahasiswa ITS yang selanjutnya disebut BEM ITS ialah ormawa yang menaungi aktifitas kemahasiswaan di tingkat institut.

oleh. sikap kecendekiawanan. Lembaga mInat dan Bakat. 8. serta rasa tanggungjawab kemasyarakatan dan kebangsaan. Mengembangkan potensi kreatif. demokratis dan proaktif sebagai institusi unggulan yang dijiwai nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. sikap kemandirian. menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. 4. nilai kejuangan Sepuluh Nopember serta nilai kerakyatan untuk mewujudkan kesempurnaan pendidikan dalam rangka membentuk pribadi mahasiswa yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan kesadaran akan peran dan hakekat mahasiswa maka dibentuklah keluarga mahasiswa sebagai sistem yang menaungi organisasi kemahasiswaan yang mandiri. Pasal 5 KM ITS terdiri dari Organisasi Kemahasiswaan. 9. Pasal 1 Keluarga Mahasiswa ITS yang selanjutnya disebut KM ITS ialah sistem yang menaungi seluruh aktifitas kemahasiswaan dalam lingkup institusi pendidikan ITS. minat. Membangun sikap kepemimpinan. Mahasiswa ITS sebagai bagian integral dari mahasiswa Indonesia selaku pemilik sah kedaulatan Republik Indonesia. 7. 5. Pasal 6 Kedaulatan tertinggi KM ITS berada di tangan mahasiswa ITS dan dilaksanakan sepenuhnya oleh Organisasi Kemahasiswaan dan Lembaga Minat dan Bakat. berperan aktif dalam menentukan perjalanan sejarah kehidupan dan masa depan bangsa dan negara. sikap keteladanan. Sebagai generasi muda terdidik dan kader penerus bangsa. selalu berusaha menempa diri dan mengembangkan potensi yang dimiliki agar dapat memberikan dharma bakti terbaik pada masyarakat. berdaya saing tinggi. Pasal 4 KM ITS bersifat mandiri dan diselenggarakan berdasarkan prinsip dari. bakat dan kegemaran mahasiswa. memiliki integritas pribadi. Pasal 3 KM ITS berkedudukan di kampus Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya. dan untuk mahasiswa ITS. Meningkatkan potensi penalaran.MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS MUSYAWARAH BESAR III MAHASISWA ITS Lampiran Nomor Tentang Tanggal : Ketetapan MUBES III ITS : 01/TAP/MUBES/IX/2001 : Konstitusi Dasar Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) : 1 September 2001 BAGIAN KEDUA PEDOMAN UMUM PENGEMBANGAN KEMAHASISWAAN KELUARGA MAHASISWA (KM) ITS BAB I KONSTITUSI DASAR KELUARGA MAHASISWA INSTITUT TEKNOLOGI 10 NOPEMBER (ITS) KETENTUAN UMUM 1. dan Lembaga Swadaya Mahasiswa. Pasal 7 KM ITS bertujuan : BAGIAN PERTAMA MUKADIMAH Bahwa sesungguhnya kemerdekaan bangsa Indonesia merupakan karunia dan bukanlah sebuah ruang hampa sehingga harus diisi dengan pembangunan manusia dan masyarakat Indonesia secara paripurna. Menumbuhkembangkan rasa peka dan peduli terhadap masalahmasalah sosial kemasyarakatan. keilmuan. Pasal 2 KM ITS didirikan di Surabaya pada tanggal 1 September 2001 untuk waktu yang tidak ditentukan. Membentuk mahasiswa yang memiliki sikap kecendekiawanan dan integritas pribadi yang dilandasi kebenaran dan keadilan. moralitas. keorganisasian. sikap kepemimpinan. 6. 2. Memelopori pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi bagi kesejahteraan masa depan umat manusia. dan kemampuan manajerial bagi seluruh mahasiswa. BAB II ORGANISASI KEMAHASISWAAN Pasal 8 Organisasi Kemahasiswaan yang selanjutnya disebut Ormawa terdiri atas Eksekutif Mahasiswa ITS. 3. 44 45 . Membina kebersamaan dan kekeluargaan diantara seluruh mahasiswa dengan dilandasi sikap keterbukaan dan kemitraan. profesional. Legislatif Mahasiswa ITS dan Yudikatif Mahasiswa ITS. Melaksanakan kebebasan dan mimbar akademik dalam rangka penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. dan budaya. bangsa dan negara sesuai dengan Tri Darma perguruan Tinggi dan wawasan almamater. Meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa bagi segenap mahasiswa.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->