PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN

Istilah paradigma pada mulanya dipakai dalam bidang filsafat ilmu pengetahuan. Menurut Thomas Kuhn, Orang yang pertama kali mengemukakan istilah tersebut menyatakan bahwa ilmu pada waktu tertentu didominasi oleh suatu paradigma. Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan. Dengan demikian, paradigma sebagai alat bantu para illmuwan dalam merumuskan apa yang harus dipelajari, apa yang harus dijawab, bagaimana seharusnya dalam menjawab dan aturan-aturan yang bagaimana yang harus dijalankan dalam mengetahui persoalan tersebut. Suatu paradigma mengandung sudut pandang, kerangka acuan yang harus dijalankan oleh ilmuwan yang mengikuti paradigma tersebut. Dengan suatu paradigma atau sudut pandang dan kerangka acuan tertentu, seorang ilmuwan dapat menjelaskan sekaligus menjawab suatu masalah dalam ilmu pengetahuan. Istilah paradigma makin lama makin berkembang tidak hanya di bidang ilmu pengetahuan, tetapi pada bidang lain seperti bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi. Paradigma kemudian berkembang dalam pengertian sebagai kerangka pikir, kerangka bertindak, acuan, orientasi, sumber, tolok ukur, parameter, arah dan tujuan. Sesuatu dijadikan paradigma berarti sesuatu itu dijadikan sebagai kerangka, acuan, tolok ukur, parameter, arah, dan tujuan dari sebuah kegiatan. Dengan demikian, paradigma menempati posisi tinggi dan penting dalam melaksanakan segala hal dalam kehidupan manusia.

1. Pancasila sebagai paradigma pembangunan
Pancasila sebagai paradigma, artinya nilai-nilai dasar pancasila secara normatif menjadi dasar, kerangka acuan, dan tolok ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. Hal ini sebagai konsekuensi atas pengakuan dan penerimaan bangsa Indonesia atas Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional. Hal ini sesuai dengan kenyataan objektif bahwa Pancasila adalah dasar negara Indonesia, sedangkan negara merupakan organisasi atau persekutuan hidup manusia maka tidak berlebihan apabila pancasila menjadi landasan dan tolok ukur penyelenggaraan bernegara termasuk dalam melaksanakan pembangunan. Nilai-nilai dasar Pancasila itu dikembangkan atas dasar hakikat manusia. Hakikat manusia menurut Pancasila adalah makhluk monopluralis. Kodrat manusia yang monopluralis tersebut mempunyai ciri-ciri, antara lain: a. susunan kodrat manusia terdiri atas jiwa dan raga b. sifat kodrat manusia sebagai individu sekaligus sosial c. kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk tuhan.

Sistem politik Indonesia yang sesuai pancasila sebagai paradigma adalah sistem politik demokrasi bukan otoriter Berdasar hal itu. secara berturut-turut sistem politik Indonesia dikembangkan atas moral ketuhanan. Sistem ekonomi yang mendasarkan pada moralitas dam humanistis akan menghasilkan sistem ekonomi yang berperikemanusiaan. sistem ekonomi harus mendasarkan pada dasar moralitas ketuhanan (sila I Pancasila) dan kemanusiaan ( sila II Pancasila). Sistem politik Indonesia yang bertolak dari manusia sebagai subjek harus mampu menempatkan kekuasaan tertinggi pada rakyat. sistem politik Indonesia harus dikembangkan atas asas kerakyatan (sila IV Pancasila). Sistem ekonomi yang berdasar pancasila berbeda dengan sistem ekonomi liberal yang hanya menguntungkan individu-individu tanpa perhatian pada manusia lain. moral kerakyatan. Oleh karena itu. . ekonomi. Sistem ekonomi yang menghargai hakikat manusia. dan pertahanan keamanan. pembangunan nasional diarahkan sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia yang meliputi aspek jiwa. dan aspek ketuhanan. dan pertahanan keamanan. moral kemanusiaan. sosial budaya. Perilaku politik. Oleh karena itu. pembangunan dilaksanakan di berbagai bidang yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. ekonomi. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi Sesuai dengan paradigma pancasila dalam pembangunan ekonomi maka sistem dan pembangunan ekonomi berpijak pada nilai moral daripada pancasila. baik dari warga negara maupun penyelenggara negara dikembangkan atas dasar moral tersebut sehingga menghasilkan perilaku politik yang santun dan bermoral. Kekuasaan adalah dari rakyat. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Politik Manusia Indonesia selaku warga negara harus ditempatkan sebagai subjek atau pelaku politik bukan sekadar objek politik.Berdasarkan itu. pembangunan nasional sebagai upaya peningkatan manusia secara totalitas. a. Secara khusus. Secara singkat. raga. sosial. meliputi bidang politik. moral persatuan. baik selaku makhluk individu. Pengembangan selanjutnya adalah sistem politik didasarkan pada asas-asas moral daripada sila-sila pada pancasila. Pembangunan. sosial. Pembangunan sosial harus mampu mengembangkan harkat dan martabat manusia secara keseluruhan. oleh rakyat dan untuk rakyat. dan moral keadilan. b.pribadi. sosial budaya. Pancasila bertolak dari kodrat manusia maka pembangunan politik harus dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sistem ekonomi demikian juga berbeda dengan sistem ekonomi dalam sistem sosialis yang tidak mengakui kepemilikan individu. Pancasila menjadi paradigma dalam pembangunan politik. makhluk pribadi maupun makhluk tuhan.

kecemburuan. tetapi harus mampu meningkatkan derajat kemanusiaannya. brutal dan bersifat anarkis jelas bertentangan dengan cita-cita menjadi manusia adil dan beradab. tetapi juga rakyat Indonesia secara keseluruhan. monopoli dan bentuk lainnya yang hanya akan menimbulkan penindasan. d. diskriminasi. dan sumber daya nasional lainnya. Atas dasar tersebut. serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total terpadu. Hal ini mengandung makna bahwa tugas dan tanggung jawab tidak hanya oleh penyelenggara negara saja. Dengan demikian. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Pertahanan Keamanan Salah satu tujuan bernegara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Hal ini sebagaimana tertuang dalam sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. Pembangunan sosial budaya yang menghasilkan manusia-manusia biadab. sistem pertahanan dan keamanan adalah mengikut sertakan seluruh komponen bangsa. dan ketidakadilan sosial. Sistem ekonomi yang berdasar pancasila adalah sistem ekonomi kerakyatan yang berasaskan kekeluargaan. pembangunan sosial budaya tidak menciptakan kesenjangan. Pembangunan ekonomi harus mampu menghindarkan diri dari bentuk-bentuk persaingan bebas. Berdasar sila persatuan Indonesia. pembangunan sosial budaya dikembangkan atas dasar penghargaan terhadap nilai sosial dan budaya-budaya yang beragam si seluruh wilayah Nusantara menuju pada tercapainya rasa persatuan sebagai bangsa. wilayah. Sistem pertahanan yang bersifat semesta melibatkan seluruh warga negara. Manusia harus dapat mengembangkan dirinya dari tingkat homo menjadi human. terarah. kejam. dan berlanjut . Sistem pembangunan pertahanan dan keamanan Indonesia disebut sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata). c. Oleh karena itu. Perlu ada pengakuan dan penghargaan terhadap budaya dan kehidupan sosial berbagai kelompok bangsa Indonesia sehingga mereka merasa dihargai dan diterima sebagai warga bangsa. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik karena memang pancasila bertolak dari hakikat dan kedudukan kodrat manusia itu sendiri. pembangunan sosial budaya harus mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia. penderitaan. ketidakadilan. Manusia tidak cukup sebagai manusia secara fisik. Sistem ekonomi Indonesia juga tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai moral kemanusiaan. yaitu menjadi manusia yang berbudaya dan beradab.Pancasila bertolak dari manusia sebagai totalitas dan manusia sebagai subjek. Oleh karena itu. sistem ekonomi harus dikembangkan menjadi sistem dan pembangunan ekonomi yang bertujuan pada kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. dan kesengsaraan warga negara.

Reformasi yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa. disintegrasi. gerakan reformasi berdasarkan pada moralitas ketuhanan dan harus mengarah pada kehidupan yang baik sebgai manusia makhluk tuhan. Sebab tanpa suatu dasar dan tujuan yang jelas. acuan. dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman. bangsa Indonesia ingin menata kembali (reform) tatanan kehidupan yang berdaulat. tiada jalan lain adalah mendasarkan kembali pada nilai-nilai dasar kehidupan yang dimiliki bangsa Indonesia. kerangka. dan sejahtera. gerakan reformasi harus diletakkan dalam kerangka perspektif sebagai landasan sekaligus sebagai cita-cita. aman. adil. . menata ulang atau menata kembali hal-hal yang menyimpang untuk dikembalikan pada format atau bentuk semula sesuai dengan nilai-nilai ideal yang dicita-citakan rakyat. ketika gerakan reformasi melanda Indonesia maka seluruh tatanan kehidupan dan praktik politik pada era Orde Baru banyak mengalami keruntuhan. Reformasi dengan paradigma pancasila adalah sebagai berikut : a.untuk menegakkan kedaulatan negara. 2. Dengan pancasila sebagai paradigma reformasi. dan tolok ukur gerakan reformasi di Indonesia. Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk menjamin keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. pancasila sangat tepat sebagai paradigma. kerusuhan. Pancasila Sebagai Paradigma Reformasi Pada saat ini Indonesia tengah berada pada era reformasi yang telah diperjuangkan sejak tahun 1998. Oleh karena itu. Reformasi memiliki makna. keutuhan wilayah. Apabila gerakan reformasi ingin menata kembali tatanan kehidupan yang lebih baik. Artinya. Nilai-nilai dasar kehidupan yang baik itu sudah terkristalisasi dalam pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. yaitu suatu gerakan untuk memformat ulang. 3 Tahun 2002 tentang pertahanan Negara. dan akhirnya mengarah pada kehancuran bangsa. Tatanan kehidupan yang berjalan pada era orde baru dianggap tidak mampu memberi kedaulatan dan keadilan pada rakyat. serta keyakinan pada kekuatan sendiri. Pancasila sebagai paradigma pembangunan pertahanan keamanan telah diterima bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam UU No. Penyelenggaraan sistem pertahanan semesta didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara. Pada era reformasi ini. reformasi akan mengarah pada suatu gerakan anarki. di mana pemerintahan dari rakyat (individu) memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam masalah pertahanan negara dan bela negara. Sistem ini pada dasarnya sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

Reformasi yang bertujuan pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. d. e. Artinya. gerakan reformasi harus menjamin tetap tegaknya negara dan bangsa Indonesia sebagai satu kesatuan. gerakan reformasi harus memiliki visi yang jelas.! . Reformasi yang berdasarkan nilai persatuan. yaitu rakyat sebagai pemegang kedaulatan. c. Artinya. Reformasi yang berakar pada asas kerakyatan. seluruh penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara harus dapat menempatkan rakyat sebagai subjek dan pemegang kedaulatan. Perlu disadari bahwa ketidakadilanlah penyeban kehancuran suatu bangsa. Artinya. gerakan reformasi berlandaskan pada moral kemanusiaan yang luhur dan sebagai upaya penataan kehidupan yang penuh penghargaan atas harkat dan martabat manusia. yaitu demi terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat.. Gerakan reformasi bertujuan menuju terciptanya pemerintahan yang demokratis. Artinya. Reformasi yang berperikemanusiaan yang adil dan beradab.b. Jelek lu dew. Gerakan reformasi yang menghindarkan diri dari praktik dan perilaku yang dapat menciptakan perpecahan dan disintegrasi bangsa.

(d) bidang . Menurut Thomas Kuhn. (c) bidang social budaya. hukum. tolok ukur. parameter. dan tolok ukur segenap aspek pembangunan nasional yang dijalankan di Indonesia. (e) bidang kehidupan antar umat beragama. Sesuatu dijadikan paradigma berarti sesuatu itu dijadikan sebagai kerangka. Orang yang pertama kali mengemukakan istilah tersebut menyatakan bahwa ilmu pada waktu tertentu didominasi oleh suatu paradigma. acuan. dan sekaligus kerangka arah/tujuan bagi ‘yang menyandangnya’. tolok ukur. Namun demikian agar sistematikanya menjadi relatif lebih tepat. Istilah paradigma makin lama makin berkembang tidak hanya di bidang ilmu pengetahuan. Kelimanya itu. atau jelasnya sebagaisistem nilai yang dijadikan kerangka landasan. (b) bidang ekonomi. dalam makalah ini. Hal ini sesuai dengan kenyataan objektif bahwa Pancasila adalah dasar negara Indonesia. arah dan tujuan. artinya nilai-nilai dasar pancasila secara normatif menjadi dasar. sedangkan negara merupakan organisasi atau persekutuan hidup manusia maka tidak berlebihan apabila pancasila menjadi landasan dan tolok ukur penyelenggaraan bernegara termasuk dalam melaksanakan pembangunan. kerangka acuan. antara lain: . tetapi pada bidang lain seperti bidang politik. Hakikat manusia menurut Pancasila adalah makhluk monopluralis. Kodrat manusia yang monopluralis tersebut mempunyai ciri-ciri.. Hal ini sebagai konsekuensi atas pengakuan dan penerimaan bangsa Indonesia atas Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi nasional. dan tujuan dari sebuah kegiatan. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Istilah paradigma pada mulanya dipakai dalam bidang filsafat ilmu pengetahuan. kerangka bertindak. 1. sumber. sosial dan ekonomi. Dengan demikian.Pancasila sebagai paradigma dimaksudkan bahwa Pancasila sebagai sistem nilai acuan. pola-acuan berpikir. pembahasannya dimulai oleh ‘paradigma yang terakhir’ yaitu paradigma dalam kehidupan kampus. kerangka cara. Nilai-nilai dasar Pancasila itu dikembangkan atas dasar hakikat manusia. acuan. Yang menyandangnya itu di antaranya: (a) bidang politik. Paradigma adalah pandangan mendasar dari para ilmuwan tentang apa yang menjadi pokok persoalan suatu cabang ilmu pengetahuan. kerangka-acuan berpikir. dijadikan pokok bahasan. paradigma menempati posisi tinggi dan penting dalam melaksanakan segala hal dalam kehidupan manusia. arah. Pancasila sebagai paradigma. Memahami asal mula Pancasila. orientasi. parameter.hukum. Paradigma kemudian berkembang dalam pengertian sebagai kerangka pikir.

pembangunan nasional sebagai upaya peningkatan manusia secara totalitas. Oleh karena itu. Sistem politik Indonesia yang sesuai pancasila sebagai paradigma adalah sistem politik demokrasi bukan otoriter. meliputi bidang politik. sifat kodrat manusia sebagai individu sekaligus sosial c. Berdasar hal itu. budaya. Oleh karena itu. Pancasila menjadi paradigma dalam pembangunan politik. moral kemanusiaan. ekonomi. susunan kodrat manusia terdiri atas jiwa dan raga b. sosial budaya. Pengembangan selanjutnya adalah sistem politik didasarkan pada asas-asas moral daripada sila-sila pada pancasila. Pancasila bertolak dari kodrat manusia maka pembangunan politik harus dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia. a. dan pertahanan keamanan. ekonomi. dan pertahanan keamanan. secara berturut-turut sistem politik Indonesia dikembangkan atas moral ketuhanan. pembangunan dilaksanakan di berbagai bidang yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia.pribadi. oleh rakyat dan untuk rakyat. moral persatuan. . raga. baik dari warga negara maupun penyelenggara negara dikembangkan atas dasar moral tersebut sehingga menghasilkan perilaku politik yang santun dan bermoral. Berdasarkan itu. Pembangunan sosial harus mampu mengembangkan harkat dan martabat manusia secara keseluruhan. pembangunan nasional diarahkan sebagai upaya meningkatkan harkat dan martabat manusia yang meliputi aspek jiwa. Secara singkat. Perilaku politik. kedudukan kodrat manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk tuhan. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Politik Manusia Indonesia selaku warga negara harus ditempatkan sebagai subjek atau pelaku politik bukan sekadar objek politik. dan moral keadilan. sosial budaya. Pembangunan. Pancasila sebagai paradigma pengembangan sosial politik diartikan bahwa Pancasila bersifat sosial-politik bangsa dalam cita-cita bersama yang ingin diwujudkan dengan menggunakan nilai-nilai dalam Pancasila. moral kerakyatan. Pemahaman untuk implementasinya dapat dilihat secara berurutan-terbalik: • Penerapan dan pelaksanaan keadilan sosial mencakup keadilan politik. Sistem politik Indonesia yang bertolak dari manusia sebagai subjek harus mampu menempatkan kekuasaan tertinggi pada rakyat.a. dan aspek ketuhanan. sistem politik Indonesia harus dikembangkan atas asas kerakyatan (sila IV Pancasila). Kekuasaan adalah dari rakyat. sosial.

Secara khusus. . implementasi tersebut perlu direkonstruksi kedalam pewujudan masyarakat-warga (civil society) yang mencakup masyarakat tradisional (berbagai asal etnik. • Melaksanakan keadilan sosial dan penentuan prioritas kerakyatan berdasarkan konsep mempertahankan persatuan. demokrasi. Oleh karena itu. persatuan. • Tidak dapat tidak. Sistem ekonomi yang berdasar pancasila adalah sistem ekonomi kerakyatan yang berasaskan kekeluargaan. Pancasila bertolak dari manusia sebagai totalitas dan manusia sebagai subjek. sistem ekonomi harus dikembangkan menjadi sistem dan pembangunan ekonomi yang bertujuan pada kesejahteraan rakyat secara keseluruhan. masyarakat industrial. Sistem ekonomi yang berdasar pancasila berbeda dengan sistem ekonomi liberal yang hanya menguntungkan individu-individu tanpa perhatian pada manusia lain. dan ekonomi dalam kehidupan sehari-hari. dan golongan).agama. Sistem ekonomi demikian juga berbeda dengan sistem ekonomi dalam sistem sosialis yang tidak mengakui kepemilikan individu. Dengan demikian. • Mementingkan kepentingan rakyat (demokrasi) bilamana dalam pengambilan keputusan. Sistem ekonomi Indonesia juga tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai moral kemanusiaan. dan kemanusiaan (keadilan-keberadaban) tersebut bersumber pada nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. sosial. baik selaku makhluk individu. • Dalam pencapaian tujuan keadilan menggunakan pendekatan kemanusiaan yang adil dan beradab. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Ekonomi Sesuai dengan paradigma pancasila dalam pembangunan ekonomi maka sistem dan pembangunan ekonomi berpijak pada nilai moral daripada pancasila. makhluk pribadi maupun makhluk tuhan. nilai-nilai keadilan sosial. nilai-nilai sosial politik yang dijadikan moral baru masyarakat informasi adalah: ~ ~ ~ ~ nilai toleransi. Sistem ekonomi yang mendasarkan pada moralitas dam humanistis akan menghasilkan sistem ekonomi yang berperikemanusiaan. sistem ekonomi harus mendasarkan pada dasar moralitas ketuhanan (sila I Pancasila) dan kemanusiaan ( sila II Pancasila). dan masyarakat purna industrial. nilai transparansi hukum dan kelembagaan. Sistem ekonomi yang menghargai hakikat manusia. agama. nilai kejujuran dan komitmen (tindakan sesuai dengan kata). Di era globalisasi informasi seperti sekarang ini. b. bermoral berdasarkan konsensus (Fukuyama dalam Astrid: 2000:3).

Pemerintah Pusat (Negara) yang demokratis berperanan memaksakan pematuhan peraturan-peraturan yang bersifat melindungi warga atau meningkatkan kepastian hukum. Politik Ekonomi Kerakyatan yang lebih memberikan kesempatan. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Sosial Budaya Pancasila pada hakikatnya bersifat humanistik karena memang pancasila bertolak dari hakikat dan kedudukan kodrat manusia itu sendiri. Pancasila sebagai paradigma pengembangan ekonomi lebih mengacu pada Sila Keempat Pancasila. c. kejam. Bangun perusahaan yang sesuai dengan ini ialah koperasi. transparan. pembangunan sosial budaya harus mampu meningkatkan harkat dan martabat manusia. usaha kecil. Dengan demikian subjudul ini menunjuk pada pembangunan Ekonomi Kerakyatan atau pembangunan Demokrasi Ekonomi atau pembangunan Sistem Ekonomi Indonesia atau Sistem Ekonomi Pancasila. Oleh sebab itu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. dan usaha menengah sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional. Ekonomi Kerakyatan akan mampu mengembangkan program-program kongkrit pemerintah daerah di era otonomi daerah yang lebih mandiri dan lebih mampu mewujudkan keadilan dan pemerataan pembangunan daerah. ketidakadilan. brutal dan bersifat anarkis jelas bertentangan dengan cita-cita menjadi manusia adil dan beradab. Ekonomi Kerakyatan akan mampu memberdayakan daerah/rakyat dalam berekonomi. Dalam Ekonomi Kerakyatan. Dalam Ekonomi Kerakyatan. penderitaan.Pembangunan ekonomi harus mampu menghindarkan diri dari bentuk-bentuk persaingan bebas. Hal ini sebagaimana tertuang dalam sila Kemanusiaan yang adil dan beradab. Dengan demikian. Pembangunan sosial budaya yang menghasilkan manusia-manusia biadab. sehingga lebih adil. sementara pengembangan ekonomi lebih mengacu pada pembangunan Sistem Ekonomi Indonesia. politik/kebijakan ekonomi harus untuk sebesarbesar kemakmuran/kesejahteraan rakyat—yang harus mampu mewujudkan perekonomian nasional yang lebih berkeadilan bagi seluruh warga masyarakat (tidak lagi yang seperti selama Orde Baru yang telah berpihak pada ekonomi besar/konglomerat). monopoli dan bentuk lainnya yang hanya akan menimbulkan penindasan. dukungan. dan pengembangan ekonomi rakyat yang mencakup koperasi. Manusia tidak cukup sebagai manusia secara fisik. tetapi harus mampu . Oleh karena itu. dan kesengsaraan warga negara. dan partisipatif. demokratis. yaitu menjadi manusia yang berbudaya dan beradab.

diskriminasi. di samping hak negara untuk mengatur kehidupan berbangsa dan hak asasi individu secara berimbang (Sila Kedua). (2) Sila Kedua. era otonomi daerah tidak akan mengarah pada otonomi suku bangsa tetapi justru akan memadukan pembangunan lokal/daerah dengan pembangunan regional dan pembangunan nasional (Sila Keempat). Perlu ada pengakuan dan penghargaan terhadap budaya dan kehidupan sosial berbagai kelompok bangsa Indonesia sehingga mereka merasa dihargai dan diterima sebagai warga bangsa. (4) Sila Keempat. kedaerahan. Paradigma-baru dalam pembangunan nasional berupa paradigma pembangunan berkelanjutan. mencerminkan nilai budaya yang menjadi kebulatan tekad masyarakat majemuk di kepulauan nusantara untuk mempersatukan diri sebagai satu bangsa yang berdaulat.meningkatkan derajat kemanusiaannya. sebagai kerangka-acuan-bersama. menunjukan tidak satu pun sukubangsa ataupun golongan sosial dan komuniti setempat di Indonesia yang tidak mengenal kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. kecemburuan. pembangunan sosial budaya tidak menciptakan kesenjangan. yang dalam perencanaan dan pelaksanaannya perlu diselenggarakan dengan menghormati hak budaya komuniti-komuniti yang terlibat. merupakan nilai budaya yang luas persebarannya di kalangan masyarakat majemuk Indonesia untuk melakukan kesepakatan melalui musyawarah. . Hak budaya komuniti dapat sebagai perantara/penghubung/penengah antara hak negara dan hak asasi individu. Sila ini sangat relevan untuk mengendalikan nilai-nilai budaya yang mendahulukan kepentingan perorangan. dan ketidakadilan sosial. merupakan nilai budaya yang dijunjung tinggi oleh segenap warganegara Indonesia tanpa membedakan asal-usul kesukubangsaan. sesungguhnya nilai-nilai Pancasila itu memenuhi kriteria sebagai puncak-puncak kebudayaan. maupun golongannya. Berdasar sila persatuan Indonesia. sehingga ia akan menjamin keseimbangan dan kemerataan (Sila Kelima) dalam rangka memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa yang akan sanggup menegakan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI (Sila Ketiga). pembangunan sosial budaya dikembangkan atas dasar penghargaan terhadap nilai sosial dan budaya-budaya yang beragam di seluruh wilayah Nusantara menuju pada tercapainya rasa persatuan sebagai bangsa. (3) Sila Ketiga. bagi kebudayaan kebudayaan di daerah: (1) Sila Pertama. Dengan demikian. Apabila dicermati. Manusia harus dapat mengembangkan dirinya dari tingkat homo menjadi human. Dengan demikian. Paradigma ini dapat mengatasi sistem perencanaan yang sentralistik dan yang mengabaikan kemajemukan masyarakat dan keanekaragaman kebudayaan Indonesia.

3 Tahun 2002 tentang pertahanan Negara. Dengan ditetapkannya UUD 1945. keutuhan wilayah. NKRI telah memiliki sebuah konstitusi. dan berlanjut untuk menegakkan kedaulatan negara. wilayah. Hal ini mengandung makna bahwa tugas dan tanggung jawab tidak hanya oleh penyelenggara negara saja. Sistem pembangunan pertahanan dan keamanan Indonesia disebut sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta (sishankamrata). perdamaian abadi. Sistem ini pada dasarnya sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Hukum Salah satu tujuan bernegara Indonesia adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. sistem pertahanan dan keamanan adalah mengikut sertakan seluruh komponen bangsa. Atas dasar tersebut. betapa nilai-nilai keadilan sosial itu menjadi landasan yang membangkitkan semangat perjuangan bangsa Indonesia dalam memajukan kesejahteraan umum. yaitu: (1) adanya perlindungan terhadap HAM. Pancasila sebagai paradigma pembangunan pertahanan keamanan telah diterima bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam UU No. (2) adanya susunan ketatanegaraan negara yang mendasar. dan keselamatan segenap bangsa dari segala ancaman. Dalam undang-undang tersebut dinyatakan bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk menjamin keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. dan sumber daya nasional lainnya. d. yang di dalamnya terdapat rumusan Pancasila. terarah. Sistem pertahanan yang bersifat semesta melibatkan seluruh warga negara. tetapi juga rakyat Indonesia secara keseluruhan. serta keyakinan pada kekuatan sendiri. Pembukaan UUD 1945 merupakan bagian dari UUD 1945 atau merupakan bagian . yang di dalamnya terdapat pengaturan tiga kelompok materi-muatan konstitusi. Penyelenggaraan sistem pertahanan semesta didasarkan pada kesadaran atas hak dan kewajiban warga negara.(5) Sila Kelima. dan (3) adanya pembagian dan pembatasan tugas-tugas ketatanegaraan yang juga mendasar.Sesuai dengan UUD 1945. serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah dan diselenggarakan secara total terpadu. mencerdaskan kehidupan bangsa. dan keadilan sosial. di mana pemerintahan dari rakyat (individu) memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam masalah pertahanan negara dan bela negara. dan ikutserta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan.

sehingga apapun yang diperbuat oleh umat Islam menurut sebagian umat non muslim mereka seakan-seakan merefresentasikan umat muslim. substansi hukum yang dikembangkan harus merupakan perwujudan atau penjabaran sila-sila yang terkandung dalam Pancasila. ia mengandung segi positif dan segi negatif. bhinneka dan plural. Dengan demikian. Semua umat Islam. Pancasila dapat dipaksakan berlakunya (oleh negara). Namun akhir-akhir ini keramahan kita mulai dipertanyakan oleh banyak kalangan karena ada beberapa kasus kekerasana yang bernuansa Agama. Pancasila Sebagai Paradigma Pembangunan Kehidupan Umat Beragama Bangsa Indonesia sejak dulu dikenal sebagai bangsa yang ramah dan santun. harus mengacu pada dasar negara (sila sila Pancasila dasar negara). substansi produk hukum merupakan karakter produk hukum responsif (untuk kepentingan rakyat dan merupakan perwujuan aspirasi rakyat). hukum (baik yang tertulis maupun yang tidak tertulis) yang akan dibentuk tidak dapat dan tidak boleh bertentangan dengan sila-sila: (1) Ketuhanan Yang Maha Esa. Ketika bicara peristiwa yang terjadi di Indonesia hampir pasti semuanya melibatkan umat muslim. (2) Kemanusiaan yang adil dan beradab. meskipun terdiri dari banyak suku merupakan satu komunitas . Pembukaan dapat diubah oleh MPR—sesuai dengan ketentuan Pasal 37 UUD 1945. etnis. Segi positifnya. Dalam kedudukan yang demikian. (4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan (5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Artinya. Masyarakat muslim di Indonesia memang terdapat beberapa aliran yang tidak terkoordinir. bahkan predikat ini menjadi cermin kepribadian bangsa kita di mata dunia internasional. hal ini karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. demikian juga UU dan peraturan perundang-undangan lainnya. Indonesia terdiri dari beberapa suku. bahasa dan agama namun terjalin kerja bersama guna meraih dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia kita. Dalam kaitannya dengan ‘Pancasila sebagai paradigma pengembangan hukum’. (3) Persatuan Indonesia.dari hukum positif. Hukum tertulis seperti UUD—termasuk perubahannya—. Indonesia adalah Negara yang majemuk. segi negatifnya. Paradigma toleransi antar umat beragama guna terciptanya kerukunan umat beragama perspektif Piagam Madinah pada intinya adalah seperti berikut: 1.

Saling membantu dalam menghadapi musuh bersama c. Dalam “Analisis dan Interpretasi Sosiologis dari Agama” (Ronald Robertson. posisi manusia yang bukan sebagai benda mekanik. Implementasi Pancasila sebagai Paradigma Kehidupam Kampus . pengakuan akan eksistensi manusia. Lima prinsip tersebut mengisyaratkan: 1) Persamaan hak dan kewajiban antara sesama warga negara tanpa diskriminasi yang didasarkan atas suku dan agama. “Mapalus” di Sulawesi Utara. Ke depan. melainkan sebagai manusia yang berkal budi. Saling menasehati e.) misalnya. yang berbudaya. Identitas indeterminis adalah sikap dasar manusia yang menyebutkan bahwa posisi manusia berada pada kemanusiaannya. “Rumah Bentang” di Kalimantan Tengah dan “Marga” di Tapanuli. Lahirnya lembaga-lembaga kehidupan sosial budaya seperti “Pela” di Maluku. hanya pada bangsa-bangsa yang memiliki heterogenitas di bidang agama. maka pertikaian akan mulai dan semakin jauh dari kompromi. Bertentangga yang baik b. 2) pemupukan semangat persahabatan dan saling berkonsultasi dalam menyelesaikan masalah bersama serta saling membantu dalam menghadapi musuh bersama. Hubungan antara sesama anggota komunitas Islam dan antara komunitas Islam dan komunitas lain didasarkan atas prinsip-prinsi: a. Dialog Horizontal adalah interaksi antar manusia yang dilandasi dialog untuk mencapai saling pengertian. Dalam beberapa tahap dan kesempatan masyarakat Indonesia yang sejak semula bercirikan majemuk banyak kita temukan upaya masyarakat yang mencoba untuk membina kerunan antar masayarakat. Artinya. guna memperkokoh kerukunan hidup antar umat beragama di Indonesia yang saat ini sedang diuji kiranya perlu membangun dialog horizontal dan dialog Vertikal. ed. merupakan buktibukti kerukunan umat beragama dalam masyarakat. mengatakan bahwa hubungan agama dan politik muncul sebagai masalah. 2. dan pengakuan akan sifat dasar manusia yang indeterminis dan interdependen.(ummatan wahidah). yang kreatif. Membela mereka yang teraniaya d. 2. Sebab bila kepercayaan yang berlawanan bicara mengenai nilainilai tertinggi (ultimate value) dan masuk ke arena politik. Sumatera Utara. Hal ini didasarkan pada postulat bahwa homogenitas agama merupakan kondisi kesetabilan politik. Menghormati kebebasan beragama.

dan kehendak. . budaya. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) pada hakikatnya merupakan suatu hasil kreativitas rohani manusia. rasa. hukum dan antar umat beragama.Menurut saya. berbangsa dan bernegara maka sebagai makhluk pribadi sendiri dan sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Unsur jiwa manusia meliputi aspek akal. Untuk mencapai tujuan dalam hidup bermasyarakat. Pembangunanyang merupakan realisasi praksis dalam Kampus untuk mencapai tujuan seluruh mahsiswa harus mendasarkan pada hakikat manusia sebagai subyek pelaksana sekaligus tujuan pembangunan. Oleh karena itu hakikat manusia merupakan sumber nilai bagi pembangunan pengembangan kampus itu sendiri. implementasi pancasila sebagai paradigma kehidupan kampus adalah seperti contoh-contoh paradigma pancasila diatas kehidupan kampus tidak jauh berbeda dengan kehidupan tatanan Negara. Jadi kampus juga harus memerlukan tatanan pumbangunan seperti tatanan Negara yaitu politik. ekonomi. Sebagai mahasiswa yang mempunyai rasa intelektual yang besar kita dapat memanfaatkan fasilitas kampus untuk mencapai tujuan bersama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful