P. 1
Penyeleksian Kondisi

Penyeleksian Kondisi

|Views: 158|Likes:
Published by Winda Viscaria

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Winda Viscaria on Oct 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2015

pdf

text

original

BAB IV PENYELEKSIAN KONDISI (PEMILIHAN

)

Kompetensi Dasar : 1. Mahasiswa kondisi. 2. Mahasiswa mampu menggunakan penyeleksian kondisi berdasarkan kasus yang ada. mengenal macam-macam penyeleksian

Indikator : 1. Mahasiswa mampu menganalisa dan mencari satu atau lebih kondisi yang ada pada setiap kasus. 2. Mahasiswa mampu membedakan dan menggunakan

pernyataan penyeleksi (if .. then, if .. then .. else .. ,dll) sesuai dengan kasus yang ditemui. 3. Mahasiswa mampu membuat program penyeleksian

kondisi dengan bahasa Pascal.

Modul Pemrograman Komputer Dasar, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2006

30

Penyeleksian

kondisi

adalah

salah

satu

elemen

algoritma yang paling sederhana. Penyeleksian kondisi memungkinkan suatu pernyataan dieksekusi hanya jika

kondisi terpenuhi atau tidak terpenuhi.

Modul Pemrograman Komputer Dasar, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2006

31

A. Pernyataan if .. then Pernyataan if digunakan untuk menguji sebuah

kondisi. Bila kondisi yang diuji terpenuhi, program akan menjalankan pernyataan-pernyataan tertentu; dan bila kondisi yang diuji salah, program akan berhenti dan tidak menjalankan apapun. Bentuk umum pernyataan if adalah sebagai berikut: if kondisi (pernyataan-pernyataan yang dijalankan jika kondisi terpenuhi) kondisi sendiri merupakan suatu ekspresi bertipe

Boolean, artinya hanya dapat bernilai benar (true) atau salah (false). Contoh : if (x>0) then writeln(‘x bilangan positif’) Program jika ini akan x menuliskan lebih besar ‘x bilangan 0 positif’ dan akan

variable atau

daripada

berhenti

tidak

menjalankan

pernyataan

apapun

jika x < 0.

B. If tersarang (nested If) Struktur If tersarang merupakan bentuk dari suatu statement If berada di dalam lingkungan statemen If yang lainnya. Bentuk statement If tersarang sebagai berikut :
if kondisi1 then begin if kondisi2 then begin statemen1 end; else statemen2 end;

Modul Pemrograman Komputer Dasar, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2006

32

else Statement3;

C. Penyataan if .. then .. else .. Pernyataan if..else digunakan untuk menguji sebuah kondisi. Bila kondisi yang diuji terpenuhi, program akan menjalankan pernyataan-pernyataan tertentu; dan bila kondisi yang diuji salah, program akan

menjalankan pernyataan-pernyataan lain. Bentuk umum pernyataan if..else adalah sebagai berikut:

if kondisi then Begin (pernyataan-pernyataan yang dijalankan jika kondisi terpenuhi) End Else Begin (pernyataan-pernyataan yang dijalankan jika kondisi TIDAK terpenuhi) End Contoh: if (x>0) then writeln(’x bilangan positif’) Else writeln(‘x BUKAN bilangan positif’); Program jika ini akan x menuliskan lebih ‘x bilangan daripada positif’ 0 dan

variable

besar

menuliskan ‘x BUKAN bilangan positif’ jika x lebih kecil atau sama dengan 0. Pernyataan if .. else di atas tidak diletakkan

diantara kata kunci begin dan end, karena pernyataan yang diekskusi hanya satu baris, sedang untuk

Modul Pemrograman Komputer Dasar, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2006

33

pernyataan

lebih

dari

satu

baris

maka

wajib

diletakkan di antara kata kunci begin dan end.

D. Pernyataan if .. then .. else if .. then .. else .. Dalam kasus-kasus tertentu, terdapat kondisi lebih dari dua yang tidak dimungkinkan menggunakan

pernyataan if..else. Oleh sebab itu, untuk menangani kasus tersebut digunakan pernyataan if..else if. Contoh:

if (x>0) then writeln (‘x bilangan positif’) else if (x<0) then writeln (‘x bilangan negatif’) else writeln (‘x adalah nol’); Pada contoh di atas, mula-mula program mengecek

nilai x > 0 atau tidak. Bila kondisi ini terpenuhi program SEbaliknya akan bila menulis tidak ‘x bilangan positif’. akan

terpenuhi,

program

menjalankan pernyataan if kedua untuk mengecek nilai x < 0 atau tidak. Bila kondisi ini terpenuhi program akan menulis ‘x bilangan negatif’. Dan bila tidak terpenuhi, program menulis ‘x adalah nol’.

E. Pernyataan Case Penyataan case digunakan untuk menyederhanakan

kontruksi if..else if yang terlalu banyak. Bentuk struktur dari case - Of: case case case case Variabel Kondisi of – Label 1; Statement 1; – Label 2; Statement 2; – Label 3; Statement 3;

Modul Pemrograman Komputer Dasar, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2006

34

case – Label 4; Statement 4; ........ ........ case – Label n ; Statement n ; end ; { end dari case } Contoh: if (x = writeln else if writeln else if writeln else if writeln else writeln 0) then (‘x bernilai (x = 1) then (‘x bernilai (x = 2) then (‘x bernilai (x = 3) then (‘x bernilai nol’) 1’) 2’) 3’)

(‘x tidak bernilai 0, 1, 2, ataupun 3’);

Program di atas dapat diganti menjadi lebih ringkas dan mudah dibaca dengan program berikut: case x of 0 : writeln 1 : writeln 2 : writeln 3 : writeln Else Writeln (‘x end; (‘x (‘x (‘x (‘x bernilai bernilai bernilai bernilai 0’); 1’); 2’); 3’);

tidak bernilai 0, 1, 2, ataupun 3’);

Modul Pemrograman Komputer Dasar, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2006

35

F. Petunjuk Praktikum 1. Kasus 1 Tentukanlah bilangan terbesar antara dua bilangan bulat Flow Chart Kasus 1
mulai

A,B

A> B? Tidak max = B

Ya

max = A

selesai

Program dalam bahasa Pascal program Maksimum; uses wincrt; var A, B : integer; Begin write (‘Bilangan pertama = ‘); readln (A); write (‘Bilangan kedua = ‘); readln (B); if (A > B) then writeln (‘Bilangan terbesar : ‘, A) Else writeln (‘Bilangan terbesar : ‘, B); end.

Modul Pemrograman Komputer Dasar, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2006

36

2. Kasus 2 Tentukanlah bilangan terbesar antara tiga bilangan bulat Flow Chart Kasus 2
mulai

x, y, z

x> y and x > z ? Tidak

Ya

max = x

y> x and y > z ?

Ya

max = y

Tidak max = z selesai

Program dalam bahasa Pascal Program Nilai_Maksimum; uses wincrt; var x, y, z : integer; Begin write (‘Bilangan pertama = ‘); readln (x); write (‘Bilangan pertama = ‘); readln (y); write (‘Bilangan pertama = ‘); readln (z); if (x > y) and (x > z) then write (‘Bilangan terbesar adalah = ‘, x) else if (y > x) and (y > z) then write (‘Bilangan terbesar adalah = ‘, y) else write (‘Bilangan terbesar adalah = ‘, z); end.

Modul Pemrograman Komputer Dasar, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2006

37

G. Rangkuman 1. Penyeleksian kondisi memungkinkan suatu pernyataan dieksekusi hanya jika kondisi terpenuhi atau tidak terpenuhi. 2. Ada beberapa pernyataan penyeleksian : a. if .. then b. if bersarang c. if .. then .. else .. d. if .. then .. else if .. then .. else ..

H. Tugas Praktikum (dikumpulkan akhir sesi) Buatlah menjadi berikut: Nilai Angka 0 – 20 21 – 40 41 – 60 61 – 80 81 – 100 Nilai Huruf E D C B A Program nilai untuk huruf mengkonversikan dengan nilai angka

ketentuan

sebagai

I. Tugas Rumah (dikumpulkan pada pertemuan berikutnya) Buatlah bahasa algoritma, Pascal flowchart, dan program nilai dengan angka

untuk

mengkonversikan

menjadi nilai huruf dan statusnya dengan ketentuan sebagai berikut:

Nilai Angka 0 – 20 21 – 40 41 – 60 61 – 80 81 – 100

Nilai Huruf E D C B A

Status Sangat Kurang Kurang Cukup Baik Sangat Baik

Modul Pemrograman Komputer Dasar, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2006

38

Daftar Pustaka

Pranata, Anthony., Algoritma Pemrograman, J&J Learning, Yogyakarta Sutopo, Anton, Yogyakarta Pemrograman Komputer Dasar, 2005,

Hadi S., Chendra, Memahami Struktur dan Elemen pada Bahasa Pemrograman, 2003, www.ilmukomputer.com

Modul Pemrograman Komputer Dasar, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 2006

39

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->