P. 1
Asal Usul Kata Indonesia

Asal Usul Kata Indonesia

|Views: 169|Likes:
Published by Sigit Prayitno

More info:

Published by: Sigit Prayitno on Oct 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/04/2014

pdf

text

original

Asal usul kata Indonesia

 Sumber : wikipedia

Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan, Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA, BI: "Jurnal Kepulauan Hindia dan Asia Timur")), yang dikelola oleh James Richardson Logan (1819-1869), seorang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris, George Samuel Windsor Earl (1813-1865), menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA. Dalam JIAEA volume IV tahun 1850, halaman 66-74, Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan, Australian and Malay-Polynesian Nations ("Pada Karakteristik Terkemuka dari Bangsa-bangsa Papua, Australia dan Melayu-Polinesia"). Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name), sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia ("nesos" dalam bahasa Yunani berarti "pulau"). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari Bahasa Inggris): "... Penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu masing-masing akan menjadi "Orang Indunesia" atau "Orang Malayunesia"". Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia), sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu, sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (sebutan Srilanka saat itu) dan Maldives (sebutan asing untuk Kepulauan Maladewa). Earl berpendapat juga bahwa bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini. Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia. Dalam JIAEA Volume IV itu juga, halaman 252-347, James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago ("Etnologi dari Kepulauan Hindia"). Pada awal tulisannya, Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita, sebab istilah Indian Archipelago ("Kepulauan Hindia") terlalu panjang dan membingungkan. Logan kemudian memungut nama Indunesia yang dibuang Earl, dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. Maka lahirlah istilah Indonesia. [1] Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan (diterjemahkan ke Bahasa Indonesia): "Mr Earl menyarankan istilah etnografi "Indunesian", tetapi menolaknya dan mendukung "Malayunesian". Saya lebih suka istilah geografis murni "Indonesia", yang hanya sinonim yang lebih pendek untuk Pulau-pulau Hindia atau Kepulauan Hindia" Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama resmi. Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya, dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. [1] Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel ("Indonesia atau Pulau-pulau di Kepulauan Melayu") sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara di kepulauan itu pada tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda, sehingga

inlander ("pribumi") diganti dengan Indonesiër ("orang Indonesia"). . Pribumi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Pendapat yang tidak benar itu. Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan. antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indië tahun 1918. Nama Indonesisch (pelafalan Belanda untuk "Indonesia") juga diperkenalkan sebagai pengganti Indisch ("Hindia") oleh Prof Cornelis van Vollenhoven (1917).sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Sejalan dengan itu. Ketika dibuang ke negeri Belanda tahun 1913 ia mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau. Pada kenyataannya.

oder die Inseln des malaysischen Archipels” (bahasa Jerman. Sam Ratu Langie dan Partai Komunis Indonesia. para anggotanya mendirikan Partai Insulinde. juga Phillipina (Filipina). Banyak negara setelah merdeka mengganti nama yang “diciptakan” atau diberikan oleh penjajahnya. dalam bukunya “Max Havelaar” menyebut IndiaBelanda dengan nama Insulinde. bahasa Latin. Jilid I berjudul Maluku. untuk menamakan penduduk India-Belanda bagian barat. Jadi kata Indonesia yang sampai sekarang digunakan oleh Republik Indonesia artinya tak lain adalah: Kepulauan India. yang bersama James Richardson Logan. jilid III Sumatera dan Daerah Sekitarnya. yang mempopulerkan nama Indonesia ketika menerbitkan laporan perjalanan dan penelitiannya di Berlin. bahasa Yunani. jilid II Timor dan Pulau-Pulau Sekitarnya. atau Pulau-Pulau dari Kepulauan Malaya”). Ketika orang-orang Spanyol menguasai wilayah tersebut. asal katanya adalah nesos. Ketika Indische Partij (Partai India) yang didirikan oleh keponakannya dilarang oleh Pemerintah India Belanda tahun 1913. yang masih tetap menggunakan nama peninggalan penjajahan. tahun 1850 dengan judul "The Ethnology of the Indian Archipelago: Embracing Enquiries into the Continental Relations of the Indo-Pacific Islanders. Yang termasuk pertama menggunakan kata Indonesia pada awal tahun 20-an adalah Perhimpunan Indonesia di Belanda. Phillip. Nesia. keduanya berasal dari bahasa Yunani) dalam tulisan-tulisannya di Journal tersebut. 4. Kemudian Logan merubah Indunesia menjadi Indonesia (Indos dan Nesos. jajahan itu diberi nama Philippina. jilid V Jawa dan Penutup. Selain Indonesia. Adalah Adolf Bastian. Eduard Douwes Dekker. Hutagalung Di masa penjajahan India-Belanda ini muncul nama Indonesia. Earl sendiri kemudian cenderung menggunakan istilah Melayu-nesians. sebagai Indunesians (Indu. jilid IV Kalimantan dan Sulawesi. artinya: kepulauan). para ilmuwan Eropa lebih senang menggunakan istilah/kata bahasa Latin atau Yunani untuk penamaan hal-hal yang sehubungan dengan ilmiah. Melanesia = kepulauan orang-orang hitam). sedangkan yang hidup di wilayah timur –Flores. yaitu George Samuel Windsor Earl. demikian juga untuk menamakan ras penduduk di wilayah Malaya dan India Belanda bagian barat. Oleh karena itu. yang menggunakan nama yang “diciptakan” oleh orangorang Inggris dan kemudian dipopulerkan oleh orang Jerman. Sejak dahulu hingga sekarang. Timor. Burma menjadi . seorang dokter dan sekaligus etnolog Jerman. variasi bahasa Belanda untuk Kepulauan India. Sedangkan penduduk di wilayah India-Belanda bagian timur masuk ke dalam kategori Melanesians (Mela = hitam. seperti Ceylon menjadi Sri Lanka. yang diterbitkan dalam karya 5 jilid (1864 – 1894) dengan judul “Indonesien. Maluku dan Papua-sebenarnya adalah orang-orang Melanesia (Kepulauan orang-orang hitam). sebagai persembahan kepada raja Spanyol. untuk menunjukkan identitas pribumi yang hidup di bagian barat wilayah India. seorang pengacara kelahiran London. artinya: India. seorang pengacara kelahiran Scotlandia. Pertama kali digunakan oleh dua orang Inggris. Indonesien atau Insulinde semua artinya adalah Kepulauan India. Oleh Batara R. Baik Indunesian.Belanda." Mereka menamakan penduduk India-Belanda bagian barat yang berasal Proto-Malaya (Melayu tua) dan Deutero-Malaya (Melayu muda). menulis artikel sebanyak 96 halaman di Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia No. artinya: “Indonesia.

Indes Orientales). kepulauan tanah air kita disebut dengan aneka nama.com/cetak/0804/16/0802. Kisah Ramayana karya pujangga Valmiki yang termasyhur itu menceritakan pencarian terhadap Sinta. yang dikenal dengan nama samaran Multatuli. Eduard Douwes Dekker (1820-1887). Sholibis. nama resmi yang digunakan adalah Nederlandsch-Indie (Hindia Belanda). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang).L.pikiran-rakyat. Mekah.Myanmar. Ernest Francois Eugene Douwes Dekker (1879-1950). East Indies. Malay Archipelago. l’Archipel Malais). kulluh Jawi (Sumatra. untuk kembali menggunakan nama yang telah lebih dari 1000 tahun digunakan oleh nenek moyang kita. Ketika tanah air kita terjajah oleh bangsa Belanda. l’Archipel Indien) atau “Hindia Timur” (Oost Indie. yang artinya juga “Kepulauan Hindia” (bahasa Latin insula berarti pulau). Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan kita dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). seberang). yaitu Insulinde. yang kita kenal sebagai Dr. Sunda. sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatra. Dapat menjadi bahan pertimbangan. Sundah.htm PADA zaman purba. Rhodesia menjadi Zimbabwe. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara. Indo-Cina menjadi Vietnam. semuanya Jawa)” kata seorang pedagang di Pasar Seng. Sulawesi. “Samathrah. berasal dari bahasa Arab luban jawi (kemenyan Jawa). pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita. maka Indonesia bukanlah negara pertama yang mengganti nama peninggalan masa penjajahan. sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur). Persia. Gold Coast menjadi Ghana. Bagi orang Bandung. daerah yang terbentang luas antara Persia dan Cina semuanya adalah “Hindia”. istri Rama yang diculik Ravana. dan Cina. yaitu NUSANTARA. Jadi seandainya bangsa ini sepakat untuk meninggalkan nama yang diciptakan oleh orang Eropa. . Indian Archipelago. Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza’ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Insulinde mungkin cuma dikenal sebagai nama toko buku yang pernah ada di Jalan Otista. Sedangkan tanah air kita memperoleh nama “Kepulauan Hindia” (Indische Archipel. Setiabudi (beliau adalah cucu dari adik Multatuli). nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar.A. Lalu tibalah zaman kedatangan orang Eropa ke Asia. Semenanjung Asia Selatan mereka sebut “Hindia Muka” dan daratan Asia Tenggara dinamai “Hindia Belakang”. dll. Bagi mereka. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil “Jawa” oleh orang Arab. naskah kuno zaman Majapahit yang ditemukan di Bali pada akhir abad ke-19 lalu diterjemahkan oleh J. memopulerkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata “India”. Setiabudi mengambil nama itu dari Pararaton. Pada tahun 1920-an. Tetapi rupanya nama Insulinde ini kurang populer.  Sumber : http://www. Brandes dan diterbitkan oleh Nicholaas Johannes Krom pada tahun 1920. suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya. Nama lain yang juga dipakai adalah “Kepulauan Melayu” (Maleische Archipel. sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas. Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe. India. South-West Afrika menjadi Namibia. Nama itu tiada lain adalah Nusantara. Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang itu beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab.

Dalam JIAEA Volume IV itu juga. Istilah nusantara dari Setiabudi ini dengan cepat menjadi populer penggunaannya sebagai alternatif dari nama Hindia Belanda. isun amukti palapa” (Jika telah kalah pulau-pulau seberang. dan huruf u digantinya dengan huruf o agar ucapannya lebih baik. sedangkan Indunesia bisa juga digunakan untuk Ceylon (Srilanka) dan Maldives (Maladewa). Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang . Pada masa Majapahit Nusantara digunakan untuk menyebutkan pulau-pulau di luar Jawa (antara dalam bahasa Sansekerta artinya luar. bukankah bahasa Melayu dipakai di seluruh kepulauan ini? Dalam tulisannya itu Earl memang menggunakan istilah Malayunesia dan tidak memakai istilah Indunesia. Logan pun menyatakan perlunya nama khas bagi kepulauan tanah air kita. Oleh Dr. nusantara zaman Majapahit. “Lamun huwus kalah nusantara. but rejects it in favour of Malayunesian. Maka lahirlah istilah Indonesia. Dalam JIAEA Volume IV tahun 1850. seberang) sebagai lawan dari Jawadwipa (Pulau Jawa). Pada halaman 71 artikelnya itu tertulis: … the inhabitants of the Indian Archipelago or Malayan Archipelago would become respectively Indunesians or Malayunesians. Earl sendiri menyatakan memilih nama Malayunesia (Kepulauan Melayu) daripada Indunesia (Kepulauan Hindia). James Richardson Logan menulis artikel The Ethnology of the Indian Archipelago. I prefer the purely geographical term Indonesia. orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. halaman 252-347. Australian and Malay-Polynesian Nations. Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia (JIAEA). yang dikelola oleh James Richardson Logan (18191869). Nama Indonesia Pada tahun 1847 di Singapura terbit sebuah majalah ilmiah tahunan. Dalam artikelnya itu Earl menegaskan bahwa sudah tiba saatnya bagi penduduk Kepulauan Hindia atau Kepulauan Melayu untuk memiliki nama khas (a distinctive name). Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: Mr. Dengan mengambil kata Melayu asli antara. halaman 66-74. kata Earl. sebab istilah “Indian Archipelago” terlalu panjang dan membingungkan. menggabungkan diri sebagai redaksi majalah JIAEA. Kemudian pada tahun 1849 seorang ahli etnologi bangsa Inggris. Sampai hari ini istilah nusantara tetap kita pakai untuk menyebutkan wilayah tanah air kita dari Sabang sampai Merauke. Earl mengajukan dua pilihan nama: Indunesia atau Malayunesia (nesos dalam bahasa Yunani berarti pulau). sehingga Jawa pun termasuk dalam definisi nusantara yang modern. Ketika mengusulkan nama “Indonesia” agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi! Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama “Indonesia” dalam tulisan-tulisan ilmiahnya. maka Nusantara kini memiliki arti yang baru yaitu “nusa di antara dua benua dan dua samudra”. Setiabudi kata nusantara zaman Majapahit yang berkonotasi jahiliyah itu diberi pengertian yang nasionalistis. which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. Earl menulis artikel On the Leading Characteristics of the Papuan. George Samuel Windsor Earl (18131865). sebab nama Hindia tidaklah tepat dan sering rancu dengan penyebutan India yang lain. Tetapi nama resmi bangsa dan negara kita adalah Indonesia. Kini akan kita telusuri dari mana gerangan nama yang sukar bagi lidah Melayu ini muncul. Kita tentu pernah mendengar Sumpah Palapa dari Gajah Mada. dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. barulah saya menikmati istirahat). sebab Malayunesia sangat tepat untuk ras Melayu. Earl suggests the ethnographical term Indunesian. Logan memungut nama Indunesia yang dibuang Earl.Namun perlu dicatat bahwa pengertian Nusantara yang diusulkan Setiabudi jauh berbeda dengan pengertian. Pada awal tulisannya. Lagi pula.

Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel). “Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut “Hindia Belanda”. Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah “Indonesia” adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). lenyaplah nama “Hindia Belanda” untuk selama-lamanya.” Sementara itu. lahirlah Republik Indonesia. Lalu pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Pada tahun 1922 atas inisiatif Mohammad Hatta. seorang mahasiswa Handels Hoogeschool (Sekolah Tinggi Ekonomi) di Rotterdam. . Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Hindia Poetra.bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume. nama “Indonesia” yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita. sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah “Indonesia” itu ciptaan Bastian. Padahal Bastian mengambil istilah “Indonesia” itu dari tulisan-tulisan Logan. Itulah tiga organisasi di tanah air yang mulamula menggunakan nama “Indonesia”. DPR zaman Belanda). Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942. sehingga nama “Indonesia” akhirnya memiliki makna politis. Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya. organisasi pelajar dan mahasiswa Hindia di Negeri Belanda (yang terbentuk tahun 1908 dengan nama Indische Vereeniging) berubah nama menjadi Indonesische Vereeniging atau Perhimpoenan Indonesia. dan Sutardjo Kartohadikusumo. karena melambangkan dan mencitacitakan suatu tanah air di masa depan. yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880. Makna politis Pada dasawarsa 1920-an. Wiwoho Purbohadidjojo. bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928. mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama “Indonesia” diresmikan sebagai pengganti nama “Nederlandsch-Indie”. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah “Indonesia” di kalangan sarjana Belanda. Maka kehendak Allah pun berlaku. Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). yang kini kita sebut Sumpah Pemuda. yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu. Juga tidak “Hindia” saja. dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya. berganti nama menjadi Indonesia Merdeka. Majalah mereka. Akhirnya nama “Indonesia” dinobatkan sebagai nama tanah air. atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa. Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat. Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau. sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. di tanah air Dr. Muhammad Husni Thamrin. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945. Pendapat yang tidak benar itu.

Istilah Indonesia untuk pertama kalinya ditemukan oleh seorang ahli etnologi Inggris bernama James Richardson Logan pada tahun 1850 dalam ilmu bumi. Kata Nusantara berasal dari bahasa Jawa Kuno. Bangsa Indonesia pertama kali menggunakan nama Indonesia secara politik. Selanjutnya pada tahun 1922 juga namanya diganti Perhimpunan Indonesia. ekonomi. Nusantara berarti rangkaian pulau-pulau. Pada tahun 1928 Kongres Pemuda II di Jakarta menggunakan istilah Indonesia dalam hubungan dengan persatuan bangsa. nesioi (jamak) berarti pulau-pulau. Kata Indonesia berasal dari kata Latin indus yang berarti Hindia dan kata Yunani nesos yang berarti pulau. . Menurut pengertian geogiafis. yaitu nusa yang berarti pulau dan antara yang berarti hubungan. Dengan demilcian.W. Istilah Indonesia untuk pertama kalinya digunakan oleh Perhimpunan Indonesia.W. Indonesia dikenal pula dengan sebutan Nusantara. Sumber : syadiblack-Nidya Pustaka-Apollo Yang dimaksud dengan Indonesia ialah Indonesia dalam pengertian geografis dan bangsa. Pada tahun 1862 istilah Indonesia digunakan oleh orang Inggris bemama Maxwell dalam karangannya berjudul The Island of Indonesia (Kepulauan Indonesia) dalam hubungannya dengan ilmu bumi. G. Istilah Indonesia semakin populer ketika seorang ahli etnologi Jerman bernama Adolf Bastian menggunakan istilah Indonesia pada tahun 1884 dalam hubungannya dengan etnologi. Jadi. dan sosial budaya dalam wilayah tersebut. Earl menyebut Indonesians dan Melayunesians bagi penduduk Kepulauan Melayu. dan 6° Lintang Utara sampai 11 Lintang Selatan. Sedangkan Indonesia dalam arti bangsa yang secara politik. Kongres Pemuda tersebut pada tanggal 28 Oktober 1928 menghasilkan Sumpah Pemuda yang di dalamnya tercantum nama Indonesia. Istilah Indonesia secara resmi digunakan sebagai nama negara kita pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia. kata Indonesia berarti pulau-pulau Hindia. Indonesia berarti bagian bumi yang membentang dari 95°-141° Bujur Timur. Organisasi tersebut pertama kali bemama Indische Vereeniging. Istilah Indonesia digunakan juga oleh G. Kemudian nama itu diganti menjadi Indonesische Vereeniging pada tahun 1922. Earl dalam bidang etnologi. yaitu organisasi yang didirikan oleh pelajar-pelajar Indonesia di Negeri Belanda pada tahun 1908.

which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu. dan lambat laun pemakaian istilah ini menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Ketika mengusulkan nama "Indonesia" agaknya Logan tidak menyadari bahwa di kemudian hari nama itu akan menjadi nama bangsa dan negara yang jumlah penduduknya peringkat keempat terbesar di muka bumi! \ / Sejak saat itu Logan secara konsisten menggunakan nama "Indonesia" dalam tulisan-tulisan ilmiahnya. Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya. Juga . Pendapat yang tidak benar itu. nama "Indonesia" yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita. Sumber : artikel karya IRFAN ANSHORY Untuk pertama kalinya kata Indonesia muncul di dunia dengan tercetak pada halaman 254 dalam tulisan Logan: Mr. Padahal Bastian mengambil istilah "Indonesia" itu dari tulisan-tulisan Logan. "Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut "Hindia Belanda". Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume. Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah "Indonesia" adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Pada dasawarsa 1920-an. I prefer the purely geographical term Indonesia. antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. sehingga nama "Indonesia" akhirnya memiliki makna politis. Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau. but rejects it in favour of Malayunesian. sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah "Indonesia" itu ciptaan Bastian. Earl suggests the ethnographical term Indunesian. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilah "Indonesia" di kalangan sarjana Belanda. yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880.

Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah. lahirlah Republik Indonesia." Sementara itu. Muhammad Husni Thamrin.tidak "Hindia" saja. di tanah air Dr. . DPR zaman Belanda). karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan. lenyaplah nama "Hindia Belanda" untuk selama-lamanya. yang kini kita sebut Sumpah Pemuda. bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai Komunis Indonesia (PKI). sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945. Itulah tiga organisasi di tanah air yang mulamula menggunakan nama "Indonesia". mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar nama "Indonesia" diresmikan sebagai pengganti nama "Nederlandsch-Indie". Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat. Akhirnya nama "Indonesia" dinobatkan sebagai nama tanah air. Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942. Bagi kami nama Indonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel). Lalu pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Wiwoho Purbohadidjojo. dan Sutardjo Kartohadikusumo. :-L Maka kehendak Allah pun berlaku. atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa. dan untuk mewujudkannya tiap orang Indonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->