Tinjauan Kritis Theologis Terhadap Buku “The Purpose Driven Life” Bagian 1 (oleh : Denny Teguh Sutandio

)
Tinjauan Kritis Theologis Terhadap Buku “The Purpose Driven Life” oleh : Denny Teguh Sutandio Pendahuluan “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” (2 Timotius 4:2-4) D unia di mana kita hidupi saat ini adalah dunia postmodern yang mempopulerkan suatu filsafat relativisme dengan meng‘absolut’kan anti-absolutisme. Memang adalah suatu kontradiksi yang tidak masuk akal, tetapi herannya manusia di dunia postmodern mau dibodohi oleh filsafat ini, bahkan banyak yang tergila-gila. Budaya relativisme telah meracuni dunia postmodern ini dan bahkan menggerogoti keKristenan pada khususnya. KeKristenan sudah diracuni dengan filsafat relativisme dengan meniadakan apa yang absolut, sebaliknya meng‘absolut’kan apa yang sebenarnya tidak absolut. Ini yang saya sebut sebagai pembalikan posisi dari manusia berdosa. Selain filsafat relativisme, keKristenan pun sedang diracuni dengan filsafat-filsafat lain yang terus-menerus melawan Alkitab, tetapi banyak orang Kristen tidak menyadarinya. Salah satunya adalah filsafat humanisme yang dibungkus di dalam Gerakan Zaman Baru supaya kelihatan “bersahabat” di mata orang dunia dan orang Kristen khususnya. Di dalam filsafat ini, seperti ide humanisme lainnya, manusia lah yang menjadi pusat segala sesuatu dan Allah disingkirkan. Tidaklah heran, manusia dengan kehebatannya mengagungkan diri yang sebenarnya tidak layak, lalu mengatakan dengan berani, “we are gods (kita adalah ‘allah’)” Kalau dunia begitu tergila-gila dengan filsafat pantheisme (mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah “allah”) ini, maka tentu tidak ketinggalan dengan banyak orang “Kristen” di abad postmodern. Mereka dengan mudahnya ditipu oleh banyak “hamba Tuhan” di dalam gereja-gereja kontemporer yang pop dengan khotbah-khotbah, “Anda bisa melakukan apapun, karena Anda adalah ‘allah’ (You can do anything because you are ‘god’)” Atau slogan ini terlalu kelihatan, maka mereka menggantinya dengan samar-samar melalui berbagai cerita, novel, bahkan buku renungan sekalipun untuk meninabobokan keKristenan dengan utopia bahwa manusia itu ada dalam pikiran Allah, begitu berharga, bahkan ada yang berani mengatakan bawah Allah “membutuhkan” manusia, sehingga Ia mau mati bagi manusia. Ajaran-ajaran inilah yang terus-menerus didengungkan oleh banyak “hamba Tuhan”, dan anehnya, banyak orang “Kristen” bisa ditipu dengan mudahnya oleh mereka. Mereka menggunakan cara-cara licik untuk menjebak banyak orang Kristen untuk menjauh dari Tuhan secara perlahan dan mulai memuja diri. Berbagai training pengembangan pribadi baik dari John Robert Powers, Andrie Wongso dengan idenya Success is My Right, dll meskipun telah “memberkati” banyak orang, tetapi beridekan Gerakan Zaman Baru,

humanisme dan pantheisme yang tidak disadari oleh banyak orang “Kristen”. Apakah cukup sampai di sini ? TIDAK. KeKristenan juga mempunyai ide baru yang mirip yaitu apa yang dipaparkan dan dicetuskan oleh “theologia” Arminian (lawan theologia Reformed/Calvinis) yang sama-sama menekankan manusia sebagai pusat dan Allah sebagai “hamba” manusia (meskipun tidak berani mengatakan terus terang). Di dalam arus “theologia” ini, para penganutnya mengajarkan bahwa keselamatan itu memang dikerjakan Allah, tetapi itu tergantung manusia, kalau manusia mau percaya, maka Allah baru menyelamatkannya. Allah memang memilih manusia, tetapi di dalam kekekalan Ia melihat terlebih dahulu siapakah manusia yang beriman kepada-Nya, barulah Ia pilih (foreknowledge of God). Ini semua sama sekali bukan ajaran Alkitab dan bukan keKristenan, tetapi laris di dalam kalangan keKristenan (khususnya banyak kaum Injili yang “memuja” pendapat ini). Mengapa bisa laris ? Karena manusia pada umumnya suka disanjung, dipuja, apalagi banyak orang “Kristen” sekarang yang sudah diracuni oleh relativisme dan humanisme pun sangat senang apabila mereka dipuja, tetapi kalau ditegur, mereka akan marah dan langsung mengatakan, “Jangan menghakimi !”, padahal perkataannya ini pun sendiri menghakimi, sungguh suatu kontradiksi yang aneh ! Hal ini sudah diprediksi oleh Rasul Paulus di dalam 2 Timotius 4:3-4 bahwa, “akan sampai waktunya orang tidak mau lagi menerima ajaran yang benar. Sebaliknya, mereka akan menuruti keinginan mereka sendiri, dan mengumpulkan banyak guru guna diajarkan halhal yang enak didengar di telinga mereka. Mereka akan menutup telinga terhadap yang benar, tetapi akan memasang telinga terhadap cerita-cerita dongeng.” (Bahasa Indonesia Sehari-hari) Di sini, Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) lebih tepat mengartikan bahwa akan datang saatnya orang suka mendengarkan ajaran-ajaran yang enak didengar di telinga mereka. Kalau kita mau kaitkan ayat ini dengan realita banyak ajaran “Kristen” yang simpang siur, maka sejujurnya ajaran yang mengenakkan telinga ini adalah ajaran humanisme dari buku The Purpose Driven Life yang ditulis oleh Dr. Rick Warren (buku best-seller ala dunia). Di dalam buku ini, Rick Warren seolah-olah memaparkan ajaran-ajarannya yang kelihatannya “Alkitabiah” dengan mengutip ribuan ayat bahkan dengan terjemahan-terjemahan yang berbeda, seolah-olah ingin membuktikan bahwa dia adalah “ahli” ayat Alkitab, padahal banyak ayat Alkitab yang dikutipnya adalah bagianbagian yang dilepaskan dari konteks Alkitab seluruhnya. Dalam hal ini, metode eisegese dalam penafsiran Alkitab lah yang dipakai oleh Rick Warren, di mana di dalam kepala Warren, ia sudah memiliki serangkaian ide-ide humanis, lalu ide-ide itu dicari dukungannya di dalam Alkitab, supaya kelihatan “Alkitabiah”. Itulah eisegese yang merupakan metode penafsiran Alkitab yang salah. Lalu, bagaimana sikap kita ? Diam atau masa bodoh ? Tidak. Alkitab di dalam 2 Timotius 4:2, sebelum Paulus memaparkan realita akan adanya kecenderungan manusia menjadi pragmatis, maka ia memperingatkan Timotius untuk tetap memberitakan Injil/Firman, bersiap sedia dalam segala situasi, menegur dan menasehati jemaat dengan kesabaran dan pengajaran. Di sini, Paulus memaparkan tiga prinsip. Pertama, memberitakan Firman. Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, Firman Tuhan atau Injil harus terus-menerus diberitakan dengan bertanggungjawab. Ini yang Paulus dan Tuhan Yesus sendiri perintahkan (Matius 28:19). Tidak ada kompromi, ketika ada ajaran sesat menyerang, keKristenan tetap harus memberitakan suara kenabian yang mengajak orang Kristen untuk kembali hanya kepada Alkitab, karena hanya di dalam Alkitab, terdapat satu-satunya wahyu Allah yang mutlak. Kedua, bersiap sedia dalam segala situasi. Berwaspada adalah satu tindakan yang penting setelah memberitakan Firman. Ketika kita terus-menerus memberitakan Firman, tetapi tingkat kewaspadaan kita berkurang atau bahkan hilang, maka kita sedang berada di

dalam suatu kebahayaan akan menjadi penyesat. Berita Injil harus disertai dengan pemahaman yang integral akan theologia dan Alkitab (theologia sistematika), sehingga kita memiliki sense of warning. Lalu, kita yang sudah memiliki kewaspadaan ini, kita pun juga harus bersiap sedia menghadapi ajaran sesat dari luar. Ketiga, menegur dan menasehati jemaat dengan kesabaran dan pengajaran. Kalau kita sudah berwaspada menghadapi ajaran sesat, lalu apakah kita tinggal diam dan acuh tak acuh terhadap jemaat Tuhan ? TIDAK. Alkitab mengatakan bahwa kita harus menyatakan apa yang salah kepada jemaat, bisa berkaitan dengan doktrin, konsep berpikir, perbuatan, perkataan, dll dengan kesabaran dan pengajaran. Meskipun dunia kita membenci apa yang dinamakan “teguran” (lalu memfitnah dengan mengatakan bahwa kita sedang “menghakimi”nya), kita tetap diperintahkan Paulus untuk tetap menegur yang salah. Menegur adalah sebuah tindakan dari hamba Tuhan atau orang Kristen yang kuat imannya yang mengasihi orang Kristen yang lemah imannya sehingga yang lemah iman dapat dikuatkan dan diperingatkan oleh yang kuat imannya, sehingga jemaat dibangun bersama di dalam pengenalan akan Kristus Yesus sebagai Kepala. Menegur ini dilakukan dengan kesabaran dan pengajaran. Artinya, kita harus menegur jemaat dengan semangat cinta kasih, yang tidak langsung memvonis lalu mengkutuk kesalahan mereka. Tetapi, juga tidak berarti kasih yang kita tunjukkan adalah kasih yang berkompromi lalu mengiyakan apa yang jemaat lakukan dengan salah. Menegur dengan kasih adalah menegur yang memberikan pengajaran yang bertanggungjawab/mendidik. Kasih yang tidak mendidik adalah kasih yang munafik/pura-pura, sebaliknya pengajaran yang tanpa disertai kasih adalah penghakiman yang tidak menyadarkan orang lain. Kedua hal ini harus diajarkan secara seimbang. Untuk alasan inilah, saya terbeban untuk menerbitkan suatu makalah meninjau secara kritis dari sudut pandang Alkitab dalam kerangka pikir theologia Reformed Injili yang konsisten dan bertanggungjawab terhadap buku The Purpose Driven Life karya Rick Warren. Di dalam makalah ini, saya tidak akan 100% mengkritik keras atau menghakimi buku ini, tetapi bagian-bagian yang bagus dan sesuai dengan Alkitab saya akan katakan itu bagus dan bagian-bagian yang bertentangan dengan Alkitab akan saya katakan salah. Semua pandangan ini hanya dapat diukur dari standart kebenaran Alkitab dalam kerangka theologia Reformed Injili yang konsisten. Semua hal-hal yang dipaparkan dalam makalah ini sudah dipikirkan dengan bertanggungjawab penuh kepada Allah dan firman-Nya, Alkitab. Oleh karena itu, sebelum kita masuk ke dalam tinjauan kritis terhadap buku ini, maka saya akan memberikan konsepkonsep yang benar tentang arti hidup yang sejati sesuai dengan Alkitab pada Bab 1, lalu dilanjutkan dengan konsep penafsiran Alkitab yang beres pada Bab 2, kemudian mulai Bab 3, saya akan mulai mengadakan tinjauan kritis theologis terhadap buku ini. Biarlah melalui makalah yang kurang sempurna ini boleh membawa berkat bagi jemaatjemaat Tuhan agar mereka boleh disadarkan dari dosa-dosa mereka dan kembali kepada Alkitab saja sebagai satu-satunya kebenaran Allah yang mutlak dan tidak mungkin bersalah dalam naskah aslinya. Soli Deo Gloria. Sola Scriptura. Solus Christus. “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36) Bab 1 Arti Hidup Sejati Menurut Alkitab

“ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kejadian 2:7) 1.1 Arti Hidup Menurut Perspektif Dunia Dunia di mana kita hidupi hari ini sedang mengalami krisis makna hidup. Berbagai cara manusia berusaha untuk mencoba menemukan makna hidupnya, dari menyiksa diri (beraskese), sampai hidup hedonis yang melampiaskan semua kesenangan hawa nafsunya. Mereka pada intinya ingin mengerti makna hidup untuk selanjutnya makna itu bisa mereka jalani dengan baik. Oleh karena itu, marilah kita melihat sekelumit tentang definisi hidup dalam perspektif dunia kita. 1. Hidup Adalah Perjuangan

Pertama, dunia kita melihat hidup adalah suatu perjuangan. Di dalam suatu perjuangan, dibutuhkan kekuatan untuk mengerjakannya. Tidaklah heran, manusia di dunia suka berjuang meskipun banyak dari mereka tidak mengerti motivasi dan tujuan dari apa yang diperjuangkannya. Yang mereka ketahui bahwa hidup ini adalah hanya untuk berjuang, terus berjuang agar mencapai apa yang diidam-idamkan. Oleh karena itu, di dunia ini sangatlah laris promosi training motivasi dari para motivator dari sekelas Anthony Robbins sampai Andrie Wongso dengan idenya Success is My Right. Para motivator ini terus memberikan motivasi bagi para peserta seminarnya dan manusia dunia ini agar mereka yang merasa down boleh ditingkatkan kembali semangatnya, tetapi rupa-rupanya semangat ini tidak bersumber dari Allah, sehingga motivasi peningkatan semangat ini adalah untuk kepentingan diri (humanisme) dan tujuannya pun untuk kemuliaan diri (meskipun di dalam beberapa buku “rohani” sekalipun, tujuan motivasi ini untuk “kemuliaan Tuhan”). Inilah jiwa atheisme praktis di dalam diri manusia yang berakar dari humanisme ditambah semangat pantheisme dan Gerakan Zaman Baru yang diindoktrinasikan melalui berbagai training motivasi dan pengembangan pribadi. Perjuangan yang dilandasi oleh semangat ingin mencapai cita-cita dan self-centered ini tentu tidak akan menemukan makna hidup sejati dan tentunya juga makna perjuangan sejati, karena yang menjadi landasannya adalah kepentingan diri yang sebenarnya makhluk yang terbatas. 2. Hidup Adalah Kesempatan

Kedua, dunia kita yang terus mau berjuang, adalah dunia yang juga mengidentikkan hidup adalah kesempatan. Mereka menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, oleh karena itu mereka memakai setiap kesempatan yang ada untuk meraih apa yang mereka inginkan. Di sini, dunia kita mengaitkan hidup dengan waktu yang ada. Di dalam setiap waktu/kesempatan, mereka mau mengerjakan apa yang diinginkan oleh mereka, entah itu baik atau jahat menurut pandangan Alkitab, mereka tidak seberapa mempedulikannya. Bagi mereka, apa yang diinginkannya harus dicapai di dalam setiap kesempatan. Misalnya, orang yang dulunya hidup miskin ingin menjadi kaya, maka dia bukan hanya berjuang untuk meraih uang, tetapi juga menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk meraih yang dicita-citakan. Tidak heran, beberapa dari mereka sampai-sampai menggunakan kesempatan untuk meraih yang dicita-citakan dengan hal-hal yang buruk, contohnya, dengan korupsi, dll. Di sini, letak

kegagalan dunia kita yang semakin jauh dari Allah, yaitu memandang setiap waktu/kesempatan adalah untuk dirinya sendiri. 3. Hidup Untuk Kerja

Ketiga, hidup adalah kesempatan direalisasikan oleh banyak manusia sekarang dengan bekerja. Bagi banyak orangtua (termasuk banyak orangtua “Kristen”), kerja adalah segala sesuatu. Manusia dapat disebut manusia ketika mereka sudah bisa berdikari sendiri atau bekerja untuk mendapatkan uang sendiri tanpa tergantung dengan orangtua. Akibatnya, sejak kecil, anak-anak sudah ditanamkan konsep bahwa hidup itu untuk bekerja, sekolah untuk bekerja, dll. Tidak heran, cukup banyak anak yang masih kecil, misalnya SD atau SMP sudah bisa bekerja, misalnya, menjadi artis, model, dll. Akhirnya, fokus hidup sudah dialihkan dari Tuhan kepada kerja. Itulah tipu daya iblis yang bekerja di abad postmodern ini dengan menyingkirkan Allah dari hidup manusia. Akibatnya, mereka yang memandang hidup adalah kerja, akan memandang setiap kesempatan hanya untuk bekerja, dan aktivitas-aktivitas yang menurut mereka “tidak penting”, misalnya bahkan pergi ke gereja, persekutuan, makan, minum, tidur, dll, adalah sesuatu yang tidak penting, sehingga mereka rela mengorbankan banyak waktu untuk bekerja. Yang paling celaka adalah seorang ayah/suami/kepala keluarga yang memiliki konsep bahwa hidup untuk bekerja pasti berdampak kepada keluarganya, di mana istri akan mengalami kekurangan perhatian dari sang suami, dan anak-anak pun mengalami kekurangan perhatian dari ayah mereka, sehingga akhirnya keluarga ini akan menjadi berantakan dan berakhir kepada perceraian. Perceraian ini bisa terjadi salah satunya karena terlalu mementingkan pekerjaan sebagai fokus hidup manusia. Akibat lainnya dari konsep ini adalah mengerjakan segala sesuatu dengan keterpaksaan. Artinya, hidup orang ini akan diikat oleh pekerjaannya, baik di kantor maupun di rumah. Sehinga, tidak heran, orang ini lama-kelamaan akan menjadi stress, depresi dan akhirnya, jika tidak kuat lagi, akan bunuh diri. 4. Hidup Adalah Uang

Keempat, orang yang sudah memfokuskan hidupnya pada bekerja, maka dapat dipastikan banyak dari mereka juga memfokuskan hidupnya pada uang. Konsep ketiga dan keempat ini sangat berkaitan erat. Seorang yang memandang hidup adalah hanya untuk uang, maka segala sesuatu diukur dari segi apakah yang dilakukannya itu dapat mendapatkan uang/profit bagi dirinya. Inilah jiwa pragmatis (utilitarian) dan materalis yang dianut oleh banyak manusia postmodern ini (bahkan di dalamnya banyak orang “Kristen”). Bagi mereka, yang penting adalah mereka mendapatkan uang sebanyak-banyaknya bahkan kalau perlu “mengorbankan orang lain”. Tidak heran, bisnis Multi Level Marketing (MLM), asuransi, dll laku keras, karena manusia sedang dikunci oleh uang/materi yang fana sifatnya. Profesi dokter pun tidak luput dari fokus hidup manusia yaitu uang. Dokter bukan bekerja untuk kepentingan pasien lagi, tetapi untuk uang. Tidak usah heran, mengapa banyak dokter tidak langsung memberikan obat kepada pasien yang sedang sakit, tetapi dokter tersebut memberikan obat secara bertahap (banyak dari mereka bukan beralasan medis), maksudnya, kalau pasien itu sudah habis meminum obat yang satu, maka mereka akan kembali lagi dan si dokter pasti mendapatkan pemasukan uang lagi melalui kedatangan si pasien tersebut. Bahkan yang lebih celaka, banyak pendidik, dosen, dll mengajar bukan karena panggilan-Nya di dalam hidup mereka, tetapi karena uang atau menimba pengalaman. Maka, jangan heran, banyak guru/dosen baik yang mengaku diri “Kristen” berani mengajari anak-anak muridnya secara tidak bertanggungjawab, misalnya ada seorang dosen “Kristen” saya secara tidak bertanggungjawab mengatakan, “science itu tidak ada hubungannya dengan religion”.

mereka lah yang pertama kali langsung menghujat Tuhan. 6. misalnya membaca Alkitab. tetapi yang lebih aneh lagi. beberapa manusia dunia yang ekstrim mengatakan bahwa hidup itu penderitaan. dll. dll. kesusahan. sehingga hidup ini hanya dijalani tanpa arah dan tujuan yang pasti sesuai dengan firman-Nya. Tidak heran. Jangan heran. jelas. ketika ada penganiayaan datang. dll. Tidak usah heran. Saya mengira anggapan ini sama sekali bukan anggapan seorang “Kristen” meskipun mengaku diri “Kristen”. lalu uang menjadi tuan yang memerintah manusia. Motivasinya. Hidup yang serba gembira ini sangat berbahaya. kaya. karena hidup yang gembira tidak mengerti sesungguhnya apa itu penderitaan. Salah satu iklan rokok mengatakan. senang. Caranya ? Mudah. Seorang yang cuek dengan orang lain sama sekali bukan ciri orang Kristen sejati. Di dalam hidup itu pasti menderita. gembira. yang dipentingkan bukan lagi pengertian/pengetahuan yang beres. memanggil “pendeta-pendeta” yang “pintar” berkhotbah. karena kondisi yang serba pleasure sebenarnya tidak mengerti hidup itu sesungguhnya. sukses. lalu mengkhotbahkan kemakmuran (meskipun banyak dari mereka menolak bahwa gerejanya mengajarkan kemakmuran. dianggap oleh manusia dunia menjadi tidak penting. sukasuka bertindak apapun. dll. Adalah suatu kebodohan yang luar biasa. maka pada poin keenam. kesuksesannya untuk apa ? Jelas untuk profit pribadi. meskipun di depan mimbar selalu dipromosikan untuk “pekerjaan Tuhan”.Apakah pendeta juga tidak bisa demikian ? BISA. di abad postmodern ini. lalu gereja-gereja pun berlomba-lomba menyediakan sarana-sarana yang dapat memenuhi feeling banyak orang “Kristen. Banyak “hamba Tuhan” terutama di dalam banyak gereja-gereja kontemporer yang populer saat ini juga memfokuskan hidupnya pada uang dan profit pribadi. Uang yang seharusnya ditundukkan oleh manusia. dunia kita mengartikan hidup itu sebagai sesuatu yang biasa saja. enjoy aja. yang sebenarnya sangat penting. agar bisa sukses. 5. jika manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah bisa mau diperbudak oleh uang yang adalah benda mati. banyak orang “Kristen” yang sudah diindoktrinasi bahwa menjadi “Kristen” pasti kaya. para “hamba Tuhan” gereja tersebut “melayani Tuhan” demi uang. bersekutu dengan-Nya. dan lebih aneh lagi jika ada seorang “Kristen” berjiwa pragmatis dan relativis mengatakan bahwa itu semua tergantung pada masing-masing orang. malahan sekarang dibalik. Itu yang sedang dunia tawarkan bahwa yang penting itu enjoy. Hidup itu Biasa Saja Prinsip kelima dari definisi hidup yang dunia sedang ungkapkan yaitu hidup itu biasa saja. yang penting happy. Hidup Adalah Penderitaan Kalau pada poin kelima. bercerita lucu. ketika manusia dunia hanya mengerti hidup ini hanya biasa saja. jadi jalani sebagaimana adanya. entah itu ditinggal oleh seseorang yang dikasihi yang telah . Saya sudah terlalu banyak menemukan “hamba Tuhan” model ini dan ibu saya sendiri sudah banyak sekali mengalami hal ini dan menceritakannya kepada saya. Ini namanya pembalikan posisi. sebagai kebalikannya. aktif di dalam persekutuan gereja sekalipun. dll. Hidup yang biasa saja menandakan bahwa di dalam diri manusia sudah tidak ada lagi makna hidup sejati. maka mayoritas mereka menggunakan dan mengisi hidup mereka hanya untuk kepuasan diri mereka saja. yang merupakan salah satu ciri masuknya dosa ke dalam diri manusia. slogan gerejanya mengandung unsur kemakmuran). Zaman kita adalah zaman di mana sedang musim cho gereja (cari untung melalui gereja). lalu bisa bertindak seenaknya sendiri. tetapi feeling. Lalu. Tidak heran. Inilah jiwa pragmatisme dunia kita yang muncul melalui definisi hidup yang biasa saja. dll. lalu kita tidak boleh memaksa mereka. dll.

Hidup Untuk Orang Lain Terakhir. putus pacar. KeKristenan hendaknya jangan terlalu ekstrim menekankan dua kubu. Johan Sebastian Bach. Artinya. meskipun menggunakan nama “Tuhan”. apakah hidup kita digerakkan tujuan ? Kalau benar demikian. pantheisme. yang lainnya menekankan penderitaan terus-menerus. bahasa asli dan terjemahan-terjemahan Alkitab yang lebih tepat. pantheisme dan pragmatisme di dalam dirinya. sehingga tidak heran nama-nama mereka cukup dikenal di dalam zamannya maupun zaman sesudah mereka meninggal dunia. Pertama. tetapi sebenarnya palsu. Pokoknya. menyeimbangkan antara penderitaan karena nama Tuhan dengan pengharapan sesudah penderitaan yaitu hidup kekal bersama-Nya. apakah tujuan yang diarahkan itu ? dan ketiga. karena terlepas dari jalan yang Allah telah tetapkan. Dari judul bukunya saja. sebenarnya yang mengarahkan tujuan itu adalah diri manusia itu sendiri. G. kita sudah menemukan ide yang sudah saya jelaskan tadi. Kembali. sebenarnya ada tiga pertanyaan penting yang perlu dipertanyakan. Tentu itu berbeda dengan semangat manusia di abad postmodern yang lebih mementingkan profit pribadi dengan mengorbankan orang lain. materalisme dan pragmatisme. di dalam metode penafsiran Alkitab. sekarang ini. tetapi yang penting orang lain mendapatkan kepuasan dari hasil kerugiannya. dll melakukan segala sesuatu demi orang lain. tujuan siapa yang dituju ? (atau untuk apa tujuan itu ?) Jelas. Mereka berani menggunakan istilah “Kristen” untuk menjelaskan makna hidup. Inilah wajah dunia kita yang hopeless yang mencari makna hidup tetapi akhirnya kehilangan hidup itu sendiri. Itulah metode eisegese dalam penafsiran Alkitab yang salah. 7. defisini hidup ini masih lebih baik dari definisi hidup dari nomer satu sampai dengan 6 yang self-centered.meninggal. bagi Dia lah .2 Arti Hidup Menurut Perspektif “Kristen” yang Palsu Lalu. oleh Dia dan untuk Dia. Pada konsep terakhir ini. komposer musik. dll adalah orang-orang yang telah bersumbangsih bagi dunia karena mereka mementingkan orang lain ketimbang diri. siapa yang mengarahkan tujuan itu. Hal ini akan banyak disinggung dan diuraikan secara tuntas pada bab kedua makalah ini. hanya sedikit manusia bisa memiliki tujuan hidup demi orang lain. kita akan beralih kepada arti hidup menurut perspektif “Kristen” yang seolah-olah kelihatan lebih “rohani”. Itulah yang kita lihat di dalam buku The Purpose Driven Life karya Rick Warren. dll. Kedua. Leonardo da Vinci. 1. F. yaitu terlalu mementingkan kesuksesan hidup. Contohnya. Itulah akibat dari menaruh pengharapan kepada dunia ciptaan yang terbatas dan berdosa ini. tujuan itu adalah berkenaan dengan cita-cita manusia yang hebat dan mulia (tanpa Allah) lalu tujuan itu membawa kemuliaan bagi diri manusia sendiri (persis terbalik dari Roma 11:36 yang mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah dari Dia. Mungkin saja mereka mau rugi mengorbankan waktu. banyak pelukis. meskipun definisi hidup yang terakhir ini masih kurang. padahal istilah itu hanya sekedar topeng untuk menyelimuti ide humanisme. yaitu istilah “Kristen” dijadikan topeng (dengan cara mengutip ribuan ayat Alkitab yang kebanyakan di luar konteks asli) untuk menyelimuti esensi sebenarnya yaitu humanisme. Tetapi. di dalam buku The Purpose Driven Life. manusia memandang hidupnya dipersembahkan bagi orang lain. Kita jangan terlalu ekstrim. tetapi laris dalam masyarakat “Kristen” (khususnya yang bertheologia Injili non-Reformed). Warren menggunakan tafsiran-tafsiran Alkitab yang semau gue menurut seleranya pribadi tanpa memperhatikan konteks. tidak ada hidup tanpa penderitaan. KeKristenan harus seimbang. Tentu. apakah kalau kita menaruh pengharapan kepada Tuhan pasti kaya dan tidak menderita ? TIDAK. tetapi setidaknya. Hendel.

demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Ketika dosa masuk ke dalam manusia. Dosa bukan dimulai ketika Hawa memetik buah pengetahuan yang baik dan jahat yang dilarang oleh Allah. Nafas hidup-Nya itulah sumber hidup bagi hidup manusia yang mengakibatkan manusia bisa bernafas dan itulah yang disebut makhluk yang hidup. Lalu.” (Kejadian 6:5-6) Tetapi . tetapi dosa dimulai ketika manusia mulai meragukan kebenaran Allah.” (Terjemahan Baru LAI) atau terjemahan Alkitab BIS memberikan pengertian yang lebih jelas. dan hal itu memilukan hati-Nya. yaitu hidup sejati adalah hidup yang berpaut kepada Allah sebagai Sumber Hidup. Kata Ibrani ini juga dipakai di dalam Amsal 20:27 untuk kata “Roh manusia” (Terjemahan Baru LAI) atau “hati nurani manusia” (Alkitab BIS). dll yang sendirinya juga adalah sesama manusia. Itulah kegagalan psikologi dan eksistensialis yang tidak kembali kepada Allah. Inilah jiwa humanisme sekuler (atau sekularisme) tetapi yang masih memperalat “Tuhan” agar kelihatan “rohani”. kita mendapatkan satu prinsip hidup sejati dari Alkitab. sampai-sampai Tuhan mengatakan. tetapi dari Allah sebagai Sang Pencipta. Dari Kejadian 2:7 inilah. sedangkan persembahan adiknya diterima oleh Tuhan. tetapi bertanya kepada sesama manusia yang sama-sama berdosa dan terbatas. Arti hidup manusia yang sejati tidak didapat dari manusia itu sendiri yang sendiri merupakan makhluk yang dicipta. di samping ada dosa aktual yang dilakukan oleh masing-masing pribadi manusia.kemuliaan selama-lamanya). Sungguh suatu kebodohan manusia dunia ini ketika mereka yang ingin mengerti arti hidup tidak langsung bertanya kepada Sang Sumber Hidup. Itulah dosa. Inilah jiwa manusia berdosa. hidup manusia mulai kehilangan arah.3 Arti Hidup Sejati Menurut Alkitab Lalu. neshamah yang berarti tiupan atau hembusan atau nafas ̂ ̂ yang vital/sangat penting/berkenaan dengan hidup. dilanjutkan dengan kejadian-kejadian dan tindakan-tindakan manusia yang membuat Tuhan menyesal. maka manusia tidak dapat menjadi makhluk yang hidup. 1. Kata “soul” dalam KJV ini diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani nephesh yang artinya makhluk yang bernafas. Tetapi tahukah kita bahwa hidup manusia yang pada awalnya telah diciptakan Allah begitu mulia sehingga manusia langsung bercakap-cakap dengan Allah ternyata dirusak oleh manusia sendiri dengan meragukan eksistensi Allah. maka menyesallah TUHAN. maka hiduplah manusia itu. Usaha meragukan kebenaran Allah menjadi cikal bakal iblis terus mencobai manusia dan akhirnya manusia pertama jatuh ke dalam dosa yang mengakibatkan manusia setelah Adam dan Hawa ikut mewarisi dosa asal (original sin). lalu menghembuskan napas yang memberi hidup ke dalam lubang hidungnya. Kehilangan arah ini ditandai dengan keinginan manusia terus melawan Allah dan ini mulai nampak ketika Kain yang membenci dan menaruh dendam kepada adiknya. bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. “Kemudian TUHAN Allah mengambil sedikit tanah. eksistensialis. bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi. saya sudah mengutip Kejadian 2:7. Lalu kata “makhluk yang hidup” (TB-LAI) diterjemahkan a living soul oleh King James Version (KJV) yang berarti jiwa/makhluk yang hidup. membentuknya menjadi seorang manusia. dan jangan sekali-kali bertanya kepada para psikolog. Ketika kita ingin mengerti apa arti hidup sejati belajarlah dan bertanyalah kepada Allah karena Ia yang menciptakan kita pasti mengetahui apa arti hidup itu. “Ketika dilihat TUHAN.” Kata “nafas hidup” berasal dari bahasa Ibrani. Habel karena persembahan Kain tidak diterima oleh Tuhan. “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Kalau Allah tidak menghembuskan nafas hidup-Nya ke dalam hidung manusia. apa kata Alkitab tentang hidup sejati ? Pada bagian awal Bab 1 ini.

maka Tuhan berjanji di dalam Kejadian 8:21-22. bukan semakin mengerti esensi Taurat. Tetapi. kalau kita hidup di zaman Nuh. bukan karena kehendak Nuh yang ingin mencari Tuhan. bagaimana faktanya. kecuali Nuh. Lalu. mereka menganggap diri hebat. Allah mewahyukan Taurat untuk memimpin dan mengatur perilaku mereka agar berkenan kepada-Nya. Tetapi kesalehan seperti Nuh itu sebentar saja terjadi di dalam sejarah. Alkitab mengatakan. dll. “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. bebas. itu semata-mata karena kedaulatan-Nya saja. “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia. Ketika Ia berinkarnasi dan turun menjadi manusia tanpa meninggalkan natur Ilahinya. di dalam setiap kejahatan yang manusia lakukan. Saya bertanya. Mereka memang menghafal semua yang tertulis di dalam Taurat. Nuh tidak menaati Tuhan. dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. Nuh mendapatkan makna hidup sejati. Mereka berpikir dengan hidup berbuat baik seperti yang Taurat perintahkan. Nuh yang kita kenal di dalam Alkitab adalah Nuh yang meresponi anugerah Allah dengan tepat dan taat mutlak kepada-Nya. yaitu ketika ia kembali taat kepada-Nya. Allah yang berdaulat adalah Ia yang berkehendak menyatakan anugerah-Nya kepada siapapun menurut kedaulatan-Nya. akibat ketaatannya itu dari membangun bahtera sampai keluar dari bahtera dan mendirikan mezbah bagi Tuhan. Kepada mereka. akibatnya Nuh itu mati bersama orang-orang sezamannya. mereka akan menemukan arti hidup dan keselamatan sejati. Ia mengutus Putra Tunggal-Nya. kemarau dan hujan. dan tidak benar-benar mengerti artinya. tetapi itu hanya menguasai bidang rasio saja. Lalu. dll. ahli di bidang Taurat. bukan menurut perbuatan baik manusia tersebut. mereka semakin mengerti Taurat. apakah mereka semua menuruti perintah Taurat ? TIDAK. Kristus datang untuk menebus dosa manusia dan mengembalikan makna hidup sejati. lalu berdalih dengan seribu macam alasan. tetapi ia mengerti hidup itu sesungguhnya karena ia kembali taat kepada Allah. Oleh karena itu. maka mereka baru sadar bahwa hidup itu hanya sementara dan hidup yang tidak kembali kepada Allah akan sia-sia adanya. Nuh yang mendapatkan kasih karunia Tuhan di antara manusia-manusia berdosa di zamannya berusaha mempertanggungjawabkan anugerah-Nya itu dengan hidup beres dan menaati Tuhan dan firman-Nya. Bahkan ada yang melarang orang berjalan beberapa kilometer di hari Sabat. Allah yang Berdaulat memilih bangsa Israel menjadi bangsa pilihan-Nya. Dua ayat setelah Kejadian 6:6.” Nuh bisa mendapatkan anugerah Tuhan. dan itulah hidup yang mereka cari. dingin dan panas. Tuhan Yesus Kristus untuk mengembalikan fungsi hidup sebagaimana pada waktu Ia menciptakan manusia. Selama bumi masih ada. Ketaatan kepada Allah itulah kunci utama kita menemukan hidup sejati. siang dan malam. Allah tidak tinggal diam. Itulah Reformed theology. Banyak orang dunia hari-hari ini berpikir bahwa menjadi Kristen itu susah. Tetapi benarkah demikian ? Setelah bencana air bah yang menyapu bersih orang-orang di zaman itu. tetapi Nuh meskipun dirinya dihina ketika membangun bahtera pada waktu kemarau. Itu adalah kesalahan besar. Taurat yang sebenarnya baik malahan dibuat tidak baik oleh para ahli Taurat yang menganggap diri ahli di bidang Taurat (itulah namanya ahli Taurat. Di situlah. Ia mengajarkan . mereka berpesta pora. takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai. karena apa saja tidak boleh. Tetapi puji Tuhan. apakah kita ingin menjadi seperti Nuh atau orang-orang sezamannya ? Kalau orang-orang dunia pasti memilih menjadi seperti orang-orang yang hidup di zaman Nuh yang mengejek Nuh ketika Nuh membangun bahtera. Itulah sebabnya. Tuhan tetap menyediakan sekelompok sisa (remnant) yang masih setia kepada Tuhan. pada waktu itu. lalu mereka berpikir bahwa kalau tidak menjadi Kristen itu lebih enak. tetapi lebih menekankan fenomena upacara sesuai Taurat.yang menarik. mabuk-mabukan. yaitu pada ayat 8. sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya. Dari Surga.” Bisa saja. ahli pula untuk memelintir hal-hal esensi di dalam Taurat). selanjutnya orang-orang setelah Nuh banyak bermunculan dan mereka banyak yang jahat dan memberontak terhadap Tuhan.

Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu. dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu.” (dikutip dari Ulangan 8:3) Hidup manusia bukan sekedar makan. misalnya bunuh diri. Di sini. Mari kita menelusuri satu per satu di dalam Injil. Mengapa demikian ? Karena . Hal ini sangat berbeda total dengan banyak paradigma hidup yang dianut oleh banyak orang yang mengaku diri “Kristen” apalagi “melayani Tuhan” lalu alergi mendengar kata “Tuhan” disebutkan di luar gereja. Aku akan berpegang pada ketetapanketetapan-Mu. Pertama. Kata “hanya” atau “saja” dalam ayat ini berarti kita masih membutuhkan roti atau makanan jasmani untuk menyambung hidup. karena Ia lah yang mengaturnya. pemimpin dan pengoreksi hidup kita ketika kita ingin berbuat dosa.” Lalu. janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Dengan kata lain. akan apa yang hendak kamu pakai. yang hidup menurut Taurat TUHAN. “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja. “Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela. sehingga kita tidak keluar dari jalan-Nya. janganlah tinggalkan aku sama sekali. Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur. hidup yang tidak kuatir. sebagaimana yang pemazmur katakan di dalam Mazmur 119:105. yang juga tidak melakukan kejahatan. di dalam pasal yang sama di ayat 1-10. apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu. Kalau di dalam Mazmur 119:9. tetapi kembali kepada dirinya sendiri sebagai pusat hidup.prinsip-prinsip penting tentang makna hidup. atau lebih tepatnya dari setiap firman Allah. Ketika manusia mencoba menemukan makna hidup di luar firman-Nya. tetapi firman Allah itulah yang esensi dan terpenting yang menjamin hidup kita menjadi bermakna. hidup itu berpusat kepada firman Allah. Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! Maka aku tidak akan mendapat malu. stress. Kedua. tetapi hidup manusia itu berasal dari Allah. Perhatikan kalimat terakhir di dalam ayat 25 bahwa hidup itu lebih penting daripada makanan. banyak orang muda yang belajar psikologi (tanpa belajar firman-Nya) berakhir tragis. Hal ini tercantum di dalam Matius 4:4. tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. manusia tidak pernah menemukannya. tetapi poin penting atau esensinya bukan terletak pada roti atau sesuatu yang jasmaniah. firman Allah itu menjadi Sumber Hidup kita yang paling hakiki. mengapa ? Karena mereka diajar bukan kembali kepada Allah. minum. Tuhan Yesus mengajarkan. maka tidak heran. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau. Tuhan Yesus tidak mengatakan bahwa manusia itu hidup tidak memerlukan roti sama sekali. tetapi seringkali di dalam hidup. “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. tetapi Ia mengatakan bahwa manusia tidak hanya memerlukan roti saja untuk hidup. pemazmur mengatakan bahwa orang muda dapat mempertahankan kelakuan yang bersih ketika firman-Nya menjaga hidup mereka. maka manusia tidak perlu menguatirkan hidupnya. Firman Allah menjadi penuntun. pakaian. dll. akan apa yang hendak kamu makan atau minum. yang mencari Dia dengan segenap hati. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya. apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. dll. minuman. yaitu ketika psikologi mengajar mereka tentang makna “hidup”. tetapi dunia kita mengajarnya secara bertolak belakang.” Firman-Nya itu sangat berarti bagi hidup pemazmur. karena hidup sejati pasti berpusat kepada Allah dan firman-Nya sebagai Sumber Hidup. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” Hidup manusia sudah ada di tangan-Nya. “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu. manusia seringkali kuatir akan makanan. tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Firman Allah menjadi batas dan penghakim bagi kita. Di dalam Matius 6:25. Ketika Allah menjadi pusat hidup manusia. supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. bersenang-senang.

bahwa kamu memerlukan semuanya itu.kalau kita kekurangan makanan. karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. tetapi biarkanlah kesusahan itu cukup untuk sehari jangan ditambahi dengan kekuatiran yang tidak perlu. setelah bertobat. karena semuanya diberikan Tuhan. Tetapi tidak berarti dengan menggunakan kalimat ini. dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.” Anak-anak Tuhan tidak perlu kuatir. kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Di sini. dll. Lalu. Tuhan Yesus menggabungkan konsep “bertobat” dengan menjadi seperti anak kecil. Ia mengajarkan. meskipun demikian Tuhan tetap menuntut kita untuk terus bekerja (lihat ayat 34 yang sering dilupakan. Jangan sembarangan menafsirkan Alkitab. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini. pembesar negara. diberkati. hidup lancar. tetapi kalau kita kekurangan makna hidup. Ketiga. “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. kita bisa mencarinya kembali. maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku. tidak berarti kita tidak memiliki kesusahan apapun. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu. baru setelah itu Ia akan menambahkan berkat-Nya. para murid sedang berebut kekuasaan ingin menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga.”) Kalau kita tidak perlu kuatir. Orang yang hidupnya terus kuatir sebenarnya meragukan kedaulatan dan pemeliharaan Allah di dalam hidupnya. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Tuhan sangat mengerti benar apa yang diperlukan manusia. artinya tidak lagi mementingkan hal-hal duniawi yang merupakan citra manusia lama dan segera memperbaharui hidup dengan mementingkan apa yang Tuhan inginkan. Itulah sebabnya mengapa Tuhan Yesus berkata bahwa kita tidak perlu kuatir. karena kalau mereka kuatir. ia menyambut Aku. Ayat 33. sehingga Kristus harus menegur mereka dan mengatakan bahwa seorang yang masuk Surga adalah seorang yang bertobat. sehingga Kristus memerintahkan kita untuk pertama-tama mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya. kata “akan ditambahkan kepadamu” itu adalah bonus atau akibat setelah kita mempercayakan diri kepada-Nya dengan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya (mengutamakan-Nya sebagai Tuhan dan Raja dalam hidup kita). Matius 18:1-6 mengajarkan prinsip ini. Itu bidat/sesat. . Anak kecil meskipun seringkali dihina oleh masyarakat sebagai manusia yang kurang pengalaman. lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Kita tidak perlu kuatir di dalam hidup karena kita percaya bahwa Tuhan itu memelihara hidup anak-anak-Nya dengan berkecukupan. lalu kita berkata bahwa kita tidak perlu bekerja. bisakah kita mencarinya di dalam dunia ini tanpa kembali kepada Allah ?! TIDAK. Apa artinya ? Pada waktu itu. presiden. tetapi Kristus berkata bahwa kesusahan itu masih tetap ada. Kedua. berpendidikan. Jangan menggunakan ayat ini lalu mengajarkan bahwa percaya kepada Tuhan Yesus pasti kaya. mereka sama halnya dengan bangsa-bangsa (manusia) yang tidak mengenal Allah. tetapi sombong dan tidak rendah hati lagi. mereka harus menjadi seperti anak kecil yang memiliki kerendahan hati. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya. tetapi dipakai oleh Kristus untuk menghina mereka yang katanya sudah berpengalaman. Itu anggapan yang konyol." "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku. apa solusi yang Tuhan Yesus berikan agar manusia tidak perlu lagi menguatirkan hidupnya ? Di dalam ayat 31-33. sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini. Yang masuk ke dalam Kerajaan Surga bukan konglomerat. dll. “Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu. hidup manusia sejati adalah hidup seperti anak kecil (rendah hati). “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok.

Ini namanya penafsiran Alkitab terlalu harafiah. tetapi mereka yang hidup seperti anak kecil (childlike) yang memiliki kerendahan hati (bedakan dengan childish.pendeta. Hidup sejati adalah hidup yang rela menyangkal diri sendiri dan hidup 100% bagi Kristus. Tolong baik-baik mengerti ayat ini.” Hidup sejati adalah hidup yang kudus. karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. Tuhan kita Yesus Kristus mengajarkan hal yang paradoks yang bertentangan dengan pola pikir kita. Saya sempat membaca ada seorang pria Katolik di Filipina setelah membaca ayat ini lalu memotong kaki dan tangannya. Allah pula lah yang mengaktifkan kehendak manusia untuk berbuat baik bagi kemuliaan-Nya. anugerah Allah yang mendahului semua respon manusia. mungkin ia nanti pasti menjadi penghuni neraka. “Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau. maka kita masuk Surga.” Inilah pengharapan anak-anak Tuhan di mana mereka akan menerima mahkota kemuliaan setelah mereka menderita aniaya. hidup manusia sejati adalah hidup kudus. “Sebab aku yakin. bukan oleh kehendaknya sendiri. Ketika kita belajar hidup menjadi seperti anak kecil. akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Hidup seperti anak kecil (childlike) adalah hidup yang mulia. maka di saat itulah kita nantinya akan mendapatkan kemuliaan kekal dan hidup sejati (kata “hidup sejati” ditambahkan di dalam Alkitab BIS. karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. yang telah menaklukkannya. yaitu sifat kekanak-kanakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesiasiaan. maka kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga. kalau ia tidak bertobat. cungkillah dan buanglah itu. dll. Di dalam Matius 19:29. itu semua karena Roh Kudus yang menggerakkan kita untuk berbuat baik dan rendah hati. percuma saja “masuk ke dalam hidup” (TB-LAI) atau “hidup dengan Allah” (BIS) dengan kedua tangan/kaki yang utuh tetapi salah satu berbuat dosa. tetapi dalam pengharapan. Itu salah. Tidak berarti karena kita telah berbuat baik. baru setelah anugerah ini dinyatakan. hidup yang rela membayar harga demi Kristus. Ini tidak berarti kita harus menjadi pendeta lalu meninggalkan profesi kita. Roma 8:18-21 sungguh menguatkan kita ketika kita di dalam bahaya penderitaan karena nama Kristus. lebih baik hidup dengan Allah dengan sebelah tangan/kaki. Itulah paradoks. Kita bisa rendah hati. mungkin hidup itu terasa sulit. pasti kita tidak bisa hidup. karena mereka pasti berpikir bahwa kalau kita kehilangan sesuatu. sifat ini tidak disukai oleh Tuhan). bapa atau ibunya. Kekudusan hidup diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Matius 18:8-9 yang berkaitan dengan penyesatan. Tetapi tidak demikian. “Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Dan jika matamu menyesatkan engkau. bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Kristus mengatakan bahwa justru ketika berani membayar harga demi nama Kristus. karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua. kembali. saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan.” Orang-orang dunia pasti kesulitan membaca ayat ini. Ayat ini jangan ditafsirkan dengan sembarangan. anak-anak atau ladangnya. tetapi oleh kehendak Dia. Keempat. penggallah dan buanglah itu. berhati-hatilah. Tuhan Yesus mengajarkan. Kelima. Orangorang yang suka menyombongkan diri sebagai “penghuni surga” lalu “bersaksi” bahwa dirinya berkali-kali naik turun “surga”. Tidak ! Hidup yang 100% bagi Kristus adalah hidup yang men-Tuhan-kan Kristus di dalam hidupnya. . Jadi. Bagi Tuhan Yesus.

maka kita juga rela menyerahkan apapun yang ada pada diri kita untuk dikuasai oleh-Nya. Keenam. Sebaliknya. dll. kedua ayat ini. supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa.” Apakah dengan ayat ini. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini. tetapi malahan kita semakin kehilangan nyawa atau makna hidup sejati kita. Puji Tuhan. hidup sejati adalah hidup yang berpengharapan dan menuju kepada kekekalan. dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku. Mengapa demikian ? Karena hidup sejati adalah hidup yang terlebih dahulu beriman di dalam-Nya dengan menyerahkan seluruh keberadaan hidup kita kepada-Nya dan menjadikan-Nya sebagai Tuhan dan Raja di dalam hidup kita.”. melainkan beroleh hidup yang kekal. 14:6).”) Sungguh menarik. Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini. di situ kita berani menyerahkan apapun kepada yang kita percayai. ketika kita membenci (tidak mencintai) nyawa kita (atau dapat diterjemahkan menyangkal diri kita—bandingkan Matius 16:24). “Barangsiapa mencintai nyawanya. maka yang didapat bukan kehilangan nyawa tetapi kita akan menerima dan menemukan makna hidup sejati dan kekal. Tuhan Yesus bersabda.” Di dalam Yohanes 12:25. Kata “mencintai nyawanya” itu dari bahasa aslinya dapat diartikan mengasihani diri atau menganggap diri berguna. maka justru yang terjadi bukan kita semakin hidup. karena kita percaya bahwa Allah itu adalah Allah yang Mutlak dan pasti dapat dipercayai. sok religius.” (Alkitab BIS mengartikannya. Tetapi orang yang membenci hidupnya di dunia ini. tidak akan mati selama-lamanya. apakah kita tidak boleh mencintai diri kita ? TIDAK. “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” (TB-LAI) atau “Orang yang percaya kepada Allah sehingga hubungannya dengan Allah menjadi baik kembali. ia akan hidup walaupun ia sudah mati. Ketika kita percaya kepada sesuatu. Sebagaimana Roma 1:17b mengatakan. Demikian juga kita percaya di dalam-Nya. “supaya semua orang yang percaya kepada-Nya mendapat hidup sejati dan kekal. orang itu akan hidup!” (BIS) Orang dunia seringkali membalik konsep ini dan mengatakan bahwa orang hidup itu harus beriman. tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini. Alkitab BIS mengartikan dengan lebih jelas. “Orang benar akan hidup oleh iman. “Orang yang mencintai hidupnya akan kehilangan hidupnya.kita akan diejek sok suci. Tetapi ayat ini juga bisa mengajarkan tentang makna hidup yang sejati hanya ada ketika kita beriman di dalam Kristus yang berinkarnasi menebus dan menyelamatkan manusia yang berdosa.” dan Yohanes 12:25. sehingga ketika kita berlaku demikian. kita . supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa. hidup sejati adalah hidup yang beriman. sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal. sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal. Terakhir. barangsiapa percaya kepada-Ku. ia akan kehilangan nyawanya. tetapi kita harus setia untuk tetap men-Tuhan-kan Kristus. kita harus bersama-sama membunuh tubuh jasmani kita supaya kita bisa hidup kekal ? Lalu. “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. akan memeliharanya untuk hidup sejati dan kekal. Ini namanya paradoks. karena di dalam Dialah ada hidup sejati (Yohanes 1:4 . dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. dll. “Akulah kebangkitan dan hidup. Yohanes 11:25. ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Seringkali kita mengaitkan kedua ayat ini hanya untuk mengungkapkan kasih Allah yang begitu besar kepada kita. Di dalam iman itulah kita bisa menemukan hidup. Di dalam Yohanes 3:15-16. hebat. Dunia kita tidak akan mengerti konsep ini sampai suatu saat Roh Kudus mencerahkan pikirannya. tetapi Alkitab dengan konsepnya yang pasti dapat dipercaya mengatakan bahwa justru ketika beriman di dalam Kristus. manusia pilihan-Nya bisa hidup.26. Hal ini diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Yohanes 10:27-28. Itu tidak salah. melainkan mendapat hidup sejati dan kekal.

Bahkan. Kemudian. misalnya penafsiran (hermeneutika) pun dipakai untuk melampiaskan kesewenang-wenangan manusia abad postmodern ini. Bab 2 ini harus ada. kalau spiritualitas sejati berkait dengan kerohanian yang dari Allah sejati. Amin. salah satu bidang. Sutjipto Subeno. Beranikah kita seperti Paulus menganggap sampah semua kemegahan dan kehebatan dunia yang berdosa ini lalu kembali hidup yang berfokus kepada pengharapan akan kekekalan ? Renungkanlah. Pada Bab 2 ini.” Di satu sisi. Ini ternyata tidak hanya terjadi di dunia saja. karena manusia ingin menginterpretasikan segala sesuatu menurut keinginan berdosanya. melainkan lebih mementingkan hal-hal yang praktis. perkataan ini memang menegur kita yang terlalu rasional dalam bertheologia. tetapi herannya hal ini tidak begitu dirasa oleh banyak orang yang mengaku diri “Kristen”. kedudukan yang dihormati. sedangkan spiritisme adalah “kerohanian” yang berasal dari setan). yang penting prakteknya. Mungkin sekali seolah-olah bab 2 ini tidak ada sangkut pautnya dengan Bab 1. Setelah kita merenungkan ketujuh poin makna hidup menurut ajaran Tuhan Yesus. tetapi menurut saya. bergantung kepada pimpinan Roh Kudus dan murni untuk memuliakan-Nya selama-lamanya. yaitu MALAS BELAJAR THEOLOGIA/TEORI. kita akan melihat kondisi penafsiran Alkitab yang sekarang beredar di . Inilah kecenderungan banyak orang Kristen yang mengaku diri memiliki “spiritualitas”. tetapi sebenarnya spiritisme (kedua hal ini dibedakan oleh Pdt. Lalu. sehingga apapun yang manusia lakukan itu cenderung tidak diikat oleh apapun. “Percuma teori saja. Tidak heran. di dalam hidup ini. Inilah indahnya menjadi orang Kristen dapat mengerti paradoks. misalnya kekayaan duniawi. mengapa ? Karena mereka sebenarnya tidak begitu peduli dengan hal-hal teori. Hidup sejati adalah hidup yang terus menuju kepada pengharapan akan kekekalan. itu semua sampah. lalu muncul berbagai penafsiran yang tidak sesuai dengan hakekat penafsiran yang sejati. dll.adalah salah satu dari antara mereka yang boleh mendapatkan anugerah Tuhan. sudahkah kita berani menentukan fokus hidup sejati yaitu kepada dan di dalam Kristus itu sendiri ? Biarlah kita mulai mengambil keputusan untuk segera men-Tuhan-kan Kristus di dalam hidup kita dan menentukan tujuan hidup kita berpijak dari firman Allah. Tidak heran. atau bebas sebebas-bebasnya. banyak orang yang mengaku diri “Kristen” berkata. tetapi di sisi lain. presuposisi apa yang harus ada sebelum menafsirkan Alkitab. mengingat buku The Purpose Driven Life adalah seperti sebuah renungan 40 hari yang tentu mengutip banyak ayat Alkitab. tetapi juga masuk dan merambah ke dalam dunia keKristenan. Soli Deo Gloria. perkataan ini memiliki satu motivasi yang terselubung. saya akan memberikan sedikit teori mengenai bagaimana menafsirkan Alkitab dengan bertanggungjawab. Prinsip hermeneutika menjadi masalah yang cukup pelik. Akibatnya. kita tidak perlu dipusingkan dengan hal-hal yang tidak penting. sama seperti yang diungkapkan Paulus bahwa pengenalannya akan Kristus membuat dia rela menganggap sampah pada semua yang ia anggap kebanggaan pada masa dulunya. Bab 2 Bagaimana Menafsirkan Alkitab Dengan Bertanggungjawab ? D unia postmodern adalah dunia yang sarat dengan semangat relativisme yang “memutlakkan” kerelatifan. di abad postmodern yang sarat dengan relativisme ini. tetapi sayangnya banyak ayat Alkitab yang dikutip di luar konteks yang ada (tidak memenuhi hakikat penafsiran Alkitab yang beres). Pertama-tama. kita akan melihat alasan perlunya penafsiran Alkitab.

kita sering mengalami miscommunication. Di dalam percakapan sekalipun. Alkitab adalah Firman Allah yang diwahyukan langsung dari Allah melalui sarana para nabi dan rasul-Nya. Kalau di dalam kehidupan sehari-hari. “Saya lapar. kedua. Mengapa harus naskah aslinya tidak bersalah ? Karena naskah asli itu yang asli langsung diwahyukan Allah melalui para nabi dan rasul-Nya. bacaan. di dalam bagian ini adalah mengapa Alkitab perlu ditafsirkan ? Kalau kita mau bersikap jujur terhadap diri sendiri.kalangan keKristenan. Di dalam pelajaran tersebut. mengapa ? Itu adalah kedaulatan Allah yang mengizinkan segala sesuatu terjadi. baik dalam bentuk perkataan. saya belajar tentang Speech Act yang dibagi menjadi tiga hal. Lalu. Maksud Ani inilah yang disebut Illocutionary Force. lalu tempat Tuhan Yesus dilahirkan di Betleham dikeramatkan dan dibangun gereja. Ani berkata kepada Budi. Kemudian. juga ada istilah Illocutionary Force yang berarti maksud orang yang berbicara agar orang lain dapat mengerti dan meresponi apa yang dikatakan oleh si pembicara dengan tepat. Locutionary Act. karena naskah asli kita sudah tidak ada dan yang ada pada kita sekarang hanyalah naskah-naskah terjemahan Alkitab. apakah tafsiran kita terhadap Alkitab itu bisa salah ? Tentu bisa. padahal itu tidak sesuai dengan Alkitab.” Ini dikategorikan sebagai Illocutionary Act yang berarti bahwa perkataan Ani tidak sedang memberikan informasi kepada Budi bahwa Ani lapar. tetapi ada maksud Ani dalam mengatakan hal tersebut. maka kita perlu mengerti satu . Bahasa Indonesia Sehari-hari) Kembali.” (Keluaran 20:3 . dll). Tetapi kalau mau ditafsirkan. karena manusia cenderung mengeramatkan hal-hal yang dianggap “suci” (misalnya. sebuah analisa wacana.1 Mengapa Perlu Ada Penafsiran Alkitab ? Pertanyaan paling utama. baik itu buku. apakah berarti terjemahan-terjemahan yang kita pakai sekarang mengandung kesalahan dan tidak dapat dipercaya seperti naskah aslinya ? Kita percaya bahwa naskah asli Alkitab sudah tidak ada. Kekurangmengertian kita itu pasti akibat dari tafsiran kita akan perkataan orang lain. dll. maka setiap hari kita mau tidak mau menafsirkan sesuatu. di mana Budi bisa saja salah menafsirkan perkataan Ani lalu hanya mengangguk-angguk saja tanpa meresponi perkataan Ani dengan tepat. saya mempelajari pelajaran Discourse Analysis. kita menafsirkan sesuatu dan bisa terjadi miscommunication. pertama. kita perlu memahami kaidah-kaidah tafsiran Alkitab. mungkin ada kedaulatan Allah sengaja membiarkannya dengan maksud agar orang Kristen tidak memberhalakan naskah asli tersebut. Demikian pula. “Jangan menyembah ilah-ilah lain. Memberhalakan sesuatu atau menganggap sesuatu yang “suci” sekalipun sebagai “ilah” itu melanggar Titah Pertama di dalam Dasa Titah (10 Perintah Allah) yang mengatakan. Misalnya. Ani) agar pendengar (dalam hal ini. seperti yang saya kemukakan di dalam pelajaran Discourse Analysis tadi khususnya contoh Ani dan Budi di atas. Sembahlah Aku saja. 2. dan terakhir kita akan mencoba mempelajari bagaimana kaidah-kaidah penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab. Budi) dapat mengerti yang diucapkan oleh yang berbicara. Di dalam jurusan Sastra Inggris. perkataan seseorang. kain kafan Tuhan Yesus dikeramatkan. yaitu bertanya langsung kepada yang berbicara (dalam hal ini. Lalu. yaitu supaya Budi membelikan dia makanan atau menyiapkan makanan bagi Ani. naskah asli Alkitab sudah tidak ada. supaya tidak terjadi misinterpretation terhadap Alkitab. Lalu. dll. maka Alkitab pun mau tidak mau tidak lepas dari penafsiran ketika kita membacanya. Illocutionary Act dan ketiga Perlocutionary Act. KeKristenan khususnya theologia Reformed mempercayai ketidakbersalahan Alkitab baik dari segi sejarah maupun pesan (inerrancy and infallibility of the Bible) di dalam naskah asli/autographanya. bagaimana supaya tidak terjadi miscommunication ? Hanya satu. diakibatkan kekurangmengertian kita di dalam menanggapi perkataan orang lain.

Ibrani 1:9 . apakah itu berarti bahwa anggur diperintahkan Paulus untuk diminum terus-menerus oleh Timotius dan kita juga? TIDAK ! Pada waktu itu. Kata “minyak” di sini dalam bahasa Yunaninya elaion berarti olive oil atau minyak zaitun dan minyak ini adalah sebagai obat. Philia. Kemudian.”. Paulus berkata. maka pasti ada suatu gap bahasa. Itu adalah budaya setempat. mengapa ? Prof. Hoekema. “Janganlah lagi minum air saja. Misalnya. Ketika di dalam Roma 16:16. Roma 3:25.26 . Banyak orang Kristen mengira bahwa studi Alkitab sampai ke bahasa asli atau menggunakan terjemahan bahasa lain (misalnya. adanya gap bahasa. 2 Petrus 1:1 dan Wahyu 19:11) dan 1 ayat diterjemahkan sebagai kebaikan/yang baik (Titus 3:5). orang-orang Yahudi yang berusaha untuk menghindari nama Allah. Kata “kebenaran” di dalam bahasa Indonesia bisa memiliki begitu banyak arti di dalam bahasa Yunani. p 57). Mandarin. Jadi. kita akan kehilangan begitu banyak berkat Firman Tuhan yang dilimpahkan-Nya kepada kita. Anggapan ini adalah anggapan yang sama sekali tidak bertanggungjawab. berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah. Markus 12:14 . Pertama.prinsip yaitu ketika Alkitab diterjemahkan dari bahasa Ibrani (PL) dan Yunani (PB) ke dalam bahasa-bahasa lokal. ketika Paulus berkata kepada Timotius di dalam 1 Timotius 5:23. dll. Th.”. Lalu. Kalau kita tidak mengerti perbedaan kedua kata ini. sedangkan kata “Kerajaan Surga” dipakai sebanyak 34x di dalam Injil Matius (menurut Alkitab terjemahan baru Lembaga Alkitab Indonesia/LAI). di antaranya : 4 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai jujur (Matius 22:16 . 3 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai sungguh/sesungguhnya (Lukas 22:59 . “Alasannya. di dalam bahasa Yunani. hanya 8 ayat Alkitab di dalam PB yang tidak diterjemahkan sebagai kebenaran. Kalau kita tidak menyelidiki Alkitab sampai ke bahasa aslinya. 1 Timotius 6:11 . Roma 2:2 . demikian pula kata “kasih” yang dalam bahasa Yunani memiliki 4 kata yang berbeda. supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. yaitu children of “God” menafsirkan ayat ini lalu diterapkan ke dalam anggota jemaat gereja. Kedua. adanya gap budaya. melainkan tambahkanlah anggur sedikit. …” (Hoekema. sedangkan di dalam bahasa Indonesia. 2004. maka beberapa kelompok sekte sesat di dalam “keKristenan”. kita tidak akan mengerti keseluruhan berita utama di dalam Injil Matius yang menekankan Kristus adalah Raja dan IA merekrut . Inggris. yang penting minyak menurut Alkitab. Storge dan Eros. itu salah. Begitu pula halnya dengan kata “minyak” di dalam Yakobus 5:14. tetapi kata kiss di sini dari bahasa Yunani philema yang akar katanya dari phileō yang merupakan ̄ kasih persaudaraan. telah memakai kata sorga sebagai ganti nama Allah . baiklah ia memanggil para penatua jemaat. jangan dipaksakan ke dalam budaya lain. anggur dianggap sebagai obat. “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit. Sedangkan kata aletheia terdapat di dalam 97 ayat Alkitab Perjanjian Baru. bukan berdasarkan kasih birahi atau eros. yaitu Agape. kebudayaan. 9 ayat diterjemahkan sebagai keadilan (Kisah Para Rasul 17:31 . 2 Timotius 2:22 . kata dikaiosunē (dalam Perjanjian Baru) mayoritas diterjemahan kebenaran. “Bersalamsalamlah kamu dengan cium kudus. Efesus 5:9 . di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman mengungkapkan. Anthony A.D. 10:34) dan 1 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai tulus (Markus 5:33). termasuk Indonesia. Kisah 4:27 . kata “Kerajaan Allah” di dalam Injil Matius hanya digunakan sebanyak 6x. lalu mengoleskan sembarangan minyak. Filipi 1:18). kata “kebenaran” diartikan aletheia (=Truth) dan dikaiosunē (=Righteousness). cium kudus ini berarti cium sebagai tanda persaudaraan. dll) adalah terlalu akademis.” yang jangan sembarangan ditafsirkan bahwa itu adalah minyak urapan seperti yang digembar-gemborkan oleh Pariadji/Tiberias. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus. Mengapa Paulus memerintahkan jemaat Roma untuk saling berciuman kudus ? Apakah ini budaya free-sex ala Alkitab ? TIDAK ! Kata holy kiss diterjemahkan secara harafiah sebagai cium kudus.

seperti yang banyak diberitakan di dalam banyak gereja kontemporer yang pop di mana banyak “injil” palsu yang diberitakan. Mereka harus menundukkan diri. Doktrin Kristus. Misalnya. Oleh karena itu. sebelum dia menyatakan bahwa X adalah seorang pencuri.” Seorang teman “Kristen” saya menafsirkan ayat ini dan tanpa pikir panjang langsung berkomentar bahwa Paulus itu melakukan diskriminasi. maka kita akan kehilangan makna aslinya yang akhirnya itu juga tidak membawa berkat bagi kita sebagai pembaca di masa sekarang. Oleh karena itu. Kembali. dll dan tentu dipengaruhi juga oleh berbagai hal dalam diri manusia sebagai si penafsir Alkitab. Semua kitab di dalam Alkitab ketika ditulis pasti memiliki latar belakang tertentu. adanya gap latar belakang. tentu dengan resiko mati. Oleh karena itu. Doktrin Alkitab. Inilah akibat tidak mempelajari gap budaya di dalam Alkitab. “Sebab. Misalnya. Dipengaruhi oleh presuposisi dan iman Presuposisi atau praanggapan adalah suatu pola pikir manusia sebelum dia memiliki anggapan tertentu.kita sebagai umat pilihan-Nya untuk menjadi anggota warga Kerajaan Surga yang melayaniNya. karena banyak perempuan bekerja sebagai pelacur. kalau ayat ini dilepaskan dari konteksnya. misalnya. akan diselamatkan. lalu Injil yang diberitakan adalah “injil” murahan. “Sama seperti dalam semua Jemaat orangorang kudus. mungkin sekali dia sudah memiliki presuposisi yang mengakibatkan dia berhati-hati dalam . jika melanggar. ketika Paulus di dalam Roma 10:13. Paulus melarang perempuan berbicara. tetapi hermeneutika ini pasti berkaitan dengan semua theologia sistematika lainnya. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Ketiga. Oleh karena itu. misalnya Doktrin Allah. Paulus menyerukan kepada jemaat di Roma bahwa barangsiapa yang berseru kepada Tuhan. lalu mereka mengabaikan konteks dan latar belakang yang ada. Nah. dll. seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat. perempuan diidentikkan dengan pelacur. akan dihukum mati. Perempuan tidak boleh berbicara di dalam surat Korintus ini dikarenakan di dalam kota Korintus. akan berakibat fatal. latar belakang setiap kitab. marilah kita menyelidiki prinsip-prinsip dasar apa saja yang perlu diperhatikan di dalam menafsirkan Alkitab. Kitab Roma ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma yang sedang mengalami penganiayaan oleh Romawi yang pada waktu itu melarang orang Kristen menyembah Allah selain Kaisar Romawi. perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. 2. di dalam 1 Korintus 14:34. nanti orang tersebut akan diselamatkan.2 Prinsip-prinsip Dasar (Umum) Dalam Penafsiran Alkitab Penafsiran Alkitab atau lebih dikenal dengan hermeneutika Alkitab bukanlah salah satu bidang di dalam theologia sistematika yang diajarkan di sekolah theologia yang berdiri sendiri. Alkitab perlu ditafsirkan karena adanya gap latar belakang antara penulis kitab di dalam Alkitab dengan kita sebagai pembaca di masa sekarang. yang miskin setelah percaya kepada “Kristus” pasti kaya. Contoh lain. Ini akibat dari mengabaikan latar belakang di dalam kitab Roma. Seringkali banyak orang Kristen menganggap kitabkitab di dalam Alkitab ditulis untuk kita di masa sekarang.” Banyak hamba Tuhan Injili memakai ayat ini ketika memberitakan Injil dan menyuruh orang yang diinjili untuk berseru kepada nama Tuhan saja. barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan. Ini kesalahan di dalam penafsiran Alkitab. Kalau kita tidak memahami dengan jelas. 1. Kecenderungan banyak hamba Tuhan yang dipengaruhi oleh Arminianisme/mayoritas theologia Injili adalah mengabaikan latar belakang yang ada dan langsung menyampaikan relevansi Alkitab terhadap kehidupan masa sekarang. akan diselamatkan.

Misalnya.memperhatikan si X. Pandangan ini akan mengakibatkan si penafsir Alkitab menganggap Alkitab itu hanya salah satu firman Allah dan yang penting baginya adalah pengalaman pribadi mendengar suara Allah. Meskipun pernyataan ini tidak berani diungkapkan oleh mereka. tetapi dari bukti-bukti ilmiah dan rasio manusia. Tidaklah heran. doktrin Alkitab. iman itu sendiri kadang kala disalahmengerti sebagai tindakan manusia. dan lautnya kering. Tetapi masalahnya. sehingga dari konsep iman yang salah pasti mengakibatkan konsep penafsiran Alkitab yang salah (metode eisegese yang berarti mencocok-cocokkan ide manusia dengan dukungan ayat Alkitab). lalu mempercayai bahwa Alkitab itu sepenuhnya karya manusia dan tidak diinspirasikan Allah (pandangan “theologia” liberal). lalu mulai membuktikan keberadaan Allah bukan dari Alkitab. Kembali. jika di dalam diri si penafsir Alkitab. tetapi secara implisit mereka mengakui dengan bulat di samping mengakui ketidakbersalahan Alkitab secara akademis dan perkataan. Lalu. hal-hal supranatural yang diberitakan oleh Alkitab. Seorang apologet Reformed ternama. seorang yang mempercayai ketidakbersalahan Alkitab dalam naskah asli/autographanya (ini prinsip yang benar. Mari kita selidiki dengan teliti kaitan antara doktrin Kristen di dalam theologia sistematika dengan konsep penafsiran Alkitab. Misalnya. Pertama. Sebaliknya. di dalam menafsirkan Alkitab. unsur iman termasuk di dalamnya. ketika si penafsir Alkitab memiliki kepercayaan bahwa Alkitab itu bukan firman Allah. tetapi sayangnya mereka tidak benar-benar mempercayainya. theologia Reformed). dll adalah karangan manusia belaka. maka si penafsir Alkitab akan memandang Alkitab sebagai satukesatuan yang menyeluruh. Cornelius Van Til di dalam bukunya The Defense of the Faith mengatakan bahwa banyak theolog Injili mempercayai Alkitab itu firman Allah. Lain pula halnya. sehingga marilah masingmasing orang dengan pengalaman pribadinya menafsirkan Alkitab. lalu menganggap bahwa Alkitab itu tidak perlu ditafsirkan dengan metode yang sulit-sulit. meskipun mengutip ribuan ayat Alkitab. mengapa iman menjadi kriteria pertama dalam mempengaruhi penafsiran Alkitab ? Karena iman itu adalah anugerah Allah kepada umat pilihan-Nya. maka sudah tentu si penafsir Alkitab ini akan menganggap semua data di Alkitab khususnya berkaitan dengan kelahiran Anak Dara Maria. tidak heran ketika Mazmur 1:3 bisa ditafsirkan seenaknya lalu mengajarkan bahwa orang yang percaya . Begitu pula. maka para penafsir Alkitab yang liberal akan mengartikannya dengan menggunakan rumus-rumus fisika yang pada akhirnya menolak terjadinya hal supranatural tersebut. Di dalam istilah atau konsep presuposisi ini. pengaruh presuposisi ini tidak bisa dilepaskan. timbul suatu keraguan akan ketidakbersalahan Alkitab. sehingga bagian Alkitab yang tidak seberapa jelas di dalam kitab tertentu akan dijelaskan di dalam bagian kitab lainnya sehingga membentuk totalitas Alkitab yang dapat dipercaya keotentikannya. maka seluruh penafsiran Alkitab yang dihasilkannya pun tidak beres. kutipan ribuan ayat Alkitab tidak menjamin seorang pengkhotbah atau hamba Tuhan benar-benar mengerti presuposisi dasar Alkitab sesungguhnya. yang penting adalah pengalaman pribadi dalam mendengar suara Allah. Konsep iman yang dari titik awal sudah tidak beres. karena Alkitab itu bukan buku akademis. Dr. Iman sejati pasti menentukan penafsiran Alkitab yang beres. ketika di dalam Alkitab diceritakan bahwa Musa membelah Laut Teberau. Jadi. presuposisi seseorang menentukan tindakan selanjutnya dari orang tersebut. karena presuposisi ini nantinya pasti mengakibatkan si penafsir Alkitab dapat menafsir Alkitab dengan baik atau malahan buruk dan menyesatkan. mungkin sekali si pengkhotbah ini kurang persiapan di dalam berkhotbah lalu mengutip banyak ayat Alkitab di luar konteks aslinya. Perhatikan. Penafsiran Alkitab tentu tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan akan doktrin Alkitab si penafsir Alkitab. tetapi berisi firman Allah (pandangan theologia Neo-Orthodoks dari Karl Barth dan Emil Brunner) yang mengajarkan bahwa Alkitab hanya salah satu kunci manusia memahami firman Allah. banyak gereja kontemporer yang pop saat ini dipengaruhi oleh theologia Neo-Orthodoks yang muncul setelah Perang Dunia I.

maka sesungguhnya perkataan ini dimengerti dalam cara pandang manusia. dan hal itu memilukan hati-Nya. Sedangkan para penganut theologia Arminian yang sama sekali menolak kedaulatan Allah dan lebih menekankan kehendak bebas manusia. maka konsep ini akan sinkron dengan keseluruhan bagian Alkitab lainnya (misalnya. dll). kecuali selama-lamanya dan tidak berubah. bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi. Allah yang tidak bergantung pada apa dan siapapun. lalu menafsirkan bahwa Allah itu dapat mengubah rencana-Nya ketika manusia gagal mematuhiNya. Sebaliknya. tetapi jika kita terus meneliti satu per satu. Kedua. 1) Meskipun Rick Warren di dalam bukunya The Purpose Driven Life mengungkapkan hal yang sama dengan konsep Reformed ini. “maka menyesallah TUHAN. Theologia Reformed yang dipengaruhi oleh John Calvin menekankan akan kedaulatan Allah (the Sovereignty of God). apakah Ia dapat mengubah rencana-Nya yang telah Ia tetapkan sebelum dunia dijadikan ? Kalau Allah yang kekal dapat mengubah rencana-Nya. kegagalan sangat fatal dari para penganut theologia Arminian (kebanyakan Injili) dalam bertheologia secara mendasar dengan tidak membedakan secara kualitas antara Allah sebagai Pencipta yang tidak terbatas (kekal) dan manusia sebagai ciptaan yang terbatas. Masalah yang selanjutnya terjadi. Ini adalah akibat dari kepercayaan Neo-Orthodoks yang dimodernkan oleh banyak gereja kontemporer yang pop yang tidak memperhatikan kaidah penafsiran Alkitab. maka ketika ayat ini berkata. doktrin Allah. Ini ditegaskan di dalam jawaban pertanyaan nomer satu dalam Katekismus Singkat Westminster (salah satu pengakuan iman Reformed) yang berkata. “takhta-Mu tegak sejak dahulu kala. Kalau Allah itu adalah Allah yang kekal. Para penganut theologia Reformed yang menekankan kedaulatan Allah akan melihat seluruh bagian Alkitab sebagai bagian yang Kristo-sentris (berpusat kepada Kristus). Di sini.”. Allah yang berada di dalam diri-Nya sendiri. Allah yang tidak berubah. p. “Tujuan utama manusia adalah memuliakan Allah dan menikmati-Nya selama-lamanya. Misalnya. konsep theologia Arminian yang human-centered sudah kelihatan dari cara penafsiran Alkitabnya yang mencari-cari ayat-ayat Alkitab sekehendak hatinya cenderung kurang memperhatikan konteksnya untuk mendukung bahwa manusia memiliki . ketika Kejadian 6:6. dll. ketika Mazmur 93:2 berkata. maka para penganut theologia Reformed yang menekankan kedaulatan Allah akan menafsirkan dan mengajarkan bahwa Allah itu adalah Allah yang Berdaulat sehingga Ia tak mungkin menyesal (lalu “mengubah” rencana yang sudah ditetapkan-Nya). lalu apa bedanya Allah yang adalah Pencipta dengan manusia sebagai ciptaan-Nya ? Ini suatu ketidakmungkinan dan kesalahan paradigma di dalam bertheologia dan memahami Alkitab. Lalu. sehingga manusia harus taat mutlak kepada-Nya. Kalau kita memperhatikan tafsiran ini. tetapi lebih ke arah human-centered. presuposisi mereka dengan mudah dapat dijatuhkan. meskipun Warren menyangkali pernyataan ini. doktrin Allah ini akan membuat jalur perbedaan yang sangat tajam antara para penganut theologia Reformed yang menekankan supremasi Allah dan penundukan manusia dengan para penganut theologia Arminian yang sama-sama mengagungkan supremasi Allah dan manusia (meskipun tidak secara eksplisit mereka ungkapkan).” Kata “kekal” tidak dapat diartikan lain. Allah bersabda. bukan Tuhan. maka dapat disimpulkan bahwa buku ini bukan buku yang berdasarkan sentralitas Alkitab dan kedaulatan Allah. Iman Reformed sangat menentukan sekali terhadap metode penafsiran Alkitab yang lebih mendekati Alkitab (metode eksegese). dari kekal Engkau ada. Setelah penafsiran Alkitab berkaitan dengan doktrin Alkitab.kepada Tuhan pasti berhasil. maka hermeneutika pun berkaitan juga dengan doktrin Allah. Mazmur 93:2. ketika membaca Kejadian 6:6 di atas. “maka menyesallah TUHAN”.” (Meade : 2004. Kedaulatan Allah yang dipercaya oleh Reformed akan sangat menentukan dan memimpin arah penafsiran Alkitab yang para theolog Reformed dan penganut theologia Reformed kerjakan.

Pandangan theologia Arminian ini diadaptasi dari konsep pemikiran Semi-Pelagianisme yang merupakan “jalan tengah” dari ajaran Pelagius (yang mengajarkan bahwa manusia dilahirkan tanpa dosa) dan Augustinus (manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa). seorang penganut theologia Reformed yang memegang kepercayaan bahwa anak-anak Tuhan sejati tidak mungkin kehilangan keselamatannya akan mengerti keseluruhan Alkitab lebih teliti dan bertanggungjawab. “Karena itu aku mau meyakinkan kamu. Tetapi para penganut theologia non-Reformasi. 10:27-29 . doktrin Kristus (Kristologi).” Hal ini dikhotbahkan seorang pemimpin gereja yang dulunya beragama mayoritas di Indonesia. Doktrin keselamatan dapat mempengaruhi posisi penafsiran Alkitab seseorang. Hal ini akan dibahas pada poin 2. sehingga meskipun jelas-jelas Alkitab mengajarkan tentang anugerah Allah. Dan hal ini jelas dibuktikan Alkitab secara eksplisit yaitu di dalam Yohanes 1:1 dan Roma 1:3-4. Bapa Gereja Augustinus telah lama berperang melawan Pelagianisme dan Semi-Pelagianisme. kebenaran dan penghakiman. Misalnya. dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada . sama-sama mempengaruhi cara menafsirkan Alkitab. Sedangkan para penganut theologia Arminian dan Katolik Roma yang mempercayai perbuatan baik lebih penting daripada iman akan mengutip ayat-ayat Alkitab menurut kehendak mereka untuk mendukung ajaran mereka. Theologia Reformasi dan Reformed yang percaya 100% bahwa Roh Kudus adalah Pribadi Ketiga Allah Trinitas yang berperan melahirbarukan umat pilihan-Nya untuk percaya di dalam Kristus dan menyempurnakan mereka serupa seperti Kristus kelak akan menafsirkan Yohanes 15:26 dengan mengatakan bahwa Roh Kudus datang untuk memuliakan Kristus dan juga Yohanes 16:8 bahwa Roh Kudus datang untuk menginsyafkan dunia akan dosa. Seorang penganut Orthodoks Syria ini akan kebingungan dalam menafsirkan Roma 1:4 yang menyebutkan Tuhan Yesus itu juga bernatur Ilahi selain bernatur manusia. manusia tersebut tidak dapat diselamatkan. “Firman itu adalah Allah. contoh. Pneumatologi. Inilah gaya penafsiran Alkitab yang keliru. tetapi kehendak bebas manusia. mereka pasti menafsirkannya dengan tetap menekankan kehendak bebas manusia. banyak theolog Injili dengan aliran theologia Arminian yang dianutnya memahami Alkitab bukan dari presuposisi kedaulatan Allah. seorang penganut theologia Reformasi dan Reformed yang menganut paham dwi-natur sifat Kristus. di dalam 1 Korintus 12:3. Dengan kata lain. tetapi rupa-rupanya humanisme terus berjaya. yaitu 100% Allah dan 100% manusia akan menafsirkan Alkitab dengan kedua pandangan ini.3 tentang problematika penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan. meskipun Allah memberikan anugerah kepada manusia. mereka akan berkontradiksi dan melawan diri sendiri jika menjumpai ayat-ayat Alkitab yang tidak cocok dengan formulasi doktrin mereka.“supremasi” untuk menolak atau menerima anugerah Allah. Misalnya. Kelima¸ doktrin Roh Kudus (Pneumatologi). Ketiga. karena kalau tidak. Keempat. dan sampailah kepada paham Arminianisme. doktrin keselamatan (Soteriologi). keKristenan boleh diterima oleh agama dahulunya. misalnya theologia Orthodoks (Syria) yang menekankan kemanusiaan Yesus dan menolak keilahian-Nya. baik dengan konsep yang benar maupun salah. Kristologi juga dapat mempengaruhi penafsiran Alkitab. Misalnya. maka mereka akan mengutip Yohanes 1:1 secara sebagian yaitu dengan menghilangkan pernyataan. Misalnya. lalu kemudian menjadi “pendeta” yang sekarang ingin membawa keKristenan kembali kepada agama dahulunya agar menurutnya. Roma 8:33-35 adalah bagian-bagian Alkitab yang mengajarkan secara ketat akan kepastian jaminan Kristen tentang keselamatan (tanpa mengabaikan konteks aslinya). manusia tetap harus meresponinya. Hal ini sinkron dengan keseluruhan berita Alkitab. Yohanes 3:16 . bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah.

“Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. “Kemudian dari pada itu akan terjadi. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.” lalu menafsirkan bahwa zaman inilah zaman Roh Kudus. Paulus dan Silas memberitakan tentang Injil Kristus. Ini adalah tafsiran yang dicocok-cocokkan. maka mari kita menantikannya. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan. selain oleh Roh Kudus. lalu Petrus mengutip Yoel 2:28-32 di dalam khotbah perdananya di dalam Kisah Para Rasul 2:17-21. Kisah Para Rasul 2:1-16. banyak pemimpin gereja dari kalangan gereja kontemporer yang pop sangat suka mengutip Yoel 2:28-32. Puji Tuhan. dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas. maupun Petrus. Bapa kita. Konsep yang tidak beres ini nantinya akan mempengaruhi cara menafsirkan Alkitab dengan sengaja mencocokcocokkan konsepnya yang salah itu agar bisa diterima oleh masyarakat Kristen umum. doktrin gereja (ekklesiologi). Kemudian. Keenam. dll. yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan". Sungguh aneh dan ajaran ini sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabkan secara Alkitab. dipengaruhi oleh Arminian yang human-centered. akan mengatakan secara implisit bahwa Roh Kudus bisa diatur manusia. 1 Petrus 1:2 yang mengajarkan. Yang paling aneh lagi. misalnya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu. Lalu. sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan. maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat. Ekklesiologi sebagai theologia sistematika yang boleh saya kategorikan sebagai hal praktis pun dapat mempengaruhi penafsiran Alkitab. orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. maka ia bertanya kepada Paulus dan Silas tentang apa yang harus ia perbuat supaya ia selamat. . terunaterunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. kalau ada theologia Kristen yang non-Reformasi. dikatakan bahwa kepala penjara ini beserta keluarganya memberi diri dibaptis. anak-anak tidak dibaptis. “yaitu orang-orang yang dipilih. yang disusul dengan pembaptisan kepala penjara ini. sehingga manusia seolah-olah dapat memerintah Roh Kudus. sesuai dengan rencana Allah. supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia. yaitu sengaja mengabaikan referensi yang ada di bawah bagian Alkitab yang menunjukkan kedua ayat ini merupakan nubuat yang nantinya digenapi di dalam peristiwa Pentakosta. jikalau anak-anak tidak turut dibaptis. Meskipun istilah “baptisan anak” tetapi secara implisit istilah ini nampak jelas dari keseluruhan Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Juga ke atas hamba-hambamu lakilaki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. bahwa setelah kepala penjara itu menjumpai para tahanan yang masih ada di dalam penjara padahal penjara pada waktu itu sudah rusak. maka Alkitab akan mengecualikannya. Kisah Para Rasul 16:33 mengatakan. Kemudian. gereja-gereja Reformed yang mengakui adanya baptisan anak (infant baptism) akan memandang seluruh Alkitab secara totalitas yang mengajarkan secara berkesinambungan akan perjanjian (covenant) Allah. Misalnya. Di dalam ayat ini. Ambil contoh. Tidaklah mungkin. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis.” Konteks ayat ini jelas. Tafsiran ini salah di titik pertama. Kata “keluarga” tentu juga mencakup anak-anak.” Jadi. apa yang Tuhan Yesus ucapkan di dalam Injil Yohanes tentang Roh Kudus juga diajarkan dengan konsep yang sama persis oleh para rasul-Nya. seperti yang telah difirmankan TUHAN.seorangpun. Inilah kekonsistenan seluruh berita Alkitab yang tidak mungkin berkonflik (berkontradiksi) dengan dirinya sendiri. mereka mengklaim kepada Roh Kudus jika mereka tidak dapat berkarunia lidah. baik Paulus. seorang penganut Karismatik Katolik yang tidak bisa berbahasa roh akan mengomel kepada Maria ibu Yesus untuk membujuk Tuhan Yesus untuk memberikan karunia roh tersebut.”. dan yang dikuduskan oleh Roh.

(Tong. tetapi baptisan adalah konfirmasi seseorang percaya kepada (di dalam) Tuhan Yesus. Sebab inilah darah-Ku. dari cawan ini. Yesus mengambil roti. Hoekema. Anthony A. yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Th. Itulah karya Roh Kudus. Inilah konsep eskatologi yang dipegang oleh theologia Reformed yang lebih mendekati Alkitab. Demikian pula halnya dengan konsep Perjamuan Kudus. yaitu eskatologi yang telah ditegakkan (inaugurated eschatology) dan eskatologi yang akan datang (future eschatology) (Hoekema. di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman adalah “sebuah paham yang integratif dengan seluruh bagian Alkitab. oleh karena itu Perjamuan Kudus berkhasiat dan “berkuasa” karena ada tubuh dan darah Kristus yang tercurah di kayu salib. p 1 dan 2). Ketujuh. Eskatologi ini menurut beliau dapat dibedakan menjadi dua. “Dan ketika mereka sedang makan. nyawanya tetap bersamaNya di Surga. Hal ini akan dibahas pada poin 2. Gereja-gereja Reformed mengikuti tradisi dari John Calvin menganggap bahwa Perjamuan Kudus hanya sebagai simbol kematian Kristus tetapi juga memiliki makna karena ada berkat Kristus di dalamnya. Anak-anak pun (yang termasuk umat pilihan Allah) juga diselamatkan bukan melalui “iman” pribadi. 2004. Mengapa gereja-gereja Reformed melaksanakan baptisan anak ? Karena baptisan bukan tanda orang masuk Surga atau diselamatkan. lalu Pariadji mengutip perkataan Tuhan Yesus sendiri.tetapi faktanya tidak demikian. Sehingga theologia Reformed dengan tegas menyatakan bahwa anugerah Allah mendahului respon manusia. pp 65-67) Paham Katolik Roma akan Perjamuan Kudus (transubstansiasi) diangkat kembali ke permukaan oleh seorang “pendeta” bernama Yesaya Pariadji lalu mengajarkan bahwa roti dan anggur Perjamuan Kudus bukan sekedar lambang. Sedangkan kelompok Anabaptis yang berkembang dan mempengaruhi gereja-gereja kontemporer yang pop dewasa ini dengan menolak baptisan anak karena menurut mereka. Seorang yang sudah percaya di dalam Kristus meskipun tidak sempat dibaptis (mungkin alasan kesehatan yang sangat buruk atau kasus penjahat di sebelah salib Tuhan Yesus). Ini tafsiran Alkitab yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.D. darah perjanjian. sehingga manusia murni diselamatkan melalui anugerah Allah. Tetapi hal ini tidak berarti kita boleh bebas untuk tidak perlu dibaptis." Sesudah itu Ia mengambil cawan. beliau memaparkan bahwa konsep paradoks yang ada di dalam eskatologi ini menyangkut suatu paradoks antara eskatologi yang sudah dan akan terjadi (ketegangan antara yang sudah terjadi dengan yang belum terjadi).” (Matius 26:26-28) lalu mengajarkan bahwa roti itu benarbenar tubuh Kristus dan anggur adalah darah Kristus. Ini berbeda dengan konsep Luther yang mengajarkan bahwa Kristus menyertai/menaungi Perjamuan Kudus (disebut dengan paham consubstansiasi . tetapi melalui anugerah Allah yang telah memberikan iman kepada mereka. Eskatologi menurut Prof. ada karya Allah yang membuat orang yang dibaptis ini akhirnya dapat mempercayai Kristus. inilah tubuh-Ku. makanlah. doktrin akhir zaman (eskatologi). Kemudian. p 3). kamu semua. 2004. mengucap berkat. dan oleh karena itulah. memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah. 1991. Kalau baptisan adalah konfirmasi.3. anak-anak perlu dibaptis tanpa perlu menunggu pengakuan iman yang keluar dari mulut mereka. mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah. dipengaruhi oleh filsafat Aristoteles yang membedakan antara form dan matter) dan konsep Zwingli yang mengajarkan bahwa Perjamuan Kudus hanya lambang dan tidak memiliki makna. anak-anak tidak dapat mengakui imannya secara sadar adalah pandangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara prinsip Alkitab tentang perjanjian (covenant). Di dalam bukunya. theologia Reformed . hampir mirip dengan pandangan Katolik Roma : transubstansiasi yang mengajarkan bahwa roti dan anggur Perjamuan Kudus langsung berubah menjadi tubuh dan darah Kristus. maka pasti sebelum baptisan. Baptisan pasti berkaitan erat dengan keselamatan (soteriologi).” (Hoekema.

paham premillenialisme memandang Kerajaan Allah ini hadir secara literal di bumi ini. sehingga seolah-olah di zaman sebelum kedatangan Kristus pertama. 3. hanya Allah Bapa yang berperan (sedangkan Allah Anak dan Roh Kudus “pensiun” alias tidak berperan). zaman Allah Anak (pada waktu Kristus berinkarnasi) dan terakhir. lebih tepatnya di kota Yerusalem. Konsep pembagian zaman ini (dispensasionalisme) sudah salah di titik awal yaitu berusaha memisahkan peran masing-masing Pribadi Allah Trinitas. yaitu premillenialisme historis dan premillenialisme dispensasionalis yang berusaha membagi sejarah/zaman menjadi 3. muncul istilah Kristen Zionis. Di satu sisi. akan menuai sedikit juga. Tuhan tetap besertanya. padahal keliru (paham premillenialisme). para penganut theologia Injili yang mayoritas cenderung Arminian akan berpaham premillenialisme yang bisa dikategorikan menjadi dua. maka Allah Anak yang berperan (sedangkan Allah Bapa dan Roh Kudus “pensiun”). terlalu menyepelekan akhir zaman. sehingga jatuh ke dalam paham postmillenialisme yang mengakibatkan para penganutnya berada di dalam kondisi tak berpengharapan. Misalnya. Di dalam keKristenan. penafsiran Alkitab juga dipengaruhi oleh kondisi sekitar. terlalu menekankan akhir zaman. Inilah ketimpangan-ketimpangan yang terjadi. theologia Reformed berpaham amillenialisme. nanti pada giliran Kristus berinkarnasi. ayat 7. Dipengaruhi oleh kondisi sekitar Terakhir. Di dalam paham eskatologinya. Sebaliknya. Dipengaruhi oleh perasaan hati Perasaan hati atau mood manusia dapat berubah-ubah setiap saat tergantung situasi dan kondisi. pertama. dan orang yang sama akan melewatkan membaca kitab Kidung Agung yang mengajarkan tentang cinta. sehingga tidak heran di kalangan Kristen. seorang pria yang putus cinta akan sangat senang membaca Alkitab khususnya bagian Mazmur dan Amsal yang menguatkannya bahwa meskipun pacarnya meninggalkannya. “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit. Masalah yang banyak terjadi.”) untuk mendukung pengajaran mereka misalnya tentang perpuluhan yang akan dikembalikan berlipat kali ganda. yang mengajarkan. Ayat ini dilepaskan dari ayat-ayat selanjutnya. Sedangkan. tetapi Kerajaan Allah adalah kerajaan rohani. zaman Roh Kudus (setelah kebangkitan Kristus dan sebelum kedatangan Kristus yang kedua kalinya). lalu konsep ini akan mengakibatkan mereka sendiri tidak memiliki pengharapan yang pasti di masa akan datang. Konsep ini sudah menyeleweng dari kebenaran Alkitab.mempercayai bahwa Kerajaan Allah bukanlah kerajaan secara literal dalam arti Kerajaan itu terjadi secara nyata melalui wilayah/teritori tertentu di dalam suatu bangsa. sedangkan di sisi lain. ini karena pengaruh premillenialisme yang ekstrim yang tidak diajarkan oleh Alkitab. ada dua contoh ekstrim yang mencoba menafsirkan Alkitab dengan pengaruh dari lingkungan/kondisi sekitar. Allah Roh Kudus lah yang berperan (sedangkan Allah Bapa dan Anak “pensiun”). akan menuai banyak juga. Tidak heran. dan orang yang menabur banyak. kelompok liberal yang menganut paham postmillenialisme yang mengajarkan bahwa Kerajaan Allah itu sudah terjadi akan menafsirkan Alkitab dengan konsep liberalnya dan akan menutup mata akan fakta-fakta Alkitab tentang Kerajaan Allah di masa akan datang. setelah kebangkitan Kristus. yaitu zaman Allah Bapa (sebelum kedatangan Kristus pertama). misalnya. dan terakhir. Ini adalah pengaruh yang amat sangat buruk. 2. banyak manusia dengan perasaan hati yang berbeda pun diterapkan dalam menafsirkan Alkitab. Dengan kata lain. gereja-gereja kontemporer yang pop yang gemar sekali cho gereja (atau mencari untung di gereja) akan mencomot ayat Alkitab sekehendak hatinya (2 Korintus 9:6. “Hendaklah masing-masing memberikan menurut .

Di sisi lain. maka ayat 7 dengan sengaja tidak dibacakan. Mereka akan menafsirkan Yohanes 14:6 bukan dengan menekankan finalitas Alkitab. ya Bapa. mereka akan menjadi pemfitnah. Dr. untuk mendapatkan profit sebanyak-banyaknya dari persembahan jemaat. “Song juga menggunakan metode penafsiran radikal dalam membangun Teologi Transposisinya yang liberal dan yang anti finalitas Yesus. Jadi.kerelaan hatinya. Stevri Indra Lumintang di dalam bukunya Theologia Abu-abu. Kedua contoh ini dapat mewakili apa yang Alkitab telah nubuatkan di dalam 2 Timotius 3:1-2. tidak mempedulikan agama. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. banyak gereja-gereja Protestan mainline yang mengaku berlabel “Reformed” (sebenarnya : no-formed atau de-formed) sudah mendegradasi fondasi theologia yang Alkitabiah dan menggantinya dengan “theologia” religionum atau social “gospel”.3 Problematika Penafsiran Alkitab di Kalangan KeKristenan . semua ayat Alkitab dijadikan pendukung bukan sumber bagi pembentukan “Theologia” model ini yang justru melawan Alkitab.” Kalau ayat 7 ini dibacakan. mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih. sama seperti Engkau. agar jemaat dapat memberikan uang sebanyak-banyaknya.” Kalimat “manusia akan mencintai dirinya sendiri” adalah ciri dari humanisme dan kalimat “menjadi hamba uang” adalah ciri dari materialisme. Alkitab berperan hanya untuk mendukung konsep yang telah dibangunnya dari kesimpulan awalnya mengenai situasi kondisi sosial yang pincang. “supaya mereka semua menjadi satu. pp 335. Song sangat prihatin dengan isu-isu sosial-politik di Asia…” (Lumintang. 337) Dengan jelas. Pluralisme Agama (Edisi Revisi) mengetengahkan fakta tentang seorang “theolog” pluralis dari gereja Presbyterian. Contohnya ialah Teologi Pembebasan dan Hermeneutika Feminisme. paham ini akan mempengaruhi cara mereka menafsirkan Alkitab yang cocok dengan paham mereka. Song membangun Teologi Transposisinya dengan dasar penafsiran kritik sosial yang lahir dari keprihatinan sosial di Asia. Berikut penuturan beliau. Penafsiran kritik sosial dapat diartikan : ‘tertarik kepada bentuk yang kelihatan untuk menyatakan suatu penafsiran yang alamiah dalam kerangka pikir dari suatu tradisi mengenai asumsi sosial dan praktiknya. sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Penafsiran teks-teks Alkitab mengenai perbudakan. Taiwan. Inilah corak gereja materialisme di abad postmodern ini. Akibatnya. jangan dengan sedih hati atau karena paksaan. kemudian mensinkronisasikannya dengan Alkitab untuk membangun Teologi Transposisinya… Dalam hal ini. 2.…” lalu menafsirkan bahwa orang Kristen dan orang-orang non-Kristen seharusnya bersatu sama seperti Kristus dan Bapa bersatu. kaum perempuan. Kemudian. maka jemaat akan berpikir beratus kali untuk memberikan persembahan. Sistem hermeneutika Song. 2004. Ini tafsiran yang sangat tidak bertanggungjawab. “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Song memulai usahanya dengan menggunakan cerita-cerita rakyat dan fakta-fakta mengenai keprihatinan sosial. Choan-Seng Song yang menggunakan pendekatan penafsiran yang berhubungan dengan isu-isu sosial untuk mendukung “Theologia” Transposisinya.’… Dengan kata lain. Ini namanya gereja yang memperhatikan demand dari jemaat (hukum supply and demand di dalam gereja). dikenal dengan istilah penafsiran yang situasional mengenai isu-isu sosial (SocioCritical Interpretation). Ini adalah “gereja” yang bercorak humanisme di dalam era postmodern. Pdt. saya pernah membaca sebuah artikel yang ditulis oleh “pendeta” macam ini dengan mengutip Yohanes 17:21. kaum miskin. Mereka akan membual dan menyombongkan diri. di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau.

Untuk menggambarkan gerakan matahari dan bulan terhadap orang-orang yang sedang bertempur waktu itu. Mungkin haru diambil sumbu imaginair lain yang lebih besar.bintang dalam glaxy Bima Sakti sangat tidak logis untuk mengambil matahari sebagai pusat Bima Sakti. Nicolaus Copernicus mengemukakan bahwa matahari lah yang menjadi pusat alam semesta (Heliosentris). gereja hanyut ke dalam filsafatnya Aristoteles. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. Tetapi untuk menggambarkan gerakan bintang. mengikuti pandangan Aristoteles yang mengatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta (Geosentris). Dan sebagainya dan sebagainya. ketika pertama kali. itulah firman Allah. bulan. maka teori Helio sentris juga sama salahnya. di atas lembah Ayalon!" Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak. paing logis menganggap bahwa matahari diam dan planet-planet berputar mengelilingi matahari. “Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel. maka gereja Katolik marah dan menghukumnya. Lebih logis menganggap bahwa ditengah-tengah Bima Sakti ada sumbu imaginair. Sethiadi di dalam artikelnya : “TEORI GEOSENTRIS VERSUS TEORI HELIOSENTRIS” di http://www. sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Stanley I. Semua bintang-bintang dalam gugusan Bima Sakti berputar mengelilingi sumbu imaginair ini. Tidak heran. Kesalahan fatal penafsiran terhadap Yoshua 10:12a-13b adalah hanya mengambil sedikit ayat untuk mendukung ide filsafat Aristoteles yang memegang Geosentris yang dianut oleh gereja-gereja Katolik Roma. tidak logis mengambil sumbu imaginair ini. Dari sini. maka seluruh ilmu pengetahuan berkiblat ke arah Yunani. pada saat itu. Untuk menggambarkan gerakan planet-planet. Sesungguhnya kalau teori Geosentris dianggap salah. Pengaruh ini mulai muncul di dalam zaman Renaissance sampai abad postmodern ini meskipun dengan cara yang sedikit berbeda. yang nantinya berimbas pada doktrin/ajaran gereja Katolik Roma yang akhirnya didobrak oleh Dr. marilah kita mencoba mempelajari banyak problematika yang terjadi berkenaan dengan penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan abad postmodern yang dipengaruhi oleh theologia sistematika yang salah. Problematika utama yang terjadi di dalam penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan yang terjadi pada abad postmodern ini adalah pengaruh humanisme yang meninggikan potensi diri manusia dan merendahkan kedaulatan Allah. berhentilah di atas Gibeon dan engkau. karena gereja Katolik mengikuti pandangan Aristoteles ditambah argumentasi yang dicomot dari Yoshua 10:12a-13b. di mana ilmu pengetahuan mendapat prioritas. Tetapi untuk menggamparkan gerakan galaxy-galaxy dalam cluster of galaxies. tetapi memiliki esensi yang sama yaitu humanisme. paling logis ialah menganggap bahwa bumi diam dan bulan yang menge lilingi bumi. Yoshua sangat logis menganggap bahwa matahari dan bulan yang bergerak dan bumi yang diam. Martin Luther dengan 95 dalilnya yang . Ilmu pengetahuan bisa berubah dan relatif sifatnya.” Apakah Geosentris itu benar atau Heliosentris ? Dengan bijaksana. Untuk menggam barkan gerakan bulan atau satelit buatan terhadap bumi. Pada Abad Pertengahan (Medieval). Ir. Yang paling celaka. tetapi hanya satu yang tak mungkin berubah. ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari. Jadi sesungguhnya Copernicus tidak lebih benar dari Yoshua.Setelah kita melihat prinsip-prinsip umum di dalam penafsiran Alkitab. Tidak ada alasan apapun untuk menganggap bahwa bumi atau matahari adalah pusat alam semesta.net mengungkapkan. mulai muncul penyelewengan penafsiran Alkitab.sahabatsurgawi.

Berikut ini saya akan menyajikan salah satu contoh problematika penafsiran Alkitab yang tidak bertanggungjawab yang diambil dari http://www. Kedua. Dr.ditempel di depan pintu gereja Wittenberg. Tentang Doktrin Allah. suatu kontradiksi yang aneh. maka mereka berusaha memelintir ayat 17 yang sangat begitu jelas dengan argumentasi-argumentasi “akademis” mereka yang pada akhirnya mengarahkan pembaca untuk menolak finalitas Alkitab (perhatikan pernyataan. teman. Iman kita biasanya tidak dimulai ketika kita membaca Alkitab. keluarga. Doktrin Alkitab (Bibliologi). Iman biasanya lahir dan berkembang melalui apa yang kita dengar dari orang lain (orang tua kita. Iman ini yang Pdt. Sungguh. Pertama. Iman ini merupakan suatu tindakan Roh Kudus yang mengaktifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati umat pilihan-Nya yang belum menerima Kristus. Itu namanya selfcentered faith yang sama sekali ditolak oleh Alkitab. maka iman kita juga akan beralih kepada orang lain lagi. manusia telah ditanamkan suatu benih agama di mana setiap manusia mau tidak mau pasti memiliki iman di dalam konsep Allah (belum tentu menyembah Allah yang sejati). tidaklah benar bahwa iman itu timbul dan berkembang dari luar diri kita. suatu kewajiban umat PL mengucapkan . “Alkitab bukanlah satu-satunya sumber wahyu Allah. dimana memiliki keyakinan monoteisme yang ketat. Iman di dalam Roma 10:17 adalah iman di dalam Kristus yang merupakan anugerah Allah hanya kepada umat pilihan-Nya. saya akan mengutip kekonyolan pernyataan doktrinal dari Jusufroni yang mengajar tentang Allah Trinitas. maka ketika orang lain yang kita sandari tersebut mati. Alkitab mengatakan pada kita bahwa iman kita datang dari pendengaran terhadap Firman Allah. tetapi dasarnya para theolog Katolik Roma menyangkali finalitas firman Kristus dan iman yang beres di dalam Allah. Komentar saya : Bukankah Alkitab yang dikutip di sini jelas mengajarkan bahwa iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus ? Ayat 17 di dalam Roma 10 ini sudah amat jelas.”) Benarkah iman tidak dimulai dari membaca Alkitab ataukah iman lahir dan berkembang melalui apa yang kita dengar dari orang lain ? Di dalam theologia Reformed. Alkitab dibaca dan digunakan untuk mengajar. iman timbul dari pendengaran. problematika penafsiran Alkitab sangat erat kaitannya dengan pengaruh theologia sistematika atau paradigma dasar. Yang paling aneh.net : Tanya : Alkitab adalah satu-satunya sumber autoritas Firman Allah Jawab : Rom 10:17: Jadi. si “apologet” Katolik yang tidak mengakui Alkitab sebagai sumber otoritas ini malahan mengutip bukti ketidakpercayaannya dari Alkitab (yang tidak dipercayainya). tapi Alkitab bukanlah satu-satunya sumber wahyu Allah. karena jika iman timbul dan berkembang dari luar diri kita. Penyebaran iman melalui oral adalah yang dimaksudkan pada ayat ini. Doktrin Allah. dll). “Keimanan agama Kristen berakar-bertumbuh dan berkembang dari agama Yahudi. Stephen Tong sebut sebagai iman natural/alamiah.ekaristi. Mari kita akan menelusuri beberapa paradigma dasar atau theologia sistematika yang tidak bertanggungjawab yang mempengaruhi penafsiran Alkitab. Oleh karena itu. dan pendengaran oleh firman Kristus. Jadi.

…” Bagaimana “Abuna” Jusufroni menafsirkan kata “Kita” dalam Kejadian 1:26 ? Jelas. coeternal with the Father and the Son (Roh Allah. tetapi merupakan peringatanperingatan dari nabi-nabi Tuhan untuk menegaskan ulang bahwa tidak ada dewa-dewi lain yang boleh disembah sebagai “Allah” kepada bangsa Israel.” “Mat. . Benarkah Allah yang dipercaya oleh orang Yahudi adalah Allah yang hanya satu pribadi (monotheisme) ? Kata “dxa ‘echad” tidak hanya berarti satu (one) tetapi bisa juga berarti united (dipersatukan). Yoh. kata “Kita” bukanlah sesuatu yang tunggal/singular.syahadat (pengakuan iman)-nya. coequal. siapakah “Kita” yang dimaksud ? Apakah berarti Allah menciptakan manusia bekerja sama dengan para malaikat ? TIDAK. “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 17:3. the Holy Spirit. Kutipan ayat-ayat dalam Perjanjian Baru yang tidak memperhatikan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya. 2. 6b . Berfirmanlah Allah : “Jadilah terang. Kemudian. TUHAN itu Esa!)─Ulangan 6:4. 8:4b dan banyak lagi ayat-ayat yang lain menunjukkan keesaan Allah dalam PL dan PB. Keluaran 20:3. “xwr ” (ruwach) yang berarti Spirit of God. Perhatikan Kitab Kejadian 1:1-3. Lalu. lalu siapakah “Kita” yang dimaksud ? Jelas. di dalam Kejadian 1:26. Mark. tetapi bentuk jamak/plural.” Kata “Allah” yang digunakan dalam Kejadian 1:1 dalam bahasa Ibraninya. 12:29. itu jelas salah tafsiran. sama kedudukan dan sama kekalnya dengan Bapa dan Anak). Bumi belum berbentuk dan kosong . 5:44. sehingga Musa menegaskan pernyataan bahwa Allah bangsa Israel itu hanya satu (dalam arti. sehingga mereka (para nabi Tuhan) dengan gigih memperjuangkan bahwa Allah itu satu-satunya yang layak disembah. firman Tuhan berkata. 45:5a.com) Komentar saya : 1. 4.besorahonline. “Myhla” (‘elohiym) yang berbentuk/berintensif plural (plural intensive) dengan pengertian tunggal. 4:10b. Allah yang memiliki tiga Pribadi dalam satu Esensi. Yoh. I Kor.” Lalu terang itu jadi. SHEMA’ YIS’RA’EL ADONAI ELOHEINÛ ADONAI EKHAD (Dengarkanlah. tidak ada dewa dewi lainnya yang boleh disembah sebagai “Allah”). dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. kata “Roh Allah” menggunakan bahasa Ibrani. “Pendeta” yang dengan sombongnya mengaku bergelar Doktor ini masih tidak mengerti bagaimana menafsirkan Alkitab dengan baik ! Semua ayat-ayat Perjanjian Lama yang dipakai oleh “Abuna” Jusufroni misalnya. “Berfirmanlah Allah : “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita. gelap gulita menutupi samudera raya. Roh Kudus. Kalau ayat ini ditafsirkan bahwa mutlak hanya satu pribadi Allah. Kemudian. Dan perlu diperhatikan semua ayat-ayat dalam Perjanjian Lama yang Jusufroni kutip selalu menggunakan kata dalam bentuk plural yang bermakna tunggal yaitu “Myhla” (‘elohiym). hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita.” (http://www. pribadi ketiga dari Allah Trinitas. 5a . Tafsiran terhadap Ulangan 6:4 yang tidak bertanggungjawab. yaitu Allah Bapa dan Allah Putra dan Allah Roh Kudus. 46:9c tidak sedang mengajarkan bahwa Allah itu hanya satu pribadi. the third person of the triune God. Yesaya 44:6b . Allah tak pernah menciptakan kita sesuai dengan gambar dan rupa Allah (dan malaikat) {Kejadian 1:27}. Mengapa “Abuna” Jusufroni begitu yakin bahwa Allah orang Yahudi adalah Allah yang hanya berpribadi satu ? Perlu diketahui Kitab Ulangan ditulis oleh Nabi Musa untuk mengingatkan kembali bangsa Israel agar mereka tidak berbalik kepada ilah-ilah palsu.

1 Korintus 8 ada dalam konteks di mana orang-orang Kristen di Korintus sedang meributkan masalah makan daging persembahan berhala. Jiwa manusia (Psuche) adalah tempat kedudukan dari kepribadian dan diri (ego) manusia. 3:3-7 . 2 . Nah. rasa ingin tahu dan suara hati. Indonesia : Tuhan/Tuan/pemilik). Pada waktu manusia jatuh dalam dosa. sehingga Ia bisa berinkarnasi menjadi manusia tanpa menghilangkan natur Ilahinya (dwi natur Kristus). Jiwa manusia terdiri dari pikiran.Injil Yohanes 17 jangan hanya dimengerti dalam ayat 3 saja. saya akan mengutip pengajaran dari School of Ministry (SOM) Bethany yang diambil dari silabus “Salvation/Keselamatan” yang diterbitkan oleh GBI Bethany. memory. “Aku adalah. para nabi Tuhan ketika disuruh oleh Tuhan menyampaikan berita firman kepada bangsa Israel. sanggup menyembah Allah dan sebagai pelita Tuhan. Roh manusia terdiri dari Intuisi (pemahaman Ilahi). Ia tidak menggunakan kata-kata tadi. Doktrin Manusia dan Dosa (Christian Antropology). menjelaskan bahwa Bapa itu Allah. Yoh. melainkan langsung menggunakan otoritas-Nya dengan mengatakan. “Aku berkata kepadamu.…” atau “Tuhan berfirman. Gal. Tuhan Yesus menyatakan bahwa Bapa di dalam Dia dan Dia di dalam Bapa (adanya kesatuan antara Allah Bapa dan Allah Anak). Roh Manusia Elemen manusia yang sadar akan Allah. …” Tidak ada satu nabi Tuhan yang diutus-Nya berani mengucapkan “Aku” untuk menggantikan firman Allah.…”. Kej. Yoh. Berkaitan dengan hal ini. imajinasi. Dalam kelahiran baru. pada ayat 4b-5. Lagi. 1 Kor. …”. Dibutuhkan kuasa Roh Allah untuk merobohkan tembok pemisah dan mengangkat manusia dari pengaruh duniawi. Allah menghembuskan nafas sehingga manusia menjadi nyawa yang hidup. dan Allah itu Allah yang Esa. Zak. karena ayat 6. JIWA DAN TUBUH 1. Fungsinya terbatas pada bidang mental semata. Surabaya. “Beginilah firman Tuhan semesta alam. tetapi ketika Tuhan Yesus datang ke dalam dunia. 4:25. Instruksi (nasehat dan bimbingan) dan persekutuan dengan Allah. 2. Jiwa Manusia Elemen ini membuat manusia mempunyai kesadaran akan diri sendiri. Tubuh Manusia . MANUSIA TERDIRI DARI ROH. 5. keinginan. karena Ia memang adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia ! Ketiga. Tuhan Yesus bernatur 100% Allah dan 100% manusia. 3. roh manusia putus hubungannya dengan Allah. manusia dipulihkan fungsi rohnya. dll. 12:1 . perasaan. Titus 3:5. Efesus 2:1-3. Roma 8 . Tetapi jangan dipotong. tetapi dalam seluruh perikop. Di ayat 21. mereka selalu berseru. 2:7. Anak Allah yaitu Tuhan Yesus juga adalah Tuhan (Yunani : κυριοςkurios . tetapi Tuhan Yesus melakukannya. Kalau di zaman Perjanjian Lama. Roma 8:16 . Iluminasi (pengertian Firman Allah). Paulus memberikan jawaban bahwa mereka tidak perlu takut karena Allah itu lebih besar dari berhala-berhala dunia (tidak ada berhala di dunia).

rasa ingin tahu dan suara hati.”. Stephen Tong sebagai noda teh yang tumpah pada baju kita yang mengakibatkan warna baju yang tadinya putih menjadi pudar (tetapi baju tersebut bukan menjadi tidak berwarna lagi). Itulah yang John Calvin sebut sebagai kerusakan total (Total Depravity). Dr. imajinasi. searching all the inward parts of the belly. sama seperti mereka yang lain. karena kamu mengikuti jalan dunia ini. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa. seluruh potensi hidup manusia sudah rusak total. Pernyataan “Jiwa manusia terdiri dari pikiran. keinginan. Panca indera merupakan jendela jiwa. (Silabus SOM Bethany “Salvation/Keselamatan” p. Pernyataan. ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Benarkah suara hati dikategorikan sebagai jiwa manusia ? Mari kita menyelidiki lebih teliti. Ini jelas salah. “Pada waktu manusia jatuh dalam dosa. Tubuh harus diserahkan kepada allah untuk menjadi bait-Nya. tetapi tentang kuasa Firman. Bagi manusia yang belum dilahirkan baru tubuh menjadi hamba dosa. “Hati . karena menurutnya yang berdosa itu hanya roh. yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka. Immanuel. 6:19 . Efesus 2:1-3. “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosadosamu. 1 Kor.” tidak bertanggungjawab. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai. Lagi-lagi.” Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) menerjemahkan. tetapi berani menulis buku. Roma 6:11. Efesus 2:1-3. Roma 6:17. karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa. Amsal 20:27 (Terjemahan Baru) mengatakan. roh manusia putus hubungannya dengan Allah. Kamu hidup di dalamnya. Kerusakan total diibaratkan oleh Pdt. 1. Benarkah ketika manusia jatuh dalam dosa. memory. Allah berdiam di dalam kita. ayat ini tidak sedang membicarakan perbedaan antara jiwa dan roh. 2. perasaan. yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. padahal antara jiwa dan roh manusia tidak ada perbedaan. Kembali kepada pernyataan yang ada di dalam buku SOM ini. Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajar bahwa yang berdosa itu hanya roh manusia. “Roh manusia adalah pelita TUHAN. banyak orang “Kristen” hari ini mengaku diri bebas dari segala dosa (tidak berdosa lagi). bahkan ada seorang dokter yang mengaku juga diundang berkhotbah di beberapa gereja/persekutuan doa Karismatik/Pentakosta mengungkapkan bahwa Ibrani 4:12 mengungkapkan “fakta” bahwa antara jiwa dan roh itu berbeda.Manusia mempunyai satu tubuh yang dapat berinteraksi dengan dunia sekitar. Alkitab terjemahan King James Version menerjemahkan. 30) Komentar saya : Di dalam pandangan Karismatik/Pentakosta yang banyak menganut paham trikotomi sengaja memisahkan antara roh dan jiwa manusia. Inilah penafsiran Alkitab yang terlalu dicocok-cocokkan. hanya roh manusia putus hubungannya dengan Allah ? Pantas saja. “The spirit of man is the candle of the LORD. Penafsiran model ini membuktikan si penulis buku SOM ini tidak mengerti dasar iman Kristen.” Kata “roh” dalam bahasa Yunaninya pneuma yang identik dengan breath/nafas yang terdapat di dalam Kejadian 2:7 yang oleh penulis buku SOM ini dikategorikan sebagai jiwa manusia (bukan roh manusia). Bagi yang telah percaya dan lahir baru tubuh ini menjadi rumah Roh Kudus.” tidak bertanggungjawab.

” Kata “roh” ini dalam bahasa Ibraninya ruach berarti wind. 10:39 . 1:21). Bilangan 5:14. Matakupan dan Ev. Dengan kata lain. dan perempuan itu memang telah mencemarkan dirinya. kata “jiwa” di dalam Yakobus 5:20 diterjemahkan oleh KJV sebagai soul yang berasal dari bahasa Yunani psuche yang juga bisa berarti spirit (Yunani : pneuma). Ibr. 3:21 . Luk. “dan apabila kemudian roh cemburu menguasai suami itu. 17:27 (bdk. Yunani : psuchē) dan roh (Ibrani : ruah . Mat. Why. kata “hati” atau “hati nurani” identik baik dengan kata “jiwa” (Imamat 26:16) maupun dengan kata “roh” (Amsal 20:27). hati nurani tidak termasuk jiwa manusia. tetapi identik dengan roh manusia. dll. Kata yang ̂ sama dipakai di dalam Kejadian 2:7. Pdt. breath. Kemudian. 4 Keadaan rohani manusia yang paling tinggi dihubungkan dengan “jiwa” (Mrk. di mana kata “nafas” dalam bahasa Ibraninya neshamah ̂ ̂ identik dengan wind. Yak. Mzm 42:6) · “his spirit was troubled” (New American Standard Bible/NASB) — “Gelisahlah hatinya” (LAI) · b. 27:50) “memberikan nyawa-Nya” (psuchē) “menyerahkan nyawa-Nya” (pneuma) Yoh. Mari kita selidiki. sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya. Ibr. Yunani : pneuma) yang saling bergantian : 1 a. Thomy J. 12:30 . 41:8 (bdk.nurani manusia merupakan terang dari TUHAN yang menyoroti seluruh batin. Di dalam Imamat 26:16. Mat. 6:19 . Kata “jiwa” dan “roh” dipakai secara bergantian : Kej. Kata nepes dan psyche dipakai pada diri Allah (Yes> 42:1 . bdk. sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya. Julio Kristano (2005) di dalam booklet Doktrin Manusia dan Dosa pada halaman 6-7 memaparkan empat contoh yang menunjukkan penggunaan kedua kata antara jiwa (Ibrani : nepes . 16:3). · · My soul is in despair” (NASB) — “Mengapa engkau tertekan hai jiwaku…” Mat. walaupun perempuan itu tidak mencemarkan dirinya. dll. 3 12:18). · · c. breath. Kata “jiwa” dan “roh” manusia dipakai secara bergantian di dalam Alkitab baik PL dan PB. Yoh. kata “jiwa” diterjemahkan sebagai heart oleh King James Version (KJV).” Jelaslah. atau apabila roh cemburu menguasai suami itu. 13:21) “jiwaku terharu” (psuchē) “terharu” (terjemahan seharusnya “roh-Nya terharu” — pneuma) 2 Kata ruah dan pneuma dipakai untuk menyebut nyawa/jiwa binatang (Pkh. 20:28 (bdk. . 1:46 .

Keempat. Sama seperti kita baru bisa mengasihi Allah. maka mustahil manusia yang berdosa bisa mencari dan mengasihi Allah ! Begitu kan logikanya. Perhatikan alur pikirannya. seorang guru dengan tegas mengajarkan bahwa 1+1+2 (hal yang absolut). jadi. apa yang salah dengan pemikiran ini ? Ambil contoh. lalu. Berikut ini saya akan mengutip pernyataan doktrinal dari seorang “pemimpin gereja” Kemah Abraham. para muridNya sadar dan akhirnya mengerti Tuhan yang selama ini diikuti-Nya adalah benar dan sejati. sebenarnya sampai saat ini belum menemukan. “Begitu diabsolutkan menolak kebenaran orang lain. tapi Yesuslah yang menyatakan diri-Nya dan bukan murid yang menemukan. Memangnya siapa kita? Akulah jalan kebenaran dan hidup. Secara pribadi saya ingin bertanya. sehingga barangsiapa yang mau datang kepada Bapa harus melalui diri-Nya. tak seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. Apakah dengan mengabsolutkan suatu kebenaran yang benar-benar benar berarti menolak kebenaran orang lain ? YA. Ini berarti ada finalitas karya Kristus yang tak mungkin dijumpai pada para pendiri agama apapun ! Kalau demikian. (Majalah Narwastu. kita mengatakan inilah kebenaran agamaku. “kalau kita mencoba mencari kebenaran agama. tak seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Dia.” Sungguh tidak masuk akal. tetapi akibat dari pernyataan ini. Jusufroni mengatakan bahwa Tuhan Yesus yang mengatakan bahwa Dia adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Tanpa adanya campur tangan dan anugerah Allah yang intervensi ke dalam dunia. maka para murid Kristus dan kita sebagai orang Kristen percaya kepada-Nya. BENAR ! Lalu.” yang tidak bertanggungjawab. Kalau sampai si Jusufroni mengatakan bahwa dirinya masih meraba-raba dan mencoba-coba. Kita baru coba-coba. bukankah berarti “kesaksiannya” selama ini adalah palsu/bohong tatkala dia menjadi “Kristen” dan bahkan “pendeta” ?! Kalau memang Jusufroni benar-benar bertobat dan rela menyerahkan diri menjadi pendeta yang bertanggungjawab. bolehkah murid-muridnya mengatakan bahwa sang guru mengajarkan hal-hal yang terlalu absolut dan bisa menolak “kebenaran” orang lain yang mengatakan bahwa 1+1=3 atau 4 atau . maka dia tak sampai mengeluarkan pernyataan yang tidak bertanggungjawab ini ! 2. Begitu diabsolutkan menolak kebenaran orang lain. Akibat adanya konfirmasi Tuhan Yesus sebagai satu-satunya jalan menuju kepada Bapa di Surga. Jusufroni. lebih lanjut. Kita baru coba-coba. karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita. Juni 2000) Komentar saya : 1. Tafsiran Yohanes 14:6 yang tidak bertanggungjawab. Kalau pun kita mencoba mencari kebenaran agama. Tolong camkan kata-kata itu. yakinkah Anda bahwa kebenaran Kristus itu ditemukan atau suatu pernyataan ? Jangan sekali-kali mengatakan telah kutemukan kebenaran dalam Kristus. sebenarnya sampai saat ini belum menemukan. yang diabsolutkan. tetapi Kristus sendiri. Pernyataan. Lalu. Murid-Nya tidak berkata Yesuslah jalan kebenaran dan hidup. memang bukan murid Kristus yang mengatakan hal ini. Karena itu lahirlah penderitaan yang kita rasakan sekarang ini. Jusufroni mengemukakan pernyataan bahwa bukan murid-Nya yang mengemukakan hal ini. Itu benar dan terdapat dalam Yohanes 14:6. Memang benar bahwa Allah di dalam Pribadi Tuhan Yesus Kristus menyatakan diri-Nya dan memproklamirkan diri-Nya sebagai jalan dan kebenaran dan hidup itu. Mengapa terjadi bentrok itu ? Karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran. Apalagi. Doktrin Kristus (Kristologi).

Ada harga yang harus dibayar ketika kita mengikut Kristus dan berperang bagi Kerajaan Allah. kita pasti mau menderita. sehingga mereka tidak mampu kembali kepada Kristus. maka hati nurani manusia pun menjadi terpolusi oleh dosa. Doktrin Roh Kudus (Pneumatologi). tetapi berasal dari Surga/umat pilihan Allah (Yohanes 17:16) ! Tetapi tidak berarti ketika kita sedang menyatakan suatu kebenaran Alkitab. bentrok dan konflik terjadi karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran. dalam pekerjaan. karena orang-orang dunia di luar Kristus adalah orang-orang yang berdosa yang berasal dari dunia. karena ada janji pengharapan bagi mereka yang setia mengikut Kristus (otomatis karena pimpinan dan pemeliharaan Allah melalui Roh Kudus). saya akan mengutip dua hal tentang pengajaran tentang bahasa roh dari Sekolah Orientasi Melayani/School of Ministry (SOM) dari Gereja Bethany Indonesia (dulu : GBI Bethany). tidak ada kompromi ala dunia. sehingga terciptalah konflik. Pada bagian ini. “Mengapa terjadi bentrok itu ? Karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran. mereka sadar dan kembali kepada Kristus. barangsiapa yang mengikut-Nya pasti mengalami aniaya dan kita dituntut untuk juga menderita bersama Kristus dengan sukacita (1 Petrus 4:14). tidak ada pengampunan dosa (Ibrani 9:22)! Tetapi akibat dosa. Kelima. dalam kehidupan sehari-hari bahkan setiap saat ia berbahasa lidah. Menurut pandangan Jusufroni. Pernyataan. sedangkan umat pilihan Allah adalah orang-orang yang sama-sama berdosa (tetapi telah ditebus oleh Kristus) dan tinggal di dalam dunia. tetapi munculnya orang-orang Islam maupun Kristen yang radikal yang berusaha menghancurkan yang lain dengan kekerasan (peperangan dengan fisik). konflik terjadi bukan karena orang-orang Kristen memperjuangkan kebenaran Alkitab. tetapi peperangan rohani melawan ajaran-ajaran yang sesat dengan hanya berpedoman Alkitab sebagai standart mutlak ! Seharusnya. HARUSKAH KITA BERBAHASA LIDAH Dalam 1 Kor.” Yang tidak bertanggungjawab. itu bisa menghina orang lain. dalam perjalanan. kalau mereka masih menganggap diri manusia dan berhati nurani. padahal pernyataan ini menurut Jusufroni “tidak benar”. Ingatlah. Demi Kerajaan Allah dan hidup kekal.5 atau terserah ?! Tidak bertanggungjawab. Paulus berbahasa lidah dalam frekuensi waktu yang cukup banyak… Kita akan lihat beberapa alasan mengapa setiap orang Kristen harus berbahasa lidah : . Benarkah pandangan ini ? Kebenaran sejati (Alkitab) memang membutuhkan pengorbanan untuk dibenci oleh orang-orang dunia. pergi tidur berbahasa lidah. harus berperang melawan setan dan kroni-kroninya ! Sesuatu yang absolut (dalam arti hanya Alkitab) pasti menolak kebenaran orang lain pun sedang menunjukkan bahwa “kebenaran” orang lain yang ditolak oleh Alkitab itu adalah suatu hal yang relatif dan siapa yang membela pernyataan ini (bahwa yang absolut menolak “kebenaran” orang lain) pun merupakan pengajaran yang relatif ! 3. Tuhan Yesus sudah berkali-kali memperingatkan bahwa karena diri-Nya. Peperangan sejati bukan peperangan fisik/daging.” Paulus berani bersaksi bahwa ia berkata-kata dengan bahasa lidah lebih dari orang-orang Korintus berarti begitu ia bangun dari tempat tidur langsung berbahasa lidah. bukan ? Sama halnya dengan pandangan ini. kecuali melalui karya Roh Kudus yang melahirbarukan dan mencerahkan pikiran dan hatinya sehingga mereka dapat percaya kepada Kristus. karena tanpa Kristus dan pengorbanan/penumpahan darah-Nya. 14:18. Paulus berkata : “Aku mengucap syukur kepada Allah bahwa aku berkata-kata dengan bahasa Roh lebih dari pada kamu semua.

yang sengaja tidak mengutip ayat 19. “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita.” Kadang-kadang tatkala menghadapi persoalan yang amat berat dan secara akal sudah tidak terpecahkan dan sudah tidak ada jalan keluar lagi dan kita tidak tahu apa yang harus kita doakan dan mohonkan kepada Allah. “Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga. “Paulus berani bersaksi bahwa ia berkata-kata dengan bahasa lidah lebih dari orang-orang Korintus berarti begitu ia bangun dari tempat tidur langsung berbahasa lidah. mari kita akan memperhatikan problematika penafsiran Alkitab dari theologia ini : 1. pp 32-40) Komentar saya : Dari sekelumit pembahasan ini. 14:22. Perhatikan terjemahan King James Version pada ayat 19 ini. penulis buku SOM ini mengutarakan. (Buletin SOM Bethany “Roh Kudus”.” Memang Paulus bisa berbahasa Roh. Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. sehingga ia lebih suka mengucapkan atau berkhotbah tentang 5 kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang ketimbang berpuluh-puluh ribu bahasa roh yang tidak diketahui. dan Paulus suka kalau semua orang berbahasa Roh seperti dia yang berbahasa Roh lebih dari semua orang Korintus. bagaimana sebenarnya harus berdoa. saat itulah Roh akan membantu kelemahan kita apabila kita mulai berbicara dengan bahasa lidah… Yang terakhir adalah : Mengapa Paulus berkata bahwa “bahasa Roh adalah tanda untuk orang yang tidak beriman ?” 1 Kor. sebab kita tidak tahu. Penafsiran 1 Korintus 14:18. padahal di dalam ayat selanjutnya. ia mulai membicarakan bahwa yang penting itu adalah untuk membangun Jemaat. tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Yang jelas Paulus tidak bermaksud mengatakan bahwa orang yang berkata-kata dengan bahasa Roh itu orang yang tidak beriman. Dengan menafsirkan 1 Korintus 14:18. dalam kehidupan sehari-hari bahkan setiap saat ia berbahasa lidah. dalam perjalanan. Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar.Alasan 1… Alasan 5 : Dengan berdoa dalam bahasa lidah kita dapat berdoa untuk sesuatu permohonan yang kita tidak ketahui (Enable us to pray for the unknown) Roma 8:26. tetapi ia mengungkapkan bahwa itu hanya untuk membangun dirinya sendiri. sedangkan di ayat 19. dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh. Paulus berbahasa lidah dalam frekuensi waktu yang cukup banyak…” Ayat ini dengan semena-mena ditafsirkan. “Yet in the church I had rather . itu adalah “tanda” bahwa mereka adalah orang yang tidak mempunyai iman. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible). Yang dimaksudkan Paulus adalah : Jika ada seorang tidak percaya atau mempersoalkan bahkan menolak dan menentang bahasa Roh. ayat 19. dalam pekerjaan. pergi tidur berbahasa lidah. karena ayat-ayat sebelumnya Paulus menunjukkan bahasa-bahasa Roh itu penting untuk berkata rahasia kepada Allah dan penting untuk membangun diri sendiri. Paulus mengungkapkan.

Lalu. 2. than ten thousand words in an unknown tongue. Tidak semua hal supranatural itu benar dan bertanggungjawab. Paulus lebih suka mengajar orang lain dengan hal-hal doktrinal yang bisa dimengerti bahasanya supaya iman jemaat dapat dibangun ketimbang berpuluh-puluh ribu bahasa yang tidak dapat dingerti (unknown tongue). “Dengan berdoa dalam bahasa lidah kita dapat berdoa untuk sesuatu permohonan yang kita tidak ketahui (Enable us to pray for the unknown)” Lalu. ia mengutip Roma 8:26 dengan penafsirannya. lalu banyak jemaat mereka (termasuk para pemimpin gereja mereka yang tidak mengerti) kalau berdoa bukan kepada Bapa tetapi kepada Roh Kudus.” Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari menerjemahkan. urutannya adalah : kita berdoa kepada Allah Bapa di dalam nama Tuhan Yesus melalui Roh Kudus. TETAPI tidak berarti karena itu hal yang supranatural lalu tidak ada standardnya. Dengan kata lain. dll). dll. ini pembalikkan ordo/urutan. oleh karena itu hanya Alkitablah yang harus menjadi standard untuk menguji hal-hal yang supranatural. sombong. Kembali. bisakah Anda membayangkan bahwa mungkinkah Paulus menuliskan wahyu Allah melalui surat-suratnya ? Jelas. beberapa pemimpin gereja Karismatik/Pentakosta mengajarkan berdoa di dalam Roh itu berarti berdoa dengan menggunakan bahasa “roh”. Bahasa Roh sejati masih ada sampai sekarang. Ayat ini berarti Roh Allah yang Mahakudus itu membantu kita berdoa kepada Bapa. karena itu adalah suatu hal yang supranatural yang melebihi kemampuan rasio manusia. pikiran. di dalam pertemuan jemaat atau ibadah. Roma 8:26 tidak sedang berbicara tentang doa dalam bahasa roh. ayat 26 di dalam Roma 8 ditafsirkan seenaknya sendiri. saya lebih suka memakai lima perkataan yang dapat dimengerti orang daripada memakai beribu-ribu perkataan dalam bahasa yang ajaib. “Kadang-kadang tatkala menghadapi persoalan yang amat berat dan secara akal sudah tidak terpecahkan dan sudah tidak ada jalan keluar lagi dan kita tidak tahu apa yang harus kita doakan dan mohonkan kepada Allah. salah satunya adalah alasan 5 yang menyatakan. mengapa ? Karena di dalam kelemahan-Nya dalam natur manusia. mengapa rasul-rasul Kristus lainnya. seperti Yohanes. apakah berarti Roh Kudus tidak menolong-Nya ? Apakah berarti kita tidak boleh sama sekali berbahasa lidah ? TIDAK. ini suatu ketidakkonsistenan penafsiran Alkitab ala penulis buku SOM. oleh karena itu Roh Kudus lah yang membantu kelemahan kita sehingga doa-doa kita disampaikan oleh Roh Kudus kepada Allah Bapa. Paulus setiap saat berbahasa Roh. Tetapi herannya. Roh Kudus membantu kita berdoa kepada Bapa karena kita tidak mengerti bagaimana berdoa supaya doa kita diperkenan Allah (doa yang tidak diperkenan Allah : doa yang egois. jika Roh membantu kelemahan kita ketika kita mulai berbicara dengan bahasa lidah. untuk mendukung pengajaran ini. Penafsiran Alkitab ini disebut eisegese (menafsirkan Alkitab sekehendak hatinya asal cocok dengan pola pikir yang telah ia tetapkan dahulu). Jadi. Penulis buku SOM ini mengungkapkan 7 alasan orang “Kristen” harus “berbahasa roh”. tafsiran ini terlalu dicocok-cocokkan. Jadi. di dalam pertemuan-pertemuan untuk menyembah Tuhan. ini sebuah penafsiran yang dicocok-cocokkan. mind. Tuhan Yesus ketika berdoa di Taman Getsemani. Petrus.speak five words with my understanding. Ia berdoa kepada Bapa sama sekali tidak menggunakan bahasa roh. dll. kata “pengertian” bisa mencakup intelek. doa minta kaya. . that by my voice I might teach others also. dll tidak dilaporkan setiap saat berbahasa Roh ? Jelas.” Kata “understanding” dalam bahasa Yunaninya nous berarti intellect. Kalau memang menurut penulis buku SOM ini. saat itulah Roh akan membantu kelemahan kita apabila kita mulai berbicara dengan bahasa lidah…” Dengan sangat jelas. Kalau ayat 18 ditafsirkan bahwa Paulus setiap saat berbahasa lidah. Saya lebih suka begitu supaya saya dapat mengajar orang. Penafsiran Roma 8:26. “Namun. Perhatikan.

Tuhan berkata melalui Paulus. Alkitab berkata. Yesaya menuliskan bahwa kepada para pemimpin Yerusalem.” Posisi Alkitab sebagai satusatunya yang layak dipercaya digeser menjadi bahasa roh menjadi patokan yang mendasar untuk mengukur iman seseorang.ekaristi. tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir. di ayat 21. Apa bedanya dengan kita. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. Paulus mengajarkan. Tentang bahasa roh yang adalah karunia untuk orang yang tidak beriman (1 Korintus 14:22). dengan menggantikan posisi finalitas Alkitab. itu adalah “tanda” bahwa mereka adalah orang yang tidak mempunyai iman. berilah perhentian kepada orang yang lelah. Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. penulis buku SOM ini mengatakan bahwa pengajarannya adalah pengajaran yang “kembali kepada Alkitab”. Umat di Filipi diminta untuk menuruti pesan St. Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. dan pendengaran oleh firman Kristus.” Di dalam Yesaya 28:11-12. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible). Keenam. di dalam ayat 22. bukan untuk orang yang tidak beriman. “Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar. Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar. dengan mengutip Yesaya 28:11-12. bukan saja seperti waktu aku masih hadir. Di ayat 20. “Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda. tetapi dari pendengaran oleh firman Kristus ! Tetapi herannya. oleh orang-orang yang berlogat ganjil dan oleh orang-orang yang berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini. inilah tempat peristirahatan!" Tetapi mereka tidak mau mendengarkan. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible). karena mereka lebih melihat fenomena yang kelihatan “wah” dan “supranatural” tanpa melihat esensi yang lebih penting (yaitu mendengarkan Firman). karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar. Tanya : Pendapat Gereja Katholik tentang pentingnya perbuatan adalah salah satu penemuan buatan mereka. penulis buku SOM ini menyimpulkan.” Oleh karena itulah. firman Tuhan.” Alkitab tidak pernah berkata bahwa iman timbul dari bahasa roh. Allah menggunakan bahasa-bahasa yang tidak mereka mengerti untuk menghukum mereka. iman timbul dari pendengaran.3. Lalu. Berikut adalah contoh konkrit tentang kesalahan tafsiran Alkitab yang diambil dari website “apologetika” sebuah pelayanan gereja Katolik (http://www. Doktrin Keselamatan (Soteriologi). kamu senantiasa taat. tetapi untuk orang yang tidak beriman. jika kita benar-benar adalah orang .net). padahal di dalam Roma 10:17. Dia yang telah berfirman kepada mereka: "Inilah tempat perhentian. “Sungguh. “Jadi. Sungguh. “Yang dimaksudkan Paulus adalah : Jika ada seorang tidak percaya atau mempersoalkan bahkan menolak dan menentang bahasa Roh. Penafsiran 1 Korintus 14:22.” Lalu. Ayat ini jelas menyimpang dari konteksnya. Paulus sudah memperingatkan jemaat Korintus untuk tidak seperti anak-anak di dalam pemikiran mereka. penulis buku SOM ini mengungkapkan. namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku.” Perhatikan. tetapi untuk orang yang beriman. mengapa ? Ayat 22 tidak bisa dilepaskan dari ayat sebelumnya. “Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini. Paulus untuk mengerjakan keselamatan mereka dengan takut dan gentar. suatu kontradiksi yang aneh. Jawab : Filipi 2:12-13 : Hai saudara-saudaraku yang kekasih. sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda. bukan untuk orang yang beriman.

Mengapa demikian? Karena di ayat 13 mengajarkan bahwa Allah lah yang mengerjakan kehendak baik manusia sehingga manusia bisa berbuat baik dan ajaran ini tidak cocok dengan ajaran Arminian dan Katolik Roma. Perbuatan baik itu penting tetapi bukan yang terutama.” adalah pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara Alkitabiah. “Allah” dipuaskan. Itu masalahnya. karena dengan itulah Allah akan menghakimi kita. tetapi . tetapi fokusnya sering dilihat hanya pada ayat 12. Apakah hidup yang kekal itu ? Hidup yang tidak dapat binasa. Paulus atau penulis-penulis Perjanjian Baru tidak pernah menggambarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan seperti yang banyak diajarkan oleh pengkhotbah-pengkhotbah pada masa sekarang. di dalam Filipi 2:12-13. Apalagi pernyataan yang mengatakan. Meskipun Filipi 2:12-13 dikutip keseluruhan. Pandangan ini dengan mudah dapat dijatuhkan. “St. Tuhan Yesus memberikan janji kepastian keselamatan bahwa barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa. Ayat ini seharusnya membuat kita merasa gentar sehingga kita terus menerus melakukan keinginan Bapa dalam segala hal. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman. Benarkah Paulus dan para rasul Perjanjian Baru tidak pernah mengajarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan ? Ini pandangan keliru. Di dalam Yohanes 3:16. Filipi 2:12-13 sangat digemari oleh para theolog Arminian dan Katolik yang anti-kedaulatan Allah. Keselamatan adalah murni 100% adalah anugerah Allah.” Gereja Katolik Roma dan Arminian mungkin saja menyetujui kedua ayat ini. Apakah dengan ini berarti janji Tuhan Yesus itu palsu dan bohong belaka hanya untuk mengelabui Nikodemus pada waktu itu yang sedang “stres” ? Lalu. Pernyataan ini adalah pernyataan yang dibuat-buat dan dicocok-cocokkan serta membuktikan penulis artikel ini tidak mengerti pengajaran Alkitab. Saya tidak berarti menyalahkan 100% bahwa perbuatan itu tidak penting. itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Keselamatan sejati adalah anugerah Allah. tetapi menyangkali kedaulatan Allah yang memimpin manusia pilihan-Nya sehingga tidak mungkin kehilangan keselamatan. Paulus atau penulis-penulis Perjanjian Baru tidak pernah menggambarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan seperti yang banyak diajarkan oleh pengkhotbah-pengkhotbah pada masa sekarang. Memang benar. sehingga seolah-olah melalui perbuatan baik. saya akan memberikan argumentasi theologis di dalam hal ini. tetapi pemberian Allah. Inilah yang ditekankan oleh banyak theolog Katolik Roma dengan “theologia” naturalnya dan banyak theolog Injili dengan presuposisi human-centerednya. sehingga Paulus perlu mengingatkan jemaat di Filipi untuk mengerjakan keselamatan. St. Komentar saya : Tafsiran terhadap Alkitab yang dilakukan secara semena-mena ini membuktikan penulis di website ini tidak mengerti benar Alkitab. Jangan percaya kepada theologia Injili yang mengaku juga mempercayai keselamatan adalah anugerah Allah.Kristen Perjanjian Baru ? Tingkah laku kita penting. hidup selama-lamanya bersama Bapa di Surga. Itu bohong belaka. Kita harus berbuat baik demi mewujudnyatakan cinta kasih dan terang Kristus ke dalam dunia kita yang berdosa. Sekali lagi. itu bukan hasil usahamu. melainkan beroleh hidup yang kekal. Paulus memerintahkan jemaat di Filipi untuk mengerjakan keselamatan. Ayat ini tidak sedang mengajarkan bahwa karena keselamatan itu mudah hilang. tidak ada satu unsur jasa baik manusia. Tafsiran model ini adalah tafsiran yang dicocok-cocokkan (eisegese) yang tidak sinkron dengan seluruh berita Alkitab. theologia Reformed saja yang berani menegaskan kedaulatan Allah dan anugerah Allah secara konsisten. Tetapi tidak berarti perbuatan baik lebih penting dari iman. Coba kita akan menyelidiki dengan teliti. dan bukan pada ayat 13. seperti yang dipaparkan Paulus di dalam Efesus 2:8-9. karena perbuatan baik adalah respon kita yang telah mendapatkan anugerah Allah melalui iman di dalam Kristus.

tetapi realita yang mungkin membuat para penganut theologia lainnya akan marah. dll. lalu.” Artinya: Karena Perjamuan Kudus adalah korban Tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib. Tuhan Yesus menegaskan : HANYA ORANG YANG PUNYA ROH MARTIR YANG DIBERI KUASA MEMBENTUK PERJAMUAN KUDUS YANG BENAR I. mungkin saja “Allah” seperti itu yang dipercayai oleh para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian. inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib. tetapi berarti mewujudnyatakan keselamatan itu sehingga orang lain dapat melihat perbuatan baik kita dan memuliakan Bapa di Surga (Matius 5:16). Entah. Inilah kelemahan fatal para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian. Ini sama saja bohong dan kontradiksi dengan pendapat sendiri. Kembali. perbuatan baik kita yang dikaruniai dari Allah. Prinsip Soli Deo Gloria (=kemuliaan hanya bagi Allah selama-lamanya) tidak ada pada theologia Katolik Roma. Orthodoks. itulah sebabnya hanya orang yang punya Roh Martir yang diberi kuasa membentuk Perjamuan Kudus yang benar. itu tidak menjadi masalah. Tuhan Yesus Kristus dan penyempurnaan karya keselamatan melalui karya Roh Kudus yang melahirbarukan umat pilihan Allah Bapa untuk beriman di dalam Kristus Yesus. tetapi hanya pada theologia Reformasi dan Reformed yang konsisten. “Inilah roti yang turun dari Sorga. Tidak ada satu theologia Kristen yang berani merumuskan theologia sistematika ini. Mengerjakan keselamatan tidak berarti mempertahankan keselamatan supaya tidak hilang. keselamatan yang telah disempurnakan melalui karya Roh Kudus dengan melahirbarukan umat pilihan-Nya dan memberi mereka iman di dalam Kristus. Berikut kutipan ajaran dari Bapak Yesaya Pariadji dari Tiberias yang mengemukakan ajaran tentang minyak urapan dan Perjamuan Kudus. para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian mempercayai bahwa keselamatan Kristen itu tidak pasti. Kita angkat Roti : Yang akan dibentuk menjadi Tubuh Kristus. seenaknya sendiri (tidak beda dengan manusia yang suka plin-plan. ini membuktikan “Allah” palsu ini merupakan proyeksi dari pikiran manusia yang berdosa seperti yang diajarkan oleh Ludwig Feuerbach). Itulah karya Allah Tritunggal di dalam keselamatan. Arminian. minta-minta perpuluhan. Kalau orang masih minta-minta. itu berarti Allah tersebut bukan Allah yang diajarkan oleh Alkitab karena Allah tersebut adalah Allah yang plin-plan. yaitu dengan mengajarkan bahwa meskipun keselamatan itu adalah anugerah Allah. berorientasi hanya untuk kemuliaan Allah (Roma 11:36).dengan perspektif yang menyimpang dari konteks Alkitab ini. Ketujuh. Itu jelas bukan Allah yang Alkitab ajarkan. dll. Allah yang menganugerahkan keselamatan itu juga bisa mengambil keselamatan sekehedaknya sendiri. membenci. kalau memang “benar”. Tidak ada satu arus theologia Kristen yang memiliki perspektif Kristo-sentris dan kedaulatan Allah (theology from above) kecuali theologia Reformed. yaitu mulai dari rencana keselamatan yang ditetapkan oleh Allah Bapa dengan memilih sebagian orang untuk diselamatkan. Doktrin Gereja (Ekklesiologi). Ini bukan fanatisme iman. kita sebagai manusia harus menerima keselamatan itu dan berbuat baik supaya diperkenan Allah. itu . Kembali. kecuali theologia Reformed ! Lalu. dilakukan oleh Allah. lalu diterima oleh umat pilihan-Nya dan terus dikerjakan. Ketika theologia Reformed berani menegaskan bahwa keselamatan sejati hanya melalui anugerah Allah di dalam iman. saya akan bertanya. Salah satu hal di dalam doktrin gereja yang akan kita selidiki adalah tentang minyak urapan dan Perjamuan Kudus. maka itu berarti keseluruhan proses keselamatan ada di tangan Allah secara pribadi (bukan di tangan manusia). penggenapan keselamatan di dalam Pribadi Allah Anak.

tetapi untuk memuliakan Kristus. nyawa dan darah kami agar banyak orang diselamatkan. Baca pernyataan selanjutnya. suatu pernyataan orang yang aneh. ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman”. tertombak. Dasar Firman Allah di dalam Yesaya 53:3-5 … (Buletin Gereja Tiberias NO. Ketiga: Inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib yang tertikam. agar kami tidak terkapar di meja operasi. Aku tolak kanker. Pariadji tidak mengerti totalitas pengajaran Alkitab. .” Yohanes 6:54 demikian: “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku. agar Gereja penuh kuasa. 3.tandanya orang itu tidak mempunyai Roh Martir sehingga Perjamuan Kudusnya hanya sekedar lambang saja. 2.” adalah pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dasar Firman Allah di dalam Yohanes 17:23 demikian: “Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu. yang langsung dari “tuhan yesus” tidak ditemukan pengajarannya di dalam Alkitab. yang lebih aneh lagi. Roh Martir adalah orang yang menyerahkan segala miliknya. dan tidak terkapar di rumah sakit atau ruang ICU. Di luar Yesus tidak ada keselamatan dan hidup yang kekal di Sorga (Yohanes 3:16). ini Tuhan Yesus atau “tuhan yesus” ? Dari pernyataan ini. bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka. Dasar Firman Allah di dalam Yohanes 6:51 & 58… Artinya: Keselamatan hanya melalui Yesus.” Pernyataan ini adalah tafsiran Pariadji sendiri yang mengaku langsung dari “Tuhan Yesus”. Kedua: Untuk menyempurnakan tubuhku agar sehat sempurna. tidak koma. Mari kita akan menyelidiki satu per satu. yang memberikan hidup kekal di dalam Sorga. sama seperti Engkau mengasihi Aku. agar kami tidak terkapar di rumah sakit. 06 NOVEMBER 2005) Komentar saya : Semua ayat Alkitab banyak yang ditafsirkan sekehendak hati Pariadji sendiri. Gereja Tiberias dibangun karena kami bisa menyerahkan segala milik kami. yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus yang benar. Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajarkan. yang memberikan hidup kekal di dalam Sorga. agar kami tidak lumpuh. “hanya orang yang punya Roh Martir yang diberi kuasa membentuk Perjamuan Kudus yang benar. nyawa dan darahnya. Pernyataan yang mengajarkan bahwa perjamuan kudus itu “memberikan keselamatan. Sungguh. Untuk menyempurnakan jiwa dan rohku dan agar dibangkitkan pada akhir zaman. agar kami tidak pikun. Pertama: Yang memberikan keselamatan. “Gereja Tiberias dibangun karena kami bisa menyerahkan segala milik kami. Gereja dibangun bukan untuk memperoleh kuasa.” Kalimat ini mirip dengan kalimat klenik atau syarat-syarat yang diperlukan untuk memperoleh kuasa supranatural. 1. agar Gereja penuh kuasa. tidak ada kuasa Allah. lalu berani mengklaim diri memiliki “roh martir”. sangat jelas bahwa orang yang punya “roh martir” yang dimaksudkannya adalah Pariadji sendiri. 2. Dari konsep gereja saja. 1. 883 Minggu TGL. agar dunia tahu. nyawa dan darah kami agar banyak orang diselamatkan. aku tolak tumor.

Pernyataan “makan daging dan minum darah” tidak bermakna secara literal. Pariadji harus membaca seruan Petrus di dalam Kisah Para Rasul 4:12. padahal konsep Perjamuan Kudus yang dipromosikan oleh Bapak Pariadji adalah konsep yang salah (bandingkan 1 Korintus 11:2331 .” Ayat ini tidak mengatakan bahwa keselamatan ada di dalam minyak urapan atau perjamuan kudus. agar kami tidak lumpuh. Sepertinya. and it is absurd to suppose that it was intended to be so understood… His body was offered on the cross. that by his bloody death . Dengan pernyataan Bapak Pariadji bahwa keselamatan hanya melalui Yesus. Bapak Pariadji dengan sengaja mencocokcocokkan ayat yang di luar konteks/makna aslinya supaya cocok dengan pandangan Perjamuan Kudus-nya yang “menyelamatkan” dan “mujarab”. tertombak. bahwa Dia menunjukkan referensi apapun di dalam bagian ini terhadap Perjamuan Tuhan…Arti sederhana dari bagian ini. “Inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib yang tertikam. Tafsiran Yesaya 53:3-5 yang seenaknya sendiri. Penggunaan kata “roti” di dalam kedua ayat ini memang menunjuk Perjamuan Kudus. “Untuk menyempurnakan tubuhku agar sehat sempurna. agar kami tidak pikun. 3. and was raised up from the dead and received into heaven. dan tidak terkapar di . sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia. agar kami tidak terkapar di rumah sakit.He did not mean that this should be understood literally.” Dengan mengutip Yohanes 6:51 dan 58. “Keselamatan hanya melalui Yesus. for it was never done. there is no evidence that he had any reference in this passage to the Lord’s Supper… The plain meaning of the passage is. Berikut pernyataannya. yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus adalah pernyataan yang secara implisit menghina karya penebusan Kristus di kayu salib dan menggantinya dengan hanya menerima Perjamuan Kudus yang “benar” (keselamatan di dalam Kristus menurut Bapak Pariadji tidak cukup hanya percaya. bahwa melalui darah kematian-Nya—tubuh dan darah-Nya diserahkan sebagai pengorbanan bagi dosa…) Untuk mendukung ajarannya yang kacau. yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus yang benar. Fungsi perjamuan kudus yang dipaparkan Bapak Pariadji. lalu orang percaya disuruh untuk benar-benar menguyah daging Tuhan Yesus.he would procure pardon and life for man. Besides. Untuk menyempurnakan jiwa dan rohku dan agar dibangkitkan pada akhir zaman.” (=Dia tidak bermaksud bahwa ayat ini dimengerti secara literal. Hidup dan keselamatan sejati didapat ketika mereka menerima-Nya sebagai Tuhan dan satu-satunya Juruselamat. “Except ye eat the flesh … . Kedua ayat yang dikutip oleh Bapak Pariadji sama sekali tidak mengajarkan tentang kanibalisme.Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajarkan bahwa Perjamuan Kudus sebegitu berkuasanya sehingga dapat memberikan keselamatan. tetapi juga harus menerima Perjamuan Kudus yang “benar”).” Lalu. Ditambah pernyataannya.his body and his blood offered in sacrifice for sin . Tidak. Kutipan Yohanes 6:54 yang seenaknya sendiri. ayat 27 di dalam pasal ini sering diabaikan oleh banyak pemimpin gereja kontemporer yang pop). … Di samping itu. Fungsi “perjamuan kudus” ala Pariadji adalah untuk menyembuhkan penyakit. tetapi yang dimaksudkan dengan “roti” adalah daging atau hidup-Nya sendiri yang diserahkan dan mereka harus menerima-Nya supaya mereka memperoleh hidup. agar kami tidak terkapar di meja operasi. 4. tidak ada bukti bahwa. tidak koma. ia mengutip Yohanes 6:54. Perhatikan pernyataan yang diungkapkan oleh Albert Barnes dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible. bukan karena menerima Perjamuan Kudus.

Daniel 12:3. 12:3 . aku tolak tumor.rumah sakit atau ruang ICU.” Ayat ini sengaja dicomot untuk mendukung ajaran adanya dua kali kebangkitan tubuh. p.D. 46) Komentar saya : 1 Penafsiran Daniel 12:3 yang tidak bertanggungjawab Pertama. Aku tolak kanker. Wah. 11-15 Untuk menafsir Kitab Wahyu. akibatnya. Hoekema. KEBANGKITAN II : Kebangkitan orang-orang jahat sesudah Millenium berakhir untuk memperoleh HUKUMAN. tetap untuk selama-lamanya. Herannya. tetapi itu bukan poin penting. dengan tidak bertanggungjawab. dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintangbintang. Rasul Paulus di dalam 1 Korintus 11:23-31 tidak pernah menyinggung sedikitpun tentang makna Perjamuan Kudus yang mujarab untuk menyembuhkan penyakit. padahal ayat ini tidak mengindikasikan pengajaran ini. 2 Penafsiran yang parsial atas Wahyu 20:4-6. Jadi ada jarak 1000 tahun antara kedua kebangkitan tersebut. Bapak Pariadji tidak bisa membedakan mana yang esensi (utama) dan mana yang tambahan (akibat dari esensi). 20:11-15). (Dan.” (Silabus SOM Bethany “Second Coming/Kedatangan Tuhan”. Ayat ini hanya mengindikasikan tentang adanya orang-orang yang bijaksana yang adalah orang-orang yang takut akan Allah akan menjadi sinar yang menerangi orang-orang dunia. mencari ayat-ayat Alkitab yang mendukung ajarannya dan sengaja meninggalkan 1 Korintus 11:23-31 yang jelas-jelas tidak mengajarkan tentang kemujaraban Perjamuan Kudus. 20:4-6 . kita harus memperhatikan prinsipnya yaitu di dalam Kitab Wahyu. pengorbanan Kristus di kayu salib mampu mematahkan segala belenggu penyakit. Berikut kutipan paparan tentang kelemahan penafsiran ayat-ayat ini dari Prof. Anthony A. “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala. Memang. saya akan mengutip pengajaran eskatologi dari SOM Bethany yang nantinya mempengaruhi penafsiran Alkitab versi mereka. Dasar Firman Allah di dalam Yesaya 53:3-5 …” Kembali. . ini adalah sebuah pelecehan implisit terhadap makna asli Perjamuan Kudus. Pada bagian terakhir. di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman. Kedelapan. dirinya mencocok-cocokkan semua ayat Alkitab sesuai kehendak hatinya ditambah ada perkataan bahwa “tuhan yesus” langsung berkata kepadanya (biar kelihatan “rohani dan alkitabiah”). sehingga orang-orang pilihan-Nya yang belum bertobat boleh dipimpin dan diterangi oleh sinar itu lalu mereka boleh kembali kepada Allah. Doktrin Akhir Zaman (Eskatologi). Berikut pengajarannya. “Ada dua jenis Kebangkitan Tubuh : KEBANGKITAN I : Kebangkitan orang-orang benar sebelum Millenium berakhir untuk memperoleh HIDUP. Yoh. Th. terkandung banyak perkataan simbolis atau simbol-simbol yang tidak dapat ditafsirkan secara harafiah. Wah. 5:28-29 . Ini problematika Bapak Pariadji dalam menafsirkan Alkitab.

327-329) Kita telah melihat problematika penafsiran Alkitab yang berintikan humanisme dan terimplikasi praktis di dalam paradigma dasar atau theologia sistematika mereka yang akhirnya mempengaruhi cara mereka menafsirkan Alkitab. Pertama. 24:15) bahwa kebangkitan orang percaya dan tidak percaya akan terjadi secara bersamaan… Perhatikanlah kalimat “orang-orang mati. pertama. Kitab kehidupan. Kalau Tuhan menganugerahkan kita kemampuan dan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi. Lalu. umumnya dimengerti sebagai daftar orangorang pilihan…” (Hoekema : 2004. 2. pp. kita akan membahas bagaimana menafsirkan Alkitab dengan prinsipprinsip yang bertanggungjawab sehingga kita dapat menghindarkan diri dari kesengajaan (atau ketidaksengajaan) mencoba mencomot ayat Alkitab di luar konteks yang ada. Tetapi tidak ada indikasi bahwa kitab-kitab tersebut hanya berisi tentang penghukuman. pertanyaan yang muncul. Pada bab ini. beberapa bukti telah diberikan bahwa 20:4-6 tidak berbicara tentang kebangkitan tubuh bagi orang percaya ataupun orang tidak percaya… ajaran semacam ini didasarkan pada penafsiran secara harafiah terhadap perikop dari kitab yang sangat bersifat simbolis.4 Penafsiran Alkitab yang Dapat Dipertanggungjawabkan (Penggabungan Antara Theologia Sistematika dan Theologia Biblika) Pada bagian terakhir. besar dan kecil. kita malas mempelajari Alkitab.4. Menurut bagian terakhir dalam ayat 12. lalu sembarangan menafsirkan Alkitab dengan berpedoman bahwa Alkitab itu jelas. Lalu. sehingga ibu-ibu yang tidak berpendidikan tinggi sekalipun dapat memahaminya. bagaimana kita dapat menafsirkan Alkitab dengan bertanggungjawab ? Kita akan membahasnya pada poin 2.” (ayat 12)… Coba amati lebih jauh pernyataan bahwa laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya (ayat 13)…Sudah tentu Hades. Tetapi jangan menyempitkan arti kejelasan Alkitab ini. bukan hanya orang-orang tidak percaya yang telah mati. apakah berarti kita harus mati-matian membela prinsip-prinsip tersebut. saya akan membagi ke dalam dua prinsip. bagaimana dengan ibu-ibu yang tidak pernah sekolah tinggi yang tinggal di desa. sehingga kita yang mengenyam pendidikan tinggi. mencakup semua orang yang telah mati. kitab tersebut berisi catatan tentang apa yang setiap orang telah lakukan. 1. 5:28-29 dan Kis. prinsip pembentukan pola paradigma yang bertanggungjawab (theologia sistematika). Pengajaran theologia sistematika ini hanya mungkin diintegrasikan dengan cara penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab ketika pengajaran ini dibangun di atas pengertian theologia Reformed yang konsisten.“… penafsiran premillenialisme terhadap ayat 4 hingga 6 bukanlah satu-satunya kemungkinan . Dalam ayat 12 kita membaca tentang kitab yang dibuka. sehingga tanpa prinsip-prinsip tersebut kita tidak mungkin mengerti Alkitab ? Kemudian. kita akan membahas tentang pengajaran-pengajaran theologia sistematika sebelum kita masuk ke dalam prinsip mengerti Alkitab. yang disebut dalam ayat 12 dan 15. sebaiknya kita mempergunakannya untuk mempelajari firman-Nya terlebih dahulu. yaitu dunia orang mati. Doktrin Alkitab (Bibliologi) . dan kedua disusul dengan prinsipprinsip penafsiran Alkitab sesuai dengan theologia sistematika yang telah disusun. dan mengabaikan ayat-ayat lain (seperti Yoh. apakah mereka juga perlu sekolah theologia/Alkitab untuk memahami Alkitab ? Salah satu prinsip Alkitab itu jelas. berdiri di depan takhta itu.

adil. bahkan ada seorang pemimpin gereja Karismatik yang berani mengajarkan bahwa manusia adalah little gods (ilah-ilah kecil). Perbedaan kualitatif ini memang bersumber dari Alkitab. maka jarang sekali para theolog Reformed membuat spekulasi theologia hanya dari satu bagian Alkitab. banyak theolog atau hamba Tuhan yang bertheologia Injili (yang cenderung Arminian. Kalau ada orang “Kristen” yang tidak pernah belajar theologia sama sekali. sehingga tidak heran para pemuja “theologia” religionum/social “gospel” yang bersumber dari “theologia” liberal mendewakan humanisme dan kontekstualisasi yang salah agar kepercayaan Kristen dapat dikompromikan dengan mudah (menghilangkan esensi Kristen). misalnya. Di sini. dll. Jadi. karena kekonsistenan theologia Reformed dalam melihat segala sesuatu. biasanya mereka akan mengintegrasikannya dengan seluruh berita di dalam kitab-kitab di dalam Alkitab. Allah adalah Tuhan yang memiliki dunia ini. Kembali. Alkitab dipercaya adalah satu-satunya wahyu Allah yang tertinggi dan final (2 Timotius 3:16) yang tidak mungkin bersalah dalam naskah asli/autographa-nya (infallibility and inerrancy of the Bible). di dalam seluruh arus theologia Kristen. mengapa theologia Reformed berani menegakkan kedaulatan Allah secara konsisten di dalam seluruh arus pemikirannya ? Karena hanya theologia Reformed melihat Allah sebagai Allah. tidak usah heran. Lalu. Pencipta dan Pemilik seluruh alam semesta dan manusia adalah ciptaan-Nya yang hanya merupakan derivasi (turunan) dari atribut Allah yang dapat dikomunikasikan (communicable attribute). sehingga Ia berdaulat dan berhak mengatur dan memimpin hidup manusia sesuai dengan apa yang dikehendakiNya. Dr. tetapi hanya dapat digali oleh theologia Reformed. Stephen Tong sebagai perbedaan kualitatif (qualitative difference). Doktrin Allah Tentang doktrin Allah. 2. Itu sebabnya.Di dalam theologia Reformed. Perbedaan ini disebut oleh Pdt. Ketika theologia Reformed memegang pendapat ini. Theologia Reformed juga mempercayai bahwa Doktrin Alkitab (Bibliologi) sebagai Prolegomena atau doktrin yang mendasari semua doktrin Kristen. lawan Reformed/Calvinisme) yang akhirnya dapat dengan mudah diperdaya oleh Gerakan Zaman Baru—GZB (New Age Movement) yang beridekan humanisme dan pantheisme. theologia Reformed juga mempercayai adanya suatu pengertian yang holistik dari Alkitab. jujur. kasih. hanya theologia Reformed yang lebih mendekati Alkitab (tidak berarti theologia Reformed identik dengan Alkitab). theologia Reformed dengan sangat konsisten mengajarkan prinsip kedaulatan Allah (the Sovereignty of God) dengan memegang prinsip bahwa segala sesuatu adalah dari Allah. Selain prolegomena. di mana seluruh kitab-kitab di dalam Alkitab dari PL sampai dengan PB adalah kitab-kitab yang memberikan penjelasan yang menyeluruh dan saling melengkapi. posisi manusia hanya taat mutlak akan pimpinan-Nya. lalu berani mengatakan bahwa theologia Reformed itu sombong dan tidak mengasihi. oleh Allah dan bagi Allah saja kemuliaan sampai selama-lamanya (Roma 11:36). berhatihatilah terhadap orang “Kristen” yang sok tahu ini. semua pembahasan doktrin dari suatu arus theologia Kristen dilihat dari bagaimana arus theologia Kristen itu memandang Alkitab. Untuk penjelasan bagian ini akan dijelaskan pada Bab 4 ini pada prinsip kedua. maka seluruh doktrin yang mereka bangun juga berdasarkan konsep kebersalahan Alkitab. theologia Reformed dapat disebut sebagai theology from above yang berusaha melihat segala sesuatu BUKAN dari perspektif manusia berdosa. sehingga ketika kita menemukan adanya kekurangjelasan dalam satu kitab tertentu. tetapi dari perspektif Allah di dalam Alkitab. seorang direktur . Oleh karena itu. Oleh sebab itu. Hal ini berakar dari semboyan Reformasi dari Dr. sehingga dengan berani mengajarkan bahwa di dalam diri manusia terkandung unsur positif. Tuhan. yaitu Sola Scriptura (hanya Alkitab). Martin Luther. Ketika kaum liberal mempercayai bahwa Alkitab itu murni buatan manusia. kita dapat membuka bagian kitab lainnya untuk mendapatkan penjelasannya. baik.

manusia yang telah diciptakan segambar dan serupa dengan Allah ini telah jatuh ke dalam dosa dan dosa ini mengakibatkan seluruh potensi diri manusia menjadi rusak total (Total Depravity). 4. binatang dan sesama manusia juga terputus. Dr. dll. suci. Di dalam doktrin keselamatan. Ini jelas tidak sesuai dengan prinsip Alkitab. diciptakan dan berdosa). lalu ada dosa aktual. adil. Martin Luther sampai John Calvin dan mempengaruhi semua theologia Reformasi dan Reformed. sehingga manusia pasti membutuhkan-Nya. theologia Reformed saja yang lebih tepat memahami anugerah Allah ? Karena hanya theologia Reformed mengaitkan konsep kedaulatan Allah dengan anugerah Allah ditambah ketidakmampuan manusia secara total. konsep anugerah langsung dikaitkan dengan kedaulatan Allah. sebaliknya di dalam theologia Reformasi agak kurang menekankan kaitan anugerah Allah dengan kedaulatan Allah. sehingga tidak ada satu inci diri manusia yang tidak berdosa (Roma 3:23). itu semua akibat dosa. terlepas dari tubuhnya). Anda dapat membaca sendiri buklet Doktrin Manusia dan Dosa yang ditulis oleh Pdt. Di dalam hal ini. Doktrin Keselamatan (Soteriologi) Konsep anugerah adalah konsep utama yang telah ditegakkan dari Paulus. Dosa inilah mengakibatkan hubungan antara manusia dengan Allah terputus. sehingga beberapa gereja Lutheran mulai mengkompromikan theologia mereka dengan theologia Injili yang Arminian. 2005). dll (atribut-atribut Allah yang dapat dikomunikasikan). 3. tsunami. dll. dengan memegang prinsip dari Paulus. Julio Kristano (Momentum. John Calvin. maka manusia itu pasti mati. jujur. Mengenai penjelasan pandangan dikotomi. tetapi murni atas . bencana banjir. bencana alam pasti dari dosa. begitu pula hubungan antara manusia dengan alam. jangan percaya akan hal yang aneh ini. Thomy J. Tetapi saya sangat heran. menegakkan konsep kedaulatan Allah lah yang dengan lebih tepat mengartikan konsep hanya anugerah (sola gratia) ketimbang Luther. sehingga manusia dapat berpotensi menjadi seperti Allah (tetapi tetap sebagai makhluk yang terbatas. di mana kedua hal ini saling berhubungan dan menyatu. Lalu. tanah longsor. Mengapa menurut saya. Mengapa ? Karena di dalam theologia Reformed. Kembali. mulai dari timbulnya penyakit yang aneh. theologia Reformed mempercayai bahwa manusia itu terdiri dari tubuh dan jiwa (pandangan dikotomi). Dosa ini dapat dibagi menjadi dua bagian. Yang saya maksudkan adalah dosa mengakibatkan penyakit. baik. Doktrin Manusia dan Dosa (Christian Antropology) Theologia Reformed yang konsisten mengajarkan bahwa manusia itu diciptakan segambar dan serupa dengan Allah yang menurunkan sifat-sifat Allah yang kasih. Bapa gereja Augustinus. Dalam kondisi ini. di dalam dunia ini muncul berbagai macam masalah. Konsep anugerah ini jelas mempengaruhi doktrin keselamatan dan kehidupan Kristen sehari-hari. Matakupan dan Ev. Tetapi tidak berarti setiap penyakit. Mereka bisa masuk ke dalam racun GZB ini karena doktrin Allah mereka tidak kuat dan begitu kacau.dari John Robert Power di Surabaya ternyata adalah seorang “penginjil” perempuan di sebuah gereja Karismatik “terbesar” di Surabaya. yaitu dosa yang kita kerjakan sendiri. Allah telah memilih kita tanpa memandang jasa baik kita. Tidak heran. bencana alam. Ketika tubuh dan jiwa dipisahkan. yaitu dosa asal (original sin) yang diwariskan dari Adam (Roma 5:12-14). manusia hanya memiliki satu kecenderungan : tidak bisa tidak berdosa (artinya ingin terus-menerus berdosa). di dalam theologia Reformed yang mempercayai ketidakbersalahan Alkitab secara konsisten. ada seorang “pemimpin gereja” yang melakukan bisnis “minyak urapan” hobi “bersaksi” bahwa roh/jiwanya turun naik “surga” (tentu. theologia Reformed mempercayai bahwa sebelum dunia dijadikan. karena mereka secara implisit mempercayai bahwa Allah bisa berubah atau mengubah rencana-Nya sesuai kondisi manusia.

sebagai Imam (di atas segala imam). mengapa ? Kembali. Lalu. Sebagai Nabi (di atas segala nabi). kemudian Roh Kudus diutus untuk menyempurnakan karya keselamatan itu dengan mengefektifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati setiap umat pilihan-Nya dengan memberikan iman di dalam Kristus. Doktrin Roh Kudus (Pneumatologi) . Tetapi herannya konsep ini ditolak mentah-mentah oleh theologia Injili yang cenderung Arminian dan juga theologia Katolik Roma yang mengatakan bahwa ketika orang tersebut murtad. Ini jelas tidak konsisten. Ia memerintah alam semesta ini sebagai Tuhan yang berdaulat dan berkuasa penuh (Matius 28:18) serta Ia akan datang kembali untuk kedua kalinya untuk mendirikan Kerajaan-Nya (Kerajaan Allah yang akan datang). Hal ini telah dirumuskan dalam pengakuan iman gerejawi yang bertanggungjawab. setelah Allah memilih kita untuk menerima keselamatan yang telah direncanakan-Nya. para bapa gereja yang setia. otomatis sedang menghina Allah bahwa Ia tak sanggup lagi berbuat apa-apa terhadap keselamatan umat pilihan-Nya ketika mereka memilih untuk murtad. Feuerbach bahwa “Allah” itu diciptakan menurut gambar dan rupa manusia. yaitu Kristus itu sebagai Nabi. Ia memberitakan firman Allah tentang kerajaan Allah kepada manusia dan kedatanganNya membuktikan Kerajaan Allah telah hadir di bumi ini (Kerajaan Allah pada waktu sekarang/yang telah ditegakkan). itu murni adalah anugerah Allah. baik Chalcedon. sehingga apapun yang telah Ia berikan kepada kita baik itu kepintaran. problematika kekekalan keselamatan berkaitan erat dengan kekekalan diri Allah dan pemeliharaan-Nya.47 . Allah yang memulai keselamatan ini akan menjaga umat pilihan-Nya sampai akhir sehingga mereka tidak pernah mungkin dapat meninggalkan Kristus untuk selama-lamanya.44. 6:40.kerelaan kehendak-Nya yang berdaulat (Efesus 1:3-6). Lalu. maka kaum Arminian secara implisit ingin mengajarkan konsep Deisme (yang mengajarkan bahwa setelah Allah menciptakan dunia ini. Ia mengorbankan diriNya sendiri sebagai penebusan dosa bagi umat manusia yang berdosa (Ia berbeda dengan para imam di dalam Perjanjian Lama yang mengorbankan binatang sebagai korban penebus dosa) dan sebagai Raja. dll. maka Ia tidak memelihara dunia ini) dan dengan jelas merendahkan posisi Allah di bawah posisi manusia yang “berotoritas”. Hanya theologia Reformed yang konsisten mengajarkan peranan setiap Allah Tritunggal di dalam proses keselamatan. Doktrin Kristus (Kristologi) Theologia Reformed mengikuti pandangan dari Rasul Paulus sendiri (Roma 1:3-4). 6. Ini tentu bukan Allah sejati tetapi “ilah” buatan para theolog Arminian dan Katolik yang tidak lebih dari suatu idealisme utopia yang tidak pernah diajarkan oleh Alkitab. Imam dan Raja. tercampur). Roma 8:33-35). Luther dan John Calvin memegang pernyataan bahwa Kristus itu bernatur 100% Allah dan 100% manusia (dwi natur/dua sifat di dalam satu Pribadi Kristus yang tidak terbagi. Tetapi yang agak berbeda. Bapa mengutus Putra untuk menggenapkan karya keselamatan itu dengan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Mengapa demikian ? Karena dengan mengatakan bahwa keselamatan umat pilihan Allah bisa hilang. Konsep ini jelas konsisten dengan seluruh berita Alkitab (Yohanes 3:16 . lalu pergunakanlah itu hanya bagi kemuliaanNya saja. terpecah. konsep anugerah harus menjadi konsep yang tertanam di dalam hati dan pikiran kita. 10:27-30 . maka keselamatannya bisa hilang. tetapi mirip seperti pandangan L. Kalau pandangan Arminian yang mengatakan bahwa keselamatan umat pilihan Allah bisa hilang akibat murtad itu adalah pandangan yang “benar”. Di dalam kehidupan Kristen sehari-hari. theologia Reformed memiliki pandangan lain terhadap pribadi Kristus yang tidak dianut oleh arus theologia Kristen apapun. dll. 5. kemampuan berbicara.

pendidikan. Dr. GBI. dll dan kedua. Kalau ada orang yang berani mengajar tentang Roh Kudus. berhati-hatilah terhadap para pengajar itu. “menginsafkan dunia akan dosa. maka di dalam PB. Gereja Reformed tidak mengklaim bahwa sistem mereka mengenai pemerintahan Gereja ditentukan oleh setiap detilnya oleh Firman Tuhan. dll. Allah mengadakan perjanjian (covenant) melalui sunat sejak kecil (tanpa perlu mempertanyakan apakah anak kecil itu beriman dahulu atau belum). gereja-gereja Reformed menjalankan baptisan anak (infant baptism) dengan paradigma dasar bahwa baptisan bukan hal yang menyelamatkan. perjanjian itu berupa baptisan. tetapi jika dalam pengertian keanggotaan formal gereja yang kelihatan. Prinsip ini konsisten di dalam seluruh Alkitab. Selain itu. misalnya. GRII. bau. maka mereka belum tentu diselamatkan (karena banyak orang yang pergi ke gereja bahkan mengaku diri “melayani tuhan” terbukti bahwa mereka bukan termasuk umat pilihan Allah). hukum. Jadi. gereja yang tidak kelihatan (invisible church) yang meliputi semua orang Kristen sejati dari berbagai zaman. GKT. Louis Berkhof di dalam bukunya Teologi Sistematika : Doktrin Gereja mengungkapkan tentang sistem pemerintahan gereja Reformed ini. yaitu. baik politik. Di dalam doktrin gereja. Kedua hal itu sama-sama salah. Kalau gereja bukanlah gedungnya. GKI. yaitu Perjamuan Kudus dan Baptisan Kudus saja). tak mungkin manusia dapat beriman dan mengaku Kristus sebagai Tuhan (1 Korintus 12:3). tetapi Roh Kudus adalah Pribadi Allah sendiri yaitu Oknum/Pribadi Ketiga dari Allah Trinitas. tetapi respon terhadap anugerah Allah yang mendahului iman seseorang. Doktrin Gereja (Ekklesiologi) Gereja bukanlah gedungnya. kebenaran dan penghakiman” (Yohanes 16:8). GKA. di dalam theologia Reformed. tetapi kita tidak perlu jatuh ke dalam ekstrim lainnya. Roh Kudus berfungsi mengefektifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati setiap umat pilihan-Nya sehingga mereka bisa percaya di dalam Kristus dan bertobat. dll). 7. Prof. karena dapat dipastikan mereka adalah para pengajar palsu meskipun berjubah “Kristen” bahkan “pendeta” atau “pemimpin gereja”. gereja yang kelihatan (visible church). berdebu. kalau gereja adalah kumpulan orangorang pilihan Allah. theologia Reformed seperti Alkitab juga mempercayai bahwa Roh Kudus diutus untuk. ketika orang-orang Kristen disebut Bait Roh Kudus/Allah (1 Korintus 3:16). maka kita tidak perlu berlomba-lomba membangun gedung gereja sebagus dan semewah mungkin. Tanpa ada karya Roh Kudus ini. oleh karena itu tindakan ini tidak ada ampun (Matius 12:32). ekonomi. gereja yang kelihatan dalam bentuk gedung. Di dalam ordo/urutan keselamatan. tetapi orang-orangnya. GKRI. yaitu mandat theologis (mengajar doktrin kepada jemaat-jemaat gereja). yaitu membiarkan bangunan gereja tidak terawat. Khususnya. apakah berarti semua anggota gereja pasti diselamatkan ? Kalau gereja itu dalam pengertian gereja yang tidak kelihatan (orang-orang Kristen sejati). tetapi gereja Reformed menekankan . tempat dan kondisi. Lalu. hanya dua. mandat gereja dibagi menjadi tiga. maka pasti diselamatkan. theologia Reformasi dan Reformed menegaskan bahwa gereja yang sehat adalah gereja yang mengerjakan dua tugas yaitu mengajar doktrin dan melakukan sakramen (dalam hal ini. gereja-gereja Reformed memegang sistem pemerintahan gereja Presbyterial/Presbyterian. maka gereja yang merupakan kumpulan orangorang pilihan Allah pun dapat disebut Bait Allah tetapi dengan pengertian theologis. Di dalam theologia Reformed.Roh Kudus BUKAN Kuasa Allah. mandat Injil (memberitakan Injil) dan mandat budaya (anak-anak Tuhan menjadi garam dan terang bagi masyarakat dunia di dalam setiap aspek hidup. Gereja dapat dibagi menjadi dua. sosial. Lalu. di mana di dalam PL. tetapi terlepas dari (bahkan bertentangan total dengan) prinsip ini. Menghujat Roh Kudus sama halnya dengan menghujat fungsi dan peranannya.

Ia adala hTuhan dari alam semesta. Mat 16:18.24… 2. tetapi secara subjektif melalui Roh-Nya yang bekerja dalam Gereja dan secara objektif melalui Firman Tuhan sebagai standar otoritas… Karena Kristus adalah satu-satunya Penguasa Gereja yang berdaulat. 19:16. 4:4. 1 Kor 12:5 . Flp 2:10. Mereka tidak mengklaim adanya jus divinum secara rinci. …sebagai tambahan para pejabat Gereja menerima suatu kuasa yang diperlukan oleh mereka untuk melaksanakan tugas mereka dalam Gereja milik Kristus. bukan sekedar sebagai Pribadi kedua dalam Tritunggal. Ia juga menghendaki agar pelaksanannya dilakukan oleh orang-orang tertentu secra khusus. 5:23. Mat 28:18 . Para pejabat Gereja adalah wakil bagi umat yang dipilih berdasarkan pemungutan suara. bukan saja dalam hubungannya yang vital dengan Gereja.bahwa prinsip dasarnya diperoleh secara langsung dari Alkitab. Ia adalah Kepala Gereja di mana Gereja adalah tubuh-Nya…Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Kristus adalah Kepala Gereja. 23:8. Ef 1:20-23 .12 . Kristus adalah Kepala Gereja dan Sumber dari Segala Otoritas …Reformed mempertahankan pendapat bahwa Kristus satu-satunya Kepala Gereja… Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Kristus adalah Kepala atas segala sesuatu.Dalam pengertian yang sangat khusus. tetapi juga dalam pengertian bahwa Ia adalah pemegang otoritas dan memerintah atasnya. Kendatipun Kristus memberikan kuasa kepada Gereja secara keseluruhan. Ef 1:20-22 . Mereka harus memelihara doktrin. dari Gereja yang tidak nampak yang membentuk tubuh-Nya secara spiritual. Yoh 13:13 . Sebab panggilan ini adalah panggilan batiniah yang diberikan . bukan berarti bahwa mereka menerima otoritas dari umat. dan juga menerima otoritas dan kuasa sebagai pejabat langsung dari Kristus.11. Tetapi. bukan sekedar sebagai pelaksana atau delegasi dari jemaat… 4. maka firman-Nya adalah satu-satunya hukum dalam arti yang paling mutlak. Ia tidak memerintah Gereja dengan paksaan. Kristus sebagai Raja Melimpahkan Kekuasaan kepada Gereja. Kristus Melaksanakan Otoritas-Nya dengan Memakai Firman Kerajaan-Nya. Ia adalah Kepala yang utama. dan mereka siap untuk mengakui bahwa banyak hal-hal khusus ditentukan oleh pertimbangan kebijaksanaan manusia… Berikut ini kita lihat prinsip-prinsipnya yang paling mendasar : 1. Pemerintahan Kristus tidaklah persis sama dengan pemerintahan raja-raja dunia. Why 17:14 .10 . ibadah dan disiplin. tetapi juga sebagai Legislator dan Raja. Ia juga kepala bagi Gereja yang nampak bukan hanya dalam pengertian organik saja.19 . walaupun tidak secara eksklusif. Mereka memiliki kuasa yang umum yang dilimpahkan kepada Gereja. Dalam pengertian organik dan vital. Kristus Memperlengkapi para Pelaksana yang Ditunjuk untuk Melaksanakan Hal-hal Khusus. Mereka adalah wakil. tetapi jjuga dalam keadaan-Nya sebagai Pengantara. tetapi hanya untuk prinsip dasar yang umum saja dari sistem ini.11 . Karena itu semua kekuasaan tiranis tidak boleh ada dalam Gereja… 3.5.

karena kitab ini berisikan simbol-simbol yang ditulis oleh Rasul Yohanes untuk dikirimkan kepada jemaat-jemaat Kristen yang mengalami penganiayaan. kita akan melanjutkan dengan prinsip penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab sesuai prinsip-prinsip theologia sistematika di atas. pp. Di dalam Doktrin Akhir Zaman. dan kepada-Nya mereka harus bertanggungjawab… 5. “Penulis Surat Ibrani di dalam bagian ini sebenarnya lebih menekankan daya dan kuasa firman yang menembus jauh ke dalam sehingga manusia tidak dapat bersembunyi. 7) . Dari Tuhan juga para pejabat itu menerima otoritas. theologia Reformed memegang konsep Amillenialisme di dalam doktrin Akhir Zamannya. karena kita memiliki pengharapan yang pasti bahwa Allah pasti mengalahkan iblis dan dunia yang jahat ini. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun. di mana anak-anak-Nya akan menikmati berkat yang telah dijanjikan-Nya yaitu tidak ada air mata. ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh. Doktrin Akhir Zaman (Eskatologi) Terakhir. tetapi simbolis. Kedua. Inilah paradoksikal di dalam iman Kristen yang sungguh iman. iblis dan maut. ketika di dalam Ibrani 4:12. 57-63) 8.” (p. penulis Ibrani mengajarkan. prinsip pertama yang tidak boleh dilupakan adalah memperhatikan konteks yang ada. Di mana. Anthony A.D. Prof. Oleh karena itu. Setiap ayat dan pasal di dalam suatu kitab di dalam Alkitab memiliki banyak konteks. Julio Kristano di dalam buklet Doktrin Manusia dan Dosa (2005) memaparkan. Hoekema.oleh Tuhan sendiri. Kerajaan Allah yang telah ditegakkan adalah Kerajaan Allah yang hadir ketika Kristus berinkarnasi ke dalam dunia sampai Ia mati dan bangkit yang membuktikan kemenangan-Nya atas kuasa dosa. Berikut adalah prinsip-prinsip dalam penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab. Apalagi ketika kita mulai membaca dan menafsirkan Alkitab. Konteks penulisan ayat ini adalah tentang begitu dahsyatnya kuasa Firman Allah sehingga mampu menembusi kedalaman manusia. membagi dua konsep kerajaan Allah dan Eskatologi yaitu Kerajaan Allah dan Eskatologi yang telah ditegakkan dan Kerajaan Allah dan Eskatologi yang akan datang. theologia Reformed sangat berhati-hati dalam menafsirkan Kitab Wahyu. Pdt. Thomy J. ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Konsep paradoks ini berimplikasi di dalam kehidupan Kristen yaitu mendorong kita untuk tidak terlena dalam menikmati berkat-berkat pemeliharaan Allah yang telah diberikan-Nya pada zaman sekarang. Misalnya. lalu mendorong kita juga untuk giat bagi pekerjaan Allah meskipun harus menderita aniaya. lalu Kerajaan Allah ini terus berlangsung sampai akhir (Kerajaan Allah yang akan datang). … (Berkhof. 1997. tidak ada penyakit.”. 1 Memperhatikan Konteks yang Ada Kalau kita membaca buku apapun hendaklah kita memperhatikan konteks penulisan buku itu supaya kita tidak sembarangan menafsirkan maksud penulis yang sebenarnya. pernyataan “Kerajaan 1000 Tahun” bukan dimengerti secara harafiah. Matakupan dan Ev. dll. Kekuatan Gereja Terutama Terletak pada Pemerintahan dalam Gereja Lokal. sendisendi dan sumsum. jangan langsung gegabah menafsirkan bahwa penulis Ibrani mengajarkan tentang pemisahan antara jiwa dan roh. Th.

“injil lain” ini adalah “injil” palsu yang diberitakan oleh guru-guru Yahudi dengan Yudaismenya. Mengapa ini perlu dilakukan ? Karena kita mempercayai ketidakbersalahan Alkitab hanya di dalam naskah asli/autographanya. mereka akan diselamatkan.” 2002) Dengan kata lain. misalnya di dalam penganiayaan. mereka akan dibunuh. 3 Memperbandingkan Berbagai Terjemahan Alkitab (Khususnya dengan bahasa Ibrani dan Yunani) Setelah mempertimbangkan konteks dan latar belakang. maka kita akan mengerti mengapa Paulus menulis kedua ayat tersebut. dan mengikuti suatu injil lain. dll). entah itu Indonesia.” Ini adalah penafsiran Alkitab yang dipaksakan. sekarang kita akan mencoba masuk ke dalam tahap ketiga yaitu memperbandingkan berbagai terjemahan Alkitab (dari berbagai bahasa. maka kamu akan diselamatkan. bahwa Yesus adalah Tuhan.” ? Ini akibatnya menafsirkan Alkitab tanpa melihat latar belakang. dan percaya dalam hatimu. Madura. Paulus mengatakan bahwa jika mereka mengaku dengan mulut mereka bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hati mereka. Kedua. dll. mengapa di dalam ayat 9 di dalam Roma 10 ini. “…Tidak lama setelah kunjungan pertama Rasul Paulus. muncul pertanyaan “injil lain” apakah yang Paulus maksudkan ? Kalau kita memperhatikan latar belakangnya. karena dengan menyebut Yesus sebagai Tuhan. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan. Benarkah arti ayat ini ? Lalu. Surat Roma ditulis oleh Rasul Paulus untuk dikirimkan kepada jemaat-jemaat Kristen di Roma yang mengalami penganiayaan dan penderitaan. Tetapi guru-guru itu bersikeras mengharuskan orang bukan Yahudi yang telah bertobat agar disunat juga dan menaati hukum Yahudi — dengan kata lain harus menjadi orang Yahudi — untuk dapat diselamatkan…” (“Handbook to the Bible.2 Memperhatikan Latar Belakang Penulisan Kitab Setelah kita memperhatikan konteks yang ada. Rasul Paulus mengajarkan bahwa untuk dapat menerima pengampunan Allah dan karunia hidup baru diperlukan pertobatan dan iman. karena setiap kitab ditulis oleh para penulis dengan latar belakang tertentu. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. Batak. Yesus. sehingga terjemahan-terjemahan yang disalin dari Alkitab mengandung . Dari buku Handbook the Bible. Mandarin. lalu berkata. bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia. “Ayo coba katakan Yesus. Dr. Oleh karena itu. Inggris. “Aku heran.” Pdt. Stephen Tong pernah mengatakan bahwa ayat ini dengan mudah dicomot oleh banyak penginjil untuk dijadikan dasar dalam memberitakan Injil. yang sebenarnya bukan Injil. Saya akan memberikan dua contoh. Latin. Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. apakah Paulus bertentangan dengan Tuhan Yesus di dalam Matius 7:21 mengajarkan. di mana pada waktu itu mereka diancam jika mereka menyembah Allah di luar Kaisar yang dianggap sebagai “Allah”. kita dapat mengerti latar belakang ini. mereka pasti menerima resiko hukuman mati dari Kerajaan Romawi. Jawa. selanjutnya kita harus juga memperhatikan latar belakang penulisan masing-masing kitab di dalam Alkitab. Contoh pertama. ” Lalu. yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu. melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. guru-guru Yahudi yang lainnya tiba di Galatia. Roma 10:9 berkata. maka kamu akan diselamatkan. Rasul Paulus berkata di dalam Galatia 1:6-7. “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu. bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.

puisi (Amsal). surat pastoral (Roma. pertama-tama orang Yahudi. karena kabar itu adalah kekuatan Allah untuk menyelamatkan semua orang yang percaya. simbolsimbol (Wahyu). theologia Reformed yang ditegakkan oleh John Calvin tepat sekali mengartikan bahwa ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Misalnya. kita tetap perlu memperbandingkan berbagai terjemahan Alkitab untuk mendapatkan makna aslinya yang lebih jelas. bukan “kehilangan kemuliaan Allah” tetapi “jauh dari Allah” (BIS) atau “come short of the glory of God” (KJV) yang berasal dari bahasa Yunaninya hustereō yang berarti fall short (=tidak mencukupi). Masing-masing bentuk ini harus diperlakukan dengan tepat. to the Jew first. and come short of the glory of God. Efesus.” Terjemahan Baru dan BIS dalam hal ini kurang jelas mengartikan maksud dari “mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil”. tetapi karena keterbatasan terjemahan. pertama-tama orang Yahudi. sedangkan KJV lebih tepat menerjemahkannya. ini adalah pandangan dari theologia Lutheran yang mengajarkan bahwa peta teladan Allah sudah hilang ketika manusia jatuh ke dalam dosa. setelah membandingkan berbagai terjemahan Alkitab. kita juga harus memperhatikan bentuk sastra atau genre yang dipakai di dalam setiap kitab di dalam Alkitab. fall. dll.” (TB) Alkitab BIS menerjemahkannya. cerita. kita dapat menemukan makna yang mendalam yaitu Paulus yang berkeyakinan kokoh ini benarbenar tidak malu akan Injil Kristus. Kita sebagai orang Kristen harus tetap percaya bahwa terjemahan-terjemahan Alkitab dijaga oleh Tuhan sehingga tidak menyimpang dari arti aslinya.” dan Alkitab terjemahan King James Version (KJV) mengartikannya. dll. 4 Memperhatikan Bentuk Sastra/Genre yang Digunakan Kemudian.” Contoh kedua. janganlah menggunakan pendekatan yang harafiah/literal (seperti para penganut . “Semua orang sudah berdosa dan jauh dari Allah yang hendak menyelamatkan mereka. and also to the Greek. di dalam terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS). Padahal arti sebenarnya. peta teladan Allah tidak hilang. Di sini. Kata “ashamed” lebih sesuai dengan kata dalam bahasa Yunaninya epaischunomai yang berarti to feel shame for something (merasa malu akan sesuatu). Dari perbedaan kata ini. Jika kita menafsirkan kitab Wahyu. tetapi aku tidak malu. khususnya memperbandingkan langsung dengan terjemahan asli Alkitab dalam bahasa Ibrani (PL) maupun bahasa Yunani (PB). sehingga tidak terjadi kebingungan.” (TB). lack (=kekurangan). Galatia. karena hal ini senada dengan ungkapan Paulus sendiri di dalam suratnya yang kedua kepada Timotius pasal 1 ayat 12.” Kata “kehilangan kemuliaan Allah” di dalam Terjemahan Baru (TB) dapat mengakibatkan tafsiran yang aneh yaitu kemuliaan Allah benar-benar hilang dalam diri manusia. meskipun harus mengalami penganiayaan sekalipun. tetapi hanya rusak total atau mengurangi kemuliaan Allah. “Saya percaya sekali akan Kabar Baik itu. di mana ada yang berisi nyanyian (seperti Mazmur). tetapi juga orang Yunani. “For I am not ashamed of the gospel of Christ:…” (=Sebab aku tidak malu akan Injil Kristus). Setiap kitab di dalam Alkitab memiliki keunikan tersendiri. Dalam hal ini. dan bangsa lain juga. dll).beberapa kelemahan arti (meskipun tidak 100% mempengaruhi isi Alkitab). Paulus di dalam Roma 1:16 berkata. “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. di dalam Roma 3:23.” dan Alkitab KJV menerjemahkannya. “For I am not ashamed of the gospel of Christ: for it is the power of God unto salvation to every one that believeth. theologia Reformed menunjukkan ketelitiannya di dalam menafsirkan Alkitab. Paulus berkata. “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini. karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. “For all have sinned.

Efesus. dll). dll ? Alkitab tidak membicarakannya. Apakah ini untuk keperluan akademis ? Tidak. Misalnya. Petrus (1 Petrus 5:9 . surat 1. Hal ini diletakkan pada prinsip keenam. kita juga memperhatikan tafsiran-tafsiran Alkitab yang telah ditulis oleh para penafsir Alkitab yang bertanggungjawab. Jadi. angka ini dapat menunjuk kepada pribadi tertentu. Ini sangat penting agar kita dapat mengerti Alkitab bukan secara parsial/sebagian.Premillenialisme/Dispensasionalisme). tetapi dikhususkan untuk orang-orang Kristen pada waktu itu. Kolose. ditemukan kata intinya yaitu “iman”. Thomy J. Filipi. dll yang adalah suatu kebahayaan jika kita menafsirkan hal ini benar-benar kuda berwarna merah. dll). Kalau di dalam konteks penulisan Rasul Yohanes ini. Misalnya. Paus. maka angka 666 menunjuk kepada “Kerajaan Romawi dan penyembahan Kaisar” (“Handbook to the Bible. angka 666 ini menunjuk kepada antikristus. label harga. misalnya Galatia. kemudian juga memperbandingkan dengan surat-surat yang ditulis oleh penulis yang berbeda (misalnya. Filipi. lalu dikaitkan dengan surat-surat pastoral dari Petrus (1 dan 2 Petrus). kita dapat memperbandingkannya dengan Surat Galatia. dll. tetapi menyeluruh/holistic. 2. Kalau kita ingin mengerti konsep Injil ketika kita menyelidiki surat Roma. penulis Ibrani (Ibrani 11:1). dan kita nantinya dapat mengaplikasikan ke dalam kehidupan Kristen kita sehari-hari. dan 3 Yohanes. Pdt. 1 dan 2 Petrus. dll. atau lebih tepatnya Antikristus yang menggantikan posisi Kristus sebagai Allah. di dalam menyelidiki dan memperbandingkan dengan kitab-kitab lain di dalam Alkitab. 5 Memperhatikan Kaitan Antara Satu Kitab Dengan Kitab-kitab Lain Setelah itu. ditambah juga memperbandingkannya dengan kitab-kitab di dalam Perjanjian Lama dan akhirnya kita dapat mengintegrasikan semuanya dalam pengertian yang lebih dalam dan jelas. Rasul Yohanes. dll. maka pengajaran yang dihasilkan adalah langsung mewaspadai setiap angka 666 baik di dalam plat nomor kendaraan. kalau kita menggunakan penafsiran literal untuk menafsirkan kitab Wahyu khususnya dalam menafsirkan tentang angka 666 di dalam Wahyu 13:18. maka angka ini berarti manusia yang ingin menjadi seperti Allah. Apakah ini . misalnya. misalnya Paulus (Efesus 2:8-10). kita juga memperhatikan kaitan erat antara satu kitab dengan kitab lainnya. 6 Memperhatikan Tafsiran-tafsiran Alkitab yang Ada Keenam.” 2002) Yang jelas. jadi. lalu dengan kitab-kitab PL (Kejadian 12 dan 17) dan diintegrasikan dengan seluruh kitab di dalam Alkitab. Matakupan pernah menafsirkan ayat ini sebagai berikut : angka 6 menunjuk kepada manusia (karena manusia diciptakan oleh Allah pada hari keenam) dan angka 6 ini disebutkan tiga kali yang menunjukkan Allah (Allah Trinitas). Apakah ini menunjuk kepada suatu pribadi tertentu. Mengapa ? Karena kita percaya bahwa Alkitab itu tidak mungkin bertentangan satu dengan yang lainnya dan Alkitab itu menafsirkan dirinya sendiri. maka kita dapat membandingkan pengertian kata ini dengan kitab-kitab yang ditulis oleh rasul lainnya. maka kita harus memperbandingkan pengertian Injil di dalam Roma dengan suratsurat Paulus lainnya. karena Yohanes menulis kitab Wahyu bukan hanya untuk orang-orang di zaman sekarang. pertama-tama kita harus memperbandingkannya dengan kitab yang ditulis oleh penulis yang sama (misalnya ketika kita menyelidiki Surat Roma. Efesus. Kitab Wahyu. ditambahkan tipologi Injil di dalam PL. karena ini hanya sebagai pembanding dan juga penambah pengetahuan bagi kita saja. Kedua konsep ini mengarahkan kita untuk mencoba membandingkan satu kitab yang diselidiki dengan kitab lainnya. ketika di dalam Yakobus 2:14-26. Itu akan berakibat fatal dan kita akan salah langkah untuk nantinya mengerti simbol-simbol seperti kuda merah (Wahyu 6:4). Angka 666 adalah bilangan manusia. 2 Petrus 1:1). dll dan mencap itu adalah antikristus.

theolog dan para penafsir Alkitab. tetapi benarkah tafsiran demikian ? Albert Barnes dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible mengungkapkan. kita ingin terus-menerus belajar tentang firman dan kebenaran-Nya yang terusmenerus mengoreksi dan menuntun jalan hidup kita. Buku-buku tafsiran Alkitab itu baik. tetapi tetap perlu untuk dibaca dan diperbandingkan. Paulus di dalam Roma 1:17 berkata.” Kalau sepintas kita membaca pernyataan ini. Kalau kita kurang memperhatikan beberapa tafsiran Alkitab seperti ini. tetapi setiap anak Tuhan diharapkan dapat mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari agar nama Tuhan dipermuliakan selama-lamanya. karena kita percaya bahwa Roh Kudus lah yang menafsirkan Alkitab. Di sisi lain. kita dapat menafsirkan bahwa orang benar yang hidup akan hidup oleh imannya. Setelah kita mempelajari cara dan prinsip penafsiran Alkitab. kita akan kehilangan makna ini. Ini adalah kelemahan dari banyak buku tafsiran Alkitab yang ditulis hanya untuk menambah pengetahuan theologis. “The Syriac renders it in a similar manner. Percuma saja kita mahir di dalam menafsirkan Alkitab sampai menyelidiki bahasa asli Alkitab. Solus Christus . Hermeneutika tanpa implikasi adalah suatu kesia-siaan. Soli Deo Gloria.”” Artinya. tetapi di dalam tafsiran itu kita lupa untuk mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari.mutlak perlu ? Tidak. lalu kita kelihatan akademis karena suka mengutip pendapat orang lain. Kita tidak boleh mengambil dua sikap ekstrim. dll tanpa mengaplikasikannya ke dalam kehidupan Kristen sehari-hari. sastra. tetapi tidak boleh menggantikan posisi Alkitab sebagai wahyu Allah yang tidak bersalah. “Orang benar akan hidup oleh iman. “The just by faith shall live. yaitu. Saya akan memberikan contoh. orang benar melalui iman baru dikatakan hidup. pertama. 7 Mengaplikasikan ke dalam Kehidupan Kristen Sehari-hari Terakhir. tetapi juga untuk diaplikasikan. penemuan ilmiah. karena ketika kita menafsirkan Alkitab. marilah kita bukan hanya menambah pengetahuan saja. kita juga tidak boleh terusmenerus mempercayai 100% terhadap buku-buku tafsiran Alkitab yang ada meskipun ditulis oleh para theolog dan penafsir Alkitab tersohor. penafsiran Alkitab bukan hanya untuk kepentingan akademis di seminari theologia. menolak semua tafsiran Alkitab yang pernah ditulis baik oleh para bapa gereja.