`makalah konsepsi BAB I PENDAHULUAN

1.Latar belakang Manusia merupakan makhluk hidup berumah dua (diaseus) karena satu individu hanya mempunyai satu jenis kelamin. Manusia juga termasuk jenis vivipar yaitu makhluk hidup yang beranak. Laki-laki mempunyai testis yang tersimpan di dalam skrotum.Penyimpanan testis di dalam skrotum dimaksudkan untuk mengoptimumkan suhu spermatogenesis. Hal ini dikarenakan pada suhu yang tinggi akan menganggu spermatogenesis. Di dalam testis terdapat tubulus seminiferus yang terdiri dari jaringan epithelium dan jaringan ikat.Di dalam jaringan epithelium terdapat sel spermatogonium (calon sperma), sel sertoli (pemberi makan spermatozoa), dan sel leydig (menghasilkan testoteron).Konsepsi menyangkut fertilisasi dan pelekatan embrio pada dinding uterus. Fertilisasi adalah peleburan inti sel sperma dan inti sel telur yang terjadi di saluran telur (oviduk) atau di uterus. Pada saat fertilisasi kepala sel sperma menembus dinding sel telur sedang ekor tertinggal di luar membentuk zigot (2n) yang terus membelah mitosis menjadi 32 sel (morula). Morula berkembang menjadi blastula. Bagian dalam blastula akan membentuk janin sedang bagian luarnya membentuk trofoblast (bagian dinding untuk menyerab makanan dan akan berkembang menjadi plasenta. Pada usia hari ke 4-5 setelah ferlitilasi blastula bergerak ke uterus dan melakukan implantasi (pelekatan) di uterus pada hari ke-6. Balastula kemudian berkembang menjadi grastula (punya lapisan ektodermis, mesodermis, dan endodermis). Selanjutnmya gastrula berkembang menjadi embrio setelah melalui peristiwa diferensiasi, spesilisasi, dan organogenesis. Ektodermis akan membentuk susunan saraf, hidung, mata, epidermis, kelenjar kulit. Mesodermis akan membentuk jaringan tulang, otot jantung, pembuluh darah, limfa, ginjal, klenjar kelamin. Endodermis akan membentuk kelenjar gondok, hati, pankreas, kandung kemih, saluran pencernaan, saluran pernapasan. 2.Tujuan penulisan Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini di maksudkan untuk: Mendefinisikan tentang konsepsi Menjelaskan proses terjadinya konsepsi Menjelaskan faktor-faktor konsepsi

BAB III ISI

licin. jika hubungan seksual berlangsung tepat sebelum ovula. lender kembali menjadi kental. Wanita dapat memprediksi ovulasi dengan memantau perubahan dalam tubuhnya. b. jika beberapa kriteria berikut di penuhi : a. hanya satu sperma yang dibiarkan mempenetrasi ovum. Misalnya. sekitar waktu ovulasi. Lendir tersebut juga dapat direnggangkan. Pria harus mengeluarkan sperma yang cukup normal dan sehat selama ejakulasi. kromosoms X dari ibu dan kromosom Y dari ayah. d. Sebelum sebuah sperma mampu mempenetrasi dan membuahi sebuah ovum. Walaupun banyak sperma terlibat dalam proses cerna ini. sperma harus menjalani sebuah proses yang disebut kapasitasi ( berlangsung kurang lebih 7 jam ). Perubahankimia ini . lengket. organ seksualitas laki laki mulai terbentuk karena pengaruh hormon estrogen. bukan karena adanya hormone esterogen.kromosom X dan Y Perkembangan biologis antara laki laki dan perempuan ditentukan sejak masa konsepsi.1. Tidak ada barier atau hambatan yang mencegah sperma mencapai penetrasi dan akhirnya membuahi ovum. Ovarium wanita harus melepaskan ovum yang sehat pada saat ovulasi. Hanya satu sperma yang mengalami proses kapasitasi yang dapat melintasi zona pelusida dan masuk ke vite ovum. melunak dan sedikit berdilatasi. Salah satu indicator ovulasi yang paling kuat adalah status lender serviks yang menjadi transparan. zona pelusida mengalami perubahan sehingga tidak dapat dilalui oleh sperma. Janin perempuan mempunyai dua kromosom X dari setiap orang tua.2 derajat celcius segera setelah ovulasi. Senggama harus terjadi pada bagian siklus reproduksi wanita yang tepat. yang meningkat sebesar 0. dan banyak ( Flynn. Tindakan lebih jauh yang dapat dilakukan wanita adalah mengobservasi suhu tubuh basalnya.1Pengertian Konsepsi Suatu peristiwa penyatuan antara sel mani dengan sel telur didalam tuba falopi. Janin laki laki mempunyai kromosom X dan Y. Segera setelah satu sprema memasuki ovum. lus Setelah itu. serviks memendek. perubahan kimia terjadi. suatu materi yang disebut spinnbarkeit. Setelah ovulasi. 1986 ). 1992 ). Konsepasi memiliki kemungkinan paling berhasil.1. c. Dan pada waktu yang sama organ seksual perempuan mulai terbentuk karena kurangnya teste teron.1. Sejak tujuh minggu masa depan konsepsi. Konsepsi dapat terjadi. Sperma dapat hidup selama 3 4 hari didalam saluran genetalia wanita dan idealnya harus berada didalamtuba falopii saat ovulasi terjadi. Pada proses ini membrane sperma menjadi rapuh ( fragile ) dan melepaskan enzim hidrolitik dari akrosom ( lapisan seperti helm yang menutupi kepala sperma ). karena ovum hanya bisa hidup selam 12 24 jam. dan jumlahnya menurun ( Norman. Enzim ini ( hialuronidase dan proteinase ) harus mencerna korona radiata dan zona pelusida sebelum dapat mencapai membrane ovum. 1.

coitus ( hubungan seksual ) selama 24 jam sebelum ovulasi akan menyediakan spermatozoa pada tuba falopii yang siap menerima kedatangan ovum. Pada cara ini diperkirakan hari hari pada bulan berikutnya kapan wanita akan menstruasi dan dengan demikianjuga dapat diperkirakan hari hari kapan wanita tersebut berovulasi. Pada waktu inilah fertilisasi ( pembuahan ) terjadi. Waktu yang optimal untuk mulainya kehamilan adalah dalam 24 jam ovulasi. Pemakaian metode ini mungkin dapat keliru karena kenaikan suh dapat u menunjukan adanya infeksi dan penurunan suhu tubuh kadang kadang terjaid akibat dari pemberian obat misalnya aspirin. Peningkatan suhu tubuh tersebut harus menetap dalam 24 jam untuk membuktikan bahwa telah terjadi ovulasi. Suhu tubuh tersebut akan sedikit turun tepat sebelum mulainya ovulasi dan kemudian meningkat segera setelah ovulasi. sementara nucleus wanita menjadi matur dan jumlah kromosom wanita menurun dari 46 menjadi 23. sperma sementara berada didalam sitoplasma perifer. Apabila mensttruasinya tidak teratur. Begitu sperma telah memasuki ovum. Metode suhu Pelepasan progesterone telah menyebabkan peningkatan suhu tubuh sampai 0. yang mencatat hari pertama setiap periode menstruasi ( hari ke 1 keduanya darah mentruasi ) dan dengan demikian menghitung waktu ovulasi selama 15 hari sebelum periode khusus tersebut. Dengan demikian penting bagi wanita mencoba untuk mengerti bahwa ia mengetahui perkiraan hari ovulasinya. System ini memerlukan pencetatan suhu mulut segera pada setiap bangun tidur pagi. Metode kalender Pencatatan sebaiknya dilakukan terus dalam satu periode paling tidak 6 bulan. Nucleus sperma menjadi membengkak dan saling mendekat sebagai pronukleus pria dan wanita saat terbentuk suatu kumparan diantara kedua nucleus tersebut membrane pronukleus kemudian rupture dan kromosom yang dibebaskan berkombinasi membentuk zigot.mula mula mencegah sperma lain berfusi lebih jauh dengan membrane ovum dan pada akhirnya semua sperma yang tersisa dikeluar dari ovum.5 derajat Celsius. b. . maka penghitungan demikian tidak mungkun dilakukan. Metode berikut dapat dipergunakan untuk menilai hari ovulasi : a.

Perubahan lendir serviks Peningkatan kadar estrogen tepat sebelum ovulasi menyebabkan peningkatan sekresi serviks maupun pengurangan kekentalan ( vikositas ) sekresi tersebut. sel sel spermatogenium ini mulai aktif mengadakan mitosis dan terjadilah spermatogenesis. Pada masa pubertas.2. Spermatosid kedua.c. Spermatogenium. Spermatosid pertama. spermatogonium berasal darisel primitive tubilus testis. terdiri atas kepala. Karena sekresi merupakan bagian dari sekresi vagina maka perubahan dapat dikenal oleh wanita yang diharapkan dapat mengerti. Setelah bayi laki laki lahir. Sel mani ( Spermatozoa ) Sperma bentuknya seperti kecebong. Jumlah sperma yang dikeluarkan sekali membuahi berjuta juta sel mani yang keluar. Urutan pertumbuhan sperma ( spermatogenesis ) : a. Walaupun demikian. membelah dua . membelah dua c.1. Panjang ekor sperma kira kira 10x bagian kepala. berbentuk lonjong agak gepeng berisi inti ( nucleus ). yang dapat bergetar sehingga sperma dapat bergerak dengan cepat. leher yang menghubungkan kepala dengan bagian tengah. dibawah pengaruh sel sel interstisial leydig. dan ekor. Secara embrional. membelah dua b. akan memerlukan waktu 2 atau 3 bulan lagi pasangan yang sebe lumnya belum pernah mengetahui maknanya untuk memperhatikan hal ini. jumlah spematogenium yang ada tidak mengalami perubahan sampai masa akil baliq. 1.

Masa menaupose : semua hilang.000 b. Umur 6 15 tahun : 439. Urutan pembuahan ovum ( oogenesis ) : .000 e. jumlah oorganisme adalah : a. Spermatozoon ( sperma ) 1. Sel telur ( Ovum ) dan Oogenesis OVUM Pertumbuhan embrional oogonium yang kelak menjadi ovum terjadi di genetalia ridge.000 c.000 d. Menurut umur wanita.3. kemudian tumbuh menjadi e.d. Spermatid. Umur 35 45 tahun: 34.1. Umur 16 25 tahun : 159. Bayi baru : 750.

anafase II. Pematangan pertama ovum f. Setelah ovulasi dan ada penetrasi sperma. dan bersamaan menjelang ovulasi akan dihasilkan oosit sekunder dan badan polar I. 3 badan polar menempel di ovum dan berdegenerasi. Oosit pertama ( Primary Oocyte ) c. Oogonia b. Liquor folliculi e. 3. Pada saat pascamenstruasi (dimana pegaruh`progesteron sudah tidakada) hipotalamus menghasilkan hormon gonadotropin menyebabkan hipofisa menghasilkan FSH dan LH. . Selang 6 bulan berikutnya terjadi meiosis I tahap I yang berhenti pada profase I. 2.000 oosit primer. FSH menyebabkan folikel berkembang (dari folikel primer folikel sekunder folikel de graaf). 4. maka meiosis II dilanjutkan yang menghasilkan ootid dan badan polar II.000400. anafase I. 5. Pada masa pubertas terjadi meiosis I tahap II (profase II. 2. dan telofase II).a. tetapi menurun menjadi 2 juta oogonium pada saat embrio tersebut neonatus.000 oogonium (calon ovum) yang kemudian membelah secara mitosis menjadi 7 juta oogonium pada saat embrio berusia 5 bulan. badan polar I kemudian mebelah menjadi 2 badan polar. Primary ovarian fillicel d. Pada saat embrio. Ootid kemudian berdiferensiasi menjadi ovum pada saat menjelang pelburan inti sel sperma dan ovum. PENGARUH HORMON DALAM OOGENESIS 1. metafase II. seorang wanita mempunyai 600. Pada usia 7 tahun terjadi lanjutan meiosis I (metafase I. Pematangan kedua ovum pada waktu sperma mebuahi telur OOGENESIS 1. Selanjutnya oosit sekunder mengalami meiosis II yang berhenti pada metafase II sebelum ovulasi. dan telofase I) yang menghasilkan 300.

Tahap perkembangan janin minggu 1 4 Minggu pertama : Stadium 1 : seltelur yang dibuahi Stadium 2 : hari ke 2 3.1. lembut. Degerasi korpus luteum juga menyebabkan produksi progresteron tidak ada sehingga hipotalamus dapat memproduksi gonadotropin yang akan meransang mengulang siklus ovulasi tahap berikutnya 1. Folikel de graaf memfasilitasi ovulasi dengan produksi satu ovum. Di sisi lain progesteron juga menyebabkan munculnya fase luteal (hari ke-10 pasca ovulasi. Minggu kedua : Implantasi Stadium 4 : implantasi blatokista dan krucut implantasi dalam selpaut lendir rahim. Progesteron selanjutnya menghambat hipofisa memproduksi FSH dan LH yang menyebabkan ovulasi berikutnya dihambat untuk sementara. 5. Diferensiasi menjadi sel sel luar dan dalam pembelahan sel pertama langsung beralih kestadium kedua buah sel sementara diangkut menjadi saluran telur. 6. pembentukan alur. 4. dan kaya akan pembuluh darah).4. Jika ovulasi gagal korpus luteum dan endomentrium berdegenerasi yang menyebabkan pendarahan (menstruasi) pada hari ke-28 setelah ovulasi. 7. Stadium 3 : blastokista bebas menjadi senyawa sehingga jumlah sel menjadi 32 58 buah dimulai pembentukan rongga blastokista. endomentrium tebal. . Folikel de graff yang telah mengeluarkan satu ovum (folikel kosong) akan membentuk korpus luteum (badan kuning) yangmampu menghasilkan progesteron. Stadium 5 : masuknya blatokista kedalam selaput lendir sampai awal peredaran uteroplasenta. Hari ke 4 5 blatokista bebas. TAHAP PERKEMBANGAN EMBRIO a.3. Di sisi lain folikel de graaf juga menghasilkan estrogen yang menyebabkan penebalan endomentrium dan mempengaruhi hipofisa untuk menghentikan produksi FSH dan LH. Embrioblast dan trofoblast rongga blatokista dilanjutkan dengan nidasi yang berlangsung selama kurang lebih satu minggu. Terjadinya ovulasi juga diransang oleh LH pada hari ke-14 fase estrus. Minggu ketiga : blatokista trilaminar Stadium 6 : pembentukan mesoderm ekstra embrional dan reorganisasi rongga rongga embrional dan terbentuk garis sederhana.

Embrio melipatkan diri lepas dari kandung kuning telur. Pada embrio yang tidak difiksasi sudah mengalami pigmentasi. sel sel embrio tumbuh dengan cepat tapi belum menyerupai manusia sesungguhnya. mencakup stadium 10 13 pada awal minggu ke 4 jantung berdenyut. Kerangka tulang rawan dan susunan otot. Tahap perkembangan janin minggu ke 5 8 : organogenesis Satium 14 : miotom miotom Panjang 5 7 mm. Stadium 23 : histologi. Tepek penghidu membenankan diri menjadi suatu alur kecil. jantung mulai berdenyut dan jonjot jonjot karion mulai terapung bebas dalam darah ibu. tampak seperti gumpalan dipermukaan anterior. .Gumpalan mirip lengan dan kaki . Stadium 15 : topografi pembuluh pembuluh darah \Panjang 7 9 mm. Perkembangan minggu ke 4 gestasi mencakup yang berikut : . Sinus serviklis menutup.75 1 mm . Stadium 16 : tonjolan tonjolan wajah Panjang 8 11 mm. ectoderm menutup diatas gelembung lensa. Pengolahan bertahap pada kepala. Stadium 17 : gelembung gelembung telenfesalon. usia 35 38 hari. Lengkung kepala dan lengkung temgkuk sangat menonjol. usia 31 35 hari. Stadium 20 : tangan pada sikap pronasi. berat 400 mg .Pembentukan korda spinalis dan mulai menyatu digaris tengah back bant ( kepala menyentuh ekor ). b. Telapak tangan amat jelas. . Minggu keempat : Perkembagan bentuk badan.Stadium 7 : timbauan korda Stadium 8 : terusan aksial Stadium 9 : lipatan kepala mulai terbentuk. Duktus endolimfatikus bertunas keluar dari gelembung telinga. Terbentuk tepek telingga.Panjang 0. usia 37 42 hari. peredaran darah berfungsi. telinga dan hidung mengalami rudimenten. Benjolan benjolan telinga tampak jelas. telapak kaki samara samar. Diakhir minggu ke 4 gestasi.Mata. . bumbung saraf menutup. alur lensa menenggelamkan kedalam cawan mata.Jantung mengalami rudimeter. Stadium 18 19 : bentuk yang kuboid.

5 cm . .Diakhir minggu ke 8 gestasi. . Perkembangan pada minggu ke 8 gestasi mencekup yang berikut : . Minggu ke 12 : . . organogenesis telah lengkap.Panjang 2.Reflek babinski positif.Sekresi ginjal dapat dimulai : urin belum terdapat di cairan amnion. .Ekstremitas terbentuk. abdomen kencang dan kantung gestasional kelaminnya. .Berat 45 gram .Gestasi mencakup : o Panjang 10 -17 cm. .Jenis kelamin bisa dibedakan dari tampilan luar. .Ekor mengalami retrogesi. . .Gambaran wajah dapat dilihat.Jantung mulai berdenyut disertai adanya katup dan septum.Terjadi gerakan janin spontan.Panjang 7 9 cm . berat 20 gram . o Berat 55 120 gram o Quickening o Antibody mulai di produksi o Rambut mulai terbentuk o Mekonium terdapat di usus bagian atas o Terbentuk lemak coklat o Pola tidur dan aktifitas dapat dibedakan.Pembentukan lempeng osifikasi. .Denyut jantung dapat di dengar melalui doppler Minggu ke 16 : Diakhir minggu keenam belas gestasi janin menelan cairan amniotonic dengan aktif.

Panjang 38 43 cm.Minggu ke 24 : Ketika janin mencapai usia 24 minggu. atau beratnya mencapai 601 gram.Terbentuk surfaktan dicairan amnion .Berat 1600 gram. Perkembangan pada minggu ke 28 getasi mencakup yang berikut : .Alfeolus paru matang .Janin mulai peka terhadap suara suara dari luar kandungan .Kuku jari memenuhi ujung ujung jari. . Tahap perkembangan janin minggu ke 28 : Pembuluh darah retina rentan terhadap kerusakan akibat konsentrasi oksigen.Gestasi mencakup yang berikut : o Panjang 28 36 cm o Berat 550 gram o Antybody pasif ditransfer dari ibu kejanin o Terdapat ferniks kaseosa o Mekonium terdapat direktum o Produksi surfaktan mulai aktif o Kelopak dan bulu mata sudah dapat dibedakan o Kelopak mata sudah mulai terbuka dan pupil raktif.Terdapat simpanan lemak subkutan . c.Panjang 35 38 cm . Tahap perkembangan janin minggu ke 32 : Diakhir minggu ke 32 gesatasi janin mulai menetapkan diri pada posisi lahir. Perkembangan pada minggu ke 32 gestasi mencakup yang berikut : . . ini menjadi pertimbangan penting pada saat merawat bayi dengan berat lahir rendah yang memerlukan oksigen.Testis turun ( pada pria ) d.Berat 1200 gram .Reflek moro aktif. mereka telah mencapai batas usia viabilitas jika kelahiran mereka ditangani di fasilitas pelayanan modern.Terbentuk cadangan zat besi .

wanita perlu memiliki siklus ovulasi yang teratur. besi.Panjang 42 49 cm.Verniks kaseosa terbentuk lengkap.Simpanan lemaksubkutan meningkatLipatan plantar terbentuk 1 2.Laguno menghilang. ovumnya harus normal dan tidakboleh ada hambatan dalam jalur lintasan sperma atau amplantasi ovum yang sudah di buahi. yang dapat disebabkan oleh faktor.1. Tahap perkembangan janin minggu ke 36 : Diakhir minggu ke 36 janin berada pada posisi verteks atau kepala berada dibawah Perkembangan pada minggu ke 36 gestasi mencakup sebagai berikut : . Faktor Faktor yang mempengaruhi konsepsi : 1. karbohidrat dan kalsium. penyebeb infertilitas pada wanita. atau kombinasi keduanya.Terdapat simpanan glikogen.Berat 3000 gram. Dengan menelusuri kembali peristiwa peristiwa yang menyebabkan ovulasi. Tahap perkembangan janin pada minggu ke 40 : Pada primipara. Ini merupakan peringatan bahwa trimester ke 3 kehamilan sudah berakhir dan persalinan siap dimulai. 2. menyebabkan pelepasan FSH dan LH.Biasanya berada pada posisi verteks f. .5. Pertama hipotalamus perlu melepaskan faktor pelepasan gonadotropin yang bekerja pada kelenjar hipofisis.Berat 1900 2700 gram . Oleh karena itu. psikologis. Masalah ovulasi Karena ovulasi normal berlangsung dibawah kendali hormone.Panjang 48 52 cm.e. area area yangn terkait dengan sistem endokrin menjadi jelas. dapat dibagi menjadi masalah ovulasi atau hambatan atau abnormalitas dalam saluran reproduksi. sedangkan LH menstimulasi pelepasan ovum dan produksi progesterone.Plantar mulai banyak 1. Infertilitas pada wanita Untuk menjadi hamil.Ginjal janin aktif. gangguan tertentu dalam system endokrin dapat mempengaruhi fertilisasi. Pada perkembangan minggu ke 40 gestasi mencakup yang berikut. Produksi estrogen dan progesterone juga dipengaruhi oleh kadar prolaktine yang bersikulasi dari kelenjar hipofisis. FSH menstimulasi sebuah folikel menjadi matang dan menyebabkan produksi estrogen. janin biasanya masuk kejalan lahir selama 2 minggu terakhir kehamilan yang membuat ibu merasa bahwa bayi siap lahir.

psikologis. Setelah itu. gangguan pada ovarium dap at mempengaruhi ovulasi. sperma sementara berada didalam sitoplasma perifer.Masalah ovulasi dapat disebabkan oleh difungsi hipotalamus. penyebeb infertilitas pada wanita. 2. wanita perlu memiliki siklus ovulasi yang teratur. Dari perspektif psikologi. zona pelusida mengalami perubahan sehingga tidak dapat dilalui oleh sperma. Penyakit sistematik. atau kelenjar tyroid ( karena peningkatan kadar prolaktin dapat disebabkan baik oleh m asalah kelenjar hipofisis ataupun kelenjar tyroid ). Pada waktu inilah fertilisasi ( pembuahan ) terjadi. Faktor Faktor yang mempengaruhi konsepsi : 1.Kesimpulan Pengertian Konsepsi Suatu peristiwa penyatuan antara sel mani dengan sel telur didalam tuba falopi. gangguan tertentu dalam system endokrin dapat mempengaruhi fertilisasi. Pertama hipotalamus perlu melepaskan faktor pelepasan gonadotropin yang bekerja pada kelenjar hipofisis. sementara nucleus wanita menjadi matur dan jumlah kromosom wanita menurun dari 46 menjadi 23. area area yangn terkait dengan sistem endokrin menjadi jelas. Oleh karena itu. Dengan menelusuri kembali peristiwa peristiwa yang menyebabkan ovulasi. penyakit gagal ginjal yang mempengaruhi fungsi endokrin dapat juga menggangu siklus normal. Misalnya kista atau tumor ovarium. atau kombinasi keduanya. kelenjar hipofisis. Walaupun fungsi hormone dapat berada dalam keadaan normal. Nucleus sperma menjadi membengkak dan saling mendekat sebagai pronukleus pria dan wanita saat terbentuk suatu kumparan diantara kedua nucleus tersebut membrane pronukleus kemudian rupture dan kromosom yang dibebaskan berkombinasi membentuk zigot. Hanya satu sperma yang mengalami proses kapasitasi yang dapat melintasi zona pelusida dan masuk ke vitelus ovum. yang dapat disebabkan oleh faktor. . terdapat juga suatu kolerasi antara hiperprolaktinemia dan tingginya tingkat stress ( diantara pasangan yangn mendatangi klinik infertilitas ). BAB III PENUTUP a. penyakit ovarium polikistis atau kerusakan ovarium akibat endomestiotis atau riwayat pembedahan dapat menggangu siklus ovarium sehingga mempengaruhi fertilitas. ovumnya harus normal dan tidakboleh ada hambatan dalam jalur lintasan sperma atau amplantasi ovum yang sudah di buahi. Infertilitas pada wanita Untuk menjadi hamil. Begitu sperma telah memasuki ovum.yang meliputi DM. walaupun efek stress pada fertilisasi memerlukan penelitian lebih lanjut. dapat dibagi menjadi masalah ovulasi atau hambatan atau abnormalitas dalam saluran reproduksi. Masalah ovulasi Karena ovulasi normal berlangsung dibawah kendali hormone.

3. Hanifa :2005.Wikhajosastro.Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo. Saran Dengan mengetahui pengertian dari konsepsi kita bisa mengetahui dengan jelas kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa konsepsi. Jakarta. Sinopsis Obstetri. Hanifa :2005.IlmuKebidanan. 2. Rustam :EGC. Jakarta. Mochtar. Asuhan Kebidanan. sedangkan LH menstimulasi pelepasan ovum dan produksi progesterone. B. .menyebabkan pelepasan FSH dan LH.1998. Wikhajosastro.Jakarta. 4.Dengan mengetahui dasar konsepsi dan mengetahui cara cara pencegahan konsepsi kita bisa lebih memahami apa saja yang berhubungan dengan peristiwa konsepsi. Jakarta. Varney.Sehingga pengetahuan yang kita miliki bisa di manfaatkan dengan bijak. Sekali lagi dengan senang hati. Produksi estrogen dan progesterone juga dipengaruhi oleh kadar prolaktine yang bersikulasi dari kelenjar hipofisis.kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi perbaikan makalah ini. FSH menstimulasi sebuah folikel menjadi matang dan menyebabkan produksi estrogen.2006. 1. Ilmu Kandungan. Helen :EGC.Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful