P. 1
UU NO. 28 TH 2007 TTG KUP

UU NO. 28 TH 2007 TTG KUP

|Views: 363|Likes:
Published by oktabara

More info:

Published by: oktabara on Oct 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2012

pdf

text

original

POKOK POKOK· ·POKOK PERUBAHAN POKOK PERUBAHAN

UU NONOR 28 TAHUN 2007 TENTANC KUP UU NONOR 28 TAHUN 2007 TENTANC KUP
1. 1. DEFÌNÌSÌ DEFÌNÌSÌ (Pasal 1) (Pasal 1)
2. 2. PEMBERÌAN & PENGHAPUSAN NPWP, SERTA PEMBERÌAN & PENGHAPUSAN NPWP, SERTA
PENGUKUHAN & PENCABUTAN PKP PENGUKUHAN & PENCABUTAN PKP (Pasal 2) (Pasal 2)
3. 3. SURAT PEMBERÌTAHUAN SURAT PEMBERÌTAHUAN (Pasal 3 dan 8) (Pasal 3 dan 8)
4. 4. SANKSÌ ADMÌNÌSTRASÌ SANKSÌ ADMÌNÌSTRASÌ (Pasal 7 dan 13A) (Pasal 7 dan 13A)
5. 5. PEMBAYARAN PAJAK PEMBAYARAN PAJAK (Pasal 9 dan 10) (Pasal 9 dan 10)
6. 6. DASAR PENERBÌTAN STP DASAR PENERBÌTAN STP (Pasal 14) (Pasal 14)
7. 7. PENERBÌTAN SKPKBT PENERBÌTAN SKPKBT (Pasal 15) (Pasal 15)
8. 8. PEMBETULAN KETETAPAN PAJAK PEMBETULAN KETETAPAN PAJAK (Pasal 16) (Pasal 16)
9. 9. PENYELESAÌAN SPT LEBÌH BAYAR DAN RESTÌTUSÌ PENYELESAÌAN SPT LEBÌH BAYAR DAN RESTÌTUSÌ
(PasaL 17 ayat (2), 17B, 17C, 17D, dan 17E) (PasaL 17 ayat (2), 17B, 17C, 17D, dan 17E)
10. 10. DALUWARSA PENETAPAN DAN PENAGÌHAN DALUWARSA PENETAPAN DAN PENAGÌHAN (Pasal 13 (Pasal 13
dan 22) dan 22)
POKOK POKOK· ·POKOK PERUBAHAN POKOK PERUBAHAN
UU KUP TAHUN 2007 (lanjutan) UU KUP TAHUN 2007 (lanjutan)
11. 11. HAK MENDAHULU HAK MENDAHULU (Pasal 21) (Pasal 21)
12. 12. GUGATAN GUGATAN (Pasal 23) (Pasal 23)
13. 13. KEBERATAN KEBERATAN (Pasal 25 dan 26A) (Pasal 25 dan 26A)
14. 14. BANDÌNG BANDÌNG (Pasal 27) (Pasal 27)
15. 15. ÌMBALAN BUNGA ÌMBALAN BUNGA (Pasal 27A) (Pasal 27A)
16. 16. PEMBUKUAN ATAU PENCATATAN PEMBUKUAN ATAU PENCATATAN (Pasal 28) (Pasal 28)
17. 17. PEMERÌKSAAN PEMERÌKSAAN (Pasal 29) (Pasal 29)
18. 18. KEWAJÌBAN MERAHASÌAKAN KEWAJÌBAN MERAHASÌAKAN (Pasal 34) (Pasal 34)
19. 19. AKSES DATA AKSES DATA (Pasal 35A (Pasal 35A) )
20. 20. PENGURANGAN DAN PEMBATALA PENGURANGAN DAN PEMBATALAN N KETETAPAN KETETAPAN
PAJAK PAJAK (Pasal 36 ayat (1b), (1c), dan (1d)) (Pasal 36 ayat (1b), (1c), dan (1d))
POKOK POKOK· ·POKOK PERUBAHAN POKOK PERUBAHAN
UU KUP TAHUN 2007 (lanjutan) UU KUP TAHUN 2007 (lanjutan)
21. 21. SUNSET POLÌCY SUNSET POLÌCY (Pasal 37A) (Pasal 37A)
22. 22. SANKSÌ BAGÌ PEGAWAÌ PAJAK SANKSÌ BAGÌ PEGAWAÌ PAJAK (Pasal 36A) (Pasal 36A)
23. 23. KODE ETÌK PEGAWAÌ, KOMÌTE PENGAWAS, DAN KODE ETÌK PEGAWAÌ, KOMÌTE PENGAWAS, DAN
ÌNSENTÌF DJP ÌNSENTÌF DJP (Pasal 36B, 36C, dan 36D) (Pasal 36B, 36C, dan 36D)
24. 24. SANKSÌ PÌDANA SANKSÌ PÌDANA (Pasal 38, 39, dan 39A) (Pasal 38, 39, dan 39A)
25. 25. SANKSÌ PÌDANA UNTUK PEJABAT/SETÌAP ORANG SANKSÌ PÌDANA UNTUK PEJABAT/SETÌAP ORANG
(Pasal 41, 41A, dan 41B) (Pasal 41, 41A, dan 41B)
26. 26. PENYÌDÌKAN PENYÌDÌKAN ( (Pasal 44 dan 44B Pasal 44 dan 44B) )
27. KETENTUAN PERALÌHAN 27. KETENTUAN PERALÌHAN (Pasal ÌÌ) (Pasal ÌÌ)
DEFINISI (PASAL 1) DEFINISI (PASAL 1)
1. 1. Pajak; Pajak;
2. 2. Bukti permulaan Bukti permulaan;;
3. 3. Pemeriksaan bukti permulaan Pemeriksaan bukti permulaan;;
4. 4. Penyidik Penyidik;;
5. 5. Putusan Gugatan Putusan Gugatan;;
6. 6. Putusan Peninjauan Kembali Putusan Peninjauan Kembali;;
7. 7. Surat Keputusan Pemberian Ìmbalan Surat Keputusan Pemberian Ìmbalan
Bunga Bunga;;
8. 8. Tanggal dikirim Tanggal dikirim; dan ; dan
9. 9. Tanggal diterima Tanggal diterima..
Penambahan Penambahan definisi, yaitu: definisi, yaitu:
DEFINISI (PASAL 1) DEFINISI (PASAL 1) - - Ianjutan Ianjutan
Perubahan Perubahan beberapa definisi, yaitu: beberapa definisi, yaitu:
1. 1. Wajib Pajak Wajib Pajak;;
2. 2. Badan Badan;;
3. 3. Pengusaha Kena Pajak Pengusaha Kena Pajak;;
4. 4. Masa Pajak Masa Pajak;;
5. 5. Surat Setoran Pajak Surat Setoran Pajak;;
6. 6. Pemeriksaan Pemeriksaan; dan ; dan
7. 7. Surat Keputusan Pembetulan Surat Keputusan Pembetulan..
PEMBERIAN PEMBERIAN & & PENGHAPUSAN NPWP PENGHAPUSAN NPWP
SERTA SERTA PENGUKUHAN PENGUKUHAN & PENCABUTAN & PENCABUTAN
PKP PKP (P (PASAL 2) ASAL 2)
KETENTUAN SEKARANG (ayat 1): KETENTUAN SEKARANG (ayat 1):
1. 1. Kewajiban Kewajiban perpajakan perpajakan dimulai dimulai sejak sejak WP WP memenuhi memenuhi
persyaratan persyaratan subjektif subjektif dan dan objektif, objektif, belum belum diatur diatur secara secara tegas tegas..
2. 2. "Wanita "Wanita kawin kawin yang yang tidak tidak pisah pisah harta¨ harta¨ tidak tidak diatur diatur secara secara
tegas tegas apakah apakah dapat dapat mendaftarkan mendaftarkan diri diri untuk untuk memperoleh memperoleh
NPWP NPWP atau atau tidak tidak..
PERUBAHAN PERUBAHAN: :
1. 1. Kewajiban Kewajiban perpajakan perpajakan WP WP dimulai dimulai sejak sejak memenuhi memenuhi
persyaratan persyaratan subjektif subjektif dan dan objektif objektif..
2. 2. "Wanita "Wanita kawin kawin yang yang tidak tidak pisah pisah harta¨ harta¨ dapat dapat mendaftarkan mendaftarkan diri diri
untuk untuk memperoleh memperoleh NPWP NPWP..
KETENTUAN SEKARANG (ayat 4a, ayat 6, dan ayat 7): KETENTUAN SEKARANG (ayat 4a, ayat 6, dan ayat 7):
1. 1. Belum Belum diatur diatur batas batas waktu waktu mulainya mulainya persyaratan persyaratan subjektif subjektif dan dan objektif objektif untuk untuk
pemberian pemberian NPWP/PKP NPWP/PKP secara secara jabatan jabatan..
2. 2. Belum Belum diatur diatur kriteria kriteria penghapusan penghapusan NPWP NPWP..
3. 3. Penghapusan Penghapusan NPWP NPWP dan dan pencabutan pencabutan pengukuhan pengukuhan PKP PKP belum belum diatur diatur..
PERUBAHAN PERUBAHAN: :
1. 1. Pemberian Pemberian NPWP/PKP NPWP/PKP secara secara jabatan, jabatan, persyaratan persyaratan subjektif subjektif dan dan objektifnya objektifnya
dibatasi dibatasi 5 5 tahun tahun ke ke belakang belakang..
2. 2. Kriteria Kriteria WP WP yang yang NPWP NPWP- -nya nya dapat dapat dihapuskan dihapuskan::
a a.. Diajukan Diajukan permohonan permohonan oleh oleh Wajib Wajib Pajak Pajak;;
b b.. Wajib Wajib Pajak Pajak dilikuidasi dilikuidasi;;
cc.. Wajib Wajib pajak pajak BUT BUT menghentikan menghentikan kegiatan kegiatan usaha usaha;; dan dan
d d.. apabila apabila dianggap dianggap perlu perlu oleh oleh DJP DJP..
3. 3. Penghapusan Penghapusan NPWP NPWP dilakukan dilakukan setelah setelah melakukan melakukan pemeriksaan pemeriksaan paling paling lama lama 6 6
bulan bulan untuk untuk Wajib Wajib Pajak Pajak orang orang pribadi pribadi dan dan 12 12 bulan bulan untuk untuk Wajib Wajib Pajak Pajak badan badan
sejak sejak permohonan permohonan..
PEMBERIAN PEMBERIAN & & PENGHAPUSAN NPWP PENGHAPUSAN NPWP SERTA SERTA
PENGUKUHAN PENGUKUHAN & PENCABUTAN & PENCABUTAN PKP PKP (P (PASAL 2) ASAL 2)
- - Ianjutan Ianjutan
SURAT PEMBERITAHUAN (PASAL 3) SURAT PEMBERITAHUAN (PASAL 3)
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
1 1.. Pengambilan, Pengambilan, pengisian, pengisian, penandatanganan, penandatanganan, dan dan
penyampaian penyampaian SPT SPT dapat dapat secara secara manual manual dan dan elektronik elektronik..
2 2.. Batas Batas akhir akhir penyampaian penyampaian SPT SPT Tahunan Tahunan PPh PPh badan badan paling paling
lambat lambat 4 4 bulan bulan sejak sejak akhir akhir Tahun Tahun Pajak Pajak..
3 3.. Perpanjangan Perpanjangan jangka jangka waktu waktu penyampaian penyampaian SPT SPT cukup cukup
dengan dengan pemberitahuan pemberitahuan..
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
1. 1. Pengambilan, pengisian, penandatanganan, dan Pengambilan, pengisian, penandatanganan, dan
penyampaian SPT hanya secara manual. penyampaian SPT hanya secara manual.
2. 2. Batas akhir penyampaian semua SPT Tahunan PPh paling Batas akhir penyampaian semua SPT Tahunan PPh paling
lambat 3 bulan sejak akhir Tahun Pajak. lambat 3 bulan sejak akhir Tahun Pajak.
3. 3. Perpanjangan SPT dengan permohonan dan harus dengan Perpanjangan SPT dengan permohonan dan harus dengan
persetujuan Direktur Jenderal Pajak. persetujuan Direktur Jenderal Pajak.
SURAT PEMBERITAHUAN SURAT PEMBERITAHUAN - - Ianjutan Ianjutan
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
Penambahan kriteria baru, yaitu: Penambahan kriteria baru, yaitu:
1. 1. SPTLB disampaikan setelah 3 tahun SPTLB disampaikan setelah 3 tahun;;
2. 2. SPT disampaikan setelah DJP melakukan pemeriksaan atau SPT disampaikan setelah DJP melakukan pemeriksaan atau
penerbitan skp penerbitan skp
3. 3. Dalam hal diaudit oleh Akuntan Publik, Laporan Keuangan yang Dalam hal diaudit oleh Akuntan Publik, Laporan Keuangan yang
diaudit tidak dilampirkan diaudit tidak dilampirkan
4. 4. Apabila SPT dianggap tidak disampaikan, Direktur Jenderal Pajak Apabila SPT dianggap tidak disampaikan, Direktur Jenderal Pajak
wajib memberitahukan kepada Wajib Pajak. wajib memberitahukan kepada Wajib Pajak.
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
SPT dianggap tidak disampaikan apabila: SPT dianggap tidak disampaikan apabila:
1. 1. SPT tidak ditandatangani sebagaimana mestinya. SPT tidak ditandatangani sebagaimana mestinya.
2. 2. Tidak sepenuhnya dilampiri keterangan/dokumen yang ditetapkan Tidak sepenuhnya dilampiri keterangan/dokumen yang ditetapkan
PEMBETULAN PEMBETULAN SPT SPT (PASAL (PASAL 8 8) ): :
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
1 1.. Sampai Sampai dengan dengan daluwarsa, daluwarsa, kecuali kecuali untuk untuk SPT SPT Rugi Rugi atau atau SPT SPT
Lebih Lebih Bayar Bayar paling paling lama lama 2 2 tahun tahun sebelum sebelum daluwarsa, daluwarsa,
sepanjang sepanjang belum belum dilakukan dilakukan pemeriksaan pemeriksaan..
2 2.. Sanksi Sanksi administrasi administrasi atas atas pengungkapan pengungkapan ketidakbenaran ketidakbenaran
dengan dengan kemauan kemauan Wajib Wajib Pajak Pajak sendiri sendiri setelah setelah Pemeriksaan Pemeriksaan
tetapi tetapi belum belum dilakukan dilakukan penyidikan penyidikan 150 150% %..
Catatan Catatan:: disesuaikan disesuaikan dengan dengan tatanan tatanan sanksi sanksi administrasi administrasi Pasal Pasal 13 13AA..
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
1. 1. Paling Paling lama lama 2 2 (dua) (dua) tahun tahun setelah setelah Masa Masa Pajak, Pajak, Bagian Bagian Tahun Tahun
Pajak, Pajak, Tahun Tahun Pajak, Pajak, sepanjang sepanjang belum belum dilakukan dilakukan pemeriksaan pemeriksaan..
2. 2. Sanksi Sanksi administrasi administrasi pengungkapan pengungkapan ketidakbenaran ketidakbenaran dengan dengan
kemauan kemauan Wajib Wajib Pajak Pajak sendiri sendiri setelah setelah Pemeriksaan Pemeriksaan tetapi tetapi belum belum
dilakukan dilakukan penyidikan penyidikan 200 200% %..
SURAT PEMBERITAHUAN SURAT PEMBERITAHUAN - - Ianjutan Ianjutan
SANKSI ADMINISTRASI SANKSI ADMINISTRASI
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
Denda Denda keterlambatan keterlambatan menyampaikan menyampaikan SPT SPT::
1. 1. SPT SPT Tahunan Tahunan PPh PPh orang orang pribadi pribadi Rp Rp100 100..000 000,,00 00;;
2. 2. SPT SPT Tahunan Tahunan PPh PPh badan badan Rp Rp1 1..000 000..000 000,,00 00;;
3. 3. SPT SPT Masa Masa PPN PPN Rp Rp500 500..000 000,,00 00;;
4. 4. SPT SPT Masa Masa Lainnya Lainnya Rp Rp100 100..000 000,,00 00..
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Denda Denda keterlambatan keterlambatan atau atau tidak tidak menyampaikan menyampaikan SPT SPT::
1. 1. SPT SPT Masa Masa Rp Rp50 50..000 000,,00 00;;
2. 2. SPT SPT Tahunan Tahunan Rp Rp100 100..000 000,,00 00..
DENDA (PASAL 7) DENDA (PASAL 7)
SANKSI ADMINISTRASI SANKSI ADMINISTRASI
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
Wajib Pajak yang tidak dikenakan sanksi administrasi dirinci dalam UU, Wajib Pajak yang tidak dikenakan sanksi administrasi dirinci dalam UU,
yaitu: yaitu:
a. a. WP WP orang orang pribadi pribadi::
telah telah meninggal meninggal dunia dunia;; sudah sudah tidak tidak melakukan melakukan kegiatan kegiatan usaha usaha atau atau
pekerjaan pekerjaan bebas bebas;; warga warga negara negara asing asing yang yang tidak tidak tinggal tinggal lagi lagi di di
Ìndonesia Ìndonesia;;
b. b. Bentuk Bentuk Usaha Usaha Tetap Tetap yang yang tidak tidak melakukan melakukan kegiatan kegiatan lagi lagi di di Ìndonesia Ìndonesia;;
c. c. WP WP badan badan yang yang tidak tidak melakukan melakukan kegiatan kegiatan usaha usaha lagi lagi
d. d. Bendahara Bendahara yang yang tidak tidak melakukan melakukan pembayaran pembayaran lagi lagi
e. e. Wajib Wajib Pajak Pajak yang yang terkena terkena bencana bencana
f. f. Wajib Wajib Pajak Pajak lain lain yang yang diatur diatur dengan dengan atau atau berdasarkan berdasarkan Peraturan Peraturan
Menteri Menteri Keuangan Keuangan..
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Wajib Wajib Pajak Pajak yang yang tidak tidak dikenakan dikenakan sanksi sanksi administrasi administrasi diatur diatur dalam dalam
Peraturan Peraturan Menteri Menteri Keuangan Keuangan
DENDA (PASAL 7) DENDA (PASAL 7) - - Ianjutan Ianjutan
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
Kealpaan Kealpaan tidak tidak menyampaikan menyampaikan SPT SPT atau atau menyampaikan menyampaikan
SPT SPT tetapi tetapi isinya isinya tidak tidak benar benar atau atau tidak tidak lengkap lengkap dan dan dapat dapat
merugikan merugikan negara negara yang yang dilakukan dilakukan pertama pertama kali kali tidak tidak dikenai dikenai
sanksi sanksi pidana pidana tetapi tetapi dikenai dikenai sanksi sanksi administrasi administrasi berupa berupa
kenaikan kenaikan sebesar sebesar 200 200% % dari dari pajak pajak yang yang kurang kurang dibayar dibayar..
Catatan: Sesuai hitungan dalam Bukti Permulaan. Catatan: Sesuai hitungan dalam Bukti Permulaan.
SANKSI ADMINISTRASI SANKSI ADMINISTRASI - - Ianjutan Ianjutan
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Sanksi administrasi untuk kealpaan yang pertama dilakukan Sanksi administrasi untuk kealpaan yang pertama dilakukan
Wajib Pajak, tidak diatur. Wajib Pajak, tidak diatur.
KENAIKAN KENAIKAN (PASAL (PASAL 13A 13A) )
PEMBAYARAN PAJAK PEMBAYARAN PAJAK
(PasaI 9 dan PasaI 10) (PasaI 9 dan PasaI 10)
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
1. 1. Kekurangan pembayaran pajak berdasarkan SPT Tahunan paling Kekurangan pembayaran pajak berdasarkan SPT Tahunan paling
lambat sebelum SPT disampaikan (Pembayaran setelah jatuh tempo lambat sebelum SPT disampaikan (Pembayaran setelah jatuh tempo
pelaporan dikenai sanksi bunga). (Pasal 9) pelaporan dikenai sanksi bunga). (Pasal 9)
2. 2. Jangka waktu pelunasan surat ketetapan pajak untuk Wajib Pajak Jangka waktu pelunasan surat ketetapan pajak untuk Wajib Pajak
usaha kecil dan Wajib Pajak di daerah tertentu paling lama 2 bulan. usaha kecil dan Wajib Pajak di daerah tertentu paling lama 2 bulan.
(Pasal 9) (Pasal 9)
3. 3. Penegasan bahwa pembayaran pajak di tempat yang ditentukan Penegasan bahwa pembayaran pajak di tempat yang ditentukan
Menteri Keuangan adalah sah apabila telah disahkan oleh pejabat Menteri Keuangan adalah sah apabila telah disahkan oleh pejabat
pada tempat pembayaran tersebut. (Pasal 10 ayat (1a)) pada tempat pembayaran tersebut. (Pasal 10 ayat (1a))
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
1. 1. Kekurangan pajak berdasarkan SPT Tahunan dibayar paling Kekurangan pajak berdasarkan SPT Tahunan dibayar paling
lambat tanggal 25 bulan ketiga setelah berakhirnya tahun pajak. lambat tanggal 25 bulan ketiga setelah berakhirnya tahun pajak.
(Pasal 9) (Pasal 9)
2. 2. Jangka waktu pelunasan surat ketetapan pajak paling lama 1 Jangka waktu pelunasan surat ketetapan pajak paling lama 1
bulan. (Pasal 9) bulan. (Pasal 9)
3. 3. Pembayaran pajak yang dianggap sah belum diatur secara tegas. Pembayaran pajak yang dianggap sah belum diatur secara tegas.
(Pasal 10) (Pasal 10)
DASAR PENERBITAN STP DASAR PENERBITAN STP
(PASAL 14) (PASAL 14)
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
1. 1. Pelaporan FP tidak sesuai dengan masa penerbitan FP dikenai sanksi Pelaporan FP tidak sesuai dengan masa penerbitan FP dikenai sanksi
denda 2% dari DPP. (14(4)) denda 2% dari DPP. (14(4))
2. 2. PKP yang gagal berproduksi dan telah diberikan pengembalian Pajak PKP yang gagal berproduksi dan telah diberikan pengembalian Pajak
Masukan diwajibkan membayar kembali PPN ditambah sanksi bunga 2% Masukan diwajibkan membayar kembali PPN ditambah sanksi bunga 2%
perbulan sejak SKPKPP s.d. STP (Catatan: Pasal 9 ayat (6a) RUU PPN). perbulan sejak SKPKPP s.d. STP (Catatan: Pasal 9 ayat (6a) RUU PPN).
(14(5)) (14(5))
3. 3. Pengusaha yang tidak dikukuhkan sebagai PKP tetapi membuat FP, Pengusaha yang tidak dikukuhkan sebagai PKP tetapi membuat FP,
tidak dikenai sanksi administrasi tetapi dikenai sanksi pidana. (39A) tidak dikenai sanksi administrasi tetapi dikenai sanksi pidana. (39A)
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
1. 1. Pelaporan Pelaporan Faktur Faktur Pajak Pajak (FP) (FP) yang yang tidak tidak sesuai sesuai dengan dengan masa masa penerbitan penerbitan tidak tidak
diatur diatur..
2. 2. Pengusaha Pengusaha yang yang gagal gagal berproduksi berproduksi dan dan telah telah mengkreditkan mengkreditkan FP FP Masukan Masukan tidak tidak
diatur diatur khusus khusus..
3. 3. Pengusaha Pengusaha yang yang tidak tidak dikukuhkan dikukuhkan sebagai sebagai PKP PKP tetapi tetapi membuat membuat FP FP dikenai dikenai
sanksi sanksi denda denda 2 2% % dari dari DPP DPP dengan dengan STP STP.. ( (14 14( (4 4)) ))
PENERBITAN SKPKBT (PASAL 15) PENERBITAN SKPKBT (PASAL 15)
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
SKPKBT SKPKBT diterbitkan diterbitkan setelah setelah dilakukan dilakukan pemeriksaan pemeriksaan dalam dalam
hal hal ketetapan ketetapan sebelumnya sebelumnya diterbitkan diterbitkan berdasarkan berdasarkan
keterangan keterangan lain lain atau atau setelah setelah dilakukan dilakukan pemeriksaan pemeriksaan ulang ulang
dalam dalam hal hal ketetapan ketetapan sebelumnya sebelumnya diterbitkan diterbitkan berdasarkan berdasarkan
hasil hasil pemeriksaan pemeriksaan..
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Tidak diatur secara tegas apakah harus dilakukan pemeriksaan
terlebih dahulu atau tidak.
PEMBETULAN KETETAPAN PAJAK PEMBETULAN KETETAPAN PAJAK
(PASAL 16) (PASAL 16)
PERUBAHAN PERUBAHAN: :
1 1.. Menambahkan Menambahkan produk produk hukum hukum yang yang dapat dapat dibetulkan, dibetulkan, yaitu yaitu SK SK Pembetulan, Pembetulan,
Surat Surat Keputusan Keputusan Pembe Pember rian ian Ìmbalan Ìmbalan Bunga Bunga..
2 2.. M Memecah emecah produk produk hukum hukum yang yang dapat dapat dibetulkan, dibetulkan, yaitu yaitu SK SK Pengurangan Pengurangan atau atau
Pembatalan Pembatalan KKetetapan etetapan PPajak ajak menjadi menjadi SK SK Pengurangan Pengurangan Sanksi Sanksi Administrasi Administrasi
dan dan SK SK Penghapusan Penghapusan Sanksi Sanksi Administrasi Administrasi serta serta SK SK Pengurangan Pengurangan atau atau
Pembatalan Pembatalan Ketetapan Ketetapan Pajak Pajak menjadi menjadi SK SK Pengurangan Pengurangan Ketetapan Ketetapan Pajak Pajak dan dan
SK SK Pembatalan Pembatalan Ketetapan Ketetapan Pajak Pajak..
3 3.. Jangka Jangka waktu waktu penyelesaian penyelesaian paling paling lama lama 6 6 bulan bulan..
4 4.. Apabila Apabila permintaan permintaan WP WP ditolak ditolak atau atau diterima diterima sebagian, sebagian, diberikan diberikan alasan alasan..
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
1 1.. Yang Yang dapat dapat dibetulkan dibetulkan adalah adalah skp, skp, STP, STP, SK SK Keberatan, Keberatan, SK SK Pengurangan Pengurangan atau atau
penghapusan penghapusan sanksi sanksi administrasi, administrasi, SK SK Pengurangan Pengurangan atau atau pembatalan pembatalan
ketetapan ketetapan pajak pajak yang yang tidak tidak benar benar atau atau SKPPKP SKPPKP..
2 2.. Jangka Jangka waktu waktu penyelesaian penyelesaian paling paling lama lama 12 12 bulan bulan..
PENYELESAIAN SPT LEBIH BAYAR PENYELESAIAN SPT LEBIH BAYAR
DAN RESTITUSI DAN RESTITUSI
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
Ketentuan Ketentuan paling paling lambat lambat 12 12 bulan bulan tidak tidak berlaku berlaku dalam dalam hal hal
dilakukan dilakukan pemeriksaan pemeriksaan bukti bukti permulaan permulaan tindak tindak pidana pidana di di
bidang bidang perpajakan perpajakan..
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Batas akhir penyelesaian SPT LB bagi Wajib Pajak paling Batas akhir penyelesaian SPT LB bagi Wajib Pajak paling
lambat 12 bulan sejak permohonan diterima. lambat 12 bulan sejak permohonan diterima.
PENYELESAIAN SPT LEBIH BAYAR PENYELESAIAN SPT LEBIH BAYAR (PASAL 17B) (PASAL 17B)
PengembaIian Pajak yang Seharusnya Tidak terutang PengembaIian Pajak yang Seharusnya Tidak terutang
(P (PasaI asaI 17 ayat (2)) 17 ayat (2))
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
SKPLB SKPLB diterbitkan diterbitkan setelah setelah meneliti meneliti kebenaran kebenaran
pembayaran pembayaran pajak pajak
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
SKPLB diterbitkan setelah dilakukan pemeriksaan
PENYELESAIAN SPT LEBIH BAYAR PENYELESAIAN SPT LEBIH BAYAR
DAN RESTITUSI DAN RESTITUSI - - Ianjutan Ianjutan
PERCEPATAN RESTITUSI (PASAL 17C DAN PASAL 17D) PERCEPATAN RESTITUSI (PASAL 17C DAN PASAL 17D)
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
1 1.. Untuk Untuk WP WP Patuh Patuh;; dan dan
2 2.. Untuk Untuk WP WP dengan dengan persyaratan persyaratan tertentu tertentu yang yang ditetapkan ditetapkan dengan dengan
Peraturan Peraturan Menteri Menteri Keuangan Keuangan yaitu yaitu::
a. a. WP WP orang orang pribadi pribadi yang yang tidak tidak menjalankan menjalankan usaha/pekerjaan usaha/pekerjaan
bebas bebas..
b. b. WP WP orang orang pribadi pribadi yang yang menjalankan menjalankan usaha/pekerjaan usaha/pekerjaan bebas bebas
dengan dengan peredaran peredaran usaha usaha dan dan lebih lebih bayar bayar ss..d d.. jumlah jumlah tertentu tertentu..
c. c. WP WP badan badan dengan dengan jumlah jumlah peredaran peredaran usaha usaha dan dan lebih lebih bayar bayar ss..d d..
jumlah jumlah tertentu tertentu..
d. d. PKP PKP dengan dengan jumlah jumlah penyerahan penyerahan dan dan lebih lebih bayar bayar ss..d d.. jumlah jumlah
tertentu tertentu..
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Restitusi Restitusi tanpa tanpa pemeriksaan pemeriksaan hanya hanya untuk untuk Wajib Wajib Pajak Pajak Patuh Patuh..
(paling (paling lama lama 3 3 bulan bulan untuk untuk PPh PPh dan dan 1 1 bulan bulan untuk untuk PPN) PPN)
PENYELESAIAN SPT LEBIH BAYAR PENYELESAIAN SPT LEBIH BAYAR
DAN RESTITUSI DAN RESTITUSI - - Ianjutan Ianjutan
RESTITUSI PPN UNTUK TURIS ASING (PASAL 17E) RESTITUSI PPN UNTUK TURIS ASING (PASAL 17E)
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
Diberikan Diberikan Restitusi Restitusi PPN PPN atas atas pembelian pembelian barang barang kena kena pajak pajak oleh oleh
orang orang pribadi pribadi bukan bukan subjek subjek pajak pajak dalam dalam negeri negeri yang yang tidak tidak
dikonsumsi dikonsumsi di di daerah daerah pabean pabean..
Catatan Catatan:: Hanya Hanya berlaku berlaku untuk untuk pemberangkatan pemberangkatan melalui melalui pelabuhan pelabuhan udara udara..
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Tidak diatur. Tidak diatur.
PENYELESAIAN SPT LEBIH BAYAR PENYELESAIAN SPT LEBIH BAYAR
DAN RESTITUSI DAN RESTITUSI - - Ianjutan Ianjutan
DALUWARSA PENETAPAN (PASAL 13) DALUWARSA PENETAPAN (PASAL 13)
DAN PENAGIHAN (PASAL 22) DAN PENAGIHAN (PASAL 22)
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
1 1.. Untuk Untuk penetapan penetapan::
5 5 tahun tahun setelah setelah berakhirnya berakhirnya Masa Masa Pajak Pajak atau atau Bagian Bagian Tahun Tahun
Pajak Pajak atau atau Tahun Tahun Pajak Pajak..
2 2.. Untuk Untuk penagihan penagihan::
5 5 tahun tahun sejak sejak penerbitan penerbitan penetapan penetapan pajak pajak..
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Untuk penetapan dan penagihan: Untuk penetapan dan penagihan:
10 tahun setelah berakhirnya Masa Pajak atau Bagian Tahun Pajak 10 tahun setelah berakhirnya Masa Pajak atau Bagian Tahun Pajak
atau Tahun Pajak. atau Tahun Pajak.
HAK MENDAHULU (PASAL 21) HAK MENDAHULU (PASAL 21)
PERUBAHAN PERUBAHAN::
Hak Hak mendahulu mendahulu diubah diubah menjadi menjadi sampai sampai dengan dengan daluwarsa daluwarsa
penagihan penagihan pajak pajak..
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Hak mendahulu untuk melakukan penagihan pajak atas Hak mendahulu untuk melakukan penagihan pajak atas
barang milik Penanggung Pajak melebihi segala hak barang milik Penanggung Pajak melebihi segala hak
mendahulu lainnya. Selama ini dibatasi 2 tahun setelah mendahulu lainnya. Selama ini dibatasi 2 tahun setelah
penyampaian Surat Paksa. penyampaian Surat Paksa.
GUGATAN (PASAL 23) GUGATAN (PASAL 23)
PERUBAHAN PERUBAHAN::
Menghapus Menghapus Keputusan Keputusan Pasal 16 dan Pasal 36 yang berkaitan dengan Pasal 16 dan Pasal 36 yang berkaitan dengan
STP, STP, karena sudah tercakup dalam keputusan selain Pasal 25 ayat (1) dan karena sudah tercakup dalam keputusan selain Pasal 25 ayat (1) dan
Pasal 26. Pasal 26.
Menambah: Menambah:
1. 1. Keputusan Pencegahan dalam rangka penagihan pajak. Keputusan Pencegahan dalam rangka penagihan pajak.
2. 2. Penerbitan surat ketetapan pajak atau Surat Keputusan Keberatan Penerbitan surat ketetapan pajak atau Surat Keputusan Keberatan
yang tidak sesuai dengan prosedur. yang tidak sesuai dengan prosedur.
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Yang dapat digugat: Yang dapat digugat:
1. 1. Pelaksanaan Surat Paksa, Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan, Pelaksanaan Surat Paksa, Surat Perintah Melaksanakan Penyitaan,
atau Pengumuman Lelang; atau Pengumuman Lelang;
2. 2. Semua Keputusan selain Pasal 25 ayat (1) dan Pasal 26; Semua Keputusan selain Pasal 25 ayat (1) dan Pasal 26;
3. 3. Keputusan Pasal 16 dan Pasal 36 yang berkaitan dengan STP. Keputusan Pasal 16 dan Pasal 36 yang berkaitan dengan STP.
KEBERATAN KEBERATAN
(PASAL 25 DAN PASAL 26A) (PASAL 25 DAN PASAL 26A)
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
1. 1. Hak Hak Wajib Wajib Pajak Pajak hadir hadir untuk untuk memberikan memberikan penjelasan penjelasan atau atau
memperoleh memperoleh penjelasan penjelasan mengenai mengenai keberatannya keberatannya belum belum
diatur diatur..
2. 2. Penghitungan Penghitungan jangka jangka waktu waktu 3 3 bulan bulan sejak sejak tanggal tanggal surat surat
ketetapan ketetapan pajak pajak..
3. 3. Data/informasi Data/informasi yang yang dapat dapat dipertimbangkan dipertimbangkan dalam dalam
penyelesaian penyelesaian keberatan keberatan tidak tidak diatur diatur secara secara khusus khusus..
4. 4. Keberatan Keberatan tidak tidak menunda menunda kewajiban kewajiban pembayaran pembayaran dan dan
penagihan penagihan pajak pajak..
KEBERATAN KEBERATAN
(PasaI 25 dan PasaI 26A) (PasaI 25 dan PasaI 26A) - - Ianjutan Ianjutan
PERUBAHAN PERUBAHAN::
1. 1. Wajib Wajib Pajak Pajak berhak berhak hadir hadir untuk untuk memberikan memberikan penjelasan penjelasan atau atau
memperoleh memperoleh penjelasan penjelasan mengenai mengenai keberatannya keberatannya.. ( (26 26AA ( (2 2)) ))
2. 2. Penghitungan Penghitungan jangka jangka waktu waktu 3 3 bulan bulan sejak sejak surat surat ketetapan ketetapan pajak pajak
dikirim dikirim.. ( (25 25 ( (3 3)) ))
3. 3. Data/informasi Data/informasi yang yang pada pada saat saat pemeriksaan pemeriksaan masih masih berada berada pada pada pihak pihak
ketiga, ketiga, dapat dapat dipertimbangkan dipertimbangkan.. ( (26 26AA ( (4 4)) ))
4. 4. Wajib Pajak membayar ketetapan pajak paling sedikit sejumlah pajak Wajib Pajak membayar ketetapan pajak paling sedikit sejumlah pajak
yang disetujui oleh Wajib Pajak dalam pembahasan akhir. (25 (3a)) yang disetujui oleh Wajib Pajak dalam pembahasan akhir. (25 (3a))
5. 5. Jangka Jangka waktu waktu pelunasan pelunasan pajak pajak tertangguh tertangguh sampai sampai dengan dengan keputusan keputusan
keberatan keberatan.. ( (25 25 ( (7 7)) ))
6. 6. Jumlah Jumlah pajak pajak yang yang diajukan diajukan keberatan keberatan belum belum merupakan merupakan utang utang pajak pajak..
( (25 25 ( (8 8)) ))
7. 7. Apabila Apabila keberatan keberatan Wajib Wajib Pajak Pajak ditolak ditolak dan dan masih masih harus harus membayar membayar
kekurangan kekurangan pajak, pajak, dikenai dikenai denda denda 50 50% %.. ( (25 25 ( (9 9)) ))
Contoh Contoh 1: 1:
SKPKB SKPKB hasil hasil pemeriksaan pemeriksaan == Rp100.000.000,00 Rp100.000.000,00
Setuju Setuju Hasil Hasil Pemeriksaan Pemeriksaan == Rp100.000.000,00 Rp100.000.000,00
Yang Yang Harus Harus Dilunasi Dilunasi Jika Jika Tidak Tidak Keberatan Keberatan == Rp100.000.000,00 Rp100.000.000,00
Contoh Contoh 2 2::
SKPKB SKPKB hasil hasil pemeriksaan pemeriksaan == Rp100.000.000,00 Rp100.000.000,00
Setuju Setuju Hasil Hasil Pemeriksaan Pemeriksaan == Rp Rp 30.000.000,00 30.000.000,00
Harus Harus Dilunasi Dilunasi Sebelum Sebelum Mengajukan Mengajukan Keberatan Keberatan == Rp Rp 30.000.000,00 30.000.000,00
Keputusan Keputusan Keberatan Keberatan, SKPKB , SKPKB menjadi menjadi == Rp Rp 80.000.000,00 80.000.000,00
Pajak Pajak Kurang Kurang Dibayar Dibayar (80.000.000 (80.000.000 - - 30.000.000) 30.000.000) == Rp Rp 50.000.000,00 50.000.000,00
Sanksi Sanksi Denda Denda (50% X Rp50.000.000) (50% X Rp50.000.000) == Rp Rp 25.000.000,00 25.000.000,00
Harus Harus Dilunasi Dilunasi jika jika Tidak Tidak Mengajukan Mengajukan Banding Banding == Rp Rp 75.000.000,00 75.000.000,00
KEBERATAN KEBERATAN
(PasaI 25 dan PasaI 26A) (PasaI 25 dan PasaI 26A) - - Ianjutan Ianjutan
BANDING (PASAL 27) BANDING (PASAL 27)
PERUBAHAN:
1. Pengajuan banding menunda jatuh tempo pelunasan pajak yang
belum dibayar sampai 1 bulan sejak terbit Putusan Banding.
2. Jumlah pajak yang diajukan banding belum merupakan utang pajak
sehingga tidak ditagih dengan surat paksa.
3. Apabila permohonan banding ditolak, dikenai denda sebesar 100%
dari pajak yang belum dilunasi.
4. Wajib Pajak berhak memperoleh keterangan secara tertulis
mengenai dasar Keputusan Keberatan.
KETENTUAN SEKARANG:
1. Pengajuan banding tidak menunda jatuh tempo pelunasan pajak
yang belum dibayar.
2. Belum diatur hak Wajib Pajak untuk meminta keterangan tertulis
untuk keperluan pengajuan banding.
BANDING (PASAL 27) BANDING (PASAL 27) - - Ianjutan Ianjutan
Contoh Contoh::
SKPKB SKPKB hasil hasil pemeriksaan pemeriksaan == Rp100.000.000,00 Rp100.000.000,00
Setuju Setuju Hasil Hasil Pemeriksaan Pemeriksaan = Rp30.000.000,00 = Rp30.000.000,00
Keputusan Keputusan Keberatan Keberatan, SKPKB , SKPKB menjadi menjadi == Rp Rp 80.000.000,00 80.000.000,00
Pajak Pajak Kurang Kurang Dibayar Dibayar (80.000.000 (80.000.000 - - 30.000.000) 30.000.000) == Rp Rp 50.000.000,00 50.000.000,00
Mengajukan Mengajukan Banding ( Banding (Tidak Tidak ada ada syarat syarat harus harus membayar membayar) )
Putusan Putusan Banding, SKPKB Banding, SKPKB menjadi menjadi == Rp Rp 65.000.000,00 65.000.000,00
Pajak Pajak Kurang Kurang Dibayar Dibayar (65.000.000 (65.000.000 - - 30.000.000) 30.000.000) == Rp Rp 35.000.000,00 35.000.000,00
Sanksi Sanksi Denda Denda (100% X Rp35.000.000) (100% X Rp35.000.000) == Rp Rp 35.000.000,00 35.000.000,00
Harus Harus Dilunasi Dilunasi == Rp Rp 70.000.000,00 70.000.000,00
IMBALAN BUNGA (PASAL 27A) IMBALAN BUNGA (PASAL 27A)
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
Ìmbalan bunga diberikan dalam hal terdapat: Ìmbalan bunga diberikan dalam hal terdapat:
Surat Keputusan Keberatan dan putusan banding;
Surat Surat Keputusan Keputusan Pembetulan Pembetulan
Surat Surat Keputusan Keputusan Pengurangan Pengurangan;;
Surat Surat Keputusan Keputusan Pembatalan Pembatalan;; dan dan
Putusan Putusan Peninjauan Peninjauan Kembali Kembali
yang yang menyebabkan menyebabkan kelebihan kelebihan pembayaran pembayaran pajak pajak terkait terkait dengan dengan
penerbitan penerbitan SKPKB, SKPKB, SKPKBT, SKPKBT, SKPN SKPN dan dan SKPLB SKPLB
Catatan Catatan::
Ìmbalan Ìmbalan bunga bunga juga juga berkaitan berkaitan dengan dengan Pasal Pasal 17 17BB ( (3 3) ) && ( (4 4), ), Pasal Pasal 11 11 ( (3 3) )..
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Ìmbalan bunga hanya diberikan dalam hal terdapat: Ìmbalan bunga hanya diberikan dalam hal terdapat:
Surat Keputusan Keberatan; dan putusan banding Surat Keputusan Keberatan; dan putusan banding
yang yang menyebabkan menyebabkan kelebihan kelebihan pembayaran pembayaran pajak pajak terkait terkait dengan dengan
penerbitan penerbitan SKPKB SKPKB dan dan SKPKBT SKPKBT
PEMBUKUAN ATAU PENCATATAN PEMBUKUAN ATAU PENCATATAN
(PASAL 28) (PASAL 28)
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
Wajib Wajib Pajak Pajak yang yang melakukan melakukan pembukuan pembukuan secara secara elektronik elektronik
atau atau program program aplikasi aplikasi 4nline 4nline wajib wajib menyimpan menyimpan s41t s41t c4py c4py di di
Ìndonesia Ìndonesia selama selama 10 10 tahun tahun..
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Belum Belum diatur diatur mengenai mengenai kewajiban kewajiban menyimpan menyimpan dokumen dokumen
termasuk termasuk data data yang yang dikelola dikelola secara secara elektronik elektronik..
PEMERIKSAAN (PASAL 29) PEMERIKSAAN (PASAL 29)
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
1. 1. Jenis pemeriksaan dibedakan menjadi PSK, PSL, dan Jenis pemeriksaan dibedakan menjadi PSK, PSL, dan
Pemeriksaan Lengkap. Pemeriksaan Lengkap.
2. 2. Belum Belum diatur diatur kewenangan kewenangan Pemeriksa Pemeriksa untuk untuk mengakses mengakses data data
yang yang dikelola dikelola secara secara elektronik elektronik..
3. 3. Belum Belum diatur diatur batas batas waktu waktu penyampaian penyampaian buku, buku, catatan, catatan, dan dan
dokumen dokumen..
4. 4. Belum Belum diatur diatur penetapan penetapan secara secara jabatan jabatan untuk untuk Wajib Wajib Pajak Pajak yang yang
tidak tidak menyerahkan menyerahkan buku, buku, catatan, catatan, dan dan dokumen dokumen pada pada saat saat
diperiksa diperiksa..
5. 5. Belum Belum diatur diatur secara secara tegas tegas kewenangan kewenangan Pemeriksa Pemeriksa Pajak Pajak untuk untuk
melakukan melakukan penyegelan penyegelan barang barang bergerak bergerak atau atau tidak tidak bergerak bergerak..
6. 6. Tata Tata cara cara pemeriksaan pemeriksaan sepenuhnya sepenuhnya diserahkan diserahkan kepada kepada Menteri Menteri
Keuangan Keuangan tanpa tanpa ada ada rambu rambu- -rambu rambu di di UU UU..
PERUBAHAN:
1. Jenis pemeriksaan dibedakan menjadi Pemeriksaan Kantor dan
Pemeriksaan Lapangan. (29 (1))
2. Pemeriksa diberi kewenangan untuk mengakses data yang
dikelola secara elektronik. (29 (3))
3. Batas waktu penyampaian buku, catatan, dan dokumen 1 bulan
sejak permintaan disampaikan. (29 (3a))
4. Penetapan secara jabatan bagi Wajib Pajak yang tidak
menyerahkan buku, catatan, dan dokumen pada saat diperiksa
hanya berlaku untuk Wajib Pajak orang pribadi. (29 (3b))
5. Pemeriksa Pajak berwenang melakukan penyegelan barang
bergerak atau tidak bergerak. (30)
6. Diatur mengenai tata cara pemeriksaan, pemeriksaan ulang,
jangka waktu pemeriksaan, penyampaian SPHP dan
pembahasan akhir dalam jangka waktu yang ditentukan. (31 (2))
PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN
(PASAL 29) (PASAL 29) - - Ianjutan Ianjutan
PEMERIKSAAN WP MASUK BURSA PEMERIKSAAN WP MASUK BURSA (PASAL 29A) (PASAL 29A)
KETENTUAN SEKARANG KETENTUAN SEKARANG::
Belum diatur. Belum diatur.
PERUBAHAN PERUBAHAN::
Wajib Wajib Pajak Pajak Masuk Masuk Bursa Bursa yang yang laporan laporan keuangannya keuangannya Wajar Wajar
Tanpa Tanpa Pengecualian, Pengecualian, dapat dapat dilakukan dilakukan pemeriksaan pemeriksaan kantor kantor..
PEMERIKSAAN PEMERIKSAAN - - Ianjutan Ianjutan
KEWAJIBAN MERAHASIAKAN KEWAJIBAN MERAHASIAKAN
(PASAL 34) (PASAL 34)
KETENTUAN SEKARANG KETENTUAN SEKARANG::
Belum dirinci keterangan yang dapat diberikan kepada pihak lain. Belum dirinci keterangan yang dapat diberikan kepada pihak lain.
PERUBAHAN PERUBAHAN::
Merinci jenis keterangan yang dapat diberikan, yaitu:
1. Ìdentitas Wajib Pajak meliputi:
nama WP; Nomor Pokok Wajib Pajak; alamat WP; alamat kegiatan
usaha; merek usaha; dan/ataukegiatan usaha WP.
2. Ìnformasi yang bersifat umum tentang perpajakan meliputi:
Penerimaan pajak secara nasional; penerimaan pajak per Kantor
Wilayah DJP dan/atau per KPP; penerimaan pajak per jenis pajak;
penerimaan pajak per klasifikasi lapangan usaha; jumlah WP
dan/atau PKP terdaftar; register permohonan WP; tunggakan pajak
secara nasional; dan/atau tunggakan pajak per Kantor Wilayah DJP
dan/atau per KPP.
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Belum diatur. Belum diatur.
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
Dengan menambah: Dengan menambah:
1. 1. Setiap instansi pemerintah, lembaga, asosiasi, dan pihak lainnya Setiap instansi pemerintah, lembaga, asosiasi, dan pihak lainnya
wajib memberikan data dan informasi yang berkaitan dengan wajib memberikan data dan informasi yang berkaitan dengan
perpajakan kepada Direktur Jenderal Pajak. (35A (1)) perpajakan kepada Direktur Jenderal Pajak. (35A (1))
2. 2. DJP berwenang menghimpun data dan informasi apabila data dari DJP berwenang menghimpun data dan informasi apabila data dari
instansi pemerintah, lembaga, asosiasi, dan pihak lainnya tidak instansi pemerintah, lembaga, asosiasi, dan pihak lainnya tidak
mencukupi. (35A (2)) mencukupi. (35A (2))
3. 3. Apabila kewajiban angka 1 dan 2 tidak dilaksanakan dikenai Apabila kewajiban angka 1 dan 2 tidak dilaksanakan dikenai
sanksi pidana kurungan atau denda . (41C) sanksi pidana kurungan atau denda . (41C)
AKSES DATA (PASAL 35A)
PENGURANGAN DAN PEMBATALAN PENGURANGAN DAN PEMBATALAN
KETETAPAN PAJAK KETETAPAN PAJAK
(PASAL 36 ayat (1b), (1c), dan (1d)) (PASAL 36 ayat (1b), (1c), dan (1d))
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
1. Pengurangan/pembatalan surat ketetapan pajak yang tidak benar;
2. Mengurangkan atau membatalkan STP yang tidak benar;
3. Membatalkan hasil pemeriksaan atau surat ketetapan pajak hasil
pemeriksaan yang dilaksanakan tidak sesuai dengan prosedur;
4. Frekuensi pengajuan permohonan diatur paling banyak 2 kali
untuk angka 1 dan 2, dan 1 kali untuk angka 3.
5. Batas akhir jangka waktu penyelesaian paling lama 6 bulan.
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
1. 1. Pengurangan/pembatalan atas ketetapan pajak yang tidak benar; Pengurangan/pembatalan atas ketetapan pajak yang tidak benar;
2. 2. Jangka waktu penyelesaian tidak diatur (dalam KMK diatur 12 Jangka waktu penyelesaian tidak diatur (dalam KMK diatur 12
bulan). bulan).
3. 3. Frekuensi pengajuan permohonan belum diatur. Frekuensi pengajuan permohonan belum diatur.
SUNSET POLICY SUNSET POLICY (PASAL 37A) (PASAL 37A)
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
1. 1. WP yang membetulkan SPT Tahunan sebelum tahun pajak 2007 WP yang membetulkan SPT Tahunan sebelum tahun pajak 2007
selama masa 1 (satu) tahun setelah diberlakukannya UU, selama masa 1 (satu) tahun setelah diberlakukannya UU,
diberikan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi. diberikan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi.
2. 2. Wajib Pajak Orang Pribadi yang dengan sukarela mendaftarkan Wajib Pajak Orang Pribadi yang dengan sukarela mendaftarkan
diri untuk memperoleh NPWP paling lama 1 (satu) tahun setelah diri untuk memperoleh NPWP paling lama 1 (satu) tahun setelah
diberlakukannya UU ini diberi kemudahan: diberlakukannya UU ini diberi kemudahan:
a. a. diberikan penghapusan sanksi administrasi diberikan penghapusan sanksi administrasi
b. b. Tidak dilakukan pemeriksaan pajak kecuali terdapat data yang Tidak dilakukan pemeriksaan pajak kecuali terdapat data yang
menyatakan bahwa SPT Wajib Pajak tidak benar. menyatakan bahwa SPT Wajib Pajak tidak benar.
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Tidak diatur. Tidak diatur.
SANKSI BAGI PEGAWAI PAJAK SANKSI BAGI PEGAWAI PAJAK
(PASAL 36A) (PASAL 36A)
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
1. 1. Pegawai pajak yang karena kelalaiannya atau dengan sengaja Pegawai pajak yang karena kelalaiannya atau dengan sengaja
menghitung atau menetapkan pajak tidak sesuai dengan menghitung atau menetapkan pajak tidak sesuai dengan
ketentuan undang ketentuan undang- -undang perpajakan dikenai sanksi undang perpajakan dikenai sanksi..
2. 2. Sanksi bagi petugas Sanksi bagi petugas pajak yang pajak yang bertindak di luar bertindak di luar
kewenangannya dapat diadukan ke unit internal Departemen kewenangannya dapat diadukan ke unit internal Departemen
Keuangan dan dikenai sanksi Keuangan dan dikenai sanksi..
3. 3. Sanksi Sanksi pegawai pajak yang terbukti melakukan pemerasan dan pegawai pajak yang terbukti melakukan pemerasan dan
pengancaman kepada Wajib Pajak untuk menguntungkan diri pengancaman kepada Wajib Pajak untuk menguntungkan diri
sendiri sendiri secara melawan hukum di secara melawan hukum dipidana pidana berdasarkan KUHP. berdasarkan KUHP.
KETENTUAN SEKARANG:
Sanksi bagi petugas pajak yang menghitung dan menetapkan pajak
tidak sesuai dengan UU dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
4. 4. Pegawai pajak yang memaksa seseorang untuk memberikan Pegawai pajak yang memaksa seseorang untuk memberikan
sesuatu, untuk membayar atau menerima pembayaran, atau sesuatu, untuk membayar atau menerima pembayaran, atau
untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri, untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri, dipidana dipidana
berdasarkan UU Tipikor. berdasarkan UU Tipikor.
5. 5. Pegawai pajak tidak dapat dituntut, baik secara perdata maupun Pegawai pajak tidak dapat dituntut, baik secara perdata maupun
pidana, apabila dalam melaksanakan tugasnya didasarkan pada pidana, apabila dalam melaksanakan tugasnya didasarkan pada
iktikad baik dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang iktikad baik dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- -
undangan perpajakan. undangan perpajakan.
SANKSI BAGI PEGAWAI PAJAK SANKSI BAGI PEGAWAI PAJAK
(PASAL 36A) (PASAL 36A) - - Ianjutan Ianjutan
KODE ETIK PEGAWAI PAJAK KODE ETIK PEGAWAI PAJAK
(PASAL 36B) (PASAL 36B)
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
1. 1. Pegawai DJP wajib mematuhi Kode Etik. Pegawai DJP wajib mematuhi Kode Etik.
2. 2. Pelaksanaan dan penampungan pengaduan Pelaksanaan dan penampungan pengaduan
pelanggaran Kode Etik dilaksanakan oleh pelanggaran Kode Etik dilaksanakan oleh
Komite Kode Etik yang ketentuannya diatur Komite Kode Etik yang ketentuannya diatur
dengan Peraturan Menteri Keuangan. dengan Peraturan Menteri Keuangan.
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Diatur dengan Keputusan Menteri Keuangan. Diatur dengan Keputusan Menteri Keuangan.
KOMITE PENGAWASAN PERPAJAKAN KOMITE PENGAWASAN PERPAJAKAN
(PASAL 36C) (PASAL 36C)
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
Menteri Keuangan membentuk komite pengawas Menteri Keuangan membentuk komite pengawas
perpajakan, yang ketentuannya diatur dengan Peraturan perpajakan, yang ketentuannya diatur dengan Peraturan
Menteri Keuangan. Menteri Keuangan.
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Tidak diatur. Tidak diatur.
INSENTIF BAGI DJP INSENTIF BAGI DJP
(PASAL 36D) (PASAL 36D)
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
DJP dapat diberi insentif atas dasar pencapaian kinerja DJP dapat diberi insentif atas dasar pencapaian kinerja
tertentu yang ditetapkan melalui APBN. tertentu yang ditetapkan melalui APBN.
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Tidak diatur. Tidak diatur.
PIDANA KARENA KEALPAAN (PASAL 38)
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
- - Kealpaan yang pertama kali tidak dikenakan sanksi pidana, Kealpaan yang pertama kali tidak dikenakan sanksi pidana,
tetapi dikenakan sanksi administrasi berupa kenaikan 200% tetapi dikenakan sanksi administrasi berupa kenaikan 200%
(Pasal 13A). (Pasal 13A).
- - Kealpaan kedua kali baru dikenai pidana denda paling sedikit 1 Kealpaan kedua kali baru dikenai pidana denda paling sedikit 1
kali paling banyak 2 kali atau dipidana kurungan paling singkat kali paling banyak 2 kali atau dipidana kurungan paling singkat
3 bulan paling lama 1 tahun. 3 bulan paling lama 1 tahun.
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
- - Semua kealpaan dikenai sanksi pidana. Semua kealpaan dikenai sanksi pidana.
- - Belum diatur sanksi minimal dan hanya diatur sanksi Belum diatur sanksi minimal dan hanya diatur sanksi
maksimal. maksimal.
SANKSI PIDANA SANKSI PIDANA
PIDANA KARENA KESENGAJAAN (PASAL 39)
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
1. 1. Menambah perbuatan pidana berupa: Tidak menyimpan buku, catatan, Menambah perbuatan pidana berupa: Tidak menyimpan buku, catatan,
atau dokumen termasuk hasil pengolahan data elektronik (39 (1) h) atau dokumen termasuk hasil pengolahan data elektronik (39 (1) h)
2. 2. Dikenai pidana denda paling sedikit 2 kali paling banyak 4 kali atau Dikenai pidana denda paling sedikit 2 kali paling banyak 4 kali atau
dipidana penjara paling singkat 6 bulan paling lama 6 tahun. dipidana penjara paling singkat 6 bulan paling lama 6 tahun.
3. 3. Pidana untuk yang kedua kali ditambahkan satu kali menjadi dua kali Pidana untuk yang kedua kali ditambahkan satu kali menjadi dua kali
sanksi di atas. sanksi di atas.
4. 4. Percobaan penyalahgunaan NPWP/PKP atau menyampaikan SPT yang Percobaan penyalahgunaan NPWP/PKP atau menyampaikan SPT yang
tidak benar/lengkap dalam rangka restitusi/kompensasi/pengkreditan tidak benar/lengkap dalam rangka restitusi/kompensasi/pengkreditan
pajak dipidana penjara paling singkat 6 bulan paling lama 2 tahun dan pajak dipidana penjara paling singkat 6 bulan paling lama 2 tahun dan
denda paling sedikit 2 kali paling banyak 4 kali denda paling sedikit 2 kali paling banyak 4 kali
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Belum Belum diatur diatur sanksi sanksi minimal minimal dan dan hanya hanya diatur diatur sanksi sanksi maksimal maksimal..
SANKSI PIDANA SANKSI PIDANA - - Ianjutan Ianjutan
PIDANA KARENA KESENGAJAAN (PASAL 39A)
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
Diatur Diatur bahwa bahwa setiap setiap orang orang yang yang::
menerbitkan menerbitkan dan/atau dan/atau mengunakan mengunakan FP, FP, bukti bukti pemungutan, pemungutan, bukti bukti
pemotongan, pemotongan, dan/atau dan/atau bukti bukti setoran setoran pajak pajak yang yang tidak tidak berdasarkan berdasarkan
transaksi transaksi yang yang sebenarnya sebenarnya ( (39 39AA a) a)
menerbitkan menerbitkan FP FP tetapi tetapi belum belum dikukuhkan dikukuhkan sebagai sebagai PKP PKP ( (39 39AA b) b)
dipidana dipidana dengan dengan pidana pidana penjara penjara paling paling singkat singkat 2 2 tahun, tahun, paling paling lama lama 6 6
tahun tahun serta serta denda denda paling paling sedikit sedikit 2 2 kali, kali, paling paling banyak banyak 6 6 kali kali..
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Dikenakan Dikenakan sanksi sanksi administrasi administrasi STP STP Pasal Pasal 14 14 ( (4 4) )
SANKSI PIDANA SANKSI PIDANA - - Ianjutan Ianjutan
SANKSI PIDANA UNTUK SANKSI PIDANA UNTUK
PEJABAT/SETIAP ORANG PEJABAT/SETIAP ORANG
(PASAL 41, 41A, 41B) (PASAL 41, 41A, 41B)
PERUBAHAN PERUBAHAN: :
Pasal Pasal 41 41 sanksi sanksi pelanggaran pelanggaran Pasal Pasal 34 34 dari dari 4 4 juta juta
menjadi menjadi 25 25 juta juta
Pasal Pasal 41 41AA sanksi sanksi pelanggaran pelanggaran Pasal Pasal 35 35 dari dari 10 10 juta juta
menjadi menjadi 25 25 juta juta
Pasal Pasal 41 41BB pidana pidana bagi bagi orang orang yang yang menghalangi menghalangi atau atau
mempersulit mempersulit penyidikan penyidikan dari dari 10 10 juta juta menjadi menjadi 75 75 juta juta
Pasal Pasal 41 41C C sanksi sanksi pelanggaran pelanggaran Pasal Pasal 35 35AA (sebelumnya (sebelumnya tidak tidak
diatur) diatur)::
a a.. sengaja sengaja tidak tidak memenuhi memenuhi pidana pidana kurungan kurungan paling paling lama lama 1 1 tahun tahun atau atau
denda denda paling paling banyak banyak 1 1 miliar miliar
b b.. sengaja sengaja menyebabkan menyebabkan tidak tidak terpenuhinya terpenuhinya pidana pidana kurungan kurungan paling paling
lama lama 10 10 bulan bulan atau atau denda denda paling paling banyak banyak 800 800 juta juta
cc.. sengaja sengaja tidak tidak memberi memberi data data yang yang diminta diminta DJP DJP pidana pidana kurungan kurungan
paling paling lama lama 10 10 bulan bulan atau atau denda denda paling paling banyak banyak 800 800 juta juta
d d.. sengaja sengaja menyalahgunakan menyalahgunakan data data dan dan informasi informasi pidana pidana kurungan kurungan
paling paling lama lama 1 1 tahun tahun atau atau denda denda paling paling banyak banyak 500 500 juta juta
PENYIDIKAN PENYIDIKAN
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
1. 1. Penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan Penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan hanya dapat hanya dapat
dilakukan oleh PPNS di lingkungan DJP. dilakukan oleh PPNS di lingkungan DJP.
2. 2. Menambah penjelasan mengenai penyitaan. Menambah penjelasan mengenai penyitaan.
Penyitaan dilakukan terhadap barang bergerak maupun tidak Penyitaan dilakukan terhadap barang bergerak maupun tidak
bergerak termasuk rekening bank, piutang, dan surat berharga, milik bergerak termasuk rekening bank, piutang, dan surat berharga, milik
Wajib Pajak, Penanggung Pajak, atau pihak Wajib Pajak, Penanggung Pajak, atau pihak- -pihak lain yang telah pihak lain yang telah
ditetapkan sebagai tersangka. ditetapkan sebagai tersangka.
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
PPNS di lingkungan DJP diberi wewenang untuk melakukan PPNS di lingkungan DJP diberi wewenang untuk melakukan
penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan. penyidikan tindak pidana di bidang perpajakan.
Wewenang penyitaan dalam rangka penyidikan belum diatur Wewenang penyitaan dalam rangka penyidikan belum diatur secara secara
jelas. jelas.
KETENTUAN PENYIDIKAN (PASAL 44) KETENTUAN PENYIDIKAN (PASAL 44)
PENGHENTIAN PENYIDIKAN (PASAL 44B) PENGHENTIAN PENYIDIKAN (PASAL 44B)
PERUBAHAN:
Keputusan penghentian penyidikan dapat diberikan oleh Keputusan penghentian penyidikan dapat diberikan oleh
Jaksa Agung dalam jangka waktu paling lama 6 bulan Jaksa Agung dalam jangka waktu paling lama 6 bulan
sejak tanggal permintaan Menteri Keuangan sejak tanggal permintaan Menteri Keuangan
Penghentian penyidikan dapat dilakukan sepanjang Penghentian penyidikan dapat dilakukan sepanjang
perkara pidana belum dilimpahkan ke pengadilan. perkara pidana belum dilimpahkan ke pengadilan.
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
Tidak ada batas waktu bagi Jaksa Agung dalam Tidak ada batas waktu bagi Jaksa Agung dalam
memberikan keputusan penghentian penyidikan. memberikan keputusan penghentian penyidikan.
PENYIDIKAN PENYIDIKAN - - Ianjutan Ianjutan
KETENTUAN PERALIHAN KETENTUAN PERALIHAN
KETENTUAN SEKARANG: KETENTUAN SEKARANG:
PasaI 47A UU NO.16/2000 PasaI 47A UU NO.16/2000
Terhadap Terhadap semua semua hak hak dan dan kewajiban kewajiban perpajakan perpajakan yang yang belum belum
diselesaikan, diselesaikan, diberlakukan diberlakukan ketentuan ketentuan Undang Undang- -undang undang Nomor Nomor 6 6
Tahun Tahun 1983 1983 tentang tentang Ketentuan Ketentuan Umum Umum dan dan Tata Tata Cara Cara Perpajakan Perpajakan
sebagaimana sebagaimana telah telah diubah diubah dengan dengan Undang Undang- -undang undang Nomor Nomor 9 9 Tahun Tahun
1994 1994..""
PenjeIasan: PenjeIasan:
Dalam Dalam rangka rangka memberikan memberikan kepastian kepastian kepada kepada Wajib Wajib Pajak Pajak maka maka
mengenai mengenai hak hak dan dan kewajiban kewajiban perpajakan perpajakan yang yang belum belum diselesaikan diselesaikan
untuk untuk tahun tahun pajak pajak 2000 2000 dan dan sebelumnya sebelumnya tetap tetap diberlakukan diberlakukan Undang Undang- -
undang undang Nomor Nomor 6 6 Tahun Tahun 1983 1983 tentang tentang Ketentuan Ketentuan Umum Umum dan dan Tata Tata
Cara Cara Perpajakan Perpajakan sebagaimana sebagaimana telah telah diubah diubah dengan dengan Undang Undang- -undang undang
Nomor Nomor 9 9 Tahun Tahun 1994 1994..
KETENTUAN PERALIHAN KETENTUAN PERALIHAN - - Ianjutan Ianjutan
PERUBAHAN: PERUBAHAN:
PasaI II PasaI II
1 1.. Terhadap Terhadap semua semua hak hak dan dan kewajiban kewajiban perpajakan perpajakan Tahun Tahun Pajak Pajak 2001 2001
sampai sampai dengan dengan Tahun Tahun Pajak Pajak 2007 2007 yang yang belum belum diselesaikan, diselesaikan,
diberlakukan diberlakukan ketentuan ketentuan Undang Undang- -Undang Undang Nomor Nomor 6 6 Tahun Tahun 1983 1983
tentang tentang Ketentuan Ketentuan Umum Umum dan dan Tata Tata Cara Cara Perpajakan Perpajakan sebagaimana sebagaimana
telah telah beberapa beberapa kali kali diubah diubah terakhir terakhir dengan dengan Undang Undang- -Undang Undang
Nomor Nomor 16 16 Tahun Tahun 2000 2000..
2 2.. Dikecualikan Dikecualikan dari dari ketentuan ketentuan sebagaimana sebagaimana dimaksud dimaksud pada pada angka angka 1 1,,
daluwarsa daluwarsa penetapan penetapan untuk untuk Masa Masa Pajak, Pajak, Bagian Bagian Tahun Tahun Pajak, Pajak, atau atau
Tahun Tahun Pajak Pajak 2007 2007 dan dan sebelumnya, sebelumnya, selain selain penetapan penetapan
sebagaimana sebagaimana dimaksud dimaksud dalam dalam Pasal Pasal 13 13 ayat ayat ( (5 5) ) atau atau Pasal Pasal 15 15
ayat ayat ( (4 4), ), berakhir berakhir paling paling lama lama pada pada akhir akhir Tahun Tahun Pajak Pajak 2013 2013..
PenjeIasan: PenjeIasan:
Cukup Cukup jelas jelas..

#""

#""#%! !" "%'!'!'!# 
$ !,8,  !# !!&$!! $#% !&& !&%!! !,8,  $&#%!#%& !,8,/,3  $$$%#$ !,8,/,3  !#! !,8,/,3  $#!#%$%! !,8,  !#%$!% !,8,  !%&%%!! !,8,  !$$!%##$%%&$ !,8,,,9     /,3  &#$!%!! !,8, /,3

#""

#""

 !&#!% %%! !&#!% ! !. /.8.8. & !.9 .8.8.8.8. .8../. !#$ !.5           && !.. $$% !.8. &% !. !&&%&!%% !.8.3  !..#""#%! #'! 3.5.3 / . #% !.8. #$ !.

#"".

#"".

8.#""#%! #'! 3.3  $$! !.  /.5.3  $$!&%&!%.8.8.   %!  %!$  $%! !.  /..5  $&$%!  !.  $$!! !.8.

$%! # !.3  %%&!# !.8.8.8. ./.3  ! !.  /.

$ !$ !03.3:.3 !:9:8.3!033. %.3!02-07.3-:95072:..3!033. $:7.. %.3 /0138 ...2-. !:9:8.9../9072.3.3.:.3 !02078.302-.3 !03/ !03/ !:9:8.302-.3. :95072:..3-:95072:.32-./72/. :3.:.9..905:9:8.3 %.3 :95072:./9072.3 !:9:8.3 %. .9:          !./72/..3 :3.3 !02078.3..3:.

/0138 ..3 $:7.3  $:7.8./.3 !07:-.-!..3/.905:9:8.  ..  $:7.3:9.$ !$ .03.. !03:8.3!02-09:.9$0947.3 .03..3/...!... $:7.5./.9$0947.!.-!.8.  .  . !02078...3!.9: ..905:9:8.3!.!.!. ..3  !03:8.3 -0-07.3 .3  !02078.3!02-09:.

90.-.3 .39.7.9.3 /2:.7.3 /7 :39: 20250740 !! !! ..8 .9.9 203/.3 9/.3 5075.3 .7. /. /.5.19.39. ! 20203: 5078.9 203/.7. 90... 9/.3 8:-091 /.79.3 4-091 4-091  . 80.3 ! /2:.5. 58..7. .9:7 80. !#& !#&  0.5..!# !!&$!! !!&$!! $#%!&& !&% $#%!&& !&% !! !$ !$ %%&$# .9:7 80. 20203: 5078.3 4-091 -0:2 /.3 8:-091 /. /.3 /7 :39: 20250740 !! .: 9/.. . .79.9   0.3 5075.9.19. .7. 80.8 90. 58..3 9/..-.8  . 9/.

9 /.3:9.9: 2:..3 8:-091 /. 5078.8 .3 %%&$# .!# !!&$!!$#% !!&$!!$#% !&& !&% !! !$ !&& !&%!! !$ .9.3.7.9. .3..9:7 -.9.3 !!..9   0:2 /.3 4-091 :39: 502-07.

!! 80..3 !! -0:2 /. . 503.-:9.3  0:2 /.5:8.3 !! /.7.5:8.-.9:7 /.3 !!.3 503.9:7 7907.9:7 !#& !#&  !02-07.9.3 .3 503::.9..3 !! !!  !03.-.

5:8.8 /:/.9..-.3 0..3 !! /.!.. /.3 .9.3 !! /.9. .3 40 ./.3  7907.3 8:-091 /. /-. / .3 5.3 . - .5.7..5.3 -0.3 4-0913. ! .2.:3 0 -0.8  9.7. /.3 80.-..:.!.5.:..3 8090.3 :39: .3 !! 3. 20. &% 203039..3 5072443.9. .. -. 5072443.5:8.3 :8.9 /.3 5072443..3 5078..3 :8..:.3.. !. 47.3 .!..5 507: 40 ! !  !03. /:/.!.5:8.. .!! 80./ /..8 .3 57-. /.  -:..3 502078.3 :39: .3  -:..

3$!%/03.7 503.8 ..9.3.2-.3 $!% %.3 $!% .3 $!% /.3 .8.$!%%.3 503.  !075. !.3 5038.9: 503.380. .3802:. !#&  !03.:. 2.:3.25.3 503.3 .9.3 80.3 !! -.2-.3/.25.3:.3.3..3 502-079.3.3!!5.3 5.3709:703/07.3:..25.3.9  -:...3/.:3 !.  .$&#%!#%& !$ %%&$#  !03.3 507809::.3/.3 /.!.3 503..3 .7.3..3.3 503.  !075.9-:.7 %.2-.9.2-.7503. /..5.7..2..3.3.7:8/03.:3.::5 /03.25.3$!%.3 5038.3.3 .3 502-079.3 /.35072443..3.25./.7%.:..9.80.:3!.9 80. .3 009743 009743  .

20893.  %/.3:9..9.25.-.  $!%9/.59/.2570907./9.2.3.3./8.3.3.380-.3.3/./.3 %%&$# $!%/.3.80503:3..5.$&#%!#%& $&#%!#%& .

.-!.9./.3..$!%/.3/909.59/.9..3.:3 $!%/8.25.305..2. .9:  $!%/8.385  .25.2-.:/940:39.38090.:3  $!%/8./.-202-079.38090...3 /../4:203.3502078.!20.37907.257.3  5.3 709:703/07.3 !#& !03.:.-.9.547.3.7: .3. .:/99/.: 50307-9.-.5.25.25.!.:..3!:- .38090./8..30:../.

2..   .!. %.3 02. !02078.. !02078. 805.3 -0:2 /.5.5 -0:2 /. 803/7 8090./23897.3.9.3 02.3 09/... 0.:3 8090.3 /808:.3 502078. :39: $!% #: .-03.3 .:.3 9.7.3 /03.8.3 502078.3 502078.:.:.3 ..3 502078.!.:.3 %..3 .9.8 !.3 . !.3 .5 -0:2 /.3     .3.38 .3 503/.78.7.3 /03..9.. .38 .  /:..9. 9.:3 !.3 909. 805.9.78..:.3  $.2.3 503/.$&#%!#%& $&#%!#%& .5..3 -0:2 /.: $!% 0- ..3     !#&  $.. /03.25.8.3  $.-03.9.7 5.3 /03.:. 803/7 8090.3 /. .3 !%& $!% !$   %%&$#  !.  9.8 503:3..:..:3 80-0:2 /.:3 !.:.38 .3:9.3 8.3 909./23897.9.8 503:3..3./23897.:.3 09/.8 .

:3.3 203.9./.9. #5 #5 .3 .3 $!% $!%  $!% .: 9/.:3.8. ..3 !! 47.3 #5 #5 !#& 03/. !! #5  #5   $!% ./ #5  #5   $!% %.25. 0907.$$$%#$  !$ %%&$# 03/.25.3 57-.3 #5  #5   $!% .:3.8.2-..9.3 !! -. 0907.2-. 203.8.3 $!% $!%  $!% %.33. #5  #5   $!% %.

3 0.3. 20..3 9/./.7.3 .3 8.38.3 :8. 8:/.: -07/.:.. 3/4308.9:7.!.. / 3/4308. 0 ..3 :8.3 .3 .. .3 57-.3 9/..8.39/.9:7 /.8 .7.9..38 . / -0-./.. .:.3 0:. %09.7./23897.3 .3 -0-..9:7 /03..3 03907 0:.3 0.8 /.3 !#& ...8/73.3 90703. / 03/./03. ! -. .7.2&&  . 2033.38. 20.3 /.3 0.3 9/.!.!.$$$%#$  !$ ./23897.3 !07.3 .. /03..9. 93. . .3.3. 5007.7.2 !07./ 90.8 3/4308. ! 47. 20...:. .3 502-.3 9/.9: .9:7.: /:3.3 %%&$# . 20. 30. /:3.3 03907 0:.9.83 .3 .9.. 9/..3 9/. .-!. 3/4308. -03..9. . 1 ./ 57-.3. - 039: &8.5 .:. .3:9.

35079. .9.3 /.3 /.9:7 !#& 0.3 :7./.3 .$$$%#$ . -03./23897. 909..3.3 . 8.3$08:. 03.3  !$  !$ %%&$# $./23897.3 80-08.3.-!.5.7   /..9 207:.:.3:9. 9/.9.9.25.3 $!% 909.2.7   /-....: 203.5 83. 8.3 30.7 5. /03...5. . 9/.3 9/.7 .7 .2.5 /03.5 /..38.3 $!% .8:39:0.../..9:3.38 .: 9/.3 5079.3/.5.25.9.38 5/.:.7.8 -07:5. 03.3 /-.2:9!072:. . 203. 9/.

3.3./.:39:.-.9.07..2-.3  !.  .  !.2.8.35..3/03. !#&  0:7.25.38-:3.7.38090.!#! !.8.99./8.7.3.9:780.-!.8..35.3/.3...35.90909.3-.90909.3$!%%.309.8.8.9:50:3.9:50:3.9502-.8.3..3 !02-.58.9079039:5.5.90. :8.3...3 .8..-0:2/.9../.7.2-.3.  .90.35.8  !.38:7.34050.73..0..8.3.3.//...2.8.3502-.-07/.547.980-0:2$!%/8.8.-07/.7.35.8./..3.3!..3  !..8.8.-07.3. .  !.-:.7.8..3 039070:.  !02-.35.9:90254 50.9025./.502-..38:7.9 .3$!%%.7...8090.. .9 5.5.35.-:.5.5.75.. -:..:35..  !030.:3..3/-.8..  %%&$#  0:7.3 .7.-!.390780-:9  !.:3.-.3/9039:./9025.7.

8.3!/03..5202-:. 50307-9.3 $%!   $%! !#&  !0.3 ! . 808:.32.547. ! .3 80-.8.9!  9/.8./03.8. .8.-07574/:8/..50307-9./::.!!909.7 !! /03.3 9/.385/.39/.38-:3.380-.9.8.350302-.38 /03/.. .$!!!8 / $%! .9:7 !.   .../03.3 90. /::.3!.3/. -07574/:8 /.3 .$#!#%$%! !$ %%&$#  !0.5/03.8.7!!     !!.702-.9.3 .9 .3. 20370/9..2-. /. .3 9/.3202-.  /.!!/9./..3.9:7 /...8:.808:.3!.5 202-:.9:7 :8:8  !03:8.. /03.380.. !! 909..3 9/.8:.9 ! /03. :8:8 /.-.3 9/.390. 507-:./23897../-07.38. 8.547.3 2.8909. #&&!!     !03:8..3!9/.9:7  !03:8.38 /03/.

3 80-0:23..3 .3 :.3. /.8.3 /.8 .:.3 -07/... 0909.3 8090.9:7 80.7. 90.3 0907..3 80-0:23.:.3 502078. /907-9.!#%$!% !$ %%&$# %/. .:.8. !#& $!% /907-9.5..3 9070- /. /.2 .3 -07/.9..2 . /907-9.7..3 .7.3 .5.3 502078. 0909.8 502078.3 /.3 502078.9.: 8090. /.3 502078.5.7:8 /.:: .3 .: 9/...

9.5:8.3 0909.3 .3.3 0909.3.3 -:.3 5.9 05:9:8..3 .: 502-.3 !.3./23897.9./.3  5.9.9 /-09:.3 5.3 $:7.3 /-07.5.8.3 5..3 $ !02-.5.2-..9. /.: !02-.8.3 ! /94. !.3 ..9.3 $ !03:7.3 :3.3 9/.9: 503008.3 /.7 .8 /.9: $ !02-09:.3 ../ $ !03:7.5.9..!%&%%!! !$ %%&$#  .3 $.  .3 0909..3 8.. .: 503.9: $ !03:7.3 $ !03. 80-..3 0909. . 507239.  -:.3 !02-07.3 !...3 !.9 /-09:.8 $ !03:7.3 !.3 . .3 574/: ::2 .9. $ !03:7.3 0909.8 8079. 203.3 !#&  03. 203. 574/: ::2 .9.3 /.9: 503008..2.5:8..3 .5.9.3.-.: !02-...9.3 .3 -:. .: /9072.3.3 /.3 .9 /-09:. -03..3 .38 ./ $ !03:7.  020.9.38 /23897.5.: $!!! $!!!  .2.3 ...  -:.38 /23897.3. !02-07 :3..5.3 $.3 2-.5.3 .3 ..3.5.3. 85 $%! $ 0-07.

3 9/.3 .3 93/.7503008.5072443..2 .3 5.3/9072..9  -:... /.9-:..3..: /..380.3 5075.2-.-!. 5/.5.3 .9.3 5075.3 502078. !#& 09039:.2-..8...3$!%-.3 -:9 5072:.!$$!%# #$%%&$ !$$!%# !$ %%&$# .:.3 . -07. / -/.

. 8090.8..%/....3 8090.7.3!.3 !#& $! /907-9.3$0.9 !.3 .3:9.3 502-. 20309 0-03.907:9.3 !.!$$!%# #$%%&$ #$%%&$ .3 5.9  %%&$# $! /907-9...3 502078. /.8.3 !0302-...7.:.7:83..

3 . :39: .3 9079039: .3 5078.3 /03.3  -:./ .9: .9: !.3 :8. ! 47.35.9:  &39: ! /03..!. 203.3 /909..3 !.3 !#!%#$%%&$ !$!$ %%&$# #0899:8 9. !..3.3 :39: !! /.3 57-.3.9.7.!$$!%# #$%%&$ #$%%&$ .3.9: 5..3:9.9: /.3 03907 0:..5.9:7. 502078.3 .  -:.3 9/.3 !07.3 :39: !! !#&  &39: ! !.2.9: .3 .

3.8 - ! 47.5007..8 -0-../ .3 57-.3 :8.3 -0-..3 203.

.3 0- -.7 8 / :2.3 :8./.7 8 / :2.7.3 5070/..3 :2. ! -.3 -0-.. 5070/. 9079039: 9079039: . /.3 0- -.. /.3 :8.7 8 / :2.5007.7..3 /03.3 /. 9079039: 9079039: . 50307.. 9079039: 9079039: / !! /03.3 0- -.3 :2.8 /03..

9.: 50. /438:28 / /./ -:.7. 5.3 9/.9.7.3 .-0.-:.9.9:7 !#& -07. 5.3 #$%%&$!!&%&%&#$$ !$ %%&$# %/./. -07.3 .3 03.3:9.3..3 5. /.9..7.: :39: 502-07.-0. .9.2 3007 .3.8 502-0.9.3 57-.07.3 :/.!$$!%# #$%%&$ #$%%&$ .3 #0899:8 !! .3 20.3 . :/..3 -. 40 47.3 8:-0 5.

 .:38090....3  9. . !. 5.8.3503.9.  .:3!. &39: 503..3  9.9.-07.5..:3 8090.9..9.:.3%.:%. !#&  &39: 50309...:3 !.:3 80.3 5.5..:3!. 50307-9.. ..5.3  9..5.!..3 503.&#$!%! !$  ! !$ %%&$# &39:50309.. . -07.:3 !..73.3 %.: %.8.73.3 50309.3 50309. !.: ..3/.

203/.3$:7.35... 203/.8.25.:.:.2. 503..200-80..:38090.. 503.&& !$ %%&$# .9. 203/. !#& !#& ...3/-.::.3 /.78.3:3!.33./ 8..:::39:20..8 -. /03. $0.25.89. 203.:: /:-.9!.7. 5..32!03.3503.9.3 5. .

8....9.3!03.3.3 $%! .3!.30.808:.3/.9  /.3!.380.3!.05:9:8.0.3!.&% !$ %%&$# ..8.3 !.90909.503.3  $02:./..3-07..205:9:8..3!.3/03.357480/:7 .9  /.5. $:7.3/.9.3$:7.8.  05:9:8..3-07.8..39/.8:/.8../../.9.3 !.3/03.8.3!.8.8.9!0739.35.8.5..5:8 05:9:8..:$:7.3-07..8.  05:9:8.8.9.3!.3.0.9!. 03.380./03.30-07.703.3/03.:5/.905:9:8.3 .8.  !0307-9..9/:.35.3!039.3  .9.2-.27.:!03:2:2.3...3!.3$%! !#& !#& 03.9.907.3 05:9:8.9  !0.8..38:7.

9.9 0909.3 .3 80..33.3 .3.5. 5.8...: 20250740 5030.3 5030. 9. .!.9.9.  . 8:7.9:7  !039:3.9:7 /./7 :39: 202-07.3 20303.#% !$!$ %%&$#  .8.3 5.3. 0-07.9:  -:. . -0:2 /. ..

9 /50792-. :8:8 :8:8  0-07.3 0-07.3 /. /.9:7 80..3 9/..31472.3 5..3 503..7.9.-.3 502-.7.2 503008. 0.3.3 9/... . 203:3/.5.3 /.3 /. 5..9.8 .

 !039:3.3 .3 5.3 80.8.8.: 20250740 5030.9.33. 0-07.3 20303.33.  .3 5030. .   0-07.8../7 :39: 202-07.9.5./.3 . .9.3:9.3!.9.#% !. /72 /72   .3. -07. 8:7.9:  -:..3  !#& !#&        ..!.8.9 0909.

 ..3 5. /.9 /50792-.5. 8.3 5./.3 0-07.202-.8 ...3 ..-.3  ..2502-.-!.7   0:7..3 0-07.-!.3/809::40. /.8 .380/980:2..3: 8. 5.. /94. /03. . 0-07.9: 50:3.70909.5.9..3.. .8 -07.9. /03/. 5.5.!..3 5. 09.8.25.35. ...9.7:8 202-.     .9 502078.3 05:9:8..3 0-07. /03.3 5.8.3.. 9079.3   :2..   5. 5.3   /50792-.3 2.3 2.7   ..3.5.3./.3 /.3 -0:2 207:5./.9.3 :9. 5.:..3.31472./.

.7:8 :3.3 .3 .  ./../ !.:.:. 0-07.7:8 :3.3  4394  $!..3 0-07.8 502078.8 !02078.8 $!.7:8 .3:9.8. 03.3.8.3 $!203.3 -.. %/.7      $.9.3 0-07.8 $!.3 $09:: .9..9.3!. %/..7:8 :3.3.3 05:9:8.8 !02078.3 4394  $!.3 .8 .3/3  #5  #5  #5  #5  #5   #5      #5 #5 #5 #5     .  #5 .#% !.8 502078.8 .8 $0-0:2 03.38 03/. :7./ $!203.3 $09:: .

3 80.8.!. 0907.3 -0:2/-..3 /. 9/.3..3 -.3 8:7.:.9:7 .. /.3.!.9:9025450:3.3 :9.. -07.3/3 -0:2 207:5.7   /. 20250740 0907.8  . .3-..9 5.:.8.. /9..-:.78...:.3.7.3/3 /94.. !$ %%&$#  !03. . 5072443.9:9025450:3.3 503. 5.7 05:9:8..35.35.380.3 .8.3/39/.7  0:2 /.. 80-08.3/3  :2. 803..  5.9.3 0-07. /03/.25..:.203:3/.-. .907-9!:9:8.3 -0:2 /:3.3-..3 -..3 -. :39: 20239.8.7 5. /03.3/3 !#&  !03.3 9079:8 :39: 0507:.3/3203:3/. . 9079:8 20303. /03.3-0:2/-.3 5.

:.3 0-07.3 $!203.  #5 .7.7       #5  #5   #5  03.8 502078.8 !02078../../ !. 8.3 -.9 .7      $.3  4394 4394 $!... .3:9.3 $09:: .3/3 %/.3 .8     #5 #5 #5 #5     .7:8 :3.3/3 $!203. !$  ../ $!203./ $!203./ !..3 #5 05:9:8.7 !:9:8.3 . :7.38 03/.8 $!.3 -..9.7:8 202-. :7.

3 /. 50307-9..3 $! $!% $! /.3 !#& 2-.2..3 !02-09:.3 2030-. -07.9.3  $:7..9  $:7.3/..3 !03:7.2..3  $:7.9.3 2-.3 /03.9 $:7.3-:3.3.3 2030-.9.8.3 .3 !02-..35:9:8.907/.3-.9.3/3 .3..5.7.3/.    !.5. 907.3 02-.-.3 5.9 05:9:8.8.9.3 5:9:8..3/3  $:7.3.3 50307-9.3-:3. .& !$ %%&$# 2-. :.3 /...3 !.9..3 502-.3 !033.    ./-07.9.9.907/.3 5.3 00-.3 $! ..-.9 /03.3 0-07.3 -:3.9 05:9:8./-07.3 !02-.30-07.3 !03:7.905:9:8.3/.3 502-.3 -.:.9 /03.3  !:9:8.3 $!% 907.9 05:9:8.7.9.9 05:9:8.3 00-.3 !02-09:.3 $! /.

.7.3 80.2 . 009743 009743 !#& .:3 9. 80.3 8419 .-.9.3 /4:203 9072.9:7 20303. 0.3 502-::.3 20..8: /.!&&%&!%% !$ %%&$# 0:2 /..8 4330 .. 80.  9.:3 .9.5. .:.3 20325...3 /04.2. 009743 .7.20325.!.45 / 3/4308.: 5747.

. :39: 20..7.25. 80./. ....3203.3 80.3 -0707.9: 503. !.9:7 80.9.3 9/.3 /4:203 /4:203  0:2 /.: 9/.7.303.9.35.9.!#$ !$ %%&$#  038502078..3 /. -0707.9:7 003.9:7 -.3 -. 7.3 /.  %..9.3. .3 -:: .3 80503:3.7. /807. 502078. -0707.3 :39: .3.. 8.3 !02078./.7.9. 90.:.. 20307.2-: && 0:.3 /4:203 5.3 9.5./..9. :39: 203.8 .9.  0:2 /.2-: 7.5   0:2 /.9.3/-0/. /5078.3 !02078.3 50300.2-: / && .3 05..3..-..3 /04..9. . .!../!$ !$ /. 009743 009743  0:2 /.9:7 50309.3 -:: .3 !02078. ..8 003..808 /.7..9 /5078. 03907 7.

.3 :./.9..3 503. 47.: :39: .  !0309. .!#$  !$  . 502078.3 /9039:.7.3 !#&  038 502078.: 9/. /-07 003. .3 502-.9.9 /5078.8 .. 507239.3 -:: .3 50300.9.3.7.7.3 203.3 /. 9.3    !02078.3 .3..3.9:7 20303. ../ !02078.3 !02078... .3 80.8. 8. .9.3 57-.3 .3 /4:203 5.808 /. !.3 -:: .:.9: .3 /-0/.3 80.3 .3   . 20307.-.. -07.9: 502078. .3.3947 /..25.3 :39: 203./   !02078.3 /04.3  .3 -.3 /8.9: 503.3 502078. 009743    ..9.!....9. ..3 $!! /.3 /.3 20.25.3...3 -0707...3:9.7 /..3 9/.3 . .. -0703.9..7.3 -.3 /4:203  -:. 80..9.2 . -0707.5.!.5.9..   .. ..25.

 .3947 . !030.547. .:.3 !#$ !#$!$&&#$ !$ %%&$# %%&$# 0:2/..3947 ..!.9:7 !#& !#& .33.3 .3 .3 0:..3 502078.3..35.3:9.3 /.7 %.:.!#$ ..9 /.5.8: :78. .

0907.3 /.9 /-07.9 0.3.9:  /0399. 038 0907. 205:9 3.5.3/..2..3 . ./.9.3.#$ !$ %%&$# %%&$# 0:2/73..3 !#& !#& 073. 2070 :8.9/-07.5.!. ! 4247 !44 .3.5..2..9 ! .3 :8...3 .305.8 .2...!. /.3.

8 .. 80..3 5..9 :2:2 9039.3. ! /..:0. 503072. 507 .9.3 5..3 205:9 !03072.3 :8... !  31472.9.3947 ..3 5075.3 -0781.843. 3.7...

.3..5.3 5..3 5..9..3.8 . 503072.3 :8.: 507 !! 503072. ! /.. 507 . 507 038 5.81.. :2.

.7 708907 5072443.9. 80. /..19. 3..: !! 907/.7.3.3 ! 9:3.3 5..843.

 ! /..3947 . 507 ...9.: 9:3.3.3 5..

9.: 507 !! ..

385020739.320325:3/.9.3/03.3. 02-.39/.$$% !$ %%&$# 0:2/.848.9:7 !#& 03. .5389..0.-.-202-07.3-07.8.848.331472. .3.33.3203./.-. 203.8.385/.3/03..9/.8 /. .-.385020739.:7:3.!.   .3 5075.:/03/.3.9.3.33./.35..8 /./. 02-..3/./.35./. 8.709:703/07.9.3..::5     5.../.9.331472.5.8.9..     !-0703./.7 389.  $09.305.2-.

!&#!% %%!! !$.. /.3. .9 .3 / %%&$#  !03:7.3.

3  70:038503.7  .3.9:7 !#&  !03:7..80909.5.35./.3.9.9:7 -:.-03.9:7 /.:..9.3.3-0:2/..3..502-.39/.9:503008.39/...35072443.2/.

  .7.3.3.9:75.35.9.8502078. :39:.39/./..39/..9.35.3./03..38:7.3..8.2.3 ..3.357480/:7  70:038503.5.3.35.502-.3$%!.9.9:503008.39/.3-.5.3 /..:202-.:8:7....8 502078.3.3.7  03:7.8.-03.9.-:.9.90909.3/.35072443.3..3..808:.3.9.9 0909..-03.3/.:..7  02-.:39:.3.

38.19.9.5././-07..8.3202-09:.3 203..380-0:29./23897.9: 9.:...33. /-07.2.38.2..33.-03. 8.0.3 /7:39:20250740!!5.5:8.3.:.3.9:7 !#&  !.:3.3503:7.:35.7.3 ..7 .-!.:.8  ..:503.3./23897..3/03. /-07.3503.9: 9.35.:38090.9/.70.:38090.:. 7.9.&&3/-0702:/..907/.&&  /-07.38.9/.5:8.3502078.-!.8 - %/.38:.38./.3!7-.3-.$&$%!  !$ %%&$# %/. 8.2.$!%.  80.203/.9./.3$!%%.

:.509:.../.$$!! !$ %%&$# $.:.38-.20.9/. -07/.3 :3/.38 09039:.3/03.790203 0:.5.30:3939073.7.38-..85.35075.703.9.9....309039:.3/...3/7 803/780.509:..3::2/5/.3.3/03.3&&/03.85.3907-:920./..3:3/..8./:.3/...3850.35.3-07.5.3907-:920.7 003..320309.7.350207./:..3/.5.35075...3 09039:.3 :3/.305.20.3 .35.: !#&  !0.3850..808:..38  $.33.3.3/.3..509:.8..8..3-0793/.-!./03.85.8..3.808:.3..2.3-0793/.3.3::2/5/.3 503.5. 2039:3.38  $./:.:39:203:39:3.5.0.7.5.38-./03.38 0:.3/03.3 $.38808:.3803. 803/780..9/..8.3:3/..350207.:/03.8.:20309.33.8.7 $.3&! ../03..8..3/03. 9/..05.32039:3/.3..

3 808:.3.803/7 /5/.7.3  !#&  !0.3.39:./73.:203072.8.220./.3808:.7.808047../.3&&%547 !0.. 9.3.9.309039:.8.3:39:202-07.80.3507.$$!! !$  .../-.3  .3 .9:-.3.//..8.3.3 9.5.3 :3/.-.: :39:20307.3507:3/.3202.35. -07/.9: :39:202-.83./.9../.3507./03../03./.3808:.3:9.9:7..502-.7.2.3808:...7.5.507/.8.5..7.9:7.309039:./-.5..:5:3 5/.9/.9.35075.9/9:39:9 -.3507:3/. /5/.. .

8.3 !#&  !0.305:9:8..9:4/09  !0.3./:.3.309039:.33..!.25:3.9:7.9:7/03.3!07.3039070:.. %!! !$ %%&$# .3 50.8.3.-202.3503.3 .3503.3.34/09/.9:7 /03.340 42904/09.3.3039070:.7.3/./.

./. %!$!#! !$ %%&$# %/.3.3!07.33.9:7 !#& 039070:.3202-039:4290503.9:7/03./.3 039070:.3 ...8 5075.3 .3.9:7.309039:.

.8./..5.9.$%! !$ %%&$# %/.3/909. 9079039:.9:7 !#& !/.9/-07380391.5.320.8/.:! .7503.5.3307.

8.9/.5.5/.38 2..3.:/5/./23897.:7:3.9.3./.3.35.385/.-.3.:3 .0.. 0.5. !#& 0.9:78./.30/:.3-.3.2.9:78.82. 0:2/.38232.3/03.9 -:./03/.8.5.03..35..5.383.38.8-07:5.3.3..2.9.5/03..35079.38.380/9 ...  909./03.3.7:/03.38.3  !.5.$$! !#! !$ %%&$# $02:.385/...3.

3.9.:39:.380/9.20325.3-./9.:3  !/. 2.: /5/.9..009743     03.-07:5.3!!.38.9.5/.5./03/.2-.2-.85034.2..9:.:3.82.38 232.507-:..3.82.9..3  .8:..5.35.4-.3:9.3503.$$! $$! .3/. !#&  03.35/..30/:.9:7 8.203.3 .38 2.38/.9. /.503. 8.383.3-:: .9.9.9:7 8.:/4:2039072.3.5.8  !07. /.3.3.7...//:.9-:..%/..3 !#$ !$ %%&$# 0:2 /.9.3.3.

3$!%.:203.25..7.3 9/.!!.-03.9.

03.27..3.5/.70899:8.

8.425038.

3.3.2./5/.5.503.383.9-:..35.50370/9.:3/.3 /03/.7.3.5.380/9.3 5.3-. ..9.5.

.3  20307-9. 809.3 8.8 $%! !./23897.   !#& .8.3 .5 47.$$! $$! .38 .3:9.3.3 !#$ !$ %%&$# 03..9:7 -.3 /.3 .

3 /.: 203:3..3.3 -:9 5024943.3 ! -:9 502:3:9.9..

5 -0:2 /::. /03/..3 80-.3 5.9. !!   /5/.:3 5.38.3 .3.3.7. 5.3.73.  9.   20307-9.2.3 97. . 5.3 9/. 5.. .3 5/. -07/. /03.3 83.8..8 .  .  .7. 503.3 -.:3 8079.3 ! 909.9  9. .: -:9 80947.3 80/9  .3 80-03.

$$!&%& !%.

- .8.7.3. 803. 5/./  :9. 9/. .3.8.3 5.: /03/. :7:3.  80-0:23.3 .8.3 -.38 50. 2030-. .38 50. 5.3 5. /. 202-07 /.  9. 5.  :9. :7:3.3 .3 .$%! # !$   !#& !#&  !.9. 803.7..: /03/.3 !.3 .3 203.:  2025078:9 503/.7.  :9. 5.3.9.9.3 !.  !.2.3.3. ! 5/.  5/.3 5.3 /.  :9.2.3 31472.  9.2.7  :9.3. / 803.  /. -.: /03/..9.3 -.8.:3.3.3 /.-.  /.3 . 203.  !.3.38 50..3 .3 5. 47.8. 203.:3 ./  :9.3 /239.  203.3 .3 !. 9/.. :7:3.8./  :9.3 9/..7  :9.9.3.  !.  /.  -:.. :7:3.7  :9.. 20203: 5/.3.2. 907503:3.7 803.9.3.9.  2.3. 5.8 5/.:3 .3 -. 9/.: /03/.  8.9:7  .3 -.  -:.   8. 203.  8.3 .8.

3 /.5./-/.3.320303.3  !039.5-.503/.3:3!..3..3. !03.5/.9.:.8 !#&  !03/.35075..9 !03/.3!  03. ..3.3. .38:7.5.3-0707.-!.35075. /909..8:70033-. -0707..8.9 /..3  003.7.5039.9-07..:5. 0.3-0:2/.2-..../-/.3/./.5/.:5:39/.:.7.5/.3907.:.9078./.! %%&! !$ %%&$#  !!$/3:3.393/.3.3.27.5. 2 .390.380-.2./.3 5:9.9.35039./-/.9:7 80.3/.  .3.3:39:20..:5.340!!$/3:3...7.393/. 5.3.5030.393/.9072.3!/-07003.35075.3 503/..3.

7..3.-:.3:9..3503/.3  !03039./..305:9:8.9/.2.3.9:5.3805.! ! .3.3/.3503039.3.-.2 202-07.9:-..5.8.:.30503..3 !%! !$ %%&$# %/.340 .3503/.9./..3/..3.3 .8.8.9.3 507.3503/.2.:3/.3503039.:3/.3039070:.5.3 80.9/-07.3 !#&  05:9:8.-0:2/25.5/.507239.3.

&& .%%&!# %%&$#  !.8.

3 %.3 .8.3 80-0:23..3 80-. /03.3 :3/..2.3 &3/... . /:-. /..:.7.!.  /.3 4247  %.9.3 -0:2 /8008.3     !030. !075. 2./. . 20303.-.3 80-.3.3 0.7.. ..3 4247  %..5 /-07./.3 09039:. /:-.3 05.. 909.3 09039:. 90.5 802:.3 :39: 9.3 :3/. /03.:3 &3/.. .3 %.3.-. !075. %07.3 -0:2 /8008.3 &3/..3 4247  &3/.3 &3/.. /.3 5075.3 05.3 :3/.3.3 &3/.3 &2:2 /.3 ..3 .:3 5..:3  9039.89.:. .3 &3/.3 &3/..3 /-07.:3  9039.2 7.3 :3/.3 &2:2 /. 202-07.9..3 09039:.:3   ..2.3 5075.3 %. 90.3 4247  %.3 0.

3:9..3 &3/.2.8 0.8.      !030.3 &3/.3 80-.:.3 80-.7 %.8:/ /.:3 !.3 80-.3 80-0:23. .3 4247  %.3 %. /2. .3 4247  %. /2....3 09039:.   .3 -0:2 /8008.  /.8.3 /-07.8 .3 &3/. 90.:.:3 !.8. .5 802:.9..3 /.2 !.:.  .7 5. 907.25.78.: !.2...3 %..3 !#&  !..9.5.7 09039:./.3.:3 !.3 :39: .5.. /:-.. 5..3 50309.3..3.2..3 0..   8.8./.3 .3 %. .3 &3/.  %07../..-.3 &2:2 /. /03.: %. -0-07.7. . .9  .3 &3/. 80.%%&!# %%&!# . . /.9  -07.3 9039. !.2.   /.9..8:/ 5. !075.3.:3 !.3 ::5 0.. 50309.3 %.:3  &3/.  .7 /03.5.3 5075.:3    0.:3 !.3 09039:.8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->