Tinjauan Kritis Theologis Terhadap Buku “The Purpose Driven Life” Bagian 1 (oleh : Denny Teguh Sutandio

)
Tinjauan Kritis Theologis Terhadap Buku “The Purpose Driven Life” oleh : Denny Teguh Sutandio Pendahuluan “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran. Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.” (2 Timotius 4:2-4) D unia di mana kita hidupi saat ini adalah dunia postmodern yang mempopulerkan suatu filsafat relativisme dengan meng‘absolut’kan anti-absolutisme. Memang adalah suatu kontradiksi yang tidak masuk akal, tetapi herannya manusia di dunia postmodern mau dibodohi oleh filsafat ini, bahkan banyak yang tergila-gila. Budaya relativisme telah meracuni dunia postmodern ini dan bahkan menggerogoti keKristenan pada khususnya. KeKristenan sudah diracuni dengan filsafat relativisme dengan meniadakan apa yang absolut, sebaliknya meng‘absolut’kan apa yang sebenarnya tidak absolut. Ini yang saya sebut sebagai pembalikan posisi dari manusia berdosa. Selain filsafat relativisme, keKristenan pun sedang diracuni dengan filsafat-filsafat lain yang terus-menerus melawan Alkitab, tetapi banyak orang Kristen tidak menyadarinya. Salah satunya adalah filsafat humanisme yang dibungkus di dalam Gerakan Zaman Baru supaya kelihatan “bersahabat” di mata orang dunia dan orang Kristen khususnya. Di dalam filsafat ini, seperti ide humanisme lainnya, manusia lah yang menjadi pusat segala sesuatu dan Allah disingkirkan. Tidaklah heran, manusia dengan kehebatannya mengagungkan diri yang sebenarnya tidak layak, lalu mengatakan dengan berani, “we are gods (kita adalah ‘allah’)” Kalau dunia begitu tergila-gila dengan filsafat pantheisme (mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah “allah”) ini, maka tentu tidak ketinggalan dengan banyak orang “Kristen” di abad postmodern. Mereka dengan mudahnya ditipu oleh banyak “hamba Tuhan” di dalam gereja-gereja kontemporer yang pop dengan khotbah-khotbah, “Anda bisa melakukan apapun, karena Anda adalah ‘allah’ (You can do anything because you are ‘god’)” Atau slogan ini terlalu kelihatan, maka mereka menggantinya dengan samar-samar melalui berbagai cerita, novel, bahkan buku renungan sekalipun untuk meninabobokan keKristenan dengan utopia bahwa manusia itu ada dalam pikiran Allah, begitu berharga, bahkan ada yang berani mengatakan bawah Allah “membutuhkan” manusia, sehingga Ia mau mati bagi manusia. Ajaran-ajaran inilah yang terus-menerus didengungkan oleh banyak “hamba Tuhan”, dan anehnya, banyak orang “Kristen” bisa ditipu dengan mudahnya oleh mereka. Mereka menggunakan cara-cara licik untuk menjebak banyak orang Kristen untuk menjauh dari Tuhan secara perlahan dan mulai memuja diri. Berbagai training pengembangan pribadi baik dari John Robert Powers, Andrie Wongso dengan idenya Success is My Right, dll meskipun telah “memberkati” banyak orang, tetapi beridekan Gerakan Zaman Baru,

humanisme dan pantheisme yang tidak disadari oleh banyak orang “Kristen”. Apakah cukup sampai di sini ? TIDAK. KeKristenan juga mempunyai ide baru yang mirip yaitu apa yang dipaparkan dan dicetuskan oleh “theologia” Arminian (lawan theologia Reformed/Calvinis) yang sama-sama menekankan manusia sebagai pusat dan Allah sebagai “hamba” manusia (meskipun tidak berani mengatakan terus terang). Di dalam arus “theologia” ini, para penganutnya mengajarkan bahwa keselamatan itu memang dikerjakan Allah, tetapi itu tergantung manusia, kalau manusia mau percaya, maka Allah baru menyelamatkannya. Allah memang memilih manusia, tetapi di dalam kekekalan Ia melihat terlebih dahulu siapakah manusia yang beriman kepada-Nya, barulah Ia pilih (foreknowledge of God). Ini semua sama sekali bukan ajaran Alkitab dan bukan keKristenan, tetapi laris di dalam kalangan keKristenan (khususnya banyak kaum Injili yang “memuja” pendapat ini). Mengapa bisa laris ? Karena manusia pada umumnya suka disanjung, dipuja, apalagi banyak orang “Kristen” sekarang yang sudah diracuni oleh relativisme dan humanisme pun sangat senang apabila mereka dipuja, tetapi kalau ditegur, mereka akan marah dan langsung mengatakan, “Jangan menghakimi !”, padahal perkataannya ini pun sendiri menghakimi, sungguh suatu kontradiksi yang aneh ! Hal ini sudah diprediksi oleh Rasul Paulus di dalam 2 Timotius 4:3-4 bahwa, “akan sampai waktunya orang tidak mau lagi menerima ajaran yang benar. Sebaliknya, mereka akan menuruti keinginan mereka sendiri, dan mengumpulkan banyak guru guna diajarkan halhal yang enak didengar di telinga mereka. Mereka akan menutup telinga terhadap yang benar, tetapi akan memasang telinga terhadap cerita-cerita dongeng.” (Bahasa Indonesia Sehari-hari) Di sini, Alkitab terjemahan Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) lebih tepat mengartikan bahwa akan datang saatnya orang suka mendengarkan ajaran-ajaran yang enak didengar di telinga mereka. Kalau kita mau kaitkan ayat ini dengan realita banyak ajaran “Kristen” yang simpang siur, maka sejujurnya ajaran yang mengenakkan telinga ini adalah ajaran humanisme dari buku The Purpose Driven Life yang ditulis oleh Dr. Rick Warren (buku best-seller ala dunia). Di dalam buku ini, Rick Warren seolah-olah memaparkan ajaran-ajarannya yang kelihatannya “Alkitabiah” dengan mengutip ribuan ayat bahkan dengan terjemahan-terjemahan yang berbeda, seolah-olah ingin membuktikan bahwa dia adalah “ahli” ayat Alkitab, padahal banyak ayat Alkitab yang dikutipnya adalah bagianbagian yang dilepaskan dari konteks Alkitab seluruhnya. Dalam hal ini, metode eisegese dalam penafsiran Alkitab lah yang dipakai oleh Rick Warren, di mana di dalam kepala Warren, ia sudah memiliki serangkaian ide-ide humanis, lalu ide-ide itu dicari dukungannya di dalam Alkitab, supaya kelihatan “Alkitabiah”. Itulah eisegese yang merupakan metode penafsiran Alkitab yang salah. Lalu, bagaimana sikap kita ? Diam atau masa bodoh ? Tidak. Alkitab di dalam 2 Timotius 4:2, sebelum Paulus memaparkan realita akan adanya kecenderungan manusia menjadi pragmatis, maka ia memperingatkan Timotius untuk tetap memberitakan Injil/Firman, bersiap sedia dalam segala situasi, menegur dan menasehati jemaat dengan kesabaran dan pengajaran. Di sini, Paulus memaparkan tiga prinsip. Pertama, memberitakan Firman. Suka atau tidak suka, senang atau tidak senang, Firman Tuhan atau Injil harus terus-menerus diberitakan dengan bertanggungjawab. Ini yang Paulus dan Tuhan Yesus sendiri perintahkan (Matius 28:19). Tidak ada kompromi, ketika ada ajaran sesat menyerang, keKristenan tetap harus memberitakan suara kenabian yang mengajak orang Kristen untuk kembali hanya kepada Alkitab, karena hanya di dalam Alkitab, terdapat satu-satunya wahyu Allah yang mutlak. Kedua, bersiap sedia dalam segala situasi. Berwaspada adalah satu tindakan yang penting setelah memberitakan Firman. Ketika kita terus-menerus memberitakan Firman, tetapi tingkat kewaspadaan kita berkurang atau bahkan hilang, maka kita sedang berada di

dalam suatu kebahayaan akan menjadi penyesat. Berita Injil harus disertai dengan pemahaman yang integral akan theologia dan Alkitab (theologia sistematika), sehingga kita memiliki sense of warning. Lalu, kita yang sudah memiliki kewaspadaan ini, kita pun juga harus bersiap sedia menghadapi ajaran sesat dari luar. Ketiga, menegur dan menasehati jemaat dengan kesabaran dan pengajaran. Kalau kita sudah berwaspada menghadapi ajaran sesat, lalu apakah kita tinggal diam dan acuh tak acuh terhadap jemaat Tuhan ? TIDAK. Alkitab mengatakan bahwa kita harus menyatakan apa yang salah kepada jemaat, bisa berkaitan dengan doktrin, konsep berpikir, perbuatan, perkataan, dll dengan kesabaran dan pengajaran. Meskipun dunia kita membenci apa yang dinamakan “teguran” (lalu memfitnah dengan mengatakan bahwa kita sedang “menghakimi”nya), kita tetap diperintahkan Paulus untuk tetap menegur yang salah. Menegur adalah sebuah tindakan dari hamba Tuhan atau orang Kristen yang kuat imannya yang mengasihi orang Kristen yang lemah imannya sehingga yang lemah iman dapat dikuatkan dan diperingatkan oleh yang kuat imannya, sehingga jemaat dibangun bersama di dalam pengenalan akan Kristus Yesus sebagai Kepala. Menegur ini dilakukan dengan kesabaran dan pengajaran. Artinya, kita harus menegur jemaat dengan semangat cinta kasih, yang tidak langsung memvonis lalu mengkutuk kesalahan mereka. Tetapi, juga tidak berarti kasih yang kita tunjukkan adalah kasih yang berkompromi lalu mengiyakan apa yang jemaat lakukan dengan salah. Menegur dengan kasih adalah menegur yang memberikan pengajaran yang bertanggungjawab/mendidik. Kasih yang tidak mendidik adalah kasih yang munafik/pura-pura, sebaliknya pengajaran yang tanpa disertai kasih adalah penghakiman yang tidak menyadarkan orang lain. Kedua hal ini harus diajarkan secara seimbang. Untuk alasan inilah, saya terbeban untuk menerbitkan suatu makalah meninjau secara kritis dari sudut pandang Alkitab dalam kerangka pikir theologia Reformed Injili yang konsisten dan bertanggungjawab terhadap buku The Purpose Driven Life karya Rick Warren. Di dalam makalah ini, saya tidak akan 100% mengkritik keras atau menghakimi buku ini, tetapi bagian-bagian yang bagus dan sesuai dengan Alkitab saya akan katakan itu bagus dan bagian-bagian yang bertentangan dengan Alkitab akan saya katakan salah. Semua pandangan ini hanya dapat diukur dari standart kebenaran Alkitab dalam kerangka theologia Reformed Injili yang konsisten. Semua hal-hal yang dipaparkan dalam makalah ini sudah dipikirkan dengan bertanggungjawab penuh kepada Allah dan firman-Nya, Alkitab. Oleh karena itu, sebelum kita masuk ke dalam tinjauan kritis terhadap buku ini, maka saya akan memberikan konsepkonsep yang benar tentang arti hidup yang sejati sesuai dengan Alkitab pada Bab 1, lalu dilanjutkan dengan konsep penafsiran Alkitab yang beres pada Bab 2, kemudian mulai Bab 3, saya akan mulai mengadakan tinjauan kritis theologis terhadap buku ini. Biarlah melalui makalah yang kurang sempurna ini boleh membawa berkat bagi jemaatjemaat Tuhan agar mereka boleh disadarkan dari dosa-dosa mereka dan kembali kepada Alkitab saja sebagai satu-satunya kebenaran Allah yang mutlak dan tidak mungkin bersalah dalam naskah aslinya. Soli Deo Gloria. Sola Scriptura. Solus Christus. “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Roma 11:36) Bab 1 Arti Hidup Sejati Menurut Alkitab

“ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.” (Kejadian 2:7) 1.1 Arti Hidup Menurut Perspektif Dunia Dunia di mana kita hidupi hari ini sedang mengalami krisis makna hidup. Berbagai cara manusia berusaha untuk mencoba menemukan makna hidupnya, dari menyiksa diri (beraskese), sampai hidup hedonis yang melampiaskan semua kesenangan hawa nafsunya. Mereka pada intinya ingin mengerti makna hidup untuk selanjutnya makna itu bisa mereka jalani dengan baik. Oleh karena itu, marilah kita melihat sekelumit tentang definisi hidup dalam perspektif dunia kita. 1. Hidup Adalah Perjuangan

Pertama, dunia kita melihat hidup adalah suatu perjuangan. Di dalam suatu perjuangan, dibutuhkan kekuatan untuk mengerjakannya. Tidaklah heran, manusia di dunia suka berjuang meskipun banyak dari mereka tidak mengerti motivasi dan tujuan dari apa yang diperjuangkannya. Yang mereka ketahui bahwa hidup ini adalah hanya untuk berjuang, terus berjuang agar mencapai apa yang diidam-idamkan. Oleh karena itu, di dunia ini sangatlah laris promosi training motivasi dari para motivator dari sekelas Anthony Robbins sampai Andrie Wongso dengan idenya Success is My Right. Para motivator ini terus memberikan motivasi bagi para peserta seminarnya dan manusia dunia ini agar mereka yang merasa down boleh ditingkatkan kembali semangatnya, tetapi rupa-rupanya semangat ini tidak bersumber dari Allah, sehingga motivasi peningkatan semangat ini adalah untuk kepentingan diri (humanisme) dan tujuannya pun untuk kemuliaan diri (meskipun di dalam beberapa buku “rohani” sekalipun, tujuan motivasi ini untuk “kemuliaan Tuhan”). Inilah jiwa atheisme praktis di dalam diri manusia yang berakar dari humanisme ditambah semangat pantheisme dan Gerakan Zaman Baru yang diindoktrinasikan melalui berbagai training motivasi dan pengembangan pribadi. Perjuangan yang dilandasi oleh semangat ingin mencapai cita-cita dan self-centered ini tentu tidak akan menemukan makna hidup sejati dan tentunya juga makna perjuangan sejati, karena yang menjadi landasannya adalah kepentingan diri yang sebenarnya makhluk yang terbatas. 2. Hidup Adalah Kesempatan

Kedua, dunia kita yang terus mau berjuang, adalah dunia yang juga mengidentikkan hidup adalah kesempatan. Mereka menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, oleh karena itu mereka memakai setiap kesempatan yang ada untuk meraih apa yang mereka inginkan. Di sini, dunia kita mengaitkan hidup dengan waktu yang ada. Di dalam setiap waktu/kesempatan, mereka mau mengerjakan apa yang diinginkan oleh mereka, entah itu baik atau jahat menurut pandangan Alkitab, mereka tidak seberapa mempedulikannya. Bagi mereka, apa yang diinginkannya harus dicapai di dalam setiap kesempatan. Misalnya, orang yang dulunya hidup miskin ingin menjadi kaya, maka dia bukan hanya berjuang untuk meraih uang, tetapi juga menggunakan setiap kesempatan yang ada untuk meraih yang dicita-citakan. Tidak heran, beberapa dari mereka sampai-sampai menggunakan kesempatan untuk meraih yang dicita-citakan dengan hal-hal yang buruk, contohnya, dengan korupsi, dll. Di sini, letak

kegagalan dunia kita yang semakin jauh dari Allah, yaitu memandang setiap waktu/kesempatan adalah untuk dirinya sendiri. 3. Hidup Untuk Kerja

Ketiga, hidup adalah kesempatan direalisasikan oleh banyak manusia sekarang dengan bekerja. Bagi banyak orangtua (termasuk banyak orangtua “Kristen”), kerja adalah segala sesuatu. Manusia dapat disebut manusia ketika mereka sudah bisa berdikari sendiri atau bekerja untuk mendapatkan uang sendiri tanpa tergantung dengan orangtua. Akibatnya, sejak kecil, anak-anak sudah ditanamkan konsep bahwa hidup itu untuk bekerja, sekolah untuk bekerja, dll. Tidak heran, cukup banyak anak yang masih kecil, misalnya SD atau SMP sudah bisa bekerja, misalnya, menjadi artis, model, dll. Akhirnya, fokus hidup sudah dialihkan dari Tuhan kepada kerja. Itulah tipu daya iblis yang bekerja di abad postmodern ini dengan menyingkirkan Allah dari hidup manusia. Akibatnya, mereka yang memandang hidup adalah kerja, akan memandang setiap kesempatan hanya untuk bekerja, dan aktivitas-aktivitas yang menurut mereka “tidak penting”, misalnya bahkan pergi ke gereja, persekutuan, makan, minum, tidur, dll, adalah sesuatu yang tidak penting, sehingga mereka rela mengorbankan banyak waktu untuk bekerja. Yang paling celaka adalah seorang ayah/suami/kepala keluarga yang memiliki konsep bahwa hidup untuk bekerja pasti berdampak kepada keluarganya, di mana istri akan mengalami kekurangan perhatian dari sang suami, dan anak-anak pun mengalami kekurangan perhatian dari ayah mereka, sehingga akhirnya keluarga ini akan menjadi berantakan dan berakhir kepada perceraian. Perceraian ini bisa terjadi salah satunya karena terlalu mementingkan pekerjaan sebagai fokus hidup manusia. Akibat lainnya dari konsep ini adalah mengerjakan segala sesuatu dengan keterpaksaan. Artinya, hidup orang ini akan diikat oleh pekerjaannya, baik di kantor maupun di rumah. Sehinga, tidak heran, orang ini lama-kelamaan akan menjadi stress, depresi dan akhirnya, jika tidak kuat lagi, akan bunuh diri. 4. Hidup Adalah Uang

Keempat, orang yang sudah memfokuskan hidupnya pada bekerja, maka dapat dipastikan banyak dari mereka juga memfokuskan hidupnya pada uang. Konsep ketiga dan keempat ini sangat berkaitan erat. Seorang yang memandang hidup adalah hanya untuk uang, maka segala sesuatu diukur dari segi apakah yang dilakukannya itu dapat mendapatkan uang/profit bagi dirinya. Inilah jiwa pragmatis (utilitarian) dan materalis yang dianut oleh banyak manusia postmodern ini (bahkan di dalamnya banyak orang “Kristen”). Bagi mereka, yang penting adalah mereka mendapatkan uang sebanyak-banyaknya bahkan kalau perlu “mengorbankan orang lain”. Tidak heran, bisnis Multi Level Marketing (MLM), asuransi, dll laku keras, karena manusia sedang dikunci oleh uang/materi yang fana sifatnya. Profesi dokter pun tidak luput dari fokus hidup manusia yaitu uang. Dokter bukan bekerja untuk kepentingan pasien lagi, tetapi untuk uang. Tidak usah heran, mengapa banyak dokter tidak langsung memberikan obat kepada pasien yang sedang sakit, tetapi dokter tersebut memberikan obat secara bertahap (banyak dari mereka bukan beralasan medis), maksudnya, kalau pasien itu sudah habis meminum obat yang satu, maka mereka akan kembali lagi dan si dokter pasti mendapatkan pemasukan uang lagi melalui kedatangan si pasien tersebut. Bahkan yang lebih celaka, banyak pendidik, dosen, dll mengajar bukan karena panggilan-Nya di dalam hidup mereka, tetapi karena uang atau menimba pengalaman. Maka, jangan heran, banyak guru/dosen baik yang mengaku diri “Kristen” berani mengajari anak-anak muridnya secara tidak bertanggungjawab, misalnya ada seorang dosen “Kristen” saya secara tidak bertanggungjawab mengatakan, “science itu tidak ada hubungannya dengan religion”.

bersekutu dengan-Nya. yang penting happy. dan lebih aneh lagi jika ada seorang “Kristen” berjiwa pragmatis dan relativis mengatakan bahwa itu semua tergantung pada masing-masing orang. Salah satu iklan rokok mengatakan. Caranya ? Mudah. entah itu ditinggal oleh seseorang yang dikasihi yang telah . malahan sekarang dibalik. jika manusia diciptakan segambar dan serupa dengan Allah bisa mau diperbudak oleh uang yang adalah benda mati. slogan gerejanya mengandung unsur kemakmuran). 6. Uang yang seharusnya ditundukkan oleh manusia. dll. dll. dianggap oleh manusia dunia menjadi tidak penting. sukses. para “hamba Tuhan” gereja tersebut “melayani Tuhan” demi uang. dll. Hidup Adalah Penderitaan Kalau pada poin kelima. sebagai kebalikannya. Seorang yang cuek dengan orang lain sama sekali bukan ciri orang Kristen sejati. enjoy aja. misalnya membaca Alkitab. lalu kita tidak boleh memaksa mereka. meskipun di depan mimbar selalu dipromosikan untuk “pekerjaan Tuhan”. karena hidup yang gembira tidak mengerti sesungguhnya apa itu penderitaan. dll. Lalu. Ini namanya pembalikan posisi. dll. jelas. lalu gereja-gereja pun berlomba-lomba menyediakan sarana-sarana yang dapat memenuhi feeling banyak orang “Kristen. tetapi yang lebih aneh lagi. di abad postmodern ini. ketika ada penganiayaan datang. agar bisa sukses. yang merupakan salah satu ciri masuknya dosa ke dalam diri manusia. Adalah suatu kebodohan yang luar biasa. Hidup yang biasa saja menandakan bahwa di dalam diri manusia sudah tidak ada lagi makna hidup sejati. Banyak “hamba Tuhan” terutama di dalam banyak gereja-gereja kontemporer yang populer saat ini juga memfokuskan hidupnya pada uang dan profit pribadi. lalu mengkhotbahkan kemakmuran (meskipun banyak dari mereka menolak bahwa gerejanya mengajarkan kemakmuran. ketika manusia dunia hanya mengerti hidup ini hanya biasa saja.Apakah pendeta juga tidak bisa demikian ? BISA. dll. Di dalam hidup itu pasti menderita. yang dipentingkan bukan lagi pengertian/pengetahuan yang beres. yang sebenarnya sangat penting. aktif di dalam persekutuan gereja sekalipun. Jangan heran. Hidup yang serba gembira ini sangat berbahaya. senang. bercerita lucu. memanggil “pendeta-pendeta” yang “pintar” berkhotbah. beberapa manusia dunia yang ekstrim mengatakan bahwa hidup itu penderitaan. kaya. sukasuka bertindak apapun. Tidak heran. maka pada poin keenam. dll. mereka lah yang pertama kali langsung menghujat Tuhan. dunia kita mengartikan hidup itu sebagai sesuatu yang biasa saja. sehingga hidup ini hanya dijalani tanpa arah dan tujuan yang pasti sesuai dengan firman-Nya. 5. Hidup itu Biasa Saja Prinsip kelima dari definisi hidup yang dunia sedang ungkapkan yaitu hidup itu biasa saja. Motivasinya. Tidak usah heran. Inilah jiwa pragmatisme dunia kita yang muncul melalui definisi hidup yang biasa saja. Zaman kita adalah zaman di mana sedang musim cho gereja (cari untung melalui gereja). Saya sudah terlalu banyak menemukan “hamba Tuhan” model ini dan ibu saya sendiri sudah banyak sekali mengalami hal ini dan menceritakannya kepada saya. Saya mengira anggapan ini sama sekali bukan anggapan seorang “Kristen” meskipun mengaku diri “Kristen”. jadi jalani sebagaimana adanya. kesuksesannya untuk apa ? Jelas untuk profit pribadi. Itu yang sedang dunia tawarkan bahwa yang penting itu enjoy. gembira. lalu bisa bertindak seenaknya sendiri. banyak orang “Kristen” yang sudah diindoktrinasi bahwa menjadi “Kristen” pasti kaya. lalu uang menjadi tuan yang memerintah manusia. maka mayoritas mereka menggunakan dan mengisi hidup mereka hanya untuk kepuasan diri mereka saja. tetapi feeling. kesusahan. Tidak heran. karena kondisi yang serba pleasure sebenarnya tidak mengerti hidup itu sesungguhnya.

kita akan beralih kepada arti hidup menurut perspektif “Kristen” yang seolah-olah kelihatan lebih “rohani”. apakah kalau kita menaruh pengharapan kepada Tuhan pasti kaya dan tidak menderita ? TIDAK. Kedua. materalisme dan pragmatisme. karena terlepas dari jalan yang Allah telah tetapkan. dll adalah orang-orang yang telah bersumbangsih bagi dunia karena mereka mementingkan orang lain ketimbang diri. dll. dll melakukan segala sesuatu demi orang lain. bahasa asli dan terjemahan-terjemahan Alkitab yang lebih tepat. KeKristenan harus seimbang. Inilah wajah dunia kita yang hopeless yang mencari makna hidup tetapi akhirnya kehilangan hidup itu sendiri. sehingga tidak heran nama-nama mereka cukup dikenal di dalam zamannya maupun zaman sesudah mereka meninggal dunia. manusia memandang hidupnya dipersembahkan bagi orang lain. Hendel. padahal istilah itu hanya sekedar topeng untuk menyelimuti ide humanisme. 1. yaitu istilah “Kristen” dijadikan topeng (dengan cara mengutip ribuan ayat Alkitab yang kebanyakan di luar konteks asli) untuk menyelimuti esensi sebenarnya yaitu humanisme. apakah tujuan yang diarahkan itu ? dan ketiga. tujuan itu adalah berkenaan dengan cita-cita manusia yang hebat dan mulia (tanpa Allah) lalu tujuan itu membawa kemuliaan bagi diri manusia sendiri (persis terbalik dari Roma 11:36 yang mengajarkan bahwa segala sesuatu adalah dari Dia. Dari judul bukunya saja. Kembali. tetapi laris dalam masyarakat “Kristen” (khususnya yang bertheologia Injili non-Reformed). hanya sedikit manusia bisa memiliki tujuan hidup demi orang lain. Itulah yang kita lihat di dalam buku The Purpose Driven Life karya Rick Warren. pantheisme dan pragmatisme di dalam dirinya. kita sudah menemukan ide yang sudah saya jelaskan tadi. putus pacar. tujuan siapa yang dituju ? (atau untuk apa tujuan itu ?) Jelas. tetapi yang penting orang lain mendapatkan kepuasan dari hasil kerugiannya. Pokoknya. tidak ada hidup tanpa penderitaan. pantheisme. Hidup Untuk Orang Lain Terakhir. sekarang ini. Mungkin saja mereka mau rugi mengorbankan waktu. defisini hidup ini masih lebih baik dari definisi hidup dari nomer satu sampai dengan 6 yang self-centered. yang lainnya menekankan penderitaan terus-menerus. meskipun menggunakan nama “Tuhan”. apakah hidup kita digerakkan tujuan ? Kalau benar demikian. Kita jangan terlalu ekstrim. menyeimbangkan antara penderitaan karena nama Tuhan dengan pengharapan sesudah penderitaan yaitu hidup kekal bersama-Nya. tetapi setidaknya. sebenarnya yang mengarahkan tujuan itu adalah diri manusia itu sendiri. Artinya. komposer musik. Pertama. F. Hal ini akan banyak disinggung dan diuraikan secara tuntas pada bab kedua makalah ini. di dalam metode penafsiran Alkitab. tetapi sebenarnya palsu.meninggal. Tentu itu berbeda dengan semangat manusia di abad postmodern yang lebih mementingkan profit pribadi dengan mengorbankan orang lain. Itulah akibat dari menaruh pengharapan kepada dunia ciptaan yang terbatas dan berdosa ini. bagi Dia lah . Johan Sebastian Bach.2 Arti Hidup Menurut Perspektif “Kristen” yang Palsu Lalu. oleh Dia dan untuk Dia. Itulah metode eisegese dalam penafsiran Alkitab yang salah. G. meskipun definisi hidup yang terakhir ini masih kurang. Tentu. KeKristenan hendaknya jangan terlalu ekstrim menekankan dua kubu. siapa yang mengarahkan tujuan itu. Leonardo da Vinci. yaitu terlalu mementingkan kesuksesan hidup. di dalam buku The Purpose Driven Life. Pada konsep terakhir ini. Mereka berani menggunakan istilah “Kristen” untuk menjelaskan makna hidup. Contohnya. banyak pelukis. Tetapi. sebenarnya ada tiga pertanyaan penting yang perlu dipertanyakan. Warren menggunakan tafsiran-tafsiran Alkitab yang semau gue menurut seleranya pribadi tanpa memperhatikan konteks. 7.

Kalau Allah tidak menghembuskan nafas hidup-Nya ke dalam hidung manusia. eksistensialis. “ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya.3 Arti Hidup Sejati Menurut Alkitab Lalu. Lalu. Lalu kata “makhluk yang hidup” (TB-LAI) diterjemahkan a living soul oleh King James Version (KJV) yang berarti jiwa/makhluk yang hidup. apa kata Alkitab tentang hidup sejati ? Pada bagian awal Bab 1 ini.” Kata “nafas hidup” berasal dari bahasa Ibrani. dan hal itu memilukan hati-Nya. tetapi dari Allah sebagai Sang Pencipta. hidup manusia mulai kehilangan arah. yaitu hidup sejati adalah hidup yang berpaut kepada Allah sebagai Sumber Hidup. dan jangan sekali-kali bertanya kepada para psikolog. Usaha meragukan kebenaran Allah menjadi cikal bakal iblis terus mencobai manusia dan akhirnya manusia pertama jatuh ke dalam dosa yang mengakibatkan manusia setelah Adam dan Hawa ikut mewarisi dosa asal (original sin). saya sudah mengutip Kejadian 2:7.” (Kejadian 6:5-6) Tetapi . Habel karena persembahan Kain tidak diterima oleh Tuhan. sedangkan persembahan adiknya diterima oleh Tuhan. Kata “soul” dalam KJV ini diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani nephesh yang artinya makhluk yang bernafas. “Kemudian TUHAN Allah mengambil sedikit tanah. Dari Kejadian 2:7 inilah. demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. tetapi dosa dimulai ketika manusia mulai meragukan kebenaran Allah. Arti hidup manusia yang sejati tidak didapat dari manusia itu sendiri yang sendiri merupakan makhluk yang dicipta.” (Terjemahan Baru LAI) atau terjemahan Alkitab BIS memberikan pengertian yang lebih jelas.kemuliaan selama-lamanya). bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata. Tetapi tahukah kita bahwa hidup manusia yang pada awalnya telah diciptakan Allah begitu mulia sehingga manusia langsung bercakap-cakap dengan Allah ternyata dirusak oleh manusia sendiri dengan meragukan eksistensi Allah. sampai-sampai Tuhan mengatakan. Itulah kegagalan psikologi dan eksistensialis yang tidak kembali kepada Allah. 1. Ketika dosa masuk ke dalam manusia. dll yang sendirinya juga adalah sesama manusia. di samping ada dosa aktual yang dilakukan oleh masing-masing pribadi manusia. Sungguh suatu kebodohan manusia dunia ini ketika mereka yang ingin mengerti arti hidup tidak langsung bertanya kepada Sang Sumber Hidup. Inilah jiwa manusia berdosa. Itulah dosa. Nafas hidup-Nya itulah sumber hidup bagi hidup manusia yang mengakibatkan manusia bisa bernafas dan itulah yang disebut makhluk yang hidup. Kata Ibrani ini juga dipakai di dalam Amsal 20:27 untuk kata “Roh manusia” (Terjemahan Baru LAI) atau “hati nurani manusia” (Alkitab BIS). kita mendapatkan satu prinsip hidup sejati dari Alkitab. bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi. tetapi bertanya kepada sesama manusia yang sama-sama berdosa dan terbatas. neshamah yang berarti tiupan atau hembusan atau nafas ̂ ̂ yang vital/sangat penting/berkenaan dengan hidup. maka menyesallah TUHAN. “Ketika dilihat TUHAN. dilanjutkan dengan kejadian-kejadian dan tindakan-tindakan manusia yang membuat Tuhan menyesal. Kehilangan arah ini ditandai dengan keinginan manusia terus melawan Allah dan ini mulai nampak ketika Kain yang membenci dan menaruh dendam kepada adiknya. lalu menghembuskan napas yang memberi hidup ke dalam lubang hidungnya. maka hiduplah manusia itu. Dosa bukan dimulai ketika Hawa memetik buah pengetahuan yang baik dan jahat yang dilarang oleh Allah. membentuknya menjadi seorang manusia. Inilah jiwa humanisme sekuler (atau sekularisme) tetapi yang masih memperalat “Tuhan” agar kelihatan “rohani”. Ketika kita ingin mengerti apa arti hidup sejati belajarlah dan bertanyalah kepada Allah karena Ia yang menciptakan kita pasti mengetahui apa arti hidup itu. maka manusia tidak dapat menjadi makhluk yang hidup.

mereka berpesta pora. Tuhan tetap menyediakan sekelompok sisa (remnant) yang masih setia kepada Tuhan. Allah tidak tinggal diam. Lalu. itu semata-mata karena kedaulatan-Nya saja. Itu adalah kesalahan besar. Itulah sebabnya.” Nuh bisa mendapatkan anugerah Tuhan. Nuh tidak menaati Tuhan. Taurat yang sebenarnya baik malahan dibuat tidak baik oleh para ahli Taurat yang menganggap diri ahli di bidang Taurat (itulah namanya ahli Taurat. Ia mengutus Putra Tunggal-Nya. lalu mereka berpikir bahwa kalau tidak menjadi Kristen itu lebih enak. Allah yang berdaulat adalah Ia yang berkehendak menyatakan anugerah-Nya kepada siapapun menurut kedaulatan-Nya. Tetapi kesalehan seperti Nuh itu sebentar saja terjadi di dalam sejarah. sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya. yaitu ketika ia kembali taat kepada-Nya. “Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia. yaitu pada ayat 8. Nuh yang mendapatkan kasih karunia Tuhan di antara manusia-manusia berdosa di zamannya berusaha mempertanggungjawabkan anugerah-Nya itu dengan hidup beres dan menaati Tuhan dan firman-Nya. Itulah Reformed theology. “Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. apakah kita ingin menjadi seperti Nuh atau orang-orang sezamannya ? Kalau orang-orang dunia pasti memilih menjadi seperti orang-orang yang hidup di zaman Nuh yang mengejek Nuh ketika Nuh membangun bahtera. Tuhan Yesus Kristus untuk mengembalikan fungsi hidup sebagaimana pada waktu Ia menciptakan manusia. Dua ayat setelah Kejadian 6:6. Banyak orang dunia hari-hari ini berpikir bahwa menjadi Kristen itu susah. Alkitab mengatakan. dll. bukan menurut perbuatan baik manusia tersebut. Tetapi benarkah demikian ? Setelah bencana air bah yang menyapu bersih orang-orang di zaman itu. bagaimana faktanya. tetapi itu hanya menguasai bidang rasio saja.yang menarik. maka mereka baru sadar bahwa hidup itu hanya sementara dan hidup yang tidak kembali kepada Allah akan sia-sia adanya. Allah mewahyukan Taurat untuk memimpin dan mengatur perilaku mereka agar berkenan kepada-Nya. Allah yang Berdaulat memilih bangsa Israel menjadi bangsa pilihan-Nya. Nuh mendapatkan makna hidup sejati. tetapi Nuh meskipun dirinya dihina ketika membangun bahtera pada waktu kemarau. dan tidak benar-benar mengerti artinya. Bahkan ada yang melarang orang berjalan beberapa kilometer di hari Sabat. dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan. di dalam setiap kejahatan yang manusia lakukan. bebas. pada waktu itu. kecuali Nuh. mereka semakin mengerti Taurat. Dari Surga. kemarau dan hujan. siang dan malam. tetapi lebih menekankan fenomena upacara sesuai Taurat. Selama bumi masih ada. bukan karena kehendak Nuh yang ingin mencari Tuhan. karena apa saja tidak boleh. selanjutnya orang-orang setelah Nuh banyak bermunculan dan mereka banyak yang jahat dan memberontak terhadap Tuhan. mabuk-mabukan. tetapi ia mengerti hidup itu sesungguhnya karena ia kembali taat kepada Allah. Kepada mereka. Di situlah. maka Tuhan berjanji di dalam Kejadian 8:21-22. ahli di bidang Taurat. Mereka memang menghafal semua yang tertulis di dalam Taurat. kalau kita hidup di zaman Nuh. Tetapi puji Tuhan. Lalu. Oleh karena itu. Ia mengajarkan . Mereka berpikir dengan hidup berbuat baik seperti yang Taurat perintahkan. Tetapi. Saya bertanya. dan itulah hidup yang mereka cari. Kristus datang untuk menebus dosa manusia dan mengembalikan makna hidup sejati. dll. Ketika Ia berinkarnasi dan turun menjadi manusia tanpa meninggalkan natur Ilahinya. mereka menganggap diri hebat.” Bisa saja. takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai. Ketaatan kepada Allah itulah kunci utama kita menemukan hidup sejati. akibatnya Nuh itu mati bersama orang-orang sezamannya. bukan semakin mengerti esensi Taurat. apakah mereka semua menuruti perintah Taurat ? TIDAK. akibat ketaatannya itu dari membangun bahtera sampai keluar dari bahtera dan mendirikan mezbah bagi Tuhan. ahli pula untuk memelintir hal-hal esensi di dalam Taurat). dingin dan panas. mereka akan menemukan arti hidup dan keselamatan sejati. Nuh yang kita kenal di dalam Alkitab adalah Nuh yang meresponi anugerah Allah dengan tepat dan taat mutlak kepada-Nya. lalu berdalih dengan seribu macam alasan.

karena Ia lah yang mengaturnya. firman Allah itu menjadi Sumber Hidup kita yang paling hakiki. dll. Di sini. tetapi poin penting atau esensinya bukan terletak pada roti atau sesuatu yang jasmaniah. Di dalam Matius 6:25. bersenang-senang. yang juga tidak melakukan kejahatan. dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu. Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. “Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja. sehingga kita tidak keluar dari jalan-Nya. Aku akan berpegang pada ketetapanketetapan-Mu. Tuhan Yesus tidak mengatakan bahwa manusia itu hidup tidak memerlukan roti sama sekali. akan apa yang hendak kamu makan atau minum. tetapi Ia mengatakan bahwa manusia tidak hanya memerlukan roti saja untuk hidup.” Lalu. Firman Allah menjadi penuntun. “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Firman-Nya itu sangat berarti bagi hidup pemazmur. banyak orang muda yang belajar psikologi (tanpa belajar firman-Nya) berakhir tragis. “Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu. apabila aku mengamat-amati segala perintah-Mu. Perhatikan kalimat terakhir di dalam ayat 25 bahwa hidup itu lebih penting daripada makanan. tetapi kembali kepada dirinya sendiri sebagai pusat hidup. karena hidup sejati pasti berpusat kepada Allah dan firman-Nya sebagai Sumber Hidup.” (dikutip dari Ulangan 8:3) Hidup manusia bukan sekedar makan. Kalau di dalam Mazmur 119:9. Berbahagialah orang-orang yang memegang peringatan-peringatan-Nya. pakaian. minuman. misalnya bunuh diri. Dengan kata lain. maka tidak heran. pemimpin dan pengoreksi hidup kita ketika kita ingin berbuat dosa. janganlah tinggalkan aku sama sekali. Aku akan bersyukur kepada-Mu dengan hati jujur. di dalam pasal yang sama di ayat 1-10. yang mencari Dia dengan segenap hati. tetapi dunia kita mengajarnya secara bertolak belakang. tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Mengapa demikian ? Karena . stress. tetapi hidup manusia itu berasal dari Allah. maka manusia tidak perlu menguatirkan hidupnya. dll. Hal ini sangat berbeda total dengan banyak paradigma hidup yang dianut oleh banyak orang yang mengaku diri “Kristen” apalagi “melayani Tuhan” lalu alergi mendengar kata “Tuhan” disebutkan di luar gereja. Firman Allah menjadi batas dan penghakim bagi kita. manusia tidak pernah menemukannya. Kedua. hidup yang tidak kuatir. manusia seringkali kuatir akan makanan. sebagaimana yang pemazmur katakan di dalam Mazmur 119:105. “Berbahagialah orang-orang yang hidupnya tidak bercela. supaya dipegang dengan sungguh-sungguh. tetapi seringkali di dalam hidup. minum.prinsip-prinsip penting tentang makna hidup. Tuhan Yesus mengajarkan. yaitu ketika psikologi mengajar mereka tentang makna “hidup”. tetapi firman Allah itulah yang esensi dan terpenting yang menjamin hidup kita menjadi bermakna. mengapa ? Karena mereka diajar bukan kembali kepada Allah. Ketika Allah menjadi pusat hidup manusia. janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. Sekiranya hidupku tentu untuk berpegang pada ketetapan-Mu! Maka aku tidak akan mendapat malu. pemazmur mengatakan bahwa orang muda dapat mempertahankan kelakuan yang bersih ketika firman-Nya menjaga hidup mereka. Mari kita menelusuri satu per satu di dalam Injil. hidup itu berpusat kepada firman Allah. Engkau sendiri telah menyampaikan titah-titah-Mu. tetapi yang hidup menurut jalan-jalan yang ditunjukkan-Nya. Hal ini tercantum di dalam Matius 4:4. apabila aku belajar hukum-hukum-Mu yang adil. Kata “hanya” atau “saja” dalam ayat ini berarti kita masih membutuhkan roti atau makanan jasmani untuk menyambung hidup. Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau. atau lebih tepatnya dari setiap firman Allah. akan apa yang hendak kamu pakai. yang hidup menurut Taurat TUHAN. Ketika manusia mencoba menemukan makna hidup di luar firman-Nya. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?” Hidup manusia sudah ada di tangan-Nya. Pertama.

diberkati. lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut. Orang yang hidupnya terus kuatir sebenarnya meragukan kedaulatan dan pemeliharaan Allah di dalam hidupnya. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu. presiden. Ketiga. dll. Tuhan Yesus menggabungkan konsep “bertobat” dengan menjadi seperti anak kecil. sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini. berpendidikan. para murid sedang berebut kekuasaan ingin menjadi yang terbesar dalam Kerajaan Surga. kata “akan ditambahkan kepadamu” itu adalah bonus atau akibat setelah kita mempercayakan diri kepada-Nya dengan mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya (mengutamakan-Nya sebagai Tuhan dan Raja dalam hidup kita). Jangan menggunakan ayat ini lalu mengajarkan bahwa percaya kepada Tuhan Yesus pasti kaya. Jangan sembarangan menafsirkan Alkitab. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Kita tidak perlu kuatir di dalam hidup karena kita percaya bahwa Tuhan itu memelihara hidup anak-anak-Nya dengan berkecukupan. . hidup lancar. Yang masuk ke dalam Kerajaan Surga bukan konglomerat. tetapi kalau kita kekurangan makna hidup. tidak berarti kita tidak memiliki kesusahan apapun. Itulah sebabnya mengapa Tuhan Yesus berkata bahwa kita tidak perlu kuatir.”) Kalau kita tidak perlu kuatir. karena semuanya diberikan Tuhan. tetapi Kristus berkata bahwa kesusahan itu masih tetap ada. lalu kita berkata bahwa kita tidak perlu bekerja. “Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok.” Di sini. Itu bidat/sesat. hidup manusia sejati adalah hidup seperti anak kecil (rendah hati). sehingga Kristus memerintahkan kita untuk pertama-tama mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya. tetapi dipakai oleh Kristus untuk menghina mereka yang katanya sudah berpengalaman. mereka harus menjadi seperti anak kecil yang memiliki kerendahan hati. Tuhan sangat mengerti benar apa yang diperlukan manusia. maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Apa artinya ? Pada waktu itu. Itu anggapan yang konyol. kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. meskipun demikian Tuhan tetap menuntut kita untuk terus bekerja (lihat ayat 34 yang sering dilupakan. Ayat 33. tetapi biarkanlah kesusahan itu cukup untuk sehari jangan ditambahi dengan kekuatiran yang tidak perlu.” Anak-anak Tuhan tidak perlu kuatir. Matius 18:1-6 mengajarkan prinsip ini. sehingga Kristus harus menegur mereka dan mengatakan bahwa seorang yang masuk Surga adalah seorang yang bertobat. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya.kalau kita kekurangan makanan. dll. apa solusi yang Tuhan Yesus berikan agar manusia tidak perlu lagi menguatirkan hidupnya ? Di dalam ayat 31-33. Kedua. “Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Anak kecil meskipun seringkali dihina oleh masyarakat sebagai manusia yang kurang pengalaman. Tetapi tidak berarti dengan menggunakan kalimat ini. tetapi sombong dan tidak rendah hati lagi. kita bisa mencarinya kembali. Lalu. baru setelah itu Ia akan menambahkan berkat-Nya. bisakah kita mencarinya di dalam dunia ini tanpa kembali kepada Allah ?! TIDAK. artinya tidak lagi mementingkan hal-hal duniawi yang merupakan citra manusia lama dan segera memperbaharui hidup dengan mementingkan apa yang Tuhan inginkan. dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Ia mengajarkan. “Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu. bahwa kamu memerlukan semuanya itu. setelah bertobat. karena kalau mereka kuatir. pembesar negara. ia menyambut Aku. karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri." "Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku. Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku. mereka sama halnya dengan bangsa-bangsa (manusia) yang tidak mengenal Allah. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini.

akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal. Ketika kita belajar hidup menjadi seperti anak kecil. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesiasiaan. Orangorang yang suka menyombongkan diri sebagai “penghuni surga” lalu “bersaksi” bahwa dirinya berkali-kali naik turun “surga”. itu semua karena Roh Kudus yang menggerakkan kita untuk berbuat baik dan rendah hati. berhati-hatilah. karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan bermata satu dari pada dicampakkan ke dalam api neraka dengan bermata dua. anak-anak atau ladangnya. maka kita dapat masuk ke dalam Kerajaan Surga. Kekudusan hidup diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Matius 18:8-9 yang berkaitan dengan penyesatan. hidup yang rela membayar harga demi Kristus.pendeta. cungkillah dan buanglah itu. Itulah paradoks. saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan. lebih baik hidup dengan Allah dengan sebelah tangan/kaki. Allah pula lah yang mengaktifkan kehendak manusia untuk berbuat baik bagi kemuliaan-Nya. Ini tidak berarti kita harus menjadi pendeta lalu meninggalkan profesi kita. bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. kembali. Kelima. “Sebab aku yakin. maka kita masuk Surga. Kita bisa rendah hati. anugerah Allah yang mendahului semua respon manusia. “Jika tanganmu atau kakimu menyesatkan engkau. mungkin ia nanti pasti menjadi penghuni neraka. Tuhan Yesus mengajarkan. Tidak berarti karena kita telah berbuat baik. Ayat ini jangan ditafsirkan dengan sembarangan. baru setelah anugerah ini dinyatakan. Ini namanya penafsiran Alkitab terlalu harafiah. maka di saat itulah kita nantinya akan mendapatkan kemuliaan kekal dan hidup sejati (kata “hidup sejati” ditambahkan di dalam Alkitab BIS. Tidak ! Hidup yang 100% bagi Kristus adalah hidup yang men-Tuhan-kan Kristus di dalam hidupnya. karena mereka pasti berpikir bahwa kalau kita kehilangan sesuatu. dll. penggallah dan buanglah itu. Hidup sejati adalah hidup yang rela menyangkal diri sendiri dan hidup 100% bagi Kristus. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Hidup seperti anak kecil (childlike) adalah hidup yang mulia. Keempat. “Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya. Tolong baik-baik mengerti ayat ini. Roma 8:18-21 sungguh menguatkan kita ketika kita di dalam bahaya penderitaan karena nama Kristus. tetapi mereka yang hidup seperti anak kecil (childlike) yang memiliki kerendahan hati (bedakan dengan childish. Tetapi tidak demikian. bukan oleh kehendaknya sendiri. Itu salah. pasti kita tidak bisa hidup. Tuhan kita Yesus Kristus mengajarkan hal yang paradoks yang bertentangan dengan pola pikir kita. Kristus mengatakan bahwa justru ketika berani membayar harga demi nama Kristus. Saya sempat membaca ada seorang pria Katolik di Filipina setelah membaca ayat ini lalu memotong kaki dan tangannya. Di dalam Matius 19:29. karena lebih baik bagimu masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung atau timpang dari pada dengan utuh kedua tangan dan kedua kakimu dicampakkan ke dalam api kekal. yang telah menaklukkannya. hidup manusia sejati adalah hidup kudus. kalau ia tidak bertobat. sifat ini tidak disukai oleh Tuhan). bapa atau ibunya. Bagi Tuhan Yesus. tetapi dalam pengharapan. karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. yaitu sifat kekanak-kanakan. mungkin hidup itu terasa sulit.” Hidup sejati adalah hidup yang kudus.” Inilah pengharapan anak-anak Tuhan di mana mereka akan menerima mahkota kemuliaan setelah mereka menderita aniaya. percuma saja “masuk ke dalam hidup” (TB-LAI) atau “hidup dengan Allah” (BIS) dengan kedua tangan/kaki yang utuh tetapi salah satu berbuat dosa. . tetapi oleh kehendak Dia.” Orang-orang dunia pasti kesulitan membaca ayat ini. Dan jika matamu menyesatkan engkau. Jadi.

kita . 14:6). “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. sok religius. Di dalam iman itulah kita bisa menemukan hidup. ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. hidup sejati adalah hidup yang beriman. Mengapa demikian ? Karena hidup sejati adalah hidup yang terlebih dahulu beriman di dalam-Nya dengan menyerahkan seluruh keberadaan hidup kita kepada-Nya dan menjadikan-Nya sebagai Tuhan dan Raja di dalam hidup kita. karena di dalam Dialah ada hidup sejati (Yohanes 1:4 . Ketika kita percaya kepada sesuatu.” Apakah dengan ayat ini. Yohanes 11:25. Alkitab BIS mengartikan dengan lebih jelas. tidak akan mati selama-lamanya. kedua ayat ini. ketika kita membenci (tidak mencintai) nyawa kita (atau dapat diterjemahkan menyangkal diri kita—bandingkan Matius 16:24). barangsiapa percaya kepada-Ku. “supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. tetapi malahan kita semakin kehilangan nyawa atau makna hidup sejati kita. melainkan mendapat hidup sejati dan kekal. supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa. tetapi kita harus setia untuk tetap men-Tuhan-kan Kristus. orang itu akan hidup!” (BIS) Orang dunia seringkali membalik konsep ini dan mengatakan bahwa orang hidup itu harus beriman. Tetapi ayat ini juga bisa mengajarkan tentang makna hidup yang sejati hanya ada ketika kita beriman di dalam Kristus yang berinkarnasi menebus dan menyelamatkan manusia yang berdosa.”. “Barangsiapa mencintai nyawanya. Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini. Keenam. maka yang didapat bukan kehilangan nyawa tetapi kita akan menerima dan menemukan makna hidup sejati dan kekal. Dunia kita tidak akan mengerti konsep ini sampai suatu saat Roh Kudus mencerahkan pikirannya. Sebaliknya. ia akan kehilangan nyawanya.” dan Yohanes 12:25.” (Alkitab BIS mengartikannya.” Di dalam Yohanes 12:25. tetapi Alkitab dengan konsepnya yang pasti dapat dipercaya mengatakan bahwa justru ketika beriman di dalam Kristus. “Orang yang mencintai hidupnya akan kehilangan hidupnya.26. tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini. Hal ini diajarkan oleh Tuhan Yesus di dalam Yohanes 10:27-28. ia akan hidup walaupun ia sudah mati. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini. hidup sejati adalah hidup yang berpengharapan dan menuju kepada kekekalan. “supaya semua orang yang percaya kepada-Nya mendapat hidup sejati dan kekal. hebat. Itu tidak salah. maka kita juga rela menyerahkan apapun yang ada pada diri kita untuk dikuasai oleh-Nya. supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa. sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal. “Akulah kebangkitan dan hidup.kita akan diejek sok suci. maka justru yang terjadi bukan kita semakin hidup. Di dalam Yohanes 3:15-16. Tetapi orang yang membenci hidupnya di dunia ini. Ini namanya paradoks. dll. dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku. apakah kita tidak boleh mencintai diri kita ? TIDAK. karena kita percaya bahwa Allah itu adalah Allah yang Mutlak dan pasti dapat dipercayai. sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal. Kata “mencintai nyawanya” itu dari bahasa aslinya dapat diartikan mengasihani diri atau menganggap diri berguna.”) Sungguh menarik. Puji Tuhan. kita harus bersama-sama membunuh tubuh jasmani kita supaya kita bisa hidup kekal ? Lalu. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. “Orang benar akan hidup oleh iman. akan memeliharanya untuk hidup sejati dan kekal. melainkan beroleh hidup yang kekal. manusia pilihan-Nya bisa hidup. Seringkali kita mengaitkan kedua ayat ini hanya untuk mengungkapkan kasih Allah yang begitu besar kepada kita. Tuhan Yesus bersabda. Demikian juga kita percaya di dalam-Nya. Sebagaimana Roma 1:17b mengatakan.” (TB-LAI) atau “Orang yang percaya kepada Allah sehingga hubungannya dengan Allah menjadi baik kembali. di situ kita berani menyerahkan apapun kepada yang kita percayai. dll. sehingga ketika kita berlaku demikian. Terakhir.

” Di satu sisi. “Percuma teori saja. perkataan ini memang menegur kita yang terlalu rasional dalam bertheologia. tetapi menurut saya. tetapi herannya hal ini tidak begitu dirasa oleh banyak orang yang mengaku diri “Kristen”. Pertama-tama. Tidak heran. Lalu. Inilah indahnya menjadi orang Kristen dapat mengerti paradoks. Inilah kecenderungan banyak orang Kristen yang mengaku diri memiliki “spiritualitas”. kita akan melihat kondisi penafsiran Alkitab yang sekarang beredar di . tetapi di sisi lain. Kemudian. Hidup sejati adalah hidup yang terus menuju kepada pengharapan akan kekekalan. Mungkin sekali seolah-olah bab 2 ini tidak ada sangkut pautnya dengan Bab 1. banyak orang yang mengaku diri “Kristen” berkata. bergantung kepada pimpinan Roh Kudus dan murni untuk memuliakan-Nya selama-lamanya. Prinsip hermeneutika menjadi masalah yang cukup pelik. di abad postmodern yang sarat dengan relativisme ini. Akibatnya. kita tidak perlu dipusingkan dengan hal-hal yang tidak penting. yaitu MALAS BELAJAR THEOLOGIA/TEORI. kita akan melihat alasan perlunya penafsiran Alkitab. Bab 2 Bagaimana Menafsirkan Alkitab Dengan Bertanggungjawab ? D unia postmodern adalah dunia yang sarat dengan semangat relativisme yang “memutlakkan” kerelatifan. tetapi sayangnya banyak ayat Alkitab yang dikutip di luar konteks yang ada (tidak memenuhi hakikat penafsiran Alkitab yang beres).adalah salah satu dari antara mereka yang boleh mendapatkan anugerah Tuhan. melainkan lebih mementingkan hal-hal yang praktis. Bab 2 ini harus ada. Tidak heran. Bahkan. atau bebas sebebas-bebasnya. lalu muncul berbagai penafsiran yang tidak sesuai dengan hakekat penafsiran yang sejati. misalnya penafsiran (hermeneutika) pun dipakai untuk melampiaskan kesewenang-wenangan manusia abad postmodern ini. yang penting prakteknya. dll. presuposisi apa yang harus ada sebelum menafsirkan Alkitab. salah satu bidang. Soli Deo Gloria. kalau spiritualitas sejati berkait dengan kerohanian yang dari Allah sejati. mengapa ? Karena mereka sebenarnya tidak begitu peduli dengan hal-hal teori. tetapi juga masuk dan merambah ke dalam dunia keKristenan. karena manusia ingin menginterpretasikan segala sesuatu menurut keinginan berdosanya. tetapi sebenarnya spiritisme (kedua hal ini dibedakan oleh Pdt. saya akan memberikan sedikit teori mengenai bagaimana menafsirkan Alkitab dengan bertanggungjawab. Beranikah kita seperti Paulus menganggap sampah semua kemegahan dan kehebatan dunia yang berdosa ini lalu kembali hidup yang berfokus kepada pengharapan akan kekekalan ? Renungkanlah. sedangkan spiritisme adalah “kerohanian” yang berasal dari setan). di dalam hidup ini. sudahkah kita berani menentukan fokus hidup sejati yaitu kepada dan di dalam Kristus itu sendiri ? Biarlah kita mulai mengambil keputusan untuk segera men-Tuhan-kan Kristus di dalam hidup kita dan menentukan tujuan hidup kita berpijak dari firman Allah. sama seperti yang diungkapkan Paulus bahwa pengenalannya akan Kristus membuat dia rela menganggap sampah pada semua yang ia anggap kebanggaan pada masa dulunya. Pada Bab 2 ini. Setelah kita merenungkan ketujuh poin makna hidup menurut ajaran Tuhan Yesus. sehingga apapun yang manusia lakukan itu cenderung tidak diikat oleh apapun. Sutjipto Subeno. mengingat buku The Purpose Driven Life adalah seperti sebuah renungan 40 hari yang tentu mengutip banyak ayat Alkitab. perkataan ini memiliki satu motivasi yang terselubung. kedudukan yang dihormati. misalnya kekayaan duniawi. itu semua sampah. Amin. Ini ternyata tidak hanya terjadi di dunia saja.

karena naskah asli kita sudah tidak ada dan yang ada pada kita sekarang hanyalah naskah-naskah terjemahan Alkitab. dan terakhir kita akan mencoba mempelajari bagaimana kaidah-kaidah penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab. KeKristenan khususnya theologia Reformed mempercayai ketidakbersalahan Alkitab baik dari segi sejarah maupun pesan (inerrancy and infallibility of the Bible) di dalam naskah asli/autographanya. padahal itu tidak sesuai dengan Alkitab. maka Alkitab pun mau tidak mau tidak lepas dari penafsiran ketika kita membacanya. “Jangan menyembah ilah-ilah lain. kedua. seperti yang saya kemukakan di dalam pelajaran Discourse Analysis tadi khususnya contoh Ani dan Budi di atas. mengapa ? Itu adalah kedaulatan Allah yang mengizinkan segala sesuatu terjadi.” (Keluaran 20:3 . kita menafsirkan sesuatu dan bisa terjadi miscommunication. dll. Sembahlah Aku saja. Bahasa Indonesia Sehari-hari) Kembali. Alkitab adalah Firman Allah yang diwahyukan langsung dari Allah melalui sarana para nabi dan rasul-Nya. baik dalam bentuk perkataan. bacaan. Memberhalakan sesuatu atau menganggap sesuatu yang “suci” sekalipun sebagai “ilah” itu melanggar Titah Pertama di dalam Dasa Titah (10 Perintah Allah) yang mengatakan. Lalu. kita sering mengalami miscommunication. Maksud Ani inilah yang disebut Illocutionary Force. lalu tempat Tuhan Yesus dilahirkan di Betleham dikeramatkan dan dibangun gereja. Di dalam percakapan sekalipun. juga ada istilah Illocutionary Force yang berarti maksud orang yang berbicara agar orang lain dapat mengerti dan meresponi apa yang dikatakan oleh si pembicara dengan tepat. Tetapi kalau mau ditafsirkan. Di dalam pelajaran tersebut. di dalam bagian ini adalah mengapa Alkitab perlu ditafsirkan ? Kalau kita mau bersikap jujur terhadap diri sendiri.1 Mengapa Perlu Ada Penafsiran Alkitab ? Pertanyaan paling utama. yaitu supaya Budi membelikan dia makanan atau menyiapkan makanan bagi Ani. kain kafan Tuhan Yesus dikeramatkan.” Ini dikategorikan sebagai Illocutionary Act yang berarti bahwa perkataan Ani tidak sedang memberikan informasi kepada Budi bahwa Ani lapar. dll. Locutionary Act. naskah asli Alkitab sudah tidak ada. Mengapa harus naskah aslinya tidak bersalah ? Karena naskah asli itu yang asli langsung diwahyukan Allah melalui para nabi dan rasul-Nya. saya mempelajari pelajaran Discourse Analysis. Budi) dapat mengerti yang diucapkan oleh yang berbicara. apakah berarti terjemahan-terjemahan yang kita pakai sekarang mengandung kesalahan dan tidak dapat dipercaya seperti naskah aslinya ? Kita percaya bahwa naskah asli Alkitab sudah tidak ada. yaitu bertanya langsung kepada yang berbicara (dalam hal ini. Misalnya. Kemudian. “Saya lapar. Lalu. diakibatkan kekurangmengertian kita di dalam menanggapi perkataan orang lain. perkataan seseorang. Lalu. Demikian pula. Ani berkata kepada Budi.kalangan keKristenan. pertama. bagaimana supaya tidak terjadi miscommunication ? Hanya satu. tetapi ada maksud Ani dalam mengatakan hal tersebut. maka kita perlu mengerti satu . Illocutionary Act dan ketiga Perlocutionary Act. sebuah analisa wacana. mungkin ada kedaulatan Allah sengaja membiarkannya dengan maksud agar orang Kristen tidak memberhalakan naskah asli tersebut. baik itu buku. di mana Budi bisa saja salah menafsirkan perkataan Ani lalu hanya mengangguk-angguk saja tanpa meresponi perkataan Ani dengan tepat. karena manusia cenderung mengeramatkan hal-hal yang dianggap “suci” (misalnya. maka setiap hari kita mau tidak mau menafsirkan sesuatu. apakah tafsiran kita terhadap Alkitab itu bisa salah ? Tentu bisa. dll). Di dalam jurusan Sastra Inggris. Kalau di dalam kehidupan sehari-hari. Kekurangmengertian kita itu pasti akibat dari tafsiran kita akan perkataan orang lain. Ani) agar pendengar (dalam hal ini. kita perlu memahami kaidah-kaidah tafsiran Alkitab. saya belajar tentang Speech Act yang dibagi menjadi tiga hal. supaya tidak terjadi misinterpretation terhadap Alkitab. 2.

Ibrani 1:9 . p 57). Begitu pula halnya dengan kata “minyak” di dalam Yakobus 5:14.”. sedangkan di dalam bahasa Indonesia. …” (Hoekema. Kalau kita tidak menyelidiki Alkitab sampai ke bahasa aslinya. maka beberapa kelompok sekte sesat di dalam “keKristenan”. tetapi kata kiss di sini dari bahasa Yunani philema yang akar katanya dari phileō yang merupakan ̄ kasih persaudaraan. Th. Storge dan Eros. kata “kebenaran” diartikan aletheia (=Truth) dan dikaiosunē (=Righteousness). Pertama. yaitu Agape. dll) adalah terlalu akademis. 2004. “Bersalamsalamlah kamu dengan cium kudus. 10:34) dan 1 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai tulus (Markus 5:33). demikian pula kata “kasih” yang dalam bahasa Yunani memiliki 4 kata yang berbeda. Kata “kebenaran” di dalam bahasa Indonesia bisa memiliki begitu banyak arti di dalam bahasa Yunani. itu salah. Jadi. jangan dipaksakan ke dalam budaya lain. ketika Paulus berkata kepada Timotius di dalam 1 Timotius 5:23. telah memakai kata sorga sebagai ganti nama Allah . maka pasti ada suatu gap bahasa. Markus 12:14 . supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. 2 Petrus 1:1 dan Wahyu 19:11) dan 1 ayat diterjemahkan sebagai kebaikan/yang baik (Titus 3:5).D. Mengapa Paulus memerintahkan jemaat Roma untuk saling berciuman kudus ? Apakah ini budaya free-sex ala Alkitab ? TIDAK ! Kata holy kiss diterjemahkan secara harafiah sebagai cium kudus. 2 Timotius 2:22 . lalu mengoleskan sembarangan minyak. adanya gap budaya. Filipi 1:18). di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman mengungkapkan. Efesus 5:9 . baiklah ia memanggil para penatua jemaat. yang penting minyak menurut Alkitab. kata “Kerajaan Allah” di dalam Injil Matius hanya digunakan sebanyak 6x. Misalnya. kita tidak akan mengerti keseluruhan berita utama di dalam Injil Matius yang menekankan Kristus adalah Raja dan IA merekrut . kata dikaiosunē (dalam Perjanjian Baru) mayoritas diterjemahan kebenaran. berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah. anggur dianggap sebagai obat. “Alasannya. Kalau kita tidak mengerti perbedaan kedua kata ini. Kata “minyak” di sini dalam bahasa Yunaninya elaion berarti olive oil atau minyak zaitun dan minyak ini adalah sebagai obat. cium kudus ini berarti cium sebagai tanda persaudaraan. di antaranya : 4 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai jujur (Matius 22:16 . Kemudian. Ketika di dalam Roma 16:16.26 . orang-orang Yahudi yang berusaha untuk menghindari nama Allah. Kedua. kebudayaan. Roma 2:2 . hanya 8 ayat Alkitab di dalam PB yang tidak diterjemahkan sebagai kebenaran. Roma 3:25. Philia. “Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit. melainkan tambahkanlah anggur sedikit. Mandarin. Sedangkan kata aletheia terdapat di dalam 97 ayat Alkitab Perjanjian Baru. Anthony A. dll. 3 ayat di dalam PB diterjemahkan sebagai sungguh/sesungguhnya (Lukas 22:59 . apakah itu berarti bahwa anggur diperintahkan Paulus untuk diminum terus-menerus oleh Timotius dan kita juga? TIDAK ! Pada waktu itu. Itu adalah budaya setempat. mengapa ? Prof.”.” yang jangan sembarangan ditafsirkan bahwa itu adalah minyak urapan seperti yang digembar-gemborkan oleh Pariadji/Tiberias. di dalam bahasa Yunani. sedangkan kata “Kerajaan Surga” dipakai sebanyak 34x di dalam Injil Matius (menurut Alkitab terjemahan baru Lembaga Alkitab Indonesia/LAI). yaitu children of “God” menafsirkan ayat ini lalu diterapkan ke dalam anggota jemaat gereja. termasuk Indonesia.prinsip yaitu ketika Alkitab diterjemahkan dari bahasa Ibrani (PL) dan Yunani (PB) ke dalam bahasa-bahasa lokal. 1 Timotius 6:11 . bukan berdasarkan kasih birahi atau eros. Inggris. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus. “Janganlah lagi minum air saja. Kisah 4:27 . Lalu. Banyak orang Kristen mengira bahwa studi Alkitab sampai ke bahasa asli atau menggunakan terjemahan bahasa lain (misalnya. Paulus berkata. Anggapan ini adalah anggapan yang sama sekali tidak bertanggungjawab. kita akan kehilangan begitu banyak berkat Firman Tuhan yang dilimpahkan-Nya kepada kita. 9 ayat diterjemahkan sebagai keadilan (Kisah Para Rasul 17:31 . adanya gap bahasa. Hoekema.

Oleh karena itu. akan dihukum mati. maka kita akan kehilangan makna aslinya yang akhirnya itu juga tidak membawa berkat bagi kita sebagai pembaca di masa sekarang. Misalnya. Paulus menyerukan kepada jemaat di Roma bahwa barangsiapa yang berseru kepada Tuhan. karena banyak perempuan bekerja sebagai pelacur. Kecenderungan banyak hamba Tuhan yang dipengaruhi oleh Arminianisme/mayoritas theologia Injili adalah mengabaikan latar belakang yang ada dan langsung menyampaikan relevansi Alkitab terhadap kehidupan masa sekarang. latar belakang setiap kitab.2 Prinsip-prinsip Dasar (Umum) Dalam Penafsiran Alkitab Penafsiran Alkitab atau lebih dikenal dengan hermeneutika Alkitab bukanlah salah satu bidang di dalam theologia sistematika yang diajarkan di sekolah theologia yang berdiri sendiri. Perempuan tidak boleh berbicara di dalam surat Korintus ini dikarenakan di dalam kota Korintus. barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan. Oleh karena itu. Misalnya. Alkitab perlu ditafsirkan karena adanya gap latar belakang antara penulis kitab di dalam Alkitab dengan kita sebagai pembaca di masa sekarang. mungkin sekali dia sudah memiliki presuposisi yang mengakibatkan dia berhati-hati dalam . tetapi hermeneutika ini pasti berkaitan dengan semua theologia sistematika lainnya.kita sebagai umat pilihan-Nya untuk menjadi anggota warga Kerajaan Surga yang melayaniNya. Ini akibat dari mengabaikan latar belakang di dalam kitab Roma. 2. misalnya. seperti yang dikatakan juga oleh hukum Taurat. Dipengaruhi oleh presuposisi dan iman Presuposisi atau praanggapan adalah suatu pola pikir manusia sebelum dia memiliki anggapan tertentu. akan diselamatkan. marilah kita menyelidiki prinsip-prinsip dasar apa saja yang perlu diperhatikan di dalam menafsirkan Alkitab. misalnya Doktrin Allah. Nah. akan diselamatkan. lalu Injil yang diberitakan adalah “injil” murahan. “Sama seperti dalam semua Jemaat orangorang kudus. Doktrin Kristus. Mereka harus menundukkan diri. Oleh karena itu. Oleh karena itu. akan berakibat fatal. 1. Seringkali banyak orang Kristen menganggap kitabkitab di dalam Alkitab ditulis untuk kita di masa sekarang. dll dan tentu dipengaruhi juga oleh berbagai hal dalam diri manusia sebagai si penafsir Alkitab. tentu dengan resiko mati. Inilah akibat tidak mempelajari gap budaya di dalam Alkitab. Sebab mereka tidak diperbolehkan untuk berbicara. Doktrin Alkitab. Kalau kita tidak memahami dengan jelas. di dalam 1 Korintus 14:34. Kitab Roma ditulis oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Roma yang sedang mengalami penganiayaan oleh Romawi yang pada waktu itu melarang orang Kristen menyembah Allah selain Kaisar Romawi. ketika Paulus di dalam Roma 10:13. yang miskin setelah percaya kepada “Kristus” pasti kaya. Kembali. Contoh lain. Ketiga. dll.” Banyak hamba Tuhan Injili memakai ayat ini ketika memberitakan Injil dan menyuruh orang yang diinjili untuk berseru kepada nama Tuhan saja. Semua kitab di dalam Alkitab ketika ditulis pasti memiliki latar belakang tertentu. sebelum dia menyatakan bahwa X adalah seorang pencuri.” Seorang teman “Kristen” saya menafsirkan ayat ini dan tanpa pikir panjang langsung berkomentar bahwa Paulus itu melakukan diskriminasi. “Sebab. lalu mereka mengabaikan konteks dan latar belakang yang ada. kalau ayat ini dilepaskan dari konteksnya. Ini kesalahan di dalam penafsiran Alkitab. perempuan diidentikkan dengan pelacur. seperti yang banyak diberitakan di dalam banyak gereja kontemporer yang pop di mana banyak “injil” palsu yang diberitakan. jika melanggar. adanya gap latar belakang. perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan-pertemuan Jemaat. Paulus melarang perempuan berbicara. nanti orang tersebut akan diselamatkan.

Cornelius Van Til di dalam bukunya The Defense of the Faith mengatakan bahwa banyak theolog Injili mempercayai Alkitab itu firman Allah. Pertama. karena presuposisi ini nantinya pasti mengakibatkan si penafsir Alkitab dapat menafsir Alkitab dengan baik atau malahan buruk dan menyesatkan. tetapi dari bukti-bukti ilmiah dan rasio manusia. maka seluruh penafsiran Alkitab yang dihasilkannya pun tidak beres. karena Alkitab itu bukan buku akademis. Sebaliknya. seorang yang mempercayai ketidakbersalahan Alkitab dalam naskah asli/autographanya (ini prinsip yang benar. banyak gereja kontemporer yang pop saat ini dipengaruhi oleh theologia Neo-Orthodoks yang muncul setelah Perang Dunia I. kutipan ribuan ayat Alkitab tidak menjamin seorang pengkhotbah atau hamba Tuhan benar-benar mengerti presuposisi dasar Alkitab sesungguhnya. Misalnya. mengapa iman menjadi kriteria pertama dalam mempengaruhi penafsiran Alkitab ? Karena iman itu adalah anugerah Allah kepada umat pilihan-Nya. sehingga marilah masingmasing orang dengan pengalaman pribadinya menafsirkan Alkitab. iman itu sendiri kadang kala disalahmengerti sebagai tindakan manusia. dll adalah karangan manusia belaka. hal-hal supranatural yang diberitakan oleh Alkitab. pengaruh presuposisi ini tidak bisa dilepaskan. theologia Reformed). tidak heran ketika Mazmur 1:3 bisa ditafsirkan seenaknya lalu mengajarkan bahwa orang yang percaya . Tidaklah heran. Meskipun pernyataan ini tidak berani diungkapkan oleh mereka. unsur iman termasuk di dalamnya. ketika di dalam Alkitab diceritakan bahwa Musa membelah Laut Teberau. tetapi sayangnya mereka tidak benar-benar mempercayainya.memperhatikan si X. lalu menganggap bahwa Alkitab itu tidak perlu ditafsirkan dengan metode yang sulit-sulit. Penafsiran Alkitab tentu tidak bisa dilepaskan dari kepercayaan akan doktrin Alkitab si penafsir Alkitab. tetapi berisi firman Allah (pandangan theologia Neo-Orthodoks dari Karl Barth dan Emil Brunner) yang mengajarkan bahwa Alkitab hanya salah satu kunci manusia memahami firman Allah. Tetapi masalahnya. doktrin Alkitab. dan lautnya kering. Perhatikan. Pandangan ini akan mengakibatkan si penafsir Alkitab menganggap Alkitab itu hanya salah satu firman Allah dan yang penting baginya adalah pengalaman pribadi mendengar suara Allah. Begitu pula. Seorang apologet Reformed ternama. yang penting adalah pengalaman pribadi dalam mendengar suara Allah. Dr. ketika si penafsir Alkitab memiliki kepercayaan bahwa Alkitab itu bukan firman Allah. Konsep iman yang dari titik awal sudah tidak beres. timbul suatu keraguan akan ketidakbersalahan Alkitab. maka para penafsir Alkitab yang liberal akan mengartikannya dengan menggunakan rumus-rumus fisika yang pada akhirnya menolak terjadinya hal supranatural tersebut. tetapi secara implisit mereka mengakui dengan bulat di samping mengakui ketidakbersalahan Alkitab secara akademis dan perkataan. Lain pula halnya. maka si penafsir Alkitab akan memandang Alkitab sebagai satukesatuan yang menyeluruh. di dalam menafsirkan Alkitab. maka sudah tentu si penafsir Alkitab ini akan menganggap semua data di Alkitab khususnya berkaitan dengan kelahiran Anak Dara Maria. lalu mulai membuktikan keberadaan Allah bukan dari Alkitab. Kembali. Misalnya. Di dalam istilah atau konsep presuposisi ini. Lalu. jika di dalam diri si penafsir Alkitab. mungkin sekali si pengkhotbah ini kurang persiapan di dalam berkhotbah lalu mengutip banyak ayat Alkitab di luar konteks aslinya. sehingga dari konsep iman yang salah pasti mengakibatkan konsep penafsiran Alkitab yang salah (metode eisegese yang berarti mencocok-cocokkan ide manusia dengan dukungan ayat Alkitab). lalu mempercayai bahwa Alkitab itu sepenuhnya karya manusia dan tidak diinspirasikan Allah (pandangan “theologia” liberal). Jadi. Iman sejati pasti menentukan penafsiran Alkitab yang beres. presuposisi seseorang menentukan tindakan selanjutnya dari orang tersebut. meskipun mengutip ribuan ayat Alkitab. Mari kita selidiki dengan teliti kaitan antara doktrin Kristen di dalam theologia sistematika dengan konsep penafsiran Alkitab. sehingga bagian Alkitab yang tidak seberapa jelas di dalam kitab tertentu akan dijelaskan di dalam bagian kitab lainnya sehingga membentuk totalitas Alkitab yang dapat dipercaya keotentikannya.

dan hal itu memilukan hati-Nya. Setelah penafsiran Alkitab berkaitan dengan doktrin Alkitab. Kalau kita memperhatikan tafsiran ini. Sedangkan para penganut theologia Arminian yang sama sekali menolak kedaulatan Allah dan lebih menekankan kehendak bebas manusia. maka dapat disimpulkan bahwa buku ini bukan buku yang berdasarkan sentralitas Alkitab dan kedaulatan Allah. lalu menafsirkan bahwa Allah itu dapat mengubah rencana-Nya ketika manusia gagal mematuhiNya. “maka menyesallah TUHAN. Ini ditegaskan di dalam jawaban pertanyaan nomer satu dalam Katekismus Singkat Westminster (salah satu pengakuan iman Reformed) yang berkata. Di sini. Kedua.” Kata “kekal” tidak dapat diartikan lain. Allah yang tidak berubah. Masalah yang selanjutnya terjadi. Iman Reformed sangat menentukan sekali terhadap metode penafsiran Alkitab yang lebih mendekati Alkitab (metode eksegese). maka hermeneutika pun berkaitan juga dengan doktrin Allah. dll. dari kekal Engkau ada. 1) Meskipun Rick Warren di dalam bukunya The Purpose Driven Life mengungkapkan hal yang sama dengan konsep Reformed ini. konsep theologia Arminian yang human-centered sudah kelihatan dari cara penafsiran Alkitabnya yang mencari-cari ayat-ayat Alkitab sekehendak hatinya cenderung kurang memperhatikan konteksnya untuk mendukung bahwa manusia memiliki . Allah yang berada di dalam diri-Nya sendiri. ketika Mazmur 93:2 berkata. bukan Tuhan. doktrin Allah. Lalu. Kedaulatan Allah yang dipercaya oleh Reformed akan sangat menentukan dan memimpin arah penafsiran Alkitab yang para theolog Reformed dan penganut theologia Reformed kerjakan. Para penganut theologia Reformed yang menekankan kedaulatan Allah akan melihat seluruh bagian Alkitab sebagai bagian yang Kristo-sentris (berpusat kepada Kristus). maka sesungguhnya perkataan ini dimengerti dalam cara pandang manusia. Kalau Allah itu adalah Allah yang kekal. “takhta-Mu tegak sejak dahulu kala. Sebaliknya.” (Meade : 2004. dll). meskipun Warren menyangkali pernyataan ini. maka para penganut theologia Reformed yang menekankan kedaulatan Allah akan menafsirkan dan mengajarkan bahwa Allah itu adalah Allah yang Berdaulat sehingga Ia tak mungkin menyesal (lalu “mengubah” rencana yang sudah ditetapkan-Nya). Allah yang tidak bergantung pada apa dan siapapun. Allah bersabda. presuposisi mereka dengan mudah dapat dijatuhkan. doktrin Allah ini akan membuat jalur perbedaan yang sangat tajam antara para penganut theologia Reformed yang menekankan supremasi Allah dan penundukan manusia dengan para penganut theologia Arminian yang sama-sama mengagungkan supremasi Allah dan manusia (meskipun tidak secara eksplisit mereka ungkapkan). “maka menyesallah TUHAN”.kepada Tuhan pasti berhasil. Misalnya. kegagalan sangat fatal dari para penganut theologia Arminian (kebanyakan Injili) dalam bertheologia secara mendasar dengan tidak membedakan secara kualitas antara Allah sebagai Pencipta yang tidak terbatas (kekal) dan manusia sebagai ciptaan yang terbatas. ketika membaca Kejadian 6:6 di atas. sehingga manusia harus taat mutlak kepada-Nya. apakah Ia dapat mengubah rencana-Nya yang telah Ia tetapkan sebelum dunia dijadikan ? Kalau Allah yang kekal dapat mengubah rencana-Nya. tetapi jika kita terus meneliti satu per satu. ketika Kejadian 6:6.”. lalu apa bedanya Allah yang adalah Pencipta dengan manusia sebagai ciptaan-Nya ? Ini suatu ketidakmungkinan dan kesalahan paradigma di dalam bertheologia dan memahami Alkitab. maka konsep ini akan sinkron dengan keseluruhan bagian Alkitab lainnya (misalnya. Ini adalah akibat dari kepercayaan Neo-Orthodoks yang dimodernkan oleh banyak gereja kontemporer yang pop yang tidak memperhatikan kaidah penafsiran Alkitab. “Tujuan utama manusia adalah memuliakan Allah dan menikmati-Nya selama-lamanya. tetapi lebih ke arah human-centered. maka ketika ayat ini berkata. p. Theologia Reformed yang dipengaruhi oleh John Calvin menekankan akan kedaulatan Allah (the Sovereignty of God). Mazmur 93:2. kecuali selama-lamanya dan tidak berubah. bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi.

tetapi rupa-rupanya humanisme terus berjaya. Dan hal ini jelas dibuktikan Alkitab secara eksplisit yaitu di dalam Yohanes 1:1 dan Roma 1:3-4. Misalnya. meskipun Allah memberikan anugerah kepada manusia. Dengan kata lain. di dalam 1 Korintus 12:3. seorang penganut theologia Reformed yang memegang kepercayaan bahwa anak-anak Tuhan sejati tidak mungkin kehilangan keselamatannya akan mengerti keseluruhan Alkitab lebih teliti dan bertanggungjawab. sehingga meskipun jelas-jelas Alkitab mengajarkan tentang anugerah Allah. Roma 8:33-35 adalah bagian-bagian Alkitab yang mengajarkan secara ketat akan kepastian jaminan Kristen tentang keselamatan (tanpa mengabaikan konteks aslinya). banyak theolog Injili dengan aliran theologia Arminian yang dianutnya memahami Alkitab bukan dari presuposisi kedaulatan Allah. baik dengan konsep yang benar maupun salah. Pneumatologi. Kristologi juga dapat mempengaruhi penafsiran Alkitab. Hal ini akan dibahas pada poin 2. Misalnya. misalnya theologia Orthodoks (Syria) yang menekankan kemanusiaan Yesus dan menolak keilahian-Nya. Doktrin keselamatan dapat mempengaruhi posisi penafsiran Alkitab seseorang. manusia tersebut tidak dapat diselamatkan. mereka pasti menafsirkannya dengan tetap menekankan kehendak bebas manusia. maka mereka akan mengutip Yohanes 1:1 secara sebagian yaitu dengan menghilangkan pernyataan. dan sampailah kepada paham Arminianisme. “Karena itu aku mau meyakinkan kamu. Ketiga. Misalnya. Tetapi para penganut theologia non-Reformasi. bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah. yaitu 100% Allah dan 100% manusia akan menafsirkan Alkitab dengan kedua pandangan ini. doktrin Kristus (Kristologi). Inilah gaya penafsiran Alkitab yang keliru. “Firman itu adalah Allah. Seorang penganut Orthodoks Syria ini akan kebingungan dalam menafsirkan Roma 1:4 yang menyebutkan Tuhan Yesus itu juga bernatur Ilahi selain bernatur manusia. lalu kemudian menjadi “pendeta” yang sekarang ingin membawa keKristenan kembali kepada agama dahulunya agar menurutnya. kebenaran dan penghakiman. tetapi kehendak bebas manusia. Hal ini sinkron dengan keseluruhan berita Alkitab. Theologia Reformasi dan Reformed yang percaya 100% bahwa Roh Kudus adalah Pribadi Ketiga Allah Trinitas yang berperan melahirbarukan umat pilihan-Nya untuk percaya di dalam Kristus dan menyempurnakan mereka serupa seperti Kristus kelak akan menafsirkan Yohanes 15:26 dengan mengatakan bahwa Roh Kudus datang untuk memuliakan Kristus dan juga Yohanes 16:8 bahwa Roh Kudus datang untuk menginsyafkan dunia akan dosa. 10:27-29 . dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada . manusia tetap harus meresponinya. Misalnya. Sedangkan para penganut theologia Arminian dan Katolik Roma yang mempercayai perbuatan baik lebih penting daripada iman akan mengutip ayat-ayat Alkitab menurut kehendak mereka untuk mendukung ajaran mereka. seorang penganut theologia Reformasi dan Reformed yang menganut paham dwi-natur sifat Kristus.” Hal ini dikhotbahkan seorang pemimpin gereja yang dulunya beragama mayoritas di Indonesia. Pandangan theologia Arminian ini diadaptasi dari konsep pemikiran Semi-Pelagianisme yang merupakan “jalan tengah” dari ajaran Pelagius (yang mengajarkan bahwa manusia dilahirkan tanpa dosa) dan Augustinus (manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa). Yohanes 3:16 . Kelima¸ doktrin Roh Kudus (Pneumatologi). mereka akan berkontradiksi dan melawan diri sendiri jika menjumpai ayat-ayat Alkitab yang tidak cocok dengan formulasi doktrin mereka. Keempat. keKristenan boleh diterima oleh agama dahulunya. Bapa Gereja Augustinus telah lama berperang melawan Pelagianisme dan Semi-Pelagianisme. contoh. sama-sama mempengaruhi cara menafsirkan Alkitab. karena kalau tidak.3 tentang problematika penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan. doktrin keselamatan (Soteriologi).“supremasi” untuk menolak atau menerima anugerah Allah.

Lalu. Kisah Para Rasul 2:1-16. Bapa kita. Meskipun istilah “baptisan anak” tetapi secara implisit istilah ini nampak jelas dari keseluruhan Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Yang paling aneh lagi. dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas. maupun Petrus. Juga ke atas hamba-hambamu lakilaki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. sesuai dengan rencana Allah. Sungguh aneh dan ajaran ini sama sekali tidak dapat dipertanggungjawabkan secara Alkitab. mereka mengklaim kepada Roh Kudus jika mereka tidak dapat berkarunia lidah. terunaterunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.” Jadi. Kemudian. “Pada jam itu juga kepala penjara itu membawa mereka dan membasuh bilur mereka. baik Paulus. maka Alkitab akan mengecualikannya. dan yang dikuduskan oleh Roh. sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan. dll.” Konteks ayat ini jelas. Ini adalah tafsiran yang dicocok-cocokkan. seperti yang telah difirmankan TUHAN. supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Misalnya.”. “Kemudian dari pada itu akan terjadi. orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi. dipengaruhi oleh Arminian yang human-centered. gereja-gereja Reformed yang mengakui adanya baptisan anak (infant baptism) akan memandang seluruh Alkitab secara totalitas yang mengajarkan secara berkesinambungan akan perjanjian (covenant) Allah. maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat. Kisah Para Rasul 16:33 mengatakan. Ambil contoh. Puji Tuhan. yang disusul dengan pembaptisan kepala penjara ini. maka ia bertanya kepada Paulus dan Silas tentang apa yang harus ia perbuat supaya ia selamat. banyak pemimpin gereja dari kalangan gereja kontemporer yang pop sangat suka mengutip Yoel 2:28-32. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin melimpah atas kamu. 1 Petrus 1:2 yang mengajarkan. .” lalu menafsirkan bahwa zaman inilah zaman Roh Kudus. jikalau anak-anak tidak turut dibaptis. doktrin gereja (ekklesiologi). yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan". Tafsiran ini salah di titik pertama. lalu Petrus mengutip Yoel 2:28-32 di dalam khotbah perdananya di dalam Kisah Para Rasul 2:17-21. Paulus dan Silas memberitakan tentang Injil Kristus. Di dalam ayat ini. “yaitu orang-orang yang dipilih. bahwa setelah kepala penjara itu menjumpai para tahanan yang masih ada di dalam penjara padahal penjara pada waktu itu sudah rusak. sehingga manusia seolah-olah dapat memerintah Roh Kudus. Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Konsep yang tidak beres ini nantinya akan mempengaruhi cara menafsirkan Alkitab dengan sengaja mencocokcocokkan konsepnya yang salah itu agar bisa diterima oleh masyarakat Kristen umum.seorangpun. anak-anak tidak dibaptis. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan. Inilah kekonsistenan seluruh berita Alkitab yang tidak mungkin berkonflik (berkontradiksi) dengan dirinya sendiri. misalnya. Tidaklah mungkin. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. kalau ada theologia Kristen yang non-Reformasi. seorang penganut Karismatik Katolik yang tidak bisa berbahasa roh akan mengomel kepada Maria ibu Yesus untuk membujuk Tuhan Yesus untuk memberikan karunia roh tersebut. Kemudian. maka mari kita menantikannya. apa yang Tuhan Yesus ucapkan di dalam Injil Yohanes tentang Roh Kudus juga diajarkan dengan konsep yang sama persis oleh para rasul-Nya. dikatakan bahwa kepala penjara ini beserta keluarganya memberi diri dibaptis. Keenam. Ekklesiologi sebagai theologia sistematika yang boleh saya kategorikan sebagai hal praktis pun dapat mempengaruhi penafsiran Alkitab. bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia. Kata “keluarga” tentu juga mencakup anak-anak. selain oleh Roh Kudus. akan mengatakan secara implisit bahwa Roh Kudus bisa diatur manusia. Seketika itu juga ia dan keluarganya memberi diri dibaptis. yaitu sengaja mengabaikan referensi yang ada di bawah bagian Alkitab yang menunjukkan kedua ayat ini merupakan nubuat yang nantinya digenapi di dalam peristiwa Pentakosta.

Inilah konsep eskatologi yang dipegang oleh theologia Reformed yang lebih mendekati Alkitab. Eskatologi menurut Prof. maka pasti sebelum baptisan. sehingga manusia murni diselamatkan melalui anugerah Allah. nyawanya tetap bersamaNya di Surga. dari cawan ini. Yesus mengambil roti. darah perjanjian. Sedangkan kelompok Anabaptis yang berkembang dan mempengaruhi gereja-gereja kontemporer yang pop dewasa ini dengan menolak baptisan anak karena menurut mereka. inilah tubuh-Ku. anak-anak tidak dapat mengakui imannya secara sadar adalah pandangan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara prinsip Alkitab tentang perjanjian (covenant). tetapi melalui anugerah Allah yang telah memberikan iman kepada mereka. ada karya Allah yang membuat orang yang dibaptis ini akhirnya dapat mempercayai Kristus. doktrin akhir zaman (eskatologi). Ketujuh. makanlah. Kemudian. Mengapa gereja-gereja Reformed melaksanakan baptisan anak ? Karena baptisan bukan tanda orang masuk Surga atau diselamatkan. Itulah karya Roh Kudus. 1991. anak-anak perlu dibaptis tanpa perlu menunggu pengakuan iman yang keluar dari mulut mereka. dan oleh karena itulah. oleh karena itu Perjamuan Kudus berkhasiat dan “berkuasa” karena ada tubuh dan darah Kristus yang tercurah di kayu salib. p 1 dan 2). Kalau baptisan adalah konfirmasi." Sesudah itu Ia mengambil cawan. p 3). pp 65-67) Paham Katolik Roma akan Perjamuan Kudus (transubstansiasi) diangkat kembali ke permukaan oleh seorang “pendeta” bernama Yesaya Pariadji lalu mengajarkan bahwa roti dan anggur Perjamuan Kudus bukan sekedar lambang. Sebab inilah darah-Ku. Th. Ini tafsiran Alkitab yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Gereja-gereja Reformed mengikuti tradisi dari John Calvin menganggap bahwa Perjamuan Kudus hanya sebagai simbol kematian Kristus tetapi juga memiliki makna karena ada berkat Kristus di dalamnya. kamu semua. beliau memaparkan bahwa konsep paradoks yang ada di dalam eskatologi ini menyangkut suatu paradoks antara eskatologi yang sudah dan akan terjadi (ketegangan antara yang sudah terjadi dengan yang belum terjadi). Hoekema. Anthony A. dipengaruhi oleh filsafat Aristoteles yang membedakan antara form dan matter) dan konsep Zwingli yang mengajarkan bahwa Perjamuan Kudus hanya lambang dan tidak memiliki makna. theologia Reformed . mengucap berkat. lalu Pariadji mengutip perkataan Tuhan Yesus sendiri. (Tong. Seorang yang sudah percaya di dalam Kristus meskipun tidak sempat dibaptis (mungkin alasan kesehatan yang sangat buruk atau kasus penjahat di sebelah salib Tuhan Yesus).” (Hoekema.tetapi faktanya tidak demikian. mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Minumlah. di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman adalah “sebuah paham yang integratif dengan seluruh bagian Alkitab. hampir mirip dengan pandangan Katolik Roma : transubstansiasi yang mengajarkan bahwa roti dan anggur Perjamuan Kudus langsung berubah menjadi tubuh dan darah Kristus.3. tetapi baptisan adalah konfirmasi seseorang percaya kepada (di dalam) Tuhan Yesus. Demikian pula halnya dengan konsep Perjamuan Kudus. Sehingga theologia Reformed dengan tegas menyatakan bahwa anugerah Allah mendahului respon manusia. yaitu eskatologi yang telah ditegakkan (inaugurated eschatology) dan eskatologi yang akan datang (future eschatology) (Hoekema. 2004. yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.D. Baptisan pasti berkaitan erat dengan keselamatan (soteriologi). Eskatologi ini menurut beliau dapat dibedakan menjadi dua. Tetapi hal ini tidak berarti kita boleh bebas untuk tidak perlu dibaptis.” (Matius 26:26-28) lalu mengajarkan bahwa roti itu benarbenar tubuh Kristus dan anggur adalah darah Kristus. memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: "Ambillah. Ini berbeda dengan konsep Luther yang mengajarkan bahwa Kristus menyertai/menaungi Perjamuan Kudus (disebut dengan paham consubstansiasi . “Dan ketika mereka sedang makan. Di dalam bukunya. Hal ini akan dibahas pada poin 2. 2004. Anak-anak pun (yang termasuk umat pilihan Allah) juga diselamatkan bukan melalui “iman” pribadi.

sehingga tidak heran di kalangan Kristen. akan menuai banyak juga. Di dalam keKristenan. “Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit.”) untuk mendukung pengajaran mereka misalnya tentang perpuluhan yang akan dikembalikan berlipat kali ganda. terlalu menyepelekan akhir zaman. sehingga seolah-olah di zaman sebelum kedatangan Kristus pertama. Konsep pembagian zaman ini (dispensasionalisme) sudah salah di titik awal yaitu berusaha memisahkan peran masing-masing Pribadi Allah Trinitas. Ini adalah pengaruh yang amat sangat buruk. Di satu sisi. Konsep ini sudah menyeleweng dari kebenaran Alkitab. ini karena pengaruh premillenialisme yang ekstrim yang tidak diajarkan oleh Alkitab. sedangkan di sisi lain. ayat 7. yang mengajarkan. dan terakhir. para penganut theologia Injili yang mayoritas cenderung Arminian akan berpaham premillenialisme yang bisa dikategorikan menjadi dua. Misalnya. Sedangkan. maka Allah Anak yang berperan (sedangkan Allah Bapa dan Roh Kudus “pensiun”). ada dua contoh ekstrim yang mencoba menafsirkan Alkitab dengan pengaruh dari lingkungan/kondisi sekitar. Tuhan tetap besertanya. Tidak heran. akan menuai sedikit juga. Masalah yang banyak terjadi. zaman Roh Kudus (setelah kebangkitan Kristus dan sebelum kedatangan Kristus yang kedua kalinya). banyak manusia dengan perasaan hati yang berbeda pun diterapkan dalam menafsirkan Alkitab. misalnya. “Hendaklah masing-masing memberikan menurut . paham premillenialisme memandang Kerajaan Allah ini hadir secara literal di bumi ini. lalu konsep ini akan mengakibatkan mereka sendiri tidak memiliki pengharapan yang pasti di masa akan datang. dan orang yang sama akan melewatkan membaca kitab Kidung Agung yang mengajarkan tentang cinta. 3. hanya Allah Bapa yang berperan (sedangkan Allah Anak dan Roh Kudus “pensiun” alias tidak berperan). yaitu premillenialisme historis dan premillenialisme dispensasionalis yang berusaha membagi sejarah/zaman menjadi 3. gereja-gereja kontemporer yang pop yang gemar sekali cho gereja (atau mencari untung di gereja) akan mencomot ayat Alkitab sekehendak hatinya (2 Korintus 9:6. Dipengaruhi oleh kondisi sekitar Terakhir. Ayat ini dilepaskan dari ayat-ayat selanjutnya. nanti pada giliran Kristus berinkarnasi. terlalu menekankan akhir zaman. muncul istilah Kristen Zionis. Dipengaruhi oleh perasaan hati Perasaan hati atau mood manusia dapat berubah-ubah setiap saat tergantung situasi dan kondisi. tetapi Kerajaan Allah adalah kerajaan rohani.mempercayai bahwa Kerajaan Allah bukanlah kerajaan secara literal dalam arti Kerajaan itu terjadi secara nyata melalui wilayah/teritori tertentu di dalam suatu bangsa. Di dalam paham eskatologinya. 2. dan orang yang menabur banyak. pertama. sehingga jatuh ke dalam paham postmillenialisme yang mengakibatkan para penganutnya berada di dalam kondisi tak berpengharapan. Sebaliknya. setelah kebangkitan Kristus. penafsiran Alkitab juga dipengaruhi oleh kondisi sekitar. kelompok liberal yang menganut paham postmillenialisme yang mengajarkan bahwa Kerajaan Allah itu sudah terjadi akan menafsirkan Alkitab dengan konsep liberalnya dan akan menutup mata akan fakta-fakta Alkitab tentang Kerajaan Allah di masa akan datang. lebih tepatnya di kota Yerusalem. padahal keliru (paham premillenialisme). seorang pria yang putus cinta akan sangat senang membaca Alkitab khususnya bagian Mazmur dan Amsal yang menguatkannya bahwa meskipun pacarnya meninggalkannya. Dengan kata lain. Allah Roh Kudus lah yang berperan (sedangkan Allah Bapa dan Anak “pensiun”). Inilah ketimpangan-ketimpangan yang terjadi. theologia Reformed berpaham amillenialisme. zaman Allah Anak (pada waktu Kristus berinkarnasi) dan terakhir. yaitu zaman Allah Bapa (sebelum kedatangan Kristus pertama).

2004. saya pernah membaca sebuah artikel yang ditulis oleh “pendeta” macam ini dengan mengutip Yohanes 17:21. Pluralisme Agama (Edisi Revisi) mengetengahkan fakta tentang seorang “theolog” pluralis dari gereja Presbyterian. Song membangun Teologi Transposisinya dengan dasar penafsiran kritik sosial yang lahir dari keprihatinan sosial di Asia. Choan-Seng Song yang menggunakan pendekatan penafsiran yang berhubungan dengan isu-isu sosial untuk mendukung “Theologia” Transposisinya. Stevri Indra Lumintang di dalam bukunya Theologia Abu-abu. “Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. “supaya mereka semua menjadi satu. sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Alkitab berperan hanya untuk mendukung konsep yang telah dibangunnya dari kesimpulan awalnya mengenai situasi kondisi sosial yang pincang. maka jemaat akan berpikir beratus kali untuk memberikan persembahan. agar jemaat dapat memberikan uang sebanyak-banyaknya. Mereka akan menafsirkan Yohanes 14:6 bukan dengan menekankan finalitas Alkitab.…” lalu menafsirkan bahwa orang Kristen dan orang-orang non-Kristen seharusnya bersatu sama seperti Kristus dan Bapa bersatu. kemudian mensinkronisasikannya dengan Alkitab untuk membangun Teologi Transposisinya… Dalam hal ini. Kemudian. Penafsiran teks-teks Alkitab mengenai perbudakan. kaum miskin. Ini namanya gereja yang memperhatikan demand dari jemaat (hukum supply and demand di dalam gereja). jangan dengan sedih hati atau karena paksaan. Di sisi lain. semua ayat Alkitab dijadikan pendukung bukan sumber bagi pembentukan “Theologia” model ini yang justru melawan Alkitab. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. 2. Ini tafsiran yang sangat tidak bertanggungjawab.” Kalau ayat 7 ini dibacakan. ya Bapa. mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih. mereka akan menjadi pemfitnah. Song memulai usahanya dengan menggunakan cerita-cerita rakyat dan fakta-fakta mengenai keprihatinan sosial. pp 335. Taiwan. Penafsiran kritik sosial dapat diartikan : ‘tertarik kepada bentuk yang kelihatan untuk menyatakan suatu penafsiran yang alamiah dalam kerangka pikir dari suatu tradisi mengenai asumsi sosial dan praktiknya. tidak mempedulikan agama. “Song juga menggunakan metode penafsiran radikal dalam membangun Teologi Transposisinya yang liberal dan yang anti finalitas Yesus.3 Problematika Penafsiran Alkitab di Kalangan KeKristenan . 337) Dengan jelas. banyak gereja-gereja Protestan mainline yang mengaku berlabel “Reformed” (sebenarnya : no-formed atau de-formed) sudah mendegradasi fondasi theologia yang Alkitabiah dan menggantinya dengan “theologia” religionum atau social “gospel”. paham ini akan mempengaruhi cara mereka menafsirkan Alkitab yang cocok dengan paham mereka. Inilah corak gereja materialisme di abad postmodern ini.kerelaan hatinya. Akibatnya. Berikut penuturan beliau. Mereka akan membual dan menyombongkan diri. sama seperti Engkau. Pdt. Sistem hermeneutika Song. untuk mendapatkan profit sebanyak-banyaknya dari persembahan jemaat. Ini adalah “gereja” yang bercorak humanisme di dalam era postmodern.’… Dengan kata lain. maka ayat 7 dengan sengaja tidak dibacakan. Dr. Contohnya ialah Teologi Pembebasan dan Hermeneutika Feminisme. kaum perempuan. Kedua contoh ini dapat mewakili apa yang Alkitab telah nubuatkan di dalam 2 Timotius 3:1-2.” Kalimat “manusia akan mencintai dirinya sendiri” adalah ciri dari humanisme dan kalimat “menjadi hamba uang” adalah ciri dari materialisme. Song sangat prihatin dengan isu-isu sosial-politik di Asia…” (Lumintang. Jadi. dikenal dengan istilah penafsiran yang situasional mengenai isu-isu sosial (SocioCritical Interpretation). di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau.

Dan sebagainya dan sebagainya. Nicolaus Copernicus mengemukakan bahwa matahari lah yang menjadi pusat alam semesta (Heliosentris). pada saat itu. tetapi hanya satu yang tak mungkin berubah. karena gereja Katolik mengikuti pandangan Aristoteles ditambah argumentasi yang dicomot dari Yoshua 10:12a-13b. tidak logis mengambil sumbu imaginair ini. Semua bintang-bintang dalam gugusan Bima Sakti berputar mengelilingi sumbu imaginair ini. Stanley I. marilah kita mencoba mempelajari banyak problematika yang terjadi berkenaan dengan penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan abad postmodern yang dipengaruhi oleh theologia sistematika yang salah. ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari.net mengungkapkan. Yang paling celaka. Untuk menggam barkan gerakan bulan atau satelit buatan terhadap bumi. Bukankah hal itu telah tertulis dalam Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat terbenam kira-kira sehari penuh.bintang dalam glaxy Bima Sakti sangat tidak logis untuk mengambil matahari sebagai pusat Bima Sakti. Pengaruh ini mulai muncul di dalam zaman Renaissance sampai abad postmodern ini meskipun dengan cara yang sedikit berbeda. Tidak heran. ketika pertama kali. Kesalahan fatal penafsiran terhadap Yoshua 10:12a-13b adalah hanya mengambil sedikit ayat untuk mendukung ide filsafat Aristoteles yang memegang Geosentris yang dianut oleh gereja-gereja Katolik Roma. itulah firman Allah. Dari sini. Mungkin haru diambil sumbu imaginair lain yang lebih besar. Untuk menggambarkan gerakan planet-planet.” Apakah Geosentris itu benar atau Heliosentris ? Dengan bijaksana. Tetapi untuk menggambarkan gerakan bintang. paing logis menganggap bahwa matahari diam dan planet-planet berputar mengelilingi matahari. tetapi memiliki esensi yang sama yaitu humanisme. mengikuti pandangan Aristoteles yang mengatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta (Geosentris). maka seluruh ilmu pengetahuan berkiblat ke arah Yunani. maka teori Helio sentris juga sama salahnya. Martin Luther dengan 95 dalilnya yang . berhentilah di atas Gibeon dan engkau. yang nantinya berimbas pada doktrin/ajaran gereja Katolik Roma yang akhirnya didobrak oleh Dr. paling logis ialah menganggap bahwa bumi diam dan bulan yang menge lilingi bumi. Lebih logis menganggap bahwa ditengah-tengah Bima Sakti ada sumbu imaginair. Jadi sesungguhnya Copernicus tidak lebih benar dari Yoshua. “Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu kepada orang Israel. Problematika utama yang terjadi di dalam penafsiran Alkitab di kalangan keKristenan yang terjadi pada abad postmodern ini adalah pengaruh humanisme yang meninggikan potensi diri manusia dan merendahkan kedaulatan Allah. mulai muncul penyelewengan penafsiran Alkitab. Tidak ada alasan apapun untuk menganggap bahwa bumi atau matahari adalah pusat alam semesta. Ir. Tetapi untuk menggamparkan gerakan galaxy-galaxy dalam cluster of galaxies. Pada Abad Pertengahan (Medieval).Setelah kita melihat prinsip-prinsip umum di dalam penafsiran Alkitab. maka gereja Katolik marah dan menghukumnya. di mana ilmu pengetahuan mendapat prioritas. Untuk menggambarkan gerakan matahari dan bulan terhadap orang-orang yang sedang bertempur waktu itu. bulan. Sesungguhnya kalau teori Geosentris dianggap salah. di atas lembah Ayalon!" Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak. Ilmu pengetahuan bisa berubah dan relatif sifatnya.sahabatsurgawi. Sethiadi di dalam artikelnya : “TEORI GEOSENTRIS VERSUS TEORI HELIOSENTRIS” di http://www. sampai bangsa itu membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Yoshua sangat logis menganggap bahwa matahari dan bulan yang bergerak dan bumi yang diam. gereja hanyut ke dalam filsafatnya Aristoteles.

ekaristi. maka mereka berusaha memelintir ayat 17 yang sangat begitu jelas dengan argumentasi-argumentasi “akademis” mereka yang pada akhirnya mengarahkan pembaca untuk menolak finalitas Alkitab (perhatikan pernyataan. tidaklah benar bahwa iman itu timbul dan berkembang dari luar diri kita. Jadi. Oleh karena itu. Doktrin Allah. tapi Alkitab bukanlah satu-satunya sumber wahyu Allah. si “apologet” Katolik yang tidak mengakui Alkitab sebagai sumber otoritas ini malahan mengutip bukti ketidakpercayaannya dari Alkitab (yang tidak dipercayainya). Iman kita biasanya tidak dimulai ketika kita membaca Alkitab. maka iman kita juga akan beralih kepada orang lain lagi. keluarga. Iman ini merupakan suatu tindakan Roh Kudus yang mengaktifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati umat pilihan-Nya yang belum menerima Kristus. Stephen Tong sebut sebagai iman natural/alamiah. tetapi dasarnya para theolog Katolik Roma menyangkali finalitas firman Kristus dan iman yang beres di dalam Allah.ditempel di depan pintu gereja Wittenberg. Doktrin Alkitab (Bibliologi). dan pendengaran oleh firman Kristus. Dr. Berikut ini saya akan menyajikan salah satu contoh problematika penafsiran Alkitab yang tidak bertanggungjawab yang diambil dari http://www. Tentang Doktrin Allah. suatu kontradiksi yang aneh. Iman ini yang Pdt. Iman biasanya lahir dan berkembang melalui apa yang kita dengar dari orang lain (orang tua kita. Mari kita akan menelusuri beberapa paradigma dasar atau theologia sistematika yang tidak bertanggungjawab yang mempengaruhi penafsiran Alkitab. Alkitab mengatakan pada kita bahwa iman kita datang dari pendengaran terhadap Firman Allah. “Alkitab bukanlah satu-satunya sumber wahyu Allah.”) Benarkah iman tidak dimulai dari membaca Alkitab ataukah iman lahir dan berkembang melalui apa yang kita dengar dari orang lain ? Di dalam theologia Reformed. dll). suatu kewajiban umat PL mengucapkan . Pertama. dimana memiliki keyakinan monoteisme yang ketat. Iman di dalam Roma 10:17 adalah iman di dalam Kristus yang merupakan anugerah Allah hanya kepada umat pilihan-Nya. problematika penafsiran Alkitab sangat erat kaitannya dengan pengaruh theologia sistematika atau paradigma dasar. Sungguh. maka ketika orang lain yang kita sandari tersebut mati. manusia telah ditanamkan suatu benih agama di mana setiap manusia mau tidak mau pasti memiliki iman di dalam konsep Allah (belum tentu menyembah Allah yang sejati). Komentar saya : Bukankah Alkitab yang dikutip di sini jelas mengajarkan bahwa iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh firman Kristus ? Ayat 17 di dalam Roma 10 ini sudah amat jelas. Alkitab dibaca dan digunakan untuk mengajar. Penyebaran iman melalui oral adalah yang dimaksudkan pada ayat ini. Kedua. iman timbul dari pendengaran. karena jika iman timbul dan berkembang dari luar diri kita. teman. “Keimanan agama Kristen berakar-bertumbuh dan berkembang dari agama Yahudi. saya akan mengutip kekonyolan pernyataan doktrinal dari Jusufroni yang mengajar tentang Allah Trinitas. Yang paling aneh.net : Tanya : Alkitab adalah satu-satunya sumber autoritas Firman Allah Jawab : Rom 10:17: Jadi. Itu namanya selfcentered faith yang sama sekali ditolak oleh Alkitab.

dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kemudian. “xwr ” (ruwach) yang berarti Spirit of God. kata “Roh Allah” menggunakan bahasa Ibrani. Mark. hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita. Roh Kudus. firman Tuhan berkata. Mengapa “Abuna” Jusufroni begitu yakin bahwa Allah orang Yahudi adalah Allah yang hanya berpribadi satu ? Perlu diketahui Kitab Ulangan ditulis oleh Nabi Musa untuk mengingatkan kembali bangsa Israel agar mereka tidak berbalik kepada ilah-ilah palsu.com) Komentar saya : 1. SHEMA’ YIS’RA’EL ADONAI ELOHEINÛ ADONAI EKHAD (Dengarkanlah.” (http://www. itu jelas salah tafsiran. tetapi merupakan peringatanperingatan dari nabi-nabi Tuhan untuk menegaskan ulang bahwa tidak ada dewa-dewi lain yang boleh disembah sebagai “Allah” kepada bangsa Israel. 17:3. Kutipan ayat-ayat dalam Perjanjian Baru yang tidak memperhatikan ayat-ayat sebelum dan sesudahnya. lalu siapakah “Kita” yang dimaksud ? Jelas. 5:44. Benarkah Allah yang dipercaya oleh orang Yahudi adalah Allah yang hanya satu pribadi (monotheisme) ? Kata “dxa ‘echad” tidak hanya berarti satu (one) tetapi bisa juga berarti united (dipersatukan). sehingga mereka (para nabi Tuhan) dengan gigih memperjuangkan bahwa Allah itu satu-satunya yang layak disembah. Kemudian. Yesaya 44:6b . sehingga Musa menegaskan pernyataan bahwa Allah bangsa Israel itu hanya satu (dalam arti. Yoh. the Holy Spirit. tidak ada dewa dewi lainnya yang boleh disembah sebagai “Allah”).syahadat (pengakuan iman)-nya. the third person of the triune God.besorahonline. 45:5a. kata “Kita” bukanlah sesuatu yang tunggal/singular. “Pendeta” yang dengan sombongnya mengaku bergelar Doktor ini masih tidak mengerti bagaimana menafsirkan Alkitab dengan baik ! Semua ayat-ayat Perjanjian Lama yang dipakai oleh “Abuna” Jusufroni misalnya. I Kor. di dalam Kejadian 1:26. coeternal with the Father and the Son (Roh Allah. . 4:10b. 2. Dan perlu diperhatikan semua ayat-ayat dalam Perjanjian Lama yang Jusufroni kutip selalu menggunakan kata dalam bentuk plural yang bermakna tunggal yaitu “Myhla” (‘elohiym). coequal. Perhatikan Kitab Kejadian 1:1-3. sama kedudukan dan sama kekalnya dengan Bapa dan Anak). TUHAN itu Esa!)─Ulangan 6:4. yaitu Allah Bapa dan Allah Putra dan Allah Roh Kudus. 6b . “Berfirmanlah Allah : “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita. “Myhla” (‘elohiym) yang berbentuk/berintensif plural (plural intensive) dengan pengertian tunggal. siapakah “Kita” yang dimaksud ? Apakah berarti Allah menciptakan manusia bekerja sama dengan para malaikat ? TIDAK. gelap gulita menutupi samudera raya. Tafsiran terhadap Ulangan 6:4 yang tidak bertanggungjawab. Bumi belum berbentuk dan kosong . Berfirmanlah Allah : “Jadilah terang. Yoh.” “Mat.” Kata “Allah” yang digunakan dalam Kejadian 1:1 dalam bahasa Ibraninya. 5a . pribadi ketiga dari Allah Trinitas. “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. 8:4b dan banyak lagi ayat-ayat yang lain menunjukkan keesaan Allah dalam PL dan PB. 12:29. 4. tetapi bentuk jamak/plural. Allah tak pernah menciptakan kita sesuai dengan gambar dan rupa Allah (dan malaikat) {Kejadian 1:27}. Keluaran 20:3. 46:9c tidak sedang mengajarkan bahwa Allah itu hanya satu pribadi. Lalu. …” Bagaimana “Abuna” Jusufroni menafsirkan kata “Kita” dalam Kejadian 1:26 ? Jelas.” Lalu terang itu jadi. Kalau ayat ini ditafsirkan bahwa mutlak hanya satu pribadi Allah. Allah yang memiliki tiga Pribadi dalam satu Esensi.

Tubuh Manusia . 4:25. Roh manusia terdiri dari Intuisi (pemahaman Ilahi). dll. Titus 3:5. tetapi Tuhan Yesus melakukannya. 5. Roma 8 . Indonesia : Tuhan/Tuan/pemilik). memory. Nah. keinginan. 3. Tuhan Yesus bernatur 100% Allah dan 100% manusia. tetapi ketika Tuhan Yesus datang ke dalam dunia. “Aku berkata kepadamu. 1 Korintus 8 ada dalam konteks di mana orang-orang Kristen di Korintus sedang meributkan masalah makan daging persembahan berhala. sehingga Ia bisa berinkarnasi menjadi manusia tanpa menghilangkan natur Ilahinya (dwi natur Kristus). 12:1 . karena ayat 6. Berkaitan dengan hal ini. Paulus memberikan jawaban bahwa mereka tidak perlu takut karena Allah itu lebih besar dari berhala-berhala dunia (tidak ada berhala di dunia). “Aku adalah. melainkan langsung menggunakan otoritas-Nya dengan mengatakan. Jiwa Manusia Elemen ini membuat manusia mempunyai kesadaran akan diri sendiri. manusia dipulihkan fungsi rohnya. saya akan mengutip pengajaran dari School of Ministry (SOM) Bethany yang diambil dari silabus “Salvation/Keselamatan” yang diterbitkan oleh GBI Bethany. Tetapi jangan dipotong. rasa ingin tahu dan suara hati. imajinasi. Dalam kelahiran baru. Anak Allah yaitu Tuhan Yesus juga adalah Tuhan (Yunani : κυριοςkurios .…”. “Beginilah firman Tuhan semesta alam. Efesus 2:1-3. JIWA DAN TUBUH 1. …” Tidak ada satu nabi Tuhan yang diutus-Nya berani mengucapkan “Aku” untuk menggantikan firman Allah. menjelaskan bahwa Bapa itu Allah. Yoh. Ia tidak menggunakan kata-kata tadi. Roma 8:16 . pada ayat 4b-5. 2. Instruksi (nasehat dan bimbingan) dan persekutuan dengan Allah. dan Allah itu Allah yang Esa. 3:3-7 . …”. Jiwa manusia (Psuche) adalah tempat kedudukan dari kepribadian dan diri (ego) manusia. Iluminasi (pengertian Firman Allah). Kej.…” atau “Tuhan berfirman. Kalau di zaman Perjanjian Lama. Zak. Di ayat 21. para nabi Tuhan ketika disuruh oleh Tuhan menyampaikan berita firman kepada bangsa Israel. Gal. 2 . roh manusia putus hubungannya dengan Allah. 1 Kor. karena Ia memang adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia ! Ketiga. Fungsinya terbatas pada bidang mental semata. Doktrin Manusia dan Dosa (Christian Antropology). sanggup menyembah Allah dan sebagai pelita Tuhan. Roh Manusia Elemen manusia yang sadar akan Allah. Surabaya. Jiwa manusia terdiri dari pikiran. Tuhan Yesus menyatakan bahwa Bapa di dalam Dia dan Dia di dalam Bapa (adanya kesatuan antara Allah Bapa dan Allah Anak). Dibutuhkan kuasa Roh Allah untuk merobohkan tembok pemisah dan mengangkat manusia dari pengaruh duniawi. Yoh. 2:7. MANUSIA TERDIRI DARI ROH. perasaan. Lagi.Injil Yohanes 17 jangan hanya dimengerti dalam ayat 3 saja. tetapi dalam seluruh perikop. Pada waktu manusia jatuh dalam dosa. Allah menghembuskan nafas sehingga manusia menjadi nyawa yang hidup. mereka selalu berseru.

karena menurutnya yang berdosa itu hanya roh. 30) Komentar saya : Di dalam pandangan Karismatik/Pentakosta yang banyak menganut paham trikotomi sengaja memisahkan antara roh dan jiwa manusia. Stephen Tong sebagai noda teh yang tumpah pada baju kita yang mengakibatkan warna baju yang tadinya putih menjadi pudar (tetapi baju tersebut bukan menjadi tidak berwarna lagi). Bagi yang telah percaya dan lahir baru tubuh ini menjadi rumah Roh Kudus. (Silabus SOM Bethany “Salvation/Keselamatan” p. Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajar bahwa yang berdosa itu hanya roh manusia. banyak orang “Kristen” hari ini mengaku diri bebas dari segala dosa (tidak berdosa lagi). Pernyataan. “Pada waktu manusia jatuh dalam dosa. Panca indera merupakan jendela jiwa. Benarkah suara hati dikategorikan sebagai jiwa manusia ? Mari kita menyelidiki lebih teliti. “Hati . Dr. Alkitab terjemahan King James Version menerjemahkan. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka. Efesus 2:1-3. keinginan. Efesus 2:1-3. Pernyataan “Jiwa manusia terdiri dari pikiran. sama seperti mereka yang lain. Benarkah ketika manusia jatuh dalam dosa. 6:19 . “Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosadosamu. 1 Kor. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai. Roma 6:11.” Kata “roh” dalam bahasa Yunaninya pneuma yang identik dengan breath/nafas yang terdapat di dalam Kejadian 2:7 yang oleh penulis buku SOM ini dikategorikan sebagai jiwa manusia (bukan roh manusia). Ini jelas salah. perasaan. Itulah yang John Calvin sebut sebagai kerusakan total (Total Depravity). Tubuh harus diserahkan kepada allah untuk menjadi bait-Nya.” tidak bertanggungjawab. Kerusakan total diibaratkan oleh Pdt. memory. roh manusia putus hubungannya dengan Allah. tetapi tentang kuasa Firman. rasa ingin tahu dan suara hati. 1. Kamu hidup di dalamnya. yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.Manusia mempunyai satu tubuh yang dapat berinteraksi dengan dunia sekitar. Bagi manusia yang belum dilahirkan baru tubuh menjadi hamba dosa. yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya. Roma 6:17. Kembali kepada pernyataan yang ada di dalam buku SOM ini. seluruh potensi hidup manusia sudah rusak total. Immanuel. searching all the inward parts of the belly. bahkan ada seorang dokter yang mengaku juga diundang berkhotbah di beberapa gereja/persekutuan doa Karismatik/Pentakosta mengungkapkan bahwa Ibrani 4:12 mengungkapkan “fakta” bahwa antara jiwa dan roh itu berbeda. Lagi-lagi. karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa. Penafsiran model ini membuktikan si penulis buku SOM ini tidak mengerti dasar iman Kristen. tetapi berani menulis buku. hanya roh manusia putus hubungannya dengan Allah ? Pantas saja. imajinasi. Inilah penafsiran Alkitab yang terlalu dicocok-cocokkan. Allah berdiam di dalam kita.” Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) menerjemahkan. Amsal 20:27 (Terjemahan Baru) mengatakan. “The spirit of man is the candle of the LORD.” tidak bertanggungjawab. padahal antara jiwa dan roh manusia tidak ada perbedaan. “Roh manusia adalah pelita TUHAN. 2. Ketika manusia jatuh ke dalam dosa. ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat.”. karena kamu mengikuti jalan dunia ini. ayat ini tidak sedang membicarakan perbedaan antara jiwa dan roh.

Bilangan 5:14. dan perempuan itu memang telah mencemarkan dirinya. sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya. 41:8 (bdk. 16:3). 4 Keadaan rohani manusia yang paling tinggi dihubungkan dengan “jiwa” (Mrk. 3:21 . 10:39 .” Kata “roh” ini dalam bahasa Ibraninya ruach berarti wind. bdk. . Kemudian. Luk. Yoh. Ibr. dll. Ibr. Yunani : pneuma) yang saling bergantian : 1 a. di mana kata “nafas” dalam bahasa Ibraninya neshamah ̂ ̂ identik dengan wind. Di dalam Imamat 26:16. Mat. Why. atau apabila roh cemburu menguasai suami itu. tetapi identik dengan roh manusia. 1:21). Kata yang ̂ sama dipakai di dalam Kejadian 2:7. kata “jiwa” diterjemahkan sebagai heart oleh King James Version (KJV). Yak. Mari kita selidiki. Kata “jiwa” dan “roh” manusia dipakai secara bergantian di dalam Alkitab baik PL dan PB. · · My soul is in despair” (NASB) — “Mengapa engkau tertekan hai jiwaku…” Mat. 13:21) “jiwaku terharu” (psuchē) “terharu” (terjemahan seharusnya “roh-Nya terharu” — pneuma) 2 Kata ruah dan pneuma dipakai untuk menyebut nyawa/jiwa binatang (Pkh. kata “jiwa” di dalam Yakobus 5:20 diterjemahkan oleh KJV sebagai soul yang berasal dari bahasa Yunani psuche yang juga bisa berarti spirit (Yunani : pneuma). breath. 3 12:18). · · c. Julio Kristano (2005) di dalam booklet Doktrin Manusia dan Dosa pada halaman 6-7 memaparkan empat contoh yang menunjukkan penggunaan kedua kata antara jiwa (Ibrani : nepes . kata “hati” atau “hati nurani” identik baik dengan kata “jiwa” (Imamat 26:16) maupun dengan kata “roh” (Amsal 20:27). Mat. 6:19 . 1:46 . hati nurani tidak termasuk jiwa manusia. walaupun perempuan itu tidak mencemarkan dirinya. Dengan kata lain. 17:27 (bdk.nurani manusia merupakan terang dari TUHAN yang menyoroti seluruh batin. breath. “dan apabila kemudian roh cemburu menguasai suami itu. 20:28 (bdk. Yunani : psuchē) dan roh (Ibrani : ruah . 27:50) “memberikan nyawa-Nya” (psuchē) “menyerahkan nyawa-Nya” (pneuma) Yoh. Thomy J. Mzm 42:6) · “his spirit was troubled” (New American Standard Bible/NASB) — “Gelisahlah hatinya” (LAI) · b. Kata “jiwa” dan “roh” dipakai secara bergantian : Kej. 12:30 . sehingga ia menjadi cemburu terhadap isterinya. dll. Matakupan dan Ev.” Jelaslah. Pdt. Kata nepes dan psyche dipakai pada diri Allah (Yes> 42:1 .

Jusufroni mengemukakan pernyataan bahwa bukan murid-Nya yang mengemukakan hal ini. memang bukan murid Kristus yang mengatakan hal ini. Memangnya siapa kita? Akulah jalan kebenaran dan hidup. Perhatikan alur pikirannya. Jusufroni. Kalau sampai si Jusufroni mengatakan bahwa dirinya masih meraba-raba dan mencoba-coba. bolehkah murid-muridnya mengatakan bahwa sang guru mengajarkan hal-hal yang terlalu absolut dan bisa menolak “kebenaran” orang lain yang mengatakan bahwa 1+1=3 atau 4 atau . Apakah dengan mengabsolutkan suatu kebenaran yang benar-benar benar berarti menolak kebenaran orang lain ? YA. maka mustahil manusia yang berdosa bisa mencari dan mengasihi Allah ! Begitu kan logikanya. Apalagi. BENAR ! Lalu. Ini berarti ada finalitas karya Kristus yang tak mungkin dijumpai pada para pendiri agama apapun ! Kalau demikian. Tolong camkan kata-kata itu. lebih lanjut. Kita baru coba-coba. “kalau kita mencoba mencari kebenaran agama. tak seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Dia. karena Allah terlebih dahulu mengasihi kita. Doktrin Kristus (Kristologi). Tafsiran Yohanes 14:6 yang tidak bertanggungjawab. Tanpa adanya campur tangan dan anugerah Allah yang intervensi ke dalam dunia. Secara pribadi saya ingin bertanya. jadi. yang diabsolutkan. tapi Yesuslah yang menyatakan diri-Nya dan bukan murid yang menemukan. Lalu. Kita baru coba-coba. maka dia tak sampai mengeluarkan pernyataan yang tidak bertanggungjawab ini ! 2. Sama seperti kita baru bisa mengasihi Allah. Memang benar bahwa Allah di dalam Pribadi Tuhan Yesus Kristus menyatakan diri-Nya dan memproklamirkan diri-Nya sebagai jalan dan kebenaran dan hidup itu. lalu. apa yang salah dengan pemikiran ini ? Ambil contoh. sebenarnya sampai saat ini belum menemukan.” Sungguh tidak masuk akal. bukankah berarti “kesaksiannya” selama ini adalah palsu/bohong tatkala dia menjadi “Kristen” dan bahkan “pendeta” ?! Kalau memang Jusufroni benar-benar bertobat dan rela menyerahkan diri menjadi pendeta yang bertanggungjawab. Akibat adanya konfirmasi Tuhan Yesus sebagai satu-satunya jalan menuju kepada Bapa di Surga. sebenarnya sampai saat ini belum menemukan. tetapi akibat dari pernyataan ini. Mengapa terjadi bentrok itu ? Karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran. Begitu diabsolutkan menolak kebenaran orang lain. Juni 2000) Komentar saya : 1. Berikut ini saya akan mengutip pernyataan doktrinal dari seorang “pemimpin gereja” Kemah Abraham.Keempat. para muridNya sadar dan akhirnya mengerti Tuhan yang selama ini diikuti-Nya adalah benar dan sejati. Murid-Nya tidak berkata Yesuslah jalan kebenaran dan hidup. tak seorangpun sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. seorang guru dengan tegas mengajarkan bahwa 1+1+2 (hal yang absolut). yakinkah Anda bahwa kebenaran Kristus itu ditemukan atau suatu pernyataan ? Jangan sekali-kali mengatakan telah kutemukan kebenaran dalam Kristus. Karena itu lahirlah penderitaan yang kita rasakan sekarang ini. sehingga barangsiapa yang mau datang kepada Bapa harus melalui diri-Nya. (Majalah Narwastu. tetapi Kristus sendiri. Jusufroni mengatakan bahwa Tuhan Yesus yang mengatakan bahwa Dia adalah jalan dan kebenaran dan hidup. “Begitu diabsolutkan menolak kebenaran orang lain. kita mengatakan inilah kebenaran agamaku. Kalau pun kita mencoba mencari kebenaran agama. maka para murid Kristus dan kita sebagai orang Kristen percaya kepada-Nya. Itu benar dan terdapat dalam Yohanes 14:6.” yang tidak bertanggungjawab. Pernyataan.

barangsiapa yang mengikut-Nya pasti mengalami aniaya dan kita dituntut untuk juga menderita bersama Kristus dengan sukacita (1 Petrus 4:14). bentrok dan konflik terjadi karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran. mereka sadar dan kembali kepada Kristus. tidak ada kompromi ala dunia. dalam kehidupan sehari-hari bahkan setiap saat ia berbahasa lidah. Peperangan sejati bukan peperangan fisik/daging. Ingatlah. sehingga mereka tidak mampu kembali kepada Kristus. dalam perjalanan. konflik terjadi bukan karena orang-orang Kristen memperjuangkan kebenaran Alkitab. karena tanpa Kristus dan pengorbanan/penumpahan darah-Nya. karena orang-orang dunia di luar Kristus adalah orang-orang yang berdosa yang berasal dari dunia. HARUSKAH KITA BERBAHASA LIDAH Dalam 1 Kor. Demi Kerajaan Allah dan hidup kekal. Benarkah pandangan ini ? Kebenaran sejati (Alkitab) memang membutuhkan pengorbanan untuk dibenci oleh orang-orang dunia. harus berperang melawan setan dan kroni-kroninya ! Sesuatu yang absolut (dalam arti hanya Alkitab) pasti menolak kebenaran orang lain pun sedang menunjukkan bahwa “kebenaran” orang lain yang ditolak oleh Alkitab itu adalah suatu hal yang relatif dan siapa yang membela pernyataan ini (bahwa yang absolut menolak “kebenaran” orang lain) pun merupakan pengajaran yang relatif ! 3. kalau mereka masih menganggap diri manusia dan berhati nurani. Tuhan Yesus sudah berkali-kali memperingatkan bahwa karena diri-Nya. Ada harga yang harus dibayar ketika kita mengikut Kristus dan berperang bagi Kerajaan Allah.” Paulus berani bersaksi bahwa ia berkata-kata dengan bahasa lidah lebih dari orang-orang Korintus berarti begitu ia bangun dari tempat tidur langsung berbahasa lidah. Paulus berbahasa lidah dalam frekuensi waktu yang cukup banyak… Kita akan lihat beberapa alasan mengapa setiap orang Kristen harus berbahasa lidah : . pergi tidur berbahasa lidah. Menurut pandangan Jusufroni. tetapi berasal dari Surga/umat pilihan Allah (Yohanes 17:16) ! Tetapi tidak berarti ketika kita sedang menyatakan suatu kebenaran Alkitab. karena ada janji pengharapan bagi mereka yang setia mengikut Kristus (otomatis karena pimpinan dan pemeliharaan Allah melalui Roh Kudus). maka hati nurani manusia pun menjadi terpolusi oleh dosa. 14:18. kecuali melalui karya Roh Kudus yang melahirbarukan dan mencerahkan pikiran dan hatinya sehingga mereka dapat percaya kepada Kristus. tetapi munculnya orang-orang Islam maupun Kristen yang radikal yang berusaha menghancurkan yang lain dengan kekerasan (peperangan dengan fisik). tetapi peperangan rohani melawan ajaran-ajaran yang sesat dengan hanya berpedoman Alkitab sebagai standart mutlak ! Seharusnya. bukan ? Sama halnya dengan pandangan ini. padahal pernyataan ini menurut Jusufroni “tidak benar”.5 atau terserah ?! Tidak bertanggungjawab. sehingga terciptalah konflik. dalam pekerjaan. Paulus berkata : “Aku mengucap syukur kepada Allah bahwa aku berkata-kata dengan bahasa Roh lebih dari pada kamu semua. “Mengapa terjadi bentrok itu ? Karena mereka merasa sudah menemukan kebenaran.” Yang tidak bertanggungjawab. Pernyataan. itu bisa menghina orang lain. sedangkan umat pilihan Allah adalah orang-orang yang sama-sama berdosa (tetapi telah ditebus oleh Kristus) dan tinggal di dalam dunia. Kelima. Pada bagian ini. kita pasti mau menderita. Doktrin Roh Kudus (Pneumatologi). saya akan mengutip dua hal tentang pengajaran tentang bahasa roh dari Sekolah Orientasi Melayani/School of Ministry (SOM) dari Gereja Bethany Indonesia (dulu : GBI Bethany). tidak ada pengampunan dosa (Ibrani 9:22)! Tetapi akibat dosa.

tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. padahal di dalam ayat selanjutnya. “Paulus berani bersaksi bahwa ia berkata-kata dengan bahasa lidah lebih dari orang-orang Korintus berarti begitu ia bangun dari tempat tidur langsung berbahasa lidah. Dengan menafsirkan 1 Korintus 14:18. “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita. dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh. 14:22. Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar. dalam pekerjaan. (Buletin SOM Bethany “Roh Kudus”. Yang dimaksudkan Paulus adalah : Jika ada seorang tidak percaya atau mempersoalkan bahkan menolak dan menentang bahasa Roh. Paulus berbahasa lidah dalam frekuensi waktu yang cukup banyak…” Ayat ini dengan semena-mena ditafsirkan. Perhatikan terjemahan King James Version pada ayat 19 ini. “Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga. ayat 19. itu adalah “tanda” bahwa mereka adalah orang yang tidak mempunyai iman. dalam kehidupan sehari-hari bahkan setiap saat ia berbahasa lidah. sedangkan di ayat 19. tetapi ia mengungkapkan bahwa itu hanya untuk membangun dirinya sendiri. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible). Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. karena ayat-ayat sebelumnya Paulus menunjukkan bahasa-bahasa Roh itu penting untuk berkata rahasia kepada Allah dan penting untuk membangun diri sendiri. pergi tidur berbahasa lidah. Penafsiran 1 Korintus 14:18. pp 32-40) Komentar saya : Dari sekelumit pembahasan ini. saat itulah Roh akan membantu kelemahan kita apabila kita mulai berbicara dengan bahasa lidah… Yang terakhir adalah : Mengapa Paulus berkata bahwa “bahasa Roh adalah tanda untuk orang yang tidak beriman ?” 1 Kor.” Kadang-kadang tatkala menghadapi persoalan yang amat berat dan secara akal sudah tidak terpecahkan dan sudah tidak ada jalan keluar lagi dan kita tidak tahu apa yang harus kita doakan dan mohonkan kepada Allah. sebab kita tidak tahu. Paulus mengungkapkan.Alasan 1… Alasan 5 : Dengan berdoa dalam bahasa lidah kita dapat berdoa untuk sesuatu permohonan yang kita tidak ketahui (Enable us to pray for the unknown) Roma 8:26. dalam perjalanan. ia mulai membicarakan bahwa yang penting itu adalah untuk membangun Jemaat. sehingga ia lebih suka mengucapkan atau berkhotbah tentang 5 kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang ketimbang berpuluh-puluh ribu bahasa roh yang tidak diketahui. dan Paulus suka kalau semua orang berbahasa Roh seperti dia yang berbahasa Roh lebih dari semua orang Korintus. “Yet in the church I had rather . penulis buku SOM ini mengutarakan. Yang jelas Paulus tidak bermaksud mengatakan bahwa orang yang berkata-kata dengan bahasa Roh itu orang yang tidak beriman. bagaimana sebenarnya harus berdoa.” Memang Paulus bisa berbahasa Roh. mari kita akan memperhatikan problematika penafsiran Alkitab dari theologia ini : 1. yang sengaja tidak mengutip ayat 19.

that by my voice I might teach others also. ia mengutip Roma 8:26 dengan penafsirannya. Roma 8:26 tidak sedang berbicara tentang doa dalam bahasa roh. dll tidak dilaporkan setiap saat berbahasa Roh ? Jelas. oleh karena itu hanya Alkitablah yang harus menjadi standard untuk menguji hal-hal yang supranatural. Petrus. mengapa rasul-rasul Kristus lainnya. urutannya adalah : kita berdoa kepada Allah Bapa di dalam nama Tuhan Yesus melalui Roh Kudus. pikiran. lalu banyak jemaat mereka (termasuk para pemimpin gereja mereka yang tidak mengerti) kalau berdoa bukan kepada Bapa tetapi kepada Roh Kudus. TETAPI tidak berarti karena itu hal yang supranatural lalu tidak ada standardnya. ini pembalikkan ordo/urutan. ayat 26 di dalam Roma 8 ditafsirkan seenaknya sendiri. jika Roh membantu kelemahan kita ketika kita mulai berbicara dengan bahasa lidah. dll. Kalau memang menurut penulis buku SOM ini. Kembali. mind. salah satunya adalah alasan 5 yang menyatakan. untuk mendukung pengajaran ini. dll. Ia berdoa kepada Bapa sama sekali tidak menggunakan bahasa roh. Paulus lebih suka mengajar orang lain dengan hal-hal doktrinal yang bisa dimengerti bahasanya supaya iman jemaat dapat dibangun ketimbang berpuluh-puluh ribu bahasa yang tidak dapat dingerti (unknown tongue). dll). ini suatu ketidakkonsistenan penafsiran Alkitab ala penulis buku SOM. ini sebuah penafsiran yang dicocok-cocokkan. “Kadang-kadang tatkala menghadapi persoalan yang amat berat dan secara akal sudah tidak terpecahkan dan sudah tidak ada jalan keluar lagi dan kita tidak tahu apa yang harus kita doakan dan mohonkan kepada Allah. Tuhan Yesus ketika berdoa di Taman Getsemani. seperti Yohanes. Paulus setiap saat berbahasa Roh.” Kata “understanding” dalam bahasa Yunaninya nous berarti intellect. “Dengan berdoa dalam bahasa lidah kita dapat berdoa untuk sesuatu permohonan yang kita tidak ketahui (Enable us to pray for the unknown)” Lalu. karena itu adalah suatu hal yang supranatural yang melebihi kemampuan rasio manusia. Penafsiran Roma 8:26. saya lebih suka memakai lima perkataan yang dapat dimengerti orang daripada memakai beribu-ribu perkataan dalam bahasa yang ajaib. kata “pengertian” bisa mencakup intelek. apakah berarti Roh Kudus tidak menolong-Nya ? Apakah berarti kita tidak boleh sama sekali berbahasa lidah ? TIDAK. saat itulah Roh akan membantu kelemahan kita apabila kita mulai berbicara dengan bahasa lidah…” Dengan sangat jelas. Penafsiran Alkitab ini disebut eisegese (menafsirkan Alkitab sekehendak hatinya asal cocok dengan pola pikir yang telah ia tetapkan dahulu).speak five words with my understanding. Roh Kudus membantu kita berdoa kepada Bapa karena kita tidak mengerti bagaimana berdoa supaya doa kita diperkenan Allah (doa yang tidak diperkenan Allah : doa yang egois. Perhatikan. Kalau ayat 18 ditafsirkan bahwa Paulus setiap saat berbahasa lidah. 2. Penulis buku SOM ini mengungkapkan 7 alasan orang “Kristen” harus “berbahasa roh”. Tetapi herannya. . Bahasa Roh sejati masih ada sampai sekarang. di dalam pertemuan-pertemuan untuk menyembah Tuhan. Tidak semua hal supranatural itu benar dan bertanggungjawab. Jadi. tafsiran ini terlalu dicocok-cocokkan. bisakah Anda membayangkan bahwa mungkinkah Paulus menuliskan wahyu Allah melalui surat-suratnya ? Jelas. Lalu. mengapa ? Karena di dalam kelemahan-Nya dalam natur manusia. Ayat ini berarti Roh Allah yang Mahakudus itu membantu kita berdoa kepada Bapa. doa minta kaya. Dengan kata lain. “Namun. Saya lebih suka begitu supaya saya dapat mengajar orang. beberapa pemimpin gereja Karismatik/Pentakosta mengajarkan berdoa di dalam Roh itu berarti berdoa dengan menggunakan bahasa “roh”. sombong. di dalam pertemuan jemaat atau ibadah. oleh karena itu Roh Kudus lah yang membantu kelemahan kita sehingga doa-doa kita disampaikan oleh Roh Kudus kepada Allah Bapa.” Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari menerjemahkan. Jadi. than ten thousand words in an unknown tongue.

“Yang dimaksudkan Paulus adalah : Jika ada seorang tidak percaya atau mempersoalkan bahkan menolak dan menentang bahasa Roh.” Alkitab tidak pernah berkata bahwa iman timbul dari bahasa roh. Dia yang telah berfirman kepada mereka: "Inilah tempat perhentian. dengan mengutip Yesaya 28:11-12. Alkitab berkata. karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya. bukan untuk orang yang beriman. Ayat ini jelas menyimpang dari konteksnya. namun demikian mereka tidak akan mendengarkan Aku. tetapi untuk orang yang beriman. “Oleh orang-orang yang mempunyai bahasa lain dan oleh mulut orang-orang asing Aku akan berbicara kepada bangsa ini. inilah tempat peristirahatan!" Tetapi mereka tidak mau mendengarkan. Jawab : Filipi 2:12-13 : Hai saudara-saudaraku yang kekasih. kamu senantiasa taat. itu adalah “tanda” bahwa mereka adalah orang yang tidak mempunyai iman. Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. “Sungguh. suatu kontradiksi yang aneh.” Perhatikan.ekaristi. Keenam. padahal di dalam Roma 10:17. bukan untuk orang yang tidak beriman. Berikut adalah contoh konkrit tentang kesalahan tafsiran Alkitab yang diambil dari website “apologetika” sebuah pelayanan gereja Katolik (http://www. Yesaya menuliskan bahwa kepada para pemimpin Yerusalem. mengapa ? Ayat 22 tidak bisa dilepaskan dari ayat sebelumnya. Tanya : Pendapat Gereja Katholik tentang pentingnya perbuatan adalah salah satu penemuan buatan mereka. Lalu. penulis buku SOM ini mengatakan bahwa pengajarannya adalah pengajaran yang “kembali kepada Alkitab”. jika kita benar-benar adalah orang . Jika menolak ini menjadi tanda bahwa mereka tidak mempunyai Iman. “Jadi. Apa bedanya dengan kita. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible).” Lalu. berilah perhentian kepada orang yang lelah. Doktrin Keselamatan (Soteriologi).3. Paulus sudah memperingatkan jemaat Korintus untuk tidak seperti anak-anak di dalam pemikiran mereka. dan pendengaran oleh firman Kristus. Penafsiran 1 Korintus 14:22. Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar. tetapi dari pendengaran oleh firman Kristus ! Tetapi herannya. Paulus untuk mengerjakan keselamatan mereka dengan takut dan gentar. penulis buku SOM ini menyimpulkan. karena mereka lebih melihat fenomena yang kelihatan “wah” dan “supranatural” tanpa melihat esensi yang lebih penting (yaitu mendengarkan Firman). Tuhan berkata melalui Paulus. di dalam ayat 22.” Oleh karena itulah. bukan saja seperti waktu aku masih hadir. iman timbul dari pendengaran. Mari kita kembali kepada pengajaran Alkitab yang sepenuhnya (Back to the Bible). di ayat 21. “Jadi “bahasa Roh” adalah patokan yang mendasar.” Di dalam Yesaya 28:11-12.” Posisi Alkitab sebagai satusatunya yang layak dipercaya digeser menjadi bahasa roh menjadi patokan yang mendasar untuk mengukur iman seseorang. karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar. dengan menggantikan posisi finalitas Alkitab. Di ayat 20. Umat di Filipi diminta untuk menuruti pesan St. tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir.net). firman Tuhan. Paulus mengajarkan. sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda. Tentang bahasa roh yang adalah karunia untuk orang yang tidak beriman (1 Korintus 14:22). oleh orang-orang yang berlogat ganjil dan oleh orang-orang yang berbahasa asing akan berbicara kepada bangsa ini. tetapi untuk orang yang tidak beriman. “Karena itu karunia bahasa roh adalah tanda. Allah menggunakan bahasa-bahasa yang tidak mereka mengerti untuk menghukum mereka. Sungguh. penulis buku SOM ini mengungkapkan.

tetapi pemberian Allah. Ayat ini seharusnya membuat kita merasa gentar sehingga kita terus menerus melakukan keinginan Bapa dalam segala hal. Komentar saya : Tafsiran terhadap Alkitab yang dilakukan secara semena-mena ini membuktikan penulis di website ini tidak mengerti benar Alkitab. “Allah” dipuaskan. itu bukan hasil usahamu. Pernyataan ini adalah pernyataan yang dibuat-buat dan dicocok-cocokkan serta membuktikan penulis artikel ini tidak mengerti pengajaran Alkitab. Paulus atau penulis-penulis Perjanjian Baru tidak pernah menggambarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan seperti yang banyak diajarkan oleh pengkhotbah-pengkhotbah pada masa sekarang. sehingga seolah-olah melalui perbuatan baik. seperti yang dipaparkan Paulus di dalam Efesus 2:8-9. Pandangan ini dengan mudah dapat dijatuhkan. tidak ada satu unsur jasa baik manusia. Jangan percaya kepada theologia Injili yang mengaku juga mempercayai keselamatan adalah anugerah Allah. Sekali lagi. Keselamatan adalah murni 100% adalah anugerah Allah. Apakah hidup yang kekal itu ? Hidup yang tidak dapat binasa. di dalam Filipi 2:12-13. tetapi menyangkali kedaulatan Allah yang memimpin manusia pilihan-Nya sehingga tidak mungkin kehilangan keselamatan. Coba kita akan menyelidiki dengan teliti.” adalah pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara Alkitabiah. “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman. karena dengan itulah Allah akan menghakimi kita. Kita harus berbuat baik demi mewujudnyatakan cinta kasih dan terang Kristus ke dalam dunia kita yang berdosa. Memang benar. Apakah dengan ini berarti janji Tuhan Yesus itu palsu dan bohong belaka hanya untuk mengelabui Nikodemus pada waktu itu yang sedang “stres” ? Lalu. Ayat ini tidak sedang mengajarkan bahwa karena keselamatan itu mudah hilang. Perbuatan baik itu penting tetapi bukan yang terutama. dan bukan pada ayat 13. sehingga Paulus perlu mengingatkan jemaat di Filipi untuk mengerjakan keselamatan. Itu bohong belaka. Meskipun Filipi 2:12-13 dikutip keseluruhan. saya akan memberikan argumentasi theologis di dalam hal ini. Saya tidak berarti menyalahkan 100% bahwa perbuatan itu tidak penting. Paulus atau penulis-penulis Perjanjian Baru tidak pernah menggambarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan seperti yang banyak diajarkan oleh pengkhotbah-pengkhotbah pada masa sekarang. Inilah yang ditekankan oleh banyak theolog Katolik Roma dengan “theologia” naturalnya dan banyak theolog Injili dengan presuposisi human-centerednya.” Gereja Katolik Roma dan Arminian mungkin saja menyetujui kedua ayat ini. Tafsiran model ini adalah tafsiran yang dicocok-cocokkan (eisegese) yang tidak sinkron dengan seluruh berita Alkitab. Itu masalahnya. tetapi fokusnya sering dilihat hanya pada ayat 12.Kristen Perjanjian Baru ? Tingkah laku kita penting. St. Paulus memerintahkan jemaat di Filipi untuk mengerjakan keselamatan. itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. Di dalam Yohanes 3:16. hidup selama-lamanya bersama Bapa di Surga. Mengapa demikian? Karena di ayat 13 mengajarkan bahwa Allah lah yang mengerjakan kehendak baik manusia sehingga manusia bisa berbuat baik dan ajaran ini tidak cocok dengan ajaran Arminian dan Katolik Roma. “St. Filipi 2:12-13 sangat digemari oleh para theolog Arminian dan Katolik yang anti-kedaulatan Allah. Keselamatan sejati adalah anugerah Allah. tetapi . theologia Reformed saja yang berani menegaskan kedaulatan Allah dan anugerah Allah secara konsisten. Benarkah Paulus dan para rasul Perjanjian Baru tidak pernah mengajarkan kepastian keselamatan yang tidak perlu dikhawatirkan ? Ini pandangan keliru. karena perbuatan baik adalah respon kita yang telah mendapatkan anugerah Allah melalui iman di dalam Kristus. Apalagi pernyataan yang mengatakan. Tuhan Yesus memberikan janji kepastian keselamatan bahwa barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak binasa. melainkan beroleh hidup yang kekal. Tetapi tidak berarti perbuatan baik lebih penting dari iman.

Ketujuh. itulah sebabnya hanya orang yang punya Roh Martir yang diberi kuasa membentuk Perjamuan Kudus yang benar. Ini sama saja bohong dan kontradiksi dengan pendapat sendiri. berorientasi hanya untuk kemuliaan Allah (Roma 11:36). itu .dengan perspektif yang menyimpang dari konteks Alkitab ini. saya akan bertanya. Itu jelas bukan Allah yang Alkitab ajarkan. Kembali. Tuhan Yesus Kristus dan penyempurnaan karya keselamatan melalui karya Roh Kudus yang melahirbarukan umat pilihan Allah Bapa untuk beriman di dalam Kristus Yesus. Kalau orang masih minta-minta. Orthodoks.” Artinya: Karena Perjamuan Kudus adalah korban Tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib. membenci. minta-minta perpuluhan. “Inilah roti yang turun dari Sorga. Doktrin Gereja (Ekklesiologi). yaitu dengan mengajarkan bahwa meskipun keselamatan itu adalah anugerah Allah. tetapi realita yang mungkin membuat para penganut theologia lainnya akan marah. Tidak ada satu arus theologia Kristen yang memiliki perspektif Kristo-sentris dan kedaulatan Allah (theology from above) kecuali theologia Reformed. Prinsip Soli Deo Gloria (=kemuliaan hanya bagi Allah selama-lamanya) tidak ada pada theologia Katolik Roma. yaitu mulai dari rencana keselamatan yang ditetapkan oleh Allah Bapa dengan memilih sebagian orang untuk diselamatkan. penggenapan keselamatan di dalam Pribadi Allah Anak. Itulah karya Allah Tritunggal di dalam keselamatan. Inilah kelemahan fatal para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian. Mengerjakan keselamatan tidak berarti mempertahankan keselamatan supaya tidak hilang. dll. Kita angkat Roti : Yang akan dibentuk menjadi Tubuh Kristus. dll. itu tidak menjadi masalah. tetapi hanya pada theologia Reformasi dan Reformed yang konsisten. mungkin saja “Allah” seperti itu yang dipercayai oleh para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian. seenaknya sendiri (tidak beda dengan manusia yang suka plin-plan. Tuhan Yesus menegaskan : HANYA ORANG YANG PUNYA ROH MARTIR YANG DIBERI KUASA MEMBENTUK PERJAMUAN KUDUS YANG BENAR I. lalu. kalau memang “benar”. Berikut kutipan ajaran dari Bapak Yesaya Pariadji dari Tiberias yang mengemukakan ajaran tentang minyak urapan dan Perjamuan Kudus. maka itu berarti keseluruhan proses keselamatan ada di tangan Allah secara pribadi (bukan di tangan manusia). perbuatan baik kita yang dikaruniai dari Allah. keselamatan yang telah disempurnakan melalui karya Roh Kudus dengan melahirbarukan umat pilihan-Nya dan memberi mereka iman di dalam Kristus. Arminian. dilakukan oleh Allah. Kembali. para penganut theologia Katolik Roma dan Arminian mempercayai bahwa keselamatan Kristen itu tidak pasti. kecuali theologia Reformed ! Lalu. kita sebagai manusia harus menerima keselamatan itu dan berbuat baik supaya diperkenan Allah. Ketika theologia Reformed berani menegaskan bahwa keselamatan sejati hanya melalui anugerah Allah di dalam iman. Entah. itu berarti Allah tersebut bukan Allah yang diajarkan oleh Alkitab karena Allah tersebut adalah Allah yang plin-plan. Salah satu hal di dalam doktrin gereja yang akan kita selidiki adalah tentang minyak urapan dan Perjamuan Kudus. ini membuktikan “Allah” palsu ini merupakan proyeksi dari pikiran manusia yang berdosa seperti yang diajarkan oleh Ludwig Feuerbach). inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib. Tidak ada satu theologia Kristen yang berani merumuskan theologia sistematika ini. Allah yang menganugerahkan keselamatan itu juga bisa mengambil keselamatan sekehedaknya sendiri. lalu diterima oleh umat pilihan-Nya dan terus dikerjakan. Ini bukan fanatisme iman. tetapi berarti mewujudnyatakan keselamatan itu sehingga orang lain dapat melihat perbuatan baik kita dan memuliakan Bapa di Surga (Matius 5:16).

Pernyataan yang mengajarkan bahwa perjamuan kudus itu “memberikan keselamatan. yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus yang benar. tidak ada kuasa Allah. yang langsung dari “tuhan yesus” tidak ditemukan pengajarannya di dalam Alkitab. dan tidak terkapar di rumah sakit atau ruang ICU. nyawa dan darah kami agar banyak orang diselamatkan. Baca pernyataan selanjutnya. . Aku tolak kanker. sama seperti Engkau mengasihi Aku. Mari kita akan menyelidiki satu per satu. yang memberikan hidup kekal di dalam Sorga. Pertama: Yang memberikan keselamatan. suatu pernyataan orang yang aneh. 2. Di luar Yesus tidak ada keselamatan dan hidup yang kekal di Sorga (Yohanes 3:16). Untuk menyempurnakan jiwa dan rohku dan agar dibangkitkan pada akhir zaman. Kedua: Untuk menyempurnakan tubuhku agar sehat sempurna. agar Gereja penuh kuasa. 1. Dasar Firman Allah di dalam Yohanes 17:23 demikian: “Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu. agar Gereja penuh kuasa. lalu berani mengklaim diri memiliki “roh martir”. agar kami tidak lumpuh. “hanya orang yang punya Roh Martir yang diberi kuasa membentuk Perjamuan Kudus yang benar. Roh Martir adalah orang yang menyerahkan segala miliknya. Dasar Firman Allah di dalam Yesaya 53:3-5 … (Buletin Gereja Tiberias NO. Pariadji tidak mengerti totalitas pengajaran Alkitab. agar kami tidak terkapar di rumah sakit. tidak koma. tetapi untuk memuliakan Kristus. 06 NOVEMBER 2005) Komentar saya : Semua ayat Alkitab banyak yang ditafsirkan sekehendak hati Pariadji sendiri. 2.tandanya orang itu tidak mempunyai Roh Martir sehingga Perjamuan Kudusnya hanya sekedar lambang saja. Ketiga: Inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib yang tertikam. “Gereja Tiberias dibangun karena kami bisa menyerahkan segala milik kami.” adalah pernyataan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dasar Firman Allah di dalam Yohanes 6:51 & 58… Artinya: Keselamatan hanya melalui Yesus. agar kami tidak pikun. aku tolak tumor.” Yohanes 6:54 demikian: “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku. ini Tuhan Yesus atau “tuhan yesus” ? Dari pernyataan ini. Sungguh. 883 Minggu TGL. 3. Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajarkan. nyawa dan darah kami agar banyak orang diselamatkan. nyawa dan darahnya. Gereja dibangun bukan untuk memperoleh kuasa. bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka. 1. Gereja Tiberias dibangun karena kami bisa menyerahkan segala milik kami. ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman”. tertombak. Dari konsep gereja saja.” Pernyataan ini adalah tafsiran Pariadji sendiri yang mengaku langsung dari “Tuhan Yesus”. sangat jelas bahwa orang yang punya “roh martir” yang dimaksudkannya adalah Pariadji sendiri. agar dunia tahu. agar kami tidak terkapar di meja operasi.” Kalimat ini mirip dengan kalimat klenik atau syarat-syarat yang diperlukan untuk memperoleh kuasa supranatural. yang memberikan hidup kekal di dalam Sorga. yang lebih aneh lagi.

Fungsi perjamuan kudus yang dipaparkan Bapak Pariadji. Fungsi “perjamuan kudus” ala Pariadji adalah untuk menyembuhkan penyakit. Kedua ayat yang dikutip oleh Bapak Pariadji sama sekali tidak mengajarkan tentang kanibalisme.” Ayat ini tidak mengatakan bahwa keselamatan ada di dalam minyak urapan atau perjamuan kudus. Penggunaan kata “roti” di dalam kedua ayat ini memang menunjuk Perjamuan Kudus.He did not mean that this should be understood literally. Untuk menyempurnakan jiwa dan rohku dan agar dibangkitkan pada akhir zaman. Sepertinya. tetapi yang dimaksudkan dengan “roti” adalah daging atau hidup-Nya sendiri yang diserahkan dan mereka harus menerima-Nya supaya mereka memperoleh hidup. padahal konsep Perjamuan Kudus yang dipromosikan oleh Bapak Pariadji adalah konsep yang salah (bandingkan 1 Korintus 11:2331 .Tidak ada satu ayat Alkitab yang mengajarkan bahwa Perjamuan Kudus sebegitu berkuasanya sehingga dapat memberikan keselamatan.” (=Dia tidak bermaksud bahwa ayat ini dimengerti secara literal. agar kami tidak terkapar di rumah sakit. “Except ye eat the flesh … . tidak ada bukti bahwa. Dengan pernyataan Bapak Pariadji bahwa keselamatan hanya melalui Yesus. Pariadji harus membaca seruan Petrus di dalam Kisah Para Rasul 4:12. sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. Pernyataan “makan daging dan minum darah” tidak bermakna secara literal. Bapak Pariadji dengan sengaja mencocokcocokkan ayat yang di luar konteks/makna aslinya supaya cocok dengan pandangan Perjamuan Kudus-nya yang “menyelamatkan” dan “mujarab”. ayat 27 di dalam pasal ini sering diabaikan oleh banyak pemimpin gereja kontemporer yang pop). for it was never done. agar kami tidak terkapar di meja operasi. Ditambah pernyataannya. 4. Besides. bahwa melalui darah kematian-Nya—tubuh dan darah-Nya diserahkan sebagai pengorbanan bagi dosa…) Untuk mendukung ajarannya yang kacau. Berikut pernyataannya. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia. and it is absurd to suppose that it was intended to be so understood… His body was offered on the cross.he would procure pardon and life for man. tidak koma.” Dengan mengutip Yohanes 6:51 dan 58. ia mengutip Yohanes 6:54. there is no evidence that he had any reference in this passage to the Lord’s Supper… The plain meaning of the passage is. agar kami tidak pikun. yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus adalah pernyataan yang secara implisit menghina karya penebusan Kristus di kayu salib dan menggantinya dengan hanya menerima Perjamuan Kudus yang “benar” (keselamatan di dalam Kristus menurut Bapak Pariadji tidak cukup hanya percaya. that by his bloody death . 3. yaitu yang percaya dan menerima Perjamuan Kudus yang benar. bahwa Dia menunjukkan referensi apapun di dalam bagian ini terhadap Perjamuan Tuhan…Arti sederhana dari bagian ini. “Inilah tubuh Kristus yang tergantung di atas kayu salib yang tertikam. dan tidak terkapar di . bukan karena menerima Perjamuan Kudus. lalu orang percaya disuruh untuk benar-benar menguyah daging Tuhan Yesus.” Lalu. and was raised up from the dead and received into heaven. “Untuk menyempurnakan tubuhku agar sehat sempurna. agar kami tidak lumpuh. Tidak. Hidup dan keselamatan sejati didapat ketika mereka menerima-Nya sebagai Tuhan dan satu-satunya Juruselamat. Tafsiran Yesaya 53:3-5 yang seenaknya sendiri. tertombak. “Keselamatan hanya melalui Yesus. … Di samping itu. Perhatikan pernyataan yang diungkapkan oleh Albert Barnes dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible. tetapi juga harus menerima Perjamuan Kudus yang “benar”).his body and his blood offered in sacrifice for sin . Kutipan Yohanes 6:54 yang seenaknya sendiri.

Doktrin Akhir Zaman (Eskatologi). 11-15 Untuk menafsir Kitab Wahyu. “Ada dua jenis Kebangkitan Tubuh : KEBANGKITAN I : Kebangkitan orang-orang benar sebelum Millenium berakhir untuk memperoleh HIDUP. mencari ayat-ayat Alkitab yang mendukung ajarannya dan sengaja meninggalkan 1 Korintus 11:23-31 yang jelas-jelas tidak mengajarkan tentang kemujaraban Perjamuan Kudus. . pengorbanan Kristus di kayu salib mampu mematahkan segala belenggu penyakit. Berikut pengajarannya. di dalam bukunya Alkitab dan Akhir Zaman.” (Silabus SOM Bethany “Second Coming/Kedatangan Tuhan”. KEBANGKITAN II : Kebangkitan orang-orang jahat sesudah Millenium berakhir untuk memperoleh HUKUMAN. Ayat ini hanya mengindikasikan tentang adanya orang-orang yang bijaksana yang adalah orang-orang yang takut akan Allah akan menjadi sinar yang menerangi orang-orang dunia. (Dan. Aku tolak kanker. kita harus memperhatikan prinsipnya yaitu di dalam Kitab Wahyu. Daniel 12:3. saya akan mengutip pengajaran eskatologi dari SOM Bethany yang nantinya mempengaruhi penafsiran Alkitab versi mereka. dirinya mencocok-cocokkan semua ayat Alkitab sesuai kehendak hatinya ditambah ada perkataan bahwa “tuhan yesus” langsung berkata kepadanya (biar kelihatan “rohani dan alkitabiah”).” Ayat ini sengaja dicomot untuk mendukung ajaran adanya dua kali kebangkitan tubuh. akibatnya. Pada bagian terakhir.rumah sakit atau ruang ICU.D. Rasul Paulus di dalam 1 Korintus 11:23-31 tidak pernah menyinggung sedikitpun tentang makna Perjamuan Kudus yang mujarab untuk menyembuhkan penyakit. terkandung banyak perkataan simbolis atau simbol-simbol yang tidak dapat ditafsirkan secara harafiah. Th. Wah. aku tolak tumor. Herannya. Wah. Kedelapan. Dasar Firman Allah di dalam Yesaya 53:3-5 …” Kembali. tetapi itu bukan poin penting. padahal ayat ini tidak mengindikasikan pengajaran ini. 2 Penafsiran yang parsial atas Wahyu 20:4-6. Memang. “Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala. dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintangbintang. Yoh. tetap untuk selama-lamanya. p. sehingga orang-orang pilihan-Nya yang belum bertobat boleh dipimpin dan diterangi oleh sinar itu lalu mereka boleh kembali kepada Allah. Jadi ada jarak 1000 tahun antara kedua kebangkitan tersebut. ini adalah sebuah pelecehan implisit terhadap makna asli Perjamuan Kudus. Bapak Pariadji tidak bisa membedakan mana yang esensi (utama) dan mana yang tambahan (akibat dari esensi). Hoekema. 20:4-6 . 5:28-29 . 12:3 . 46) Komentar saya : 1 Penafsiran Daniel 12:3 yang tidak bertanggungjawab Pertama. dengan tidak bertanggungjawab. Berikut kutipan paparan tentang kelemahan penafsiran ayat-ayat ini dari Prof. Ini problematika Bapak Pariadji dalam menafsirkan Alkitab. Anthony A. 20:11-15).

Dalam ayat 12 kita membaca tentang kitab yang dibuka. mencakup semua orang yang telah mati. Lalu. sehingga kita yang mengenyam pendidikan tinggi. Tetapi tidak ada indikasi bahwa kitab-kitab tersebut hanya berisi tentang penghukuman. beberapa bukti telah diberikan bahwa 20:4-6 tidak berbicara tentang kebangkitan tubuh bagi orang percaya ataupun orang tidak percaya… ajaran semacam ini didasarkan pada penafsiran secara harafiah terhadap perikop dari kitab yang sangat bersifat simbolis. berdiri di depan takhta itu.” (ayat 12)… Coba amati lebih jauh pernyataan bahwa laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya (ayat 13)…Sudah tentu Hades. 24:15) bahwa kebangkitan orang percaya dan tidak percaya akan terjadi secara bersamaan… Perhatikanlah kalimat “orang-orang mati. kita akan membahas tentang pengajaran-pengajaran theologia sistematika sebelum kita masuk ke dalam prinsip mengerti Alkitab. apakah berarti kita harus mati-matian membela prinsip-prinsip tersebut. yaitu dunia orang mati. dan kedua disusul dengan prinsipprinsip penafsiran Alkitab sesuai dengan theologia sistematika yang telah disusun. saya akan membagi ke dalam dua prinsip. Tetapi jangan menyempitkan arti kejelasan Alkitab ini. Doktrin Alkitab (Bibliologi) . yang disebut dalam ayat 12 dan 15. kita akan membahas bagaimana menafsirkan Alkitab dengan prinsipprinsip yang bertanggungjawab sehingga kita dapat menghindarkan diri dari kesengajaan (atau ketidaksengajaan) mencoba mencomot ayat Alkitab di luar konteks yang ada. Lalu. Kalau Tuhan menganugerahkan kita kemampuan dan kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi. pertanyaan yang muncul. 1. prinsip pembentukan pola paradigma yang bertanggungjawab (theologia sistematika). bagaimana dengan ibu-ibu yang tidak pernah sekolah tinggi yang tinggal di desa. 5:28-29 dan Kis. pertama. bukan hanya orang-orang tidak percaya yang telah mati. Pertama. Pada bab ini. dan mengabaikan ayat-ayat lain (seperti Yoh. sehingga ibu-ibu yang tidak berpendidikan tinggi sekalipun dapat memahaminya. kita malas mempelajari Alkitab. besar dan kecil. sehingga tanpa prinsip-prinsip tersebut kita tidak mungkin mengerti Alkitab ? Kemudian. umumnya dimengerti sebagai daftar orangorang pilihan…” (Hoekema : 2004. Kitab kehidupan. Menurut bagian terakhir dalam ayat 12. lalu sembarangan menafsirkan Alkitab dengan berpedoman bahwa Alkitab itu jelas.4.4 Penafsiran Alkitab yang Dapat Dipertanggungjawabkan (Penggabungan Antara Theologia Sistematika dan Theologia Biblika) Pada bagian terakhir. apakah mereka juga perlu sekolah theologia/Alkitab untuk memahami Alkitab ? Salah satu prinsip Alkitab itu jelas. kitab tersebut berisi catatan tentang apa yang setiap orang telah lakukan. sebaiknya kita mempergunakannya untuk mempelajari firman-Nya terlebih dahulu. 2.“… penafsiran premillenialisme terhadap ayat 4 hingga 6 bukanlah satu-satunya kemungkinan . 327-329) Kita telah melihat problematika penafsiran Alkitab yang berintikan humanisme dan terimplikasi praktis di dalam paradigma dasar atau theologia sistematika mereka yang akhirnya mempengaruhi cara mereka menafsirkan Alkitab. Pengajaran theologia sistematika ini hanya mungkin diintegrasikan dengan cara penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab ketika pengajaran ini dibangun di atas pengertian theologia Reformed yang konsisten. bagaimana kita dapat menafsirkan Alkitab dengan bertanggungjawab ? Kita akan membahasnya pada poin 2. pp.

Pencipta dan Pemilik seluruh alam semesta dan manusia adalah ciptaan-Nya yang hanya merupakan derivasi (turunan) dari atribut Allah yang dapat dikomunikasikan (communicable attribute). lawan Reformed/Calvinisme) yang akhirnya dapat dengan mudah diperdaya oleh Gerakan Zaman Baru—GZB (New Age Movement) yang beridekan humanisme dan pantheisme. Lalu. Oleh sebab itu. 2. bahkan ada seorang pemimpin gereja Karismatik yang berani mengajarkan bahwa manusia adalah little gods (ilah-ilah kecil). Perbedaan kualitatif ini memang bersumber dari Alkitab. banyak theolog atau hamba Tuhan yang bertheologia Injili (yang cenderung Arminian. mengapa theologia Reformed berani menegakkan kedaulatan Allah secara konsisten di dalam seluruh arus pemikirannya ? Karena hanya theologia Reformed melihat Allah sebagai Allah. maka jarang sekali para theolog Reformed membuat spekulasi theologia hanya dari satu bagian Alkitab. tetapi hanya dapat digali oleh theologia Reformed. yaitu Sola Scriptura (hanya Alkitab). Allah adalah Tuhan yang memiliki dunia ini. Ketika theologia Reformed memegang pendapat ini. posisi manusia hanya taat mutlak akan pimpinan-Nya. kasih. Ketika kaum liberal mempercayai bahwa Alkitab itu murni buatan manusia. Untuk penjelasan bagian ini akan dijelaskan pada Bab 4 ini pada prinsip kedua. sehingga Ia berdaulat dan berhak mengatur dan memimpin hidup manusia sesuai dengan apa yang dikehendakiNya. Itu sebabnya. biasanya mereka akan mengintegrasikannya dengan seluruh berita di dalam kitab-kitab di dalam Alkitab. Dr. Jadi. sehingga tidak heran para pemuja “theologia” religionum/social “gospel” yang bersumber dari “theologia” liberal mendewakan humanisme dan kontekstualisasi yang salah agar kepercayaan Kristen dapat dikompromikan dengan mudah (menghilangkan esensi Kristen). adil. Kalau ada orang “Kristen” yang tidak pernah belajar theologia sama sekali. Di sini. hanya theologia Reformed yang lebih mendekati Alkitab (tidak berarti theologia Reformed identik dengan Alkitab). Selain prolegomena. tetapi dari perspektif Allah di dalam Alkitab. theologia Reformed dapat disebut sebagai theology from above yang berusaha melihat segala sesuatu BUKAN dari perspektif manusia berdosa. karena kekonsistenan theologia Reformed dalam melihat segala sesuatu. sehingga dengan berani mengajarkan bahwa di dalam diri manusia terkandung unsur positif. Theologia Reformed juga mempercayai bahwa Doktrin Alkitab (Bibliologi) sebagai Prolegomena atau doktrin yang mendasari semua doktrin Kristen. dll. Hal ini berakar dari semboyan Reformasi dari Dr. maka seluruh doktrin yang mereka bangun juga berdasarkan konsep kebersalahan Alkitab. baik. misalnya. oleh Allah dan bagi Allah saja kemuliaan sampai selama-lamanya (Roma 11:36). theologia Reformed dengan sangat konsisten mengajarkan prinsip kedaulatan Allah (the Sovereignty of God) dengan memegang prinsip bahwa segala sesuatu adalah dari Allah. tidak usah heran. semua pembahasan doktrin dari suatu arus theologia Kristen dilihat dari bagaimana arus theologia Kristen itu memandang Alkitab. Tuhan. di dalam seluruh arus theologia Kristen. kita dapat membuka bagian kitab lainnya untuk mendapatkan penjelasannya. Alkitab dipercaya adalah satu-satunya wahyu Allah yang tertinggi dan final (2 Timotius 3:16) yang tidak mungkin bersalah dalam naskah asli/autographa-nya (infallibility and inerrancy of the Bible). di mana seluruh kitab-kitab di dalam Alkitab dari PL sampai dengan PB adalah kitab-kitab yang memberikan penjelasan yang menyeluruh dan saling melengkapi. Oleh karena itu. Doktrin Allah Tentang doktrin Allah. Stephen Tong sebagai perbedaan kualitatif (qualitative difference). Kembali. theologia Reformed juga mempercayai adanya suatu pengertian yang holistik dari Alkitab.Di dalam theologia Reformed. seorang direktur . Perbedaan ini disebut oleh Pdt. jujur. sehingga ketika kita menemukan adanya kekurangjelasan dalam satu kitab tertentu. berhatihatilah terhadap orang “Kristen” yang sok tahu ini. lalu berani mengatakan bahwa theologia Reformed itu sombong dan tidak mengasihi. Martin Luther.

Julio Kristano (Momentum. diciptakan dan berdosa). 3. terlepas dari tubuhnya). dengan memegang prinsip dari Paulus. Mengapa ? Karena di dalam theologia Reformed. Mereka bisa masuk ke dalam racun GZB ini karena doktrin Allah mereka tidak kuat dan begitu kacau. Dr. di dalam dunia ini muncul berbagai macam masalah. Ini jelas tidak sesuai dengan prinsip Alkitab. yaitu dosa asal (original sin) yang diwariskan dari Adam (Roma 5:12-14). Anda dapat membaca sendiri buklet Doktrin Manusia dan Dosa yang ditulis oleh Pdt. sehingga tidak ada satu inci diri manusia yang tidak berdosa (Roma 3:23). maka manusia itu pasti mati. sehingga manusia dapat berpotensi menjadi seperti Allah (tetapi tetap sebagai makhluk yang terbatas. sehingga beberapa gereja Lutheran mulai mengkompromikan theologia mereka dengan theologia Injili yang Arminian. manusia yang telah diciptakan segambar dan serupa dengan Allah ini telah jatuh ke dalam dosa dan dosa ini mengakibatkan seluruh potensi diri manusia menjadi rusak total (Total Depravity). baik. dll. Martin Luther sampai John Calvin dan mempengaruhi semua theologia Reformasi dan Reformed. Tetapi saya sangat heran. Di dalam hal ini. bencana alam pasti dari dosa. dll. yaitu dosa yang kita kerjakan sendiri. bencana alam. Ketika tubuh dan jiwa dipisahkan. theologia Reformed mempercayai bahwa manusia itu terdiri dari tubuh dan jiwa (pandangan dikotomi). di mana kedua hal ini saling berhubungan dan menyatu. lalu ada dosa aktual. Mengapa menurut saya. menegakkan konsep kedaulatan Allah lah yang dengan lebih tepat mengartikan konsep hanya anugerah (sola gratia) ketimbang Luther. jujur. 2005). ada seorang “pemimpin gereja” yang melakukan bisnis “minyak urapan” hobi “bersaksi” bahwa roh/jiwanya turun naik “surga” (tentu. adil. begitu pula hubungan antara manusia dengan alam. manusia hanya memiliki satu kecenderungan : tidak bisa tidak berdosa (artinya ingin terus-menerus berdosa). theologia Reformed mempercayai bahwa sebelum dunia dijadikan. dll (atribut-atribut Allah yang dapat dikomunikasikan). Bapa gereja Augustinus. Dalam kondisi ini. Thomy J. sebaliknya di dalam theologia Reformasi agak kurang menekankan kaitan anugerah Allah dengan kedaulatan Allah. karena mereka secara implisit mempercayai bahwa Allah bisa berubah atau mengubah rencana-Nya sesuai kondisi manusia. di dalam theologia Reformed yang mempercayai ketidakbersalahan Alkitab secara konsisten. Dosa inilah mengakibatkan hubungan antara manusia dengan Allah terputus. Konsep anugerah ini jelas mempengaruhi doktrin keselamatan dan kehidupan Kristen sehari-hari. Lalu. tanah longsor. binatang dan sesama manusia juga terputus. tsunami. Dosa ini dapat dibagi menjadi dua bagian. 4. jangan percaya akan hal yang aneh ini. Tidak heran. theologia Reformed saja yang lebih tepat memahami anugerah Allah ? Karena hanya theologia Reformed mengaitkan konsep kedaulatan Allah dengan anugerah Allah ditambah ketidakmampuan manusia secara total. John Calvin. Tetapi tidak berarti setiap penyakit. Kembali. itu semua akibat dosa. konsep anugerah langsung dikaitkan dengan kedaulatan Allah. Doktrin Keselamatan (Soteriologi) Konsep anugerah adalah konsep utama yang telah ditegakkan dari Paulus. Di dalam doktrin keselamatan. sehingga manusia pasti membutuhkan-Nya. mulai dari timbulnya penyakit yang aneh.dari John Robert Power di Surabaya ternyata adalah seorang “penginjil” perempuan di sebuah gereja Karismatik “terbesar” di Surabaya. Mengenai penjelasan pandangan dikotomi. bencana banjir. Matakupan dan Ev. Yang saya maksudkan adalah dosa mengakibatkan penyakit. suci. tetapi murni atas . Allah telah memilih kita tanpa memandang jasa baik kita. Doktrin Manusia dan Dosa (Christian Antropology) Theologia Reformed yang konsisten mengajarkan bahwa manusia itu diciptakan segambar dan serupa dengan Allah yang menurunkan sifat-sifat Allah yang kasih.

Lalu. Allah yang memulai keselamatan ini akan menjaga umat pilihan-Nya sampai akhir sehingga mereka tidak pernah mungkin dapat meninggalkan Kristus untuk selama-lamanya.44. maka kaum Arminian secara implisit ingin mengajarkan konsep Deisme (yang mengajarkan bahwa setelah Allah menciptakan dunia ini. dll. sehingga apapun yang telah Ia berikan kepada kita baik itu kepintaran. Konsep ini jelas konsisten dengan seluruh berita Alkitab (Yohanes 3:16 . 6. Feuerbach bahwa “Allah” itu diciptakan menurut gambar dan rupa manusia. 10:27-30 . konsep anugerah harus menjadi konsep yang tertanam di dalam hati dan pikiran kita. Ia memerintah alam semesta ini sebagai Tuhan yang berdaulat dan berkuasa penuh (Matius 28:18) serta Ia akan datang kembali untuk kedua kalinya untuk mendirikan Kerajaan-Nya (Kerajaan Allah yang akan datang). mengapa ? Kembali. theologia Reformed memiliki pandangan lain terhadap pribadi Kristus yang tidak dianut oleh arus theologia Kristen apapun. maka keselamatannya bisa hilang.47 . tetapi mirip seperti pandangan L. Tetapi herannya konsep ini ditolak mentah-mentah oleh theologia Injili yang cenderung Arminian dan juga theologia Katolik Roma yang mengatakan bahwa ketika orang tersebut murtad. Kalau pandangan Arminian yang mengatakan bahwa keselamatan umat pilihan Allah bisa hilang akibat murtad itu adalah pandangan yang “benar”. Bapa mengutus Putra untuk menggenapkan karya keselamatan itu dengan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia. yaitu Kristus itu sebagai Nabi. Roma 8:33-35). terpecah. 6:40. Hal ini telah dirumuskan dalam pengakuan iman gerejawi yang bertanggungjawab. para bapa gereja yang setia. tercampur). Ini jelas tidak konsisten. itu murni adalah anugerah Allah. Doktrin Roh Kudus (Pneumatologi) . lalu pergunakanlah itu hanya bagi kemuliaanNya saja. Mengapa demikian ? Karena dengan mengatakan bahwa keselamatan umat pilihan Allah bisa hilang. Tetapi yang agak berbeda. kemampuan berbicara. Imam dan Raja. Di dalam kehidupan Kristen sehari-hari. otomatis sedang menghina Allah bahwa Ia tak sanggup lagi berbuat apa-apa terhadap keselamatan umat pilihan-Nya ketika mereka memilih untuk murtad. Hanya theologia Reformed yang konsisten mengajarkan peranan setiap Allah Tritunggal di dalam proses keselamatan. Luther dan John Calvin memegang pernyataan bahwa Kristus itu bernatur 100% Allah dan 100% manusia (dwi natur/dua sifat di dalam satu Pribadi Kristus yang tidak terbagi. 5. setelah Allah memilih kita untuk menerima keselamatan yang telah direncanakan-Nya.kerelaan kehendak-Nya yang berdaulat (Efesus 1:3-6). Sebagai Nabi (di atas segala nabi). sebagai Imam (di atas segala imam). problematika kekekalan keselamatan berkaitan erat dengan kekekalan diri Allah dan pemeliharaan-Nya. Lalu. Ia memberitakan firman Allah tentang kerajaan Allah kepada manusia dan kedatanganNya membuktikan Kerajaan Allah telah hadir di bumi ini (Kerajaan Allah pada waktu sekarang/yang telah ditegakkan). kemudian Roh Kudus diutus untuk menyempurnakan karya keselamatan itu dengan mengefektifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati setiap umat pilihan-Nya dengan memberikan iman di dalam Kristus. maka Ia tidak memelihara dunia ini) dan dengan jelas merendahkan posisi Allah di bawah posisi manusia yang “berotoritas”. Doktrin Kristus (Kristologi) Theologia Reformed mengikuti pandangan dari Rasul Paulus sendiri (Roma 1:3-4). Ini tentu bukan Allah sejati tetapi “ilah” buatan para theolog Arminian dan Katolik yang tidak lebih dari suatu idealisme utopia yang tidak pernah diajarkan oleh Alkitab. baik Chalcedon. dll. Ia mengorbankan diriNya sendiri sebagai penebusan dosa bagi umat manusia yang berdosa (Ia berbeda dengan para imam di dalam Perjanjian Lama yang mengorbankan binatang sebagai korban penebus dosa) dan sebagai Raja.

maka kita tidak perlu berlomba-lomba membangun gedung gereja sebagus dan semewah mungkin. theologia Reformed seperti Alkitab juga mempercayai bahwa Roh Kudus diutus untuk. Lalu. GBI. Roh Kudus berfungsi mengefektifkan karya penebusan Kristus ke dalam hati setiap umat pilihan-Nya sehingga mereka bisa percaya di dalam Kristus dan bertobat. kalau gereja adalah kumpulan orangorang pilihan Allah. gereja yang tidak kelihatan (invisible church) yang meliputi semua orang Kristen sejati dari berbagai zaman. karena dapat dipastikan mereka adalah para pengajar palsu meskipun berjubah “Kristen” bahkan “pendeta” atau “pemimpin gereja”. gereja-gereja Reformed menjalankan baptisan anak (infant baptism) dengan paradigma dasar bahwa baptisan bukan hal yang menyelamatkan. yaitu mandat theologis (mengajar doktrin kepada jemaat-jemaat gereja). 7. Jadi. mandat Injil (memberitakan Injil) dan mandat budaya (anak-anak Tuhan menjadi garam dan terang bagi masyarakat dunia di dalam setiap aspek hidup. GKRI. maka mereka belum tentu diselamatkan (karena banyak orang yang pergi ke gereja bahkan mengaku diri “melayani tuhan” terbukti bahwa mereka bukan termasuk umat pilihan Allah). di mana di dalam PL. tempat dan kondisi. maka pasti diselamatkan. Kalau ada orang yang berani mengajar tentang Roh Kudus. maka di dalam PB. theologia Reformasi dan Reformed menegaskan bahwa gereja yang sehat adalah gereja yang mengerjakan dua tugas yaitu mengajar doktrin dan melakukan sakramen (dalam hal ini. yaitu. tetapi terlepas dari (bahkan bertentangan total dengan) prinsip ini. ketika orang-orang Kristen disebut Bait Roh Kudus/Allah (1 Korintus 3:16). berdebu. Menghujat Roh Kudus sama halnya dengan menghujat fungsi dan peranannya. gereja yang kelihatan (visible church). Prinsip ini konsisten di dalam seluruh Alkitab. GKA. maka gereja yang merupakan kumpulan orangorang pilihan Allah pun dapat disebut Bait Allah tetapi dengan pengertian theologis. GKI. Gereja dapat dibagi menjadi dua. apakah berarti semua anggota gereja pasti diselamatkan ? Kalau gereja itu dalam pengertian gereja yang tidak kelihatan (orang-orang Kristen sejati). baik politik. Di dalam theologia Reformed. Kalau gereja bukanlah gedungnya. berhati-hatilah terhadap para pengajar itu. Lalu. tetapi orang-orangnya. hukum. gereja yang kelihatan dalam bentuk gedung. Dr. kebenaran dan penghakiman” (Yohanes 16:8). gereja-gereja Reformed memegang sistem pemerintahan gereja Presbyterial/Presbyterian. tetapi jika dalam pengertian keanggotaan formal gereja yang kelihatan. Louis Berkhof di dalam bukunya Teologi Sistematika : Doktrin Gereja mengungkapkan tentang sistem pemerintahan gereja Reformed ini.Roh Kudus BUKAN Kuasa Allah. di dalam theologia Reformed. mandat gereja dibagi menjadi tiga. yaitu Perjamuan Kudus dan Baptisan Kudus saja). Doktrin Gereja (Ekklesiologi) Gereja bukanlah gedungnya. Gereja Reformed tidak mengklaim bahwa sistem mereka mengenai pemerintahan Gereja ditentukan oleh setiap detilnya oleh Firman Tuhan. pendidikan. tetapi Roh Kudus adalah Pribadi Allah sendiri yaitu Oknum/Pribadi Ketiga dari Allah Trinitas. bau. Di dalam ordo/urutan keselamatan. tak mungkin manusia dapat beriman dan mengaku Kristus sebagai Tuhan (1 Korintus 12:3). yaitu membiarkan bangunan gereja tidak terawat. Prof. misalnya. Khususnya. Kedua hal itu sama-sama salah. Allah mengadakan perjanjian (covenant) melalui sunat sejak kecil (tanpa perlu mempertanyakan apakah anak kecil itu beriman dahulu atau belum). oleh karena itu tindakan ini tidak ada ampun (Matius 12:32). tetapi kita tidak perlu jatuh ke dalam ekstrim lainnya. ekonomi. perjanjian itu berupa baptisan. GKT. “menginsafkan dunia akan dosa. sosial. tetapi gereja Reformed menekankan . Selain itu. GRII. Di dalam doktrin gereja. hanya dua. Tanpa ada karya Roh Kudus ini. dll). dll. dll dan kedua. tetapi respon terhadap anugerah Allah yang mendahului iman seseorang.

Kristus sebagai Raja Melimpahkan Kekuasaan kepada Gereja. Ia adalah Kepala Gereja di mana Gereja adalah tubuh-Nya…Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa Kristus adalah Kepala Gereja. Kristus Memperlengkapi para Pelaksana yang Ditunjuk untuk Melaksanakan Hal-hal Khusus. Ef 1:20-23 .11. tetapi hanya untuk prinsip dasar yang umum saja dari sistem ini. dari Gereja yang tidak nampak yang membentuk tubuh-Nya secara spiritual. 1 Kor 12:5 . Mat 28:18 . walaupun tidak secara eksklusif. Karena itu semua kekuasaan tiranis tidak boleh ada dalam Gereja… 3.5. 23:8. Flp 2:10. …sebagai tambahan para pejabat Gereja menerima suatu kuasa yang diperlukan oleh mereka untuk melaksanakan tugas mereka dalam Gereja milik Kristus. tetapi juga dalam pengertian bahwa Ia adalah pemegang otoritas dan memerintah atasnya. Ef 1:20-22 . dan juga menerima otoritas dan kuasa sebagai pejabat langsung dari Kristus. Ia adalah Kepala yang utama. bukan saja dalam hubungannya yang vital dengan Gereja. dan mereka siap untuk mengakui bahwa banyak hal-hal khusus ditentukan oleh pertimbangan kebijaksanaan manusia… Berikut ini kita lihat prinsip-prinsipnya yang paling mendasar : 1. ibadah dan disiplin. bukan sekedar sebagai Pribadi kedua dalam Tritunggal. Ia juga kepala bagi Gereja yang nampak bukan hanya dalam pengertian organik saja. tetapi jjuga dalam keadaan-Nya sebagai Pengantara. Mereka memiliki kuasa yang umum yang dilimpahkan kepada Gereja.10 . tetapi juga sebagai Legislator dan Raja. Pemerintahan Kristus tidaklah persis sama dengan pemerintahan raja-raja dunia. Tetapi. Yoh 13:13 . Mereka adalah wakil. bukan berarti bahwa mereka menerima otoritas dari umat.bahwa prinsip dasarnya diperoleh secara langsung dari Alkitab. Dalam pengertian organik dan vital.12 .11 . Ia juga menghendaki agar pelaksanannya dilakukan oleh orang-orang tertentu secra khusus.24… 2. Kendatipun Kristus memberikan kuasa kepada Gereja secara keseluruhan. 4:4. Sebab panggilan ini adalah panggilan batiniah yang diberikan .19 . maka firman-Nya adalah satu-satunya hukum dalam arti yang paling mutlak. Kristus adalah Kepala Gereja dan Sumber dari Segala Otoritas …Reformed mempertahankan pendapat bahwa Kristus satu-satunya Kepala Gereja… Alkitab mengajarkan kepada kita bahwa Kristus adalah Kepala atas segala sesuatu. Ia tidak memerintah Gereja dengan paksaan. 5:23. Why 17:14 . Mat 16:18. 19:16.Dalam pengertian yang sangat khusus. Mereka tidak mengklaim adanya jus divinum secara rinci. tetapi secara subjektif melalui Roh-Nya yang bekerja dalam Gereja dan secara objektif melalui Firman Tuhan sebagai standar otoritas… Karena Kristus adalah satu-satunya Penguasa Gereja yang berdaulat. Mereka harus memelihara doktrin. bukan sekedar sebagai pelaksana atau delegasi dari jemaat… 4. Para pejabat Gereja adalah wakil bagi umat yang dipilih berdasarkan pemungutan suara. Kristus Melaksanakan Otoritas-Nya dengan Memakai Firman Kerajaan-Nya. Ia adala hTuhan dari alam semesta.

Prof. di mana anak-anak-Nya akan menikmati berkat yang telah dijanjikan-Nya yaitu tidak ada air mata. Doktrin Akhir Zaman (Eskatologi) Terakhir. penulis Ibrani mengajarkan. Kedua. Setiap ayat dan pasal di dalam suatu kitab di dalam Alkitab memiliki banyak konteks. membagi dua konsep kerajaan Allah dan Eskatologi yaitu Kerajaan Allah dan Eskatologi yang telah ditegakkan dan Kerajaan Allah dan Eskatologi yang akan datang. Dari Tuhan juga para pejabat itu menerima otoritas. Thomy J. prinsip pertama yang tidak boleh dilupakan adalah memperhatikan konteks yang ada. … (Berkhof.” (p. “Penulis Surat Ibrani di dalam bagian ini sebenarnya lebih menekankan daya dan kuasa firman yang menembus jauh ke dalam sehingga manusia tidak dapat bersembunyi. sendisendi dan sumsum. theologia Reformed memegang konsep Amillenialisme di dalam doktrin Akhir Zamannya. Kekuatan Gereja Terutama Terletak pada Pemerintahan dalam Gereja Lokal. Misalnya. Konteks penulisan ayat ini adalah tentang begitu dahsyatnya kuasa Firman Allah sehingga mampu menembusi kedalaman manusia. pp. Pdt. Berikut adalah prinsip-prinsip dalam penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab. lalu mendorong kita juga untuk giat bagi pekerjaan Allah meskipun harus menderita aniaya. tetapi simbolis. Hoekema. Kerajaan Allah yang telah ditegakkan adalah Kerajaan Allah yang hadir ketika Kristus berinkarnasi ke dalam dunia sampai Ia mati dan bangkit yang membuktikan kemenangan-Nya atas kuasa dosa. lalu Kerajaan Allah ini terus berlangsung sampai akhir (Kerajaan Allah yang akan datang). Julio Kristano di dalam buklet Doktrin Manusia dan Dosa (2005) memaparkan. ketika di dalam Ibrani 4:12. tidak ada penyakit.D. Anthony A. dan kepada-Nya mereka harus bertanggungjawab… 5. ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh. 1997. iblis dan maut. Di dalam Doktrin Akhir Zaman. 57-63) 8. Konsep paradoks ini berimplikasi di dalam kehidupan Kristen yaitu mendorong kita untuk tidak terlena dalam menikmati berkat-berkat pemeliharaan Allah yang telah diberikan-Nya pada zaman sekarang. Th. pernyataan “Kerajaan 1000 Tahun” bukan dimengerti secara harafiah. theologia Reformed sangat berhati-hati dalam menafsirkan Kitab Wahyu. karena kitab ini berisikan simbol-simbol yang ditulis oleh Rasul Yohanes untuk dikirimkan kepada jemaat-jemaat Kristen yang mengalami penganiayaan. Matakupan dan Ev. ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.”. 7) . dll. Apalagi ketika kita mulai membaca dan menafsirkan Alkitab. Di mana.oleh Tuhan sendiri. Inilah paradoksikal di dalam iman Kristen yang sungguh iman. jangan langsung gegabah menafsirkan bahwa penulis Ibrani mengajarkan tentang pemisahan antara jiwa dan roh. kita akan melanjutkan dengan prinsip penafsiran Alkitab yang bertanggungjawab sesuai prinsip-prinsip theologia sistematika di atas. Oleh karena itu. “Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun. karena kita memiliki pengharapan yang pasti bahwa Allah pasti mengalahkan iblis dan dunia yang jahat ini. 1 Memperhatikan Konteks yang Ada Kalau kita membaca buku apapun hendaklah kita memperhatikan konteks penulisan buku itu supaya kita tidak sembarangan menafsirkan maksud penulis yang sebenarnya.

mereka pasti menerima resiko hukuman mati dari Kerajaan Romawi. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus. karena dengan menyebut Yesus sebagai Tuhan. maka kamu akan diselamatkan. bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia. mereka akan dibunuh. Mengapa ini perlu dilakukan ? Karena kita mempercayai ketidakbersalahan Alkitab hanya di dalam naskah asli/autographanya.” ? Ini akibatnya menafsirkan Alkitab tanpa melihat latar belakang. Mandarin. Yesus. Stephen Tong pernah mengatakan bahwa ayat ini dengan mudah dicomot oleh banyak penginjil untuk dijadikan dasar dalam memberitakan Injil. karena setiap kitab ditulis oleh para penulis dengan latar belakang tertentu. Kedua. Roma 10:9 berkata. misalnya di dalam penganiayaan. ” Lalu. Inggris. Jawa. bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati. maka kamu akan diselamatkan. Dr.2 Memperhatikan Latar Belakang Penulisan Kitab Setelah kita memperhatikan konteks yang ada. dan mengikuti suatu injil lain. lalu berkata. dan percaya dalam hatimu.” Ini adalah penafsiran Alkitab yang dipaksakan. “Ayo coba katakan Yesus. Surat Roma ditulis oleh Rasul Paulus untuk dikirimkan kepada jemaat-jemaat Kristen di Roma yang mengalami penganiayaan dan penderitaan. “…Tidak lama setelah kunjungan pertama Rasul Paulus.” 2002) Dengan kata lain. Paulus mengatakan bahwa jika mereka mengaku dengan mulut mereka bahwa Yesus adalah Tuhan dan percaya dalam hati mereka. kita dapat mengerti latar belakang ini. “injil lain” ini adalah “injil” palsu yang diberitakan oleh guru-guru Yahudi dengan Yudaismenya. bahwa Yesus adalah Tuhan. Latin. mengapa di dalam ayat 9 di dalam Roma 10 ini. Rasul Paulus mengajarkan bahwa untuk dapat menerima pengampunan Allah dan karunia hidup baru diperlukan pertobatan dan iman. “Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu. sekarang kita akan mencoba masuk ke dalam tahap ketiga yaitu memperbandingkan berbagai terjemahan Alkitab (dari berbagai bahasa. selanjutnya kita harus juga memperhatikan latar belakang penulisan masing-masing kitab di dalam Alkitab. Madura. Batak. Saya akan memberikan dua contoh. Tetapi guru-guru itu bersikeras mengharuskan orang bukan Yahudi yang telah bertobat agar disunat juga dan menaati hukum Yahudi — dengan kata lain harus menjadi orang Yahudi — untuk dapat diselamatkan…” (“Handbook to the Bible. maka kita akan mengerti mengapa Paulus menulis kedua ayat tersebut. entah itu Indonesia. muncul pertanyaan “injil lain” apakah yang Paulus maksudkan ? Kalau kita memperhatikan latar belakangnya. “Aku heran. dll). Contoh pertama. dll. apakah Paulus bertentangan dengan Tuhan Yesus di dalam Matius 7:21 mengajarkan. guru-guru Yahudi yang lainnya tiba di Galatia. Oleh karena itu. yang sebenarnya bukan Injil.” Pdt. Benarkah arti ayat ini ? Lalu. “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan. yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu. sehingga terjemahan-terjemahan yang disalin dari Alkitab mengandung . Dari buku Handbook the Bible. melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. di mana pada waktu itu mereka diancam jika mereka menyembah Allah di luar Kaisar yang dianggap sebagai “Allah”. Rasul Paulus berkata di dalam Galatia 1:6-7. mereka akan diselamatkan. 3 Memperbandingkan Berbagai Terjemahan Alkitab (Khususnya dengan bahasa Ibrani dan Yunani) Setelah mempertimbangkan konteks dan latar belakang. Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

and come short of the glory of God. Misalnya. di dalam Roma 3:23.” Kata “kehilangan kemuliaan Allah” di dalam Terjemahan Baru (TB) dapat mengakibatkan tafsiran yang aneh yaitu kemuliaan Allah benar-benar hilang dalam diri manusia. “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini. karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan. sehingga tidak terjadi kebingungan.” Contoh kedua. fall. Kita sebagai orang Kristen harus tetap percaya bahwa terjemahan-terjemahan Alkitab dijaga oleh Tuhan sehingga tidak menyimpang dari arti aslinya. kita juga harus memperhatikan bentuk sastra atau genre yang dipakai di dalam setiap kitab di dalam Alkitab. sedangkan KJV lebih tepat menerjemahkannya. setelah membandingkan berbagai terjemahan Alkitab.” dan Alkitab terjemahan King James Version (KJV) mengartikannya. di dalam terjemahan Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS). kita dapat menemukan makna yang mendalam yaitu Paulus yang berkeyakinan kokoh ini benarbenar tidak malu akan Injil Kristus. tetapi juga orang Yunani. Di sini. Galatia. to the Jew first. theologia Reformed menunjukkan ketelitiannya di dalam menafsirkan Alkitab. “Semua orang sudah berdosa dan jauh dari Allah yang hendak menyelamatkan mereka. Paulus berkata. janganlah menggunakan pendekatan yang harafiah/literal (seperti para penganut . and also to the Greek. ini adalah pandangan dari theologia Lutheran yang mengajarkan bahwa peta teladan Allah sudah hilang ketika manusia jatuh ke dalam dosa. “Saya percaya sekali akan Kabar Baik itu. cerita. bukan “kehilangan kemuliaan Allah” tetapi “jauh dari Allah” (BIS) atau “come short of the glory of God” (KJV) yang berasal dari bahasa Yunaninya hustereō yang berarti fall short (=tidak mencukupi). Padahal arti sebenarnya. “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Dalam hal ini.beberapa kelemahan arti (meskipun tidak 100% mempengaruhi isi Alkitab). Jika kita menafsirkan kitab Wahyu. “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil. dan bangsa lain juga. pertama-tama orang Yahudi. kita tetap perlu memperbandingkan berbagai terjemahan Alkitab untuk mendapatkan makna aslinya yang lebih jelas. theologia Reformed yang ditegakkan oleh John Calvin tepat sekali mengartikan bahwa ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Masing-masing bentuk ini harus diperlakukan dengan tepat. Paulus di dalam Roma 1:16 berkata. surat pastoral (Roma. Dari perbedaan kata ini. lack (=kekurangan). di mana ada yang berisi nyanyian (seperti Mazmur). pertama-tama orang Yahudi. peta teladan Allah tidak hilang. tetapi hanya rusak total atau mengurangi kemuliaan Allah. meskipun harus mengalami penganiayaan sekalipun. 4 Memperhatikan Bentuk Sastra/Genre yang Digunakan Kemudian. Setiap kitab di dalam Alkitab memiliki keunikan tersendiri. dll.” dan Alkitab KJV menerjemahkannya. “For all have sinned. Kata “ashamed” lebih sesuai dengan kata dalam bahasa Yunaninya epaischunomai yang berarti to feel shame for something (merasa malu akan sesuatu). simbolsimbol (Wahyu). puisi (Amsal).” (TB) Alkitab BIS menerjemahkannya. khususnya memperbandingkan langsung dengan terjemahan asli Alkitab dalam bahasa Ibrani (PL) maupun bahasa Yunani (PB). karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya. karena kabar itu adalah kekuatan Allah untuk menyelamatkan semua orang yang percaya. Efesus.” Terjemahan Baru dan BIS dalam hal ini kurang jelas mengartikan maksud dari “mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil”.” (TB). “For I am not ashamed of the gospel of Christ:…” (=Sebab aku tidak malu akan Injil Kristus). tetapi aku tidak malu. “For I am not ashamed of the gospel of Christ: for it is the power of God unto salvation to every one that believeth. tetapi karena keterbatasan terjemahan. karena hal ini senada dengan ungkapan Paulus sendiri di dalam suratnya yang kedua kepada Timotius pasal 1 ayat 12. dll). dll.

dll ? Alkitab tidak membicarakannya. dll. dll dan mencap itu adalah antikristus.” 2002) Yang jelas. dll. Kalau di dalam konteks penulisan Rasul Yohanes ini. Pdt. Efesus. di dalam menyelidiki dan memperbandingkan dengan kitab-kitab lain di dalam Alkitab. label harga. Petrus (1 Petrus 5:9 . dll).Premillenialisme/Dispensasionalisme). karena ini hanya sebagai pembanding dan juga penambah pengetahuan bagi kita saja. kalau kita menggunakan penafsiran literal untuk menafsirkan kitab Wahyu khususnya dalam menafsirkan tentang angka 666 di dalam Wahyu 13:18. Jadi. dll yang adalah suatu kebahayaan jika kita menafsirkan hal ini benar-benar kuda berwarna merah. tetapi menyeluruh/holistic. Filipi. ditemukan kata intinya yaitu “iman”. ditambah juga memperbandingkannya dengan kitab-kitab di dalam Perjanjian Lama dan akhirnya kita dapat mengintegrasikan semuanya dalam pengertian yang lebih dalam dan jelas. Kedua konsep ini mengarahkan kita untuk mencoba membandingkan satu kitab yang diselidiki dengan kitab lainnya. Itu akan berakibat fatal dan kita akan salah langkah untuk nantinya mengerti simbol-simbol seperti kuda merah (Wahyu 6:4). Apakah ini . misalnya. 5 Memperhatikan Kaitan Antara Satu Kitab Dengan Kitab-kitab Lain Setelah itu. kemudian juga memperbandingkan dengan surat-surat yang ditulis oleh penulis yang berbeda (misalnya. Kalau kita ingin mengerti konsep Injil ketika kita menyelidiki surat Roma. kita dapat memperbandingkannya dengan Surat Galatia. karena Yohanes menulis kitab Wahyu bukan hanya untuk orang-orang di zaman sekarang. misalnya Galatia. kita juga memperhatikan tafsiran-tafsiran Alkitab yang telah ditulis oleh para penafsir Alkitab yang bertanggungjawab. maka angka 666 menunjuk kepada “Kerajaan Romawi dan penyembahan Kaisar” (“Handbook to the Bible. Thomy J. angka ini dapat menunjuk kepada pribadi tertentu. angka 666 ini menunjuk kepada antikristus. maka angka ini berarti manusia yang ingin menjadi seperti Allah. Misalnya. Paus. Hal ini diletakkan pada prinsip keenam. 6 Memperhatikan Tafsiran-tafsiran Alkitab yang Ada Keenam. Efesus. 1 dan 2 Petrus. atau lebih tepatnya Antikristus yang menggantikan posisi Kristus sebagai Allah. maka kita harus memperbandingkan pengertian Injil di dalam Roma dengan suratsurat Paulus lainnya. Kolose. Ini sangat penting agar kita dapat mengerti Alkitab bukan secara parsial/sebagian. maka pengajaran yang dihasilkan adalah langsung mewaspadai setiap angka 666 baik di dalam plat nomor kendaraan. Filipi. Angka 666 adalah bilangan manusia. 2 Petrus 1:1). lalu dikaitkan dengan surat-surat pastoral dari Petrus (1 dan 2 Petrus). 2. Mengapa ? Karena kita percaya bahwa Alkitab itu tidak mungkin bertentangan satu dengan yang lainnya dan Alkitab itu menafsirkan dirinya sendiri. dan 3 Yohanes. lalu dengan kitab-kitab PL (Kejadian 12 dan 17) dan diintegrasikan dengan seluruh kitab di dalam Alkitab. dan kita nantinya dapat mengaplikasikan ke dalam kehidupan Kristen kita sehari-hari. dll. maka kita dapat membandingkan pengertian kata ini dengan kitab-kitab yang ditulis oleh rasul lainnya. misalnya Paulus (Efesus 2:8-10). penulis Ibrani (Ibrani 11:1). Apakah ini untuk keperluan akademis ? Tidak. pertama-tama kita harus memperbandingkannya dengan kitab yang ditulis oleh penulis yang sama (misalnya ketika kita menyelidiki Surat Roma. Apakah ini menunjuk kepada suatu pribadi tertentu. dll). ketika di dalam Yakobus 2:14-26. Rasul Yohanes. Misalnya. tetapi dikhususkan untuk orang-orang Kristen pada waktu itu. jadi. kita juga memperhatikan kaitan erat antara satu kitab dengan kitab lainnya. Kitab Wahyu. Matakupan pernah menafsirkan ayat ini sebagai berikut : angka 6 menunjuk kepada manusia (karena manusia diciptakan oleh Allah pada hari keenam) dan angka 6 ini disebutkan tiga kali yang menunjukkan Allah (Allah Trinitas). ditambahkan tipologi Injil di dalam PL. surat 1.

Kita tidak boleh mengambil dua sikap ekstrim. tetapi tidak boleh menggantikan posisi Alkitab sebagai wahyu Allah yang tidak bersalah. Saya akan memberikan contoh. karena ketika kita menafsirkan Alkitab. theolog dan para penafsir Alkitab. yaitu. Buku-buku tafsiran Alkitab itu baik. orang benar melalui iman baru dikatakan hidup. Soli Deo Gloria. tetapi benarkah tafsiran demikian ? Albert Barnes dalam Albert Barnes’ Notes on the Bible mengungkapkan. Percuma saja kita mahir di dalam menafsirkan Alkitab sampai menyelidiki bahasa asli Alkitab. Paulus di dalam Roma 1:17 berkata. penemuan ilmiah. Hermeneutika tanpa implikasi adalah suatu kesia-siaan. dll tanpa mengaplikasikannya ke dalam kehidupan Kristen sehari-hari. kita akan kehilangan makna ini. menolak semua tafsiran Alkitab yang pernah ditulis baik oleh para bapa gereja. lalu kita kelihatan akademis karena suka mengutip pendapat orang lain. 7 Mengaplikasikan ke dalam Kehidupan Kristen Sehari-hari Terakhir. tetapi setiap anak Tuhan diharapkan dapat mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari agar nama Tuhan dipermuliakan selama-lamanya. tetapi di dalam tafsiran itu kita lupa untuk mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari. karena kita percaya bahwa Roh Kudus lah yang menafsirkan Alkitab. “The just by faith shall live. pertama. Kalau kita kurang memperhatikan beberapa tafsiran Alkitab seperti ini. “The Syriac renders it in a similar manner. kita dapat menafsirkan bahwa orang benar yang hidup akan hidup oleh imannya.mutlak perlu ? Tidak.” Kalau sepintas kita membaca pernyataan ini. tetapi tetap perlu untuk dibaca dan diperbandingkan. Ini adalah kelemahan dari banyak buku tafsiran Alkitab yang ditulis hanya untuk menambah pengetahuan theologis. Solus Christus .”” Artinya. Di sisi lain. marilah kita bukan hanya menambah pengetahuan saja. kita ingin terus-menerus belajar tentang firman dan kebenaran-Nya yang terusmenerus mengoreksi dan menuntun jalan hidup kita. kita juga tidak boleh terusmenerus mempercayai 100% terhadap buku-buku tafsiran Alkitab yang ada meskipun ditulis oleh para theolog dan penafsir Alkitab tersohor. sastra. Setelah kita mempelajari cara dan prinsip penafsiran Alkitab. “Orang benar akan hidup oleh iman. tetapi juga untuk diaplikasikan. penafsiran Alkitab bukan hanya untuk kepentingan akademis di seminari theologia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful