Pengertian Sejarah

Pengertian Sejarah dan Ruang Lingkup A.Pengertian Sejarah 1.

Pengertian sejarah ditinjau dari asal kata Menurut Jan Romein, kata ³sejarah´ memiliki arti yang sama dengan kata ³history´ (Inggris), ³geschichte´ (Jerman) dan ³geschiedenis´ (Belanda), semuanya mengandung arti yang sama, yaitu cerita tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Sementara menurut sejarawan William H. Frederick, kata sejarah diserap dari bahasa Arab, ³syajaratun´ yang berarti ³pohon´ atau ³keturunan´ atau ³asal-usul´ yang kemudian berkembang dalam bahasa Melayu ³syajarah´. Dalam bahasa Indonesia menjadi ³sejarah´. Menurutnya kata syajarah atau sejarah dimaksudkan sebagai gambaran silsilah atau keturunan. 2.Rumusan batasan pengertian sejarah Ada banyak rumusan pendapat yang diberikan para sejarawan terkait dengan pengertian sejarah. Dari berbagai pendapat yang ada dalam arti yang luas sejarah dapat diartikan sebagai gambaran tentang peristiwa-peristiwa atau kejadian masa lampau yang dialami manusia, disusun secara ilmiah, meliputi urutan waktu tertentu, diberi tafsiran dan analisa kritis sehingga mudah dimengerti dan dipahami.

B.Ruang Lingkup Studi Sejarah 1.Sejarah sebagai cerita Berbicara tentang sejarah, biasanya akan segera menghubungkannya dengan cerita, yaitu cerita tentang pengalaman-pengalaman manusia di waktu yang lampau. Bahwasanya sejarah pada hakekatnya adalah sebuah cerita kiranya tidak bisa disangkal lagi. Ucapan teoritikusteoritikus sejarah seperti Renier: ³nothing but a story´; Trevelyan: ³the historian¶s first duty is to tell the story´; Huizinga: ³the story of something that has happened´, semuanya mencerminkan gagasan bahwa sejarah itu hakekatnya adalah tidak lain sebagai suatu bentuk cerita. Kendati begitu, hal yang perlu sekali disadari adalah kenyataan bahwa sebagai cerita, sejarah bukanlah sembarang cerita. Cerita sejarah tidaklah sama dengan dongeng ataupun novel. Ia adalah cerita yang didasarkan pada fakta-fakta dan disusun dengan metode yang khusus yang bermula dari pencarian dan penemuan jejak-jejak sejarah, mengujji jejak-jejak tersebut dengan metode kritik yang ketat (kritik sejarah) dan diteruskan dengan interpretasi fakta-fakta untuk akhirnya disusun dengan cara-cara tertentu pula menjadi sebuah cerita yang menarik tentang pengalaman masa lampau manusia itu. 2.Sejarah sebagai ilmu Sejarah dapat digolongkan sebagai ilmu apabila ia memiliki syarat-syarat dari suatu ilmu pengetahuan atau syarat-syarat ilmiah. Syarat-syarat keilmuan yang dimaksud adalah: ‡Ada objek masalahnya

Renier. Semuanya itu bisa membawa sejarawan pada sikap subjektif yang dalam bentuknya yang ekstrim menjurus pada sikap emosional. J. imajinasi atau fantasi.‡Memiliki metode ‡Tersusun secara sistematis ‡Menggunakan pemikiran yang rasional ‡Memiliki kebenaran yang objektif Karena sejarah memiliki kesemua syarat keilmuan tersebut. dimana di dalamnya terdapat unsur menyeleksi fakta sehingga sesuai dengan keseluruhan yang hendak disusun. 1911-1920. b. ilmu sosial dan ilmu agama a. Contoh: Perkembangan Sarekat Islam di Solo. terkadang unsur subjektivitas penulis atau sejarawan seperti kecenderungan pribadinya (personal bias). atau menceritakan saja. ³we must not cheat´. bahkan mungkin irasional yang kurang bisa dipertanggung jawabkan seperti kecenderungan mengorbankan fakta sejarah atau memanipulasikannya demi suatu teori. sedangkan ilmu sosial itu sinkronik (menekankan struktur). Ilmu sosial itu nomotetis artinya berusaha mengemukakan hukum-hukum. 3.Beda sejarah dengan fiksi. Dilihat dari cara kerja ilmiah. Interpretasi misalnya.Kaidah kedua: sejarah itu diakronik. 1925-1930. maka tidak ragu lagi akan unsur-unsur keilmuan dari sejarah. Artinya sejarah itu memanjang dalam waktu. no less and no more´ kiranya memberikan penegasan akan hal itu. menggambarkan. Pokoknya yang penting bagi sejarawan adalah seperti yang pernah dikemukakan G.Kaidah pertama: sejarah itu fakta Perbedaan pokok antara sejarah dengan fiksi adalah bahwa sejarah itu menyuguhkan fakta. Pendapat ahli sejarah Bury bahwa ³history is a science. 1945-1949. prasangka kelompoknya (group prejudice). Terjadinya Perang Diponegaro. Meski demikian dalam kenyataannya banyak pihak yang masih menyangsikan keberadaan sejarah sebagai sebuah disiplin ilmu. artinya melukiskan. Memang sulit untuk menghindar dari subjektivitas. sedangkan ilmu sosial meluas dalam ruang. memaparkan. dua tahapan terakhir dalam metode sejarah yaitu interpretasi dan historiografi masih sering dianggap sebagai titik-titik lemah. ‡Sejarah itu ideografis. Sejarah berupaya melihat segala sesuatu dari sudut rentang waktu. termasuk memiliki metode sendiri dalam memecahkan masalah. pandangan hidup yang dipercayai secara berlebihan atau keberpihakan pada penguasa. ideografis dan unik ‡Sejarah itu diakronik (menekankan proses). teori-teori interpretasi historis yang saling bertentangan (conflicting theories of historical interpretation) dan pandangan hidupnya sangat mempengaruhi terhadap proses interpretasi tersebut. Gerakan Zionisme 1897-1948 dan sebagainya. Misalnya sama- . Sejarah akan membicarakan satu peristiwa tertentu dengan tempat tertentu. Revolusi Fisik di Indonesia. sedangkan fiksi menyuguhkan khayalan. dari waktu A sampai waktu B. sehingga sejarawan sangat dituntut untuk melakukan penelitian sejarah yang seobjektif mungkin atau setidaknya sebagai suatu ideal.

hanya berlaku pada sesuatu. tidak terulang lagi. Sedang topik-topik ilmu sosial misalnya Sosiologi Revolusi. Revolusi di Pesantren ³X´. ‡Sejarah itu unik sedang ilmu sosial itu generik. Topik-topik sejarah misalnya Revolusi Indonesia. yang dipercaya sebagai yang diwahyukan oleh Tuhan. .sama menulis tentang revolusi. Revolusi di Surabaya. Sebaliknya ilmu sosial akan menyelidiki revolusi-revolusi dan berusaha mencari hukum-hukum yang umum berlaku dalam semua revolusi. Sejarah itu empiris. Sejarah menulis halhal yang tunggal dan hanya sekali terjadi. Masyarakat Desa.Kaidah ketiga: sejarah itu empiris Inilah antara lain yang membedakan antara sejarah dengan ilmu agama. khas. Penelitian sejarah akan mencari hal-hal yang unik. mengikuti kaidah-kaidah hukum yang sudah ada. yang tercantum dalam Kitab Suci masing-masing agama. sedang ilmu agama itu lebih bersifat normatif. ia berdasarkan pengalaman manusia yang sebenarnya. Daerah Perkotaan yang hanya menerangkan hukum-hukum umum terjadinya proses tersebut. Revolusi di Desa atau Kota ³Y´. c. di situ (di tempat itu dan waktu itu). Revolusi Indonesia tidak terjadi di tempat lain dan hanya terjadi sekali pada waktu itu. sejarah dianggap berhasil bila ia dapat melukiskan sebuah revolusi secara menditil hingga hal-hal yang kecil.

Manfaat atau Guna Sejarah Banyak orang yang menilai sinis terhadap keberadaan ilmu sejarah atau bidang studi sejarah. Reiner pernah mengemukakan jawaban singkatnya. Berkaitan dengan pertanyaan ini pula. J. Dengan demikian maka ³I¶histoire se repete´ (sejarah berulang) tidaklah sama sekali salah. Jawaban Reiner tersebut bisa dianggap sebagai cerminan bagi hubungan manusia dengan masa lampau tersebut. kalau tiap peristiwa tertentu itu hanya terjadi sekali. ahli sejarah G. kendati tidak sama persis. Dengan dasar pemikiran ini. bukan kesamaan absolut (identik) seperti yang terjadi dalam gejala-gejala alam. Tetapi ini pun tidak cukup memberikan kepuasan banyak orang termasuk peserta didik. Maka dari itu. atau lebih tegas lagi kita jadi ragu akan guna dari sejarah itu. bahwa ³tanpa pengalaman masa lalu kita tidak mungkin untuk membangun ide-ide tentang konsekuensi dari tindakan kita´. terutama dalam aspek umumnya kita bisa belajar dari sejarah. ³apakah kita bisa belajar dari sejarah´? tetapi ³apakah kita mau belajar dari sejarah´? . terutama jika dikaitkan dengan fakta bahwa suatu peristiwa sejarah lebih bersifat kondisional. maka unsur keteraturan atau keajegan yang merupakan dasar bagi suatu hukum itu juga bisa dikembangkan dalam sejarah. Atas jalan pemikiran terakhir ini kita mungkin menjadi ragu akan peranan atau sumbangsih masa lalu bagi manusia. Dengan berpegang pada konsep-konsep peristiwa yang unik (salah satu sifat sejarah adalah unik) dan peristiwa massal beberapa sejarawan menyatakan bahwa disamping peristiwa khusus yang menjadi perhatian utama sejarawan. Karena tanpa adanya hukum-hukum tertentu dalam sejarah maka sulit dibayangkan kita akan bisa belajar dari sejarah. Diantaranya banyak yang mempersoalkan hal yang berkaitan dengan kegunaan sejarah atau lebih tepatnya manfaat mempelajari sejarah baik bagi individu ataupun bagi masyarakat. meski generalisasi itu bersifat khas sejarah. sebab dalam banyak hal peristiwa sejarah dalam gambaran umumnya berulang juga. Dari sini sebenarnya yang menjadi masalah bukanlah pertanyaan. Persoalan tersebut akan berlanjut dengan pertanyaan lainnya adakah hukumhukum tertentu dalam sejarah. sebab tidak ada yang bisa dijadikan pegangan untuk memperhitungkan kemungkinan di waktu yang akan datang.Manfaat Dan Pengertian Sumber Sejarah C. Pembicaraan tentang hal ini biasanya bertolak pertama-tama dari pertanyaan ³apa arti masa lampau itu bagi manusia?´. Persoalan seputar guna sejarah Pertanyaan pokok yang sering dipertanyakan orang (termasuk anak didik) adalah ³bisakah kita belajar dari sejarah?´. meskipun hukum sejarah itu sendiri juga harus dilihat sebagai sesuatu yang khas dalam arti bahwa itu berkaitan dengan sejenis keteraturan yang bisa diserap pada sejumlah kejadian atau peristiwa yang menunjukkan persamaan relatif. sebagaimana hukum-hukum yang terdapat dalam ilmu ekonomi misalnya. sehingga setiap kali kita akan menghadapi peristiwa yang berbeda. masih diakui adanya unsur-unsur generalisasi (keumuman) dalam sejarah seperti ilmu-ilmu lainnya.

sehingga ia bisa memperoleh nilai-nilai penting yang berguna bagi kehidupannya. Dengan membaca sejarah seseorang akan bisa menerobos batas waktu dan tempat menuju masa lalu yang jauh sekalipun untuk mengikuti berbagai peristiwa manusia di dunia. juga penting untuk memperoleh inspirasi dan semangat bagi mewujudkan identitas sebagai suatu bangsa. 4. Dengan belajar sejarah orang akan senantiasa berdialog antara masa kini dan masa lampau. 3. Nilai-nilai berupa ide-ide maupun konsep kreatif sebagai sumber motivasi bagi pemecahan masalah kini dan selanjutnya untuk merealisasikan harapan masa yang akan datang.Guna instruktif Guna instruktif sejarah berkaitan dengan fungsi sejarah dalam menunjang bidang-bidang teknologi (sejarah teknologi). terutama sejarah yang berkaitan dengan cerita-cerita indah tentang peristiwa sejarah ataupun tokoh. semangat nasionalisme maupun dalam upaya menumbuhkan harga diri bangsa. 2.Guna Sejarah Secara umum guna sejarah atau manfaat mempelajari sejarah dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. salah satu acuan dalam penentuan hukum atas suatu masalah diantaranya banyak yang didasarkan pada kebiasaan masa lalu. Dikaitkan dengan bidang hukum misalnya. dimana sejarah masing-masing penemuan tersebut diperlukan bagi usaha menjelaskan prinsip-prinsip kerja teknik-teknik tertentu dalam masa setelahnya. sebab dalam kemasakinianlah masa lampau itu baru merupakan ³masa lampau yang penuh arti´ (the meaningfull past) bukan ³masa lampau yang mati´ (the dead past).Guna edukatif Sejarah bisa memberikan kearifan dan kebijaksanaan (make man wise) bagi yang mempelajarinya. Artinya penyelesaian atas peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lalu dipakai sebagai rujukan hakim dalam memutuskan suatu perkara. Bahwa hanya apabila kita bisa memperoyeksikan masa lampau ke masa kinilah kita bisa berbicara tentang arti dan makna edukatif dari sejarah. . Ini biasanya dipakai dalam menyelesaikan sengketa internasional.Guna rekreatif Guna rekreatif disini merujuk pada nilai estetik dari sejarah. Mencari hubungan antara waktu sekarang dengan lampau. dalam artian bahwa studi atau hasil penelitian sejarah yang menyangkut penemuan-penemuan teknik sepanjang sejarah kehidupan manusia.Guna inspiratif Belajar sejarah disamping akan diperoleh ide-ide atau konsep-konsep kreatif yang berguna bagi pemecahan masalah masa kini.

arsip daerah sebagai tempat untuk mendapatkan informasi yang terkait dengan subjek sejarah yang akan ditulis. peran atau keberadaan sumber sejarah menjadi sesuatu yang tidak bisa diabaikan. naskah. perhiasan. arsip nasional.Sumber primer Yaitu sumber yang berkaitan langsung dengan peristiwa yang diceritakan. yakni orang yang tidak hadir pada peristiwa yang dikisahkan.Sumber tulisan Sumber tulisan adalah keterangan tentang peristiwa pada masa lampau yang diperoleh melalui prasasti. Dalam penulisan sejarah. c. Sumber sejarah merupakan bahan utama yang dipakai untuk mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan subjek sejarah.Sumber benda Sumber benda adalah keterangan tentang peristiwa pada masa lampau yang diperoleh melalui benda-benda peninggalan. naskah perjanjian. . keterangan yang diberikan oleh orang-orang yang mengalami sendiri atau menyaksikan terjadinya suatu peristiwa. perpustakaan. 2. b. Meskipun demikian. Disamping berupa kesaksian dari orang yang tidak terlibat langsung dalam peristiwa sejarah. 1. dan sebagainya merupakan peninggalan sejarah yang sangat penting. alat-alat atau benda-benda budaya (kapak. yaitu: sumber primer dan sumber sekunder. gerabah. bangunan. dan sebagainya). dokumen-dokumen.Sumber sekunder Yaitu kesaksian dari siapa pun yang bukan merupakan saksi pandangan mata. tugu peringatan.Pengertian Sumber Sejarah Sejarah sebagai peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Untuk memperolehnya seseorang dapat memanfaatkan museum. Ditinjau dari wujudnya.D. tombak. dokumen. Sumber primer ini dapat berupa kesaksian langsung dari pelaku sejarah (sumber lisan). secara umum sumber sejarah dibedakan menjadi dua. Fosil. dan rekaman suatu kejadian. Sumber tertulis merupakan sumber sejarah yang paling baik. yang termasuk dalam sumber sekunder lainnya adalah buku-buku tangan kedua dari penulis sejarah lain. Misalnya. manik-manik. terutama bagi masyarakat pra-aksara.Sumber lisan Sumber lisan adalah keterangan tentang peristiwa pada masa lampau yang diperoleh secara langsung dari para pelaku atau saksi peristiwa tersebut. arsip (sumber tertulis). tidak semua peristiwa masa lampau dapat diungkap secara lengkap karena terbatasnya sumber sejarah. dapat diungkap kembali oleh para ahli sejarah berdasarkan sumber-sumber sejarah yang dapat ditemukan. dan benda atau bangunan sejarah atau benda-benda arkeologi (sumber benda) a.

.

Pengertian Bukti Sejarah Bukti sejarah adalah segala sesuatu yang dapat diindra yang terkait langsung dengan terjadinya peristiwa tertentu yang keasliannya sudah tidak diragukan lagi karena telah melalui tahap verifikasi dan kritik. Menurut Gerdiner. apakah itu benar-benar bukti dari peristiwa yang kita cari itu. Pendapat umum yang selama ini berkembang menyatakan bahwa: pertama. 2. bukti-bukti dari apa yang telah terjadi di masa lalu itu belum merupakan suatu kebulatan gambaran tentang peristiwa masa lampau. tertulis. fakta adalah apa yang benar-benar telah terjadi dan kedua fakta sebagai bukti-bukti dari apa yang telah benar-benar terjadi. Jadi lebih bersifat sebagai data yang berserakan yang menyebabkan kita sering ragu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa fakta sejarah merupakan keterangan baik itu lisan. diperlukan suatu proses untuk mengumpulkan dan kemudian menguji bukti-bukti tersebut.Sejarah Lokal di Indonesia: Contoh-contoh Peninggalan dan Monumen Peringatan Peristiwa Sejarah di Kalimantan Timur Beberapa peninggalan sejarah yang terdapat di Kalimantan Timur antara lain berupa: 1. Pada tahun 1936 .Pengertian Bukti . Dengan kata lain untuk bisa membuat pernyataan bulat bahwa sesuatu peirstiwa di masa lampau benar-benar telah terjadi. suara atupun visual) dari kesaksian orang yang mengalami atau mengetahui langsung peristiwa tersebut. Menurut Patrick Gerdiner. Fakta dan Sejarah Lokal E.Pengertian Fakta Sejarah Pengertian fakta sejarah. G. yang merupakan peninggalan kerajaan Kutai. melalui kegiatan kritik sumber terutama untuk menentukan kebenarannya. menimbulkan banyak pendapat dari para sejarawan. kedua pengertian itu adalah salah. Paleografi ini diperkirakan dibuat pada abad ke-5 Masehi. Hasil dari proses inilah baru bisa kita namakan sebagai fakta sejarah. F. atau berupa benda-benda peninggalan sejarah yang kita peroleh dari sumber-sumber sejarah setelah disaring dan diuji dengan kritik sejarah. Sekaligus menjadi bukti sejarah bahwa Kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia.Bekas bangunan Keraton Kutai Bangunan keraton kayu peninggalan Sultan Alimuddin dari kerajaan Kutai.Paleografi tujuh buah prasasti Paleografi tujuh buah prasasti yang menggunakan huruf Pallawa dalam bahasa Sansekerta. Ia bisa berujud benda material atau hasil rekaman (tertulis.

dan lain sebagainya. 3. keraton Kutai ini diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. di dalam Museum Mulawarman sendiri terdapat beraneka ragam koleksi peninggalan kesultanan Kutai Kartanegara. 3. H. yang kemudian pemerintah propinsi menyerahkannya kepada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan dijadikan museum negara dengan nama Museum Mulawarman. 4. perlengkapan perang. koleksi keramik kuno dari China.bngunan ini dibongkar diganti dengan bangunan beton. Terkait dengan masalah tersebut. tempat tidur.Beberapa contoh periodisasi sejarah Indonesia . Pembuatan bangunan keraton baru tersebut dilakukan oleh HBM (Hollandsche Beton Maatschappij) Batavia dengan arsiteknya Estourgie. Disamping bangunan keraton. seperangkat gamelan.Periodisasi Sejarah Indonesia Tujuan utama mempelajari masa lalu adalah untuk mencari pola-pola tingkah laku dan mengambil kesimpulan mengenai hubungan sebab-akibat yang muncul kembali pada waktuwaktu yang berlainan dan di tempat-tempat yang berbeda. arca.Tujuan pembabakan sejarah ‡Memudahkan pemahaman dan pengertian tentang peristiwa tertentu yang terjadi dalam periode tertentu ‡Melakukan penyederhanaan ‡Klasifikasi dalam ilmu sejarah ‡Memenuhi persyaratan sistematika ilmu pengetahuan 2. di antaranya singgasana.Candi Agung Pandangan umum yang menyebut bahwa bangunan candi hanya terdapat di Jawa ternyata salah. salah satu hal yang penting untuk diketahui adalah identifikasi periode-periode yang ditandai oleh beberapa ciri tertentu yang kuat.Beberapa kriteria dalam periodisasi atau pembabakan sejarah ‡Kriteria geografis (kewilayahan) ‡Kriteria urutan jaman ‡Kriteria waktu atas dasar dinasti ‡Kriteria waktu atas dasar perkembangan ekonomi. Di Kalimantan Timur juga terdapat bangunan candi yang disebut dengan Candi Agung. perhiasan. 1. M. Hingga pemerintahan akhir Kutai (1960) keraton ini masih tetap menjadi tempat kediaman Sultan A.Musium Mulawarman Pada tanggal 25 Nopember 1971. Parikesit hingga tahun 1971. dan sebagainya.

yaitu periode berburu dan meramu. J. b. Nederlandsch Indie masa Belanda. b. Periodisasi Sejarah Indonesia Ada banyak pendapat yang dikemukakan oleh sejarawan terkait dengan periodisasi sejarah nasional Indonesia. Van Stein Callenfels. Meinninsma membagi periode sejarah Indonesia dalam dua babakan utama. Pertama. manusia dan budayanya. P. R. De Graaf (1949) dalam bukunya ³Geschiedenis van Indonesia´ yang membagi sejarah Indonesia dalam lima babakan besar. J. Pertama. kedua. orang Indonesia dalam lingkungan Hindia Belanda (pasca 1800). Diantaranya adalah sebagai berikut: a. Nederlandsch Indie masa VOC dan kedua. orang Indonesia di Jaman VOC (1600-1800). periode bercocok tanam dan periode perundagian. dan kelima. secara garis besar dibedakan menjadi dua. dan Zaman Logam (Zaman Perunggu dan Zaman Besi). Zaman Batu Madya (Mesolitikum). keempat.Ditinjau dari segi kronologi sejarah Indonesia. Menurutnya ditinjau dari segi terjadinya hubungan antara lingkungan. Demikian juga zaman batu muda lebih maju teknologinya dari zaman batu madya. ketiga. dan seterusnya. Dalam hal ini zaman batu madya memeiliki tingkat teknologi yang lebih maju dibanding zaman batu tua. Perbedaan yang paling nyata adalah pada alat batu yang digunakan.Pembabakan sejarah Indonesia menurut H. Pertama adalah periode prasejarah yaitu masa sebelum manusia Indonesia mengenal tulisan. . Soejono. yaitu masa setelah ditemukannya bukti-bukti tertulis di Indonesia. Th. Periodisasi Prasejarah Indonesia a. Menurut para ahli ini ditinjau dari pendekatan atau kriteria jenis teknologinya periode prasejarah Indonesia dibagi menjadi: Zaman Batu Tua (Paleolitikum). V. Masing-masing zaman tersebut menunjukkan tingkat pemahaman dan penguasaan teknologi yang berbeda-beda dari masyarakatnya.Pembabakan prasejarah Indonesia menurut pendapat P. Kedua adalah periode sejarah. Pembabakan sejarah Indonesia menurut J. orang Indonesia dan Asia Tenggara hingga 1650. Van der Hoop. Zaman Batu Muda (Neolitikum). Meinninsma (1972) dalam bukunya ³Geschiedenis van de Nederlandsch Oost-Indische Bezettingen´. dan H. Van Heekeran. bangsa Barat di Indonesia (1511-1800) yaitu sejarah VOC. Pada zaman batu madya alat batu yang digunakan telah diasah atau diupam pada bagian tertentu yang diinginkan untuk mendapatkan keruncingan atau ketajaman. VOC di luar Indonesia. periode prasejarah Indonesia dibagi dalam beberapa pembabakan zaman.Pembabakan prasejarah Indonesia menurut pendapat R.

5.Sejarah Sosial Merupakan penulisan sejarah yang berkaitan dengan tema-tema sosial seperti kemiskinan. dan mobilitas sosial masyarakat perkotaan.Sejarah Lisan Merupakan upaya mengetahui kejadian masa lalu yang dilakukan dengan teknik wawancara pada tokoh atau pelaku sejarah yang berkaitan dengan kejadian atau tema tertentu. Diantara bidang kajian yang termasuk dalam sejarah kota antara lain. migrasi. perlawanan terhadap kolonial.Sejarah Lokal Beberapa tema yang merupakan objek penulisan sejarah lokal adalah dinamika masyarakat pedesaan. sistem sosial dalam masyarakat kota. Sejarawan banyak yang memasukkan sejarah kota juga dalam sejarah sosial atau sejarah lokal.jenis penulisan sejarah 1. pertumbuhan penduduk. 4. kriminalitas. distribusi dan konsumsi) suatu masyarakat.Sejarah Pedesaan Sejarah pedesaan adalah sejarah yang secara khusus meneliti tentang desa atau pedesaan. dan ekonomi petanian. perkembangan ekologi (lingkungan) kota. Sejarah lisan dengan demikian memiliki dua fungsi. kekerasan. interaksi antar suku bangsa dalam masyarakat majemuk. pertama ia sebagai metode (cara penulisan sejarah) dan kedua sebagai sumber sejarah. 2.Jenis Penulisan Sejarah I.Sejarah Kebudayaan Merupakan kajian historis yang membahas tentang pola-pola kehidupan (morfologi budaya) dan kesenian. transformasi atau perubahan sosial ekonomi masyarakat kota (termasuk di dalamnya adalah industrialisasi dan urbanisasi).Jenis . 6. perbanditan. .Sejarah Ekonomi Sejarah ekonomi merupakan salah satu unit penulisan sejarah yang mempelajari berbagai faktor yang menentukan jalannya perkembangan perekonomian (produksi. pelacuran.Sejarah Kota Sebagaimana sejarah sosial. urbanisasi dan sebagainya. 7. revolusi nasional di tingkat lokal. problem-problem sosial seperti masalah kepadatan dan heterogenitas. permasalahan yang menjadi bidang kajian sejarah kota juga sangat luas. masyarakat petani. dan biografi tokoh-tokoh lokal. 3.

Perbedaannya dengan penulisan sejarah lain (sejarah kualitatif) dengan demikian terletak pada penggunaan data sejarah. pembunuhan. gerakan-gerakan wanita. 11. penindasan perempuan.Sejarah Politik Sejarah politik merupakan sejarah yang mengkaji tentang masalah-masalah pemerintahan.Sejarah Agama Kajian dalam sejarah agama antara lain meliputi.Sejarah Mentalitas Tema-tema yang menjadi objek studi sejarah mentalitas antara lain meliputi mentalitas revolusioner. pikiran. kaum anarkis. pemberontakan ulama dan lain sebaginya. biografi tokoh wanita. pelacuran. perbanditan. kriminalitas. orang-orang militan. sejarah awal lahirnya agama-agama dunia. 12. statistik (misalnya: harga sembako. petualangan. perbuatan. kontrarevolusioner. tentang budaya wanita. gerakan-gerakan keagamaan. dan tema tentang kelompokkelompok wanita. jumlah murid). sejarah wanita dapat dimasukkan dalam sejarah sosial. Sebagai spesialisasi dalam kajian sejarah. fenomena bunuh diri. foto). peninggalan (bangunan. ketidakwarasan (gila).8. perpajakan) dan sensus (misalnya: penduduk. dan perkataan (sejarah lisan). Secara lebih kongkrit sejarah pemikiran mencakup studi tentang pemikiranpemikiran besar. homoseksualitas. yang berpengaruh pada kejadian bersejarah. maka sejarah kuantitatif datanya berupa angka-angka (misalnya: angka kejahatan. serta pengaruh pemikiran tersebut pada masyarakat bawah. 13. Kalau sejarah kualitatif datanya berupa deskripsi (berita). 14.Sejarah Wanita Bidang kajian dari sejarah wanita ini antara lain meliputi: tentang peranan wanita dalam berbagai sektor sosial-ekonomi. sejarah keluarga dimana peran wanita disini sangat dominan. . 9. pertenungan. budaya populer (budaya pop). dan kematian. aliran-aliran keagamaan pada agama-agama tertentu.Biografi Merupakan sejarah tentang perjalanan hidup seseorang. kenegaraan (termasuk partai-partai politik) dan power (kekuasaan). ternak). Misalnya biografi Ki Hajar Dewantoro. aborsi. konflik desa-kota.Sejarah Kuantitatif Sejarah kuantitatif adalah penggunaan metode kuantitatif (teknik matematika) dalam penulisan sejarah.Sejarah Pemikiran Sejarah pemikiran dapat didefinisikan sebagai the study of the role of ideas in historical events and process. 10.

.Soeharto dan lain sebagainya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful