PANCASILA Ideologi, falsafah, dasar erat kaitanya dengan kepribadian, jiwa dan pandangan hidup bangsa dalam menjalankan

kehidupana sebagai makhluk tuhan ataupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Setiap bangsa memilki ideologi, falsafah dan dasar negara yang tertulis atau pun tidak tertulis dan di jadikan dasar, landasn dalam pengaturan kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga membedakan ideologi suatu bangsa dengan bangsa lain. Di Indonesia kita mengetahui bahwa ideologi, dasar, dan palsaafh kita adalah PANCASILA yang di jadikan dasar dalam membuat peraturan, maupun hukum serta merupakan kepribadian dan jiwa bangsa. Tujuan di berikanya tugas PANCASILA ini agar mahasiswa dapat memahami makna dan maksud dari setiap pancasiaa sebagai dasar, faslasah, ideologi, pandangan hidup serat jiwa dan kepribadian bangsa. Selain itu juga mahasiswa dapat menjaga pancasila yang merupakan filter masuknya budaya dari luar yang tidak sesuai dengan budaya bangsa. Kedudukan dan Fungsi – fungsi Pancasila 1. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Indonesia : Ideoligi berasal dari kata “Idea” yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita – cita dan logos yang berarti ilmu jadi Ideologi dapat diartikan adalah Ilmu pengeertian – pengertian dasar. Dengan demikian Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dimana pada hakekatnya Pancasila merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau kelompok orang sebagaimana ideologi – ideologi lain di dunia, namun Pancasila di angkat atau di ambil dari nilai-nilai adat-istiadat, kebudayaan serta religius yang terdapat

Teori Kesulitan Sosial yaitu Ideologi yang lahir dari hal – hal yang tidak di sadari.Dr. 1. 4. Ciri khas Ideologi tertutup : . sebagainpola jawaban terhadap kesulitan – kesulitan yang timbul dari masyarakat. Teori Kebenaran yaitu usaha kebenaran dapat diwujudkan dengan usaha politik. guru besar dalam political Science pada Chicago University dalam bukunya Modern Political/”Idologies and Atitudes \”(Culture) membagi 4 teori mengenai Ideologi yaitu : 1.Wiliam T.a Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup Ideologi Terbuka merupakan suatu sistem pemikiran terbuka sedangkan ideologi tertutup merupakan suatu sistem pemikiran tertutup.dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara sebelum membentuk suatu negara. dengan kata lain pancasila merupakan bahan yang di angkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia. 2. Teori Kesulitan Kultural yaitu ideologi yang timbul karena hal -hal yang menyangkut hubungan perasaan dan arti hidup(Sentiment and Meaning). 3.Blum PhD. Teori Kepentingan yaitu ideologi itu bersifat kejiwaan yang bisa di selidiki dan di jelaskan. Dalam upaya actualisasi ideologi melalui kegiatan pandangan hidup yang akhirnya akan menciptakan jati diri bangsa yang merupakan identitas dan kepribadian bangsa serta sebagai manifiestasi ideologi yang telah berakar kuat menjadi\”Pandangan Hidup”. Berbicara tentang ideologi yang menjadi rujukan pandangan hidup Negara Prof.

Hal ini berarti demi ideologi masyarakat harus berkorban untuk menilai kepercayaan ideologi dan kesetiaannya sebagai warga masyarakat. Ciri khas ideologi terbuka : 1. sehingga filsafat telah menjelma menjadi ideologi. 3.1. 1. tentang makna hidup dan sebagai dasar dan pedoman dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. manusia. tidak diciptakan oleh negara melainkan digali dan ditemukan masyarakat itu sendiri. Jadi ideologi tertutup bersifat totaliter dan menyangkut segala segi kehidupan. masyarakat. bangsa dan negara. kepribadiannya di dalam ideologi tersebut. melainkan digali dan diambil dari suatu kekayaan rohani. ideologi itu bukan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat. moral dan budaya masyarakat itu sendiri. Jadi ideologi terbuka adalah milik seluruh rakyat dan masyarakat dalam menemukan dirinya. melainkan citacita satu kelompok orang yang mendasari suatu program untuk mengubah dan membaharui masyarakat. dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang. . nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar. melainkan hasil musyawarah. Menjadi operasional ketika sudah dijabarkan ke dalam perangkat peraturan perundangan. Isinya bukan hanya berupa nilai-nilai dan cita-cita tertentu melainkan terdiri dari tuntutan-tuntutan konkret dan operasional yang keras. 2. 2. Dengan demikian filsafat telah menjadi suatu sistem cita-cita/keyakinan-keyakinan yang telah menyangkut praksis karena dijadikan landasan cara hidup manusia/masyarakat. 4. Isinya tidak operasional.b Hubungan filsafat dan Ideologi Filsafat sebagai pandangan hidup merupakan sistem nilai yang diyakini kebenarannya sehingga dijadikan dasar atau pedoman dalam memandang realitas alam semesta.

yaitu nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pancasila yang bersifat sistematis dan rasional yaitu hakikat nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila.c Pancasila sebagai Ideologi Terbuka Pancasila sebagai ideologi terbuka maksudnya adalah Pancasila bersifat aktual. dinamis. Dimensi idealistis. antisipatif dan senantiasa mampu menyesuaikan dengan perkembangan jaman. barat dan sebagainya. Dimensi normatif. sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945. Dimensi realistis. dan sekaligus praksis karena menyangkut operasionalisasi. Ketuhanan yang Maha Esa 2. Dengan kata lain kita sudah mengetahui bahwa Ideologi kita adalah PANCASILA yaitu : 1. Pancasila memiliki dimensi : 1. Kemanusiaan yang adil dan beradab . 3. 2. 1. strategi dan doktrin. Islam. Keterbukaan Pancasila dibuktikan dengan keterbukaan dalam menerima budaya asing masuk ke Indonesia selama budaya asing itu tidak melanggar nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila. Sebagai suatu ideologi terbuka. nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila perlu dijabarkan dalam suatu sistem norma. Oleh karena itu Pancasila harus dijabarkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga bersifat realistis artinya mampu dijabarkan dalam kehidupan nyata dalam berbagai bidang.Sedangkan ideologi memiliki kadar kefilsafatan karena bersifat cita-cita dan norma. Ideologi juga menyangkut hal-hal yang berdasarkan satu ajaran yang menyeluruh tentang makna dan nilai-nilai hidup bagaimana manusia harus bersikap dan bertindak. Misalnya masuknya budaya India. harus mampu mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.

weltanschauung dan juga diartikan sebagai ideologi negara (staatsidee). Dalam pengelolaan atau pengaturan kehidupan bernegara ini dilandasi oleh filsafat atau ideologi pancasila. Selain itu di dalam sila – sila terdapat butir butir sila yang merupkan nilai – nilai adat – istiadat. Pancasila Sebagai Dasar Bangsa : Setiap negara harus mempunyai dasar negara. Kuatnya fundamen negara akan menguatkan berdirinya negara itu. Negara kita Indonesia. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia Didalam sila – sila tersebut ada sila ke-4 yang menunjukan demokrasi dan sila kelima menunjukan sosialisme jadi Indonesia adalah campuran demokrati dan sosialis tapi bukan negara sosialis karena di dalam Pancasilla juga terdapat sila yang mengakui adanya tuhan YME yaitu sila-1 dan selain ketiga sila – sila tersebut juga terdapat sila ke-2 dan ke-3 yang kesemua sila tersebut terdapat ciita – cita dan tujuan Bangsa Indonesia. Mengubah fundamen. Staats fundamentele norm. beraikbat lemahnya negara tersebut. Kerapuhan fundamen suatu negara. Persatuan Indonesia 4.3. religius hidup serta indentitas bangsa Indonesia yang heterogen dan mempunyai nilai universal yang bermakna dapat di terima dan sesungguhnya dapat di terapkan di seluruh dunia. dasar. Sebagai dasar negara Indonesia. Dasar negara merupakan fundamen atau pondasi dari bangunan negara. Pancasila sering disebut sebagai dasar falsafah negara (filosofische gronslag dari negara). kebudayaan. atau ideology berarti . Fundamen negara ini harus tetap kuat dan kokoh serta tidak mungkin diubah. 2. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan 5.

Pasal-pasal Undang-Undang Dasar 1945 menggariskan ketentuan-ketentuan yang menunjukkan fungsi pancasila dalam proses penyelenggaraan kehidupan bernegara.. kemanusiaan yang adil dan beradab. pengakuan negara terhadap hak perlakuan sama dan sederajat bagi setiap manusia. negara menghendaki adanya toleransi dari masing-masing pemeluk agama dan aliran kepercayaan yang ada serta diakui eksistensinya di Indonesia. Selanjutnya ketentuan-ketentuan yang menunjukkan fungsi sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. Ketentuan-ketentuan yang menunjukkan fungsi sila Ketuhanan Yang Maha Esa. persatuan Indonesia.. serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara seperti tersebut di atas. negara Indonesia memberikan hak dan kebebasan setiap warga negara terhadap agama dan kepercayaan yang dianutnya. negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama serta untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannnya. antara lain : pengakuan negara terhadap hak bagi setiap bangsa untuk menentukan nasib sendiri. negara menghendaki agar manusia Indonesia tidak memeperlakukan sesame manusia dengan cara sewenang-wenang sebagai manifestasi sifat bangsa yang berbudaya tinggi. kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalm permusyawaratan perwakilan. Berikut ini dikemukakan ketentuan-ketentuan yang menunujukkan fungsi dari masing-masing sila pancasila dalam proses penyelenggaraan kehidupan bernegara. maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan itu dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa. yaitu: kehidupan bernegara bagi Negara Republik Indonesia berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa.mengubah eksistensi dan sifat negara. Dengan kedudukan yang istimewa tersebut. Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara yaitu Pancasila sebagai dasar dari penyelenggaraan kehidupan bernegara bagi negara Republik Indonesia. jaminan kedudukan yang sama dalam hukum dan . selanjutnya dalam proses penyelenggaraan kehidupan bernegara memiliki fungsi yang kuat pula. sesuai dengan apa yang tersurat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alenia 4 antara lain menegaskan: “…. Keutuhan negara dan bangsa bertolak dari sudut kuat atau lemahnya bangsa itu berpegang kepada dasar negaranya.

dan baru menggunakan pungutan suara terbanyak bila hal tersebut tidak dapat dilaksanakan. negara menghendaki agar setiap warga negara Indonesia mendapat perlakuan yang adil di segala bidang kehidupan. yaitu: perlindungan negara terhadp segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Yang terakhir adalah ketentuan-ketentuan yang menunjukkan fungsi sila Keadlan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. jaminan bahwa seluruh warga negara dapat memperoleh keadlan yang sama sebagai formulasi negara hokum dan bukan berdasarkan kekuasaan belaka. negara menghendaki agar kekayaan alam yang terdapat di atas dan di dalam bumi dan air Indonesia dipergunakan untuk kemakmuran rakyat banyak. antara lain: negara menghendaki agar perekonomian Indonesia berdasarkan atas azas kekeluaraan. Selanjutnya ketentuan-ketentuan yang menunjukkan fungsi sila Kerkyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawarata perwakilan. baik material maupun spiritual. negara menghendaki agar setiap warga negara Indonesia memperoleh pengajaran secara maksimal. dan negara berusaha membentuk manusia . masyarakat dan keluarga. pencanangan bahwa pemerataan pendidikan agar dapat dinikmati seluruh warga negara Indonesia menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah. perdamaian abadi dan keadilan sosial. serta penyelenggaraan kehidupan bernegara yang didasarkan atas konstitusi dan tidak bersifat absolute. penguasaan cabang-cabang produksi yang penting bagi negara serta menguasai hajat hidup orang banyak oleh negara. negara Republik Iindonesia mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang pelaksanaannya ditur berdasarkan Undang-Undang. negara mengatasi segala paham golongan dan segala paham perseorangan. Ketentuan-ketentuan yang menunjukkan fungsi sila Persatuan Indonesia. penerapan azas musyawarah dan mufakat dalam pengambilan segala keputusan dalam negara Indonesia.pemerintahan serta kewajiban menjunjung tinggi hokum dan pemerintahan yang ada bafi setiap warga negara. dan ikut melaksanakan ketertiba dunia yang berdasarkan kemerdekaan. memajukan kesejahteraan umum. serta pengakuan negara terhadap kebhineka-tunggal-ikaan dari bangsa Indonesia dan kehidupannya. yaitu: penerapan kedaulatan dalam negara Indonesia yang berada di tangan rakyat dan dilakukan oleh MPR. mencerdaskan kehidupan bangsa.

lahirlah sebuah konsepsi kenengaraan yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia. dan yang jelas tadi telah diungkapkan sebagai dasar serta falsafah negara Republik Indonesia. juga sebagai alat pemersatu dalam hidup kerukunan berbangsa. dan Ir Soekarno. Pancasila kembali diuji ketahanannya dalam era reformasi sekarang. Dan kelima. Ketuhanan Yang Maha Esa.64 tahun yang lalu. Dua. Sejarah Indonesia telah mencatat bahwa di antara tokoh perumus Pancasila itu ialah. Pancasila lahir 1 Juni 1945. Empat. baik sebagai pedoman dalam memperjuangkan kemerdekaan. Pada bulan Juni 1945. yaitu pertama ialah karena secara intrinsik dalam Pancasila itu mengandung . Kemanusiaan yang adil dan beradab. Mr Mohammad Yamin. terkecuali bagi mereka yang tidak Pancasilais. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai dasar negara. tentu Pancasila ada yang merumuskannya. serta sebagai pandangan hidup untuk kehidupan manusia Indonesia seharihari. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.Indonesia seutuhnya. Persatuan Indonesia. Dapat dikemukakan mengapa Pancasila itu sakti dan selalu dapat bertahan dari guncangan kisruh politik di negara ini. Tiga. Sebagai falsafah negara. Prof Mr Soepomo. Pancasila memang merupakan karunia terbesar dari Allah SWT dan ternyata merupakan light-star bagi segenap bangsa Indonesia di masa-masa selanjutnya. ditetapkan pada 18 Agustus 1945 bersama-sama dengan UUD 1945. Pancasila telah ada dalam segala bentuk kehidupan rakyat Indonesia. yaitu lahirnya Pancasila. Bunyi dan ucapan Pancasila yang benar berdasarkan Inpres Nomor 12 tahun 1968 adalah satu.

yakin bahwa Pancasila itu benar dan tidak bertentangan dengan keyakinan serta agamanya. dan siapa yang menantang Pancasila berarti dia menentang toleransi. Sehingga baik golongan muda maupun tua tetap meyakini Pancasila sebagai dasar negara Indonesia tanpa adanya keraguan guna memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia. karena sila-sila dari Pancasila itu terdiri dari nilai-nilai dan norma-norma yang positif sesuai dengan pandangan hidup bangsa Indonesia. menghargai. dan faham lain yang positif tersebut mempunyai keleluasaan yang cukup untuk memperkembangkan diri. Sebab yang keempat adalah. . Diktatorisme juga ditolak. Pancasila merupakan wadah yang cukup fleksibel. pasti akan ditolak oleh Pancasila. menjaga dan menjalankan apa-apa yang telah dilakukan oleh para pahlawan khususnya pahlawan proklamasi yang telah berjuang untuk kemerdekaan negara Indonesia ini. misalnya Atheisme dan segala bentuk kekafiran tak beragama akan ditolak oleh bangsa Indonesia yang bertuhan dan beragama. karena bangsa Indonesia yang sejati sangat cinta kepada Pancasila.toleransi. yang dapat mencakup faham-faham positif yang dianut oleh bangsa Indonesia. Kelonialisme juga ditolak oleh bangsa Indonesia yang cinta akan kemerdekaan. dan nilai serta norma yang bertentangan. Yang ketiga. Kedua. karena bangsa Indonesia berprikemanusiaan dan berusaha untuk berbudi luhur. Dengan demikian bahwa falsafah Pancasila sebagai dasar falsafah negara Indonesia yang harus diketahui oleh seluruh warga negara Indonesia agar menghormati.

V/MPR/1973 dan Ketetapan MPR No. juga tidak mempersatukan diri dengan golongan yang paling kuat. Maka Pancasila merupakanintelligent choice karena mengatasi keanekaragaman dalam masyarakat Indonesia dengan tetap toleran terhadap adanya perbedaan. tetapi merangkum semuanya dalam satu semboyan empiris khas Indonesia yang dinyatakan dalam seloka “Bhinneka Tunggal Ika”. Supomo: “Jika kita hendak mendirikan Negara Indonesia yang sesuai dengan keistimewaan sifat dan corak masyarakat Indonesia.IX/MPR/1978 yang menegaskan kedudukan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber dari tertib hukum di Indonesia. yakni sebagai dasar negara (philosophische grondslaag) Republik Indonesia. Memorandum DPR-GR itu disahkan pula oleh MPRS dengan Ketetapan No. Penetapan Pancasila sebagai dasar negara tak hendak menghapuskan perbedaan (indifferentism). Inilah sifat dasar Pancasila yang pertama dan utama.Dr. Dengan syarat utama sebuah bangsa menurut Ernest Renan: kehendak untuk bersatu (le desir d’etre ensemble) dan memahami Pancasila dari sejarahnya dapat diketahui bahwa Pancasila merupakan sebuah kompromi dan konsensus nasional karena memuat nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh semua golongan dan lapisan masyarakat Indonesia. melainkan mengatasi segala golongan dan segala perorangan.XX/MPRS/1966 jo. Mengenai hal itu pantaslah diingat pendapat Prof.Pengertian Pancasila sebagai dasar negara diperoleh dari alinea keempat Pembukaan UUD 1945 dan sebagaimana tertuang dalam Memorandum DPR-GR 9 Juni 1966 yang menandaskan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang telah dimurnikan dan dipadatkan oleh PPKI atas nama rakyat Indonesia menjadi dasar negara Republik Indonesia. maka Negara kita harus berdasar atas aliran pikiran Negara (Staatside) integralistik … Negara tidak mempersatukan diri dengan golongan yang terbesar dalam masyarakat. mempersatukan diri dengan segala lapisan rakyatnya …” Penetapan Pancasila sebagai dasar negara itu memberikan pengertian bahwa negara . Pancasila yang terkandung dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945 tersebut ditetapkan sebagai dasar negara pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI yang dapat dianggap sebagai penjelmaan kehendak seluruh rakyat Indonesia yang merdeka. Ketetapan MPR No.

Hamka mengatakan: “Tiap-tiap orang beragama atau percaya . Mengenai hal itu. Usaha memisahkan sila-sila dalam kesatuan yang utuh dan bulat dari Pancasila akan menyebabkan Pancasila kehilangan esensinya sebagai dasar negara. memajukan kesejahteraan umum. dan mencerdaskan kehidupan bangsa (keadilan sosial). Sebagai alasan mengapa Pancasila harus dipandang sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh ialah karena setiap sila dalam Pancasila tidak dapat diantitesiskan satu sama lain. Melanggar satu sila dan mencari pembenarannya pada sila lainnya adalah tindakan sia-sia.” Pandangan tersebut melukiskan Pancasila secara integral (utuh dan menyeluruh) sehingga merupakan penopang yang kokoh terhadap negara yang didirikan di atasnya. dipertahankan dan dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak-hak azasi semua warga bangsa Indonesia (kemanusiaan yang adil dan beradab). Oleh karena itu. Setiap sila (dasar/ azas) memiliki hubungan yang saling mengikat dan menjiwai satu sama lain sedemikian rupa hingga tidak dapat dipisahpisahkan. yaitu kesejahteraan lahir batin seluruh rakyat. mengembangkan dirinya dan mewujudkan kesejahteraannya lahir batin selengkap mungkin. agar masing-masing dapat hidup layak sebagai manusia. Dr.12 Tahun 1968 itu tersusun secara hirarkis-piramidal.Indonesia adalah Negara Pancasila. Hal itu mengandung arti bahwa negara harus tunduk kepadanya. Prof. Pancasila seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 dan ditegaskan keseragaman sistematikanya melalui Instruksi Presiden No. Dengan demikian keempat sila yang lain haruslah dijiwai oleh sila “Ketuhanan Yang Mahaesa”. dipertahankan dan dikembangkan dengan tujuan untuk melindungi dan mengembangkan martabat dan hak-hak azasi semua warga bangsa Indonesia. membela dan melaksanakannya dalam seluruh perundang-undangan. Pancasila pun harus dipandang sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh.Kirdi Dipoyudo (1979:30) menjelaskan: “Negara Pancasila adalah suatu negara yang didirikan. Secara tegas. manusia adalah manusia sesuai dengan principium identatis-nya. yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Notonagoro melukiskan sifat hirarkis-piramidal Pancasila dengan menempatkan sila “Ketuhanan Yang Mahaesa” sebagai basis bentuk piramid Pancasila. yakni dengan memandang manusia qua talis. Perlindungan dan pengembangan martabat kemanusiaan itu merupakan kewajiban negara.

tetapi dalam perkembngannya menjadi ideologi dari berbagai kegiatan yang berimplikasi . yang ber-Persatuan Indonesia. Persatuan Indonesia. dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan.” Dengan demikian dapatlah disimpulkan bahwa Pancasila sebagai dasar negara sesungguhnya berisi: 1. 2. yang ber-Ketuhanan yang mahaesa. Pancasila bukanlah sesuatu yang perlu dibicarakan lagi. yang ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. Kemanusiaan yang adil dan beradab. 3. yang ber-Ketuhanan yang mahaesa. Gagasan vital yang menjadi isi Pancasila sebagai dasar negara merupakan jawaban kepribadian bangsa sehingga dalam kualitas awalnya Pancasila merupakan dasar negara. yang ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. yang ber-Ketuhanan yang mahaesa. 4.pada Tuhan Yang Maha Esa. yang ber-Persatuan Indonesia. 5. yang ber-Persatuan Indonesia. Isi Pembukaan UUD 1945 adalah nilai-nilai luhur yang universal sehingga Pancasila di dalamnya merupakan dasar yang kekal dan abadi bagi kehidupan bangsa. yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab. yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab. yang ber-Persatuan Indonesia. yang ber-Ketuhanan yang mahaesa. dan ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. karena sila yang 4 dari Pancasila sebenarnya hanyalah akibat saja dari sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. yang ber-Kemanusiaan yang adil dan beradab. dan ber-Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. serta ber-Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ketuhanan yang Maha Esa.

tetapi efek PJP 1 yang menimbulkan ketidakmerataan pembangunan dan sikap konsumerisme. Pancasila bertolak belakang dengan kapitalisme ataupun komunisme. Semangat persatuan dikobarkan demi keselamatan NKRI terutama untuk menanggulangi ancaman dalam negeri dan luar negeri. Tahun 1969-1994 merupakan tahap pembangunan ekonomi sebagai upaya mengisi kemerdekaan melalui Pembangunan Jangka Panjang Pertama (PJP I). epismologik dan aksiologiknya sebagai raison d’etre bagi Pancasila (Notonagoro. Orientasi Pancasila diarahkan pada Aand character building. tetapi cenderung ekonomi menjadi “ideologi” Secara politis pada tahap ini bahaya yang dihadapi tidak sekedar bahaya latent sisa G 30S/PKI. Di dalam tahap dengan atmosfer politis dominan. 2. Tahun 1945-1948 merupakan tahap politis.positif atau negatif. sejauh mana pelakasanaan “Pancasila secara murni dan konsekuen” harus . Pancasila sudah berkembang menjadi berbagai tahap semenjak ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945. Dengan keberhasilan menjadikan “Pancasila sebagai asas tunggal”. 1950) Resonansi Pancasila yang tidak bisa diubah siapapun tecantum pada Tap MPRS No. Pancasila justru merombak realitas keterbelakangan yang diwariskan Belanda dan Jepang untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.yaitu : 1. Tantangan memang trerarahkan oleh Orde Baru. Hal ini menimbulkan kesenjangan sosial yang mengancam pada disintegrasi bangsa. Distorsi di berbagai bidang kehidupan perlu diantisipasi dengan tepat tanpa perlu mengorbankan persatuan dan kesatuan nasional. Pancasila mampu dijadikan pangkal sudut pandangan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang dalam karya-karyanya ditunjukkan segi ontologik. XX/MPRS/1966. Orientasinya diarahkan pada ekonomi. perlu upaya memugar Pancasila sebagai dasar negara secara ilmiah filsafati. maka dapatlah dinyatakan bahwa persatuan dan kesatuan nasional sebagai suatu state building.

sedangkana kenyataan obyektif globlaisasi merupakan proses menyempitnya ruang dan waktu. munculnya gagasan kebebasan individu yang dipacu jiwa renaissance dan aufklarung. Komunisme telah runtuh karena adanya krisis ekonomi negara “ibu” yaitu Uni Sovyet dan ditumpasnya harkat dan martaba tmanusia beserta hak-hak asasinya sehingga perlahan komunisme membunuh dirinya sendiri. Negara-negara satelit mulai memisahkan diri untuk mencoba paham demokrasi yang baru. berawal “embrionial” di abad 15 ditandai dengan munculnyanegara-negara kebangsaan. 3. Pancasila sebagai dasar negara tidak hanya sekedar dihantui oleh bahaya subversinya komunis. Pancasila dengan sifat keterbukaanya melalui tafsirtafsir baru kita jadikan pengawal dan pemandu kita dalam menghadapi situasi yang serba tidak pasti.ditunjukkan. kapitalisme yang dimotori Amerika Serikat semakin meluas seolah menjadi penguasa tunggal. keurgensian Pancasila sebagai dasar negara semakin dibutuhkan. Menghadapi arus globalisasi yang semakin pesat. yaitu secara bertahap. Pancasila mengandung komitmen-komitmen transeden yang memiliki “mitosnya” tersendiri yaitu semua yang “mitis kharismatis” dan “irasional” yang akan tertangkap arti bagi mereka yang sudah terbiasa berfikir secara teknis-positivistik dan pragmatis semata. melainkan juga harus berhadapan dengan gelombang aneksasinya kapitalisme. Tahun 1995-2020 merupakan tahap “repostioning” Pancasila. “menciutnya” dunia yang berkembang dalam kondisi penuh paradoks. Dunia kini sedang dihadapkan pada gelombang perubahan yang cepat sebagai implikasi arus globalisasi. Hakikat globalisasi sebagai suatu kenyataan subyektif menunjukkan suatu proses dalam kesadran manusia yang melihat dirinya sebagai partisipan dalam masyarakat dunia yang semakin menyatu. Oleh karena itu. Namun. Globalisasi sebagai suatu proses pada hakikatnaya telah berlangsung jauh sebelum abad ke-20 sekarang. .

Fleksibilitasnya: dalam arti bahwa Pancasila bukanlah barang jadi yang sudah selesai dan mandeg dalam kebekuan oqmatis dan normatif. Kini terjadi krisis politik dan ekonomi karena pembangunan menghadapi jalan buntu.Nilai-nilai luhur yang telah dipupuk sejak pergerakan nasional kini telah tersapu oleh kekuasaan Orde Lama dan Orde Baru. melainkan diobjektivasikan sebagai “kata kerja” untuk membangkitkan gairah dan optimisme para warga masyarakat guna melihat hari depan secara prospektif. melainkan terbuka bagi tafsir-tafsir baru untuk memenuhi kebutuhan zaman yang . kejam. Jika itu diletakkan kembali. Orde Lama mengembangkan Pancasila sebagai dasar negara tidak sebagai sesuatu substantif. Revitalisasi Pancasila sebagai dasar negara mengandung makna bahwa Pancasila harus diletakkan utuh dengan pembukaan. Krisis moral budaya juga timbul sebagai implikasi adanya krisis ekonomi. Masyarakat telah kehilangan orientasi nilai dan arena kehidupan menjadi hambar. Demikian pula di Orde Baru yang “berideologikan ekonomi”. Pancasila malah diplesetkan menjadi suatu satire. melainkan di-instumentalisasi-kan sebagai alat politik semata. ejekan dan sindiran dalam kehidupan yang penuh paradoks. Pembukaan UUD 1945 dengan nilai-nilai luhurnya menjadi suatu kesatuan integral-integratif dengan Pancasila sebagai dasar negara. Idealitasnya: dalam arti bahwa idealisme yang terkandung di dalamnya bukanlah sekedar utopi tanpa makna. gersang dalam kemiskinan budaya dan kekeringan spiritual. yaitu : Realitasnya: dalam arti bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dikonkretisasikan sebagai kondisi cerminan kondisi obyektif yang tumbuh dan berkembang dlam masyarakat. menuju hari esok lebih baik. Pancasila dijadikan asas tunggal yang dimanipulasikan untuk KKN dan kroni-isme dengan mengatasnamakan sebagai Mandatoris MPR. di-eksplorasi-kan dimensi-dimensi yang melekat padanya. menyelamatkan persatuan dan kesatuan nasional yang kini sedang mengalami disintegrasi. maka kita akan menemukan landasan berpijak yang sama.

ketentuan hukum disusun tanpa alasan moral akan melahirkan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila. yaitu yang mengarah pada dua aspek. Pertama. inspiratif dan evaluatif. . setiap bangsa juga selalu mendambakan kemajuan. Dengan demikian tanpa kehilangan nilai hakikinya. Sadar dalam arti generasi yang hati nuraninya selalu merasa terpanggil untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila. terdidik dalam arti generasi yang mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai sarana pengabdian kepada bangsa dan negara. Hanya dengan pendidikan bertahap dan berkelanjutan. pendidikan untuk memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman akademis. pendidikan untuk membentuk jatidiri menjadi sarjana yang selalu komitmen dengan kepentingan bangsa (it is matter of being). Sekuat-kuatnya tradisi ingin bertahan. tetapi tetap harus menjaga budayabudaya lama. ketrampilan profesional. Pancasila menjadi tetap aktual. relevan serta fungsional sebagai tiang-tiang penyangga bagi kehidupan bangsa dan negara dengan jiwa dan semangat “Bhinneka tunggal Ika” Revitalisasi Pancasila Pancasila sebagai dasar negara harus diarahkan pada pembinaan moral. Bangsa Indonesia dihadapkan pada perubahan. dan kedalaman intelektual. kepatuhankepada nilai-nilai (it is matter of having). Dalam upaya merevitalisasi Pancasila sebagai dasar negara maka disiapkan lahirnya generasi sadar dan terdidik. sebaliknya. Kita membutuhkan telaah-telaah yang kontekstual. generasi sadar dan terdidik akan dibentuk. sehingga moralitas Pancasila dapat dijadikan sebagai dasar dan arah dalam upaya mengatasi krisis dan disintegrasi. Dengan demikian akan dimunculkan generasi yang mempunyai ide-ide segar dalam mengembangkan Pancasila.berkembang. Setiap bangsa mempunyai daya preservasi dan di satu pihak daya progresi di lain pihak. Moralitas yang tidak didukung oleh hukum kondusif akan terjadi penyimpangan. Kedua. Moralitas juga memerlukan hukum karena keduanya terdapat korelasi.

moral. menyadarkan manusia dan bangsa harus siap menghadapi dialektikanya perkembangan dalam mayaraka dunia yang “terbuka”. merupakan suatu kewajiban etis dan moral yang perlu diyakinkan oleh generasi sekarang. Akademis. menumbuhkan kesadaran nasionalisme 4. religius sebagai dasar dan arah pengembangan profesi 2. Mondial. serta pelecehan terhadap kredibilitasnya.Perevitalisasikan Pancasila sebagai dasar negara dalam. untuk meletakkan landasan etik. Melalui pemahaman inilah Pancasila dikembangkan dalam semangat demokrasi yang secara konsensual akan dapat mengembangkan nilai praktisnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang serba pluralistik. tidak sekedar aspek having 3. Namun perlu kita sadari bahwa tanpa adanya “platform” dalam dasar negara atau ideologi maka suatu bangsa mustahil akan dapat bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman. menunjukkan bahwa MKU Pancasila adalah aspek being. Kebangsaan. sinisme. kita berpedoman pada wawasan : 1. Dalam kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara yang sedang dilanda oleh arus krisis dan disintegrasi maka Pancasila tidak terhindar dari berbagai macam gugatan. 3. . Selain itu melestarikan dan mengembangkan Pancasila sebagai dasar negara sebagaimana telah dirintis dan ditradisikan oleh para pendahulu. Spiritual.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful