P. 1
Kontribusi Teknologi Pendidikan Dalam 2 (1)

Kontribusi Teknologi Pendidikan Dalam 2 (1)

|Views: 289|Likes:
Published by Rona Elina Pardede

More info:

Published by: Rona Elina Pardede on Oct 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/23/2013

pdf

text

original

KONTRIBUSI TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM PEMBANGUNAN PENDIDIKAN 1

Oleh Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M.Sc.2

Pendahuluan Teknologi merupakan merupakan bagian integral dalam setiap budaya. Makin maju suatu budaya, makin banyak dan makin canggih teknologi yang digunakan. Meskipun demikian masih banyak di antara kita yang tidak menyadari akan hal itu. Sebenarnya 25 tahun yang lalu Menteri Pendidikan Daoed Joesoef telah menyatakan bahwa “Teknologi diterapkan di semua bidang kehidupan, di antaranya bidang pendidikan. Teknologi pendidikan ini karenanya beroperasi dalam seluruh bidang pendidikan secara integratif, yaitu secara rasional berkembang dan terjalin dalam berbagai bidang penididikan”. Pernyataan kebijakan itu merupakan penegasan dari penetapan kebijakan sebelumnya, termasuk yang tertuang dalam PELITA I s/d III. Apa yang telah merupakan pernyataan kebijakan, masih dipersoalkan sampai saat ini. Mungkin dengan dalih bahwa pernyataan Menteri yang terdahulu, tidak lagi berlaku sekarang. Di kalangan akademik masih ada yang mempertanyakan apa sebenarnya teknologi pendidikan itu, karena di Amerika Serikat saja yang ada adalah istilah Instructional Design, Development and Evaluation (IDDE di Syracuse University, Instructional System Technology (IST di Indiana University), bahkan organisasi profesi yang ada adalah AECT (Association for Educational and Communications and Technology). Mereka yang tidak tajam kemampuan analisisnya, sifat teknologi pendidikan yang integratif seperti dinyatakan oleh Daoed Joesoef, tidak mengetahui apa dan bagaimana wujut unsur teknologi pendidikan yang telah terintegrasi tersebut. Mereka yang hanya mampu melihat hasil akhir suatu produk atau sistem, misalnya media pembelajaran, tidak akan dapat mengetahui apa saja unsur yang membentuk produk tersebut, dan bagaimana produk itu dihasilkan serta bagaimana produk tersebut berfungsi dalam sistem. Menghadapi masih adanya sikap acuh tersebut, para teknolog pendidikan baik praktisi maupun akademisi yang mempunyai komitmen profesi harus berpikir dan bertindak proaktif untuk menanggapi sikap tersebut, dengan membuktikan dan mengembangkan teknologi pendidikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan atau setidak-tidaknya diketahui oleh masyarakat luas. Dalam makalah ini diungkap secara singkat wujud sumbangan Teknologi Pendidikan sebagai disiplin keilmuan, sebagi profesi, dan sebagai bidang garapan, serta kontribusinya dalam pembangunan pendidikan.
1 2

Kontribusi TP Dalam Pembangunan Pendidikan

Makalah disampaikan dalam Seminar Intenasional & Temu Ilmiah FIP/JIP se Indonesia, Manado,2007 Gurubesar Emeritus UNJ

1

Gambar berikut menunjukkan obyek formal tersebut. Teknologi pendidikan telah berkembang sebagai suatu disiplin keilmuan yang berdiri sendiri. dan aksiologi atau nilai-nilai yang menentukan kegunaan dari pokok telaah yang ditentukan. dasar keilmuan itu meliputi : ontologi atau rumusan tentang obyek formal atau pokok telaah yang merupakan gejala pengamatan yang tidak tergarap oleh bidang telaah lain. (Miarso. • struktur atau sistem dimana proses dan produk itu dikembangkan dan digunakan. Belajar itu sendiri dapat diartikan sebagai perubahan pada diri seseorang atau suatu lembaga yang relatif menetap dan berkembang dalam pengetahuan. Belajar itu terjadi dimana saja. tempe. Teknologi memasak misalnya.Disiplin Keilmuan Teknologi Pendidikan Terlebih dahulu perlu diberikan batasan umum tentang pengertian teknologi. Kontribusi TP Dalam Pembangunan Pendidikan 2 . yang mempersoalkan nilai moral atau etika dan nilai seni dan keindahan atau estetika. Perkembangan tersebut dilandasi oleh serangkaian kaidah atau dasar yang dijadikan patokan pembenaran. dari apa atau siapa saja. untuk menghasilkan produk berupa makanan. sikap dan keterampilan. bumbu dsb. garam. semua teknologi termasuk teknologi pendidikan. dan makanan itu sendiri merupakan komponen dari sistem kelangsungan hidup berupa gizi atau nutrisi. dan dengan cara bagaimana saja.2004) Obyek formal teknologi pendidikan adalah belajar pada manusia. Secara falsafi. yaitu : • proses yang meningkatkan nilai tambah. yang disebabkan karena pemikiran dan pengalaman. daging. epistemologi yaitu usaha atau prinsip intelektual untuk memperoleh kebenaran dalam pokok telaah yang ditentukan. panci. kapan saja. olahraga. kompor dsb.) dengan menggunakan produk berupa pisau. adalah proses untuk mengolah bahan mentah (sayuran. tahu. • produk yang digunakan dan/atau dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja. yang perlu dilengkapi dengan komponen lain seperti minum. wajan. apa saja. istirahat dsb.

menambal apa yang berlubang. antara lain. baik yang diperoleh melalui suatu lembaga khusus. 2. maupun yang dapat diperoleh secara mandiri 2. yaitu : 1. Inovatif. penyempurnaan kurikulum. Adanya berbagai sumber belajar baik yang telah tersedia maupun yang dapat direkayasa. Diperlukan adanya pengelolaan atas kegiatan khusus dalam mengembangkan dan memanfaatkan sumber untuk belajar tersebut secara efektif. rekayasa teknik dsb. Usaha khusus yang terarah dan terencana bukan sekedar menambah apa yang kurang. dan peningkatan kemampuan tenaga pengajar lewat berbagai bentuk pendidikan serta latihan. yaitu mencari dan mengembangkan solusi yang baru Usaha khusus dengan pendekatan inilah yang merupakan azas epistemologi teknologi pendidikan. dan 4. tetapi belum dapat dimanfaatkan untuk keperluan belajar. Pendekatan yang berbeda itu adalah pendekatan yang memenuhi lima persyaratan. Diperlukan adanya suatu usaha khusus yang terarah dan terencana untuk menggarap sumber-sumber tersebut agar dapat terpenuhi hasrat belajar setiap orang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan. yaitu pengkajian secara menyeluruh 5. 4.1991). Azas manfaat atau aksiologi dari teknologi pendidikan dapat dinyatakan dengan kutipan pendapat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef dalam Lokakarya Nasional Teknologi Pendidikan di Yogyakarta pada tahun 1982 sebagai berikut : “Teknologi pendidikan perlu dipikirkan dan dibahas terus menerus karena adanya kebutuhan real yang mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. 3. melainkan “doing it differently” yaitu merupakan upaya untuk menjamin hasil yang diharapkan (Banathy.) ke dalam suatu kesatuan tersendiri. Pendekatan sinergistik. ekonomi. (iii) penyempurnaan Kontribusi TP Dalam Pembangunan Pendidikan 3 . yaitu dengan cara yang berurutan dan terarah dalam usaha memecahkan persoalan. komunikasi. efisien dan selaras. yaitu (i) tekad mengadakan perluasan dan pemerataan kesempatan belajar. manajemen. penyediaan berbagai sarana pendidikan. Sistemik. Pendekatan isomeristik. Menurut Banathy bukan hanya “doing more of the same”. yaitu yang menggabungkan berbagai kajian/bidang keilmuan (psikologi. Pendekatan sistematik . yaitu yang menjamin adanya nilai tambah dari keseluruhan kegiatan dibandingkan dengan bila kegiatan itu dijalankan sendiri-sendiri. ataupun “doing it better of the same”. dan menjahit apa yang sobek.Gambar 1 : Obyek Formal teknologi Pendidikan Sedang gejala yang memerlukan penggarapan terhadap obyek formal tersebut adalah : 1. Adanya sejumlah besar orang yang belum terpenuhi kesempatan belajarnya. 3. (ii) keharusan meningkatkan mutu pendidikan berupa.

baik sebagai konsep maupun sebagai bentuk atau pola pelembagaan pendidikan. Perlu disadari bahwa semua bentuk teknologi. adalah sistem yang diciptakan oleh manusia untuk sesuatu tujuan tertentu. (v) penyempurnaan pelaksanaan interaksi antara pendidikan dan pembangunan di mana manusia dijadikan pusat perhatian pendidikan. dan kelima adanya lapangan pengabdian yang khas. kedua adanya komitmen terhadap tugas profesionalnya.system pendidikan dengan penelitian dan pengembangan sesuai dengan tantangan jaman dan kebutuhan pembangunan. yang pada intinya adalah mempermudah manusia dalam memperingan usahanya. dan penilaian yang diperlukan untuk menghasilkan teori. sumber dan sistem belajar. dan 5) pendidikan jarak jauh. dan menghemat tenaga serta sumber daya yang ada. produk dan sistem. karena terkandung adanya aturan etik dan estetika dalam penciptaa dan penggunaannya. keempat adanya standar etik yang harus dipatuhi.” Pernyataan kebijakan tersebut pada saat ini telah terwujutkan. ketiga adanya usaha untuk senantiasa mengembangkan diri sesuai dengan kondisi lingkungan dan tuntutan zaman. Kebenaran ilmiah dalam disiplin teknologi pendidikan telah dan sedang dilakukan untuk mengembangkan model. 4) sistem pendidikan terbuka dan multi makna. program aksi. Oleh karena itu teknologi itu pada hakekatnya adalah tidak bebas nilai. (iv) peningkatan partisipasi masyarakat dengan pengembangan dan pemanfaatan berbagai wadah dan sumber pendidikan. Pembenaran ilmiah dilakukan dengan melalui tiga kategori pendekatan yang berakar pada filsafat ilmu. model. Paling tidak ada lima konsep dalam teknologi pendidikan yang telah terintegrasi dalam sistem pendidikan dan tertuang dalam Undang-undang Sisdiknas dan turunannya. 10). pengujian berbagai strategi dan media pembelajaran. Konsep tersebut bahkan telah dikukuhkan dengan ketentuan perundangan dan peraturan. h. Namun perlu diperhatikan bahwa pembenaran secara falsafi. Kontribusi TP Dalam Pembangunan Pendidikan 4 . meningkatkan hasilnya. dengan menganggap teknologi itu value-free atau empty of meaning. penilaian efektivitas tindakan dsb. dan kebijakan. Namun ada orangorang tertentu yang menyalahgunakan makna dan/atau penggunaannya. Ke tiga pendekatan itu adalah pengembangan. penelitian. Bertolak dari landasan filsafat dan pembenaran ilmiah tersebut di atas. harus pula dilengkapi dengan pembenaran ilmiah. 2) sumber belajar yang beraneka. menilai dan meneliti proses. mengelola. pembuktian. Pertama adalah pendidikan dan pelatihan yang memadai. termasuk teknologi pendidikan. Profesi Teknologi Pendidikan Setiap profesi paling sedikit harus memenuhi lima syarat. menerapkan. 3) pendekatan dari bawah (bottom-up approaches) dalam mengelola kegiatan belajar dan implikasinya dalam satuan pendidikan. serta berbagai penilaian seperti penelusuran kebutuhan. teknologi pendidikan di definisikan sebagai teori dan praktek dalam merancang mengemangkan. Definisi ini merupakan adaptasi dari definisi yang dirumuskan oleh Seels dan Richey (1994. sistem. Ke lima konsep itu adalah : 1) pembelajaran yang berfokus pada peserta didik.

Program pendidikan tersebut merupakan bagian integral dari Proyek Pengembangan Teknologi Komunikasi Untuk Pendidikan yang sekaligus bertujuan untuk membentuk suatu lembaga yang bertanggung jawab mengkoordinasikan pengembangan teknologi pendidikan di Indonesia. Profesi teknologi pendidikan. sebagaimana halnya semua profesi yang baru. Yang saya prihatinkan adalah bahwa pengakuan profesi tersebut selalu dikaitkan dengan jabatan fungsional sebagai pegawai negeri. Kecuali itu juga dirumuskan tanggung jawab profesi kepada perorangan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah pengakuan atas profesi teknologi pendidikan. Ia merupakan profesi yang memihak kepada kepentingan pemelajar (learners) agar mereka memperoleh kesempatan untuk belajar agar potensi dirinya dapat berkembang semaksimal mungkin. yang antara lain kewajiban untuk selalu mengikuti perkembangan IKTEK dan lingkungan. Dalam kode etik tersebut dicantumkan kewenangan dan kewajiban. Profesi ini juga tidak bebas nilai karena masih banyak pertimbangan lain seperti sosial. Karena lingkungan itu senantiasa berubah. masyarakat. Padahal pendidikan keahlian teknologi pendidikan pada prinsipnya tidak mendidik calon pegawai negeri. berupa latihan untuk pengembangan bahan ajar melalui radio. harus mempunyai komitmen dalam melaksanakan tugas profesionalnya yang utama yaitu terselenggaranya proses belajar bagi setiap orang. rekan sejawat dan orgainisasi. menghadapi tantangan yang inheren. melainkan mereka yang mampu mengabdi dan berkarya untuk mengatasi masalah belajar dimana saja. dan oleh karena itu ia dtuntut untuk selalu mengembangkan diri sesuai dengan kondisi lingkungan dan tuntutan zaman. Pada tahun 1987 didirikan Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) yang mempunyai Anggaran Dasar. dengan dikembangkan dan digunakannya berbagai sumber belajar selaras dengan karakteristik masing-masing pebelajar (learners) serta perkembangan lingkungan. Usul pengakuan jabatan fungsional tersebut telah diajukan sejak tahun 1985 melalui Kontribusi TP Dalam Pembangunan Pendidikan 5 . Profesi ini bukan profesi yang netral dan bebas nilai. maka para Teknolog Pendidikan harus senantiasa mengikuti perkembangan atau perubahan itu. termasuk selalu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi. Dua tahun kemudian pada tahun 1978 dibuka pendidikan jenjang Magister dan Doktor Teknologi Pendidikan di IKIP Jakarta. dan pada tahun 1976 dibuka pendidikan akademik jenjang Sarjana dalam program Teknologi Pendidikan melalui kerjasama antara Tim Penyelenggara Teknologi Komunikasi untuk Pendidikan dan Kebudayaan (embrio Pustekkom) dengan IKIP Jakarta. sehingga tindakannya harus selaras dengan situasi dan kondisi serta berwawasan ke masa depan. ekonomi dan rekayasa yang mempengaruhi. Anggaran Rumah Tangga dan Kode Etik. Mereka yang berprofesi atau bergerak dalam bidang teknologi pendidikan atau singkatnya disebut Teknolog Pendidikan. budaya. Pada tahun 1974 mulai diberikan matakuliah teknologi pendidikan di IKP Jakarta.Pendidikan dan pelatihan dalam teknologi pendidikan telah dimulai pada tahun 1972. Jadi terpaksa kita harus mengikuti pengakuan pprofesi sebagai jabatan fungsional pegawai negeri.

dan pengguna sistem dan komponen pembelajaran di Departemen/Lembaga Negara. Sementara pada kategori tenaga kependidikan dimungkinkan adanya jabatan pamong belajar. Arah perkembangan kompetensi profesi tersebut kemudian perlu dijabarkan secara operasional dalam bentuk kurikulum. perencana. 9. konselor. pamong belajar. namun sementara ini semua usulan mengenai jabatan fungsional ditangguhkan. dan selanjutnya Undang-undang No. 8. sekarang ini mereka dengan profesi teknologi pendidikan telah mengabdikan dirinya sebagai pengelola. 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.1. Pengembangan. dan berikutnya dengan ditetapkannya Undang-undang No. kita ajukan lagi sesuai dengan perundangan terbaru tersebut kepada Menpan. RRI. 7. Pendidik termasuk guru. pengembang. Melalui Kantor Menristek sudah diproses Keputusan Presiden RI tentang jabatan Fungsional Perekayasa dan Teknisi Litkayasa dalam berbagai bidang. instruktur. 5. Upaya itu digalakkan lagi dengan lahirnya organisasi profesi pada tahun 1987. 2. karena adanya niat untuk mengurangi jumlah pegawai negeri. Proposal berupa Naskah Akademik dan Draft Keputusan Menpan Tentang Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pendidikan dan Teknisi Sumber Belajar. dosen. RCTI. dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Angkatan Bersenjata. Lembaga Diklat. Tugas pokok profesi teknologi pendidikan berdasarkan versi usulan tahun 1985 yang diperbaharui tersebut adalah sebagai berikut : Pengembangan bidang studi dan kawasan teknologi pendidikan Perancangan sistem pembelajaran Produksi media pendidikan Penyediaan sarana dan prasarana belajar Pemilihan dan penilaian komponen sistem pembelajaran Penerapan/pemanfaatan sumberdaya belajar Penyebaran konsep dan temuan teknologi pendidikan Pengelolaan kegiatan pengembangan dan pemanfaatan sumberdaya belajar Perumusan bahan kebijakan teknologi pendidikan Sementara menunggu pengakuan de jure tersebut. 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. widyaiswara. 4. 20 Tahun 2003 mengenai pengembangan kurikulum Kontribusi TP Dalam Pembangunan Pendidikan 6 . peneliti. yang memungkinkan pengakuan profesi Teknolog Pendidikan sebagai salah satu bentuk jabatan fungsional dengan sebutan Perekayasa Pendidikan/Pembelajaran. Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 38 ayat (3) dan (4) UUSPN No. serta berwiraswasta dalam produksi media dan sarana pendidikan. penilai. Perguruan Tinggi. satuan pendidikan luar sekolah. pengembang dan teknisi sumber belajar. 6. SCTV dan "production houses"). berwirausaha dalam pelatihan. pembuat. tutor. TPI. Berdasarkan UU tersebut dimungkinkan adanya jabatan pendidik dan tenaga kependidikan. fasilitator dan sebutan lain sesuai kekhususan. Lembaga Media (seperti TVRI. Usaha memperoleh pengakuan profesi tersebut memperoleh alternatif jalan keluar dengan ditetapkannya Undang-undang RI Nomor 18 Tahun 2002 Tentang Sistem Nasional Penelitian. Pustekkom Diknas (sewaktu masih dikenal dengan Pusat TKPK). 3.

maka yang perlu kita jadikan acuan adalah Keputusan Menteri pendidikan Nasional R. Dengan demikian maka visi. Pada awal diselenggarakannya. Kontribusi TP Dalam Pembangunan Pendidikan 7 . Nomor 232/U/2000 dan Nomor 045/U/2002. khususnya Buku V yang mengatur program pasca sarjana.I.pendidikan tinggi. Berdasarkan pedoman tersebut maka S2 TP mempunyai misi untuk meningkatkan mutu staf pengajar jenjang S0 dan S1. Berdasarkan Kepmen tersebut kurikulum inti program sarjana meliputi MPK (Matakuliah Pengembangan Kepribadian). Konsep kompetensi tersebut dirumuskan lebih lanjut seperti tercantum dalam Lampiran. Kurikulum S1 sudah diperbaharui pada tahun 2004. kurikulum dan penyelenggaraan program studi teknologi pendidikan. program studi teknologi pendidikan di IKIP Jakarta pada jenjang S1. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Berbagai matakuliah perlu dijabarkan dari kompetensi tersebut dan dilakukan sesuai dengan tuntutan mutu. S2 dan S3 adalah merupakan program studi yang berkesinambungan searah. kurikulum setiap program studi perlu dikembangkan atau diperbaharui sesuai dengan dinamika pembangunan. Namun karena Peraturan Pemerintah R. dan untuk itu dikuasakan pengelolaannya kepada jurusan (khususnya program) Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan.1981). perlu digunakan standar nasional pendidikan untuk setiap program studi. Sekarang kita perlu menelaah kembali misi. Untuk itu setiap penyelenggara program studi teknologi pendidikan perlu melakukan analisis SWOT. pengadaan pustaka dan laboratorium dan lain-lain. hingga sekarang. Hal ini merupakan kesepakatan bersama dengan Pusat TKPK dalam rangka bantuan USAID. pemutakhiran pengetahuan dan teknologi. sedang misi S3 adalah sebagai pusat penelitian untuk pengembangan ilmu kependidikan. Kecuali itu perlu pula diperhatikan ketentuan perundangan yang terakhir yaitu UU No. MPB (Matakuliah Perilaku Berkarya). S2 maupun S3. kurikulum dan penyelenggaraan program studi Teknologi Pendidikan pada Program Pasca Sarjana. MKB (Matakuliah Kompetensi Berkarya). Program pendidikan keahlian itu diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga dalam rangka inovasi pendidikan yaitu dikembangkan dan digunakannya konsep “resourcebased learning” (bukan “teacher-based instruction”). Berdasarkan hal-hal tersebut di atas maka sudah sepantasnya kalau program Teknologi Pendidikan pada program Sarjana dan Pasca Sarjana tidak lagi dikelola secara terpisah. kemampuan tenaga dan ketersediaan sarana & prasarana. dan ditindak lanjuti dengan berbagai kegiatan yang diperlukan.I. Hubungan kesinambungan itu terputus dengan berakhirnya proyek pada tahun 1984 dan dilaksanakannya keputusan Konsorsium Ilmu Pendidikan tentang Pedoman Pelaksanaan Pola Pembaharuan Sistem Pendidikan Tenaga Pendidikan (th. seperti penataran tenaga. meliputi perkembangan kebijakan dan IPTEK termasuk perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Nomor 19 Tahun 2005 tidak mengatur standar nasional untuk jenjang pendidikan tinggi. baik pada jenjang S1. struktur. Dan MBB (Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat). Keculai landasan konseptual dan legal. struktur. Serangkaian Peraturan dan Keputusan telah menyebabkan perubahan misi. MKK (Matakuliah Kompetensi Keilmuan).

dan 6) keterlibatan dan partisipasi para lulusan. 2) kebutuhan dan kecenderungan pembangunan. Kurikulum program studi Teknologi Pendidikan telah mengalami serangkaian perubahan. serta dengan kemajuan IPTEK dan kebutuhan pembangunan. 3) keinginan dan harapan dari para pemakai lulusan. S2 dan S3 Teknologi Pendidikan Dengan bertolak pada konsep teknologi pendidikan yang meliputi empat komponen (riset dan teori. dan Pengembang Teknologi Kinerja. telah berprakarsa untuk memberikan masukan untuk pengembangan kurikulum pascasarjana dengan mempertimbangkan kesinambungannya dengan kurikulum sarjana. Kurikulum S2 dan S3 dalam periode 1979 dan 1994 juga memberi kesempatan matakuliah keahlian pilihan meskipun hanya tiga-enam (3-6) SKS. misi dan tujuan itu harus didasarkan pada konsep dasar dan filosofi teknologi pendidikan sebagai suatu bidang kajian. kegiatan perancangan. Kontribusi TP Dalam Pembangunan Pendidikan 8 . Rumusan visi. 5) kondisi kelembagaan.misi dan tujuannyapun tidak dapat terlepas satu sama lain. Dengan pertimbangan ketentuan tersebut khususnya butir # 2 . dengan para pakar Teknologi Pendidikan dan Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia. yaitu : Pengembang Media. pengembangan. Pengelola Sistem Pembelajaran. Konstruk kesinambungan kurikulum tersebut dapat digambarkan sebagai berikut : Kedalaman S3 S2 S 1 dan S 0 Keluasan Gambar 2 : Kesinambungan Kurikulum S1. penggunaan. Kurikulum tersebut perlu dikembangkan dengan ketentuan : 1) memenuhi standar minimum keilmuan & keahlian yang ditentukan oleh Pemerintah.3 dan 6 kurikulum S1 TP telah dikembangkan dengan memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk mengambil keahlian khusus (sebesar 36 SKS) dalam tiga bidang. Jurusan Teknologi Pendidikan pada Fakultas Ilmu Pendidikan UNJ. 4) azas kesinambungan keahlian professional.

sumber dan sistem. penilaian dan peleitian. dan Penelitian Proses. Kecuali itu kegiatan yang perlu dikuasai oleh semua jenjang meliputi : Perancangan. Ketarmpilan praktisi juga tidak perlu didukung dengan teoori. masyarakat. Kontribusi TP Dalam Pembangunan Pendidikan 9 . mahir dan ahli. S2 dan S3 dalam program keahlian Teknologi Pendidikan. Pengelolaan. dengan derajat mampu. sedangkan di S3 untuk penalaran tingkat tinggi sampai mengujia atau bahkan menemukan teori. mengikuti kursus. Sumber dan Sistem Belajar dan Pembelajaran dengan keluasan dan kedalaman yang berbeda. Misalnya “riset” perlu diberikan di S1 agar mampu melakukan penalaran ilmiah dasar. Pengembangan. tempat ibadah dll. kursus. proses. baik karena belajar mandiri. Praktisi adalah mereka yang menguasai keterampilan. dimana ada keperluan belajar.pengelolan. serta mengikuti ketentuan kurikulum tertentu. konsep dan/atau hasil-hasil penelitian.. Berbeda dengan akademisi yang harus mengikuti program pendidikan khusus dan jangka waktu yang relatif panjang. dan belajar) maka saya berpendapat bahwa semua komponen tersebut perlu dikaji dan dipelajari pada setiap jenjang.Penilaian. Latar pengabdian Teknolog Pendidikan dapat dalam lingkungan pribadi. namun dengan keluasan dan kedalaman yang berbeda. pelatihan dll. keluarga. Pemanfaatan. Mengenai lapangan pengabdian Teknolog Pendidikan dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 3 : Lapangan Pengabdian Teknolog Pendidikan Akademisi Teknologi Pendidikan adalah mereka yang memperoleh pendidikan keahlian pada jenjang S1. tanpa perlu ijazah dalam salah satu atau lebih aspek teknologi pendidikan. pemagangan.

Ashby (1972. gerakan tangan dsb. Bahkan di IKIP Jakarta (sekarang UNJ) jurusan Teknologi Pendidikan dibuka Kontribusi TP Dalam Pembangunan Pendidikan 10 . yaitu pertama diserahkannya pendidikan anak dari orantua atau keluarga kepada guru. lebih efisien. dapat disimpulkan bahwa bidang garapan atau disebut pula praktek teknologi pendidikan meliputi segala sesuatu dimana ada masalah belajar yang perlu dipecahkan.). masalah belajar itu ada pada diri pribadi. televisi. Bidang Garapan Teknologi Pendidikan Teknologi pendidikan merupakan suatu disiplin terapan. Dalam lingkup pendidikan formal. Berdasarkan uraian terdahulu tentang obyek formal teknologi pendidikan dan profesi teknolog pendidikan. Namun perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang sangat pesat akhirakhir ini dan menawarkan sejumlah kemungkinan yang semula tidak terbayangkan. telah membalik cara berpikir kita dengan “bagaimana mengambil manfaat teknologi tersebut untuk mengatasi masalah belajar”. yaitu kebutuhan untuk belajar – belajar lebih efektif.42).10-14) berpendapat bahwa awal muasal penggarapan masalah belajar adalah kaum Sufi pada sekitar abad 600 SM.h 9-10) berpendapat bahwa dalam dunia pendidikan telah berlangsung empat revolusi. kedua guru yang dierahi tanggung jawab mendidik melakukannya secara verbal dan unjuk kerja. Dalam Gambar 3 tentang Lapangan Pengabdian Teknolog Pendidikan. Untuk itu ada usaha dan produk yang sengaja dibuat dan ada yang ditemukan dan dimanfaatkan. dan pada lembaga media (surat kabar. lingkungan lembaga pendidikan formal. Saettler (1968. artinya ia berkembang karena adanya kebutuhan di lapangan. ceramah. Bertolak dari sejarah perkembangan garapan teknologi pendidikan. pada keluarga. pada lingkungan masyarakat. terutama media komunikasi. ketiga dengan ditemukannya mesin cetak sehingga bahan pelajaran dapat diperbanyak dan digunakan lebih luas. Dalam lingkungan pendidikan sekolah di Indoensia dulu juga dikenal istilah didaktik dan metodik. lebih banyak.. dialogik.strategi & teknik belajar dan pembelajaran s/d rumusan kebijakan yang berkaitan dengan masalah belajar. lebih cepat dan sebagainya.h. pada lingkungan tempat ibadah. dan penggunaan bahasa tubuh (body language) seperti gerakan wajah. radio. sejarah teknologi pendidikan dapat diruntut dari Kommensky (Johann Amos Comenius) dengan bukunya Orbis Sensualium Pictus dan The Great Didactic (terjemahan dalam bahasa Inggris).h. sumber belajar lain. dimana digunakan ilustrasi atau gambar untuk menjelaskan konsep yang abstrak (Thompson. Sekarang ini mungkin perlu ditambah dengan revolusi kelima dengan berkembangnya teknologi informasi yang serba digital. telematika dsb. dengan maksud agar menarik perhatian dan agar ilmunya dapat ditransfer dengan baik. lebih luas.1963.Sedangkan produk pengabdian profesi dapat berupa media. lingkungan tempat kerja. seperti misalnya dengan cara dialektik. Mereka merupakan penjaja ilmu pengetahuan yang mengajarkan ilmunya kepada para peserta-didik dengan berbagai cara. dan keempat dengan berkembangnya secara pesat teknologi elektronik.

serta berlangsung dengan cara apa saja dan dari apa dan siapa saja. atau pelatihan khusus yang dilaksanakan oleh yang berwewe-nang. atau magang. Guru tersebut mungkin memperoleh keterampilan pembelajaran setelah mengikuti program Akta Mengajar. di sekolah. tenaga profesi dan kegiatan. di tempat kerja. Istilah dan konsep “pembelajaran” telah diciptakan dan digunakan dalam kalangan teknologi pendidikan sejak tahun 1978. kemudian belajar sendiri bagaimana membuat rekaman pembelajaran berupa PBK (pembelajaran berbantuan komputer). istilah dan konsep tersebut dikukuhkan sebagai keharusan dalam proses pendidikan. Kreatif. dimana-mana : di rumah. Istilah itu pada awalnya dihiraukan bahkan dicibirkan oleh banyak kalangan pendidikan lain. Dalam pembahasan tentang azas manfaat teknologi pendidikan sebagai disiplin keilmuan telah dikemukakan bahwa teknologi pendidikan telah menyumbangkan sedikitnya lima konsep dalam pembaharuan sistem pendidikan nasional. Intaraktif. Pengertian “pembelajaran” dalam UU Sisdiknas adalah “proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam lingkungan belajar”. dapat merupakan guru yang menerapkan strategi pembelajarn dengan pendekatan PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Kontribusi Teknologi Pendidikan Berdasarkan uraian tersebut di atas. Praktisi teknologi pendidikan seperti digambarkan pada Gambar 3. sedangkan belajar sepanjang hayat meliputi mereka itu. di tempat ibadah.” Kontribusi TP Dalam Pembangunan Pendidikan 11 . Sedangkan dalam konsep teknologi pendidikan. Namun dalam UU Sisdiknas 2003. yaiitu konsep. Berkembangnya teknologi pendidikan itu tentu saja berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan kebutuhan. maka saya cenderung tetap memakai istilah ”teknologi pendidikan”. atau mengikuti penataran. dan di masyarakat. kontribusi teknologi pendidikan dalam pembangunan pendidikan dapat dibedakan dalam tiga kategori. Praktisi tersebut mungkin pula seorang yang mempunyai hobi elektronik.dan dikembangkan sebagai penggabungan Juruan Pendidikan Umum dan Jurusan Didaktik Metodik pada tahun 1976. Mengingat bahwa obyek teknologi pendidikan adalah belajar (pada manusia) maka ada usaha untuk menggantikan istilah “teknologi pendidikan” dengan “teknologi pembelajaran”. atau rekaman video permainan yang mendidik. Efektif dan Menyenangkan) sesuai dengan tuntutan dalam pembaharuan pendidikan. Masalah belajar itu dialami oleh siapa saja sepanjang hidupnya. saya mendefinisikannya sebagai “proses sistematik dan sistemik yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang agar orang lain dapat secara aktif belajar sehingga mencapai kompetensi yang diharapkan. Namun menurut pendapat saya karena pembelajaran tidak dapat dilakukan pada anak usia dini (PAUD maupun TK).

dengan dikembangkan dan dimanfaatkannya berbagai strategi dan sumber belajar”. seperti perancang pembelajaran. pendidikan terbuka dan multi makna. Langkah-langkah dalam standar proses yang meliputi perencanaan. 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan. dan lembaga masyarakat. pemrogram komputer. Berdasarkan Penjelasan PP No. Lembaga penyelenggara pendidikan profesi teknologi pendidikan sekarang ini ada di mana-mana. Kontribusi yang berupa kegiatan. ahli media. dan dituangkan sebagai perubahan paradigma teknologi pendidikan yang ketiga pada tahun 1977 (AECT. Kontribusi berupa tenaga profesi. dinyatakan paradigma pengajaran menitikberatkan peran pendidik dalam mentransfomasikan pengetahuan bergeser pada paradigma pembelajaran yang memberikan peran lebih banyak kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kreativitas dirinya. lembaga media massa (radio. yaitu pada lembaga pelatihan. Penetapan standar proses sebagai salah satu standar nasional pendidikan. dan lain sebagainya. serta lembaga atau organisasi bisnis dan industri yang berniat menjadi organisasi belajar.Penggunaan Nasional istilah “pembelajaran” bahwa bukan sekedar penggantian yang istilah lebih “pengajaran”. terwujud dengan tumbuh dan berkembangnya berbagai pola pendidikan dan pembelajaran. dapat dikatakan merupakan implementasi dari konsep teknologi pendidikan sebagai proses untuk memperoleh nilai tambah. dan telah berkembang sebagai suatu jaringan. Sedangkan visi teknologi pendidikan yang saya rumuskan pada tahun 1987 telah terfokus kepada kepentingan peserta didik dengan rumusan “terciptanya kondisi yang memungkinkan setiap orang berkembang potensinya secara optimal. Program aplikasi teknologi pendidikan Kontribusi TP Dalam Pembangunan Pendidikan 12 . delapan di antaranya menyelenggarakan pendidikan hingga jenjang Magister. Mereka berkarya dalam berbagai bidang yang berkaitan dengan belajar dan biasanya bekerja dalam satuan regu dengan aneka tugas. penilaian dan pengawasan juga identik dengan proses pembelajaran dalam konsep teknologi pendidikan. dalam pembangunanpendidikan tidak diragukan lagi. dan tiga pada jenjang Doktor. baik akademisi maupun praktisi. televisi dan surat kabar). Para profesi tersebut pada saat ini telah menyebar di dalam maupun ke luar lingkungan pendidikan. dan pendidikan jarak jauh. Penyelenggaraan program akademik sekarang ini telah tersebar sedikitnya di 37 perguruan tinggi negeri maupun swasta. ahli evaluasi. saya yakin merupakan kontribusi dari konsep teknologi pendidikan. Para gurupun sebagian telah menjadi praktisi teknologi pendidikan. Fokus kepada pemelajar tersebut telah merupakan kepedulian dalam kalangan teknologi pendidikan. artis grafis. lembaga pemerintahan. yaitu dengan menerapkan kawasan pemanfaatan dalam konsep teknologi pendidikan. Demikian pula istilah dan konsep tentang sumber belajar. manajemen berbasis sekolah (yang merupakan pendekatan bottom-up). pelaksanaan.1977).

penelitian. penataran guru melalui siaran radio pendidikan. karena lembaga pendidikan profesi teknologi pendidikan tidak diarahkan untuk mempersiapkan calon pegawai negeri. pengembangan berbagai produk untuk belajar. Programprogram tersebut mempunyai skala dan tujuan yang berbeda-beda. penggunaan berbagai strategi dan sumber belajar di sekolah maupun lembaga pelatihan. melainkan mereka yang peduli untuk mengatasi masalah belajar dalam berbagai latar dengan berbagai produk. Teknologi pendidikan sebagai disiplin keilmuan. Universitas Terbuka. Hal ini terjadi karena telah banyaknya tenaga yang terdidik dalam bidang teknologi pendidikan dan banyaknya kegiatan penerapan teknologi pendidikan yang terintegrasi (imbedded) dalam kegiatan pendidikan atau pembelajaran. KEJAR Paket A. seminar. lokakarya. Keseluruhan kegiatan ini sudah merupakan bagian integral dalam sistem pendidikan. Contohnya adalah kenyataan bahwa orang-orang dengan latar pendidikan apa saja dapat memegang jabatan fungsional dalam bidang pendidikan. seperti sistem belajar di rumah (home-schooling). Teknologi pendidikan telah berkembang sebagai bagian integral dalam pendidikan. bukan merupakan hal yang utama. Salah satu wujut perkembangan itu adalah adanya disiplin keilmuan khusus teknologi pendidikan. baik sebagai ilmu. televisi pendidikan (serial pertama tentang pendidikan karakter. SLTP/MTs Terbuka. dll. Besar harapan saya dalam pertemuan ini dapat dirumuskan tindakan bersama untuk menjustifikasi keberadaan teknologi pendidikan serta untuk meningkatkan kinerja lembaga maupun perorangan. pelatihan dll. Ilmu pendidikan telah berkembang sesuai dengan perkembangan lingkungan dan disiplin keilmuannya sendiri. Pengakuan profesi dalam jabatan fungsional di lingkungan pendidikan atau perekayasaan. dan bahkan dapat dikatakan telah mulai melembaga. SMU Terbuka.secara nasional yang pada awal perkembangan semula dikoordinasikan oleh Pustekkom. bidang garapan dan profesi. sekarang ini telah menyebar. profesi dan bidang garapan telah memberikan kontribusinya dalam pembangunan pendidikan. Hal-hal yang lebih penting dilakukan adalah menyebarkan konsep dan aplikasi teknologi pendidikan melalui berbagai kegiatan seperti penerbitan. sehingga ada kecenderungan pendapat bahwa oleh karena itu semua orang dengan sendirinya mengetahui dan memahami pendidikan. B. TV Edukasi. Kontribusi TP Dalam Pembangunan Pendidikan 13 . Purnakata Pendidikan merupakan kepedulian semua orang. dan C. Namun kontribusi tersebut hanya akan berkembang dengan adanya komitmen sungguh-sungguh dari para teknolog pendidikan. ACI = Aku Cinta Indonesia).

(1994). Instructional Technology: The Definition and Domains of the Field. and Rita C. Yogyakarta. 1968 Seels.Referensi AECT. Bela H. 1991 Daoed Joesoef Pidato Pengarahan Menteri Pendidikan dan Kebuadayaan pada Rapat Koordinasi Teknologi Komunikasi untuk Pendidikan dan Kebudayaan. Sir Eric. NJ : Educational Technology Publications.Pidato Pengarahan Menteri Pendidikan dan Kebuadayaan pada Lokakarya Nasional Teknologi Pendidikan dan Kebudayaan. 1982 Miarso. Jakarta : Pustekkom bekerjasama dengan Kencana. New York: McGraww-Hill Book Co.Paul. Washington. System Design in Education : a journey to create the future. New York. Englewood Cliffs. Yusufhadi.DC: 1977 Ashby. Richey. Jakarta. New York: McGraww-Hill Book Co. Merritt M. 2004 Saettler. Inc. 1981 ----------. The History of Education. A History of Instructional Technlogy. 1963 Kontribusi TP Dalam Pembangunan Pendidikan 14 . Barne & Noble. The Fourth Revolution. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan.DC : AECT Thompson. The Definition of Educational Technology. Washington. 1972 Banathy. Babara B. Instructional Technology in Higher Education.

Sigap dalam menghadapi perubahan lingkungan 10. dan perubahan 9. 045/U/2002) Kompetensi dalam kelompok MPK meliputi : 1. social dan estetika 4. menerapkan mengelola. Menegakkan prinsip dan konsisten dalam penerapan pprofesinya 7. Menguasai berbagai dimensi pengetahuan yang mendukung dan/atau berkaitan dengan aspek aksiologis teknologi pendidikan 8. Menyesuaikan peran professional dengan latar pengabdiannya 6. Mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi 4. berpegang teguh pada nilai-nilai moral. Menguasai landasan falsafah dan keilmuan teknologi pendidikan 3. Memiliki wawasan kependidikan dalam melaksanakan tugasnya 2. Menunjukkan kematangan emosional 12. Berakhak dan berbudi mulia 3. menguasai stratgei pengorganisasian dan penyajian bahan belajar sesuai dengan kondisi belajar 9. Membuka diri terhadap saran. Mmemiliki kepercayaan dan keyakinan diri untuk mengamalkan profesinya 13. Menggunakan berbagai referensi penelitian sebagai landasan ketepatan tindakan Kontribusi TP Dalam Pembangunan Pendidikan 15 . mengembangkan. Memeliharan dan mempertahankan martabat dan norma etik profesinya 5. Merancang. Mengahrgai erbedaan pendapat di antara rekan seprofesi 8. Menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi lingkungan dalam melaksanakan tugas profesionalnya 6. Memihak kepada kepentingan pemelajar 11. Berkomunikasi dengan santun.Lampiran : Penjabaran Kompetensi Teknolog Pendidikan (Berdasar Kepmen No. Memahami berbagai kondisi yang mendukung dan menghambat terjadinya belajar dalam segala kondisi dan situasi 7. kritik. Beriman dan bertaqwa Kepada Tuhan YME 2. sumber dan sistem belajar 5. sistematik dan logis Kompetensi dalam kelompok MKK meliputi : 1. menilai dan meneliti proses.

Merumuskan kebijakan dan aturan pelaksanaannya untuk melindungi masyarakat dari pengaruh negatif media komunikasi massa dan elektronik Kontribusi TP Dalam Pembangunan Pendidikan 16 . Merancang dan melaksanakan berbagai bentuk pengkajian ilmiah Merumuskan kawasan penelitian teknologi pendidikan Mengolah hasil penelitian dalam aplikasi praktis untuk pemecahan masalah belajar dan pembelajaran pada semua jenis. Membangun jaringan komunikasi dan kerjasama dengan masyarakat penghasil dan pengguna jasa teknologi 2. Memberdayakn pemelajar sesuai dengan potensi mereka masing-masing 2. Mengelola dan memanfaatkan sistem informasi profesi. Menghindarkan gejolak negatif pada masyarakat sebagai akibat perkembangan teknologi 3. Menyebarluaskan temuan dengan mendayagunakan teknologi yang tersedia 12. Mengelola kegiatan belajar dan pembelajaran guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi belajar 6. Terampil membelajarkan orang lain sebagai bagian dari layanan profesi 13. Menghasilkan produk dan/atau model yang dapat digunakan untuk optimalisasi belajar 11. 11. Menelusuri kebutuhan belajar baik pada perorangan maupun organisasi 4. Kompetensi dalam kelompok MPB melputi : 1. Meningkatkan dayaguna sarana dan sumber belaja yang telah ada 10. Menyelenggarakan program pengembangan sumberrdaya manusia dalam berbagai latar 7. Terampil dalam mengembangkan dan menggunakan teknologi untuk keperluan belajar dan pembelajaran 9. dan jenjang pendidikan. Menyelenggarakan program pembelajaran dengan berbagai pola yang memungkinkan berkurangnya kesenjangan antara yang mampu dan kurang mampu 5. Memberikan layanan kepada pemelajar dan pembelajar untuk meningkatkan produktivitas dan keserasian belajar 2. Memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi sebagai sumber untuk pengembangan kemampuan professional 8. Menggabungkan berbagai pendekatan konseptual maupun empiirik guna memperoleh nilai tambah 3.10. Kompetensi dalam kelompok MKB melputi : 1. Memilki kepekaan terhadap berbagai kebutuhan belajar sesuai dengan karakteristik pemelajar 3. jalur. Memfokuskan perhatian dan tindakan untuk kepentingan pemelajar Kompetensi dalam kelompok MBB meliputi : 1. 12.

serta pengadaan sarana dan prasarana. Kontribusi TP Dalam Pembangunan Pendidikan 17 . dan ditindak lanjuti dengan penataran tenaga dosen atau outsourcing.4. Memahamni gejala meningkatnya kebutuhan belajar masyarakat dengan mengidentifikasi dan mengembangkan alternatif penyelesaiannya. Matakuliah yang dijabarkan dari kompetensi tersebut di atas dilakukan sesuai dengan kemampuan tenaga dan ketersediaan sarana & prasarana. Untuk itu perlu dilakukan ananilis SWOT.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->