Tinjauan Kritis Theologis Terhadap Buku “The Purpose Driven Life” Bagian 1 (oleh : Denny Teguh Sutandio

)
Tinjauan Kritis Theologis Terhadap Buku “The Purpose Driven Life” oleh : Denny Teguh Sutandio Pendahuluan “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” (2 Timotius 4:2-4) D unia di mana kita hidupi saat ini adalah dunia postmodern yang mempopulerkan suatu filsafat relativisme dengan meng‘absolut’kan anti-absolutisme. Memang adalah suatu kontradiksi yang tidak masuk akal, tetapi herannya manusia di dunia postmodern mau dibodohi oleh filsafat ini, bahkan banyak yang tergila-gila. Budaya relativisme telah meracuni dunia postmodern ini dan bahkan menggerogoti keKristenan pada khususnya. KeKristenan sudah diracuni dengan filsafat relativisme dengan meniadakan apa yang absolut, sebaliknya meng‘absolut’kan apa yang sebenarnya tidak absolut. Ini yang saya sebut sebagai pembalikan posisi dari manusia berdosa. Selain filsafat relativisme, keKristenan pun sedang diracuni dengan filsafat-filsafat lain yang terus-menerus melawan Alkitab, tetapi banyak orang Kristen tidak menyadarinya. Salah satunya adalah filsafat humanisme yang dibungkus di dalam Gerakan Zaman Baru supaya kelihatan “bersahabat” di mata orang dunia dan orang Kristen khususnya. Di dalam filsafat ini, seperti ide humanisme lainnya, manusia lah yang menjadi pusat segala sesuatu dan Allah disingkirkan. Tidaklah heran, manusia dengan kehebatannya mengagungkan diri yang sebenarnya tidak layak, lalu mengatakan dengan berani, “we are gods (kita adalah ‘allah’)” Kalau dunia begitu tergila-gila dengan filsafat pantheisme (mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah “allah”) ini, maka tentu tidak ketinggalan dengan banyak orang “Kristen” di abad postmodern. Mereka dengan mudahnya ditipu oleh banyak “hamba Tuhan” di dalam gereja-gereja kontemporer yang pop dengan khotbah-khotbah, “Anda bisa melakukan apapun, karena Anda adalah ‘allah’ (You can do anything because you are ‘god’)” Atau slogan ini terlalu kelihatan, maka mereka menggantinya dengan samar-samar melalui berbagai cerita, novel, bahkan buku renungan sekalipun untuk meninabobokan keKristenan dengan utopia bahwa manusia itu ada dalam pikiran Allah, begitu berharga, bahkan ada yang berani mengatakan bawah Allah “membutuhkan” manusia, sehingga Ia mau mati bagi manusia. Ajaran-ajaran inilah yang terus-menerus didengungkan oleh banyak “hamba Tuhan”, dan anehnya, banyak orang “Kristen” bisa ditipu dengan mudahnya oleh mereka. Mereka menggunakan cara-cara licik untuk menjebak banyak orang Kristen untuk menjauh dari Tuhan secara perlahan dan mulai memuja diri. Berbagai training pengembangan pribadi baik dari John Robert Powers, Andrie Wongso dengan idenya Success is My Right, dll meskipun telah “memberkati” banyak orang, tetapi beridekan Gerakan Zaman Baru,

humanisme dan pantheisme yang tidak disadari oleh banyak orang “Kristen”. Apakah cukup sampai di sini ? TIDAK. KeKristenan juga mempunyai ide baru yang mirip yaitu apa yang dipaparkan dan dicetuskan oleh “theologia” Arminian (lawan theologia Reformed/Calvinis) yang sama-sama menekankan manusia sebagai pusat dan Allah sebagai “hamba” manusia (meskipun tidak berani mengatakan terus terang). Di dalam arus “theologia” ini, para penganutnya mengajarkan bahwa keselamatan itu memang dikerjakan Allah, tetapi itu tergantung manusia, kalau manusia mau percaya, maka Allah baru menyelamatkannya. Allah memang memilih manusia, tetapi di dalam kekekalan Ia melihat terlebih dahulu siapakah manusia yang beriman kepada-Nya, barulah Ia pilih (foreknowledge of God). Ini semua sama sekali bukan ajaran Alkitab dan bukan keKristenan, tetapi laris di dalam kalangan keKristenan (khususnya banyak kaum Injili yang “memuja” pendapat ini). Mengapa bisa laris ? Karena manusia pada umumnya suka disanjung, dipuja, apalagi banyak orang “Kristen” sekarang yang sudah diracuni oleh relativisme dan humanisme pun sangat senang apabila mereka dipuja, tetapi kalau ditegur, mereka akan marah dan langsung mengatakan, “Jangan menghakimi !”, padahal perkataannya ini pun sendiri menghakimi, sungguh suatu kontradiksi yang aneh ! Hal ini sudah diprediksi oleh Rasul Paulus di dalam 2 Timotius 4:3-4 bahwa, “akan sampai waktunya orang tidak mau lagi menerima ajaran yang benar. Sebaliknya, mereka akan menuruti keinginan mereka sendiri, dan mengumpulkan banyak guru guna diajarkan halhal yang enak didengar di telinga mereka. Mereka akan menutup telinga terhadap yang benar, tetapi akan memasang telinga terhadap cerita-cerita dongeng.” (Bahasa Indonesia Sehari-hari) Di sini, Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) lebih tepat mengartikan bahwa akan datang saatnya orang suka mendengarkan ajaran-ajaran yang enak didengar di telinga mereka. Kalau kita mau kaitkan ayat ini dengan realita banyak ajaran “Kristen” yang simpang siur, maka sejujurnya ajaran yang mengenakkan telinga ini adalah ajaran humanisme dari buku The Purpose Driven Life yang ditulis oleh Dr. Rick Warren (buku best-seller ala dunia). Di dalam buku ini, Rick Warren seolah-olah memaparkan ajaran-ajarannya yang kelihatannya “Alkitabiah” dengan mengutip ribuan ayat bahkan dengan terjemahan-terjemahan yang berbeda, seolah-olah ingin membuktikan bahwa dia adalah “ahli” ayat Alkitab, padahal banyak ayat Alkitab yang dikutipnya adalah bagianbagian yang dilepaskan dari konteks Alkitab seluruhnya. Dalam hal ini, metode eisegese dalam penafsiran Alkitab lah yang dipakai oleh Rick Warren, di mana di dalam kepala Warren, ia sudah memiliki serangkaian ide-ide humanis, lalu ide-ide itu dicari dukungannya di dalam Alkitab, supaya kelihatan “Alkitabiah”. Itulah eisegese yang merupakan metode penafsiran Alkitab yang salah. Lalu, bagaimana sikap kita ? Diam atau masa bodoh ? Tidak. Alkitab di dalam 2 Timotius 4:2, sebelum Paulus memaparkan realita akan adanya kecenderungan manusia menjadi pragmatis, maka ia memperingatkan Timotius untuk tetap memberitakan Injil/Firman, bersiap sedia dalam segala situasi, menegur dan menasehati jemaat dengan kesabaran dan pengajaran. Di sini, Paulus memaparkan tiga prinsip. Pertama, memberitakan Firman. Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, Firman Tuhan atau Injil harus terus-menerus diberitakan dengan bertanggungjawab. Ini yang Paulus dan Tuhan Yesus sendiri perintahkan (Matius 28:19). Tidak ada kompromi, ketika ada ajaran sesat menyerang, keKristenan tetap harus memberitakan suara kenabian yang mengajak orang Kristen untuk kembali hanya kepada Alkitab, karena hanya di dalam Alkitab, terdapat satu-satunya wahyu Allah yang mutlak. Kedua, bersiap sedia dalam segala situasi. Berwaspada adalah satu tindakan yang penting setelah memberitakan Firman. Ketika kita terus-menerus memberitakan Firman, tetapi tingkat kewaspadaan kita berkurang atau bahkan hilang, maka kita sedang berada di

dalam suatu kebahayaan akan menjadi penyesat. Berita Injil harus disertai dengan pemahaman yang integral akan theologia dan Alkitab (theologia sistematika), sehingga kita memiliki sense of warning. Lalu, kita yang sudah memiliki kewaspadaan ini, kita pun juga harus bersiap sedia menghadapi ajaran sesat dari luar. Ketiga, menegur dan menasehati jemaat dengan kesabaran dan pengajaran. Kalau kita sudah berwaspada menghadapi ajaran sesat, lalu apakah kita tinggal diam dan acuh tak acuh terhadap jemaat Tuhan ? TIDAK. Alkitab mengatakan bahwa kita harus menyatakan apa yang salah kepada jemaat, bisa berkaitan dengan doktrin, konsep berpikir, perbuatan, perkataan, dll dengan kesabaran dan pengajaran. Meskipun dunia kita membenci apa yang dinamakan “teguran” (lalu memfitnah dengan mengatakan bahwa kita sedang “menghakimi”nya), kita tetap diperintahkan Paulus untuk tetap menegur yang salah. Menegur adalah sebuah tindakan dari hamba Tuhan atau orang Kristen yang kuat imannya yang mengasihi orang Kristen yang lemah imannya sehingga yang lemah iman dapat dikuatkan dan diperingatkan oleh yang kuat imannya, sehingga jemaat dibangun bersama di dalam pengenalan akan Kristus Yesus sebagai Kepala. Menegur ini dilakukan dengan kesabaran dan pengajaran. Artinya, kita harus menegur jemaat dengan semangat cinta kasih, yang tidak langsung memvonis lalu mengkutuk kesalahan mereka. Tetapi, juga tidak berarti kasih yang kita tunjukkan adalah kasih yang berkompromi lalu mengiyakan apa yang jemaat lakukan dengan salah. Menegur dengan kasih adalah menegur yang memberikan pengajaran yang bertanggungjawab/mendidik. Kasih yang tidak mendidik adalah kasih yang munafik/pura-pura, sebaliknya pengajaran yang tanpa disertai kasih adalah penghakiman yang tidak menyadarkan orang lain. Kedua hal ini harus diajarkan secara seimbang. Untuk alasan inilah, saya terbeban untuk menerbitkan suatu makalah meninjau secara kritis dari sudut pandang Alkitab dalam kerangka pikir theologia Reformed Injili yang konsisten dan bertanggungjawab terhadap buku The Purpose Driven Life karya Rick Warren. Di dalam makalah ini, saya tidak akan 100% mengkritik keras atau menghakimi buku ini, tetapi bagian-bagian yang bagus dan sesuai dengan Alkitab saya akan katakan itu bagus dan bagian-bagian yang bertentangan dengan Alkitab akan saya katakan salah. Semua pandangan ini hanya dapat diukur dari standart kebenaran Alkitab dalam kerangka theologia Reformed Injili yang konsisten. Semua hal-hal yang dipaparkan dalam makalah ini sudah dipikirkan dengan bertanggungjawab penuh kepada Allah dan firman-Nya, Alkitab. Oleh karena itu, sebelum kita masuk ke dalam tinjauan kritis terhadap buku ini, maka saya akan memberikan konsepkonsep yang benar tentang arti hidup yang sejati sesuai dengan Alkitab pada Bab 1, lalu dilanjutkan dengan konsep penafsiran Alkitab yang beres pada Bab 2, kemudian mulai Bab 3, saya akan mulai mengadakan tinjauan kritis theologis terhadap buku ini. Biarlah melalui makalah yang kurang sempurna ini boleh membawa berkat bagi jemaatjemaat Tuhan agar mereka boleh disadarkan dari dosa-dosa mereka dan kembali kepada Alkitab saja sebagai satu-satunya kebenaran Allah yang mutlak dan tidak mungkin bersalah dalam naskah aslinya. Soli Deo Gloria. Sola Scriptura. Solus Christus. “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36) Bab 1 Arti Hidup Sejati Menurut Alkitab

“ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kejadian 2:7) 1.1 Arti Hidup Menurut Perspektif Dunia Dunia di mana kita hidupi hari ini sedang mengalami krisis makna hidup. Berbagai cara manusia berusaha untuk mencoba menemukan makna hidupnya, dari menyiksa diri (beraskese), sampai hidup hedonis yang melampiaskan semua kesenangan hawa nafsunya. Mereka pada intinya ingin mengerti makna hidup untuk selanjutnya makna itu bisa mereka jalani dengan baik. Oleh karena itu, marilah kita melihat sekelumit tentang definisi hidup dalam perspektif dunia kita. 1. Hidup Adalah Perjuangan

Pertama, dunia kita melihat hidup adalah suatu perjuangan. Di dalam suatu perjuangan, dibutuhkan kekuatan untuk mengerjakannya. Tidaklah heran, manusia di dunia suka berjuang meskipun banyak dari mereka tidak mengerti motivasi dan tujuan dari apa yang diperjuangkannya. Yang mereka ketahui bahwa hidup ini adalah hanya untuk berjuang, terus berjuang agar mencapai apa yang diidam-idamkan. Oleh karena itu, di dunia ini sangatlah laris promosi training motivasi dari para motivator dari sekelas Anthony Robbins sampai Andrie Wongso dengan idenya Success is My Right. Para motivator ini terus memberikan motivasi bagi para peserta seminarnya dan manusia dunia ini agar mereka yang merasa down boleh ditingkatkan kembali semangatnya, tetapi rupa-rupanya semangat ini tidak bersumber dari Allah, sehingga motivasi peningkatan semangat ini adalah untuk kepentingan diri (humanisme) dan tujuannya pun untuk kemuliaan diri (meskipun di dalam beberapa buku “rohani” sekalipun, tujuan motivasi ini untuk “kemuliaan Tuhan”). Inilah jiwa atheisme praktis di dalam diri manusia yang berakar dari humanisme ditambah semangat pantheisme dan Gerakan Zaman Baru yang diindoktrinasikan melalui berbagai training motivasi dan pengembangan pribadi. Perjuangan yang dilandasi oleh semangat ingin mencapai cita-cita dan self-centered ini tentu tidak akan menemukan makna hidup sejati dan tentunya juga makna perjuangan sejati, karena yang menjadi landasannya adalah kepentingan diri yang sebenarnya makhluk yang terbatas. 2. Hidup Adalah Kesempatan

Kedua, dunia kita yang terus mau berjuang, adalah dunia yang juga mengidentikkan hidup adalah kesempatan. Mereka menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, oleh karena itu mereka memakai setiap kesempatan yang ada untuk meraih apa yang mereka inginkan. Di sini, dunia kita mengaitkan hidup dengan waktu yang ada. Di dalam setiap waktu/kesempatan, mereka mau mengerjakan apa yang diinginkan oleh mereka, entah itu baik atau jahat menurut pandangan Alkitab, mereka tidak seberapa mempedulikannya. Bagi mereka, apa yang diinginkannya harus dicapai di dalam setiap kesempatan. Misalnya, orang yang dulunya hidup miskin ingin menjadi kaya, maka dia bukan hanya berjuang untuk meraih uang, tetapi juga menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk meraih yang dicita-citakan. Tidak heran, beberapa dari mereka sampai-sampai menggunakan kesempatan untuk meraih yang dicita-citakan dengan hal-hal yang buruk, contohnya, dengan korupsi, dll. Di sini, letak

kegagalan dunia kita yang semakin jauh dari Allah, yaitu memandang setiap waktu/kesempatan adalah untuk dirinya sendiri. 3. Hidup Untuk Kerja

Ketiga, hidup adalah kesempatan direalisasikan oleh banyak manusia sekarang dengan bekerja. Bagi banyak orangtua (termasuk banyak orangtua “Kristen”), kerja adalah segala sesuatu. Manusia dapat disebut manusia ketika mereka sudah bisa berdikari sendiri atau bekerja untuk mendapatkan uang sendiri tanpa tergantung dengan orangtua. Akibatnya, sejak kecil, anak-anak sudah ditanamkan konsep bahwa hidup itu untuk bekerja, sekolah untuk bekerja, dll. Tidak heran, cukup banyak anak yang masih kecil, misalnya SD atau SMP sudah bisa bekerja, misalnya, menjadi artis, model, dll. Akhirnya, fokus hidup sudah dialihkan dari Tuhan kepada kerja. Itulah tipu daya iblis yang bekerja di abad postmodern ini dengan menyingkirkan Allah dari hidup manusia. Akibatnya, mereka yang memandang hidup adalah kerja, akan memandang setiap kesempatan hanya untuk bekerja, dan aktivitas-aktivitas yang menurut mereka “tidak penting”, misalnya bahkan pergi ke gereja, persekutuan, makan, minum, tidur, dll, adalah sesuatu yang tidak penting, sehingga mereka rela mengorbankan banyak waktu untuk bekerja. Yang paling celaka adalah seorang ayah/suami/kepala keluarga yang memiliki konsep bahwa hidup untuk bekerja pasti berdampak kepada keluarganya, di mana istri akan mengalami kekurangan perhatian dari sang suami, dan anak-anak pun mengalami kekurangan perhatian dari ayah mereka, sehingga akhirnya keluarga ini akan menjadi berantakan dan berakhir kepada perceraian. Perceraian ini bisa terjadi salah satunya karena terlalu mementingkan pekerjaan sebagai fokus hidup manusia. Akibat lainnya dari konsep ini adalah mengerjakan segala sesuatu dengan keterpaksaan. Artinya, hidup orang ini akan diikat oleh pekerjaannya, baik di kantor maupun di rumah. Sehinga, tidak heran, orang ini lama-kelamaan akan menjadi stress, depresi dan akhirnya, jika tidak kuat lagi, akan bunuh diri. 4. Hidup Adalah Uang

Keempat, orang yang sudah memfokuskan hidupnya pada bekerja, maka dapat dipastikan banyak dari mereka juga memfokuskan hidupnya pada uang. Konsep ketiga dan keempat ini sangat berkaitan erat. Seorang yang memandang hidup adalah hanya untuk uang, maka segala sesuatu diukur dari segi apakah yang dilakukannya itu dapat mendapatkan uang/profit bagi dirinya. Inilah jiwa pragmatis (utilitarian) dan materalis yang dianut oleh banyak manusia postmodern ini (bahkan di dalamnya banyak orang “Kristen”). Bagi mereka, yang penting adalah mereka mendapatkan uang sebanyak-banyaknya bahkan kalau perlu “mengorbankan orang lain”. Tidak heran, bisnis Multi Level Marketing (MLM), asuransi, dll laku keras, karena manusia sedang dikunci oleh uang/materi yang fana sifatnya. Profesi dokter pun tidak luput dari fokus hidup manusia yaitu uang. Dokter bukan bekerja untuk kepentingan pasien lagi, tetapi untuk uang. Tidak usah heran, mengapa banyak dokter tidak langsung memberikan obat kepada pasien yang sedang sakit, tetapi dokter tersebut memberikan obat secara bertahap (banyak dari mereka bukan beralasan medis), maksudnya, kalau pasien itu sudah habis meminum obat yang satu, maka mereka akan kembali lagi dan si dokter pasti mendapatkan pemasukan uang lagi melalui kedatangan si pasien tersebut. Bahkan yang lebih celaka, banyak pendidik, dosen, dll mengajar bukan karena panggilan-Nya di dalam hidup mereka, tetapi karena uang atau menimba pengalaman. Maka, jangan heran, banyak guru/dosen baik yang mengaku diri “Kristen” berani mengajari anak-anak muridnya secara tidak bertanggungjawab, misalnya ada seorang dosen “Kristen” saya secara tidak bertanggungjawab mengatakan, “science itu tidak ada hubungannya dengan religion”.

lalu mengkhotbahkan kemakmuran (meskipun banyak dari mereka menolak bahwa gerejanya mengajarkan kemakmuran. Inilah jiwa pragmatisme dunia kita yang muncul melalui definisi hidup yang biasa saja. Saya mengira anggapan ini sama sekali bukan anggapan seorang “Kristen” meskipun mengaku diri “Kristen”. Lalu. Hidup yang biasa saja menandakan bahwa di dalam diri manusia sudah tidak ada lagi makna hidup sejati. karena hidup yang gembira tidak mengerti sesungguhnya apa itu penderitaan. dianggap oleh manusia dunia menjadi tidak penting. Uang yang seharusnya ditundukkan oleh manusia. Saya sudah terlalu banyak menemukan “hamba Tuhan” model ini dan ibu saya sendiri sudah banyak sekali mengalami hal ini dan menceritakannya kepada saya. dll. mereka lah yang pertama kali langsung menghujat Tuhan. gembira. Caranya ? Mudah. banyak orang “Kristen” yang sudah diindoktrinasi bahwa menjadi “Kristen” pasti kaya. yang penting happy. Hidup Adalah Penderitaan Kalau pada poin kelima. dll. meskipun di depan mimbar selalu dipromosikan untuk “pekerjaan Tuhan”. entah itu ditinggal oleh seseorang yang dikasihi yang telah . kesusahan. lalu gereja-gereja pun berlomba-lomba menyediakan sarana-sarana yang dapat memenuhi feeling banyak orang “Kristen. slogan gerejanya mengandung unsur kemakmuran). jadi jalani sebagaimana adanya. kaya. Di dalam hidup itu pasti menderita. yang dipentingkan bukan lagi pengertian/pengetahuan yang beres. 5. dll. 6. jika manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah bisa mau diperbudak oleh uang yang adalah benda mati. misalnya membaca Alkitab. tetapi yang lebih aneh lagi. Tidak usah heran. senang. bercerita lucu. Motivasinya. di abad postmodern ini. sebagai kebalikannya. sukasuka bertindak apapun. lalu bisa bertindak seenaknya sendiri. Ini namanya pembalikan posisi. dll. enjoy aja. sehingga hidup ini hanya dijalani tanpa arah dan tujuan yang pasti sesuai dengan firman-Nya. Tidak heran. dll. ketika manusia dunia hanya mengerti hidup ini hanya biasa saja. aktif di dalam persekutuan gereja sekalipun. para “hamba Tuhan” gereja tersebut “melayani Tuhan” demi uang. maka pada poin keenam. dll. Itu yang sedang dunia tawarkan bahwa yang penting itu enjoy. beberapa manusia dunia yang ekstrim mengatakan bahwa hidup itu penderitaan. ketika ada penganiayaan datang. agar bisa sukses. Jangan heran. yang merupakan salah satu ciri masuknya dosa ke dalam diri manusia. Hidup itu Biasa Saja Prinsip kelima dari definisi hidup yang dunia sedang ungkapkan yaitu hidup itu biasa saja. bersekutu dengan-Nya. dunia kita mengartikan hidup itu sebagai sesuatu yang biasa saja. maka mayoritas mereka menggunakan dan mengisi hidup mereka hanya untuk kepuasan diri mereka saja. Hidup yang serba gembira ini sangat berbahaya. Banyak “hamba Tuhan” terutama di dalam banyak gereja-gereja kontemporer yang populer saat ini juga memfokuskan hidupnya pada uang dan profit pribadi. lalu kita tidak boleh memaksa mereka. memanggil “pendeta-pendeta” yang “pintar” berkhotbah. Seorang yang cuek dengan orang lain sama sekali bukan ciri orang Kristen sejati. tetapi feeling. yang sebenarnya sangat penting.Apakah pendeta juga tidak bisa demikian ? BISA. dan lebih aneh lagi jika ada seorang “Kristen” berjiwa pragmatis dan relativis mengatakan bahwa itu semua tergantung pada masing-masing orang. lalu uang menjadi tuan yang memerintah manusia. Zaman kita adalah zaman di mana sedang musim cho gereja (cari untung melalui gereja). jelas. sukses. Tidak heran. Salah satu iklan rokok mengatakan. malahan sekarang dibalik. kesuksesannya untuk apa ? Jelas untuk profit pribadi. karena kondisi yang serba pleasure sebenarnya tidak mengerti hidup itu sesungguhnya. Adalah suatu kebodohan yang luar biasa. dll.

oleh Dia dan untuk Dia. Hidup Untuk Orang Lain Terakhir. Artinya. Pokoknya. banyak pelukis. tidak ada hidup tanpa penderitaan. Contohnya. apakah hidup kita digerakkan tujuan ? Kalau benar demikian. di dalam buku The Purpose Driven Life. Inilah wajah dunia kita yang hopeless yang mencari makna hidup tetapi akhirnya kehilangan hidup itu sendiri. putus pacar. kita akan beralih kepada arti hidup menurut perspektif “Kristen” yang seolah-olah kelihatan lebih “rohani”. Johan Sebastian Bach. Warren menggunakan tafsiran-tafsiran Alkitab yang semau gue menurut seleranya pribadi tanpa memperhatikan konteks. Kembali. bahasa asli dan terjemahan-terjemahan Alkitab yang lebih tepat. Itulah metode eisegese dalam penafsiran Alkitab yang salah. komposer musik.2 Arti Hidup Menurut Perspektif “Kristen” yang Palsu Lalu. di dalam metode penafsiran Alkitab. Hal ini akan banyak disinggung dan diuraikan secara tuntas pada bab kedua makalah ini. menyeimbangkan antara penderitaan karena nama Tuhan dengan pengharapan sesudah penderitaan yaitu hidup kekal bersama-Nya. F. sehingga tidak heran nama-nama mereka cukup dikenal di dalam zamannya maupun zaman sesudah mereka meninggal dunia. sebenarnya yang mengarahkan tujuan itu adalah diri manusia itu sendiri. Kedua. apakah kalau kita menaruh pengharapan kepada Tuhan pasti kaya dan tidak menderita ? TIDAK. dll melakukan segala sesuatu demi orang lain. yaitu terlalu mementingkan kesuksesan hidup. tetapi setidaknya.meninggal. apakah tujuan yang diarahkan itu ? dan ketiga. Kita jangan terlalu ekstrim. manusia memandang hidupnya dipersembahkan bagi orang lain. Leonardo da Vinci. Pertama. tujuan siapa yang dituju ? (atau untuk apa tujuan itu ?) Jelas. Hendel. Mungkin saja mereka mau rugi mengorbankan waktu. Pada konsep terakhir ini. Itulah yang kita lihat di dalam buku The Purpose Driven Life karya Rick Warren. karena terlepas dari jalan yang Allah telah tetapkan. tetapi laris dalam masyarakat “Kristen” (khususnya yang bertheologia Injili non-Reformed). Mereka berani menggunakan istilah “Kristen” untuk menjelaskan makna hidup. pantheisme. G. bagi Dia lah . pantheisme dan pragmatisme di dalam dirinya. siapa yang mengarahkan tujuan itu. Tetapi. Tentu itu berbeda dengan semangat manusia di abad postmodern yang lebih mementingkan profit pribadi dengan mengorbankan orang lain. hanya sedikit manusia bisa memiliki tujuan hidup demi orang lain. defisini hidup ini masih lebih baik dari definisi hidup dari nomer satu sampai dengan 6 yang self-centered. tetapi yang penting orang lain mendapatkan kepuasan dari hasil kerugiannya. 7. Itulah akibat dari menaruh pengharapan kepada dunia ciptaan yang terbatas dan berdosa ini. Dari judul bukunya saja. tujuan itu adalah berkenaan dengan cita-cita manusia yang hebat dan mulia (tanpa Allah) lalu tujuan itu membawa kemuliaan bagi diri manusia sendiri (persis terbalik dari Roma 11:36 yang mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah dari Dia. meskipun menggunakan nama “Tuhan”. yaitu istilah “Kristen” dijadikan topeng (dengan cara mengutip ribuan ayat Alkitab yang kebanyakan di luar konteks asli) untuk menyelimuti esensi sebenarnya yaitu humanisme. padahal istilah itu hanya sekedar topeng untuk menyelimuti ide humanisme. yang lainnya menekankan penderitaan terus-menerus. dll. sekarang ini. KeKristenan harus seimbang. tetapi sebenarnya palsu. materalisme dan pragmatisme. dll adalah orang-orang yang telah bersumbangsih bagi dunia karena mereka mementingkan orang lain ketimbang diri. Tentu. 1. sebenarnya ada tiga pertanyaan penting yang perlu dipertanyakan. meskipun definisi hidup yang terakhir ini masih kurang. KeKristenan hendaknya jangan terlalu ekstrim menekankan dua kubu. kita sudah menemukan ide yang sudah saya jelaskan tadi.

sampai-sampai Tuhan mengatakan. 1. Kehilangan arah ini ditandai dengan keinginan manusia terus melawan Allah dan ini mulai nampak ketika Kain yang membenci dan menaruh dendam kepada adiknya. Lalu kata “makhluk yang hidup” (TB-LAI) diterjemahkan a living soul oleh King James Version (KJV) yang berarti jiwa/makhluk yang hidup. apa kata Alkitab tentang hidup sejati ? Pada bagian awal Bab 1 ini. neshamah yang berarti tiupan atau hembusan atau nafas ̂ ̂ yang vital/sangat penting/berkenaan dengan hidup.kemuliaan selama-lamanya). “Kemudian TUHAN Allah mengambil sedikit tanah. membentuknya menjadi seorang manusia. demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Lalu. maka manusia tidak dapat menjadi makhluk yang hidup. maka hiduplah manusia itu. Ketika dosa masuk ke dalam manusia. Dari Kejadian 2:7 inilah. Inilah jiwa manusia berdosa.” (Kejadian 6:5-6) Tetapi . Kalau Allah tidak menghembuskan nafas hidup-Nya ke dalam hidung manusia. Habel karena persembahan Kain tidak diterima oleh Tuhan.” Kata “nafas hidup” berasal dari bahasa Ibrani. tetapi bertanya kepada sesama manusia yang sama-sama berdosa dan terbatas. Kata Ibrani ini juga dipakai di dalam Amsal 20:27 untuk kata “Roh manusia” (Terjemahan Baru LAI) atau “hati nurani manusia” (Alkitab BIS). dan hal itu memilukan hati-Nya.3 Arti Hidup Sejati Menurut Alkitab Lalu. Usaha meragukan kebenaran Allah menjadi cikal bakal iblis terus mencobai manusia dan akhirnya manusia pertama jatuh ke dalam dosa yang mengakibatkan manusia setelah Adam dan Hawa ikut mewarisi dosa asal (original sin). Sungguh suatu kebodohan manusia dunia ini ketika mereka yang ingin mengerti arti hidup tidak langsung bertanya kepada Sang Sumber Hidup. “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. dll yang sendirinya juga adalah sesama manusia. saya sudah mengutip Kejadian 2:7. tetapi dari Allah sebagai Sang Pencipta. Itulah dosa. bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi. lalu menghembuskan napas yang memberi hidup ke dalam lubang hidungnya. kita mendapatkan satu prinsip hidup sejati dari Alkitab. yaitu hidup sejati adalah hidup yang berpaut kepada Allah sebagai Sumber Hidup. eksistensialis. Inilah jiwa humanisme sekuler (atau sekularisme) tetapi yang masih memperalat “Tuhan” agar kelihatan “rohani”. Dosa bukan dimulai ketika Hawa memetik buah pengetahuan yang baik dan jahat yang dilarang oleh Allah. maka menyesallah TUHAN. di samping ada dosa aktual yang dilakukan oleh masing-masing pribadi manusia.” (Terjemahan Baru LAI) atau terjemahan Alkitab BIS memberikan pengertian yang lebih jelas. Itulah kegagalan psikologi dan eksistensialis yang tidak kembali kepada Allah. dan jangan sekali-kali bertanya kepada para psikolog. Nafas hidup-Nya itulah sumber hidup bagi hidup manusia yang mengakibatkan manusia bisa bernafas dan itulah yang disebut makhluk yang hidup. hidup manusia mulai kehilangan arah. “Ketika dilihat TUHAN. dilanjutkan dengan kejadian-kejadian dan tindakan-tindakan manusia yang membuat Tuhan menyesal. Kata “soul” dalam KJV ini diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani nephesh yang artinya makhluk yang bernafas. sedangkan persembahan adiknya diterima oleh Tuhan. bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Ketika kita ingin mengerti apa arti hidup sejati belajarlah dan bertanyalah kepada Allah karena Ia yang menciptakan kita pasti mengetahui apa arti hidup itu. Arti hidup manusia yang sejati tidak didapat dari manusia itu sendiri yang sendiri merupakan makhluk yang dicipta. Tetapi tahukah kita bahwa hidup manusia yang pada awalnya telah diciptakan Allah begitu mulia sehingga manusia langsung bercakap-cakap dengan Allah ternyata dirusak oleh manusia sendiri dengan meragukan eksistensi Allah. tetapi dosa dimulai ketika manusia mulai meragukan kebenaran Allah.

dll. Banyak orang dunia hari-hari ini berpikir bahwa menjadi Kristen itu susah. Itulah Reformed theology. Allah mewahyukan Taurat untuk memimpin dan mengatur perilaku mereka agar berkenan kepada-Nya. akibatnya Nuh itu mati bersama orang-orang sezamannya. Nuh tidak menaati Tuhan. tetapi lebih menekankan fenomena upacara sesuai Taurat. Dari Surga. bukan karena kehendak Nuh yang ingin mencari Tuhan. itu semata-mata karena kedaulatan-Nya saja. Alkitab mengatakan. Tetapi benarkah demikian ? Setelah bencana air bah yang menyapu bersih orang-orang di zaman itu. Mereka memang menghafal semua yang tertulis di dalam Taurat. Dua ayat setelah Kejadian 6:6. Ia mengutus Putra Tunggal-Nya. Ketaatan kepada Allah itulah kunci utama kita menemukan hidup sejati. Lalu. bagaimana faktanya. mereka semakin mengerti Taurat. Saya bertanya. selanjutnya orang-orang setelah Nuh banyak bermunculan dan mereka banyak yang jahat dan memberontak terhadap Tuhan. ahli di bidang Taurat. lalu berdalih dengan seribu macam alasan. bukan semakin mengerti esensi Taurat. tetapi itu hanya menguasai bidang rasio saja.” Bisa saja. kecuali Nuh. mereka akan menemukan arti hidup dan keselamatan sejati. Selama bumi masih ada. dan tidak benar-benar mengerti artinya. Oleh karena itu. Tetapi kesalehan seperti Nuh itu sebentar saja terjadi di dalam sejarah. yaitu ketika ia kembali taat kepada-Nya. Nuh yang mendapatkan kasih karunia Tuhan di antara manusia-manusia berdosa di zamannya berusaha mempertanggungjawabkan anugerah-Nya itu dengan hidup beres dan menaati Tuhan dan firman-Nya. Ketika Ia berinkarnasi dan turun menjadi manusia tanpa meninggalkan natur Ilahinya. “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia. lalu mereka berpikir bahwa kalau tidak menjadi Kristen itu lebih enak. siang dan malam.yang menarik. Mereka berpikir dengan hidup berbuat baik seperti yang Taurat perintahkan. Taurat yang sebenarnya baik malahan dibuat tidak baik oleh para ahli Taurat yang menganggap diri ahli di bidang Taurat (itulah namanya ahli Taurat. Tuhan Yesus Kristus untuk mengembalikan fungsi hidup sebagaimana pada waktu Ia menciptakan manusia. ahli pula untuk memelintir hal-hal esensi di dalam Taurat). yaitu pada ayat 8. Tetapi. Tetapi puji Tuhan. dan itulah hidup yang mereka cari. maka mereka baru sadar bahwa hidup itu hanya sementara dan hidup yang tidak kembali kepada Allah akan sia-sia adanya. sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya. kalau kita hidup di zaman Nuh. Itulah sebabnya. mereka berpesta pora. “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. dingin dan panas. takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai. Kepada mereka. Tuhan tetap menyediakan sekelompok sisa (remnant) yang masih setia kepada Tuhan. Itu adalah kesalahan besar. maka Tuhan berjanji di dalam Kejadian 8:21-22. dll. karena apa saja tidak boleh. Ia mengajarkan . Nuh yang kita kenal di dalam Alkitab adalah Nuh yang meresponi anugerah Allah dengan tepat dan taat mutlak kepada-Nya. Nuh mendapatkan makna hidup sejati. Allah yang Berdaulat memilih bangsa Israel menjadi bangsa pilihan-Nya. tetapi Nuh meskipun dirinya dihina ketika membangun bahtera pada waktu kemarau. Lalu. Kristus datang untuk menebus dosa manusia dan mengembalikan makna hidup sejati. tetapi ia mengerti hidup itu sesungguhnya karena ia kembali taat kepada Allah. pada waktu itu. bebas. mereka menganggap diri hebat. dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Allah yang berdaulat adalah Ia yang berkehendak menyatakan anugerah-Nya kepada siapapun menurut kedaulatan-Nya. kemarau dan hujan. mabuk-mabukan. apakah mereka semua menuruti perintah Taurat ? TIDAK. Di situlah. bukan menurut perbuatan baik manusia tersebut. di dalam setiap kejahatan yang manusia lakukan. apakah kita ingin menjadi seperti Nuh atau orang-orang sezamannya ? Kalau orang-orang dunia pasti memilih menjadi seperti orang-orang yang hidup di zaman Nuh yang mengejek Nuh ketika Nuh membangun bahtera. akibat ketaatannya itu dari membangun bahtera sampai keluar dari bahtera dan mendirikan mezbah bagi Tuhan. Bahkan ada yang melarang orang berjalan beberapa kilometer di hari Sabat. Allah tidak tinggal diam.” Nuh bisa mendapatkan anugerah Tuhan.

maka tidak heran. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” Hidup manusia sudah ada di tangan-Nya.” Lalu. mengapa ? Karena mereka diajar bukan kembali kepada Allah. yang hidup menurut Taurat TUHAN. dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu. Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! Maka aku tidak akan mendapat malu. “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. sebagaimana yang pemazmur katakan di dalam Mazmur 119:105. Firman Allah menjadi batas dan penghakim bagi kita. yang juga tidak melakukan kejahatan. “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja. apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu. Aku akan berpegang pada ketetapanketetapan-Mu. tetapi firman Allah itulah yang esensi dan terpenting yang menjamin hidup kita menjadi bermakna. tetapi Ia mengatakan bahwa manusia tidak hanya memerlukan roti saja untuk hidup. Ketika Allah menjadi pusat hidup manusia. Hal ini sangat berbeda total dengan banyak paradigma hidup yang dianut oleh banyak orang yang mengaku diri “Kristen” apalagi “melayani Tuhan” lalu alergi mendengar kata “Tuhan” disebutkan di luar gereja. di dalam pasal yang sama di ayat 1-10. sehingga kita tidak keluar dari jalan-Nya. “Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela. karena Ia lah yang mengaturnya. minuman.” (dikutip dari Ulangan 8:3) Hidup manusia bukan sekedar makan. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau. Perhatikan kalimat terakhir di dalam ayat 25 bahwa hidup itu lebih penting daripada makanan. Mengapa demikian ? Karena . karena hidup sejati pasti berpusat kepada Allah dan firman-Nya sebagai Sumber Hidup. maka manusia tidak perlu menguatirkan hidupnya. manusia seringkali kuatir akan makanan. tetapi seringkali di dalam hidup. minum. Firman Allah menjadi penuntun. manusia tidak pernah menemukannya. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya. banyak orang muda yang belajar psikologi (tanpa belajar firman-Nya) berakhir tragis.prinsip-prinsip penting tentang makna hidup. Di sini.” Firman-Nya itu sangat berarti bagi hidup pemazmur. tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. atau lebih tepatnya dari setiap firman Allah. akan apa yang hendak kamu pakai. tetapi hidup manusia itu berasal dari Allah. tetapi poin penting atau esensinya bukan terletak pada roti atau sesuatu yang jasmaniah. pemimpin dan pengoreksi hidup kita ketika kita ingin berbuat dosa. bersenang-senang. tetapi dunia kita mengajarnya secara bertolak belakang. Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu. Ketika manusia mencoba menemukan makna hidup di luar firman-Nya. Tuhan Yesus mengajarkan. dll. apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Mari kita menelusuri satu per satu di dalam Injil. tetapi kembali kepada dirinya sendiri sebagai pusat hidup. janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. pakaian. Pertama. Tuhan Yesus tidak mengatakan bahwa manusia itu hidup tidak memerlukan roti sama sekali. misalnya bunuh diri. Kalau di dalam Mazmur 119:9. hidup itu berpusat kepada firman Allah. janganlah tinggalkan aku sama sekali. Hal ini tercantum di dalam Matius 4:4. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Di dalam Matius 6:25. yang mencari Dia dengan segenap hati. Dengan kata lain. Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur. tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. firman Allah itu menjadi Sumber Hidup kita yang paling hakiki. hidup yang tidak kuatir. supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. yaitu ketika psikologi mengajar mereka tentang makna “hidup”. dll. stress. “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu. Kata “hanya” atau “saja” dalam ayat ini berarti kita masih membutuhkan roti atau makanan jasmani untuk menyambung hidup. pemazmur mengatakan bahwa orang muda dapat mempertahankan kelakuan yang bersih ketika firman-Nya menjaga hidup mereka. akan apa yang hendak kamu makan atau minum. Kedua.

Ayat 33.” Anak-anak Tuhan tidak perlu kuatir. artinya tidak lagi mementingkan hal-hal duniawi yang merupakan citra manusia lama dan segera memperbaharui hidup dengan mementingkan apa yang Tuhan inginkan. para murid sedang berebut kekuasaan ingin menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga. kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. baru setelah itu Ia akan menambahkan berkat-Nya. Jangan menggunakan ayat ini lalu mengajarkan bahwa percaya kepada Tuhan Yesus pasti kaya. ia menyambut Aku. tetapi biarkanlah kesusahan itu cukup untuk sehari jangan ditambahi dengan kekuatiran yang tidak perlu. “Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu. Ketiga. bahwa kamu memerlukan semuanya itu." "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku. sehingga Kristus memerintahkan kita untuk pertama-tama mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.” Di sini. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. bisakah kita mencarinya di dalam dunia ini tanpa kembali kepada Allah ?! TIDAK. diberkati. dll. Jangan sembarangan menafsirkan Alkitab. “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Tetapi tidak berarti dengan menggunakan kalimat ini. dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. meskipun demikian Tuhan tetap menuntut kita untuk terus bekerja (lihat ayat 34 yang sering dilupakan. lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. tetapi Kristus berkata bahwa kesusahan itu masih tetap ada. Apa artinya ? Pada waktu itu. tetapi kalau kita kekurangan makna hidup. sehingga Kristus harus menegur mereka dan mengatakan bahwa seorang yang masuk Surga adalah seorang yang bertobat. Itulah sebabnya mengapa Tuhan Yesus berkata bahwa kita tidak perlu kuatir. mereka harus menjadi seperti anak kecil yang memiliki kerendahan hati. sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini. setelah bertobat. “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok. . maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu.kalau kita kekurangan makanan. Lalu. Tuhan Yesus menggabungkan konsep “bertobat” dengan menjadi seperti anak kecil. Tuhan sangat mengerti benar apa yang diperlukan manusia. Itu bidat/sesat. berpendidikan.”) Kalau kita tidak perlu kuatir. karena kalau mereka kuatir. hidup lancar. Kita tidak perlu kuatir di dalam hidup karena kita percaya bahwa Tuhan itu memelihara hidup anak-anak-Nya dengan berkecukupan. dll. Kedua. pembesar negara. Itu anggapan yang konyol. kita bisa mencarinya kembali. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku. karena semuanya diberikan Tuhan. tidak berarti kita tidak memiliki kesusahan apapun. karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Ia mengajarkan. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya. Orang yang hidupnya terus kuatir sebenarnya meragukan kedaulatan dan pemeliharaan Allah di dalam hidupnya. presiden. Matius 18:1-6 mengajarkan prinsip ini. Yang masuk ke dalam Kerajaan Surga bukan konglomerat. mereka sama halnya dengan bangsa-bangsa (manusia) yang tidak mengenal Allah. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini. lalu kita berkata bahwa kita tidak perlu bekerja. apa solusi yang Tuhan Yesus berikan agar manusia tidak perlu lagi menguatirkan hidupnya ? Di dalam ayat 31-33. tetapi sombong dan tidak rendah hati lagi. tetapi dipakai oleh Kristus untuk menghina mereka yang katanya sudah berpengalaman. kata “akan ditambahkan kepadamu” itu adalah bonus atau akibat setelah kita mempercayakan diri kepada-Nya dengan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya (mengutamakan-Nya sebagai Tuhan dan Raja dalam hidup kita). Anak kecil meskipun seringkali dihina oleh masyarakat sebagai manusia yang kurang pengalaman. hidup manusia sejati adalah hidup seperti anak kecil (rendah hati).

Ini namanya penafsiran Alkitab terlalu harafiah. Tolong baik-baik mengerti ayat ini. Allah pula lah yang mengaktifkan kehendak manusia untuk berbuat baik bagi kemuliaan-Nya. karena mereka pasti berpikir bahwa kalau kita kehilangan sesuatu. Kekudusan hidup diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Matius 18:8-9 yang berkaitan dengan penyesatan. hidup manusia sejati adalah hidup kudus. “Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya. Kelima. Roma 8:18-21 sungguh menguatkan kita ketika kita di dalam bahaya penderitaan karena nama Kristus. Itu salah. berhati-hatilah. lebih baik hidup dengan Allah dengan sebelah tangan/kaki. Hidup sejati adalah hidup yang rela menyangkal diri sendiri dan hidup 100% bagi Kristus. bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Di dalam Matius 19:29. tetapi dalam pengharapan. yang telah menaklukkannya. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Tuhan Yesus mengajarkan. Tidak ! Hidup yang 100% bagi Kristus adalah hidup yang men-Tuhan-kan Kristus di dalam hidupnya. penggallah dan buanglah itu. itu semua karena Roh Kudus yang menggerakkan kita untuk berbuat baik dan rendah hati. maka di saat itulah kita nantinya akan mendapatkan kemuliaan kekal dan hidup sejati (kata “hidup sejati” ditambahkan di dalam Alkitab BIS. cungkillah dan buanglah itu.” Hidup sejati adalah hidup yang kudus. akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan. Kita bisa rendah hati. Ayat ini jangan ditafsirkan dengan sembarangan. tetapi oleh kehendak Dia.” Inilah pengharapan anak-anak Tuhan di mana mereka akan menerima mahkota kemuliaan setelah mereka menderita aniaya. kembali. maka kita masuk Surga. Kristus mengatakan bahwa justru ketika berani membayar harga demi nama Kristus. mungkin hidup itu terasa sulit. tetapi mereka yang hidup seperti anak kecil (childlike) yang memiliki kerendahan hati (bedakan dengan childish. Tidak berarti karena kita telah berbuat baik. Orangorang yang suka menyombongkan diri sebagai “penghuni surga” lalu “bersaksi” bahwa dirinya berkali-kali naik turun “surga”. baru setelah anugerah ini dinyatakan. karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. hidup yang rela membayar harga demi Kristus. Keempat. kalau ia tidak bertobat. mungkin ia nanti pasti menjadi penghuni neraka. Hidup seperti anak kecil (childlike) adalah hidup yang mulia. karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. anak-anak atau ladangnya. maka kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga. Jadi.pendeta. yaitu sifat kekanak-kanakan. bukan oleh kehendaknya sendiri. Tuhan kita Yesus Kristus mengajarkan hal yang paradoks yang bertentangan dengan pola pikir kita. Tetapi tidak demikian.” Orang-orang dunia pasti kesulitan membaca ayat ini. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesiasiaan. dll. percuma saja “masuk ke dalam hidup” (TB-LAI) atau “hidup dengan Allah” (BIS) dengan kedua tangan/kaki yang utuh tetapi salah satu berbuat dosa. Ini tidak berarti kita harus menjadi pendeta lalu meninggalkan profesi kita. karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua. sifat ini tidak disukai oleh Tuhan). pasti kita tidak bisa hidup. Ketika kita belajar hidup menjadi seperti anak kecil. bapa atau ibunya. . Bagi Tuhan Yesus. Saya sempat membaca ada seorang pria Katolik di Filipina setelah membaca ayat ini lalu memotong kaki dan tangannya. anugerah Allah yang mendahului semua respon manusia. Itulah paradoks. “Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau. “Sebab aku yakin. Dan jika matamu menyesatkan engkau.

melainkan mendapat hidup sejati dan kekal.”) Sungguh menarik. sehingga ketika kita berlaku demikian. kedua ayat ini. “Orang benar akan hidup oleh iman. Yohanes 11:25. Seringkali kita mengaitkan kedua ayat ini hanya untuk mengungkapkan kasih Allah yang begitu besar kepada kita. ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini. di situ kita berani menyerahkan apapun kepada yang kita percayai. Demikian juga kita percaya di dalam-Nya. “Orang yang mencintai hidupnya akan kehilangan hidupnya. Hal ini diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Yohanes 10:27-28.kita akan diejek sok suci. ia akan kehilangan nyawanya. Di dalam Yohanes 3:15-16. dll. sok religius. Sebaliknya. kita . Puji Tuhan. kita harus bersama-sama membunuh tubuh jasmani kita supaya kita bisa hidup kekal ? Lalu. hidup sejati adalah hidup yang beriman. Di dalam iman itulah kita bisa menemukan hidup. hidup sejati adalah hidup yang berpengharapan dan menuju kepada kekekalan. melainkan beroleh hidup yang kekal. karena kita percaya bahwa Allah itu adalah Allah yang Mutlak dan pasti dapat dipercayai. akan memeliharanya untuk hidup sejati dan kekal. tetapi kita harus setia untuk tetap men-Tuhan-kan Kristus. Terakhir. hebat. maka justru yang terjadi bukan kita semakin hidup. “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. Alkitab BIS mengartikan dengan lebih jelas. “supaya semua orang yang percaya kepada-Nya mendapat hidup sejati dan kekal. dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku.” dan Yohanes 12:25. sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal. 14:6). supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa. orang itu akan hidup!” (BIS) Orang dunia seringkali membalik konsep ini dan mengatakan bahwa orang hidup itu harus beriman. Tetapi ayat ini juga bisa mengajarkan tentang makna hidup yang sejati hanya ada ketika kita beriman di dalam Kristus yang berinkarnasi menebus dan menyelamatkan manusia yang berdosa. ketika kita membenci (tidak mencintai) nyawa kita (atau dapat diterjemahkan menyangkal diri kita—bandingkan Matius 16:24). tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini. Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini. Tuhan Yesus bersabda. maka kita juga rela menyerahkan apapun yang ada pada diri kita untuk dikuasai oleh-Nya. tetapi Alkitab dengan konsepnya yang pasti dapat dipercaya mengatakan bahwa justru ketika beriman di dalam Kristus. manusia pilihan-Nya bisa hidup. Ketika kita percaya kepada sesuatu. “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. maka yang didapat bukan kehilangan nyawa tetapi kita akan menerima dan menemukan makna hidup sejati dan kekal. ia akan hidup walaupun ia sudah mati.26. tetapi malahan kita semakin kehilangan nyawa atau makna hidup sejati kita. Sebagaimana Roma 1:17b mengatakan. Tetapi orang yang membenci hidupnya di dunia ini. supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa. Dunia kita tidak akan mengerti konsep ini sampai suatu saat Roh Kudus mencerahkan pikirannya. Ini namanya paradoks.” (TB-LAI) atau “Orang yang percaya kepada Allah sehingga hubungannya dengan Allah menjadi baik kembali. “Akulah kebangkitan dan hidup. karena di dalam Dialah ada hidup sejati (Yohanes 1:4 . barangsiapa percaya kepada-Ku. Kata “mencintai nyawanya” itu dari bahasa aslinya dapat diartikan mengasihani diri atau menganggap diri berguna. Itu tidak salah.” Di dalam Yohanes 12:25.” (Alkitab BIS mengartikannya.”. Mengapa demikian ? Karena hidup sejati adalah hidup yang terlebih dahulu beriman di dalam-Nya dengan menyerahkan seluruh keberadaan hidup kita kepada-Nya dan menjadikan-Nya sebagai Tuhan dan Raja di dalam hidup kita. apakah kita tidak boleh mencintai diri kita ? TIDAK.” Apakah dengan ayat ini. Keenam. sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal. tidak akan mati selama-lamanya. dll. “Barangsiapa mencintai nyawanya. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

tetapi sayangnya banyak ayat Alkitab yang dikutip di luar konteks yang ada (tidak memenuhi hakikat penafsiran Alkitab yang beres). kita akan melihat kondisi penafsiran Alkitab yang sekarang beredar di .adalah salah satu dari antara mereka yang boleh mendapatkan anugerah Tuhan. lalu muncul berbagai penafsiran yang tidak sesuai dengan hakekat penafsiran yang sejati. dll. kita tidak perlu dipusingkan dengan hal-hal yang tidak penting. kedudukan yang dihormati. tetapi sebenarnya spiritisme (kedua hal ini dibedakan oleh Pdt. Mungkin sekali seolah-olah bab 2 ini tidak ada sangkut pautnya dengan Bab 1. tetapi juga masuk dan merambah ke dalam dunia keKristenan. Akibatnya. misalnya penafsiran (hermeneutika) pun dipakai untuk melampiaskan kesewenang-wenangan manusia abad postmodern ini. tetapi di sisi lain. karena manusia ingin menginterpretasikan segala sesuatu menurut keinginan berdosanya. mengapa ? Karena mereka sebenarnya tidak begitu peduli dengan hal-hal teori. sama seperti yang diungkapkan Paulus bahwa pengenalannya akan Kristus membuat dia rela menganggap sampah pada semua yang ia anggap kebanggaan pada masa dulunya. mengingat buku The Purpose Driven Life adalah seperti sebuah renungan 40 hari yang tentu mengutip banyak ayat Alkitab. Kemudian. Beranikah kita seperti Paulus menganggap sampah semua kemegahan dan kehebatan dunia yang berdosa ini lalu kembali hidup yang berfokus kepada pengharapan akan kekekalan ? Renungkanlah. tetapi herannya hal ini tidak begitu dirasa oleh banyak orang yang mengaku diri “Kristen”. Pada Bab 2 ini. perkataan ini memiliki satu motivasi yang terselubung. sudahkah kita berani menentukan fokus hidup sejati yaitu kepada dan di dalam Kristus itu sendiri ? Biarlah kita mulai mengambil keputusan untuk segera men-Tuhan-kan Kristus di dalam hidup kita dan menentukan tujuan hidup kita berpijak dari firman Allah. Bab 2 ini harus ada. Pertama-tama. kita akan melihat alasan perlunya penafsiran Alkitab. presuposisi apa yang harus ada sebelum menafsirkan Alkitab. Tidak heran. Prinsip hermeneutika menjadi masalah yang cukup pelik. yang penting prakteknya. tetapi menurut saya. Inilah kecenderungan banyak orang Kristen yang mengaku diri memiliki “spiritualitas”. Bahkan. Bab 2 Bagaimana Menafsirkan Alkitab Dengan Bertanggungjawab ? D unia postmodern adalah dunia yang sarat dengan semangat relativisme yang “memutlakkan” kerelatifan. Hidup sejati adalah hidup yang terus menuju kepada pengharapan akan kekekalan. yaitu MALAS BELAJAR THEOLOGIA/TEORI. salah satu bidang. itu semua sampah. Sutjipto Subeno. atau bebas sebebas-bebasnya. di dalam hidup ini. Setelah kita merenungkan ketujuh poin makna hidup menurut ajaran Tuhan Yesus. misalnya kekayaan duniawi. Tidak heran. perkataan ini memang menegur kita yang terlalu rasional dalam bertheologia. “Percuma teori saja. di abad postmodern yang sarat dengan relativisme ini. Ini ternyata tidak hanya terjadi di dunia saja. kalau spiritualitas sejati berkait dengan kerohanian yang dari Allah sejati. banyak orang yang mengaku diri “Kristen” berkata. Amin.” Di satu sisi. saya akan memberikan sedikit teori mengenai bagaimana menafsirkan Alkitab dengan bertanggungjawab. Lalu. sedangkan spiritisme adalah “kerohanian” yang berasal dari setan). sehingga apapun yang manusia lakukan itu cenderung tidak diikat oleh apapun. Soli Deo Gloria. Inilah indahnya menjadi orang Kristen dapat mengerti paradoks. bergantung kepada pimpinan Roh Kudus dan murni untuk memuliakan-Nya selama-lamanya. melainkan lebih mementingkan hal-hal yang praktis.

padahal itu tidak sesuai dengan Alkitab.” Ini dikategorikan sebagai Illocutionary Act yang berarti bahwa perkataan Ani tidak sedang memberikan informasi kepada Budi bahwa Ani lapar.kalangan keKristenan. bacaan. Budi) dapat mengerti yang diucapkan oleh yang berbicara. dll). kita menafsirkan sesuatu dan bisa terjadi miscommunication. Sembahlah Aku saja. Mengapa harus naskah aslinya tidak bersalah ? Karena naskah asli itu yang asli langsung diwahyukan Allah melalui para nabi dan rasul-Nya. Kekurangmengertian kita itu pasti akibat dari tafsiran kita akan perkataan orang lain. Di dalam percakapan sekalipun. dan terakhir kita akan mencoba mempelajari bagaimana kaidah-kaidah penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab. Lalu. yaitu bertanya langsung kepada yang berbicara (dalam hal ini. Kalau di dalam kehidupan sehari-hari. “Jangan menyembah ilah-ilah lain. kita perlu memahami kaidah-kaidah tafsiran Alkitab. Bahasa Indonesia Sehari-hari) Kembali. sebuah analisa wacana. lalu tempat Tuhan Yesus dilahirkan di Betleham dikeramatkan dan dibangun gereja. juga ada istilah Illocutionary Force yang berarti maksud orang yang berbicara agar orang lain dapat mengerti dan meresponi apa yang dikatakan oleh si pembicara dengan tepat. kain kafan Tuhan Yesus dikeramatkan. Locutionary Act. kita sering mengalami miscommunication. Demikian pula. Kemudian. di dalam bagian ini adalah mengapa Alkitab perlu ditafsirkan ? Kalau kita mau bersikap jujur terhadap diri sendiri. baik dalam bentuk perkataan.” (Keluaran 20:3 . naskah asli Alkitab sudah tidak ada. dll. Lalu. Ani berkata kepada Budi. dll. baik itu buku. Misalnya. Alkitab adalah Firman Allah yang diwahyukan langsung dari Allah melalui sarana para nabi dan rasul-Nya. mengapa ? Itu adalah kedaulatan Allah yang mengizinkan segala sesuatu terjadi. Lalu. apakah berarti terjemahan-terjemahan yang kita pakai sekarang mengandung kesalahan dan tidak dapat dipercaya seperti naskah aslinya ? Kita percaya bahwa naskah asli Alkitab sudah tidak ada. 2. kedua. di mana Budi bisa saja salah menafsirkan perkataan Ani lalu hanya mengangguk-angguk saja tanpa meresponi perkataan Ani dengan tepat. saya mempelajari pelajaran Discourse Analysis. Illocutionary Act dan ketiga Perlocutionary Act. Di dalam pelajaran tersebut. tetapi ada maksud Ani dalam mengatakan hal tersebut. karena naskah asli kita sudah tidak ada dan yang ada pada kita sekarang hanyalah naskah-naskah terjemahan Alkitab. Di dalam jurusan Sastra Inggris. karena manusia cenderung mengeramatkan hal-hal yang dianggap “suci” (misalnya. “Saya lapar. yaitu supaya Budi membelikan dia makanan atau menyiapkan makanan bagi Ani. apakah tafsiran kita terhadap Alkitab itu bisa salah ? Tentu bisa. supaya tidak terjadi misinterpretation terhadap Alkitab. perkataan seseorang. seperti yang saya kemukakan di dalam pelajaran Discourse Analysis tadi khususnya contoh Ani dan Budi di atas. KeKristenan khususnya theologia Reformed mempercayai ketidakbersalahan Alkitab baik dari segi sejarah maupun pesan (inerrancy and infallibility of the Bible) di dalam naskah asli/autographanya. Tetapi kalau mau ditafsirkan. Ani) agar pendengar (dalam hal ini. Maksud Ani inilah yang disebut Illocutionary Force. bagaimana supaya tidak terjadi miscommunication ? Hanya satu.1 Mengapa Perlu Ada Penafsiran Alkitab ? Pertanyaan paling utama. maka Alkitab pun mau tidak mau tidak lepas dari penafsiran ketika kita membacanya. mungkin ada kedaulatan Allah sengaja membiarkannya dengan maksud agar orang Kristen tidak memberhalakan naskah asli tersebut. Memberhalakan sesuatu atau menganggap sesuatu yang “suci” sekalipun sebagai “ilah” itu melanggar Titah Pertama di dalam Dasa Titah (10 Perintah Allah) yang mengatakan. maka setiap hari kita mau tidak mau menafsirkan sesuatu. diakibatkan kekurangmengertian kita di dalam menanggapi perkataan orang lain. saya belajar tentang Speech Act yang dibagi menjadi tiga hal. pertama. maka kita perlu mengerti satu .

baiklah ia memanggil para penatua jemaat. Efesus 5:9 . orang-orang Yahudi yang berusaha untuk menghindari nama Allah. di dalam bahasa Yunani.26 . tetapi kata kiss di sini dari bahasa Yunani philema yang akar katanya dari phileō yang merupakan ̄ kasih persaudaraan. Lalu. Kata “kebenaran” di dalam bahasa Indonesia bisa memiliki begitu banyak arti di dalam bahasa Yunani. Ketika di dalam Roma 16:16. 2 Timotius 2:22 . jangan dipaksakan ke dalam budaya lain. 10:34) dan 1 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai tulus (Markus 5:33). Hoekema. Mengapa Paulus memerintahkan jemaat Roma untuk saling berciuman kudus ? Apakah ini budaya free-sex ala Alkitab ? TIDAK ! Kata holy kiss diterjemahkan secara harafiah sebagai cium kudus. Kisah 4:27 . kata “kebenaran” diartikan aletheia (=Truth) dan dikaiosunē (=Righteousness). Inggris. 9 ayat diterjemahkan sebagai keadilan (Kisah Para Rasul 17:31 . maka beberapa kelompok sekte sesat di dalam “keKristenan”. yaitu Agape. demikian pula kata “kasih” yang dalam bahasa Yunani memiliki 4 kata yang berbeda. Roma 2:2 . termasuk Indonesia. di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman mengungkapkan. cium kudus ini berarti cium sebagai tanda persaudaraan. ketika Paulus berkata kepada Timotius di dalam 1 Timotius 5:23.”. “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit. kita tidak akan mengerti keseluruhan berita utama di dalam Injil Matius yang menekankan Kristus adalah Raja dan IA merekrut . lalu mengoleskan sembarangan minyak. adanya gap bahasa. dll. kata dikaiosunē (dalam Perjanjian Baru) mayoritas diterjemahan kebenaran. supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. p 57). kata “Kerajaan Allah” di dalam Injil Matius hanya digunakan sebanyak 6x. dll) adalah terlalu akademis. “Bersalamsalamlah kamu dengan cium kudus. Filipi 1:18). Markus 12:14 . Anthony A. 1 Timotius 6:11 . adanya gap budaya. Mandarin. melainkan tambahkanlah anggur sedikit. yaitu children of “God” menafsirkan ayat ini lalu diterapkan ke dalam anggota jemaat gereja. Sedangkan kata aletheia terdapat di dalam 97 ayat Alkitab Perjanjian Baru. 2004. Kedua. itu salah. anggur dianggap sebagai obat. Jadi. Kalau kita tidak mengerti perbedaan kedua kata ini. Philia. hanya 8 ayat Alkitab di dalam PB yang tidak diterjemahkan sebagai kebenaran. …” (Hoekema. di antaranya : 4 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai jujur (Matius 22:16 . kita akan kehilangan begitu banyak berkat Firman Tuhan yang dilimpahkan-Nya kepada kita. berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus. Kalau kita tidak menyelidiki Alkitab sampai ke bahasa aslinya. “Janganlah lagi minum air saja. yang penting minyak menurut Alkitab. maka pasti ada suatu gap bahasa. 3 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai sungguh/sesungguhnya (Lukas 22:59 .prinsip yaitu ketika Alkitab diterjemahkan dari bahasa Ibrani (PL) dan Yunani (PB) ke dalam bahasa-bahasa lokal. Storge dan Eros. Ibrani 1:9 . Pertama. Kata “minyak” di sini dalam bahasa Yunaninya elaion berarti olive oil atau minyak zaitun dan minyak ini adalah sebagai obat. Roma 3:25. Begitu pula halnya dengan kata “minyak” di dalam Yakobus 5:14. sedangkan kata “Kerajaan Surga” dipakai sebanyak 34x di dalam Injil Matius (menurut Alkitab terjemahan baru Lembaga Alkitab Indonesia/LAI). Kemudian. sedangkan di dalam bahasa Indonesia. Banyak orang Kristen mengira bahwa studi Alkitab sampai ke bahasa asli atau menggunakan terjemahan bahasa lain (misalnya. “Alasannya. mengapa ? Prof. kebudayaan. Th. Misalnya. 2 Petrus 1:1 dan Wahyu 19:11) dan 1 ayat diterjemahkan sebagai kebaikan/yang baik (Titus 3:5). apakah itu berarti bahwa anggur diperintahkan Paulus untuk diminum terus-menerus oleh Timotius dan kita juga? TIDAK ! Pada waktu itu. Paulus berkata.” yang jangan sembarangan ditafsirkan bahwa itu adalah minyak urapan seperti yang digembar-gemborkan oleh Pariadji/Tiberias.D. bukan berdasarkan kasih birahi atau eros. Anggapan ini adalah anggapan yang sama sekali tidak bertanggungjawab.”. Itu adalah budaya setempat. telah memakai kata sorga sebagai ganti nama Allah .

” Banyak hamba Tuhan Injili memakai ayat ini ketika memberitakan Injil dan menyuruh orang yang diinjili untuk berseru kepada nama Tuhan saja.” Seorang teman “Kristen” saya menafsirkan ayat ini dan tanpa pikir panjang langsung berkomentar bahwa Paulus itu melakukan diskriminasi. barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan. sebelum dia menyatakan bahwa X adalah seorang pencuri. nanti orang tersebut akan diselamatkan. Dipengaruhi oleh presuposisi dan iman Presuposisi atau praanggapan adalah suatu pola pikir manusia sebelum dia memiliki anggapan tertentu. tentu dengan resiko mati. Contoh lain. Misalnya. karena banyak perempuan bekerja sebagai pelacur. Misalnya. seperti yang banyak diberitakan di dalam banyak gereja kontemporer yang pop di mana banyak “injil” palsu yang diberitakan. Doktrin Kristus. Nah. Oleh karena itu. mungkin sekali dia sudah memiliki presuposisi yang mengakibatkan dia berhati-hati dalam . perempuan diidentikkan dengan pelacur. perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Doktrin Alkitab. 1. Paulus melarang perempuan berbicara. akan berakibat fatal. jika melanggar. misalnya Doktrin Allah. tetapi hermeneutika ini pasti berkaitan dengan semua theologia sistematika lainnya. Kecenderungan banyak hamba Tuhan yang dipengaruhi oleh Arminianisme/mayoritas theologia Injili adalah mengabaikan latar belakang yang ada dan langsung menyampaikan relevansi Alkitab terhadap kehidupan masa sekarang. Semua kitab di dalam Alkitab ketika ditulis pasti memiliki latar belakang tertentu.2 Prinsip-prinsip Dasar (Umum) Dalam Penafsiran Alkitab Penafsiran Alkitab atau lebih dikenal dengan hermeneutika Alkitab bukanlah salah satu bidang di dalam theologia sistematika yang diajarkan di sekolah theologia yang berdiri sendiri. Kalau kita tidak memahami dengan jelas. maka kita akan kehilangan makna aslinya yang akhirnya itu juga tidak membawa berkat bagi kita sebagai pembaca di masa sekarang. Kembali. adanya gap latar belakang. misalnya. akan diselamatkan. lalu mereka mengabaikan konteks dan latar belakang yang ada. Ini kesalahan di dalam penafsiran Alkitab. Ketiga. dll. Mereka harus menundukkan diri. dll dan tentu dipengaruhi juga oleh berbagai hal dalam diri manusia sebagai si penafsir Alkitab.kita sebagai umat pilihan-Nya untuk menjadi anggota warga Kerajaan Surga yang melayaniNya. latar belakang setiap kitab. Perempuan tidak boleh berbicara di dalam surat Korintus ini dikarenakan di dalam kota Korintus. Oleh karena itu. marilah kita menyelidiki prinsip-prinsip dasar apa saja yang perlu diperhatikan di dalam menafsirkan Alkitab. “Sama seperti dalam semua Jemaat orangorang kudus. “Sebab. akan diselamatkan. Paulus menyerukan kepada jemaat di Roma bahwa barangsiapa yang berseru kepada Tuhan. yang miskin setelah percaya kepada “Kristus” pasti kaya. Ini akibat dari mengabaikan latar belakang di dalam kitab Roma. Inilah akibat tidak mempelajari gap budaya di dalam Alkitab. Kitab Roma ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma yang sedang mengalami penganiayaan oleh Romawi yang pada waktu itu melarang orang Kristen menyembah Allah selain Kaisar Romawi. seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat. Alkitab perlu ditafsirkan karena adanya gap latar belakang antara penulis kitab di dalam Alkitab dengan kita sebagai pembaca di masa sekarang. kalau ayat ini dilepaskan dari konteksnya. ketika Paulus di dalam Roma 10:13. di dalam 1 Korintus 14:34. Oleh karena itu. lalu Injil yang diberitakan adalah “injil” murahan. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Oleh karena itu. 2. Seringkali banyak orang Kristen menganggap kitabkitab di dalam Alkitab ditulis untuk kita di masa sekarang. akan dihukum mati.

Tetapi masalahnya. Sebaliknya. Konsep iman yang dari titik awal sudah tidak beres. Begitu pula. kutipan ribuan ayat Alkitab tidak menjamin seorang pengkhotbah atau hamba Tuhan benar-benar mengerti presuposisi dasar Alkitab sesungguhnya. Tidaklah heran. Mari kita selidiki dengan teliti kaitan antara doktrin Kristen di dalam theologia sistematika dengan konsep penafsiran Alkitab. lalu mulai membuktikan keberadaan Allah bukan dari Alkitab. Di dalam istilah atau konsep presuposisi ini. yang penting adalah pengalaman pribadi dalam mendengar suara Allah. Kembali. Pertama. seorang yang mempercayai ketidakbersalahan Alkitab dalam naskah asli/autographanya (ini prinsip yang benar. presuposisi seseorang menentukan tindakan selanjutnya dari orang tersebut. theologia Reformed). Iman sejati pasti menentukan penafsiran Alkitab yang beres. Seorang apologet Reformed ternama. sehingga bagian Alkitab yang tidak seberapa jelas di dalam kitab tertentu akan dijelaskan di dalam bagian kitab lainnya sehingga membentuk totalitas Alkitab yang dapat dipercaya keotentikannya. maka seluruh penafsiran Alkitab yang dihasilkannya pun tidak beres. karena Alkitab itu bukan buku akademis. Dr. Meskipun pernyataan ini tidak berani diungkapkan oleh mereka. Misalnya. sehingga marilah masingmasing orang dengan pengalaman pribadinya menafsirkan Alkitab. dan lautnya kering. karena presuposisi ini nantinya pasti mengakibatkan si penafsir Alkitab dapat menafsir Alkitab dengan baik atau malahan buruk dan menyesatkan. ketika di dalam Alkitab diceritakan bahwa Musa membelah Laut Teberau. Pandangan ini akan mengakibatkan si penafsir Alkitab menganggap Alkitab itu hanya salah satu firman Allah dan yang penting baginya adalah pengalaman pribadi mendengar suara Allah. hal-hal supranatural yang diberitakan oleh Alkitab. di dalam menafsirkan Alkitab. Lain pula halnya. doktrin Alkitab. Cornelius Van Til di dalam bukunya The Defense of the Faith mengatakan bahwa banyak theolog Injili mempercayai Alkitab itu firman Allah. timbul suatu keraguan akan ketidakbersalahan Alkitab. tetapi dari bukti-bukti ilmiah dan rasio manusia. maka para penafsir Alkitab yang liberal akan mengartikannya dengan menggunakan rumus-rumus fisika yang pada akhirnya menolak terjadinya hal supranatural tersebut. dll adalah karangan manusia belaka. sehingga dari konsep iman yang salah pasti mengakibatkan konsep penafsiran Alkitab yang salah (metode eisegese yang berarti mencocok-cocokkan ide manusia dengan dukungan ayat Alkitab). ketika si penafsir Alkitab memiliki kepercayaan bahwa Alkitab itu bukan firman Allah. tetapi secara implisit mereka mengakui dengan bulat di samping mengakui ketidakbersalahan Alkitab secara akademis dan perkataan. lalu mempercayai bahwa Alkitab itu sepenuhnya karya manusia dan tidak diinspirasikan Allah (pandangan “theologia” liberal). maka si penafsir Alkitab akan memandang Alkitab sebagai satukesatuan yang menyeluruh. tidak heran ketika Mazmur 1:3 bisa ditafsirkan seenaknya lalu mengajarkan bahwa orang yang percaya . meskipun mengutip ribuan ayat Alkitab.memperhatikan si X. tetapi berisi firman Allah (pandangan theologia Neo-Orthodoks dari Karl Barth dan Emil Brunner) yang mengajarkan bahwa Alkitab hanya salah satu kunci manusia memahami firman Allah. unsur iman termasuk di dalamnya. mengapa iman menjadi kriteria pertama dalam mempengaruhi penafsiran Alkitab ? Karena iman itu adalah anugerah Allah kepada umat pilihan-Nya. jika di dalam diri si penafsir Alkitab. tetapi sayangnya mereka tidak benar-benar mempercayainya. Penafsiran Alkitab tentu tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan akan doktrin Alkitab si penafsir Alkitab. Jadi. mungkin sekali si pengkhotbah ini kurang persiapan di dalam berkhotbah lalu mengutip banyak ayat Alkitab di luar konteks aslinya. lalu menganggap bahwa Alkitab itu tidak perlu ditafsirkan dengan metode yang sulit-sulit. banyak gereja kontemporer yang pop saat ini dipengaruhi oleh theologia Neo-Orthodoks yang muncul setelah Perang Dunia I. Lalu. maka sudah tentu si penafsir Alkitab ini akan menganggap semua data di Alkitab khususnya berkaitan dengan kelahiran Anak Dara Maria. Misalnya. Perhatikan. pengaruh presuposisi ini tidak bisa dilepaskan. iman itu sendiri kadang kala disalahmengerti sebagai tindakan manusia.

maka dapat disimpulkan bahwa buku ini bukan buku yang berdasarkan sentralitas Alkitab dan kedaulatan Allah. Allah bersabda. Ini adalah akibat dari kepercayaan Neo-Orthodoks yang dimodernkan oleh banyak gereja kontemporer yang pop yang tidak memperhatikan kaidah penafsiran Alkitab. maka para penganut theologia Reformed yang menekankan kedaulatan Allah akan menafsirkan dan mengajarkan bahwa Allah itu adalah Allah yang Berdaulat sehingga Ia tak mungkin menyesal (lalu “mengubah” rencana yang sudah ditetapkan-Nya). bukan Tuhan. p. Lalu. ketika membaca Kejadian 6:6 di atas. Allah yang tidak bergantung pada apa dan siapapun. Kedaulatan Allah yang dipercaya oleh Reformed akan sangat menentukan dan memimpin arah penafsiran Alkitab yang para theolog Reformed dan penganut theologia Reformed kerjakan. maka hermeneutika pun berkaitan juga dengan doktrin Allah. kecuali selama-lamanya dan tidak berubah. ketika Kejadian 6:6. presuposisi mereka dengan mudah dapat dijatuhkan. tetapi lebih ke arah human-centered. Kalau kita memperhatikan tafsiran ini.” (Meade : 2004.” Kata “kekal” tidak dapat diartikan lain. doktrin Allah. Ini ditegaskan di dalam jawaban pertanyaan nomer satu dalam Katekismus Singkat Westminster (salah satu pengakuan iman Reformed) yang berkata. dll. 1) Meskipun Rick Warren di dalam bukunya The Purpose Driven Life mengungkapkan hal yang sama dengan konsep Reformed ini. Kalau Allah itu adalah Allah yang kekal. Kedua. Sebaliknya. Mazmur 93:2. Di sini. maka konsep ini akan sinkron dengan keseluruhan bagian Alkitab lainnya (misalnya. kegagalan sangat fatal dari para penganut theologia Arminian (kebanyakan Injili) dalam bertheologia secara mendasar dengan tidak membedakan secara kualitas antara Allah sebagai Pencipta yang tidak terbatas (kekal) dan manusia sebagai ciptaan yang terbatas. “Tujuan utama manusia adalah memuliakan Allah dan menikmati-Nya selama-lamanya. lalu apa bedanya Allah yang adalah Pencipta dengan manusia sebagai ciptaan-Nya ? Ini suatu ketidakmungkinan dan kesalahan paradigma di dalam bertheologia dan memahami Alkitab. Masalah yang selanjutnya terjadi. Allah yang tidak berubah. Iman Reformed sangat menentukan sekali terhadap metode penafsiran Alkitab yang lebih mendekati Alkitab (metode eksegese). Sedangkan para penganut theologia Arminian yang sama sekali menolak kedaulatan Allah dan lebih menekankan kehendak bebas manusia. Allah yang berada di dalam diri-Nya sendiri. tetapi jika kita terus meneliti satu per satu. “maka menyesallah TUHAN. “maka menyesallah TUHAN”. bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi. dari kekal Engkau ada. “takhta-Mu tegak sejak dahulu kala. Theologia Reformed yang dipengaruhi oleh John Calvin menekankan akan kedaulatan Allah (the Sovereignty of God). maka sesungguhnya perkataan ini dimengerti dalam cara pandang manusia. Para penganut theologia Reformed yang menekankan kedaulatan Allah akan melihat seluruh bagian Alkitab sebagai bagian yang Kristo-sentris (berpusat kepada Kristus). sehingga manusia harus taat mutlak kepada-Nya. dll). apakah Ia dapat mengubah rencana-Nya yang telah Ia tetapkan sebelum dunia dijadikan ? Kalau Allah yang kekal dapat mengubah rencana-Nya. meskipun Warren menyangkali pernyataan ini. doktrin Allah ini akan membuat jalur perbedaan yang sangat tajam antara para penganut theologia Reformed yang menekankan supremasi Allah dan penundukan manusia dengan para penganut theologia Arminian yang sama-sama mengagungkan supremasi Allah dan manusia (meskipun tidak secara eksplisit mereka ungkapkan). Setelah penafsiran Alkitab berkaitan dengan doktrin Alkitab. ketika Mazmur 93:2 berkata. dan hal itu memilukan hati-Nya.kepada Tuhan pasti berhasil. lalu menafsirkan bahwa Allah itu dapat mengubah rencana-Nya ketika manusia gagal mematuhiNya. Misalnya. maka ketika ayat ini berkata.”. konsep theologia Arminian yang human-centered sudah kelihatan dari cara penafsiran Alkitabnya yang mencari-cari ayat-ayat Alkitab sekehendak hatinya cenderung kurang memperhatikan konteksnya untuk mendukung bahwa manusia memiliki .

keKristenan boleh diterima oleh agama dahulunya. dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada . Kelima¸ doktrin Roh Kudus (Pneumatologi). Misalnya. meskipun Allah memberikan anugerah kepada manusia. 10:27-29 . Inilah gaya penafsiran Alkitab yang keliru. tetapi rupa-rupanya humanisme terus berjaya. mereka pasti menafsirkannya dengan tetap menekankan kehendak bebas manusia. maka mereka akan mengutip Yohanes 1:1 secara sebagian yaitu dengan menghilangkan pernyataan.“supremasi” untuk menolak atau menerima anugerah Allah. misalnya theologia Orthodoks (Syria) yang menekankan kemanusiaan Yesus dan menolak keilahian-Nya. Kristologi juga dapat mempengaruhi penafsiran Alkitab. Keempat. Misalnya. yaitu 100% Allah dan 100% manusia akan menafsirkan Alkitab dengan kedua pandangan ini. dan sampailah kepada paham Arminianisme. Yohanes 3:16 . seorang penganut theologia Reformed yang memegang kepercayaan bahwa anak-anak Tuhan sejati tidak mungkin kehilangan keselamatannya akan mengerti keseluruhan Alkitab lebih teliti dan bertanggungjawab. sehingga meskipun jelas-jelas Alkitab mengajarkan tentang anugerah Allah. “Karena itu aku mau meyakinkan kamu. Bapa Gereja Augustinus telah lama berperang melawan Pelagianisme dan Semi-Pelagianisme. bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah. tetapi kehendak bebas manusia. Roma 8:33-35 adalah bagian-bagian Alkitab yang mengajarkan secara ketat akan kepastian jaminan Kristen tentang keselamatan (tanpa mengabaikan konteks aslinya). Tetapi para penganut theologia non-Reformasi. Hal ini akan dibahas pada poin 2. “Firman itu adalah Allah. seorang penganut theologia Reformasi dan Reformed yang menganut paham dwi-natur sifat Kristus. Sedangkan para penganut theologia Arminian dan Katolik Roma yang mempercayai perbuatan baik lebih penting daripada iman akan mengutip ayat-ayat Alkitab menurut kehendak mereka untuk mendukung ajaran mereka. sama-sama mempengaruhi cara menafsirkan Alkitab. Doktrin keselamatan dapat mempengaruhi posisi penafsiran Alkitab seseorang.3 tentang problematika penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan. doktrin Kristus (Kristologi). contoh. Seorang penganut Orthodoks Syria ini akan kebingungan dalam menafsirkan Roma 1:4 yang menyebutkan Tuhan Yesus itu juga bernatur Ilahi selain bernatur manusia. Misalnya. Dan hal ini jelas dibuktikan Alkitab secara eksplisit yaitu di dalam Yohanes 1:1 dan Roma 1:3-4. Misalnya. Dengan kata lain. Pneumatologi. di dalam 1 Korintus 12:3. mereka akan berkontradiksi dan melawan diri sendiri jika menjumpai ayat-ayat Alkitab yang tidak cocok dengan formulasi doktrin mereka. manusia tetap harus meresponinya. Hal ini sinkron dengan keseluruhan berita Alkitab.” Hal ini dikhotbahkan seorang pemimpin gereja yang dulunya beragama mayoritas di Indonesia. kebenaran dan penghakiman. Ketiga. Theologia Reformasi dan Reformed yang percaya 100% bahwa Roh Kudus adalah Pribadi Ketiga Allah Trinitas yang berperan melahirbarukan umat pilihan-Nya untuk percaya di dalam Kristus dan menyempurnakan mereka serupa seperti Kristus kelak akan menafsirkan Yohanes 15:26 dengan mengatakan bahwa Roh Kudus datang untuk memuliakan Kristus dan juga Yohanes 16:8 bahwa Roh Kudus datang untuk menginsyafkan dunia akan dosa. Pandangan theologia Arminian ini diadaptasi dari konsep pemikiran Semi-Pelagianisme yang merupakan “jalan tengah” dari ajaran Pelagius (yang mengajarkan bahwa manusia dilahirkan tanpa dosa) dan Augustinus (manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa). banyak theolog Injili dengan aliran theologia Arminian yang dianutnya memahami Alkitab bukan dari presuposisi kedaulatan Allah. baik dengan konsep yang benar maupun salah. doktrin keselamatan (Soteriologi). karena kalau tidak. manusia tersebut tidak dapat diselamatkan. lalu kemudian menjadi “pendeta” yang sekarang ingin membawa keKristenan kembali kepada agama dahulunya agar menurutnya.

” lalu menafsirkan bahwa zaman inilah zaman Roh Kudus. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan. yaitu sengaja mengabaikan referensi yang ada di bawah bagian Alkitab yang menunjukkan kedua ayat ini merupakan nubuat yang nantinya digenapi di dalam peristiwa Pentakosta. Sungguh aneh dan ajaran ini sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabkan secara Alkitab. anak-anak tidak dibaptis. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Kemudian. Tidaklah mungkin. dll. Tafsiran ini salah di titik pertama. bahwa setelah kepala penjara itu menjumpai para tahanan yang masih ada di dalam penjara padahal penjara pada waktu itu sudah rusak.” Konteks ayat ini jelas. maka mari kita menantikannya. gereja-gereja Reformed yang mengakui adanya baptisan anak (infant baptism) akan memandang seluruh Alkitab secara totalitas yang mengajarkan secara berkesinambungan akan perjanjian (covenant) Allah. sesuai dengan rencana Allah. “yaitu orang-orang yang dipilih. baik Paulus.” Jadi. “Kemudian dari pada itu akan terjadi.seorangpun. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. Bapa kita. apa yang Tuhan Yesus ucapkan di dalam Injil Yohanes tentang Roh Kudus juga diajarkan dengan konsep yang sama persis oleh para rasul-Nya. sehingga manusia seolah-olah dapat memerintah Roh Kudus. doktrin gereja (ekklesiologi). supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kata “keluarga” tentu juga mencakup anak-anak. lalu Petrus mengutip Yoel 2:28-32 di dalam khotbah perdananya di dalam Kisah Para Rasul 2:17-21. yang disusul dengan pembaptisan kepala penjara ini. 1 Petrus 1:2 yang mengajarkan. Di dalam ayat ini. jikalau anak-anak tidak turut dibaptis.”. dipengaruhi oleh Arminian yang human-centered. maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat. “Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. misalnya. seperti yang telah difirmankan TUHAN. dikatakan bahwa kepala penjara ini beserta keluarganya memberi diri dibaptis. Ambil contoh. Ekklesiologi sebagai theologia sistematika yang boleh saya kategorikan sebagai hal praktis pun dapat mempengaruhi penafsiran Alkitab. Puji Tuhan. . Kemudian. Juga ke atas hamba-hambamu lakilaki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. Kisah Para Rasul 16:33 mengatakan. Inilah kekonsistenan seluruh berita Alkitab yang tidak mungkin berkonflik (berkontradiksi) dengan dirinya sendiri. bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia. Yang paling aneh lagi. maupun Petrus. maka Alkitab akan mengecualikannya. akan mengatakan secara implisit bahwa Roh Kudus bisa diatur manusia. sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan. Kisah Para Rasul 2:1-16. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu. Meskipun istilah “baptisan anak” tetapi secara implisit istilah ini nampak jelas dari keseluruhan Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. seorang penganut Karismatik Katolik yang tidak bisa berbahasa roh akan mengomel kepada Maria ibu Yesus untuk membujuk Tuhan Yesus untuk memberikan karunia roh tersebut. kalau ada theologia Kristen yang non-Reformasi. mereka mengklaim kepada Roh Kudus jika mereka tidak dapat berkarunia lidah. Lalu. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas. yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan". Keenam. Misalnya. dan yang dikuduskan oleh Roh. orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Paulus dan Silas memberitakan tentang Injil Kristus. Ini adalah tafsiran yang dicocok-cocokkan. Konsep yang tidak beres ini nantinya akan mempengaruhi cara menafsirkan Alkitab dengan sengaja mencocokcocokkan konsepnya yang salah itu agar bisa diterima oleh masyarakat Kristen umum. selain oleh Roh Kudus. banyak pemimpin gereja dari kalangan gereja kontemporer yang pop sangat suka mengutip Yoel 2:28-32. maka ia bertanya kepada Paulus dan Silas tentang apa yang harus ia perbuat supaya ia selamat. terunaterunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.

Di dalam bukunya. “Dan ketika mereka sedang makan. ada karya Allah yang membuat orang yang dibaptis ini akhirnya dapat mempercayai Kristus. memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah.D. tetapi melalui anugerah Allah yang telah memberikan iman kepada mereka. anak-anak perlu dibaptis tanpa perlu menunggu pengakuan iman yang keluar dari mulut mereka. lalu Pariadji mengutip perkataan Tuhan Yesus sendiri.” (Matius 26:26-28) lalu mengajarkan bahwa roti itu benarbenar tubuh Kristus dan anggur adalah darah Kristus. Inilah konsep eskatologi yang dipegang oleh theologia Reformed yang lebih mendekati Alkitab.” (Hoekema. doktrin akhir zaman (eskatologi). sehingga manusia murni diselamatkan melalui anugerah Allah. oleh karena itu Perjamuan Kudus berkhasiat dan “berkuasa” karena ada tubuh dan darah Kristus yang tercurah di kayu salib. mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah. Kalau baptisan adalah konfirmasi.3. Seorang yang sudah percaya di dalam Kristus meskipun tidak sempat dibaptis (mungkin alasan kesehatan yang sangat buruk atau kasus penjahat di sebelah salib Tuhan Yesus). Itulah karya Roh Kudus. Hoekema. di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman adalah “sebuah paham yang integratif dengan seluruh bagian Alkitab. mengucap berkat. Eskatologi ini menurut beliau dapat dibedakan menjadi dua. 2004. yaitu eskatologi yang telah ditegakkan (inaugurated eschatology) dan eskatologi yang akan datang (future eschatology) (Hoekema. Anak-anak pun (yang termasuk umat pilihan Allah) juga diselamatkan bukan melalui “iman” pribadi. Tetapi hal ini tidak berarti kita boleh bebas untuk tidak perlu dibaptis. darah perjanjian. beliau memaparkan bahwa konsep paradoks yang ada di dalam eskatologi ini menyangkut suatu paradoks antara eskatologi yang sudah dan akan terjadi (ketegangan antara yang sudah terjadi dengan yang belum terjadi)." Sesudah itu Ia mengambil cawan. anak-anak tidak dapat mengakui imannya secara sadar adalah pandangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara prinsip Alkitab tentang perjanjian (covenant). Yesus mengambil roti. yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Mengapa gereja-gereja Reformed melaksanakan baptisan anak ? Karena baptisan bukan tanda orang masuk Surga atau diselamatkan. Sedangkan kelompok Anabaptis yang berkembang dan mempengaruhi gereja-gereja kontemporer yang pop dewasa ini dengan menolak baptisan anak karena menurut mereka. dan oleh karena itulah. dari cawan ini. makanlah. inilah tubuh-Ku. Kemudian. Ini berbeda dengan konsep Luther yang mengajarkan bahwa Kristus menyertai/menaungi Perjamuan Kudus (disebut dengan paham consubstansiasi . pp 65-67) Paham Katolik Roma akan Perjamuan Kudus (transubstansiasi) diangkat kembali ke permukaan oleh seorang “pendeta” bernama Yesaya Pariadji lalu mengajarkan bahwa roti dan anggur Perjamuan Kudus bukan sekedar lambang. Th. hampir mirip dengan pandangan Katolik Roma : transubstansiasi yang mengajarkan bahwa roti dan anggur Perjamuan Kudus langsung berubah menjadi tubuh dan darah Kristus. Eskatologi menurut Prof. Sebab inilah darah-Ku. (Tong. Ini tafsiran Alkitab yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Gereja-gereja Reformed mengikuti tradisi dari John Calvin menganggap bahwa Perjamuan Kudus hanya sebagai simbol kematian Kristus tetapi juga memiliki makna karena ada berkat Kristus di dalamnya. p 3). Baptisan pasti berkaitan erat dengan keselamatan (soteriologi).tetapi faktanya tidak demikian. 2004. theologia Reformed . Hal ini akan dibahas pada poin 2. 1991. Ketujuh. maka pasti sebelum baptisan. kamu semua. Sehingga theologia Reformed dengan tegas menyatakan bahwa anugerah Allah mendahului respon manusia. nyawanya tetap bersamaNya di Surga. Demikian pula halnya dengan konsep Perjamuan Kudus. dipengaruhi oleh filsafat Aristoteles yang membedakan antara form dan matter) dan konsep Zwingli yang mengajarkan bahwa Perjamuan Kudus hanya lambang dan tidak memiliki makna. p 1 dan 2). tetapi baptisan adalah konfirmasi seseorang percaya kepada (di dalam) Tuhan Yesus. Anthony A.

ada dua contoh ekstrim yang mencoba menafsirkan Alkitab dengan pengaruh dari lingkungan/kondisi sekitar. Masalah yang banyak terjadi. yang mengajarkan. Ayat ini dilepaskan dari ayat-ayat selanjutnya. ini karena pengaruh premillenialisme yang ekstrim yang tidak diajarkan oleh Alkitab. Tidak heran. Allah Roh Kudus lah yang berperan (sedangkan Allah Bapa dan Anak “pensiun”). dan orang yang menabur banyak. maka Allah Anak yang berperan (sedangkan Allah Bapa dan Roh Kudus “pensiun”).mempercayai bahwa Kerajaan Allah bukanlah kerajaan secara literal dalam arti Kerajaan itu terjadi secara nyata melalui wilayah/teritori tertentu di dalam suatu bangsa. Inilah ketimpangan-ketimpangan yang terjadi. seorang pria yang putus cinta akan sangat senang membaca Alkitab khususnya bagian Mazmur dan Amsal yang menguatkannya bahwa meskipun pacarnya meninggalkannya. lalu konsep ini akan mengakibatkan mereka sendiri tidak memiliki pengharapan yang pasti di masa akan datang. yaitu premillenialisme historis dan premillenialisme dispensasionalis yang berusaha membagi sejarah/zaman menjadi 3. terlalu menekankan akhir zaman. Sebaliknya. Konsep ini sudah menyeleweng dari kebenaran Alkitab. misalnya. lebih tepatnya di kota Yerusalem. Tuhan tetap besertanya. Di dalam keKristenan. hanya Allah Bapa yang berperan (sedangkan Allah Anak dan Roh Kudus “pensiun” alias tidak berperan). “Hendaklah masing-masing memberikan menurut . padahal keliru (paham premillenialisme). Misalnya. nanti pada giliran Kristus berinkarnasi. dan orang yang sama akan melewatkan membaca kitab Kidung Agung yang mengajarkan tentang cinta. sehingga seolah-olah di zaman sebelum kedatangan Kristus pertama. 3. akan menuai banyak juga. “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit. Sedangkan. 2. zaman Roh Kudus (setelah kebangkitan Kristus dan sebelum kedatangan Kristus yang kedua kalinya). tetapi Kerajaan Allah adalah kerajaan rohani. pertama. paham premillenialisme memandang Kerajaan Allah ini hadir secara literal di bumi ini. penafsiran Alkitab juga dipengaruhi oleh kondisi sekitar. setelah kebangkitan Kristus. Di satu sisi. Dengan kata lain. Di dalam paham eskatologinya. Konsep pembagian zaman ini (dispensasionalisme) sudah salah di titik awal yaitu berusaha memisahkan peran masing-masing Pribadi Allah Trinitas. Dipengaruhi oleh kondisi sekitar Terakhir. ayat 7.”) untuk mendukung pengajaran mereka misalnya tentang perpuluhan yang akan dikembalikan berlipat kali ganda. dan terakhir. banyak manusia dengan perasaan hati yang berbeda pun diterapkan dalam menafsirkan Alkitab. Ini adalah pengaruh yang amat sangat buruk. yaitu zaman Allah Bapa (sebelum kedatangan Kristus pertama). sedangkan di sisi lain. theologia Reformed berpaham amillenialisme. para penganut theologia Injili yang mayoritas cenderung Arminian akan berpaham premillenialisme yang bisa dikategorikan menjadi dua. akan menuai sedikit juga. sehingga tidak heran di kalangan Kristen. muncul istilah Kristen Zionis. zaman Allah Anak (pada waktu Kristus berinkarnasi) dan terakhir. terlalu menyepelekan akhir zaman. gereja-gereja kontemporer yang pop yang gemar sekali cho gereja (atau mencari untung di gereja) akan mencomot ayat Alkitab sekehendak hatinya (2 Korintus 9:6. sehingga jatuh ke dalam paham postmillenialisme yang mengakibatkan para penganutnya berada di dalam kondisi tak berpengharapan. kelompok liberal yang menganut paham postmillenialisme yang mengajarkan bahwa Kerajaan Allah itu sudah terjadi akan menafsirkan Alkitab dengan konsep liberalnya dan akan menutup mata akan fakta-fakta Alkitab tentang Kerajaan Allah di masa akan datang. Dipengaruhi oleh perasaan hati Perasaan hati atau mood manusia dapat berubah-ubah setiap saat tergantung situasi dan kondisi.

Akibatnya. 2.” Kalau ayat 7 ini dibacakan. kaum perempuan. Di sisi lain. Jadi. jangan dengan sedih hati atau karena paksaan. Song sangat prihatin dengan isu-isu sosial-politik di Asia…” (Lumintang. Ini adalah “gereja” yang bercorak humanisme di dalam era postmodern. pp 335. “supaya mereka semua menjadi satu. Dr. agar jemaat dapat memberikan uang sebanyak-banyaknya. Mereka akan menafsirkan Yohanes 14:6 bukan dengan menekankan finalitas Alkitab.” Kalimat “manusia akan mencintai dirinya sendiri” adalah ciri dari humanisme dan kalimat “menjadi hamba uang” adalah ciri dari materialisme. Kemudian. kemudian mensinkronisasikannya dengan Alkitab untuk membangun Teologi Transposisinya… Dalam hal ini. Stevri Indra Lumintang di dalam bukunya Theologia Abu-abu. “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Ini namanya gereja yang memperhatikan demand dari jemaat (hukum supply and demand di dalam gereja). Berikut penuturan beliau. Pluralisme Agama (Edisi Revisi) mengetengahkan fakta tentang seorang “theolog” pluralis dari gereja Presbyterian. Song memulai usahanya dengan menggunakan cerita-cerita rakyat dan fakta-fakta mengenai keprihatinan sosial. “Song juga menggunakan metode penafsiran radikal dalam membangun Teologi Transposisinya yang liberal dan yang anti finalitas Yesus. Kedua contoh ini dapat mewakili apa yang Alkitab telah nubuatkan di dalam 2 Timotius 3:1-2. 2004. ya Bapa. banyak gereja-gereja Protestan mainline yang mengaku berlabel “Reformed” (sebenarnya : no-formed atau de-formed) sudah mendegradasi fondasi theologia yang Alkitabiah dan menggantinya dengan “theologia” religionum atau social “gospel”. di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau. Mereka akan membual dan menyombongkan diri. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. semua ayat Alkitab dijadikan pendukung bukan sumber bagi pembentukan “Theologia” model ini yang justru melawan Alkitab. Sistem hermeneutika Song. Taiwan. Ini tafsiran yang sangat tidak bertanggungjawab.kerelaan hatinya. 337) Dengan jelas. Pdt.…” lalu menafsirkan bahwa orang Kristen dan orang-orang non-Kristen seharusnya bersatu sama seperti Kristus dan Bapa bersatu. tidak mempedulikan agama. mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih. paham ini akan mempengaruhi cara mereka menafsirkan Alkitab yang cocok dengan paham mereka. kaum miskin.3 Problematika Penafsiran Alkitab di Kalangan KeKristenan . Alkitab berperan hanya untuk mendukung konsep yang telah dibangunnya dari kesimpulan awalnya mengenai situasi kondisi sosial yang pincang. Inilah corak gereja materialisme di abad postmodern ini. maka jemaat akan berpikir beratus kali untuk memberikan persembahan. untuk mendapatkan profit sebanyak-banyaknya dari persembahan jemaat. maka ayat 7 dengan sengaja tidak dibacakan. Penafsiran kritik sosial dapat diartikan : ‘tertarik kepada bentuk yang kelihatan untuk menyatakan suatu penafsiran yang alamiah dalam kerangka pikir dari suatu tradisi mengenai asumsi sosial dan praktiknya. Penafsiran teks-teks Alkitab mengenai perbudakan. Song membangun Teologi Transposisinya dengan dasar penafsiran kritik sosial yang lahir dari keprihatinan sosial di Asia. dikenal dengan istilah penafsiran yang situasional mengenai isu-isu sosial (SocioCritical Interpretation). sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Contohnya ialah Teologi Pembebasan dan Hermeneutika Feminisme.’… Dengan kata lain. saya pernah membaca sebuah artikel yang ditulis oleh “pendeta” macam ini dengan mengutip Yohanes 17:21. Choan-Seng Song yang menggunakan pendekatan penafsiran yang berhubungan dengan isu-isu sosial untuk mendukung “Theologia” Transposisinya. mereka akan menjadi pemfitnah. sama seperti Engkau.

Sethiadi di dalam artikelnya : “TEORI GEOSENTRIS VERSUS TEORI HELIOSENTRIS” di http://www. Mungkin haru diambil sumbu imaginair lain yang lebih besar. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. Stanley I. Yoshua sangat logis menganggap bahwa matahari dan bulan yang bergerak dan bumi yang diam.Setelah kita melihat prinsip-prinsip umum di dalam penafsiran Alkitab. tetapi hanya satu yang tak mungkin berubah. Dan sebagainya dan sebagainya. Pengaruh ini mulai muncul di dalam zaman Renaissance sampai abad postmodern ini meskipun dengan cara yang sedikit berbeda. Untuk menggambarkan gerakan matahari dan bulan terhadap orang-orang yang sedang bertempur waktu itu. sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Tetapi untuk menggambarkan gerakan bintang. Untuk menggambarkan gerakan planet-planet. paing logis menganggap bahwa matahari diam dan planet-planet berputar mengelilingi matahari. tetapi memiliki esensi yang sama yaitu humanisme. ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari. Ilmu pengetahuan bisa berubah dan relatif sifatnya. berhentilah di atas Gibeon dan engkau. Untuk menggam barkan gerakan bulan atau satelit buatan terhadap bumi.bintang dalam glaxy Bima Sakti sangat tidak logis untuk mengambil matahari sebagai pusat Bima Sakti. Tetapi untuk menggamparkan gerakan galaxy-galaxy dalam cluster of galaxies.” Apakah Geosentris itu benar atau Heliosentris ? Dengan bijaksana. Ir. mulai muncul penyelewengan penafsiran Alkitab. itulah firman Allah. di mana ilmu pengetahuan mendapat prioritas. Semua bintang-bintang dalam gugusan Bima Sakti berputar mengelilingi sumbu imaginair ini. mengikuti pandangan Aristoteles yang mengatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta (Geosentris). Jadi sesungguhnya Copernicus tidak lebih benar dari Yoshua. bulan. Lebih logis menganggap bahwa ditengah-tengah Bima Sakti ada sumbu imaginair. paling logis ialah menganggap bahwa bumi diam dan bulan yang menge lilingi bumi. maka teori Helio sentris juga sama salahnya. Dari sini. gereja hanyut ke dalam filsafatnya Aristoteles.net mengungkapkan. Problematika utama yang terjadi di dalam penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan yang terjadi pada abad postmodern ini adalah pengaruh humanisme yang meninggikan potensi diri manusia dan merendahkan kedaulatan Allah. Pada Abad Pertengahan (Medieval). di atas lembah Ayalon!" Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak. Kesalahan fatal penafsiran terhadap Yoshua 10:12a-13b adalah hanya mengambil sedikit ayat untuk mendukung ide filsafat Aristoteles yang memegang Geosentris yang dianut oleh gereja-gereja Katolik Roma. maka gereja Katolik marah dan menghukumnya. Sesungguhnya kalau teori Geosentris dianggap salah. maka seluruh ilmu pengetahuan berkiblat ke arah Yunani. Yang paling celaka. pada saat itu.sahabatsurgawi. ketika pertama kali. “Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel. marilah kita mencoba mempelajari banyak problematika yang terjadi berkenaan dengan penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan abad postmodern yang dipengaruhi oleh theologia sistematika yang salah. Tidak heran. Tidak ada alasan apapun untuk menganggap bahwa bumi atau matahari adalah pusat alam semesta. karena gereja Katolik mengikuti pandangan Aristoteles ditambah argumentasi yang dicomot dari Yoshua 10:12a-13b. tidak logis mengambil sumbu imaginair ini. Martin Luther dengan 95 dalilnya yang . Nicolaus Copernicus mengemukakan bahwa matahari lah yang menjadi pusat alam semesta (Heliosentris). yang nantinya berimbas pada doktrin/ajaran gereja Katolik Roma yang akhirnya didobrak oleh Dr.

