P. 1
MAKALAH

MAKALAH

|Views: 688|Likes:
Published by Ancola Punggur

More info:

Published by: Ancola Punggur on Oct 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2012

pdf

text

original

(MAKALAH) LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

Friday, 11. June 2010, 15:43:25

BAB I HAKIKAT PENGEMBANGAN KURIKULUM Kurikulum merupakan salah satu komponen yang memiliki peran penting dalam system pendidikan, sebab dalam kurikulum bukan hanya dirumuskan tentang tujuan yang harus dicapai sehingga memperjelas arah pendidikan, akan tetapi juga memberikan pemahaman tentang pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Oleh karena begitu pentingnya fungsi dan peran kurikulum, maka setiap pengembangan kurikulum pada jenjang manapun harus didasarkan pada asas-asas tertentu. Orientasi pengembangan kurikulum menurut Seller menyangkut enam aspek, yaitu: 1. Tujuan pendidikan menyangkut arah kegiatan pendidikan. Artinya, hendak dibawa ke mana siswa yang kita didik itu. 2. Pandangan tentang anak: apakah anak dianggap sebagai orgenisme yan aktif atau pasif. 3. Pandangan tentang proses pembelajaran: apakah proses pembelajaran itu dianggap sebagao proses transformasi ilmu pengetahuan atau mengubanh perilaku anak. 4. Pandangan tentang lingkungan: apakah lingkungan belajar harus dikelola secara formal, atau secara bebas yang dapat memungkinkan anak bebas belajar. 5. Konsepsi tentang peranan guru: apakah guru harus berperam sebagai instruktur yang bersifat otoriter, atau guru dianggap sebagai fasilitator yang siap member bimbingan dan bantuan pada anak didik untuk belajar. 6. Evaluasi belajar: apakah mengukur keberhasilam

satu semester atau. Kebijakan kurikulum pada dasarnya merupakan keputusan yang ditentukan dari hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Hal ini tentu saja didasari pada pengkajian yang komperensif. sebab akan memengaruhi berbagai kebijakan pendidikan lainnya. Program pengajaran tersebut selanjutnya dijabarkan pada rencana pembelajaran. program pembelajaran. satu caturwulan. Rentangan Kegiatan (Range of Activity) Pengembangan is kurikulum biasanya diawali dengan rancangan kebijakan kurikulum. Kebijakan kurikulum merupakan otoritas pemegang kebijakan pendidikan. IPA. dan rencana pembelajaran. rancangan bdang studi. Rancangan program studi meliputi kegiatan-kegiatan menentukan tujuan. urutan serta kedalaman materi dalam setiap bidang studi. A. misalnya rancangan bidang studi matematika. Menentukan kebijakan kurikulum harus dilaksanakan secara hati-hati. Kebijakan kurikulum memuat tentang apa yang harus diajarkan dan berfungsi sebagai pedoman bagipara pengembang kurikulum lebih lanjut.ditentukan dengan tes atau nontes. Bias jadi program yang lebih khusus itu adalah program pembelajaran untuk satu kali pertemuan dalam proses pembelajaran B. mengenai isi dari setiap disiplin ilmu yang perlu dikuasai oleh anak didik dalam jenjang tertentu. yang dirancang lebih khusus untuk jangka waktu tertentu. Rancangan program pengjaran adalah kegiatan merancang aktivitas belajar dalam setiap bidang studi untuk satu tahun. Misalnya. unit pengajaran. kebutuhan social macam apa yang harus dikuasai anak didik serta pengalaman belajar yang bagaimana yang harus dimiliki anak didik. bahasa. dan lain sebagainya. Tujuan Kelembagaan (Institusional Purpose) .

