Asal usul kata Indonesia

 Sumber : wikipedia

Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA, BI: "Jurnal Kepulauan Hindia dan Asia Timur")), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA. Dalam JIAEA volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations ("Pada Karakteristik Terkemuka dari Bangsa-bangsa Papua, Australia dan Melayu-Polinesia"). Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia ("nesos" dalam bahasa Yunani berarti "pulau"). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Inggris): "... Penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu masing-masing akan menjadi "Orang Indunesia" atau "Orang Malayunesia"". Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (sebutan Srilanka saat itu) dan Maldives (sebutan asing untuk Kepulauan Maladewa). Earl berpendapat juga bahwa bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia. Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago ("Etnologi dari Kepulauan Hindia"). Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah Indian Archipelago ("Kepulauan Hindia") terlalu panjang dan membingungkan. Logan kemudian memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia. [1] Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia): "Mr Earl menyarankan istilah etnografi "Indunesian", tetapi menolaknya dan mendukung "Malayunesian". Saya lebih suka istilah geografis murni "Indonesia", yang hanya sinonim yang lebih pendek untuk Pulau-pulau Hindia atau Kepulauan Hindia" Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. [1] Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel ("Indonesia atau Pulau-pulau di Kepulauan Melayu") sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara di kepulauan itu pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga

Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau. Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan. Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Pendapat yang tidak benar itu. Pada kenyataannya. Nama Indonesisch (pelafalan Belanda untuk "Indonesia") juga diperkenalkan sebagai pengganti Indisch ("Hindia") oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917). inlander ("pribumi") diganti dengan Indonesiër ("orang Indonesia"). Sejalan dengan itu. antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indië tahun 1918. .sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian.

Selain Indonesia. asal katanya adalah nesos. jilid V Jawa dan Penutup. Kemudian Logan merubah Indunesia menjadi Indonesia (Indos dan Nesos. Nesia. demikian juga untuk menamakan ras penduduk di wilayah Malaya dan India Belanda bagian barat. yang mempopulerkan nama Indonesia ketika menerbitkan laporan perjalanan dan penelitiannya di Berlin. Eduard Douwes Dekker. bahasa Latin. para ilmuwan Eropa lebih senang menggunakan istilah/kata bahasa Latin atau Yunani untuk penamaan hal-hal yang sehubungan dengan ilmiah. sebagai persembahan kepada raja Spanyol. Maluku dan Papua-sebenarnya adalah orang-orang Melanesia (Kepulauan orang-orang hitam). Baik Indunesian. Oleh karena itu. yang diterbitkan dalam karya 5 jilid (1864 – 1894) dengan judul “Indonesien. yaitu George Samuel Windsor Earl. oder die Inseln des malaysischen Archipels” (bahasa Jerman. seorang pengacara kelahiran Scotlandia. bahasa Yunani. jilid II Timor dan Pulau-Pulau Sekitarnya. artinya: “Indonesia. Jadi kata Indonesia yang sampai sekarang digunakan oleh Republik Indonesia artinya tak lain adalah: Kepulauan India. yang masih tetap menggunakan nama peninggalan penjajahan. seorang pengacara kelahiran London. para anggotanya mendirikan Partai Insulinde. Adalah Adolf Bastian. Ketika orang-orang Spanyol menguasai wilayah tersebut. Sejak dahulu hingga sekarang. Jilid I berjudul Maluku. jilid IV Kalimantan dan Sulawesi. dalam bukunya “Max Havelaar” menyebut IndiaBelanda dengan nama Insulinde. juga Phillipina (Filipina). Yang termasuk pertama menggunakan kata Indonesia pada awal tahun 20-an adalah Perhimpunan Indonesia di Belanda. yang bersama James Richardson Logan. sebagai Indunesians (Indu. tahun 1850 dengan judul "The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders. artinya: India. jilid III Sumatera dan Daerah Sekitarnya. atau Pulau-Pulau dari Kepulauan Malaya”). menulis artikel sebanyak 96 halaman di Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia No. Earl sendiri kemudian cenderung menggunakan istilah Melayu-nesians. Melanesia = kepulauan orang-orang hitam). seperti Ceylon menjadi Sri Lanka. keduanya berasal dari bahasa Yunani) dalam tulisan-tulisannya di Journal tersebut. 4. Pertama kali digunakan oleh dua orang Inggris. untuk menunjukkan identitas pribumi yang hidup di bagian barat wilayah India." Mereka menamakan penduduk India-Belanda bagian barat yang berasal Proto-Malaya (Melayu tua) dan Deutero-Malaya (Melayu muda). seorang dokter dan sekaligus etnolog Jerman. Indonesien atau Insulinde semua artinya adalah Kepulauan India. Oleh Batara R. Sedangkan penduduk di wilayah India-Belanda bagian timur masuk ke dalam kategori Melanesians (Mela = hitam. Ketika Indische Partij (Partai India) yang didirikan oleh keponakannya dilarang oleh Pemerintah India Belanda tahun 1913. Phillip. untuk menamakan penduduk India-Belanda bagian barat. Banyak negara setelah merdeka mengganti nama yang “diciptakan” atau diberikan oleh penjajahnya. Sam Ratu Langie dan Partai Komunis Indonesia. Hutagalung Di masa penjajahan India-Belanda ini muncul nama Indonesia. yang menggunakan nama yang “diciptakan” oleh orangorang Inggris dan kemudian dipopulerkan oleh orang Jerman. sedangkan yang hidup di wilayah timur –Flores. Timor. variasi bahasa Belanda untuk Kepulauan India.Belanda. Burma menjadi . artinya: kepulauan). jajahan itu diberi nama Philippina.

Rhodesia menjadi Zimbabwe.L. Sholibis. Nama itu tiada lain adalah Nusantara. Indian Archipelago. Sedangkan tanah air kita memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (Indische Archipel. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. yang dikenal dengan nama samaran Multatuli. Jadi seandainya bangsa ini sepakat untuk meninggalkan nama yang diciptakan oleh orang Eropa. Bagi orang Bandung. Bagi mereka. Sunda. maka Indonesia bukanlah negara pertama yang mengganti nama peninggalan masa penjajahan. Indo-Cina menjadi Vietnam. Dapat menjadi bahan pertimbangan. India. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Gold Coast menjadi Ghana.pikiran-rakyat. nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda). Tetapi rupanya nama Insulinde ini kurang populer. Sundah. seberang). yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara. yaitu NUSANTARA. berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa). Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda. Mekah. pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita. Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta. yang artinya juga “Kepulauan Hindia” (bahasa Latin insula berarti pulau). daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah “Hindia”. yaitu Insulinde. dll. sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas. istri Rama yang diculik Ravana. Persia. Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel. sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra. suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Malay Archipelago. Insulinde mungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista.  Sumber : http://www.com/cetak/0804/16/0802. Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe. Sulawesi. Eduard Douwes Dekker (1820-1887). Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton. l’Archipel Indien) atau “Hindia Timur” (Oost Indie. l’Archipel Malais). South-West Afrika menjadi Namibia. semuanya Jawa)” kata seorang pedagang di Pasar Seng. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli). Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia.A. “Samathrah. memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata “India”. Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang). Indes Orientales). Pada tahun 1920-an. untuk kembali menggunakan nama yang telah lebih dari 1000 tahun digunakan oleh nenek moyang kita. kulluh Jawi (Sumatra. yang kita kenal sebagai Dr. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orang Arab. Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950).Myanmar. nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar. .htm PADA zaman purba. Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J. dan Cina. East Indies. sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama.

Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari Gajah Mada. sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu. George Samuel Windsor Earl (18131865). Lagi pula. dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Kini akan kita telusuri dari mana gerangan nama yang sukar bagi lidah Melayu ini muncul. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. Dalam JIAEA Volume IV itu juga. sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang dan membingungkan.Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian. sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda. nusantara zaman Majapahit. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name). isun amukti palapa” (Jika telah kalah pulau-pulau seberang. sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Sampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke. kata Earl. halaman 252-347. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris. “Lamun huwus kalah nusantara. Nama Indonesia Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan. Maka lahirlah istilah Indonesia. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang . Earl suggests the ethnographical term Indunesian. Tetapi nama resmi bangsa dan negara kita adalah Indonesia. Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: Mr. Ketika mengusulkan nama “Indonesia” agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi! Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya. I prefer the purely geographical term Indonesia. Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia). Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita. barulah saya menikmati istirahat). James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl. Australian and Malay-Polynesian Nations. Pada masa Majapahit Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar. halaman 66-74. Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: … the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians. bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia. maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu “nusa di antara dua benua dan dua samudra”. Oleh Dr. which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. but rejects it in favour of Malayunesian. seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA. dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Dengan mengambil kata Melayu asli antara. Pada awal tulisannya. orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. yang dikelola oleh James Richardson Logan (18191869). Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850. Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA). sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain.

Pendapat yang tidak benar itu. organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama “Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch-Indie”. sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. nama “Indonesia” yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita. Majalah mereka. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda.” Sementara itu.bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume. dan Sutardjo Kartohadikusumo. Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Wiwoho Purbohadidjojo. berganti nama menjadi Indonesia Merdeka. Padahal Bastian mengambil istilah “Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel). Lalu pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta. sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam. Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat. Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942. antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. sehingga nama “Indonesia” akhirnya memiliki makna politis. dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya. Makna politis Pada dasawarsa 1920-an. Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah. bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928. yang kini kita sebut Sumpah Pemuda. Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945. Juga tidak “Hindia” saja. yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880. “Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut “Hindia Belanda”. Maka kehendak Allah pun berlaku. atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa. Akhirnya nama “Indonesia” dinobatkan sebagai nama tanah air. . di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. lenyaplah nama “Hindia Belanda” untuk selama-lamanya. DPR zaman Belanda). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mulamula menggunakan nama “Indonesia”. Muhammad Husni Thamrin. Hindia Poetra. lahirlah Republik Indonesia. karena melambangkan dan mencitacitakan suatu tanah air di masa depan. yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu. Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya.

nesioi (jamak) berarti pulau-pulau. Kata Indonesia berasal dari kata Latin indus yang berarti Hindia dan kata Yunani nesos yang berarti pulau.W. Indonesia berarti bagian bumi yang membentang dari 95°-141° Bujur Timur. yaitu nusa yang berarti pulau dan antara yang berarti hubungan. Istilah Indonesia untuk pertama kalinya digunakan oleh Perhimpunan Indonesia. Earl menyebut Indonesians dan Melayunesians bagi penduduk Kepulauan Melayu. kata Indonesia berarti pulau-pulau Hindia. yaitu organisasi yang didirikan oleh pelajar-pelajar Indonesia di Negeri Belanda pada tahun 1908. Kemudian nama itu diganti menjadi Indonesische Vereeniging pada tahun 1922. Jadi. dan 6° Lintang Utara sampai 11 Lintang Selatan. Pada tahun 1862 istilah Indonesia digunakan oleh orang Inggris bemama Maxwell dalam karangannya berjudul The Island of Indonesia (Kepulauan Indonesia) dalam hubungannya dengan ilmu bumi. G. Menurut pengertian geogiafis. Istilah Indonesia untuk pertama kalinya ditemukan oleh seorang ahli etnologi Inggris bernama James Richardson Logan pada tahun 1850 dalam ilmu bumi. Sedangkan Indonesia dalam arti bangsa yang secara politik. Indonesia dikenal pula dengan sebutan Nusantara.W. Dengan demilcian. Istilah Indonesia semakin populer ketika seorang ahli etnologi Jerman bernama Adolf Bastian menggunakan istilah Indonesia pada tahun 1884 dalam hubungannya dengan etnologi. . Kongres Pemuda tersebut pada tanggal 28 Oktober 1928 menghasilkan Sumpah Pemuda yang di dalamnya tercantum nama Indonesia. Selanjutnya pada tahun 1922 juga namanya diganti Perhimpunan Indonesia. Organisasi tersebut pertama kali bemama Indische Vereeniging. Istilah Indonesia digunakan juga oleh G. Sumber : syadiblack-Nidya Pustaka-Apollo Yang dimaksud dengan Indonesia ialah Indonesia dalam pengertian geografis dan bangsa. Kata Nusantara berasal dari bahasa Jawa Kuno. Istilah Indonesia secara resmi digunakan sebagai nama negara kita pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia. ekonomi. Pada tahun 1928 Kongres Pemuda II di Jakarta menggunakan istilah Indonesia dalam hubungan dengan persatuan bangsa. Nusantara berarti rangkaian pulau-pulau. Earl dalam bidang etnologi. dan sosial budaya dalam wilayah tersebut. Bangsa Indonesia pertama kali menggunakan nama Indonesia secara politik.

Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya. Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880. nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita. sehingga nama "Indonesia" akhirnya memiliki makna politis. Padahal Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda. Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi! \ / Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya. sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau. "Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut "Hindia Belanda". I prefer the purely geographical term Indonesia. dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Juga . Earl suggests the ethnographical term Indunesian. Pendapat yang tidak benar itu. Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume. but rejects it in favour of Malayunesian. Sumber : artikel karya IRFAN ANSHORY Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: Mr. which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu. Pada dasawarsa 1920-an.

Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942. mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsch-Indie". dan Sutardjo Kartohadikusumo. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945. di tanah air Dr. bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928. Itulah tiga organisasi di tanah air yang mulamula menggunakan nama "Indonesia"." Sementara itu. sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan. lenyaplah nama "Hindia Belanda" untuk selama-lamanya. Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat. dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya. DPR zaman Belanda). yang kini kita sebut Sumpah Pemuda. . atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa. Muhammad Husni Thamrin. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. :-L Maka kehendak Allah pun berlaku. Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air. Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah.tidak "Hindia" saja. lahirlah Republik Indonesia. Wiwoho Purbohadidjojo. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel). Lalu pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful