P. 1
Apakah masyarakat sipil

Apakah masyarakat sipil

|Views: 1,199|Likes:
Published by lookingyougood

More info:

Published by: lookingyougood on Oct 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2013

pdf

text

original

Apakah masyarakat sipil? Apakah masyarakat sipil?

masyarakat sipil adalah sebuah konsep strategis yang terletak di bagian-lintas alur penting dari perkembangan intelektual dalam ilmu-ilmu sosial. Untuk memperhitungkan keragaman konsep, CCS mengadopsi definisi kerja awal yang dimaksudkan untuk membimbing kegiatan penelitian dan pengajaran, tetapi tidak berarti harus ditafsirkan sebagai pernyataan kaku: Masyarakat sipil mengacu pada arena aksi kolektif uncoerced kepentingan sekitar bersama, tujuan dan nilai-nilai. Secara teori, bentuk-bentuk kelembagaan yang berbeda dari mereka negara, keluarga dan pasar, meskipun dalam praktek, batas antara negara, masyarakat sipil, keluarga dan pasar seringkali rumit, kabur dan dinegosiasikan. masyarakat sipil umumnya mencakup beragam ruang, pelaku dan kelembagaan bentuk, bervariasi di tingkat mereka formalitas, otonomi dan kekuasaan. Sipil masyarakat sering dihuni oleh organisasi seperti amal terdaftar, pengembangan organisasi non-pemerintah, kelompok masyarakat, organisasi perempuan, organisasi berbasis agama, asosiasi profesi, persatuan buruh, self-help kelompok, gerakan sosial, asosiasi bisnis, koalisi dan kelompok advokasi . Mengapa masyarakat sipil? Apa ini bunga tiba-tiba dalam masyarakat sipil semua tentang? Beberapa orang mungkin ingat bahwa istilah ini en populer pada abad 18 dan 19, tapi sudah lama jatuh ke tidak digunakan, dan menjadi istilah yang menarik bagi sejarawan terutama. Untuk CCS, jawabannya adalah jelas namun penuh dengan implikasi. Untuk waktu yang lama, para ilmuwan sosial percaya bahwa kita hidup di dunia dua sektor. Ada pasar atau ekonomi di satu sisi, dan negara atau pemerintah di sisi lain. teori-teori besar kami berbicara kepada mereka, dan hampir semua energi kami didedikasikan untuk menjelajahi dua kompleks kelembagaan pasar dan negara. Tidak ada lagi sepertinya banyak masalah. Tidak mengherankan, 'masyarakat' itu didorong ke pinggir dan akhirnya menjadi suatu pengertian yang sangat abstrak, diturunkan sampai ke perbatasan theorising sosiologis dan filsafat sosial, tidak cocok dengan pandangan dunia dua sektor yang telah mendominasi ilmuilmu sosial selama lima puluh tahun terakhir. Demikian pula, gagasan bahwa 'sektor ketiga' mungkin ada antara pasar dan negara entah bagaimana tersesat dalam tampilan dua-sektor di dunia. Tentu saja, ada dan banyak lembaga swasta yang melayani tujuan-asosiasi sukarela umum, amal, organisasi nirlaba, yayasan dan organisasi non-pemerintah-yang tidak cocok dengan dikotomi negara-pasar. Namun, sampai baru-baru ini, lembaga ketiga-sektor seperti itu diabaikan jika tidak diabaikan langsung oleh semua ilmu-ilmu sosial. Seperti pendekatan sisi pendek memiliki konsekuensi bencana bagi pemahaman kita tentang

namun tidak hanya relevan ke Eropa tengah dan timur dan dunia berkembang.ac. Dialog Sipil diprakarsai oleh Komisi di tahun 1990-an adalah upaya pertama oleh Uni Eropa untuk memberikan lembaga-lembaga masyarakat-dan tidak hanya pemerintah dan bisnis-suara di meja pembuatan kebijakan di Brussels. Uni Eropa. Sudah terlalu lama kita telah mengadakan praduga tentang "'pasar dan'" negara yang independen tampaknya masyarakat dan budaya setempat. memiliki jalan panjang dalam mencoba untuk mengakomodasi kepentingan yang sering berbeda dari organisasi non-pemerintah dan kelompok masyarakat. Apa peran yang akan dimainkan lembaga-lembaga masyarakat sipil. pasar dan negara berhubungan satu sama lain.bagaimana perekonomian dan masyarakat berinteraksi. Ada peningkatan pengakuan bahwa pemerintah internasional dan nasional harus terbuka kepada lembaga-lembaga masyarakat sipil. Perdebatan tentang masyarakat sipil akhirnya adalah tentang bagaimana budaya. di mana transisi masyarakat pasca-industri untuk menampilkan banyak pertanyaan penting tentang kohesi sosial dan partisipasi sosial di negara yang semakin heterogen dan beragam. peneliti CCS akan mencapai kesimpulan yang sama untuk cara di mana ilmu-ilmu sosial biasanya mendekati 'pembangunan' di Selatan. Satu bisa mencapai kesimpulan yang sama tentang Kerajaan Serikat. apa fungsi dari amal dan filantropi di Britania lebih beragam. Kekhawatiran tentang masyarakat sipil. yang ketidakmampuan ilmu-ilmu sosial untuk memprediksi dan memahami jatuhnya komunisme di Eropa tengah dan timur hanyalah salah satu dari banyak contoh. seperti lembaga-lembaga internasional lainnya. Salah satu peristiwa yang paling penting dari abad ke-20 luput dari perhatian ilmu sosial mainstream sampai setelah terjadi. Hal ini sangat banyak bunga ke Uni Eropa juga. dan apa yang akan menjadi dampak desentralisasi pada sektor sukarela? Terakhir diperbaharui: 1 Maret 2004www. kita dapat melihat bagaimana kejadian-kejadian di Eropa tengah dan timur memang penting dalam membawa topik masyarakat sipil untuk perhatian para ilmuwan sosial di Barat.lse.uk Masyarakat Madani (Civil Society) dan Pluralitas Agama Di Indonesia . Melihat ke belakang.

sehingga masyarakat madani bias berarti masyarakat kota atau perkotaan .[3] Dalam bahasa Arab. pada tingkat masyarakat kecil. societas civilis (Romawi) atau koinonia politike (Yunani). dan Amien Rais.Terlahirnya istilah masyarakat madani di Indonesia adalah bermula dari gagasan Dato Anwar Ibrahim. Namun banyak orang memadankan istilah ini dengan istilah civil society. mula-mula terbatas di kalangan intelektual.[1] Dewasa ini. kata ³madani´ tentu saja berkaitan dengan kata ³madinah´ atau µkota´. Masyarakat madani merujuk pada tradisi Arab-Islam sedang civil society tradisi barat non-Islam. Meskipun begitu. kehidupan yang menyangkut prinsip pokok dari masyarakat madani sudah ada. Soesilo bambang Yudoyono dan masih banyak lagi. misalnya mantan Presiden B. ketika itu tengah menjabat sebagai Menteri keuangan dan Asisten Perdana Menteri Malaysia.[2] Masyarakat madani atau yang disebut orang barat Civil society mempunyai prinsip pokok pluralis. meskipun sebenarnya pada wilayah-wilayah tertentu. Tetapi perkembangannya menunjukkan istilah masyarakat madani juga disebut-sebut oleh tokoh-tokoh pemerintahan dan politik. Dari sini kita paham bahwa masyarakat madani tidak asal masyarakat . Wiranto. Padahal istilah ³masyarakat madani ³ dan civil society berasal dari dua sistem budaya yang berbeda. 26 september 1995. habibie. istilah masyarakat madani semakin banyak disebut. tetapi justru kepada karakter atau sifat-sifat tertentu yang cocok untuk penduduk sebuah kota. Kemudian mendapat legitimasi dari beberapa pakar di Indonesia termasuk seorang Nurcholish Madjid yang telah melakukan rekonstruksi terhadap masyarakat madani dalam sejarah islam pada artikelnya ³Menuju Masyarakat Madani´. Naquib alAttas seorang filosof kontemporer dari negeri jiran Malaysia dalam studinya baru-baru ini. hasil pemikiran Prof. toleransi dan human right termasuk didalamnya adalah demokrasi. Emil Salim. Kesulitan ini tidak hanya disebabkan karena adanya hambatan psikologis untuk menggunakan istilah-istilah tertentu yang berbau Arab-Islam tetapi juga karena tiadanya pengalaman empiris diterapkannya nilai-nilai ³masyarakat madaniyah´ dalam tradisi kehidupan social dan politik bangsa kita. misalnya Nurcholish Madjid. ke Indonesia membawa ³ istilah masyarakat madani´ sebagai terjemahan ³ civil society´. Istilah masyarakat madani pun sebenarnya sangatlah baru. tidak merujuk semata-mata kepada letak geografis. dalam ceramahnya pada simposium nasional dalam rangka Forum Ilmiah pada acara festival Istiqlal. Memencari padan kata ³masyarakat madani´ dalam literatur bahasa kita memang agak sulit. Sebagai bangsa yang pluralis dan majemuk.J. model masyarakat madani merupakan tipe ideal suatu mayarakat Indonesia demi terciptanya integritas sosial bahkan integritas nasional. Perbedaan ini bisa memberikan makna yang berbeda apabila dikaitkan dengan konteks istilah itu muncul. istilah kota disini. Sehingga masyarakat madani dalam artian negara menjadi suatu cita-cita bagi negara Indonesia ini.

[5] menghasilkan Civil Sosiety I dan Civil Society II. Yaitu. yang menurut Seligman dikembangkan oleh T. dan social thoughts) . Dalam kamus bahasa Inggris diartikan sebagai kata ³civilized´. piagam madinah merupakan dokumen politik pertama dalam sejarah umat manusia yang meletakkan dasar-dasar pluralisme dan toleransi. Dalam wacana civil society I di Indonesia lebih menekankan aspek horizontal dan biasanya dekat dengan aspek budaya. Foley dan Bob Edwards yang Penggunaan istilah masyarakat madani dan civil society di Indonesia sering disamakan atau digunakan secara bergantian.Menurut Madjid. Atau dengan kata lain bicara civil society sama dengan bicara demokrasi. atau sintesa Talcott Person tentang karisma Weber dan individualism Durkheim.H. terdapat analisis yang mencakup dari kedua aspek (civil Society I dan II). Yang kedua ini menurut Seligman. sementara toleransi di Eropa (Inggris ) baru dimulai dengan The Toleration Act of 1689. [4] Pemetaan tentang civil society pernah dilakukan oleh Michael W. Adam Seligman mengemukakan dua penggunaan istilah Civil Society dari sudut konsep sosiologis. meskipun berasal dari latar belakang system budaya negara yang berbeda. tetapi yang lebih penting adalah memiliki sifat-sifat yang cocok dengan orang kota. Marshall. yang artinya memiliki peradaban (civilization). hingga menghasilkan kombinasi atau tipe Civil society III. Dalam pengertian civil society dijadikan jargon untuk memperkuat ide demokrasi. antropologi politik.yaitu yang berperadaban. Namun dalam perkembangannya . dalam tingkatan kelembagaan dan organisasi sebagai tipe sosiologi politik dan membuat civil society sebagai suatu fenomena dalam dunia nilai dan kepercayaan. Hal ini dirasakan karena makna diantara keduanya banyak mempunyai persamaan prinsip pokoknya. Sedangkan yang kedua. Dan civil society ini merupakan obyek kajian dalam dunia politik (sosiologi politik. kajian civil society sekarang ini mengarah pada kombinasi antara konsep durkheim tentang moral individualism dan konsep Weber tentang rasionalitas bentuk modern organisasi sosial. Aspek ini dibahas pemikir masyarakat madani atau madaniah yang mencoba melihat relevansi konsep tersebut (semacam ³indigenisasi´) dan menekankan toleransi antar agama. Civil society di sini erat dengan ³civility´ atau keberadaban dan ³fraternity´. dan dalam kamus bahasa Arab dengan kata ³tamaddun´ yang juga berarti peradaban atau kebudayaan tinggi.[6] Penggunaan konsep madani ini mendapat kritik dari kelompok yang menggunakan ³civil society¶ dengan Muhammad Hikam sebagai pemikir . Untuk yang pertama. civil society dijadikan sebagai perwujudan suatu tipe keteraturan kelembagaan. civil society menjadi wilayah kajian filsafat yang menekankan pada nilai dan kepercayaan. Analis utama dalam kelompok ini adalah Nurcholish Madjid yang mencoba melihat civil society berkaitan dengan masyarakat kota madinah pada jaman Rosulullah.yang berada di perkotaan.

Walaupun kedua kelompok tersebut erat dengan ³Islam cultural´ namun contoh masyarakat Madinah kurang mencerminkan relevansi dengan Indonesia. Ditambah legalnya nilai-nilai hubungan sosial yang luhur. Dibahas pula oleh Paulus Wirutomo dalam pidato pengukuhan Guru Besar yang berjudul Membangun Masyarakat Adab: Suatu Sumbangan Sosiologi. Pluralisme juga tidak boleh dipahami sekedar sebagai ³kebaikan negative´. Konsep civil society III ini yang dirasa relevan dengan masyarakat Indonesia dimana keadaan vertical (antar lapisan dan kelas). Sebab toleransi dan pluralisme adalah wujud ikatan keadaban (bond of civility). Bahkan pluralisme adalah juga suatu . Terjemahan yang diIndonesiakan adalah Masyarakat warga atau masyarakat kewargaan dan digunakan oleh ilmuwan politik . beraneka ragam. yaitu membangun masyarakat yang adil. Dalam civil society II. Pemahaman civil society II intinya menekankan asosiasi diantara individu (keluarga) dengan negara yang relatif otonom dan mandiri. Kombinasi antara Civil society I dan II yang menjadi civil society III telah dibahas oleh Afan Gaffar di bukunya Politik Indonesia. perspektif masyarakat madani di Indonesia dapat dirumuskan secara sederhana. terdiri dari berbagai suku dan agama. Namun. Pluralisme harus difahami sebagai µpertalian sejati kebinekaan dalam ikatan-ikatan keadaban´. Jadi civil society II dapat bermakna beragam dan ada pula yang mndefinisikan ³civil society¶ sebagai ³the third sector´ yang berbeda dari pemerintah dan pengusaha. hanya ditilik dari kegunaannya untuk menyingkirkan fanatisme. adalah merupakan kelanjutan nilai-nilai keadaban (tamaddun).[10] Di sini pluralisme tidak dapat dipahami hanya dengan mengatakan bahwa masyarakat kita majemuk. istilah ³civil´ dekat dengan ³citizen¶ dan ³liberty´. seperti demokratisasi dan partisipasi erat kaitannya dengan situasi horizontal atau SARA.[9] Maka dari itu. Kedua aspek tersebut mengalami represi dan sejak reformasi 1998 muncu ke permukaan dan membutuhkan perhatian dalam proses re-integrasi. yang justru hanya menggambarkan kesan fragmentasi. Transisi Menuju demokrasi (1999).utamanya. dengan landasan taqwa kepada Allah dalam arti semangat ketuhanan Yang Maha Esa. terbuka dan demokratif. konsep masyarakat warga atau kewargaan digunakan pula oleh Ryaas Rasyid dan Daniel Dhakidae. seperti toleransi dan juga pluralisme. Wacana dalam civil Society II memfokuskan pada aspek ³vertical´ dengan mengutamakan otonomi masyarakat terhadap negara dan erat dengan aspek politik. terdapat perdebatan apakah partai politik atau konglomerat termasuk disini atau apakah semua organisasi yang non-negara merupakan civil society. Perdebatan utamanya terletak pada bentuk masyarakat ideal dalam civil society tersebut. bukan pluralisme.[7] Selain civil society dan masyarakat madani.[8] Pembahasan civil society III merupakan upaya untuk mempertemukan civil sosiey I dan civil society II.

Gold.keharusan bagi keselamatan umat manusia. karena kemajemukan suku dan masyarakat pada umumnya masih berada dalam taraf statis. puncak dominasi Belanda atas wilayah nusantara tercapai dengan didirikannya ³negara´ Nederland Indie. Mereka hidup dalam lingkungan yang relative terisolasi dalam batas-batas wilayah yang tetap. Pluralisme jenis kedua ini kira-kira mulai abad 13 ketika agama islam mulai berkembang di Indonesia.[11] Di Indonesia. Pustaka Pelajar. Pluralisme Modern atau pluralisme organik. Jogjakarta. dan kemudian disusul dengan kedatangan agama Barat atau agama Kristen (baik katolik maupun Protestan) pada kira-kira abad 15. Pluralisme SARA memang diperlemah. and Glory´. . konflik dan peperangan mulai terjadi diantara kerajaan islam di pesisir dengan sisasisa kekuatan Majapahit di pedalaman Jawa. tidak berhubungan satu dengan lainnya. Pluralisme kompetitif. pluralisme dalam keberagamaan dapat dibagi menjadi 3 jaman perkembangannya. Keadaan seperti ini tidak banyak berubah sampai datang pengaruh agama yaitu agama Hindu dan Budha dengan tingkat peradabannya masing-masing.[12] [1] Sufyanto. Yang di maksud istilah ini adalah pluralisme yang relative stabil. 2001. dan dibuat terfragmentasikan demi kepentingan Belanda. yaitu: Pluralisme cikal-bakal. Di awal abad ke 20. persaingan antara Islam dan Kristen terus berlangsung hingga akhir abad 19. Ketika penjajah dating dengan konsep ³God. dan belum memiliki mobilitas yang tinggi karena teknologi komunikasi dan transportasi yang mereka miliki belum memadai. Masyarakat Tamaddun: Kritik hermeneutis Masyarakat madani Nurcholish Madjid. Kenyataan negara ini menjadi sebuah kesatuan organic yang memiliki satu pusat pemerintah yang mengatur kehidupan berdasarkan hukum dan pusat kekuasaan yang riil. [2] Ibid. antara lain melalui mekanisme pengawasan dan pengimbangan yang dihasilkan. Kemudian upaya-upaya mansipasi SARA pun terjadi dalam peristiwa Sumpah pemuda 1928 dan proklamasi kemerdekaan 1945. . disegregasikan. Agama-agama suku hidup dalam claim dan domain yang terbatas.

. organisasi perempuan. koalisi dan kelompok advokasi . ensiklopedia bebas [Sunting] Definisi Ada berbagai definisi masyarakat sipil dalam pengertian pasca-modern. Sumartana (ed. keluarga dan pasar seringkali rumit. makna sebenarnya dari konsep masyarakat madani telah berubah dua . kabur dan dinegosiasikan.. Jogjakarta. kelompok self-help. Op. Masyarakat Madani dalam Perspektif Budaya Islam. Penerbit Buku Kompas.). dalam Ismail dan Mukti. pengembangan organisasi non-pemerintah. Agama. Refleksi tentang Hubungan antar Agama di Indonesia. Op. [10] Sufyanto. dalam Th. 2000. London School of Economics Pusat Masyarakat Sipil definisi bekerja adalah ilustrasi: Masyarakat sipil mengacu pada arena aksi kolektif uncoerced kepentingan sekitar bersama. Agama dan Masyarakat Madani: Rujukan kasus tentang sikap Budaya. masyarakat sipil sering dihuni oleh organisasi seperti amal terdaftar. [4] Mulyadhi Kertanegara. bervariasi di tingkat mereka formalitas. [8] Ibid. kelompok masyarakat. masyarakat sipil umumnya mencakup beragam ruang. pelaku dan kelembagaan bentuk. keluarga dan pasar. Sumartana. Cit. Wacana Civil Society di Indonesia. tujuan dan nilai-nilai. Konflik. [11] Munawar-Rachman. otonomi dan kekuasaan. Jakarta. dan Dialog. 2001. Pluralisme dan Teologi Agama-Agama Islam dan Kristen. Pluralisme. Masyarakat Madani Antara Cita dan Fakta(Kajian HistorisNormatif). .[1] [Sunting] Asal Dari perspektif sejarah. [5] A. asosiasi bisnis. [6] Iwan Gardono Sujatmiko. dalam Sumartana (ed. [9] Ibid. Secara teori. organisasi berbasis agama. [12] Th. gerakan sosial.Cit. media Inovasi Jurnal Ilmu dan Kemanusiaan edisi 1 TH-xii/2002. masyarakat sipil. batas antara negara. asosiasi profesional.9. dan Politik. [7] Ibid. Op. bentuk-bentuk kelembagaan yang berbeda dari mereka negara. meskipun dalam praktek. serikat buruh.[3] Achmad Jainuri. Pustaka Pelajar. ibid. Masyarakat sipil Dari Wikipedia Bahasa Melayu. Jurnal sosiologi edisi No.). Cit. kata pengantar untuk Sufyanto. Qodri Abdillah Azizy.

klasik. gaya. Harap membantu memperbaikinya dengan menulis ulang dalam gaya ensiklopedia. [2] politike koinonia Nya sebagai komunitas politik. mereka menyatakan bahwa manusia pada dasarnya rasional sehingga mereka secara kolektif dapat membentuk sifat dari masyarakat yang mereka milik . kita dapat mengatakan bahwa para pemikir politik klasik mengesahkan genesis masyarakat sipil dalam arti aslinya. Itu adalah tugas 'Filsuf raja' untuk menjaga orang-orang di kesopanan. Selain itu. atau ejaan. Selain itu. Sebaliknya mereka menyatakan bahwa negara merupakan bentuk masyarakat sipil dan 'kesopanan' mewakili kebutuhan dari warga negara yang baik [2]. [2] Pada periode klasik. moderasi dan keadilan. Namun. Dengan memegang pandangan ini. Anda dapat membantu dengan mengedit itu. Perubahan pertama terjadi setelah Revolusi Perancis. Secara umum. Para filsuf pada periode klasik tidak melakukan pembedaan antara negara dan masyarakat. keberanian. . dan melihat sebagai dibedakan dari negara. konsep itu digunakan sebagai sinonim untuk masyarakat yang baik. Konsep Societas Civilis adalah Romawi dan diperkenalkan oleh Cicero. Abad Pertengahan melihat perubahan besar dalam topik yang dibahas oleh para filsuf politik.kali dari bentuk aslinya. Aristoteles mengira polis adalah 'asosiasi asosiasi' yang memungkinkan warga untuk berbagi dalam tugas berbudi luhur yang berkuasa dan yang memerintah. manusia memiliki kapasitas untuk secara sukarela berkumpul untuk penyebab umum dan memelihara perdamaian di masyarakat. (Oktober 2008) Artikel ini mungkin memerlukan mengedit salinan untuk tata bahasa. Wacana politik di periode klasik. nada. Menurut Socrates. masyarakat sipil telah disebut sebagai sebuah asosiasi politik yang mengatur konflik sosial melalui penerapan peraturan yang menahan warga negara dari merugikan satu sama lain. dan melakukan peranan pekerjaan yang mereka paling cocok. (Oktober 2008) Konsep masyarakat sipil dalam memahami republik pra-modern klasik biasanya terhubung ke Abad Pencerahan di abad ke-18. suatu bentuk dialog yang rasional untuk menemukan kebenaran. tempat-tempat penting pada gagasan tentang "masyarakat yang baik 'dalam menjamin perdamaian dan ketertiban di kalangan masyarakat. [Sunting Sejarah pra-modern] Artikel ini ditulis seperti refleksi pribadi atau esai dan mungkin memerlukan pembersihan. Socrates mengajarkan bahwa konflik dalam masyarakat harus diselesaikan melalui argumen publik menggunakan 'dialektika'. memiliki banyak sejarah tua dalam bidang pemikiran politik. kohesi. Misalnya. praktek kebajikan sipil kebijaksanaan. yang kedua selama jatuhnya komunisme di Eropa. [3] Untuk Plato. negara ideal adalah masyarakat yang adil di mana orang-orang yang mengabdikan diri kepada umum baik. argumen publik melalui 'dialektika' adalah penting untuk memastikan 'kesopanan' dalam polis dan 'kehidupan yang baik' dari orang-orang.

Dalam rangka untuk memenuhi pengeluaran administrasi. para pemikir Pencerahan mengangkat pertanyaan mendasar seperti "Apa legitimasi tidak memberi keturunan?". Sangat dipengaruhi oleh kekejaman Perang Tiga Puluh Tahun. sebuah keasyikan yang akan bertahan sampai akhir Renaissance." Mengapa harus beberapa manusia memiliki hak dasar lebih dari yang lain ". keduanya dianggap bertentangan dengan kehendak rakyat. Selain itu. manusia menjadi sadar akan kebutuhan mekanisme untuk melindungi mereka. Dalam situasi seperti itu. dan bagaimana untuk bergerak melampaui absolutisme. Sifat absolut negara adalah sengketa pada periode Pencerahan. Beberapa upaya mereka mengakibatkan munculnya teori kontrak sosial yang diperebutkan hubungan sosial yang ada sesuai dengan sifat manusia. rasionalitas dan kepentingan membujuk manusia untuk menggabungkan dalam perjanjian. [4] Hencefore. Sejauh yang menyangkut Hobbes. Akibatnya. dan revolusi ilmiah. "Mengapa pemerintah dilembagakan? ". absolutisme adalah ciri khas Eropa. ada kondisi perang semua melawan semua. Thomas Hobbes menggarisbawahi perlunya sebuah negara yang kuat untuk menjaga kesopanan dalam masyarakat. Mereka berpendapat bahwa sifat manusia dapat dipahami dengan menganalisis realitas objektif dan kondisi hukum alam. Oleh karena itu. Oleh karena itu. alasan di balik absolutisme. sumber otoritas politik dan moral. yang memungkinkan mereka untuk mempertahankan kontrol langsung dan otoritas tertinggi atas rakyat mereka. [6] Sebagai konsekuensi alami dari Renaissance. dalam keadaan alamiah. keji. hidup "sendirian. Mereka menentang aliansi antara negara dan Gereja sebagai musuh kemajuan manusia dan kesejahteraan karena aparat koersif negara mengekang kebebasan individu dan Gereja legitimasi penguasa oleh positing teori asal-usul ilahi. Hal ini melahirkan absolutisme [5] Sampai pertengahan abad kedelapan belas. para filsuf politik dari waktu menyatakan bahwa hubungan sosial harus memesan dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan kondisi hukum alam. Jadi mereka mendukung bahwa sifat manusia harus dicakup oleh kontur negara dan hukum positif didirikan. Humanisme. Setelah menyadari bahaya anarki. kasar dan pendek" (Ibid: 25). [5]. miskin.? dan seterusnya. Tiga Puluh Tahun Perang dan Perjanjian Westphalia berikutnya menandakan kelahiran sistem negara-negara berdaulat. Perjanjian mendukung negara sebagai unit politik yang berbasis teritorial memiliki kedaulatan. Pertanyaan-pertanyaan ini membawa mereka untuk membuat asumsi tertentu tentang sifat dari pikiran manusia. monarki menguasai ekonomi. penguasa mampu menerapkan kendali dalam negeri oleh emasculating para bangsawan feodal dan berhenti mengandalkan yang terakhir untuk pasukan bersenjata. manusia dimotivasi oleh kepentingan diri sendiri (Graham 1997:23). untuk menyerahkan kedaulatan kepada . penguasa bisa membentuk tentara nasional dan menggunakan birokrasi profesional dan departemen fiskal. Para pemikir Pencerahan percaya kebaikan yang melekat dari pikiran manusia. Sebaliknya percakapan didominasi oleh masalah perang yang adil.Karena pengaturan politik yang unik feodalisme. konsep masyarakat sipil klasik praktis menghilang dari diskusi utama. kepentingan diri ini sering bertentangan di alam. Bagi Hobbes.

negara. Baik Hobbes dan Locke telah ditetapkan sistem. Perjanjian kedua berisi keterbatasan kewenangan. Hobbes menyebut kekuasaan umum. pembentukan masyarakat sipil menyebabkan pembentukan pemerintahan. orang-orang. Oleh karena itu. orang-orang berkumpul untuk menandatangani kontrak dan merupakan otoritas publik umum. kedaulatan demikian. Selain itu. Dari perhatian utama. Itu adalah periode Revolusi Agung. upaya mereka untuk menjelaskan sifat manusia. hukum-hukum alam. Sistem kedua adalah bidang hubungan horizontal di antara rakyat. ia berpendapat bahwa negara harus beroperasi dalam batas-batas hukum sipil dan alam. negara adalah penting untuk mempertahankan kesopanan antara manusia. kebebasan dan properti. sehingga kedua mengajukan diri untuk yang pertama. hak-hak dasar manusia adalah kelestarian hidup. Namun demikian. Hobbes dan Locke menyatakan bahwa manusia dapat merancang tatanan . e. Berbeda dengan ilahi kanan. kontrak sosial dan pembentukan pemerintah telah menantang teori hak ilahi. Namun. Dalam pandangan Locke. Pendekatan sistematis Hobbes dan Locke (dalam analisis mereka terhadap hubungan sosial) yang sangat dipengaruhi oleh pengalaman di masa mereka. di mana hidup berdampingan secara damai di antara manusia bisa dipastikan melalui pakta sosial atau kontrak. dalam pandangannya. mereka menggarisbawahi ko-eksistensi negara dan masyarakat sipil. dan hukum. Sebaliknya. Dalam sistem itu. manusia juga memimpin sebuah kehidupan unpeaceful dalam kondisi alamiah. dunia di mana hak-hak sipil dan kebajikan berasal dari hukum alam. Leviathan. dapat dipertahankan pada tingkat suboptimal dengan tidak adanya sistem yang memadai (Brown 2001:73). jika tidak ditempatkan di bawah pembatasan handal (Kaviraj 2001:291). i.kekuasaan umum (Kaviraj 2001:289). Sejauh yang menyangkut Locke. antara Leviathan dan orang-orang. Teori kontrak sosial dari Thomas Hobbes yang ditetapkan dua jenis hubungan. Locke berpendapat bahwa konsolidasi kekuasaan politik dapat diubah menjadi otokrasi.. Salah satunya adalah vertikal. Dalam perjanjian pertama. negara tidak memiliki kekuatan untuk mengancam hak-hak dasar manusia. terpaksa membatasi hak-hak alami mereka dengan cara yang tidak akan membahayakan hak orang lain. Mereka menganggap masyarakat sipil sebagai komunitas yang memelihara kehidupan sipil. Sistem pertama menunjukkan negara dan yang kedua mewakili masyarakat sipil. kewenangan ini memiliki kekuatan untuk menetapkan dan memelihara hukum. Namun. mereka tidak memegang bahwa masyarakat sipil adalah wilayah yang terpisah dari negara. Locke dua perjanjian yang ditetapkan pemerintah dengan kewajiban timbal balik. Hal ini dipengaruhi Locke untuk menempa teori kontrak sosial sebuah negara terbatas dan masyarakat yang kuat. negara. ditandai oleh perjuangan antara hak ilahi dari Crown dan hakhak politik DPR. konsep Hobbes tentang 'kondisi alamiah' dan 'negara' menyebabkan perkecambahan kemudian realisme yang didefinisikan sifat hubungan antara negara dan masyarakat sipil. Oleh karena itu. di bawah pengawasan Leviathan. orang-orang yang tunduk kepada otoritas publik umum. Dalam paradigma Hobbes. John Locke memiliki konsep yang sama dengan Hobbes tentang kondisi politik di Inggris.

sistem ini cukup efektif untuk mencegah dominasi suatu kepentingan tunggal dan memeriksa tirani mayoritas (Alagappa 2004:30).F. masyarakat sipil adalah basis '' di mana kekuatan-kekuatan produktif dan hubungan sosial yang sedang berlangsung. persepsi Hegel tentang realitas sosial pada umumnya diikuti oleh Tocqueville yang membedakan antara masyarakat politik dan masyarakat sipil.W. [Sunting] Sejarah modern G. Marx menyatakan bahwa yang terakhir mewakili kepentingan kaum borjuis (Edwards 2004:10). Oleh karena itu. keadaan politik yang memiliki kapasitas dan wewenang untuk memperbaiki kesalahan masyarakat sipil. ia menggambarkan negara sebagai pembela kepentingan kaum borjuis. pengawasan konstan dari negara adalah penting untuk mempertahankan tatanan moral dalam masyarakat. sebuah sistem "kebutuhan". Kedua Jean-Jacques Rousseau dan Immanuel Kant mengemukakan bahwa orang-orang pecinta perdamaian dan perang adalah penciptaan rezim absolut (Burchill 2001:33). negara sebagai superstruktur juga mewakili kepentingan kelas yang dominan. sedangkan masyarakat politik adalah 'superstruktur'. meletakkan berat pada sistem asosiasi sipil dan politik sebagai penyeimbang baik individualisme liberal dan sentralisasi negara. Ia menganggap negara dan masyarakat sipil sebagai lengan eksekutif borjuis. setelah membandingkan Perancis despotik dan Amerika demokratis.politik mereka. [7] Ini adalah tema yang diambil lebih lanjut oleh Karl Marx. Oleh karena itu. sehingga keduanya harus melenyap (Brown 2001:74). Hegel benar-benar mengubah makna masyarakat sipil. Oleh karena itu. Bagi Marx. diperebutkan Hegel. Alexis de Tocqueville. Sebaliknya. ada kemungkinan konflik dan ketimpangan di dalamnya. pemikir terkemuka dari masyarakat sipil dianggap Romantisisme sebagai wilayah yang terpisah. [7] Berbeda dengan para pendahulunya. Marx berpendapat bahwa negara tidak bisa menjadi pemecah masalah netral. dia menggunakan istilah bahasa Jerman "Gesellschaft bürgerliche" untuk menunjukkan masyarakat sipil sebagai "masyarakat sipil" . Oleh karena itu. Hegel dianggap negara sebagai bentuk tertinggi kehidupan etis. Marx menolak peran positif negara diajukan oleh Hegel. Pandangan negatif tentang masyarakat sipil diperbaiki oleh Antonio Gramsci (Edwards . Oleh karena itu. Oleh karena itu. di bawah kapitalisme. ia mempertahankan dominasi borjuasi. [7] setuju dengan hubungan antara kapitalisme dan masyarakat sipil. masyarakat sipil mewujudkan kekuatan yang bertentangan. Para pemikir Pencerahan berpendapat bahwa manusia adalah rasional dan dapat membentuk nasib mereka. Gagasan ini membawa dampak besar pada pemikir dalam periode Pencerahan.bola diatur oleh kode sipil. yang memunculkan suatu pemahaman liberal modern sebagai bentuk masyarakat pasar dibandingkan dengan lembagalembaga negara bangsa modern. Sebagai wilayah kepentingan kapitalis. yang berdiri untuk kepuasan kepentingan individu dan milik pribadi. [7] Bagi Hegel. tidak perlu suatu otoritas mutlak untuk mengontrol mereka. Oleh karena itu. Hegel menyatakan bahwa masyarakat sipil telah muncul pada periode tertentu kapitalisme dan melayani kepentingan-kepentingannya: hak perorangan dan hak milik pribadi (Dhanagare 2001:169). Sejauh yang menyangkut Kant.

yang melibatkan dikondisikan pinjaman oleh Bank Dunia dan IMF untuk negara-negara berkembang utang-penuh. Pada akhir 1990-an masyarakat sipil dipandang kurang sebagai obat mujarab di tengah pertumbuhan gerakan anti-globalisasi dan transisi di banyak negara demokrasi. Teori masyarakat sipil pasca-modern kini sebagian besar kembali ke posisi yang lebih netral. tetapi dengan perbedaan ditandai antara studi tentang fenomena dalam masyarakat lebih kaya dan . Daripada berpose sebagai masalah. seperti dalam konsepsi Marxis sebelumnya. dan tatanan dunia. Dengan demikian. New Waktu ditugaskan masyarakat sipil peran penting dalam mempertahankan orang-orang terhadap negara dan pasar dan menegaskan akan demokratis untuk mempengaruhi negara (Ibid: 30). Dari waktu yang berasal praktek dalam bidang politik dengan gagasan masyarakat sipil. melainkan masyarakat sipil semakin dipanggil untuk membenarkan legitimasi dan mandat demokratis. masyarakat sipil Gramsci terletak di suprastruktur politik. Hal ini pada gilirannya menyebabkan perubahan-perubahan praktis untuk masyarakat sipil yang berlangsung untuk mempengaruhi perdebatan teoritis.' Selanjutnya . [Sunting sejarah] Post-modern Cara pasca-modern pemahaman masyarakat sipil pertama kali dikembangkan oleh oposisi politik di negara-negara blok Soviet Eropa Timur pada 1980-an.selain dari kebanyakan definisi. Hal ini menyebabkan penciptaan oleh PBB dari panel tingkat tinggi pada masyarakat sipil [1]. menggantikan pelayanan negara dan kepedulian sosial [8]. bukan masyarakat politik. Gramsci dilihat masyarakat sipil sebagai situs untuk masalahmasalah. Misalnya. Pada saat yang sama. Sebaliknya. dalam `Ayo Whaites Masyarakat Sipil Lurus 'berpendapat bahwa sering dipolitisir dan berpotensi memecah belah sifat masyarakat sipil yang diabaikan oleh beberapa pembuat kebijakan. Setuju dengan Gramsci. masyarakat sipil jangka menempati tempat penting dalam wacana politik Kiri Baru dan Neo-liberal. Awalnya persyaratan baru menyebabkan penekanan lebih besar pada `masyarakat sipil" sebagai obat mujarab. para pemikir Neo-liberal menganggap masyarakat sipil sebagai situs perjuangan untuk menumbangkan rezim komunis dan otoriter (Ibid: 33). Gramsci tidak menganggap masyarakat sipil sebagai berbatasan dengan basis sosio-ekonomi negara. pada 1990-an dengan munculnya organisasi-organisasi non pemerintah dan Gerakan Sosial Baru (NSMs) dalam skala global. penggunaan postmodern gagasan masyarakat sipil menjadi dibagi menjadi dua utama: sebagai politik masyarakat dan sebagai sektor ketiga ." Beberapa ilmuwan pembangunan politik memperingatkan bahwa pandangan ini menciptakan bahaya baru. masyarakat sipil sebagai sektor ketiga menjadi kunci medan tindakan strategis untuk membangun 'alternatif sosial. juga menciptakan tekanan bagi negara-negara di negara-negara miskin menyusut. The Washington konsensus tahun 1990-an. Hulme dan Edward menyarankan bahwa kini dilihat sebagai `peluru ajaib. Entah berangkat dari Marx. Namun.2004:10). Dia menggarisbawahi peran penting dari masyarakat sipil sebagai kontributor dari modal budaya dan ideologis yang diperlukan untuk kelangsungan hidup hegemoni kapitalisme (Ehrenberg 1999:208).

Bahwa. masyarakat sipil di kedua daerah ini. yang lain mempertanyakan bagaimana demokrasi masyarakat sipil sebenarnya. yang membuat pilihan suara yang lebih baik. Baru-baru ini. kepercayaan dan nilai-nilai bersama. dan domain dari kehidupan sosial yang perlu dilindungi terhadap. karena konsep masyarakat sipil terkait erat dengan demokrasi dan representasi. ini adalah menggunakan diperdebatkan [15] Perkembangan yang pesat dari masyarakat sipil pada skala global. bagaimanapun. . Robert D. `negara dilihat sebagai prakondisi dari sipil masyarakat "[2] [Sunting] Demokrasi Literatur tentang hubungan antara masyarakat sipil dan masyarakat politik yang demokratis telah berakar dalam tulisan-tulisan liberal awal seperti Alexis de Tocqueville [7] Namun mereka dikembangkan secara signifikan oleh teoretikus abad ke-20 seperti Gabriel Almond dan Sidney Verba. sering dilihat sebagai counter-poise dan melengkapi daripada alternatif dalam kaitannya dengan negara [8] atau seperti yang dinyatakan pada tahun 1996 Whaites artikelnya. dalam harus gilirannya dihubungkan dengan ide-ide kebangsaan dan nasionalisme. sebagai masyarakat sipil dapat. dan terus pemerintah lebih akuntabel sebagai hasilnya. Putnam telah membuktikan bahwa bahkan organisasi non-politik dalam masyarakat sipil sangat penting untuk demokrasi. [8] Beberapa penelitian juga telah diterbitkan. yang ditransfer ke ranah politik dan membantu terus masyarakat bersama-sama. Namun. [10] Anggaran dasar organisasi ini sering dianggap mikro-konstitusi karena mereka membiasakan peserta untuk formalitas pengambilan keputusan demokratis. termasuk dan dibiayai dan diarahkan oleh orang-orang bisnis dan institusi (khususnya donor terkait dengan Eropa dan negara-negara Utara) yang mendukung globalisasi. Hal ini karena mereka membangun modal sosial.menulis di masyarakat sipil di negara berkembang. Hal ini karena dilihat sebagai bertindak di luar batas dan di wilayah yang berbeda [14]. memfasilitasi pemahaman tentang keterkaitan antara masyarakat dan kepentingan di dalamnya. [11] Namun. [13] [Sunting] Globalisasi Istilah masyarakat sipil saat ini sering digunakan oleh para kritikus dan aktivis sebagai referensi untuk sumber perlawanan terhadap. setelah jatuhnya sistem komunis adalah bagian dari strategi neo-liberal terkait dengan konsensus Washington. yang berhubungan dengan isu-isu yang belum terselesaikan tentang penggunaan istilah sehubungan dengan dampak dan daya konseptual dari sistem bantuan internasional (lihat misalnya Tvedt 1998). budaya politik dalam tatanan demokrasi sebagai sesuatu yang vital. globalisasi. Beberapa telah mencatat bahwa para aktor masyarakat sipil kini memperoleh jumlah yang luar biasa dari kekuatan politik tanpa ada pemilihan atau penunjukan langsung mereka [12] [8] Akhirnya. berpartisipasi dalam politik. yang mengidentifikasi peran. di bawah banyak definisi. [9] Mereka berpendapat bahwa elemen politik banyak organisasi sukarela memfasilitasi kesadaran yang lebih baik dan warga negara yang lebih tepat. sarjana lain telah berargumen.

dan tidak mengakui bahwa masyarakat lebih dari ranah publik dan ekonomi. seorang filsuf Yahudi Jerman yang juga melarikan diri Hitler. Ada teori besar relatif sedikit oleh perempuan. Hilangnya salah satu dari tiga bagian dari kondisi manusia atau . Posisi ini bertentangan dengan beberapa berceloteh tentang politik perbedaan dengan postmodernis yang tampaknya menyangkal bahwa kita bisa mengidentifikasi ketidakadilan. serta diri kita sendiri. yang pasti menyebabkan peran yang lebih besar bagi masyarakat sipil dengan mengorbankan lembaga negara politik berasal. Para pembuat agenda politik saat ini fokus pada pasar yang mengecualikan sosial. Kita tidak bisa melakukan tanpa beberapa bentuk jajahan. Batas-batas teori yang paling besar adalah mereka meninggalkan sebagian besar aspek sosial dan swasta karena dianggap menjadi bidang perempuan. Biar saya meletakkan nilai-nilai saya di atas meja: Saya percaya kita bertanggung jawab untuk satu sama lain. Seorang Masyarakat Sipil Sesungguhnya ? Eva Cox Broadcast: Selasa. di mana kita bersama menciptakan lingkungan sipil. Tapi satu wanita yang aku sering kembali. Dan tidak dapat kita menjalankan seluruh masyarakat dengan menggunakan kehendak kolektif. bermata satu. orang lain melihat globalisasi sebagai sebuah fenomena sosial yang memperluas lingkup nilai-nilai liberal klasik. Hal ini membuat kita unik manusia sebagai manusia hanya memiliki kemampuan untuk berpikir dan perdebatan kolektif dan tindakan. atau bahwa kita dapat bertindak untuk mencegahnya. Her dissenting dilihat. untuk membuat pikiran kita tentang dunia yang kita inginkan dan untuk mengambil tanggung jawab beberapa untuk membuat dunia ini terjadi. kelalaian ini meninggalkan ruang bagi penjaja minyak ular sosial. termasuk yang pada kondisi manusia sering diabaikan karena mereka berbeda dari tulisan laki-laki lazim waktu itu. yang menawarkan solusi mudah untuk masalah-masalah sosial yang muncul.Di sisi lain. seperti Kontrak Newt Gingrich 'dengan Amerika. Radio Nasional. Baik mendorong komunis untuk kontrol pusat maupun laissez-faire dari kekuatan pasar. Dia melihat kehidupan keluarga dan bekerja sebagai dibayar hanya dua dari tiga bagian dari syarat Manusia. kehidupan publik. Saya percaya bahwa adalah terserah kita. 7 November. versi Hannah Arendt menjadi sepenuhnya manusia melibatkan tiga jenis tindakan manusia. kita semua. Bagian ketiga adalah vita activa. Aku bertindak untuk orang lain sehingga saya bisa hidup dengan diriku sendiri. dapat bekerja sendiri. adalah Hannah Arendt. Kedua model ini gagal karena mereka secara dramatis tidak lengkap. tapi marketeers bersaing di kepala-pada pertempuran sebenarnya menghancurkan masyarakat.

Kita harus percaya bahwa orang lain akan pada dasarnya manusia yang wajar. yaitu. komitmen sosial dan pilihan pribadi. Jika kita perlu waktu untuk kehidupan publik. Ide sosial adalah kehilangan tanah dengan konsep persaingan. Kepercayaan adalah berdasarkan pengalaman positif dengan orang lain dan tumbuh dengan penggunaan. Kekuatan ini kepercayaan. kuliah ini akan melacak sering terlupakan namun pasukan kuat yang menghubungkan kita sebagai makhluk sosial. Distrust dimulai dari atas maupun bagian bawah. Waktu berhubungan dengan jam kerja dan nilainilai kita tempatkan pada dibayar dan bekerja tanpa dibayar. menunjukkan setengah populasi pemerintah yang dipercaya untuk melakukan hal yang benar pada tahun 1969. Ada terlalu banyak dari kita yang merasa pesimis tentang masa depan. resiprositas dan kebersamaan . Kepercayaan sangat penting bagi kehidupan sosial kita. secara bertahap datang terpisah.bertahan dalam kehidupan kita sehari-hari tetapi tidak tercermin dalam kebijakan publik dan oleh karena itu kehilangan tanah. Suatu kompilasi survei akademik dari ANU. dan pasar uang yang menggantikan pemerintah. Banyak dari apa yang tertulis melibatkan klaim tentang hak-hak individu dan bahkan kelompok. termasuk vita activa. atau bekerja untuk hidup? Bagaimana kita mengalokasikan waktu dan sumber daya lainnya? Jika kita mengambil tiga dewan Arendt aspek kondisi manusia. serta keluarga dan bekerja. Hal ini menimbulkan masalah apakah tekanan ada pada pekerjaan dan keluarga bertentangan dengan masyarakat sipil aktif. Saya telah mengumpulkan beberapa hasil survei yang menunjukkan bahwa kepercayaan pada pemerintah dan bisnis besar adalah rendah dan mungkin mengurangi. peraturan dan tuntutan hukum lebih dan ketertiban.penekanan yang berlebihan pada satu apapun. yang merasa masyarakat. kita mundur ke birokrasi. masyarakat sipil juga masyarakat sipil. Tapi apa yang terjadi ketika orang-konflik hak? Apakah kita melupakan ketegangan yang tak terelakkan antara hak dan tanggung jawab dan mencari kebebasan individu? Bisakah kita mempertahankan kohesi sosial dan kemungkinan otonomi individu? Pertanyaanpertanyaan ini hanya dapat dijawab oleh kita semua sebagai peserta aktif dalam masyarakat sipil. Ada perdebatan luas tentang kewarganegaraan berlangsung. menciptakan masalah. Apakah kita hidup untuk bekerja. Aspek-aspek sosial kemanusiaan menghilang dan entah bagaimana kita dibiarkan dengan gambar lebih atomised individu bersaing dalam suatu proses tak berujung ketidakpercayaan. namun proporsi yang telah menjatuhkan sepertiga pada tahun 1993. Tanpa mempercayai niat baik dari orang lain. 1993 Jajak pendapat AMR Quantum Monitor Sosial menunjukkan tiga perempat setuju bahwa bisnis . Dimulai dengan proposisi bahwa masyarakat kita semakin tidak saudara. maka kita perlu menemukan waktu. maka kita perlu melihat kebijakan publik. kita sebagai warga negara harus mengambil tanggung jawab beberapa untuk mengubah apa yang tidak kita sukai.

. dari kami narapidana awal. menemukan bahwa kita bahkan mungkin bersedia membayar lebih banyak pajak untuk membayar masyarakat yang lebih beradab.terlalu peduli dengan laba. dan kita melihat penjaga pribadi melindungi tempat-tempat umum. pembangunan sosial Australia telah. tindakan kolektif menciptakan surga orang yang bekerja itu. Beberapa tampak aktif neraka-membungkuk pada tingkat kami mengkonfirmasi ketidakpercayaan dan menyarankan bisnis dapat menawarkan layanan yang lebih baik daripada yang bisa sektor publik. tetapi beberapa partai sungguh-sungguh. Kami kehilangan kepercayaan ketika kita memasuki rumah parlemen dan kebanyakan lembaga-lembaga publik kita melalui pintu masuk keamanan. dua ekonom. Jadi mengatakan kepada kami tidak percaya kepada pemerintah. Dengan tingkat modal sosial yang memadai kita dapat menikmati manfaat dari sebuah masyarakat yang benar-benar sipil. Kita perlu membangun toko kepercayaan dan goodwill sebagai bagian dari modal sosial kita . atau bicara dengan orang asing. Sydney. Glen Withers dan David Throsby. dan lebih dari 90% setuju bahwa tanpa regulasi Permerintahan. berjalan di jalan-jalan. Sebuah akumulasi modal sosial meningkatkan kualitas kita untuk hidup dan menyediakan dasar untuk pengembangan modal keuangan dan manusia. Dan jajak pendapat menunjukkan bahwa orang tidak percaya bisnis yang baik. bisnis akan mengambil keuntungan dari konsumen. terkait erat dengan pemerintah. Ketidakpercayaan bisa stres dan patah ikatan kami. Kami kehilangan kepercayaan ketika kita terlalu takut untuk menggunakan transportasi umum. tumpahan agar tidak mempercayai tetangga kita atau bahkan tidak mempercayai diri kita sendiri. pencemaran dari pelayanan publik oleh pemerintah kita sendiri mengurangi rasa kenyamanan dan kepercayaan. sekarang kerangka kerja telah berubah.sebuah istilah kolektif untuk ikatan yang mengikat kita. Sekarang pemerintah sendiri yang tampaknya sinis terhadap kemampuan mereka untuk pantas kita percaya. Mereka politisi yang percaya pada teori yang diimpor dari kekuatan pasar ingin kita percaya bisnis yang lebih dan pemerintah kurang. Sementara Australia selalu memiliki tradisi panjang tanggapan bajingan muda pada otoritas. Eva Cox adalah komentator terkemuka pada kebijakan sosial yang kuliah di Ilmu Sosial di Universitas Teknologi. Retorika distrusting pengeluaran pemerintah secara umum kepada semua pihak kami saat ini politik. Jika bagian dari pengertian kita dari kesejahteraan adalah iman kita di pemerintah. dan keyakinan kami dalam struktur egaliter. Dalam survei lain. Hal ini saya ekstrak dari Kuliah Boyer untuk tahun 1995 disiarkan pada bulan November di Radio Nasional Dicetak ulang dengan izin.

Beberapa definisi ini.edu/>.. atau apakah merupakan pasar yang terpisah..Foley. (1996). [Perpustakaan name]. termasuk bisnis ("pasar") serta organisasi-organisasi sukarela. Bob. Bob.& Edwards. . hlm. Proyek MUSE. Emergent masyarakat sipil di Amerika Latin dan Eropa Timur dikreditkan dengan perlawanan yang efektif kepada rezim otoriter. masyarakat sipil demikian. yang tidak semuanya kongruen. telah datang untuk dilihat sebagai bahan penting dalam kedua demokratisasi dan kesehatan demokrasi mapan. 1945 Edwards. Michael W.jhu. Konsultasikan Anda perpustakaan atau klik di sini untuk informasi lebih lanjut tentang mengutip sumber-sumber.dan Edwards.. Perhatikan nama-nama pribadi. argumen menyisakan banyak pertanyaan yang belum terjawab.Jurnal Demokrasi 7:03 Jurnal Demokrasi 7. Diakses 18 Mei 2010. demokratisasi masyarakat dari bawah. Nomor 3.The Paradoks Masyarakat Sipil . 1958 The Paradox Masyarakat Sipil Jurnal Demokrasi . [Negara] singkatan. Michael W. sementara menekan authoritarians untuk perubahan. Juli 1996. 1945 . misalnya. dari komite lingkungannya untuk kelompok kepentingan kepada perusahaan filantropis dari segala macam. Foley & Bob Edwards Argumen masyarakat "sipil. 1958 -. Foley. Mei 18.Volume 7.3 (1996): 38-52. Apakah itu. Michael W. Dalam pastiche kasar yang telah menjadi versi yang diterima secara umum. yang timbul dari cara-cara yang berbeda di mana masyarakat sipil telah diterapkan di berbagai waktu dan tempat. Selalu memeriksa referensi Anda untuk keakuratan dan melakukan koreksi yang diperlukan sebelum menggunakan. Bob.3 (1996) 38-52 The Paradoks Masyarakat Sipil Michael W. ." Jurnal Demokrasi 7. dan tanggal. Foley dan Bob Edwards . Jurnal Demokrasi 7 (3).. 2010 <http://muse.. 38-52.Lihat Citation * MLA * APA * Chicago * Endnote Foley. [Kota]. Jadi diringkas. dari database MUSE Proyek. "The Paradox Masyarakat Sipil. 1958 -. 38-52 The Johns Hopkins University Press Michael W. dipahami sebagai wilayah asosiasi sukarela swasta." sebagai Michael Walzer panggilan itu. jaringan "padat asosiasi sipil" adalah kata untuk mempromosikan stabilitas dan efektivitas pemerintahan yang demokratis melalui kedua efek dasar pada "warga negara" kebiasaan hati "dan kemampuan asosiasi untuk memobilisasi warga atas nama menyebabkan publik. kapitalisasi. Paradoks masyarakat sipil. sebenarnya satu set argumen kompleks. Proyek MUSE ® . 1945 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->