Yang paling aneh. saya akan mengutip kekonyolan pernyataan doktrinal dari Jusufroni yang mengajar tentang Allah Trinitas.ditempel di depan pintu gereja Wittenberg. si “apologet” Katolik yang tidak mengakui Alkitab sebagai sumber otoritas ini malahan mengutip bukti ketidakpercayaannya dari Alkitab (yang tidak dipercayainya).”) Benarkah iman tidak dimulai dari membaca Alkitab ataukah iman lahir dan berkembang melalui apa yang kita dengar dari orang lain ? Di dalam theologia Reformed. Iman ini merupakan suatu tindakan Roh Kudus yang mengaktifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati umat pilihan-Nya yang belum menerima Kristus.net : Tanya : Alkitab adalah satu-satunya sumber autoritas Firman Allah Jawab : Rom 10:17: Jadi. tidaklah benar bahwa iman itu timbul dan berkembang dari luar diri kita. manusia telah ditanamkan suatu benih agama di mana setiap manusia mau tidak mau pasti memiliki iman di dalam konsep Allah (belum tentu menyembah Allah yang sejati). teman. maka iman kita juga akan beralih kepada orang lain lagi. Itu namanya selfcentered faith yang sama sekali ditolak oleh Alkitab. Dr. Iman di dalam Roma 10:17 adalah iman di dalam Kristus yang merupakan anugerah Allah hanya kepada umat pilihan-Nya. dll). karena jika iman timbul dan berkembang dari luar diri kita. dan pendengaran oleh firman Kristus. problematika penafsiran Alkitab sangat erat kaitannya dengan pengaruh theologia sistematika atau paradigma dasar. Komentar saya : Bukankah Alkitab yang dikutip di sini jelas mengajarkan bahwa iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus ? Ayat 17 di dalam Roma 10 ini sudah amat jelas. Stephen Tong sebut sebagai iman natural/alamiah. Pertama. maka ketika orang lain yang kita sandari tersebut mati. Alkitab mengatakan pada kita bahwa iman kita datang dari pendengaran terhadap Firman Allah. Oleh karena itu. Tentang Doktrin Allah. Berikut ini saya akan menyajikan salah satu contoh problematika penafsiran Alkitab yang tidak bertanggungjawab yang diambil dari http://www. tapi Alkitab bukanlah satu-satunya sumber wahyu Allah. Mari kita akan menelusuri beberapa paradigma dasar atau theologia sistematika yang tidak bertanggungjawab yang mempengaruhi penafsiran Alkitab. maka mereka berusaha memelintir ayat 17 yang sangat begitu jelas dengan argumentasi-argumentasi “akademis” mereka yang pada akhirnya mengarahkan pembaca untuk menolak finalitas Alkitab (perhatikan pernyataan. Jadi. Iman biasanya lahir dan berkembang melalui apa yang kita dengar dari orang lain (orang tua kita. Doktrin Allah. Penyebaran iman melalui oral adalah yang dimaksudkan pada ayat ini. iman timbul dari pendengaran. Doktrin Alkitab (Bibliologi). “Keimanan agama Kristen berakar-bertumbuh dan berkembang dari agama Yahudi. Iman ini yang Pdt. Iman kita biasanya tidak dimulai ketika kita membaca Alkitab. tetapi dasarnya para theolog Katolik Roma menyangkali finalitas firman Kristus dan iman yang beres di dalam Allah.ekaristi. Alkitab dibaca dan digunakan untuk mengajar. suatu kontradiksi yang aneh. “Alkitab bukanlah satu-satunya sumber wahyu Allah. dimana memiliki keyakinan monoteisme yang ketat. suatu kewajiban umat PL mengucapkan . keluarga. Sungguh. Kedua.

Dan perlu diperhatikan semua ayat-ayat dalam Perjanjian Lama yang Jusufroni kutip selalu menggunakan kata dalam bentuk plural yang bermakna tunggal yaitu “Myhla” (‘elohiym). siapakah “Kita” yang dimaksud ? Apakah berarti Allah menciptakan manusia bekerja sama dengan para malaikat ? TIDAK. kata “Roh Allah” menggunakan bahasa Ibrani. 4:10b.” (http://www. SHEMA’ YIS’RA’EL ADONAI ELOHEINÛ ADONAI EKHAD (Dengarkanlah. Kemudian. Benarkah Allah yang dipercaya oleh orang Yahudi adalah Allah yang hanya satu pribadi (monotheisme) ? Kata “dxa ‘echad” tidak hanya berarti satu (one) tetapi bisa juga berarti united (dipersatukan). Yoh.syahadat (pengakuan iman)-nya. Allah tak pernah menciptakan kita sesuai dengan gambar dan rupa Allah (dan malaikat) {Kejadian 1:27}. yaitu Allah Bapa dan Allah Putra dan Allah Roh Kudus. 8:4b dan banyak lagi ayat-ayat yang lain menunjukkan keesaan Allah dalam PL dan PB. Kemudian. “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” “Mat. “Myhla” (‘elohiym) yang berbentuk/berintensif plural (plural intensive) dengan pengertian tunggal. 4. 2. Yesaya 44:6b . kata “Kita” bukanlah sesuatu yang tunggal/singular. “Berfirmanlah Allah : “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita. coequal. sama kedudukan dan sama kekalnya dengan Bapa dan Anak). firman Tuhan berkata. Allah yang memiliki tiga Pribadi dalam satu Esensi. lalu siapakah “Kita” yang dimaksud ? Jelas. tidak ada dewa dewi lainnya yang boleh disembah sebagai “Allah”). “xwr ” (ruwach) yang berarti Spirit of God. the Holy Spirit. 5a .com) Komentar saya : 1.besorahonline. …” Bagaimana “Abuna” Jusufroni menafsirkan kata “Kita” dalam Kejadian 1:26 ? Jelas. Tafsiran terhadap Ulangan 6:4 yang tidak bertanggungjawab. Yoh. TUHAN itu Esa!)─Ulangan 6:4. tetapi bentuk jamak/plural. Lalu. di dalam Kejadian 1:26. the third person of the triune God. Mark. tetapi merupakan peringatanperingatan dari nabi-nabi Tuhan untuk menegaskan ulang bahwa tidak ada dewa-dewi lain yang boleh disembah sebagai “Allah” kepada bangsa Israel. sehingga mereka (para nabi Tuhan) dengan gigih memperjuangkan bahwa Allah itu satu-satunya yang layak disembah. “Pendeta” yang dengan sombongnya mengaku bergelar Doktor ini masih tidak mengerti bagaimana menafsirkan Alkitab dengan baik ! Semua ayat-ayat Perjanjian Lama yang dipakai oleh “Abuna” Jusufroni misalnya. Keluaran 20:3. itu jelas salah tafsiran. . pribadi ketiga dari Allah Trinitas. hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita. Berfirmanlah Allah : “Jadilah terang. Bumi belum berbentuk dan kosong . Kutipan ayat-ayat dalam Perjanjian Baru yang tidak memperhatikan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya. gelap gulita menutupi samudera raya. I Kor. dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kalau ayat ini ditafsirkan bahwa mutlak hanya satu pribadi Allah.” Lalu terang itu jadi. 12:29.” Kata “Allah” yang digunakan dalam Kejadian 1:1 dalam bahasa Ibraninya. 45:5a. Perhatikan Kitab Kejadian 1:1-3. 46:9c tidak sedang mengajarkan bahwa Allah itu hanya satu pribadi. Roh Kudus. 6b . sehingga Musa menegaskan pernyataan bahwa Allah bangsa Israel itu hanya satu (dalam arti. coeternal with the Father and the Son (Roh Allah. Mengapa “Abuna” Jusufroni begitu yakin bahwa Allah orang Yahudi adalah Allah yang hanya berpribadi satu ? Perlu diketahui Kitab Ulangan ditulis oleh Nabi Musa untuk mengingatkan kembali bangsa Israel agar mereka tidak berbalik kepada ilah-ilah palsu. 5:44. 17:3.

saya akan mengutip pengajaran dari School of Ministry (SOM) Bethany yang diambil dari silabus “Salvation/Keselamatan” yang diterbitkan oleh GBI Bethany. Kalau di zaman Perjanjian Lama. MANUSIA TERDIRI DARI ROH. Yoh. tetapi dalam seluruh perikop. Jiwa Manusia Elemen ini membuat manusia mempunyai kesadaran akan diri sendiri. Dibutuhkan kuasa Roh Allah untuk merobohkan tembok pemisah dan mengangkat manusia dari pengaruh duniawi. karena Ia memang adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia ! Ketiga. roh manusia putus hubungannya dengan Allah. Roma 8 . tetapi ketika Tuhan Yesus datang ke dalam dunia. 3:3-7 . rasa ingin tahu dan suara hati. imajinasi. memory. JIWA DAN TUBUH 1. “Beginilah firman Tuhan semesta alam. Efesus 2:1-3. sehingga Ia bisa berinkarnasi menjadi manusia tanpa menghilangkan natur Ilahinya (dwi natur Kristus). Yoh. Tuhan Yesus bernatur 100% Allah dan 100% manusia. manusia dipulihkan fungsi rohnya. 2 . Zak.…” atau “Tuhan berfirman. Allah menghembuskan nafas sehingga manusia menjadi nyawa yang hidup. 1 Korintus 8 ada dalam konteks di mana orang-orang Kristen di Korintus sedang meributkan masalah makan daging persembahan berhala. Indonesia : Tuhan/Tuan/pemilik). 5. pada ayat 4b-5. Iluminasi (pengertian Firman Allah). perasaan. Roma 8:16 .…”. Tubuh Manusia . melainkan langsung menggunakan otoritas-Nya dengan mengatakan. dan Allah itu Allah yang Esa. dll. para nabi Tuhan ketika disuruh oleh Tuhan menyampaikan berita firman kepada bangsa Israel. “Aku berkata kepadamu. menjelaskan bahwa Bapa itu Allah. …”. Titus 3:5. “Aku adalah. Lagi. 4:25. mereka selalu berseru. Instruksi (nasehat dan bimbingan) dan persekutuan dengan Allah. 2:7. Roh Manusia Elemen manusia yang sadar akan Allah. keinginan. karena ayat 6. Fungsinya terbatas pada bidang mental semata. Dalam kelahiran baru. Jiwa manusia terdiri dari pikiran. Di ayat 21. Surabaya. 1 Kor. Berkaitan dengan hal ini. 2. Paulus memberikan jawaban bahwa mereka tidak perlu takut karena Allah itu lebih besar dari berhala-berhala dunia (tidak ada berhala di dunia). Gal.Injil Yohanes 17 jangan hanya dimengerti dalam ayat 3 saja. Anak Allah yaitu Tuhan Yesus juga adalah Tuhan (Yunani : κυριοςkurios . 12:1 . …” Tidak ada satu nabi Tuhan yang diutus-Nya berani mengucapkan “Aku” untuk menggantikan firman Allah. Tuhan Yesus menyatakan bahwa Bapa di dalam Dia dan Dia di dalam Bapa (adanya kesatuan antara Allah Bapa dan Allah Anak). Jiwa manusia (Psuche) adalah tempat kedudukan dari kepribadian dan diri (ego) manusia. Tetapi jangan dipotong. Ia tidak menggunakan kata-kata tadi. Nah. Pada waktu manusia jatuh dalam dosa. Kej. Doktrin Manusia dan Dosa (Christian Antropology). Roh manusia terdiri dari Intuisi (pemahaman Ilahi). sanggup menyembah Allah dan sebagai pelita Tuhan. 3. tetapi Tuhan Yesus melakukannya.

karena kamu mengikuti jalan dunia ini. Kembali kepada pernyataan yang ada di dalam buku SOM ini. Tubuh harus diserahkan kepada allah untuk menjadi bait-Nya. Dr.” Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) menerjemahkan.”. Ini jelas salah.Manusia mempunyai satu tubuh yang dapat berinteraksi dengan dunia sekitar. “The spirit of man is the candle of the LORD. Kerusakan total diibaratkan oleh Pdt. padahal antara jiwa dan roh manusia tidak ada perbedaan. Amsal 20:27 (Terjemahan Baru) mengatakan. Efesus 2:1-3. “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosadosamu. memory. Efesus 2:1-3. 2. Allah berdiam di dalam kita. 6:19 . yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. 30) Komentar saya : Di dalam pandangan Karismatik/Pentakosta yang banyak menganut paham trikotomi sengaja memisahkan antara roh dan jiwa manusia. rasa ingin tahu dan suara hati. (Silabus SOM Bethany “Salvation/Keselamatan” p. hanya roh manusia putus hubungannya dengan Allah ? Pantas saja. Immanuel. Kamu hidup di dalamnya.” tidak bertanggungjawab. Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajar bahwa yang berdosa itu hanya roh manusia. 1. tetapi berani menulis buku. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka. roh manusia putus hubungannya dengan Allah.” tidak bertanggungjawab. ayat ini tidak sedang membicarakan perbedaan antara jiwa dan roh. Inilah penafsiran Alkitab yang terlalu dicocok-cocokkan. “Roh manusia adalah pelita TUHAN. karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa. seluruh potensi hidup manusia sudah rusak total. Benarkah ketika manusia jatuh dalam dosa. sama seperti mereka yang lain. Roma 6:17. keinginan. searching all the inward parts of the belly. ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Lagi-lagi. Panca indera merupakan jendela jiwa. Roma 6:11. “Pada waktu manusia jatuh dalam dosa. Pernyataan “Jiwa manusia terdiri dari pikiran. perasaan. Itulah yang John Calvin sebut sebagai kerusakan total (Total Depravity). Pernyataan. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa. tetapi tentang kuasa Firman. Bagi manusia yang belum dilahirkan baru tubuh menjadi hamba dosa. bahkan ada seorang dokter yang mengaku juga diundang berkhotbah di beberapa gereja/persekutuan doa Karismatik/Pentakosta mengungkapkan bahwa Ibrani 4:12 mengungkapkan “fakta” bahwa antara jiwa dan roh itu berbeda. 1 Kor. Alkitab terjemahan King James Version menerjemahkan. Penafsiran model ini membuktikan si penulis buku SOM ini tidak mengerti dasar iman Kristen.” Kata “roh” dalam bahasa Yunaninya pneuma yang identik dengan breath/nafas yang terdapat di dalam Kejadian 2:7 yang oleh penulis buku SOM ini dikategorikan sebagai jiwa manusia (bukan roh manusia). Benarkah suara hati dikategorikan sebagai jiwa manusia ? Mari kita menyelidiki lebih teliti. Stephen Tong sebagai noda teh yang tumpah pada baju kita yang mengakibatkan warna baju yang tadinya putih menjadi pudar (tetapi baju tersebut bukan menjadi tidak berwarna lagi). banyak orang “Kristen” hari ini mengaku diri bebas dari segala dosa (tidak berdosa lagi). Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai. imajinasi. karena menurutnya yang berdosa itu hanya roh. Bagi yang telah percaya dan lahir baru tubuh ini menjadi rumah Roh Kudus. “Hati .

Matakupan dan Ev. dan perempuan itu memang telah mencemarkan dirinya. Yunani : pneuma) yang saling bergantian : 1 a. bdk. 20:28 (bdk. kata “jiwa” diterjemahkan sebagai heart oleh King James Version (KJV). breath. Ibr. walaupun perempuan itu tidak mencemarkan dirinya. 3 12:18). Mat. 1:46 . Thomy J. hati nurani tidak termasuk jiwa manusia. Yak. sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya. tetapi identik dengan roh manusia. Mzm 42:6) · “his spirit was troubled” (New American Standard Bible/NASB) — “Gelisahlah hatinya” (LAI) · b. atau apabila roh cemburu menguasai suami itu. Mari kita selidiki. Bilangan 5:14. Julio Kristano (2005) di dalam booklet Doktrin Manusia dan Dosa pada halaman 6-7 memaparkan empat contoh yang menunjukkan penggunaan kedua kata antara jiwa (Ibrani : nepes . Ibr. 12:30 . 10:39 . kata “hati” atau “hati nurani” identik baik dengan kata “jiwa” (Imamat 26:16) maupun dengan kata “roh” (Amsal 20:27).” Jelaslah. Kata nepes dan psyche dipakai pada diri Allah (Yes> 42:1 . · · My soul is in despair” (NASB) — “Mengapa engkau tertekan hai jiwaku…” Mat. di mana kata “nafas” dalam bahasa Ibraninya neshamah ̂ ̂ identik dengan wind. breath. Mat. kata “jiwa” di dalam Yakobus 5:20 diterjemahkan oleh KJV sebagai soul yang berasal dari bahasa Yunani psuche yang juga bisa berarti spirit (Yunani : pneuma).” Kata “roh” ini dalam bahasa Ibraninya ruach berarti wind. 4 Keadaan rohani manusia yang paling tinggi dihubungkan dengan “jiwa” (Mrk. Yunani : psuchē) dan roh (Ibrani : ruah . Yoh. 41:8 (bdk. 16:3). . Pdt. · · c.nurani manusia merupakan terang dari TUHAN yang menyoroti seluruh batin. 6:19 . Luk. dll. Why. 1:21). 13:21) “jiwaku terharu” (psuchē) “terharu” (terjemahan seharusnya “roh-Nya terharu” — pneuma) 2 Kata ruah dan pneuma dipakai untuk menyebut nyawa/jiwa binatang (Pkh. 3:21 . “dan apabila kemudian roh cemburu menguasai suami itu. Dengan kata lain. Kata yang ̂ sama dipakai di dalam Kejadian 2:7. Di dalam Imamat 26:16. sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya. Kemudian. 17:27 (bdk. 27:50) “memberikan nyawa-Nya” (psuchē) “menyerahkan nyawa-Nya” (pneuma) Yoh. Kata “jiwa” dan “roh” manusia dipakai secara bergantian di dalam Alkitab baik PL dan PB. dll. Kata “jiwa” dan “roh” dipakai secara bergantian : Kej.

karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita. Pernyataan. Memang benar bahwa Allah di dalam Pribadi Tuhan Yesus Kristus menyatakan diri-Nya dan memproklamirkan diri-Nya sebagai jalan dan kebenaran dan hidup itu. Jusufroni. Tanpa adanya campur tangan dan anugerah Allah yang intervensi ke dalam dunia. bolehkah murid-muridnya mengatakan bahwa sang guru mengajarkan hal-hal yang terlalu absolut dan bisa menolak “kebenaran” orang lain yang mengatakan bahwa 1+1=3 atau 4 atau . tapi Yesuslah yang menyatakan diri-Nya dan bukan murid yang menemukan. Apakah dengan mengabsolutkan suatu kebenaran yang benar-benar benar berarti menolak kebenaran orang lain ? YA. Berikut ini saya akan mengutip pernyataan doktrinal dari seorang “pemimpin gereja” Kemah Abraham. yakinkah Anda bahwa kebenaran Kristus itu ditemukan atau suatu pernyataan ? Jangan sekali-kali mengatakan telah kutemukan kebenaran dalam Kristus. Tafsiran Yohanes 14:6 yang tidak bertanggungjawab. “Begitu diabsolutkan menolak kebenaran orang lain. Ini berarti ada finalitas karya Kristus yang tak mungkin dijumpai pada para pendiri agama apapun ! Kalau demikian. Tolong camkan kata-kata itu. maka mustahil manusia yang berdosa bisa mencari dan mengasihi Allah ! Begitu kan logikanya. Sama seperti kita baru bisa mengasihi Allah. tetapi akibat dari pernyataan ini. kita mengatakan inilah kebenaran agamaku. seorang guru dengan tegas mengajarkan bahwa 1+1+2 (hal yang absolut). sehingga barangsiapa yang mau datang kepada Bapa harus melalui diri-Nya. tetapi Kristus sendiri. maka para murid Kristus dan kita sebagai orang Kristen percaya kepada-Nya.Keempat. bukankah berarti “kesaksiannya” selama ini adalah palsu/bohong tatkala dia menjadi “Kristen” dan bahkan “pendeta” ?! Kalau memang Jusufroni benar-benar bertobat dan rela menyerahkan diri menjadi pendeta yang bertanggungjawab. tak seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Dia. Kita baru coba-coba. Secara pribadi saya ingin bertanya. yang diabsolutkan. Perhatikan alur pikirannya. apa yang salah dengan pemikiran ini ? Ambil contoh. Kalau pun kita mencoba mencari kebenaran agama. jadi. sebenarnya sampai saat ini belum menemukan. lebih lanjut. Juni 2000) Komentar saya : 1. Jusufroni mengatakan bahwa Tuhan Yesus yang mengatakan bahwa Dia adalah jalan dan kebenaran dan hidup. (Majalah Narwastu. Karena itu lahirlah penderitaan yang kita rasakan sekarang ini. Kalau sampai si Jusufroni mengatakan bahwa dirinya masih meraba-raba dan mencoba-coba. Memangnya siapa kita? Akulah jalan kebenaran dan hidup. Begitu diabsolutkan menolak kebenaran orang lain. Apalagi.” Sungguh tidak masuk akal. sebenarnya sampai saat ini belum menemukan. tak seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. para muridNya sadar dan akhirnya mengerti Tuhan yang selama ini diikuti-Nya adalah benar dan sejati. Murid-Nya tidak berkata Yesuslah jalan kebenaran dan hidup. BENAR ! Lalu. “kalau kita mencoba mencari kebenaran agama. maka dia tak sampai mengeluarkan pernyataan yang tidak bertanggungjawab ini ! 2. Jusufroni mengemukakan pernyataan bahwa bukan murid-Nya yang mengemukakan hal ini.” yang tidak bertanggungjawab. lalu. Doktrin Kristus (Kristologi). Lalu. Kita baru coba-coba. Itu benar dan terdapat dalam Yohanes 14:6. Akibat adanya konfirmasi Tuhan Yesus sebagai satu-satunya jalan menuju kepada Bapa di Surga. Mengapa terjadi bentrok itu ? Karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran. memang bukan murid Kristus yang mengatakan hal ini.

Kelima. maka hati nurani manusia pun menjadi terpolusi oleh dosa.” Yang tidak bertanggungjawab. konflik terjadi bukan karena orang-orang Kristen memperjuangkan kebenaran Alkitab. itu bisa menghina orang lain.5 atau terserah ?! Tidak bertanggungjawab. karena tanpa Kristus dan pengorbanan/penumpahan darah-Nya. tetapi munculnya orang-orang Islam maupun Kristen yang radikal yang berusaha menghancurkan yang lain dengan kekerasan (peperangan dengan fisik). tidak ada kompromi ala dunia. Ada harga yang harus dibayar ketika kita mengikut Kristus dan berperang bagi Kerajaan Allah. Pernyataan. tidak ada pengampunan dosa (Ibrani 9:22)! Tetapi akibat dosa. kalau mereka masih menganggap diri manusia dan berhati nurani. barangsiapa yang mengikut-Nya pasti mengalami aniaya dan kita dituntut untuk juga menderita bersama Kristus dengan sukacita (1 Petrus 4:14). karena ada janji pengharapan bagi mereka yang setia mengikut Kristus (otomatis karena pimpinan dan pemeliharaan Allah melalui Roh Kudus). dalam pekerjaan. HARUSKAH KITA BERBAHASA LIDAH Dalam 1 Kor. Benarkah pandangan ini ? Kebenaran sejati (Alkitab) memang membutuhkan pengorbanan untuk dibenci oleh orang-orang dunia. bentrok dan konflik terjadi karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran. Paulus berbahasa lidah dalam frekuensi waktu yang cukup banyak… Kita akan lihat beberapa alasan mengapa setiap orang Kristen harus berbahasa lidah : . Peperangan sejati bukan peperangan fisik/daging. Tuhan Yesus sudah berkali-kali memperingatkan bahwa karena diri-Nya. Menurut pandangan Jusufroni. Demi Kerajaan Allah dan hidup kekal. sedangkan umat pilihan Allah adalah orang-orang yang sama-sama berdosa (tetapi telah ditebus oleh Kristus) dan tinggal di dalam dunia. kita pasti mau menderita. kecuali melalui karya Roh Kudus yang melahirbarukan dan mencerahkan pikiran dan hatinya sehingga mereka dapat percaya kepada Kristus. Doktrin Roh Kudus (Pneumatologi). saya akan mengutip dua hal tentang pengajaran tentang bahasa roh dari Sekolah Orientasi Melayani/School of Ministry (SOM) dari Gereja Bethany Indonesia (dulu : GBI Bethany). Ingatlah. dalam kehidupan sehari-hari bahkan setiap saat ia berbahasa lidah. mereka sadar dan kembali kepada Kristus. 14:18. Paulus berkata : “Aku mengucap syukur kepada Allah bahwa aku berkata-kata dengan bahasa Roh lebih dari pada kamu semua. tetapi berasal dari Surga/umat pilihan Allah (Yohanes 17:16) ! Tetapi tidak berarti ketika kita sedang menyatakan suatu kebenaran Alkitab. dalam perjalanan. sehingga mereka tidak mampu kembali kepada Kristus. tetapi peperangan rohani melawan ajaran-ajaran yang sesat dengan hanya berpedoman Alkitab sebagai standart mutlak ! Seharusnya. sehingga terciptalah konflik. Pada bagian ini. harus berperang melawan setan dan kroni-kroninya ! Sesuatu yang absolut (dalam arti hanya Alkitab) pasti menolak kebenaran orang lain pun sedang menunjukkan bahwa “kebenaran” orang lain yang ditolak oleh Alkitab itu adalah suatu hal yang relatif dan siapa yang membela pernyataan ini (bahwa yang absolut menolak “kebenaran” orang lain) pun merupakan pengajaran yang relatif ! 3. “Mengapa terjadi bentrok itu ? Karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran.” Paulus berani bersaksi bahwa ia berkata-kata dengan bahasa lidah lebih dari orang-orang Korintus berarti begitu ia bangun dari tempat tidur langsung berbahasa lidah. karena orang-orang dunia di luar Kristus adalah orang-orang yang berdosa yang berasal dari dunia. padahal pernyataan ini menurut Jusufroni “tidak benar”. bukan ? Sama halnya dengan pandangan ini. pergi tidur berbahasa lidah.

dalam kehidupan sehari-hari bahkan setiap saat ia berbahasa lidah. Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. ia mulai membicarakan bahwa yang penting itu adalah untuk membangun Jemaat. yang sengaja tidak mengutip ayat 19. tetapi ia mengungkapkan bahwa itu hanya untuk membangun dirinya sendiri. Paulus berbahasa lidah dalam frekuensi waktu yang cukup banyak…” Ayat ini dengan semena-mena ditafsirkan. padahal di dalam ayat selanjutnya. penulis buku SOM ini mengutarakan. pergi tidur berbahasa lidah. sehingga ia lebih suka mengucapkan atau berkhotbah tentang 5 kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang ketimbang berpuluh-puluh ribu bahasa roh yang tidak diketahui. ayat 19. Dengan menafsirkan 1 Korintus 14:18. dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible).Alasan 1… Alasan 5 : Dengan berdoa dalam bahasa lidah kita dapat berdoa untuk sesuatu permohonan yang kita tidak ketahui (Enable us to pray for the unknown) Roma 8:26. “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita. saat itulah Roh akan membantu kelemahan kita apabila kita mulai berbicara dengan bahasa lidah… Yang terakhir adalah : Mengapa Paulus berkata bahwa “bahasa Roh adalah tanda untuk orang yang tidak beriman ?” 1 Kor. karena ayat-ayat sebelumnya Paulus menunjukkan bahasa-bahasa Roh itu penting untuk berkata rahasia kepada Allah dan penting untuk membangun diri sendiri. dalam perjalanan. Perhatikan terjemahan King James Version pada ayat 19 ini. dalam pekerjaan. Yang dimaksudkan Paulus adalah : Jika ada seorang tidak percaya atau mempersoalkan bahkan menolak dan menentang bahasa Roh. “Yet in the church I had rather . tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. pp 32-40) Komentar saya : Dari sekelumit pembahasan ini. Paulus mengungkapkan. (Buletin SOM Bethany “Roh Kudus”. “Paulus berani bersaksi bahwa ia berkata-kata dengan bahasa lidah lebih dari orang-orang Korintus berarti begitu ia bangun dari tempat tidur langsung berbahasa lidah. Penafsiran 1 Korintus 14:18. bagaimana sebenarnya harus berdoa. itu adalah “tanda” bahwa mereka adalah orang yang tidak mempunyai iman. sebab kita tidak tahu. sedangkan di ayat 19.” Memang Paulus bisa berbahasa Roh. 14:22. Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar. mari kita akan memperhatikan problematika penafsiran Alkitab dari theologia ini : 1.” Kadang-kadang tatkala menghadapi persoalan yang amat berat dan secara akal sudah tidak terpecahkan dan sudah tidak ada jalan keluar lagi dan kita tidak tahu apa yang harus kita doakan dan mohonkan kepada Allah. “Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga. dan Paulus suka kalau semua orang berbahasa Roh seperti dia yang berbahasa Roh lebih dari semua orang Korintus. Yang jelas Paulus tidak bermaksud mengatakan bahwa orang yang berkata-kata dengan bahasa Roh itu orang yang tidak beriman.

bisakah Anda membayangkan bahwa mungkinkah Paulus menuliskan wahyu Allah melalui surat-suratnya ? Jelas. “Dengan berdoa dalam bahasa lidah kita dapat berdoa untuk sesuatu permohonan yang kita tidak ketahui (Enable us to pray for the unknown)” Lalu. ayat 26 di dalam Roma 8 ditafsirkan seenaknya sendiri. ia mengutip Roma 8:26 dengan penafsirannya. jika Roh membantu kelemahan kita ketika kita mulai berbicara dengan bahasa lidah. Dengan kata lain. ini pembalikkan ordo/urutan. pikiran. saat itulah Roh akan membantu kelemahan kita apabila kita mulai berbicara dengan bahasa lidah…” Dengan sangat jelas. Saya lebih suka begitu supaya saya dapat mengajar orang. Lalu. ini suatu ketidakkonsistenan penafsiran Alkitab ala penulis buku SOM.” Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari menerjemahkan. urutannya adalah : kita berdoa kepada Allah Bapa di dalam nama Tuhan Yesus melalui Roh Kudus. Jadi. Kembali. beberapa pemimpin gereja Karismatik/Pentakosta mengajarkan berdoa di dalam Roh itu berarti berdoa dengan menggunakan bahasa “roh”. dll tidak dilaporkan setiap saat berbahasa Roh ? Jelas. mengapa rasul-rasul Kristus lainnya. seperti Yohanes. dll. lalu banyak jemaat mereka (termasuk para pemimpin gereja mereka yang tidak mengerti) kalau berdoa bukan kepada Bapa tetapi kepada Roh Kudus. salah satunya adalah alasan 5 yang menyatakan. kata “pengertian” bisa mencakup intelek. “Kadang-kadang tatkala menghadapi persoalan yang amat berat dan secara akal sudah tidak terpecahkan dan sudah tidak ada jalan keluar lagi dan kita tidak tahu apa yang harus kita doakan dan mohonkan kepada Allah. ini sebuah penafsiran yang dicocok-cocokkan. dll. apakah berarti Roh Kudus tidak menolong-Nya ? Apakah berarti kita tidak boleh sama sekali berbahasa lidah ? TIDAK. Kalau memang menurut penulis buku SOM ini. . Ayat ini berarti Roh Allah yang Mahakudus itu membantu kita berdoa kepada Bapa. Perhatikan. Roma 8:26 tidak sedang berbicara tentang doa dalam bahasa roh. Penafsiran Alkitab ini disebut eisegese (menafsirkan Alkitab sekehendak hatinya asal cocok dengan pola pikir yang telah ia tetapkan dahulu). TETAPI tidak berarti karena itu hal yang supranatural lalu tidak ada standardnya. Jadi. 2. di dalam pertemuan jemaat atau ibadah. untuk mendukung pengajaran ini. sombong. Paulus setiap saat berbahasa Roh. that by my voice I might teach others also. di dalam pertemuan-pertemuan untuk menyembah Tuhan. Bahasa Roh sejati masih ada sampai sekarang. Tuhan Yesus ketika berdoa di Taman Getsemani. mengapa ? Karena di dalam kelemahan-Nya dalam natur manusia. Penafsiran Roma 8:26. “Namun. mind. saya lebih suka memakai lima perkataan yang dapat dimengerti orang daripada memakai beribu-ribu perkataan dalam bahasa yang ajaib. than ten thousand words in an unknown tongue. Tidak semua hal supranatural itu benar dan bertanggungjawab. Tetapi herannya. Petrus. Kalau ayat 18 ditafsirkan bahwa Paulus setiap saat berbahasa lidah. Roh Kudus membantu kita berdoa kepada Bapa karena kita tidak mengerti bagaimana berdoa supaya doa kita diperkenan Allah (doa yang tidak diperkenan Allah : doa yang egois. tafsiran ini terlalu dicocok-cocokkan.” Kata “understanding” dalam bahasa Yunaninya nous berarti intellect. oleh karena itu hanya Alkitablah yang harus menjadi standard untuk menguji hal-hal yang supranatural. Paulus lebih suka mengajar orang lain dengan hal-hal doktrinal yang bisa dimengerti bahasanya supaya iman jemaat dapat dibangun ketimbang berpuluh-puluh ribu bahasa yang tidak dapat dingerti (unknown tongue). Ia berdoa kepada Bapa sama sekali tidak menggunakan bahasa roh. doa minta kaya. karena itu adalah suatu hal yang supranatural yang melebihi kemampuan rasio manusia. oleh karena itu Roh Kudus lah yang membantu kelemahan kita sehingga doa-doa kita disampaikan oleh Roh Kudus kepada Allah Bapa. dll).speak five words with my understanding. Penulis buku SOM ini mengungkapkan 7 alasan orang “Kristen” harus “berbahasa roh”.

Jawab : Filipi 2:12-13 : Hai saudara-saudaraku yang kekasih. Apa bedanya dengan kita. Penafsiran 1 Korintus 14:22. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible). “Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar. Tanya : Pendapat Gereja Katholik tentang pentingnya perbuatan adalah salah satu penemuan buatan mereka. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar. dengan menggantikan posisi finalitas Alkitab. karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar. dan pendengaran oleh firman Kristus. Ayat ini jelas menyimpang dari konteksnya.” Perhatikan. itu adalah “tanda” bahwa mereka adalah orang yang tidak mempunyai iman. inilah tempat peristirahatan!" Tetapi mereka tidak mau mendengarkan. Dia yang telah berfirman kepada mereka: "Inilah tempat perhentian. Paulus sudah memperingatkan jemaat Korintus untuk tidak seperti anak-anak di dalam pemikiran mereka. Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. iman timbul dari pendengaran.” Alkitab tidak pernah berkata bahwa iman timbul dari bahasa roh. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible). dengan mengutip Yesaya 28:11-12. firman Tuhan.ekaristi.” Lalu. bukan saja seperti waktu aku masih hadir.net). bukan untuk orang yang beriman. padahal di dalam Roma 10:17. “Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda. Allah menggunakan bahasa-bahasa yang tidak mereka mengerti untuk menghukum mereka. “Sungguh. tetapi untuk orang yang beriman. penulis buku SOM ini mengatakan bahwa pengajarannya adalah pengajaran yang “kembali kepada Alkitab”. mengapa ? Ayat 22 tidak bisa dilepaskan dari ayat sebelumnya. sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda. Yesaya menuliskan bahwa kepada para pemimpin Yerusalem. tetapi dari pendengaran oleh firman Kristus ! Tetapi herannya. penulis buku SOM ini mengungkapkan. Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. Tentang bahasa roh yang adalah karunia untuk orang yang tidak beriman (1 Korintus 14:22). berilah perhentian kepada orang yang lelah.” Oleh karena itulah. jika kita benar-benar adalah orang .” Posisi Alkitab sebagai satusatunya yang layak dipercaya digeser menjadi bahasa roh menjadi patokan yang mendasar untuk mengukur iman seseorang. Doktrin Keselamatan (Soteriologi). namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku.” Di dalam Yesaya 28:11-12. penulis buku SOM ini menyimpulkan. Paulus mengajarkan. suatu kontradiksi yang aneh. Tuhan berkata melalui Paulus. karena mereka lebih melihat fenomena yang kelihatan “wah” dan “supranatural” tanpa melihat esensi yang lebih penting (yaitu mendengarkan Firman). tetapi untuk orang yang tidak beriman. oleh orang-orang yang berlogat ganjil dan oleh orang-orang yang berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini. bukan untuk orang yang tidak beriman.3. “Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini. di ayat 21. “Jadi. Paulus untuk mengerjakan keselamatan mereka dengan takut dan gentar. Keenam. Umat di Filipi diminta untuk menuruti pesan St. kamu senantiasa taat. Alkitab berkata. “Yang dimaksudkan Paulus adalah : Jika ada seorang tidak percaya atau mempersoalkan bahkan menolak dan menentang bahasa Roh. Di ayat 20. di dalam ayat 22. Berikut adalah contoh konkrit tentang kesalahan tafsiran Alkitab yang diambil dari website “apologetika” sebuah pelayanan gereja Katolik (http://www. Lalu. tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir. Sungguh.

Pernyataan ini adalah pernyataan yang dibuat-buat dan dicocok-cocokkan serta membuktikan penulis artikel ini tidak mengerti pengajaran Alkitab. Pandangan ini dengan mudah dapat dijatuhkan. “St. Meskipun Filipi 2:12-13 dikutip keseluruhan. Tetapi tidak berarti perbuatan baik lebih penting dari iman.” Gereja Katolik Roma dan Arminian mungkin saja menyetujui kedua ayat ini. seperti yang dipaparkan Paulus di dalam Efesus 2:8-9. Inilah yang ditekankan oleh banyak theolog Katolik Roma dengan “theologia” naturalnya dan banyak theolog Injili dengan presuposisi human-centerednya.Kristen Perjanjian Baru ? Tingkah laku kita penting. theologia Reformed saja yang berani menegaskan kedaulatan Allah dan anugerah Allah secara konsisten. St. Jangan percaya kepada theologia Injili yang mengaku juga mempercayai keselamatan adalah anugerah Allah. Memang benar. melainkan beroleh hidup yang kekal. Coba kita akan menyelidiki dengan teliti. sehingga seolah-olah melalui perbuatan baik. di dalam Filipi 2:12-13. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman. tetapi menyangkali kedaulatan Allah yang memimpin manusia pilihan-Nya sehingga tidak mungkin kehilangan keselamatan. sehingga Paulus perlu mengingatkan jemaat di Filipi untuk mengerjakan keselamatan. Itu bohong belaka. Itu masalahnya. Apalagi pernyataan yang mengatakan. Di dalam Yohanes 3:16. “Allah” dipuaskan. tetapi fokusnya sering dilihat hanya pada ayat 12. Keselamatan sejati adalah anugerah Allah. Benarkah Paulus dan para rasul Perjanjian Baru tidak pernah mengajarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan ? Ini pandangan keliru. Mengapa demikian? Karena di ayat 13 mengajarkan bahwa Allah lah yang mengerjakan kehendak baik manusia sehingga manusia bisa berbuat baik dan ajaran ini tidak cocok dengan ajaran Arminian dan Katolik Roma. Paulus atau penulis-penulis Perjanjian Baru tidak pernah menggambarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan seperti yang banyak diajarkan oleh pengkhotbah-pengkhotbah pada masa sekarang. tidak ada satu unsur jasa baik manusia. Komentar saya : Tafsiran terhadap Alkitab yang dilakukan secara semena-mena ini membuktikan penulis di website ini tidak mengerti benar Alkitab. Apakah dengan ini berarti janji Tuhan Yesus itu palsu dan bohong belaka hanya untuk mengelabui Nikodemus pada waktu itu yang sedang “stres” ? Lalu. Tuhan Yesus memberikan janji kepastian keselamatan bahwa barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa. Kita harus berbuat baik demi mewujudnyatakan cinta kasih dan terang Kristus ke dalam dunia kita yang berdosa. Paulus memerintahkan jemaat di Filipi untuk mengerjakan keselamatan. saya akan memberikan argumentasi theologis di dalam hal ini. Filipi 2:12-13 sangat digemari oleh para theolog Arminian dan Katolik yang anti-kedaulatan Allah.” adalah pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara Alkitabiah. karena perbuatan baik adalah respon kita yang telah mendapatkan anugerah Allah melalui iman di dalam Kristus. Tafsiran model ini adalah tafsiran yang dicocok-cocokkan (eisegese) yang tidak sinkron dengan seluruh berita Alkitab. tetapi . hidup selama-lamanya bersama Bapa di Surga. Ayat ini tidak sedang mengajarkan bahwa karena keselamatan itu mudah hilang. Keselamatan adalah murni 100% adalah anugerah Allah. Apakah hidup yang kekal itu ? Hidup yang tidak dapat binasa. Ayat ini seharusnya membuat kita merasa gentar sehingga kita terus menerus melakukan keinginan Bapa dalam segala hal. Paulus atau penulis-penulis Perjanjian Baru tidak pernah menggambarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan seperti yang banyak diajarkan oleh pengkhotbah-pengkhotbah pada masa sekarang. itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. tetapi pemberian Allah. karena dengan itulah Allah akan menghakimi kita. itu bukan hasil usahamu. Perbuatan baik itu penting tetapi bukan yang terutama. Sekali lagi. dan bukan pada ayat 13. Saya tidak berarti menyalahkan 100% bahwa perbuatan itu tidak penting.

Kembali. Arminian. Tuhan Yesus menegaskan : HANYA ORANG YANG PUNYA ROH MARTIR YANG DIBERI KUASA MEMBENTUK PERJAMUAN KUDUS YANG BENAR I. Tidak ada satu arus theologia Kristen yang memiliki perspektif Kristo-sentris dan kedaulatan Allah (theology from above) kecuali theologia Reformed. saya akan bertanya. Ini bukan fanatisme iman. mungkin saja “Allah” seperti itu yang dipercayai oleh para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian. Kembali. Doktrin Gereja (Ekklesiologi). lalu diterima oleh umat pilihan-Nya dan terus dikerjakan. Mengerjakan keselamatan tidak berarti mempertahankan keselamatan supaya tidak hilang. inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib. penggenapan keselamatan di dalam Pribadi Allah Anak.dengan perspektif yang menyimpang dari konteks Alkitab ini.” Artinya: Karena Perjamuan Kudus adalah korban Tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib. berorientasi hanya untuk kemuliaan Allah (Roma 11:36). Berikut kutipan ajaran dari Bapak Yesaya Pariadji dari Tiberias yang mengemukakan ajaran tentang minyak urapan dan Perjamuan Kudus. kecuali theologia Reformed ! Lalu. Itulah karya Allah Tritunggal di dalam keselamatan. Tuhan Yesus Kristus dan penyempurnaan karya keselamatan melalui karya Roh Kudus yang melahirbarukan umat pilihan Allah Bapa untuk beriman di dalam Kristus Yesus. Ketujuh. dll. itu . Salah satu hal di dalam doktrin gereja yang akan kita selidiki adalah tentang minyak urapan dan Perjamuan Kudus. kita sebagai manusia harus menerima keselamatan itu dan berbuat baik supaya diperkenan Allah. Kita angkat Roti : Yang akan dibentuk menjadi Tubuh Kristus. Prinsip Soli Deo Gloria (=kemuliaan hanya bagi Allah selama-lamanya) tidak ada pada theologia Katolik Roma. dll. para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian mempercayai bahwa keselamatan Kristen itu tidak pasti. Tidak ada satu theologia Kristen yang berani merumuskan theologia sistematika ini. membenci. itu berarti Allah tersebut bukan Allah yang diajarkan oleh Alkitab karena Allah tersebut adalah Allah yang plin-plan. maka itu berarti keseluruhan proses keselamatan ada di tangan Allah secara pribadi (bukan di tangan manusia). Kalau orang masih minta-minta. minta-minta perpuluhan. tetapi berarti mewujudnyatakan keselamatan itu sehingga orang lain dapat melihat perbuatan baik kita dan memuliakan Bapa di Surga (Matius 5:16). yaitu dengan mengajarkan bahwa meskipun keselamatan itu adalah anugerah Allah. keselamatan yang telah disempurnakan melalui karya Roh Kudus dengan melahirbarukan umat pilihan-Nya dan memberi mereka iman di dalam Kristus. Allah yang menganugerahkan keselamatan itu juga bisa mengambil keselamatan sekehedaknya sendiri. Entah. itu tidak menjadi masalah. dilakukan oleh Allah. kalau memang “benar”. itulah sebabnya hanya orang yang punya Roh Martir yang diberi kuasa membentuk Perjamuan Kudus yang benar. seenaknya sendiri (tidak beda dengan manusia yang suka plin-plan. tetapi realita yang mungkin membuat para penganut theologia lainnya akan marah. perbuatan baik kita yang dikaruniai dari Allah. tetapi hanya pada theologia Reformasi dan Reformed yang konsisten. ini membuktikan “Allah” palsu ini merupakan proyeksi dari pikiran manusia yang berdosa seperti yang diajarkan oleh Ludwig Feuerbach). Itu jelas bukan Allah yang Alkitab ajarkan. yaitu mulai dari rencana keselamatan yang ditetapkan oleh Allah Bapa dengan memilih sebagian orang untuk diselamatkan. “Inilah roti yang turun dari Sorga. Orthodoks. Ini sama saja bohong dan kontradiksi dengan pendapat sendiri. lalu. Ketika theologia Reformed berani menegaskan bahwa keselamatan sejati hanya melalui anugerah Allah di dalam iman. Inilah kelemahan fatal para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian.

Roh Martir adalah orang yang menyerahkan segala miliknya.tandanya orang itu tidak mempunyai Roh Martir sehingga Perjamuan Kudusnya hanya sekedar lambang saja. Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajarkan. sangat jelas bahwa orang yang punya “roh martir” yang dimaksudkannya adalah Pariadji sendiri.” adalah pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. sama seperti Engkau mengasihi Aku. Kedua: Untuk menyempurnakan tubuhku agar sehat sempurna. agar Gereja penuh kuasa. agar kami tidak pikun. nyawa dan darahnya. Pernyataan yang mengajarkan bahwa perjamuan kudus itu “memberikan keselamatan. 1. . yang langsung dari “tuhan yesus” tidak ditemukan pengajarannya di dalam Alkitab. Gereja dibangun bukan untuk memperoleh kuasa. lalu berani mengklaim diri memiliki “roh martir”.” Kalimat ini mirip dengan kalimat klenik atau syarat-syarat yang diperlukan untuk memperoleh kuasa supranatural. tidak ada kuasa Allah. ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman”. Dasar Firman Allah di dalam Yohanes 17:23 demikian: “Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu. ini Tuhan Yesus atau “tuhan yesus” ? Dari pernyataan ini. Ketiga: Inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib yang tertikam. yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus yang benar. Aku tolak kanker. 2. yang memberikan hidup kekal di dalam Sorga.” Yohanes 6:54 demikian: “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku. agar kami tidak terkapar di meja operasi. aku tolak tumor. 2. 1. Di luar Yesus tidak ada keselamatan dan hidup yang kekal di Sorga (Yohanes 3:16). tidak koma. nyawa dan darah kami agar banyak orang diselamatkan. tertombak. Pariadji tidak mengerti totalitas pengajaran Alkitab. “Gereja Tiberias dibangun karena kami bisa menyerahkan segala milik kami. Dari konsep gereja saja. Gereja Tiberias dibangun karena kami bisa menyerahkan segala milik kami. agar Gereja penuh kuasa. Baca pernyataan selanjutnya. agar kami tidak lumpuh. yang memberikan hidup kekal di dalam Sorga. Dasar Firman Allah di dalam Yohanes 6:51 & 58… Artinya: Keselamatan hanya melalui Yesus. 3. agar kami tidak terkapar di rumah sakit. suatu pernyataan orang yang aneh. 883 Minggu TGL.” Pernyataan ini adalah tafsiran Pariadji sendiri yang mengaku langsung dari “Tuhan Yesus”. Mari kita akan menyelidiki satu per satu. Dasar Firman Allah di dalam Yesaya 53:3-5 … (Buletin Gereja Tiberias NO. tetapi untuk memuliakan Kristus. Sungguh. bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka. dan tidak terkapar di rumah sakit atau ruang ICU. agar dunia tahu. nyawa dan darah kami agar banyak orang diselamatkan. “hanya orang yang punya Roh Martir yang diberi kuasa membentuk Perjamuan Kudus yang benar. 06 NOVEMBER 2005) Komentar saya : Semua ayat Alkitab banyak yang ditafsirkan sekehendak hati Pariadji sendiri. Untuk menyempurnakan jiwa dan rohku dan agar dibangkitkan pada akhir zaman. yang lebih aneh lagi. Pertama: Yang memberikan keselamatan.

Dengan pernyataan Bapak Pariadji bahwa keselamatan hanya melalui Yesus. there is no evidence that he had any reference in this passage to the Lord’s Supper… The plain meaning of the passage is. Tidak. Kedua ayat yang dikutip oleh Bapak Pariadji sama sekali tidak mengajarkan tentang kanibalisme. 4. yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus yang benar. 3. tidak koma. Untuk menyempurnakan jiwa dan rohku dan agar dibangkitkan pada akhir zaman. Sepertinya. dan tidak terkapar di . padahal konsep Perjamuan Kudus yang dipromosikan oleh Bapak Pariadji adalah konsep yang salah (bandingkan 1 Korintus 11:2331 . “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia. Ditambah pernyataannya. “Keselamatan hanya melalui Yesus. tertombak. agar kami tidak pikun.” Ayat ini tidak mengatakan bahwa keselamatan ada di dalam minyak urapan atau perjamuan kudus. and it is absurd to suppose that it was intended to be so understood… His body was offered on the cross.” Lalu. Hidup dan keselamatan sejati didapat ketika mereka menerima-Nya sebagai Tuhan dan satu-satunya Juruselamat. agar kami tidak terkapar di rumah sakit. Bapak Pariadji dengan sengaja mencocokcocokkan ayat yang di luar konteks/makna aslinya supaya cocok dengan pandangan Perjamuan Kudus-nya yang “menyelamatkan” dan “mujarab”. Berikut pernyataannya. bahwa Dia menunjukkan referensi apapun di dalam bagian ini terhadap Perjamuan Tuhan…Arti sederhana dari bagian ini. “Untuk menyempurnakan tubuhku agar sehat sempurna.his body and his blood offered in sacrifice for sin . bahwa melalui darah kematian-Nya—tubuh dan darah-Nya diserahkan sebagai pengorbanan bagi dosa…) Untuk mendukung ajarannya yang kacau. Pariadji harus membaca seruan Petrus di dalam Kisah Para Rasul 4:12. yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus adalah pernyataan yang secara implisit menghina karya penebusan Kristus di kayu salib dan menggantinya dengan hanya menerima Perjamuan Kudus yang “benar” (keselamatan di dalam Kristus menurut Bapak Pariadji tidak cukup hanya percaya.” Dengan mengutip Yohanes 6:51 dan 58.Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajarkan bahwa Perjamuan Kudus sebegitu berkuasanya sehingga dapat memberikan keselamatan. agar kami tidak lumpuh.he would procure pardon and life for man. Kutipan Yohanes 6:54 yang seenaknya sendiri. tetapi yang dimaksudkan dengan “roti” adalah daging atau hidup-Nya sendiri yang diserahkan dan mereka harus menerima-Nya supaya mereka memperoleh hidup. Tafsiran Yesaya 53:3-5 yang seenaknya sendiri.” (=Dia tidak bermaksud bahwa ayat ini dimengerti secara literal. tidak ada bukti bahwa. for it was never done. lalu orang percaya disuruh untuk benar-benar menguyah daging Tuhan Yesus. Fungsi “perjamuan kudus” ala Pariadji adalah untuk menyembuhkan penyakit. Pernyataan “makan daging dan minum darah” tidak bermakna secara literal. … Di samping itu. Penggunaan kata “roti” di dalam kedua ayat ini memang menunjuk Perjamuan Kudus. that by his bloody death . “Inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib yang tertikam. Besides. ia mengutip Yohanes 6:54. sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. agar kami tidak terkapar di meja operasi.He did not mean that this should be understood literally. tetapi juga harus menerima Perjamuan Kudus yang “benar”). Perhatikan pernyataan yang diungkapkan oleh Albert Barnes dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible. and was raised up from the dead and received into heaven. bukan karena menerima Perjamuan Kudus. Fungsi perjamuan kudus yang dipaparkan Bapak Pariadji. “Except ye eat the flesh … . ayat 27 di dalam pasal ini sering diabaikan oleh banyak pemimpin gereja kontemporer yang pop).

Berikut pengajarannya. KEBANGKITAN II : Kebangkitan orang-orang jahat sesudah Millenium berakhir untuk memperoleh HUKUMAN. dirinya mencocok-cocokkan semua ayat Alkitab sesuai kehendak hatinya ditambah ada perkataan bahwa “tuhan yesus” langsung berkata kepadanya (biar kelihatan “rohani dan alkitabiah”). Ayat ini hanya mengindikasikan tentang adanya orang-orang yang bijaksana yang adalah orang-orang yang takut akan Allah akan menjadi sinar yang menerangi orang-orang dunia. Wah. (Dan. p. terkandung banyak perkataan simbolis atau simbol-simbol yang tidak dapat ditafsirkan secara harafiah. 20:11-15). 46) Komentar saya : 1 Penafsiran Daniel 12:3 yang tidak bertanggungjawab Pertama. Hoekema.” (Silabus SOM Bethany “Second Coming/Kedatangan Tuhan”. tetapi itu bukan poin penting. dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintangbintang.rumah sakit atau ruang ICU. Memang.D. aku tolak tumor. Herannya. kita harus memperhatikan prinsipnya yaitu di dalam Kitab Wahyu.” Ayat ini sengaja dicomot untuk mendukung ajaran adanya dua kali kebangkitan tubuh. Bapak Pariadji tidak bisa membedakan mana yang esensi (utama) dan mana yang tambahan (akibat dari esensi). ini adalah sebuah pelecehan implisit terhadap makna asli Perjamuan Kudus. sehingga orang-orang pilihan-Nya yang belum bertobat boleh dipimpin dan diterangi oleh sinar itu lalu mereka boleh kembali kepada Allah. padahal ayat ini tidak mengindikasikan pengajaran ini. akibatnya. Doktrin Akhir Zaman (Eskatologi). Wah. Rasul Paulus di dalam 1 Korintus 11:23-31 tidak pernah menyinggung sedikitpun tentang makna Perjamuan Kudus yang mujarab untuk menyembuhkan penyakit. Aku tolak kanker. di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman. pengorbanan Kristus di kayu salib mampu mematahkan segala belenggu penyakit. mencari ayat-ayat Alkitab yang mendukung ajarannya dan sengaja meninggalkan 1 Korintus 11:23-31 yang jelas-jelas tidak mengajarkan tentang kemujaraban Perjamuan Kudus. dengan tidak bertanggungjawab. Jadi ada jarak 1000 tahun antara kedua kebangkitan tersebut. 11-15 Untuk menafsir Kitab Wahyu. Anthony A. tetap untuk selama-lamanya. Pada bagian terakhir. 2 Penafsiran yang parsial atas Wahyu 20:4-6. 12:3 . Dasar Firman Allah di dalam Yesaya 53:3-5 …” Kembali. Yoh. . “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala. saya akan mengutip pengajaran eskatologi dari SOM Bethany yang nantinya mempengaruhi penafsiran Alkitab versi mereka. Berikut kutipan paparan tentang kelemahan penafsiran ayat-ayat ini dari Prof. 20:4-6 . Kedelapan. Ini problematika Bapak Pariadji dalam menafsirkan Alkitab. 5:28-29 . Daniel 12:3. Th. “Ada dua jenis Kebangkitan Tubuh : KEBANGKITAN I : Kebangkitan orang-orang benar sebelum Millenium berakhir untuk memperoleh HIDUP.

dan mengabaikan ayat-ayat lain (seperti Yoh. Lalu. yang disebut dalam ayat 12 dan 15. sehingga tanpa prinsip-prinsip tersebut kita tidak mungkin mengerti Alkitab ? Kemudian. Pada bab ini.4. yaitu dunia orang mati. bagaimana kita dapat menafsirkan Alkitab dengan bertanggungjawab ? Kita akan membahasnya pada poin 2. apakah mereka juga perlu sekolah theologia/Alkitab untuk memahami Alkitab ? Salah satu prinsip Alkitab itu jelas. 1. Pertama. Doktrin Alkitab (Bibliologi) . kitab tersebut berisi catatan tentang apa yang setiap orang telah lakukan. mencakup semua orang yang telah mati. saya akan membagi ke dalam dua prinsip. bukan hanya orang-orang tidak percaya yang telah mati. Kalau Tuhan menganugerahkan kita kemampuan dan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi. Dalam ayat 12 kita membaca tentang kitab yang dibuka. kita akan membahas tentang pengajaran-pengajaran theologia sistematika sebelum kita masuk ke dalam prinsip mengerti Alkitab. apakah berarti kita harus mati-matian membela prinsip-prinsip tersebut. kita akan membahas bagaimana menafsirkan Alkitab dengan prinsipprinsip yang bertanggungjawab sehingga kita dapat menghindarkan diri dari kesengajaan (atau ketidaksengajaan) mencoba mencomot ayat Alkitab di luar konteks yang ada. dan kedua disusul dengan prinsipprinsip penafsiran Alkitab sesuai dengan theologia sistematika yang telah disusun. 5:28-29 dan Kis. bagaimana dengan ibu-ibu yang tidak pernah sekolah tinggi yang tinggal di desa. Tetapi tidak ada indikasi bahwa kitab-kitab tersebut hanya berisi tentang penghukuman. umumnya dimengerti sebagai daftar orangorang pilihan…” (Hoekema : 2004. 24:15) bahwa kebangkitan orang percaya dan tidak percaya akan terjadi secara bersamaan… Perhatikanlah kalimat “orang-orang mati. beberapa bukti telah diberikan bahwa 20:4-6 tidak berbicara tentang kebangkitan tubuh bagi orang percaya ataupun orang tidak percaya… ajaran semacam ini didasarkan pada penafsiran secara harafiah terhadap perikop dari kitab yang sangat bersifat simbolis.“… penafsiran premillenialisme terhadap ayat 4 hingga 6 bukanlah satu-satunya kemungkinan . 327-329) Kita telah melihat problematika penafsiran Alkitab yang berintikan humanisme dan terimplikasi praktis di dalam paradigma dasar atau theologia sistematika mereka yang akhirnya mempengaruhi cara mereka menafsirkan Alkitab. prinsip pembentukan pola paradigma yang bertanggungjawab (theologia sistematika). Menurut bagian terakhir dalam ayat 12.4 Penafsiran Alkitab yang Dapat Dipertanggungjawabkan (Penggabungan Antara Theologia Sistematika dan Theologia Biblika) Pada bagian terakhir. 2. Lalu. besar dan kecil. pertanyaan yang muncul. sehingga ibu-ibu yang tidak berpendidikan tinggi sekalipun dapat memahaminya. sehingga kita yang mengenyam pendidikan tinggi. berdiri di depan takhta itu. Tetapi jangan menyempitkan arti kejelasan Alkitab ini. lalu sembarangan menafsirkan Alkitab dengan berpedoman bahwa Alkitab itu jelas. Pengajaran theologia sistematika ini hanya mungkin diintegrasikan dengan cara penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab ketika pengajaran ini dibangun di atas pengertian theologia Reformed yang konsisten. sebaiknya kita mempergunakannya untuk mempelajari firman-Nya terlebih dahulu. pertama. pp.” (ayat 12)… Coba amati lebih jauh pernyataan bahwa laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya (ayat 13)…Sudah tentu Hades. Kitab kehidupan. kita malas mempelajari Alkitab.

maka seluruh doktrin yang mereka bangun juga berdasarkan konsep kebersalahan Alkitab. Oleh sebab itu. sehingga Ia berdaulat dan berhak mengatur dan memimpin hidup manusia sesuai dengan apa yang dikehendakiNya. Dr. theologia Reformed dapat disebut sebagai theology from above yang berusaha melihat segala sesuatu BUKAN dari perspektif manusia berdosa. Kalau ada orang “Kristen” yang tidak pernah belajar theologia sama sekali. Ketika kaum liberal mempercayai bahwa Alkitab itu murni buatan manusia. sehingga dengan berani mengajarkan bahwa di dalam diri manusia terkandung unsur positif. maka jarang sekali para theolog Reformed membuat spekulasi theologia hanya dari satu bagian Alkitab. oleh Allah dan bagi Allah saja kemuliaan sampai selama-lamanya (Roma 11:36). kita dapat membuka bagian kitab lainnya untuk mendapatkan penjelasannya. bahkan ada seorang pemimpin gereja Karismatik yang berani mengajarkan bahwa manusia adalah little gods (ilah-ilah kecil). Alkitab dipercaya adalah satu-satunya wahyu Allah yang tertinggi dan final (2 Timotius 3:16) yang tidak mungkin bersalah dalam naskah asli/autographa-nya (infallibility and inerrancy of the Bible). Perbedaan ini disebut oleh Pdt. Kembali. tetapi hanya dapat digali oleh theologia Reformed. misalnya. sehingga tidak heran para pemuja “theologia” religionum/social “gospel” yang bersumber dari “theologia” liberal mendewakan humanisme dan kontekstualisasi yang salah agar kepercayaan Kristen dapat dikompromikan dengan mudah (menghilangkan esensi Kristen). tidak usah heran. Hal ini berakar dari semboyan Reformasi dari Dr. di dalam seluruh arus theologia Kristen. banyak theolog atau hamba Tuhan yang bertheologia Injili (yang cenderung Arminian. yaitu Sola Scriptura (hanya Alkitab). semua pembahasan doktrin dari suatu arus theologia Kristen dilihat dari bagaimana arus theologia Kristen itu memandang Alkitab. lawan Reformed/Calvinisme) yang akhirnya dapat dengan mudah diperdaya oleh Gerakan Zaman Baru—GZB (New Age Movement) yang beridekan humanisme dan pantheisme. theologia Reformed dengan sangat konsisten mengajarkan prinsip kedaulatan Allah (the Sovereignty of God) dengan memegang prinsip bahwa segala sesuatu adalah dari Allah. Untuk penjelasan bagian ini akan dijelaskan pada Bab 4 ini pada prinsip kedua. Tuhan. jujur. tetapi dari perspektif Allah di dalam Alkitab. Jadi. seorang direktur . Doktrin Allah Tentang doktrin Allah. 2. Oleh karena itu. dll. sehingga ketika kita menemukan adanya kekurangjelasan dalam satu kitab tertentu. theologia Reformed juga mempercayai adanya suatu pengertian yang holistik dari Alkitab. Lalu. baik. berhatihatilah terhadap orang “Kristen” yang sok tahu ini. Di sini. Martin Luther.Di dalam theologia Reformed. Ketika theologia Reformed memegang pendapat ini. Pencipta dan Pemilik seluruh alam semesta dan manusia adalah ciptaan-Nya yang hanya merupakan derivasi (turunan) dari atribut Allah yang dapat dikomunikasikan (communicable attribute). di mana seluruh kitab-kitab di dalam Alkitab dari PL sampai dengan PB adalah kitab-kitab yang memberikan penjelasan yang menyeluruh dan saling melengkapi. Theologia Reformed juga mempercayai bahwa Doktrin Alkitab (Bibliologi) sebagai Prolegomena atau doktrin yang mendasari semua doktrin Kristen. mengapa theologia Reformed berani menegakkan kedaulatan Allah secara konsisten di dalam seluruh arus pemikirannya ? Karena hanya theologia Reformed melihat Allah sebagai Allah. hanya theologia Reformed yang lebih mendekati Alkitab (tidak berarti theologia Reformed identik dengan Alkitab). posisi manusia hanya taat mutlak akan pimpinan-Nya. biasanya mereka akan mengintegrasikannya dengan seluruh berita di dalam kitab-kitab di dalam Alkitab. Stephen Tong sebagai perbedaan kualitatif (qualitative difference). lalu berani mengatakan bahwa theologia Reformed itu sombong dan tidak mengasihi. kasih. karena kekonsistenan theologia Reformed dalam melihat segala sesuatu. Allah adalah Tuhan yang memiliki dunia ini. Itu sebabnya. adil. Perbedaan kualitatif ini memang bersumber dari Alkitab. Selain prolegomena.

Mengapa menurut saya. Kembali. bencana banjir. Di dalam doktrin keselamatan. di mana kedua hal ini saling berhubungan dan menyatu. manusia yang telah diciptakan segambar dan serupa dengan Allah ini telah jatuh ke dalam dosa dan dosa ini mengakibatkan seluruh potensi diri manusia menjadi rusak total (Total Depravity). sehingga beberapa gereja Lutheran mulai mengkompromikan theologia mereka dengan theologia Injili yang Arminian. Dosa ini dapat dibagi menjadi dua bagian. adil. Anda dapat membaca sendiri buklet Doktrin Manusia dan Dosa yang ditulis oleh Pdt. sehingga tidak ada satu inci diri manusia yang tidak berdosa (Roma 3:23). Dalam kondisi ini. maka manusia itu pasti mati. yaitu dosa yang kita kerjakan sendiri. itu semua akibat dosa. baik. di dalam dunia ini muncul berbagai macam masalah. Lalu. sehingga manusia dapat berpotensi menjadi seperti Allah (tetapi tetap sebagai makhluk yang terbatas. Mengapa ? Karena di dalam theologia Reformed. Matakupan dan Ev. menegakkan konsep kedaulatan Allah lah yang dengan lebih tepat mengartikan konsep hanya anugerah (sola gratia) ketimbang Luther. Bapa gereja Augustinus.dari John Robert Power di Surabaya ternyata adalah seorang “penginjil” perempuan di sebuah gereja Karismatik “terbesar” di Surabaya. bencana alam. Doktrin Keselamatan (Soteriologi) Konsep anugerah adalah konsep utama yang telah ditegakkan dari Paulus. sehingga manusia pasti membutuhkan-Nya. Mereka bisa masuk ke dalam racun GZB ini karena doktrin Allah mereka tidak kuat dan begitu kacau. di dalam theologia Reformed yang mempercayai ketidakbersalahan Alkitab secara konsisten. Julio Kristano (Momentum. konsep anugerah langsung dikaitkan dengan kedaulatan Allah. dll (atribut-atribut Allah yang dapat dikomunikasikan). Mengenai penjelasan pandangan dikotomi. Dr. Tidak heran. sebaliknya di dalam theologia Reformasi agak kurang menekankan kaitan anugerah Allah dengan kedaulatan Allah. Dosa inilah mengakibatkan hubungan antara manusia dengan Allah terputus. karena mereka secara implisit mempercayai bahwa Allah bisa berubah atau mengubah rencana-Nya sesuai kondisi manusia. lalu ada dosa aktual. terlepas dari tubuhnya). Di dalam hal ini. theologia Reformed mempercayai bahwa manusia itu terdiri dari tubuh dan jiwa (pandangan dikotomi). bencana alam pasti dari dosa. John Calvin. Doktrin Manusia dan Dosa (Christian Antropology) Theologia Reformed yang konsisten mengajarkan bahwa manusia itu diciptakan segambar dan serupa dengan Allah yang menurunkan sifat-sifat Allah yang kasih. yaitu dosa asal (original sin) yang diwariskan dari Adam (Roma 5:12-14). theologia Reformed mempercayai bahwa sebelum dunia dijadikan. Yang saya maksudkan adalah dosa mengakibatkan penyakit. 2005). jujur. tsunami. dll. Thomy J. tetapi murni atas . Martin Luther sampai John Calvin dan mempengaruhi semua theologia Reformasi dan Reformed. Ketika tubuh dan jiwa dipisahkan. 3. mulai dari timbulnya penyakit yang aneh. dll. Konsep anugerah ini jelas mempengaruhi doktrin keselamatan dan kehidupan Kristen sehari-hari. 4. ada seorang “pemimpin gereja” yang melakukan bisnis “minyak urapan” hobi “bersaksi” bahwa roh/jiwanya turun naik “surga” (tentu. Allah telah memilih kita tanpa memandang jasa baik kita. Tetapi saya sangat heran. diciptakan dan berdosa). binatang dan sesama manusia juga terputus. begitu pula hubungan antara manusia dengan alam. theologia Reformed saja yang lebih tepat memahami anugerah Allah ? Karena hanya theologia Reformed mengaitkan konsep kedaulatan Allah dengan anugerah Allah ditambah ketidakmampuan manusia secara total. tanah longsor. jangan percaya akan hal yang aneh ini. Tetapi tidak berarti setiap penyakit. Ini jelas tidak sesuai dengan prinsip Alkitab. manusia hanya memiliki satu kecenderungan : tidak bisa tidak berdosa (artinya ingin terus-menerus berdosa). dengan memegang prinsip dari Paulus. suci.

dll. theologia Reformed memiliki pandangan lain terhadap pribadi Kristus yang tidak dianut oleh arus theologia Kristen apapun. Roma 8:33-35). Doktrin Roh Kudus (Pneumatologi) . Bapa mengutus Putra untuk menggenapkan karya keselamatan itu dengan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Luther dan John Calvin memegang pernyataan bahwa Kristus itu bernatur 100% Allah dan 100% manusia (dwi natur/dua sifat di dalam satu Pribadi Kristus yang tidak terbagi. yaitu Kristus itu sebagai Nabi. Tetapi herannya konsep ini ditolak mentah-mentah oleh theologia Injili yang cenderung Arminian dan juga theologia Katolik Roma yang mengatakan bahwa ketika orang tersebut murtad. maka keselamatannya bisa hilang. Ia memerintah alam semesta ini sebagai Tuhan yang berdaulat dan berkuasa penuh (Matius 28:18) serta Ia akan datang kembali untuk kedua kalinya untuk mendirikan Kerajaan-Nya (Kerajaan Allah yang akan datang). 5. kemudian Roh Kudus diutus untuk menyempurnakan karya keselamatan itu dengan mengefektifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati setiap umat pilihan-Nya dengan memberikan iman di dalam Kristus. Lalu. problematika kekekalan keselamatan berkaitan erat dengan kekekalan diri Allah dan pemeliharaan-Nya. Ia memberitakan firman Allah tentang kerajaan Allah kepada manusia dan kedatanganNya membuktikan Kerajaan Allah telah hadir di bumi ini (Kerajaan Allah pada waktu sekarang/yang telah ditegakkan). konsep anugerah harus menjadi konsep yang tertanam di dalam hati dan pikiran kita. Sebagai Nabi (di atas segala nabi). Mengapa demikian ? Karena dengan mengatakan bahwa keselamatan umat pilihan Allah bisa hilang. setelah Allah memilih kita untuk menerima keselamatan yang telah direncanakan-Nya. kemampuan berbicara. Doktrin Kristus (Kristologi) Theologia Reformed mengikuti pandangan dari Rasul Paulus sendiri (Roma 1:3-4). Ini tentu bukan Allah sejati tetapi “ilah” buatan para theolog Arminian dan Katolik yang tidak lebih dari suatu idealisme utopia yang tidak pernah diajarkan oleh Alkitab. otomatis sedang menghina Allah bahwa Ia tak sanggup lagi berbuat apa-apa terhadap keselamatan umat pilihan-Nya ketika mereka memilih untuk murtad. sehingga apapun yang telah Ia berikan kepada kita baik itu kepintaran. maka kaum Arminian secara implisit ingin mengajarkan konsep Deisme (yang mengajarkan bahwa setelah Allah menciptakan dunia ini. Hanya theologia Reformed yang konsisten mengajarkan peranan setiap Allah Tritunggal di dalam proses keselamatan. tercampur). para bapa gereja yang setia. Ia mengorbankan diriNya sendiri sebagai penebusan dosa bagi umat manusia yang berdosa (Ia berbeda dengan para imam di dalam Perjanjian Lama yang mengorbankan binatang sebagai korban penebus dosa) dan sebagai Raja. mengapa ? Kembali. Di dalam kehidupan Kristen sehari-hari.kerelaan kehendak-Nya yang berdaulat (Efesus 1:3-6). 10:27-30 . 6:40. Feuerbach bahwa “Allah” itu diciptakan menurut gambar dan rupa manusia.44. Konsep ini jelas konsisten dengan seluruh berita Alkitab (Yohanes 3:16 . terpecah. Imam dan Raja. lalu pergunakanlah itu hanya bagi kemuliaanNya saja. Lalu. Allah yang memulai keselamatan ini akan menjaga umat pilihan-Nya sampai akhir sehingga mereka tidak pernah mungkin dapat meninggalkan Kristus untuk selama-lamanya. sebagai Imam (di atas segala imam). Hal ini telah dirumuskan dalam pengakuan iman gerejawi yang bertanggungjawab. tetapi mirip seperti pandangan L. Kalau pandangan Arminian yang mengatakan bahwa keselamatan umat pilihan Allah bisa hilang akibat murtad itu adalah pandangan yang “benar”. itu murni adalah anugerah Allah. Ini jelas tidak konsisten.47 . Tetapi yang agak berbeda. baik Chalcedon. dll. maka Ia tidak memelihara dunia ini) dan dengan jelas merendahkan posisi Allah di bawah posisi manusia yang “berotoritas”. 6.

Gereja Reformed tidak mengklaim bahwa sistem mereka mengenai pemerintahan Gereja ditentukan oleh setiap detilnya oleh Firman Tuhan. GKA. tetapi kita tidak perlu jatuh ke dalam ekstrim lainnya. 7. Prof. berhati-hatilah terhadap para pengajar itu. maka kita tidak perlu berlomba-lomba membangun gedung gereja sebagus dan semewah mungkin. gereja-gereja Reformed menjalankan baptisan anak (infant baptism) dengan paradigma dasar bahwa baptisan bukan hal yang menyelamatkan. Prinsip ini konsisten di dalam seluruh Alkitab. Lalu. Di dalam ordo/urutan keselamatan. pendidikan. ekonomi. Di dalam theologia Reformed. Kalau ada orang yang berani mengajar tentang Roh Kudus. baik politik. maka di dalam PB. Roh Kudus berfungsi mengefektifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati setiap umat pilihan-Nya sehingga mereka bisa percaya di dalam Kristus dan bertobat. Lalu. “menginsafkan dunia akan dosa. gereja yang tidak kelihatan (invisible church) yang meliputi semua orang Kristen sejati dari berbagai zaman. yaitu mandat theologis (mengajar doktrin kepada jemaat-jemaat gereja). gereja yang kelihatan dalam bentuk gedung. Dr. GKT. Di dalam doktrin gereja. Kedua hal itu sama-sama salah. yaitu Perjamuan Kudus dan Baptisan Kudus saja). hukum. Kalau gereja bukanlah gedungnya. tetapi orang-orangnya. Jadi. yaitu membiarkan bangunan gereja tidak terawat. hanya dua. kalau gereja adalah kumpulan orangorang pilihan Allah. tetapi Roh Kudus adalah Pribadi Allah sendiri yaitu Oknum/Pribadi Ketiga dari Allah Trinitas. sosial. maka mereka belum tentu diselamatkan (karena banyak orang yang pergi ke gereja bahkan mengaku diri “melayani tuhan” terbukti bahwa mereka bukan termasuk umat pilihan Allah). karena dapat dipastikan mereka adalah para pengajar palsu meskipun berjubah “Kristen” bahkan “pendeta” atau “pemimpin gereja”. Louis Berkhof di dalam bukunya Teologi Sistematika : Doktrin Gereja mengungkapkan tentang sistem pemerintahan gereja Reformed ini. Allah mengadakan perjanjian (covenant) melalui sunat sejak kecil (tanpa perlu mempertanyakan apakah anak kecil itu beriman dahulu atau belum). Gereja dapat dibagi menjadi dua. Khususnya. oleh karena itu tindakan ini tidak ada ampun (Matius 12:32). apakah berarti semua anggota gereja pasti diselamatkan ? Kalau gereja itu dalam pengertian gereja yang tidak kelihatan (orang-orang Kristen sejati). theologia Reformed seperti Alkitab juga mempercayai bahwa Roh Kudus diutus untuk. gereja yang kelihatan (visible church). tetapi gereja Reformed menekankan . mandat Injil (memberitakan Injil) dan mandat budaya (anak-anak Tuhan menjadi garam dan terang bagi masyarakat dunia di dalam setiap aspek hidup. ketika orang-orang Kristen disebut Bait Roh Kudus/Allah (1 Korintus 3:16). maka gereja yang merupakan kumpulan orangorang pilihan Allah pun dapat disebut Bait Allah tetapi dengan pengertian theologis. dll. Tanpa ada karya Roh Kudus ini. bau. Doktrin Gereja (Ekklesiologi) Gereja bukanlah gedungnya. GBI. mandat gereja dibagi menjadi tiga. perjanjian itu berupa baptisan. yaitu. tetapi terlepas dari (bahkan bertentangan total dengan) prinsip ini. GRII. GKI. dll). theologia Reformasi dan Reformed menegaskan bahwa gereja yang sehat adalah gereja yang mengerjakan dua tugas yaitu mengajar doktrin dan melakukan sakramen (dalam hal ini. berdebu. di mana di dalam PL. tempat dan kondisi. tak mungkin manusia dapat beriman dan mengaku Kristus sebagai Tuhan (1 Korintus 12:3). misalnya. Selain itu. GKRI. maka pasti diselamatkan. kebenaran dan penghakiman” (Yohanes 16:8). tetapi jika dalam pengertian keanggotaan formal gereja yang kelihatan.Roh Kudus BUKAN Kuasa Allah. tetapi respon terhadap anugerah Allah yang mendahului iman seseorang. di dalam theologia Reformed. Menghujat Roh Kudus sama halnya dengan menghujat fungsi dan peranannya. dll dan kedua. gereja-gereja Reformed memegang sistem pemerintahan gereja Presbyterial/Presbyterian.

23:8. Para pejabat Gereja adalah wakil bagi umat yang dipilih berdasarkan pemungutan suara. dari Gereja yang tidak nampak yang membentuk tubuh-Nya secara spiritual. bukan sekedar sebagai Pribadi kedua dalam Tritunggal. Kristus adalah Kepala Gereja dan Sumber dari Segala Otoritas …Reformed mempertahankan pendapat bahwa Kristus satu-satunya Kepala Gereja… Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Kristus adalah Kepala atas segala sesuatu. Kristus Memperlengkapi para Pelaksana yang Ditunjuk untuk Melaksanakan Hal-hal Khusus. tetapi secara subjektif melalui Roh-Nya yang bekerja dalam Gereja dan secara objektif melalui Firman Tuhan sebagai standar otoritas… Karena Kristus adalah satu-satunya Penguasa Gereja yang berdaulat. tetapi juga dalam pengertian bahwa Ia adalah pemegang otoritas dan memerintah atasnya. Ef 1:20-22 . Pemerintahan Kristus tidaklah persis sama dengan pemerintahan raja-raja dunia. Why 17:14 . Dalam pengertian organik dan vital.bahwa prinsip dasarnya diperoleh secara langsung dari Alkitab. Tetapi. 1 Kor 12:5 . Ia juga kepala bagi Gereja yang nampak bukan hanya dalam pengertian organik saja.10 . Ia adala hTuhan dari alam semesta. Mereka harus memelihara doktrin. bukan berarti bahwa mereka menerima otoritas dari umat. tetapi hanya untuk prinsip dasar yang umum saja dari sistem ini.11 .19 . Mereka memiliki kuasa yang umum yang dilimpahkan kepada Gereja. Yoh 13:13 . Flp 2:10. Kendatipun Kristus memberikan kuasa kepada Gereja secara keseluruhan. Ia adalah Kepala yang utama. …sebagai tambahan para pejabat Gereja menerima suatu kuasa yang diperlukan oleh mereka untuk melaksanakan tugas mereka dalam Gereja milik Kristus. Kristus Melaksanakan Otoritas-Nya dengan Memakai Firman Kerajaan-Nya. Ia tidak memerintah Gereja dengan paksaan. Mat 16:18. Karena itu semua kekuasaan tiranis tidak boleh ada dalam Gereja… 3. Ef 1:20-23 . walaupun tidak secara eksklusif. dan juga menerima otoritas dan kuasa sebagai pejabat langsung dari Kristus. Ia juga menghendaki agar pelaksanannya dilakukan oleh orang-orang tertentu secra khusus. bukan sekedar sebagai pelaksana atau delegasi dari jemaat… 4.5.24… 2. Kristus sebagai Raja Melimpahkan Kekuasaan kepada Gereja. 4:4. tetapi jjuga dalam keadaan-Nya sebagai Pengantara.Dalam pengertian yang sangat khusus. Mereka tidak mengklaim adanya jus divinum secara rinci.12 . bukan saja dalam hubungannya yang vital dengan Gereja. ibadah dan disiplin. 5:23. Mat 28:18 . maka firman-Nya adalah satu-satunya hukum dalam arti yang paling mutlak. Sebab panggilan ini adalah panggilan batiniah yang diberikan . dan mereka siap untuk mengakui bahwa banyak hal-hal khusus ditentukan oleh pertimbangan kebijaksanaan manusia… Berikut ini kita lihat prinsip-prinsipnya yang paling mendasar : 1. Mereka adalah wakil. tetapi juga sebagai Legislator dan Raja. Ia adalah Kepala Gereja di mana Gereja adalah tubuh-Nya…Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Kristus adalah Kepala Gereja. 19:16.11.

Inilah paradoksikal di dalam iman Kristen yang sungguh iman. ketika di dalam Ibrani 4:12. karena kita memiliki pengharapan yang pasti bahwa Allah pasti mengalahkan iblis dan dunia yang jahat ini. Kedua. Th. 1 Memperhatikan Konteks yang Ada Kalau kita membaca buku apapun hendaklah kita memperhatikan konteks penulisan buku itu supaya kita tidak sembarangan menafsirkan maksud penulis yang sebenarnya. Thomy J. dan kepada-Nya mereka harus bertanggungjawab… 5. Di mana. … (Berkhof.oleh Tuhan sendiri. sendisendi dan sumsum. 57-63) 8. Doktrin Akhir Zaman (Eskatologi) Terakhir. Julio Kristano di dalam buklet Doktrin Manusia dan Dosa (2005) memaparkan. kita akan melanjutkan dengan prinsip penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab sesuai prinsip-prinsip theologia sistematika di atas. theologia Reformed memegang konsep Amillenialisme di dalam doktrin Akhir Zamannya. Pdt. Prof. Setiap ayat dan pasal di dalam suatu kitab di dalam Alkitab memiliki banyak konteks. Di dalam Doktrin Akhir Zaman. ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Kekuatan Gereja Terutama Terletak pada Pemerintahan dalam Gereja Lokal. ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh. iblis dan maut. lalu Kerajaan Allah ini terus berlangsung sampai akhir (Kerajaan Allah yang akan datang). di mana anak-anak-Nya akan menikmati berkat yang telah dijanjikan-Nya yaitu tidak ada air mata. Anthony A. Apalagi ketika kita mulai membaca dan menafsirkan Alkitab. Hoekema. 7) .” (p. pernyataan “Kerajaan 1000 Tahun” bukan dimengerti secara harafiah. lalu mendorong kita juga untuk giat bagi pekerjaan Allah meskipun harus menderita aniaya.D. prinsip pertama yang tidak boleh dilupakan adalah memperhatikan konteks yang ada. jangan langsung gegabah menafsirkan bahwa penulis Ibrani mengajarkan tentang pemisahan antara jiwa dan roh. tidak ada penyakit. pp. theologia Reformed sangat berhati-hati dalam menafsirkan Kitab Wahyu.”. Oleh karena itu. “Penulis Surat Ibrani di dalam bagian ini sebenarnya lebih menekankan daya dan kuasa firman yang menembus jauh ke dalam sehingga manusia tidak dapat bersembunyi. Konteks penulisan ayat ini adalah tentang begitu dahsyatnya kuasa Firman Allah sehingga mampu menembusi kedalaman manusia. Misalnya. membagi dua konsep kerajaan Allah dan Eskatologi yaitu Kerajaan Allah dan Eskatologi yang telah ditegakkan dan Kerajaan Allah dan Eskatologi yang akan datang. dll. Berikut adalah prinsip-prinsip dalam penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab. penulis Ibrani mengajarkan. tetapi simbolis. karena kitab ini berisikan simbol-simbol yang ditulis oleh Rasul Yohanes untuk dikirimkan kepada jemaat-jemaat Kristen yang mengalami penganiayaan. Matakupan dan Ev. Kerajaan Allah yang telah ditegakkan adalah Kerajaan Allah yang hadir ketika Kristus berinkarnasi ke dalam dunia sampai Ia mati dan bangkit yang membuktikan kemenangan-Nya atas kuasa dosa. Dari Tuhan juga para pejabat itu menerima otoritas. Konsep paradoks ini berimplikasi di dalam kehidupan Kristen yaitu mendorong kita untuk tidak terlena dalam menikmati berkat-berkat pemeliharaan Allah yang telah diberikan-Nya pada zaman sekarang. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun. 1997.

Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.” Pdt. dan percaya dalam hatimu. Dr. Latin. Benarkah arti ayat ini ? Lalu. sehingga terjemahan-terjemahan yang disalin dari Alkitab mengandung . Mengapa ini perlu dilakukan ? Karena kita mempercayai ketidakbersalahan Alkitab hanya di dalam naskah asli/autographanya. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan. misalnya di dalam penganiayaan. kita dapat mengerti latar belakang ini. Madura. Jawa.2 Memperhatikan Latar Belakang Penulisan Kitab Setelah kita memperhatikan konteks yang ada. Roma 10:9 berkata. yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu. ” Lalu. mereka akan diselamatkan.” Ini adalah penafsiran Alkitab yang dipaksakan. maka kamu akan diselamatkan. mereka pasti menerima resiko hukuman mati dari Kerajaan Romawi. Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Saya akan memberikan dua contoh. mereka akan dibunuh. “Aku heran. lalu berkata. “injil lain” ini adalah “injil” palsu yang diberitakan oleh guru-guru Yahudi dengan Yudaismenya. maka kita akan mengerti mengapa Paulus menulis kedua ayat tersebut. Paulus mengatakan bahwa jika mereka mengaku dengan mulut mereka bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hati mereka. bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. dll). guru-guru Yahudi yang lainnya tiba di Galatia. Mandarin. sekarang kita akan mencoba masuk ke dalam tahap ketiga yaitu memperbandingkan berbagai terjemahan Alkitab (dari berbagai bahasa. Inggris. maka kamu akan diselamatkan. mengapa di dalam ayat 9 di dalam Roma 10 ini. “…Tidak lama setelah kunjungan pertama Rasul Paulus. Dari buku Handbook the Bible. Kedua. melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia. entah itu Indonesia. apakah Paulus bertentangan dengan Tuhan Yesus di dalam Matius 7:21 mengajarkan. dan mengikuti suatu injil lain. Batak. Rasul Paulus berkata di dalam Galatia 1:6-7. Rasul Paulus mengajarkan bahwa untuk dapat menerima pengampunan Allah dan karunia hidup baru diperlukan pertobatan dan iman. “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu. karena dengan menyebut Yesus sebagai Tuhan. dll. muncul pertanyaan “injil lain” apakah yang Paulus maksudkan ? Kalau kita memperhatikan latar belakangnya. Stephen Tong pernah mengatakan bahwa ayat ini dengan mudah dicomot oleh banyak penginjil untuk dijadikan dasar dalam memberitakan Injil. bahwa Yesus adalah Tuhan.” ? Ini akibatnya menafsirkan Alkitab tanpa melihat latar belakang. Yesus. di mana pada waktu itu mereka diancam jika mereka menyembah Allah di luar Kaisar yang dianggap sebagai “Allah”. “Ayo coba katakan Yesus.” 2002) Dengan kata lain. 3 Memperbandingkan Berbagai Terjemahan Alkitab (Khususnya dengan bahasa Ibrani dan Yunani) Setelah mempertimbangkan konteks dan latar belakang. selanjutnya kita harus juga memperhatikan latar belakang penulisan masing-masing kitab di dalam Alkitab. Contoh pertama. Oleh karena itu. karena setiap kitab ditulis oleh para penulis dengan latar belakang tertentu. Surat Roma ditulis oleh Rasul Paulus untuk dikirimkan kepada jemaat-jemaat Kristen di Roma yang mengalami penganiayaan dan penderitaan. yang sebenarnya bukan Injil. Tetapi guru-guru itu bersikeras mengharuskan orang bukan Yahudi yang telah bertobat agar disunat juga dan menaati hukum Yahudi — dengan kata lain harus menjadi orang Yahudi — untuk dapat diselamatkan…” (“Handbook to the Bible.

di dalam terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS). pertama-tama orang Yahudi. “Saya percaya sekali akan Kabar Baik itu. theologia Reformed menunjukkan ketelitiannya di dalam menafsirkan Alkitab. Misalnya. ini adalah pandangan dari theologia Lutheran yang mengajarkan bahwa peta teladan Allah sudah hilang ketika manusia jatuh ke dalam dosa. lack (=kekurangan). karena kabar itu adalah kekuatan Allah untuk menyelamatkan semua orang yang percaya. Paulus di dalam Roma 1:16 berkata.” Terjemahan Baru dan BIS dalam hal ini kurang jelas mengartikan maksud dari “mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil”. peta teladan Allah tidak hilang. puisi (Amsal). bukan “kehilangan kemuliaan Allah” tetapi “jauh dari Allah” (BIS) atau “come short of the glory of God” (KJV) yang berasal dari bahasa Yunaninya hustereō yang berarti fall short (=tidak mencukupi). Di sini. “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil. Dari perbedaan kata ini. Padahal arti sebenarnya. kita tetap perlu memperbandingkan berbagai terjemahan Alkitab untuk mendapatkan makna aslinya yang lebih jelas. Masing-masing bentuk ini harus diperlakukan dengan tepat. simbolsimbol (Wahyu). Efesus. di dalam Roma 3:23. tetapi juga orang Yunani. fall. di mana ada yang berisi nyanyian (seperti Mazmur). Galatia. sehingga tidak terjadi kebingungan. Jika kita menafsirkan kitab Wahyu. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. janganlah menggunakan pendekatan yang harafiah/literal (seperti para penganut . setelah membandingkan berbagai terjemahan Alkitab. meskipun harus mengalami penganiayaan sekalipun. cerita. surat pastoral (Roma. karena hal ini senada dengan ungkapan Paulus sendiri di dalam suratnya yang kedua kepada Timotius pasal 1 ayat 12. “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini. tetapi aku tidak malu. dll). pertama-tama orang Yahudi. “For I am not ashamed of the gospel of Christ: for it is the power of God unto salvation to every one that believeth.” (TB) Alkitab BIS menerjemahkannya. and also to the Greek. Setiap kitab di dalam Alkitab memiliki keunikan tersendiri. khususnya memperbandingkan langsung dengan terjemahan asli Alkitab dalam bahasa Ibrani (PL) maupun bahasa Yunani (PB). “For all have sinned.” dan Alkitab KJV menerjemahkannya. to the Jew first. Kata “ashamed” lebih sesuai dengan kata dalam bahasa Yunaninya epaischunomai yang berarti to feel shame for something (merasa malu akan sesuatu). kita juga harus memperhatikan bentuk sastra atau genre yang dipakai di dalam setiap kitab di dalam Alkitab. dll. Dalam hal ini. karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. tetapi hanya rusak total atau mengurangi kemuliaan Allah. sedangkan KJV lebih tepat menerjemahkannya. and come short of the glory of God. Paulus berkata.” dan Alkitab terjemahan King James Version (KJV) mengartikannya. Kita sebagai orang Kristen harus tetap percaya bahwa terjemahan-terjemahan Alkitab dijaga oleh Tuhan sehingga tidak menyimpang dari arti aslinya. karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. “For I am not ashamed of the gospel of Christ:…” (=Sebab aku tidak malu akan Injil Kristus). dll. dan bangsa lain juga. “Semua orang sudah berdosa dan jauh dari Allah yang hendak menyelamatkan mereka.” Kata “kehilangan kemuliaan Allah” di dalam Terjemahan Baru (TB) dapat mengakibatkan tafsiran yang aneh yaitu kemuliaan Allah benar-benar hilang dalam diri manusia. theologia Reformed yang ditegakkan oleh John Calvin tepat sekali mengartikan bahwa ketika manusia jatuh ke dalam dosa.” Contoh kedua. tetapi karena keterbatasan terjemahan.” (TB). 4 Memperhatikan Bentuk Sastra/Genre yang Digunakan Kemudian.beberapa kelemahan arti (meskipun tidak 100% mempengaruhi isi Alkitab). kita dapat menemukan makna yang mendalam yaitu Paulus yang berkeyakinan kokoh ini benarbenar tidak malu akan Injil Kristus.

Kedua konsep ini mengarahkan kita untuk mencoba membandingkan satu kitab yang diselidiki dengan kitab lainnya. Efesus. Jadi. dll yang adalah suatu kebahayaan jika kita menafsirkan hal ini benar-benar kuda berwarna merah. 5 Memperhatikan Kaitan Antara Satu Kitab Dengan Kitab-kitab Lain Setelah itu. Kitab Wahyu. maka kita harus memperbandingkan pengertian Injil di dalam Roma dengan suratsurat Paulus lainnya. 2. Filipi. Filipi. 1 dan 2 Petrus. 2 Petrus 1:1). lalu dikaitkan dengan surat-surat pastoral dari Petrus (1 dan 2 Petrus). Paus. maka angka 666 menunjuk kepada “Kerajaan Romawi dan penyembahan Kaisar” (“Handbook to the Bible. kita juga memperhatikan kaitan erat antara satu kitab dengan kitab lainnya. kalau kita menggunakan penafsiran literal untuk menafsirkan kitab Wahyu khususnya dalam menafsirkan tentang angka 666 di dalam Wahyu 13:18. 6 Memperhatikan Tafsiran-tafsiran Alkitab yang Ada Keenam. surat 1. Kalau kita ingin mengerti konsep Injil ketika kita menyelidiki surat Roma. penulis Ibrani (Ibrani 11:1).” 2002) Yang jelas. dll). Pdt. maka kita dapat membandingkan pengertian kata ini dengan kitab-kitab yang ditulis oleh rasul lainnya.Premillenialisme/Dispensasionalisme). Hal ini diletakkan pada prinsip keenam. Itu akan berakibat fatal dan kita akan salah langkah untuk nantinya mengerti simbol-simbol seperti kuda merah (Wahyu 6:4). ditemukan kata intinya yaitu “iman”. tetapi menyeluruh/holistic. Efesus. Misalnya. pertama-tama kita harus memperbandingkannya dengan kitab yang ditulis oleh penulis yang sama (misalnya ketika kita menyelidiki Surat Roma. atau lebih tepatnya Antikristus yang menggantikan posisi Kristus sebagai Allah. dan 3 Yohanes. misalnya Galatia. ditambahkan tipologi Injil di dalam PL. Apakah ini untuk keperluan akademis ? Tidak. dll. dll. Matakupan pernah menafsirkan ayat ini sebagai berikut : angka 6 menunjuk kepada manusia (karena manusia diciptakan oleh Allah pada hari keenam) dan angka 6 ini disebutkan tiga kali yang menunjukkan Allah (Allah Trinitas). misalnya. karena ini hanya sebagai pembanding dan juga penambah pengetahuan bagi kita saja. label harga. Rasul Yohanes. dll). Kalau di dalam konteks penulisan Rasul Yohanes ini. Ini sangat penting agar kita dapat mengerti Alkitab bukan secara parsial/sebagian. Angka 666 adalah bilangan manusia. kemudian juga memperbandingkan dengan surat-surat yang ditulis oleh penulis yang berbeda (misalnya. maka pengajaran yang dihasilkan adalah langsung mewaspadai setiap angka 666 baik di dalam plat nomor kendaraan. di dalam menyelidiki dan memperbandingkan dengan kitab-kitab lain di dalam Alkitab. Mengapa ? Karena kita percaya bahwa Alkitab itu tidak mungkin bertentangan satu dengan yang lainnya dan Alkitab itu menafsirkan dirinya sendiri. Apakah ini menunjuk kepada suatu pribadi tertentu. misalnya Paulus (Efesus 2:8-10). dan kita nantinya dapat mengaplikasikan ke dalam kehidupan Kristen kita sehari-hari. jadi. angka 666 ini menunjuk kepada antikristus. Thomy J. dll ? Alkitab tidak membicarakannya. lalu dengan kitab-kitab PL (Kejadian 12 dan 17) dan diintegrasikan dengan seluruh kitab di dalam Alkitab. ditambah juga memperbandingkannya dengan kitab-kitab di dalam Perjanjian Lama dan akhirnya kita dapat mengintegrasikan semuanya dalam pengertian yang lebih dalam dan jelas. dll. Petrus (1 Petrus 5:9 . kita juga memperhatikan tafsiran-tafsiran Alkitab yang telah ditulis oleh para penafsir Alkitab yang bertanggungjawab. ketika di dalam Yakobus 2:14-26. dll dan mencap itu adalah antikristus. Misalnya. kita dapat memperbandingkannya dengan Surat Galatia. Apakah ini . maka angka ini berarti manusia yang ingin menjadi seperti Allah. tetapi dikhususkan untuk orang-orang Kristen pada waktu itu. karena Yohanes menulis kitab Wahyu bukan hanya untuk orang-orang di zaman sekarang. Kolose. angka ini dapat menunjuk kepada pribadi tertentu.

karena kita percaya bahwa Roh Kudus lah yang menafsirkan Alkitab. tetapi benarkah tafsiran demikian ? Albert Barnes dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible mengungkapkan. Solus Christus . marilah kita bukan hanya menambah pengetahuan saja. tetapi tetap perlu untuk dibaca dan diperbandingkan. theolog dan para penafsir Alkitab. 7 Mengaplikasikan ke dalam Kehidupan Kristen Sehari-hari Terakhir. sastra. dll tanpa mengaplikasikannya ke dalam kehidupan Kristen sehari-hari.”” Artinya. tetapi tidak boleh menggantikan posisi Alkitab sebagai wahyu Allah yang tidak bersalah. Soli Deo Gloria. tetapi di dalam tafsiran itu kita lupa untuk mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. Setelah kita mempelajari cara dan prinsip penafsiran Alkitab. “Orang benar akan hidup oleh iman. karena ketika kita menafsirkan Alkitab. tetapi setiap anak Tuhan diharapkan dapat mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari agar nama Tuhan dipermuliakan selama-lamanya. Saya akan memberikan contoh. “The just by faith shall live. Buku-buku tafsiran Alkitab itu baik. Percuma saja kita mahir di dalam menafsirkan Alkitab sampai menyelidiki bahasa asli Alkitab. penemuan ilmiah.” Kalau sepintas kita membaca pernyataan ini. Di sisi lain. orang benar melalui iman baru dikatakan hidup. kita ingin terus-menerus belajar tentang firman dan kebenaran-Nya yang terusmenerus mengoreksi dan menuntun jalan hidup kita. kita dapat menafsirkan bahwa orang benar yang hidup akan hidup oleh imannya. tetapi juga untuk diaplikasikan. Ini adalah kelemahan dari banyak buku tafsiran Alkitab yang ditulis hanya untuk menambah pengetahuan theologis. “The Syriac renders it in a similar manner. Kalau kita kurang memperhatikan beberapa tafsiran Alkitab seperti ini. kita akan kehilangan makna ini. yaitu. kita juga tidak boleh terusmenerus mempercayai 100% terhadap buku-buku tafsiran Alkitab yang ada meskipun ditulis oleh para theolog dan penafsir Alkitab tersohor.mutlak perlu ? Tidak. lalu kita kelihatan akademis karena suka mengutip pendapat orang lain. Kita tidak boleh mengambil dua sikap ekstrim. menolak semua tafsiran Alkitab yang pernah ditulis baik oleh para bapa gereja. penafsiran Alkitab bukan hanya untuk kepentingan akademis di seminari theologia. Hermeneutika tanpa implikasi adalah suatu kesia-siaan. pertama. Paulus di dalam Roma 1:17 berkata.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful