P. 1
Revitalisasi

Revitalisasi

|Views: 344|Likes:

More info:

Published by: Thoengs Sastrodiwirjo on Oct 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/22/2013

pdf

text

original

http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/03/definisi-revitalisasi.

html

DEFINISI REVITALISASI
Diposkan oleh Caray Label: Artikel

Revitalisasi adalah upaya untuk memvitalkan kembali suatu kawasan atau bagian kota yang dulunya pernah vital/hidup, akan tetapi kemudian mengalami kemunduran/degradasi. Skala revitalisasi ada tingkatan makro dan mikro. Proses revitalisasi sebuah kawasan mencakup perbaikan aspek fisik, aspek ekonomi dan aspek sosial. Pendekatan revitalisasi harus mampu mengenali dan memanfaatkan potensi lingkungan (sejarah, makna, keunikan lokasi dan citra tempat) (Danisworo, 2002). Revitalisasi sendiri bukan sesuatu yang hanya berorientasi pada penyelesaian keindahan fisik saja, tapi juga harus dilengkapi dengan peningkatan ekonomi masyarakat nya serta pengenalan budaya yang ada. Untuk melaksanakan revitalisasi perlu adanya keterlibatan masyarakat. Keterlibatan yang dimaksud bukan sekedar ikut serta untuk mendukung aspek formalitas yang memerlukan adanya partisipasi masyarakat, selain itu masya rakat yang terlibat tidak hanya masyarakat di lingkungan tersebut saja, tapi masyarakat dalam arti luas (Laretna, 2002)

TEORI REVITALISASI DAN RANCANG KOTA Sebagai sebuah kegiatan yang sangat kompleks, revitalisasi terjadi melalui beberapa tahapan dan mem butuhkan kurun waktu tertentu serta meliputi hal-hal sebagai berikut: 1. Intervensi fisik Intervensi fisik mengawali kegiatan fisik revitalisasi dan dilakukan secara bertahap, meliputi perbaikan dan peningkatan kualitas dan kondisi fisik bangunan, tata hijau, sistem penghubung, sistem tanda/reklame dan ruang terbuka kawasan (urban realm). Mengingat citra kawasan sangat erat kaitannya dengan kondisi visual kawasan, khususnya dalam menarik kegiatan dan pengunjung, intervensi fisik ini perlu dilakukan. Isu lingkungan (environmental sustainability) pun menjadi penting, sehingga intervensi fisik pun sudah semestinya memperhatikan konteks lingkungan. Perencanaan fisik tetap harus dilandasi pemikiran jangka panjang. 2. Rehabilitasi ekonomi Revitalisasi yang diawali dengan proses peremajaan artefak urban harus mendukung proses rehabilitasi kegiatan ekonomi. Perbaikan fisik kawasan yang bersifat jangka pendek, diharapkan bisa mengakomodasi kegiatan ekonomi informal dan formal (local economic development), sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi kawasan kota (P. Hall/U. Pfeiffer, 2001)*. Dalam konteks revitalisasi perlu dikembangkan fungsi campuran yang bisa mendorong terjadinya aktivitas ekonomi dan sosial (vitalitas baru). 3. Revitalisasi sosial/institusional Keberhasilan revitalisasi sebuah kawasan akan terukur bila mampu menciptakan lingkungan yang menarik (interesting), jadi bukan sekedar membuat beautiful place. Maksudnya, kegiatan tersebut harus berdampak positif serta dapat meningkatkan dinamika dan kehidupan sosial m asyarakat/warga (public realms). Sudah menjadi sebuah tuntutan yang logis, bahwa kegiatan perancangan dan pembangunan kota untuk menciptakan lingkungan sosial yang berjati diri (place making) dan hal ini pun selanjutnya perlu didukung oleh suatu pengembangan institusi yang baik.

D. (2001): Farm and personal characteristics of the clientele of a community-based animal-health service programme in northern Malawi. Pfeiffer..id/special/rppk/ Revitalisasi Pertanian.htm 2001 Macchi. mengharuskan dilakukannya berbagai usaha pembangunan ekonomi untuk mencapai antara lain pertumbuhan ekonomi rata -rata hingga 6. Johnston..D. and Kasambara.D. (2001): Aerosol vaccination of the brushtail possum (Trichosurus vulpecula) with Bacille Calmette-Guérin: the duration of protection. http://www. Leidl.D. dan Kehutanan merupakan salah satu dari ³Triple Track Strategy´ Kabinet Indonesia Bersatu dalam rangka pengurangan kemiskinan dan pengangguran.6 % per tahun.. Research in Veterinary Science 71(1):37-44. Boswood. and Pfeiffer. Wikeley.. perikanan.F. Gray.W.B.uk/EpiVetNet/epidivision/Pfeiffer/refpubs. Pomroy.. off-take and selected husbandry applications . dan pembangunan pedesaan. Pertanian. Disamping itu terkait dengan pertanian.deptan.S.D. (2001): Consequences of anthelmintic resistance on liveweight gain of lambs on commercial sheep farms.dan ratarata pertumbuhan pertanian...F. New Zealand Veterinary Journal 49.co.litbang. Pfeiffer DU..B. and Jere.D..F.S. 141-151. Veterinary Microbiology 81(2):181-91. (2001): Biochemical markers of bone metabolism in growing thoroughbreds: a longitudinal study.C. Huttner..1% tahun 2009. Kasambara.S. Morris RS.R. Target penurunan kemiskinan dari dari 16.U.S. perikanan.A. Edwards. dan kehutanan memegang peran sangat penting dalam pencapaian target target tersebut mengingat peran ketiga kegiatan tersebut signifikan dalam ekonomi Indonesia.K. 707-711. Hüttner.D. Pfeiffer.. Pfeiffer. Corner LA.K. terdapat pula strategis lain seperti ketahanan pangan.D.A.2 % tahun 2009 dan penurunan pengangguran terbuka dari dari 9.go.U. serta peningkatan daya saing ekonomi nasional..E.4 % pada tahun 2009. Perikanan. and Pfeiffer.0 % pada tahun 2004 menjadi 24.M.W..R.U. Lamb. Robins.J. (2001): The effect of a community based animal health service programme on livestock mortality..7 % tahun 2004 menjadi 5.R. and West. Animal Welfare 10. (2001): A comparison of (the effect of) commonly used ear tags on the ear damage of sheep.D. and Ricketts.5 %/ tahun (sumber pidato Menko Perekonomian saat RPPK).D. Jackson.I. Tropical Animal Health and Production 33(3):201-18... Buddle BM.M. Price.K. Morris.H. dan kehutanan.S..B.vetschools. kelestarian lingkungan. Eastell..A.C. Wright..U. Jere.6 % tahun 2004 menjadi 8.(*) http://www.U.J. Veterinary Record 148.P. Livestock Production Science 72(3): 263-278. Harris.P. 48-53.a field study in northern Malawi.D. Pfeiffer. Leidl. perikanan dan kehutanan mencapai 3.A.U.K.M. (2001): Use of breed-specific ranges for vertebral heart scale as an aid to the radiographic diagnosis of cardiac disease in dogs. . Disamping itu rasio investasi terhadap GDP harus naik dari 16.

Indonesia Telp. Garis kemiskinan 2 dollar AS per hari umumnya digunakan untuk menunjukkan betapa besar penduduk di suatu negara yang sangat rentan terhadap perubahan pendapatan. indikator kemiskinan yang umum digunakan dalam literatur ekonomi pembangunan saat ini adalah 1 dollar AS per hari. Ragunan 29 Pasar Minggu Jakarta Selatan 12540. dan kehutanan. melainkan tentang keterkaitan kemiskinan dengan kenaikan harga beras dan kesejahteraan petani.go.id http://www. Hak Cipta © 1997-2010 Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Indonesian Agency for Agricultural Research and Development) Jl. dan diharapkan dapat menjadi pemandu untuk menerapkan berbagai kebijakan operasional lintas departemen yang terkoordinasi.id/index.or. dan kehutanan tidak lagi hanya dapat dilakukan melalui kebijakan di dalam sektor pertanian. RPPK juga menyertakan dunia usaha dan kalangan petani/nelayan/petani hutan sendiri. baik dalam penyusunannya dan dalam proses implementasinya. Perikanan. Bank Dunia.. Written by kadin Saturday.Disadari bahwa permasalahan yang dihadapi sektor berbasis sumberdaya alam di Indonesia semakin banyak dan kompleks yang harus dipecahkan di luar sektor yang bersangkutan. dan Revitalisasi Pertanian BUSTANUL ARIFIN Setelah menjadi debat publik sebulan terakhir. minggu lalu Bank Dunia secara resmi meluncurkan hasil studi tentang kemiskinan di Indonesia. perikanan.Bank Dunia.kadin-depok.deptan. memadukan pandangan jangka panjang dan kepentingan jangka pendek. sebagaimana digunakan Bank Dunia dalam studi terakhir kemiskinan di Indonesia.php?option=com_content&view=article&id=14%3Aanalisis-ekonomi&catid=16%3Aarticle&Itemid=19&limitstart=1 ANALISIS EKONOMI ANALISIS EKONOMI Kemiskinan.. Oleh sebab itu Revitalisasi Pertanian. (021) 7800644 e-mail: info@litbang. jumlah orang miskin menjadi "meledak" hampir tiga kali lipat dari angka resmi pemerintah. Studi itu menghasilkan estimasi jumlah orang miskin hampir 109 juta (49 persen) dari total penduduk Indonesia dan salah satunya menyarankan pemerintah untuk lebih serius melaksanakan strategi revitalisasi pertanian. Selama ini Indonesia menggunakan garis kemiskinan yang diturunkan dari kebutuhan dasar k alori minimal 2. Masyarakat kemudian menjadi sangat resisten terhadap simplifikasi hubungan seba b-akibat antara harga beras dan kemiskinan karena karakter komoditas beras sebagai hajat hidup penduduk Indonesia yang tentu saja bersifat multidimensi. Untuk simplifikasi. Koordinasi dan sikronisasi berbagai pihak yang terkait akan menjadi faktor yang sangat menentukan. Menariknya. Dengan garis kemiskinan Bank Dunia yang "agak baru" itu. sekaligu suatu s kebijakan dan strategi umum yang komprehensif.100 kkal . sumber kontroversi bukan tentang ukuran indikator garis kemiskinan yang digunakan Bank Dunia sebesar 2 dollar AS per hari. maka pembangunan pertanian. tetapi juga harus dengan kebijakan untuk pertanian. perikanan. (021) 7806202 Fax. dan Kehutanan (RPPK) merupakan tekad dan komitmen pemerintah untuk mendorong dan memajukan pertanian. serta akademisi dan lembaga masyarakat. 18 April 2009 13:50 Kemiskinan. baik dalam perumusan RPPK maupun dalam mewujudkannya menjadi langkah bersama demi kesejahteraan rakyat.

3 juta lagi tinggal di perkotaan. inflasi rendah.1 juta orang atau 17.75 persen dari total penduduk Indonesia.455 dan di pedesaan sebesar Rp 108. Dalam analisis lain. per Agustus 2006 adalah 39. Angka resmi penduduk miskin. pelayanan dasar untuk orang miskin serta anggaran negara dan daerah untuk orang miskin". elite politik. di samping strategi pro-growth dan pro-jobs sebagaimana dikenal sebagai strategi tiga jalur Kabinet Indonesia Bersatu. Tepatnya.8 juta orang miskin tinggal di pedesaan. Studi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) terbaru (2006) menunjukkan. dan elite ekonomi Indonesia. saat ini pasar gabah dan pasar beras yang tidak terintegrasi secara vertikal sangat kontras dengan kinerja integrasi pasar pada masa Orde Baru. garis kemiskinan itu Rp 175. Apalagi angka penderita gizi buruk (sekitar 25 persen bayi usia di bawah lima tahun/balita) dan kematian ibu melahirkan (307 kasus per 100. Pada 2004 itu BPS masih menggunakan garis kemiskinan di perkotaan sebesar Rp 143. dimensi nonpendapatan dari persoalan kemiskinan. Dalam tata birokrasi dan ekonomi politik seperti saat ini.atau sekitar Rp 152. seperti pertumbuhan ekonomi 5. Revitalisasi pertanian Apabila diperhatikan dengan saksama. yaitu mengurangi jumlah kemiskinan menjadi separuhnya pada tahun 2015. Sebagian besar dari kelompok miskin di pedesaan bekerja di sektor pertanian. dalam kerangka strategi besar "pertumbuhan untuk orang miskin. Bank Dunia masih menyarankan untuk menerapkan subsidi tepat sasaran guna memecahkan masalah di atas. Sebenarnya cukup banyak substansi baru dalam rangkaian studi kemiskinan itu. studi itu menunjukkan pasar beras semakin tidak terintegrasi secara horizontal menurut daerah pasca-1998. Indonesia dikhawatirkan sulit mencapai target Tujuan Pembangunan Abad Milenium (Millennium Development Goals/MDGs). Apa pun indikator yang digunakan. Dua angka ini seakan meniadakan kinerja stabilitas ekonomi makro. menurut Badan Pusat Statistik (BPS).324 untuk perkotaan dan Rp 131. Di dalam negeri. Bahkan. dan sisanya di sektor nonpertanian. sebanyak 24. Tidak berlebihan untuk dikatakan bahwa kemiskinan petani pasti sangat berhubungan dengan struktur dan tingkah laku pasar beras. . dan lalu lintas barang yang tidak lancar akibat dari hambatan peraturan daerah. cadangan devisa dan sebagainya. Misalnya. angka itu sempat menghebohkan. misalnya tentang dimensi disparitas pendapatan antarwilayah di Indonesia. Fenomena kemiskinan di sektor pertanian lebih banyak berhubungan dengan struktur dan pola kepemilikan lahan. dari tingkat pusat sampai tingkat daerah. sedangkan 14 . Sebagian besar petani hanya menguasai lahan di bawah 0. nilai tukar yang relatif stabil. baik sebagai petani maupun sebagai buruh tani. terutama sejak diterapkannya pasar bebas seperti disarankan Dana Moneter Internasional.725 per kapita per bulan. terutama karena peningkatan yang signifikan jumlah orang miskin dari 36 juta orang pada 2004 atau saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima mandat dari rakyat. penurunan suku bunga BI Rate. Dalam konteks ini revitalisasi pertanian dianggap sebagai strategi yang pro-poor.5 hektar sehingga sangat sensitif terhadap fluktuasi harga gabah dan beras. Presiden Yudhoyono berharap banyak terhadap revitalisasi pertanian untuk dapat mengentaskan rakyat dari kemiskinan dan meningkatkan ketahanan pangan. persoalan angka kemiskinan yang sangat besar dan tingkat peng angguran yang mencapai 11 juta orang adalah fakta yang tidak dapat dianggap ringan pemerintah. akses terhadap pendidikan terutama pascapendidikan dasar serta pelayanan kesehatan bagi kelompok marjinal. Segmentasi pasar beras terjadi akibat sarana infrastruktur yang kurang baik.256 untuk pedesaan. dari 39.6 persen.847 per kapita per bulan. penyelundupan yang makin marak.1 juta orang miskin di Indonesia.000 kelahiran) masih sangat tinggi. tidak mungkin tidak menerjemahkan strategi propertumbuhan revitalisasi pertanian itu menjadi langkah kebijakan lebih konkret.

cadangan devisa dan sebagainya. Dengan garis kemiskinan Bank Dunia yang "agak baru" itu. Apa pun indikator yang digunakan. studi sejenis dan pembahasan terhadap hasil studi kemiskinan Bank Dunia masih harus dilanjutkan. terutama karena peningkatan yang signifikan jumlah orang miskin dari 36 juta orang pada 2004 atau saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima mandat dari rakyat.Debat akademik. Bahkan.847 per kapita per bulan. Bank Dunia masih menyarankan untuk menerapkan subsidi tepat sasaran guna memecahkan masalah diatas. garis kemiskinan itu Rp 175. Apalagi angka penderita gizi buruk (sekitar 25 persen bayi usia di bawah lima tahun/balita) dan kematian ibu melahirkan (307 kasus per 100.1 juta orang atau 17. Dalam konteks ini revitalisasi pertanian dianggap sebagai strategi yang pro-poor. minggu lalu Bank Dunia secara resmi meluncurkan hasil studi tentang kemiskinan di Indonesia.multiply. lembaga studi di dalam negeri. dan universitas atau perguruan tinggi yang tersebar dari Aceh sampai Papua. http://barifin.6 persen. penurunan suku bunga BI Rate. nilai tukar yang relatif stabil. angka itu sempat menghebohka n. seperti pertumbuhan ekonomi 5. sebagaimana digunakan Bank Dunia dalam studi terakhir kemiskinan di Indonesia.324 untuk perkotaan dan Rp 131. misalnya tentang dimensi disparitas pendapatan antarwilayah di Indonesia. Presiden Yudhoyono berharap banyak t rhadap revitalisasi pertanian untuk dapat e mengentaskan rakyat dari kemiskinan dan meningkatkan ketahanan pangan. Pada 2004 itu BPS masih menggunakan garis kemiskinan di perkotaan sebesar Rp 143. dan Revitalisasi Pertanian BUSTANUL ARIFIN Setelah menjadi debat publik sebulan terakhir. dimensi nonpendapatan dari persoalan kemiskinan. Bank Dunia. per Agustus 2006 adalah 39. Angka resmi penduduk miskin. Pemerintahan yang rasional tentu akan mempertimbangkan juga studi dan rekomendasi p erubahan kebijakan dari peneliti Indonesia. Selama ini Indonesia menggunakan garis kemiskinan yang diturunkan dari kebutuhan dasar kalori minimal 2. melainkan tentang keterkaitan kemiskinan dengan kenaikan harga beras dan kesejahteraan petani. Untuk simplifikasi. Studi itu menghasilkan estimasi jumlah orang miskin hampir 109 juta (49 persen) dari total penduduk Indonesia dan salah satunya menyarankan pemerintah untuk lebih serius melaksanakan strategi revitalisasi pertanian. Indon esia dikhawatirkan sulit mencapai target Tujuan Pembangunan Abad Milenium (Millennium Development Goals/MDGs).000 kelahiran) masih sangat tinggi. persoalan angka kemiskinan yang sangat besar dan tingkat pengangguran yang mencapai 11 juta orang adalah fakta yang tidak dapat dianggap ringan pemerintah. yaitu mengurangi jumlah kemiskinan menjadi separuhnya pada tahun 2015. sebelum diadopsi pemerintah menjadi rekomendasi kebijakan. menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Dua angka ini seakan meniadakan kinerja stabilitas ekonomi makro.com/journal/item/18/Kemiskinan_Bank_Dunia_dan_Revitalisasi_Pertanian_Analisis_Ekonomi_K OMPAS_11_Desember_2006 Analisa Ekonomi Kemiskinan. indikator kemiskinan yang umum digunakan dalam literatur ekonomi pembangunan saat ini adalah 1 dollar AS per hari.100 kkal atau sekitar Rp 152. sumber kontroversi bukan tentang ukuran indikator garis kemiskinan yang digunakan Bank Dunia sebesar 2 dollar AS per hari.725 per kapita per bulan. dan elite ekonomi t Indonesia.75 persen dari total penduduk Indonesia. Revitalisasi pertanian Apabila diperhatikan dengan saksama. di samping strategi pro-growth dan pro-jobs sebagaimana dikenal sebagai .455 dan di pedesaan sebesar Rp 108. Sebenarnya cukup banyak substansi baru dalam rangkaian studi kemiskinan itu. Menariknya. Masyarakat kemudian menjadi sangat resisten terhadap simplifikasi hubungan sebab -akibat antara harga beras dan kemiskinan karena karakter komoditas beras sebagai hajat hidup pendudu Indonesia yang tentu saja bersifat k multidimensi. Di dalam negeri. inflasi rendah. Garis kemiskinan 2 dollar AS per hari umumnya digunakan untuk menunjukkan betapa besar penduduk di suatu negara yang sangat rentan terhadap perubahan pendapatan. jumlah orang miskin menjadi "meledak" hampir tiga kali lipat dari angka resmi pemerintah. Tepatnya. pelayanan dasar untuk orang miskin serta anggaran negara dan daerah untuk orang miskin".256 untuk pedesaan. akses terhadap pendidikan ² terutama pascapendidikan dasar²serta pelayanan kesehatan bagi kelompok marjinal. dalam kerangka strategi besar "pertumbuhan untuk orang miskin. elite poli ik.

Misalnya. Sungguh suatu yang memilukan sekaligus memalukan. http://bataviase. baik sebagai petani maupun sebagai buruh tani.5 hektar sehingga sangat sensitif terhadap fluktuasi harga gabah dan beras.strategi tiga jalur Kabinet Indonesia Bersatu. Masyarakat nelayan tetap harus bergelut dengan kemiskinan dan termaginalkan di tengah kebutuhan hidup yang makin menjerat leher.3 juta lagi tinggal di perkotaan. dari 39. Untuk menuntaskan permasalahan perikanan umumnya dan nelayan khususnya. Banyak bukti menunjukkan. Dalam tata birokrasi dan ekonomi politik seperti saat ini. Sebagian besar dari kelompok miskin di pedesaan bekerja di sektor pertanian. Tidak berlebihan untuk dikatakan bahwa kemiskinan petani pasti sangat berhubungan dengan struktur dan tingkah laku pasar beras. Perikanan dan Kehutanan (RPPK). saat ini pasar gabah dan pasar beras yang tidak terintegrasi secara vertikal sangat kontras dengan kinerja integrasi pasar pada masa Orde Baru. dari tingkat pusat sampai tingkat daerah.co. Pasalnya. Debat akademik.8 juta orang miskin tinggal di pedesaan.id/detailberita-10380643. paket-paket program pengentasan kemiskinan bagi masyarakat nelayan pun lebih banyak berorientasi pada peningkatan produksi melalui stimulan modal usaha berbunga rendah daripada untuk tujuan pendistribusian kesejahteraan (we/fare equity). sebelum diadopsi pemerintah menjadi rekomendasi kebijakan. dan universitas atau perguruan tinggi yang tersebar dari Aceh sampai Papua. studi itu menunjukkan pasar beras semakin tidak terintegrasi secara horizontal menurut daerah pasca-1998.html REVITALISASI PERIKANAN UNTUK KESEJAHTERAAN NELAYAN 09 Dec 2009 y y Business News Nasional Jakarta. namun dibalik itu tujuan yang sebenarnya adalah untuk meningkatkan angka-angka produksi demi kepentingan ekspor dan perolehan devisa negara. tidak mungkin tidak menerjemahkan strategi propertumbuhan revitalisasi pertanian itu menjadi langkah kebijakan lebih konkret. Revitalisasi Perikanan justru lebih banyak dinikmati kalangan industri dan pedagang. sebanyak 24. 8 Desember 2009 (Business News) Sejak Juni 2005. lembaga studi di dalam negeri. Sebagian besar petani hanya menguasai lahan di bawah 0. penyelundupan yang makin marak. Fenomena kemiskinan di sektor pertanian lebih banyak berhubungan dengan struktur dan pola kepemilikan lahan. Dalam analisis lain. Namun setelah program tersebut berjalan selama hampir lima tahun. dan lalu lintas barang yang tidak lancar akibat dari hambatan peraturan daerah. Studi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) terbaru (2006) menunjukkan. studi sejenis dan pembahasan terhadap hasil studi kemiskinan Bank Dunia masih harus dilanjutkan. belum mampu merasakan manfaat dari program Revitalisasi Perikanan tersebut Alih alih untuk tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan. Pemerintahan yang rasional tentu akan mempertimbangkan juga studi dan rekomendasi perubahan kebijakan dari peneliti Indonesia. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mencanangkan program pembangunan perikanan yang terangkum dalam Revitalisasi Pertanian. dan sisanya di sektor nonpertanian. para pemangku kepentingan (stakeholders) disektor perikanan. program Revitalisasi Perikanan yang berjalan saat ini lebih difokuskan pada peningkatan hasil produksi (tangkapan) perikanan dalam rangka mengejar angka-angka pertumbuhan ekonomi. maka Revitalisasi . terutama sejak diterapkannya pasar bebas seperti disarankan Dana Moneter In ternasional. Segmentasi pasar beras terjadi akibat sarana infrastruktur yang kurang baik. khususnya para nelayan.1 juta orang miskin di Indonesia. sedangkan 14. Meski tujuan bantuan permodalan dan teknologi yang diberikan pemerintah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan.

Ini mengingat peningkatan produksi perikanan belum tentu diikuti oieh pemekaran pangsa pasar. Jika demikian. Sistem pemerintahan yang terdesentralisasi telah memposisikan kepala daerah sebagai "raja-raja kecil". Bantuan tersebut selain harus melalui prosedur sederhana. hal yang tidak kalah penting dalam memberdayakan nelayan. Pertama. Kedua. koordinasi antar institusi negara yang terlibat dalam Revitalisasi Perikanan juga masih menyisakan permasalahan. sehingga banyak peraturan perundangundangan yang tumpang tindih di sektor ini. Peningkatan pendapatan masyarakat nelayan telah menjadi salah satu program 100 hari DKP. Jika hal tersebut dibiarkan. untuk data perikanan tangkap. sinkronisasi peraturan dan koordinasi institusi. maka dikhawatirkan terjadi over-fishingyang justru akan mengukuhkan kemiskinan nelayan. sehingga apa yang disuluhkan benar-benar bermanfaat dan bisa diaplikasikan. rendahnya tingkat teknologi penangkapan. kecilnya skala usaha. maka pembangunan perikanan melalui Revitalisasi Perikanan tidak akan pernah tercapai. ketidakberdayaan dalam bargaining position dengan pihak lain. Akibatnya. Yang penting dilakukan untuk memberdayakan nelayan sekaligus meningkatkan kesejahteraannya dengan antara lain. dikhawatirkan dapat berakibat selain semakin rusaknya lingkungan pesisir laut. Misalnya. khususnya anak-anak dan generasi muda adalah perlunya pemerintah mendirikan sekolah-sekolah di lingkungan tempat tinggal nelayan. Beberapa hal yang harus dilakukan demi terciptanya Revitalisasi Perikanan. Ironisnya. Sejauh ini nelayan senantiasa dijadikan tumbal pembangunan akibat ketidakberdayaan mereka terlibat dalam penyusunan pembuatan kebijakan yang akan dilaksanakan di wilayah pesisir dan laut. adalah melakukan pemberdayaan terhadap nelayan.Jika kalangan industri didahulukan daripada nelayan. Departemen Kelautan Perikanan (DKP) mencatat. lemahnya kelayakan data lahan dikhawatirkan akan menciptakan tambak tambak idle yang semakin menambah dan melengkapi data kerusakan lahan di sekitar pesisir.Bagaimana memutuskan suatu kebijakan pembangunan perikanan secara tepat. bukannya kalangan industri. sumber daya perikanannya juga akan semakin berkurang. membenahi data -data perikanan Indonesia. Hal ini sangat penting untuk lebih meningkatkan kemampuan dan kemandirian nelayan. Kelautan dan perikanan merupakan multi sektor dan lintas departemen.Perikanan tidak harus menuntut atau memfokuskan diri pada peningkatan volume atau produksi hasil tangkapan ikan secara besar-besaran. diperlukan strategi kebijakan pembangunan yang efektif dan komprehensif. kalau data perikanannya saja lemah. padahal jumlah nelayan justru terus bertambah banyak. Pembinaan dan penyuluhan yang diberikan kepada nelayan harus disesuaikan dengan kebutuhan. maka pelaku utama yang harus diperhatikan dan menjadi prioritas pembangunan adalah masyarakat nelayan. menjadikan masyarakat nelayan sebagai masyarakat penerima (objek pembangunan). Keempat memahami permasalahan mendasar perikanan. apabila data yang tersedia tidak akurat. Begitu juga dengan data perikanan budi daya. Faktor-faktor penyebab kemiskinan nelayan sangat kompleks.Ketika berbicara mengenai Revitalisasi Perikanan. hingga saat ini. sehingga dengan seenaknya membuat aturan sendiri-sendiri yang dapat menghambat jalannya program. sehingga mereka bisa mengembangkan usaha seperti yang diharapkan. Selain pengetahuan praktis seperti penanganan pasca panen dan pengolahan hasil laut. yang harus dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad beserta jajaran dibawahnya. memberikan bantuan permodalan dan sarana kerja yang memadai. Hal yang tidak kalah penting adalah perlunya dilakukan rehabilitasi lingkungan pesisir yang rusak. pembenahan terhadap Perda-perda yang hanya mengejar PAD semata. beberapa faktor yang menyebabkan kemiskinan nelayan yaitu. Adapun kalangan industri berperan dalam mendukung fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat nelayan. Ketiga. juga bunganya harus lebih rendah dari yang diberikan tengkulak agar nelayan itu bisa lepas dari jeratan tengkulak. Hal yang sangat urgen sekarang ini. belum efisiennya sistem pemasaran hasil ikan dan status nelayan yang sebagian besar adalah buruh. karena permasalahan mendasar dari perikanan adalah kemiskinan yang melilit masyarakat nelayan itu sendiri. baik dari pendekatan struktural maupun kultural. sehingga mereka tetap dapat mengikuti .

halaman 1). diharapkan dalam waktu tidak terlalu lama para nelayan tradisional yang serba kekurangan bisa naik kelas menjadi nelayan modern seperti yang diharapkan. misalnya dalam diskusi tentang kebijakan perberasan akhir-akhir ini (lihat tulisan Bustanul Arifin di KOMPAS. Padahal untuk meningkatkan produktivitas. Bila bagian SASARAN pada Bab 19 dicermati. yakni meningkatkan kesejahteraan sebagian besar rakyat dan menciptakan landasan yang kokoh bagi pembangunan ekonomi (halaman 68).S. harapan akan adanya peningkatan kesejahteraan dan kemampuan nelayan pun akan semakin nyata. Agak melegakan bahwa dari delapan tujuan dan sasaran Gerakan ini yang menempati urutan pertama adalah meningkatkan ni ai tambah hasil l . penilaian media massa terhadap kinerja seratus hari pertama Kabinet Indonesia Bersatu cenderung kurang menggembirakan. kesan kuat yang muncul adalah bahwa visi meningkatkan kesejahteraan sebagian besar rakyat yang semestinya berfokus pada kesejahteraan petani dan keluarganya telah bergeser menjadi meningkatkan produktivitas sektor pertanian.or. maka program wajib belajar di lingkungan nelayan pun bisa tercapai. Akibat dari cara pandang ini sudah mulai bisa ditengarai. Secara resmi upaya merevitalisasi pertanian dan pedesaan tertuang dalam Visi. Isyarat itu semakin terungkap dari topik yang dipilih SBY untuk disertasinya yang berjudul Pembangunan Pertanian sebagai Upaya Mengatasi Kemiskinan dan Pengangguran: Analisis EkonomiPolitik Kebijakan Fiskal. Departemen Pertanian tidak terkecuali. 21 August 2008 16:19 Niat untuk merevitalisasi peranan sektor pertanian dalam pembangunan perekonomian nasional sudah diisyaratkan oleh duet Yudhoyono-Kalla (SBY-JK) sejak masa kampanye menjelang pemilu kepresidenan yang lalu.pelajaran di sekolah sebagaimana anak-anak seusia mereka lainnya. Jika saja peningkatan kemampuan sumber daya manusia nelayan Ini bisa dilaksanakan m elalui program yang baik. Kalau saja upaya pemberdayaan di atas dapat dilakukan. tiap faktor produksi harus didayagunakan seefisien mungkin (= memproduksi sejumlah tertentu dengan biaya serendah-rendahnya). Pada tanggal 2 Maret 2005 Menteri Pertanian mempresentasikan makalah yang berjudul Revitalisasi Pertanian melalui Industrialisasi Pedesaan dalam sebuah acara di Lemhannas. Tercetus dalam presentasi itu gagasan GERINDA 2020 (Gerakan Industrialisasi Pertanian di Pedesaan). Petani diperankan menjadi sekadar salah satu faktor produksi. Rencana revitalisasi pertanian dan pedesaan dijabarkan dalam Bab 19 dan 25. dan Program Kepresidenan tersebut di atas. Misi. konsisten dan berkesinambungan. Walaupun dapat dipahami bahwa Program 100 Hari kabinet mana pun sangat sulit menghasilkan sesuatu yang konkret. 14 Maret 2005. Jakarta.brighten. Priyarsono Thursday. dan Program Kepresidenan SBY-JK yang disampaikan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 10 Mei 2004. Pergeseran demikian menjadikan kesejahteraan petani bukan lagi tujuan utama. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2004-2009 yang disiapkan oleh para menteri Kabinet Indonesia Bersatu dimaksudkan untuk menguraikan Visi.php?option=com_content&view=article&id=61&joscclean=1&comment_id=4 REVITALISASI PERTANIAN: MULAI DARI MANA? Written by D. Dalam dokumen itu disebutkan bahwa revitalisasi pertanian dan pedesaan diarahkan untuk memperbaiki dua hal sekaligus. Di sisi lain. ( ST) http://www. Misi.id/index. banyak rencananya yang oleh media massa dinilai masih mengawang-awang selama kurun waktu tersebut.

(2) penggiatan sektor riil untuk menciptakan kesempatan kerja. sesungguhnya di Indonesia terdapat potensi ekonomi yang selama ini belum termanfaatkan yang sangat besar. Di luar itu semua masih ada lebih dari 28 juta hektar lahan sawah. Khusus untuk sektor pertanian. maka biaya produksi bisa ditekan hingga mencapai kelayakan ekonomis. tidak terlalu banyak membutuhkan kucuran dana investasi serta sumberdaya lainnya. Tidak tampak rencana strategi untuk memastikan keterkaitan antarindustri ke depan maupun ke belakang yang dapat menjamin terciptanya dampak pengganda (multiplier effects) untuk percepatan pertumbuhan ekonomi yang memperluas kesempatan kerja dan pada gilirannya mengurangi kemiskinan di pedesaan. misalnya lahan rawa gambut. Katakanlah pemerintah mampu mengubah 10% saja dari lahan rawa gambut itu menjadi produktif. Suwardi. Manfaat totalnya dapat lebih besar lagi bila dampak pengganda yang ditimbulkannya turut diperhitungkan. Persepsi kaum pebisnis internasional terhadap keadaan dalam negeri Indonesia masih belum begitu menggembirakan untuk upaya percepatan penanaman modal baru. dan lain-lain yang diterlantarkan. Produksi beras nasional pun dapat meningkat secara signifikan (lihat Gambar 1 dan 2). menciptakan kesempatan kerja. Mulai dari mana? Dalam berbagai kesempatan Presiden Yudhoyono menegaskan triple track strategy untuk pembangunan perekonomian nasional. yakni mendorong pertumbuhan ekonomi. dan anggap bahwa sebuah keluarga dengan lima orang anggota dapat ditopang hidupnya dengan dua hektar sawah produktif. maka upaya pemerintah itu mampu mengurangi jumlah orang miskin sebanyak lima juta jiwa. . tegalan. dan mengurangi kemiskinan. Kebijakan revitalisasi pertanian melalui industrialisasi pedesaan terkesan direduksi menjadi kebijakan pembangunan pengolahan hasil pertanian (halaman 10). Sementara itu di pihak lain kapasitas pendanaan serta ketersediaan berbagai sumberdaya yang dapat dikendalikan pemerintah pada saat ini relatif sangat terbatas. 2005) mengidentifikasi bahwa di Indonesia terdapat 20 juta hektar lahan rawa gambut. yakni (1) pertumbuhan ekonomi yang dipacu oleh peningkatan investasi dan ekspor.pertanian dan dinikmati oleh keluarga dalam masyarakat pedesaan. Ruang manuver untuk kebijakan fiskal tidaklah sangat lapang untuk dapat menggenjot kegiatan ekonomi. Studi yang menggunakan tiga hektar lahan percobaan itu juga berhasil menemukan teknologi baru yang bisa mengubah lahan yang sama sekali tidak produktif menjadi lahan sawah dengan produktivitas 4-5 ton gabah kering panen per hektar. jadi belum dapat diharapkan terwujud dalam lima tahun mendatang ini. dan kawankawan (dosen-dosen IPB yang tergabung dalam Yayasan Properlink Darma. 2005) mengidentifikasi adanya lebih dari 63 juta hektar hutan berstatus HPH dan lebih dari 2.2 juta hektar. namun di pihak lain harus sangat efektif mendukung triple track strategy tersebut. yakni lahan yang belum tergarap dan lahan yang memang diterlantarkan. Di sinilah pemerintah diharapkan berperanan menjadi lokomotif yang mampu men-scale-up dari aras eksperimen ke aras lapangan yang layak secara ekonomis. Lahan yang belum tergarap pada umumnya dianggap tidak layak secara agronomis karena sifat tanahnya yang tidak cocok untuk budidaya pertanian. Mencermati berbagai kendala tersebut. Studi Furukawa. percepatan pembangunan perekonomian nasional perlu lebih terfokus pada potensi-potensi ekonomi yang selama ini belum didayagunakan. Yang agak mencemaskan dari makalah presentasi tersebut adalah ketidakjelasan hubungan antara tujuan dan sasaran yang ditetapkan dengan strategi yang direncanakan untuk mencapai tujuan dan sasaran tersebut. Namun temuan sementara menunjukkan bahwa bila skala produksinya cukup besar. Studi Soetarto dan kawan-kawan (Brighten Institute.9 juta hutan berstatus HTI yang terlantar. Adapun lahan yang terlantar umumnya menjadi demikian oleh karena kelalaian pemiliknya. Memang studi itu belum tuntas melaporkan kelayakan ekonomisnya. Sementara itu lahan perkebunan berstatus HGU yang terlantar ditengarai melebihi luas 1. dan (3) revitalisasi pertanian dan pedesaan untuk mengurangi kemiskinan. Ini belum lagi memperhitungkan lahan-lahan milik negara yang terlantar. Dikatakan agak dan bukannya sangat karena tujuan itu ditetapkan untuk tahun 2020. tidak berbeda dengan produktivitas sawah beririgasi pada umumnya. atau karena kepemilikannya yang kurang jelas akibat adanya persengketaan.

sesungguhnya Indonesia masih mempunyai banyak potensi yang jika digarap dengan biaya yang relatif sedikit saja bisa menghasilkan sesuatu yang sangat signifikan bag i pembangunan perekonomian nasional. dan pada saat yang sama memacu pertumbuhan ekonomi. Sumatra menunjukkan bahwa setiap hektar perkebunan sawit membutuhkan tenaga kerja sebanyak 0. Bogor Tulisan ini adalah opini pribadi.S. peranannya dalam perekonomian Indonesia menjadi semakin signifikan. Bila ditekuni dengan baik. lelah Sambil berlari sang bocah hampiri bapak Tagih janji yang dipesan ketika pergi Sementara istrinya hanya memandang Dengan senyum pasti Selintas terlintas Hutang-hutang yang membelit Sang bocah tak perduli .php?option=com_content&view=article&id=79:hari-nelayan-6-april-kemiskinan-yangmenjerat-&catid=43:berita-bumi&Itemid=114 Hari Nelayan 6 April : Kemiskinan Yang Menjerat Written by Eti Wahyuni Monday.35 orang. 22 Maret 2005 D.id/index.Lahan hutan yang terlantar sesungguhnya sebagian dapat dikonversi menjadi lahan perkebunan yang produktif.or.1 juta tenaga kerja. Katakanlah pemerintah mampu mengubah 10% saja dari lahan terlantar tersebut menjadi perkebunan sawit. maka upaya itu dapat menciptakan lapangan kerja baru untuk lebih dari 2. Apalagi jika Indonesia berhasil mengembangkan industri hilir untuk produk ini. misalnya untuk budidaya sawit. Prospek pasar produk ini juga sangat cerah (lihat Gambar 3 dan 4). Pengamatan di P. Priyarsono adalah Scholar pada Brighten Institute dan Dosen pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB. Demikianlah beberapa contoh potensi besar yang bila digarap dapat memberikan hasil yang luar biasa baik dalam upaya pengurangan kemiskinan. http://mitrafm. memperluas kesempatan kerja. 30 March 2009 02:32 Bocah telanjang dada di pesisir Tunggu kembalinya bapak tercinta Yang pergi tebarkan jala disana Berjuang di atas perahu tunggakan KUD Ibu dengan kebaya yang kemarin Setia dari balik dapur menanti Suaminya yang seminggu pergi Tinggalkan rumah Tinggalkan sejengkal harapan Langkah waktu lamban Bagai kura-kura Ikan yang datang mimpi Siang ganti malam tetap sabar Suami pun pulang. Bogor. Adapun permintaan pasar dunia akan produk sawit saat ini sangat besar dengan harga yang sangat bagus pula.

Sengaja saya tuliskan versi lengkapnya. kecilnya skala usaha. Kenaikan harga ikan yang akhir-akhir ini terjadi ternyata tidak banyak pengaruhnya terhadap nelayan.. Satu hari seorang nelayan berpenghasilan antara Rp 20. Diupah melalui sistem bagi hasil dengan pemilik alat produksi atau disebut toke. Yang lebih banyak adalah buruh nelayan. Hidup di pinggiran laut dengan sanitasi yang buruk. Dan memang begitulah faktanya. Sepanjang itu. dituturkan Edy Suntoro dari Departemen Pertanian menjadikan nelayan terjerat dalam beberapa persoalan yaitu. masa paceklik ikan seolah berlangsung sepanjang tahun dan hasil tangkapan nelayan kecil menjadi menurun drastis. Serdang Bedagai dan pesisir Langkat. belum efisiennya sistem pemasaran hasil ikan dan status nelayan yang sebagian besar adalah buruh. sektor nelayan sebenarnya memberikan devisa yang cukup besar. ketika gambaran kehidupan nelayan yang sangat miskin dan terbelakang.Menangis keras tetap tagih janji Perahu tunggakan KUD belum terbayar Belum lagi tagihan rentenir seberang jalan Nelayan kecil hasil kecil nasibmu kecil Terjerat jala dihantam kerasnya gelombang Perahu tunggakan KUD belum terbayar Hitam. Nasib nelayan yang dilolongkan Iwan Fals dalam lagu berjudul Nelayan di atas rasanya bisa sedikit memberikan gambaran kehidupan nelayan kecil. di pihak lain. Kenaikan harga BBM berarti adalah juga kenaikan biaya produksi. beberapa faktor yang menyebabkan kemiskinan nelayan yaitu. tetapi tetap saja pinggiran laut yang menjadi wilayah tangkapan nelayan tradisional ikut digarap pukat trawl yang umumnya adalah nelayan pengusaha dengan modal yang tidak sedikit..hidup Mungkin tidak banyak yang tahu. kondisi nelayan tradisional tersebut tidak saja dialami para orang tua nelayan yang . Dengan pendapatan rendah. Ancaman marginalisasi ini semakin memuncak disebabkan ancaman pukat harimau (nelayan Belawan menyebutnya. rendahnya tingkat teknologi penangkapan.000. Departemen Perikanan mencatat. Pei) di tengah laut. nelayan sulit meningkatkan kemampuan dan kemandiriannya. ternyata jumlah nelayan yang memiliki alat produksi berupa perahu dan jala itu sangat sedikit. Saat ini persoalan nelayan masih harus ditambahi lagi dengan cuaca yang tidak menentu selama tiga hingga empat tahun terakhir. Kendati telah ada aturan yang menetapkan pukat trawl memiliki zona sendiri untuk operasionalnya. Sangat ironis. Sementara hasil tangkapan sudah pasti tidak mengalami peningkatan. Sementara tuntutan kehidupan begitu tinggi. Terumbu karang rusak dan yang lebih ironis adalah. seperti Belawan. Mereka tetap saja terbelakang. Operasional pukat trawl dan limbah industri yang mengalir jauh dari hulu dan berkumpul di laut telah mengancam populasi hasil laut dan pada akhirnya kehidupan nelayan tradisionallah yang menjadi taruhannya. Ketika saya menelusuri sejumlah kampung-kampung nelayan. tanggal 6 April itu diperingati sebagai hari apa? Saya sendiri baru mengetahui kalau ternyata pada hari itu diperingati sebagai Hari Nelayan. Ironisnya. Momentum ini barangkali menjadi saat yang tepat untuk sekedar berempati dengan nasib para nelayan yang hingga saat ini masih termarginalkan. Harga BBM turut menambah daftar panjang itu. dikuasai tengkulak. Segala permasalahan nelayan ini akhirnya.000 hingga Rp 30. hasil laut yang sejatinya menjadi "jatah" nelayan tradisional ikut tergasak.. karena lagu itu menceritakan sebuah balada serang nelayan kecil dengan beragam problematikanya serta penghasilan yang paspasan. pendidikan rendah dan hutang yang melilit pinggang.

Hal yang sangat urgen sekarang ini adalah melakukan pemberdayaan terhadap nelayan. memberikan bantuan permodalan dan sarana kerja yang memadai. 70% adalah nelayan tradisional yang kehidupannya masih di bawah garis kemiskinan. Di sisi lain. sehingga mereka bisa mengembangkan usaha seperti yang diharapkan. Melalui program ini diharapkan. Memang untuk mendapatkan modal dari tengkulak ini ada dua cara yakni nelayan datang kepada tengkulak untuk meminjam uang dan kedua. maka program wajib belajar di lingkungan nelayan pun bisa tercapai. Sistem kerja para tengkulak ini memang sangat rumit. harapan akan adanya peningkatan kesejahteraan dan kemampuan nelayan pun akan semakin nyata. Walaupun berbagai perhatian telah diberikan. Bayangkan saja. Hal ini sangat penting untuk lebih meningkatkan kemampuan dan kemandirian nelayan. khususnya anak-anak dan generasi muda adalah perlunya pemerintah mendirikan sekolah-sekolah di lingkungan tempat tinggal nelayan. tetapi anak-anak mereka pun tidak sedikit yang mengalaminya. Revitalisasi Perikanan Kalau Revitalisasi Perikanan telah dicanangkan saat SBY baru saja menduduki kursi Presiden. Melalui program ini. Kalau saja upaya pemberdayaan di atas dapat dilakukan. sumber daya perikanannya juga akan semakin berkurang. Bantuan tersebut selain harus melalui prosedur sederhana.namun hingga kini masih banyak yang mempertanyakan konsistensinya . dari keseluruhan jumlah tersebut. diharapkan dalam waktu tidak terlalu lama para nelayan tradisional yang serba kekurangan bisa naik kelas menjadi nelayan modern seperti yang diharapkan. serta mengoptimalkan operasional unit usaha pengolahan ikan dalam negeri. Pembinaan dan penyuluhan yang diberikan kepada nelayan harus disesuaikan dengan kebutuhan. sumber daya alam yang selama ini menjadi mata .000 yang tersebar di 13 kabupaten/kota adalah juga merupakan daerah yang sangat mengharapkan adanya program-progam yang lebih ril untuk pemberdayaan. Hal yang tidak kalah penting adalah perlunya dilakukan rehabilitasi lingkungan pesisir yang rusak. di satu sisi memberikan benturan modal sehingga nelayan dapat melaut namun di sisi lain juga menetapkan persyaratan yang dampaknya mencekik batang leher para nelayan. dampaknya hingga kini belum banyak dirasakan nelayan tradisional. sehingga apa yang disuluhkan benar-benar bermanfaat dan bisa diaplikasikan. konsisten dan berkesinambungan. Para nelayan mengakui peranan tengkulak dalam kehidupan tengkulak dalam kehidupan nelayan sangat dominan bahkan terkesan telah mengendalikannya secara semena-mena oleh karena nelayan tidak lagi dapat merasakan kepuasan dari pekerjaannya sebab terikat dengan peraturan yang ditetapkan tengkulak. Selain pengetahuan praktis seperti penanganan pascapanen dan pengolahan hasil laut. Sumatera Utara dengan jumlah nelayan sekitar 320. padahal jumlah nelayan justru terus bertambah banyak.notabene sudah puluhan tahun menjadi nelayan. pemerintah berkomitmen untuk memfokuskan revitalisasi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi berupa berbagai kegiatan usaha bidang penangkapan ikan dan budidaya perikanan. Jika hal tersebut dibiarkan. . sehingga mereka tetap dapat mengikuti pelajaran di sekolah sebagaimana anak-anak seusia mereka lainnya. Yang penting dilakukan untuk memberdayakan nelayan sekaligus meningkatkan kesejahteraannya dengan antara lain. dikhawatirkan dapat berakibat selain semakin rusaknya lingkungan pesisir laut. Program itu juga diharapkan bisa menciptakan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru berupa pemanfaatan peluang usaha perikanan yang masih memiliki prospek cerah di masa yang akan datang. hal yang tidak kalah penting dalam memberdayakan nelayan. Jika saja peningkatan kemampuan sumber daya manusia nelayan ini bisa dilaksanakan melalui program yang baik. tengkulak tersebut yang mengumpulkan para nelayan agar menerima bantuan modal. juga bunganya harus lebih rendah dari yang diberikan tengkulak agar nelayan itu bisa lepas dari jeratan tengkulak.program Revitalisasi Perikanan rencananya akan dijalankan hingga 2009.

Alasannya. mereka harus menyediakan sendiri bibit. Dari sisi pembiayaan. serta kehutanan. Belum lagi adanya persaingan harga yang tidak fair karena p ertanian di negara-negara maju disubsidi. Angka kemiskinan dan pengangguran justru terus meningkat. Itu tercermin pada kehidupan petani yang semakin memburuk. Visi pemerintah sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat. tertinggal. Sedangkan revitalisasi pertanian. Per Juli 2006. miskin. agar kehidupan nelayan tidak terus menerus dalam lingkaran kemiskinan yang menjerat. perkebunan. Presiden menyampaikan pidato kenegaraan pada Agustus 2005 dan Agustus 2006. kita tunggu komitmen dan konsistensi pemerintah. produksi nasional dan ekspor belum tumbuh signifikan. khususnya di sektor pertanian. Last Updated on Thursday. perikanan. nilai tambah (value added) yang diciptakan relatif rendah karena komoditas yeng diekspor lebih banyak berupa bahan mentah. dan sarana produksi lain sehingga biaya tanam menjadi mahal. tingginya risiko. Petani adalah pihak yang dirugikan karena mereka tidak berdaya. proteksi menjadi penyebab inefisiensi pertanian di negara berkembang.html Revitalisasi Sektor Pertanian Menjelang dua tahun pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu ( KIB). Sejak anggaran subsidi pemerintah menyusut. dan p erikanan belum juga sesuai dengan target. pupuk. 23 July 2009 06:59 http://aviliani. Terhambatnya pengembangan revitalisasi pertanian akibat mekanisme pasar dibiarkan membuat harga beli di tingkat petani tidak stabil. Selain itu. Padahal di negara-negara maju. perbankan masih enggan menyalurkan kredit ke sektor pertanian karena dianggap kurang layak dari sisi pengembalian. Di Indonesia sektor pertanian dan perkebunan telah lama tidak memperoleh subsidi dan penyediaan perlengkapan tanam. yang menjadi fokus adalah program pengent asan kemiskinan dan pengurangan pengangguran melalui pembangunan infrastruktur dan revitalisasi pertanian.pencaharian nelayan dikelola dengan sebaik-baiknya dan bukan hanya mengutamakan kepentingan pemodal. dan rendahnya kemampuan dalam replanting atau peremajaan. kredit perbankan di sektor pertanian dan perkebunan tidak lebih hanya 6% dari total kredit yang tersalur secara nasional.blogspot. Masalah struktural itu menyebabkan perbankan enggan menyalurkan kredit ke sektor pertanian dan perkebunan. Dalam pidato tersebut. Namun dalam perkembangannya belum terjadi perubahan mendasar di sektor pertanian sesuai harapan pemerintah. dan mereka menjualnya dengan harga mahal karena mereka menguasai pasar dan informasi. dan termarginalkan.com/2009/02/revitalisasi-sektor-pertanian. petani . Ini bukan merupakan kebijakan popular. pengumpul atau pedagang memanfaatkan situasi untuk membeli hasil petani dengan harga murah. karena hampir 70% masyarakat Indonesia bekerja di sektor pertanian. Dalam praktik. Lantas bagaimanakah program revitalisasi berakhir. Selain itu. Indonesia lebih mengikuti anjuran ekonom aliran kapitalis.

Lalu petani Uni Eropa menerima US$ 300 per hektare ( Bingsheng. 2004) seperti di negara lain (Malaysia den gan Bank Pertanian Malaysia. perlindungan petani atas b encana dan kekeringan dengan kompensasi asuransi kerugian. memperoleh lebih dari US$ 150 per hektare. bila tidak memungkinan bank-bank umum berkontribusi lebih besar pada sektor pertanian dan perkebunan. bukan sekadar stabilisasi harga. Antara lain. Dengan demikian. misalnya. juga menghindari pajak lokal melalui transfer pricing. tidak kompatibel dengan rasa kemanusiaan dan tuntutan tekno logi. memanfaatkan koperasi atau BUMN terkait s ebagai penyedia bibit.namun terbatas pada sektor energi alternatif. dan kelengkapan lain bagi petani agar tidak terjadi kelangkaan maupun stabilisasi harga pada faktor input. Dengan demikian. menekan tumbuhnya industri lokal dan memperburuk keseimbangan desa-kota. Keempat. tercipta stabilisasi pendapatan petani. Kelima. China dengan Agriculture Bank of China). Selain itu. maka diperlukan berbagai upaya. Ketiga. pupuk. Thailand dengan Bank for Agriculture and Agricultural Cooperative ( BAAC). kontribusi pajak sering lebih rendah daripada nilai fasilitas yang diberikan ( Pakpahan. Dengan begitu indikator kesehatan bank dibuat berbeda dengan bank umum lain. Seharusnya subsidi juga diberikan pada sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi komoditas unggulan berorientasi ekspor. Ini niscaya berdampak terhadap stabilitas pendapatan petani. tetapi memiliki daya saing tinggi di sektor nonmigas. anggaran bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp 4 trili un dapat dialihkan pada sektor pertanian dan perkebunan. dukungan pendanaan terkait dengan subsidi bunga yang baru dianggarkan pemerintah pada tahun 2007 sebesar Rp 1 triliun -. Mereka juga membayar upah murah.*** . Untuk perkebunan berpola perkebunan inti rakyat (PIR). 2001). Yang utama adalah kesejahteraan masyarakat sesuai amanat konstitusi harus diwujudkan. Ke depan kita tidak hanya membanggakan potensi sumber daya alam di sektor migas. Kelima. khususnya pertanian dan agroindustri. Bila pemerintah ingin berhasil dalam mengentaskan kemiskinan maupun pengangguran dan mencapai prestasi sesuai visi dan target pertumbuhan 6-7% per tahun. pertama. Kedua. pengembangan teknologi agar kualitas hasil selalu memenuhi permintaan pasar dan mampu bersaing. maka perlu didirikan bank pertanian ( Pakpahan. perusahaan multinasional sering menghambat kompetisi melalui exclusive contract dengan host governme nt. 2004). juga peningkatan daya beli masyarakat. dukungan terhadap infrastruktur pertanian dan perkebunan.memperoleh subsidi. Mereka tidak melakukan reinvestasi yang proporsional dengan keuntungan yang diperoleh. Petani AS. inti plasma dapat dikembangkan lebih baik melalui swasta dan BUMN untuk mem beli hasil (output) petani atau sebagai lembaga pasar.

alinea keempat. "Membiarkan" pertanian dan industri manufaktur tertekan. sektor pertanian dan industri manufaktur terus tertekan. jumlah penduduk miskin naik berlipat ganda menjadi 42.6 persen menjadi 29 persen. bangun pedesaan. akibat kebijakan pemerintah melonjakkanharga bahan bakar minyak pada Oktober 2005.7 persen dari jumlah penduduk. sebetulnya. Seandainya kenaikan harga-harga barang dan jasa yang menjadi acuan menghitung garis kemiskinan naik 20 persen. Jika menggunakan headcount rate sebesar 2 dollar AS sehari.2 juta jiwa bukanlah jumlah sedikit. revitalisasi sektor pertanian. Bukan sekadar etalase Masalah kemiskinan bukan sekadar etalase statistik. Benar bahwa produksi beras petani lebih kecil ketimbang kebutuhan beras setahun. jumlah penduduk miskin akan naik dari 16. apakah kita akan membiarkan keadaan yang mengarah pada zero sum game (buah simalakama) ini terus berlangsung? Kunci mengatasi persoalan kemiskinan. percayalah. . Krisis ekonomi membuat jumlah orang miskin naik tajam menjadi 50 juta jiwa atau hampir seperempat jumlah penduduk. memajukan kesejahteraan umum. ikhtiar mengatasi kemiskinan akan bersifat tambal sulam. Atau pada ucapan Bung Karno: Tidak boleh ada kemiskinan di bumi Indonesia merdeka. Harga beras lebih tinggi akan membuat sebagian petani masuk ke dalam perangkap kemiskinan absolut. Jumlah penduduk miskin sewaktu-waktu bisa melonjak kalau terjadi gejolak kenaikan harga sebagaimana terjadi berulang kali.6 persen atau 100. Sekalipun sudah menunjukkan kecenderungan menurun. Pemerintah akan cenderung menekan harga beras sehingga merugikan petani. Ditambah kenyataan penduduk yang berada di atas garis kemiskinan absolut. Jika mengutik-utik statistik. industri manufaktur kita akan maju karena pasar domestik akan menjadi andalan utama menyerap produk -produk sektor ini. Penduduk miskin yang dewasa ini sekitar 37.5 juta orang atau 17. masih jauh dari hidup sejahtera. Salah satu dari empat butirnya. Pertumbuhan kedua sektor ini terbata-bata.7 juta jiwa. Akan tetapi. Setelah itu lambat laun berkurang hingga tinggal 16 persen pada tahun 2005. tidak stabil. Tahun ini penduduk miskin kembali turun. Gambaran kemiskinan itu sangat terasa jauh dari cita-cita kemerdekaan sebagaimana termaktub di dalam Pembukaan UUD 1945. dan jauh di bawah potensi. Kalau muncul gelagat harga beras naik.6 persen. yakni tahun 2006. menjadi 16. Dalam 10 tahun terakhir. hanya sekali saja jumlah dan persentase penduduk miskin meningkat. Pemerintah akan lebih sibuk mengamankan harga beras karena pengeluaran untuk beras penentu utama dalam perhitungan garis kemiskinan. kemajuan memerangi kemiskinan sangat lambat. Selama pemerintahan SBY-JK. Dengan meningkatkan daya beli dan kesejahteraan mayoritas penduduk yang berada di sektor pertanian dan pedesaan.ANALISIS EKONOMI Faisal Basri Tantangan Baru Perangi Kemiskinan Pada tahun 1996 jumlah penduduk miskin tercatat 34. pemerintah dengan sigap membuka keran impor.

Harga-harga sejumlah komoditas berlomba melahirkan rekor-rekor baru. Memajukan kesejahteraan umum yang lebih merata bukanlah lamunan para pendiri bangsa. Di sini laju inflasi hanya sekitar 2 persen. hampir tanpa kecuali. Produk pertanian apa saja yang kita telah dan akan kembangkan niscaya bakal relatif mudah terserap di pasar domestik maupun internasional. kita bisa mewujudkan negara industri. Jika tidak. permintaan meningkat lebih cepat karena sebagian komoditas tersebut diserap untuk men ghasilkan bahan bakar nabati. pemerintah makin kerap memberikan insentif kepada sektor jasa. Di Vietnam lebih tinggi. terutama keuangan. Misalnya. kebijakan yang dibiaskan bagi pro-poor. Dunia menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Negara-negara yang tidak meninggalkan sektor pertanian bernasib lebih baik. misalnya. Berbekal penguatan sektor pertanian. laju inflasinya masih di bawah 3 persen. harga-harga makanan yang mencapai 18. Banting setir Kini tiba saatnya banting setir. Thailand. Harga-harga komoditas melambung. Cadangan jagung dan kedelai juga menipis. Dalam empat tahun terakhir. yang kian tak mengemuka sejak 2002. paket insentif oleh Bank Indonesia bagi perbankan yang berkonsolidasi. insentif pajak bagi perusahaan yang masuk bursa. S inyalemen ini bertambah kuat jika kita mengamati. Kita memiliki potensi yang jauh lebih lengkap ketimbang negara tetangga yang sejauh ini lebih beruntung. ketimpangan kian menganga.376 (2007). Penurunan stok dan meningkatnya kelangkaan sejumlah komoditas di kebanyakan negara Asia berpotensi menciptakan gelombang guncangan harga baru di tahun 2008. Sebaliknya. mampu meredam laju inflasi di tengah menggilanya harga minyak.pemerintah sebetulnya secara tidak langsung menerapkan kebijakan yang tidak prorakyat miskin. meski bukan produsen dan pengekspor minyak. Kita tidak menentang upaya-upaya ini. Departemen Pertanian Amerika Serikat baru saja mengeluarkan laporan. Yang kita tuntut. menembus dua digit. Negara lain yang memanfaatkan sumber daya alam lebih bijak ialah Filipina. Menjelang tutup tahun. dari 0. kembali muncul dan tak boleh lagi kita sia-siakan. koefisien gini yang mengukur tingkat ketimpangan pendapatan terus naik.(Kompas. cadangan gandum mencapai titik terendah dalam 60 tahun terakhir. "setruman" kenaikan harga pangan mulai menuai korban. untuk kesekian kali. 14 Desember 2007).2 persen. Pemicunya. Kitalah yang abai mewujudkannya. Momentum baru. Laju inflasi di China hampir menembus 7 persen. tertinggi dalam 11 tahun.341 (tahun 2003) menjadi 0. Di negara yang perekonomiannya belum menunjukkan penguatan fundamental. e-ti *** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia) . Kemerosotan produksi karena gagal panen akibat fenomena pemanasan global terjadi di hampir semua benua.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->