Metode Penelitian Kualitatif

Saturday, 17 January 2009 00:00 Iyan Afriani H.S A. Pengantar Dalam penelitian sosial, masalah penelitian, tema, topik, dan judul penelitian berbeda secara kualitatif maupun kuantitatif. Baik substansial maupun materil kedua penelitian itu berbeda berdasarkan filosofis dan metodologis. Masalah kuantitatif lebih umum memiliki wilayah yang luas, tingkat variasi yang kompleks namun berlokasi dipermukaan. Akan tetapi masalah-masalah kualitatif berwilayah pada ruang yang sempit dengan tingkat variasi yang rendah namun memiliki kedalaman bahasan yang tak terbatas. Pendekatan kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodologi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Pada pendekatan ini, peneliti membuat suatu gambaran kompleks, meneliti kata-kata, laporan terinci dari pandangan responden, dan melakukan studi pada situasi yang alami (Creswell, 1998:15). Bogdan dan Taylor (Moleong, 2007:3) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif merupakan prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Penelitian kualitatif dilakukan pada kondisi alamiah dan bersifat penemuan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti adalah instrumen kunci. Oleh karena itu, peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas jadi bisa bertanya, menganalisis, dan mengkonstruksi obyek yang diteliti menjadi lebih jelas. Penelitian ini lebih menekankan pada makna dan terikat nilai. Penelitian kualitatif digunakan jika masalah belum jelas, untuk mengetahui makna yang tersembunyi, untuk memahami interaksi sosial, untuk mengembangkan teori, untuk memastikan kebenaran data, dan meneliti sejarah perkembangan. B. Sistematika Penelitian Kualitatif Judul Abstrak Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Bab I Pendahuluan Konteks Penelitian Fokus Kajian Penelitian Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Bab II Perspektif Teoritis dan Kajian Pustaka Bab III Metode Penelitian Pendekatan

Metode yang digunakan. peneliti harus kembali mencermati secara kritis dan hati-hati terhadap perspektif teoritis yang digunakan. Perspektif teoritis dan kajian pustaka. yaitu: 1. dan bukan kesan selintas peneliti apalagi hasil karangan atau manipulasi peneliti itu sendiri. Dalam melakukan pembahasan terhadap temuan-temuan penelitian. Penulisan judul sedapat mungkin menghindari berbagai tafsiran yang bermacam-macam dan tidak bias makna. Jenis-jenis Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif memiliki 5 jenis penelitian. 5. 4. Abstrak penelitian selain sangat berguna untuk membantu pembaca memahami dengancepat hasil penelitian. 2. Sementara kajian pustaka menyajikan tentang studi-studi terdahulu dalam konteks fenomena dan masalah yang sama atau serupa. Temuan-temuan penelitian yang disajikan dalam laporan penelitian merupakan serangkaian fakta yang sudah direduksi secara cermat dan sistematis. 6. ditulis sesingkat mungkin tetapi mencakup keseluruhan apa yang tertulis di dalam laporan penelitian. C. menyajikan secara rinci metode yang digunakan dalam proses penelitian. Hasil temuanmemrlukan pembahasan lebih lanjut dan penafsiran lebih dalam untuk menemukan makna di balik fakta. Temuan–temauan penelitian. Analisis temuan– temuan penelitian. yaitu: 1. menyajikan seluruh temuan penelitian yang diorganisasikan secara rinci dan sistematis sesuai urutan pokok masalah atau fokus kajian penelitian. Abstrak. singkat dan jelas serta mengisyaratkan fenomena dan fokus kajian penelitian. Biografi Penelitian biografi adalah studi tentang individu dan pengalamannya yang dituliskan . juga dapat merangsang minat dan selera orang lain untuk membacanya. Judul.Batasan Istilah Unit Analisis Deskripsi Setting Penelitian Pengumpulan Data Analisis Data Keabsahan data Bab IV Hasil dan pembahasan Bab VI Kesimpulan dan saran Daftar pustaka Lampiran Penjelasan secara ringkas keseluruhan unsur yang ada dalam penelitian kualitatif. perspektif teori menyajikan tentang teori yang digunakan sebagai perpektif baik dalam membantumerumuskan fokus kajian penelitian maupun dalam melakukan analisis data atau membahas temuan-temuan penelitian. 3.

Studi kasus Penelitian studi kasus adalah studi yang mengeksplorasi suatu masalah dengan batasan terperinci. atau terlibat dalam suatu proses sebagai respon terhadap suatu peristiwa. aktivitas. Penelitian ini dibatasi oleh waktu dan tempat. dan cara hidup. dan kasus yang dipelajari berupa program. tujuan pendekatan grounded theory adalah untuk menghasilkan atau menemukan suatu teori yang berhubungan dengan situasi tertentu . Etnografi Etnografi adalah uraian dan penafsiran suatu budaya atau sistem kelompok sosial. Fenomenologi Penelitian fenomenologi mencoba menjelaskan atau mengungkap makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu. D. Sebagai proses. dan interaksi dalam kelompok. Situasi di mana individu saling berhubungan. peristiwa. Tujuan penelitian ini adalah mengungkap turning point moment atau epipani yaitu pengalaman menarik yang sangat mempengaruhi atau mengubah hidup seseorang. bahasa. Menurut Creswell (1998:54). Metode Pengumpulan Data Beberapa metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. dan menyertakan berbagai sumber informasi. 5. peneliti menguji kelompok tersebut dan mempelajari pola perilaku. Konsep epoche menjadi pusat dimana peneliti menyusun dan mengelompokkan dugaan awal tentang fenomena untuk mengerti tentang apa yang dikatakan oleh responden. Penundaan ini biasa disebut epoche (jangka waktu). kebiasaan. Tehnik wawancara yang digunakan dalam . 2. sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji. Konsep epoche adalah membedakan wilayah data (subjek) dengan interpretasi peneliti. Grounded theory Walaupun suatu studi pendekatan menekankan arti dari suatu pengalaman untuk sejumlah individu. Peneliti menginterpretasi subjek seperti subjek tersebut memposisikan dirinya sendiri. 3. etnografi melibatkan pengamatan yang cukup panjang terhadap suatu kelompok.kembali dengan mengumpulkan dokumen dan arsip-arsip. 4. Wawancara Wawancara merupakan alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya. Penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami. dimana dalam pengamatan tersebut peneliti terlibat dalam keseharian hidup responden atau melalui wawancara satu per satu dengan anggota kelompok tersebut. Peneliti mempelajari arti atau makna dari setiap perilaku. atau individu. Etnografi adalah sebuah proses dan hasil dari sebuah penelitian. Inti dari pendekatan grounded theory adalah pengembangan suatu teori yang berhubungan erat kepada konteks peristiwa dipelajari. bertindak. memiliki pengambilan data yang mendalam. yaitu: 1. Pendekatan fenomenologi menunda semua penilaian tentang sikap yang alami sampai ditemukan dasar tertentu.

2. jangan menanyakan pertanyaan pribadi sebelum building raport. dan kontrol emosi negatif. observasi tidak terstruktur. Sebagian besar data yang tersedia adalah berbentuk surat-surat. dan kualitas perilaku. kontak mata. catatan harian. kecepatan berbicara. untuk menjawab pertanyaan. Observasi Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang (tempat). di mana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama. Observasi tidak berstruktur adalah observasi yang dilakukan tanpa menggunakan guide observasi. intensitas atau kekuatan respon. Beberapa tips saat melakukan wawancara adalah mulai dengan pertanyaan yang mudah. dan perasaan. peneliti melakukan dua jenis wawancara. Dalam mencari informasi. Wawancara mendalam (in–depth interview) adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan informan atau orang yang diwawancarai. Observasi kelompok adalah observasi yang dilakukan secara berkelompok terhadap suatu atau beberapa objek sekaligus. stimulus kontrol (kondisi dimana perilaku muncul). ulang kembali jawaban untuk klarifikasi. pelaku. Dokumen Sejumlah besar fakta dan data tersimpan dalam bahan yang berbentuk dokumentasi. waktu. dan kepekaan nonverbal. yaitu autoanamnesa (wawancara yang dilakukan dengan subjek atau responden) dan aloanamnesa (wawancara dengan keluarga responden). dengan atau tanpa menggunakan pedoman (guide) wawancara. dan observasi kelompok tidak terstruktur. yaitu observasi partisipasi. 3. Pada observasi ini peneliti atau pengamat harus mampu mengembangkan daya pengamatannya dalam mengamati suatu objek. kejadian atau peristiwa. Bungin (2007: 115) mengemukakan beberapa bentuk observasi yang dapat digunakan dalam penelitian kualitatif. jumlah dan durasi. objek. untuk membantu mengerti perilaku manusia. perbuatan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan seorang peneliti saat mewawancarai responden adalah intonasi suara. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam observasi adalah topografi. . sensitifitas pertanyaan. • • • Observasi partisipasi (participant observation) adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan dan pengindraan dimana observer atau peneliti benar-benar terlibat dalam keseharian responden.penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam. dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut. hindari pertanyaan multiple. Alasan peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian. kegiatan. mulai dengan informasi fakta. berikan kesan positif.

4.cenderamata. d. Menemukan dan mengelompokkan makna pernyataan yang dirasakan oleh responden dengan melakukan horizonaliting yaitu setiap pernyataan pada awalnya diperlakukan memiliki nilai yang sama. . FGD juga dimaksudkan untuk menghindari pemaknaan yang salah dari seorang peneliti terhadap fokus masalah yang sedang diteliti. Secara detail bahan dokumenter terbagi beberapa macam. dokumen pemerintah atau swasta. dan lain-lain. Mengorganisir file pengalaman objektif tentang hidup responden seperti tahap perjalanan hidup dan pengalaman. surat-surat pribadi. Beberapa bentuk analisis data dalam penelitian kualitatif. Biografi Langkah-langkah analisis data pada studi biografi. serta mencari epipani dari kisah tersebut. f. yaitu: a. Peneliti juga melihat struktur untuk menjelaskan makna. remaja. riwayat hidup responden di tulis dengan berbentuk narasi yang berfokus pada proses dalam hidup individu. dan pekerjaan. Membaca keseluruhan kisah kemudian direduksi dan diberi kode. Tahap tersebut berupa tahap kanak-kanak. e. pernyataan yang tidak relevan dengan topik dan pertanyaan maupun pernyataan yang bersifat repetitif atau tumpang tindih dihilangkan. foto. dan sebagainya. Peneliti memulai mengorganisasikan semua data atau gambaran menyeluruh tentang fenomena pengalaman yang telah dikumpulkan. Selanjutnya peneliti mengidentifikasi dan mengkaji makna kisah yang dipaparkan. c. Focus Group Discussion (FGD) Focus Group Discussion (FGD) adalah teknik pengumpulan data yang umumnya dilakukan pada penelitian kualitatif dengan tujuan menemukan makna sebuah tema menurut pemahaman sebuah kelompok. Fenomenologi Langkah-langkah analisis data pada studi fenomenologi. Teknik ini digunakan untuk mengungkap pemaknaan dari suatu kalompok berdasarkan hasil diskusi yang terpusat pada suatu permasalahan tertentu. yaitu otobiografi. klipping. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian kualitatif di dasarkan pada pendekatan yang digunakan. Kemudian. budaya. b. laporan. buku atau catatan harian. data di server dan flashdisk. artefak. memorial. b. teori yang berhubungan dengan pengalaman hidupnya dan keunikan hidup individu tersebut. seperti interaksi sosial didalam sebuah kelompok. Selanjutnya. pernikahan. 2. Kisah yang didapatkan kemudian diatur secara kronologis. E. dewasa dan lansia yang ditulis secara kronologis atau seperti pengalaman pendidikan. ideologi. Membaca data secara keseluruhan dan membuat catatan pinggir mengenai data yang dianggap penting kemudian melakukan pengkodean data. dan konteks sejarah. yaitu: 1. data tersimpan di website. Sifat utama data ini tak terbatas pada ruang dan waktu sehingga memberi peluang kepada peneliti untuk mengetahui hal-hal yang pernah terjadi di waktu silam. kemudian memberi interpretasi pada pengalaman hidup individu. c. yaitu: a.

Selanjutnya peneliti boleh mengembangkan dan menggambarkan suatu acuan yang menerangkan keadaan sosial. Selanjutnya peneliti melakukan interpretasi dan mengembangkan generalisasi natural dari kasus baik untuk peneliti maupun untuk penerapannya pada kasus yang lain. 3. Setelah itu.sehingga yang tersisa hanya horizons (arti tekstural dan unsur pembentuk atau penyusun dari phenomenon yang tidak mengalami penyimpangan). peneliti mengidentifikasi suatu peristiwa. . Etnografi Langkah-langkah analisis data pada studi etnografi. Open coding. Studi kasus Langkah-langkah analisis data pada studi kasus. 4. menyelidiki kondisi-kondisi yang menyebabkannya. Membuat laporan pengalaman setiap partisipan. gambar. dan kondisi ekonomi yang mempengaruhi peristiwa. d. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode. Membuat suatu uraian terperinci mengenai kasus dan konteksnya. Peneliti menetapkan pola dan mencari hubungan antara beberapa kategori. c. Kemudian mengembangkan textural description (mengenai fenomena yang terjadi pada responden) dan structural description (yang menjelaskan bagaimana fenomena itu terjadi). Peneliti kemudian memberikan penjelasan secara naratif mengenai esensi dari fenomena yang diteliti dan mendapatkan makna pengalaman responden mengenai fenomena tersebut. Grounded theory Langkah-langkah analisis data pada studi grounded theory. b. peneliti mengidentifikasi suatu jalan cerita dan mengintegrasikan kategori di dalam model axial coding. 5. sejarah. Menyajikan presentasi baratif berupa tabel. atau uraian. peneliti membentuk kategori informasi tentang peristiwa dipelajari. c. Mengorganisir informasi. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode. gabungan dari gambaran tersebut ditulis. d. Mengorganisir data b. Menginterpretasi penemuan. Mengorganisir file. d. mengidentifikasi setiap kondisi-kondisi. f. yaitu: a. Selective coding. yaitu: a. b. e. Pernyataan tersebut kemudian di kumpulkan ke dalam unit makna lalu ditulis gambaran tentang bagaimana pengalaman tersebut terjadi. Menguraikan setting sosial dan peristiwa yang diteliti. c. Membaca keseluruhan informasi dan memberi kode. d. e. Menyajikan secara naratif. f. e. e. Selanjutnya peneliti mengembangkan uraian secara keseluruhan dari fenomena tersebut sehingga menemukan esensi dari fenomena tersebut. Axial coding. g. yaitu: a. dan menggambarkan peristiwa tersebut.

bisa mempelajari kebudayaan dan dapat menguji informasi dari responden. membentuk. situasi dan kondisi sosial. pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut. Transferabilitas yaitu apakah hasil penelitian ini dapat diterapkan pada situasi yang lain. membandingkan dengan hasil penelitian lain. dan menggunakan konsep-konsep ketika membuat interpretasi untuk menarik kesimpulan. Dependability yaitu apakah hasil penelitian mengacu pada kekonsistenan peneliti dalam mengumpulkan data. Triangulasi. e. dengan mengaplikasikannya pada data. c. Cara memperoleh tingkat kepercayaan hasil penelitian. Oleh karena itu. 3. dan sumber data kualitatif yang kurang credible akan mempengaruhi hasil akurasi penelitian. dibutuhkan beberapa cara menentukan keabsahan data. serta denganmengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang data. analisis kasus negatif. 2. untuk menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu yang sedang diteliti. b. observasi yang detail. d. Hal ini dilakukan dengan membicarakan hasil penelitian dengan orang yang tidak ikut dan tidak berkepentingan dalam penelitian dengan tujuan agar hasil dapat lebih objektif. Mengadakan member check yaitu dengan menguji kemungkinan dugaan-dugaan yang berbeda dan mengembangkan pengujian-pengujian untuk mengecek analisis. Memperpanjang masa pengamatan memungkinkan peningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan. Beberapa kriteria dalam menilai adalah lama penelitian. triangulasi. dan untuk membangun kepercayaan para responden terhadap peneliti dan juga kepercayaan diri peneliti sendiri. Pengamatan yang terus menerus. dan member check. yaitu: a. alat penelitian yang diandalkan adalah wawancara dan observasi mengandung banyak kelemahan ketika dilakukan secara terbuka dan apalagi tanpa kontrol. serta memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. Konfirmabilitas yaitu apakah hasil penelitian dapat dibuktikan kebenarannya dimana hasil penelitian sesuai dengan data yang dikumpulkan dan dicantumkan dalam laporan lapangan. Peer debriefing (membicarakannya dengan orang lain) yaitu mengekspos hasil sementara atau hasil akhir yang diperoleh dalam bentuk diskusi analitik dengan rekanrekan sejawat. status dan kedudukan peneliti . 4. yaitu subjektivitas peneliti merupakan hal yang dominan dalam penelitian kualitatif. metode pengumpulan dan analisis data. Kredibilitas Apakah proses dan hasil penelitian dapat diterima atau dipercaya. yaitu: 1. Keabsahan Data Banyak hasil penelitian kualitatif diragukan kebenarannya karena beberapa hal. per debriefing.F. G. Reliabilitas Reliabilitas penelitian kualitatif dipengaruhi oleh definisi konsep yaitu suatu konsep dan definisi yang dirumuskan berbeda-beda menurut pengetahuan peneliti.

PT Rajagrafindo Persada: Jakarta.1 Kemandirian Lanjut Usia Kemandirian lanjut usia adalah perilaku yang dilihat dari perlakuan lanjut usia terhadap diri sendiri dan lingkungan yang berkaitan dengan pemenuhan hayat . Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah orang lanjut usia di Kelurahan Jambangan Kecamatan Jambangan Kotamadya Surabaya. serta hubungan peneliti dengan responden. 2003. Rancangan Penelitian Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode observasional . Sedangkan desain penelitian menggunakan desain cross sectional yaitu pengambilan data variabel bebas dan variabel terikat dilakukan pada satu waktu/bersamaan waktunya 4. kondisi ekonomi. Penelitian Kualitatif.dihadapan responden.3. Prenada Media Group: Jakarta. Dari jumlah populasi tersebut ada yang meninggal dunia sebanyak 7 orang. 32 BAB 4 METODE PENELITIAN 4. Analisis Data Penelitian Kualitatif. yaitu dengan mengadakan pengamatan langsung pada obyek yang diteliti. Creswell. sehingga jumlah responden keseluruhan adalah 104 orang 4. B. Responden dalam penelitian ini diambil total populasi. Sedangkan definisi operasional dari variable diatas adalah sebagai berikut : 4. Sage Publications. dan kondisi 33 sosial dan variabel terikat (dependent variable) yaitu kemandirian lanjut usia.2. 1998. Inc: California. Qualitatif Inquiry and Research Design. dan 23 orang bermigrasi mengikuti anaknya. Variabel Penelitian Terdapat dua variabel yang akan dianalisis yaitu variabel bebas (independent variable) yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi kemandirian lanjut usia. W. meliputi faktor kondisi kesehatan. J.(IAHS) Daftar Pustaka Bungin.3. 2007. Jumlah populasi lanjut usia sebanyak 134 orang. B. Bungin.1.

2 Faktor Kondisi Ekonomi Kondisi ekonomi lanjut usia adalah pekerjaan. skor 1 4. melaksanakan aktivitas waktu respon yang lamban. dan perubahan emosi.3 Faktor Kondisi Hubungan Sosial Kondisi hubungan sosial adalah hubungan sosial antara lanjut usia dengan anak/ keluarga dan masyarakat. sandang. perumahan.74. skor 3 2.74. skor 2 3 < 50 % dari skor total = kategori kurang. Pengukuran kondisi kesehatan menggunakan koesioner dengan melakukan wawancara terhadap masing-masing responden. skor 2 3. < 50 % dari skor total = kategori kurang.74. 75 % . dan hubungan sosial. 50 % .100 % dari skor total = kategori baik.1 Faktor Kondisi Kesehatan Kondisi kesehatan adalah kondisi fisik dan psikis pada lanjut usia.9 % dari skor total = kategori cukup.9 % dari skor total = kategori cukup.4 Instrumen Penelitian . 75 % .hidupnya sehari-hari yaitu kemampuan melakukan aktifitas kesehatan. Kemandirian ini diukur dengan menggunakan koesioner yang dilakukan dengan wawancara terhadap responden. skor 2 3. penghasilan dan pemenuhan kebutuhan hidup orang lanjut usia meliputi : kebutuhan pangan. skor 3 2 50 % .100 % dari skor total = kategori baik. Pengukuran terhadap kondisi sosial menggunakan koesioner dengan melakukan wawancara terhadap masing-masing responden.9 % dari skor total = kategori tidak mandiri. skor 1 35 4.3. kesehatan. penglihatan.100 % dari skor total = kategori baik. Pengukuran kondisi ekonomi menggunakan koesioner kemudian dilakukan wawancara terhadap masing-masing responden.9 % dari skor total = kategori cukup. 75 % . 0 % . skor 3 2. 50 % . pelayanan kesehatan. Pengkategorian jawaban variabel kondisi ekonomi adalah sebagai berikut : 1.3.100 % dari skor total = kategori mandiri. Pengkategorian jawaban variabel kesehatan adalah sebagai berikut : 1.74. < 50 % dari skor total = kategori kurang. Pengkategorian jawaban variabel kondisi ekonomi adalah sebagai berikut : 1 75 % . skor 1 34 4. skor 1 4. Pengkategorian variabel kemandirian lanjut usia adalah sebagai berikut : 1. rekreasi. aktifitas ekonomi dan aktifitas sosial. skor 2 2. Indikator-indikatornya meliputi berkurangnya pendengaran.3.

yaitu dengan jalan menghitung koefisien korelasi Pearson dari tiap-tiap pernyataan dengan skor total yang diperoleh. Sampel dalam uji validitas diambil di tempat yang berbeda yaitu di kelurahan Ketintang dan Sepanjang. Adapun Uji Validitas yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menguji kesahihan item pernyataan yang terdapat pada kuesioner. 1998) Sebaliknya jika koefisien korelasi lebih kecil dari nilai kritisnya (0.4.361) maka suatu pernyataan dianggap tidak valid Pengukuran validitas item-item alat ukur penelitian dilakukan dengan bantuan SPSS 10. yang dinyatakan valid terdapat 25 item. yang dinyatakan valid 28 item. Koefisien korelasi masing-masing item kemudian dibandingkan dengan angka kritis r yang ada pada tabel kritis r product moment sesuai dengan derajad kebebasannya dan tingkat signifikansinya.4. Kuesioner kondisi sosial terdapat 28 item. yang dinyatakan valid 26 item dan tidak valid 2 .01. Kuesioner kondisi ekonomi lanjut usia terdapat 49 item. Untuk menguji validitas butir-butir instrumen dilakukan setelah dikonsultasikan dengan ahli yang bersangkutan.1 Validitas Instrumen Penelitian Instrumen yang valid memiliki validitas tinggi. Bila koefisien korelasi lebih besar dari nilai kritis ( 0. Hasil perhitungannya pada taraf signifikan 0.361) maka suatu pernyataan dianggap valid. yang tidak valid 14 item. dan mampu mengukur apa yang diinginkan atau mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Validitas dari beberapa faktor yang mempengaruhi kemandirian lanjut usia dikaji berdasarkan tinjauan beberapa pustaka. (Hadi.05 untuk 36 kuesioner kesehatan lanjut usia terdapat 39 item. Pada instrumen tersebut antar pertanyaan diasumsikan independent dan mempunyai bobot sama . yang tidak valid 21 item. Skala skor diasumsikan rasional Uji validitas dilakukan terhadap 30 orang sebagai sampel yang mempunyai karakteristik sama dengan responden dalam penelitian ini. yang kemudian diadakan uji validitas.

600 0. dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali saja. Dikatakan reliabel jika nilai alpha 0. Dari hasil tersebut diujicobakan lagi pada responden kemudian dianalisi menggunakan produk moment. Sedangkan kuesioner kemandirian terdapat 23 item. Uji reliabilitas dengan uji Alpha Conbrach menghasilkan koefisien reliabilitas (r) sebagai tercantum dalam tabel berikut : Tabel.600 Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel 37 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa semua variabel bebas mempunyai alpha hitung lebih besar dari alpha standart.1 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Variabel/Faktor Koefisien Reliabilitas Alpha standar Keterangan Kondisi Kesehatan Kondisi Ekonomi Kondisi Sosial Kemandirian 0. sehingga kuesioner yang digunakan untuk mengukur masingmasing variabel dapat diandalkan.4. kemudian hasilnya dianalisis dengan teknik tertentu.9114 0.2 Reliabilitas Instrumen Penelitian Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini adalah dengan internal consistency. Pada penelitian ini pengujian reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. maka berarti seluruh faktor yang diuji dinyatakan reliabel (andal). Karena alpha hitung lebih besar dari nilai alpha standart (0.8981 0.600 0. Dengan demikian maka hasil uji reliabilitas tersebut dapat memenuhi syarat.9124 0.6) . Setelah diuji kembali semua item valid. 4.5 Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan terhitung bulan Juni 2003 sampai dengan bulan Desember 2003 . Data hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada lampiran 4.600 0.item.6 (Salimun.2000). 4. Hasil uji validitas dapat dilihat pada lampiran. yang dinyatakan valid 18 item dan tidak valid 5 item.9087 0.

Yayasan Abiyoso Surabaya.6 Prosedur Mengumpulkan Data Untuk keperluan analisis data. makalah-makalah dan bahan-bahan seminar 4.7 Teknik Analisis Data Berdasarkan rumusan masalah di atas untuk memecahkan masalah tentang faktor-faktor yang menyebabkan ketidak mandirian lanjut usia digunakan analisis deskripsi untuk melihat prosentase dari masing-masing responden. yaitu mengadakan interview dan tanya jawab secara langsung dengan responden yang terkait dengan obyek penelitian 38 4.6.4. Untuk itu peneliti menggunakan dua macam cara pengumpulan data. fakta-fakta akan dicatat secara cermat dan sistematis oleh peneliti dan menggunakan wawancara. digunakan tabulasi silang untuk melihat hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat. peneliti memerlukan sejumlah data pendukung yang berasal dari dalam dan luar lapangan. yaitu sebagai berikut 4. yaitu melalui pengamatan langsung fakta-fakta yang ada di lokasi penelitian.( b 1 x1 + b 2 x2 + b3 x3 ) 1+e Keterangan : Y = Variabel dependen/terikat yaitu kemandirian orang lanjut usia X1 = Faktor Kesehatan yang mempengaruhi kemandirian orang lanjut usia X2 = Faktor ekonomi yang mempengaruhi kemandirian orang lanjut usia X3 = Faktor sosial yang mempengaruhi kemandirian orang lanjut usia 39 b1 b2 b3 = Koefisien regresi logistik e = bilangan eksponensial = 2. yaitu dari kelurahan Jambangan.2 Data Sekunder Diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti dari sumber-sumber yang telah ada.72 . yaitu : observasi (pengamatan).1 Data Primer Untuk data primer dikumpulkan dengan dua macam cara. dan Biro Pusat Statistik Surabaya dan membaca atau mempelajari buku-buku teks. Rumus untuk menghitung pengaruh antara variabel dependen dan beberapa variabel independen adalah : 1 Y= .6. BKKBN Surabaya. dan digunakan regresi logistik untuk melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful