P. 1
Perbandingan KUP Lama dengan KUP Baru

Perbandingan KUP Lama dengan KUP Baru

4.64

|Views: 7,491|Likes:
Published by yasinna
Resume Perbandingan KUP Terbaru No. 28 Tahun 2007 dengan KUP sebelumnya No. 16 Tahun 2000
Resume Perbandingan KUP Terbaru No. 28 Tahun 2007 dengan KUP sebelumnya No. 16 Tahun 2000

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: yasinna on Jul 11, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/29/2013

pdf

text

original

RESUME PERBANDINGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 28 TAHUN 2007 DENGAN UNDANGUNDANG NOMOR 16 TAHUN 2000

RESUME PERBANDINGAN ATAS PERUBAHAN KETIGA UNDANG-UNDANG NOMOR 6 TAHUN 1983 TENTANG KETENTUAN UMUM DAN TATA CARA PERPAJAKAN UU NOMOR 28 TAHUN 2007 PASAL KETERANGAN Pasal 1 Ayat 1 UU NOMOR 16 TAHUN 2000 PASAL KETERANGAN Tidak ada

No

KETERANGAN

1. Tambahan

2. Ada kalimat yang dihapus

Pasal 1 Ayat 5

Pajak adalah Tidak ada kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesarbesarnya kemakmuran rakyat Pengusaha Kena Pasal 1 Pajak adalah Ayat 4 Pengusaha yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak yang dikenai pajak berdasarkan Undang-undang Pajak Pertambahan Nilai 1984 dan perubahannya

Pengusaha Kena Pajak adalah Pengusaha sebagaimana dimaksud pada angka 3 yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak dan atau penyerahan Jasa KenaPajak yang dikenakan pajak berdasarkan Undang-Undang Pajak Pertambahan

3. Ada perbedaan definisi Pasal 1 Ayat 7

Masa Pajak adalahPasal 1 jangka waktu yangAyat 6 menjadi dasar bagi Wajib Pajak untuk menghitung, menyetor, dan melaporkan pajak yang terutang dalam suatu jangka waktu tertentu sebagaimana ditentukan dalam Undang-Undang ini. Surat Setoran Pajak Pasal 1 adalah bukti Ayat 13 pembayaran atau penyetoran pajak yang telah dilakukan dengan menggunakan formulir atau telah dilakukan dengan cara lain ke kas negara melalui tempat pembayaran yang ditunjuk oleh

Nilai 1984 dan perubahannya, tidak termasuk Pengusaha Kecil yang batasannya ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan, kecuali Pengusaha Kecil yang memilih untuk dikukuhkan menjadi Pengusaha Kena Pajak. Masa Pajak adalah jangka waktu yang lamanya sama dengan 1 (satu) bulan takwim atau jangka waktu lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan paling lama 3 (tiga) bulan takwim. Surat Setoran Pajak adalah surat yang oleh Wajib Pajak digunakan untuk melakukan pembayaran atau penyetoran pajak yang terutang ke kas negara melalui Kantor Pos dan atau bank badan usaha milik Negara atau bank

4. Ada definisi perbedaan

Pasal 1 Ayat 14

Menteri Keuangan

badan usaha milik Daerah atau tempat pembayaran lain yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan. Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan untuk mencari, mengumpulkan, mengolah data dan atau keterangan lainnya untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan.

5. Ada definisi Perbedaan

Pasal 1 Ayat 25

Pemeriksaan adalah Pasal 1 serangkaian Ayat 24 kegiatan menghimpun dan mengolah data, keterangan, dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan.

6. Tambahan

Pasal 1 Ayat 26

Bukti Permulaan Tidak ada Tidak ada adalah keadaan, perbuatan, dan/atau bukti berupa keterangan, tulisan atau benda yang dapat memberikan petunjuk adanya dugaan kuat bahwa sedang atau telah terjadi suatu tindak pidana di bidang perpajakan yang

7. Tambahan

Pasal 1 Ayat 27

8. Tambahan

Pasal 1 Ayat 32

9. Ada definisi perbedaan

Pasal 1 Ayat 33

dilakukan oleh siapa saja yang dapat menimbulkan kerugian pada pendapatan negara. Pemeriksaan Bukti Tidak ada Permulaan adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendapatkan bukti permulaan tentang adanya dugaan telah terjadi tindak pidana di bidang perpajakan Penyidik adalah Tidak ada pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak yang diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan Surat Keputusan Pasal 1 Pembetulan adalah Ayat 29 surat keputusan yang membetulkan kesalahan tulis, kesalahan hitung, dan/atau kekeliruan penerapan ketentuan tertentu dalam peraturan perundangundangan perpajakan yang terdapat dalam surat ketetapan pajak,

Tidak ada

Tidak ada

Surat Keputusan Pembetulan adalah surat keputusan yang membetulkan kesalahan tulis, kesalahan hitung, dan atau kekeliruan penerapan ketentuan tertentu dalam peraturan perundangundangan perpajakan yang terdapat dalam surat ketetapan

10. Tambahan

Pasal 1 Ayat 36

11. Tambahan

Pasal 1 Ayat 37

Surat Tagihan Pajak, Surat Keputusan Pembetulan, Surat Keputusan Keberatan, Surat Keputusan Pengurangan Sanksi Administrasi, Surat Keputusan Penghapusan Sanksi Administrasi, Surat Keputusan Pengurangan Ketetapan Pajak, Surat Keputusan Pembatalan Ketetapan Pajak, Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak, atau Surat Keputusan Pemberian Imbalan Bunga. Putusan Gugatan Tidak ada adalah putusan badan peradilan pajak atas gugatan terhadap hal-hal yang berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan dapat diajukan gugatan. Putusan Peninjauan Tidak ada Kembali adalah putusan Mahkamah Agung atas permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh Wajib Pajak atau oleh Direktur Jenderal Pajak

pajak, Surat Tagihan Pajak, Surat Keputusan Keberatan, Surat Keputusan Pengurangan atau Penghapusan Sanksi Administrasi, Surat Keputusan Pengurangan atau Pembatalan Ketetapan Pajak yang tidak benar, atau Surat Keputusan Pengembalian Pendahuluan Kelebihan Pajak.

Tidak ada

Tidak ada

12. Tambahan

Pasal 1 Ayat 39

13. Tambahan

Pasal 1 Ayat 40

14. Tambahan

Pasal 1 Ayat 41

15. Ada definisi perbedaan

Pasal 2 Ayat 1

terhadap Putusan Banding atau Putusan Gugatan dari badan peradilan pajak. Surat Keputusan Tidak ada Pemberian Imbalan Bunga adalah surat Keputusan yang menentukan jumlah imbalan bunga yang diberikan kepada Wajib Pajak. Tanggal dikirim Tidak ada adalah tanggal stempel pos pengiriman, tanggal faksimili, atau dalam hal disampaikan secara langsung adalah tanggal pada saat surat, keputusan, atau putusan disampaikan secara langsung. Tanggal diterima Tidak ada adalah tanggal stempel pos pengiriman, tanggal faksimili, atau dalam hal diterima secara langsung adalah tanggal pada saat surat, keputusan, atau putusan diterima secara langsung. Setiap Wajib Pajak Pasal 2 yang telah Ayat 1 memenuhi persyaratan subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Setiap Wajib Pajak wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi

16. Ada Perbedaan

peraturan perundangundangan perpajakan wajib mendaftarkan diri pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak dan kepadanya diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak. Pasal 2 Tempat pendaftaranPasal 2 Ayat 3(b) pada kantorAyat 3(b) Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal dan kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat kegiatan usaha dilakukan, bagi Wajib Pajak orang pribadi pengusaha tertentu. Pasal 2 Kewajiban Ayat 4(a) perpajakan bagi Wajib Pajak yang diterbitkan Nomor Pokok Wajib Pajak dan/atau yang dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak secara jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dimulai sejak saat Wajib Pajak memenuhi persyaratan

tempat tinggal atau tempat kedudukan Wajib Pajak dan kepadanya diberikan Nomor Pokok Wajib Pajak.

17. Tambahan

Tempat pendaftaran pada kantor Direktorat Jenderal Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat kegiatan usaha dilakukan, disamping tempat mendaftarkan diri sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), bagi Wajib Pajak Orang Pribadi pengusaha tertentu. Tidak ada Tidak ada

18. Ada Perbedaan

Pasal 2 Ayat 5

19. Tambahan

Pasal 2 Ayat 6

subjektif dan objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan, paling lama 5 (lima) tahun sebelum diterbitkannya Nomor Pokok Wajib Pajak dan/atau dikukuhkannya sebagai Pengusaha Kena Pajak. Jangka waktu Pasal 2 pendaftaran dan Ayat 5 pelaporan serta tata cara pendaftaran dan pengukuhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) termasuk penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan/ atau pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. Penghapusan Tidak ada Nomor Pokok Wajib Pajak dilakukan oleh Direktur Jenderal Pajak apabila : 1. diajukan permohonan penghapusan Nomor

Jangka waktu pendaftaran dan pelaporan serta tata cara pendaftaran dan pengukuhan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) termasuk penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dan atau pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak diatur dengan Keputusan Direktur Jenderal Pajak. Tidak ada

Pokok Wajib Pajak oleh Wajib Pajak dan/atau ahli warisnya apabila Wajib Pajak sudah tidak memenuhi persyaratan subjektif dan/atau objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan; 2. Wajib Pajak badan dilikuidasi karena penghentian atau penggabung an usaha; 3. Wajib Pajak bentuk tetap menghentika n kegiatan usahanya di Indonesia; atau 4. dianggap perlu oleh Direktur Jenderal Pajak untuk menghapusk an Nomor Pokok Wajib Pajak dari

20. Tambahan

Pasal 2 Ayat 7

21. Tambahan

Pasal 2 ayat 8

22. Tambahan

Pasal 2

Wajib Pajak yang sudah tidak memenuhi persyaratan subjektif dan/atau objektif sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan perpajakan. Direktur Jenderal Tidak ada Tidak ada Pajak setelah melakukan pemeriksaan harus memberikan keputusan atas permohonan penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak dalam jangka waktu 6 (enam) bulan untuk Wajib Pajak orang pribadi atau 12 (dua belas) bulan untuk Wajib Pajak badan, sejak tanggal permohonan diterima secara lengkap. Direktur Jenderal Tidak ada Tidak ada Pajak karena jabatan atau atas permohonan Wajib Pajak dapat melakukan pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak. Direktur JenderalTidak ada Tidak ada

Ayat 9

Pajak setelah melakukan pemeriksaan harus memberikan keputusan atas permohonan pencabutan pengukuhan Pengusaha Kena Pajak dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak tanggal permohonan diterima secara lengkap. Masa Pajak adalah jangka waktu yang lamanya sama dengan 1 (satu) bulan takwim atau jangka waktu lain yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan paling lama 3 (tiga) bulan takwim. Setiap Wajib Pajak wajib mengisi surat pemberitahuan dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf Latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah, dan menandatangani serta menyampaikannya ke Kantor Direktorat Jenderal Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar atau dikukuhkan.

23. Tambahan dan/atau Ada Perbedaan

Pasal 2A Masa Pajak sama Pasal 1 dengan 1 (satu) Ayat 6 bulan kalender atau jangka waktu lain yang diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan paling lama 3 (tiga) bulan kalender.

24. Ada perbedaan

Pasal 3 Ayat 1

Setiap Wajib PajakPasal 3 wajib mengisi SuratAyat 1 Pemberitahuan dengan benar, lengkap, dan jelas,atau tempat lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan huruf Latin, angka Arab, satuan mata uang Rupiah, dan menandatangani serta

menyampaikannya ke kantor Direktorat Jenderal Pajak tempat Wajib Pajak terdaftar atau dikukuhkan atau tempat lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak. 25. Tambahan Pasal 3 Penandatanganan Tidak ada Ayat 1(b) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan secara biasa, dengan tanda tangan stempel, atau tanda tangan elektronik atau digital, yang semuanya mempunyai kekuatan hukum yang sama, yang tata cara pelaksanaannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. Pasal 3 Wajib PajakPasal 3 Ayat 2 sebagaimana Ayat 2 dimaksud pada ayat (1) dan ayat (1a) mengambil sendiri Surat Pemberitahuan di tempat yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak atau mengambil dengan cara lain yang tata cara pelaksanaannya diatur dengan atau Tidak ada

26. Ada perbedaan

Wajib Pajak sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan ayat (1a) harus mengambil sendiri Surat Pemberitahuan di tempat yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak.

berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan.

27. Tambahan dan/atau ada perbedaan

Pasal 3 3(b). Ayat 3 (b) dan 3 (c) U ntuk Sura t Pem berit ahua n Tah una n Paja k Pen ghas ilan Waji b Paja k oran g prib adi, pali ng lam a3 (tiga ) bula n setel ah akhi r Tah un Paja k ;ata u

Pasal 3 Untuk Surat Ayat 3(b) Pemberitahuan Tahunan, paling lambat 3 (tiga) bulan setelah akhir Tahun Pajak.

3(c).

28. Tambahan

Pasal 3 Ayat 3a

29 Tambahan

Pasal 3 Ayat 3b

30. Tambahan

Pasal 3 Ayat 3c

31. Ada perbedaan

Pasal 3 Ayat 4

Wajib Pajak dengan Tidak ada kriteria tertentu dapat melaporkan beberapa Masa Pajak dalam 1 (satu) Surat Pemberitahuan Masa Wajib Pajak dengan Tidak ada kriteria tertentu dan tata cara pelaporan sebagaimana dimaksud pada ayat (3a) diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. Batas Waktu dan Tidak ada tata cara pelaporan atas pemotongan dan pemungutan pajak yang dilakukan oleh bendahara pemerintah dan badan tertentu diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. Wajib Pajak dapat Pasal 3 memperpanjang Ayat 4 jangka waktu penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) untuk paling lama 2 (dua) bulan dengan cara menyampaikan pemberitahuan secara tertulis atau dengan cara lain

Tidak ada

Tidak ada

Tidak ada

Direktur Jenderal Pajak atas permohonan Wajib Pajak dapat memperpanjang jangka waktu penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3) huruf b untuk paling lama 6 (enam) bulan.

32. Ada Perbedaan

33. Ada perbedaan

34. Tambahan

kepada Direktur Jenderal Pajak yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. Pasal 3 Pemberitahuan Pasal 3 Ayat 5 sebagaimana Ayat 5 dimaksud pada ayat (4) harus disertai dengan penghitungan sementara pajak yang terutang dalam 1 (satu) Tahun Pajak dan Surat Setoran Pajak sebagai bukti pelunasan kekurangan pembayaran pajak yang terutang, yang ketentuannya diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. Pasal 3 Bentuk dan isi Surat Pasal 3 ayat 6 Pemberitahuan serta Ayat 6 keterangan dan/atau dokumen yang harus dilampirkan, dan cara yang digunakan untuk menyampaikan Surat Pemberitahuan diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan. Pasal 3 Surat Tidak ada Ayat 7(b), Pemberitahuan 7(c) dan dianggap tidak 7(d) disampaikan apabila

Permohonan sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) diajukan secara tertulis disertai Surat Pernyataan mengenai penghitungan sementara pajak terutang dalam 1 (satu) Tahun Pajak dan bukti pelunasan kekurangan pembayaran pajak yang terutang.

Bentuk dan isi Surat Pemberitahuan serta keterangan dan/atau dokumen yang harus dilampirkan ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.

Tidak ada

: 1. Surat pemberitahu an tidak sepenuhnya dilampiri keterangan dan/atau dokumen sebagaimana dimaksud pada ayat (6); 2. Surat Pemberitahu an yang menyatakan lebih bayar disampaikan setelah 3 (tiga) tahun sesudah berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak, dan Wajib Pajak telah ditegur secara tertulis; atau 3. Surat Pemberitahu an disampaikan setelah Direktur Jenderal Pajak melakukan pemeriksaan atau menerbitkan

35. Tambahan

Pasal 3 Ayat 7a

surat ketetapan pajak. Apabila Surat Tidak ada Tidak ada Pemberitahuan dianggap tidak disampaikan sebagaimana dimaksud pada ayat (7), Direktur Jenderal Pajak wajib memberitahukan kepada Wajib Pajak.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->