NURUL MAGFIRA 230210090080 SEJARAH ORGANISASI RENANG DI INDONESIA Sebelum kemerdekaan, Indonesia telah memiliki beberapa kolam renang

yang dibisa dinikmati oleh masyarakat, namun pada saat itu kolam renang masih relative lebih sedikit sehingga tiket masuk pun sedemikian tinggi. Sehingga para pengunjung yang datang pun rata-rata dari kalangan bangsawan dan penjajah saja. Kolam renang yang keberadaannya merupakan awal dari kegiatan olahraga renang di Indonesia dimulai di Bandung tepatnya di pemandian Cihampelas yang didirikan tahun 1904. Pada tahun 1917 akhirnya didirikan perserikanan berenang yang diberi nama Bandungse Zwembond atau Perserikatan Berenang Bandung. Perserikatan ini membawahi 7 perkumpulan yang diantaranya adalah perkumpulan renang di lingkungan sekolah seperti OSVIA (Opleiding School Voor Inlandsche Ambtenaren), MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) dan KWEEKSCHOOL. Kemudian di tahun 1918 berdiri berdiri West Java Zwembond atau Perserikatan Berenang Jawa barat dan pada tahun 1927 berdiri pula Oost Java Zwembond atau Perserikatan Berenang Jawa Timur yang beranggotakan kota-kota seperti : Malang, Surabaya, Pasuruan, Blitar dan Lumajang. Sejak saat itu, mulai diadakan pertandingan antar daerah. Rekor di kejuaraan-kejuaraan ini menjadi rekor di negeri Belanda. Perlombaan ini dari tahun ke tahun makin diminati sehingga pada tahun 1934 diadakan perlombaan yang pesertanya dari berbagai negara. Perlombaan loncat indah ini dimenangkan oleh peloncat indah Haasman dan Van de Groen yang masing-maisng keluar sebagia juara pertama dan kedua dalam nomor papan 3 meter dan menara. Sehingga pada perlombaan Far Eastern Games di Manila, Philipina, kedua peloncat itu sering menjadi utusan Hindi Belanda. Di tahun 1936, Pet Stam seorang Hindia Belanda yang rekornya 0:59.9 untuk 100 meter gaya bebas yang dicatat di kolam renang Chiampelas Bandung, berhasil dikirim untuk Olimpiade Berlin atas nama negeri Belanda. Dua orang peloncat indah masingmasing Haasman di bagian putera dan Kiki Heckle ambil bagian dalam Olimpiade Berlin, dimana peloncat putri menduduki urutan ke 8. Hingga tahun 1940, Nederlands Indishce Zwembond atau NIZB telah beranggotakan 12.00 perenang. Pada zaman pendudukan Jepang tahun 1943 - 1945, kesempatan untuk bisa berenang bagi bangsa Indonesia semakin besar. Oleh karena pemerintahan Jepang, membuka seluruh kolam renang di tanah air untuk masyarakat umum. Pada tahun 1945, perkembangan olahraga renang di tanah air menurun drastis, karena saat itu bangsa Indonesia dalam kancah perjuangan melawan penjajah.. Seiring berjalannya waktu perlombaan Far Eastern Games di Philipina kini berkembang menjadi Asian Games pada tahun 1951.

dr. berlangsung kongres PBSI ke II yang diselenggarakan di Bandung dengan menghasilkan susunan pengurus yang diketuai oleh D. Pada tahun 1963 di Jakarta.FINA (Federation Internationale de Nation). Berikutnya di tahun 1959 diadakan Kejuaraan Nasional Renang. dimana dalam kongres ini memilih kembali kepengurusan baru yang ketuanya masih tetap di jabat D. Kongres ini menghasilkan beberapa keputusan. ditambah 3 pengurus lainnya. Selanjutnya di dampingi 3 orang ketua. bendahara. PRSI kembali menyelenggarakan kongres ke VI dan berhasil menyusun kepengurusan baru dengan ketua umum masih D. dimana pada kongres ini selain memilih kepengurusan baru yang ketuanya masih tetap dipercayakan kepada D. bendahara dan komisi teknik.NURUL MAGFIRA 230210090080 Hingga tanggal 20 Maret 1951. Tobing. Dengan berkembangnya prestasi olahraga renang di Indonesia. diantaranya memilih susunan kepengurusan yang baru dengan ketua D. Kongresnya yang pertama di Jakarta. dua sekretaris. kongres ini juga merubah nama Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia (PBSI) menjadi Perserikatan Renang Seluruh Indonesia (PRSI). sehingga di beberapa daerah didirikan organisasi berenang di tingkat daerah. Soeprajogi. Indonesia berhasil menampilkan nama-nama besar seperti Achmad Dimyati. Kemudian pada tahun 1954 regu polo air Indonesia dikirim untuk mengikuti Asian Games ke II di Manila. Kemajuan perkembangan olahraga renang secara keseluruhan membawa perubahan yang sangat besar pada kemajuan olahraga renang sehingga pada tahun 1962. Sampai tahun 1952 teah terdaftar sebanyak 29 perkumpulan yang tergabung dalam PBSI. bendahara dan 3 komisi teknik. ditambah satu sekretaris. Eny Nuraeni serta masih banyak lagi di bagian puteri. Soeprajogi. PBSI menjadi anggota resmi dari Federasi Renang Dunia . Selain itu berlangsung juga kongres PBSI ke V. 2 orang . Dalam tahun 1952. Lie Lan Hoa. Kejuaraan ini untuk pertama kalinya mengadakan pemisahan antara Senior dan Junior di Malang. Jawa Timur. Poerwo Soedarmo. berhasil mengukuhkan Ketua yang pertama. Indonesia mengirimkan duta-duta renangnya ke dalam Olympiade di Helsinki dan pada tahun 1953 Indonesia kembali mengikuti perlombaan pada Youth Festival di Bukarest. peserta kongres meminta mengubah istilah persatuan dalam singkatan PBSI. Perkembangan olahraga berenang di Indonesia kian hari kian berkembang. Prof. Selanjutnya pada tahun 1954. sementara Iris. singkatan ini juga digunakan oleh Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia. Seoprajogi. Selain perubahan susunan kepengurusan. Selain cabang olahraga renang. masih tetap seperti pada kongres II dan III. Soeprajogi. Philipina. Pada Kongres di Malang Jawa Timur Ketua PRSI. dan International Olympic Committee (IOC). Mohamad Sukri di bagian putera. diganti menjadi Perserikatan. Kongres PBSI tidak berakhir disini. untuk ke IV kalinya PBSI menyelenggarakan kongres pada tahun 1957 di Makasar. hal ini ditandai dengan penyelenggaraan perlombaan renang hampir setiap tahun di tingkat nasional. Kongres PBSI yang ke III diselenggarakan di Cirebon. pembantu umum ditambah komisi teknik dengan 2 orang anggota. dunia renang Indonesia berada di bawah pimpinan Zwembond Voor Indonesia (ZBVI) dan kemudian sejak tanggal 21 Maret 1951 lahirlah Persatuan Berenang Seluruh Indonesia yang disingkat PBSI. sekretaris. Perubahan ini timbul karena adanya pertimbangan bahwa terdapatnya dua induk organisasi olahraga yang mempunyai singkatan sama PBSI. dibantu oleh wakil ketua. Soeprajogi. D. Soeprajogi di dampingi oleh 2 wakil ketua. Dengan demikian PBSI dalam hal ini menjadi singkatan dari Perserikatan Berenang Seluruh Indonesia.

loncat indah dan polo air. Salah satu keputusan musyawarah itu mengukuhkan kepengurusan baru PRSI dengan ketua umum tetap dipercayakan kepada D. Seperti yang kita ketahui. Indonesia dalam hal ini PRSI mengambil langkah pengunduran diri sebagai anggota FINA. Meskipun dalam falsafahnya bahwa olahraga itu tidak bisa dikaitkan dengan politik.27 April 1968. Pada tahun 1963 Indonesia harus mengundurkan diri dari pesta olahraga GANEFO. Keputusan lain yang diperoleh dalam kongres PRSI ke VI adalah merubah kembali istilah "Persatuan". Namun dalam kenyatannya perkembangan politik di dalam negeri pada waktu itu membawa pengaruh besar terhadap perkembangan olahraga. loncat indah dan polo air. Sayangnya kolam renang yang harusnya menjadi sejarah itu dan telah berumur sekitar 106 tahun. yang tersisa hanya sisa-sisa bangunan yang secepatnya akan dirombak untuk dibangun apartement dan hotel. bendahara dan panitia teknik yang terdiri atas 3 orang masing-masing untuk renang. sudah tak terawat lagi. . Pada tahun 1966. Berdirinya PRSI serta perkemabangannya selama ini dan bebrapa kongres yang telah dilakukan bukan terjadi secar percuma melainkan ada karena adanya sesuatu yang memicu pemerintah untuk membentuk Persatuan Renang Seluruh Indonesia ini yaitu kolam renang. dimana pesertanya terdiri dari beberapa negara yang memang belum menjadi anggota FINA. di tambah dengan 2 orang ketua. Hingga sekarang PRSI merupakan singkatan dari Persatuan Renang Seluruh Indonesia. Untuk menghindari kemungkinan adanya skorsing. Indonesia kembali menjadi anggota FINA. Pada tahun itu juga Indonesia turut serta dalam Asian Games ke V di Bangkok.NURUL MAGFIRA 230210090080 renang. 2 sekretaris. Musyawarah PRSI ke VII berlangsung kembali di Jakarta pada tanggal 24 . kolam renang yang memicu terbentuknya PRSI adalah Pemandian Tjihampelas yang terletak di Bandung. Soeprayogi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful