P. 1
resensikritik buku

resensikritik buku

|Views: 295|Likes:
Published by triwidyautama

More info:

Published by: triwidyautama on Oct 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2011

pdf

text

original

Tinjauan Kritis Theologis Terhadap Buku “The Purpose Driven Life” Bagian 1 (oleh : Denny Teguh Sutandio

)
Tinjauan Kritis Theologis Terhadap Buku “The Purpose Driven Life” oleh : Denny Teguh Sutandio Pendahuluan “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” (2 Timotius 4:2-4) D unia di mana kita hidupi saat ini adalah dunia postmodern yang mempopulerkan suatu filsafat relativisme dengan meng‘absolut’kan anti-absolutisme. Memang adalah suatu kontradiksi yang tidak masuk akal, tetapi herannya manusia di dunia postmodern mau dibodohi oleh filsafat ini, bahkan banyak yang tergila-gila. Budaya relativisme telah meracuni dunia postmodern ini dan bahkan menggerogoti keKristenan pada khususnya. KeKristenan sudah diracuni dengan filsafat relativisme dengan meniadakan apa yang absolut, sebaliknya meng‘absolut’kan apa yang sebenarnya tidak absolut. Ini yang saya sebut sebagai pembalikan posisi dari manusia berdosa. Selain filsafat relativisme, keKristenan pun sedang diracuni dengan filsafat-filsafat lain yang terus-menerus melawan Alkitab, tetapi banyak orang Kristen tidak menyadarinya. Salah satunya adalah filsafat humanisme yang dibungkus di dalam Gerakan Zaman Baru supaya kelihatan “bersahabat” di mata orang dunia dan orang Kristen khususnya. Di dalam filsafat ini, seperti ide humanisme lainnya, manusia lah yang menjadi pusat segala sesuatu dan Allah disingkirkan. Tidaklah heran, manusia dengan kehebatannya mengagungkan diri yang sebenarnya tidak layak, lalu mengatakan dengan berani, “we are gods (kita adalah ‘allah’)” Kalau dunia begitu tergila-gila dengan filsafat pantheisme (mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah “allah”) ini, maka tentu tidak ketinggalan dengan banyak orang “Kristen” di abad postmodern. Mereka dengan mudahnya ditipu oleh banyak “hamba Tuhan” di dalam gereja-gereja kontemporer yang pop dengan khotbah-khotbah, “Anda bisa melakukan apapun, karena Anda adalah ‘allah’ (You can do anything because you are ‘god’)” Atau slogan ini terlalu kelihatan, maka mereka menggantinya dengan samar-samar melalui berbagai cerita, novel, bahkan buku renungan sekalipun untuk meninabobokan keKristenan dengan utopia bahwa manusia itu ada dalam pikiran Allah, begitu berharga, bahkan ada yang berani mengatakan bawah Allah “membutuhkan” manusia, sehingga Ia mau mati bagi manusia. Ajaran-ajaran inilah yang terus-menerus didengungkan oleh banyak “hamba Tuhan”, dan anehnya, banyak orang “Kristen” bisa ditipu dengan mudahnya oleh mereka. Mereka menggunakan cara-cara licik untuk menjebak banyak orang Kristen untuk menjauh dari Tuhan secara perlahan dan mulai memuja diri. Berbagai training pengembangan pribadi baik dari John Robert Powers, Andrie Wongso dengan idenya Success is My Right, dll meskipun telah “memberkati” banyak orang, tetapi beridekan Gerakan Zaman Baru,

humanisme dan pantheisme yang tidak disadari oleh banyak orang “Kristen”. Apakah cukup sampai di sini ? TIDAK. KeKristenan juga mempunyai ide baru yang mirip yaitu apa yang dipaparkan dan dicetuskan oleh “theologia” Arminian (lawan theologia Reformed/Calvinis) yang sama-sama menekankan manusia sebagai pusat dan Allah sebagai “hamba” manusia (meskipun tidak berani mengatakan terus terang). Di dalam arus “theologia” ini, para penganutnya mengajarkan bahwa keselamatan itu memang dikerjakan Allah, tetapi itu tergantung manusia, kalau manusia mau percaya, maka Allah baru menyelamatkannya. Allah memang memilih manusia, tetapi di dalam kekekalan Ia melihat terlebih dahulu siapakah manusia yang beriman kepada-Nya, barulah Ia pilih (foreknowledge of God). Ini semua sama sekali bukan ajaran Alkitab dan bukan keKristenan, tetapi laris di dalam kalangan keKristenan (khususnya banyak kaum Injili yang “memuja” pendapat ini). Mengapa bisa laris ? Karena manusia pada umumnya suka disanjung, dipuja, apalagi banyak orang “Kristen” sekarang yang sudah diracuni oleh relativisme dan humanisme pun sangat senang apabila mereka dipuja, tetapi kalau ditegur, mereka akan marah dan langsung mengatakan, “Jangan menghakimi !”, padahal perkataannya ini pun sendiri menghakimi, sungguh suatu kontradiksi yang aneh ! Hal ini sudah diprediksi oleh Rasul Paulus di dalam 2 Timotius 4:3-4 bahwa, “akan sampai waktunya orang tidak mau lagi menerima ajaran yang benar. Sebaliknya, mereka akan menuruti keinginan mereka sendiri, dan mengumpulkan banyak guru guna diajarkan halhal yang enak didengar di telinga mereka. Mereka akan menutup telinga terhadap yang benar, tetapi akan memasang telinga terhadap cerita-cerita dongeng.” (Bahasa Indonesia Sehari-hari) Di sini, Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) lebih tepat mengartikan bahwa akan datang saatnya orang suka mendengarkan ajaran-ajaran yang enak didengar di telinga mereka. Kalau kita mau kaitkan ayat ini dengan realita banyak ajaran “Kristen” yang simpang siur, maka sejujurnya ajaran yang mengenakkan telinga ini adalah ajaran humanisme dari buku The Purpose Driven Life yang ditulis oleh Dr. Rick Warren (buku best-seller ala dunia). Di dalam buku ini, Rick Warren seolah-olah memaparkan ajaran-ajarannya yang kelihatannya “Alkitabiah” dengan mengutip ribuan ayat bahkan dengan terjemahan-terjemahan yang berbeda, seolah-olah ingin membuktikan bahwa dia adalah “ahli” ayat Alkitab, padahal banyak ayat Alkitab yang dikutipnya adalah bagianbagian yang dilepaskan dari konteks Alkitab seluruhnya. Dalam hal ini, metode eisegese dalam penafsiran Alkitab lah yang dipakai oleh Rick Warren, di mana di dalam kepala Warren, ia sudah memiliki serangkaian ide-ide humanis, lalu ide-ide itu dicari dukungannya di dalam Alkitab, supaya kelihatan “Alkitabiah”. Itulah eisegese yang merupakan metode penafsiran Alkitab yang salah. Lalu, bagaimana sikap kita ? Diam atau masa bodoh ? Tidak. Alkitab di dalam 2 Timotius 4:2, sebelum Paulus memaparkan realita akan adanya kecenderungan manusia menjadi pragmatis, maka ia memperingatkan Timotius untuk tetap memberitakan Injil/Firman, bersiap sedia dalam segala situasi, menegur dan menasehati jemaat dengan kesabaran dan pengajaran. Di sini, Paulus memaparkan tiga prinsip. Pertama, memberitakan Firman. Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, Firman Tuhan atau Injil harus terus-menerus diberitakan dengan bertanggungjawab. Ini yang Paulus dan Tuhan Yesus sendiri perintahkan (Matius 28:19). Tidak ada kompromi, ketika ada ajaran sesat menyerang, keKristenan tetap harus memberitakan suara kenabian yang mengajak orang Kristen untuk kembali hanya kepada Alkitab, karena hanya di dalam Alkitab, terdapat satu-satunya wahyu Allah yang mutlak. Kedua, bersiap sedia dalam segala situasi. Berwaspada adalah satu tindakan yang penting setelah memberitakan Firman. Ketika kita terus-menerus memberitakan Firman, tetapi tingkat kewaspadaan kita berkurang atau bahkan hilang, maka kita sedang berada di

dalam suatu kebahayaan akan menjadi penyesat. Berita Injil harus disertai dengan pemahaman yang integral akan theologia dan Alkitab (theologia sistematika), sehingga kita memiliki sense of warning. Lalu, kita yang sudah memiliki kewaspadaan ini, kita pun juga harus bersiap sedia menghadapi ajaran sesat dari luar. Ketiga, menegur dan menasehati jemaat dengan kesabaran dan pengajaran. Kalau kita sudah berwaspada menghadapi ajaran sesat, lalu apakah kita tinggal diam dan acuh tak acuh terhadap jemaat Tuhan ? TIDAK. Alkitab mengatakan bahwa kita harus menyatakan apa yang salah kepada jemaat, bisa berkaitan dengan doktrin, konsep berpikir, perbuatan, perkataan, dll dengan kesabaran dan pengajaran. Meskipun dunia kita membenci apa yang dinamakan “teguran” (lalu memfitnah dengan mengatakan bahwa kita sedang “menghakimi”nya), kita tetap diperintahkan Paulus untuk tetap menegur yang salah. Menegur adalah sebuah tindakan dari hamba Tuhan atau orang Kristen yang kuat imannya yang mengasihi orang Kristen yang lemah imannya sehingga yang lemah iman dapat dikuatkan dan diperingatkan oleh yang kuat imannya, sehingga jemaat dibangun bersama di dalam pengenalan akan Kristus Yesus sebagai Kepala. Menegur ini dilakukan dengan kesabaran dan pengajaran. Artinya, kita harus menegur jemaat dengan semangat cinta kasih, yang tidak langsung memvonis lalu mengkutuk kesalahan mereka. Tetapi, juga tidak berarti kasih yang kita tunjukkan adalah kasih yang berkompromi lalu mengiyakan apa yang jemaat lakukan dengan salah. Menegur dengan kasih adalah menegur yang memberikan pengajaran yang bertanggungjawab/mendidik. Kasih yang tidak mendidik adalah kasih yang munafik/pura-pura, sebaliknya pengajaran yang tanpa disertai kasih adalah penghakiman yang tidak menyadarkan orang lain. Kedua hal ini harus diajarkan secara seimbang. Untuk alasan inilah, saya terbeban untuk menerbitkan suatu makalah meninjau secara kritis dari sudut pandang Alkitab dalam kerangka pikir theologia Reformed Injili yang konsisten dan bertanggungjawab terhadap buku The Purpose Driven Life karya Rick Warren. Di dalam makalah ini, saya tidak akan 100% mengkritik keras atau menghakimi buku ini, tetapi bagian-bagian yang bagus dan sesuai dengan Alkitab saya akan katakan itu bagus dan bagian-bagian yang bertentangan dengan Alkitab akan saya katakan salah. Semua pandangan ini hanya dapat diukur dari standart kebenaran Alkitab dalam kerangka theologia Reformed Injili yang konsisten. Semua hal-hal yang dipaparkan dalam makalah ini sudah dipikirkan dengan bertanggungjawab penuh kepada Allah dan firman-Nya, Alkitab. Oleh karena itu, sebelum kita masuk ke dalam tinjauan kritis terhadap buku ini, maka saya akan memberikan konsepkonsep yang benar tentang arti hidup yang sejati sesuai dengan Alkitab pada Bab 1, lalu dilanjutkan dengan konsep penafsiran Alkitab yang beres pada Bab 2, kemudian mulai Bab 3, saya akan mulai mengadakan tinjauan kritis theologis terhadap buku ini. Biarlah melalui makalah yang kurang sempurna ini boleh membawa berkat bagi jemaatjemaat Tuhan agar mereka boleh disadarkan dari dosa-dosa mereka dan kembali kepada Alkitab saja sebagai satu-satunya kebenaran Allah yang mutlak dan tidak mungkin bersalah dalam naskah aslinya. Soli Deo Gloria. Sola Scriptura. Solus Christus. “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36) Bab 1 Arti Hidup Sejati Menurut Alkitab

“ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kejadian 2:7) 1.1 Arti Hidup Menurut Perspektif Dunia Dunia di mana kita hidupi hari ini sedang mengalami krisis makna hidup. Berbagai cara manusia berusaha untuk mencoba menemukan makna hidupnya, dari menyiksa diri (beraskese), sampai hidup hedonis yang melampiaskan semua kesenangan hawa nafsunya. Mereka pada intinya ingin mengerti makna hidup untuk selanjutnya makna itu bisa mereka jalani dengan baik. Oleh karena itu, marilah kita melihat sekelumit tentang definisi hidup dalam perspektif dunia kita. 1. Hidup Adalah Perjuangan

Pertama, dunia kita melihat hidup adalah suatu perjuangan. Di dalam suatu perjuangan, dibutuhkan kekuatan untuk mengerjakannya. Tidaklah heran, manusia di dunia suka berjuang meskipun banyak dari mereka tidak mengerti motivasi dan tujuan dari apa yang diperjuangkannya. Yang mereka ketahui bahwa hidup ini adalah hanya untuk berjuang, terus berjuang agar mencapai apa yang diidam-idamkan. Oleh karena itu, di dunia ini sangatlah laris promosi training motivasi dari para motivator dari sekelas Anthony Robbins sampai Andrie Wongso dengan idenya Success is My Right. Para motivator ini terus memberikan motivasi bagi para peserta seminarnya dan manusia dunia ini agar mereka yang merasa down boleh ditingkatkan kembali semangatnya, tetapi rupa-rupanya semangat ini tidak bersumber dari Allah, sehingga motivasi peningkatan semangat ini adalah untuk kepentingan diri (humanisme) dan tujuannya pun untuk kemuliaan diri (meskipun di dalam beberapa buku “rohani” sekalipun, tujuan motivasi ini untuk “kemuliaan Tuhan”). Inilah jiwa atheisme praktis di dalam diri manusia yang berakar dari humanisme ditambah semangat pantheisme dan Gerakan Zaman Baru yang diindoktrinasikan melalui berbagai training motivasi dan pengembangan pribadi. Perjuangan yang dilandasi oleh semangat ingin mencapai cita-cita dan self-centered ini tentu tidak akan menemukan makna hidup sejati dan tentunya juga makna perjuangan sejati, karena yang menjadi landasannya adalah kepentingan diri yang sebenarnya makhluk yang terbatas. 2. Hidup Adalah Kesempatan

Kedua, dunia kita yang terus mau berjuang, adalah dunia yang juga mengidentikkan hidup adalah kesempatan. Mereka menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, oleh karena itu mereka memakai setiap kesempatan yang ada untuk meraih apa yang mereka inginkan. Di sini, dunia kita mengaitkan hidup dengan waktu yang ada. Di dalam setiap waktu/kesempatan, mereka mau mengerjakan apa yang diinginkan oleh mereka, entah itu baik atau jahat menurut pandangan Alkitab, mereka tidak seberapa mempedulikannya. Bagi mereka, apa yang diinginkannya harus dicapai di dalam setiap kesempatan. Misalnya, orang yang dulunya hidup miskin ingin menjadi kaya, maka dia bukan hanya berjuang untuk meraih uang, tetapi juga menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk meraih yang dicita-citakan. Tidak heran, beberapa dari mereka sampai-sampai menggunakan kesempatan untuk meraih yang dicita-citakan dengan hal-hal yang buruk, contohnya, dengan korupsi, dll. Di sini, letak

kegagalan dunia kita yang semakin jauh dari Allah, yaitu memandang setiap waktu/kesempatan adalah untuk dirinya sendiri. 3. Hidup Untuk Kerja

Ketiga, hidup adalah kesempatan direalisasikan oleh banyak manusia sekarang dengan bekerja. Bagi banyak orangtua (termasuk banyak orangtua “Kristen”), kerja adalah segala sesuatu. Manusia dapat disebut manusia ketika mereka sudah bisa berdikari sendiri atau bekerja untuk mendapatkan uang sendiri tanpa tergantung dengan orangtua. Akibatnya, sejak kecil, anak-anak sudah ditanamkan konsep bahwa hidup itu untuk bekerja, sekolah untuk bekerja, dll. Tidak heran, cukup banyak anak yang masih kecil, misalnya SD atau SMP sudah bisa bekerja, misalnya, menjadi artis, model, dll. Akhirnya, fokus hidup sudah dialihkan dari Tuhan kepada kerja. Itulah tipu daya iblis yang bekerja di abad postmodern ini dengan menyingkirkan Allah dari hidup manusia. Akibatnya, mereka yang memandang hidup adalah kerja, akan memandang setiap kesempatan hanya untuk bekerja, dan aktivitas-aktivitas yang menurut mereka “tidak penting”, misalnya bahkan pergi ke gereja, persekutuan, makan, minum, tidur, dll, adalah sesuatu yang tidak penting, sehingga mereka rela mengorbankan banyak waktu untuk bekerja. Yang paling celaka adalah seorang ayah/suami/kepala keluarga yang memiliki konsep bahwa hidup untuk bekerja pasti berdampak kepada keluarganya, di mana istri akan mengalami kekurangan perhatian dari sang suami, dan anak-anak pun mengalami kekurangan perhatian dari ayah mereka, sehingga akhirnya keluarga ini akan menjadi berantakan dan berakhir kepada perceraian. Perceraian ini bisa terjadi salah satunya karena terlalu mementingkan pekerjaan sebagai fokus hidup manusia. Akibat lainnya dari konsep ini adalah mengerjakan segala sesuatu dengan keterpaksaan. Artinya, hidup orang ini akan diikat oleh pekerjaannya, baik di kantor maupun di rumah. Sehinga, tidak heran, orang ini lama-kelamaan akan menjadi stress, depresi dan akhirnya, jika tidak kuat lagi, akan bunuh diri. 4. Hidup Adalah Uang

Keempat, orang yang sudah memfokuskan hidupnya pada bekerja, maka dapat dipastikan banyak dari mereka juga memfokuskan hidupnya pada uang. Konsep ketiga dan keempat ini sangat berkaitan erat. Seorang yang memandang hidup adalah hanya untuk uang, maka segala sesuatu diukur dari segi apakah yang dilakukannya itu dapat mendapatkan uang/profit bagi dirinya. Inilah jiwa pragmatis (utilitarian) dan materalis yang dianut oleh banyak manusia postmodern ini (bahkan di dalamnya banyak orang “Kristen”). Bagi mereka, yang penting adalah mereka mendapatkan uang sebanyak-banyaknya bahkan kalau perlu “mengorbankan orang lain”. Tidak heran, bisnis Multi Level Marketing (MLM), asuransi, dll laku keras, karena manusia sedang dikunci oleh uang/materi yang fana sifatnya. Profesi dokter pun tidak luput dari fokus hidup manusia yaitu uang. Dokter bukan bekerja untuk kepentingan pasien lagi, tetapi untuk uang. Tidak usah heran, mengapa banyak dokter tidak langsung memberikan obat kepada pasien yang sedang sakit, tetapi dokter tersebut memberikan obat secara bertahap (banyak dari mereka bukan beralasan medis), maksudnya, kalau pasien itu sudah habis meminum obat yang satu, maka mereka akan kembali lagi dan si dokter pasti mendapatkan pemasukan uang lagi melalui kedatangan si pasien tersebut. Bahkan yang lebih celaka, banyak pendidik, dosen, dll mengajar bukan karena panggilan-Nya di dalam hidup mereka, tetapi karena uang atau menimba pengalaman. Maka, jangan heran, banyak guru/dosen baik yang mengaku diri “Kristen” berani mengajari anak-anak muridnya secara tidak bertanggungjawab, misalnya ada seorang dosen “Kristen” saya secara tidak bertanggungjawab mengatakan, “science itu tidak ada hubungannya dengan religion”.

yang penting happy. yang sebenarnya sangat penting. Saya sudah terlalu banyak menemukan “hamba Tuhan” model ini dan ibu saya sendiri sudah banyak sekali mengalami hal ini dan menceritakannya kepada saya. Hidup yang biasa saja menandakan bahwa di dalam diri manusia sudah tidak ada lagi makna hidup sejati. Itu yang sedang dunia tawarkan bahwa yang penting itu enjoy. enjoy aja. lalu bisa bertindak seenaknya sendiri. lalu mengkhotbahkan kemakmuran (meskipun banyak dari mereka menolak bahwa gerejanya mengajarkan kemakmuran. Lalu. dll. Tidak heran. misalnya membaca Alkitab. bercerita lucu. di abad postmodern ini. Caranya ? Mudah. maka mayoritas mereka menggunakan dan mengisi hidup mereka hanya untuk kepuasan diri mereka saja. Inilah jiwa pragmatisme dunia kita yang muncul melalui definisi hidup yang biasa saja. Hidup Adalah Penderitaan Kalau pada poin kelima. jika manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah bisa mau diperbudak oleh uang yang adalah benda mati. 5. para “hamba Tuhan” gereja tersebut “melayani Tuhan” demi uang. Zaman kita adalah zaman di mana sedang musim cho gereja (cari untung melalui gereja). agar bisa sukses. meskipun di depan mimbar selalu dipromosikan untuk “pekerjaan Tuhan”. Di dalam hidup itu pasti menderita. tetapi yang lebih aneh lagi. dll. Tidak usah heran. entah itu ditinggal oleh seseorang yang dikasihi yang telah . karena kondisi yang serba pleasure sebenarnya tidak mengerti hidup itu sesungguhnya. dll. dianggap oleh manusia dunia menjadi tidak penting. senang. lalu gereja-gereja pun berlomba-lomba menyediakan sarana-sarana yang dapat memenuhi feeling banyak orang “Kristen. banyak orang “Kristen” yang sudah diindoktrinasi bahwa menjadi “Kristen” pasti kaya. yang dipentingkan bukan lagi pengertian/pengetahuan yang beres. sukses. kesusahan. dunia kita mengartikan hidup itu sebagai sesuatu yang biasa saja. jadi jalani sebagaimana adanya. sukasuka bertindak apapun. Banyak “hamba Tuhan” terutama di dalam banyak gereja-gereja kontemporer yang populer saat ini juga memfokuskan hidupnya pada uang dan profit pribadi. kesuksesannya untuk apa ? Jelas untuk profit pribadi. bersekutu dengan-Nya. Hidup itu Biasa Saja Prinsip kelima dari definisi hidup yang dunia sedang ungkapkan yaitu hidup itu biasa saja. aktif di dalam persekutuan gereja sekalipun. dan lebih aneh lagi jika ada seorang “Kristen” berjiwa pragmatis dan relativis mengatakan bahwa itu semua tergantung pada masing-masing orang. 6. Hidup yang serba gembira ini sangat berbahaya. sehingga hidup ini hanya dijalani tanpa arah dan tujuan yang pasti sesuai dengan firman-Nya. dll. ketika manusia dunia hanya mengerti hidup ini hanya biasa saja. Motivasinya. malahan sekarang dibalik. beberapa manusia dunia yang ekstrim mengatakan bahwa hidup itu penderitaan. Saya mengira anggapan ini sama sekali bukan anggapan seorang “Kristen” meskipun mengaku diri “Kristen”. Jangan heran. Ini namanya pembalikan posisi.Apakah pendeta juga tidak bisa demikian ? BISA. karena hidup yang gembira tidak mengerti sesungguhnya apa itu penderitaan. gembira. Salah satu iklan rokok mengatakan. mereka lah yang pertama kali langsung menghujat Tuhan. Tidak heran. lalu uang menjadi tuan yang memerintah manusia. memanggil “pendeta-pendeta” yang “pintar” berkhotbah. Uang yang seharusnya ditundukkan oleh manusia. dll. dll. tetapi feeling. jelas. Seorang yang cuek dengan orang lain sama sekali bukan ciri orang Kristen sejati. Adalah suatu kebodohan yang luar biasa. dll. yang merupakan salah satu ciri masuknya dosa ke dalam diri manusia. ketika ada penganiayaan datang. slogan gerejanya mengandung unsur kemakmuran). sebagai kebalikannya. lalu kita tidak boleh memaksa mereka. kaya. maka pada poin keenam.

yaitu terlalu mementingkan kesuksesan hidup. padahal istilah itu hanya sekedar topeng untuk menyelimuti ide humanisme. Artinya. siapa yang mengarahkan tujuan itu. oleh Dia dan untuk Dia. pantheisme. sekarang ini. meskipun menggunakan nama “Tuhan”. dll. yaitu istilah “Kristen” dijadikan topeng (dengan cara mengutip ribuan ayat Alkitab yang kebanyakan di luar konteks asli) untuk menyelimuti esensi sebenarnya yaitu humanisme. defisini hidup ini masih lebih baik dari definisi hidup dari nomer satu sampai dengan 6 yang self-centered. tujuan itu adalah berkenaan dengan cita-cita manusia yang hebat dan mulia (tanpa Allah) lalu tujuan itu membawa kemuliaan bagi diri manusia sendiri (persis terbalik dari Roma 11:36 yang mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah dari Dia. apakah tujuan yang diarahkan itu ? dan ketiga. Inilah wajah dunia kita yang hopeless yang mencari makna hidup tetapi akhirnya kehilangan hidup itu sendiri. pantheisme dan pragmatisme di dalam dirinya. bagi Dia lah . menyeimbangkan antara penderitaan karena nama Tuhan dengan pengharapan sesudah penderitaan yaitu hidup kekal bersama-Nya. Tetapi. di dalam buku The Purpose Driven Life. tetapi sebenarnya palsu. G. tetapi yang penting orang lain mendapatkan kepuasan dari hasil kerugiannya. tidak ada hidup tanpa penderitaan. materalisme dan pragmatisme. kita sudah menemukan ide yang sudah saya jelaskan tadi. Pada konsep terakhir ini. Contohnya. apakah hidup kita digerakkan tujuan ? Kalau benar demikian. Mereka berani menggunakan istilah “Kristen” untuk menjelaskan makna hidup. yang lainnya menekankan penderitaan terus-menerus. hanya sedikit manusia bisa memiliki tujuan hidup demi orang lain. tujuan siapa yang dituju ? (atau untuk apa tujuan itu ?) Jelas. KeKristenan hendaknya jangan terlalu ekstrim menekankan dua kubu. Kedua. F. dll adalah orang-orang yang telah bersumbangsih bagi dunia karena mereka mementingkan orang lain ketimbang diri. meskipun definisi hidup yang terakhir ini masih kurang. Leonardo da Vinci. Hidup Untuk Orang Lain Terakhir. Tentu. Itulah akibat dari menaruh pengharapan kepada dunia ciptaan yang terbatas dan berdosa ini. Mungkin saja mereka mau rugi mengorbankan waktu. Itulah metode eisegese dalam penafsiran Alkitab yang salah.2 Arti Hidup Menurut Perspektif “Kristen” yang Palsu Lalu. Itulah yang kita lihat di dalam buku The Purpose Driven Life karya Rick Warren. sehingga tidak heran nama-nama mereka cukup dikenal di dalam zamannya maupun zaman sesudah mereka meninggal dunia. KeKristenan harus seimbang. Johan Sebastian Bach. apakah kalau kita menaruh pengharapan kepada Tuhan pasti kaya dan tidak menderita ? TIDAK. karena terlepas dari jalan yang Allah telah tetapkan. Pertama. kita akan beralih kepada arti hidup menurut perspektif “Kristen” yang seolah-olah kelihatan lebih “rohani”. banyak pelukis. Dari judul bukunya saja. di dalam metode penafsiran Alkitab. Hal ini akan banyak disinggung dan diuraikan secara tuntas pada bab kedua makalah ini. manusia memandang hidupnya dipersembahkan bagi orang lain. bahasa asli dan terjemahan-terjemahan Alkitab yang lebih tepat. Warren menggunakan tafsiran-tafsiran Alkitab yang semau gue menurut seleranya pribadi tanpa memperhatikan konteks. Tentu itu berbeda dengan semangat manusia di abad postmodern yang lebih mementingkan profit pribadi dengan mengorbankan orang lain. tetapi setidaknya. sebenarnya yang mengarahkan tujuan itu adalah diri manusia itu sendiri. Pokoknya. 7. Hendel.meninggal. sebenarnya ada tiga pertanyaan penting yang perlu dipertanyakan. Kita jangan terlalu ekstrim. komposer musik. dll melakukan segala sesuatu demi orang lain. 1. tetapi laris dalam masyarakat “Kristen” (khususnya yang bertheologia Injili non-Reformed). putus pacar. Kembali.

Nafas hidup-Nya itulah sumber hidup bagi hidup manusia yang mengakibatkan manusia bisa bernafas dan itulah yang disebut makhluk yang hidup. dll yang sendirinya juga adalah sesama manusia. tetapi dosa dimulai ketika manusia mulai meragukan kebenaran Allah. membentuknya menjadi seorang manusia. dan hal itu memilukan hati-Nya. Ketika kita ingin mengerti apa arti hidup sejati belajarlah dan bertanyalah kepada Allah karena Ia yang menciptakan kita pasti mengetahui apa arti hidup itu. eksistensialis. tetapi dari Allah sebagai Sang Pencipta. “Kemudian TUHAN Allah mengambil sedikit tanah. Dosa bukan dimulai ketika Hawa memetik buah pengetahuan yang baik dan jahat yang dilarang oleh Allah. Sungguh suatu kebodohan manusia dunia ini ketika mereka yang ingin mengerti arti hidup tidak langsung bertanya kepada Sang Sumber Hidup. sedangkan persembahan adiknya diterima oleh Tuhan. bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata.3 Arti Hidup Sejati Menurut Alkitab Lalu. Itulah dosa. Kalau Allah tidak menghembuskan nafas hidup-Nya ke dalam hidung manusia. Usaha meragukan kebenaran Allah menjadi cikal bakal iblis terus mencobai manusia dan akhirnya manusia pertama jatuh ke dalam dosa yang mengakibatkan manusia setelah Adam dan Hawa ikut mewarisi dosa asal (original sin). dilanjutkan dengan kejadian-kejadian dan tindakan-tindakan manusia yang membuat Tuhan menyesal. Lalu. saya sudah mengutip Kejadian 2:7. maka hiduplah manusia itu. maka manusia tidak dapat menjadi makhluk yang hidup. 1. Tetapi tahukah kita bahwa hidup manusia yang pada awalnya telah diciptakan Allah begitu mulia sehingga manusia langsung bercakap-cakap dengan Allah ternyata dirusak oleh manusia sendiri dengan meragukan eksistensi Allah.” (Kejadian 6:5-6) Tetapi . dan jangan sekali-kali bertanya kepada para psikolog. kita mendapatkan satu prinsip hidup sejati dari Alkitab. Ketika dosa masuk ke dalam manusia.” (Terjemahan Baru LAI) atau terjemahan Alkitab BIS memberikan pengertian yang lebih jelas. Kata “soul” dalam KJV ini diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani nephesh yang artinya makhluk yang bernafas. di samping ada dosa aktual yang dilakukan oleh masing-masing pribadi manusia. Dari Kejadian 2:7 inilah. Lalu kata “makhluk yang hidup” (TB-LAI) diterjemahkan a living soul oleh King James Version (KJV) yang berarti jiwa/makhluk yang hidup. sampai-sampai Tuhan mengatakan.kemuliaan selama-lamanya). apa kata Alkitab tentang hidup sejati ? Pada bagian awal Bab 1 ini. Itulah kegagalan psikologi dan eksistensialis yang tidak kembali kepada Allah. yaitu hidup sejati adalah hidup yang berpaut kepada Allah sebagai Sumber Hidup. Habel karena persembahan Kain tidak diterima oleh Tuhan. demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. tetapi bertanya kepada sesama manusia yang sama-sama berdosa dan terbatas. bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi. hidup manusia mulai kehilangan arah. Inilah jiwa humanisme sekuler (atau sekularisme) tetapi yang masih memperalat “Tuhan” agar kelihatan “rohani”. neshamah yang berarti tiupan atau hembusan atau nafas ̂ ̂ yang vital/sangat penting/berkenaan dengan hidup. Kata Ibrani ini juga dipakai di dalam Amsal 20:27 untuk kata “Roh manusia” (Terjemahan Baru LAI) atau “hati nurani manusia” (Alkitab BIS). “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Kehilangan arah ini ditandai dengan keinginan manusia terus melawan Allah dan ini mulai nampak ketika Kain yang membenci dan menaruh dendam kepada adiknya. Arti hidup manusia yang sejati tidak didapat dari manusia itu sendiri yang sendiri merupakan makhluk yang dicipta. “Ketika dilihat TUHAN. Inilah jiwa manusia berdosa.” Kata “nafas hidup” berasal dari bahasa Ibrani. maka menyesallah TUHAN. lalu menghembuskan napas yang memberi hidup ke dalam lubang hidungnya.

Nuh tidak menaati Tuhan. maka mereka baru sadar bahwa hidup itu hanya sementara dan hidup yang tidak kembali kepada Allah akan sia-sia adanya. Banyak orang dunia hari-hari ini berpikir bahwa menjadi Kristen itu susah. bagaimana faktanya. Mereka memang menghafal semua yang tertulis di dalam Taurat. tetapi Nuh meskipun dirinya dihina ketika membangun bahtera pada waktu kemarau. Tetapi. bebas. Itu adalah kesalahan besar. dan tidak benar-benar mengerti artinya. selanjutnya orang-orang setelah Nuh banyak bermunculan dan mereka banyak yang jahat dan memberontak terhadap Tuhan. Tuhan tetap menyediakan sekelompok sisa (remnant) yang masih setia kepada Tuhan. kalau kita hidup di zaman Nuh. Nuh yang kita kenal di dalam Alkitab adalah Nuh yang meresponi anugerah Allah dengan tepat dan taat mutlak kepada-Nya. siang dan malam.yang menarik. mereka berpesta pora. karena apa saja tidak boleh. takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai. yaitu pada ayat 8. tetapi itu hanya menguasai bidang rasio saja. Dua ayat setelah Kejadian 6:6. Lalu. Lalu. Nuh yang mendapatkan kasih karunia Tuhan di antara manusia-manusia berdosa di zamannya berusaha mempertanggungjawabkan anugerah-Nya itu dengan hidup beres dan menaati Tuhan dan firman-Nya. Oleh karena itu. mereka menganggap diri hebat. Allah mewahyukan Taurat untuk memimpin dan mengatur perilaku mereka agar berkenan kepada-Nya. ahli di bidang Taurat. Selama bumi masih ada. tetapi lebih menekankan fenomena upacara sesuai Taurat. di dalam setiap kejahatan yang manusia lakukan. Tetapi kesalehan seperti Nuh itu sebentar saja terjadi di dalam sejarah. Alkitab mengatakan. mabuk-mabukan. Mereka berpikir dengan hidup berbuat baik seperti yang Taurat perintahkan. akibatnya Nuh itu mati bersama orang-orang sezamannya. “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. dll. Allah yang berdaulat adalah Ia yang berkehendak menyatakan anugerah-Nya kepada siapapun menurut kedaulatan-Nya.” Bisa saja. ahli pula untuk memelintir hal-hal esensi di dalam Taurat). pada waktu itu. apakah mereka semua menuruti perintah Taurat ? TIDAK. maka Tuhan berjanji di dalam Kejadian 8:21-22. Tetapi benarkah demikian ? Setelah bencana air bah yang menyapu bersih orang-orang di zaman itu.” Nuh bisa mendapatkan anugerah Tuhan. akibat ketaatannya itu dari membangun bahtera sampai keluar dari bahtera dan mendirikan mezbah bagi Tuhan. Tetapi puji Tuhan. bukan karena kehendak Nuh yang ingin mencari Tuhan. sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya. mereka semakin mengerti Taurat. Di situlah. yaitu ketika ia kembali taat kepada-Nya. lalu berdalih dengan seribu macam alasan. Ketika Ia berinkarnasi dan turun menjadi manusia tanpa meninggalkan natur Ilahinya. mereka akan menemukan arti hidup dan keselamatan sejati. Bahkan ada yang melarang orang berjalan beberapa kilometer di hari Sabat. dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Ia mengutus Putra Tunggal-Nya. “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia. tetapi ia mengerti hidup itu sesungguhnya karena ia kembali taat kepada Allah. kemarau dan hujan. bukan semakin mengerti esensi Taurat. lalu mereka berpikir bahwa kalau tidak menjadi Kristen itu lebih enak. apakah kita ingin menjadi seperti Nuh atau orang-orang sezamannya ? Kalau orang-orang dunia pasti memilih menjadi seperti orang-orang yang hidup di zaman Nuh yang mengejek Nuh ketika Nuh membangun bahtera. Itulah sebabnya. Nuh mendapatkan makna hidup sejati. dll. Dari Surga. Allah yang Berdaulat memilih bangsa Israel menjadi bangsa pilihan-Nya. Taurat yang sebenarnya baik malahan dibuat tidak baik oleh para ahli Taurat yang menganggap diri ahli di bidang Taurat (itulah namanya ahli Taurat. Tuhan Yesus Kristus untuk mengembalikan fungsi hidup sebagaimana pada waktu Ia menciptakan manusia. dan itulah hidup yang mereka cari. kecuali Nuh. Saya bertanya. Kepada mereka. Ketaatan kepada Allah itulah kunci utama kita menemukan hidup sejati. Itulah Reformed theology. Allah tidak tinggal diam. itu semata-mata karena kedaulatan-Nya saja. dingin dan panas. Ia mengajarkan . Kristus datang untuk menebus dosa manusia dan mengembalikan makna hidup sejati. bukan menurut perbuatan baik manusia tersebut.

pemimpin dan pengoreksi hidup kita ketika kita ingin berbuat dosa. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. akan apa yang hendak kamu pakai. Kata “hanya” atau “saja” dalam ayat ini berarti kita masih membutuhkan roti atau makanan jasmani untuk menyambung hidup. stress. Aku akan berpegang pada ketetapanketetapan-Mu. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” Hidup manusia sudah ada di tangan-Nya. Ketika manusia mencoba menemukan makna hidup di luar firman-Nya. Dengan kata lain. Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur. tetapi seringkali di dalam hidup. tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya.” (dikutip dari Ulangan 8:3) Hidup manusia bukan sekedar makan. banyak orang muda yang belajar psikologi (tanpa belajar firman-Nya) berakhir tragis. minum. janganlah tinggalkan aku sama sekali. dll. tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. mengapa ? Karena mereka diajar bukan kembali kepada Allah. dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu. manusia seringkali kuatir akan makanan. Tuhan Yesus mengajarkan. hidup yang tidak kuatir. “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja. tetapi kembali kepada dirinya sendiri sebagai pusat hidup. misalnya bunuh diri. sebagaimana yang pemazmur katakan di dalam Mazmur 119:105. tetapi firman Allah itulah yang esensi dan terpenting yang menjamin hidup kita menjadi bermakna. maka manusia tidak perlu menguatirkan hidupnya. yaitu ketika psikologi mengajar mereka tentang makna “hidup”.” Firman-Nya itu sangat berarti bagi hidup pemazmur. Pertama. Mengapa demikian ? Karena . karena Ia lah yang mengaturnya. bersenang-senang. firman Allah itu menjadi Sumber Hidup kita yang paling hakiki. hidup itu berpusat kepada firman Allah. tetapi Ia mengatakan bahwa manusia tidak hanya memerlukan roti saja untuk hidup. manusia tidak pernah menemukannya. Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! Maka aku tidak akan mendapat malu. “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu. akan apa yang hendak kamu makan atau minum. Hal ini sangat berbeda total dengan banyak paradigma hidup yang dianut oleh banyak orang yang mengaku diri “Kristen” apalagi “melayani Tuhan” lalu alergi mendengar kata “Tuhan” disebutkan di luar gereja. Tuhan Yesus tidak mengatakan bahwa manusia itu hidup tidak memerlukan roti sama sekali. Hal ini tercantum di dalam Matius 4:4. maka tidak heran. apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Firman Allah menjadi penuntun. Di sini.prinsip-prinsip penting tentang makna hidup. sehingga kita tidak keluar dari jalan-Nya. Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu. apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu. supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. Firman Allah menjadi batas dan penghakim bagi kita. yang juga tidak melakukan kejahatan. Perhatikan kalimat terakhir di dalam ayat 25 bahwa hidup itu lebih penting daripada makanan. Ketika Allah menjadi pusat hidup manusia. di dalam pasal yang sama di ayat 1-10. pemazmur mengatakan bahwa orang muda dapat mempertahankan kelakuan yang bersih ketika firman-Nya menjaga hidup mereka. tetapi hidup manusia itu berasal dari Allah. Kalau di dalam Mazmur 119:9. dll. Mari kita menelusuri satu per satu di dalam Injil. Kedua. tetapi poin penting atau esensinya bukan terletak pada roti atau sesuatu yang jasmaniah. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya.” Lalu. tetapi dunia kita mengajarnya secara bertolak belakang. atau lebih tepatnya dari setiap firman Allah. Di dalam Matius 6:25. yang mencari Dia dengan segenap hati. karena hidup sejati pasti berpusat kepada Allah dan firman-Nya sebagai Sumber Hidup. minuman. yang hidup menurut Taurat TUHAN. pakaian. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau. “Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela.

tetapi sombong dan tidak rendah hati lagi. Anak kecil meskipun seringkali dihina oleh masyarakat sebagai manusia yang kurang pengalaman.” Di sini. “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok. tetapi biarkanlah kesusahan itu cukup untuk sehari jangan ditambahi dengan kekuatiran yang tidak perlu. Matius 18:1-6 mengajarkan prinsip ini. sehingga Kristus memerintahkan kita untuk pertama-tama mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya. para murid sedang berebut kekuasaan ingin menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga. hidup manusia sejati adalah hidup seperti anak kecil (rendah hati). karena semuanya diberikan Tuhan. Kita tidak perlu kuatir di dalam hidup karena kita percaya bahwa Tuhan itu memelihara hidup anak-anak-Nya dengan berkecukupan. kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. bisakah kita mencarinya di dalam dunia ini tanpa kembali kepada Allah ?! TIDAK. dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. ia menyambut Aku. . “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Orang yang hidupnya terus kuatir sebenarnya meragukan kedaulatan dan pemeliharaan Allah di dalam hidupnya.”) Kalau kita tidak perlu kuatir. apa solusi yang Tuhan Yesus berikan agar manusia tidak perlu lagi menguatirkan hidupnya ? Di dalam ayat 31-33. Itulah sebabnya mengapa Tuhan Yesus berkata bahwa kita tidak perlu kuatir. Yang masuk ke dalam Kerajaan Surga bukan konglomerat. Lalu. Tuhan Yesus menggabungkan konsep “bertobat” dengan menjadi seperti anak kecil. mereka harus menjadi seperti anak kecil yang memiliki kerendahan hati. tetapi kalau kita kekurangan makna hidup. dll. dll. hidup lancar. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini. Ayat 33. Jangan sembarangan menafsirkan Alkitab. tidak berarti kita tidak memiliki kesusahan apapun. diberkati. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya. Tetapi tidak berarti dengan menggunakan kalimat ini. tetapi Kristus berkata bahwa kesusahan itu masih tetap ada. Jangan menggunakan ayat ini lalu mengajarkan bahwa percaya kepada Tuhan Yesus pasti kaya. karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Itu anggapan yang konyol." "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku. “Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu. artinya tidak lagi mementingkan hal-hal duniawi yang merupakan citra manusia lama dan segera memperbaharui hidup dengan mementingkan apa yang Tuhan inginkan. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku. kita bisa mencarinya kembali. kata “akan ditambahkan kepadamu” itu adalah bonus atau akibat setelah kita mempercayakan diri kepada-Nya dengan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya (mengutamakan-Nya sebagai Tuhan dan Raja dalam hidup kita). Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. bahwa kamu memerlukan semuanya itu.” Anak-anak Tuhan tidak perlu kuatir. presiden. Ia mengajarkan. sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini. sehingga Kristus harus menegur mereka dan mengatakan bahwa seorang yang masuk Surga adalah seorang yang bertobat. Kedua. Tuhan sangat mengerti benar apa yang diperlukan manusia. meskipun demikian Tuhan tetap menuntut kita untuk terus bekerja (lihat ayat 34 yang sering dilupakan. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu. Apa artinya ? Pada waktu itu. Ketiga. berpendidikan. setelah bertobat. mereka sama halnya dengan bangsa-bangsa (manusia) yang tidak mengenal Allah. pembesar negara. tetapi dipakai oleh Kristus untuk menghina mereka yang katanya sudah berpengalaman. Itu bidat/sesat. baru setelah itu Ia akan menambahkan berkat-Nya. karena kalau mereka kuatir.kalau kita kekurangan makanan. lalu kita berkata bahwa kita tidak perlu bekerja.

hidup manusia sejati adalah hidup kudus. yang telah menaklukkannya. Itu salah.pendeta. dll. Tetapi tidak demikian. Bagi Tuhan Yesus. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Roma 8:18-21 sungguh menguatkan kita ketika kita di dalam bahaya penderitaan karena nama Kristus. yaitu sifat kekanak-kanakan. Kristus mengatakan bahwa justru ketika berani membayar harga demi nama Kristus. percuma saja “masuk ke dalam hidup” (TB-LAI) atau “hidup dengan Allah” (BIS) dengan kedua tangan/kaki yang utuh tetapi salah satu berbuat dosa. anugerah Allah yang mendahului semua respon manusia. Ayat ini jangan ditafsirkan dengan sembarangan.” Inilah pengharapan anak-anak Tuhan di mana mereka akan menerima mahkota kemuliaan setelah mereka menderita aniaya. Orangorang yang suka menyombongkan diri sebagai “penghuni surga” lalu “bersaksi” bahwa dirinya berkali-kali naik turun “surga”. Ini namanya penafsiran Alkitab terlalu harafiah. tetapi dalam pengharapan. “Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau. baru setelah anugerah ini dinyatakan. Kekudusan hidup diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Matius 18:8-9 yang berkaitan dengan penyesatan. bapa atau ibunya. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesiasiaan.” Orang-orang dunia pasti kesulitan membaca ayat ini. akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. maka kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga. penggallah dan buanglah itu. Tidak ! Hidup yang 100% bagi Kristus adalah hidup yang men-Tuhan-kan Kristus di dalam hidupnya. Tidak berarti karena kita telah berbuat baik. kalau ia tidak bertobat. karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. Dan jika matamu menyesatkan engkau. berhati-hatilah. pasti kita tidak bisa hidup. hidup yang rela membayar harga demi Kristus. saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan. Di dalam Matius 19:29. bukan oleh kehendaknya sendiri. karena mereka pasti berpikir bahwa kalau kita kehilangan sesuatu. Keempat.” Hidup sejati adalah hidup yang kudus. Ini tidak berarti kita harus menjadi pendeta lalu meninggalkan profesi kita. . maka kita masuk Surga. tetapi mereka yang hidup seperti anak kecil (childlike) yang memiliki kerendahan hati (bedakan dengan childish. maka di saat itulah kita nantinya akan mendapatkan kemuliaan kekal dan hidup sejati (kata “hidup sejati” ditambahkan di dalam Alkitab BIS. anak-anak atau ladangnya. Jadi. Saya sempat membaca ada seorang pria Katolik di Filipina setelah membaca ayat ini lalu memotong kaki dan tangannya. Kelima. mungkin hidup itu terasa sulit. mungkin ia nanti pasti menjadi penghuni neraka. itu semua karena Roh Kudus yang menggerakkan kita untuk berbuat baik dan rendah hati. Kita bisa rendah hati. sifat ini tidak disukai oleh Tuhan). kembali. lebih baik hidup dengan Allah dengan sebelah tangan/kaki. Allah pula lah yang mengaktifkan kehendak manusia untuk berbuat baik bagi kemuliaan-Nya. “Sebab aku yakin. cungkillah dan buanglah itu. Hidup sejati adalah hidup yang rela menyangkal diri sendiri dan hidup 100% bagi Kristus. bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Tuhan Yesus mengajarkan. karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua. Itulah paradoks. Ketika kita belajar hidup menjadi seperti anak kecil. tetapi oleh kehendak Dia. karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Hidup seperti anak kecil (childlike) adalah hidup yang mulia. “Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya. Tolong baik-baik mengerti ayat ini. Tuhan kita Yesus Kristus mengajarkan hal yang paradoks yang bertentangan dengan pola pikir kita.

Di dalam iman itulah kita bisa menemukan hidup. Mengapa demikian ? Karena hidup sejati adalah hidup yang terlebih dahulu beriman di dalam-Nya dengan menyerahkan seluruh keberadaan hidup kita kepada-Nya dan menjadikan-Nya sebagai Tuhan dan Raja di dalam hidup kita. Terakhir. sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal. dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku. Ketika kita percaya kepada sesuatu. Tuhan Yesus bersabda. sehingga ketika kita berlaku demikian. Yohanes 11:25. “Akulah kebangkitan dan hidup. Puji Tuhan.” (TB-LAI) atau “Orang yang percaya kepada Allah sehingga hubungannya dengan Allah menjadi baik kembali. tetapi kita harus setia untuk tetap men-Tuhan-kan Kristus. barangsiapa percaya kepada-Ku.” dan Yohanes 12:25. “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa. apakah kita tidak boleh mencintai diri kita ? TIDAK.” Di dalam Yohanes 12:25. “Orang yang mencintai hidupnya akan kehilangan hidupnya. “Barangsiapa mencintai nyawanya. tetapi malahan kita semakin kehilangan nyawa atau makna hidup sejati kita. Sebaliknya. dll. maka yang didapat bukan kehilangan nyawa tetapi kita akan menerima dan menemukan makna hidup sejati dan kekal. hebat. ketika kita membenci (tidak mencintai) nyawa kita (atau dapat diterjemahkan menyangkal diri kita—bandingkan Matius 16:24). tidak akan mati selama-lamanya. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. kita harus bersama-sama membunuh tubuh jasmani kita supaya kita bisa hidup kekal ? Lalu. Sebagaimana Roma 1:17b mengatakan. kedua ayat ini. ia akan kehilangan nyawanya. karena di dalam Dialah ada hidup sejati (Yohanes 1:4 . maka justru yang terjadi bukan kita semakin hidup. sok religius. dll. kita . melainkan beroleh hidup yang kekal.kita akan diejek sok suci. supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa.” Apakah dengan ayat ini. Alkitab BIS mengartikan dengan lebih jelas. “Orang benar akan hidup oleh iman.”. Hal ini diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Yohanes 10:27-28. hidup sejati adalah hidup yang berpengharapan dan menuju kepada kekekalan. sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal. tetapi Alkitab dengan konsepnya yang pasti dapat dipercaya mengatakan bahwa justru ketika beriman di dalam Kristus. hidup sejati adalah hidup yang beriman. Di dalam Yohanes 3:15-16. manusia pilihan-Nya bisa hidup. Keenam.”) Sungguh menarik. “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. 14:6). Kata “mencintai nyawanya” itu dari bahasa aslinya dapat diartikan mengasihani diri atau menganggap diri berguna. melainkan mendapat hidup sejati dan kekal. “supaya semua orang yang percaya kepada-Nya mendapat hidup sejati dan kekal. ia akan hidup walaupun ia sudah mati. Dunia kita tidak akan mengerti konsep ini sampai suatu saat Roh Kudus mencerahkan pikirannya. Ini namanya paradoks. tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini. Seringkali kita mengaitkan kedua ayat ini hanya untuk mengungkapkan kasih Allah yang begitu besar kepada kita. Demikian juga kita percaya di dalam-Nya. di situ kita berani menyerahkan apapun kepada yang kita percayai. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini. Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini. Itu tidak salah. Tetapi orang yang membenci hidupnya di dunia ini.” (Alkitab BIS mengartikannya. Tetapi ayat ini juga bisa mengajarkan tentang makna hidup yang sejati hanya ada ketika kita beriman di dalam Kristus yang berinkarnasi menebus dan menyelamatkan manusia yang berdosa. karena kita percaya bahwa Allah itu adalah Allah yang Mutlak dan pasti dapat dipercayai. maka kita juga rela menyerahkan apapun yang ada pada diri kita untuk dikuasai oleh-Nya. ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. orang itu akan hidup!” (BIS) Orang dunia seringkali membalik konsep ini dan mengatakan bahwa orang hidup itu harus beriman.26. akan memeliharanya untuk hidup sejati dan kekal.

Beranikah kita seperti Paulus menganggap sampah semua kemegahan dan kehebatan dunia yang berdosa ini lalu kembali hidup yang berfokus kepada pengharapan akan kekekalan ? Renungkanlah. Mungkin sekali seolah-olah bab 2 ini tidak ada sangkut pautnya dengan Bab 1. Sutjipto Subeno. “Percuma teori saja. yang penting prakteknya. tetapi herannya hal ini tidak begitu dirasa oleh banyak orang yang mengaku diri “Kristen”. kalau spiritualitas sejati berkait dengan kerohanian yang dari Allah sejati. Ini ternyata tidak hanya terjadi di dunia saja. Setelah kita merenungkan ketujuh poin makna hidup menurut ajaran Tuhan Yesus. Tidak heran. Inilah indahnya menjadi orang Kristen dapat mengerti paradoks. banyak orang yang mengaku diri “Kristen” berkata. perkataan ini memiliki satu motivasi yang terselubung. kedudukan yang dihormati. mengingat buku The Purpose Driven Life adalah seperti sebuah renungan 40 hari yang tentu mengutip banyak ayat Alkitab. misalnya penafsiran (hermeneutika) pun dipakai untuk melampiaskan kesewenang-wenangan manusia abad postmodern ini. tetapi juga masuk dan merambah ke dalam dunia keKristenan.adalah salah satu dari antara mereka yang boleh mendapatkan anugerah Tuhan. sama seperti yang diungkapkan Paulus bahwa pengenalannya akan Kristus membuat dia rela menganggap sampah pada semua yang ia anggap kebanggaan pada masa dulunya. presuposisi apa yang harus ada sebelum menafsirkan Alkitab. kita akan melihat kondisi penafsiran Alkitab yang sekarang beredar di . mengapa ? Karena mereka sebenarnya tidak begitu peduli dengan hal-hal teori.” Di satu sisi. Pada Bab 2 ini. tetapi sayangnya banyak ayat Alkitab yang dikutip di luar konteks yang ada (tidak memenuhi hakikat penafsiran Alkitab yang beres). saya akan memberikan sedikit teori mengenai bagaimana menafsirkan Alkitab dengan bertanggungjawab. dll. Lalu. Amin. Bab 2 ini harus ada. Soli Deo Gloria. Hidup sejati adalah hidup yang terus menuju kepada pengharapan akan kekekalan. Akibatnya. Prinsip hermeneutika menjadi masalah yang cukup pelik. karena manusia ingin menginterpretasikan segala sesuatu menurut keinginan berdosanya. sudahkah kita berani menentukan fokus hidup sejati yaitu kepada dan di dalam Kristus itu sendiri ? Biarlah kita mulai mengambil keputusan untuk segera men-Tuhan-kan Kristus di dalam hidup kita dan menentukan tujuan hidup kita berpijak dari firman Allah. misalnya kekayaan duniawi. Kemudian. salah satu bidang. tetapi di sisi lain. Bahkan. perkataan ini memang menegur kita yang terlalu rasional dalam bertheologia. di dalam hidup ini. di abad postmodern yang sarat dengan relativisme ini. kita akan melihat alasan perlunya penafsiran Alkitab. Tidak heran. atau bebas sebebas-bebasnya. Bab 2 Bagaimana Menafsirkan Alkitab Dengan Bertanggungjawab ? D unia postmodern adalah dunia yang sarat dengan semangat relativisme yang “memutlakkan” kerelatifan. Inilah kecenderungan banyak orang Kristen yang mengaku diri memiliki “spiritualitas”. itu semua sampah. yaitu MALAS BELAJAR THEOLOGIA/TEORI. lalu muncul berbagai penafsiran yang tidak sesuai dengan hakekat penafsiran yang sejati. tetapi sebenarnya spiritisme (kedua hal ini dibedakan oleh Pdt. tetapi menurut saya. Pertama-tama. sehingga apapun yang manusia lakukan itu cenderung tidak diikat oleh apapun. melainkan lebih mementingkan hal-hal yang praktis. bergantung kepada pimpinan Roh Kudus dan murni untuk memuliakan-Nya selama-lamanya. kita tidak perlu dipusingkan dengan hal-hal yang tidak penting. sedangkan spiritisme adalah “kerohanian” yang berasal dari setan).

mengapa ? Itu adalah kedaulatan Allah yang mengizinkan segala sesuatu terjadi. saya mempelajari pelajaran Discourse Analysis. di mana Budi bisa saja salah menafsirkan perkataan Ani lalu hanya mengangguk-angguk saja tanpa meresponi perkataan Ani dengan tepat. kita menafsirkan sesuatu dan bisa terjadi miscommunication. mungkin ada kedaulatan Allah sengaja membiarkannya dengan maksud agar orang Kristen tidak memberhalakan naskah asli tersebut. saya belajar tentang Speech Act yang dibagi menjadi tiga hal. maka Alkitab pun mau tidak mau tidak lepas dari penafsiran ketika kita membacanya. bacaan. dan terakhir kita akan mencoba mempelajari bagaimana kaidah-kaidah penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab. supaya tidak terjadi misinterpretation terhadap Alkitab. Bahasa Indonesia Sehari-hari) Kembali. Kalau di dalam kehidupan sehari-hari.” Ini dikategorikan sebagai Illocutionary Act yang berarti bahwa perkataan Ani tidak sedang memberikan informasi kepada Budi bahwa Ani lapar. maka setiap hari kita mau tidak mau menafsirkan sesuatu. sebuah analisa wacana. Memberhalakan sesuatu atau menganggap sesuatu yang “suci” sekalipun sebagai “ilah” itu melanggar Titah Pertama di dalam Dasa Titah (10 Perintah Allah) yang mengatakan. apakah berarti terjemahan-terjemahan yang kita pakai sekarang mengandung kesalahan dan tidak dapat dipercaya seperti naskah aslinya ? Kita percaya bahwa naskah asli Alkitab sudah tidak ada. Di dalam jurusan Sastra Inggris. Mengapa harus naskah aslinya tidak bersalah ? Karena naskah asli itu yang asli langsung diwahyukan Allah melalui para nabi dan rasul-Nya. Demikian pula. kita perlu memahami kaidah-kaidah tafsiran Alkitab. “Saya lapar. maka kita perlu mengerti satu . dll. padahal itu tidak sesuai dengan Alkitab. “Jangan menyembah ilah-ilah lain. yaitu supaya Budi membelikan dia makanan atau menyiapkan makanan bagi Ani. Alkitab adalah Firman Allah yang diwahyukan langsung dari Allah melalui sarana para nabi dan rasul-Nya. Budi) dapat mengerti yang diucapkan oleh yang berbicara. diakibatkan kekurangmengertian kita di dalam menanggapi perkataan orang lain. kita sering mengalami miscommunication. seperti yang saya kemukakan di dalam pelajaran Discourse Analysis tadi khususnya contoh Ani dan Budi di atas. karena naskah asli kita sudah tidak ada dan yang ada pada kita sekarang hanyalah naskah-naskah terjemahan Alkitab. KeKristenan khususnya theologia Reformed mempercayai ketidakbersalahan Alkitab baik dari segi sejarah maupun pesan (inerrancy and infallibility of the Bible) di dalam naskah asli/autographanya. baik dalam bentuk perkataan. dll. tetapi ada maksud Ani dalam mengatakan hal tersebut. Sembahlah Aku saja. Misalnya.1 Mengapa Perlu Ada Penafsiran Alkitab ? Pertanyaan paling utama. Kemudian.” (Keluaran 20:3 . Lalu. baik itu buku. Locutionary Act. yaitu bertanya langsung kepada yang berbicara (dalam hal ini. Ani) agar pendengar (dalam hal ini. juga ada istilah Illocutionary Force yang berarti maksud orang yang berbicara agar orang lain dapat mengerti dan meresponi apa yang dikatakan oleh si pembicara dengan tepat. kain kafan Tuhan Yesus dikeramatkan. bagaimana supaya tidak terjadi miscommunication ? Hanya satu. 2. pertama. naskah asli Alkitab sudah tidak ada. Lalu. perkataan seseorang. Di dalam percakapan sekalipun. dll). Tetapi kalau mau ditafsirkan. karena manusia cenderung mengeramatkan hal-hal yang dianggap “suci” (misalnya. Maksud Ani inilah yang disebut Illocutionary Force. Illocutionary Act dan ketiga Perlocutionary Act.kalangan keKristenan. Kekurangmengertian kita itu pasti akibat dari tafsiran kita akan perkataan orang lain. lalu tempat Tuhan Yesus dilahirkan di Betleham dikeramatkan dan dibangun gereja. di dalam bagian ini adalah mengapa Alkitab perlu ditafsirkan ? Kalau kita mau bersikap jujur terhadap diri sendiri. apakah tafsiran kita terhadap Alkitab itu bisa salah ? Tentu bisa. Lalu. Ani berkata kepada Budi. Di dalam pelajaran tersebut. kedua.

itu salah. Storge dan Eros. sedangkan kata “Kerajaan Surga” dipakai sebanyak 34x di dalam Injil Matius (menurut Alkitab terjemahan baru Lembaga Alkitab Indonesia/LAI). kita tidak akan mengerti keseluruhan berita utama di dalam Injil Matius yang menekankan Kristus adalah Raja dan IA merekrut . Th. Sedangkan kata aletheia terdapat di dalam 97 ayat Alkitab Perjanjian Baru.prinsip yaitu ketika Alkitab diterjemahkan dari bahasa Ibrani (PL) dan Yunani (PB) ke dalam bahasa-bahasa lokal. lalu mengoleskan sembarangan minyak. adanya gap budaya. kata dikaiosunē (dalam Perjanjian Baru) mayoritas diterjemahan kebenaran. yaitu Agape. ketika Paulus berkata kepada Timotius di dalam 1 Timotius 5:23. “Alasannya.”. Anthony A. apakah itu berarti bahwa anggur diperintahkan Paulus untuk diminum terus-menerus oleh Timotius dan kita juga? TIDAK ! Pada waktu itu. 2 Timotius 2:22 . Kalau kita tidak menyelidiki Alkitab sampai ke bahasa aslinya. Markus 12:14 . …” (Hoekema. Begitu pula halnya dengan kata “minyak” di dalam Yakobus 5:14. mengapa ? Prof. “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit. 3 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai sungguh/sesungguhnya (Lukas 22:59 . Banyak orang Kristen mengira bahwa studi Alkitab sampai ke bahasa asli atau menggunakan terjemahan bahasa lain (misalnya. p 57). kata “kebenaran” diartikan aletheia (=Truth) dan dikaiosunē (=Righteousness).”. di antaranya : 4 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai jujur (Matius 22:16 . Itu adalah budaya setempat. jangan dipaksakan ke dalam budaya lain. Kisah 4:27 . melainkan tambahkanlah anggur sedikit. Pertama. Inggris. bukan berdasarkan kasih birahi atau eros. baiklah ia memanggil para penatua jemaat. Anggapan ini adalah anggapan yang sama sekali tidak bertanggungjawab. di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman mengungkapkan.D. sedangkan di dalam bahasa Indonesia. maka beberapa kelompok sekte sesat di dalam “keKristenan”. di dalam bahasa Yunani. yang penting minyak menurut Alkitab. 2 Petrus 1:1 dan Wahyu 19:11) dan 1 ayat diterjemahkan sebagai kebaikan/yang baik (Titus 3:5). hanya 8 ayat Alkitab di dalam PB yang tidak diterjemahkan sebagai kebenaran. Lalu. yaitu children of “God” menafsirkan ayat ini lalu diterapkan ke dalam anggota jemaat gereja. anggur dianggap sebagai obat. dll) adalah terlalu akademis. Kata “minyak” di sini dalam bahasa Yunaninya elaion berarti olive oil atau minyak zaitun dan minyak ini adalah sebagai obat. Hoekema. Mengapa Paulus memerintahkan jemaat Roma untuk saling berciuman kudus ? Apakah ini budaya free-sex ala Alkitab ? TIDAK ! Kata holy kiss diterjemahkan secara harafiah sebagai cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus. Mandarin. Roma 3:25. Ketika di dalam Roma 16:16. berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah. dll. adanya gap bahasa. tetapi kata kiss di sini dari bahasa Yunani philema yang akar katanya dari phileō yang merupakan ̄ kasih persaudaraan.26 . Kalau kita tidak mengerti perbedaan kedua kata ini. 10:34) dan 1 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai tulus (Markus 5:33). “Bersalamsalamlah kamu dengan cium kudus. orang-orang Yahudi yang berusaha untuk menghindari nama Allah. demikian pula kata “kasih” yang dalam bahasa Yunani memiliki 4 kata yang berbeda. Efesus 5:9 . Philia. “Janganlah lagi minum air saja. Ibrani 1:9 . kebudayaan. kita akan kehilangan begitu banyak berkat Firman Tuhan yang dilimpahkan-Nya kepada kita. Paulus berkata.” yang jangan sembarangan ditafsirkan bahwa itu adalah minyak urapan seperti yang digembar-gemborkan oleh Pariadji/Tiberias. maka pasti ada suatu gap bahasa. Kemudian. termasuk Indonesia. 2004. Roma 2:2 . 9 ayat diterjemahkan sebagai keadilan (Kisah Para Rasul 17:31 . cium kudus ini berarti cium sebagai tanda persaudaraan. 1 Timotius 6:11 . Jadi. Misalnya. Kata “kebenaran” di dalam bahasa Indonesia bisa memiliki begitu banyak arti di dalam bahasa Yunani. supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. telah memakai kata sorga sebagai ganti nama Allah . Kedua. kata “Kerajaan Allah” di dalam Injil Matius hanya digunakan sebanyak 6x. Filipi 1:18).

Misalnya. tentu dengan resiko mati. Oleh karena itu. akan diselamatkan. tetapi hermeneutika ini pasti berkaitan dengan semua theologia sistematika lainnya. Ini kesalahan di dalam penafsiran Alkitab. lalu Injil yang diberitakan adalah “injil” murahan. “Sebab. misalnya. seperti yang banyak diberitakan di dalam banyak gereja kontemporer yang pop di mana banyak “injil” palsu yang diberitakan. Doktrin Alkitab. barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan. 1. adanya gap latar belakang. Oleh karena itu. lalu mereka mengabaikan konteks dan latar belakang yang ada. di dalam 1 Korintus 14:34. sebelum dia menyatakan bahwa X adalah seorang pencuri. jika melanggar. akan dihukum mati. Oleh karena itu. mungkin sekali dia sudah memiliki presuposisi yang mengakibatkan dia berhati-hati dalam . Inilah akibat tidak mempelajari gap budaya di dalam Alkitab. Contoh lain. Misalnya. nanti orang tersebut akan diselamatkan. kalau ayat ini dilepaskan dari konteksnya. Dipengaruhi oleh presuposisi dan iman Presuposisi atau praanggapan adalah suatu pola pikir manusia sebelum dia memiliki anggapan tertentu.” Seorang teman “Kristen” saya menafsirkan ayat ini dan tanpa pikir panjang langsung berkomentar bahwa Paulus itu melakukan diskriminasi. dll. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat. Nah. Ini akibat dari mengabaikan latar belakang di dalam kitab Roma. “Sama seperti dalam semua Jemaat orangorang kudus. Kembali. Doktrin Kristus.” Banyak hamba Tuhan Injili memakai ayat ini ketika memberitakan Injil dan menyuruh orang yang diinjili untuk berseru kepada nama Tuhan saja. marilah kita menyelidiki prinsip-prinsip dasar apa saja yang perlu diperhatikan di dalam menafsirkan Alkitab. Paulus melarang perempuan berbicara. Kalau kita tidak memahami dengan jelas. Kitab Roma ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma yang sedang mengalami penganiayaan oleh Romawi yang pada waktu itu melarang orang Kristen menyembah Allah selain Kaisar Romawi. akan diselamatkan. Semua kitab di dalam Alkitab ketika ditulis pasti memiliki latar belakang tertentu. Mereka harus menundukkan diri. perempuan diidentikkan dengan pelacur. ketika Paulus di dalam Roma 10:13. Kecenderungan banyak hamba Tuhan yang dipengaruhi oleh Arminianisme/mayoritas theologia Injili adalah mengabaikan latar belakang yang ada dan langsung menyampaikan relevansi Alkitab terhadap kehidupan masa sekarang. karena banyak perempuan bekerja sebagai pelacur. akan berakibat fatal. maka kita akan kehilangan makna aslinya yang akhirnya itu juga tidak membawa berkat bagi kita sebagai pembaca di masa sekarang.2 Prinsip-prinsip Dasar (Umum) Dalam Penafsiran Alkitab Penafsiran Alkitab atau lebih dikenal dengan hermeneutika Alkitab bukanlah salah satu bidang di dalam theologia sistematika yang diajarkan di sekolah theologia yang berdiri sendiri. Ketiga. dll dan tentu dipengaruhi juga oleh berbagai hal dalam diri manusia sebagai si penafsir Alkitab. 2. Seringkali banyak orang Kristen menganggap kitabkitab di dalam Alkitab ditulis untuk kita di masa sekarang. latar belakang setiap kitab. Perempuan tidak boleh berbicara di dalam surat Korintus ini dikarenakan di dalam kota Korintus. Oleh karena itu. yang miskin setelah percaya kepada “Kristus” pasti kaya. misalnya Doktrin Allah. Paulus menyerukan kepada jemaat di Roma bahwa barangsiapa yang berseru kepada Tuhan. Alkitab perlu ditafsirkan karena adanya gap latar belakang antara penulis kitab di dalam Alkitab dengan kita sebagai pembaca di masa sekarang.kita sebagai umat pilihan-Nya untuk menjadi anggota warga Kerajaan Surga yang melayaniNya.

lalu mempercayai bahwa Alkitab itu sepenuhnya karya manusia dan tidak diinspirasikan Allah (pandangan “theologia” liberal). Konsep iman yang dari titik awal sudah tidak beres. Seorang apologet Reformed ternama. sehingga marilah masingmasing orang dengan pengalaman pribadinya menafsirkan Alkitab. ketika di dalam Alkitab diceritakan bahwa Musa membelah Laut Teberau. maka si penafsir Alkitab akan memandang Alkitab sebagai satukesatuan yang menyeluruh. sehingga bagian Alkitab yang tidak seberapa jelas di dalam kitab tertentu akan dijelaskan di dalam bagian kitab lainnya sehingga membentuk totalitas Alkitab yang dapat dipercaya keotentikannya. dll adalah karangan manusia belaka. tetapi berisi firman Allah (pandangan theologia Neo-Orthodoks dari Karl Barth dan Emil Brunner) yang mengajarkan bahwa Alkitab hanya salah satu kunci manusia memahami firman Allah. banyak gereja kontemporer yang pop saat ini dipengaruhi oleh theologia Neo-Orthodoks yang muncul setelah Perang Dunia I. pengaruh presuposisi ini tidak bisa dilepaskan. dan lautnya kering. Lain pula halnya. maka seluruh penafsiran Alkitab yang dihasilkannya pun tidak beres. Jadi. Pandangan ini akan mengakibatkan si penafsir Alkitab menganggap Alkitab itu hanya salah satu firman Allah dan yang penting baginya adalah pengalaman pribadi mendengar suara Allah. theologia Reformed). karena Alkitab itu bukan buku akademis. tidak heran ketika Mazmur 1:3 bisa ditafsirkan seenaknya lalu mengajarkan bahwa orang yang percaya . Misalnya. Perhatikan. Iman sejati pasti menentukan penafsiran Alkitab yang beres. mengapa iman menjadi kriteria pertama dalam mempengaruhi penafsiran Alkitab ? Karena iman itu adalah anugerah Allah kepada umat pilihan-Nya. Tetapi masalahnya. mungkin sekali si pengkhotbah ini kurang persiapan di dalam berkhotbah lalu mengutip banyak ayat Alkitab di luar konteks aslinya. lalu mulai membuktikan keberadaan Allah bukan dari Alkitab. maka sudah tentu si penafsir Alkitab ini akan menganggap semua data di Alkitab khususnya berkaitan dengan kelahiran Anak Dara Maria. Di dalam istilah atau konsep presuposisi ini. iman itu sendiri kadang kala disalahmengerti sebagai tindakan manusia. Begitu pula. di dalam menafsirkan Alkitab. meskipun mengutip ribuan ayat Alkitab. Cornelius Van Til di dalam bukunya The Defense of the Faith mengatakan bahwa banyak theolog Injili mempercayai Alkitab itu firman Allah. jika di dalam diri si penafsir Alkitab. tetapi dari bukti-bukti ilmiah dan rasio manusia. Tidaklah heran. maka para penafsir Alkitab yang liberal akan mengartikannya dengan menggunakan rumus-rumus fisika yang pada akhirnya menolak terjadinya hal supranatural tersebut. hal-hal supranatural yang diberitakan oleh Alkitab. karena presuposisi ini nantinya pasti mengakibatkan si penafsir Alkitab dapat menafsir Alkitab dengan baik atau malahan buruk dan menyesatkan. yang penting adalah pengalaman pribadi dalam mendengar suara Allah. ketika si penafsir Alkitab memiliki kepercayaan bahwa Alkitab itu bukan firman Allah. tetapi secara implisit mereka mengakui dengan bulat di samping mengakui ketidakbersalahan Alkitab secara akademis dan perkataan.memperhatikan si X. seorang yang mempercayai ketidakbersalahan Alkitab dalam naskah asli/autographanya (ini prinsip yang benar. Meskipun pernyataan ini tidak berani diungkapkan oleh mereka. unsur iman termasuk di dalamnya. Dr. timbul suatu keraguan akan ketidakbersalahan Alkitab. Misalnya. Pertama. Lalu. tetapi sayangnya mereka tidak benar-benar mempercayainya. lalu menganggap bahwa Alkitab itu tidak perlu ditafsirkan dengan metode yang sulit-sulit. sehingga dari konsep iman yang salah pasti mengakibatkan konsep penafsiran Alkitab yang salah (metode eisegese yang berarti mencocok-cocokkan ide manusia dengan dukungan ayat Alkitab). kutipan ribuan ayat Alkitab tidak menjamin seorang pengkhotbah atau hamba Tuhan benar-benar mengerti presuposisi dasar Alkitab sesungguhnya. Penafsiran Alkitab tentu tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan akan doktrin Alkitab si penafsir Alkitab. Mari kita selidiki dengan teliti kaitan antara doktrin Kristen di dalam theologia sistematika dengan konsep penafsiran Alkitab. Sebaliknya. presuposisi seseorang menentukan tindakan selanjutnya dari orang tersebut. Kembali. doktrin Alkitab.

“takhta-Mu tegak sejak dahulu kala. Lalu. Kalau Allah itu adalah Allah yang kekal. “maka menyesallah TUHAN”. Ini adalah akibat dari kepercayaan Neo-Orthodoks yang dimodernkan oleh banyak gereja kontemporer yang pop yang tidak memperhatikan kaidah penafsiran Alkitab. p. dari kekal Engkau ada. dll. Allah bersabda. tetapi lebih ke arah human-centered. ketika Kejadian 6:6. Para penganut theologia Reformed yang menekankan kedaulatan Allah akan melihat seluruh bagian Alkitab sebagai bagian yang Kristo-sentris (berpusat kepada Kristus).kepada Tuhan pasti berhasil.” (Meade : 2004. 1) Meskipun Rick Warren di dalam bukunya The Purpose Driven Life mengungkapkan hal yang sama dengan konsep Reformed ini. Theologia Reformed yang dipengaruhi oleh John Calvin menekankan akan kedaulatan Allah (the Sovereignty of God). doktrin Allah. Allah yang tidak berubah. dll). presuposisi mereka dengan mudah dapat dijatuhkan. Masalah yang selanjutnya terjadi. ketika Mazmur 93:2 berkata. Kalau kita memperhatikan tafsiran ini. kegagalan sangat fatal dari para penganut theologia Arminian (kebanyakan Injili) dalam bertheologia secara mendasar dengan tidak membedakan secara kualitas antara Allah sebagai Pencipta yang tidak terbatas (kekal) dan manusia sebagai ciptaan yang terbatas. lalu menafsirkan bahwa Allah itu dapat mengubah rencana-Nya ketika manusia gagal mematuhiNya. Sedangkan para penganut theologia Arminian yang sama sekali menolak kedaulatan Allah dan lebih menekankan kehendak bebas manusia. apakah Ia dapat mengubah rencana-Nya yang telah Ia tetapkan sebelum dunia dijadikan ? Kalau Allah yang kekal dapat mengubah rencana-Nya. ketika membaca Kejadian 6:6 di atas. bukan Tuhan. bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi. Allah yang berada di dalam diri-Nya sendiri. Misalnya. maka ketika ayat ini berkata. kecuali selama-lamanya dan tidak berubah. Mazmur 93:2. maka dapat disimpulkan bahwa buku ini bukan buku yang berdasarkan sentralitas Alkitab dan kedaulatan Allah. lalu apa bedanya Allah yang adalah Pencipta dengan manusia sebagai ciptaan-Nya ? Ini suatu ketidakmungkinan dan kesalahan paradigma di dalam bertheologia dan memahami Alkitab. doktrin Allah ini akan membuat jalur perbedaan yang sangat tajam antara para penganut theologia Reformed yang menekankan supremasi Allah dan penundukan manusia dengan para penganut theologia Arminian yang sama-sama mengagungkan supremasi Allah dan manusia (meskipun tidak secara eksplisit mereka ungkapkan).” Kata “kekal” tidak dapat diartikan lain. Di sini. Allah yang tidak bergantung pada apa dan siapapun. “maka menyesallah TUHAN. Sebaliknya. Ini ditegaskan di dalam jawaban pertanyaan nomer satu dalam Katekismus Singkat Westminster (salah satu pengakuan iman Reformed) yang berkata. tetapi jika kita terus meneliti satu per satu. maka konsep ini akan sinkron dengan keseluruhan bagian Alkitab lainnya (misalnya. meskipun Warren menyangkali pernyataan ini. dan hal itu memilukan hati-Nya. “Tujuan utama manusia adalah memuliakan Allah dan menikmati-Nya selama-lamanya. maka hermeneutika pun berkaitan juga dengan doktrin Allah. maka para penganut theologia Reformed yang menekankan kedaulatan Allah akan menafsirkan dan mengajarkan bahwa Allah itu adalah Allah yang Berdaulat sehingga Ia tak mungkin menyesal (lalu “mengubah” rencana yang sudah ditetapkan-Nya). Kedua. Iman Reformed sangat menentukan sekali terhadap metode penafsiran Alkitab yang lebih mendekati Alkitab (metode eksegese). sehingga manusia harus taat mutlak kepada-Nya. maka sesungguhnya perkataan ini dimengerti dalam cara pandang manusia. Setelah penafsiran Alkitab berkaitan dengan doktrin Alkitab.”. konsep theologia Arminian yang human-centered sudah kelihatan dari cara penafsiran Alkitabnya yang mencari-cari ayat-ayat Alkitab sekehendak hatinya cenderung kurang memperhatikan konteksnya untuk mendukung bahwa manusia memiliki . Kedaulatan Allah yang dipercaya oleh Reformed akan sangat menentukan dan memimpin arah penafsiran Alkitab yang para theolog Reformed dan penganut theologia Reformed kerjakan.

seorang penganut theologia Reformasi dan Reformed yang menganut paham dwi-natur sifat Kristus. kebenaran dan penghakiman. bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah. misalnya theologia Orthodoks (Syria) yang menekankan kemanusiaan Yesus dan menolak keilahian-Nya. Roma 8:33-35 adalah bagian-bagian Alkitab yang mengajarkan secara ketat akan kepastian jaminan Kristen tentang keselamatan (tanpa mengabaikan konteks aslinya). maka mereka akan mengutip Yohanes 1:1 secara sebagian yaitu dengan menghilangkan pernyataan.“supremasi” untuk menolak atau menerima anugerah Allah. meskipun Allah memberikan anugerah kepada manusia. Keempat. Misalnya. sehingga meskipun jelas-jelas Alkitab mengajarkan tentang anugerah Allah. keKristenan boleh diterima oleh agama dahulunya. Doktrin keselamatan dapat mempengaruhi posisi penafsiran Alkitab seseorang. tetapi rupa-rupanya humanisme terus berjaya. Kristologi juga dapat mempengaruhi penafsiran Alkitab. sama-sama mempengaruhi cara menafsirkan Alkitab. mereka pasti menafsirkannya dengan tetap menekankan kehendak bebas manusia. dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada . Hal ini akan dibahas pada poin 2. Theologia Reformasi dan Reformed yang percaya 100% bahwa Roh Kudus adalah Pribadi Ketiga Allah Trinitas yang berperan melahirbarukan umat pilihan-Nya untuk percaya di dalam Kristus dan menyempurnakan mereka serupa seperti Kristus kelak akan menafsirkan Yohanes 15:26 dengan mengatakan bahwa Roh Kudus datang untuk memuliakan Kristus dan juga Yohanes 16:8 bahwa Roh Kudus datang untuk menginsyafkan dunia akan dosa. lalu kemudian menjadi “pendeta” yang sekarang ingin membawa keKristenan kembali kepada agama dahulunya agar menurutnya.” Hal ini dikhotbahkan seorang pemimpin gereja yang dulunya beragama mayoritas di Indonesia. Pneumatologi. Misalnya. baik dengan konsep yang benar maupun salah. manusia tersebut tidak dapat diselamatkan. Misalnya. Sedangkan para penganut theologia Arminian dan Katolik Roma yang mempercayai perbuatan baik lebih penting daripada iman akan mengutip ayat-ayat Alkitab menurut kehendak mereka untuk mendukung ajaran mereka. banyak theolog Injili dengan aliran theologia Arminian yang dianutnya memahami Alkitab bukan dari presuposisi kedaulatan Allah. Inilah gaya penafsiran Alkitab yang keliru. dan sampailah kepada paham Arminianisme. seorang penganut theologia Reformed yang memegang kepercayaan bahwa anak-anak Tuhan sejati tidak mungkin kehilangan keselamatannya akan mengerti keseluruhan Alkitab lebih teliti dan bertanggungjawab. doktrin Kristus (Kristologi). contoh. Misalnya. Yohanes 3:16 . yaitu 100% Allah dan 100% manusia akan menafsirkan Alkitab dengan kedua pandangan ini. Dengan kata lain. Ketiga. Tetapi para penganut theologia non-Reformasi. Bapa Gereja Augustinus telah lama berperang melawan Pelagianisme dan Semi-Pelagianisme. karena kalau tidak. di dalam 1 Korintus 12:3. tetapi kehendak bebas manusia. doktrin keselamatan (Soteriologi).3 tentang problematika penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan. mereka akan berkontradiksi dan melawan diri sendiri jika menjumpai ayat-ayat Alkitab yang tidak cocok dengan formulasi doktrin mereka. “Firman itu adalah Allah. Hal ini sinkron dengan keseluruhan berita Alkitab. Seorang penganut Orthodoks Syria ini akan kebingungan dalam menafsirkan Roma 1:4 yang menyebutkan Tuhan Yesus itu juga bernatur Ilahi selain bernatur manusia. 10:27-29 . “Karena itu aku mau meyakinkan kamu. Dan hal ini jelas dibuktikan Alkitab secara eksplisit yaitu di dalam Yohanes 1:1 dan Roma 1:3-4. Pandangan theologia Arminian ini diadaptasi dari konsep pemikiran Semi-Pelagianisme yang merupakan “jalan tengah” dari ajaran Pelagius (yang mengajarkan bahwa manusia dilahirkan tanpa dosa) dan Augustinus (manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa). Kelima¸ doktrin Roh Kudus (Pneumatologi). manusia tetap harus meresponinya.

seorangpun. maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat. Juga ke atas hamba-hambamu lakilaki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. mereka mengklaim kepada Roh Kudus jika mereka tidak dapat berkarunia lidah. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu. Tafsiran ini salah di titik pertama. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. seperti yang telah difirmankan TUHAN. Keenam. Ekklesiologi sebagai theologia sistematika yang boleh saya kategorikan sebagai hal praktis pun dapat mempengaruhi penafsiran Alkitab.”. kalau ada theologia Kristen yang non-Reformasi. “Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. dan yang dikuduskan oleh Roh. Meskipun istilah “baptisan anak” tetapi secara implisit istilah ini nampak jelas dari keseluruhan Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. “Kemudian dari pada itu akan terjadi. Kemudian. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. maupun Petrus. orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. apa yang Tuhan Yesus ucapkan di dalam Injil Yohanes tentang Roh Kudus juga diajarkan dengan konsep yang sama persis oleh para rasul-Nya. selain oleh Roh Kudus. dipengaruhi oleh Arminian yang human-centered. Ambil contoh. Ini adalah tafsiran yang dicocok-cocokkan. Inilah kekonsistenan seluruh berita Alkitab yang tidak mungkin berkonflik (berkontradiksi) dengan dirinya sendiri. maka Alkitab akan mengecualikannya. Sungguh aneh dan ajaran ini sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabkan secara Alkitab. sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan. misalnya. Tidaklah mungkin. Yang paling aneh lagi. yaitu sengaja mengabaikan referensi yang ada di bawah bagian Alkitab yang menunjukkan kedua ayat ini merupakan nubuat yang nantinya digenapi di dalam peristiwa Pentakosta. Kemudian. seorang penganut Karismatik Katolik yang tidak bisa berbahasa roh akan mengomel kepada Maria ibu Yesus untuk membujuk Tuhan Yesus untuk memberikan karunia roh tersebut. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas. banyak pemimpin gereja dari kalangan gereja kontemporer yang pop sangat suka mengutip Yoel 2:28-32.” lalu menafsirkan bahwa zaman inilah zaman Roh Kudus. akan mengatakan secara implisit bahwa Roh Kudus bisa diatur manusia. Misalnya. sehingga manusia seolah-olah dapat memerintah Roh Kudus. . Lalu. dll. terunaterunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia. yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan". Bapa kita. maka mari kita menantikannya. Kisah Para Rasul 2:1-16. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan. Di dalam ayat ini. sesuai dengan rencana Allah. yang disusul dengan pembaptisan kepala penjara ini.” Jadi. “yaitu orang-orang yang dipilih. lalu Petrus mengutip Yoel 2:28-32 di dalam khotbah perdananya di dalam Kisah Para Rasul 2:17-21. anak-anak tidak dibaptis. Kata “keluarga” tentu juga mencakup anak-anak. baik Paulus.” Konteks ayat ini jelas. gereja-gereja Reformed yang mengakui adanya baptisan anak (infant baptism) akan memandang seluruh Alkitab secara totalitas yang mengajarkan secara berkesinambungan akan perjanjian (covenant) Allah. Paulus dan Silas memberitakan tentang Injil Kristus. 1 Petrus 1:2 yang mengajarkan. supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Puji Tuhan. jikalau anak-anak tidak turut dibaptis. Konsep yang tidak beres ini nantinya akan mempengaruhi cara menafsirkan Alkitab dengan sengaja mencocokcocokkan konsepnya yang salah itu agar bisa diterima oleh masyarakat Kristen umum. Kisah Para Rasul 16:33 mengatakan. maka ia bertanya kepada Paulus dan Silas tentang apa yang harus ia perbuat supaya ia selamat. bahwa setelah kepala penjara itu menjumpai para tahanan yang masih ada di dalam penjara padahal penjara pada waktu itu sudah rusak. doktrin gereja (ekklesiologi). dikatakan bahwa kepala penjara ini beserta keluarganya memberi diri dibaptis.

Di dalam bukunya. di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman adalah “sebuah paham yang integratif dengan seluruh bagian Alkitab.” (Hoekema." Sesudah itu Ia mengambil cawan. beliau memaparkan bahwa konsep paradoks yang ada di dalam eskatologi ini menyangkut suatu paradoks antara eskatologi yang sudah dan akan terjadi (ketegangan antara yang sudah terjadi dengan yang belum terjadi). tetapi baptisan adalah konfirmasi seseorang percaya kepada (di dalam) Tuhan Yesus. Anak-anak pun (yang termasuk umat pilihan Allah) juga diselamatkan bukan melalui “iman” pribadi. yaitu eskatologi yang telah ditegakkan (inaugurated eschatology) dan eskatologi yang akan datang (future eschatology) (Hoekema. Gereja-gereja Reformed mengikuti tradisi dari John Calvin menganggap bahwa Perjamuan Kudus hanya sebagai simbol kematian Kristus tetapi juga memiliki makna karena ada berkat Kristus di dalamnya. 2004. darah perjanjian. Seorang yang sudah percaya di dalam Kristus meskipun tidak sempat dibaptis (mungkin alasan kesehatan yang sangat buruk atau kasus penjahat di sebelah salib Tuhan Yesus). 1991. Sebab inilah darah-Ku. Sedangkan kelompok Anabaptis yang berkembang dan mempengaruhi gereja-gereja kontemporer yang pop dewasa ini dengan menolak baptisan anak karena menurut mereka. doktrin akhir zaman (eskatologi). dan oleh karena itulah.D. anak-anak perlu dibaptis tanpa perlu menunggu pengakuan iman yang keluar dari mulut mereka. maka pasti sebelum baptisan. nyawanya tetap bersamaNya di Surga.tetapi faktanya tidak demikian. Demikian pula halnya dengan konsep Perjamuan Kudus. Ini tafsiran Alkitab yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. tetapi melalui anugerah Allah yang telah memberikan iman kepada mereka. sehingga manusia murni diselamatkan melalui anugerah Allah. Hoekema. mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah. “Dan ketika mereka sedang makan.” (Matius 26:26-28) lalu mengajarkan bahwa roti itu benarbenar tubuh Kristus dan anggur adalah darah Kristus. Kemudian. dari cawan ini. Baptisan pasti berkaitan erat dengan keselamatan (soteriologi).3. inilah tubuh-Ku. Ketujuh. Hal ini akan dibahas pada poin 2. Mengapa gereja-gereja Reformed melaksanakan baptisan anak ? Karena baptisan bukan tanda orang masuk Surga atau diselamatkan. hampir mirip dengan pandangan Katolik Roma : transubstansiasi yang mengajarkan bahwa roti dan anggur Perjamuan Kudus langsung berubah menjadi tubuh dan darah Kristus. memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah. makanlah. lalu Pariadji mengutip perkataan Tuhan Yesus sendiri. Ini berbeda dengan konsep Luther yang mengajarkan bahwa Kristus menyertai/menaungi Perjamuan Kudus (disebut dengan paham consubstansiasi . Th. p 1 dan 2). theologia Reformed . mengucap berkat. ada karya Allah yang membuat orang yang dibaptis ini akhirnya dapat mempercayai Kristus. yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Eskatologi ini menurut beliau dapat dibedakan menjadi dua. Yesus mengambil roti. dipengaruhi oleh filsafat Aristoteles yang membedakan antara form dan matter) dan konsep Zwingli yang mengajarkan bahwa Perjamuan Kudus hanya lambang dan tidak memiliki makna. (Tong. kamu semua. Anthony A. oleh karena itu Perjamuan Kudus berkhasiat dan “berkuasa” karena ada tubuh dan darah Kristus yang tercurah di kayu salib. Inilah konsep eskatologi yang dipegang oleh theologia Reformed yang lebih mendekati Alkitab. 2004. Kalau baptisan adalah konfirmasi. Tetapi hal ini tidak berarti kita boleh bebas untuk tidak perlu dibaptis. Itulah karya Roh Kudus. pp 65-67) Paham Katolik Roma akan Perjamuan Kudus (transubstansiasi) diangkat kembali ke permukaan oleh seorang “pendeta” bernama Yesaya Pariadji lalu mengajarkan bahwa roti dan anggur Perjamuan Kudus bukan sekedar lambang. Sehingga theologia Reformed dengan tegas menyatakan bahwa anugerah Allah mendahului respon manusia. p 3). Eskatologi menurut Prof. anak-anak tidak dapat mengakui imannya secara sadar adalah pandangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara prinsip Alkitab tentang perjanjian (covenant).

3. lebih tepatnya di kota Yerusalem. Inilah ketimpangan-ketimpangan yang terjadi. Konsep pembagian zaman ini (dispensasionalisme) sudah salah di titik awal yaitu berusaha memisahkan peran masing-masing Pribadi Allah Trinitas. ini karena pengaruh premillenialisme yang ekstrim yang tidak diajarkan oleh Alkitab. banyak manusia dengan perasaan hati yang berbeda pun diterapkan dalam menafsirkan Alkitab. sehingga seolah-olah di zaman sebelum kedatangan Kristus pertama. lalu konsep ini akan mengakibatkan mereka sendiri tidak memiliki pengharapan yang pasti di masa akan datang. misalnya. Di satu sisi. padahal keliru (paham premillenialisme). 2. Konsep ini sudah menyeleweng dari kebenaran Alkitab. gereja-gereja kontemporer yang pop yang gemar sekali cho gereja (atau mencari untung di gereja) akan mencomot ayat Alkitab sekehendak hatinya (2 Korintus 9:6. akan menuai banyak juga. “Hendaklah masing-masing memberikan menurut . Misalnya. hanya Allah Bapa yang berperan (sedangkan Allah Anak dan Roh Kudus “pensiun” alias tidak berperan). dan orang yang sama akan melewatkan membaca kitab Kidung Agung yang mengajarkan tentang cinta. muncul istilah Kristen Zionis. setelah kebangkitan Kristus. terlalu menyepelekan akhir zaman. dan terakhir. Dipengaruhi oleh perasaan hati Perasaan hati atau mood manusia dapat berubah-ubah setiap saat tergantung situasi dan kondisi. ayat 7. Allah Roh Kudus lah yang berperan (sedangkan Allah Bapa dan Anak “pensiun”). tetapi Kerajaan Allah adalah kerajaan rohani. theologia Reformed berpaham amillenialisme. para penganut theologia Injili yang mayoritas cenderung Arminian akan berpaham premillenialisme yang bisa dikategorikan menjadi dua. Masalah yang banyak terjadi. sedangkan di sisi lain. “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit. Sebaliknya. Dengan kata lain. Tuhan tetap besertanya. Dipengaruhi oleh kondisi sekitar Terakhir. penafsiran Alkitab juga dipengaruhi oleh kondisi sekitar. yang mengajarkan. zaman Allah Anak (pada waktu Kristus berinkarnasi) dan terakhir. nanti pada giliran Kristus berinkarnasi.”) untuk mendukung pengajaran mereka misalnya tentang perpuluhan yang akan dikembalikan berlipat kali ganda. paham premillenialisme memandang Kerajaan Allah ini hadir secara literal di bumi ini. pertama. Ayat ini dilepaskan dari ayat-ayat selanjutnya. Ini adalah pengaruh yang amat sangat buruk. dan orang yang menabur banyak. yaitu premillenialisme historis dan premillenialisme dispensasionalis yang berusaha membagi sejarah/zaman menjadi 3. seorang pria yang putus cinta akan sangat senang membaca Alkitab khususnya bagian Mazmur dan Amsal yang menguatkannya bahwa meskipun pacarnya meninggalkannya. terlalu menekankan akhir zaman. sehingga jatuh ke dalam paham postmillenialisme yang mengakibatkan para penganutnya berada di dalam kondisi tak berpengharapan. maka Allah Anak yang berperan (sedangkan Allah Bapa dan Roh Kudus “pensiun”). akan menuai sedikit juga. Tidak heran. ada dua contoh ekstrim yang mencoba menafsirkan Alkitab dengan pengaruh dari lingkungan/kondisi sekitar. zaman Roh Kudus (setelah kebangkitan Kristus dan sebelum kedatangan Kristus yang kedua kalinya). yaitu zaman Allah Bapa (sebelum kedatangan Kristus pertama). Sedangkan. Di dalam paham eskatologinya. Di dalam keKristenan. sehingga tidak heran di kalangan Kristen.mempercayai bahwa Kerajaan Allah bukanlah kerajaan secara literal dalam arti Kerajaan itu terjadi secara nyata melalui wilayah/teritori tertentu di dalam suatu bangsa. kelompok liberal yang menganut paham postmillenialisme yang mengajarkan bahwa Kerajaan Allah itu sudah terjadi akan menafsirkan Alkitab dengan konsep liberalnya dan akan menutup mata akan fakta-fakta Alkitab tentang Kerajaan Allah di masa akan datang.

agar jemaat dapat memberikan uang sebanyak-banyaknya. pp 335. Song sangat prihatin dengan isu-isu sosial-politik di Asia…” (Lumintang. Dr. mereka akan menjadi pemfitnah. “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.’… Dengan kata lain. Song memulai usahanya dengan menggunakan cerita-cerita rakyat dan fakta-fakta mengenai keprihatinan sosial.3 Problematika Penafsiran Alkitab di Kalangan KeKristenan . maka jemaat akan berpikir beratus kali untuk memberikan persembahan. Inilah corak gereja materialisme di abad postmodern ini. “supaya mereka semua menjadi satu. Akibatnya.” Kalimat “manusia akan mencintai dirinya sendiri” adalah ciri dari humanisme dan kalimat “menjadi hamba uang” adalah ciri dari materialisme. di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau. mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih. ya Bapa. Penafsiran kritik sosial dapat diartikan : ‘tertarik kepada bentuk yang kelihatan untuk menyatakan suatu penafsiran yang alamiah dalam kerangka pikir dari suatu tradisi mengenai asumsi sosial dan praktiknya. Taiwan. Stevri Indra Lumintang di dalam bukunya Theologia Abu-abu. 2004. untuk mendapatkan profit sebanyak-banyaknya dari persembahan jemaat. Di sisi lain. maka ayat 7 dengan sengaja tidak dibacakan. Song membangun Teologi Transposisinya dengan dasar penafsiran kritik sosial yang lahir dari keprihatinan sosial di Asia. dikenal dengan istilah penafsiran yang situasional mengenai isu-isu sosial (SocioCritical Interpretation). saya pernah membaca sebuah artikel yang ditulis oleh “pendeta” macam ini dengan mengutip Yohanes 17:21. Ini adalah “gereja” yang bercorak humanisme di dalam era postmodern.kerelaan hatinya. paham ini akan mempengaruhi cara mereka menafsirkan Alkitab yang cocok dengan paham mereka. semua ayat Alkitab dijadikan pendukung bukan sumber bagi pembentukan “Theologia” model ini yang justru melawan Alkitab. Mereka akan menafsirkan Yohanes 14:6 bukan dengan menekankan finalitas Alkitab. Choan-Seng Song yang menggunakan pendekatan penafsiran yang berhubungan dengan isu-isu sosial untuk mendukung “Theologia” Transposisinya. kaum perempuan. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri.…” lalu menafsirkan bahwa orang Kristen dan orang-orang non-Kristen seharusnya bersatu sama seperti Kristus dan Bapa bersatu. Jadi. 2. jangan dengan sedih hati atau karena paksaan. Pluralisme Agama (Edisi Revisi) mengetengahkan fakta tentang seorang “theolog” pluralis dari gereja Presbyterian. Sistem hermeneutika Song. tidak mempedulikan agama. 337) Dengan jelas. Kemudian. Ini namanya gereja yang memperhatikan demand dari jemaat (hukum supply and demand di dalam gereja). Berikut penuturan beliau. kaum miskin. Penafsiran teks-teks Alkitab mengenai perbudakan. banyak gereja-gereja Protestan mainline yang mengaku berlabel “Reformed” (sebenarnya : no-formed atau de-formed) sudah mendegradasi fondasi theologia yang Alkitabiah dan menggantinya dengan “theologia” religionum atau social “gospel”. Kedua contoh ini dapat mewakili apa yang Alkitab telah nubuatkan di dalam 2 Timotius 3:1-2. Contohnya ialah Teologi Pembebasan dan Hermeneutika Feminisme. Pdt. kemudian mensinkronisasikannya dengan Alkitab untuk membangun Teologi Transposisinya… Dalam hal ini. Ini tafsiran yang sangat tidak bertanggungjawab. sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Alkitab berperan hanya untuk mendukung konsep yang telah dibangunnya dari kesimpulan awalnya mengenai situasi kondisi sosial yang pincang. sama seperti Engkau. “Song juga menggunakan metode penafsiran radikal dalam membangun Teologi Transposisinya yang liberal dan yang anti finalitas Yesus.” Kalau ayat 7 ini dibacakan.

maka teori Helio sentris juga sama salahnya. tetapi hanya satu yang tak mungkin berubah. ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari. ketika pertama kali. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. marilah kita mencoba mempelajari banyak problematika yang terjadi berkenaan dengan penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan abad postmodern yang dipengaruhi oleh theologia sistematika yang salah. maka seluruh ilmu pengetahuan berkiblat ke arah Yunani. Semua bintang-bintang dalam gugusan Bima Sakti berputar mengelilingi sumbu imaginair ini.” Apakah Geosentris itu benar atau Heliosentris ? Dengan bijaksana. maka gereja Katolik marah dan menghukumnya. “Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel. Ilmu pengetahuan bisa berubah dan relatif sifatnya. Ir. di atas lembah Ayalon!" Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak. Dan sebagainya dan sebagainya. Sesungguhnya kalau teori Geosentris dianggap salah. Tidak ada alasan apapun untuk menganggap bahwa bumi atau matahari adalah pusat alam semesta. Jadi sesungguhnya Copernicus tidak lebih benar dari Yoshua. paing logis menganggap bahwa matahari diam dan planet-planet berputar mengelilingi matahari. Tetapi untuk menggamparkan gerakan galaxy-galaxy dalam cluster of galaxies. Untuk menggambarkan gerakan matahari dan bulan terhadap orang-orang yang sedang bertempur waktu itu. Kesalahan fatal penafsiran terhadap Yoshua 10:12a-13b adalah hanya mengambil sedikit ayat untuk mendukung ide filsafat Aristoteles yang memegang Geosentris yang dianut oleh gereja-gereja Katolik Roma. Sethiadi di dalam artikelnya : “TEORI GEOSENTRIS VERSUS TEORI HELIOSENTRIS” di http://www. yang nantinya berimbas pada doktrin/ajaran gereja Katolik Roma yang akhirnya didobrak oleh Dr. Mungkin haru diambil sumbu imaginair lain yang lebih besar. gereja hanyut ke dalam filsafatnya Aristoteles. Untuk menggambarkan gerakan planet-planet. tetapi memiliki esensi yang sama yaitu humanisme. Yang paling celaka. pada saat itu. karena gereja Katolik mengikuti pandangan Aristoteles ditambah argumentasi yang dicomot dari Yoshua 10:12a-13b. Pada Abad Pertengahan (Medieval). Problematika utama yang terjadi di dalam penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan yang terjadi pada abad postmodern ini adalah pengaruh humanisme yang meninggikan potensi diri manusia dan merendahkan kedaulatan Allah. Tidak heran. paling logis ialah menganggap bahwa bumi diam dan bulan yang menge lilingi bumi. Martin Luther dengan 95 dalilnya yang . mengikuti pandangan Aristoteles yang mengatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta (Geosentris). Dari sini. sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Untuk menggam barkan gerakan bulan atau satelit buatan terhadap bumi. itulah firman Allah. Nicolaus Copernicus mengemukakan bahwa matahari lah yang menjadi pusat alam semesta (Heliosentris).net mengungkapkan. di mana ilmu pengetahuan mendapat prioritas.Setelah kita melihat prinsip-prinsip umum di dalam penafsiran Alkitab. Stanley I. Yoshua sangat logis menganggap bahwa matahari dan bulan yang bergerak dan bumi yang diam. mulai muncul penyelewengan penafsiran Alkitab. berhentilah di atas Gibeon dan engkau. Tetapi untuk menggambarkan gerakan bintang.bintang dalam glaxy Bima Sakti sangat tidak logis untuk mengambil matahari sebagai pusat Bima Sakti. Pengaruh ini mulai muncul di dalam zaman Renaissance sampai abad postmodern ini meskipun dengan cara yang sedikit berbeda. Lebih logis menganggap bahwa ditengah-tengah Bima Sakti ada sumbu imaginair.sahabatsurgawi. bulan. tidak logis mengambil sumbu imaginair ini.

karena jika iman timbul dan berkembang dari luar diri kita. problematika penafsiran Alkitab sangat erat kaitannya dengan pengaruh theologia sistematika atau paradigma dasar. Jadi. keluarga. Oleh karena itu. “Keimanan agama Kristen berakar-bertumbuh dan berkembang dari agama Yahudi.ditempel di depan pintu gereja Wittenberg. dimana memiliki keyakinan monoteisme yang ketat. Alkitab mengatakan pada kita bahwa iman kita datang dari pendengaran terhadap Firman Allah. “Alkitab bukanlah satu-satunya sumber wahyu Allah. maka ketika orang lain yang kita sandari tersebut mati. Iman kita biasanya tidak dimulai ketika kita membaca Alkitab. Mari kita akan menelusuri beberapa paradigma dasar atau theologia sistematika yang tidak bertanggungjawab yang mempengaruhi penafsiran Alkitab.”) Benarkah iman tidak dimulai dari membaca Alkitab ataukah iman lahir dan berkembang melalui apa yang kita dengar dari orang lain ? Di dalam theologia Reformed. Dr. Iman biasanya lahir dan berkembang melalui apa yang kita dengar dari orang lain (orang tua kita. Itu namanya selfcentered faith yang sama sekali ditolak oleh Alkitab. Komentar saya : Bukankah Alkitab yang dikutip di sini jelas mengajarkan bahwa iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus ? Ayat 17 di dalam Roma 10 ini sudah amat jelas. suatu kewajiban umat PL mengucapkan . Yang paling aneh. suatu kontradiksi yang aneh. teman. Doktrin Alkitab (Bibliologi). iman timbul dari pendengaran.net : Tanya : Alkitab adalah satu-satunya sumber autoritas Firman Allah Jawab : Rom 10:17: Jadi. Alkitab dibaca dan digunakan untuk mengajar. tetapi dasarnya para theolog Katolik Roma menyangkali finalitas firman Kristus dan iman yang beres di dalam Allah. Kedua. Iman ini yang Pdt.ekaristi. Iman ini merupakan suatu tindakan Roh Kudus yang mengaktifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati umat pilihan-Nya yang belum menerima Kristus. saya akan mengutip kekonyolan pernyataan doktrinal dari Jusufroni yang mengajar tentang Allah Trinitas. maka mereka berusaha memelintir ayat 17 yang sangat begitu jelas dengan argumentasi-argumentasi “akademis” mereka yang pada akhirnya mengarahkan pembaca untuk menolak finalitas Alkitab (perhatikan pernyataan. Sungguh. si “apologet” Katolik yang tidak mengakui Alkitab sebagai sumber otoritas ini malahan mengutip bukti ketidakpercayaannya dari Alkitab (yang tidak dipercayainya). maka iman kita juga akan beralih kepada orang lain lagi. Berikut ini saya akan menyajikan salah satu contoh problematika penafsiran Alkitab yang tidak bertanggungjawab yang diambil dari http://www. Doktrin Allah. Iman di dalam Roma 10:17 adalah iman di dalam Kristus yang merupakan anugerah Allah hanya kepada umat pilihan-Nya. tidaklah benar bahwa iman itu timbul dan berkembang dari luar diri kita. manusia telah ditanamkan suatu benih agama di mana setiap manusia mau tidak mau pasti memiliki iman di dalam konsep Allah (belum tentu menyembah Allah yang sejati). tapi Alkitab bukanlah satu-satunya sumber wahyu Allah. Stephen Tong sebut sebagai iman natural/alamiah. dll). dan pendengaran oleh firman Kristus. Pertama. Tentang Doktrin Allah. Penyebaran iman melalui oral adalah yang dimaksudkan pada ayat ini.

tidak ada dewa dewi lainnya yang boleh disembah sebagai “Allah”). 5:44.com) Komentar saya : 1. 2. 6b . the third person of the triune God. Benarkah Allah yang dipercaya oleh orang Yahudi adalah Allah yang hanya satu pribadi (monotheisme) ? Kata “dxa ‘echad” tidak hanya berarti satu (one) tetapi bisa juga berarti united (dipersatukan). Kalau ayat ini ditafsirkan bahwa mutlak hanya satu pribadi Allah. Bumi belum berbentuk dan kosong . Perhatikan Kitab Kejadian 1:1-3.” Kata “Allah” yang digunakan dalam Kejadian 1:1 dalam bahasa Ibraninya. Dan perlu diperhatikan semua ayat-ayat dalam Perjanjian Lama yang Jusufroni kutip selalu menggunakan kata dalam bentuk plural yang bermakna tunggal yaitu “Myhla” (‘elohiym). kata “Roh Allah” menggunakan bahasa Ibrani. coeternal with the Father and the Son (Roh Allah. Roh Kudus. itu jelas salah tafsiran. 17:3.” Lalu terang itu jadi. 12:29. dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. tetapi merupakan peringatanperingatan dari nabi-nabi Tuhan untuk menegaskan ulang bahwa tidak ada dewa-dewi lain yang boleh disembah sebagai “Allah” kepada bangsa Israel. sehingga Musa menegaskan pernyataan bahwa Allah bangsa Israel itu hanya satu (dalam arti.” (http://www. “Pendeta” yang dengan sombongnya mengaku bergelar Doktor ini masih tidak mengerti bagaimana menafsirkan Alkitab dengan baik ! Semua ayat-ayat Perjanjian Lama yang dipakai oleh “Abuna” Jusufroni misalnya. “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Berfirmanlah Allah : “Jadilah terang. Mengapa “Abuna” Jusufroni begitu yakin bahwa Allah orang Yahudi adalah Allah yang hanya berpribadi satu ? Perlu diketahui Kitab Ulangan ditulis oleh Nabi Musa untuk mengingatkan kembali bangsa Israel agar mereka tidak berbalik kepada ilah-ilah palsu. sama kedudukan dan sama kekalnya dengan Bapa dan Anak). 46:9c tidak sedang mengajarkan bahwa Allah itu hanya satu pribadi. Yoh. Yoh. Mark. coequal. Kemudian. I Kor. “Berfirmanlah Allah : “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita. firman Tuhan berkata. SHEMA’ YIS’RA’EL ADONAI ELOHEINÛ ADONAI EKHAD (Dengarkanlah. Lalu. Yesaya 44:6b . Kutipan ayat-ayat dalam Perjanjian Baru yang tidak memperhatikan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya. lalu siapakah “Kita” yang dimaksud ? Jelas. Tafsiran terhadap Ulangan 6:4 yang tidak bertanggungjawab. sehingga mereka (para nabi Tuhan) dengan gigih memperjuangkan bahwa Allah itu satu-satunya yang layak disembah. Kemudian. Keluaran 20:3. 45:5a.” “Mat. 5a . Allah tak pernah menciptakan kita sesuai dengan gambar dan rupa Allah (dan malaikat) {Kejadian 1:27}. …” Bagaimana “Abuna” Jusufroni menafsirkan kata “Kita” dalam Kejadian 1:26 ? Jelas. . “xwr ” (ruwach) yang berarti Spirit of God. 8:4b dan banyak lagi ayat-ayat yang lain menunjukkan keesaan Allah dalam PL dan PB. Allah yang memiliki tiga Pribadi dalam satu Esensi.syahadat (pengakuan iman)-nya. TUHAN itu Esa!)─Ulangan 6:4. di dalam Kejadian 1:26. 4:10b. kata “Kita” bukanlah sesuatu yang tunggal/singular. pribadi ketiga dari Allah Trinitas. yaitu Allah Bapa dan Allah Putra dan Allah Roh Kudus. hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita. the Holy Spirit. “Myhla” (‘elohiym) yang berbentuk/berintensif plural (plural intensive) dengan pengertian tunggal. siapakah “Kita” yang dimaksud ? Apakah berarti Allah menciptakan manusia bekerja sama dengan para malaikat ? TIDAK. gelap gulita menutupi samudera raya.besorahonline. 4. tetapi bentuk jamak/plural.

“Beginilah firman Tuhan semesta alam. 2 . Paulus memberikan jawaban bahwa mereka tidak perlu takut karena Allah itu lebih besar dari berhala-berhala dunia (tidak ada berhala di dunia). 3. Ia tidak menggunakan kata-kata tadi. Dibutuhkan kuasa Roh Allah untuk merobohkan tembok pemisah dan mengangkat manusia dari pengaruh duniawi. Berkaitan dengan hal ini. “Aku berkata kepadamu. Tuhan Yesus bernatur 100% Allah dan 100% manusia. 1 Korintus 8 ada dalam konteks di mana orang-orang Kristen di Korintus sedang meributkan masalah makan daging persembahan berhala. Titus 3:5. pada ayat 4b-5. Anak Allah yaitu Tuhan Yesus juga adalah Tuhan (Yunani : κυριοςkurios . Kej. 1 Kor. 5. perasaan. 4:25. Jiwa Manusia Elemen ini membuat manusia mempunyai kesadaran akan diri sendiri. Doktrin Manusia dan Dosa (Christian Antropology). keinginan. 2:7. JIWA DAN TUBUH 1. Dalam kelahiran baru. roh manusia putus hubungannya dengan Allah. karena Ia memang adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia ! Ketiga. mereka selalu berseru. Roh Manusia Elemen manusia yang sadar akan Allah. Nah. Yoh. tetapi dalam seluruh perikop. Fungsinya terbatas pada bidang mental semata.…” atau “Tuhan berfirman. tetapi ketika Tuhan Yesus datang ke dalam dunia. Roma 8:16 . rasa ingin tahu dan suara hati. 3:3-7 . Roma 8 . dan Allah itu Allah yang Esa. 2. para nabi Tuhan ketika disuruh oleh Tuhan menyampaikan berita firman kepada bangsa Israel. memory. Tubuh Manusia . …”. Instruksi (nasehat dan bimbingan) dan persekutuan dengan Allah. MANUSIA TERDIRI DARI ROH. menjelaskan bahwa Bapa itu Allah. Jiwa manusia (Psuche) adalah tempat kedudukan dari kepribadian dan diri (ego) manusia. Indonesia : Tuhan/Tuan/pemilik). saya akan mengutip pengajaran dari School of Ministry (SOM) Bethany yang diambil dari silabus “Salvation/Keselamatan” yang diterbitkan oleh GBI Bethany.…”. imajinasi. Tuhan Yesus menyatakan bahwa Bapa di dalam Dia dan Dia di dalam Bapa (adanya kesatuan antara Allah Bapa dan Allah Anak). dll. Surabaya. 12:1 . sanggup menyembah Allah dan sebagai pelita Tuhan. Tetapi jangan dipotong. Efesus 2:1-3. manusia dipulihkan fungsi rohnya. …” Tidak ada satu nabi Tuhan yang diutus-Nya berani mengucapkan “Aku” untuk menggantikan firman Allah. Di ayat 21. Jiwa manusia terdiri dari pikiran. Lagi. sehingga Ia bisa berinkarnasi menjadi manusia tanpa menghilangkan natur Ilahinya (dwi natur Kristus).Injil Yohanes 17 jangan hanya dimengerti dalam ayat 3 saja. “Aku adalah. Yoh. Pada waktu manusia jatuh dalam dosa. Kalau di zaman Perjanjian Lama. Gal. Zak. Iluminasi (pengertian Firman Allah). Roh manusia terdiri dari Intuisi (pemahaman Ilahi). karena ayat 6. Allah menghembuskan nafas sehingga manusia menjadi nyawa yang hidup. tetapi Tuhan Yesus melakukannya. melainkan langsung menggunakan otoritas-Nya dengan mengatakan.

Efesus 2:1-3. “The spirit of man is the candle of the LORD. banyak orang “Kristen” hari ini mengaku diri bebas dari segala dosa (tidak berdosa lagi). Roma 6:11.” Kata “roh” dalam bahasa Yunaninya pneuma yang identik dengan breath/nafas yang terdapat di dalam Kejadian 2:7 yang oleh penulis buku SOM ini dikategorikan sebagai jiwa manusia (bukan roh manusia). Kamu hidup di dalamnya. Efesus 2:1-3. Kembali kepada pernyataan yang ada di dalam buku SOM ini. “Roh manusia adalah pelita TUHAN.Manusia mempunyai satu tubuh yang dapat berinteraksi dengan dunia sekitar. perasaan. Benarkah ketika manusia jatuh dalam dosa. yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. 1 Kor. ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. tetapi berani menulis buku. searching all the inward parts of the belly. sama seperti mereka yang lain. 30) Komentar saya : Di dalam pandangan Karismatik/Pentakosta yang banyak menganut paham trikotomi sengaja memisahkan antara roh dan jiwa manusia. karena menurutnya yang berdosa itu hanya roh. 2. Allah berdiam di dalam kita. Immanuel. Pernyataan “Jiwa manusia terdiri dari pikiran. Itulah yang John Calvin sebut sebagai kerusakan total (Total Depravity). 6:19 . Roma 6:17. roh manusia putus hubungannya dengan Allah. rasa ingin tahu dan suara hati. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka.”. Penafsiran model ini membuktikan si penulis buku SOM ini tidak mengerti dasar iman Kristen. ayat ini tidak sedang membicarakan perbedaan antara jiwa dan roh. Inilah penafsiran Alkitab yang terlalu dicocok-cocokkan. padahal antara jiwa dan roh manusia tidak ada perbedaan. Tubuh harus diserahkan kepada allah untuk menjadi bait-Nya. Benarkah suara hati dikategorikan sebagai jiwa manusia ? Mari kita menyelidiki lebih teliti.” tidak bertanggungjawab. “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosadosamu. “Pada waktu manusia jatuh dalam dosa. “Hati . Pernyataan. yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. imajinasi. seluruh potensi hidup manusia sudah rusak total.” Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) menerjemahkan. Amsal 20:27 (Terjemahan Baru) mengatakan. karena kamu mengikuti jalan dunia ini. Dr. 1. Kerusakan total diibaratkan oleh Pdt. Panca indera merupakan jendela jiwa. Lagi-lagi. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai. Alkitab terjemahan King James Version menerjemahkan.” tidak bertanggungjawab. Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajar bahwa yang berdosa itu hanya roh manusia. Bagi manusia yang belum dilahirkan baru tubuh menjadi hamba dosa. Bagi yang telah percaya dan lahir baru tubuh ini menjadi rumah Roh Kudus. tetapi tentang kuasa Firman. karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa. Ini jelas salah. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa. (Silabus SOM Bethany “Salvation/Keselamatan” p. hanya roh manusia putus hubungannya dengan Allah ? Pantas saja. bahkan ada seorang dokter yang mengaku juga diundang berkhotbah di beberapa gereja/persekutuan doa Karismatik/Pentakosta mengungkapkan bahwa Ibrani 4:12 mengungkapkan “fakta” bahwa antara jiwa dan roh itu berbeda. Stephen Tong sebagai noda teh yang tumpah pada baju kita yang mengakibatkan warna baju yang tadinya putih menjadi pudar (tetapi baju tersebut bukan menjadi tidak berwarna lagi). memory. keinginan.

Matakupan dan Ev. Kata yang ̂ sama dipakai di dalam Kejadian 2:7. · · My soul is in despair” (NASB) — “Mengapa engkau tertekan hai jiwaku…” Mat. Kata “jiwa” dan “roh” dipakai secara bergantian : Kej. Mzm 42:6) · “his spirit was troubled” (New American Standard Bible/NASB) — “Gelisahlah hatinya” (LAI) · b. kata “jiwa” di dalam Yakobus 5:20 diterjemahkan oleh KJV sebagai soul yang berasal dari bahasa Yunani psuche yang juga bisa berarti spirit (Yunani : pneuma). breath.” Jelaslah. Yak. Bilangan 5:14. di mana kata “nafas” dalam bahasa Ibraninya neshamah ̂ ̂ identik dengan wind. 1:21). walaupun perempuan itu tidak mencemarkan dirinya. 12:30 . 17:27 (bdk. hati nurani tidak termasuk jiwa manusia. Dengan kata lain. breath. · · c. Mat. tetapi identik dengan roh manusia. kata “hati” atau “hati nurani” identik baik dengan kata “jiwa” (Imamat 26:16) maupun dengan kata “roh” (Amsal 20:27). 6:19 . Mari kita selidiki.nurani manusia merupakan terang dari TUHAN yang menyoroti seluruh batin. dll. sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya. 1:46 . 10:39 . Kata “jiwa” dan “roh” manusia dipakai secara bergantian di dalam Alkitab baik PL dan PB. Pdt. dan perempuan itu memang telah mencemarkan dirinya. Yunani : psuchē) dan roh (Ibrani : ruah . Yoh. atau apabila roh cemburu menguasai suami itu. Thomy J. Kata nepes dan psyche dipakai pada diri Allah (Yes> 42:1 . 16:3). Mat. 3:21 . 13:21) “jiwaku terharu” (psuchē) “terharu” (terjemahan seharusnya “roh-Nya terharu” — pneuma) 2 Kata ruah dan pneuma dipakai untuk menyebut nyawa/jiwa binatang (Pkh. 3 12:18). sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya. 4 Keadaan rohani manusia yang paling tinggi dihubungkan dengan “jiwa” (Mrk. bdk.” Kata “roh” ini dalam bahasa Ibraninya ruach berarti wind. . Kemudian. Ibr. Julio Kristano (2005) di dalam booklet Doktrin Manusia dan Dosa pada halaman 6-7 memaparkan empat contoh yang menunjukkan penggunaan kedua kata antara jiwa (Ibrani : nepes . Di dalam Imamat 26:16. 41:8 (bdk. dll. Why. 20:28 (bdk. Ibr. Luk. 27:50) “memberikan nyawa-Nya” (psuchē) “menyerahkan nyawa-Nya” (pneuma) Yoh. “dan apabila kemudian roh cemburu menguasai suami itu. kata “jiwa” diterjemahkan sebagai heart oleh King James Version (KJV). Yunani : pneuma) yang saling bergantian : 1 a.

Pernyataan. seorang guru dengan tegas mengajarkan bahwa 1+1+2 (hal yang absolut). karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita. sebenarnya sampai saat ini belum menemukan. Karena itu lahirlah penderitaan yang kita rasakan sekarang ini. maka dia tak sampai mengeluarkan pernyataan yang tidak bertanggungjawab ini ! 2. memang bukan murid Kristus yang mengatakan hal ini.” yang tidak bertanggungjawab. Lalu. Kita baru coba-coba.Keempat. Secara pribadi saya ingin bertanya. maka mustahil manusia yang berdosa bisa mencari dan mengasihi Allah ! Begitu kan logikanya. “kalau kita mencoba mencari kebenaran agama. jadi. Juni 2000) Komentar saya : 1. Sama seperti kita baru bisa mengasihi Allah. Kalau pun kita mencoba mencari kebenaran agama. “Begitu diabsolutkan menolak kebenaran orang lain. bolehkah murid-muridnya mengatakan bahwa sang guru mengajarkan hal-hal yang terlalu absolut dan bisa menolak “kebenaran” orang lain yang mengatakan bahwa 1+1=3 atau 4 atau . tetapi Kristus sendiri. Kita baru coba-coba. sebenarnya sampai saat ini belum menemukan. yang diabsolutkan. lebih lanjut. Akibat adanya konfirmasi Tuhan Yesus sebagai satu-satunya jalan menuju kepada Bapa di Surga. tak seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. Begitu diabsolutkan menolak kebenaran orang lain. lalu. Ini berarti ada finalitas karya Kristus yang tak mungkin dijumpai pada para pendiri agama apapun ! Kalau demikian. bukankah berarti “kesaksiannya” selama ini adalah palsu/bohong tatkala dia menjadi “Kristen” dan bahkan “pendeta” ?! Kalau memang Jusufroni benar-benar bertobat dan rela menyerahkan diri menjadi pendeta yang bertanggungjawab. kita mengatakan inilah kebenaran agamaku. tak seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Dia. Jusufroni mengatakan bahwa Tuhan Yesus yang mengatakan bahwa Dia adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Jusufroni mengemukakan pernyataan bahwa bukan murid-Nya yang mengemukakan hal ini. Tafsiran Yohanes 14:6 yang tidak bertanggungjawab. Itu benar dan terdapat dalam Yohanes 14:6.” Sungguh tidak masuk akal. Murid-Nya tidak berkata Yesuslah jalan kebenaran dan hidup. maka para murid Kristus dan kita sebagai orang Kristen percaya kepada-Nya. BENAR ! Lalu. apa yang salah dengan pemikiran ini ? Ambil contoh. Berikut ini saya akan mengutip pernyataan doktrinal dari seorang “pemimpin gereja” Kemah Abraham. Kalau sampai si Jusufroni mengatakan bahwa dirinya masih meraba-raba dan mencoba-coba. tetapi akibat dari pernyataan ini. Jusufroni. Tanpa adanya campur tangan dan anugerah Allah yang intervensi ke dalam dunia. Doktrin Kristus (Kristologi). Apalagi. Memang benar bahwa Allah di dalam Pribadi Tuhan Yesus Kristus menyatakan diri-Nya dan memproklamirkan diri-Nya sebagai jalan dan kebenaran dan hidup itu. para muridNya sadar dan akhirnya mengerti Tuhan yang selama ini diikuti-Nya adalah benar dan sejati. (Majalah Narwastu. yakinkah Anda bahwa kebenaran Kristus itu ditemukan atau suatu pernyataan ? Jangan sekali-kali mengatakan telah kutemukan kebenaran dalam Kristus. Perhatikan alur pikirannya. tapi Yesuslah yang menyatakan diri-Nya dan bukan murid yang menemukan. sehingga barangsiapa yang mau datang kepada Bapa harus melalui diri-Nya. Tolong camkan kata-kata itu. Apakah dengan mengabsolutkan suatu kebenaran yang benar-benar benar berarti menolak kebenaran orang lain ? YA. Memangnya siapa kita? Akulah jalan kebenaran dan hidup. Mengapa terjadi bentrok itu ? Karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran.

Paulus berbahasa lidah dalam frekuensi waktu yang cukup banyak… Kita akan lihat beberapa alasan mengapa setiap orang Kristen harus berbahasa lidah : . bukan ? Sama halnya dengan pandangan ini. Ingatlah. sehingga terciptalah konflik. kalau mereka masih menganggap diri manusia dan berhati nurani. barangsiapa yang mengikut-Nya pasti mengalami aniaya dan kita dituntut untuk juga menderita bersama Kristus dengan sukacita (1 Petrus 4:14). tetapi peperangan rohani melawan ajaran-ajaran yang sesat dengan hanya berpedoman Alkitab sebagai standart mutlak ! Seharusnya. tetapi berasal dari Surga/umat pilihan Allah (Yohanes 17:16) ! Tetapi tidak berarti ketika kita sedang menyatakan suatu kebenaran Alkitab. tidak ada kompromi ala dunia. Pada bagian ini. pergi tidur berbahasa lidah. dalam kehidupan sehari-hari bahkan setiap saat ia berbahasa lidah. saya akan mengutip dua hal tentang pengajaran tentang bahasa roh dari Sekolah Orientasi Melayani/School of Ministry (SOM) dari Gereja Bethany Indonesia (dulu : GBI Bethany). konflik terjadi bukan karena orang-orang Kristen memperjuangkan kebenaran Alkitab. Pernyataan. mereka sadar dan kembali kepada Kristus. karena orang-orang dunia di luar Kristus adalah orang-orang yang berdosa yang berasal dari dunia. bentrok dan konflik terjadi karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran.” Yang tidak bertanggungjawab. Kelima. dalam pekerjaan. “Mengapa terjadi bentrok itu ? Karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran. dalam perjalanan. harus berperang melawan setan dan kroni-kroninya ! Sesuatu yang absolut (dalam arti hanya Alkitab) pasti menolak kebenaran orang lain pun sedang menunjukkan bahwa “kebenaran” orang lain yang ditolak oleh Alkitab itu adalah suatu hal yang relatif dan siapa yang membela pernyataan ini (bahwa yang absolut menolak “kebenaran” orang lain) pun merupakan pengajaran yang relatif ! 3. Demi Kerajaan Allah dan hidup kekal. Benarkah pandangan ini ? Kebenaran sejati (Alkitab) memang membutuhkan pengorbanan untuk dibenci oleh orang-orang dunia. karena ada janji pengharapan bagi mereka yang setia mengikut Kristus (otomatis karena pimpinan dan pemeliharaan Allah melalui Roh Kudus). maka hati nurani manusia pun menjadi terpolusi oleh dosa. karena tanpa Kristus dan pengorbanan/penumpahan darah-Nya. Ada harga yang harus dibayar ketika kita mengikut Kristus dan berperang bagi Kerajaan Allah. Paulus berkata : “Aku mengucap syukur kepada Allah bahwa aku berkata-kata dengan bahasa Roh lebih dari pada kamu semua. HARUSKAH KITA BERBAHASA LIDAH Dalam 1 Kor.” Paulus berani bersaksi bahwa ia berkata-kata dengan bahasa lidah lebih dari orang-orang Korintus berarti begitu ia bangun dari tempat tidur langsung berbahasa lidah. padahal pernyataan ini menurut Jusufroni “tidak benar”. Doktrin Roh Kudus (Pneumatologi). Peperangan sejati bukan peperangan fisik/daging. Tuhan Yesus sudah berkali-kali memperingatkan bahwa karena diri-Nya. tidak ada pengampunan dosa (Ibrani 9:22)! Tetapi akibat dosa.5 atau terserah ?! Tidak bertanggungjawab. kecuali melalui karya Roh Kudus yang melahirbarukan dan mencerahkan pikiran dan hatinya sehingga mereka dapat percaya kepada Kristus. tetapi munculnya orang-orang Islam maupun Kristen yang radikal yang berusaha menghancurkan yang lain dengan kekerasan (peperangan dengan fisik). kita pasti mau menderita. itu bisa menghina orang lain. Menurut pandangan Jusufroni. sedangkan umat pilihan Allah adalah orang-orang yang sama-sama berdosa (tetapi telah ditebus oleh Kristus) dan tinggal di dalam dunia. 14:18. sehingga mereka tidak mampu kembali kepada Kristus.

Dengan menafsirkan 1 Korintus 14:18. pp 32-40) Komentar saya : Dari sekelumit pembahasan ini. sedangkan di ayat 19. tetapi ia mengungkapkan bahwa itu hanya untuk membangun dirinya sendiri. yang sengaja tidak mengutip ayat 19. bagaimana sebenarnya harus berdoa.” Memang Paulus bisa berbahasa Roh. dalam perjalanan. Paulus mengungkapkan. (Buletin SOM Bethany “Roh Kudus”. padahal di dalam ayat selanjutnya. 14:22. dan Paulus suka kalau semua orang berbahasa Roh seperti dia yang berbahasa Roh lebih dari semua orang Korintus. Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. karena ayat-ayat sebelumnya Paulus menunjukkan bahasa-bahasa Roh itu penting untuk berkata rahasia kepada Allah dan penting untuk membangun diri sendiri. pergi tidur berbahasa lidah. saat itulah Roh akan membantu kelemahan kita apabila kita mulai berbicara dengan bahasa lidah… Yang terakhir adalah : Mengapa Paulus berkata bahwa “bahasa Roh adalah tanda untuk orang yang tidak beriman ?” 1 Kor. “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita. Paulus berbahasa lidah dalam frekuensi waktu yang cukup banyak…” Ayat ini dengan semena-mena ditafsirkan. “Yet in the church I had rather . “Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga. mari kita akan memperhatikan problematika penafsiran Alkitab dari theologia ini : 1. ia mulai membicarakan bahwa yang penting itu adalah untuk membangun Jemaat. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible). Penafsiran 1 Korintus 14:18. sebab kita tidak tahu. itu adalah “tanda” bahwa mereka adalah orang yang tidak mempunyai iman.Alasan 1… Alasan 5 : Dengan berdoa dalam bahasa lidah kita dapat berdoa untuk sesuatu permohonan yang kita tidak ketahui (Enable us to pray for the unknown) Roma 8:26.” Kadang-kadang tatkala menghadapi persoalan yang amat berat dan secara akal sudah tidak terpecahkan dan sudah tidak ada jalan keluar lagi dan kita tidak tahu apa yang harus kita doakan dan mohonkan kepada Allah. Yang jelas Paulus tidak bermaksud mengatakan bahwa orang yang berkata-kata dengan bahasa Roh itu orang yang tidak beriman. dalam kehidupan sehari-hari bahkan setiap saat ia berbahasa lidah. ayat 19. Perhatikan terjemahan King James Version pada ayat 19 ini. tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. dalam pekerjaan. penulis buku SOM ini mengutarakan. sehingga ia lebih suka mengucapkan atau berkhotbah tentang 5 kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang ketimbang berpuluh-puluh ribu bahasa roh yang tidak diketahui. Yang dimaksudkan Paulus adalah : Jika ada seorang tidak percaya atau mempersoalkan bahkan menolak dan menentang bahasa Roh. Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar. “Paulus berani bersaksi bahwa ia berkata-kata dengan bahasa lidah lebih dari orang-orang Korintus berarti begitu ia bangun dari tempat tidur langsung berbahasa lidah. dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.

seperti Yohanes.” Kata “understanding” dalam bahasa Yunaninya nous berarti intellect. mengapa ? Karena di dalam kelemahan-Nya dalam natur manusia. Bahasa Roh sejati masih ada sampai sekarang. Ayat ini berarti Roh Allah yang Mahakudus itu membantu kita berdoa kepada Bapa. Penulis buku SOM ini mengungkapkan 7 alasan orang “Kristen” harus “berbahasa roh”. Dengan kata lain. Petrus. Jadi. karena itu adalah suatu hal yang supranatural yang melebihi kemampuan rasio manusia. saya lebih suka memakai lima perkataan yang dapat dimengerti orang daripada memakai beribu-ribu perkataan dalam bahasa yang ajaib. Paulus setiap saat berbahasa Roh. tafsiran ini terlalu dicocok-cocokkan. 2. ini sebuah penafsiran yang dicocok-cocokkan. di dalam pertemuan-pertemuan untuk menyembah Tuhan. salah satunya adalah alasan 5 yang menyatakan.” Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari menerjemahkan. pikiran. Lalu. . oleh karena itu hanya Alkitablah yang harus menjadi standard untuk menguji hal-hal yang supranatural. Kalau ayat 18 ditafsirkan bahwa Paulus setiap saat berbahasa lidah. Kalau memang menurut penulis buku SOM ini. dll). Roh Kudus membantu kita berdoa kepada Bapa karena kita tidak mengerti bagaimana berdoa supaya doa kita diperkenan Allah (doa yang tidak diperkenan Allah : doa yang egois. dll tidak dilaporkan setiap saat berbahasa Roh ? Jelas. dll. beberapa pemimpin gereja Karismatik/Pentakosta mengajarkan berdoa di dalam Roh itu berarti berdoa dengan menggunakan bahasa “roh”. kata “pengertian” bisa mencakup intelek. Perhatikan. “Kadang-kadang tatkala menghadapi persoalan yang amat berat dan secara akal sudah tidak terpecahkan dan sudah tidak ada jalan keluar lagi dan kita tidak tahu apa yang harus kita doakan dan mohonkan kepada Allah. “Dengan berdoa dalam bahasa lidah kita dapat berdoa untuk sesuatu permohonan yang kita tidak ketahui (Enable us to pray for the unknown)” Lalu. Penafsiran Alkitab ini disebut eisegese (menafsirkan Alkitab sekehendak hatinya asal cocok dengan pola pikir yang telah ia tetapkan dahulu). saat itulah Roh akan membantu kelemahan kita apabila kita mulai berbicara dengan bahasa lidah…” Dengan sangat jelas. dll. di dalam pertemuan jemaat atau ibadah. mengapa rasul-rasul Kristus lainnya. ia mengutip Roma 8:26 dengan penafsirannya. than ten thousand words in an unknown tongue. Tetapi herannya. Paulus lebih suka mengajar orang lain dengan hal-hal doktrinal yang bisa dimengerti bahasanya supaya iman jemaat dapat dibangun ketimbang berpuluh-puluh ribu bahasa yang tidak dapat dingerti (unknown tongue). TETAPI tidak berarti karena itu hal yang supranatural lalu tidak ada standardnya.speak five words with my understanding. urutannya adalah : kita berdoa kepada Allah Bapa di dalam nama Tuhan Yesus melalui Roh Kudus. apakah berarti Roh Kudus tidak menolong-Nya ? Apakah berarti kita tidak boleh sama sekali berbahasa lidah ? TIDAK. Kembali. untuk mendukung pengajaran ini. sombong. oleh karena itu Roh Kudus lah yang membantu kelemahan kita sehingga doa-doa kita disampaikan oleh Roh Kudus kepada Allah Bapa. “Namun. Penafsiran Roma 8:26. Roma 8:26 tidak sedang berbicara tentang doa dalam bahasa roh. ini suatu ketidakkonsistenan penafsiran Alkitab ala penulis buku SOM. Jadi. ini pembalikkan ordo/urutan. jika Roh membantu kelemahan kita ketika kita mulai berbicara dengan bahasa lidah. mind. Tuhan Yesus ketika berdoa di Taman Getsemani. that by my voice I might teach others also. Saya lebih suka begitu supaya saya dapat mengajar orang. doa minta kaya. ayat 26 di dalam Roma 8 ditafsirkan seenaknya sendiri. lalu banyak jemaat mereka (termasuk para pemimpin gereja mereka yang tidak mengerti) kalau berdoa bukan kepada Bapa tetapi kepada Roh Kudus. Tidak semua hal supranatural itu benar dan bertanggungjawab. Ia berdoa kepada Bapa sama sekali tidak menggunakan bahasa roh. bisakah Anda membayangkan bahwa mungkinkah Paulus menuliskan wahyu Allah melalui surat-suratnya ? Jelas.

Keenam. firman Tuhan. di ayat 21. penulis buku SOM ini mengatakan bahwa pengajarannya adalah pengajaran yang “kembali kepada Alkitab”. “Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda. Doktrin Keselamatan (Soteriologi). penulis buku SOM ini menyimpulkan. oleh orang-orang yang berlogat ganjil dan oleh orang-orang yang berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini. Penafsiran 1 Korintus 14:22. Apa bedanya dengan kita. dengan menggantikan posisi finalitas Alkitab. kamu senantiasa taat. sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda. “Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar. berilah perhentian kepada orang yang lelah. “Jadi. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible). mengapa ? Ayat 22 tidak bisa dilepaskan dari ayat sebelumnya. Sungguh.” Alkitab tidak pernah berkata bahwa iman timbul dari bahasa roh. dan pendengaran oleh firman Kristus. iman timbul dari pendengaran. tetapi dari pendengaran oleh firman Kristus ! Tetapi herannya. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible).net). Ayat ini jelas menyimpang dari konteksnya. itu adalah “tanda” bahwa mereka adalah orang yang tidak mempunyai iman. Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar. tetapi untuk orang yang tidak beriman. di dalam ayat 22. Jawab : Filipi 2:12-13 : Hai saudara-saudaraku yang kekasih. namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku. tetapi untuk orang yang beriman. dengan mengutip Yesaya 28:11-12. karena mereka lebih melihat fenomena yang kelihatan “wah” dan “supranatural” tanpa melihat esensi yang lebih penting (yaitu mendengarkan Firman). Paulus untuk mengerjakan keselamatan mereka dengan takut dan gentar. jika kita benar-benar adalah orang .3. suatu kontradiksi yang aneh. Paulus mengajarkan. karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar. “Sungguh. bukan untuk orang yang beriman. Di ayat 20. “Yang dimaksudkan Paulus adalah : Jika ada seorang tidak percaya atau mempersoalkan bahkan menolak dan menentang bahasa Roh. Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. inilah tempat peristirahatan!" Tetapi mereka tidak mau mendengarkan.” Posisi Alkitab sebagai satusatunya yang layak dipercaya digeser menjadi bahasa roh menjadi patokan yang mendasar untuk mengukur iman seseorang. Umat di Filipi diminta untuk menuruti pesan St.” Perhatikan.” Oleh karena itulah. Paulus sudah memperingatkan jemaat Korintus untuk tidak seperti anak-anak di dalam pemikiran mereka.” Lalu. Yesaya menuliskan bahwa kepada para pemimpin Yerusalem. Allah menggunakan bahasa-bahasa yang tidak mereka mengerti untuk menghukum mereka.” Di dalam Yesaya 28:11-12. Tanya : Pendapat Gereja Katholik tentang pentingnya perbuatan adalah salah satu penemuan buatan mereka. Dia yang telah berfirman kepada mereka: "Inilah tempat perhentian. Berikut adalah contoh konkrit tentang kesalahan tafsiran Alkitab yang diambil dari website “apologetika” sebuah pelayanan gereja Katolik (http://www. bukan untuk orang yang tidak beriman. bukan saja seperti waktu aku masih hadir. tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir. padahal di dalam Roma 10:17. “Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini. Lalu. penulis buku SOM ini mengungkapkan.ekaristi. Alkitab berkata. Tentang bahasa roh yang adalah karunia untuk orang yang tidak beriman (1 Korintus 14:22). Tuhan berkata melalui Paulus. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Pernyataan ini adalah pernyataan yang dibuat-buat dan dicocok-cocokkan serta membuktikan penulis artikel ini tidak mengerti pengajaran Alkitab. Inilah yang ditekankan oleh banyak theolog Katolik Roma dengan “theologia” naturalnya dan banyak theolog Injili dengan presuposisi human-centerednya. St. Keselamatan adalah murni 100% adalah anugerah Allah. Apalagi pernyataan yang mengatakan. sehingga Paulus perlu mengingatkan jemaat di Filipi untuk mengerjakan keselamatan. karena perbuatan baik adalah respon kita yang telah mendapatkan anugerah Allah melalui iman di dalam Kristus. Kita harus berbuat baik demi mewujudnyatakan cinta kasih dan terang Kristus ke dalam dunia kita yang berdosa. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman. Meskipun Filipi 2:12-13 dikutip keseluruhan. Paulus atau penulis-penulis Perjanjian Baru tidak pernah menggambarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan seperti yang banyak diajarkan oleh pengkhotbah-pengkhotbah pada masa sekarang. Saya tidak berarti menyalahkan 100% bahwa perbuatan itu tidak penting. Filipi 2:12-13 sangat digemari oleh para theolog Arminian dan Katolik yang anti-kedaulatan Allah. Jangan percaya kepada theologia Injili yang mengaku juga mempercayai keselamatan adalah anugerah Allah. Ayat ini tidak sedang mengajarkan bahwa karena keselamatan itu mudah hilang. Apakah hidup yang kekal itu ? Hidup yang tidak dapat binasa. sehingga seolah-olah melalui perbuatan baik. dan bukan pada ayat 13.” adalah pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara Alkitabiah. seperti yang dipaparkan Paulus di dalam Efesus 2:8-9. Perbuatan baik itu penting tetapi bukan yang terutama. Paulus atau penulis-penulis Perjanjian Baru tidak pernah menggambarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan seperti yang banyak diajarkan oleh pengkhotbah-pengkhotbah pada masa sekarang. Paulus memerintahkan jemaat di Filipi untuk mengerjakan keselamatan. tetapi fokusnya sering dilihat hanya pada ayat 12. “St. tetapi menyangkali kedaulatan Allah yang memimpin manusia pilihan-Nya sehingga tidak mungkin kehilangan keselamatan. itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Ayat ini seharusnya membuat kita merasa gentar sehingga kita terus menerus melakukan keinginan Bapa dalam segala hal. di dalam Filipi 2:12-13. hidup selama-lamanya bersama Bapa di Surga. theologia Reformed saja yang berani menegaskan kedaulatan Allah dan anugerah Allah secara konsisten. Di dalam Yohanes 3:16. tidak ada satu unsur jasa baik manusia. tetapi pemberian Allah. Mengapa demikian? Karena di ayat 13 mengajarkan bahwa Allah lah yang mengerjakan kehendak baik manusia sehingga manusia bisa berbuat baik dan ajaran ini tidak cocok dengan ajaran Arminian dan Katolik Roma. Benarkah Paulus dan para rasul Perjanjian Baru tidak pernah mengajarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan ? Ini pandangan keliru. Pandangan ini dengan mudah dapat dijatuhkan. Tafsiran model ini adalah tafsiran yang dicocok-cocokkan (eisegese) yang tidak sinkron dengan seluruh berita Alkitab. “Allah” dipuaskan. Coba kita akan menyelidiki dengan teliti. Komentar saya : Tafsiran terhadap Alkitab yang dilakukan secara semena-mena ini membuktikan penulis di website ini tidak mengerti benar Alkitab. tetapi .Kristen Perjanjian Baru ? Tingkah laku kita penting. karena dengan itulah Allah akan menghakimi kita.” Gereja Katolik Roma dan Arminian mungkin saja menyetujui kedua ayat ini. itu bukan hasil usahamu. Itu bohong belaka. saya akan memberikan argumentasi theologis di dalam hal ini. Memang benar. Tuhan Yesus memberikan janji kepastian keselamatan bahwa barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa. Itu masalahnya. Sekali lagi. Keselamatan sejati adalah anugerah Allah. Apakah dengan ini berarti janji Tuhan Yesus itu palsu dan bohong belaka hanya untuk mengelabui Nikodemus pada waktu itu yang sedang “stres” ? Lalu. Tetapi tidak berarti perbuatan baik lebih penting dari iman. melainkan beroleh hidup yang kekal.

seenaknya sendiri (tidak beda dengan manusia yang suka plin-plan. maka itu berarti keseluruhan proses keselamatan ada di tangan Allah secara pribadi (bukan di tangan manusia). Orthodoks. Inilah kelemahan fatal para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian. yaitu mulai dari rencana keselamatan yang ditetapkan oleh Allah Bapa dengan memilih sebagian orang untuk diselamatkan. lalu. Arminian. Ketika theologia Reformed berani menegaskan bahwa keselamatan sejati hanya melalui anugerah Allah di dalam iman. keselamatan yang telah disempurnakan melalui karya Roh Kudus dengan melahirbarukan umat pilihan-Nya dan memberi mereka iman di dalam Kristus. itu berarti Allah tersebut bukan Allah yang diajarkan oleh Alkitab karena Allah tersebut adalah Allah yang plin-plan. Ini bukan fanatisme iman. yaitu dengan mengajarkan bahwa meskipun keselamatan itu adalah anugerah Allah. Allah yang menganugerahkan keselamatan itu juga bisa mengambil keselamatan sekehedaknya sendiri.” Artinya: Karena Perjamuan Kudus adalah korban Tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib. dilakukan oleh Allah. penggenapan keselamatan di dalam Pribadi Allah Anak. kita sebagai manusia harus menerima keselamatan itu dan berbuat baik supaya diperkenan Allah. Kembali. Itu jelas bukan Allah yang Alkitab ajarkan. kalau memang “benar”. Kembali. membenci. tetapi hanya pada theologia Reformasi dan Reformed yang konsisten. Itulah karya Allah Tritunggal di dalam keselamatan. itu . Doktrin Gereja (Ekklesiologi). tetapi realita yang mungkin membuat para penganut theologia lainnya akan marah. dll. Tuhan Yesus Kristus dan penyempurnaan karya keselamatan melalui karya Roh Kudus yang melahirbarukan umat pilihan Allah Bapa untuk beriman di dalam Kristus Yesus. Salah satu hal di dalam doktrin gereja yang akan kita selidiki adalah tentang minyak urapan dan Perjamuan Kudus. inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib. Tidak ada satu arus theologia Kristen yang memiliki perspektif Kristo-sentris dan kedaulatan Allah (theology from above) kecuali theologia Reformed. Kalau orang masih minta-minta. Entah. minta-minta perpuluhan. “Inilah roti yang turun dari Sorga. lalu diterima oleh umat pilihan-Nya dan terus dikerjakan. Prinsip Soli Deo Gloria (=kemuliaan hanya bagi Allah selama-lamanya) tidak ada pada theologia Katolik Roma. perbuatan baik kita yang dikaruniai dari Allah. mungkin saja “Allah” seperti itu yang dipercayai oleh para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian. Tidak ada satu theologia Kristen yang berani merumuskan theologia sistematika ini. Berikut kutipan ajaran dari Bapak Yesaya Pariadji dari Tiberias yang mengemukakan ajaran tentang minyak urapan dan Perjamuan Kudus. Mengerjakan keselamatan tidak berarti mempertahankan keselamatan supaya tidak hilang. tetapi berarti mewujudnyatakan keselamatan itu sehingga orang lain dapat melihat perbuatan baik kita dan memuliakan Bapa di Surga (Matius 5:16). itulah sebabnya hanya orang yang punya Roh Martir yang diberi kuasa membentuk Perjamuan Kudus yang benar.dengan perspektif yang menyimpang dari konteks Alkitab ini. itu tidak menjadi masalah. Ketujuh. Kita angkat Roti : Yang akan dibentuk menjadi Tubuh Kristus. kecuali theologia Reformed ! Lalu. ini membuktikan “Allah” palsu ini merupakan proyeksi dari pikiran manusia yang berdosa seperti yang diajarkan oleh Ludwig Feuerbach). berorientasi hanya untuk kemuliaan Allah (Roma 11:36). dll. saya akan bertanya. Ini sama saja bohong dan kontradiksi dengan pendapat sendiri. para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian mempercayai bahwa keselamatan Kristen itu tidak pasti. Tuhan Yesus menegaskan : HANYA ORANG YANG PUNYA ROH MARTIR YANG DIBERI KUASA MEMBENTUK PERJAMUAN KUDUS YANG BENAR I.

Ketiga: Inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib yang tertikam.” adalah pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. suatu pernyataan orang yang aneh. Gereja dibangun bukan untuk memperoleh kuasa. aku tolak tumor. nyawa dan darah kami agar banyak orang diselamatkan. 1.” Yohanes 6:54 demikian: “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku. ini Tuhan Yesus atau “tuhan yesus” ? Dari pernyataan ini. 06 NOVEMBER 2005) Komentar saya : Semua ayat Alkitab banyak yang ditafsirkan sekehendak hati Pariadji sendiri. Baca pernyataan selanjutnya. agar kami tidak terkapar di rumah sakit. tetapi untuk memuliakan Kristus. “Gereja Tiberias dibangun karena kami bisa menyerahkan segala milik kami. . Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajarkan.tandanya orang itu tidak mempunyai Roh Martir sehingga Perjamuan Kudusnya hanya sekedar lambang saja. agar Gereja penuh kuasa. yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus yang benar. 3. Pernyataan yang mengajarkan bahwa perjamuan kudus itu “memberikan keselamatan. yang memberikan hidup kekal di dalam Sorga. “hanya orang yang punya Roh Martir yang diberi kuasa membentuk Perjamuan Kudus yang benar. Mari kita akan menyelidiki satu per satu. tidak ada kuasa Allah. 2. yang langsung dari “tuhan yesus” tidak ditemukan pengajarannya di dalam Alkitab. tertombak.” Kalimat ini mirip dengan kalimat klenik atau syarat-syarat yang diperlukan untuk memperoleh kuasa supranatural. 1. agar kami tidak pikun. Dasar Firman Allah di dalam Yohanes 17:23 demikian: “Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu. Dasar Firman Allah di dalam Yohanes 6:51 & 58… Artinya: Keselamatan hanya melalui Yesus. 2. bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka. nyawa dan darahnya.” Pernyataan ini adalah tafsiran Pariadji sendiri yang mengaku langsung dari “Tuhan Yesus”. Dasar Firman Allah di dalam Yesaya 53:3-5 … (Buletin Gereja Tiberias NO. dan tidak terkapar di rumah sakit atau ruang ICU. tidak koma. Gereja Tiberias dibangun karena kami bisa menyerahkan segala milik kami. lalu berani mengklaim diri memiliki “roh martir”. Pertama: Yang memberikan keselamatan. nyawa dan darah kami agar banyak orang diselamatkan. agar dunia tahu. agar kami tidak terkapar di meja operasi. ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman”. yang lebih aneh lagi. sangat jelas bahwa orang yang punya “roh martir” yang dimaksudkannya adalah Pariadji sendiri. Di luar Yesus tidak ada keselamatan dan hidup yang kekal di Sorga (Yohanes 3:16). Roh Martir adalah orang yang menyerahkan segala miliknya. agar Gereja penuh kuasa. yang memberikan hidup kekal di dalam Sorga. Aku tolak kanker. Untuk menyempurnakan jiwa dan rohku dan agar dibangkitkan pada akhir zaman. Kedua: Untuk menyempurnakan tubuhku agar sehat sempurna. sama seperti Engkau mengasihi Aku. Dari konsep gereja saja. agar kami tidak lumpuh. Pariadji tidak mengerti totalitas pengajaran Alkitab. Sungguh. 883 Minggu TGL.

there is no evidence that he had any reference in this passage to the Lord’s Supper… The plain meaning of the passage is. 4. padahal konsep Perjamuan Kudus yang dipromosikan oleh Bapak Pariadji adalah konsep yang salah (bandingkan 1 Korintus 11:2331 . Fungsi “perjamuan kudus” ala Pariadji adalah untuk menyembuhkan penyakit.his body and his blood offered in sacrifice for sin . agar kami tidak lumpuh. Hidup dan keselamatan sejati didapat ketika mereka menerima-Nya sebagai Tuhan dan satu-satunya Juruselamat. Tafsiran Yesaya 53:3-5 yang seenaknya sendiri. Sepertinya. tetapi yang dimaksudkan dengan “roti” adalah daging atau hidup-Nya sendiri yang diserahkan dan mereka harus menerima-Nya supaya mereka memperoleh hidup. tetapi juga harus menerima Perjamuan Kudus yang “benar”). Tidak. “Untuk menyempurnakan tubuhku agar sehat sempurna. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia. Fungsi perjamuan kudus yang dipaparkan Bapak Pariadji.he would procure pardon and life for man. “Keselamatan hanya melalui Yesus. Pariadji harus membaca seruan Petrus di dalam Kisah Para Rasul 4:12.Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajarkan bahwa Perjamuan Kudus sebegitu berkuasanya sehingga dapat memberikan keselamatan. bukan karena menerima Perjamuan Kudus.” Ayat ini tidak mengatakan bahwa keselamatan ada di dalam minyak urapan atau perjamuan kudus. tertombak. tidak ada bukti bahwa. Untuk menyempurnakan jiwa dan rohku dan agar dibangkitkan pada akhir zaman. agar kami tidak terkapar di rumah sakit. Bapak Pariadji dengan sengaja mencocokcocokkan ayat yang di luar konteks/makna aslinya supaya cocok dengan pandangan Perjamuan Kudus-nya yang “menyelamatkan” dan “mujarab”. ia mengutip Yohanes 6:54. … Di samping itu. 3. sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. for it was never done. and was raised up from the dead and received into heaven. Perhatikan pernyataan yang diungkapkan oleh Albert Barnes dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible. bahwa Dia menunjukkan referensi apapun di dalam bagian ini terhadap Perjamuan Tuhan…Arti sederhana dari bagian ini. dan tidak terkapar di . “Inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib yang tertikam. bahwa melalui darah kematian-Nya—tubuh dan darah-Nya diserahkan sebagai pengorbanan bagi dosa…) Untuk mendukung ajarannya yang kacau. Kedua ayat yang dikutip oleh Bapak Pariadji sama sekali tidak mengajarkan tentang kanibalisme. Ditambah pernyataannya. Besides. yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus adalah pernyataan yang secara implisit menghina karya penebusan Kristus di kayu salib dan menggantinya dengan hanya menerima Perjamuan Kudus yang “benar” (keselamatan di dalam Kristus menurut Bapak Pariadji tidak cukup hanya percaya. Pernyataan “makan daging dan minum darah” tidak bermakna secara literal.” Dengan mengutip Yohanes 6:51 dan 58. Kutipan Yohanes 6:54 yang seenaknya sendiri. Berikut pernyataannya. “Except ye eat the flesh … .He did not mean that this should be understood literally. agar kami tidak terkapar di meja operasi. Penggunaan kata “roti” di dalam kedua ayat ini memang menunjuk Perjamuan Kudus. Dengan pernyataan Bapak Pariadji bahwa keselamatan hanya melalui Yesus.” Lalu. and it is absurd to suppose that it was intended to be so understood… His body was offered on the cross. lalu orang percaya disuruh untuk benar-benar menguyah daging Tuhan Yesus.” (=Dia tidak bermaksud bahwa ayat ini dimengerti secara literal. ayat 27 di dalam pasal ini sering diabaikan oleh banyak pemimpin gereja kontemporer yang pop). agar kami tidak pikun. tidak koma. yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus yang benar. that by his bloody death .

sehingga orang-orang pilihan-Nya yang belum bertobat boleh dipimpin dan diterangi oleh sinar itu lalu mereka boleh kembali kepada Allah. p. 12:3 . dirinya mencocok-cocokkan semua ayat Alkitab sesuai kehendak hatinya ditambah ada perkataan bahwa “tuhan yesus” langsung berkata kepadanya (biar kelihatan “rohani dan alkitabiah”). 2 Penafsiran yang parsial atas Wahyu 20:4-6. . Doktrin Akhir Zaman (Eskatologi). Rasul Paulus di dalam 1 Korintus 11:23-31 tidak pernah menyinggung sedikitpun tentang makna Perjamuan Kudus yang mujarab untuk menyembuhkan penyakit. Memang. Th. tetapi itu bukan poin penting. 5:28-29 . Anthony A. Wah. terkandung banyak perkataan simbolis atau simbol-simbol yang tidak dapat ditafsirkan secara harafiah.” Ayat ini sengaja dicomot untuk mendukung ajaran adanya dua kali kebangkitan tubuh. tetap untuk selama-lamanya.rumah sakit atau ruang ICU. akibatnya. aku tolak tumor. padahal ayat ini tidak mengindikasikan pengajaran ini. Kedelapan.” (Silabus SOM Bethany “Second Coming/Kedatangan Tuhan”. (Dan. 46) Komentar saya : 1 Penafsiran Daniel 12:3 yang tidak bertanggungjawab Pertama. Aku tolak kanker. Pada bagian terakhir. Jadi ada jarak 1000 tahun antara kedua kebangkitan tersebut. ini adalah sebuah pelecehan implisit terhadap makna asli Perjamuan Kudus. Berikut pengajarannya. dengan tidak bertanggungjawab. 11-15 Untuk menafsir Kitab Wahyu. di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman. Dasar Firman Allah di dalam Yesaya 53:3-5 …” Kembali. pengorbanan Kristus di kayu salib mampu mematahkan segala belenggu penyakit.D. Ayat ini hanya mengindikasikan tentang adanya orang-orang yang bijaksana yang adalah orang-orang yang takut akan Allah akan menjadi sinar yang menerangi orang-orang dunia. Herannya. KEBANGKITAN II : Kebangkitan orang-orang jahat sesudah Millenium berakhir untuk memperoleh HUKUMAN. “Ada dua jenis Kebangkitan Tubuh : KEBANGKITAN I : Kebangkitan orang-orang benar sebelum Millenium berakhir untuk memperoleh HIDUP. 20:11-15). Hoekema. 20:4-6 . saya akan mengutip pengajaran eskatologi dari SOM Bethany yang nantinya mempengaruhi penafsiran Alkitab versi mereka. Wah. “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala. Bapak Pariadji tidak bisa membedakan mana yang esensi (utama) dan mana yang tambahan (akibat dari esensi). Yoh. Daniel 12:3. dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintangbintang. kita harus memperhatikan prinsipnya yaitu di dalam Kitab Wahyu. Ini problematika Bapak Pariadji dalam menafsirkan Alkitab. Berikut kutipan paparan tentang kelemahan penafsiran ayat-ayat ini dari Prof. mencari ayat-ayat Alkitab yang mendukung ajarannya dan sengaja meninggalkan 1 Korintus 11:23-31 yang jelas-jelas tidak mengajarkan tentang kemujaraban Perjamuan Kudus.

bagaimana dengan ibu-ibu yang tidak pernah sekolah tinggi yang tinggal di desa. Kitab kehidupan. 24:15) bahwa kebangkitan orang percaya dan tidak percaya akan terjadi secara bersamaan… Perhatikanlah kalimat “orang-orang mati. beberapa bukti telah diberikan bahwa 20:4-6 tidak berbicara tentang kebangkitan tubuh bagi orang percaya ataupun orang tidak percaya… ajaran semacam ini didasarkan pada penafsiran secara harafiah terhadap perikop dari kitab yang sangat bersifat simbolis. sehingga tanpa prinsip-prinsip tersebut kita tidak mungkin mengerti Alkitab ? Kemudian. Lalu. bukan hanya orang-orang tidak percaya yang telah mati. dan mengabaikan ayat-ayat lain (seperti Yoh. 1. 327-329) Kita telah melihat problematika penafsiran Alkitab yang berintikan humanisme dan terimplikasi praktis di dalam paradigma dasar atau theologia sistematika mereka yang akhirnya mempengaruhi cara mereka menafsirkan Alkitab. besar dan kecil. kita malas mempelajari Alkitab. apakah berarti kita harus mati-matian membela prinsip-prinsip tersebut. saya akan membagi ke dalam dua prinsip. Pertama. Pengajaran theologia sistematika ini hanya mungkin diintegrasikan dengan cara penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab ketika pengajaran ini dibangun di atas pengertian theologia Reformed yang konsisten. Dalam ayat 12 kita membaca tentang kitab yang dibuka. Lalu. Menurut bagian terakhir dalam ayat 12. kita akan membahas bagaimana menafsirkan Alkitab dengan prinsipprinsip yang bertanggungjawab sehingga kita dapat menghindarkan diri dari kesengajaan (atau ketidaksengajaan) mencoba mencomot ayat Alkitab di luar konteks yang ada. yaitu dunia orang mati. pertanyaan yang muncul. sebaiknya kita mempergunakannya untuk mempelajari firman-Nya terlebih dahulu. berdiri di depan takhta itu. dan kedua disusul dengan prinsipprinsip penafsiran Alkitab sesuai dengan theologia sistematika yang telah disusun. sehingga kita yang mengenyam pendidikan tinggi. sehingga ibu-ibu yang tidak berpendidikan tinggi sekalipun dapat memahaminya. lalu sembarangan menafsirkan Alkitab dengan berpedoman bahwa Alkitab itu jelas. umumnya dimengerti sebagai daftar orangorang pilihan…” (Hoekema : 2004. Tetapi jangan menyempitkan arti kejelasan Alkitab ini. 5:28-29 dan Kis.4 Penafsiran Alkitab yang Dapat Dipertanggungjawabkan (Penggabungan Antara Theologia Sistematika dan Theologia Biblika) Pada bagian terakhir.4. Doktrin Alkitab (Bibliologi) . pp. pertama.“… penafsiran premillenialisme terhadap ayat 4 hingga 6 bukanlah satu-satunya kemungkinan . kitab tersebut berisi catatan tentang apa yang setiap orang telah lakukan. mencakup semua orang yang telah mati. yang disebut dalam ayat 12 dan 15. apakah mereka juga perlu sekolah theologia/Alkitab untuk memahami Alkitab ? Salah satu prinsip Alkitab itu jelas. kita akan membahas tentang pengajaran-pengajaran theologia sistematika sebelum kita masuk ke dalam prinsip mengerti Alkitab. Tetapi tidak ada indikasi bahwa kitab-kitab tersebut hanya berisi tentang penghukuman. Kalau Tuhan menganugerahkan kita kemampuan dan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi. 2.” (ayat 12)… Coba amati lebih jauh pernyataan bahwa laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya (ayat 13)…Sudah tentu Hades. Pada bab ini. bagaimana kita dapat menafsirkan Alkitab dengan bertanggungjawab ? Kita akan membahasnya pada poin 2. prinsip pembentukan pola paradigma yang bertanggungjawab (theologia sistematika).

Kembali. Kalau ada orang “Kristen” yang tidak pernah belajar theologia sama sekali. Jadi. Dr. maka jarang sekali para theolog Reformed membuat spekulasi theologia hanya dari satu bagian Alkitab. Itu sebabnya. bahkan ada seorang pemimpin gereja Karismatik yang berani mengajarkan bahwa manusia adalah little gods (ilah-ilah kecil). Oleh sebab itu. Hal ini berakar dari semboyan Reformasi dari Dr. sehingga tidak heran para pemuja “theologia” religionum/social “gospel” yang bersumber dari “theologia” liberal mendewakan humanisme dan kontekstualisasi yang salah agar kepercayaan Kristen dapat dikompromikan dengan mudah (menghilangkan esensi Kristen). baik. tetapi hanya dapat digali oleh theologia Reformed. kasih. misalnya. Tuhan. di mana seluruh kitab-kitab di dalam Alkitab dari PL sampai dengan PB adalah kitab-kitab yang memberikan penjelasan yang menyeluruh dan saling melengkapi. Stephen Tong sebagai perbedaan kualitatif (qualitative difference). oleh Allah dan bagi Allah saja kemuliaan sampai selama-lamanya (Roma 11:36). seorang direktur . biasanya mereka akan mengintegrasikannya dengan seluruh berita di dalam kitab-kitab di dalam Alkitab. hanya theologia Reformed yang lebih mendekati Alkitab (tidak berarti theologia Reformed identik dengan Alkitab).Di dalam theologia Reformed. Selain prolegomena. posisi manusia hanya taat mutlak akan pimpinan-Nya. di dalam seluruh arus theologia Kristen. tidak usah heran. Alkitab dipercaya adalah satu-satunya wahyu Allah yang tertinggi dan final (2 Timotius 3:16) yang tidak mungkin bersalah dalam naskah asli/autographa-nya (infallibility and inerrancy of the Bible). sehingga Ia berdaulat dan berhak mengatur dan memimpin hidup manusia sesuai dengan apa yang dikehendakiNya. Theologia Reformed juga mempercayai bahwa Doktrin Alkitab (Bibliologi) sebagai Prolegomena atau doktrin yang mendasari semua doktrin Kristen. semua pembahasan doktrin dari suatu arus theologia Kristen dilihat dari bagaimana arus theologia Kristen itu memandang Alkitab. kita dapat membuka bagian kitab lainnya untuk mendapatkan penjelasannya. adil. lawan Reformed/Calvinisme) yang akhirnya dapat dengan mudah diperdaya oleh Gerakan Zaman Baru—GZB (New Age Movement) yang beridekan humanisme dan pantheisme. yaitu Sola Scriptura (hanya Alkitab). theologia Reformed dengan sangat konsisten mengajarkan prinsip kedaulatan Allah (the Sovereignty of God) dengan memegang prinsip bahwa segala sesuatu adalah dari Allah. lalu berani mengatakan bahwa theologia Reformed itu sombong dan tidak mengasihi. 2. jujur. Oleh karena itu. Untuk penjelasan bagian ini akan dijelaskan pada Bab 4 ini pada prinsip kedua. Perbedaan kualitatif ini memang bersumber dari Alkitab. sehingga ketika kita menemukan adanya kekurangjelasan dalam satu kitab tertentu. Di sini. banyak theolog atau hamba Tuhan yang bertheologia Injili (yang cenderung Arminian. maka seluruh doktrin yang mereka bangun juga berdasarkan konsep kebersalahan Alkitab. dll. karena kekonsistenan theologia Reformed dalam melihat segala sesuatu. theologia Reformed juga mempercayai adanya suatu pengertian yang holistik dari Alkitab. Ketika kaum liberal mempercayai bahwa Alkitab itu murni buatan manusia. mengapa theologia Reformed berani menegakkan kedaulatan Allah secara konsisten di dalam seluruh arus pemikirannya ? Karena hanya theologia Reformed melihat Allah sebagai Allah. theologia Reformed dapat disebut sebagai theology from above yang berusaha melihat segala sesuatu BUKAN dari perspektif manusia berdosa. Perbedaan ini disebut oleh Pdt. berhatihatilah terhadap orang “Kristen” yang sok tahu ini. sehingga dengan berani mengajarkan bahwa di dalam diri manusia terkandung unsur positif. Allah adalah Tuhan yang memiliki dunia ini. Doktrin Allah Tentang doktrin Allah. Martin Luther. tetapi dari perspektif Allah di dalam Alkitab. Ketika theologia Reformed memegang pendapat ini. Lalu. Pencipta dan Pemilik seluruh alam semesta dan manusia adalah ciptaan-Nya yang hanya merupakan derivasi (turunan) dari atribut Allah yang dapat dikomunikasikan (communicable attribute).

Di dalam doktrin keselamatan. Yang saya maksudkan adalah dosa mengakibatkan penyakit. Kembali. Ini jelas tidak sesuai dengan prinsip Alkitab. bencana alam pasti dari dosa. jangan percaya akan hal yang aneh ini. terlepas dari tubuhnya). sehingga beberapa gereja Lutheran mulai mengkompromikan theologia mereka dengan theologia Injili yang Arminian. Mengenai penjelasan pandangan dikotomi. sehingga manusia dapat berpotensi menjadi seperti Allah (tetapi tetap sebagai makhluk yang terbatas. sehingga manusia pasti membutuhkan-Nya. adil. Mengapa menurut saya. dll (atribut-atribut Allah yang dapat dikomunikasikan). tsunami. diciptakan dan berdosa). Mengapa ? Karena di dalam theologia Reformed. Bapa gereja Augustinus. Julio Kristano (Momentum. suci. ada seorang “pemimpin gereja” yang melakukan bisnis “minyak urapan” hobi “bersaksi” bahwa roh/jiwanya turun naik “surga” (tentu. Tidak heran. bencana alam. sehingga tidak ada satu inci diri manusia yang tidak berdosa (Roma 3:23). Tetapi tidak berarti setiap penyakit. tanah longsor. mulai dari timbulnya penyakit yang aneh. begitu pula hubungan antara manusia dengan alam. yaitu dosa yang kita kerjakan sendiri. Mereka bisa masuk ke dalam racun GZB ini karena doktrin Allah mereka tidak kuat dan begitu kacau. Tetapi saya sangat heran. jujur. Martin Luther sampai John Calvin dan mempengaruhi semua theologia Reformasi dan Reformed. Dosa ini dapat dibagi menjadi dua bagian. Doktrin Keselamatan (Soteriologi) Konsep anugerah adalah konsep utama yang telah ditegakkan dari Paulus. 3. Allah telah memilih kita tanpa memandang jasa baik kita. bencana banjir. manusia hanya memiliki satu kecenderungan : tidak bisa tidak berdosa (artinya ingin terus-menerus berdosa). Thomy J. di dalam dunia ini muncul berbagai macam masalah. theologia Reformed saja yang lebih tepat memahami anugerah Allah ? Karena hanya theologia Reformed mengaitkan konsep kedaulatan Allah dengan anugerah Allah ditambah ketidakmampuan manusia secara total. manusia yang telah diciptakan segambar dan serupa dengan Allah ini telah jatuh ke dalam dosa dan dosa ini mengakibatkan seluruh potensi diri manusia menjadi rusak total (Total Depravity). di mana kedua hal ini saling berhubungan dan menyatu. Dr. theologia Reformed mempercayai bahwa manusia itu terdiri dari tubuh dan jiwa (pandangan dikotomi). Anda dapat membaca sendiri buklet Doktrin Manusia dan Dosa yang ditulis oleh Pdt. Dosa inilah mengakibatkan hubungan antara manusia dengan Allah terputus. Ketika tubuh dan jiwa dipisahkan. John Calvin. baik. itu semua akibat dosa. theologia Reformed mempercayai bahwa sebelum dunia dijadikan. Di dalam hal ini. binatang dan sesama manusia juga terputus. Dalam kondisi ini. konsep anugerah langsung dikaitkan dengan kedaulatan Allah. yaitu dosa asal (original sin) yang diwariskan dari Adam (Roma 5:12-14). maka manusia itu pasti mati. tetapi murni atas . 4. dll. menegakkan konsep kedaulatan Allah lah yang dengan lebih tepat mengartikan konsep hanya anugerah (sola gratia) ketimbang Luther. di dalam theologia Reformed yang mempercayai ketidakbersalahan Alkitab secara konsisten. lalu ada dosa aktual.dari John Robert Power di Surabaya ternyata adalah seorang “penginjil” perempuan di sebuah gereja Karismatik “terbesar” di Surabaya. Lalu. sebaliknya di dalam theologia Reformasi agak kurang menekankan kaitan anugerah Allah dengan kedaulatan Allah. karena mereka secara implisit mempercayai bahwa Allah bisa berubah atau mengubah rencana-Nya sesuai kondisi manusia. 2005). Matakupan dan Ev. Konsep anugerah ini jelas mempengaruhi doktrin keselamatan dan kehidupan Kristen sehari-hari. Doktrin Manusia dan Dosa (Christian Antropology) Theologia Reformed yang konsisten mengajarkan bahwa manusia itu diciptakan segambar dan serupa dengan Allah yang menurunkan sifat-sifat Allah yang kasih. dengan memegang prinsip dari Paulus. dll.

itu murni adalah anugerah Allah. problematika kekekalan keselamatan berkaitan erat dengan kekekalan diri Allah dan pemeliharaan-Nya.47 . 6. Sebagai Nabi (di atas segala nabi). Tetapi herannya konsep ini ditolak mentah-mentah oleh theologia Injili yang cenderung Arminian dan juga theologia Katolik Roma yang mengatakan bahwa ketika orang tersebut murtad. Ia memerintah alam semesta ini sebagai Tuhan yang berdaulat dan berkuasa penuh (Matius 28:18) serta Ia akan datang kembali untuk kedua kalinya untuk mendirikan Kerajaan-Nya (Kerajaan Allah yang akan datang). setelah Allah memilih kita untuk menerima keselamatan yang telah direncanakan-Nya. lalu pergunakanlah itu hanya bagi kemuliaanNya saja. kemudian Roh Kudus diutus untuk menyempurnakan karya keselamatan itu dengan mengefektifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati setiap umat pilihan-Nya dengan memberikan iman di dalam Kristus. konsep anugerah harus menjadi konsep yang tertanam di dalam hati dan pikiran kita. maka kaum Arminian secara implisit ingin mengajarkan konsep Deisme (yang mengajarkan bahwa setelah Allah menciptakan dunia ini. Mengapa demikian ? Karena dengan mengatakan bahwa keselamatan umat pilihan Allah bisa hilang. para bapa gereja yang setia. sehingga apapun yang telah Ia berikan kepada kita baik itu kepintaran.44. Doktrin Roh Kudus (Pneumatologi) . Lalu. baik Chalcedon. Ini jelas tidak konsisten. Kalau pandangan Arminian yang mengatakan bahwa keselamatan umat pilihan Allah bisa hilang akibat murtad itu adalah pandangan yang “benar”. Roma 8:33-35). Doktrin Kristus (Kristologi) Theologia Reformed mengikuti pandangan dari Rasul Paulus sendiri (Roma 1:3-4). Di dalam kehidupan Kristen sehari-hari. kemampuan berbicara. tetapi mirip seperti pandangan L. 6:40. dll. Konsep ini jelas konsisten dengan seluruh berita Alkitab (Yohanes 3:16 . dll. Imam dan Raja. theologia Reformed memiliki pandangan lain terhadap pribadi Kristus yang tidak dianut oleh arus theologia Kristen apapun. terpecah. 5. Feuerbach bahwa “Allah” itu diciptakan menurut gambar dan rupa manusia. 10:27-30 . tercampur). maka keselamatannya bisa hilang. Hal ini telah dirumuskan dalam pengakuan iman gerejawi yang bertanggungjawab. Luther dan John Calvin memegang pernyataan bahwa Kristus itu bernatur 100% Allah dan 100% manusia (dwi natur/dua sifat di dalam satu Pribadi Kristus yang tidak terbagi. sebagai Imam (di atas segala imam).kerelaan kehendak-Nya yang berdaulat (Efesus 1:3-6). Allah yang memulai keselamatan ini akan menjaga umat pilihan-Nya sampai akhir sehingga mereka tidak pernah mungkin dapat meninggalkan Kristus untuk selama-lamanya. mengapa ? Kembali. Ia mengorbankan diriNya sendiri sebagai penebusan dosa bagi umat manusia yang berdosa (Ia berbeda dengan para imam di dalam Perjanjian Lama yang mengorbankan binatang sebagai korban penebus dosa) dan sebagai Raja. Ia memberitakan firman Allah tentang kerajaan Allah kepada manusia dan kedatanganNya membuktikan Kerajaan Allah telah hadir di bumi ini (Kerajaan Allah pada waktu sekarang/yang telah ditegakkan). Lalu. otomatis sedang menghina Allah bahwa Ia tak sanggup lagi berbuat apa-apa terhadap keselamatan umat pilihan-Nya ketika mereka memilih untuk murtad. Bapa mengutus Putra untuk menggenapkan karya keselamatan itu dengan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. maka Ia tidak memelihara dunia ini) dan dengan jelas merendahkan posisi Allah di bawah posisi manusia yang “berotoritas”. Hanya theologia Reformed yang konsisten mengajarkan peranan setiap Allah Tritunggal di dalam proses keselamatan. yaitu Kristus itu sebagai Nabi. Tetapi yang agak berbeda. Ini tentu bukan Allah sejati tetapi “ilah” buatan para theolog Arminian dan Katolik yang tidak lebih dari suatu idealisme utopia yang tidak pernah diajarkan oleh Alkitab.

Khususnya. Doktrin Gereja (Ekklesiologi) Gereja bukanlah gedungnya. maka pasti diselamatkan. Selain itu. Dr. tetapi gereja Reformed menekankan . ketika orang-orang Kristen disebut Bait Roh Kudus/Allah (1 Korintus 3:16).Roh Kudus BUKAN Kuasa Allah. berhati-hatilah terhadap para pengajar itu. Prof. gereja yang kelihatan dalam bentuk gedung. kalau gereja adalah kumpulan orangorang pilihan Allah. karena dapat dipastikan mereka adalah para pengajar palsu meskipun berjubah “Kristen” bahkan “pendeta” atau “pemimpin gereja”. Louis Berkhof di dalam bukunya Teologi Sistematika : Doktrin Gereja mengungkapkan tentang sistem pemerintahan gereja Reformed ini. GKI. Gereja Reformed tidak mengklaim bahwa sistem mereka mengenai pemerintahan Gereja ditentukan oleh setiap detilnya oleh Firman Tuhan. Prinsip ini konsisten di dalam seluruh Alkitab. maka di dalam PB. Kedua hal itu sama-sama salah. tempat dan kondisi. Roh Kudus berfungsi mengefektifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati setiap umat pilihan-Nya sehingga mereka bisa percaya di dalam Kristus dan bertobat. yaitu Perjamuan Kudus dan Baptisan Kudus saja). Di dalam ordo/urutan keselamatan. baik politik. GKT. Kalau ada orang yang berani mengajar tentang Roh Kudus. gereja-gereja Reformed memegang sistem pemerintahan gereja Presbyterial/Presbyterian. kebenaran dan penghakiman” (Yohanes 16:8). di dalam theologia Reformed. gereja yang tidak kelihatan (invisible church) yang meliputi semua orang Kristen sejati dari berbagai zaman. berdebu. tetapi jika dalam pengertian keanggotaan formal gereja yang kelihatan. Kalau gereja bukanlah gedungnya. theologia Reformed seperti Alkitab juga mempercayai bahwa Roh Kudus diutus untuk. Lalu. di mana di dalam PL. dll). GKA. theologia Reformasi dan Reformed menegaskan bahwa gereja yang sehat adalah gereja yang mengerjakan dua tugas yaitu mengajar doktrin dan melakukan sakramen (dalam hal ini. yaitu mandat theologis (mengajar doktrin kepada jemaat-jemaat gereja). tetapi Roh Kudus adalah Pribadi Allah sendiri yaitu Oknum/Pribadi Ketiga dari Allah Trinitas. dll dan kedua. GRII. pendidikan. tetapi respon terhadap anugerah Allah yang mendahului iman seseorang. Tanpa ada karya Roh Kudus ini. Menghujat Roh Kudus sama halnya dengan menghujat fungsi dan peranannya. misalnya. yaitu membiarkan bangunan gereja tidak terawat. maka mereka belum tentu diselamatkan (karena banyak orang yang pergi ke gereja bahkan mengaku diri “melayani tuhan” terbukti bahwa mereka bukan termasuk umat pilihan Allah). GBI. Di dalam theologia Reformed. tak mungkin manusia dapat beriman dan mengaku Kristus sebagai Tuhan (1 Korintus 12:3). maka kita tidak perlu berlomba-lomba membangun gedung gereja sebagus dan semewah mungkin. yaitu. tetapi orang-orangnya. Allah mengadakan perjanjian (covenant) melalui sunat sejak kecil (tanpa perlu mempertanyakan apakah anak kecil itu beriman dahulu atau belum). 7. bau. “menginsafkan dunia akan dosa. gereja yang kelihatan (visible church). mandat gereja dibagi menjadi tiga. Lalu. sosial. Gereja dapat dibagi menjadi dua. GKRI. hanya dua. oleh karena itu tindakan ini tidak ada ampun (Matius 12:32). perjanjian itu berupa baptisan. tetapi terlepas dari (bahkan bertentangan total dengan) prinsip ini. ekonomi. Di dalam doktrin gereja. tetapi kita tidak perlu jatuh ke dalam ekstrim lainnya. apakah berarti semua anggota gereja pasti diselamatkan ? Kalau gereja itu dalam pengertian gereja yang tidak kelihatan (orang-orang Kristen sejati). Jadi. maka gereja yang merupakan kumpulan orangorang pilihan Allah pun dapat disebut Bait Allah tetapi dengan pengertian theologis. gereja-gereja Reformed menjalankan baptisan anak (infant baptism) dengan paradigma dasar bahwa baptisan bukan hal yang menyelamatkan. dll. hukum. mandat Injil (memberitakan Injil) dan mandat budaya (anak-anak Tuhan menjadi garam dan terang bagi masyarakat dunia di dalam setiap aspek hidup.

maka firman-Nya adalah satu-satunya hukum dalam arti yang paling mutlak.24… 2. Kristus Memperlengkapi para Pelaksana yang Ditunjuk untuk Melaksanakan Hal-hal Khusus. Mereka adalah wakil. Tetapi. Mat 28:18 .11 . …sebagai tambahan para pejabat Gereja menerima suatu kuasa yang diperlukan oleh mereka untuk melaksanakan tugas mereka dalam Gereja milik Kristus. Mat 16:18.19 . Ia adala hTuhan dari alam semesta. 1 Kor 12:5 . Kristus sebagai Raja Melimpahkan Kekuasaan kepada Gereja. bukan saja dalam hubungannya yang vital dengan Gereja. dan mereka siap untuk mengakui bahwa banyak hal-hal khusus ditentukan oleh pertimbangan kebijaksanaan manusia… Berikut ini kita lihat prinsip-prinsipnya yang paling mendasar : 1. Para pejabat Gereja adalah wakil bagi umat yang dipilih berdasarkan pemungutan suara. bukan sekedar sebagai Pribadi kedua dalam Tritunggal. dari Gereja yang tidak nampak yang membentuk tubuh-Nya secara spiritual.11. Flp 2:10. tetapi secara subjektif melalui Roh-Nya yang bekerja dalam Gereja dan secara objektif melalui Firman Tuhan sebagai standar otoritas… Karena Kristus adalah satu-satunya Penguasa Gereja yang berdaulat. Sebab panggilan ini adalah panggilan batiniah yang diberikan . Why 17:14 .Dalam pengertian yang sangat khusus. Mereka memiliki kuasa yang umum yang dilimpahkan kepada Gereja. 19:16. Karena itu semua kekuasaan tiranis tidak boleh ada dalam Gereja… 3. Ia tidak memerintah Gereja dengan paksaan. Ef 1:20-23 . Ia adalah Kepala Gereja di mana Gereja adalah tubuh-Nya…Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Kristus adalah Kepala Gereja. tetapi hanya untuk prinsip dasar yang umum saja dari sistem ini. Ia juga kepala bagi Gereja yang nampak bukan hanya dalam pengertian organik saja. Kristus adalah Kepala Gereja dan Sumber dari Segala Otoritas …Reformed mempertahankan pendapat bahwa Kristus satu-satunya Kepala Gereja… Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Kristus adalah Kepala atas segala sesuatu. 5:23. Pemerintahan Kristus tidaklah persis sama dengan pemerintahan raja-raja dunia. bukan sekedar sebagai pelaksana atau delegasi dari jemaat… 4. 23:8. tetapi juga sebagai Legislator dan Raja. Yoh 13:13 . Kristus Melaksanakan Otoritas-Nya dengan Memakai Firman Kerajaan-Nya.5. 4:4.10 . bukan berarti bahwa mereka menerima otoritas dari umat. Kendatipun Kristus memberikan kuasa kepada Gereja secara keseluruhan.bahwa prinsip dasarnya diperoleh secara langsung dari Alkitab. tetapi jjuga dalam keadaan-Nya sebagai Pengantara. Ef 1:20-22 . Mereka tidak mengklaim adanya jus divinum secara rinci. Ia juga menghendaki agar pelaksanannya dilakukan oleh orang-orang tertentu secra khusus. Mereka harus memelihara doktrin. dan juga menerima otoritas dan kuasa sebagai pejabat langsung dari Kristus. ibadah dan disiplin.12 . walaupun tidak secara eksklusif. Dalam pengertian organik dan vital. Ia adalah Kepala yang utama. tetapi juga dalam pengertian bahwa Ia adalah pemegang otoritas dan memerintah atasnya.

Konteks penulisan ayat ini adalah tentang begitu dahsyatnya kuasa Firman Allah sehingga mampu menembusi kedalaman manusia. lalu mendorong kita juga untuk giat bagi pekerjaan Allah meskipun harus menderita aniaya. Doktrin Akhir Zaman (Eskatologi) Terakhir.D.oleh Tuhan sendiri. ketika di dalam Ibrani 4:12. Konsep paradoks ini berimplikasi di dalam kehidupan Kristen yaitu mendorong kita untuk tidak terlena dalam menikmati berkat-berkat pemeliharaan Allah yang telah diberikan-Nya pada zaman sekarang. ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Inilah paradoksikal di dalam iman Kristen yang sungguh iman. kita akan melanjutkan dengan prinsip penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab sesuai prinsip-prinsip theologia sistematika di atas. di mana anak-anak-Nya akan menikmati berkat yang telah dijanjikan-Nya yaitu tidak ada air mata. Kerajaan Allah yang telah ditegakkan adalah Kerajaan Allah yang hadir ketika Kristus berinkarnasi ke dalam dunia sampai Ia mati dan bangkit yang membuktikan kemenangan-Nya atas kuasa dosa. “Penulis Surat Ibrani di dalam bagian ini sebenarnya lebih menekankan daya dan kuasa firman yang menembus jauh ke dalam sehingga manusia tidak dapat bersembunyi. Thomy J. penulis Ibrani mengajarkan. Apalagi ketika kita mulai membaca dan menafsirkan Alkitab.”. prinsip pertama yang tidak boleh dilupakan adalah memperhatikan konteks yang ada. Oleh karena itu. theologia Reformed memegang konsep Amillenialisme di dalam doktrin Akhir Zamannya. dan kepada-Nya mereka harus bertanggungjawab… 5. karena kitab ini berisikan simbol-simbol yang ditulis oleh Rasul Yohanes untuk dikirimkan kepada jemaat-jemaat Kristen yang mengalami penganiayaan. Prof. lalu Kerajaan Allah ini terus berlangsung sampai akhir (Kerajaan Allah yang akan datang). “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun. Kekuatan Gereja Terutama Terletak pada Pemerintahan dalam Gereja Lokal. Di dalam Doktrin Akhir Zaman. jangan langsung gegabah menafsirkan bahwa penulis Ibrani mengajarkan tentang pemisahan antara jiwa dan roh. 7) . Berikut adalah prinsip-prinsip dalam penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab. karena kita memiliki pengharapan yang pasti bahwa Allah pasti mengalahkan iblis dan dunia yang jahat ini. Th. tidak ada penyakit. Setiap ayat dan pasal di dalam suatu kitab di dalam Alkitab memiliki banyak konteks. membagi dua konsep kerajaan Allah dan Eskatologi yaitu Kerajaan Allah dan Eskatologi yang telah ditegakkan dan Kerajaan Allah dan Eskatologi yang akan datang. Hoekema. theologia Reformed sangat berhati-hati dalam menafsirkan Kitab Wahyu. Kedua. ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh.” (p. Di mana. pernyataan “Kerajaan 1000 Tahun” bukan dimengerti secara harafiah. Julio Kristano di dalam buklet Doktrin Manusia dan Dosa (2005) memaparkan. Matakupan dan Ev. 57-63) 8. Pdt. dll. 1997. 1 Memperhatikan Konteks yang Ada Kalau kita membaca buku apapun hendaklah kita memperhatikan konteks penulisan buku itu supaya kita tidak sembarangan menafsirkan maksud penulis yang sebenarnya. iblis dan maut. sendisendi dan sumsum. … (Berkhof. tetapi simbolis. pp. Anthony A. Misalnya. Dari Tuhan juga para pejabat itu menerima otoritas.

bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia. Oleh karena itu. misalnya di dalam penganiayaan. Roma 10:9 berkata. dan percaya dalam hatimu. “injil lain” ini adalah “injil” palsu yang diberitakan oleh guru-guru Yahudi dengan Yudaismenya.” 2002) Dengan kata lain. mereka akan dibunuh. dll). bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Jawa. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan. maka kamu akan diselamatkan. Kedua. Inggris. Benarkah arti ayat ini ? Lalu. yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu. sekarang kita akan mencoba masuk ke dalam tahap ketiga yaitu memperbandingkan berbagai terjemahan Alkitab (dari berbagai bahasa. Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. maka kita akan mengerti mengapa Paulus menulis kedua ayat tersebut. dll. “…Tidak lama setelah kunjungan pertama Rasul Paulus. “Ayo coba katakan Yesus. bahwa Yesus adalah Tuhan. entah itu Indonesia. Rasul Paulus mengajarkan bahwa untuk dapat menerima pengampunan Allah dan karunia hidup baru diperlukan pertobatan dan iman. apakah Paulus bertentangan dengan Tuhan Yesus di dalam Matius 7:21 mengajarkan. Latin. mereka pasti menerima resiko hukuman mati dari Kerajaan Romawi.” Pdt.” ? Ini akibatnya menafsirkan Alkitab tanpa melihat latar belakang. Stephen Tong pernah mengatakan bahwa ayat ini dengan mudah dicomot oleh banyak penginjil untuk dijadikan dasar dalam memberitakan Injil. 3 Memperbandingkan Berbagai Terjemahan Alkitab (Khususnya dengan bahasa Ibrani dan Yunani) Setelah mempertimbangkan konteks dan latar belakang. ” Lalu.2 Memperhatikan Latar Belakang Penulisan Kitab Setelah kita memperhatikan konteks yang ada.” Ini adalah penafsiran Alkitab yang dipaksakan. Tetapi guru-guru itu bersikeras mengharuskan orang bukan Yahudi yang telah bertobat agar disunat juga dan menaati hukum Yahudi — dengan kata lain harus menjadi orang Yahudi — untuk dapat diselamatkan…” (“Handbook to the Bible. Paulus mengatakan bahwa jika mereka mengaku dengan mulut mereka bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hati mereka. “Aku heran. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. yang sebenarnya bukan Injil. Batak. Yesus. Rasul Paulus berkata di dalam Galatia 1:6-7. Mandarin. sehingga terjemahan-terjemahan yang disalin dari Alkitab mengandung . mengapa di dalam ayat 9 di dalam Roma 10 ini. Mengapa ini perlu dilakukan ? Karena kita mempercayai ketidakbersalahan Alkitab hanya di dalam naskah asli/autographanya. Dr. lalu berkata. maka kamu akan diselamatkan. Saya akan memberikan dua contoh. Surat Roma ditulis oleh Rasul Paulus untuk dikirimkan kepada jemaat-jemaat Kristen di Roma yang mengalami penganiayaan dan penderitaan. karena dengan menyebut Yesus sebagai Tuhan. mereka akan diselamatkan. Dari buku Handbook the Bible. karena setiap kitab ditulis oleh para penulis dengan latar belakang tertentu. kita dapat mengerti latar belakang ini. selanjutnya kita harus juga memperhatikan latar belakang penulisan masing-masing kitab di dalam Alkitab. “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu. Contoh pertama. Madura. guru-guru Yahudi yang lainnya tiba di Galatia. melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. dan mengikuti suatu injil lain. di mana pada waktu itu mereka diancam jika mereka menyembah Allah di luar Kaisar yang dianggap sebagai “Allah”. muncul pertanyaan “injil lain” apakah yang Paulus maksudkan ? Kalau kita memperhatikan latar belakangnya.

Jika kita menafsirkan kitab Wahyu. Dalam hal ini.beberapa kelemahan arti (meskipun tidak 100% mempengaruhi isi Alkitab). and come short of the glory of God.” (TB). theologia Reformed yang ditegakkan oleh John Calvin tepat sekali mengartikan bahwa ketika manusia jatuh ke dalam dosa. “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil.” dan Alkitab KJV menerjemahkannya. sehingga tidak terjadi kebingungan. Galatia. karena kabar itu adalah kekuatan Allah untuk menyelamatkan semua orang yang percaya. Misalnya. dll). 4 Memperhatikan Bentuk Sastra/Genre yang Digunakan Kemudian.” Kata “kehilangan kemuliaan Allah” di dalam Terjemahan Baru (TB) dapat mengakibatkan tafsiran yang aneh yaitu kemuliaan Allah benar-benar hilang dalam diri manusia. pertama-tama orang Yahudi. puisi (Amsal). “Saya percaya sekali akan Kabar Baik itu. tetapi hanya rusak total atau mengurangi kemuliaan Allah. kita tetap perlu memperbandingkan berbagai terjemahan Alkitab untuk mendapatkan makna aslinya yang lebih jelas. “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. kita dapat menemukan makna yang mendalam yaitu Paulus yang berkeyakinan kokoh ini benarbenar tidak malu akan Injil Kristus. karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. Kata “ashamed” lebih sesuai dengan kata dalam bahasa Yunaninya epaischunomai yang berarti to feel shame for something (merasa malu akan sesuatu). tetapi aku tidak malu. “For I am not ashamed of the gospel of Christ:…” (=Sebab aku tidak malu akan Injil Kristus). karena hal ini senada dengan ungkapan Paulus sendiri di dalam suratnya yang kedua kepada Timotius pasal 1 ayat 12. peta teladan Allah tidak hilang.” dan Alkitab terjemahan King James Version (KJV) mengartikannya. theologia Reformed menunjukkan ketelitiannya di dalam menafsirkan Alkitab. Setiap kitab di dalam Alkitab memiliki keunikan tersendiri. tetapi karena keterbatasan terjemahan. fall. dan bangsa lain juga. to the Jew first. “Semua orang sudah berdosa dan jauh dari Allah yang hendak menyelamatkan mereka. di dalam Roma 3:23. setelah membandingkan berbagai terjemahan Alkitab. cerita.” Terjemahan Baru dan BIS dalam hal ini kurang jelas mengartikan maksud dari “mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil”.” Contoh kedua. khususnya memperbandingkan langsung dengan terjemahan asli Alkitab dalam bahasa Ibrani (PL) maupun bahasa Yunani (PB). Paulus di dalam Roma 1:16 berkata. simbolsimbol (Wahyu). tetapi juga orang Yunani. Paulus berkata. di dalam terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS). lack (=kekurangan). janganlah menggunakan pendekatan yang harafiah/literal (seperti para penganut . Masing-masing bentuk ini harus diperlakukan dengan tepat. meskipun harus mengalami penganiayaan sekalipun. and also to the Greek. “For all have sinned. Padahal arti sebenarnya. dll. dll. sedangkan KJV lebih tepat menerjemahkannya. Efesus. ini adalah pandangan dari theologia Lutheran yang mengajarkan bahwa peta teladan Allah sudah hilang ketika manusia jatuh ke dalam dosa. “For I am not ashamed of the gospel of Christ: for it is the power of God unto salvation to every one that believeth. kita juga harus memperhatikan bentuk sastra atau genre yang dipakai di dalam setiap kitab di dalam Alkitab. surat pastoral (Roma.” (TB) Alkitab BIS menerjemahkannya. di mana ada yang berisi nyanyian (seperti Mazmur). pertama-tama orang Yahudi. bukan “kehilangan kemuliaan Allah” tetapi “jauh dari Allah” (BIS) atau “come short of the glory of God” (KJV) yang berasal dari bahasa Yunaninya hustereō yang berarti fall short (=tidak mencukupi). Kita sebagai orang Kristen harus tetap percaya bahwa terjemahan-terjemahan Alkitab dijaga oleh Tuhan sehingga tidak menyimpang dari arti aslinya. Dari perbedaan kata ini. Di sini.

dll. pertama-tama kita harus memperbandingkannya dengan kitab yang ditulis oleh penulis yang sama (misalnya ketika kita menyelidiki Surat Roma. 5 Memperhatikan Kaitan Antara Satu Kitab Dengan Kitab-kitab Lain Setelah itu. dan kita nantinya dapat mengaplikasikan ke dalam kehidupan Kristen kita sehari-hari. Kitab Wahyu.Premillenialisme/Dispensasionalisme). dan 3 Yohanes. angka ini dapat menunjuk kepada pribadi tertentu. maka angka 666 menunjuk kepada “Kerajaan Romawi dan penyembahan Kaisar” (“Handbook to the Bible. 6 Memperhatikan Tafsiran-tafsiran Alkitab yang Ada Keenam. misalnya Paulus (Efesus 2:8-10). Angka 666 adalah bilangan manusia. karena ini hanya sebagai pembanding dan juga penambah pengetahuan bagi kita saja. tetapi dikhususkan untuk orang-orang Kristen pada waktu itu. tetapi menyeluruh/holistic. Thomy J. Apakah ini untuk keperluan akademis ? Tidak. maka angka ini berarti manusia yang ingin menjadi seperti Allah. dll. 2. Ini sangat penting agar kita dapat mengerti Alkitab bukan secara parsial/sebagian. 2 Petrus 1:1). Rasul Yohanes. Misalnya.” 2002) Yang jelas. penulis Ibrani (Ibrani 11:1). misalnya Galatia. Jadi. dll ? Alkitab tidak membicarakannya. maka kita harus memperbandingkan pengertian Injil di dalam Roma dengan suratsurat Paulus lainnya. Filipi. dll). surat 1. dll dan mencap itu adalah antikristus. kita juga memperhatikan tafsiran-tafsiran Alkitab yang telah ditulis oleh para penafsir Alkitab yang bertanggungjawab. Pdt. Efesus. Itu akan berakibat fatal dan kita akan salah langkah untuk nantinya mengerti simbol-simbol seperti kuda merah (Wahyu 6:4). maka kita dapat membandingkan pengertian kata ini dengan kitab-kitab yang ditulis oleh rasul lainnya. Misalnya. kita dapat memperbandingkannya dengan Surat Galatia. Apakah ini . Filipi. lalu dikaitkan dengan surat-surat pastoral dari Petrus (1 dan 2 Petrus). dll yang adalah suatu kebahayaan jika kita menafsirkan hal ini benar-benar kuda berwarna merah. lalu dengan kitab-kitab PL (Kejadian 12 dan 17) dan diintegrasikan dengan seluruh kitab di dalam Alkitab. Mengapa ? Karena kita percaya bahwa Alkitab itu tidak mungkin bertentangan satu dengan yang lainnya dan Alkitab itu menafsirkan dirinya sendiri. ditambah juga memperbandingkannya dengan kitab-kitab di dalam Perjanjian Lama dan akhirnya kita dapat mengintegrasikan semuanya dalam pengertian yang lebih dalam dan jelas. dll). Apakah ini menunjuk kepada suatu pribadi tertentu. label harga. 1 dan 2 Petrus. Paus. Matakupan pernah menafsirkan ayat ini sebagai berikut : angka 6 menunjuk kepada manusia (karena manusia diciptakan oleh Allah pada hari keenam) dan angka 6 ini disebutkan tiga kali yang menunjukkan Allah (Allah Trinitas). kita juga memperhatikan kaitan erat antara satu kitab dengan kitab lainnya. karena Yohanes menulis kitab Wahyu bukan hanya untuk orang-orang di zaman sekarang. atau lebih tepatnya Antikristus yang menggantikan posisi Kristus sebagai Allah. Kedua konsep ini mengarahkan kita untuk mencoba membandingkan satu kitab yang diselidiki dengan kitab lainnya. Efesus. kemudian juga memperbandingkan dengan surat-surat yang ditulis oleh penulis yang berbeda (misalnya. misalnya. angka 666 ini menunjuk kepada antikristus. Kalau di dalam konteks penulisan Rasul Yohanes ini. Kolose. Hal ini diletakkan pada prinsip keenam. maka pengajaran yang dihasilkan adalah langsung mewaspadai setiap angka 666 baik di dalam plat nomor kendaraan. kalau kita menggunakan penafsiran literal untuk menafsirkan kitab Wahyu khususnya dalam menafsirkan tentang angka 666 di dalam Wahyu 13:18. Petrus (1 Petrus 5:9 . ditemukan kata intinya yaitu “iman”. Kalau kita ingin mengerti konsep Injil ketika kita menyelidiki surat Roma. ketika di dalam Yakobus 2:14-26. jadi. di dalam menyelidiki dan memperbandingkan dengan kitab-kitab lain di dalam Alkitab. ditambahkan tipologi Injil di dalam PL. dll.

Percuma saja kita mahir di dalam menafsirkan Alkitab sampai menyelidiki bahasa asli Alkitab. lalu kita kelihatan akademis karena suka mengutip pendapat orang lain. Soli Deo Gloria. penafsiran Alkitab bukan hanya untuk kepentingan akademis di seminari theologia. karena ketika kita menafsirkan Alkitab. tetapi tetap perlu untuk dibaca dan diperbandingkan. tetapi tidak boleh menggantikan posisi Alkitab sebagai wahyu Allah yang tidak bersalah. Paulus di dalam Roma 1:17 berkata. orang benar melalui iman baru dikatakan hidup. theolog dan para penafsir Alkitab.” Kalau sepintas kita membaca pernyataan ini. sastra. kita juga tidak boleh terusmenerus mempercayai 100% terhadap buku-buku tafsiran Alkitab yang ada meskipun ditulis oleh para theolog dan penafsir Alkitab tersohor. Ini adalah kelemahan dari banyak buku tafsiran Alkitab yang ditulis hanya untuk menambah pengetahuan theologis. “The just by faith shall live.mutlak perlu ? Tidak. Buku-buku tafsiran Alkitab itu baik. tetapi juga untuk diaplikasikan. penemuan ilmiah. Saya akan memberikan contoh. kita akan kehilangan makna ini. “The Syriac renders it in a similar manner. Solus Christus . karena kita percaya bahwa Roh Kudus lah yang menafsirkan Alkitab. 7 Mengaplikasikan ke dalam Kehidupan Kristen Sehari-hari Terakhir. tetapi setiap anak Tuhan diharapkan dapat mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari agar nama Tuhan dipermuliakan selama-lamanya. kita dapat menafsirkan bahwa orang benar yang hidup akan hidup oleh imannya. marilah kita bukan hanya menambah pengetahuan saja. Kalau kita kurang memperhatikan beberapa tafsiran Alkitab seperti ini. yaitu. tetapi di dalam tafsiran itu kita lupa untuk mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. “Orang benar akan hidup oleh iman. Kita tidak boleh mengambil dua sikap ekstrim. tetapi benarkah tafsiran demikian ? Albert Barnes dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible mengungkapkan. Setelah kita mempelajari cara dan prinsip penafsiran Alkitab.”” Artinya. Di sisi lain. kita ingin terus-menerus belajar tentang firman dan kebenaran-Nya yang terusmenerus mengoreksi dan menuntun jalan hidup kita. pertama. Hermeneutika tanpa implikasi adalah suatu kesia-siaan. dll tanpa mengaplikasikannya ke dalam kehidupan Kristen sehari-hari. menolak semua tafsiran Alkitab yang pernah ditulis baik oleh para bapa gereja.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->