Kata Pengantar
Assalamualaikum Wr.Wb.

Allhamdulillah, segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa, yang melimpahkan kepda kita semua sebuah anugerah kesahatan. Sehingga berkat hidayah dan kesehatan yang telah diberikan-Nya kepada kita bermanfaat bagi orang lain dan diri kita sendiri. Kita ketahui sesungguhnya karunia di dapat dari usaha dan ridha dari-Nya. Bahan ajar yang kami buat ini, alhamdullillah dapat diselesaikan, walapun bahan pembelajaran tidak begitu sempurna. Tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam penyelesaian bahan

pembelajaran ini, yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Materi pembelajaran ini berisi tentang Statika Fluida. Fluida ini berhubungan dengan sesuatu yang dapat mengalir sehingga sering disebut sebagai zat alir. Untuk statika fluida berhubungan dengan fluida yang diam dan bersifat mengikuti bentuk setiap wadahnya. Materi tentang statika fluida dibuat sebagai bahan ajar yang didapat dari berbagai sumber pustaka. Tujuannya adalah agar peserta didik dapat mengetahui, memahami serta dapat juga menjelaskan dengan sendirinya apa itu statika fluida,bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Serta peserta didik juga dapat menjawab soal yang ada. Akhirnya penulis mengharapkan bahan ajar ini dapat bermanfaat untuk semuanya dan penulis. Dan sangat diharapkan juga saran dan kritik yang dapat membangun untuk keberhasilan penulis kedepannya.

Wassalamualaikum Wr.Wb. Indralaya, November 2009

Penulis

II

bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Mampu menjelaskan tentang materi statika fluida. Dapat mengetahui proses statika fluida-nya menggunakan penerapan statika fluida. Hukum Pascal. mendiskusikan materi tentang tekanan hidrostatik. Hukum Pascal dan Hukum Archimedes. dari alat-alat yang III . dan Hukum Archimedes.Sasaran Pembelajaran Statika Fluida : Peserta didik dapat mengetahui dan memahami definisi statika fluida. tekanan. Dapat mendiskusikan rumusan yang berhubungan dengan materi statika fluida. Mampu menyelesaikan dan menjawab soal-soal yang berhubungan dengan statika fluida.

............................................................... F........................... Tekanan Hidrostatik ....... 3......................................................... Hukum Pascal .................... 2......... 1.... C................................................... B................................................. Sasaran Pembelajan Materi Statika Fluida ........... Alat Pengukur Tekanan .... Hukum Archimedes Dan Gaya Apung ............................................................................. Tenggelam dan Melayang ...................Daftar Isi Halaman Judul .................................................... Tekanan ...... 1......... 3............ G............................ Evaluasi Daftar Pustaka I II III IV 1 1 2 2 3 4 6 8 10 12 14 14 16 18 18 19 19 V IV .................................... Tegangan Permukaan ………………………………………………...................................... Hubungan Tekanan Dengan Kedalaman ................. Pengertian Tekanan .......................................................... Daftar Isi ... Pendahuluan ...... 2..... D................... Penerapan Hukuman Archimedes………………………………............................. Tekanan Atmosfer... Mengapung. 1.......................................................................... Kapilaritas ……………………………………………………… H................................ E................................................ Kata Pengantar .......................................... Definisi Statika Fluida ........ Pengertian dan Pengukuran Tegangan Permukaan ……………...... 2...... 4................................................................................ A................................................................... Hubungan Massa Jenis Benda Dan Massa Jenis Fluida .....................

Gambar 1. Mekanika gas dan zat cair yang bergerak mempunyai perbedaan dalam beberapa hal.statika fluida juga disebut hidrostatika. Fluida terbagi dua yaitu dinamika fluida dan statika fluida. Salah satu ciri utama fluida adalah kenyataannya bahwa jarak antara dua molekulnya tidak tetap. B. Fluida statis selalu mempunyai bentuk yang dapat berubah secara kontinyu mengikuti bentuk wadahnya karena fluida tidak dapat menahan gaya geser. Sedangkan. Fluida Statis Mengikuti Bentuk Wadahnya . Fluida yang dipelajari terbagi menjadi dua yaitu fluida tak bergerak atau sering dikenal dengan hidrostatika dan hidrodinamika atau fluida yang bergerak. yaitu cabang ilmu yang mempelajari fluida dalam keadaan diam. Definisi Statika Fluida Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan memberikan sedikit hambatan terhadap perubahan bentuk ketika ditekan. Ini disebabkan oleh lemahnya ikatan antara molekul yang disebut kohesi.1 Statika Fluida A. Gas jika dimampatkan dengan tekanan yang cukup besar akan berubah menjadi zat cair. tetapi dalam keadaan diam keduanya mempunyai perilaku yang sama dan ini dipelajari dalam statika fluida. Statika fluida mencakup kajian kondisi fluida dalam keadaan kesetimbangan yang stabil. Gas bersifat mudah dimampatkan sedangkan zat cair sulit untuk dimampatkan. Pendahuluan Yang termasuk fluida hanyalah zat cair dan gas. Penggunaan fluida untuk melakukan kerja disebut hidrolika. bergantung pada waktu. Ilmu mengenai fluida dalam keadaan bergerak disebut sebagai dinamika fluida.

dalam bentuk yang agak luas. Pada keadaan diam (statik). Pengertian Tekanan Tekanan merupakan gaya yang bekerja tegak lurus pada suatu bidang dibagi dengan luas bidang tersebut. yaitu. oleh matematikawan dan filsuf Perancis. tidak menjadi masalah bagaimana orientasi permukaan (tegak.2 C. Tekanan Karena sifatnya yang tidak dapat dengan mudah dimampatkan. Jika terdapat gaya lawan di ujung pipa yang besarnya tidak sama dengan gaya yang ditransmisikan. Hitung tekanan masing-masing balok pada lantai. Galileo Galilei. maka gaya tersebut akan ditransmisikan hingga ujung pipa. jika sebuah gaya diberlakukan pada fluida dalam sebuah pipa. Adapun rumus dari tekanan adalah sebagai berikut : tekanan = Keterangan : gaya F atau p = luas A p = tekanan (N/m2) atau Pa F = Gaya yang bekerja (N) A = Luas bidang (m2) Dalam sistem SI N/m2 disebut dengna Pascal (Pa). Hukum ini mempunyai banyak aplikasi penting dalam hidrolika. juga adalah bapak besar dalam hidrostatika. tekanan tersebut bersifat isotropik. Karakteristik ini membuat fluida dapat mentransmisikan gaya sepanjang sebuah pipa atau tabung. menadatar atau miring). Tekanan tidak memiliki arah tertentu hingga tekanan termasuk besaran skalar. sebuah gaya adalah sebuah vektor. Berbeda dengan tekanan. Blaise Pascal pada 1647 yang kemudian dikenal sebagai Hukum Pascal. . dengan 1 Pa = 1 N/m Contoh soal : Dua balok sejenis yang beratnya 24N terletak pada lantai seperti ditunjukan pada gambar. yaitu bekerja dengan besar yang sama ke segala arah. maka fluida akan bergerak dalam arah yang sesuai dengan arah gaya resultan. fluida dapat menghasilkan tekanan normal pada semua permukaan yang berkontak dengannya. yang berarti memiliki arah tertentu. Konsepnya pertama kali diformulasikan. 1.

3 Jawab : Perhatikan gambar. Balok b berdiri pada lanatai dengna sisi ABQP seluas A2 = (4m) x (3m) = 12m2. Elemen volume pada ketinggian z dari acuan. Dengan menggunakan humu Newton kita dapat menurunkan persamaan yang menghubungkan tekanan dengna kedalaman fluida. A D 3 B 2 C R 2 Q O P C D B A 3 Balok a berdiri pada lanatai dengna sisi ABCD seluas A1 = (3m) x (2m). Duabalok dengan luas permukaan yang berbeda. sehingga tekanannya akan berbeda. tekanannya : p1 = F 24 N = = 4 Pa A1 6m 2 4 Gambar 2. tekanannya : p 2 = F 24 N = = 2 Pa A2 12m 2 Dari keterangan soal di atas menyatakan bahwa semakin besar luas permukaan bidang semakin besar pula tekanan yang dihasilkan dan sebaliknya. 2. Bagian atas elemen volume tersebut akan memperoleh gaya ke bawah sebesar : (d + dp) dx dy Sedangkan pada sebagian atas terdapat gaya ke atas sebesar : p dx dy . Hubungan Tekanan Dengan Kedalaman z=H (p + dp)A dz dy g dx z Posisi Acuan + Gambar 3. kedua balok Q R P O memiliki berat yang sama tetapi 4 bidang alas keduanya berbeda. Pada gambar di atas terdapat volume fluida sebsar dxdydz.

Ini adalah persamaan diferensial yang dapat diselesaikan dengna mudah jika rapat massa ρ tidak tergangtung pada z. Dengna integerasikan persamaan tersebut terhdapa dz dan memasukkan syarat batas p(H) = po maka akan diperoleh : p(z) = p(H) + ρ g (H-z) p(z) = po + ρ g (H-z) Misalkan digunakan parameter h yaitu kedalaman elemen volume relatif terhadap permukaan. Tekanan Atmosfer Suatu permukaan di udara akan mendapatkan tekanan udara akibat adanya gaya tumbukan molekul-molekul udara pada permukaan tersebut Tekanan udara di permukaan laut adalah sekitars1 atm = 101 kN/m = 101 kPa . maka diperolhe : h=H–z dg = .4 Apabila benda dalam keadaan seimbang.8 m/s2 atau 10 m/s2) h = kedalaman (m) ρ = massa jenis 5.dz sehingga : dp − dp = = ρg dh dz Dan apabila diintegrasikan diperoleh : Keterangan : p = tekanan (N/m2) atau Pa po = tekanan di permukaan p = po + ρgh g= gravitasi (9. maka berdasarkan hukum Newton I kedua gaya ini saling meniadakan. sehingga setelah menyemakan kedua gaya tersebut akan diperoleh : p dx dy = (p + dp) dxdy + dw p dx dy = (p + dp) dxdy + ρ gdx dy dz dp + ρ g dz = 0 dp = − ρg dz Tanda (–) muncul karena arah z berlawan dengna arah g.

Satuan tekanan lain yang juga dipakai adalah sebagai berikut : Tekanan 1 atmosfer (atm) = 1.01 x 105 Pa yang ekivalen dengan 14.7lb/inci2. maka didapa C = In p(0) = In po. Persamaan ini disebut persamaan barometris. Untuk itu digunakan definisi kerapatan: ρ=M V Dan persamaan kedua gas ideal : pV = nRT Sehingga dari kedua persamaan tersebut didapat : ρ = M V = Mp / nRT Jika ρ tersebut kita masukan pada persamaan. . maka kita akan memperoleh persamaan diferensial : dp Mg =− p dz nRT Untuk dapat mengintegrasikan persamaan ini. Dengna memsaukkan syarat batas p(0)=po. Dari persamaan tersembut nampak bahwa tekanan udara makin menurun pada ketinggian yang makin besar.5 Tekanan udara baku adalah 1.32 Pa Dari persamaan diferensial yang sama dapat kita cari tekanan atmosfer pada ketinggian tertentu. Sehingga persamaan diatas dapat kita tulisakan dalam bentuk : p = po c − Mgz nRT Dimana po adalah tekanan udara pada permukaan bumi.013 x 105 Pa 1 torr = 1 mm raksa (mmHg) = 133. persamaan tersebut kita ubah bentuknya menjadi : dp Mg =− dz p nRT Integrasi persamaan ini menghasilkan : In p = − Mg z+C nRT Dimana C adalah konstanta integrasi. dan p adalah tekanan udara pada ketinggian z dari permukaan bumi.

172 kaki/s2 = 980. Ruang diatas kolom air raksa hanya mengandung uap air raksa. Maka. Maka.6 6.70 pon/inci2 Seringkali tekanan-tekanan dispesifikasikan dengan memberikan tinggi kolom air raksa. dinamakn satu atmosfer (1atm). tekanan adalah perbandingan gaya kepada luas. Tekanan atmosfer disuatu titik secara numeric adalah sama dengan berat kolom udara sebanyak satu satuan luas penampang yang membentang dari titik tersebut ke puncak atmosfer. yang tekanannya adalah begitu kecil pada temperature biasa sehingga tekanan tersebut dapat diabaikan besarnya. dan bukannya suatu panjang.665 cm/s2. Dari hari ke hari akan ada variasivariasi tekanan atmosfer karena atmosfer tersebut tidaklah static.00cm) = 1. Suatu tekanan yang ekuivalen dengan tekanan yang dikerahkan oleh persis 76 cm air raksa pada 0o C dibawah gravitasi standar.013 x 105 N/m2 (=1.013 x 105 Pa) = 2116 pon/kaki2 = 14.665 cm/s2)(76. Kolom air raksa didalam barometer akan mempunyai tinggi sebesar kira-kira 76 cm di permukaan laut yang berubah dengan tekanan atmosfer. Kebanyakan alat pengukuran tekanan menggunakan tekanan atmosfer sebagai tingkat referensi dan mengukur perbedaan diantara tekanan sesungguhnya dan tekanan atmosfer.” Akan tetapi. satu atmosfer adalah ekivalen dengan 1 atm = (13. Barometer air raksa tersebut adalah sebuah tabung gelas yang panjang yang telah diisi oleh air raksa dan dibalikkan didalam sepiring air raksa.5950 gram/cm3)(980. g = 32.5950 gr/cm3. Alat Pengukur Tekanan Evangelista Torricelli(1608-1647) membuat suatu metode untuk mengukur tekanan atmosfer dengan diciptakan olehnya barometer air raksa pada tahun 1643. Inilah asal mulanya pernyataan tekanan “sentimeter air raksa (cmHg)” atau tekanan “inci air raksa (inci-Hg). tekanan atmosfer disuatu titik akan berkurang dengan ketinggian. pada 0oC di bawah gravitasi standar yang mengerahkan tekanan yang sama. . Massa jenis air raksa pada temperature ini adalah 13.

Manometer Manometer adalah pengukur tekanan fluida pada suatu ruangan tertutup. Barometer merupakan sebuah pipa U yang berisi cairan pengukur. Manometer merupakan sebuah pipa U yang berisi cairan pengukur. Pada manometer kedua kaki pipa U terbuka. Barometer Persamaan dari gambar di atas dalam keadaan setimbang adalah : p + ρgx = ρg ( h + x) Sehingga diperoleh rumus tekanan absolut yang diukur dengna barometer sebesar : p = ρgh . po P h x Gambar 4. po p h x Gambar 5.7 Adapun alat untuk mengukur tekanan adalah sebagai berikut : a. Manometer Persamaan yang akan diperoleh : p dasar = p + ρgx (dikaitkan dengan tekanan dalam ruang tertutup p) p dasar = p o + ρg (h + x) (dikaitkan dengan tekanan udara luar po) p + ρgx = p o + ρg (h + x) (Dalam keadaan setimbang) Tekanan ruang tertutup adalah : p = p o + ρgh b. Barometer Barometer adalah pengukur tekanan fluida pada suatu ruangan terbuka. Pada manometer kedua kaki pipa U tertutup.

l.l. Tampak jelas pada percobaan tersebut bahwa pada lobang ketiga memiliki lintasan yang paling jauh. Hal tersebut dapat dibuktikan pada percobaan berikut: . p.h. Tekanan zat cair yang hanya disebabkan oleh beratnya disebut dengan tekanan hidrostatik.Perhatikan lubang mana yang paling jauh pancaran airnya. yaitu makin dalam letak suatu tempat di dalam zat air. makin besar tekanan pada tempat itu. Tekanan Hidrostatik Telah kita ketahui sebelumnya bahwa tekanan dalam zat cair bergantung pada ke dalaman.V = ρ . p. makin dalam letak suatu tempat di dalam zat cair. . 1 2 3 Gambar 6. p.g = ρ . makin besar tekanan pada tempat itu. Makin tinggi zat cair dalam wadah.8 m/s2 atau 10 m/s2) h = kedalaman (m) .p= ρ .h ρ = massa jenis (kg/m3) g = gravitasi (9.h . Penurunan rumus tekanan hidrostatik : .Luas penampang pada balok tersebut adalah A = p x l . makin berat zat cair itu. Peristiwa tersebut mebuktikan pernyataan di atas.g . Pancaran air di dalam sebuah kaleng yang berlubang Gaya gravitasi menyebabkan zat cair dalam suatu wadah tertarik ke bawah.F = m.8 D. sehingga makin besar tekanan yang dikerjakan zat cair pada dasar wadah.Sedangkan untuk massa zat cair adalah (massa jenis t l p Gambar 7.. Balok Keterangan: p = tekanan (N/m2) atau Pa air = ρ ) : m = ρ .g p.h.l.g .Buatlah 3 lubang yang tegak lurus pada sebuah kaleng.l = ρ .

Ini berarti.0 x 10-2 1.9 Tabel 1. di dalam satu jenis zat cair (misal. Untuk semua titik yang terletak pada kedalaman yang sama maka tekanan hodrostatiknya sama.8 x 103 1. air dalam suatu wadah) tekanan hidrostatik hanya bergantung pada letak titik tesebut dari permukaan zat cair (kedalaman).0 atm pada 100o C dan 1.4 x 103 ∼1.36 x 104 2.0 atm Udara : pada 0o C dan 1.958 x 103 1. Massa Jenis Beberapa Bahan Dan Benda (Kg/m3) Ruang antar bintang Vakum laboraturium yang terbaik Hidrogen : pada 0o C dan 1.000 x 103 0.5 x 103 2.3 0.5 ∼1 x 102 0. maka titik-titik yang mmilki tekanan yang sama terletak pada suatu bidang datar.92 x 103 1.0 atm pada 100o C dan 1.0 atm pada 0o C dan 50 atm Busa styro Es Air : pada 0o C dan 1.7 x 103 1.14 x 104 5.52 x 103 9.002 x 103 2.6 x 105 108 – 1015 10-7 Hukum Pokok Hidrostatika Persamaan pada tekanan hidrostatik pada suatu titik di dalam suatu zat cair bergantung pada massa jenis zat cair dan letak titik tersebut di bawah permukaan zat cair.0 atm pada 0o C dan 50 atm Aluminium Air Raksa Platina Bumi : Massa Jenis Rata-rata Massa Jenis Inti Massa Jenis Kerak Matahari : Massa Jenis Rata-rata Massa Jenis di Pusat Bintang cebol putih (massa jenis pusat) Inti uranium 1013-10-21 ∼10-17 9. Pernyataan tersebut merupakan hukum pokok hidrostatik.95 6. Oleh karena itu. . Dari keterangan tersebut didapat suatu kesimpulan yaitu semua titik yang terletak pada bidang datar di dalam satu jenis zat cair memiliki tekanan yang sama. permukaan zat cair terletak pada bidang datar.

luas penampang 600cm2 dan diberi beban M kg. Tentukan massa M (g=10m/s2) Dik : Ap = 600cm2 = 600 x10-4 m2 Aq = 20 cm2 = 20 x 10-4 m2 h=5m F = 25N ρ = 900kg/m3 . maka tekanan semua titik di tempat lain dan pada zat cair yang sama akan bertambah dengan harga yang sama pula. Hukum ini dengan mudah didapat diturunkan dari hubungan linier antara tekanan dan kedalaman. Menentukan massa sistem seimbang untuk besar F adalah 25N. Sedangkan pada prinsip Pascal yang pertama kali ditemukan oleh Blaise Pascal (1623 – 1662) yaitu tekanan yang diberikan kepada zat cair dalam ruang tertutup diteruskan sama besar ke segala arah.10 I. Sedangkan beratnya dapat diabaikan sistem diisi dengan cairan yang massa jenisnya 900 kg/m3. Hukum Pascal Hukum Pascal mengatakan : Tekanan pada suatu titik akan diteruskan ke semua titik lain secara sama. Jika Gambar 8. Artinya bila tekanan pada suatu titik dalam zat cair ditambah dengan suatu harga. luas penampangnya 20cm3. Penghisap kanan Q. Adapun rumus yang tekanan pada hukum pascal ini adalah sebagai berikut : p1 = p 2 F1 F2 = A1 A2 Keterangan : p= tekanan (N/m2) atau Pa F = Gaya yang bekerja (N) A = Luas bidang (m2) F2 = A2 xF1 A1 D = Diameter (m) πD22 F2 = xF1 πD12 D F2 =  2 D  1   xF1   F=25N 5 m 2 1 Q 2 Contoh soal : M P Pada sistem sepeerti tampak pada gambar silinder p.

Pompa Hidrolik Ban Sepeda Prinsip pompa hidrolik adalah dengan gaya yang kecil yang diberikan pada penghisap kecil.11 Dit : massa (m) = .01M 2 Penghisap ditekan ke atas Minyak Tertekan Tekanan diteruskan melalui minyak Gambar 9.01M2 Luas 0. Tekanan udara yang tinngi ini diteruskan oleh minyak (fluida) ke pengisap B. sehingga pada penghisap besar akan dihasilkan gaya yang cuku besar. Minyak Gambar 11. kg Jawab : (mg ) p p = pQ p p = p 0 + ρgh F F = + ρgh A A Ap = F + ρgh AQ m(10) 25 N = + 900kg / m 2 x10m / s 2 x5m −4 −4 600 x10 20 x10 m = 57500 60 x10 − 4 m = 345kg Pemanfaatan Prinsip Pascal Dalam Keseharian Dan Teknologi 1. Pompa Hidrolik Ban Sepeda Beban . Dengan demikian. . Mesin Hidrolik Pengangkat Mobil Prinsip kerjanya adalah udara dengan tekanan tinggi masuk melalui keran K1. Mesin Hidrolik Pengangkat Mobil Pengisap A Udara Mampat Pengisap B K1 K2 Keran Keran Pemasukan Pemasukan udara udara Gambar 10. Dongkrak Hidrolik Usaha Beban Penghisap ditekan ke bawah Minyak Tertekan Luas 0. Dongkrak Hidrolik 2. pekerjaan memompa sepeda menjadi lebih ringan. 3. sehingga mampu mengangkat mobil. . Pada pemgisap B dihasilkan gaya angkat yang besar. Udara ini dimampatkan dalam tabung A.

makin besar tekanan hidrostatiknya. 5. silinder kecil terdiri dari sebuah pompa yang akan menekan cairan di bawah pengisap kecil. Mesin Pengepres Hidrolik Prinsip kerjanya. Akibatnya akan ada dorongnan ke atas pada pengisap besar. sebesar berat benda zat cair yang dpindahkannya. Mesin Pengpres Kapas Kecil Pengisap Besar Pompa Kapas F.12 4. Rem Piringan Hidrolik Setiap rem mobil dihubungkan oleh pipa-pipa menuju ke silinder master. Fa = wb. Tekanannya diteruskan oleh minyak rem ke setiap silinder rem (ada 4 buah). Gaya tekan pada silinder rem mnekan sepasang sepatu rem sehingga. Gambar 12.u − wb.u dengan berat benda ketika tercelup sebagaian atau seluhnya dalam suatu fluida wb. menjepit piringan logam. Dorongan ini akan mengepres kapas yang diletkan pada sebuah ruang di atas pengisap besar. jepitan ini menimbulkan gesekan pada piringna yang melawan arah gerak piringan hingga akhirnya menghentikkan putaran roda. f . Hukum Archimedes Dan Gaya Apung Hukum Archimedes mengatakan bahwa setiap benda yang berada di dalam fluida maka benda itu akan mengalami gaya ke atas. master silinder tertekan. Tekanan pada pengisap kecil akan diteruskan oleh cairan dengan sama kuat menuju pengisap Pengisap besar pada silinder besar. . Pipapipa penghubung dan master diisi penuh dengan minyak. Akibatnya. f Gaya apung terjadi karena makin dalam zat cair. yang di sebut gaya apung. Sedangkan gaya apung Fa adalah selisih antara berat benda ketika di udara wb. Hal ini menyebabkan tekanan pada bagian bawah lebih besar daripada tekanan pada bagian atasnya. Ketika kaki menekan pedal rem.

pernyataandi atas dikenal dengan hukum Archimedes. ahli matematika.13 Perhatikan sebuah silinders yang tingginya h. Jadi. gaya apung Fa yang dikerjakan fluida pada benda (silinder) sama dengna berat fluida yang dipinahkan oleh benda (silinder). dan hasil ini pertama kali diperkenalkan Archimedes.h1 = h Sebab A h = Vbf adalah volume silinder yang tercelup dalam fluida. Oleh karena itu. fisika dan teknik Yunani. Pernyataan ini berlaku untuk sembarang bentuk benda. Gaya yang berhubungan h1 dengan tekanan ke adalah hidrostatik F1 = p1 A = ρ f gh1 A F2 = p 2 A = ρ f gh 2 A berarah dengna arah ke atas. Perhatikan ρ f Vbf = M f adalah massa fluida yang dipindahkan oleh benda. Fa = M f g Fa = ρ f Vbf g Ket : ρ f = massa jenis fluida Vbf = volume benda yang tercelup g = gaya gravitasi Fa = gaya apung . Fa = F2 − F1 = ρ f gh2 A − ρ f gh1 A = ρ f gA(h2 − h1 ) = ρ f gAh = ρ f gVbf Resultan kedua gaya ini adalah gaya apung Fa Sebab h2 . Gambar13. yang tercelup seluruhnya di dalam zat cair dengan massa jenis ρ f . menentukan gaya apung Jadi. Jadi hukum Archimedes adalah : Gaya apung yang bekerja pada suatu benda yang diclupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam suatu fluida sama dengan berat fluida yang dipindahkan oleh benda. ρ f Vbf g = M f g adalah berat fluida yang dipindahkan oleh benda. luasnya A. h h2 F Fluida melakukan tekanan hidrostatik p1 = ρ1 gh1 pada bagian ata silinder.

1). Jika benda tercelup seluruhnya dalam fluida maka volume benda yang tercelup dalam fluida sama dengna volume benda. Jika benda tercelup seluruhnya. Mengapung Jika sebuah balok kayu dicelupkan seluruhnya ke dalam air. Vbf < volume benda. (Vbf = Vb ) hingga dari persamaan apunng yang diperoleh : Fa = ρ f Vbf g → Fa = ρ f Vb g → Vb = Berat benda w dapat dinyatakn dalam volume benda Vb w = mg = (ρ bVb )g sebab m = ρ bVb Fa ρf g  F  w = ρ b  a  g substitusi Vb dari ρ g  b  ρb w = ρ f Fa 2). . Tenggelam dan Melayang a. Hubungan Massa Jenis Benda Dan Massa Jenis Fluida Untuk benda yang tercelup seluruhnya dapat menggunakan rumus yang berkaitan dengan perbandingan massa jenis benda dengan massa jenis fluida (ρ b / ρ f ) . Vbf = volume benda. Tetapi jika volume benda hanya tercelup sebagian. Jika balok bebas (tidak ditahan)maka balok akan bergerak ke atas sampai gaya apun Fa sama dengna berat balok w.14 Perhatian : Hukum Archimedes berlaku untuk semua fluida (zat cair dan gas) Vbf adalah volume benda yang tercelup dalam fluida. Tentu saja untuk kasus ini. gaya apung pada balok lebih besar dari berat balok (Fa>w). Vbf = volume benda yang tercelup dalam fluida saja. Pada saat itu sebagian balok muncul ke w w Fa Fa Fa=w Gambar14. Benda mengapung permukaan air. Mengapung.

Lebih dari satu massa jenis b..Benda Tenggelam (ρ b > ρf ) .. Vb Untuk kasus mengapung. maka turunan untuk jenis benda lebih besar dari pada massa jenis fluida : Gambar16.15 Peristiwa tersebut disebut dengan mengapung Persamaan yang didapat adalah : Berat Benda = Gaya Apung Yaitu : w mg (ρ = b V F = b a F a f ) = (ρ V bf g ) ρ b = ρ f V b bf V Persamaan untuk lebih dari satu massa jenis yaitu : Fluida 1 (ρF1) ρ Fluida 2 (ρF2) ρb = ∑ρ fi Vbfi Vb = ρ fiVbfi + ρ f 2Vbf 2 + ρ f 3Vbf 3 .. Tenggelam Peristiwa tenggelam terjadi karena gaya apung lebih kecil dari pada berat benda Fa Fa (Fa < w) . Tetapi volume cairan yang dipindahkan benda sama dengna volume benda itu sendiri w Fa<w w Fa<w (V bf = Vb ). masa jenis rata-rata lebih kecil dari pada massa jenis fluida : Fluida 3 (ρF3) ρb < ρ f Gambar15.

Hidrometer . berat benda sama dengan gaya apung. Diameter bagian bawah tabung kaca dibuat lebih besar supaya volume zat cair yang dipundahkan 1. 3). Melayang Pada kasus melayang.90 0. sedangkan volume yang ada pada kasus mengapung adalah Vbf = Vb .40 Gambar18.90 Skala terbaca disini dan menunjukkan massa jenis relatif hidrometer dapat mengapung di dalam zat cair.16 c. Penerapan Hukuman Archimedes Zat cair yang massa jenisnya lebih besar dari a. Hidrometer pada massa jenis air Bagian kaca tabung dibebani butiran timbal. sehingga Fa Fa didapat persamaan : w = Fa (ρ bVb )g = (ρ f Vbf )g ρb = ρ f Dari persamaan tersebut mengungkapkan bahwa massa jenis ratarata benda sama dengna massa jenis fluida : w Fa<w Fa=w Gambar17.Benda Melayang w ρb = ρ f Sehingga pada kasus mengapung dan tenggelam didapat pernyataan : Pada kasus tenggelam dan mengapung berat benda dengan gaya apung sama besarnya (Fa=w). Dasar matematis prinsip kerja hidrometer adalah sebagai berikut : Gaya ke atas = Berat Hidrometer Timbal 1. Dan pada volume kasus tenggelam adalah Vbf < Vb .40 0.

dengan berat hidrometer w tetap x hbf Gambar19. sehingga kapal laut mengapung. Balon Udara . Gaya apung mampu mengatasi berat total kapal. Hbf = h. sehingga volume air laut yang dipindahkan oleh badan kapal menjadi sangat besar. Gaya Berat Gambar22. Gaya Apung Fa Kapal w Berat Besi Gambar20. sebab Vbf = Ahbf h m hbf = Aρ f b. Bertambahnya volume balon berarti bertambah pula volume udara yang dipindahkan oleh balon.17 Vbf ρ f g = w . Gaya apung sebanding dengan volume air yang dipindahkan. sehingga gaya apung menjadi sangat besar. Balon Udara Mula-mula balon udara diisi dengan gas panas. Ini berarti gaya apung sudah bertambah besar. sehingga balon pun bergerak. Kapal Laut Udara Udara Keluar Udara Masuk Air laut Tangki Pemberat Udara Kompaan Terapung Menyelam Air laut Masuk Tenggelam Katub terbuka Air laut keluar Mengapung Gambar 21. Proses mengapung dan tenggelam Pada kapal selam Gaya Apung c. Suatu saat gaya apung sudah lebih besar dari pada besar total balon (buat balon dan muatan). Kapal Laut Dan Kapal Selam Kapal laut yang terbuat dari besi dibuat berongga. sehingga balon menggelembung dan volumenya bertambah.x (Ah )ρ bf f g = mg .

Pipa tersebut disebut juga sebagai pipa kapiler. . 2. Galangan Kapal G. Galangan kapal Sebuah kapal yang terapung di atas gelanggang yang sebagian masih tenggelam. Tegangan permukaan ini disebabkan oleh karena permukaan zat cair dalam keadaan tegang.Gaya ke atas tambahan itu disebabkan oleh adanya apa yang disebut tegangan permukaan. Setelah seluruh air dikeluarkan maka kapal terangkat ke atas.18 d. padahal berat jenis silet tersebut lebih besar dari berat jenis air. sehingga membentuk suatu lapisan permukaan seperti sebuah selaput. Tetapi sebenarnya tidak demikian. Tegangan Permukaan 1. Gambar23. Pengertian dan Pengukuran Tegangan Permukaan Sebuah silet yang terbuat dari logam dapat terapung bila diletakkan secara mendatar di atas permukaan air secara hati-hati. Jika permukaan cairan dalam pipa nampak lebih tinggi daripada yang di luarnya. Setelah diberi topangan kuat. Kapilaritas Gejala kapilaritas ialah menariknya atau menurunnya permukaan cairan di dalam suatu pipa dengan diameter yang cukup kecil bila pipa itu dicelupkan dalam suatu cairan secara tegak. Hal ini seolah-olah bertentangan dengan hokum Archimedes. air laut dari dalam ruang anatara dinding rangkpa di keluarkan secara perlahan-lahan. Selaput ini terbentuk oleh karena pada permukaan ini ikatan kohesi antar molekul hanya ada pada air bawah dan ke samping sehingga akhirnya lebih banyak molekul cairan persatuan luas pada permukaan ketimbang pada bagian sebelah dalam Selaput permukaan ini menarik setiap garis yang menyentuh permukaan dengan arah tegak lurus pada garis tersebut Besarnya gaya tegangan permukaan persatuan panjang disebut sebagai tegangan permukaan. Gaya apung Archimedes tetap berlaku seperti biasa tetapi ada gaya lain yang bekerja pada silet yang menyebabkan gay ke atas menjadi sama besarnya dengan gaya berat. karena air laut juga masuk di dalam ruang diantara dinding pada gelanggang kapal itu.

Jadi tinggal keseimbangan antara gaya tegangan permukaan pada dinding pipa dan gaya berat kolom zat cair. 5. a) Berapakan volume benda itu. berdiri tegak di atas lantai. Hal ini dapat diterpkan dengan menggunakan hokum Newton yang sekaligus memasukkan factor tegangan permukaan dan tegangan hidrostatika. Sebuah benda aluminium apabila ditimbang (dalam udara) massanya 25gr. Menunjukan alat tekan hidrolik penghisap besar luas penampangnya A1 = 200 cm2 dan penghisap kecil luas penampangnya A2 = 5 cm2.700 kg/m3) 3. Gaya 250 N diadakan pada penghisap kecil. Berapakah tekanan yang akan dilakukan tabung itu pada lantai ? 2. Tekanan udara luar adalah sekitar 1 x 105 Pa. berapakh gaya yang bekerja pada penghisap besar? A1 F1 A2 F2 T F mg . Berapakan tekanan hidrostatik pada kedalaman 50 ft dalam danau? (Rapat berat air adalah 62. Sebuah benda berbentuk silinder terbuat dari aluminium ( ρ =2700Kg/m3). berapakah tekanan yang dialaminya? Rapat massa air laut 1. Evaluasi Jawablah soal dibawah ini dengan benar ! 1.03g/cm3? 6. Berapa besarkah gaya yang akan dilakukan udara dalam kamar pada kaca jendela berukuran 40 cm x 80 cm? 4.19 maka permukaan di dalam pipa tersebut akan nampak cekung. b) Berapakah T (rapat massa aluminium 2. panjang 2m. sebaliknya jika lebih rendah akan nampak cembung. dalam udara beratnya 67 g dan tercelup dalam terpenten “beratnya 45 g”. H. Kapal selam menyelam hingga dalam 120 meter. Sebuah tabung logam 80 Kg. luas penampang 25m2. Gaya-gaya yang bekerja pada kolom cairan dalam pipa yang bersifat hidrostatika pada bagian atas dan bagian bawah kolom tersebut saling meniadakan.4 lb/ft3). Berapakah rapat massa terpenten? 7.

Pipa U disebut manometer (terbuka). Berapakah rapat massanya? 10.20 8. bila tercelup dalam air. Suatu benda beratnya 86gr dalam udara dan 73 gr. kalau tekanan luar adalah 76 cmHg? (Rapat massa raksa 13. Alat pengukur tekanan hidrostatik (manometer) menunjukkan bahwa tekanan air ledeng di lantai dasar gedung besar adaah 270 kPa (kira-kira 40lb/in2). Tampak bahwa permukaan raksa dalam kedua kaki tidak sama tinggi. Sampai Ketinggian berapakah air dapat naik dalam pipa ledeng gedung itu? 3 5cm A1 A2 . Berapakah tekanan dalam bejanan.6 g/cm ) 9.

V . 2004. 1999.Daftar Pustaka Haliday. Fisika Terpadu IB SMU Kelas 1 Semester 2.wikipedia. Fisika Dasar I Mekanika Dan Thermodika. Marthen. Fisika. Bandung : Fakultas MIPA Jurusan Fisika IPB. Jakarta: Erlangga Tim Penyusun. David. Jakarta: Erlangga. http://id. 2003.org/wiki/statika fluida Kanginan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful