P. 1
swot pdam

swot pdam

|Views: 4,804|Likes:
Published by Yudhi Febriandh

More info:

Published by: Yudhi Febriandh on Oct 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/05/2013

pdf

text

original

Sections

  • 1.1. Latar Belakang
  • 1.2. Rumusan Masalah
  • 1.3. Tujuan Penelitian
  • 1.4. Kegunaan Penelitian
  • 2.1.1. Pengertian Strategi
  • 2.1.2. Tipe-tipe Strategi
  • 2.2.1. Pengertian Manajemen Strategis
  • 2.2.2. Sistem Manajemen Strategis
  • 2.3. Formulasi Strategi
  • 2.4. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
  • 2.5.1. Analisis Lingkungan Internal
  • 2.5.2. Analisis Lingkungan Eksternal
  • 2.7. Penelitian Terdahulu
  • 3.1. Kerangka Pemikiran Penelitian
  • 3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian
  • 3.3. Jenis dan Sumber Data Penelitian
  • 3.4. Pengolahan Data dan Analisis Data
  • 3.5. Matriks IFE dan EFE
  • Tabel 2. Penilaian Bobot Faktor Strategis Eksternal Perusahaan
  • 3.6. Matriks IE
  • 3.7. Matriks SWOT
  • 3.8. Matriks QSPM
  • 4.1.1. Sejarah dan Perkembangan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor
  • 4.1.2. Visi dan Misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor
  • 4.1.3. Tugas Pokok dan Fungsi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor
  • 4.1.4. Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor
  • Tabel 6. Jumlah karyawan berdasarkan status karyawan
  • Tabel 7. Jumlah karyawan berdasarkan tingkat pendidikan
  • 4.2.2. Aspek Keuangan
  • Tabel 8. Perkembangan Laba Rugi pada Tahun 2004-2006
  • Tabel 9. Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor
  • 4.2.3. Aspek Produksi dan Operasi
  • Tabel 10. Evaluasi Kondisi Produksi Air pada Tahun 2006
  • Tabel 11. Tingkat Kehilangan Air pada Tahun 2000-2005
  • 4.2.4. Aspek Pemasaran
  • Tabel 12. Loket Pembayaran Air
  • Tabel 13. Struktur Tarif Air Minum
  • 4.3.1. Lingkungan Mikro Perusahaan
  • 4.3.2. Lingkungan Makro Perusahaan
  • Tabel 14. Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga Kota Bogor
  • Tabel 15. Efisiensi Penagihan Rekening Air Tahun 2004-2005
  • 4.4.1. Kekuatan
  • 4.4.2. Kelemahan
  • 4.4.3. Peluang
  • 4.4.4. Ancaman
  • 4.5.1. Matriks IFE
  • Tabel 16. Matriks IFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor
  • 4.5.2. Matriks EFE
  • Tabel 17. Matriks EFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor
  • 4.5.3. Matriks IE
  • 4.5.4. Matriks SWOT
  • Tabel 18. Matriks SWOT PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor
  • 4.5.5. Matriks QSPM
  • 1. Kesimpulan
  • 2. Saran
  • DAFTAR PUSTAKA
  • Lampiran 1. Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor
  • Lampiran 2. Pengukuran Kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Tahun 2006
  • Lampiran 10. Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Internal
  • Lampiran 12. Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Internal
  • Lampiran 13. Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Eksternal
  • Lampiran 14. Hasil Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM

ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR

Oleh DIAN SUMINNAR H24103059

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007

ABSTRAK
DIAN SUMINNAR. H24103059. Analisis Formulasi Strategi Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor. Di bawah bimbingan WIDIGDO SUKARMAN.

Tingkat pelayanan PDAM masih memiliki kendala, terutama dalam hal pendistribusian pelayanan air. Saat ini, tingkat pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sekitar 61,89 persen terhadap wilayah pelayanan dan 49,49 persen terhadap jumlah penduduk Kota Bogor, dengan kapasitas produksi 1.130 liter per detik. Melihat kondisi tersebut, PDAM dituntut untuk terus meningkatkan dan mengembangkan kualitas perusahaannya, baik dalam hal pelayanan, kualitas produk maupun keefisienan dan keefektifitasan organisasinya. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penyesuaian terhadap perkembangan lingkungan yang semakin dinamis. Tujuan penelitian mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan, serta memformulasikan strategi yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara dan pengisian kuesioner oleh staf ahli PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yaitu Kabag Keuangan, Kabag Produksi dan Kabag SDM. Data sekunder diperoleh dari laporan-laporan perusahaan, studi literatur, laporan penelitian, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor dan publikasi elektronik. Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan matriks External Factor Evaluation (EFE), matriks Internal Eksternal (IE), matriks Strenght, Weaknesses, Opportunities, and Threat (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Marix (QSPM). Berdasarkan hasil analisis matriks IFE dan EFE diketahui bahwa kekuatan utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur, sedangkan kelemahan utamanya adalah beban hutang relatif besar. Peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM. Sedangkan ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Tarif Dasar Listrik (TDL). Berdasarkan analisis matriks IE yang merupakan perpaduan antara matriks IFE dan EFE, maka diketahui bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berada pada posisi sel V dengan strategi yang tepat adalah Strategi Hold and Maintain (Pertahankan dan Pelihara) seperti strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Pengembangan strategi pada matriks SWOT menghasilkan sejumlah alternatif strategi untuk memudahkan penilaian para responden pada matriks QSPM. Hasil analisis pada matriks QSPM menunjukkan bahwa meningkatkan kualitas pelayanan air minum yang dapat dilakukan melalui inovasi produk, mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar merupakan strategi yang paling tepat untuk dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR

SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor

Oleh DIAN SUMINNAR H24103059

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007

Bogor. Agustus 2007 Dr.Sc Ketua Departemen Tanggal ujian : 6 Agustus 2007 Tanggal lulus : . Widigdo Sukarman. Ir.INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN Analisis Formulasi Strategi Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Oleh DIAN SUMINNAR H24103059 Menyetujui. MBA. Jono M. M. Munandar. MPA Dosen Pembimbing Mengetahui Dr.

Pada tahun 1997.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan pada tanggal 16 Agustus 1985 di Kota Jakarta. iii . Dalam masa studi di Departemen Manajemen. Penulis memulai pendidikan di Taman Kanak-Kanak Kartika Chandra Kirana 315 tahun 1990. Penulis yang bernama lengkap Dian Suminnar merupakan anak pertama dari empat bersaudara pasangan Pitoyo dan Arnita. dan Keuangan. penulis melanjutkan pendidikannya di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 4 Bogor. penulis aktif dalam organisasi kemahasiswaan seperti Centre Of M@nagement (COM@) yang merupakan Himpunan Profesi Departemen Manajemen pada periode 2004-2005 sebagai anggota divisi Administrasi. penulis menyusun skripsi yang berjudul Analisis Formulasi Strategi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor dibawah bimbingan Dr. Dan penulis menamatkan pendidikan menengah atas pada Sekolah Menengah Umum Negeri 5 Bogor pada tahun 2003. Selain itu penulis pernah mengikuti lomba kreatifitas mahasiswa seperti PKMI dan berbagai kepanitiaan. MPA. kemudian pada tahun yang sama melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur USMI pada Departemen Manajemen. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM). lulus tahun 1991. Kesekretariatan. MBA. Provinsi DKI Jakarta. Widigdo Sukarman. Kemudian melanjutkan ke pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri Gunung Batu 2 Bogor tahun 1991 dan lulus tahun 1997. tamat pada tahun 2000.

Widigdo Sukarman.. Hut. Musa Hubeis. Bapak Prof. Bapak Agung. Institut Pertanian Bogor. Bapak Handoyo. 7. selaku ketua departemen. Bapak Hendra Setiawan. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Sinta Ayunda Putri ”Nanda”. 3. Bapak Adi. Uwo. Dr. Ing. MBA. DEA dan Ibu Hardiana Widyastuti. Bapak Sonny. Ibu Puji. seluruh dosen dan staf karyawan dan karyawati Departemen Manajemen yang telah membantu penulis selama masa kuliah. Diah dan Fany yang telah menjadi teman dalam setiap suka dan dukaku. om. tante dan sepupu-sepupuku serta keponakan kecilku Putra. MPA selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan saran dan meluangkan waktu untuk membimbing penulis dalam penyelesaikan skripsi ini. membantu dan bersedia untuk menjadi responden pada penelitian yang disusun oleh penulis. Ibu Yuyun. Bapak Eko. iv . S. 6. penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Rifa dan Farel yang selalu memberikan semangat dalam setiap canda tawa. Dipl. atas rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Formulasi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor. MSc. Dalam kesempatan ini. Ibu Vera. Bapak Ritfan dan Bapak Asep dan seluruh karyawan dan karyawan yang telah membantu penulis selama melakukan penelitian di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. mbah. Bapak Dr. MM selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dan masukan yang bermanfaat bagi penulis. Papa dan mama tercinta serta adik-adikku Tirta Nyuminnar ”Inung”. 5. Bapak Kamal. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen. Noval Rahmat Reza ”Eja” yang selalu memberikan doa dan dukungan melalui curahan kasih sayangnya kepada penulis. Ir. MS. Jono M. 8. Amellia.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT. Ir. 4. 2. Ibu Reni Sumartini dan Ibu Sri Maryati yang telah memberi izin. H. Munandar. Dr.

Yunia. Hera. 11. Sandi. Iki. Bogor.9. 12. Vebby. Linda dan Rio. 10. Kak Nova dan Kak Ari yang telah membantu dan memberikan saran dalam penyusunan skripsi ini. Chi2. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun karena menyadari masih terdapat kekurangan dalam penelitian ini. teman satu bimbingan yang berjuang bersama dalam menyelesaikan skripsi. Neneng. Rina. Yayuk. Evi. Nurma. Ranty. Ruslan. Insan. Aboy. Irma dan teman-teman Manajemen 40 yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu yang selalu membuat suasana kuliah menjadi menyenangkan dan untuk adik-adik kelasku tetap semangat. Leo dan temanteman SD ku yang membantu dan memberikan motivasi selama penyusunan skripsi. Pihak-pihak terkait yang telah membantu dalam penulisan skripsi. Else. Etty. Pasus. Semoga apa yang penulis sampaikan dalam hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan kepada PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada khususnya agar dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan strategi perusahaan. Rinrin. Irwan. Vivi. 13. Amik. Agustus 2007 Penulis v . Amma. Anita. Fikri.

..................2..................................................... 1........................3 Tujuan Penelitian ....... Konsep Manajemen Strategis 2....................3.........3..............23 Pengolahan dan analisis data.............................6............................................... Formulasi Strategi .......................................................... 1.................1. Analisis Lingkungan Eksternal .................................................................................1.....................................5 2...............4............... 3...23 Jenis dan Sumber Data Penelitian ..DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK RIWAYAT HIDUP ........1....1..............................17 2...........................1.....................2.......................... Produk ................................................................................................................2.........................6........17 2.........11 2.....................8 2...............13 2.......1...........16 2............................17 2............................ 3........................ 3...................................................2............................... Pengertian Strategi ............6...............................4...............................................................................................................................................5...6...1 Rumusan Masalah ..................... Bauran Pemasaran 2..........2................................... Pengertian Manajemen Strategis............................. Konsep Strategi 2...............vi DAFTAR TABEL ........ iii KATA PENGANTAR......................................................13 2..21 Lokasi dan Waktu Penelitian ............ Lingkungan Perusahaan 2..3......1....3.....................2................... PENDAHULUAN 1............................................3 Ruang Lingkup Penelitian........ Penelitian Terdahulu .............4...................................................................6.....5............1.................. Kerangka Pemikiran Penelitian...1............. METODOLOGI PENELITIAN 3.. Harga ................................................................3 Kegunaan Penelitian ......... Tempat ..........18 III.5...................4..................................................... Latar Belakang . Promosi ... 1........ TINJAUAN PUSTAKA 2......2..............................................................................2.............................. Tipe-tipe Strategi.......................................7............................................................... Sistem Manajemen Strategis .12 2....................7 2..x I................................ Analisis Lingkungan Internal.............4 II...........................................5.........2... Perusahaan Daerah Air Minum.....................................................iv DAFTAR ISI............23 vi ........................................................................... ix DAFTAR LAMPIRAN .................... viii DAFTAR GAMBAR......... 1.....6 2...........

.......37 4.. Kelemahan....................................... Matriks IFE dan EFE ................................2..............................38 4..........1........................43 4...................65 4......................... Ancaman .....84 2.......35 4........... Lingkungan Makro Perusahaan....3.................................82 KESIMPULAN DAN SARAN 1...................... Kesimpulan .......1........85 DAFTAR PUSTAKA ...........1......................1.5.....................47 4...........................2.27 Matriks SWOT ....5................................. Aspek Keuangan ...................................................1.......38 4..7.. Matriks SWOT ............................................... Gambaran Umum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor 4.................. Tugas Pokok dan Fungsi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor .................5........... Sejarah dan Perkembangan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ..............2.............. Saran .......... 3............. Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor...........2....... Formulasi Alternatif Strategi Perusahaan 4....4.......67 4..................70 4..........................2......5.......39 4..........3......4..........................71 4...........................................2... Lingkungan Mikro Perusahaan .........................5...........................1......................................... Identifikasi Kekuatan.................... Matriks IE ..... Visi dan Misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor .. Matriks EFE ................................................................74 4.................3.....................................2.................6..........1...77 4............................................................................ dan Ancaman 4........................4....3..........................1....................4.....2...2................ Matriks IFE .......................4.........3................57 4...5........3............................1....................................................................1...............................89 vii ....... Aspek Produksi dan Operasi ......................8........54 4............. Analisis Lingkungan Internal 4............................ HASIL DAN PEMBAHASAN 4.........................................3............3............... Peluang....2........ 3........................ Kekuatan .................... Peluang.................. Matriks QSPM .......... Kelemahan .....76 4.............................. 3........87 LAMPIRAN...........................4...................5........................30 Matriks QSPM ........4....................... Analisis Lingkungan Eksternal 4....................................................................................................................... Aspek Sumber Daya Manusia... Aspek Pemasaran ........4.......63 4...41 4.4....................................33 IV...24 Matriks IE .....5..........

............................. 13.... 7.. 9..............................................................................59 Matriks IFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ................49 Struktur Tarif Air Minum ....74 Matriks SWOT PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor .. 3............ 5........ 4....................DAFTAR TABEL No..................................................81 viii ................................................................25 Penilaian Bobot Faktor Strategis Eksternal Perusahaan ..................................................51 Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga Kota Bogor ....... Halaman Penilaian Bobot Faktor Strategis Internal Perusahaan .........................................26 Matriks QSPM ........ 15....43 Evaluasi Kondisi Produksi Air pada Tahun 2006 ..............................................................................42 Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor................. 14........................ 12....................44 Tingkat Kehilangan Air pada Tahun 2000-2005 .... 10.................. 8........................... 6............ 17... 1...................... 16.............34 Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Karyawan ............ 18...............................40 Perkembangan Laba Rugi pada Tahun 2004-2006 ...............................................39 Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan ...................................... 11........................................26 Matriks EFE .........................25 Matriks IFE ..............47 Loket Pembayaran Air ............... 2.............................72 Matriks EFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor .........................................................................58 Efisiensi Penagihan Rekening Air pada Tahun 2004-2005 ..................

.............................................22 3....... Matriks SWOT .......................... Matriks IE .............................................................................................77 ix .......10 2........................ Analisis SWOT ......................32 6..31 5...27 4.............................................................................. Kerangka Pemikiran Penelitian...................................................... Bagan Mental Creation dan Physical Creation Process sebagai Bagian dari Sistem Manajemen Strategis ........................DAFTAR GAMBAR No.......................................... Halaman 1...................... Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor....

...........................105 Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Internal ..........116 Hasil Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM ...............109 Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Eksternal ... 10.........90 Sistem Penyediaan Air Minum ...................................................................... 11......................................96 Klasifikasi Kelompok Pelanggan..................115 Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Eksternal ... 4........................................ 12.............112 Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Internal ............ Golongan Tarif............. 2..........................................................94 Daftar Persyaratan Kualitas Air ........... 14..... 7...........................................................97 Kuesioner Penelitian Penentuan Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal dan Eksternal ................95 Sumber Air dan Daerah Pengaliran ..............................................98 Kuesioner Penelitian Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM.......................................................................... dan Besar Tarif Air Minum....................................... 3.DAFTAR LAMPIRAN No............ 9............... 5.89 Pengukuran Kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada Tahun 2006 .....................117 x .................................... 6......................... 1......... Halaman Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor....93 Diagram Alir Pengolahan... 8.... 13............

PENDAHULUAN 1. Indonesia adalah salah satu negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari perairan. . Pendistribusian lebih banyak difokuskan untuk melayani kegiatan komersial yang mendukung pembangunan ekonomi dan hanya konsumen yang memiliki kemampuan membayar dapat memiliki akses terhadap air bersih. sehingga perhatian diberikan lebih banyak kepada masyarakat di daerah perkotaan dibandingkan dengan daerah pedesaan.1. Undang-undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 3 menyatakan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Air digunakan hampir pada setiap aspek kehidupan manusia. Tingkat pelayanan PAM atau PDAM saat ini masih memiliki kendala terutama dalam hal pendistribusian pelayanan air yang tidak merata. mulai dari penggunaan untuk rumah tangga sampai untuk kegiatan yang lebih luas seperti bidang komersial. Air bersih merupakan kebutuhan paling dasar bagi manusia dan harus selalu ada karena tanpa air manusia tidak mungkin untuk melangsungkan kehidupannya. PAM atau PDAM adalah salah satu bentuk sektor publik yang merupakan bagian dari perekonomian nasional yang dikendalikan oleh pemerintah. Padahal jumlah penduduk daerah pedesaan mencapai sekitar 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia. berkaitan dengan pemberian atau penyerahan jasa-jasa pemerintah kepada publik. sosial dan perdagangan. Sumber daya alam ini memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Sumber daya air di Indonesia dikelola oleh Perusahaan Air Minum (PAM) yang mendapatkan wewenang dari pemerintah dalam pengelolaan kebutuhan konsumsi air bersih bagi masyarakat dan yang berada di setiap pemerintahan daerah dinamakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).I. Latar Belakang Air merupakan sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara.

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor . Oleh karena itu. perencanaan strategis merupakan langkah awal yang tepat untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahaan. PDAM dituntut untuk dapat meningkatkan dan mengembangkan kualitas perusahaannya baik dalam hal pelayanan. Saat ini.89 persen terhadap wilayah pelayanan dan 49. Namun. Perencanaan strategis umumnya digunakan luas oleh organisasi laba (profit oriented) dan kemudian dalam perkembangannya digunakan pula oleh organisasi nirlaba atau organisasi publik lainnya (Tangkilisan. Melihat kondisi tersebut. kualitas produk maupun keefisienan dan keefektifitasan organisasinya. Strategi perusahaan yang tepat menjadi hal yang sangat penting untuk memanfaatkan peluang dan menghindari atau mencegah ancaman dari luar dengan memberdayakan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan secara efisien dan efektif.130 liter per detik. Dalam kondisi yang selalu berubah-ubah. Perencanaan strategis merupakan serangkaian rencana tindakan dan kegiatan mendasar yang disusun oleh manajemen puncak untuk diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu perusahaan dalam rangka pencapaian tujuan. 2005). bagi rumah tangga dan industri pendistribusian air belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Bogor. Tingkat pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini baru mencapai sekitar 61. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai salah satu bentuk organisasi publik membutuhkan perencanaan strategis agar dapat memberdayakan para manajer dan seluruh karyawan untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan peningkatan kinerja pelayanan publiknya.2 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air bersih bagi masyarakat di Kota Bogor. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penyesuaian terhadap perkembangan lingkungan yang semakin dinamis sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas dan kinerja yang berorientasi kepada pencapaian hasil.49 persen terhadap jumlah penduduk Kota Bogor dengan kapasitas produksi sebesar 1. kebutuhan air bersih utama untuk rumah tangga dan industri di Kota Bogor dipasok oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini. 1.4. 1. Menentukan strategi alternatif yang tetap bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Faktor-faktor internal dan eksternal apakah yang berpengaruh terhadap PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini ? 2. 2.2. 2. Tujuan Penelitian 1. sebagai masukan bagi manajemen perusahaan mengenai perencanaan strategis dalam pengembangan dan implementasi strategi yang efektif untuk kelangsungan hidup perusahaan. Strategi tersebut juga dibutuhkan untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan dan bahkan meningkatkan jumlah pelanggan demi kelangsungan hidup perusahaan.3. Bagi perusahaan. Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi berbagai pihak. Menformulasikan strategi yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan. yaitu: 1.3 perlu menerapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerja pelayanan perusahaannya. Prioritas strategi alternatif apakah yang perlu dilakukan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ? 1. Bagi penulis. menambah wawasan dan pengalaman nyata mengenai strategi yang dapat dipilih dengan menggunakan alternatif strategi yang telah dirumuskan oleh peneliti. . 3. Strategi apakah yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan saat ini ? 3. Rumusan Masalah Untuk memperjelas permasalahan yang akan dibahas berdasarkan pada latar belakang masalah di atas. maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: 1.

Ruang Lingkup Penelitian ini melakukan pengembangan strategi alternatif bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan saat ini.4 3. penulis juga bertujuan untuk mengetahui posisi perusahaan berdasarkan analisis lingkungan perusahaan dengan menggunakan analisis Internal Eksternal (IE). Selain itu. 1. . Weaknesses. Opportunities.5. and Threat (SWOT) dan analisis Quantitative Strategic Planning Marix (QSPM) untuk dapat menentukan strategi alternatif yang tepat bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. pengembangan startegi dengan menggunakan analisis Strenght. berguna sebagai pengetahuan dan informasi masukan (referensi) bagi peneliti yang akan melakukan penelitian serupa dan akan mengkajinya lebih dalam. Bagi pembaca.

dapat dilihat perkembangan strategi sebagai berikut (Rangkuti. 4. Dalam perkembangannya. Chandler (1962) Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang. serta prioritas alokasi sumber daya. Steiner dan Miner (1977) Strategi merupakan respon secara terus-menerus maupun adatif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi organisasi. TINJAUAN PUSTAKA 2. 2001). . 3. Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti kepemimpinan dalam ketentaraan atau seni berperang. 2. Learned. Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Mintzberg (1979). Christensen. Argyris (1985). Andrew dan Guth (1965) Strategi merupakan alat untuk menciptakan keunggulan bersaing. konsep mengenai strategi terus berkembang. Porter (1985) Strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing. Untuk jelasnya.1. program tindak lanjut.1.II. Dengan demikian salah satu fokus strategi adalah memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak ada. Konsep Strategi 2.1. 2005) : 1. Apabila diterjemahkan definisi klasik dan tradisi ini ke dalam kompetisi bisnis saat ini maka dapat dinyatakan bahwa startegi adalah hal menetapkan arah kepada manajemen dalam arti manusia mengenai sumber daya di dalam bisnis dan mengenai bagaimana mengidentifikasikan kondisi yang memberikan keuntungan terbaik untuk memenangkan persaingan di dalam pasar (Dirgantoro.

Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). 2. strategi akuisisi. yaitu : 1. misalnya strategi pengembangan produk. strategi pembangunan kembali suatu divisi baru atau strategi divestasi dan sebagainya. karyawan. komunitas. strategi penerapan harga. . strategi mengenai keuangan dan sebagainya. pada prinsipnya strategi dapat dikelompokkan berdasarkan tiga tipe strategi. strategi pengembangan pasar. Tipe-tipe Strategi Menurut Rangkuti (2005).6 5. 2. Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.1. manajer. Strategi Investasi Strategi ini merupakan kegiatan yang berorientasi pada investasi. Hamel dan Prahalad (1995) Strategi merupakan tindakan dan yang bersifat dan incremental dilakukan (senantiasa meningkat) terus-menerus berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. yang dilakukan 6. pemerintah dan sebagainya. yang baik secara langsung maupun tidak langsung oleh menerima semua keuntungan tindakan atau biaya yang oleh ditimbulkan perusahaan. Misalnya apakah perusahaan ingin melakukan strategi pertumbuhan yang agresif atau berusaha mengadakan penetrasi pasar. Andrew (1980). strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Chaff (1985) Strategi adalah kekuatan motivasi untuk stakeholder seperti debtholders. Dengan demikian.2. konsumen. Strategi Manajemen Strategi manajemen meliputi strategi yang dapat dilakukan oleh manajemen dengan orientasi pengembangan strategi secara makro.

Konsep Manajemen Strategis 2. mengimplementasikan dan mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi mampu mencapai obyektifnya. manajemen strategis adalah suatu proses yang digunakan oleh manajer dan karyawan untuk merumuskan dan mengimplentasikan strategi dalam penyediaan customer value terbaik untuk mewujudkan visi organisasi. Menurut Mulyadi (2001). keuangan/akunting.2.2. pemasaran. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa : 1. Sebagai suatu proses. penelitian dan pengembangan. produksi/operasi. manajemen strategis dapat didefinisikan sebagai seni dan pengetahuan untuk merumuskan.1. serta sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasi. strategi organisasi dan strategi-strategi yang berhubungan dengan keuangan. Strategi Bisnis Strategi bisnis ini sering juga disebut strategi bisnis secara fungsional karena strategi ini berorientasi pada fungsi-fungsi manajemen. Manajemen strategis merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus sepanjang perjalanan organisasi dalam mewujudkan visinya. Manajemen strategis merupakan suatu proses. pengelolaan organisasi perusahaan dilaksanakan. Fokus manajemen strategis terletak pada memadukan manajemen. Pada dasarnya manajemen strategis adalah suatu upaya manajemen dan karyawan untuk membangun masa depan organisasi. sehingga keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh seberapa akurat . 2. Berdasarkan peta perjalanan inilah. misalnya strategi pemasaran. Pengertian Manajemen Strategis Menurut David (2004).7 3. manajemen strategis terdiri dari rangkaian langkah yang menghasilkan peta perjalanan bisnis yang senantiasa sesuai dengan perubahan lingkungan yang dihadapi oleh organisasi.

dalam sistem manajemen strategis terdiri dari beberapa tahap. (3) penyusunan anggaran. 2. yaitu perumusan strategi dan implementasi strategi.8 peta perjalanan tersebut mencerminkan teritorial bisnis yang diganbarkan dalam peta. manajemen strategis juga mencakup implementasi strategi. yang terdiri dari lima tahap utama. Manajemen strategis mencakup dua proses utama. Dalam perumusan strategi. sehingga perhatian manajemen tidak difokuskan untuk menghasilkan value terbaik bagi customers. Strategi digunakan untuk menyediakan customer value terbaik guna mewujudkan visi organisasi. Namun dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan dinamis. (4) implementasi dan (5) pemantauan. yaitu (1) perencanaan strategis. strategi perusahaan lebih dipacu untuk menghadapi pesaing. 4. Proses digunakan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi.2. 2. Manajer dan karyawan adalah pelaku manajemen strategis. Strategi adalah pola tindakan utama yang dipilih untuk mewujudkan visi organisasi. Bahkan untuk membangun komitmen karyawan dalam mengimplementasikan strategi. Sistem Manajemen Strategis Menurut Mulyadi (2001). melalui misi. Perumusan dan implementasi strategi memerlukan kontribusi dari seluruh manajer dan karyawan. 3. (2) penyusunan program. antara lain : . manajemen perusahaan perlu menfokuskan strateginya ke penyediaan value terbaik bagi pemuasan kebutuhan customers agar dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.2. Di masa lalu. diperlukan leader yang dapat dijadikan sebagai contoh dan diperlukan pula partisipasi seluruh karyawan dalam perumusan strategi. Pelaksanaan manajemen strategis melibatkan banyak orang dalam organisasi. mulai dari manajemen puncak sampai dengan karyawan.

antara lain : (1) identifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan. keyakinan dasar. Programming (Penyusunan Program) Penyusunan program adalah proses penjabaran inisiatif strategis ke dalam rencana laba jangka panjang. and threats). visi. Strategic Planning (Perencanaan Strategis) Dalam langkah ini. Penyusunan program menghasilkan program yang merupakan suatu rencana laba jangka panjang yang berisi langka-langkah strategis yang dipilih untuk mewujudkan sasaran strategis tertentu beserta taksiran sumber daya yang akan diperlukan untuk dan diperoleh dari usaha menjalankan langkah-langkah tersebut. 3. (5) perumusan peluang dan masalah utama. yaitu sasaran strategis. Budgeting (Penyusunan Anggaran) Penyusunan anggaran adalah proses penyusunan rencana laba jangka pendek yang berisi langkah-langkah yang ditempuh oleh perusahaan dalam melaksanakan sebagain dari program. (3) analsis SWOT (strengths. 4. nilai dasar dan tujuan. (4) analisis portfolio. Strategi dirumuskan melalui tujuh tahap utama. Sasaran strategis merupakan sasaran-sasaran masa depan yang dituju oleh perusahaan sebagai penerjemahan strategi untuk mewujudkan visi dan tujuan. (6) identifikasi dan evaluasi alternatif strategi dan (7) perumusan strategi. weaknesses. Strategy Formulation (Perumusan Strategi) Proses manajemen strategis diawali dengan perumusan strategi.9 1. opportunities. Dalam penyusunan anggaran dijabarkan program tertentu ke dalam . 2. Untuk mewujudkan sasaran strategis diperlukan inisiatif strategis berupa program tindakan yang akan dilaksanakan oleh perusahaan di masa depan. (2) penentuan misi. strategi yang telah dirumuskan untuk mewujudkan visi dan tujuan kemudian diterjemahkan ke dalam rencana strategis yang terdiri dari tiga komponen. target dan inisiatif strategis.

manajemen dan karyawan melaksanakan rencana yang tercantum dalam anggaran ke dalam kegiatan nyata. Nilai Dasar. Tujuan dan Strategi Rencana Strategis : Sasaran Strategis Inisiatif Strategis Mental Creation Process Perencanaan Strategis Penyusunan Program Program Sistem Manajemen Strategis Anggaran (Shor-Range Profit Plan) Penyusunan Anggaran Implementasi Pelaksanaan Rencana Physical Creation Process Pemantauan Umpan Balik (Feedback) Gambar 1. Oleh karena anggaran adalah bagian dari program dan program merupakan penjabaran inisiatif strategis yang dipilih untuk mewujudkan sasaran strategis. 2001) 5. Keyakinan Dasar. Makro dan Lingkungan Industri. Perumusan Strategi Hasil Analisis Lingkungan. Misi. Implementation (Implementasi) Dalam tahap implementasi.10 rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahun anggaran. Visi. ditunjuk manajer dan karyawan yang bertanggung jawab dan pengalokasian sumber daya untuk melaksanakan kegiatan tersebut. serta inisiatif strategis . Mental Creation dan Physical Creation Process sebagai Bagian dari Sistem Manajemen Strategis (Mulyadi.

Hal kedua yang harus dipahami adalah mengenai posisi perusahaan pada saat ini. anggaran program. formulasi strategi adalah menentukan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan pencapaian tujuan. 6. 2. 3. kondisi internal seperti kompetensi orangorang yang berada dalam perusahaan dan lain-lain. antara lain : 1. maka dalam implementasi rencana. tujuan dan visi organisasi dapat dicapai. Formulasi Strategi Menurut Dirgantoro (2001). inisiatif strategis. Untuk dapat melakukan formulasi strategi dengan baik maka ada ketergantungan yang erat dengan analisis lingkungan dimana formulasi strategi membutuhkan data atau informasi dari analasis lingkungan internal dan eksternal perusahaan. 2. . Monitoring (Pemantauan) Implementasi rencana memerlukan pemantauan. sasaran strategis dan strategi. Dalam melakukan formulasi strategi. Hasil setiap langkah yang direncanakan perlu diukur untuk memberikan umpan balik bagi pemantauan pelaksanaan anggaran.11 dipilih sebagai penerjemahan strategi yang dirumuskan. sasaran strategis telah berhasil diwujudkan. Strategi tingkat perusahaan diformulasikan oleh top management dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan.3. Posisi perusahaan dapat berupa pangsa pasar yang dikuasai. Hasil implementasi rencana juga digunakan untuk memberikan informasi bagi pelaksana tentang seberapa jauh target telah berhasil dicapai. misi dan tujuan perusahaan sehingga dapat diketahui ke arah mana perusahaan akan dibawa serta bagaimana caranya untuk menuju ke arah tersebut. ada beberapa hal yang patut untuk dipertimbangkan. posisi laba/rugi perusahaan. manajemen dan karyawan harus senantiasa menyadari keterkaitan erat di antara implementasi. Harus dipahami benar visi. Kemampuan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor lingkungan (internal maupun eksternal) yang sedang dihadapi perusahaan saat ini. program dan inisiatif strategis.

atau mungkin menunjukkan inovasi dari orang-orang tersebut untuk selalu mengikuti perubahan yang terjadi dan kemampuan untuk mengantisipasi perubahan tersebut. kehadiran PDAM dimungkinkan sebagai kesatuan usaha milik Pemerintah Daerah (Pemda) yang memberikan jasa pelayanan dan menyelenggarakan kemanfaatan umum di bidang air minum. 2. 4. Lingkungan Perusahaan Pada era globalisasi.5.12 Dengan mengidentifikasikan faktor-faktor tersebut akan memudahkan dalam memahami keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan. baik secara kualitas. Salah satunya adalah perubahan yang terjadi pada lingkungan bisnis baik yang memberikan pengaruh yang baik maupun yang memberikan pengaruh yang buruk. Perubahan pada lingkungan tersebut harus diantisipasi karena pengaruh yang signifikan akan menentukan . perubahan-perubahan berlangsung dengan cepat dan dalam intensitas yang tinggi pula. PDAM merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dituntut dapat memberikan pelayanan umum di bidang air bersih bagi masyarakat. Mencari alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi secara lebih efisien di masa yang akan datang. kuantitas dan kontinuitas secara profesional dan trasparan. Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 tahun 1962. 2.4. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999 tentang pedoman penilaian kinerja Perusahaan Daerah Air Minum. mengolah dan menjernihkan. Perusahaan Daerah Air Minum yang selanjutnya disingkat PDAM adalah perusahaan milik Daerah Provinsi atau Daerah Kabupaten dan atau Daerah Kota. Aktivitas PDAM yaitu mulai dari mengumpulkan. sampai mendistribusikannya kepada pelanggan. Semakin banyak solusi yang relevan yang dapat ditawarkan menunjukkan kemampuan yang selalu berkembang atau selalu diasah dari orang-orang yang berada dalam organisasi atau perusahaan.

analisis terhadap lingkungan perusahaan perlu dilakukan baik lingkungan internal maupun eksternal yang akan berpengaruh terhadap ketepatan strategi perusahaan yang akan dipilih.5. karena lingkungan perusahaan sangat mempengaruhi lancar atau tidaknya kegiatan yang akan dijalankan perusahaan.13 koreksi yang harus dilakukan terhadap strategi atau bahkan mungkin juga akan mempengaruhi visi dan misi perusahaan. Tujuan dilakukan analisis lingkungan adalah agar organisasi dapat mengantisipasi lingkungan organisasi sehingga dapat bereaksi secara cepat dan tepat untuk kesuksesan organisasi (Dirgantoro. Hasil analisis lingkungan internal berupa kekuatan dan kelemahan perusahaan. Faktor-faktor dari lingkungan internal cenderung lebih mudah dikendalikan oleh organisasi atau berada di dalam jangkauan perusahaan. perusahaan harus dapat menentukan kemampuan utama yang membuat berbeda dalam arena persaingan. 2. Oleh karena itu.5. . Lingkungan internal terdiri dari faktor-faktor atau variabel lingkungan yang berasal atau berada di dalam perusahaan itu sendiri. 2.2. 2001). Analisis lingkungan adalah proses monitoring terhadap lingkungan organisasi yang bertujuan untuk mengidentifikasikan opportunities (peluang)dan threat (tantangan)yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan. Lingkungan perusahaan sangat menentukan strategi yang akan dijalankan. Dengan demikian. Analisis Lingkungan Internal Analisis lingkungan internal merupakan analisis yang bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan.1. Analisis Lingkungan Eksternal Analisis terhadap lingkungan eksternal perusahaan diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memberikan peluang dan ancaman bagi perusahaan sehingga dapat dilakukan suatu tindakan tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

1. lokal. warga yang bertindak. pasar industri. Lingkungan Makro Perusahaan Pada dasarnya. Masyarakat meliputi masyarakat keuangan. Lingkungan Mikro Perusahaan Menurut Kotler (2000). Lingkungan makro ini . Pelanggan merupakan konsumen yang membeli atau menggunakan produk yang dijual atau ditawarkan oleh perusahaan. pasar pemerintah. c. Jenis-jenis pelanggan terdiri dari pasar konsumen. d. umum dan internal. Perantara merupakan perusahaan yang membantu perusahaan mempromosikan. Masyarakat merupakan kelompok yang mempunyai kepentingan potensial atau yang sudah terwujud pada atau berdampak pada kemampuan suatu organisasi untuk mencapai sasarannya. lingkungan makro perusahaan terdiri dari faktorfaktor yang terlepas atau di luar perusahaan. agen jasa pemasaran dan perantara keuangan. b. yang terdiri atas : a. media. perusahaan distribusi fisik. pasar pedagang besar dan pasar internasional. Pesaing Pesaing perusahaan merupakan lawan perusahaan yang memproduksi atau menjual produk yang sejenis di wilayah tertentu. Perantara meliputi penjual (pedagang besar dan pengecer).14 Lingkungan eksternal perusahaan dibagi ke dalam dua kategori. pemerintah. e. lingkungan mikro eksternal adalah lingkungan yang dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melayani pelanggannya. 2. yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. menjual dan mendistribusikan produk ke pembeli akhir. Pemasok merupakan perusahaan yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan maupun pesaing untuk menghasilkan produk.

usia penduduk dan sebagainya. d. menciptakan inovasi baru melalui pengembangan produk baru serta mampu menangkap peluang-peluang yang ada. Lingkungan Alam Merupakan sumber daya alam yang dibutuhkan sebagai masukan oleh pemasar atau yang dipengaruhi oleh aktivitas pemasaran seperti kebutuhan bahan baku. Perubahaan daya beli disebabkan oleh adanya perubahan pendapatan dan perubahan harga-harga di pasar. kepadatan penduduk di suatu wilayah. biaya energi. b. Menurut Kotler (2000). lingkungan makro perusahaan terdiri atas kekuatan sosial yang mempengaruhi seluruh pelaku di lingkungan mikro perusahaan dan mempengaruhi kegiatan perusahaan. lokasi penduduk. c. sekaligus dapat menjadi hambatan dan ancaman untuk maju (Umar. Lingkungan Ekonomi Merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola pembelanjaan konsumen. Lingkungan Teknologi Merupakan kekuatan-kekuatan yang menciptakan teknologi baru. Lingkungan teknologi juga diukur melalui laju pertumbuhan penelitian dan pengembangan (litbang) dan tingginya anggaran litbang. Lingkungan demografi sangat diperhatikan oleh pemasar karena melibatkan manusia dan manusialah yang membentuk pasar. Daya beli ini diukur dari tingkat pendapatan masyarakat dan perkembangan tingkat harga-harga umum.15 memberikan kesempatan besar bagi perusahaan untuk maju. 2003). Faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan makro adalah : a. Lingkungan Demografi Merupakan lingkungan yang menyangkut kependudukan seperti jumlah penduduk. tingkat polusi. .

gaya hidup. yang berkembang dari pengaruh kultural. pendidikan dan etnis. adat istiadat dan kebiasaan dari orang-orang di lingkungan eksternal perusahaan. stabilitas pemerintah. Alasan penulis mengunakan 4P karena perusahaan yang dijadikan sebagai tempat penelitian merupakan perusahaan yang bersifat semi jasa dan penelitian dilakukan meliputi perusahaan secara keseluruhan bukan hanya pelayanannya sehingga penggunaan 4P telah cukup mewakili. price. f.6. Adapun penjelasan dari 4P tersebut adalah : 2. peraturan tentang perdagangan luar negeri. Produk adalah penawaran berwujud perusahaan kepada pasar yang mencakup . Bauran Pemasaran Pemasaran selalu terkait dengan apa yang disebut bauran pemasaran. Kondisi sosial ini banyak aspeknya. 2. demografis. Perubahanperubahan sosial yang terjadi yang mempengaruhi perusahaan.1.6. misalnya sikap. kebijakan dan stabilitas politik merupakan pertimbangan penting bagi para manajer dalam merumuskan strategi perusahaan. untuk digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan. bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. hendaknya dapat diantisipasi oleh perusahaan.16 e. place dan promotion. peraturan tentang keamanan dan kesehatan kerja dan sistem perpajakan. Istilah lain untuk bauran pemasaran adalah marketing mix (4P). yang terdiri dari product. Tindakan politik yang dirancang untuk melindungi dan memerikan manfaat bagi perusahaan seperti undangundang tentang lingkungan dan perburuhan. Lingkungan Politik / Hukum Arah. Poduct (Produk) Produk merupakan sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli. religius. Lingkungan Sosial / Budaya Kondisi sosial masyarakat selalu berubah-ubah. Menurut Kotler (2000).

ukuran. persediaan dan transportasi. 2. kemasan. syarat kredit dan jangka waktu pembayaran.2. Promotion (Promosi) Dalam kegiatan promosi. atau mengingatkan konsumen akan manfaat suatu organisasi atau suatu produk.6. pelayanan. potongan. kualitas. Promosi dalam bauran pemasaran adalah menghasilkan pertukaran yang saling memuaskan dengan pasar yang dituju melalui penyampaian informasi mendidik. desain. membujuk. 2. Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar-menawar. bentuk. salah dalam menentukan harga akan berakibat fatal terhadap produk yang ditawarkan. Dalam harga mencakup daftar harga.17 keanekaragaman produk. Penentuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan. merek. 2. jaminan dan pengembalian. Penentuan lokasi kantor yang disertai dengan sarana dan prasarana pendukung menjadi sangat penting. ruang lingkup. misalnya produk tidak laku di pasaran.6.3. setiap perusahaan berusaha untuk mempromosikan seluruh produk dan jasa yang dimilikinya baik langsung maupun tidak langsung. Place (Tempat) Tempat merupakan berbagai kegiatan yang dilakukan peusahaan untuk membuat produk dapat diperoleh dan tersedia bagi pelanggan sasaran yang mencakup saluran. Penentuan lokasi biasanya digunakan untuk lokasi pabrik atau gudang atau cabang. lokasi. menarik dan mempertahankan . hal ini disebabkan agar stakeholders mudah menjangkau setiap lokasi yang ada. Promosi merupakan sarana paling ampuh untuk mengenal perusahaan. Price (Harga) Harga merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan bauran pemasaran.6. atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. rabat.4.

Sales Promotion (Promosi Penjualan) Promosi penjualan adalah intensif jangka pendek untuk meningkatkan pembelian atau penjualan suatu produk agar konsumen segera membeli setiap produk atau jasa yang ditawarkan. televisi. radio atau media lainnya. Hal ini dikarenakan banyak pelaku bisnis ritel yang tertarik untuk menanamkan investasinya di Indonesia. c. b. yaitu : a.7. serta menangani atau menghilangkan desasdesus. Publicity (Publisitas) Publisitas merupakan kegiatan promosi yang dilakukan melalui kegiatan seperti pameran. 2. majalah. menarik dan mempengaruhi konsumen yang dapat dilakukan dengan berbagai media seperti pemasangan Billboard atau spanduk. d. Personel Selling (Penjualan Pribadi) Penjualan pribadi secara umum dilakukan oleh seluruh karyawan perusahaan. pemasangan melalui koran. mulai dari cleaning service. Sarana promosi yang digunakan dalam mempromosikan produk maupun jasanya terdiri dari empat macam sarana. pencetakan brosur. Penelitian Terdahulu Arsanti (2005) melakukan penelitian mengenai “Analisis Formulasi Strategi Perusahaan pada PT HERO Supermarket. cerita dan peristiwa yang tidak menyenangkan. HERO Supermarket sebagai peritel modern lokal perlu menerapkan strategi yang tepat untuk menghadapi persaingan dalam bisnis ritel.18 pelanggan. Tbk. menumbuhkembangkan suatu citra perusahaan yang baik. Advertising (Periklanan) Iklan adalah sarana promosi yang digunakan untuk mengiformasikan. kuis serta kegiatan lainnya melalui berbagai media. satpam. Kehadiran ritel asing di Indonesia lebih berdampak mengancam pasar pada . Kegiatan promosi ini bertujuan untuk membangun hubungan yang baik dengan publik perusahaan. perlombaan cerdas cermat. sampai pejabat dalam perusahaan. bakti sosial.

dimana perusahaan mampu menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk menutupi kelemahan yang ada serta perusahaan mampu memanfaatkan peluang yang ada dengan mengantisipasi ancaman yang terjadi dalam perusahaan. Jawa Tengah. karena segmennya relatif sama. Peluang perusahaan adalah pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat dan ancaman bagi perusahaan adalah meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL). Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan matriks External Factor Evaluation (EFE). serta keterbatasan modal merupakan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Kamillah (2005) melakukan penelitian mengenai ”Analisis Strategi Perusahaan PT PISMATEX Pekalongan. Dari matriks QSPM didapatkan alternatif strategi yang tepat bagi perusahaan. Analisis SWOT menghasilkan beberapa alternatif strategi untuk memudahkan penilaian matriks QSPM. Strategi pemasaran tersebut harus sesuai dengan faktor-faktor strategis yang dimiliki oleh perusahaan. PT PISMATEX perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat dalam kegiatan permasarannya untuk menghadapi munculnya pesaing-pesaing baru. serta matriks QSPM. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. matriks IE dan matriks SWOT. serta matriks QSPM. Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan matriks External Factor Analysis Summary (EFAS). Hasil analisis matriks IFAS dan EFAS didapatkan kekuatan perusahaan adalah mutu sarung Gajah Duduk bagus dan harga sarung yang terjangkau. Hasil analisis yang dilakukan terhadap PT HERO Supermarket sebagai perusahaan ritel menggambarkan kondisi internal maupun eksternal yang cukup kondusif. Hasil analisis IE menempatkan perusahaan pada sel I dan IV dengan strategi yang tepat adalah growth and build seperti penetrasi pasar. . place dan promotion). price. pengembangan produk dan perluasan pasar. serta bauran pemasaran (product. terutama dalam upaya merebut pasar.19 peritel modern lokal daripada pasar tradisional. matriks IE dan SWOT.

bahan baku dan bahan bakar). penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunakan metode yang sama. Berdasarkan kedua penelitian terdahulu. Peneliti menggunakan kelima matriks tersebut untuk memformulasikan strategi pada salah satu bentuk organisasi publik. matriks IE dan matriks SWOT.20 yaitu efisiensi biaya produksi dalam proses produksi (pengolahan. yaitu menggunakan matriks IFE dan EFE. serta matriks QSPM untuk mengolah dan menganalisis data. yaitu PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan publiknya. .

Total skor pada kedua matriks tersebut dipadukan dalam matriks IE untuk mengetahui posisi perusahaan berdasarkan kelompok strategi growth and build. keuangan. . Kerangka Pemikiran Penelitian Penelitian ini terdiri dari beberapa langkah yaitu langkah pertama adalah mengetahui visi dan misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. mengidentifikasi dan analisis lingkungan perusahaan baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Pernyataan misi dan tujuan akan menjadi penuntun dalam melakukan tahap analisis selanjutnya agar strategi yang akan diterapkan mengarah pada pencapaian tujuan akhir yang membantu rencana dan keputusan untuk mencapai tujuannya. perusahaan dapat mengantisipasi lingkungan perusahaan secara cepat dan tepat untuk kesuksesan perusahaan.III. variabel-variabel internal dan eksternal perusahaan diringkas dan dijabarkan dalam matriks IFE dan matriks EFE. hold and maintain. serta strategi harvest or divest. Ketiga. Dengan melakukan analisis lingkungan. Kedua.1. produksi/operasi dan pemasaran. Analisis lingkungan bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya. METODOLOGI PENELITIAN 3. Kemudian berdasarkan pada matriks IE. tahap terakhir yang merupakan tahap keputusan untuk menentukan strategi yang paling tepat diantara alternatif strategi yang ada sesuai dengan kondisi perusahaan dengan menggunakan analisis QSPM. Sedangkan analisis lingkungan eksternal meliputi lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. Analisis lingkungan internal meliputi faktor sumber daya manusia. maka dapat dirumuskan beberapa strategi alternatif dengan menggunakan matriks SWOT. Keempat.

Faktor Pemasaran Lingkungan Eksternal a. Faktor Produksi/Operasi d. Lingkungan Mikro ♦ Pemasok ♦ Perantara ♦ Pelanggan ♦ Pesaing ♦ Masyarakat b.22 PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR VISI DAN MISI PERUSAHAAN Lingkungan Internal a. Faktor Keuangan c. Kerangka Pemikiran Penelitian . Lingkungan Makro ♦ Lingkungan Demografi ♦ Lingkungan Ekonomi ♦ Lingkungan Alam ♦ Lingkungan Politik/Hukum ♦ Lingkungan Teknologi ♦ Lingkungan Sosial/Budaya Matriks IFE Matriks IE Matriks EFE Matriks SWOT Matriks QSPM (Pengambilan Keputusan Prioritas Strategi) Prioritas Strategi alternatif dari Hasil Analisis Gambar 2. Faktor Sumber daya Manusia b.

Data primer diperoleh melalui kunjungan ke perusahaan untuk mencari informasi dari pihak yang berwenang (PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor). Data yang dibutuhkan untuk menganalisis lingkungan perusahaan meliputi : 1.3. b. meliputi sejarah berdiri. 2. visi dan misi perusahaan. struktur organisasi.4. Data untuk analisis lingkungan internal a. Perpaduan antara matriks IFE dan EFE diperoleh matriks IE yang digunakan sebagai parameter posisi perusahaan dengan melihat kondisi . Wawancara dengan menggunakan kuesioner. Lingkungan makro 3.23 3. yang cara pengisiannya dipandu oleh peneliti. Data-data yang diperoleh digunakan untuk melakukan analisis terhadap strategi perusahaan. Data untuk analisis lingkungan eksternal a.2. Jenis dan Sumber Data Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. wawancara langsung dengan pihak perusahaan yang mengerti kondisi perusahaan dan memiliki kontribusi dalam merumuskan strategi perusahaan. 121 Bogor. Gambaran mengenai sumber daya manusia. Pengolahan Data dan Analisis Data Alat analisis yang digunakan dalam tahap masukan yaitu matriks IFE digunakan untuk melihat posisi perusahaan dari sisi kekuatan dan kelemahan. data-data dari literatur yang relevan dengan penelitian yang berasal dari buku. produksi dan pemasaran yang dilakukan perusahaan. 3. Data sekunder diperoleh dari laporan tertulis atau dokumen perusahaan. jurnal dan internet. keuangan. Dan matriks EFE untuk melihat posisi perusahaan dari sisi peluang dan ancaman. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang berlokasi di Jalan Siliwangi No. dengan waktu tiga bulan yang dimulai dari bulan April sampai bulan Juni 2007. Lingkungan mikro b. Gambaran umum perusahaan.

Tahap masukan merupakan tahap yang meringkas informasi dasar yang diperlukan untuk merumuskan startegi. Menyusun daftar faktor-faktor utama yang mempunyai dampak penting (Critical Success Factors atau CSF) untuk aspek internal dan eksternal perusahaan yang ditempatkan pada kolom pertama. Matriks SWOT digunakan untuk menghasilkan strategi-strategi yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Matriks IFE dan EFE beserta dengan penyataan misi yang jelas menyediakan informasi dasar yang diperlukan untuk merumuskan strategi secara sukses dengan syarat teknik ini disertai penilaian intuitif yang baik dalam menetapkan pembobotan dan penilaian yang tepat (David.5. Metode ini digunkan untuk memberikan penilaian terhadap bobot setiap faktor penentu internal dan eksternal. Matriks IFE dan EFE Matriks IFE dan EFE merupakan teknik yang digunakan pada tahap masukan (The Input Stage) dari kerangka kerja perumusan startegi. Kemudian untuk memilih strategi yang terbaik digunakan QSPM. 2004). Sedangkan matriks EFE digunakan untuk meringkas dan mengevaluasi peluang dan ancaman utama perusahaan sehingga diketahui faktor-faktor eksternal perusahaan yang dianggap penting. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membentuk matriks IFE dan EFE. . 2000). Alat analisis pada tahap ini bertujuan untuk mengkuantitatifkan subjektivitas selama tahap awal dari proses formulasi strategi. Matriks IFE digunakan untuk mengevaluasi dan meringkas kekuatan dan kelemahan utama dalam berbagai bidang fungsional perusahaan sehingga diketahui faktor-faktor internal perusahaan yang dianggap penting.24 internal dan eksternal. Penentuan bobot dilakukan dengan cara mengajukan identifikasi faktor internal dan eksternal tersebut dengan menggunakan metode Paired Comparison (Kinnear. yaitu : a. 3.

Total Sumber : Kinnear.. A B C D . 3 = Jika indikator horizontal lebih penting daripada indikator vertikal. 2000 c... Dalam menentukan bobot setiap variabel digunakan skala 1... 2000 Tabel 2.. Tabel 1.. Penilaian bobot (weight) setiap faktor strategis internal dan eksternal. A B C D .. 2 dan 3 dengan keterangan sebagai berikut : 1 = Jika indikator horizontal kurang penting daripada indikator vertikal. Penentuan bobot setiap variabel diperoleh dengan menggunakan proporsi nilai setiap variabel dari jumlah nilai keseluruhan variabel dengan menggunakan rumus : ai = Xi n ……………………………………….. Penilaian Bobot Faktor Strategis Eksternal Perusahaan Faktor Strategis Eksternal A B C D .....……………………(3) Total n ∑ i=1 Xi Total n ∑ i=1 Xi ∑ Xi I=1 Keterangan : ai = Bobot variabel ke-i Xi = Nilai variabel ke-i ....... 2 = Jika indikator horizontal sama penting daripada indikator vertikal.25 b. Penilaian Bobot Faktor Strategis Internal Perusahaan Faktor Strategis Internal A B C D .. Total Sumber : Kinnear. Penilaian pembobotan dapat dilihat pada Tabel 1dan Tabel 2.

n Ancaman : 1 .. 2. . . . .0. Data internal yang diperoleh dikelompokan secara kualitatif untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam matriks IFE dan mengetahui peluang dan ancaman yang berasal dari lingkungan eksternal perusahaan dalam matriks EFE dan dilakukan pembobotan. 2000 Tabel 4. . n Total Sumber : David. n n = Jumlah variabel Total bobot yang diberikan harus sama dengan 1. Matriks EFE Faktor Strategis Internal Peluang : 1 . Pembobotan ini kemudian ditempatkan pada kolom kedua matriks IFE dan EFE. Tabel 3. .. n Kelemahan : 1 . . n Total Sumber : David. . Matriks IFE Faktor Strategis Internal Kekuatan : 1 .26 i = 1. .. 2004 Bobot (A) Rating (B) Skor (AxB) Bobot (A) Rating (B) Skor (AxB) .. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4.. 3.

2005). skor antara 1.99 menunjukkan posisi internal yang lemah.00 kuat.00-1.99 menunjukkan posisi eksternal yang rendah.00 Lemah 1.004.00 Tinggi I II III SKOR TOTAL EFE 3. skor 2. Pada sumbu y. yaitu matriks IFE yang diberikan bobot pada sumbu x dan matriks EFE yang diberikan bobot pada sumbu y. skor antara 2.00 menunjukkan posisi eksternal yang tinggi.00 Rata-rata 2.00 Rendah VII VIII IX 1. Pada sumbu x.99 menunjukkan posisi eksternal yang sedang dan 3.00 Gambar 3. Matriks IE adalah matriks yang menunjukkan berbagai tempat atau posisi untuk divisi suatu organisasi dalam sembilan kotak atau sel. skor antara 1.99 menunjukkan rata-rata dan 3.00 3. Matriks IE Matriks IE digunakan untuk memperoleh strategi bisnis ditingkat korporat yang lebih detail. Matriks IE didasarkan pada dua dimensi kunci.00 Rata-rata IV V VI 2. 2004) .6. Parameter yang digunakan meliputi kekuatan internal perusahaan dan pengaruh eksternal yang dihadapi dengan menggabungkan matriks IFE dan EFE sehingga menghasilkan kombinasi total nilai terboboti dari matriks IFE dan EFE (Rangkuti. SKOR TOTAL IFE Kuat 4.00-2.00-2. Matriks IE (David.00-4.27 3.00-1. Pembagian sel-sel dalam matriks IE dapat dilihat pada Gambar 4.

atau meningkatkan akses ke pasar yang lebih luas. Hal ini dapat dicapai dengan cara menurunkan harga. asset. b. Usaha yang dapat dilakukan adalah dengan meminimalkan biaya (minimize cost) sehingga dapat meningkatkan profit. sedangkan perusahaan yang relatif kurang memiliki kinerja yang baik cenderung mengadakan diversifikasi . yaitu konsentrasi pada satu industri atau diversifikasi ke industri lain. VIII dan IX sangat dianjurkan untuk melakukan divestasi. dapat dijelaskan melalui tindakan dari masing-masing strategi tersebut. Posisi perusahaan yang berada pada sel III. Market Development dan Product Development atau strategi terintegrasi seperti Bakward Intergration. yaitu : a. Cara ini merupakan strategi yang paling penting apabila kondisi perusahaan berada dalam pertumbuhan yang cepat dan terdapat kecenderungan pesaing untuk melakukan perang harga untuk meningkatkan pangsa pasar. sel-sel pada matriks IE dibagi menjadi tiga bagian utama yang memiliki dampak strategi yang berbeda. Strategi yang terbaik adalah melakukan penetrasi pasar dan pengembangan produk. perusahaan yang memiliki kinerja yang baik cenderung mengadakan konsentrasi. mengembangkan produk baru. Strategi yang mewakili strategi ini adalah strategi intensif dan integratif seperti Market Penetration. Strategi Pertumbuhan melalui Konsentrasi dan Diversifikasi Ada dua strategi dasar dari pertumbuhan pada tingkat korporat. menambahn kualitas produk atau jasa. 2.28 Berdasarkan Gambar 4. Posisi perusahaan yang berada pada sel VI. baik dalam penjualan. II dan IV disebut Growth and Build (tumbuh dan bina). Growth Strategy (Strategi Pertumbuhan) Strategi pertumbuhan dirancang untuk mencapai pertumbuhan. profit. atau kombinasi ketiganya. Berdasarkan penelitian. c. V dan VII disebut dengan Hold and Maitain (pertahankan dan pelihara). Posisi perusahaan yang berada pada sel I. 1. Forward Intergation dan Horizontal Intergration. Penjelasan secara detail mengenai kesembilan strategi yang terdapat pada sembilan sel matriks IE tersebut diatas.

Jika perusahaan tersebut berada dalam industri yang sangat atraktif (sel 2). 4. maka strategi yang diterapkan adalah konsolidasi (sel 5). Hal ini merupakan strategi utama untuk perusahaan yang memiliki posisi kompetitif pasar yang kuat (high market share) dalam industri yang berdaya tarik tinggi. maka perusahaan harus meminimalkan biaya dan operasi yang tidak efisien untuk mengontrol kualitas. 5. 5. Perusahaan yang berada pada sel ini dapat memperluas pasar. Konsentrasi melalui Integrasi Vertikal (Sel 1) Pertumbuhan melalui konsentrasi dapat dicapai melalui integrasi vertikal dengan cara bakward integration (mengambil alih fungsi supplier) atau dengan cara forward integration (mengambil alih fungsi distributor). 7 dan 8. Diversifikasi Konsentris (Sel 7) Strategi pertumbuhan melalui diversifikasi umumnya dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki kondisi competitive position sangat kuat tetapi daya tarik industrinya sangat rendah. Konsentrasi melalui Integrasi Horizontal (Sel 2 dan 5) Strategi pertumbuhan melalui intergrasi horizontal adalah suatu kegiatan untuk memperluas perusahaan dengan cara membangun di lokasi yang lain dan meningkatkan jenis produk serta jasa. Agar dapat meningkatkan kekuatan bisnisnya atau posisi kompetitifnya. 2. Strategi ini bertujuan untuk menghindari kehilangan penjualan dan kehilangan profit. 3.29 agar dapat meningkatkan kinerjanya. serta distribusi produk. Contoh strategi pertumbuhan adalah sel 1. tujuannya adalah untuk meningkatkan penjualan dan profit dengan cara memanfaatkan keuntungan economics of scale baik di produksi maupun pemasaran. Sedangkan apabila perusahaan berada dalam moderate attractive industry. fasilitas produksi dan teknologi melalui pengembangan internal maupun eksternal dengan melalui akuisisi atau joint ventures dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Perusahaan tersebut berusaha memanfaatkan kekuatannya untuk membuat produk baru secara efisien .

30 karena perusahaan ini sudah memiliki kemampuan manufaktur dan pemasaran yang baik. Tekanan strategi ini lebih pada sinergi finansial daripada product market sinergy (Rangkuti.7. Untuk itu strategi diversifikasi konglomerat sangat diperlukan. Tetapi pada saat perusahaan tersebut mencapai tahap matang. 2005). 2005). 2005). model ini memposisikan kekuatan dan kelemahan perusahaan. Matriks SWOT Keseluruhan evaluasi kekuatan. sedangkan secara eksternal. 6. Secara internal. perusahaan yang hanya memiliki competitive position rata-rata cenderung akan menurun kinerjanya. kelemahan. Kerangka ini digunakan untuk membangun dan mengoperasikan atau mengimplementasikan informasi-informasi dari analisis situasi baik internal dan eksternal. analasis ini mengidentifikasi peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan (Rangkuti. 3. Diversifikasi Konglomerat (Sel 8) Strategi pertumbuhan melalui kegiatan bisnis yang tidak saling berhubungan dapat dilakukan jika perusahaan menghadapi competitive position yang tidak begitu kuat (average) dan nilai daya tarik industrinya sangat rendah. Model SWOT menyediakan sebuah struktur untuk memadukan antara apa yang saat ini yang dapat dilakukan (strength) dan yang tidak dapat dilakukan (weaknesses) perusahaan dan perkembangan apa yang terjadi pada lingkungan yang menguntungkan (opportunity) dan yang menghambat (threat) (Rangkuti. Analisis SWOT merupakan sebuah model yang dapat mengarahkan dan berperan sebagai katalisator dalam proses perencanaan strategis. peluang dan ancaman dinamakan analisis SWOT. Kondisi ini menyebabkan perusahaan tersebut melakukan usahanya ke dalam perusahaan lain. Unsur-unsur SWOT tersebut meliputi: S (Strength) : Mengacu kepada keunggulan kompetitif dan kompetisi lainnya yang dapat mempengaruhi perusahaan pada pasar. .

Matriks SWOT (Rangkuti. IFE. yaitu : 1. namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan. Hasil dari analisis SWOT adalah strategi alternatif berdasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang. matriks SWOT menghasilkan empat set kemungkinan strategi alternatif. EFE dan matriks IE. Faktor Internal STRENGHTS (S) Daftar Kekuatan Internal STRATEGI S-O Strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang STRATEGI S-T Strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman WEAKNESSES (W) Daftar Kelemahan Internal STRATEGI W-O Strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang STRATEGI W-T Strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman Faktor Eksternal OPPORTUNITIES (O) Daftar Peluang Eksternal THREATS (T) Daftar Ancaman Eksternal Gambar 4. Strategi S-O Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Analsis SWOT menggunakan informasi dan data yang diperoleh dari analisis lingkungan perusahaan dengan didukung analisis strategi pemasaran yang dijalankan perusahaan. : Berhubungan dengan penghalang atau kondisi yang dapat menghalangi organisasi dalam mencapai tujuannya. .31 W (Weaknesses) : Hambatan yang membatasi yang pilihan-pilihan menguntungkan pada yang pengembangan strategi perusahaan. 2005) Berdasarkan gambar 4. O (Opportunities) : Menyediakan T (Threats) kondisi membatasi penghalang.

32

2. Strategi S-T Strategi ini menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal. 3. Strategi W-O Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. 4. Strategi W-T Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada, serta menghindari ancaman. Analisis SWOT akan memberikan arah, pilihan dan pengembangan perusahaan sehingga diperoleh strategi yang tepat bagi perusahaan. BERBAGAI PELUANG 3. Mendukung strategi turn-around KELEMAHAN INTERNAL 4. Mendukung strategi defensif 1. Mendukung strategi agresif KEKUATAN INTERNAL 2. Mendukung strategi diversifikasi

BERBAGAI ANCAMAN Gambar 5. Analisis SWOT (Rangkuti, 2005) Keterangan : Kuadran 1 : Pada kuadran 1 merupakan situasi yang sangat menguntungkan bagi perusahaan karena perusahaan memiliki peluang dan kekuatan yang dapat dimanfaatkan sekaligus. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy). Kuadran 2 : Pada kuadran 2, perusahaan menghadapi berbagai ancaman namun masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi

33

yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk atau pasar). Kuadran 3 : Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi perusahaan pun menghadapi beberapa kendala atau kelemahan internal. Fokus strategi perusahaan pada kuadran 3 adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik. Kuadran 4 : Pada kuadran 4, perusahaan mengalami situasi yang sangat tidak menguntungkan karena perusahaan menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal. 3.8. Matriks QSPM Matriks QSPM merupakan alat analisis yang digunakan dalam tahap keputusan. QSPM menggunakan masukan dari matriks IFE dan EFE pada tahap input, serta matriks IE dan SWOT pada tahap pencocokan untuk memutuskan strategi mana yang terbaik. Strategi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pihak manajemen perusahaan dalam penetapan kebijakan strategi untuk pengembangan usaha. Setelah berhasil mengembangkan sejumlah strategi alternatif, perusahaan harus mampu mengevaluasi dan kemudian memilih strategi terbaik yang paling cocok dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan dengan menggunakan QSPM. Ada enam langkah yang perlu harus diikuti untuk membuat matriks QSPM, yaitu : a. Menuliskan daftar peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan. b. Berikan bobot untuk masing-masing peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan. Bobot ini harus identik dengan rata-rata bobot yang dihasilkan pada matriks IFE dan EFE. c. Tuliskan strategi alternatif yang akan dievaluasi. d. Apabila faktor yang bersangkutan ada pengaruhnya terhadap strategi yang sedang dipertimbangkan, berikan nilai Attractiveness Score (AS) yang dimulai dari 1 (tidak dapat diterima), 2 (mungkin dapat diterima), 3 (kemungkinan besar dapat diterima) dan 4 (dapat diterima). Sedangkan

34

apabila tidak ada pengaruhnya terhadap strategi alternatif yang sedang dipertimbangkan, jangan berikan nilai AS. e. Kalikan nilai bobot dengan nilai AS. f. Hitung nilai totalnya (Total Attractiveness Score atau TAS). Strategi alternatif yang memiliki nilai total terbesar merupakan strategi yang paling baik dan sebaiknya dijadikan strategi alternatif dengan prioritas penerapan utama. Ilustrasi QSPM dapat dilihat dalam Tabel 5. Tabel 5. Matriks QSPM Faktor Kunci Bobot Strategi I AS TAS Strategi alternatif Strategi II Strategi ke-n AS TAS AS TAS

Peluang : Ancaman : Kekuatan : Kelemahan : Total Sumber : David, 2004

Pada tahun 1966. Namun. Bantuan dana pun . jumlah pelanggan tercatat sekitar 7.IV.000 Sambungan Langganan (SL) dengan tingkat kehilangan air mencapai 50 persen. Gambaran Umum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor 4. pada tahun 1967 sumber air ditambah dengan mengambil dari mata air Bantar Kambing melalui reservoir Cipaku. Sumber mata air Kota Batu ini merupakan cikal bakal keberadaan PDAM Kota Bogor dan dimulainya pelayanan air minum di Kota Bogor. rencana ini terhambat masalah pendanaan karena untuk memasang pipa transmisi dibutuhkan dana investasi yang cukup besar.1. Untuk menambah kembali kapasitas air. Persentase kehilangan air tersebut akibat kurang baiknya mutu pipa dinas (meter air) dan kondisi pipa distribusi yang sudah tua.1. Saat itulah mulai dirasakan adanya kekurangan air minum. Sejarah dan Perkembangan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Kota Bogor telah mempunyai sistem pelayanan air minum sejak tahun 1918. Jumlah penduduk Kota Bogor yang semakin meningkat telah membuat pelayanan air minum di kota hujan ini mengalami perkembangan. Nama perusahaan air minum pada waktu itu adalah Gemeente Waterleiding Buitenzorg yang memanfaatkan sumber mata air Kota Batu sebagai sumber air utama dengan kapasitas produksi sebanyak 70 liter per detik. Melihat kondisi tersebut.1. maka dilakukan survei dan perencanaan strategis untuk meningkatkan pelayanan dan pengembangan kapasitas jumlah air bersih. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. yang dibangun oleh pemerintah Belanda. Pada tahun 1935 untuk mencukupi kebutuhan penduduk Kota Bogor dilakukan penambahan kapasitas air sebanyak 30 liter per detik yang berasal dari sumber air Kebon Salada (milik PAM DKI Jaya).

mata air Bantar Kambing. Empat sumber air tersebut adalah mata air Kota Batu.130 liter per detik berasal dari empat sumber air utama. 300/HK. PDAM Kota Bogor pada tahun 1988 mulai melakukan studi kelayakan dengan berencana memanfaatkan air permukaan sebagai sumber air lainnya. berupa hibah dengan nama proyek Colombo Plan. Selanjutnya.736. mata air Tangkil dan sungai Cisadane (WTP Cipaku dan WTP Dekeng). maka pada tanggal 3 Juli 1975 dilakukan penghentian atau pemutusan atas koneksi pipa PAM DKI Jaya. Kemudian pada tahun 1973. Bentuk bantuan yang diperoleh berupa pipa dan aksesorisnya. Dengan penambahan sumber air tersebut. Pada tanggal 31 Maret 1977 dikeluarkan Peraturan Daerah No.449.000 atau US$2.36 diperoleh dari pemerintah Australia. Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Nomor 011. perencanaan dan supervise dengan nilai total bantuan sebesar A$1. Sumber air bakunya memanfaatkan air sungai Cisadane. dilakukan kembali penambahan kapasitas air melalui sumber mata air Tangkil.456. melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No. Modal dasar perusahaan terdiri dari kekayaan daerah yang berasal dari kekayaan perusahaan air minum pada waktu kedudukannya sebagai Dinas Daerah. maka nama PDAM Kota Bogor berubah menjadi PDAM Tirta Pakuan Kota . Proyek seluruhnya dilakukan oleh Valentine Laurie and Davies Consulting Engineers dari Sydney. Dengan berfungsinya tambahan kapasitas produksi tersebut. Australia.45-75 Tahun 2002 tanggal 29 April 2002 tentang penetapan logo baru PDAM Kota Bogor dan penambahan nama Tirta Pakuan. 5 Tahun 1977 yang menyatakan perubahan status Dinas Daerah menjadi Perusahaan Daerah.011/SK/1977. feasibility study. kapasitas produksi air meningkat yang pada awal tahun 2007 mencapai 1. PDAM Kota Bogor mulai didirikan. PDAM berhasil menambah kapasitas produksinya dengan membangun Instalasi Pengelolaan Air (IPA) dengan instalasi atau Water Treatment Plant (WTP) yang berlokasi di Cipaku dan Dekeng.

Visi dan Misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Visi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah mejadi perusahaan terdepan di bidang pelayanan air minum.2.37 Bogor. efektif dan tepat guna sehingga produk dan kinerja yang dihasilkan dapat dipasarkan dalam jangkauan masyarakat pelanggannya dengan memperhatikan undang-undang perlindungan konsumen. Menyelenggarakan sistem pelayanan air minum yang unggul berkesinambungan memenuhi mutu yang berlaku untuk menjamin tercapainya kepuasan pelayanan kepada pelanggan. Adapun penjabaran misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai berikut : 1. 5. 2. 4. Mengembangkan penelitian dan kegiatan inovatif serta peningkatan SDM yang dapat menopang tuntutan pertumbuhan . 3. Salah satunya adalah penerapan manajemen melalui sistem informasi yang ditunjang dengan komputerisasi. jaringan terpadu yang mampu melaksanakan pemantauan di semua bagian dan otomatisasi semua data administrasi dan penagihan pelanggan secara cepat dan tepat.1. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan misi dan tujuan perusahaan. 4. Mewujudkan penyelenggaraan perusahaan milik daerah yang dapat menunjang otonomi daerah secara maksimal. Mengembangkan bidang usaha sistem pelayanan air minum yang efisien. aspek manajemen dan aspek kewirausahaan dalam penyelenggaraan sistem pelayanan yang berorientasi pada manfaat dan perlindungan sumber daya lingkungan. Menyelesaikan aspek teknik. Misinya yaitu memberikan kepuasan pelayanan air minum secara berkesinambungan kepada masyarakat sesuai standar kesehatan yang ada dengan mempertimbangkan keterjangkauan masyarakat dan berperan sebagai penunjang otonomi daerah serta meningkatkan sumber daya manusia secara maksimal.

1.3. tugas dan tanggung jawab serta peranan masing-masing antara dewan direksi. perusahaan dan pembangunan nasional pada 4. Fungsi sosial.38 kebutuhan umumnya. Tugas Pokok dan Fungsi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai BUMD milik Pemerintah Kota Bogor mempunyai tugas pokok sebagai berikut : 1. yaitu untuk meningkatkan kemampuan pelayanan dan memenuhi kewajiban-kewajiban lainnya dengan cara pengelolaan perusahaan secara sehat berdasarkan asas ekonomi perusahaan. 2. Secara garis besar PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mempunyai dua fungsi. kepala bagian. Fungsi ekonomi. Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Struktur organisasi adalah salah satu hal yang penting dalam perusahaan karena dengan adanya struktur organisasi akan dapat diketahui dengan jelas hubungan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor didukung oleh tiga direksi. 2. Dalam menjalankan tugas pelayanan air minum. Sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Bogor. 35 kepala sub bagian dan 423 orang tenaga pelaksana. II Bogor No. 4. yaitu : 1.1. adil dan merata. yaitu dapat memenuhi kebutuhan semua lapisan masyarakat dengan memberlakukan tarif air minum yang disesuaikan dengan kondisi dan fungsi tempat pelanggan serta adanya pelanggan yang tersubsidi. Strukur organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor disusun berdasarkan Surat Keputusan Walikota KDH tk. .4. 72 tahun 2004 tanggal 30 Desember 2004. Bagan struktur organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Lampiran 1. kepala sub bagian dan tenaga pelaksana. 10 orang kepala bagian. Memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Bogor secara memadai. serta berkesinambungan.

Aspek SDM SDM adalah aspek yang penting bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena merupakan salah satu faktor internal perusahaan yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Jumlah karyawan berdasarkan status karyawan Status Karyawan Jumlah Persentase Karyawan (%) 1. Analisis Lingkungan Internal Identifikasi faktor internal perusahaan bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan.82 4. calon karyawan sebanyak 10 orang. 4. 2006.39 4. keuangan. Status karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dibagi menjadi empat yaitu karyawan tetap PDAM sebanyak 369 orang. Untuk itu Bagian SDM memiliki peranan penting dalam pengembangan manusia yang berkualitas dan profesional di bidangnya. antara lain sumber daya manusia. terdiri dari 234 orang karyawan di bagian umum dan 237 orang di bagian teknik.13 3.1. Karyawan Kontrak 18 orang 3. Outsourcing 74 orang 15. karyawan kontrak sebanyak 18 orang dan karyawan outsourcing sebanyak 74 orang yang meliputi call center.2. Faktor-faktor internal yang dimiliki perusahaan dapat dikelompokkan menjadi empat bagian. Jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan status karyawannya dapat dilihat pada Tabel 6. Jumlah karyawan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sebanyak 471 orang.34 2.2. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus selalu memperhatikan kondisi sumber daya manusia yang dimilikinya untuk menjaga kestabilan dan pertumbuhan perusahaan. cleaning service. pekerja kebocoran dan satpam. . serta pemasaran. Karyawan tetap PDAM 369 orang 78. produksi dan operasi. Tabel 6.71 Jumlah 471 orang 100 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Calon Karyawan PDAM 10 orang 2.

55 5. Hal ini dikarenakan masih terdapat kekurangan karyawan dibagian tertentu dan penempatan posisi atau kerja karyawan sesuai dengan latar belakang pendidikan belum secara tepat. Jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan tingkat pendidikannya dapat dilihat pada Tabel 7. S1. Hal ini akan mendukung dalam pencapaian kinerja perusahaan yang baik.55 Jumlah 471 orang 100 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. SLTA 244 orang 51. sampai S2 yang sebagian besar karyawannya berpendidikan SLTA yaitu sebanyak 244 orang. Pengukuran kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tentang pedoman penilaian kinerja PDAM. Berdasarkan Tabel 6 dan 7.53 3. Jumlah karyawan berdasarkan tingkat pendidikan Tingkat Pendidikan Jumlah Karyawan Persentase (%) 1.40 SDM PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang ada belum diberdayakan secara optimal. Kinerja PDAM Tirta .56 2. S2 12 orang 2. SD 78 orang 16. SLTA.01 6. D3 12 orang 2. Dengan meningkatnya pengetahuan dan motivasi kerja karyawan terhadap perusahaan maka sistem organisasi dalam perusahaan dapat berjalan sesuai dengan prosedur.80 4. Tingkat pendidikan karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor beragam mulai dari SD. S1 66 orang 14. dapat diketahui bahwa di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang menjadi dominan adalah karyawan tetap dan mayoritas karyawannya berpendidikan SLTA. 2006. SLTP 59 orang 12. Hal ini mengindikasikan bahwa pelatihan bagi karyawan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi kerja karyawan terhadap perusahaan. Pengadaan program-program pelatihan dan pengembangan karyawan dilakukan berdasarkan kebutuhan dari masing-masing bagian dalam perusahaan dengan biaya tersendiri yang khusus dikeluarkan untuk program pelatihan. SLTP. D3. Tabel 7.

hibah dari Negara Belanda dan bantuan Colombo Plan. modal Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Barat. Permodalan merupakan sarana penting dalam melakukan usaha. Aspek Keuangan Perusahaan yang dikelola baik oleh pemerintah maupun swasta. Dalam hal kesejahteraan karyawan. modal Pemerintah Daerah Kodya Tingkat II Kota Bogor. asuransi tunjangan hari tua dengan Jamsostek dan pemberian kompensasi berdasarkan prestasi. sejumlah kompensasi lainnya pun diberikan.2. Sebesar 55 persen dari modal PDAM Tirta Pakuan Kota bogor merupakan penyertaan modal Pemerintah Daerah Kota Bogor. seperti program cek kesehatan dan pemberian bantuan Rawat Inap melalui kerjasama dengan Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) dan Karya Bhakti. tunjangan koordinasi. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pun memperhatikan kesehatan karyawannya dengan menyediakan fasilitas klinik kesehatan dan program kesehatan lainnya. Pemberian kompensasi ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja karyawannya. 4. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memberikan gaji berdasarkan golongan dan pemberian gaji terendah disesuaikan dengan upah minimum regional dari pemerintah. Kegiatan operasional PDAM dibiayai dari pendapatan perusahaan. Pengukuran kinerja dilakukan dengan tiga aspek penilaian yaitu keuangan operasional dan administrasi. Sumber pendapatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terdiri dari sumber internal dan eksternal. tunjangan kehadiran. bantuan modal Pemerintah Pusat. Selain itu. Modal yang didapat PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berasal dari modal Pemerintah Pusat. tidak terlepas dari permodalan. Sumber pendapatan internal berasal dari pendapatan air dan pendapatan non air seperti . tunjangan pengganti lembur.41 Pakuan Kota Bogor tahun 2006 masuk dalam klasifikasi baik. seperti adanya tunjangan jabatan.2. tunjangan pengganti pulsa. Pengukuran kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tahun 2006 dapat dilihat pada Lampiran 2.

940.24 persen pada tahun 2006.429.291 10.590 64. Perkembangan laba rugi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dari tahun 2004 dengan tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel 8.836. beban hutang yang relatif besar menjadi kendala bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena semakin banyak kewajiban .625 86.003) Beban tak Langsung Usaha Laba Usaha 5.42 pelanggaran.175.355 32. Tabel 8.479) (27.282.445) (26.263.811.445. 2006.145 37.324) (24. pemasangan baru dan pendapatan atas jasa bank yang keseluruhannya bersifat rutin. Marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor cukup baik dimana saat ini perusahaan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.819) Pajak (1.730.625 Laba Sebelum Pajak (3.48 % 15.296) 519. marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus mengalami peningkatan hingga mencapai 16.425) (20.806 Marjin Laba 11.878) (2.326) Laba Bersih 3.203.965 6.380.235 8.770 Beban Langsung (17.096) Usaha 26. Perkembangan Laba Rugi pada Tahun 2004-2006 Dalam Ribuan Rupiah Uraian 2004 2005 2006 Pendapatan 44.674 Laba Kotor Usaha (21.674.950.954 Usaha 5. denda.427.666 10.531 7.405.080.655.600 53. Persentase tersebut cukup baik karena masuk dalam kisaran tingkat marjin laba yang wajar yaitu antara 16 persen sampai kurang dari sama dengan 20 persen berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999.469.223. Namun.232.671 Laba (Rugi) diluar (123. Sedangkan sumber pendapatan eksternal meliputi investasi pihak ketiga dan penyertaan pemerintah daerah.569. Berdasarkan tabel di atas. Dalam faktor finansial tentu saja aspek laba tidak dapat dikesampingkan karena tujuan didirikan suatu perusahaan baik oleh pemerintah maupun swasta adalah untuk memperoleh laba.36 % 16.626.357 5.342.488. Modal yang ada saat ini pun digunakan untuk membiayai operasional dan aktivitas-aktivitas perusahaan.24 % Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

912 5.193 Lancar Kewajiban 23.352 7.513 Pasiva : Kewajiban 6.654 Jangka Panjang Kewajiban Lain4.117 .488 Aktiva Lain-lain 4. Mata air ♦ Mata air Kota Batu dengan kapasitas terpasang 70 liter per detik.942 9. Sumber air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berasal dari dua sumber utama.472 67.825 67.60 persen pada tahun 2005 tetapi hutang lancar dan hutang lain-lainnya mengalami peningkatan sehingga beban hutang terus meningkat.187 82.121 11.624 76.624 76.207 Cadangan Jumlah Pasiva 58.753 7.181 63. Tabel 9.928 3.43 yang harus diselesaikan oleh perusahaan.102 34.626 22. 2005 9.530 Jumlah Aktiva 58.920 4. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan penyedia tunggal air minum di Kota Bogor yang memiliki empat sumber air utama yang airnya akan diolah dan kemudian didistribusikan kepada pelanggan.372 82.677 29.472 67.252 9.3.470 4.495 Aktiva Tetap 46.032 57. Walaupun hutang jangka panjang mengalami penurunan sebesar 11. Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 9.392 26.945 23.181 63.902 62. Aspek Produksi dan Operasi Aspek produksi dan operasi berhubungan dengan aktivitas mengubah masukan atau input menjadi bentuk produk akhir agar dapat dipergunakan atau dikonsumsi oleh konsumen.230 5. Hasil usaha perusahaan belum mampu melunasi hutang tepat waktu dan memenuhi investasi aktiva tetap yang diperlukan.223 8.513 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.884 26.102 23. 2006. Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Dalam Jutaan Rupiah Pos-pos 2001 2002 2003 2004 Aktiva : Aktiva Lancar 7.883 10. yaitu : a.117 13.512 6.626 9.579 25.2.039 52.459 lain Modal dan 23. 4.

kondisi tersebut tidak mengakibatkan kapasitas produksi air menurun karena didukung oleh sumber air baku yang melimpah dari air permukaan yaitu sungai Cisadane. kapasitas produksi pada mata air mengalami penurunan rata-rata sebanyak 7 liter per detik yaitu pada mata air Kota Batu. Mata air Bantar 170 158 150 Turun Kambing 3. IPA Cipaku 240 268 272 Naik 5. Penurunan kapasitas produksi yang berasal dari sumber mata air dikarenakan debit air pada sumber mata air mengalami penurunan dan bahkan dari tahun ke tahun semakin menurun. Mata air Tangkil 170 112 107 Turun 4. ♦ WTP Dekeng dengan kapasitas terpasang 400 liter per detik. Evaluasi Kondisi Produksi Air pada Tahun 2006 Dalam liter per detik Kapasitas No. Berdasarkan data tahun 2006. mata air Bantar Kambing dan mata air Tangkil. Evaluasi kondisi produksi air tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel 10. Pasang Produksi 2005 2006 1. Tabel 10. Sumber air baku yang melimpah menjadikan kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.176 Naik Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Namun.168 1. IPA Dekeng 400 570 593 Naik Jumlah 1. Sehingga kapasitas produksi dari sumber sungai Cisadane . Sungai Cisadane ♦ WTP Cipaku dengan kapasitas terpasang 240 liter pe detik. ♦ Mata air Tangkil dengan kapasitas terpasang 170 liter per detik b.44 ♦ Mata air Bantar Kambing dengan kapasitas terpasang 170 liter per detik. Sedangkan untuk sumber air baku yang berasal dari sungai Cisadane merupakan sumber yang sangat potensial karena air baku sungai Cisadane yang melimpah. Mata air Kota Batu 70 61 54 Turun 2.670 1. 2006. Sumber Lokasi Ket.

Tahap kedua adalah tahap . Komponen PAC terdiri dari appreance.45 terus meningkat dan dapat menutupi kekurangan pasokan air dari sumber mata air. Tahap koagulasi atau pengadukan cepat (flash mixing) merupakan tahap awal dari pengolahan air baku. sulphate. tahap sedimentasi. Kualitas air baku yang baik menjadi kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.5. specific grafity. Khusus sumber mata air Tangkil diberikan penambahan soda Ash (alkali) untuk menaikkan pH sehingga sesuai dengan pH standar air minum yaitu 6. Tahap ini bertujuan untuk mencampurkan koagulan PAC (Poli Alumunium Chlorida) dengan air baku secara merata. Kotoran yang tidak tergumpal pada tahap koagulasi akan dihilangkan pada tahap selanjutnya. tahap flokulasi. Kualitas air baku sungai Cisadane baik sesuai dengan standar kesehatan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. Fe. Proses pengolahan lengkap terdiri dari enam tahap yaitu tahap koagulasi. Air baku dari sungai Cisadane perlu mendapat pengolahan yang dimulai dari intake yaitu titik pengambilan air baku di sungai.5-8. Diagram alir pengolahan lengkap dapat dilihat pada Lampiran 4. basicity. Air baku dari intake akan disalurkan melalui pipa trasmisi masuk ke dalam WTP. chroride. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan pengolahan air menjadi air minum sesuai dengan standar kesehatan. Pengolahan air baku yang dilakukan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan proses pengolahan lengkap. tahap filtrasi dan tahap desinfektan. Sedangkan jika dilihat dari segi biologis dikhawatirkan terdapat bakteri yang dapat menimbulkan penyakit sehingga perlu ditambahankan desinfektan. tahap aerasi. Air yang bersumber dari mata air memiliki kualitas yang cukup baik dan memenuhi standar air minum jika dilihat dari segi fisik dan kimia. Bagan sistem penyediaan air minum dapat dilihat pada Lampiran 3. cepat dan sempurna sehingga kotoran dapat digumpalkan menjadi flok. Al2O3.

Terakhir adalah tahap desinfektan dengan melakukan pendosisan gas klor untuk membunuh bakteri. Selanjutnya. pengujian meter air dan mobil penanggulangan kebocoran. Tahap desinfektan dilakukan pada kontak basin yaitu tempat penampungan sementara air bersih setelah pengolahan yang kemudian akan dimasukkan ke dalam reservoir yaitu penampungan air bersih sebagai pengaturan pendistribusian kepada pelanggan. Kemudian dilanjutkan pada tahap aerasi. Selain itu. Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Logictic Information System (LIS). Employee Information System (EIS). tahap filtrasi yang dilakukan untuk mengurangi sisa-sisa flok yang masih terbawa setelah tahap sedimentasi dan merupakan tahap penurunan kekeruhan yang terakhir. Penggunaan gas klor sebagai desinfektan bertujuan untuk menghindari adanya endapan. Adapun fasilitas penunjang lainnya berupa laboratorium penguji kualitas air. bau dan kekeruhan. Tahap ketiga adalah tahap sedimentasi yang bertujuan untuk mengendapkan partikel-partikel yang sudah mengumpal menjadi flok sehingga beban filter menjadi ringan. yaitu pengikatan oksigen (O2) untuk mengurangi kadar karbondioksida yang terkandung pada air. Air bersih di reservoir dapat langsung didistribusikan kepada pelanggan melalui pipa-pipa distribusi. flok akan diendapkan dan air akan bergerak ke atas melalui sekat-sekat pada plant settler. Pada tahap ini digunakan pasir silica sebagai penyaring air sehingga air yang dihasilkan bersih.46 flokulasi yaitu pengadukan lambat. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pun memiliki bengkel pemeliharaan . dimana dalam flokulasi ini berlangsung proses terbentuknya penggumpalan flok yang lebih besar sehingga mudah mengendap. Pada tahap ini. Pengadukan tidak boleh terlalu cepat karena dapat memecahkan flok yang sudah terbentuk. sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer seperti sistem komputer terintegrasi yang terdiri dari Customer Information System (CIS).

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bukan menjual .462 32. Keseluruhan aktivitas tersebut tercakup dalam bauran pemasaran. Berdasarkan data tahun 2000 sampai 2005. Aspek Pemasaran Pemasaran merupakan aktivitas yang berhubungan dengan pemberian sarana yang dapat digunakan oleh pembeli untuk membeli produk dan mempengaruhi calon pembeli untuk membeli. yaitu : 1. Bauran pemasaran atau marketing mix dalam pemasaran terdiri dari empat komponen.46 2001 8.770 30.858 31. promosi. 2006. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi menjadi salah satu kelemahan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.136 31. Tingkat kehilangan air tahun 2000-2005 dapat dilihat pada Tabel 11.79 2004 11.4.2. Keanekaragaman Produk Produk utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah air.47 yang memadai dan adanya sistem komputerisasi yang diperuntukkan untuk memelihara saluran pipa dinas dan induk sebagai upaya untuk menghindari terjadinya kerusakan dan kebocoran yang dapat mengakibatkan kehilangan air. tenaga penjual. Sedangkan pemeliharaan pipa persil (setelah meter) menjadi tanggung jawab pelanggan.056 30.90 2002 9. Persentase tersebut cukup tinggi karena jauh menyimpang dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah yaitu sebesar 25 persen. seperti iklan.50 2003 10. persentase kehilangan air dalam pendistribusian air kepada pelanggan mencapai kisaran 30 persen. penetapan kuota dan penetapan harga. Namun. Produk Analisis lingkungan internal pada bagian produk pada aspek pemasaran dapat dijelaskan sebagai berikut : a.57 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Tabel 11.973 30.46 2005 11. Tingkat Kehilangan Air pada Tahun 2000-2005 Tahun Kehilangan Air (m³) Persentase (%) 2000 7. 4.

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. air bersih dan air baku dapat dilihat pada Lampiran 5. Dengan adanya parameter tersebut maka air baku dan air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan air yang berkualitas dan sesuai dengan standar kesehatan. Daftar persyaratan kualitas air yang digunakan untuk air minum. Untuk menentukan kualitas air baku dan air minum. ZAMP berada di lima titik yaitu Perumahan Tirta Pakuan. Selain pendistribusian air bersih kepada pelanggan. Saat ini. perusahaan menggunakan parameter sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. . Oleh karena itu. Tidak semua PDAM di Indonesia dapat mengembangkan KASM dan ZAMP karena pendistribusian air harus 24 jam dengan tekanan air yang sesuai. Hal ini dilakukan untuk menghindari terkontaminasinya air oleh bakteri.48 air melainkan sebagai fasilitator untuk mengolah air baik yang bersumber dari mata air maupun air permukaan menjadi bersih dan kemudian didistribusikan kepada pelanggan. Balai Kota dan Kebun Raya. b. Adapun tujuan pengembangan ZAMP yaitu untuk mensosialisasikan kepada masyarakat Bogor bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan perusahaan air minum bukan perusahaan air bersih dan sebagai pilot project untuk mengembangkan proyek Kran Air Siap Minum (KASM). PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP sebagai kekuatan perusahaan. Kelurahan Tajur. Kualitas Produk Kualitas produk merupakan salah satu faktor yang menjadi perhatian PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memiliki Zone Air Minum Prima (ZAMP) yaitu ATM air dimana airnya dapat langsung diminum tanpa harus direbus terlebih dahulu.

Baru KOPPURNA Bank Jl. tes kualitas air dan pembelian air melalui mobil tangki. H. Siliwangi No. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menyediakan loket-loket pembayaran (Payment Point) yang tersebar di Kota Bogor dengan lokasi yang strategis dan mudah dijangkau. Pelayanan kepada Konsumen Pelayanan yang diberikan kepada konsumen mencakup memberikan menanggapi pembayaran. 14 Koperasi Tirta Jl. Hal tersebut bertujuan untuk mendekatkan diri dengan para pelanggan dan mengembangkan pelayanan terhadap pelanggan. Kapten Muslihat No. Pahlawan No. 115 A Bondongan Sanita Gg. Surya Kencana No. Loket pembayaran air PDAM Tirta Pakuan dapat dilihat pada Tabel 12. Kapten Muslihat No. Tabel 12. kebon Pedes No. 2 Cimanggu Jl. 17 Bank Lippo Jl. 121 Jl. Mawar. tutupan sementara atas permintaan pelanggan. Loket Pembayaran Air Lokasi Loket Alamat Loket Kantor PDAM Tirta Jl. 63 Bank Panin Jl. Siliwangi No. Dalam pelayanan pembayaran air. 2006. Juanda No. balik nama pelanggan. 2 Warung Jambu KPRI Beriman Jl. Soleh Iskandar atau Jl. 38 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Pakuan No. KH. Menteng no. 196 A Bank NISP Jl. Pesantren No. Ir. Gg.49 c. 2 Jl. Ruko A2/18 Bank BTPN Jl. Raya Padjajaran No. 13-15 Bank BTN Jl. Pengadilan no. Pandawa Raya. 121 Pakuan Bank Jabar Jl. Raya Tajur (Samping Megaswara) Bank BNI Jl. Raya Padjajaran No. 52 Bank Mandiri Jl. informasi pengaduan Adapun yang dari produk dibutuhkan konsumen layanan dan lainnya konsumen. pemindahan letak meter. 11-13 Jl. melayani seperti pemasangan baru. .

mutu pelayanan. Adapun penjelasan pola tersebut sebagai berikut : a. Tarif air per m³ untuk pelanggan niaga akan lebih tinggi daripada pelanggan rumah tangga. efisiensi pemakaian air. Tarif air per m³ untuk pelanggan rumah tangga B akan lebih tinggi daripada pelanggan rumah tangga A. tranparansi dan akuntabilitas. Besar tarif air per m³ yang semakin tinggi akan dikenakan pada pemakaian air yang semakin banyak (tarif progresif). . subsidi dari pelanggan mampu kepada pelanggan kurang mampu.50 2. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 1998 tentang pedoman penentuan tarif air minum. Dengan demikian. Harga Tarif air minum adalah harga air minum untuk setiap meter kubik (m³) yang harus dibayar oleh pelanggan. serta perlindungan air baku. b. Tarif air per m³ akan lebih tinggi pada pelanggan yang menggunakan air untuk kebutuhan komersial atau pelanggan yang memiliki kemampuan finansial tinggi. Perhitungan dan penetapan tarif air minum didasarkan pada keterjangkauan dan keadilan. Tarif air per m³ untuk pemakaian air 10 m³ pertama akan lebih rendah daripada tarif air per m³ untuk pemakaian air 10 m³ kedua dan seterusnya. Pola ini diterapkan agar terjadi subsidi silang. pemulihan biaya (full cost recovery). Sehingga memungkinkan untuk memperluas atau memperbanyak jumlah pelanggan karena pemanfaatan air menjadi lebih efisien. Pola ini diterapkan untuk mencegah pemborosan air oleh pelanggan karena pelanggan akan membayar harga air per m³ lebih tinggi untuk pemakaian air yang lebih banyak. masyarakat kurang mampu masih mendapat peluang untuk menjadi pelanggan PDAM. pola tarif air minum PDAM di Indonesia menggunakan perhitungan tarif progresif dan diskriminatif.

250 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor membagi zone pelayanan air menjadi .86 persen sedangkan terhadap total penduduk Kota Bogor mencapai 49. Cakupan pelayanan terhadap total penduduk daerah pelayanan sebesar 61. 6 Tahun 2006 Tanggal 26 Maret 2006 tentang tarif air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri. serta niaga dan industri. Kelompok Pelanggan 0-10m³ 11-20m³ >20m³ 1.150 3.250 2.500 4. II SK 450 700 1.900 6.600 3.050 IP 1. Bogor Barat dan Tanah Sareal. Tabel 13.500 7. Bogor Utara. rumah tangga.150 3. I SU 250 300 400 2. Jumlah pelanggan yang dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor per April 2007 sebanyak 73. Bogor Tengah. III RB 800 1.000 NB 3.100 RA 600 850 2.49 persen.51 Tarif pelayanan air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ditentukan berdasarkan Peraturan Walikota No. Pendistribusian air oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dilakukan dengan dua cara. Struktur Tarif Air Minum Pemakaian Air (Rp/m³) Golongan No. yaitu cara langsung dialirkan dengan gaya gravitasi karena sebagian besar daerah distribusi terletak di dataran yang lebih rendah dari fasilitas produksi dan dengan bantuan booster pump untuk daerah yang lebih tinggi. Bogor Timur. IV NK 2.800 4.800 3. Tempat atau Saluran Distribusi Daerah pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor meliputi wilayah Kota Bogor melalui sistem gravitasi yang mencakup lima kecamatan yaitu Bogor Selatan.500 RC 1. 2006. instansi pemerintah.250 4. Struktur tarif air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 13.950 5. 3.774 pelanggan yang terdiri dari kelompok sosial.

Baranangsiang. Bojongkerta. Mata air Kota Batu melayani pelanggan zone 6 (Kelurahan Loji. Tanah Sareal. Suka Resmi. Cibuluh. Katulampa. Sukasari. . Bantar Jati. Kartamaya. 2. Bondongan. Muara Sari. c. antara lain : a. Sukadamai. 14 persen melayani zone 2 (Perumda Cipaku) dan 86 persen untuk membantu melayani pelanggan zone 3 melalui reservoir Cipaku. Mulya Harja. Tajur dan sekitarnya) dan 47 persen lainnya untuk melayani pelanggan di zone 4 melalui reservoir Padjajaran. Tanah Baru. Pabaton. Kebon Kalapa. Mekar Wangi. Ciparigi. Sempur. Pasir jaya. Gudang. Gunung Batu. Curug dan Curug Mekar. Zone 4 meliputi daerah Babakan. Loji. 4 dan 6 yang daerah alirannya sebagai berikut : a. Kedung Badak. Paledang.52 lima zone yaitu zone 1. Sindangsari. Kedung Waringin. Lawang Gintung. Cilendek Barat. Panaragan. Pasir Kuda. b. Genteng dan Cipaku. e. Tegal Gundil. Kebon Pedes. Kedunghalang. Kelima zone tersebut mampu dialiri oleh beberapa sumber air utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. c. Zone 1 meliputi daerah Pakuan. Cimahpar. b. Rancamaya. Batu Tulis. d. Gunung Batu dan sekitarnya). Zone 6 meliputi daerah Cikaret. Mata air Tangkil 53 persen melayani pelanggan zone 1 (Kelurahan Katulampa. Tajur dan Bantar Kemang. Pasir Mulya dan Kota Batu. 3. Tegalega. Menteng. Cilendek Timur. Mata air Bantar Kambing. Ciluar. Cibadak. bahkan sewaktu-waktu juga membantu pengaliran di zone 3. Babakan Pasar. Zone 3 meliputi daerah Empang. Zone 2 meliputi daerah Ranggamekar. Kedung Jaya. Kayu Manis. Cibogor. Ciwaringin. Harjasari. Babakan Fakultas dan Mekar Jaya.

spanduk. seperti adanya kegiatan kampanye atau perlombaan yang peruntukkan bagi siswa-siswi sekolah. Sedangkan pelayanan air 24 jam hanya beberapa daerah yang mendapatkannya karena dilalui oleh beberapa zone distribusi. radio dan pelayanan melalui Customer Service. promosi harus tetap dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai upaya untuk mendekatkan perusahaan dengan masyarakat sehingga terjalin hubungan yang erat. tetapi belum mendapatkan pelayanan air karena diluar jaringan distribusi. 4. Sempur dan sekitarnya). e.53 d. Daerah potensial tersebut adalah daerah yang masuk ke dalam wilayah Kota Bogor. WTP Dekeng melayani pelanggan zone 4 (Kelurahan Babakan. Sarana promosi yang digunakan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor lebih pada kegiatan publisitas (publicity). 4. Walaupun begitu. Dalam hal pendistribusian air. Promosi Pada kenyataannya. Analisis Lingkungan Eksternal Identifikasi faktor lingkungan eksternal perusahaan merupakan langkah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman . WTP Cipaku melayani pelanggan zone 3 (Kelurahan Empang. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak perlu melakukan promosi karena masyarakat Kota Bogor pun telah mengetahui keberadaan perusahaan tanpa adanya promosi. Batu Tulis dan sekitarnya). tabloid Flows. brosur. mahasiswa dan masyarakat umum. Informasi yang dibutuhkan pelanggan dapat diperoleh melalui leafet. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih memiliki kelemahan yaitu masih adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi dan belum meratanya pelayanan air penuh 24 jam.3. telepon. Sumber air dan daerah pengaliran dapat dilihat pada Lampiran 6.

ekonomi. politik/hukum dan sosial/budaya (Kotler. Data April 2007. pelanggan. Harga 15 juta sampai 50 juta. Pembelian bahan atau barang yang diperlukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan pada : a. Perusahaan dan pihak pemasok memiliki kesepakatan bersama dalam penetapan harga dan mutu bahan atau barang.54 bagi perusahaan. dilakukanlah tender. teknologi. masyarakat.1. c. 2000). Penjelasan lingkungan eksternal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai berikut : 4.3. dilakukan pemilihan langsung pada tiga pemasok. dilakukan penunjukkan langsung. Lingkungan eksternal dibagi menjadi dua yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. sehingga pemasok tidak dapat menetapkannya secara sepihak. Harga di bawah 15 juta. Harga di atas 200 juta. jumlah pemasok bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 37 pemasok yang terdiri dari penyedia bahan kimia. perantara. Faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan mikro antara lain pemasok. Pemasok menyediakan sumber daya yang diperlukan oleh perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa. alam. Pemasok yang memiliki posisi kuat bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah PT Wapin dan PT Amaniaga . Pemasok Pemasok merupakan sebuah mata rantai penting dalam sistem penyerahan nilai kepada seluruh pelanggan dari sebuah perusahaan. penyedia barang cetakan dan barang teknik. d. Sedangkan lingkungan makro terdiri dari lingkungan demografi. Lingkungan Mikro Perusahaan Lingkungan mikro PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sebagai berikut : 1. Harga 50 juta sampai 200 juta. dapat dilakukan pembelian langsung tanpa SPK (Surat Perintah Kerja). b. pesaing.

Pelanggan Perusahaan harus mempelajari pasar pelanggan secara seksama karena setiap tipe pasar pelanggan mempunyai karakteristik yang berbeda. PT Wapin sebagai penyedia pipa-pipa dan PT Amaniaga Internusa sebagai penyedia bahan kimia PAC yang digunakan dalam pengolahan air baku. Kategori non niaga dibagi menjadi empat yaitu rumah tangga A (RA). yaitu sarana umum (SU) dan sarana khusus (SK). niaga dan khusus. Seperti halnya dengan pemasok. Oleh karena itu. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus bermitra secara efektif dengan pemasok dan perantara untuk mengoptimalkan kinerja seluruh sistem. non niaga. pemasok memiliki peran penting bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sehingga perusahaan dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan. Sehingga PDAM memiliki kewajiban pembayaran hutang dan bunganya kepada Bank Jabar. pada 2 tahun awal dibiayai oleh PDAM dan 3 tahun berikutnya. Perantara Perantara bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor lebih pada perantara keuangan yaitu perusahaan yang membantu dalam segi keuangan atau risiko yang diasuransikan sehubungan dengan pembelian atau penjualan barang. 2. bank merupakan salah satunya.55 Internusa. pembiayaan dilanjutkan oleh Bank Jabar. Kategori sarana sosial dibagi menjadi dua. Pembangunan yang dilakukan selama 5 tahun. Oleh karena itu. rumah tangga B (RB). Kategori pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terdiri dari sarana sosial. perantara pun membentuk komponen penting dalam sistem penyerahan nilai kepada pelanggan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menjalin kerjasama dengan Bank Jabar dalam pembangunan WTP Dekeng. rumah tangga C (RC) dan instansi pemerintah (IP). Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat . 3.

018 pelanggan kategori RA. 15. Sub Bidang Penyelenggara Air Minum Kategori Kota Besar dengan peringkat kedua. 2.774 pelanggan. b.56 memberikan peluang yang baik bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor guna meningkatkan pendapatannya. jumlah pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah berjumlah 73. Sebagai pembanding untuk PDAM daerah lain di . Penghargaan untuk Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum Cipta Karya.014 pelanggan kategori NK dan 1.786 pelanggan kategori RB. Pada April 2007. Pengklasifikasian pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Lampiran 7. Setiap pelanggan menuntut kualitas yang lebih tinggi dan pelayanan yang lebih baik. Penghargaan Citra Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Tingkat Propinsi Jawa Barat Tahun 2006 yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat di Bandung. Dengan prestasi tersebut.680 pelanggan kategori NB. 436 pelanggan kategori SK. 41. c. 310 pelanggan kategori IP. Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. penghargaan diberikan oleh Presiden RI tanggal 22 Desember 2006 di Istana Negara Jakarta. Kategori niaga dibagi menjadi dua yaitu kecil (NK) dan niaga besar (NB). banyak PDAM di daerah lain yang melakukan studi banding ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Penghargaan Citra Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Tingkat Nasional. kualitas air dan pelayanannya sudah dikategorikan baik. Penghargaan yang telah diraih PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor selama tahun 2006 adalah : a.835 pelanggan kategori RC. terdiri dari 695 pelanggan kategori SU. sedangkan kategori khusus yaitu untuk tangki air. 11. karena sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002 untuk kualitas air dan perolehan beberapa penghargaan dalam pemberian pelayanan.

tidak kalah pentingnya adalah masyarakat internal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor seperti dewan direksi. Wewenang tersebut menjadikan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. Bank BNI. kepala bagian. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus dapat mempertahankan pelayanannya. 5. kepala sub bagian dan karyawan pelaksana. 4. Oleh karena itu. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menjalin kerjasama dengan beberapa bank seperti Bank Jabar.2. Masyarakat pemerintah dalam lingkungan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor seperti Pemda dan DPRD memberikan dukungnya terhadap pengembangan PDAM. Pesaing PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dari Pemerintah Daerah dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat di Kota Bogor. yaitu : 1. Namun. Masyarakat Berbagai kelompok masyarakat juga termasuk dalam lingkungan perusahaan. Karena apabila karyawan merasa positif mengenai perusahaannya.57 Indonesia. Bank Mandiri dan Bank NISP baik dalam hal perolehan dana maupun bentuk kerjasama lainnya. Dengan demikian. 4. maka sikap ini akan mempengaruhi masyarakat luar. akan berdampak pada kemampuan perusahaan untuk mencapai sasarannya. Lingkungan Makro Perusahaan Lingkungan makro PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak memiliki pesaing.3. Bank sebagai masyarakat keuangan yang mempengaruhi suatu perusahaan untuk memperoleh dana. kecenderungan dan dan meningkatkan lagi kualitas dan . Lingkungan Demografi Lingkungan demografi berhubungan dengan kependudukan dengan berbagai karakteristik.

00.533 2004 831.083 2001 760. Jika dibandingkan dengan tahun 2004. Berdasarkan hasil registrasi penduduk akhir tahun 2005 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Bogor adalah sebanyak 855.83 persen. Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga Kota Bogor Tahun Jumlah Penduduk Jumlah Rumah Tangga 2000 714. Hal ini dikarenakan laju pertumbuhan penduduk dan rumah tangga yang cukup tinggi berdampak pada meningkatnya permintaan air. Begitupun dengan jumlah rumah tangga di Kota Bogor pada tahun 2005 yang mencapai 199. Tabel 14. 176.958 2003 820. terdiri dari 431. Pada tahun 2005.329 179. 2006.711 164.518.00 untuk pengeluaran .663 2002 789. data pendapatan yang akurat sulit diperoleh sehingga didekati melalui pengeluaran rumah tangga. 357. Jumlah penduduk dan rumah tangga Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 14. Meningkatnya jumlah penduduk dan rumah tangga di Kota Bogor memberikan peluang yang baik bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor untuk meningkatkan pendapatan.357 2005 855. Data mengenai populasi penduduk sangat penting karena populasi atau orang yang membentuk pasar. 2.223 jiwa penduduk perempuan.514 jiwa atau sebesar 2.085 jiwa.648 Sumber : BPS Kota Bogor. Namun. Pengeluaran untuk konsumsi makanan dan bukan makanan berkaitan erat dengan tingkat pendapatan masyarakat. terdiri dari Rp.085 199. Lingkungan Ekonomi Besarnya pendapatan yang diperoleh atau diterima rumah tangga dapat menggambarkan kesejahteraan suatu masyarakat. pengeluaran rata-rata perkapita sebulan masyarakat Kota Bogor adalah sebesar Rp.862 jiwa penduduk laki-laki dan 423.707 188.423 187.58 diferensiasinya.616.72 persen dari tahun 2004.648 atau meningkat sebesar 2.571 194. jumlah penduduk Kota Bogor telah bertambah sebanyak 23.

892.97 kali. Tabel 15.787 Piutang Air Rata-rata 5. walaupun saat ini belum tercapai stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan. aneka barang dan jasa.00 dan tingkat perputaran piutang langganan air tahun 2005 sebesar 39 hari menunjukkan bahwa modal yang tertanam pada piutang langganan tahun 2005 lebih cepat sepuluh hari dibandingkan tahun 2004. 2006. Efisiensi Penagihan Rekening Air Tahun 2004-2005 Dalam Ribuan Rupiah Uraian 2004 2005 Penjualan Air 40. Efisiensi penagihan tahun 2005 adalah sebesar 9.59 konsumsi makanan dan Rp. Penjualan air tahun 2005 sebesar Rp. Setelah kebutuhan pokok terpenuhi. Pada beberapa tahun sebelumnya.826.098.27 9.787.00 untuk pengeluaran konsumsi bukan makanan (BPS Kota Bogor.99 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Lebih besarnya pengeluaran konsumsi bukan makanan dibandingkan pengeluaran konsumsi makanan.191 47. hiburan dan lain-lain.621.23 Average Collection Period (hari) 49. dilanjutkan pada pemenuhan kebutuhan lainnya seperti perumahan. 181.700 Receivable turn Over (kali) 7. Dengan demikian. Hal ini terlihat dengan masih adanya beberapa sektor yang laju pertumbuhannya . mengindikasikan bahwa taraf hidup masyarakat Kota Bogor tinggi.47. masyarakat Kota Bogor memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum.179.52 38. 2006). pendidikan. Peningkatan tersebut disertai pula dengan efisiensi penagihan atau receivable turn over yaitu jumlah pendapatan penjualan air terhadap piutang air ratarata. Jumlah rekening air yang diterbitkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus meningkat.723 5. Efisiensi penagihan rekening air dari pelanggan tahun 2004 sampai tahun 2005 dapat dilihat pada Tabel 15.000. kondisi ekonomi Indonesia tidak stabil.826.24 kali atau mengalami kenaikan dari tahun 2004 sebesar 1.

Keempat sumber tersebut masih dapat . inflasi nasional mengalami kenaikan yang cukup tajam yaitu 17.40 persen. Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya harga minyak dunia dan kebijakan pemerintah mengenai pengurangan subsidi BBM.60 mengalami penurunan pada tahun 2005 seperti sektor pertanian. kenaikan harga BBM yang lebih dari 100 persen berdampak pada meningkatnya harga seluruh bahan kebutuhan pokok. Tingkat inflasi tahun 2006 adalah sebesar 6. Namun pada tahun 2005. barang non pokok dan juga jasa. Lingkungan Alam Lingkungan alam disekitar perusahaan berpengaruh terhadap kegiatan produksi dan operasi perusahaan. mata air Tangkil dan sungai Cisadane. Kenaikan harga BBM dan TDL menyebabkan meningkatnya biaya produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang akan mempengaruhi penetapan tarif air minum kepada pelanggan dan tingkat keuntungan perusahaan.go. sektor listrik. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dapat menjadi ancaman dalam menjalankan kegiatan usaha. kemudahaan untuk mendapatkan sumber air dan letak daerah berpengaruh terhadap proses pengolahan dan pendistribusian air.11 persen dibandingkan tahun 2004 yang hanya mencapai 6. gas dan air.id). Sejauh ini. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak memiliki kesulitan dalam mendapatkan sumber air. tarif dasar listrik pun mengalami kenaikan. karena memiliki empat sumber air yang terdiri dari mata air Kota Batu. Tingginya tingkat inflasi terutama dikarenakan kenaikan harga jual BBM.60 persen (www. Selain itu. 3. 2006). sektor pengangkutan dan komunikasi dan sektor jasa (BPS Kota Bogor. Salah satu indikator makro ekonomi yang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah adalah tingkat inflasi. mata air Bantar Kambing. Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Pada bulan Oktober 2005.bi.

lingkungan hidup dan ekonomi. Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. mendukung kegiatan pengolahan dan pendistribusian air karena wilayah pendistribusian air dipilih melalui sistem gravitasi sehingga tidak perlu dilalukan pemompanaan air yang akan dapat meningkatkan biaya operasional. UU No. terutama pada teknologi pengolahan produk yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer seperti sistem komputer terintegrasi. LIS dan EIS yang mampu melaksanakan pemantauan di semua bagian dan otomatisasi semua data administrasi dan penagihan pelanggan secara cepat dan tepat. Tindak lanjut dari penjabaran UU No. 4.61 mencukupi kebutuhan air masyarakat Kota Bogor. Lingkungan Politik / Hukum Arah. 7 tahun 2004 merupakan perlindungan peraturan terhadap perundangan kepentingan yang kelompok memberikan masyarakat ekonomi lemah dengan menerapkan prinsip pengelolaan sumber daya air yang mampu menyelaraskan fungsi sosial. Lingkungan Teknologi Teknologi industri berkembang sangat cepat. kebijakan dan stabilitas politik pemerintah merupakan faktor penting yang harus diperhatikan perusahaan. teknologi yang terus berkembang memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. Selain itu Bogor yang letaknya berada di daerah pegunungan. Dengan demikian. 5. pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2004 tentang sumber daya air. Sistem tersebut terdiri dari CIS. 7 . Proses pengolahan air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan teknologi semi modern dan pengolahan lengkap (manual). Dalam hal pemanfaatan sumber daya air.

rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air dapat menjadi ancaman bagi PDAM. jumlah pelanggan kelompok niaga PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 3. Oleh karena itu. mencuci kendaraan dengan air langsung dari kran dan anak-anak yang bermain dengan alat penyemprot air.395 atau meningkat sebesar 11. Laju pertumbuhan sektor niaga memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota karena meningkatkan jumlah pelanggan yang berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan PDAM. Hal ini dikarenakan PDAM merupakan perusahaan air minum milik daerah yang melayani daerah tersebut. Hal ini dikarenakan masih adanya pemborosan air yang dilakukan oleh pelanggan seperti membiarkan air meluap dari bak mandi. . Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM karena merupakan salah satu sumber pendapatan daerah. Lingkungan Sosial / Budaya Kondisi sosial masyarakat selalu berubah-ubah. Namun. Sedangkan DPRD sebagai suatu lembaga yang mengatur penetapan peraturan berpengaruh terhadap kegiatan dan kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun berdampak pada berkembangnya sektor niaga karena adanya peningkatan kebutuhan masyarakat seperti makanan. Pada tahun 2005. pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2005 tentang pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM). sehingga perusahaan harus tanggap terhadap perubahan tersebut. minuman dan pakaian. Pemborosan air mengakibatkan pemanfaatan air menjadi tidak efisien. 6. peningkatan jumlah pelanggan tidak diimbangi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. aspek politik Pemda dan DPRD sangat kuat. Namun.27 persen. Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.62 tahun 2004.

operasional dan administrasi.4. Marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada tahun 2006 mencapai 16. Keuntungan yang wajar adalah batas kewajaran tingkat keuntungan yang dapat ditorelansi dalam penyelenggaraan penyediaan air minum dan sanitasi dalam jangka waktu tertentu. kelemahan. struktur satuan pengendalian intern PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor baik pengendalian organisasi dan kepegawaian.4. Setelah faktor-faktor tersebut diidentifikasi akan menghasilkan berbagai alternatif strategi yang kemudian dipilih strategi yang terbaik. Persentase tersebut cukup baik karena masuk dalam kisaran tingkat marjin laba yang wajar. Kekuatan Kekuatan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1. yaitu antara 16 persen sampai kurang dari sama . 4. Peluang dan Ancaman Kekuatan. peluang dan ancaman diidentifikasi berdasarkan hasil analisis lingkungan internal perusahaan dan analisis lingkungan eksternal perusahaan. Kelemahan. Selain itu. Pada tahun 2006.24 persen. Marjin laba yang cukup baik Tujuan didirikannya suatu perusahaan adalah untuk memperoleh laba. keuangan maupun pengawasan sudah terbentuk.63 4. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai perusahaan daerah pun memiliki tujuan tersebut tetapi memperoleh keuntungan yang wajar. sehingga segala kegiatan dan pelaksanaan tugas berpedoman pada ketentuan yang ada. Dengan adanya pengendalian tersebut maka sistem organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat berjalan sesuai dengan prosedur. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Sistem organisasi yang berjalan sesuai dengan prosedur akan mendukung pencapaian kinerja perusahaan yang baik.1. Identifikasi Kekuatan. kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masuk dalam klasifikasi baik dengan tiga aspek penilaian yaitu keuangan. 2.

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat Kota Bogor walaupun setiap tahun pelanggan PDAM terus bertambah. Kualitas air baku diukur dengan menggunakan parameter berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. Tidak semua PDAM dapat . 6. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat di Kota Bogor. 4. 3. Dengan sumber air baku yang melimpah. Marjin laba yang terus meningkat dapat menambah pendapatan PDAM untuk membiayai kegiatan operasional dan melunasi kewajiban perusahaan. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ditunjuk sebagai pilot project untuk mengembangkan proyek Kran Air Siap Minum (KASM). Sumber air baku yang melimpah Berdasarkan data tahun 2005 dan 2006. Air baku diambil pada hulu sungai Cisadane yang memiliki kualitas air baku yang baik. kapasitas produksi dari IPA Cipaku dan IPA Dekeng mengalami peningkatan. Dengan adanya parameter tersebut maka air baku PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan air yang berkualitas dan sesuai dengan standar kesehatan. Zone Air Minum Prima (ZAMP) merupakan salah satu pengembangan proyek KASM. 5. Kualitas air baku yang baik Air permukaan yang dijadikan sebagai sumber air adalah sungai Cisadane. Hal ini menunjukkan bahwa sungai Cisadane sebagai sumbernya memiliki air baku yang melimpah atau berlebih.64 dengan 20 persen. karena tidak ada perusahaan lain yang mendapatkan wewenang tersebut. Dengan wewenang tersebut menjadikan PDAM sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor.

4. Hal tersebut dapat menghambat jalannya kegiatan dan aktivitas PDAM karena SDMmerupakan aspek penting bagi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. kelebihan SDM tersebut belum diberdayakan secara optimal karena masih saja terdapat kekurangan karyawan dibagian tertentu seperti dibagian sumber. Current ratio yaitu rasio aktiva lancar terhadap kewajiban lancar mengalami penurunan sebesar 14.924 orang. PDAM Medan dan PDAM Kota Bogor. pengolahan dan laboratorium.65 menjalankan pengembangan proyek tersebut.38 persen dibandingkan tahun 2004. Namun. Acid test ratio pada tahun 2005 . Beban hutang yang relatif besar Beban hutang yang relatif besar menyebabkan semakin banyak kewajiban yang harus diselesaikan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. saat ini hanya tiga PDAM yang ditunjuk yaitu PDAM Malang.2. 2. Dilihat dari rasio keuangan jangka pendek seperti current ratio dan acid test ratio terjadi penurunan dari tahun 2004 ke tahun 2005. penempatan kerja atau posisi sesuai dengan latar belakang pendidikan belum secara tepat. Beban hutang yang bertambah dikarenakan kenaikan kewajiban lancar dan kewajiban lainnya. Selain itu.4. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Berdasarkan perhitungan rasio karyawan pada tahun 2006 dengan jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebanyak 471 orang dan jumlah pelanggan sebanyak 72. Kelemahan Kelemahan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1. terdapat kelebihan karyawan sebanyak 33 orang. Hal ini dikarenakan adanya penurunan aktiva lancar dan kenaikan kewajiban lancar. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP menjadikan kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Hal tersebut pun membatasi ruang gerak PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam memanfaatkan pihak luar untuk kebutuhan pengembangan.260. Sehingga likuiditas tahun 2005 kurang baik. mata air Bantar Kambing sebanyak 8 liter per detik dan mata air Tangkil sebanyak 5 liter per detik.000. Penurunan rata-rata sebanyak 7 liter per detik dari ketiga sumber mata air tersebut dikarenakan debit air pada sumber mata air mengalami penurunan. 4. Penurunan debit air pada sumber mata air Berdasarkan data tahun 2005 dan 2006. beda hal dengan sumber mata air yang dapat langsung didistribusikan kepada pelanggan tanpa proses pengolahan. Walaupun begitu banyak daerah lain yang hanya dilalui oleh satu zone distribusi sehingga apabila terdapat masalah pada zone distribusi tersebut maka air tidak akan mengalir. 3. Namun.00. Kelurahan Tajur.000. Hal ini dikarenakan daerah tersebut dilalui oleh lebih dari satu zone distribusi sehingga apabila terdapat masalah pada zone distribusi yang satu maka zone distribusi yang lain dapat menggantikan. Penurunan tersebut dapat diantisipasi dari sumber air baku di sungai Cisadane. terjadi penurunan kapasitas produksi yang berasal dari sumber mata air yaitu pada mata air Kota Batu sebanyak 7 liter per detik. terjadi peningkatan biaya produksi karena air baku dari sungai Cisadane harus melalui pengolahan terlebih dahulu. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Titik yang terdapat ZAMP seperti Perumahan Tirta Pakuan.67 persen dibandingkan dengan tahun 2004. Balai Kota dan Kebun Raya merupakan daerah yang telah mendapatkan pelayanan air 24 jam penuh.027.66 mengalami penurunan sebesar 15. karena jumlah kewajiban lancar sebesar Rp.9.944.13.00 tidak terpenuhi dengan aktiva lancar tanpa persedian sebesar Rp.863. . PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

4. begitu pula yang dialami PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. antara lain : 1. Peluang Peluang yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. . 4. Kehilangan air merupakan kerugian bagi PDAM karena dapat mengurangi pendapatan perusahaan. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi Berdasarkan hasil registrasi penduduk akhir tahun 2005 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Bogor adalah sebanyak 855.648 atau meningkat sebesar 2. Persentase tersebut cukup tinggi karena jauh menyimpang dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah yaitu sebesar 25 persen. jumlah penduduk Kota Bogor telah bertambah sebanyak 23. Namun. daerah tersebut telah dilayani oleh PDAM Kabupaten Bogor. daerah tersebut masih ada yang berada diluar jaringan distribusi karena sebelum perluasan.67 5. Jika dibandingkan dengan tahun 2004.3.83 persen. Laju pertumbuhan penduduk. Berdasarkan data tahun 2000 sampai 2005. pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor telah mencapai 76 persen dan jaringan pipa distribusi sudah menjangkau hampir seluruh wilayah Kota Bogor.514 jiwa atau sebesar 2. persentase kehilangan air dari proses pengolahan sampai pendistribusian kepada pelanggan mencapai kisaran 30 persen.085 jiwa.72 persen dari tahun 2004. Begitupun dengan jumlah rumah tangga di Kota Bogor pada tahun 2005 yang mencapai 199. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Sebelum perluasan Kota Bogor. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi Kehilangan air merupakan masalah utama bagi semua PDAM di Indonesia. Dengan adanya perluasan Kota Bogor maka ada pertambahan daerah pelayanan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. 6.

rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota karena berdampak pada meningkatnya permintaan air yang akan berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan PDAM. jumlah pelanggan kelompok niaga PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 3. menengah. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat merupakan perwujudan dari fungsi sosial PDAM yaitu dapat memenuhi kebutuhan semua lapisan masyarakat dengan memberlakukan tarif air minum yang disesuaikan dengan kondisi dan fungsi tempat pelanggan serta adanya pelanggan yang tersubsidi. Pada tahun 2005. Hal ini merupakan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena mengindikasikan bahwa masyarakat Kota Bogor memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum. maupun bawah. Efisiensi penagihan rekening air yang cukup tinggi Pengeluaran rata-rata perkapita sebulan masyarakat Kota Bogor tahun 2005 adalah sebesar Rp. Hal ini mengindikasikan bahwa taraf hidup masyarakat Kota Bogor cukup tinggi artinya masyarakat Kota Bogor tidak hanya mengalokasikan pendapatannya untuk kebutuhan pokok tetapi juga kesadaran untuk pemenuhan kebutuhan lainnya sudah cukup tinggi.00 dengan pengeluaran yang lebih besar pada konsumsi bukan makanan sebesar Rp.395 atau meningkat sebesar 11. Pada tahun 2005.098. 181. efisiensi penagihan atau receivable turn over yaitu . Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Air merupakan kebutuhan penting bagi manusia. Laju pertumbuhan penduduk.00.616. 3.27 persen. tanpa air manusia tidak dapat melangsungkan kehidupannya. 2. 357.68 Meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun berdampak pula pada berkembangnya sektor niaga. Sebagian besar pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah rumah tangga yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat baik golongan atas.

Oleh karena itu.24 kali atau mengalami kenaikan sebesar 1. Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan perusahaan air minum milik daerah yang melayani konsumsi air minum masyarakat Kota Bogor. Teknologi yang terus berkembang Proses pengolahan air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan teknologi semi modern dan pengolahan lengkap (manual).69 jumlah pendapatan penjualan air terhadap piutang air rata-rata adalah sebesar 9. 5. Efisiensi penagihan yang cukup tinggi menunjukkan kemampuan pelanggan untuk membayar air. pelanggan memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum. Sebesar 55 persen dari modal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan penyertaan modal Pemerintah Daerah dan untuk DPRD yang mengatur peraturan daerah seperti pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM). sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer. Teknologi yang terus berkembang memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. Dukungan tersebut dibutuhkan dalam pengembangan PDAM guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. peraturan pelayanan.97 dan tingkat perputaran piutang langganan air tahun sebesar 39 hari atau lebih cepat sepuluh hari dibandingkan tahun 2004. serta mengenai hak dan kewajiban PDAM dan pelanggan. Sebagai perusahaan daerah. PDAM sangat didukung oleh Pemda dan DPRD karena sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. 4. .

didukung pula dengan kualitas air yang baik sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. Pada tahun 2007 pun telah terjadi penyesuaian tarif. Dengan prestasi tersebut.11 persen dibandingkan tahun 2004 yang hanya mencapai 6. tarif dasar listrik pun mengalami kenaikan.40 persen.70 6. inflasi nasional mengalami kenaikan yang cukup tajam yaitu 17. 4. Pada tahun 2005. 2.4. Kenaikan tarif air minum akan dapat mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap air. Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Kebijakan pemerintah mengenai pengurangan subsidi BBM dan kenaikan tarif dasar listrik berpengaruh terhadap biaya . Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Saat ini stabilitas ekonomi nasional belum tercapai secara keseluruhan. banyak PDAM daerah lain di Indonesia yang melakukan studi banding ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Kenaikan harga BBM dan TDL menyebabkan meningkatnya biaya produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang akan mempengaruhi penetapan tarif air minum kepada pelanggan. Tingginya tingkat inflasi terutama dikarenakan kenaikan harga jual BBM. bukan hanya BBM yang mengalami kenaikan. Selain itu.4. Selain itu. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya penghargaan dari Presiden selama empat tahun berturut-turut dan penghargaan citra pelayanan prima untuk penilaian pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Pembanding untuk PDAM di daerah lain PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan masyarakat sangat memperhatikan aspek pelayanannya guna memuaskan pelanggan. Ancaman Ancaman yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1.

45. tahap pencocokan yang meliputi matriks IE dan matriks SWOT.39.00 atau meningkat sebesar 16. Perumusan strategi dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahap masukan yang meliputi matriks IFE dan matriks EFE. Kenaikan harga BBM terkait pula dengan meningkatnya harga minyak dunia.576.060. barang non pokok dan juga jasa yang berakibat pada meningkat biaya produksi dan operasional PDAM. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. Matriks IFE disusun berdasarkan hasil identifikasi dari kondisi lingkungan internal perusahaan berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Pemborosan air menyebabkan pemanfaatan air tidak efisien yang akan berpengaruh terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.924. tahap selanjutnya adalah perumusan strategi. Kekuatan yang dimiliki perusahaan yaitu sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur.71 produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Berdasarkan data tahun 2005. karena masih adanya pemborosan air yang dilakukan oleh pelanggan rumah tangga.68 persen dibandingkan dengan tahun 2004.5. 3.128. Matriks IFE Matriks IFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar peranan faktor-faktor internal yang terdapat pada perusahaan. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Kesadaran masyarakat dalam penggunaan air masih rendah. serta tahap pengambilan keputusan dengan menggunakan matriks QSPM.5.00. yaitu sebesar Rp.212. tercatat biaya usaha sebesar Rp. marjin laba yang cukup baik.069. 4. Formulasi Alternatif Strategi Perusahaan Setelah menganalisis dan mengidentifikasi kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan. 4. sumber air baku yang . Kenaikan tersebut berdampak pada meningkatnya harga seluruh bahan kebutuhan pokok.1.

000 2.092 0.183 0.078 0.257 0. maka perhitungan pada matriks IFE dapat dilihat pada Tabel 16.077 0.184 0. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah Bobot Rating Skor Terbobot 0.072 0.235 0.186 0.192 0.67 2. kualitas air baku yang baik dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP. Skor tertinggi menunjukkan faktor kekuatan tersebut .849 Berdasarkan matriks IFE menunjukkan bahwa faktor kekuatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang memiliki skor tertinggi adalah sistem organisasi dapat berjalan sesuai dengan prosedur sebesar 0.72 melimpah.00 0. beban hutang hutang yang relatif besar.248 0. Marjin laba yang cukup baik 3. Sedangkan kelemahan yang ada pada perusahaan adalah sumber daya manusia yang belum diberdayakan secara optimal.101 0.67 2.078 3. tingkat kehilangan air cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi. Penurunan debit air pada sumber mata air 5.00 2. Berdasarkan hasil identifikasi faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan.33 2. Tabel 16.097 0.080 0. pelayanan air belum mencapai 24 jam secara merata.078 0.33 3.261 0. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2.277 2.080 0. penurunan debit air pada sumber mata air.33 3.092 1. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4.00 3.33 3. Sumber air baku yang melimpah 5.259 0.33 3.265 0. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.074 0. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1.303 0. Kualitas air baku yang baik 6. Matriks IFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Faktor Strategi Internal Kekuatan 1.303.33 3.00 0. Beban hutang yang relatif besar 3.

235. Secara keseluruhan.248 dan 0.849. Skor sebesar 0.259. Kelemahan utama yang dimiliki oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah beban hutang yang relatif besar dengan skor 0. total nilai skor terbobot dari enam kekuatan dan enam kelemahan pada matriks IFE adalah sebesar 2. Dengan demikian. Kualitas air baku yang baik dengan menggunakan parameter analisa berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002 dengan skor sebesar 0.192 adalah penurunan debit air pada sumber mata air. Sumber air baku yang melimpah dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP mendapatkan skor untuk masing-masing sebesar 0. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi merupakan faktor kelemahan dengan skor tertinggi sebesar 0. Marjin laba yang cukup baik mendapatkan skor sebesar 0. Untuk sumber mata air sulit untuk meningkatkan debit airnya bahkan dari tahun ke tahun semakin menurun.73 mempunyai pengaruh yang besar bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam pengembangan PDAM. Hasil usaha perusahaan belum mampu melunasi hutang tepat waktu dan memenuhi investasi aktiva tetap yang diperlukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.183. Berdasarkan total nilai terbobot tersebut dapat disimpulkan bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berada .186.265 dan dengan skor 0.257. Kelemahan perusahaan lainnya adalah sumber daya manusia yang belum diberdayakan secara optimal dengan skor sebesar 0. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata dengan skor sebesar 0.184.277.261 adalah penyedia tunggal air minum di Kota Bogor karena hanya PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang diberikan wewenang oleh Pemerintah Daerah dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat Kota Bogor.50. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi diakibatkan kurang baiknya kondisi meter air dan kebocoran pipa dengan skor 0. kondisi internal perusahaan berada di atas nilai rata-rata yaitu 2.

229 0. Matriks EFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Faktor Strategis Eksternal Peluang 1.74 pada posisi kuat dalam memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan cukup mampu untuk mengatasi kelemahan.102 0. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6.259 0. 4. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1.00 2.364 0. Meningkatnya biaya produsi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3.340 0.67 3. Berdasarkan hasil identifikasi faktor peluang dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 17.67 Peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah laju pertumbuhan penduduk. Matriks EFE Matriks EFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor eksternal yang dihadapi oleh perusahaan.285 0.33 2.116 1.33 1.00 3.00 3. efisiensi penagihan rekening air cukup .137 0. Hasil identifikasi dari kondisi lingkungan eksternal diperoleh enam peluang dan tiga ancaman.086 0.139 0.216 0. pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat.000 3.417 0.086 0. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi 2. Teknologi yang terus berkembang 5.704 0.309 2. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4. Tabel 17.5. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3.076 0. Matriks IFE disusun berdasarkan hasil identifikasi dari kondisi lingkungan eksternal perusahaan berupa peluang dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.130 0.67 2.33 3.2. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah Bobot Rating Skor Terbobot 0. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi.130 0. Laju pertumbuhan penduduk.285 0.

Pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. Berdasarkan tabel matriks EFE.417. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM. Terakhir. Skor tertinggi menunjukkan bahwa dukungan dari Pemda dan DPRD merupakan peluang besar bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air dengan skor sebesar 0.309.340. peluang yang dapat dimanfaatkan perusahaan adalah laju pertumbuhan penduduk. Sedangkan ancaman yang harus dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi. peluang utama bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dengan skor tertinggi sebesar 0. Skor sebesar 0.229. pembanding untuk PDAM di daerah lain. Faktor ancaman tersebut berdampak pada terjadinya penyesuaian tarif air minum yang dilakukan oleh PDAM dan penurunan daya beli masyarakat.285. teknologi yang terus berkembang. Teknologi yang terus berkembang dengan skor 0.259 adalah meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL. karena tanpa adanya dukungan dari keduanya mungkin pengembangan PDAM dapat terhambat. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi dengan skor 0. Faktor ancaman utama bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi dengan skor sebesar 0.364 adalah efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi yang menunjukkan perputaran piutang air langganan.75 tinggi. Ancaman tersebut menyebabkan pemanfaatan air tidak efisien yang akan berpengaruh .216. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat dan pembanding untuk PDAM di daerah lain mendapatkan skor yang sama yaitu sebesar 0. Dengan skor sebesar 0.

5. Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Hasil analisis faktor internal menggunakan matriks IFE diperoleh total nilai skor terbobot sebesar 2.00 Rendah VII VIII IX 1. total nilai skor terbobot dari enam peluang dan tiga ancaman pada matriks EFE adalah sebesar 2.849.00 3.704 Rata-rata IV V VI 2. Sedangkan hasil .76 terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.00 Tinggi I II III SKOR TOTAL EFE 3.00 2. Matriks IE Matriks IE disusun berdasarkan hasil analisis faktor internal dan faktor eksternal yang digabungkan dari matriks IFE dan matriks EFE.50.00 2.00 Gambar 6. SKOR TOTAL IFE Kuat 4. Berdasarkan total nilai terbobot tersebut dapat disimpulkan bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mampu merespon lingkungan eksternal perusahaan dengan memanfaatkan peluang yang dimiliki perusahaan untuk menghadapi ancaman.849 Rata-rata 2. Secara keseluruhan.00 Lemah 1. Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Gambar 6.704 atau berada di atas nilai rata-rata yaitu 2.3. 4.

Strategi terbaik yang dapat dilakukan adalah strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. 4. adalah sebagai berikut : 1. strategi W-O dan strategi W-T. meliputi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan serta peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. Matriks SWOT Matriks SWOT disusun berdasarkan hasil identifikasi faktor internal dan faktor eksternal perusahaan.704.5.77 analisis faktor eksternal menggunakan matriks EFE diperoleh total nilai skor terbobot sebesar 2. Strategi yang dapat diambil pada posisi sel tersebut adalah Strategi Hold and Maintain (Pertahankan dan Pelihara). Strategi S-O yang dihasilkan adalah melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan. Strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT dapat dilihat pada Tabel 18.4. strategi S-T. Penjelasan yang lebih rinci mengenai strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT. Matriks SWOT dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategi yaitu strategi S-O. rumah tangga dan sektor . Kekuatan yang berupa sumber air baku yang melimpah dan kualitas air baku yang baik serta peluang yang berupa laju pertumbuhan penduduk. Strategi ini dilakukan dengan menggunakan kekuatan internal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dan memanfaatkan peluang yang ada. Berdasarkan total nilai skor terbobot dari matiks IFE dan EFE tersebut menempatkan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada sel V dalam matriks IE. Pemaduan faktor internal dan eksternal perusahaan dalam matriks SWOT akan menghasilkan beberapa alternatif strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan. Strategi S-O (Strenghts-Opportunity) Strategi S-O adalah strategi yang menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Strategi ini dilakukan untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas SDM. 2. Strategi W-O yang dihasilkan adalah penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. Pemda dan DPRD yang sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dan pembanding untuk PDAM di daearah lain menjadikan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih mendapatkan kepercayaan untuk memperoleh dana-dana dari pihak ketiga. Untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan tersebut diperlukan suatu pendanaan yang besar. Kelemahan yang ada berupa sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal. pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata. tingkat kehilangan air yang cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi. Peluang perusahaan yang ada dapat dimanfaatkan untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan perusahaan. teknologi yang terus berkembang dapat . Perusahaan dapat melakukan pengembangan usaha secara maksimal dengan kekuatan perusahaan sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor serta peluangnya berupa Pemda dan DPRD yang sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM. sehingga perusahaan memerlukan penambahan modal dari investasi pihak ketiga. Strategi W-O (Weaknesses-Opportunities) Strategi W-O adalah strategi yang mengatasi atau meminimalkan kelemahan yang dimiliki perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada diluar perusahaan. Dengan adanya penambahan modal.78 niaga yang cukup tinggi serta pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat mendukung penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru.

Kekuatan yang dimiliki adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur. Strategi S-T yang dihasilkan adalah meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. penyesuaian tersebut pun harus disertai dengan peningkatan kualitas pelayanan air minum. Strategi ini diambil sebagai tanggapan atas kelemahan yang dimiliki perusahaan yaitu penurunan debit air pada . 4. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar. Oleh karena itu. Pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. Strategi ini diambil berdasarkan kekuatan yang dimiliki dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. 3. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar. Strategi W-T (Weaknesses-Threaths) Strategi W-T adalah strategi yang meminimalkan kualitas pelayanan yang dapat memuaskan kelemahan internal perusahaan dan menghindari ancaman.79 dimanfaatkan. Dengan kekuatan tersebut dapat mendukung peningkatan pelanggan. Ancaman yang berupa kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL dapat mengakibatkan terjadinya penyesuaian atau kenaikan tarif air minum. marjin laba yang cukup baik. Strategi S-T (Strenghts-Threaths) Strategi S-T adalah strategi yang menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengatasi ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. Strategi W-T yang dihasilkan adalah : 1.

Strategi ini diambil berdasarkan kelemahan yang dimiliki perusahaan berupa beban hutang yang relatif besar dan ancaman yang dihadapi perusahaan yaitu kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL. dengan sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat menyadari pentingnya air bagi kehidupan sehingga dapat memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya. . 2. Pemanfaatan air yang tidak efisien akan berpengaruh terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena ketersediaan air berkurang. Efisien dilakukan sebagai upaya untuk meminimalkan pengaruh kenaikan biaya tersebut terhadap penyesuaian tarif air minum. Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasional dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. Sedangkan penggunaan dana cermat dan tepat dilaksanakan untuk memprioritaskan kegiatan atau aktivitas perusahaan yang dianggap penting untuk dilakukan terlebih dahulu sehingga penggunaan dana tepat pada sasaran.80 sumber mata air dan tingkat kehilangan air yang cukup tinggi serta ancaman yang dihadapi perusahaan berupa rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. Oleh karena itu.

Marjin laba yang cukup baik 3. T1 dan T2 Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Meningkatkan kualitas SDM Faktor Internal Faktor Eksternal Peluang : 1. Teknologi yang terus berkembang 5. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. S5. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6. W3. Laju pertumbuhan penduduk. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi 6. Penambahan kapasitas produksi b. O1. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. Menjalin kerjasama dengan pihak luar. O5 dan O6 Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat : a. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2.81 Tabel 18. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Strategi S-O S3. Meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi b. Matriks SWOT PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Kekuatan : 1. Sumber air baku yang melimpah 5. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman : 1. W5. rumah tangga dan industri yang cukup tinggi 2. W6. . T1 dan T2 Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan : a. Berorientasi terhadap pelaksanaan KRAM dan ZAMP Kelemahan : 1. Efisiensi penagihan rekening air yang tinggi 4. O2 dan O5 Melakukan pengembangan usaha secara maksimal guna meningkatkan pendapatan perusahaan melalui : a. S4. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 3. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Strategi W-O W1. S6. S3. S2. Beban hutang yang relatif besar 3. Memperluas jaringan distribusi c. Kualitas air baku yang baik 6. W6 dan T3 Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar. O3. Mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan c. Sambungan pelanggan baru Strategi S-T S1. W2. Melakukan inovasi produk b. Meningkatnya biaya operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 2. O4. Strategi W-T W4.

yaitu : 1. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar. Kebijakan pemerintah mengenai kenaikan harga BBM dan TDL berdampak pada meningkatnya biaya produksi dan operasional perusahaan sehingga . Berdasarkan hasil analisis matriks QSPM pada Lampiran 14 diperoleh prioritas strategi yang paling tepat untuk dilakukan oleh perusahaan.5. Berdasarkan alternatif strategi yang diperingkatkan diatas didapatkan bahwa strategi yang paling menarik untuk dilakukan oleh perusahaan adalah strategi dengan nilai TAS tertinggi sebesar 6. Melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan dengan nilai TAS sebesar 6.5.386. 3. memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan nilai TAS sebesar 6. 5.715. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar dengan nilai TAS sebesar 5.652. 2. Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat dengan nilai TAS sebesar 6. Matriks QSPM Tahap akhir dari analisis formulasi strategi adalah tahap pengambilan keputusan yaitu pemilihan strategi terbaik menurut prioritas dengan menggunakan matriks QSPM. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar dengan nilai TAS sebesar 6.82 4. Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. 4.444.661 yaitu meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk.661.

83 terjadi penyesuaian tarif air minum. pelanggan juga menuntut adanya peningkatan kualitas pelayanan yang lebih baik. Oleh karena itu. perusahaan harus meningkatkan kualitas pelayanan air minum untuk kepuasan pelanggan karena dengan adanya kenaikan tarif air minum. .

Kelemahan yang dimiliki perusahaan adalah sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal. b. Hasil identifikasi lingkungan internal yang merupakan kekuatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur. teknologi yang terus berkembang. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi. beban hutang yang relatif besar. pelayanan air minum yang belum mencapai 24 jam secara merata. efisiensi penagihan rekening air yang cukup tinggi. sumber air baku yang melimpah. serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. yaitu: a. Hasil identifikasi lingkungan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Ancaman yang dihadapi oleh perusahaan adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi. yaitu melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna . tingkat kehilangan air yang cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan ditribusi. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya. Berdasarkan analisis matriks SWOT diperoleh lima alternatif strategi. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dan pembanding untuk PDAM didaerah lain. pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat. maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut : 1. 2. meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL. marjin laba yang cukup baik. penurunan debit air pada sumber mata air. kualitas air baku yang baik dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor.KESIMPULAN DAN SARAN 1. Hasil identifikasi lingkungan eksternal yang merupakan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah laju pertumbuhan penduduk.

prioritas strategi yang dapat dilakukan perusahaan adalah meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. 3. memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor perlu menargetkan perluasan KASM dan ZAMP pada seluruh zone distribusi dan penyediaan mobil tangki air minum untuk mensuplai daerah yang belum terdapat jaringan distribusi sebagai upaya meningkatkan nilai kualitas pelayanan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor diharapkan dapat memperluas daerah serapan air serta terus melakukan penghijauan dan pelestarian dengan cara penanaman pohon disekitar sumber mata air dan daerah aliran . 3. melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar dan melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor perlu meningkatkan pelayanan air 24 jam agar air selalu tersedia setiap saat dan mengurangi kemungkinan terjadinya pencemaran dari luar apabila terjadi kebocoran pipa.85 meningkatkan pendapatan perusahaan. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar dengan nilai TAS sebesar 6. penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. Berdasarkan hasil analisis matriks QSPM. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat memberikan reward kepada pelanggan yang membayar air pertama kali dan yang tidak pernah terlambat membayar sebagai penghargaan dan guna memberikan citra baik perusahaan kepada pelanggan. yaitu : 1. 2. 2.661. Saran Saran-saran yang dapat diberikan kepada PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. 4. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar.

maupun pada semua zone ditribusi. pengolahan dan laboratorium serta memberikan pendidikan yang lebih tinggi dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus terus melaksanakan kegiatan pengawasan kualitas air minum yang diselenggarakan secara berkesinambungan berupa pengamatan lapangan secara langsung dan pengambilan sampel air baik air baku. 5. 7.86 sungai (DAS) guna mempertahankan dan meningkatkan debit air atau pasokan dari sumber-sumber air tersebut. 6. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat mencoba menerapkan teknologi baru dalam pengolahan air baku yang disebut mikro hidrologi dengan sedimentasi dan turbulasi untuk meminimalkan biaya bahan kimia dan listrik. . PDAM Tirta Pakuan perlu untuk melakukan penambahan karyawan terutama untuk bagian sumber. sumber mata air.

DAFTAR PUSTAKA

Arsanti, R. I. 2005. Analisis Formulasi Strategi Perusahaan Pada PT Hero Supermarket, Tbk. Skripsi pada Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.Bogor. Badan Pusat Statistik Jawa Barat. 2006. Jawa Barat Dalam Angka 2006. Badan Pusat Statistik Jawa Barat, Bandung. Badan Pusat Statistik Kota Bogor. 2004. Kota Bogor Dalam Angka 2004. Badan Pusat Statistik Kota Bogor, Bogor. . 2006. Kota Bogor Dalam Angka 2006. Badan Pusat Statistik Kota Bogor, Bogor. David, F. R. 2004. Manajemen Startegis. Edisi 7. PT Indeks, Jakarta. Dirgantoro, C. 2001. Manajemen Stratejik : Konsep, Kasus, dan Implementasi. PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta. Kotler, P. 2000. Manajemen Pemasaran Edisi Millenium (Jilid I). Prenhallindo, Jakarta. dan Gary A. 1997. Dasar-dasar Pemasaran (Jilid 1). Edisi 7. Terjemahan. Perhallindo, Jakarta. Rangkuti, F. 2003. Analisis SWOT : Tehnik Membedah Kasus Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. . 2005. Analisis SWOT : Tehnik Membedah Kasus Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Saladin, D. 2004. Manajemen Pemasaran : Analisis, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian. Linda Karya, Bandung. Kamillah, A. Analisis Strategi Perusahaan PT PISMATEX Pekalongan. Skripsi pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Mahpudin, S. Analisis Strategi Pemasaran Bola Tennis Di Pasar Domestik Oleh PT Nassau Sport Indonesia. Skripsi pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Mulyadi. 2001. Manajemen Strategik Berbasis Balanced Scorecard. Salemba Empat, Jakarta.

88

Tangkilisan, H. N. S. 2005. Manajemen Publik. PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta. Umar, H. 2003. Studi Kelayakan Bisnis : Teknik Menganalisis Kelayakan Rencana Bisnis secara Komprehensif. Edisi 2. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. . 2003. Strategic Management In Action. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Vincent, G. 2004. Perencanaan Strategik Untuk Peningkatan Kinerja Sektor Publik. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. http://www.pdamkotabogor.go.id [21 April 2007] http://www.bi.go.id [24 Juni 2007]

Lampiran 1. Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor

429.630.380.48 3 8. 1.905 178.888 1.255.28 5 43 32. 4 6.274 % 12.905.630.48 10.626 x 100 63.76 1 1 3.343.037.709.770. Aspek Keuangan Rasio laba terhadap aktiva produkstif Laba sebelum pajak x 100 Aktiva Produktif Nilai bonus Laba produktif tahun ini – tahun lalu Rasio laba terhadap penjualan Laba sebelum pajak x 100 Penjualan Nilai bonus Laba produktif tahun ini – tahun lalu Rasio aktiva lancar terhadap hutang lancar Aktiva lancar Hutang lancar Rasio Hutang jangka panjang terhadap ekuitas Hutang jangka panjang Ekuitas Rasio total aktiva terhadap total hutang Total aktiva Total hutang Rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasional Biaya operasi Pendapatan operasional Rasio laba operasional sebelum penyusutan Laba operasi sebelum penyusutan (Angsuran pokok + Bunga) Jatuh Tempo Rasio aktiva produktif terhadap penjualan air Aktiva produktif Penjualan air Jangka waktu penagihan piutang Piutang usaha Penjualan/hari Efektivitas penagihan Rekening tertagih x 100 % Penjualan air Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Perhitungan 10. 1.858.905.19-15.25 .142 81.922.625.530 11.974.626 x 100 81.726 46.698 46.429.343. 38.650 43 x 45 60 0. 4.770.73-10.757 16.938.548. 0.126 16.19 1 4 2.36 12.915.940. Pengukuran Kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Tahun 2006 No.216 58.180.971.548.83 0.348 58.548.888 85.609 x 100 % 58.915.061.625.806.84 4 7.14 5 9.343. 101.380.25 16.81 5 10.85 5 5.098. 2.73 Nilai 5 1.821.934.855.90 Lampiran 2.126 17.180.328.348 12.960 64.650 6. 54.531. 0.47 18.

yang terjual x 100 Jumlah M³ air yang didistribusikan Peneraan meter air Jumlah pelanggan yang meter air ditera x 100 Jumlah seluruh pelanggan Kecepatan penyambungan baru Kemampuan penanganan pengaduan rata-rata Jumlah pengaduan yang telah selesai ditangani x 100 Jumlah seluruh pengaduan Kemudahan pelayanan Rasio karyawan per 1. 7. 4.656. 4. 9. 7. 0.270 35.28 Memenui syarat air bersih Semua pelanggan mendapat aliran 24 jam 1. 5.08-48.5 4 25 21. 8.08 Nilai 3 1.000 pelanggan Jumlah karyawan x 1.085 49. 30. 5.91 Lanjutan Lampiran 2.80 4 5.264 x 100 35.33 . 10.94 2 2 6. 8.675 x 100 855.329 x 100 72.723.624 25 x 40 47 % 49. Aspek Operasional Cakupan pelayanan Jumlah penduduk terlayani x 100 Jumlah penduduk Nilai bonus Cakupan pelayanan tahun ini – tahun lalu Kualitas air ditribusi Kontuinitas air Produktivitas pemanfaatan instalasi produksi Kapasitas produksi x 100 Kapasitas terpasang Tingkat kehilangan air Jumlah M³ air yang didistribusikan. Aspek Administrasi Rencana jangka panjang (Corporate Plan) Rencana organisasi dan uraian tugas Prosedur operasi standar Gambar nyata laksana (As Build Drawing) Pedoman penilaian kerja karyawan Rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) Tertib laporan internal Tertib laporan eksternal Opini auditor independen Tindak lanjut hasil pemeriksaan tahun terakhir Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Dipedoman sebagian Sepenuhnya dipedomani Dipedomani sebagian Sepenuhnya dipedomani Spenuhnya dipedomani Dipedomani sebagian Dibuat tepat waktu Dibuat tepat waktu Wajar tanpa pengecualian Ditindaklanjuti seluruhnya 32 x 15 36 3 4 3 4 4 3 2 2 4 3 32 13.94 1 2 99.66 2 6.8 2.000 Jumlah pelanggan Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Perhitungan 419.000 72.754 x 100 15.204 x 100 1.764 Tersedia 471 x 1. 3.28 No. No. 6. 2.525-24. 1. 3.525 4. 10. 1 2 2 94. 9.656.924 5 hari kerja 15.

Adapun rinciannya sebagai berikut : Aspek Keuangan Operasional Administrasi Jumlah Tahun 2006 Nilai yang diperoleh Nilai Kinerja 43 32.86.28 32 13.33 66.92 Lanjutan Lampiran 2.25 25 21. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999 tanggal 31 Mei 1999. kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Tahun 2006 termasuk baik dengan nilai 66.86 .

Lampiran 3. Sistem Penyediaan Air Minum .

94 Lampiran 4. Diagram Alir Pengolahan 94 .

Responden 1 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 1 3 3 3 2 3 3 B 3 3 3 3 2 3 3 C 1 1 2 2 1 2 2 3 1 3 3 1 1 1 3 3 2 D 1 1 2 E 1 1 2 1 F 2 2 3 3 3 G 1 1 2 1 3 1 H 1 1 2 1 3 1 2 I 1 1 2 1 3 1 2 2 Jumlah 11 9 19 15 23 10 19 19 19 144 Bobot 0.076 0.063 0.132 0.104 0.160 0.069 0.132 0.132 0.132 1.000

3 3 2 3 1 3 2 2 21 23 13 17 9 22 13 13 13

Responden 2 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 3 3 2 3 2 2 2 B 1 3 2 2 2 2 2 C 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 D 2 2 2 E 1 2 2 2 H 2 2 2 2 3 I 2 2 2 2 2 2 J 2 2 2 2 2 2 2 L 1 2 2 2 2 2 2 2 Jumlah Bobot 12 16 18 16 18 15 16 16 17 144 0.083 0.111 0.125 0.111 0.125 0.104 0.111 0.111 0.118 1.000

3 2 2 2 2 2 2 2 20 16 14 16 14 17 16 16 15

Responden 3 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 3 3 2 3 2 3 3 B 1 3 2 3 2 3 3 C 1 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 1 2 2 3 3 2 D 2 2 3 E 1 1 3 2 F 2 2 3 2 3 G 1 1 2 1 2 1 H 1 1 2 1 2 1 2 I 1 1 3 2 3 2 3 3 Jumlah 10 12 22 13 19 12 21 21 14 144 Bobot 0.069 0.083 0.153 0.090 0.132 0.083 0.146 0.146 0.097 1.000

3 3 1 2 1 2 1 1 22 20 10 19 13 20 11 11 18

Sumber Air dan Daerah Pengaliran .Lampiran 6.

Kelenteng. Kuil.97 Lampiran 7. agen. Vihara. yayasan sosial. perusahaan berbentuk PT Persero. dealer kendaraan bermotor. toko/ruko. rumah makan kecil.050 1. industri rumah tangga.600 3. warung telekomunikasi. asrama pelajar / mahasiswa. toko/ruko di jalan protokol. tempat hiburan. SPBU. kolam renang umum swasta. Gereja. Firma. serta hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. RC (Rumah Tinggal C) yaitu pelanggan rumah tinggal dengan kondisi rumah mewah dan RB yang mempunyai kegiatan usaha (di luar kriteria golongan Pelanggan RA dan RB).000 IV 3.800 4.500 4. dan tempat ibadah (Mesjid.500 1. NK (Niaga Kecil) yaitu pelanggan dalam kelompok komersial dengan kegiatan usaha/ niaga/industri kecil. SK (Sosial Khusus) yang terdiri dari panti asuhan. wisma.150 3. pasar swalayan. antara lain perusahaan berbentuk CV.250 2. RB (Rumah Tinggal B) yaitu pelanggan rumah tinggal yang berlokasi di kawasan yang sudah tertata dengan baik. dan Besar Tarif Air Minum Kelompok Pelanggan Golongan Tarif SU (Sosial Umum) yang terdiri dari terminal air. Golongan Tarif. serta pesantren dan madrasah. biro jasa.900 6. hotel berbintang. bengkel kecil. rumah sakit pemerintah dan pusat kesehatan masyarakat. hidran air. sekolah negeri. pendidikan swasta. rumah makan besar (restoran). dan lembaga non komersial seperti lembaga pendidikan / diklat dan kursus dari instansi pemerintah dan sejenisnya.500 7. bengkel besar. dengan kondisi rumah sangat sederhana. perkayuan.250 2. kamar mandi umum komersial. Koperasi. dengan kondisi rumah sederhanan dan tidak mewah. pabrik. bioskop. dan sejenisnya). hotel tidak berbintang. NB (Niaga Besar) antara lain importir/ekspotir.100 600 850 2. distributor (pedagang besar).800 3. serta golongan Pelanggan RA yang mempunyai kegiatan usaha.150 III 800 1. TNI. jasa ekspedisi.250 . dan hidran umum komersial. rumah sakit swasta. dan pertambangan. IP (Instansi Pemerintah) yaitu Instansi / Lembaga Pemerintah. Besaran Tarif Air Minum (Dalam Rupiah) 0-10 m³ 11-20 m³ >20 m³ 250 300 400 I II 450 700 1. industri perikanan. perdagangan umum. pratek dokter. Klasifikasi Kelompok Pelanggan. rumah sakit swasta tipe A/B. RA (Rumah Tinggal A) yaitu pelanggan rumah tinggal yang berlokasi di daerah padat dan tidak tertata. sanggar seni. apotek.950 5. POLRI.

karena kuesioner ini adalah untuk penelitian skripsi dengan tujuan ilmiah Peneliti : Dian Suminnar H24103059 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007 . : …………………. Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengisi kuesioner ini secara objektif dan benar. : …………………. Kuesioner Penelitian Penentuan Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal dan Eksternal KUESIONER PENELITIAN PENENTUAN BOBOT DAN RATING FAKTOR STRATEGI INTERNAL DAN FAKTOR STRATEGI EKSTERNAL ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR IDENTITAS RESPONDEN Nama Pekerjaan/Jabatan Alamat : ………………….101 Lampiran 8.

2. Hal ini dibenarkan jika dilengkapi dengan alasan yang kuat. Dalam Pengisian kuesioner. Penentuan bobot merupakan pandangan masing-masing responden terhadap faktor-faktor strategis internal dan eksternal. 3. . 2 = Jika indikator vertikal sama penting daripada indikator horizontal. Responden berhak untuk menambahkan atau mengurangi hal-hal yang sudah tercantum dalam kuesioner ini. 4. 2. Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis oleh responden. Petunjuk Khusus : 1. Nilai diberikan pada perbandingan berpasangan antara dua faktor (vertikal – horizontal) berdasarkan kepentingan atau pengaruhnya pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor. dengan responden lainnya atau dengan peneliti. responden diharapkan untuk melakukan secara langsung (tidak menunda) untuk menghindari inkonsistensi jawaban. Untuk menentukan bobot setiap faktor digunakan skala 1. PENENTUAN BOBOT Tujuan : Mendapatkan penilaian para responden mengenai faktor-faktor strategis internal maupun eksternal yaitu dengan cara pemberian bobot mengenai seberapa besar faktor strategis tersebut dapat mempengaruhi atau menentukan keberhasilan perusahaan.102 Lanjutan Lampiran 8. 2. 3 = Jika indikator vertikal sangat penting daripada indikator horizontal. dan 3 dengan keterangan skala sebagai berikut : 1 = Jika indikator vertikal kurang penting daripada indikator horizontal. Petunjuk Umum : 1. Jawaban merupakan pendapat pribadi dari masing-masing responden.

Responden berhak untuk menambahkan atau mengurangi hal-hal yang sudah tercantum dalam kuesioner ini. Alternatif pemberian rating terhadap faktor-faktor strategis internal (kekuatan) dan eksternal (peluang) yang bersifat positif adalah sebagai berikut : 1 = sangat lemah 2 = lemah 3 = kuat 4 = sangat kuat Sedangkan untuk faktor-faktor strategis internal (kelemahan) dan faktor strategis eksternal (ancaman) yang bersifat negatif adalah sebagai berikut : 1 = sangat sulit diatasi 2 = sulit diatasi 3 = mudah diatasi 4 = sangat mudah diatasi . responden diharapkan untuk melakukan secara langsung (tidak menunda) untuk menghindari inkonsistensi jawaban. 4. Dalam Pengisian kuesioner. dengan alasan yang jelas dan kuat. Petunjuk Umum : 1. 2. Jawaban merupakan pendapat pribadi dari masing-masing responden. Respoden dapat saja memiliki pandangan yang berbeda mengenai suatu faktor dalam kuesioner ini. 5. dengan responden atau dengan peneliti. 3. Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis oleh responden. PENENTUAN RATING Tujuan : Mendapatkan penilaian para responden mengenai faktor-faktor strategis internal maupun eksternal yaitu dengan cara pemberian rating terhadap seberapa besar faktor tersebut dapat mempengaruhi atau membentuk keberhasilan perusahaan. Petunjuk Khusus : 1. Hal ini dibenarkan jika disertai dengan alasan yang kuat.103 Lanjutan Lampiran 8.

Beban hutang yang relatif besar 3. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. Sumber air baku yang melimpah 5. 2. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. rating masing-masing faktor strategis dilakukan dengan memberikan ( √ ) pada tingkat kepentingan (1-4) yang paling sesuai menurut PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan 1. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1. Penentuan rating merupakan pandangan masing-masing responden terhadap kemampuan kegiatan perusahaan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam menghadapi faktor-faktor strategis internal dan eksternal perusahaan. Kualitas air baku yang baik 6. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi 1 Rating 2 3 4 . Marjin laba yang cukup baik 3. Pemberian responden. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.104 Lanjutan Lampiran 8. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4.

Lanjutan Lampiran 8. PENENTUAN BOBOT FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi A B C D E F G H I J K L A B C D E F G H I J K L .

dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air A B C D E F G H I A B C D E H I J L . rumah tangga.Lanjutan Lampiran 8. PENENTUAN BOBOT FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk.

Lanjutan Lampiran 8. Marjin laba yang cukup baik 3. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi 1 Rating 2 3 4 . Sumber air baku yang melimpah 5. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. Beban hutang yang relatif besar 3. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan 1. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Kualitas air baku yang baik 6. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1.

dan sektor niaga yang cukup tinggi 2. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1. PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal Peluang 1. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Rating 1 2 3 4 . Laju pertumbuhan penduduk. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2. rumah tangga. Meningkatnya biaya produski dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3. Teknologi yang terus berkembang 5.Lanjutan Lampiran 8. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6.

5.Lanjutan Lampiran 9. 3. 5. 4. . 3. 2. PENENTUAN SKOR AS PADA FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategi Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Strategi 1 1 2 3 4 Strategi 2 Strategi 3 1 2 3 4 1 2 3 4 Strategi 4 1 2 3 4 Strategi 5 1 2 3 4 1. 2. 4. 1. 6. 6.

5. 3. dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Strategi 1 1 2 3 4 Strategi 2 1 2 3 4 Strategi 3 1 2 3 4 Strategi 4 Strategi 5 1 2 3 4 1 2 3 4 . 2. rumah tangga. 1. PENENTUAN SKOR AS PADA FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal 1. 4. Peluang Laju pertumbuhan penduduk. 2.Lanjutan Lampiran 9. 3. 6.

Kuesioner Penelitian Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM KUESIONER PENELITIAN PENENTUAN STRATEGI TERPILIH DENGAN QUANTITATIVE STRATEGY PALNNING MATRIX (QSPM) ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR IDENTITAS RESPONDEN Nama Pekerjaan/Jabatan Alamat : …………………. karena kuesioner ini adalah untuk penelitian skripsidengan tujuan ilmiah Peneliti : Dian Suminnar H24103059 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007 .105 Lampiran 9. Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengissi kuesioner ini secara objektif dan benar. : …………………. : ………………….

2. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan. PENENTUAN STRATEGI TERPILIH DENGAN QSPM Tujuan : Untuk mentapkan kemenarikan relatif (Relative Attractiveness) dari alternatifalternatif stratgei telah diperoleh melalui analisis strategi matriks SWOT dan matriks IE. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar. Pilihan Attractiveness Score (AS) pada isian berikut terdiri dari : 1 = Tidak menarik 2 = Agak menarik 3 = Menarik 4 = Sangat menarik . Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasional dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. Petunjuk Pengisian : Tentukan Attractiveness Score (AS) atau daya tarik dari masing-masing faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) untuk masing-masing alternatif strategi sebagaimana disebut diatas dengan cara memberikan tanda (√) pada pilihan Bapak/Ibu. 5.106 Lanjutan Lampiran 9. 3. untuk menetapkan strategi yang terbaik untuk direkomendasikan kepada perusahaan. dan menjalin kerjasama dengan pihak luar. Alternatif strategi yang dihasilkan adalah : 1. dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). 4. Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. memperluas jaringan distribusi. Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. Melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan.

095 1.042 0.064 0.Lampiran 10.083 0.110 0.080 0. Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Internal Responden 1 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 1 1 2 2 2 B 3 1 3 3 1 C 3 3 3 3 3 D 2 1 1 2 3 E 2 1 1 2 3 F 2 3 1 1 1 G 3 1 1 1 1 3 H 3 2 1 1 2 3 I 1 1 1 1 1 2 J 3 3 1 1 2 3 K 3 1 1 1 3 3 L 3 1 1 1 1 3 Jumlah 28 18 11 17 21 29 26 22 32 18 17 25 264 Bobot 0.121 0.000 1 3 3 3 3 1 3 1 3 3 2 1 2 3 3 2 1 1 1 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 1 1 3 3 2 1 1 1 1 3 1 1 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 3 3 1 2 2 1 3 3 16 26 33 27 23 15 18 22 12 26 27 19 .064 0.068 0.068 0.106 0.098 0.

098 1.087 0.076 0.Lanjutan Lamipran 10.095 0.068 0.076 0. Responden 2 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 2 1 2 1 1 B 2 1 2 2 1 C 3 3 2 2 2 D 2 2 2 2 2 E 3 2 2 2 2 F 3 3 2 2 2 G 2 2 2 2 2 2 H 3 3 2 2 2 2 I 2 2 2 2 2 2 J 2 1 1 1 2 2 K 2 2 2 2 2 2 L 1 1 1 1 2 2 Jumlah 25 23 18 20 21 20 22 20 22 25 22 26 264 Bobot 0.083 0.083 0.076 0.000 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 19 21 26 24 23 24 22 24 22 19 22 18 .080 0.095 0.083 0.

Lanjutan Lampiran 10.083 0.076 0.083 1.095 0. Responden 3 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 2 3 1 1 1 B 2 3 2 2 1 C 1 1 1 1 1 D 3 2 3 2 1 E 3 2 3 2 1 F 3 3 3 3 3 G 2 1 3 2 1 1 H 3 2 3 2 2 2 I 3 2 3 1 1 1 J 3 3 3 3 2 2 K 2 2 3 2 2 1 L 2 2 3 3 2 1 Jumlah 27 22 33 22 19 13 25 20 23 14 24 22 264 Bobot 0.083 0.000 2 3 1 2 3 3 2 3 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 3 1 2 1 2 1 3 3 3 1 2 3 2 2 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 1 2 2 3 2 3 2 3 2 2 2 1 1 2 3 2 2 2 3 2 17 22 11 22 25 31 19 24 21 30 20 22 .125 0.072 0.102 0.091 0.087 0.053 0.049 0.

33 3.00 10.00 3.00 7.00 2.Lampiran 12.00 3.00 3.00 2.33 3.67 2.00 3.00 3.33 3.00 3. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2.00 10.00 4.00 3.00 7.00 2.67 2.00 9. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.00 2.00 3.00 8.00 10.00 3.33 3.00 10.00 2.00 3.33 2.00 2.00 2. Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Internal Faktor Strategis Internal Kekuatan 1.00 3.00 3.00 3.00 Jumlah Rating 9.00 4.00 3. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4.00 .00 2. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1. Penurunan debit air pada sumber mata air 5.00 3.00 3.00 2.00 3.00 4.00 3. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4.00 8. Beban hutang yang relatif besar 3. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Keterangan : Responden 1 (R1) = Kabag Keuangan Responden 2 (R2) = Kabag Produksi Responden 3 (R3) = Kabag SDM Responden R1 R2 R3 3.00 3. Kualitas air baku yang baik 6.00 3.00 2.00 3.00 2.00 4.33 3. Sumber air baku yang melimpah 5.00 6.00 2.00 4. Marjin laba yang cukup baik 3.00 3.00 9.

00 2.00 3.00 3.00 3.00 2. dan sektor niaga yang cukup tinggi 2. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1.33 3.00 2.33 2. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2.00 3.00 Jumlah Rating 9. Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Eksternal Faktor Strategis Eksternal Peluang 1. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Keterangan : Responden 1 (R1) = Kabag Keuangan Responden 2 (R2) = Kabag Produksi Responden 3 (R3) = Kabag SDM Responden 1 2 3 3.00 2. rumah tangga.00 8.00 3.67 3.00 3. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4.Lampiran 13.00 3.00 10.00 10.00 3.00 4.00 1.00 9. Laju pertumbuhan penduduk.33 1.00 4.00 3.00 3.00 2.67 . Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3.00 5.00 6.00 3. Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3.00 3.00 3.00 8.00 3.00 4.00 3.00 10.00 3.00 3. Teknologi yang terus berkembang 5.00 2.00 3.00 2.67 2. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6.00 2.

00 3.324 0.501 0.475 0.00 3.324 0.424 0.00 2.102 0.67 0.261 0.00 2.356 0.00 2.33 2.67 3.67 3.204 0.00 3.228 0.67 2. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3.432 0.00 3.00 4.337 0.33 3.307 5.212 0.223 0.33 2. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Kekuatan 1.00 4.715 2.255 0.33 4.078 0.306 0.67 3.67 3.231 0.67 3.101 0.097 0.33 3.33 2.078 0.00 3.209 0.00 2.33 3. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4.00 2.307 0.67 2.306 0.261 0.223 0.00 3.33 3.432 0. Penurunan debit air pada sumber mata air 5.556 0.216 0.67 3.072 0.386 Bobot Strategi 1 AS TAS Strategi 2 AS TAS Strategi 3 AS TAS Strategi 4 AS TAS Strategi 5 AS TAS .00 3.265 0.00 3.33 4.455 0.309 0.259 0.248 0.235 0. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2.074 0.67 3. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1.307 0.209 0.186 0.228 0.67 3.33 3.00 3.183 0.00 3.228 0.076 0.67 3. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah 0.00 2.67 3.389 0.212 0.67 3.67 3.269 0. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4.432 0.235 0.292 0.33 3.077 0.282 0.086 0.67 2.240 0.444 3.67 3. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.67 3. Teknologi yang terus berkembang 5.424 0.285 0.261 0.130 0.417 0.200 0.00 3.33 2. Kualitas air baku yang baik 6.212 0.00 3.00 4.33 2.33 3.212 0.67 2.67 2.67 4.67 3.33 3.078 0.337 0. Laju pertumbuhan penduduk. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6.501 0.67 2.00 3.33 0.257 0.475 0.33 3.509 0. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4.33 3.080 0.67 3.238 0.33 3.407 0.240 0.347 0.00 2.67 3. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.652 3. Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3.257 0.223 0.231 0.137 0.168 0.33 2.33 2.33 2. rumah tangga.080 0.389 0.67 3. dan sektor niaga yang cukup tinggi 2.192 0.313 0.67 3.67 2.33 3.236 0.67 3.33 2.255 0.277 6. Hasil Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM Faktor Kunci Peluang 1.463 0.00 3.313 0.33 3.246 0.314 0.00 3.67 2.261 0.130 0.67 3.519 0.00 3.338 6.229 0.307 6.235 0. Beban hutang yang relatif besar 3.318 0.370 0.092 3.319 0.33 2.356 0.092 0.246 0.33 3.33 3.139 0.33 0.67 3.67 3.Lampiran 14.277 6.67 3.00 0.33 4.116 0.235 0.33 3.00 3.171 0.33 2. Marjin laba yang cukup baik 3.265 0.292 0.00 3.324 0.455 0.183 0.33 4.661 3.00 0.086 0.556 0. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1.00 3.67 3.235 0.475 0.67 3.229 0. Sumber air baku yang melimpah 5.33 3.33 3.282 0.33 3.370 0.00 3.285 0.277 0.273 0. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2.373 0.228 0.00 3.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->