Tinjauan Kritis Theologis Terhadap Buku “The Purpose Driven Life” Bagian 1 (oleh : Denny Teguh Sutandio

)
Tinjauan Kritis Theologis Terhadap Buku “The Purpose Driven Life” oleh : Denny Teguh Sutandio Pendahuluan “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” (2 Timotius 4:2-4) D unia di mana kita hidupi saat ini adalah dunia postmodern yang mempopulerkan suatu filsafat relativisme dengan meng‘absolut’kan anti-absolutisme. Memang adalah suatu kontradiksi yang tidak masuk akal, tetapi herannya manusia di dunia postmodern mau dibodohi oleh filsafat ini, bahkan banyak yang tergila-gila. Budaya relativisme telah meracuni dunia postmodern ini dan bahkan menggerogoti keKristenan pada khususnya. KeKristenan sudah diracuni dengan filsafat relativisme dengan meniadakan apa yang absolut, sebaliknya meng‘absolut’kan apa yang sebenarnya tidak absolut. Ini yang saya sebut sebagai pembalikan posisi dari manusia berdosa. Selain filsafat relativisme, keKristenan pun sedang diracuni dengan filsafat-filsafat lain yang terus-menerus melawan Alkitab, tetapi banyak orang Kristen tidak menyadarinya. Salah satunya adalah filsafat humanisme yang dibungkus di dalam Gerakan Zaman Baru supaya kelihatan “bersahabat” di mata orang dunia dan orang Kristen khususnya. Di dalam filsafat ini, seperti ide humanisme lainnya, manusia lah yang menjadi pusat segala sesuatu dan Allah disingkirkan. Tidaklah heran, manusia dengan kehebatannya mengagungkan diri yang sebenarnya tidak layak, lalu mengatakan dengan berani, “we are gods (kita adalah ‘allah’)” Kalau dunia begitu tergila-gila dengan filsafat pantheisme (mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah “allah”) ini, maka tentu tidak ketinggalan dengan banyak orang “Kristen” di abad postmodern. Mereka dengan mudahnya ditipu oleh banyak “hamba Tuhan” di dalam gereja-gereja kontemporer yang pop dengan khotbah-khotbah, “Anda bisa melakukan apapun, karena Anda adalah ‘allah’ (You can do anything because you are ‘god’)” Atau slogan ini terlalu kelihatan, maka mereka menggantinya dengan samar-samar melalui berbagai cerita, novel, bahkan buku renungan sekalipun untuk meninabobokan keKristenan dengan utopia bahwa manusia itu ada dalam pikiran Allah, begitu berharga, bahkan ada yang berani mengatakan bawah Allah “membutuhkan” manusia, sehingga Ia mau mati bagi manusia. Ajaran-ajaran inilah yang terus-menerus didengungkan oleh banyak “hamba Tuhan”, dan anehnya, banyak orang “Kristen” bisa ditipu dengan mudahnya oleh mereka. Mereka menggunakan cara-cara licik untuk menjebak banyak orang Kristen untuk menjauh dari Tuhan secara perlahan dan mulai memuja diri. Berbagai training pengembangan pribadi baik dari John Robert Powers, Andrie Wongso dengan idenya Success is My Right, dll meskipun telah “memberkati” banyak orang, tetapi beridekan Gerakan Zaman Baru,

humanisme dan pantheisme yang tidak disadari oleh banyak orang “Kristen”. Apakah cukup sampai di sini ? TIDAK. KeKristenan juga mempunyai ide baru yang mirip yaitu apa yang dipaparkan dan dicetuskan oleh “theologia” Arminian (lawan theologia Reformed/Calvinis) yang sama-sama menekankan manusia sebagai pusat dan Allah sebagai “hamba” manusia (meskipun tidak berani mengatakan terus terang). Di dalam arus “theologia” ini, para penganutnya mengajarkan bahwa keselamatan itu memang dikerjakan Allah, tetapi itu tergantung manusia, kalau manusia mau percaya, maka Allah baru menyelamatkannya. Allah memang memilih manusia, tetapi di dalam kekekalan Ia melihat terlebih dahulu siapakah manusia yang beriman kepada-Nya, barulah Ia pilih (foreknowledge of God). Ini semua sama sekali bukan ajaran Alkitab dan bukan keKristenan, tetapi laris di dalam kalangan keKristenan (khususnya banyak kaum Injili yang “memuja” pendapat ini). Mengapa bisa laris ? Karena manusia pada umumnya suka disanjung, dipuja, apalagi banyak orang “Kristen” sekarang yang sudah diracuni oleh relativisme dan humanisme pun sangat senang apabila mereka dipuja, tetapi kalau ditegur, mereka akan marah dan langsung mengatakan, “Jangan menghakimi !”, padahal perkataannya ini pun sendiri menghakimi, sungguh suatu kontradiksi yang aneh ! Hal ini sudah diprediksi oleh Rasul Paulus di dalam 2 Timotius 4:3-4 bahwa, “akan sampai waktunya orang tidak mau lagi menerima ajaran yang benar. Sebaliknya, mereka akan menuruti keinginan mereka sendiri, dan mengumpulkan banyak guru guna diajarkan halhal yang enak didengar di telinga mereka. Mereka akan menutup telinga terhadap yang benar, tetapi akan memasang telinga terhadap cerita-cerita dongeng.” (Bahasa Indonesia Sehari-hari) Di sini, Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) lebih tepat mengartikan bahwa akan datang saatnya orang suka mendengarkan ajaran-ajaran yang enak didengar di telinga mereka. Kalau kita mau kaitkan ayat ini dengan realita banyak ajaran “Kristen” yang simpang siur, maka sejujurnya ajaran yang mengenakkan telinga ini adalah ajaran humanisme dari buku The Purpose Driven Life yang ditulis oleh Dr. Rick Warren (buku best-seller ala dunia). Di dalam buku ini, Rick Warren seolah-olah memaparkan ajaran-ajarannya yang kelihatannya “Alkitabiah” dengan mengutip ribuan ayat bahkan dengan terjemahan-terjemahan yang berbeda, seolah-olah ingin membuktikan bahwa dia adalah “ahli” ayat Alkitab, padahal banyak ayat Alkitab yang dikutipnya adalah bagianbagian yang dilepaskan dari konteks Alkitab seluruhnya. Dalam hal ini, metode eisegese dalam penafsiran Alkitab lah yang dipakai oleh Rick Warren, di mana di dalam kepala Warren, ia sudah memiliki serangkaian ide-ide humanis, lalu ide-ide itu dicari dukungannya di dalam Alkitab, supaya kelihatan “Alkitabiah”. Itulah eisegese yang merupakan metode penafsiran Alkitab yang salah. Lalu, bagaimana sikap kita ? Diam atau masa bodoh ? Tidak. Alkitab di dalam 2 Timotius 4:2, sebelum Paulus memaparkan realita akan adanya kecenderungan manusia menjadi pragmatis, maka ia memperingatkan Timotius untuk tetap memberitakan Injil/Firman, bersiap sedia dalam segala situasi, menegur dan menasehati jemaat dengan kesabaran dan pengajaran. Di sini, Paulus memaparkan tiga prinsip. Pertama, memberitakan Firman. Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, Firman Tuhan atau Injil harus terus-menerus diberitakan dengan bertanggungjawab. Ini yang Paulus dan Tuhan Yesus sendiri perintahkan (Matius 28:19). Tidak ada kompromi, ketika ada ajaran sesat menyerang, keKristenan tetap harus memberitakan suara kenabian yang mengajak orang Kristen untuk kembali hanya kepada Alkitab, karena hanya di dalam Alkitab, terdapat satu-satunya wahyu Allah yang mutlak. Kedua, bersiap sedia dalam segala situasi. Berwaspada adalah satu tindakan yang penting setelah memberitakan Firman. Ketika kita terus-menerus memberitakan Firman, tetapi tingkat kewaspadaan kita berkurang atau bahkan hilang, maka kita sedang berada di

dalam suatu kebahayaan akan menjadi penyesat. Berita Injil harus disertai dengan pemahaman yang integral akan theologia dan Alkitab (theologia sistematika), sehingga kita memiliki sense of warning. Lalu, kita yang sudah memiliki kewaspadaan ini, kita pun juga harus bersiap sedia menghadapi ajaran sesat dari luar. Ketiga, menegur dan menasehati jemaat dengan kesabaran dan pengajaran. Kalau kita sudah berwaspada menghadapi ajaran sesat, lalu apakah kita tinggal diam dan acuh tak acuh terhadap jemaat Tuhan ? TIDAK. Alkitab mengatakan bahwa kita harus menyatakan apa yang salah kepada jemaat, bisa berkaitan dengan doktrin, konsep berpikir, perbuatan, perkataan, dll dengan kesabaran dan pengajaran. Meskipun dunia kita membenci apa yang dinamakan “teguran” (lalu memfitnah dengan mengatakan bahwa kita sedang “menghakimi”nya), kita tetap diperintahkan Paulus untuk tetap menegur yang salah. Menegur adalah sebuah tindakan dari hamba Tuhan atau orang Kristen yang kuat imannya yang mengasihi orang Kristen yang lemah imannya sehingga yang lemah iman dapat dikuatkan dan diperingatkan oleh yang kuat imannya, sehingga jemaat dibangun bersama di dalam pengenalan akan Kristus Yesus sebagai Kepala. Menegur ini dilakukan dengan kesabaran dan pengajaran. Artinya, kita harus menegur jemaat dengan semangat cinta kasih, yang tidak langsung memvonis lalu mengkutuk kesalahan mereka. Tetapi, juga tidak berarti kasih yang kita tunjukkan adalah kasih yang berkompromi lalu mengiyakan apa yang jemaat lakukan dengan salah. Menegur dengan kasih adalah menegur yang memberikan pengajaran yang bertanggungjawab/mendidik. Kasih yang tidak mendidik adalah kasih yang munafik/pura-pura, sebaliknya pengajaran yang tanpa disertai kasih adalah penghakiman yang tidak menyadarkan orang lain. Kedua hal ini harus diajarkan secara seimbang. Untuk alasan inilah, saya terbeban untuk menerbitkan suatu makalah meninjau secara kritis dari sudut pandang Alkitab dalam kerangka pikir theologia Reformed Injili yang konsisten dan bertanggungjawab terhadap buku The Purpose Driven Life karya Rick Warren. Di dalam makalah ini, saya tidak akan 100% mengkritik keras atau menghakimi buku ini, tetapi bagian-bagian yang bagus dan sesuai dengan Alkitab saya akan katakan itu bagus dan bagian-bagian yang bertentangan dengan Alkitab akan saya katakan salah. Semua pandangan ini hanya dapat diukur dari standart kebenaran Alkitab dalam kerangka theologia Reformed Injili yang konsisten. Semua hal-hal yang dipaparkan dalam makalah ini sudah dipikirkan dengan bertanggungjawab penuh kepada Allah dan firman-Nya, Alkitab. Oleh karena itu, sebelum kita masuk ke dalam tinjauan kritis terhadap buku ini, maka saya akan memberikan konsepkonsep yang benar tentang arti hidup yang sejati sesuai dengan Alkitab pada Bab 1, lalu dilanjutkan dengan konsep penafsiran Alkitab yang beres pada Bab 2, kemudian mulai Bab 3, saya akan mulai mengadakan tinjauan kritis theologis terhadap buku ini. Biarlah melalui makalah yang kurang sempurna ini boleh membawa berkat bagi jemaatjemaat Tuhan agar mereka boleh disadarkan dari dosa-dosa mereka dan kembali kepada Alkitab saja sebagai satu-satunya kebenaran Allah yang mutlak dan tidak mungkin bersalah dalam naskah aslinya. Soli Deo Gloria. Sola Scriptura. Solus Christus. “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36) Bab 1 Arti Hidup Sejati Menurut Alkitab

“ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kejadian 2:7) 1.1 Arti Hidup Menurut Perspektif Dunia Dunia di mana kita hidupi hari ini sedang mengalami krisis makna hidup. Berbagai cara manusia berusaha untuk mencoba menemukan makna hidupnya, dari menyiksa diri (beraskese), sampai hidup hedonis yang melampiaskan semua kesenangan hawa nafsunya. Mereka pada intinya ingin mengerti makna hidup untuk selanjutnya makna itu bisa mereka jalani dengan baik. Oleh karena itu, marilah kita melihat sekelumit tentang definisi hidup dalam perspektif dunia kita. 1. Hidup Adalah Perjuangan

Pertama, dunia kita melihat hidup adalah suatu perjuangan. Di dalam suatu perjuangan, dibutuhkan kekuatan untuk mengerjakannya. Tidaklah heran, manusia di dunia suka berjuang meskipun banyak dari mereka tidak mengerti motivasi dan tujuan dari apa yang diperjuangkannya. Yang mereka ketahui bahwa hidup ini adalah hanya untuk berjuang, terus berjuang agar mencapai apa yang diidam-idamkan. Oleh karena itu, di dunia ini sangatlah laris promosi training motivasi dari para motivator dari sekelas Anthony Robbins sampai Andrie Wongso dengan idenya Success is My Right. Para motivator ini terus memberikan motivasi bagi para peserta seminarnya dan manusia dunia ini agar mereka yang merasa down boleh ditingkatkan kembali semangatnya, tetapi rupa-rupanya semangat ini tidak bersumber dari Allah, sehingga motivasi peningkatan semangat ini adalah untuk kepentingan diri (humanisme) dan tujuannya pun untuk kemuliaan diri (meskipun di dalam beberapa buku “rohani” sekalipun, tujuan motivasi ini untuk “kemuliaan Tuhan”). Inilah jiwa atheisme praktis di dalam diri manusia yang berakar dari humanisme ditambah semangat pantheisme dan Gerakan Zaman Baru yang diindoktrinasikan melalui berbagai training motivasi dan pengembangan pribadi. Perjuangan yang dilandasi oleh semangat ingin mencapai cita-cita dan self-centered ini tentu tidak akan menemukan makna hidup sejati dan tentunya juga makna perjuangan sejati, karena yang menjadi landasannya adalah kepentingan diri yang sebenarnya makhluk yang terbatas. 2. Hidup Adalah Kesempatan

Kedua, dunia kita yang terus mau berjuang, adalah dunia yang juga mengidentikkan hidup adalah kesempatan. Mereka menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, oleh karena itu mereka memakai setiap kesempatan yang ada untuk meraih apa yang mereka inginkan. Di sini, dunia kita mengaitkan hidup dengan waktu yang ada. Di dalam setiap waktu/kesempatan, mereka mau mengerjakan apa yang diinginkan oleh mereka, entah itu baik atau jahat menurut pandangan Alkitab, mereka tidak seberapa mempedulikannya. Bagi mereka, apa yang diinginkannya harus dicapai di dalam setiap kesempatan. Misalnya, orang yang dulunya hidup miskin ingin menjadi kaya, maka dia bukan hanya berjuang untuk meraih uang, tetapi juga menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk meraih yang dicita-citakan. Tidak heran, beberapa dari mereka sampai-sampai menggunakan kesempatan untuk meraih yang dicita-citakan dengan hal-hal yang buruk, contohnya, dengan korupsi, dll. Di sini, letak

kegagalan dunia kita yang semakin jauh dari Allah, yaitu memandang setiap waktu/kesempatan adalah untuk dirinya sendiri. 3. Hidup Untuk Kerja

Ketiga, hidup adalah kesempatan direalisasikan oleh banyak manusia sekarang dengan bekerja. Bagi banyak orangtua (termasuk banyak orangtua “Kristen”), kerja adalah segala sesuatu. Manusia dapat disebut manusia ketika mereka sudah bisa berdikari sendiri atau bekerja untuk mendapatkan uang sendiri tanpa tergantung dengan orangtua. Akibatnya, sejak kecil, anak-anak sudah ditanamkan konsep bahwa hidup itu untuk bekerja, sekolah untuk bekerja, dll. Tidak heran, cukup banyak anak yang masih kecil, misalnya SD atau SMP sudah bisa bekerja, misalnya, menjadi artis, model, dll. Akhirnya, fokus hidup sudah dialihkan dari Tuhan kepada kerja. Itulah tipu daya iblis yang bekerja di abad postmodern ini dengan menyingkirkan Allah dari hidup manusia. Akibatnya, mereka yang memandang hidup adalah kerja, akan memandang setiap kesempatan hanya untuk bekerja, dan aktivitas-aktivitas yang menurut mereka “tidak penting”, misalnya bahkan pergi ke gereja, persekutuan, makan, minum, tidur, dll, adalah sesuatu yang tidak penting, sehingga mereka rela mengorbankan banyak waktu untuk bekerja. Yang paling celaka adalah seorang ayah/suami/kepala keluarga yang memiliki konsep bahwa hidup untuk bekerja pasti berdampak kepada keluarganya, di mana istri akan mengalami kekurangan perhatian dari sang suami, dan anak-anak pun mengalami kekurangan perhatian dari ayah mereka, sehingga akhirnya keluarga ini akan menjadi berantakan dan berakhir kepada perceraian. Perceraian ini bisa terjadi salah satunya karena terlalu mementingkan pekerjaan sebagai fokus hidup manusia. Akibat lainnya dari konsep ini adalah mengerjakan segala sesuatu dengan keterpaksaan. Artinya, hidup orang ini akan diikat oleh pekerjaannya, baik di kantor maupun di rumah. Sehinga, tidak heran, orang ini lama-kelamaan akan menjadi stress, depresi dan akhirnya, jika tidak kuat lagi, akan bunuh diri. 4. Hidup Adalah Uang

Keempat, orang yang sudah memfokuskan hidupnya pada bekerja, maka dapat dipastikan banyak dari mereka juga memfokuskan hidupnya pada uang. Konsep ketiga dan keempat ini sangat berkaitan erat. Seorang yang memandang hidup adalah hanya untuk uang, maka segala sesuatu diukur dari segi apakah yang dilakukannya itu dapat mendapatkan uang/profit bagi dirinya. Inilah jiwa pragmatis (utilitarian) dan materalis yang dianut oleh banyak manusia postmodern ini (bahkan di dalamnya banyak orang “Kristen”). Bagi mereka, yang penting adalah mereka mendapatkan uang sebanyak-banyaknya bahkan kalau perlu “mengorbankan orang lain”. Tidak heran, bisnis Multi Level Marketing (MLM), asuransi, dll laku keras, karena manusia sedang dikunci oleh uang/materi yang fana sifatnya. Profesi dokter pun tidak luput dari fokus hidup manusia yaitu uang. Dokter bukan bekerja untuk kepentingan pasien lagi, tetapi untuk uang. Tidak usah heran, mengapa banyak dokter tidak langsung memberikan obat kepada pasien yang sedang sakit, tetapi dokter tersebut memberikan obat secara bertahap (banyak dari mereka bukan beralasan medis), maksudnya, kalau pasien itu sudah habis meminum obat yang satu, maka mereka akan kembali lagi dan si dokter pasti mendapatkan pemasukan uang lagi melalui kedatangan si pasien tersebut. Bahkan yang lebih celaka, banyak pendidik, dosen, dll mengajar bukan karena panggilan-Nya di dalam hidup mereka, tetapi karena uang atau menimba pengalaman. Maka, jangan heran, banyak guru/dosen baik yang mengaku diri “Kristen” berani mengajari anak-anak muridnya secara tidak bertanggungjawab, misalnya ada seorang dosen “Kristen” saya secara tidak bertanggungjawab mengatakan, “science itu tidak ada hubungannya dengan religion”.

banyak orang “Kristen” yang sudah diindoktrinasi bahwa menjadi “Kristen” pasti kaya. Ini namanya pembalikan posisi. mereka lah yang pertama kali langsung menghujat Tuhan. lalu bisa bertindak seenaknya sendiri. dll. jadi jalani sebagaimana adanya. yang sebenarnya sangat penting. sukses. lalu mengkhotbahkan kemakmuran (meskipun banyak dari mereka menolak bahwa gerejanya mengajarkan kemakmuran. dll. dan lebih aneh lagi jika ada seorang “Kristen” berjiwa pragmatis dan relativis mengatakan bahwa itu semua tergantung pada masing-masing orang. yang penting happy. slogan gerejanya mengandung unsur kemakmuran). malahan sekarang dibalik. jika manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah bisa mau diperbudak oleh uang yang adalah benda mati. bersekutu dengan-Nya. meskipun di depan mimbar selalu dipromosikan untuk “pekerjaan Tuhan”. dll. Hidup yang serba gembira ini sangat berbahaya. entah itu ditinggal oleh seseorang yang dikasihi yang telah . agar bisa sukses. Hidup yang biasa saja menandakan bahwa di dalam diri manusia sudah tidak ada lagi makna hidup sejati.Apakah pendeta juga tidak bisa demikian ? BISA. Seorang yang cuek dengan orang lain sama sekali bukan ciri orang Kristen sejati. di abad postmodern ini. Caranya ? Mudah. 6. senang. Hidup itu Biasa Saja Prinsip kelima dari definisi hidup yang dunia sedang ungkapkan yaitu hidup itu biasa saja. dll. lalu gereja-gereja pun berlomba-lomba menyediakan sarana-sarana yang dapat memenuhi feeling banyak orang “Kristen. sukasuka bertindak apapun. dll. karena hidup yang gembira tidak mengerti sesungguhnya apa itu penderitaan. gembira. kesuksesannya untuk apa ? Jelas untuk profit pribadi. Hidup Adalah Penderitaan Kalau pada poin kelima. Lalu. aktif di dalam persekutuan gereja sekalipun. Uang yang seharusnya ditundukkan oleh manusia. lalu uang menjadi tuan yang memerintah manusia. jelas. tetapi feeling. dunia kita mengartikan hidup itu sebagai sesuatu yang biasa saja. dll. sehingga hidup ini hanya dijalani tanpa arah dan tujuan yang pasti sesuai dengan firman-Nya. lalu kita tidak boleh memaksa mereka. maka pada poin keenam. bercerita lucu. misalnya membaca Alkitab. para “hamba Tuhan” gereja tersebut “melayani Tuhan” demi uang. enjoy aja. Itu yang sedang dunia tawarkan bahwa yang penting itu enjoy. Jangan heran. Adalah suatu kebodohan yang luar biasa. dll. dianggap oleh manusia dunia menjadi tidak penting. Inilah jiwa pragmatisme dunia kita yang muncul melalui definisi hidup yang biasa saja. Banyak “hamba Tuhan” terutama di dalam banyak gereja-gereja kontemporer yang populer saat ini juga memfokuskan hidupnya pada uang dan profit pribadi. yang dipentingkan bukan lagi pengertian/pengetahuan yang beres. 5. sebagai kebalikannya. ketika ada penganiayaan datang. beberapa manusia dunia yang ekstrim mengatakan bahwa hidup itu penderitaan. Salah satu iklan rokok mengatakan. Tidak heran. Saya mengira anggapan ini sama sekali bukan anggapan seorang “Kristen” meskipun mengaku diri “Kristen”. Motivasinya. ketika manusia dunia hanya mengerti hidup ini hanya biasa saja. Tidak usah heran. yang merupakan salah satu ciri masuknya dosa ke dalam diri manusia. karena kondisi yang serba pleasure sebenarnya tidak mengerti hidup itu sesungguhnya. kaya. Saya sudah terlalu banyak menemukan “hamba Tuhan” model ini dan ibu saya sendiri sudah banyak sekali mengalami hal ini dan menceritakannya kepada saya. tetapi yang lebih aneh lagi. maka mayoritas mereka menggunakan dan mengisi hidup mereka hanya untuk kepuasan diri mereka saja. Zaman kita adalah zaman di mana sedang musim cho gereja (cari untung melalui gereja). kesusahan. Tidak heran. Di dalam hidup itu pasti menderita. memanggil “pendeta-pendeta” yang “pintar” berkhotbah.

Pokoknya. tetapi setidaknya. Johan Sebastian Bach. bahasa asli dan terjemahan-terjemahan Alkitab yang lebih tepat. Tentu. Warren menggunakan tafsiran-tafsiran Alkitab yang semau gue menurut seleranya pribadi tanpa memperhatikan konteks. Itulah metode eisegese dalam penafsiran Alkitab yang salah. 1. hanya sedikit manusia bisa memiliki tujuan hidup demi orang lain. KeKristenan harus seimbang. Leonardo da Vinci. tetapi yang penting orang lain mendapatkan kepuasan dari hasil kerugiannya. yang lainnya menekankan penderitaan terus-menerus. banyak pelukis. kita sudah menemukan ide yang sudah saya jelaskan tadi. apakah hidup kita digerakkan tujuan ? Kalau benar demikian. Contohnya. apakah kalau kita menaruh pengharapan kepada Tuhan pasti kaya dan tidak menderita ? TIDAK. Mereka berani menggunakan istilah “Kristen” untuk menjelaskan makna hidup. sekarang ini. Tentu itu berbeda dengan semangat manusia di abad postmodern yang lebih mementingkan profit pribadi dengan mengorbankan orang lain. pantheisme. karena terlepas dari jalan yang Allah telah tetapkan. defisini hidup ini masih lebih baik dari definisi hidup dari nomer satu sampai dengan 6 yang self-centered. tidak ada hidup tanpa penderitaan. di dalam buku The Purpose Driven Life. dll melakukan segala sesuatu demi orang lain. KeKristenan hendaknya jangan terlalu ekstrim menekankan dua kubu. Kembali. materalisme dan pragmatisme. komposer musik. G. Hidup Untuk Orang Lain Terakhir. Tetapi. Dari judul bukunya saja. di dalam metode penafsiran Alkitab. Hendel. meskipun definisi hidup yang terakhir ini masih kurang. tetapi laris dalam masyarakat “Kristen” (khususnya yang bertheologia Injili non-Reformed). bagi Dia lah . Pertama. dll adalah orang-orang yang telah bersumbangsih bagi dunia karena mereka mementingkan orang lain ketimbang diri. sebenarnya yang mengarahkan tujuan itu adalah diri manusia itu sendiri. yaitu istilah “Kristen” dijadikan topeng (dengan cara mengutip ribuan ayat Alkitab yang kebanyakan di luar konteks asli) untuk menyelimuti esensi sebenarnya yaitu humanisme.2 Arti Hidup Menurut Perspektif “Kristen” yang Palsu Lalu. tujuan itu adalah berkenaan dengan cita-cita manusia yang hebat dan mulia (tanpa Allah) lalu tujuan itu membawa kemuliaan bagi diri manusia sendiri (persis terbalik dari Roma 11:36 yang mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah dari Dia. oleh Dia dan untuk Dia. tetapi sebenarnya palsu. Kita jangan terlalu ekstrim. kita akan beralih kepada arti hidup menurut perspektif “Kristen” yang seolah-olah kelihatan lebih “rohani”. Inilah wajah dunia kita yang hopeless yang mencari makna hidup tetapi akhirnya kehilangan hidup itu sendiri. pantheisme dan pragmatisme di dalam dirinya. dll. Mungkin saja mereka mau rugi mengorbankan waktu. padahal istilah itu hanya sekedar topeng untuk menyelimuti ide humanisme. F. Kedua. yaitu terlalu mementingkan kesuksesan hidup. tujuan siapa yang dituju ? (atau untuk apa tujuan itu ?) Jelas. siapa yang mengarahkan tujuan itu. menyeimbangkan antara penderitaan karena nama Tuhan dengan pengharapan sesudah penderitaan yaitu hidup kekal bersama-Nya. meskipun menggunakan nama “Tuhan”. Pada konsep terakhir ini. Itulah akibat dari menaruh pengharapan kepada dunia ciptaan yang terbatas dan berdosa ini. apakah tujuan yang diarahkan itu ? dan ketiga. Itulah yang kita lihat di dalam buku The Purpose Driven Life karya Rick Warren. sebenarnya ada tiga pertanyaan penting yang perlu dipertanyakan. 7. manusia memandang hidupnya dipersembahkan bagi orang lain. putus pacar. Artinya. Hal ini akan banyak disinggung dan diuraikan secara tuntas pada bab kedua makalah ini. sehingga tidak heran nama-nama mereka cukup dikenal di dalam zamannya maupun zaman sesudah mereka meninggal dunia.meninggal.

Ketika dosa masuk ke dalam manusia. yaitu hidup sejati adalah hidup yang berpaut kepada Allah sebagai Sumber Hidup. Inilah jiwa manusia berdosa. bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. dll yang sendirinya juga adalah sesama manusia. tetapi bertanya kepada sesama manusia yang sama-sama berdosa dan terbatas. dilanjutkan dengan kejadian-kejadian dan tindakan-tindakan manusia yang membuat Tuhan menyesal. dan jangan sekali-kali bertanya kepada para psikolog.3 Arti Hidup Sejati Menurut Alkitab Lalu. dan hal itu memilukan hati-Nya. Itulah dosa. sampai-sampai Tuhan mengatakan. Lalu kata “makhluk yang hidup” (TB-LAI) diterjemahkan a living soul oleh King James Version (KJV) yang berarti jiwa/makhluk yang hidup. “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. tetapi dari Allah sebagai Sang Pencipta. Kalau Allah tidak menghembuskan nafas hidup-Nya ke dalam hidung manusia. neshamah yang berarti tiupan atau hembusan atau nafas ̂ ̂ yang vital/sangat penting/berkenaan dengan hidup. Inilah jiwa humanisme sekuler (atau sekularisme) tetapi yang masih memperalat “Tuhan” agar kelihatan “rohani”. Kata “soul” dalam KJV ini diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani nephesh yang artinya makhluk yang bernafas. di samping ada dosa aktual yang dilakukan oleh masing-masing pribadi manusia. demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. membentuknya menjadi seorang manusia. apa kata Alkitab tentang hidup sejati ? Pada bagian awal Bab 1 ini. Arti hidup manusia yang sejati tidak didapat dari manusia itu sendiri yang sendiri merupakan makhluk yang dicipta. hidup manusia mulai kehilangan arah. kita mendapatkan satu prinsip hidup sejati dari Alkitab. Tetapi tahukah kita bahwa hidup manusia yang pada awalnya telah diciptakan Allah begitu mulia sehingga manusia langsung bercakap-cakap dengan Allah ternyata dirusak oleh manusia sendiri dengan meragukan eksistensi Allah. “Ketika dilihat TUHAN. bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi. Ketika kita ingin mengerti apa arti hidup sejati belajarlah dan bertanyalah kepada Allah karena Ia yang menciptakan kita pasti mengetahui apa arti hidup itu.” (Kejadian 6:5-6) Tetapi . Nafas hidup-Nya itulah sumber hidup bagi hidup manusia yang mengakibatkan manusia bisa bernafas dan itulah yang disebut makhluk yang hidup. Dari Kejadian 2:7 inilah.” Kata “nafas hidup” berasal dari bahasa Ibrani. 1. tetapi dosa dimulai ketika manusia mulai meragukan kebenaran Allah. Kata Ibrani ini juga dipakai di dalam Amsal 20:27 untuk kata “Roh manusia” (Terjemahan Baru LAI) atau “hati nurani manusia” (Alkitab BIS).” (Terjemahan Baru LAI) atau terjemahan Alkitab BIS memberikan pengertian yang lebih jelas. Lalu.kemuliaan selama-lamanya). lalu menghembuskan napas yang memberi hidup ke dalam lubang hidungnya. saya sudah mengutip Kejadian 2:7. maka manusia tidak dapat menjadi makhluk yang hidup. Habel karena persembahan Kain tidak diterima oleh Tuhan. Kehilangan arah ini ditandai dengan keinginan manusia terus melawan Allah dan ini mulai nampak ketika Kain yang membenci dan menaruh dendam kepada adiknya. Itulah kegagalan psikologi dan eksistensialis yang tidak kembali kepada Allah. Sungguh suatu kebodohan manusia dunia ini ketika mereka yang ingin mengerti arti hidup tidak langsung bertanya kepada Sang Sumber Hidup. eksistensialis. Dosa bukan dimulai ketika Hawa memetik buah pengetahuan yang baik dan jahat yang dilarang oleh Allah. sedangkan persembahan adiknya diterima oleh Tuhan. Usaha meragukan kebenaran Allah menjadi cikal bakal iblis terus mencobai manusia dan akhirnya manusia pertama jatuh ke dalam dosa yang mengakibatkan manusia setelah Adam dan Hawa ikut mewarisi dosa asal (original sin). maka menyesallah TUHAN. “Kemudian TUHAN Allah mengambil sedikit tanah. maka hiduplah manusia itu.

mereka semakin mengerti Taurat. Ketika Ia berinkarnasi dan turun menjadi manusia tanpa meninggalkan natur Ilahinya. Oleh karena itu. bukan menurut perbuatan baik manusia tersebut. Tetapi kesalehan seperti Nuh itu sebentar saja terjadi di dalam sejarah. maka mereka baru sadar bahwa hidup itu hanya sementara dan hidup yang tidak kembali kepada Allah akan sia-sia adanya. mereka akan menemukan arti hidup dan keselamatan sejati. yaitu ketika ia kembali taat kepada-Nya. lalu mereka berpikir bahwa kalau tidak menjadi Kristen itu lebih enak. Banyak orang dunia hari-hari ini berpikir bahwa menjadi Kristen itu susah. dan itulah hidup yang mereka cari. Allah yang berdaulat adalah Ia yang berkehendak menyatakan anugerah-Nya kepada siapapun menurut kedaulatan-Nya. Nuh mendapatkan makna hidup sejati. Alkitab mengatakan. Itulah sebabnya. Ia mengajarkan . Nuh yang mendapatkan kasih karunia Tuhan di antara manusia-manusia berdosa di zamannya berusaha mempertanggungjawabkan anugerah-Nya itu dengan hidup beres dan menaati Tuhan dan firman-Nya. apakah mereka semua menuruti perintah Taurat ? TIDAK. mereka berpesta pora.” Bisa saja. mereka menganggap diri hebat. bebas. bagaimana faktanya. Lalu. Tetapi. Tuhan tetap menyediakan sekelompok sisa (remnant) yang masih setia kepada Tuhan. akibat ketaatannya itu dari membangun bahtera sampai keluar dari bahtera dan mendirikan mezbah bagi Tuhan. Nuh tidak menaati Tuhan. akibatnya Nuh itu mati bersama orang-orang sezamannya. selanjutnya orang-orang setelah Nuh banyak bermunculan dan mereka banyak yang jahat dan memberontak terhadap Tuhan. dll. Mereka memang menghafal semua yang tertulis di dalam Taurat. siang dan malam. Allah tidak tinggal diam. Tetapi puji Tuhan. yaitu pada ayat 8. Allah yang Berdaulat memilih bangsa Israel menjadi bangsa pilihan-Nya. Mereka berpikir dengan hidup berbuat baik seperti yang Taurat perintahkan.” Nuh bisa mendapatkan anugerah Tuhan. Tetapi benarkah demikian ? Setelah bencana air bah yang menyapu bersih orang-orang di zaman itu. Nuh yang kita kenal di dalam Alkitab adalah Nuh yang meresponi anugerah Allah dengan tepat dan taat mutlak kepada-Nya. mabuk-mabukan. dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. dll.yang menarik. Selama bumi masih ada. Allah mewahyukan Taurat untuk memimpin dan mengatur perilaku mereka agar berkenan kepada-Nya. dingin dan panas. karena apa saja tidak boleh. pada waktu itu. Itu adalah kesalahan besar. Dua ayat setelah Kejadian 6:6. Itulah Reformed theology. tetapi lebih menekankan fenomena upacara sesuai Taurat. dan tidak benar-benar mengerti artinya. ahli pula untuk memelintir hal-hal esensi di dalam Taurat). di dalam setiap kejahatan yang manusia lakukan. kalau kita hidup di zaman Nuh. Lalu. “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia. Kristus datang untuk menebus dosa manusia dan mengembalikan makna hidup sejati. itu semata-mata karena kedaulatan-Nya saja. maka Tuhan berjanji di dalam Kejadian 8:21-22. takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai. Ia mengutus Putra Tunggal-Nya. bukan karena kehendak Nuh yang ingin mencari Tuhan. sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya. tetapi Nuh meskipun dirinya dihina ketika membangun bahtera pada waktu kemarau. “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. tetapi itu hanya menguasai bidang rasio saja. tetapi ia mengerti hidup itu sesungguhnya karena ia kembali taat kepada Allah. ahli di bidang Taurat. Di situlah. Dari Surga. Bahkan ada yang melarang orang berjalan beberapa kilometer di hari Sabat. Taurat yang sebenarnya baik malahan dibuat tidak baik oleh para ahli Taurat yang menganggap diri ahli di bidang Taurat (itulah namanya ahli Taurat. Kepada mereka. Tuhan Yesus Kristus untuk mengembalikan fungsi hidup sebagaimana pada waktu Ia menciptakan manusia. kecuali Nuh. Ketaatan kepada Allah itulah kunci utama kita menemukan hidup sejati. lalu berdalih dengan seribu macam alasan. apakah kita ingin menjadi seperti Nuh atau orang-orang sezamannya ? Kalau orang-orang dunia pasti memilih menjadi seperti orang-orang yang hidup di zaman Nuh yang mengejek Nuh ketika Nuh membangun bahtera. kemarau dan hujan. bukan semakin mengerti esensi Taurat. Saya bertanya.

“Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela. firman Allah itu menjadi Sumber Hidup kita yang paling hakiki. Mari kita menelusuri satu per satu di dalam Injil. Pertama. karena Ia lah yang mengaturnya. tetapi poin penting atau esensinya bukan terletak pada roti atau sesuatu yang jasmaniah. manusia tidak pernah menemukannya. yaitu ketika psikologi mengajar mereka tentang makna “hidup”. bersenang-senang. Aku akan berpegang pada ketetapanketetapan-Mu. stress. karena hidup sejati pasti berpusat kepada Allah dan firman-Nya sebagai Sumber Hidup. dll. manusia seringkali kuatir akan makanan. mengapa ? Karena mereka diajar bukan kembali kepada Allah. tetapi Ia mengatakan bahwa manusia tidak hanya memerlukan roti saja untuk hidup. Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu. di dalam pasal yang sama di ayat 1-10. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau. maka tidak heran. janganlah tinggalkan aku sama sekali. yang juga tidak melakukan kejahatan. Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! Maka aku tidak akan mendapat malu.” Lalu. Hal ini sangat berbeda total dengan banyak paradigma hidup yang dianut oleh banyak orang yang mengaku diri “Kristen” apalagi “melayani Tuhan” lalu alergi mendengar kata “Tuhan” disebutkan di luar gereja. Kalau di dalam Mazmur 119:9. tetapi hidup manusia itu berasal dari Allah. yang mencari Dia dengan segenap hati. apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. akan apa yang hendak kamu pakai. janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Perhatikan kalimat terakhir di dalam ayat 25 bahwa hidup itu lebih penting daripada makanan. Firman Allah menjadi penuntun. Di sini. yang hidup menurut Taurat TUHAN. pemazmur mengatakan bahwa orang muda dapat mempertahankan kelakuan yang bersih ketika firman-Nya menjaga hidup mereka. Kedua. dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu. dll. tetapi firman Allah itulah yang esensi dan terpenting yang menjamin hidup kita menjadi bermakna. maka manusia tidak perlu menguatirkan hidupnya. minum. “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya. banyak orang muda yang belajar psikologi (tanpa belajar firman-Nya) berakhir tragis. Ketika Allah menjadi pusat hidup manusia. Mengapa demikian ? Karena . tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Ketika manusia mencoba menemukan makna hidup di luar firman-Nya. pakaian. “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. misalnya bunuh diri. tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. hidup yang tidak kuatir. sebagaimana yang pemazmur katakan di dalam Mazmur 119:105. Di dalam Matius 6:25. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.prinsip-prinsip penting tentang makna hidup. atau lebih tepatnya dari setiap firman Allah. akan apa yang hendak kamu makan atau minum. hidup itu berpusat kepada firman Allah. Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur. apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” Hidup manusia sudah ada di tangan-Nya. Tuhan Yesus tidak mengatakan bahwa manusia itu hidup tidak memerlukan roti sama sekali. minuman. tetapi kembali kepada dirinya sendiri sebagai pusat hidup. Kata “hanya” atau “saja” dalam ayat ini berarti kita masih membutuhkan roti atau makanan jasmani untuk menyambung hidup.” Firman-Nya itu sangat berarti bagi hidup pemazmur. Firman Allah menjadi batas dan penghakim bagi kita. Tuhan Yesus mengajarkan. “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu. sehingga kita tidak keluar dari jalan-Nya. Hal ini tercantum di dalam Matius 4:4.” (dikutip dari Ulangan 8:3) Hidup manusia bukan sekedar makan. supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. Dengan kata lain. tetapi dunia kita mengajarnya secara bertolak belakang. tetapi seringkali di dalam hidup. pemimpin dan pengoreksi hidup kita ketika kita ingin berbuat dosa.

mereka sama halnya dengan bangsa-bangsa (manusia) yang tidak mengenal Allah. Lalu. “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Kedua. dll. meskipun demikian Tuhan tetap menuntut kita untuk terus bekerja (lihat ayat 34 yang sering dilupakan. berpendidikan. Tuhan Yesus menggabungkan konsep “bertobat” dengan menjadi seperti anak kecil. Anak kecil meskipun seringkali dihina oleh masyarakat sebagai manusia yang kurang pengalaman. Matius 18:1-6 mengajarkan prinsip ini. Jangan menggunakan ayat ini lalu mengajarkan bahwa percaya kepada Tuhan Yesus pasti kaya. bisakah kita mencarinya di dalam dunia ini tanpa kembali kepada Allah ?! TIDAK. tetapi biarkanlah kesusahan itu cukup untuk sehari jangan ditambahi dengan kekuatiran yang tidak perlu. Apa artinya ? Pada waktu itu. kata “akan ditambahkan kepadamu” itu adalah bonus atau akibat setelah kita mempercayakan diri kepada-Nya dengan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya (mengutamakan-Nya sebagai Tuhan dan Raja dalam hidup kita). tetapi dipakai oleh Kristus untuk menghina mereka yang katanya sudah berpengalaman.”) Kalau kita tidak perlu kuatir. Itu bidat/sesat. lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Jangan sembarangan menafsirkan Alkitab. baru setelah itu Ia akan menambahkan berkat-Nya. karena kalau mereka kuatir. “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok. . Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu. maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. kita bisa mencarinya kembali. dll. Tuhan sangat mengerti benar apa yang diperlukan manusia. hidup lancar. artinya tidak lagi mementingkan hal-hal duniawi yang merupakan citra manusia lama dan segera memperbaharui hidup dengan mementingkan apa yang Tuhan inginkan. “Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu. Orang yang hidupnya terus kuatir sebenarnya meragukan kedaulatan dan pemeliharaan Allah di dalam hidupnya. apa solusi yang Tuhan Yesus berikan agar manusia tidak perlu lagi menguatirkan hidupnya ? Di dalam ayat 31-33. Itulah sebabnya mengapa Tuhan Yesus berkata bahwa kita tidak perlu kuatir. kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. tidak berarti kita tidak memiliki kesusahan apapun. mereka harus menjadi seperti anak kecil yang memiliki kerendahan hati. tetapi sombong dan tidak rendah hati lagi. setelah bertobat. hidup manusia sejati adalah hidup seperti anak kecil (rendah hati). Itu anggapan yang konyol. sehingga Kristus memerintahkan kita untuk pertama-tama mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya. pembesar negara. ia menyambut Aku. diberkati. karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. bahwa kamu memerlukan semuanya itu. presiden. Yang masuk ke dalam Kerajaan Surga bukan konglomerat. dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini. karena semuanya diberikan Tuhan. Kita tidak perlu kuatir di dalam hidup karena kita percaya bahwa Tuhan itu memelihara hidup anak-anak-Nya dengan berkecukupan. Tetapi tidak berarti dengan menggunakan kalimat ini. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Ia mengajarkan. para murid sedang berebut kekuasaan ingin menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga.kalau kita kekurangan makanan. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya. tetapi kalau kita kekurangan makna hidup. tetapi Kristus berkata bahwa kesusahan itu masih tetap ada. Ayat 33." "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku. lalu kita berkata bahwa kita tidak perlu bekerja. Ketiga.” Anak-anak Tuhan tidak perlu kuatir. sehingga Kristus harus menegur mereka dan mengatakan bahwa seorang yang masuk Surga adalah seorang yang bertobat.” Di sini.

Keempat. Bagi Tuhan Yesus.pendeta. Kristus mengatakan bahwa justru ketika berani membayar harga demi nama Kristus. anugerah Allah yang mendahului semua respon manusia. “Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau. penggallah dan buanglah itu. akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. maka kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga. hidup yang rela membayar harga demi Kristus. Ini namanya penafsiran Alkitab terlalu harafiah. karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua. Kelima. Tidak berarti karena kita telah berbuat baik. Ayat ini jangan ditafsirkan dengan sembarangan. karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. “Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya. tetapi dalam pengharapan. lebih baik hidup dengan Allah dengan sebelah tangan/kaki. bukan oleh kehendaknya sendiri. itu semua karena Roh Kudus yang menggerakkan kita untuk berbuat baik dan rendah hati. Itu salah. karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. bapa atau ibunya. tetapi mereka yang hidup seperti anak kecil (childlike) yang memiliki kerendahan hati (bedakan dengan childish. Roma 8:18-21 sungguh menguatkan kita ketika kita di dalam bahaya penderitaan karena nama Kristus. Ketika kita belajar hidup menjadi seperti anak kecil. cungkillah dan buanglah itu. kalau ia tidak bertobat. Kekudusan hidup diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Matius 18:8-9 yang berkaitan dengan penyesatan. Itulah paradoks. Tidak ! Hidup yang 100% bagi Kristus adalah hidup yang men-Tuhan-kan Kristus di dalam hidupnya. Ini tidak berarti kita harus menjadi pendeta lalu meninggalkan profesi kita. saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan. Saya sempat membaca ada seorang pria Katolik di Filipina setelah membaca ayat ini lalu memotong kaki dan tangannya. . Tuhan kita Yesus Kristus mengajarkan hal yang paradoks yang bertentangan dengan pola pikir kita. percuma saja “masuk ke dalam hidup” (TB-LAI) atau “hidup dengan Allah” (BIS) dengan kedua tangan/kaki yang utuh tetapi salah satu berbuat dosa. Hidup seperti anak kecil (childlike) adalah hidup yang mulia. Kita bisa rendah hati. Tetapi tidak demikian. baru setelah anugerah ini dinyatakan.” Orang-orang dunia pasti kesulitan membaca ayat ini. yang telah menaklukkannya. sifat ini tidak disukai oleh Tuhan). pasti kita tidak bisa hidup.” Inilah pengharapan anak-anak Tuhan di mana mereka akan menerima mahkota kemuliaan setelah mereka menderita aniaya. hidup manusia sejati adalah hidup kudus. Di dalam Matius 19:29. bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Orangorang yang suka menyombongkan diri sebagai “penghuni surga” lalu “bersaksi” bahwa dirinya berkali-kali naik turun “surga”. Dan jika matamu menyesatkan engkau. Tolong baik-baik mengerti ayat ini. mungkin ia nanti pasti menjadi penghuni neraka. Jadi. Allah pula lah yang mengaktifkan kehendak manusia untuk berbuat baik bagi kemuliaan-Nya. kembali. dll. mungkin hidup itu terasa sulit. maka di saat itulah kita nantinya akan mendapatkan kemuliaan kekal dan hidup sejati (kata “hidup sejati” ditambahkan di dalam Alkitab BIS. tetapi oleh kehendak Dia. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. yaitu sifat kekanak-kanakan. Tuhan Yesus mengajarkan. “Sebab aku yakin. berhati-hatilah. karena mereka pasti berpikir bahwa kalau kita kehilangan sesuatu. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesiasiaan. anak-anak atau ladangnya. Hidup sejati adalah hidup yang rela menyangkal diri sendiri dan hidup 100% bagi Kristus.” Hidup sejati adalah hidup yang kudus. maka kita masuk Surga.

tetapi kita harus setia untuk tetap men-Tuhan-kan Kristus.” (Alkitab BIS mengartikannya. maka justru yang terjadi bukan kita semakin hidup. Mengapa demikian ? Karena hidup sejati adalah hidup yang terlebih dahulu beriman di dalam-Nya dengan menyerahkan seluruh keberadaan hidup kita kepada-Nya dan menjadikan-Nya sebagai Tuhan dan Raja di dalam hidup kita. Kata “mencintai nyawanya” itu dari bahasa aslinya dapat diartikan mengasihani diri atau menganggap diri berguna. “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. dll. manusia pilihan-Nya bisa hidup. orang itu akan hidup!” (BIS) Orang dunia seringkali membalik konsep ini dan mengatakan bahwa orang hidup itu harus beriman. Tetapi orang yang membenci hidupnya di dunia ini. sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal. maka kita juga rela menyerahkan apapun yang ada pada diri kita untuk dikuasai oleh-Nya. Di dalam iman itulah kita bisa menemukan hidup. supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa. Hal ini diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Yohanes 10:27-28. kedua ayat ini. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini. tetapi Alkitab dengan konsepnya yang pasti dapat dipercaya mengatakan bahwa justru ketika beriman di dalam Kristus. di situ kita berani menyerahkan apapun kepada yang kita percayai. ketika kita membenci (tidak mencintai) nyawa kita (atau dapat diterjemahkan menyangkal diri kita—bandingkan Matius 16:24). sehingga ketika kita berlaku demikian. “Akulah kebangkitan dan hidup. tetapi malahan kita semakin kehilangan nyawa atau makna hidup sejati kita. Ini namanya paradoks. sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal.”) Sungguh menarik. Tetapi ayat ini juga bisa mengajarkan tentang makna hidup yang sejati hanya ada ketika kita beriman di dalam Kristus yang berinkarnasi menebus dan menyelamatkan manusia yang berdosa.”. Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini. “Barangsiapa mencintai nyawanya.” Apakah dengan ayat ini. ia akan hidup walaupun ia sudah mati. Terakhir. Tuhan Yesus bersabda. akan memeliharanya untuk hidup sejati dan kekal. 14:6). melainkan mendapat hidup sejati dan kekal. Sebaliknya. ia akan kehilangan nyawanya. “Orang yang mencintai hidupnya akan kehilangan hidupnya. dll. Di dalam Yohanes 3:15-16.” Di dalam Yohanes 12:25. melainkan beroleh hidup yang kekal. tidak akan mati selama-lamanya.26. “Orang benar akan hidup oleh iman. ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Demikian juga kita percaya di dalam-Nya. kita . “supaya semua orang yang percaya kepada-Nya mendapat hidup sejati dan kekal.” dan Yohanes 12:25. Ketika kita percaya kepada sesuatu. hebat. Seringkali kita mengaitkan kedua ayat ini hanya untuk mengungkapkan kasih Allah yang begitu besar kepada kita. kita harus bersama-sama membunuh tubuh jasmani kita supaya kita bisa hidup kekal ? Lalu. hidup sejati adalah hidup yang beriman.” (TB-LAI) atau “Orang yang percaya kepada Allah sehingga hubungannya dengan Allah menjadi baik kembali. hidup sejati adalah hidup yang berpengharapan dan menuju kepada kekekalan. Dunia kita tidak akan mengerti konsep ini sampai suatu saat Roh Kudus mencerahkan pikirannya. Keenam. Puji Tuhan.kita akan diejek sok suci. dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku. Yohanes 11:25. apakah kita tidak boleh mencintai diri kita ? TIDAK. karena kita percaya bahwa Allah itu adalah Allah yang Mutlak dan pasti dapat dipercayai. “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini. karena di dalam Dialah ada hidup sejati (Yohanes 1:4 . Alkitab BIS mengartikan dengan lebih jelas. maka yang didapat bukan kehilangan nyawa tetapi kita akan menerima dan menemukan makna hidup sejati dan kekal. supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa. Sebagaimana Roma 1:17b mengatakan. sok religius. barangsiapa percaya kepada-Ku. Itu tidak salah.

tetapi juga masuk dan merambah ke dalam dunia keKristenan. Kemudian. tetapi herannya hal ini tidak begitu dirasa oleh banyak orang yang mengaku diri “Kristen”. mengapa ? Karena mereka sebenarnya tidak begitu peduli dengan hal-hal teori. tetapi menurut saya. kita akan melihat kondisi penafsiran Alkitab yang sekarang beredar di . presuposisi apa yang harus ada sebelum menafsirkan Alkitab. yaitu MALAS BELAJAR THEOLOGIA/TEORI. Tidak heran.adalah salah satu dari antara mereka yang boleh mendapatkan anugerah Tuhan. Bab 2 ini harus ada. Soli Deo Gloria. Pertama-tama. Setelah kita merenungkan ketujuh poin makna hidup menurut ajaran Tuhan Yesus. saya akan memberikan sedikit teori mengenai bagaimana menafsirkan Alkitab dengan bertanggungjawab. perkataan ini memang menegur kita yang terlalu rasional dalam bertheologia. Prinsip hermeneutika menjadi masalah yang cukup pelik. sudahkah kita berani menentukan fokus hidup sejati yaitu kepada dan di dalam Kristus itu sendiri ? Biarlah kita mulai mengambil keputusan untuk segera men-Tuhan-kan Kristus di dalam hidup kita dan menentukan tujuan hidup kita berpijak dari firman Allah. Beranikah kita seperti Paulus menganggap sampah semua kemegahan dan kehebatan dunia yang berdosa ini lalu kembali hidup yang berfokus kepada pengharapan akan kekekalan ? Renungkanlah. mengingat buku The Purpose Driven Life adalah seperti sebuah renungan 40 hari yang tentu mengutip banyak ayat Alkitab. misalnya penafsiran (hermeneutika) pun dipakai untuk melampiaskan kesewenang-wenangan manusia abad postmodern ini. di abad postmodern yang sarat dengan relativisme ini. Inilah kecenderungan banyak orang Kristen yang mengaku diri memiliki “spiritualitas”. Bab 2 Bagaimana Menafsirkan Alkitab Dengan Bertanggungjawab ? D unia postmodern adalah dunia yang sarat dengan semangat relativisme yang “memutlakkan” kerelatifan. sama seperti yang diungkapkan Paulus bahwa pengenalannya akan Kristus membuat dia rela menganggap sampah pada semua yang ia anggap kebanggaan pada masa dulunya. kita akan melihat alasan perlunya penafsiran Alkitab. Bahkan. Lalu. lalu muncul berbagai penafsiran yang tidak sesuai dengan hakekat penafsiran yang sejati. Inilah indahnya menjadi orang Kristen dapat mengerti paradoks. “Percuma teori saja. sedangkan spiritisme adalah “kerohanian” yang berasal dari setan). yang penting prakteknya. Tidak heran. perkataan ini memiliki satu motivasi yang terselubung. Ini ternyata tidak hanya terjadi di dunia saja. tetapi di sisi lain. atau bebas sebebas-bebasnya. di dalam hidup ini.” Di satu sisi. kedudukan yang dihormati. tetapi sebenarnya spiritisme (kedua hal ini dibedakan oleh Pdt. salah satu bidang. Akibatnya. tetapi sayangnya banyak ayat Alkitab yang dikutip di luar konteks yang ada (tidak memenuhi hakikat penafsiran Alkitab yang beres). Pada Bab 2 ini. kita tidak perlu dipusingkan dengan hal-hal yang tidak penting. Hidup sejati adalah hidup yang terus menuju kepada pengharapan akan kekekalan. Sutjipto Subeno. itu semua sampah. sehingga apapun yang manusia lakukan itu cenderung tidak diikat oleh apapun. bergantung kepada pimpinan Roh Kudus dan murni untuk memuliakan-Nya selama-lamanya. Amin. dll. kalau spiritualitas sejati berkait dengan kerohanian yang dari Allah sejati. melainkan lebih mementingkan hal-hal yang praktis. banyak orang yang mengaku diri “Kristen” berkata. Mungkin sekali seolah-olah bab 2 ini tidak ada sangkut pautnya dengan Bab 1. misalnya kekayaan duniawi. karena manusia ingin menginterpretasikan segala sesuatu menurut keinginan berdosanya.

di mana Budi bisa saja salah menafsirkan perkataan Ani lalu hanya mengangguk-angguk saja tanpa meresponi perkataan Ani dengan tepat. Kekurangmengertian kita itu pasti akibat dari tafsiran kita akan perkataan orang lain. Demikian pula. bacaan. Sembahlah Aku saja. Bahasa Indonesia Sehari-hari) Kembali. Misalnya. Lalu. Mengapa harus naskah aslinya tidak bersalah ? Karena naskah asli itu yang asli langsung diwahyukan Allah melalui para nabi dan rasul-Nya. Ani berkata kepada Budi. baik dalam bentuk perkataan. tetapi ada maksud Ani dalam mengatakan hal tersebut. kita sering mengalami miscommunication. perkataan seseorang. seperti yang saya kemukakan di dalam pelajaran Discourse Analysis tadi khususnya contoh Ani dan Budi di atas. karena manusia cenderung mengeramatkan hal-hal yang dianggap “suci” (misalnya. yaitu bertanya langsung kepada yang berbicara (dalam hal ini. Locutionary Act. KeKristenan khususnya theologia Reformed mempercayai ketidakbersalahan Alkitab baik dari segi sejarah maupun pesan (inerrancy and infallibility of the Bible) di dalam naskah asli/autographanya. apakah berarti terjemahan-terjemahan yang kita pakai sekarang mengandung kesalahan dan tidak dapat dipercaya seperti naskah aslinya ? Kita percaya bahwa naskah asli Alkitab sudah tidak ada. di dalam bagian ini adalah mengapa Alkitab perlu ditafsirkan ? Kalau kita mau bersikap jujur terhadap diri sendiri. kedua. saya mempelajari pelajaran Discourse Analysis. mungkin ada kedaulatan Allah sengaja membiarkannya dengan maksud agar orang Kristen tidak memberhalakan naskah asli tersebut. “Saya lapar. maka kita perlu mengerti satu . maka setiap hari kita mau tidak mau menafsirkan sesuatu. juga ada istilah Illocutionary Force yang berarti maksud orang yang berbicara agar orang lain dapat mengerti dan meresponi apa yang dikatakan oleh si pembicara dengan tepat. Di dalam pelajaran tersebut. “Jangan menyembah ilah-ilah lain. Illocutionary Act dan ketiga Perlocutionary Act. padahal itu tidak sesuai dengan Alkitab. Alkitab adalah Firman Allah yang diwahyukan langsung dari Allah melalui sarana para nabi dan rasul-Nya. bagaimana supaya tidak terjadi miscommunication ? Hanya satu. Lalu. lalu tempat Tuhan Yesus dilahirkan di Betleham dikeramatkan dan dibangun gereja. kita menafsirkan sesuatu dan bisa terjadi miscommunication. Di dalam percakapan sekalipun. dll. Ani) agar pendengar (dalam hal ini. Kemudian. Maksud Ani inilah yang disebut Illocutionary Force. dll). Di dalam jurusan Sastra Inggris. Kalau di dalam kehidupan sehari-hari. maka Alkitab pun mau tidak mau tidak lepas dari penafsiran ketika kita membacanya. kain kafan Tuhan Yesus dikeramatkan. kita perlu memahami kaidah-kaidah tafsiran Alkitab. Lalu. sebuah analisa wacana. pertama. naskah asli Alkitab sudah tidak ada. dll. mengapa ? Itu adalah kedaulatan Allah yang mengizinkan segala sesuatu terjadi.1 Mengapa Perlu Ada Penafsiran Alkitab ? Pertanyaan paling utama. 2. yaitu supaya Budi membelikan dia makanan atau menyiapkan makanan bagi Ani. Tetapi kalau mau ditafsirkan. baik itu buku.kalangan keKristenan. apakah tafsiran kita terhadap Alkitab itu bisa salah ? Tentu bisa. dan terakhir kita akan mencoba mempelajari bagaimana kaidah-kaidah penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab. Budi) dapat mengerti yang diucapkan oleh yang berbicara. saya belajar tentang Speech Act yang dibagi menjadi tiga hal. karena naskah asli kita sudah tidak ada dan yang ada pada kita sekarang hanyalah naskah-naskah terjemahan Alkitab. diakibatkan kekurangmengertian kita di dalam menanggapi perkataan orang lain. Memberhalakan sesuatu atau menganggap sesuatu yang “suci” sekalipun sebagai “ilah” itu melanggar Titah Pertama di dalam Dasa Titah (10 Perintah Allah) yang mengatakan.” (Keluaran 20:3 .” Ini dikategorikan sebagai Illocutionary Act yang berarti bahwa perkataan Ani tidak sedang memberikan informasi kepada Budi bahwa Ani lapar. supaya tidak terjadi misinterpretation terhadap Alkitab.

Storge dan Eros. Ketika di dalam Roma 16:16. bukan berdasarkan kasih birahi atau eros. “Janganlah lagi minum air saja. yaitu children of “God” menafsirkan ayat ini lalu diterapkan ke dalam anggota jemaat gereja. Kisah 4:27 . Hoekema. Mengapa Paulus memerintahkan jemaat Roma untuk saling berciuman kudus ? Apakah ini budaya free-sex ala Alkitab ? TIDAK ! Kata holy kiss diterjemahkan secara harafiah sebagai cium kudus. Paulus berkata. lalu mengoleskan sembarangan minyak. 2 Timotius 2:22 . berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah. Kalau kita tidak menyelidiki Alkitab sampai ke bahasa aslinya. di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman mengungkapkan. apakah itu berarti bahwa anggur diperintahkan Paulus untuk diminum terus-menerus oleh Timotius dan kita juga? TIDAK ! Pada waktu itu. supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. 10:34) dan 1 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai tulus (Markus 5:33). tetapi kata kiss di sini dari bahasa Yunani philema yang akar katanya dari phileō yang merupakan ̄ kasih persaudaraan. Jadi. Philia.26 . yaitu Agape. maka beberapa kelompok sekte sesat di dalam “keKristenan”. kata “Kerajaan Allah” di dalam Injil Matius hanya digunakan sebanyak 6x. adanya gap bahasa. sedangkan kata “Kerajaan Surga” dipakai sebanyak 34x di dalam Injil Matius (menurut Alkitab terjemahan baru Lembaga Alkitab Indonesia/LAI). yang penting minyak menurut Alkitab. Kalau kita tidak mengerti perbedaan kedua kata ini. 1 Timotius 6:11 . sedangkan di dalam bahasa Indonesia. Kedua. Filipi 1:18). Begitu pula halnya dengan kata “minyak” di dalam Yakobus 5:14. Lalu. Efesus 5:9 . hanya 8 ayat Alkitab di dalam PB yang tidak diterjemahkan sebagai kebenaran. 2004. Mandarin.”. melainkan tambahkanlah anggur sedikit. di dalam bahasa Yunani. Markus 12:14 . p 57).D. demikian pula kata “kasih” yang dalam bahasa Yunani memiliki 4 kata yang berbeda. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus. orang-orang Yahudi yang berusaha untuk menghindari nama Allah.”. jangan dipaksakan ke dalam budaya lain. 3 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai sungguh/sesungguhnya (Lukas 22:59 . telah memakai kata sorga sebagai ganti nama Allah . kebudayaan. 9 ayat diterjemahkan sebagai keadilan (Kisah Para Rasul 17:31 . cium kudus ini berarti cium sebagai tanda persaudaraan. Itu adalah budaya setempat. kata dikaiosunē (dalam Perjanjian Baru) mayoritas diterjemahan kebenaran. Pertama. 2 Petrus 1:1 dan Wahyu 19:11) dan 1 ayat diterjemahkan sebagai kebaikan/yang baik (Titus 3:5). itu salah. Th. Anggapan ini adalah anggapan yang sama sekali tidak bertanggungjawab. Sedangkan kata aletheia terdapat di dalam 97 ayat Alkitab Perjanjian Baru. kita tidak akan mengerti keseluruhan berita utama di dalam Injil Matius yang menekankan Kristus adalah Raja dan IA merekrut . maka pasti ada suatu gap bahasa. baiklah ia memanggil para penatua jemaat. adanya gap budaya. termasuk Indonesia.prinsip yaitu ketika Alkitab diterjemahkan dari bahasa Ibrani (PL) dan Yunani (PB) ke dalam bahasa-bahasa lokal. Roma 3:25. Kemudian. Kata “kebenaran” di dalam bahasa Indonesia bisa memiliki begitu banyak arti di dalam bahasa Yunani. di antaranya : 4 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai jujur (Matius 22:16 . Inggris. kita akan kehilangan begitu banyak berkat Firman Tuhan yang dilimpahkan-Nya kepada kita. Roma 2:2 . Misalnya. “Alasannya. Kata “minyak” di sini dalam bahasa Yunaninya elaion berarti olive oil atau minyak zaitun dan minyak ini adalah sebagai obat. Ibrani 1:9 . …” (Hoekema. kata “kebenaran” diartikan aletheia (=Truth) dan dikaiosunē (=Righteousness). Anthony A. ketika Paulus berkata kepada Timotius di dalam 1 Timotius 5:23. anggur dianggap sebagai obat. Banyak orang Kristen mengira bahwa studi Alkitab sampai ke bahasa asli atau menggunakan terjemahan bahasa lain (misalnya.” yang jangan sembarangan ditafsirkan bahwa itu adalah minyak urapan seperti yang digembar-gemborkan oleh Pariadji/Tiberias. mengapa ? Prof. “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit. “Bersalamsalamlah kamu dengan cium kudus. dll) adalah terlalu akademis. dll.

misalnya. Misalnya. akan berakibat fatal. Seringkali banyak orang Kristen menganggap kitabkitab di dalam Alkitab ditulis untuk kita di masa sekarang. yang miskin setelah percaya kepada “Kristus” pasti kaya. Doktrin Kristus. Doktrin Alkitab. akan diselamatkan. Ketiga. sebelum dia menyatakan bahwa X adalah seorang pencuri. Kembali. marilah kita menyelidiki prinsip-prinsip dasar apa saja yang perlu diperhatikan di dalam menafsirkan Alkitab. latar belakang setiap kitab. perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Kecenderungan banyak hamba Tuhan yang dipengaruhi oleh Arminianisme/mayoritas theologia Injili adalah mengabaikan latar belakang yang ada dan langsung menyampaikan relevansi Alkitab terhadap kehidupan masa sekarang. Inilah akibat tidak mempelajari gap budaya di dalam Alkitab. maka kita akan kehilangan makna aslinya yang akhirnya itu juga tidak membawa berkat bagi kita sebagai pembaca di masa sekarang. adanya gap latar belakang. tentu dengan resiko mati. Perempuan tidak boleh berbicara di dalam surat Korintus ini dikarenakan di dalam kota Korintus. “Sebab. dll dan tentu dipengaruhi juga oleh berbagai hal dalam diri manusia sebagai si penafsir Alkitab. Kitab Roma ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma yang sedang mengalami penganiayaan oleh Romawi yang pada waktu itu melarang orang Kristen menyembah Allah selain Kaisar Romawi. Paulus melarang perempuan berbicara. barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan. seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat. Contoh lain. Oleh karena itu. nanti orang tersebut akan diselamatkan. akan dihukum mati. 1.2 Prinsip-prinsip Dasar (Umum) Dalam Penafsiran Alkitab Penafsiran Alkitab atau lebih dikenal dengan hermeneutika Alkitab bukanlah salah satu bidang di dalam theologia sistematika yang diajarkan di sekolah theologia yang berdiri sendiri. perempuan diidentikkan dengan pelacur. misalnya Doktrin Allah. dll. “Sama seperti dalam semua Jemaat orangorang kudus. lalu Injil yang diberitakan adalah “injil” murahan. lalu mereka mengabaikan konteks dan latar belakang yang ada. Nah. Kalau kita tidak memahami dengan jelas.kita sebagai umat pilihan-Nya untuk menjadi anggota warga Kerajaan Surga yang melayaniNya. Dipengaruhi oleh presuposisi dan iman Presuposisi atau praanggapan adalah suatu pola pikir manusia sebelum dia memiliki anggapan tertentu. akan diselamatkan. karena banyak perempuan bekerja sebagai pelacur. Oleh karena itu. Ini kesalahan di dalam penafsiran Alkitab. di dalam 1 Korintus 14:34. ketika Paulus di dalam Roma 10:13. Alkitab perlu ditafsirkan karena adanya gap latar belakang antara penulis kitab di dalam Alkitab dengan kita sebagai pembaca di masa sekarang. kalau ayat ini dilepaskan dari konteksnya. Paulus menyerukan kepada jemaat di Roma bahwa barangsiapa yang berseru kepada Tuhan. tetapi hermeneutika ini pasti berkaitan dengan semua theologia sistematika lainnya. Ini akibat dari mengabaikan latar belakang di dalam kitab Roma.” Seorang teman “Kristen” saya menafsirkan ayat ini dan tanpa pikir panjang langsung berkomentar bahwa Paulus itu melakukan diskriminasi. Misalnya. 2.” Banyak hamba Tuhan Injili memakai ayat ini ketika memberitakan Injil dan menyuruh orang yang diinjili untuk berseru kepada nama Tuhan saja. Mereka harus menundukkan diri. jika melanggar. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Semua kitab di dalam Alkitab ketika ditulis pasti memiliki latar belakang tertentu. mungkin sekali dia sudah memiliki presuposisi yang mengakibatkan dia berhati-hati dalam . seperti yang banyak diberitakan di dalam banyak gereja kontemporer yang pop di mana banyak “injil” palsu yang diberitakan.

Cornelius Van Til di dalam bukunya The Defense of the Faith mengatakan bahwa banyak theolog Injili mempercayai Alkitab itu firman Allah. Dr. di dalam menafsirkan Alkitab. Seorang apologet Reformed ternama. seorang yang mempercayai ketidakbersalahan Alkitab dalam naskah asli/autographanya (ini prinsip yang benar. karena presuposisi ini nantinya pasti mengakibatkan si penafsir Alkitab dapat menafsir Alkitab dengan baik atau malahan buruk dan menyesatkan. Penafsiran Alkitab tentu tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan akan doktrin Alkitab si penafsir Alkitab. ketika si penafsir Alkitab memiliki kepercayaan bahwa Alkitab itu bukan firman Allah. doktrin Alkitab. kutipan ribuan ayat Alkitab tidak menjamin seorang pengkhotbah atau hamba Tuhan benar-benar mengerti presuposisi dasar Alkitab sesungguhnya. tidak heran ketika Mazmur 1:3 bisa ditafsirkan seenaknya lalu mengajarkan bahwa orang yang percaya . pengaruh presuposisi ini tidak bisa dilepaskan. Iman sejati pasti menentukan penafsiran Alkitab yang beres.memperhatikan si X. Pertama. maka si penafsir Alkitab akan memandang Alkitab sebagai satukesatuan yang menyeluruh. sehingga bagian Alkitab yang tidak seberapa jelas di dalam kitab tertentu akan dijelaskan di dalam bagian kitab lainnya sehingga membentuk totalitas Alkitab yang dapat dipercaya keotentikannya. presuposisi seseorang menentukan tindakan selanjutnya dari orang tersebut. unsur iman termasuk di dalamnya. mungkin sekali si pengkhotbah ini kurang persiapan di dalam berkhotbah lalu mengutip banyak ayat Alkitab di luar konteks aslinya. lalu mulai membuktikan keberadaan Allah bukan dari Alkitab. timbul suatu keraguan akan ketidakbersalahan Alkitab. karena Alkitab itu bukan buku akademis. sehingga marilah masingmasing orang dengan pengalaman pribadinya menafsirkan Alkitab. Pandangan ini akan mengakibatkan si penafsir Alkitab menganggap Alkitab itu hanya salah satu firman Allah dan yang penting baginya adalah pengalaman pribadi mendengar suara Allah. Misalnya. Tetapi masalahnya. Tidaklah heran. tetapi sayangnya mereka tidak benar-benar mempercayainya. sehingga dari konsep iman yang salah pasti mengakibatkan konsep penafsiran Alkitab yang salah (metode eisegese yang berarti mencocok-cocokkan ide manusia dengan dukungan ayat Alkitab). ketika di dalam Alkitab diceritakan bahwa Musa membelah Laut Teberau. tetapi secara implisit mereka mengakui dengan bulat di samping mengakui ketidakbersalahan Alkitab secara akademis dan perkataan. mengapa iman menjadi kriteria pertama dalam mempengaruhi penafsiran Alkitab ? Karena iman itu adalah anugerah Allah kepada umat pilihan-Nya. Mari kita selidiki dengan teliti kaitan antara doktrin Kristen di dalam theologia sistematika dengan konsep penafsiran Alkitab. tetapi dari bukti-bukti ilmiah dan rasio manusia. maka para penafsir Alkitab yang liberal akan mengartikannya dengan menggunakan rumus-rumus fisika yang pada akhirnya menolak terjadinya hal supranatural tersebut. dll adalah karangan manusia belaka. Di dalam istilah atau konsep presuposisi ini. Meskipun pernyataan ini tidak berani diungkapkan oleh mereka. Misalnya. lalu mempercayai bahwa Alkitab itu sepenuhnya karya manusia dan tidak diinspirasikan Allah (pandangan “theologia” liberal). iman itu sendiri kadang kala disalahmengerti sebagai tindakan manusia. maka seluruh penafsiran Alkitab yang dihasilkannya pun tidak beres. Lalu. tetapi berisi firman Allah (pandangan theologia Neo-Orthodoks dari Karl Barth dan Emil Brunner) yang mengajarkan bahwa Alkitab hanya salah satu kunci manusia memahami firman Allah. jika di dalam diri si penafsir Alkitab. Perhatikan. banyak gereja kontemporer yang pop saat ini dipengaruhi oleh theologia Neo-Orthodoks yang muncul setelah Perang Dunia I. maka sudah tentu si penafsir Alkitab ini akan menganggap semua data di Alkitab khususnya berkaitan dengan kelahiran Anak Dara Maria. yang penting adalah pengalaman pribadi dalam mendengar suara Allah. theologia Reformed). hal-hal supranatural yang diberitakan oleh Alkitab. Sebaliknya. Lain pula halnya. Konsep iman yang dari titik awal sudah tidak beres. lalu menganggap bahwa Alkitab itu tidak perlu ditafsirkan dengan metode yang sulit-sulit. Jadi. Begitu pula. Kembali. dan lautnya kering. meskipun mengutip ribuan ayat Alkitab.

Allah bersabda.”. kegagalan sangat fatal dari para penganut theologia Arminian (kebanyakan Injili) dalam bertheologia secara mendasar dengan tidak membedakan secara kualitas antara Allah sebagai Pencipta yang tidak terbatas (kekal) dan manusia sebagai ciptaan yang terbatas. ketika membaca Kejadian 6:6 di atas. maka konsep ini akan sinkron dengan keseluruhan bagian Alkitab lainnya (misalnya. ketika Kejadian 6:6. Iman Reformed sangat menentukan sekali terhadap metode penafsiran Alkitab yang lebih mendekati Alkitab (metode eksegese). “takhta-Mu tegak sejak dahulu kala. 1) Meskipun Rick Warren di dalam bukunya The Purpose Driven Life mengungkapkan hal yang sama dengan konsep Reformed ini. Allah yang tidak berubah. Mazmur 93:2. meskipun Warren menyangkali pernyataan ini. sehingga manusia harus taat mutlak kepada-Nya. apakah Ia dapat mengubah rencana-Nya yang telah Ia tetapkan sebelum dunia dijadikan ? Kalau Allah yang kekal dapat mengubah rencana-Nya. Kedaulatan Allah yang dipercaya oleh Reformed akan sangat menentukan dan memimpin arah penafsiran Alkitab yang para theolog Reformed dan penganut theologia Reformed kerjakan. maka hermeneutika pun berkaitan juga dengan doktrin Allah. lalu apa bedanya Allah yang adalah Pencipta dengan manusia sebagai ciptaan-Nya ? Ini suatu ketidakmungkinan dan kesalahan paradigma di dalam bertheologia dan memahami Alkitab. maka para penganut theologia Reformed yang menekankan kedaulatan Allah akan menafsirkan dan mengajarkan bahwa Allah itu adalah Allah yang Berdaulat sehingga Ia tak mungkin menyesal (lalu “mengubah” rencana yang sudah ditetapkan-Nya). “maka menyesallah TUHAN”. maka dapat disimpulkan bahwa buku ini bukan buku yang berdasarkan sentralitas Alkitab dan kedaulatan Allah. doktrin Allah ini akan membuat jalur perbedaan yang sangat tajam antara para penganut theologia Reformed yang menekankan supremasi Allah dan penundukan manusia dengan para penganut theologia Arminian yang sama-sama mengagungkan supremasi Allah dan manusia (meskipun tidak secara eksplisit mereka ungkapkan). “Tujuan utama manusia adalah memuliakan Allah dan menikmati-Nya selama-lamanya. Sebaliknya. Ini adalah akibat dari kepercayaan Neo-Orthodoks yang dimodernkan oleh banyak gereja kontemporer yang pop yang tidak memperhatikan kaidah penafsiran Alkitab. maka ketika ayat ini berkata. Di sini. Misalnya. dari kekal Engkau ada. Lalu. Kedua. Theologia Reformed yang dipengaruhi oleh John Calvin menekankan akan kedaulatan Allah (the Sovereignty of God). Kalau Allah itu adalah Allah yang kekal. bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi. “maka menyesallah TUHAN. bukan Tuhan.kepada Tuhan pasti berhasil. dll. lalu menafsirkan bahwa Allah itu dapat mengubah rencana-Nya ketika manusia gagal mematuhiNya.” (Meade : 2004. ketika Mazmur 93:2 berkata. dan hal itu memilukan hati-Nya.” Kata “kekal” tidak dapat diartikan lain. p. kecuali selama-lamanya dan tidak berubah. Setelah penafsiran Alkitab berkaitan dengan doktrin Alkitab. dll). Sedangkan para penganut theologia Arminian yang sama sekali menolak kedaulatan Allah dan lebih menekankan kehendak bebas manusia. tetapi lebih ke arah human-centered. doktrin Allah. konsep theologia Arminian yang human-centered sudah kelihatan dari cara penafsiran Alkitabnya yang mencari-cari ayat-ayat Alkitab sekehendak hatinya cenderung kurang memperhatikan konteksnya untuk mendukung bahwa manusia memiliki . Para penganut theologia Reformed yang menekankan kedaulatan Allah akan melihat seluruh bagian Alkitab sebagai bagian yang Kristo-sentris (berpusat kepada Kristus). maka sesungguhnya perkataan ini dimengerti dalam cara pandang manusia. Allah yang berada di dalam diri-Nya sendiri. Masalah yang selanjutnya terjadi. Allah yang tidak bergantung pada apa dan siapapun. Ini ditegaskan di dalam jawaban pertanyaan nomer satu dalam Katekismus Singkat Westminster (salah satu pengakuan iman Reformed) yang berkata. presuposisi mereka dengan mudah dapat dijatuhkan. Kalau kita memperhatikan tafsiran ini. tetapi jika kita terus meneliti satu per satu.

manusia tersebut tidak dapat diselamatkan. yaitu 100% Allah dan 100% manusia akan menafsirkan Alkitab dengan kedua pandangan ini. misalnya theologia Orthodoks (Syria) yang menekankan kemanusiaan Yesus dan menolak keilahian-Nya. Misalnya. Sedangkan para penganut theologia Arminian dan Katolik Roma yang mempercayai perbuatan baik lebih penting daripada iman akan mengutip ayat-ayat Alkitab menurut kehendak mereka untuk mendukung ajaran mereka.3 tentang problematika penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan. sama-sama mempengaruhi cara menafsirkan Alkitab. Tetapi para penganut theologia non-Reformasi. maka mereka akan mengutip Yohanes 1:1 secara sebagian yaitu dengan menghilangkan pernyataan. seorang penganut theologia Reformed yang memegang kepercayaan bahwa anak-anak Tuhan sejati tidak mungkin kehilangan keselamatannya akan mengerti keseluruhan Alkitab lebih teliti dan bertanggungjawab. Roma 8:33-35 adalah bagian-bagian Alkitab yang mengajarkan secara ketat akan kepastian jaminan Kristen tentang keselamatan (tanpa mengabaikan konteks aslinya). “Firman itu adalah Allah.” Hal ini dikhotbahkan seorang pemimpin gereja yang dulunya beragama mayoritas di Indonesia. Bapa Gereja Augustinus telah lama berperang melawan Pelagianisme dan Semi-Pelagianisme. dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada . doktrin keselamatan (Soteriologi). Misalnya. Kristologi juga dapat mempengaruhi penafsiran Alkitab. di dalam 1 Korintus 12:3. meskipun Allah memberikan anugerah kepada manusia. Misalnya. contoh. Theologia Reformasi dan Reformed yang percaya 100% bahwa Roh Kudus adalah Pribadi Ketiga Allah Trinitas yang berperan melahirbarukan umat pilihan-Nya untuk percaya di dalam Kristus dan menyempurnakan mereka serupa seperti Kristus kelak akan menafsirkan Yohanes 15:26 dengan mengatakan bahwa Roh Kudus datang untuk memuliakan Kristus dan juga Yohanes 16:8 bahwa Roh Kudus datang untuk menginsyafkan dunia akan dosa. manusia tetap harus meresponinya. 10:27-29 . Hal ini sinkron dengan keseluruhan berita Alkitab. Misalnya. Seorang penganut Orthodoks Syria ini akan kebingungan dalam menafsirkan Roma 1:4 yang menyebutkan Tuhan Yesus itu juga bernatur Ilahi selain bernatur manusia. seorang penganut theologia Reformasi dan Reformed yang menganut paham dwi-natur sifat Kristus. Kelima¸ doktrin Roh Kudus (Pneumatologi). Pneumatologi.“supremasi” untuk menolak atau menerima anugerah Allah. banyak theolog Injili dengan aliran theologia Arminian yang dianutnya memahami Alkitab bukan dari presuposisi kedaulatan Allah. Dengan kata lain. Hal ini akan dibahas pada poin 2. Doktrin keselamatan dapat mempengaruhi posisi penafsiran Alkitab seseorang. tetapi kehendak bebas manusia. Pandangan theologia Arminian ini diadaptasi dari konsep pemikiran Semi-Pelagianisme yang merupakan “jalan tengah” dari ajaran Pelagius (yang mengajarkan bahwa manusia dilahirkan tanpa dosa) dan Augustinus (manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa). sehingga meskipun jelas-jelas Alkitab mengajarkan tentang anugerah Allah. “Karena itu aku mau meyakinkan kamu. mereka akan berkontradiksi dan melawan diri sendiri jika menjumpai ayat-ayat Alkitab yang tidak cocok dengan formulasi doktrin mereka. Ketiga. Inilah gaya penafsiran Alkitab yang keliru. bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah. tetapi rupa-rupanya humanisme terus berjaya. Yohanes 3:16 . kebenaran dan penghakiman. doktrin Kristus (Kristologi). baik dengan konsep yang benar maupun salah. keKristenan boleh diterima oleh agama dahulunya. Keempat. mereka pasti menafsirkannya dengan tetap menekankan kehendak bebas manusia. dan sampailah kepada paham Arminianisme. karena kalau tidak. lalu kemudian menjadi “pendeta” yang sekarang ingin membawa keKristenan kembali kepada agama dahulunya agar menurutnya. Dan hal ini jelas dibuktikan Alkitab secara eksplisit yaitu di dalam Yohanes 1:1 dan Roma 1:3-4.

Sungguh aneh dan ajaran ini sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabkan secara Alkitab. selain oleh Roh Kudus. jikalau anak-anak tidak turut dibaptis. dikatakan bahwa kepala penjara ini beserta keluarganya memberi diri dibaptis. maka Alkitab akan mengecualikannya. yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan". Juga ke atas hamba-hambamu lakilaki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. Kata “keluarga” tentu juga mencakup anak-anak. maupun Petrus. Kemudian. dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas. akan mengatakan secara implisit bahwa Roh Kudus bisa diatur manusia. . banyak pemimpin gereja dari kalangan gereja kontemporer yang pop sangat suka mengutip Yoel 2:28-32. sesuai dengan rencana Allah. orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.seorangpun. Puji Tuhan. “Kemudian dari pada itu akan terjadi. Tafsiran ini salah di titik pertama. Lalu. lalu Petrus mengutip Yoel 2:28-32 di dalam khotbah perdananya di dalam Kisah Para Rasul 2:17-21. gereja-gereja Reformed yang mengakui adanya baptisan anak (infant baptism) akan memandang seluruh Alkitab secara totalitas yang mengajarkan secara berkesinambungan akan perjanjian (covenant) Allah. Tidaklah mungkin. Yang paling aneh lagi. 1 Petrus 1:2 yang mengajarkan. Kisah Para Rasul 2:1-16. sehingga manusia seolah-olah dapat memerintah Roh Kudus. supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. maka mari kita menantikannya. doktrin gereja (ekklesiologi). baik Paulus. misalnya. anak-anak tidak dibaptis. terunaterunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Kemudian. maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat. Keenam. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. bahwa setelah kepala penjara itu menjumpai para tahanan yang masih ada di dalam penjara padahal penjara pada waktu itu sudah rusak. yang disusul dengan pembaptisan kepala penjara ini. dan yang dikuduskan oleh Roh. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu. “Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. mereka mengklaim kepada Roh Kudus jika mereka tidak dapat berkarunia lidah. Konsep yang tidak beres ini nantinya akan mempengaruhi cara menafsirkan Alkitab dengan sengaja mencocokcocokkan konsepnya yang salah itu agar bisa diterima oleh masyarakat Kristen umum.” lalu menafsirkan bahwa zaman inilah zaman Roh Kudus. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. Paulus dan Silas memberitakan tentang Injil Kristus. kalau ada theologia Kristen yang non-Reformasi. Kisah Para Rasul 16:33 mengatakan. dipengaruhi oleh Arminian yang human-centered. sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan. Misalnya. Inilah kekonsistenan seluruh berita Alkitab yang tidak mungkin berkonflik (berkontradiksi) dengan dirinya sendiri. Ambil contoh. apa yang Tuhan Yesus ucapkan di dalam Injil Yohanes tentang Roh Kudus juga diajarkan dengan konsep yang sama persis oleh para rasul-Nya. maka ia bertanya kepada Paulus dan Silas tentang apa yang harus ia perbuat supaya ia selamat. Ekklesiologi sebagai theologia sistematika yang boleh saya kategorikan sebagai hal praktis pun dapat mempengaruhi penafsiran Alkitab.”.” Konteks ayat ini jelas. “yaitu orang-orang yang dipilih. Meskipun istilah “baptisan anak” tetapi secara implisit istilah ini nampak jelas dari keseluruhan Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. yaitu sengaja mengabaikan referensi yang ada di bawah bagian Alkitab yang menunjukkan kedua ayat ini merupakan nubuat yang nantinya digenapi di dalam peristiwa Pentakosta. seperti yang telah difirmankan TUHAN. dll.” Jadi. Di dalam ayat ini. bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia. Bapa kita. Ini adalah tafsiran yang dicocok-cocokkan. seorang penganut Karismatik Katolik yang tidak bisa berbahasa roh akan mengomel kepada Maria ibu Yesus untuk membujuk Tuhan Yesus untuk memberikan karunia roh tersebut.

Hal ini akan dibahas pada poin 2. oleh karena itu Perjamuan Kudus berkhasiat dan “berkuasa” karena ada tubuh dan darah Kristus yang tercurah di kayu salib. Anthony A. pp 65-67) Paham Katolik Roma akan Perjamuan Kudus (transubstansiasi) diangkat kembali ke permukaan oleh seorang “pendeta” bernama Yesaya Pariadji lalu mengajarkan bahwa roti dan anggur Perjamuan Kudus bukan sekedar lambang. maka pasti sebelum baptisan.” (Hoekema. Inilah konsep eskatologi yang dipegang oleh theologia Reformed yang lebih mendekati Alkitab. mengucap berkat. nyawanya tetap bersamaNya di Surga. dan oleh karena itulah. “Dan ketika mereka sedang makan.D. di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman adalah “sebuah paham yang integratif dengan seluruh bagian Alkitab. Th. Itulah karya Roh Kudus. p 1 dan 2). Eskatologi menurut Prof. memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah. yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Hoekema. Kalau baptisan adalah konfirmasi. doktrin akhir zaman (eskatologi). Tetapi hal ini tidak berarti kita boleh bebas untuk tidak perlu dibaptis. mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah. Anak-anak pun (yang termasuk umat pilihan Allah) juga diselamatkan bukan melalui “iman” pribadi. sehingga manusia murni diselamatkan melalui anugerah Allah. theologia Reformed ." Sesudah itu Ia mengambil cawan. dipengaruhi oleh filsafat Aristoteles yang membedakan antara form dan matter) dan konsep Zwingli yang mengajarkan bahwa Perjamuan Kudus hanya lambang dan tidak memiliki makna. Seorang yang sudah percaya di dalam Kristus meskipun tidak sempat dibaptis (mungkin alasan kesehatan yang sangat buruk atau kasus penjahat di sebelah salib Tuhan Yesus). 1991. (Tong. hampir mirip dengan pandangan Katolik Roma : transubstansiasi yang mengajarkan bahwa roti dan anggur Perjamuan Kudus langsung berubah menjadi tubuh dan darah Kristus. inilah tubuh-Ku. yaitu eskatologi yang telah ditegakkan (inaugurated eschatology) dan eskatologi yang akan datang (future eschatology) (Hoekema. Sebab inilah darah-Ku. 2004. dari cawan ini.3. Demikian pula halnya dengan konsep Perjamuan Kudus. kamu semua. Kemudian. Gereja-gereja Reformed mengikuti tradisi dari John Calvin menganggap bahwa Perjamuan Kudus hanya sebagai simbol kematian Kristus tetapi juga memiliki makna karena ada berkat Kristus di dalamnya. Ini tafsiran Alkitab yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. darah perjanjian. Sedangkan kelompok Anabaptis yang berkembang dan mempengaruhi gereja-gereja kontemporer yang pop dewasa ini dengan menolak baptisan anak karena menurut mereka. Di dalam bukunya. Ketujuh. anak-anak perlu dibaptis tanpa perlu menunggu pengakuan iman yang keluar dari mulut mereka.tetapi faktanya tidak demikian. p 3). Yesus mengambil roti. tetapi melalui anugerah Allah yang telah memberikan iman kepada mereka. Ini berbeda dengan konsep Luther yang mengajarkan bahwa Kristus menyertai/menaungi Perjamuan Kudus (disebut dengan paham consubstansiasi .” (Matius 26:26-28) lalu mengajarkan bahwa roti itu benarbenar tubuh Kristus dan anggur adalah darah Kristus. Baptisan pasti berkaitan erat dengan keselamatan (soteriologi). ada karya Allah yang membuat orang yang dibaptis ini akhirnya dapat mempercayai Kristus. makanlah. 2004. Eskatologi ini menurut beliau dapat dibedakan menjadi dua. beliau memaparkan bahwa konsep paradoks yang ada di dalam eskatologi ini menyangkut suatu paradoks antara eskatologi yang sudah dan akan terjadi (ketegangan antara yang sudah terjadi dengan yang belum terjadi). anak-anak tidak dapat mengakui imannya secara sadar adalah pandangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara prinsip Alkitab tentang perjanjian (covenant). tetapi baptisan adalah konfirmasi seseorang percaya kepada (di dalam) Tuhan Yesus. lalu Pariadji mengutip perkataan Tuhan Yesus sendiri. Mengapa gereja-gereja Reformed melaksanakan baptisan anak ? Karena baptisan bukan tanda orang masuk Surga atau diselamatkan. Sehingga theologia Reformed dengan tegas menyatakan bahwa anugerah Allah mendahului respon manusia.

2. maka Allah Anak yang berperan (sedangkan Allah Bapa dan Roh Kudus “pensiun”). Inilah ketimpangan-ketimpangan yang terjadi. Tidak heran.mempercayai bahwa Kerajaan Allah bukanlah kerajaan secara literal dalam arti Kerajaan itu terjadi secara nyata melalui wilayah/teritori tertentu di dalam suatu bangsa. lebih tepatnya di kota Yerusalem. kelompok liberal yang menganut paham postmillenialisme yang mengajarkan bahwa Kerajaan Allah itu sudah terjadi akan menafsirkan Alkitab dengan konsep liberalnya dan akan menutup mata akan fakta-fakta Alkitab tentang Kerajaan Allah di masa akan datang. ini karena pengaruh premillenialisme yang ekstrim yang tidak diajarkan oleh Alkitab. “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit. nanti pada giliran Kristus berinkarnasi. Allah Roh Kudus lah yang berperan (sedangkan Allah Bapa dan Anak “pensiun”). sedangkan di sisi lain. dan terakhir. Dengan kata lain. Di dalam keKristenan. zaman Roh Kudus (setelah kebangkitan Kristus dan sebelum kedatangan Kristus yang kedua kalinya). lalu konsep ini akan mengakibatkan mereka sendiri tidak memiliki pengharapan yang pasti di masa akan datang. sehingga jatuh ke dalam paham postmillenialisme yang mengakibatkan para penganutnya berada di dalam kondisi tak berpengharapan. Di dalam paham eskatologinya. Dipengaruhi oleh perasaan hati Perasaan hati atau mood manusia dapat berubah-ubah setiap saat tergantung situasi dan kondisi. Sebaliknya. Tuhan tetap besertanya. penafsiran Alkitab juga dipengaruhi oleh kondisi sekitar. banyak manusia dengan perasaan hati yang berbeda pun diterapkan dalam menafsirkan Alkitab. Di satu sisi. setelah kebangkitan Kristus.”) untuk mendukung pengajaran mereka misalnya tentang perpuluhan yang akan dikembalikan berlipat kali ganda. Misalnya. para penganut theologia Injili yang mayoritas cenderung Arminian akan berpaham premillenialisme yang bisa dikategorikan menjadi dua. akan menuai banyak juga. ada dua contoh ekstrim yang mencoba menafsirkan Alkitab dengan pengaruh dari lingkungan/kondisi sekitar. Konsep pembagian zaman ini (dispensasionalisme) sudah salah di titik awal yaitu berusaha memisahkan peran masing-masing Pribadi Allah Trinitas. paham premillenialisme memandang Kerajaan Allah ini hadir secara literal di bumi ini. padahal keliru (paham premillenialisme). theologia Reformed berpaham amillenialisme. Masalah yang banyak terjadi. Ayat ini dilepaskan dari ayat-ayat selanjutnya. yaitu premillenialisme historis dan premillenialisme dispensasionalis yang berusaha membagi sejarah/zaman menjadi 3. hanya Allah Bapa yang berperan (sedangkan Allah Anak dan Roh Kudus “pensiun” alias tidak berperan). 3. akan menuai sedikit juga. gereja-gereja kontemporer yang pop yang gemar sekali cho gereja (atau mencari untung di gereja) akan mencomot ayat Alkitab sekehendak hatinya (2 Korintus 9:6. dan orang yang menabur banyak. tetapi Kerajaan Allah adalah kerajaan rohani. Ini adalah pengaruh yang amat sangat buruk. “Hendaklah masing-masing memberikan menurut . misalnya. pertama. terlalu menekankan akhir zaman. muncul istilah Kristen Zionis. terlalu menyepelekan akhir zaman. Sedangkan. zaman Allah Anak (pada waktu Kristus berinkarnasi) dan terakhir. ayat 7. Konsep ini sudah menyeleweng dari kebenaran Alkitab. sehingga seolah-olah di zaman sebelum kedatangan Kristus pertama. dan orang yang sama akan melewatkan membaca kitab Kidung Agung yang mengajarkan tentang cinta. yang mengajarkan. yaitu zaman Allah Bapa (sebelum kedatangan Kristus pertama). seorang pria yang putus cinta akan sangat senang membaca Alkitab khususnya bagian Mazmur dan Amsal yang menguatkannya bahwa meskipun pacarnya meninggalkannya. sehingga tidak heran di kalangan Kristen. Dipengaruhi oleh kondisi sekitar Terakhir.

paham ini akan mempengaruhi cara mereka menafsirkan Alkitab yang cocok dengan paham mereka. Inilah corak gereja materialisme di abad postmodern ini. Di sisi lain. kemudian mensinkronisasikannya dengan Alkitab untuk membangun Teologi Transposisinya… Dalam hal ini. Pluralisme Agama (Edisi Revisi) mengetengahkan fakta tentang seorang “theolog” pluralis dari gereja Presbyterian. Choan-Seng Song yang menggunakan pendekatan penafsiran yang berhubungan dengan isu-isu sosial untuk mendukung “Theologia” Transposisinya. maka ayat 7 dengan sengaja tidak dibacakan.’… Dengan kata lain. ya Bapa. Mereka akan menafsirkan Yohanes 14:6 bukan dengan menekankan finalitas Alkitab. Dr. banyak gereja-gereja Protestan mainline yang mengaku berlabel “Reformed” (sebenarnya : no-formed atau de-formed) sudah mendegradasi fondasi theologia yang Alkitabiah dan menggantinya dengan “theologia” religionum atau social “gospel”. mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih.” Kalau ayat 7 ini dibacakan. Pdt. dikenal dengan istilah penafsiran yang situasional mengenai isu-isu sosial (SocioCritical Interpretation). Taiwan. Song sangat prihatin dengan isu-isu sosial-politik di Asia…” (Lumintang. kaum miskin. Kedua contoh ini dapat mewakili apa yang Alkitab telah nubuatkan di dalam 2 Timotius 3:1-2. di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau. Berikut penuturan beliau. Contohnya ialah Teologi Pembebasan dan Hermeneutika Feminisme. semua ayat Alkitab dijadikan pendukung bukan sumber bagi pembentukan “Theologia” model ini yang justru melawan Alkitab.3 Problematika Penafsiran Alkitab di Kalangan KeKristenan . Kemudian. jangan dengan sedih hati atau karena paksaan. Ini tafsiran yang sangat tidak bertanggungjawab. 337) Dengan jelas. Ini namanya gereja yang memperhatikan demand dari jemaat (hukum supply and demand di dalam gereja). untuk mendapatkan profit sebanyak-banyaknya dari persembahan jemaat. Penafsiran kritik sosial dapat diartikan : ‘tertarik kepada bentuk yang kelihatan untuk menyatakan suatu penafsiran yang alamiah dalam kerangka pikir dari suatu tradisi mengenai asumsi sosial dan praktiknya. 2004. 2. tidak mempedulikan agama. kaum perempuan. sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Jadi.kerelaan hatinya. “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.…” lalu menafsirkan bahwa orang Kristen dan orang-orang non-Kristen seharusnya bersatu sama seperti Kristus dan Bapa bersatu. Song memulai usahanya dengan menggunakan cerita-cerita rakyat dan fakta-fakta mengenai keprihatinan sosial. “Song juga menggunakan metode penafsiran radikal dalam membangun Teologi Transposisinya yang liberal dan yang anti finalitas Yesus. agar jemaat dapat memberikan uang sebanyak-banyaknya.” Kalimat “manusia akan mencintai dirinya sendiri” adalah ciri dari humanisme dan kalimat “menjadi hamba uang” adalah ciri dari materialisme. “supaya mereka semua menjadi satu. Alkitab berperan hanya untuk mendukung konsep yang telah dibangunnya dari kesimpulan awalnya mengenai situasi kondisi sosial yang pincang. Song membangun Teologi Transposisinya dengan dasar penafsiran kritik sosial yang lahir dari keprihatinan sosial di Asia. saya pernah membaca sebuah artikel yang ditulis oleh “pendeta” macam ini dengan mengutip Yohanes 17:21. sama seperti Engkau. Akibatnya. mereka akan menjadi pemfitnah. Penafsiran teks-teks Alkitab mengenai perbudakan. maka jemaat akan berpikir beratus kali untuk memberikan persembahan. Sistem hermeneutika Song. Stevri Indra Lumintang di dalam bukunya Theologia Abu-abu. Mereka akan membual dan menyombongkan diri. Ini adalah “gereja” yang bercorak humanisme di dalam era postmodern. pp 335.

marilah kita mencoba mempelajari banyak problematika yang terjadi berkenaan dengan penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan abad postmodern yang dipengaruhi oleh theologia sistematika yang salah. maka seluruh ilmu pengetahuan berkiblat ke arah Yunani. tetapi hanya satu yang tak mungkin berubah. ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari. Tetapi untuk menggambarkan gerakan bintang. Tetapi untuk menggamparkan gerakan galaxy-galaxy dalam cluster of galaxies. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. Jadi sesungguhnya Copernicus tidak lebih benar dari Yoshua. Untuk menggam barkan gerakan bulan atau satelit buatan terhadap bumi. bulan. Tidak heran. maka gereja Katolik marah dan menghukumnya. Ir. maka teori Helio sentris juga sama salahnya. tetapi memiliki esensi yang sama yaitu humanisme. Yang paling celaka. Lebih logis menganggap bahwa ditengah-tengah Bima Sakti ada sumbu imaginair. itulah firman Allah.bintang dalam glaxy Bima Sakti sangat tidak logis untuk mengambil matahari sebagai pusat Bima Sakti. paing logis menganggap bahwa matahari diam dan planet-planet berputar mengelilingi matahari. Ilmu pengetahuan bisa berubah dan relatif sifatnya. di atas lembah Ayalon!" Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak. Kesalahan fatal penafsiran terhadap Yoshua 10:12a-13b adalah hanya mengambil sedikit ayat untuk mendukung ide filsafat Aristoteles yang memegang Geosentris yang dianut oleh gereja-gereja Katolik Roma. sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. tidak logis mengambil sumbu imaginair ini.sahabatsurgawi. Yoshua sangat logis menganggap bahwa matahari dan bulan yang bergerak dan bumi yang diam. Mungkin haru diambil sumbu imaginair lain yang lebih besar. Untuk menggambarkan gerakan matahari dan bulan terhadap orang-orang yang sedang bertempur waktu itu. ketika pertama kali. di mana ilmu pengetahuan mendapat prioritas.Setelah kita melihat prinsip-prinsip umum di dalam penafsiran Alkitab. paling logis ialah menganggap bahwa bumi diam dan bulan yang menge lilingi bumi. Stanley I. Semua bintang-bintang dalam gugusan Bima Sakti berputar mengelilingi sumbu imaginair ini. Dan sebagainya dan sebagainya. karena gereja Katolik mengikuti pandangan Aristoteles ditambah argumentasi yang dicomot dari Yoshua 10:12a-13b.” Apakah Geosentris itu benar atau Heliosentris ? Dengan bijaksana. Dari sini. Untuk menggambarkan gerakan planet-planet. Sesungguhnya kalau teori Geosentris dianggap salah. “Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel. berhentilah di atas Gibeon dan engkau. mulai muncul penyelewengan penafsiran Alkitab. Problematika utama yang terjadi di dalam penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan yang terjadi pada abad postmodern ini adalah pengaruh humanisme yang meninggikan potensi diri manusia dan merendahkan kedaulatan Allah. pada saat itu. Tidak ada alasan apapun untuk menganggap bahwa bumi atau matahari adalah pusat alam semesta. Pada Abad Pertengahan (Medieval). Sethiadi di dalam artikelnya : “TEORI GEOSENTRIS VERSUS TEORI HELIOSENTRIS” di http://www.net mengungkapkan. mengikuti pandangan Aristoteles yang mengatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta (Geosentris). yang nantinya berimbas pada doktrin/ajaran gereja Katolik Roma yang akhirnya didobrak oleh Dr. Nicolaus Copernicus mengemukakan bahwa matahari lah yang menjadi pusat alam semesta (Heliosentris). gereja hanyut ke dalam filsafatnya Aristoteles. Martin Luther dengan 95 dalilnya yang . Pengaruh ini mulai muncul di dalam zaman Renaissance sampai abad postmodern ini meskipun dengan cara yang sedikit berbeda.

tetapi dasarnya para theolog Katolik Roma menyangkali finalitas firman Kristus dan iman yang beres di dalam Allah. Kedua. problematika penafsiran Alkitab sangat erat kaitannya dengan pengaruh theologia sistematika atau paradigma dasar.ekaristi. maka mereka berusaha memelintir ayat 17 yang sangat begitu jelas dengan argumentasi-argumentasi “akademis” mereka yang pada akhirnya mengarahkan pembaca untuk menolak finalitas Alkitab (perhatikan pernyataan. Iman kita biasanya tidak dimulai ketika kita membaca Alkitab. maka iman kita juga akan beralih kepada orang lain lagi. Jadi. Alkitab dibaca dan digunakan untuk mengajar. Dr. Mari kita akan menelusuri beberapa paradigma dasar atau theologia sistematika yang tidak bertanggungjawab yang mempengaruhi penafsiran Alkitab. Komentar saya : Bukankah Alkitab yang dikutip di sini jelas mengajarkan bahwa iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus ? Ayat 17 di dalam Roma 10 ini sudah amat jelas. manusia telah ditanamkan suatu benih agama di mana setiap manusia mau tidak mau pasti memiliki iman di dalam konsep Allah (belum tentu menyembah Allah yang sejati). si “apologet” Katolik yang tidak mengakui Alkitab sebagai sumber otoritas ini malahan mengutip bukti ketidakpercayaannya dari Alkitab (yang tidak dipercayainya).ditempel di depan pintu gereja Wittenberg. Yang paling aneh. keluarga. Tentang Doktrin Allah. suatu kontradiksi yang aneh. Oleh karena itu. “Alkitab bukanlah satu-satunya sumber wahyu Allah. Pertama. karena jika iman timbul dan berkembang dari luar diri kita. Berikut ini saya akan menyajikan salah satu contoh problematika penafsiran Alkitab yang tidak bertanggungjawab yang diambil dari http://www. saya akan mengutip kekonyolan pernyataan doktrinal dari Jusufroni yang mengajar tentang Allah Trinitas. tidaklah benar bahwa iman itu timbul dan berkembang dari luar diri kita. Iman ini merupakan suatu tindakan Roh Kudus yang mengaktifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati umat pilihan-Nya yang belum menerima Kristus. dll). Itu namanya selfcentered faith yang sama sekali ditolak oleh Alkitab. teman. iman timbul dari pendengaran. Stephen Tong sebut sebagai iman natural/alamiah. “Keimanan agama Kristen berakar-bertumbuh dan berkembang dari agama Yahudi. Sungguh. tapi Alkitab bukanlah satu-satunya sumber wahyu Allah. suatu kewajiban umat PL mengucapkan . dimana memiliki keyakinan monoteisme yang ketat. Penyebaran iman melalui oral adalah yang dimaksudkan pada ayat ini. maka ketika orang lain yang kita sandari tersebut mati. Alkitab mengatakan pada kita bahwa iman kita datang dari pendengaran terhadap Firman Allah. Iman biasanya lahir dan berkembang melalui apa yang kita dengar dari orang lain (orang tua kita. dan pendengaran oleh firman Kristus.”) Benarkah iman tidak dimulai dari membaca Alkitab ataukah iman lahir dan berkembang melalui apa yang kita dengar dari orang lain ? Di dalam theologia Reformed.net : Tanya : Alkitab adalah satu-satunya sumber autoritas Firman Allah Jawab : Rom 10:17: Jadi. Doktrin Allah. Doktrin Alkitab (Bibliologi). Iman ini yang Pdt. Iman di dalam Roma 10:17 adalah iman di dalam Kristus yang merupakan anugerah Allah hanya kepada umat pilihan-Nya.

Yoh. Tafsiran terhadap Ulangan 6:4 yang tidak bertanggungjawab. sama kedudukan dan sama kekalnya dengan Bapa dan Anak). 5:44. sehingga Musa menegaskan pernyataan bahwa Allah bangsa Israel itu hanya satu (dalam arti. SHEMA’ YIS’RA’EL ADONAI ELOHEINÛ ADONAI EKHAD (Dengarkanlah. Berfirmanlah Allah : “Jadilah terang. “Myhla” (‘elohiym) yang berbentuk/berintensif plural (plural intensive) dengan pengertian tunggal. Kalau ayat ini ditafsirkan bahwa mutlak hanya satu pribadi Allah. “Pendeta” yang dengan sombongnya mengaku bergelar Doktor ini masih tidak mengerti bagaimana menafsirkan Alkitab dengan baik ! Semua ayat-ayat Perjanjian Lama yang dipakai oleh “Abuna” Jusufroni misalnya. coequal. 6b . sehingga mereka (para nabi Tuhan) dengan gigih memperjuangkan bahwa Allah itu satu-satunya yang layak disembah. TUHAN itu Esa!)─Ulangan 6:4. Benarkah Allah yang dipercaya oleh orang Yahudi adalah Allah yang hanya satu pribadi (monotheisme) ? Kata “dxa ‘echad” tidak hanya berarti satu (one) tetapi bisa juga berarti united (dipersatukan). Perhatikan Kitab Kejadian 1:1-3. Kemudian. tidak ada dewa dewi lainnya yang boleh disembah sebagai “Allah”). Kutipan ayat-ayat dalam Perjanjian Baru yang tidak memperhatikan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya. lalu siapakah “Kita” yang dimaksud ? Jelas. hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita. “xwr ” (ruwach) yang berarti Spirit of God.” Kata “Allah” yang digunakan dalam Kejadian 1:1 dalam bahasa Ibraninya. Dan perlu diperhatikan semua ayat-ayat dalam Perjanjian Lama yang Jusufroni kutip selalu menggunakan kata dalam bentuk plural yang bermakna tunggal yaitu “Myhla” (‘elohiym). Mengapa “Abuna” Jusufroni begitu yakin bahwa Allah orang Yahudi adalah Allah yang hanya berpribadi satu ? Perlu diketahui Kitab Ulangan ditulis oleh Nabi Musa untuk mengingatkan kembali bangsa Israel agar mereka tidak berbalik kepada ilah-ilah palsu. Yoh.” Lalu terang itu jadi. Allah tak pernah menciptakan kita sesuai dengan gambar dan rupa Allah (dan malaikat) {Kejadian 1:27}.” (http://www. the Holy Spirit. pribadi ketiga dari Allah Trinitas. kata “Roh Allah” menggunakan bahasa Ibrani. tetapi merupakan peringatanperingatan dari nabi-nabi Tuhan untuk menegaskan ulang bahwa tidak ada dewa-dewi lain yang boleh disembah sebagai “Allah” kepada bangsa Israel. siapakah “Kita” yang dimaksud ? Apakah berarti Allah menciptakan manusia bekerja sama dengan para malaikat ? TIDAK. “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Lalu. Kemudian. 5a . 17:3. Keluaran 20:3. Yesaya 44:6b .com) Komentar saya : 1. dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.besorahonline. 4. Allah yang memiliki tiga Pribadi dalam satu Esensi. coeternal with the Father and the Son (Roh Allah.syahadat (pengakuan iman)-nya. Bumi belum berbentuk dan kosong . itu jelas salah tafsiran. di dalam Kejadian 1:26.” “Mat. “Berfirmanlah Allah : “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita. 45:5a. 12:29. yaitu Allah Bapa dan Allah Putra dan Allah Roh Kudus. tetapi bentuk jamak/plural. the third person of the triune God. …” Bagaimana “Abuna” Jusufroni menafsirkan kata “Kita” dalam Kejadian 1:26 ? Jelas. firman Tuhan berkata. 8:4b dan banyak lagi ayat-ayat yang lain menunjukkan keesaan Allah dalam PL dan PB. 2. gelap gulita menutupi samudera raya. 46:9c tidak sedang mengajarkan bahwa Allah itu hanya satu pribadi. kata “Kita” bukanlah sesuatu yang tunggal/singular. 4:10b. I Kor. . Roh Kudus. Mark.

“Aku adalah. “Beginilah firman Tuhan semesta alam. 4:25. Roh Manusia Elemen manusia yang sadar akan Allah. tetapi dalam seluruh perikop. Fungsinya terbatas pada bidang mental semata. Surabaya. Tubuh Manusia . karena Ia memang adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia ! Ketiga. Lagi. Ia tidak menggunakan kata-kata tadi. Kalau di zaman Perjanjian Lama. Tetapi jangan dipotong. mereka selalu berseru. Tuhan Yesus menyatakan bahwa Bapa di dalam Dia dan Dia di dalam Bapa (adanya kesatuan antara Allah Bapa dan Allah Anak). Indonesia : Tuhan/Tuan/pemilik). tetapi Tuhan Yesus melakukannya. …” Tidak ada satu nabi Tuhan yang diutus-Nya berani mengucapkan “Aku” untuk menggantikan firman Allah. Instruksi (nasehat dan bimbingan) dan persekutuan dengan Allah. saya akan mengutip pengajaran dari School of Ministry (SOM) Bethany yang diambil dari silabus “Salvation/Keselamatan” yang diterbitkan oleh GBI Bethany. Iluminasi (pengertian Firman Allah). manusia dipulihkan fungsi rohnya. melainkan langsung menggunakan otoritas-Nya dengan mengatakan. …”. Dibutuhkan kuasa Roh Allah untuk merobohkan tembok pemisah dan mengangkat manusia dari pengaruh duniawi. Dalam kelahiran baru. Yoh. 5. “Aku berkata kepadamu. Paulus memberikan jawaban bahwa mereka tidak perlu takut karena Allah itu lebih besar dari berhala-berhala dunia (tidak ada berhala di dunia). 2. sanggup menyembah Allah dan sebagai pelita Tuhan. JIWA DAN TUBUH 1. Roma 8:16 . Efesus 2:1-3. Roh manusia terdiri dari Intuisi (pemahaman Ilahi). memory. Nah. Tuhan Yesus bernatur 100% Allah dan 100% manusia. karena ayat 6. 1 Kor. rasa ingin tahu dan suara hati. Gal. Jiwa manusia (Psuche) adalah tempat kedudukan dari kepribadian dan diri (ego) manusia. Roma 8 . perasaan. Jiwa manusia terdiri dari pikiran. Kej. 2 . sehingga Ia bisa berinkarnasi menjadi manusia tanpa menghilangkan natur Ilahinya (dwi natur Kristus). Allah menghembuskan nafas sehingga manusia menjadi nyawa yang hidup. 3. Anak Allah yaitu Tuhan Yesus juga adalah Tuhan (Yunani : κυριοςkurios . dll.Injil Yohanes 17 jangan hanya dimengerti dalam ayat 3 saja. 1 Korintus 8 ada dalam konteks di mana orang-orang Kristen di Korintus sedang meributkan masalah makan daging persembahan berhala.…” atau “Tuhan berfirman. pada ayat 4b-5. Titus 3:5. Zak. tetapi ketika Tuhan Yesus datang ke dalam dunia. Doktrin Manusia dan Dosa (Christian Antropology). Di ayat 21. roh manusia putus hubungannya dengan Allah. keinginan. para nabi Tuhan ketika disuruh oleh Tuhan menyampaikan berita firman kepada bangsa Israel. Yoh. Pada waktu manusia jatuh dalam dosa. menjelaskan bahwa Bapa itu Allah. Berkaitan dengan hal ini. dan Allah itu Allah yang Esa.…”. imajinasi. Jiwa Manusia Elemen ini membuat manusia mempunyai kesadaran akan diri sendiri. 12:1 . 3:3-7 . 2:7. MANUSIA TERDIRI DARI ROH.

ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. “The spirit of man is the candle of the LORD. Lagi-lagi. Benarkah suara hati dikategorikan sebagai jiwa manusia ? Mari kita menyelidiki lebih teliti. karena menurutnya yang berdosa itu hanya roh. karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa. “Roh manusia adalah pelita TUHAN. Dr. searching all the inward parts of the belly. Panca indera merupakan jendela jiwa.” tidak bertanggungjawab.” Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) menerjemahkan. “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosadosamu. perasaan. bahkan ada seorang dokter yang mengaku juga diundang berkhotbah di beberapa gereja/persekutuan doa Karismatik/Pentakosta mengungkapkan bahwa Ibrani 4:12 mengungkapkan “fakta” bahwa antara jiwa dan roh itu berbeda. Efesus 2:1-3. Bagi manusia yang belum dilahirkan baru tubuh menjadi hamba dosa.” Kata “roh” dalam bahasa Yunaninya pneuma yang identik dengan breath/nafas yang terdapat di dalam Kejadian 2:7 yang oleh penulis buku SOM ini dikategorikan sebagai jiwa manusia (bukan roh manusia). “Hati . Ini jelas salah. Alkitab terjemahan King James Version menerjemahkan. Kamu hidup di dalamnya. rasa ingin tahu dan suara hati. 1. Itulah yang John Calvin sebut sebagai kerusakan total (Total Depravity). karena kamu mengikuti jalan dunia ini. Penafsiran model ini membuktikan si penulis buku SOM ini tidak mengerti dasar iman Kristen. Pernyataan. 2. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka. Roma 6:17. Efesus 2:1-3. Kembali kepada pernyataan yang ada di dalam buku SOM ini. Tubuh harus diserahkan kepada allah untuk menjadi bait-Nya. Immanuel.Manusia mempunyai satu tubuh yang dapat berinteraksi dengan dunia sekitar. 6:19 . tetapi tentang kuasa Firman. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai. Stephen Tong sebagai noda teh yang tumpah pada baju kita yang mengakibatkan warna baju yang tadinya putih menjadi pudar (tetapi baju tersebut bukan menjadi tidak berwarna lagi). roh manusia putus hubungannya dengan Allah. Inilah penafsiran Alkitab yang terlalu dicocok-cocokkan. memory. Amsal 20:27 (Terjemahan Baru) mengatakan. seluruh potensi hidup manusia sudah rusak total. Bagi yang telah percaya dan lahir baru tubuh ini menjadi rumah Roh Kudus. keinginan. Allah berdiam di dalam kita. 30) Komentar saya : Di dalam pandangan Karismatik/Pentakosta yang banyak menganut paham trikotomi sengaja memisahkan antara roh dan jiwa manusia. ayat ini tidak sedang membicarakan perbedaan antara jiwa dan roh. 1 Kor. “Pada waktu manusia jatuh dalam dosa.” tidak bertanggungjawab. Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajar bahwa yang berdosa itu hanya roh manusia. sama seperti mereka yang lain. imajinasi. banyak orang “Kristen” hari ini mengaku diri bebas dari segala dosa (tidak berdosa lagi). Kerusakan total diibaratkan oleh Pdt. yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. Benarkah ketika manusia jatuh dalam dosa. hanya roh manusia putus hubungannya dengan Allah ? Pantas saja. Pernyataan “Jiwa manusia terdiri dari pikiran. Roma 6:11. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa. yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.”. tetapi berani menulis buku. (Silabus SOM Bethany “Salvation/Keselamatan” p. padahal antara jiwa dan roh manusia tidak ada perbedaan.

Yunani : psuchē) dan roh (Ibrani : ruah . Matakupan dan Ev. Julio Kristano (2005) di dalam booklet Doktrin Manusia dan Dosa pada halaman 6-7 memaparkan empat contoh yang menunjukkan penggunaan kedua kata antara jiwa (Ibrani : nepes . Mzm 42:6) · “his spirit was troubled” (New American Standard Bible/NASB) — “Gelisahlah hatinya” (LAI) · b. Mat. walaupun perempuan itu tidak mencemarkan dirinya. · · My soul is in despair” (NASB) — “Mengapa engkau tertekan hai jiwaku…” Mat. Di dalam Imamat 26:16. dan perempuan itu memang telah mencemarkan dirinya. Luk. Kemudian. bdk. hati nurani tidak termasuk jiwa manusia. Kata nepes dan psyche dipakai pada diri Allah (Yes> 42:1 . di mana kata “nafas” dalam bahasa Ibraninya neshamah ̂ ̂ identik dengan wind. 10:39 . breath. Dengan kata lain. 17:27 (bdk. 3 12:18).” Jelaslah. 20:28 (bdk. 41:8 (bdk. 4 Keadaan rohani manusia yang paling tinggi dihubungkan dengan “jiwa” (Mrk. Mat. Kata yang ̂ sama dipakai di dalam Kejadian 2:7. dll. kata “jiwa” di dalam Yakobus 5:20 diterjemahkan oleh KJV sebagai soul yang berasal dari bahasa Yunani psuche yang juga bisa berarti spirit (Yunani : pneuma). dll. 16:3). kata “hati” atau “hati nurani” identik baik dengan kata “jiwa” (Imamat 26:16) maupun dengan kata “roh” (Amsal 20:27). 6:19 . 3:21 . . 13:21) “jiwaku terharu” (psuchē) “terharu” (terjemahan seharusnya “roh-Nya terharu” — pneuma) 2 Kata ruah dan pneuma dipakai untuk menyebut nyawa/jiwa binatang (Pkh. Mari kita selidiki. Why. Yak. Bilangan 5:14. sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya. · · c. 1:21). Ibr. Ibr. “dan apabila kemudian roh cemburu menguasai suami itu. Pdt. breath. 1:46 . kata “jiwa” diterjemahkan sebagai heart oleh King James Version (KJV). Kata “jiwa” dan “roh” manusia dipakai secara bergantian di dalam Alkitab baik PL dan PB. atau apabila roh cemburu menguasai suami itu.” Kata “roh” ini dalam bahasa Ibraninya ruach berarti wind. tetapi identik dengan roh manusia. 12:30 . Thomy J. sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya. 27:50) “memberikan nyawa-Nya” (psuchē) “menyerahkan nyawa-Nya” (pneuma) Yoh.nurani manusia merupakan terang dari TUHAN yang menyoroti seluruh batin. Kata “jiwa” dan “roh” dipakai secara bergantian : Kej. Yunani : pneuma) yang saling bergantian : 1 a. Yoh.

” Sungguh tidak masuk akal. Perhatikan alur pikirannya. maka mustahil manusia yang berdosa bisa mencari dan mengasihi Allah ! Begitu kan logikanya. bukankah berarti “kesaksiannya” selama ini adalah palsu/bohong tatkala dia menjadi “Kristen” dan bahkan “pendeta” ?! Kalau memang Jusufroni benar-benar bertobat dan rela menyerahkan diri menjadi pendeta yang bertanggungjawab. tetapi akibat dari pernyataan ini. sehingga barangsiapa yang mau datang kepada Bapa harus melalui diri-Nya. sebenarnya sampai saat ini belum menemukan. Juni 2000) Komentar saya : 1. para muridNya sadar dan akhirnya mengerti Tuhan yang selama ini diikuti-Nya adalah benar dan sejati. tetapi Kristus sendiri. Lalu. Tolong camkan kata-kata itu. Kita baru coba-coba.” yang tidak bertanggungjawab. Apalagi. Kalau sampai si Jusufroni mengatakan bahwa dirinya masih meraba-raba dan mencoba-coba. Karena itu lahirlah penderitaan yang kita rasakan sekarang ini. Itu benar dan terdapat dalam Yohanes 14:6. Jusufroni mengatakan bahwa Tuhan Yesus yang mengatakan bahwa Dia adalah jalan dan kebenaran dan hidup. tak seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Dia. sebenarnya sampai saat ini belum menemukan. kita mengatakan inilah kebenaran agamaku. “Begitu diabsolutkan menolak kebenaran orang lain. Memang benar bahwa Allah di dalam Pribadi Tuhan Yesus Kristus menyatakan diri-Nya dan memproklamirkan diri-Nya sebagai jalan dan kebenaran dan hidup itu. lebih lanjut. seorang guru dengan tegas mengajarkan bahwa 1+1+2 (hal yang absolut). Ini berarti ada finalitas karya Kristus yang tak mungkin dijumpai pada para pendiri agama apapun ! Kalau demikian. Memangnya siapa kita? Akulah jalan kebenaran dan hidup. memang bukan murid Kristus yang mengatakan hal ini. Jusufroni mengemukakan pernyataan bahwa bukan murid-Nya yang mengemukakan hal ini. jadi. Tanpa adanya campur tangan dan anugerah Allah yang intervensi ke dalam dunia. maka dia tak sampai mengeluarkan pernyataan yang tidak bertanggungjawab ini ! 2. BENAR ! Lalu. bolehkah murid-muridnya mengatakan bahwa sang guru mengajarkan hal-hal yang terlalu absolut dan bisa menolak “kebenaran” orang lain yang mengatakan bahwa 1+1=3 atau 4 atau . Apakah dengan mengabsolutkan suatu kebenaran yang benar-benar benar berarti menolak kebenaran orang lain ? YA. Murid-Nya tidak berkata Yesuslah jalan kebenaran dan hidup. yang diabsolutkan. Secara pribadi saya ingin bertanya. yakinkah Anda bahwa kebenaran Kristus itu ditemukan atau suatu pernyataan ? Jangan sekali-kali mengatakan telah kutemukan kebenaran dalam Kristus. Pernyataan. Kalau pun kita mencoba mencari kebenaran agama. Akibat adanya konfirmasi Tuhan Yesus sebagai satu-satunya jalan menuju kepada Bapa di Surga. maka para murid Kristus dan kita sebagai orang Kristen percaya kepada-Nya. (Majalah Narwastu.Keempat. lalu. “kalau kita mencoba mencari kebenaran agama. tak seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. Berikut ini saya akan mengutip pernyataan doktrinal dari seorang “pemimpin gereja” Kemah Abraham. Begitu diabsolutkan menolak kebenaran orang lain. apa yang salah dengan pemikiran ini ? Ambil contoh. Sama seperti kita baru bisa mengasihi Allah. Kita baru coba-coba. Tafsiran Yohanes 14:6 yang tidak bertanggungjawab. tapi Yesuslah yang menyatakan diri-Nya dan bukan murid yang menemukan. Mengapa terjadi bentrok itu ? Karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran. karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita. Doktrin Kristus (Kristologi). Jusufroni.

“Mengapa terjadi bentrok itu ? Karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran. Tuhan Yesus sudah berkali-kali memperingatkan bahwa karena diri-Nya. Ada harga yang harus dibayar ketika kita mengikut Kristus dan berperang bagi Kerajaan Allah. Demi Kerajaan Allah dan hidup kekal. barangsiapa yang mengikut-Nya pasti mengalami aniaya dan kita dituntut untuk juga menderita bersama Kristus dengan sukacita (1 Petrus 4:14). konflik terjadi bukan karena orang-orang Kristen memperjuangkan kebenaran Alkitab. kecuali melalui karya Roh Kudus yang melahirbarukan dan mencerahkan pikiran dan hatinya sehingga mereka dapat percaya kepada Kristus. tetapi peperangan rohani melawan ajaran-ajaran yang sesat dengan hanya berpedoman Alkitab sebagai standart mutlak ! Seharusnya. sehingga terciptalah konflik. Doktrin Roh Kudus (Pneumatologi). tetapi berasal dari Surga/umat pilihan Allah (Yohanes 17:16) ! Tetapi tidak berarti ketika kita sedang menyatakan suatu kebenaran Alkitab. Pernyataan. mereka sadar dan kembali kepada Kristus. karena ada janji pengharapan bagi mereka yang setia mengikut Kristus (otomatis karena pimpinan dan pemeliharaan Allah melalui Roh Kudus). dalam kehidupan sehari-hari bahkan setiap saat ia berbahasa lidah. Paulus berbahasa lidah dalam frekuensi waktu yang cukup banyak… Kita akan lihat beberapa alasan mengapa setiap orang Kristen harus berbahasa lidah : . kita pasti mau menderita. Kelima.5 atau terserah ?! Tidak bertanggungjawab.” Paulus berani bersaksi bahwa ia berkata-kata dengan bahasa lidah lebih dari orang-orang Korintus berarti begitu ia bangun dari tempat tidur langsung berbahasa lidah. dalam pekerjaan. Pada bagian ini. Benarkah pandangan ini ? Kebenaran sejati (Alkitab) memang membutuhkan pengorbanan untuk dibenci oleh orang-orang dunia. itu bisa menghina orang lain. tidak ada pengampunan dosa (Ibrani 9:22)! Tetapi akibat dosa. karena tanpa Kristus dan pengorbanan/penumpahan darah-Nya.” Yang tidak bertanggungjawab. karena orang-orang dunia di luar Kristus adalah orang-orang yang berdosa yang berasal dari dunia. Paulus berkata : “Aku mengucap syukur kepada Allah bahwa aku berkata-kata dengan bahasa Roh lebih dari pada kamu semua. Peperangan sejati bukan peperangan fisik/daging. Menurut pandangan Jusufroni. tetapi munculnya orang-orang Islam maupun Kristen yang radikal yang berusaha menghancurkan yang lain dengan kekerasan (peperangan dengan fisik). maka hati nurani manusia pun menjadi terpolusi oleh dosa. harus berperang melawan setan dan kroni-kroninya ! Sesuatu yang absolut (dalam arti hanya Alkitab) pasti menolak kebenaran orang lain pun sedang menunjukkan bahwa “kebenaran” orang lain yang ditolak oleh Alkitab itu adalah suatu hal yang relatif dan siapa yang membela pernyataan ini (bahwa yang absolut menolak “kebenaran” orang lain) pun merupakan pengajaran yang relatif ! 3. pergi tidur berbahasa lidah. sedangkan umat pilihan Allah adalah orang-orang yang sama-sama berdosa (tetapi telah ditebus oleh Kristus) dan tinggal di dalam dunia. tidak ada kompromi ala dunia. saya akan mengutip dua hal tentang pengajaran tentang bahasa roh dari Sekolah Orientasi Melayani/School of Ministry (SOM) dari Gereja Bethany Indonesia (dulu : GBI Bethany). kalau mereka masih menganggap diri manusia dan berhati nurani. 14:18. padahal pernyataan ini menurut Jusufroni “tidak benar”. Ingatlah. HARUSKAH KITA BERBAHASA LIDAH Dalam 1 Kor. dalam perjalanan. bukan ? Sama halnya dengan pandangan ini. bentrok dan konflik terjadi karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran. sehingga mereka tidak mampu kembali kepada Kristus.

“Paulus berani bersaksi bahwa ia berkata-kata dengan bahasa lidah lebih dari orang-orang Korintus berarti begitu ia bangun dari tempat tidur langsung berbahasa lidah. dan Paulus suka kalau semua orang berbahasa Roh seperti dia yang berbahasa Roh lebih dari semua orang Korintus. Paulus berbahasa lidah dalam frekuensi waktu yang cukup banyak…” Ayat ini dengan semena-mena ditafsirkan. sebab kita tidak tahu. sehingga ia lebih suka mengucapkan atau berkhotbah tentang 5 kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang ketimbang berpuluh-puluh ribu bahasa roh yang tidak diketahui. yang sengaja tidak mengutip ayat 19. dalam pekerjaan. ia mulai membicarakan bahwa yang penting itu adalah untuk membangun Jemaat. Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. Yang dimaksudkan Paulus adalah : Jika ada seorang tidak percaya atau mempersoalkan bahkan menolak dan menentang bahasa Roh.Alasan 1… Alasan 5 : Dengan berdoa dalam bahasa lidah kita dapat berdoa untuk sesuatu permohonan yang kita tidak ketahui (Enable us to pray for the unknown) Roma 8:26. “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita. dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh. Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar. karena ayat-ayat sebelumnya Paulus menunjukkan bahasa-bahasa Roh itu penting untuk berkata rahasia kepada Allah dan penting untuk membangun diri sendiri. dalam perjalanan. pergi tidur berbahasa lidah. tetapi ia mengungkapkan bahwa itu hanya untuk membangun dirinya sendiri. bagaimana sebenarnya harus berdoa. Perhatikan terjemahan King James Version pada ayat 19 ini. Paulus mengungkapkan. pp 32-40) Komentar saya : Dari sekelumit pembahasan ini. mari kita akan memperhatikan problematika penafsiran Alkitab dari theologia ini : 1. Dengan menafsirkan 1 Korintus 14:18. (Buletin SOM Bethany “Roh Kudus”. penulis buku SOM ini mengutarakan. dalam kehidupan sehari-hari bahkan setiap saat ia berbahasa lidah.” Kadang-kadang tatkala menghadapi persoalan yang amat berat dan secara akal sudah tidak terpecahkan dan sudah tidak ada jalan keluar lagi dan kita tidak tahu apa yang harus kita doakan dan mohonkan kepada Allah. “Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible). saat itulah Roh akan membantu kelemahan kita apabila kita mulai berbicara dengan bahasa lidah… Yang terakhir adalah : Mengapa Paulus berkata bahwa “bahasa Roh adalah tanda untuk orang yang tidak beriman ?” 1 Kor. itu adalah “tanda” bahwa mereka adalah orang yang tidak mempunyai iman. Penafsiran 1 Korintus 14:18. 14:22. padahal di dalam ayat selanjutnya. sedangkan di ayat 19. Yang jelas Paulus tidak bermaksud mengatakan bahwa orang yang berkata-kata dengan bahasa Roh itu orang yang tidak beriman. tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. “Yet in the church I had rather .” Memang Paulus bisa berbahasa Roh. ayat 19.

TETAPI tidak berarti karena itu hal yang supranatural lalu tidak ada standardnya. ayat 26 di dalam Roma 8 ditafsirkan seenaknya sendiri. Ayat ini berarti Roh Allah yang Mahakudus itu membantu kita berdoa kepada Bapa. “Namun. mengapa rasul-rasul Kristus lainnya. seperti Yohanes. Paulus setiap saat berbahasa Roh. Jadi. Tidak semua hal supranatural itu benar dan bertanggungjawab. pikiran. ia mengutip Roma 8:26 dengan penafsirannya. Lalu. Tetapi herannya.” Kata “understanding” dalam bahasa Yunaninya nous berarti intellect. Kalau ayat 18 ditafsirkan bahwa Paulus setiap saat berbahasa lidah. dll. that by my voice I might teach others also. oleh karena itu hanya Alkitablah yang harus menjadi standard untuk menguji hal-hal yang supranatural. dll. “Kadang-kadang tatkala menghadapi persoalan yang amat berat dan secara akal sudah tidak terpecahkan dan sudah tidak ada jalan keluar lagi dan kita tidak tahu apa yang harus kita doakan dan mohonkan kepada Allah. Paulus lebih suka mengajar orang lain dengan hal-hal doktrinal yang bisa dimengerti bahasanya supaya iman jemaat dapat dibangun ketimbang berpuluh-puluh ribu bahasa yang tidak dapat dingerti (unknown tongue). Tuhan Yesus ketika berdoa di Taman Getsemani. sombong.speak five words with my understanding. di dalam pertemuan-pertemuan untuk menyembah Tuhan. Penulis buku SOM ini mengungkapkan 7 alasan orang “Kristen” harus “berbahasa roh”. 2. Penafsiran Alkitab ini disebut eisegese (menafsirkan Alkitab sekehendak hatinya asal cocok dengan pola pikir yang telah ia tetapkan dahulu). tafsiran ini terlalu dicocok-cocokkan. Jadi. Petrus. doa minta kaya. apakah berarti Roh Kudus tidak menolong-Nya ? Apakah berarti kita tidak boleh sama sekali berbahasa lidah ? TIDAK. Kembali. ini sebuah penafsiran yang dicocok-cocokkan. beberapa pemimpin gereja Karismatik/Pentakosta mengajarkan berdoa di dalam Roh itu berarti berdoa dengan menggunakan bahasa “roh”. mengapa ? Karena di dalam kelemahan-Nya dalam natur manusia. di dalam pertemuan jemaat atau ibadah. saya lebih suka memakai lima perkataan yang dapat dimengerti orang daripada memakai beribu-ribu perkataan dalam bahasa yang ajaib. jika Roh membantu kelemahan kita ketika kita mulai berbicara dengan bahasa lidah. salah satunya adalah alasan 5 yang menyatakan. untuk mendukung pengajaran ini. dll). saat itulah Roh akan membantu kelemahan kita apabila kita mulai berbicara dengan bahasa lidah…” Dengan sangat jelas. than ten thousand words in an unknown tongue. dll tidak dilaporkan setiap saat berbahasa Roh ? Jelas. bisakah Anda membayangkan bahwa mungkinkah Paulus menuliskan wahyu Allah melalui surat-suratnya ? Jelas. Roh Kudus membantu kita berdoa kepada Bapa karena kita tidak mengerti bagaimana berdoa supaya doa kita diperkenan Allah (doa yang tidak diperkenan Allah : doa yang egois. . Roma 8:26 tidak sedang berbicara tentang doa dalam bahasa roh. Saya lebih suka begitu supaya saya dapat mengajar orang. “Dengan berdoa dalam bahasa lidah kita dapat berdoa untuk sesuatu permohonan yang kita tidak ketahui (Enable us to pray for the unknown)” Lalu. ini suatu ketidakkonsistenan penafsiran Alkitab ala penulis buku SOM. Perhatikan. Dengan kata lain. lalu banyak jemaat mereka (termasuk para pemimpin gereja mereka yang tidak mengerti) kalau berdoa bukan kepada Bapa tetapi kepada Roh Kudus. kata “pengertian” bisa mencakup intelek. karena itu adalah suatu hal yang supranatural yang melebihi kemampuan rasio manusia. Ia berdoa kepada Bapa sama sekali tidak menggunakan bahasa roh. Bahasa Roh sejati masih ada sampai sekarang.” Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari menerjemahkan. oleh karena itu Roh Kudus lah yang membantu kelemahan kita sehingga doa-doa kita disampaikan oleh Roh Kudus kepada Allah Bapa. Penafsiran Roma 8:26. mind. urutannya adalah : kita berdoa kepada Allah Bapa di dalam nama Tuhan Yesus melalui Roh Kudus. Kalau memang menurut penulis buku SOM ini. ini pembalikkan ordo/urutan.

iman timbul dari pendengaran. Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku. Tuhan berkata melalui Paulus. dengan menggantikan posisi finalitas Alkitab. “Jadi. suatu kontradiksi yang aneh. penulis buku SOM ini menyimpulkan. di ayat 21. padahal di dalam Roma 10:17. Dia yang telah berfirman kepada mereka: "Inilah tempat perhentian. firman Tuhan. Tanya : Pendapat Gereja Katholik tentang pentingnya perbuatan adalah salah satu penemuan buatan mereka. Paulus sudah memperingatkan jemaat Korintus untuk tidak seperti anak-anak di dalam pemikiran mereka. “Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda. Doktrin Keselamatan (Soteriologi). tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir. Sungguh. Paulus untuk mengerjakan keselamatan mereka dengan takut dan gentar. tetapi dari pendengaran oleh firman Kristus ! Tetapi herannya. Tentang bahasa roh yang adalah karunia untuk orang yang tidak beriman (1 Korintus 14:22). sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda. Yesaya menuliskan bahwa kepada para pemimpin Yerusalem. bukan saja seperti waktu aku masih hadir. karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar. karena mereka lebih melihat fenomena yang kelihatan “wah” dan “supranatural” tanpa melihat esensi yang lebih penting (yaitu mendengarkan Firman). Lalu.” Di dalam Yesaya 28:11-12. tetapi untuk orang yang beriman. “Sungguh. Jawab : Filipi 2:12-13 : Hai saudara-saudaraku yang kekasih. di dalam ayat 22. inilah tempat peristirahatan!" Tetapi mereka tidak mau mendengarkan. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. itu adalah “tanda” bahwa mereka adalah orang yang tidak mempunyai iman. Penafsiran 1 Korintus 14:22. penulis buku SOM ini mengatakan bahwa pengajarannya adalah pengajaran yang “kembali kepada Alkitab”. Keenam.net). berilah perhentian kepada orang yang lelah. Berikut adalah contoh konkrit tentang kesalahan tafsiran Alkitab yang diambil dari website “apologetika” sebuah pelayanan gereja Katolik (http://www.” Posisi Alkitab sebagai satusatunya yang layak dipercaya digeser menjadi bahasa roh menjadi patokan yang mendasar untuk mengukur iman seseorang. bukan untuk orang yang tidak beriman. dan pendengaran oleh firman Kristus. tetapi untuk orang yang tidak beriman. kamu senantiasa taat.3.” Perhatikan. dengan mengutip Yesaya 28:11-12. jika kita benar-benar adalah orang .ekaristi.” Alkitab tidak pernah berkata bahwa iman timbul dari bahasa roh. oleh orang-orang yang berlogat ganjil dan oleh orang-orang yang berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini. Allah menggunakan bahasa-bahasa yang tidak mereka mengerti untuk menghukum mereka. “Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar. Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. Apa bedanya dengan kita. Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible). “Yang dimaksudkan Paulus adalah : Jika ada seorang tidak percaya atau mempersoalkan bahkan menolak dan menentang bahasa Roh.” Lalu. mengapa ? Ayat 22 tidak bisa dilepaskan dari ayat sebelumnya. bukan untuk orang yang beriman. Di ayat 20. Alkitab berkata. Umat di Filipi diminta untuk menuruti pesan St. Paulus mengajarkan. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible). Ayat ini jelas menyimpang dari konteksnya. “Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini. penulis buku SOM ini mengungkapkan.” Oleh karena itulah.

Saya tidak berarti menyalahkan 100% bahwa perbuatan itu tidak penting. Meskipun Filipi 2:12-13 dikutip keseluruhan. sehingga seolah-olah melalui perbuatan baik. Coba kita akan menyelidiki dengan teliti. Apakah dengan ini berarti janji Tuhan Yesus itu palsu dan bohong belaka hanya untuk mengelabui Nikodemus pada waktu itu yang sedang “stres” ? Lalu. Pernyataan ini adalah pernyataan yang dibuat-buat dan dicocok-cocokkan serta membuktikan penulis artikel ini tidak mengerti pengajaran Alkitab. itu bukan hasil usahamu. Tuhan Yesus memberikan janji kepastian keselamatan bahwa barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa.” Gereja Katolik Roma dan Arminian mungkin saja menyetujui kedua ayat ini. Komentar saya : Tafsiran terhadap Alkitab yang dilakukan secara semena-mena ini membuktikan penulis di website ini tidak mengerti benar Alkitab. Keselamatan adalah murni 100% adalah anugerah Allah. tetapi fokusnya sering dilihat hanya pada ayat 12. tetapi pemberian Allah. melainkan beroleh hidup yang kekal. Perbuatan baik itu penting tetapi bukan yang terutama. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman.Kristen Perjanjian Baru ? Tingkah laku kita penting. Memang benar. St. Ayat ini tidak sedang mengajarkan bahwa karena keselamatan itu mudah hilang. Jangan percaya kepada theologia Injili yang mengaku juga mempercayai keselamatan adalah anugerah Allah. tetapi menyangkali kedaulatan Allah yang memimpin manusia pilihan-Nya sehingga tidak mungkin kehilangan keselamatan. hidup selama-lamanya bersama Bapa di Surga. Apakah hidup yang kekal itu ? Hidup yang tidak dapat binasa. karena dengan itulah Allah akan menghakimi kita. Pandangan ini dengan mudah dapat dijatuhkan.” adalah pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara Alkitabiah. tetapi . Itu bohong belaka. Itu masalahnya. “Allah” dipuaskan. Tafsiran model ini adalah tafsiran yang dicocok-cocokkan (eisegese) yang tidak sinkron dengan seluruh berita Alkitab. Keselamatan sejati adalah anugerah Allah. karena perbuatan baik adalah respon kita yang telah mendapatkan anugerah Allah melalui iman di dalam Kristus. Sekali lagi. Mengapa demikian? Karena di ayat 13 mengajarkan bahwa Allah lah yang mengerjakan kehendak baik manusia sehingga manusia bisa berbuat baik dan ajaran ini tidak cocok dengan ajaran Arminian dan Katolik Roma. “St. Ayat ini seharusnya membuat kita merasa gentar sehingga kita terus menerus melakukan keinginan Bapa dalam segala hal. tidak ada satu unsur jasa baik manusia. saya akan memberikan argumentasi theologis di dalam hal ini. dan bukan pada ayat 13. Inilah yang ditekankan oleh banyak theolog Katolik Roma dengan “theologia” naturalnya dan banyak theolog Injili dengan presuposisi human-centerednya. Filipi 2:12-13 sangat digemari oleh para theolog Arminian dan Katolik yang anti-kedaulatan Allah. di dalam Filipi 2:12-13. Tetapi tidak berarti perbuatan baik lebih penting dari iman. theologia Reformed saja yang berani menegaskan kedaulatan Allah dan anugerah Allah secara konsisten. seperti yang dipaparkan Paulus di dalam Efesus 2:8-9. sehingga Paulus perlu mengingatkan jemaat di Filipi untuk mengerjakan keselamatan. Apalagi pernyataan yang mengatakan. Paulus atau penulis-penulis Perjanjian Baru tidak pernah menggambarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan seperti yang banyak diajarkan oleh pengkhotbah-pengkhotbah pada masa sekarang. Paulus memerintahkan jemaat di Filipi untuk mengerjakan keselamatan. Paulus atau penulis-penulis Perjanjian Baru tidak pernah menggambarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan seperti yang banyak diajarkan oleh pengkhotbah-pengkhotbah pada masa sekarang. Benarkah Paulus dan para rasul Perjanjian Baru tidak pernah mengajarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan ? Ini pandangan keliru. itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Kita harus berbuat baik demi mewujudnyatakan cinta kasih dan terang Kristus ke dalam dunia kita yang berdosa. Di dalam Yohanes 3:16.

Ini bukan fanatisme iman. itulah sebabnya hanya orang yang punya Roh Martir yang diberi kuasa membentuk Perjamuan Kudus yang benar. Itulah karya Allah Tritunggal di dalam keselamatan. Arminian. dll. saya akan bertanya. Ini sama saja bohong dan kontradiksi dengan pendapat sendiri. tetapi hanya pada theologia Reformasi dan Reformed yang konsisten. yaitu mulai dari rencana keselamatan yang ditetapkan oleh Allah Bapa dengan memilih sebagian orang untuk diselamatkan. Tidak ada satu arus theologia Kristen yang memiliki perspektif Kristo-sentris dan kedaulatan Allah (theology from above) kecuali theologia Reformed. para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian mempercayai bahwa keselamatan Kristen itu tidak pasti. tetapi berarti mewujudnyatakan keselamatan itu sehingga orang lain dapat melihat perbuatan baik kita dan memuliakan Bapa di Surga (Matius 5:16). Berikut kutipan ajaran dari Bapak Yesaya Pariadji dari Tiberias yang mengemukakan ajaran tentang minyak urapan dan Perjamuan Kudus. Prinsip Soli Deo Gloria (=kemuliaan hanya bagi Allah selama-lamanya) tidak ada pada theologia Katolik Roma. perbuatan baik kita yang dikaruniai dari Allah. itu tidak menjadi masalah. inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib. dll. itu . Doktrin Gereja (Ekklesiologi). membenci. Ketujuh. itu berarti Allah tersebut bukan Allah yang diajarkan oleh Alkitab karena Allah tersebut adalah Allah yang plin-plan. dilakukan oleh Allah. lalu. Kalau orang masih minta-minta. kalau memang “benar”. keselamatan yang telah disempurnakan melalui karya Roh Kudus dengan melahirbarukan umat pilihan-Nya dan memberi mereka iman di dalam Kristus. Kita angkat Roti : Yang akan dibentuk menjadi Tubuh Kristus. Tidak ada satu theologia Kristen yang berani merumuskan theologia sistematika ini. Orthodoks. Allah yang menganugerahkan keselamatan itu juga bisa mengambil keselamatan sekehedaknya sendiri. Itu jelas bukan Allah yang Alkitab ajarkan. Entah. yaitu dengan mengajarkan bahwa meskipun keselamatan itu adalah anugerah Allah.dengan perspektif yang menyimpang dari konteks Alkitab ini. maka itu berarti keseluruhan proses keselamatan ada di tangan Allah secara pribadi (bukan di tangan manusia). Inilah kelemahan fatal para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian. Ketika theologia Reformed berani menegaskan bahwa keselamatan sejati hanya melalui anugerah Allah di dalam iman.” Artinya: Karena Perjamuan Kudus adalah korban Tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib. penggenapan keselamatan di dalam Pribadi Allah Anak. Kembali. kecuali theologia Reformed ! Lalu. Tuhan Yesus Kristus dan penyempurnaan karya keselamatan melalui karya Roh Kudus yang melahirbarukan umat pilihan Allah Bapa untuk beriman di dalam Kristus Yesus. berorientasi hanya untuk kemuliaan Allah (Roma 11:36). lalu diterima oleh umat pilihan-Nya dan terus dikerjakan. tetapi realita yang mungkin membuat para penganut theologia lainnya akan marah. kita sebagai manusia harus menerima keselamatan itu dan berbuat baik supaya diperkenan Allah. “Inilah roti yang turun dari Sorga. Tuhan Yesus menegaskan : HANYA ORANG YANG PUNYA ROH MARTIR YANG DIBERI KUASA MEMBENTUK PERJAMUAN KUDUS YANG BENAR I. seenaknya sendiri (tidak beda dengan manusia yang suka plin-plan. Kembali. mungkin saja “Allah” seperti itu yang dipercayai oleh para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian. ini membuktikan “Allah” palsu ini merupakan proyeksi dari pikiran manusia yang berdosa seperti yang diajarkan oleh Ludwig Feuerbach). Salah satu hal di dalam doktrin gereja yang akan kita selidiki adalah tentang minyak urapan dan Perjamuan Kudus. Mengerjakan keselamatan tidak berarti mempertahankan keselamatan supaya tidak hilang. minta-minta perpuluhan.

Gereja Tiberias dibangun karena kami bisa menyerahkan segala milik kami. yang memberikan hidup kekal di dalam Sorga. yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus yang benar. yang langsung dari “tuhan yesus” tidak ditemukan pengajarannya di dalam Alkitab. Roh Martir adalah orang yang menyerahkan segala miliknya. Aku tolak kanker. 2. Sungguh. 3. nyawa dan darah kami agar banyak orang diselamatkan. 883 Minggu TGL. Di luar Yesus tidak ada keselamatan dan hidup yang kekal di Sorga (Yohanes 3:16). 1. Baca pernyataan selanjutnya. Ketiga: Inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib yang tertikam. sangat jelas bahwa orang yang punya “roh martir” yang dimaksudkannya adalah Pariadji sendiri. ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman”. “hanya orang yang punya Roh Martir yang diberi kuasa membentuk Perjamuan Kudus yang benar. Untuk menyempurnakan jiwa dan rohku dan agar dibangkitkan pada akhir zaman. bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka. agar kami tidak terkapar di rumah sakit. Gereja dibangun bukan untuk memperoleh kuasa. nyawa dan darahnya. aku tolak tumor.” Kalimat ini mirip dengan kalimat klenik atau syarat-syarat yang diperlukan untuk memperoleh kuasa supranatural. tidak koma. 1. dan tidak terkapar di rumah sakit atau ruang ICU. yang lebih aneh lagi.” adalah pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. lalu berani mengklaim diri memiliki “roh martir”. suatu pernyataan orang yang aneh. agar kami tidak terkapar di meja operasi. Kedua: Untuk menyempurnakan tubuhku agar sehat sempurna. agar Gereja penuh kuasa. “Gereja Tiberias dibangun karena kami bisa menyerahkan segala milik kami. agar kami tidak lumpuh.” Yohanes 6:54 demikian: “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku. Dari konsep gereja saja. agar dunia tahu. Dasar Firman Allah di dalam Yohanes 17:23 demikian: “Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu. Pariadji tidak mengerti totalitas pengajaran Alkitab. Dasar Firman Allah di dalam Yesaya 53:3-5 … (Buletin Gereja Tiberias NO. ini Tuhan Yesus atau “tuhan yesus” ? Dari pernyataan ini. . Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajarkan. agar kami tidak pikun. tetapi untuk memuliakan Kristus. 06 NOVEMBER 2005) Komentar saya : Semua ayat Alkitab banyak yang ditafsirkan sekehendak hati Pariadji sendiri. tertombak. sama seperti Engkau mengasihi Aku. Pertama: Yang memberikan keselamatan. 2.” Pernyataan ini adalah tafsiran Pariadji sendiri yang mengaku langsung dari “Tuhan Yesus”. Pernyataan yang mengajarkan bahwa perjamuan kudus itu “memberikan keselamatan. agar Gereja penuh kuasa. yang memberikan hidup kekal di dalam Sorga. tidak ada kuasa Allah.tandanya orang itu tidak mempunyai Roh Martir sehingga Perjamuan Kudusnya hanya sekedar lambang saja. Mari kita akan menyelidiki satu per satu. nyawa dan darah kami agar banyak orang diselamatkan. Dasar Firman Allah di dalam Yohanes 6:51 & 58… Artinya: Keselamatan hanya melalui Yesus.

Pariadji harus membaca seruan Petrus di dalam Kisah Para Rasul 4:12. Sepertinya. lalu orang percaya disuruh untuk benar-benar menguyah daging Tuhan Yesus. Besides. agar kami tidak pikun. Hidup dan keselamatan sejati didapat ketika mereka menerima-Nya sebagai Tuhan dan satu-satunya Juruselamat. ayat 27 di dalam pasal ini sering diabaikan oleh banyak pemimpin gereja kontemporer yang pop). Bapak Pariadji dengan sengaja mencocokcocokkan ayat yang di luar konteks/makna aslinya supaya cocok dengan pandangan Perjamuan Kudus-nya yang “menyelamatkan” dan “mujarab”.” Lalu. “Keselamatan hanya melalui Yesus.” Dengan mengutip Yohanes 6:51 dan 58. that by his bloody death . Ditambah pernyataannya. bukan karena menerima Perjamuan Kudus. Fungsi “perjamuan kudus” ala Pariadji adalah untuk menyembuhkan penyakit.He did not mean that this should be understood literally. bahwa Dia menunjukkan referensi apapun di dalam bagian ini terhadap Perjamuan Tuhan…Arti sederhana dari bagian ini. yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus yang benar. ia mengutip Yohanes 6:54. Kedua ayat yang dikutip oleh Bapak Pariadji sama sekali tidak mengajarkan tentang kanibalisme. 4. Pernyataan “makan daging dan minum darah” tidak bermakna secara literal.he would procure pardon and life for man. “Untuk menyempurnakan tubuhku agar sehat sempurna.” Ayat ini tidak mengatakan bahwa keselamatan ada di dalam minyak urapan atau perjamuan kudus. Tafsiran Yesaya 53:3-5 yang seenaknya sendiri.” (=Dia tidak bermaksud bahwa ayat ini dimengerti secara literal. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia. yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus adalah pernyataan yang secara implisit menghina karya penebusan Kristus di kayu salib dan menggantinya dengan hanya menerima Perjamuan Kudus yang “benar” (keselamatan di dalam Kristus menurut Bapak Pariadji tidak cukup hanya percaya. Kutipan Yohanes 6:54 yang seenaknya sendiri. sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. padahal konsep Perjamuan Kudus yang dipromosikan oleh Bapak Pariadji adalah konsep yang salah (bandingkan 1 Korintus 11:2331 . agar kami tidak lumpuh. “Except ye eat the flesh … . Fungsi perjamuan kudus yang dipaparkan Bapak Pariadji. Tidak. tidak ada bukti bahwa. tidak koma. Dengan pernyataan Bapak Pariadji bahwa keselamatan hanya melalui Yesus. “Inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib yang tertikam. Untuk menyempurnakan jiwa dan rohku dan agar dibangkitkan pada akhir zaman. and it is absurd to suppose that it was intended to be so understood… His body was offered on the cross. 3. for it was never done.his body and his blood offered in sacrifice for sin .Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajarkan bahwa Perjamuan Kudus sebegitu berkuasanya sehingga dapat memberikan keselamatan. there is no evidence that he had any reference in this passage to the Lord’s Supper… The plain meaning of the passage is. Berikut pernyataannya. and was raised up from the dead and received into heaven. tetapi juga harus menerima Perjamuan Kudus yang “benar”). bahwa melalui darah kematian-Nya—tubuh dan darah-Nya diserahkan sebagai pengorbanan bagi dosa…) Untuk mendukung ajarannya yang kacau. … Di samping itu. tetapi yang dimaksudkan dengan “roti” adalah daging atau hidup-Nya sendiri yang diserahkan dan mereka harus menerima-Nya supaya mereka memperoleh hidup. dan tidak terkapar di . agar kami tidak terkapar di meja operasi. Penggunaan kata “roti” di dalam kedua ayat ini memang menunjuk Perjamuan Kudus. agar kami tidak terkapar di rumah sakit. tertombak. Perhatikan pernyataan yang diungkapkan oleh Albert Barnes dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible.

Ayat ini hanya mengindikasikan tentang adanya orang-orang yang bijaksana yang adalah orang-orang yang takut akan Allah akan menjadi sinar yang menerangi orang-orang dunia. Yoh. KEBANGKITAN II : Kebangkitan orang-orang jahat sesudah Millenium berakhir untuk memperoleh HUKUMAN. pengorbanan Kristus di kayu salib mampu mematahkan segala belenggu penyakit. Herannya. padahal ayat ini tidak mengindikasikan pengajaran ini. akibatnya. 46) Komentar saya : 1 Penafsiran Daniel 12:3 yang tidak bertanggungjawab Pertama.D. Anthony A. “Ada dua jenis Kebangkitan Tubuh : KEBANGKITAN I : Kebangkitan orang-orang benar sebelum Millenium berakhir untuk memperoleh HIDUP. terkandung banyak perkataan simbolis atau simbol-simbol yang tidak dapat ditafsirkan secara harafiah.” Ayat ini sengaja dicomot untuk mendukung ajaran adanya dua kali kebangkitan tubuh. dengan tidak bertanggungjawab. Berikut kutipan paparan tentang kelemahan penafsiran ayat-ayat ini dari Prof. Aku tolak kanker. Wah. . 12:3 . 20:4-6 . dirinya mencocok-cocokkan semua ayat Alkitab sesuai kehendak hatinya ditambah ada perkataan bahwa “tuhan yesus” langsung berkata kepadanya (biar kelihatan “rohani dan alkitabiah”). Hoekema. tetap untuk selama-lamanya. mencari ayat-ayat Alkitab yang mendukung ajarannya dan sengaja meninggalkan 1 Korintus 11:23-31 yang jelas-jelas tidak mengajarkan tentang kemujaraban Perjamuan Kudus. Memang. sehingga orang-orang pilihan-Nya yang belum bertobat boleh dipimpin dan diterangi oleh sinar itu lalu mereka boleh kembali kepada Allah. Pada bagian terakhir. Berikut pengajarannya.rumah sakit atau ruang ICU. Rasul Paulus di dalam 1 Korintus 11:23-31 tidak pernah menyinggung sedikitpun tentang makna Perjamuan Kudus yang mujarab untuk menyembuhkan penyakit. tetapi itu bukan poin penting. Kedelapan.” (Silabus SOM Bethany “Second Coming/Kedatangan Tuhan”. Bapak Pariadji tidak bisa membedakan mana yang esensi (utama) dan mana yang tambahan (akibat dari esensi). Ini problematika Bapak Pariadji dalam menafsirkan Alkitab. 20:11-15). Wah. Th. p. ini adalah sebuah pelecehan implisit terhadap makna asli Perjamuan Kudus. 11-15 Untuk menafsir Kitab Wahyu. “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala. aku tolak tumor. saya akan mengutip pengajaran eskatologi dari SOM Bethany yang nantinya mempengaruhi penafsiran Alkitab versi mereka. Daniel 12:3. di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman. kita harus memperhatikan prinsipnya yaitu di dalam Kitab Wahyu. dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintangbintang. Doktrin Akhir Zaman (Eskatologi). (Dan. Jadi ada jarak 1000 tahun antara kedua kebangkitan tersebut. Dasar Firman Allah di dalam Yesaya 53:3-5 …” Kembali. 5:28-29 . 2 Penafsiran yang parsial atas Wahyu 20:4-6.

Lalu. prinsip pembentukan pola paradigma yang bertanggungjawab (theologia sistematika). Tetapi jangan menyempitkan arti kejelasan Alkitab ini. apakah mereka juga perlu sekolah theologia/Alkitab untuk memahami Alkitab ? Salah satu prinsip Alkitab itu jelas. sebaiknya kita mempergunakannya untuk mempelajari firman-Nya terlebih dahulu. kitab tersebut berisi catatan tentang apa yang setiap orang telah lakukan. bagaimana dengan ibu-ibu yang tidak pernah sekolah tinggi yang tinggal di desa. pp. Menurut bagian terakhir dalam ayat 12. sehingga ibu-ibu yang tidak berpendidikan tinggi sekalipun dapat memahaminya. 5:28-29 dan Kis. Kalau Tuhan menganugerahkan kita kemampuan dan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi. Pertama. dan kedua disusul dengan prinsipprinsip penafsiran Alkitab sesuai dengan theologia sistematika yang telah disusun. pertanyaan yang muncul. beberapa bukti telah diberikan bahwa 20:4-6 tidak berbicara tentang kebangkitan tubuh bagi orang percaya ataupun orang tidak percaya… ajaran semacam ini didasarkan pada penafsiran secara harafiah terhadap perikop dari kitab yang sangat bersifat simbolis. besar dan kecil. 1. 24:15) bahwa kebangkitan orang percaya dan tidak percaya akan terjadi secara bersamaan… Perhatikanlah kalimat “orang-orang mati. 327-329) Kita telah melihat problematika penafsiran Alkitab yang berintikan humanisme dan terimplikasi praktis di dalam paradigma dasar atau theologia sistematika mereka yang akhirnya mempengaruhi cara mereka menafsirkan Alkitab. Dalam ayat 12 kita membaca tentang kitab yang dibuka. saya akan membagi ke dalam dua prinsip. Pengajaran theologia sistematika ini hanya mungkin diintegrasikan dengan cara penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab ketika pengajaran ini dibangun di atas pengertian theologia Reformed yang konsisten. dan mengabaikan ayat-ayat lain (seperti Yoh. bukan hanya orang-orang tidak percaya yang telah mati. pertama. Pada bab ini. lalu sembarangan menafsirkan Alkitab dengan berpedoman bahwa Alkitab itu jelas.” (ayat 12)… Coba amati lebih jauh pernyataan bahwa laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya (ayat 13)…Sudah tentu Hades. yaitu dunia orang mati. kita malas mempelajari Alkitab.4.“… penafsiran premillenialisme terhadap ayat 4 hingga 6 bukanlah satu-satunya kemungkinan . kita akan membahas tentang pengajaran-pengajaran theologia sistematika sebelum kita masuk ke dalam prinsip mengerti Alkitab. berdiri di depan takhta itu. sehingga tanpa prinsip-prinsip tersebut kita tidak mungkin mengerti Alkitab ? Kemudian. kita akan membahas bagaimana menafsirkan Alkitab dengan prinsipprinsip yang bertanggungjawab sehingga kita dapat menghindarkan diri dari kesengajaan (atau ketidaksengajaan) mencoba mencomot ayat Alkitab di luar konteks yang ada. sehingga kita yang mengenyam pendidikan tinggi. Lalu. 2.4 Penafsiran Alkitab yang Dapat Dipertanggungjawabkan (Penggabungan Antara Theologia Sistematika dan Theologia Biblika) Pada bagian terakhir. yang disebut dalam ayat 12 dan 15. Doktrin Alkitab (Bibliologi) . Kitab kehidupan. Tetapi tidak ada indikasi bahwa kitab-kitab tersebut hanya berisi tentang penghukuman. bagaimana kita dapat menafsirkan Alkitab dengan bertanggungjawab ? Kita akan membahasnya pada poin 2. mencakup semua orang yang telah mati. umumnya dimengerti sebagai daftar orangorang pilihan…” (Hoekema : 2004. apakah berarti kita harus mati-matian membela prinsip-prinsip tersebut.

Alkitab dipercaya adalah satu-satunya wahyu Allah yang tertinggi dan final (2 Timotius 3:16) yang tidak mungkin bersalah dalam naskah asli/autographa-nya (infallibility and inerrancy of the Bible). kasih. Itu sebabnya. sehingga Ia berdaulat dan berhak mengatur dan memimpin hidup manusia sesuai dengan apa yang dikehendakiNya. mengapa theologia Reformed berani menegakkan kedaulatan Allah secara konsisten di dalam seluruh arus pemikirannya ? Karena hanya theologia Reformed melihat Allah sebagai Allah. maka jarang sekali para theolog Reformed membuat spekulasi theologia hanya dari satu bagian Alkitab. Oleh karena itu. tidak usah heran. biasanya mereka akan mengintegrasikannya dengan seluruh berita di dalam kitab-kitab di dalam Alkitab. Ketika kaum liberal mempercayai bahwa Alkitab itu murni buatan manusia. Oleh sebab itu. lawan Reformed/Calvinisme) yang akhirnya dapat dengan mudah diperdaya oleh Gerakan Zaman Baru—GZB (New Age Movement) yang beridekan humanisme dan pantheisme. Untuk penjelasan bagian ini akan dijelaskan pada Bab 4 ini pada prinsip kedua. posisi manusia hanya taat mutlak akan pimpinan-Nya. kita dapat membuka bagian kitab lainnya untuk mendapatkan penjelasannya. semua pembahasan doktrin dari suatu arus theologia Kristen dilihat dari bagaimana arus theologia Kristen itu memandang Alkitab. maka seluruh doktrin yang mereka bangun juga berdasarkan konsep kebersalahan Alkitab. baik. sehingga tidak heran para pemuja “theologia” religionum/social “gospel” yang bersumber dari “theologia” liberal mendewakan humanisme dan kontekstualisasi yang salah agar kepercayaan Kristen dapat dikompromikan dengan mudah (menghilangkan esensi Kristen). yaitu Sola Scriptura (hanya Alkitab). adil. banyak theolog atau hamba Tuhan yang bertheologia Injili (yang cenderung Arminian. Selain prolegomena. di dalam seluruh arus theologia Kristen. Perbedaan ini disebut oleh Pdt. Dr. bahkan ada seorang pemimpin gereja Karismatik yang berani mengajarkan bahwa manusia adalah little gods (ilah-ilah kecil). karena kekonsistenan theologia Reformed dalam melihat segala sesuatu. Ketika theologia Reformed memegang pendapat ini.Di dalam theologia Reformed. Di sini. 2. misalnya. tetapi hanya dapat digali oleh theologia Reformed. sehingga ketika kita menemukan adanya kekurangjelasan dalam satu kitab tertentu. Pencipta dan Pemilik seluruh alam semesta dan manusia adalah ciptaan-Nya yang hanya merupakan derivasi (turunan) dari atribut Allah yang dapat dikomunikasikan (communicable attribute). Allah adalah Tuhan yang memiliki dunia ini. theologia Reformed dengan sangat konsisten mengajarkan prinsip kedaulatan Allah (the Sovereignty of God) dengan memegang prinsip bahwa segala sesuatu adalah dari Allah. Stephen Tong sebagai perbedaan kualitatif (qualitative difference). Kembali. Lalu. Martin Luther. theologia Reformed juga mempercayai adanya suatu pengertian yang holistik dari Alkitab. Doktrin Allah Tentang doktrin Allah. sehingga dengan berani mengajarkan bahwa di dalam diri manusia terkandung unsur positif. dll. Theologia Reformed juga mempercayai bahwa Doktrin Alkitab (Bibliologi) sebagai Prolegomena atau doktrin yang mendasari semua doktrin Kristen. tetapi dari perspektif Allah di dalam Alkitab. seorang direktur . hanya theologia Reformed yang lebih mendekati Alkitab (tidak berarti theologia Reformed identik dengan Alkitab). Perbedaan kualitatif ini memang bersumber dari Alkitab. Jadi. Hal ini berakar dari semboyan Reformasi dari Dr. theologia Reformed dapat disebut sebagai theology from above yang berusaha melihat segala sesuatu BUKAN dari perspektif manusia berdosa. Kalau ada orang “Kristen” yang tidak pernah belajar theologia sama sekali. oleh Allah dan bagi Allah saja kemuliaan sampai selama-lamanya (Roma 11:36). di mana seluruh kitab-kitab di dalam Alkitab dari PL sampai dengan PB adalah kitab-kitab yang memberikan penjelasan yang menyeluruh dan saling melengkapi. Tuhan. berhatihatilah terhadap orang “Kristen” yang sok tahu ini. jujur. lalu berani mengatakan bahwa theologia Reformed itu sombong dan tidak mengasihi.

Kembali. Dosa ini dapat dibagi menjadi dua bagian. diciptakan dan berdosa). Ini jelas tidak sesuai dengan prinsip Alkitab. dll. Thomy J. binatang dan sesama manusia juga terputus. manusia hanya memiliki satu kecenderungan : tidak bisa tidak berdosa (artinya ingin terus-menerus berdosa). Doktrin Keselamatan (Soteriologi) Konsep anugerah adalah konsep utama yang telah ditegakkan dari Paulus. Tidak heran. Tetapi saya sangat heran. Martin Luther sampai John Calvin dan mempengaruhi semua theologia Reformasi dan Reformed. baik. manusia yang telah diciptakan segambar dan serupa dengan Allah ini telah jatuh ke dalam dosa dan dosa ini mengakibatkan seluruh potensi diri manusia menjadi rusak total (Total Depravity). yaitu dosa yang kita kerjakan sendiri. Di dalam hal ini. 4. dll (atribut-atribut Allah yang dapat dikomunikasikan). tetapi murni atas . Tetapi tidak berarti setiap penyakit. bencana alam pasti dari dosa. di mana kedua hal ini saling berhubungan dan menyatu. Mengapa menurut saya. Doktrin Manusia dan Dosa (Christian Antropology) Theologia Reformed yang konsisten mengajarkan bahwa manusia itu diciptakan segambar dan serupa dengan Allah yang menurunkan sifat-sifat Allah yang kasih. bencana alam. jujur. Matakupan dan Ev. sehingga manusia pasti membutuhkan-Nya. di dalam theologia Reformed yang mempercayai ketidakbersalahan Alkitab secara konsisten. suci. maka manusia itu pasti mati. Dosa inilah mengakibatkan hubungan antara manusia dengan Allah terputus. Lalu. theologia Reformed mempercayai bahwa manusia itu terdiri dari tubuh dan jiwa (pandangan dikotomi). yaitu dosa asal (original sin) yang diwariskan dari Adam (Roma 5:12-14). 3. sehingga beberapa gereja Lutheran mulai mengkompromikan theologia mereka dengan theologia Injili yang Arminian. dengan memegang prinsip dari Paulus. itu semua akibat dosa. Konsep anugerah ini jelas mempengaruhi doktrin keselamatan dan kehidupan Kristen sehari-hari. Yang saya maksudkan adalah dosa mengakibatkan penyakit. Julio Kristano (Momentum. karena mereka secara implisit mempercayai bahwa Allah bisa berubah atau mengubah rencana-Nya sesuai kondisi manusia.dari John Robert Power di Surabaya ternyata adalah seorang “penginjil” perempuan di sebuah gereja Karismatik “terbesar” di Surabaya. Anda dapat membaca sendiri buklet Doktrin Manusia dan Dosa yang ditulis oleh Pdt. theologia Reformed mempercayai bahwa sebelum dunia dijadikan. Ketika tubuh dan jiwa dipisahkan. konsep anugerah langsung dikaitkan dengan kedaulatan Allah. sebaliknya di dalam theologia Reformasi agak kurang menekankan kaitan anugerah Allah dengan kedaulatan Allah. adil. John Calvin. lalu ada dosa aktual. begitu pula hubungan antara manusia dengan alam. di dalam dunia ini muncul berbagai macam masalah. bencana banjir. Mengenai penjelasan pandangan dikotomi. Dalam kondisi ini. dll. Allah telah memilih kita tanpa memandang jasa baik kita. Mereka bisa masuk ke dalam racun GZB ini karena doktrin Allah mereka tidak kuat dan begitu kacau. Dr. Mengapa ? Karena di dalam theologia Reformed. terlepas dari tubuhnya). tsunami. sehingga tidak ada satu inci diri manusia yang tidak berdosa (Roma 3:23). mulai dari timbulnya penyakit yang aneh. ada seorang “pemimpin gereja” yang melakukan bisnis “minyak urapan” hobi “bersaksi” bahwa roh/jiwanya turun naik “surga” (tentu. menegakkan konsep kedaulatan Allah lah yang dengan lebih tepat mengartikan konsep hanya anugerah (sola gratia) ketimbang Luther. jangan percaya akan hal yang aneh ini. theologia Reformed saja yang lebih tepat memahami anugerah Allah ? Karena hanya theologia Reformed mengaitkan konsep kedaulatan Allah dengan anugerah Allah ditambah ketidakmampuan manusia secara total. sehingga manusia dapat berpotensi menjadi seperti Allah (tetapi tetap sebagai makhluk yang terbatas. Di dalam doktrin keselamatan. tanah longsor. Bapa gereja Augustinus. 2005).

Lalu. sebagai Imam (di atas segala imam). Sebagai Nabi (di atas segala nabi). Tetapi herannya konsep ini ditolak mentah-mentah oleh theologia Injili yang cenderung Arminian dan juga theologia Katolik Roma yang mengatakan bahwa ketika orang tersebut murtad. otomatis sedang menghina Allah bahwa Ia tak sanggup lagi berbuat apa-apa terhadap keselamatan umat pilihan-Nya ketika mereka memilih untuk murtad. terpecah. Ia mengorbankan diriNya sendiri sebagai penebusan dosa bagi umat manusia yang berdosa (Ia berbeda dengan para imam di dalam Perjanjian Lama yang mengorbankan binatang sebagai korban penebus dosa) dan sebagai Raja. setelah Allah memilih kita untuk menerima keselamatan yang telah direncanakan-Nya. dll. Lalu. Doktrin Roh Kudus (Pneumatologi) . konsep anugerah harus menjadi konsep yang tertanam di dalam hati dan pikiran kita. mengapa ? Kembali. yaitu Kristus itu sebagai Nabi. Kalau pandangan Arminian yang mengatakan bahwa keselamatan umat pilihan Allah bisa hilang akibat murtad itu adalah pandangan yang “benar”.44. 5. Bapa mengutus Putra untuk menggenapkan karya keselamatan itu dengan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. tercampur). itu murni adalah anugerah Allah. 10:27-30 . Di dalam kehidupan Kristen sehari-hari. Mengapa demikian ? Karena dengan mengatakan bahwa keselamatan umat pilihan Allah bisa hilang. 6:40. problematika kekekalan keselamatan berkaitan erat dengan kekekalan diri Allah dan pemeliharaan-Nya. tetapi mirip seperti pandangan L. kemampuan berbicara. Ia memerintah alam semesta ini sebagai Tuhan yang berdaulat dan berkuasa penuh (Matius 28:18) serta Ia akan datang kembali untuk kedua kalinya untuk mendirikan Kerajaan-Nya (Kerajaan Allah yang akan datang). para bapa gereja yang setia. lalu pergunakanlah itu hanya bagi kemuliaanNya saja. Hal ini telah dirumuskan dalam pengakuan iman gerejawi yang bertanggungjawab. Luther dan John Calvin memegang pernyataan bahwa Kristus itu bernatur 100% Allah dan 100% manusia (dwi natur/dua sifat di dalam satu Pribadi Kristus yang tidak terbagi. Ini tentu bukan Allah sejati tetapi “ilah” buatan para theolog Arminian dan Katolik yang tidak lebih dari suatu idealisme utopia yang tidak pernah diajarkan oleh Alkitab.kerelaan kehendak-Nya yang berdaulat (Efesus 1:3-6).47 . Ini jelas tidak konsisten. Ia memberitakan firman Allah tentang kerajaan Allah kepada manusia dan kedatanganNya membuktikan Kerajaan Allah telah hadir di bumi ini (Kerajaan Allah pada waktu sekarang/yang telah ditegakkan). maka keselamatannya bisa hilang. Roma 8:33-35). Feuerbach bahwa “Allah” itu diciptakan menurut gambar dan rupa manusia. kemudian Roh Kudus diutus untuk menyempurnakan karya keselamatan itu dengan mengefektifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati setiap umat pilihan-Nya dengan memberikan iman di dalam Kristus. baik Chalcedon. maka Ia tidak memelihara dunia ini) dan dengan jelas merendahkan posisi Allah di bawah posisi manusia yang “berotoritas”. Konsep ini jelas konsisten dengan seluruh berita Alkitab (Yohanes 3:16 . Hanya theologia Reformed yang konsisten mengajarkan peranan setiap Allah Tritunggal di dalam proses keselamatan. Doktrin Kristus (Kristologi) Theologia Reformed mengikuti pandangan dari Rasul Paulus sendiri (Roma 1:3-4). Tetapi yang agak berbeda. Allah yang memulai keselamatan ini akan menjaga umat pilihan-Nya sampai akhir sehingga mereka tidak pernah mungkin dapat meninggalkan Kristus untuk selama-lamanya. dll. Imam dan Raja. maka kaum Arminian secara implisit ingin mengajarkan konsep Deisme (yang mengajarkan bahwa setelah Allah menciptakan dunia ini. sehingga apapun yang telah Ia berikan kepada kita baik itu kepintaran. 6. theologia Reformed memiliki pandangan lain terhadap pribadi Kristus yang tidak dianut oleh arus theologia Kristen apapun.

tetapi jika dalam pengertian keanggotaan formal gereja yang kelihatan. gereja yang kelihatan (visible church). yaitu Perjamuan Kudus dan Baptisan Kudus saja). di dalam theologia Reformed. kebenaran dan penghakiman” (Yohanes 16:8). ketika orang-orang Kristen disebut Bait Roh Kudus/Allah (1 Korintus 3:16). Prof. tak mungkin manusia dapat beriman dan mengaku Kristus sebagai Tuhan (1 Korintus 12:3). berhati-hatilah terhadap para pengajar itu. tetapi Roh Kudus adalah Pribadi Allah sendiri yaitu Oknum/Pribadi Ketiga dari Allah Trinitas. “menginsafkan dunia akan dosa. Lalu. Dr. maka mereka belum tentu diselamatkan (karena banyak orang yang pergi ke gereja bahkan mengaku diri “melayani tuhan” terbukti bahwa mereka bukan termasuk umat pilihan Allah). hanya dua. ekonomi. tetapi kita tidak perlu jatuh ke dalam ekstrim lainnya. Kalau gereja bukanlah gedungnya. theologia Reformasi dan Reformed menegaskan bahwa gereja yang sehat adalah gereja yang mengerjakan dua tugas yaitu mengajar doktrin dan melakukan sakramen (dalam hal ini. tetapi terlepas dari (bahkan bertentangan total dengan) prinsip ini. Allah mengadakan perjanjian (covenant) melalui sunat sejak kecil (tanpa perlu mempertanyakan apakah anak kecil itu beriman dahulu atau belum). Khususnya. Menghujat Roh Kudus sama halnya dengan menghujat fungsi dan peranannya. sosial. mandat Injil (memberitakan Injil) dan mandat budaya (anak-anak Tuhan menjadi garam dan terang bagi masyarakat dunia di dalam setiap aspek hidup. Louis Berkhof di dalam bukunya Teologi Sistematika : Doktrin Gereja mengungkapkan tentang sistem pemerintahan gereja Reformed ini. 7. yaitu membiarkan bangunan gereja tidak terawat. gereja yang tidak kelihatan (invisible church) yang meliputi semua orang Kristen sejati dari berbagai zaman. Kedua hal itu sama-sama salah. pendidikan. maka gereja yang merupakan kumpulan orangorang pilihan Allah pun dapat disebut Bait Allah tetapi dengan pengertian theologis. bau. GKRI. GKI. apakah berarti semua anggota gereja pasti diselamatkan ? Kalau gereja itu dalam pengertian gereja yang tidak kelihatan (orang-orang Kristen sejati). Jadi. oleh karena itu tindakan ini tidak ada ampun (Matius 12:32). Di dalam ordo/urutan keselamatan. yaitu. maka pasti diselamatkan. GKT. Doktrin Gereja (Ekklesiologi) Gereja bukanlah gedungnya.Roh Kudus BUKAN Kuasa Allah. di mana di dalam PL. tetapi orang-orangnya. maka di dalam PB. gereja-gereja Reformed memegang sistem pemerintahan gereja Presbyterial/Presbyterian. Gereja Reformed tidak mengklaim bahwa sistem mereka mengenai pemerintahan Gereja ditentukan oleh setiap detilnya oleh Firman Tuhan. dll). Selain itu. maka kita tidak perlu berlomba-lomba membangun gedung gereja sebagus dan semewah mungkin. GRII. yaitu mandat theologis (mengajar doktrin kepada jemaat-jemaat gereja). dll. Kalau ada orang yang berani mengajar tentang Roh Kudus. kalau gereja adalah kumpulan orangorang pilihan Allah. Tanpa ada karya Roh Kudus ini. Prinsip ini konsisten di dalam seluruh Alkitab. misalnya. gereja yang kelihatan dalam bentuk gedung. perjanjian itu berupa baptisan. Roh Kudus berfungsi mengefektifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati setiap umat pilihan-Nya sehingga mereka bisa percaya di dalam Kristus dan bertobat. baik politik. GKA. gereja-gereja Reformed menjalankan baptisan anak (infant baptism) dengan paradigma dasar bahwa baptisan bukan hal yang menyelamatkan. Lalu. berdebu. mandat gereja dibagi menjadi tiga. tetapi gereja Reformed menekankan . tempat dan kondisi. Gereja dapat dibagi menjadi dua. tetapi respon terhadap anugerah Allah yang mendahului iman seseorang. karena dapat dipastikan mereka adalah para pengajar palsu meskipun berjubah “Kristen” bahkan “pendeta” atau “pemimpin gereja”. Di dalam doktrin gereja. theologia Reformed seperti Alkitab juga mempercayai bahwa Roh Kudus diutus untuk. hukum. Di dalam theologia Reformed. GBI. dll dan kedua.

tetapi hanya untuk prinsip dasar yang umum saja dari sistem ini. Sebab panggilan ini adalah panggilan batiniah yang diberikan . tetapi juga sebagai Legislator dan Raja. bukan berarti bahwa mereka menerima otoritas dari umat. Kristus adalah Kepala Gereja dan Sumber dari Segala Otoritas …Reformed mempertahankan pendapat bahwa Kristus satu-satunya Kepala Gereja… Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Kristus adalah Kepala atas segala sesuatu. Mat 16:18.11. Mereka tidak mengklaim adanya jus divinum secara rinci. dan mereka siap untuk mengakui bahwa banyak hal-hal khusus ditentukan oleh pertimbangan kebijaksanaan manusia… Berikut ini kita lihat prinsip-prinsipnya yang paling mendasar : 1. tetapi secara subjektif melalui Roh-Nya yang bekerja dalam Gereja dan secara objektif melalui Firman Tuhan sebagai standar otoritas… Karena Kristus adalah satu-satunya Penguasa Gereja yang berdaulat. Tetapi. Ia adalah Kepala Gereja di mana Gereja adalah tubuh-Nya…Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Kristus adalah Kepala Gereja. maka firman-Nya adalah satu-satunya hukum dalam arti yang paling mutlak. Ia tidak memerintah Gereja dengan paksaan. Kristus Melaksanakan Otoritas-Nya dengan Memakai Firman Kerajaan-Nya.5.12 . Kristus sebagai Raja Melimpahkan Kekuasaan kepada Gereja. Pemerintahan Kristus tidaklah persis sama dengan pemerintahan raja-raja dunia.24… 2. Karena itu semua kekuasaan tiranis tidak boleh ada dalam Gereja… 3. Ef 1:20-23 . Yoh 13:13 . 1 Kor 12:5 . tetapi juga dalam pengertian bahwa Ia adalah pemegang otoritas dan memerintah atasnya. Mat 28:18 . bukan sekedar sebagai pelaksana atau delegasi dari jemaat… 4. walaupun tidak secara eksklusif. ibadah dan disiplin. Ia juga kepala bagi Gereja yang nampak bukan hanya dalam pengertian organik saja. bukan sekedar sebagai Pribadi kedua dalam Tritunggal. 23:8. dan juga menerima otoritas dan kuasa sebagai pejabat langsung dari Kristus. Kristus Memperlengkapi para Pelaksana yang Ditunjuk untuk Melaksanakan Hal-hal Khusus. Flp 2:10. Ia adala hTuhan dari alam semesta.10 .Dalam pengertian yang sangat khusus. Ia juga menghendaki agar pelaksanannya dilakukan oleh orang-orang tertentu secra khusus. Mereka memiliki kuasa yang umum yang dilimpahkan kepada Gereja. dari Gereja yang tidak nampak yang membentuk tubuh-Nya secara spiritual. 19:16. Para pejabat Gereja adalah wakil bagi umat yang dipilih berdasarkan pemungutan suara.19 . Dalam pengertian organik dan vital. Ia adalah Kepala yang utama. Kendatipun Kristus memberikan kuasa kepada Gereja secara keseluruhan. 4:4. Why 17:14 .bahwa prinsip dasarnya diperoleh secara langsung dari Alkitab. …sebagai tambahan para pejabat Gereja menerima suatu kuasa yang diperlukan oleh mereka untuk melaksanakan tugas mereka dalam Gereja milik Kristus. bukan saja dalam hubungannya yang vital dengan Gereja. tetapi jjuga dalam keadaan-Nya sebagai Pengantara. Mereka adalah wakil. Ef 1:20-22 . 5:23.11 . Mereka harus memelihara doktrin.

theologia Reformed sangat berhati-hati dalam menafsirkan Kitab Wahyu. theologia Reformed memegang konsep Amillenialisme di dalam doktrin Akhir Zamannya. Dari Tuhan juga para pejabat itu menerima otoritas. di mana anak-anak-Nya akan menikmati berkat yang telah dijanjikan-Nya yaitu tidak ada air mata. Oleh karena itu. Di mana. lalu Kerajaan Allah ini terus berlangsung sampai akhir (Kerajaan Allah yang akan datang). karena kita memiliki pengharapan yang pasti bahwa Allah pasti mengalahkan iblis dan dunia yang jahat ini. Apalagi ketika kita mulai membaca dan menafsirkan Alkitab. dll. Kekuatan Gereja Terutama Terletak pada Pemerintahan dalam Gereja Lokal. Julio Kristano di dalam buklet Doktrin Manusia dan Dosa (2005) memaparkan. Misalnya. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun. 1 Memperhatikan Konteks yang Ada Kalau kita membaca buku apapun hendaklah kita memperhatikan konteks penulisan buku itu supaya kita tidak sembarangan menafsirkan maksud penulis yang sebenarnya. iblis dan maut.oleh Tuhan sendiri. Doktrin Akhir Zaman (Eskatologi) Terakhir. lalu mendorong kita juga untuk giat bagi pekerjaan Allah meskipun harus menderita aniaya.” (p. Prof. pernyataan “Kerajaan 1000 Tahun” bukan dimengerti secara harafiah. ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh. jangan langsung gegabah menafsirkan bahwa penulis Ibrani mengajarkan tentang pemisahan antara jiwa dan roh. penulis Ibrani mengajarkan. Di dalam Doktrin Akhir Zaman. membagi dua konsep kerajaan Allah dan Eskatologi yaitu Kerajaan Allah dan Eskatologi yang telah ditegakkan dan Kerajaan Allah dan Eskatologi yang akan datang. Matakupan dan Ev. Kedua. tidak ada penyakit. tetapi simbolis. Setiap ayat dan pasal di dalam suatu kitab di dalam Alkitab memiliki banyak konteks. Hoekema. Thomy J. 1997. kita akan melanjutkan dengan prinsip penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab sesuai prinsip-prinsip theologia sistematika di atas. Konteks penulisan ayat ini adalah tentang begitu dahsyatnya kuasa Firman Allah sehingga mampu menembusi kedalaman manusia. karena kitab ini berisikan simbol-simbol yang ditulis oleh Rasul Yohanes untuk dikirimkan kepada jemaat-jemaat Kristen yang mengalami penganiayaan. ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Inilah paradoksikal di dalam iman Kristen yang sungguh iman. Anthony A.”. … (Berkhof. 57-63) 8. sendisendi dan sumsum. prinsip pertama yang tidak boleh dilupakan adalah memperhatikan konteks yang ada. Pdt. Berikut adalah prinsip-prinsip dalam penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab. ketika di dalam Ibrani 4:12. dan kepada-Nya mereka harus bertanggungjawab… 5. “Penulis Surat Ibrani di dalam bagian ini sebenarnya lebih menekankan daya dan kuasa firman yang menembus jauh ke dalam sehingga manusia tidak dapat bersembunyi. pp. Th. Konsep paradoks ini berimplikasi di dalam kehidupan Kristen yaitu mendorong kita untuk tidak terlena dalam menikmati berkat-berkat pemeliharaan Allah yang telah diberikan-Nya pada zaman sekarang. Kerajaan Allah yang telah ditegakkan adalah Kerajaan Allah yang hadir ketika Kristus berinkarnasi ke dalam dunia sampai Ia mati dan bangkit yang membuktikan kemenangan-Nya atas kuasa dosa. 7) .D.

mengapa di dalam ayat 9 di dalam Roma 10 ini. Paulus mengatakan bahwa jika mereka mengaku dengan mulut mereka bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hati mereka. “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu. yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu.” 2002) Dengan kata lain.” Pdt. “Ayo coba katakan Yesus. mereka akan diselamatkan. muncul pertanyaan “injil lain” apakah yang Paulus maksudkan ? Kalau kita memperhatikan latar belakangnya. sekarang kita akan mencoba masuk ke dalam tahap ketiga yaitu memperbandingkan berbagai terjemahan Alkitab (dari berbagai bahasa. misalnya di dalam penganiayaan. dan percaya dalam hatimu. Kedua. entah itu Indonesia. apakah Paulus bertentangan dengan Tuhan Yesus di dalam Matius 7:21 mengajarkan. mereka pasti menerima resiko hukuman mati dari Kerajaan Romawi. “injil lain” ini adalah “injil” palsu yang diberitakan oleh guru-guru Yahudi dengan Yudaismenya. maka kita akan mengerti mengapa Paulus menulis kedua ayat tersebut. lalu berkata. Jawa. Rasul Paulus mengajarkan bahwa untuk dapat menerima pengampunan Allah dan karunia hidup baru diperlukan pertobatan dan iman. bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. di mana pada waktu itu mereka diancam jika mereka menyembah Allah di luar Kaisar yang dianggap sebagai “Allah”. sehingga terjemahan-terjemahan yang disalin dari Alkitab mengandung . maka kamu akan diselamatkan.2 Memperhatikan Latar Belakang Penulisan Kitab Setelah kita memperhatikan konteks yang ada. karena dengan menyebut Yesus sebagai Tuhan. Contoh pertama. karena setiap kitab ditulis oleh para penulis dengan latar belakang tertentu. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. guru-guru Yahudi yang lainnya tiba di Galatia. mereka akan dibunuh. dll. “…Tidak lama setelah kunjungan pertama Rasul Paulus. Madura. Dari buku Handbook the Bible.” Ini adalah penafsiran Alkitab yang dipaksakan. Benarkah arti ayat ini ? Lalu. Mandarin. “Aku heran. yang sebenarnya bukan Injil. Stephen Tong pernah mengatakan bahwa ayat ini dengan mudah dicomot oleh banyak penginjil untuk dijadikan dasar dalam memberitakan Injil. ” Lalu. maka kamu akan diselamatkan. Yesus. bahwa Yesus adalah Tuhan. dan mengikuti suatu injil lain. 3 Memperbandingkan Berbagai Terjemahan Alkitab (Khususnya dengan bahasa Ibrani dan Yunani) Setelah mempertimbangkan konteks dan latar belakang. Roma 10:9 berkata. melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Surat Roma ditulis oleh Rasul Paulus untuk dikirimkan kepada jemaat-jemaat Kristen di Roma yang mengalami penganiayaan dan penderitaan. bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia. Mengapa ini perlu dilakukan ? Karena kita mempercayai ketidakbersalahan Alkitab hanya di dalam naskah asli/autographanya. Latin. selanjutnya kita harus juga memperhatikan latar belakang penulisan masing-masing kitab di dalam Alkitab.” ? Ini akibatnya menafsirkan Alkitab tanpa melihat latar belakang. Dr. Tetapi guru-guru itu bersikeras mengharuskan orang bukan Yahudi yang telah bertobat agar disunat juga dan menaati hukum Yahudi — dengan kata lain harus menjadi orang Yahudi — untuk dapat diselamatkan…” (“Handbook to the Bible. kita dapat mengerti latar belakang ini. Batak. Oleh karena itu. dll). Saya akan memberikan dua contoh. Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan. Rasul Paulus berkata di dalam Galatia 1:6-7. Inggris.

tetapi hanya rusak total atau mengurangi kemuliaan Allah. “Semua orang sudah berdosa dan jauh dari Allah yang hendak menyelamatkan mereka. puisi (Amsal). khususnya memperbandingkan langsung dengan terjemahan asli Alkitab dalam bahasa Ibrani (PL) maupun bahasa Yunani (PB). “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil. karena hal ini senada dengan ungkapan Paulus sendiri di dalam suratnya yang kedua kepada Timotius pasal 1 ayat 12. lack (=kekurangan). Galatia. sehingga tidak terjadi kebingungan. Setiap kitab di dalam Alkitab memiliki keunikan tersendiri. dll.” Kata “kehilangan kemuliaan Allah” di dalam Terjemahan Baru (TB) dapat mengakibatkan tafsiran yang aneh yaitu kemuliaan Allah benar-benar hilang dalam diri manusia. simbolsimbol (Wahyu).” (TB) Alkitab BIS menerjemahkannya. “For all have sinned. dll). dll. and come short of the glory of God. karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. “For I am not ashamed of the gospel of Christ: for it is the power of God unto salvation to every one that believeth. di dalam Roma 3:23. karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. di mana ada yang berisi nyanyian (seperti Mazmur). “Saya percaya sekali akan Kabar Baik itu. Padahal arti sebenarnya. sedangkan KJV lebih tepat menerjemahkannya. Kata “ashamed” lebih sesuai dengan kata dalam bahasa Yunaninya epaischunomai yang berarti to feel shame for something (merasa malu akan sesuatu). Jika kita menafsirkan kitab Wahyu. janganlah menggunakan pendekatan yang harafiah/literal (seperti para penganut .” dan Alkitab terjemahan King James Version (KJV) mengartikannya. Masing-masing bentuk ini harus diperlakukan dengan tepat. Paulus di dalam Roma 1:16 berkata. setelah membandingkan berbagai terjemahan Alkitab. theologia Reformed menunjukkan ketelitiannya di dalam menafsirkan Alkitab. Di sini.” Terjemahan Baru dan BIS dalam hal ini kurang jelas mengartikan maksud dari “mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil”. kita juga harus memperhatikan bentuk sastra atau genre yang dipakai di dalam setiap kitab di dalam Alkitab. tetapi aku tidak malu. to the Jew first. peta teladan Allah tidak hilang. Kita sebagai orang Kristen harus tetap percaya bahwa terjemahan-terjemahan Alkitab dijaga oleh Tuhan sehingga tidak menyimpang dari arti aslinya.beberapa kelemahan arti (meskipun tidak 100% mempengaruhi isi Alkitab). surat pastoral (Roma.” Contoh kedua. di dalam terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS). Efesus. Dari perbedaan kata ini. tetapi karena keterbatasan terjemahan. fall. pertama-tama orang Yahudi.” dan Alkitab KJV menerjemahkannya.” (TB). bukan “kehilangan kemuliaan Allah” tetapi “jauh dari Allah” (BIS) atau “come short of the glory of God” (KJV) yang berasal dari bahasa Yunaninya hustereō yang berarti fall short (=tidak mencukupi). cerita. and also to the Greek. karena kabar itu adalah kekuatan Allah untuk menyelamatkan semua orang yang percaya. kita dapat menemukan makna yang mendalam yaitu Paulus yang berkeyakinan kokoh ini benarbenar tidak malu akan Injil Kristus. kita tetap perlu memperbandingkan berbagai terjemahan Alkitab untuk mendapatkan makna aslinya yang lebih jelas. pertama-tama orang Yahudi. Misalnya. Paulus berkata. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini. Dalam hal ini. 4 Memperhatikan Bentuk Sastra/Genre yang Digunakan Kemudian. ini adalah pandangan dari theologia Lutheran yang mengajarkan bahwa peta teladan Allah sudah hilang ketika manusia jatuh ke dalam dosa. dan bangsa lain juga. “For I am not ashamed of the gospel of Christ:…” (=Sebab aku tidak malu akan Injil Kristus). meskipun harus mengalami penganiayaan sekalipun. theologia Reformed yang ditegakkan oleh John Calvin tepat sekali mengartikan bahwa ketika manusia jatuh ke dalam dosa. tetapi juga orang Yunani.

Filipi. surat 1. dll dan mencap itu adalah antikristus. dan 3 Yohanes. dll). dll yang adalah suatu kebahayaan jika kita menafsirkan hal ini benar-benar kuda berwarna merah. 6 Memperhatikan Tafsiran-tafsiran Alkitab yang Ada Keenam. karena ini hanya sebagai pembanding dan juga penambah pengetahuan bagi kita saja. Filipi. dll ? Alkitab tidak membicarakannya. Misalnya. Efesus. Hal ini diletakkan pada prinsip keenam.Premillenialisme/Dispensasionalisme). dll. Kedua konsep ini mengarahkan kita untuk mencoba membandingkan satu kitab yang diselidiki dengan kitab lainnya. Apakah ini menunjuk kepada suatu pribadi tertentu. maka angka 666 menunjuk kepada “Kerajaan Romawi dan penyembahan Kaisar” (“Handbook to the Bible. dll. lalu dikaitkan dengan surat-surat pastoral dari Petrus (1 dan 2 Petrus). ditemukan kata intinya yaitu “iman”. kita dapat memperbandingkannya dengan Surat Galatia. pertama-tama kita harus memperbandingkannya dengan kitab yang ditulis oleh penulis yang sama (misalnya ketika kita menyelidiki Surat Roma. misalnya Paulus (Efesus 2:8-10). Kolose. Angka 666 adalah bilangan manusia. angka 666 ini menunjuk kepada antikristus. label harga. maka kita harus memperbandingkan pengertian Injil di dalam Roma dengan suratsurat Paulus lainnya. Apakah ini untuk keperluan akademis ? Tidak. 2. Kalau di dalam konteks penulisan Rasul Yohanes ini. Rasul Yohanes. angka ini dapat menunjuk kepada pribadi tertentu. ditambah juga memperbandingkannya dengan kitab-kitab di dalam Perjanjian Lama dan akhirnya kita dapat mengintegrasikan semuanya dalam pengertian yang lebih dalam dan jelas. lalu dengan kitab-kitab PL (Kejadian 12 dan 17) dan diintegrasikan dengan seluruh kitab di dalam Alkitab. tetapi menyeluruh/holistic. Thomy J. dll.” 2002) Yang jelas. misalnya Galatia. 1 dan 2 Petrus. kita juga memperhatikan kaitan erat antara satu kitab dengan kitab lainnya. Ini sangat penting agar kita dapat mengerti Alkitab bukan secara parsial/sebagian. maka angka ini berarti manusia yang ingin menjadi seperti Allah. misalnya. Jadi. Misalnya. Efesus. tetapi dikhususkan untuk orang-orang Kristen pada waktu itu. Kitab Wahyu. di dalam menyelidiki dan memperbandingkan dengan kitab-kitab lain di dalam Alkitab. karena Yohanes menulis kitab Wahyu bukan hanya untuk orang-orang di zaman sekarang. ketika di dalam Yakobus 2:14-26. Mengapa ? Karena kita percaya bahwa Alkitab itu tidak mungkin bertentangan satu dengan yang lainnya dan Alkitab itu menafsirkan dirinya sendiri. ditambahkan tipologi Injil di dalam PL. maka pengajaran yang dihasilkan adalah langsung mewaspadai setiap angka 666 baik di dalam plat nomor kendaraan. maka kita dapat membandingkan pengertian kata ini dengan kitab-kitab yang ditulis oleh rasul lainnya. Matakupan pernah menafsirkan ayat ini sebagai berikut : angka 6 menunjuk kepada manusia (karena manusia diciptakan oleh Allah pada hari keenam) dan angka 6 ini disebutkan tiga kali yang menunjukkan Allah (Allah Trinitas). kita juga memperhatikan tafsiran-tafsiran Alkitab yang telah ditulis oleh para penafsir Alkitab yang bertanggungjawab. Paus. Pdt. kemudian juga memperbandingkan dengan surat-surat yang ditulis oleh penulis yang berbeda (misalnya. penulis Ibrani (Ibrani 11:1). Kalau kita ingin mengerti konsep Injil ketika kita menyelidiki surat Roma. 5 Memperhatikan Kaitan Antara Satu Kitab Dengan Kitab-kitab Lain Setelah itu. 2 Petrus 1:1). atau lebih tepatnya Antikristus yang menggantikan posisi Kristus sebagai Allah. dll). kalau kita menggunakan penafsiran literal untuk menafsirkan kitab Wahyu khususnya dalam menafsirkan tentang angka 666 di dalam Wahyu 13:18. Petrus (1 Petrus 5:9 . Apakah ini . Itu akan berakibat fatal dan kita akan salah langkah untuk nantinya mengerti simbol-simbol seperti kuda merah (Wahyu 6:4). dan kita nantinya dapat mengaplikasikan ke dalam kehidupan Kristen kita sehari-hari. jadi.

“The just by faith shall live. tetapi tidak boleh menggantikan posisi Alkitab sebagai wahyu Allah yang tidak bersalah. Hermeneutika tanpa implikasi adalah suatu kesia-siaan. theolog dan para penafsir Alkitab. tetapi tetap perlu untuk dibaca dan diperbandingkan. Kita tidak boleh mengambil dua sikap ekstrim. “The Syriac renders it in a similar manner. Setelah kita mempelajari cara dan prinsip penafsiran Alkitab.” Kalau sepintas kita membaca pernyataan ini. orang benar melalui iman baru dikatakan hidup. karena ketika kita menafsirkan Alkitab. tetapi benarkah tafsiran demikian ? Albert Barnes dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible mengungkapkan. marilah kita bukan hanya menambah pengetahuan saja. Soli Deo Gloria. tetapi setiap anak Tuhan diharapkan dapat mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari agar nama Tuhan dipermuliakan selama-lamanya. Kalau kita kurang memperhatikan beberapa tafsiran Alkitab seperti ini. Solus Christus . Ini adalah kelemahan dari banyak buku tafsiran Alkitab yang ditulis hanya untuk menambah pengetahuan theologis. Percuma saja kita mahir di dalam menafsirkan Alkitab sampai menyelidiki bahasa asli Alkitab. tetapi di dalam tafsiran itu kita lupa untuk mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. penafsiran Alkitab bukan hanya untuk kepentingan akademis di seminari theologia. Saya akan memberikan contoh. dll tanpa mengaplikasikannya ke dalam kehidupan Kristen sehari-hari. sastra. kita ingin terus-menerus belajar tentang firman dan kebenaran-Nya yang terusmenerus mengoreksi dan menuntun jalan hidup kita.”” Artinya. tetapi juga untuk diaplikasikan.mutlak perlu ? Tidak. 7 Mengaplikasikan ke dalam Kehidupan Kristen Sehari-hari Terakhir. kita juga tidak boleh terusmenerus mempercayai 100% terhadap buku-buku tafsiran Alkitab yang ada meskipun ditulis oleh para theolog dan penafsir Alkitab tersohor. menolak semua tafsiran Alkitab yang pernah ditulis baik oleh para bapa gereja. karena kita percaya bahwa Roh Kudus lah yang menafsirkan Alkitab. yaitu. penemuan ilmiah. Buku-buku tafsiran Alkitab itu baik. “Orang benar akan hidup oleh iman. pertama. Paulus di dalam Roma 1:17 berkata. kita akan kehilangan makna ini. Di sisi lain. kita dapat menafsirkan bahwa orang benar yang hidup akan hidup oleh imannya. lalu kita kelihatan akademis karena suka mengutip pendapat orang lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful