Dasar - Dasar Teori dan Sejarah Sastra

2.1 Pengertian Sastra Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) arti kata sastra adalah ³karya tulis yang jika dibandingkan dengan tulisan lain, memiliki berbagai ciri keunggulan, seperti keaslian, keartistikan, keindahan dalam isi dan ungkapannya´. Karya sastra berarti karangan yang mengandung nilai-nilai kebaikan yang ditulis dengan bahasa yang indah. Sastra memberikan wawasan yang umum tentang masalah manusiawi, sosial, maupun intelektual, dengan caranya yang khas. Pembaca sastra dimungkinkan untuk menginterpretasikan teks sastra sesuai dengan wawasannya sendiri. Menurut wellek dan warren (1989) sastra adalah sebuah karya seni yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 1. sebuah ciptaan, kreasi, bukan imitasi 2. luapan emosi yang spontan 3. bersifat otonom 4. otonomi sastra bersifat koheren(ada keselarasan bentuk dan isi) 5. menghadirkan sintesis terhadap hal-hal yang bertentangan 6. mengungkapkan sesuatu yang tidak terungkapkan dengan bahasa sehari-hari. Sastra bukanlah seni bahasa belaka, melainkan suatu kecakapan dalam menggunakan bahasa yang berbentuk dan bernilai sastra. Jelasnya faktor yang menentukan adalah kenyataan bahwa sastra menggunakan bahasa sebagai medianya. Berkaitan dengan maksud tersebut, sastra selalu bersinggungan dengan pengalaman manusia yang lebih luas daripada yang bersifat estetik saja. Sastra selalu melibatkan pikiran pada kehidupan sosial, moral, psikologi, dan agama. Berbagai segi kehidupan dapat diungkapkan dalam karya sastra. Sastra dapat memberikan kesenangan atau kenikmatan kepada pembacanya. Seringkali dengan membaca sastra muncul ketegangan-ketegangan (suspense). Dalam ketegangan itulah diperoleh kenikmatan estetis yang aktif. Adakalanya dengan membaca sastra kita terlibat secara total dengan apa yang dikisahkan. Dalam keterlibatan itulah kemungkinan besar muncul kenikmatan estetis. Menurut Luxemburg dkk (1989) sastra juga bermanfaat secara rohaniah. Dengan membaca sastra, kita memperoleh wawasanyang dalam tentang masalah manusiawi, sosial, maupun intelektual dengan cara yang khusus. Berdasarkan uraian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa sastra adalah hasil cipta manusia dengan menggunakan media bahasa tertulis maupun lisan, bersifat imajinatif, disampaikan secara khas, dan mengandung pesan yang bersifat relatif. 2.2 Periodisasi Sastra Indonesia Periodisasi sastra adalah penggolongan sastra berdasarkan pembabakan waktu dari awal kemunculan sampai dengan perkembangannya. Periodisasi sastra, selain berdasarkan tahun kemunculan, juga berdasarkan ciri-ciri sastra yang dikaitkan dengan situasi sosial, serta pandangan dan pemikiran pengarang terhadap masalah yang dijadikan o bjek karya kreatifnya. Dilihat dari sejarahnya, sastra terdiri atas tiga bagian, yaitu : a) Kesusastraan Lama, kesusastraan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat lama dalam sejarah bangsa Indonesia. Kesusastraan Lama Indonesia dibagi menjadi (1) kesusastraan zaman purba; (2) kesusastraan zaman Hindu Budha; (3) kesusastraan zaman Islam; (4) kesusastraan zaman Arab±Melayu.

yaitu: a) periode sastra Melayu Lama b) periode sastra Indonesia Modern. (2) Pujangga Baru / Angkatan ¶30. (3) Angkatan ¶45. Karya-karya Abdullah bin Abdulkadir Munsyi ialah (1) Hikayat Abdullah. c) Kesusastraan Baru. dipengaruhi kehidupan tradisi sastra daerah/lokal. dan binatang jadi-jadian. menginginkan Siti Nurbaya untuk menjadi istrinya yang kesekian. umumnya bersifat anonim. (6) Mutakhir / Kesusastraan setelah tahun 1966 sampai sekarang. Hikayat Mahabharata.B. keajaiban alam. kejadian alam.20. ( 2) Angkatan Pujangga Baru.b) Kesusastraan Peralihan. Hikayat Ramayana. Siti Nurbaya adalah roman yang ditulis oleh Marah Rusli. kesusastraan yang hidup dan berkembang dalam masyarakat baru Indonesia. yang dengan keserakahannya. dan menceritakan hal-hal berbau mistis seperti dewa-dewi. dengan ciricirinya. (4) Syair Abdul Muluk. Karena terlibat utang yang tak akan terbayar oleh Baginda Sulaiman. (3) Jepang. Kesusastraan Baru mencakup kesusastraan pada zaman (1) Balai Pustaka / Angkatan ¶20. a).. hantu/setan. Sastra pada masa Sastra Melayu Lama contohnya: dongeng tentang arwah. ayah Siti Nurbaya. antara lain: masih menggunakan bahasa Melayu.Jassin mengelompokkan sastra Indonesia atas dua periode. Syair Perahu dan Syair Si Burung Pungguk oleh Hamzah Fansuri dan Gurindam Dua Belas dan Syair Abdul Muluk oleh Raja Ali Haji. Datuk Maringgih beserta kaki tangannya berhasil menghancurkan perniagaan Baginda Sulaiman. dan Datuk Maringgih. (4) Angkatan ¶45. dll. dan sebagainya. yaitu (1) Angkatan Balai Pustaka.B. (5) Angkatan ¶66. Adapun ciri-ciri Angkatan Balai Pustaka adalah: menggunakan bahasa Indonesia yang masih terpengaruh oleh bahasa Melayu. dan cerita yang diangkat seputar romantisme. (2) Syair Singapura Dimakan Api. persoalan yang diangkat persoalan adat kedaerahan dan kawin paksa.. dengan kekasihnya Siti Nurbaya. yang terdiri atas empat angkatan. bersifat istanasentris. (4) Angkatan µ66 . Berikut ini dipaparkan tentang periode sastra tersebut. Berbagai macam hikayat seperti.Sastra Melayu Lama Sastra Melayu lama merupakan sastra Indonesia sebelum abad ke. Dengan licik. (3) Kisah Pelayaran Abdullah ke Negeri Jeddah. Selain penjelasan tersebut. kesusastraan yang hidup di zaman Abdullah bin Abdulkadir Munsyi. peri. Angkatan ini merupakan titik tolak kesustraan Indonesia. b) Sastra Indonesia Modern (1) Angkatan Balai Pustaka Angkatan Balai Pustaka lazim juga disebut Angkatan 20±an atau Angkatan Siti Nurbaya. Roman ini menceritakan tentang pemuda yang bernama Samsul Bahri. akhirnya Datuk Maringgih berhasil menikahI Siti . H. Hikayat Sang Boma. Jassin. berikut ini di dikemukakan periodisasi sastra menurut H.

Maria adalah seorang mahasiswi periang. intelektualisme. Dengan demikian. karena adanya anggapan perempuan tidak perlu bersekolah tinggi. Iskandar) dan Dua Sejoli (M. romantisme.). karena tidak rela ayahnya dipenjara. Samsul Bahri yang sangat mencintai Siti Nurbaya. dan materialisme. pengaruh barat mulai masuk dan berupaya melahirkan budaya nasional. Tuti adalah guru dan juga gadis pemikir yang berbicara seperlunya saja. terutama terhadap karya sastra yang menyangkut rasa nasionalisme dan kesadaran kebangsaan. Layar Terkembang merupakan kisah roman antara tiga muda-mudi. Ketika terjadi perang antara Belanda dengan masyarakat Sumatera Barat. Letnan Mas bertempur dengan Datuk Maringgih. individualisme. seperti perkawinan yang digunakan untuk pelarian mencari perlindungan. tetapi gagal. Sastra Pujangga Baru adalah sastra intelektual dan nasionalistik. Ciri-ciri sastra pada masa Angkatan Pujangga Baru antara lain sudah menggunakan bahasa Indonesia. aktif dalam perkumpulan dan memperjuangkan kemajuan wanita. Selain itu. Salah Pilih (Nur St. Berikut ini contoh lain karya sastra pada masa Angkatan Balai Pustaka. senang akan pakaian bagus. Maria. Melalui cerita ini. perempuan dapat lebih dihargai kedudukannya di masyarakat. ia menyamar menjadi Letnan Mas setelah bergabung dengan Kompeni Belanda. yaitu berupa roman dan kumpulan puisi. Muda Teruna(Adi Negoro) . Kemudian. yang menjadi dasar dari Indonesia yang sedang dicita-citakan bersama. Karya berupa kumpulan puisi antara lain Percikan Permenungan (Rustam Effendi) dan Puspa Mega (Sanusi Pane). dan Tuti. dapat kita ketahui bahwa kaum perempuan di masa itu. yang dengan terpaksa mengikuti keinginan Datuk Maringgih. Salah satu karya sastra terkenal dari Angkatan Pujangga Baru adalah Layar Terkembangkarangan Sutan Takdir Alisjahbana. Karya berupa roman antara lain Azab dan Sengsara (Merari Siregar). Dengan susah payah dia mampu menarik keluar puisi Melayu dari puri-puri Istana Melayu menuju ruang baru yang lebih terbuka yaitu bahasa Indonesia. persoalan intelektual. Perempuan harus memiliki pengetahuan yang luas sehingga dapat memberikan pengaruh yang sangat besar di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Amir Hamzah diberi gelar sebagai ³Raja Penyair Pujangga Baru´ karena mampu menjembatani tradisi puisi Melayu yang ketat dengan bahasa Indonesia yang sedang berkembang. Perempuan cukup mengabdi kepada suami atau mengurusi rumah tangga. masih terpinggirkan atau belum mendapatkan kesetaraan. sehingga siapa pun yang melanggarnya. Selain itu. . akan dijadikan bahan pembicaraan di masyarakat. (2) Angkatan Pujangga Baru Angkatan Pujangga Baru muncul sebagai reaksi atas banyaknya sensor yang dilakukan oleh Balai Pustaka terhadap karya tulis sastrawan pada masa tersebut. menonjolkan nasionalisme. emansipasi (struktur cerita/konflik sudah berkembang). ia tidak boleh meneruskan pendidikannya setamat dari sekolah rakyat. Sutan Takdir Alisjahbana ingin menyampaikan beberapa hal yaitu. Walaupun Siti Nurbaya berasal dari keluarga kaya. belas kasihan dan pelarian dari rasa kesepian atau demi status budaya sosial. semua tokoh penting dalam cerita ini meninggal dunia. Yusuf. Akhir cerita. Yusuf adalah seorang mahasiswa kedokteran tingkat akhir yang menghargai wanita. Mereka dimakamkan di Gunung Padang. dan memandang kehidupan dengan penuh kebahagian. Di sisi lain. Kasim dkk.Nurbaya. masalah yang datang harus dihadapi bukan dihindari dengan mencari pelarian. berusaha untuk bunuh diri. pengaruh tradisi dan adat masih sangat kuat. Dalam kisah Layar Terkembang. menceritakan kehidupan masyarakat kota.

dan lainnya. Depan Sekretaris Negara Setelah korban diusung . Hal tersebut diungkapkan dalam karya sastra pada masa Angkatan ¶66 antara lain: Pabrik (Putu Wijaya). Banyak karya sastra pada angkatan yang sangat beragam dalam aliran sastra. anti kezaliman dan kebatilan. pembelaan terhadap Pancasila. Angkatan µ66 Angkatan ¶66 ditandai dengan terbitnya majalah sastra Horison. bangsa. dan revolusioner. naturalis. terbuka. Deru Campur Debu (Chairil Anwar). Puisi yang dianggap maskot pembaharuan dalam sejarah perpuisian di Indonesia adalah puisi yang berjudul ³ Aku´ karya Chairil Anwar. Berikut ini disajikan puisi Taufik Ismail. Aku Kalau sampai waktuku Kumau tak seorangpun kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu Aku ini binatang jalang Dari kumpulannya terbuang Biar peluru menembus kulitku Aku tetap meradang menerjang Luka dan bisa kubawa berlari Berlari Hingga hilang pedih perih Dan aku akan lebih tidak peduli Aku mau hidup seribu tahun lagi (Chairil Anwar) Karya sastra pada masa Angkatan ¶45. Angkatan ini lahir di antara anak-anak muda dalam barisan perjuangan. seperti munculnya karya sastra beraliran surealis. antara lain. yang mencerminkan keprihatinannya terhadap situasi negara di masa itu. Pembebasan Pertama (Amal Hamzah). arketipe.(3) Angkatan ¶45 Angkatan ¶45 lahir dalam suasana lingkungan yang sangat memprihatinkan dan serba keras. bercorak membela keadilan. Ciri-ciri sastra pada masa Angkatan ¶66 adalah: bercorak perjuangan antitirani. Angkatan ini mendobrak kemacetan-kemacetan yang disebabkan oleh pemimpin-pemimpin yang salah urus.Ziarah (Iwan Simatupang). Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Putus (Chairil Anwar) . berontak terhadap ketidakadilan. berisi protes sosial dan politik. protes politik. Tiga Menguak Takdir (Chairil Anwar-Asrul Sani-Rivai Apin). mencintai nusa. Para mahasiswa mengadakan demonstrasi besar-besaran menuntut ditegakkannya keadilan dan kebenaran. corak isi lebih realis. individualistis. Berikut ini disajikan puisi ³Aku´ seutuhnya. Semangat avantgarde sangat menonjol pada angkatan ini. absurd. dan individualisme sastrawan lebih menonjol. Kata Hati dan Perbuatan (Trisno Sumardjo) 4. yaitu lingkungan fasisme Jepang dan dilanjutkan dengan peperangan mempertahankan kemerdekaanIndonesia. negara dan persatuan. dan Tirani dan Benteng (Taufik Ismail). pengaruh unsur sastra asing lebih luas. arus kesadaran. Chairil menggambarkan pandangan dan semangat hidupnya yang menggebu-gebu. Ciri-ciri Angkatan ¶45 antara lain. Dalam puisi tersebut.

Pujangga Baru umumnya termasuk aliran ini. Mistisisme selalu memaparkan keharuan dan kekaguman si penulis terhadap . Pengikut aliran ini menganggap imajinasi lebih penting daripada aturan formal dan fakta.age. politik. Aliran sastra pada dasarnya berupaya menggambarkan prinsip (pandangan hidup. segala sesuatu yang terlihat di alam ini hanyalah merupakan bayangan dari bayangan abadi yang tidak terduga oleh pikiran manusia. Aliran ini dicirikan oleh minat pada alam dan cara hidup yang sederhana. dll) yang dianut sastrawan dalam menghasilkan karya sastra. Sementara romantik realisme mengutamakan perasaan yang bertolak dari kenyataan (contoh: puisi-puisi Chairil Anwar dan Asrul Sani). school. Contoh karya sastra yang beraliran ini misalnya Tinjaulah Dunia Sana. Dengan kata lain.3 Aliran Sastra Kata mazhab atau aliran berasal dari kata stroming (bahasa Belanda) yang mulai muncul diIndonesia pada zaman Pujangga Baru. Pada prinsipnya. yakni (1) idealisme. Dalam bahasa Inggris. generation dan movements. yaitu periods. Dengarlah Keluhan Pohon Mangga karya Maria Amin dan Kisah Negara Kambing karya Alex Leo. Simbolik adalah aliran yang muncul sebagai reaksi atas realisme dan naturalisme. aliran sastra dibedakan menjadi dua bagian besar. Hasil sastra Angkatan . (c) mistisisme. ditimbulkan karena menentang paham-paham lama (Hadimadja. dan romantik realisme. Pengarang berupaya menampilkan pengalaman batin secara simbolik.1972:9). Idealisme adalah aliran romantik yang bertolak dari cita-cita yang dianut oleh penulisnya. Kata itu bermakna keyakinan yang dianut golongan-golongan pengarang yang sepaham. perhatian pada kepercayaan asli. tetapi telah bertambah dengan unsur perasaan si pengarang. Aliran ini selalu menggunakan simbol atau perlambang hewan atau tumbuhan sebagai pelaku dalam cerita. dan (d) surealisme Romantisisme adalah aliran karya sastra yang sangat mengutamakan perasaan. tindakan. penekanan pada kespontanan dalam pikiran. Mistisisme adalah aliran kesusastraan yang bersifat melukiskan hubungan manusia dengan Tuhan. serta pengungkapan pikiran.Tergesa-gesa Keluar jalanan Kami semua menyanyi ³ Gugur Bunga´ Perlahan-lahan Prajurit ini Membuka baretnya Air mata tak tertahan Di puncak gayatri Menundukkan bendera Di belakangnya segumpal awan (Antologi Tirani) 2. aliran sangat erat hubungannya dengan sikap/jiwa pengarang dan objek yang dikemukakan dalam karangannya. sehingga objek yang dikemukakan tidak lagi asli. terdapat dua kata yang maknanya sangat berkaitan dengan aliran. Aliran ini kadang-kadang berpadu dengan aliran idealisme dan realisme sehingga timbul aliran romantik idealisme. minat pada pemandangan alam. Dunia yang secara indrawi dapat kita cerap menunjukkan suatu dunia rohani yang tersembunyi di belakang dunia indrawi. Menurut aliran ini. Aliran idealisme ini dapat dibagi menjadi (a)romantisisme. (b) simbolik. Romantik idealisme adalah aliran kesusastraan yang mengutamakan perasaan yang melambung tinggi ke dalam fantasi dan cita-cita. dan (2)materialisme.

Beberapa pengarang Pujangga Baru memperlihatkan impresionisme dalam beberapa karyanya. Di samping itu. ritme. Aliran ini umumnya lebih objektif memandang segala sesuatu (tanpa mengikutsertakan perasaan). prosa. Realisme sosialis adalah aliran karya sastra secara realis yang digunakan pengarang untuk mencapai cita-cita perjuangan sosialis. Ada tiga paham yang berkembang dari aliran realisme (1) saintisme (hanya sains yang dapat menghasilkan pengetahuan yang benar). Merahnya Merah karya Iwan Simatupang. Impresionisme lebih mengutamakan pemberian kesan/pengaruh kepada perasaan daripada kenyataan atau keadaan yang sebenarnya. Bahrum Rangkuti. Susunan kata dalam puisi relatif lebih padat dibandingkan prosa. Berikut ini dipaparkan ketiga bentuk karya sastra tersebut.keagungan Maha Pencipta. dan Tumbang karya TrisnoSumardjo Materialisme berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang bersifat kenyataan dapat diselidiki dengan akal manusia. hanya pancaindra kita berpijak pada kenyataan). kata-kata puisi harus pula mampu membangkitkan tanggapan rasa pembacanya.E. Sebagaimana kita tahu. seperti: naturalisme dan determinisme. Istilah ini menyiratkan adanya semacam kewenangan bagi penyair .4 Genre Sastra Karya sastra menurut genre atau jenisnya terbagi atas puisi. Plato dalam teori mimetiknya pernah menyatakan bahwa sastra adalah tiruan kenyataan/ realitas.Tatengkeng. Dalam kesusastraan. dan (3) determinisme (segala sesuatu sudah ditentukan oleh sebab musabab tertentu. rima. Naturalisme adalah aliran karya sastra yang ingin menggambarkan realitas secara jujur bahkan cenderung berlebihan dan terkesan jorok. dan jangkauan simboliknya. 2. yakni pengalaman kemanusiaan dalam segala wujud dan dimensinya. Surealisme adalah aliran karya sastra yang melukiskan berbagai objek dan tanggapan secara serentak. Impresionisme adalah aliran kesusastraan yang memusatkan perhatian pada apa yang terjadi dalam batin tokoh utama. Demikian pula komponen±komponen yang turut membangun karya sastra tersebut. Pengalaman batin yang terkandung dalam puisi disusun dari peristiwa yang telah diberi makna dan ditafsirkan secara estetik. a. nada. Contoh karya sastra yang beraliran ini adalah sebagaian besar karya Amir Hamzah. Aliran ini berkembang dari realisme. Berangkat dari inilah kemudian berkembang aliran-aliran. Realisme adalah aliran karya sastra yang berusaha menggambarkan/ memaparkan/ menceritakan sesuatu sebagaimana kenyataannya. Sebagai alat. citraan. Contoh karya sastra aliran ini misalnya Radio Masyarakat karya Rosihan Anwar. Kebebasan penyair untuk memperlakukan bahasa sebagai bahan puisi itu dalam istilah ke susastraan dikenal sebagai lisentia poetica. rasa. dan J. Kehadiran kata-kata dan ungkapan dalam puisi diperhitungkan dari berbagai segi: makna. aliran ini dapat dibedakan atas realisme dan naturalisme. kata-kata dalam puisi harus mampu diboboti oleh gagasan yang ingin diutarakan penyair. dan drama. Substansi karya sastra apa pun bentuknya tetap sama. Pembagian tersebutsemata-mata didasarkan atas perbedaan bentuk fisiknya saja. Puisi Puisi adalah karya sastra yang khas penggunaan bahasanya dan memuat pengalaman yang disusun secara khas pula. bukan substansinya. (2) positivisme ( menolak metafisika. Karya sastra bercorak surealis umumnya susah dipahami karena gaya pengucapannya yang melompat-lompat dan kadang terasa agak kacau. Pengenalan terhadap ciri-ciri bentuk sastra ini memudahkan proses pemahaman terhadap maknanya.

Puisi modern dilahirkan dalam semangat mencari kebebasan pengucapan pribadi. dan (6) konatif (Jacobson. karena komunikasi sastra tidak lagi terikat oleh konteks hubungan langsung. waktu. pendapat.untuk mematuhi atau menyimpangi norma ketatabahasaan. Puisi terikat dapat dikatakan sebagai puisi lama. (5) metalingual. keselarasan. Fungsi puitik yakni fungsi bahasa untuk menggambarkan makna sebagaimana terdapat dalam lambang kebahasaan itu sendiri. Akan tetapi. Puisi baru. perasaan. nilai puisi modern dapat dilihat pada keutuhan. Untuk memahami makna binatang jalang misalnya. imbauan. benda ataupun kenyataan tertentu sejalan dengan gagasan. Dengan demikian. Hanya melalui hubungan yang demikian komunikasi dapat berlangsung dan karya sastra mendapatkan maknanya. bentuk komunikasi dalam sastra juga bersifat khas karena (1) tidak mempunyai bentuk hubungan timbal balik antara penutur dan penanggap secara langsung. misalnya tempat. peristiwa. misal ketika kita . 1984). (2) referensial. Fungsi konatif berisi konsepsi bahwa peristiwa bahasa dalam komunikasi berfungsi menimbulkan efek. dan sikap penyair. Puisi modern dapat dianggap sebagai bentuk pengucapan puisi yang tidak menginginkan pola-pola estetika yang kaku atau patokan-patokan yang membelenggu kebebasan jiwa penyair. ataupun dorongan tertentu penanggapnya. dan bukan terletak pada jumlah bait dan larik yang membangunnya. sarana pemandu bunyi. (3) puitik. mengacu pada konsepsi bahwa bentuk kebahasaan yang digunakan dalam komunikasi juga bisa digunakan untuk fungsi mempertahankan hubungan guna menciptakan kesan keakraban ataupun menciptakan bentuk-bentuk hubungan tertentu. Pematuhan dan penyimpangan ini haruslah mempertimbangkan tercapainya kepuitisannya. Fungsi fatis. Dari pasar? Kita tentunya hanya menjawabYa! karena ujaran tersebut hanya untuk menciptakan keakraban atau hubungan sosial dan tidak mempunyai gagasan atau konsepsi apapun. Di dalam karya sastra penggunaan bahasa yang berkaitan dengan fungsi fatis bisa juga muncul apabila penggunaan bahasa itu hanya sekedar hiasan. dalam Teeuw. dan peristiwa. puisi yang diciptakan oleh masyarakat lama. Gejala komunikasi seperti di atas dapat dihubungkan dengan sejumlah fungsi bahasa seperti fungsi (1) emotif. membentuk dan mengekspresikan gagasan. karya sastra puisi dapat disikapi sebagai salah satu ragam penggunaan bahasa dalam kegiatan komunikasi.. tidak tergantung pada yang lain) dan sebagainya sebagai pemaknaan dari binatang jalang. perasaan. kuat. (2) pemahaman pesannya telah mengalami otonomisasi karena pemahaman pesan tidak terjadi secara otomatis. tidak terikat. kita mungkin mendapat pertanyaan. liar. Dari segi bentuknya kita mengenal puisi terikat dan puisi bebas. pembaca dapat menggambarkannya sebagai (mahluk bernyawa.dan gurindam. dan sikap yang kita sampaikan. misalnya dalam pernyataan Aku ini binatang jalang di tengah kumpulan terbuang. Fungsi emotif mengacu pada fungsi bahasa untuk menggambarkan. puisi bebas atau yang lebih dikenal sebagai puisi modern yang mulai muncul pada masa Pujangga Baru dan dipopulerkan oleh Angkatan 45 yang dipelopori oleh Chairil Anwar. dan (3) berbeda dengan komunikasi lisan. (4) fatis. pendapat. seperti pantun. dan kepadatan ucapan. Untuk mengapresiasi suatu puisi seorang pembaca harus menciptakan kontak. atau sekedar kelayakan saja. Fungsi referensial mengacu pada fungsi bahasa untuk menggambarkan objek. syair. Kontak ini bisa terjadi apabila pembaca memahami kode kebahasaan ataupun sistem tanda dalam puisi yang diapresiasi. misalnya. ketika kita membawa keranjang belanjaan. Sebagai sistem tanda. dalam arti membaca teks sastra dan melakukan penghayatan.

sistem tanda yang terwujud dalam bentuk teks yang menjadi sarana kontak dengan pembaca (penerima). manfaat itu berlaku juga bagi kehidupan manusia pada umumnya. Bentuk ini terbagi atas kategori cerita pendek. dan nilai kehidupan. telanjang. Dengan kata lain. (c) latar. dan novel. (2) kata-kata atau diksi. novel. berkeliaran. isi cerita. (b) alur. misalnya. yakni komponen yang membentuk puisi sebagai teks secara internal. dengan latar dan tahapan tertentu yang sering disebut dengan cerita rekaan. harimau. aliterasi. tetapi mengambil ciri singa yang menggambarkan kekuatan.Yassin adalah cerpen. Jelasnya suatu puisi akan memanfaatkan (1) bunyi bahasa. kata aku akan memberikan gambaran seseorang sebagai persona. dan roman. (d) tema.membaca tulisan Awas jalan licin mungkin secara refleks kita akan mengurangi kecepatan dalam berkendaraan atau berjalan. novelet. konteks.B. menggambarkan aku seperti singa atau harimau memuat pengertian yang tersirat. keberanian. Untuk memahami makna puisi. Sebagai cerita rekaan. seperti asonansi. Apabila hal tersebut dilaksanakan dan dihayati dalam kehidupan seharihari. Makna literal merupakan makna yang digambarkan oleh kata kata dalam puisi seperti lazim dipersepsikan dalam kehidupan sehari-hari. disonansi. (e) amanat. dan irama. cerpen adalah cerita fiksi yang habis dibaca dalam sekali duduk. bahasa dan unsur-unsur fiksi. Gambaran bahwa aku merupakan binatang jalang hanya merupakan perbandingan atau metafora aku layaknya atau bagaikan binatang jalang. ia juga harus memiliki unsur-unsur. Pembagian bentuk prosa seperti yang dikemukakan oleh H. Ketika membaca larik puisi Aku ini binatang jalang. Sementara kata binatang jalang membentuk gambaran dari sesuatu yang disebut binatang jalang. Unsur keindahan bunyi dalam puisi juga ditunjang oleh penggunaan unsur bunyi yang juga mempunyai berbagai macam karakteristik. suka makan daging mentah. b. tentu saja tidak memuat informasi ataupun pengertian bahwa ¶aku ini merupakan hewan harimau´. Prosa Prosa merupakan jenis karya sastra dengan ciri-ciri antara lain (1) bentuknya yang bersifat penguraian. Untuk memahami nilai kehidupan tentu saja kita harus memahami makna yang terdapat dalam puisi tersebut. gagasan. Guna memahami pengertian tersiratnya kita mestilah memahami gambaran ciri singa ataupun harimau yang layak diperbandingkan atau dihubungkan dengan ciri yang tedapat pada manusia. dan (3) penggunaan gaya bahasa untuk menciptakan kontak dengan pembacanya. (2) adanya satuan-satuan makna dalam wujud alinea-alinea. dapat kita pahami bahwa puisi sebagai suatu struktur makro keberadaannya terkait dengan penyair. misalnya penyair. atau hewan yang dapat dikategorikan sebagai binatang jalang. tentang nilai kehidupan yang mendorong kesadaran batin pembaca untuk melakukan ataupun menghayati pemahaman yang diperoleh itu dalam kehidupan sehari-hari. pengertian tersirat. (g) dan gaya bahasa. Larik puisi Aku ini binatang jalang. Dalam kesadaran batin pembaca mungkin akan muncul gambaran hewan yang disebut singa. Berdasarkan uraian di atas. Bentuk ini merupakan rangkaian peristiwa imajinatif yang diperankan oleh pelaku-pelaku cerita. Dengan begitu. fungsi konatif itu berkaitan dengan efek pemahaman. yang semuanya saling berhubungan sehingga membentuk satu cerita yang utuh. . Dalam membaca karya sastra. kita akan menemukan makna literal. dan sebagainya. (f) sudut pandang. Jadi jelas pemahaman nilai-nilai kehidupan memang benar-benar memiliki relevansi dengan kenyataan kehidupan sehari-hari.misalnya. Unsur-unsur cerita rekaan antara lain sebagai berikut (a) tokoh dan penokohan. Selain komponen makro kita juga mendapatkan komponen mikro. kita tidak akan mengangkat ciri singa yang mempunyai kaki empat. rima. Menurutnya. dan (3) penggunaan bahasa yang cenderung longgar. seperti pengarang.

manusia dengan alam semesta. Oleh karena itu. Sementara itu. misalnya sosial. dan gaya bahasa. seminggu. Kualitas tokoh dalam cerpen jarang dikembangkan secara penuh. mengingat tidak ada karya sastra yang lahir dari kekosongan budaya. permasalahan yang diangkat menjadi tema-tema novel umumnya jauh lebih kompleks dan rumit bila dibandingkan dengan cerpen. sedangkan roman adalah cerita fiksi yang mengisahkan tokoh-tokohnya sejak kanak-kanak sampai tutup usia. dan filsafat. yakni (1) sastra. tokoh. Novel memiliki durasi cerita yang lebih panjang dibandingkan dengan cerpen. amanat. unsur ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berasal dari luar karya sastra. naskah drama tidak disusun khusus untuk dibaca seperti cerpen atau novel. dan arahan tentang petunjuk lakuan atau akting. panjang pendeknya cerita tidak dapat dijadikan patokan. deskripsi. karakter tokoh langsung ditunjukkan oleh pengarangnya melalui narasi. Dalam hampir setiap naskah drama selalu ditemukan narasi.Novel adalah cerita fiksi yang mengisahkan perjalanan hidup para tokohnya dengan segala liku-liku perjalanan dan perubahan nasibnya. Kesamaan itu berkaitan dengan aspek kesastraan yang terkandung di dalamnya. bagi pembaca. Artinya. sekarang ini istilah roman sudah jarang digunakan karena dianggap sama dengan novel. agama. . Jika dicermati secara saksama. Karena serba dibatasi. misalnya semalam. Permasalahan hidup manusia yang menjadi sumber inspirasi penulis sangatlah rumit dan kompleks. juga dibangun oleh unsurunsur yang mendukung keberadaannya. Akan tetapi. hal tersebut tetap penting untuk diketahui karena akan membantu pemahaman makna karya sastra. manusia dengan masyarakat. Jadi. atau setahun. Namun. Faktor ekstrinsik tidak menjadi penentu yang menggoyahkan karya sastra. sehari. seperti: tema. (1985) yang dimaksud dengan unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang berasal dari dalam karya sastra itu sendiri. atau dialog. yakni pada tujuannya. Jika dipetakan pemasalahan itu meliputi hubungan antarmanusia dengan Tuhan.sebulan. tetapi bergerak dalam pergerakan waktu. Menurut Jakob Sumardjo dan Saini K. Drama Pada dasarnya drama tidak jauh berbeda dengan karya prosa fiksi. Novel memiliki peluang yang cukup untuk mengeksplorasi karakter tokohnya dalam rentang waktu yang cukup panjang dan kronologi cerita yang bervariasi (ganda). budaya. Cerpen biasanya memiliki alur tunggal. Di samping itu. Novel memungkinkan kita untuk menangkap perkembangan kejiwaan tokoh secara lebih komprehensif dan memungkinkan adanya penyajian secara panjang lebar mengenai permasalahan manusia. sudut pandang. Peranan tokoh tidak statis.M. Drama sebenarnya memiliki tiga dimensi. dialog. ekonomi. alur. c. dan (3) ujaran. Tujuan utama penulisan naskah drama adalah untuk dipentaskan. cerita pendek biasanya mencakup rentang waktu cerita yang pendek pula. dan manusia dengan dirinya sendiri. Keterbatasan dan keleluasaan juga membawa konsekuensi pada rincian-rincian yang sering menjadi bumbu cerita. yakni aspek cerita dan aspek pementasan yang berhubungan dengan seni lakon atau teater. Unsur-unsur pembangun karya sastra lazim disebut dengan unsur intrinsikdan unsur ekstrinsik. drama memiliki dua aspek esensial. sebagaimana rumah. Semi (1988) menyatakan bahwa drama adalah cerita atau tiruan perilaku manusia yang dipentaskan. Itulah sebabnya. politik. Unsur-unsur ini harus ada karena akan menjadi kerangka dan isi karya tersebut. ada perbedaan esensial yang membedakan antara karya drama dan karya prosa fiksi. dan mencakup peristiwa yang terbatas pula. pelaku terbatas (jumlahnya sedikit). Namun. tokoh dalam cerpen biasanya langsung ditunjukkan karakternya. tetapi lebih daripada itu dalam penciptaan naskah drama sudah dipertimbangkan aspek-aspek pementasannya. Demikianlah sebuah karya sastra. latar. (2) gerakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful