ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR

Oleh DIAN SUMINNAR H24103059

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007

ABSTRAK
DIAN SUMINNAR. H24103059. Analisis Formulasi Strategi Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor. Di bawah bimbingan WIDIGDO SUKARMAN.

Tingkat pelayanan PDAM masih memiliki kendala, terutama dalam hal pendistribusian pelayanan air. Saat ini, tingkat pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sekitar 61,89 persen terhadap wilayah pelayanan dan 49,49 persen terhadap jumlah penduduk Kota Bogor, dengan kapasitas produksi 1.130 liter per detik. Melihat kondisi tersebut, PDAM dituntut untuk terus meningkatkan dan mengembangkan kualitas perusahaannya, baik dalam hal pelayanan, kualitas produk maupun keefisienan dan keefektifitasan organisasinya. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penyesuaian terhadap perkembangan lingkungan yang semakin dinamis. Tujuan penelitian mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan, serta memformulasikan strategi yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara dan pengisian kuesioner oleh staf ahli PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yaitu Kabag Keuangan, Kabag Produksi dan Kabag SDM. Data sekunder diperoleh dari laporan-laporan perusahaan, studi literatur, laporan penelitian, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor dan publikasi elektronik. Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan matriks External Factor Evaluation (EFE), matriks Internal Eksternal (IE), matriks Strenght, Weaknesses, Opportunities, and Threat (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Marix (QSPM). Berdasarkan hasil analisis matriks IFE dan EFE diketahui bahwa kekuatan utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur, sedangkan kelemahan utamanya adalah beban hutang relatif besar. Peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM. Sedangkan ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Tarif Dasar Listrik (TDL). Berdasarkan analisis matriks IE yang merupakan perpaduan antara matriks IFE dan EFE, maka diketahui bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berada pada posisi sel V dengan strategi yang tepat adalah Strategi Hold and Maintain (Pertahankan dan Pelihara) seperti strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Pengembangan strategi pada matriks SWOT menghasilkan sejumlah alternatif strategi untuk memudahkan penilaian para responden pada matriks QSPM. Hasil analisis pada matriks QSPM menunjukkan bahwa meningkatkan kualitas pelayanan air minum yang dapat dilakukan melalui inovasi produk, mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar merupakan strategi yang paling tepat untuk dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR

SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor

Oleh DIAN SUMINNAR H24103059

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007

MPA Dosen Pembimbing Mengetahui Dr.Sc Ketua Departemen Tanggal ujian : 6 Agustus 2007 Tanggal lulus : . Jono M. Agustus 2007 Dr. Munandar. Bogor. MBA. Ir.INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN Analisis Formulasi Strategi Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Oleh DIAN SUMINNAR H24103059 Menyetujui. M. Widigdo Sukarman.

penulis menyusun skripsi yang berjudul Analisis Formulasi Strategi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor dibawah bimbingan Dr. Institut Pertanian Bogor. penulis aktif dalam organisasi kemahasiswaan seperti Centre Of M@nagement (COM@) yang merupakan Himpunan Profesi Departemen Manajemen pada periode 2004-2005 sebagai anggota divisi Administrasi. dan Keuangan. lulus tahun 1991. penulis melanjutkan pendidikannya di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 4 Bogor. Provinsi DKI Jakarta. Dan penulis menamatkan pendidikan menengah atas pada Sekolah Menengah Umum Negeri 5 Bogor pada tahun 2003. Kesekretariatan.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan pada tanggal 16 Agustus 1985 di Kota Jakarta. iii . Selain itu penulis pernah mengikuti lomba kreatifitas mahasiswa seperti PKMI dan berbagai kepanitiaan. tamat pada tahun 2000. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Widigdo Sukarman. Penulis memulai pendidikan di Taman Kanak-Kanak Kartika Chandra Kirana 315 tahun 1990. kemudian pada tahun yang sama melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur USMI pada Departemen Manajemen. MBA. Dalam masa studi di Departemen Manajemen. Kemudian melanjutkan ke pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri Gunung Batu 2 Bogor tahun 1991 dan lulus tahun 1997. Pada tahun 1997. Penulis yang bernama lengkap Dian Suminnar merupakan anak pertama dari empat bersaudara pasangan Pitoyo dan Arnita. Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM). MPA.

MM selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dan masukan yang bermanfaat bagi penulis. Ir. Musa Hubeis. Bapak Ritfan dan Bapak Asep dan seluruh karyawan dan karyawan yang telah membantu penulis selama melakukan penelitian di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. 8. Bapak Dr. membantu dan bersedia untuk menjadi responden pada penelitian yang disusun oleh penulis. 5. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen. Hut. Diah dan Fany yang telah menjadi teman dalam setiap suka dan dukaku. Ing.. selaku ketua departemen. tante dan sepupu-sepupuku serta keponakan kecilku Putra. Ibu Reni Sumartini dan Ibu Sri Maryati yang telah memberi izin. Sinta Ayunda Putri ”Nanda”. Munandar. Papa dan mama tercinta serta adik-adikku Tirta Nyuminnar ”Inung”. Jono M. Bapak Sonny. MSc. DEA dan Ibu Hardiana Widyastuti.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT. atas rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Formulasi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor. om. Noval Rahmat Reza ”Eja” yang selalu memberikan doa dan dukungan melalui curahan kasih sayangnya kepada penulis. Bapak Prof. Dr. Amellia. H. MS. Dr. Ibu Vera. MBA. Bapak Agung. Uwo. 3. 4. 2. MPA selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan saran dan meluangkan waktu untuk membimbing penulis dalam penyelesaikan skripsi ini. Rifa dan Farel yang selalu memberikan semangat dalam setiap canda tawa. Bapak Eko. Widigdo Sukarman. S. iv . seluruh dosen dan staf karyawan dan karyawati Departemen Manajemen yang telah membantu penulis selama masa kuliah. Bapak Kamal. Bapak Hendra Setiawan. Ir. Bapak Adi. mbah. 6. Ibu Puji. Dipl. Dalam kesempatan ini. Institut Pertanian Bogor. Ibu Yuyun. Bapak Handoyo. penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. 7.

Anita. Yunia. Amik. 11. Ruslan. Semoga apa yang penulis sampaikan dalam hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan kepada PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada khususnya agar dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan strategi perusahaan. Nurma. Vivi. 13. Etty.9. Chi2. Irwan. 10. Agustus 2007 Penulis v . Vebby. Evi. 12. Insan. Linda dan Rio. Pasus. Amma. teman satu bimbingan yang berjuang bersama dalam menyelesaikan skripsi. Neneng. Bogor. Leo dan temanteman SD ku yang membantu dan memberikan motivasi selama penyusunan skripsi. Rinrin. Ranty. Fikri. Yayuk. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun karena menyadari masih terdapat kekurangan dalam penelitian ini. Else. Pihak-pihak terkait yang telah membantu dalam penulisan skripsi. Kak Nova dan Kak Ari yang telah membantu dan memberikan saran dalam penyusunan skripsi ini. Iki. Hera. Sandi. Irma dan teman-teman Manajemen 40 yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu yang selalu membuat suasana kuliah menjadi menyenangkan dan untuk adik-adik kelasku tetap semangat. Rina. Aboy.

................................. Pengertian Manajemen Strategis........... viii DAFTAR GAMBAR.. 3......6 2............................... iii KATA PENGANTAR..................................17 2...................................... Tempat ............................................... Latar Belakang ..........................................5................................17 2....................................................... Harga ..................23 Jenis dan Sumber Data Penelitian ...............6..............................................5........... Konsep Manajemen Strategis 2.....................................................................................17 2..........2.... TINJAUAN PUSTAKA 2..........3 Ruang Lingkup Penelitian....................................2...................................3.......................4.4..8 2.....vi DAFTAR TABEL ..5 2. Kerangka Pemikiran Penelitian.............................6........1.... Promosi ...............................................1.2................... Konsep Strategi 2....................................... Lingkungan Perusahaan 2.....7 2................................................................................3 Tujuan Penelitian ..................3............1.........6...........................7....................................................................18 III.......................1... Analisis Lingkungan Internal...2............................12 2....................2.................. Analisis Lingkungan Eksternal ......3.............................1 Rumusan Masalah ...................................5.................................................16 2............ ix DAFTAR LAMPIRAN ...13 2........................ 3.........5............3...............1....4.................................1....................x I..23 Pengolahan dan analisis data............................ PENDAHULUAN 1......1................. 1............................ Perusahaan Daerah Air Minum.............4 II.............1..... Formulasi Strategi ... 3................6....... Sistem Manajemen Strategis ..........4.......1. 1..................................................... METODOLOGI PENELITIAN 3........11 2............................................................................23 vi ............................................................................................................................................................ Bauran Pemasaran 2.................21 Lokasi dan Waktu Penelitian .................................2........ 1......................... Tipe-tipe Strategi...................................................................... Produk ............2.............................6..........2......DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK RIWAYAT HIDUP ............. 1......................iv DAFTAR ISI.........3 Kegunaan Penelitian ................. Penelitian Terdahulu ..13 2.........2.................................................................................. Pengertian Strategi ...................................................................................

......................................................1. Tugas Pokok dan Fungsi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor .................................................................................................................................................... Aspek Produksi dan Operasi .. Lingkungan Mikro Perusahaan ......2.2............................................24 Matriks IE ......................1...........................4........... Ancaman ...1........................................................ Analisis Lingkungan Internal 4.......3. dan Ancaman 4.........................54 4..................2......................1..............82 KESIMPULAN DAN SARAN 1...5........ Matriks SWOT ...................................................70 4..................38 4....37 4........................................57 4.......4.........35 4...................... Saran ...................38 4............................................ HASIL DAN PEMBAHASAN 4................ Matriks IE ........ Peluang.5........47 4..........................3................................................65 4.........5...............1.....67 4.......................4.. Sejarah dan Perkembangan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor .2.......4..... Kesimpulan . Matriks EFE .2................ Gambaran Umum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor 4..........87 LAMPIRAN............7......1..............4.............. Identifikasi Kekuatan.....3..........................85 DAFTAR PUSTAKA .....4....4....30 Matriks QSPM ................ 3.............. Aspek Keuangan .....33 IV.. Analisis Lingkungan Eksternal 4.27 Matriks SWOT .......2..4.................................3......................................2.............................................3..................1............................................ Formulasi Alternatif Strategi Perusahaan 4..... Peluang... Aspek Pemasaran .................1................... Visi dan Misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ....................................8..................................1..................................... Matriks QSPM .........................71 4........................... Kekuatan ............76 4... 3........84 2..3............ 3.43 4...5.................. Lingkungan Makro Perusahaan..........................6.3....................5..................3.............41 4................................77 4................5............................ Matriks IFE ......................................... Kelemahan .........................................89 vii .....4..................63 4.......................... Kelemahan......................................5..................2...........74 4...................................2..... Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor........... Aspek Sumber Daya Manusia........ Matriks IFE dan EFE ..............................1.......5............2.......................................................39 4.

16...................DAFTAR TABEL No...........................81 viii .............72 Matriks EFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor .................... Halaman Penilaian Bobot Faktor Strategis Internal Perusahaan .............................................................................. 10... 8.47 Loket Pembayaran Air ..........74 Matriks SWOT PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ..................59 Matriks IFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ..................................... 2.. 6.............51 Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga Kota Bogor .........................44 Tingkat Kehilangan Air pada Tahun 2000-2005 ..........40 Perkembangan Laba Rugi pada Tahun 2004-2006 .....................................43 Evaluasi Kondisi Produksi Air pada Tahun 2006 ..............................................................................49 Struktur Tarif Air Minum ......................... 1......................25 Penilaian Bobot Faktor Strategis Eksternal Perusahaan .......................... 5....... 3............34 Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Karyawan .26 Matriks QSPM .............. 18..........................................26 Matriks EFE .............. 4...25 Matriks IFE .................................39 Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan ...58 Efisiensi Penagihan Rekening Air pada Tahun 2004-2005 .... 15.....42 Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor............... 11........................................................................................ 12.............................................................. 9......................... 13..................................................................................................... 17................................................... 7.......................... 14.........

............................. Matriks SWOT ..............................31 5...............22 3................... Bagan Mental Creation dan Physical Creation Process sebagai Bagian dari Sistem Manajemen Strategis ........................... Matriks IE ............................................DAFTAR GAMBAR No............ Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor......32 6......... Halaman 1................................................................ Analisis SWOT ...27 4..........................................................................................................................10 2.............................................. Kerangka Pemikiran Penelitian..........77 ix .................

..............................................................112 Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Internal ............................... 10.............. 2.............115 Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Eksternal ...............................98 Kuesioner Penelitian Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM..... 9... 12............................ 7. 8..............105 Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Internal ...........117 x .............116 Hasil Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM ................................................... 3..................... 11....97 Kuesioner Penelitian Penentuan Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal dan Eksternal ......................................................................................... 14........................ 13......... 1.............. 5.....89 Pengukuran Kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada Tahun 2006 ........................... Golongan Tarif.......109 Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Eksternal .......93 Diagram Alir Pengolahan.................................................... Halaman Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor..90 Sistem Penyediaan Air Minum ................................................... 4................94 Daftar Persyaratan Kualitas Air ............ 6.......DAFTAR LAMPIRAN No..95 Sumber Air dan Daerah Pengaliran .....................................................96 Klasifikasi Kelompok Pelanggan......... dan Besar Tarif Air Minum..................................

sosial dan perdagangan. Sumber daya alam ini memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Padahal jumlah penduduk daerah pedesaan mencapai sekitar 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia.1. PENDAHULUAN 1. Sumber daya air di Indonesia dikelola oleh Perusahaan Air Minum (PAM) yang mendapatkan wewenang dari pemerintah dalam pengelolaan kebutuhan konsumsi air bersih bagi masyarakat dan yang berada di setiap pemerintahan daerah dinamakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). mulai dari penggunaan untuk rumah tangga sampai untuk kegiatan yang lebih luas seperti bidang komersial. Latar Belakang Air merupakan sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara. . Tingkat pelayanan PAM atau PDAM saat ini masih memiliki kendala terutama dalam hal pendistribusian pelayanan air yang tidak merata. PAM atau PDAM adalah salah satu bentuk sektor publik yang merupakan bagian dari perekonomian nasional yang dikendalikan oleh pemerintah.I. berkaitan dengan pemberian atau penyerahan jasa-jasa pemerintah kepada publik. Indonesia adalah salah satu negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari perairan. Pendistribusian lebih banyak difokuskan untuk melayani kegiatan komersial yang mendukung pembangunan ekonomi dan hanya konsumen yang memiliki kemampuan membayar dapat memiliki akses terhadap air bersih. Undang-undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 3 menyatakan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Air bersih merupakan kebutuhan paling dasar bagi manusia dan harus selalu ada karena tanpa air manusia tidak mungkin untuk melangsungkan kehidupannya. sehingga perhatian diberikan lebih banyak kepada masyarakat di daerah perkotaan dibandingkan dengan daerah pedesaan. Air digunakan hampir pada setiap aspek kehidupan manusia.

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai salah satu bentuk organisasi publik membutuhkan perencanaan strategis agar dapat memberdayakan para manajer dan seluruh karyawan untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan peningkatan kinerja pelayanan publiknya. 2005). Strategi perusahaan yang tepat menjadi hal yang sangat penting untuk memanfaatkan peluang dan menghindari atau mencegah ancaman dari luar dengan memberdayakan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan secara efisien dan efektif. PDAM dituntut untuk dapat meningkatkan dan mengembangkan kualitas perusahaannya baik dalam hal pelayanan. perencanaan strategis merupakan langkah awal yang tepat untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahaan. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penyesuaian terhadap perkembangan lingkungan yang semakin dinamis sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas dan kinerja yang berorientasi kepada pencapaian hasil.49 persen terhadap jumlah penduduk Kota Bogor dengan kapasitas produksi sebesar 1.2 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air bersih bagi masyarakat di Kota Bogor. kebutuhan air bersih utama untuk rumah tangga dan industri di Kota Bogor dipasok oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Tingkat pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini baru mencapai sekitar 61. Perencanaan strategis merupakan serangkaian rencana tindakan dan kegiatan mendasar yang disusun oleh manajemen puncak untuk diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu perusahaan dalam rangka pencapaian tujuan.130 liter per detik. Namun.89 persen terhadap wilayah pelayanan dan 49. bagi rumah tangga dan industri pendistribusian air belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Bogor. Perencanaan strategis umumnya digunakan luas oleh organisasi laba (profit oriented) dan kemudian dalam perkembangannya digunakan pula oleh organisasi nirlaba atau organisasi publik lainnya (Tangkilisan. Saat ini. Oleh karena itu. Melihat kondisi tersebut. kualitas produk maupun keefisienan dan keefektifitasan organisasinya. Dalam kondisi yang selalu berubah-ubah. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor .

Strategi apakah yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan saat ini ? 3. Bagi perusahaan. maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: 1. Rumusan Masalah Untuk memperjelas permasalahan yang akan dibahas berdasarkan pada latar belakang masalah di atas. 1. 3. 1. Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi berbagai pihak.2. Prioritas strategi alternatif apakah yang perlu dilakukan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ? 1. Mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini. Tujuan Penelitian 1.3. Menformulasikan strategi yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan. Bagi penulis. Menentukan strategi alternatif yang tetap bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.4. menambah wawasan dan pengalaman nyata mengenai strategi yang dapat dipilih dengan menggunakan alternatif strategi yang telah dirumuskan oleh peneliti. . Strategi tersebut juga dibutuhkan untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan dan bahkan meningkatkan jumlah pelanggan demi kelangsungan hidup perusahaan. sebagai masukan bagi manajemen perusahaan mengenai perencanaan strategis dalam pengembangan dan implementasi strategi yang efektif untuk kelangsungan hidup perusahaan.3 perlu menerapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerja pelayanan perusahaannya. yaitu: 1. Faktor-faktor internal dan eksternal apakah yang berpengaruh terhadap PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini ? 2. 2. 2.

Ruang Lingkup Penelitian ini melakukan pengembangan strategi alternatif bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan saat ini. Selain itu.5. penulis juga bertujuan untuk mengetahui posisi perusahaan berdasarkan analisis lingkungan perusahaan dengan menggunakan analisis Internal Eksternal (IE). 1. and Threat (SWOT) dan analisis Quantitative Strategic Planning Marix (QSPM) untuk dapat menentukan strategi alternatif yang tepat bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. berguna sebagai pengetahuan dan informasi masukan (referensi) bagi peneliti yang akan melakukan penelitian serupa dan akan mengkajinya lebih dalam. Bagi pembaca. pengembangan startegi dengan menggunakan analisis Strenght.4 3. Weaknesses. Opportunities. .

. 2005) : 1. 4. Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti kepemimpinan dalam ketentaraan atau seni berperang. Dengan demikian salah satu fokus strategi adalah memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak ada.1. Apabila diterjemahkan definisi klasik dan tradisi ini ke dalam kompetisi bisnis saat ini maka dapat dinyatakan bahwa startegi adalah hal menetapkan arah kepada manajemen dalam arti manusia mengenai sumber daya di dalam bisnis dan mengenai bagaimana mengidentifikasikan kondisi yang memberikan keuntungan terbaik untuk memenangkan persaingan di dalam pasar (Dirgantoro. Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan. Untuk jelasnya. 2. konsep mengenai strategi terus berkembang. Konsep Strategi 2. Chandler (1962) Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang.II. Mintzberg (1979). Learned.1. TINJAUAN PUSTAKA 2. Christensen. 3. Andrew dan Guth (1965) Strategi merupakan alat untuk menciptakan keunggulan bersaing.1. dapat dilihat perkembangan strategi sebagai berikut (Rangkuti. serta prioritas alokasi sumber daya. Steiner dan Miner (1977) Strategi merupakan respon secara terus-menerus maupun adatif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi organisasi. Dalam perkembangannya. Argyris (1985). Porter (1985) Strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing. program tindak lanjut. 2001).

strategi penerapan harga.6 5. manajer. strategi mengenai keuangan dan sebagainya. Hamel dan Prahalad (1995) Strategi merupakan tindakan dan yang bersifat dan incremental dilakukan (senantiasa meningkat) terus-menerus berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. komunitas. Andrew (1980).1. misalnya strategi pengembangan produk.2. Strategi Investasi Strategi ini merupakan kegiatan yang berorientasi pada investasi. Dengan demikian. yaitu : 1. strategi pembangunan kembali suatu divisi baru atau strategi divestasi dan sebagainya. 2. . strategi akuisisi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan. karyawan. yang dilakukan 6. Tipe-tipe Strategi Menurut Rangkuti (2005). 2. Chaff (1985) Strategi adalah kekuatan motivasi untuk stakeholder seperti debtholders. strategi pengembangan pasar. pemerintah dan sebagainya. Strategi Manajemen Strategi manajemen meliputi strategi yang dapat dilakukan oleh manajemen dengan orientasi pengembangan strategi secara makro. konsumen. yang baik secara langsung maupun tidak langsung oleh menerima semua keuntungan tindakan atau biaya yang oleh ditimbulkan perusahaan. strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. pada prinsipnya strategi dapat dikelompokkan berdasarkan tiga tipe strategi. Misalnya apakah perusahaan ingin melakukan strategi pertumbuhan yang agresif atau berusaha mengadakan penetrasi pasar.

Strategi Bisnis Strategi bisnis ini sering juga disebut strategi bisnis secara fungsional karena strategi ini berorientasi pada fungsi-fungsi manajemen. manajemen strategis dapat didefinisikan sebagai seni dan pengetahuan untuk merumuskan. Berdasarkan peta perjalanan inilah.1. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa : 1. Konsep Manajemen Strategis 2. misalnya strategi pemasaran. Manajemen strategis merupakan suatu proses. Pada dasarnya manajemen strategis adalah suatu upaya manajemen dan karyawan untuk membangun masa depan organisasi. Fokus manajemen strategis terletak pada memadukan manajemen. manajemen strategis adalah suatu proses yang digunakan oleh manajer dan karyawan untuk merumuskan dan mengimplentasikan strategi dalam penyediaan customer value terbaik untuk mewujudkan visi organisasi.2. Manajemen strategis merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus sepanjang perjalanan organisasi dalam mewujudkan visinya.7 3. strategi organisasi dan strategi-strategi yang berhubungan dengan keuangan. pemasaran. Menurut Mulyadi (2001). produksi/operasi. serta sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasi. penelitian dan pengembangan.2. mengimplementasikan dan mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi mampu mencapai obyektifnya. Pengertian Manajemen Strategis Menurut David (2004). pengelolaan organisasi perusahaan dilaksanakan. manajemen strategis terdiri dari rangkaian langkah yang menghasilkan peta perjalanan bisnis yang senantiasa sesuai dengan perubahan lingkungan yang dihadapi oleh organisasi. 2. sehingga keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh seberapa akurat . keuangan/akunting. Sebagai suatu proses.

2. 3. Strategi adalah pola tindakan utama yang dipilih untuk mewujudkan visi organisasi. 4.8 peta perjalanan tersebut mencerminkan teritorial bisnis yang diganbarkan dalam peta. Pelaksanaan manajemen strategis melibatkan banyak orang dalam organisasi. Dalam perumusan strategi. (3) penyusunan anggaran. Perumusan dan implementasi strategi memerlukan kontribusi dari seluruh manajer dan karyawan. manajemen perusahaan perlu menfokuskan strateginya ke penyediaan value terbaik bagi pemuasan kebutuhan customers agar dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. strategi perusahaan lebih dipacu untuk menghadapi pesaing. diperlukan leader yang dapat dijadikan sebagai contoh dan diperlukan pula partisipasi seluruh karyawan dalam perumusan strategi. Proses digunakan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi. yang terdiri dari lima tahap utama. Strategi digunakan untuk menyediakan customer value terbaik guna mewujudkan visi organisasi. (2) penyusunan program. manajemen strategis juga mencakup implementasi strategi. Di masa lalu. 2. yaitu (1) perencanaan strategis. dalam sistem manajemen strategis terdiri dari beberapa tahap. Manajemen strategis mencakup dua proses utama. Manajer dan karyawan adalah pelaku manajemen strategis. Sistem Manajemen Strategis Menurut Mulyadi (2001). 2. melalui misi. sehingga perhatian manajemen tidak difokuskan untuk menghasilkan value terbaik bagi customers. Bahkan untuk membangun komitmen karyawan dalam mengimplementasikan strategi. (4) implementasi dan (5) pemantauan. Namun dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan dinamis. yaitu perumusan strategi dan implementasi strategi.2. antara lain : . mulai dari manajemen puncak sampai dengan karyawan.

Strategi dirumuskan melalui tujuh tahap utama. and threats). 2. 3. Programming (Penyusunan Program) Penyusunan program adalah proses penjabaran inisiatif strategis ke dalam rencana laba jangka panjang. yaitu sasaran strategis. Sasaran strategis merupakan sasaran-sasaran masa depan yang dituju oleh perusahaan sebagai penerjemahan strategi untuk mewujudkan visi dan tujuan. weaknesses. opportunities. nilai dasar dan tujuan. Penyusunan program menghasilkan program yang merupakan suatu rencana laba jangka panjang yang berisi langka-langkah strategis yang dipilih untuk mewujudkan sasaran strategis tertentu beserta taksiran sumber daya yang akan diperlukan untuk dan diperoleh dari usaha menjalankan langkah-langkah tersebut. Budgeting (Penyusunan Anggaran) Penyusunan anggaran adalah proses penyusunan rencana laba jangka pendek yang berisi langkah-langkah yang ditempuh oleh perusahaan dalam melaksanakan sebagain dari program. Strategy Formulation (Perumusan Strategi) Proses manajemen strategis diawali dengan perumusan strategi. (5) perumusan peluang dan masalah utama. (2) penentuan misi. 4. antara lain : (1) identifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan.9 1. target dan inisiatif strategis. (6) identifikasi dan evaluasi alternatif strategi dan (7) perumusan strategi. keyakinan dasar. Strategic Planning (Perencanaan Strategis) Dalam langkah ini. (4) analisis portfolio. Untuk mewujudkan sasaran strategis diperlukan inisiatif strategis berupa program tindakan yang akan dilaksanakan oleh perusahaan di masa depan. visi. strategi yang telah dirumuskan untuk mewujudkan visi dan tujuan kemudian diterjemahkan ke dalam rencana strategis yang terdiri dari tiga komponen. Dalam penyusunan anggaran dijabarkan program tertentu ke dalam . (3) analsis SWOT (strengths.

10 rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahun anggaran. Oleh karena anggaran adalah bagian dari program dan program merupakan penjabaran inisiatif strategis yang dipilih untuk mewujudkan sasaran strategis. Makro dan Lingkungan Industri. Mental Creation dan Physical Creation Process sebagai Bagian dari Sistem Manajemen Strategis (Mulyadi. Visi. Nilai Dasar. Perumusan Strategi Hasil Analisis Lingkungan. 2001) 5. Misi. serta inisiatif strategis . Tujuan dan Strategi Rencana Strategis : Sasaran Strategis Inisiatif Strategis Mental Creation Process Perencanaan Strategis Penyusunan Program Program Sistem Manajemen Strategis Anggaran (Shor-Range Profit Plan) Penyusunan Anggaran Implementasi Pelaksanaan Rencana Physical Creation Process Pemantauan Umpan Balik (Feedback) Gambar 1. manajemen dan karyawan melaksanakan rencana yang tercantum dalam anggaran ke dalam kegiatan nyata. ditunjuk manajer dan karyawan yang bertanggung jawab dan pengalokasian sumber daya untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Implementation (Implementasi) Dalam tahap implementasi. Keyakinan Dasar.

sasaran strategis telah berhasil diwujudkan. Hasil setiap langkah yang direncanakan perlu diukur untuk memberikan umpan balik bagi pemantauan pelaksanaan anggaran. 2. posisi laba/rugi perusahaan. Hal kedua yang harus dipahami adalah mengenai posisi perusahaan pada saat ini.11 dipilih sebagai penerjemahan strategi yang dirumuskan. program dan inisiatif strategis. tujuan dan visi organisasi dapat dicapai. anggaran program. maka dalam implementasi rencana. Formulasi Strategi Menurut Dirgantoro (2001). antara lain : 1. 3. misi dan tujuan perusahaan sehingga dapat diketahui ke arah mana perusahaan akan dibawa serta bagaimana caranya untuk menuju ke arah tersebut. sasaran strategis dan strategi. ada beberapa hal yang patut untuk dipertimbangkan. Posisi perusahaan dapat berupa pangsa pasar yang dikuasai. Kemampuan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor lingkungan (internal maupun eksternal) yang sedang dihadapi perusahaan saat ini. Dalam melakukan formulasi strategi. Hasil implementasi rencana juga digunakan untuk memberikan informasi bagi pelaksana tentang seberapa jauh target telah berhasil dicapai. manajemen dan karyawan harus senantiasa menyadari keterkaitan erat di antara implementasi. 2. formulasi strategi adalah menentukan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan pencapaian tujuan. 6. kondisi internal seperti kompetensi orangorang yang berada dalam perusahaan dan lain-lain. Monitoring (Pemantauan) Implementasi rencana memerlukan pemantauan. Harus dipahami benar visi. Untuk dapat melakukan formulasi strategi dengan baik maka ada ketergantungan yang erat dengan analisis lingkungan dimana formulasi strategi membutuhkan data atau informasi dari analasis lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Strategi tingkat perusahaan diformulasikan oleh top management dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan.3. inisiatif strategis. .

PDAM merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dituntut dapat memberikan pelayanan umum di bidang air bersih bagi masyarakat. Perubahan pada lingkungan tersebut harus diantisipasi karena pengaruh yang signifikan akan menentukan . mengolah dan menjernihkan. Aktivitas PDAM yaitu mulai dari mengumpulkan. baik secara kualitas. perubahan-perubahan berlangsung dengan cepat dan dalam intensitas yang tinggi pula. Perusahaan Daerah Air Minum yang selanjutnya disingkat PDAM adalah perusahaan milik Daerah Provinsi atau Daerah Kabupaten dan atau Daerah Kota. Mencari alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi secara lebih efisien di masa yang akan datang. 2.5. sampai mendistribusikannya kepada pelanggan. Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 tahun 1962.4. kuantitas dan kontinuitas secara profesional dan trasparan. Lingkungan Perusahaan Pada era globalisasi.12 Dengan mengidentifikasikan faktor-faktor tersebut akan memudahkan dalam memahami keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan. Semakin banyak solusi yang relevan yang dapat ditawarkan menunjukkan kemampuan yang selalu berkembang atau selalu diasah dari orang-orang yang berada dalam organisasi atau perusahaan. kehadiran PDAM dimungkinkan sebagai kesatuan usaha milik Pemerintah Daerah (Pemda) yang memberikan jasa pelayanan dan menyelenggarakan kemanfaatan umum di bidang air minum. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999 tentang pedoman penilaian kinerja Perusahaan Daerah Air Minum. atau mungkin menunjukkan inovasi dari orang-orang tersebut untuk selalu mengikuti perubahan yang terjadi dan kemampuan untuk mengantisipasi perubahan tersebut. 4. Salah satunya adalah perubahan yang terjadi pada lingkungan bisnis baik yang memberikan pengaruh yang baik maupun yang memberikan pengaruh yang buruk. 2.

karena lingkungan perusahaan sangat mempengaruhi lancar atau tidaknya kegiatan yang akan dijalankan perusahaan. Analisis Lingkungan Internal Analisis lingkungan internal merupakan analisis yang bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Analisis lingkungan adalah proses monitoring terhadap lingkungan organisasi yang bertujuan untuk mengidentifikasikan opportunities (peluang)dan threat (tantangan)yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan. Lingkungan perusahaan sangat menentukan strategi yang akan dijalankan. 2001). Dengan demikian. Oleh karena itu. Analisis Lingkungan Eksternal Analisis terhadap lingkungan eksternal perusahaan diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memberikan peluang dan ancaman bagi perusahaan sehingga dapat dilakukan suatu tindakan tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Hasil analisis lingkungan internal berupa kekuatan dan kelemahan perusahaan. analisis terhadap lingkungan perusahaan perlu dilakukan baik lingkungan internal maupun eksternal yang akan berpengaruh terhadap ketepatan strategi perusahaan yang akan dipilih. perusahaan harus dapat menentukan kemampuan utama yang membuat berbeda dalam arena persaingan.2. Lingkungan internal terdiri dari faktor-faktor atau variabel lingkungan yang berasal atau berada di dalam perusahaan itu sendiri.1. .5. Faktor-faktor dari lingkungan internal cenderung lebih mudah dikendalikan oleh organisasi atau berada di dalam jangkauan perusahaan.5. 2. 2. Tujuan dilakukan analisis lingkungan adalah agar organisasi dapat mengantisipasi lingkungan organisasi sehingga dapat bereaksi secara cepat dan tepat untuk kesuksesan organisasi (Dirgantoro.13 koreksi yang harus dilakukan terhadap strategi atau bahkan mungkin juga akan mempengaruhi visi dan misi perusahaan.

pasar pedagang besar dan pasar internasional. pasar pemerintah. umum dan internal. menjual dan mendistribusikan produk ke pembeli akhir. lingkungan makro perusahaan terdiri dari faktorfaktor yang terlepas atau di luar perusahaan. Lingkungan makro ini . 2. agen jasa pemasaran dan perantara keuangan. Lingkungan Makro Perusahaan Pada dasarnya. b. Masyarakat meliputi masyarakat keuangan. pasar industri. Pelanggan merupakan konsumen yang membeli atau menggunakan produk yang dijual atau ditawarkan oleh perusahaan. warga yang bertindak. media. Perantara meliputi penjual (pedagang besar dan pengecer). Perantara merupakan perusahaan yang membantu perusahaan mempromosikan. lingkungan mikro eksternal adalah lingkungan yang dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melayani pelanggannya. perusahaan distribusi fisik. Jenis-jenis pelanggan terdiri dari pasar konsumen. d. Pesaing Pesaing perusahaan merupakan lawan perusahaan yang memproduksi atau menjual produk yang sejenis di wilayah tertentu. yang terdiri atas : a. 1. e. yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. pemerintah. c.14 Lingkungan eksternal perusahaan dibagi ke dalam dua kategori. lokal. Pemasok merupakan perusahaan yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan maupun pesaing untuk menghasilkan produk. Masyarakat merupakan kelompok yang mempunyai kepentingan potensial atau yang sudah terwujud pada atau berdampak pada kemampuan suatu organisasi untuk mencapai sasarannya. Lingkungan Mikro Perusahaan Menurut Kotler (2000).

sekaligus dapat menjadi hambatan dan ancaman untuk maju (Umar. d. menciptakan inovasi baru melalui pengembangan produk baru serta mampu menangkap peluang-peluang yang ada. Lingkungan Ekonomi Merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola pembelanjaan konsumen. Lingkungan demografi sangat diperhatikan oleh pemasar karena melibatkan manusia dan manusialah yang membentuk pasar. kepadatan penduduk di suatu wilayah. biaya energi. Daya beli ini diukur dari tingkat pendapatan masyarakat dan perkembangan tingkat harga-harga umum. lingkungan makro perusahaan terdiri atas kekuatan sosial yang mempengaruhi seluruh pelaku di lingkungan mikro perusahaan dan mempengaruhi kegiatan perusahaan. Lingkungan teknologi juga diukur melalui laju pertumbuhan penelitian dan pengembangan (litbang) dan tingginya anggaran litbang.15 memberikan kesempatan besar bagi perusahaan untuk maju. 2003). Lingkungan Teknologi Merupakan kekuatan-kekuatan yang menciptakan teknologi baru. . tingkat polusi. b. lokasi penduduk. Lingkungan Alam Merupakan sumber daya alam yang dibutuhkan sebagai masukan oleh pemasar atau yang dipengaruhi oleh aktivitas pemasaran seperti kebutuhan bahan baku. Faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan makro adalah : a. Perubahaan daya beli disebabkan oleh adanya perubahan pendapatan dan perubahan harga-harga di pasar. usia penduduk dan sebagainya. Menurut Kotler (2000). Lingkungan Demografi Merupakan lingkungan yang menyangkut kependudukan seperti jumlah penduduk. c.

gaya hidup. place dan promotion. yang terdiri dari product.1. Adapun penjelasan dari 4P tersebut adalah : 2. Menurut Kotler (2000). Bauran Pemasaran Pemasaran selalu terkait dengan apa yang disebut bauran pemasaran. Lingkungan Sosial / Budaya Kondisi sosial masyarakat selalu berubah-ubah. stabilitas pemerintah.16 e. hendaknya dapat diantisipasi oleh perusahaan. Produk adalah penawaran berwujud perusahaan kepada pasar yang mencakup . demografis. f. untuk digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan. Alasan penulis mengunakan 4P karena perusahaan yang dijadikan sebagai tempat penelitian merupakan perusahaan yang bersifat semi jasa dan penelitian dilakukan meliputi perusahaan secara keseluruhan bukan hanya pelayanannya sehingga penggunaan 4P telah cukup mewakili.6. Perubahanperubahan sosial yang terjadi yang mempengaruhi perusahaan. Lingkungan Politik / Hukum Arah. 2. bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. peraturan tentang perdagangan luar negeri. Istilah lain untuk bauran pemasaran adalah marketing mix (4P). adat istiadat dan kebiasaan dari orang-orang di lingkungan eksternal perusahaan. religius. peraturan tentang keamanan dan kesehatan kerja dan sistem perpajakan. kebijakan dan stabilitas politik merupakan pertimbangan penting bagi para manajer dalam merumuskan strategi perusahaan. Tindakan politik yang dirancang untuk melindungi dan memerikan manfaat bagi perusahaan seperti undangundang tentang lingkungan dan perburuhan. pendidikan dan etnis.6. Poduct (Produk) Produk merupakan sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli. Kondisi sosial ini banyak aspeknya. yang berkembang dari pengaruh kultural. misalnya sikap. price.

potongan. Penentuan lokasi kantor yang disertai dengan sarana dan prasarana pendukung menjadi sangat penting. kemasan. Place (Tempat) Tempat merupakan berbagai kegiatan yang dilakukan peusahaan untuk membuat produk dapat diperoleh dan tersedia bagi pelanggan sasaran yang mencakup saluran. 2. atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. pelayanan. Penentuan lokasi biasanya digunakan untuk lokasi pabrik atau gudang atau cabang. syarat kredit dan jangka waktu pembayaran. rabat. ruang lingkup. lokasi. Promosi merupakan sarana paling ampuh untuk mengenal perusahaan. 2. Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar-menawar. ukuran.3. Promotion (Promosi) Dalam kegiatan promosi. Dalam harga mencakup daftar harga. misalnya produk tidak laku di pasaran.6. Price (Harga) Harga merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan bauran pemasaran. membujuk. salah dalam menentukan harga akan berakibat fatal terhadap produk yang ditawarkan.6. menarik dan mempertahankan . jaminan dan pengembalian. bentuk. desain. kualitas.17 keanekaragaman produk.6. merek.2. Penentuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan. 2. atau mengingatkan konsumen akan manfaat suatu organisasi atau suatu produk. persediaan dan transportasi. Promosi dalam bauran pemasaran adalah menghasilkan pertukaran yang saling memuaskan dengan pasar yang dituju melalui penyampaian informasi mendidik. setiap perusahaan berusaha untuk mempromosikan seluruh produk dan jasa yang dimilikinya baik langsung maupun tidak langsung.4. hal ini disebabkan agar stakeholders mudah menjangkau setiap lokasi yang ada.

Kegiatan promosi ini bertujuan untuk membangun hubungan yang baik dengan publik perusahaan.7. Penelitian Terdahulu Arsanti (2005) melakukan penelitian mengenai “Analisis Formulasi Strategi Perusahaan pada PT HERO Supermarket. kuis serta kegiatan lainnya melalui berbagai media. Publicity (Publisitas) Publisitas merupakan kegiatan promosi yang dilakukan melalui kegiatan seperti pameran. Hal ini dikarenakan banyak pelaku bisnis ritel yang tertarik untuk menanamkan investasinya di Indonesia. perlombaan cerdas cermat. cerita dan peristiwa yang tidak menyenangkan. c. Sarana promosi yang digunakan dalam mempromosikan produk maupun jasanya terdiri dari empat macam sarana.18 pelanggan. Kehadiran ritel asing di Indonesia lebih berdampak mengancam pasar pada . Sales Promotion (Promosi Penjualan) Promosi penjualan adalah intensif jangka pendek untuk meningkatkan pembelian atau penjualan suatu produk agar konsumen segera membeli setiap produk atau jasa yang ditawarkan. HERO Supermarket sebagai peritel modern lokal perlu menerapkan strategi yang tepat untuk menghadapi persaingan dalam bisnis ritel. televisi. b. d. menarik dan mempengaruhi konsumen yang dapat dilakukan dengan berbagai media seperti pemasangan Billboard atau spanduk. Personel Selling (Penjualan Pribadi) Penjualan pribadi secara umum dilakukan oleh seluruh karyawan perusahaan. menumbuhkembangkan suatu citra perusahaan yang baik. Advertising (Periklanan) Iklan adalah sarana promosi yang digunakan untuk mengiformasikan. satpam. 2. serta menangani atau menghilangkan desasdesus. sampai pejabat dalam perusahaan. mulai dari cleaning service. bakti sosial. pemasangan melalui koran. Tbk. pencetakan brosur. majalah. radio atau media lainnya. yaitu : a.

matriks IE dan matriks SWOT. Strategi pemasaran tersebut harus sesuai dengan faktor-faktor strategis yang dimiliki oleh perusahaan. price. Hasil analisis IE menempatkan perusahaan pada sel I dan IV dengan strategi yang tepat adalah growth and build seperti penetrasi pasar. serta keterbatasan modal merupakan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Dari matriks QSPM didapatkan alternatif strategi yang tepat bagi perusahaan. Jawa Tengah. pengembangan produk dan perluasan pasar. Kamillah (2005) melakukan penelitian mengenai ”Analisis Strategi Perusahaan PT PISMATEX Pekalongan. Hasil analisis yang dilakukan terhadap PT HERO Supermarket sebagai perusahaan ritel menggambarkan kondisi internal maupun eksternal yang cukup kondusif. terutama dalam upaya merebut pasar. serta bauran pemasaran (product. PT PISMATEX perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat dalam kegiatan permasarannya untuk menghadapi munculnya pesaing-pesaing baru. Peluang perusahaan adalah pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat dan ancaman bagi perusahaan adalah meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL). Hasil analisis matriks IFAS dan EFAS didapatkan kekuatan perusahaan adalah mutu sarung Gajah Duduk bagus dan harga sarung yang terjangkau. . yaitu faktor internal dan faktor eksternal. matriks IE dan SWOT. serta matriks QSPM.19 peritel modern lokal daripada pasar tradisional. Analisis SWOT menghasilkan beberapa alternatif strategi untuk memudahkan penilaian matriks QSPM. dimana perusahaan mampu menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk menutupi kelemahan yang ada serta perusahaan mampu memanfaatkan peluang yang ada dengan mengantisipasi ancaman yang terjadi dalam perusahaan. Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan matriks External Factor Evaluation (EFE). karena segmennya relatif sama. serta matriks QSPM. Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan matriks External Factor Analysis Summary (EFAS). place dan promotion).

Peneliti menggunakan kelima matriks tersebut untuk memformulasikan strategi pada salah satu bentuk organisasi publik. . serta matriks QSPM untuk mengolah dan menganalisis data. Berdasarkan kedua penelitian terdahulu. bahan baku dan bahan bakar).20 yaitu efisiensi biaya produksi dalam proses produksi (pengolahan. yaitu menggunakan matriks IFE dan EFE. matriks IE dan matriks SWOT. penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunakan metode yang sama. yaitu PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan publiknya.

Dengan melakukan analisis lingkungan. perusahaan dapat mengantisipasi lingkungan perusahaan secara cepat dan tepat untuk kesuksesan perusahaan. hold and maintain. Analisis lingkungan bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya. . Kerangka Pemikiran Penelitian Penelitian ini terdiri dari beberapa langkah yaitu langkah pertama adalah mengetahui visi dan misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. METODOLOGI PENELITIAN 3. mengidentifikasi dan analisis lingkungan perusahaan baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. variabel-variabel internal dan eksternal perusahaan diringkas dan dijabarkan dalam matriks IFE dan matriks EFE. produksi/operasi dan pemasaran. maka dapat dirumuskan beberapa strategi alternatif dengan menggunakan matriks SWOT. keuangan. Sedangkan analisis lingkungan eksternal meliputi lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan.1. tahap terakhir yang merupakan tahap keputusan untuk menentukan strategi yang paling tepat diantara alternatif strategi yang ada sesuai dengan kondisi perusahaan dengan menggunakan analisis QSPM. Pernyataan misi dan tujuan akan menjadi penuntun dalam melakukan tahap analisis selanjutnya agar strategi yang akan diterapkan mengarah pada pencapaian tujuan akhir yang membantu rencana dan keputusan untuk mencapai tujuannya. Keempat. serta strategi harvest or divest. Kedua.III. Ketiga. Total skor pada kedua matriks tersebut dipadukan dalam matriks IE untuk mengetahui posisi perusahaan berdasarkan kelompok strategi growth and build. Kemudian berdasarkan pada matriks IE. Analisis lingkungan internal meliputi faktor sumber daya manusia.

22 PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR VISI DAN MISI PERUSAHAAN Lingkungan Internal a. Faktor Produksi/Operasi d. Faktor Sumber daya Manusia b. Faktor Keuangan c. Kerangka Pemikiran Penelitian . Faktor Pemasaran Lingkungan Eksternal a. Lingkungan Makro ♦ Lingkungan Demografi ♦ Lingkungan Ekonomi ♦ Lingkungan Alam ♦ Lingkungan Politik/Hukum ♦ Lingkungan Teknologi ♦ Lingkungan Sosial/Budaya Matriks IFE Matriks IE Matriks EFE Matriks SWOT Matriks QSPM (Pengambilan Keputusan Prioritas Strategi) Prioritas Strategi alternatif dari Hasil Analisis Gambar 2. Lingkungan Mikro ♦ Pemasok ♦ Perantara ♦ Pelanggan ♦ Pesaing ♦ Masyarakat b.

4. Data sekunder diperoleh dari laporan tertulis atau dokumen perusahaan. Gambaran umum perusahaan. dengan waktu tiga bulan yang dimulai dari bulan April sampai bulan Juni 2007. jurnal dan internet. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang berlokasi di Jalan Siliwangi No. yang cara pengisiannya dipandu oleh peneliti. meliputi sejarah berdiri. Data untuk analisis lingkungan eksternal a. Jenis dan Sumber Data Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. b. data-data dari literatur yang relevan dengan penelitian yang berasal dari buku. produksi dan pemasaran yang dilakukan perusahaan.2. Data primer diperoleh melalui kunjungan ke perusahaan untuk mencari informasi dari pihak yang berwenang (PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor). Lingkungan mikro b. visi dan misi perusahaan. Wawancara dengan menggunakan kuesioner. Perpaduan antara matriks IFE dan EFE diperoleh matriks IE yang digunakan sebagai parameter posisi perusahaan dengan melihat kondisi . Pengolahan Data dan Analisis Data Alat analisis yang digunakan dalam tahap masukan yaitu matriks IFE digunakan untuk melihat posisi perusahaan dari sisi kekuatan dan kelemahan. 2. wawancara langsung dengan pihak perusahaan yang mengerti kondisi perusahaan dan memiliki kontribusi dalam merumuskan strategi perusahaan. Data yang dibutuhkan untuk menganalisis lingkungan perusahaan meliputi : 1. Gambaran mengenai sumber daya manusia. Lingkungan makro 3. keuangan. Data-data yang diperoleh digunakan untuk melakukan analisis terhadap strategi perusahaan. 121 Bogor. 3.3. Dan matriks EFE untuk melihat posisi perusahaan dari sisi peluang dan ancaman. Data untuk analisis lingkungan internal a. struktur organisasi.23 3.

.5. Tahap masukan merupakan tahap yang meringkas informasi dasar yang diperlukan untuk merumuskan startegi. yaitu : a. 2004). Menyusun daftar faktor-faktor utama yang mempunyai dampak penting (Critical Success Factors atau CSF) untuk aspek internal dan eksternal perusahaan yang ditempatkan pada kolom pertama. Penentuan bobot dilakukan dengan cara mengajukan identifikasi faktor internal dan eksternal tersebut dengan menggunakan metode Paired Comparison (Kinnear. Kemudian untuk memilih strategi yang terbaik digunakan QSPM. 2000). Matriks IFE dan EFE Matriks IFE dan EFE merupakan teknik yang digunakan pada tahap masukan (The Input Stage) dari kerangka kerja perumusan startegi. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membentuk matriks IFE dan EFE. Matriks SWOT digunakan untuk menghasilkan strategi-strategi yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Sedangkan matriks EFE digunakan untuk meringkas dan mengevaluasi peluang dan ancaman utama perusahaan sehingga diketahui faktor-faktor eksternal perusahaan yang dianggap penting. Metode ini digunkan untuk memberikan penilaian terhadap bobot setiap faktor penentu internal dan eksternal. Matriks IFE dan EFE beserta dengan penyataan misi yang jelas menyediakan informasi dasar yang diperlukan untuk merumuskan strategi secara sukses dengan syarat teknik ini disertai penilaian intuitif yang baik dalam menetapkan pembobotan dan penilaian yang tepat (David.24 internal dan eksternal. 3. Alat analisis pada tahap ini bertujuan untuk mengkuantitatifkan subjektivitas selama tahap awal dari proses formulasi strategi. Matriks IFE digunakan untuk mengevaluasi dan meringkas kekuatan dan kelemahan utama dalam berbagai bidang fungsional perusahaan sehingga diketahui faktor-faktor internal perusahaan yang dianggap penting.

. Penilaian Bobot Faktor Strategis Eksternal Perusahaan Faktor Strategis Eksternal A B C D .. A B C D . 2 = Jika indikator horizontal sama penting daripada indikator vertikal.. Dalam menentukan bobot setiap variabel digunakan skala 1.. Total Sumber : Kinnear.. Penilaian bobot (weight) setiap faktor strategis internal dan eksternal. 2000 c..25 b.....……………………(3) Total n ∑ i=1 Xi Total n ∑ i=1 Xi ∑ Xi I=1 Keterangan : ai = Bobot variabel ke-i Xi = Nilai variabel ke-i .. Tabel 1. 2 dan 3 dengan keterangan sebagai berikut : 1 = Jika indikator horizontal kurang penting daripada indikator vertikal.. Total Sumber : Kinnear.. Penilaian Bobot Faktor Strategis Internal Perusahaan Faktor Strategis Internal A B C D . 3 = Jika indikator horizontal lebih penting daripada indikator vertikal. Penilaian pembobotan dapat dilihat pada Tabel 1dan Tabel 2. Penentuan bobot setiap variabel diperoleh dengan menggunakan proporsi nilai setiap variabel dari jumlah nilai keseluruhan variabel dengan menggunakan rumus : ai = Xi n ………………………………………... A B C D .... 2000 Tabel 2...

0. 2004 Bobot (A) Rating (B) Skor (AxB) Bobot (A) Rating (B) Skor (AxB) . 2000 Tabel 4.. n Total Sumber : David..26 i = 1. n Ancaman : 1 . . .. n Kelemahan : 1 . Tabel 3. Matriks IFE Faktor Strategis Internal Kekuatan : 1 . 2. . . Matriks EFE Faktor Strategis Internal Peluang : 1 .. . . Pembobotan ini kemudian ditempatkan pada kolom kedua matriks IFE dan EFE. Data internal yang diperoleh dikelompokan secara kualitatif untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam matriks IFE dan mengetahui peluang dan ancaman yang berasal dari lingkungan eksternal perusahaan dalam matriks EFE dan dilakukan pembobotan. 3. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4. n Total Sumber : David. . n n = Jumlah variabel Total bobot yang diberikan harus sama dengan 1. . ..

00 Gambar 3. Pada sumbu y.99 menunjukkan posisi eksternal yang sedang dan 3.99 menunjukkan posisi eksternal yang rendah.00 Rata-rata IV V VI 2. skor 2.99 menunjukkan rata-rata dan 3. Pada sumbu x. Matriks IE (David.00 menunjukkan posisi eksternal yang tinggi. 2004) . Parameter yang digunakan meliputi kekuatan internal perusahaan dan pengaruh eksternal yang dihadapi dengan menggabungkan matriks IFE dan EFE sehingga menghasilkan kombinasi total nilai terboboti dari matriks IFE dan EFE (Rangkuti.00 Tinggi I II III SKOR TOTAL EFE 3.00 3.004. skor antara 2.6.99 menunjukkan posisi internal yang lemah. skor antara 1.00-1.00 Rata-rata 2.00-1.00-2.27 3. yaitu matriks IFE yang diberikan bobot pada sumbu x dan matriks EFE yang diberikan bobot pada sumbu y. Matriks IE didasarkan pada dua dimensi kunci.00 Lemah 1. Matriks IE Matriks IE digunakan untuk memperoleh strategi bisnis ditingkat korporat yang lebih detail. Matriks IE adalah matriks yang menunjukkan berbagai tempat atau posisi untuk divisi suatu organisasi dalam sembilan kotak atau sel.00 kuat. skor antara 1.00-2.00 Rendah VII VIII IX 1. Pembagian sel-sel dalam matriks IE dapat dilihat pada Gambar 4. 2005). SKOR TOTAL IFE Kuat 4.00-4.

Strategi Pertumbuhan melalui Konsentrasi dan Diversifikasi Ada dua strategi dasar dari pertumbuhan pada tingkat korporat. sel-sel pada matriks IE dibagi menjadi tiga bagian utama yang memiliki dampak strategi yang berbeda. VIII dan IX sangat dianjurkan untuk melakukan divestasi. Forward Intergation dan Horizontal Intergration. atau meningkatkan akses ke pasar yang lebih luas. yaitu : a. profit. sedangkan perusahaan yang relatif kurang memiliki kinerja yang baik cenderung mengadakan diversifikasi . mengembangkan produk baru. Market Development dan Product Development atau strategi terintegrasi seperti Bakward Intergration. asset. Strategi yang mewakili strategi ini adalah strategi intensif dan integratif seperti Market Penetration. menambahn kualitas produk atau jasa.28 Berdasarkan Gambar 4. perusahaan yang memiliki kinerja yang baik cenderung mengadakan konsentrasi. b. atau kombinasi ketiganya. Posisi perusahaan yang berada pada sel I. Berdasarkan penelitian. 2. baik dalam penjualan. Posisi perusahaan yang berada pada sel VI. Growth Strategy (Strategi Pertumbuhan) Strategi pertumbuhan dirancang untuk mencapai pertumbuhan. Strategi yang terbaik adalah melakukan penetrasi pasar dan pengembangan produk. Posisi perusahaan yang berada pada sel III. Cara ini merupakan strategi yang paling penting apabila kondisi perusahaan berada dalam pertumbuhan yang cepat dan terdapat kecenderungan pesaing untuk melakukan perang harga untuk meningkatkan pangsa pasar. Usaha yang dapat dilakukan adalah dengan meminimalkan biaya (minimize cost) sehingga dapat meningkatkan profit. Hal ini dapat dicapai dengan cara menurunkan harga. Penjelasan secara detail mengenai kesembilan strategi yang terdapat pada sembilan sel matriks IE tersebut diatas. c. II dan IV disebut Growth and Build (tumbuh dan bina). yaitu konsentrasi pada satu industri atau diversifikasi ke industri lain. V dan VII disebut dengan Hold and Maitain (pertahankan dan pelihara). 1. dapat dijelaskan melalui tindakan dari masing-masing strategi tersebut.

Konsentrasi melalui Integrasi Horizontal (Sel 2 dan 5) Strategi pertumbuhan melalui intergrasi horizontal adalah suatu kegiatan untuk memperluas perusahaan dengan cara membangun di lokasi yang lain dan meningkatkan jenis produk serta jasa. Hal ini merupakan strategi utama untuk perusahaan yang memiliki posisi kompetitif pasar yang kuat (high market share) dalam industri yang berdaya tarik tinggi. maka perusahaan harus meminimalkan biaya dan operasi yang tidak efisien untuk mengontrol kualitas. Konsentrasi melalui Integrasi Vertikal (Sel 1) Pertumbuhan melalui konsentrasi dapat dicapai melalui integrasi vertikal dengan cara bakward integration (mengambil alih fungsi supplier) atau dengan cara forward integration (mengambil alih fungsi distributor). Agar dapat meningkatkan kekuatan bisnisnya atau posisi kompetitifnya.29 agar dapat meningkatkan kinerjanya. 2. Contoh strategi pertumbuhan adalah sel 1. Sedangkan apabila perusahaan berada dalam moderate attractive industry. maka strategi yang diterapkan adalah konsolidasi (sel 5). Diversifikasi Konsentris (Sel 7) Strategi pertumbuhan melalui diversifikasi umumnya dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki kondisi competitive position sangat kuat tetapi daya tarik industrinya sangat rendah. fasilitas produksi dan teknologi melalui pengembangan internal maupun eksternal dengan melalui akuisisi atau joint ventures dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Perusahaan yang berada pada sel ini dapat memperluas pasar. Perusahaan tersebut berusaha memanfaatkan kekuatannya untuk membuat produk baru secara efisien . serta distribusi produk. tujuannya adalah untuk meningkatkan penjualan dan profit dengan cara memanfaatkan keuntungan economics of scale baik di produksi maupun pemasaran. 7 dan 8. Strategi ini bertujuan untuk menghindari kehilangan penjualan dan kehilangan profit. 5. 5. Jika perusahaan tersebut berada dalam industri yang sangat atraktif (sel 2). 3. 4.

peluang dan ancaman dinamakan analisis SWOT.30 karena perusahaan ini sudah memiliki kemampuan manufaktur dan pemasaran yang baik. Diversifikasi Konglomerat (Sel 8) Strategi pertumbuhan melalui kegiatan bisnis yang tidak saling berhubungan dapat dilakukan jika perusahaan menghadapi competitive position yang tidak begitu kuat (average) dan nilai daya tarik industrinya sangat rendah. Kondisi ini menyebabkan perusahaan tersebut melakukan usahanya ke dalam perusahaan lain. 3. 2005). Tetapi pada saat perusahaan tersebut mencapai tahap matang. Model SWOT menyediakan sebuah struktur untuk memadukan antara apa yang saat ini yang dapat dilakukan (strength) dan yang tidak dapat dilakukan (weaknesses) perusahaan dan perkembangan apa yang terjadi pada lingkungan yang menguntungkan (opportunity) dan yang menghambat (threat) (Rangkuti. Analisis SWOT merupakan sebuah model yang dapat mengarahkan dan berperan sebagai katalisator dalam proses perencanaan strategis. 6. perusahaan yang hanya memiliki competitive position rata-rata cenderung akan menurun kinerjanya. Untuk itu strategi diversifikasi konglomerat sangat diperlukan.7. Kerangka ini digunakan untuk membangun dan mengoperasikan atau mengimplementasikan informasi-informasi dari analisis situasi baik internal dan eksternal. sedangkan secara eksternal. 2005). . Unsur-unsur SWOT tersebut meliputi: S (Strength) : Mengacu kepada keunggulan kompetitif dan kompetisi lainnya yang dapat mempengaruhi perusahaan pada pasar. Secara internal. kelemahan. Tekanan strategi ini lebih pada sinergi finansial daripada product market sinergy (Rangkuti. 2005). model ini memposisikan kekuatan dan kelemahan perusahaan. analasis ini mengidentifikasi peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan (Rangkuti. Matriks SWOT Keseluruhan evaluasi kekuatan.

2005) Berdasarkan gambar 4. Strategi S-O Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Faktor Internal STRENGHTS (S) Daftar Kekuatan Internal STRATEGI S-O Strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang STRATEGI S-T Strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman WEAKNESSES (W) Daftar Kelemahan Internal STRATEGI W-O Strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang STRATEGI W-T Strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman Faktor Eksternal OPPORTUNITIES (O) Daftar Peluang Eksternal THREATS (T) Daftar Ancaman Eksternal Gambar 4. matriks SWOT menghasilkan empat set kemungkinan strategi alternatif. : Berhubungan dengan penghalang atau kondisi yang dapat menghalangi organisasi dalam mencapai tujuannya. yaitu : 1. Hasil dari analisis SWOT adalah strategi alternatif berdasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang. IFE. O (Opportunities) : Menyediakan T (Threats) kondisi membatasi penghalang. . namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan. EFE dan matriks IE.31 W (Weaknesses) : Hambatan yang membatasi yang pilihan-pilihan menguntungkan pada yang pengembangan strategi perusahaan. Matriks SWOT (Rangkuti. Analsis SWOT menggunakan informasi dan data yang diperoleh dari analisis lingkungan perusahaan dengan didukung analisis strategi pemasaran yang dijalankan perusahaan.

32

2. Strategi S-T Strategi ini menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal. 3. Strategi W-O Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. 4. Strategi W-T Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada, serta menghindari ancaman. Analisis SWOT akan memberikan arah, pilihan dan pengembangan perusahaan sehingga diperoleh strategi yang tepat bagi perusahaan. BERBAGAI PELUANG 3. Mendukung strategi turn-around KELEMAHAN INTERNAL 4. Mendukung strategi defensif 1. Mendukung strategi agresif KEKUATAN INTERNAL 2. Mendukung strategi diversifikasi

BERBAGAI ANCAMAN Gambar 5. Analisis SWOT (Rangkuti, 2005) Keterangan : Kuadran 1 : Pada kuadran 1 merupakan situasi yang sangat menguntungkan bagi perusahaan karena perusahaan memiliki peluang dan kekuatan yang dapat dimanfaatkan sekaligus. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy). Kuadran 2 : Pada kuadran 2, perusahaan menghadapi berbagai ancaman namun masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi

33

yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk atau pasar). Kuadran 3 : Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi perusahaan pun menghadapi beberapa kendala atau kelemahan internal. Fokus strategi perusahaan pada kuadran 3 adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik. Kuadran 4 : Pada kuadran 4, perusahaan mengalami situasi yang sangat tidak menguntungkan karena perusahaan menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal. 3.8. Matriks QSPM Matriks QSPM merupakan alat analisis yang digunakan dalam tahap keputusan. QSPM menggunakan masukan dari matriks IFE dan EFE pada tahap input, serta matriks IE dan SWOT pada tahap pencocokan untuk memutuskan strategi mana yang terbaik. Strategi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pihak manajemen perusahaan dalam penetapan kebijakan strategi untuk pengembangan usaha. Setelah berhasil mengembangkan sejumlah strategi alternatif, perusahaan harus mampu mengevaluasi dan kemudian memilih strategi terbaik yang paling cocok dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan dengan menggunakan QSPM. Ada enam langkah yang perlu harus diikuti untuk membuat matriks QSPM, yaitu : a. Menuliskan daftar peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan. b. Berikan bobot untuk masing-masing peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan. Bobot ini harus identik dengan rata-rata bobot yang dihasilkan pada matriks IFE dan EFE. c. Tuliskan strategi alternatif yang akan dievaluasi. d. Apabila faktor yang bersangkutan ada pengaruhnya terhadap strategi yang sedang dipertimbangkan, berikan nilai Attractiveness Score (AS) yang dimulai dari 1 (tidak dapat diterima), 2 (mungkin dapat diterima), 3 (kemungkinan besar dapat diterima) dan 4 (dapat diterima). Sedangkan

34

apabila tidak ada pengaruhnya terhadap strategi alternatif yang sedang dipertimbangkan, jangan berikan nilai AS. e. Kalikan nilai bobot dengan nilai AS. f. Hitung nilai totalnya (Total Attractiveness Score atau TAS). Strategi alternatif yang memiliki nilai total terbesar merupakan strategi yang paling baik dan sebaiknya dijadikan strategi alternatif dengan prioritas penerapan utama. Ilustrasi QSPM dapat dilihat dalam Tabel 5. Tabel 5. Matriks QSPM Faktor Kunci Bobot Strategi I AS TAS Strategi alternatif Strategi II Strategi ke-n AS TAS AS TAS

Peluang : Ancaman : Kekuatan : Kelemahan : Total Sumber : David, 2004

Pada tahun 1966. Jumlah penduduk Kota Bogor yang semakin meningkat telah membuat pelayanan air minum di kota hujan ini mengalami perkembangan. Gambaran Umum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor 4.000 Sambungan Langganan (SL) dengan tingkat kehilangan air mencapai 50 persen. pada tahun 1967 sumber air ditambah dengan mengambil dari mata air Bantar Kambing melalui reservoir Cipaku.1. Untuk menambah kembali kapasitas air. Melihat kondisi tersebut. rencana ini terhambat masalah pendanaan karena untuk memasang pipa transmisi dibutuhkan dana investasi yang cukup besar. Pada tahun 1935 untuk mencukupi kebutuhan penduduk Kota Bogor dilakukan penambahan kapasitas air sebanyak 30 liter per detik yang berasal dari sumber air Kebon Salada (milik PAM DKI Jaya). jumlah pelanggan tercatat sekitar 7. maka dilakukan survei dan perencanaan strategis untuk meningkatkan pelayanan dan pengembangan kapasitas jumlah air bersih. yang dibangun oleh pemerintah Belanda.IV. Sumber mata air Kota Batu ini merupakan cikal bakal keberadaan PDAM Kota Bogor dan dimulainya pelayanan air minum di Kota Bogor.1.1. Sejarah dan Perkembangan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Kota Bogor telah mempunyai sistem pelayanan air minum sejak tahun 1918. Namun. Bantuan dana pun . HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Saat itulah mulai dirasakan adanya kekurangan air minum. Persentase kehilangan air tersebut akibat kurang baiknya mutu pipa dinas (meter air) dan kondisi pipa distribusi yang sudah tua. Nama perusahaan air minum pada waktu itu adalah Gemeente Waterleiding Buitenzorg yang memanfaatkan sumber mata air Kota Batu sebagai sumber air utama dengan kapasitas produksi sebanyak 70 liter per detik.

011/SK/1977. Dengan penambahan sumber air tersebut. PDAM Kota Bogor pada tahun 1988 mulai melakukan studi kelayakan dengan berencana memanfaatkan air permukaan sebagai sumber air lainnya. Sumber air bakunya memanfaatkan air sungai Cisadane. feasibility study. Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Nomor 011. maka nama PDAM Kota Bogor berubah menjadi PDAM Tirta Pakuan Kota . Selanjutnya. maka pada tanggal 3 Juli 1975 dilakukan penghentian atau pemutusan atas koneksi pipa PAM DKI Jaya.449. Proyek seluruhnya dilakukan oleh Valentine Laurie and Davies Consulting Engineers dari Sydney. Modal dasar perusahaan terdiri dari kekayaan daerah yang berasal dari kekayaan perusahaan air minum pada waktu kedudukannya sebagai Dinas Daerah. dilakukan kembali penambahan kapasitas air melalui sumber mata air Tangkil. 5 Tahun 1977 yang menyatakan perubahan status Dinas Daerah menjadi Perusahaan Daerah. perencanaan dan supervise dengan nilai total bantuan sebesar A$1. PDAM Kota Bogor mulai didirikan.456. 300/HK.000 atau US$2. Dengan berfungsinya tambahan kapasitas produksi tersebut. mata air Bantar Kambing. Pada tanggal 31 Maret 1977 dikeluarkan Peraturan Daerah No. berupa hibah dengan nama proyek Colombo Plan. PDAM berhasil menambah kapasitas produksinya dengan membangun Instalasi Pengelolaan Air (IPA) dengan instalasi atau Water Treatment Plant (WTP) yang berlokasi di Cipaku dan Dekeng. Australia.36 diperoleh dari pemerintah Australia. Bentuk bantuan yang diperoleh berupa pipa dan aksesorisnya. kapasitas produksi air meningkat yang pada awal tahun 2007 mencapai 1.45-75 Tahun 2002 tanggal 29 April 2002 tentang penetapan logo baru PDAM Kota Bogor dan penambahan nama Tirta Pakuan. Empat sumber air tersebut adalah mata air Kota Batu.736.130 liter per detik berasal dari empat sumber air utama. mata air Tangkil dan sungai Cisadane (WTP Cipaku dan WTP Dekeng). melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No. Kemudian pada tahun 1973.

Mewujudkan penyelenggaraan perusahaan milik daerah yang dapat menunjang otonomi daerah secara maksimal. Mengembangkan penelitian dan kegiatan inovatif serta peningkatan SDM yang dapat menopang tuntutan pertumbuhan . Menyelesaikan aspek teknik.2.1. efektif dan tepat guna sehingga produk dan kinerja yang dihasilkan dapat dipasarkan dalam jangkauan masyarakat pelanggannya dengan memperhatikan undang-undang perlindungan konsumen.37 Bogor. 3. Adapun penjabaran misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai berikut : 1. Mengembangkan bidang usaha sistem pelayanan air minum yang efisien. Salah satunya adalah penerapan manajemen melalui sistem informasi yang ditunjang dengan komputerisasi. Misinya yaitu memberikan kepuasan pelayanan air minum secara berkesinambungan kepada masyarakat sesuai standar kesehatan yang ada dengan mempertimbangkan keterjangkauan masyarakat dan berperan sebagai penunjang otonomi daerah serta meningkatkan sumber daya manusia secara maksimal. 4. 5. jaringan terpadu yang mampu melaksanakan pemantauan di semua bagian dan otomatisasi semua data administrasi dan penagihan pelanggan secara cepat dan tepat. 4. aspek manajemen dan aspek kewirausahaan dalam penyelenggaraan sistem pelayanan yang berorientasi pada manfaat dan perlindungan sumber daya lingkungan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan misi dan tujuan perusahaan. Menyelenggarakan sistem pelayanan air minum yang unggul berkesinambungan memenuhi mutu yang berlaku untuk menjamin tercapainya kepuasan pelayanan kepada pelanggan. 2. Visi dan Misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Visi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah mejadi perusahaan terdepan di bidang pelayanan air minum.

10 orang kepala bagian.38 kebutuhan umumnya. II Bogor No.1. 2. perusahaan dan pembangunan nasional pada 4. tugas dan tanggung jawab serta peranan masing-masing antara dewan direksi. Dalam menjalankan tugas pelayanan air minum. 4.1. . Memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Bogor secara memadai.3. yaitu untuk meningkatkan kemampuan pelayanan dan memenuhi kewajiban-kewajiban lainnya dengan cara pengelolaan perusahaan secara sehat berdasarkan asas ekonomi perusahaan. Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Struktur organisasi adalah salah satu hal yang penting dalam perusahaan karena dengan adanya struktur organisasi akan dapat diketahui dengan jelas hubungan. Secara garis besar PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mempunyai dua fungsi. yaitu : 1.4. 72 tahun 2004 tanggal 30 Desember 2004. kepala sub bagian dan tenaga pelaksana. yaitu dapat memenuhi kebutuhan semua lapisan masyarakat dengan memberlakukan tarif air minum yang disesuaikan dengan kondisi dan fungsi tempat pelanggan serta adanya pelanggan yang tersubsidi. Strukur organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor disusun berdasarkan Surat Keputusan Walikota KDH tk. serta berkesinambungan. 35 kepala sub bagian dan 423 orang tenaga pelaksana. Fungsi ekonomi. kepala bagian. adil dan merata. 2. Sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Bogor. Tugas Pokok dan Fungsi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai BUMD milik Pemerintah Kota Bogor mempunyai tugas pokok sebagai berikut : 1. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor didukung oleh tiga direksi. Bagan struktur organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Lampiran 1. Fungsi sosial.

Karyawan tetap PDAM 369 orang 78. pekerja kebocoran dan satpam. Calon Karyawan PDAM 10 orang 2. terdiri dari 234 orang karyawan di bagian umum dan 237 orang di bagian teknik. antara lain sumber daya manusia. . Karyawan Kontrak 18 orang 3. serta pemasaran. calon karyawan sebanyak 10 orang.1. cleaning service. produksi dan operasi. 2006. Analisis Lingkungan Internal Identifikasi faktor internal perusahaan bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan status karyawannya dapat dilihat pada Tabel 6. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus selalu memperhatikan kondisi sumber daya manusia yang dimilikinya untuk menjaga kestabilan dan pertumbuhan perusahaan. Status karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dibagi menjadi empat yaitu karyawan tetap PDAM sebanyak 369 orang. keuangan.39 4. Jumlah karyawan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sebanyak 471 orang.71 Jumlah 471 orang 100 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Aspek SDM SDM adalah aspek yang penting bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena merupakan salah satu faktor internal perusahaan yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. 4. Jumlah karyawan berdasarkan status karyawan Status Karyawan Jumlah Persentase Karyawan (%) 1. Faktor-faktor internal yang dimiliki perusahaan dapat dikelompokkan menjadi empat bagian.13 3.2.82 4. Outsourcing 74 orang 15.2. Tabel 6.34 2. karyawan kontrak sebanyak 18 orang dan karyawan outsourcing sebanyak 74 orang yang meliputi call center. Untuk itu Bagian SDM memiliki peranan penting dalam pengembangan manusia yang berkualitas dan profesional di bidangnya.

D3. Dengan meningkatnya pengetahuan dan motivasi kerja karyawan terhadap perusahaan maka sistem organisasi dalam perusahaan dapat berjalan sesuai dengan prosedur.80 4.55 5.40 SDM PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang ada belum diberdayakan secara optimal. D3 12 orang 2.53 3. Tingkat pendidikan karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor beragam mulai dari SD. Berdasarkan Tabel 6 dan 7. S1. Tabel 7. SLTP. Pengukuran kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tentang pedoman penilaian kinerja PDAM. SD 78 orang 16. SLTA 244 orang 51.56 2. Pengadaan program-program pelatihan dan pengembangan karyawan dilakukan berdasarkan kebutuhan dari masing-masing bagian dalam perusahaan dengan biaya tersendiri yang khusus dikeluarkan untuk program pelatihan. SLTP 59 orang 12. Hal ini akan mendukung dalam pencapaian kinerja perusahaan yang baik. Hal ini mengindikasikan bahwa pelatihan bagi karyawan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi kerja karyawan terhadap perusahaan. dapat diketahui bahwa di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang menjadi dominan adalah karyawan tetap dan mayoritas karyawannya berpendidikan SLTA.01 6. SLTA. Kinerja PDAM Tirta . sampai S2 yang sebagian besar karyawannya berpendidikan SLTA yaitu sebanyak 244 orang. S2 12 orang 2. Jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan tingkat pendidikannya dapat dilihat pada Tabel 7.55 Jumlah 471 orang 100 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Jumlah karyawan berdasarkan tingkat pendidikan Tingkat Pendidikan Jumlah Karyawan Persentase (%) 1. 2006. Hal ini dikarenakan masih terdapat kekurangan karyawan dibagian tertentu dan penempatan posisi atau kerja karyawan sesuai dengan latar belakang pendidikan belum secara tepat. S1 66 orang 14.

Sebesar 55 persen dari modal PDAM Tirta Pakuan Kota bogor merupakan penyertaan modal Pemerintah Daerah Kota Bogor. Aspek Keuangan Perusahaan yang dikelola baik oleh pemerintah maupun swasta. Dalam hal kesejahteraan karyawan. Pengukuran kinerja dilakukan dengan tiga aspek penilaian yaitu keuangan operasional dan administrasi. tunjangan pengganti pulsa. Modal yang didapat PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berasal dari modal Pemerintah Pusat. sejumlah kompensasi lainnya pun diberikan. Sumber pendapatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terdiri dari sumber internal dan eksternal. asuransi tunjangan hari tua dengan Jamsostek dan pemberian kompensasi berdasarkan prestasi. Selain itu. tunjangan koordinasi. seperti program cek kesehatan dan pemberian bantuan Rawat Inap melalui kerjasama dengan Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) dan Karya Bhakti. 4. Kegiatan operasional PDAM dibiayai dari pendapatan perusahaan. modal Pemerintah Daerah Kodya Tingkat II Kota Bogor.41 Pakuan Kota Bogor tahun 2006 masuk dalam klasifikasi baik. tunjangan pengganti lembur. modal Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Barat. bantuan modal Pemerintah Pusat.2. Sumber pendapatan internal berasal dari pendapatan air dan pendapatan non air seperti . tunjangan kehadiran. Pengukuran kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tahun 2006 dapat dilihat pada Lampiran 2. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pun memperhatikan kesehatan karyawannya dengan menyediakan fasilitas klinik kesehatan dan program kesehatan lainnya. hibah dari Negara Belanda dan bantuan Colombo Plan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memberikan gaji berdasarkan golongan dan pemberian gaji terendah disesuaikan dengan upah minimum regional dari pemerintah. seperti adanya tunjangan jabatan. Pemberian kompensasi ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja karyawannya. Permodalan merupakan sarana penting dalam melakukan usaha.2. tidak terlepas dari permodalan.

beban hutang yang relatif besar menjadi kendala bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena semakin banyak kewajiban .806 Marjin Laba 11.24 persen pada tahun 2006.080.427.42 pelanggaran.203.600 53.357 5. denda.342. Persentase tersebut cukup baik karena masuk dalam kisaran tingkat marjin laba yang wajar yaitu antara 16 persen sampai kurang dari sama dengan 20 persen berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999.36 % 16.626.811.671 Laba (Rugi) diluar (123.590 64.405.625 Laba Sebelum Pajak (3.429.836.819) Pajak (1. Perkembangan Laba Rugi pada Tahun 2004-2006 Dalam Ribuan Rupiah Uraian 2004 2005 2006 Pendapatan 44.674 Laba Kotor Usaha (21.770 Beban Langsung (17. Dalam faktor finansial tentu saja aspek laba tidak dapat dikesampingkan karena tujuan didirikan suatu perusahaan baik oleh pemerintah maupun swasta adalah untuk memperoleh laba.324) (24.469.282.003) Beban tak Langsung Usaha Laba Usaha 5.235 8. Perkembangan laba rugi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dari tahun 2004 dengan tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel 8. Berdasarkan tabel di atas. Modal yang ada saat ini pun digunakan untuk membiayai operasional dan aktivitas-aktivitas perusahaan.445) (26.965 6.326) Laba Bersih 3.674.479) (27.291 10.655. Tabel 8. Sedangkan sumber pendapatan eksternal meliputi investasi pihak ketiga dan penyertaan pemerintah daerah. marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus mengalami peningkatan hingga mencapai 16.296) 519.380.445.24 % Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. 2006.488.625 86.096) Usaha 26.730.569.355 32.950. pemasangan baru dan pendapatan atas jasa bank yang keseluruhannya bersifat rutin.263.223.145 37.425) (20.666 10.940.531 7.48 % 15. Marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor cukup baik dimana saat ini perusahaan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Namun.878) (2.954 Usaha 5.175.232.

43 yang harus diselesaikan oleh perusahaan.121 11.902 62. yaitu : a.117 13.039 52.252 9.181 63.207 Cadangan Jumlah Pasiva 58.920 4.579 25.753 7.626 22.513 Pasiva : Kewajiban 6. Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Dalam Jutaan Rupiah Pos-pos 2001 2002 2003 2004 Aktiva : Aktiva Lancar 7. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan penyedia tunggal air minum di Kota Bogor yang memiliki empat sumber air utama yang airnya akan diolah dan kemudian didistribusikan kepada pelanggan.495 Aktiva Tetap 46.187 82.512 6.60 persen pada tahun 2005 tetapi hutang lancar dan hutang lain-lainnya mengalami peningkatan sehingga beban hutang terus meningkat.883 10.624 76.3.472 67.626 9.884 26.513 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.2.928 3. 2005 9.230 5. Mata air ♦ Mata air Kota Batu dengan kapasitas terpasang 70 liter per detik.193 Lancar Kewajiban 23.223 8.117 . 4.825 67.530 Jumlah Aktiva 58.472 67. Aspek Produksi dan Operasi Aspek produksi dan operasi berhubungan dengan aktivitas mengubah masukan atau input menjadi bentuk produk akhir agar dapat dipergunakan atau dikonsumsi oleh konsumen.372 82. Walaupun hutang jangka panjang mengalami penurunan sebesar 11.470 4.912 5.352 7.624 76.102 23. Tabel 9.488 Aktiva Lain-lain 4.392 26.945 23. Hasil usaha perusahaan belum mampu melunasi hutang tepat waktu dan memenuhi investasi aktiva tetap yang diperlukan.677 29.942 9. Sumber air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berasal dari dua sumber utama.102 34.181 63.032 57. 2006.459 lain Modal dan 23.654 Jangka Panjang Kewajiban Lain4. Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 9.

Sehingga kapasitas produksi dari sumber sungai Cisadane .168 1. 2006. Penurunan kapasitas produksi yang berasal dari sumber mata air dikarenakan debit air pada sumber mata air mengalami penurunan dan bahkan dari tahun ke tahun semakin menurun. IPA Cipaku 240 268 272 Naik 5. Pasang Produksi 2005 2006 1. IPA Dekeng 400 570 593 Naik Jumlah 1.44 ♦ Mata air Bantar Kambing dengan kapasitas terpasang 170 liter per detik. Berdasarkan data tahun 2006.176 Naik Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Tabel 10. Sungai Cisadane ♦ WTP Cipaku dengan kapasitas terpasang 240 liter pe detik. Mata air Kota Batu 70 61 54 Turun 2. Evaluasi Kondisi Produksi Air pada Tahun 2006 Dalam liter per detik Kapasitas No. Sedangkan untuk sumber air baku yang berasal dari sungai Cisadane merupakan sumber yang sangat potensial karena air baku sungai Cisadane yang melimpah. ♦ WTP Dekeng dengan kapasitas terpasang 400 liter per detik.670 1. Sumber air baku yang melimpah menjadikan kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Evaluasi kondisi produksi air tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel 10. Namun. Mata air Bantar 170 158 150 Turun Kambing 3. ♦ Mata air Tangkil dengan kapasitas terpasang 170 liter per detik b. kondisi tersebut tidak mengakibatkan kapasitas produksi air menurun karena didukung oleh sumber air baku yang melimpah dari air permukaan yaitu sungai Cisadane. mata air Bantar Kambing dan mata air Tangkil. Mata air Tangkil 170 112 107 Turun 4. kapasitas produksi pada mata air mengalami penurunan rata-rata sebanyak 7 liter per detik yaitu pada mata air Kota Batu. Sumber Lokasi Ket.

Proses pengolahan lengkap terdiri dari enam tahap yaitu tahap koagulasi. chroride. Air baku dari intake akan disalurkan melalui pipa trasmisi masuk ke dalam WTP. tahap aerasi. basicity. Air yang bersumber dari mata air memiliki kualitas yang cukup baik dan memenuhi standar air minum jika dilihat dari segi fisik dan kimia. tahap flokulasi. cepat dan sempurna sehingga kotoran dapat digumpalkan menjadi flok. Tahap ini bertujuan untuk mencampurkan koagulan PAC (Poli Alumunium Chlorida) dengan air baku secara merata. Bagan sistem penyediaan air minum dapat dilihat pada Lampiran 3. Fe.45 terus meningkat dan dapat menutupi kekurangan pasokan air dari sumber mata air. Air baku dari sungai Cisadane perlu mendapat pengolahan yang dimulai dari intake yaitu titik pengambilan air baku di sungai. Al2O3. specific grafity. sulphate. Pengolahan air baku yang dilakukan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan proses pengolahan lengkap. Kotoran yang tidak tergumpal pada tahap koagulasi akan dihilangkan pada tahap selanjutnya. Kualitas air baku yang baik menjadi kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Sedangkan jika dilihat dari segi biologis dikhawatirkan terdapat bakteri yang dapat menimbulkan penyakit sehingga perlu ditambahankan desinfektan. Diagram alir pengolahan lengkap dapat dilihat pada Lampiran 4. Khusus sumber mata air Tangkil diberikan penambahan soda Ash (alkali) untuk menaikkan pH sehingga sesuai dengan pH standar air minum yaitu 6.5-8. Tahap kedua adalah tahap . tahap sedimentasi. Komponen PAC terdiri dari appreance. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan pengolahan air menjadi air minum sesuai dengan standar kesehatan. Tahap koagulasi atau pengadukan cepat (flash mixing) merupakan tahap awal dari pengolahan air baku.5. tahap filtrasi dan tahap desinfektan. Kualitas air baku sungai Cisadane baik sesuai dengan standar kesehatan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002.

Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Air bersih di reservoir dapat langsung didistribusikan kepada pelanggan melalui pipa-pipa distribusi. yaitu pengikatan oksigen (O2) untuk mengurangi kadar karbondioksida yang terkandung pada air. Pengadukan tidak boleh terlalu cepat karena dapat memecahkan flok yang sudah terbentuk. Logictic Information System (LIS). Penggunaan gas klor sebagai desinfektan bertujuan untuk menghindari adanya endapan. Adapun fasilitas penunjang lainnya berupa laboratorium penguji kualitas air. flok akan diendapkan dan air akan bergerak ke atas melalui sekat-sekat pada plant settler. Tahap desinfektan dilakukan pada kontak basin yaitu tempat penampungan sementara air bersih setelah pengolahan yang kemudian akan dimasukkan ke dalam reservoir yaitu penampungan air bersih sebagai pengaturan pendistribusian kepada pelanggan. sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer seperti sistem komputer terintegrasi yang terdiri dari Customer Information System (CIS). Pada tahap ini digunakan pasir silica sebagai penyaring air sehingga air yang dihasilkan bersih. Selanjutnya.46 flokulasi yaitu pengadukan lambat. Selain itu. bau dan kekeruhan. dimana dalam flokulasi ini berlangsung proses terbentuknya penggumpalan flok yang lebih besar sehingga mudah mengendap. Pada tahap ini. tahap filtrasi yang dilakukan untuk mengurangi sisa-sisa flok yang masih terbawa setelah tahap sedimentasi dan merupakan tahap penurunan kekeruhan yang terakhir. Tahap ketiga adalah tahap sedimentasi yang bertujuan untuk mengendapkan partikel-partikel yang sudah mengumpal menjadi flok sehingga beban filter menjadi ringan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pun memiliki bengkel pemeliharaan . Terakhir adalah tahap desinfektan dengan melakukan pendosisan gas klor untuk membunuh bakteri. Kemudian dilanjutkan pada tahap aerasi. pengujian meter air dan mobil penanggulangan kebocoran. Employee Information System (EIS).

Keseluruhan aktivitas tersebut tercakup dalam bauran pemasaran.056 30. Namun. promosi.57 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Tabel 11.858 31. Tingkat kehilangan air tahun 2000-2005 dapat dilihat pada Tabel 11.770 30.46 2001 8. Persentase tersebut cukup tinggi karena jauh menyimpang dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah yaitu sebesar 25 persen. penetapan kuota dan penetapan harga. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi menjadi salah satu kelemahan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Tingkat Kehilangan Air pada Tahun 2000-2005 Tahun Kehilangan Air (m³) Persentase (%) 2000 7. tenaga penjual. Produk Analisis lingkungan internal pada bagian produk pada aspek pemasaran dapat dijelaskan sebagai berikut : a.462 32.47 yang memadai dan adanya sistem komputerisasi yang diperuntukkan untuk memelihara saluran pipa dinas dan induk sebagai upaya untuk menghindari terjadinya kerusakan dan kebocoran yang dapat mengakibatkan kehilangan air. Sedangkan pemeliharaan pipa persil (setelah meter) menjadi tanggung jawab pelanggan. Bauran pemasaran atau marketing mix dalam pemasaran terdiri dari empat komponen. seperti iklan.2.46 2005 11.79 2004 11.50 2003 10.90 2002 9.136 31. yaitu : 1. 4. Aspek Pemasaran Pemasaran merupakan aktivitas yang berhubungan dengan pemberian sarana yang dapat digunakan oleh pembeli untuk membeli produk dan mempengaruhi calon pembeli untuk membeli.4. persentase kehilangan air dalam pendistribusian air kepada pelanggan mencapai kisaran 30 persen. 2006.973 30. Berdasarkan data tahun 2000 sampai 2005. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bukan menjual . Keanekaragaman Produk Produk utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah air.

Saat ini. air bersih dan air baku dapat dilihat pada Lampiran 5. Hal ini dilakukan untuk menghindari terkontaminasinya air oleh bakteri. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memiliki Zone Air Minum Prima (ZAMP) yaitu ATM air dimana airnya dapat langsung diminum tanpa harus direbus terlebih dahulu. Dengan adanya parameter tersebut maka air baku dan air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan air yang berkualitas dan sesuai dengan standar kesehatan. . Selain pendistribusian air bersih kepada pelanggan. Kelurahan Tajur.48 air melainkan sebagai fasilitator untuk mengolah air baik yang bersumber dari mata air maupun air permukaan menjadi bersih dan kemudian didistribusikan kepada pelanggan. Kualitas Produk Kualitas produk merupakan salah satu faktor yang menjadi perhatian PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP sebagai kekuatan perusahaan. b. Daftar persyaratan kualitas air yang digunakan untuk air minum. ZAMP berada di lima titik yaitu Perumahan Tirta Pakuan. Adapun tujuan pengembangan ZAMP yaitu untuk mensosialisasikan kepada masyarakat Bogor bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan perusahaan air minum bukan perusahaan air bersih dan sebagai pilot project untuk mengembangkan proyek Kran Air Siap Minum (KASM). PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Balai Kota dan Kebun Raya. Oleh karena itu. Untuk menentukan kualitas air baku dan air minum. Tidak semua PDAM di Indonesia dapat mengembangkan KASM dan ZAMP karena pendistribusian air harus 24 jam dengan tekanan air yang sesuai. perusahaan menggunakan parameter sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002.

Kapten Muslihat No. KH. 115 A Bondongan Sanita Gg. Siliwangi No. 13-15 Bank BTN Jl. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menyediakan loket-loket pembayaran (Payment Point) yang tersebar di Kota Bogor dengan lokasi yang strategis dan mudah dijangkau. tes kualitas air dan pembelian air melalui mobil tangki. 121 Jl. Gg. 2 Cimanggu Jl. Menteng no.49 c. 14 Koperasi Tirta Jl. Pelayanan kepada Konsumen Pelayanan yang diberikan kepada konsumen mencakup memberikan menanggapi pembayaran. Baru KOPPURNA Bank Jl. Pakuan No. 2 Jl. Siliwangi No. Juanda No. 38 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Kapten Muslihat No. Pengadilan no. 2 Warung Jambu KPRI Beriman Jl. pemindahan letak meter. 121 Pakuan Bank Jabar Jl. H. Ir. 63 Bank Panin Jl. 196 A Bank NISP Jl. Soleh Iskandar atau Jl. Pesantren No. Raya Padjajaran No. . Loket pembayaran air PDAM Tirta Pakuan dapat dilihat pada Tabel 12. Dalam pelayanan pembayaran air. Ruko A2/18 Bank BTPN Jl. Hal tersebut bertujuan untuk mendekatkan diri dengan para pelanggan dan mengembangkan pelayanan terhadap pelanggan. Tabel 12. Raya Padjajaran No. 17 Bank Lippo Jl. Pahlawan No. Surya Kencana No. Pandawa Raya. tutupan sementara atas permintaan pelanggan. informasi pengaduan Adapun yang dari produk dibutuhkan konsumen layanan dan lainnya konsumen. Loket Pembayaran Air Lokasi Loket Alamat Loket Kantor PDAM Tirta Jl. balik nama pelanggan. 2006. 52 Bank Mandiri Jl. kebon Pedes No. 11-13 Jl. Mawar. melayani seperti pemasangan baru. Raya Tajur (Samping Megaswara) Bank BNI Jl.

tranparansi dan akuntabilitas. Besar tarif air per m³ yang semakin tinggi akan dikenakan pada pemakaian air yang semakin banyak (tarif progresif). pola tarif air minum PDAM di Indonesia menggunakan perhitungan tarif progresif dan diskriminatif. masyarakat kurang mampu masih mendapat peluang untuk menjadi pelanggan PDAM. Tarif air per m³ akan lebih tinggi pada pelanggan yang menggunakan air untuk kebutuhan komersial atau pelanggan yang memiliki kemampuan finansial tinggi. Adapun penjelasan pola tersebut sebagai berikut : a. Sehingga memungkinkan untuk memperluas atau memperbanyak jumlah pelanggan karena pemanfaatan air menjadi lebih efisien. Pola ini diterapkan agar terjadi subsidi silang. Pola ini diterapkan untuk mencegah pemborosan air oleh pelanggan karena pelanggan akan membayar harga air per m³ lebih tinggi untuk pemakaian air yang lebih banyak. mutu pelayanan. Tarif air per m³ untuk pelanggan niaga akan lebih tinggi daripada pelanggan rumah tangga. Dengan demikian.50 2. efisiensi pemakaian air. pemulihan biaya (full cost recovery). b. Harga Tarif air minum adalah harga air minum untuk setiap meter kubik (m³) yang harus dibayar oleh pelanggan. Perhitungan dan penetapan tarif air minum didasarkan pada keterjangkauan dan keadilan. Tarif air per m³ untuk pelanggan rumah tangga B akan lebih tinggi daripada pelanggan rumah tangga A. serta perlindungan air baku. subsidi dari pelanggan mampu kepada pelanggan kurang mampu. Tarif air per m³ untuk pemakaian air 10 m³ pertama akan lebih rendah daripada tarif air per m³ untuk pemakaian air 10 m³ kedua dan seterusnya. . Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 1998 tentang pedoman penentuan tarif air minum.

150 3. Tempat atau Saluran Distribusi Daerah pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor meliputi wilayah Kota Bogor melalui sistem gravitasi yang mencakup lima kecamatan yaitu Bogor Selatan.150 3. 6 Tahun 2006 Tanggal 26 Maret 2006 tentang tarif air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri. Bogor Barat dan Tanah Sareal.050 IP 1. Kelompok Pelanggan 0-10m³ 11-20m³ >20m³ 1.49 persen.800 3.600 3.51 Tarif pelayanan air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ditentukan berdasarkan Peraturan Walikota No. 3.800 4. III RB 800 1.774 pelanggan yang terdiri dari kelompok sosial.500 RC 1.950 5. yaitu cara langsung dialirkan dengan gaya gravitasi karena sebagian besar daerah distribusi terletak di dataran yang lebih rendah dari fasilitas produksi dan dengan bantuan booster pump untuk daerah yang lebih tinggi.250 2. Cakupan pelayanan terhadap total penduduk daerah pelayanan sebesar 61. Bogor Utara. Struktur tarif air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 13. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor membagi zone pelayanan air menjadi . 2006. II SK 450 700 1. Bogor Timur.500 4. Jumlah pelanggan yang dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor per April 2007 sebanyak 73.000 NB 3. I SU 250 300 400 2.86 persen sedangkan terhadap total penduduk Kota Bogor mencapai 49. rumah tangga.900 6. serta niaga dan industri.250 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Pendistribusian air oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dilakukan dengan dua cara. IV NK 2.500 7.100 RA 600 850 2. instansi pemerintah.250 4. Tabel 13. Bogor Tengah. Struktur Tarif Air Minum Pemakaian Air (Rp/m³) Golongan No.

Tajur dan sekitarnya) dan 47 persen lainnya untuk melayani pelanggan di zone 4 melalui reservoir Padjajaran. 4 dan 6 yang daerah alirannya sebagai berikut : a. Kedung Waringin. Mata air Tangkil 53 persen melayani pelanggan zone 1 (Kelurahan Katulampa. Cilendek Barat. 3. Pasir Kuda. Cilendek Timur. Kelima zone tersebut mampu dialiri oleh beberapa sumber air utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Mata air Kota Batu melayani pelanggan zone 6 (Kelurahan Loji. Ciparigi. Mata air Bantar Kambing. bahkan sewaktu-waktu juga membantu pengaliran di zone 3. Menteng. Paledang. . Curug dan Curug Mekar. Suka Resmi. Tajur dan Bantar Kemang. Pasir jaya. Loji. Sindangsari. Rancamaya. Bondongan. Panaragan. Katulampa. Tanah Baru. Zone 4 meliputi daerah Babakan. Genteng dan Cipaku. b. Ciluar. Muara Sari. Tegal Gundil. Pasir Mulya dan Kota Batu. antara lain : a. d. c. Bantar Jati. Gunung Batu. Gunung Batu dan sekitarnya). Kayu Manis. Tegalega. Kebon Kalapa. Kebon Pedes. Zone 6 meliputi daerah Cikaret. Cimahpar. Kedunghalang. Sukasari. Kedung Jaya. c. Baranangsiang. Tanah Sareal. Cibuluh. Sempur. Zone 2 meliputi daerah Ranggamekar. Ciwaringin. Zone 1 meliputi daerah Pakuan. Gudang. Kedung Badak. Sukadamai. Kartamaya. Batu Tulis. Mekar Wangi. Harjasari. 14 persen melayani zone 2 (Perumda Cipaku) dan 86 persen untuk membantu melayani pelanggan zone 3 melalui reservoir Cipaku. Cibogor. Babakan Pasar. Mulya Harja. Cibadak. e. Pabaton. Babakan Fakultas dan Mekar Jaya. 2. Lawang Gintung.52 lima zone yaitu zone 1. Bojongkerta. b. Zone 3 meliputi daerah Empang.

mahasiswa dan masyarakat umum. promosi harus tetap dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai upaya untuk mendekatkan perusahaan dengan masyarakat sehingga terjalin hubungan yang erat. 4. Batu Tulis dan sekitarnya). Promosi Pada kenyataannya. 4. Sempur dan sekitarnya).3. telepon. brosur. radio dan pelayanan melalui Customer Service. e. Analisis Lingkungan Eksternal Identifikasi faktor lingkungan eksternal perusahaan merupakan langkah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman . Walaupun begitu. WTP Dekeng melayani pelanggan zone 4 (Kelurahan Babakan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih memiliki kelemahan yaitu masih adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi dan belum meratanya pelayanan air penuh 24 jam.53 d. Sedangkan pelayanan air 24 jam hanya beberapa daerah yang mendapatkannya karena dilalui oleh beberapa zone distribusi. Sumber air dan daerah pengaliran dapat dilihat pada Lampiran 6. WTP Cipaku melayani pelanggan zone 3 (Kelurahan Empang. seperti adanya kegiatan kampanye atau perlombaan yang peruntukkan bagi siswa-siswi sekolah. tabloid Flows. Daerah potensial tersebut adalah daerah yang masuk ke dalam wilayah Kota Bogor. spanduk. tetapi belum mendapatkan pelayanan air karena diluar jaringan distribusi. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak perlu melakukan promosi karena masyarakat Kota Bogor pun telah mengetahui keberadaan perusahaan tanpa adanya promosi. Informasi yang dibutuhkan pelanggan dapat diperoleh melalui leafet. Dalam hal pendistribusian air. Sarana promosi yang digunakan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor lebih pada kegiatan publisitas (publicity).

politik/hukum dan sosial/budaya (Kotler. 2000).1.3. teknologi. jumlah pemasok bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 37 pemasok yang terdiri dari penyedia bahan kimia. Harga 15 juta sampai 50 juta. masyarakat. Lingkungan eksternal dibagi menjadi dua yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. b. Harga di atas 200 juta. Faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan mikro antara lain pemasok. sehingga pemasok tidak dapat menetapkannya secara sepihak. Pemasok Pemasok merupakan sebuah mata rantai penting dalam sistem penyerahan nilai kepada seluruh pelanggan dari sebuah perusahaan. Data April 2007. Pemasok menyediakan sumber daya yang diperlukan oleh perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa. pesaing. penyedia barang cetakan dan barang teknik. Penjelasan lingkungan eksternal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai berikut : 4. alam. pelanggan.54 bagi perusahaan. Lingkungan Mikro Perusahaan Lingkungan mikro PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sebagai berikut : 1. ekonomi. c. Perusahaan dan pihak pemasok memiliki kesepakatan bersama dalam penetapan harga dan mutu bahan atau barang. dapat dilakukan pembelian langsung tanpa SPK (Surat Perintah Kerja). Pembelian bahan atau barang yang diperlukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan pada : a. dilakukanlah tender. dilakukan penunjukkan langsung. Pemasok yang memiliki posisi kuat bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah PT Wapin dan PT Amaniaga . Harga 50 juta sampai 200 juta. d. Sedangkan lingkungan makro terdiri dari lingkungan demografi. Harga di bawah 15 juta. dilakukan pemilihan langsung pada tiga pemasok. perantara.

yaitu sarana umum (SU) dan sarana khusus (SK). PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus bermitra secara efektif dengan pemasok dan perantara untuk mengoptimalkan kinerja seluruh sistem.55 Internusa. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menjalin kerjasama dengan Bank Jabar dalam pembangunan WTP Dekeng. PT Wapin sebagai penyedia pipa-pipa dan PT Amaniaga Internusa sebagai penyedia bahan kimia PAC yang digunakan dalam pengolahan air baku. Oleh karena itu. non niaga. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat . Pembangunan yang dilakukan selama 5 tahun. 3. 2. pemasok memiliki peran penting bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sehingga perusahaan dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan. Sehingga PDAM memiliki kewajiban pembayaran hutang dan bunganya kepada Bank Jabar. Kategori non niaga dibagi menjadi empat yaitu rumah tangga A (RA). Seperti halnya dengan pemasok. Oleh karena itu. niaga dan khusus. Perantara Perantara bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor lebih pada perantara keuangan yaitu perusahaan yang membantu dalam segi keuangan atau risiko yang diasuransikan sehubungan dengan pembelian atau penjualan barang. Pelanggan Perusahaan harus mempelajari pasar pelanggan secara seksama karena setiap tipe pasar pelanggan mempunyai karakteristik yang berbeda. bank merupakan salah satunya. pada 2 tahun awal dibiayai oleh PDAM dan 3 tahun berikutnya. rumah tangga B (RB). rumah tangga C (RC) dan instansi pemerintah (IP). Kategori sarana sosial dibagi menjadi dua. Kategori pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terdiri dari sarana sosial. perantara pun membentuk komponen penting dalam sistem penyerahan nilai kepada pelanggan. pembiayaan dilanjutkan oleh Bank Jabar.

b. sedangkan kategori khusus yaitu untuk tangki air. c. 15.014 pelanggan kategori NK dan 1. Penghargaan yang telah diraih PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor selama tahun 2006 adalah : a. Sebagai pembanding untuk PDAM daerah lain di .786 pelanggan kategori RB. Pada April 2007.774 pelanggan. Pengklasifikasian pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Lampiran 7. Kategori niaga dibagi menjadi dua yaitu kecil (NK) dan niaga besar (NB). Penghargaan untuk Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum Cipta Karya. kualitas air dan pelayanannya sudah dikategorikan baik. 11. Penghargaan Citra Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Tingkat Nasional. 41. jumlah pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah berjumlah 73.56 memberikan peluang yang baik bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor guna meningkatkan pendapatannya.018 pelanggan kategori RA. 2. Sub Bidang Penyelenggara Air Minum Kategori Kota Besar dengan peringkat kedua. Setiap pelanggan menuntut kualitas yang lebih tinggi dan pelayanan yang lebih baik. terdiri dari 695 pelanggan kategori SU. karena sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002 untuk kualitas air dan perolehan beberapa penghargaan dalam pemberian pelayanan. 310 pelanggan kategori IP. Dengan prestasi tersebut. Penghargaan Citra Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Tingkat Propinsi Jawa Barat Tahun 2006 yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat di Bandung.680 pelanggan kategori NB. Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. penghargaan diberikan oleh Presiden RI tanggal 22 Desember 2006 di Istana Negara Jakarta. 436 pelanggan kategori SK. banyak PDAM di daerah lain yang melakukan studi banding ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.835 pelanggan kategori RC.

Bank BNI. Bank Mandiri dan Bank NISP baik dalam hal perolehan dana maupun bentuk kerjasama lainnya. Pesaing PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dari Pemerintah Daerah dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat di Kota Bogor. kecenderungan dan dan meningkatkan lagi kualitas dan . PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menjalin kerjasama dengan beberapa bank seperti Bank Jabar. tidak kalah pentingnya adalah masyarakat internal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor seperti dewan direksi. Lingkungan Demografi Lingkungan demografi berhubungan dengan kependudukan dengan berbagai karakteristik. 4. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak memiliki pesaing. Masyarakat pemerintah dalam lingkungan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor seperti Pemda dan DPRD memberikan dukungnya terhadap pengembangan PDAM. maka sikap ini akan mempengaruhi masyarakat luar. Namun. 5. Bank sebagai masyarakat keuangan yang mempengaruhi suatu perusahaan untuk memperoleh dana. Karena apabila karyawan merasa positif mengenai perusahaannya. yaitu : 1. Oleh karena itu. Lingkungan Makro Perusahaan Lingkungan makro PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. akan berdampak pada kemampuan perusahaan untuk mencapai sasarannya. kepala bagian. 4.3. Dengan demikian.2. kepala sub bagian dan karyawan pelaksana.57 Indonesia. Masyarakat Berbagai kelompok masyarakat juga termasuk dalam lingkungan perusahaan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus dapat mempertahankan pelayanannya. Wewenang tersebut menjadikan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor.

085 jiwa.616.648 Sumber : BPS Kota Bogor. Jika dibandingkan dengan tahun 2004. Data mengenai populasi penduduk sangat penting karena populasi atau orang yang membentuk pasar.571 194.085 199.83 persen.648 atau meningkat sebesar 2. pengeluaran rata-rata perkapita sebulan masyarakat Kota Bogor adalah sebesar Rp. data pendapatan yang akurat sulit diperoleh sehingga didekati melalui pengeluaran rumah tangga.711 164.357 2005 855.518. 2.663 2002 789. jumlah penduduk Kota Bogor telah bertambah sebanyak 23.514 jiwa atau sebesar 2. Hal ini dikarenakan laju pertumbuhan penduduk dan rumah tangga yang cukup tinggi berdampak pada meningkatnya permintaan air. 2006. Tabel 14.958 2003 820. Pada tahun 2005.707 188.329 179. Namun.862 jiwa penduduk laki-laki dan 423.533 2004 831. Lingkungan Ekonomi Besarnya pendapatan yang diperoleh atau diterima rumah tangga dapat menggambarkan kesejahteraan suatu masyarakat. Meningkatnya jumlah penduduk dan rumah tangga di Kota Bogor memberikan peluang yang baik bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor untuk meningkatkan pendapatan. Jumlah penduduk dan rumah tangga Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 14.58 diferensiasinya.423 187.00 untuk pengeluaran . Pengeluaran untuk konsumsi makanan dan bukan makanan berkaitan erat dengan tingkat pendapatan masyarakat.72 persen dari tahun 2004. 176. terdiri dari 431. Berdasarkan hasil registrasi penduduk akhir tahun 2005 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Bogor adalah sebanyak 855. terdiri dari Rp.00.223 jiwa penduduk perempuan. Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga Kota Bogor Tahun Jumlah Penduduk Jumlah Rumah Tangga 2000 714. Begitupun dengan jumlah rumah tangga di Kota Bogor pada tahun 2005 yang mencapai 199. 357.083 2001 760.

621. hiburan dan lain-lain.59 konsumsi makanan dan Rp.826.47.892.787.00 untuk pengeluaran konsumsi bukan makanan (BPS Kota Bogor.826. mengindikasikan bahwa taraf hidup masyarakat Kota Bogor tinggi.27 9. Setelah kebutuhan pokok terpenuhi.700 Receivable turn Over (kali) 7.99 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Efisiensi Penagihan Rekening Air Tahun 2004-2005 Dalam Ribuan Rupiah Uraian 2004 2005 Penjualan Air 40. Hal ini terlihat dengan masih adanya beberapa sektor yang laju pertumbuhannya . Penjualan air tahun 2005 sebesar Rp.098. Lebih besarnya pengeluaran konsumsi bukan makanan dibandingkan pengeluaran konsumsi makanan. Peningkatan tersebut disertai pula dengan efisiensi penagihan atau receivable turn over yaitu jumlah pendapatan penjualan air terhadap piutang air ratarata.787 Piutang Air Rata-rata 5. masyarakat Kota Bogor memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum. Jumlah rekening air yang diterbitkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus meningkat. pendidikan. Pada beberapa tahun sebelumnya. 2006).723 5.191 47.97 kali. Tabel 15.23 Average Collection Period (hari) 49.000.00 dan tingkat perputaran piutang langganan air tahun 2005 sebesar 39 hari menunjukkan bahwa modal yang tertanam pada piutang langganan tahun 2005 lebih cepat sepuluh hari dibandingkan tahun 2004. 181. walaupun saat ini belum tercapai stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan. 2006. kondisi ekonomi Indonesia tidak stabil. Efisiensi penagihan rekening air dari pelanggan tahun 2004 sampai tahun 2005 dapat dilihat pada Tabel 15. Dengan demikian.24 kali atau mengalami kenaikan dari tahun 2004 sebesar 1. dilanjutkan pada pemenuhan kebutuhan lainnya seperti perumahan. aneka barang dan jasa.52 38.179. Efisiensi penagihan tahun 2005 adalah sebesar 9.

Tingginya tingkat inflasi terutama dikarenakan kenaikan harga jual BBM. sektor listrik. Sejauh ini. 3.id). Keempat sumber tersebut masih dapat . inflasi nasional mengalami kenaikan yang cukup tajam yaitu 17. Lingkungan Alam Lingkungan alam disekitar perusahaan berpengaruh terhadap kegiatan produksi dan operasi perusahaan. 2006). sektor pengangkutan dan komunikasi dan sektor jasa (BPS Kota Bogor. kenaikan harga BBM yang lebih dari 100 persen berdampak pada meningkatnya harga seluruh bahan kebutuhan pokok. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dapat menjadi ancaman dalam menjalankan kegiatan usaha.60 persen (www. Kenaikan harga BBM dan TDL menyebabkan meningkatnya biaya produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang akan mempengaruhi penetapan tarif air minum kepada pelanggan dan tingkat keuntungan perusahaan.go. Salah satu indikator makro ekonomi yang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah adalah tingkat inflasi. Pada bulan Oktober 2005. gas dan air.bi. barang non pokok dan juga jasa. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak memiliki kesulitan dalam mendapatkan sumber air. mata air Bantar Kambing. Selain itu. Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Namun pada tahun 2005. Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya harga minyak dunia dan kebijakan pemerintah mengenai pengurangan subsidi BBM. Tingkat inflasi tahun 2006 adalah sebesar 6.11 persen dibandingkan tahun 2004 yang hanya mencapai 6.60 mengalami penurunan pada tahun 2005 seperti sektor pertanian. kemudahaan untuk mendapatkan sumber air dan letak daerah berpengaruh terhadap proses pengolahan dan pendistribusian air. mata air Tangkil dan sungai Cisadane. tarif dasar listrik pun mengalami kenaikan. karena memiliki empat sumber air yang terdiri dari mata air Kota Batu.40 persen.

Tindak lanjut dari penjabaran UU No. lingkungan hidup dan ekonomi.61 mencukupi kebutuhan air masyarakat Kota Bogor. LIS dan EIS yang mampu melaksanakan pemantauan di semua bagian dan otomatisasi semua data administrasi dan penagihan pelanggan secara cepat dan tepat. mendukung kegiatan pengolahan dan pendistribusian air karena wilayah pendistribusian air dipilih melalui sistem gravitasi sehingga tidak perlu dilalukan pemompanaan air yang akan dapat meningkatkan biaya operasional. Dalam hal pemanfaatan sumber daya air. 7 tahun 2004 merupakan perlindungan peraturan terhadap perundangan kepentingan yang kelompok memberikan masyarakat ekonomi lemah dengan menerapkan prinsip pengelolaan sumber daya air yang mampu menyelaraskan fungsi sosial. Proses pengolahan air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan teknologi semi modern dan pengolahan lengkap (manual). Lingkungan Politik / Hukum Arah. teknologi yang terus berkembang memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. terutama pada teknologi pengolahan produk yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. 7 . Lingkungan Teknologi Teknologi industri berkembang sangat cepat. UU No. 4. Dengan demikian. Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. kebijakan dan stabilitas politik pemerintah merupakan faktor penting yang harus diperhatikan perusahaan. 5. Selain itu Bogor yang letaknya berada di daerah pegunungan. sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer seperti sistem komputer terintegrasi. pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2004 tentang sumber daya air. Sistem tersebut terdiri dari CIS.

Pemborosan air mengakibatkan pemanfaatan air menjadi tidak efisien.27 persen. minuman dan pakaian. Meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun berdampak pada berkembangnya sektor niaga karena adanya peningkatan kebutuhan masyarakat seperti makanan. Hal ini dikarenakan PDAM merupakan perusahaan air minum milik daerah yang melayani daerah tersebut. sehingga perusahaan harus tanggap terhadap perubahan tersebut. Hal ini dikarenakan masih adanya pemborosan air yang dilakukan oleh pelanggan seperti membiarkan air meluap dari bak mandi. mencuci kendaraan dengan air langsung dari kran dan anak-anak yang bermain dengan alat penyemprot air. Namun. aspek politik Pemda dan DPRD sangat kuat. Sedangkan DPRD sebagai suatu lembaga yang mengatur penetapan peraturan berpengaruh terhadap kegiatan dan kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Oleh karena itu. . Laju pertumbuhan sektor niaga memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota karena meningkatkan jumlah pelanggan yang berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan PDAM. Pada tahun 2005. jumlah pelanggan kelompok niaga PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 3.62 tahun 2004.395 atau meningkat sebesar 11. Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. peningkatan jumlah pelanggan tidak diimbangi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. Namun. pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2005 tentang pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM). Lingkungan Sosial / Budaya Kondisi sosial masyarakat selalu berubah-ubah. 6. rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air dapat menjadi ancaman bagi PDAM. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM karena merupakan salah satu sumber pendapatan daerah.

struktur satuan pengendalian intern PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor baik pengendalian organisasi dan kepegawaian.4. Kekuatan Kekuatan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1. Pada tahun 2006. yaitu antara 16 persen sampai kurang dari sama . Marjin laba yang cukup baik Tujuan didirikannya suatu perusahaan adalah untuk memperoleh laba. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Sistem organisasi yang berjalan sesuai dengan prosedur akan mendukung pencapaian kinerja perusahaan yang baik. peluang dan ancaman diidentifikasi berdasarkan hasil analisis lingkungan internal perusahaan dan analisis lingkungan eksternal perusahaan.63 4. kelemahan. Marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada tahun 2006 mencapai 16. keuangan maupun pengawasan sudah terbentuk. Peluang dan Ancaman Kekuatan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai perusahaan daerah pun memiliki tujuan tersebut tetapi memperoleh keuntungan yang wajar. Identifikasi Kekuatan. sehingga segala kegiatan dan pelaksanaan tugas berpedoman pada ketentuan yang ada. Kelemahan.4. Dengan adanya pengendalian tersebut maka sistem organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat berjalan sesuai dengan prosedur. 2. Keuntungan yang wajar adalah batas kewajaran tingkat keuntungan yang dapat ditorelansi dalam penyelenggaraan penyediaan air minum dan sanitasi dalam jangka waktu tertentu. kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masuk dalam klasifikasi baik dengan tiga aspek penilaian yaitu keuangan. 4.1. Persentase tersebut cukup baik karena masuk dalam kisaran tingkat marjin laba yang wajar. Selain itu.24 persen. Setelah faktor-faktor tersebut diidentifikasi akan menghasilkan berbagai alternatif strategi yang kemudian dipilih strategi yang terbaik. operasional dan administrasi.

6. Sumber air baku yang melimpah Berdasarkan data tahun 2005 dan 2006. Hal ini menunjukkan bahwa sungai Cisadane sebagai sumbernya memiliki air baku yang melimpah atau berlebih. Zone Air Minum Prima (ZAMP) merupakan salah satu pengembangan proyek KASM. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ditunjuk sebagai pilot project untuk mengembangkan proyek Kran Air Siap Minum (KASM). Dengan adanya parameter tersebut maka air baku PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan air yang berkualitas dan sesuai dengan standar kesehatan. Tidak semua PDAM dapat . 3. karena tidak ada perusahaan lain yang mendapatkan wewenang tersebut. Kualitas air baku diukur dengan menggunakan parameter berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat Kota Bogor walaupun setiap tahun pelanggan PDAM terus bertambah.64 dengan 20 persen. kapasitas produksi dari IPA Cipaku dan IPA Dekeng mengalami peningkatan. 4. Marjin laba yang terus meningkat dapat menambah pendapatan PDAM untuk membiayai kegiatan operasional dan melunasi kewajiban perusahaan. Dengan wewenang tersebut menjadikan PDAM sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat di Kota Bogor. Dengan sumber air baku yang melimpah. Air baku diambil pada hulu sungai Cisadane yang memiliki kualitas air baku yang baik. 5. Kualitas air baku yang baik Air permukaan yang dijadikan sebagai sumber air adalah sungai Cisadane.

Namun. Acid test ratio pada tahun 2005 . terdapat kelebihan karyawan sebanyak 33 orang. 2. saat ini hanya tiga PDAM yang ditunjuk yaitu PDAM Malang. PDAM Medan dan PDAM Kota Bogor.4. Hal ini dikarenakan adanya penurunan aktiva lancar dan kenaikan kewajiban lancar. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Berdasarkan perhitungan rasio karyawan pada tahun 2006 dengan jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebanyak 471 orang dan jumlah pelanggan sebanyak 72. pengolahan dan laboratorium. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP menjadikan kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. kelebihan SDM tersebut belum diberdayakan secara optimal karena masih saja terdapat kekurangan karyawan dibagian tertentu seperti dibagian sumber.2.65 menjalankan pengembangan proyek tersebut.38 persen dibandingkan tahun 2004. Beban hutang yang relatif besar Beban hutang yang relatif besar menyebabkan semakin banyak kewajiban yang harus diselesaikan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Kelemahan Kelemahan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1. Hal tersebut dapat menghambat jalannya kegiatan dan aktivitas PDAM karena SDMmerupakan aspek penting bagi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Beban hutang yang bertambah dikarenakan kenaikan kewajiban lancar dan kewajiban lainnya. Current ratio yaitu rasio aktiva lancar terhadap kewajiban lancar mengalami penurunan sebesar 14. Dilihat dari rasio keuangan jangka pendek seperti current ratio dan acid test ratio terjadi penurunan dari tahun 2004 ke tahun 2005. Selain itu.924 orang. penempatan kerja atau posisi sesuai dengan latar belakang pendidikan belum secara tepat. 4.

Penurunan debit air pada sumber mata air Berdasarkan data tahun 2005 dan 2006. 4. . beda hal dengan sumber mata air yang dapat langsung didistribusikan kepada pelanggan tanpa proses pengolahan.13.66 mengalami penurunan sebesar 15. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Titik yang terdapat ZAMP seperti Perumahan Tirta Pakuan.260.9. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Kelurahan Tajur. karena jumlah kewajiban lancar sebesar Rp. Walaupun begitu banyak daerah lain yang hanya dilalui oleh satu zone distribusi sehingga apabila terdapat masalah pada zone distribusi tersebut maka air tidak akan mengalir.00 tidak terpenuhi dengan aktiva lancar tanpa persedian sebesar Rp. Penurunan rata-rata sebanyak 7 liter per detik dari ketiga sumber mata air tersebut dikarenakan debit air pada sumber mata air mengalami penurunan. terjadi penurunan kapasitas produksi yang berasal dari sumber mata air yaitu pada mata air Kota Batu sebanyak 7 liter per detik.000.944.00.027.67 persen dibandingkan dengan tahun 2004. 3.863. Hal ini dikarenakan daerah tersebut dilalui oleh lebih dari satu zone distribusi sehingga apabila terdapat masalah pada zone distribusi yang satu maka zone distribusi yang lain dapat menggantikan. mata air Bantar Kambing sebanyak 8 liter per detik dan mata air Tangkil sebanyak 5 liter per detik.000. terjadi peningkatan biaya produksi karena air baku dari sungai Cisadane harus melalui pengolahan terlebih dahulu. Penurunan tersebut dapat diantisipasi dari sumber air baku di sungai Cisadane. Balai Kota dan Kebun Raya merupakan daerah yang telah mendapatkan pelayanan air 24 jam penuh. Namun. Sehingga likuiditas tahun 2005 kurang baik. Hal tersebut pun membatasi ruang gerak PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam memanfaatkan pihak luar untuk kebutuhan pengembangan.

Berdasarkan data tahun 2000 sampai 2005. . 4. Namun. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi Berdasarkan hasil registrasi penduduk akhir tahun 2005 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Bogor adalah sebanyak 855. Kehilangan air merupakan kerugian bagi PDAM karena dapat mengurangi pendapatan perusahaan. Dengan adanya perluasan Kota Bogor maka ada pertambahan daerah pelayanan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.648 atau meningkat sebesar 2.67 5. Peluang Peluang yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.72 persen dari tahun 2004. jumlah penduduk Kota Bogor telah bertambah sebanyak 23. Jika dibandingkan dengan tahun 2004. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi Kehilangan air merupakan masalah utama bagi semua PDAM di Indonesia. daerah tersebut masih ada yang berada diluar jaringan distribusi karena sebelum perluasan. Persentase tersebut cukup tinggi karena jauh menyimpang dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah yaitu sebesar 25 persen. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Sebelum perluasan Kota Bogor.4. daerah tersebut telah dilayani oleh PDAM Kabupaten Bogor.3. persentase kehilangan air dari proses pengolahan sampai pendistribusian kepada pelanggan mencapai kisaran 30 persen. antara lain : 1. Laju pertumbuhan penduduk. Begitupun dengan jumlah rumah tangga di Kota Bogor pada tahun 2005 yang mencapai 199.83 persen. pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor telah mencapai 76 persen dan jaringan pipa distribusi sudah menjangkau hampir seluruh wilayah Kota Bogor. 6. begitu pula yang dialami PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.085 jiwa.514 jiwa atau sebesar 2.

2.00 dengan pengeluaran yang lebih besar pada konsumsi bukan makanan sebesar Rp. 181. maupun bawah. Efisiensi penagihan rekening air yang cukup tinggi Pengeluaran rata-rata perkapita sebulan masyarakat Kota Bogor tahun 2005 adalah sebesar Rp. Pada tahun 2005. Pada tahun 2005.616. jumlah pelanggan kelompok niaga PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 3.68 Meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun berdampak pula pada berkembangnya sektor niaga. Sebagian besar pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah rumah tangga yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat baik golongan atas.00. Hal ini merupakan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena mengindikasikan bahwa masyarakat Kota Bogor memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat merupakan perwujudan dari fungsi sosial PDAM yaitu dapat memenuhi kebutuhan semua lapisan masyarakat dengan memberlakukan tarif air minum yang disesuaikan dengan kondisi dan fungsi tempat pelanggan serta adanya pelanggan yang tersubsidi. 3. Hal ini mengindikasikan bahwa taraf hidup masyarakat Kota Bogor cukup tinggi artinya masyarakat Kota Bogor tidak hanya mengalokasikan pendapatannya untuk kebutuhan pokok tetapi juga kesadaran untuk pemenuhan kebutuhan lainnya sudah cukup tinggi.395 atau meningkat sebesar 11. efisiensi penagihan atau receivable turn over yaitu . menengah. Laju pertumbuhan penduduk. tanpa air manusia tidak dapat melangsungkan kehidupannya.27 persen. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Air merupakan kebutuhan penting bagi manusia. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota karena berdampak pada meningkatnya permintaan air yang akan berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan PDAM.098. 357.

pelanggan memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum. PDAM sangat didukung oleh Pemda dan DPRD karena sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. Sebesar 55 persen dari modal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan penyertaan modal Pemerintah Daerah dan untuk DPRD yang mengatur peraturan daerah seperti pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM). Dukungan tersebut dibutuhkan dalam pengembangan PDAM guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. peraturan pelayanan. Sebagai perusahaan daerah. 5. Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer. 4. . Efisiensi penagihan yang cukup tinggi menunjukkan kemampuan pelanggan untuk membayar air. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan perusahaan air minum milik daerah yang melayani konsumsi air minum masyarakat Kota Bogor.69 jumlah pendapatan penjualan air terhadap piutang air rata-rata adalah sebesar 9.24 kali atau mengalami kenaikan sebesar 1. Oleh karena itu. Teknologi yang terus berkembang Proses pengolahan air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan teknologi semi modern dan pengolahan lengkap (manual). Teknologi yang terus berkembang memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien.97 dan tingkat perputaran piutang langganan air tahun sebesar 39 hari atau lebih cepat sepuluh hari dibandingkan tahun 2004. serta mengenai hak dan kewajiban PDAM dan pelanggan.

Pada tahun 2007 pun telah terjadi penyesuaian tarif.11 persen dibandingkan tahun 2004 yang hanya mencapai 6. Dengan prestasi tersebut. inflasi nasional mengalami kenaikan yang cukup tajam yaitu 17. tarif dasar listrik pun mengalami kenaikan. 2. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya penghargaan dari Presiden selama empat tahun berturut-turut dan penghargaan citra pelayanan prima untuk penilaian pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Ancaman Ancaman yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1. Kenaikan tarif air minum akan dapat mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap air.40 persen. Pada tahun 2005. 4. Tingginya tingkat inflasi terutama dikarenakan kenaikan harga jual BBM. didukung pula dengan kualitas air yang baik sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002.4. banyak PDAM daerah lain di Indonesia yang melakukan studi banding ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Selain itu. Kenaikan harga BBM dan TDL menyebabkan meningkatnya biaya produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang akan mempengaruhi penetapan tarif air minum kepada pelanggan. Pembanding untuk PDAM di daerah lain PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan masyarakat sangat memperhatikan aspek pelayanannya guna memuaskan pelanggan.70 6.4. bukan hanya BBM yang mengalami kenaikan. Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Kebijakan pemerintah mengenai pengurangan subsidi BBM dan kenaikan tarif dasar listrik berpengaruh terhadap biaya . Selain itu. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Saat ini stabilitas ekonomi nasional belum tercapai secara keseluruhan.

Matriks IFE disusun berdasarkan hasil identifikasi dari kondisi lingkungan internal perusahaan berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.212. Kenaikan tersebut berdampak pada meningkatnya harga seluruh bahan kebutuhan pokok.45. Perumusan strategi dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahap masukan yang meliputi matriks IFE dan matriks EFE.71 produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.060.00.39. Kekuatan yang dimiliki perusahaan yaitu sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur. Berdasarkan data tahun 2005. tahap pencocokan yang meliputi matriks IE dan matriks SWOT. tercatat biaya usaha sebesar Rp. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor.128. tahap selanjutnya adalah perumusan strategi.924.68 persen dibandingkan dengan tahun 2004. Kenaikan harga BBM terkait pula dengan meningkatnya harga minyak dunia. 4. Pemborosan air menyebabkan pemanfaatan air tidak efisien yang akan berpengaruh terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. sumber air baku yang .1. barang non pokok dan juga jasa yang berakibat pada meningkat biaya produksi dan operasional PDAM.5.00 atau meningkat sebesar 16.069.576.5. karena masih adanya pemborosan air yang dilakukan oleh pelanggan rumah tangga. Matriks IFE Matriks IFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar peranan faktor-faktor internal yang terdapat pada perusahaan. Formulasi Alternatif Strategi Perusahaan Setelah menganalisis dan mengidentifikasi kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan. 4. 3. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Kesadaran masyarakat dalam penggunaan air masih rendah. serta tahap pengambilan keputusan dengan menggunakan matriks QSPM. marjin laba yang cukup baik. yaitu sebesar Rp.

Sedangkan kelemahan yang ada pada perusahaan adalah sumber daya manusia yang belum diberdayakan secara optimal. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.078 0.277 2.078 0.092 0.097 0.303 0.33 2.072 0.080 0.235 0.265 0.33 3.078 3. tingkat kehilangan air cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi. Skor tertinggi menunjukkan faktor kekuatan tersebut . maka perhitungan pada matriks IFE dapat dilihat pada Tabel 16.303.00 0.849 Berdasarkan matriks IFE menunjukkan bahwa faktor kekuatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang memiliki skor tertinggi adalah sistem organisasi dapat berjalan sesuai dengan prosedur sebesar 0.186 0. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.33 3. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4.248 0.074 0. beban hutang hutang yang relatif besar.092 1.33 3. Sumber air baku yang melimpah 5.259 0.101 0. Beban hutang yang relatif besar 3.000 2.33 3.00 0. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Berdasarkan hasil identifikasi faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah Bobot Rating Skor Terbobot 0.00 2. kualitas air baku yang baik dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP.67 2.080 0. Marjin laba yang cukup baik 3. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4.077 0.67 2. Matriks IFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Faktor Strategi Internal Kekuatan 1.72 melimpah.33 3.00 3. Tabel 16.183 0.257 0. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1.192 0. penurunan debit air pada sumber mata air. pelayanan air belum mencapai 24 jam secara merata. Kualitas air baku yang baik 6.261 0.184 0.

Marjin laba yang cukup baik mendapatkan skor sebesar 0. Untuk sumber mata air sulit untuk meningkatkan debit airnya bahkan dari tahun ke tahun semakin menurun.235. Berdasarkan total nilai terbobot tersebut dapat disimpulkan bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berada .257. Skor sebesar 0.73 mempunyai pengaruh yang besar bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam pengembangan PDAM.186. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi diakibatkan kurang baiknya kondisi meter air dan kebocoran pipa dengan skor 0.192 adalah penurunan debit air pada sumber mata air. kondisi internal perusahaan berada di atas nilai rata-rata yaitu 2.261 adalah penyedia tunggal air minum di Kota Bogor karena hanya PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang diberikan wewenang oleh Pemerintah Daerah dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat Kota Bogor.259.184. Secara keseluruhan. Kelemahan utama yang dimiliki oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah beban hutang yang relatif besar dengan skor 0.50. Kualitas air baku yang baik dengan menggunakan parameter analisa berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002 dengan skor sebesar 0.183.849. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata dengan skor sebesar 0. Sumber air baku yang melimpah dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP mendapatkan skor untuk masing-masing sebesar 0.248 dan 0.265 dan dengan skor 0. total nilai skor terbobot dari enam kekuatan dan enam kelemahan pada matriks IFE adalah sebesar 2.277. Hasil usaha perusahaan belum mampu melunasi hutang tepat waktu dan memenuhi investasi aktiva tetap yang diperlukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Dengan demikian. Kelemahan perusahaan lainnya adalah sumber daya manusia yang belum diberdayakan secara optimal dengan skor sebesar 0. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi merupakan faktor kelemahan dengan skor tertinggi sebesar 0.

00 3.116 1.139 0. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3. Matriks IFE disusun berdasarkan hasil identifikasi dari kondisi lingkungan eksternal perusahaan berupa peluang dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.00 3.259 0.137 0. Matriks EFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Faktor Strategis Eksternal Peluang 1.216 0. pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat.000 3.33 2.67 Peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah laju pertumbuhan penduduk.33 1.130 0.086 0.5. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi 2. 4.340 0. Matriks EFE Matriks EFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor eksternal yang dihadapi oleh perusahaan. Tabel 17.74 pada posisi kuat dalam memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan cukup mampu untuk mengatasi kelemahan.364 0.285 0. Teknologi yang terus berkembang 5.309 2. Hasil identifikasi dari kondisi lingkungan eksternal diperoleh enam peluang dan tiga ancaman.076 0.67 3. Meningkatnya biaya produsi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah Bobot Rating Skor Terbobot 0.102 0. Berdasarkan hasil identifikasi faktor peluang dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 17. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1.130 0. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6. efisiensi penagihan rekening air cukup .33 3.086 0.285 0.417 0. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi.229 0.2.704 0. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4.67 2. Laju pertumbuhan penduduk.00 2.

Faktor ancaman utama bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi dengan skor sebesar 0. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat dan pembanding untuk PDAM di daerah lain mendapatkan skor yang sama yaitu sebesar 0.259 adalah meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL.340. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi dengan skor 0.309.216.417. Terakhir. Ancaman tersebut menyebabkan pemanfaatan air tidak efisien yang akan berpengaruh . Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air dengan skor sebesar 0. teknologi yang terus berkembang. Berdasarkan tabel matriks EFE. peluang yang dapat dimanfaatkan perusahaan adalah laju pertumbuhan penduduk. karena tanpa adanya dukungan dari keduanya mungkin pengembangan PDAM dapat terhambat.75 tinggi. Sedangkan ancaman yang harus dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi.285. Skor tertinggi menunjukkan bahwa dukungan dari Pemda dan DPRD merupakan peluang besar bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. Teknologi yang terus berkembang dengan skor 0. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM. Skor sebesar 0.229. Pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. Faktor ancaman tersebut berdampak pada terjadinya penyesuaian tarif air minum yang dilakukan oleh PDAM dan penurunan daya beli masyarakat. peluang utama bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dengan skor tertinggi sebesar 0. Dengan skor sebesar 0. pembanding untuk PDAM di daerah lain.364 adalah efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi yang menunjukkan perputaran piutang air langganan.

SKOR TOTAL IFE Kuat 4.849.00 Tinggi I II III SKOR TOTAL EFE 3. Berdasarkan total nilai terbobot tersebut dapat disimpulkan bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mampu merespon lingkungan eksternal perusahaan dengan memanfaatkan peluang yang dimiliki perusahaan untuk menghadapi ancaman. Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Hasil analisis faktor internal menggunakan matriks IFE diperoleh total nilai skor terbobot sebesar 2. Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Gambar 6. total nilai skor terbobot dari enam peluang dan tiga ancaman pada matriks EFE adalah sebesar 2. Sedangkan hasil .704 atau berada di atas nilai rata-rata yaitu 2.00 2.704 Rata-rata IV V VI 2.00 Rendah VII VIII IX 1.00 3.00 Gambar 6.50.00 Lemah 1. Secara keseluruhan. Matriks IE Matriks IE disusun berdasarkan hasil analisis faktor internal dan faktor eksternal yang digabungkan dari matriks IFE dan matriks EFE.00 2.3.5.76 terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.849 Rata-rata 2. 4.

Strategi ini dilakukan dengan menggunakan kekuatan internal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dan memanfaatkan peluang yang ada. 4. Strategi yang dapat diambil pada posisi sel tersebut adalah Strategi Hold and Maintain (Pertahankan dan Pelihara).704. Strategi S-O (Strenghts-Opportunity) Strategi S-O adalah strategi yang menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Penjelasan yang lebih rinci mengenai strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT. Kekuatan yang berupa sumber air baku yang melimpah dan kualitas air baku yang baik serta peluang yang berupa laju pertumbuhan penduduk. Matriks SWOT dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategi yaitu strategi S-O. adalah sebagai berikut : 1. strategi W-O dan strategi W-T. Strategi terbaik yang dapat dilakukan adalah strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk.77 analisis faktor eksternal menggunakan matriks EFE diperoleh total nilai skor terbobot sebesar 2. strategi S-T. rumah tangga dan sektor . meliputi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan serta peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. Berdasarkan total nilai skor terbobot dari matiks IFE dan EFE tersebut menempatkan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada sel V dalam matriks IE. Strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT dapat dilihat pada Tabel 18. Matriks SWOT Matriks SWOT disusun berdasarkan hasil identifikasi faktor internal dan faktor eksternal perusahaan.5. Pemaduan faktor internal dan eksternal perusahaan dalam matriks SWOT akan menghasilkan beberapa alternatif strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan. Strategi S-O yang dihasilkan adalah melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan.4.

Untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan tersebut diperlukan suatu pendanaan yang besar. Perusahaan dapat melakukan pengembangan usaha secara maksimal dengan kekuatan perusahaan sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor serta peluangnya berupa Pemda dan DPRD yang sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM. sehingga perusahaan memerlukan penambahan modal dari investasi pihak ketiga. teknologi yang terus berkembang dapat . 2. Strategi ini dilakukan untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata. Kelemahan yang ada berupa sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal. Strategi W-O yang dihasilkan adalah penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi.78 niaga yang cukup tinggi serta pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat mendukung penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru. tingkat kehilangan air yang cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi. memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas SDM. Pemda dan DPRD yang sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dan pembanding untuk PDAM di daearah lain menjadikan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih mendapatkan kepercayaan untuk memperoleh dana-dana dari pihak ketiga. Peluang perusahaan yang ada dapat dimanfaatkan untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan perusahaan. Dengan adanya penambahan modal. Strategi W-O (Weaknesses-Opportunities) Strategi W-O adalah strategi yang mengatasi atau meminimalkan kelemahan yang dimiliki perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada diluar perusahaan.

Strategi W-T (Weaknesses-Threaths) Strategi W-T adalah strategi yang meminimalkan kualitas pelayanan yang dapat memuaskan kelemahan internal perusahaan dan menghindari ancaman. Strategi S-T yang dihasilkan adalah meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. 3. Strategi W-T yang dihasilkan adalah : 1. Strategi S-T (Strenghts-Threaths) Strategi S-T adalah strategi yang menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengatasi ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. 4. Ancaman yang berupa kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL dapat mengakibatkan terjadinya penyesuaian atau kenaikan tarif air minum. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar. marjin laba yang cukup baik. Oleh karena itu. Strategi ini diambil sebagai tanggapan atas kelemahan yang dimiliki perusahaan yaitu penurunan debit air pada . mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar.79 dimanfaatkan. Strategi ini diambil berdasarkan kekuatan yang dimiliki dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. penyesuaian tersebut pun harus disertai dengan peningkatan kualitas pelayanan air minum. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP. Dengan kekuatan tersebut dapat mendukung peningkatan pelanggan. Pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. Kekuatan yang dimiliki adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur.

Oleh karena itu.80 sumber mata air dan tingkat kehilangan air yang cukup tinggi serta ancaman yang dihadapi perusahaan berupa rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. Strategi ini diambil berdasarkan kelemahan yang dimiliki perusahaan berupa beban hutang yang relatif besar dan ancaman yang dihadapi perusahaan yaitu kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL. Sedangkan penggunaan dana cermat dan tepat dilaksanakan untuk memprioritaskan kegiatan atau aktivitas perusahaan yang dianggap penting untuk dilakukan terlebih dahulu sehingga penggunaan dana tepat pada sasaran. 2. Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasional dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. Pemanfaatan air yang tidak efisien akan berpengaruh terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena ketersediaan air berkurang. . Efisien dilakukan sebagai upaya untuk meminimalkan pengaruh kenaikan biaya tersebut terhadap penyesuaian tarif air minum. dengan sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat menyadari pentingnya air bagi kehidupan sehingga dapat memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya.

Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. O4. Beban hutang yang relatif besar 3. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. S5.81 Tabel 18. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi 6. Efisiensi penagihan rekening air yang tinggi 4. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Strategi W-O W1. Laju pertumbuhan penduduk. S4. Penambahan kapasitas produksi b. . Berorientasi terhadap pelaksanaan KRAM dan ZAMP Kelemahan : 1. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. S6. Menjalin kerjasama dengan pihak luar. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 3. Meningkatnya biaya operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 2. W2. W6. Kualitas air baku yang baik 6. rumah tangga dan industri yang cukup tinggi 2. T1 dan T2 Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan : a. T1 dan T2 Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. W3. Teknologi yang terus berkembang 5. Meningkatkan kualitas SDM Faktor Internal Faktor Eksternal Peluang : 1. Memperluas jaringan distribusi c. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi b. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6. Melakukan inovasi produk b. O2 dan O5 Melakukan pengembangan usaha secara maksimal guna meningkatkan pendapatan perusahaan melalui : a. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Strategi S-O S3. O1. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman : 1. Matriks SWOT PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Kekuatan : 1. Sumber air baku yang melimpah 5. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. W6 dan T3 Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar. O3. S3. W5. O5 dan O6 Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat : a. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3. S2. Sambungan pelanggan baru Strategi S-T S1. Mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan c. Marjin laba yang cukup baik 3. Strategi W-T W4.

715.444.652.386. Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat dengan nilai TAS sebesar 6. 4. Berdasarkan hasil analisis matriks QSPM pada Lampiran 14 diperoleh prioritas strategi yang paling tepat untuk dilakukan oleh perusahaan. 2. 5. Berdasarkan alternatif strategi yang diperingkatkan diatas didapatkan bahwa strategi yang paling menarik untuk dilakukan oleh perusahaan adalah strategi dengan nilai TAS tertinggi sebesar 6.82 4.5.661.661 yaitu meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan nilai TAS sebesar 6. Matriks QSPM Tahap akhir dari analisis formulasi strategi adalah tahap pengambilan keputusan yaitu pemilihan strategi terbaik menurut prioritas dengan menggunakan matriks QSPM.5. 3. Kebijakan pemerintah mengenai kenaikan harga BBM dan TDL berdampak pada meningkatnya biaya produksi dan operasional perusahaan sehingga . mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar. Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. yaitu : 1. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar dengan nilai TAS sebesar 5. Melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan dengan nilai TAS sebesar 6. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar dengan nilai TAS sebesar 6. Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk.

83 terjadi penyesuaian tarif air minum. Oleh karena itu. perusahaan harus meningkatkan kualitas pelayanan air minum untuk kepuasan pelanggan karena dengan adanya kenaikan tarif air minum. pelanggan juga menuntut adanya peningkatan kualitas pelayanan yang lebih baik. .

Ancaman yang dihadapi oleh perusahaan adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi. maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut : 1. sumber air baku yang melimpah.KESIMPULAN DAN SARAN 1. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dan pembanding untuk PDAM didaerah lain. Kelemahan yang dimiliki perusahaan adalah sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal. beban hutang yang relatif besar. pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat. tingkat kehilangan air yang cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan ditribusi. Berdasarkan analisis matriks SWOT diperoleh lima alternatif strategi. efisiensi penagihan rekening air yang cukup tinggi. pelayanan air minum yang belum mencapai 24 jam secara merata. yaitu: a. kualitas air baku yang baik dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya. Hasil identifikasi lingkungan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL. b. serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. teknologi yang terus berkembang. marjin laba yang cukup baik. penurunan debit air pada sumber mata air. yaitu melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna . 2. Hasil identifikasi lingkungan internal yang merupakan kekuatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur. Hasil identifikasi lingkungan eksternal yang merupakan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah laju pertumbuhan penduduk.

85 meningkatkan pendapatan perusahaan.661. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor diharapkan dapat memperluas daerah serapan air serta terus melakukan penghijauan dan pelestarian dengan cara penanaman pohon disekitar sumber mata air dan daerah aliran . 3. Saran Saran-saran yang dapat diberikan kepada PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. prioritas strategi yang dapat dilakukan perusahaan adalah meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar dan melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. 2. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor perlu meningkatkan pelayanan air 24 jam agar air selalu tersedia setiap saat dan mengurangi kemungkinan terjadinya pencemaran dari luar apabila terjadi kebocoran pipa. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar dengan nilai TAS sebesar 6. Berdasarkan hasil analisis matriks QSPM. 3. yaitu : 1. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor perlu menargetkan perluasan KASM dan ZAMP pada seluruh zone distribusi dan penyediaan mobil tangki air minum untuk mensuplai daerah yang belum terdapat jaringan distribusi sebagai upaya meningkatkan nilai kualitas pelayanan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat memberikan reward kepada pelanggan yang membayar air pertama kali dan yang tidak pernah terlambat membayar sebagai penghargaan dan guna memberikan citra baik perusahaan kepada pelanggan. memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 2. meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. 4. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar.

. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus terus melaksanakan kegiatan pengawasan kualitas air minum yang diselenggarakan secara berkesinambungan berupa pengamatan lapangan secara langsung dan pengambilan sampel air baik air baku. 5. pengolahan dan laboratorium serta memberikan pendidikan yang lebih tinggi dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). PDAM Tirta Pakuan perlu untuk melakukan penambahan karyawan terutama untuk bagian sumber. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat mencoba menerapkan teknologi baru dalam pengolahan air baku yang disebut mikro hidrologi dengan sedimentasi dan turbulasi untuk meminimalkan biaya bahan kimia dan listrik. 6. 7. maupun pada semua zone ditribusi.86 sungai (DAS) guna mempertahankan dan meningkatkan debit air atau pasokan dari sumber-sumber air tersebut. sumber mata air.

DAFTAR PUSTAKA

Arsanti, R. I. 2005. Analisis Formulasi Strategi Perusahaan Pada PT Hero Supermarket, Tbk. Skripsi pada Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.Bogor. Badan Pusat Statistik Jawa Barat. 2006. Jawa Barat Dalam Angka 2006. Badan Pusat Statistik Jawa Barat, Bandung. Badan Pusat Statistik Kota Bogor. 2004. Kota Bogor Dalam Angka 2004. Badan Pusat Statistik Kota Bogor, Bogor. . 2006. Kota Bogor Dalam Angka 2006. Badan Pusat Statistik Kota Bogor, Bogor. David, F. R. 2004. Manajemen Startegis. Edisi 7. PT Indeks, Jakarta. Dirgantoro, C. 2001. Manajemen Stratejik : Konsep, Kasus, dan Implementasi. PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta. Kotler, P. 2000. Manajemen Pemasaran Edisi Millenium (Jilid I). Prenhallindo, Jakarta. dan Gary A. 1997. Dasar-dasar Pemasaran (Jilid 1). Edisi 7. Terjemahan. Perhallindo, Jakarta. Rangkuti, F. 2003. Analisis SWOT : Tehnik Membedah Kasus Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. . 2005. Analisis SWOT : Tehnik Membedah Kasus Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Saladin, D. 2004. Manajemen Pemasaran : Analisis, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian. Linda Karya, Bandung. Kamillah, A. Analisis Strategi Perusahaan PT PISMATEX Pekalongan. Skripsi pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Mahpudin, S. Analisis Strategi Pemasaran Bola Tennis Di Pasar Domestik Oleh PT Nassau Sport Indonesia. Skripsi pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Mulyadi. 2001. Manajemen Strategik Berbasis Balanced Scorecard. Salemba Empat, Jakarta.

88

Tangkilisan, H. N. S. 2005. Manajemen Publik. PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta. Umar, H. 2003. Studi Kelayakan Bisnis : Teknik Menganalisis Kelayakan Rencana Bisnis secara Komprehensif. Edisi 2. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. . 2003. Strategic Management In Action. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Vincent, G. 2004. Perencanaan Strategik Untuk Peningkatan Kinerja Sektor Publik. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. http://www.pdamkotabogor.go.id [21 April 2007] http://www.bi.go.id [24 Juni 2007]

Lampiran 1. Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor

216 58.855.915.73 Nilai 5 1. 0.757 16.180.650 43 x 45 60 0.19-15. Aspek Keuangan Rasio laba terhadap aktiva produkstif Laba sebelum pajak x 100 Aktiva Produktif Nilai bonus Laba produktif tahun ini – tahun lalu Rasio laba terhadap penjualan Laba sebelum pajak x 100 Penjualan Nilai bonus Laba produktif tahun ini – tahun lalu Rasio aktiva lancar terhadap hutang lancar Aktiva lancar Hutang lancar Rasio Hutang jangka panjang terhadap ekuitas Hutang jangka panjang Ekuitas Rasio total aktiva terhadap total hutang Total aktiva Total hutang Rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasional Biaya operasi Pendapatan operasional Rasio laba operasional sebelum penyusutan Laba operasi sebelum penyusutan (Angsuran pokok + Bunga) Jatuh Tempo Rasio aktiva produktif terhadap penjualan air Aktiva produktif Penjualan air Jangka waktu penagihan piutang Piutang usaha Penjualan/hari Efektivitas penagihan Rekening tertagih x 100 % Penjualan air Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Perhitungan 10.36 12.971.960 64. 1.531.858.922.770.255.126 16.905.888 85.343.650 6.429. 4.126 17.81 5 10.888 1. 2.343.974.915.328.940.380.934.90 Lampiran 2.14 5 9.19 1 4 2.83 0.626 x 100 63.609 x 100 % 58. 54.530 11.626 x 100 81.47 18.48 10.48 3 8.548.630.709. 0.770.348 58.098.548.548.625. 4 6.85 5 5.76 1 1 3.380. 101.180.037.28 5 43 32.625.061.905 178. 1.698 46.343.348 12.938.821.84 4 7.806. Pengukuran Kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Tahun 2006 No.25 .630.73-10.142 81.429. 38.25 16.726 46.905.274 % 12.

4.000 pelanggan Jumlah karyawan x 1.723. 8. 1.33 . 4.80 4 5.525-24.28 No. 7.000 Jumlah pelanggan Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Perhitungan 419.8 2. 9. 5. 9.656.754 x 100 15.675 x 100 855.764 Tersedia 471 x 1.94 1 2 99.000 72. 3.204 x 100 1. 30.924 5 hari kerja 15.28 Memenui syarat air bersih Semua pelanggan mendapat aliran 24 jam 1. 0. 10.08 Nilai 3 1.94 2 2 6. 7.085 49.656.270 35.91 Lanjutan Lampiran 2. Aspek Administrasi Rencana jangka panjang (Corporate Plan) Rencana organisasi dan uraian tugas Prosedur operasi standar Gambar nyata laksana (As Build Drawing) Pedoman penilaian kerja karyawan Rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) Tertib laporan internal Tertib laporan eksternal Opini auditor independen Tindak lanjut hasil pemeriksaan tahun terakhir Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Dipedoman sebagian Sepenuhnya dipedomani Dipedomani sebagian Sepenuhnya dipedomani Spenuhnya dipedomani Dipedomani sebagian Dibuat tepat waktu Dibuat tepat waktu Wajar tanpa pengecualian Ditindaklanjuti seluruhnya 32 x 15 36 3 4 3 4 4 3 2 2 4 3 32 13.525 4. 5. 10.329 x 100 72.264 x 100 35. Aspek Operasional Cakupan pelayanan Jumlah penduduk terlayani x 100 Jumlah penduduk Nilai bonus Cakupan pelayanan tahun ini – tahun lalu Kualitas air ditribusi Kontuinitas air Produktivitas pemanfaatan instalasi produksi Kapasitas produksi x 100 Kapasitas terpasang Tingkat kehilangan air Jumlah M³ air yang didistribusikan.624 25 x 40 47 % 49. 8.5 4 25 21. 1 2 2 94.66 2 6. 2.08-48. 6. 3. No.yang terjual x 100 Jumlah M³ air yang didistribusikan Peneraan meter air Jumlah pelanggan yang meter air ditera x 100 Jumlah seluruh pelanggan Kecepatan penyambungan baru Kemampuan penanganan pengaduan rata-rata Jumlah pengaduan yang telah selesai ditangani x 100 Jumlah seluruh pengaduan Kemudahan pelayanan Rasio karyawan per 1.

Adapun rinciannya sebagai berikut : Aspek Keuangan Operasional Administrasi Jumlah Tahun 2006 Nilai yang diperoleh Nilai Kinerja 43 32.25 25 21. kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Tahun 2006 termasuk baik dengan nilai 66.33 66.86. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999 tanggal 31 Mei 1999.86 .28 32 13.92 Lanjutan Lampiran 2.

Sistem Penyediaan Air Minum .Lampiran 3.

94 Lampiran 4. Diagram Alir Pengolahan 94 .

Responden 1 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 1 3 3 3 2 3 3 B 3 3 3 3 2 3 3 C 1 1 2 2 1 2 2 3 1 3 3 1 1 1 3 3 2 D 1 1 2 E 1 1 2 1 F 2 2 3 3 3 G 1 1 2 1 3 1 H 1 1 2 1 3 1 2 I 1 1 2 1 3 1 2 2 Jumlah 11 9 19 15 23 10 19 19 19 144 Bobot 0.076 0.063 0.132 0.104 0.160 0.069 0.132 0.132 0.132 1.000

3 3 2 3 1 3 2 2 21 23 13 17 9 22 13 13 13

Responden 2 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 3 3 2 3 2 2 2 B 1 3 2 2 2 2 2 C 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 D 2 2 2 E 1 2 2 2 H 2 2 2 2 3 I 2 2 2 2 2 2 J 2 2 2 2 2 2 2 L 1 2 2 2 2 2 2 2 Jumlah Bobot 12 16 18 16 18 15 16 16 17 144 0.083 0.111 0.125 0.111 0.125 0.104 0.111 0.111 0.118 1.000

3 2 2 2 2 2 2 2 20 16 14 16 14 17 16 16 15

Responden 3 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 3 3 2 3 2 3 3 B 1 3 2 3 2 3 3 C 1 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 1 2 2 3 3 2 D 2 2 3 E 1 1 3 2 F 2 2 3 2 3 G 1 1 2 1 2 1 H 1 1 2 1 2 1 2 I 1 1 3 2 3 2 3 3 Jumlah 10 12 22 13 19 12 21 21 14 144 Bobot 0.069 0.083 0.153 0.090 0.132 0.083 0.146 0.146 0.097 1.000

3 3 1 2 1 2 1 1 22 20 10 19 13 20 11 11 18

Lampiran 6. Sumber Air dan Daerah Pengaliran .

rumah makan kecil.050 1. TNI. RC (Rumah Tinggal C) yaitu pelanggan rumah tinggal dengan kondisi rumah mewah dan RB yang mempunyai kegiatan usaha (di luar kriteria golongan Pelanggan RA dan RB). sekolah negeri.000 IV 3. dengan kondisi rumah sederhanan dan tidak mewah. industri perikanan. Besaran Tarif Air Minum (Dalam Rupiah) 0-10 m³ 11-20 m³ >20 m³ 250 300 400 I II 450 700 1. hidran air. perusahaan berbentuk PT Persero.800 3. SK (Sosial Khusus) yang terdiri dari panti asuhan. dan pertambangan. wisma. RA (Rumah Tinggal A) yaitu pelanggan rumah tinggal yang berlokasi di daerah padat dan tidak tertata. pabrik. bengkel besar. dan Besar Tarif Air Minum Kelompok Pelanggan Golongan Tarif SU (Sosial Umum) yang terdiri dari terminal air.100 600 850 2.500 4. yayasan sosial. kolam renang umum swasta. pendidikan swasta. warung telekomunikasi. serta golongan Pelanggan RA yang mempunyai kegiatan usaha. dan lembaga non komersial seperti lembaga pendidikan / diklat dan kursus dari instansi pemerintah dan sejenisnya. Koperasi. asrama pelajar / mahasiswa. IP (Instansi Pemerintah) yaitu Instansi / Lembaga Pemerintah. Kelenteng. pasar swalayan. agen. rumah sakit swasta. Firma. bengkel kecil. serta hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. Vihara. NB (Niaga Besar) antara lain importir/ekspotir. toko/ruko. rumah sakit pemerintah dan pusat kesehatan masyarakat. pratek dokter. hotel berbintang. POLRI.900 6.500 1. Kuil. kamar mandi umum komersial. NK (Niaga Kecil) yaitu pelanggan dalam kelompok komersial dengan kegiatan usaha/ niaga/industri kecil.500 7. dan sejenisnya). RB (Rumah Tinggal B) yaitu pelanggan rumah tinggal yang berlokasi di kawasan yang sudah tertata dengan baik.950 5. Golongan Tarif.600 3. Klasifikasi Kelompok Pelanggan. dealer kendaraan bermotor. industri rumah tangga. SPBU. serta pesantren dan madrasah. hotel tidak berbintang. jasa ekspedisi. dengan kondisi rumah sangat sederhana.150 III 800 1.97 Lampiran 7. antara lain perusahaan berbentuk CV. sanggar seni. Gereja. rumah makan besar (restoran). biro jasa. tempat hiburan. perkayuan.250 2.150 3. bioskop. distributor (pedagang besar).800 4. perdagangan umum. rumah sakit swasta tipe A/B.250 . toko/ruko di jalan protokol. dan tempat ibadah (Mesjid. apotek.250 2. dan hidran umum komersial.

Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengisi kuesioner ini secara objektif dan benar. : ………………….101 Lampiran 8. : …………………. karena kuesioner ini adalah untuk penelitian skripsi dengan tujuan ilmiah Peneliti : Dian Suminnar H24103059 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007 . Kuesioner Penelitian Penentuan Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal dan Eksternal KUESIONER PENELITIAN PENENTUAN BOBOT DAN RATING FAKTOR STRATEGI INTERNAL DAN FAKTOR STRATEGI EKSTERNAL ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR IDENTITAS RESPONDEN Nama Pekerjaan/Jabatan Alamat : ………………….

2. responden diharapkan untuk melakukan secara langsung (tidak menunda) untuk menghindari inkonsistensi jawaban. Untuk menentukan bobot setiap faktor digunakan skala 1. 3. dan 3 dengan keterangan skala sebagai berikut : 1 = Jika indikator vertikal kurang penting daripada indikator horizontal. PENENTUAN BOBOT Tujuan : Mendapatkan penilaian para responden mengenai faktor-faktor strategis internal maupun eksternal yaitu dengan cara pemberian bobot mengenai seberapa besar faktor strategis tersebut dapat mempengaruhi atau menentukan keberhasilan perusahaan. Hal ini dibenarkan jika dilengkapi dengan alasan yang kuat. Dalam Pengisian kuesioner. Petunjuk Umum : 1. 2. Responden berhak untuk menambahkan atau mengurangi hal-hal yang sudah tercantum dalam kuesioner ini. 3 = Jika indikator vertikal sangat penting daripada indikator horizontal. Nilai diberikan pada perbandingan berpasangan antara dua faktor (vertikal – horizontal) berdasarkan kepentingan atau pengaruhnya pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor. . Penentuan bobot merupakan pandangan masing-masing responden terhadap faktor-faktor strategis internal dan eksternal. 2. dengan responden lainnya atau dengan peneliti.102 Lanjutan Lampiran 8. 2 = Jika indikator vertikal sama penting daripada indikator horizontal. 4. Jawaban merupakan pendapat pribadi dari masing-masing responden. Petunjuk Khusus : 1. Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis oleh responden.

PENENTUAN RATING Tujuan : Mendapatkan penilaian para responden mengenai faktor-faktor strategis internal maupun eksternal yaitu dengan cara pemberian rating terhadap seberapa besar faktor tersebut dapat mempengaruhi atau membentuk keberhasilan perusahaan. Jawaban merupakan pendapat pribadi dari masing-masing responden. 3. 2. dengan alasan yang jelas dan kuat. Petunjuk Umum : 1. 5.103 Lanjutan Lampiran 8. Hal ini dibenarkan jika disertai dengan alasan yang kuat. Petunjuk Khusus : 1. dengan responden atau dengan peneliti. Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis oleh responden. responden diharapkan untuk melakukan secara langsung (tidak menunda) untuk menghindari inkonsistensi jawaban. Responden berhak untuk menambahkan atau mengurangi hal-hal yang sudah tercantum dalam kuesioner ini. Dalam Pengisian kuesioner. Alternatif pemberian rating terhadap faktor-faktor strategis internal (kekuatan) dan eksternal (peluang) yang bersifat positif adalah sebagai berikut : 1 = sangat lemah 2 = lemah 3 = kuat 4 = sangat kuat Sedangkan untuk faktor-faktor strategis internal (kelemahan) dan faktor strategis eksternal (ancaman) yang bersifat negatif adalah sebagai berikut : 1 = sangat sulit diatasi 2 = sulit diatasi 3 = mudah diatasi 4 = sangat mudah diatasi . 4. Respoden dapat saja memiliki pandangan yang berbeda mengenai suatu faktor dalam kuesioner ini.

Marjin laba yang cukup baik 3. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi 1 Rating 2 3 4 . Beban hutang yang relatif besar 3. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1. 2.104 Lanjutan Lampiran 8. Sumber air baku yang melimpah 5. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Kualitas air baku yang baik 6. Pemberian responden. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. rating masing-masing faktor strategis dilakukan dengan memberikan ( √ ) pada tingkat kepentingan (1-4) yang paling sesuai menurut PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan 1. Penentuan rating merupakan pandangan masing-masing responden terhadap kemampuan kegiatan perusahaan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam menghadapi faktor-faktor strategis internal dan eksternal perusahaan.

PENENTUAN BOBOT FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi A B C D E F G H I J K L A B C D E F G H I J K L .Lanjutan Lampiran 8.

rumah tangga. dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air A B C D E F G H I A B C D E H I J L . PENENTUAN BOBOT FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk.Lanjutan Lampiran 8.

Beban hutang yang relatif besar 3. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi 1 Rating 2 3 4 .Lanjutan Lampiran 8. Kualitas air baku yang baik 6. PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan 1. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1. Marjin laba yang cukup baik 3. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6. Sumber air baku yang melimpah 5. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.

Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2.Lanjutan Lampiran 8. Meningkatnya biaya produski dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3. rumah tangga. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1. PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal Peluang 1. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Rating 1 2 3 4 . dan sektor niaga yang cukup tinggi 2. Laju pertumbuhan penduduk. Teknologi yang terus berkembang 5. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6.

5. 6. 2. 1. 6. PENENTUAN SKOR AS PADA FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategi Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Strategi 1 1 2 3 4 Strategi 2 Strategi 3 1 2 3 4 1 2 3 4 Strategi 4 1 2 3 4 Strategi 5 1 2 3 4 1. 4. 3.Lanjutan Lampiran 9. 5. . 2. 3. 4.

2. 4. dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Strategi 1 1 2 3 4 Strategi 2 1 2 3 4 Strategi 3 1 2 3 4 Strategi 4 Strategi 5 1 2 3 4 1 2 3 4 . 2. 5. 3. 1. Peluang Laju pertumbuhan penduduk.Lanjutan Lampiran 9. 6. rumah tangga. PENENTUAN SKOR AS PADA FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal 1. 3.

Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengissi kuesioner ini secara objektif dan benar. karena kuesioner ini adalah untuk penelitian skripsidengan tujuan ilmiah Peneliti : Dian Suminnar H24103059 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007 . : …………………. : ………………….105 Lampiran 9. Kuesioner Penelitian Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM KUESIONER PENELITIAN PENENTUAN STRATEGI TERPILIH DENGAN QUANTITATIVE STRATEGY PALNNING MATRIX (QSPM) ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR IDENTITAS RESPONDEN Nama Pekerjaan/Jabatan Alamat : ………………….

Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). 2. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan.106 Lanjutan Lampiran 9. untuk menetapkan strategi yang terbaik untuk direkomendasikan kepada perusahaan. 4. Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasional dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. Melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan. memperluas jaringan distribusi. PENENTUAN STRATEGI TERPILIH DENGAN QSPM Tujuan : Untuk mentapkan kemenarikan relatif (Relative Attractiveness) dari alternatifalternatif stratgei telah diperoleh melalui analisis strategi matriks SWOT dan matriks IE. 5. dan menjalin kerjasama dengan pihak luar. Petunjuk Pengisian : Tentukan Attractiveness Score (AS) atau daya tarik dari masing-masing faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) untuk masing-masing alternatif strategi sebagaimana disebut diatas dengan cara memberikan tanda (√) pada pilihan Bapak/Ibu. 3. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar. Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. Alternatif strategi yang dihasilkan adalah : 1. Pilihan Attractiveness Score (AS) pada isian berikut terdiri dari : 1 = Tidak menarik 2 = Agak menarik 3 = Menarik 4 = Sangat menarik .

068 0.080 0.042 0.110 0.Lampiran 10.121 0.068 0.083 0.098 0.106 0.064 0.064 0. Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Internal Responden 1 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 1 1 2 2 2 B 3 1 3 3 1 C 3 3 3 3 3 D 2 1 1 2 3 E 2 1 1 2 3 F 2 3 1 1 1 G 3 1 1 1 1 3 H 3 2 1 1 2 3 I 1 1 1 1 1 2 J 3 3 1 1 2 3 K 3 1 1 1 3 3 L 3 1 1 1 1 3 Jumlah 28 18 11 17 21 29 26 22 32 18 17 25 264 Bobot 0.000 1 3 3 3 3 1 3 1 3 3 2 1 2 3 3 2 1 1 1 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 1 1 3 3 2 1 1 1 1 3 1 1 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 3 3 1 2 2 1 3 3 16 26 33 27 23 15 18 22 12 26 27 19 .095 1.

076 0.083 0.000 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 19 21 26 24 23 24 22 24 22 19 22 18 .Lanjutan Lamipran 10.083 0.083 0.087 0.080 0.076 0.095 0.095 0. Responden 2 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 2 1 2 1 1 B 2 1 2 2 1 C 3 3 2 2 2 D 2 2 2 2 2 E 3 2 2 2 2 F 3 3 2 2 2 G 2 2 2 2 2 2 H 3 3 2 2 2 2 I 2 2 2 2 2 2 J 2 1 1 1 2 2 K 2 2 2 2 2 2 L 1 1 1 1 2 2 Jumlah 25 23 18 20 21 20 22 20 22 25 22 26 264 Bobot 0.068 0.098 1.076 0.

Lanjutan Lampiran 10.053 0.091 0.049 0.087 0.083 0.125 0.083 1.000 2 3 1 2 3 3 2 3 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 3 1 2 1 2 1 3 3 3 1 2 3 2 2 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 1 2 2 3 2 3 2 3 2 2 2 1 1 2 3 2 2 2 3 2 17 22 11 22 25 31 19 24 21 30 20 22 . Responden 3 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 2 3 1 1 1 B 2 3 2 2 1 C 1 1 1 1 1 D 3 2 3 2 1 E 3 2 3 2 1 F 3 3 3 3 3 G 2 1 3 2 1 1 H 3 2 3 2 2 2 I 3 2 3 1 1 1 J 3 3 3 3 2 2 K 2 2 3 2 2 1 L 2 2 3 3 2 1 Jumlah 27 22 33 22 19 13 25 20 23 14 24 22 264 Bobot 0.083 0.102 0.095 0.076 0.072 0.

00 4. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4.00 4.00 2.33 3.00 3. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4.00 3.00 10.00 6.00 Jumlah Rating 9.00 3.33 3. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1. Marjin laba yang cukup baik 3.67 2.00 10.00 3.00 10.00 3.00 2.00 8.00 2. Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Internal Faktor Strategis Internal Kekuatan 1.00 3.00 2.33 3.00 .00 3.00 2. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.00 3.67 2.00 3.00 2.00 3.00 4.00 3.00 2.00 7.00 4.00 3.00 9.00 3.00 3.Lampiran 12.00 2.00 2.00 3. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.00 4.00 7.33 3. Beban hutang yang relatif besar 3. Kualitas air baku yang baik 6. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Keterangan : Responden 1 (R1) = Kabag Keuangan Responden 2 (R2) = Kabag Produksi Responden 3 (R3) = Kabag SDM Responden R1 R2 R3 3.00 3.00 2.00 2. Sumber air baku yang melimpah 5.00 10.00 3.33 2.00 2.00 9. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2.00 8.00 3.33 3.00 3.00 3.00 3.00 3.

00 3. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Keterangan : Responden 1 (R1) = Kabag Keuangan Responden 2 (R2) = Kabag Produksi Responden 3 (R3) = Kabag SDM Responden 1 2 3 3.00 1. Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Eksternal Faktor Strategis Eksternal Peluang 1.00 3.67 .00 9. Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2.00 2.00 3. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1.00 4.00 3. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3.00 3.00 5.00 3.00 10.00 2.00 3.00 2.00 8.00 3.00 8.00 4.00 10. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4.00 3.00 6.00 3.Lampiran 13.00 3.00 2.00 2.00 3.00 3.00 10. Laju pertumbuhan penduduk.00 3.00 2.00 2.33 1.00 Jumlah Rating 9.00 3.00 4.00 3.00 3.00 3.33 3. rumah tangga. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6. Teknologi yang terus berkembang 5.33 2.00 2.67 2. dan sektor niaga yang cukup tinggi 2.67 3.

Penurunan debit air pada sumber mata air 5.00 2.212 0.67 4.228 0.306 0.324 0.223 0. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4.370 0. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1.235 0.509 0.67 3.171 0.292 0.00 3.00 0.370 0.273 0. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Kekuatan 1.078 0.33 3.282 0.475 0.306 0.209 0.086 0.67 3.67 3.078 0.314 0.356 0.072 0.715 2.074 0.33 2.00 3.116 0.33 3.00 3.33 3.102 0.407 0.67 2.277 0.67 3.67 3.33 4.00 3.67 3.652 3.00 2.101 0.67 3. Teknologi yang terus berkembang 5. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1.257 0.00 3.307 6. Laju pertumbuhan penduduk.338 6.33 3.324 0.33 3.501 0.080 0.337 0.463 0.137 0.67 3.269 0.235 0.265 0.67 3.67 3.130 0.00 2.209 0.00 3.324 0.248 0.475 0.67 3.33 2.389 0. Beban hutang yang relatif besar 3. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3.255 0.307 0.661 3.313 0.33 4.67 3.092 3.200 0.319 0.192 0.228 0.33 0.33 3.67 3.00 0.292 0.223 0.229 0.277 6.556 0.246 0.00 4.424 0.00 4.00 3.228 0.285 0.356 0.240 0.309 0.235 0.67 2.67 3.67 3.238 0.33 3.00 3. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2.475 0.00 3.33 2.216 0. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.347 0.432 0.186 0. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.139 0.432 0.212 0.337 0.33 4. rumah tangga.078 0.00 3. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6.00 3.33 3.33 3.212 0.33 2.67 3.168 0.00 3.519 0.00 3.240 0.261 0.33 3.67 2.33 2. dan sektor niaga yang cukup tinggi 2.261 0.33 3.33 2.235 0.455 0.223 0.67 2. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah 0.33 2.00 2.67 3.282 0.33 3.67 3.097 0.386 Bobot Strategi 1 AS TAS Strategi 2 AS TAS Strategi 3 AS TAS Strategi 4 AS TAS Strategi 5 AS TAS .080 0.33 2.424 0.285 0.261 0.00 3.33 3.183 0.00 2.556 0.204 0. Kualitas air baku yang baik 6.255 0.33 3.33 2.00 3.33 4.265 0.231 0.318 0.236 0.00 3.183 0.307 5.261 0.33 3.67 0.228 0.00 3. Marjin laba yang cukup baik 3.67 3.Lampiran 14.00 4.231 0.33 3.501 0.229 0.235 0.373 0. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4.086 0.257 0.455 0.389 0.00 2.67 3. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2.259 0.00 3. Sumber air baku yang melimpah 5.130 0.33 3. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4.67 3.313 0.444 3.33 3.67 3.092 0.67 2.33 3. Hasil Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM Faktor Kunci Peluang 1.67 3.33 2.076 0.246 0.307 0.00 3.417 0.077 0.33 2.67 3.432 0.277 6.67 2.212 0.33 0. Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3.67 2.00 3.00 3.67 3.67 2.00 2.67 3.