karena kurikulum pada hakikatnya disusun untuk mencapai tujuan sekolah. Studi tentang hakikat dan nilai pengetahuan (studies of nature and vakue of knowledge) sebagai aspek filosofis. pengalaman belajar yang dilakukan siswa di sekolah. Jenis sekolah kejuruan. Setiap jenis sekolah akan memiliki visi dan misi yang berbeda. akan menjamin pencapaian tujuan sekolah yang bersangkutan. sekolah yang memiliki visi dan misi untuk mempersiapkan anak didik dapat mengikuti pendidikan pada jenjang yang lebih tinggi. misalnya akan berbeda dengan sekolah umum. akan lebih cocok dibandingkan dengan penentuan isi kurikulummelalui analisis tugas atau analisis pekerjaan. 2. Sehingga. 3. visi dan misi sekolah harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan isi kurikulum. Studi tentang kehidupan (studies of life) sebagai aspek social-bidaya.Tujuan kelembagaan sama artinya dengan visi dan misi sekolah. Sebaliknya. maka mengembangkan isi kurikulum akan lebih tepat dilakukan melalui analisis pekerjaan (job analysis). maka analisis disiplin ilmu. Pengembangan kurikulum selamanya harus sejalan dengan visi dan misi sekolah yang bersangkutan. seperti pemahaman fakta. Dengan demikian. bukan melalui analisis disiplin ilmu. Studi tentang siswa dan teori-teori belajar (studies of learners and learning theory) sebagai aspek psikologi. Pengembangan landasan kurikulum terdiri atas 3 sumber yakni: 1. Sekolah kejuruan yang memiliki visi dan misi untuk memersiapkan anak didik memiliki keterampilan sesuai dengan lapangan pekerjaan tertentu. konsep teori dan sebagainya. .

selanjutnya para pengembang dapat menentukan keputusan tentang tugas-tugas kurikulum. maka selanjutnya kita dapat menentukan bagaimana hasil akhir kurikulum yang dibutuhkan. 5.Gambar Peran landasan Kurikulum Selanjutnya ia menjelaskan bahwa peran landasan dalam pengembangan adalah sebagai berikut: 1. Berdasarkan keputusan. 2. 6. Ketika sumber-sumber menjadi landasan kurikulum dan konsep kurikulum telah menghasilkan isi kurikulum itu sendiri. Pengembang kurikulum pertama kali harus memiliki pandangan yang jelas tentang hakikat ilmu pengetahuan dan hakikat nilai (sebagai landasan filosofis). Pandangan folisofis tersebut kemudian disusun dalam konteks pemahaman pengembang kurikulum tentang masyarakat dan kebudayaannya serta kebutuhuan masyarakat pada masa yang akan dating (landasan sosiologis dan budaya). Prinsip Relevansi. Secara keseluruhan ketiga landasan tersebut akan menjadi sumber bagi pengembang dalam menentukan keputusan tentang kurikulum yang akan disusun. Kurikulum merupakan rel-nya pendidikan untuk membawa siswa agar dapat hidup sesuai dengan nilai-nilai yang ada di masyarakat serta membekali siswa baik dalam bidang pengetahuan. Aspek psokologis yakni hakikat siswa dna bagaiman mereka belajar akan berkontribusi dalam membangun suatu kurikulum (landasan psikologis). 3. 4. sikap maupun keterampilan sesuai dengan . BAB II PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM A.

