PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 1 TAHUN 2006 TENTANG RETRIBUSI DAERAH DENGAN RAHMAT

TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA, Menimbang : a. bahwa dengan Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1999 telah ditetapkan pengaturan tentang Retribusi Daerah; b. bahwa dalam rangka mendukung perkembangan Otonomi Daerah yang nyata, dinamis, dan bertanggung jawab dalam penyelenggaraan Pemerintahan di Daerah dan dengan ditetapkannya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000, maka Peraturan Daerah sebagaimana dimaksud pada huruf a perlu disempurnakan kembali; c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat serta pengawasan dan pengendalian perlu membentuk Peraturan Daerah tentang Retribusi Daerah. Mengingat 1. Undang-Undang Gangguan (Hinder Ordonantie Stbl. 1926 Nomor 226); 2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokokpokok Agraria (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1960 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2043); 3. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1967 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1967 Nomor 10, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2824); 4. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1970 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2918); 5. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1981 Nomor 11, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3193); 6. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1982 tentang Wajib Daftar Perusahaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1982 Nomor 2, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3214);

7. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1984 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3274); 8. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1985 tentang Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 46, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3299); 9. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3317); 10. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3318); 11. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3419); 12. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3469); 13. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 47/1992, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3479); 14. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3480); 15. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1992 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3481); 16. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1992 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 98, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3493); 17. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian di Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3502); 18. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 1995, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3611); 19. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan Indonesia (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 73 Tahun 1996, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3647 ); 20. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 246 Tahun 2000, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4048^

21 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 1997 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3699). 22. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3814); 23 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3821); 24. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3833); 25. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851); 26. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Propinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 146, Tambahan Lembar Negara Republik Indonesia Nomor 3878); 27. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2001 Nomor 136, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4152); 28. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Bangun Bangunan (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); 29. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2002 Nomor 109, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4235); 30. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2003 Nomor 39, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4279); 31. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2003 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247); 32. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377); 33. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Repulik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389); 34. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (Lembaran

Negara Republik Indonesia Nomor 118 Tahun 2004);

35. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 125 Tahun 2004, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437); 36. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4444); 37. Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1985 tentang Wajib Pembebasan Untuk Ditera dan atau Ditera Ulang Serta Syarat-syarat Bagi Alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1985 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3283); 38. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1987 tentang Penyediaan dan Penggunaan Tanah untuk Keperluan Tempat Pemakaman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1987 Nomor 15, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3350); 39. Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1988 tentang Rumah Susun (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1988 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3372); 40. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 1990 tentang Penyerahan Sebagian Unsur Pemerintahan Dalam Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kepada Daerah Tk. I dan Daerah Tk. II (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1990 Nomor 26, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3410); 41. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1991 tentang Sungai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 44, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3445); 42. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3527); 43. Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1993 tentang Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3528); 44. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1993 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3529); 45. Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 1994 tentang Penghunian Rumah oleh Bukan Pemilik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3576); 46. Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 1998 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1998 Nomor 189, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3795);

55. 53.47. 56. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3928). Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1986 tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1986 Nomor 91). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3934). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1997 tentang Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol. 50. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4001). 49. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi Sebagai Daerah Otonom (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 54. 51. 58. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta Untuk Penataan Ruang Wilayah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 20. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 1988 tentang Kebersihan Lingkungan di Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1988 Nomor 31). Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 1988 tentang Usaha atau Kegiatan Yang Tidak Dikenakan Wajib Daftar Perusahaan. Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2000 tentang Kenavigasian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 160. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4227). . Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2002 tentang Perkapalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 95. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 1999 tentang Angkutan di Perairan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 187. 57. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4139). 54. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 1978 tentang Pengaturan Tempat dan Usaha Serta pembinaan Pedagang Kali Lima dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1979 Nomor 15). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3907). 48 Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2000 tentang Kepelautan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 13. 59. 52. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3952). Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2001 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 119. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 12 Tahun 1986 tentang Penomoran Bangunan dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1987 Nomor 31).

60. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 7 Tahun 1991 tentang Bangunan dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus ibukota Jakarta Tahun 1992 Nomor 23). 63. 67. 65. Peraturan Daerah Daerah Khusus ibukota Jakarta Nomor 2 Tahun 1992 tentang Pemakaman Umum dalam wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1992 Nomor 43). 61. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 11 Tahun 1988 tentang Ketertiban Umum Dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1989 Nomor 72). Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 1 Tahun 1991 tentang Rumah Susun di Daerah Khusus ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1992 Nomor 19). 66. 70. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 11 Tahun 1995 tentang Pengawasan Hewan Rentan Rabies Serta Pencegahan dan Penanggulangan Rabies di Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1996 Nomor 47). Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1992 tentang Penanggulangan Bahaya Kebakaran dalam Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1992 Nomor 22). Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 1992 tentang Penampungan dan Pemotongan Unggas serta Peredaran Daging Unggas di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1992 Nomor 75). 62. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 10 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan dan Pajak Pemanfataan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1998 Nomor 30). Perdagangan ternak dan Daging di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1990 Nomor 2). 64. 68. 69. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 13 Tahun 1997 tentang Usaha Perikanan di Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2000 Nomor 12). . Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1990 tentang Usaha Persusuan di Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1991 Nomor 2). Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 1989 tentang Pengawasan Pemotongan ternak.

74. 77. 81. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 2 Tahun 2002 tentang Perpasaran Swasta di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2002 Nomor 76). Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 2001 tentang Bentuk Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah dan Sektretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2001 Nomor 66). Minyak dan Gas Bumi serta Ketenagalistrikan (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2003 Nomor 83). Sungai dan Danau serta Penyeberangan di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2003 Nomor 87). Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 12 Tahun 2003 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 78. 80. Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 1999 tentang Jaringan Utilitas (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1999 Nomor 25). Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 11 Tahun 2003 tentang Penyelenggaraan Pertambangan Umum. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 4 Tahun 2004 tentang Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2004 Nomor 50). Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 9 Tahun 1999 tentang Pelestarian dan Pemanfaatan Lingkungan dan Bangunan Cagar Budaya (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1999 Nomor 26). Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1999 Nomor 23). 79. . Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 5 Tahun 1999 tentang Perparkiran (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 1999 Nomor 22). 72.71. Kereta Api. 76. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 2001 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2001 Nomor 92). 73. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 2004 tentang Pengendalian Mutu dan Keamanan Komoditas Hasil Pertanian di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus ibukota Jakarta Tahun 2004 Nomor 62). 75.

Pemerintah Daerah adalah Gubernur dan perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggara Pemerintahan Daerah. Gubernur adalah Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Kantor Perbendaharaan dan Kas Daerah adalah Kantor Perbendaharaan dan Kas Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 3. Dengan Persetujuan Bersama DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA dan GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN DAERAH TENTANG RETRIBUSI DAERAH BABI KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Daerah ini yang dimaksud dengan: 1. 5. 6. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus ibukota Jakarta Nomor 10 Tahun 2004 tentang Kepariwisataan (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2004 Nomor 65). 2.82. Dinas Pendapatan Daerah adalah Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 4. 84. 85. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus ibukota Jakarta Nomor 11 Tahun 2004 tentang Peredaran Hasil Hutan dan Usaha industri Primer Hasil Hutan Kayu (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2004 Nomor 66). Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 17 Tahun 2004 tentang Pengelolaan Barang Daerah (Lembaran Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2004 Nomor 72. 83. Daerah adalah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. . Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara (Lembaran Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2005 Nomor 4).

dana pensiun. 18. 8. Badan adalah suatu bentuk Badan usaha yang meliputi Perseroan Komaditer. sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan. retribusi jasa usaha dan retribusi perizinan tertentu. koperasi. Retribusi Daerah yang selanjutnya disebut retribusi adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian Izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau Badan. Wajib Retribusi adalah orang pribadi atau Badan yang menurut peraturan perundang-undangan retribusi diwajibkan untuk melakukan pembayaran retribusi termasuk pemungutan atau pemotongan retribusi tertentu. 14. yayasan atau organisasi yang sejenis.7. 9. penentuan besarnya retribusi yang terutang sampai kegiatan penagihan retribusi kepada Wajib retribusi serta pengawasan penyetorannya. -9- . sarana atau fasilitas tertentu guna melindungi kepentingan sumber daya alam. fasilitas atau kemanfaatan lainnya yang dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. 12. bentuk usaha tetap serta bentuk Badan usaha lainnya. persekutuan. pengendalian dan pengawasan atas kegiatan pemanfaatan ruang. kongsi. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Lebih Bayar yang selanjutnya disingkat SKRDLB adaiah surat keputusan yang menentukan jumlah kelebihan pembayaran retribusi karena jumlah kredit retribusi lebih besar daripada retribusi yang terutang atau tidak seharusnya terutang. 17. 10. Pemungutan adalah suatu rangkaian kegiatan mulai dari penghimpunan data objek dan subjek retribusi. barang. 11. 19. Perseroan lainnya. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Tambahan yang selanjutnya disingkat SKRD Tambahan adalah surat keputusan yang menentukan tambahan atas jumlah retribusi yang ditetapkan. Jasa adalah kegiatan Pemerintah Daerah berupa usaha dan pelayanan yang menyebabkan barang. parasarana. Retribusi Perizinan Tertentu adalah retribusi atas kegiatan tertentu Pemerintah Daerah dalam rangka pemberian Izin kepada orang pribadi atau Badan yang dimaksudkan untuk pembinaan. 13. Surat Ketetapan Retribusi Daerah Jabatan yang selanjutnya disingkat SKRD Jabatan adalah surat ketetapan retribusi daerah yang ditetapkan karena jabatan sebagai akibat tidak menyampaikan permohonan. Surat Ketetapan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat SKRD adalah surat keputusan yang menentukan besarnya retribusi yang terutang. Retribusi Jasa Usaha adalah retribusi atas jasa usaha yang diberikan oleh Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial karena pada dasarnya dapat pula disediakan oleh sektor swasta. perkumpulan. Golongan retribusi adalah pengelompokan retribusi yang meliputi retribusi jasa umum. pengaturan. prasarana. Retribusi Jasa Umum adalah retribusi atas jasa yang disediakan atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk tujuan kepentingan dan kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau Badan. 16. barang. penggunaan sumber daya alam. firma. 15. Badan Usaha Milik Negara atau Daerah dengan nama atau bentuk apapun. lembaga.

19. mengumpulkan dan mengolah data dan/atau keterangan lainnya dalam rangka pengawasan kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi berdasarkan peraturan perundangundangan retribusi daerah. Retribusi Pemakaian Tempat Pemakaman. 11. 13. BAB II GOLONGAN DAN JENIS RETRIBUSI Pasal 2 (1) Golongan dan Jenis Retribusi adalah sebagai berikut: a. . Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. Retribusi Jasa Pertanahan.20. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. Tera Ulang dan Kalibrasi. Retribusi Pengujian Kapal Perikanan. 8. Penyidikan tindak pidana di bidang retribusi adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut Penyidik untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan itu membuat terang tindak pidana dihidang retribusi daerah yang terjadi serta menemukan tersangkanya. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan. Retribusi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan. 16. Retribusi Jasa Peraturan Perusahaan. 22. Retribusi Jasa Pendaftaran Perjanjian Kerjasama. 18. 21. 2. Retribusi Pemanfaatan Air Bersih. 3. 15. 21. Retribusi Pelayanan Tera. 7. Retribusi Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT). Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. Retribusi Pelayanan Pemberian Plat Nomor Bangunan. 20. Retribusi Jasa Umum terdiri dari: 1. Retribusi Pelayanan Kebersihan. 6. Retribusi Jasa Rekomendasi. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. 9. Surat Tagihan Retribusi Daerah yang selanjutnya disingkat STRD adalah surat untuk melakukan tagihan retribusi dan/atau sanksi administrasi berupa bunga dan/atau denda. 5. Pemeriksaan adalah serangkaian kegiatan untuk mencari. 12. Retribusi Pemanfaatan Ketenagalistrikan. Pemetaan dan Pengukuran. Retribusi Pelayanan Kesehatan. 14. Retribusi Penggantian Biaya Cetak Pelayanan Kependudukan datt Catatan Sipil. 10. 17. 4. Retribusi Pemeliharaan Data.

Retribusi Tempat Pelelangan. 4. 18. Retribusi Perizinan di bidang Pertanian dan Kehutanan. 22. Retribusi Izin Operasional Fasilitas Olahraga. 8. 8. Retribusi Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB). Retribusi Tempat Rekreasi. Retribusi Izin Pemakaian Bahan Kimia Berbahaya. Retribusi Penjualan Produk Usaha Daerah. 12. 11. 3. Retribusi Jasa Terminal. 10. 6. Retribusi Tempat Pendaratan Kapal. Retribusi Izin Pemboran dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah. 17. Retribusi Izin Ketenagalistrikan. Angkutan Jalan Rel dan . 4. Retribusi Penyedotan Kakus. Retribusi Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus.b. 14. Retribusi Izin Penggalian/Pengurugan Tanah. 11. 2. Retribusi Izin Pemakaian Peralatan Bejana Tekan. Retribusi Jasa Usaha terdiri dari: 1. Retribusi Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja. Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Retribusi Perizinan di bidang Peternakan. Retribusi Tempat Penginapan/Pesanggrahan/Vilia. Retribusi Izin Pelayanan Pemakaman. Retribusi Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma. Retribusi Izin Pertambangan Umum. Retribusi Tempat Khusus Parkir. 5. Retribusi Izin Pemakaian Mesin. 5. 10. Retribusi Jasa Perhubungan Penyeberangan. c. 7. 21. 24. Udara. Retribusi Perizinan di bidang Perikanan. 7. 20. 6. Retribusi Perizinan di bidang Perindustrian dan Perdagangan. Retribusi Izin Minyak dan Gas Bumi. Retribusi Izin Undang-Undang Gangguan. 13. 2. Retribusi Izin Pemakaian Instalasi. Retribusi Izin Pemakaian Pesawat. 3. 9. Retribusi Rumah Potong Hewan. Retribusi Perizinan Tertentu terdiri dari: 1. Retribusi Ketetapan Rencana Kota (KRK). 23. Retribusi Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari. 16. 9. Retribusi Izin Sarana/fasillitas Kesehatan. 15. 19.

43. Retribusi Izin Perhubungan Udara. b. Retribusi Persetujuan Prinsip Penyesuaian Rencana Peruntukan Tanah Rinci. 30. 37. Pelayanan Penanggulangan Bahaya Kebakaran. 29.25. Retribusi Izin Perposan dan Pertelekomunikasian. Penetapan Daerah Lingkungan Kerja dan Lingkungan Kepentingan Pelabuhan. 35. Retribusi Administrasi Perizinan Bangunan. Retribusi Izin Pelengkap. 33. 26. Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT). Angkutan Jalan Rel dan Penyeberangan. Retribusi Kelayakan Menggunakan Bangunan. Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan 38. Retribusi Pelayanan Izin Penyelenggaraan Fasilitas Parkir untuk umum di luar Badan Jalan. Bidang Pemerintahan. (3) Golongan dan jenis Retribusi Bidang Pemerintahan terdiri dari: a. 27. Retribusi Persetujuan Prinsip Penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Bidang Ekonomi. 42.Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. 34. Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil. 39. Retribusi Izin Perhubungan Laut. Retribusi Jasa Umum: 1. Retribusi Izin Usaha Angkutan dan Izin Operasi Angkutan. Retribusi Izin Penebangan Pohon Pelindung.Retribusi Penggantian Biaya Cetak dan Jasa. 2. Retribusi Izin Kepelabuhanan. Bidang Pembangunan. 36. Retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair. 41. Retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak. Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. Kenavigasian dan Perkapalan. . 40. Retribusi Izin Pelaku Teknis Bangunan. (2) Golongan dan jenis retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dikelompokkan dalam 4 (empat) bidang terdiri dari: a. d. Penerbitan Rekomendasi Perhubungan Laut. 32. Bidang Kesejahteraan Rakyat. c. Retribusi Izin Trayek. . Retribusi Pemberian Plat Nomor Bangunan. 28. . 31.

Retribusi Pengujian Kapal Perikanan. Pelayanan Peternakan. 2. b. Retribusi Jasa Usaha: 1. Pelayanan Penanggulangan Bahaya Kebakaran. Pelayanan Kepariwisataan: . Retribusi Penjualan Produk Usaha Daerah. (4) Golongan dan jenis Retribusi Bidang Ekonomi terdiri dari: a. b) Retribusi Pengujian Barang dalam Keadaan Tertutup (BDKT). b) Retribusi Pemanfaatan Air Bersih. Tera Ulang dan Kalibrasi. Retribusi Perizinan Tertentu: Pelayanan Izin Undang-Undang Gangguan.13- . c. . . b) Retribusi Rumah Potong Temak/Unggas. 5. Pelayanan Pertambangan dan Energi: a) Retribusi Pengantian Biaya Cetak Peta. Pelayanan Pertanian dan Kehutanan: 4. c) Retribusi Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu. . 2.Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. 3. Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan: a) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Perikanan dan Kelautan: a) c) d) e) f) a) b) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. . 4. . Pelayanan Pertanian dan Kehutanan: . Pelayanan Pemakaian Fasilitas Bangunan Milik Pemerintah Daerah. . Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Retribusi Tempat Pendaratan Kapal.b. Retribusi Jasa Umum: 1. Pelayanan Peternakan. Retribusi Tempat Pelelangan Ikan. 3.Retribusi Izin Gangguan. Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan: a) Retribusi Pelayanan Tera. Retribusi Tempat Penginapan/PesanggrahanA/illa. 2.Retribusi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan.Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. b) Retribusi Pelayanan Tera dan Tera Ulang. Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan. Retribusi Jasa Usaha: 1. Perikanan dan Kelautan.Retribusi Fasilitas Akomodasi Milik Daerah.Retribusi Penggantian Biaya Cetak dan Jasa. Retribusi Penjualan Produk Usaha Daerah.

2. Pelayanan Pemakaman: . 3. Retribusi Jasa Umum: 1. 4. (5) Golongan dan jenis Retribusi Bidang Kesejahteraan Rakyat terdiri dari: a. Pelayanan Kepariwisataan: . Pelayanan Kebersihan: . Retribusi Izin Pengeboran dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah.Retribusi Izin Usaha Pertanian dan Kehutanan. 5. 3.Retribusi Pemakaian Tempat Pemakaman. b) Retribusi Pemakaian Laboratorium. Retribusi Jasa Usaha: 1. Pelayanan Peternakan. Retribusi Izin Penggalian/Pengurugan dan Pengangkutan Tanah. b. b) Retribusi Perizinan di bidang Perikanan. Pelayanan Kesehatan: a) Retribusi Pemakaian Mobil Ambulan. Retribusi Izin Pertambangan Umum.Retribusi Pelayanan Kesehatan. Usaha Kecil dan Menengah. 2. b) Retribusi Jasa Rekomendasi Antar Kerja Antar Daerah (AKAD dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN). Retribusi Perizinan Tertentu: 1. .Retribusi Perizinan di bidang Perindustrian dan Perdagangan. 6. Pelayanan Pertambangan dan Energi: a) b) c) d) e) Retribusi Izin Ketenagalistrikan.Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Pelayanan Pertanian dan Kehutanan: . . 4. Pelayanan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah: a) b) Retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair. c. Pelayanan Kesehatan: . Pelayanan Koperasi. Pelayanan Ketenagakerjaan: a) Retribusi Jasa Pengesahan Peraturan Perusahaan. Perikanan dan Kelautan: a) Retribusi Perizinan di bidang Peternakan. c) Retribusi Jasa Legalisasi Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama.Retribusi Kebersihan. Retribusi Izin Minyak dan Gas Bumi. Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan: .Retribusi Izin Usaha Industri Pariwisata.5. Retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak.

2. 4. b) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. . f) Retribusi Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus.Retribusi Jasa Pemakaian Pemerintah Daerah. 6. g) Retribusi Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma. d) Retribusi Izin Pemakaian Peralatan Bejana Tekan.Retribusi Izin Sarana/fasilitas Kesehatan. c. Pelayanan Keolahragaan: . Pelayanan Ketenagakerjaan: .Retribusi Izin Pelayanan Pemakaman. 2. 3. Pelayanan Perumahan: . Pelayanan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman: a) Retribusi Tempat Rekreasi.Retribusi Tempat Rekreasi Planetarium dan Observatorium. Pelayanan Keolahragaan: a) Retribusi Pemakaian Tempat Rekreasi dan Olahraga. i) Retribusi Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari. Pelayanan Kesehatan: . 7. Fasilitas Ketenagakerjaan Milik 6. Pelayanan Ketenagakerjaan: a) Retribusi Izin Pemakaian Pesawat. Retribusi Perizinan Tertentu: 1. Pelayanan Kebersihan: a) Retribusi Penyedotan Kakus. Pelayanan Taman Margasatwa Ragunan: a) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. 7.Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. h) Retribusi Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja. 4. b) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. e) Retribusi Izin Pemakaian Bahan Kimia Berbahaya. b) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.Retribusi Pemakaian Rumah Susun Sederhana Milik Daerah. 5. Pelayanan Pemakaman: .Retribusi Izin Operasional Fasilitas Olah raga. b) Retribusi Tempat Rekreasi. b) Retribusi Izin Pemakaian Instalasi. Pelayanan Pemakaman: . c) Retribusi Izin Pemakaian Mesin. 3. Pelayanan Planetarium dan Observatorium: .

Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.Retribusi Tempat Khusus Parkir.Retribusi Penggantian Percetakan Plat Nomor Bangunan. 5. b) Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan: . 3.Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. c. . c) Retribusi Jasa Kepelabuhanan. Retribusi Jasa Usaha: 1. Pelayanan Peralatan Pengukuran dan b. Pelayanan Tata Kota: a) Retribusi Ketetapan Rencana Kota (KRK). Pelayanan Perparkiran: . b) Retribusi Pengantian Biaya Cetak Peta. Pelayanan Pekerjaan Umum: . 2. Pengukuran dan Pertanahan.Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum. 5. Pelayanan Perparkiran: . Retribusi Jasa Pemetaan. Angkutan Jalan Rel dan Penyeberangan. Kenavigasian dan Perkapalan. b) Retribusi Jasa Perhubungan Udara. Retribusi Perizinan Tertentu: 1. Pelayanan Perhubungan: a) Retribusi Terminal. Pelayanan Tata Kota: a) Retribusi Ketatakotaan. 4. 4.(6) Golongan dan jenis Retribusi Bidang Pembangunan terdiri dari: a. 6. Pelayanan Pertanahan dan Pemetaan: a) b) c) Retribusi Pemeliharaan Data dan Penggantian Biaya Cetak. Retribusi Retribusi Pemetaan.Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Pelayanan Pertamanan: . Pelayanan Penerangan Jalan Umum dan Sarana Jaringan Utilitas: . Pelayanan Pengelolaan Lingkungan Hidup: . Pelayanan Perhubungan: a) Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Retribusi Jasa Umum: 1. 3. 2.

8. Pelayanan Pertanahan dan Pemetaan: Retribusi Surat izin Bekerja Ahli Pengukuran dan Pemetaan Kota (SIBAPPK). b) Retribusi Izin Usaha Angkutan dan Izin Operasi Angkutan. e) Retribusi Perizinan Perhubungan Udara. Retribusi Izin Pelaku Teknis Bangunan. 7. Retribusi Pemberian Plat Nomor Bangunan. 5. Retribusi Administrasi Perizinan Bangunan. 4. Pelayanan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah: a) b) Retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair. Danau dan Penyeberangan. Penerbitan Rekomendasi Perhubungan Laut dan Penetapan Daerah Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan. d) Retribusi Persetujuan Bangunan (KLB).b) Retribusi Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB). d) Retribusi Perizinan Perhubungan Laut. Retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak. Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan: a) b) c) d) e) Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. Angkutan Jalan Rel dan Angkutan Sungai. 6. 3. 2. . c) Retribusi Jasa Perposan dan Pertelekomunikasian. Prinsip Penyesuaian Koefisien Lantai e) Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT). Retribusi Kelayakan Menggunakan Bangunan. Pelayanan Perparkiran: Retribusi Izin Penyelenggaraan Fasilitas Parkir untuk Umum di Luar Badan Jalan. Pelayanan Pertamanan: Retribusi Izin Penebangan pohon Pelindung. Pelayanan Penerangan Jalan Umum dan Jaringan Utilitas: Retribusi Izin Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan Pelengkap. Pelayanan Perhubungan: a) Retribusi Izin Trayek. c) Retribusi Persetujuan Prinsip Penyesuaian Rencana Peruntukan Tanah Rinci.

Salinan Lengkap Akta. Pencatatan Kematian. o. Kartu Tanda Penduduk (KTP). i. f. Pencatatan Kelahiran. (2) Setiap orang pribadi yang memerlukan pelayanan kependudukan dan catatan sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1). j. r. (3) Keterlambatan pendaftaran/pencatatan/pelaporan kependudukan dan catatan sipil sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. g. n. p.BAB III BIDANG PEMERINTAHAN Bagian Kesatu Kependudukan dan Catatan Sipil Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 3 (1) Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil terdiri dari: a. selain tarif retribusi juga dikenakan denda. d. Duplikat Akta Catatan Sipil. e. Pencatatan Pengesahan Anak. harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. Pencatatan Perkawinan dalam Kantor. Pencatatan Perbaikan/Perubahan Akta. q. I. . Kartu Identitas Pendatang (KIP). Keterangan Pengesahan Perjanjian Perkawinan. m. b. Pencatatan Perkawinan luar jam kerja/luar kantor/hari libur. Pencatatan Perceraian. Kartu Keluarga (KK). Surat Keterangan Pelaporan Akta Catatan Sipil Luar Negeri. Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil. k. c. Pencatatan Pengangkatan Anak. Pencatatan Pengakuan Anak. Pencatatan Surat Pembatalan Akta. Pencatatan Mutasi Data. s. (4) Untuk mendapatkan pelayanan kependudukan dan catatan sipil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. h.

Paragraf 2 Objek. biaya pengadaan blanko. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. Pasal 8 (1) Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) adaiah sebagai berikut: . pemeliharaan Dokumen Kependudukan dan Catatan Sipil. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 7 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi penggantian biaya cetak akta catatan sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya cetak. proses penerbitan. dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. Nama dan Subjek Pasal 4 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. diukur berdasarkan jumlah akta/salinan akta yang diterbitkan dan jasa yang diberikan. (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah wajib retribusi. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 6 Tingkat penggunaan jasa penggantian biaya cetak dokumen kependudukan dan akta catatan sipil sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2). (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf s dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak dan Jasa. Pasal 5 (1) Subjek retribusi penggantian biaya cetak dokumen kependudukan dan akte catatan sipil adalah orang pribadi yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1). Golongan.

00 Rp 0.000. 2. Pencatatan Pengesahan Anak 1.000. 2. Kartu Tanda Penduduk (KTP) 1. Pencatatan Kelahiran 1.00 Rp50. m.000.Pelayanan Kependudukan dan Catatan Sipil: a.000. 2. 2. 2.000. Pencatatan Perbaikan/Perubahan Akta Catatan Sipil 1. 1. Pencatatan Kematian Pencatatan Perkawinan dalam kantor g.00 Rp 0.00 Rp 100. WNI sebesar Rp 10.000. i. 1.00 Rp 0.00 c.000.00 Rp 100.000.000.000.00 Rp 75.000.00 Rp100.00 e.000. 1. Pencatatan Pengangkatan Anak I. WNI sebesar 2.000. WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar Rp 0.00 Rp 0.000. WNA sebesar d.000.00 Rp 10. 1.00 Rp 0.00 . WNI sebesar 2. Pencatatan Mutasi Data 1. WNI sebesar 2. 1.00 Rp 25.00 Rp 5.000. WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar j. Pencatatan Perkawinan luar jam kerja/luar kantor/hari libur h. f.000.000. 2.00 Rp 300.00 Rp 200. Kartu Keluarga (KK) Rp 3. Pencatatan Penceraian Pencatatan Pengakuan Anak 1. 2.00 Rp 150.00 Rp 5. 2.00 Rp 50. Kartu Identitas Pendatang (KIP) 1. 1. 2.00 Rp 100. k.00 Rp 6.00 Rp 150. WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar b.000.00 Rp 50.

000.00 Rp50.00 Rp 50.000. daftar ulang izin undang-undang gangguan. ganti nama.00 Rp 50. 1. Surat Keterangan Pendaftaran Penduduk dan Pencatatan Sipil lainnya (2) Keterlambatan pendaftaran/pencatatan/pelaporan kependudukan dan catatan sipil sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku selain dipungut retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) juga dikenakan denda: 1. Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat terdiri dari: a.000.00 Rp 100. 2.00 Rp5.00 Rp 25. ganti merk izin undang-undang gangguan.000.00 Keterangan Pengesahan Perjanjian Perkawinan s.00 Rp 100.00 Rp50. WNA sebesar Rp10.2.00 Rp 50. . WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar Rp 20. izin undang-undang gangguan.000. 2. 2. 1. 1. Salinan Lengkap Akta q. WNI sebesar 2. WNI sebesar WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar Rp 25. 2.000. r. c. Duplikat Akta Catatan Sipil 1. balik nama.000. WNA sebesar WNI sebesar WNA sebesar p.00 n. Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 9 (1) Pelayanan Ketentraman. Pencatatan Pembatalan Akta o. WNI sebesar 2.00 Rp 50.000.000.000. Surat Keterangan Pelaporan Akta Catatan Sipil Luar Negeri 1.000.000.00 Rp 100.000.000.00 Bagian Kedua Ketentraman. b.

biaya pengukuran.(2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan Ketentraman. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Undang-Undang Gangguan. Paragraf 2 Objek. biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan. Pasal 11 (1) Subjek Retribusi Izin Undang-Undang Gangguan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1). . (2) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. Golongan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 13 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Izin Undang-Undang Gangguan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) dengan memperhatikan biaya pengecekan. Nama dan Subjek Pasal 10 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana dalam Peraturan Daerah ini. (3) Untuk mendapatkan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau Pejabat yang ditunjuk. biaya pemeriksaan. indeks gangguan. indeks lokasi dan jenis usaha. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 12 Tingkat penggunaan jasa Izin Undang-Undang Gangguan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) diukur berdasarkan perkalian luas areal usaha.

00 Rp 3.Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap peiayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.000. Protokol b) Jl.000.700. Ekonomi c) Jl.000 m2 9) Lebih dari 10.001 sampai dengan 5.000.00 Rp 5.001 sampai dengan 5.000.001 sampai dengan 2.000.00 Rp 150. Ekonomi c) Jl.000.001 sampai dengan 2.000.00 Rp 200.000 m2 7) 2.00 Rp 300.000 m2 7) 2. Protokol b) Jl.000.000. 2.00 2) 51 sampai dengan 100 m2 3) 101 sampai dengan 200 m2 4) 201 sampai dengan 400 m2 5) 401 sampai dengan 1000 m2 6) 1.500.500. klasifikasi indeks lokasi dan klasifikasi indeks gangguan sesuai tabel sebagai berikut: 1. Lingkungan Indeks Yz % 1 1 % .000.500.000 m2 8) 5.000.00 Rp 750.001 sampai dengan 10. 1.00 Rp 7.00 Rp400. Jenis Usaha Industri Lokasi a) Jl.00 Rp 75.000.001 m2.00 Rp 10.001 m2.00 Rp 100.001 sampai dengan 10.000.000. luas ruangan.000.000.000 m2 9) lebih dari 10. Besarnya retribusi Izin Undang-Undang Gangguan dihitung berdasarkan perkalian dari klasifikasi jenis usaha. Non Industri D sampai dengan 50 m2 Rp 37.00 Rp 37. Non Industri a) Jl.000.00 Rp 1.000. Klasifikasi Indeks Lokasi: No.000.00 2) 51 sampai dengan 100 m2 3) 101 sampai dengan 200 m2 4) 201 sampai dengan 400 m2 5) 401 sampai dengan 1000 m2 6) 1. Klasifikasi Jenis Usaha dan Tarif: Industri D sampai dengan 50 m2 Rp 50.500.000. Lingkungan 2.00 Rp 1.00 Rp2.000 m2 8) 5.

Balik nama.00 Rp 100. Perusahaan menengah Perusahaan kecil Rp200. ganti nama. 3.000. Non Industri a) Berdampak penting b) Berdampak kurang penting c) Tidak berdampak Indeks 5 3 1 3 2 1 4. Daftar ulang Izin Undang-Undang Gangguan: 1.000. Keterlambatan mendaftar ulang izin Undang-Undang Gangguan dan dimungkinkan untuk Perpanjangan izin dikenakan retribusi dan sanksi administrasi sebesar 10% (sepuluh persen) setiap bulan keterlambatan dari jumlah retribusi yang terutang sebagaimana dimaksud pada huruf b angka 1.000. c.00 Rp100.00 2.000.000.3.00 Rp 150. Klasifikasi Indeks Gangguan: No.00 Rp150. Daftar ulang Izin Undang-Undang Gangguan untuk 5 (lima) tahun: a) b) c) Perusahaan besar Perusahaan menengah Perusahaan kecil Rp 250. Keterlambatan mendaftar izin Undang-Undang Gangguan terhadap permohonan izin baru dikenakan biaya tambahan sebesar 50% (lima puluh persen) dari jumlah retribusi terutang. 1. jalan ekonomi dan jalan lingkungan serta indeks ganggunan berdampak penting dan tidak berdampak serta klasifikasi perusahaan besar. Perusahaan besar 2. b. 5. ganti merek Izin Undang-Undang Gangguan dikenakan retribusi: 1. Penentuan lokasi jalan protokol. Jenis Usaha Industri Lokasi a) Berdampak penting b) Berdampak kurang penting c) Tidak berdampak 2. menengah dan kecil ditetapkan oleh Gubernur.000.00 .

c. (3) Untuk mendapatkan pelayanan pemakaian fasilitas bangunan milik Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. pemakaian ruang serbaguna gedung BIPI. Golongan. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan penggunaan fasilitas bangunan milik Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundangundangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. pemakaian ruang serbaguna gedung Nyi Ageng Serang. . b.Ba par eti| Pemakaian Fasilitas Bangunan Milik Pemerintah Daerah Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 15 (1) Pelayanan pemakaian fasilitas bangunan milik Pemerintah Daerah terdiri dari: a. (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. Pasal 17 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1). Paragraf 2 Objek. pemakaian ruang serbaguna gedung Mitra Praja. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Nama dan Subjek Pasal 16 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi.

penelitian gambar rencana dan atau pengujian akhir pemasangan instalasi proteksi kebakaran dan pemeriksaan persyaratan pencegahan kebakaran pada pelaksanaan pembangunan gedung dalam rangka penggunaan gedung. .000. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 19 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pemakaian fasilitas bangunan milik Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. Pasal 20 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.000.00/5jam Bagian Keempat Penanggulangan Bahaya Kebakaran Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 21 (1) Pelayanan Penanggulangan Bahaya Kebakaran terdiri dari: a.000. fasilitas dan waktu pemakaian.Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 18 Tingkat penggunaan jasa terhadap pemakaian fasilitas bangunan milik Pemerintah Daerah diukur berdasarkan luas ruangan. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dan bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. b.000. biaya penyusutan bangunan. biaya perawatan/pemeliharaan.250.00/5jam Rp2. c.000. Pemakaian ruang serbaguna Gedung Nyi Ageng Serang Pemakaian ruang serbaguna Gedung BIPI Pemakaian ruang serbaguna Gedung Mitra Praja Rp2.00/5jam Rp1.

harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. pemakaian mobil tangga dan motor pompa. (2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf f sampai dengan huruf i.b. Pasal 23 (1) Subjek Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf e. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf f sampai dengan huruf i. Nama dan Subjek Pasal 22 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. . (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf e dipungut retribusi jasa umum dengan nama Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran. e. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan penanggulangan bahaya kebakaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 3 c. pengujian peralatan pencegah dan pemadam kebakaran di luar alat pemadam api ringan. pengujian perlengkapan pokok pemadam kebakaran. pemakaian mobil pompa dan mobil tangki. g. pemeriksaan berkala atas kelengkapan sarana proteksi kebakaran. Golongan. Paragraf 2 Objek. sarana penyelamatan jiwa dan ancaman bahaya kebakaran yang ada pada bangunan gedung termasuk B3 paling rendah luas 200 (dua ratus) m . (3) Untuk mendapatkan pelayanan penanggulangan bahaya kebakaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. i. pemakaian gedung dan peralatan pada pusat pelatihan ketrampilan tenaga kebakaran. h. f. d. pengujian alat pemadam api ringan. pemakaian korps musik. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.

biaya asuransi.(3) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) adalah Wajib Retribusi. jenis dan tipe peralatan pencegahan pemadam kebakaran. frekuensi dan waktu pemakaian. Pasal 26 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 24 (1) Tingkat penggunaan jasa pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (2) diukur berdasarkan gambar rencana yang diteliti. 2. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 25 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pemeriksaan alat pemadam kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya penyediaan peralatan. biaya rutin/periodik yang berkaitan dengan penyediaan jasa. Penelitian gambar rencana dan/atau pengujian akhir pemasangan instalasi proteksi kebakaran dan pemeriksaan persyaratan pencegahan kebakaran pada pelaksanaan pembangunan gedung dalam rangka penggunaan gedung: 1. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Fasilitas Pencegahan Kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya segel. luas lantai pengujian akhir pemasangan instalasi proteksi kebakaran dan pemeriksaan persyaratan pencegahan kebakaran. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dan bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. (2) Tingkat penggunaan jasa pemakaian kekayaan daerah fasilitas pencegahan kebakaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 ayat (3) diukur berdasarkan volume. Hidran kebakaran minimal 2 (dua) titik Pemercik Rp 10. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. Paragraf 4 Prinsip Penetapan.00/titik Rp50.000. biaya perawatan/ pemeliharaan. biaya pemeriksaan/pengecekan. biaya operasional/pemeliharaan dan memperhatikan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan.00/m 2 . biaya penyusutan.

Kipas angin bertekanan: a) sampai dengan 7.000.000.000 m Rp45.000 m Rp35. 7.500. Pemeriksaan gambar dan fisik: a) sampai dengan 2.00/m 2 2 c) 5. Alat pemadam api ringan: a) Jenis air bertekanan: 1) sampai dengan 9 liter 2) lebih besar dari 9 liter b) Jenis busa kimia (chemical): 1) sampai dengan 9 liter 2) lebih besar dari 9 liter C) Jenis busa mekanik: 1) sampai dengan 9 liter 2) lebih besar dari 9 liter d) Jenis kimia kering serbaguna (dry chemical): 1) sampai dengan 6 Kg 2) lebih besar dari 6 Kg e) Jenis non halon (tidak mengandung CFC): 1) sampai dengan 6 Kg 2) lebih besar dari 6 Kg f) Jenis C02 (carbondioxida): 1) sampai dengan 6 Kg 2) iebih besar dari 6 Kg Rp750.00/m 2 2 b) 2.000 m 2 Rp60.500.00/tabung Rp1.00/buah Rp12.000 cfm 6.00/tabung Rp1.00/tabung Rp1.00/m 2 Rp5.000 cfm b) 7.000.00/tabung Rp500.00/buah 8.500.00/m 3 5.500.00/trtlk Paling sedikit 2 titik 4.00/tabung Rp750.000 m Rp30.00/buah Rp50.500.00/m 2 2 d) 10.00/tabung 9.00/buah Rp500.00/tabung Rp750.00/buah Rp2.00/tabung Rp1.00/tabung Rp750.00/m 2 Rp2. Fire dampaer: a) dengan motor b) sambungan lebur Rp10. Instalasi pemadam khusus Instalasi lain yang belum termasuk dalam butir 1 sampai dengan butir 6: a) berdasarkan luas lantai b) berdasarkan jumlah peralatan yang dipasang Rp500.500.001 sampai dengan 5.001 sampai dengan 20.00/tabung Rp500.001 sampai dengan 10.3.000.007tabung Rp1.00/m 2 . Alarm kebakaran: a) Otomatis b) manual Rp40.00/tabung Rp750.000 cfm sampai dengan 10.000.

00/kemasan Rp50.000 cfm .00/m 2 2 2 2 Rp500.001 m b) manual 3.00/m Rp600.00/titik paling sedikit 2 titik Rp22.000 m f) lebih dari 40.00/m 2 2 3) 5.000 m 2 2 Rp1.00/m 2 2 b) 2.001 sampai dengan 40.000 cfm sampai dengan 10.00/m 2 2 c) 5.000 cfm b) 7.001 sampai dengan 40.00/buah b.00/m 2 Rp20. Pemeriksaan berkala atas kelengkapan sarana proteksi kebakaran sarana penyelamatan jiwa dan ancaman bahaya kebakaran yang ada pada bangunan gedung termasuk B3 paling rendah dari luas 200 (dua ratus) m : 2 1.000 m 6) lebih dari 40.001 sampai dengan 10.000 m Rp12. Hidran kebakaran paling sedikit 2 (dua) titik Alami kebakaran: a) otomatis (paling sedikit 200 m ) 1) sampai dengan 2.00/m 2 2 2 Rp 1.001 sampai dengan 5.00/m Rp10.001 sampai dengan 20.00/rjtik Rp15.000 m 4.000 m f) lebih dari 40. 2.000.00/m 2 2 d) 10.001 sampai dengan 20.750.000 m Rp10. Alat penahan api: a) dengan motor b) sambungan lebur Rp2.00/m 3 5.001 sampai dengan 5.250.00/m 2 2 4) 10.500.00/buah Rp6.00/buah 6.00/m 2 2 2) 2.000 m Rp15.000 m Rp18.000. Pemercik (paling sedikit 100 m ): a) sampai dengan 2.001 sampai dengan 40.00 Rp100.00/m 2 2 2 2 Sistem pemadam khusus: a) sampai dengan 180 m b) lebih dari 180 m 3 3 Rp18. Kipas angin bertekanan: a) sampai dengan 7.000 m 2 2 2 Rp8.00/m Rp6.001 sampai dengan 10.00/m Rp8.00/m g) bangunan yang menangani bahan-bahan berbahaya: 1) ancaman bahaya ringan 2) ancaman bahaya sedang 3) ancaman bahaya tinggi h) Pemasangan tanda bahaya: 1) pemasangan labeling pada kemasan 2) pemasangan tanda bangunan/gudang bahaya pada 2 Rp500.500. 2 Rp12.000 m 5) 20.001 m 2 2 Rp25.00/m Rp700.00/buah Rp3.000.e) 20.00/buah Rp500.00/m Rp4.000 m e) 20.

00/m 2 2 d) 10.00/m Rp300.00/m 2 2 b) 2.00/buah Rp45.00 Rp 7.00 Rp 450. Jenis air bertekanan dan jenis foam/busa: a) sampai dengan 9 liter b) lebih besar dari 9 liter 3. Jenis C 0 . Tabung alat pemadam api ringan: a) sampai dengan 6 kg b) lebih besar dari 6 kg Rp 225.500.001 sampai dengan 10.c) lebih dari 10.00/tJpe .00/m 2 2 2 2 Pengujian alat pemadam api ringan: 1. Bangunan yang menyimpan bahan berbahaya: a) ancaman bahaya b) ancaman bahaya sedang c) ancaman bahaya tinggi 8.00 Rp 250.00/buah Rp750.000 m 2 Rp750. Alat pemadam api ringan ringan Rp12.000 m Rp35.000.000.00/buah Rp1.000 m e) 20.500. kimia kering (dry chemical) dan pengganti halon: 2 a) sampai dengan 7 kg b) lebih besar dari 7 kg 2.00/m Rp200.00/m Rp15.001 sampai dengan 40.000 m Rp30.000 m f) lebih dari 40.00 Rp 125.000 cfm 7.00/m 2 2 2 (berlaku juga untuk pemeriksaan berkala dan persetujuan pada pelaksanaan pembangunan): a) Jenis air bertekanan: 1) sampai dengan 9 liter 2) lebih besar dari 9 liter b) jenis dry chemical: 1)8ampai Rp500.500.00/rjpe Rp 10.00/buah Rp100.000.00/m 2 2 c) 5.001 sampai dengan 20.00/buah Rp1.500.500.00/buah Rp1.000.001 m 2 Rp20.500 00/buah f 2) lebih besar dari 6 kg c) jenis halon/aitematif pengganti halon: 1) sampai dengan 14 Ibs 2) lebih besar 14 Ibs d) jenis C 0 (karbondioxida): 2 1) sampai dengan 7 kg 2) lebih besar dari 7 kg 9.00/buah Rp1.000.00/m Rp10.001 sampai dengan 5. Pemeriksaan gambar dan fisik: a) sampai dengan 2.00/buah dengan 6 kg Rp750.

00/m 3 Rp40. 2.000. 3. Pengujian peralatan pencegah dan pemadam kebakaran di luar alat pemadam api ringan: 1.000. Pengujian perlengkapan pokok pemadam kebakaran slang kebakaran f.000.000.000.d.000.000. bantuan khusus memberikan air. pompa kebakaran dengan penggerak motor diesel pompa kebakaran dengan penggerak listrik pintu tahan api berikut perlengkapannya alat penahan api: a) sambungan lebur b) motorized 5. bantuan khusus penjagaan untuk swasta non . angka 2 dan angka 3 kurang dari 1 (satu) jam dihitung 1 (satu) jam. 4. 2.00/tipe Rp5. kepala pemercik Rp20. b) bersifat non komersial.000.500. 4. Pemakaian mobil tangga dan motor pompa 1.00/tipe Rp30. motor pompa Rp125.00/tipe Rp20. 3.000.00/tipe Rp45. Pemakaian mobil pompa dan mobil tangki 1.00/iam biaya pemompaan seperti pada angka 1.000.komersial dan atau yang diselenggarakan oleh Instansi Pemerintah Daerah yang komersial selama 24 (dua puluh empat) jam atau kurang.00/tjpe Rp30.00/rJpe Rp50.00/tipe Rp250. mobil tangga.000.00/unit Rp150.00/Upe Rp25.00/unit Rp55.00/rJpe e.bantuan penjagaan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan angka 2. alat pengindera (detektor): a) pengindera panas b) pengindera asap c) pengindera nyala 6.000.komersial oleh swasta selama 24 (dua puluh empat) jam atau kurang. snorkel: a) bersifat komersial.500. 2. bantuan khusus memompa. 5. dengan mobil tangki g. resque.000.00/jam Rp100.000. bantuan memompa pada waktu berlangsungnya .00/jam Rp25.00/jam Rp125. .00/rJpe Rp25.000. bantuan khusus penjagaan yang bersifat . breaksquirt.000.00/jam Rp5. 3.

Pemakaian gedung dan peralatan pada pusat pelatihan ketrampilan tenaga kebakaran. izin usaha industri tanpa melalui tahap persetujuan prinsip.000.000. Pemakaian Korps Musik: 1. untuk pendidikan ketrampilan tenaga kebakaran paling sedikit 30 (tiga puluh) orang pribadi: a) swasta b) instansi pemerintah 2.000.000. untuk keperluan swasta yang bersifat komersial: a) satu kali penggunaan sampai dengan 2 (dua) jam b) penambahan waktu tiap jam berikutnya untuk keperluan sebagaimana dimaksud pada angka 1 h u r u f a Rp 8.000. 6.00/kelas/hari Rp 100.00/orang/hari Rp 175. . 1.00/jam (1) Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan terdiri dari: a. persetujuan perubahan/penggantian/duplikat.00/3 jam Rp 3. b. izin usaha industri melalui tahap persetujuan prinsip.000. d. tanda daftar industri. untuk keperluan swasta non komersial atau instansi pemerintah: a) satu kali penggunaan sampai dengan 2 (dua) i* b) penambahan waktu tiap jam berikutnya untuk keperluan sebagaimana dimaksud pada angka 1 h u r u f a am Rp 70. pendidikan di luar ketrampilan tenaga kebakaran: a) ruang kelas b) barak c) gedung olah raga d) gedung pelatihan i.000.00/barak/hari Rp 25.00/jam 2.h. c. izin perluasan.00/orang/hari Rp 25.00/orang/hari Rp 4.000.00 Rp50.000.00 BAB IV BIDANG EKONOMI Bagian Kesatu Perindustrian dan Perdagangan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 27 Rp25.000.

surat keterangan penyelenggaraan pameran. g. Takaran. u. q. (3) Untuk mendapatkan pelayanan Perindustrian dan Perdagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) setiap orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. y. tanda daftar keagenan produksi dalam negeri. ukuran takaran timbangan dan perlengkapan serta kalibrasi. Golongan. Nama dan Subjek Pasal 28 (1) Pelayanan Perindustrian dan Perdagangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. tera ulang. surat izin usaha perdagangan. surat tanda daftar gudang. pemakaian sarana praktek dan workshop balai kerajinan. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan Perindustrian dan Perdagangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. i. w. Paragraf 2 Objek. konvensi dan seminar dagang. pelayanan tera. pendaftaran kartu petunjuk manual berbahasa Indonesia dan kartu garansi bagi produk/barang teknologi informasi dan elektronika. v. surat izin usaha perdagangan minuman beralkohol. izin reparasi Ukuran. (2) Atas Pelayanan Pemakaian Peralatan Laboratorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf f sampai dengan huruf h dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.f. k. j. pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) perjenis kuantjta nominal. pemakaian sarana praktek balai tekstil. tanda daftar perusahaan. Timbangan dan Perlengkapan (UTTP). m. pengujian barang-barang kerajinan. h. p. izin perpanjangan tanda pabrik. x. pengujian tekstil dan produk tekstil. t. surat tanda pendaftaran usaha warabala. surat izin usaha pasar modem. pengujian bahan bangunan. . o. pemakaian sarana praktek dan akomodasi balai bahan dan barang teknik. n. r. I. s. izin bebas tera ulang.

(2) Subjek Retribusi Perizinan Tertentu adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf e dan huruf I sampai dengan huruf w. Pasal 29 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf f sampai dengan huruf k. jenis. waktu dan klasifikasi jenis pengujian. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 27 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf e dan huruf I sampai dengan huruf w dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan Nama Retribusi dihidang Perindustrian dan Perdagangan. (5) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 27 ayat (1) huruf x dipungut Retribusi Jasa Umum dengan Nama Retribusi Tera. huruf j dan huruf k dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.(3) Atas Pelayanan Pemakaian Ruangan dan Fasilitas Perindustrian dan Perdagangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf i. (4) Subjek Retribusi Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf y. Tera Ulang dan Kalibrasi adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) huruf x. (6) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 27 ayat (1) huruf y dipungut Retribusi Jasa Umum dengan Nama Retribusi Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT). (2) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (3) diukur berdasarkan fasilitas dan waktu pemakaian. Tera Ulang dan Kalibrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (5) diukur berdasarkan keahlian. volume. . (5) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4) adalah Wajib Retribusi. Tera Ulang dan Kalibrasi. karakteristik. (3) Subjek Retribusi Tera. kapasitas dan peralatan pengujian yang digunakan. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 30 (1) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) diukur berdasarkan jenis bahan yang diuji. (3) Tingkat penggunaan Jasa Tera.

Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 31 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dan ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.000. karakteristik. biaya perawatan/pemeliharaan dengan memperhatikan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. Izin Usaha Industri melalui tahap persetujuan prinsip: a) besar b) menengah c) kecil b. aj besar Rp 300. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dan bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis.OO Izin Usaha Industri tanpa melalui tahap persetujuan prinsip: . (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Tera. kapasitas dan peralatan pengujian yang digunakan. (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Perizinan Tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya survei. jenis. biaya penyusutan. Paragraf 4 Prinsip Penetapan.00 Rp 200. Pasal 32 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. biaya rutin/periodik yang berkaitan dengan penyediaan jasa. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (6) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya operasional.(4) Tingkat penggunaan Jasa Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (6) diukur berdasarkan keahlian. (5) Tingkat penggunaan Jasa Perizinan Tertentu sebagaimana dalam Pasal 28 ayat (4) diukur berdasarkan jenis kegiatan usaha dan jangka waktu. biaya perawatan/pemeliharaan.000.00 Rp 0. biaya perawatan/pemeliharaan dengan memperhatikan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya asuransi.000.00 Rp300. biaya pemeriksaan dan biaya pembinaan dalam rangka pengawasan dan pengendalian. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. Tera Ulang dan Kalibrasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya operasional.

Pengujian Tekstil dan Produk Tekstil a) Benang 1) Pengujian bersifat fisika per jenis pengujian 2) Pengujian bersifat kimia per jenis pengujian 3) Khusus identifikasi serat secara kuantitatif: a)) Dua Jenis Serat b)) Penambahan per jenis serat 4) Pencelupan Skala Labolatorium b) Kain 1) Pengujian bersifat fisika per jenis pengujian 2) Pengujian bersifat kimia per jenis pengujian 3) Khusus identifikasi serat secara kuantitatif: a)) Dua Jenis Serat b» Penambahan per jenis serat 4) Pencelupan skala laboratorium 5) Uji Merserisasi Kuantitatif (BAN) 6) Analisa Kualitatif Penyempurnaan 7) Identifikasi Zat Warna: a)) Serat Tunggal b)) Serat Campuran (paling banyak 2 jenis serat) 8) Uji Kadar Formaldehid 9) Komposisi Campuran Zat Warna 3) Pakaian Jadi Pengujian per jenis pengujian Rp200.000.OO Rp50.000.00 Rp 35.000.000.00 Rp 200.00 Rp 60.000.000.000.000. izin perluasan: a) besar b) menengah c) kecil d.00 Rp 50.00 Rp 25. Persetujuan perubahan/penggantian/duplikat: a) besar b) menengah c) kecil f.000.OO Rp200.00 Rp 75.00 Rp 40.000.00 Rp 60.000.00 RpO.00 Rp 55.00 Rp 30.b) menengah c) kecil c.00 RpO.00 Rp 150.00 Rp 55.00 Rp40.00 Rp 0.00 .000. Tanda Daftar Industri: a) menengah b) kecil e.00 Rp 70.000.000.000.00 Rp 30.000.00 Rp 35.000.000.000.00 Rp 90.00 Rp 150.000.000.00 Rp 50.000.00 Rp 125.00 Rp 0.000.

000 Rp 70.000 Rp 100.000 Rp100.000 Rp 110. Pengujian Bahan Bagunan No 1.000 Rp 70.OOO Rp125.000 15-0554-1989 g) bata merah karawang h) genteng keramik i) j) genteng keramik bergelasur ubin dinding keramik 15-0553-1989 03-2045-1995 03-2134-1996 034)054-1987 k) ubin lantai keramik I) ubin semen 03-0106-1987 034X528-1987 034)136-1987 03-1974-1990 03-1974-1990 034)349-1989 m) ubin teraso n) kubus beton o) silinder beton p) bata beton untuk pasangan dinding q) agregat halus r) bata transs kapur 03-1754-1990 03-2097-1991 03-1753-1990 034)445-1989 s) agregat kasar t) pipa beton tanpa tulang u) asbes semen gelombang v) asbes semen datar w) serat semen K) genteng baja berlapis butiran f) bata beton untuk lantai 03-2950-1990 03-1027-1995 03-1974-1990 03-1588-1989 03-0891-1998 .000 Rp200.000 Rp 70.000 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 100.OOO Rp300.g.000 Rp 10.000 Rp 100.000 Rp 150.000 Rp 70.000 Rp 70.000 RpSOO.000 Rp 100. Pelayanan Pengujian Komoditi non logam: a) batu alam b) batu kapur c) marmer d) bata merah pejal e) bata merah berlubang f) bata merah berlapis 034)394-1989 03-2097-1991 15-0089-1998 15-2094-2000 15-0686-1989 SNI Jumlah Sampel 50 kg 50 kg 50 kg 50 buah 50 buah 50 buah 50 buah 50 buah 50 buah 60 buah 60 buah 20 buah 20 buah 1 buah 1 buah 10 buah 20 kg 10 buah 50 kg 2 buah 3 lembar 4 lembar 4 lembar 5 lembar 20 buah Tarif RpSOO.000 Rp125.000 Rp 10.000 Rp 90.000 Rp125.000 Rp 125.

000 aa) lembaran genteng asbes bb) beton keras 03-1974-1990 2.000 Rp400.000 Rp60.z) kanstien 03-4381-1998 03-4358-1998 5 buah 5 buah 1 buah Rp70.000 Rp 200.000 Rp450. Komoditi logam: a) baja lembaran lapis seng b) kawat baja lapis seng c) kawat baja biasa 07-2053-1995 1 buah 2x3m 2x3m 2x1.000 07-1590-1989 k) baja siku sama kaki 1) baja bentuk 1 m) baja kanal n) bronjong logam bentang o) pipa baja untuk kontruksi umum p) pipa baja lapis seng q) bronjong kawat baja lapis r) s) bronjong kawat baja logam bentang 07-0329-1989 1m 1m 2x 1 m 2x 1 m 1 unit 2x3m 1 unit 1 unit 2x 1 m Rp 350.000 Rp 400.000 Rp 125.000 Rp 350.000 Rp 350.000 03-0090-1987 07-0040-1987 07-2050-1997 d) baja tulangan beton e) jaringan kawat baja las f) kawat bronjong lapis seng 07-0663-1995 03-3750-1998 g) pipa pvc saluran air h) pipa pvc saluran air buangan diiuar bangunan i) j) jaringan kawat baja las jaringan kawat baja las lapis seng 064)084-1987 064)162-1987 074)663-1995 2 (1mx1m) 1 unit Rp 125.5 m 2(1mx1m) 2x3 m 2x4 m 2x4 m Rp 200.000 Rp 125.000 Rp 135.000 Rp 350.000 Rp 400.000 Rp 300.000 Rp 300.000 074)052-1992 07-3760-1995 074)088-1987 07-2053-1995 03-3750-1998 07-4803-1998 03-3750-1998 07-3759-1995 .000 Rp 80.000 Rp 200.000 Rp 400.

t)

baja lembaran lapis seng yg diberi cat berwarna

07-006-1987

1X1m

Rp 780.000

u) pagar tekuk jaringan kawat baja las v) baja tulangan beton hasil reroling w) baja tulangan untuk konstruksi beton pratekan x) veldvels y) kawat baja tanpa lapisan bebas tegangan konsts beton pratekan z) jalinan tujuh kawat baja tanpa lapisan bebas tegangan untuk konstruksi beton pratekan aa) anyaman kawat baja segi enam bb) kawat bronjong dan bronjong kawat lapis PVC cc) baja lembaran canai panas dd) baja lembaran canai dingin ee) kompor minyak tanah ff) muk aluminium gg) jaringan kawat baja u tulangan beton hh) kawat baja karbon rendah i) jaringan kawat baja harmonika j) kawat baja karbon tinggi untuk

07-4599-1998

1 lembar

Rp 450.000

07-0065-1997

2x1 m

Rp 100.000

07-1050-1989

3x1,5m

Rp 250.000

12-1297-1989 07-1155-1989

2 buah 3 x 1,5 m

Rp 100.000 Rp 1.500.000

07-1155-1989

3 x 1,5 m

Rp 3.000.000

07-0821-1989

2 (1mx1m) 2x3m

Rp 300.000 Rp 325.000

03-3046-1992

07-0801-1989

0,5 x 0,5 m 0,5 x 0,5 m 2 buah 2 buah 2 (1mx 1m)

Rp 550.000 Rp 400.000 Rp 200.000 Rp 100.000 Rp 300.000

07-3567-1995

12-0345-1995

12-1297-1989 03-0090-1987

03-0090-1987

2x3 m 2 (1mx 1m) 2x3 m

Rp 285.000 Rp 285.000 Rp 100.000

07-6503-2001

07-1051-1989

konstruksi beton pratekan kk) baja lembaran lapis paduan ' aluminium seng II) baja tulangan beton canai tulang
07-4086-1989

1 lembar

Rp 200.000

07-0065-1987

2x 1 m

Rp 100.000

mm) baja tulangan beton dlm bentuk gulungan nn) baja siku canai . panai hasil canai ulang oo) baja lembaran lapis seng tahan lipat pp) pipa baja lapis seng qq) rantang susun rr) pipa baja konstruksi umum PKB 41 ss) pipa baja konstr umum PKB 50 konstr mesin tt) pipa baja konstr umum PKB 55 konstr mesin uu) pipa baja konstr umum PKB 55 w) kolom praktis jaring kawat baja las ww)semprot kabut garam 3. Komoditi kimia: a) baja karbon b) cat minyak c) cat tembok emulsion

07-0954-1989

2x 1 m

Rp 100.000

07-0070-1987

1 lembar

Rp 350.000

07-0132-1987

1 lembar

Rp 250.000

07-2053-1995

1 unit 2 unit 2x1 m

Rp 550.000 Rp 350.000 Rp 550.000

12-1297-1989 07-0088-1987

07-0088-1987

2x1 m

Rp 550.000

07-0068-1987

2x 1 m

Rp 550.000

07-0068-1887

2x1 m 2x1 m

Rp 550.000 Rp 200.000

07-4603-1998

0413-1989-A

Paling singkat 150 jam uji 1 gallon

Rp 2.000/jam

Rp 500.000 Rp 250.000 Rp 150.000

08-0469-1989 06-3584-1984

1 gallon 1 gallon

h. Pengujian barang-barang kerajinan 1. Kayu dan meubel: a) pengujian kayu (kadar air, kekuatan tarik, kekuatan tekan, kekerasan kayu). b) kursi belajar c) tempat tidur 2. Peralatan olahraga: a) pengujian berbagai jenis bola untuk olahraga (dimensi, berat, kekuatan jahitan, penyerapan air, pantulan, ketahanan gosok) b) pengujian jaring untuk olahraga (dimensi, kekuatan tarik) 3. Emas dan perak: a) kadar jarum uji b) kadar berat jenis c) kadar tetrasi d) kadar (peleburan) 4. Kulit dan sepatu: a) kulit bor (16 jenis uji) b) kulit sol (14 jenis uji) c) kulit beludru (16 jenis uji) d) kulit lapis domba/kambing (16 jenis uji) e) kulit sol imitasi (14 jenis uji) f) sepatu wanita (9 jenis uji) g) sepatu pria (9 jenis uji) h) ketahanan bengkap sepatu 60 jam i) ketahanan bengkap kulit 20.000 kali j) tali sepatu k) mutu bahan (jenis sol, lapis, upper, hak) I) pengerjaan (jahitan,- potongan, openan) Pemakaian Sarana Praktek Balai Tekstil: 1) jenis praktek per orang 2) industri skala kecil 3) industri skala besar Rp 10.000,00/orang Rp 75.000,00/8jam Rp 150.000,00/8jam sesetan, Rp 300.000,00/contoh Rp 300.000,00/contoh Rp 300.000,00/contoh Rp 300.000,00/contoh Rp 300.000,00/contoh Rp200.000.00/contoh Rp200.000,00/contoh Rp 120.000,00/contoh Rp100.000,00/contoh Rp20.000,00/contoh Rp 50.000,00/contoh Rp 50.000,00/contoh Rp 25.000,00/contoh Rp 25.000,00/contoh Rp 25.000,00/contoh Rp 125.000,00/contoh Rp 90.000,00/contoh Rp 80.000,00/contoh Rp20.000,00/contoh Rp20.000,00/contoh

Rp70.000,00/contoh

j.

Pemakaian sarana praktek dan akomodasi balai bahan dan barang teknik 1) Sarana praktek: a) usaha industri kecil b) swasta dan konsultan 2) Akomodasi a) peserta pelatihan dan seminar Rp 5.000,00/hari Rp 15.000,00/hari Rp 5.000,00/hari Rp 200.000,00/hari

b) industri skala besar 3) Pemakaian ruangan fasilitas perindustrian: a) ruang penginapan b) ruang seminar c) ruang pelatihan k. Pemakaian sarana praktek dan workshop Balai Kerajinan 1. Pemakaian mesin kayu: a) mesin serut, gergaji, bubut, profil, potong, pengasah pisau, kompresor masing-masing alat b) mesin pengering 2. Pemakaian mesin batu-batuan: a) mesin bor, poles, potong masing-masing alat b) mesin gergaji belah, potong 3. Pemakaian mesin dan peralatan logam: a) mesin bubut, skrap, pond, bor, bubut vakum, gurinda, gergaji besi, ples masing-masing alat b) centrifugal casting pewter 4. Pemakaian mesin dan peralatan bambu: mesin potong, pembelah, penyayat, pembuat lidi, penghilang bulu 5. Pemakaian mesin dan peralatan rotan mesin amplas, pembengkok serut roli, dowel, gergaji potong masing-masing alat a) mahasiswa b) masyarakat industri

Rp 20.000,00/ hari Rp100.000,00/hari Rp100.000,00/hari

Rp 30.000/hari/8Jam Rp 100.000/hari/24Jam Rp 30.000/hari/8Jam Rp 75.000/hari/8Jam Rp 30.000/hari/8Jam Rp 50.000/hari/8Jam

Rp 40.000/hari/8Jam

Rp 30.000/hari/8Jam Rp 0,00 Rp 40.000/hari/8Jam/ hari/orang/paket

000. w.00 Rp 250.000.00 o. hotel dan bar) p.000.000. r.000.00/unit Rp 100.000.000.500 m b) luas 2.00 Rp 1.000. *- Tanda Daftar Keagenan Produksi Dalam Negeri Pendaftaran kartu petunjuk manual berbahasa Indonesia dan kartu garansi bagi produk/barang teknologi informasi dan elektronika.00 Rp250. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP): a) perusahaan kecil b) perusahaan menengah c) perusahaan besar Rp 0.000.000.500.00 Rp 1.00 Rp 100. .00 Rp 1. Surat Tanda Daftar Gudang: a) luas 36m sampai dengan kurang dari 2.I. Surat Tanda Pendaftaran Usaha Waralaba: a) pemberi waralaba dalam negeri b) pemberi waralaba lanjutan Rp 100.000.000.00 Rp 50.00 Rp 100.000.00 Rp 250. konvensi dan seminar dagang: a) nasional b) lokal Rp 150.500m 10.00 Rp 100.00 2 m.00/izin u.00/izin Rp 20.000.000.00 Rp 250.00 q.00 Rp 2.00 Rp 100.00 Rp 25.000.000.000.000.000.000.000.000. Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol: a) pengecer (toko bebas bea) b) penjualan langsung (restoran.00 Rp 100. Surat Izin Usaha Pasar Modem Tanda Daftar Perusahaan (TDP): a) perorangan b) Koperasi c) Persekutuan Komanditer (CV) d) Firma e) Perseroan Terbatas f) bentuk perusahaan lainnya g) perusahaan asing h) salinan resmi i) petikan resmi j) buku informasi perusahaan hasil olahan resmi s.250.00 Rp 250.00 Rp 2.000.00 Rp 50.500.000m 2 i 2 Rp 100.00 sampai dengan kurang dari n.000. Surat keterangan penyelenggaraan pameran. v. Izin Reparasi Ukuran Takaran Timbangan dan Perlengkapan izin bebas tera ulang <zin perpanjangan tanda pabrik Rp 500.000.000.00 Rp 500.000.00 Rp 500.

00/unit Rp 15. counter meter c) meter taksi 4) alat ukur volume: a) tangki ukur tetap 1 sampai dengan 500 kiloliter b) tangki ukur mobil/wagon c) tangki ukur tongkang/tangker d) takaran basah/kering e) pompa ukur BBM.00/buah Rp 9.00/unit Rp 250.00/unit Rp 500.00/unit Rp 10.OOOkg.000.000.000 kg.000.x. dan LPG f) meter arus: 1)) sampai dengan 15 m /jam 2)) lebih dari 15 m /h.000. setiap I.00/unit Rp 5. timbangan dan perlengkapan serta kalibrasi 1) alat ukur massa: a) anak timbangan biasa kelas m2 dan m3 b) anak timbangan biasa kelas m1 dan f2 2) alat timbang: a) ketelitian sedang & biasa (III & lili) mekanik 1)) sampai dengan kapasitas 100 kg 2)) lebih dari 100 kg sampai dengan 1.00/buah Rp 5.000.OOOkg d) Ketelitian halus (kelas II) elektronik tarif ditambah 25 % (dua puluh lima persen) 3) alat ukur panjang: a) meter kayu dan logam b) ban ukur. BBG.00/buah Rp 3.000 kg 3)) lebih dari 1.000.000 kg b) ketelitian halus (kelas II) mekanik tarif ditambah 25% (dua puluh lima persen) c) ketelitian sedang dan biasa (III & lili) elektronik 1)) sampai dengan kapasitas 100 kg 2)) lebih dari 100 kg sampai dengan 1000 kg 3)) selebihnya dari i.00/buah Rp 1. setiap m /jam g) meter air: 1)) sampai dengan 7 m /jam 2)) lebih dari 7 m /jam h) alat ukur dari gelas i) bejana ukur 3 3 3 3 3 Rp 300.00/Kiloliter Rp 200.000.000.00/unit Rp 4.00/buah Rp 10.00/unit Rp 1.000.000.00/Nozle Rp 20.000. setiap 1. tera ulang ukuran.000.00/unit .00/Kiloliter Rp1.00/unit Rp 10.000.00/buah Rp 15.00/unrt Rp 20.000. pelayanan tera. depth tape.000.00/buah Rp 600.00/unit Rp 5.000.000. takaran.00/buah Rp 10.000.

pemakaian fasilitas/peralatan peternakan.00/jam Rp6.00/hari Rp 100.000. Perikanan dan Kelautan terdiri dari: a. e.10) sewa peralatan: a) anak timbangan bidur b) bejana ukur standar kerja c) roli tester meter taksi portable Rp 25.5) meter listrik (kWh meter) a) kelas 2: 1)) 1 phase 2)) 3 phase b) kelas i dan 0.alat ukur lain yang tidak tersebut pada huruf a sampai dengan huruf g dihitung berdasarkan lamanya waktu pengujian paling singkat 4 jam.000. Perikanan dan Kelautan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 33 (1) Pelayanan Peternakan.000. pemeriksaan kesehatan ternak potong/unggas di rumah potong hewan. pemeriksaan pos/klinik kesehatan hewan. Bagian Kedua Peternakan. paling sedikit Rp 10. o.000. bagian dari jam dihitung 1 jam. d.000. c. pemeriksaan laboratorium kesehatan hewan.00/unit Rp 20.00/unrt Rp 2.000.000. pemeriksaan laboratorium kesmavet. .00/unit y.500. Pengujian Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) per jenis kuantrta nominal.00/unit Rp 1.000.00/ton/hari Rp 100.000. 6) alat ukur gas (meter gas) a) sampai dengan 50 m /jam b) lebih dari 50 m /jam 7) alat ukur waktu: .000.00/unit Rp 3.meter parkir dan stop watch 8) alat ukur lain .00/hari Rp 10.00/unit Rp 2.000.00/unit 3 3 Rp 1. 9) biaya tambahan untuk peneraan/pengujian di luar kantor.5 dan elektronik: tarif a) ditambah 50% (lima puluh persen).

pemakaian tempat pendaratan kapal. (3) Untuk mendapatkan pelayanan peternakan.f. Paragraf 2 Objek. o. huruf d. perikanan dan kelautan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. g. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf a. perizinan bidang peternakan. k. (B) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf m dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Penginapan/PesanggrahaiWilla. pengujian kapal perikanan. Golongan. pemakaian tempat pelelangan ikan. n. penjualan bibit ternak. h. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf b. j. i. m. (6) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud daiam Pasal 33 ayat (1) huruf j dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Pelelangan Ikan. dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Rumah Potong Hewan. Nama dan Subjek Pasal 34 (1) Pelayanan peternakan. pemakaian fasilitas/sarana dan prasarana perikanan. pemakaian tempat penginapan nelayan. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan peternakan. huruf e. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf f dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Perizinan bidang Peternakan. penjualan benih ikan. . perikanan dan kelautan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. perikanan dan kelautan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. (7) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf k dan huruf I dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. pemakaian fasilitas pengujian mutu hasil perikanan. I. perizinan bidang perikanan. (5) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf g dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pengujian Kapal Perikanan. huruf h dan huruf I dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. huruf c.

volume dan waktu. (3) Subjek retribusi Perizinan Bidang Peternakan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf f. (10) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf o dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Perizinan Bidang Perikanan. huruf h dan huruf i. .(9) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf n dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Pendaratan Kapal. Pasal 35 (1) Subjek retribusi Rumah Potong Hewan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf a. (8) Subjek retribusi Tempat Pendaratan Kapal adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf n. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 36 (1) Tingkat penggunaan jasa Rumah Potong Hewan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2) diukur berdasarkan jenis. (5) Subjek retribusi Pemakaian Tempat Pelelangan Ikan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf j. (9) Subjek retribusi Perizinan Bidang Perikanan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf o. huruf e. huruf d. huruf c. (4) Subjek retribusi Pengujian Kapal Perikanan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf g. (10) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (9) adalah wajib retribusi. (7) Subjek retribusi Tempat Penginapan/PesanggrahanA/ilta adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf m. (2) Subjek retribusi pemakaian kekayaan daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf b. (6) Subjek retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) huruf k dan huruf I.

biaya penyusutan. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. . Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 37 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Rumah Potong Hewan dan pemakaian kekayaan Daerah fasilitas/peralatan peternakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2) dan ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya penyusutan. biaya asuransi. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. huruf c. biaya asuransi. klasifikasi/peralatan dan harga media. (8) Tingkat penggunaan jasa Tempat Penginapan/pesanggrahan/villa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (8) diukur berdasarkan jumlah kamar dan waktu pemakaian. huruf e dan huruf h diukur berdasarkan volume. volume dan harga pedoman. (6) Tingkat penggunaan jasa Pemakaian Tempat Pelelangan Ikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (6) diukur berdasarkan prosentase volume dan harga transaksi. biaya perawatan/pemeliharaan. huruf d. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Perizinan tertentu Bidang Peternakan dan retribusi Perizinan tertentu Bidang Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (4) dan ayat (10) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. (3) Tingkat penggunaan jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (3) huruf i diukur berdasarkan volume. (9) Tingkat penggunaan jasa Tempat Pendaratan Kapal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (9) diukur berdasarkan Berat Kapal (GT) dan waktu pemakaian. (7) Tingkat penggunaan jasa Produksi Usaha Daerah Penjualan Benih Ikan dan Bibit Ternak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (7) diukur berdasarkan jenis. klasifikasi/peralatan dan waktu pemakaian. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. jumlah kapal yang diuji dan waktu. volume dan waktu. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. (4) Tingkat penggunaan jasa Perizinan Bidang Peternakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (4) diukur berdasarkan klasifikasi. biaya rutin/periodik yang berkaitan dengan penyediaan jasa. (10) Tingkat penggunaan jasa Perizinan Bidang Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (10) diukur berdasarkan klasifikasi. volume dan waktu. (5) Tingkat penggunaan jasa Pengujian Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (5) diukur berdasarkan berat kapal (GT). biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. biaya perawatan/pemeliharaan.(2) Tingkat penggunaan jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (3) huruf b.

kuda Rp4. biaya perawatan/pemeliharaan. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. babi Rp5. biaya pemeriksaan perlengkapan dan peralatan lainnya.5J00.00/ekor 3. biaya pemeliharaan dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan.00/ekor 2. biaya penyusutan. (6) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Tempat Penginapan/Pesanggrahan/ Villa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (8) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis.000. biaya operasional. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. sapi. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. biaya perawatan/ pemeliharaan.007ekor .000. biaya tanda uji dan segel. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. kerbau. Pasal 38 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. Pemeriksaan kesehatan ternak potong/unggas di Rumah Potong Hewan: 1.(3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Pengujian Kapal Perikanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya perawatan/pemeliharaan. (7) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Tempat Pendaratan Kapal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (9) adalah dengan memperhatikan biaya penyediaan fasilitas pendaratan dan transit. angsuran bunga pinjaman. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya pembinaan. (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Pemakaian Tempat Pelelangan Ikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (6) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. babi adat Rp2. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya asuransi. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. (5) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah sebagaimana dimaksud daiam Pasal 34 ayat (7) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.

00/contoh/jenis Rp50.000.00/contoh/jenis Rp 100.000.00/contoh/jenis Rp20.000.000.000.000.000.00/contoh/jenis d) listeria/bacilus antraxis Residu a) Antibiotika b) penecilin/oxytetracyclin/makrolida/ aminoglikosida 5.00/contoh Rp15.000.000.Coli/Entrococci b) staphylococuus aureus/kapang/kamir Rp1.000.00/contoh/jenis Rp15.000.000.00/contoh Rp 30.00/3hari/ekor Pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Hewan dan Ikan: Rp5.00/contoh Rp20.000.000.000.000.000.00/contoh Rp25. pengandangan/pemeriksaan babi 1.000.000.000.000.00/contoh/jenis Rp15.00/contoh/jenis Rp25.00/contoh Rp15.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp25. unggas 6.00/contoh/jenis Rp15.000. domba dan hewan kecil lainnya 5.00/contoh/jenis 6.00/contoh Rp 200. Pestisida a) organochlorine b) organophosphor Rp250.00/contoh/jenis c) salmonella spp/clostridium sp/comphylobacter Rp 50. kambing.00/contoh/jenis Rp15.000.000.00/ekor Rp2.00/contoh/jenis Rp5.00/contoh Rp20.00/contoh Rp 250.00/contoh Rp25.4.000.000.000. Hewan kecil/besar a) pemeriksaan patologi anatomi b) pemeriksaan darah/hematologi c) pemeriksaan kimia darah d) pemeriksaan parasitologi e) pemeriksaan virologi/bakteriologi/mikrologi f) pemeriksaan bangkai g) pemeriksaan hispatologi h) pemeriksaan tuberculin Pemeriksaan Laboratorium Kesmavet: 1.00/contoh Rp 25.00/contoh Rp15. Unggas/ikan a) pemeriksaan patologi anatomi b) pemeriksaan parasitologi c) pemeriksaan mikrobiologi/bakteriologi d) pemeriksaan serologi e) pemeriksaan histopatologi 2.00/contoh/jenis Rp 100.00/ekor Rp25. a) fisik/organoleptik b) kualitas telur Kimia a) Kadar lemak/protein/air/abu/total solid/Laktosa b) bahan pengawet/bahan tambahan Mikrobiologi a) total kuman/colifomn/E. Hormon .000.

00/ekor 1. operasi besar Perizinan Bidang Peternakan: Rp400.00/ekor/hari Rp50.000.000.000.00/kamar/hari Rp 120.000. Logam berat Rp 150.00/kamar/hari Rp 500.000. Pemakaian Asrama Taman Ternak a) non AC b) AC 3.00.00/ekor/10hari Rp 10.000.000.000.00/sampel c) Pemasukan daging unggas lokal d) Pemasukan daging unggas import e) Pemasukan daging olahan/jeroan (edible offal) Pemakaian Fasilitas/Peralatan Peternakan 1.00/sampel Rp300.00/ekor Rp100.000.000.00/hari Rp 50.00/ekor Rp 10.00/ekor Rp25. Pemakaian Kandang Sapi 4.00/sampel Rp 300.000. Pemakaian Aula Taman Ternak 2.00/ekor/hari a) pemakaian fasilitas penampungan b) pemakaian fasilitas pemotongan Pemeriksaan Pos/Klinik Kesehatan Hewan: 1.000. operasi kecil 4.7.000.00/ekor Rp10.00/contoh 8.000.000.000.00/sampel Rp 150.00/ekor Rp40.000.00/sampel Rp250. Pemakaian Tempat Pemotongan Unggas: Penampungan dan Rp 100.00/rekomendasi Rp400.000. Pemakaian Rumah Observasi Rabies: a) observasi hewan penular rabies b) pemeliharaan hewan penular rabies yang diadopsi c) biaya eliminasi dan penguburan d) pemeliharaan hewan setelah observasi 5. pemeriksaan kesehatan hewan 2.000.000. pemeriksaan dan pengobatan 3.00/ekor/hari Rp50.00/kdg/bln Rp50. Izin/rekomendasi pemasukan/pengeluaran ternak dan daging untuk: a) Pemasukan ternak dari luar kota b) Pemasukan daging: 1) Pemasukan daging dari luar kota 2) Pemasukan daging dari luar negeri c) Pengeluaran daging Izin Perusahaan Daging a) distributor daging Rp300.00/rekomendasi . Pemeriksaan ulang (herkeuring) BAH/HBAH yang masuk ke Wilayah Provinsi DKI Jakarta: a) Pemasukan daging sapi/kerbau lokal b) Pemasukan import daging sapi/kerbau/domba Rp350.00/rekomendasi Rp250.00/izin Rp 150.000.00/rekomendasi Rp50.000.

lebih dari 30 GT Rp 0.00/ izin Rp25.000.000.00/ izin Rp 10. kerbau.000.000.00/kapal/tahun Pemakaian Fasilitas/Sarana dan Prasarana Perikanan: 1.000.000.00/kendaraan Rp 100. sampai dengan 5 Gross Tonage (GT) 2.00/izin Rp200.000.000.00/m /bulan 2 .000.00/ekor Rp350. Retribusi izin/rekomendasi unggas a) pemasukan/pengeluaran unggas b) pemasukan/pengeluaran daging unggas c) izin distribusi daging unggas d) izin penjualan daging unggas (KTBD) Rp200.000.00/rekomendasi Rp100. kuda b) kambing.00/ izin Rp250.00/rekomendasi Rekomendasi/izin berdagang dan berusaha hewan kesayangan: Rp25.000.000.000.00/ izin Rp5.00/ izin Pengujian Kapal Perikanan: 1.00/ izin Rp200.00/ izin Rp5.000.00/izin Rp50. domba dan hewan lainnya 4.000. lebih dari 5 GT sampai dengan 10 GT 3.00/izin Rp100.000.000. Izin usaha pengangkutan/kendaraan daging 5.00/kapal/tahun Rp 100.000.00/izin Rp200.000.000.00/ izin Rp40. Pemakaian kios pengecer di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) kawasan Rp5.00/ izin Rp 100.000.00/izin Rp100.b) toko daging c) pasar swalayan d) KTBD e) usaha pengolahan daging f) penampungan daging cold storage Izin usaha pemotongan ternak a) sapi.00/izin Rp250. Rekomendasi/izin usaha persusuan a) pemasok susu b) pengolah susu a) hewan yang keluar masuk ke Wilayah Provinsi DKI Jakarta b) unggas/kera c) izin tempat penampungan hewan d) izin pet shop dan salon anjing e) izin klinik hewan f) izin praktek dokter hewan g) izin depo obat hewan h) izin toko obat hewan i) suntikan/vaksinasi rabies j) izin Rumah Sakit Hewan Rp 100.00/izin Rp200.00/kapal/tahun Rp 10.00/rekomendasi Rp 100.00/kapal/tahun Rp 50.00/rekomendasi Rp50.00/izin Rp5Q.000. lebih dari 10 GT sampai dengan 30 GT 4.000.000.000.000.00/ izin 8.000.000.

Pemakaian kantor di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke.000. Pemakaian gudang alat perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke.00/m /bulan 2 2 2 12.00/m /bulan Rp4. Pemakaian tanah di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke untuk: a) dock kapal. Pemakaian kios Pujaseri di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke: a) Pemakaian Kios Pujaseri b) Pemakaian Kios Pujaseri Mirasih 3. Pemakaian Tempat Pengepakan Ikan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke.500.00/m /bulan Rp 8. Pemakaian tempat penitipan kendaraan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke Rp1. Pemakaian fasilitas Tempat Pengolahan Ikan di Pengolahan Hasil Perikanan Tradisional (PHPT) Muara Angke.00/m /lahun Rp150. pengolahan ikan.000.00/m /bulan 2 Rp 5. Pemakaian alur docking untuk Kapal Perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke: . 7.00/hari a) sepeda motor b) bajaj/kancil c) mobil d) truk/bis 13.000.00/m /bulan 2 2 Rp 5.00/m /bulan 2 Rp 10. 4.000. 8. restoran dan depot es Rp 9.000. gudang alat perikanan.00/hari 14. 5. Pemakaian kios alat perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke dan Pulau Pramuka Kepulauan Seribu .000.500.000. Pemakaian gudang garam di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke. SPBU.Pemakaian fasilitas tempat penjualan/ penampungan ikan Rp6.000. 6.000. Pemakaian wadah Pelelangan Ikan ikan/trays di Tempat Rp 500.000.00/hari Rp2.00/m /tahun 2 2 15. Pemakaian fasilitas lahan untuk usaha budidaya perikanan di Balai Benih Ikan (BBI) 10.00/m /tahun b) bioskop.000.00/m /bulan Rp7.000.00/m /bulan 2 Rp 50. cool Rp 6. pabrik es.00/hari Rp3.00 /buah/1 kali pakai Rp1.00/m /bulan 2 2 Rp7. bengkel.00/unit/bulan RP600. 9. Pemakaian fasilitas kolam di Balai Benih Ikan (BBI) 11 .000.2.

00/kapal/satu kali a) sampai dengan 10 GT docking b) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT c) lebih dari 20 GT sampai dengan 30 GT Rp50.000.00/kapal/satu kali docking Rp25.00/kapal/satu kali docking Rp60.000.000.000.000.00/kapal/satu kali docking Rp 30 000. Pemakaian fasilitas docking kapal untuk Kapal Bukan Perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke berukuran: a) sampai dengan 20 GT b) lebih dari 20 GT sampai dengan 30 GT Rp 60.00/kapal/satu kali docking Rp 150.000.00/kapal/satu kali docking Rp100.a) sampai dengan 10 GT b) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT c) lebih dari 20 GT sampai dengan 30 GT d) lebih dari 30 GT sampai dengan 50 GT e) lebih dari 50 GT Rp20.00/kapal/satu kali docking Rp50.00/kapal/satu kali docking Rp 100.000. Pemakaian alur docking untuk Kapal Bukan Perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke: Rp40.00/kapal/satu kali docking .000.00/kapal/satu kali docking 18.00/kapal/satu kali docking Rp 70 000.00/kapal/satu kali docking Rp 85.00/kapal/satu kali docking 16. Pemakaian fasilitas docking kapal untuk Kapal Perikanan di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke dan Pulau Seribu berukuran: a) sampai dengan 10 GT b) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT c) lebih dari 20 GT sampai dengan 30 GT d) lebih dari 30 GT sampai dengan 50 GT e) lebih dari 50 GT Rp 25.000.00/kapal/satu kali docking d) lebih dari 30 GT sampai dengan 50 GT e) lebih dari 50 GT 17.000.00/kapal/satu kali docking Rp 45 000.00/kapal/satu kali docking Rp30.000.000.000.000.007kapal/satu kali docking Rp70.

000.000.5 10 5 2.c) lebih dari 30 GT sampai dengan 50 GT d) lebih dari 50 GT 19. Besar retribusi pemakaian fasilitas pengujian mutu hasil perikanan dihitung berdasarkan perkalian dari volume (ton).000.5 2.5 0. kerang-kerangan 1) kulit ikan m) kerupuk n) ikan kering. Harga media pengujian sebagaimana dimaksud pada angka 1 ditetapkan oleh Gubernur. lobster b) sirip c) paha kodok d) ikan e) tuna f) minyak ikan g) olahan teri h) ubur-ubur i) tepung ikan.00/m /tahun 2 2 1.000. harga media pengujian dan Nilai Ekonomis Komoditas (NEK) sebagai berikut: a) udang.000. i.5 1. Pemakaian Kios Pengecer Ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pasar Ikan.5 5 5 5 2.500.00/contoh Rp200.000.000.5 0. 20. Kalibaru.5 2.00/kapal/satu kali docking Rp 2. Pengujian Mikrobiologi: a) Total Plate Count (TPC) b) Escherichia coli (E Coli) c) Salmonella d) Vibro cholerae e) Staphylococcus aureus f) Listeria Monocytogenesis Rp25. tepung rumput laut j) Ikan kaleng k) kepiting.000.00/m /bulan Rp 5. rajungan.00/kapal/satu kali docking Rp 150. 3.5 2. Pemakaian tanah di Taman Promosi Hasil Perikanan (TPHP) Cengkareng.00/contoh Rp200.00/contoh Rp100.000.5 2. Pemakaian Fasilitas Pengujian Mutu Hasil Perikanan: Rp 110. asin o) rumput laut 12. Cilincing dan Kamal Muara.00/contoh Rp75.00/contoh Rp150.5 2.00/contoh .

Pemakaian Tempat Pelelangan Ikan: 1.00/contoh Rp30.00/contoh Rp100.000. kering dan lain-lainnya yang sejenis dari luar daerah 4.000.00/contoh Rp20.00/Kg Rp100.00/contoh Rp25.000. Penjualan Benih Ikan 100% (seratus persen) dari harga pedoman 1% (satu persen) dari harga pedoman 5% (lima persen) dari harga pedoman 5% (lima persen) dari harga transaksi Rp50.000. asin.000.00/contoh Rp250. Pengujian Kimia a) Garam b) Air c) Abu d) Abu tak larut dalam air 5.00/Kg . Uji Organoleptik (ikan segar) 6.000.00/contoh Rp20.00/contoh Pemeriksaan ulang terhadap Produk Impor Hasil Perikanan: a) Ikan/olahan b) Udang c) Kodok d) Produk perikanan kering j.000. Pengujian tambahan: a) Uji antibiotik (metode HPLC) b) Uji antibiotik (metode bio assay) c) Uji histamin d) Uji merkuri e) Uji zat warna f) Uji zat pengawet g) Uji pestisida Rp250.00/contoh Rp90.000. Ikan segar/beku/hidup dari luar daerah yang masuk/dijual tanpa melalui lelang 1% (satu persen) dari harga pedoman k.4.000. Ikan segar/beku/hidup/kering produksi lokal dikenakan pada nelayan dan pedagang 2.000.000.00/contoh Rp20.00/contoh Rp150. Ikan olahan.000.00/contoh Rp80. Ikan segar/beku/hidup/kering produksi lokal yang dijual tanpa melalui lelang 3.00/Kg Rp25.00/Kg Rp200.00/contoh Rp50.

00/ izin Rp100.000.100.200.00/Izin RpO. Hari ke 1 . Hari ke 3 (tiga) sampai dengan hari ke 5 (lima): a) sampai dengan 5 GT b) lebih dari 5 GT sampai dengan 10 GT c) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT d) lebih dari 20 GT a) sampai dengan 5 GT b) lebih dari 5 GT sampai dengan 10 GT c) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT d) lebih dari 20 GT Hari ke 10 (sepuluh) keatas a) sampai dengan 5 GT b) lebih dari 5 GT sampai dengan 10 GT c) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT d) lebih dari 20 GT o. Pemberian izin Usaha Perikanan (IUP) bidang Penangkapan Ikan : a) IUP b) daftar ulang (perpanjangan) Rp100.00/kapal/24 jam Rp2.00/kapal/24 jam Rp4.000.200.600.00/kapal/24 jam Rp2.00/kapal/24 jam Rp500.00/kapal/24 jam Rp1. 1. Penjualan Bibit Ternak 100% (seratus persen) dari harga pedoman Rp20.00/kapal/24 jam Rp4.00/izin Rp250.000.00/ izin Rp150. pengolahan dan pengangkutan hasil perikanan: a) usaha pemasaran ikan dan olahan lainnya 1) pengecer 2) grosir 3) eksportir 4) jasa pengangkutan Rp25.00/kapal/24 jam Rp500.000.000.00/kapal/24 jam Rp1.00/izin .I.00/kamar/hari m.OO/tahun Rp500.00/kapal/24 jam Rp1. Hari ke 6 (enam) sampai dengan hari ke 9 (sembilan): 2.000. Pemakaian tempat pendaratan kapal di kawasan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Muara Angke.00/kapal/24 jam Rp1. Perizinan Bidang Perikanan: 1.00/kapal/24 jam Rp4.(satu) sampai dengan hari ke 2 (dua): a) sampai dengan 5 GT b) lebih dari 5 GT sampai dengan 10 GT c) lebih dari 10 GT sampai dengan 20 GT d) lebih dari 20 GT 2.200.000.800.00/kapal/24 jam Rp2.000. Pemakaian Tempat Penginapan Nelayan n.00/kapal/24 jam Rp5.00/kapal/24 jam Rp2.00/kapal/24 jam Rp500.600.400.00/kapal/24 jam 3.000. Pemberian Tanda Daftar Usaha Perikanan (TDUP) bidang pemasaran.400.

00/unit/tahun Rp30.00/ izin RpOO.000.000.000.00/rekomendasi 4. Pemberian Surat Penangkapan Ikan (SPI).00/ izin Rp00.000.OO/ izin n Rp100. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel d) Jaring muro-ami e) Jaring ikan hias Rp30.00/ izin Rp150.000.OO/ izin Rp30. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel c) Jaring payang: 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.000.00/ izin Rp25.000. Rekomendasi pemasukan ikan/pakan/ikan obat-obatan ikan a) Jaring Insang (Gill Nett): 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.000.00/ Izin Rp50.00/ izin RpOO.00/ izin Rp50.000.000.00/ izin Rp75.000.000. dengan alat: Rp40.000.000.00/izin Rp30.00/ izin Rp75.b) usaha pengolahan ikan: 1) tradisional (pengeringan/pengasinan/ pemindangan dan lain-lain yang sejenis) 2) modem (pembekuan/pengalengan dan lain-lain yang sejenis) c) usaha pengangkutan ikan 1) menggunakan kendaraan angkutan Ikan dengan insulasi berukuran: a)) sampai dengan 1 ton b)) lebih dari 1 ton sampai dengan 3 ton c)) lebih dari 3 ton sampai dengan 5 ton d)) lebih dari 5 ton a)) sampai dengan 1 ton b)) lebih dari 1 ton sampai dengan 3 ton c)) lebih dari 3 ton sampai dengan 5 ton d)) lebih dari 5 ton 3.00/ izin Rp50.000.00/ Izin Rp100.00/ Izin Rp25.00/ Izin Rp250.00/ Izin 2) menggunakan kendaraan angkutan ikan tanpa insulasi berukuran: .000.00/ izin Rp50. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK (daya kuda) b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel b) Jaring Kolor (purse seine): 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.00/ izin Rp100.000.000.000.00/izin Rp30.

00/izln RpOO. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel Rp30. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel Rp30. pemakaian los promosi bunga.00/izin Rp50.000.00/izin Rp50. .OO/izin Bagian Ketiga Pertanian dan Kehutanan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 39 (1) Pelayanan Pertanian dan Kehutanan terdiri dari: a. b.OO/unit/tahun h) Jaring Cumi (Bouke Ami) 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT. pemakaian kios promosi bunga.000.000. c.O Pancing: 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.000. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel j) Kapal Pengangkut Ikan kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.000.00/izin Rp50. pemakaian kios terbuka promosi bunga.00/izin RpOO.OO/izin i) Jaring Arad 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT. dengan mesin berkekuatan: 1) sampai dengan 10 DK 2) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK Rp30.000.00/izin RpOO.000.000.00/izin Rp50.000.000.00/izin Rp00. dengan mesin berkekuatan: a)) sampai dengan 10 DK b)) lebih dari 10 DK sampai dengan 30 DK 2) motor tempel Rp30.00/izin Rp50.00/izin g) B u b u 1) kapal perikanan berukuran tidak lebih dari 30 GT.00/izin Rp30.

penjualan bibit/hasil kebun. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan pertanian dan kehutanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. pengawetan dan pengolahan kayu. pemakaian tempat penimbunan hasil hutan. i. pemakaian peralatan pengeringan. Pasal 41 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf n. pemakaian pusat latihan pertanian klender dan fasilitasnya. pemakaian lahan kebun bibit. Nama dan Subjek Pasal 40 (1) Pelayanan Pertanian dan Kehutanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi.d. o. pemakaian lahan usaha promosi penangkar bibit. j. pemakaian fasilitas kehutanan di kota/hutan wisata. g. pengukuran dan pengujian hasil hutan. n. (3) Untuk mendapatkan pelayanan pertanian dan kehutanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. . Golongan. k. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf n dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf o dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah. pemakaian green house/lath house. m. Paragraf 2 Objek. pemakaian lahan taman anggrek ragunan. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf p dipungut retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan terhadap hasil hutan yang diangkut oleh pribadi atau badan. pemakaian laboratorium uji mutu pertanian. pemakaian peralatan untuk pengujian pengawetan dan pengeringan kayu. i. e. f. h. pemakaian sarana/fasilitas kehutanan. p.

serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. umur dan tinggi tanaman. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. (4) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 43 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah fasilitas/peralatan pertanian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.(2) Subjek Retribusi Penjulan Produksi Usaha Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf o. biaya perawatan/pemeliharaan. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 42 (1) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (2) diukur berdasarkan penggunaan. biaya asuransi. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. (3) Tingkat penggunaan Jasa Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (4) diukur berdasarkan jenis. (3) Subjek Retribusi Pengukuran dan Pengujian Hasil Hutan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 39 ayat (1) huruf p. luas. jumlah dan waktu pemakaian. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. ukuran dan volume. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. (2) Tingkat penggunaan Jasa Penjualan Produksi Usaha Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (3) diukur berdasarkan jenis. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dan bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. . biaya penyusutan. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. biaya perawatan/pemeliharaan.

Jenis/kualitas kayu Rp2. Pemakaian sarana/fasilitas kehutanan: 1. Pemakaian pusat latihan pertanian Klender dan fasilitasnya: 1.000.000.000. pemakaian lahan kebun bibit Rp1.000.00/m /hari 2 2 2 Rp75. tempat ruang terbuka Pemakaian peralatan pengeringan.00/orang/hari Rp150.00/m /hari Rp150.000. pemakaian lahan taman anggrek ragunan 2. Pengawetan kayu: a) sistem vacuum pressure b) sistem injeksi Rp100.00/kav/bulan Rp1.000.000.00/hari Rp500.00/m /bulan f.000.00/m 3 Rp150.000.00/m Rp175.000. pengawetan dan pengolahan kayu: 1.000. Pengawetan Rp3.Pasal 44 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.00/hari 3. Pengeringan kayu 2.000. pemakaian kursi tambahan 3.00/hari 2 2 k.00/m Pemakaian peralatan untuk pengujian pengawetan dan pengeringan kayu: 1. Kayu gergajian 3.500. forklift Rp250.00/ha/tahun e.00/m b) pembuatan palet Rp35. pemakaian kios promosi bunga h pemakaian los promosi bunga Rp7.00/m /bulan d Rp2. Pengeringan 3.000. pemakaian Green House/lath House 2 g.00/kios/bulan c pemakaian kios terbuka promosi bunga pemakaian lahan usaha promosi penangkar bibit Rp1. 3.00/orang/skl masuk Rp150.000.00/m 3 3 3 2.000.00/M /hari 3 3 3 Rp500. pemakaian lahan Taman Anggrek Ragunan : 1.000. gedung pertemuan Rp185. Pengolahan kayu: a) penyerutan kayu Rp60.500. masuk kawasan taman anggrek ragunan: a) mobil b) motor c) orang h.00/mobil/skl masuk Rp500.00/motor/skl masuk Rp1. bangunan 2.00/m /bulan Rp500. Tempat penimbunan hasil hutan: 1. Kayu gelondongan/dolken 2.00/m 3 3 3 I.00/M /hari Rp100. Rp200.000. pemakaian aula dan ruang makan 2.00/m 3 3 .00/m Rp3.00/m /hari 4.000. pemakaian tempat tidur i.000.000.00/rn c) pembuatan kusen Rp130.00/buah/hari Rp4. Rotan j.00/M /hari Rp200.

00/contoh/golongan Rp20. Rotan Rp10. Sewa lapak tanaman hias Rp1.000.000.000 00/contoh Rp50.00/motor/sekali masuk Rp500. Pengukuran dan pengujian hasil hutan: besaran tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada Pasal 41 ayat (5) ditetapkan sebagai berikut : 1.0Q0.00/orang/sekali masuk Rp500.000 00/contoh f) clostridium botuiinum Penjualan bibit/hasil kebun 100% (seratus persen) dari harga pedoman yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur.00/m /bulan 2 Pelayanan pemakaian laboratorium uji mutu pertanian: 1) uji organopoleptik: a) sayur-sayuran segar b) buah-buahan segar c) hasil olahan: 1)) dalam kaleng 2)) kemasan lain 2) uji kimia: a) kadar lemak b) kadar serat c) kadar protein d)kadar abu e) kadar air f) kadar gula g) total gula h) kadar asam i) kadar vitamin c j) derajat kekentalan 3) uji residu pestisida 4) uji mikrobiologi: a) escherisia coli b) total plate count c) salmonella d) v pata haemoliticus e) stafilococcus Rp40.000 00/contoh Rp30 000 00/contoh Rp20 000 00/contoh Rp35 .000.007ton .000 00/contoh Rp75.000 00/contoh Rp30 000 00/contoh Rp40 000 00/contoh Rp40 000 00/contoh Rp35 000 00/contoh Rp30 000 00/contoh Rp325.000 00/contoh RpSO.Pemakaian fasilitas kehutanan di kota/hutan wisata/hutan lindung 1. Kayu Bulat 2. Masuk hutan kota/hutan wisata: a) mobil b) motor c) orang 2.00/m 3 Rp10.000 00/contoh Rp40. Kayu Olahan Rp5.000 00/contoh Rp40.000.000 00/contoh Rp20.00/m 3 3.000 OO/contoh Rp20.00/mobil/sekali masuk Rp500.OOO 00/contoh RpSO.OOO 00/contoh Rp35.000 OO/contoh Rp20.

k. izin usaha rekreasi dan hiburan. g. pemakaian penginapan Graha Wisata Kuningan.007kg Bagian Keempat Pariwisata Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 45 (1) Pelayanan Kepariwisataan terdiri dari: a. c. Nama dan Subjek Pasal 46 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. pemakaian penginapan Graha Wisata Ragunan. izin usaha akomodasi. b. pemakaian penginapan Graha Wisata TMII. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan kepariwisataan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundangan-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf f dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Fasilitas Akomodasi Milik Daerah. Golongan. f. e. pemakaian tempat ruang pertemuan Graha Wisata Kuningan. (3) Untuk mendapatkan pelayanan kepariwisataaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. pemakaian tempat ruang pertemuan Graha Wisata Ragunan. izin usaha penyediaan makanan dan minuman. h. izin usaha kawasan pariwisata. Paragraf 2 Objek. Getah/Damar Rp500.4. pemakaian tempat ruang pertemuan Graha Wisata TMII. izin usaha jasa pariwisata. i. . d. j.

Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya promosi. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. Struktur. biaya perawatan/pemeliharaan. (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. serta jangka waktu. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Jasa Pelayanan Izin Usaha Industri Pariwisata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (3) adalah dengan memperhatikan jenis dan klasifikasi industri pariwisata yang mencakup biaya pemeriksaan lokasi. (2) Tingkat penggunaan Jasa Izin Usaha Industri Pariwisata sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (3) diukur berdasarkan jenis dan klasifikasi industri pariwisata. biaya penertiban. dan waktu pemakaian. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. Pasal 50 Struktur dan besarnya tarif retribusi Pelayanan Kepariwisataan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) adalah sebagai berikut: . dan Besarnya Tarif Pasal 49 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Fasilitas Akomodasi Milik Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. klasifikasi fasilitas tempat. biaya pembinaan. t Pasal 47 (1) Subjek Retribusi Pelayanan Kepariwisataan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1). biaya penyusutan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya promosi. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 48 (1) Tingkat penggunaan Jasa Fasilitas Akomodasi Milik Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat (2) diukur berdasarkan jumlah orang. biaya pengawasan dan pengendalian.(3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (1) huruf g sampai dengan huruf k dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Usaha Industri Pariwisata.

000.00/8 jam 3) Kelebihan pemakaian tiap jam berikutnya dikenakan tambahan tarif sebesar 10% (sepuluh persen).000 00/orang/tempat tidur/hari c.OOO 00/orang/tempat tidur/hari Rp10.000 00/orang/tempat tidur/hari Rp20.000 00/orang/tempat tidur/hari b.00/8 jam Rp400. e.000.000 00/orang/tempat tidur/hari d.a.000.OOO 00/orang/tempat tidur/hari Rp10.00/8 jam 3) Kelebihan pemakaian tiap jam berikutnya dikenakan tambahan tarif sebesar . Pemakaian tempat/ruang pertemuan Graha Wisata Kuningan: 1) pelajar/mahasiswa 2) umum Rp200. Pemakaian tempat/ruang pertemuan Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah: 1) pelajar/mahasiswa 2) umum Rp200. Rp200.000 00/orang/tempat tidur/hari Rp20.000 00/orang/tempat tidur/hari RpSO. f. Pemakaian tempat/ruang pertemuan Graha Wisata Ragunan: 1) pelajar/mahasiswa 2) umum 10% (sepuluh persen). Pemakaian penginapan Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah: 1) Kamar biasa (standar): a) pelajar/mahasiswa b) umum 2) Kamar ber-AC: a) pelajar/mahasiswa b) umum Rp25.00/8 jam Rp400.000.000 00/orang/tempat tidur/hari Rp20.00/8 jam Rp400.000 00/orang/tempat tidur/hari Rp50.000. Pemakaian penginapan Graha Wisata Ragunan 1) Kamar biasa (standar): a) pelajar/mahasiswa b) umum 2) Kamar ber-AC: a) pelajar/mahasiswa b) umum Rp25.00/8 jam 3) Kelebihan pemakaian tiap jam berikutnya dikenakan tambahan tarif sebesar 10% (sepuluh persen).000 00/orang/tempat tidur/hari Rp10.000 00/orang/tempat tidur/hari RpSO. Pemakaian penginapan Graha Wisata Kuningan 1) Kamar biasa (standar): a) pelajar/mahasiswa b) umum 2) Kamar ber-AC: a) pelajar/mahasiswa b) umum Rp25.000.

OO/tahun .000.00 RpO 00/tahun Rp3 000.000.OO/tahun Rp 20.000.00 RpO 00/tahun Rp 7 500. Resort wisata: a) baru b) daftar ulang 5.000.00 RpO 00/tahun Rp 5 000. Penginapan remaja: a) barp b) daftar ulang Rp1 000.000.OO/tahun Rp1 000.000.00 RpO.00 RpO 00/tahun Rp 3 000.00 RpO.00 RpO.Izin usaha akomodasi 1.00 RpO 00/tahun Rp5 000.000. Motel: a) baru b) daftar ulang 3.000.00 RpO 00/tahun Rp 2 000.00 RpO 00/tahun Rp15.000.000. Hotel: a) bintang lima: 1) baru 2) daftar ulang b) bintang empat: 1) baru 2) daftar ulang c) bintang tiga: 1) baru 2) daftar ulang d) bintang dua: 1) baru 2) daftar ulang e) bintang satu: 1) baru 2) daftar ulang f) melati 3: 1) baru 2) daftar ulang g) melati 2: 1) baru 2) daftar ulang h) Melati 1: 1) baru 2) daftar ulang 2.00 RpO 00/tahun Rp 10.000.00 RpO.OO/tahun Rp 15.000.000.000. Losmen: a) baru b) daftar ulang 4.000.000.

00 RpO.00 Rp0.00 RpO. Bar: a) baru b) daftar ulang 3.00 RpO.OO/tahun Rp10. Izin Usaha Penyediaan Makanan dan Minuman: 1.000. Hunian wisata/service apartemen: a) baru b) daftar ulang 7. Bakeri: a) baru b) daftar ulang i. Pusat jajan: a) baru b) daftar ulang 4.00 RpO. 00/tahun Rp1.000.00 RpO.000.000. Karavan: a) baru b) daftar ulang 8.000. Restoran/Rumah Makan: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang c) klasifikasi C: 1) baru 2) daftar ulang 2.00 RpO. Jasa boga: a) baru b) daftar ulang 5.OO/tahun Rp 1.00 RpO.000.000.000.000.OO/tahun Rp500. Wisma: a) baru b) daftar ulang h.000.000.6.OO/tahun Rp2.OO/tahun Rp2. Jasa biro perjalanan wisata: a) baru Rp7.00/tahun b) daftar ulang .OO/tahun Rp10.OO/tahun Rp5.500.000.000.00 RpO.00 RpO.00 RpO. Izin usaha jasa pariwisata 1.000.000.000.500.00 RpO.000.000.OO/tahun Rp1.000.OO/tahun Rp500. Pondok wisata/cottage: a) baru b) daftar ulang 9.000.00/tahun Rp1.

000.OO/tahun Rp 1.00 RpO.OO/tahun Rp 3.500. perjalanan insentif dan pameran: a) baru b) daftar ulang 7.000. Jasa agen perjalanan wisata: a) baru b) daftar ulang 4. Jasa penyediaan pramuwisata: a) baru b) daftar ulang 6.00 RpO.00 RpO.000.000.000.OO/tahun Rp 5.000. Jasa impresariat: a) baru b) daftar ulang 8.500.OO/tahun Rp 1. Jasa informasi pariwisata: a) baru b) daftar ulang 10.00/tahun Rp 1. Jasa manajemen hotel: a) baru b) daftar ulang 11.000.000.000.000. Jasa gerai jual perjalanan wisata: a) baru b) daftar ulang 5.00 Rp 0.500.000. Jasa fasilitas konvensi dan pameran: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2.000.00 RpO.000.000.500.000.500. Jasa penyelenggaraan konvensi.00 RpO.OO/tahun Rp 1.00 RpO.OO/tahun Rp 1.OO/tahun Rp 2.) daftar ulang Rp 2.00 RpO.OO/tahun Rp 5.000. Jasa konsultasi pariwisata: a) baru b) daftar ulang 9.00 RpO.2.000.00 RpO.OO/tahun Rp 1.OO/tahun Rp 1.00 RpO.000. Jasa fasilitas teater: a) baru b) daftar ulang 12.OO/tahun .000.00 RpO. Jasa cabang biro perjalanan wisata: a) baru b) daftar ulang 3.

OO/tahun .OO/tahun Rp 2.OO/tahun Rp 5.000.00 RpO. Karaoke: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang 5. Musik hidup: a) baru b) daftar ulang 4.00 RpO.OO/tahun Rp 3.OO/tahun Rp 3.000.OO/tahun Rp 3.00 RpO.000.OO/tahun Rp 5.000.OO/tahun Rp 5.000.00 RpO.000.000. Izin usaha rekreasi dan hiburan 1.00 RpO.000.000.000.00 RpO.000.OO/tahun Rp 5. Diskotik: a) baru b) daftar ulang 3. Jasa ruang pertemuan eksekutif: a) baru b) daftar uiang j.OO/tahun Rp 5.000.00 RpO.000.00 RpO.00 RpO.13.000.000. Klab malam: a) baru b) daftar ulang 2.000.000.000. Griya pijat: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang 7.00 RpO. Spa: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang Rp 3.OO/tahun Rp 5.000.000.000. Mandi uap: a) baru b) daftar ulang 6.000.00 RpO.

00 RpO.000.OO/tahun Rp 10.000.000. Bola sodok: a) klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang c) klasifikasi C: 1) baru 2) daftar ulang 11.000.00 RpO.OO/tahun Rp 2.000.000.000.OO/tahun 9. Bola gelinding: a) baru b) daftar ulang Rp 2.000.00 RpO.000.OO/tahun Rp 1.00 RpO.000.OO/tahun Rp 500.500.00 RpO. Bioskop untuk per layar: a) Bioskop klasifikasi A: 1) baru 2) daftar ulang b) Bioskop klasifikasi B: 1) baru 2) daftar ulang c) Bioskop klasifikasi C: 1) baru 2) daftar ulang Rp 250.000.000.00 RpO. Pusat olah raga dan kesegaran jasmani: a) baru Rp 5.00 RpO.8.OGYtahun .OO/tahun Rp 1.OO/tahun b) daftar ulang RpO.00 RpO.000.000. Permainan ketangkasan manual/mekanik/elektronik: a) klasifikasi A (jumlah mesin 50 keatas): 1) baru 2) daftar ulang b) klasifikasi B (jumlah mesin 20 sampai dengan 49): 1) baru 2) daftar ulang c) klasifikasi C (jumlah mesin sampai dengan 19): 1) baru 2) daftar ulang 13.000. Seluncur: a) baru b) daftar ulang 12.00 RpO.OO/tahun Rp 3.000.000.000.OO/tahun Rp 3.OO/tahun Rp 1.500.000.OO/tahun 10.000.00 RpO.00 Rp 7.00 RpO.

OO/tahun Rp 250.00 RpO.000.OO/tahun Rp 15.00 Rp 250.00 RpO.00 RpO.OO/tahun Rp 1. Pertunjukan temporer: a) dengan menggunakan harga tanda masuk b) tanpa menggunakan harga tanda masuk k.000.000.00 Rp 500. baru 2. Padang golf: a) kelas A (36 hole): 1) baru 2) daftar ulang b) kelas B (18 hole): 1) baru 2) daftar ulang c) kelas C (9 hole): 1) baru 2) daftar ulang 15. daftar ujang Rp 5.00 RpO.000.00 RpO. Taman rekreasi: a) baru b) daftar ulang 19.000.OO/tahun Rp 1.000.OO/tahun . Pagelaran kesenian: a) baru b) daftar ulang 22. I?in usaha kawasan pariwisata: 1. Arena latihan golf: a) baru b) daftar ulang 16.000.OO/tahun Rp 10.00 RpO. Gelanggang renang: a) baru b) daftar ulang 18.000.000.00 RpO. Kolam pemancingan: a) baru b) daftar ulang 21.00 RpO.000.000. Pangkas rambut: a) baru b) daftar ulang 17.000.000.OO/tahun Rp500. Taman Margasatwa: a) baru b) daftar ulang 20.00 RpO.000.000.OO/tahun Rp 20.000.00 RpO.00 RpO.000.14.OO/tahun Rp 30.OO/tahun Rp 1.000.OO/tahun Rp 300.000.000.000.

Golongan. izin penggalian/pengurugan dan pengangkutan tanah. Paragraf 2 Objek. izin ketenagalistrikan. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Ketenagalistrikan.Bagian Kelima Pertambangan dan Energi Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 51 (1) Pelayanan pertambangan terdiri dari: a. c. f. izin pemboran dan pemanfaatan air bawah tanah. penggantian biaya cetak peta. e. Nama dan Subjek Pasal 52 (1) Pelayanan pertambangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. d. izin pertambangan umum. g. . (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf b dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Penggalian/Pengurugan dan pengangkutan Tanah. h. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf d dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang mendapatkan dan memerlukan pelayanan pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. pemanfaatan ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu. izin pengusahaan minyak dan gas bumi. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf c dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi izin Pertambangan Umum. b. (3) Untuk mendapatkan pelayanan pertambangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. pemanfaatan air bersih.

(9) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (8) adalah Wajib Retribusi. (6) Subjek Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf f. (9) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf h dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu. (2) Subjek Retribusi Izin Penggalian/Pengurugan dan Pengangkutan Tanah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf b. (8) Subjek Retribusi Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf h. (7) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf f dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Penggantian Biaya Cetak Peta. (5) Subjek Retribusi Izin Pemboran Dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf e. . pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf d. (7) Subjek Retribusi Pemanfaatan Air Bersih adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf g. (4) Subjek Retribusi Izin Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi adalah orang. (8) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf g dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pemanfaatan Air Bersih. (3) Subjek Retribusi Izin Pertambangan Umum adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf c. Pasal 53 (1) Subjek Retribusi Izin Ketenagalistrikan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf a.(6) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi izin Pemboran dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah.

jenis pemanfaatan. biaya penyediaan peralatan. . ukuran. teknis pencetakan dan jumlah. biaya konservasi dan penertiban serta kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya segel dan biaya penertiban. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. (4) Tingkat penggunaan Jasa Izin Pengusahaan Minyak dan Gas Bumi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52. biaya analisa laboratorium. (3) Tingkat penggunaan jasa Izin Pertambangan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (4) diukur berdasarkan lokasi. resiko dan kualitas air.Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 54 (1) Tingkat penggunaan Jasa Izin Ketenagalistrikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (2) diukur berdasarkan kapasitas. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Penggalian/Pengurugan dan Pengangkutan Tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. biaya sosialisasi. jenis pemanfaatan air bawah tanah. (7) Tingkat penggunaan Jasa Pemanfaatan Air Bersih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (8) diukur berdasarkan volume. (8) Tingkat penggunaan jasa Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (9) diukur berdasarkan jenis. ayat (5) diukur berdasarkan volume. resiko dan waktu. volume. resiko dan waktu. lokasi. luas area dan waktu. (5) Tingkat penggunaan Jasa Izin Pemboran dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dimaksud dalam Pasal 52 ayat (6) diukur berdasarkan kedalaman pemboran. biaya pemeriksaan. biaya laboratorium. biaya pemeriksaan/pengecekan. volume. (6) Tingkat penggunaan Jasa Pengantian Biaya Cetak Peta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (7) diukur berdasarkan skala. kapasitas dan waktu. resiko dan waktu. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya pengumpulan dan pemutakhiran data. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 55 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Ketenagalistrikan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. (2) Tingkat penggunaan jasa Izin Penggalian/Pengurugan dan Pengangkutan Tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (3) diukur berdasarkan volume. resiko. resiko dan waktu. jenis bahan tambang. jenis.

biaya pengumpulan/pengolahan dan analisa data hidrogeologi. biaya pengujian. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan.000.00/5tahun . biaya konservasi dan penertiban kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. tanda daftar penyediaan tenaga listrik Rp0. pengolahan dan analisa data. biaya pemeriksaan. biaya koordinasi. biaya pemeriksaan/uji laik. biaya sosialisasi. biaya penertiban kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya pengumpulan. biaya pemeriksaan. biaya konservasi. perpanjangan izin operasional penyediaan tenaga listrik Rp2. perpanjangan izin usaha penyediaan tenaga listrik 3. ukuran. (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Pengusahaan Miyak dan Gas Bumi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. (5) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Pemboran dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (6) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. biaya sosialisasi. biaya peralatan.000. biaya sosialisasi. biaya operasional/pemeliharaan. Pasal 56 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. biaya sosialisasi. biaya pemeriksaan kualitas air. biaya operator. biaya penyusutan.(3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Pertambangan Umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. biaya pemutakhiran data.00/5tahun Rp500. jenis.00/5tahun Rp1. (7) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemanfaatan Air Bersih sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (8) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan.000. biaya meter air. biaya penyusutan.500.00/5tahun Rp250.500. biaya operasional/pemeliharaan. izin operasional penyediaan tenaga listrik 4. Izin ketenagalistrikan: 1. biaya analisa air. biaya penertiban. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. (6) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pengantian Biaya Cetak Peta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (7) adalah dengan memperhatikan skala.00/5tahun 5. biaya peralatan. biaya operator. teknis pencetakan dan jumlah peta. biaya konservasi dan penertiban. biaya sosialisasi. (8) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 ayat (9) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. izin usaha penyediaan tenaga listrik 2. biaya bahan bakar. biaya pengumpulan/pengolahan dan analisa data. biaya pemeriksaan.000. biaya segel. biaya analisa laboratorium.

000. izin pengusahaan SPBU 2.000.00/5tahun Rp10.500.00/5tahun Rp1.000. perpanjangan izin pengusahaan depo lokal 5. izin penyelidikan umum 2. izin pemasaran bahan bakar khusus Rp500. Izin penggalian/pengurugan dan pengangkutan tanah c. Izin pertambangan umum: 1.00/5tahun Rp2. perpanjangan izin eksplorasi 5.000. izin eksploitasi 6. perpanjangan tanda daftar penyediaan tenaga listrik 7.6.00/5tahun Rp250. d. izin penjualan dan/penampungan 12. perpanjangan izin pengolahan dan pemurnian 9.000. perpanjangan izin usaha penunjang tenaga listrik 9.000.000.000.00/tahun Rp2. perpanjangan izin penjualan dan/penampungan RplOOO. izin pengolahan dan pemurnian 8.00/10tahun Rp250.000. perpanjangan izin pengusahaan minyak tanah: a) pangkalan b) agen 7.500.000. izin pengusahaan depo lokal 4. b.00/5tahun Rp10. perpanjangan izin pengangkutan 11.000.000.00/5tahun Rp500. perpanjangan izin pengumpulan dan penyaluran minyak pelumas bekas 9.00/10tahun Rp1.00/5tahun Rp1.00/5tahun .500.00/5tahun Rp7.OO/tahun Rp500.000. perpanjangan izin penyelidikan umum 3.00/1 Otahun Rp50.OOO.000.000.000.00/5tahun Rp500.000. atas keterlambatan perpanjangan izin ketenagalistrikan dikenakan denda sebesar 100% (seratus persen) dari retribusi perpanjangan izin.00/5tahun Rp1.000.000.00/tahun /lokasi 13.000. pengesahan penanggung jawab teknik Rp0.000. perpanjangan izin pengusahaan SPBU 3.000.00/5tahun Rp5. izin pengusahaan minyak tanah: a) pangkalan b) agen 6.000.00/10tahun Rp100.000.00/tahun Rp1 000 000 00/tahun Rp1 500 000 00/1 Otahun Rp1 000 000 00/1 Otahun Rp2 000 000 00/1 Otahun Rp1 000 000 00/1 Otahun Rp500. izin pengangkutan 10.000. atas keterlambatan perpanjangan izin pertambangan umum dikenakan denda sebesar 100% (seratus persen) dari besarnya retribusi perpanjangan izin. perpanjangan izin eksploitasi 7.00/5tahun 10.00/5tahun Rp2. izin pengumpulan dan penyaluran minyak pelumas bekas 8.000. Izin pengusahaan minyak dan gas bumi: 1.000.000. izin usaha penunjang tenaga listrik 8.00/5tahun Rp100.000. izin eksplorasi 4.

rekomendasi penggunaan lokasi pendirian kilang 16.000.0Q/5tahun Rp1.000.000.00/2tahun Rp2.000.000.000.000.000.OO RpOO.000. perpanjangan izin pembukaan kantor perwakilan perusahaan sub sektor migas 13.000. non niaga Rp1.000. Izin pemboran air bawah tanah: a) instansi pemerintah dan sosial b) non niaga c) niaga kecil d) industri kecil e) niaga besar f) industri besar 2.00/5tahun Rp500. izin pengusahaan bahan bakar gas 22. perpanjangan izin pemasaran bahan bakar khusus 11.000.000.OO Rp1.00/2tahun Rp2.00/3bulan b. perpanjangan izin usaha jasa penunjang kegiatan migas Rp1.000.000. izin usaha jasa penunjang kegiatan migas 24.000.000.00/3bulan Rp5.000.00/2tahun Rp1.00/2tahun Rp500.000. atas keterlambatan perpanjangan izin pengusahaan minyak dan gas bumi dikenakan denda sebesar 100% (seratus persen) dari besarnya retribusi perpanjangan izin.10.000.00/2tahun Rp2. perpanjangan rekomendasi penggunaan kawasan hutan untuk kegiatan migas 15. perpanjangan rekomendasi penggunaan lokasi pendirian kilang 17.00/2tahun Rp1.000.000.00/2tahun Rp1.00/2tahun Rp500.000.000.000.000.00/3bulan Rp2.00/5tahun Rp2.00/3tahun Rp2.000. perpanjangan izin pengusahaan bahan bakar gas 23.00/3bulan Rp3.000. rekomendasi penggunaan kawasan hutan untuk kegiatan migas 14.00/2tahun Rp1.000.000.00/3tahun 25.000. Izin pemboran dan pemanfaatan air bawah tanah: 1.000. perpanjangan izin penggunaan wilayah kuasa penambangan diluar kegiatan migas 19.00/2tahun Rp1.000. izin penggunaan wilayah kuasa penambangan diluar kegiatan migas 18.000.000.00/3bulan Rp4. perpanjangan izin pendirian dan penggunaan gudang bahan peledak 21.500.000. izin pendirian dan penggunaan gudang bahan peledak 20. Perpanjangan izin pemboran air bawah tanah: a. e. izin pembukaan kantor perwakilan perusahaan sub sektor migas 12. instansi pemerintah dan sosial RpOO.000.000.00/3bulan .

Atas kelebihan debit dari yang diizinkan dikenakan denda sebesar 50% (lima puluh persen) dari golongan tarif/m . SIPA pantek b. Perpanjangan kartu pengenal instalasi bor 3 Rp2.00/3bulan Rp100.000.000 ukuran (50x50) cm g. . Izin pengambilan atau pemanfaatan: a.c.000/3tahun Rp100.00/liter Rp100. komersial Rp25.00/3tahun Rp500.000. Izin perusahaan pemboran air bawah tanah (SIPPAT) (SIPPAT) 7.00/3tahun Rp100.0073bulan Rp3.000/3tahun Rp500.000. Pemanfaatan Ketenagalistrikan di Kepulauan Seribu besarnya tarif retribusi disesuaikan dengan ketentuan tarif PLN. Perpanjangan izin perusahaan pemboran air bawah tanah 11.00/3bu!an Rp4. SIPA bor 5.000.000.000. niaga kecil d.500.000.000.00 h. Bagian Keenam Koperasi. Izin juru bor air bawah tanah 8. Perpanjangan izin pengambilan atau pemanfaatan Air Bawah Tanah: a. Penggantian biaya cetak peta Peta digital skala 1: 50.00/3bulan Rp5.000.00/3tahun 6. industri kecil e. pemakaian tempat usaha di lokasi binaan usaha mikro.000.000.000.00/3tahun Rp500.000/3tahun Rp500. f.0073tahun Rp100. industri besar 3.00/3tahun Rp500. Izin kartu pengenal instalasi bor 10.00/liter Rp500. niaga besar f. Usaha Kecil dan Menengah Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 57 (1) Pelayanan Usaha Mikro. Pemanfaatan air bersih: 1. masyarakat 2.000/3tahun Rp500. Kecil dan Menengah terdiri dari: a. Perpanjangan izin juru bor air bawah tanah 9.000. SIPA bor 4.000. SIPA pantek b.

Golongan. pemakaian tempat usaha di lokasi sarana pujasera usaha kecil dan menengah. Pasal 59 (1) Subjek retribusi tempat Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) dan ayat (2). h. pemakaian tempat usaha di lokasi binaan usaha kecil. intensitas pemakaian lokasi usaha dan jenis lokasi usaha. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. pemakaian tempat usaha di lokasi promosi dan pusat perdagangan usaha kecil dan menengah. . Paragraf 2 Objek. Kecil dan Menengah diukur berdasarkan luas lahan. orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau Pejabat yang ditunjuk. (3) Untuk mendapatkan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). pemakaian tempat usaha di lokasi sementara usaha mikro. batu alam. g. f.b. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 60 Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah di Lokasi Usaha Mikro. pemakaian sarana produksi/bengkel kerja usaha kecil dan menengah. d. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 57 ayat (1). pemakaian tempat usaha di lokasi usaha pedagang tanaman hias. (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah wajib Retribusi. pemakaian tempat usaha di lokasi terjadwal usaha mikro. c. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. e. Nama dan Subjek Pasal 58 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud pada Pasal 57 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi.

biaya rutin periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa.00/hari Rp2. biaya asuransi.000.00/hari Rp 9.000.Paragraf 4 Prinsip Penetapan.000.00/hari Rp 5.00/hari Rp 10.00/hari Rp 4.00/hari .00/hari Rp 2.000.000.500.00/hari Rp 3.00/hari Rp 9.000.000.00/hari b.000.000.500.000.00/hari Rp4. biaya perawatan/pemeliharaan.00/hari Rp 5.00/hari Rp 10.000. Pemakaian Tempat Usaha luas sampai dengan 4 m di Lokasi binaan Pedagang Usaha Mikro: 1) Tempat usaha tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 2) Tempat usaha setengah tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 3) Tempat usaha terbuka: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 2 2 Rp3.000. Pasal 62 Struktur dan besarnya tarif Retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.00/hari Rp6.00/hari Rp 3. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 61 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah di Lokasi Usaha Mikro. Pemakaian Tempat Usaha luas sampai dengan 4 m di Lokasi Sementara Usaha Mikro: 1) Tempat usaha tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 2) Tempat usaha setengah tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi Rp 2. dengan orientasi pada kemampuan usaha. Kecil dan Menengah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya penyusutan.000.

Tempat usaha setengah tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 3.000.00/m /hari untuk luas yang lebih dari 25 m .00/hari Rp 3. Tempat usaha tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 2.00/hari Rp 12. d.00/hari Rp 4.000.00/hari Rp 15.00/hari Rp 6.00/hari Rp 8.000. 2 2 2 e.000. Tempat usaha terbuka: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi Rp 3.00/hari 2.000. Tempat usaha setengah tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 3.000.00/hari Rp 14.000. Batu Alam.00/hari Rp 15.00/hari c.000.000.00/hari Rp 3.00/hari Rp 14.000. Tempat usaha tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi Rp 5.000.000. dikenakan retribusi sebesar Rp5. Pemakaian Tempat Usaha di Lokasi Usaha Pedagang Tanaman Hias.000.000.000.000.00/hari/pedagang.00/hari Rp 10.00/hari Rp 9.000. Tempat usaha terbuka: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi . Pemakaian Tempat Usaha di Lokasi Usaha Terjadwal Usaha Mikro dikenakan retribusi sebesar Rp5.3) Tempat usaha terbuka: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi Rp 2. Pemakaian Tempat Usaha luas sampai dengan 4 m di Lokasi Promosi dan Pusat Perdagangan Usaha Kecil dan Menengah: 1.000.00/hari Rp 4.000.00/hari 2 Pemakaian Tempat Usaha luas sampai dengan 4 m di Lokasi Sarana Pujasera Usaha Kecil dan Menengah: 2 1.00/hari Rp 8.00/hari Rp 9.000.000.00/hari Rp 12.00/hari Rp 10.000.00/hari Rp 5.000.00/hari dengan paling luas tempat dagang 25 m dikenakan tambahan Rp500.

pelayanan kesehatan di rumah sakit umum/khusus milik pemerintah daerah. Tempat usaha terbuka: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi Rp 2.00 2 3. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. Show room/ruang pertemuan perhari/8 jam h.000. pelayanan laboratorium kesehatan daerah.000. Untuk pelatihan per 10 orang/hari 2.000.000. b.00 Rp 100.000.00/hari Rp 10. Pemakaian Sarana Produksi/Bengkel Kerja Usaha Kecil dan Menengah: 1.g. c.00/hari Rp 6. Tempat usaha setengah tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 3.000. e.00 Rp 250.00/hari Rp 4. pelayanan mobil ambulance.000. Pemakaian Tempat Usaha luas sampai dengan 4 m di Lokasi Binaan Usaha Kecil 1.00/hari BAB V BIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT Bagian Kesatu Kesehatan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 63 (1) Pelayanan kesehatan terdiri dari: a.000. Untuk komersial per m 2 Rp 175.00/hari Rp 3.000.000. d. Tempat usaha tertutup: a) intensitas rendah b) intensitas sedang c) intensitas tinggi 2.00/hari Rp 2. pelayanan kesehatan di puskesmas dan penyediaan fasilitas/peralatan kesehatan dasar lainnya milik daerah. izin sarana/fasilitas kesehatan.00/hari Rp 9.000.00/hari Rp 3. .500.00/hari Rp 5.

(4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Sarana/Fasilitas Kesehatan. Paragraf 2 Objek. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 66 (1) Tingkat penggunaan Jasa Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) diukur berdasarkan jenis pelayanan kesehatan di puskesmas. (2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf c dan huruf d. jenis pelayanan kesehatan dasar. Golongan. dan jenis pelayanan kesehatan di rumah sakit umum daerah. Pasal 65 (1) Subjek Retribusi Pelayanan Kesehatan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf a dan huruf b. (3) Subjek Retribusi Izin Sarana/Fasilitas Kesehatan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf e. ayat (2) dan ayat (3) adalah Wajib Retribusi. . (4) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Nama dan Subjek Pasal 64 (1) Pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf a dan huruf b dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pelayanan Kesehatan.(3) Untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 ayat (1) huruf c dan huruf d dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah.

keahlian dan waktu. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya operasional dan pemeliharaan. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah fasilitas/peralatan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. pengobatan dan obat-obatan): a) poliklinik pagi b) poliklinik sore c) keur kesehatan d) pelayanan UGD/Puskesmas 24 Jam Poliklinik rawat jalan semi spesialis atau spesialis yaitu: Rp 2.00/orang/kunJungan Rp 5. 1. Pelayanan kesehatan di puskesmas dan penyediaan fasilitas/peralatan kesehatan dasar lainnya milik Pemerintah Daerah. lokasi.00/orang/kunjungan Rp 5. Rp 5. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Sarana/Fasilitas Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya perencanaan. biaya pembinaan dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan .000. jarak tempuh dan jumlah pemakaian. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. Pasal 68 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 63 adalah sebagai berikut: a.000.000. fasilitas. biaya penginapan dan konsumsi.00/orang/kunjungan Rp lO. biaya perawatan/pemeliharaan.OOO.OO/orang/kunJungan a) THT. Rawat jalan kesehatan dasar (pemeriksaan. (3) Tingkat penggunaan Jasa Perizinan Tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (4) diukur berdasarkan jenis usaha. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 67 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya pengawasan dan pengendalian. biaya pengujian. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dengan mempertimbangkan harga pasar. biaya pemeriksaan.00/erangflcunjufipri . biaya analisa laboratorium.(2) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 64 ayat (3) diukur berdasarkan jenis pemeriksaan.000.

m) fisioterapi.00/orang .00/brang Rp 50.000.000.00/orang Rp 7.000. n) klinik sanitasi.00/orang Rp 100.500.00/brang Rp 15.00/0rang Rp 7.000.500. f) klinik gizi.00/orang Rp 10.00/orang/kunjungan Rp 5.00/orang Rp 5.00/orang Rp 250.000.00/orang/kunjungan Rp 5.000.00/orang/kunjungan Rp 5.000. o) paru.000.000.00/brang*unjungan Rp 5.00/orang Rp 25.000. I) neurologi.000. d) kulit/kelamin.000. c) penyakit dalam. i) konsultasi remaja.b) anak.000.00/orang Rp 3.500.000.00/orang Rp 7.000.000.000. e) kebidanan.00/orang/kunjungan Rp 5. g) klinik jiwa.000.000.000.000.000.00/onsrtg/kunjungan Rp 5.00/oiang/kunjungan Rp 5.000. p) spesialis Perawatan tindakan khusus: a) Tindakan khusus gigi dan mulut: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 7) kelompok 7 b.00/orang Rp 50.00/orang Rp 250.000.00/orangrtcunjungan Rp 5.00/orang Rp 50. Tindakan khusus di Poliklinik/BP: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 c) Tindakan khusus mata: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 7) kelompok 7 Rp 5.00/orang Rp 1.00/orang/lcunjungan Rp 5.000.750. k) mata.00/brang Rp 100. j) akupuntur.00/orangAunjungan Rp 5.00/orang/kunjungan Rp 5.000.00/orang/kunjungan Rp 3.000.00/orang Rp 25.00/brang Rp 100.00/onmg/kunjungan Rp 5.000.000.00/orang/kunjungan Rp 5. h) konsultasi usia lanjut.00/orang/kunjungan Rp 5.000.000.

000.000.000.00/orang Rp 50.000.d) Tindakan khusus keluarga berencana dan KIA: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 e) Tindakan khusus kulit dan kelamin serta akupuntun 1) kelompok 1 2) kelompok 2 f) Tindakan khusus kebidanan (rumah bersalin): 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 g) Tindakan khusus THT: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 h) Tindakan khusus UGD/Puskesmas 24 Jam: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 Rp 5.000.00/orang Rp 25.000.000.000.000.000.00/orang b) Radiodiagnostik: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 Rp 15.00/orana Rp 9.00/orang Rp 75.000.00/orang Rp 10.000.000.00/orang Rp 30.00/orang Rp 10.00/orang Rp 7.00/orang Rp 25.00/orang Rp 20.000.000.00/orang Rp 200.000.500.00/orang Rp 100.00/orang Rp 15.00/brang Rp 100.000.000.000.00/orang Rp 30.000.00/orang Rp 150.00/orang Rp 2.00/orang Rp 9.00/orang Rp 3.000.000.500.00/orang Rp 7.00/orang 3) kelompok 3 Rp 35.000.000.00/orang Rawat jalan penunjang kesehatan sederhana: a) labotarium klinik: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) kelompok 1 kelompok 2 kelompok 3 kelompok 4 kelompok 5 kelompok 6 kelompok 7 kelompok 8 Rp 1.000.000.00/orang Rp 30.00/orang Rp 5.000.00/orang Rp 25.00/orang .00/orang Rp 50.007orang Rp 20.

000.000.000.000.000.00/contoh Rp 25.000.00/orang Rp 25.000.00/brang Rp 15.00/brang Rp 2.00/bontoh Rp 10.000.00/contoh Rp 15.000. Lain-lain pelayanan kesehatan: a) angkutan mobil pusiing/1 kali pakai b) pemeriksaan mayat Rp 250.00/orang Rp 2.000.000.00/Orang Rp 20.000.000.00/orang Rp 10.000.00/orang Rp 7.000.000.000.00/orang Rp 15.000.500.500.00/orang Rp 350. Rawat inap rumah bersalin a) perawatan 1 (satu) hari: 1) kelas 3 2) kelas 2 3) kelasi B 4) kelas 1 A (AC) b) pertolongan partus: 1) bidan 2) dokter umum 3) konsul dokter spesialis 4) pertolongan partus oleh dokter Kebidanan c) perawatan ibu: 1) visite dokter umum 2) visite dokter spesialis d) perawatan bayi: 1) perawatan bayi tanpa kelainan 2) perawatan bayi khusus 3) dokter spesialis anak (konsul) e) tindakan rumah persalinan: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 6.00/Jenazah .00/orang Rp 15.00/orang Rp 15.00/brang Rp 35.00/orang Rp 10.00/orang Rp 5.00/orang Rp 100.000.00/orang Rp 10.000.000.000.4) kelompok 4 c) Elekiromedik: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 d) Laboratorium kesling pemeriksaan air: 1) air bersih bakteriologi 2) air bersih kimia 3) air kolam renang 4) air limbah 5.00/brang Rp 25.00/4 parameter Rp 100.000.00/orang Rp 400.00/orang Rp 10.00/orang Rp 30.000.00/orang Rp 25.000.00/orang Rp 15.

000.00/orang Rp 35.b.000.00/orang Rp 50. Perawatan: a) kelas III a per hari b) kelas III b per hari 4.000.00/orang .00/onmg Rp 35.00/orang Rp 90.00/orang Rp 30.00/orang Rp 200.000. 6.000. Pelayanan kesehatan di rumah sakit umum/khusus milik Pemerintah Daerah: 1.00/orang Rp 75.000.00/orang Rp 12.000.00/orang Rp 18.000.00/orang Rp 85.000.000.00/orang k) kelompok 11 m) kelompok 13 n) kelompok 14 o) kelompok 15 p) kelompok 16 q) kelompok 17 Rp 115.00/orang Rp 75.000.00/brang Rp 25.00/orang Rp 80.000.00/orang Rp 250.000.000.00/orang Rp 5.00/orang Rp 300.00/orang Rp 15.00/orang Rp 35.00/orang Rp 60.000.00/orang Rp 40.000.000.000.000.000. Perawatan bayi sehat per hari Perawatan bayi sakit per hari Perawatan dengan blue light per hari Pemeriksaan patologi klinik: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) j) I) kelompok 9 kelompok 10 kelompok 12 Rp 30. 8.000.00/orang Rp 20.00/orang Rp 24.000.00/orang Rp 8.000.00/orang Rp 50.000.00/orang Rp 50. Poliklinik spesialis pagi Rp 5.000.000.00/orang Rp 70. 7.00/orang Rp 150. Perawatan isolasi per hari 5.00/orang Rp 40.000. Kamar gawat darurat (IGD): a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 Rp 15.000.00/orang Rp 55.000.000.00/orang 2.000.000.000.000.00/orang RP 100.00/orang 3.

00/orang Rp 415.000.r) kelompok 18 s) kelompok 19 t) kelompok 20 U) Rp 135.00/orang Rp 75.00/orang Rp 35.00/orang Rp 65.00/orang 10.00/wang kelompok 9 kelompok 10 kelompok 12 k) kelompok 11 i) m) kelompok 13 n) kelompok 14 0) kelompok 15 Rp I.00/orang 260.00/orang Rp 15.00/orang Rp 750.00/orang Rp 110.OOO.00/Orang R p kelompok 21 kelompok 23 v) kelompok 22 W) 205.00/orang 270.00/orang Rp 150.00/orang Rp 40.000.00/orang Rp 210.00/orang Rp 300.000.000.00/orang 225.OO/orang .00/orang Rp 375.000.00/orang Rp 275.000.00/orang Rp 100.00/orang Rp 165.00/orang 275.000.000.000.000.00/orang Rp 185.000.000.000.00/orang Rp 250.OOO.000.000.000.00/orang Rp 510.000. Patologi anatomi: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 R p R p R p R p R p Rp 285.000.00/orang 240.00/orang Rp 600.000.00/orang 250.000. Pemeriksaan radio diagnostik: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) j) Rp 26.000.000.000.000.000.00/orang Rp 465.00/orang Rp 225.00/orang Rp 50.000.000.00/orang Rp 290.000.000.00/orang Rp 155.000.000.000.000.000.000.00/orang R p x) kelompok 24 y) kelompok 25 z) kelompok 26 aa)kelompok27 bb)kelompok28 cc)kelompok29 dd)kelompok30 9.00/orang p R 300.

000.00/orang Rp 200.00/orang Rp 350.000.00/brang Rp 5.00/orang Rp 300.00/orang Rp 150.00/orang Rp 15.000.ooo.000.000.00/orang Rp 10.00/brang Rp 30.00/orang Rp 80.000.000.000.000.00/orang Rp 350.000.oo/orang .000.000.000.00/orang Rp 1.00/orang Rp 100.00/orang Rp 10.000.000.000.00/orang Rp 800.00/orang Rp 275.000.000.000.00/orang Rp 600.00/orang Rp 40.500.000.00/orang Rp 70.000. Pemeriksaan elektro medik: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 k) kelompok 11 I) kelompok 12 m) kelompok 13 n) kelompok 14 0) kelompok 15 12.00/orang Rp 45.00/orang Rp 20.000.000.00/orang Rp 260.00/orang Rp 450.00/orang Rp 1.000.00/orang Rp 250.000.00/orang Rp 2.000.00/orang Rp 500.00/orang Rp 300.00/orang Rp 700.000.000.00/orang Rp 60.000.000.p) kelompok 16 q) kelompok 17 r) kelompok 18 s) kelompok 19 11.00/orang Rp 200.00/orang Rp 225.750.000.00/orang Rp 175.000.000.000.00/orang Rp 110.000.000.250.000.00/orang Rp 1.00/orang Rp 150. Tindakan ringan rumah bersalin/RJ/RI: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 1) kelompok 9 j) I) kelompok 10 kelompok 12 k) kelompok 11 m) kelompok 13 n) kelompok 14 o) kelompok 15 p) kelompok 16 q) kelompok 17 Rp 1.

000.00/orang Rp 600.000.00/orang Rp 500.000.000.000.00/orang Rp 500.000.00/Orang Rp 600.200.000.00/brang Rp 1.00/orang Rp- Rp 250.000.00/orang Rp 25.00/orang Rp 450.00/orang Rp 800.r) kelompok 18 s) kelompok 19 t) kelompok 20 13.00/orang Rp 350.00/orang Rp 800.000.000.000.00/brang Rp 400.000.000.00/orang Rp 1.000.000.00/orang Rp 1.000.00/orang Rp 15.000.000.00/orang Rp 1.00/orang Rp 300. Pelayanan Persalinan Kelas III: a) persalinan normal b) persalinan dengan penyulit 1 c) persalinan dengan penyulit 2 15.00/orang Rp 100.000.00/brang Rp 50.00/orang .00/oreng Rp 250.00/brang Rp 20.00/orang Rp 400.00/orang Rp 500.00/orang Rp 750.00/orang Rp 850.000.00/orang Rp 900.000.00/orang Rp 1.00/orang Rp 350.00/orang Rp 1.000.000.000.000.000.000.750.250.00/orang Rp 300.000. Pelayanan tindakan medik: a) tindakan medik kecil 1 b) tindakan medik kecil 2 c) tindakan medik kecil 3 d) tindakan medik sedang 1 e) tindakan medik sedang 2 f) tindakan medik sedang 3 g) tindakan medik besar 1 h) tindakan medik besar 2 i) tindakan medik besar 3 j) tindakan medik khusus 1 k) tindakan medik khusus 2 I) tindakan medik khusus 3 m) tindakan medik cito 2 kali total tindakan medik 14.500.00/orang Rp 200. Tindakan gigi dan mulut: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 k) kelompok 11 I) kelompok 12 m) kelompok 13 n) kelompok 14 o) kelompok 15 Rp 400.000.000.000.500.000.000.00/orang Rp 450.000.

000.00/orang Rp 800. Pelayanan khusus Rumah Sakit Duren Sawit a) Psikiatri dan Napza Rp 1.00/orang Rp 2.000.000.000.000.000.00/orang Rp 15.000.000.p) kelompok 16 Rehab medik: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok? h) kelompok 8 i) kelompok 9 j) kelompok 10 Perawatan jenazah: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c} kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 18.00/orang Rp 1.000.00/orang Rp 2.000.200.00/orang Rp 38.00/orang Rp 20.00/jenazah Rp 700.000.000.00/|enazah Rp 75.000.00/orang/kunjungan .000.000.000.00/orang Rp 3.00/orang Rp 22.00/orang Rp 12.000.000.00/orang Rp 34.00/orang Rp 5.000.000.000.00/]enazah Rp 150.000.000.00/jenazah Rp 800.00/Jenazah Rp 600.800.00/orang Rp 42.000.00/orang a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 20.00/Jenazah a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 19.00/brang Rp 4. Tindakan medik khusus /kosmetik: Rp 450.000. Bedah rawat jalan/ ODC Rp 2.00/orang Rp 17.000.000.000.00/orang 1) Tindakan Ringan Rawat Jalan/Rawat Inap Psikiatri/Napza Pendaftaran Family Therapi Rp 5.00/orang/kunjungan Rp 45.000.00/orang Rp 15.000.000.00/orang Rp 1.00/Jena2ah Rp 450.000.00/orang Rp 25.00/brang Rp 30.000.000.000.000.000.

00/orang /paket Rp 5.000.00/orang/kunjungan Rp 150.000.000.00/orang/kunjungan Rp 45.000.00/orang/kunjungan Rp 25.000. S/Parafln/HOT PACK Brain Rehab/latihan IQ -95- Rp 45.000.00/orangflcunjungan Rp 60.000.00/orangflcunjungan Rp 25.00/orang/kunjungan Rp 60.000.000.000.00/orang/kunjungan Rp 30.000.00/orang/kunjungan Rp 45.000.00/orang/kunjungan Rp 20.00/orartg/kunjungan Rp 15.00/orang/kunjungan Rp 60.00/orang/kunjungan Rp 45.000.000.000.000.00/orang/kunjungan Rp 1.000.000.000.000.000.00/orang/kunjungan Rp 60.00/orang/kunjungan Rp 80.00/orang/kunJungan Rp 30.00/orang Rp 45.000.000.500.00/orang Rp 15.000.00/orang/kunjungan Rp 5.00/orang/kunjungan .00/orang/kunjungan Rp 80.000.00/orang/kunjungan Rp 25.00/orang/kunjungan Rp 30.00/orang/kunjungan Rp 80.000.000.000.000.Group Therapy TAK Surat Kesehatan Jiwa Psikoterapi I Psikoterapi II Psikoterapi III Rehabilitasi Mental Home Visit dalam Wilayah Home Visit luar Wilayah Home Visit luar DKI 2) Tindakan Medik Khusus Detox I Detox II Rehabilitasi narkoba Sleep Laboratorium b) Psikologi Tindakan Ringan Rawat Jalan Psikologi Pendaftaran Family Therapi Group Therapy Surat Kesehatan Jiwa Test Minat Test IQ Test EQ Test Bakat Test Seleksi Pekerjaan Psikoterapi I Psikoterapi II Psikoterapi III c) Rehab medik Pendaftaran Exercise tanpa alat /ringan/Pemeriksaan ADL Exercise dengan 1 alat/Infra red Terapi Inhalasi + Chest Therapy Exercise dengan Static Cycle/sedang Terapi dengan U.00/orang /paket Rp 3.000.00/orang/paket Rp 1.000.000.00/orangAunjungan Rp 45.00/orang/kunjungan Rp 45.000.000.00/orang/paket Rp 2.00/orangflojnjungan Rp 60.000.00/orangflcunjungan Rp 15.00/orang/kunjungan Rp 20. S/8erat/E.000.

Toys Terapi / OT Terapi Wicara/Behavior/SI Terapi Bin Roh Terapi SWD / E.500.00/contoh Rp450.Ringan Rp 42 000.00/contoh Rp350.000 00/orang/kunjungan Rp 25 000 00/orang/kunjungan Rp 25 000 00/orang/kunjungan Rp 25 000 00/orang/kunjungan Rp 30 000 Rp 30 000 00/orang/kunjungan Rp 30 000 00/orang/kunjungan Rp 30 000 00/orang/kunjungan Rp 34 000 00/orang/kunjungan Rp 34 000 00/orang/kunjungan Rp 34 000 00/orang/kunjungan Rp 34 000 Rp 34 000 Rp 34 000 00/orang/kunjungan 00/orang/kunjungan 00/orang/kunjungan Rp 34 000 00/orang/kunjungan Terapi dg 3 alat listrik + Exc.00/km Rp100.00/kali Rp50.500.000. Pemeriksaan doping atlet: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 d) kelompok 4 e) kelompok 5 f) kelompok 6 g) kelompok 7 h) kelompok 8 i) kelompok 9 Rp20.00/contoh Rp500.000.200.00/contoh Rp600.ringan Rp 25.000 00/orang/kunjungan Rp 25. Pelayanan laboratorium kesehatan daerah: 1.00/contoh Rp700. Pelayanan Mobil Ambulan 1.00/contoh Rp1. Angkutan orang sakit dalam kota lain wilayah 3. Angkutan orang sakit dalam kota satu wilayah 2.00/contoh .00/kali Rp2.750.000.000.000.00/kali Rp1. Penggunaan mobil jenazah dalam kota 5.00/orang/kunjungan Tarif Khusus Pembuatan Alat Bantu c. Penggunaan mobil jenazah keluar kota d.000.000.000.000.000.000.00/contoh Rp1.000.00/km Rp300. Angkutan orang sakit keluar kota 4.S / Tens / MWD Terapi inhalasi + Chest Therapy + Infra red Terapi Traksi lumbal/cervical Home Program/Touch therapy Terapi Snozlen/Terapi relaksasi Ketrampilan / Lukis Rehab MTPS dengan lidocain inj Biofeedback Terapi Laser Treadmill exercise Terapi Whirpool Terapi Ken A Terapi 2 alat listrik + Exc.00/contoh Rp1.500.

000.00/contoh Rp210.000.000.00/contoh Rp300.000.000.000.00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp180.000.000.000.00/contoh Rp250.000.00/contoh RpiOO.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp120.00/contoh Rp 300.00/contoh Rp200.00/contoh Rp100.000.000.00/contoh Rp30.000.00/contoh Rpi20.00/contoh Rp 65.Penelitian a) Uji kromatografi tanpa preparasi: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 b) Uji kromatografi dengan preparasi: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 c) Uji spektrophotometer tanpa preparasi: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 d) Uji spektrophotometer dengan preparasi: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 5) kelompok 5 6) kelompok 6 Pemeriksaan mutu obat dan makanan: a) mutu obat: Uji Kadar (Kuantitatif) 1) Uji dengan spektropotometri: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2) Uji kadar/disolusi: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp300.000.00/contoh Rp80.000.000.000.00/contoh Rp250.00/contoh Rp400.00/contoh Rp35.000.000.000.00/contoh Rp350.000.00/contoh .00/contoh Rp 300.000.00/contoh Rp350.00/contoh Rp180.00/contoh Rp40.00/contoh Rp 150.0GO.00/contoh Rp400.000.000.000.00/contoh Rp55.000.000.000.00/contoh Rpi50.00/contoh Rp120.00/contoh Rp350.

a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Pemeriksaan toksikologi choHnertsriie: a) kelompok 1 b) kelompok 2 c) kelompok 3 1) Uji cemaran residu pestisida organoklorin: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2) Uji cemaran residu pestisida organophosfat a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 Rp 100.00/contoh Rp400.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp35.00/contoh Rp 160.00/contoh Rp750.000.00/contoh Rp1.000.250.00/contoh Rp35.000.000.000.000.00/contoh Rp220.000.000.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp120.00/contoh Rp75.000.00/contoh Rp300.000.000.00/contoh Rp30.00/contoh Rp 180.00/contoh Rp200.000.00/contoh Rp50.000.000.000.b) Mutu makanan: zat adiktif (pewarna.000.000.000.00/contoh Rp200.00/contoh Rp 160.00/contoh Rp45.000.000.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp40.000. pemanis dan pengawet) 1) Uji dengan kromatografi tapis Dpfc: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2) Uji kadar dengan •peklrafetomtlri: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3) Uji dengan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4) Uji kadar gula total: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5) Uji kadar gula sacharesa: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6) Kadar gula pereduksi: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7) Uji kadar air.00/contoh Rp 100.000.000.00/contoh Rp1.000.00/contoh Rp50.00/contoh Rp1.000.000.00/contoh Rp350.00/contoh Rp750.00/contoh .000.000.00/contoh Rp60.000.

000.00/contoh Rp5.00/contoh Rp7.000.00/contoh Rp8.000.000.000.00/contoh Rp6.00/contoh Rp 9. Kekeruhan: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).000.00/contoh Rp 7.00/contoh Rp 12.00/corrtoh Rp 15.500.000.000.00/contoh Rpi5.00/contoh Rp12.00/contoh Rp12.00/contoh RplO.00/contoh Rp6.000.00/contoh Rp12.00/contoh Rp12. Zat padat terendapkan: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8).000. Kecerahan: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4). Zat padat terlarut (TDS): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9).000.000.500. Zat padat total: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 Rp 7.000.000.00/contoh Rp6.000. Zat padat tersuspensi (TTS): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 10).00/contoh Rp7. Daya hantar listrik: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).000.c)) kelompok 3 Pemeriksaan/ analisis kimia air a).00/contoh .00/contoh Rp7.00/contoh Rp 7.00/contoh Rp 10.500.000.00/contoh Rp7.000.500.000.000. Fisika: 1). Warna: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2).00/contoh Rp5.00/contoh Rp6.000.000. Suhu: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c» kelompok 3 5).000.000.00/contoh Rp7. Salinitas: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6).00/contoh Rp 9.00/contoh Rp 9.00/contoh Rp9.000.00/contoh Rp5.

00/contoh Rp22. Kesadahan total: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 10).00/contoh Rp72.c)) kelompok 3 b).00/contoh Rp12.500. Fluorida: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).00/contoh Rp 62. Nitrat (sebagai N): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp30. Kimia: 1).500.500. Amonia total: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).500.000. Kesadahan magnesium: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9).000.00/contoh Rp 62. Klorin: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6).000.00/contoh Rp 59.00/contoh Rp12.00/contoh Rp22.000. Amonia bebas: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c» kelompok 3 2).000.00/contoh Rp18.500.00/contoh Rp 20.000.00/contoh Rp10.00/contoh Rp 20.500.000.00/contoh .00/contoh Rp 15.000.00/contoh Rp 15.000.00/contoh Rp 17.000.00/contoh Rp 57.500.00/contoh Rp 57. Karbondioksida/ bikarbonat: a)) kelompok 1 b» kelompok 2 c)) kelompok 3 4).00/contoh Rp 20. Kesadahan calcium: a» kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8).000.00/contoh Rp22.000.500.00/contoh Rp 17.000.00/contoh Rp 25.00/contoh Rp 40.000.000.00/contoh Rp 57.00/contoh Rp22. Klorida: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).000.00/contoh Rp 17.500.000.000.000.00/contoh Rp 20.500.00/contoh Rp 35.000.00/corrtoh Rp70.00/contoh Rp 62.

00/contoh Rp 19.00/contoh Rp 25.000.500.00/contoh Rp23. Detergent (extract carbon cloroform): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).00/contoh Rp 6.000.000.00/contoh Rp 22.000.000.00/contoh Rp 60.000.000.000.000.000. Khusus 1).00/contoh Rp5. Sulfat: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 14). pH: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 13).00/contoh Rp22.00/contoh Rp10.00/contoh Rp 15.000.000.00/contoh Rp 7.000.00/contoh Rp 70.00/contoh Rp 15.00/contoh Rp62. BOD (kebutuhan oksigen biologi): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2).000.000.00/contoh Rp 20.000.00/contoh Rp 20.000.00/contoh Rp 17.00/contoh Rp 120.00/contoh .00/contoh Rp 70.500.00/contoh Rp 28. DO (oksigen terlarut): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6).000. Cyanida: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).000. Sulfida: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 c).00/contoh Rp 65.00/contoh Rp 60.000.00/contoh Rp 17.500.000.00/contoh Rp 70.00/contoh Rp 20.500. Nrtrit (sebagai N): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 12).000.000.000.00/contoh Rp 65.11).500. COD (kebutuhan oksigen kimiawi): a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).500. Minyak dan lemak: a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp112.00/contoh Rp 115.00/contoh Rp 65.00/contoh Rp12.

00/contoh Rp 120.00/contoh Rp100.00/contoh Rp125.000.00/contoh Rp350.00/contoh Rp 300.000.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp115.000.000.000.00/contoh Rp 75.000. 1 sampai dengan 3 jenis a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2). Phenol a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9).00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp400.00/contoh Rp 100.000.00/contoh Rp 125. Zat organik (sebagai KMNO4) a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8). Air raksa a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).000.000.000.000.000.000.00/contoh Rp 68. Besi a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).000.500.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp75. Boron a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp112.00/contoh .00/contoh Rp 62.000.000.000.000.00/contoh Rp 55.00/contoh Rp 60.500.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 125.000.000.000.00/contoh Rp 65.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 75.000.000. Aluminium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4). Senyawa aktif biru mettten (surfaktan) a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 d).00/contoh Rp 100.7).00/contoh Rp 75. Arsen a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).000.00/contoh Rp 100.000. Logam: 1). Barium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6).000.

000.000.00/contoh Rp75.000.00/contoh a}} kelompok i b)) kelompok 2 c)) k@te.00/contoh Rp 75. Magnesium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 15).007cont< i Rp 125.00/contoh Rp 125. Cadmium a)) kelompok 1 c)) kelompok 3 8).000.00/contoh Rp 125.000.000.000. Natrium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 17).000.00/contoh Rp 75.8).00/contoh Rp125.007contoh Rp 75.000.000.apoK 3 10).00/contoh Rp 75. Selenium a)) kelompok 1 .000.00/contoh Rp 100.000.00/contoh Rp 100.000.000.00/cc itoh Rp 125.00/contoh Rp100. Kalium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 14).00/contoh Rp100.000 00/contoh Rp 75.000.000.00/contoh Rp100.000.00/contoh Rp 100.000.000.000.00/contoh Rp 125.000.00/contoh Rp 100. CalCiUiHi Rp 75.000. Nikel a)) kelompok i b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 18). Chromium hexavalent (Cre+) a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 12).000. Chromium a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 11).000.00/contoh Rp 75.000.007contoh Rp 100.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 100.000.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 100. Cobalt a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 13). Mangan a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 16).000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp125.00/contoh Rp 125.000.00/contoh Rp 125.

000. Air bersih a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2).000.00/contoh Rp 100.000.00/contoh Rp75.00/contoh Rp 500.000.000.000.00/contoh Rp450.000.00/contoh Rp 125.b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 19).00C.00/contoh Rp 100. Air buangan (limbah) a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).000.00/contoh Rp 390. Air kolam renang a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).00/contoh Rp600.00/contoh Rp 125.000. Timbal a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 e).000. Air badan air/ air sungai a)) kelompok 1 Rp 100.000.000.000.00/contoh Rp400.000.00/contoh Rp 125.000. Tembaga a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 23).00/contoh Rp475.000. Seng a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 20). Silver a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 21).00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 100.000.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp550.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp75.000.00/contoh Rp430.00/contoh Rp350.00/contoh Rp300.00/contoh Rp 250.000.000.000.00/contoh Rp 175.000.00 /contoh Rp 100.00/contoh Rp200.00/contoh Rp 100.000.00/contoh b)) kelompok 2 .000.000. Air minum/ air kemasan a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3). Mutu air (kimia) 1).00/contoh Rp75. Strontlum a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 22).00/contoh Rp 500.00/contoh Rp 125.00/contoh Rp 125.000.000.000.

00/contoh Rp65. Air pemandian umum a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Pemeriksaan Napza (Narkotika.000.000.00/contoh Rp35.000.000.000. Phencyclidine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp350. Skrining (urin) 1).000.00/contoh Rp55.000.000.00/contoh Rp65. Methadone a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8). Benzodiazephines a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).000.000.000.00/contoh Rp400.000.00/contoh Rp75.00/contoh Rp55.00/contoh Rp65.000.00/contoh Rp55.00/contoh Rp65.000. Psikotroplta 4m lat adiktif lainnya) a).00/contoh Rp35.00/contoh .c)) kelompok 3 6).000. Cocaine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).000.00/contoh Rp65.000.000.000.000.00/contoh Rp65.00/contoh Rp35.000. Opiates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).000.000.00/contoh Rp65.000.00/contoh Rp35.000.00/contoh Rp35. Barbiturates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).00/contoh Rp55.000.00/contoh Rp55.00/contoh Rp55.00/contoh Rp75.00/contoh Rp55.00/contoh Rp35.00/contoti Rp65. Amphetamines a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2).00/contoh Rp500.000. Cannabis a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6).00/contoh Rp55.

00/contoh Rp65. Opiates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3). Methadone a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8).000.00/contoh Rp300.000.00/contoh Rp75.00/contoh Rp400. Benzodiazephines a» kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).000. Barbiturates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).00/contoh Rp300.000.000.00/contoh Rp400.00/contoh Rp350.9). Propoxyphene a)) kelompok 1 Rp300.00/contoh Rp350. Konfirmasi urin 1).000.000.000.000.00/contoh Rp400.00/contoh Rp350.000.00/contoh Rp350.00/contoh Rp55.000.00/contoh Rp350. Propoxyphene a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 b).00/contoh Rp300.000.00/contoh Rp400.000. Phencyclidine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 9).00/contoh Rp300.00/contoh Rp300.000.000.00/contoh Rp350.000.000. Amphetamines a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2).00/contoh Rp350.000.000.000.000.00/contoh Rp350.00/contoh Rp400.000.00/contoh Rp400.00/contoh Rp300.000.000.000. Cannabis a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c» kelompok 3 6).000.00/contoh Rp400.000.00/contoh .00/contoh Rp400. Cocaine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).00/contoh Rp300.

00/contoh Rp400.00/contoh .000.00/contoh Rp400.000.000.00/contoh Rp 350. Konfirmasi (Darah) 1).000.00/contoh Rp 350.00/contoh Rp350.000.000.000.00/contoh Rp 500.00/contoh Rp500. Nicotine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 c).000.000.000.00/contoh Rp400.00/contoh Rp 300.000.000.000.000.000.00/contoh Rp400. Barbrturates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 5).00/contoh Rp500.00/contoh Rp400.000. Benzodiazephines a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 4).000.000. Amphetamines a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 2).000. Opiates a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 3).00/contoh Rp500.000. Phencyclidine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Rp350.00/contoh Rp 350. Cannabis a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 6).00/contoh Rp350.000.00/contoh Rp400.b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 10).00/contoh Rp350.00/contoh Rp350.00/contoh Rp400.00/contoh Rp350.000.00/corrtoh Rp350.000.000.00/contoh Rp500.000.00/contoh Rp400.000.00/contoh Rp400. Cocaine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 7).000.000. Methadone a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 8).00/contoh Rp500.000.00/contoh Rp400.00/contoh Rp500.00/contoh Rp500.

00/contoh Rp70.00/contoh .00/contoh Rp400.000.000.000.000.000.000.00/corrtoh Rp500. Total Plate Count 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 d). Salmonella 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 f).00/contoh Rp60.00/contoh Rp70.000.00/contoh Rp350.00/contoh Rp400.000.00/contoh Rp75.000.00/contoh Rp40.000.00/contoh Rp55.9). Staphylococcus aureus 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 g).000.00/contoh Rp500.000. Coli 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 e).00/contoh Rp 150.00/contoh Rp75.000.00/contoh Rp 120.000.000.000.000.000.000.000.00/contoh Rp350.000.000.00/contoh Rp60.000.00/contoh Rp500.000.00/contoh Rp350.00/contoh Rp55.00/contoh Rp60.000.00/contoh Rp 100.00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp75. Alkohol a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 11).00/contoh Rp40. Propoxyphene a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 10).00/contoh Rp400.00/contoh Rp 150.000. Nicotine a)) kelompok 1 b)) kelompok 2 c)) kelompok 3 Pemeriksaan mikrobiologi: a) MPN coliform: 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 b) MPN Fecal Coliform 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 c). Vibrio Sp 1) kelompok 1 Rp 100.

00/contoh Rp75.00/contoh Rp25.00/contoh Rp75.000.00/contoh Rp25.00/contoh Rp50. Malaria 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 g).00/contoh Rp40.00/contoh Rpi10.00/contoh Rp35.000.00/contoh Rp35. Leptospirosis 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 c).000.000.00/contoh Rpl80.00/contoh Rp200.000.000.000.00/contoh Rp90.000.000.000. Bacillus cereus 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 i).00/contoh Rp40. TPHA 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 e).00/contoh Rp50. HIV/AIDS 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 4) kelompok 4 d).000.000.00/contoh Rp30.00/contoh Rp 100.000.00/contoh Rp210.000.00/contoh Rp30.00/contoh Rp35.000.00/contoh Rp75. BTA Direct 1) kelompok 1 Rp 120.00/contoh Rpi 50. Demam Berdarah Dengue (DBD) 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 b).00/contoh Rp50.000.00/contoh Rp60.000.000.000.00/contoh Rp50.00/contoh Rp 150. Pewarnaan gram/ zeil nelson 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 Pemeriksaan epidemiologi/ penyakit menular a).00/contoh 2) kelompok 2 .00/contoh Rp60.00/contoh Rp 150.000.000.000.000.2) kelompok 2 3) kelompok 3 h).000.000.000.000.000.00/contoh Rp 150.000. VDLR 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 f).

00 [2W KECUALI TOKO OBAT 2 TAHUN 500.O0 Rp RP Rp 3. PABRSC OBAT TRADISIONAL 0.000.5OOJ0O.00/contoh Rp75.00 • GANTI HAMA radJSAHAAN 1.000.000X0 .500X08^0 1.Madya • Pntama 2).000.000. OM MENURKAH • Utama .000.00/contoh Rp90.00 2.090X0 • Mft • Pratama .flO 1X00. IZM SEMENTARA • Utama • Madya • Pratana I ) .GANTI PENANGGUNG JAWAB TEKNB 280.500X00X0 . SERTITKAT PENYULUHAN MAK7MW f).500. MKJSTO KEC&CIATTRADISIONAL d).00/contoh Rp50. Retribusi izin sarana/fasilitas kesehatan SARANA JEWStZM RETRIBUSI Rp40. TOKO OBAT C).00 Rp Rp Rp 3. PEDAGANG BESAR FARMASUBUAHH BAKU FARMASI m).000. USAHA PENYALUR ALAT KESEHATAN REKOMENDASI REKOMENDASI REKOMENDASI REKOMENDASI REKOMENDASI REKOMENDASI REKOMENDASI Rp Rp «P Rp Rp «P Rp DEMROAN HALNYA DENGAN REKOMENDASI 1.000.000.PERLUASAN PERUSAHAAN TpMDAH ALAMAT PERUSAHAAN SETIAP ADA PERUBAHAN DKEHAKAH TAJBF RETRBJU5I CM tm OM D» SM | ) .00/contoh Rp60.0O0.soo.00 •GANTI PEMRJK 750. KESEHATAN 1.000.00/contoh WAKTU 1 FARMASI MAKANAN/MINUMAN: • ) .000X0 3.503. PABRK KOSMETK J).00/contoh Rp200.00/contoh Rp50.000.500.00/contoh Rp75.00/contoh Rp150.000.000. Hepatitis B 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 e.000. CABANG/SUB PENYALUR ALAT KES. PABRK PERBEKALAN KE5. PABRK OBAT h). RUMAH SAUT UMUM/KHUSUS 1). Antibodi Basil TB (Tuberculosis) 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 i).00/contoh Rp 175. Hepatitis A 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 k).009X0 2. YANKES 5PE5UL5 a).000. Widal test/salmonella 1) kelompok 1 2) kelompok 2 3) kelompok 3 j).M IZM ADA M DEP.000.000X0 SETIAP ADA PERUBAHAN DKENAKAN 1. PABRIK ALAT KESEHATAN k). CABANG PEDAGANG BESAR FARMAS tm IZM Rp «P Rp «P Rp «P 1. e).500.000.500. APOTEK b).00 2.RUMAH TANGGA 1).000.ootyw 1.000.509X00X0 1.000 OOft.000.3) kelompok 3 h).000.00/contoh Rp60. Rekomendasi tdn Tetap • Utama RP Rp Rp 1.00/contoh Rp75.09 SETIAP ADA PBBJBAHAN BERGANTI 200.500.500X00X0 TARM* RETRB3U5I REKOMENDASI 1.000.5O0.00/contoh Rpl10.

OPTK • ) .00 M.00 150X00X0 300X00X0 400X00X0 Rp 250X00.00 150X00X0 150X09X0 150X09X0 500X00X0 Rp Rp RP Rp 103X09.00 750X00X0 Rp satrswAT SERTVKAT DM IZM IZM IZM SERTVKAT SERTVKAT 1 Pasal 69 (1) Ketentuan lebih lanjut mengenai rincian kelompok sebagaimana dimaksud pada Pasal 68 diatur dengan Peraturan Gubernur. IZM SEMENTARA Z).UMUM /GJGI 1).00 509X00. OM MENDWKAN Z).000X0 50X00X0 50X00. KESEHATAN MASYARAKAT: a). PESCONTROL: 1). PANTI PENGOBATAN TRADISIONAL b). BALAI PENGOBATAN UMUM / GIGI b). MEDCALCHECK UP 0.OO 50X99X9 100X09X0 150. YANKES DASAR: i ) . MSECTCONTROL Z).03 100X09X9 109X90X0 50. RUMAH BERSALM d). KLMK IMUNEMSI 4. SVTM/SPTP b). BALAI KESEHATAN MASYARAKAT | ) . RODENTCONTROL 3).00 150X30X0 150X00. IZM SEMENTARA 3). PRAKTEK BBHELOMPOK DR/DRG UMUM c). PRAKTEK Dr4PESUJJS/Dri^t3UUS t ) . IZM SEMENTARA Z). IZMMENDNUKAN Z).00 1. FUMIGASI e).MOBt£KUHK 0. PRAKTEK Dr. • ) . KUNK GIZI ]). KUNK REHARftJTASINAPZA 1).000.tnNTETA» C).500. TYPEA S.000.000. SURAT GEM KERJA ASISTEN APOTEKER k). PRAKTEK FISIOTERAPI F). KUNK HEMOSIAUSA 1). IZM MEHDMKAN Z).000. IZM SEMENTARA 2). PENYEHATAN MAKANAN JASA BOGA d). (2) Ketentuan mengenai tarif layanan Rumah Sakit Umum Daerah kelas I.000.900.00 250X00. OM TETAP d). TERMfTE CONTROL 4).008X0 1. PRAKTEK PERAWAT t PERAWAT GIGI J). AKUPUNKTUR )• AHU KECANTKAN 1).000X0 109X00X0 Rp Rp Rp 500X00X0 503X09X3 750X00X0 Rp Rp 500X00X0 750X00X3 Rp Rp Rp Rp Ss» 1.00 50X00X0 SERTVKAT RP RP Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 303. REFRAKSI OPTISCH | ) . II dan VIP diatur dengan Peraturan Gubernur atas persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. DEPOAMMMUU O. IZM TETAP o ) . PENYEHATAN MAKANAN RESTORAN c). YANKES TRADISIONAL. LABORATORIUM KLMK SWASTA 1). IZM TETAP 3. TANDA DAFTAR PENGOBAT TRADISIONAL Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 30X00X0 100X09X9 103X09X9 59X09X0 303. LAK SEHAT HOTEL b). .TYPEC 3). TYPED ZJ.000X3 250. PKAKTBC BERKELOMPOK DR/DRG SPE5WJS 1). IZM TETAP f).OflO. SALON KECANTKAN 1).b).003.PENGELOLAAN UMBAN CAIR RUMAH SAKIT 4.03 Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp 500X00X0 300X00X9 700X00X0 150X09X0 200. KUNK FISIOTERAPI 1). SUMBER DAYA MANUSA A). PRAKTEK KUM c). BALAI KESEHATAN BU DAN ANAK h).TYPEB 4).

Nama dan Subjek Pasal 71 (1) Pelayanan Kebudayaan dan Permuseuman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. areal taman medan merdeka dan taman monumen soekarno-hatta proklamator kemerdekaan ri untuk kegiatan perlombaan. pemakaian ruang serba guna museum. Paragraf 2 Objek. Golongan. pemakaian plaza taman. Pemakaian Gedung Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki untuk pertunjukan kesenian. e. rekaman dan sejenisnya. pemakaian teropong di pelataran puncak monumen nasional. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) huruf b sampai dengan huruf g dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. f. acara ritual dan sejenisnya. b. g. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan kebudayaan dan permuseuman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini.Bagian Kedua Kebudayaan dan Permuseuman Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 70 (1) Pelayanan Kebudayaan dan Permuseuman terdiri dari: a. pemakaian plaza ruangan dan taman museum. sarasehan. Pasal 72 (1) Subjek Retribusi Tempat Rekreasi adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) huruf a. pemakaian lokasi untuk shooting film. c. tempat untuk rekreasi. (3) Untuk mendapatkan Pelayanan Kebudayaan dan Permuseuman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. jalan silang monumen nasional. . (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) huruf a dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Rekreasi. d.

jenis pemanfaatan dan pemakaian. luas. biaya perawatan/pemiliharaan. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 73 (1) Tingkat penggunaan Jasa Tempat Rekreasi Kebudayaan dan Permuseuman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (2) diukur berdasarkan frekuensi masuk. (2) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (2) diukur berdasarkan lokasi.000. biaya penyusutan dan biaya pembinaan. Pasal 75 Struktur dan besarnya Tarif Retribusi Pelayanan Kebudayaan dan Permuseuman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. Tempat untuk rekreasi: 1.000.00/orang f) rombongan anak-anak/pelajar minimal 20 org Rp500. (2) Prinsip penetapan Tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (3) adalah untuk memperoleh keuntungan yang layak dengan mempertimbangkan biaya administrasi.00/orang . Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 74 (1) Prinsip penetapan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 ayat (2) adalah untuk memperoleh keuntungan yang layak dengan mempertimbangkan biaya administrasi. biaya perawatan/pemiliharaan dan biaya pembinaan.00/orang Rp750. biaya pengadaan.500. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya pengadaan. Museum : a) dewasa / umum c) mahasiswa d) rombongan mahasiswa minimal 20 orang e) anak-anak pelajar Rp2. jenis pemakaian dan jumlah orang.00/orang b) rombongan dewasa paling rendah 20 orang Rp1.00/orang Rp600. (3) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi.00/orang Rp1.(2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (1) huruf b sampai dengan huruf g. waktu.

00/hari f.000. Pemakaian Teropong di pelataran puncak Rp150. Luas lebih dari 25. Jalan Silang Monumen Nasional.00/hari Rp250.000 m pertunjukkan kesenian: 1.000 m 5. b. diberikan keringanan tarif sebesar 50 % (lima puluh persen).000. Pemakaian Plaza Taman. Pelataran Puncak Monumen Nasional: a) Dewasa/umum (17 tahun keatas) b) Mahasiswa/Anak-anak Pelajar c) Rombongan Tamu Negara/Pemerintah Rp2. . sarasehan. Untuk kegiatan pertunjukan kesenian yang bersifat sosial dan mendapat rekomendasi dari pejabat instansi terkait.001 sampai dengan 25.00/hari/lokasi g. Pelataran Cawan Monumen Nasional: a) Dewasa/umum (17 th keatas) b) Mahasiswa/Anak-anak Pelajar c) Rombongan Tamu Negara/Pemerintah Keringanan 25 % (dua puluh lima persen).000.2.000 m 2 Rp900. acara ritual dan sejenisnya: 1.000. Luas 10.000.00/orang Rp3. Gedung Teater Besar Rp1. Luas sampai dengan 1.00/hari 3.500.500. pameran. pemotretan untuk iklan. Gedung Teater Kecil 2.000.000.500.00/hari/lokasi 2 2.00/hari Rp250.000. 4. Luas 5. 3.00/hari Rp250. bazar a) taman b) plaza ruangan 2. perlombaan dan sarasehan d.00/unit/l .001 sampai dengan 10.500.00/hari Rp2.000 m 2 Rp350. promosi dan pameran Rp350. Luas 1.00/hari/lokasi Rp1.000.00/orang RpO.000.001 sampai dengan 5.000 m Rp750.00/orang Rp1.OO/orang d) Rombongan dengan jumlah paling sedikit 20 (dua puluh) orang diberikan Rp7.00/hari/lokasi 2 3.000.OO/orang d) Rombongan dengan Jumlah paling sedikit 20 (dua puluh) orang diberikan Keringanan 25% (dua puluh lima persen).000.00/orang RpO.00/hari/lokasi 2 4. Pemakaian ruang serbaguna e.000.000. rekaman dan sejenisnya c. Pemakaian lokasi untuk shooting film.000. Areal Taman Medan Merdeka dan Taman Monumen Soekamo-Hatta Proklamator Kemerdekaan RI untuk kegiatan perlombaan.00/hari Rp25.000.500.5menit Rp1. Pemakaian Gedung Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki untuk Rp2.00/hari 3. Pemakaian plaza ruangan dan taman untuk: 1.000.000. Untuk kegiatan pertunjukan kesenian yang mendapat rekomendasi dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan Pemerintah Daerah dibebaskan dari tarif pelayanan.

Bagian Ketiga Pendidikan Menengah dan Tinggi (Planetarium dan Observatorium) Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 76 (1) Pelayanan Planetarium dan Observatorium terdiri dari: a) pertunjukan planetarium dan observatorium; b) pertunjukan multimedia. (2) Setiap orang pribadi atau rombongan yang memerlukan pelayanan Planetarium dan Observatorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (3) Untuk mendapatkan pelayanan Planetarium dan Observatorium sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau rombongan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. Paragraf 2 Objek, Golongan, Nama dan Subjek Pasal 77 (1) Pelayanan Planetarium dan Observatorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Rekreasi Planetarium dan Observatorium. Pasal 78 (1) Subjek Retribusi Tempat Rekreasi Planetarium dan Observatorium fasilitas planetarium dan observatorium adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ayat (1). (2) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. Paragraf 3 Cara mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 79 Tingkat penggunaan jasa tempat rekreasi Planetarium dan Observatorium fasilitas Planetarium dan Observatorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 diukur berdasarkan frekuensi masuk, jenis pertunjukkan dan jumlah orang.

Paragraf 4 Prinsip Penetapan, Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 80 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi jasa tempat rekreasi Planetarium dan Observatorium fasilitas Planetarium dan Observatorium sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi, biaya perawatan/pemeliharaan, biaya penyusutan, bjaya asuransi, angsuran bunga pinjaman, biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa.

Pasal 81 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 76 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. Pertunjukan planetarium dan observatorium: 1. umum a) dewasa b) anak-anak /pelajar 2. rombongan (paling sedikit 100 orang): a) pelajar/mahasiswa b) bukan pelajar dan mahasiswa b. Pertunjukan multimedia 1. umum a) dewasa b) anak-anak /pelajar 2. rombongan (paling sedikit 100 orang): a) pelajar b) bukan pelajar dan mahasiswa Rp100.000,00/100 orang Rp150.000,00/100 orang Rp2.500,00/orang Rp1.500,00/orang Rp3.000,00/orang Rp5.000,00/orang Rp7.000,00/orang Rp3.500,00/orang

Bagian Keempat Olah Raga Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 82 (1) Pelayanan keolahragaan terdiri dari: a. pemakaian kolam renang;

b. pemakaian gedung olah raga;
• tn •

c. pemakaian stadion olah raga; d. pemakaian lapangan olah raga terbuka; e. pemakaian lokasi tempat usaha pada fasilitas olah raga; f. pemakaian wisma atlet; g. pemakaian gedung olah raga dan gelanggang remaja di luar kegiatan olah raga; h. pemakaian peralatan gedung olah raga dan gelanggang remaja; i. izin operasional fasilitas olah raga. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan keolahragaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (3) Untuk mendapatkan pelayanan keolahragaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk.

Paragraf 2 Objek, Golongan, Nama dan Subjek Pasal 83 (1) Pelayanan Keolahragaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf d dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah raga. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (1) huruf e sampai dengan huruf h dipungut retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (1) huruf i dipungut retribusi Perizinan tertentu dengan nama Retribusi Izin Operasional Fasilitas Olah raga. Pasal 84 (1) Subjek Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah raga adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (2). (2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (3). (3) Subjek Retribusi Perizinan Tertentu adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (4). (4) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi.

Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 85 (1) Tingkat penggunaan Jasa Tempat Rekreasi dan Olah raga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (2) diukur berdasarkan frekuensi masuk, jumlah orang, jenis olah raga dan jenis organisasi. (2) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (3) diukur berdasarkan penggunaan luas ruangan, jenis, dan waktu pemakaian. (3) Tingkat penggunaan Jasa Izin Operasional Fasilitas Olah raga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (4) diukur berdasarkan waktu, luas areal, lokasi, gangguan dan jenis usaha. Paragraf 4 Prinsip Penetapan, Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 86 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah raga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi, biaya perawatan/pemeliharaan, biaya penyusutan, biaya asuransi, angsuran bunga pinjaman biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa dalam rangka pembinaan dan prestasi olah raga serta berusaha untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi, biaya perawatan/pemeliharaan, biaya penyusutan, biaya asuransi, biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa, biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa dan bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis, serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Operasional Fasilitas Olah raga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya pengecekan, biaya pengukuran, biaya pemeriksaan, biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan. Pasal 87 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 adalah sebagai berikut: a. Pemakaian kolam renang:

1. perorangan:

langganan perorangan (delapan kali sebulan) 7. rombongan sekolah dan perguruan tinggi empat kali sebulan.OOO.00/meja/2 jam Rp4.000.500.1/2 jam Rp30.000.00/lapangan/2 jam Rp8. rombongan PRSi (induk organisasi olah raga) untuk latihan empat kali sebulan 5 untuk pertandingan 6.000.000.00/lapangan/2 jam Rp10.00/orang/1. setiap rombongan paling sedikit 20 (dua puluh) orang 3.00/meja/2 jam Rp3.00/orang/1.a) hari biasa b) hari libur Rp1.007meja/2 jam Rp2.000.00/2 jam Rp4.000.00/meja/2 jam Rp3. Tenis meja: a) induk organisasi olah raga: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan Rp4. kegiatan dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan b.00/orang Rp5. 0 0 / r o m b o n g a n / 2 jam Rp200.00/6jam Rp10.000. 0 0 0 .OO/lapangan/2 jam Rp10.000. Bulu tangkis/sepak takraw: a) induk organisasi olah raga: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan d) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan Rp2.000.1/2 jam R p 2 0 .000.00/lapangan/2 jam Rp5.000.000.00/orang c) malam hari 2.000. Pemakaian gedung olahraga (GOR): 1.000.000.00/orang/l . rombongan instansi/kantor/umum empat kali sebulan paling sedikit 20 (dua puluh) orang 4.00/lapangan72 jam Rp5.000.00/meja/2 jam .OOO.00/meja/2 jam Rp8.OO/lapangan/2 jam 2.1/2 jam Rp4.000.00/lapangan/2 jam Rp3.000.00/orang Rp2.

OO/lapangan/2 jam Rp20.000.000.000.00/lapangan/2 jam Rp4.000.00/2jam Rp5.000. Bola voli: a) induk organisasi olah raga: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan d) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 4.00/Iapangan/2 jam Rp8.000.000.000.000.00/meja/2 jam paling banyak 20 (dua puluh) orang .00/lapangan/2 jam Rp10.00/2 jam Rp5.00/lapangan/2 jam Rp7.000.00/lapangan/2 jam Rp9.000.00/ 2 jam Rp8.00/lapangan/2 jam Rp5.00/lapangan/2 jam Rp6.000.00/lapangan/2 jam Rp12.000. Senam: a) induk organisasi olah raga: paling banyak 20 (dua puluh) orang 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: paling banyak 20 (dua puluh) orang 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: Rp3.00/lapangan/2 jam Rp7.00/lapangan72 jam Rp10.00/lapangan/2 jam Rp11. Bola basket/futsal: a) induk organisasi olah raga: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan d) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 5.000.000.00/2 jam Rp30.000.d) setiap pemakaian dengan menggunakan iampu dikenakan biaya tambahan 3.OOO.000.00/lapangan/2 jam Rp6.00/lapangan/2 jam Rp5.000.

00/2 jam/orang Rp5. pencak silat dan bela diri lainnya: a) induk organisasi olah raga: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) untuk latihan 2) untuk pertandingan d) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 7.000.00/1 kali Rp10.00/2 jam Rp40.00/2 jam/orang Rp5.000.000. Lapangan menembak: a) smallbore/free pistol b) centre fire pistol c) rapid fire pistol d) big bore e) clay pigeon untuk: 1) 1 orang 2) 2 orang Rp5.00/2 jam/orang Rp5.1) untuk latihan 2) untuk pertandingan d) penggunaan piano dan alat-alat senam e) pemakaian oleh sanggar senam f) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 6.00/2 jam Rp5.00/2 jam Rp7.000.000.000.00/2 jam/orang Rp5.00/2 jam Rp10.000.00/2 jam . Pemakaian prasarana olah raga air: a) tempat berlabuh: 1) speed boat tujuh meter ke atas 2) speed boat tujuh meter ke bawah 3) sewa dok/galangan b) gedung induk c) plaza gedung induk d) pembuatan film e) peluncuran speed boat f) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 8.000. judo.00/hari Rp10.000.000.000.000.00/ 2 jam Rp8.00/hari Rp40.000.00/2 jam Rp5.00/2 jam Rp15.00/6 jam Rp100.000.00/2 jam Rp30.000.00/2 jam Rp10.000.00/6 jam Rp200.000.00/hari Rp150.00/hari Rp30.00/2 jam Rp6.00/2 jam Rp10.000.000.000.000.000.00/2 jam Rp3.00/2 jam Rp6.0072 jam Rp7.000. Karate.000.000.000.

000.00/4 jam Rp25.00/4 jam Rp50.000.000.00/10 jam Rp7.00/4 jam Rp30.000. Bridge: a) untuk 10 meja Paling lama 4 jam: 1) untuk latihan pagi hari 2) untuk latihan sore hari b) untuk 10 meja paling lama 10 jam pertandingan c) pertandingan dua regu (persahabatan) d) langganan.000.00/2 jam Rp17.00/latihan g) rombongan tiap jenis paling banyak 20 (dua puluh) orang h) senapan angin perorangan Rp60.00/2 jam 9. Catur: a) untuk 10 (sepuluh) meja paling lama 4 jam: 1) untuk latihan pagi hari 2) untuk latihan sore hari b) untuk 10 (sepuluh) meja paling lama 10 jam pertandingan c) pertandingan dua regu (persahabatan) d) langganan: 1) latihan pagi hari 10 meja empat kali latihan 1 bulan 2) latihan sore hari 10 meja empat kali latihan 1 bulan e) setiap pemakaian AC Rp50.000.00/4 jam Rp40.000.000.000. 1) latihan pagi hari 10 meja empat kali latihan 1 bulan 2) latihan sore hari 10 meja empat kali latihan 1 bulan e) setiap pemakaian AC .3) 3 orang 4) 4 orang 5) 5 orang 6) 6 orang f) langganan dengan fasilitas lapangan dan sasaran tertentu yang diinginkan maksimal Rp9.000.122- Rp15.00/2 jam 8 (delapan) kali sebulan tiap-tiap jenis kegiatan Rp25.00/4 jam Rp10.000.000.000.00/4 jam Rp50.000.000.00/4 jam f) setiap latihan dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan Rp20.00/10 jam Rp20.000.000.500.00/6 jam Rp5.000.00/10 jam Rp30.00/2 jam Rp15.000.00/4 jam .000.00/4 jam Rp40.00/6 jam Rp30.00/4 jam Rp50.000.0072 jam Rp12.00/2 jam 10.

00/lapangan/2 jam Rp20.00/lapangan/2 jam Rp100.000.000.00/2 jam 11.00/lapangan/2 jam Rp40. Squash: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) pertandingan Rp32.00/lapangan/2 jam Rp40.00/lapangan/2 jam Rp65.00/lapangan/2 jam Rp20.00/lapangan/2 jam Rp60.5 jam 2) pertandingan Rp50.00/lapangan/2 jam Rp50.000.500.00/2jam .000.f) setiap latihan dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan Rp15.00/lapangan/2 jam Rp65.500.000.000.00/iapangan/2 jam Rp60.00/lapangan/2 jam Rp50.000.000.000.000.00/lapangan/2 jam Rp45.00/lapangan/2 jam dikenakan biaya tambahan Pemakaian stadion olah raga: 1.000. Tennis indoor (raibond ice): a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) pertandingan b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) pertandingan c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/siang hari 2) latihan sore/malam hari 3) untuk pertandingan d) setiap latihan dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 12.00/1.00/lapangan/2 jam d) setiap latihan dengan menggunakan lampu Rp20.00/lapangan/2 jam Rp32.500.00/lapangan/2 jam Rp100.000.00/lapangan/2 jam Rp20. Stadion sepak bola: a) Penggunaan oleh induk organisasi olah raga untuk: 1) latihan pagi/sore Rp30.00/lapangan/2 jam Rp22.000.000.000.00/lapangan/2 jam Rp22.000.00/lapangan/2 jam Rp45.000.000.000.500.

000.00/2 jam Rp25.00/2 jam Rp20.000.5 jam Rp100.00/2 jam RpO.000.00/2 jam Rp5.00/2 jam Rp15. lapangan sepak bola: a) induk organisasi olah raga untuk: 1) latihan pagi atau sore RpS.00/2 jam Rp2. 2. Cendrawasih dan lapangan sepak bola Ragunan: 1.00/jam Rp10.500.5 jam Rp250.000.00/2 jam d) setiap pemakaian stadion dengan menggunakan Rp750.3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari lampu dikenakan biaya tambahan e) Stadion sepak bola lebak bulus: 1) Kegiatan olahraga: a)) pagi/sore b)) malam 2) Kegiatan non olahraga.000.000.5 jam Rp40.000.000.000.00/2 jam .000.5 jam Rp75.000.00/2 jam Rp50.00/2 jam Rp5.000.5 jam Rp25.000.000.00/2 jam Rp1.000.00/2 jam Rp7.00/1.000. Stadion soft ball/base ball untuk: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari lampu dikenakan biaya tambahan Pemakaian lapangan olah raga terbuka: Kecuali pemakaian lapangan olah raga terbuka: Rp20.00/2 jam Rp25.00/1.000.000. Pondok Bambu.00/1.00/1.500.000.00/2 jam Rp15.000.00/1.00/2 jam Rp5.000.00/2 jam Rp15.00 d) setiap pemakaian stadion dengan menggunakan Lapangan sepak bola Banteng.000.

0072 jam Rp3.00/2 jam Rp7.00/lapangan/2 jam Rp10.000.OOO.000.00/lapangan/2 jam Rp10.500.007lapangan/2 jam Rp12.00/lapangan/2 jam Rp17.00/lapangan/2 jam Rp5.00/lapangan/2 jam Rp4.000.000.OOO.000.00/lapangan/2 jam Rp7.OO/lapangan/2 jam Rp15.000.000.000.00/2 jam Rp2.00/lapangan/2 jam Rp17.OO/lapangan/2 jam Rp5.00/lapangan/2 jam Rp7.00/lapangan/2 jam Rp10.00/2jam Rp5.00/lapangan/2 jam Rp5.007iapangan/2 jam Rp10.00/lapangan/2 jam c)) latihan siang hari .00/2 jam Rp20.00/2 jam Rp4.00/lapangan/2 jam Rp7.000.2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi untuk: 1) latihan pagi atau sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum untuk: 1) latihan pagi atau sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari 2.000.000.000.00/2 jam Rp6.000.500.500.500.000.500. Lapangan tenis: a) lapangan keras (hard court): 1) induk organisasi olah raga untuk: a)) latihan pagi atau sore b)) pertandingan c)) latihan siang hari 2) sekolah/perguruan tinggi untuk: a)) latihan pagi atau sore b)) pertandingan c)) latihan siang hari 3) masyarakat/instansi/umum untuk: a)) latihan pagi atau sore b)) pertandingan c)) latihan siang hari b) lapangan tenis gravel: 1) induk organisasi olah raga: a)) latihan pagi/sore b)) pertandingan c» latihan siang hari 2) sekolah/perguruan tinggi: a)) latihan pagi/sore b)) pertandingan c)) latihan siang hari 3) masyarakat/instansi/umum: a)) latihan pagi/sore b)) pertandingan Rp10.00/2 jam Rp10.500.500.500.00/lapangan/2 jam Rp27.500.000.00/lapangan/2 jam Rp7.

000.000.007lapangan/2 jam Rp2.00/2 jam Rp2.00/2 jam Rp2.000.00/2jam Rp8.000.000.00/lapangan/2 jam Rp4.00/lapangan/2 jam Rp6.00/lapangan/2 jam Rp7.000.00/lapangan/2 jam Rp2.000.00/lapangan/2 jam Rp4.000.00/!apangart/2 jam Rp5.00/iapangan/2 jam .000.000.00/2 jam Rp5.000.00/iapangan/2 jam Rp2.00/lapangan/2 jam 3) latihan siang hari Rp1.000. Lapangan bola voli: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari 5.000.000.000.00/2 jam Rp4.00/2jam Rp10.000.c) setiap pemakaian dengan menggunakan lampu dikenakan biaya tambahan 3.00/lapangan/2 jam Rp2. Lapangan bola basket: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan Rp2.007lapangan/2 jam Rp4.500.00/lapangan/2 jam Rp3.00/lapangan/2 jam Rp7.000.00/2 jam Rp3.000.000.00/2 jam Rp15.00/lapangan/2 jam Rp3.500.00/lapangan/2 jam Rp5.00/2 jam Rp20.000.000.000. Lapangan hoki: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari 4.000.

00/2jam Rp5.000. Track atletik: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) .000.000. Gelanggang balap sepeda: a) induk organisasi olah raga: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansl/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari 7.00/2 jam Rp1.000.0072 jam Rp1.00/iapangan/2 jam Rp7.0072 jam/orang Rp15.00/2 jam/orang Rp4.00/2jam Rp3.007!apangan/2 jam Rp2. Lapangan panahan: a) induk organisasi olah raga: Rp20.00/2 jam Rp2.00/2 jam Rp4.00/2jam Rp30.0072 jam/orang .000.latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari kenakan biaya tambahan dikenakan biaya tambahan 8.00/2 jam/orang Rp25.00/2 jam Rp50.000.500.000.000.000.00/2 jam/orang Rp2.000.000.000.00/2 jam/orang Rp3.000.00/2 jam Rp20.00/2jam Rp150.000.000.000.000.00/40 orang/2 jam Rp20.00/lapangan/2 jam d) setiap kegiatan dengan menggunakan lampu di e) setiap pemakaian dengan menggunakan TARTANT 1) latihan pagi/sore Rp4.000.00/2 jam/orang Rp10.c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari 6.00/40 orang/2 jam Rp15.000.000.000.000.00/2 jam Rp15.00/2 jam Rp6.000.

00/2 jam/orang e.000.00/Kamar/hari Rp30. pelajar/mahasiswa b).000.000.00/Kamar/hari Rp30. umum 3.000.000.000.00/m /tahun 1.0072 jam/orang Rp3.000.000. umum 5.000.00/2 jam/orang Rp2.000.000.00/Kamar/hari Rp50.00/Kamar/hari Rp25.000. umum 4.00/Kamar7hari Rp50.00/m /tahun 2.000.00/Kamar/hari Rp25.0072 jam/orang Rp5.00/2 jam/orang Rp5.000.000.00/Kamar/hari Rp25.000.000.000.00/2 jam/orang Rp2.00/Kamar/hari Rp30.00/Kamar/hari Rp30.00/2 jam/orang Rp10.00/Kamar/hari Rp50. atlet c). atlet c).000.00/Kamar/hari Rp20.2) pertandingan 3) latihan siang hari b) sekolah/perguruan tinggi: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari c) masyarakat/instansi/umum: 1) latihan pagi/sore 2) pertandingan 3) latihan siang hari Rp8. pelajar/mahasiswa b).00/Kamar/hari Rp30.00/Kamar/hari Rp50. dalam gedung olah raga Rp75.00/Kamar/hari Rp20. atlet c). Wisma atlet Rawamangun (AC) a). Wisma atlet Ragunan a).0072 jam/orang Rp1. Wisma atlet Kebon Jahe a). pelajar/mahasiswa b). non AC 1) pelajar/mahasiswa 2) atlet 3) umum b). Pemakaian lokasi tempat usaha pada fasilitas olahraga: Rp185. atlet Rp20.000.00/Kamar/hari Rp30.000. Pemakaian wisma atlet 1.00/Kamar/hari Rp15.000. AC 1) pelajar/mahasiswa 2) atlet 3) umum 2.000. Wisma atlet Bulungan a). di luar gedung olah raga 2 2 f. Wisma atlet Bahtera Jaya a). pelajar/mahasiswa b).00/Kamar/hari .000.000.000.000.

500. gedung olahraga dan gelanggang remaja h). gedung basket f).000. gedung bulu tangkis e).000.000. gedung auditorium k). Pemakaian gedung olahraga: a). gedung tenis meja d). umum Rp50. gedung serba guna I). Peralatan gedung olahraga dan gelanggang remaja: a) satu unit sound system b) satu buah meja panjang c) satu buah panel/sketsel d) panggung auditorium e) satu set tape recorder f) satu set perangkat gamelan Rp75.00/5jam .000. atlet c). Setiap pemakaian oleh induk organisasi olahraga/sekolah/perguruan tinggi diberikan keringanan tarif sebesar 25% (dua puluh lima persen). gedung teater 2.00/5jam RpSOO.0075 jam Rp7.000.00/5 jam 3.000.00/Kamar/hari Rp20. stadion olahraga i).000. standar lama b).OOO 00/5 jam Rp600 000 00/5 jam Rp400 000 00/5 jam RpSOO 000 00/5 jam RpSOO 000 00/5 jam Rp400 000 00/5 jam Rp850 000 00/5 jam Rp850 000 00/5 jam Rp850 000 00/5 jam RpSOO 000 00/5 jam Rp500 000 00/5 jam Rp1. atlet c).00/Kamar/hari g. pelajar/mahasiswa b).00/5 jam g) satu buah meja/lavel Rp2.000. gedung bridge c).00/5 jam Rp20.00/5jam Rp5. Pemakaian gelanggang remaja kecamatan: a).00/5jam Rp400. standar baru Rp250.000.00/Kamar/hari Rp20. Wisma atlet Cendrawasih (AC) a). umum 7. Pemakaian gedung olahraga dan gelanggang remaja diluar kegiatan olahraga: 1. gedung catur b).00/Kamar/hari Rp50. kolam renang j ) . umum 6.c).000.000.00/Kamar/hari Rp50.00/5 jam Rp100. Pemakaian peralatan gedung olahraga dan gelanggang remaja: 1. pelajar/mahasiswa b).00/5 jam Rp75. h.00/Kamar/hari Rp30.000.00/Kamar/hari Rp30.000.000. Wisma atlet Radin Inten (AC) a).000.000. gedung bela diri g).000.

lapangan squash Rp150.00/tahun Rp75.00/lap/tahun Bagian Kelima Tenaga Kerja dan Transmigrasi Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 88 (1) Pelayanan Ketenagakerjaan terdiri dari: a. m.000. jet ski 9.00/tahun Rp200. izin mempekerjakan pekerja perempuan malam hari. izin pemakaian pesawat. Setiap pemakaian oleh induk organisasi olahraga/sekolah/perguruan tinggi diberikan keringanan tarif sebesar 25% (dua puluh lima persen).000.000.000. izin lembaga pelatihan kerja. izin lembaga penempatan tenaga kerja dan lembaga bursa kerja khusus. I. . izin tempat penampungan tenaga kerja.500. h. d. k.00/5 jam Rp100.00/5 jam Rp1. i.00/lap/tahun Rp100. f.000.000.00/5 jam 2. stadion sepak bola 7. izin pemakaian mesin. izin pemakaian peralatan bejana tekan. b. g.00/tahun Rp100. izin pemakaian instalasi. selam 8. i. jasa pemakaian fasilitas ketenagakerjaan milik pemerintah daerah.00/lap/tahun Rp15.00/lap/tahun Rp100.000. j. lapangan tenis terbuka 3.000. n. lapangan tenis tertutup 4. lapangan bulu tangkis 5. lapangan sepak bola 6.h) satu set sofa i) satu set karpet j) satu buah kursi pemekel/jok Rp15. e.000. izin pemakaian bahan kimia berbahaya. jasa legalisasi pengesahan peraturan perusahaan. izin operasional penyedia dan penyalur pramuwisma. c.00/lap/tahun Rp100.00/lap/tahun Rp250. lapangan bola basket/futsal 10. Izin operasional fasilitas olahraga: 1.000.000. jasa rekomendasi. kolam renang 2. jasa pendaftaran perjanjian kerja bersama.000.00/lap/tahun Rp200.

(9) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf h dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf c dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pemakaian Mesin. (3) Untuk mendapatkan pelayanan Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (8) . Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf f dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Lembaga Pelatihan Kerja. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pemakaian Pesawat. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf b dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pemakaian Instalasi. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf j dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari. Golongan. (5) (6) (7) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf g dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus. (10) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf i dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja. Paragraf 2 Objek. Nama dan Subjek Pasal 89 (1) Pelayanan Ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pemakaian Bahan Kimia Berbahaya. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf d dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pemakaian Peralatan Bejana Tekan.(2) Setiap orang pribadi atau badan yang memerlukan pelayanan ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Perusahaan harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Gubernur atau Pejabat yang ditunjuk. harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini.

(5) Subjek Retribusi Izin Pemakaian Bahan Kimia Berbahaya ditempat kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (6). . (3) Subjek Retribusi Izin Pemakaian Mesin ditempat kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (4). (10) Subjek Retribusi Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari adalah Perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (11). (7) Subjek Retribusi Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (8). (13) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf I dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Jasa Rekomendasi Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN). (6) Subjek Retribusi Izin Lembaga Pelatihan Kerja adalah Perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (7). Pasal 90 (1) Subjek Retribusi Izin Pemakaian Pesawat ditempat kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2). (2) Subjek Retribusi Izin Pemakaian Instalasi ditempat kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (3). (9) Subjek Retribusi Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (10). (14) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf m dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Jasa Legalisasi Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama. (15) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf n dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Jasa Pemakaian Fasilitas Ketenagakerjaan Milik Pemerintah Daerah. (8) Subjek Retribusi Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (9).(12) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) huruf k dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Jasa Legalisasi Pengesahan Peraturan Perusahaan. (4) Subjek Retribusi Izin Pemakaian Peralatan Bejana Tekan ditempat kerja adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati manfaat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (5).

jumlah dan waktu. resiko dan waktu. (12) Subjek retribusi Jasa Rekomendasi Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN) adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (13). jumlah dan waktu. jumlah. jenis. Tingkat penggunaan Izin Lembaga Pelatihan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (7) diukur berdasarkan fasilitas. Tingkat penggunaan Izin Pemakaian Mesin ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (4) diukur berdasarkan jenis. kapasitas. jumlah dan waktu. Tingkat penggunaan Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (9) diukur berdasarkan fasilitas. (13) Subjek Retribusi Jasa Legalisasi Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (14). Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 91 (1) Tingkat penggunaan Izin Perpanjangan Pemakaian Pesawat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) diukur berdasarkan jenis. Tingkat penggunaan Izin Pemakaian Bahan Kimia Berbahaya ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (6) diukur berdasarkan jumlah dan resiko. jumlah dan waktu. Tingkat penggunaan Izin Pemakaian Instalasi ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (3) diukur berdasarkan daya. Tingkat penggunaan Izin Pemakaian Peralatan Bejana Tekan ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (5) diukur berdasarkan kapasitas. jumlah dan waktu.(11) Subjek retribusi Jasa Legalisasi Pengesahan Peraturan Perusahaan adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (12). jenis usaha. kepemilikan dan waktu. (15) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 90 ayat (1) sampai dengan ayat (14) adalah Wajib Retribusi. (14) Subjek retribusi Jasa Pemakaian Fasilitas Ketenagakerjaan Milik Pemerintah Daerah adalah perusahaan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (15). Tingkat penggunaan Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (8) diukur berdasarkan fasilitas. (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) .

biaya perhitungan beban. fasilitas dan jenis usaha. keahlian dan waktu. ketebalan plat. (10) (11) Tingkat penggunaan Jasa Legalisasi/Pengesahan Peraturan Perusahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (12) diukur berdasarkan jenis usaha. Paragraf 4 Prinsip Penetapan Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 92 (1) Prinsip penetapan tarif Izin Pemakaian Pesawat di tempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya penelitian gambar konstruksi. jumlah dan waktu. pemeriksaan fisik mesin dan kamar diesel. (13) Tingkat penggunaan Jasa Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (14) diukur berdasarkan jenis usaha. penelitian gambar teknis. pengujian suara/kebisingan dan alat-alat pengaman serta biaya pengawasan dan pengendalian. perhitungan konstruksi peralatan. jumlah dan waktu. sertifikat bahan dan perhitungan konstruksi. jumlah dan waktu. (4) . (12) Tingkat penggunaan Jasa Rekomendasi Antar Kerja Antar Daerah (AKAD) dan Antar Kerja Antar Negara (AKAN) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (13) diukur berdasarkan kelayakan. pengujian alat-alat pengaman. jumlah pekerja.(9) Tingkat penggunaan Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (10) diukur berdasarkan fasilitas. perhitungan konstruksi. fasilitas dan waktu. biaya operasional yang berkaitan dengan pemeriksaan fisik. resiko. sertifikat bahan. biaya operasional yang berkaitan dengan pemeriksaan fisik dan percobaan uap serta biaya pengawasan dan pengendalian . Tingkat penggunaan Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (11) diukur berdasarkan jenis pekerjaan. Prinsip penetapan tarif Izin pemakaian Peralatan Bejana Tekan ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan. pengujian hidrostatis test dan pengujian alat-alat pengaman serta biaya pengawasan dan pengendalian. volume. pemeriksaan fisik las-lasan. pengujian/pengukuran tahanan sebaran tanah/elektroda dan radius jangkauan penerima serta biaya pengawasan dan pengendalian. (2) Prinsip penetapan tarif Izin Pemakaian Instalasi ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya penelitian gambar teknis. (3) Prinsip penetapan tarif Izin pemakaian Mesin ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya penelitian gambar. (14) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Fasilitas Ketenagakerjaan Milik Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (15) diukur berdasarkan jenis barang.

(7) Prinsip penetapan tarif Izin Lembaga Penempatan Tenaga Kerja dan Lembaga Bursa Kerja Khusus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (8) adalah dengan meperhatikan biaya kunjungan lapangan. koordinasi dengan instansi terkait. (10) Prinsip penetapan tarif Izin Mempekerjakan Pekerja Perempuan Malam Hari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (11) adalah dengan memperhatikan biaya kunjungan lapangan. serta biaya pengawasan dan pengendalian. koordinasi dengan instansi terkait.00/unit/2 tahun (11) (12) (13) (14) .(5) Prinsip penetapan tarif Izin pemakaian Bahan Kimia Berbahaya ditempat kerja sebagaimana dimaksud dalam PasaS 89 ayat (6) adalah dengan memperhatikan biaya penelitian dokumen. Izin pemakaian pesawat: 1) pesawat uap a) sampai dengan 5 Ton Rp0. Prinsip penetapan tarif Jasa Legalisasi Pengesahan Peraturan Perusahaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (12) adalah dengan memperhatikan biaya pengawasan dan pengendalian. serta biaya pengawasan dan pengendalian. (8) Prinsip penetapan tarif Izin Operasional Penyedia dan Penyalur Pramuwisma sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (9) adalah dengan memperhatikan biaya biaya kunjungan lapangan. koordinasi dengan instansi terkait. (9) Prinsip penetapan tarif Izin Tempat Penampungan Tenaga Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (10) adalah dengan memperhatikan biaya kunjungan lapangan. Prinsip penetapan tarif Jasa Pendaftaran Perjanjian Kerja Bersama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (14) adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan adminsitrasi dan pembinaan. koordinasi dengan instansi terkait. serta biaya pengawasan dan pengendalian. serta biaya pengawasan dan pengendalian. volume dan cara penyimpanan serta biaya pengawasan dan pengendalian. Pasal 93 Struktur dan besarnya tarif Retribusi Perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88 ayat (1) adalah sebagai berikut a. biaya penyusutan serta biaya pengawasan dan pengendalian. serta biaya pengawasan dan pengendalian. serta biaya pengawasan dan pengendalian. investasi. Prinsip penetapan tarif Jasa Rekomendasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (13) adalah dengan memperhatikan biaya kunjungan lapangan. koordinasi dengan instansi terkait. (6) Prinsip penetapan tarif Izin Lembaga Pelatihan Kerja sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (7) adalah dengan memperhatikan biaya kunjungan lapangan. Prinsip penetapan tarif Izin Pemakian Fasilitas Ketenagakerjaan Milik Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (15) adalah dengan memperhatikan biaya pemakaian bahan. koordinasi dengan instansi terkait. pemeriksaan fisik barang.

b) c) 2) a) b) c) 3) b. d.00/unit/5 tahun Rp0.000.501 sampai dengan 5.500 Liter 4) 1.00/2 tahun RpO. Izin pemakaian mesin : motor diesel 1) sampai dengan 25 Liter 2) 26 sampai dengan 100 Liter 3) 1.000.00/3 tahun Rp200.00/unrt/tahun 2) instalasi penyalur petir c.00/2 tahun Jasa legalisasi pengesahan peraturan perusahaan: . k. Izin pemakaian bahan-bahan kimia berbahaya Izin lembaga pelatihan kerja. Izin operasional penyedia dan penyalur pramuwisma.00/unit/5 tahun Rp0.OO/unit/tahun RpO.001 sampai dengan 1.000. Izin lembaga penempatan tenaga kerja dan lembaga bursa kerja khusus.00/ton RpO.OO/un'rt/tahun RpO.000.00/unit/2 tahun RpO.000 Liter 5) lebih dari 5.001 Liter e.OO/unit/5 tahun RpO.007unrt/5 tahun RpO.OO RpO.00/unrt/2 tahun Rp150. f.OO/un'rt/5 tahun RpO. 1) 6 sampai dengan 25 Ton lebih dari 25 Ton forklift tower crane crane dan hoist Rp0.0072 tahun RpO.OO/unit/5 tahun Rp0.OO/unhVtahun pesawat angkat dan angkut pesawat lift instalasi listrik a) b) c) d) e) f) g) sampai dengan 250 KVA 251 sampai dengan 750 KVA 751 sampai dengan 1250 KVA 1251 sampai dengan 2000 KVA 2001 sampai dengan 2500 KVA 2501 sampai dengan 3000 KVA lebih dari 3001 KVA Izin pemakaian instalasi: RpO.0072 tahun. j. Izin tempat penampungan tenaga kerja Izin mempekerjakan pekerja perempuan malam hari.OO Rp0.OO Rp300.00/unit/5 tahun RpO.00/unit/5 tahun Rp0. Rp0.OO/unit/5 tahun Rp0. h.OO/unit/5 tahun Rp0. 1) perusahaan A 2) perusahaan B 3) perusahaan C Izin pemakaian peralatan bejana tekan: RpO.00/unit/5 tahun Rp0. g. i.OO/unrt/5 tahun Rp25.OO/unit/2 tahun RpO.OO/unrtVtahun RpO.

000.00/contoh Rp 325.000.000.000.00/contoh Rp 325.00/contoh Rp 325.00/2 tahun m.00/contoh Rp 50.000.00/contoh .00/2 tahun Rp0.00/contoh Rp 325.00/contoh Rp 325.000.000.000.000.000.00/contoh Rp 150.5 k) Pb Kebisingan m) Getaran 3) Udara emisi a) Ammonia (NH3) b) Gas Chlorin (Cl ) 2 Rp 325.000.000.00/contoh Rp 50.000.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 90. balai hygiene perusahaan kesehatan dan keselamatan kerja (Balai Hyperkes dan KK): D Air/limbah cair (fisika dan kimia): a) NH b) S 0 c) N 0 d) 0 3 Rp 300. Izin pemakaian fasilitas ketenagakerjaan milik pemerintah daerah.000.0072 tahun RpO.000.00/contoh Rp 325.0072 tahun Rp0.I.00/contoh Rp 75.000.000.00/contoh Rp 150. Jasa pendaftaran perjanjian kerja bersama: 1) perusahaan A 2) perusahaan B 3) perusahaan C n.00/contoh Rp 150.000.00/contoh 2 c) Hidrogen Klorida (Hci) d) Hidrogen Fluorida (HF) e) Nitrogen Oksida (N0 ) 2 f) Opasitas g) Partikel h) Sulfur Dioksida (S0 ) i) Total Sulfur Tereduksi (H2S) j) Air Raksa (Hg) k) Arsen (As) I) Antimon (Sb) m) Kadmium (Cd) n) Seng (Zn) Rp 325.000.000.00/contoh Rp 325.000.00/2 tahun RpO.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 325.000.00/paket Rp 75.00/contoh 2) Udara ambin 3 2 2 e) CO f) Total H-C g) Total partikulat h) P M 0 j) I) PM HS 2 1 0 2.000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 75.000.000.00/contoh Rp 325.00/contoh Rp 325.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 325.000.000. Jasa rekomendasi: 1) antar kerja antar daerah 2) antar kerja antar negara Rp0.00/contoh Rp 325.

000.00/contoh .00/contoh Rp 50.000.000.00/contoh Rp 75.000.000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 75.000.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.4) Fisik lingkungan kerja Fisika: a) kebisingan b) pencahayaan c) iklim kerja d) radiasi sinar UV e) gelombang elektromagnetik f) getaran Rp 50.000.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.00/contoh 5) Udara lingkungan kerja: a) alkohol b) acrylonitril c) acrylicacid d) asam nitrat e) asam sulfida f) asam sulfat g) asam cianida h) asam ciorida i) ammonia j) alumunium k) arsen I) asbes m) benzene n) besi o) butadien p) butana q) cobalt r) chromium s) chloroform t) cadmium u) debu carbon v) karbon monoksida w) karbon dioksida x) klorin y) mangan z) merkuri aa) nikel Rp 150.00/contoh Rp 100.000.00/contoh Rp 75.000.000.000.000.000.000.000.000.00/contoh Rp 75.000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp 50.000.00/contoh Rp 50.000.00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.000.000.00/contoh Rp 75.00/contoh Rp 75.000.000.00/contoh Rp 150.000.00/contoh Rp 50.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 50.000.000.000.00/contoh Rp 150.

00/contoh Rp 75.000. b.000.000.000. (3) Untuk mendapatkan pelayanan pemanfaatan Taman Margasatwa Ragunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. tempat rekreasi taman margasatwa ragunan.000.00/orang Rp 40.00/contoh Rp 75. pemakaian fasilitas/sarana taman margasatwa ragunan. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Rekreasi.00/contoh Rp 150.000. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan Taman Margasatwa Ragunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. .00/orang Bagian Keenam Taman Margasatwa Ragunan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 94 (1) Pelayanan Taman Margasatwa Ragunan terdiri dari: a.000.000. Paragraf 2 Objek.000. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf a. Rp 75.ab) nitrogen diokasida ac) ozon ad) sulfur dioksida ae) tembaga af) timbal ag) toluene ah) xylene ai) zink.000. Nama dan Subjek Pasal 95 (1) Pelayanan Taman Margasatwa Ragunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi.00/orang Rp 40. Golongan.000.00/contoh 6) Pemeriksaaan kesehatan kerja a) pemeriksaan kehilangan daya dengar b) pemeriksaan fungsi paru c) pemeriksaan kesehatan umum Rp 40.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.00/contoh Rp 150.

waktu. Pasal 99 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. jumlah orang dan jenis kendaraan. (2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf b. 1. dewasa 2.000. Pelayanan masuk tempat rekreasi Taman Margasatwa Ragunan.(3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) huruf b. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. biaya perawatan/pemeliharaan. Pasal 96 (1) Subjek Retribusi Tempat Rekreasi adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 ayat (1) hurufa.oo/orang . Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 98 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi tempat rekreasi serta fasilitas/sarana Taman Margasatwa Ragunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 adalah dengan memperhatikan biaya investasi.ooo. (3) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) adalah Wajib Retribusi. angsuran bunga pinjaman. biaya penyusutan. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. Untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. biaya asuransi. (2) Tingkat penggunaan jasa pemakaian kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 ayat (3) diukur berdasarkan intensitas pemakaian. jenis alat dan jumlah orang.00/orang Rp3. anak-anak Rp4. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 97 (1) Tingkat penggunaan jasa tempat rekreasi Taman Margasatwa Ragunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 95 ayat (2) diukur berdasarkan jumlah frekuensi masuk.

Rombongan pelajar/mahasiswa/panti sosial paling sedikit 30 (tiga puluh) orang dikenakan tarif 75% (tujuh puluh lima persen) dari tarif yang berlaku d.00/orang Rp5.000.000.00/orang/sekali keliling Rp1.00/orang Rp5.00/orang 3.000. Pemakaian sarana/prasarana Taman Margasatwa Ragunan: a) kuda tunggang b) unta tunggang c) gajah tunggang d) taman satwa anak-anak/pentas Rp3.00/hari Rp150.000.000. Hari Minggu/besar a) dewasa b) anak-anak Rp5. Sound sistem h.00/hari Rp10.000.000.00/orang Rp1. Hari biasa a) dewasa b) anak-anak 2. untuk shooting: a) film cerita Rp1. 1. rombongan pelajar/mahasiswa/panti sosial paling sedikit 30 (tiga puluh) orang dikenakan tarif 75% (tujuh puluh lima persen) dari tarif yang berlaku 4.00/hari Rp200.00/foto . Pemakaian fasilitas Taman Margasatwa Ragunan.000.000.00/hari Rp500.00/judul Rp2.000.00/orang/sekali keliling Rp6.00/hari Rp100.3.000. juru foto b. Gedung informasi f.000.000.000.00/orang Rp5.00/hari Rp1.500.00/hari d) sepeda 2.000.00/hari Rp100. j.00/hari Rp10. Panggung e.00/hari Rp2.000. Pemakaian tempat penitipan kendaraan: a) mobil b) bus/truk c) sepeda motor Rp5.00/orang/3ekali keliling Rp5.500. untuk berdagang: a) hari minggu/besar b) hari biasa 2.00/hari c. Gedung auditorium g.000.500.000.00/hari Rp250. Pemakaian kawasan pusat primata untuk menyaksikan gorilla dan primata lainnya: 1.000.000.00/hari b) film iklan c) film video dokumentasi d) film video keluarga Rp15.000.000. Penyediaan satwa jinak untuk berfoto Pemakaian lokasi /tempat: 1.500. Pemutaran film satwa i.000.00/hari Rp500.00/hari Rp10.

pengangkutan sampah perumahan/rumah tinggal. (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf i. (3) Untuk mendapatkan pelayanan kebersihan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. i. penyedotan kakus/tangki septikteng. poliklinik dan laboratorium. pemakaian toilet berjalan. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang mendapatkan dan memerlukan pelayanan kebersihan lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. h. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf g dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi persampahan/kebersihan. d. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf h. e. penyediaan tempat pembuangan/pemusnahan akhir sampah (TPA sampah). c. pengangkutan sampah dari lokasi industri dan sejenisnya. g. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Penyedotan Kakus. Paragraf 2 Objek. Nama dan Subjek Pasal 101 (1) Pelayanan kebersihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. pengangkutan sampah dari lokasi pedagang kaki lima/usaha sektor informal. penyediaan lokasi instalasi pengolahan air buangan (LIPAB). Golongan. . f. pengangkutan sampah dari rumah sakit.Bagian Ketujuh Kebersihan Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 100 (1) Pelayanan kebersihan lingkungan terdiri dari: a. pengangkutan sampah toko dan sejenisnya. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. b.

(3) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf i. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 103 (1) Tingkat penggunaan Jasa Persampahan/kebersihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (2) diukur berdasarkan luas bangunan. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Penyedotan Kakus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya penyedotan.PasaS 102 (1) Subjek Retribusi Persampahan/Kebersihan adalah orang pribadi atau Badan yang menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf a sampai dengan huruf g. (2) Tingkat penggunaan Jasa Penyedotan Kakus sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (3) diukur berdasarkan volume penyedotan. ayat (2) dan ayat (3) adalah Wajib Retribusi. (4) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). . biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. (2) Subjek Retribusi Penyedotan Kakus adalah orang pribadi atau Badan yang menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) huruf h. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya operasional dan perawatan. biaya pemusnahan/pengolahan sampah. biaya pengadaan dan perawatan. (3) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah Fasilitas Kebersihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (4) diukur berdasarkan jumlah toilet dan jangka waktu pemakaian. biaya pembuangan/pengolahan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 104 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Persampahan/kebersihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya pengumpulan sampah. biaya penyediaan lokasi tempat pembuangan akhir. biaya penampungan sampah. biaya pengangkutan sampah. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. volume sampah dan jangka waktu pelayanan.

00/bulan 2. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. pusat pertokoan/plaza.75 m /bulan) Rp12. 1.000. besar (volume sampah lebih dari 0.000.00/rn Pemakaian toilet berjalan 3 Rp325.00/bulan 3. penjahit/konpeksi. Pengangkutan sampah perumahan/rumah tinggal 1.000. rumah makan/restoran.OO 2. pasar swalayan.00/m Rp5. Pengangkutan sampah minimum 2. Pengangkutan sampah dari rumah sakit. sedang (volume sampah 0. pertokoan. bengkel. motel.76 m /bulan) Rp15. 2 RpO. luas bangunan 71 m sampai dengan 150 m 2 2 RpO. penginapan.000. tempat hiburan lainnya.00/m Rp10. perbengkelan dll Rp20. kecil (volume sampah sampai dengan 0.OO RpO. f.5 m dari lokasi industri.000. luas bangunan 301 m keatas b. poliklinik dan laboratorium minimum 1.00 m 3 3 Pengangkutan sampah dari lokasi Pedagang Usaha Mikro Penyediaan tempat pembuangan/pemusnahan akhir Sampah (TPA sampah).00/m 3 3 3 Penyediaan lokasi instalasi pengolahan air buangan (LIPAB) Penyedotan kakus/tangki septikteng paling sedikit 2 m Rp20. warung makan.(3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Fasilitas Kebersihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. panti pijat. salon barbershop.50 m /bulan) Rp10.00/bulan 3 3 3 c. taman hiburan/ rekreasi. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. bioskop. e. Pasal 105 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.500. g.000. hotel. i.00/m Rp5. luas bangunan 251 m sampai dengan 300 m 5.00/m 3 3 9 d. binatu dan lain-lain.OO 2 Pengangkutan sampah toko. bola sodok.000. Rp10. biaya asuransi.OO 2 3.OO RpO. luas bangunan 151 m sampai dengan 250 m 4.000. biaya perawatan/ pemeliharaan. biaya penyusutan.OO RpO. luas bangunan sampai dengan 70 m 2 2 2 RpO.00/toilet/hari . h.000.51 sampai dengan 0. apotik.

Paragraf 2 Objek. huruf c dan huruf d. b. pemakaian lokasi taman pemakaman. pemakaian kendaraan jenazah dan kelengkapannya. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pemakaian Tempat Pemakaman. (3) Untuk mendapatkan pelayanan pemakaman umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. izin pelayanan pemakaman . d. . (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pelayanan Pemakaman. Golongan. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf b. c. Nama dan Subjek Pasal 107 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. pemakaian peralatan perawatan jenazah . dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan pemakaman umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini.Bagian Kedelapan Pemakaman Umum Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 106 (1) Pelayanan Pemakaman Umum terdiri dari: a. e. pemakaian tempat pemakaman.

. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. (4) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). waktu. peralatan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 110 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Jasa Pemakaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. ayat (2) dan ayat (3) adalah Wajib Retribusi. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya operasional dan pemeliharaan. biaya perawatan/ pemeliharaan. (3) Tingkat penggunaan Jasa Perizinan Pemakaman dalam Pasal 107 ayat (4) diukur berdasarkan tingkat pengendalian dan pengawasan terhadap perizinan pelaksanaan tersebut. biaya penguburan. (2) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (3) diukur berdasarkan jarak tempuh. U6 • . biaya penyusutan. huruf c dan huruf d. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 109 (1) Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Tempat Pemakaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (2) diukur berdasarkan klasifikasi blok tempat pemakaman dan jangka waktu sewa tempat pemakaman. kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. (3) Subjek Retribusi Izin Pelayanan Pemakaman adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf e. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. lokasi dan jumlah pemakaian.(1) Subjek Retribusi Pemakaian Tempat Pemakaman adalah orang pribadi atau Badan yang menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf a. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. (2) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) huruf b. biaya perawatan jenazah.

000.000.000.000.500. izin tahan Jenazah setelah 24 jam Rp30.00 Rp80.00 Rp40. 3 sampai dengan 4 hari 3.000. lebih dari 8 hari dikenakan biaya tambahan e.000. Izin pelayanan Pemakaman 1.00/lokasi Rp1.00/jenazah Rp10.00/kilo meter Rp1. izin mengangkut jenazah keluar negeri DKI Jakarta 4.I AA. b) Tiga tahun kedua dan seterusnya 100% (seratus persen) dari besarnya retribusi sebagaimana tercantum dalam angka 1.II A. untuk dalam kota 2. Pemakaian lokasi taman pemakaman untuk shooting film: 3. Pasal 111 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 adalah sebagai berikut: a.000.00/jenazah c.00/izin Rp20.000.000.00/hari/lokasi d.00/sekali pakai Rp1. Pemakaian tempat pemakaman: 1.00/ienazah Rp10. Sewa tanah makam tumpangan sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari besarnya retribusi sebagaimana tercantum dalam angka 1. b.000. 5 sampai dengan 8 hari 4.000. Sewa tanah makam untuk jangka waktu 3 (tiga) tahun: a) blok b) blok c) blok d) blok e) blok A.000.III AA. untuk luar kota 1.00/lokasi Rp200.500. Perpanjangan sewa tanah makam adalah: a) Tiga tahun pertama 50% (lima puluh persen) dari besarnya retribusi sebagaimana tercantum dalam angka 1. I Rp100.000. 3. izin mengangkut jenazah keluar wilayah Provinsi .000.00/lokasi Rp2. izin pemasangan plaket makam 2.(3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Pelayanan Pemakaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 107 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa.OO 2. Pemakaian kendaraan jenazah dan kelengkapannya: 1.000.00 RpO.II A. serta biaya cetak formulir. Pemakaian peralatan perawatan jenazah: Rp75. sampai dengan 2 hari 2. diajukan paling lama 3 (tiga) tahun setelah sewa tanah makam berakhir dan apabila tidak diperpanjang setelah lewat jangka waktu 3 (tiga) tahun dapat digunakan untuk pemakaman ulang.00/24 jam Rp100.00 Rp60. c) Perpanjangan sewa tanah makam sebagaimana dimaksud pada huruf a) dan huruf b).000.

000. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan perumahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (2) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. izin pengabuan jenazah/kerangka jenazah 6. Nama dan Subjek Pasal 113 (1) Pelayanan perumahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi.00/hari Rp10.000.00/jenazah/kerangka Rp10.00/tahun 7.000. Paragraf 2 Objek. izin usaha dan daftar ulang izin usaha dihidang pelayanan Bagian Kesembilan Perumahan Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 112 (1) Pelayanan perumahan adalah pemakaian rumah susun sederhana milik Pemerintah Daerah.00/|enazah/kerangka Rp250. Pasal 114 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (1).000. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. . Golongan.Penambahan lebih dari 1 hari sampai dengan paling lama 5 hari 5. izin penggalian dan pemindahan jenazah/ kerangka jenazah pemakaman atau pengabuan (kremasi) Rp2. (3) Untuk mendapatkan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk.

000. lantai II 3. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya penyusutan.000.00/bulan Rp187. lantai III 4.000.00/bulan Rp149. lantai dasar untuk usaha Rp152.000.00/bulan Rp131.00/bulan Rp125.000. lantai IV 5. tipe dan waktu pemakaian.007bulan Rp137. lantai V 6.000. Pasal 117 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 112 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. lanta dasar untuk usaha Rp157.Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 115 Tingkat penggunaan Jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 diukur berdasarkan lokasi. lantai V 6. lantai dasar untuk usaha 1.00/bulan Rp134.000.00/bulan Rp10.000. biaya rutin/periodik dan biaya administrasi yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa.00/m /bulan Rp207. lantai IV 5.000.00/bulan Rp170. lantai I 2.000.000. lantai II 3. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 116 Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah Fasilitas Perumahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. lanta II 3.00/m /bulan 2 .000. lanta III 4.00/m /bulan 2 2 b. Pemakaian rumah susun sederhana di Sukapura untuk PNS: 1.00/bulan Rp15.00/bulan Rp10. lantai I 2.000.00/bulan Rp144.000. Pemakaian rumah susun sederhana di Sukapura type 21 untuk NON PNS: c. lantai III 4. biaya asuransi kebakaran. Pemakaian rumah susun sederhana di Penjaringan Blok Mawar dan Melati type 21: 1 • lantai I 2.000.000. lanta IV 5. Paragraf 4 Prinsip Penetapan.00/bulan Rp141.00/bulan Rp178.000.00/bulan Rp197.

Pemakaian rumah susun sederhana di Tambora III: Rp105.000. type 18: a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai dasar untuk usaha 2. lantai III 4. lantai II 3.00/bulan Rp302.00/m /bulan 2 2 2 e.00/bulan Rp100.000.00/bulan Rp149.000. lantai II 3. lantai III 4. Pemakaian rumah susun sederhana di Tambora IV blok A dan B type 21: g.000.00/bulan Rp252.00/bulan Rp101.000.000.000. lantai dasar untuk usaha 1.00/m /bulan 2 Rp293.00/m /bulan 2 h.00/bulan Rp96.00/m /bulan Rp368. lantai I 2.000.00/bulan Rp351. lantai dasar untuk usaha 1.00/bulan Rp99.000.00/bulan Rp318.000.00/bulan Rp10. Pemakaian rumah susun sederhana di Penjaringan Blok Cempaka type 24: 1.00/bulan Rp107.000.00/bulan Rp239.00/bulan Rp104.00/bulan Rp10.000.000.00/bulan .00/bulan Rp15.00/bulan Rp334.000.000.00/bulan Rp15.000.000.000.000.00/m /bulan Rp157.000. lantai V 6.00/bulan Rp91.000.000.00/bulan Rp134.00/bulan Rp141. lantai IV 5.00/bulan Rp95. lantai dasar untuk usaha 1.00/bulan Rp10.00/bulan Rp128. Pemakaian rumah susun sederhana di Penjaringan blok Kenanga type 32: f.d.00/bulan Rp279. lantai I 2. lantai IV 5.000.000. lantai II 3.00/bulan Rp265. lantai V 6.000. type 18/Blok A (Apel) dan B (Belimbing): a) lantai I b) lantai II c) lantai III Rp110. type 21: a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai dasar untuk usaha Rp113. lantai I 2. lantai V 6.000.000. lantai IV 5.000. Pemakaian rumah susun sederhana di Flamboyan/Bulak Wadon Blok A (Apel) dan B (Belimbing): 1.000.000.000. lantai III 4.

2.00/bulan Rp312.000.00/m /bulan Rp138.00/bulan Rp193. 3. 5.000. 4.000. 5.000.000. 4.00/bulan Rp118.000.000.00/bulan Rp327.00/bulan Rp10.00/bulan Rp175.00/bulan Rp124.000.000.000.000.000. lantai I lantai II lantai III lantai IV lantai V lantai dasar untuk usaha Rp214.000.000.00/bulan Rp203. Pemakaian rumah susun sederhana Cipinang Muara Blok Pendidikan dan Pengajaran type 30 untuk PNS: 1.d) lantai IV e) lantai dasar untuk usaha 2.00/bulan Rp10.00/bulan Rp184.000.000.00/bulan Rp10.00/bulan Rp282.00/m /bulan 2 2 2 .00/bulan Rp225.000.000.000.000.000. 6.000.00/bulan Rp324.00/buian Rp131.000.000.00/m /bulan 2 .00/m /bulan Rp275.00/bulan Rp10.000.00/bulan Rp249. type 21/Blok C (Ceri) dan D (Delima): a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai dasar untuk usaha 3.000. type 30: a) lantai I b) lantai II Rp250.00/bulan Rp237.00/bulan Rp10. 6.00/bulan Rp297.000.00/bulan Rp230.00/butan Rp304. lantai I lantai II lantai III lantai IV lantai V lantai dasar untuk usaha Rp344.000. type 21: a) lantai I b) lantai II 2.000.00/bulan . Pemakaian rumah susun sederhana Cipinang Muara Blok Pendidikan dan Pengajaran type 30 untuk NON PNS: 1.00/bulan Rp262.00/m /bulan 2 k. 2. Pemakaian rumah susun sederhana di Puio Jahe: 1. 3. type 30/Blok E (Enau) dan F (Fiir): a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha Rp95.

00/bulan Rp471.000.500.067bulan . lantai II 3.000.000.00/m /bulan 2 m. Pemakaian rumah susun sederhana Tipar Cakung Type 30 untuk Umum: o. type 30: a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV Rp116. lantai IV 5. lantai III 4. lantai dasar untuk usaha Grup: 1 | tai | an Rp345.00/bulan Rp70.00/bulan Rp58.00/bulan Rp329. lantai dasar untuk usaha n.000. Target Grup a) lantai I Rp303.000. lantai IV 5.000.000.000.00/bulan Rp107. lantai V 6.00/bulan Rp53. lantai II 3.00/bulan Rp64.500. lantai III 4.00/bulan Rp105.000.00/bulan Rp87.000.I.000.000.00/bulan Rp90. Pemakaian rumah susun sederhana Tambora I dan II: Ltype 18: a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV 2.000.00/bulan Rp520. lantai dasar untuk usaha 1.00/m /bulan Rp545.000.000. lantai IV 5. lantai I 2.000.000. lantai V 6.000. lantai V 6.000.00/bulan Rp12.00/bulan Rp313. Pemakaian rumah susun sederhana Tipar Cakung Type 30 untuk PNS dan Buruh: 1. Pemakaian rumah susun sederhana Tipar Cakung Type 30 untuk Target Rp110.500.000. lantai i 2.00/bulan Rp12.00/bulan Rp100.00/bulan Rp298.000.00/bulan Rp95. lantai III 4. Pemakaian rumah susun sederhana Cipinang Besar Utara type 32: 1.00/bulan Rp97.00/bulan Rp283.00/m /bulan 2 2 2.000.00/bulan p.00/bulan Rp446.00/bulan Rp496.000.00/bulan ) lantai II Rp289. lantai II 3.00/bulan b c) lantai lll Rp275.00/bulan Rp12.000.000.000.

000.000.00/bulan Rp245.000.00/bulan Rp233 000.000.00/bulan Rp325.00/bulan Rp508.000.500.000 00/bulan Rp361.00/bulan Rp245 000.00/bulan Rp12.500.00/bulan Rp482.00/bulan Rp12.000.500.00/bulan Rp12.500.00/bulan Rp222.000.00/m /bulan Rp588.007bulan Rp249.00/bulan Rp12. Pemakaian rumah susun sederhana Pondok Bambu Type 24: Rp257 000.00/m /bulan 2 e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha -153 .000.00/bulan Rp534.000.000. Umum a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV Rp399.000 00/bulan Rp12.00/m /bulan 2 Rp257.007bulan Rp561.500. Target Group a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 2.00/bulan Rp12.500. Umum a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha Rp262.007m /bulan 2 2 r.000 00/bulan Rp325. Target Grup a) lantai I b) lantai II c) lantai III d)lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 2.000.000. Umum a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 1.000.00/m /bulan Rp399.000 00/bulan Rp380.00/m /bulan 2 2 q. Pemakaian rumah susun sederhana Cipinang Besar Utara type 24: 1.00/bulan Rp211.00/bulan Rp222 000.000.000.000.00/bulan Rp380.00/bulan Rp211 000.000 00/bulan Rp343.00/bulan Rp361.00/bulan Rp233.000.00/bulan Rp343.d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 2.

Target Grup a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 2.00/bulan Rp66. Pemakaian rumah susun sederhana Jatirawasari type 24: Rp257 000 00/bulan Rp245 000 00/bulan Rp233 000 00/bulan Rp222 000 00/bulan Rp211 000 00/bulan Rp12. type 27: a) lantai I h) lantai II Rp107.00/bulan Rp60.000.000.000 00/bulan Rp325.s. Pemakaian rumah susun sederhana Karang Anyar 1.000.000.000 00/bulan Rp380. type 18: a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV 2.00/bulan Rp534.00/bulan Rp508.500.00/m /bulan 2 Rp99.000. Umum a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 1. Pemakaian rumah susun sederhana Jatirawasari type 32: 1.00/m /bulan Rp588.00/bulan Rp12. Target Grup a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha 2.00/bulan Rp561.500.00/m /bulan 2 2 t.000.000.00/bulan Rp249.000.000.000.000 00/bulan Rp343.500. Umum a) lantai I b) lantai II c) lantai III d) lantai IV e) lantai V f) lantai dasar untuk usaha u.000 00/bulan Rp361.00/bulsn .000.00/bulan Rp12.000.00/bulan Rp54.000.00/m /bulan 2 Rp303.00/bulan Rp72.00/bulan Rp262.00/bulan Rp482.500.000.007bulan Rp275.Q07bulan Rp289.000 00/bulan Rp12.000.000.00/bulan Rp399.

persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci.00/m /bulan 2 BAB VI BIDANG PEMBANGUNAN Bagian Kesatu Tata Kota Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 118 (1) Pelayanan Tata Kota terdiri dari: a. Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT).000. pematokan untuk penerapan rencana kota. f. survey dan perencanaan trace jalan-jalur jalan. pengukuran situasi tanah. Golongan. pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi pengukuran situasi tanah. Pemakaian lantai dasar rumah susun sewa beli Rp90. c. .000. persetujuan prinsip penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB). d. pencetakan peta tematis ketatakotaan. Ketetapan Rencana Kota (KRK). e. Nama dan Subjek Pasal 119 (1) Pelayanan Tata Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. saluran atau utilitas. g. Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB). jembatan.c) lantai III d) lantai IV v. penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder.00/bulan Rp5. Paragraf 2 Objek. b. h. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan jasa ketatakotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan tehnis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini.00/bulan Rp81.000. i. j. (2) Atas. (3) Untuk mendapatkan pelayanan Tata Kota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk.

(6) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi jasa umum dengan nama Retribusi pematokan untuk penerapan rencana kota. Pasal 120 (1) Subjek Retribusi pengukuran situasi tanah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) hurufa. (8) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf g dipungut Retribusi jasa umum dengan nama Retribusi penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder. (2) Subjek Retribusi penggantian biaya cetak peta adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf b. jembatan. (3) Subjek Retribusi Ketetapan Rencana Kota (KRK) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf c. (9) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf h dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci. (7) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf f dipungut Retribusi jasa umum dengan nama Retribusi survei dan perencanan trace jalan jalur jalan. (11) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf j dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT). (5) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf d dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB). (10) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf i dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Persetujuan prinsip penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB). . (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf c dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Ketetapan Rencana Kota (KRK). saluran atau utilitas.(3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf b dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. (4) Subjek Retribusi Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaKsud data Pasal 116 ayat (1) huruf d.

(5) Subjek Retribusi pematokan untuk penerapan rencana kota adaiah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf e. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 121 (1) Tingkat penggunaan jasa umum pengukuran situasi tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (2) untuk pelayanan Tata Kota diukur berdasarkan luas tanah. jumlah persil dan perpetakan (4) Tingkat penggunaan jasa Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (5) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. jembatan. (8) Subjek Retribusi persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf h. saluran dan utilitas serta nilai manfaat. jenis peruntukan tanah rinci. (6) Subjek Retribusi survei dan perencanaan prasarana jalan. klasifikasi jalan. klasifikasi jalan. ukuran dan jumlah peta. (5) Tingkat penggunaan jasa pematokan untuk penerapan rencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (6) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. jembatan. jembatan. jenis alat yang digunakan. jenis alat yang digunakan. (9) Subjek Retribusi persetujuan prinsip penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf i. (7) Subjek Retribusi penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf g. (11) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud dalam pada ayat (1) sampai dengan ayat (7) adalah Wajib Retribusi. (2) Tingkat penggunaan jasa penggantian biaya cetak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (3) diukur berdasarkan skala. saluran dan utilitas serta nilai manfaat. . (3) Tingkat penggunaan jasa Ketetapan Rencana Kota (KRK) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (4) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. penggunaan bangunan dan intensitas ruang. (10) Subjek Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf j. saluran dan utilitas adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf f.

biaya pemetaan. (9) Tingkat penggunaan jasa Retribusi Persetujuan Prinsip Penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (10) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan intensitas ruang dan zona. biaya perencanaan Intensitas ruang serta biaya pengawasan dan pengendalian. biaya pemetaan. saluran dan utilitas serta nilai manfaat. biaya transportasi. biaya pengukuran/pematokan dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya rencana tata letak bangunan. jembatan. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. . Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 122 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pengukuran situasi tanah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya pengukuran dan pematokan. biaya transportasi. biaya transportasi.(6) Tingkat penggunaan survei dan perencanaan prasarana jalan. (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya survei. biaya pemutakhiran data. jenis peruntukan tanah rinci. saluran dan utilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (7) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. nilai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian. biaya penataan perpetakan. saluran dan utilitas serta nilai manfaat. biaya cetak peta. jembatan. (8) Tingkat penggunaan jasa persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (9) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan nilai manfaat dan zona. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Ketetapan Rencana Kota (KRK) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya survei. jenis alat yang digunakan. biaya ketetapan rencana kota. klasifikasi jalan. biaya studio gambar. penggunaan bangunan dan intensitas ruang. biaya survei. jembatan. biaya konsultasi. jenis alat yang digunakan. klasifikasi jalan. (7) Tingkat penggunaan jasa penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (8) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. biaya pemutakhiran data serta biaya pengawasan dan pengendalian. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi penggantian biaya cetak peta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. (10) Tingkat penggunaan jasa Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (11) untuk pelayanan ketatakotaan diukur berdasarkan luas tanah. biaya survei.

000.00 2 b) luas lebih dari 100 sampai dengan 200 m c) luas lebih dari 200 sampai dengan 300 m e) luas lebih dari 400 sampai dengan 500 m f) d) luas lebih dari 300 sampai dengan 400 m Rp50. biaya pemetaan. Pengukuran situasi tanah 1. biaya transportasi.00 Rp300.00 . (9) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi persetujuan prinsip penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (10) adalah dengan memperhatikan biaya survei. biaya survei. biaya survei. nilai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian. nilai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian. biaya pemberian izin penggunaan tanah serta biaya pengawasan dan pengendalian.000. biaya transportasi. biaya pemutakhiran data. biaya transportasi. biaya transportasi.00 Rp500. biaya pemutakhiran data. (7) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi jasa penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan jalur jalan sekunder sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (8) adalah dengan memperhatikan biaya pengukuran dan pematokan. saluran dan utilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (7) adalah dengan memperhatikan biaya pengukuran dan pematokan. (6) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi survei dan perencanaan prasarana jalan. jembatan.000. biaya penyesuaian peruntukan tanah rinci dan nilai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian. biaya pemetaan. biaya perencanaanan pemanfaatan ruang. (8) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (9) adalah dengan memperhatikan biaya survei.(5) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pematokan untuk penerapan rencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (6) adalah dengan memperhatikan biaya pengukuran dan pematokan. biaya perencanaan intensitas ruang dan nilai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian. biaya transportasi. biaya transportasi. biaya survei. niiai manfaat serta biaya pengawasan dan pengendalian. biaya pemetaan.00 2 2 2 2 luas lebih dari 500 sampai dengan 1000 m Rp750. biaya pemetaan.00 Rp150. Pasal 123 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan ketatakotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. (10) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 119 ayat (11) adalah dengan memperhatikan biaya survei.000. biaya pemutakhiran data. Pengukuran situasi tanah a) luas sampai dengan 100 m 2 Rp30.000.000.

00 Rp5. atas permintaan pemohon yang sama dapat dicetak ulang dengan dikenakan penggantian biaya pencetakan peta situasi menurut huruf a angka 1 ditambah biaya legalisasi sebesar 10% (sepuluh persen) dari tarif pengukuran pada huruf a sesuai luas tanahnya. .00/lembar. Ketetapan Rencana Kota (KRK) 1. c.000. Skala 1: 5000 dengan ukuran kertas folio dikenakan Rp15. dikenakan retribusi sebesar Rp750.000.000. Pencetakan peta tematis ketatakotaan. harus diproses baru dengan dikenakan biaya 100% (seratus persen) dari tarif pengukuran menurut huruf a. 5.00 ditambah setiap kelebihan kelipatan luas sampai dengan 1000 m dikenakan Rp300.5 m tiap 100 m dikenakan 2 2 Rp50.000. untuk setiap jenis peruntukan tanah rinci dikenakan tarif sebagaimana tercantum dalam Tabel I. Peta situasi terukur tanah atau perairan yang telah diterbitkan lebih dari lima tahun.000.00 b. saluran. jembatan dan jaringan utilitas dikenakan retribusi setiap m Rp200. 2.000.000. 1.000. Peta situasi terukur tanah atau perairan yang telah diterbitkan sampai dengan satu tahun dan tidak ada perubahan fisik lokasi dari kondisi sebelumnya. Pengukuran situasi perairan a) luas sampai dengan 1 Ha b) luas lebih dari 1 Ha Rp5.00 j) Pengukuran opname jalan.00 2 2 h) Pengukuran Water Pass Rp500.000.000 m . Peta situasi terukur tanah atau perairan yang telah diterbitkan lebih dari 1 (satu) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun dan tidak ada perubahan fisik lokasi atas permintaan pemohon yang sama dapat dicetak ulang dengan dikenakan biaya penggantian pencetakan peta situasi menurut huruf a angka 1 dan angka 2 ditambah biaya legalisasi 25% (dua puluh lima persen) dari tarif pengukuran menurut huruf a sesuai luasnya dan apabila terdapat perubahan secara fisik dilokasi dimaksud harus dilakukan pengukuran ulang dengan pengenaan retribusi sesuai tarif menurut huruf a. Skala 1: 1000 dengan ukuran kertas folio dikenakan retribusi Rp1.00 ditambah setiap kelipatan luas sampai dengan 1 Ha dikenakan Rp3. 4. retribusi 3.00 2 2.g) luas lebih dari 1.000.000.00/km panjang i) Pengukuran contour/garis tinggi permukaan tanah dengan interval beda tinggi maksimum 0.00/lembar Untuk peta/gambar yang lebih besar dinilai dengan ukuran kelipatan kertas folio.000.

000.00 kelipatan penuh dari 100 m 2 50.000.000. 11.00 kelipatan penuh dari 100 m 2 50. 8. 1 1.00 kelipatan penuh dari 1000 m 2 2 50.000.00 per unit hunian 3.000.00 kelipatan penuh dari 1000 m 2 40.000. 2. Wisma susun (Wsn) 6. Tarif (Rp) 4 Kelebihan Luas kolom (3) berlaku tarif 5 3 sampai dengan 60 61 sampai dengan <20C! 200 sampai dengan 400 401 sampai dengan 500 sampai dengan 2.000.000.000.00 kelipatan penuh dari 1000 m 2 40. 15.000.00 kelipatan penuh dari 2000 m 2 5.00 kelipatan penuh dari 100 m 2 40.000. 13. 7. 10.000. 16.000 sampai dengan 100 sampai dengan 1000 sampai dengan 100 sampai dengan 100 sampai dengan 500 sampai dengan 1000 sampai dengan 500 sampai dengan 100 sampai dengan 100 sampai dengan 1000 sampai dengan 1000 2.00 kelipatan penuh dari 100 m 2 10.000.000.00 per unit hunian 5. Wisma flat (Wfl) Wisma susun taman (Wst) Wisma kantor (Wkt) Wisma dagang (Wdg) Wisma taman (Wtrn) Karya pemerintahan (Kpm) Karya perwakilan negara asing (Kpa) Karya kantor/jasa (Kkt) Karya perdagangan (Kpd) Karya industri (Kin) Karya pergudangan (Kpg) 15.000.00 kelipatan penuh dari 500 m 2 5.00 kelipatan penuh dari 500 ^ 20. 9.00 kelipatan penuh dari 1000 m 2 . 14. Wisma sedang (Wsd) 10. Wisma besar (Wbs) 15.000.00 kelipatan penuh dari 100 m 2 10. 12.TABEL I: TARIF RETRIBUSI KETETAPAN RENCANA KOTA Jenis Peruntukan Tanah Rinci 2 Wisma sangat kecil (Wsk) Wisma kecil (Wkc) Luas Tanah (m ) 2 No.00 kelipatan penuh dari 500 m 50.00 per unit hunian 4.

000.000. 23. 19.000. 28.00 0.00 5. 25.000. dikenakan retribusi sebesar 10% (sepuluh persen) dari tarif tersebut pada tabel I sesuai dengan jenis peruntukannya tanpa pengukuran kelapangan. 3.000. 18. 20. 27. 31. 21.000.000.000. 30.00 5. 26. 29. 32. untuk permohonan ulang ketetapan rencana kota yang telah diterbitkan kurang atau sampai dengan satu tahun atas permintaan pemohon yang sama.00 5.000. 22.00 kelipatan penuh dari 1000 m 2 kelipatan penuh dari 1000 m 2 kelipatan penuh dari 500 m 2 sampai dengan 500 sampai dengan 400 sampai dengan 400 sampai dengan 1000 sampai dengan 1000 kelipatan penuh dari 500 m 2 kelipatan penuh dari 400 m 2 kelipatan penuh dari 400 m 2 kelipatan penuh dari 1000 m 2 kelipatan penuh dari 1000 m 2 - a* - 2. 24.17.00 0.00 5. Karya umum taman (Kut) Suka fasilitas bangunan parkir (Spk) Suka fasilitas terminal (Stn) Suka pendidikan (Spd) Suka sosial ibadah (Ssi) Suka sosial kesehatan (Ssk) Suka sosial budaya (Ssb) Suka pelayanan umum (Spu) Suka rekreasi olah raga (Sro) Penyempurnaan hijau rekreasi/olah raga (Phr) Penyempurna hijau taman (Pht) Penyempurna hijau makam (Phm) Penyempurna hijau umum (Phu) Penyempurna saluran air/waduk (Psw) Penyempurna tegangan tinggi (Ptt) Marga jalan (Mjl) Marga jalan kereta api (Mjk) sampai dengan 500 sampai dengan 1000 sampai dengan 1000 sampai dengan 500 40.00 5. dikenakan retribusi sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari tarif tersebut pada tabel I sesuai dengan jenis peruntukannya tanpa pengukuran kelapangan. 33.00 5.00 kelipatan penuh dari 500 m 2 5. .00 0.00 0. untuk permohonan ulang ketetapan rencana kota yang diterbitkan lebih dari satu tahun sampai dengan lima tahun atas permintaan pemohon yang sama.00 5.00 0.00 0.00 0.00 0.

dikenakan retribusi sebesar Rp10.000. Suka terminal (Stn).000. dikenakan retribusi sebesar Rp30. Untuk jenis peruntukan tanah rinci penyempurnaan Suka fasilitas parkir (Spk). Suka sosial budaya (Ssb). Untuk jenis peruntukan tanah rinci Karya industri (Kin).000. Suka pelayanan umum (Spu). apabila luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m . maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m . 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2. Suka sosial ibadah (Ssi).00 apabila luas bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m . dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m . dikenakan retribusi Rp60. maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m . dikenakan retribusi sebesar Rp10.000. dikenakan retribusi Rp50. Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB): 1. d. dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m .000. Wisma dagang (Wdg) dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m .00. maka dikenakan retribusi sebesar 100% (seratus persen) sesuai rencana kota yang baru. maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m .000. maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m .00. Suka sosial kesehatan (Ssk). Untuk jenis peruntukan tanah rinci penyempurnaan Hijau rekreasi/olah raga (Phr) dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m . Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma taman (Wtm). 2 2 2 4.000. 2 2 2 . Suka pendidikan (Spd). Suka rekreasi/olahraga (Sro) dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m . maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m . Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma kantor (Wkt).dikenakan retribusi Rp20.00. maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh 100 m . apabila luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m .00 apabila luas rantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m . Untuk jenis peruntukan tanah rinci Karya kantor/jasa (Kkt) dan Karya perdagangan (Kpd) dengan luas lantai bangunan yang direncanakan sampai dengan 100 m .00 apabila luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m . Wisma susun taman (Wst) dengan luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m . untuk permohonan ulang sebagaimana tersebut pada huruf c angka 2. 2 2 2 2 2 2 3. untuk permohonan ulang ketetapan rencana kota yang sudah diterbitkan lebih dari lima tahun harus diproses sebagaimana permohonan baru dan dikenakan retribusi sebesar 100% (seratus persen) sesuai dengan tarif tersebut pada tabel I sesuai dengan jenis peruntukannya. Apabila luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m . angka 3 dan angka 4 dalam hal kondisi lapangan dan rencana kota terjadi perubahan pada saat diterbitkan dengan ketetapan rencana kota terdahulu. dikenakan retribusi Rp40.4. maka berlaku tarif retribusi kelipatan penuh dari 100 m . Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma susun (Wsn). Karya pergudangan (Kpg) dan Karya umum taman (Kut). Wisma flat (Wfl). 5.00 apabila luas lantai bangunan yang direncanakan lebih dari 100 m .

000. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma taman (Wtm) atau Wisma susun taman (Wst). Untuk tata letak bangun-bangunan reklame dikenakan retribusi dengan memperhatikan peletakan/penempatan serta luas bidang bangunbangunan reklame sebagai berikut: Rp350.000. 3. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp50.00/m Rp100.5.000.000 m dikenakan retribusi sebesar Rp50.000. 6. 2 2 2 5. Untuk lebih jelas peruntukan tanah rinci Wisma susun (Wsn) yang luas tanahnya sampai dengan 1.000.00/m 2 2 2 2 2 . 2 2 2 6.000 m berlaku tarif retribusi sebesar kelipatan penuh dari 500 m . 2.000.00/unit/kavling/petak.000 m . Penyesuaian atau perubahan rencana tata letak bangunan dikenakan retribusi 100% (seratus persen) hanya pada bangunan yang berubah sesuai tarif sebagaimana dimaksud pada huruf d angka 1 sampai dengan angka 4. yang luas tanahnya sampai dengan 500 m dikenakan retribusi sebesar Rp50.00/m Rp50. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma kecil (Wkc) dikenakan retribusi Rp10.00/unhVkavling/petak apabila luas tanahnya lebih dari 1.00 apabila luas tanahnya lebih dari 1. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma sangat kecil (Wsk) dikenakan retribusi Rp5.000. Cetak ulang rencana tata letak bangunan untuk materi yang sama sampai dengan 5 tahun dikenakan retribusi 10%(sepuluh persen) dari tarif sebagaimana dimaksud pada huruf d pada angka 1 sampai dengan angka 4. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma sedang (Wsd) dikenakan retribusi Rp40.00/m Rp125.00/m Rp75.00/unit/kavling/petak. Pematokan untuk penerapan rencana kota: 1.00/unit/kavling/petak apabila luas tanahnya lebih dari 500 m berlaku tarif retribusi sebesar kelipatan penuh dari 500 m . Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma besar (Wbs) yang luas tanahnya sampai dengan 500 m dikenakan retribusi sebesar Rp50.00/m 2 Rp250.00/m a) jalur jalan utama I 2 b) c) d) e) f) g) jalur jalan utama II jalur jalan utama III jalur jalan sekunder I jalur jalan sekunder II jalur jalan sekunder III jalur jalan sekunder IV Rp300. 7.00/unit bangunan.000.000.000. 2 2 2 .000.000.000 m dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 1.000.00/unit/kavling/petak. 4.000.

yang luas tanahnya sampai dengan 1. Wisma perdagangan (Wdg). Karya pemerintahan (Kpm). Karya perwakilan negara asing (Kpa). Untuk jenis peruntukan tanah rinci Karya Industri (Kin).000 m . yang luas tanahnya sampai dengan 1. Suka sosial kesehatan (Ssk).000. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp60. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp60. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp10. Karya kantor/Jasa (Kkt).000 m dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 1.000.000. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Karya umum taman (Kut) dan Karya perdagangan taman (Kpt) yang luas tanahnya sampai dengan 500 m dikenakan retribusi sebesar Rp100.00/ unit bangunan. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp100. Wisma kantor (Wkt). • 165- . dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya.00 apabila luas tanahnya lebih dari 500 m dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 500 m .000. yang luas tanahnya sampai dengan 1. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya.000. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp5.00/unit bangunan. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Suka pendidikan (Spd).00/ unit bangunan.00/unit bangunan. fflatfl bSrMU tarif retribusi sebesar Rp30.000.000 m dikenakan retribusi sebesar Rp60.000 m .00 apabila luas tanahnya lebih dari 500 m dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 500 m . 2 2 2 8.000. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Suka rekreasi/olah raga (Sro).00 apabila luas tanahnya lebih dari 200 m dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 200 m .000 m dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 1. Karya pergudangan (Kpg). yang luas tanahnya sampai dengan 500 m dikenakan retribusi sebesar Rp5.000.00 apabila luas tanahnya lebih dari 500 m dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 500 m .00 apabila luas tanahnya lebih dari 1.000.7.000. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya.00/unlt bangunan.000. dan apabila jumlah unit 2 2 2 bangunannya lebih dari jumlah kelipatan (teriuh tanahnya.00/ unit bangunan.000. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya.000 m dikenakan retribusi sebesar Rp30.000 m dikenakan retribusi sebesar Rp80.00 apabila luas tanahnya lebih dari 1. yang luas tanahnya sampai dengan 200 m dikenakan retribusi sebesar Rp60. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Wisma flat (Wfl). 2 2 2 10. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Suka fasilitas parkir (Spk) dalam bentuk bangunan.000 m dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 1. 2 2 2 11. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya. yang luas tanahnya sampai dengan 500 m dikenakan retribusi sebesar Rp10. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp80.00 apabila luas tanahnya lebih dari 1. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Suka pelayanan umum (Spu). Suka sosial budaya (Ssb). 2 2 2 g. 2 2 2 13. 2 2 2 12.00/unit bangunan.000. Suka sosial ibadah (Ssi).000. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih dari jumlah kelipatan penuh tanahnya. Karya perdagangan (Kpd).000 m .

jembatan penyeberangan orang (JPO) d.000. 1. fly over/fly pass e. 2 2 2 16.000.00/unit Rp500. saluran etau utilitas. Khusus untuk permohonan pematokan dengan menggunakan patok beton dikenakan pungutan sebesar Rp100. jembatan.00.000. dan apabila jumlah unit bangunannya lebih besar dari jumlah kelipatan penuh tanahnya. Untuk permohonan pematokan jalur jalan (arteri/kolektor/lokal/ lingkungan).000.000 m dikenakan retribusi sebesar Rp20. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Penyempurna hijau rekreasi/olah raga (Phr).000. Penyempurna hijau taman (Pht). Penyempurna tegangan tinggi (Ptt).000. lebar diatas 20 m sampai dengan 30 m d.00/unit 3. Survei dan perencanaan trace jalur jalan.000.00/meter panjang Rp450.000.000 m .00/titik.000.000.000.007meter panjang Rp650.00/unit bangunan. Perencanaan trace jembatan: a.000. jembatan jalan masuk (inrit) c.00/unit Rp2. lebar diatas 30 m 2.00/unit .000. dikenakan retribusi sebesar 18.000. jalur utilitas (ducting system atau bukan ducking system) dan pematokan jalur jembatan utilitas dikenakan retribusi sebesar Rp300.00/buah/unit.000. jalur jaringan saluran air (makro/sub makro). under pass f. jembatan utilitas Rp250. diatas pra sarana jalan (jembatan penyeberangan multi guna): 1) lebar sampai dengan 10 m 2) lebar diatas 10 m sampai dengan 20 m 3) lebar diatas 20 m sampai dengan 30 m Rp1.00/unit Rp250.000 m . Perencanaan sarana penyeberangan multi guna: a.00/unit Rp250.000 m dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 5.00/meter dengan pengenaan retribusi minimal sebesar Rp150. Untuk jenis peruntukan tanah rinci Suka fasilitas terminal (Stn). Penyempurnaan saluran air / waduk (Psw). yang luas tanahnya sampai dengan 5. maka berlaku tarif retribusi sebesar Rp150.000 m dikenakan retribusi sebesar kelipatan penuh dari 1. lebar sampai dengan 10 m b.00 apabila luas tanahnya lebih dari 1. under way g. terowong Rp500. f.00/meter panjang Rp150.00/meter panjang Rp400. Penyempurna hijau makam (Phm). 17. dikenakan retribusi sebagai berikut: a. lebar diatas 10 m sampai dengan 20 m c.14.000.00/unit Rp450.000 m dikenakan retribusi sebesar Rp150. yang luas tanahnya sampai dengan 1.000. Penyempurna hijau umum (Phu). 2 2 2 15.000. jembatan jalan raya b. Untuk jembatan.00/unit Rp500.00/unit Rp3.00/m 2 Rp300. Perencanaan trace jalur jalan.00 apabila luas tanahnya lebih dari 5.

b.000.500.00/meter panjang Rp400.5 m b. 4.00/unit Rp2.000.5 m b. lebar 0. Penataan perpetakan pada jalur jalan utama dan sekunder: 1. jalur d.000.000.000. jalur jalan sekunder I b.000.000. dibawah prasarana jalan (terowongan penyeberangan multi guna): 1) lebar sampai dengan 10 m 2) lebar diatas 10 m sampai dengan 20 m 3) lebar diatas 20 m sampai dengan 30 m Rp1. lebar 1 m sampai dengan 2 m d.00/meter panjang Rp800. Perencanaan trace jalur utilitas termasuk ducting system dikenakan retribusi sebagai berikut: a. menara telekomunikasi khusus Rp2. dihitung sama dengan 1 (satu) hektar. lebar 1 m sampai dengan 2 m d.000. jalur jalan sekunder II c. jalur jalan utama III 2.00/meter panjang Rp500.000. Jalur jalan utama terdiri dari: a. Jalur jalan sekunder terdiri dari: a.00/m Rp10. jalur jalan utama I b.00/meter panjang Rp600.00/unit Rp3.00/meter panjang Rp400.00/unit Rp2.5 m sampai dengan 1 m c.00/meter panjang Rp200.000. lebar lebih kecil dari 0.00/m 2 2 2 3. 7.000. Penataan perpetakan sebagaimana dimaksud pada huruf g angka 1 dan 2 hanya dikenakan sekali kecuali hak atas tanah tersebut dialihkan kepada pihak lain/tidak termasuk warisan untuk tanah yang dibangun sesuai dengan rencana kota.000.00/meter panjang Rp900.000. dengan pungutan paling sedikit sama dengan 1 Ha.00/m 2 Rp50. lebar lebih besar dari 2 m a.000.000.00/meter panjang Rp600. Perencanaan tata letak bangun-bangunan menara telekomunikasi: g.00/m 2 2 Rp20.00/m Rp15.00/unit Rp2. Perencanaan trace saluran dikenakan retribusi sebagai berikut: Setiap kelebihan luas tanah kurang dari 1 (satu) hektar.00/Ha 5. menara radio/TV c. Perencanaan waduk dikenakan retribusi Rp200. lebar 0.000.5 m sampai dengan 1 m c.000.00/unit 8.000. jalur jalan utama II c. lebar lebih besar dari 2 m 6.00/unit 4.00/m Rp30.000.00/unit Rp2. Perencanaan dermaga pelabuhan a.000. lebar lebih kecil dari 0. menara telekomunikasi seluler b. jalur jalan jalan sekunder sekunder III IV Rp25.000.00/m 2 Rp40. . Penetapan jalan utama dan sekunder ditetapkan oleh Gubernur.

000/m 2 2 2 2 2 : lndex (N) untuk dispensasi penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci.3 0.3 0.000/m Rp2. Wisma susun/Wisma flat Karya industri / Karya pergudangan (Wsn/WfT) (Kin/Kpg) Karya perkantoran perdagangan (Kkt/Kpd) Karya umum taman (Kut) Wisma kantor / Wisma perdagangan (Wkt/Wdg) / Karya 6. zona Kepulauan Seribu Tabel II Rp4.3 0. 3. Peruntukan Baru 3 Karya perkantoran / Karya Karya Industri / Karya pergudangan perdagangan (Kkt/Kpd) (Kin/Kpg) Karya umum taman (Kut) Karya industri / Karya pergudangan (Kin/Kpg).2 0. Wisma kantor / Wisma Karya industri / Karya pergudangan perdagangan (Wkt/Wdg) (Kin/Kpg) - Karya perkantoran perdagangan (Kkt/Kpd) / Karya 5.2 0. Besarnya retribusi atas persetujuan prinsip/dispensasi penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci dihitung berdasarkan luas tanah sesuai dengan rencana kota (peta skala 1:1000) dan dikalikan dengan indeks N pada kolom penyesuaian dari peruntukan lama ke peruntukan baru sebagaimana tercantum dalam tabel II dikalikan dengan retribusi pada zona pembatasan lalu lintas sesuai rencana tata ruang yang terdiri dari: a.3 0.2 0.2 0.2 0.000. KDB 20% Karya industri / Karya Karya perkantoran / Karya pergudangan (Kin/Kpg) perdagangan (Kkt/Kpd) Wisma kantor / Wisma perdagangan (Wkt/Wdg) 4.2 0.3 0. Persetujuan prinsip penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci: 1. zona III pembatasan kurang ketat d. Peruntukan Lama 2 lndex (N) 4 0.000/m Rp250.1 0. zona I pembatasan sangat ketat b.3 0. 2.500.500.2 No 1 1. Wisma sangat kecil / Wisma Karya industri / Karya pergudangan kecil / Wisma sedang / (KirvKpg) Wisma h a * » • Karya perkantoran / Karya (WskAA/kc/Wsd/Wbs) perdagangan (Kkt/Kpd) Karya umum taman (Kut) Wisma kantor / Wisma perdagangan (WW/Wdg) . zona IV pembatasan tidak ketat e.000/m Rp500.h.000/m Rp1. zona II pembatasan ketat c.

0 10.5 .3 0.5 0.4 0.5 2.0 1.2 0.2 0. Wisma taman (Wtm) Karya industri / Karya pergudangan (kin/Kpg) KDB 20% I Karya umum taman (Kut) I Wisma kantor/Wisma perdagangan 0.3 8.5 2.5 0.0 3.0 2.3 0.2 9.7.3 0.5 2. J (Wkt/Wdg). KDB 20% I Karya industri/Karya perdagangan sosial kesehatan/Suka (KirvKpg) rekreasi/Suka olahraga | Karya perkantoran/Karya /Suka sosial Ibadah/Suka perdagangan (Kkt/Kpd) sosial budaya / Suka pelayanan umum / Suka I Karya umum taman (Kut) Fasilitas terminal / Suka I Wisma kantor/Wisma perdagangan I (Wkt/Wdg) (Spd/S8k/Sro/S8i/Ssb/Spu/S Wisma susun/Wisma flat (Wsn/W. Marga jalan lebih dari 12 Karya Industri/Karya pergudangan meter/Marga jalan rel (Kin/Kpg) (Mji/Mjr) Karya perkantoran/Karya perdagangan (Kkt/Kpd) Karya umum taman (Kut) Wisma kantor/Wisma perdagangan (Wkt/Wdg) Wisma susun/Wisma flat A/vsn/Wff) Wisma taman/Wisma susun taman (Wtm/Wst) Wisma kangat kecil/Wisma kecil/ Wisma sedang/Wisma besar (Wsk/ Wkc/WsdA/Vbs) Suka fasilitas parkir / Suka pendidikan /Suka sosial kesehatan/Suka rekreasi/Suka olahraga /Suka sosial ibadah / Suka sosial budaya (Spk/Spd/Ssk/Sro/Ssi/Ssb.3 0.2 3.2 0. Wisma susun taman (Wst) T Karya industri/Karya pergudangan (Kin/Kpg) KDB 20% I Karya umum taman (Kut) I Wisma kantor/Wisma perdagangan j (Wkt/Wdg) KDB 20% 0.l) tn/Spk) Wisma sangat kecil /Wisma kecil/ Wisma sedang/ Wisma besar (Wsk/Wkc/Wsd/Wbs) Wisma taman/Wisma susun teman (Wtm/Wst) 0. 0.

000. Karya industri pergudangan (Kin/Kpg) Rp10.00 bangunan parkir (Spk) • 170- . zona III pembatasan kurang ketat 4.000.500.500.00 3. zona IV pembatasan tidak ketat 5. Karya pemerintahan. Karya bangunan umum (Kkt/Kpd) Rp15.000/m 2 2 2 2 2 9. Suka fasilitas terminal. Wisma taman / Susun taman (Wtrn/Wst) Rp4. Zona Kepulauan Seribu izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) 1.00 2.OO asing (Kpm/Kpa) 5.00 7. Wisma dan bangunan umum (Wkt/Wdg) Rp12.OOO/m Rp250. Suka pendidikan (Spd).000. Penyempurna hijau umum (Phu). Setiap izin penunjukan penggunaan tanah (baru/pertama) untuk suatu bidang tanah yang luasnya 5. Jenis Peruntukan Tanah Rinci Tarif/m 1 2 3 1. zona I pembatasan sangat ketat 2. Suka sosial ibadah RpO. i. Persetujuan prinsip penyesuaian Koefisien Lantai Bangunan (KLB): Penyesuaian terhadap tambahan luas total bangunan berdasarkan batasan rencana KLB (Koefisien Lantai Bangunan) termasuk hasil penyesuaian peruntukan tanah dikenakan retribusi sebesar selisih antara usulan KLB dengan batasan rencana KLB dibagi batasan rencana KLB dikalikan dengan luas tanah efektif dikalikan nilai berdasarkan zona pembatasan lalu lintas sesuai rencana tata ruang yang terdiri dari: 1.000 m atau lebih diluar jalur jalan utama dan sekunder dikenakan retribusi sebesar 100% (seratus persen) sebagaimana tercantum dalam tabel III. Suka fasilitas Rp3.000. Karya umum taman (Kut) Rp10. Penyempurna saluran makro/waduk (Psw) dan Penyempurna tegangan tinggi (Ptt) tidak diperkenankan dilakukan penyesuaian rencana peruntukan tanah rinci. Tabel III Tarif Retribusi SIPPT No. zona II pembatasan ketat 3.00 4.000.000.Penyesuaian peruntukan tanah rinci pada daerah yang dibatasi pengembangan pembangunannya (sebagai daerah resapan di wilayah pengembangan selatan) besarnya retribusi penyesuaian rencana peruntukan tanah sebesar 100% (seratus persen) dari pungutan tersebut pada angka 1 (satu) diatas.000.OO (Stn/Ssi) 2 2 Rp4.000/m Rp2.00 6.000/m RpSOO.00 8.000/m Rp1. Penyempurna hijau makam (Phm).000. Karya perwakilan negara RpO. Wisma (WskA/VTccVWsd/WbsWsn/Wfl) Rp5. Untuk jenis-jenis rencana peruntukan Penyempurna hijau taman (Pht).

00 budaya/Suka pelayanan umum/Suka rekreasi o l a h raga (Ssk/Ssb/Spu/Sro) Penyempurna hijau (Phl/Php/Pht/Phm/Phu RpO. Setiap penyempurnaan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebagai akibat adanya penambahan luas tanah sebagaimana tercantum dalam SIPPT dikenakan retribusi sebesar 100% (seratus persen) dari Tabel III sesuai dengan pertambahan luas tanah dimaksud. non komersial % (setengah) dikalikan dengan besarnya retribusi masing-masing jenis pelayanan. Terhadap bidang tanah yang termasuk sebagai areal kewajiban yang harus diserahkan kepada Pemerintah Daerah untuk kepentingan umum pada semua jenis peruntukan. huruf h. Pasal 125 Terhadap pelayanan jasa ketatakotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118 ayat 1. 6. 4.OO utilitas/Marga drainase dan tata air/Marga penyeberangan (Mjl/Mka/Mut/MdtfPsb) 11. 5. Setiap Perpanjangan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah yang dimohon sebelum habis masa berlakunya dikenakan retribusi 25% (dua puluh lima persen) dari tabel III. Pengenaan retribusi tersebut pada huruf j angka 1 hanya dilakukan sekali. 3. Setiap penyempurnaan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebagai akibat adanya perubahan penggunaan tanah sebagaimana tercantum dalam Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) dikenakan retribusi sebesar 100% (seratus persen) dari tabel III sesuai dengan perubahan penggunaan tanah dimaksud dan Gubernur dapat memberikan keringanan dan pembebasan retribusi berdasarkan kemampuan. 12. tidak dikenakan pungutan retribusi. 2.. huruf i dan huruf j ditetapkan kategori untuk penggunaan komersial 1 (satu). . 7. yang ditonton untuk Kepentingan unit/satuan kerja Pemerintah Daerah atau Pemerintah Pusat atau perwakilan negara asing tidak dikenakan retribusi. fungsi penggunaan tanah dan sesuai ketentuan yang berlaku. Setiap pembaharuan Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah karena habis masa berlakunya dikenakan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) sesuai tabel III.000.OO /Phr/Psw/Ptt) Marga jalan darat/Marga rel kereta api / RpO. Pasal 124 Untuk menghitung besarnya retribusi pelayanan dimaksud dalam Pasal 118 ayat (1) huruf g. kecuali hak atas tanah tersebut dialihkan pada pihak lain (tidak termasuk warisan) dengan tidak merubah penggunaan tanah yang ditetapkan dikenakan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) sesuai tabel III. Suka sosial kesehatan/Suka sosial Rp3.10.

Golongan. (3) Atas pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf b dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Kelayakan Menggunakan Bangunan. (5) Atas pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf d dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Administrasi Perizinan Bangunan. . (4) Atas pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf c dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pelaku Teknis Bangunan. izin pelaku teknis bangunan. (3) Untuk mendapatkan pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan pengajuan secara tertulis kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. kelayakan menggunakan bangunan. pemberian plat nomor bangunan. (6) Atas pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Pemberian Plat Nomor Bangunan. e.Bagian Kedua Penataan dan Pengawasan Bangunan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 126 (1) Jenis pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan terdiri dari: a. Nama dan Subjek Pasal 127 (1) Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. d. izin mendirikan bangunan. administrasi perizinan bangunan. Paragraf 2 Objek. b. c. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (2) Atas pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Mendirikan Bangunan.

(4) Subjek Retribusi Administrasi Perizinan Bangunan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf d. biaya penelitian teknis dan administrasi. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 129 (1) Tingkat penggunaan jasa Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf a. (6) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (5) adalah Wajib Retribusi.'i (1) Subjek Retribusi Izin Mendirikan Bangunan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) hurufa.F . (5) Subjek Retribusi Pemberian Plat Nomor Bangunan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud daiam Pasal 126ayat(1) hurufa. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 130 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Mendirikan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf a adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan. (3) Subjek Retribusi Izin Pelaku Teknis Bangunan adalah orang pribadi yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf c. (3) Tingkat penggunaan jasa Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf e diukur berdasarkan satuan unit dan/atau satuan bangunan. . (2) Subjek Retribusi Kelayakan Menggunakan Bangunan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasat 126 ayat (1) huruf b. luas bangunan. panjang pagar dan jumlah saluran penghantar atau unit dari bangun-bangunan. luas perkerasan. (2) Tingkat penggunaan jasa Pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf c diukur berdasarkan klasifikasi dan penggolongan. jumlah lantai. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. jenis bangunan. fefayi peng9Wa§an dan pengendalian. huruf b dan huruf d diukur berdasarkan kelompok bangunan.

Wsdfj/D) <t V\Am dangan KDB 6*40% Rumah flnggal baaar • Wta Rumah Susun Sadamana (RS8).On Rp 500.ooAR* Rp7.00An' - Rp B O . O n . dangan kmana.OnAn* Rpa. biaya pengendalian dan pembinaan.O.00/m 2 . Rumah kedi b. Rumah aadamana c.OOAn* Rp7. Rp 4. biaya administrasi umum serta biaya pengawasan dan pengendalian. • TUakadaACoantFal • TUakadaM • Luas maksimal 46 m'/unH • Menggunakan hal tattuka. Izin Mendirikan Bangunan terdiri dari: 1.000. (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Administrasi Perizinan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf d adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan.000. biaya penelitian teknis dan administrasi serta biaya pengendalian. (5) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemberian Plat Nomor Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf e adalah dengan memperhatikan biaya cetak plat nomor bangunan. biaya penelitian teknis dan administrasi.00An* Luea Bangunan (UI) 0<B*1ttW 2 ia0m*4jb30On S < 20na*4Ja40D M* 4 «MaMteMOm* 6 IMOOm* S RpMO.00*11* RpO.(2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Kelayakan Menggunakan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf b adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan. biaya pengawasan dan pengendalian. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Pelaku Teknis Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf c adalah dengan memperhatikan biaya pemeriksaan administrasi.000.00O.000.ooo.000. Wan sampai dangan 2 U c.000. sebagaimana tercantum dalam tabel I. Retribusi Pengawasan Pembangunan (RPP): a) Untuk bangunan rumah tinggal dikenakan RPP berdasarkan luas bangunan dikalikan dengan harga satuan retribusi per meter persegi.OOO. Wkc(TVD) Rumah tinggal aadang a.0tMn* RpS. O A* O O Rp7. Rumah aadang b.000.OOAn' Rp4.OIMn* Rp BO OO A ' RplO. Tabel I Janto Bangunan 1 Rumah tinggal kadi a. Pasal 131 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) adalah sebagai berikut a. • FMahkig kitarior dan atau •aertor menggunakan bahan mutu sadafhaM.OOAn' .0QAn* Rp 4.

a. Jembatan/Hft (untuk service kendaraan).00/rn 1 Rp1S.00/m* Rp 50. b. selebihnya dihitung.00Aml Rp200.0OO.75% dari biaya pembustjm/paJng sedBdt Rp 2.cmn 1 1 c) Untuk bangun-bangunan dikenakan RPP berdasarkan panjang bangunbangunan dikalikan dengan harga satuan permeter panjang atau luas bangun-bangunan dikalikan dengan harga satuan permeter persegi atau jumlah unit/saluran penghantar dari bangun-bangunan dikalikan dengan harga satuan perunhVpersatuan penghantar (sebagaimana tercantum dalam tabel III). a.00/unlt Rp 5. mang trevo dan panel dengan ruas maksimum 10 m . 10.000.COO. Kelompok Bangunan 2 Bangunan sosial Bangunan usaha a.OOO.000.O0Am» Rp 25.O0An 1 Jenis Bangunan 3 Tarif 4 RpO.COD.b) Untuk bangunan sosial.OOAn 1 Rp20. b>Jwi tempat feadah a. 2. Selebihnya dihitung Reklame Rp 100. gardu listrik.000. Kolam renang/kolam pengolahan ah/bak penyimpanan air. Pondasi mesin (diluar bangunan).000. 4.OCAmit 1. 5. industri/pergudangan b.ooo.O00. 3.00/rn 1 1 Rp I.000. a. b.00An Rps. Monumen dalam perai (pekarangan). .OOAn 2 Rp5.75% dari biaya pembuatan/ paBng ssdBdt 15. Monumen d Suar pekarangan. 2. 7. 14.000.000.00/unS 1.OOAn Rp 2. 12. Menara beJou/cerabong asap (tinggi maksimum 5 m) Menara penyimpanan air (kapasites maksimum 1 m') Menara antena dan sejenisnya (tinggi maksimum S m) Menara teJekomunkasi Tarif 3 Rp I.0O3.OOAn 8 1 Rp 50.OO0.C0O. perdagangan / perkantoran: • jumlah lantai *4 lantai . Jenis Bangun-Bangunan 2 Pagar pekarangan dan tanggul / tap.00/unlt Rp 1CO. 8.000. 11.0D0.oo/m' Rp3.O00. gapura/gardu Jaga dengan luas maksimum 2 meter persegi.75% dari biaya reklame pemasang / paing sadrkt Rp 2. 9.0Xra.OG/unli Rp 20.OOAinK 1 13. bedeng kerja b. Awning atau atap atrium (tembus cahaya atau yang sejenisnya).5O0.OaW Rp5. Pertcerasan (tidak termasuk pelataran peti kemas).0OAn Rp 4.Oa/unlt Rp 5. Tabel II: NO 1 1. 6. Jembatan Jalan (kompleks).0O/unR Rp 50. Tabel III: No 1 1.000.000. b.00/ m 2 1.000.00/untt Rp 1OO. direksi keet c gudang bahan bangunan Rp12. tempat Dadah b. S lantai i Jumlah lantai £8 lantai • jumlah lantai > 8 lantai 3. Bangunan bersifat sementara a.000. usaha atau bangunan bersifat sementara dikenakan RPP berdasarkan luas bangunan dikalikan dengan harga satuan retribusi permeter persegi sebagaimana tercantum dalam tabel II.00/m* Rp7.OOO.QQ0.

komersil OGiBK KwiRjfBsi Rp 3.lini »i n 1$ i Rp 4.00/ m* Rp 0.75% (satu koma tujuh puluh lima persen) dari biaya perbaikan sesuai nilai kontrak.75% (satu koma tujuh puluh lima persen) dari biaya pembuatan/bangunan sesuai nilai kontrak. Lapangan olah raga terbuka tempa perkerasan if) untuk: a D. sementara dan sementara berjangka sebagaimana tercantum dalam tabel IV. dikenakan RPP sebesar 1. modernisasi bagian bangunan.000.00/ m* 2 u.007 m Rp 0.16. Retribusi Pengawasan Bangunan Tambahan (RPBT) 2 fl. f) Untuk pelaksanaan perbaikan bangunan yang dimaksud pada ayat (2) huruf e yang tidak dapat dihitung bangunannya. 19.000.000. Tabel IV Uraian / Kelompok 1 1.. Lapangan olah raga terbuka dengan perkerasan untuk: B.00/ m 2 d) Untuk bangunan dan bangun-bangunan yang tidak dapat atau sulit dihitung luasnya dikenakan RPP sebesar 1. Luas tanah yang dikuasai bertam sesuai ruas satuan kevting /syarat minimum luas setiap Jenis peruntukan tanah SOM Dasar Perhitungan Retribusi Pengawasan Bangunan Tambahan (RPBT) 5 RPBT" LP LT XRPPxF Sifat Persyaratan 3 4 Bangunan/ tanah harus disesuaikan menurut rencana kota den peraturan bangunan ditempat ku tzm Bttreysnrt/ fadn 2. DOSK KomensiE 17.75% (satu koma tujuh puluh lima persen) dari biaya pembongkaran bangunan sesuai nilai kontrak. Retribusi Pengawasan Bangunan Tambahan (RPBT) a) Untuk pemanfaatan lebih atas kelonggaran dari segi teknis tertentu dapat diberikan izin yang bersifat bersyarat. b.000..00/m 1 18. g) Untuk pembongkaran bangunan dikenakan RPP sebesar 1. 2.00/ Mlur&n ponghsntsV Rp 5. seperti antara lain perubahan tampak. Tidak sesuai perpetakan tanah pemecahan /penyatuan satuan kavling Izin Bangunan/ bangunan dibongkar/ bagian harus harus LP RPBT" LT XRPPxF menurut rencana kota dan peraturan menarnKan DSissufjin itu ditampil . komersil Haite.000.. e) Untuk pelaksanaan perbaikan bangunan lama baik sebagian atau seluruh luas lantai bangunan tanpa perubahan struktur utama dikenakan RPP sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari RPP bangunan yang diperbaiki. Instalasi bahan bakar PaWaran untuk penimbunsn petj kemas Rp 1.it Bn . Tkf&fc fnomftftuhE jarak bebas b.

Rumah tinggal besar . .Rumah tinggal sedang .LP = Luas bangunan / perpetakan yang melanggar. TkJsk mumenuhl persyaratan khusus bin sementara atau teri Persyaratan klem 1 dan U di atas LP RPBT* LT XRPPxF b) Untuk pemanfaatan lebih atas bangunan dan perpetakan dikenakan retribusi pengawasan bangunan tambahan berdasarkan perbandingan luas pemanfaatan lebih atas kelonggaran dari segi teknis bangunan dan atau perpetakan (LP) dengan luas total bangunan atau perpetakan yang diajukan (LT) dikalikan RPP dikalikan dengan koefisien pemanfaatan lebih (F) atau dengan rumus: p I RPBT X RPP X F c) Pemanfaatan lebih atas pelaksanaan bangunan yang dibangun sobolum ada izin dikenakan RPBT berdasarkan prosentase tahapan pembangunan dikalikan RPP dikalikan koefisien pemanfaatan lebih (F) atau dangan rumus: RPBT = Prosentase tahapan pembangunan X RPP X F d) Untuk menghitung RPBT sebagaimana dimaksud pada huruf a) sampai dengan huruf c) dengan memperhatikan: .Bangun-bangunan yang dimohon tersendiri . dimana untuk semua jenis kelonggaran F1 = 1.Bangunan usaha .RPP= adalah RPP dalam segala aspeknya.F2 — Koefisien jenis bangunan dimana besarnya F2 adalah sebagai berikut: .Rumah tinggal kecil .Perbaikan/pembahan untuk semua jenis bangunan F2 = 1 F2 = 2 F2 = 3 F2 = 2 F2 = 6 F2 = 1 F2 = 1 F2 = 1 e) Koefisien pemanfaatan lebih (F) sebagaimana dimaksud pada huruf b) dan huruf c) adalah koefisien jenis kelonggaran (F1) dikalikan dengan koefisien |«n» bangunan (F2) sebagaimana tercantum dalam tab§l iv dan huruf d).3.F = Koefisien pemanfaatan lebih = F1 x F2 F1 = Koefisien jenis kelonggaran. kecuali kelonggaran penyatuan kavling F1 = 2 . .Bangunan sosial bukan tempat ibadah .Bangunan bersifat sementara .LT = Luas total bangunan / perpetakan / batasan minimum luas tanah yang diajukan. dimana termasuk pula RPP bagi unsur yang hanya dapat dihitung panjangnya dan/atau unitnya . .

00/3 tahun Rp100.000.000.00 Rp80.::n golongan sebagai berikut: a) golongan A sebesar b) golongan B sebesar c) golongan C sebesar Rp300.000.000.00 Rp100.000.000.00/3 tahun Rp150.000.000.f) Retribusi paiing sedikit yang dikenakan terhadap pelayanan Izin Mendirikan Bangunan adalah sebagai berikut 1) Bangunan rumah tinggal: a)) Wisma kecil (Wkc) b)) Wisma sedang (Wsd) c)) Wisma besar (Wbs) 2) Bangunan sosial bukan tempat ibadah 3) Bangunan usaha: a)) industri/pergudangan b)) perdagangan/perkantoran 4) Bangunan sementara 5) Bangun-bangunan Rp80.000.00 2.000.000. Kelayakan menggunakan bangunan 1. Izin pelaku teknis bangunan 1.000.000.000.00 b. Retribusi paling sedikit yang dikenakan terhadap pelayanan Kelayakan Menggunakan Bangunan adalah sebagai berikut: a) Bangunan rumah tinggal: 1) Wisma kecil (Wkc) 2) Wisma sedang (Wsd) 3) Wisma besar (Wbs) b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha: 1) industri/pergudangan 2) perdagangan/perkantoran d) Bangunan sementara e) Bangun-bangunan c. kecuali bangunan rumah susun sederhana sebesar 5% (lima persen) dari RPP.00 Rp200.00 Rp250.00 Rp200.00 Rp80..000. Untuk semua jenis bangunan bukan rumah tinggal sebesar 10% (sepuluh persen) dari RPP. 2.00 Rp250. Terhadap pelayanan perpanjangan izin bekerja pelaku teknis bangunan dikenakan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) dari ketentuan sesuai angka 1.00 Rp80.00 RpO.00 Rp80. Besar retribusi izin pelaku teknis bangunan baru dan kenai:.00/3 tahun Rp200.00 Rp80.OO Rp100.000.000.000.00 Rp100.00 Rp100. .000.00 Rp150.

00 Rp100.000.000.d.OO Rp100.000. a) Rumah Tinggal 1) Wisma kecil (Wkc) paling sedikit 2) Wisma sedang (Wsd) paling sedikit 3) Wisma besar (Wbs) paling sedikit b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha paling sedikit RpO.000.000. Balik nama atas izin yang telah diterbitkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari RPP: a) Rumah tinggal 1) Wisma kecil (Wkc) paling sedikit 2) Wisma sedang (Wsd) paling sedikit 3) Wisma besar (Wbs) paling sedikit b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha paling sedikit RpO.00 Rp250.000.000.000. Salinan izin atas izin yang teiah diterbitkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari RPP.000.00 Rp100.00 3.00 Rp100.00 Rp100. Pembatalan Izin atas permintaan pemohon yang sedang diproses sebesar 10% (sepuluh persen) dari RPP.00 Rp80.OO Rp100.000.00 Rp250.00 Rp250. a) Rumah tinggal 1) Wisma kecil (Wkc) paling sedikit 2) Wisma sedang (Wsd) paling sedikit 3) Wisma besar (Wbs) paling sedikit Rp80.000. a) Rumah Tinggal 1) Wisma kecil (Wkc) paling sedikit 2) Wisma sedang (Wsd) paling sedikit 3) Wisma besar (Wbs) paling sedikit b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha paling sedikit RpO.00 4.00 Rp80.00 Rp80.00 Rp250.00 Rp250.000. Administrasi perizinan bangunan 1.000.00 .000.00 Rp250.000.00 2.000.000.OO Rp100.000. Pemecahan izin atas izin yang telah diterbitkan sebesar 10% (sepuluh persen) dari RPP.00 Rp250.

000. a) Rumah Tinggal 1) Wisma kecil (Wkc) paling sedikit 2) Wisma sedang (Wsd) paling sedikit 3) Wisma besar (Wbs) paling sedikit b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha paling sedikit e.00 Rp100. Rp80.OO Rp100. pencetakan plat nomor bangunan 2.G0/bush.000.000.00 5. Untuk setiap pembatalan izin atas permintaan pemohon yang telah diproses sebesar 25% (dua puluh lima persen) dari RPP. maka retribusi yang telah dibayar menjadi milik Pemerintah Daerah dan seluruh dokumen perizinannya dinyatakan tidak berlaku. pemakaian terminal penumpang mobil bus dan terminal mobil barang. huruf d dan huruf e untuk bangunan milik Pemerintah atau bangunan milik perwakilan negara asing dibebaskan dari pungutan retribusi. .000. pemakaian fasilitas lainnya di terminal penumpang mobil bus. Pasal 133 Terhadap pelayanan Penataan dan Pengawasan Bangunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126 ayat (1) huruf a.00/buah. c.000. pemakaian fasilitas terminal mobil barang. Pemberian plat nomor bangunan 1.000.000.00 d. Bagian Ketiga Perhubungan Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 134 i '©layanan perhubungan terdiri dari: a. Rp10.000. Rp15. huruf b.000. b.00 RpO.b) Bangunan sosial 1) tempat ibadah 2) bukan tempat ibadah paling sedikit c) Bangunan usaha paling sedikit RpO.00 Rp250.00 Rp250. penggantian plat nomor bangunan Pasal 132 Setiap pencabutan izin akibat kesalahan pemohon. pengujian kendaraan bermotor.OO Rp100.00 Rp250.

e. izin operasi angkutan. w. t. jasa pelayanan angkutan sungai. q. m. g. Nama dan Subjek Pasal 135 (1) Pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. x. jasa kepelabuhanan. h. perizinan perhubungan laut. z. f. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan dan perizinan perhubungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). jasa pelayanan perhubungan udara. pemakaian mobil derek. izin pengusahaan jasa titipan . pemakaian pangkalan mobil barang. n. s. harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. k. perizinan jasa multimedia. o. danau dan penyeberangan. penetapan pelabuhan. daerah lingkungan kerja dan lingkungan kepentingan Paragraf 2 Objek. i. r. pemakaian pangkalan taksi. (3) Untuk mendapatkan pelayanan dan perizinan perhubungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. u. j. . perizinan perhubungan udara. y. jasa pelayanan angkutan jalan rel. perizinan jasa penunjang penyelenggaraan telekomunikasi. pemakaian fasilitas untuk kendaraan antar jemput dalam areal terminal. perizinan jasa telekomunikasi. bb. pemakaian pool kendaraan. danau dan penyeberangan. v. perizinan angkutan sungai. penerbitan rekomendasi perhubungan laut. izin trayek. Golongan. p. aa. perizinan angkutan jalan rel. pemakaian pangkalan kajen IV. kenavigasian dan perkapalan. I. pemakaian tempat pencucian kendaraan bermotor. izin usaha angkutan.

(6) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf m. Kenavigasian dan Perkapalan. (2) Subjek retribusi izin usaha angkutan adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf p. (8) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf q dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Trayek. (3) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf b sampai dengan huruf h dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Terminal. huruf n dan huruf o dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Jasa Perhubungan Udara. huruf aa dan huruf ab dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Perizinan Perhubungan Udara. huruf j dan huruf k dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Angkutan Jalan Rel dan Penyeberangan. Danau dan Penyeberangan. Penerbitan Rekomendasi Perhubungan Laut dan Penetapan Daerah Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan. Pasal 136 (1) Subjek retribusi izin trayek adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1). (4) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf i. (7) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf p dan huruf r dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Usaha Angkutan dan Izin Operasi Angkutan. (9) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf s sampai dengan huruf v dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Jasa Perposan dan Pertelekomunikasian.(2) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor. (10) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf w. huruf x dan huruf y dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Perizinan Perhubungan Laut. (5) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf I dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Jasa Kepelabuhanan. . (11) Atas pelayanan perhubungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf z. Angkutan Jalan Rel dan Angkutan Sungai.

huruf j dan huruf k. (2) Tingkat penggunaan jasa terminal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (3) diukur berdasarkan jenis usaha. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasai 137 (1) Tingkat penggunaan jasa pengujian kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (2) diukur berdasarkan jenis kendaraan. (4) Tingkat penggunaan jasa izin usaha angkutan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (7) diukur berdasarkan jenis kendaraan. huruf x dan huruf y. (6) Subjek retribusi izin. huruf aa dan huruf bb. rekomendasi dan jasa perhubungan laut adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf w. huruf u dan huruf v. jasa perposan dan pertelekomunikasian adalah orang pribadi atau Badan menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf t. jumlah kendaraan dan jangka waktu. (5) Subjek retribusi pemakaian kekayaan daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf i. jumlah kendaraan dan jangka waktu. (3) Tingkat penggunaan jasa pemakaian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (4) diukur berdasarkan jenis usaha. jenis kendaraan jumlah kendaraan dan jangka waktu pemakaian. rekomendasi. (9) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (8) adalah Wajib Retribusi. jumlah kendaraan dan jangka waktu. (5) Tingkat penggunaan jasa izin trayek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (8) diukur berdasarkan jenis kendaraan. angkutan jalan rel dan penyebrangan adalah orang pribadi atau Badan menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf z. . (8) Subjek retribusi izin. (4) Subjek retribusi terminal adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf b sampai dengan huruf h. (7) Subjek retribusi izin.(3) Subjek retribusi pengujian kendaraan bermotor adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) huruf a. jenis kendaraan. jumlah kendaraan dan jangka waktu. rekomendasi dan jasa perhubungan udara.

(8) Tingkat penggunaan jasa izin rekomendasi. danau dan penyeberangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (11) diukur berdasarkan jenis. biaya pengetokan. volume. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 138 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi izin trayek. biaya tanda uji dan segel. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. angsuran bunga pinjaman. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. angkutan jalan rel dan angkutan sungai. biaya pemeriksaan emisi gas buang. biaya perawatan/pemeliharaan. jasa perhubungan udara. (7) Tingkat penggunaan jasa izin rekomendasi dan jasa perhubungan laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (10) diukur berdasarkan jenis. biaya asuransi. bunga pinjaman untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana dimaksud keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. (4) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pemakaian kekayaan daerah fasilitas/sarana lalu lintas angkutan jalan dan terminal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (6) adalah dengan memperhatian biaya investasi. jumlah.(6) Tingkat penggunaan jasa izin rekomendasi dan jasa perposan dan perteiekomunikasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (9) diukur berdasarkan jenis perangkat. jumlah dan jangka waktu. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi terminal sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (5) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya operasional dan pemeliharaan dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. biaya pembuatan dan pemasangan tanda samping. sumber uji. ukuran dan jangka waktu. perlengkapan dan peralatan lainnya. biaya pemeriksaan lampu-lampu. biaya asuransi. . biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pengujian kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (4) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. serta beroperasi secara effisien dengan orientasi pada harga pasar. volume. izin usaha dan operasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (2) dan ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya survei. biaya administrasi yang mendukung penyediaan jasa yang memperoleh keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. jumlah. biaya penyusutan. ukuran dan jangka waktu. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya penyusutan.

00/kendaraan/ 6 bulan . biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya survei. biaya penyusutan. biaya administrasi yang mendukung penyediaan jasa yang memperoleh keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. biaya asuransi.000.000. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. angsuran bunga pinjaman. biaya survei.000. biaya administrasi yang mendukung penyediaan jasa yang memperoleh keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. kereta tempel/gandengan 3. biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan. biaya penyusutan. biaya penyusutan. angsuran bunga pinjaman. kendaraan jenis keempat/kendaraan bermotor roda tiga 4. biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan.00/kendaraan/ 6 bulan Rp35. biaya perawatan/pemeliharaan. biaya perawatan/pemeliharaan.00/kendaraan/ 6 bulan Rp30. (6) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi izin rekomendasi dan jasa perhubungan laut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (8) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya asuransi. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. (7) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi izin rekomendasi dan jasa perhubungan udara. serta beroperasi secara effisien dengan orientasi pada harga pasar. mobil barang. biaya transportasi dalam rangka pengawasan dan pengendalian serta biaya pembinaan.(5) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi izin rekomendasi dan jasa perposan dan pertelekomonikasian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (7) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. angsuran bunga pinjaman. mobil penumpang umum Rp25.000. biaya administrasi yang mendukung penyediaan jasa yang memperoleh keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. Pasal 139 (1) Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 134 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. biaya survei.00/kendaraan/ 6 bulan Rp40. serta beroperasi secara effisien dengan orientasi pada harga pasar. biaya asuransi. Pengujian kendaraan bermotor: 1. mobil bus dan kendaraan khusus 2. angkutan jalan rel dan penyeberangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 135 ayat (9) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.

00/kendaraan/hari/malam Rp5. Pemakaian fasilitas lainnya di terminal penumpang mobil bus.00/sekali masuk Rp2.000.00/kendaraan/hari/malam Rp5. 7. traktor tanpa kereta tempelan b) tronton c) gandengan d) kereta e) light truck f) truck kecil Rp750.00/kendaraan/sekali masuk Rp3.00/sekali masuk Rp3.00/sekali masuk Rp2. kios pedagang makanan/minuman.5.000.000.500. diberikan kesempatan untuk pengujian ulang dan diperlakukan sebagai pemohon baru. 1. kendaraan yang berada di Jakarta untuk menumpang uji dikenakan retribusi sebesar 1 kali tarif kendaran uji.000. masuk pelataran di terminal mobil barang: 4. majalah/koran di terminal bus dalam kota yang berdampingan dengan terminal bus antar kota dan pool bus Rp20. apabila hasil pengujian sebagaimana dimaksud pada angka 5 tetap tidak lulus uji. kios pedagang makanan/minuman.00/sekali masuk Rp3.00/kendaraan/hari/malam 2. traktor tanpa kereta tempelan b) tronton c) gandengan d) kereta e) light truck f) truck kecil a) truck. b.000.00/kendaraan/hari/malam Rp2.00/kendaraan/sekali masuk Rp150.000.00/kendaraan/hari/malam Rp5.00/kendaraan/hari/malam Rp2. mobil bus antarkota di terminal penumpang: a) mobil bus non ekonomi b) mobil bus ekonomi (bus lambat) a) mobil bus besar b) mobil bus tingkat/gandeng/tempel c) mobil bus sedang d) mobil bus kecil a) truck.000.000.000. mobil bus dalam kota di terminal penumpang: 3.00/sekali masuk Rp5.000.00/m /bulan 2 2.00/kendaraan/sekali masuk Rp250. Pemakaian terminal penumpang mobil bus dan terminal mobil barang: 1.00/kendaraan/sekall masuk Rp100. 6. pengujian ulang atas keputusan hasil uji yang dinyatakan tidak lulus uji tidak dipungut retribusi pengujian kendaran bermotor.000.00/m /bulan 2 .00/kendaraan/sekali masuk Rp500.500. tempat menginap di terminal mobil barang: c.000.00/kendaraan/sekali masuk Rp250.00/sekali masuk Rp3. majalah/koran di terminal bus antar kota Rp30.

00/kendaraan d)) kapal melakukan kegiatan tetap di perairan pelabuhan: 2))) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis Rp200. Mobil bus besar dan mobil bus sedang 3. Jasa Kepelabuhanan. Kenavigasian dan Perkapalan: 1. pick up. kereta gandengan dan kendaraan khusus): a) sampai dengan 10 kilo meter b) 10 kilo meter s.00/kendaraan Rp3.00/kendaraan Rp5. mobil bus (bus mikro. bus tempel) dan mobil barang (truck.00/kendaraan/hari Rp1.00/G7Vbulan Rp3.Mobil barang: a) truck tangki.00/kendaraan Rp1. bus besar. Jasa labuh: a) Kapal yang melakukan kegiatan di pelabuhan umum: 1) kapal yang melaksanakan kegiatan niaga: a)) kapal angkutan laut luar negeri b)) kapal angkutan laut dalam negeri c)) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis 1))) kapal angkutan laut dalam negeri 2) kapal tidak melaksankan kegiatan niaga: a)) kapal angkutan laut luar negeri US$0. mobil bus: a) bus besar b) bus sedang c) bus kecil 2.000.00/kendaraan Rp5.00/GT/kunjungan Rp400.00/GT7bulan . kereta penarik.d 20 kilo meter c) untuk pemakaian lebih dari 20 kilo meter di­ kenakan tambahan setiap 5 kilo meter berikutnya Rp20.000.000.000.00/hari/kendaraan Rp45. bus tingkat.018/GT/kunjungan US$0. tracktor. Pemakaian pool kendaraan 1.000. mobil bus kecil dan kajen IV I. Pemakaian tempat pencucian kendaraan bermotor: 1 . bestel wagon.00/kendaraan/hari Rp500.00/kendaraan Rp80.000. kendaraan khusus b) kereta tempel/ gandengan 2.00/kendaraan 3.000.00/kendaraan/hari Rp1.500.000. penginapan dan penyimpanan kendaraan yang diderek j.500.035/GT/kunjungan Rp40. Mobil penumpang umum.00/kendaraan/2 jam Rp10. mobil antar jemput k.500.2.00/GT/kunjungan Rp20. tempelan/gandengan. kereta tempelan.

00/GT/kunjungan US$0.012/GT kelebihan/gerakan GT tambahan . Jasa pemanduan di pelabuhan umum.00/GT/kunjungan Rp20.00/GT/kunjungan Rp10. dermaga untuk kepentingan sendiri dan pelabuhan khusus : a) Kelompok I pemanduan dengan jarak 0 s/d 10 mil: 1) kapal angkutan laut luar negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT.00/GT kelebihan/gerakan US$33/per kapal/gerakan US$0.012/GT kelebihan/gerakan Rp36. tiap kelebihan Rp20.b)) kapal angkutan laut dalam negeri c)) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis b) Kapal yang melakukan kegiatan di dermaga untuk kepentingan sendiri dan pelabuhan khusus: 1) kapal angkutan laut luar negeri 2) kapal angkutan laut dalam negeri 3) kapal perikanan 2. tiap kelebihan GT tambahan c) Kelompok III: pemanduan dengan jarak diatas 20 mil: 1) kapal angkutan laut luar negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT.012/GT kelebihan/gerakan Rp 33. tiap kelebihan GT tambahan 2) kapal angkutan laut dalam negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT.00/GT kelebihan/gerakan US$30/per kapal/gerakan US$0.000.00/kapal/gerakan Rp14.00/GT/kunjungan US$27/per kapal/gerakan US$0.00/kapal/gerakan Rp14. tiap kelebihan GT tambahan 2) kapal angkutan laut dalam negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT. tiap kelebihan GT tambahan b) Kelompok II: pemanduan dengan jarak 10 s/d 10 mil: 1) kapal angkutan laut luar negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT.000.035/GT/kunjungan Rp40.

00/GT/etmal U S $ 0.300.2) kapal angkutan dalam negeri: a)) ukuran 500 GT s/d 1000 GT b)) diatas 1000 GT.000.00/kapal/jam Rp250.00/GT/etmal Rp10.000.00/kapal/jam Rp500.0020/GT/etmal Rp20.00/GT/etmal c)) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis RpO.00/GT/etmal Rp15. dermaga untuk kepentingan sendiri dan pelabuhan khusus a) apabila menggunakan kapal tunda yang dimiliki pelabuhan: 1) kapal angkutan luar negeri: a)) kapal s/d 1500 GT b)) kapal 1501 GT s/d 8000 GT c)) kapal 8001 GT s/d 18000 GT d)) kapal 18001 GT s/d 75000 GT e)) kapal diatas 75000 GT 2) kapal angkutan dalam negeri a)) kapal s/d 1500 GT b)) kapal 1501 GT s/d 8000 GT c)) kapal 8001 GT s/d 18000 GT d)) kapal 18001 GT s/d 75000 GT e)) kapal diatas 75000 GT Rp100.00/per kapal/gerakan Rp14.00/GT/etmal U S $ 0.00/kapal/jam Rp1.005/GT/etmal Rp10. Jasa tambat a) kapal yang melakukan kegiatan di pelabuhan umum 1) tambatan dermaga (besi.000.000.000. tiap kelebihan GT tambahan 3.00/kapal/jam Rp900.00/GT kelebihan/gerakan b) apabila menggunakan kapal tunda yang bukan dimiliki pelabuhan 20 % dari pendapatan jasa penundaan 4. Jasa penundaan di pelabuhan umum.00/kapal/jam US $80/kapal/jam US $200/kapal/jam US $400/kapal/jam US $700/kapal/jam US $1.000.00/GT/etmal . beton dan kayu) a)) kapal angkutan laut luar negeri b)) kapal angkatan laut dalam negeri c)) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis 2) tambatan breatsting.0035/GT/etmal Rp30. dolphin.050/kapal/jam Rp41. pelampung a)) kapal angkutan laut luar negeri b)) kapal angkatan laut dalam negeri c)) kapal pelayaran rakyat/kapal perintis 3) tambatan pinggiran/talud a)) kapal angkutan laut luar negeri b)) kapal angkatan laut dalam negeri US$ 0.

00/ton/m /hari 3 3 . pupuk dan barang Bulog (beras dan gula) 2)) barang lainnya c)) hewan 1)) kerbau.OO/GT/etmal Rp550. Jasa pelayanan barang a) jasa dermaga dibongkar/dimuat 1) barang yang dibongkar/dimuat melalui pelabuhan umum a)) barang ekspor dan impor b)) barang antar pulau: 1)) garam. babi dan sejenisnya 2) barang yang dibongkar/dimuat melalui dermaga untuk kepentingan sendiri (DUKS) dan di pelabuhan khusus a)) barang yang merupakan bahan baku hasil produksi dan peralatan penunjang produksi untuk kepen­ tingan sendiri b)) barang kepentingan umum 50 % (lima puluh persen) dari pendapatan jasa dermaga per ton per m 3 RpO.b) kapal yang melaksanakan kegiatan di dermaga untuk kepentingan sendiri (DUKS) dan di pe­ labuhan khusus 1) kapal yang mengangkut bahan baku.00/ton/m Rp350.00/ton/m Rp350. sapi. 5.00/ton/m 3 Rp175.OO b) Jasa penumpukan 1) gudang tertutup 2) lapangan Rp80.00/ekor 3 3 RpO. hasil produksi dan peralatan penunjang produksi untuk kepentingan sendiri 2) kapal yang mengangkut kepentingan umum 50 % (lima puluh persen) dari pendapatan jasa tambat per GT per etmal. kuda dan sejenisnya 2)) kambing.00/ton/m /hari Rp60.00/ekor Rp200.

00/unit/hari .00/unit/hari Rp1.000.000.000.00/unit/hari Rp6.000.00/unit/hari Rp12.00/unhVhari 2)) lebih dari 2 ton sampai dengan 3 ton Rp6.00/unit/hari Rp23. Jasa pelayanan alat a) apabila menggunakan alat yang dimiliki pelabuhan 1) alat mekanik a)) sewa forklrf 1)) sampai dengan 2 ton Rp550.000.00/ton/m 3 Rp200.00/unrt/hari Rp65.00/unit/hari Rp750.00/unit/hari Rp32.00/unit/hari Rp6.500.500.000.00/unit/hari 6)) 10 ton keatas b)) sewa kren derek (mobil crane) 1)) s/d 3 ton 2)) lebih dari 3 ton s/d 7 ton 3)) lebih dari 7 ton s/d 15 ton 4)) 25 ton keatas c)) motor boat 1)) s/d 60 PK 2)) 61 PK keatas Rp22.000.00/ekor7hari Rp1.00/unit/hari Rp5.000.00/unit/hari 4)) lebih dari 6 ton sampai dengan 7 ton Rp13.000.000. kuda dan sejenisnya b)) kambing.000.00/unit/hari Rp3.00/unit/hari Rp5.00/unit/hari Rp3.00/ekor/hari Rp125.3) penyimpanan hewan a)) kerbau.00/unit/hari Rp3.00/unit/hari Rp12.500. sapi.000. babi dan sejenisnya 4) peti kemas (container) a)) ukuran 20 feet 1))) kosong 2))) isi b)) ukuran 40 feet 1))) kosong 2))) isi c)) ukuran 40 feet 1))) kosong 2))) isi 5) chasis a)) ukuran 20 feet b)) ukuran 40 feet c)) ukuran diatas 40 feet 6.500.00/unit/hari 3)) lebih dari 3 ton sampai dengan 6 ton Rp7.000.000.000.00/unit/hari Rp35.000.00/unit/hari 5)) lebih dari 7 ton sampai dengan 10 tonRp22.

00/m /tahun 2 2 Rp1.00/m /tahun Rp300. warung dan sejenisnya b)) perumahan penduduk b) Pelayanan terminal penumpang kapal laut 1) terminal penumpang kelas A a)) penumpang yang berangkat b)) pengantar/penjemput 2) terminal penumpang kelas B a)) penumpang yang berangkat b)) pengantar/penjemput 3) terminal penumpang kelas C a)) penumpang yang berangkat b)) pengantar/penjemput c) Tanda masuk orang 1) tanda masuk orang 2) tanda masuk harian 3) tanda masuk tetap Rp200.500.00/orang/sekali masuk Rp1.00/orang Rp500.00/orang Rp500.00/m /tahun Rp500.000.00/m /tahun 2 2 d) Tanda masuk kendaraan (termasuk uang parkir) 1) tanda masuk harian a)) trailer.00/orang Rp1. truk gandengan RpOOO.00/orang/sekali masuk Rp4.500.00/orang/tahun Rp1.00/orang/sekali masuk Rp500.00/m /tahun 2 2 Rp1.00/m /tahun Rp500.b) apabila menggunakan alat yang bukan dimiliki pelabuhan 20% (dua puluh persen)dari pendapatan jasa pelayanan alat per unit per hari.000.000. 7.00/orang/sekali masuk Rp500.OO/kendaraan dan pengemudi+kenek/ sekali masuk • m- .000. Pelayanan jasa kepelabuhan lainnya a) Sewa tanah dan penggunaan perairan 1) untuk bangunan-bangunan Industri galangan dan dock kapal a)) persewaan tanah pelabuhan b)) penggunaan perairan untuk bangunan dan kegiatan lainnya di atas air 2) untuk bangunan-bangunan industri perusahaan-perusahaan a)) persewaan tanah pelabuhan b)) penggunaan perairan untuk bangunan dan kegiatan lainnya diatas air 3) untuk kepentingan lainnya a)) toko.00/orang/bulan Rp40.000.

b)) truk, bus besar

Rp500,00/kendaraan dan pengemudi+kenek/ sekali masuk

c)) pick up, minibus, sedan dan jeep d)) sepeda motor e)) gerobak, cikar, dokar dan sepeda 2) tanda masuk tetap a)) trailer, truk gandengan b)) truk, bus besar c)) pick up, minibus, sedan dan jeep d)) sepeda motor e)) gerobak, cikar, dokar dan sepeda

Rp400,00/kendaraan dan pengemudi sekali masuk Rp200,00/kendaraan/sekali masuk Rp100,00/kendaraan/sekali masuk Rp12.000,00/kendaraan/bulan Rp120.000,00/kendaraan/tahun Rp10.000,00/kendaraan/bulan Rp100.000,00/kendaraan/tahun Rp8.000,00/kendaraan/bulan Rp80.000,00/kendaraan/tahun Rp4.000,00/kendaraan/bulan Rp40.000.00/kendaraan/tahun Rp2.000,00/kendaraan/bulan Rp20.000.00/kendaraan/tahun

8. Jasa kenavigasian jasa penggunaan sarana bantu navigasi pelayanan (SBNP)/uang rambu a) kapal angkutan laut luar negeri b) kapal angkutan taut dalam negeri c) kapal pelayaran rakyat, kapal perintis dan kapal perikanan 9. Penerimaan jasa perkapalan a) Pemeriksaan dan sertifikat yang berkaitan dengan keselamatan kapal 1) 0 sampai dengan GT 35 2) lebih dari GT 35 sampai dengan GT 50 3) lebih dari GT 50 sampai dengan GT 150 4) lebih dari GT 150 sampai dengan 500 5) lebih dari GT 500 sampai dengan GT 1600 6) lebih dari GT 1600 Rp5.000.00/kapal Rp10.000.00/kapal Rp20.000.00/kapal Rp35.000.00/kapal Rp50.000.00/kapal Rp100.000.00/kapal Rp100,00/GT US $0.027/GT Rp200,00/GT

b) Pelaksanaan pengukuran kapal dan penerbitan surat ukur - O sampai dengan GT 35 c) Penerbitan sertifikat: surat tanda kebangsaan kapal d) Pengujian dan sertifikat perlengkapan kapal, keselamatan kapal - pengujian alat penolong dan alat pencegahan pencemaran e) Pengesahan gambar kapal 1) 0 sampai dengan GT 35 2) lebih dari GT 35 sampai dengan GT 50 3) lebih dari GT 50 sampai dengan GT 150 4) lebih dari GT 150 sampai dengan 500 f) Penelitian dokumen kepeiautan dan dokumen kapal selain sertifikat 1) dokumen kepeiautan 2) dokumen status hukum kapal: a)) surat tanda kebangsaan b)) akte pendaftaran g) Pengawasan barang berbahaya 1) kurang dari 6 jam 2) lebih dari 6 jam s/d 12 jam 3) lebih dari 12 jam untuk tiap jam ditambah h) Pemeriksaan kapal asing (port state control m. Jasa-jasa pelayanan perhubungan udara 1. Perizinan perhubungan udara: a) Tanda izin mengemudi di sisi udara operasi penerbangan (KKOP) di bandara c) izin operasi pembangunan bandar khusus d) PAS bandara 1) harian 2) bulanan 3) tahunan e) Flight approval (lokal)
•O'»

Rp15.000,00/kapal Rp500,00/GT

Rp50.000.00/unit

Rp10.000.00/kapal Rp15.000.00/kapal Rp20.000.00/kapal Rp25.000.00/kapal

Rp10.000.00/dokumen Rp50,00/GT Rp100,00/GT Rp100,00/GT Rp150,00/GT Rp10,00/GT US $250/kapal

Rp50.000,00/2tahun Rp300.000.00/rek Rp500.000.00/izin Rp2.000.00/hari Rp10.000.00/bln Rp25.000.00/thn Rp7.500.00/Fa

b) Rekomendasi bangunan tinggi dikawasan keselamatan

f) Izin usaha ekspedisi muatan pesawat udara g) Izin usaha pengurusan transportasi udara 2. Jasa perhubungan udara a) Jasa pendaratan, penempatan dan penyimpanan pesawat udara (JP4U) penerbangan dalam negeri 1) pendaratan sampai dengan 40.000 kg 2) penempatan 3) penyimpanan 3. Jasa pelayanan penumpang pesawat udara (JP3U) n. Jasa pelayanan angkutan jalan rel: 1. Jasa pemakaian fasilitas peron stasiun kereta api 2. Jasa pemakaian fasilitas angkutan barang di stasiun kereta api o. Jasa pelayanan angkutan sungai, danau dan penyeberangan 1. Jasa sandar a) dermaga/jembatan bergerak b) dermaga beton c) jembatan kayu d) pinggiran pantai e) kapal istirahat di dermaga 2. Jasa tanda masuk pengantar/penjemput di pelabuhan penyeberangan 3. Sewa ruang di kantor penyeberangan 4. Sewa ruang penumpukkan barang/hewan di pelabuhan penyeberangan sungai dan danau 5. Tarif retribusi penumpang kapal cepat a) jarak 0 sampai dengan 20 mil

Rp100.000,00/lzin Rp200.000.00/lzin

Rp700/1000 kg dan bagiannya/hari Rp100/1000 kg dan bagiannya/hari Rp160/1000 kg dan bagiannya/hari

Rp2.000,00/org/keberangkatan

Rp1.000,/Orang Rp1.000,/Barang

Rp30,00/GT/Call Rp30,00/GT/Call Rp25,00/GT/Call Rp20,00/GT/Call Rp10,00/GT/Call Rp300,00/orang Rp5.000,00/m /bln Rp1.000,00/m /hari
2 2

Rp25.000.00/orang (P. Bidadari, P. Untung Jawa, P. Pari dan P. Lancang) Rp30.000,00/orang Rp50.000,00/orang

b) jarak 20 sampai dengan 35 mil c) jarak diatas 35 mil (P. Sebira)

(P. Payung, P. Tidung, P. Pramuka, P. Kelapa, dan Resort-Resort)

6. Tarif Retribusi penumpang kapal Reguler a) Jakarta - Pulau Pramuka/Kelapa b) Jakarta - Pulau Tidung c) Jakarta - Pulau Untung Jawa Rp11.500,00/orang Rp9.000,00/orang Rp6.500,00/orang

p. Izin usaha angkutan: 1. mobil bus besar 2. mobil bus sedang 3. mobil bus kecil 4. taksi 5. angkutan pengganti bemo (APB) Rp50.000,00/kendaraan Rp25.000,00/kendaraan Rp20.000,,00/kendaraan Rp50.000,,00/kendaraan Rp20.000,,00/kendaraan Rp50.000 ,00/kendaraan

6. mobil barang 7. Terhadap setiap keterlambatan memperpanjang sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka 6 dikenakan tambahan sebagai berikut:

a) atas keterlambatan sampai dengan 1 (satu) bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) dari retribusi terutang. b) keterlambatan lebih dari 1 bulan sampai dengan 3 bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 100% (seratus persen) dari retribusi terutang. c) keterlambatan lebih dari 3 bulan dikenakan 200% (dua ratus persen) dari retribusi yang bersangkutan.

q. Izin trayek: 1. mobil bus besar 2. mobil bus sedang 3. mobil bus kecil 4. angkutan pengganti bemo (APB) Rp100.000.00/kendaraan/tahun Rp75.000.00/kendaraan/tahun Rp50.000,00/kendaraan/tahun Rp50.000.00/kendaraan/tahun

5. Terhadap setiap keterlambatan memperpanjang sebagaimana dimaksud pada angka 1 sampai dengan angka 4 dikenakan tambahan sebagai berikut: a) atas keterlambatan sampai dengan 1 (satu) bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) dari retribusi terutang. b) keterlambatan lebih dari 1 bulan sampai dengan 3 bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 100% (seratus persen) dari retribusi terutang. c) keterlambatan lebih dari 3 bulan dikenakan 200% (dua ratus persen) dari retribusi yang bersangkutan. r. Izin operasi angkutan: 1. taksi 2. wisata
3

Rp50.000.00/kendaraan/tahun Rp25.000.00/kendaraan/tahun Rp20.000.00/kendaraan/tahun

sewa

00/izin/thn Rp150. 1.000.000.000.00/izin/tiin Rp150.500.000.000.00/izin s.00/kendaraan/tahun Rp50.000. Peti kemas (APK) 1)20feet 2) 40 feet 3) diatas 40 feet b).00/kendaraan7tahun Rp100.00/izin/thn Rp30. izin radio link 2.000.000. t. 9.00/izin Rp3.000. 3.00/izin/thn Rp3.000. 8.000. 6.500.000.000. WAN) u.000. izin penyelenggaraan telekomunikasi lokal (LAN. izin amatir radio 11. 4. v.00/izin Rp2.000.4. izin penyelenggaraan radio panggil untuk umum (RPPU) 12.000. izin penempatan perangkat telekomunikasi ujian amatir radio tingkat pemula Rp2.00/izin/thn Rp2.750. izin TV berbayar/kabel izin TV siaran lokal izin radio siaran AM izin radio siaran FM izin penyelenggaraan jasa internet teleponi (ITSP) izin penyelenggaraan akses internet (ISP) izin usaha warnet Rp10. 2. 7.000.000. mobil barang: a).00/izin/thn Rp500.000.000.500.000.00/izin/thn Rp25.000.000.00/izin/lhn Rp150. Perizinan jasa multimedia: 1. izin penyelenggaraan radio trunking 3. 7.00/izin/thn Rp100. 6.000.500.000. 5. Mobil barang umum (MBU) 1)4 ban 2) 6 sampai dengan 10 ban 3) diatas 10 ban Rp250.00/orang .00/kendaraan/tahun Rp75.00/izin Rp200.00/izin Jasa penunjang penyelenggaraan telekomunikasi: 1.000.00/izin/thn Rp500.000.00/izin/thn Rp15. 2.000.00/izin Rp10.00/izin Rp5.000. izin radio komunikasi taksi izin stasiun radio bergerak (Mobile unit) izin stasiun radio bergerak (HT) izin stasiun repeater izin stasiun radio komunikasi stasioner izin komunikasi radio pelayanan rakyat izin Komunikasi Radio Antar Penduduk (KRAP) Rp2. 4.00/kendaraan/tahun Rp75.00/izin/thn Rp150.000.00/kendaraan/tahun Rp50.00/izin Rp30. 5.00/kendaraan/tahun 10. Izin pengusahaan jasa titipan Perizinan jasa telekomunikasi.000.00/izin Rp1.000.000.

8.00 Rp100.00 Rp250.00/izin Rp150.00 Rp200.00/izin/tahun Rp25.000.00 Rp250.000. 15.000. 4. 7. 17.00/izin Rp500.00 Rp500. surat izin usaha perusahaan angkutan laut Surat Izin Operasi Angkutan Laut Khusus (SIOPSUS) Surat Izin Usaha Pelayaran Rakyat (SIU PERLA) Surat Izin Usaha Jasa Peng.000. 3. 13. 2.000.000.00 Surat Izin Usaha Perusahaan Bongkar Muat (SIU PBM) Rp200.00/izin/tahun Rp200.00 Rp100. 12.00 Rp200.00 Surat izin usaha tally Surat izin Usaha Depo Peti Kemas (SIU DPK) Surat Izin Usaha Salvage dan Pekerjaan Bawah Air (SIU SPBA) Surat izin usaha pengadaan.00/izin w.00 Rp100.000.000.00/izin Rp2.00/m 3 3 Rp250.00 Rp250. 14. 16.00/orang Rp50. 6.000.000.000.00/orang Rp60.00/izin/tahun Rp25.00/orang Rp75. Trans (SIU JPT) Surat Izin Usaha Ekspedisi Muatan Kapal Laut (SIU EMKL) Rp250.000.000.00/izin Rp500. ujian amatir radio tingkat siaga ujian amatir radio tingkat penggalang ujian amatir radio tingkat penegak izin penguasaan perangkat amatir radio (RIG) izin penguasaan perangkat amatir radio (HT) izin penguasaan perangkat KRAP (RIG) izin penguasaan perangkat KRAP (HT) izin usaha wartel izin instalasi kabel rumah/gedung izin instalasi jaringan telkom izin instalasi perangkat telkom izin usaha pemasok/suplier perangkat telkom Rp30.000. 18. 12.000. pemeliharaan alatalat keselamatan pelayaran Surat izin operasi floating repair Surat izin pengangkutan dan bongkar Muat barang berbahaya Surat izin pembangunan pelabuhan umum Surat izin pengoperasian pelabuhan umum Surat izin pembangunan pelabuhan khusus Surat izin pengoperasian pelabuhan khusus Surat izin pembangunan dermaga untuk kepentingan sendiri (DUKS) Surat Izin Pengoperasian Dermaga untuk kepentingan Sendiri (DUKS) Surat izin kerja keruk Surat izin reklamasi Rp200.000.00/izin/tahun Rp50. 5. 11. 10. 20.000.000.00 Rp200. 9. 13.00/m Rp100. 6.000.00 Rp100.000.000.000.000.000. 11. 8.00 Rp250.00 .00 Rp100.00 Rp200.00 Rp200. 4. 5.000.000.000. 7.3. 9.000. Izin perhubungan laut: 1.000.000. 10.000. 19. 14.

00/izin/2tahun Rp200.000.00/izin Rp200. Surat izin penyelenggaraan pemanduan dan penundaan kapal Surat izin usaha angkutan bandar Surat izin penggunaan perairan untuk a. tanda izin mengemudi di sisi udara penerbangan(KKOP) di Bandara 3. kabel laut.00 Rp100. PAS bandara a) harian b) bulanan c) tahunan 5. danau dan penyeberangan: 1.00/m 2 24. izin usaha jasa pengurusan transportasi udara aa.00/izin Rp2.000.21.000. Perizinan perhubungan udara 1. izin operasi dan pembangunan bandar khusus 4.00/izin Rp200. pipa b.000. bagan Rp500.000. Surat izin mendirikan bangunan di atas air 2 x.00/m z. izin usaha angkutan penyeberangan 2.000.00 Rp250. Perizinan angkutan jalan rel: 1.00/bulan Rp25.00/rekomendasi Rp500. Rekomendasi Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di dalam lingkungan pelabuhan 2. rekomendasi bangunan tinggi dikawasan keselamatan operasi Rp200.00/m 2 Rp250. izin operasi angkutan penyeberangan.000. izin usaha prasarana dan sarana kereta api 2.500.000.00/izin 2.00/izin bb. 22.000. Penerbitan rekomendasi perhubungan laut 1. izin pengoperasian prasarana dan sarana KA 2 Rp50. Rekomendasi pembuatan talud/break water di luar DLKR dan DLKP Rp50.00/m Rp100.00/hari Rp10.000.00/m 2 Rp25.00/m 2 y.000.00/izin .00/Fa Rp100.0072tahun Rp300. Perizinan angkutan penyeberangan sungai. keramba. Flight Approval (lokal) 6. Penetapan Daerah Lingkungan Kerja Pelabuhan (DLKR) dan Daerah Lingkungan Kepentingan Pelabuhan (DLKP) Rp300.00/tahun Rp7.000. izin usaha ekspedisi muatan pesawat udara 7. sungai dan danau Rp100.000.000. 23.

. pemakaian tempat parkir di pelataran parkir. pemakaian tempat parkir di gedung parkir. (3) Paragraf 2 Objek. Setiap orang pribadi yang memerlukan pelayanan Perparkiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. keterlambatan lebih dari 1 bulan sampai dengan 3 bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 100% (seratus persen) dari retribusi terutang. keterlambatan lebih dari 3 bulan dikenakan 200% (dua ratus persen) dari retribusi yang bersangkutan. d. huruf p dan huruf q dikenakan tambahan sebagai berikut: a. Golongan. c. Nama dan Subjek Pasal 141 (1) (2) Pelayanan Perparkiran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum. Untuk mendapatkan pelayanan Perparkiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. b. b. pemakaian tempat parkir di lingkungan parkir. c. izin usaha angkutan dan izin trayek sebagaimana dimaksud pada huruf a.(2) Terhadap setiap keterlambatan memperpanjang izin pengujian kendaraan. keterlambatan sampai dengan 1 bulan dikenakan tambahan retribusi sebesar 50% (lima puluh persen) dari retribusi terutang. Bagian Keempat Perparkiran Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 140 (1) Pelayanan Perparkiran terdiri dari: a. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf a dan huruf b. (2) pemakaian tempat parkir tepi jalan umum. perizinan pengoperasian fasilitas parkir untuk umum di luar badan jalan. e.

Subjek Retribusi Pemakaian Pelataran Parkir milik Pemerintah Daerah dan Pemakaian Gedung Parkir milik Pemerintah Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf c dan huruf d. Subjek Retribusi Perizinan Pengoperasian Fasilitas Parkir untuk umum diluar badan jalan adalah orang pribadi atau Badan yang melakukan pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf e. jenis kendaraan dan jangka waktu parkir. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 143 (2) (3) (4) (1) Tingkat penggunaan jasa parkir di tepi jalan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (2) diukur berdasarkan golongan jalan. Pasal 142 (4) (1) Subjek retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf a dan huruf b.(3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf c dan huruf d. ayat (2) dan ayat (3) adalah Wajib Retribusi. Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) huruf e dipungut retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Pelayanan Izin Penyelenggaraan Fasilitas Parkir Untuk Umum Di Luar Badan Jalan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 144 (2) (3) (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi parkir di tepi jalan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya penyediaan marka/rambu parkir. biaya operasional/pemeliharaan dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. . Paragraf 4 Prinsip Penetapan. kapasitas tempat parkir dan jangka waktu parkir. intensitas/tingkat kepadatan. Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Tingkat penggunaan jasa pelayanan perizinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (4) diukur berdasarkan kapasitas/jumlah Satuan Ruang Parkir (SRP) dan jangka waktu parkir. biaya pengawasan/pengendalian. Tingkat penggunaan jasa tempat khusus parkir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (3) diukur berdasarkan fasilitas tempat parkir. dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Tempat Khusus Parkir.

jalan a) sedan.00 untuk satu kali parkir.000. truck dan sejenisnya Rp2. pengawasan dan pengendalian.00 pertama. biaya penelitian. untuk jam Rp2. biaya pembinaan.000. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. c) sepeda motor Rp500. jeep. minibus. minibus. biaya perawatan/pemeliharaan.00 untuk setiap jam berikutnya. (3) Pasal 145 (1) Struktur dan besarnya tarif Perparkiran dan retribusi izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 140 ayat (1) adalah: a. biaya asuransi. Tempat parkir di tepi jalan umum: Golongan Jalan 1 jalan golongan A Jenis Kendaraan 2 a) sedan. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar.000.000.00 untuk setiap jam berikutnya. kurang dari satu jam dihitung satu jam. b) bus. Tarif 3 untuk jam Rp1.(2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi tempat khusus parkir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya penyusutan.00 pertama. Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi perizinan pengoperasian fasilitas parkir untuk umum diluar badan jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141 ayat (4) dengan memperhatikan biaya administrasi izin. pickup dan sejenisnya Rp1. angsuran bunga pinjaman.00 untuk satu kali golongan pickup dan sejenisnya parkir . kurang dari satu jam dihitung satu jam. Rp1.000. jeep. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis.

00 untuk setiap jam berikutnya kurang dari satu jam dihitung satu jam 2. kurang dari satu jam di hitung satu jam 3. Tempat parkir di lingkungan parkir: Jenis kendaraan Tarif 1. sedan. jeep.00 untuk setiap jam berikutnya. 00 untuk jam pertama RpSOO.00 untuk setiap jam berikutnya.00 untuk satu jam berikutnya kurang dari satu jam dihitung satu jam.00 untuk satu jam pertama Rp500.000. Rp2. Tempat parkir di pelataran parkir: Jenis kendaraan Tarif 1. minibus.000. bus.000. sepeda motor .00 untuk jam pertama Rp2. Rp2.00 untuk jam pertama Rp2.B b) bus. minibus.00 untuk jam pertama pickup dan sejenisnya Rp1. jeep.000.00 untuk jam pertama pickup dan sejenisnya Rp1.00 untuk satu kali parkir b. bus. truck dan sejenisnya Rp2. kurang dari satu jam dihitung satu jam 2.00 untuk setiap jam berikutnya kurang dihitung satu jam 3. sedan.000.OO untuk setiap jam berikutnya.000. c.00 untuk satu kali parkir Rp500. sepeda motor dari satu jam Rp500. kurang dari satu jam dihitung satu jam RpSOO. truck dan sejenisnya c) sepeda motor Rp2.000.000.000. truck dan sejenisnya Rp2.

dengan tidak memungut biaya parkir a) b) c) (2) Besarnya Tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b. Rp2.00 untuk jam pertama pickup dan sejenisnya Rpl000. kurang dari satu jam dihitung satu jam 2.000.00 untuk satu jam pertama RpSOO. sedan.OO untuk satu Jam Berikutnya Kurang dari satu jam di hitung satu jam e.000.00 (lima puluh ribu rupiah).00 untuk setiap jam berikutnya.00 untuk jam pertama Rp2.000.000. minibus. . 3. dengan memungut biaya parkir a) besarnya retribusi izin berlaku rumus jumlah satuan ruang parkir tersedia dikalikan dengan tarif dasar yang berlaku saat izin dikeluarkan. truck dan sejenisnya Rp2. besarnya retribusi perubahan izin adalah 100% (seratus persen) dari besarnya retribusi izin penyelenggaraan fasilitas parkir untuk umum diluar Badan jalan. besarnya retribusi izin sebesar Rp100. besarnya retribusi atas daftar ulang izin tanpa adanya perubahan dalam izin adalah Rp50.d. huruf c dan huruf d sudah termasuk pembayaran premi asuransi kehilangan dan kerusakan kendaraan. 2.000.00 untuk setiap jam berikutnya. Perizinan penyelenggaraan fasilitas parkir untuk umum di luar badar jalan: 1. Tempat parkir di gedung parkir: Jenis kendaraan Tarif 1. sepeda motor b) besarnya retribusi perubahan izin adalah 100% (seratus persen] dari besarnya retribusi izin penyelenggaraan fasilitas parkir untuk umum diluar Badan jalan. kurang dari satu jam dihitung satu jam Rp500. c) besarnya retribusi atas daftar ulang izin tanpa adanya perubahan dalam izin adalah 25% (dua pulu lima persen) kali satuan ruang parkir (SRP) x tarif dasar. bus. jeep.00 (seratus ribu rupiah).

(5) Untuk berlangganan bulanan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih di tepi jalan umum dan lingkungan parkir berlaku rumus 25 hari x 3 kali parkir x tarif parkir terendah sesuai jenis kendaraan. (6) Untuk berlangganan bulanan bagi kendaraan bermotor roda dua di tepi jalan umum dan lingkungan parkir ditetapkan sebesar Rp25. (3) Untuk mendapatkan pelayanan pekerjaan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (2) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. pemakaian alat-alat besar dan/atau penunjang . . (4) Tarif progresif tempat parkir di tepi jalan umum pada jalan golongan A sebagaimana dimaksud pada ayat (i) huruf a dikenakan apabila pada jalan tersebut tersedia alat ukur parkir atau alat pembuktian lain.00 (dua puluh lima ribu rupiah). diatur dengan Peraturan Gubernur.000. pemakaian peralatan ukur dan mobilisasi. (7) Tarif retribusi parkir pada lokasi parkir kawasan pengendalian parkir ditetapkan 150% (seratus lima puluh per seratus) dari tarif yang ditetapkan atas setiap golongan tempat parkir bukan kawasan pengendalian parkir (8) Tarif retribusi parkir pada kegiatan parkir insidentil ditetapkan sebesar 150% dari tarif yang ditetapkan atas setiap golongan tempat parkir bukan kegiatan insidentil. (9) Ketentuan mengenai kriteria dan penentuan kawasan pengendalian parkir serta kegiatan parkir insidentil sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dan ayat (8). (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan pekerjaan umum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. c. pemakaian peralatan laboratorium dan mobilisasi.(3) Ketentuan mengenai pelaksanaan pembayaran premi asuransi dan tata cara penggantian kehilangan dan kerusakan kendaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dengan Peraturan Gubernur. b. Bagian Kelima Pekerjaan Umum Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 146 (1) Pelayanan pekerjaan umum terdiri dari: a.

biaya asuransi.00/hari/paling singkat 90 ha Rp74. ukuran.000. (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi.000. Golongan. Pasal 151 Struktur dan besarnya tarif retribusi pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146 ayat (1) adalah sebagai berikut: a. angsuran bunga pinjaman biaya rutin/periodik.Paragraf 2 Objek.000. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. jumlah contoh dan pemakaian alat serta mobilisasi peralatan. Pemakaian alat-alat besar dan/atau penunjang: 1 Ongkos angkut direksi keet/gudang lapangan (pp) Rp700. Pasal 148 (1) Subjek retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146 ayat (1). volume. gudang lapangan Rp21. Nama dan Subjek Pasal 147 (1) Pelayanan pekerjaan umum sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146 ayat (1) adalah objek yang dikenakan retribusi. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 150 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pemakaian kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. direksi keet (kontainer) ukuran 1.00/buah 2. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 146 ayat (1) dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 149 Tingkat penggunaan jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 147 ayat (2) diukur berdasarkan jenis alat.000.5 m x 4 m 3. biaya perawatan/pemeliharaan.00/han/paiing singkat 90 ha .00/hari/palingsingkat90ha Rp21. biaya penyusutan. direksi keet (kontainer) ukuran 2 m x6 m 4. biaya administrasi umum yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa.

5. mesin gilas 1,5 sampai dengan 10 ton 6. mesin gilas 10 sampai dengan 18 ton 7. dump truck kecil 8. dump truck besar 9. excavator kecil 10. excavator besar 11. shovel loader b. Pemakaian peralatan laboratorium dan mobilisasi: 1. pekerjaan sondir dan pengeboran:

Rp188.000,00/hari Rp223.500.00/hari Rp316.000.00/hari Rp477.000.00/hari Rp856.000.00/hari Rp3.491.500.00/hari Rp889.000.00/hari

a) sondir q.c 150 kg/cm atau paling dalam 25 m b)sondir q.c 400 kg/cm atau paling dalam25 m c) pengeboran tanah sampai kedalaman paling dalam 10 m berikut tes labotarium d) pengeboran tanah dengan mesin: 1) sampai dengan 10 m 2) lebih dari 10 m sampai dengan 20 m 3) lebih dari 20 m sampai dengan 30 m 4) lebih dari 30 m sampai dengan 40 m 5) lebih dari 40 m sampai dengan 50 m 6) lebih dari 50 m sampai dengan 60 m 7) lebih dari 60 m sampai dengan 70 m 8) lebih dari 70 m sampai dengan 80 m 2. pengambilan contoh (sample) tanah asli dengan bor tangan maximal kedalaman 10 m 3. pengambilan contoh tanah dengan bor mesin 4. Standard penetration test 5. pengeboran aspal beton (hotmbc) 6. tespit dan penutupan 7. kepadatan lapangan y d tanah/batuan 8. pengujian mutu (quality control) a) sirtu b) macadam (CBR on place) c) hotmix 9. benkelmen beam 10. kekasatan permukaan (skid resistance) 11. tegangan geser (lapisan antara hotmbc/batu alam) 12. pemecahan batu kali/kapur
2

2

Rp175.000,00/tto'k Rp1.250.000,00/t'rtik

Rp500.000.00/titik Rp52.500,00/m Rp63.500,00/m Rp74.000,00/m Rp84.250.00/rn Rp99.125,00/m Rp120.400,00/m Rp141.750,00/m Rp184.125,00/m Rp140.000.00/titik Rp46.000.00/contoh Rp46.000.00/contoh Rp50.000.00/contoh Rp126.000.00/contoh Rp35.000.00/titik Rp75.000.00/titik Rp60.000.00/titik Rp130.000.00/titik Rp93.000.00/titik Rp35.000.00/titik Rp27.500.00/contoh Rp23.500.00/contoh

13. pengeboran beton: a) kedalaman sampai dengan 10 cm Rp225.500,00/titik b) kedalaman lebih dari 10 cm sampai dengan 20 cm Rp451.000,00/titik c) kedalaman lebih dari 20 cm sampai dengan 30 cm Rp676.500.00/titik Rp22.000,00/contoh 14. pemotongan beton 15. pemeriksaan, jalan , jembatan dan pengairan: a) pemeriksaan contoh tanah. 1) triaxial 2) konsolidasi 3) direct shear 4) unconfined 5) hidrometer 6) analisis saringan 7) atterberg limit 8) berat jenis 9) berat isi 10) kadar air 11) permeability 12) shrinkage limit 13) percobaan pemadatan 14) percobaan CBR labotarium b) pemeriksaan beton: 1) percobaan mix design beton 2) slump test (3 x percobaan) 3) kuat tekan kubus/silinder/paving block c) pemeriksaan kualitas semen d) pemeriksaan batuan: 1) test kualitas sirtu 2) test kualitas macadam 3) test kualitas spleet, screening (hotmix) 4) test kualitas spleet (beton) 5) test abu batu 6) pemeriksaan index kepipihan e) pemeriksaan pasir: 1) test kualitas pasir pasang 2) test kualitas pasir beton 3) pemeriksaan pasir untuk konstruksi jalan f) pemeriksaan aspal beton (hotmix): Rp40.000.00/contoh Rp110.000.00/contoh Rp85.000.00/contoh Rp300,000,00/contoh Rp350.000.00/contoh
•209-

Rp110.000,00/contoh Rp100.000,00/contoh Rp40.000,00/contoh Rp20.000,00/contoh Rp60.000,00/contoh Rp30.000,00/contoh Rp40.000,00/contoh Rp20.000,00/contoh Rp15.000.00/contoh Rp15.000,00/contoh Rp82.000,00/contoh Rp44.000,00/contoh Rp60.000.00/contoh Rp40.000.00/contoh Rp364.000,00/contoh Rp36.500.00/contoh Rp6.000.00/contoh Rp95.000.00/contoh Rp200.000.00/contoh Rp150.000.00/contoh Rp144.500.00/contoh Rp159.000.00/contoh Rp85.000.00/contoh Rp35.000.00/contoh

1)mix design hotmix
2) mix design hotmix dan additive

3) test job mix aspal beton g) pemeriksaan kualitas aspal: 1) pemeriksaan aspal emulsi 2) pemeriksaan aspal cair 3) pemeriksaan aspal semen 4) sieve test aspal emulsi 5) storage stability 24 hour aspal emulsi 6) cement mixing aspal emulsi 7) kinematik viscositas aspal 8) pemeriksaan kadar air aspal (hotrnix) dgn cara destilasi 9) pemeriksaan asbuton/micro asbuton 10) ekstraksi asbuton/micro asbuton dengan alat soxlet h) pemeriksaan kadar gilsonite i) pemeriksaan berat jenis semen j) pemeriksaan gravity maximum mixture hotmix k) pemeriksaan air bersih I) pemeriksaan air limbah/sungai m) bor klasifikasi n) cone penetrometer 0) kualitas tanah p) proktor q) shalow boring r) geo listrik s) seismic per/m/rentang t) vanetest u) kuat tekan dengan hammer test v) wheel tracking test w) indirect tensile modulus test UTM UMATA x) kuat tarik besi beton sampai dengan 25 mm Biaya mobilisasi pekerjaan lapangan a) Mobilisasi quality control: 1) test pit dan penutupan 2) pengujian mutu (Quality Control): a)) sirtu b)) macadam (CBR on Place) c)) hotmix Rp100.000.00/3 titik Rp150.000,00/8 titik Rp150.000.00/10 titik Rp100.000,00/15 titik Rp118.500,00/contoh Rp75.000,00/contoh Rp21.000,00/contoh Rp45.000,00/contoh Rp58.500,00/contoh Rp104.000,00/contoh Rp140.000,00/trtik Rp56.000.00/titik Rp220.000.00/contoh Rp150.000,00/contoh Rp35.000.00/titik Rp160.800.00/titik Rp16.800,00/m Rp18.000.00/titik Rp3.480.00/titik Rp450.000.00/contoh Rp450.000.00/contoh Rp70.000.00/contoh Rp84.000.00/contoh Rp204.000,00/contoh Rp275.000,00/contoh Rp286.000,00/contoh Rp200.000,00/contoh Rp30.000,00/contoh Rp30.000,00/contoh Rp40.000,00/contoh Rp34.000,00/contoh

3) benkelman beam 4) kekasatan permukaan (Skid Resistance) 5) pengeboran beton 6) kepadatan lapangan 7) shallow boring b) Mobilisasi colecting data mekanika tanah: 1) sondir Ringan (kapasitas 2,5 tonf) 2) bor dangkal (bor tangan) 3) sondir berat (kapasitas 10 tonf) 4) bor dalam (bor mesin) 5) bor klasifikasi 6) cone penetrometer c. Pemakaian peralatan ukur 1. Pengukuran (Profile, Uitzet & Peil Control)

Rp150.000,00/10 titik Rp100.000,00/15 titik Rp100.000,00/6 Titik Rp100.000,00/15 titik Rp100.000,00/10 titik Rp150.000,00/2 titik Rp150.000,00/2 titik Rp300.000,00/1 titik Rp300.000,00/1 titik Rp100.000,00/10 titik Rp100.000,00/15 titik

saluran bentangan lebih kecil atau sama dengan 3 m Rp520,00/m' 2. Pengukuran (Profile, Uitzet & Peil Control) saluran / Kali bentangan lebih besar dari 3 m 3. Pengukuran jalan (Profile, Uitzet & Peil Control) jalan lebar lebih kecil atau sama dengan 10 m 4. Pengukuran Jalan (Profile, Uitzet & Peil Control) jalan lebar lebih besar dari 10 m 5. Pengukuran (Collecting Data, Uitzet & Peil Control) peil lantai bangunan, peil banjir 6. Pengukuran waduk / situ (Collecting Data.Uitzet &Peil Control) 7. Pengukuran jembatan (Profile, Uitzet&Peil Control) jembatan 8. Mobilisasi pengukuran: a) Pengukuran (Profile, Uizet & Peil Control) saluran bentangan lebih kecil atau sama dengan 3 m b) Pengukuran (Uitzet, Peil Control, Profile) saluran / Kali bentangan lebih besar dari 3 m c) Pengukuran (Jalan/Profile, Utzett, Peil Control) jalan lebar lebih kecil atau sama dengan 10 m d) Pengukuran jalan (Profile, Uitzet & Peil Control) jalan lebar lebih besar dari 10 m peil lantai bangunan, peil banjir Rp100.000,00/1.000 m' Rp100.000,00/10.000 m
2

Rp550,00/m' Rp520,00/m' Rp550,00/m' Rp300,00/ m Rp300,00/ m
2

2

Rp320.000.00/1buah

Rp100.000,00/1.000 m' Rp100.000,00/1.000 m' Rp100.000,00/1.000 m'

e) Pengukuran (Collecting Data, Uitzet & Peil Control)

izin pembuangan emisi sumber tidak bergerak. c.000m 2 Rp100.000. Paragraf 2 Objek.00/m' Rp100.000. izin pembuangan limbah cair. Pengukuran (Profile. Nama dan Subjek Pasal 153 (1) Pelayanan Pengelolaan Lingkungan hidup sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) adalah objek Retribusi. pemakaian peralatan penelitian lingkungan untuk pengambilan contoh pengukuran air dan udara. . Uitzet & Peil Control) saluran bentangan lebih kecil atau sama dengan 3 m Rp520.Uitzet &Peil Control) g) Pengukuran jembatan (Profile. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan Pengelolaan Lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. pemakaian peralatan laboratorium.00/lbuah Jm a n e bt a Limbah Cair.00/10. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf a dan b dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. Pengukuran (Profile.f) Pengukuran waduk/situ (Collecting Data.00/m' 2. Pemakaian peralatan ukur: 1. (3) Untuk mendapatkan pelayanan Pengelolaan Lingkungan hidup sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. d. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf c dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pembuangan Rp550. Uitzet & Peil Control) d. Golongan. b. Uitzet & Peil Control) saluran / Kali bentangan lebih besar dari 3 m Bagian Keenam Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Paragraf 1 Jenis Pelayanan dan Kewajiban Pasal 152 (1) Pelayanan Pengelolaan Lingkungan Hidup terdiri dari: a.

(4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf d dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak. (3) Subjek Retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak adalah orang pribadi atau Badan yang mengunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf d.. jenis usaha dan tingkat pencemaran yang ditimbulkan. <1) Tingkat penggunaan jasa izin Pembuangan Umbari Cair dalam Pasai 153 ayat (3) diukur berdasarkan volume. Struktur dan Sesarnya Tarif Pasal 156 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pemakaian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. raragraT o Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 155 (1) Tingkat penggunaan jasa pemakaian kekayaan daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 ayat (2) diukur berdasarkan jenis alat dan tempat pemakaian. pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar. Bergerak dalam Pasai 153 ayat (4) diukur berdasarkan volume. contoh dan waktu. ukuran. biaya perawatan/pemeliharaan. waktu.penyediaan Jasa. . Paragraf 4 Prinsip Penetapan. angsuran bunga pinjaman. Untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang. (2) Tingkat penggunaan jasa izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak. jenis usaha dan tingkat pencemaran yang ditimbulkan. ayat (2) dan ayat (3) adalah Wajib Retribusi. waktu. biaya rutin/periodik yang berkaian langsung dengan . (2) Subjek Retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair adalah orang pribadi atau Badan yang mengunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf c. biaya penyusutan. Pasal 154 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 ayat (1) huruf a dan huruf b. (4) Subjek Retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

00/lokasi/hari g) alat pengukur debu (B-ray) h) alat pengukur HC (FID) i) j) I) alat pengukur emisi kendaraan alat pengukur emisi industri k) alat pengukur gas (tube detector) m) alat pengukur arah dan kecepatan angin n) alat pengukuran kebisingan o) mobil labotarium dan peralatan pengujian alat pengukur temperatur dan kelembaban Rp50.00/lokasi/hari Rp750. Pemakaian peralatan penelitian lingkungan untuk pengambilan contoh dari pengukuran air dan udara: 1.00/lokasi/hari Rp130. suhu.000.(2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Izin Pembuangan Limbah Cair sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 ayat (3) dengan memperhatikan biaya evaluasi. Pengambilan contoh air a) alat pengambil contoh air b) alat pengambil contoh benthos c) alat pengambil contoh plankton d) alat pengukur kualitas in-situ (pH.00/lokasi/hari .00/lokasi/hari Rp200.00/hari Rp100.00/lokasi/hari Rp400.000.00/lokasi/hari Rp70. kapasitas 2 liter Pengambilan/pengukuran udara: a) alat pengambil gas (gas sampler) b) alat pengambil debu (high volume) c) alat pengukur CO (NDIR) d) alat pengukur SO (UV-Fluoresence) e) alat pengukur NO (Chemiluminesence) f) alat pengukur 0 (UV-AdsoRption) 3 Rp25.00/buah Rp7.00/lokasi/hari Rp150. (3) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi Izin Pembuangan Emisi Sumber Tidak Bergerak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153 ayat (4) dengan memperhatikan biaya evaluasi.000. Pasal 157 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 152 adalah sebagai berikut: a.000.000.000.00/hari Rp7.000.000.00/lokasi/hari Rp150.00/lokasi/hari Rp200.00/lokasi/hari Rp2.00/lokasi/hari Rp150. DO.00/hari Rp60.000.000.000.000.00/hari Rp50.007buah Rp130. verifikasi dan pembinaan dalam rangka pengawasan dan pengendalian pencemaran.000.000.00/lokasi/hari Rp150. kekeruhan) e) alat pengukur debit f) botol contoh.000.000.000.00/lokasi/hari Rp80.00/lokasi/hari Rp200.000. verifikasi dan pembinaan dalam rangka pengawasan dan pengendalian pencemaran.000.00/hari Rp70. kapasitas 5 liter g) botol contoh.000.000.000.000.

00/contoh Rp15.000. Analisa air: a) fisis: 1) daya hantar listrik 2) kekeruhan 3) warna 4)suhu 5) salinitas 6) kecerahan b) kimiawi: 1) alkalinity/acidity 2) carbondioksida/bicarbonation 3) chlorida 4) ammonia bebas 5) ammonia total 6) nitrat 7) nitrit 8)pH 9) phosphat 10) sulfifda 11) sulfat 12) sulfrt 13) kesadahan total 14) fluorida 15) kesadahan calsium (CaC0 ) 3 Rp500.00/contoh Rp17.00/contoh Rp15.000.00/eontoh Rp15.00/contoh Rp3.000.00/contoh Rp5.000.00/lokasi/hari Rp7.000.000.00/contoh Rp15.00/contoh Rp10.00/contoh Rp20.00/contoh Rp15.000.00/contoh 3 16) kesadahan magnesium / Mg(CaC0 ) 17) lumpur kasar 18) zat padat tersuspensi 19) zat padat total 20) zat padat terlarut 21) chlorine 22) zat padat terendapkan Rp10.000.00/contoh Rp15.00/contoh Rp10.00/contoh Rp17.000.000.000.00/contoh Rp7.000.00/contoh Rp15.00/contoh Rp5.00/contoh Rp15.00/contoh Rp5.000.000.000.00/contoh Rp10.000.00/contoh Rp15.00/lokasi/hari Rp150.000.500. Pemakaian peralatan labotarium: 1.00/contoh Rp15.000.00/contoh Rp15.000.500.000.00/contoh Rp15.000.00/contoh .000.000.000.000.00/contoh Rp15.000.000.000.p) alat pengukur partikular q) alat pengukur vibrasi b.00/contoh Rp15.00/contoh Rp15.

00/contoh Rp20.00/contoh Rp15.00/contoh Rp70.000.000.000.000.00/contoh Rp20.00/contoh Rp30.000.00/contoh Rp20.000.000.00/contoh Rp20.000.00/contoh Rp50.0G/contoh 10) mangan (Mn) 11) nikel(Ni) 12) timah hitam (Pb) 13) seng (Zn) 14) cadmium (Cd) 15) alumunium (Al) 16) arsen (As) 17) boron (Bo) 18) air raksa (Hg) 19) selenium (Se) 20) silver (Ag) 21) strontium (Sr) 22) cobalt (Co) 23) distruksi logam berat e) Mikrobiologi: 1) escherichia coli Rp130.00/contoh Rp50.00/contoh Rp20.00/contoh Rp50.000.00/contoh Rp15.000.000.000.000.00/contoh 6) minyak dan lemak 7) phenol 8) cyanida 9) silikat (Si 0 ) 2 d) logam: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) natrium (Na) kalium (K) calsium (Ca) magnesium (Mg) barium (Ba) besi (Fe) chromium (Cr) chromium hexavalent tembaga Rp20.00/contoh Rp20.000.00/contoh 2) MPN Fecal Coliform .000.000.00/contoh Rp20.000.00/contoh Rp50.000.00/contoh Rp50.00/contoh 5) detergent (ekstract carbon chloroform) Rp60.00/contoh Rp90.000.000.00/contoh Rp20.00/contoh Rp30.00/contoh Rp35.00/contoh Rp20.000.000.000.000.00/contoh Rp20.000.00/contoh Rp20.000.c) khusus: 1) COD (kebutuhan oksigen kimiawi) 2) BOD (kebutuhan oksigen biologi) 3) DO (oksigen terlarut) 4) organic (nilai KMn0 ) 4 Rp35.000.000.000.00/contoh Rp45.00/contoh Rp20.00/contoh Rp30.000.00/contoh Rp50.00/contoh Rp50.000.00/contoh Rp20.000.000.00/contoh Rp15.000.

AI. Mg.000 00/contoh Rp70.000.000 00/contoh RpSO.000. Cu.00/contoh/jenij (Toxicrty Characteristic Leaching Prosedure) Rp1. Ni.000 00/contoh/jen Rp90.00/contoh Rp50. Na.00/contoh Rp60.00/contoh Rp800. Analisa udara: a) gas carbon monoksida (Co) b) gas carbon dioksida (C02) c) gas sulfur dioksida (S0 ) 2 Rp30.00/contoh/jeni! Rp75.00/contoh e) gas chlor (CI2) .00/contoh Rp1.000 00/contoh Rp30.00/contoh Rp75.500. K) i) kadar Hg. Cr.Co.000. Cd.000.000.00/contoh Rp50.000.00/contoh d) gas nitrogen dioksida (N0 ) 2 Rp50.000. Ca.000.00/jenis Rp50.00/contoh f) Rp1.000 00/contoh/jen Rp70.OOO 00/contoh Rp40.000.000.000.00/contoh 7) TCLP (logam berat) metode SSA Rp60. dalam lumpur/padat j) destruksi padatan 3.00/contoh Rp40.000.00/contoh Rp60.00/contoh Rp250. Pb.000 00/contoh Rp40.00/contoh Rp50.00/contoh/jeni 2. Zn.000.Ag.000.As.000.3) MPN Colrform 4) total plate count 5) jamur 6) bakteri pathogen 7) bentos 8) plankton 9) test antibiotika Toksikologi: 1) bioassay test 2) pestisida untuk semua jenis: a)) formulasi b)) residu 3) senyawa organik non pestisida 4) uji karateristik limbah B3 5) ekstraksi lindi limbah B3 6) TCLP Rp50. Analisa padat: a) kadar air b) kadar abu c) nilai kalor d) nitrogen total (kyedahl) e) lemak f) phosphat g) total organik content (titrasi) h) kadar logam dalam lumpur /padat (Fe.000.000.00/contoh Rp100.000.007contoh Rp35.000 00/contoh Rp150 000 .00/contoh Rp50.00/contoh Rp700.Se.000.000.000.000. Mn.000.

(2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini.00/contoh Rp80.000.000.00/contoh Rp80. pemakaian peralatan penerangan jalan umum.00/contoh Rp50.000.000.000.00/contoh Rp250.00/contoh Rp75.00/contoh Rp100.000.00/contoh Rp50.000.000. Izin pembuangan limbah cair d.000.000.00/contoh Rp50. izin penempatan jaringan utilitas dan bangunan pelengkap.00/contoh Rp100. Izin pembuangan emisi sumber tidak bergerak Bagian Ketujuh Penerangan Jalan Umum dan Sarana Jaringan Utilitas Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 158 (1) Pelayanan Penerangan Jalan Umum dan Sarana Jaringan Utilitas terdiri dari: a.000.000.00/contoh Rp50.00/contoh Rp80.00/contoh Rp100.000.000.000.00/izin Rp100.00/contoh Rp100.00/contoh Rp50.000.f) gas ammonia (NH3) g) gas hidrogen sufffda (H S) 2 Rp50.00/izin h) gas hidrocarbon (HC) 0 gas ozone/oksidan j) partikel/debu 24 jam k) partikel/debu 8 jam D logam dalam debu m) silikat dalam debu n) S 0 dalam debu o) opasitas 2 P) hidrogen florida q) gas clorin r) hidrogen florida s) total sulfur tereduksi t) partikular emisi cerobong u) vibrasi v) kebisingan c.00/contoh Rp100.000. b. (3) Untuk mendapatkan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk.00/contoh Rp75.00/contoh Rp90.000. .000.

biaya perawatan/pemeliharaan. biaya penyusutan. panjang jaringan. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 162 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.Paragraf 2 Objek. jenis. (2) Tingkat penggunaan jasa Izin Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan Pelengkap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159 ayat (3) diukur berdasarkan lokasi. Golongan. jenis. berdasarkan diameter jaringan. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 161 (1) Tingkat penggunaan jasa Pemakaian Kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159 ayat (2) diukur berdasarkan lokasi. ketinggian dan waktu. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 ayat (1) huruf b dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan Pelengkap. kapasitas. \2) Subjek Retribusi Izin Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan Pelengkap adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 158 ayat (1) huruf b. satuan dan waktu pemakaian. untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. Pasal 160 (1) Subjek Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud Pasal 158 ayat (1) huruf a. jenis. . (3) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) adalah Wajib Retribusi. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 ayat (1) huruf a dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar serta biaya pengawasan dan pengendalian. biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa. Nama dan Subjek Pasal 159 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi.

000.000.00/meter Rp5.000.000.00 Rp 45. biaya survei.00/meter/tahun Rp 135. Pemerintah b.00/meter/tahun Rp5.200.00/meter Rp1.000.000.00/meter Rp10.000.000. handhole dan bak vatve 4.000.00 . 1.00 Rp 320. biaya pengawasan dan pengendalian serta pembinaan.00/meterVtahun Rp700. Kabel dan pipa tanpa menggunakan bangunan koker: a) kabel b) pipa: 1) diameter sampai dengan 300 milimeter 2) diameter 301 sampai dengan 500 milimeter 3) diameter 501 sampai dengan 1000 milimeter 4) diameter lebih dari 1000 milimeter 3.000. paling tinggi 12 m b) menara dan tower tinggi. BUMN/BUMD c.00/meter/tahun Rp15.00/lokasi Rp10. Kabel dan Pipa menggunakan bangunan Koker: a) kabel b) pipa: 1) diameter sampai dengan 300 milimeter 2) diameter 301 sampai dengan 500 milimeter 2.00 Rp 230. Pasal 163 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.(2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif Retribusi Izin Penempatan Jaringan Utilitas dan Bangunan Pelengkap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 159 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya transportasi.000. Penyediaan tanah untuk penempatan utilitas dibawah tanah. paling tinggi 50 m Rp100. Lebih dari 8 jam dikenakan tambahan biaya per jam b.00/meter Rp1.000. Pemakaian peralatan penerangan jalan umum: Mobil tangga sampai dengan 8 jam: a. Swasta d.000.00/meter Rp4.000. manhole. Bangunan koker.00/titik Rp5. Bangunan pelengkap: a) tiang tinggi.

(2) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (1) dipungut Retribusi Jasa Usaha dengan nama Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah. c. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan pertamanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini.Pertamanan Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 164 (1) Pelayanan pertamanan terdiri dari: a. pemakaian peralatan pertamanan. b. (3) Untuk mendapatkan pelayanan pertamanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. izin penebangan pohon pelindung. Golongan. Pasal 166 (1) Subjek Retribusi Pelayanan Pemakaian Kekayaan Daerah adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (2). (3) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (1) dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Izin Penebangan Pohon Pelindung. pemakaian lokasi taman dan jalur hijau. Nama dan Subjek Pasal 165 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (1) adalah Objek yang dikenakan Retribusi. . Paragraf 2 Objek. (2) Subjek Retribusi Perizinan Tertentu adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan/menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (3). (3) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) adalah Wajib Retribusi.

biaya administrasi umum yang mendukung penyediaan jasa.00/5 hari/lokasi .000.000.001 sampai dengan 5. (2) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi perizinan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165 ayat (3) adalah dengan memperhatikan biaya pengawasan.000.000. Pemakaian lokasi taman dan jalur hijau untuk: 1.007lokasi Rp2.000.000. pameran acara ritual dan kegiatan lainnya: a) b) sampai dengan 1000 m 2 Rp1. kapasitas dan waktu penggunaan.001 sampai dengan 10.00/hari/lokasi 2.000. untuk memperoleh keuntungan yang layak sebagaimana keuntungan yang pantas diterima oleh pengusaha swasta sejenis. biaya rutin/periodik yang berkaitan langsung dengan penyediaan jasa. (2) Tingkat penggunaan jasa pelayanan perizinan tertentu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165 ayat (3) diukur berdasarkan diameter dan jumlah pohon.000.00/lokasi Rp2.250.000 m Rp1. sarasehan. Paragraf 4 Prinsip Penetapan. perlombaan.007lokasi Rp250. Shooting film: a) 1 sampai dengan 2 hari b) 3 sampai dengan 4 hari c) 5 sampai dengan 8 hari d) diatas 8 hari dikenakan biaya tambahan Rp1.00/5 hari/lokasi 2 1. pengendalian dan pembinaan.500.00/5 hari/lokasi 2 c) 5. luas. biaya penyusutan.500. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 168 (1) Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi jasa pemakaian kekayaan Daerah fasilitas/sarana/peralatan pertamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165 ayat (2) adalah dengan memperhatikan biaya investasi. biaya perawatan/pemeliharaan. serta beroperasi secara efisien dengan orientasi pada harga pasar.Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 167 (1) Tingkat penggunaan jasa pemakaian kekayaan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 165 ayat (2) diukur berdasarkan lokasi. Bazar.000. biaya asuransi. Pasal 169 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.000.000 m Rp2.

00/hari/unlt .00/hari/unit Rp3. Tiang umbul-umbul Rp3.001 sampai dengan 25 000 m 2 2 Rp2.000.00/hari/lokasi 2 e) setiap penambahan 10 m 2 Rp100.00/orang/hari Rp50.00/hari/lokasi 6. pemakaian lokasi taman untuk perkemahan: a) pelajar.000.00/hari/unit Rp7.000.000.00/orang/hari Rp2.000.00/hari/lokasi 2 d) setiap penambahan 5 m 2 5.000.00/hari/lokasi Rp5.00/5 hari/lokasi e) 25.000. mahasiswa b) umum 4.00/hanVlokasi Rp300.000.000.00/hari/lokasi Rp100.00/5 hari/lokasi Rp3.000.000 m keatas setiap penambahan per hari pemakaian ditambah biaya 20% (dua puluh persen) dari biaya pokok tarif.000.00/hari/unit Rp20. 3.000. pramuka.00/hari/unit Rp15. pemakaian lokasi taman dan jalur hijau pada titik lubang tiang umbul-umbul b.500. penggunaan lokasi taman/jalur hijau untuk material pekerjaan proyek dan sejenisnya: a) sampai dengan 100 m 2 Rp100.00/hari/unit Rp10.000. Tenda kemah a) pelajar dan mahasiswa: 1) ukuran 2 orang 2) ukuran 6 orang 3) ukuran 10 orang b) umum: 1) ukuran 2 orang 2) ukuran 6 orang 3) ukuran 10 orang Rp10.00/hari/unit Rp5.00/hari/lubang 2.000.000. penggunaan lokasi taman/jalur hijau untuk bedeng proyek (Direksi Keet) dan sejenisnya a) 0 sampai dengan 15 m 2 Rp1.000.000.000.000.00/hari/lokasi 2 b) 16 sampai dengan 30 m c) 31 sampai dengan 50 m diatas 50 m 2 Rp75.00/hari/lokasi Rp250.d) f) 10.000.00/hari/lokasi 2 b) 101 sampai dengan 200 m c) 201 sampai dengan 300 m d) lebih dari 300 m diatas 300 m 2 2 Rp150.000. Pemakaian peralatan pertamanan: 1.500.

Izin penebangan pohon pelindung khususnya pohon yang sehat: 1.OO Rp5. Izin sebagaimana dimaksud angka 1 dan angka 2 diberikan untuk pohon yang sehat dengan syarat mengganti pohon yang ditebang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. g. Bagian Kesembilan Pertanahan dan Pemetaan Paragraf 1 Jenis pelayanan dan kewajiban Pasal 170 (1) Pelayanan Pertanahan dan Pemetaan terdiri dari: a. Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah).OO RpO. Milik sendiri dengan izin: a) diameter sampai dengan 30 cm b) diameter di atas 30 cm RpO. b.000. jasa pemetaan. . d.c. jasa validasi hasil pengukuran. Penguasaan. pemakaian peralatan pengukuran dan pemetaan. informasi peta. e. (2) Setiap orang pribadi atau Badan yang memerlukan pelayanan pemetaan dan pertanahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. Milik Pemda dengan izin: a) diameter sampai dengan 30 cm b) diameter di atas 30 cm 2. h. informasi pengukuran. informasi P4-T (Pemilikan. Surat Izin Bekerja Ahli Pengukuran dan Pemetaan Kota (SIBAPPK). f. c.00/cm Rp10.00/cm 3.000. (3) Untuk mendapatkan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) orang pribadi atau Badan harus mengajukan permohonan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. rekomendasi SIPPT.

ayat (4) dan ayat (5) adalah orang pribadi atau Badan yang menggunakan dan/atau menikmati pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat(1). (2) Tingkat penggunaan Jasa Pemetaan. Pasal 172 (1) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171 ayat (2). (4) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) huruf e dipungut Retribusi Perizinan Tertentu dengan nama Retribusi Surat Izin Bekerja Ahli Pengukuran dan Pemetaan Kota (SIBAPPK). Pengukuran dan Pertanahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171 ayat (3) diukur berdasarkan tingkat akurasi. skala. huruf f. Golongan. lokasi. Nama dan Subjek Pasal 171 (1) Pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) adalah objek yang dikenakan Retribusi. ukuran. media cetak. (2) Subjek retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah Wajib Retribusi. (5) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) huruf h dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pelayanan Peralatan Pengukuran dan Pemetaan.Paragraf 2 Objek. ukuran. jenis. . jenis. Paragraf 3 Cara Mengukur Tingkat Penggunaan Jasa Pasal 173 (1) Tingkat penggunaan jasa Pemeliharaan data dan Penggantian Biaya Cetak Peta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 171 ayat (2) diukur berdasarkan tingkat akurasi. (2) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) huruf a dan huruf b dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Pemeliharaan data dan Penggantian Biaya Cetak Peta. skala. huruf d. (3) Atas pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) huruf c. dan huruf g. ayat (3). teknis pelaksanaan dan hari orang kerja (HOK). dipungut Retribusi Jasa Umum dengan nama Retribusi Jasa Pemetaan. Pengukuran dan Pertanahan. teknis pencetakan dan jumlah peta.

Pasal 175 Struktur dan besarnya tarif retribusi terhadap pelayanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) adalah sebagai berikut: a.ttf. biaya pengukuran/pematokan. . Paragraf 4 Prinsip Penetapan.00/cm 2 2. Informasi peta: 1.00/cm 2 2 4. Cetakan peta dasar atau peta administrasi (hard copy): a) cetakan biru b) cetak komputer hitam putih (kertas Standard HVS 90 gr.) c) cetak komputer berwarna (kertas Standard HVS 90 gr. Cetakan peta foto udara (hard copy): a) cetakan photografi (23x23) b) cetak komputer hitam putih (kertas Standard HVS 90 gr. . biaya operasional dan kemampuan masyarakat serta aspek keadilan. Salinan peta foto udara (soft copy) dalam Compact Disc (CD) .format data raster (.bmp.00/cm 2 2 Rp200.wmf dlll) dalam Compact Disc (CD) Rp250. biaya survei.) Rp45.) .00/cm Rp65. jenis dan jumlah alat. .00/cm 2 Rp25.00/kilobyte Rp100. (4) Tingkat penggunaan jasa Retribusi Pelayanan Peralatan Pengukuran dan Pemetaan sebagaimana dimaksud pada Pasal 171 ayat (5) diukur berdasarkan spesifikasi teknis.wmf dlll) dalam Compact Disc (CD) 3.(3) Tingkat penggunaan jasa Retribusi Pemberian Surat Izin Bekerja Ahli Pengukuran dan Pemetaan Kota (SIBAPPK) sebagaimana dimaksud pada Pasal 171 ayat (4) diukur berdasarkan jenis pekerjaan. tingkat keahlian dan jangka waktu.) c) cetak komputer berwarna (kertas Standard HVS 90 gr. Salinan peta dasar dan peta administrasi (soft copy) dalam Compact Disc (CD) • format data raster (.00/kilobyte Rp95. biaya cetak peta.00/cm 2 Rp5.bmp. Struktur dan Besarnya Tarif Pasal 174 Prinsip dan sasaran penetapan tarif retribusi pelayanan Pertanahan dan Pemetaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 ayat (1) adalah dengan memperhatikan biaya investasi.ttf. .

Y). informasi titik dasar teknis orde 2 2. dihitung dengan rumus: 4. Jasa pembuatan peta peta garis secara photogrametris. Jasa validasi hasil pengukuran: 1.007titik Rp30. informasi titik dasar teknis orde 3 c.S0U 2.32x^x1. dihitung dengan rumus: T = 10% x (BP . dihitung dengan rumus: T = 10% x (BP . Validasi hasil pengukuran kerekayasaan (engineering) yang terdiri dari: a) penentuan posisi koordinat (X. saluran.PPh) b) pengukuran ketinggian peil (z). dihitung dengan rumus: r =0.PPh) . jembatan dan pekerjaan ke P.50U d. 2 5 ) . Jasa pemetaan: 1. profil.^ . konstruksi jalan.b.000. Jasa pembuatan peta tematik.U-an lainnya .PPh) c) pengukuran dan penggambaran rencana kota. dihitung dengan rumus: T = 10% x (BP . dihitung dengan rumus: T = kx 0. Jasa pengolahan citra satelit.011x1. dihitung dengan rumus: Rp45.( 0 .000.' xl. cutt & fiil.00/titik T= n x . Informasi pengukuran: 1.501/ S 0 3. Jasa pembuatan peta orthopoto.

00/tahun 1. dihitung dengan rumus: T = 12. Validasi hasil pengukuran bidang tanah yang terdiri dari: a) pengukuran rincikan bidang tanah.PPh) m e) pengukuran jaringan utilitas.\y 1 xOA25U 2.00/tahun Rp75. surat izin bekerja bagi asisten ahli pemetaan kota. surat izin bekerja bagi surveyor kadastral.00/tahun Rp100.d) pengukuran hidrografi dan kelautan. surat izin bekerja bagi asisten surveyor kadastral.000. dengan rumus: T = nxD(0.00/tahun Informasi P4-T: 1.5% x (BP .125£/ . dihitung dengan rumus: T = 12. dihitung dengan rumus: T 10% x (BP .\25U 3.000. surat izin bekerja bagi ahli pemetaan kota.\y l x0. dengan rumus: T = nxD(0.5% x (BP . informasi penggunaan tanah. Rp100. dihitung dengan rumus: T m 12. dihitung dengan rumus: T = 10% x (BP .5% x (BP . 2.PPh) Surat Izin Bekerja Ahli Pengukuran dan Pemetaan Kota (SIBAPPK): Rp150. 4.000.PPh) c) pengukuran SIPPT. dengan rumus: T = nxD(0.PPh) 2. informasi pemilikan tanah.000. informasi penguasaan tanah.\y x xO.PPh) b) pengukuran pertelaan. 3.

Rekomendasi SIPPT: 1 T = 0.xOA25U g. (2) Data sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan bahan pendataan bagi unit pemungut retribusi.4.1). . BAB IX PENDAFTARAN DAN PENDATAAN Pasal 178 (1) Setiap Wajib Retribusi baik yang berdomisili di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta maupun yang berdomisili di luar wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan memiliki objek retribusi di wilayah Daerah Khusus Ibukota Jakarta wajib menyampaikan data Objek dan Subjek Retribusi. Pemakaian peralatan pengukuran dan pemetaan: HP+(25%xHP) #365 BAB VII WILAYAH PEMUNGUTAN RETRIBUSI Pasal 176 Wilayah Pemungutan Retribusi adalah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. dengan rumus: r = «x£>(0. (2) Retribusi dipungut dengan menggunakan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan.45% x (NPT) h. BAB VIII TATA CARA PEMUNGUTAN Pasal 177 (1) Pemungutan Retribusi Daerah tidak dapat diborongkan. informasi pemanfaatan tanah.

Dokumen lainnya yang dipersamakan. SKRD Tambahan. Pasal 180 (1) Bentuk dan isi SKRD atau dokumen lainnya yang dipersamakan SKRD Jabatan. (5) Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan diketemukan data baru dan/atau data yang semula belum terungkap. (2) Penetapan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) didasarkan atas permohonan yang diajukan Wajib Retribusi. d. STRD. menyebabkan penambahan retribusi yang terutang. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan penetapan ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. (4) Terhadap Wajib Retribusi yang tidak mengajukan permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan setelah diadakan pemeriksaan maka diterbitkan SKRD secara Jabatan dengan pengenaan retribusi sebesar jumlah pokok retribusi yang terutang ditambah sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 100 % (seratus per teratai) dari pokok retribusi yang terutang. .(1) Penetapan besarnya retribusi terutang dihitung berdasarkan atas perkalian antara tarif dengan tingkat penggunaan jasa. SKRD Jabatan. SKRD Tambahan ditetapkan oleh Gubernur. maka diterbitkan SKRD Tambahan dengan pengenaan retribusi sebesar jumlah pokok retribusi tambahan yang terutang ditambah sanksi administrasi berupa kenaikan sebesar 50 % (lima puluh per seratus) dari pokok retribusi tambahan yang terutang. BAB XI PEMBAYARAN Pasal 131 (1) Pembayaran Retribusi dilakukan di Kantor Perbendaharaan dan Kas Daerah atau tempat lain yang ditunjuk sesuai waktu yang ditentukan dengan menggunakan: a. c. b. SKRD. (3) Atas penetapan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diterbitkan SKRD atau dokumen lain yang dipersamakan. e.

(6) Tata cara penundaan pembayaran sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan oleh Gubernur. (8) Bentuk dan isi STRD ditetapkan oleh Gubernur. Pasal 183 Tata cara pelaporan penerimaan retribusi ditetapkan oleh Gubernur.(2) Jatuh tempo pembayaran. penundaan pembayaran. (3) Dalam hal Wajib Retribusi tidak dapat memenuhi pembayaran secara lunas/sekaligus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. SKRD Jabatan dan STRD dibukukan menurut golongan. penyelesaian pembayaran. . (2) Tata cara pembukuan ditetapkan oleh Gubernur. ayat (4). dan bentuk dan isi STRO sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Gubernur. yang tidak atau kurang dibayar dan ditagih dengan menggunakan STRD. (4) Tata cara penyelesaian pembayaran secara angsuran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) ditetapkan oleh Gubernur. SKRD Tambahan. (5) Dalam hal Wajib Retribusi tidak dapat membayar retribusi sesuai dengan waktu pembayaran yang telah ditentukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. dan ayat (6) atau kurang membayar. BAB XII PEMBUKUAN DAN PELAPORAN Pasal 182 (1) SKRD. jenis dan ruang lingkup. huruf c. (7) Apabila pembayaran retribusi dilakukan setelah jatuh tempo pembayaran yang ditetapkan sebagaimana dimaksud ayat (2). huruf d dan huruf e Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan penundaan pembayaran kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. tempa! pembayaran. dokumen lainnya yang dipersamakan. dan huruf e Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pembayaran secara angsuran kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. maka dikenakan sanksi administrasi berupa bunga sebesar 2 % (dua persen) setiap bulan dari retribusi yang terutang. huruf d. huruf c.

atau. Wajib Retribusi harus melunasi retribusinya yang terutang. (4) Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal surat teguran. (3) Tata cara penentuan kadaluwarsa penagihan retribusi ditetapkan oleh Gubernur. (6) Pejabat yang berwenang melakukan penagihan bertanggung jawab sepenuhnya dalam hal penagihan retribusi menurut Peraturan Daerah ini. kecuali apabila Wajib Retribusi melakukan tindak pidana dibidang retribusi.BAB XIII PENAGIHAN Pasal 184 (1) Surat peringatan/surat teguran merupakan awal tindakan pelaksanaan penagihan retribusi. Ada pengakuan utang retribusi dari Wajib Retribusi baik langsung maupun tidak langsung. isi surat peringatan dan surat teguran ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. BAB XIV KADALUWARSA PENAGIHAN Pasal 135 (1) Hak untuk melakukan penagihan retribusi. b. SKRD Jabatan. SKRD Tambahan dan STRD. (2) Kadarluwarsa penagihan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tertangguh apabila: a. (4) Pejabat yang berwenang melakukan penagihan wajib memberi pertanggungjawaban mengenai terjadinya kadaluarsa atas penagihan retribusi. Diterbitkan Surat Teguran. . SKRD Tambahan dan STRD (3) Penerbitan surat teguran wajib dikeluarkan setelah 7 (tujuh) hari sejak jatuh tempo pembayaran sebagaimana dimaksud dalam SKRD. (5) Bentuk. (2) Penerbitan surat peringatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan 7 (tujuh) hari sebelum jatuh tempo pembayaran dimaksud dalam SKRD. BAB XV PENGHAPUSAN PIUTANG RETRIBUSI Pasal 186 (1) Piutang Retribusi yang sudah kadaluwarsa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 185 dapat dilakukan penghapusan. SKRD Jabatan. kadaluwarsa setelah melampaui jangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak terutangnya retribusi.

Bukti salinan/tindasan SKRD. (3) Permohonan penghapusan piutang retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekurang-kurangnya harus memuat: a. c. (3) Keberatan harus diajukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak tanggal ketetapan retribusi diterbitkan. BAB XVI KEBERATAN Pasal 187 (1) Wajib Retribusi dapat mengajukan keberatan kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk atas SKRD. . SKRD Tambahan. (5) Kewajiban untuk membayar retribusi tidak tertunda dengan mengajukan surat keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Gubernur menetapkan penghapusan piutang retribusi dengan terlebih dahulu mendapat pertimbangan Tim yang dibentuk oleh Gubernur. Jumlah Piutang Retribusi c. SKRD Jabatan. Daftar piutang retribusi yang tidak tertagih. SKRD Jabatan. Surat keterangan dari Kepala Dinas Pendapatan Daerah bahwa piutang retribusi tersebut tidak dapat ditagih lagi. Tahun Retribusi (4) Permohonan penghapusan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dengan melampirkan: a.(2) Piutang retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan permohonan penghapusan piutang dari Dinas Pendapatan Daerah. (2) Keberatan diajukan secara tertulis dalam bahasa Indonesia dengan disertai alasan-alasan yang jelas. Nama dan alamat Wajib Retribusi b. SKRD Tambahan dan STRD. (4) Apabila dalam jangka waktu 6 (enam) bulan Gubernur tidak menetapkan keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat 3 (tiga) maka ketaratan yang diajukan tersebut dianggap diterima. (6) Pelaksanaan lebih lanjut penghapusan Piutang Retribusi ditetapkan oleh Gubernur. kecuali apabila Wajib Retribusi dapat menunjukkan bahwa jangka waktu tersebut tidak dapat dipenuhi karena keadaan diluar kekuasaannya. (5) Berdasarkan permohonan penghapusan sebagaimana dimaksud pada ayat (2). b.

Mengurangkan atau pembatalan. kesalahan hitung dan/atau kekeliruan dalam penerapan Peraturan Daerah. terhadap hal-hal tertentu. PENGHAPUSAN ATAU PENGURANGAN SANKSI ADMINISTRASI Pasal 189 (1) Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pembetulan terhadap SKRD. pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi. pengurangan atau pembatalan ketetapan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) harus disampaikan secara tertulis kepada Gubernur paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal diterima SKRD. b. (2) Tata cara pemberian pengurangan. ditetapkan oleh Gubernur. maka permohonan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga atau pembatalan ketetapan retribusi dianggap diterima. PEMBATALAN.b Retnbus. ketetapan retribusi yang tidak benar. keringanan d a r . SKRD Tambahan dan STRD yang dalam penerbitannya terdapat kesalahan tulis. PENGURANGAN KETETAPAN. M " * * » retribusi atas permohonan atau tanpa adanya permohonan dan Waj. SKRD Jabatan. . (2) Gubernur atau pejabat yang ditunjuk dapat: a. (4) Gubernur atau pejabat yang ditunjuk paling lama 3 (tiga) bulan sejak surat permohonan diterima harus memberikan keputusan. Mengurangkan atau menghapuskan sanksi administrasi berupa bunga dalam hal sanksi tersebut dikenakan karena kekhilafan Wajib Retribusi atau bukan karena kesalahannya. (5) Apabila setelah lewat 3 (tiga) bulan permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) Gubernur atau pejabat yang ditunjuk tidak memberikan keputusan.BAB XVII PENGURANGAN. SKRD Jabatan. SKRD Tambahan dan STRD dengan memberitahukan alasan yang jelas. keringanan dan pembebasan retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1). KERINGANAN DAN PEMBEBASAN RETRIBUSI Pasal 188 (1) Gubernur dapat memberikan pengurangan. (3) Permohonan pembetulan. BAB \B PEMBETULAN.

(5) Pengembalian kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) bulan sejak diterbitkannya SKRDLB. BAB XX PEMERIKSAAN Pasal 191 (1) Gubernur atau pejabat yang ditunjuk berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban retribusi dalam rangka melaksanakan Peraturan Daerah ini. Memberikan keterangan yang dianggap perlu. kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) langsung diperhitungkan untuk melunasi terlebih dahulu hutang retribusi tersebut. (2) Gubernur dalam jangka waktu paling lama 6 (enam) bulan sejak diterimanya permohonan pengembalian kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memberikan keputusan. (4) Apabila Wajib Retribusi mempunyai hutang retribusi lainnya. b. Gubernur memberikan imbalan bunga sebesar 2% (dua per seratus) sebulan atas keterlambatan pembayaran kelebihan pembayaran retribusi.(1) Atas kelebihan pembayaran retribusi. Memperlihatkan dan/atau meminjamkan buku atau catatan serta dokumen lain yang berhubungan dengan Objek Retribusi. (7) Tata cara pengembalian kelebihan pembayaran retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. (3) Apabila jangka waktu sebagaimana dimaksud pada ayat (2) telah dilampaui dan Gubernur tidak memberikan suatu keputusan. Memberikan kesempatan kepada petugas yang ditunjuk untuk memasuki tempat atau ruangan yang dianggap memberikan bantuan guna kelancaran pemeriksaan. c. Wajib Retribusi dapat mengajukan permohonan pengembalian kepada Gubernur atau pejabat yang ditunjuk. permohonan pengembalian pembayaran retribusi dianggap dikabulkan dan SKRDLB harus diterbitkan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan. (6) Apabila pengembalian kelebihan pembayaran retribusi dilakukan setelah lewat jangka waktu 2 (dua) bulan. (2) Wajib Retribusi yang diperiksa wajib: a. (3) Tata cara pemeriksaan retribusi sebagimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. .

Menerima. e. Memanggil orang untuk didengar keterangannya dan diperiksa sebagai tersangka atau saksi. i. Memeriksa buku-buku. b. (3) Penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberitahukan dimulainya penyidikan dan menyampaikan hasil penyidikannya kepada Penuntut Umum. Menyuruh berhenti dan/atau melarang seseorang meninggalkan ruangan atau tempat pada saat pemeriksaan sedang berlangsung dan memeriksa identitas orang dan/atau dokumen yang dibawa sebagaimana dimaksud pada huruf e. Meminta bantuan tenaga ahli dalam rangka pelaksanaan tugas penyidikan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah. j. k. Memotret seseorang yang berkaitan dengan tindak pidana Retribusi Daerah. mencari. (2) Wewenang penyidik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah: a. mengumpulkan dan meneliti keterangan atau laporan berkenaan dengan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah agar keterangan atau laporan tesebut menjadi lebih lengkap dan jelas. bukti pembukuan. Melakukan tindakan lain yang perlu untuk kelancaran penyidikan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah menurut hukum yang dapat dipertanggungjawabkan. mencari dan mengumpulkan keterangan mengenai orang pribadi atau Badan tentang kebenaran perbuatan yang dilakukan sehubungan dengan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah. melalui Penyidik Pajabat Polisi Negara Republik Indonesia. h. d. f. serta melakukan penyitaan terhadap bahan bukti tersebut. . pencatatan dan dokumen-dokumen lain. sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Hukum Acara Pidana yang berlaku. g. Melakukan penggeledahan untuk mendapatkan bahan. Menerima. c. catatan-catatan dan dokumen-dokumen lain berkenaan dengan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah.(1) Pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu di lingkungan Pemerintah Daerah diberi wewenang khusus sebagai penyidik untuk melakukan penyidikan tindak pidana di bidang Retribusi Daerah. Menghentikan penyidikan. Meminta keterangan dan bahan bukti dari orang pribadi atau Badan sehubungan dengan tindak pidana dibidang Retribusi Daerah.

BAB XXIII KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 194 (1) Gubernur dapat menetapkan penyesuaian tarif retribusi jasa umum dan jasa usaha sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini. (2) Tindak Pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dilaksanakan di bawah koordinasi Dinas Pendapatan Daerah. baik administrasi maupun teknis pemungutannya. Pasal 195 (1) Semua hasil pungutan Retribusi Daerah sebagimana dimaksud dalam Peraturan Daerah ini harus disetor ke Kantor Perbendaharaan dan Kas Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan yang berlaku. apabila penyediaan jasa dimaksud menggunakan bahan/barang pakai habis yang harganya relatif cepat berubah.BAB XXI! KETENTUAN PIDANA Pasal 193 (1) Wajib Retribusi yang tidak melaksanakan kewajibannya sehingga merugikan keuangan daerah diancam pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak 4 (empat) kali jumlah retribusi yang terutang. (2) Penetapan penyesuaian tarif retribusi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaporkan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. (2) Kepada setiap unit pemungut Retribusi Daerah agar mencantumkan jenis pelayanan dan besaran tarif Retribusi Daerah di tempat yang mudah terlihat oleh Wajib Retribusi sesuai dengan bidang tugas pelayanan masing-masing unit pemungut. Pasal 196 Pemungutan Retribusi yang diatur dalam Peraturan Daerah ini. . adalah pelanggaran tindak pidana retribusi.

BAB XXV KETENTUAN PENUTUP Pasal 198 Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan Peraturan Daerah ini diatur dengan atau berdasarkan Peraturan Gubernur atau Keputusan Gubernur. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 7 Tahun 2000 tentang Perubahan Pertama atas Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1999 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2000 Nomor 43). Pasal 199 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Daerah ini maka: a.B A B )©CiV KETENTUAN PERALIHAN Pasal 197 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Daerah ini. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 6 Tahun 2001 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1999 (Lembaran Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tahun 2001 Nomor 81). Peraturan Daerah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 1999 tentang Retribusi Daerah (Lembaran Daerah Daerah Khusus ibukota Jakarta Tahun 1999 Nomor 21). c. . b. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. maka Ketentuan Pelaksanaan sepanjang tidak bertentangan dan/atau belum diubah berdasarkan Peraturan Daerah ini masih tetap berlaku.

H. SUTI YOSO Diundangkan di Jakarta padatanggal 27 Februari 2006 / SEKRETARIS DAERAH PROVINSI DAERA KHUSUS IBUKOT^AKAR/A. Agar setiap orang dapat mengetahuinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 24 Februari 2006 GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA. p M A Y A N I P 14009J1657 LEMBARAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TAHUN 2006 NOMOR 1. . R I T O L AV. memerintahkan pengundangan Peraturan Daerah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.Pasal 200 Peraturan Daerah ini berlaku pada tanggal diundangkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful