P. 1
Pengadaan Obat

Pengadaan Obat

|Views: 5,853|Likes:
Published by Amink Mimi

More info:

Published by: Amink Mimi on Oct 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2013

pdf

text

original

TUGAS FARMASI RUMAH SAKIT PENGADAAN OBAT

Oleh Ni Made Amelia Ratnata Dewi Ni Wayan Agustini Zunita Nurhais Ni Made Meirina Dwitarini Ni Komang Wetriani (1008515005) (1008515011) (1008515047) (1008515051) (1008515053)

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI APOTEKER FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS UDAYANA 2010

Dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan No.. . alat kedokteran. menyebutkan bahwa pelayanan farmasi RS adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan RS yang berorientasi kepada pelayanan pasien. dan 50% dari seluruh pemasukan RS berasal dari pengelolaan perbekalan farmasi. Mengingat besarnya kontribusi instalasi farmasi dalam kelancaran pelayanan dan juga merupakan instalasi yang memberikan sumber pemasukan terbesar di RS. Kegiatan dari pengadaan ini meliputi proses pelaksanaan rencana pengadaan dari fungsi perencanaan dan penentuan kebutuhan serta rencana pembiayaan dari fungsi penganggaran (Seto dkk. dan sistem pengadaan obat yang dapat dipercaya (Lalitha. termasuk pelayanan farmasi klinik yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Hal tersebut mengingat bahwa lebih dari 90% pelayanan kesehatan di RS menggunakan perbekalan farmasi (obat-obatan. Aspek terpenting dari pelayanan farmasi adalah mengoptimalkan penggunaan obat. penyediaan obat yang bermutu. Pelayanan farmasi merupakan pelayanan penunjang dan sekaligus merupakan revenue center utama. WHO merekomendasikan bahwa usaha pemerintah untuk menyediakan akses obat harus memperhatikan 4 faktor yang krusial yaitu : keuangan yang mendukung. bahan alat kesehatan habis. 2007). bahan radiologi. dan gas medik). ini harus termasuk perencanaan untuk menjamin ketersediaan. harga yang terjangkau. bahan kimia. penetuan kebutuhan maupun penganggaran. pemilihan dan penggunaan obat yang rasional. jika masalah perbekalan farmasi tidak dikelola secara cermat dan penuh tanggung jawab maka dapat diprediksi bahwa pendapatan RS akan mengalami penurunan. 1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit (RS). keamanan dan keefektifan penggunaan obat. maka perbekalan barang farmasi memerlukan suatu pengelolaan secara cermat dan penuh tanggung jawab. Dengan meningkatnya pengetahuan dan ekonomi masyarakat menyebabkan makin meningkat pula kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kefarmasian. 2004). Untuk itu.BAB I PENDAHULUAN Pengadaan merupakan usaha dan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan operasional yang telah ditetapkan dalam fungsi perencanaan.

3 Langkah Pengadaan Obat Langkah . penukaran ataupun penerimaan sumbangan (hibah. adapun hal yang harus diperhatikan dalam proses pengadaan adalah sebagai berikut: y Doelmatig : harus sesuai kebutuhan yang sudah direncanakan sebelumnya. 2008).2 Fungsi dan Tujuan Pengadaan Fungsi pengadaan adalah merupakan usaha-usaha dan kegiatan-kegiatan untuk memenuhi kebutuhan operasional yang telah ditetapkan di dalam fungsi perencanaan.. Pelaksanaan dari fungsi pengadaan dapat dilakukan dengan pembelian. maupun penganggaran. jumlah dan mutu yang telah direncanakan sesuai kebutuhan pembangunan kesehatan. pembuatan. (2008). misal untuk rumah sakit umum) (Depkes RI. 2. penentuan kebutuhan (dengan peramalan yang baik). y Wetmatig : cara atau sistem pengadaan harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Tujuan pengadaan obat adalah agar tersedianya obat dengan jenis dan jumlah yang cukup sesuai kebutuhan dengan mutu yang terjamin serta dapat diperoleh pada saat diperlukan (Hartono.langkah dalam pengadaan obat adalah : (1) Pemilihan metode pengadaan (2) Pemilihan pemasok .BAB II PEMBAHASAN 2. 2007). Menurut Seto dkk. Pengadaan merupakan proses untuk penyediaan obat yang dibutuhkan di unit pelayanan kesehatan (Depkes RI. 2. serta rencana pembiayaan dari fungsi penganggaran. 2008).1 Definisi Pengadaan Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan adalah upaya pemenuhan kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan sesuai dengan jenis. y Rechtmatig : harus sesuai dengan kemampuan keuangan. Di dalam pengadaan dilakukan proses pelaksanaan rencana pengadaan dari fungsi perencanaan dan penentuan kebutuhan.

pengadaan / penunjukan langsung. berbagai syarat.4 Metode Pengadaan Obat Pembelian dengan penawaran kompetitif (tender) merupakan suatu metode penting untuk mencapai keseimbangan yang tepat antara mutu dan harga. kebijakan tentang barang yang dikembalikan dan pengemasan. dan staff yang kuat 2. harga.(3) Pemantauan status pesanan (4) Penentuan waktu pengadaan dan kedatangan obat (5) Penerimaan dan pemeriksaan obat (Maimun. tender terbatas. negosisiasi bersaing. ketepatan waktu pengiriman. Menurut Quick J. apabila ada dua atau lebih pemasok. metode ini lebih menguntungkan tetapi memerlukan waktu yang lama. 2008) 2. 2008) : 1. mutu pelayanan pemasok. Harga relatif lebih mahal Metode pengadaan obat yang lazim dilaksanakan adalah dengan sistem tender terbuka. Pengadaan langsung y y Biasanya pembelian jumlah kecil dan perlu segera tersedia. perhatian lebih.terbatas tidak lebih dari 3 rekanan untuk penentuan harga. Tender terbuka (pelelangan umum) y Berlaku untuk semua rekanan yg terdaftar dan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan y Pada penentuan harga. et al.tenaga dan beban kerja lebih ringan daripada lelang terbuka 3. Tender terbatas atau lelang tertutup (pelelangan terbatas) y Hanya dilakukan pada rekanan tertentu yang sudah terbatas dan punya riwayat baik y Harga masih dapat dikendalikan. Pembelian dengan negosiasi dan kontrak kerja (Pembelian dengan tawar menawar) y Dilakukan pendekatan dengan rekanan terpilih . dimana . dapat dipercaya. y Ada tawar menawar untuk pencapaian spesifik harga 4. apoteker harus mendasarkan pada kriteria berikut: mutu produk. ada empat metode pengadaan obat (Maimun. reputasi produsen.

Persyaratan pemasok 3. Proses pengadaan yang efektif harus dapat menghasilkan pengadaan obat yang tepat jenis maupun jumlahnya.keseluruhannya akan berpengaruh terhadap harga. mendapatkan kualitas sesuai yang diinginkan. sewaktu-waktu kehabisan atau kekurangan obat dapat langsung menghubungi distributor (Maimun. Obat yang mahal atau sering dipakai pembelian dilakukan sekali sebulan. Menurut penelitian Sarmini. Pemantauan status pesanan Kegiatan penerimaan dan pemeriksaan obat. Pengadaan obat dapat dimungkinkan berjalan menurut model yang berbeda misalnya pembelian tahunan. memperpendek lead time . Kriteria obat publik dan perbekalan kesehatan 2. Penyusunan rencana pemasukan obat . pembelian tetap atau pembelian terus menerus. bila ada kesalahan mudah mengurusnya. Frekuensi pengadaan bervariasi untuk tiap level pelayanan kesehatan. juga volume obat tidak begitu besar sehingga tidak menumpuk atau macet di gudang. 2008). dapat diperkirakan waktu pengiriman sehingga tidak terjadi penumpukan atau kekurangan obat. menjamin semua obat yang dibeli memenuhi standar kualitas. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan obat antara lain (Hartono. 2008). Penentuan waktu pengadaan dan kedatangan obat 4. 2007) : 1. Penerimaan dan pemeriksaan obat 5. 2008). memilih supplier yang handal dengan servis memuaskan. dapat menentukan jadwal pembelian untuk menekan biaya pengadaan dan efisien dalam proses pengadaan (Maimun. memperoleh harga yang murah. Pada pusat pelayanan kesehatan atau RS mungkin kebanyakan item obat dipesan perbulan dan untuk mengatasi kekurangan yang terjadi ditambah dengan pesanan mingguan dan seterusnya. meliputi : 1. untuk obat yang murah dan jarang digunakan dibeli sekali setahun atau setengah tahun (Maimun. waktu pengiriman dan beban kerja daripada kantor yang mengadakan. Kombinasi yang berbeda dari model ini mungkin dapat diterapkan pada tingkat (level) yang berbeda (Maimun. harganya lebih murah karena langsung dari distributor atau sumbernya. 2008). pengadaan obat dengan pembelian langsung sangat menguntungkan karena disamping waktunya cepat.

ada empat strategi dalam pengadaan obat yang baik (Maimun. 4. Pastikan ketepatan waktu pengiriman obat. Obat memiliki Sertifikat Analisa dan Uji Mutu yang sesuai dengan nomor batch masing-masing produk. Memantau status pesanan. . 6. Pengisian formulir realisasi pengadaan obat Menurut WHO. 2007) : 1. Siklus pengadaan obat meliputi langkah-langkah sebagai berikut (Hartono. 5. Menyesuaikan atau mencocokan kebutuhan dan dana. Memilih metode pengadaan. 2008) : 1. Obat telah memiliki Izin Edar atau Nomor Regristrasi dari Departemen Kesehatan RI. 5. 4. Obat termasuk dalam katagori VEN. Penerimaan obat 3. Meninjau atau memeriksa kembali tentang pemilihan obat (seleksi obat). Obat termasuk dalam Daftar Obat Publik. Mencapai kemungkinan termurah dari harga total. Mengalokasikan dan memilih calon penyedia obat (supplier). Pemeriksaan mutu obat 4. 3. Ada beberapa kriteria obat publik dan perbekalan kesehatan antara lain (Hartono. Obat Program Kesehatan. Obat Generik yang tercantum dalam DOEN yang masih berlaku. Pencatatan harian penerimaan obat 6. 2. Seleksi terhadap supplier yang dapat dipercaya dengan produk yang berkualitas. Menerima dan mengecek obat. Pengisian berita acara pemeriksaan dan penerimaan obat 5. 2. 6. 3. 2. 3. Pengadaaan obat-obatan dengan harga mahal dengan jumlah yang tepat. Obat diproduksi oleh Industri Farmasi yang memiliki Sertifikat CPOB. Menentukan syarat-syarat atau isi kontrak. 4. 7. Batas kedaluwarsa obat pada saat pengadaan minimal 3 tahun dan dapat ditambah 6 bulan sebelum berakhirnya masa kedaluwarsa untuk diganti dengan obat yang masa kedaluwarsanya lebih jauh. 2007) : 1.2.

1 Siklus pengadaan obat Pengendalian Persediaan Untuk menetapkan prioritas pengadaan obat yang sesuai dengan anggaran yang ada dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu: 1. . Gambar 2. Analisis ABC a) Definisi Analisis ABC juga dikenal dengan nama analisis Pareto. Mengumpulkan informasi mengenai pemakaian. dan dibagi menjadi 3 kelompok besar yang disebut kelompok A. Analisis ABC merupakan metode pembuatan grup atau penggolongan berdasarkan peringkat nilai dari nilai tertinggi hingga terendah.8. B dan C. 10. Melakukan pembayaran. Mendistribusikan obat. 9.

2008) . sambil mencari strategi untuk mendongkrak penjualan kelompok B (Maimun. Prinsip ABC ini dapat diterapkan dalam pengelolaan pembelian. sedangkan kelompok C mempunyai dampak yang kecil terhadap aktivitas gudang dan keuangan (Maimun. maka harus dikendalikan secara ketat yaitu dengan membuat laporan penggunaan dan sisanya secara rinci agar dapat dilakukan monitoring secara terus menerus. Cara penyimpanannya disesuaikan dengan jenis obat dan perlakuannya. 2008). inventory. Dalam keterkaitannya dengan persediaan di IFRS maka yang dimaksud kelompok A adalah kelompok obat yang harganya mahal. Kelompok A adalah kelompok yang sangat kritis sehingga perlu pengontrolan secara ketat. analisis ini dapat memberikan informasi terhadap produk-produk utama yang memberikan revenue terbesar bagi perusahaan. y Kelompok B adalah inventory dengan jumlah sekitar 30% dari item tapi mempunyai nilai investasi sekitar 15% dari total nilai inventory. Sedangkan pengendalian obat untuk kelompok B tidak seketat kelompok A. 2008). dibandingkan kelompok B yang kurang kritis. Meskipun demikian laporan penggunaan dan sisa obatnya dilaporkan secara rinci untuk dilakukan monitoring secara berkala pada setiap 1-3 bulan sekali. penjualan dan sebagainya. Kelompok C adalah inventory dengan jumlah sekitar 50% dari item tapi mempunyai nilai investasi sekitar 5% dari total nilai inventory. Pihak manajemen dapat meneruskan konsentrasi terhadap produk ini.y Kelompok A adalah inventory dengan jumlah sekitar 20% dari item tapi mempunyai nilai investasi sekitar 80% dari total nilai inventory. Dalam organisasi penjualan. Pengendalian obat untuk kelompok C dapat lebih longgar pencatatan dan pelaporannya tidak sesering kelompok B dengan sekali-kali dilakukan monitoring dan persediaan dapat dilakukan untuk 2-6 bulan dengan penyimpanan biasa sesuai dengan jenis perlakuan obat. Oleh karena itu disimpan secara rapat agar tidak mudah dicuri bila perlu dalam persediaan pengadaannya sedikit atau tidak ada sama sekali sehingga tidak ada dalam penyimpanan. Besarnya persentase ini adalah kisaran yang bisa berubah-ubah dan berbeda y antara perusahaan satu dengan yang lainnya (Maimun.

Urutkan kembali perbekalan farmasi di atas mulai dari yang memakan prosentase biaya paling banyak. dimulai dengan jenis yang memakan anggaran terbanyak. 2008) Perbekalan farmasi katagori A menyerap anggaran 70% Perbekalan farmasi katagori B menyerap anggaran 20% Perbekalan farmasi katagori C menyerap anggaran 10% (DepKes RI. Hitung kumulasi persennya 5. Hitung prosentase kumulatif.b) Prosedur analisis ABC Prinsip utama analisis ABC adalah dengan menempatkan jenis-jenis perbekalan farmasi ke dalam suatu urutan. dan jumlahkan biaya per jenis/ katagori perbekalan farmasi. Perbekalan farmasi kategori B termasuk dalam kumulas 71-90% 7. Hitung presentasenya terhadap total dana yang dibutuhkan 4. hitung masing-masing prosentase jenis perbekalan farmasi terhadap anggaran total. Perbekalan farmasi kategori A termasuk dalam kumulasi 70% 6. Urutan langkah sebagai berikut : a. Tentukan rangkingnya mulai dari yang terbesar sampai yang terkecil 3. 2008) . daftar harga perbekalan farmasi. dimuali dengan urutan 1 dan seterusnya e. dan biaya yang diperlukan untuk tiap nama dagang. Hitung jumlah dana yang dibutukan untuk masing-masing obat dengan cara mengalikan jumlah obat dengan harga obat 2. Identifikasi perbekalan farmasi yang menyerap ± 70% anggaran perbekalan total. Perbekalan farmasi kategori C termasuk dalam kumulasi 90-100% (DepKes RI. Kelompokkan ke dalam jenis-jenis/ katagori. y y y Cara Perhitungan: 1. Kumpulkan kebutuhan perbekalan farmasi yang diperoleh dari salah satu metode perencanaan. b. d. c. Jumlahkan anggaran total.

Hitung persentase harga dari masing-masing item e. Masukkan jumlah kebutuhannya dalam periode tertentu c.1 Data analisis ABC No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 No. obat-obatan untuk pelayanan kesehatan pokok dan obat-obatan untuk . Kalikan harga dan jumlah kebutuhan d. Hitung persentase kumulatif dari masing-masing item terhadap total harga g. Semua jenis obat yang direncanakan dikelompokan ke dalam tiga kategori yakni : y Vital (V) adalah kelompok jenis obat yang sangat esensial (vital). Atur daftar list secara desending dengan nilai harga tertinggi berada di atas f. Jumlah Harga Biaya Kumulatif % % Kelompok Persediaan Biaya Kumulatif #10286 200 12000 2400000 2400000 47 47 A #11526 100 7500 750000 3150000 15 62 A #12760 20 20000 400000 3550000 8 70 A #10867 20 18000 360000 3910000 7 77 B #10500 12 28000 336000 4246000 7 84 B #12572 200 700 140000 4386000 3 87 B #14075 35 17000 595000 4981000 11 98 C #12460 50 1000 50000 5031000 1 99 C #13745 5 10000 50000 5081000 1 100 C 5081000 8. 2008) c) Contoh Perhitungan Menggunakan Analisis ABC Tabel 2. Analisis VEN Analisa VEN merupakan pengelompokan obat berdasarkan kepada dampak tiap jenis obat terhadap kesehatan. B atau C (Maimun. Buat daftar list semua item dan cantumkan harganya b. yang termasuk dalam kelompok ini antara lain : obat penyelamat (life saving drug). Tentukan klasifikasinya A.Tahapan-tahapan dalam analisis ABC dengan menggunakan program Microsoft excel adalah sebagai berikut : a.

Kombinasi ABC dan VEN Jenis obat yang termasuk kategori A (dalam analisis ABC) adalah benar-benar yang diperlukan untuk menanggulangi penyakit terbanyak dan obat tersebut statusnya harus E dan sebagain V (dari analisa VEN). obat gastrointestinal. Sebaliknya jenis obat dengan status N harusnya masuk dalam kategori C. NSAID dan lain lain. Contoh obat yang termasuk jenis obat Non-essensial adalah vitamin. Contoh obat yang termasuk jenis obat Essensial adalah antibiotic. perbekalan farmasi yang diragukan manfaatnya. Persediaan #10286 #11526 #12760 #10867 #10500 #12572 #14075 #12460 #13745 Jenis Obat Kardiotonik Antibiotika Suplemen Makanan Antitoksin Analgesik Vitamin B kompleks Adrenalin Antibiotika Vitamin C Kategori V E N V E N V E N 9. Contoh obat yang termasuk jenis obat Vital adalah adrenalin. atau mengurangi penderitaan pasien. antitoksin. perbekalan farmasi yang mahal namun tidak mempunyai kelebihan manfaat disbanding perbekalan farmasi lainnya. y Esensial (E) bila perbekalan farmasi tersebut terbukti efektif untuk menyembuhkan penyakit. Contoh Analisis menggunakan metode VEN Tabel 2. y Non-esensial (N) meliputi aneka ragam perbekalan farmasi yang digunakan untuk penyakit yang sembuh sendiri (self limiting disease). obat jantung.mengatasi penyakit penyebab kematian terbesar. .2 Data analisis VEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 No. insulin. suplemen dan lain-lain.

Digunakan untuk menetapkan prioritas pengadaan obat dimana anggaran yang ada tidak sesuai kebutuhan. Jika setelah dilakukan dengan pendekatan ini dana yang tersedia masih juga kurang lakukan langkah selanjutnya. maka obat kategori NB menjadi prioritas selanjutnya dan xobat yang masuk kategori NA menjadi prioritas berikutnya. NB.3 Data analisis gabungan ABC dan VEN No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 No. NA dimulai dengan pengurangan obat kategori EC. Mekanismenya adalah sebagai berikut: y Obat yang masuk kategori NC menjadi prioritas pertama untuk dikurangi atau dihilangkan dari rencana kebutuhan. bila dana masih kurang. V E N Metode gabungan A VA EA NA ini digunakan B VB EB NB untuk C VC EC NC melakukan pengurangan obat. Persediaan #10286 #11526 #12760 #10867 #10500 #12572 #14075 #12460 #13745 Kelompok ABC A A A B B B C C C Kelompok VEN V E N V E N V E N Metode Gabungan VA EA NA VB EB NB VC EC NC . Contoh Analisis Menggunakan Metode Gabungan Tabel 2. y Pendekatan sama dengan pada saat pengurangan obat pada kriteria NC. EB dan EA.

. jumlah dan mutu yang telah direncanakan sesuai kebutuhan pembangunan kesehatan 2. dan metode kombinasi ABC dan VEN. Pengadaan obat dan perbekalan kesehatan adalah upaya pemenuhan kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan sesuai dengan jenis.BAB III KESIMPULAN 1. metode VEN. Metode pengendalian persediaan farmasi ada 3 yaitu : metode ABC.

Jakarta : Universitas Indonesia. S. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Semarang : Universitas Diponegoro. dan Lily T. Pedoman Pengelolaan Perbekalan Farmasi di Rumah Sakit. . 2004. 2007. Dan Wiku B. 2008. Joko Puji. 2008. Yunita N. Manajemen Farmasi. Surabaya : Airlangga University Press. S. Analisis Proses Perencanaan Kebutuhan Obat Publik Untuk Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD) di Puskesmas Sewilayah Kerja Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya. 2006. Semarang : Universitas Diponogoro. Analisis Perencanaan Obat Berdasarkan ABC Indeks Kritis Di Instalasi Farmasi. Seto.B Adisasmito. A.DAFTAR PUSTAKA Depkes RI. Suciati . Perencanaan Obat Antibiotik Berdasarkan Kombinasi Metode Konsumsi dengan Analisis ABC dan Reorder point terhadap Nilai Persediaan dan Turn Over Ratio di Instalasi Farmasi RS Darul Istiqomah Kaliwungu Kendal (Tesis). Maimun. Hartono.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->