Oleh sebab itu. isi kurikulum harus sesuai dengan situasi dan kondisi yang sedang berkembang. Kurikulum yang kaku atau tidak fleksibel akan sulit diterapkan. Artinya. yaitu relevansi internal dan relevansi eksternal. yang rendah. Artinya. Ada dua macam relevansi. Relevansi internal ini menunjukkan keutuhan suatu kurikulum. Prinsip fleksibilitas memiliki dua sisi: Pertama.tuntutan dan harapan masyarakat. pengalaman-pengalaman belajar yang disusun dalam kurikulum harus relevan dengan kebutuhan masyarakat. Ketiga. yaitu keserasian antara tujuan yang harus dicapai. atau pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Artinya. relevan dengan tuntutan dunia pekerjaan. Prinsip Fleksibilitas Apa yang diharapkan dalam kurikulum ideal kadangkadang tidak sesuai dengan kondisi kenyataan yang ada. relevan dengan perkembangan zaman baik sekarang maupun dengan yang akan datang. strategi atau metodeyang digunakan serta alat penilaian untuk melihat ketercapaian tujuan. B. Kedua. Ada 3 macam relevansi eksternal dalam pengembangan kurikulum: Pertama. isi. kurikulum itu harus bias dilaksanakan sesuai dengan kondisi yang ada. latar belakang atau kemampuan dasar siswa . yang artinya kurikulum harus memberikan . Kurikulum harus bersifat lentur atau fleksibel. atau mungkin sarana dan prasarana yang ada di sekolah tidak memadai. Bias saja ketidaksesuaian itu ditunjukkan oleh kemampuan guru yang kurang. materi. bahwa apa yang diajarkan di sekolah harus mampu memenhi dunia kerja. relevan dengan lingkungan hidup peserta didik. Relevansi internal adalah bahwa setiap kurikulum harus memiliki keserasian antara komponenkomponennya. Inilah yang disebut dengan prinsip relevansi. fleksibel bagi guru.

E. knowledge and ability so that they can manage . dan biaya yang dikeluarkan dengan hasil yang diperoleh. C. Autonomy. BAB III LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM Ada tiga landasan pengembangan kurikulum. yakni landasan filosofil. Kedua. Efisiensi Prinsip efisiensi berhubungan dengan perbandingan antara tenaga. Efektifitas Prinsip efektifitas berkenaan dengan rencana dalam suatu kurikulum dapat dilaksanakan dan dapat dicapai dalam kegiatan belajar mengajar. waktu. fleksibel bagi siswa. yaitu dari kata “philos” dan “Sophia”. dan landasan sosiologisteknologis. Ketiga landasan tersebut diuraikan di bawah ini. suara. psikologis.ruang gerak bagi guru untuk mengembangkan program pengajarannya sesuai dengna kondisi yang ada. Gives individuals and group the maximum awareness. Philos. artinya kurikulum harus menyediakan berbagai kemungkinan program pilihan sesuai dengan bakat dan minat siswa. Prinsip Kontinuitas Prinsip ini mengandung pengertian bahwa oerlu dijaga saling keterkaitan dan kesinambungan antara materi pelajaran pada berbagai jenjang dan jenis program pendidikan. Filsafat dan tujuan pendidikan 1. Terdapat dua siis efektifitas dalam suatu pengembangan kurikulum. Landasan Filosofi dalam Pengembangan Kurikulum Filsafat berasal dari kata Yunani kuno. A. artinya cinta yang mendalam¸dan Sophia adalah kearifan atau kebijaksanaan. D.

2. 11.14 tahun ke atas. anak didik memiliki keunikan dan perbedaan-perbedaan baik perbedaan minat. 7-11 tahun. Yaitu 4 fase sebagai berikut: 1. 3. demikian. maupun potensi yang dimilikinya sesuai dengan tahapan perkembangannya. Sebaba. Namun. 2-7 tahun. Operasional formal. bakat. Operasional konkret. b. dan 4. Enable all citizen to participate in cultural and economic life by coffering them an equal basic education. Dengan alasan itulah. Survival. Banyak teori yang membahas tentang belajar sebagai proses perubahan perilaku. C. a. Psikologi Anak Salah satu hal yang perlu diketahui tentang anak. 2. Permit every nation to transmit and enrich its cultural heritage over the generation. 3. B. Equity. Psikologi belajar Perkembangan kurikulum tidak akan terlepas dari teori belajar. Landasan Psikologis dalam Pengembangan Kurikulum Secara psokologis. perkembangan intelektual setiap individu berlangsung dalam tahapan-tahapan tertentu. baru lahir-2 tahun. Praoperasional. but also guide education towards mutual understanding and towards what has become a worldwide realizations of common destiny.their personal and collective life to the greates possible extent. pada dasarnya kurikulum disusun untuk membelajarkan siswa. Sensorimotor. adalah masa-masa perkembangan mereka. Menurut Piaget. Landasan Sosiologis – Teknologis dalam . kurikulum harus memperhatikan kondisi psikologis perkembangan dan belajar anak. setiap teori itu berpangkal dari pandangan tentang hakikat manusia.

BAB IV PENUTUP A. serta tujuan yang ingin dicapai. Kurikulum dan Pembelajaran.Pengembangan Kurikulum Sekolah berfungsi untuk mempersiapkan anak didik agar mereka dapat berperan aktif di masyarakat. kurikulum bukan hanya berisi berbagai nilai suatu masyarakat akan tetapi bermuatan segala sesuatu yang dibutuhkan masyarakat. sekolah bukan hanya berfungsi untuk mewariskan kebudayaan dan nilai-nilai suatu masyarakat. Wina. kurikulum sebagai alat dan pedoman dalam proses pendidikan di sekolah harus relevan dengan tuntuan masyarakat. Sedangkan menentukan tujuan erat kaitannya dengan persoalan system nilai dan keutuhan masyarakat. Kesimpulan Kurikulum merupakan salah satu komponen yang memiliki peran sangat penting. Dengan demikian dalam konteks ini. Daftar Pustaka Sanjaya. Jakarta: Kencana. Persoalan mengembangkan isi dan bahan pelajaran serta bagaiman cara belajar siswa bukanlah suatu proses yang sederhana. akan tetapi juga sekolah berfumngsi untuk mempersiapkan anak didik falam kehidupan masyarakat. sebab menentukan isi atau muatan kurikulum harus berangkat dari visi. • • • • digg Facebook Twitter del. 2009. Landasan pengembangan kurikulum seperti sebuah pondasi bangunan. Oleh Karena itu. misi. B.us .icio. Oleh karena itu.

please sign up. Username: login Password: Bottom of Form Dhani Purnama Sari i am saving a lot of maney to buy a bicycle.• • StumbleUpon reddit (MAKALAH) ISLAM DI MATA DUNIADhani's Collection Poetries Write a comment Top of Form You must be logged in to write a comment. If you're not a registered member. Blog search search Bottom of Form Top of Form Photos Friends .

.• NithaMogami • RenEval • jumijumy • putraciamis • Cyberlifes • sisi-gelap-qu T October 2010 W T F S S M September 2010November 2010 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 Latest blog posts • • • • • Aku Menangis Hari Ini Education Hidup itu adalah .. Dhani's Collection Poetries (MAKALAH) LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM .

Pd. KATA PENGANTAR Kami panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT. M. Irwan PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS KUNINGAN 2009/2010 2. Bayu Mahendra 2. Disusun oleh : Kelompok 4 IID-PE 1. Pidiani 5. Irma Herdianti 4.• • • • • (MAKALAH) ISLAM DI MATA DUNIA (MAKALAH) PRACTICAL TEACHING TECHNICAL OF ENGLISH FOR YOUNG LEARNERS GERAKAN ISLAM DI EROPA Comparison of System Education In Indonesia and Japan WANITA HEBAT Recent visitors • Qamar2k • ferdinanta • dedhy911 • hadean • AhmedEgyptian • bregad Try a faster and more secure Web browser. Iip Saripudin 3. Download Opera Makalah Kurikulum Dan Pembelajaran kelompok 4 Document Transcript 1. karena dengan Rahmat dan Hidayah-Nya penulis dapat menyususn makalah yang berjudul “Pentingnya Pengembangan KTSP dan Implementasi Kurikulum dalam sistem . MAKALAH PENTINGNYA PRINSI-PRINSIP PENGEMBANGAN KTSP DAN IMPLEMENTASI KURIKULUM DALAM SISTEM PEMBELAJARAN DISEKOLAH Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Kurikulum Dan Pembelajaran Dosen : Akhmad Sudrajat.

yakni pengembangan pedoman kurikulum dan pengembangan pedoman instruksional. • Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan kurikulum yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. Demikian juga proses pendidikan dalam sistem persekolahan kita. 2. Maret 2010 Penulis i 3.Pembelajaran di Sekolah”. . 2. umumnya belum menerapkan pembelajaran sampai peserta didik menguasai materi pembelajaran secara tuntas. 1. Tidak heran kalau mutu pendidikan secara nasional masih rendah Mutu hasil pendidikan yang masih rendah serta mengabaikan aspek-aspek moral. memperhatikan pengembangan kurikulum berdiversifikasi. 1. atas perhatian dan partisipasinya penulis ucapakan terima kasih.Desain evaluasi termasuk srtategi revisi atau perbaikan kurikulum mengenai: 1. karakteristik sekolah/daerah. seni & olah raga. Demikian makalah ini penulis buat. Pedoman kurikulum meliputi: . 1 5. bahan pelajaran (scope dan sequnce). KTSP merupakan pengembangan KBK yang bercirikan : 1. 1. potensi sekolah. Akibatnya.1 Perbaikan dan pengembangan Kurikulum 6 2.3 Implementasi KTSP 7 BAB III Penutup 3. BAB 1 Pentingnya Prinsip-prinsip Pengembangan KTSP dan Implementasi Kurikulum dalam sistem Pembelajaran di Sekolah 1. berbasis standar kompetensi dan kompetensi dasar yang tertuang pada standar isi. . karakteristik peserta didik. KTSP adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan yang terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. Dengan makalah ini penulis berharap mudah-mudahan bermanfaat bagi perkembangan & kemajuan di bidang pendidikan utamanya dan masyarakat pada umumnya.1 Latar Belakang Masalah 3 1. Pendidikan kita kurang memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam berbagai mata pelajaran. 5.3 Tujuan Pengembangan dan Prinsip Pengembangan KTSP 5 BAB II Analisis Masalah 2. untuk mengembangkan kemampuan berpikir holistik (menyeluruh). rasional bidang studi atau mata kuliah. struktur dan muatan KTSP. struktur organisasi bahan pelajaran. serta kurang memperhatikan ketuntasan belajar secara individual. Kuningan. 3. sehingga perlu rumusan yang jelas mengenai standar kompetensi lulusan. sosial budaya masyarakat setempat.persaingan global yang memungkinkan hanya mereka yang mampu akan berhasil. Orientasi pencapaian hasil dan dampak. organisasi bahan dan strategi instruksionalnya. belum memanfaatkan quantum learning sebagai salah satu paradigma menarik dalam pembelajaran. kalender pendidikan dan silabus. kreatif. budi pekerti.1 Latar Belakang Masalah Salah satu di antara masalah besar dalam bidang pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan yang tercermin dari rendahnya rata-rata prestasi belajar. populasi yang menjadi sasaran. persaingan yang terjadi pada lembaga pendidikan. 2.2 Proses Pengembangan Kurikulum Dalam pengembangan kurikulum terdapat dua proses utama. 2.Silabus yang berisi mata pelajaran secara lebih terinci yang diberikan yakni scope (ruang lingkup) sequence-nya (urutan penyajiannya). serta kecakapan hidup (life skill). daerah. Masalah lain adalah bahwa pendekatan dalam pembelajaran masih terlalu didominasi peran guru (teacher centered).2 Proses Pengembangan Kurikulum 4 1. mengembangkan kompetensi secara utuh dan menyeluruh. akhlak. persaingan kemampuan SDM (Sumber Daya Manusia) produk lembaga pendidikan. 2 .Latar belakang yang berisi rumusan falsafah dan tujuan lembaga pendidikan.1 Kesimpulan 9 3. Guru lebih banyak menempatkan peserta didik sebagai objek dan bukan sebagai subjek didik. bertolak dari standar kompetensi lulusan 4. DAFTAR ISI KATA PENGANTAR 1 DAFTAR ISI 2 BAB I Deskripsi 1.2 Saran 9 DAFTAR PUSTAKA 10 ii 4.2 Pentingnya Visi dan Misi Sekolah 7 2. Pedoman instruksional untuk tiap mata pelajaran yang dikembangkan berdasarkan silabus. banyak peserta didik yang tidak menguasai materi pembelajaran meskipun sudah dinyatakan tamat dari sekolah. objektif. dan logis.

teknologi dan seni. kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. Berpusat pada potensi. 7. memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan 6. Menyeluruh dan berkesinambungan. dan jenjang serta jenis pendidikan. dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan. 6. berbangsa dan bernegara. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. 1. 2. penataan isi/konten. dunia usaha dan dunia kerja. berakhlak mulia. Pendekatan pembelajaran diarahkan pada upaya mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengelola perolehan belajar (kompetensi) yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing. Belajar sepanjang hayat Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan.1 Perbaikan dan pengembangan Kurikulum Upaya-upaya dalam rangka perbaikan dan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi meliputi: 1. teknologi dan seni berkembang secara dinamis. pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. tanpa membedakan agama. keterampilan berpikir. perkembangan. cakap. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah. serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Beragam dan terpadu Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. 5. keterampilan akademik. Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. suku. 4 8. Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. budaya dan adat istiadat. kreatif. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi. nonformal dan informal. pengembangan keterampilan pribadi. menerapkan prinsip ketuntasan belajar. kondisi daerah. 3. perkembangan. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.6. berilmu. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. keterampilan dan sikap sehingga dapat meningkatkan potensi siswa secara utuh. pendekatan pembelajaran.3 Tujuan Pengembangan dan Prinsip Pengembangan KTSP Prinsip pengembangan KTSP disesuaikan dengan aturan dan kebijakan yang telah ditentukan yakni : 1. teknologi. Relevan dengan kebutuhan kehidupan. keterampilan sosial. Oleh karena itu. Dengan demikian proses pembelajaran lebih mengacu kepada bagaimana peserta didik belajar dan bukan lagi pada apa yang dipelajari . dan pengembangan diri secara terpadu. lebih disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi serta era yang terjadi saat ini. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan 3 7. BAB II Analisis Masalah 2. serta status sosial ekonomi dan gender. muatan lokal. kebutuhan. 2. kewenangan pengembangan. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal. serta model sosialisasi. KTSP adalah kurikulum yang merefleksikan pengetahuan. sehat. 4. Sesuai dengan cita-cita dari tujuan pendidikan . Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. 4. 3. dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya. dan seni.

utuh dan kontekstual. 7 11. melibatkan komite sekolah dan dewan pendidikan. KTSP mendorong terwujudnya kepemimpinan yang demokratis dan profesional. suatu misi harus dapat menggambarkan kondisi dan suasana yang dibangun dalam mencapai suatu visi. Untuk mencapai ke arah itu. Begitu pula Indonesia menempatkan pendidikan sebagai sesuatu yang penting dan utama.2 Pentingnya Visi dan Misi Sekolah Sebuah visi adalah sasaran akhir yang terukur dan realistis sesuai dengan potensi sekolah yang bersangkutan. dan penyediaan sistem evaluasi serta informasi yang valid. BAB III Penutup 3. Masalah ketuntasan belajar merupakan masalah yang penting. inti persoalannya adalah pada masalah “ketuntasan belajar” yakni pencapaian taraf penguasaan minimal yang ditetapkan bagi setiap kompetensi secara perorangan. Dengan melibatkan pihak tersebut di atas dalam pengembangan kurikulum. Dengan tatanan konsep inilah memberi otonomi sekolah untuk memiliki “full authority and responsibility” dalam menetapkan kurikulum dan pembelajaran sesuai visi. disertai seperangkat tanggungjawab untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kondisi setempat. terutama mereka yang mengalami kesulitan belajar.nasional. dan tujuannya. visi dirumuskan untuk menjawab “apa yang ingin dicapai oleh sekolah”? Misi sekolah berkenaan dengan pernyataan “upaya apa yang dapat dilakukan untuk mencapai visi sekolah”? Dengan demikian. sebab menyangkut masa depan peserta didik. Hampir semua negara di dunia menempatkan pendidikan sebagai suatu yang penting dan utama dalam pembangunan bangsa dan negara. 2. misi. sedangkan kurikulum adalah . diharapkan mampu membangkitkan gairah dan rasa memiliki (sense of belonging) yang lebih tinggi. 2. 5 9. Visi bukanlah berisi angan-angan yang abstrak sehingga sulit dicapai. karena kurikulum berjalan. guru perlu memiliki beberapa prinsip mengajar yang mengacu pada peningkatan kemampuan internal peserta didik di dalam merancang strategi dan melaksanakan pembelajaran. dan rasa tanggungjawab (sense of responbility) yang lebih besar terhadap kurikulum. Namun. sehingga kurikulum dikembangkan untuk mencapai sasaran yang dirumuskan. kurikulum dan peran guru sangat menentukan keberhasilan pendidikan. Dengan demikian.work) yang kompak dan transparan. yang masih jadi pertanyaan adalah apakah semua sekolah mampu mewujudkan impian tersebut di atas? Jawabannya tentu saja kembali kepada kesiapan dan kemampuan sekolah untuk menangkap arah perubahan kurikulum tersebut. 6 10. Berbicara tentang rendahnya daya serap atau prestasi belajar. Peningkatan potensi internal itu misalnya dengan menerapkan jenis-jenis strategi pembelajaran yang memungkinkan peserta didik mampu mencapai kompetensi secara penuh. hal ini sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. akan tetapi merupakan sasaran yang dirumuskan oleh berbagai komponen sekolah yang dapat dijangkau. Langkah mendesak yang perlu segera dipersiapkan yaitu bagaimana sekolah dan satuan pendidikan dapat mengoptimalkan kinerja. serta ikut memikirkan kualitas pendidikan (quality of education). Sekolah dan satuan pendidikan juga diberi kewenangan dan kekuasaan yang luas untuk mengembangkan pembelajaran peserta didik serta tuntutan masyarakat. yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. pengelolaan sumber belajar. atau belum terwujudnya keterampilan proses dan pembelajaran yang menekankan pada peran aktif peserta didik. serta dukungan partisipasi masyarakat dan orang tua.3 Implementasi KTSP Implementasi KTSP diharapkan memberi otonomi luas kepada sekolah dan satuan pendidikan. profesionalisme tenaga pendidik. Kepala sekolah dan tenaga pelaksana kurikulum merupakan pelaku yang memiliki kemampuan dan integritas profesional yang harus ditunjang dengan tim-kerja (team. proses pembelajaran.1 Kesimpulan Pendidikan merupakan investasi sumber daya manusia (SDA) jangka panjang yang mempunyai nilai yang tinggi bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia.

. Selain itu kurikulum harus mempunyai tujuan yang ingin di capai baik yang bersifat kongkrit maupun abstrak dan berbagai konsepsinya seperti yang disebutkan di atas. Menlo Park. Oemar.2 Saran-saran Saran yang disampaikan Penulis agar dengan membaca makalah ini disarankan pada pembaca agar mengetahui tentang Pentingnya Pengembangan KTSP dan Implementasi Kurikulum dalam sistem Pembelajaran di Sekolah. DAFTAR PUSTAKA Barton. isi dan bahan pelajaran pada KTSP ada beberapa alasan yang menjadi pilihan dalam upaya perbaikan kondisi pendidikan dalam upaya perbaikan kondisi pendidikan di tanah air. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum. 1981. budi pekerja seni dan olahraga serta life skill. J. 8 12. Wina.benar terwujud. akhlak. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. sehingga hakekat kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan benar. 3.seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. CA : Addison-Wesley Publishing. Sanjaya. Portofolio Assessment : A handbook for educators.) (1977). Penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak untuk kesempurnaan makalah yang akan datang. 2008. Bandung : Pustaka Martiana. salah satunya adalah potensi siswa itu berbeda-beda dan potensi tersebut akan berkembang jika stimulusnya tepat dan mutu hasil pendidikan yang masih rendah serta mengabaikan aspek-aspek moral. Kurikulum Pembelajaran. &Collins. A(ed. 9 . Hamalik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->