ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR

Oleh DIAN SUMINNAR H24103059

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007

ABSTRAK
DIAN SUMINNAR. H24103059. Analisis Formulasi Strategi Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor. Di bawah bimbingan WIDIGDO SUKARMAN.

Tingkat pelayanan PDAM masih memiliki kendala, terutama dalam hal pendistribusian pelayanan air. Saat ini, tingkat pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sekitar 61,89 persen terhadap wilayah pelayanan dan 49,49 persen terhadap jumlah penduduk Kota Bogor, dengan kapasitas produksi 1.130 liter per detik. Melihat kondisi tersebut, PDAM dituntut untuk terus meningkatkan dan mengembangkan kualitas perusahaannya, baik dalam hal pelayanan, kualitas produk maupun keefisienan dan keefektifitasan organisasinya. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penyesuaian terhadap perkembangan lingkungan yang semakin dinamis. Tujuan penelitian mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan, serta memformulasikan strategi yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara dan pengisian kuesioner oleh staf ahli PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yaitu Kabag Keuangan, Kabag Produksi dan Kabag SDM. Data sekunder diperoleh dari laporan-laporan perusahaan, studi literatur, laporan penelitian, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor dan publikasi elektronik. Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan matriks External Factor Evaluation (EFE), matriks Internal Eksternal (IE), matriks Strenght, Weaknesses, Opportunities, and Threat (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Marix (QSPM). Berdasarkan hasil analisis matriks IFE dan EFE diketahui bahwa kekuatan utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur, sedangkan kelemahan utamanya adalah beban hutang relatif besar. Peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM. Sedangkan ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Tarif Dasar Listrik (TDL). Berdasarkan analisis matriks IE yang merupakan perpaduan antara matriks IFE dan EFE, maka diketahui bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berada pada posisi sel V dengan strategi yang tepat adalah Strategi Hold and Maintain (Pertahankan dan Pelihara) seperti strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Pengembangan strategi pada matriks SWOT menghasilkan sejumlah alternatif strategi untuk memudahkan penilaian para responden pada matriks QSPM. Hasil analisis pada matriks QSPM menunjukkan bahwa meningkatkan kualitas pelayanan air minum yang dapat dilakukan melalui inovasi produk, mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar merupakan strategi yang paling tepat untuk dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR

SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor

Oleh DIAN SUMINNAR H24103059

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007

Widigdo Sukarman. M. MBA. MPA Dosen Pembimbing Mengetahui Dr. Jono M. Agustus 2007 Dr.Sc Ketua Departemen Tanggal ujian : 6 Agustus 2007 Tanggal lulus : .INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN Analisis Formulasi Strategi Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Oleh DIAN SUMINNAR H24103059 Menyetujui. Bogor. Munandar. Ir.

Dan penulis menamatkan pendidikan menengah atas pada Sekolah Menengah Umum Negeri 5 Bogor pada tahun 2003. Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM). Institut Pertanian Bogor. iii . Kemudian melanjutkan ke pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri Gunung Batu 2 Bogor tahun 1991 dan lulus tahun 1997. penulis aktif dalam organisasi kemahasiswaan seperti Centre Of M@nagement (COM@) yang merupakan Himpunan Profesi Departemen Manajemen pada periode 2004-2005 sebagai anggota divisi Administrasi. Provinsi DKI Jakarta. kemudian pada tahun yang sama melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur USMI pada Departemen Manajemen. dan Keuangan. lulus tahun 1991.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan pada tanggal 16 Agustus 1985 di Kota Jakarta. Kesekretariatan. Dalam masa studi di Departemen Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. MBA. tamat pada tahun 2000. Penulis memulai pendidikan di Taman Kanak-Kanak Kartika Chandra Kirana 315 tahun 1990. Selain itu penulis pernah mengikuti lomba kreatifitas mahasiswa seperti PKMI dan berbagai kepanitiaan. penulis menyusun skripsi yang berjudul Analisis Formulasi Strategi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor dibawah bimbingan Dr. Widigdo Sukarman. Pada tahun 1997. penulis melanjutkan pendidikannya di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 4 Bogor. MPA. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen. Penulis yang bernama lengkap Dian Suminnar merupakan anak pertama dari empat bersaudara pasangan Pitoyo dan Arnita.

Dalam kesempatan ini. Bapak Ritfan dan Bapak Asep dan seluruh karyawan dan karyawan yang telah membantu penulis selama melakukan penelitian di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. tante dan sepupu-sepupuku serta keponakan kecilku Putra. S. Sinta Ayunda Putri ”Nanda”. Ir. Bapak Hendra Setiawan. atas rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Formulasi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor.. Rifa dan Farel yang selalu memberikan semangat dalam setiap canda tawa. MBA. seluruh dosen dan staf karyawan dan karyawati Departemen Manajemen yang telah membantu penulis selama masa kuliah. mbah. H. Munandar. Musa Hubeis. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Ibu Yuyun. 6. Ibu Reni Sumartini dan Ibu Sri Maryati yang telah memberi izin. DEA dan Ibu Hardiana Widyastuti. Dipl.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT. MPA selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan saran dan meluangkan waktu untuk membimbing penulis dalam penyelesaikan skripsi ini. Hut. Bapak Handoyo. Ing. Bapak Kamal. Institut Pertanian Bogor. Bapak Agung. Bapak Sonny. Jono M. Bapak Prof. Amellia. Ibu Vera. Ir. selaku ketua departemen. Dr. Ibu Puji. Uwo. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen. MSc. Dr. 5. iv . MM selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dan masukan yang bermanfaat bagi penulis. Bapak Eko. 3. 4. MS. membantu dan bersedia untuk menjadi responden pada penelitian yang disusun oleh penulis. Diah dan Fany yang telah menjadi teman dalam setiap suka dan dukaku. Noval Rahmat Reza ”Eja” yang selalu memberikan doa dan dukungan melalui curahan kasih sayangnya kepada penulis. Papa dan mama tercinta serta adik-adikku Tirta Nyuminnar ”Inung”. om. penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Bapak Dr. Widigdo Sukarman. 7. 2. Bapak Adi. 8.

9. Anita. 12. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun karena menyadari masih terdapat kekurangan dalam penelitian ini. Hera. Fikri. Chi2. Kak Nova dan Kak Ari yang telah membantu dan memberikan saran dalam penyusunan skripsi ini. 10. Pihak-pihak terkait yang telah membantu dalam penulisan skripsi. Yayuk. Vivi. Amik. Iki. Semoga apa yang penulis sampaikan dalam hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan kepada PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada khususnya agar dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan strategi perusahaan. Yunia. Pasus. Evi. Etty. Ranty. Neneng. Sandi. Aboy. Insan. 11. Bogor. Irwan. teman satu bimbingan yang berjuang bersama dalam menyelesaikan skripsi. Nurma. Rinrin. Else. Rina. Amma. 13. Ruslan. Leo dan temanteman SD ku yang membantu dan memberikan motivasi selama penyusunan skripsi. Agustus 2007 Penulis v . Vebby. Irma dan teman-teman Manajemen 40 yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu yang selalu membuat suasana kuliah menjadi menyenangkan dan untuk adik-adik kelasku tetap semangat. Linda dan Rio.

. 3........................................................................6................................3.............5 2...6..........................1....... 1... Analisis Lingkungan Eksternal .........................................1......21 Lokasi dan Waktu Penelitian ......1 Rumusan Masalah .............5.........................2.2............................. 1.................................. Perusahaan Daerah Air Minum............... METODOLOGI PENELITIAN 3.2...............................................................18 III.iv DAFTAR ISI..........6... Sistem Manajemen Strategis ................................................................1.............. 1...............................................vi DAFTAR TABEL ............................................... Pengertian Manajemen Strategis....................13 2......1........4. iii KATA PENGANTAR....................................3 Ruang Lingkup Penelitian.......3........................................................................................2.....................2.......................................23 vi ............................................ Konsep Manajemen Strategis 2.........1........ Bauran Pemasaran 2.......................................................1......................3...... ix DAFTAR LAMPIRAN ....11 2................... Kerangka Pemikiran Penelitian.... Formulasi Strategi .............12 2..................................................................................4 II.........................3 Tujuan Penelitian ..........................4..........................3..................................................2.........16 2............................................................... viii DAFTAR GAMBAR........................................ Harga ....x I..17 2.........................................7......................6..............................5..........................................................23 Jenis dan Sumber Data Penelitian ............1. TINJAUAN PUSTAKA 2.............. Analisis Lingkungan Internal...............2........ Tempat ............1........2.............5................3 Kegunaan Penelitian ...............23 Pengolahan dan analisis data..............................................................2.................................................................................................................... PENDAHULUAN 1....................DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK RIWAYAT HIDUP ...........................17 2.................................8 2. Latar Belakang ... Tipe-tipe Strategi...4................... Penelitian Terdahulu ... Konsep Strategi 2................................ Pengertian Strategi .................... 3...............................6 2................... 1.............5.................................4..............................................................6.......17 2. 3.......................................7 2.... Produk ................... Promosi .1....................................................13 2.......... Lingkungan Perusahaan 2..................................

.. HASIL DAN PEMBAHASAN 4..................................65 4.............................. Aspek Sumber Daya Manusia....67 4...............2..........................................................35 4.... Aspek Pemasaran ...............47 4.................................................................4.........3...............3.... Kelemahan . dan Ancaman 4.............................8....................... Aspek Produksi dan Operasi ...................... Aspek Keuangan ........74 4....................... Matriks IFE dan EFE ............ Lingkungan Makro Perusahaan.......................7................38 4.. Analisis Lingkungan Eksternal 4.. Kesimpulan ... Peluang... Analisis Lingkungan Internal 4................. Peluang............33 IV...................................5.....30 Matriks QSPM ............................................1........37 4... Matriks QSPM .................................6........87 LAMPIRAN................................3...3............. Matriks SWOT ....... Visi dan Misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor .......4.....................85 DAFTAR PUSTAKA .... Ancaman .............2.......................71 4.................................5..............................63 4......................2............82 KESIMPULAN DAN SARAN 1....3.........2.... Matriks EFE ...........39 4...................84 2..........3.....................................................27 Matriks SWOT ..................76 4................................5.................... Formulasi Alternatif Strategi Perusahaan 4...........38 4...........................................1....................70 4......................................... Tugas Pokok dan Fungsi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ..............................5.. 3....3............... Identifikasi Kekuatan...57 4........................................................2.................24 Matriks IE ....................4......5............................................ Matriks IFE ..................................................1.........................54 4... Kelemahan..............1..............................................41 4.43 4...........1....3.....................................4...................4.... Sejarah dan Perkembangan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor .......................................4...2.....5....2.....2....... 3....... Matriks IE ...........77 4...................5............89 vii ..4. 3............................. Gambaran Umum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor 4. Lingkungan Mikro Perusahaan ..........................................................................................................1.................................4..............4.................... Kekuatan .......................................2....1..1..........................................2......... Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor...........................1...........5....1........ Saran .....

.......... 10.49 Struktur Tarif Air Minum ...................................................................26 Matriks QSPM ........ 7..... 15........................................ 14............................... 2.............47 Loket Pembayaran Air ...........................40 Perkembangan Laba Rugi pada Tahun 2004-2006 ........81 viii ..............................................42 Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor............................... 4. Halaman Penilaian Bobot Faktor Strategis Internal Perusahaan ..................................................................................................................................34 Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Karyawan ......................26 Matriks EFE ...................51 Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga Kota Bogor ...................................25 Matriks IFE ....................................74 Matriks SWOT PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ...........72 Matriks EFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor . 8............................................43 Evaluasi Kondisi Produksi Air pada Tahun 2006 .. 11.... 5..... 1.....................39 Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan .................... 16..................44 Tingkat Kehilangan Air pada Tahun 2000-2005 ......................................................................................... 18... 17.......................................................................................................59 Matriks IFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ..... 13... 12....DAFTAR TABEL No............................................ 6.......... 9................. 3...58 Efisiensi Penagihan Rekening Air pada Tahun 2004-2005 ..................25 Penilaian Bobot Faktor Strategis Eksternal Perusahaan ........................

................... Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor............ Halaman 1...77 ix ...27 4...... Analisis SWOT .................................................................................................................22 3...32 6........................31 5............................. Kerangka Pemikiran Penelitian........................DAFTAR GAMBAR No................................................... Bagan Mental Creation dan Physical Creation Process sebagai Bagian dari Sistem Manajemen Strategis . Matriks IE ..................................10 2........ Matriks SWOT ...........................................................................................................................

..... 14. 11...89 Pengukuran Kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada Tahun 2006 ..............................93 Diagram Alir Pengolahan....................................115 Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Eksternal ..........................98 Kuesioner Penelitian Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM......................................... 3.............................. 7............... 4............................................. 2..................112 Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Internal ........... 12.........DAFTAR LAMPIRAN No......... Halaman Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.96 Klasifikasi Kelompok Pelanggan.. 8............................... 1.97 Kuesioner Penelitian Penentuan Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal dan Eksternal ................90 Sistem Penyediaan Air Minum ..........................117 x ........ Golongan Tarif................................................................109 Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Eksternal ..... 5......................................116 Hasil Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM .105 Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Internal ..................................................... 6.... 9........ 10...................................................... 13......94 Daftar Persyaratan Kualitas Air .....................................95 Sumber Air dan Daerah Pengaliran ...... dan Besar Tarif Air Minum..................................................................................

PAM atau PDAM adalah salah satu bentuk sektor publik yang merupakan bagian dari perekonomian nasional yang dikendalikan oleh pemerintah. sehingga perhatian diberikan lebih banyak kepada masyarakat di daerah perkotaan dibandingkan dengan daerah pedesaan.1. Tingkat pelayanan PAM atau PDAM saat ini masih memiliki kendala terutama dalam hal pendistribusian pelayanan air yang tidak merata. Padahal jumlah penduduk daerah pedesaan mencapai sekitar 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia. PENDAHULUAN 1. Air digunakan hampir pada setiap aspek kehidupan manusia.I. Undang-undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 3 menyatakan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Latar Belakang Air merupakan sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara. berkaitan dengan pemberian atau penyerahan jasa-jasa pemerintah kepada publik. Air bersih merupakan kebutuhan paling dasar bagi manusia dan harus selalu ada karena tanpa air manusia tidak mungkin untuk melangsungkan kehidupannya. Pendistribusian lebih banyak difokuskan untuk melayani kegiatan komersial yang mendukung pembangunan ekonomi dan hanya konsumen yang memiliki kemampuan membayar dapat memiliki akses terhadap air bersih. . Indonesia adalah salah satu negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari perairan. mulai dari penggunaan untuk rumah tangga sampai untuk kegiatan yang lebih luas seperti bidang komersial. Sumber daya air di Indonesia dikelola oleh Perusahaan Air Minum (PAM) yang mendapatkan wewenang dari pemerintah dalam pengelolaan kebutuhan konsumsi air bersih bagi masyarakat dan yang berada di setiap pemerintahan daerah dinamakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Sumber daya alam ini memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. sosial dan perdagangan.

Melihat kondisi tersebut. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penyesuaian terhadap perkembangan lingkungan yang semakin dinamis sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas dan kinerja yang berorientasi kepada pencapaian hasil. Perencanaan strategis merupakan serangkaian rencana tindakan dan kegiatan mendasar yang disusun oleh manajemen puncak untuk diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu perusahaan dalam rangka pencapaian tujuan. Strategi perusahaan yang tepat menjadi hal yang sangat penting untuk memanfaatkan peluang dan menghindari atau mencegah ancaman dari luar dengan memberdayakan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan secara efisien dan efektif. Saat ini. kualitas produk maupun keefisienan dan keefektifitasan organisasinya. 2005).2 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air bersih bagi masyarakat di Kota Bogor. kebutuhan air bersih utama untuk rumah tangga dan industri di Kota Bogor dipasok oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.89 persen terhadap wilayah pelayanan dan 49. Dalam kondisi yang selalu berubah-ubah.130 liter per detik. bagi rumah tangga dan industri pendistribusian air belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Bogor. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai salah satu bentuk organisasi publik membutuhkan perencanaan strategis agar dapat memberdayakan para manajer dan seluruh karyawan untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan peningkatan kinerja pelayanan publiknya.49 persen terhadap jumlah penduduk Kota Bogor dengan kapasitas produksi sebesar 1. perencanaan strategis merupakan langkah awal yang tepat untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahaan. Oleh karena itu. Perencanaan strategis umumnya digunakan luas oleh organisasi laba (profit oriented) dan kemudian dalam perkembangannya digunakan pula oleh organisasi nirlaba atau organisasi publik lainnya (Tangkilisan. PDAM dituntut untuk dapat meningkatkan dan mengembangkan kualitas perusahaannya baik dalam hal pelayanan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor . Namun. Tingkat pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini baru mencapai sekitar 61.

3 perlu menerapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerja pelayanan perusahaannya. Prioritas strategi alternatif apakah yang perlu dilakukan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ? 1. Rumusan Masalah Untuk memperjelas permasalahan yang akan dibahas berdasarkan pada latar belakang masalah di atas.2. . 2. Faktor-faktor internal dan eksternal apakah yang berpengaruh terhadap PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini ? 2. sebagai masukan bagi manajemen perusahaan mengenai perencanaan strategis dalam pengembangan dan implementasi strategi yang efektif untuk kelangsungan hidup perusahaan. Menformulasikan strategi yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan.4. menambah wawasan dan pengalaman nyata mengenai strategi yang dapat dipilih dengan menggunakan alternatif strategi yang telah dirumuskan oleh peneliti. Strategi tersebut juga dibutuhkan untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan dan bahkan meningkatkan jumlah pelanggan demi kelangsungan hidup perusahaan. Bagi perusahaan. maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: 1. 1. Bagi penulis. 3. yaitu: 1. Menentukan strategi alternatif yang tetap bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi berbagai pihak. Strategi apakah yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan saat ini ? 3. 2. Tujuan Penelitian 1. Mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini.3. 1.

and Threat (SWOT) dan analisis Quantitative Strategic Planning Marix (QSPM) untuk dapat menentukan strategi alternatif yang tepat bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. berguna sebagai pengetahuan dan informasi masukan (referensi) bagi peneliti yang akan melakukan penelitian serupa dan akan mengkajinya lebih dalam. 1. Ruang Lingkup Penelitian ini melakukan pengembangan strategi alternatif bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan saat ini. pengembangan startegi dengan menggunakan analisis Strenght. . Opportunities. Selain itu. Weaknesses.5. Bagi pembaca. penulis juga bertujuan untuk mengetahui posisi perusahaan berdasarkan analisis lingkungan perusahaan dengan menggunakan analisis Internal Eksternal (IE).4 3.

2. Mintzberg (1979).1.II. . Dengan demikian salah satu fokus strategi adalah memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak ada. konsep mengenai strategi terus berkembang. Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Argyris (1985). Untuk jelasnya. 3. Konsep Strategi 2. dapat dilihat perkembangan strategi sebagai berikut (Rangkuti.1. Steiner dan Miner (1977) Strategi merupakan respon secara terus-menerus maupun adatif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi organisasi. Dalam perkembangannya. Andrew dan Guth (1965) Strategi merupakan alat untuk menciptakan keunggulan bersaing. 4. Porter (1985) Strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing. program tindak lanjut.1. 2005) : 1. Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti kepemimpinan dalam ketentaraan atau seni berperang. TINJAUAN PUSTAKA 2. 2001). serta prioritas alokasi sumber daya. Learned. Christensen. Apabila diterjemahkan definisi klasik dan tradisi ini ke dalam kompetisi bisnis saat ini maka dapat dinyatakan bahwa startegi adalah hal menetapkan arah kepada manajemen dalam arti manusia mengenai sumber daya di dalam bisnis dan mengenai bagaimana mengidentifikasikan kondisi yang memberikan keuntungan terbaik untuk memenangkan persaingan di dalam pasar (Dirgantoro. Chandler (1962) Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang.

manajer. yaitu : 1. strategi pembangunan kembali suatu divisi baru atau strategi divestasi dan sebagainya. Misalnya apakah perusahaan ingin melakukan strategi pertumbuhan yang agresif atau berusaha mengadakan penetrasi pasar. Dengan demikian. Hamel dan Prahalad (1995) Strategi merupakan tindakan dan yang bersifat dan incremental dilakukan (senantiasa meningkat) terus-menerus berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. 2. yang dilakukan 6. strategi penerapan harga. Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan. Strategi Investasi Strategi ini merupakan kegiatan yang berorientasi pada investasi. pemerintah dan sebagainya. yang baik secara langsung maupun tidak langsung oleh menerima semua keuntungan tindakan atau biaya yang oleh ditimbulkan perusahaan. .6 5. strategi pengembangan pasar. strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Andrew (1980). Strategi Manajemen Strategi manajemen meliputi strategi yang dapat dilakukan oleh manajemen dengan orientasi pengembangan strategi secara makro. misalnya strategi pengembangan produk. pada prinsipnya strategi dapat dikelompokkan berdasarkan tiga tipe strategi. Tipe-tipe Strategi Menurut Rangkuti (2005). Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). strategi mengenai keuangan dan sebagainya. karyawan.2. konsumen. strategi akuisisi. 2.1. Chaff (1985) Strategi adalah kekuatan motivasi untuk stakeholder seperti debtholders. komunitas.

Manajemen strategis merupakan suatu proses. pemasaran. strategi organisasi dan strategi-strategi yang berhubungan dengan keuangan. serta sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasi. misalnya strategi pemasaran. penelitian dan pengembangan.2. keuangan/akunting.7 3. Strategi Bisnis Strategi bisnis ini sering juga disebut strategi bisnis secara fungsional karena strategi ini berorientasi pada fungsi-fungsi manajemen. Menurut Mulyadi (2001). Manajemen strategis merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus sepanjang perjalanan organisasi dalam mewujudkan visinya. Pada dasarnya manajemen strategis adalah suatu upaya manajemen dan karyawan untuk membangun masa depan organisasi. Konsep Manajemen Strategis 2. sehingga keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh seberapa akurat . mengimplementasikan dan mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi mampu mencapai obyektifnya. Fokus manajemen strategis terletak pada memadukan manajemen. manajemen strategis terdiri dari rangkaian langkah yang menghasilkan peta perjalanan bisnis yang senantiasa sesuai dengan perubahan lingkungan yang dihadapi oleh organisasi. 2. Berdasarkan peta perjalanan inilah. Pengertian Manajemen Strategis Menurut David (2004). manajemen strategis dapat didefinisikan sebagai seni dan pengetahuan untuk merumuskan. manajemen strategis adalah suatu proses yang digunakan oleh manajer dan karyawan untuk merumuskan dan mengimplentasikan strategi dalam penyediaan customer value terbaik untuk mewujudkan visi organisasi.2. produksi/operasi. Sebagai suatu proses.1. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa : 1. pengelolaan organisasi perusahaan dilaksanakan.

Bahkan untuk membangun komitmen karyawan dalam mengimplementasikan strategi. yang terdiri dari lima tahap utama. manajemen strategis juga mencakup implementasi strategi.8 peta perjalanan tersebut mencerminkan teritorial bisnis yang diganbarkan dalam peta. (2) penyusunan program. mulai dari manajemen puncak sampai dengan karyawan. Strategi digunakan untuk menyediakan customer value terbaik guna mewujudkan visi organisasi. Di masa lalu. Perumusan dan implementasi strategi memerlukan kontribusi dari seluruh manajer dan karyawan.2. Manajer dan karyawan adalah pelaku manajemen strategis. Pelaksanaan manajemen strategis melibatkan banyak orang dalam organisasi. (4) implementasi dan (5) pemantauan. 2. strategi perusahaan lebih dipacu untuk menghadapi pesaing. melalui misi. manajemen perusahaan perlu menfokuskan strateginya ke penyediaan value terbaik bagi pemuasan kebutuhan customers agar dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. 2. sehingga perhatian manajemen tidak difokuskan untuk menghasilkan value terbaik bagi customers. dalam sistem manajemen strategis terdiri dari beberapa tahap. 4. 3. Namun dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan dinamis. (3) penyusunan anggaran. Sistem Manajemen Strategis Menurut Mulyadi (2001). Strategi adalah pola tindakan utama yang dipilih untuk mewujudkan visi organisasi. antara lain : . Manajemen strategis mencakup dua proses utama. Dalam perumusan strategi.2. yaitu perumusan strategi dan implementasi strategi. Proses digunakan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi. yaitu (1) perencanaan strategis. diperlukan leader yang dapat dijadikan sebagai contoh dan diperlukan pula partisipasi seluruh karyawan dalam perumusan strategi.

(4) analisis portfolio. antara lain : (1) identifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan. (3) analsis SWOT (strengths. yaitu sasaran strategis. visi. keyakinan dasar. Dalam penyusunan anggaran dijabarkan program tertentu ke dalam . (6) identifikasi dan evaluasi alternatif strategi dan (7) perumusan strategi. opportunities. Programming (Penyusunan Program) Penyusunan program adalah proses penjabaran inisiatif strategis ke dalam rencana laba jangka panjang. Untuk mewujudkan sasaran strategis diperlukan inisiatif strategis berupa program tindakan yang akan dilaksanakan oleh perusahaan di masa depan. Budgeting (Penyusunan Anggaran) Penyusunan anggaran adalah proses penyusunan rencana laba jangka pendek yang berisi langkah-langkah yang ditempuh oleh perusahaan dalam melaksanakan sebagain dari program.9 1. (2) penentuan misi. Penyusunan program menghasilkan program yang merupakan suatu rencana laba jangka panjang yang berisi langka-langkah strategis yang dipilih untuk mewujudkan sasaran strategis tertentu beserta taksiran sumber daya yang akan diperlukan untuk dan diperoleh dari usaha menjalankan langkah-langkah tersebut. 4. target dan inisiatif strategis. strategi yang telah dirumuskan untuk mewujudkan visi dan tujuan kemudian diterjemahkan ke dalam rencana strategis yang terdiri dari tiga komponen. Sasaran strategis merupakan sasaran-sasaran masa depan yang dituju oleh perusahaan sebagai penerjemahan strategi untuk mewujudkan visi dan tujuan. Strategy Formulation (Perumusan Strategi) Proses manajemen strategis diawali dengan perumusan strategi. 3. Strategic Planning (Perencanaan Strategis) Dalam langkah ini. and threats). Strategi dirumuskan melalui tujuh tahap utama. (5) perumusan peluang dan masalah utama. nilai dasar dan tujuan. 2. weaknesses.

Misi. Tujuan dan Strategi Rencana Strategis : Sasaran Strategis Inisiatif Strategis Mental Creation Process Perencanaan Strategis Penyusunan Program Program Sistem Manajemen Strategis Anggaran (Shor-Range Profit Plan) Penyusunan Anggaran Implementasi Pelaksanaan Rencana Physical Creation Process Pemantauan Umpan Balik (Feedback) Gambar 1. Nilai Dasar.10 rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahun anggaran. Mental Creation dan Physical Creation Process sebagai Bagian dari Sistem Manajemen Strategis (Mulyadi. Perumusan Strategi Hasil Analisis Lingkungan. manajemen dan karyawan melaksanakan rencana yang tercantum dalam anggaran ke dalam kegiatan nyata. ditunjuk manajer dan karyawan yang bertanggung jawab dan pengalokasian sumber daya untuk melaksanakan kegiatan tersebut. serta inisiatif strategis . Keyakinan Dasar. Visi. Oleh karena anggaran adalah bagian dari program dan program merupakan penjabaran inisiatif strategis yang dipilih untuk mewujudkan sasaran strategis. 2001) 5. Makro dan Lingkungan Industri. Implementation (Implementasi) Dalam tahap implementasi.

Untuk dapat melakukan formulasi strategi dengan baik maka ada ketergantungan yang erat dengan analisis lingkungan dimana formulasi strategi membutuhkan data atau informasi dari analasis lingkungan internal dan eksternal perusahaan. misi dan tujuan perusahaan sehingga dapat diketahui ke arah mana perusahaan akan dibawa serta bagaimana caranya untuk menuju ke arah tersebut. inisiatif strategis. Hal kedua yang harus dipahami adalah mengenai posisi perusahaan pada saat ini. maka dalam implementasi rencana. . manajemen dan karyawan harus senantiasa menyadari keterkaitan erat di antara implementasi. Kemampuan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor lingkungan (internal maupun eksternal) yang sedang dihadapi perusahaan saat ini. Strategi tingkat perusahaan diformulasikan oleh top management dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan. formulasi strategi adalah menentukan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan pencapaian tujuan. Hasil implementasi rencana juga digunakan untuk memberikan informasi bagi pelaksana tentang seberapa jauh target telah berhasil dicapai.3. 6. tujuan dan visi organisasi dapat dicapai. anggaran program. Formulasi Strategi Menurut Dirgantoro (2001). kondisi internal seperti kompetensi orangorang yang berada dalam perusahaan dan lain-lain. Harus dipahami benar visi. 3.11 dipilih sebagai penerjemahan strategi yang dirumuskan. posisi laba/rugi perusahaan. antara lain : 1. Monitoring (Pemantauan) Implementasi rencana memerlukan pemantauan. program dan inisiatif strategis. ada beberapa hal yang patut untuk dipertimbangkan. Dalam melakukan formulasi strategi. sasaran strategis dan strategi. Hasil setiap langkah yang direncanakan perlu diukur untuk memberikan umpan balik bagi pemantauan pelaksanaan anggaran. sasaran strategis telah berhasil diwujudkan. 2. 2. Posisi perusahaan dapat berupa pangsa pasar yang dikuasai.

kuantitas dan kontinuitas secara profesional dan trasparan. mengolah dan menjernihkan. kehadiran PDAM dimungkinkan sebagai kesatuan usaha milik Pemerintah Daerah (Pemda) yang memberikan jasa pelayanan dan menyelenggarakan kemanfaatan umum di bidang air minum.4. Perusahaan Daerah Air Minum yang selanjutnya disingkat PDAM adalah perusahaan milik Daerah Provinsi atau Daerah Kabupaten dan atau Daerah Kota.12 Dengan mengidentifikasikan faktor-faktor tersebut akan memudahkan dalam memahami keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan. Perubahan pada lingkungan tersebut harus diantisipasi karena pengaruh yang signifikan akan menentukan . perubahan-perubahan berlangsung dengan cepat dan dalam intensitas yang tinggi pula. Semakin banyak solusi yang relevan yang dapat ditawarkan menunjukkan kemampuan yang selalu berkembang atau selalu diasah dari orang-orang yang berada dalam organisasi atau perusahaan. 2. baik secara kualitas. Aktivitas PDAM yaitu mulai dari mengumpulkan. 4. Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 tahun 1962. Mencari alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi secara lebih efisien di masa yang akan datang. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999 tentang pedoman penilaian kinerja Perusahaan Daerah Air Minum. Salah satunya adalah perubahan yang terjadi pada lingkungan bisnis baik yang memberikan pengaruh yang baik maupun yang memberikan pengaruh yang buruk. atau mungkin menunjukkan inovasi dari orang-orang tersebut untuk selalu mengikuti perubahan yang terjadi dan kemampuan untuk mengantisipasi perubahan tersebut. Lingkungan Perusahaan Pada era globalisasi. 2. PDAM merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dituntut dapat memberikan pelayanan umum di bidang air bersih bagi masyarakat.5. sampai mendistribusikannya kepada pelanggan.

2. . Oleh karena itu. 2001). Tujuan dilakukan analisis lingkungan adalah agar organisasi dapat mengantisipasi lingkungan organisasi sehingga dapat bereaksi secara cepat dan tepat untuk kesuksesan organisasi (Dirgantoro.13 koreksi yang harus dilakukan terhadap strategi atau bahkan mungkin juga akan mempengaruhi visi dan misi perusahaan.5.2. Analisis lingkungan adalah proses monitoring terhadap lingkungan organisasi yang bertujuan untuk mengidentifikasikan opportunities (peluang)dan threat (tantangan)yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan. Analisis Lingkungan Eksternal Analisis terhadap lingkungan eksternal perusahaan diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memberikan peluang dan ancaman bagi perusahaan sehingga dapat dilakukan suatu tindakan tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan demikian. analisis terhadap lingkungan perusahaan perlu dilakukan baik lingkungan internal maupun eksternal yang akan berpengaruh terhadap ketepatan strategi perusahaan yang akan dipilih. Analisis Lingkungan Internal Analisis lingkungan internal merupakan analisis yang bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. karena lingkungan perusahaan sangat mempengaruhi lancar atau tidaknya kegiatan yang akan dijalankan perusahaan. Hasil analisis lingkungan internal berupa kekuatan dan kelemahan perusahaan. perusahaan harus dapat menentukan kemampuan utama yang membuat berbeda dalam arena persaingan.1.5. Lingkungan perusahaan sangat menentukan strategi yang akan dijalankan. 2. Faktor-faktor dari lingkungan internal cenderung lebih mudah dikendalikan oleh organisasi atau berada di dalam jangkauan perusahaan. Lingkungan internal terdiri dari faktor-faktor atau variabel lingkungan yang berasal atau berada di dalam perusahaan itu sendiri.

pasar industri. Perantara merupakan perusahaan yang membantu perusahaan mempromosikan. Pemasok merupakan perusahaan yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan maupun pesaing untuk menghasilkan produk. Jenis-jenis pelanggan terdiri dari pasar konsumen. pemerintah. pasar pemerintah. pasar pedagang besar dan pasar internasional. yang terdiri atas : a. perusahaan distribusi fisik. c. Perantara meliputi penjual (pedagang besar dan pengecer). Lingkungan Mikro Perusahaan Menurut Kotler (2000). lingkungan makro perusahaan terdiri dari faktorfaktor yang terlepas atau di luar perusahaan. agen jasa pemasaran dan perantara keuangan.14 Lingkungan eksternal perusahaan dibagi ke dalam dua kategori. Pelanggan merupakan konsumen yang membeli atau menggunakan produk yang dijual atau ditawarkan oleh perusahaan. umum dan internal. menjual dan mendistribusikan produk ke pembeli akhir. media. Lingkungan Makro Perusahaan Pada dasarnya. lokal. Masyarakat meliputi masyarakat keuangan. Pesaing Pesaing perusahaan merupakan lawan perusahaan yang memproduksi atau menjual produk yang sejenis di wilayah tertentu. yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. 2. lingkungan mikro eksternal adalah lingkungan yang dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melayani pelanggannya. 1. Masyarakat merupakan kelompok yang mempunyai kepentingan potensial atau yang sudah terwujud pada atau berdampak pada kemampuan suatu organisasi untuk mencapai sasarannya. b. warga yang bertindak. Lingkungan makro ini . e. d.

d. lokasi penduduk. Lingkungan Teknologi Merupakan kekuatan-kekuatan yang menciptakan teknologi baru. Menurut Kotler (2000). Daya beli ini diukur dari tingkat pendapatan masyarakat dan perkembangan tingkat harga-harga umum. sekaligus dapat menjadi hambatan dan ancaman untuk maju (Umar. Lingkungan Demografi Merupakan lingkungan yang menyangkut kependudukan seperti jumlah penduduk. usia penduduk dan sebagainya. c. Perubahaan daya beli disebabkan oleh adanya perubahan pendapatan dan perubahan harga-harga di pasar. Lingkungan Ekonomi Merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola pembelanjaan konsumen. Lingkungan demografi sangat diperhatikan oleh pemasar karena melibatkan manusia dan manusialah yang membentuk pasar. Lingkungan Alam Merupakan sumber daya alam yang dibutuhkan sebagai masukan oleh pemasar atau yang dipengaruhi oleh aktivitas pemasaran seperti kebutuhan bahan baku. . Lingkungan teknologi juga diukur melalui laju pertumbuhan penelitian dan pengembangan (litbang) dan tingginya anggaran litbang. b. biaya energi. kepadatan penduduk di suatu wilayah. Faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan makro adalah : a. tingkat polusi. lingkungan makro perusahaan terdiri atas kekuatan sosial yang mempengaruhi seluruh pelaku di lingkungan mikro perusahaan dan mempengaruhi kegiatan perusahaan. menciptakan inovasi baru melalui pengembangan produk baru serta mampu menangkap peluang-peluang yang ada. 2003).15 memberikan kesempatan besar bagi perusahaan untuk maju.

untuk digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan.1. yang berkembang dari pengaruh kultural. Lingkungan Politik / Hukum Arah. Adapun penjelasan dari 4P tersebut adalah : 2.6. misalnya sikap. peraturan tentang perdagangan luar negeri. religius. Bauran Pemasaran Pemasaran selalu terkait dengan apa yang disebut bauran pemasaran. price. Perubahanperubahan sosial yang terjadi yang mempengaruhi perusahaan. pendidikan dan etnis. Lingkungan Sosial / Budaya Kondisi sosial masyarakat selalu berubah-ubah. peraturan tentang keamanan dan kesehatan kerja dan sistem perpajakan. Istilah lain untuk bauran pemasaran adalah marketing mix (4P). kebijakan dan stabilitas politik merupakan pertimbangan penting bagi para manajer dalam merumuskan strategi perusahaan. place dan promotion.16 e. demografis. stabilitas pemerintah. adat istiadat dan kebiasaan dari orang-orang di lingkungan eksternal perusahaan. 2.6. bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. gaya hidup. Alasan penulis mengunakan 4P karena perusahaan yang dijadikan sebagai tempat penelitian merupakan perusahaan yang bersifat semi jasa dan penelitian dilakukan meliputi perusahaan secara keseluruhan bukan hanya pelayanannya sehingga penggunaan 4P telah cukup mewakili. Produk adalah penawaran berwujud perusahaan kepada pasar yang mencakup . hendaknya dapat diantisipasi oleh perusahaan. Poduct (Produk) Produk merupakan sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli. Kondisi sosial ini banyak aspeknya. yang terdiri dari product. Tindakan politik yang dirancang untuk melindungi dan memerikan manfaat bagi perusahaan seperti undangundang tentang lingkungan dan perburuhan. f. Menurut Kotler (2000).

atau mengingatkan konsumen akan manfaat suatu organisasi atau suatu produk. persediaan dan transportasi. Penentuan lokasi kantor yang disertai dengan sarana dan prasarana pendukung menjadi sangat penting.2.17 keanekaragaman produk. bentuk. ruang lingkup. Price (Harga) Harga merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan bauran pemasaran. hal ini disebabkan agar stakeholders mudah menjangkau setiap lokasi yang ada.4. rabat. kualitas.6. Place (Tempat) Tempat merupakan berbagai kegiatan yang dilakukan peusahaan untuk membuat produk dapat diperoleh dan tersedia bagi pelanggan sasaran yang mencakup saluran.6. salah dalam menentukan harga akan berakibat fatal terhadap produk yang ditawarkan. 2. menarik dan mempertahankan . Promosi dalam bauran pemasaran adalah menghasilkan pertukaran yang saling memuaskan dengan pasar yang dituju melalui penyampaian informasi mendidik. potongan. misalnya produk tidak laku di pasaran.3. atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. Dalam harga mencakup daftar harga. kemasan. setiap perusahaan berusaha untuk mempromosikan seluruh produk dan jasa yang dimilikinya baik langsung maupun tidak langsung. jaminan dan pengembalian. ukuran. pelayanan. membujuk. Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar-menawar. Penentuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Promosi merupakan sarana paling ampuh untuk mengenal perusahaan. 2. lokasi. desain. merek.6. Promotion (Promosi) Dalam kegiatan promosi. Penentuan lokasi biasanya digunakan untuk lokasi pabrik atau gudang atau cabang. syarat kredit dan jangka waktu pembayaran. 2.

Advertising (Periklanan) Iklan adalah sarana promosi yang digunakan untuk mengiformasikan. radio atau media lainnya. cerita dan peristiwa yang tidak menyenangkan. menumbuhkembangkan suatu citra perusahaan yang baik. Penelitian Terdahulu Arsanti (2005) melakukan penelitian mengenai “Analisis Formulasi Strategi Perusahaan pada PT HERO Supermarket. satpam. Publicity (Publisitas) Publisitas merupakan kegiatan promosi yang dilakukan melalui kegiatan seperti pameran. Hal ini dikarenakan banyak pelaku bisnis ritel yang tertarik untuk menanamkan investasinya di Indonesia. c. perlombaan cerdas cermat. Sarana promosi yang digunakan dalam mempromosikan produk maupun jasanya terdiri dari empat macam sarana. Kegiatan promosi ini bertujuan untuk membangun hubungan yang baik dengan publik perusahaan. mulai dari cleaning service.18 pelanggan. serta menangani atau menghilangkan desasdesus. b.7. Personel Selling (Penjualan Pribadi) Penjualan pribadi secara umum dilakukan oleh seluruh karyawan perusahaan. televisi. Tbk. 2. pemasangan melalui koran. menarik dan mempengaruhi konsumen yang dapat dilakukan dengan berbagai media seperti pemasangan Billboard atau spanduk. bakti sosial. pencetakan brosur. Kehadiran ritel asing di Indonesia lebih berdampak mengancam pasar pada . Sales Promotion (Promosi Penjualan) Promosi penjualan adalah intensif jangka pendek untuk meningkatkan pembelian atau penjualan suatu produk agar konsumen segera membeli setiap produk atau jasa yang ditawarkan. HERO Supermarket sebagai peritel modern lokal perlu menerapkan strategi yang tepat untuk menghadapi persaingan dalam bisnis ritel. d. kuis serta kegiatan lainnya melalui berbagai media. majalah. yaitu : a. sampai pejabat dalam perusahaan.

Dari matriks QSPM didapatkan alternatif strategi yang tepat bagi perusahaan. Strategi pemasaran tersebut harus sesuai dengan faktor-faktor strategis yang dimiliki oleh perusahaan. Analisis SWOT menghasilkan beberapa alternatif strategi untuk memudahkan penilaian matriks QSPM. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. dimana perusahaan mampu menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk menutupi kelemahan yang ada serta perusahaan mampu memanfaatkan peluang yang ada dengan mengantisipasi ancaman yang terjadi dalam perusahaan. pengembangan produk dan perluasan pasar. place dan promotion). Peluang perusahaan adalah pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat dan ancaman bagi perusahaan adalah meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL). Jawa Tengah. matriks IE dan SWOT. PT PISMATEX perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat dalam kegiatan permasarannya untuk menghadapi munculnya pesaing-pesaing baru. terutama dalam upaya merebut pasar. Hasil analisis matriks IFAS dan EFAS didapatkan kekuatan perusahaan adalah mutu sarung Gajah Duduk bagus dan harga sarung yang terjangkau.19 peritel modern lokal daripada pasar tradisional. matriks IE dan matriks SWOT. karena segmennya relatif sama. Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan matriks External Factor Evaluation (EFE). Hasil analisis yang dilakukan terhadap PT HERO Supermarket sebagai perusahaan ritel menggambarkan kondisi internal maupun eksternal yang cukup kondusif. Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan matriks External Factor Analysis Summary (EFAS). serta matriks QSPM. serta bauran pemasaran (product. price. serta keterbatasan modal merupakan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Kamillah (2005) melakukan penelitian mengenai ”Analisis Strategi Perusahaan PT PISMATEX Pekalongan. serta matriks QSPM. . Hasil analisis IE menempatkan perusahaan pada sel I dan IV dengan strategi yang tepat adalah growth and build seperti penetrasi pasar.

20 yaitu efisiensi biaya produksi dalam proses produksi (pengolahan. Peneliti menggunakan kelima matriks tersebut untuk memformulasikan strategi pada salah satu bentuk organisasi publik. penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunakan metode yang sama. serta matriks QSPM untuk mengolah dan menganalisis data. yaitu PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan publiknya. yaitu menggunakan matriks IFE dan EFE. . matriks IE dan matriks SWOT. bahan baku dan bahan bakar). Berdasarkan kedua penelitian terdahulu.

Analisis lingkungan internal meliputi faktor sumber daya manusia. produksi/operasi dan pemasaran. tahap terakhir yang merupakan tahap keputusan untuk menentukan strategi yang paling tepat diantara alternatif strategi yang ada sesuai dengan kondisi perusahaan dengan menggunakan analisis QSPM. METODOLOGI PENELITIAN 3.III. Kemudian berdasarkan pada matriks IE. hold and maintain. serta strategi harvest or divest. Keempat. Kerangka Pemikiran Penelitian Penelitian ini terdiri dari beberapa langkah yaitu langkah pertama adalah mengetahui visi dan misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. perusahaan dapat mengantisipasi lingkungan perusahaan secara cepat dan tepat untuk kesuksesan perusahaan. Analisis lingkungan bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sedangkan analisis lingkungan eksternal meliputi lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. Pernyataan misi dan tujuan akan menjadi penuntun dalam melakukan tahap analisis selanjutnya agar strategi yang akan diterapkan mengarah pada pencapaian tujuan akhir yang membantu rencana dan keputusan untuk mencapai tujuannya. mengidentifikasi dan analisis lingkungan perusahaan baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Kedua. variabel-variabel internal dan eksternal perusahaan diringkas dan dijabarkan dalam matriks IFE dan matriks EFE. . keuangan. Dengan melakukan analisis lingkungan. Total skor pada kedua matriks tersebut dipadukan dalam matriks IE untuk mengetahui posisi perusahaan berdasarkan kelompok strategi growth and build. maka dapat dirumuskan beberapa strategi alternatif dengan menggunakan matriks SWOT.1. Ketiga.

Faktor Keuangan c. Faktor Pemasaran Lingkungan Eksternal a. Kerangka Pemikiran Penelitian .22 PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR VISI DAN MISI PERUSAHAAN Lingkungan Internal a. Lingkungan Makro ♦ Lingkungan Demografi ♦ Lingkungan Ekonomi ♦ Lingkungan Alam ♦ Lingkungan Politik/Hukum ♦ Lingkungan Teknologi ♦ Lingkungan Sosial/Budaya Matriks IFE Matriks IE Matriks EFE Matriks SWOT Matriks QSPM (Pengambilan Keputusan Prioritas Strategi) Prioritas Strategi alternatif dari Hasil Analisis Gambar 2. Faktor Sumber daya Manusia b. Lingkungan Mikro ♦ Pemasok ♦ Perantara ♦ Pelanggan ♦ Pesaing ♦ Masyarakat b. Faktor Produksi/Operasi d.

wawancara langsung dengan pihak perusahaan yang mengerti kondisi perusahaan dan memiliki kontribusi dalam merumuskan strategi perusahaan. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang berlokasi di Jalan Siliwangi No. Pengolahan Data dan Analisis Data Alat analisis yang digunakan dalam tahap masukan yaitu matriks IFE digunakan untuk melihat posisi perusahaan dari sisi kekuatan dan kelemahan. visi dan misi perusahaan. 3. Data primer diperoleh melalui kunjungan ke perusahaan untuk mencari informasi dari pihak yang berwenang (PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor). Data yang dibutuhkan untuk menganalisis lingkungan perusahaan meliputi : 1. data-data dari literatur yang relevan dengan penelitian yang berasal dari buku. Perpaduan antara matriks IFE dan EFE diperoleh matriks IE yang digunakan sebagai parameter posisi perusahaan dengan melihat kondisi . Lingkungan makro 3. Data sekunder diperoleh dari laporan tertulis atau dokumen perusahaan. Data untuk analisis lingkungan eksternal a. produksi dan pemasaran yang dilakukan perusahaan. keuangan. 2.23 3. Wawancara dengan menggunakan kuesioner. b. yang cara pengisiannya dipandu oleh peneliti. 121 Bogor. dengan waktu tiga bulan yang dimulai dari bulan April sampai bulan Juni 2007. meliputi sejarah berdiri. Jenis dan Sumber Data Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.4. Dan matriks EFE untuk melihat posisi perusahaan dari sisi peluang dan ancaman. Gambaran umum perusahaan. struktur organisasi.3. Data untuk analisis lingkungan internal a. Data-data yang diperoleh digunakan untuk melakukan analisis terhadap strategi perusahaan. Lingkungan mikro b.2. jurnal dan internet. Gambaran mengenai sumber daya manusia.

2000). yaitu : a. Penentuan bobot dilakukan dengan cara mengajukan identifikasi faktor internal dan eksternal tersebut dengan menggunakan metode Paired Comparison (Kinnear. 2004). Matriks IFE dan EFE Matriks IFE dan EFE merupakan teknik yang digunakan pada tahap masukan (The Input Stage) dari kerangka kerja perumusan startegi. Metode ini digunkan untuk memberikan penilaian terhadap bobot setiap faktor penentu internal dan eksternal. Alat analisis pada tahap ini bertujuan untuk mengkuantitatifkan subjektivitas selama tahap awal dari proses formulasi strategi.5. Kemudian untuk memilih strategi yang terbaik digunakan QSPM. Matriks IFE dan EFE beserta dengan penyataan misi yang jelas menyediakan informasi dasar yang diperlukan untuk merumuskan strategi secara sukses dengan syarat teknik ini disertai penilaian intuitif yang baik dalam menetapkan pembobotan dan penilaian yang tepat (David. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membentuk matriks IFE dan EFE. Matriks SWOT digunakan untuk menghasilkan strategi-strategi yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan. . Menyusun daftar faktor-faktor utama yang mempunyai dampak penting (Critical Success Factors atau CSF) untuk aspek internal dan eksternal perusahaan yang ditempatkan pada kolom pertama. Tahap masukan merupakan tahap yang meringkas informasi dasar yang diperlukan untuk merumuskan startegi.24 internal dan eksternal. Matriks IFE digunakan untuk mengevaluasi dan meringkas kekuatan dan kelemahan utama dalam berbagai bidang fungsional perusahaan sehingga diketahui faktor-faktor internal perusahaan yang dianggap penting. 3. Sedangkan matriks EFE digunakan untuk meringkas dan mengevaluasi peluang dan ancaman utama perusahaan sehingga diketahui faktor-faktor eksternal perusahaan yang dianggap penting.

.. A B C D ... 2000 c. Total Sumber : Kinnear... Dalam menentukan bobot setiap variabel digunakan skala 1.……………………(3) Total n ∑ i=1 Xi Total n ∑ i=1 Xi ∑ Xi I=1 Keterangan : ai = Bobot variabel ke-i Xi = Nilai variabel ke-i .. Penilaian Bobot Faktor Strategis Eksternal Perusahaan Faktor Strategis Eksternal A B C D . 2 = Jika indikator horizontal sama penting daripada indikator vertikal.. Penilaian Bobot Faktor Strategis Internal Perusahaan Faktor Strategis Internal A B C D . 3 = Jika indikator horizontal lebih penting daripada indikator vertikal. 2000 Tabel 2.. A B C D .... Penilaian bobot (weight) setiap faktor strategis internal dan eksternal.... Total Sumber : Kinnear.... Penilaian pembobotan dapat dilihat pada Tabel 1dan Tabel 2.. 2 dan 3 dengan keterangan sebagai berikut : 1 = Jika indikator horizontal kurang penting daripada indikator vertikal.. Penentuan bobot setiap variabel diperoleh dengan menggunakan proporsi nilai setiap variabel dari jumlah nilai keseluruhan variabel dengan menggunakan rumus : ai = Xi n ………………………………………. Tabel 1.25 b.

n Total Sumber : David. Matriks IFE Faktor Strategis Internal Kekuatan : 1 . Matriks EFE Faktor Strategis Internal Peluang : 1 . .. Pembobotan ini kemudian ditempatkan pada kolom kedua matriks IFE dan EFE. .. . .. . Hal ini dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4. 2000 Tabel 4.. Data internal yang diperoleh dikelompokan secara kualitatif untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam matriks IFE dan mengetahui peluang dan ancaman yang berasal dari lingkungan eksternal perusahaan dalam matriks EFE dan dilakukan pembobotan. 2004 Bobot (A) Rating (B) Skor (AxB) Bobot (A) Rating (B) Skor (AxB) . n Kelemahan : 1 . Tabel 3. 2. n Ancaman : 1 . . n Total Sumber : David. . .26 i = 1. 3. .0.. n n = Jumlah variabel Total bobot yang diberikan harus sama dengan 1.

skor antara 1. Pembagian sel-sel dalam matriks IE dapat dilihat pada Gambar 4.00 Lemah 1.00-4.00-2. skor 2.00 Rata-rata 2.00 menunjukkan posisi eksternal yang tinggi. Parameter yang digunakan meliputi kekuatan internal perusahaan dan pengaruh eksternal yang dihadapi dengan menggabungkan matriks IFE dan EFE sehingga menghasilkan kombinasi total nilai terboboti dari matriks IFE dan EFE (Rangkuti.00 Tinggi I II III SKOR TOTAL EFE 3.00-1. Matriks IE Matriks IE digunakan untuk memperoleh strategi bisnis ditingkat korporat yang lebih detail.99 menunjukkan posisi eksternal yang sedang dan 3. Pada sumbu y. Matriks IE (David.00 Gambar 3. 2004) .27 3. 2005). SKOR TOTAL IFE Kuat 4. yaitu matriks IFE yang diberikan bobot pada sumbu x dan matriks EFE yang diberikan bobot pada sumbu y. Matriks IE adalah matriks yang menunjukkan berbagai tempat atau posisi untuk divisi suatu organisasi dalam sembilan kotak atau sel. Matriks IE didasarkan pada dua dimensi kunci. Pada sumbu x.99 menunjukkan rata-rata dan 3. skor antara 2.00-2.004.00 3.00 kuat.99 menunjukkan posisi internal yang lemah.00 Rendah VII VIII IX 1.00 Rata-rata IV V VI 2.6. skor antara 1.99 menunjukkan posisi eksternal yang rendah.00-1.

asset. mengembangkan produk baru. atau meningkatkan akses ke pasar yang lebih luas. dapat dijelaskan melalui tindakan dari masing-masing strategi tersebut. Market Development dan Product Development atau strategi terintegrasi seperti Bakward Intergration. II dan IV disebut Growth and Build (tumbuh dan bina).28 Berdasarkan Gambar 4. Strategi yang terbaik adalah melakukan penetrasi pasar dan pengembangan produk. menambahn kualitas produk atau jasa. Strategi Pertumbuhan melalui Konsentrasi dan Diversifikasi Ada dua strategi dasar dari pertumbuhan pada tingkat korporat. b. Posisi perusahaan yang berada pada sel VI. Forward Intergation dan Horizontal Intergration. c. Posisi perusahaan yang berada pada sel III. Penjelasan secara detail mengenai kesembilan strategi yang terdapat pada sembilan sel matriks IE tersebut diatas. 2. V dan VII disebut dengan Hold and Maitain (pertahankan dan pelihara). Posisi perusahaan yang berada pada sel I. Berdasarkan penelitian. perusahaan yang memiliki kinerja yang baik cenderung mengadakan konsentrasi. yaitu : a. Strategi yang mewakili strategi ini adalah strategi intensif dan integratif seperti Market Penetration. 1. Hal ini dapat dicapai dengan cara menurunkan harga. profit. sedangkan perusahaan yang relatif kurang memiliki kinerja yang baik cenderung mengadakan diversifikasi . Usaha yang dapat dilakukan adalah dengan meminimalkan biaya (minimize cost) sehingga dapat meningkatkan profit. VIII dan IX sangat dianjurkan untuk melakukan divestasi. yaitu konsentrasi pada satu industri atau diversifikasi ke industri lain. Growth Strategy (Strategi Pertumbuhan) Strategi pertumbuhan dirancang untuk mencapai pertumbuhan. sel-sel pada matriks IE dibagi menjadi tiga bagian utama yang memiliki dampak strategi yang berbeda. Cara ini merupakan strategi yang paling penting apabila kondisi perusahaan berada dalam pertumbuhan yang cepat dan terdapat kecenderungan pesaing untuk melakukan perang harga untuk meningkatkan pangsa pasar. atau kombinasi ketiganya. baik dalam penjualan.

Konsentrasi melalui Integrasi Vertikal (Sel 1) Pertumbuhan melalui konsentrasi dapat dicapai melalui integrasi vertikal dengan cara bakward integration (mengambil alih fungsi supplier) atau dengan cara forward integration (mengambil alih fungsi distributor). Jika perusahaan tersebut berada dalam industri yang sangat atraktif (sel 2). 2. serta distribusi produk. fasilitas produksi dan teknologi melalui pengembangan internal maupun eksternal dengan melalui akuisisi atau joint ventures dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Contoh strategi pertumbuhan adalah sel 1. 4. 3. Strategi ini bertujuan untuk menghindari kehilangan penjualan dan kehilangan profit. 7 dan 8.29 agar dapat meningkatkan kinerjanya. 5. Perusahaan tersebut berusaha memanfaatkan kekuatannya untuk membuat produk baru secara efisien . Agar dapat meningkatkan kekuatan bisnisnya atau posisi kompetitifnya. Hal ini merupakan strategi utama untuk perusahaan yang memiliki posisi kompetitif pasar yang kuat (high market share) dalam industri yang berdaya tarik tinggi. maka perusahaan harus meminimalkan biaya dan operasi yang tidak efisien untuk mengontrol kualitas. Diversifikasi Konsentris (Sel 7) Strategi pertumbuhan melalui diversifikasi umumnya dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki kondisi competitive position sangat kuat tetapi daya tarik industrinya sangat rendah. 5. maka strategi yang diterapkan adalah konsolidasi (sel 5). Perusahaan yang berada pada sel ini dapat memperluas pasar. Konsentrasi melalui Integrasi Horizontal (Sel 2 dan 5) Strategi pertumbuhan melalui intergrasi horizontal adalah suatu kegiatan untuk memperluas perusahaan dengan cara membangun di lokasi yang lain dan meningkatkan jenis produk serta jasa. Sedangkan apabila perusahaan berada dalam moderate attractive industry. tujuannya adalah untuk meningkatkan penjualan dan profit dengan cara memanfaatkan keuntungan economics of scale baik di produksi maupun pemasaran.

Tekanan strategi ini lebih pada sinergi finansial daripada product market sinergy (Rangkuti. 2005). 2005).30 karena perusahaan ini sudah memiliki kemampuan manufaktur dan pemasaran yang baik. Diversifikasi Konglomerat (Sel 8) Strategi pertumbuhan melalui kegiatan bisnis yang tidak saling berhubungan dapat dilakukan jika perusahaan menghadapi competitive position yang tidak begitu kuat (average) dan nilai daya tarik industrinya sangat rendah. . perusahaan yang hanya memiliki competitive position rata-rata cenderung akan menurun kinerjanya. sedangkan secara eksternal. Kondisi ini menyebabkan perusahaan tersebut melakukan usahanya ke dalam perusahaan lain. model ini memposisikan kekuatan dan kelemahan perusahaan. analasis ini mengidentifikasi peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan (Rangkuti. Kerangka ini digunakan untuk membangun dan mengoperasikan atau mengimplementasikan informasi-informasi dari analisis situasi baik internal dan eksternal. 6. Untuk itu strategi diversifikasi konglomerat sangat diperlukan. 2005). Unsur-unsur SWOT tersebut meliputi: S (Strength) : Mengacu kepada keunggulan kompetitif dan kompetisi lainnya yang dapat mempengaruhi perusahaan pada pasar. 3. kelemahan.7. peluang dan ancaman dinamakan analisis SWOT. Matriks SWOT Keseluruhan evaluasi kekuatan. Analisis SWOT merupakan sebuah model yang dapat mengarahkan dan berperan sebagai katalisator dalam proses perencanaan strategis. Tetapi pada saat perusahaan tersebut mencapai tahap matang. Model SWOT menyediakan sebuah struktur untuk memadukan antara apa yang saat ini yang dapat dilakukan (strength) dan yang tidak dapat dilakukan (weaknesses) perusahaan dan perkembangan apa yang terjadi pada lingkungan yang menguntungkan (opportunity) dan yang menghambat (threat) (Rangkuti. Secara internal.

Matriks SWOT (Rangkuti. matriks SWOT menghasilkan empat set kemungkinan strategi alternatif. Analsis SWOT menggunakan informasi dan data yang diperoleh dari analisis lingkungan perusahaan dengan didukung analisis strategi pemasaran yang dijalankan perusahaan. 2005) Berdasarkan gambar 4. IFE. namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan. Hasil dari analisis SWOT adalah strategi alternatif berdasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang.31 W (Weaknesses) : Hambatan yang membatasi yang pilihan-pilihan menguntungkan pada yang pengembangan strategi perusahaan. EFE dan matriks IE. : Berhubungan dengan penghalang atau kondisi yang dapat menghalangi organisasi dalam mencapai tujuannya. O (Opportunities) : Menyediakan T (Threats) kondisi membatasi penghalang. Strategi S-O Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. . Faktor Internal STRENGHTS (S) Daftar Kekuatan Internal STRATEGI S-O Strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang STRATEGI S-T Strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman WEAKNESSES (W) Daftar Kelemahan Internal STRATEGI W-O Strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang STRATEGI W-T Strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman Faktor Eksternal OPPORTUNITIES (O) Daftar Peluang Eksternal THREATS (T) Daftar Ancaman Eksternal Gambar 4. yaitu : 1.

32

2. Strategi S-T Strategi ini menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal. 3. Strategi W-O Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. 4. Strategi W-T Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada, serta menghindari ancaman. Analisis SWOT akan memberikan arah, pilihan dan pengembangan perusahaan sehingga diperoleh strategi yang tepat bagi perusahaan. BERBAGAI PELUANG 3. Mendukung strategi turn-around KELEMAHAN INTERNAL 4. Mendukung strategi defensif 1. Mendukung strategi agresif KEKUATAN INTERNAL 2. Mendukung strategi diversifikasi

BERBAGAI ANCAMAN Gambar 5. Analisis SWOT (Rangkuti, 2005) Keterangan : Kuadran 1 : Pada kuadran 1 merupakan situasi yang sangat menguntungkan bagi perusahaan karena perusahaan memiliki peluang dan kekuatan yang dapat dimanfaatkan sekaligus. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy). Kuadran 2 : Pada kuadran 2, perusahaan menghadapi berbagai ancaman namun masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi

33

yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk atau pasar). Kuadran 3 : Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi perusahaan pun menghadapi beberapa kendala atau kelemahan internal. Fokus strategi perusahaan pada kuadran 3 adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik. Kuadran 4 : Pada kuadran 4, perusahaan mengalami situasi yang sangat tidak menguntungkan karena perusahaan menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal. 3.8. Matriks QSPM Matriks QSPM merupakan alat analisis yang digunakan dalam tahap keputusan. QSPM menggunakan masukan dari matriks IFE dan EFE pada tahap input, serta matriks IE dan SWOT pada tahap pencocokan untuk memutuskan strategi mana yang terbaik. Strategi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pihak manajemen perusahaan dalam penetapan kebijakan strategi untuk pengembangan usaha. Setelah berhasil mengembangkan sejumlah strategi alternatif, perusahaan harus mampu mengevaluasi dan kemudian memilih strategi terbaik yang paling cocok dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan dengan menggunakan QSPM. Ada enam langkah yang perlu harus diikuti untuk membuat matriks QSPM, yaitu : a. Menuliskan daftar peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan. b. Berikan bobot untuk masing-masing peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan. Bobot ini harus identik dengan rata-rata bobot yang dihasilkan pada matriks IFE dan EFE. c. Tuliskan strategi alternatif yang akan dievaluasi. d. Apabila faktor yang bersangkutan ada pengaruhnya terhadap strategi yang sedang dipertimbangkan, berikan nilai Attractiveness Score (AS) yang dimulai dari 1 (tidak dapat diterima), 2 (mungkin dapat diterima), 3 (kemungkinan besar dapat diterima) dan 4 (dapat diterima). Sedangkan

34

apabila tidak ada pengaruhnya terhadap strategi alternatif yang sedang dipertimbangkan, jangan berikan nilai AS. e. Kalikan nilai bobot dengan nilai AS. f. Hitung nilai totalnya (Total Attractiveness Score atau TAS). Strategi alternatif yang memiliki nilai total terbesar merupakan strategi yang paling baik dan sebaiknya dijadikan strategi alternatif dengan prioritas penerapan utama. Ilustrasi QSPM dapat dilihat dalam Tabel 5. Tabel 5. Matriks QSPM Faktor Kunci Bobot Strategi I AS TAS Strategi alternatif Strategi II Strategi ke-n AS TAS AS TAS

Peluang : Ancaman : Kekuatan : Kelemahan : Total Sumber : David, 2004

Sejarah dan Perkembangan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Kota Bogor telah mempunyai sistem pelayanan air minum sejak tahun 1918.1. pada tahun 1967 sumber air ditambah dengan mengambil dari mata air Bantar Kambing melalui reservoir Cipaku.1. Saat itulah mulai dirasakan adanya kekurangan air minum. Pada tahun 1966. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Untuk menambah kembali kapasitas air. jumlah pelanggan tercatat sekitar 7. rencana ini terhambat masalah pendanaan karena untuk memasang pipa transmisi dibutuhkan dana investasi yang cukup besar. Bantuan dana pun .1.IV. Sumber mata air Kota Batu ini merupakan cikal bakal keberadaan PDAM Kota Bogor dan dimulainya pelayanan air minum di Kota Bogor. Gambaran Umum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor 4. yang dibangun oleh pemerintah Belanda.000 Sambungan Langganan (SL) dengan tingkat kehilangan air mencapai 50 persen. Namun. Persentase kehilangan air tersebut akibat kurang baiknya mutu pipa dinas (meter air) dan kondisi pipa distribusi yang sudah tua. Jumlah penduduk Kota Bogor yang semakin meningkat telah membuat pelayanan air minum di kota hujan ini mengalami perkembangan. Melihat kondisi tersebut. Pada tahun 1935 untuk mencukupi kebutuhan penduduk Kota Bogor dilakukan penambahan kapasitas air sebanyak 30 liter per detik yang berasal dari sumber air Kebon Salada (milik PAM DKI Jaya). Nama perusahaan air minum pada waktu itu adalah Gemeente Waterleiding Buitenzorg yang memanfaatkan sumber mata air Kota Batu sebagai sumber air utama dengan kapasitas produksi sebanyak 70 liter per detik. maka dilakukan survei dan perencanaan strategis untuk meningkatkan pelayanan dan pengembangan kapasitas jumlah air bersih.

PDAM Kota Bogor pada tahun 1988 mulai melakukan studi kelayakan dengan berencana memanfaatkan air permukaan sebagai sumber air lainnya.45-75 Tahun 2002 tanggal 29 April 2002 tentang penetapan logo baru PDAM Kota Bogor dan penambahan nama Tirta Pakuan. kapasitas produksi air meningkat yang pada awal tahun 2007 mencapai 1. feasibility study.130 liter per detik berasal dari empat sumber air utama. Dengan berfungsinya tambahan kapasitas produksi tersebut.449. mata air Tangkil dan sungai Cisadane (WTP Cipaku dan WTP Dekeng). PDAM berhasil menambah kapasitas produksinya dengan membangun Instalasi Pengelolaan Air (IPA) dengan instalasi atau Water Treatment Plant (WTP) yang berlokasi di Cipaku dan Dekeng. maka nama PDAM Kota Bogor berubah menjadi PDAM Tirta Pakuan Kota . dilakukan kembali penambahan kapasitas air melalui sumber mata air Tangkil. 300/HK. maka pada tanggal 3 Juli 1975 dilakukan penghentian atau pemutusan atas koneksi pipa PAM DKI Jaya. Empat sumber air tersebut adalah mata air Kota Batu. berupa hibah dengan nama proyek Colombo Plan. Dengan penambahan sumber air tersebut. Sumber air bakunya memanfaatkan air sungai Cisadane. Proyek seluruhnya dilakukan oleh Valentine Laurie and Davies Consulting Engineers dari Sydney.456. Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Nomor 011. perencanaan dan supervise dengan nilai total bantuan sebesar A$1. PDAM Kota Bogor mulai didirikan.000 atau US$2.36 diperoleh dari pemerintah Australia. mata air Bantar Kambing.011/SK/1977. Australia.736. Kemudian pada tahun 1973. Bentuk bantuan yang diperoleh berupa pipa dan aksesorisnya. Modal dasar perusahaan terdiri dari kekayaan daerah yang berasal dari kekayaan perusahaan air minum pada waktu kedudukannya sebagai Dinas Daerah. melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No. Pada tanggal 31 Maret 1977 dikeluarkan Peraturan Daerah No. 5 Tahun 1977 yang menyatakan perubahan status Dinas Daerah menjadi Perusahaan Daerah. Selanjutnya.

Visi dan Misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Visi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah mejadi perusahaan terdepan di bidang pelayanan air minum. Mengembangkan bidang usaha sistem pelayanan air minum yang efisien.37 Bogor. Mewujudkan penyelenggaraan perusahaan milik daerah yang dapat menunjang otonomi daerah secara maksimal. Mengembangkan penelitian dan kegiatan inovatif serta peningkatan SDM yang dapat menopang tuntutan pertumbuhan . 4. 4. efektif dan tepat guna sehingga produk dan kinerja yang dihasilkan dapat dipasarkan dalam jangkauan masyarakat pelanggannya dengan memperhatikan undang-undang perlindungan konsumen. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan misi dan tujuan perusahaan.1. Menyelenggarakan sistem pelayanan air minum yang unggul berkesinambungan memenuhi mutu yang berlaku untuk menjamin tercapainya kepuasan pelayanan kepada pelanggan. jaringan terpadu yang mampu melaksanakan pemantauan di semua bagian dan otomatisasi semua data administrasi dan penagihan pelanggan secara cepat dan tepat. aspek manajemen dan aspek kewirausahaan dalam penyelenggaraan sistem pelayanan yang berorientasi pada manfaat dan perlindungan sumber daya lingkungan. Misinya yaitu memberikan kepuasan pelayanan air minum secara berkesinambungan kepada masyarakat sesuai standar kesehatan yang ada dengan mempertimbangkan keterjangkauan masyarakat dan berperan sebagai penunjang otonomi daerah serta meningkatkan sumber daya manusia secara maksimal. 2. Menyelesaikan aspek teknik.2. Salah satunya adalah penerapan manajemen melalui sistem informasi yang ditunjang dengan komputerisasi. 3. 5. Adapun penjabaran misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai berikut : 1.

Fungsi ekonomi. Fungsi sosial. tugas dan tanggung jawab serta peranan masing-masing antara dewan direksi. yaitu : 1. Secara garis besar PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mempunyai dua fungsi.3. adil dan merata.1. Strukur organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor disusun berdasarkan Surat Keputusan Walikota KDH tk. 35 kepala sub bagian dan 423 orang tenaga pelaksana.38 kebutuhan umumnya. Tugas Pokok dan Fungsi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai BUMD milik Pemerintah Kota Bogor mempunyai tugas pokok sebagai berikut : 1. 2. 2. yaitu untuk meningkatkan kemampuan pelayanan dan memenuhi kewajiban-kewajiban lainnya dengan cara pengelolaan perusahaan secara sehat berdasarkan asas ekonomi perusahaan. . Memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Bogor secara memadai. 4. Sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Bogor. kepala sub bagian dan tenaga pelaksana. Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Struktur organisasi adalah salah satu hal yang penting dalam perusahaan karena dengan adanya struktur organisasi akan dapat diketahui dengan jelas hubungan. II Bogor No.4. Bagan struktur organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Lampiran 1.1. 10 orang kepala bagian. yaitu dapat memenuhi kebutuhan semua lapisan masyarakat dengan memberlakukan tarif air minum yang disesuaikan dengan kondisi dan fungsi tempat pelanggan serta adanya pelanggan yang tersubsidi. 72 tahun 2004 tanggal 30 Desember 2004. kepala bagian. serta berkesinambungan. perusahaan dan pembangunan nasional pada 4. Dalam menjalankan tugas pelayanan air minum. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor didukung oleh tiga direksi.

39 4. keuangan.2.13 3. terdiri dari 234 orang karyawan di bagian umum dan 237 orang di bagian teknik. serta pemasaran. Jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan status karyawannya dapat dilihat pada Tabel 6. pekerja kebocoran dan satpam. antara lain sumber daya manusia. Calon Karyawan PDAM 10 orang 2. produksi dan operasi. cleaning service. 4. karyawan kontrak sebanyak 18 orang dan karyawan outsourcing sebanyak 74 orang yang meliputi call center. Untuk itu Bagian SDM memiliki peranan penting dalam pengembangan manusia yang berkualitas dan profesional di bidangnya. Tabel 6. . Jumlah karyawan berdasarkan status karyawan Status Karyawan Jumlah Persentase Karyawan (%) 1. Status karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dibagi menjadi empat yaitu karyawan tetap PDAM sebanyak 369 orang. Jumlah karyawan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sebanyak 471 orang. calon karyawan sebanyak 10 orang.34 2. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus selalu memperhatikan kondisi sumber daya manusia yang dimilikinya untuk menjaga kestabilan dan pertumbuhan perusahaan. Karyawan tetap PDAM 369 orang 78.2. Outsourcing 74 orang 15.71 Jumlah 471 orang 100 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Karyawan Kontrak 18 orang 3. Faktor-faktor internal yang dimiliki perusahaan dapat dikelompokkan menjadi empat bagian. Analisis Lingkungan Internal Identifikasi faktor internal perusahaan bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan.82 4. 2006. Aspek SDM SDM adalah aspek yang penting bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena merupakan salah satu faktor internal perusahaan yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.1.

Berdasarkan Tabel 6 dan 7. Hal ini dikarenakan masih terdapat kekurangan karyawan dibagian tertentu dan penempatan posisi atau kerja karyawan sesuai dengan latar belakang pendidikan belum secara tepat. SD 78 orang 16.01 6. Hal ini akan mendukung dalam pencapaian kinerja perusahaan yang baik. SLTA 244 orang 51. Pengukuran kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tentang pedoman penilaian kinerja PDAM. SLTP. Jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan tingkat pendidikannya dapat dilihat pada Tabel 7. S1. Tabel 7.55 Jumlah 471 orang 100 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Jumlah karyawan berdasarkan tingkat pendidikan Tingkat Pendidikan Jumlah Karyawan Persentase (%) 1.40 SDM PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang ada belum diberdayakan secara optimal.80 4. 2006.56 2. sampai S2 yang sebagian besar karyawannya berpendidikan SLTA yaitu sebanyak 244 orang. S1 66 orang 14. SLTP 59 orang 12. SLTA. D3 12 orang 2. Dengan meningkatnya pengetahuan dan motivasi kerja karyawan terhadap perusahaan maka sistem organisasi dalam perusahaan dapat berjalan sesuai dengan prosedur.53 3. Tingkat pendidikan karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor beragam mulai dari SD. Pengadaan program-program pelatihan dan pengembangan karyawan dilakukan berdasarkan kebutuhan dari masing-masing bagian dalam perusahaan dengan biaya tersendiri yang khusus dikeluarkan untuk program pelatihan.55 5. Hal ini mengindikasikan bahwa pelatihan bagi karyawan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi kerja karyawan terhadap perusahaan. Kinerja PDAM Tirta . dapat diketahui bahwa di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang menjadi dominan adalah karyawan tetap dan mayoritas karyawannya berpendidikan SLTA. D3. S2 12 orang 2.

tunjangan koordinasi. Pemberian kompensasi ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja karyawannya. modal Pemerintah Daerah Kodya Tingkat II Kota Bogor. Kegiatan operasional PDAM dibiayai dari pendapatan perusahaan. Modal yang didapat PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berasal dari modal Pemerintah Pusat.2. Dalam hal kesejahteraan karyawan. Sumber pendapatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terdiri dari sumber internal dan eksternal. seperti program cek kesehatan dan pemberian bantuan Rawat Inap melalui kerjasama dengan Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) dan Karya Bhakti. sejumlah kompensasi lainnya pun diberikan. Aspek Keuangan Perusahaan yang dikelola baik oleh pemerintah maupun swasta. 4. tunjangan kehadiran. tunjangan pengganti pulsa. Selain itu. modal Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Barat. Sumber pendapatan internal berasal dari pendapatan air dan pendapatan non air seperti . Pengukuran kinerja dilakukan dengan tiga aspek penilaian yaitu keuangan operasional dan administrasi. tunjangan pengganti lembur. bantuan modal Pemerintah Pusat. seperti adanya tunjangan jabatan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pun memperhatikan kesehatan karyawannya dengan menyediakan fasilitas klinik kesehatan dan program kesehatan lainnya.41 Pakuan Kota Bogor tahun 2006 masuk dalam klasifikasi baik. hibah dari Negara Belanda dan bantuan Colombo Plan. Sebesar 55 persen dari modal PDAM Tirta Pakuan Kota bogor merupakan penyertaan modal Pemerintah Daerah Kota Bogor. tidak terlepas dari permodalan. Permodalan merupakan sarana penting dalam melakukan usaha. Pengukuran kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tahun 2006 dapat dilihat pada Lampiran 2.2. asuransi tunjangan hari tua dengan Jamsostek dan pemberian kompensasi berdasarkan prestasi. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memberikan gaji berdasarkan golongan dan pemberian gaji terendah disesuaikan dengan upah minimum regional dari pemerintah.

445.674 Laba Kotor Usaha (21. Modal yang ada saat ini pun digunakan untuk membiayai operasional dan aktivitas-aktivitas perusahaan.671 Laba (Rugi) diluar (123.080.296) 519.674.488. pemasangan baru dan pendapatan atas jasa bank yang keseluruhannya bersifat rutin.203.355 32.096) Usaha 26. Tabel 8.965 6.324) (24.625 86.666 10.445) (26. Namun.342.235 8.427.24 persen pada tahun 2006.175.357 5.405. Perkembangan laba rugi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dari tahun 2004 dengan tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel 8.569.819) Pajak (1. Perkembangan Laba Rugi pada Tahun 2004-2006 Dalam Ribuan Rupiah Uraian 2004 2005 2006 Pendapatan 44.531 7.806 Marjin Laba 11.24 % Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.625 Laba Sebelum Pajak (3. Sedangkan sumber pendapatan eksternal meliputi investasi pihak ketiga dan penyertaan pemerintah daerah.326) Laba Bersih 3. Persentase tersebut cukup baik karena masuk dalam kisaran tingkat marjin laba yang wajar yaitu antara 16 persen sampai kurang dari sama dengan 20 persen berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999. denda.479) (27.48 % 15.263.626.36 % 16. 2006.950.429. marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus mengalami peningkatan hingga mencapai 16. Marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor cukup baik dimana saat ini perusahaan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.380. beban hutang yang relatif besar menjadi kendala bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena semakin banyak kewajiban .145 37.003) Beban tak Langsung Usaha Laba Usaha 5. Dalam faktor finansial tentu saja aspek laba tidak dapat dikesampingkan karena tujuan didirikan suatu perusahaan baik oleh pemerintah maupun swasta adalah untuk memperoleh laba.940.655.282.770 Beban Langsung (17.291 10.811.836.730.232.878) (2.469.42 pelanggaran.425) (20.954 Usaha 5.600 53.590 64. Berdasarkan tabel di atas.223.

579 25.626 9.223 8.488 Aktiva Lain-lain 4.753 7. 2005 9.117 .352 7.121 11.230 5.654 Jangka Panjang Kewajiban Lain4.372 82.43 yang harus diselesaikan oleh perusahaan.513 Pasiva : Kewajiban 6. yaitu : a.187 82.60 persen pada tahun 2005 tetapi hutang lancar dan hutang lain-lainnya mengalami peningkatan sehingga beban hutang terus meningkat.193 Lancar Kewajiban 23. Tabel 9.942 9.472 67.3.624 76.470 4. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan penyedia tunggal air minum di Kota Bogor yang memiliki empat sumber air utama yang airnya akan diolah dan kemudian didistribusikan kepada pelanggan.2.252 9. Walaupun hutang jangka panjang mengalami penurunan sebesar 11.459 lain Modal dan 23.677 29.392 26. Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Dalam Jutaan Rupiah Pos-pos 2001 2002 2003 2004 Aktiva : Aktiva Lancar 7.495 Aktiva Tetap 46.902 62.626 22.181 63. 4. Hasil usaha perusahaan belum mampu melunasi hutang tepat waktu dan memenuhi investasi aktiva tetap yang diperlukan.624 76.102 34.825 67.883 10. Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 9.945 23.102 23.117 13.884 26.912 5.032 57. Mata air ♦ Mata air Kota Batu dengan kapasitas terpasang 70 liter per detik.181 63.920 4.039 52.207 Cadangan Jumlah Pasiva 58. Aspek Produksi dan Operasi Aspek produksi dan operasi berhubungan dengan aktivitas mengubah masukan atau input menjadi bentuk produk akhir agar dapat dipergunakan atau dikonsumsi oleh konsumen. Sumber air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berasal dari dua sumber utama.513 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.928 3. 2006.512 6.472 67.530 Jumlah Aktiva 58.

Namun. Pasang Produksi 2005 2006 1. Mata air Kota Batu 70 61 54 Turun 2. 2006. Penurunan kapasitas produksi yang berasal dari sumber mata air dikarenakan debit air pada sumber mata air mengalami penurunan dan bahkan dari tahun ke tahun semakin menurun. kondisi tersebut tidak mengakibatkan kapasitas produksi air menurun karena didukung oleh sumber air baku yang melimpah dari air permukaan yaitu sungai Cisadane. Sumber Lokasi Ket. Mata air Bantar 170 158 150 Turun Kambing 3. Sungai Cisadane ♦ WTP Cipaku dengan kapasitas terpasang 240 liter pe detik. ♦ Mata air Tangkil dengan kapasitas terpasang 170 liter per detik b. Sumber air baku yang melimpah menjadikan kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.168 1. Sehingga kapasitas produksi dari sumber sungai Cisadane . IPA Dekeng 400 570 593 Naik Jumlah 1. mata air Bantar Kambing dan mata air Tangkil.176 Naik Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. IPA Cipaku 240 268 272 Naik 5. Sedangkan untuk sumber air baku yang berasal dari sungai Cisadane merupakan sumber yang sangat potensial karena air baku sungai Cisadane yang melimpah.670 1. Evaluasi kondisi produksi air tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel 10. kapasitas produksi pada mata air mengalami penurunan rata-rata sebanyak 7 liter per detik yaitu pada mata air Kota Batu. Tabel 10. Evaluasi Kondisi Produksi Air pada Tahun 2006 Dalam liter per detik Kapasitas No. ♦ WTP Dekeng dengan kapasitas terpasang 400 liter per detik.44 ♦ Mata air Bantar Kambing dengan kapasitas terpasang 170 liter per detik. Berdasarkan data tahun 2006. Mata air Tangkil 170 112 107 Turun 4.

Air baku dari intake akan disalurkan melalui pipa trasmisi masuk ke dalam WTP. Khusus sumber mata air Tangkil diberikan penambahan soda Ash (alkali) untuk menaikkan pH sehingga sesuai dengan pH standar air minum yaitu 6. Fe. Tahap koagulasi atau pengadukan cepat (flash mixing) merupakan tahap awal dari pengolahan air baku. cepat dan sempurna sehingga kotoran dapat digumpalkan menjadi flok. chroride. Tahap kedua adalah tahap . Kualitas air baku yang baik menjadi kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. tahap aerasi. Kualitas air baku sungai Cisadane baik sesuai dengan standar kesehatan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. tahap flokulasi. Kotoran yang tidak tergumpal pada tahap koagulasi akan dihilangkan pada tahap selanjutnya.45 terus meningkat dan dapat menutupi kekurangan pasokan air dari sumber mata air. tahap sedimentasi. basicity. specific grafity. Bagan sistem penyediaan air minum dapat dilihat pada Lampiran 3. Tahap ini bertujuan untuk mencampurkan koagulan PAC (Poli Alumunium Chlorida) dengan air baku secara merata. Air baku dari sungai Cisadane perlu mendapat pengolahan yang dimulai dari intake yaitu titik pengambilan air baku di sungai. Komponen PAC terdiri dari appreance. sulphate.5. Diagram alir pengolahan lengkap dapat dilihat pada Lampiran 4. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan pengolahan air menjadi air minum sesuai dengan standar kesehatan.5-8. Sedangkan jika dilihat dari segi biologis dikhawatirkan terdapat bakteri yang dapat menimbulkan penyakit sehingga perlu ditambahankan desinfektan. Pengolahan air baku yang dilakukan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan proses pengolahan lengkap. Al2O3. tahap filtrasi dan tahap desinfektan. Air yang bersumber dari mata air memiliki kualitas yang cukup baik dan memenuhi standar air minum jika dilihat dari segi fisik dan kimia. Proses pengolahan lengkap terdiri dari enam tahap yaitu tahap koagulasi.

dimana dalam flokulasi ini berlangsung proses terbentuknya penggumpalan flok yang lebih besar sehingga mudah mengendap. Pada tahap ini. flok akan diendapkan dan air akan bergerak ke atas melalui sekat-sekat pada plant settler. yaitu pengikatan oksigen (O2) untuk mengurangi kadar karbondioksida yang terkandung pada air.46 flokulasi yaitu pengadukan lambat. Selanjutnya. Terakhir adalah tahap desinfektan dengan melakukan pendosisan gas klor untuk membunuh bakteri. Employee Information System (EIS). Kemudian dilanjutkan pada tahap aerasi. Tahap ketiga adalah tahap sedimentasi yang bertujuan untuk mengendapkan partikel-partikel yang sudah mengumpal menjadi flok sehingga beban filter menjadi ringan. sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer seperti sistem komputer terintegrasi yang terdiri dari Customer Information System (CIS). Logictic Information System (LIS). Air bersih di reservoir dapat langsung didistribusikan kepada pelanggan melalui pipa-pipa distribusi. Penggunaan gas klor sebagai desinfektan bertujuan untuk menghindari adanya endapan. Selain itu. Tahap desinfektan dilakukan pada kontak basin yaitu tempat penampungan sementara air bersih setelah pengolahan yang kemudian akan dimasukkan ke dalam reservoir yaitu penampungan air bersih sebagai pengaturan pendistribusian kepada pelanggan. tahap filtrasi yang dilakukan untuk mengurangi sisa-sisa flok yang masih terbawa setelah tahap sedimentasi dan merupakan tahap penurunan kekeruhan yang terakhir. pengujian meter air dan mobil penanggulangan kebocoran. Pada tahap ini digunakan pasir silica sebagai penyaring air sehingga air yang dihasilkan bersih. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pun memiliki bengkel pemeliharaan . bau dan kekeruhan. Adapun fasilitas penunjang lainnya berupa laboratorium penguji kualitas air. Pengadukan tidak boleh terlalu cepat karena dapat memecahkan flok yang sudah terbentuk. Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

2006.46 2001 8.57 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. promosi.858 31. Persentase tersebut cukup tinggi karena jauh menyimpang dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah yaitu sebesar 25 persen.136 31. tenaga penjual. seperti iklan. 4.462 32. Keanekaragaman Produk Produk utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah air. Aspek Pemasaran Pemasaran merupakan aktivitas yang berhubungan dengan pemberian sarana yang dapat digunakan oleh pembeli untuk membeli produk dan mempengaruhi calon pembeli untuk membeli.47 yang memadai dan adanya sistem komputerisasi yang diperuntukkan untuk memelihara saluran pipa dinas dan induk sebagai upaya untuk menghindari terjadinya kerusakan dan kebocoran yang dapat mengakibatkan kehilangan air.46 2005 11. Tingkat Kehilangan Air pada Tahun 2000-2005 Tahun Kehilangan Air (m³) Persentase (%) 2000 7.056 30.50 2003 10. Bauran pemasaran atau marketing mix dalam pemasaran terdiri dari empat komponen. Berdasarkan data tahun 2000 sampai 2005. Keseluruhan aktivitas tersebut tercakup dalam bauran pemasaran.79 2004 11.770 30. Tingkat kehilangan air tahun 2000-2005 dapat dilihat pada Tabel 11.4. Namun. Produk Analisis lingkungan internal pada bagian produk pada aspek pemasaran dapat dijelaskan sebagai berikut : a. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bukan menjual . yaitu : 1. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi menjadi salah satu kelemahan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Tabel 11. Sedangkan pemeliharaan pipa persil (setelah meter) menjadi tanggung jawab pelanggan.973 30.90 2002 9. penetapan kuota dan penetapan harga. persentase kehilangan air dalam pendistribusian air kepada pelanggan mencapai kisaran 30 persen.2.

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP sebagai kekuatan perusahaan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Tidak semua PDAM di Indonesia dapat mengembangkan KASM dan ZAMP karena pendistribusian air harus 24 jam dengan tekanan air yang sesuai. Selain pendistribusian air bersih kepada pelanggan. Untuk menentukan kualitas air baku dan air minum. Adapun tujuan pengembangan ZAMP yaitu untuk mensosialisasikan kepada masyarakat Bogor bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan perusahaan air minum bukan perusahaan air bersih dan sebagai pilot project untuk mengembangkan proyek Kran Air Siap Minum (KASM). Dengan adanya parameter tersebut maka air baku dan air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan air yang berkualitas dan sesuai dengan standar kesehatan.48 air melainkan sebagai fasilitator untuk mengolah air baik yang bersumber dari mata air maupun air permukaan menjadi bersih dan kemudian didistribusikan kepada pelanggan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memiliki Zone Air Minum Prima (ZAMP) yaitu ATM air dimana airnya dapat langsung diminum tanpa harus direbus terlebih dahulu. ZAMP berada di lima titik yaitu Perumahan Tirta Pakuan. Hal ini dilakukan untuk menghindari terkontaminasinya air oleh bakteri. . Saat ini. Kelurahan Tajur. Oleh karena itu. perusahaan menggunakan parameter sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. b. air bersih dan air baku dapat dilihat pada Lampiran 5. Balai Kota dan Kebun Raya. Kualitas Produk Kualitas produk merupakan salah satu faktor yang menjadi perhatian PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Daftar persyaratan kualitas air yang digunakan untuk air minum.

2006. Raya Padjajaran No. . 38 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. 115 A Bondongan Sanita Gg. Pakuan No. Kapten Muslihat No. balik nama pelanggan. Hal tersebut bertujuan untuk mendekatkan diri dengan para pelanggan dan mengembangkan pelayanan terhadap pelanggan. 121 Jl. Loket Pembayaran Air Lokasi Loket Alamat Loket Kantor PDAM Tirta Jl. Baru KOPPURNA Bank Jl. Siliwangi No. 2 Cimanggu Jl. 2 Jl. Mawar. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menyediakan loket-loket pembayaran (Payment Point) yang tersebar di Kota Bogor dengan lokasi yang strategis dan mudah dijangkau. 52 Bank Mandiri Jl. Surya Kencana No. Pelayanan kepada Konsumen Pelayanan yang diberikan kepada konsumen mencakup memberikan menanggapi pembayaran. Loket pembayaran air PDAM Tirta Pakuan dapat dilihat pada Tabel 12. Gg. tes kualitas air dan pembelian air melalui mobil tangki. Pandawa Raya. Menteng no. Pahlawan No. 2 Warung Jambu KPRI Beriman Jl. Pesantren No. Raya Tajur (Samping Megaswara) Bank BNI Jl. kebon Pedes No. Siliwangi No. informasi pengaduan Adapun yang dari produk dibutuhkan konsumen layanan dan lainnya konsumen. Raya Padjajaran No. 63 Bank Panin Jl. KH. 11-13 Jl. Pengadilan no. Ruko A2/18 Bank BTPN Jl. 121 Pakuan Bank Jabar Jl. 196 A Bank NISP Jl. Dalam pelayanan pembayaran air.49 c. 13-15 Bank BTN Jl. 17 Bank Lippo Jl. Soleh Iskandar atau Jl. melayani seperti pemasangan baru. Kapten Muslihat No. Tabel 12. H. 14 Koperasi Tirta Jl. tutupan sementara atas permintaan pelanggan. pemindahan letak meter. Ir. Juanda No.

Dengan demikian. serta perlindungan air baku. Tarif air per m³ untuk pelanggan rumah tangga B akan lebih tinggi daripada pelanggan rumah tangga A.50 2. mutu pelayanan. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 1998 tentang pedoman penentuan tarif air minum. Harga Tarif air minum adalah harga air minum untuk setiap meter kubik (m³) yang harus dibayar oleh pelanggan. masyarakat kurang mampu masih mendapat peluang untuk menjadi pelanggan PDAM. Tarif air per m³ untuk pemakaian air 10 m³ pertama akan lebih rendah daripada tarif air per m³ untuk pemakaian air 10 m³ kedua dan seterusnya. Tarif air per m³ untuk pelanggan niaga akan lebih tinggi daripada pelanggan rumah tangga. Tarif air per m³ akan lebih tinggi pada pelanggan yang menggunakan air untuk kebutuhan komersial atau pelanggan yang memiliki kemampuan finansial tinggi. efisiensi pemakaian air. tranparansi dan akuntabilitas. b. Sehingga memungkinkan untuk memperluas atau memperbanyak jumlah pelanggan karena pemanfaatan air menjadi lebih efisien. Adapun penjelasan pola tersebut sebagai berikut : a. Pola ini diterapkan untuk mencegah pemborosan air oleh pelanggan karena pelanggan akan membayar harga air per m³ lebih tinggi untuk pemakaian air yang lebih banyak. Perhitungan dan penetapan tarif air minum didasarkan pada keterjangkauan dan keadilan. pemulihan biaya (full cost recovery). Pola ini diterapkan agar terjadi subsidi silang. subsidi dari pelanggan mampu kepada pelanggan kurang mampu. pola tarif air minum PDAM di Indonesia menggunakan perhitungan tarif progresif dan diskriminatif. Besar tarif air per m³ yang semakin tinggi akan dikenakan pada pemakaian air yang semakin banyak (tarif progresif). .

IV NK 2.800 4.774 pelanggan yang terdiri dari kelompok sosial. 2006. Cakupan pelayanan terhadap total penduduk daerah pelayanan sebesar 61.500 7.250 4.500 RC 1. Bogor Barat dan Tanah Sareal.500 4.800 3. Kelompok Pelanggan 0-10m³ 11-20m³ >20m³ 1.900 6.050 IP 1. I SU 250 300 400 2. Bogor Timur. III RB 800 1.49 persen.000 NB 3. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor membagi zone pelayanan air menjadi .250 2.150 3. Bogor Utara.86 persen sedangkan terhadap total penduduk Kota Bogor mencapai 49. serta niaga dan industri. 6 Tahun 2006 Tanggal 26 Maret 2006 tentang tarif air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri.150 3. yaitu cara langsung dialirkan dengan gaya gravitasi karena sebagian besar daerah distribusi terletak di dataran yang lebih rendah dari fasilitas produksi dan dengan bantuan booster pump untuk daerah yang lebih tinggi. Tempat atau Saluran Distribusi Daerah pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor meliputi wilayah Kota Bogor melalui sistem gravitasi yang mencakup lima kecamatan yaitu Bogor Selatan. Tabel 13. Struktur Tarif Air Minum Pemakaian Air (Rp/m³) Golongan No. Pendistribusian air oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dilakukan dengan dua cara. Jumlah pelanggan yang dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor per April 2007 sebanyak 73.51 Tarif pelayanan air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ditentukan berdasarkan Peraturan Walikota No. Bogor Tengah.250 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. rumah tangga.600 3. Struktur tarif air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 13.100 RA 600 850 2. II SK 450 700 1.950 5. instansi pemerintah. 3.

Babakan Fakultas dan Mekar Jaya. 3. Kayu Manis. Mata air Bantar Kambing. Tanah Baru. Paledang. 14 persen melayani zone 2 (Perumda Cipaku) dan 86 persen untuk membantu melayani pelanggan zone 3 melalui reservoir Cipaku. Zone 4 meliputi daerah Babakan. Katulampa. Kedunghalang. Bojongkerta. Menteng. . Pabaton. Zone 2 meliputi daerah Ranggamekar. Ciwaringin. Kedung Waringin. Mulya Harja. Kartamaya. e. Ciluar. Tanah Sareal. Ciparigi. Zone 1 meliputi daerah Pakuan. Cibadak. Cilendek Timur. Suka Resmi. Muara Sari. Batu Tulis. Cibuluh. Tegal Gundil. Zone 6 meliputi daerah Cikaret. Bondongan. Sindangsari. Gudang. Mekar Wangi. c. Curug dan Curug Mekar. Kebon Kalapa. Kedung Badak. Sempur. 4 dan 6 yang daerah alirannya sebagai berikut : a. Tajur dan sekitarnya) dan 47 persen lainnya untuk melayani pelanggan di zone 4 melalui reservoir Padjajaran. Kelima zone tersebut mampu dialiri oleh beberapa sumber air utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Babakan Pasar. Cilendek Barat. b. Zone 3 meliputi daerah Empang. antara lain : a. Bantar Jati. Genteng dan Cipaku. Mata air Tangkil 53 persen melayani pelanggan zone 1 (Kelurahan Katulampa. bahkan sewaktu-waktu juga membantu pengaliran di zone 3. Kedung Jaya. Tegalega. Panaragan. Gunung Batu dan sekitarnya). Tajur dan Bantar Kemang. Harjasari. Loji. Gunung Batu. Pasir Kuda.52 lima zone yaitu zone 1. Cimahpar. b. Lawang Gintung. c. Pasir Mulya dan Kota Batu. Sukasari. Rancamaya. Cibogor. Mata air Kota Batu melayani pelanggan zone 6 (Kelurahan Loji. Sukadamai. Baranangsiang. Pasir jaya. 2. d. Kebon Pedes.

Sedangkan pelayanan air 24 jam hanya beberapa daerah yang mendapatkannya karena dilalui oleh beberapa zone distribusi. Batu Tulis dan sekitarnya). promosi harus tetap dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai upaya untuk mendekatkan perusahaan dengan masyarakat sehingga terjalin hubungan yang erat. Analisis Lingkungan Eksternal Identifikasi faktor lingkungan eksternal perusahaan merupakan langkah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman . 4. Informasi yang dibutuhkan pelanggan dapat diperoleh melalui leafet. tetapi belum mendapatkan pelayanan air karena diluar jaringan distribusi. tabloid Flows. Promosi Pada kenyataannya.53 d. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak perlu melakukan promosi karena masyarakat Kota Bogor pun telah mengetahui keberadaan perusahaan tanpa adanya promosi. e. WTP Dekeng melayani pelanggan zone 4 (Kelurahan Babakan.3. radio dan pelayanan melalui Customer Service. seperti adanya kegiatan kampanye atau perlombaan yang peruntukkan bagi siswa-siswi sekolah. Walaupun begitu. Sarana promosi yang digunakan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor lebih pada kegiatan publisitas (publicity). Daerah potensial tersebut adalah daerah yang masuk ke dalam wilayah Kota Bogor. WTP Cipaku melayani pelanggan zone 3 (Kelurahan Empang. telepon. Dalam hal pendistribusian air. brosur. spanduk. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih memiliki kelemahan yaitu masih adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi dan belum meratanya pelayanan air penuh 24 jam. 4. Sumber air dan daerah pengaliran dapat dilihat pada Lampiran 6. Sempur dan sekitarnya). mahasiswa dan masyarakat umum.

dilakukanlah tender. penyedia barang cetakan dan barang teknik. politik/hukum dan sosial/budaya (Kotler. Faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan mikro antara lain pemasok. Pemasok menyediakan sumber daya yang diperlukan oleh perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa. Pemasok Pemasok merupakan sebuah mata rantai penting dalam sistem penyerahan nilai kepada seluruh pelanggan dari sebuah perusahaan. Penjelasan lingkungan eksternal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai berikut : 4. pelanggan. dapat dilakukan pembelian langsung tanpa SPK (Surat Perintah Kerja). sehingga pemasok tidak dapat menetapkannya secara sepihak. alam. c.54 bagi perusahaan. Harga di bawah 15 juta. Harga 15 juta sampai 50 juta. Sedangkan lingkungan makro terdiri dari lingkungan demografi. Harga di atas 200 juta. Lingkungan Mikro Perusahaan Lingkungan mikro PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sebagai berikut : 1. dilakukan penunjukkan langsung. ekonomi. Harga 50 juta sampai 200 juta. Lingkungan eksternal dibagi menjadi dua yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. teknologi. pesaing. Data April 2007. Pemasok yang memiliki posisi kuat bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah PT Wapin dan PT Amaniaga .3. dilakukan pemilihan langsung pada tiga pemasok. 2000). b. perantara. d. Perusahaan dan pihak pemasok memiliki kesepakatan bersama dalam penetapan harga dan mutu bahan atau barang. masyarakat. jumlah pemasok bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 37 pemasok yang terdiri dari penyedia bahan kimia. Pembelian bahan atau barang yang diperlukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan pada : a.1.

Pelanggan Perusahaan harus mempelajari pasar pelanggan secara seksama karena setiap tipe pasar pelanggan mempunyai karakteristik yang berbeda. rumah tangga C (RC) dan instansi pemerintah (IP). Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat . bank merupakan salah satunya. Oleh karena itu. Seperti halnya dengan pemasok. 3. Sehingga PDAM memiliki kewajiban pembayaran hutang dan bunganya kepada Bank Jabar. yaitu sarana umum (SU) dan sarana khusus (SK). Kategori pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terdiri dari sarana sosial. Kategori sarana sosial dibagi menjadi dua. Pembangunan yang dilakukan selama 5 tahun. niaga dan khusus. perantara pun membentuk komponen penting dalam sistem penyerahan nilai kepada pelanggan. non niaga. 2. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus bermitra secara efektif dengan pemasok dan perantara untuk mengoptimalkan kinerja seluruh sistem. Perantara Perantara bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor lebih pada perantara keuangan yaitu perusahaan yang membantu dalam segi keuangan atau risiko yang diasuransikan sehubungan dengan pembelian atau penjualan barang. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menjalin kerjasama dengan Bank Jabar dalam pembangunan WTP Dekeng. rumah tangga B (RB). pemasok memiliki peran penting bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sehingga perusahaan dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan. pada 2 tahun awal dibiayai oleh PDAM dan 3 tahun berikutnya. Oleh karena itu.55 Internusa. Kategori non niaga dibagi menjadi empat yaitu rumah tangga A (RA). PT Wapin sebagai penyedia pipa-pipa dan PT Amaniaga Internusa sebagai penyedia bahan kimia PAC yang digunakan dalam pengolahan air baku. pembiayaan dilanjutkan oleh Bank Jabar.

Sebagai pembanding untuk PDAM daerah lain di . Penghargaan yang telah diraih PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor selama tahun 2006 adalah : a. Pada April 2007. Penghargaan Citra Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Tingkat Propinsi Jawa Barat Tahun 2006 yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat di Bandung. karena sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002 untuk kualitas air dan perolehan beberapa penghargaan dalam pemberian pelayanan.680 pelanggan kategori NB. 41. Setiap pelanggan menuntut kualitas yang lebih tinggi dan pelayanan yang lebih baik. Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. jumlah pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah berjumlah 73. 15.014 pelanggan kategori NK dan 1. 2.774 pelanggan.56 memberikan peluang yang baik bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor guna meningkatkan pendapatannya. sedangkan kategori khusus yaitu untuk tangki air. banyak PDAM di daerah lain yang melakukan studi banding ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. 310 pelanggan kategori IP. terdiri dari 695 pelanggan kategori SU.018 pelanggan kategori RA. Kategori niaga dibagi menjadi dua yaitu kecil (NK) dan niaga besar (NB). Penghargaan Citra Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Tingkat Nasional. penghargaan diberikan oleh Presiden RI tanggal 22 Desember 2006 di Istana Negara Jakarta. kualitas air dan pelayanannya sudah dikategorikan baik.835 pelanggan kategori RC. Penghargaan untuk Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum Cipta Karya. Sub Bidang Penyelenggara Air Minum Kategori Kota Besar dengan peringkat kedua. 11. 436 pelanggan kategori SK.786 pelanggan kategori RB. c. Dengan prestasi tersebut. b. Pengklasifikasian pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Lampiran 7.

akan berdampak pada kemampuan perusahaan untuk mencapai sasarannya. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak memiliki pesaing. Bank BNI. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus dapat mempertahankan pelayanannya. Wewenang tersebut menjadikan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. kepala bagian. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menjalin kerjasama dengan beberapa bank seperti Bank Jabar. Lingkungan Demografi Lingkungan demografi berhubungan dengan kependudukan dengan berbagai karakteristik. 5. maka sikap ini akan mempengaruhi masyarakat luar. 4. kepala sub bagian dan karyawan pelaksana.57 Indonesia. yaitu : 1. Dengan demikian. Masyarakat pemerintah dalam lingkungan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor seperti Pemda dan DPRD memberikan dukungnya terhadap pengembangan PDAM. Bank sebagai masyarakat keuangan yang mempengaruhi suatu perusahaan untuk memperoleh dana. Lingkungan Makro Perusahaan Lingkungan makro PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.3. Namun. Pesaing PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dari Pemerintah Daerah dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat di Kota Bogor. tidak kalah pentingnya adalah masyarakat internal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor seperti dewan direksi. Oleh karena itu. Karena apabila karyawan merasa positif mengenai perusahaannya. 4. Bank Mandiri dan Bank NISP baik dalam hal perolehan dana maupun bentuk kerjasama lainnya.2. Masyarakat Berbagai kelompok masyarakat juga termasuk dalam lingkungan perusahaan. kecenderungan dan dan meningkatkan lagi kualitas dan .

648 atau meningkat sebesar 2. 2. Meningkatnya jumlah penduduk dan rumah tangga di Kota Bogor memberikan peluang yang baik bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor untuk meningkatkan pendapatan. Pada tahun 2005.533 2004 831.357 2005 855.72 persen dari tahun 2004.616.514 jiwa atau sebesar 2. Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga Kota Bogor Tahun Jumlah Penduduk Jumlah Rumah Tangga 2000 714. Jumlah penduduk dan rumah tangga Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 14. Lingkungan Ekonomi Besarnya pendapatan yang diperoleh atau diterima rumah tangga dapat menggambarkan kesejahteraan suatu masyarakat.58 diferensiasinya. Data mengenai populasi penduduk sangat penting karena populasi atau orang yang membentuk pasar. data pendapatan yang akurat sulit diperoleh sehingga didekati melalui pengeluaran rumah tangga.518. Begitupun dengan jumlah rumah tangga di Kota Bogor pada tahun 2005 yang mencapai 199. 357. 176. jumlah penduduk Kota Bogor telah bertambah sebanyak 23.085 199.711 164.958 2003 820. Jika dibandingkan dengan tahun 2004.707 188.862 jiwa penduduk laki-laki dan 423.571 194.663 2002 789. terdiri dari Rp. Hal ini dikarenakan laju pertumbuhan penduduk dan rumah tangga yang cukup tinggi berdampak pada meningkatnya permintaan air. Pengeluaran untuk konsumsi makanan dan bukan makanan berkaitan erat dengan tingkat pendapatan masyarakat.423 187.083 2001 760. Namun. Berdasarkan hasil registrasi penduduk akhir tahun 2005 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Bogor adalah sebanyak 855. terdiri dari 431.085 jiwa.223 jiwa penduduk perempuan.00 untuk pengeluaran . pengeluaran rata-rata perkapita sebulan masyarakat Kota Bogor adalah sebesar Rp. Tabel 14. 2006.329 179.00.83 persen.648 Sumber : BPS Kota Bogor.

Efisiensi Penagihan Rekening Air Tahun 2004-2005 Dalam Ribuan Rupiah Uraian 2004 2005 Penjualan Air 40. Efisiensi penagihan rekening air dari pelanggan tahun 2004 sampai tahun 2005 dapat dilihat pada Tabel 15. Efisiensi penagihan tahun 2005 adalah sebesar 9.621. Setelah kebutuhan pokok terpenuhi. Peningkatan tersebut disertai pula dengan efisiensi penagihan atau receivable turn over yaitu jumlah pendapatan penjualan air terhadap piutang air ratarata.00 untuk pengeluaran konsumsi bukan makanan (BPS Kota Bogor. dilanjutkan pada pemenuhan kebutuhan lainnya seperti perumahan.826. Penjualan air tahun 2005 sebesar Rp.723 5.52 38.179. walaupun saat ini belum tercapai stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan. Pada beberapa tahun sebelumnya.27 9.99 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. 181. Jumlah rekening air yang diterbitkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus meningkat.191 47.787.000.787 Piutang Air Rata-rata 5.826.00 dan tingkat perputaran piutang langganan air tahun 2005 sebesar 39 hari menunjukkan bahwa modal yang tertanam pada piutang langganan tahun 2005 lebih cepat sepuluh hari dibandingkan tahun 2004.892.47. pendidikan.23 Average Collection Period (hari) 49. Dengan demikian. 2006. masyarakat Kota Bogor memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum.098.97 kali.700 Receivable turn Over (kali) 7. hiburan dan lain-lain.59 konsumsi makanan dan Rp. 2006). Lebih besarnya pengeluaran konsumsi bukan makanan dibandingkan pengeluaran konsumsi makanan. Hal ini terlihat dengan masih adanya beberapa sektor yang laju pertumbuhannya .24 kali atau mengalami kenaikan dari tahun 2004 sebesar 1. Tabel 15. kondisi ekonomi Indonesia tidak stabil. aneka barang dan jasa. mengindikasikan bahwa taraf hidup masyarakat Kota Bogor tinggi.

kemudahaan untuk mendapatkan sumber air dan letak daerah berpengaruh terhadap proses pengolahan dan pendistribusian air. Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya harga minyak dunia dan kebijakan pemerintah mengenai pengurangan subsidi BBM. 2006). Kondisi perekonomian yang tidak stabil dapat menjadi ancaman dalam menjalankan kegiatan usaha. mata air Bantar Kambing. mata air Tangkil dan sungai Cisadane.11 persen dibandingkan tahun 2004 yang hanya mencapai 6. Tingginya tingkat inflasi terutama dikarenakan kenaikan harga jual BBM.40 persen. kenaikan harga BBM yang lebih dari 100 persen berdampak pada meningkatnya harga seluruh bahan kebutuhan pokok. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak memiliki kesulitan dalam mendapatkan sumber air. Kenaikan harga BBM dan TDL menyebabkan meningkatnya biaya produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang akan mempengaruhi penetapan tarif air minum kepada pelanggan dan tingkat keuntungan perusahaan.go.bi. Sejauh ini. Salah satu indikator makro ekonomi yang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah adalah tingkat inflasi. Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. gas dan air. Tingkat inflasi tahun 2006 adalah sebesar 6.60 persen (www. Keempat sumber tersebut masih dapat . karena memiliki empat sumber air yang terdiri dari mata air Kota Batu. barang non pokok dan juga jasa. tarif dasar listrik pun mengalami kenaikan. 3. inflasi nasional mengalami kenaikan yang cukup tajam yaitu 17.id). Lingkungan Alam Lingkungan alam disekitar perusahaan berpengaruh terhadap kegiatan produksi dan operasi perusahaan. Selain itu. sektor listrik. Namun pada tahun 2005. sektor pengangkutan dan komunikasi dan sektor jasa (BPS Kota Bogor.60 mengalami penurunan pada tahun 2005 seperti sektor pertanian. Pada bulan Oktober 2005.

Tindak lanjut dari penjabaran UU No. 5. Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2004 tentang sumber daya air. Sistem tersebut terdiri dari CIS. 7 tahun 2004 merupakan perlindungan peraturan terhadap perundangan kepentingan yang kelompok memberikan masyarakat ekonomi lemah dengan menerapkan prinsip pengelolaan sumber daya air yang mampu menyelaraskan fungsi sosial. LIS dan EIS yang mampu melaksanakan pemantauan di semua bagian dan otomatisasi semua data administrasi dan penagihan pelanggan secara cepat dan tepat.61 mencukupi kebutuhan air masyarakat Kota Bogor. Lingkungan Politik / Hukum Arah. lingkungan hidup dan ekonomi. sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer seperti sistem komputer terintegrasi. kebijakan dan stabilitas politik pemerintah merupakan faktor penting yang harus diperhatikan perusahaan. Proses pengolahan air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan teknologi semi modern dan pengolahan lengkap (manual). teknologi yang terus berkembang memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. UU No. Dalam hal pemanfaatan sumber daya air. 4. terutama pada teknologi pengolahan produk yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. Dengan demikian. 7 . Lingkungan Teknologi Teknologi industri berkembang sangat cepat. Selain itu Bogor yang letaknya berada di daerah pegunungan. mendukung kegiatan pengolahan dan pendistribusian air karena wilayah pendistribusian air dipilih melalui sistem gravitasi sehingga tidak perlu dilalukan pemompanaan air yang akan dapat meningkatkan biaya operasional.

peningkatan jumlah pelanggan tidak diimbangi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. Pemborosan air mengakibatkan pemanfaatan air menjadi tidak efisien.27 persen. Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. minuman dan pakaian. Hal ini dikarenakan PDAM merupakan perusahaan air minum milik daerah yang melayani daerah tersebut. sehingga perusahaan harus tanggap terhadap perubahan tersebut. jumlah pelanggan kelompok niaga PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 3.62 tahun 2004. 6. Namun. mencuci kendaraan dengan air langsung dari kran dan anak-anak yang bermain dengan alat penyemprot air. rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air dapat menjadi ancaman bagi PDAM. Laju pertumbuhan sektor niaga memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota karena meningkatkan jumlah pelanggan yang berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan PDAM. Oleh karena itu. Sedangkan DPRD sebagai suatu lembaga yang mengatur penetapan peraturan berpengaruh terhadap kegiatan dan kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Pada tahun 2005. Meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun berdampak pada berkembangnya sektor niaga karena adanya peningkatan kebutuhan masyarakat seperti makanan. aspek politik Pemda dan DPRD sangat kuat. .395 atau meningkat sebesar 11. Lingkungan Sosial / Budaya Kondisi sosial masyarakat selalu berubah-ubah. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM karena merupakan salah satu sumber pendapatan daerah. Hal ini dikarenakan masih adanya pemborosan air yang dilakukan oleh pelanggan seperti membiarkan air meluap dari bak mandi. Namun. pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2005 tentang pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM).

Dengan adanya pengendalian tersebut maka sistem organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat berjalan sesuai dengan prosedur. keuangan maupun pengawasan sudah terbentuk. yaitu antara 16 persen sampai kurang dari sama . 2. kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masuk dalam klasifikasi baik dengan tiga aspek penilaian yaitu keuangan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai perusahaan daerah pun memiliki tujuan tersebut tetapi memperoleh keuntungan yang wajar. struktur satuan pengendalian intern PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor baik pengendalian organisasi dan kepegawaian. Peluang dan Ancaman Kekuatan. Selain itu. Setelah faktor-faktor tersebut diidentifikasi akan menghasilkan berbagai alternatif strategi yang kemudian dipilih strategi yang terbaik.63 4. Persentase tersebut cukup baik karena masuk dalam kisaran tingkat marjin laba yang wajar. peluang dan ancaman diidentifikasi berdasarkan hasil analisis lingkungan internal perusahaan dan analisis lingkungan eksternal perusahaan. Keuntungan yang wajar adalah batas kewajaran tingkat keuntungan yang dapat ditorelansi dalam penyelenggaraan penyediaan air minum dan sanitasi dalam jangka waktu tertentu. Kelemahan. Kekuatan Kekuatan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1. Marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada tahun 2006 mencapai 16.24 persen.1. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Sistem organisasi yang berjalan sesuai dengan prosedur akan mendukung pencapaian kinerja perusahaan yang baik. kelemahan. operasional dan administrasi. sehingga segala kegiatan dan pelaksanaan tugas berpedoman pada ketentuan yang ada. Pada tahun 2006. Marjin laba yang cukup baik Tujuan didirikannya suatu perusahaan adalah untuk memperoleh laba. 4. Identifikasi Kekuatan.4.4.

Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ditunjuk sebagai pilot project untuk mengembangkan proyek Kran Air Siap Minum (KASM). 3. karena tidak ada perusahaan lain yang mendapatkan wewenang tersebut. Sumber air baku yang melimpah Berdasarkan data tahun 2005 dan 2006. Dengan sumber air baku yang melimpah. Dengan wewenang tersebut menjadikan PDAM sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. Marjin laba yang terus meningkat dapat menambah pendapatan PDAM untuk membiayai kegiatan operasional dan melunasi kewajiban perusahaan. 4. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat di Kota Bogor. Dengan adanya parameter tersebut maka air baku PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan air yang berkualitas dan sesuai dengan standar kesehatan. 6.64 dengan 20 persen. kapasitas produksi dari IPA Cipaku dan IPA Dekeng mengalami peningkatan. 5. Zone Air Minum Prima (ZAMP) merupakan salah satu pengembangan proyek KASM. Kualitas air baku diukur dengan menggunakan parameter berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat Kota Bogor walaupun setiap tahun pelanggan PDAM terus bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa sungai Cisadane sebagai sumbernya memiliki air baku yang melimpah atau berlebih. Air baku diambil pada hulu sungai Cisadane yang memiliki kualitas air baku yang baik. Tidak semua PDAM dapat . Kualitas air baku yang baik Air permukaan yang dijadikan sebagai sumber air adalah sungai Cisadane.

4. Acid test ratio pada tahun 2005 . terdapat kelebihan karyawan sebanyak 33 orang. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Berdasarkan perhitungan rasio karyawan pada tahun 2006 dengan jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebanyak 471 orang dan jumlah pelanggan sebanyak 72. pengolahan dan laboratorium. 2. Beban hutang yang relatif besar Beban hutang yang relatif besar menyebabkan semakin banyak kewajiban yang harus diselesaikan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Dilihat dari rasio keuangan jangka pendek seperti current ratio dan acid test ratio terjadi penurunan dari tahun 2004 ke tahun 2005.924 orang. Beban hutang yang bertambah dikarenakan kenaikan kewajiban lancar dan kewajiban lainnya. Hal tersebut dapat menghambat jalannya kegiatan dan aktivitas PDAM karena SDMmerupakan aspek penting bagi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.2.65 menjalankan pengembangan proyek tersebut. Kelemahan Kelemahan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1. penempatan kerja atau posisi sesuai dengan latar belakang pendidikan belum secara tepat. Current ratio yaitu rasio aktiva lancar terhadap kewajiban lancar mengalami penurunan sebesar 14. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP menjadikan kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Selain itu. 4.38 persen dibandingkan tahun 2004. PDAM Medan dan PDAM Kota Bogor. Hal ini dikarenakan adanya penurunan aktiva lancar dan kenaikan kewajiban lancar. Namun. saat ini hanya tiga PDAM yang ditunjuk yaitu PDAM Malang. kelebihan SDM tersebut belum diberdayakan secara optimal karena masih saja terdapat kekurangan karyawan dibagian tertentu seperti dibagian sumber.

027. Penurunan debit air pada sumber mata air Berdasarkan data tahun 2005 dan 2006.000.944. Balai Kota dan Kebun Raya merupakan daerah yang telah mendapatkan pelayanan air 24 jam penuh. Hal ini dikarenakan daerah tersebut dilalui oleh lebih dari satu zone distribusi sehingga apabila terdapat masalah pada zone distribusi yang satu maka zone distribusi yang lain dapat menggantikan. Penurunan rata-rata sebanyak 7 liter per detik dari ketiga sumber mata air tersebut dikarenakan debit air pada sumber mata air mengalami penurunan. . Walaupun begitu banyak daerah lain yang hanya dilalui oleh satu zone distribusi sehingga apabila terdapat masalah pada zone distribusi tersebut maka air tidak akan mengalir.00.863. beda hal dengan sumber mata air yang dapat langsung didistribusikan kepada pelanggan tanpa proses pengolahan. Penurunan tersebut dapat diantisipasi dari sumber air baku di sungai Cisadane.66 mengalami penurunan sebesar 15. mata air Bantar Kambing sebanyak 8 liter per detik dan mata air Tangkil sebanyak 5 liter per detik. Namun.67 persen dibandingkan dengan tahun 2004. terjadi penurunan kapasitas produksi yang berasal dari sumber mata air yaitu pada mata air Kota Batu sebanyak 7 liter per detik. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Sehingga likuiditas tahun 2005 kurang baik. Kelurahan Tajur. Hal tersebut pun membatasi ruang gerak PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam memanfaatkan pihak luar untuk kebutuhan pengembangan.000. 3. terjadi peningkatan biaya produksi karena air baku dari sungai Cisadane harus melalui pengolahan terlebih dahulu. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Titik yang terdapat ZAMP seperti Perumahan Tirta Pakuan.9. karena jumlah kewajiban lancar sebesar Rp.260.00 tidak terpenuhi dengan aktiva lancar tanpa persedian sebesar Rp. 4.13.

Peluang Peluang yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. . Namun. 4. pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor telah mencapai 76 persen dan jaringan pipa distribusi sudah menjangkau hampir seluruh wilayah Kota Bogor. persentase kehilangan air dari proses pengolahan sampai pendistribusian kepada pelanggan mencapai kisaran 30 persen.514 jiwa atau sebesar 2. Persentase tersebut cukup tinggi karena jauh menyimpang dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah yaitu sebesar 25 persen. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Sebelum perluasan Kota Bogor.72 persen dari tahun 2004. 6. Begitupun dengan jumlah rumah tangga di Kota Bogor pada tahun 2005 yang mencapai 199.085 jiwa. daerah tersebut masih ada yang berada diluar jaringan distribusi karena sebelum perluasan. Kehilangan air merupakan kerugian bagi PDAM karena dapat mengurangi pendapatan perusahaan.67 5.4. jumlah penduduk Kota Bogor telah bertambah sebanyak 23.3. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi Berdasarkan hasil registrasi penduduk akhir tahun 2005 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Bogor adalah sebanyak 855. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi Kehilangan air merupakan masalah utama bagi semua PDAM di Indonesia. antara lain : 1. Dengan adanya perluasan Kota Bogor maka ada pertambahan daerah pelayanan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Laju pertumbuhan penduduk.648 atau meningkat sebesar 2. begitu pula yang dialami PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Berdasarkan data tahun 2000 sampai 2005. daerah tersebut telah dilayani oleh PDAM Kabupaten Bogor. Jika dibandingkan dengan tahun 2004.83 persen.

Pada tahun 2005. Sebagian besar pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah rumah tangga yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat baik golongan atas.098. Hal ini merupakan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena mengindikasikan bahwa masyarakat Kota Bogor memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum. Laju pertumbuhan penduduk. 3. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat merupakan perwujudan dari fungsi sosial PDAM yaitu dapat memenuhi kebutuhan semua lapisan masyarakat dengan memberlakukan tarif air minum yang disesuaikan dengan kondisi dan fungsi tempat pelanggan serta adanya pelanggan yang tersubsidi.27 persen.00 dengan pengeluaran yang lebih besar pada konsumsi bukan makanan sebesar Rp. maupun bawah.68 Meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun berdampak pula pada berkembangnya sektor niaga.395 atau meningkat sebesar 11. menengah. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota karena berdampak pada meningkatnya permintaan air yang akan berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan PDAM. Efisiensi penagihan rekening air yang cukup tinggi Pengeluaran rata-rata perkapita sebulan masyarakat Kota Bogor tahun 2005 adalah sebesar Rp. 181. Hal ini mengindikasikan bahwa taraf hidup masyarakat Kota Bogor cukup tinggi artinya masyarakat Kota Bogor tidak hanya mengalokasikan pendapatannya untuk kebutuhan pokok tetapi juga kesadaran untuk pemenuhan kebutuhan lainnya sudah cukup tinggi. Pada tahun 2005. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Air merupakan kebutuhan penting bagi manusia. 357.616.00. tanpa air manusia tidak dapat melangsungkan kehidupannya. efisiensi penagihan atau receivable turn over yaitu . jumlah pelanggan kelompok niaga PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 3. 2.

97 dan tingkat perputaran piutang langganan air tahun sebesar 39 hari atau lebih cepat sepuluh hari dibandingkan tahun 2004. Dukungan tersebut dibutuhkan dalam pengembangan PDAM guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan perusahaan air minum milik daerah yang melayani konsumsi air minum masyarakat Kota Bogor. serta mengenai hak dan kewajiban PDAM dan pelanggan. . Sebagai perusahaan daerah.69 jumlah pendapatan penjualan air terhadap piutang air rata-rata adalah sebesar 9. Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. 4. Sebesar 55 persen dari modal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan penyertaan modal Pemerintah Daerah dan untuk DPRD yang mengatur peraturan daerah seperti pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM). Efisiensi penagihan yang cukup tinggi menunjukkan kemampuan pelanggan untuk membayar air. PDAM sangat didukung oleh Pemda dan DPRD karena sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. 5. Teknologi yang terus berkembang memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. pelanggan memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum. sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer. Teknologi yang terus berkembang Proses pengolahan air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan teknologi semi modern dan pengolahan lengkap (manual). peraturan pelayanan. Oleh karena itu.24 kali atau mengalami kenaikan sebesar 1.

banyak PDAM daerah lain di Indonesia yang melakukan studi banding ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.11 persen dibandingkan tahun 2004 yang hanya mencapai 6. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya penghargaan dari Presiden selama empat tahun berturut-turut dan penghargaan citra pelayanan prima untuk penilaian pelayanan yang diberikan kepada pelanggan.40 persen. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Saat ini stabilitas ekonomi nasional belum tercapai secara keseluruhan. Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Kebijakan pemerintah mengenai pengurangan subsidi BBM dan kenaikan tarif dasar listrik berpengaruh terhadap biaya . Selain itu. 4. 2. Dengan prestasi tersebut. bukan hanya BBM yang mengalami kenaikan. Tingginya tingkat inflasi terutama dikarenakan kenaikan harga jual BBM.4. Selain itu. inflasi nasional mengalami kenaikan yang cukup tajam yaitu 17. Pada tahun 2005. Ancaman Ancaman yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1.70 6. Pada tahun 2007 pun telah terjadi penyesuaian tarif.4. Kenaikan tarif air minum akan dapat mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap air. Kenaikan harga BBM dan TDL menyebabkan meningkatnya biaya produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang akan mempengaruhi penetapan tarif air minum kepada pelanggan. Pembanding untuk PDAM di daerah lain PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan masyarakat sangat memperhatikan aspek pelayanannya guna memuaskan pelanggan. tarif dasar listrik pun mengalami kenaikan. didukung pula dengan kualitas air yang baik sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002.

4. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. serta tahap pengambilan keputusan dengan menggunakan matriks QSPM.68 persen dibandingkan dengan tahun 2004. Kenaikan tersebut berdampak pada meningkatnya harga seluruh bahan kebutuhan pokok. Kenaikan harga BBM terkait pula dengan meningkatnya harga minyak dunia. Berdasarkan data tahun 2005. sumber air baku yang . tahap pencocokan yang meliputi matriks IE dan matriks SWOT.069.00 atau meningkat sebesar 16.924.71 produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. barang non pokok dan juga jasa yang berakibat pada meningkat biaya produksi dan operasional PDAM. 4. 3.00. tercatat biaya usaha sebesar Rp. Perumusan strategi dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahap masukan yang meliputi matriks IFE dan matriks EFE.128.1.5. Kekuatan yang dimiliki perusahaan yaitu sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur.060.39. Pemborosan air menyebabkan pemanfaatan air tidak efisien yang akan berpengaruh terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Matriks IFE disusun berdasarkan hasil identifikasi dari kondisi lingkungan internal perusahaan berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.576. tahap selanjutnya adalah perumusan strategi. Formulasi Alternatif Strategi Perusahaan Setelah menganalisis dan mengidentifikasi kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan. marjin laba yang cukup baik. Matriks IFE Matriks IFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar peranan faktor-faktor internal yang terdapat pada perusahaan. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Kesadaran masyarakat dalam penggunaan air masih rendah.212.45. yaitu sebesar Rp.5. karena masih adanya pemborosan air yang dilakukan oleh pelanggan rumah tangga.

Beban hutang yang relatif besar 3.074 0.078 3.303.092 0. maka perhitungan pada matriks IFE dapat dilihat pada Tabel 16. Penurunan debit air pada sumber mata air 5.257 0.183 0.000 2. penurunan debit air pada sumber mata air. kualitas air baku yang baik dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1.078 0.077 0. Sumber air baku yang melimpah 5.248 0.72 melimpah.092 1.184 0.00 0.33 3.078 0. Skor tertinggi menunjukkan faktor kekuatan tersebut . Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6. tingkat kehilangan air cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi. pelayanan air belum mencapai 24 jam secara merata.67 2.186 0.849 Berdasarkan matriks IFE menunjukkan bahwa faktor kekuatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang memiliki skor tertinggi adalah sistem organisasi dapat berjalan sesuai dengan prosedur sebesar 0.277 2.259 0. beban hutang hutang yang relatif besar.097 0. Berdasarkan hasil identifikasi faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan. Matriks IFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Faktor Strategi Internal Kekuatan 1.101 0.261 0. Sedangkan kelemahan yang ada pada perusahaan adalah sumber daya manusia yang belum diberdayakan secara optimal. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah Bobot Rating Skor Terbobot 0.080 0.00 2.33 3.00 0.192 0.072 0.303 0.265 0.080 0.33 2. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Marjin laba yang cukup baik 3. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.33 3.33 3. Kualitas air baku yang baik 6.33 3.235 0.67 2. Tabel 16.00 3.

Berdasarkan total nilai terbobot tersebut dapat disimpulkan bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berada . Kelemahan utama yang dimiliki oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah beban hutang yang relatif besar dengan skor 0.73 mempunyai pengaruh yang besar bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam pengembangan PDAM. Hasil usaha perusahaan belum mampu melunasi hutang tepat waktu dan memenuhi investasi aktiva tetap yang diperlukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Secara keseluruhan.235. kondisi internal perusahaan berada di atas nilai rata-rata yaitu 2. Untuk sumber mata air sulit untuk meningkatkan debit airnya bahkan dari tahun ke tahun semakin menurun.849.186. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata dengan skor sebesar 0. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi diakibatkan kurang baiknya kondisi meter air dan kebocoran pipa dengan skor 0.261 adalah penyedia tunggal air minum di Kota Bogor karena hanya PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang diberikan wewenang oleh Pemerintah Daerah dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat Kota Bogor. Skor sebesar 0. Marjin laba yang cukup baik mendapatkan skor sebesar 0.50.184.259. Sumber air baku yang melimpah dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP mendapatkan skor untuk masing-masing sebesar 0.192 adalah penurunan debit air pada sumber mata air. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi merupakan faktor kelemahan dengan skor tertinggi sebesar 0.265 dan dengan skor 0.257.183. Kelemahan perusahaan lainnya adalah sumber daya manusia yang belum diberdayakan secara optimal dengan skor sebesar 0. total nilai skor terbobot dari enam kekuatan dan enam kelemahan pada matriks IFE adalah sebesar 2. Kualitas air baku yang baik dengan menggunakan parameter analisa berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002 dengan skor sebesar 0. Dengan demikian.248 dan 0.277.

417 0. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah Bobot Rating Skor Terbobot 0.2.000 3. Matriks IFE disusun berdasarkan hasil identifikasi dari kondisi lingkungan eksternal perusahaan berupa peluang dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Matriks EFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Faktor Strategis Eksternal Peluang 1.74 pada posisi kuat dalam memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan cukup mampu untuk mengatasi kelemahan.116 1. Meningkatnya biaya produsi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3.229 0. Laju pertumbuhan penduduk. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6.137 0.67 3.33 3.259 0.00 2. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4.285 0.285 0. pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat. Matriks EFE Matriks EFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor eksternal yang dihadapi oleh perusahaan.216 0.086 0. efisiensi penagihan rekening air cukup .33 1.340 0. Tabel 17.130 0.076 0. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2.5.33 2.67 Peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah laju pertumbuhan penduduk. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3. Teknologi yang terus berkembang 5.086 0.139 0. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1. Hasil identifikasi dari kondisi lingkungan eksternal diperoleh enam peluang dan tiga ancaman.102 0. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi 2.130 0.309 2.67 2. 4.704 0.00 3. Berdasarkan hasil identifikasi faktor peluang dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 17.364 0.00 3.

75 tinggi. Teknologi yang terus berkembang dengan skor 0. Sedangkan ancaman yang harus dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM. Terakhir.216. Skor tertinggi menunjukkan bahwa dukungan dari Pemda dan DPRD merupakan peluang besar bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Berdasarkan tabel matriks EFE.364 adalah efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi yang menunjukkan perputaran piutang air langganan. Faktor ancaman tersebut berdampak pada terjadinya penyesuaian tarif air minum yang dilakukan oleh PDAM dan penurunan daya beli masyarakat. peluang yang dapat dimanfaatkan perusahaan adalah laju pertumbuhan penduduk.309. Faktor ancaman utama bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi dengan skor sebesar 0. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi dengan skor 0.285.417. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air dengan skor sebesar 0.259 adalah meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL. peluang utama bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dengan skor tertinggi sebesar 0.229. Dengan skor sebesar 0. meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air.340. Pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat dan pembanding untuk PDAM di daerah lain mendapatkan skor yang sama yaitu sebesar 0. karena tanpa adanya dukungan dari keduanya mungkin pengembangan PDAM dapat terhambat. Ancaman tersebut menyebabkan pemanfaatan air tidak efisien yang akan berpengaruh . Skor sebesar 0. pembanding untuk PDAM di daerah lain. teknologi yang terus berkembang.

5.849 Rata-rata 2. 4. Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Gambar 6. Secara keseluruhan.704 atau berada di atas nilai rata-rata yaitu 2.00 Tinggi I II III SKOR TOTAL EFE 3.00 Lemah 1.3. SKOR TOTAL IFE Kuat 4.00 Gambar 6. Matriks IE Matriks IE disusun berdasarkan hasil analisis faktor internal dan faktor eksternal yang digabungkan dari matriks IFE dan matriks EFE.00 3.00 Rendah VII VIII IX 1. Sedangkan hasil . Berdasarkan total nilai terbobot tersebut dapat disimpulkan bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mampu merespon lingkungan eksternal perusahaan dengan memanfaatkan peluang yang dimiliki perusahaan untuk menghadapi ancaman.76 terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.849.00 2. total nilai skor terbobot dari enam peluang dan tiga ancaman pada matriks EFE adalah sebesar 2.00 2.704 Rata-rata IV V VI 2. Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Hasil analisis faktor internal menggunakan matriks IFE diperoleh total nilai skor terbobot sebesar 2.50.

adalah sebagai berikut : 1.704. 4.4. Pemaduan faktor internal dan eksternal perusahaan dalam matriks SWOT akan menghasilkan beberapa alternatif strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan. Kekuatan yang berupa sumber air baku yang melimpah dan kualitas air baku yang baik serta peluang yang berupa laju pertumbuhan penduduk.5. strategi W-O dan strategi W-T. Matriks SWOT Matriks SWOT disusun berdasarkan hasil identifikasi faktor internal dan faktor eksternal perusahaan. Strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT dapat dilihat pada Tabel 18. Strategi ini dilakukan dengan menggunakan kekuatan internal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dan memanfaatkan peluang yang ada. Penjelasan yang lebih rinci mengenai strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT. Strategi S-O (Strenghts-Opportunity) Strategi S-O adalah strategi yang menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Matriks SWOT dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategi yaitu strategi S-O. Strategi S-O yang dihasilkan adalah melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan. Strategi yang dapat diambil pada posisi sel tersebut adalah Strategi Hold and Maintain (Pertahankan dan Pelihara). rumah tangga dan sektor . strategi S-T. Berdasarkan total nilai skor terbobot dari matiks IFE dan EFE tersebut menempatkan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada sel V dalam matriks IE. meliputi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan serta peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan.77 analisis faktor eksternal menggunakan matriks EFE diperoleh total nilai skor terbobot sebesar 2. Strategi terbaik yang dapat dilakukan adalah strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk.

Strategi W-O yang dihasilkan adalah penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. Dengan adanya penambahan modal. sehingga perusahaan memerlukan penambahan modal dari investasi pihak ketiga. Strategi W-O (Weaknesses-Opportunities) Strategi W-O adalah strategi yang mengatasi atau meminimalkan kelemahan yang dimiliki perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada diluar perusahaan. Untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan tersebut diperlukan suatu pendanaan yang besar. teknologi yang terus berkembang dapat . pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata. memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas SDM. Peluang perusahaan yang ada dapat dimanfaatkan untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan perusahaan. tingkat kehilangan air yang cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi.78 niaga yang cukup tinggi serta pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat mendukung penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru. Kelemahan yang ada berupa sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal. Perusahaan dapat melakukan pengembangan usaha secara maksimal dengan kekuatan perusahaan sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor serta peluangnya berupa Pemda dan DPRD yang sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM. 2. Pemda dan DPRD yang sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dan pembanding untuk PDAM di daearah lain menjadikan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih mendapatkan kepercayaan untuk memperoleh dana-dana dari pihak ketiga. Strategi ini dilakukan untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Dengan kekuatan tersebut dapat mendukung peningkatan pelanggan. 4. Strategi ini diambil berdasarkan kekuatan yang dimiliki dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Ancaman yang berupa kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL dapat mengakibatkan terjadinya penyesuaian atau kenaikan tarif air minum. Strategi W-T yang dihasilkan adalah : 1. marjin laba yang cukup baik. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar. Pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. 3. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP. Strategi S-T yang dihasilkan adalah meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. Strategi S-T (Strenghts-Threaths) Strategi S-T adalah strategi yang menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengatasi ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar. Kekuatan yang dimiliki adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur. Strategi ini diambil sebagai tanggapan atas kelemahan yang dimiliki perusahaan yaitu penurunan debit air pada .79 dimanfaatkan. penyesuaian tersebut pun harus disertai dengan peningkatan kualitas pelayanan air minum. Strategi W-T (Weaknesses-Threaths) Strategi W-T adalah strategi yang meminimalkan kualitas pelayanan yang dapat memuaskan kelemahan internal perusahaan dan menghindari ancaman. Oleh karena itu.

Strategi ini diambil berdasarkan kelemahan yang dimiliki perusahaan berupa beban hutang yang relatif besar dan ancaman yang dihadapi perusahaan yaitu kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL. Sedangkan penggunaan dana cermat dan tepat dilaksanakan untuk memprioritaskan kegiatan atau aktivitas perusahaan yang dianggap penting untuk dilakukan terlebih dahulu sehingga penggunaan dana tepat pada sasaran. Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasional dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. Oleh karena itu. dengan sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat menyadari pentingnya air bagi kehidupan sehingga dapat memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya. Pemanfaatan air yang tidak efisien akan berpengaruh terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena ketersediaan air berkurang. Efisien dilakukan sebagai upaya untuk meminimalkan pengaruh kenaikan biaya tersebut terhadap penyesuaian tarif air minum. 2. .80 sumber mata air dan tingkat kehilangan air yang cukup tinggi serta ancaman yang dihadapi perusahaan berupa rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air.

S2. S6. Meningkatkan kualitas SDM Faktor Internal Faktor Eksternal Peluang : 1. W2. Strategi W-T W4. Matriks SWOT PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Kekuatan : 1. O3. Marjin laba yang cukup baik 3. Beban hutang yang relatif besar 3. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 3. Meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi b. W6. . S4. Melakukan inovasi produk b. Laju pertumbuhan penduduk. Teknologi yang terus berkembang 5. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Strategi S-O S3. Berorientasi terhadap pelaksanaan KRAM dan ZAMP Kelemahan : 1. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. Memperluas jaringan distribusi c. O4. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman : 1. Mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan c. W6 dan T3 Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar. S3. T1 dan T2 Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan : a. Menjalin kerjasama dengan pihak luar. O2 dan O5 Melakukan pengembangan usaha secara maksimal guna meningkatkan pendapatan perusahaan melalui : a. Kualitas air baku yang baik 6. O1. Efisiensi penagihan rekening air yang tinggi 4. W3.81 Tabel 18. Meningkatnya biaya operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 2. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6. Penambahan kapasitas produksi b. S5. Sumber air baku yang melimpah 5. W5. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi 6. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. rumah tangga dan industri yang cukup tinggi 2. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3. O5 dan O6 Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat : a. T1 dan T2 Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. Sambungan pelanggan baru Strategi S-T S1. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Strategi W-O W1.

memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan nilai TAS sebesar 6.82 4.5. yaitu : 1.652. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar dengan nilai TAS sebesar 6. Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat dengan nilai TAS sebesar 6. 3.661. 5. Berdasarkan alternatif strategi yang diperingkatkan diatas didapatkan bahwa strategi yang paling menarik untuk dilakukan oleh perusahaan adalah strategi dengan nilai TAS tertinggi sebesar 6. 4. Matriks QSPM Tahap akhir dari analisis formulasi strategi adalah tahap pengambilan keputusan yaitu pemilihan strategi terbaik menurut prioritas dengan menggunakan matriks QSPM. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar dengan nilai TAS sebesar 5. 2.661 yaitu meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. Kebijakan pemerintah mengenai kenaikan harga BBM dan TDL berdampak pada meningkatnya biaya produksi dan operasional perusahaan sehingga .444. Berdasarkan hasil analisis matriks QSPM pada Lampiran 14 diperoleh prioritas strategi yang paling tepat untuk dilakukan oleh perusahaan.386. Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi.715. Melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan dengan nilai TAS sebesar 6. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar. Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk.5.

Oleh karena itu.83 terjadi penyesuaian tarif air minum. . perusahaan harus meningkatkan kualitas pelayanan air minum untuk kepuasan pelanggan karena dengan adanya kenaikan tarif air minum. pelanggan juga menuntut adanya peningkatan kualitas pelayanan yang lebih baik.

pelayanan air minum yang belum mencapai 24 jam secara merata. penurunan debit air pada sumber mata air. kualitas air baku yang baik dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya. tingkat kehilangan air yang cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan ditribusi. sumber air baku yang melimpah. marjin laba yang cukup baik.KESIMPULAN DAN SARAN 1. serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. b. pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dan pembanding untuk PDAM didaerah lain. yaitu melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna . Hasil identifikasi lingkungan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Kelemahan yang dimiliki perusahaan adalah sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal. Ancaman yang dihadapi oleh perusahaan adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi. teknologi yang terus berkembang. maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut : 1. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi. Hasil identifikasi lingkungan eksternal yang merupakan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah laju pertumbuhan penduduk. beban hutang yang relatif besar. meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL. Berdasarkan analisis matriks SWOT diperoleh lima alternatif strategi. efisiensi penagihan rekening air yang cukup tinggi. yaitu: a. 2. Hasil identifikasi lingkungan internal yang merupakan kekuatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur.

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat memberikan reward kepada pelanggan yang membayar air pertama kali dan yang tidak pernah terlambat membayar sebagai penghargaan dan guna memberikan citra baik perusahaan kepada pelanggan. meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor perlu menargetkan perluasan KASM dan ZAMP pada seluruh zone distribusi dan penyediaan mobil tangki air minum untuk mensuplai daerah yang belum terdapat jaringan distribusi sebagai upaya meningkatkan nilai kualitas pelayanan. Saran Saran-saran yang dapat diberikan kepada PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Berdasarkan hasil analisis matriks QSPM.85 meningkatkan pendapatan perusahaan. melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar dan melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor diharapkan dapat memperluas daerah serapan air serta terus melakukan penghijauan dan pelestarian dengan cara penanaman pohon disekitar sumber mata air dan daerah aliran . yaitu : 1. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar dengan nilai TAS sebesar 6. 2. 4. prioritas strategi yang dapat dilakukan perusahaan adalah meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. 3.661. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor perlu meningkatkan pelayanan air 24 jam agar air selalu tersedia setiap saat dan mengurangi kemungkinan terjadinya pencemaran dari luar apabila terjadi kebocoran pipa. penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. 2. memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 3.

pengolahan dan laboratorium serta memberikan pendidikan yang lebih tinggi dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). 7. maupun pada semua zone ditribusi. 5. PDAM Tirta Pakuan perlu untuk melakukan penambahan karyawan terutama untuk bagian sumber.86 sungai (DAS) guna mempertahankan dan meningkatkan debit air atau pasokan dari sumber-sumber air tersebut. . PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat mencoba menerapkan teknologi baru dalam pengolahan air baku yang disebut mikro hidrologi dengan sedimentasi dan turbulasi untuk meminimalkan biaya bahan kimia dan listrik. 6. sumber mata air. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus terus melaksanakan kegiatan pengawasan kualitas air minum yang diselenggarakan secara berkesinambungan berupa pengamatan lapangan secara langsung dan pengambilan sampel air baik air baku.

DAFTAR PUSTAKA

Arsanti, R. I. 2005. Analisis Formulasi Strategi Perusahaan Pada PT Hero Supermarket, Tbk. Skripsi pada Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.Bogor. Badan Pusat Statistik Jawa Barat. 2006. Jawa Barat Dalam Angka 2006. Badan Pusat Statistik Jawa Barat, Bandung. Badan Pusat Statistik Kota Bogor. 2004. Kota Bogor Dalam Angka 2004. Badan Pusat Statistik Kota Bogor, Bogor. . 2006. Kota Bogor Dalam Angka 2006. Badan Pusat Statistik Kota Bogor, Bogor. David, F. R. 2004. Manajemen Startegis. Edisi 7. PT Indeks, Jakarta. Dirgantoro, C. 2001. Manajemen Stratejik : Konsep, Kasus, dan Implementasi. PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta. Kotler, P. 2000. Manajemen Pemasaran Edisi Millenium (Jilid I). Prenhallindo, Jakarta. dan Gary A. 1997. Dasar-dasar Pemasaran (Jilid 1). Edisi 7. Terjemahan. Perhallindo, Jakarta. Rangkuti, F. 2003. Analisis SWOT : Tehnik Membedah Kasus Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. . 2005. Analisis SWOT : Tehnik Membedah Kasus Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Saladin, D. 2004. Manajemen Pemasaran : Analisis, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian. Linda Karya, Bandung. Kamillah, A. Analisis Strategi Perusahaan PT PISMATEX Pekalongan. Skripsi pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Mahpudin, S. Analisis Strategi Pemasaran Bola Tennis Di Pasar Domestik Oleh PT Nassau Sport Indonesia. Skripsi pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Mulyadi. 2001. Manajemen Strategik Berbasis Balanced Scorecard. Salemba Empat, Jakarta.

88

Tangkilisan, H. N. S. 2005. Manajemen Publik. PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta. Umar, H. 2003. Studi Kelayakan Bisnis : Teknik Menganalisis Kelayakan Rencana Bisnis secara Komprehensif. Edisi 2. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. . 2003. Strategic Management In Action. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Vincent, G. 2004. Perencanaan Strategik Untuk Peningkatan Kinerja Sektor Publik. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. http://www.pdamkotabogor.go.id [21 April 2007] http://www.bi.go.id [24 Juni 2007]

Lampiran 1. Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor

625.328.380.90 Lampiran 2.770.47 18.25 16.630.630. 2. 54.429. 0.698 46.126 16.76 1 1 3.548.73-10.922.48 10.25 . Pengukuran Kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Tahun 2006 No. 4.348 12.73 Nilai 5 1.274 % 12.650 43 x 45 60 0.960 64.84 4 7.343. 4 6.348 58.821.609 x 100 % 58.429.216 58.888 1.726 46.806.940.126 17.858.530 11. 1.915.380.19 1 4 2.905.888 85.142 81.531.934.770.48 3 8.85 5 5. 0.757 16.19-15.548.974.343.14 5 9.180.36 12.971.625.855.061. 101.548.343.626 x 100 81. Aspek Keuangan Rasio laba terhadap aktiva produkstif Laba sebelum pajak x 100 Aktiva Produktif Nilai bonus Laba produktif tahun ini – tahun lalu Rasio laba terhadap penjualan Laba sebelum pajak x 100 Penjualan Nilai bonus Laba produktif tahun ini – tahun lalu Rasio aktiva lancar terhadap hutang lancar Aktiva lancar Hutang lancar Rasio Hutang jangka panjang terhadap ekuitas Hutang jangka panjang Ekuitas Rasio total aktiva terhadap total hutang Total aktiva Total hutang Rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasional Biaya operasi Pendapatan operasional Rasio laba operasional sebelum penyusutan Laba operasi sebelum penyusutan (Angsuran pokok + Bunga) Jatuh Tempo Rasio aktiva produktif terhadap penjualan air Aktiva produktif Penjualan air Jangka waktu penagihan piutang Piutang usaha Penjualan/hari Efektivitas penagihan Rekening tertagih x 100 % Penjualan air Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Perhitungan 10. 1.915.709.255.037.626 x 100 63. 38.28 5 43 32.098.905 178.650 6.938.83 0.905.180.81 5 10.

5.624 25 x 40 47 % 49.085 49.28 Memenui syarat air bersih Semua pelanggan mendapat aliran 24 jam 1.000 pelanggan Jumlah karyawan x 1.764 Tersedia 471 x 1. Aspek Administrasi Rencana jangka panjang (Corporate Plan) Rencana organisasi dan uraian tugas Prosedur operasi standar Gambar nyata laksana (As Build Drawing) Pedoman penilaian kerja karyawan Rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) Tertib laporan internal Tertib laporan eksternal Opini auditor independen Tindak lanjut hasil pemeriksaan tahun terakhir Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Dipedoman sebagian Sepenuhnya dipedomani Dipedomani sebagian Sepenuhnya dipedomani Spenuhnya dipedomani Dipedomani sebagian Dibuat tepat waktu Dibuat tepat waktu Wajar tanpa pengecualian Ditindaklanjuti seluruhnya 32 x 15 36 3 4 3 4 4 3 2 2 4 3 32 13. 9.270 35.723. 4.94 2 2 6.66 2 6. 8. 9.000 72.91 Lanjutan Lampiran 2.264 x 100 35.28 No.329 x 100 72.924 5 hari kerja 15.525 4. 10.000 Jumlah pelanggan Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Perhitungan 419. 5. 7. 2.8 2. No. 10.yang terjual x 100 Jumlah M³ air yang didistribusikan Peneraan meter air Jumlah pelanggan yang meter air ditera x 100 Jumlah seluruh pelanggan Kecepatan penyambungan baru Kemampuan penanganan pengaduan rata-rata Jumlah pengaduan yang telah selesai ditangani x 100 Jumlah seluruh pengaduan Kemudahan pelayanan Rasio karyawan per 1. 7.656. 3.08 Nilai 3 1.33 . 0.80 4 5.656.525-24.754 x 100 15. 8.08-48.204 x 100 1.675 x 100 855. 1 2 2 94. 30.94 1 2 99. 1. 3.5 4 25 21. 6. Aspek Operasional Cakupan pelayanan Jumlah penduduk terlayani x 100 Jumlah penduduk Nilai bonus Cakupan pelayanan tahun ini – tahun lalu Kualitas air ditribusi Kontuinitas air Produktivitas pemanfaatan instalasi produksi Kapasitas produksi x 100 Kapasitas terpasang Tingkat kehilangan air Jumlah M³ air yang didistribusikan. 4.

Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999 tanggal 31 Mei 1999. kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Tahun 2006 termasuk baik dengan nilai 66.33 66.86.25 25 21.92 Lanjutan Lampiran 2.86 .28 32 13. Adapun rinciannya sebagai berikut : Aspek Keuangan Operasional Administrasi Jumlah Tahun 2006 Nilai yang diperoleh Nilai Kinerja 43 32.

Sistem Penyediaan Air Minum .Lampiran 3.

94 Lampiran 4. Diagram Alir Pengolahan 94 .

Responden 1 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 1 3 3 3 2 3 3 B 3 3 3 3 2 3 3 C 1 1 2 2 1 2 2 3 1 3 3 1 1 1 3 3 2 D 1 1 2 E 1 1 2 1 F 2 2 3 3 3 G 1 1 2 1 3 1 H 1 1 2 1 3 1 2 I 1 1 2 1 3 1 2 2 Jumlah 11 9 19 15 23 10 19 19 19 144 Bobot 0.076 0.063 0.132 0.104 0.160 0.069 0.132 0.132 0.132 1.000

3 3 2 3 1 3 2 2 21 23 13 17 9 22 13 13 13

Responden 2 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 3 3 2 3 2 2 2 B 1 3 2 2 2 2 2 C 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 D 2 2 2 E 1 2 2 2 H 2 2 2 2 3 I 2 2 2 2 2 2 J 2 2 2 2 2 2 2 L 1 2 2 2 2 2 2 2 Jumlah Bobot 12 16 18 16 18 15 16 16 17 144 0.083 0.111 0.125 0.111 0.125 0.104 0.111 0.111 0.118 1.000

3 2 2 2 2 2 2 2 20 16 14 16 14 17 16 16 15

Responden 3 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 3 3 2 3 2 3 3 B 1 3 2 3 2 3 3 C 1 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 1 2 2 3 3 2 D 2 2 3 E 1 1 3 2 F 2 2 3 2 3 G 1 1 2 1 2 1 H 1 1 2 1 2 1 2 I 1 1 3 2 3 2 3 3 Jumlah 10 12 22 13 19 12 21 21 14 144 Bobot 0.069 0.083 0.153 0.090 0.132 0.083 0.146 0.146 0.097 1.000

3 3 1 2 1 2 1 1 22 20 10 19 13 20 11 11 18

Sumber Air dan Daerah Pengaliran .Lampiran 6.

antara lain perusahaan berbentuk CV. pratek dokter. POLRI. rumah sakit swasta. Besaran Tarif Air Minum (Dalam Rupiah) 0-10 m³ 11-20 m³ >20 m³ 250 300 400 I II 450 700 1.950 5. dan tempat ibadah (Mesjid. dengan kondisi rumah sangat sederhana. rumah makan besar (restoran). perdagangan umum.500 1. dan hidran umum komersial.800 4. hidran air. asrama pelajar / mahasiswa.000 IV 3. bengkel kecil. TNI.900 6. dan sejenisnya).250 .150 3. Vihara. dealer kendaraan bermotor.050 1. SPBU.100 600 850 2.500 7. industri rumah tangga. sanggar seni. perkayuan. hotel berbintang. pabrik.600 3. bioskop. industri perikanan. dan lembaga non komersial seperti lembaga pendidikan / diklat dan kursus dari instansi pemerintah dan sejenisnya. pasar swalayan. tempat hiburan. toko/ruko di jalan protokol. serta pesantren dan madrasah. Klasifikasi Kelompok Pelanggan.250 2. Kelenteng. perusahaan berbentuk PT Persero.250 2. sekolah negeri. Kuil. wisma. rumah sakit pemerintah dan pusat kesehatan masyarakat. RA (Rumah Tinggal A) yaitu pelanggan rumah tinggal yang berlokasi di daerah padat dan tidak tertata. pendidikan swasta. kamar mandi umum komersial. NK (Niaga Kecil) yaitu pelanggan dalam kelompok komersial dengan kegiatan usaha/ niaga/industri kecil. rumah sakit swasta tipe A/B. agen. warung telekomunikasi.150 III 800 1. rumah makan kecil. dan Besar Tarif Air Minum Kelompok Pelanggan Golongan Tarif SU (Sosial Umum) yang terdiri dari terminal air. serta golongan Pelanggan RA yang mempunyai kegiatan usaha. RC (Rumah Tinggal C) yaitu pelanggan rumah tinggal dengan kondisi rumah mewah dan RB yang mempunyai kegiatan usaha (di luar kriteria golongan Pelanggan RA dan RB). RB (Rumah Tinggal B) yaitu pelanggan rumah tinggal yang berlokasi di kawasan yang sudah tertata dengan baik. Golongan Tarif. Koperasi. jasa ekspedisi. IP (Instansi Pemerintah) yaitu Instansi / Lembaga Pemerintah. SK (Sosial Khusus) yang terdiri dari panti asuhan.97 Lampiran 7. toko/ruko. kolam renang umum swasta. biro jasa. distributor (pedagang besar). dan pertambangan. serta hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. hotel tidak berbintang. Firma. dengan kondisi rumah sederhanan dan tidak mewah. Gereja. yayasan sosial.500 4. NB (Niaga Besar) antara lain importir/ekspotir. apotek. bengkel besar.800 3.

101 Lampiran 8. : …………………. karena kuesioner ini adalah untuk penelitian skripsi dengan tujuan ilmiah Peneliti : Dian Suminnar H24103059 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007 . : …………………. Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengisi kuesioner ini secara objektif dan benar. Kuesioner Penelitian Penentuan Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal dan Eksternal KUESIONER PENELITIAN PENENTUAN BOBOT DAN RATING FAKTOR STRATEGI INTERNAL DAN FAKTOR STRATEGI EKSTERNAL ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR IDENTITAS RESPONDEN Nama Pekerjaan/Jabatan Alamat : ………………….

Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis oleh responden. PENENTUAN BOBOT Tujuan : Mendapatkan penilaian para responden mengenai faktor-faktor strategis internal maupun eksternal yaitu dengan cara pemberian bobot mengenai seberapa besar faktor strategis tersebut dapat mempengaruhi atau menentukan keberhasilan perusahaan. 3. Hal ini dibenarkan jika dilengkapi dengan alasan yang kuat. Responden berhak untuk menambahkan atau mengurangi hal-hal yang sudah tercantum dalam kuesioner ini. 4. Untuk menentukan bobot setiap faktor digunakan skala 1. Penentuan bobot merupakan pandangan masing-masing responden terhadap faktor-faktor strategis internal dan eksternal.102 Lanjutan Lampiran 8. dan 3 dengan keterangan skala sebagai berikut : 1 = Jika indikator vertikal kurang penting daripada indikator horizontal. Petunjuk Umum : 1. . dengan responden lainnya atau dengan peneliti. 2. Dalam Pengisian kuesioner. 2. 2 = Jika indikator vertikal sama penting daripada indikator horizontal. Petunjuk Khusus : 1. 2. Nilai diberikan pada perbandingan berpasangan antara dua faktor (vertikal – horizontal) berdasarkan kepentingan atau pengaruhnya pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor. responden diharapkan untuk melakukan secara langsung (tidak menunda) untuk menghindari inkonsistensi jawaban. 3 = Jika indikator vertikal sangat penting daripada indikator horizontal. Jawaban merupakan pendapat pribadi dari masing-masing responden.

responden diharapkan untuk melakukan secara langsung (tidak menunda) untuk menghindari inkonsistensi jawaban. Alternatif pemberian rating terhadap faktor-faktor strategis internal (kekuatan) dan eksternal (peluang) yang bersifat positif adalah sebagai berikut : 1 = sangat lemah 2 = lemah 3 = kuat 4 = sangat kuat Sedangkan untuk faktor-faktor strategis internal (kelemahan) dan faktor strategis eksternal (ancaman) yang bersifat negatif adalah sebagai berikut : 1 = sangat sulit diatasi 2 = sulit diatasi 3 = mudah diatasi 4 = sangat mudah diatasi . 2. Hal ini dibenarkan jika disertai dengan alasan yang kuat. dengan alasan yang jelas dan kuat. dengan responden atau dengan peneliti. 5. 3. Petunjuk Umum : 1. Respoden dapat saja memiliki pandangan yang berbeda mengenai suatu faktor dalam kuesioner ini. Responden berhak untuk menambahkan atau mengurangi hal-hal yang sudah tercantum dalam kuesioner ini. Jawaban merupakan pendapat pribadi dari masing-masing responden. Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis oleh responden. PENENTUAN RATING Tujuan : Mendapatkan penilaian para responden mengenai faktor-faktor strategis internal maupun eksternal yaitu dengan cara pemberian rating terhadap seberapa besar faktor tersebut dapat mempengaruhi atau membentuk keberhasilan perusahaan. 4. Petunjuk Khusus : 1. Dalam Pengisian kuesioner.103 Lanjutan Lampiran 8.

Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi 1 Rating 2 3 4 . Kualitas air baku yang baik 6. rating masing-masing faktor strategis dilakukan dengan memberikan ( √ ) pada tingkat kepentingan (1-4) yang paling sesuai menurut PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan 1. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. Marjin laba yang cukup baik 3. Penentuan rating merupakan pandangan masing-masing responden terhadap kemampuan kegiatan perusahaan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam menghadapi faktor-faktor strategis internal dan eksternal perusahaan. Beban hutang yang relatif besar 3. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Sumber air baku yang melimpah 5. Pemberian responden.104 Lanjutan Lampiran 8. 2.

PENENTUAN BOBOT FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi A B C D E F G H I J K L A B C D E F G H I J K L .Lanjutan Lampiran 8.

Lanjutan Lampiran 8. PENENTUAN BOBOT FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk. rumah tangga. dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air A B C D E F G H I A B C D E H I J L .

Kualitas air baku yang baik 6. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. Sumber air baku yang melimpah 5. PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan 1. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Beban hutang yang relatif besar 3. Marjin laba yang cukup baik 3. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi 1 Rating 2 3 4 .Lanjutan Lampiran 8. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6. Penurunan debit air pada sumber mata air 5.

PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal Peluang 1. rumah tangga. Teknologi yang terus berkembang 5. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1. Meningkatnya biaya produski dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6. dan sektor niaga yang cukup tinggi 2. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Rating 1 2 3 4 . Laju pertumbuhan penduduk. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4.Lanjutan Lampiran 8. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3.

6. 6. 4. 2. 5. 4. 5. 3. 2. . PENENTUAN SKOR AS PADA FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategi Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Strategi 1 1 2 3 4 Strategi 2 Strategi 3 1 2 3 4 1 2 3 4 Strategi 4 1 2 3 4 Strategi 5 1 2 3 4 1.Lanjutan Lampiran 9. 1. 3.

Lanjutan Lampiran 9. Peluang Laju pertumbuhan penduduk. 3. 4. 6. dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Strategi 1 1 2 3 4 Strategi 2 1 2 3 4 Strategi 3 1 2 3 4 Strategi 4 Strategi 5 1 2 3 4 1 2 3 4 . 3. 2. 1. rumah tangga. 2. PENENTUAN SKOR AS PADA FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal 1. 5.

karena kuesioner ini adalah untuk penelitian skripsidengan tujuan ilmiah Peneliti : Dian Suminnar H24103059 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007 . : …………………. Kuesioner Penelitian Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM KUESIONER PENELITIAN PENENTUAN STRATEGI TERPILIH DENGAN QUANTITATIVE STRATEGY PALNNING MATRIX (QSPM) ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR IDENTITAS RESPONDEN Nama Pekerjaan/Jabatan Alamat : …………………. : ………………….105 Lampiran 9. Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengissi kuesioner ini secara objektif dan benar.

Melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan. memperluas jaringan distribusi. Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. PENENTUAN STRATEGI TERPILIH DENGAN QSPM Tujuan : Untuk mentapkan kemenarikan relatif (Relative Attractiveness) dari alternatifalternatif stratgei telah diperoleh melalui analisis strategi matriks SWOT dan matriks IE. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan. 3. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar. Pilihan Attractiveness Score (AS) pada isian berikut terdiri dari : 1 = Tidak menarik 2 = Agak menarik 3 = Menarik 4 = Sangat menarik . Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasional dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. 4. Petunjuk Pengisian : Tentukan Attractiveness Score (AS) atau daya tarik dari masing-masing faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) untuk masing-masing alternatif strategi sebagaimana disebut diatas dengan cara memberikan tanda (√) pada pilihan Bapak/Ibu.106 Lanjutan Lampiran 9. Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. Alternatif strategi yang dihasilkan adalah : 1. dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). 5. 2. untuk menetapkan strategi yang terbaik untuk direkomendasikan kepada perusahaan. dan menjalin kerjasama dengan pihak luar.

000 1 3 3 3 3 1 3 1 3 3 2 1 2 3 3 2 1 1 1 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 1 1 3 3 2 1 1 1 1 3 1 1 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 3 3 1 2 2 1 3 3 16 26 33 27 23 15 18 22 12 26 27 19 .068 0.106 0. Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Internal Responden 1 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 1 1 2 2 2 B 3 1 3 3 1 C 3 3 3 3 3 D 2 1 1 2 3 E 2 1 1 2 3 F 2 3 1 1 1 G 3 1 1 1 1 3 H 3 2 1 1 2 3 I 1 1 1 1 1 2 J 3 3 1 1 2 3 K 3 1 1 1 3 3 L 3 1 1 1 1 3 Jumlah 28 18 11 17 21 29 26 22 32 18 17 25 264 Bobot 0.110 0.064 0.098 0.095 1.Lampiran 10.083 0.042 0.121 0.080 0.068 0.064 0.

000 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 19 21 26 24 23 24 22 24 22 19 22 18 .095 0.076 0.095 0.083 0.Lanjutan Lamipran 10.083 0.098 1.080 0.068 0.076 0.083 0. Responden 2 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 2 1 2 1 1 B 2 1 2 2 1 C 3 3 2 2 2 D 2 2 2 2 2 E 3 2 2 2 2 F 3 3 2 2 2 G 2 2 2 2 2 2 H 3 3 2 2 2 2 I 2 2 2 2 2 2 J 2 1 1 1 2 2 K 2 2 2 2 2 2 L 1 1 1 1 2 2 Jumlah 25 23 18 20 21 20 22 20 22 25 22 26 264 Bobot 0.076 0.087 0.

102 0.049 0.Lanjutan Lampiran 10.083 0.091 0.095 0.083 0.083 1.053 0.125 0.076 0.000 2 3 1 2 3 3 2 3 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 3 1 2 1 2 1 3 3 3 1 2 3 2 2 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 1 2 2 3 2 3 2 3 2 2 2 1 1 2 3 2 2 2 3 2 17 22 11 22 25 31 19 24 21 30 20 22 .072 0.087 0. Responden 3 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 2 3 1 1 1 B 2 3 2 2 1 C 1 1 1 1 1 D 3 2 3 2 1 E 3 2 3 2 1 F 3 3 3 3 3 G 2 1 3 2 1 1 H 3 2 3 2 2 2 I 3 2 3 1 1 1 J 3 3 3 3 2 2 K 2 2 3 2 2 1 L 2 2 3 3 2 1 Jumlah 27 22 33 22 19 13 25 20 23 14 24 22 264 Bobot 0.

Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1.00 3.00 7.67 2.00 9.00 3. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Keterangan : Responden 1 (R1) = Kabag Keuangan Responden 2 (R2) = Kabag Produksi Responden 3 (R3) = Kabag SDM Responden R1 R2 R3 3.00 4.00 3.00 4. Marjin laba yang cukup baik 3. Beban hutang yang relatif besar 3.00 .00 2.00 3.00 3.00 3. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.00 3.33 3.00 10.00 3.00 3.00 2.00 3. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4.00 4.00 2.00 10.00 8.00 10.00 3. Sumber air baku yang melimpah 5.00 3.00 3.00 3. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.33 3.33 3.00 Jumlah Rating 9.00 3. Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Internal Faktor Strategis Internal Kekuatan 1. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4.00 10.00 8.00 3.00 2.00 2.00 3.00 4. Kualitas air baku yang baik 6.00 2.00 6.00 4.00 3.00 2.67 2.00 9.00 7. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2.00 3.00 2.00 3.00 3.33 2.00 2.00 2.Lampiran 12.00 3.33 3.00 2.00 2.33 3.

Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Keterangan : Responden 1 (R1) = Kabag Keuangan Responden 2 (R2) = Kabag Produksi Responden 3 (R3) = Kabag SDM Responden 1 2 3 3.00 3.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3. Teknologi yang terus berkembang 5.33 3.00 3. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2.00 10.00 3. Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Eksternal Faktor Strategis Eksternal Peluang 1.00 8.00 3.00 3. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1.00 8.00 Jumlah Rating 9.00 4. rumah tangga.00 2.33 1. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4.67 2.00 3.00 10.00 3. Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3.00 2.00 3.67 3.33 2.00 10.00 2. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3.00 1.00 4.00 3.Lampiran 13.00 2.00 3.00 6. dan sektor niaga yang cukup tinggi 2.00 5.00 2.00 3. Laju pertumbuhan penduduk.00 3.00 9.00 3.00 2.00 4.00 2.67 .00 3.

652 3.356 0.00 3. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2.00 0.183 0.373 0.228 0. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6.324 0. Kualitas air baku yang baik 6.33 3.33 3.33 3.33 0.319 0.265 0.417 0.261 0.168 0.265 0.101 0.67 3.212 0.33 2.33 2.33 3.389 0.67 0.248 0.00 3.455 0.00 2.102 0.347 0.33 0.235 0.00 3.192 0.235 0.67 3.282 0.261 0.324 0.67 3. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1.33 3.00 3.130 0.67 3.00 0.67 3.67 3. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. Marjin laba yang cukup baik 3.074 0.33 3.33 4.078 0. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.285 0.00 3.314 0.306 0.080 0.212 0.228 0.137 0.259 0.200 0.33 3.229 0.67 4.292 0.67 3.337 0.077 0.338 6.67 2.33 3.285 0.269 0.33 2.229 0.223 0.33 3.318 0.257 0.00 3.00 3.556 0.519 0.389 0.33 2.432 0.186 0.212 0.501 0.00 2.00 4.33 3.33 4.33 3.139 0.235 0.257 0.67 3.67 2.223 0.67 2.33 3.223 0.67 3.715 2.00 3.67 3.67 3.33 2.33 3.072 0.092 0.255 0.00 3.086 0.00 3.228 0. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah 0.235 0.67 2.261 0.67 3.33 2.313 0. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3.00 3.475 0.407 0.309 0.183 0.216 0.67 3.33 2.67 3.556 0.209 0.33 3.307 5.463 0.00 3.455 0.67 3.00 2.235 0.337 0.67 3.00 2.00 4.078 0.097 0.00 3.273 0.501 0.33 3.432 0.370 0.277 6.246 0.277 0.386 Bobot Strategi 1 AS TAS Strategi 2 AS TAS Strategi 3 AS TAS Strategi 4 AS TAS Strategi 5 AS TAS .116 0.33 3.307 6.67 3.236 0. rumah tangga.33 2.00 2.212 0.67 3.00 3.00 2.246 0.209 0.67 3.370 0. Sumber air baku yang melimpah 5. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Kekuatan 1.00 2.67 3.444 3.356 0.33 3.307 0.306 0.00 3.282 0.240 0.00 3.00 4.076 0.00 3.255 0.204 0.00 3.277 6. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4.475 0.080 0. dan sektor niaga yang cukup tinggi 2.092 3.313 0.078 0. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.661 3.086 0.67 3.475 0.228 0.33 3.231 0. Laju pertumbuhan penduduk. Penurunan debit air pada sumber mata air 5.424 0.307 0.00 3. Hasil Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM Faktor Kunci Peluang 1.240 0.130 0. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4.00 3.67 3.432 0.67 3.171 0. Beban hutang yang relatif besar 3.33 3.Lampiran 14.33 4.67 3.67 2.33 2.33 2. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1. Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3.33 4.67 2.261 0. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2.33 2.67 2.00 3.238 0.292 0.424 0.231 0.67 3.67 2. Teknologi yang terus berkembang 5.324 0.509 0.67 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful