DIAGRAM KESEIMBANGAN FASE PADA DISTILASI BINER Jaime Wisniak Department of Chemical Engineering Ben-Gurion University of the

Negev Beer-Sheva, 84120 Israel

Data keseimbangan Uap-cair dapat disajikan dalam kumpulan koordinat yang berbedda untuk menjelaskan dan mengukur tingkatan pada proses distilasi. Kita akan menyusun masing-masing grafik menggunakan batasan yang telah ditentukan secara termodinamika dan menggambarkan arti fisiknya. Hubungan antara jumlah tiap fase akan ditentukan menggunakan Lever-rule. DIAGRAM FASE Pemisahan dari campuran cairan menjadi komponen-komponennya adalah salah satu proses terpenting di industri kimia. Prosedur yang umum untuk melakukan pemisahan ini adalah distilasi, sebuah operasi yang berdasr pada feomena fisik dimana uap dan cairan berada pada kondisi komposisi setimbang yang biasanya berbeda. Nyatanya, bagian yang menguap dari fase cairnya telah dihasilkan pada pemisahan parsial pada awal pencampuran. Tingkat dari pemisahan akan ditentukan dengan keseimbangan antara fase uap dan cairan. Hubungan antar komposisi dari kedua fase pada keseimbangan biasanya disajikan dengan diagram keseimbangan fase. Metode penyajiannya harus tetap dengan jumlah variable yang bersangkutan. Gibbs menampilkannya dalam keadaan seimbang beserta sejumlah fase, berikut hubungan yang relevan: F= C + 2 – P ……………………….(1) Diman F adalah jumlah derajat kebebasan, atau variable bebas. C adla jumlah komponen dan P adlah jumlah fase saat ini. Penyajian grafis dari data akan bergantung dari nilai F dan kita dapat memperkirakannya dan plotting akan meningkat lebih kompleks sebagaimana membesarnya nilai F. Tafsiran tampilan dari grafis biasanya membatasinya pada nilai F = 2, itulah sebabnya disebut system biner. Kebanyakan proses distilasi di industry dilaksanakan pada tekanan relative konstan, dan untuk alasan ini diagram

keseimbangan fase di tampilkan pada isobar. Dengan suhu dan komposisi pada koordinatnya. DIAGRAM SUHU-KOMPOSISI Diagram khusus suhu-komposisi ditunjukkan dalam Figure 1. Garis lengkung ABC menunjukkan komposisi cair jenuh dan AEC komposisi fase uap jenuh. Untuk alasan itu akan menjadi sedikit lebih jelas, diagram ini juga disebut diagram boiling point. Untuk paham

b) wilayah di atas AEC menunjukkan uap lewat jenuh. Ini menandakan bahwa campuran telah mencapai suhu jenuhnya sehinggapemanasan lebih lanjut akan menyebabkan mendidih. Sejak titik awal telah berubah ubah. maka suhunya akan naik mencapai nilai T1 pada kurva ABC.yAL). Itu memungkinkan untuk menghitung proporsi relatif pada saat keduanya fase jenuh? Untuk menjawab pertanyaan ini. Ini menunjukkan bahwa meskipun komposisi dari tiap fase berubah terus menerus selam proses penguapan. Kita telah menunjukkan sebelumnya bahwa biasanya fase uap akan akan mempunyai perbedaan komposisi dari komposisi fase cairnya. Pemanasan selanjutnya akan meningkatkan jumlah fase uap saat ini dan sebagai akibatnyta akan mengubah komposisi dari fase cairnya. komposisi keseluruhan dari system adalah tetap atau konstan.xAT) jumlah mol total dan komposisi system pada fase cair (L. Dengan kata lain. Di sini uap menjadi jenuh sehingga pendinginan lebih lanjut akan menyebabkan fase cair muncul.xAL) dan fase uap dalam keseimbangan (V. c) area di antara dua kurva yang berhubungan adlah campuran jenuh dari keseimbangan uap-cair. kurva ABC bias didefinisikan sebagai kurva titik didih dan kurva AEC sebagai kurva titik pengembunan. Suhu T1 kemudian dapat di asumsikan sebagai suhu dimana pertama kali gelembung uap muncul. dan untuk alas an ini disebut titk didih dari cairan pada komposisi x0. Jika mulai dipanaskan. Suhu T3 dapat di asumsikan sebagai suhu dimana pertama kalinya cairan tampak dan untuk alas an ini disebut titik embun dari uap pada komposisi y0. semua fase cair akan menguap dan karena tidak ada material yang hilang. didapat: Neraca Total Bahan: T = L + V ……………………………………(2) Neraca Bahan Komponen A: . Kemudian kita dapat membagi grafik T-x-y menjadi tiga wilayah: 1) Di bawah kurva ABC menunjukkan campuran dalam keadaan cair dingin. komposisi uap akhir akan sama dengan campuran cair asli/awal (titik E). kita harus mengingat bahwa pendinginan atau pemanasan tidak mengubah komposisi keseluruhan system Calling (T. beberapa penyusunan awal komposisi x0 atau y0 dapat diperlakukan menjadi proses yang dijelaskan di atas. Anggap suatu cair campuran G dengan komposisi xo dan suhu T0.arti dari diagram kita akan menunjukkan beberapa proses dan melihat bagaimana itu dapat disajikan dalam diagram suhu-komposisi. Dimulai dengan uap lewat jenuh F pada suhu T2 kita dinginkan sampai titik E pada kurva AEC. Sekarang kita dapat membalikkan proses sebagai berikut. Akhirnya. Penambahan panas akan menyebabkan uap kelebihan beban sampai itu mencapai tahapan pada titik F. Komposisi ini sesuai dengan y0 dan diperoleh dengan menggambar garis mendatar (horizontal) pada T1 sampai memotong kurva ABC.

maka akan terjadi perbedaan dalam diagram suhukomposisi dan diagram komposisinya. Bila komponen memiliki perbedaan sifat fisik atau interaksi kimia yang kuat. Larutan tersebut disebut Azeotrop dan untuk memisahkan larutan tersebut dilakukan beberapa metode yang special.. bagian yang lebih lebar merupakan perbedaan diantara 2 fase.xAL + V. Dalam immisible region 2 fase cairan terjadi dan fase ini mengindikasikan bahwa boiling temperature dari larutan sama seperti komposisi dari fase uap yang konstan. Ini harus dicatat bahwa perbedaan kesetimbangan.yAV………………(3) Gantikan nilai T pada persamaan 3 dan disusun kembali. Hubungan antara komposisi dari 2 fase ditunjukkan dalam gambar 3(f) EFEK TEKANAN DALAM KESETIMBANGAN FASE Kita telah menyebutkan sebelumnya diagram fase biasanya dikonstruksikan untuk tekanan yang tetap. Dari defenisi kata azeotrop. Gambar 3(a) menunjukkan bahwa titik didih dari larutan adalah maksimum. Campuran ini . Garis 45* menunjukkan uap dengan komposisi sama dengan bentuk cairnya. kita dapat mengetahui bahwa kurva komposisi akan menunjukkan Cross over point pada 45 Jika interaksi antara komponen-komponen cukup kuat. pemisahan fase cair dapat terjadi. Gambar 3(a) dan 3(b) menunjukkan system azeotrop. Normalnya suhu ini tidak terindikasi Gambar 1 dan 2 menunjukkan yang disebut system normal.. biasanya dengan komponen yang lebih volatil. Apa yang akan terjadi bila kita mengubah tekanan operasi? Dalam kondisi yang umum. Gambar 3(b) menunjukkan hal yang sama. didapat: …. yang disebut dengan Minimum Boiling Azetrop. seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 3. dimana ada komposisi kritis Posisi Xa dimana fase uap dan fase cair mempunyai komposisi yang sama. jadi kurva yang lebih lebar menunjukkan pemisahan dari ini (cair-uap). jadi tidak terjadi perubahan saat pemanasan di lakukan. suhu berhubungan dengan tiap titik dalam kurva. DIAGRAM KOMPOSISI Cara lain untuk menggambarkan perbedaan komposisi dari fase cair dan fase uap adalah dengan menggambarkan / meng plotkan satu dengan yang lain.T.(4) Persamaan 4 ini dikenal sebagai inverse lever-rule dan akan membantu kita menhitung jumlah relative dari tiap fase.……. Dalam jangkauan tekanan antara dua .xAT = L. kita dapat mengatakan bahwa kelakuan kualitatif dari diagram akan tetap sama sampai tekanan dari system melebihi tekanan kritis dari satu komponen. Gambar 2 menunjukkan jenis diagram komposisi. (Gambar 3(c)). yang disebut dengan Maximum Boiling Azeotrop.

“The Phase Rule”. Sebuah system dengan komposisi dari air.. O. Pertanyaan penting yang akan dijawab : Bagaimana mengolah data-data ini? Ini tidak semudah teknik percobaan karena kita membutuhkan tekanan yang tetap dan temperature dan komposisi yang tepat.Hala. Perry’s Handbook(2) tersedia semua hal-hal yang dibahas mengenai Keseimbangan fase uap-cair. LITERATUR Hala.J. Apa yang anda dapat katakana tentang ratio y/x? 5. Dimana kurva komposisi cair berakhir? . Dalam kata lain. Peralatan yang biasa digunakan untuk tujuan ini disebut “Equilibrium Stills” dan dibuat dalam banyak tipe yang membedakan terutama dalam 2 fase dan prosedur sampel.0.H Chilton. STUDI KASUS 1. Chapter 7. Berapa banyak fase yang akan terjadi? Berapa banyak derajat kebebasan yang dimiliki system ini? 2. Kamu menambahkan sedikit gula pada system ini. Berdasarkan gambar 3(b).tekanan kritis. Dover Publications. Asumsikan sebuah system dapat terpisah dalam 2 fase cair.. LITERATURE DATA Data keseimbangan Fase uap cair untuk system dua atau multi komponen telah secara ekstensif di laporkan. Dalam tujuan apa point E berpindah selama proses kondensasi? Bagaimana anda menjelaskan bila itu berubah ke point H? 4. “Vapor-Liquid Equilibrium”. Editors. Bagaimana dengan jawabanmu? 3. (1976). Pergamon Press. C. New York (1951). E. Linck. 2nd Ed. J Pick. diagram tak digunakan untuk komposisi dibawah 0 sampai 1. kita telah mengkaji secara mendalam mengenai grafik keseimbangan uap-cair yang ditampilkan. kita dapat membaca book dari “Hala et al). I. yang mungkin terbaik dalam hal ini. “Chemical Engineers Handbook”. Kenaikan tekanan akan menurunkan jangkauan ini sampai suatu saat akan menghilang sempurna. R.. 5th Ed. Vilim. Berdasarkan Gambar 1. methanol dan etanol berada dalam keseimbangan pada suhu 50 C. H. E. J. MENGOLAH DATA KESEIMBANGAN UAP-CAIR Sejauh ini. Fried. A. Meskipun kita tidak dapat mengatur terus semua detail disini. Supplement I. London (1967) Perry. Elsevier. V. BUKU YANG DISARANKAN DIBACA Findley. New York (1973) Wichterie. Asterdam(1973) Ibid. system akan dapat menjadi fase cairan saja melebihi jangkauan komposisi dimana fase cair terjadi. Mc Graw-Hill Book Co. “vapor-Liquid Equilibrium data Bibliogrpahy”. bentuk yang umum dari diagram akan tetap sama.

etil asetat + 2-metil-1-butanol.5 89. Germany Abstrak Data keseimbangan uap-cair secara isothermal untuk lima sistem biner etil asetat + 3-metil-1butanol. etanol+ 2-metil-1-butanol.2 50 71.3 90 96 80.2 10 20. Larutan ini dibawa dan dikontakkan dengan 50 mol larutan uap jenuh dan 44. Temperature 0C Mole fraksi Benzene xy 110. 09001 Burgos. dan 25 % mol benzene.7 102.5 84.2 15 29. 75% mol Toluene. Plot diagram temperature-komposisi (T-x-y) dan Diagram Komposisi (x-y) 2.Jurgen Gmehling Department of Chemical Engineering.9 70 85.7 98. Jabarkan proses ini dalam Diagram T-x-y dan tentukan suhu terakhir dan komposisi tiap pase. Bagaimana kamu akan mengaplikasikan hokum lever kedalam system seperti dalam gambar 3(c).5. . University of Oldenburg.3 5 11 106.6 0 0 108.3 40 62 92. pada temperature dimana 2 fase cair terjadi? TUGAS Berikut informasi mengenai keseimbangan cair-uap dari benzene-toluene pada tekanan atmosfer. Hitung komposisi akhir melalui metode numeric dan grafik 3.5 30 51 95. KESEIMBANGAN UAP-CAIR SECARA ISOTERMAL UNTUK CAMPURAN-CAMPURAN BINER YANG TERLIBAT DALAM DISTILASI ALKOHOL Maria Teresa Sanz .9 104.5 60 79 86. Sebuah plate dalam kolom distilasi mengandung 100 mol larutan cair jenuh.5% mol benzene.2 20 37.1 100 100 1. etanol + 3-metil-1-butanol. University of Burgos.6 80 91 82. Spain Department of Industrial Chemistry. Uap Benzene-Toluene mengandung 60% mol benzene didinginkan dari 105 C menjadi setengah ketika larutan ini menguap.

3-metil-1-butanol . Normapur). etil asetat + 2-metil-1-propanol diukur dengan menggunakan headspace gas kromatografi (HSGC). eter. kemudian dimurnikan lagi dengan menggunakan disilasi vakum sehingga diperoleh kemurnian akhir sebesar 99. dan metanol lebih volatil daripada etanol. pada semua kondisi kemurniannya lebih tinggi daripada 99. Pada penelitian ini. headspace kromatografi. Untuk mensimulasi dan mengoptimasi pemurnian etanol hasil fermentasi dibutuhkan data keseimbangan uap-cair campuran-campuran yang terlibat dalam proses fermentasi. Tetapi. teknik headspace gas kromatografi (HSGC) digunakan untuk mengukur keseimbangan uap-cair secara isothermal. etanol+ 2-metil-1butanol. kemampuan untuk bekerja pada konsetrasi sampel yang rendah dan pada gangguan minimum keseimbangan oleh proses sampel. etil asetat + 2-metil-1-butanol. Data eksperimen keseimbangan uap-cair diperkirakan dengan menggunakan model UNIFAC (Dortmund) yang telah dimodifikasi.3] menunjukkan bahwa headspace gas kromatografi berguna tidak hanya untuk kepentingan analisa [2]. Produk fermentasi terutama aldehid. C . alcohol yang lebih tinggi(fusel oil) biasanya sedikit volatil daripada etanol [1]. Pada penelitian ini.8%. Setelah kemurnian bahan-bahan lain diperiksa denga menggunakanGC.1 Bahan-bahan 2-metil-1-butanol disuplai oleh Aldrich dengan kemurnian 99.7%: etanol (VWR. Bahan-bahan kimia lain digunakan tanpa pemurnian lebih lanjut. namun menyediakan alat untuk mendapatkan data termodinamika yang terpercaya[3]. Kolb [2. dan C alkohol alifatik.. Komposisi fasa cair dikoreksi secara iterasi dengan menggunakan sebuah model G . 2.yang terlibat dalam distilasi alkohol ditentukan secara eksperimen dengan menggunakan headspace gas kromatografi. maka koreksi untuk komposisi fasa cair dapat diabaikan.Metode Penelitian 2. Semua campuran biner menunjukkan deviasi positif dari Hukum Raoult.3%. Komponen utama fraksi fusel oil terdiri dari C . Data percobaan keseimbangan uap-cair dikorelasikan dengan persamaan Wilson dan dibandingkan dengan nilai hasil prediksi dari model UNIFAC yang telah dimodifikasi. seperti yang terukur oleh gas kromatografi (GC).Pendahuluan Distilasi etanol sintetik membutuhkan energi lebih sedikit daripada pemurnian etanol hasil fermentasi berdasarkan konsentrasi terendah yang diperoleh dari proses fermentasi.etil asetat + 2-metil-1-propanol. karena perbedaan densitas antara cairan dan uap besar. keseimbangan uap-cair secara isothermal untuk sistem -sistem etil asetat + 3metil-1-butanol. distilasi alkohol 1. keseimbangan uap-cair secara isothermal untuk masing-masing campuran biner yang terlibat dalam proses distilasi etanol hasil fermentasi telah ditentukan. Beberapa keuntungan lain metode ini untuk mengukur keseimbangan uap-cair telah dijelaskan oleh Oh dan Park [4] dan termasuk analisa sampel dengan cepat. Pada penelitian ini. Kata kunci : keseimbangan uap-cair. etanol + 3-metil-1-butanol.

waktu untuk mencapai keseimbangan untuk setiap sistem yang diukur harus ditentukan. perlu disiapkan kolom yang lain dengan konsentrasi yang sama. Kalibrasi dilakukandengan menggunakan gas kromatograf yang sama dengan yang digunakan untuk pengukuran keseimbangan uap-cair. Analisa fasa uap dilakukan dengan menggunakan detektor ionisasi nyala. etil asetat + 2- . khususnya untuk senyawa yang volatil pada konsentrasi rendah. kolom tersebut diletakkan di 70 sampler tray dan tungku tempat kolomdiatur secara otomatis sehingga keseimbangan antara fasa uap-cair dapat dicapai. Densitas komponen murni dan campuran biner diukur dengan menggunakan Anton Paar densitometer (DMA-4500) dengan akurasi sampai 0. Sampelsampel tersebut disimpan dalam tungku headspace untu interval waktu yang berbeda-beda. Sistem sampling termasuk pemeriksaan sampling bagian stainless steel kolom yang terdeaktivasi. 3. 2-metil-1-propanol (Fluka) dan etil asetat (Scharlau). Kurva kalibrasi digunakan untuk mengkonversi daerah puncak yang merupakan keseimbangan antara fasa uap-cair menjadi konsentrasi. alat tersebut adalah Hewlett Packard (6890) gas kromatograf (GC) dengan detektor ionisasi nyala. Sampel sistem biner disiapkan dengan menggunakan timbangan analitik digital Sartorius. Kolom GC berukuran 60 mm x 0. Garis transfer menghubungkan headspace sampler ke GC dan jarum yang bisa dipindahkan memudahkan terjadinya kontak permukaan dengan GC inlet septa. Untuk menentukan keadaan isotermal keseimbangan uap-cair.2 Alat-alat dan Prosedur Penelitian keseimbangan uap-cair untuk sistem biner ditentukan dengan menggunakan headspace gas kromatografi (HSGC). 2.999% murni digunakansebagi gas pembawa. Ketika daerah puncak pada GC telah konstan.3 Analisa Sampel Untuk mengukur komposisis fasa uap dan fasa cair dalam keseimbangan terlebih dahulu dilakukan kalibrasi.05 kg/ m . Kolom tersebut harus ditutup rapat dengan menggunakan karet septum penekan dengan tutup aluminium khusus untuk memastikan bahwa tidak ada gas headspace yang lolos. Sebelum mengukur data keseimbangan uap-cair. Kolom diisi kira-kira setengahnya (10 cm ) untuk menghindari sampel uap yang akan diperiksa kontak dengan fasa cair selama proses sampling berlangsung. dengan keakuratan sampai 10 g. sampel uap diambil.Hasil dan Pembahasan Pada penelitian ini. produk dari HP Innovax. etanol + 3-metil-1-butanol. Untuk itu.(Aldrich). telah didapatkan data keseimbangan uap-cair pada keadaan isotermal untuk sistem-sistem berikut: etil asetat + 3-metil-1-butanol. keseimbangan fasa diasumskan telah tercapai. HSGC terdiri dari gas kromatograf (Hewlett Packard GC 6890 N) dan sebuah headspace sampler (Hewlett Packard G1888). kolom(ca. Helium 99. CP 225D. Komposisi fasa uap ditentukan dari daerah puncak kromatogram. Semua bahan disimpan setelah melalui ayakan molekuler. dipindahkan dan dianalisa dalam GC. 2. Setelah tercapai keseimbangan.320 mm Agilent.21 cm ) diisi secara gravimetri dengan larutan yang merupakan korespondensi dari sistem biner.

misalnya residu dari menara distilasi dialirkan ke menara distilasi hampa atau ke menara distilasi bertekanan.metil-1-butanol. Kalau komposisi fase uap sama dengan komposisi fase cair. etanol+ 2-metil-1-butanol. megubah mol faksi awal. misalnya larutan benzena-toluena. larutan n-Heptan dan n-Heksan dan larutan lain yang sejenis didihkan. Semua proses distilasi memerlukan beberapa peralatan yang penting seperti : . maka fase uap yang terbentuk akan mengandung komponen yang lebih menguap dalam jumlah yang relatif lebih banyak dibandingkan dengan fase cair.Menara Fraksionasi . Gambar 1. dan hal ini merupakan syarat utama supaya pemisahan dengan distilasi dapat dilakukan. Jika larutan yang terdiri dari dua buah komponen yang cukup mudah menguap. Dengan kata lain koreksi untuk fasa cair telah dilakukan dengan menggunakan persamaan keadaan SRK. metode iterasi untuk mengoreaksi ko Pengertian Distilasi Distilasi adalah suatu cara pemisahan larutan dengan menggunakan panas sebagai pemisah atau “separating agent”. Mol fraksi fasa cair pada keseimbangan bisa diukur dari mol fraksi fasa uap yang terukur dan sebuah model G . karena sejumlah kecil yang menguap selama proses menuju keseimbangan. etil asetat + 2-metil-1-propanol.Kondensor dan Cooler . Proses distilasi dalam kilang minyak bumi merupakan proses pengolahan secara fisika yang primer yang mengawali semua proses-proses yang diperlukan untuk memproduksi BBM dan Non-BBM.Kolom Stripping . Komposisi fasa cair akan berubah tergantung pada volatilitas komponen sistem dan volume uap.prosedur iterasi yang digunakan pada penelitian ini dapan dilihat pada gambar 1. Secara fundamental semua proses-proses distilasi dalam kilang minyak bumi adalah sama. maka pemisahan dengan jalan distilasi tidak dapat dilakukan.dengan metode iterasi seperti yang diusulkan oleh Weidlich dan Gmehling [5]. Dengan didapatkannya data keseimbangan uap-cair dapat diketahui bahwa komposisi fasa cair dalam keseimbangannya dengan fasa uap tidak berkorespondensi dengan komposisi feed yang dihitung dari jumlah berat. Proses distilasi ini dapat menggunakan satu kolom atau lebih menara distilasi. Jadi ada perbedaan komposisi antara fase cair dan fase uap.

Data keseimbangan uap-cair dapat berupa tabel atau diagram. Uap dipertahankan kontak dengan sisa cairannya (dalam waktu relatif cukup) dengan harapan pada suhu dan tekanan tertentu. Didalam diagram tersebut terdapat dua buah kurva yaitu kurva cair jenuh dan kurva uap jenuh. saling melarutkan menjadi campuran homogen. b. c. Kedua kurva ini membagi daerah didalam diagram menjadi 3 bagian. berarti menunjukkan adanya suatu pemisahan. Diagram keseimbangan uap-cair dengan mudah dapat digambar. Keseimbangan Uap -Cair Untuk dapat menyelesaikan soal-soal distilasi harus tersedia data-data keseimbangan uap-cair sistim yang dikenakan distilasi. Daerah satu fase yaitu daerah yang terletak datas kurva uap jenuh. yaitu : · Diagram Titik didih Diagram titik didih adalah diagram yang menyatakan hubungn antara temperatur atau titik didih dengan komposisi uap dan cairan yang berkeseimbangan. dimana titik-titik . Dalam keadaan standar berupa cairan. yaitu kurva cair jenuh dan uap jenuh. Daerah satu fase yaitu daerah cairan yang terletak dibawah kurva cair jenuh. 3. · Diagram Entapi-komposisi Diagram entalpi-komposisi adalah diagram yang menyatakan hubungan antara entalpi dengan komposisi sesuatu sistim pada tekanan tertentu. Sehingga kalau uap yang terbentuk selanjutnya diembunkan dan dipanaskan secara berulang-ulang. 2. Di dalam diagram titik didih tersebut terdapat dua buah kurva. sebelum campuran dipisahkan menjadi distilat dan residu. Pada proses pemisahan secara distilasi. Tiga macam diagram keseimbangan yang akan dibicarakan.Proses pemisahan secara distilasi dengan mudah dapat dilakukan terhadap campuran. Setiap titik pada kurva cair jenuh dihubungkan dengan gari hubung “tie line” dengan titik tertentu pada kurva uap jenuh. · Diagram Keseimbangan uap-cair Diagram keseimbangan uap-cair adalah diagram yang menyatakan hubungan keseimbangan antara komposisi uap dengan komposisi cairan. Fase uap yang mengandung lebih banyak komponen yang lebih mudah menguap relatif terhadap fase cair. Tidak membentuk cairan azeotrop. fase uap akan segera terbentuk setelah sejumlah cairan dipanaskan. yaitu : 1. maka akhirnya akan diperoleh komponen-komponen dalam keadaan yang relatif murni. dimana antara komponen satu dengan komponen yang lain terdapat dalam campuran : a. antara uap dan sisa cairan akan berada dalam keseimbangan. jika tersedia titik didihnya. Mempunyai sifat penguapan relatif (α) cukup besar. Daerah dua fase yaitu daerah uap jenuh dan cair jenuh yang terletak di antara kurva cair jenuh dan kurva uap jenuh.

5 atm mutlak) 2. Multi stage Distillation Distilasi Vakum Distilasi vakum adalah distilasi yang tekanan operasinya 0. polimerisasi. Daerah uap yang terletak diatas kurva uap jenuh.4 atm (300 mmHg absolut). d. Sifat penguapan relatif yang meningkat memudahkan terjadinya proses separasi sehingga jumlah stage teoritis yang dibutuhkan berkurang. Dengan adanya kedua kurva tersebut.tersebut dalam keadaan keseimbangan. Daerah cairan yang terletak dibawah kurva cair jenuh.4-5. Distilasi pada temperatur rendah dilakukan ketika mengolah produk yang sensitif terhadap variabel temperatur. daerah didalam diagram terbagi menjadi 3 daerah. rasio refluks yang diperlukan untuk proses separasi yang sama dapat dikurangi. b. Jika jumlah stage teoritis konstan. 3. Reboiler dengan temperatur yang rendah yang menggunakan sumber energi dengan harga . yaitu 1.2 Macam-macam Distilasi Distilasi berdasarkan prosesnya terbagi menjadi dua. Sifat penguapan relatif antar komponen biasanya meningkat seiring dengan menurunnya boiling temperature. Daerah cair dan uap yang terletak diantara kurva cair jenuh dengan kurva uap jenuh Dibawah kurva cair jenuh terdapat isoterm-isoterm yang menunjukkan entalpi cairan pada berbagai macam komposisi pada berbagai temperatur. Distilasi kontinyu 2. Temperatur bagian bawah yang rendah menghasilkan beberapa reaksi yang tidak diinginkan seperti dekomposisi produk. Distilasi sistem biner 2. c. yaitu : 1. yaitu : 1. Distilasi atmosferis (0. Distilasi tekanan (≥ 80 psia pada bagian atas kolom) Berdasarkan komponen penyusunnya : 1. Distilasi vakum (≤ 300 mmHg pada bagian atas kolom) 3. Proses pemisahan dapat dilakukan terhadap komponen dengan tekanan uap yang sangat rendah atau komponen dengan ikatan yang dapat terputus pada titik didihnya. Single-stage Distillation 2. Distilasi batch Berdasarkan basis tekanan operasinya terbagi menajdi tiga. Jika kedua variabel di atas konstan maka kemurnian produk yang dihasilkan akan meningkat. Distilasi sitem multi komponen Berdasarkan sistem operasinya terbagi dua. dan penghilangan warna. yaitu : 1. 2. 2. Distilasi yang dilakukan dalam tekanan operasi ini biasanya karena beberapa alasan yaitu : a.

3 Tray Tower Tray tower merupakan bejana vertikal dimana cairan dan gas dikontakkan melalui plate-plate yang disebut sebagai tray. . Jumlah tahapan atau tray dalam suatu kolom tergantung pada tingginya kesulitan pemisahan zat yang akan dilakukan dan juga ditentukan berdasarkan perhitungan neraca massa dan kesetimbangan. sedangkan diameter kolom bergantung pada jumlah gas dan cairan yang melewati kolom per unit waktu. Perhitungan tahap demi tahap dilakukan dengan metode eksak yang merupakan penyelesaian banyak persamaan aljabar : * Metode sederhana dengan kalkulator * Metode MESH dengan program komputer Single-stage Distillation Single-stage Distillation biasa juga disebut dengan flash vaporization atau equilibrium distillation. dilakukan dengan metode pintas (Shortcut Calculation) Perhitungan awal digunakan untuk analisis kualitatif dari suatu kolom distilasi atau perhitungan awal rancangan dengan tujuan : 1.* Memperkirakan komposisi produk atas dan bawah * Tekanan sistem * Jumlah tahap kesetimbangan * Lokasi umpan masuk 2. Fungsi dari penggunaan tray adalah untuk memperbesar kontak antara cairan dan gas sehingga komponen dapat dipisahkan sesuai dengan rapat jenisnya. Bila distilasi melibatkan C komponen dengan N buah tahap kesetimbangan maka jumlah persamaan yang terlibat dalam perhitungan adalah N × C persamaan neraca massa. dalam bentuk gas atau cairan. N × C relasi kesetimbangan dan N persamaan neraca energi. Perhitungan distilasi multikomponen dilakukan dengan 2 tahap : 1. Pada keadaan setimbang. Perhitungan awal. namun pada akhirnya uap tersebut akan dipisahkan dari kolom seperti juga fase cair yang tersisa. Efisiensi tray dan jumlah tray yang sebenarnya ditentukan oleh desain yang digunakan dan kondisi operasi.yang lebih murah seperti steam dengan tekanan rendah atau air panas. dimana campuran cairan diuapkan secara parsial. Distilasi jenis ini dapat dilakukan dalam kondisi batch maupun kontinyu. Dasar perhitungannya adalah penyelesaian persamaan-persamaan neraca massa. Untuk mendapatkan produk yang baik diperlukan alat kontak antara uap dengan cairan. neraca energi dan kesetimbangan secara simultan. Distilasi Multikomponen Perhitungan distilasi multikomponen lebih rumit dibandingkan dengan perhitungan distilasi biner karena tidak adapat digunakan secara grafis. uap yang dihasilkan bercampur dengan cairan yang tersisa. 2.

tiap plate di desain mempunyai kecepatan uap minimum yang mencegah terjadinya peristiwa “dumps” atau “shower” yaitu suatu peristiwa dimana cairan mengalir bebas mengalir ke bawah melalui lubang-lubang pada plate. namun menurun jika kapasitasnya berkurang di bawah 60% dari desain. . grid tray. Kecepatan uap minimum ini yang harus amat sangat diperhatikan dalam mendesain sieve tray dan menjadi kesulitan tersendiri dalam kondisi operasi sesungguhnya. dengan jarak antar satu balok dengan yang lainnya sekitar 0. Channel downcomer dibentuk dari plat rata yang kemudian disebut apron yang dipasang dengan posisi ke bawah dari outlet weir. namun bisa juga agak miring untuk meningkatkan area plate untuk perforation. Lebar balok penyangga dan cincin sekitar 50 mm. Pada sieve tray. Downcomers Downcomer terdapat pada semua equilibrium-stage trays. biasanya di bentuk dari lembaran yang dilipat atau dibentuk. Balok penyangga dipasang horizontal sebagai penyangga plate. Meskipun sive tray mempunyai kapasitas yang lebih besar pada kondisi operasi yang sama dibandingkan dengan bubble cap. Sieve Tray Sieve tray merupakan jenis tray yang paling sederhana dibandingkan jenis tray yang lain dan lebih murah daripada jenis bubble cap. Downcomer di desain untuk menyediakan kapasitas penanganan cairan yang cukup untuk kolom distilasi dan pada waktu yang sama untuk memenuhi luas minimum dari area cross-sectional. Sectional construction Seksi plate dipasang pada cincin yang dilas di sekeliling dinding kolom bagian dalam dan pada balok-balok penyangga. sehingga area aktif dari pada tray akan maksimum. namun sieve tray mempunyai satu kekurangan yang cukup serius pada kecepatan uap yang relatif lebih rendah dibandingkan pada kondisi operasi normal. Hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah manway yang dapat mengurangi biaya konstruksi.Merupakan jenis yang paling sederhana dan murah dalam konstruksi dan paling memuaskan untuk berbagai macam tujuan.Efisiensi sieve tray sama besarnya dengan bubble cap pada kondisi desain yang sama. Pada Sieve tray uap naik ke atas melalui lubang-lubang pada plate dan terdispersi dalam cairan sepanjang plate.6 m. Jenis-jenis downcomer dapat dilihat pada gambar di bawah ini. sieve tray dan valve tray. Apron biasanya vertikal. bertujuan sebagai media cairan untuk mengalir dari tray atas ke tray di bawahnya. Cairan mengalir turun ke plate di bawahnya melalui down comer dan weir. aliran uap berfungsi mencegah cairan mengalir bebas ke bawah melalui lubanglubang. Satu bagian dari plate di desain bisa di pindahkan yang berfungsi sebagai manway.Beberapa jenis alat kontak antara uap dengan cairan adalah bubble cap tray.

Weep point bisa diartikan sebagai kecepatan minimum uap yang dapat memberikan kestabilan kondisi operasi. Untuk lebih jelasnya biasa dilihat pada gambar di bawah ini. how Batas minimum tinggi weir adalah 0. dengan 1-3 inci yang paling direkomendasikan.8 do. Downcomer kemudian mengandung campuran yang mempunyai densitas yang lebih rendah dari cairan murni. Diameter 1/8 inci sering digunakan untuk kondisi vakum Pengaturan posisi lubang atau arrangement bisa berupa triangular pitch (segitiga) atau square pitch (segiempat). Sieve tray beroperasi pada spacing sekitar 9 inci sampai 3 inci. Calming Zone Ialah area pada plate yang tidak terdapat lubang-lubang. level cairan meningkat pada downcomer sampai akhirnya mencapai tray di atasnya dan selanjutnya akan mencapai keadaan dimana cairan memenuhi kolom Weep Point. arrangement and Spacing Diameter lubang dan pengaturannya bervariasi tergantung kebutuhan dan keinginan dari yang mendesain. Tray spacing Tray spacing merupakan jarak antara satu tray dengan tray yang lainnya. Hole Size.Jika jarak antar lubang dua kali diameter maka cenderung akan mengalami “unstable operation”. Diameter lubang direkomendasikan untuk self cleaning yaitu 3/16 inci. Perforated Area Perforated area atau hole area ialah area pada plate dimana masih terdapat lubang-lubang tempat kontaknya cairan dan uap. Biasanya sekitar 6 inci lebih pendek dari bubble cap tray. Yang biasa digunakan adalah sekitar 12-16 inci. dan yang paling direkomendasikan 3. . Jarak lubang yang direkomendasikan adalah 2. Active Hole Area Ialah luasan total pada plate termasuk di dalamnya ialah perforated area dan calming zone. Height of Liquid Over Outlet Weir.Flooding Flooding terjadi jika busa pada plate berakumulasi melebihi penyangga downcomer. Diameter ½ inci bisa digunakan untuk berbagai macam kebutuhan termasuk yang melibatkan fouling dan cairan yang mengandung solid tanpa kehilangan efisiensi.5 do sampai 5 do. lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar di bawah ini. Yang biasa dipakai untuk kegiatan komersil yaitu diameter ¾ dan 1 inci. kapasitasnya berkurang.5 inci.

R= Dengan menaikkan reflux akan menurunkan jumlah tahap yang dibutuhkan dan menurunkan capital cost tetapi hal ini akan menaikkan kebutuhan steam serta operating cost. Heavy Key Component adalah komponen fraksi berat pada produk atas dalam jumlah kecil yang tidak dapat diabaikan. Light Key Component adalah komponen fraksi ringan pada produk bawah dalam jumlah kecil tapi tidak dapat diabaikan. Efisiensi Tray Efisiensi tray adalah pendekatan fraksional terhadap kondisi kesetimbangan yang dihasilkan oleh tray aktual. Menentukan jumlah plate teoritis dengan metode: a. Menetukan jumlah refluk minimum dengan metode Underwood. LK dan HK diperlukan untuk mengetahui distribusi komponen lain.5 kali refluks minimum.Untuk menentukan jumlah tahap yang dibutuhkan pada distilasi multi komponene diperlukan dua kunci. 3. Jumlah tahap yang diperlukan untuk pemisahan juga tergantung pada rasio refluks (perbandingan refluks) yang digunakan. Sehingga diperlukan nilai rasio optimum yang memberikan biaya operasi yang rendah.2 sampai 1. Grafik Gilliland . yaitu Light Key Component (LK) dan Heavy Key Component (HK) komponen. namun karena kondisi dari beberapa lokasi pada tray berbeda antara tray sartu dengan yang lain. digunakan pendekatan titik efisiensi akibat perpindahan massa tray Untuk menghitung efisiensi dari pemisahan umpan menjadi produk atas dan produk bawah digunakan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Untuk itu dibutuhkan pengukuran terhadap kesetimbangan seluruh uap dan cairan yang berasal dari tray. 2. Menentukan jumlah plate minimum dengan metode Fenske. Untuk mendapatkan beberapa sistem nilai rasio optimum antara 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful