HUKUM KESEHATAN -(UU No 36 /2009 ttg kesehatan - UU No.

29 / 2004 ttg praktek kedoktean Tim Pengkajian Hukum Kesehatan BPHN Dep. Kehakiman RI : Hukum kesehatan adalah ketentuan – ketentuan hukum yang mengatur ttg hak & kewajiban, baik dari tenaga kesehatan dlm melaksanakan upaya kesehatan maupun dari individu atau masyarakat yg menerima upaya kesehatan tsb dalam segala asfeknya yaitu asfek promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif &diperhatikan pula asfek organisasi & sarana. PERHUKI ( Perhimpunan Hukum Kesehatan Indonesia ) : Hukum Kesehatan adalah semua yang berhubungan langsung dengan pemeliharaan atau pelayanan kesehatan dan penerapannya serta hak & kewajiban sebagai penerima pelayanan maupun dari pihak penyelenggara pelayanan kesehatan dalam segala asfek organisasi, sarana,pedoman-pedoman medis nasional / internasional, hukum di bidang kesehatan, jurisprudensi serta ilmu pengetahuan bidang kesehatan kedokteran. Hermien Hadiati Koeswadji menyatakan pada asasnya hukum kesehatan bertumpu pada hak atas pemeliharaan kesehatan sebagai hak dasar social (the right to health care) yang ditopang oleh 2 (dua) hak dasar individual yang terdiri dari 1.hak atas informasi (the right to information) 2.hak untuk menentukan nasib sendiri (the right of self determination). Hak asasi manusia yg berhubungan dgn segi kedokteran maupun segi kesehatan (The UN Universal Declaration of Human Rights 1948) : 1. The Right to Health Care 2. The Right to Self Determination 3. The Right to Information Euthanasia berasal dari bahasa Yunani yaitu eu dan thanatos, atau berarti kematian yang baik (atau enak, menyenangkan). Menghentikan semua tindakan medis bedah atau obat-obatan yang menawarkan harapan “perbaikan keadaan” yang wajar, yang dapat diperoleh atau dilakukan tanpa biaya berlebihan, kesakitan/susah payah atau ketidaknyamanan yang lain Terdapat 4 kemungkinan euthanasia, yaitu : 1.sukarela-aktif, 2.sukarela-pasif, 3.tidak sukarela aktif, dan 4.tidak sukarela pasif. Sukarela (voluntary) berarti si pasien ybs secara bebas telah memberikan persetujuannya atau atas permintaannya,

data sosial ekonomi. sedangkan pasif berarti tidak ada perbuatan yang menuju kematian – dan kematian terjadi karena penyakitnya sendiri. perawat. Bahan untuk kepentingan penelitian c 4. Permenkes no. Euthanasia pasif hanya dapat dilakukan dengan mempertimbangkan masak-masak tentang keadaan penyakit pasien (diagnosis. hasil pemeriksaan fisik. dan pertimbangan etik-sosial-hukum. Data sosiologis atau data non-medis: Yang termasuk data ini adalah segala data lain yang tidak berkaitan langsung dengan data medis. Data ini oleh sebagian orang dianggap bukan rahasia. seperti data identitas. 749a tahun 1989 menyebutkan bahwa Rekam Medis memiliki 5 . pengobatan serta basilnya. hasil pemeriksaan laboratorium. 2. diagnosis. sifat tindakan medis yang sedang dilakukan. 2. keinginan pasien.sedangkan tidak sukarela (involuntary) berarti tidak secara bebas memberikan persetujuan atau tidak dapat memberikan persetujuan tetapi diduga telah menginginkan kematiannya. Sebagai bahan untuk menyiapkan statistik kesehatan . prognosis dan faktor-faktor lain yang terkait). Sebagai dasar pembayaran biaya pelayanan kesehatan dan 5. ronsen dsb. Data medis atau data klinis: Yang termasuk data medis adalah segala data tentang riwayat penyakit. laporan dokter. tetapi menurut sebagian lainnya merupakan data yang juga bersifat rahasia (confidensial). alamat dsb. Secara umum isi Rekam Medis dapat dibagi dalam dua kelompok data yaitu: 1. Sebagai dasar pemeliharaan kesehatan dan pengobatan pasien.manfaat yaitu: 1. Data-data ini merupakan data yang bersifat rabasia (confidential) sebingga tidak dapat dibuka kepada pibak ketiga tanpa izin dari pasien yang bersangkutan kecuali jika ada alasan lain berdasarkan peraturan atau perundang-undangan yang memaksa dibukanya informasi tersebut. Sebagai bahan pembuktian dalam perkara hukum 3. Rekam Medis : Sebagai rekaman dalam bentuk tulisan atau gambaran aktivitas pelayanan yang diberikan oleh pemberi pelayanan medik/kesehatan kepada seorang pasien. Aktif berarti melakukan tindakan positif untuk mengakibatkan kematian (killing). Ke-empat jenis euthanasia tersebut tetap meliputi tindakan perawatan nyang memberi kenyamanan (comfort care) dan pengelolaan rasa nyeri (pain control). Pada umumnya tidak dapat dibenarkan dilakukannya tindakan euthanasia aktif.