ANALISA DESAIN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

PERSEDIAAN BERBASIS KOMPUTER PADA PERUSAHAAN KONSTRUKSI DENGAN COBIT FRAMEWORK DOMAIN 1
Etika Rahayu P. 460702800 Jurusan Informatika Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ABSTRAK Perusahaan konstruksi adalah perusahaan jasa yang menjadi partner pemerintah dalam menunjang kegiatan pembangunan. Pembangunan yang semakin pesat menyebabkan semakin banyak pula usaha yang bergerak pada bidang konstruksi. Dalam aktivitasnya perusahaan ini sangat membutuhkan informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu. Informasi yang dibutuhkan tidak hanya untuk pengambilan keputusan, tetapi juga untuk melakukan perencanaan dan pengendalian. Salah satu informasi yang terpenting adalah informasi persediaan. Informasi persediaan sangat menentukan kelangsungan hidup perusahaan karena kurangnya persediaan ataupun kelebihan persediaan akan berdampak secara langsung terhadap kelangsungan hidup perusahaan. Informasi persediaan dihasilkan oleh sistem informasi yang dimiliki perusahaan. Sistem informasi yang dimiliki perusahaan konstruksi sebagian besar masih manual dan kalaupun sudah digunakan komputer, dalam penggunaannya masih sangat terbatas. Dari hasil pengecekan fisik tampak bahwa banyak persediaan yang tersisa di gudang, bahkan sebagian sudah tidak dapat digunakan lagi. Hal ini menunjukkan bahwa sistem informasi yang lama kurang informatif dan akurat. Di samping itu, serta tidak layak lagi untuk digunakan sehingga perlu didesain ulang sistem informasi yang baru, yang akan lebih baik kalau menggunakan sistem yang berbasis komputer. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, yaitu metode yang memusatkan perhatian secara mendalam dan intensif pada objek yang diteliti. Objek penelitiannya adalah dua perusahaan konstruksi yang ada di Denpasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem informasi persediaan yang lama memiliki beberapa kelemahan, baik dari sisi input, sistem dan prosedur, maupun output yang dihasilkan. Output yang dihasilkan kurang variatif dan kurang mampu memberikan informasi yang dibutuhkan bagi manajemen dalam melakukan perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Untuk itu, perlu dilakukan desain ulang atas sistem informasi akuntansi persediaan dengan menggunakan sistem yang berbasis komputer, yaitu program MYOB. Desain sistem dengan menggunakan program MYOB terdiri atas desain input, desain sistem dan prosedur, serta desain output. Sistem baru ini diharapkan mampu mengeliminasi kelemahan yang dimiliki sistem informasi yang digunakan sebelumnya. 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Indonesia merupakan sebuah Negara berkembang sehingga pembangunan

Suatu perusahaan yang kekurangan informasi atau menerima informasi yang tidak akurat akan menemukan kegagalan karena informasi tersebut akan berdampak langsung terhadap keputusan yang diambil oleh . perusahaan dituntut beroperasi secara efisien dan efektif. semua ingin tetap “ada” dan “diakui” dalam komunitasnya. maupun sektor lainnya. dan relevan. sedangkan tujuan jangka panjang adalah untuk memelihara kelangsungan hidup perusahaan. dan sebagainya. Tujuan jangka pendek pada umumnya adalah untuk mendapatkan laba. Bidang konstruksi merupakan salah satu sektor yang sangat mendukung pembangunan nasional. jalan raya. Perusahaan kontruksi merupakan salah satu partner pemerintah dalam menunjang keberhasilan pembangunan. baik pada sector ekonomi. Perusahaan konstruksi merupakan sebuah perusahaan jasa. berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk menunjang kegiatan tersebut. Pembangunan pada tiap-tiap bidang akan memberikan kontribusi yang sangat besar bagi penggunanya. Dengan semakin meningkatnya pembangunan. telekomunikasi. pendidikan. perhubungan. Pembangunan tidak hanya dipusatkan pada wilayah perkotaan. Pembangunan terjadi. Hasil dari jasa konstruksi sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. pertanian. Salah satu dari informasi tersebut adalah informasi akuntansi yang sangat berguna bagi operasional perusahaan. Dengan semakin meningkat dan kompleksnya pembangunan. pariwisata. perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi. Jasa yang dijual kepada pengguna berupa pengerjaan bangunan. saluran irigasi. Sebelum jasa dikerjakan harus dilakukan komunikasi dengan baik antara perusahaan konstruksi dengan penggunanya karena usaha tersebut sangat rentan terhadap risiko. Perusahaan konstruksi memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan dengan perusahaan manufaktur atau perusahaan dagang. pembangunan rumah sakit dan puskesmas. maka perusahaan yang bergerak pada bidang konstruksi juga mengalami perkembangan yang sangat pesat. Ini sesuai dengan prinsip going concern. Perusahaan konstruksi merupakan suatu perusahaan yang tentunya memiliki tujuan. misalnya pembangunan gedung sekolah. jalan raya. Dalam melakukan perencanaan diperlukan informasi yang akurat. namun juga ke daerah-daerah. baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang. mampu berkembang untuk tahun kedepannya.terjadi hampir pada semua sektor kehidupan masyarakat. Jasa yang diberikan biasanya sesuai dengan keinginan pengguna. dan sebagainya. tepat waktu. dan mampu bertahan dalam dunia persaingan yang semakin ketat. Harapannya adalah adanya pemerataan pembangunan sehingga dampak pembangunan bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. maka perencanaan yang dibuat harus matang dan berdaya guna. bahkan pemerintah lebih mengupayakan pembangunan di pedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk mencapai laba yang maksimal. Agar dapat beroperasi secara efisien dan efektif. Sedemikian pentingnya arti informasi bagi perusahaan. sarana telekomunikasi. Informasi diibaratkan sebagai darah bagi tubuh seseorang. Tidak ada suatu perusahaan yang didirikan hanya untuk sesaat.

Pengertian tersebut mengandung arti bahwa sistem informasi adalah bagaimana data diolah menjadi informasi dan informasi digunakan oleh pemakainya. Salah satu dari informasi akuntansi adalah informasi tentang persediaan. perusahaan harus memiliki persediaan pada saat diperlukan karena jasa yang diberikan oleh perusahaan konstruksi memiliki tenggang waktu penyelesaian yang sudah pasti. dan akurat.penggunanya. Sistem pencatatan yang sebagian besar masih manual tidaklah cukup dalam mengintegrasikan data secara cepat dan akurat. diproses menjadi informasi. Pencatatan atas persediaan pun sebagian besar masih menggunakan sistem manual. baik oleh pemerintah maupun pihak swasta untuk mengerjakan proyek-proyek. baik secara manual maupun menggunakan komputer. Informasi dihasilkan oleh sistem yang disebut dengan sistem informasi. maka perusahaan tidak mampu mencapai tujuan dengan baik. maka akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan. Pelaksanaan proyek yang membutuhkan dana yang cukup besar menginginkan adanya sistem pencatatan yang cepat. Di samping itu. 2001:7). apalagi kalau sudah didukung oleh sistem jaringan yang langsung (on line). Dari data pengecekan fisik tampak adanya beberapa persediaan. besi beton. Bagi perusahaan konstruksi. maka kekeliruan dalam mengambil keputusan akan sering terjadi. namun penggunaannya masih sangat terbatas. Jika hal ini tidak teridentifikasi secara dini. masalah persediaan merupakan masalah yang utama karena jumlah persediaan yang cukup banyak memerlukan biaya yang cukup besar dan beberapa persediaan sangat mudah rusak sehingga tidak boleh disimpan terlalu lama. dan didistribusikan kepada pemakai (Hall. seperti kurang cepatnya penyediaan informasi. dan keterlambatan proses pembangunan karena kurangnya informasi yang tepat mengenai jumlah bahan yang tersedia. Di sisi lain. baik yang berada di Bali maupun di luar Bali. Sistem informasi adalah rangkaian prosedur formal di mana data dikumpulkan. Penggunaan komputer akan sangat membantu dalam penyediaan informasi. informasi yang tersedia tidak akurat sehingga jumlah persediaan menumpuk. batu kali. Bila tidak. Tanpa adanya pengawasan yang baik dan informasi yang akurat. dan lainnya yang tersisa dalam jumlah relatif besar dan sebagian dari persediaan yang tersisa sudah rusak atau tidak dapat dipakai. Pengolahan data dapat dilakukan. Banyak kegagalan perusahaan yang disebabkan oleh kegagalan pengambilan keputusan dan kegagalan pengambilan keputusan disebabkan oleh kurangnya informasi yang diterima atau informasi yang diterima tidak akurat. dana yang diinvestasikan terlalu besar pada persediaan dapat menyebabkan kerugian karena dana menjadi tidak produktif. batako. Beberapa perusahaan tampaknya sudah menggunakan komputer dalam memproses datanya. seperti semen. Informasi akuntansi sangat penting bagi perencanaan. pengendalian. data yang dibutuhkan . PT Eka Jaya Agung dan PT Hutama Karya (Persero) Wilayah V Denpasar adalah perusahaan yang bergerak pada bidang konstruksi. Dewasa ini banyak pemrosesan manual mulai digantikan dengan pemrosesan yang terkomputerisasi. Di sisi lain. dan pengambilan keputusan. Sistem ini memiliki beberapa kendala. tepat waktu. Perusahaan ini dipercaya.

Perancangan sistem dilakukan dengan meningkatkan efisiensi aliran data dalam organisasi serta memperbaiki sistem pengendaliannya melalui kegiatan operasional perusahaan. Menurut Purnomo (2002:33). perencanaan. Jogiyanto(2001:196) mendefinisikan desain sistem sebagai penggambaran. 2. Di samping itu. seperti terjadinya duplikasi (pengulangan yang tidak perlu) mengenai fungsi. Mengatur semua kebutuhan serta membaginya secara sistematis pada beberapa tahap dan bagian. yang jika bisa dilakukan secara benar akan banyak menghemat waktu dan biaya. . formulirformulir data masukan. dan laporan-laporan yang kurang bermanfaat atau bahkan tidak berguna. tetapi dapat juga disebut sebagai upaya reorganisasi secara menyeluruh di segenap jajaran operasional. tujuan. dan pembuatan sketsa atau pengaturan beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi. Menentukan secara tepat banyaknya informasi yang seharusnya diterima oleh tiap-tiap pihak yang membutuhkan agar yang bersangkutan bisa benarbenar terbantu dalam menjalankan pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencapai tujuan perancangan sistem. Perancangan sistem merupakan suatu kegiatan pengembangan sistem dan prosedur baru untuk mendapatkan sistem informasi yang mampu mengelola perusahaan dengan lebih efektif dan efisien. juga mengurangi sebanyak mungkin hal-hal yang tidak bermanfaat. 2. aliran data yang tidak efisien.1 Pengertian Desain Sistem Mendesain sistem adalah sebuah proses menerjemahkan kebutuhan pemakai informasi ke dalam alternatif rancangan sistem informasi. 2001:51). yang mungkin terdapat dalam system dan prosedur. yang nantinya akan dioperasikan secara standar untuk menghemat waktu dan biaya. 4. 2. 3. 1. Menentukan tingkat ukuran mutu untuk menilai ketidakberhasilan dari tiap-tiap performa tugas-tugas tersebut. 5. 2. perancangan sistem merupakan sebuah proses yang terdiri atas beberapa kegiatan. data. yaitu sebagai berikut. khususnya dalam proses pengambilan keputusan.2 Sasaran Desain Sistem Perancangan sistem baru tidak hanya berupaya untuk mempercepat atau mengotomatisasikan sistem lama. Menentukan secara tepat dan terperinci kebutuhan dan bentukbentuk informasi yang sebenarnya diperlukan untuk menunjang keberhasilan operasional perusahaan yang berkaitan dengan kegiatan pengolahan data yang dikehendaki oleh manajemen.manajemen setiap waktu tidak dapat dipenuhi karena lambatnya informasi yang dihasilkan. 1. Menentukan cara pelaksanaan tiaptiap tugas tersebut. Melakukan upaya standardisasi. TINJAUAN PUSTAKA 2. Menghilangkan sebanyak mungkin pekerjaan yang akan menghambat implementasi sistem. operasi. dan laporanlaporan yang sejenis. yaitu sebagai berikut. Desain sistem dilakukan berdasarkan informasi yang didapatkan oleh analisis sistem (Mulyadi.

3 Pengertian Sistem Informasi Akuntansi Dalam melaksanakan tugasnya para manajer dan pengambil keputusan lainnya dihadapkan pada situasi yang tidak dapat dipastikan pada masa yang akan dating akibat terjadinya perubahan. baik dalam hal tujuan. Mengurangi fungsi-fungsi yang terduplikasi. c. seperti pajak.3. Pemahaman tentang tujuan sistem dan informasi pendahuluan akan mempengaruhi lingkup desain sistem. maupun pihak-pihak dalam perusahaan. Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Cushing (1995:17) adalah kumpulan manusia dan sumber daya modal dalam suatu organisasi yang bertanggung jawab untuk penyediaan informasi keuangan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan data transaksi. penyajian. maka pihakpihak yang berkepentingan membutuhkan informasi. formulir-formulir. baik kepada pihak-pihak luar. 2. peringkasan. 4. Pengembangan sistem pengendalian juga merupakan sasaran perancangan sistem. Akurat. Menurut Baridwan (2000:4) sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan. menganalisis. dan mengkomunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan.Tepat waktu. investor. yaitu sebagai berikut. Relevan. Salah satu alat penyaji informasi adalah akuntansi. Tujuan pengendalian ini adalah agar bisa dihasilkan keluaran yang didasarkan atas pertimbangan efisiensi. berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Akuntansi sebagai alat dalam mengolah transaksi keuangan memerlukan suatu sistem yang dapat menyampaikan informasi tersebut kepada pihak-pihak yang membutuhkannya. operasi. penggolongan. berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan bias. Untuk membuat perencanaan dan melakukan pengendalian. maupun laporannya untuk menghindarkan adanya prosedurprosedur yang tidak perlu di samping juga aliran data. Sistem pengendalian yang dibentuk juga harus dibuat sedemikian rupa agar tidak terlalu berlebihan atau terlalu longgar. Kualitas suatu informasi tergantung dari tiga hal. dan kreditor. Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa sistem informasi akuntansi adalah bagian dari organisasi . dan penginterpretasian data dan informasi keuangan yang dimiliki perusahaan untuk kemudian dikomunikasikan kepada pemakainya. b. Akuntansi merupakan suatu alat untuk menginformasikan keadaan perusahaan atau organisasi kepada pemakai. Yusuf (1996:1) menyatakan bahwa informasi adalah data-data yang berguna yang diolah sehingga dapat dijadikan dasardasar untuk mengambil keputusan yang tepat. menggolongkan. Dewasa ini untuk pengolahan data transaksi keuangan telah digunakan alat-alat elektronik seperti komputer. a. Semakin kompleks dan besar ukuran perusahaan maka semakin kompleks pula pengolah data yang diperlukan. berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Akuntansi mempunyai aktivitas yang terdiri atas pencatatan. Penggunaan komputer di perusahaan tergantung pada kompleksitas dan ukuran perusahaan tersebut. terutama manajer. data.

2. cepat. Persediaan merupakan pos neraca yang penting dan memiliki tingkat likuiditas yang tinggi.5 Desain Sistem Informasi dalam Lingkup Electronic Data Processing (EDP) Menurut Purnomo (2002:64). pertimbangan kemudahan dalam melakukan pengarsipan. b. yaitu flexibility. uniqueness. persediaan merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan barang-barang yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Informasi akuntansi adalah bagian terpenting dari seluruh informasi yang diperlukan oleh manajemen karena informasi akuntansi berhubungan langsung dengan data keuangan suatu perusahaan. baik formulir kertas maupun penataan tampilan (layout) yang disebut sebagai formulir elektronik. desain yang baku.yang mengumpulkan dan mengolah data transaksi keuangan untuk menghasilkan informasi. format isian yang satu arah. 2. Agar data keuangan yang ada dapat dimanfaatkan. Pertimbangan pengkodean Rancangan pengkodean dalam suatu perusahaan menjadi sangat penting untuk memberikan ciri khusus antara satu rekening dengan rekening yang lain. 2. maka data tersebut harus disusun dalam bentuk yang sesuai. output dan perhitungan (komputasi) yang bersifat .2 Rancangan Proses Proses merupakan pengolahan data yang dilakukan setelah data dimasukkan ke sistem komputer.5. dan tidak terlalu mahal dalam pengadaan dan penyelesaiannya. Penggunaan system komputer untuk pengolahan data perusahaan meliputi input. baik bagi pihak luar maupun pihak dalam perusahaan. Ada beberapa pertimbangan dalam melakukan pengkodean. Persediaan secara umum dapat diartikan sebagai hal/benda yang dibeli untuk dijual kembali atau digunakan untuk proses produksi.5. dalam bentuk bahan atau perlengkapan (supplies) untuk digunakan dalam proses produksi atau pemberian jasa. panduan pengisian harus mudah. a.4 Pengertian Persediaan Perusahaan akan selalu memiliki persediaan. convenience. Menurut Baridwan (2000:149). namun akan tergantung pada jenis usaha perusahaan. 2. Secara umum istilah persediaan barang dipakai untuk menunjukkan barang-barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali atau digunakan untuk memproduksi barang-barang yang akan dijual. dan pertimbangan estetika. Menurut Purnomo (2002:66). dalam proses produksi. panduan dalam membuat desain sebuah dokumen masukan adalah pemasukan data yang minimal. dan identification. desain sistem dalam lingkup electronic data processing terdiri atas rancangan masukan. rancangan proses. Pertimbangan source document Dokumen masukan harus dirancang dengan baik sehingga bisa diisi dengan mudah. dan rancangan keluaran. baik oleh pihak manajemen maupun pihak luar perusahaan. Rancangan masukan terdiri atas hal-hal berikut. scope.1) persediaan adalah aktiva yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan normal perusahaan.1 Rancangan Masukan Yang dimaksud dengan rancangan masukan adalah rancangan format dokumen masukan data (sources document) yang berupa formulir. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (1999:14. classification. teliti. dalam perjalanan.

Sedangkan para manajer memperoleh manfaat dalam keputusan investasi di bidang IT sertainfrastrukturnya. Pendokumentasian sistem sangat diperlukan untuk mendukung perancangan sistem. Simbol ini mempunyai makna tertentu dan akan digunakan untuk menggambarkan aliran pengolahan data. baik pihak manajemen maupun pihak-pihak lainnya akan mengetahui kondisi keuangan perusahaan. baik melalui softcopy device (sinyal elektronik yang tidak dapat lepas dari alatnya) maupun hardcopy device (media kertas). Keluaran yang berupa laporan formal biasanya ditampilkan dalam media kertas. Teknik pendokumentasian desain proses sistem Hal yang paling penting dalam perancangan sistem adalah kemudahan untuk mengkomunikasikan gagasan mengenai rancangan sistem yang telah dibuat.3 Rancangan Keluaran Keluaran (output) adalah hasil akhir dari sistem informasi. b.5. baik yang disebut dengan bagan alir data (data flow diagram) maupun bagan alir dokumen (document flowchart). dan manajemen untuk menjembatani gap antara resiko bisnis. Pengolahan data perusahaan Komputer melengkapi diri dengan kemampuan untuk melakukan multiprogramming sehingga memungkinkan dilakukan pengolahan data yang sama oleh lebih dari satu pemakai (multiuser). a. menyusun . 2. CobIT berguna bagi para IT users karena memperoleh keyakinan atas kehandalan dalam sistem aplikasi yang dipergunakan. dalam perancangan sistem juga diperlukan sarana bantu berupa pendokumentasian sistem. Laporan formal merupakan laporan yang paling utama pada sistem informasi akuntans karena dengan laporan. Keluaran dapat dihasilkan.rutin. Diagram tersebut menggambarkan rangkaian prosedur dan proses yang akan berlangsung dengan menggunakan serangkaian symbol sistem yang sudah baku. Pada umumnya kemampuan pengolahan data dipengaruhi oleh besarnya alat penyimpan yang ada (kapasitas hardisk/RAM). CobIT bermanfaat bagi auditor karena merupakan teknik yang dapat membantu dalam identifikasi IT control issues. 2. Kapasitas hardisk yang cukup akan menyediakan kemampuan multiprogramming yang lebih besar pula sehingga memungkinkan pekerjaan diproses bersama-sama. kebutuhan control dan masalah-masalah teknis IT. Rancangan proses terdiri atas halhal berikut. processor dan ROM.6 CobIT (Control Objectives for Information and Related Technology) CobIT adalah sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT governance yang dapat membantu auditor. Alasan utama suatu sistem informasi dibuat karena sangat dibutuhkannya keluaran sistem. Cara melakukan komunikasi adalah dengan membuat suatu diagram yang menggambarkan secara visual bagaimana nantinya sistem akan bekerja. laporan harus dapat memuat semua informasi yang relevan bagi para pemakainya. Laporan yang dihasilkan hendaknya tepat waktu dan informative karena informasi pada laporan inilah yang akan dipakai sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. pengguna (user). Keluaran sistem berupa laporan akan sangat berguna bagi para pemakainya. Dalam melakukan perancangan format laporan. Selain penggunaan simbol.

perangkat lunak dan manusia. dan monitor. 3. yaitu: perencanaan dan organisasi. Boundary (Batasan sistem) . •Elemen-elemen yang lebih besar yang disebut supra sistem. Management Guidelines Berisi arahan baik secara umum maupun spesifik mengenai apa saja yang mesti dilakukan. Disamping itu. seperti : apa saja indicator untuk suatu kinerja yang bagus. maka supra sistem perangkat keras adalah sistemkomputer. penyerahan dan dukungan. dan lain-lain.IT. yakni : a.dan keputusan atas procurement (pengadaan/pembelian) mesin. 2007). Perolehan dan Implementasi (Acquisition and Implementation) Identifikasi solusi TI dan kemudian diimplementasikan dan diintegrasikan dalam proses bisnis untuk mewujudkan strategi TI.strategic IT Plan. 2. acquisition & implementation. yaitu : planning & organization. c. CobIT merupakan panduan yang paling lengkap dari praktik-praktik terbaik untuk manajemen IT yang mencakup 4 (empat) domain. delivery & support. 2. dan monitoring. CobIT framework mencakup tujuan pengendalian yang terdiri dari 4 domain.7 CobiT Framework Kerangka kerja CobIT terdiri dari beberapa guidelines (arahan). Monitoring Semua proses TI perlu dinilai secara teratur dan berkala bagaimana kualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan kontrol. Audit Guidelines Berisi sebanyak 318 tujuan-tujuan pengendali rinci (detailed control objectives)untuk membantu para auditor dalam memberikan management assurance atausaran perbaikan. perangkat I/O dan memori. apa saja resiko yang timbul. KARAKTERISTIK SISTEM Komponen-komponen Komponen sistem atau elemen sistem dapat berupa : •Elemen-elemen yang lebih kecil yang disebut sub sistem. menentukan information architecture. Perencanaan dan Organisasi (Planning and Organization) Mencakup strategi dan taktik yang menyangkut identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula. Penyerahan dan Pendukung (Delivery and Support) Domain yang berhubungan dengan penyampaian layanan yang diinginkan. b. Maturity Models Untuk memetakan status maturity proses-proses IT (dalam skala 0 – 5). d. yaitu : 1. akuisisi dan implementasi. Control Objectives Terdiri atas 4 tujuan pengendalian tingkat tinggi (high level control objectives)yang tercermin dalam 4 domain. yang terdiri dari operasi pada sistem keamanan dan aspek kesinambungan bisnis sampai dengan pengadaan training. denganketerandalan sistem informasi yang ada pada perusahaannya diharapkan berbagaikeputusan bisnis dapat didasarkan atas informasi yang ada (Sanyoto. 4. 3. Misalkan bila perangkat keras a dalah sistem yang memiliki sub sistem CPU. misalkan sistem komputer terdiri dari sub sistem perangkat keras.

dengan sistem informasi berbasis resiko 90% proyek sesuai dengan IT Tactical Plan karena sistem akuntansi persediaan yang diterapkan selama ini sebagian besar masih manual. penggunaannya masih sangat terbatas dan banyak memiliki kekurangan. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Output (Keluaran) Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. walaupun sudah menggunakan komputer. lingkungan luar yang mengutungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. perlu dibuatkan desain sistem akuntansi persediaan yang baru yang dapat mengeliminasi kekurangan yang ada pada sistem sebelumnya. Interface(penghubungsistem) Penghubung merupakan media perantara antar subsistem. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan. maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem. Dengan penghubung satu sussistem dapat berinteraksi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya. 5. Untuk itu.Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu system dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Objective & Goal (Sasaran atau tujuan) Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Output dari satu subsistem akan menjadi input untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. Environment (lingkungan luar sistem) Lingkungan dari sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Melalui penghubung ini memungkinkan sumbersumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya. Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran. Proses (Pengolah an sistem) Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Masukan dapat berupa maintenance input dan sinyal input.. 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebanyak 80% sistem informasi dapat mendukung rencana strategis IT.KESIMPULAN . Sinyal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Input (Masukkan) Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Laporan yang dihasilkan kurang informative dan tidak tepat waktu.

Tapi. sumber daya yang dimiliki. Sistem Informasi Akuntansi. baik karyawan maupun peralatan memungkinkan perusahaan untuk menggunakan program MYOB hanya perlu ditambahkan kapasitas pada peralatan yang dimiliki dan pelatihan bagi karyawannya. Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta Barat : Binarupa Aksara. dengan adanya proses audit diharapkan dapat mengeliminasi kelemahan sistem yang lama sehingga informasi yang dihasilkan bias lebih informatif. dan William S. DAFTAR PUSTAKA Bodnar. Sistem Informasi Akuntansi dan Organisasi Perusahaan. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat James A Hall. 2002. Edisi Ketiga. Barry E. Jakarta: Salemba Empat Jogiyanto H. 1996. Jakarta: Salemba Empat Wilkinson. Penerjemah). Ikatan Akuntan Indonesia. Joseph W. Analis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Bisnis. George H. Apabila dilihat dari sisi biaya. 2000. Jakarta: Salemba Empat. Sistem Informasi Akuntansi. Edi Purnomo. Edisi Kedua.Proses audit SI pada perusahaan konstruksi tentunya bukan suatu keharusan layaknya perusahaanperusahaan besar. Yogyakarta: BPFE . Sistem Akuntansi dan Informasi. Penerjemah). Penerjemah). 2001. Zaki Baridwan. Yogyakarta: Andi. akurat. Sistem Analis. (Agus Maulana. Edisi Keenam. Mulyadi. M. Chusing. Tambunan. 1993. Jakarta: Erlangga. Sistem Akuntansi. 1999. Yogyakarta: Andi Offset. 1995. Edisi Keenam. Hoopwood (Amir Abadi Yusuf dan Rudi M. dan tepat waktu. 2001. (Ruchyat Kosasih. 2001.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times