Tinjauan Kritis Theologis Terhadap Buku “The Purpose Driven Life” Bagian 1 (oleh : Denny Teguh Sutandio

)
Tinjauan Kritis Theologis Terhadap Buku “The Purpose Driven Life” oleh : Denny Teguh Sutandio Pendahuluan “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” (2 Timotius 4:2-4) D unia di mana kita hidupi saat ini adalah dunia postmodern yang mempopulerkan suatu filsafat relativisme dengan meng‘absolut’kan anti-absolutisme. Memang adalah suatu kontradiksi yang tidak masuk akal, tetapi herannya manusia di dunia postmodern mau dibodohi oleh filsafat ini, bahkan banyak yang tergila-gila. Budaya relativisme telah meracuni dunia postmodern ini dan bahkan menggerogoti keKristenan pada khususnya. KeKristenan sudah diracuni dengan filsafat relativisme dengan meniadakan apa yang absolut, sebaliknya meng‘absolut’kan apa yang sebenarnya tidak absolut. Ini yang saya sebut sebagai pembalikan posisi dari manusia berdosa. Selain filsafat relativisme, keKristenan pun sedang diracuni dengan filsafat-filsafat lain yang terus-menerus melawan Alkitab, tetapi banyak orang Kristen tidak menyadarinya. Salah satunya adalah filsafat humanisme yang dibungkus di dalam Gerakan Zaman Baru supaya kelihatan “bersahabat” di mata orang dunia dan orang Kristen khususnya. Di dalam filsafat ini, seperti ide humanisme lainnya, manusia lah yang menjadi pusat segala sesuatu dan Allah disingkirkan. Tidaklah heran, manusia dengan kehebatannya mengagungkan diri yang sebenarnya tidak layak, lalu mengatakan dengan berani, “we are gods (kita adalah ‘allah’)” Kalau dunia begitu tergila-gila dengan filsafat pantheisme (mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah “allah”) ini, maka tentu tidak ketinggalan dengan banyak orang “Kristen” di abad postmodern. Mereka dengan mudahnya ditipu oleh banyak “hamba Tuhan” di dalam gereja-gereja kontemporer yang pop dengan khotbah-khotbah, “Anda bisa melakukan apapun, karena Anda adalah ‘allah’ (You can do anything because you are ‘god’)” Atau slogan ini terlalu kelihatan, maka mereka menggantinya dengan samar-samar melalui berbagai cerita, novel, bahkan buku renungan sekalipun untuk meninabobokan keKristenan dengan utopia bahwa manusia itu ada dalam pikiran Allah, begitu berharga, bahkan ada yang berani mengatakan bawah Allah “membutuhkan” manusia, sehingga Ia mau mati bagi manusia. Ajaran-ajaran inilah yang terus-menerus didengungkan oleh banyak “hamba Tuhan”, dan anehnya, banyak orang “Kristen” bisa ditipu dengan mudahnya oleh mereka. Mereka menggunakan cara-cara licik untuk menjebak banyak orang Kristen untuk menjauh dari Tuhan secara perlahan dan mulai memuja diri. Berbagai training pengembangan pribadi baik dari John Robert Powers, Andrie Wongso dengan idenya Success is My Right, dll meskipun telah “memberkati” banyak orang, tetapi beridekan Gerakan Zaman Baru,

humanisme dan pantheisme yang tidak disadari oleh banyak orang “Kristen”. Apakah cukup sampai di sini ? TIDAK. KeKristenan juga mempunyai ide baru yang mirip yaitu apa yang dipaparkan dan dicetuskan oleh “theologia” Arminian (lawan theologia Reformed/Calvinis) yang sama-sama menekankan manusia sebagai pusat dan Allah sebagai “hamba” manusia (meskipun tidak berani mengatakan terus terang). Di dalam arus “theologia” ini, para penganutnya mengajarkan bahwa keselamatan itu memang dikerjakan Allah, tetapi itu tergantung manusia, kalau manusia mau percaya, maka Allah baru menyelamatkannya. Allah memang memilih manusia, tetapi di dalam kekekalan Ia melihat terlebih dahulu siapakah manusia yang beriman kepada-Nya, barulah Ia pilih (foreknowledge of God). Ini semua sama sekali bukan ajaran Alkitab dan bukan keKristenan, tetapi laris di dalam kalangan keKristenan (khususnya banyak kaum Injili yang “memuja” pendapat ini). Mengapa bisa laris ? Karena manusia pada umumnya suka disanjung, dipuja, apalagi banyak orang “Kristen” sekarang yang sudah diracuni oleh relativisme dan humanisme pun sangat senang apabila mereka dipuja, tetapi kalau ditegur, mereka akan marah dan langsung mengatakan, “Jangan menghakimi !”, padahal perkataannya ini pun sendiri menghakimi, sungguh suatu kontradiksi yang aneh ! Hal ini sudah diprediksi oleh Rasul Paulus di dalam 2 Timotius 4:3-4 bahwa, “akan sampai waktunya orang tidak mau lagi menerima ajaran yang benar. Sebaliknya, mereka akan menuruti keinginan mereka sendiri, dan mengumpulkan banyak guru guna diajarkan halhal yang enak didengar di telinga mereka. Mereka akan menutup telinga terhadap yang benar, tetapi akan memasang telinga terhadap cerita-cerita dongeng.” (Bahasa Indonesia Sehari-hari) Di sini, Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) lebih tepat mengartikan bahwa akan datang saatnya orang suka mendengarkan ajaran-ajaran yang enak didengar di telinga mereka. Kalau kita mau kaitkan ayat ini dengan realita banyak ajaran “Kristen” yang simpang siur, maka sejujurnya ajaran yang mengenakkan telinga ini adalah ajaran humanisme dari buku The Purpose Driven Life yang ditulis oleh Dr. Rick Warren (buku best-seller ala dunia). Di dalam buku ini, Rick Warren seolah-olah memaparkan ajaran-ajarannya yang kelihatannya “Alkitabiah” dengan mengutip ribuan ayat bahkan dengan terjemahan-terjemahan yang berbeda, seolah-olah ingin membuktikan bahwa dia adalah “ahli” ayat Alkitab, padahal banyak ayat Alkitab yang dikutipnya adalah bagianbagian yang dilepaskan dari konteks Alkitab seluruhnya. Dalam hal ini, metode eisegese dalam penafsiran Alkitab lah yang dipakai oleh Rick Warren, di mana di dalam kepala Warren, ia sudah memiliki serangkaian ide-ide humanis, lalu ide-ide itu dicari dukungannya di dalam Alkitab, supaya kelihatan “Alkitabiah”. Itulah eisegese yang merupakan metode penafsiran Alkitab yang salah. Lalu, bagaimana sikap kita ? Diam atau masa bodoh ? Tidak. Alkitab di dalam 2 Timotius 4:2, sebelum Paulus memaparkan realita akan adanya kecenderungan manusia menjadi pragmatis, maka ia memperingatkan Timotius untuk tetap memberitakan Injil/Firman, bersiap sedia dalam segala situasi, menegur dan menasehati jemaat dengan kesabaran dan pengajaran. Di sini, Paulus memaparkan tiga prinsip. Pertama, memberitakan Firman. Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, Firman Tuhan atau Injil harus terus-menerus diberitakan dengan bertanggungjawab. Ini yang Paulus dan Tuhan Yesus sendiri perintahkan (Matius 28:19). Tidak ada kompromi, ketika ada ajaran sesat menyerang, keKristenan tetap harus memberitakan suara kenabian yang mengajak orang Kristen untuk kembali hanya kepada Alkitab, karena hanya di dalam Alkitab, terdapat satu-satunya wahyu Allah yang mutlak. Kedua, bersiap sedia dalam segala situasi. Berwaspada adalah satu tindakan yang penting setelah memberitakan Firman. Ketika kita terus-menerus memberitakan Firman, tetapi tingkat kewaspadaan kita berkurang atau bahkan hilang, maka kita sedang berada di

dalam suatu kebahayaan akan menjadi penyesat. Berita Injil harus disertai dengan pemahaman yang integral akan theologia dan Alkitab (theologia sistematika), sehingga kita memiliki sense of warning. Lalu, kita yang sudah memiliki kewaspadaan ini, kita pun juga harus bersiap sedia menghadapi ajaran sesat dari luar. Ketiga, menegur dan menasehati jemaat dengan kesabaran dan pengajaran. Kalau kita sudah berwaspada menghadapi ajaran sesat, lalu apakah kita tinggal diam dan acuh tak acuh terhadap jemaat Tuhan ? TIDAK. Alkitab mengatakan bahwa kita harus menyatakan apa yang salah kepada jemaat, bisa berkaitan dengan doktrin, konsep berpikir, perbuatan, perkataan, dll dengan kesabaran dan pengajaran. Meskipun dunia kita membenci apa yang dinamakan “teguran” (lalu memfitnah dengan mengatakan bahwa kita sedang “menghakimi”nya), kita tetap diperintahkan Paulus untuk tetap menegur yang salah. Menegur adalah sebuah tindakan dari hamba Tuhan atau orang Kristen yang kuat imannya yang mengasihi orang Kristen yang lemah imannya sehingga yang lemah iman dapat dikuatkan dan diperingatkan oleh yang kuat imannya, sehingga jemaat dibangun bersama di dalam pengenalan akan Kristus Yesus sebagai Kepala. Menegur ini dilakukan dengan kesabaran dan pengajaran. Artinya, kita harus menegur jemaat dengan semangat cinta kasih, yang tidak langsung memvonis lalu mengkutuk kesalahan mereka. Tetapi, juga tidak berarti kasih yang kita tunjukkan adalah kasih yang berkompromi lalu mengiyakan apa yang jemaat lakukan dengan salah. Menegur dengan kasih adalah menegur yang memberikan pengajaran yang bertanggungjawab/mendidik. Kasih yang tidak mendidik adalah kasih yang munafik/pura-pura, sebaliknya pengajaran yang tanpa disertai kasih adalah penghakiman yang tidak menyadarkan orang lain. Kedua hal ini harus diajarkan secara seimbang. Untuk alasan inilah, saya terbeban untuk menerbitkan suatu makalah meninjau secara kritis dari sudut pandang Alkitab dalam kerangka pikir theologia Reformed Injili yang konsisten dan bertanggungjawab terhadap buku The Purpose Driven Life karya Rick Warren. Di dalam makalah ini, saya tidak akan 100% mengkritik keras atau menghakimi buku ini, tetapi bagian-bagian yang bagus dan sesuai dengan Alkitab saya akan katakan itu bagus dan bagian-bagian yang bertentangan dengan Alkitab akan saya katakan salah. Semua pandangan ini hanya dapat diukur dari standart kebenaran Alkitab dalam kerangka theologia Reformed Injili yang konsisten. Semua hal-hal yang dipaparkan dalam makalah ini sudah dipikirkan dengan bertanggungjawab penuh kepada Allah dan firman-Nya, Alkitab. Oleh karena itu, sebelum kita masuk ke dalam tinjauan kritis terhadap buku ini, maka saya akan memberikan konsepkonsep yang benar tentang arti hidup yang sejati sesuai dengan Alkitab pada Bab 1, lalu dilanjutkan dengan konsep penafsiran Alkitab yang beres pada Bab 2, kemudian mulai Bab 3, saya akan mulai mengadakan tinjauan kritis theologis terhadap buku ini. Biarlah melalui makalah yang kurang sempurna ini boleh membawa berkat bagi jemaatjemaat Tuhan agar mereka boleh disadarkan dari dosa-dosa mereka dan kembali kepada Alkitab saja sebagai satu-satunya kebenaran Allah yang mutlak dan tidak mungkin bersalah dalam naskah aslinya. Soli Deo Gloria. Sola Scriptura. Solus Christus. “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36) Bab 1 Arti Hidup Sejati Menurut Alkitab

“ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kejadian 2:7) 1.1 Arti Hidup Menurut Perspektif Dunia Dunia di mana kita hidupi hari ini sedang mengalami krisis makna hidup. Berbagai cara manusia berusaha untuk mencoba menemukan makna hidupnya, dari menyiksa diri (beraskese), sampai hidup hedonis yang melampiaskan semua kesenangan hawa nafsunya. Mereka pada intinya ingin mengerti makna hidup untuk selanjutnya makna itu bisa mereka jalani dengan baik. Oleh karena itu, marilah kita melihat sekelumit tentang definisi hidup dalam perspektif dunia kita. 1. Hidup Adalah Perjuangan

Pertama, dunia kita melihat hidup adalah suatu perjuangan. Di dalam suatu perjuangan, dibutuhkan kekuatan untuk mengerjakannya. Tidaklah heran, manusia di dunia suka berjuang meskipun banyak dari mereka tidak mengerti motivasi dan tujuan dari apa yang diperjuangkannya. Yang mereka ketahui bahwa hidup ini adalah hanya untuk berjuang, terus berjuang agar mencapai apa yang diidam-idamkan. Oleh karena itu, di dunia ini sangatlah laris promosi training motivasi dari para motivator dari sekelas Anthony Robbins sampai Andrie Wongso dengan idenya Success is My Right. Para motivator ini terus memberikan motivasi bagi para peserta seminarnya dan manusia dunia ini agar mereka yang merasa down boleh ditingkatkan kembali semangatnya, tetapi rupa-rupanya semangat ini tidak bersumber dari Allah, sehingga motivasi peningkatan semangat ini adalah untuk kepentingan diri (humanisme) dan tujuannya pun untuk kemuliaan diri (meskipun di dalam beberapa buku “rohani” sekalipun, tujuan motivasi ini untuk “kemuliaan Tuhan”). Inilah jiwa atheisme praktis di dalam diri manusia yang berakar dari humanisme ditambah semangat pantheisme dan Gerakan Zaman Baru yang diindoktrinasikan melalui berbagai training motivasi dan pengembangan pribadi. Perjuangan yang dilandasi oleh semangat ingin mencapai cita-cita dan self-centered ini tentu tidak akan menemukan makna hidup sejati dan tentunya juga makna perjuangan sejati, karena yang menjadi landasannya adalah kepentingan diri yang sebenarnya makhluk yang terbatas. 2. Hidup Adalah Kesempatan

Kedua, dunia kita yang terus mau berjuang, adalah dunia yang juga mengidentikkan hidup adalah kesempatan. Mereka menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, oleh karena itu mereka memakai setiap kesempatan yang ada untuk meraih apa yang mereka inginkan. Di sini, dunia kita mengaitkan hidup dengan waktu yang ada. Di dalam setiap waktu/kesempatan, mereka mau mengerjakan apa yang diinginkan oleh mereka, entah itu baik atau jahat menurut pandangan Alkitab, mereka tidak seberapa mempedulikannya. Bagi mereka, apa yang diinginkannya harus dicapai di dalam setiap kesempatan. Misalnya, orang yang dulunya hidup miskin ingin menjadi kaya, maka dia bukan hanya berjuang untuk meraih uang, tetapi juga menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk meraih yang dicita-citakan. Tidak heran, beberapa dari mereka sampai-sampai menggunakan kesempatan untuk meraih yang dicita-citakan dengan hal-hal yang buruk, contohnya, dengan korupsi, dll. Di sini, letak

kegagalan dunia kita yang semakin jauh dari Allah, yaitu memandang setiap waktu/kesempatan adalah untuk dirinya sendiri. 3. Hidup Untuk Kerja

Ketiga, hidup adalah kesempatan direalisasikan oleh banyak manusia sekarang dengan bekerja. Bagi banyak orangtua (termasuk banyak orangtua “Kristen”), kerja adalah segala sesuatu. Manusia dapat disebut manusia ketika mereka sudah bisa berdikari sendiri atau bekerja untuk mendapatkan uang sendiri tanpa tergantung dengan orangtua. Akibatnya, sejak kecil, anak-anak sudah ditanamkan konsep bahwa hidup itu untuk bekerja, sekolah untuk bekerja, dll. Tidak heran, cukup banyak anak yang masih kecil, misalnya SD atau SMP sudah bisa bekerja, misalnya, menjadi artis, model, dll. Akhirnya, fokus hidup sudah dialihkan dari Tuhan kepada kerja. Itulah tipu daya iblis yang bekerja di abad postmodern ini dengan menyingkirkan Allah dari hidup manusia. Akibatnya, mereka yang memandang hidup adalah kerja, akan memandang setiap kesempatan hanya untuk bekerja, dan aktivitas-aktivitas yang menurut mereka “tidak penting”, misalnya bahkan pergi ke gereja, persekutuan, makan, minum, tidur, dll, adalah sesuatu yang tidak penting, sehingga mereka rela mengorbankan banyak waktu untuk bekerja. Yang paling celaka adalah seorang ayah/suami/kepala keluarga yang memiliki konsep bahwa hidup untuk bekerja pasti berdampak kepada keluarganya, di mana istri akan mengalami kekurangan perhatian dari sang suami, dan anak-anak pun mengalami kekurangan perhatian dari ayah mereka, sehingga akhirnya keluarga ini akan menjadi berantakan dan berakhir kepada perceraian. Perceraian ini bisa terjadi salah satunya karena terlalu mementingkan pekerjaan sebagai fokus hidup manusia. Akibat lainnya dari konsep ini adalah mengerjakan segala sesuatu dengan keterpaksaan. Artinya, hidup orang ini akan diikat oleh pekerjaannya, baik di kantor maupun di rumah. Sehinga, tidak heran, orang ini lama-kelamaan akan menjadi stress, depresi dan akhirnya, jika tidak kuat lagi, akan bunuh diri. 4. Hidup Adalah Uang

Keempat, orang yang sudah memfokuskan hidupnya pada bekerja, maka dapat dipastikan banyak dari mereka juga memfokuskan hidupnya pada uang. Konsep ketiga dan keempat ini sangat berkaitan erat. Seorang yang memandang hidup adalah hanya untuk uang, maka segala sesuatu diukur dari segi apakah yang dilakukannya itu dapat mendapatkan uang/profit bagi dirinya. Inilah jiwa pragmatis (utilitarian) dan materalis yang dianut oleh banyak manusia postmodern ini (bahkan di dalamnya banyak orang “Kristen”). Bagi mereka, yang penting adalah mereka mendapatkan uang sebanyak-banyaknya bahkan kalau perlu “mengorbankan orang lain”. Tidak heran, bisnis Multi Level Marketing (MLM), asuransi, dll laku keras, karena manusia sedang dikunci oleh uang/materi yang fana sifatnya. Profesi dokter pun tidak luput dari fokus hidup manusia yaitu uang. Dokter bukan bekerja untuk kepentingan pasien lagi, tetapi untuk uang. Tidak usah heran, mengapa banyak dokter tidak langsung memberikan obat kepada pasien yang sedang sakit, tetapi dokter tersebut memberikan obat secara bertahap (banyak dari mereka bukan beralasan medis), maksudnya, kalau pasien itu sudah habis meminum obat yang satu, maka mereka akan kembali lagi dan si dokter pasti mendapatkan pemasukan uang lagi melalui kedatangan si pasien tersebut. Bahkan yang lebih celaka, banyak pendidik, dosen, dll mengajar bukan karena panggilan-Nya di dalam hidup mereka, tetapi karena uang atau menimba pengalaman. Maka, jangan heran, banyak guru/dosen baik yang mengaku diri “Kristen” berani mengajari anak-anak muridnya secara tidak bertanggungjawab, misalnya ada seorang dosen “Kristen” saya secara tidak bertanggungjawab mengatakan, “science itu tidak ada hubungannya dengan religion”.

Hidup yang biasa saja menandakan bahwa di dalam diri manusia sudah tidak ada lagi makna hidup sejati. karena kondisi yang serba pleasure sebenarnya tidak mengerti hidup itu sesungguhnya. yang sebenarnya sangat penting. jadi jalani sebagaimana adanya. dll. entah itu ditinggal oleh seseorang yang dikasihi yang telah . ketika manusia dunia hanya mengerti hidup ini hanya biasa saja. agar bisa sukses. maka mayoritas mereka menggunakan dan mengisi hidup mereka hanya untuk kepuasan diri mereka saja. Salah satu iklan rokok mengatakan. yang dipentingkan bukan lagi pengertian/pengetahuan yang beres. yang penting happy. di abad postmodern ini. senang. jelas. Itu yang sedang dunia tawarkan bahwa yang penting itu enjoy. dll. sukses. dianggap oleh manusia dunia menjadi tidak penting. Banyak “hamba Tuhan” terutama di dalam banyak gereja-gereja kontemporer yang populer saat ini juga memfokuskan hidupnya pada uang dan profit pribadi. Jangan heran. Tidak usah heran. maka pada poin keenam. kesusahan. misalnya membaca Alkitab. Saya sudah terlalu banyak menemukan “hamba Tuhan” model ini dan ibu saya sendiri sudah banyak sekali mengalami hal ini dan menceritakannya kepada saya. kesuksesannya untuk apa ? Jelas untuk profit pribadi. Hidup yang serba gembira ini sangat berbahaya. Hidup itu Biasa Saja Prinsip kelima dari definisi hidup yang dunia sedang ungkapkan yaitu hidup itu biasa saja. meskipun di depan mimbar selalu dipromosikan untuk “pekerjaan Tuhan”. aktif di dalam persekutuan gereja sekalipun. mereka lah yang pertama kali langsung menghujat Tuhan. Zaman kita adalah zaman di mana sedang musim cho gereja (cari untung melalui gereja).Apakah pendeta juga tidak bisa demikian ? BISA. lalu mengkhotbahkan kemakmuran (meskipun banyak dari mereka menolak bahwa gerejanya mengajarkan kemakmuran. Adalah suatu kebodohan yang luar biasa. dll. jika manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah bisa mau diperbudak oleh uang yang adalah benda mati. 6. Tidak heran. Inilah jiwa pragmatisme dunia kita yang muncul melalui definisi hidup yang biasa saja. dan lebih aneh lagi jika ada seorang “Kristen” berjiwa pragmatis dan relativis mengatakan bahwa itu semua tergantung pada masing-masing orang. tetapi yang lebih aneh lagi. Saya mengira anggapan ini sama sekali bukan anggapan seorang “Kristen” meskipun mengaku diri “Kristen”. slogan gerejanya mengandung unsur kemakmuran). Motivasinya. lalu uang menjadi tuan yang memerintah manusia. ketika ada penganiayaan datang. Di dalam hidup itu pasti menderita. Uang yang seharusnya ditundukkan oleh manusia. dll. sehingga hidup ini hanya dijalani tanpa arah dan tujuan yang pasti sesuai dengan firman-Nya. lalu gereja-gereja pun berlomba-lomba menyediakan sarana-sarana yang dapat memenuhi feeling banyak orang “Kristen. malahan sekarang dibalik. bersekutu dengan-Nya. beberapa manusia dunia yang ekstrim mengatakan bahwa hidup itu penderitaan. Ini namanya pembalikan posisi. enjoy aja. Hidup Adalah Penderitaan Kalau pada poin kelima. lalu kita tidak boleh memaksa mereka. karena hidup yang gembira tidak mengerti sesungguhnya apa itu penderitaan. para “hamba Tuhan” gereja tersebut “melayani Tuhan” demi uang. dll. memanggil “pendeta-pendeta” yang “pintar” berkhotbah. Caranya ? Mudah. sebagai kebalikannya. 5. sukasuka bertindak apapun. bercerita lucu. Seorang yang cuek dengan orang lain sama sekali bukan ciri orang Kristen sejati. dll. gembira. Lalu. lalu bisa bertindak seenaknya sendiri. dll. tetapi feeling. kaya. Tidak heran. dunia kita mengartikan hidup itu sebagai sesuatu yang biasa saja. yang merupakan salah satu ciri masuknya dosa ke dalam diri manusia. banyak orang “Kristen” yang sudah diindoktrinasi bahwa menjadi “Kristen” pasti kaya.

Itulah yang kita lihat di dalam buku The Purpose Driven Life karya Rick Warren. siapa yang mengarahkan tujuan itu. karena terlepas dari jalan yang Allah telah tetapkan. Johan Sebastian Bach. Leonardo da Vinci. tidak ada hidup tanpa penderitaan. tujuan siapa yang dituju ? (atau untuk apa tujuan itu ?) Jelas. F. 1. Hal ini akan banyak disinggung dan diuraikan secara tuntas pada bab kedua makalah ini. yaitu terlalu mementingkan kesuksesan hidup. Pertama. dll melakukan segala sesuatu demi orang lain. komposer musik. oleh Dia dan untuk Dia. Inilah wajah dunia kita yang hopeless yang mencari makna hidup tetapi akhirnya kehilangan hidup itu sendiri. yang lainnya menekankan penderitaan terus-menerus. tetapi sebenarnya palsu. G. kita sudah menemukan ide yang sudah saya jelaskan tadi.2 Arti Hidup Menurut Perspektif “Kristen” yang Palsu Lalu. Kembali. sebenarnya ada tiga pertanyaan penting yang perlu dipertanyakan. meskipun definisi hidup yang terakhir ini masih kurang. apakah kalau kita menaruh pengharapan kepada Tuhan pasti kaya dan tidak menderita ? TIDAK. manusia memandang hidupnya dipersembahkan bagi orang lain. sehingga tidak heran nama-nama mereka cukup dikenal di dalam zamannya maupun zaman sesudah mereka meninggal dunia. KeKristenan harus seimbang. di dalam metode penafsiran Alkitab. KeKristenan hendaknya jangan terlalu ekstrim menekankan dua kubu. di dalam buku The Purpose Driven Life. Dari judul bukunya saja. kita akan beralih kepada arti hidup menurut perspektif “Kristen” yang seolah-olah kelihatan lebih “rohani”. tetapi setidaknya. Itulah akibat dari menaruh pengharapan kepada dunia ciptaan yang terbatas dan berdosa ini. Kita jangan terlalu ekstrim. hanya sedikit manusia bisa memiliki tujuan hidup demi orang lain. dll. tetapi laris dalam masyarakat “Kristen” (khususnya yang bertheologia Injili non-Reformed). Tentu itu berbeda dengan semangat manusia di abad postmodern yang lebih mementingkan profit pribadi dengan mengorbankan orang lain. Warren menggunakan tafsiran-tafsiran Alkitab yang semau gue menurut seleranya pribadi tanpa memperhatikan konteks. defisini hidup ini masih lebih baik dari definisi hidup dari nomer satu sampai dengan 6 yang self-centered. sebenarnya yang mengarahkan tujuan itu adalah diri manusia itu sendiri. pantheisme dan pragmatisme di dalam dirinya. Mungkin saja mereka mau rugi mengorbankan waktu.meninggal. sekarang ini. Pada konsep terakhir ini. apakah hidup kita digerakkan tujuan ? Kalau benar demikian. tetapi yang penting orang lain mendapatkan kepuasan dari hasil kerugiannya. bagi Dia lah . Hendel. materalisme dan pragmatisme. Pokoknya. Itulah metode eisegese dalam penafsiran Alkitab yang salah. dll adalah orang-orang yang telah bersumbangsih bagi dunia karena mereka mementingkan orang lain ketimbang diri. Tetapi. bahasa asli dan terjemahan-terjemahan Alkitab yang lebih tepat. meskipun menggunakan nama “Tuhan”. menyeimbangkan antara penderitaan karena nama Tuhan dengan pengharapan sesudah penderitaan yaitu hidup kekal bersama-Nya. putus pacar. tujuan itu adalah berkenaan dengan cita-cita manusia yang hebat dan mulia (tanpa Allah) lalu tujuan itu membawa kemuliaan bagi diri manusia sendiri (persis terbalik dari Roma 11:36 yang mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah dari Dia. yaitu istilah “Kristen” dijadikan topeng (dengan cara mengutip ribuan ayat Alkitab yang kebanyakan di luar konteks asli) untuk menyelimuti esensi sebenarnya yaitu humanisme. apakah tujuan yang diarahkan itu ? dan ketiga. padahal istilah itu hanya sekedar topeng untuk menyelimuti ide humanisme. Mereka berani menggunakan istilah “Kristen” untuk menjelaskan makna hidup. Tentu. Contohnya. pantheisme. 7. Kedua. banyak pelukis. Hidup Untuk Orang Lain Terakhir. Artinya.

sedangkan persembahan adiknya diterima oleh Tuhan. maka hiduplah manusia itu. kita mendapatkan satu prinsip hidup sejati dari Alkitab.3 Arti Hidup Sejati Menurut Alkitab Lalu. sampai-sampai Tuhan mengatakan. dan hal itu memilukan hati-Nya. “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya. Itulah kegagalan psikologi dan eksistensialis yang tidak kembali kepada Allah. dilanjutkan dengan kejadian-kejadian dan tindakan-tindakan manusia yang membuat Tuhan menyesal. demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. 1. Kalau Allah tidak menghembuskan nafas hidup-Nya ke dalam hidung manusia. Ketika kita ingin mengerti apa arti hidup sejati belajarlah dan bertanyalah kepada Allah karena Ia yang menciptakan kita pasti mengetahui apa arti hidup itu. neshamah yang berarti tiupan atau hembusan atau nafas ̂ ̂ yang vital/sangat penting/berkenaan dengan hidup. Lalu kata “makhluk yang hidup” (TB-LAI) diterjemahkan a living soul oleh King James Version (KJV) yang berarti jiwa/makhluk yang hidup. tetapi dari Allah sebagai Sang Pencipta. bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi. yaitu hidup sejati adalah hidup yang berpaut kepada Allah sebagai Sumber Hidup. eksistensialis. maka manusia tidak dapat menjadi makhluk yang hidup. apa kata Alkitab tentang hidup sejati ? Pada bagian awal Bab 1 ini. Ketika dosa masuk ke dalam manusia.kemuliaan selama-lamanya). tetapi dosa dimulai ketika manusia mulai meragukan kebenaran Allah. Kata “soul” dalam KJV ini diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani nephesh yang artinya makhluk yang bernafas. Dosa bukan dimulai ketika Hawa memetik buah pengetahuan yang baik dan jahat yang dilarang oleh Allah. Nafas hidup-Nya itulah sumber hidup bagi hidup manusia yang mengakibatkan manusia bisa bernafas dan itulah yang disebut makhluk yang hidup. Kehilangan arah ini ditandai dengan keinginan manusia terus melawan Allah dan ini mulai nampak ketika Kain yang membenci dan menaruh dendam kepada adiknya. Usaha meragukan kebenaran Allah menjadi cikal bakal iblis terus mencobai manusia dan akhirnya manusia pertama jatuh ke dalam dosa yang mengakibatkan manusia setelah Adam dan Hawa ikut mewarisi dosa asal (original sin). Dari Kejadian 2:7 inilah. hidup manusia mulai kehilangan arah. membentuknya menjadi seorang manusia. Kata Ibrani ini juga dipakai di dalam Amsal 20:27 untuk kata “Roh manusia” (Terjemahan Baru LAI) atau “hati nurani manusia” (Alkitab BIS). Inilah jiwa manusia berdosa. dll yang sendirinya juga adalah sesama manusia. lalu menghembuskan napas yang memberi hidup ke dalam lubang hidungnya. maka menyesallah TUHAN. Itulah dosa.” Kata “nafas hidup” berasal dari bahasa Ibrani. Tetapi tahukah kita bahwa hidup manusia yang pada awalnya telah diciptakan Allah begitu mulia sehingga manusia langsung bercakap-cakap dengan Allah ternyata dirusak oleh manusia sendiri dengan meragukan eksistensi Allah. saya sudah mengutip Kejadian 2:7.” (Terjemahan Baru LAI) atau terjemahan Alkitab BIS memberikan pengertian yang lebih jelas. bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Lalu. Sungguh suatu kebodohan manusia dunia ini ketika mereka yang ingin mengerti arti hidup tidak langsung bertanya kepada Sang Sumber Hidup. “Ketika dilihat TUHAN. tetapi bertanya kepada sesama manusia yang sama-sama berdosa dan terbatas. dan jangan sekali-kali bertanya kepada para psikolog. Arti hidup manusia yang sejati tidak didapat dari manusia itu sendiri yang sendiri merupakan makhluk yang dicipta. “Kemudian TUHAN Allah mengambil sedikit tanah.” (Kejadian 6:5-6) Tetapi . Habel karena persembahan Kain tidak diterima oleh Tuhan. Inilah jiwa humanisme sekuler (atau sekularisme) tetapi yang masih memperalat “Tuhan” agar kelihatan “rohani”. di samping ada dosa aktual yang dilakukan oleh masing-masing pribadi manusia.

tetapi lebih menekankan fenomena upacara sesuai Taurat. itu semata-mata karena kedaulatan-Nya saja. dingin dan panas. bebas. maka mereka baru sadar bahwa hidup itu hanya sementara dan hidup yang tidak kembali kepada Allah akan sia-sia adanya. kemarau dan hujan. mereka berpesta pora. dll. apakah mereka semua menuruti perintah Taurat ? TIDAK. Dari Surga. Itulah sebabnya. Taurat yang sebenarnya baik malahan dibuat tidak baik oleh para ahli Taurat yang menganggap diri ahli di bidang Taurat (itulah namanya ahli Taurat. Mereka berpikir dengan hidup berbuat baik seperti yang Taurat perintahkan. yaitu ketika ia kembali taat kepada-Nya. pada waktu itu. dan itulah hidup yang mereka cari. bagaimana faktanya. bukan semakin mengerti esensi Taurat. apakah kita ingin menjadi seperti Nuh atau orang-orang sezamannya ? Kalau orang-orang dunia pasti memilih menjadi seperti orang-orang yang hidup di zaman Nuh yang mengejek Nuh ketika Nuh membangun bahtera. tetapi Nuh meskipun dirinya dihina ketika membangun bahtera pada waktu kemarau. Di situlah. bukan menurut perbuatan baik manusia tersebut. Ketaatan kepada Allah itulah kunci utama kita menemukan hidup sejati. Allah yang Berdaulat memilih bangsa Israel menjadi bangsa pilihan-Nya. Allah yang berdaulat adalah Ia yang berkehendak menyatakan anugerah-Nya kepada siapapun menurut kedaulatan-Nya. ahli pula untuk memelintir hal-hal esensi di dalam Taurat). Kristus datang untuk menebus dosa manusia dan mengembalikan makna hidup sejati. Alkitab mengatakan. tetapi itu hanya menguasai bidang rasio saja.” Bisa saja. Lalu. kalau kita hidup di zaman Nuh. “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia. Ia mengutus Putra Tunggal-Nya. “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. kecuali Nuh. Nuh mendapatkan makna hidup sejati. tetapi ia mengerti hidup itu sesungguhnya karena ia kembali taat kepada Allah. Tuhan Yesus Kristus untuk mengembalikan fungsi hidup sebagaimana pada waktu Ia menciptakan manusia. selanjutnya orang-orang setelah Nuh banyak bermunculan dan mereka banyak yang jahat dan memberontak terhadap Tuhan. dan tidak benar-benar mengerti artinya. Selama bumi masih ada. Bahkan ada yang melarang orang berjalan beberapa kilometer di hari Sabat. di dalam setiap kejahatan yang manusia lakukan. Kepada mereka. mereka menganggap diri hebat. Allah tidak tinggal diam. mabuk-mabukan. Itulah Reformed theology. Itu adalah kesalahan besar. lalu mereka berpikir bahwa kalau tidak menjadi Kristen itu lebih enak. Nuh yang mendapatkan kasih karunia Tuhan di antara manusia-manusia berdosa di zamannya berusaha mempertanggungjawabkan anugerah-Nya itu dengan hidup beres dan menaati Tuhan dan firman-Nya. Mereka memang menghafal semua yang tertulis di dalam Taurat. Ketika Ia berinkarnasi dan turun menjadi manusia tanpa meninggalkan natur Ilahinya. siang dan malam. Tetapi puji Tuhan. Lalu. Tuhan tetap menyediakan sekelompok sisa (remnant) yang masih setia kepada Tuhan. karena apa saja tidak boleh. mereka semakin mengerti Taurat. ahli di bidang Taurat. sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya. takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai. Dua ayat setelah Kejadian 6:6. yaitu pada ayat 8.yang menarik. maka Tuhan berjanji di dalam Kejadian 8:21-22. Nuh yang kita kenal di dalam Alkitab adalah Nuh yang meresponi anugerah Allah dengan tepat dan taat mutlak kepada-Nya. bukan karena kehendak Nuh yang ingin mencari Tuhan. Tetapi benarkah demikian ? Setelah bencana air bah yang menyapu bersih orang-orang di zaman itu. lalu berdalih dengan seribu macam alasan. Banyak orang dunia hari-hari ini berpikir bahwa menjadi Kristen itu susah. dll. mereka akan menemukan arti hidup dan keselamatan sejati. dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. akibatnya Nuh itu mati bersama orang-orang sezamannya.” Nuh bisa mendapatkan anugerah Tuhan. Allah mewahyukan Taurat untuk memimpin dan mengatur perilaku mereka agar berkenan kepada-Nya. Ia mengajarkan . akibat ketaatannya itu dari membangun bahtera sampai keluar dari bahtera dan mendirikan mezbah bagi Tuhan. Nuh tidak menaati Tuhan. Tetapi kesalehan seperti Nuh itu sebentar saja terjadi di dalam sejarah. Saya bertanya. Tetapi. Oleh karena itu.

sebagaimana yang pemazmur katakan di dalam Mazmur 119:105.” Lalu. yang mencari Dia dengan segenap hati. Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu. minuman. hidup itu berpusat kepada firman Allah. Di sini. apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” Hidup manusia sudah ada di tangan-Nya. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau. akan apa yang hendak kamu pakai. manusia seringkali kuatir akan makanan. janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. dll. maka tidak heran. tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya. manusia tidak pernah menemukannya. yaitu ketika psikologi mengajar mereka tentang makna “hidup”. janganlah tinggalkan aku sama sekali. di dalam pasal yang sama di ayat 1-10. Kata “hanya” atau “saja” dalam ayat ini berarti kita masih membutuhkan roti atau makanan jasmani untuk menyambung hidup. tetapi seringkali di dalam hidup. Pertama. sehingga kita tidak keluar dari jalan-Nya. minum.” (dikutip dari Ulangan 8:3) Hidup manusia bukan sekedar makan. Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur. “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu. yang juga tidak melakukan kejahatan. dll. tetapi hidup manusia itu berasal dari Allah. Perhatikan kalimat terakhir di dalam ayat 25 bahwa hidup itu lebih penting daripada makanan. Aku akan berpegang pada ketetapanketetapan-Mu. “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.” Firman-Nya itu sangat berarti bagi hidup pemazmur. hidup yang tidak kuatir. mengapa ? Karena mereka diajar bukan kembali kepada Allah. pemazmur mengatakan bahwa orang muda dapat mempertahankan kelakuan yang bersih ketika firman-Nya menjaga hidup mereka. pemimpin dan pengoreksi hidup kita ketika kita ingin berbuat dosa. tetapi kembali kepada dirinya sendiri sebagai pusat hidup. karena hidup sejati pasti berpusat kepada Allah dan firman-Nya sebagai Sumber Hidup. Tuhan Yesus mengajarkan. supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. banyak orang muda yang belajar psikologi (tanpa belajar firman-Nya) berakhir tragis.prinsip-prinsip penting tentang makna hidup. yang hidup menurut Taurat TUHAN. bersenang-senang. pakaian. akan apa yang hendak kamu makan atau minum. maka manusia tidak perlu menguatirkan hidupnya. Dengan kata lain. apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu. Mari kita menelusuri satu per satu di dalam Injil. Hal ini sangat berbeda total dengan banyak paradigma hidup yang dianut oleh banyak orang yang mengaku diri “Kristen” apalagi “melayani Tuhan” lalu alergi mendengar kata “Tuhan” disebutkan di luar gereja. atau lebih tepatnya dari setiap firman Allah. Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! Maka aku tidak akan mendapat malu. firman Allah itu menjadi Sumber Hidup kita yang paling hakiki. Tuhan Yesus tidak mengatakan bahwa manusia itu hidup tidak memerlukan roti sama sekali. “Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela. Ketika manusia mencoba menemukan makna hidup di luar firman-Nya. Firman Allah menjadi penuntun. tetapi dunia kita mengajarnya secara bertolak belakang. Di dalam Matius 6:25. misalnya bunuh diri. tetapi Ia mengatakan bahwa manusia tidak hanya memerlukan roti saja untuk hidup. Kedua. tetapi poin penting atau esensinya bukan terletak pada roti atau sesuatu yang jasmaniah. Hal ini tercantum di dalam Matius 4:4. tetapi firman Allah itulah yang esensi dan terpenting yang menjamin hidup kita menjadi bermakna. Mengapa demikian ? Karena . Kalau di dalam Mazmur 119:9. stress. Ketika Allah menjadi pusat hidup manusia. karena Ia lah yang mengaturnya. dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu. tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. Firman Allah menjadi batas dan penghakim bagi kita.

lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya. tetapi biarkanlah kesusahan itu cukup untuk sehari jangan ditambahi dengan kekuatiran yang tidak perlu. Ayat 33. “Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu. sehingga Kristus memerintahkan kita untuk pertama-tama mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya. kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. baru setelah itu Ia akan menambahkan berkat-Nya. tetapi Kristus berkata bahwa kesusahan itu masih tetap ada. dll. Tuhan sangat mengerti benar apa yang diperlukan manusia. Tetapi tidak berarti dengan menggunakan kalimat ini. Kedua. Itu bidat/sesat. Kita tidak perlu kuatir di dalam hidup karena kita percaya bahwa Tuhan itu memelihara hidup anak-anak-Nya dengan berkecukupan. dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. tetapi sombong dan tidak rendah hati lagi. “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah.”) Kalau kita tidak perlu kuatir. presiden. artinya tidak lagi mementingkan hal-hal duniawi yang merupakan citra manusia lama dan segera memperbaharui hidup dengan mementingkan apa yang Tuhan inginkan. kita bisa mencarinya kembali." "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku. diberkati. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini. para murid sedang berebut kekuasaan ingin menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga. bahwa kamu memerlukan semuanya itu.kalau kita kekurangan makanan. pembesar negara. Matius 18:1-6 mengajarkan prinsip ini. Lalu. ia menyambut Aku. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Ia mengajarkan. hidup lancar. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu. karena semuanya diberikan Tuhan. Orang yang hidupnya terus kuatir sebenarnya meragukan kedaulatan dan pemeliharaan Allah di dalam hidupnya. . tetapi dipakai oleh Kristus untuk menghina mereka yang katanya sudah berpengalaman. sehingga Kristus harus menegur mereka dan mengatakan bahwa seorang yang masuk Surga adalah seorang yang bertobat. sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini. Tuhan Yesus menggabungkan konsep “bertobat” dengan menjadi seperti anak kecil. maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. mereka sama halnya dengan bangsa-bangsa (manusia) yang tidak mengenal Allah.” Anak-anak Tuhan tidak perlu kuatir. karena kalau mereka kuatir. Ketiga. tidak berarti kita tidak memiliki kesusahan apapun. berpendidikan. Anak kecil meskipun seringkali dihina oleh masyarakat sebagai manusia yang kurang pengalaman. tetapi kalau kita kekurangan makna hidup. Yang masuk ke dalam Kerajaan Surga bukan konglomerat.” Di sini. setelah bertobat. Apa artinya ? Pada waktu itu. mereka harus menjadi seperti anak kecil yang memiliki kerendahan hati. bisakah kita mencarinya di dalam dunia ini tanpa kembali kepada Allah ?! TIDAK. Jangan menggunakan ayat ini lalu mengajarkan bahwa percaya kepada Tuhan Yesus pasti kaya. kata “akan ditambahkan kepadamu” itu adalah bonus atau akibat setelah kita mempercayakan diri kepada-Nya dengan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya (mengutamakan-Nya sebagai Tuhan dan Raja dalam hidup kita). Jangan sembarangan menafsirkan Alkitab. lalu kita berkata bahwa kita tidak perlu bekerja. hidup manusia sejati adalah hidup seperti anak kecil (rendah hati). dll. Itu anggapan yang konyol. Itulah sebabnya mengapa Tuhan Yesus berkata bahwa kita tidak perlu kuatir. apa solusi yang Tuhan Yesus berikan agar manusia tidak perlu lagi menguatirkan hidupnya ? Di dalam ayat 31-33. “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku. meskipun demikian Tuhan tetap menuntut kita untuk terus bekerja (lihat ayat 34 yang sering dilupakan.

Kristus mengatakan bahwa justru ketika berani membayar harga demi nama Kristus. “Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau. Keempat. Tidak ! Hidup yang 100% bagi Kristus adalah hidup yang men-Tuhan-kan Kristus di dalam hidupnya. “Sebab aku yakin. percuma saja “masuk ke dalam hidup” (TB-LAI) atau “hidup dengan Allah” (BIS) dengan kedua tangan/kaki yang utuh tetapi salah satu berbuat dosa. Allah pula lah yang mengaktifkan kehendak manusia untuk berbuat baik bagi kemuliaan-Nya. Ayat ini jangan ditafsirkan dengan sembarangan. Saya sempat membaca ada seorang pria Katolik di Filipina setelah membaca ayat ini lalu memotong kaki dan tangannya. karena mereka pasti berpikir bahwa kalau kita kehilangan sesuatu. Kekudusan hidup diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Matius 18:8-9 yang berkaitan dengan penyesatan. Ini tidak berarti kita harus menjadi pendeta lalu meninggalkan profesi kita. hidup manusia sejati adalah hidup kudus. Tidak berarti karena kita telah berbuat baik. Jadi. maka di saat itulah kita nantinya akan mendapatkan kemuliaan kekal dan hidup sejati (kata “hidup sejati” ditambahkan di dalam Alkitab BIS. tetapi dalam pengharapan. saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan. maka kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga. Itulah paradoks. anugerah Allah yang mendahului semua respon manusia. berhati-hatilah.pendeta.” Inilah pengharapan anak-anak Tuhan di mana mereka akan menerima mahkota kemuliaan setelah mereka menderita aniaya. sifat ini tidak disukai oleh Tuhan). “Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya. bukan oleh kehendaknya sendiri. mungkin hidup itu terasa sulit. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Roma 8:18-21 sungguh menguatkan kita ketika kita di dalam bahaya penderitaan karena nama Kristus. Kelima.” Hidup sejati adalah hidup yang kudus. Tetapi tidak demikian. akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. Hidup sejati adalah hidup yang rela menyangkal diri sendiri dan hidup 100% bagi Kristus. karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. penggallah dan buanglah itu. cungkillah dan buanglah itu. Hidup seperti anak kecil (childlike) adalah hidup yang mulia. kembali. . Tuhan Yesus mengajarkan. Ketika kita belajar hidup menjadi seperti anak kecil. Dan jika matamu menyesatkan engkau. Di dalam Matius 19:29. kalau ia tidak bertobat. Ini namanya penafsiran Alkitab terlalu harafiah. mungkin ia nanti pasti menjadi penghuni neraka. karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua. tetapi mereka yang hidup seperti anak kecil (childlike) yang memiliki kerendahan hati (bedakan dengan childish. pasti kita tidak bisa hidup. yang telah menaklukkannya. anak-anak atau ladangnya. baru setelah anugerah ini dinyatakan. tetapi oleh kehendak Dia. Tuhan kita Yesus Kristus mengajarkan hal yang paradoks yang bertentangan dengan pola pikir kita. Itu salah. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesiasiaan. hidup yang rela membayar harga demi Kristus. Kita bisa rendah hati. Tolong baik-baik mengerti ayat ini. itu semua karena Roh Kudus yang menggerakkan kita untuk berbuat baik dan rendah hati. Bagi Tuhan Yesus. bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. dll. lebih baik hidup dengan Allah dengan sebelah tangan/kaki. bapa atau ibunya. maka kita masuk Surga. yaitu sifat kekanak-kanakan. Orangorang yang suka menyombongkan diri sebagai “penghuni surga” lalu “bersaksi” bahwa dirinya berkali-kali naik turun “surga”.” Orang-orang dunia pasti kesulitan membaca ayat ini.

melainkan mendapat hidup sejati dan kekal. tetapi kita harus setia untuk tetap men-Tuhan-kan Kristus. akan memeliharanya untuk hidup sejati dan kekal. supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa. karena kita percaya bahwa Allah itu adalah Allah yang Mutlak dan pasti dapat dipercayai. “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. maka kita juga rela menyerahkan apapun yang ada pada diri kita untuk dikuasai oleh-Nya. Ketika kita percaya kepada sesuatu. hidup sejati adalah hidup yang beriman. hidup sejati adalah hidup yang berpengharapan dan menuju kepada kekekalan.” Apakah dengan ayat ini.” dan Yohanes 12:25. Di dalam Yohanes 3:15-16.” Di dalam Yohanes 12:25. ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. tidak akan mati selama-lamanya. Tetapi orang yang membenci hidupnya di dunia ini. Tetapi ayat ini juga bisa mengajarkan tentang makna hidup yang sejati hanya ada ketika kita beriman di dalam Kristus yang berinkarnasi menebus dan menyelamatkan manusia yang berdosa. karena di dalam Dialah ada hidup sejati (Yohanes 1:4 . kita . 14:6). dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Kata “mencintai nyawanya” itu dari bahasa aslinya dapat diartikan mengasihani diri atau menganggap diri berguna. maka justru yang terjadi bukan kita semakin hidup. hebat. Terakhir. maka yang didapat bukan kehilangan nyawa tetapi kita akan menerima dan menemukan makna hidup sejati dan kekal. Yohanes 11:25. tetapi Alkitab dengan konsepnya yang pasti dapat dipercaya mengatakan bahwa justru ketika beriman di dalam Kristus. di situ kita berani menyerahkan apapun kepada yang kita percayai. dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku. “Barangsiapa mencintai nyawanya. Itu tidak salah. tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini. “supaya semua orang yang percaya kepada-Nya mendapat hidup sejati dan kekal. “Orang yang mencintai hidupnya akan kehilangan hidupnya.26.”) Sungguh menarik.” (TB-LAI) atau “Orang yang percaya kepada Allah sehingga hubungannya dengan Allah menjadi baik kembali. Keenam. Sebaliknya. supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa. kita harus bersama-sama membunuh tubuh jasmani kita supaya kita bisa hidup kekal ? Lalu. Seringkali kita mengaitkan kedua ayat ini hanya untuk mengungkapkan kasih Allah yang begitu besar kepada kita. apakah kita tidak boleh mencintai diri kita ? TIDAK. sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal. “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Alkitab BIS mengartikan dengan lebih jelas. melainkan beroleh hidup yang kekal. Mengapa demikian ? Karena hidup sejati adalah hidup yang terlebih dahulu beriman di dalam-Nya dengan menyerahkan seluruh keberadaan hidup kita kepada-Nya dan menjadikan-Nya sebagai Tuhan dan Raja di dalam hidup kita.kita akan diejek sok suci. “Akulah kebangkitan dan hidup. “Orang benar akan hidup oleh iman. Demikian juga kita percaya di dalam-Nya. Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini. sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal. Puji Tuhan. ia akan kehilangan nyawanya. tetapi malahan kita semakin kehilangan nyawa atau makna hidup sejati kita. dll. ia akan hidup walaupun ia sudah mati. dll. manusia pilihan-Nya bisa hidup. Hal ini diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Yohanes 10:27-28. Sebagaimana Roma 1:17b mengatakan. sehingga ketika kita berlaku demikian. sok religius. Ini namanya paradoks. orang itu akan hidup!” (BIS) Orang dunia seringkali membalik konsep ini dan mengatakan bahwa orang hidup itu harus beriman.” (Alkitab BIS mengartikannya. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini. Dunia kita tidak akan mengerti konsep ini sampai suatu saat Roh Kudus mencerahkan pikirannya. ketika kita membenci (tidak mencintai) nyawa kita (atau dapat diterjemahkan menyangkal diri kita—bandingkan Matius 16:24). Tuhan Yesus bersabda. Di dalam iman itulah kita bisa menemukan hidup. barangsiapa percaya kepada-Ku.”. kedua ayat ini.

Akibatnya. Inilah kecenderungan banyak orang Kristen yang mengaku diri memiliki “spiritualitas”. presuposisi apa yang harus ada sebelum menafsirkan Alkitab. salah satu bidang.adalah salah satu dari antara mereka yang boleh mendapatkan anugerah Tuhan. Tidak heran. Hidup sejati adalah hidup yang terus menuju kepada pengharapan akan kekekalan. atau bebas sebebas-bebasnya. Bab 2 Bagaimana Menafsirkan Alkitab Dengan Bertanggungjawab ? D unia postmodern adalah dunia yang sarat dengan semangat relativisme yang “memutlakkan” kerelatifan. Bab 2 ini harus ada. yaitu MALAS BELAJAR THEOLOGIA/TEORI. tetapi herannya hal ini tidak begitu dirasa oleh banyak orang yang mengaku diri “Kristen”. tetapi menurut saya. Ini ternyata tidak hanya terjadi di dunia saja. karena manusia ingin menginterpretasikan segala sesuatu menurut keinginan berdosanya. Sutjipto Subeno. itu semua sampah. sehingga apapun yang manusia lakukan itu cenderung tidak diikat oleh apapun. melainkan lebih mementingkan hal-hal yang praktis. Tidak heran. Beranikah kita seperti Paulus menganggap sampah semua kemegahan dan kehebatan dunia yang berdosa ini lalu kembali hidup yang berfokus kepada pengharapan akan kekekalan ? Renungkanlah. bergantung kepada pimpinan Roh Kudus dan murni untuk memuliakan-Nya selama-lamanya. sedangkan spiritisme adalah “kerohanian” yang berasal dari setan). sama seperti yang diungkapkan Paulus bahwa pengenalannya akan Kristus membuat dia rela menganggap sampah pada semua yang ia anggap kebanggaan pada masa dulunya. saya akan memberikan sedikit teori mengenai bagaimana menafsirkan Alkitab dengan bertanggungjawab. kita akan melihat kondisi penafsiran Alkitab yang sekarang beredar di . Soli Deo Gloria. perkataan ini memang menegur kita yang terlalu rasional dalam bertheologia. perkataan ini memiliki satu motivasi yang terselubung. di abad postmodern yang sarat dengan relativisme ini. sudahkah kita berani menentukan fokus hidup sejati yaitu kepada dan di dalam Kristus itu sendiri ? Biarlah kita mulai mengambil keputusan untuk segera men-Tuhan-kan Kristus di dalam hidup kita dan menentukan tujuan hidup kita berpijak dari firman Allah. Pertama-tama. Amin. kedudukan yang dihormati. tetapi di sisi lain. tetapi juga masuk dan merambah ke dalam dunia keKristenan. Lalu. Pada Bab 2 ini. dll. di dalam hidup ini. Mungkin sekali seolah-olah bab 2 ini tidak ada sangkut pautnya dengan Bab 1. Kemudian. “Percuma teori saja. Setelah kita merenungkan ketujuh poin makna hidup menurut ajaran Tuhan Yesus. Bahkan. kita tidak perlu dipusingkan dengan hal-hal yang tidak penting. mengingat buku The Purpose Driven Life adalah seperti sebuah renungan 40 hari yang tentu mengutip banyak ayat Alkitab. misalnya kekayaan duniawi. banyak orang yang mengaku diri “Kristen” berkata. kalau spiritualitas sejati berkait dengan kerohanian yang dari Allah sejati. Prinsip hermeneutika menjadi masalah yang cukup pelik. kita akan melihat alasan perlunya penafsiran Alkitab. tetapi sayangnya banyak ayat Alkitab yang dikutip di luar konteks yang ada (tidak memenuhi hakikat penafsiran Alkitab yang beres). yang penting prakteknya.” Di satu sisi. misalnya penafsiran (hermeneutika) pun dipakai untuk melampiaskan kesewenang-wenangan manusia abad postmodern ini. tetapi sebenarnya spiritisme (kedua hal ini dibedakan oleh Pdt. lalu muncul berbagai penafsiran yang tidak sesuai dengan hakekat penafsiran yang sejati. mengapa ? Karena mereka sebenarnya tidak begitu peduli dengan hal-hal teori. Inilah indahnya menjadi orang Kristen dapat mengerti paradoks.

Bahasa Indonesia Sehari-hari) Kembali. maka setiap hari kita mau tidak mau menafsirkan sesuatu. padahal itu tidak sesuai dengan Alkitab. Maksud Ani inilah yang disebut Illocutionary Force. di dalam bagian ini adalah mengapa Alkitab perlu ditafsirkan ? Kalau kita mau bersikap jujur terhadap diri sendiri. Sembahlah Aku saja. Di dalam jurusan Sastra Inggris. pertama. Di dalam percakapan sekalipun. dan terakhir kita akan mencoba mempelajari bagaimana kaidah-kaidah penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab. seperti yang saya kemukakan di dalam pelajaran Discourse Analysis tadi khususnya contoh Ani dan Budi di atas. Misalnya.” (Keluaran 20:3 . saya belajar tentang Speech Act yang dibagi menjadi tiga hal. tetapi ada maksud Ani dalam mengatakan hal tersebut. Lalu. baik dalam bentuk perkataan. “Saya lapar. Locutionary Act. sebuah analisa wacana. kita perlu memahami kaidah-kaidah tafsiran Alkitab. Lalu. Mengapa harus naskah aslinya tidak bersalah ? Karena naskah asli itu yang asli langsung diwahyukan Allah melalui para nabi dan rasul-Nya.kalangan keKristenan.” Ini dikategorikan sebagai Illocutionary Act yang berarti bahwa perkataan Ani tidak sedang memberikan informasi kepada Budi bahwa Ani lapar. Kemudian. saya mempelajari pelajaran Discourse Analysis. dll. apakah tafsiran kita terhadap Alkitab itu bisa salah ? Tentu bisa. “Jangan menyembah ilah-ilah lain. supaya tidak terjadi misinterpretation terhadap Alkitab. Di dalam pelajaran tersebut. kain kafan Tuhan Yesus dikeramatkan. Lalu. Ani berkata kepada Budi. apakah berarti terjemahan-terjemahan yang kita pakai sekarang mengandung kesalahan dan tidak dapat dipercaya seperti naskah aslinya ? Kita percaya bahwa naskah asli Alkitab sudah tidak ada. karena manusia cenderung mengeramatkan hal-hal yang dianggap “suci” (misalnya. Demikian pula. dll. baik itu buku. maka kita perlu mengerti satu . Budi) dapat mengerti yang diucapkan oleh yang berbicara. Illocutionary Act dan ketiga Perlocutionary Act. diakibatkan kekurangmengertian kita di dalam menanggapi perkataan orang lain. kedua. Alkitab adalah Firman Allah yang diwahyukan langsung dari Allah melalui sarana para nabi dan rasul-Nya. maka Alkitab pun mau tidak mau tidak lepas dari penafsiran ketika kita membacanya. Tetapi kalau mau ditafsirkan. yaitu bertanya langsung kepada yang berbicara (dalam hal ini. Ani) agar pendengar (dalam hal ini. juga ada istilah Illocutionary Force yang berarti maksud orang yang berbicara agar orang lain dapat mengerti dan meresponi apa yang dikatakan oleh si pembicara dengan tepat. kita sering mengalami miscommunication. mungkin ada kedaulatan Allah sengaja membiarkannya dengan maksud agar orang Kristen tidak memberhalakan naskah asli tersebut. naskah asli Alkitab sudah tidak ada. di mana Budi bisa saja salah menafsirkan perkataan Ani lalu hanya mengangguk-angguk saja tanpa meresponi perkataan Ani dengan tepat. lalu tempat Tuhan Yesus dilahirkan di Betleham dikeramatkan dan dibangun gereja. Kekurangmengertian kita itu pasti akibat dari tafsiran kita akan perkataan orang lain. Memberhalakan sesuatu atau menganggap sesuatu yang “suci” sekalipun sebagai “ilah” itu melanggar Titah Pertama di dalam Dasa Titah (10 Perintah Allah) yang mengatakan. yaitu supaya Budi membelikan dia makanan atau menyiapkan makanan bagi Ani. karena naskah asli kita sudah tidak ada dan yang ada pada kita sekarang hanyalah naskah-naskah terjemahan Alkitab. Kalau di dalam kehidupan sehari-hari. bacaan. perkataan seseorang. 2. bagaimana supaya tidak terjadi miscommunication ? Hanya satu. KeKristenan khususnya theologia Reformed mempercayai ketidakbersalahan Alkitab baik dari segi sejarah maupun pesan (inerrancy and infallibility of the Bible) di dalam naskah asli/autographanya. kita menafsirkan sesuatu dan bisa terjadi miscommunication. dll). mengapa ? Itu adalah kedaulatan Allah yang mengizinkan segala sesuatu terjadi.1 Mengapa Perlu Ada Penafsiran Alkitab ? Pertanyaan paling utama.

Kalau kita tidak mengerti perbedaan kedua kata ini. dll. bukan berdasarkan kasih birahi atau eros. Th. Paulus berkata.” yang jangan sembarangan ditafsirkan bahwa itu adalah minyak urapan seperti yang digembar-gemborkan oleh Pariadji/Tiberias. jangan dipaksakan ke dalam budaya lain. Sedangkan kata aletheia terdapat di dalam 97 ayat Alkitab Perjanjian Baru. p 57). yaitu Agape. di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman mengungkapkan. “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit. Filipi 1:18). tetapi kata kiss di sini dari bahasa Yunani philema yang akar katanya dari phileō yang merupakan ̄ kasih persaudaraan. yaitu children of “God” menafsirkan ayat ini lalu diterapkan ke dalam anggota jemaat gereja.26 . …” (Hoekema. di antaranya : 4 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai jujur (Matius 22:16 . Kalau kita tidak menyelidiki Alkitab sampai ke bahasa aslinya. kata dikaiosunē (dalam Perjanjian Baru) mayoritas diterjemahan kebenaran. anggur dianggap sebagai obat. Anggapan ini adalah anggapan yang sama sekali tidak bertanggungjawab. Lalu. Ketika di dalam Roma 16:16. Mandarin. kata “Kerajaan Allah” di dalam Injil Matius hanya digunakan sebanyak 6x. Kisah 4:27 . cium kudus ini berarti cium sebagai tanda persaudaraan. Anthony A. Mengapa Paulus memerintahkan jemaat Roma untuk saling berciuman kudus ? Apakah ini budaya free-sex ala Alkitab ? TIDAK ! Kata holy kiss diterjemahkan secara harafiah sebagai cium kudus. ketika Paulus berkata kepada Timotius di dalam 1 Timotius 5:23. Markus 12:14 . Pertama. yang penting minyak menurut Alkitab. itu salah. dll) adalah terlalu akademis. 2 Timotius 2:22 . adanya gap bahasa. Storge dan Eros. Jadi. Kata “minyak” di sini dalam bahasa Yunaninya elaion berarti olive oil atau minyak zaitun dan minyak ini adalah sebagai obat. Inggris. kata “kebenaran” diartikan aletheia (=Truth) dan dikaiosunē (=Righteousness). kita akan kehilangan begitu banyak berkat Firman Tuhan yang dilimpahkan-Nya kepada kita. termasuk Indonesia. Banyak orang Kristen mengira bahwa studi Alkitab sampai ke bahasa asli atau menggunakan terjemahan bahasa lain (misalnya. maka beberapa kelompok sekte sesat di dalam “keKristenan”. kebudayaan. “Bersalamsalamlah kamu dengan cium kudus. Misalnya.prinsip yaitu ketika Alkitab diterjemahkan dari bahasa Ibrani (PL) dan Yunani (PB) ke dalam bahasa-bahasa lokal. 9 ayat diterjemahkan sebagai keadilan (Kisah Para Rasul 17:31 . supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Hoekema.D. kita tidak akan mengerti keseluruhan berita utama di dalam Injil Matius yang menekankan Kristus adalah Raja dan IA merekrut .”. 2 Petrus 1:1 dan Wahyu 19:11) dan 1 ayat diterjemahkan sebagai kebaikan/yang baik (Titus 3:5). Itu adalah budaya setempat. sedangkan kata “Kerajaan Surga” dipakai sebanyak 34x di dalam Injil Matius (menurut Alkitab terjemahan baru Lembaga Alkitab Indonesia/LAI). Roma 3:25. berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah. lalu mengoleskan sembarangan minyak. “Janganlah lagi minum air saja. Roma 2:2 . Philia. demikian pula kata “kasih” yang dalam bahasa Yunani memiliki 4 kata yang berbeda. Ibrani 1:9 . adanya gap budaya. 10:34) dan 1 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai tulus (Markus 5:33). telah memakai kata sorga sebagai ganti nama Allah . “Alasannya. Kata “kebenaran” di dalam bahasa Indonesia bisa memiliki begitu banyak arti di dalam bahasa Yunani. Begitu pula halnya dengan kata “minyak” di dalam Yakobus 5:14. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus. mengapa ? Prof.”. hanya 8 ayat Alkitab di dalam PB yang tidak diterjemahkan sebagai kebenaran. baiklah ia memanggil para penatua jemaat. Kedua. 1 Timotius 6:11 . sedangkan di dalam bahasa Indonesia. orang-orang Yahudi yang berusaha untuk menghindari nama Allah. melainkan tambahkanlah anggur sedikit. maka pasti ada suatu gap bahasa. Efesus 5:9 . 2004. Kemudian. 3 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai sungguh/sesungguhnya (Lukas 22:59 . di dalam bahasa Yunani. apakah itu berarti bahwa anggur diperintahkan Paulus untuk diminum terus-menerus oleh Timotius dan kita juga? TIDAK ! Pada waktu itu.

akan diselamatkan. Seringkali banyak orang Kristen menganggap kitabkitab di dalam Alkitab ditulis untuk kita di masa sekarang. maka kita akan kehilangan makna aslinya yang akhirnya itu juga tidak membawa berkat bagi kita sebagai pembaca di masa sekarang.2 Prinsip-prinsip Dasar (Umum) Dalam Penafsiran Alkitab Penafsiran Alkitab atau lebih dikenal dengan hermeneutika Alkitab bukanlah salah satu bidang di dalam theologia sistematika yang diajarkan di sekolah theologia yang berdiri sendiri. lalu Injil yang diberitakan adalah “injil” murahan.kita sebagai umat pilihan-Nya untuk menjadi anggota warga Kerajaan Surga yang melayaniNya. Oleh karena itu. mungkin sekali dia sudah memiliki presuposisi yang mengakibatkan dia berhati-hati dalam . Kitab Roma ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma yang sedang mengalami penganiayaan oleh Romawi yang pada waktu itu melarang orang Kristen menyembah Allah selain Kaisar Romawi. karena banyak perempuan bekerja sebagai pelacur. lalu mereka mengabaikan konteks dan latar belakang yang ada. Ini kesalahan di dalam penafsiran Alkitab. Inilah akibat tidak mempelajari gap budaya di dalam Alkitab. tentu dengan resiko mati. Oleh karena itu. adanya gap latar belakang. kalau ayat ini dilepaskan dari konteksnya. Kembali. latar belakang setiap kitab. Doktrin Alkitab. Nah. Contoh lain. Alkitab perlu ditafsirkan karena adanya gap latar belakang antara penulis kitab di dalam Alkitab dengan kita sebagai pembaca di masa sekarang. Oleh karena itu. perempuan diidentikkan dengan pelacur. “Sebab. perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. akan diselamatkan. Oleh karena itu. Misalnya.” Seorang teman “Kristen” saya menafsirkan ayat ini dan tanpa pikir panjang langsung berkomentar bahwa Paulus itu melakukan diskriminasi. Ketiga. Paulus menyerukan kepada jemaat di Roma bahwa barangsiapa yang berseru kepada Tuhan. ketika Paulus di dalam Roma 10:13. di dalam 1 Korintus 14:34. seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat. sebelum dia menyatakan bahwa X adalah seorang pencuri. Perempuan tidak boleh berbicara di dalam surat Korintus ini dikarenakan di dalam kota Korintus. dll. Kecenderungan banyak hamba Tuhan yang dipengaruhi oleh Arminianisme/mayoritas theologia Injili adalah mengabaikan latar belakang yang ada dan langsung menyampaikan relevansi Alkitab terhadap kehidupan masa sekarang. dll dan tentu dipengaruhi juga oleh berbagai hal dalam diri manusia sebagai si penafsir Alkitab. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. seperti yang banyak diberitakan di dalam banyak gereja kontemporer yang pop di mana banyak “injil” palsu yang diberitakan. tetapi hermeneutika ini pasti berkaitan dengan semua theologia sistematika lainnya. misalnya Doktrin Allah. Kalau kita tidak memahami dengan jelas. akan berakibat fatal. akan dihukum mati. Ini akibat dari mengabaikan latar belakang di dalam kitab Roma.” Banyak hamba Tuhan Injili memakai ayat ini ketika memberitakan Injil dan menyuruh orang yang diinjili untuk berseru kepada nama Tuhan saja. misalnya. Semua kitab di dalam Alkitab ketika ditulis pasti memiliki latar belakang tertentu. jika melanggar. Misalnya. Mereka harus menundukkan diri. Paulus melarang perempuan berbicara. nanti orang tersebut akan diselamatkan. 1. 2. Doktrin Kristus. Dipengaruhi oleh presuposisi dan iman Presuposisi atau praanggapan adalah suatu pola pikir manusia sebelum dia memiliki anggapan tertentu. marilah kita menyelidiki prinsip-prinsip dasar apa saja yang perlu diperhatikan di dalam menafsirkan Alkitab. barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan. “Sama seperti dalam semua Jemaat orangorang kudus. yang miskin setelah percaya kepada “Kristus” pasti kaya.

presuposisi seseorang menentukan tindakan selanjutnya dari orang tersebut. mengapa iman menjadi kriteria pertama dalam mempengaruhi penafsiran Alkitab ? Karena iman itu adalah anugerah Allah kepada umat pilihan-Nya. ketika si penafsir Alkitab memiliki kepercayaan bahwa Alkitab itu bukan firman Allah. di dalam menafsirkan Alkitab. unsur iman termasuk di dalamnya. tetapi sayangnya mereka tidak benar-benar mempercayainya. seorang yang mempercayai ketidakbersalahan Alkitab dalam naskah asli/autographanya (ini prinsip yang benar. iman itu sendiri kadang kala disalahmengerti sebagai tindakan manusia. Seorang apologet Reformed ternama. lalu mulai membuktikan keberadaan Allah bukan dari Alkitab. Pandangan ini akan mengakibatkan si penafsir Alkitab menganggap Alkitab itu hanya salah satu firman Allah dan yang penting baginya adalah pengalaman pribadi mendengar suara Allah. Penafsiran Alkitab tentu tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan akan doktrin Alkitab si penafsir Alkitab. Dr. dan lautnya kering. tetapi dari bukti-bukti ilmiah dan rasio manusia. sehingga dari konsep iman yang salah pasti mengakibatkan konsep penafsiran Alkitab yang salah (metode eisegese yang berarti mencocok-cocokkan ide manusia dengan dukungan ayat Alkitab). maka seluruh penafsiran Alkitab yang dihasilkannya pun tidak beres. doktrin Alkitab. maka si penafsir Alkitab akan memandang Alkitab sebagai satukesatuan yang menyeluruh. sehingga bagian Alkitab yang tidak seberapa jelas di dalam kitab tertentu akan dijelaskan di dalam bagian kitab lainnya sehingga membentuk totalitas Alkitab yang dapat dipercaya keotentikannya. pengaruh presuposisi ini tidak bisa dilepaskan. theologia Reformed). Jadi. tetapi secara implisit mereka mengakui dengan bulat di samping mengakui ketidakbersalahan Alkitab secara akademis dan perkataan. Lain pula halnya. banyak gereja kontemporer yang pop saat ini dipengaruhi oleh theologia Neo-Orthodoks yang muncul setelah Perang Dunia I. maka para penafsir Alkitab yang liberal akan mengartikannya dengan menggunakan rumus-rumus fisika yang pada akhirnya menolak terjadinya hal supranatural tersebut. Misalnya. lalu menganggap bahwa Alkitab itu tidak perlu ditafsirkan dengan metode yang sulit-sulit. Cornelius Van Til di dalam bukunya The Defense of the Faith mengatakan bahwa banyak theolog Injili mempercayai Alkitab itu firman Allah. Meskipun pernyataan ini tidak berani diungkapkan oleh mereka. Iman sejati pasti menentukan penafsiran Alkitab yang beres. timbul suatu keraguan akan ketidakbersalahan Alkitab. karena presuposisi ini nantinya pasti mengakibatkan si penafsir Alkitab dapat menafsir Alkitab dengan baik atau malahan buruk dan menyesatkan. Perhatikan. Misalnya. sehingga marilah masingmasing orang dengan pengalaman pribadinya menafsirkan Alkitab. meskipun mengutip ribuan ayat Alkitab. Tetapi masalahnya. kutipan ribuan ayat Alkitab tidak menjamin seorang pengkhotbah atau hamba Tuhan benar-benar mengerti presuposisi dasar Alkitab sesungguhnya. tidak heran ketika Mazmur 1:3 bisa ditafsirkan seenaknya lalu mengajarkan bahwa orang yang percaya . karena Alkitab itu bukan buku akademis. tetapi berisi firman Allah (pandangan theologia Neo-Orthodoks dari Karl Barth dan Emil Brunner) yang mengajarkan bahwa Alkitab hanya salah satu kunci manusia memahami firman Allah. jika di dalam diri si penafsir Alkitab. Tidaklah heran. maka sudah tentu si penafsir Alkitab ini akan menganggap semua data di Alkitab khususnya berkaitan dengan kelahiran Anak Dara Maria. dll adalah karangan manusia belaka. Konsep iman yang dari titik awal sudah tidak beres. Kembali. lalu mempercayai bahwa Alkitab itu sepenuhnya karya manusia dan tidak diinspirasikan Allah (pandangan “theologia” liberal). Mari kita selidiki dengan teliti kaitan antara doktrin Kristen di dalam theologia sistematika dengan konsep penafsiran Alkitab. Di dalam istilah atau konsep presuposisi ini. Sebaliknya. Pertama. Begitu pula. mungkin sekali si pengkhotbah ini kurang persiapan di dalam berkhotbah lalu mengutip banyak ayat Alkitab di luar konteks aslinya. hal-hal supranatural yang diberitakan oleh Alkitab. ketika di dalam Alkitab diceritakan bahwa Musa membelah Laut Teberau.memperhatikan si X. yang penting adalah pengalaman pribadi dalam mendengar suara Allah. Lalu.

kegagalan sangat fatal dari para penganut theologia Arminian (kebanyakan Injili) dalam bertheologia secara mendasar dengan tidak membedakan secara kualitas antara Allah sebagai Pencipta yang tidak terbatas (kekal) dan manusia sebagai ciptaan yang terbatas. bukan Tuhan. Misalnya. Kalau kita memperhatikan tafsiran ini. Di sini.kepada Tuhan pasti berhasil. Allah yang berada di dalam diri-Nya sendiri. Mazmur 93:2. Ini adalah akibat dari kepercayaan Neo-Orthodoks yang dimodernkan oleh banyak gereja kontemporer yang pop yang tidak memperhatikan kaidah penafsiran Alkitab. kecuali selama-lamanya dan tidak berubah. Allah bersabda. tetapi lebih ke arah human-centered. dll. dan hal itu memilukan hati-Nya. apakah Ia dapat mengubah rencana-Nya yang telah Ia tetapkan sebelum dunia dijadikan ? Kalau Allah yang kekal dapat mengubah rencana-Nya. maka para penganut theologia Reformed yang menekankan kedaulatan Allah akan menafsirkan dan mengajarkan bahwa Allah itu adalah Allah yang Berdaulat sehingga Ia tak mungkin menyesal (lalu “mengubah” rencana yang sudah ditetapkan-Nya).” (Meade : 2004. Kedaulatan Allah yang dipercaya oleh Reformed akan sangat menentukan dan memimpin arah penafsiran Alkitab yang para theolog Reformed dan penganut theologia Reformed kerjakan. ketika Mazmur 93:2 berkata. lalu menafsirkan bahwa Allah itu dapat mengubah rencana-Nya ketika manusia gagal mematuhiNya. maka sesungguhnya perkataan ini dimengerti dalam cara pandang manusia. dari kekal Engkau ada. doktrin Allah ini akan membuat jalur perbedaan yang sangat tajam antara para penganut theologia Reformed yang menekankan supremasi Allah dan penundukan manusia dengan para penganut theologia Arminian yang sama-sama mengagungkan supremasi Allah dan manusia (meskipun tidak secara eksplisit mereka ungkapkan). Iman Reformed sangat menentukan sekali terhadap metode penafsiran Alkitab yang lebih mendekati Alkitab (metode eksegese). Allah yang tidak bergantung pada apa dan siapapun. Sedangkan para penganut theologia Arminian yang sama sekali menolak kedaulatan Allah dan lebih menekankan kehendak bebas manusia. Sebaliknya. dll). ketika Kejadian 6:6. Masalah yang selanjutnya terjadi.” Kata “kekal” tidak dapat diartikan lain. “maka menyesallah TUHAN”.”. Ini ditegaskan di dalam jawaban pertanyaan nomer satu dalam Katekismus Singkat Westminster (salah satu pengakuan iman Reformed) yang berkata. “Tujuan utama manusia adalah memuliakan Allah dan menikmati-Nya selama-lamanya. presuposisi mereka dengan mudah dapat dijatuhkan. Kalau Allah itu adalah Allah yang kekal. Setelah penafsiran Alkitab berkaitan dengan doktrin Alkitab. Kedua. tetapi jika kita terus meneliti satu per satu. maka konsep ini akan sinkron dengan keseluruhan bagian Alkitab lainnya (misalnya. maka ketika ayat ini berkata. maka dapat disimpulkan bahwa buku ini bukan buku yang berdasarkan sentralitas Alkitab dan kedaulatan Allah. doktrin Allah. konsep theologia Arminian yang human-centered sudah kelihatan dari cara penafsiran Alkitabnya yang mencari-cari ayat-ayat Alkitab sekehendak hatinya cenderung kurang memperhatikan konteksnya untuk mendukung bahwa manusia memiliki . Allah yang tidak berubah. 1) Meskipun Rick Warren di dalam bukunya The Purpose Driven Life mengungkapkan hal yang sama dengan konsep Reformed ini. meskipun Warren menyangkali pernyataan ini. ketika membaca Kejadian 6:6 di atas. p. Lalu. “maka menyesallah TUHAN. “takhta-Mu tegak sejak dahulu kala. Para penganut theologia Reformed yang menekankan kedaulatan Allah akan melihat seluruh bagian Alkitab sebagai bagian yang Kristo-sentris (berpusat kepada Kristus). maka hermeneutika pun berkaitan juga dengan doktrin Allah. Theologia Reformed yang dipengaruhi oleh John Calvin menekankan akan kedaulatan Allah (the Sovereignty of God). lalu apa bedanya Allah yang adalah Pencipta dengan manusia sebagai ciptaan-Nya ? Ini suatu ketidakmungkinan dan kesalahan paradigma di dalam bertheologia dan memahami Alkitab. bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi. sehingga manusia harus taat mutlak kepada-Nya.

“Firman itu adalah Allah. bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah. di dalam 1 Korintus 12:3. Yohanes 3:16 . contoh.” Hal ini dikhotbahkan seorang pemimpin gereja yang dulunya beragama mayoritas di Indonesia. karena kalau tidak. maka mereka akan mengutip Yohanes 1:1 secara sebagian yaitu dengan menghilangkan pernyataan.3 tentang problematika penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan. Tetapi para penganut theologia non-Reformasi. Bapa Gereja Augustinus telah lama berperang melawan Pelagianisme dan Semi-Pelagianisme. meskipun Allah memberikan anugerah kepada manusia. sehingga meskipun jelas-jelas Alkitab mengajarkan tentang anugerah Allah. tetapi rupa-rupanya humanisme terus berjaya. Misalnya. Keempat. manusia tetap harus meresponinya. sama-sama mempengaruhi cara menafsirkan Alkitab. 10:27-29 . Doktrin keselamatan dapat mempengaruhi posisi penafsiran Alkitab seseorang. Misalnya. Dengan kata lain. Kelima¸ doktrin Roh Kudus (Pneumatologi). keKristenan boleh diterima oleh agama dahulunya.“supremasi” untuk menolak atau menerima anugerah Allah. misalnya theologia Orthodoks (Syria) yang menekankan kemanusiaan Yesus dan menolak keilahian-Nya. yaitu 100% Allah dan 100% manusia akan menafsirkan Alkitab dengan kedua pandangan ini. dan sampailah kepada paham Arminianisme. Sedangkan para penganut theologia Arminian dan Katolik Roma yang mempercayai perbuatan baik lebih penting daripada iman akan mengutip ayat-ayat Alkitab menurut kehendak mereka untuk mendukung ajaran mereka. Misalnya. banyak theolog Injili dengan aliran theologia Arminian yang dianutnya memahami Alkitab bukan dari presuposisi kedaulatan Allah. kebenaran dan penghakiman. dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada . mereka pasti menafsirkannya dengan tetap menekankan kehendak bebas manusia. seorang penganut theologia Reformed yang memegang kepercayaan bahwa anak-anak Tuhan sejati tidak mungkin kehilangan keselamatannya akan mengerti keseluruhan Alkitab lebih teliti dan bertanggungjawab. Pandangan theologia Arminian ini diadaptasi dari konsep pemikiran Semi-Pelagianisme yang merupakan “jalan tengah” dari ajaran Pelagius (yang mengajarkan bahwa manusia dilahirkan tanpa dosa) dan Augustinus (manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa). Theologia Reformasi dan Reformed yang percaya 100% bahwa Roh Kudus adalah Pribadi Ketiga Allah Trinitas yang berperan melahirbarukan umat pilihan-Nya untuk percaya di dalam Kristus dan menyempurnakan mereka serupa seperti Kristus kelak akan menafsirkan Yohanes 15:26 dengan mengatakan bahwa Roh Kudus datang untuk memuliakan Kristus dan juga Yohanes 16:8 bahwa Roh Kudus datang untuk menginsyafkan dunia akan dosa. Ketiga. Roma 8:33-35 adalah bagian-bagian Alkitab yang mengajarkan secara ketat akan kepastian jaminan Kristen tentang keselamatan (tanpa mengabaikan konteks aslinya). Kristologi juga dapat mempengaruhi penafsiran Alkitab. Pneumatologi. Hal ini akan dibahas pada poin 2. baik dengan konsep yang benar maupun salah. doktrin keselamatan (Soteriologi). lalu kemudian menjadi “pendeta” yang sekarang ingin membawa keKristenan kembali kepada agama dahulunya agar menurutnya. Dan hal ini jelas dibuktikan Alkitab secara eksplisit yaitu di dalam Yohanes 1:1 dan Roma 1:3-4. Hal ini sinkron dengan keseluruhan berita Alkitab. mereka akan berkontradiksi dan melawan diri sendiri jika menjumpai ayat-ayat Alkitab yang tidak cocok dengan formulasi doktrin mereka. Inilah gaya penafsiran Alkitab yang keliru. doktrin Kristus (Kristologi). Seorang penganut Orthodoks Syria ini akan kebingungan dalam menafsirkan Roma 1:4 yang menyebutkan Tuhan Yesus itu juga bernatur Ilahi selain bernatur manusia. seorang penganut theologia Reformasi dan Reformed yang menganut paham dwi-natur sifat Kristus. Misalnya. “Karena itu aku mau meyakinkan kamu. manusia tersebut tidak dapat diselamatkan. tetapi kehendak bebas manusia.

dipengaruhi oleh Arminian yang human-centered. maka mari kita menantikannya. Sungguh aneh dan ajaran ini sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabkan secara Alkitab. maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat. Inilah kekonsistenan seluruh berita Alkitab yang tidak mungkin berkonflik (berkontradiksi) dengan dirinya sendiri. yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan". mereka mengklaim kepada Roh Kudus jika mereka tidak dapat berkarunia lidah. Juga ke atas hamba-hambamu lakilaki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. kalau ada theologia Kristen yang non-Reformasi. selain oleh Roh Kudus. terunaterunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Bapa kita. yaitu sengaja mengabaikan referensi yang ada di bawah bagian Alkitab yang menunjukkan kedua ayat ini merupakan nubuat yang nantinya digenapi di dalam peristiwa Pentakosta. akan mengatakan secara implisit bahwa Roh Kudus bisa diatur manusia. orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan. misalnya. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Konsep yang tidak beres ini nantinya akan mempengaruhi cara menafsirkan Alkitab dengan sengaja mencocokcocokkan konsepnya yang salah itu agar bisa diterima oleh masyarakat Kristen umum. Yang paling aneh lagi.” lalu menafsirkan bahwa zaman inilah zaman Roh Kudus.seorangpun. 1 Petrus 1:2 yang mengajarkan. baik Paulus. Di dalam ayat ini. anak-anak tidak dibaptis. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. Tafsiran ini salah di titik pertama. maka ia bertanya kepada Paulus dan Silas tentang apa yang harus ia perbuat supaya ia selamat. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. dll. seorang penganut Karismatik Katolik yang tidak bisa berbahasa roh akan mengomel kepada Maria ibu Yesus untuk membujuk Tuhan Yesus untuk memberikan karunia roh tersebut. seperti yang telah difirmankan TUHAN. apa yang Tuhan Yesus ucapkan di dalam Injil Yohanes tentang Roh Kudus juga diajarkan dengan konsep yang sama persis oleh para rasul-Nya. sehingga manusia seolah-olah dapat memerintah Roh Kudus. bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia. dan yang dikuduskan oleh Roh. Kisah Para Rasul 16:33 mengatakan. “Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. Ini adalah tafsiran yang dicocok-cocokkan. Misalnya. jikalau anak-anak tidak turut dibaptis. Kisah Para Rasul 2:1-16. Kemudian.” Konteks ayat ini jelas. sesuai dengan rencana Allah. Meskipun istilah “baptisan anak” tetapi secara implisit istilah ini nampak jelas dari keseluruhan Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. maupun Petrus. yang disusul dengan pembaptisan kepala penjara ini. Ekklesiologi sebagai theologia sistematika yang boleh saya kategorikan sebagai hal praktis pun dapat mempengaruhi penafsiran Alkitab. lalu Petrus mengutip Yoel 2:28-32 di dalam khotbah perdananya di dalam Kisah Para Rasul 2:17-21. dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas. dikatakan bahwa kepala penjara ini beserta keluarganya memberi diri dibaptis. Paulus dan Silas memberitakan tentang Injil Kristus. “Kemudian dari pada itu akan terjadi. Ambil contoh. supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Keenam.”. Kata “keluarga” tentu juga mencakup anak-anak. bahwa setelah kepala penjara itu menjumpai para tahanan yang masih ada di dalam penjara padahal penjara pada waktu itu sudah rusak. Tidaklah mungkin. banyak pemimpin gereja dari kalangan gereja kontemporer yang pop sangat suka mengutip Yoel 2:28-32. Kemudian. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu. . Lalu.” Jadi. Puji Tuhan. “yaitu orang-orang yang dipilih. doktrin gereja (ekklesiologi). maka Alkitab akan mengecualikannya. sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan. gereja-gereja Reformed yang mengakui adanya baptisan anak (infant baptism) akan memandang seluruh Alkitab secara totalitas yang mengajarkan secara berkesinambungan akan perjanjian (covenant) Allah.

darah perjanjian." Sesudah itu Ia mengambil cawan. Ini tafsiran Alkitab yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. mengucap berkat. memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah.3. p 3). Di dalam bukunya. maka pasti sebelum baptisan. Eskatologi ini menurut beliau dapat dibedakan menjadi dua. Hal ini akan dibahas pada poin 2. beliau memaparkan bahwa konsep paradoks yang ada di dalam eskatologi ini menyangkut suatu paradoks antara eskatologi yang sudah dan akan terjadi (ketegangan antara yang sudah terjadi dengan yang belum terjadi). inilah tubuh-Ku. pp 65-67) Paham Katolik Roma akan Perjamuan Kudus (transubstansiasi) diangkat kembali ke permukaan oleh seorang “pendeta” bernama Yesaya Pariadji lalu mengajarkan bahwa roti dan anggur Perjamuan Kudus bukan sekedar lambang. ada karya Allah yang membuat orang yang dibaptis ini akhirnya dapat mempercayai Kristus. Ini berbeda dengan konsep Luther yang mengajarkan bahwa Kristus menyertai/menaungi Perjamuan Kudus (disebut dengan paham consubstansiasi . Kemudian. Sehingga theologia Reformed dengan tegas menyatakan bahwa anugerah Allah mendahului respon manusia. Th. tetapi baptisan adalah konfirmasi seseorang percaya kepada (di dalam) Tuhan Yesus. Hoekema. yaitu eskatologi yang telah ditegakkan (inaugurated eschatology) dan eskatologi yang akan datang (future eschatology) (Hoekema. Baptisan pasti berkaitan erat dengan keselamatan (soteriologi). kamu semua. sehingga manusia murni diselamatkan melalui anugerah Allah. 2004. Yesus mengambil roti. 2004. doktrin akhir zaman (eskatologi). anak-anak perlu dibaptis tanpa perlu menunggu pengakuan iman yang keluar dari mulut mereka. Kalau baptisan adalah konfirmasi. makanlah. Seorang yang sudah percaya di dalam Kristus meskipun tidak sempat dibaptis (mungkin alasan kesehatan yang sangat buruk atau kasus penjahat di sebelah salib Tuhan Yesus). 1991. Anthony A. p 1 dan 2). Demikian pula halnya dengan konsep Perjamuan Kudus. Sedangkan kelompok Anabaptis yang berkembang dan mempengaruhi gereja-gereja kontemporer yang pop dewasa ini dengan menolak baptisan anak karena menurut mereka. di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman adalah “sebuah paham yang integratif dengan seluruh bagian Alkitab. nyawanya tetap bersamaNya di Surga. anak-anak tidak dapat mengakui imannya secara sadar adalah pandangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara prinsip Alkitab tentang perjanjian (covenant). yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Ketujuh. Itulah karya Roh Kudus. Tetapi hal ini tidak berarti kita boleh bebas untuk tidak perlu dibaptis. dan oleh karena itulah. Eskatologi menurut Prof. Inilah konsep eskatologi yang dipegang oleh theologia Reformed yang lebih mendekati Alkitab. theologia Reformed . hampir mirip dengan pandangan Katolik Roma : transubstansiasi yang mengajarkan bahwa roti dan anggur Perjamuan Kudus langsung berubah menjadi tubuh dan darah Kristus. Gereja-gereja Reformed mengikuti tradisi dari John Calvin menganggap bahwa Perjamuan Kudus hanya sebagai simbol kematian Kristus tetapi juga memiliki makna karena ada berkat Kristus di dalamnya. Sebab inilah darah-Ku. (Tong. oleh karena itu Perjamuan Kudus berkhasiat dan “berkuasa” karena ada tubuh dan darah Kristus yang tercurah di kayu salib.D. tetapi melalui anugerah Allah yang telah memberikan iman kepada mereka. mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah. dari cawan ini. “Dan ketika mereka sedang makan. Mengapa gereja-gereja Reformed melaksanakan baptisan anak ? Karena baptisan bukan tanda orang masuk Surga atau diselamatkan. lalu Pariadji mengutip perkataan Tuhan Yesus sendiri.tetapi faktanya tidak demikian.” (Matius 26:26-28) lalu mengajarkan bahwa roti itu benarbenar tubuh Kristus dan anggur adalah darah Kristus.” (Hoekema. Anak-anak pun (yang termasuk umat pilihan Allah) juga diselamatkan bukan melalui “iman” pribadi. dipengaruhi oleh filsafat Aristoteles yang membedakan antara form dan matter) dan konsep Zwingli yang mengajarkan bahwa Perjamuan Kudus hanya lambang dan tidak memiliki makna.

Ayat ini dilepaskan dari ayat-ayat selanjutnya. akan menuai banyak juga. misalnya. tetapi Kerajaan Allah adalah kerajaan rohani. Dengan kata lain. 2. setelah kebangkitan Kristus. dan orang yang sama akan melewatkan membaca kitab Kidung Agung yang mengajarkan tentang cinta. Sebaliknya. penafsiran Alkitab juga dipengaruhi oleh kondisi sekitar. 3. sehingga tidak heran di kalangan Kristen. Ini adalah pengaruh yang amat sangat buruk. maka Allah Anak yang berperan (sedangkan Allah Bapa dan Roh Kudus “pensiun”). Dipengaruhi oleh perasaan hati Perasaan hati atau mood manusia dapat berubah-ubah setiap saat tergantung situasi dan kondisi. ada dua contoh ekstrim yang mencoba menafsirkan Alkitab dengan pengaruh dari lingkungan/kondisi sekitar. kelompok liberal yang menganut paham postmillenialisme yang mengajarkan bahwa Kerajaan Allah itu sudah terjadi akan menafsirkan Alkitab dengan konsep liberalnya dan akan menutup mata akan fakta-fakta Alkitab tentang Kerajaan Allah di masa akan datang. Di dalam paham eskatologinya. yaitu premillenialisme historis dan premillenialisme dispensasionalis yang berusaha membagi sejarah/zaman menjadi 3. Masalah yang banyak terjadi. dan orang yang menabur banyak. zaman Allah Anak (pada waktu Kristus berinkarnasi) dan terakhir. “Hendaklah masing-masing memberikan menurut . Dipengaruhi oleh kondisi sekitar Terakhir. Misalnya. sedangkan di sisi lain.mempercayai bahwa Kerajaan Allah bukanlah kerajaan secara literal dalam arti Kerajaan itu terjadi secara nyata melalui wilayah/teritori tertentu di dalam suatu bangsa. Inilah ketimpangan-ketimpangan yang terjadi. paham premillenialisme memandang Kerajaan Allah ini hadir secara literal di bumi ini. sehingga seolah-olah di zaman sebelum kedatangan Kristus pertama. theologia Reformed berpaham amillenialisme. lalu konsep ini akan mengakibatkan mereka sendiri tidak memiliki pengharapan yang pasti di masa akan datang. pertama. Sedangkan. Allah Roh Kudus lah yang berperan (sedangkan Allah Bapa dan Anak “pensiun”). akan menuai sedikit juga. gereja-gereja kontemporer yang pop yang gemar sekali cho gereja (atau mencari untung di gereja) akan mencomot ayat Alkitab sekehendak hatinya (2 Korintus 9:6. muncul istilah Kristen Zionis. para penganut theologia Injili yang mayoritas cenderung Arminian akan berpaham premillenialisme yang bisa dikategorikan menjadi dua. lebih tepatnya di kota Yerusalem. terlalu menyepelekan akhir zaman. zaman Roh Kudus (setelah kebangkitan Kristus dan sebelum kedatangan Kristus yang kedua kalinya). banyak manusia dengan perasaan hati yang berbeda pun diterapkan dalam menafsirkan Alkitab. terlalu menekankan akhir zaman. Konsep pembagian zaman ini (dispensasionalisme) sudah salah di titik awal yaitu berusaha memisahkan peran masing-masing Pribadi Allah Trinitas. “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit.”) untuk mendukung pengajaran mereka misalnya tentang perpuluhan yang akan dikembalikan berlipat kali ganda. hanya Allah Bapa yang berperan (sedangkan Allah Anak dan Roh Kudus “pensiun” alias tidak berperan). Tidak heran. Di satu sisi. padahal keliru (paham premillenialisme). yaitu zaman Allah Bapa (sebelum kedatangan Kristus pertama). Di dalam keKristenan. ini karena pengaruh premillenialisme yang ekstrim yang tidak diajarkan oleh Alkitab. seorang pria yang putus cinta akan sangat senang membaca Alkitab khususnya bagian Mazmur dan Amsal yang menguatkannya bahwa meskipun pacarnya meninggalkannya. yang mengajarkan. Tuhan tetap besertanya. dan terakhir. sehingga jatuh ke dalam paham postmillenialisme yang mengakibatkan para penganutnya berada di dalam kondisi tak berpengharapan. ayat 7. Konsep ini sudah menyeleweng dari kebenaran Alkitab. nanti pada giliran Kristus berinkarnasi.

maka jemaat akan berpikir beratus kali untuk memberikan persembahan. Mereka akan menafsirkan Yohanes 14:6 bukan dengan menekankan finalitas Alkitab. Song membangun Teologi Transposisinya dengan dasar penafsiran kritik sosial yang lahir dari keprihatinan sosial di Asia.…” lalu menafsirkan bahwa orang Kristen dan orang-orang non-Kristen seharusnya bersatu sama seperti Kristus dan Bapa bersatu. Taiwan. Jadi. maka ayat 7 dengan sengaja tidak dibacakan. Mereka akan membual dan menyombongkan diri. Ini tafsiran yang sangat tidak bertanggungjawab. sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Akibatnya. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. “Song juga menggunakan metode penafsiran radikal dalam membangun Teologi Transposisinya yang liberal dan yang anti finalitas Yesus. Inilah corak gereja materialisme di abad postmodern ini. dikenal dengan istilah penafsiran yang situasional mengenai isu-isu sosial (SocioCritical Interpretation). untuk mendapatkan profit sebanyak-banyaknya dari persembahan jemaat. di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau. Stevri Indra Lumintang di dalam bukunya Theologia Abu-abu. Pdt. agar jemaat dapat memberikan uang sebanyak-banyaknya.” Kalau ayat 7 ini dibacakan. Alkitab berperan hanya untuk mendukung konsep yang telah dibangunnya dari kesimpulan awalnya mengenai situasi kondisi sosial yang pincang. Kemudian. Choan-Seng Song yang menggunakan pendekatan penafsiran yang berhubungan dengan isu-isu sosial untuk mendukung “Theologia” Transposisinya. sama seperti Engkau. Pluralisme Agama (Edisi Revisi) mengetengahkan fakta tentang seorang “theolog” pluralis dari gereja Presbyterian. pp 335. ya Bapa. Song sangat prihatin dengan isu-isu sosial-politik di Asia…” (Lumintang.kerelaan hatinya. Song memulai usahanya dengan menggunakan cerita-cerita rakyat dan fakta-fakta mengenai keprihatinan sosial.3 Problematika Penafsiran Alkitab di Kalangan KeKristenan . Contohnya ialah Teologi Pembebasan dan Hermeneutika Feminisme. tidak mempedulikan agama. mereka akan menjadi pemfitnah. Penafsiran teks-teks Alkitab mengenai perbudakan. 2. Kedua contoh ini dapat mewakili apa yang Alkitab telah nubuatkan di dalam 2 Timotius 3:1-2. Penafsiran kritik sosial dapat diartikan : ‘tertarik kepada bentuk yang kelihatan untuk menyatakan suatu penafsiran yang alamiah dalam kerangka pikir dari suatu tradisi mengenai asumsi sosial dan praktiknya. “supaya mereka semua menjadi satu. paham ini akan mempengaruhi cara mereka menafsirkan Alkitab yang cocok dengan paham mereka. kaum perempuan. Ini adalah “gereja” yang bercorak humanisme di dalam era postmodern. 2004. Di sisi lain. jangan dengan sedih hati atau karena paksaan. “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Dr. banyak gereja-gereja Protestan mainline yang mengaku berlabel “Reformed” (sebenarnya : no-formed atau de-formed) sudah mendegradasi fondasi theologia yang Alkitabiah dan menggantinya dengan “theologia” religionum atau social “gospel”.’… Dengan kata lain. Ini namanya gereja yang memperhatikan demand dari jemaat (hukum supply and demand di dalam gereja). Berikut penuturan beliau. Sistem hermeneutika Song. semua ayat Alkitab dijadikan pendukung bukan sumber bagi pembentukan “Theologia” model ini yang justru melawan Alkitab. 337) Dengan jelas. kaum miskin.” Kalimat “manusia akan mencintai dirinya sendiri” adalah ciri dari humanisme dan kalimat “menjadi hamba uang” adalah ciri dari materialisme. kemudian mensinkronisasikannya dengan Alkitab untuk membangun Teologi Transposisinya… Dalam hal ini. mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih. saya pernah membaca sebuah artikel yang ditulis oleh “pendeta” macam ini dengan mengutip Yohanes 17:21.

berhentilah di atas Gibeon dan engkau. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh. Tetapi untuk menggambarkan gerakan bintang. Dan sebagainya dan sebagainya. bulan. Ilmu pengetahuan bisa berubah dan relatif sifatnya. marilah kita mencoba mempelajari banyak problematika yang terjadi berkenaan dengan penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan abad postmodern yang dipengaruhi oleh theologia sistematika yang salah. itulah firman Allah. gereja hanyut ke dalam filsafatnya Aristoteles. Tidak ada alasan apapun untuk menganggap bahwa bumi atau matahari adalah pusat alam semesta. Tetapi untuk menggamparkan gerakan galaxy-galaxy dalam cluster of galaxies.net mengungkapkan. Untuk menggam barkan gerakan bulan atau satelit buatan terhadap bumi. maka teori Helio sentris juga sama salahnya. maka seluruh ilmu pengetahuan berkiblat ke arah Yunani. Martin Luther dengan 95 dalilnya yang . Untuk menggambarkan gerakan planet-planet. mengikuti pandangan Aristoteles yang mengatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta (Geosentris). Kesalahan fatal penafsiran terhadap Yoshua 10:12a-13b adalah hanya mengambil sedikit ayat untuk mendukung ide filsafat Aristoteles yang memegang Geosentris yang dianut oleh gereja-gereja Katolik Roma. Sesungguhnya kalau teori Geosentris dianggap salah. tetapi hanya satu yang tak mungkin berubah. sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. di atas lembah Ayalon!" Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak. karena gereja Katolik mengikuti pandangan Aristoteles ditambah argumentasi yang dicomot dari Yoshua 10:12a-13b. maka gereja Katolik marah dan menghukumnya. Jadi sesungguhnya Copernicus tidak lebih benar dari Yoshua. Untuk menggambarkan gerakan matahari dan bulan terhadap orang-orang yang sedang bertempur waktu itu. mulai muncul penyelewengan penafsiran Alkitab. paing logis menganggap bahwa matahari diam dan planet-planet berputar mengelilingi matahari. yang nantinya berimbas pada doktrin/ajaran gereja Katolik Roma yang akhirnya didobrak oleh Dr.bintang dalam glaxy Bima Sakti sangat tidak logis untuk mengambil matahari sebagai pusat Bima Sakti.sahabatsurgawi. Pada Abad Pertengahan (Medieval). pada saat itu.” Apakah Geosentris itu benar atau Heliosentris ? Dengan bijaksana. Problematika utama yang terjadi di dalam penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan yang terjadi pada abad postmodern ini adalah pengaruh humanisme yang meninggikan potensi diri manusia dan merendahkan kedaulatan Allah. ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari. Nicolaus Copernicus mengemukakan bahwa matahari lah yang menjadi pusat alam semesta (Heliosentris). tetapi memiliki esensi yang sama yaitu humanisme. di mana ilmu pengetahuan mendapat prioritas. tidak logis mengambil sumbu imaginair ini. Ir. Dari sini. paling logis ialah menganggap bahwa bumi diam dan bulan yang menge lilingi bumi. “Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel. Mungkin haru diambil sumbu imaginair lain yang lebih besar. Sethiadi di dalam artikelnya : “TEORI GEOSENTRIS VERSUS TEORI HELIOSENTRIS” di http://www.Setelah kita melihat prinsip-prinsip umum di dalam penafsiran Alkitab. Tidak heran. Yang paling celaka. Stanley I. ketika pertama kali. Pengaruh ini mulai muncul di dalam zaman Renaissance sampai abad postmodern ini meskipun dengan cara yang sedikit berbeda. Yoshua sangat logis menganggap bahwa matahari dan bulan yang bergerak dan bumi yang diam. Semua bintang-bintang dalam gugusan Bima Sakti berputar mengelilingi sumbu imaginair ini. Lebih logis menganggap bahwa ditengah-tengah Bima Sakti ada sumbu imaginair.

”) Benarkah iman tidak dimulai dari membaca Alkitab ataukah iman lahir dan berkembang melalui apa yang kita dengar dari orang lain ? Di dalam theologia Reformed. teman. keluarga. Komentar saya : Bukankah Alkitab yang dikutip di sini jelas mengajarkan bahwa iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus ? Ayat 17 di dalam Roma 10 ini sudah amat jelas. Kedua. Iman ini yang Pdt. karena jika iman timbul dan berkembang dari luar diri kita. iman timbul dari pendengaran. dan pendengaran oleh firman Kristus. Stephen Tong sebut sebagai iman natural/alamiah. si “apologet” Katolik yang tidak mengakui Alkitab sebagai sumber otoritas ini malahan mengutip bukti ketidakpercayaannya dari Alkitab (yang tidak dipercayainya). Alkitab mengatakan pada kita bahwa iman kita datang dari pendengaran terhadap Firman Allah. tidaklah benar bahwa iman itu timbul dan berkembang dari luar diri kita. Doktrin Allah. dll). Mari kita akan menelusuri beberapa paradigma dasar atau theologia sistematika yang tidak bertanggungjawab yang mempengaruhi penafsiran Alkitab. tetapi dasarnya para theolog Katolik Roma menyangkali finalitas firman Kristus dan iman yang beres di dalam Allah. Alkitab dibaca dan digunakan untuk mengajar. “Alkitab bukanlah satu-satunya sumber wahyu Allah. tapi Alkitab bukanlah satu-satunya sumber wahyu Allah. Penyebaran iman melalui oral adalah yang dimaksudkan pada ayat ini. Berikut ini saya akan menyajikan salah satu contoh problematika penafsiran Alkitab yang tidak bertanggungjawab yang diambil dari http://www. Jadi. suatu kewajiban umat PL mengucapkan . Oleh karena itu. Dr. Yang paling aneh. suatu kontradiksi yang aneh. “Keimanan agama Kristen berakar-bertumbuh dan berkembang dari agama Yahudi. maka mereka berusaha memelintir ayat 17 yang sangat begitu jelas dengan argumentasi-argumentasi “akademis” mereka yang pada akhirnya mengarahkan pembaca untuk menolak finalitas Alkitab (perhatikan pernyataan. Iman ini merupakan suatu tindakan Roh Kudus yang mengaktifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati umat pilihan-Nya yang belum menerima Kristus.net : Tanya : Alkitab adalah satu-satunya sumber autoritas Firman Allah Jawab : Rom 10:17: Jadi. Iman kita biasanya tidak dimulai ketika kita membaca Alkitab. Iman di dalam Roma 10:17 adalah iman di dalam Kristus yang merupakan anugerah Allah hanya kepada umat pilihan-Nya. Itu namanya selfcentered faith yang sama sekali ditolak oleh Alkitab. Iman biasanya lahir dan berkembang melalui apa yang kita dengar dari orang lain (orang tua kita. Tentang Doktrin Allah. problematika penafsiran Alkitab sangat erat kaitannya dengan pengaruh theologia sistematika atau paradigma dasar. manusia telah ditanamkan suatu benih agama di mana setiap manusia mau tidak mau pasti memiliki iman di dalam konsep Allah (belum tentu menyembah Allah yang sejati).ekaristi. dimana memiliki keyakinan monoteisme yang ketat. maka ketika orang lain yang kita sandari tersebut mati. Doktrin Alkitab (Bibliologi). maka iman kita juga akan beralih kepada orang lain lagi. Pertama. saya akan mengutip kekonyolan pernyataan doktrinal dari Jusufroni yang mengajar tentang Allah Trinitas.ditempel di depan pintu gereja Wittenberg. Sungguh.

Kutipan ayat-ayat dalam Perjanjian Baru yang tidak memperhatikan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya. gelap gulita menutupi samudera raya. …” Bagaimana “Abuna” Jusufroni menafsirkan kata “Kita” dalam Kejadian 1:26 ? Jelas. sehingga mereka (para nabi Tuhan) dengan gigih memperjuangkan bahwa Allah itu satu-satunya yang layak disembah. 46:9c tidak sedang mengajarkan bahwa Allah itu hanya satu pribadi. siapakah “Kita” yang dimaksud ? Apakah berarti Allah menciptakan manusia bekerja sama dengan para malaikat ? TIDAK. coequal. Kalau ayat ini ditafsirkan bahwa mutlak hanya satu pribadi Allah.” Lalu terang itu jadi. Benarkah Allah yang dipercaya oleh orang Yahudi adalah Allah yang hanya satu pribadi (monotheisme) ? Kata “dxa ‘echad” tidak hanya berarti satu (one) tetapi bisa juga berarti united (dipersatukan). 8:4b dan banyak lagi ayat-ayat yang lain menunjukkan keesaan Allah dalam PL dan PB. “Myhla” (‘elohiym) yang berbentuk/berintensif plural (plural intensive) dengan pengertian tunggal. Bumi belum berbentuk dan kosong . Keluaran 20:3.com) Komentar saya : 1. kata “Kita” bukanlah sesuatu yang tunggal/singular. 17:3. firman Tuhan berkata. “xwr ” (ruwach) yang berarti Spirit of God. hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita. Yoh. 6b . Mark. Yesaya 44:6b . sama kedudukan dan sama kekalnya dengan Bapa dan Anak). Perhatikan Kitab Kejadian 1:1-3. Mengapa “Abuna” Jusufroni begitu yakin bahwa Allah orang Yahudi adalah Allah yang hanya berpribadi satu ? Perlu diketahui Kitab Ulangan ditulis oleh Nabi Musa untuk mengingatkan kembali bangsa Israel agar mereka tidak berbalik kepada ilah-ilah palsu. SHEMA’ YIS’RA’EL ADONAI ELOHEINÛ ADONAI EKHAD (Dengarkanlah. the third person of the triune God. Dan perlu diperhatikan semua ayat-ayat dalam Perjanjian Lama yang Jusufroni kutip selalu menggunakan kata dalam bentuk plural yang bermakna tunggal yaitu “Myhla” (‘elohiym). TUHAN itu Esa!)─Ulangan 6:4. tidak ada dewa dewi lainnya yang boleh disembah sebagai “Allah”). sehingga Musa menegaskan pernyataan bahwa Allah bangsa Israel itu hanya satu (dalam arti. tetapi bentuk jamak/plural. Lalu. Allah yang memiliki tiga Pribadi dalam satu Esensi. . pribadi ketiga dari Allah Trinitas. 5a .” Kata “Allah” yang digunakan dalam Kejadian 1:1 dalam bahasa Ibraninya. “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. yaitu Allah Bapa dan Allah Putra dan Allah Roh Kudus. tetapi merupakan peringatanperingatan dari nabi-nabi Tuhan untuk menegaskan ulang bahwa tidak ada dewa-dewi lain yang boleh disembah sebagai “Allah” kepada bangsa Israel. Yoh. 4:10b.” (http://www. 2. lalu siapakah “Kita” yang dimaksud ? Jelas. Kemudian. coeternal with the Father and the Son (Roh Allah. Berfirmanlah Allah : “Jadilah terang. 4.syahadat (pengakuan iman)-nya. Allah tak pernah menciptakan kita sesuai dengan gambar dan rupa Allah (dan malaikat) {Kejadian 1:27}. 45:5a. di dalam Kejadian 1:26.besorahonline. I Kor. Tafsiran terhadap Ulangan 6:4 yang tidak bertanggungjawab. Kemudian. Roh Kudus. 12:29. kata “Roh Allah” menggunakan bahasa Ibrani. dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. itu jelas salah tafsiran. the Holy Spirit. “Pendeta” yang dengan sombongnya mengaku bergelar Doktor ini masih tidak mengerti bagaimana menafsirkan Alkitab dengan baik ! Semua ayat-ayat Perjanjian Lama yang dipakai oleh “Abuna” Jusufroni misalnya.” “Mat. 5:44. “Berfirmanlah Allah : “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita.

Roma 8 . 2 .…” atau “Tuhan berfirman. Iluminasi (pengertian Firman Allah). Lagi. rasa ingin tahu dan suara hati. Yoh. sanggup menyembah Allah dan sebagai pelita Tuhan. Allah menghembuskan nafas sehingga manusia menjadi nyawa yang hidup. Jiwa manusia (Psuche) adalah tempat kedudukan dari kepribadian dan diri (ego) manusia. Yoh.Injil Yohanes 17 jangan hanya dimengerti dalam ayat 3 saja. karena Ia memang adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia ! Ketiga. Roh manusia terdiri dari Intuisi (pemahaman Ilahi). 3. …”. dan Allah itu Allah yang Esa. Dibutuhkan kuasa Roh Allah untuk merobohkan tembok pemisah dan mengangkat manusia dari pengaruh duniawi. 3:3-7 . Tetapi jangan dipotong. roh manusia putus hubungannya dengan Allah. para nabi Tuhan ketika disuruh oleh Tuhan menyampaikan berita firman kepada bangsa Israel. 4:25. tetapi Tuhan Yesus melakukannya. tetapi ketika Tuhan Yesus datang ke dalam dunia. Surabaya. Efesus 2:1-3. Ia tidak menggunakan kata-kata tadi. Anak Allah yaitu Tuhan Yesus juga adalah Tuhan (Yunani : κυριοςkurios . Roh Manusia Elemen manusia yang sadar akan Allah. keinginan. “Aku berkata kepadamu. imajinasi. 1 Kor. Dalam kelahiran baru. 2. Nah. Jiwa manusia terdiri dari pikiran. Gal. “Beginilah firman Tuhan semesta alam. Doktrin Manusia dan Dosa (Christian Antropology). karena ayat 6. 5. Pada waktu manusia jatuh dalam dosa. Instruksi (nasehat dan bimbingan) dan persekutuan dengan Allah. 2:7. perasaan. Fungsinya terbatas pada bidang mental semata. MANUSIA TERDIRI DARI ROH. mereka selalu berseru. melainkan langsung menggunakan otoritas-Nya dengan mengatakan. menjelaskan bahwa Bapa itu Allah. Tuhan Yesus bernatur 100% Allah dan 100% manusia. Kej. Tubuh Manusia .…”. Di ayat 21. 1 Korintus 8 ada dalam konteks di mana orang-orang Kristen di Korintus sedang meributkan masalah makan daging persembahan berhala. “Aku adalah. 12:1 . Indonesia : Tuhan/Tuan/pemilik). pada ayat 4b-5. Kalau di zaman Perjanjian Lama. Zak. tetapi dalam seluruh perikop. Roma 8:16 . Berkaitan dengan hal ini. Tuhan Yesus menyatakan bahwa Bapa di dalam Dia dan Dia di dalam Bapa (adanya kesatuan antara Allah Bapa dan Allah Anak). Titus 3:5. manusia dipulihkan fungsi rohnya. Paulus memberikan jawaban bahwa mereka tidak perlu takut karena Allah itu lebih besar dari berhala-berhala dunia (tidak ada berhala di dunia). saya akan mengutip pengajaran dari School of Ministry (SOM) Bethany yang diambil dari silabus “Salvation/Keselamatan” yang diterbitkan oleh GBI Bethany. …” Tidak ada satu nabi Tuhan yang diutus-Nya berani mengucapkan “Aku” untuk menggantikan firman Allah. dll. JIWA DAN TUBUH 1. memory. sehingga Ia bisa berinkarnasi menjadi manusia tanpa menghilangkan natur Ilahinya (dwi natur Kristus). Jiwa Manusia Elemen ini membuat manusia mempunyai kesadaran akan diri sendiri.

“Pada waktu manusia jatuh dalam dosa. Benarkah suara hati dikategorikan sebagai jiwa manusia ? Mari kita menyelidiki lebih teliti. yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. Penafsiran model ini membuktikan si penulis buku SOM ini tidak mengerti dasar iman Kristen. “The spirit of man is the candle of the LORD. memory.Manusia mempunyai satu tubuh yang dapat berinteraksi dengan dunia sekitar. Kerusakan total diibaratkan oleh Pdt. 1 Kor. Roma 6:11. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai. banyak orang “Kristen” hari ini mengaku diri bebas dari segala dosa (tidak berdosa lagi). Efesus 2:1-3. Stephen Tong sebagai noda teh yang tumpah pada baju kita yang mengakibatkan warna baju yang tadinya putih menjadi pudar (tetapi baju tersebut bukan menjadi tidak berwarna lagi). Kembali kepada pernyataan yang ada di dalam buku SOM ini. sama seperti mereka yang lain. ayat ini tidak sedang membicarakan perbedaan antara jiwa dan roh.” tidak bertanggungjawab. Benarkah ketika manusia jatuh dalam dosa. seluruh potensi hidup manusia sudah rusak total. tetapi tentang kuasa Firman. 2. karena menurutnya yang berdosa itu hanya roh. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka. Alkitab terjemahan King James Version menerjemahkan. Immanuel. 30) Komentar saya : Di dalam pandangan Karismatik/Pentakosta yang banyak menganut paham trikotomi sengaja memisahkan antara roh dan jiwa manusia. Dr. perasaan. Roma 6:17. Itulah yang John Calvin sebut sebagai kerusakan total (Total Depravity). Efesus 2:1-3. yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. imajinasi. (Silabus SOM Bethany “Salvation/Keselamatan” p. Amsal 20:27 (Terjemahan Baru) mengatakan. roh manusia putus hubungannya dengan Allah. Kamu hidup di dalamnya. karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa. Tubuh harus diserahkan kepada allah untuk menjadi bait-Nya.” Kata “roh” dalam bahasa Yunaninya pneuma yang identik dengan breath/nafas yang terdapat di dalam Kejadian 2:7 yang oleh penulis buku SOM ini dikategorikan sebagai jiwa manusia (bukan roh manusia). tetapi berani menulis buku.” tidak bertanggungjawab. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa. hanya roh manusia putus hubungannya dengan Allah ? Pantas saja. “Hati . 1. “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosadosamu. 6:19 . Allah berdiam di dalam kita. rasa ingin tahu dan suara hati. Ini jelas salah. searching all the inward parts of the belly. Bagi yang telah percaya dan lahir baru tubuh ini menjadi rumah Roh Kudus. Inilah penafsiran Alkitab yang terlalu dicocok-cocokkan. bahkan ada seorang dokter yang mengaku juga diundang berkhotbah di beberapa gereja/persekutuan doa Karismatik/Pentakosta mengungkapkan bahwa Ibrani 4:12 mengungkapkan “fakta” bahwa antara jiwa dan roh itu berbeda.”. Panca indera merupakan jendela jiwa. keinginan. Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajar bahwa yang berdosa itu hanya roh manusia. Bagi manusia yang belum dilahirkan baru tubuh menjadi hamba dosa. Lagi-lagi. “Roh manusia adalah pelita TUHAN.” Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) menerjemahkan. ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pernyataan. karena kamu mengikuti jalan dunia ini. Pernyataan “Jiwa manusia terdiri dari pikiran. padahal antara jiwa dan roh manusia tidak ada perbedaan.

17:27 (bdk. . sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya. Mzm 42:6) · “his spirit was troubled” (New American Standard Bible/NASB) — “Gelisahlah hatinya” (LAI) · b. bdk. 1:21). Luk. “dan apabila kemudian roh cemburu menguasai suami itu. 41:8 (bdk.” Jelaslah. 13:21) “jiwaku terharu” (psuchē) “terharu” (terjemahan seharusnya “roh-Nya terharu” — pneuma) 2 Kata ruah dan pneuma dipakai untuk menyebut nyawa/jiwa binatang (Pkh. 27:50) “memberikan nyawa-Nya” (psuchē) “menyerahkan nyawa-Nya” (pneuma) Yoh. 1:46 . Ibr. Yunani : psuchē) dan roh (Ibrani : ruah . 10:39 . Mari kita selidiki. Kata yang ̂ sama dipakai di dalam Kejadian 2:7. dll.” Kata “roh” ini dalam bahasa Ibraninya ruach berarti wind. kata “jiwa” diterjemahkan sebagai heart oleh King James Version (KJV). Thomy J. Why. 6:19 . Julio Kristano (2005) di dalam booklet Doktrin Manusia dan Dosa pada halaman 6-7 memaparkan empat contoh yang menunjukkan penggunaan kedua kata antara jiwa (Ibrani : nepes . · · c. walaupun perempuan itu tidak mencemarkan dirinya. Yunani : pneuma) yang saling bergantian : 1 a. tetapi identik dengan roh manusia. 16:3). Ibr. kata “jiwa” di dalam Yakobus 5:20 diterjemahkan oleh KJV sebagai soul yang berasal dari bahasa Yunani psuche yang juga bisa berarti spirit (Yunani : pneuma). breath. kata “hati” atau “hati nurani” identik baik dengan kata “jiwa” (Imamat 26:16) maupun dengan kata “roh” (Amsal 20:27). Mat. sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya. 4 Keadaan rohani manusia yang paling tinggi dihubungkan dengan “jiwa” (Mrk. di mana kata “nafas” dalam bahasa Ibraninya neshamah ̂ ̂ identik dengan wind. dll.nurani manusia merupakan terang dari TUHAN yang menyoroti seluruh batin. breath. Kata “jiwa” dan “roh” manusia dipakai secara bergantian di dalam Alkitab baik PL dan PB. hati nurani tidak termasuk jiwa manusia. · · My soul is in despair” (NASB) — “Mengapa engkau tertekan hai jiwaku…” Mat. 12:30 . Yoh. Kemudian. Kata nepes dan psyche dipakai pada diri Allah (Yes> 42:1 . Pdt. Di dalam Imamat 26:16. Bilangan 5:14. 20:28 (bdk. Mat. dan perempuan itu memang telah mencemarkan dirinya. Kata “jiwa” dan “roh” dipakai secara bergantian : Kej. 3:21 . Dengan kata lain. Yak. 3 12:18). atau apabila roh cemburu menguasai suami itu. Matakupan dan Ev.

lebih lanjut. Berikut ini saya akan mengutip pernyataan doktrinal dari seorang “pemimpin gereja” Kemah Abraham. kita mengatakan inilah kebenaran agamaku. Tolong camkan kata-kata itu. Tafsiran Yohanes 14:6 yang tidak bertanggungjawab. maka para murid Kristus dan kita sebagai orang Kristen percaya kepada-Nya.” Sungguh tidak masuk akal. Memang benar bahwa Allah di dalam Pribadi Tuhan Yesus Kristus menyatakan diri-Nya dan memproklamirkan diri-Nya sebagai jalan dan kebenaran dan hidup itu. tapi Yesuslah yang menyatakan diri-Nya dan bukan murid yang menemukan. Sama seperti kita baru bisa mengasihi Allah. “kalau kita mencoba mencari kebenaran agama. memang bukan murid Kristus yang mengatakan hal ini. Jusufroni. karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita. Pernyataan. Jusufroni mengatakan bahwa Tuhan Yesus yang mengatakan bahwa Dia adalah jalan dan kebenaran dan hidup. tak seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Dia. Kalau sampai si Jusufroni mengatakan bahwa dirinya masih meraba-raba dan mencoba-coba. Jusufroni mengemukakan pernyataan bahwa bukan murid-Nya yang mengemukakan hal ini. (Majalah Narwastu. Kita baru coba-coba. yang diabsolutkan. BENAR ! Lalu. Memangnya siapa kita? Akulah jalan kebenaran dan hidup. maka mustahil manusia yang berdosa bisa mencari dan mengasihi Allah ! Begitu kan logikanya.Keempat. Begitu diabsolutkan menolak kebenaran orang lain. tetapi akibat dari pernyataan ini. tak seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. bukankah berarti “kesaksiannya” selama ini adalah palsu/bohong tatkala dia menjadi “Kristen” dan bahkan “pendeta” ?! Kalau memang Jusufroni benar-benar bertobat dan rela menyerahkan diri menjadi pendeta yang bertanggungjawab.” yang tidak bertanggungjawab. “Begitu diabsolutkan menolak kebenaran orang lain. Secara pribadi saya ingin bertanya. Ini berarti ada finalitas karya Kristus yang tak mungkin dijumpai pada para pendiri agama apapun ! Kalau demikian. Apakah dengan mengabsolutkan suatu kebenaran yang benar-benar benar berarti menolak kebenaran orang lain ? YA. maka dia tak sampai mengeluarkan pernyataan yang tidak bertanggungjawab ini ! 2. Perhatikan alur pikirannya. sebenarnya sampai saat ini belum menemukan. Mengapa terjadi bentrok itu ? Karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran. para muridNya sadar dan akhirnya mengerti Tuhan yang selama ini diikuti-Nya adalah benar dan sejati. Doktrin Kristus (Kristologi). tetapi Kristus sendiri. Akibat adanya konfirmasi Tuhan Yesus sebagai satu-satunya jalan menuju kepada Bapa di Surga. lalu. apa yang salah dengan pemikiran ini ? Ambil contoh. Tanpa adanya campur tangan dan anugerah Allah yang intervensi ke dalam dunia. seorang guru dengan tegas mengajarkan bahwa 1+1+2 (hal yang absolut). bolehkah murid-muridnya mengatakan bahwa sang guru mengajarkan hal-hal yang terlalu absolut dan bisa menolak “kebenaran” orang lain yang mengatakan bahwa 1+1=3 atau 4 atau . Kalau pun kita mencoba mencari kebenaran agama. sebenarnya sampai saat ini belum menemukan. jadi. Itu benar dan terdapat dalam Yohanes 14:6. sehingga barangsiapa yang mau datang kepada Bapa harus melalui diri-Nya. Apalagi. Murid-Nya tidak berkata Yesuslah jalan kebenaran dan hidup. Kita baru coba-coba. yakinkah Anda bahwa kebenaran Kristus itu ditemukan atau suatu pernyataan ? Jangan sekali-kali mengatakan telah kutemukan kebenaran dalam Kristus. Juni 2000) Komentar saya : 1. Lalu. Karena itu lahirlah penderitaan yang kita rasakan sekarang ini.

” Yang tidak bertanggungjawab. HARUSKAH KITA BERBAHASA LIDAH Dalam 1 Kor. kecuali melalui karya Roh Kudus yang melahirbarukan dan mencerahkan pikiran dan hatinya sehingga mereka dapat percaya kepada Kristus. Paulus berkata : “Aku mengucap syukur kepada Allah bahwa aku berkata-kata dengan bahasa Roh lebih dari pada kamu semua. dalam pekerjaan. sehingga mereka tidak mampu kembali kepada Kristus. bukan ? Sama halnya dengan pandangan ini. 14:18. sedangkan umat pilihan Allah adalah orang-orang yang sama-sama berdosa (tetapi telah ditebus oleh Kristus) dan tinggal di dalam dunia. Ada harga yang harus dibayar ketika kita mengikut Kristus dan berperang bagi Kerajaan Allah. Tuhan Yesus sudah berkali-kali memperingatkan bahwa karena diri-Nya. bentrok dan konflik terjadi karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran. itu bisa menghina orang lain. sehingga terciptalah konflik. Ingatlah. Kelima. konflik terjadi bukan karena orang-orang Kristen memperjuangkan kebenaran Alkitab. tetapi peperangan rohani melawan ajaran-ajaran yang sesat dengan hanya berpedoman Alkitab sebagai standart mutlak ! Seharusnya. “Mengapa terjadi bentrok itu ? Karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran. kita pasti mau menderita. tidak ada kompromi ala dunia. Peperangan sejati bukan peperangan fisik/daging. Paulus berbahasa lidah dalam frekuensi waktu yang cukup banyak… Kita akan lihat beberapa alasan mengapa setiap orang Kristen harus berbahasa lidah : . Pernyataan. harus berperang melawan setan dan kroni-kroninya ! Sesuatu yang absolut (dalam arti hanya Alkitab) pasti menolak kebenaran orang lain pun sedang menunjukkan bahwa “kebenaran” orang lain yang ditolak oleh Alkitab itu adalah suatu hal yang relatif dan siapa yang membela pernyataan ini (bahwa yang absolut menolak “kebenaran” orang lain) pun merupakan pengajaran yang relatif ! 3. karena tanpa Kristus dan pengorbanan/penumpahan darah-Nya. dalam kehidupan sehari-hari bahkan setiap saat ia berbahasa lidah. mereka sadar dan kembali kepada Kristus. Benarkah pandangan ini ? Kebenaran sejati (Alkitab) memang membutuhkan pengorbanan untuk dibenci oleh orang-orang dunia. tetapi munculnya orang-orang Islam maupun Kristen yang radikal yang berusaha menghancurkan yang lain dengan kekerasan (peperangan dengan fisik). tidak ada pengampunan dosa (Ibrani 9:22)! Tetapi akibat dosa. tetapi berasal dari Surga/umat pilihan Allah (Yohanes 17:16) ! Tetapi tidak berarti ketika kita sedang menyatakan suatu kebenaran Alkitab. saya akan mengutip dua hal tentang pengajaran tentang bahasa roh dari Sekolah Orientasi Melayani/School of Ministry (SOM) dari Gereja Bethany Indonesia (dulu : GBI Bethany). Pada bagian ini.” Paulus berani bersaksi bahwa ia berkata-kata dengan bahasa lidah lebih dari orang-orang Korintus berarti begitu ia bangun dari tempat tidur langsung berbahasa lidah. maka hati nurani manusia pun menjadi terpolusi oleh dosa. barangsiapa yang mengikut-Nya pasti mengalami aniaya dan kita dituntut untuk juga menderita bersama Kristus dengan sukacita (1 Petrus 4:14).5 atau terserah ?! Tidak bertanggungjawab. Menurut pandangan Jusufroni. pergi tidur berbahasa lidah. kalau mereka masih menganggap diri manusia dan berhati nurani. karena orang-orang dunia di luar Kristus adalah orang-orang yang berdosa yang berasal dari dunia. Doktrin Roh Kudus (Pneumatologi). padahal pernyataan ini menurut Jusufroni “tidak benar”. karena ada janji pengharapan bagi mereka yang setia mengikut Kristus (otomatis karena pimpinan dan pemeliharaan Allah melalui Roh Kudus). Demi Kerajaan Allah dan hidup kekal. dalam perjalanan.

Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar. Dengan menafsirkan 1 Korintus 14:18. pergi tidur berbahasa lidah. sebab kita tidak tahu. sehingga ia lebih suka mengucapkan atau berkhotbah tentang 5 kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang ketimbang berpuluh-puluh ribu bahasa roh yang tidak diketahui. karena ayat-ayat sebelumnya Paulus menunjukkan bahasa-bahasa Roh itu penting untuk berkata rahasia kepada Allah dan penting untuk membangun diri sendiri. ayat 19. penulis buku SOM ini mengutarakan. yang sengaja tidak mengutip ayat 19. Paulus mengungkapkan. Paulus berbahasa lidah dalam frekuensi waktu yang cukup banyak…” Ayat ini dengan semena-mena ditafsirkan. pp 32-40) Komentar saya : Dari sekelumit pembahasan ini. Penafsiran 1 Korintus 14:18. bagaimana sebenarnya harus berdoa. “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita.Alasan 1… Alasan 5 : Dengan berdoa dalam bahasa lidah kita dapat berdoa untuk sesuatu permohonan yang kita tidak ketahui (Enable us to pray for the unknown) Roma 8:26. mari kita akan memperhatikan problematika penafsiran Alkitab dari theologia ini : 1. dalam kehidupan sehari-hari bahkan setiap saat ia berbahasa lidah. padahal di dalam ayat selanjutnya. tetapi ia mengungkapkan bahwa itu hanya untuk membangun dirinya sendiri. tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. “Paulus berani bersaksi bahwa ia berkata-kata dengan bahasa lidah lebih dari orang-orang Korintus berarti begitu ia bangun dari tempat tidur langsung berbahasa lidah. dalam perjalanan. “Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga. Yang jelas Paulus tidak bermaksud mengatakan bahwa orang yang berkata-kata dengan bahasa Roh itu orang yang tidak beriman. sedangkan di ayat 19. dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh. itu adalah “tanda” bahwa mereka adalah orang yang tidak mempunyai iman. Yang dimaksudkan Paulus adalah : Jika ada seorang tidak percaya atau mempersoalkan bahkan menolak dan menentang bahasa Roh. “Yet in the church I had rather . ia mulai membicarakan bahwa yang penting itu adalah untuk membangun Jemaat. dalam pekerjaan.” Memang Paulus bisa berbahasa Roh. dan Paulus suka kalau semua orang berbahasa Roh seperti dia yang berbahasa Roh lebih dari semua orang Korintus.” Kadang-kadang tatkala menghadapi persoalan yang amat berat dan secara akal sudah tidak terpecahkan dan sudah tidak ada jalan keluar lagi dan kita tidak tahu apa yang harus kita doakan dan mohonkan kepada Allah. 14:22. Perhatikan terjemahan King James Version pada ayat 19 ini. saat itulah Roh akan membantu kelemahan kita apabila kita mulai berbicara dengan bahasa lidah… Yang terakhir adalah : Mengapa Paulus berkata bahwa “bahasa Roh adalah tanda untuk orang yang tidak beriman ?” 1 Kor. (Buletin SOM Bethany “Roh Kudus”. Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible).

urutannya adalah : kita berdoa kepada Allah Bapa di dalam nama Tuhan Yesus melalui Roh Kudus. seperti Yohanes. Tidak semua hal supranatural itu benar dan bertanggungjawab. Paulus setiap saat berbahasa Roh. mind. mengapa rasul-rasul Kristus lainnya. Perhatikan. Roh Kudus membantu kita berdoa kepada Bapa karena kita tidak mengerti bagaimana berdoa supaya doa kita diperkenan Allah (doa yang tidak diperkenan Allah : doa yang egois. di dalam pertemuan-pertemuan untuk menyembah Tuhan. kata “pengertian” bisa mencakup intelek. oleh karena itu hanya Alkitablah yang harus menjadi standard untuk menguji hal-hal yang supranatural. bisakah Anda membayangkan bahwa mungkinkah Paulus menuliskan wahyu Allah melalui surat-suratnya ? Jelas. ini sebuah penafsiran yang dicocok-cocokkan. ayat 26 di dalam Roma 8 ditafsirkan seenaknya sendiri. pikiran.” Kata “understanding” dalam bahasa Yunaninya nous berarti intellect. “Dengan berdoa dalam bahasa lidah kita dapat berdoa untuk sesuatu permohonan yang kita tidak ketahui (Enable us to pray for the unknown)” Lalu. ini suatu ketidakkonsistenan penafsiran Alkitab ala penulis buku SOM. oleh karena itu Roh Kudus lah yang membantu kelemahan kita sehingga doa-doa kita disampaikan oleh Roh Kudus kepada Allah Bapa. dll tidak dilaporkan setiap saat berbahasa Roh ? Jelas.speak five words with my understanding. Kalau memang menurut penulis buku SOM ini. Jadi. Saya lebih suka begitu supaya saya dapat mengajar orang. dll. Penulis buku SOM ini mengungkapkan 7 alasan orang “Kristen” harus “berbahasa roh”. Roma 8:26 tidak sedang berbicara tentang doa dalam bahasa roh. Lalu. Penafsiran Roma 8:26. saya lebih suka memakai lima perkataan yang dapat dimengerti orang daripada memakai beribu-ribu perkataan dalam bahasa yang ajaib. Jadi. beberapa pemimpin gereja Karismatik/Pentakosta mengajarkan berdoa di dalam Roh itu berarti berdoa dengan menggunakan bahasa “roh”. dll). saat itulah Roh akan membantu kelemahan kita apabila kita mulai berbicara dengan bahasa lidah…” Dengan sangat jelas.” Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari menerjemahkan. Penafsiran Alkitab ini disebut eisegese (menafsirkan Alkitab sekehendak hatinya asal cocok dengan pola pikir yang telah ia tetapkan dahulu). Paulus lebih suka mengajar orang lain dengan hal-hal doktrinal yang bisa dimengerti bahasanya supaya iman jemaat dapat dibangun ketimbang berpuluh-puluh ribu bahasa yang tidak dapat dingerti (unknown tongue). di dalam pertemuan jemaat atau ibadah. apakah berarti Roh Kudus tidak menolong-Nya ? Apakah berarti kita tidak boleh sama sekali berbahasa lidah ? TIDAK. untuk mendukung pengajaran ini. doa minta kaya. Bahasa Roh sejati masih ada sampai sekarang. lalu banyak jemaat mereka (termasuk para pemimpin gereja mereka yang tidak mengerti) kalau berdoa bukan kepada Bapa tetapi kepada Roh Kudus. . ia mengutip Roma 8:26 dengan penafsirannya. jika Roh membantu kelemahan kita ketika kita mulai berbicara dengan bahasa lidah. Ia berdoa kepada Bapa sama sekali tidak menggunakan bahasa roh. that by my voice I might teach others also. TETAPI tidak berarti karena itu hal yang supranatural lalu tidak ada standardnya. than ten thousand words in an unknown tongue. “Namun. tafsiran ini terlalu dicocok-cocokkan. Kembali. dll. sombong. 2. karena itu adalah suatu hal yang supranatural yang melebihi kemampuan rasio manusia. Tetapi herannya. salah satunya adalah alasan 5 yang menyatakan. Dengan kata lain. “Kadang-kadang tatkala menghadapi persoalan yang amat berat dan secara akal sudah tidak terpecahkan dan sudah tidak ada jalan keluar lagi dan kita tidak tahu apa yang harus kita doakan dan mohonkan kepada Allah. Tuhan Yesus ketika berdoa di Taman Getsemani. Petrus. ini pembalikkan ordo/urutan. Ayat ini berarti Roh Allah yang Mahakudus itu membantu kita berdoa kepada Bapa. Kalau ayat 18 ditafsirkan bahwa Paulus setiap saat berbahasa lidah. mengapa ? Karena di dalam kelemahan-Nya dalam natur manusia.

suatu kontradiksi yang aneh. Berikut adalah contoh konkrit tentang kesalahan tafsiran Alkitab yang diambil dari website “apologetika” sebuah pelayanan gereja Katolik (http://www. di ayat 21.ekaristi. dan pendengaran oleh firman Kristus. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. Dia yang telah berfirman kepada mereka: "Inilah tempat perhentian. Allah menggunakan bahasa-bahasa yang tidak mereka mengerti untuk menghukum mereka. Tuhan berkata melalui Paulus. Doktrin Keselamatan (Soteriologi). inilah tempat peristirahatan!" Tetapi mereka tidak mau mendengarkan. Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar. bukan saja seperti waktu aku masih hadir. padahal di dalam Roma 10:17. dengan menggantikan posisi finalitas Alkitab.” Di dalam Yesaya 28:11-12. bukan untuk orang yang tidak beriman. tetapi untuk orang yang tidak beriman. itu adalah “tanda” bahwa mereka adalah orang yang tidak mempunyai iman. Tentang bahasa roh yang adalah karunia untuk orang yang tidak beriman (1 Korintus 14:22). Di ayat 20. Alkitab berkata. Lalu.” Oleh karena itulah. “Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda. dengan mengutip Yesaya 28:11-12. iman timbul dari pendengaran. karena mereka lebih melihat fenomena yang kelihatan “wah” dan “supranatural” tanpa melihat esensi yang lebih penting (yaitu mendengarkan Firman). kamu senantiasa taat. Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. “Jadi. Penafsiran 1 Korintus 14:22. jika kita benar-benar adalah orang . penulis buku SOM ini mengatakan bahwa pengajarannya adalah pengajaran yang “kembali kepada Alkitab”. Keenam. Sungguh.” Lalu. karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar. “Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini. “Yang dimaksudkan Paulus adalah : Jika ada seorang tidak percaya atau mempersoalkan bahkan menolak dan menentang bahasa Roh. namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku. Apa bedanya dengan kita. penulis buku SOM ini menyimpulkan. Paulus sudah memperingatkan jemaat Korintus untuk tidak seperti anak-anak di dalam pemikiran mereka. Paulus mengajarkan.” Perhatikan. tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir. firman Tuhan. Paulus untuk mengerjakan keselamatan mereka dengan takut dan gentar. Yesaya menuliskan bahwa kepada para pemimpin Yerusalem. di dalam ayat 22. Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. bukan untuk orang yang beriman. tetapi dari pendengaran oleh firman Kristus ! Tetapi herannya. “Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar. tetapi untuk orang yang beriman. penulis buku SOM ini mengungkapkan.net). Tanya : Pendapat Gereja Katholik tentang pentingnya perbuatan adalah salah satu penemuan buatan mereka. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible). mengapa ? Ayat 22 tidak bisa dilepaskan dari ayat sebelumnya.” Posisi Alkitab sebagai satusatunya yang layak dipercaya digeser menjadi bahasa roh menjadi patokan yang mendasar untuk mengukur iman seseorang. Ayat ini jelas menyimpang dari konteksnya. berilah perhentian kepada orang yang lelah.3. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible). Umat di Filipi diminta untuk menuruti pesan St. oleh orang-orang yang berlogat ganjil dan oleh orang-orang yang berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini. Jawab : Filipi 2:12-13 : Hai saudara-saudaraku yang kekasih.” Alkitab tidak pernah berkata bahwa iman timbul dari bahasa roh. sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda. “Sungguh.

“Allah” dipuaskan. Pandangan ini dengan mudah dapat dijatuhkan. Jangan percaya kepada theologia Injili yang mengaku juga mempercayai keselamatan adalah anugerah Allah. melainkan beroleh hidup yang kekal. Komentar saya : Tafsiran terhadap Alkitab yang dilakukan secara semena-mena ini membuktikan penulis di website ini tidak mengerti benar Alkitab. Itu masalahnya. Tafsiran model ini adalah tafsiran yang dicocok-cocokkan (eisegese) yang tidak sinkron dengan seluruh berita Alkitab. hidup selama-lamanya bersama Bapa di Surga. Saya tidak berarti menyalahkan 100% bahwa perbuatan itu tidak penting. Perbuatan baik itu penting tetapi bukan yang terutama. tetapi pemberian Allah. Meskipun Filipi 2:12-13 dikutip keseluruhan.Kristen Perjanjian Baru ? Tingkah laku kita penting. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman. di dalam Filipi 2:12-13. itu bukan hasil usahamu. theologia Reformed saja yang berani menegaskan kedaulatan Allah dan anugerah Allah secara konsisten. Apakah dengan ini berarti janji Tuhan Yesus itu palsu dan bohong belaka hanya untuk mengelabui Nikodemus pada waktu itu yang sedang “stres” ? Lalu. Sekali lagi. Di dalam Yohanes 3:16. Inilah yang ditekankan oleh banyak theolog Katolik Roma dengan “theologia” naturalnya dan banyak theolog Injili dengan presuposisi human-centerednya. tetapi . Tetapi tidak berarti perbuatan baik lebih penting dari iman. Ayat ini tidak sedang mengajarkan bahwa karena keselamatan itu mudah hilang. karena perbuatan baik adalah respon kita yang telah mendapatkan anugerah Allah melalui iman di dalam Kristus. Paulus atau penulis-penulis Perjanjian Baru tidak pernah menggambarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan seperti yang banyak diajarkan oleh pengkhotbah-pengkhotbah pada masa sekarang.” adalah pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara Alkitabiah. Mengapa demikian? Karena di ayat 13 mengajarkan bahwa Allah lah yang mengerjakan kehendak baik manusia sehingga manusia bisa berbuat baik dan ajaran ini tidak cocok dengan ajaran Arminian dan Katolik Roma. sehingga Paulus perlu mengingatkan jemaat di Filipi untuk mengerjakan keselamatan. Filipi 2:12-13 sangat digemari oleh para theolog Arminian dan Katolik yang anti-kedaulatan Allah. Coba kita akan menyelidiki dengan teliti. Itu bohong belaka. sehingga seolah-olah melalui perbuatan baik. karena dengan itulah Allah akan menghakimi kita. St. tetapi menyangkali kedaulatan Allah yang memimpin manusia pilihan-Nya sehingga tidak mungkin kehilangan keselamatan. tetapi fokusnya sering dilihat hanya pada ayat 12. tidak ada satu unsur jasa baik manusia. Keselamatan adalah murni 100% adalah anugerah Allah. Pernyataan ini adalah pernyataan yang dibuat-buat dan dicocok-cocokkan serta membuktikan penulis artikel ini tidak mengerti pengajaran Alkitab. seperti yang dipaparkan Paulus di dalam Efesus 2:8-9. Paulus atau penulis-penulis Perjanjian Baru tidak pernah menggambarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan seperti yang banyak diajarkan oleh pengkhotbah-pengkhotbah pada masa sekarang. Apakah hidup yang kekal itu ? Hidup yang tidak dapat binasa. Benarkah Paulus dan para rasul Perjanjian Baru tidak pernah mengajarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan ? Ini pandangan keliru. Paulus memerintahkan jemaat di Filipi untuk mengerjakan keselamatan. Ayat ini seharusnya membuat kita merasa gentar sehingga kita terus menerus melakukan keinginan Bapa dalam segala hal. dan bukan pada ayat 13. Kita harus berbuat baik demi mewujudnyatakan cinta kasih dan terang Kristus ke dalam dunia kita yang berdosa. Apalagi pernyataan yang mengatakan. saya akan memberikan argumentasi theologis di dalam hal ini.” Gereja Katolik Roma dan Arminian mungkin saja menyetujui kedua ayat ini. “St. Tuhan Yesus memberikan janji kepastian keselamatan bahwa barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa. itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Keselamatan sejati adalah anugerah Allah. Memang benar.

Arminian. berorientasi hanya untuk kemuliaan Allah (Roma 11:36). Ini sama saja bohong dan kontradiksi dengan pendapat sendiri.dengan perspektif yang menyimpang dari konteks Alkitab ini. Itulah karya Allah Tritunggal di dalam keselamatan. seenaknya sendiri (tidak beda dengan manusia yang suka plin-plan. dilakukan oleh Allah. itu . Ketika theologia Reformed berani menegaskan bahwa keselamatan sejati hanya melalui anugerah Allah di dalam iman. dll. perbuatan baik kita yang dikaruniai dari Allah. lalu diterima oleh umat pilihan-Nya dan terus dikerjakan. Ini bukan fanatisme iman. tetapi realita yang mungkin membuat para penganut theologia lainnya akan marah. membenci. Ketujuh. tetapi hanya pada theologia Reformasi dan Reformed yang konsisten. para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian mempercayai bahwa keselamatan Kristen itu tidak pasti. “Inilah roti yang turun dari Sorga. Inilah kelemahan fatal para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian. maka itu berarti keseluruhan proses keselamatan ada di tangan Allah secara pribadi (bukan di tangan manusia). itu berarti Allah tersebut bukan Allah yang diajarkan oleh Alkitab karena Allah tersebut adalah Allah yang plin-plan. Kita angkat Roti : Yang akan dibentuk menjadi Tubuh Kristus. kalau memang “benar”. Tuhan Yesus Kristus dan penyempurnaan karya keselamatan melalui karya Roh Kudus yang melahirbarukan umat pilihan Allah Bapa untuk beriman di dalam Kristus Yesus. Orthodoks. itu tidak menjadi masalah. Berikut kutipan ajaran dari Bapak Yesaya Pariadji dari Tiberias yang mengemukakan ajaran tentang minyak urapan dan Perjamuan Kudus. kita sebagai manusia harus menerima keselamatan itu dan berbuat baik supaya diperkenan Allah. Tidak ada satu arus theologia Kristen yang memiliki perspektif Kristo-sentris dan kedaulatan Allah (theology from above) kecuali theologia Reformed. Kembali. itulah sebabnya hanya orang yang punya Roh Martir yang diberi kuasa membentuk Perjamuan Kudus yang benar. penggenapan keselamatan di dalam Pribadi Allah Anak. inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib. yaitu dengan mengajarkan bahwa meskipun keselamatan itu adalah anugerah Allah. Itu jelas bukan Allah yang Alkitab ajarkan. Tuhan Yesus menegaskan : HANYA ORANG YANG PUNYA ROH MARTIR YANG DIBERI KUASA MEMBENTUK PERJAMUAN KUDUS YANG BENAR I. Doktrin Gereja (Ekklesiologi). Salah satu hal di dalam doktrin gereja yang akan kita selidiki adalah tentang minyak urapan dan Perjamuan Kudus. kecuali theologia Reformed ! Lalu. dll. keselamatan yang telah disempurnakan melalui karya Roh Kudus dengan melahirbarukan umat pilihan-Nya dan memberi mereka iman di dalam Kristus. mungkin saja “Allah” seperti itu yang dipercayai oleh para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian. saya akan bertanya. Mengerjakan keselamatan tidak berarti mempertahankan keselamatan supaya tidak hilang. Entah. Kembali. tetapi berarti mewujudnyatakan keselamatan itu sehingga orang lain dapat melihat perbuatan baik kita dan memuliakan Bapa di Surga (Matius 5:16).” Artinya: Karena Perjamuan Kudus adalah korban Tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib. Kalau orang masih minta-minta. Tidak ada satu theologia Kristen yang berani merumuskan theologia sistematika ini. lalu. Prinsip Soli Deo Gloria (=kemuliaan hanya bagi Allah selama-lamanya) tidak ada pada theologia Katolik Roma. Allah yang menganugerahkan keselamatan itu juga bisa mengambil keselamatan sekehedaknya sendiri. yaitu mulai dari rencana keselamatan yang ditetapkan oleh Allah Bapa dengan memilih sebagian orang untuk diselamatkan. minta-minta perpuluhan. ini membuktikan “Allah” palsu ini merupakan proyeksi dari pikiran manusia yang berdosa seperti yang diajarkan oleh Ludwig Feuerbach).

yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus yang benar. Gereja Tiberias dibangun karena kami bisa menyerahkan segala milik kami. “Gereja Tiberias dibangun karena kami bisa menyerahkan segala milik kami. Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajarkan. aku tolak tumor. yang lebih aneh lagi. agar kami tidak lumpuh.” Kalimat ini mirip dengan kalimat klenik atau syarat-syarat yang diperlukan untuk memperoleh kuasa supranatural. 2. Baca pernyataan selanjutnya.” Pernyataan ini adalah tafsiran Pariadji sendiri yang mengaku langsung dari “Tuhan Yesus”. nyawa dan darah kami agar banyak orang diselamatkan. agar dunia tahu. Pernyataan yang mengajarkan bahwa perjamuan kudus itu “memberikan keselamatan. yang memberikan hidup kekal di dalam Sorga. agar kami tidak terkapar di rumah sakit. tertombak. Gereja dibangun bukan untuk memperoleh kuasa. nyawa dan darah kami agar banyak orang diselamatkan. agar kami tidak pikun. agar kami tidak terkapar di meja operasi. lalu berani mengklaim diri memiliki “roh martir”. nyawa dan darahnya. Dasar Firman Allah di dalam Yohanes 6:51 & 58… Artinya: Keselamatan hanya melalui Yesus. yang memberikan hidup kekal di dalam Sorga.” adalah pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Untuk menyempurnakan jiwa dan rohku dan agar dibangkitkan pada akhir zaman. Pertama: Yang memberikan keselamatan. 3. Dasar Firman Allah di dalam Yesaya 53:3-5 … (Buletin Gereja Tiberias NO. Roh Martir adalah orang yang menyerahkan segala miliknya. suatu pernyataan orang yang aneh. “hanya orang yang punya Roh Martir yang diberi kuasa membentuk Perjamuan Kudus yang benar. Pariadji tidak mengerti totalitas pengajaran Alkitab. 2. ini Tuhan Yesus atau “tuhan yesus” ? Dari pernyataan ini. sangat jelas bahwa orang yang punya “roh martir” yang dimaksudkannya adalah Pariadji sendiri. Di luar Yesus tidak ada keselamatan dan hidup yang kekal di Sorga (Yohanes 3:16). 1. Ketiga: Inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib yang tertikam.” Yohanes 6:54 demikian: “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku. tetapi untuk memuliakan Kristus. . dan tidak terkapar di rumah sakit atau ruang ICU. Dari konsep gereja saja. 1. 883 Minggu TGL. Sungguh. agar Gereja penuh kuasa. agar Gereja penuh kuasa. tidak ada kuasa Allah. ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman”. Dasar Firman Allah di dalam Yohanes 17:23 demikian: “Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu. bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka. Kedua: Untuk menyempurnakan tubuhku agar sehat sempurna.tandanya orang itu tidak mempunyai Roh Martir sehingga Perjamuan Kudusnya hanya sekedar lambang saja. Mari kita akan menyelidiki satu per satu. yang langsung dari “tuhan yesus” tidak ditemukan pengajarannya di dalam Alkitab. tidak koma. sama seperti Engkau mengasihi Aku. Aku tolak kanker. 06 NOVEMBER 2005) Komentar saya : Semua ayat Alkitab banyak yang ditafsirkan sekehendak hati Pariadji sendiri.

” (=Dia tidak bermaksud bahwa ayat ini dimengerti secara literal. Ditambah pernyataannya. Tidak. sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Dengan mengutip Yohanes 6:51 dan 58. Kedua ayat yang dikutip oleh Bapak Pariadji sama sekali tidak mengajarkan tentang kanibalisme.Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajarkan bahwa Perjamuan Kudus sebegitu berkuasanya sehingga dapat memberikan keselamatan. Fungsi “perjamuan kudus” ala Pariadji adalah untuk menyembuhkan penyakit. Pernyataan “makan daging dan minum darah” tidak bermakna secara literal. Pariadji harus membaca seruan Petrus di dalam Kisah Para Rasul 4:12. Sepertinya. Berikut pernyataannya. “Untuk menyempurnakan tubuhku agar sehat sempurna. and was raised up from the dead and received into heaven.” Ayat ini tidak mengatakan bahwa keselamatan ada di dalam minyak urapan atau perjamuan kudus. bahwa melalui darah kematian-Nya—tubuh dan darah-Nya diserahkan sebagai pengorbanan bagi dosa…) Untuk mendukung ajarannya yang kacau. ia mengutip Yohanes 6:54. “Inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib yang tertikam. Tafsiran Yesaya 53:3-5 yang seenaknya sendiri. and it is absurd to suppose that it was intended to be so understood… His body was offered on the cross. yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus adalah pernyataan yang secara implisit menghina karya penebusan Kristus di kayu salib dan menggantinya dengan hanya menerima Perjamuan Kudus yang “benar” (keselamatan di dalam Kristus menurut Bapak Pariadji tidak cukup hanya percaya. dan tidak terkapar di . agar kami tidak pikun.his body and his blood offered in sacrifice for sin . tertombak. Fungsi perjamuan kudus yang dipaparkan Bapak Pariadji. “Keselamatan hanya melalui Yesus. lalu orang percaya disuruh untuk benar-benar menguyah daging Tuhan Yesus. Besides. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia. Penggunaan kata “roti” di dalam kedua ayat ini memang menunjuk Perjamuan Kudus. tidak koma. 4. agar kami tidak terkapar di rumah sakit. that by his bloody death . … Di samping itu. there is no evidence that he had any reference in this passage to the Lord’s Supper… The plain meaning of the passage is. tidak ada bukti bahwa. Perhatikan pernyataan yang diungkapkan oleh Albert Barnes dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible. Kutipan Yohanes 6:54 yang seenaknya sendiri. bahwa Dia menunjukkan referensi apapun di dalam bagian ini terhadap Perjamuan Tuhan…Arti sederhana dari bagian ini. tetapi yang dimaksudkan dengan “roti” adalah daging atau hidup-Nya sendiri yang diserahkan dan mereka harus menerima-Nya supaya mereka memperoleh hidup. “Except ye eat the flesh … . padahal konsep Perjamuan Kudus yang dipromosikan oleh Bapak Pariadji adalah konsep yang salah (bandingkan 1 Korintus 11:2331 . agar kami tidak lumpuh. tetapi juga harus menerima Perjamuan Kudus yang “benar”). ayat 27 di dalam pasal ini sering diabaikan oleh banyak pemimpin gereja kontemporer yang pop). Untuk menyempurnakan jiwa dan rohku dan agar dibangkitkan pada akhir zaman.he would procure pardon and life for man. bukan karena menerima Perjamuan Kudus.He did not mean that this should be understood literally. Hidup dan keselamatan sejati didapat ketika mereka menerima-Nya sebagai Tuhan dan satu-satunya Juruselamat. Bapak Pariadji dengan sengaja mencocokcocokkan ayat yang di luar konteks/makna aslinya supaya cocok dengan pandangan Perjamuan Kudus-nya yang “menyelamatkan” dan “mujarab”. Dengan pernyataan Bapak Pariadji bahwa keselamatan hanya melalui Yesus.” Lalu. yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus yang benar. 3. for it was never done. agar kami tidak terkapar di meja operasi.

Anthony A. sehingga orang-orang pilihan-Nya yang belum bertobat boleh dipimpin dan diterangi oleh sinar itu lalu mereka boleh kembali kepada Allah. Pada bagian terakhir.D. mencari ayat-ayat Alkitab yang mendukung ajarannya dan sengaja meninggalkan 1 Korintus 11:23-31 yang jelas-jelas tidak mengajarkan tentang kemujaraban Perjamuan Kudus. Memang. pengorbanan Kristus di kayu salib mampu mematahkan segala belenggu penyakit. ini adalah sebuah pelecehan implisit terhadap makna asli Perjamuan Kudus. Dasar Firman Allah di dalam Yesaya 53:3-5 …” Kembali. Doktrin Akhir Zaman (Eskatologi). Wah. . Yoh. Bapak Pariadji tidak bisa membedakan mana yang esensi (utama) dan mana yang tambahan (akibat dari esensi). 5:28-29 . Ini problematika Bapak Pariadji dalam menafsirkan Alkitab. 46) Komentar saya : 1 Penafsiran Daniel 12:3 yang tidak bertanggungjawab Pertama. dengan tidak bertanggungjawab. di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman. 11-15 Untuk menafsir Kitab Wahyu. tetap untuk selama-lamanya. Jadi ada jarak 1000 tahun antara kedua kebangkitan tersebut. Berikut kutipan paparan tentang kelemahan penafsiran ayat-ayat ini dari Prof. 2 Penafsiran yang parsial atas Wahyu 20:4-6. Daniel 12:3. 12:3 . akibatnya.” (Silabus SOM Bethany “Second Coming/Kedatangan Tuhan”. dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintangbintang. Ayat ini hanya mengindikasikan tentang adanya orang-orang yang bijaksana yang adalah orang-orang yang takut akan Allah akan menjadi sinar yang menerangi orang-orang dunia. Hoekema. 20:4-6 . aku tolak tumor. Wah. Th. Aku tolak kanker. p. padahal ayat ini tidak mengindikasikan pengajaran ini. Herannya. “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala. tetapi itu bukan poin penting.” Ayat ini sengaja dicomot untuk mendukung ajaran adanya dua kali kebangkitan tubuh. “Ada dua jenis Kebangkitan Tubuh : KEBANGKITAN I : Kebangkitan orang-orang benar sebelum Millenium berakhir untuk memperoleh HIDUP. kita harus memperhatikan prinsipnya yaitu di dalam Kitab Wahyu. Rasul Paulus di dalam 1 Korintus 11:23-31 tidak pernah menyinggung sedikitpun tentang makna Perjamuan Kudus yang mujarab untuk menyembuhkan penyakit.rumah sakit atau ruang ICU. Berikut pengajarannya. (Dan. terkandung banyak perkataan simbolis atau simbol-simbol yang tidak dapat ditafsirkan secara harafiah. saya akan mengutip pengajaran eskatologi dari SOM Bethany yang nantinya mempengaruhi penafsiran Alkitab versi mereka. 20:11-15). KEBANGKITAN II : Kebangkitan orang-orang jahat sesudah Millenium berakhir untuk memperoleh HUKUMAN. dirinya mencocok-cocokkan semua ayat Alkitab sesuai kehendak hatinya ditambah ada perkataan bahwa “tuhan yesus” langsung berkata kepadanya (biar kelihatan “rohani dan alkitabiah”). Kedelapan.

pertanyaan yang muncul. saya akan membagi ke dalam dua prinsip. bagaimana dengan ibu-ibu yang tidak pernah sekolah tinggi yang tinggal di desa. yang disebut dalam ayat 12 dan 15. Dalam ayat 12 kita membaca tentang kitab yang dibuka. Lalu. Kalau Tuhan menganugerahkan kita kemampuan dan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi. umumnya dimengerti sebagai daftar orangorang pilihan…” (Hoekema : 2004. Pertama. 24:15) bahwa kebangkitan orang percaya dan tidak percaya akan terjadi secara bersamaan… Perhatikanlah kalimat “orang-orang mati. kita malas mempelajari Alkitab. dan mengabaikan ayat-ayat lain (seperti Yoh. pertama. mencakup semua orang yang telah mati. 5:28-29 dan Kis. sehingga tanpa prinsip-prinsip tersebut kita tidak mungkin mengerti Alkitab ? Kemudian. Tetapi jangan menyempitkan arti kejelasan Alkitab ini. kita akan membahas bagaimana menafsirkan Alkitab dengan prinsipprinsip yang bertanggungjawab sehingga kita dapat menghindarkan diri dari kesengajaan (atau ketidaksengajaan) mencoba mencomot ayat Alkitab di luar konteks yang ada. bagaimana kita dapat menafsirkan Alkitab dengan bertanggungjawab ? Kita akan membahasnya pada poin 2.“… penafsiran premillenialisme terhadap ayat 4 hingga 6 bukanlah satu-satunya kemungkinan .4. beberapa bukti telah diberikan bahwa 20:4-6 tidak berbicara tentang kebangkitan tubuh bagi orang percaya ataupun orang tidak percaya… ajaran semacam ini didasarkan pada penafsiran secara harafiah terhadap perikop dari kitab yang sangat bersifat simbolis. Kitab kehidupan.4 Penafsiran Alkitab yang Dapat Dipertanggungjawabkan (Penggabungan Antara Theologia Sistematika dan Theologia Biblika) Pada bagian terakhir. berdiri di depan takhta itu. Pada bab ini. Doktrin Alkitab (Bibliologi) .” (ayat 12)… Coba amati lebih jauh pernyataan bahwa laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya (ayat 13)…Sudah tentu Hades. apakah berarti kita harus mati-matian membela prinsip-prinsip tersebut. kitab tersebut berisi catatan tentang apa yang setiap orang telah lakukan. sebaiknya kita mempergunakannya untuk mempelajari firman-Nya terlebih dahulu. besar dan kecil. prinsip pembentukan pola paradigma yang bertanggungjawab (theologia sistematika). bukan hanya orang-orang tidak percaya yang telah mati. yaitu dunia orang mati. apakah mereka juga perlu sekolah theologia/Alkitab untuk memahami Alkitab ? Salah satu prinsip Alkitab itu jelas. 327-329) Kita telah melihat problematika penafsiran Alkitab yang berintikan humanisme dan terimplikasi praktis di dalam paradigma dasar atau theologia sistematika mereka yang akhirnya mempengaruhi cara mereka menafsirkan Alkitab. Pengajaran theologia sistematika ini hanya mungkin diintegrasikan dengan cara penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab ketika pengajaran ini dibangun di atas pengertian theologia Reformed yang konsisten. Lalu. sehingga kita yang mengenyam pendidikan tinggi. Menurut bagian terakhir dalam ayat 12. 2. dan kedua disusul dengan prinsipprinsip penafsiran Alkitab sesuai dengan theologia sistematika yang telah disusun. sehingga ibu-ibu yang tidak berpendidikan tinggi sekalipun dapat memahaminya. 1. pp. lalu sembarangan menafsirkan Alkitab dengan berpedoman bahwa Alkitab itu jelas. kita akan membahas tentang pengajaran-pengajaran theologia sistematika sebelum kita masuk ke dalam prinsip mengerti Alkitab. Tetapi tidak ada indikasi bahwa kitab-kitab tersebut hanya berisi tentang penghukuman.

kita dapat membuka bagian kitab lainnya untuk mendapatkan penjelasannya. tetapi dari perspektif Allah di dalam Alkitab. Ketika kaum liberal mempercayai bahwa Alkitab itu murni buatan manusia. 2. Dr. misalnya. lalu berani mengatakan bahwa theologia Reformed itu sombong dan tidak mengasihi. Doktrin Allah Tentang doktrin Allah. posisi manusia hanya taat mutlak akan pimpinan-Nya. jujur. Ketika theologia Reformed memegang pendapat ini. Martin Luther. Tuhan. sehingga tidak heran para pemuja “theologia” religionum/social “gospel” yang bersumber dari “theologia” liberal mendewakan humanisme dan kontekstualisasi yang salah agar kepercayaan Kristen dapat dikompromikan dengan mudah (menghilangkan esensi Kristen). bahkan ada seorang pemimpin gereja Karismatik yang berani mengajarkan bahwa manusia adalah little gods (ilah-ilah kecil). adil. Theologia Reformed juga mempercayai bahwa Doktrin Alkitab (Bibliologi) sebagai Prolegomena atau doktrin yang mendasari semua doktrin Kristen. karena kekonsistenan theologia Reformed dalam melihat segala sesuatu. berhatihatilah terhadap orang “Kristen” yang sok tahu ini. oleh Allah dan bagi Allah saja kemuliaan sampai selama-lamanya (Roma 11:36). Perbedaan kualitatif ini memang bersumber dari Alkitab. Untuk penjelasan bagian ini akan dijelaskan pada Bab 4 ini pada prinsip kedua. Allah adalah Tuhan yang memiliki dunia ini. Lalu. sehingga dengan berani mengajarkan bahwa di dalam diri manusia terkandung unsur positif. sehingga ketika kita menemukan adanya kekurangjelasan dalam satu kitab tertentu. Oleh sebab itu. maka jarang sekali para theolog Reformed membuat spekulasi theologia hanya dari satu bagian Alkitab. tidak usah heran. Alkitab dipercaya adalah satu-satunya wahyu Allah yang tertinggi dan final (2 Timotius 3:16) yang tidak mungkin bersalah dalam naskah asli/autographa-nya (infallibility and inerrancy of the Bible). theologia Reformed dengan sangat konsisten mengajarkan prinsip kedaulatan Allah (the Sovereignty of God) dengan memegang prinsip bahwa segala sesuatu adalah dari Allah. hanya theologia Reformed yang lebih mendekati Alkitab (tidak berarti theologia Reformed identik dengan Alkitab). seorang direktur . tetapi hanya dapat digali oleh theologia Reformed. Oleh karena itu.Di dalam theologia Reformed. lawan Reformed/Calvinisme) yang akhirnya dapat dengan mudah diperdaya oleh Gerakan Zaman Baru—GZB (New Age Movement) yang beridekan humanisme dan pantheisme. Stephen Tong sebagai perbedaan kualitatif (qualitative difference). banyak theolog atau hamba Tuhan yang bertheologia Injili (yang cenderung Arminian. di mana seluruh kitab-kitab di dalam Alkitab dari PL sampai dengan PB adalah kitab-kitab yang memberikan penjelasan yang menyeluruh dan saling melengkapi. Kembali. baik. yaitu Sola Scriptura (hanya Alkitab). maka seluruh doktrin yang mereka bangun juga berdasarkan konsep kebersalahan Alkitab. semua pembahasan doktrin dari suatu arus theologia Kristen dilihat dari bagaimana arus theologia Kristen itu memandang Alkitab. dll. mengapa theologia Reformed berani menegakkan kedaulatan Allah secara konsisten di dalam seluruh arus pemikirannya ? Karena hanya theologia Reformed melihat Allah sebagai Allah. kasih. di dalam seluruh arus theologia Kristen. theologia Reformed dapat disebut sebagai theology from above yang berusaha melihat segala sesuatu BUKAN dari perspektif manusia berdosa. Di sini. Hal ini berakar dari semboyan Reformasi dari Dr. biasanya mereka akan mengintegrasikannya dengan seluruh berita di dalam kitab-kitab di dalam Alkitab. Kalau ada orang “Kristen” yang tidak pernah belajar theologia sama sekali. Perbedaan ini disebut oleh Pdt. Jadi. Selain prolegomena. Pencipta dan Pemilik seluruh alam semesta dan manusia adalah ciptaan-Nya yang hanya merupakan derivasi (turunan) dari atribut Allah yang dapat dikomunikasikan (communicable attribute). sehingga Ia berdaulat dan berhak mengatur dan memimpin hidup manusia sesuai dengan apa yang dikehendakiNya. Itu sebabnya. theologia Reformed juga mempercayai adanya suatu pengertian yang holistik dari Alkitab.

Di dalam hal ini. dll. suci. yaitu dosa yang kita kerjakan sendiri. theologia Reformed mempercayai bahwa manusia itu terdiri dari tubuh dan jiwa (pandangan dikotomi). binatang dan sesama manusia juga terputus. mulai dari timbulnya penyakit yang aneh. jangan percaya akan hal yang aneh ini. di dalam dunia ini muncul berbagai macam masalah. Mengapa menurut saya. yaitu dosa asal (original sin) yang diwariskan dari Adam (Roma 5:12-14). Ini jelas tidak sesuai dengan prinsip Alkitab.dari John Robert Power di Surabaya ternyata adalah seorang “penginjil” perempuan di sebuah gereja Karismatik “terbesar” di Surabaya. Tetapi saya sangat heran. dll (atribut-atribut Allah yang dapat dikomunikasikan). theologia Reformed saja yang lebih tepat memahami anugerah Allah ? Karena hanya theologia Reformed mengaitkan konsep kedaulatan Allah dengan anugerah Allah ditambah ketidakmampuan manusia secara total. terlepas dari tubuhnya). adil. lalu ada dosa aktual. ada seorang “pemimpin gereja” yang melakukan bisnis “minyak urapan” hobi “bersaksi” bahwa roh/jiwanya turun naik “surga” (tentu. bencana alam pasti dari dosa. Dalam kondisi ini. konsep anugerah langsung dikaitkan dengan kedaulatan Allah. sehingga beberapa gereja Lutheran mulai mengkompromikan theologia mereka dengan theologia Injili yang Arminian. di dalam theologia Reformed yang mempercayai ketidakbersalahan Alkitab secara konsisten. itu semua akibat dosa. Mengapa ? Karena di dalam theologia Reformed. Doktrin Keselamatan (Soteriologi) Konsep anugerah adalah konsep utama yang telah ditegakkan dari Paulus. Lalu. menegakkan konsep kedaulatan Allah lah yang dengan lebih tepat mengartikan konsep hanya anugerah (sola gratia) ketimbang Luther. jujur. tsunami. Mengenai penjelasan pandangan dikotomi. Dosa ini dapat dibagi menjadi dua bagian. Bapa gereja Augustinus. theologia Reformed mempercayai bahwa sebelum dunia dijadikan. Martin Luther sampai John Calvin dan mempengaruhi semua theologia Reformasi dan Reformed. Julio Kristano (Momentum. diciptakan dan berdosa). Di dalam doktrin keselamatan. John Calvin. baik. Tetapi tidak berarti setiap penyakit. dengan memegang prinsip dari Paulus. sehingga tidak ada satu inci diri manusia yang tidak berdosa (Roma 3:23). Anda dapat membaca sendiri buklet Doktrin Manusia dan Dosa yang ditulis oleh Pdt. manusia hanya memiliki satu kecenderungan : tidak bisa tidak berdosa (artinya ingin terus-menerus berdosa). di mana kedua hal ini saling berhubungan dan menyatu. Thomy J. maka manusia itu pasti mati. Kembali. Konsep anugerah ini jelas mempengaruhi doktrin keselamatan dan kehidupan Kristen sehari-hari. 2005). bencana banjir. Ketika tubuh dan jiwa dipisahkan. Dosa inilah mengakibatkan hubungan antara manusia dengan Allah terputus. sehingga manusia dapat berpotensi menjadi seperti Allah (tetapi tetap sebagai makhluk yang terbatas. dll. karena mereka secara implisit mempercayai bahwa Allah bisa berubah atau mengubah rencana-Nya sesuai kondisi manusia. Mereka bisa masuk ke dalam racun GZB ini karena doktrin Allah mereka tidak kuat dan begitu kacau. tanah longsor. Allah telah memilih kita tanpa memandang jasa baik kita. begitu pula hubungan antara manusia dengan alam. Dr. Yang saya maksudkan adalah dosa mengakibatkan penyakit. 4. Matakupan dan Ev. manusia yang telah diciptakan segambar dan serupa dengan Allah ini telah jatuh ke dalam dosa dan dosa ini mengakibatkan seluruh potensi diri manusia menjadi rusak total (Total Depravity). 3. bencana alam. Tidak heran. sebaliknya di dalam theologia Reformasi agak kurang menekankan kaitan anugerah Allah dengan kedaulatan Allah. sehingga manusia pasti membutuhkan-Nya. tetapi murni atas . Doktrin Manusia dan Dosa (Christian Antropology) Theologia Reformed yang konsisten mengajarkan bahwa manusia itu diciptakan segambar dan serupa dengan Allah yang menurunkan sifat-sifat Allah yang kasih.

Feuerbach bahwa “Allah” itu diciptakan menurut gambar dan rupa manusia. Luther dan John Calvin memegang pernyataan bahwa Kristus itu bernatur 100% Allah dan 100% manusia (dwi natur/dua sifat di dalam satu Pribadi Kristus yang tidak terbagi. Konsep ini jelas konsisten dengan seluruh berita Alkitab (Yohanes 3:16 . Roma 8:33-35). 6. 5. sehingga apapun yang telah Ia berikan kepada kita baik itu kepintaran. tercampur). baik Chalcedon. problematika kekekalan keselamatan berkaitan erat dengan kekekalan diri Allah dan pemeliharaan-Nya. Ia memberitakan firman Allah tentang kerajaan Allah kepada manusia dan kedatanganNya membuktikan Kerajaan Allah telah hadir di bumi ini (Kerajaan Allah pada waktu sekarang/yang telah ditegakkan). Hal ini telah dirumuskan dalam pengakuan iman gerejawi yang bertanggungjawab. Ini tentu bukan Allah sejati tetapi “ilah” buatan para theolog Arminian dan Katolik yang tidak lebih dari suatu idealisme utopia yang tidak pernah diajarkan oleh Alkitab. lalu pergunakanlah itu hanya bagi kemuliaanNya saja. Ia memerintah alam semesta ini sebagai Tuhan yang berdaulat dan berkuasa penuh (Matius 28:18) serta Ia akan datang kembali untuk kedua kalinya untuk mendirikan Kerajaan-Nya (Kerajaan Allah yang akan datang). Doktrin Roh Kudus (Pneumatologi) . Imam dan Raja. itu murni adalah anugerah Allah. 6:40. Doktrin Kristus (Kristologi) Theologia Reformed mengikuti pandangan dari Rasul Paulus sendiri (Roma 1:3-4). Lalu. setelah Allah memilih kita untuk menerima keselamatan yang telah direncanakan-Nya. konsep anugerah harus menjadi konsep yang tertanam di dalam hati dan pikiran kita. Ia mengorbankan diriNya sendiri sebagai penebusan dosa bagi umat manusia yang berdosa (Ia berbeda dengan para imam di dalam Perjanjian Lama yang mengorbankan binatang sebagai korban penebus dosa) dan sebagai Raja. dll. 10:27-30 . Di dalam kehidupan Kristen sehari-hari. maka kaum Arminian secara implisit ingin mengajarkan konsep Deisme (yang mengajarkan bahwa setelah Allah menciptakan dunia ini.47 . Ini jelas tidak konsisten. Mengapa demikian ? Karena dengan mengatakan bahwa keselamatan umat pilihan Allah bisa hilang. Hanya theologia Reformed yang konsisten mengajarkan peranan setiap Allah Tritunggal di dalam proses keselamatan. para bapa gereja yang setia. tetapi mirip seperti pandangan L. Kalau pandangan Arminian yang mengatakan bahwa keselamatan umat pilihan Allah bisa hilang akibat murtad itu adalah pandangan yang “benar”. otomatis sedang menghina Allah bahwa Ia tak sanggup lagi berbuat apa-apa terhadap keselamatan umat pilihan-Nya ketika mereka memilih untuk murtad. Sebagai Nabi (di atas segala nabi). yaitu Kristus itu sebagai Nabi. maka Ia tidak memelihara dunia ini) dan dengan jelas merendahkan posisi Allah di bawah posisi manusia yang “berotoritas”. kemampuan berbicara. maka keselamatannya bisa hilang. sebagai Imam (di atas segala imam). terpecah. Lalu. theologia Reformed memiliki pandangan lain terhadap pribadi Kristus yang tidak dianut oleh arus theologia Kristen apapun. kemudian Roh Kudus diutus untuk menyempurnakan karya keselamatan itu dengan mengefektifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati setiap umat pilihan-Nya dengan memberikan iman di dalam Kristus. Allah yang memulai keselamatan ini akan menjaga umat pilihan-Nya sampai akhir sehingga mereka tidak pernah mungkin dapat meninggalkan Kristus untuk selama-lamanya.44. mengapa ? Kembali. Bapa mengutus Putra untuk menggenapkan karya keselamatan itu dengan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Tetapi yang agak berbeda. Tetapi herannya konsep ini ditolak mentah-mentah oleh theologia Injili yang cenderung Arminian dan juga theologia Katolik Roma yang mengatakan bahwa ketika orang tersebut murtad. dll.kerelaan kehendak-Nya yang berdaulat (Efesus 1:3-6).

gereja yang kelihatan (visible church). Jadi. ketika orang-orang Kristen disebut Bait Roh Kudus/Allah (1 Korintus 3:16). tempat dan kondisi. GRII. Di dalam ordo/urutan keselamatan. berdebu. tetapi orang-orangnya. di dalam theologia Reformed. Tanpa ada karya Roh Kudus ini. mandat gereja dibagi menjadi tiga. Selain itu. Dr. bau. tetapi kita tidak perlu jatuh ke dalam ekstrim lainnya. Kalau gereja bukanlah gedungnya. Di dalam doktrin gereja. tetapi terlepas dari (bahkan bertentangan total dengan) prinsip ini. karena dapat dipastikan mereka adalah para pengajar palsu meskipun berjubah “Kristen” bahkan “pendeta” atau “pemimpin gereja”. apakah berarti semua anggota gereja pasti diselamatkan ? Kalau gereja itu dalam pengertian gereja yang tidak kelihatan (orang-orang Kristen sejati). oleh karena itu tindakan ini tidak ada ampun (Matius 12:32). tetapi jika dalam pengertian keanggotaan formal gereja yang kelihatan. “menginsafkan dunia akan dosa. Lalu. dll. pendidikan. GBI. Gereja dapat dibagi menjadi dua. mandat Injil (memberitakan Injil) dan mandat budaya (anak-anak Tuhan menjadi garam dan terang bagi masyarakat dunia di dalam setiap aspek hidup. Kedua hal itu sama-sama salah. Di dalam theologia Reformed. GKT. yaitu mandat theologis (mengajar doktrin kepada jemaat-jemaat gereja). hanya dua. sosial. tetapi Roh Kudus adalah Pribadi Allah sendiri yaitu Oknum/Pribadi Ketiga dari Allah Trinitas. gereja-gereja Reformed memegang sistem pemerintahan gereja Presbyterial/Presbyterian. Menghujat Roh Kudus sama halnya dengan menghujat fungsi dan peranannya. 7. hukum. yaitu Perjamuan Kudus dan Baptisan Kudus saja). dll). Gereja Reformed tidak mengklaim bahwa sistem mereka mengenai pemerintahan Gereja ditentukan oleh setiap detilnya oleh Firman Tuhan. gereja yang tidak kelihatan (invisible church) yang meliputi semua orang Kristen sejati dari berbagai zaman. Louis Berkhof di dalam bukunya Teologi Sistematika : Doktrin Gereja mengungkapkan tentang sistem pemerintahan gereja Reformed ini. Doktrin Gereja (Ekklesiologi) Gereja bukanlah gedungnya. maka pasti diselamatkan. GKA. Allah mengadakan perjanjian (covenant) melalui sunat sejak kecil (tanpa perlu mempertanyakan apakah anak kecil itu beriman dahulu atau belum). Prinsip ini konsisten di dalam seluruh Alkitab. berhati-hatilah terhadap para pengajar itu. tak mungkin manusia dapat beriman dan mengaku Kristus sebagai Tuhan (1 Korintus 12:3). ekonomi. kalau gereja adalah kumpulan orangorang pilihan Allah. Kalau ada orang yang berani mengajar tentang Roh Kudus. maka gereja yang merupakan kumpulan orangorang pilihan Allah pun dapat disebut Bait Allah tetapi dengan pengertian theologis. gereja yang kelihatan dalam bentuk gedung. gereja-gereja Reformed menjalankan baptisan anak (infant baptism) dengan paradigma dasar bahwa baptisan bukan hal yang menyelamatkan. theologia Reformasi dan Reformed menegaskan bahwa gereja yang sehat adalah gereja yang mengerjakan dua tugas yaitu mengajar doktrin dan melakukan sakramen (dalam hal ini. di mana di dalam PL. maka kita tidak perlu berlomba-lomba membangun gedung gereja sebagus dan semewah mungkin. Khususnya. perjanjian itu berupa baptisan. theologia Reformed seperti Alkitab juga mempercayai bahwa Roh Kudus diutus untuk. yaitu membiarkan bangunan gereja tidak terawat. GKI. baik politik. misalnya. maka di dalam PB. dll dan kedua. Roh Kudus berfungsi mengefektifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati setiap umat pilihan-Nya sehingga mereka bisa percaya di dalam Kristus dan bertobat. maka mereka belum tentu diselamatkan (karena banyak orang yang pergi ke gereja bahkan mengaku diri “melayani tuhan” terbukti bahwa mereka bukan termasuk umat pilihan Allah). GKRI. Lalu. yaitu. kebenaran dan penghakiman” (Yohanes 16:8). tetapi respon terhadap anugerah Allah yang mendahului iman seseorang. tetapi gereja Reformed menekankan .Roh Kudus BUKAN Kuasa Allah. Prof.

Ef 1:20-23 . Dalam pengertian organik dan vital.Dalam pengertian yang sangat khusus. tetapi jjuga dalam keadaan-Nya sebagai Pengantara. 23:8. bukan sekedar sebagai pelaksana atau delegasi dari jemaat… 4.bahwa prinsip dasarnya diperoleh secara langsung dari Alkitab. Kristus Memperlengkapi para Pelaksana yang Ditunjuk untuk Melaksanakan Hal-hal Khusus. Mereka memiliki kuasa yang umum yang dilimpahkan kepada Gereja. Flp 2:10. 19:16. Kristus adalah Kepala Gereja dan Sumber dari Segala Otoritas …Reformed mempertahankan pendapat bahwa Kristus satu-satunya Kepala Gereja… Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Kristus adalah Kepala atas segala sesuatu. Ia juga kepala bagi Gereja yang nampak bukan hanya dalam pengertian organik saja.5. Ef 1:20-22 . Kristus sebagai Raja Melimpahkan Kekuasaan kepada Gereja. Mereka adalah wakil. tetapi juga dalam pengertian bahwa Ia adalah pemegang otoritas dan memerintah atasnya. Ia adala hTuhan dari alam semesta. maka firman-Nya adalah satu-satunya hukum dalam arti yang paling mutlak. Karena itu semua kekuasaan tiranis tidak boleh ada dalam Gereja… 3. 4:4. bukan sekedar sebagai Pribadi kedua dalam Tritunggal.11. Why 17:14 . Kristus Melaksanakan Otoritas-Nya dengan Memakai Firman Kerajaan-Nya. walaupun tidak secara eksklusif. Tetapi. 1 Kor 12:5 .12 . Ia tidak memerintah Gereja dengan paksaan. Pemerintahan Kristus tidaklah persis sama dengan pemerintahan raja-raja dunia.19 . Para pejabat Gereja adalah wakil bagi umat yang dipilih berdasarkan pemungutan suara. dari Gereja yang tidak nampak yang membentuk tubuh-Nya secara spiritual. tetapi hanya untuk prinsip dasar yang umum saja dari sistem ini. bukan saja dalam hubungannya yang vital dengan Gereja. tetapi secara subjektif melalui Roh-Nya yang bekerja dalam Gereja dan secara objektif melalui Firman Tuhan sebagai standar otoritas… Karena Kristus adalah satu-satunya Penguasa Gereja yang berdaulat. Mereka tidak mengklaim adanya jus divinum secara rinci. Ia adalah Kepala Gereja di mana Gereja adalah tubuh-Nya…Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Kristus adalah Kepala Gereja. dan juga menerima otoritas dan kuasa sebagai pejabat langsung dari Kristus. tetapi juga sebagai Legislator dan Raja. Mat 16:18.10 . Yoh 13:13 . bukan berarti bahwa mereka menerima otoritas dari umat.11 .24… 2. …sebagai tambahan para pejabat Gereja menerima suatu kuasa yang diperlukan oleh mereka untuk melaksanakan tugas mereka dalam Gereja milik Kristus. ibadah dan disiplin. Ia adalah Kepala yang utama. Mereka harus memelihara doktrin. Ia juga menghendaki agar pelaksanannya dilakukan oleh orang-orang tertentu secra khusus. Mat 28:18 . dan mereka siap untuk mengakui bahwa banyak hal-hal khusus ditentukan oleh pertimbangan kebijaksanaan manusia… Berikut ini kita lihat prinsip-prinsipnya yang paling mendasar : 1. Kendatipun Kristus memberikan kuasa kepada Gereja secara keseluruhan. Sebab panggilan ini adalah panggilan batiniah yang diberikan . 5:23.

57-63) 8. Thomy J. Julio Kristano di dalam buklet Doktrin Manusia dan Dosa (2005) memaparkan. prinsip pertama yang tidak boleh dilupakan adalah memperhatikan konteks yang ada. kita akan melanjutkan dengan prinsip penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab sesuai prinsip-prinsip theologia sistematika di atas. Dari Tuhan juga para pejabat itu menerima otoritas. pernyataan “Kerajaan 1000 Tahun” bukan dimengerti secara harafiah.” (p. “Penulis Surat Ibrani di dalam bagian ini sebenarnya lebih menekankan daya dan kuasa firman yang menembus jauh ke dalam sehingga manusia tidak dapat bersembunyi. Matakupan dan Ev. theologia Reformed memegang konsep Amillenialisme di dalam doktrin Akhir Zamannya. Di mana. Di dalam Doktrin Akhir Zaman. 7) . Inilah paradoksikal di dalam iman Kristen yang sungguh iman. Kedua. Konteks penulisan ayat ini adalah tentang begitu dahsyatnya kuasa Firman Allah sehingga mampu menembusi kedalaman manusia. Oleh karena itu. karena kita memiliki pengharapan yang pasti bahwa Allah pasti mengalahkan iblis dan dunia yang jahat ini. tidak ada penyakit. Kerajaan Allah yang telah ditegakkan adalah Kerajaan Allah yang hadir ketika Kristus berinkarnasi ke dalam dunia sampai Ia mati dan bangkit yang membuktikan kemenangan-Nya atas kuasa dosa. Doktrin Akhir Zaman (Eskatologi) Terakhir. pp. lalu Kerajaan Allah ini terus berlangsung sampai akhir (Kerajaan Allah yang akan datang). 1997. karena kitab ini berisikan simbol-simbol yang ditulis oleh Rasul Yohanes untuk dikirimkan kepada jemaat-jemaat Kristen yang mengalami penganiayaan. iblis dan maut. Setiap ayat dan pasal di dalam suatu kitab di dalam Alkitab memiliki banyak konteks. lalu mendorong kita juga untuk giat bagi pekerjaan Allah meskipun harus menderita aniaya. sendisendi dan sumsum.”. Anthony A. Prof.D. Kekuatan Gereja Terutama Terletak pada Pemerintahan dalam Gereja Lokal. ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh. membagi dua konsep kerajaan Allah dan Eskatologi yaitu Kerajaan Allah dan Eskatologi yang telah ditegakkan dan Kerajaan Allah dan Eskatologi yang akan datang. dan kepada-Nya mereka harus bertanggungjawab… 5. tetapi simbolis. di mana anak-anak-Nya akan menikmati berkat yang telah dijanjikan-Nya yaitu tidak ada air mata. Hoekema. ketika di dalam Ibrani 4:12. Misalnya. Th. jangan langsung gegabah menafsirkan bahwa penulis Ibrani mengajarkan tentang pemisahan antara jiwa dan roh. Berikut adalah prinsip-prinsip dalam penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab. Apalagi ketika kita mulai membaca dan menafsirkan Alkitab.oleh Tuhan sendiri. theologia Reformed sangat berhati-hati dalam menafsirkan Kitab Wahyu. 1 Memperhatikan Konteks yang Ada Kalau kita membaca buku apapun hendaklah kita memperhatikan konteks penulisan buku itu supaya kita tidak sembarangan menafsirkan maksud penulis yang sebenarnya. ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Konsep paradoks ini berimplikasi di dalam kehidupan Kristen yaitu mendorong kita untuk tidak terlena dalam menikmati berkat-berkat pemeliharaan Allah yang telah diberikan-Nya pada zaman sekarang. dll. Pdt. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun. penulis Ibrani mengajarkan. … (Berkhof.

Surat Roma ditulis oleh Rasul Paulus untuk dikirimkan kepada jemaat-jemaat Kristen di Roma yang mengalami penganiayaan dan penderitaan. di mana pada waktu itu mereka diancam jika mereka menyembah Allah di luar Kaisar yang dianggap sebagai “Allah”. Inggris. mereka pasti menerima resiko hukuman mati dari Kerajaan Romawi. selanjutnya kita harus juga memperhatikan latar belakang penulisan masing-masing kitab di dalam Alkitab. Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” 2002) Dengan kata lain. Madura. Mandarin. Oleh karena itu. dan mengikuti suatu injil lain.” Pdt. kita dapat mengerti latar belakang ini. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan. dll. yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu. maka kamu akan diselamatkan. bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. Saya akan memberikan dua contoh. “Aku heran. mereka akan dibunuh. “…Tidak lama setelah kunjungan pertama Rasul Paulus. Benarkah arti ayat ini ? Lalu. mereka akan diselamatkan. apakah Paulus bertentangan dengan Tuhan Yesus di dalam Matius 7:21 mengajarkan. bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia. dan percaya dalam hatimu. entah itu Indonesia. muncul pertanyaan “injil lain” apakah yang Paulus maksudkan ? Kalau kita memperhatikan latar belakangnya. misalnya di dalam penganiayaan. karena setiap kitab ditulis oleh para penulis dengan latar belakang tertentu. dll).” ? Ini akibatnya menafsirkan Alkitab tanpa melihat latar belakang. “Ayo coba katakan Yesus. yang sebenarnya bukan Injil. Contoh pertama. Dari buku Handbook the Bible. Roma 10:9 berkata.2 Memperhatikan Latar Belakang Penulisan Kitab Setelah kita memperhatikan konteks yang ada. Mengapa ini perlu dilakukan ? Karena kita mempercayai ketidakbersalahan Alkitab hanya di dalam naskah asli/autographanya. sehingga terjemahan-terjemahan yang disalin dari Alkitab mengandung . mengapa di dalam ayat 9 di dalam Roma 10 ini. melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” Ini adalah penafsiran Alkitab yang dipaksakan. Tetapi guru-guru itu bersikeras mengharuskan orang bukan Yahudi yang telah bertobat agar disunat juga dan menaati hukum Yahudi — dengan kata lain harus menjadi orang Yahudi — untuk dapat diselamatkan…” (“Handbook to the Bible. Rasul Paulus mengajarkan bahwa untuk dapat menerima pengampunan Allah dan karunia hidup baru diperlukan pertobatan dan iman. Latin. “injil lain” ini adalah “injil” palsu yang diberitakan oleh guru-guru Yahudi dengan Yudaismenya. “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu. lalu berkata. Jawa. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. karena dengan menyebut Yesus sebagai Tuhan. Rasul Paulus berkata di dalam Galatia 1:6-7. Dr. 3 Memperbandingkan Berbagai Terjemahan Alkitab (Khususnya dengan bahasa Ibrani dan Yunani) Setelah mempertimbangkan konteks dan latar belakang. ” Lalu. maka kamu akan diselamatkan. Paulus mengatakan bahwa jika mereka mengaku dengan mulut mereka bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hati mereka. Yesus. sekarang kita akan mencoba masuk ke dalam tahap ketiga yaitu memperbandingkan berbagai terjemahan Alkitab (dari berbagai bahasa. maka kita akan mengerti mengapa Paulus menulis kedua ayat tersebut. Stephen Tong pernah mengatakan bahwa ayat ini dengan mudah dicomot oleh banyak penginjil untuk dijadikan dasar dalam memberitakan Injil. Kedua. guru-guru Yahudi yang lainnya tiba di Galatia. bahwa Yesus adalah Tuhan. Batak.

simbolsimbol (Wahyu). “Saya percaya sekali akan Kabar Baik itu.” Kata “kehilangan kemuliaan Allah” di dalam Terjemahan Baru (TB) dapat mengakibatkan tafsiran yang aneh yaitu kemuliaan Allah benar-benar hilang dalam diri manusia.” dan Alkitab terjemahan King James Version (KJV) mengartikannya. “For I am not ashamed of the gospel of Christ:…” (=Sebab aku tidak malu akan Injil Kristus).” (TB). Paulus di dalam Roma 1:16 berkata. dll. “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini. pertama-tama orang Yahudi. khususnya memperbandingkan langsung dengan terjemahan asli Alkitab dalam bahasa Ibrani (PL) maupun bahasa Yunani (PB). tetapi aku tidak malu. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. sehingga tidak terjadi kebingungan. and come short of the glory of God.” (TB) Alkitab BIS menerjemahkannya. theologia Reformed yang ditegakkan oleh John Calvin tepat sekali mengartikan bahwa ketika manusia jatuh ke dalam dosa. theologia Reformed menunjukkan ketelitiannya di dalam menafsirkan Alkitab. lack (=kekurangan). “For I am not ashamed of the gospel of Christ: for it is the power of God unto salvation to every one that believeth. Misalnya. Dari perbedaan kata ini. karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. pertama-tama orang Yahudi.” Terjemahan Baru dan BIS dalam hal ini kurang jelas mengartikan maksud dari “mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil”. Padahal arti sebenarnya. peta teladan Allah tidak hilang. sedangkan KJV lebih tepat menerjemahkannya. dll. Galatia. ini adalah pandangan dari theologia Lutheran yang mengajarkan bahwa peta teladan Allah sudah hilang ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Jika kita menafsirkan kitab Wahyu. to the Jew first. Di sini. Setiap kitab di dalam Alkitab memiliki keunikan tersendiri. Dalam hal ini. kita juga harus memperhatikan bentuk sastra atau genre yang dipakai di dalam setiap kitab di dalam Alkitab. karena hal ini senada dengan ungkapan Paulus sendiri di dalam suratnya yang kedua kepada Timotius pasal 1 ayat 12. meskipun harus mengalami penganiayaan sekalipun. dan bangsa lain juga. fall. di dalam terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS). janganlah menggunakan pendekatan yang harafiah/literal (seperti para penganut . and also to the Greek. “Semua orang sudah berdosa dan jauh dari Allah yang hendak menyelamatkan mereka.” Contoh kedua. dll). surat pastoral (Roma. setelah membandingkan berbagai terjemahan Alkitab. Kita sebagai orang Kristen harus tetap percaya bahwa terjemahan-terjemahan Alkitab dijaga oleh Tuhan sehingga tidak menyimpang dari arti aslinya. Masing-masing bentuk ini harus diperlakukan dengan tepat. Paulus berkata. di dalam Roma 3:23. karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil. cerita. kita tetap perlu memperbandingkan berbagai terjemahan Alkitab untuk mendapatkan makna aslinya yang lebih jelas.” dan Alkitab KJV menerjemahkannya. kita dapat menemukan makna yang mendalam yaitu Paulus yang berkeyakinan kokoh ini benarbenar tidak malu akan Injil Kristus.beberapa kelemahan arti (meskipun tidak 100% mempengaruhi isi Alkitab). karena kabar itu adalah kekuatan Allah untuk menyelamatkan semua orang yang percaya. di mana ada yang berisi nyanyian (seperti Mazmur). “For all have sinned. tetapi juga orang Yunani. bukan “kehilangan kemuliaan Allah” tetapi “jauh dari Allah” (BIS) atau “come short of the glory of God” (KJV) yang berasal dari bahasa Yunaninya hustereō yang berarti fall short (=tidak mencukupi). Efesus. tetapi karena keterbatasan terjemahan. Kata “ashamed” lebih sesuai dengan kata dalam bahasa Yunaninya epaischunomai yang berarti to feel shame for something (merasa malu akan sesuatu). tetapi hanya rusak total atau mengurangi kemuliaan Allah. puisi (Amsal). 4 Memperhatikan Bentuk Sastra/Genre yang Digunakan Kemudian.

kita juga memperhatikan kaitan erat antara satu kitab dengan kitab lainnya. dll dan mencap itu adalah antikristus. Ini sangat penting agar kita dapat mengerti Alkitab bukan secara parsial/sebagian. Petrus (1 Petrus 5:9 . kalau kita menggunakan penafsiran literal untuk menafsirkan kitab Wahyu khususnya dalam menafsirkan tentang angka 666 di dalam Wahyu 13:18. jadi. Misalnya. tetapi menyeluruh/holistic. pertama-tama kita harus memperbandingkannya dengan kitab yang ditulis oleh penulis yang sama (misalnya ketika kita menyelidiki Surat Roma. ketika di dalam Yakobus 2:14-26. Filipi. angka 666 ini menunjuk kepada antikristus. 6 Memperhatikan Tafsiran-tafsiran Alkitab yang Ada Keenam. tetapi dikhususkan untuk orang-orang Kristen pada waktu itu.Premillenialisme/Dispensasionalisme). Efesus. Apakah ini menunjuk kepada suatu pribadi tertentu. misalnya Galatia. Kalau kita ingin mengerti konsep Injil ketika kita menyelidiki surat Roma. Pdt. label harga. maka kita harus memperbandingkan pengertian Injil di dalam Roma dengan suratsurat Paulus lainnya.” 2002) Yang jelas. Kolose. kita dapat memperbandingkannya dengan Surat Galatia. Thomy J. surat 1. 5 Memperhatikan Kaitan Antara Satu Kitab Dengan Kitab-kitab Lain Setelah itu. kita juga memperhatikan tafsiran-tafsiran Alkitab yang telah ditulis oleh para penafsir Alkitab yang bertanggungjawab. lalu dengan kitab-kitab PL (Kejadian 12 dan 17) dan diintegrasikan dengan seluruh kitab di dalam Alkitab. Matakupan pernah menafsirkan ayat ini sebagai berikut : angka 6 menunjuk kepada manusia (karena manusia diciptakan oleh Allah pada hari keenam) dan angka 6 ini disebutkan tiga kali yang menunjukkan Allah (Allah Trinitas). lalu dikaitkan dengan surat-surat pastoral dari Petrus (1 dan 2 Petrus). misalnya. 2 Petrus 1:1). dll ? Alkitab tidak membicarakannya. ditemukan kata intinya yaitu “iman”. di dalam menyelidiki dan memperbandingkan dengan kitab-kitab lain di dalam Alkitab. maka pengajaran yang dihasilkan adalah langsung mewaspadai setiap angka 666 baik di dalam plat nomor kendaraan. dan 3 Yohanes. dan kita nantinya dapat mengaplikasikan ke dalam kehidupan Kristen kita sehari-hari. dll. dll. Paus. karena Yohanes menulis kitab Wahyu bukan hanya untuk orang-orang di zaman sekarang. maka angka ini berarti manusia yang ingin menjadi seperti Allah. Rasul Yohanes. Kalau di dalam konteks penulisan Rasul Yohanes ini. Filipi. maka angka 666 menunjuk kepada “Kerajaan Romawi dan penyembahan Kaisar” (“Handbook to the Bible. 1 dan 2 Petrus. Kitab Wahyu. atau lebih tepatnya Antikristus yang menggantikan posisi Kristus sebagai Allah. 2. Itu akan berakibat fatal dan kita akan salah langkah untuk nantinya mengerti simbol-simbol seperti kuda merah (Wahyu 6:4). ditambahkan tipologi Injil di dalam PL. dll). Kedua konsep ini mengarahkan kita untuk mencoba membandingkan satu kitab yang diselidiki dengan kitab lainnya. Angka 666 adalah bilangan manusia. Apakah ini . Hal ini diletakkan pada prinsip keenam. Misalnya. karena ini hanya sebagai pembanding dan juga penambah pengetahuan bagi kita saja. Mengapa ? Karena kita percaya bahwa Alkitab itu tidak mungkin bertentangan satu dengan yang lainnya dan Alkitab itu menafsirkan dirinya sendiri. Efesus. Apakah ini untuk keperluan akademis ? Tidak. angka ini dapat menunjuk kepada pribadi tertentu. Jadi. ditambah juga memperbandingkannya dengan kitab-kitab di dalam Perjanjian Lama dan akhirnya kita dapat mengintegrasikan semuanya dalam pengertian yang lebih dalam dan jelas. dll). maka kita dapat membandingkan pengertian kata ini dengan kitab-kitab yang ditulis oleh rasul lainnya. dll. penulis Ibrani (Ibrani 11:1). dll yang adalah suatu kebahayaan jika kita menafsirkan hal ini benar-benar kuda berwarna merah. misalnya Paulus (Efesus 2:8-10). kemudian juga memperbandingkan dengan surat-surat yang ditulis oleh penulis yang berbeda (misalnya.

”” Artinya. yaitu. Setelah kita mempelajari cara dan prinsip penafsiran Alkitab. penemuan ilmiah. Saya akan memberikan contoh. “The Syriac renders it in a similar manner. pertama. tetapi benarkah tafsiran demikian ? Albert Barnes dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible mengungkapkan. tetapi tetap perlu untuk dibaca dan diperbandingkan.mutlak perlu ? Tidak. Hermeneutika tanpa implikasi adalah suatu kesia-siaan. Ini adalah kelemahan dari banyak buku tafsiran Alkitab yang ditulis hanya untuk menambah pengetahuan theologis. orang benar melalui iman baru dikatakan hidup. karena kita percaya bahwa Roh Kudus lah yang menafsirkan Alkitab. Kalau kita kurang memperhatikan beberapa tafsiran Alkitab seperti ini. Paulus di dalam Roma 1:17 berkata. tetapi setiap anak Tuhan diharapkan dapat mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari agar nama Tuhan dipermuliakan selama-lamanya. Soli Deo Gloria. karena ketika kita menafsirkan Alkitab. lalu kita kelihatan akademis karena suka mengutip pendapat orang lain. kita ingin terus-menerus belajar tentang firman dan kebenaran-Nya yang terusmenerus mengoreksi dan menuntun jalan hidup kita. tetapi tidak boleh menggantikan posisi Alkitab sebagai wahyu Allah yang tidak bersalah. Di sisi lain. kita juga tidak boleh terusmenerus mempercayai 100% terhadap buku-buku tafsiran Alkitab yang ada meskipun ditulis oleh para theolog dan penafsir Alkitab tersohor. marilah kita bukan hanya menambah pengetahuan saja. Percuma saja kita mahir di dalam menafsirkan Alkitab sampai menyelidiki bahasa asli Alkitab. “Orang benar akan hidup oleh iman. kita dapat menafsirkan bahwa orang benar yang hidup akan hidup oleh imannya. kita akan kehilangan makna ini. penafsiran Alkitab bukan hanya untuk kepentingan akademis di seminari theologia. Kita tidak boleh mengambil dua sikap ekstrim. Solus Christus . theolog dan para penafsir Alkitab. menolak semua tafsiran Alkitab yang pernah ditulis baik oleh para bapa gereja. sastra. tetapi juga untuk diaplikasikan.” Kalau sepintas kita membaca pernyataan ini. “The just by faith shall live. dll tanpa mengaplikasikannya ke dalam kehidupan Kristen sehari-hari. Buku-buku tafsiran Alkitab itu baik. tetapi di dalam tafsiran itu kita lupa untuk mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. 7 Mengaplikasikan ke dalam Kehidupan Kristen Sehari-hari Terakhir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful