P. 1
Analisa Desain Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Berbasis Komputer Pada an Konstruksi Dengan Cobit Framework Domain 1

Analisa Desain Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Berbasis Komputer Pada an Konstruksi Dengan Cobit Framework Domain 1

|Views: 1,169|Likes:
Published by Etika Rahayu

More info:

Published by: Etika Rahayu on Oct 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/21/2012

pdf

text

original

ANALISA DESAIN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

PERSEDIAAN BERBASIS KOMPUTER PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI DENGAN COBIT FRAMEWORK DOMAIN 1
Etika Rahayu P. 460702800 Jurusan Informatika Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ABSTRAK Perusahaan konstruksi adalah perusahaan jasa yang menjadi partner pemerintah dalam menunjang kegiatan pembangunan. Pembangunan yang semakin pesat menyebabkan semakin banyak pula usaha yang bergerak pada bidang konstruksi. Dalam aktivitasnya perusahaan ini sangat membutuhkan informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu. Informasi yang dibutuhkan tidak hanya untuk pengambilan keputusan, tetapi juga untuk melakukan perencanaan dan pengendalian. Salah satu informasi yang terpenting adalah informasi persediaan. Informasi persediaan sangat menentukan kelangsungan hidup perusahaan karena kurangnya persediaan ataupun kelebihan persediaan akan berdampak secara langsung terhadap kelangsungan hidup perusahaan. Informasi persediaan dihasilkan oleh sistem informasi yang dimiliki perusahaan. Sistem informasi yang dimiliki perusahaan konstruksi sebagian besar masih manual dan kalaupun sudah digunakan komputer, dalam penggunaannya masih sangat terbatas. Dari hasil pengecekan fisik tampak bahwa banyak persediaan yang tersisa di gudang, bahkan sebagian sudah tidak dapat digunakan lagi. Hal ini menunjukkan bahwa sistem informasi yang lama kurang informatif dan akurat. Di samping itu, serta tidak layak lagi untuk digunakan sehingga perlu didesain ulang sistem informasi yang baru, yang akan lebih baik kalau menggunakan sistem yang berbasis komputer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, yaitu metode yang memusatkan perhatian secara mendalam dan intensif pada objek yang diteliti. Objek penelitiannya adalah dua perusahaan konstruksi yang ada di Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi persediaan yang lama memiliki beberapa kelemahan, baik dari sisi input, sistem dan prosedur, maupun output yang dihasilkan. Output yang dihasilkan kurang variatif dan kurang mampu memberikan informasi yang dibutuhkan bagi manajemen dalam melakukan perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Untuk itu, perlu dilakukan desain ulang atas sistem informasi akuntansi persediaan dengan menggunakan sistem yang berbasis komputer, yaitu program MYOB. Desain sistem dengan menggunakan program MYOB terdiri atas desain input, desain sistem dan prosedur, serta desain output. Sistem baru ini diharapkan mampu mengeliminasi kelemahan yang dimiliki sistem informasi yang digunakan sebelumnya. 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan sebuah Negara berkembang sehingga pembangunan

baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. Informasi diibaratkan sebagai darah bagi tubuh seseorang. sedangkan tujuan jangka panjang adalah untuk memelihara kelangsungan hidup perusahaan. telekomunikasi. Untuk mencapai laba yang maksimal. tepat waktu. perusahaan dituntut beroperasi secara efisien dan efektif. Perusahaan konstruksi merupakan sebuah perusahaan jasa. Suatu perusahaan yang kekurangan informasi atau menerima informasi yang tidak akurat akan menemukan kegagalan karena informasi tersebut akan berdampak langsung terhadap keputusan yang diambil oleh . dan sebagainya. Perusahaan kontruksi merupakan salah satu partner pemerintah dalam menunjang keberhasilan pembangunan. pendidikan. Sedemikian pentingnya arti informasi bagi perusahaan. Jasa yang dijual kepada pengguna berupa pengerjaan bangunan. Salah satu dari informasi tersebut adalah informasi akuntansi yang sangat berguna bagi operasional perusahaan. perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi. Ini sesuai dengan prinsip going concern. semua ingin tetap “ada” dan “diakui” dalam komunitasnya. sarana telekomunikasi. dan relevan. Tidak ada suatu perusahaan yang didirikan hanya untuk sesaat. Jasa yang diberikan biasanya sesuai dengan keinginan pengguna. Tujuan jangka pendek pada umumnya adalah untuk mendapatkan laba. Pembangunan terjadi. maka perencanaan yang dibuat harus matang dan berdaya guna. maka perusahaan yang bergerak pada bidang konstruksi juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Pembangunan tidak hanya dipusatkan pada wilayah perkotaan. jalan raya. pertanian. berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menunjang kegiatan tersebut. dan sebagainya. namun juga ke daerah-daerah. Pembangunan pada tiap-tiap bidang akan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi penggunanya. pembangunan rumah sakit dan puskesmas. dan mampu bertahan dalam dunia persaingan yang semakin ketat. perhubungan. Perusahaan konstruksi memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan perusahaan manufaktur atau perusahaan dagang. Dengan semakin meningkatnya pembangunan. misalnya pembangunan gedung sekolah. bahkan pemerintah lebih mengupayakan pembangunan di pedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan semakin meningkat dan kompleksnya pembangunan. pariwisata. Agar dapat beroperasi secara efisien dan efektif. Hasil dari jasa konstruksi sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dalam melakukan perencanaan diperlukan informasi yang akurat. saluran irigasi. jalan raya. mampu berkembang untuk tahun kedepannya. baik pada sector ekonomi. Sebelum jasa dikerjakan harus dilakukan komunikasi dengan baik antara perusahaan konstruksi dengan penggunanya karena usaha tersebut sangat rentan terhadap risiko. maupun sektor lainnya. Bidang konstruksi merupakan salah satu sektor yang sangat mendukung pembangunan nasional. Perusahaan konstruksi merupakan suatu perusahaan yang tentunya memiliki tujuan. Harapannya adalah adanya pemerataan pembangunan sehingga dampak pembangunan bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.terjadi hampir pada semua sektor kehidupan masyarakat.

Pengolahan data dapat dilakukan. baik oleh pemerintah maupun pihak swasta untuk mengerjakan proyek-proyek. Dari data pengecekan fisik tampak adanya beberapa persediaan. maka akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Salah satu dari informasi akuntansi adalah informasi tentang persediaan. perusahaan harus memiliki persediaan pada saat diperlukan karena jasa yang diberikan oleh perusahaan konstruksi memiliki tenggang waktu penyelesaian yang sudah pasti. pengendalian. informasi yang tersedia tidak akurat sehingga jumlah persediaan menumpuk. dan keterlambatan proses pembangunan karena kurangnya informasi yang tepat mengenai jumlah bahan yang tersedia. diproses menjadi informasi. Sistem informasi adalah rangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan. baik yang berada di Bali maupun di luar Bali. dan lainnya yang tersisa dalam jumlah relatif besar dan sebagian dari persediaan yang tersisa sudah rusak atau tidak dapat dipakai. Jika hal ini tidak teridentifikasi secara dini. Di sisi lain. Penggunaan komputer akan sangat membantu dalam penyediaan informasi. Dewasa ini banyak pemrosesan manual mulai digantikan dengan pemrosesan yang terkomputerisasi. PT Eka Jaya Agung dan PT Hutama Karya (Persero) Wilayah V Denpasar adalah perusahaan yang bergerak pada bidang konstruksi. Pelaksanaan proyek yang membutuhkan dana yang cukup besar menginginkan adanya sistem pencatatan yang cepat. Tanpa adanya pengawasan yang baik dan informasi yang akurat. tepat waktu. Bagi perusahaan konstruksi. Di samping itu. Bila tidak. Banyak kegagalan perusahaan yang disebabkan oleh kegagalan pengambilan keputusan dan kegagalan pengambilan keputusan disebabkan oleh kurangnya informasi yang diterima atau informasi yang diterima tidak akurat. dana yang diinvestasikan terlalu besar pada persediaan dapat menyebabkan kerugian karena dana menjadi tidak produktif. dan akurat. Sistem pencatatan yang sebagian besar masih manual tidaklah cukup dalam mengintegrasikan data secara cepat dan akurat. dan didistribusikan kepada pemakai (Hall. namun penggunaannya masih sangat terbatas. besi beton. masalah persediaan merupakan masalah yang utama karena jumlah persediaan yang cukup banyak memerlukan biaya yang cukup besar dan beberapa persediaan sangat mudah rusak sehingga tidak boleh disimpan terlalu lama. Informasi akuntansi sangat penting bagi perencanaan. Pengertian tersebut mengandung arti bahwa sistem informasi adalah bagaimana data diolah menjadi informasi dan informasi digunakan oleh pemakainya. maka kekeliruan dalam mengambil keputusan akan sering terjadi. seperti semen. data yang dibutuhkan . batu kali. Sistem ini memiliki beberapa kendala. baik secara manual maupun menggunakan komputer. Di sisi lain. batako. Beberapa perusahaan tampaknya sudah menggunakan komputer dalam memproses datanya. apalagi kalau sudah didukung oleh sistem jaringan yang langsung (on line). dan pengambilan keputusan. maka perusahaan tidak mampu mencapai tujuan dengan baik. 2001:7). seperti kurang cepatnya penyediaan informasi. Perusahaan ini dipercaya. Informasi dihasilkan oleh sistem yang disebut dengan sistem informasi.penggunanya. Pencatatan atas persediaan pun sebagian besar masih menggunakan sistem manual.

Perancangan sistem dilakukan dengan meningkatkan efisiensi aliran data dalam organisasi serta memperbaiki sistem pengendaliannya melalui kegiatan operasional perusahaan. yang nantinya akan dioperasikan secara standar untuk menghemat waktu dan biaya. dan laporanlaporan yang sejenis. Menentukan cara pelaksanaan tiaptiap tugas tersebut. dan laporan-laporan yang kurang bermanfaat atau bahkan tidak berguna. operasi. Mengatur semua kebutuhan serta membaginya secara sistematis pada beberapa tahap dan bagian. Menghilangkan sebanyak mungkin pekerjaan yang akan menghambat implementasi sistem. Menurut Purnomo (2002:33). tujuan.1 Pengertian Desain Sistem Mendesain sistem adalah sebuah proses menerjemahkan kebutuhan pemakai informasi ke dalam alternatif rancangan sistem informasi. juga mengurangi sebanyak mungkin hal-hal yang tidak bermanfaat. yang mungkin terdapat dalam system dan prosedur. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencapai tujuan perancangan sistem. 2. tetapi dapat juga disebut sebagai upaya reorganisasi secara menyeluruh di segenap jajaran operasional. 1. 2. yaitu sebagai berikut. Melakukan upaya standardisasi. aliran data yang tidak efisien. 2. 4. 5. formulirformulir data masukan. 2. Menentukan secara tepat banyaknya informasi yang seharusnya diterima oleh tiap-tiap pihak yang membutuhkan agar yang bersangkutan bisa benarbenar terbantu dalam menjalankan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Perancangan sistem merupakan suatu kegiatan pengembangan sistem dan prosedur baru untuk mendapatkan sistem informasi yang mampu mengelola perusahaan dengan lebih efektif dan efisien. 1. Di samping itu. Desain sistem dilakukan berdasarkan informasi yang didapatkan oleh analisis sistem (Mulyadi. dan pembuatan sketsa atau pengaturan beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. data. 3. perencanaan. 2001:51). Menentukan secara tepat dan terperinci kebutuhan dan bentukbentuk informasi yang sebenarnya diperlukan untuk menunjang keberhasilan operasional perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan pengolahan data yang dikehendaki oleh manajemen.2 Sasaran Desain Sistem Perancangan sistem baru tidak hanya berupaya untuk mempercepat atau mengotomatisasikan sistem lama. yang jika bisa dilakukan secara benar akan banyak menghemat waktu dan biaya. yaitu sebagai berikut. khususnya dalam proses pengambilan keputusan. seperti terjadinya duplikasi (pengulangan yang tidak perlu) mengenai fungsi. Menentukan tingkat ukuran mutu untuk menilai ketidakberhasilan dari tiap-tiap performa tugas-tugas tersebut. TINJAUAN PUSTAKA 2. perancangan sistem merupakan sebuah proses yang terdiri atas beberapa kegiatan. .manajemen setiap waktu tidak dapat dipenuhi karena lambatnya informasi yang dihasilkan. Jogiyanto(2001:196) mendefinisikan desain sistem sebagai penggambaran.

Pemahaman tentang tujuan sistem dan informasi pendahuluan akan mempengaruhi lingkup desain sistem. terutama manajer. berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. menggolongkan. Dewasa ini untuk pengolahan data transaksi keuangan telah digunakan alat-alat elektronik seperti komputer. berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. a. baik dalam hal tujuan. c. maupun laporannya untuk menghindarkan adanya prosedurprosedur yang tidak perlu di samping juga aliran data. berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan bias. Yusuf (1996:1) menyatakan bahwa informasi adalah data-data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan dasardasar untuk mengambil keputusan yang tepat. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi adalah bagian dari organisasi . Relevan. Mengurangi fungsi-fungsi yang terduplikasi. data.3. dan penginterpretasian data dan informasi keuangan yang dimiliki perusahaan untuk kemudian dikomunikasikan kepada pemakainya. formulir-formulir. Sistem pengendalian yang dibentuk juga harus dibuat sedemikian rupa agar tidak terlalu berlebihan atau terlalu longgar. yaitu sebagai berikut.Tepat waktu. seperti pajak. Pengembangan sistem pengendalian juga merupakan sasaran perancangan sistem. Penggunaan komputer di perusahaan tergantung pada kompleksitas dan ukuran perusahaan tersebut. Kualitas suatu informasi tergantung dari tiga hal. Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Cushing (1995:17) adalah kumpulan manusia dan sumber daya modal dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab untuk penyediaan informasi keuangan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan data transaksi. operasi. maupun pihak-pihak dalam perusahaan. Akuntansi mempunyai aktivitas yang terdiri atas pencatatan. investor. maka pihakpihak yang berkepentingan membutuhkan informasi.3 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Dalam melaksanakan tugasnya para manajer dan pengambil keputusan lainnya dihadapkan pada situasi yang tidak dapat dipastikan pada masa yang akan dating akibat terjadinya perubahan. Untuk membuat perencanaan dan melakukan pengendalian. dan mengkomunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan. Akuntansi sebagai alat dalam mengolah transaksi keuangan memerlukan suatu sistem yang dapat menyampaikan informasi tersebut kepada pihak-pihak yang membutuhkannya. 2. Akurat. penggolongan. penyajian. peringkasan. dan kreditor. Tujuan pengendalian ini adalah agar bisa dihasilkan keluaran yang didasarkan atas pertimbangan efisiensi. baik kepada pihak-pihak luar. Semakin kompleks dan besar ukuran perusahaan maka semakin kompleks pula pengolah data yang diperlukan. menganalisis. Salah satu alat penyaji informasi adalah akuntansi. Menurut Baridwan (2000:4) sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan. 4. b. Akuntansi merupakan suatu alat untuk menginformasikan keadaan perusahaan atau organisasi kepada pemakai.

Penggunaan system komputer untuk pengolahan data perusahaan meliputi input. 2. cepat.4 Pengertian Persediaan Perusahaan akan selalu memiliki persediaan.5. desain sistem dalam lingkup electronic data processing terdiri atas rancangan masukan. maka data tersebut harus disusun dalam bentuk yang sesuai. panduan pengisian harus mudah. persediaan merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan barang-barang yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Menurut Baridwan (2000:149). yaitu flexibility. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (1999:14. dan rancangan keluaran. output dan perhitungan (komputasi) yang bersifat . pertimbangan kemudahan dalam melakukan pengarsipan. b.1) persediaan adalah aktiva yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan normal perusahaan. Pertimbangan source document Dokumen masukan harus dirancang dengan baik sehingga bisa diisi dengan mudah.2 Rancangan Proses Proses merupakan pengolahan data yang dilakukan setelah data dimasukkan ke sistem komputer.5 Desain Sistem Informasi dalam Lingkup Electronic Data Processing (EDP) Menurut Purnomo (2002:64). dalam proses produksi. dan pertimbangan estetika.5. baik formulir kertas maupun penataan tampilan (layout) yang disebut sebagai formulir elektronik. rancangan proses. Agar data keuangan yang ada dapat dimanfaatkan.yang mengumpulkan dan mengolah data transaksi keuangan untuk menghasilkan informasi.1 Rancangan Masukan Yang dimaksud dengan rancangan masukan adalah rancangan format dokumen masukan data (sources document) yang berupa formulir. baik bagi pihak luar maupun pihak dalam perusahaan. dan tidak terlalu mahal dalam pengadaan dan penyelesaiannya. Secara umum istilah persediaan barang dipakai untuk menunjukkan barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali atau digunakan untuk memproduksi barang-barang yang akan dijual. teliti. scope. namun akan tergantung pada jenis usaha perusahaan. Menurut Purnomo (2002:66). Persediaan secara umum dapat diartikan sebagai hal/benda yang dibeli untuk dijual kembali atau digunakan untuk proses produksi. classification. Rancangan masukan terdiri atas hal-hal berikut. Ada beberapa pertimbangan dalam melakukan pengkodean. format isian yang satu arah. a. convenience. dan identification. Persediaan merupakan pos neraca yang penting dan memiliki tingkat likuiditas yang tinggi. Informasi akuntansi adalah bagian terpenting dari seluruh informasi yang diperlukan oleh manajemen karena informasi akuntansi berhubungan langsung dengan data keuangan suatu perusahaan. 2. 2. 2. Pertimbangan pengkodean Rancangan pengkodean dalam suatu perusahaan menjadi sangat penting untuk memberikan ciri khusus antara satu rekening dengan rekening yang lain. baik oleh pihak manajemen maupun pihak luar perusahaan. uniqueness. dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa. dalam perjalanan. panduan dalam membuat desain sebuah dokumen masukan adalah pemasukan data yang minimal. desain yang baku.

Sedangkan para manajer memperoleh manfaat dalam keputusan investasi di bidang IT sertainfrastrukturnya. baik melalui softcopy device (sinyal elektronik yang tidak dapat lepas dari alatnya) maupun hardcopy device (media kertas). CobIT berguna bagi para IT users karena memperoleh keyakinan atas kehandalan dalam sistem aplikasi yang dipergunakan. Laporan yang dihasilkan hendaknya tepat waktu dan informative karena informasi pada laporan inilah yang akan dipakai sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.3 Rancangan Keluaran Keluaran (output) adalah hasil akhir dari sistem informasi. Kapasitas hardisk yang cukup akan menyediakan kemampuan multiprogramming yang lebih besar pula sehingga memungkinkan pekerjaan diproses bersama-sama. a. Alasan utama suatu sistem informasi dibuat karena sangat dibutuhkannya keluaran sistem. baik pihak manajemen maupun pihak-pihak lainnya akan mengetahui kondisi keuangan perusahaan. Teknik pendokumentasian desain proses sistem Hal yang paling penting dalam perancangan sistem adalah kemudahan untuk mengkomunikasikan gagasan mengenai rancangan sistem yang telah dibuat. 2. Simbol ini mempunyai makna tertentu dan akan digunakan untuk menggambarkan aliran pengolahan data. kebutuhan control dan masalah-masalah teknis IT. dalam perancangan sistem juga diperlukan sarana bantu berupa pendokumentasian sistem. Laporan formal merupakan laporan yang paling utama pada sistem informasi akuntans karena dengan laporan.5. Keluaran dapat dihasilkan. b. processor dan ROM. Pengolahan data perusahaan Komputer melengkapi diri dengan kemampuan untuk melakukan multiprogramming sehingga memungkinkan dilakukan pengolahan data yang sama oleh lebih dari satu pemakai (multiuser).6 CobIT (Control Objectives for Information and Related Technology) CobIT adalah sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT governance yang dapat membantu auditor. CobIT bermanfaat bagi auditor karena merupakan teknik yang dapat membantu dalam identifikasi IT control issues. Rancangan proses terdiri atas halhal berikut. Dalam melakukan perancangan format laporan. 2. laporan harus dapat memuat semua informasi yang relevan bagi para pemakainya. pengguna (user). menyusun . Selain penggunaan simbol. Keluaran yang berupa laporan formal biasanya ditampilkan dalam media kertas. Pendokumentasian sistem sangat diperlukan untuk mendukung perancangan sistem. dan manajemen untuk menjembatani gap antara resiko bisnis. Pada umumnya kemampuan pengolahan data dipengaruhi oleh besarnya alat penyimpan yang ada (kapasitas hardisk/RAM).rutin. baik yang disebut dengan bagan alir data (data flow diagram) maupun bagan alir dokumen (document flowchart). Keluaran sistem berupa laporan akan sangat berguna bagi para pemakainya. Cara melakukan komunikasi adalah dengan membuat suatu diagram yang menggambarkan secara visual bagaimana nantinya sistem akan bekerja. Diagram tersebut menggambarkan rangkaian prosedur dan proses yang akan berlangsung dengan menggunakan serangkaian symbol sistem yang sudah baku.

Penyerahan dan Pendukung (Delivery and Support) Domain yang berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan. Management Guidelines Berisi arahan baik secara umum maupun spesifik mengenai apa saja yang mesti dilakukan. penyerahan dan dukungan. Misalkan bila perangkat keras a dalah sistem yang memiliki sub sistem CPU. CobIT framework mencakup tujuan pengendalian yang terdiri dari 4 domain. dan monitoring. •Elemen-elemen yang lebih besar yang disebut supra sistem. Maturity Models Untuk memetakan status maturity proses-proses IT (dalam skala 0 – 5). maka supra sistem perangkat keras adalah sistemkomputer. perangkat I/O dan memori. c. Monitoring Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol.7 CobiT Framework Kerangka kerja CobIT terdiri dari beberapa guidelines (arahan). 2. acquisition & implementation. Disamping itu. dan monitor.strategic IT Plan. Boundary (Batasan sistem) . akuisisi dan implementasi. misalkan sistem komputer terdiri dari sub sistem perangkat keras. perangkat lunak dan manusia. Perolehan dan Implementasi (Acquisition and Implementation) Identifikasi solusi TI dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis untuk mewujudkan strategi TI. KARAKTERISTIK SISTEM Komponen-komponen Komponen sistem atau elemen sistem dapat berupa : •Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut sub sistem. CobIT merupakan panduan yang paling lengkap dari praktik-praktik terbaik untuk manajemen IT yang mencakup 4 (empat) domain. b. denganketerandalan sistem informasi yang ada pada perusahaannya diharapkan berbagaikeputusan bisnis dapat didasarkan atas informasi yang ada (Sanyoto. Control Objectives Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat tinggi (high level control objectives)yang tercermin dalam 4 domain. d.IT. 3. yaitu : planning & organization. delivery & support. Perencanaan dan Organisasi (Planning and Organization) Mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula. yang terdiri dari operasi pada sistem keamanan dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training. 2. dan lain-lain. seperti : apa saja indicator untuk suatu kinerja yang bagus. Audit Guidelines Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendali rinci (detailed control objectives)untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance atausaran perbaikan.dan keputusan atas procurement (pengadaan/pembelian) mesin. menentukan information architecture. yaitu: perencanaan dan organisasi. 3. 4. apa saja resiko yang timbul. 2007). yakni : a. yaitu : 1.

Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi.. dengan sistem informasi berbasis resiko 90% proyek sesuai dengan IT Tactical Plan karena sistem akuntansi persediaan yang diterapkan selama ini sebagian besar masih manual. penggunaannya masih sangat terbatas dan banyak memiliki kekurangan. Melalui penghubung ini memungkinkan sumbersumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Dengan penghubung satu sussistem dapat berinteraksi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan. Output (Keluaran) Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Masukan dapat berupa maintenance input dan sinyal input. Objective & Goal (Sasaran atau tujuan) Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Interface(penghubungsistem) Penghubung merupakan media perantara antar subsistem. Input (Masukkan) Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan. Proses (Pengolah an sistem) Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebanyak 80% sistem informasi dapat mendukung rencana strategis IT. lingkungan luar yang mengutungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara.Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu system dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut. 4. 5. Laporan yang dihasilkan kurang informative dan tidak tepat waktu. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.KESIMPULAN . perlu dibuatkan desain sistem akuntansi persediaan yang baru yang dapat mengeliminasi kekurangan yang ada pada sistem sebelumnya. Output dari satu subsistem akan menjadi input untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Sinyal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem. Untuk itu. walaupun sudah menggunakan komputer. maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem. Environment (lingkungan luar sistem) Lingkungan dari sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

Sistem Informasi Akuntansi. George H. Edisi Keenam. 1995. Jakarta: Salemba Empat. Edisi Kedua. dengan adanya proses audit diharapkan dapat mengeliminasi kelemahan sistem yang lama sehingga informasi yang dihasilkan bias lebih informatif. 1993. Hoopwood (Amir Abadi Yusuf dan Rudi M. Mulyadi. Apabila dilihat dari sisi biaya. Edisi Ketiga. Jakarta Barat : Binarupa Aksara. Tapi.Proses audit SI pada perusahaan konstruksi tentunya bukan suatu keharusan layaknya perusahaanperusahaan besar. sumber daya yang dimiliki. (Ruchyat Kosasih. DAFTAR PUSTAKA Bodnar. Penerjemah). dan tepat waktu. Sistem Analis. 2000. M. 2001. Tambunan. Jakarta: Erlangga. Sistem Akuntansi. Edisi Keenam. Sistem Informasi Akuntansi dan Organisasi Perusahaan. Yogyakarta: Andi Offset. 1996. 2001. Penerjemah). Sistem Akuntansi dan Informasi. Chusing. baik karyawan maupun peralatan memungkinkan perusahaan untuk menggunakan program MYOB hanya perlu ditambahkan kapasitas pada peralatan yang dimiliki dan pelatihan bagi karyawannya. Jakarta: Salemba Empat Wilkinson. Zaki Baridwan. Sistem Informasi Akuntansi. Penerjemah). 1999. Joseph W. Standar Akuntansi Keuangan. Ikatan Akuntan Indonesia. Jakarta: Salemba Empat Jogiyanto H. dan William S. Barry E. 2001. (Agus Maulana. akurat. Yogyakarta: Andi. 2002. Jakarta: Salemba Empat James A Hall. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: BPFE . Analis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. Edi Purnomo.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->