PROPOSAL

STRATEGI GURU AGAMA DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

MATA PELAJARAN AGAMA ISLAM

DI SMA NEGERI 3 UNGGULAN KAYUAGUNG

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan semua perbuatan atau dalam semua arti usaha dari luas generasi tua adalah untuk serta meliputi mengalihkan

(melimpahkan)

pengetahuannya,

pengalamannya,

kecakapan

keterampilannya

kepada generasi muda, sebagai usaha untuk menyiapkan mereka agar dapat memenuhi fungsi Sebagai hidupnya usaha baik jasmaniah nilai-nilai maupun kebudayaan rohaniah.[1] kepada generasi

mentransformasikan

penerus, pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan eksistensi manusia. Tanpa pendidikan, maka mustahil peradaban manusia dapat maju dan berkembang seperti sekarang.

Secara garis besar lingkungan pendidikan dapat dibedakan menjadi tiga yaitu lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam

Undang-undang No. 20 tahun 2005 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyebutkan bahwa pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, masyarakat dan pemerintah yang dalam pelaksanaannya dapat dilakukan melalui jalur formal, non formal, dan informal.

Kondisi pendidikan kita seakan-akan tidak pernah sepi oleh gonjang-ganjing pemerhati

pendidikan, dalam suasana formal baik melalui seminar dan lokakarya, simposium, workshop, kualitas selalu dibahas bagaimana pula solusi para yang diambil untuk meningkatkan dari berbagai

pendidikan.

Demikian

pemerhati

pendidikan

lapisan masyarakat awam tidak luput membincangkan kondisi pendidikan nasional kita, dengan tidak mempermasalahkan tempat apakah di kedai-kedai kopi, di pasar atau di pinggir-pinggir jalan, juga membahas tentang pendidikan, dan tentu

dengan acara mereka masing-masing.

Oleh sebab itu, tugas dan peran guru dari hari ke hari semakin berat, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru sebagai komponen utama dalam dunia pendidikan dituntut untuk mampu mengimbangi bahkan melampaui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dalam masyarakat. Melalui

sentuhan guru di sekolah diharapkan mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki kompetensi tinggi dan siap menghadapi tantangan hidup dengan penuh keyakinan dan percaya diri yang tinggi. Sekarang dan ke depan, sekolah (pendidikan)

harus mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, baik secara keilmuan (akademis) maupun secara sikap mental.

Agar guru mampu mengemban dan melaksanakan tanggung jawabnya ini, maka setiap guru harus memiliki berbagai kompetensi yang relevan dengan tugas dan tanggung jawab tersebut. Dia harus menguasai cara belajar yang efektif, harus mampu membuat model satuan pelajaran, mampu memahami

kurikulum secara baik, mampu mengajar di kelas, mampu menjadi model bagi siswa, mampu memberikan nasihat dan petunjuk yang berguna, menguasai teknik-teknik memberikan bimbingan dan penyuluhan, mampu menyusun dan melaksanakan prosedur penilaian kemajuan belajar, dsb.[2]

Masalah guru adalah masalah yang penting. Penting oleh sebab mutu guru turut menentukan mutu pendidikan. Sedangkan mutu pendidikan akan menentukan mutu generasi muda, sebagai calon warga negara dan warga masyarakat. Masalah mutu guru sangat bergantung kepada sistem pendidikan guru.

Salah satu komponen penting lainnya dari sistem pendidikan adalah kurikulum, karena kurikulum merupakan komponen yang dijadikan acuan oleh setiap satuan pendidikan dan penyelenggara, khususnya guru dan kepala sekolah. Oleh sebab itu, perlu adanya perubahan pada kurikulum. bagi Sejak Indonesia memiliki sejak kebebasan saat itu untuk pula

menyelenggarakan

pendidikan

anak-anak

bangsanya,

pemerintah menyusun kurikulum. Dalam hal ini kurikulum dibuat oleh pemerintah

Misalnya saja dengan perubahan kurikulum pendidikan nasional. dan para pejabat pendidikan . dalam KTSP beban siswa sedikit berkurang dan tingkat satuan pendidikan (sekolah. sampai Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang konon disiapkan untuk membuat para lulusan terampil dan cerdas. KTSP lahir karena dianggap KBK masih sarat dengan beban belajar dari pemerintah pusat dalam hal ini depdiknas masih dipandang terlalu intervensi dalam pengembangan kurikulum. namun hal ini cukup membuat pendidik dan pelaksana pendidikan merasa bosan. resah. dan akhirnya lebih bersikap diam. Kebijakan yang terus berubah-ubah walaupun dengan perencanaan matang. 1994. Oleh karena itu. dan beberapa komponen kurikulum lainnya. Hingga kini banyak pengamat pendidikan.pusat secara sentralistik. dan jika demikian hanya membuang waktu dan biaya saja. seperti membuat indikator. 1975. dan komite sekolah) diberikan kewenangan untuk mengembangkan kurikulum. guru. bahkan bisa menjadi apatis dan membiarkan perubahan itu berlalu saja. Tetapi pada kenyataannya tidak dengan berubah berubahnya untuk kurikulum baik. 1984. mulai dari 1968. ahli pendidikan. silabus. yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau yang lebih dikenal dengan KTSP yang diberlakukan bagi seluruh anak bangsa di seluruh tanah air Indonesia. itu juga selama ini itu mutu sebuah pendidikan menjadi Jangan-jangan kekeliruan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) merupakan revisi dan pengembangan dari Kurikulum Berbasis Kompetensi atau ada yang menyebut Kurikulum 2004.

Kualitas pendidikan dapat ditingkatkan melalui beberapa cara. situasi dan kondisi yang ada di setiap daerah dan sekolah berbeda-beda (apalagi yang di pelosok). sertifikasi kompetensi dan profil portofolio (Portfolio Profile). meningkatkan ukuran prestasi akademik melalui ujian nasional atau ujian daerah yang menyangkut kompetensi dan pengetahuan. memperbaiki tes bakat (Scholastic Aptitude Test). Orangtua siswa juga tak kalah bingungnya dengan nasib anaknya apakah akan bisa lulus ujian nasional atau tidak. harus dipertimbangkan oleh pemerintah.mengartikan prestasi pendidikan berkualitas pula dengan di ukuran perolehan perolehan nilai nilai ujian berupa atau Nilai akademik. Apalagi sejak beberapa tahun belakangan ini. Bagaimana tidak. Demikian Indonesia. kelulusan siswa ditentukan oleh pusat yang bahkan standar kelulusan disamaratakan di semua daerah. NEM atau IPK itulah yang kemudian menjadi senjata untuk melanjutkan sekolah atau melamar pekerjaan. Namun tentunya tidak segampang itu. seperti: a. Tujuan pemerintah memang bagus yaitu untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Ebta Murni (NEM) atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sering kali dijadikan jimat dalam kehidupan seseorang. Ujian nasional ini bukan hanya memberatkan siswa sebagai peserta namun juga guru dan sekolah karena dituntut untuk bisa memberikan materi yang baik agar siswanya bisa lulus. Lalu dengan adanya ujian nasional. Ujian Nasional (UN) masih menjadi momok yang menakutkan bagi para siswa terutama SMA. .

guru yang notabenenya fungsi berada para (praktisi pendidikan). menengah. Salah satu kekurangan atau kelemahan yang dan mendasar peranan tampak ini pada di implementsi pundak kurikulum. Menciptakan kesempatan belajar baru di sekolah dengan mengubah jam sekolah menjadi pusat belajar sepanjang hari dan tetap membuka sekolah pada jam-jam libur.b. agar mereka dapat mengemban tugas dan tanggung jawab sebagai implementator kurikulum yang baik. membimbing siswa menilai pekerjaan-pekerjaan. . c. membimbing siswa membuat daftar riwayat hidupnya dan mengembangkan portofolio pencarian pekerjaan. maupun di jenjang pendidikan tinggi. namun berdasarkan sinyalemen beberapa pihakl ternyata masih saja dijumpai kelemahan dan kekurangan dalam penyelenggaraan pendidikan.[3] Meskipun berbagai nusaha telah dilakukan oleh pemerintah untuk memecahkan persoalan yang ada. Meningkatkan pemahaman dan belajar melalui penguasaan materi (Mastery Learning). Hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan dan keterampilan guru dalam mengimplementasikankurikulum dianggap belum menggembirakan dan masih perlu ditingkatkan. Membantu siswa memperoleh pekerjaan dengan menawarkan kursus-kursus yang berkaitan dengan keterampilan memperoleh pekerjaan. Membentuk kelompok sebaya untuk meningkatkan gairah pembelajaran melalui belajar secara kooperatif (Cooperative Learning). penghargaan e. baik di tingkat dasar. d. bertindak sebagai sumber kontak informal tenaga kerja.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah dipaparkan, maka permasalahan dalam penelitian skripsi ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

1.

Bagaimana

pelaksanaan

kurikulum

tingkat

satuan

pendidikan pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung?

2.

Kendala-kendala

apa

saja

yang

dihadapi

dalam

penerapan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada mata pelajaran agama Islam di SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung?

3.

Bagaimana

strategi

guru

agama

dalam

mengoptimalkan penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mata pelajaran agama Islam di SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung?

C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab dua permasalahan pokok sebagaimana telah dipaparkan pada rumusan masalah di atas, tujuan penelitian skripsi ini adalah:

1.

Untuk

mengetahui

secara

pasti

bagaimana

pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada mata pelajaran agama Islam di SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung.

2.

Untuk

mengetahui

kendala-kendala

apa

saja

yang ditemukan dalam penerapan KTSP dan mencari alternatif pemecahannya.

3.

Untuk

mengetahui

bagaimana

strategi

guru

agama dalam mengoptimalkan penerapan KTSP.

Adapun kegunaan penelitian ini adalah:

1.

Secara

teoritis

penelitian

ini

diharapkan

dapat berguna bagi insan akademis dalam menambah wawasan dan memperkaya pengetahuan tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) khususnya mata pelajaran agama Islam.

2.

Secara

praktis

penelitian

ini

dilakukan

untuk dijadikan bahan masukan bagi para guru di dalam mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

D. Kerangka Teori

Kurikulum

memiliki

pengertian

yang

cukup

kompleks, dan sudah banyak didefinisikan oleh para pakar. Esensinya, kurikulum

serta sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik. Kurikulum harus bisa menjawab kebutuhan masyarakat luas dalam menghadapi persoalan kehidupan yang dihadapi. . 2. kurikulum adalh sekolah Definisi tersebut mengacu kepada sejumlah bagi para semua pengalaman siswanya tentang pengalaman untuk yang dengan tujuan disediakan oleh mencapai pendidikan. ada beberapa hal yang perlu dipahami dalam kaitannya dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebagai berikut: 1. dan departemen agama yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. tuntutan. Sedangkan KTSP merupakan salah satu wujud reformasi pendidikan yang memberikan otonomi kepada sekolah dan satuan pendidikan untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan potensi. Sekolah dan komite sekolah mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan. potensi dan karakteristik daerah.membicarakan proses penyelenggaraan pendidikan sekolah berupa acuan. dan kebutuhan masing-masing. norma-norma yang dapat dipakai sebagai pegangan. di bawah supervisi dinas pendidikan kabupaten/kota.[4] secara umum kurikulum pendidikan yang berpebgaruh dalam proses pendidikan.[5] Dengan demikian. Dalam pengertian sengaja yang lebih luas. KTSP dikembangkan sesuai dengan kondisi satuan pendidikan. rencana.

[6] KTSP mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Sumber belajar bukan hanya guru. 3. penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau . sikap. 4. Kurikulum tingkat satuan pendidikan untuk setiap program studi di perguruan tinggi dikembangkan dan ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. nilai. kemampuan. pemahaman. 2. KTSP menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan individual maupun klasikal.3. tetapi sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. dan minat yang pada akhirnya akan membentuk pribadi yang terampil dan mandiri. Dalam KTSP peserta didik dibentuk untuk mengembangkan pengetahuan. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi. 5. KTSP beorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.

[7] E. kebijakan atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak. teknik.pencapaian suatu kompetensi. dan sikap. baik berupa perubahan pengetahuan. maka perlu adanya batasan-batasan serta ruang lingkup pembahasan melalui definisi operasional sebagai berikut: 1.[8] Sedangkan implementasi adalah suatu proses penerapan ide. Definisi Operasional Agar penelitian ini lebih terarah kepada permasalahan yang akan dibahas. strategio merupakan keseluruhan usaha termasuk perencanaan. keterampilan. cara. Strategi Implementasi Dalam pendidikan.[9] . dan taktik yang digunakan guru yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan. konsep. maupun nilai. media.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kurikulum dipandang sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan dilaksanakan untuk mencapai sejumlah tujuan-tujuan pendidikan. seminar. 2. yakni sekolah dan satuan pendidikan. dapat dipahami bahwa strategi implementasi kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) mata pelajaran agama Islam adalah tindakan nyata atau usaha yang ditempuh seorang guru dalam implementasi KTSP. seperti diskusi profesi. penataran. dan kegiatan yang dapat mendorong penggunaan kurikulum di lapangan.[10] Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan kurikulum operasional yang pengembangannya diserahkan kepada daerah dan satuan pendidikan. lokakarya. yang menekankan pada pengembangan kemampuan melakukan tugas dalam bentuk .[11] Kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum yang secara konsep berbasis kompetensi. penyediaan buku kurikulum. Mulyasa mendefenisiskan kurikulum tingkat satuan pendidikan sebagai suatu ide tentang pengembangan kurikulum yang diletakkan pada posisi yang paling dekat dengan pembelajaran. E.Dengan demikian.

kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun dan dirancang disesuaikan dengan keadaan atau kondisi di Kayuaguing dan keadaan peserta didik sendiri. sedangkan pemerintah yang dalam hal ini adalah BSNP ( Badan Standar Nasional Pendidikan) hanya menentukan kerangkanya. misalnya penguasaan terhadap nilai-nilai. Berdasarkan definisi sederhana di atas. . dan melakukan sesuatu dengan penuh tanggung jawab. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dikembangkan oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dan komite sekolah/madrasah di bawah koordinasi dan supervisi Dinas Pendidikan/kantor Departemen agama Kabupaten/Kota untuk Pendidikan Dasar dan Dinas Pendidikan/Kantor Depag untuk pendidikan menengah dan pendidikan khusus. pemahaman. [12] Jadi. sikap. maka penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana strategi guru agama dalam mengimplementasikan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada mata pelajaran agama Islam.penguasaaan terhadap kompetensi tertentu.

terlebih apabila kita melihat pada fenomena yang terjadi dalam sekolah kita saat ini dimana banyak guru agama yang mulai lalai akan keberlangsungan pendidikan agama anak didiknya. yang telah maka dapat penulis cantumkan beberapa karya penelitian yang telah dilakukan oleh para akademisi yang berkenaan dengan pendidikan agama anak dalam keluarga. penulis beberapa belum kajian menemukan penelitian pustaka yang secara yang khusus membahas strategi guru agama dalam mengimplementasikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) mata pelajaran agama Islam di SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung.F. Berdasarkan telah dipaparkan. G. Hal inilah yang memotivasi penulis. Metodologi Penelitian 1. yakni sebuah model penelitian yang secara alamiah bertujuan menggambarkan keadaan sesungguhnya di lapangan. Sumber Data Jenis dan Jenis penelitian yang diterapkan dalam tulisan ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif. Kajian Pustaka Berdasarkan dilakukan penulis berkaitan studi dengan kepustakaan penelitian skripsi ini. .

teknik yang diterapkan. Adapun variabel dalam penelitian ini adalah strategi guru agama dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). 2. serta sarana dan prasarana ynag dimiliki oleh SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung.Sumber data yang digunakan pada penelitian ini ada dua macam. yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. yaitu guru agama dan kepala sekolah. keadaan geografis. Sedangkan sumber data sekunder adalah sumber data yang mendukung berupa bahan-bahan perpustakaan yang berkenaan dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP). Metode Wawancara . Teknik Pengumpulan Data a. Metode Observasi Metode ini digunakan untuk mendapatkan data di lapangan melalui pengamatan langsung berupa proses belajar mengajar. b. Sumber data primer adalah sumber data yang dikumpulkan langsung dari tangan pertama.

jumlah kelas. c. 3. dan strategi yang dipakai dalam menerapkan Kurikulum tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). yakni: 1. jumlah murid. dan hal-hal lain yang berhubungan dengan penelitian ini. kepala sekolah. problematika. dan guru agama Islam. Teknik Analisa Data Analisis dalam penelitian secara ini lebih bersifat Adapun deskriptif dalam kualitatif. seperti keadaan guru. analisis menggunakan metode Huberman dan Miells. laboratorium. siswa. proses dengan data. Metode Dokumentasi Metode ini digunakan untuk mendapatkan data tentang jumlah pegawai. serta latar belakang atau sejarah berdirinya SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung. Wawancara ini ditujukan kepada instansi sekolah.Metode ini dilakukan langsung untuk memperoleh data deskriptif. baik dalam bentuk tulisan ataupun lisan mengenai hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan. data penarikan penulis kesimpulan induktif. Reduksi data .

membuat partis. 2.[13] . menulis tema. mengkode. 3. Penyajian data Yaitu informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.Reduksi data merupakan proses penyederhanaan dan transformasi data ‘kasar’ yang muncul dari data tertulis di lapangan dengan melalui beberapa tahap yaitu membuat ringkasan. Verifikasi/Penarikan Kesimpulan Yaitu makna-makna yang muncul dari data yang lulus diuji kebenarannya yang merupakan validitas dari data tersebut. dan membuat memo.

Bab kedua membahas tentang konsep dasar kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) yang berisikan pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). komponen KTSP. Sistematika Pembahasan Bab pertama merupakan bab pendahuluan yang berisi latar belakang masalah. serta kegiatan-kegiatan di SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung. rumusan masalah. keadaan sarana dan prasarana. Bab keempat merupakan bab inti pembahasan yang mencoba melihat bagaimana strategi guru agama dalam mengimplementasikan KTSP mata pelajaran agama Islam di SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung. Bab kesimpulan-kesimpulan kelima penelitian serta akan saran-saran yang mungkin diuraikan dapat bermanfaat dalam proses penerapan kurikulum ini selanjutnya. keadaan siswa. . standar kompetensi KTSP. letak geografis. definisi operasional. prinsip dan acuan pengembangan KTSP. dan sistem evaluasi KTSP. keadaan guru. Bab ketiga membahas tentang deskripsi wilayah penelitian. karakteristik KTSP. tinjauan pustaka.H. dan sistematika pembahasan. tujuan dan kegunaan penelitian. maka penulis juga berusaha dengan memberikan gambaran umum sebab-sebab keberlangsungan dan kegagalan pelaksanaan KTSP. metodologi penelitian. yang berisikan sejarah berdirinya SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung. kerangka teori. Karena fokus penelitian ini pada segi implementasi KTSP di SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung.

.

2007. Hamalik. Ilmu Pendidikan Islam. 2002. Uno. Hamzah B. Solusi. Ke-6. Zakiyah. Oemar. Cet. Perencanaan . dan Reformasi Pendidikan di Indonesia. Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. Jakarta: Bumi Aksara. Profesi Kependidikan: Problema.DAFTAR PUSTAKA Daradjat. Jakarta: Bumi Aksara. Jakarta: Bumi Aksara. 2006.

Oemar. 2006. Pendidikan Jakarta: Bumi Aksara Guru. Komite Sekolah. Strategi dan Implementasi. Guru Profesional: Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru. 2002. Bandung: Rineka Cipta. Tingkat Satuan Muslich. Jamarah. Dewan Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.Mulyasa. Bandung: Remaja Rosdakarya. Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2004. Masnur. Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. Pedoman bagi Pengelola Pendidikan. dan Guru. Pengawas Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya. Strategi Belajar Mengajar.Hamalik. Kepala Sekolah. . 2007. Kunandar. 2004. Mulyasa. Cet. Kurikulum Pendidikan. . Manajemen Berbasis Sekolah: Konsep. Jakarta: RajaGrafindo Persada. Ke-1. KTSP Dasar Pemahaman dan Pengembangan. 2007.

. Zuhairini. Jakarta: Usman. dkk. 2007. Teori. Ciputat Muslich. Jakarta: Bumi Aksara.Nurdin. Model. 2002. Nurkolis. 2003. dan Pengawas Sekolah. Kepala Sekolah. 2004. Syafruddin. Filsafat Pendidikan Islam. Pers. Jakarta: Bumi Aksara. Manajemen Berbasis Sekolah: dan Aplikasi. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual Panduan bagi Guru. Guru Profesional & dan Implementasi Basyiruddin Kurikulum. Masnur.. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia.

(Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. (Jakarta: Bumi Akasara). Perencanaan Pengajaran Berdasarkan Pendekatan Sistem. 92 [2] Oemar Hamalik. 2004). dan Aplikasi. Oemar Hamalik.78-79 Model. 2004). Filsafat Pendidikan Islam. Pendidikan Guru Berdasarkan Pendekatan Kompetensi. (Jakarta. cet. hlm. Bumi Aksara. 3. (Jakarta: Bumi Aksara. hlm. Manajemen Berbasis Sekolah: Teori. 2. 3. hal. hlm.[1] Zuhairini. cet. 27 [4] .. 2003). 40 [3] Nurkolis. cet. dkk.

6. 20 [7] Kunandar. hlm. hlm. Mulyasa. 113 [5] E. (Jakarta: RajaGrafindo Persada. 122 . 138 Oemar Hamlik. 1. 2006). hlm. (Jakarta: Bumi Aksara. cet.Kunandar. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 2007). Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dan Sukses Sertifikasi Guru. 2006). Suatu Panduan Praktis. cet. (Bandung: Remaja Rosdakarya. Ilmu Pendidikan Islam. Sistem dan Prosedur Pengembangan Kurikulum Lembaga Pendidikan dan Pelatihan. hlm. hlm. 59 [8] [9] Kunandar. 1993). hlm. (Bandung: Trigenda Karya.233 [10] Zakiyah Daradjat.

hlm. Bila belum mencapai hasil yang optimal. 1992). Mathew B. Sebuah Panduan Praktis. cet. hlm. hlm. (Bandung: Remaja Rosdakarya. 125 [13] Huberman. Universitas Indonesia Press. Pengertian Strategi. Anderson. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. terj. A. (Jakarta. 2006). Apr 28. Michael. Analisis Data Kualitatif. dan Pendekatan Pembelajaran Setiap orang mempunyai cara yang berbeda dalam melaksanakan suatu kegiatan. Mulyasa. dia berusaha mencari cara lain yang dapat . Metode. Biasanya cara tersebut telah direncanakan sebelum pelaksanaan kegiatan. Tjetjep Rohedi.E. Strategi Pembelajaran 1. 16-18. 19 [11] [12] Kunandar.. 1. '09 BAB II STRATEGI PEMBELAJARAN DAN KURIKULUM TINGKAT 12:17 AM SATUAN PELAJARAN (KTSP) for everyone BAB II STRATEGI PEMBELAJARAN DAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PELAJARAN (KTSP) A.

[4] Pembelajaran menurut Dimyati dan Mudjiono adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional untuk membuat siswa belajar secara aktif. strategos.mencapai tujuannya. sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik atau siswa. Istilah strategi (strategy) berasal dari kata benda dan kata kerja dalam bahasa Yunani. stratego. strategi berarti rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Proses tersebut menunjukkan bahwa orang selalu berusaha mencari cara terbaik untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Setiap orang yang menerapkan cara tertentu dalam suatu kegiatan menunjukkan bahwa orang tersebut telah melakukan strategi. berarti merencanakan (to plan). yang menekankan penyediaan sumber belajar. sebagai kata benda.[1] Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. sebagai kata kerja. pembelajaran secara sederhana dapat diartikan sebagai upaya yang dilakukan oleh pendidik (guru) untuk membantu peserta didik (siswa) aktif dalam kegiatan belajar yang telah dirancang oleh guru. menurut penulis.[5] Jadi. . Sedangkan pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah. di mana mengajar dilakukan oleh guru sebagai pendidik. Konsep pembelajaran menurut Corey adalah suatu proses di mana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu. Dan strategi tersebut dipakai sesuai dengan kondisi waktu dan tempat saat dilaksanakannya kegiatan.[3] Sedangkan penulis memahami kata strategi sebagai suatu cara yang dianggap mampu untuk mencapai suatu tujuan yang telah terprogram secara sistematis. Strategi pembelajaran terdiri atas dua kata. merupakan gabungan kata “stratos” (militer) dan “ago” (memimpin).[2] Sedangkan secara umum strategi mengandung pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. yaitu strategi dan pembelajaran.

Isi kegiatan adalah materi belajar yang bersumber dari kurikulum suatu program pendidikan. bisa terjadi satu strategi pembelajaran digunakan beberapa metode. isi kegiatan. ini yang dinamakan dengan metode.[7] Dari berbagai pendapat mengenai strategi pembelajaran di atas. materi. Sekarang bagaimana upaya mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Pihak-pihak yang terlibat dalam pembelajaran adalah pendidik serta peserta didik yang berinteraksi edukatif antara satu dengan yang lainnya. Ini berarti. Sumber pendukung kegiatan pembelajaran mencakup fasilitas dan alat-alat bantu pembelajaran. dan alat serta evaluasi) agar dapat memengaruhi siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan.[6] Menurut Nana Sudjana. strategi berbeda dengan metode. untuk melaksanakan strategi ekspositori bisa digunakan metode ceramah sekaligus metode tanya jawab atau bahkan diskusi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia termasuk media pembelajaran. metode. Strategi pembelajaran menurut Slameto ialah suatu rencana tentang pendayagunaan dan sarana yang ada untuk meningkatkan efektifitas dan efisien pengajaran. Tujuan strategi pembelajaran adalah terwujudnya efisiensi dan efektifitas kegiatan belajar yang dilakukan peserta didik. strategi pembelajaran adalah tindakan guru melaksanakan variabel pengajaran (yaitu tujuan. proses kegiatan dan sarana penunjang kegiatan. Strategi pembelajaran mencakup tujuan kegiatan pembelajaran. Strategi . metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian. Misalnya.Strategi yang diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar disebut strategi pembelajaran. siapa yang terlibat dalam kegiatan. Proses kegiatan adalah langkah-langkah atau tahapan yang dilalui pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran. Oleh karenanya. penulis simpulkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu rencana yang dilaksanakan pendidik (guru) untuk mengoptimalkan potensi peserta didik agar siswa terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mencapai hasil yang diharapkan.

Dengan demikian. dan pendekatan pembelajaran. walaupun dua orang sama-sama menggunakan metode ceramah dalam situasi dan kondisi yang . Sedangkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta strategi pembelajaran induktif. Istilah pendekatan merujuk kepada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. ada dua pendekatan dalam pembelajaran. Pendekatan yang berpusat pada guru (teachercentred approaches) menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction). Teknik dan taktik mengajar merupakan penjabaran dari metode pembelajaran. Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Taktik adalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu teknik atau metode tertentu. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang dalam rangka mengimplementasikan suatu metode. yaitu teknik dan taktik mengajar. cara yang bagaimana yang harus dilakukan agar metode ceramah yang dilakukan berjalan efektif dan efisien ? Dengan demikian. yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centred approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centred approaches). metode. Misalnya. sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi. Misalnya. taktik sifatnya lebih individual. Misalnya. Oleh karenanya strategi dan metode pembelajaran yang digunakan dapat bersumber atau tergantung dari pendekatan tertentu. Istilah lain yang juga memiliki kemiripan dengan strategi adalah pendekatan (approach). sebelum seseorang melakukan proses ceramah sebaiknya memerhatikan kondisi dan situasi.menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu. Misalnya. Sebenarnya pendekatan berbeda baik dengan strategi maupun metode. Selain strategi. berceramah pada siang hari dengan jumlah siswa yang banyak tentu saja akan berbeda jika ceramah itu dilakukan pada pagi hari dengan jumlah siswa yang terbatas. pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. terdapat juga istilah lain yang kadang-kadang sulit dibedakan.

Dengan demikian. guru dapat menentukan teknik yang dianggapnya relevan dengan metode. Dalam strategi ini bahan pelajaran dicari dan ditemukan sendiri oleh siswa melalui berbagai aktivitas. 2. dalam strategi ekspositori guru berfungsi sebagai penyampai informasi. Jenis-jenis Strategi Pembelajaran Ada beberapa strategi pembelajaran yang dapat digunakan.[8] Dalam strategi exposition. Roy Killen menyebutnya dengan strategi pembelajaran langsung (direct instruction). Sebagaimana yang dikutip oleh Wina.sama. siswa tidak dituntut untuk mengolahnya. Dari penjelasan di atas. Menurut Rowntree (1974) sebagaimana yang dikutip oleh Wina Sanjaya mengelompokkan ke dalam strategi penyampaian-penemuan atau exposition-discovery learning. Dalam upaya menjalankan metode pembelajaran. Kewajiban siswa adalah menguasainya secara penuh. sehingga tugas guru lebih . bahan pelajaran disajikan kepada siswa dalam bentuk jadi dan siswa dituntut untuk menguasai bahan tersebut. materi pelajaran disajikan begitu saja kepada siswa. dan penggunaan teknik itu setiap guru memiliki taktik yang mungkin berbeda antara guru yang satu dengan yang lain. Berbeda dengan strategi discovery. maka dapat ditentukan bahwa suatu strategi pembelajaran yang diterapkan guru akan tergantung pada pendekatan yang digunakan. dan strategi pembelajaran kelompok dan strategi pembelajaran individual atau groups-individual learning. sedangakan bagaimana menjalankan strategi itu dapat ditetapkan berbagai metode pembelajaran. Mengapa dikatakan strategi pembelajaran langsung? Sebab dalam strategi ini. misalnya dalam taktik menggunakan gaya bahasa agar materi yang dsampaikan mudah dipahami. sudah pasti mereka akan melakukannya secara berbeda.

Bahan pelajaran serta bagaimana mempelajarinya didesain untuk belajar sendiri. Oleh karena itu. Karena sifatnya yang demikian strategi ini sering juga dinamakan strategi pembelajaran tidak langsung. Bentuk belajar kelompok itu bisa dalam pembelajaran kelompok besar atau pembelajaran klasikal. kemudian secara perlahan-lahan menuju hal yang konkrit. belajar kelompok dilakukan secara beregu. Sekelompok siswa diajar oleh seorang guru atau beberapa orang guru. strategi pembelajaran juga dapat dibedakan antara strategi pembelajaran deduktif dan strategi pembelajaran induktif. Setiap individu dianggap sama. kelambatan. atau belajar bahasa melalui kaset audio. belajar dalam kelompok dapat terjadi siswa yang memiliki kemampuan tinggi akan terhambat oleh siswa yang mempunyai kemampuan biasa-biasa saja. Strategi belajar individual dilakukan oleh siswa secara mandiri. Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya. sebaliknya siswa yang memiliki kemampuan kurang akan merasa tergusur oleh siswa yang mempunyai kemampuan tinggi. atau bahan pelajaran yang dipelajari dimulai dari hal-hal yang abstrak. atau bisa juga siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil semacam buzz group. Strategi kelompok tidak memperhatikan kecepatan belajar individual. Berbeda dengan strategi pembelajaran individual. Strategi pembelajaran deduktif adalah strategi pembelajaran yang dilakukan dengan mempelajari konsep-konsep terlebih dahulu untuk kemudian dicari kesimpulan dan ilustrasi-ilustrasi. dan keberhasilan pembelajaran siswa sangat ditentukan oleh kemampuan individu siswa yang bersangkutan. . Strategi ini disebut juga strategi pembelajaran dari umum ke khusus. Contoh dari strategi pembelajaran ini adalah belajar melalui modul.banyak sebagai fasilitator dan pembimbing bagi siswanya. Kecepatan.

afektif. pada strategi ini bahan yang dipelajari dimulai dari hal-hal yang konkrit atu contoh-contoh yang kemudian secara perlahan siswa dihadapkan pada materi yang kompleks dan sukar. Ini sangat penting untuk dipahami. atau teori tertentu ? 2) Apakah untuk mempelajari materi pembelajaran itu memerlukan prasyarat tertentu atau tidak ? 3) Apakah tersedia buku-buku sumber untuk mempelajari materi itu ? c. ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan: a. dengan strategi induktif. Ketika kita berpikir informasi dan kemampuan apa yang harus dimiliki oleh siswa. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat diajukan adalah: 1) 2) Apakah tujuan pembelajaran yang ingin dicapai berkenaan dengan aspek kognitif. atau psikomotor ? Bagaimana kompleksitas tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Pertimbangan Pemilihan Strategi Pembelajaran Pembelajaran pada dasarnya adalah proses penambahan informasi dan kemampuan baru.Sebaliknya. 3. Pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran: 1) Apakah materi pelajaran itu berupa fakta. hukum. Pertimbangan dari sudut siswa: 1) Apakah strategi pembelajaran sesuai dengan tingkat kematangan siswa ? . sebab apa yang harus dicapai akan menentukan bagaimana cara mencapainya. konsep. maka pada saat itu juga kita semestinya berpikir strategi apa yang harus dilakukan agar semua itu dapat tercapai secara efektif dan efisien. Strategi ini kerap dinamakan strategi pembelajaran dari khusus ke umum. Sebelum menentukan strategi pembelajaran yang dapat digunakan. Pertimbangan yang berhubungan dengan tujuan yang ingin dicapai. apakah tingkat tinggi atau tingkat rendah ? 3) Apakah untuk mencapai tujuan itu memerlukan keterampilan akademis ? b.

atas dasar semua pendapat yang telah dibahas dan diajukan peserta didik. 4. Pemimpin belajar. Posisi dan Peran Guru dalam Pembelajaran Posisi dan peran guru dalam proses pembelajaran. Fasilitator belajar. Moderator belajar. Sebagai evaluator. merupakan bahan pertimbangan dalam menetapkan strategi yang ingin diterapkan. guru berkewajiban mengawasi. pelaksana dan pengontrol kegiatan belajar peserta didik. pengorganisasi. kelompok. Misalkan untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan aspek kognitif. dimana guru harus menempatkan diri sebagai: a. tetapi juga bersama peserta didik harus menarik kesimpulan atau jawaban masalah sebagai hasil belajar peserta didik.[10] d.2) Apakah strategi pembelajaran itu sesuai dengan minat. menunjukkan kelemahan dan cara memperbaikinya. dalam arti guru sebagai perencana. . akan memiliki strategi yang berbeda dengan upaya untuk mencapai tujuan yang berhubungan dengan aspek afektif atau aspek psikomotor. dll. c. dalam arti guru sebagai pemberi kemudahan kepada peserta didik dalam melakukan kegiatan belajarnya melalui upaya dalam berbagai bentuk. dan kondisi siswa ? 3) Apakah strategi pembelajaran itu sesuai dengan gaya belajar siswa ? d. Guru juga berkewajiban untuk melakukan upaya perbaikan proses belajar peserta didik. dalam arti guru sebagai penilai yang objektif dan komprehensif. Guru sebagai moderator tidak hanya mengatur arus kegiatan belajar. Evaluator belajar. bakat. baik secara individual. Pertimbangan-pertimbangan lainnya: 1) Apakah untuk mencapai tujuan hanya cukup dengan satu strategi saja ? 2) Apakah strategi yang kita tetapkan dianggap satu-satunya strategi yang dapat digunakan ? 3) Apakah strategi itu memiliki nilai efektivitas dan efisiensi ?[9] Dari berbagai pertanyaan di atas. maupun secara klasikal. dalam arti guru sebagai pengatur arus kegiatan belajar peserta didik. b. memantau proses pembelajaran peserta didik dan hasil belajar yang dicapainya.

Jadi istilah ini berasal dari dunia olahraga pada zaman Romawi Kuno di Yunani yang mengandung pengertian suatu jarak yang harus ditempuh oleh pelari dari garis start sampai garis finish. kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Tujuan tertentu meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan. moderator dan evaluator belajar bagi peserta didiknya.[13] . kurikulum disusun oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah. isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. satuan pendidikan dan peserta didik.[12] Definisi-definisi kurikulum juga banyak dirumuskan oleh para ahli pendidikan. fasilitator. diantaranya yang dikemukakan oleh Nasution yang memberikan definisi kurikulum sebagai alat yang dilakukan berupa mengajarkan berbagai mata pelajaran dan hal-hal yang diharapkan akan dipelajari oleh siswa yakni pengetahuan. Secara etimologis. Pengertian Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Istilah kurikulum awal mulanya digunakan dalam dunia olahraga pada zaman Yunani Kuno.[11] Sedangkan secara terminologis. sikap dan keterampilan. kurikulum berasal dari bahasa Yunani yaitu Currir yang artinya pelari dan Curere yang berarti tempat berpacu. B.Dari penjelasan di atas dapat dikatakan bahwa posisi dan peran guru dalam proses pembelajaran sangat penting dan mempunyai tanggung jawab yang besar sebagi pemimpin belajar. kondisi dan potensi daerah. Oleh sebab itu. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 1.

agar sistem pendidikan nasional selalu relevan dan kompetitif. . tetapi menyangkut pengalaman-pengalaman di luar sekolah sebagai kegiatan pendidikan.[14] Sementara itu.[18] Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau yang selanjutnya disingkat KTSP. Secara tradisional menurut Oemar Hamalik yang dikutip oleh Iskandar Wiryokusumo dan Usman Mulyadi dikatakan bahwa “kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus ditempuh oleh murid untuk memperoleh ijazah”.Dalam perkembangannya kurikulum dapat dipandang sebagai kurikulum tradisional dan kurikulum modern. afektif.[16] Kurikulum tidak hanya sebatas mata pelajaran. baik di dalam maupun di luar kelas. pengalaman dan kegiatan belajar mereka yang telah disusun secara sistematis untuk mencapai tujuan program.[17] Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian kurikulum adalah sejumlah pengalaman pendidikan yang telah direncanakan dan harus dikuasai oleh peserta didik secara menyeluruh dalam segala aspek untuk mengubah tingkah laku sesuai dengan tujuan Pendidikan Nasional dan tujuan tersebut harus mencakup tiga aspek yaitu kognitif. Hal tersebut juga sejalan dengan Undang-Undang No. KTSP merupakan kurikulum yang dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. dan psikomotorik.[15] Sedangkan menurut Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi. isi dan struktur program dan strategi pelaksanaan program. Penyempurnaan kurikulum yang berkelanjutan merupakan keharusan. menurut pandangan modern bahwa kurikulum merupakan segala usaha yang menjadi tanggung jawab dari suatu lembaga pendidikan formal ataupun non formal untuk mempengaruhi belajar anak. kurikulum adalah program belajar untuk peserta didik terdiri dari pengetahuan ilmiah. 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 35 dan 36 yang menekankan perlunya peningkatan Standar Nasional Pendidikan sebagai acuan kurikulum secara berencana dan berkala dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

KTSP yang merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2004 (KBK) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan/sekolah. 3) b. dikembangkan dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan yang sudah siap dan mampu mengembangkannya dengan memperhatikan Undang-undang No. Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republilk Indonesia dengan memerhatikan : a. Kurikulum pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan satuan pendidikan. potensi daerah dan peserta didik. karakteristik sekolah/madrasah. f. dan minat peserta didik.potensi sekolah/daerah. c. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas pasal 36 yang berbunyi[20] : 1) 2) Pengembangan kurikulum dilakukan dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Departemen Pendidikan Nasional mengharapkan paling lambat tahun 2009/2010. d. . semua sekolah telah melaksanakan KTSP. Peningkatan akhlak mulia.[19] Kurikulum ini disebut juga Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) karena menggunakan pendekatan kompetensi dan kemampuan minimal yang harus dicapai oleh peserta didik pada setiap tingkatan kelas dan pada akhir satuan pendidikan dirumuskan secara eksplisit. kecerdasan. sosial budaya masyarakat setempat dan karakteristik peserta didik. e. Peningkatan potensi. Tuntutan dunia kerja. KTSP juga merupakan upaya untuk menyempurnakan kurikulum agar lebih familiar dengan guru. Peningkatan iman dan takwa. Keragaman potensi daerah dan lingkungan. karena mereka banyak dilibatkan dan diharapkan memiliki tanggung jawab yang memadai. KTSP juga dapat diartikan kurikulum operasional yang disusun. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional.

Visi Satuan Pendidikan. Misi Satuan Pendidikan. Adapun komponen-komponen KTSP adalah sebagai berikut: 1. teknologi dan seni. j. maka ditentukan misinya (sejumlah langkah strategis menuju visi yang telah dirumuskan). c. dan Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Misi dan Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan.g. pengetahuan. Dinamika perkembangan global. 1). Berdasarkan visi satuan pendidikan. h.[21] Jadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan itu adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh setiap satuan pendidikan yang telah mampu atau siap untuk melaksanakannya dengan mengacu pada Standar Pendidikan yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan. b. Visi. Perkembangan ilmu pengetahuan. 4) Ketentuan mengenai pengembangan kurikulum sebagaimana dimaksudkan dalam ayat (1). meliputi: berorientasi ke depan. ayat (2) dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah. dikembangkan bersama oleh warga sekolah. berbasis nilai dan mudah diingat dan membumi (kontekstual). i. a. merupakan perpaduan antara langkah strategis dan sesuatu yang dicita-citakan. . Tujuan Satuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan. Agama. kepribadian.

penilaian. kepribadian. Struktur dan Muatan KTSP mencakup mata pelajaran. kenaikan dan kelulusan. Dalam RPP guru harus menyusun strategi dan langkah-langkah apa yang akan digunakan dalam kegiatan belajar mengajar. karakteristik sekolah. 5. pengembangan diri.[22] . pengetahuan. kompetensi dasar. Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan. materi pokok. ketuntasan belajar. 4. 2. kepribadian. Tujuan pendidikan menengah kejuruan adalah meningkatkan kecerdasan. kegiatan pembelajaran. kebutuhan peserta didik dan masyarakat dengan memerhatikan kalender pendidikan sebagaimana dimuat dalam Standar Isi (SI). pendidikan kecakapan hidup. 3). 3. beban belajar.2). Pengembangan Silabus Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran tertentu yang mencakup standar kompetensi. akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. indikator pencapaian kompetensi. Kalender Pendidikan Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat menyusun kalender pendidikan sesuai dengan kebutuhan daerah. alokasi waktu dan sumber belajar. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) RPP adalah penjabaran dari silabus sebagai rencana guru dalam pelaksanaan pembelajaran untuk setiap pertemuan. akhlak mulia serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Penyusunan RPP harus mengacu pada silabus. pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. muatan lokal. penjurusan. pengetahuan.

Mata pelajaran b.3. yaitu: Dokumen I dan Dokumen II. Tujuan sekolah BAB III : Struktur dan Muatan Kurikulum 3. Latar belakang (dasar pemikiran penyusunan KTSP) 1.1. Seperti terlihat dalam bagan berikut ini: Bagan 1 Dokumen KTSP Dokumen I: BAB I : Pendahuluan 1.3.4.Penjabaran dari empat komponen tersebut disusun dalam satu dokumen KTSP yang terdiri dari dua bagian. Struktur Kurikulum a. Tujuan pendidikan (disesuaikan dengan jenjang satuan pendidikan) 2.1. c. Visi sekolah 2.2. Tujuan pengembangan KTSP 1. Prinsip pengembangan KTSP (sesuai karakteristik sekolah) BAB II : Tujuan Pendidikan 2.2. Pengembangan diri. .1. d. Muatan lokal. Misi Sekolah 2. Beban belajar.

[23] 2. yang akan memberikan wawasan baru terhadap sistem yang sedang berjalan selama ini. Standar Kompetensi b. Ketuntasan belajar. Penjurusan. 3.e. Silabus dari SK/KD yang dikembangkan pusat 1. Kompetensi Dasar BAB IV : Kalender Pendidikan Dokumen II : A. Silabus dari SK/KD yang dikembangkan sekolah (Muatan lokal dan mata pelajaran tambahan) B. . h. Pendidikan kecakapan hidup. Karakteristik Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan bentuk operasional pengembangan kurikulum dalam konteks desentralisasi pendidikan dan otonomi daerah. Muatan Kurikulum a. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).1. Silabus 1. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global.2. i. Kenaikan dan kelulusan.2. g. f.

Hal ini diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap peningkatan efesiensi dan efektivitas kinerja sekolah. Karakeristik KTSP bisa diketahui antara lain dari bagaimana sekolah dan satuan pendidikan dapat mengoptimalkan kinerja. 3. Pemberian Otonomi Luas Kepada Sekolah dan Satuan Pendidikan KTSP memberikan otonomi luas kepada sekolah dan satuan pendidikan. profesionalisme tenaga kependidikan dan sistem penilaian. pelaksanaan kurikulum didukung oleh partisipasi masyarakat dan orang tua peserta didik yang tinggi. pengelolaan sumber belajar. Partisipasi Masyarakat dan Orang Tua yang Tinggi Dalam KTSP. 4. Sekolah dan satuan pendidikan juga diberi kewenangan dan kekuasaan yang luas untuk mengembangkan pembelajaran sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik serta tuntutan masyarakat. Mulyasa ada beberapa karakteristik KTSP sebagai berikut:[24] 1. Tim Kerja yang Kompak dan Transparan . khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Menurut E. pengembangan dan pelaksanaan kurikulum didukung oleh adanya kepemimpinan sekolah yang demokratis dan profesional. proses pembelajaran. disertai seperangkat tanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kondisi setempat. Kepemimpinan yang Demokratis dan Profesional Dalam KTSP. 2. Orang tua peserta didik dan masyarakat tidak hanya mendukung sekolah melalui bantuan keuangan tetapi melalui komite sekolah dan dewan pendidikan merumuskan serta mengembangkan program-program yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Kepala sekolah dan guruguru sebagai tenaga pelaksana kurikulum merupakan orang-orang yang memiliki kemampuan dan integritas profesional.

Dalam KTSP. kemampuan. Di sisi lain. sikap dan minat peserta didik. Hal ini dapat dilihat pada tujuan KTSP. tetapi sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif. kemampuan. 2. 4. KTSP menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa. 3. baik secara individual maupun klasikal. Dalam KTSP peserta didik dibentuk untuk mengembangkan pengetahuan. yaitu untuk membentuk dan mengembangkan pengetahuan. nilai. diantaranya adalah sebagai berikut : a. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Secara umum. Prinsip Relevansi . nilai. Kunandar dalam bukunya yang berjudul “Guru Profesional. Implementasi KTSP dan Sukses dalam Sertifikasi Guru” mengemukakan bahwa sebagai sebuah konsep sekaligus sebagai sebuah program KTSP memiliki karakteristik sebagai berikut: 1. pemahaman. 3. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi.[25] Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa karakteristis KTSP itu. Sumber belajar bukan hanya guru. juga memiliki karakteristik yang lebih ditekankan pada usaha pembentukan kompetensi peserta didik. yang pada akhirnya akan membentuk pribadi yang terampil dan mandiri. selain memiliki kerja sama antara pihak sekolah dengan masyarakat. KTSP berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman. keberhasilan pengembangan kurikulum dan pembelajaran didukung oleh kinerja tim yang kompak dan transparan dari berbagai pihak yang terlibat dalam pendidikan. ada beberapa prinsip dalam pengembangan kurikulum. 5. pemahaman. sikap dan minat yang pada akhirnya akan membentuk pribadi yang terampil dan mandiri. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.

di sini dan di tempat lain. Relevan ke luar maksudnya tujuan. Prinsip kontinuitas Adalah kesinambungan. menggunakan alat-alat sederhana dan biaya juga murah. sedangkan relevan ke dalam maksudnya ada kesesuaian antara komponen-komponen kurikulum. isi. Kurikulum mempersiapkan anak untuk kehidupan sekarang dan yang akan datang.Ada dua macam relevansi dalam pengembangan kurikulum yaitu: relevan ke luar dan relevan ke dalam. bagi anak yang memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. Prinsip praktis Artinya mudah dilaksanakan. d. proses penyampaian dan penilaian. tidak terputus-putus atau terhenti-henti. sederhana dan murah tetapi keberhasilannya tetap harus diperhatikan. Prinsip fleksibilitas Maksudnya kurikulum hendaknya memilih sifat lentur atau fleksibel. isi dan proses belajar yang tercakup dalam kurikulum hendaknya relevan dengan tuntutan. c. Keberhasilan pelaksanaan kurikulum ini baik secara kuantitas maupun kualitas[26] Di dalam “Panduan Penyusunan KTSP jenjang pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP (2006)”. b. artinya perkembangan dan proses belajar anak berlangsung secara berkesinambungan. e. Prinsip efektifitas Artinya walaupun kurikulum tersebut murah. dinyatakan bahwa KTSP dikembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan di bawah koordinasi dan . yaitu: antara tujuan. kebutuhan dan perkembangan masyarakat.

Kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan keragaman karakteristik peserta didik. Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. kondisi daerah. KTSP dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. Penyusunan KTSP untuk “Pendidikan Khusus” dikoordinasi dan disupervisi oleh dinas pendidikan provinsi dan berpedoman pada SI dan SKL serta panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP[27]. Relevan terhadap kebutuhan kehidupan. kreatif. perkembangan. sehat. 4. teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. teknologi dan seni. berilmu. jenis dan jenjang pendidikan. teknologi dan seni. status sosial ekonomi dan jender. kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya. adat istiadat. berakhlak mulia. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. 3. Berpusat pada potensi. budaya. mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.supervisi Dinas Pendidikan atau Kantor Departemen Agama Kabupaten/Kota untuk pendidikan dasar dan provinsi untuk pendidikan menengah. 2. serta menghargai dan tidak diskriminasi terhadap perbedaan agama. dan oleh karena itu semangat dan isi kurikulum mendorong peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan secara tepat perkembangan ilmu pengetahuan. cakap. Pengembangan KTSP mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum yang disusun oleh BSNP serta memperhatikan pertimbangan komite sekolah/madrasah. Beragam dan terpadu. . suku.

pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Landasan Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Dalam pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) terdapat beberapa landasan yang harus diperhatikan. berbangsa dan bernegara. termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan. 5. 6. kompetensi lulusan. Landasan-landasan tersebut adalah sebagai berikut: 1. tenaga . bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan. proses. Menyeluruh dan berkesinambungan Maksudnya adalah substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas Dalam Undang-Undang Sisdiknas dikemukakan bahwa Standar Nasional Pendidikan (SNP) terdiri atas standar isi. dunia usaha dan dunia kerja.[28] 4. 7.Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Maksudnya adalah kurikulum dikembangkan dengan memerhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat. Belajar sepanjang hayat Maksudnya adalah dalam pengembangan KTSP. kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan.

persatuan nasional. dinamika perkembangan global. Matematika. 2. agama. Dalam Undang-undang Sisdiknas juga dikemukakan bahwa kurikulum pendidikan dasar dan menengah wajib memuat Pendidikan Agama. pengetahuan dan keterampilan. teknologi dan seni. Seni dan Budaya. tuntutan pembangunan daerah dan nasional. dan nilai-nilai kebangsaan. pengelolaan. Sedangkan SI adalah kualifikasi kompetensi lulusan yang mencakup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.kependidikan. peningkatan potensi. Bahasa. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. IPA. Pendidikan Kewarganegaraan. Dalam peraturan ini dikemukakan bahwa KTSP adalah kurikulum operasional yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan (SKL) dan standar isi (SI). SKL adalah kualifikasi kemampuan llusan yang mencakup sikap. Pendidikan Jasmani dan Olahraga. SNP merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). IPS. keragaman potensi daerah dan lingkungan. sarana dan prasarana. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. pembiayaan. kecerdasan dan minat peserta didik. perkembangan ilmu pengetahuan. 3. Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 adalah peraturan tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). Keterampilan/Kejuruan dan Muatan Lokal. Lebih lanjut dikemukakan bahwa kurikulum disusun sesuai jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan memperhatikan peningkatan iman dan takwa. 22 Tahun 2006 mengatur tentang Standar Isi untuk satuan pendidikan Dasar dan Menengah yang selanjutnya disebut . dan penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala. peningkatan akhlak mulia. tuntutan dunia kerja.

tetapi harus pula memahami berbagai faktor yang mempengaruhinya. 23 tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. 5. 22 dan 23 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. Sebagai sebuah rencana. kurikulum harus dirancang berdasarkan pada berbagai kondisi yang ada. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. yang tidak hanya menuntut keterampilan teknis dari pihak pengembang dalam mengembangkan berbagai komponen kurikulum. Dalam peraturan ini dikemukakan bahwa Pendidikan Dasar dan Menengah mengembangkan dan menetapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dasar dan menengah sesuai kebutuhan satuan pendidikan yang bersangkutan. 23 tahun 2006 mengatur Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah diguanakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Permendiknas No. 4.Standar Isi (SI). 24 Tahun 2006 mengatur tentang pelaksanaan SKL dan SI. Kurikulum sebagai suatu rencana pada intinya adalah upaya . Itulah sebabnya proses penyusunan dan pengembangan kurikulum merupakan sebuah proses berantai yang berkesinambungan antara proses yang satu dengan proses yang lain.[29] 5. Prosedur Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Pengembangan kurikulum merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai komponen. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No.

dan sikap yang dituntut untuk menguasai suatu pekerjaan (attitude) dalam kehidupannya sehari-hari. Dari proses implementasi tersebut dapat dilakukan langsung pada dokumen kurikulum. namun juga dapat dilakukan pada area yang lebih mendasar. kemudian berlanjut pada bagian kedua yang diwujudkan dalam sebuah dokumen perencanaan. yaitu bagian pertama akan menghasilkan kurikulum sebagai suatu ide.untuk menghasilkan lulusan. dan dari dokumen perencanaan kemudian diimplementasikan dalam pelaksanaan kegiatan akademik. Kompetensi merupakan kombinasi yang baik dari penguasaan ilmu (knowledge). Dalam proses penyusunan dan pengembangan kurikulum tersebut pada intinya dibagi menjadi tiga bagian proses. Keseluruhan tahapan pembuatan dan pengembangan kurikulum tersebut dapat digambarkan dalam gambar berikut pada halaman selanjutnya:[30] Bagan 2 Bagan Tahapan Pembuatan dan Pengembangan KTSP Idealisme pimpinan Proses Analisis SWOT . yaitu pada ide. keterampilan dalam melaksanakn pekerjaan (skill). atau mengubah input peserta didik dari kondisi awal menjadi peserta didik yang memiliki kompetensi.

Kebutuhan Stakeholders Ketersediaan Sumber Daya Karakteristik Siswa Kompetensi Lulusan Yang Diinginkan Standar Nasional Proses Pelatihan. Pembuatan Pedoman Pembuatan Review dan Pengesahan Komposisi Tim Pembuat Landasan-Landasan yang digunakan Struktur dan .

tenaga kependidikan.organisasi kurikulum Proses Pengembangan Proses Pembelajaran Hasil Evaluasi Monitoring dan Evaluasi Pengukuran Outcomes Pengukuran daya saing sekolah Pengembangan KTSP yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Kurikulum satuan pendidikan dasar dan menengah ditetapkan oleh kepala satuan . pengelolaan. Satuan pendidikan dasar dan menengah dapat mengadopsi atau mengadaptasi model kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun oleh BSNP (Pasal 1 ayat 4 Permen Diknas Nomor 24 Tahun 2006). pembiayaan dan penilaian pendidikan. sarana dan prasarana.[31] Pengembangan dan penetapan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah memerhatikan panduan penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah yang disusun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) (Pasal 1 ayat 3 Permen Diknas Nomor 24 Tahun 2006). proses. kompetensi lulusan. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut yaitu Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

Pembangunan Berkelanjutan. tenaga kependidikan. kepala sekolah.Moral dan Intelektual .pendidikan dasar dan menengah setelah memerhatikan pertimbangan dari komite Sekolah atau Komite Madrasah (Pasal 1 ayat 5 Permen Diknas Nomor 24 Tahun 2006). pengembangan kurikulum dilakukan oleh guru. Millenium Goals 2015 (globalisasi). dan dewan pendidikan. kepala sekolah. perwakilan orang tua siswa dan tokoh masyarakat. komite sekolah. Dalam KTSP. pejabat pendidikan daerah. Tim pengembang ini ditetapkan berdasarkan musyawarah dari pejabat daerah setempat. Perkembangan IPTEKS serta Ekonomi Berbasis Spiritual. Demokratisasi. Clean and Good Governance. Otonomi Daerah. Proses Pengembangan KTSP tersebut dapat dilihat pada bagan berikut ini pada halaman selanjutnya: [32] Bagan 3 Bagan Pengembangan Kurikulum Konteks Pendidikan Kebangkitan Islam. komisi pendidikan pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

KURIKULUM AKTUAL PROSES PEMBELAJARAN .

. Merumuskan visi dan misi serta merumuskan tujuan pendidikan pada tingkat satuan pendidikan. 2. Pengembangan Kurikulum Tingkat Nasional Dalam kaitannya dengan KTSP pengembangan kurikulum tingkat nasional dilakukan dalam rangka mengembangkan Standar Nasional Pendidikan.Dari gambar di atas. Pengembangan KTSP Pada tahap pengembangan KTSP. yaitu : 1. b. terutama pada jalur pendidikan sekolah. tampak bahwa pengembangan kurikulum mencakup beberapa tingkat. kegiatan yang dilakukan. yang pada saat ini mencakup standar kompetensi lulusan (SKL) dan standar isi (SI) untuk setiap satuan pendidikan pada masing-masing jenjang dan jenis pendidikan. antara lain : a. Menganalisis dan mengembangkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Standar Isi (SI).

4. nilai dan sikap. Berdasarkan SKL. e. c. Mengembangkan indikator untuk setiap kompetensi serta kriteria pencapaiannya dan mengelompokkannya sesuai dengan ranah pengetahuan. d. b. e. antara lain adalah: a. selanjutnya dikembangkan pada bidang studi-bidang studi yang akan diberikan untuk merealisasikan tujuan tersebut. kemampuan. d. Pengembangan RPP . SI. Mengembangkan instrumen penilaian yang sesuai dengan indikator pencapaian kompetensi. Pengembangan Silabus Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tingkat ini. visi. Mengidentifikasi standar kompetensi dan kompetensi dasar serta tujuan setiap bidang studi. Mengembangkan dan mengidentifikasikan tenaga-tenaga kependidikan (guru dan non guru) sesuai dengan kualifikasi yang diperlukan dengan berpedoman pada standar tenaga kependidikan yang ditetapkan oleh BSNP. misi serta tujuan satuan pendidikan. Mendeskripsikan kompetensi dasar serta mengelompokkannya sesuai dengan ruang lingkup dan urutannya. pemahaman. Mengembangkan kompetensi dasar dan materi standar yang diperlukan dalam pembelajaran. Mengidentifikasikan fasilitas pembelajaran yang diperlukan untuk memberi kemudahan belajar sesuai dengan standar sarana dan prasarana pendidikan yang ditetapkan oleh BSNP 3.c.

Melakukan revisi dari hasil review dan validasi KTSP 5. Kurikulum Aktual Kurikulum aktual adalah interaksi antara peserta didik dengan guru dan lingkungan pembelajaran. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa bagaimanapun bagusnya suatu kurikulum maka aktualisasinya sangat ditentukan oleh profesionalisme guru dalam melaksanakan pembelajaran dan pembentukan kompetensi peserta didik. Weakness/kelemahan. Sementara dokumen KTSP pada MI. Dalam penyusunan KTSP pada tingkat sekolah/madrasah tertentu dapat dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut: 1. MA dan MAK dinyatakan berlaku oleh kepala madrasah setelah mendapatkan pengesahan dari komite madrasah dan diketahui oleh Mapendais Kandepag Kotamadya/Kabupaten untuk MI dan MTs dan Kabid Mapendais KANWIL Depag untuk MA dan MAK. misi dan tujuan sekolah/madrasah. tugas selanjutnya adalah penyusunan kurikulum. standar isi dan standar kompetensi lulusan.Berdasarkan standar kompetensi dan standar isi dalam silabus yang telah diidentifikasi dan diurutkan sesuai dengan tingkat pencapaiannya pada setiap bidang studi. Mts. Finalisasi produk KTSP yang akan dilaksanakan pada tahun ajaran yang ditetapkan setelah mendapatkan pengesahan dari komite sekolah/madrasah dan diketahui oleh dinas tingkat kabupaten/kota yang bertanggung jawab di bidang pendidikan untuk tingkat SD dan SMP dan tingkat provinsi untuk tingkat SMA dan SMK. selanjutnya dikembangkan program-program pembelajaran. 5. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan khusus atau forum-forum rapat kerja sekolah/madrasah dan konsultan ahli bila diperlukan. Opportunity/peluang. 4. Melakukan analisis SWOT (Strenght/kekuatan. Melakukan pembahasan.[34] Langkah-langkah tersebut secara sederhana dapat digambarkan dalam bagan 4 . komite sekolah/madrasah. review dan validasi model dan isi KTSP yang dihasilkan. Penyiapan draf penyusunan isi KTSP sesuai hasil analisis dan model KTSP yang dikembangkan di satuan pendidikan masing-masing. kegiatan pengembangan kurikulum pada tingkat ini adalah menyusun dan mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran atau persiapan mengajar. Hal ini dapat dilakukan oleh top manager. Threat/ancaman) terhadap konteks kondisi dan kebutuhan pada tingkat satuan pendidikan.[33] Setelah dilakukan pengembangan kurikulum. 2. 3. para konselor dan konsultan ahli bila diperlukan. visi.

berikut ini: Bagan 4 Bagan Prosedur Penyusunan KTSP Analisis SWOT Analisis Konteks Penyusunan KTSP .

5. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan .

karena biasanya pengajaran adalah implementasi kurikulum desain yang mencakup aktifitas pengajaran dalam bentuk interaksi antara guru dan siswa di bawah naungan sekolah. implementasi tidak berdiri sendiri tetapi dipengaruhi oleh objek berikutnya yaitu kurikulum. Ungkapan mekanisme mengandung arti bahwa implementasi bukan sekedar aktifitas. Oleh karena itu. tetapi suatu kegiatan yang terencana dan dilakukan secara sungguh-sungguh berdasarkan acuan norma tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa implementasi kurikulum adalah operasionalisasi konsep kurikulum yang masih bersifat potensial (tertulis) menjadi aktual dalam bentuk kegiatan pembelajaran. tindakan atau mekanisme suatu sistem.Secara sederhana implementasi bisa diartikan pelaksanaan atau penerapan. Argumentasinya. . adanya aksi. kebijakan atau inovasi dalam suatu tindakan praktis sehingga memberikan dampak. konsep. universitas/institut dan sebagainya). Pengertian ini memperlihatkan bahwa kata implementasi bermuara pada aktifitas.[35] Implementasi kurikulum merupakan bagian tak terpisahkan dari pengembangan kurikulum. implementasi kurikulum adalah proses aktualisasi kurikulum potensial menjadi kurikulum aktual oleh guru/staf pengajar di dalam proses belajar mengajar (perkuliahan). Pengertian lain dikemukakan oleh Schulbart (1986) bahwa implementasi merupakan sistem rekayasa.[36] Sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa implementasi kurikulum berarti suatu proses guru atau staf pengajar melaksanakan kurikulum (kurikulum yang sudah ada) dalam situasi pembelajaran di kelas (sekolah. baik berupa perubahan pengetahuan. Implementasi juga merupakan suatu proses penerapan ide. Atau dengan kata lain. Definisi lain tentang implementasi kurikulum mengemukakan bahwa “implementasi sebagai proses pengajaran”. keterampilan maupun nilai dan sikap. Implementasi kurikulum dapat diartikan sebagai aktifitas kurikulum tertulis (Written Curriculum) adalah bentuk pembelajaran.

c. Dengan kata lain. keterampilan. pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi. Mulyasa. yaitu strategi yang digunakan dalam pembelajaran seperti diskusi. maka hasil implementasi kurikulum (pembelajaran) tidak akan memuaskan. keberhasilan implementasi KTSP sangat ditentukan oleh faktor guru. dukungan rekan sejawat guru dan dukungan internal yang datang dari dalam diri guru sendiri. serta kegiatan yang dapat mendorong pembentukan kompetensi peserta didik.[38] Selain hal di atas (Mars: 1980) mengemukakan sebagaimana dikutip oleh E. b. karena bagaimanapun baiknya sarana pendidikan apabila guru tidak melaksanakan tugas dengan baik. dan tanya jawab. sebagai hasil interaksi dengan lingkungan. konsep dan kebijakan kurikulum dalam suatu aktivitas pembelajaran sehingga peserta didik menguasai seperangkat kompetensi tertentu. ada tiga faktor yang mempengaruhi implementasi kurikulum. Dari berbagai faktor tersebut guru merupakan faktor penentu di samping faktor-faktor lain. pengamatan. nilai dan sikap guru terhadap kurikulum serta kemampuannya untuk merealisasikan kurikulum dalam pembelajaran. yaitu pengembangan program. Karakteristik kurikulum.[39] Dalam garis besarnya implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan mencakup tiga kegiatan pokok. Strategi pembelajaran. [37] Pembelajaran berbasis KTSP setidaknya dipengaruhi oleh tiga faktor berikut: a.[40] . yang mencakup ruang lingkup KTSP dan kejelasannya bagi pengguna di lapangan. yaitu: dukungan kepala sekolah. Karakteristik pengguna kurikulum yang meliputi pengetahuan.Sedangkan definisi implementasi KTSP adalah suatu penerapan ide.

karena merupakan pedoman bagi pengembangan program-program berikutnya. Program semester ini merupakan penjabaran dari program tahunan. Sumber-sumber yang dapat dijadikan bahan pengembangan program tahunan ini.Dari penjelasan tersebut. 3) Program modul Program modul adalah program yang dikembangkan dari setiap kompetensi dan pokok bahasan yang akan disampaikan yang merupakan penjabaran dari . maka diambil kesimpulan bahwa dalam pelaksanaan KTSP hal yang paling penting diperhatikan adalah potensi dan perkembangan peserta didik. Adapun penjelasan kegiatan implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan itu adalah: a. 2) Program semester Program semester berisikan garis-garis besar mengenai hal-hal yang hendak dilaksanakan dan dicapai dalam semester tersebut. Program ini perlu dipersiapkan dan dikembangkan oleh guru sebelum tahun ajaran. ruang lingkup dan urutan kompetensi dan kalender pendidikan. Pada umumnya program semester ini berisikan tentang kegiatan bulanan. antara lain: Daftar standar kompetensi. waktu yang direncanakan dan keterangan-keterangan. Pengembangan Program Pengembangan program Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan meliputi : 1) Pengembangan program tahunan Program tahunan merupakan program umum setiap mata pelajaran untuk setiap kelas. yang dikembangkan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan. pokok bahasan yang hendak disampaikan. Karena peserta didik merupakan subyek dalam kegiatan pembelajaran.

5) Program pengayaan dan remedial Program ini merupakan pelengkap dan penjabaran dari program mingguan dan harian. lembar kerja. lembar soal. 4) Program mingguan dan harian Program ini merupakan penjabaran dari program semester dan program modul. sehingga dapat diketahui peserta didik yang mendapat kesulitan dalam setiap modul yang dikerjakan dan peserta didik yang memiliki kecepatan belajar di atas rata-rata kelas. Dengan program ini diharapkan peserta didik dapat belajar secara mandiri. Melalui program ini juga diidentifikasikan kemajuan belajar setiap peserta didik. Melalui program ini dapat diketahui tujuan-tujuan yang telah dicapai dan yang perlu diulang bagi setiap peserta didik. dan karir. sosial. lembar jawaban dan kunci jawaban.[41] b. 6) Program bimbingan dan konseling Dalam pelaksanaan KTSP. . sedang bagi yang lambat dilakukan pengulangan modul untuk mencapai tujuan yang belum tercapai dengan menggunakan waktu cadangan. Bagi peserta didik yang cepat bisa diberikan pengayaan. hasil tes dan ulangan dapat diperoleh tingkat kemampuan belajar setiap peserta didik. Pelaksanaan Pembelajaran Pembelajaran pada hakikatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya. belajar.program semester dan berisi lembar kegiatan peserta didik. Berdasarkan hasil analisa terhadap kegiatan belajar dan tugas-tugas modul. sekolah kewajiban memberikan program pengembangan diri melalui bimbingan dan konseling kepada peserta didik yang menyangkut pribadi. kunci lembar kerja. sehingga terjadi perubahan prilaku ke arah yang lebih baik.

yaitu: Pre tes. untuk mengetahui kompetensi dan tujuantujuan yang telah dikuasai oleh peserta didik dan yang belum dikuasai. maupun faktor eksternal yang datang dari lingkungan. perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya. Pembentukan Kompetensi. Dalam pembelajaran. Pada umumnya pelaksanaan pembelajaran berbasis KTSP mencakup tiga hal. untuk mengetahui peserta didik yang belum mengikuti kegiatan remedial serta sebagai bahan acuan untuk melakukan perbaikan terhadap kegiatan pembelajaran dan pembentukan kompetensi yang telah dilaksanakan.Dalam interaksi tersebut banyak sekali faktor yang mempengaruhinya.[42] Sedangkan dalam pelaksanaannya. KTSP dilaksanakan dengan memperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut: 1. Sedangkan pembentukan kompetensi merupakan kegiatan bagaimana kompetensi peserta didik dibentuk dan bagaimana tujuan-tujuan belajar direalisasikan. serta memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan dirinya secara bebas. Pelaksanaan kurikulum didasarkan pada potensi. dan Post tes. Pre Tes adalah awal pembelajaran yang bertujuan untuk menyiapkan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Adapun post tes adalah tes pada akhir pembelajaran yang bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah ditentukan. tugas guru yang paling utama adalah mengondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan prilaku bagi peserta didik. dinamis dan menyenangkan. . baik faktor internal yang datang dari individu. baik terhadap perencanaan. Dalam hal ini peserta didik harus mendapatkan pelayanan pendidikan yang bermutu. pelaksanaan. untuk mengetahui tingkat kemajuan peserta didik. untuk mengetahui kemampuan awal yang dimiliki oleh peserta didik dan untuk mengetahui darimana seharusnya proses pembelajaran dimulai. maupun evaluasi.

kreatif dan menyenangkan. Kurikulum dilaksanakan dengan mendayagunakan kondisi alam. 3.[43] . belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain. menghargai. 6. sosial. sumber belajar dan teknologi yang memadai dan memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. kesosialan dan moral. Kurikulum dilaksanakan dengan menegakkan kelima pilar belajar. 5. dan belajar untuk membangun dan menemukan jati diri. belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif. 7. Kurikulum mencakup seluruh komponen kompetensi mata pelajaran. aktif. Kurikulum dilaksanakan dalam suasana hubungan peserta didik dan pendidik yang saling menerima. muatan lokal dan pengembangan diri diselenggarakan dalam keseimbangan. hangat dan terbuka dengan prinsip Tut Wuri Handayani. di tengah membangun semangat dan prakarsa dan di depan memberikan contoh dan teladan). Kurikulum dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan multistrategi dan multimedia. Ing Ngarsa Sung Tulada (di belakang memberikan daya dan kekuatan. budaya dan kekayaan daerah untuk keberhasilan pendidikan dengan muatan seluruh bahan kajian secara optimal. tahap perkembangan dan kondisi peserta didik dengan tetap memperhatikan keterpaduan pengembangan pribadi peserta didik yang berdimensi ke-Tuhanan. melalui proses pembelajaran yang efektif. Ing Madia Mangun Karsa. yaitu : belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. akrab. Pelaksanaan kurikulum memungkinkan peserta didik mendapat pelayanan yang bersifat perbaikan.2. keindividuan. keterkaitan dan kesinambungan yang cocok dan memadai antarkelas dan jenis serta jenjang pendidikan. 4. pengayaan dan percepatan sesuai potensi.

dan hasil belajar yang dicantumkan dalam Surat Tanda Tamat Belajar (STTB) tidak semata-mata didasarkan atas hasil penilaian pada akhir jenjang sekolah. Ulangan harian dilakukan setiap selesai proses pembelajaran dalam kompetensi tertentu. menulis dan berhitung yang diperlukan dalam rangka memperbaiki program pembelajaran (program remedial). benchmarking. 2) Tes Kemampuan Dasar Tes kemampuan dasar dilakukan untuk mengetahui kemampuan membaca. kinerja. 3) Penilaian akhir satuan pendidikan dan sertifikasi Pada setiap akhir semester dan tahun pelajaran diselenggarakan kegiatan penilaian guna mendapatkan gambaran secara utuh dan menyeluruh mengenai ketuntasan belajar peserta didik dalam satuan waktu tertentu. dan tugas-tugas terstruktur yang berkaitan dengan konsep yang sedang dibahas. Ulangan harian ini terdiri dari seperangkat soal yang harus dijawab para peserta didik. 4) Benchmarking . Evaluasi Hasil Belajar. Evaluasi hasil belajar dalam implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dapat dilakukan dengan penilaian kelas. dan penilaian program. tes kemampuan dasar.c. penilaian akhir satuan pendidikan dan sertifikasi. ulangan umum dan ujian akhir. Untuk keperluan sertifikasi. Tes kemampuan dasar dilakukan pada setiap tahun akhir kelas III. 1) Penilaian Kelas Penilaian kelas dilakukan dengan ulangan harian.

hal. 5) Penilaian Program Penilaian program dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional dan Dinas Pendidikan secara continue dan berkesinambungan. 128 [9] Ibid.5 Syaiful Sagala. hal. (Jakarta: Rineka Cipta.Benchmarking merupakan suatu standar untuk mengukur kinerja yang sedang berjalan. 130 . 50 [6] [7] Nana Sudjana. edisi ke-3. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. hal. 2001). Penilaian program dilakukan untuk mengetahui kesesuaian KTSP dengan dasar. (Bandung: Algensindo. 1. hal. 1092 [3] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 1. hal. 2008). cet. hal. 297 Slameto. 5. (Jakarta: Bumi Aksara. 147 [8] Wina Sanjaya. cet. 2003). (Jakarta: Rineka Cipta. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk membantu memecahkan problematika belajar dan mengajar. 61 [4] [5] Dimyati dan Mudjiono. Strategi Pembelajaran. hal. cet. cet. 2000). ed. proses dan hasil untuk mencapai suatu keunggulan yang memuaskan. Proses Belajar Mengajar dalam Sistem Kredit Semester (SKS). 1999). 2002). 2002). Penilaian dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga peserta didik dapat mencapai satuan tahap keunggulan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan usaha dan keuletannya. 2. 1991). (Jakarta: Balai Pustaka. 3. fungsi dan tujuan pendidikan nasional serta kesesuaiannya dengan tuntutan perkembangan masyarakat dan kemajuan zaman.[44] [1] Sudjana S. (Bandung: Falah Production. Belajar dan Pembelajaran. (Bandung: Alfabeta. (Jakarta: Kencana. hal. Kamus Besar Bahasa Indonesia. hal. Ukuran keunggulan dapat ditentukan ditingkat sekolah. daerah atau nasional. Strategi Belajar Mengajar. 5 [2] Depdiknas.

97 [16] Ahmad Rohani dan Abu Ahmadi. hal. Op. (Yogyakarta: Pustaka Yustisia. KTSP: Dasar Pemahaman dan Pengembangan. Panduan Lengkap KTSP. hal. hal. hal. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktik.. hal. 21-23 E. hal. Mulyasa. (Jakarta: Bumi Aksara. Cit. 1999). Sutiah dan Sugeng Listyo Prabowo. Azas-Azas Kurikulum. Solusi.Cit. Profesi Kependidikan Problema. (Jakarta: Bulan Bintang. hal. 2007).. (Jakarta: Gaya Media Pratama.29-31 [25] Kunandar. 2. (Jakarta: Bumi Aksara. 485 Abdullah Idi. hal. 145 [12] [13] [14] Nasution. 50 Muhaimin. 66 [22] [23] Kunandar. 1. 9 Iskandar Wiryokusumo dan Usman Mulyadi. Pengelolaan Pengajaran.Cit. 176 Tim Pustaka Yustisia. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum.Hamzah B. 12 UU. 1993). Op.Cit. Mulyasa.Cit. 2003). hal. 10 [20] [21] E. Kurikulum Tingkat Satuan……Op. Uno. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Suatu Panduan Praktis). hal. Op. 24-25 [31] Tim Pustaka Yustisia. 2007). 27-28 [10] [11] Hasan Langgulung. Op. RI tentang Guru dan Dosen dan Undang-Undang Sisdiknas. Op. 150-151 [27] [28] [29] Tim Pustaka Yustisia. Op.Cit. hal. 145-151 Tim Pustaka Yustisia. 2005).. ed. hal 24-28 [30] Muhaimin. Bina Aksara. Raja Grafindo Persada. hal. hal. 1986). dan Reformasi Pendidikan di Indonesia. 150 [24]E. hal.Cit. (Jakarta: Asa Mandiri.. (Bandung: Remaja Rosda Karya. Mulyasa. 1998). Cit.. hal. hal. Op. 1979). 2008). (Jakarta: PT. hal. (Jakarta: Bumi Aksara. hal..Cit. 2008). 5 [17] [18] E. 50 . 3 [15] Team Pembina Mata Kuliah Didaktik Metodik/Kurikulum IKIP Surabaya. Pengantar Didaktik Metodik Kurikulum PBM. Kurikulum Tingkat…………Op. 8-9 [19] Masnur Muslich. (Jakarta: PT. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. 2007). Op. 138 [26] Nana Syaodih Sukmadinata. Mulyasa. hal.. cet. (Bandung: Remaja Rosda Karya. Manusia dan Pendidikan: Suatu Analisa Psikologi Pendidikan. hal. (Jakarta: Pustaka Al-Husna. Cit. hal.

Mulyasa. 236-241 [42] E.hal. Guru dan Implementasi Kurikulum. 70 [36] [37] [38] Ibid. dkk. (Bandung: Remaja Rosdakarya. (Jakarta: Remaja Rosda Karya. hal. 35-36 [34] [35] Syafruddin Nurdin. (Jakarta: Ciputat Pers. 233 E. Op.. Op. hal. Cit. 2007). 148-151 Muhaimin. Op. hal. hal. 247 Kunandar. 255-258 [43] [44] Muhaimin. Op. Op. dkk.cit. hal. hal.[32] E. hal. 236 http://zanikhan. 23-24 Kunandar.. 21-22 [33] Ibid .com/profile . 236 Ibid. Op. 72 Kunandar. hal. hal.Cit. 2002). Mulyasa.Cit. 246-247 [39] [40] [41] Ibid.Cit. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Suatu panduan praktis). hal.multiply. hal. Mulyasa.Cit. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (Suatu Panduan Praktis). hal. 2007).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.