ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR

Oleh DIAN SUMINNAR H24103059

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007

ABSTRAK
DIAN SUMINNAR. H24103059. Analisis Formulasi Strategi Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor. Di bawah bimbingan WIDIGDO SUKARMAN.

Tingkat pelayanan PDAM masih memiliki kendala, terutama dalam hal pendistribusian pelayanan air. Saat ini, tingkat pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sekitar 61,89 persen terhadap wilayah pelayanan dan 49,49 persen terhadap jumlah penduduk Kota Bogor, dengan kapasitas produksi 1.130 liter per detik. Melihat kondisi tersebut, PDAM dituntut untuk terus meningkatkan dan mengembangkan kualitas perusahaannya, baik dalam hal pelayanan, kualitas produk maupun keefisienan dan keefektifitasan organisasinya. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penyesuaian terhadap perkembangan lingkungan yang semakin dinamis. Tujuan penelitian mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan, serta memformulasikan strategi yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara dan pengisian kuesioner oleh staf ahli PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yaitu Kabag Keuangan, Kabag Produksi dan Kabag SDM. Data sekunder diperoleh dari laporan-laporan perusahaan, studi literatur, laporan penelitian, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor dan publikasi elektronik. Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan matriks External Factor Evaluation (EFE), matriks Internal Eksternal (IE), matriks Strenght, Weaknesses, Opportunities, and Threat (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Marix (QSPM). Berdasarkan hasil analisis matriks IFE dan EFE diketahui bahwa kekuatan utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur, sedangkan kelemahan utamanya adalah beban hutang relatif besar. Peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM. Sedangkan ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Tarif Dasar Listrik (TDL). Berdasarkan analisis matriks IE yang merupakan perpaduan antara matriks IFE dan EFE, maka diketahui bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berada pada posisi sel V dengan strategi yang tepat adalah Strategi Hold and Maintain (Pertahankan dan Pelihara) seperti strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Pengembangan strategi pada matriks SWOT menghasilkan sejumlah alternatif strategi untuk memudahkan penilaian para responden pada matriks QSPM. Hasil analisis pada matriks QSPM menunjukkan bahwa meningkatkan kualitas pelayanan air minum yang dapat dilakukan melalui inovasi produk, mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar merupakan strategi yang paling tepat untuk dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR

SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor

Oleh DIAN SUMINNAR H24103059

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007

Sc Ketua Departemen Tanggal ujian : 6 Agustus 2007 Tanggal lulus : . Widigdo Sukarman. Munandar. Bogor. Agustus 2007 Dr. Jono M. M. MPA Dosen Pembimbing Mengetahui Dr.INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN Analisis Formulasi Strategi Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Oleh DIAN SUMINNAR H24103059 Menyetujui. Ir. MBA.

Kemudian melanjutkan ke pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri Gunung Batu 2 Bogor tahun 1991 dan lulus tahun 1997. Dalam masa studi di Departemen Manajemen. Kesekretariatan. Dan penulis menamatkan pendidikan menengah atas pada Sekolah Menengah Umum Negeri 5 Bogor pada tahun 2003. penulis aktif dalam organisasi kemahasiswaan seperti Centre Of M@nagement (COM@) yang merupakan Himpunan Profesi Departemen Manajemen pada periode 2004-2005 sebagai anggota divisi Administrasi. Penulis memulai pendidikan di Taman Kanak-Kanak Kartika Chandra Kirana 315 tahun 1990. Selain itu penulis pernah mengikuti lomba kreatifitas mahasiswa seperti PKMI dan berbagai kepanitiaan. tamat pada tahun 2000. MPA. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM). Widigdo Sukarman. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen. iii . kemudian pada tahun yang sama melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur USMI pada Departemen Manajemen.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan pada tanggal 16 Agustus 1985 di Kota Jakarta. penulis menyusun skripsi yang berjudul Analisis Formulasi Strategi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor dibawah bimbingan Dr. penulis melanjutkan pendidikannya di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 4 Bogor. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. MBA. Provinsi DKI Jakarta. Pada tahun 1997. lulus tahun 1991. dan Keuangan. Penulis yang bernama lengkap Dian Suminnar merupakan anak pertama dari empat bersaudara pasangan Pitoyo dan Arnita.

Bapak Agung. 4. Dalam kesempatan ini. 8. DEA dan Ibu Hardiana Widyastuti. Musa Hubeis.. atas rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Formulasi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor. membantu dan bersedia untuk menjadi responden pada penelitian yang disusun oleh penulis. penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen. Dr. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. seluruh dosen dan staf karyawan dan karyawati Departemen Manajemen yang telah membantu penulis selama masa kuliah. Bapak Sonny. Bapak Handoyo. Bapak Kamal. Jono M. 7. Widigdo Sukarman. 3. MS. Ibu Reni Sumartini dan Ibu Sri Maryati yang telah memberi izin. MSc. Noval Rahmat Reza ”Eja” yang selalu memberikan doa dan dukungan melalui curahan kasih sayangnya kepada penulis. Institut Pertanian Bogor. Rifa dan Farel yang selalu memberikan semangat dalam setiap canda tawa. iv . Ibu Yuyun. Ir.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT. Bapak Hendra Setiawan. Bapak Adi. om. S. mbah. Bapak Ritfan dan Bapak Asep dan seluruh karyawan dan karyawan yang telah membantu penulis selama melakukan penelitian di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Amellia. Bapak Dr. Ibu Vera. tante dan sepupu-sepupuku serta keponakan kecilku Putra. 2. Munandar. Ibu Puji. Papa dan mama tercinta serta adik-adikku Tirta Nyuminnar ”Inung”. 5. Bapak Prof. MPA selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan saran dan meluangkan waktu untuk membimbing penulis dalam penyelesaikan skripsi ini. Uwo. MM selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dan masukan yang bermanfaat bagi penulis. Ing. Sinta Ayunda Putri ”Nanda”. selaku ketua departemen. Hut. Bapak Eko. Ir. Dr. MBA. 6. Dipl. H. Diah dan Fany yang telah menjadi teman dalam setiap suka dan dukaku.

Semoga apa yang penulis sampaikan dalam hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan kepada PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada khususnya agar dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan strategi perusahaan. Aboy. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun karena menyadari masih terdapat kekurangan dalam penelitian ini. Pasus. Anita. Kak Nova dan Kak Ari yang telah membantu dan memberikan saran dalam penyusunan skripsi ini. Amma. Hera. Irma dan teman-teman Manajemen 40 yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu yang selalu membuat suasana kuliah menjadi menyenangkan dan untuk adik-adik kelasku tetap semangat. Yayuk. 10. Else. Irwan.9. Neneng. Nurma. Pihak-pihak terkait yang telah membantu dalam penulisan skripsi. Leo dan temanteman SD ku yang membantu dan memberikan motivasi selama penyusunan skripsi. 12. Rinrin. Bogor. Ruslan. Yunia. teman satu bimbingan yang berjuang bersama dalam menyelesaikan skripsi. Sandi. 11. Etty. Vebby. Insan. Amik. Evi. Ranty. Chi2. Rina. Vivi. Fikri. Iki. Linda dan Rio. 13. Agustus 2007 Penulis v .

. Lingkungan Perusahaan 2.................... METODOLOGI PENELITIAN 3........................................3.. 1.............................2....1..................... 3.......1 Rumusan Masalah .............. Pengertian Manajemen Strategis............................3 Ruang Lingkup Penelitian................ Penelitian Terdahulu .....................1....................... 1........................5.......................... Sistem Manajemen Strategis ............... Perusahaan Daerah Air Minum........................................................5 2...............................................2................ Latar Belakang ......... Bauran Pemasaran 2.................................................................................. 1...................................DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK RIWAYAT HIDUP ....3.................3 Tujuan Penelitian ......................... Tipe-tipe Strategi........................ Promosi ............... Harga .........1......12 2...........4...................... Analisis Lingkungan Eksternal . Konsep Manajemen Strategis 2........................................13 2.....................................6.. ix DAFTAR LAMPIRAN .........2...........................................2...........1.................6................5................................................3............6..3........................................ PENDAHULUAN 1.. 1.......18 III.23 Jenis dan Sumber Data Penelitian .............................................................5..........................2. Produk .............................. 3..................................................................................... 3..................................7 2............................................................7... Analisis Lingkungan Internal...............4............................2.......13 2...........................6...............................1...............................................1........3 Kegunaan Penelitian ...........................2..............................17 2.......................................21 Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................................................ iii KATA PENGANTAR...............6 2....................4............................................................2.............................x I.........17 2.. Pengertian Strategi ..............1.......................1....11 2..................................23 vi ........... Kerangka Pemikiran Penelitian................... Konsep Strategi 2.....iv DAFTAR ISI...........4....... TINJAUAN PUSTAKA 2......................4 II........ Formulasi Strategi ................................................ viii DAFTAR GAMBAR.........................................................6..2.....17 2.................8 2.............................1................................................................. Tempat .................16 2.................................5......23 Pengolahan dan analisis data.........................vi DAFTAR TABEL ......................................................

... Formulasi Alternatif Strategi Perusahaan 4..........5......... Analisis Lingkungan Eksternal 4...........................................54 4.........1.....................5.70 4...........3................ Aspek Produksi dan Operasi .........8....................................................27 Matriks SWOT ............................................................... Matriks IE .......... Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Identifikasi Kekuatan.......... Aspek Sumber Daya Manusia.......................4...3............................71 4...............................................................................................................2...................3.......................38 4.......... Kelemahan....................1....5.. Sejarah dan Perkembangan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor .............. Gambaran Umum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor 4.................... HASIL DAN PEMBAHASAN 4............5.. Matriks IFE dan EFE ..5..........2........1.... Lingkungan Mikro Perusahaan ......4................... Lingkungan Makro Perusahaan....38 4.......................77 4.... Peluang............57 4..........................2................87 LAMPIRAN................................................1............3........................................6................................................39 4... Aspek Keuangan .........................................................................4......................................... Peluang.1...4.............5...89 vii ........................35 4........... Matriks SWOT ...... Kesimpulan ......................................................4........................ Kekuatan ............1........3...... Saran ...5.. 3.....41 4.............................67 4...1.......................................1...................................43 4......1..............................................3........................47 4...5........76 4..4...2..................................................84 2...........4......................82 KESIMPULAN DAN SARAN 1.......7...........................................33 IV................2..... 3......................................................85 DAFTAR PUSTAKA .63 4..... Matriks QSPM ..............................2.............. Kelemahan ...................... Ancaman ..................................74 4............................................................65 4....... Visi dan Misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ..............30 Matriks QSPM .2................................................... 3..........24 Matriks IE ......2..4..2........... Analisis Lingkungan Internal 4.......2............................4.............. Tugas Pokok dan Fungsi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor .................... dan Ancaman 4........ Aspek Pemasaran .....................................................3................ Matriks EFE .. Matriks IFE .....3........37 4........1....

............................ 16..25 Matriks IFE .................. 15......................... 8........74 Matriks SWOT PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ....44 Tingkat Kehilangan Air pada Tahun 2000-2005 ............... 12...........DAFTAR TABEL No..................26 Matriks EFE ..................................................................81 viii .. Halaman Penilaian Bobot Faktor Strategis Internal Perusahaan ..............................................................................40 Perkembangan Laba Rugi pada Tahun 2004-2006 . 10...............................58 Efisiensi Penagihan Rekening Air pada Tahun 2004-2005 ................................. 1..39 Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan .........................72 Matriks EFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor .....................................................................................51 Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga Kota Bogor .............34 Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Karyawan .................. 4...... 14..........26 Matriks QSPM ........49 Struktur Tarif Air Minum ..........................47 Loket Pembayaran Air .......... 5...................... 7..................25 Penilaian Bobot Faktor Strategis Eksternal Perusahaan ...................................................................... 9........ 6................................................................ 11................................ 18.......42 Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.............................................................. 13................................................. 2....43 Evaluasi Kondisi Produksi Air pada Tahun 2006 ...............59 Matriks IFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ............................................ 3... 17......................................

...... Bagan Mental Creation dan Physical Creation Process sebagai Bagian dari Sistem Manajemen Strategis .............................10 2..31 5..............32 6................................................................................................. Matriks IE .................................................................................................................... Analisis SWOT ....... Matriks SWOT ..22 3....................DAFTAR GAMBAR No................................... Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor..................... Kerangka Pemikiran Penelitian.......................27 4.................77 ix ........... Halaman 1.....................................................

... 11...................................................... 4............ 1..........................................112 Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Internal .................... 5............................... 2......93 Diagram Alir Pengolahan..... 13...........................117 x ..... 14......................DAFTAR LAMPIRAN No........ 10......95 Sumber Air dan Daerah Pengaliran .............109 Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Eksternal ..............98 Kuesioner Penelitian Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM.. 12................. dan Besar Tarif Air Minum................... 8.............................. 7......... Halaman Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor......................................94 Daftar Persyaratan Kualitas Air ..................................97 Kuesioner Penelitian Penentuan Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal dan Eksternal ...................105 Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Internal ..89 Pengukuran Kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada Tahun 2006 ..............................................................................116 Hasil Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM ........................... 9.........96 Klasifikasi Kelompok Pelanggan........................................................................... 3.. 6......115 Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Eksternal ......90 Sistem Penyediaan Air Minum ............................................................... Golongan Tarif..................

Air bersih merupakan kebutuhan paling dasar bagi manusia dan harus selalu ada karena tanpa air manusia tidak mungkin untuk melangsungkan kehidupannya. mulai dari penggunaan untuk rumah tangga sampai untuk kegiatan yang lebih luas seperti bidang komersial. Latar Belakang Air merupakan sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara. berkaitan dengan pemberian atau penyerahan jasa-jasa pemerintah kepada publik. Padahal jumlah penduduk daerah pedesaan mencapai sekitar 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari perairan.1. Tingkat pelayanan PAM atau PDAM saat ini masih memiliki kendala terutama dalam hal pendistribusian pelayanan air yang tidak merata. Undang-undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 3 menyatakan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. PENDAHULUAN 1. sehingga perhatian diberikan lebih banyak kepada masyarakat di daerah perkotaan dibandingkan dengan daerah pedesaan. PAM atau PDAM adalah salah satu bentuk sektor publik yang merupakan bagian dari perekonomian nasional yang dikendalikan oleh pemerintah. Air digunakan hampir pada setiap aspek kehidupan manusia. Pendistribusian lebih banyak difokuskan untuk melayani kegiatan komersial yang mendukung pembangunan ekonomi dan hanya konsumen yang memiliki kemampuan membayar dapat memiliki akses terhadap air bersih. sosial dan perdagangan. .I. Sumber daya alam ini memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Sumber daya air di Indonesia dikelola oleh Perusahaan Air Minum (PAM) yang mendapatkan wewenang dari pemerintah dalam pengelolaan kebutuhan konsumsi air bersih bagi masyarakat dan yang berada di setiap pemerintahan daerah dinamakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

2 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air bersih bagi masyarakat di Kota Bogor.89 persen terhadap wilayah pelayanan dan 49.49 persen terhadap jumlah penduduk Kota Bogor dengan kapasitas produksi sebesar 1. bagi rumah tangga dan industri pendistribusian air belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Bogor. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor . perencanaan strategis merupakan langkah awal yang tepat untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahaan. kebutuhan air bersih utama untuk rumah tangga dan industri di Kota Bogor dipasok oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai salah satu bentuk organisasi publik membutuhkan perencanaan strategis agar dapat memberdayakan para manajer dan seluruh karyawan untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan peningkatan kinerja pelayanan publiknya. Oleh karena itu. Strategi perusahaan yang tepat menjadi hal yang sangat penting untuk memanfaatkan peluang dan menghindari atau mencegah ancaman dari luar dengan memberdayakan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan secara efisien dan efektif. Perencanaan strategis umumnya digunakan luas oleh organisasi laba (profit oriented) dan kemudian dalam perkembangannya digunakan pula oleh organisasi nirlaba atau organisasi publik lainnya (Tangkilisan. Dalam kondisi yang selalu berubah-ubah. Melihat kondisi tersebut. Namun. PDAM dituntut untuk dapat meningkatkan dan mengembangkan kualitas perusahaannya baik dalam hal pelayanan. Perencanaan strategis merupakan serangkaian rencana tindakan dan kegiatan mendasar yang disusun oleh manajemen puncak untuk diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu perusahaan dalam rangka pencapaian tujuan. Saat ini. Tingkat pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini baru mencapai sekitar 61. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penyesuaian terhadap perkembangan lingkungan yang semakin dinamis sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas dan kinerja yang berorientasi kepada pencapaian hasil. kualitas produk maupun keefisienan dan keefektifitasan organisasinya.130 liter per detik. 2005).

Tujuan Penelitian 1. Menformulasikan strategi yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan. Bagi penulis. 1. Rumusan Masalah Untuk memperjelas permasalahan yang akan dibahas berdasarkan pada latar belakang masalah di atas. Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi berbagai pihak. yaitu: 1. 2. 2. maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: 1. Strategi apakah yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan saat ini ? 3. Faktor-faktor internal dan eksternal apakah yang berpengaruh terhadap PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini ? 2. menambah wawasan dan pengalaman nyata mengenai strategi yang dapat dipilih dengan menggunakan alternatif strategi yang telah dirumuskan oleh peneliti. Prioritas strategi alternatif apakah yang perlu dilakukan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ? 1. Strategi tersebut juga dibutuhkan untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan dan bahkan meningkatkan jumlah pelanggan demi kelangsungan hidup perusahaan.3 perlu menerapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerja pelayanan perusahaannya. . 1. Menentukan strategi alternatif yang tetap bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini. Bagi perusahaan. sebagai masukan bagi manajemen perusahaan mengenai perencanaan strategis dalam pengembangan dan implementasi strategi yang efektif untuk kelangsungan hidup perusahaan.3.4.2. 3.

and Threat (SWOT) dan analisis Quantitative Strategic Planning Marix (QSPM) untuk dapat menentukan strategi alternatif yang tepat bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. berguna sebagai pengetahuan dan informasi masukan (referensi) bagi peneliti yang akan melakukan penelitian serupa dan akan mengkajinya lebih dalam. Weaknesses.4 3. . pengembangan startegi dengan menggunakan analisis Strenght. penulis juga bertujuan untuk mengetahui posisi perusahaan berdasarkan analisis lingkungan perusahaan dengan menggunakan analisis Internal Eksternal (IE).5. 1. Opportunities. Ruang Lingkup Penelitian ini melakukan pengembangan strategi alternatif bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan saat ini. Selain itu. Bagi pembaca.

Dalam perkembangannya. Mintzberg (1979).1. Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti kepemimpinan dalam ketentaraan atau seni berperang. Andrew dan Guth (1965) Strategi merupakan alat untuk menciptakan keunggulan bersaing. 2001). 4. Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Apabila diterjemahkan definisi klasik dan tradisi ini ke dalam kompetisi bisnis saat ini maka dapat dinyatakan bahwa startegi adalah hal menetapkan arah kepada manajemen dalam arti manusia mengenai sumber daya di dalam bisnis dan mengenai bagaimana mengidentifikasikan kondisi yang memberikan keuntungan terbaik untuk memenangkan persaingan di dalam pasar (Dirgantoro. Argyris (1985). 2005) : 1. . program tindak lanjut. Porter (1985) Strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing. konsep mengenai strategi terus berkembang. Dengan demikian salah satu fokus strategi adalah memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak ada. serta prioritas alokasi sumber daya. Untuk jelasnya. Christensen. Chandler (1962) Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang. 3. Steiner dan Miner (1977) Strategi merupakan respon secara terus-menerus maupun adatif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi organisasi. dapat dilihat perkembangan strategi sebagai berikut (Rangkuti. Learned.1. 2. Konsep Strategi 2.II.

2.6 5. Strategi Investasi Strategi ini merupakan kegiatan yang berorientasi pada investasi. konsumen. strategi pengembangan pasar. yaitu : 1. Tipe-tipe Strategi Menurut Rangkuti (2005). Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan. Hamel dan Prahalad (1995) Strategi merupakan tindakan dan yang bersifat dan incremental dilakukan (senantiasa meningkat) terus-menerus berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Misalnya apakah perusahaan ingin melakukan strategi pertumbuhan yang agresif atau berusaha mengadakan penetrasi pasar. misalnya strategi pengembangan produk. Dengan demikian. 2. komunitas. pada prinsipnya strategi dapat dikelompokkan berdasarkan tiga tipe strategi. manajer.1. karyawan. Strategi Manajemen Strategi manajemen meliputi strategi yang dapat dilakukan oleh manajemen dengan orientasi pengembangan strategi secara makro. strategi mengenai keuangan dan sebagainya. strategi pembangunan kembali suatu divisi baru atau strategi divestasi dan sebagainya. Chaff (1985) Strategi adalah kekuatan motivasi untuk stakeholder seperti debtholders. yang baik secara langsung maupun tidak langsung oleh menerima semua keuntungan tindakan atau biaya yang oleh ditimbulkan perusahaan. strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). strategi penerapan harga. strategi akuisisi. Andrew (1980).2. . pemerintah dan sebagainya. yang dilakukan 6.

Fokus manajemen strategis terletak pada memadukan manajemen. 2. penelitian dan pengembangan. Konsep Manajemen Strategis 2. misalnya strategi pemasaran. Pengertian Manajemen Strategis Menurut David (2004). Berdasarkan peta perjalanan inilah. Manajemen strategis merupakan suatu proses. pemasaran. Menurut Mulyadi (2001).2. Manajemen strategis merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus sepanjang perjalanan organisasi dalam mewujudkan visinya. sehingga keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh seberapa akurat . manajemen strategis dapat didefinisikan sebagai seni dan pengetahuan untuk merumuskan. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa : 1. produksi/operasi. mengimplementasikan dan mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi mampu mencapai obyektifnya.7 3. manajemen strategis adalah suatu proses yang digunakan oleh manajer dan karyawan untuk merumuskan dan mengimplentasikan strategi dalam penyediaan customer value terbaik untuk mewujudkan visi organisasi. serta sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasi. manajemen strategis terdiri dari rangkaian langkah yang menghasilkan peta perjalanan bisnis yang senantiasa sesuai dengan perubahan lingkungan yang dihadapi oleh organisasi. pengelolaan organisasi perusahaan dilaksanakan. keuangan/akunting. Sebagai suatu proses.1. strategi organisasi dan strategi-strategi yang berhubungan dengan keuangan. Pada dasarnya manajemen strategis adalah suatu upaya manajemen dan karyawan untuk membangun masa depan organisasi. Strategi Bisnis Strategi bisnis ini sering juga disebut strategi bisnis secara fungsional karena strategi ini berorientasi pada fungsi-fungsi manajemen.2.

Strategi adalah pola tindakan utama yang dipilih untuk mewujudkan visi organisasi. 4. Pelaksanaan manajemen strategis melibatkan banyak orang dalam organisasi.2. Sistem Manajemen Strategis Menurut Mulyadi (2001). Di masa lalu. Proses digunakan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi. yaitu (1) perencanaan strategis. antara lain : . melalui misi. (4) implementasi dan (5) pemantauan. 3. 2. (3) penyusunan anggaran.2. Manajemen strategis mencakup dua proses utama. (2) penyusunan program. mulai dari manajemen puncak sampai dengan karyawan. Strategi digunakan untuk menyediakan customer value terbaik guna mewujudkan visi organisasi. 2. strategi perusahaan lebih dipacu untuk menghadapi pesaing. yang terdiri dari lima tahap utama. manajemen strategis juga mencakup implementasi strategi. manajemen perusahaan perlu menfokuskan strateginya ke penyediaan value terbaik bagi pemuasan kebutuhan customers agar dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. Dalam perumusan strategi. Namun dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan dinamis. dalam sistem manajemen strategis terdiri dari beberapa tahap. Perumusan dan implementasi strategi memerlukan kontribusi dari seluruh manajer dan karyawan. diperlukan leader yang dapat dijadikan sebagai contoh dan diperlukan pula partisipasi seluruh karyawan dalam perumusan strategi. yaitu perumusan strategi dan implementasi strategi. Manajer dan karyawan adalah pelaku manajemen strategis. sehingga perhatian manajemen tidak difokuskan untuk menghasilkan value terbaik bagi customers. Bahkan untuk membangun komitmen karyawan dalam mengimplementasikan strategi.8 peta perjalanan tersebut mencerminkan teritorial bisnis yang diganbarkan dalam peta.

opportunities. nilai dasar dan tujuan. antara lain : (1) identifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan. 3. and threats). 2. keyakinan dasar.9 1. Strategy Formulation (Perumusan Strategi) Proses manajemen strategis diawali dengan perumusan strategi. (2) penentuan misi. strategi yang telah dirumuskan untuk mewujudkan visi dan tujuan kemudian diterjemahkan ke dalam rencana strategis yang terdiri dari tiga komponen. target dan inisiatif strategis. Strategic Planning (Perencanaan Strategis) Dalam langkah ini. weaknesses. Programming (Penyusunan Program) Penyusunan program adalah proses penjabaran inisiatif strategis ke dalam rencana laba jangka panjang. Sasaran strategis merupakan sasaran-sasaran masa depan yang dituju oleh perusahaan sebagai penerjemahan strategi untuk mewujudkan visi dan tujuan. Dalam penyusunan anggaran dijabarkan program tertentu ke dalam . (4) analisis portfolio. (6) identifikasi dan evaluasi alternatif strategi dan (7) perumusan strategi. (3) analsis SWOT (strengths. visi. Penyusunan program menghasilkan program yang merupakan suatu rencana laba jangka panjang yang berisi langka-langkah strategis yang dipilih untuk mewujudkan sasaran strategis tertentu beserta taksiran sumber daya yang akan diperlukan untuk dan diperoleh dari usaha menjalankan langkah-langkah tersebut. Strategi dirumuskan melalui tujuh tahap utama. 4. Budgeting (Penyusunan Anggaran) Penyusunan anggaran adalah proses penyusunan rencana laba jangka pendek yang berisi langkah-langkah yang ditempuh oleh perusahaan dalam melaksanakan sebagain dari program. yaitu sasaran strategis. (5) perumusan peluang dan masalah utama. Untuk mewujudkan sasaran strategis diperlukan inisiatif strategis berupa program tindakan yang akan dilaksanakan oleh perusahaan di masa depan.

Makro dan Lingkungan Industri. Oleh karena anggaran adalah bagian dari program dan program merupakan penjabaran inisiatif strategis yang dipilih untuk mewujudkan sasaran strategis. Misi. Perumusan Strategi Hasil Analisis Lingkungan. serta inisiatif strategis . manajemen dan karyawan melaksanakan rencana yang tercantum dalam anggaran ke dalam kegiatan nyata. Visi. Tujuan dan Strategi Rencana Strategis : Sasaran Strategis Inisiatif Strategis Mental Creation Process Perencanaan Strategis Penyusunan Program Program Sistem Manajemen Strategis Anggaran (Shor-Range Profit Plan) Penyusunan Anggaran Implementasi Pelaksanaan Rencana Physical Creation Process Pemantauan Umpan Balik (Feedback) Gambar 1. Nilai Dasar. ditunjuk manajer dan karyawan yang bertanggung jawab dan pengalokasian sumber daya untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Keyakinan Dasar. Implementation (Implementasi) Dalam tahap implementasi. Mental Creation dan Physical Creation Process sebagai Bagian dari Sistem Manajemen Strategis (Mulyadi. 2001) 5.10 rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahun anggaran.

6. . Harus dipahami benar visi. antara lain : 1. Untuk dapat melakukan formulasi strategi dengan baik maka ada ketergantungan yang erat dengan analisis lingkungan dimana formulasi strategi membutuhkan data atau informasi dari analasis lingkungan internal dan eksternal perusahaan. manajemen dan karyawan harus senantiasa menyadari keterkaitan erat di antara implementasi. inisiatif strategis. Hasil setiap langkah yang direncanakan perlu diukur untuk memberikan umpan balik bagi pemantauan pelaksanaan anggaran. Posisi perusahaan dapat berupa pangsa pasar yang dikuasai. Monitoring (Pemantauan) Implementasi rencana memerlukan pemantauan. misi dan tujuan perusahaan sehingga dapat diketahui ke arah mana perusahaan akan dibawa serta bagaimana caranya untuk menuju ke arah tersebut. posisi laba/rugi perusahaan. Formulasi Strategi Menurut Dirgantoro (2001). ada beberapa hal yang patut untuk dipertimbangkan. 3. program dan inisiatif strategis. tujuan dan visi organisasi dapat dicapai. sasaran strategis dan strategi. Dalam melakukan formulasi strategi. Hal kedua yang harus dipahami adalah mengenai posisi perusahaan pada saat ini. kondisi internal seperti kompetensi orangorang yang berada dalam perusahaan dan lain-lain.3. maka dalam implementasi rencana. 2. Kemampuan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor lingkungan (internal maupun eksternal) yang sedang dihadapi perusahaan saat ini. anggaran program. sasaran strategis telah berhasil diwujudkan. Hasil implementasi rencana juga digunakan untuk memberikan informasi bagi pelaksana tentang seberapa jauh target telah berhasil dicapai.11 dipilih sebagai penerjemahan strategi yang dirumuskan. Strategi tingkat perusahaan diformulasikan oleh top management dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan. 2. formulasi strategi adalah menentukan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan pencapaian tujuan.

2. Salah satunya adalah perubahan yang terjadi pada lingkungan bisnis baik yang memberikan pengaruh yang baik maupun yang memberikan pengaruh yang buruk. atau mungkin menunjukkan inovasi dari orang-orang tersebut untuk selalu mengikuti perubahan yang terjadi dan kemampuan untuk mengantisipasi perubahan tersebut. PDAM merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dituntut dapat memberikan pelayanan umum di bidang air bersih bagi masyarakat. Aktivitas PDAM yaitu mulai dari mengumpulkan. mengolah dan menjernihkan.4. Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 tahun 1962. perubahan-perubahan berlangsung dengan cepat dan dalam intensitas yang tinggi pula. kuantitas dan kontinuitas secara profesional dan trasparan.5. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999 tentang pedoman penilaian kinerja Perusahaan Daerah Air Minum. Perubahan pada lingkungan tersebut harus diantisipasi karena pengaruh yang signifikan akan menentukan . Perusahaan Daerah Air Minum yang selanjutnya disingkat PDAM adalah perusahaan milik Daerah Provinsi atau Daerah Kabupaten dan atau Daerah Kota. Mencari alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi secara lebih efisien di masa yang akan datang. Semakin banyak solusi yang relevan yang dapat ditawarkan menunjukkan kemampuan yang selalu berkembang atau selalu diasah dari orang-orang yang berada dalam organisasi atau perusahaan. 2. kehadiran PDAM dimungkinkan sebagai kesatuan usaha milik Pemerintah Daerah (Pemda) yang memberikan jasa pelayanan dan menyelenggarakan kemanfaatan umum di bidang air minum. Lingkungan Perusahaan Pada era globalisasi. baik secara kualitas. sampai mendistribusikannya kepada pelanggan. 4.12 Dengan mengidentifikasikan faktor-faktor tersebut akan memudahkan dalam memahami keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan.

2. 2. perusahaan harus dapat menentukan kemampuan utama yang membuat berbeda dalam arena persaingan. Dengan demikian. Analisis lingkungan adalah proses monitoring terhadap lingkungan organisasi yang bertujuan untuk mengidentifikasikan opportunities (peluang)dan threat (tantangan)yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan. karena lingkungan perusahaan sangat mempengaruhi lancar atau tidaknya kegiatan yang akan dijalankan perusahaan. analisis terhadap lingkungan perusahaan perlu dilakukan baik lingkungan internal maupun eksternal yang akan berpengaruh terhadap ketepatan strategi perusahaan yang akan dipilih. .1. Oleh karena itu.5.13 koreksi yang harus dilakukan terhadap strategi atau bahkan mungkin juga akan mempengaruhi visi dan misi perusahaan.2. Lingkungan perusahaan sangat menentukan strategi yang akan dijalankan. Faktor-faktor dari lingkungan internal cenderung lebih mudah dikendalikan oleh organisasi atau berada di dalam jangkauan perusahaan.5. 2001). Analisis Lingkungan Internal Analisis lingkungan internal merupakan analisis yang bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Lingkungan internal terdiri dari faktor-faktor atau variabel lingkungan yang berasal atau berada di dalam perusahaan itu sendiri. Tujuan dilakukan analisis lingkungan adalah agar organisasi dapat mengantisipasi lingkungan organisasi sehingga dapat bereaksi secara cepat dan tepat untuk kesuksesan organisasi (Dirgantoro. Analisis Lingkungan Eksternal Analisis terhadap lingkungan eksternal perusahaan diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memberikan peluang dan ancaman bagi perusahaan sehingga dapat dilakukan suatu tindakan tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Hasil analisis lingkungan internal berupa kekuatan dan kelemahan perusahaan.

2. media. Masyarakat meliputi masyarakat keuangan. b. lingkungan makro perusahaan terdiri dari faktorfaktor yang terlepas atau di luar perusahaan. umum dan internal. pasar industri. warga yang bertindak. 1. agen jasa pemasaran dan perantara keuangan. pasar pedagang besar dan pasar internasional. Lingkungan Makro Perusahaan Pada dasarnya. Perantara merupakan perusahaan yang membantu perusahaan mempromosikan. lokal. Lingkungan Mikro Perusahaan Menurut Kotler (2000). Jenis-jenis pelanggan terdiri dari pasar konsumen. e. lingkungan mikro eksternal adalah lingkungan yang dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melayani pelanggannya. c. pasar pemerintah. Masyarakat merupakan kelompok yang mempunyai kepentingan potensial atau yang sudah terwujud pada atau berdampak pada kemampuan suatu organisasi untuk mencapai sasarannya. yang terdiri atas : a. yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. d.14 Lingkungan eksternal perusahaan dibagi ke dalam dua kategori. Pesaing Pesaing perusahaan merupakan lawan perusahaan yang memproduksi atau menjual produk yang sejenis di wilayah tertentu. Pelanggan merupakan konsumen yang membeli atau menggunakan produk yang dijual atau ditawarkan oleh perusahaan. Lingkungan makro ini . pemerintah. Perantara meliputi penjual (pedagang besar dan pengecer). Pemasok merupakan perusahaan yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan maupun pesaing untuk menghasilkan produk. menjual dan mendistribusikan produk ke pembeli akhir. perusahaan distribusi fisik.

d. sekaligus dapat menjadi hambatan dan ancaman untuk maju (Umar. Menurut Kotler (2000). Perubahaan daya beli disebabkan oleh adanya perubahan pendapatan dan perubahan harga-harga di pasar. Faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan makro adalah : a. usia penduduk dan sebagainya. kepadatan penduduk di suatu wilayah. lingkungan makro perusahaan terdiri atas kekuatan sosial yang mempengaruhi seluruh pelaku di lingkungan mikro perusahaan dan mempengaruhi kegiatan perusahaan. 2003). lokasi penduduk. Lingkungan Alam Merupakan sumber daya alam yang dibutuhkan sebagai masukan oleh pemasar atau yang dipengaruhi oleh aktivitas pemasaran seperti kebutuhan bahan baku. Lingkungan Demografi Merupakan lingkungan yang menyangkut kependudukan seperti jumlah penduduk. Daya beli ini diukur dari tingkat pendapatan masyarakat dan perkembangan tingkat harga-harga umum.15 memberikan kesempatan besar bagi perusahaan untuk maju. b. biaya energi. menciptakan inovasi baru melalui pengembangan produk baru serta mampu menangkap peluang-peluang yang ada. Lingkungan Ekonomi Merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola pembelanjaan konsumen. c. Lingkungan demografi sangat diperhatikan oleh pemasar karena melibatkan manusia dan manusialah yang membentuk pasar. . Lingkungan Teknologi Merupakan kekuatan-kekuatan yang menciptakan teknologi baru. tingkat polusi. Lingkungan teknologi juga diukur melalui laju pertumbuhan penelitian dan pengembangan (litbang) dan tingginya anggaran litbang.

price. Kondisi sosial ini banyak aspeknya. demografis. Menurut Kotler (2000). f.1. adat istiadat dan kebiasaan dari orang-orang di lingkungan eksternal perusahaan. pendidikan dan etnis. Tindakan politik yang dirancang untuk melindungi dan memerikan manfaat bagi perusahaan seperti undangundang tentang lingkungan dan perburuhan. Bauran Pemasaran Pemasaran selalu terkait dengan apa yang disebut bauran pemasaran. hendaknya dapat diantisipasi oleh perusahaan. Perubahanperubahan sosial yang terjadi yang mempengaruhi perusahaan. place dan promotion. Adapun penjelasan dari 4P tersebut adalah : 2. bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. Istilah lain untuk bauran pemasaran adalah marketing mix (4P).6. untuk digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan. Alasan penulis mengunakan 4P karena perusahaan yang dijadikan sebagai tempat penelitian merupakan perusahaan yang bersifat semi jasa dan penelitian dilakukan meliputi perusahaan secara keseluruhan bukan hanya pelayanannya sehingga penggunaan 4P telah cukup mewakili. peraturan tentang keamanan dan kesehatan kerja dan sistem perpajakan. kebijakan dan stabilitas politik merupakan pertimbangan penting bagi para manajer dalam merumuskan strategi perusahaan. gaya hidup. Lingkungan Sosial / Budaya Kondisi sosial masyarakat selalu berubah-ubah. misalnya sikap. peraturan tentang perdagangan luar negeri. yang terdiri dari product. yang berkembang dari pengaruh kultural. 2. Poduct (Produk) Produk merupakan sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli. religius.6. Lingkungan Politik / Hukum Arah. stabilitas pemerintah. Produk adalah penawaran berwujud perusahaan kepada pasar yang mencakup .16 e.

3. Penentuan lokasi biasanya digunakan untuk lokasi pabrik atau gudang atau cabang. ukuran. Dalam harga mencakup daftar harga. desain. hal ini disebabkan agar stakeholders mudah menjangkau setiap lokasi yang ada. salah dalam menentukan harga akan berakibat fatal terhadap produk yang ditawarkan. bentuk.2. membujuk. potongan. lokasi. pelayanan. atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. Place (Tempat) Tempat merupakan berbagai kegiatan yang dilakukan peusahaan untuk membuat produk dapat diperoleh dan tersedia bagi pelanggan sasaran yang mencakup saluran. Promosi merupakan sarana paling ampuh untuk mengenal perusahaan. Promotion (Promosi) Dalam kegiatan promosi. persediaan dan transportasi. jaminan dan pengembalian. 2. rabat. merek.6. setiap perusahaan berusaha untuk mempromosikan seluruh produk dan jasa yang dimilikinya baik langsung maupun tidak langsung.17 keanekaragaman produk. Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar-menawar. Promosi dalam bauran pemasaran adalah menghasilkan pertukaran yang saling memuaskan dengan pasar yang dituju melalui penyampaian informasi mendidik. kemasan. atau mengingatkan konsumen akan manfaat suatu organisasi atau suatu produk. kualitas. menarik dan mempertahankan . 2. Penentuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan.6. misalnya produk tidak laku di pasaran.4. Penentuan lokasi kantor yang disertai dengan sarana dan prasarana pendukung menjadi sangat penting. 2. Price (Harga) Harga merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan bauran pemasaran.6. ruang lingkup. syarat kredit dan jangka waktu pembayaran.

d. televisi. Hal ini dikarenakan banyak pelaku bisnis ritel yang tertarik untuk menanamkan investasinya di Indonesia. kuis serta kegiatan lainnya melalui berbagai media. bakti sosial. satpam. pemasangan melalui koran. Tbk. Sarana promosi yang digunakan dalam mempromosikan produk maupun jasanya terdiri dari empat macam sarana. Sales Promotion (Promosi Penjualan) Promosi penjualan adalah intensif jangka pendek untuk meningkatkan pembelian atau penjualan suatu produk agar konsumen segera membeli setiap produk atau jasa yang ditawarkan.7. Publicity (Publisitas) Publisitas merupakan kegiatan promosi yang dilakukan melalui kegiatan seperti pameran. Advertising (Periklanan) Iklan adalah sarana promosi yang digunakan untuk mengiformasikan. cerita dan peristiwa yang tidak menyenangkan. pencetakan brosur. sampai pejabat dalam perusahaan. mulai dari cleaning service. serta menangani atau menghilangkan desasdesus. Kehadiran ritel asing di Indonesia lebih berdampak mengancam pasar pada . majalah. Penelitian Terdahulu Arsanti (2005) melakukan penelitian mengenai “Analisis Formulasi Strategi Perusahaan pada PT HERO Supermarket. menarik dan mempengaruhi konsumen yang dapat dilakukan dengan berbagai media seperti pemasangan Billboard atau spanduk. yaitu : a. c. HERO Supermarket sebagai peritel modern lokal perlu menerapkan strategi yang tepat untuk menghadapi persaingan dalam bisnis ritel. Personel Selling (Penjualan Pribadi) Penjualan pribadi secara umum dilakukan oleh seluruh karyawan perusahaan. 2. menumbuhkembangkan suatu citra perusahaan yang baik. Kegiatan promosi ini bertujuan untuk membangun hubungan yang baik dengan publik perusahaan. perlombaan cerdas cermat.18 pelanggan. b. radio atau media lainnya.

Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan matriks External Factor Evaluation (EFE).19 peritel modern lokal daripada pasar tradisional. Hasil analisis matriks IFAS dan EFAS didapatkan kekuatan perusahaan adalah mutu sarung Gajah Duduk bagus dan harga sarung yang terjangkau. Hasil analisis yang dilakukan terhadap PT HERO Supermarket sebagai perusahaan ritel menggambarkan kondisi internal maupun eksternal yang cukup kondusif. dimana perusahaan mampu menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk menutupi kelemahan yang ada serta perusahaan mampu memanfaatkan peluang yang ada dengan mengantisipasi ancaman yang terjadi dalam perusahaan. matriks IE dan SWOT. Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan matriks External Factor Analysis Summary (EFAS). Peluang perusahaan adalah pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat dan ancaman bagi perusahaan adalah meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL). karena segmennya relatif sama. . Analisis SWOT menghasilkan beberapa alternatif strategi untuk memudahkan penilaian matriks QSPM. PT PISMATEX perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat dalam kegiatan permasarannya untuk menghadapi munculnya pesaing-pesaing baru. terutama dalam upaya merebut pasar. Strategi pemasaran tersebut harus sesuai dengan faktor-faktor strategis yang dimiliki oleh perusahaan. serta keterbatasan modal merupakan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Jawa Tengah. pengembangan produk dan perluasan pasar. price. Kamillah (2005) melakukan penelitian mengenai ”Analisis Strategi Perusahaan PT PISMATEX Pekalongan. Hasil analisis IE menempatkan perusahaan pada sel I dan IV dengan strategi yang tepat adalah growth and build seperti penetrasi pasar. serta bauran pemasaran (product. serta matriks QSPM. place dan promotion). serta matriks QSPM. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Dari matriks QSPM didapatkan alternatif strategi yang tepat bagi perusahaan. matriks IE dan matriks SWOT.

Berdasarkan kedua penelitian terdahulu. bahan baku dan bahan bakar). yaitu PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan publiknya. . penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunakan metode yang sama. serta matriks QSPM untuk mengolah dan menganalisis data. Peneliti menggunakan kelima matriks tersebut untuk memformulasikan strategi pada salah satu bentuk organisasi publik.20 yaitu efisiensi biaya produksi dalam proses produksi (pengolahan. yaitu menggunakan matriks IFE dan EFE. matriks IE dan matriks SWOT.

Analisis lingkungan bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya. tahap terakhir yang merupakan tahap keputusan untuk menentukan strategi yang paling tepat diantara alternatif strategi yang ada sesuai dengan kondisi perusahaan dengan menggunakan analisis QSPM. mengidentifikasi dan analisis lingkungan perusahaan baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. perusahaan dapat mengantisipasi lingkungan perusahaan secara cepat dan tepat untuk kesuksesan perusahaan. Sedangkan analisis lingkungan eksternal meliputi lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. Keempat. maka dapat dirumuskan beberapa strategi alternatif dengan menggunakan matriks SWOT.1. keuangan. variabel-variabel internal dan eksternal perusahaan diringkas dan dijabarkan dalam matriks IFE dan matriks EFE. hold and maintain. Pernyataan misi dan tujuan akan menjadi penuntun dalam melakukan tahap analisis selanjutnya agar strategi yang akan diterapkan mengarah pada pencapaian tujuan akhir yang membantu rencana dan keputusan untuk mencapai tujuannya. Total skor pada kedua matriks tersebut dipadukan dalam matriks IE untuk mengetahui posisi perusahaan berdasarkan kelompok strategi growth and build. produksi/operasi dan pemasaran. Kedua.III. Ketiga. Kemudian berdasarkan pada matriks IE. . Dengan melakukan analisis lingkungan. serta strategi harvest or divest. Kerangka Pemikiran Penelitian Penelitian ini terdiri dari beberapa langkah yaitu langkah pertama adalah mengetahui visi dan misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. METODOLOGI PENELITIAN 3. Analisis lingkungan internal meliputi faktor sumber daya manusia.

Faktor Pemasaran Lingkungan Eksternal a. Faktor Sumber daya Manusia b. Lingkungan Mikro ♦ Pemasok ♦ Perantara ♦ Pelanggan ♦ Pesaing ♦ Masyarakat b. Faktor Keuangan c. Lingkungan Makro ♦ Lingkungan Demografi ♦ Lingkungan Ekonomi ♦ Lingkungan Alam ♦ Lingkungan Politik/Hukum ♦ Lingkungan Teknologi ♦ Lingkungan Sosial/Budaya Matriks IFE Matriks IE Matriks EFE Matriks SWOT Matriks QSPM (Pengambilan Keputusan Prioritas Strategi) Prioritas Strategi alternatif dari Hasil Analisis Gambar 2. Faktor Produksi/Operasi d.22 PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR VISI DAN MISI PERUSAHAAN Lingkungan Internal a. Kerangka Pemikiran Penelitian .

Data-data yang diperoleh digunakan untuk melakukan analisis terhadap strategi perusahaan. Wawancara dengan menggunakan kuesioner. dengan waktu tiga bulan yang dimulai dari bulan April sampai bulan Juni 2007. Gambaran mengenai sumber daya manusia.23 3. Data yang dibutuhkan untuk menganalisis lingkungan perusahaan meliputi : 1. struktur organisasi. Perpaduan antara matriks IFE dan EFE diperoleh matriks IE yang digunakan sebagai parameter posisi perusahaan dengan melihat kondisi . keuangan. data-data dari literatur yang relevan dengan penelitian yang berasal dari buku. visi dan misi perusahaan. b. Data sekunder diperoleh dari laporan tertulis atau dokumen perusahaan. meliputi sejarah berdiri. 3. Data untuk analisis lingkungan internal a. jurnal dan internet.4. Jenis dan Sumber Data Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. yang cara pengisiannya dipandu oleh peneliti. produksi dan pemasaran yang dilakukan perusahaan.3. Dan matriks EFE untuk melihat posisi perusahaan dari sisi peluang dan ancaman. Data primer diperoleh melalui kunjungan ke perusahaan untuk mencari informasi dari pihak yang berwenang (PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor). 2. Lingkungan mikro b. Lingkungan makro 3. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang berlokasi di Jalan Siliwangi No. Data untuk analisis lingkungan eksternal a. Pengolahan Data dan Analisis Data Alat analisis yang digunakan dalam tahap masukan yaitu matriks IFE digunakan untuk melihat posisi perusahaan dari sisi kekuatan dan kelemahan.2. 121 Bogor. Gambaran umum perusahaan. wawancara langsung dengan pihak perusahaan yang mengerti kondisi perusahaan dan memiliki kontribusi dalam merumuskan strategi perusahaan.

Kemudian untuk memilih strategi yang terbaik digunakan QSPM. 2004). 3. Metode ini digunkan untuk memberikan penilaian terhadap bobot setiap faktor penentu internal dan eksternal. yaitu : a. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membentuk matriks IFE dan EFE. Menyusun daftar faktor-faktor utama yang mempunyai dampak penting (Critical Success Factors atau CSF) untuk aspek internal dan eksternal perusahaan yang ditempatkan pada kolom pertama.24 internal dan eksternal. . Matriks IFE digunakan untuk mengevaluasi dan meringkas kekuatan dan kelemahan utama dalam berbagai bidang fungsional perusahaan sehingga diketahui faktor-faktor internal perusahaan yang dianggap penting. Penentuan bobot dilakukan dengan cara mengajukan identifikasi faktor internal dan eksternal tersebut dengan menggunakan metode Paired Comparison (Kinnear.5. Tahap masukan merupakan tahap yang meringkas informasi dasar yang diperlukan untuk merumuskan startegi. Alat analisis pada tahap ini bertujuan untuk mengkuantitatifkan subjektivitas selama tahap awal dari proses formulasi strategi. Sedangkan matriks EFE digunakan untuk meringkas dan mengevaluasi peluang dan ancaman utama perusahaan sehingga diketahui faktor-faktor eksternal perusahaan yang dianggap penting. Matriks SWOT digunakan untuk menghasilkan strategi-strategi yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Matriks IFE dan EFE Matriks IFE dan EFE merupakan teknik yang digunakan pada tahap masukan (The Input Stage) dari kerangka kerja perumusan startegi. 2000). Matriks IFE dan EFE beserta dengan penyataan misi yang jelas menyediakan informasi dasar yang diperlukan untuk merumuskan strategi secara sukses dengan syarat teknik ini disertai penilaian intuitif yang baik dalam menetapkan pembobotan dan penilaian yang tepat (David.

. Penilaian pembobotan dapat dilihat pada Tabel 1dan Tabel 2... Penilaian Bobot Faktor Strategis Eksternal Perusahaan Faktor Strategis Eksternal A B C D . Dalam menentukan bobot setiap variabel digunakan skala 1... Total Sumber : Kinnear.25 b...... Penilaian bobot (weight) setiap faktor strategis internal dan eksternal. 2 dan 3 dengan keterangan sebagai berikut : 1 = Jika indikator horizontal kurang penting daripada indikator vertikal.. 2000 Tabel 2... 3 = Jika indikator horizontal lebih penting daripada indikator vertikal. Penilaian Bobot Faktor Strategis Internal Perusahaan Faktor Strategis Internal A B C D ...... A B C D .……………………(3) Total n ∑ i=1 Xi Total n ∑ i=1 Xi ∑ Xi I=1 Keterangan : ai = Bobot variabel ke-i Xi = Nilai variabel ke-i . Tabel 1. Penentuan bobot setiap variabel diperoleh dengan menggunakan proporsi nilai setiap variabel dari jumlah nilai keseluruhan variabel dengan menggunakan rumus : ai = Xi n ……………………………………….. 2 = Jika indikator horizontal sama penting daripada indikator vertikal. 2000 c.. A B C D . Total Sumber : Kinnear.

. n Total Sumber : David. 2. 3. 2000 Tabel 4. . Hal ini dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4. Matriks IFE Faktor Strategis Internal Kekuatan : 1 . . ....0. Matriks EFE Faktor Strategis Internal Peluang : 1 . n Ancaman : 1 . Pembobotan ini kemudian ditempatkan pada kolom kedua matriks IFE dan EFE. . 2004 Bobot (A) Rating (B) Skor (AxB) Bobot (A) Rating (B) Skor (AxB) . . n Total Sumber : David.. Tabel 3. . Data internal yang diperoleh dikelompokan secara kualitatif untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam matriks IFE dan mengetahui peluang dan ancaman yang berasal dari lingkungan eksternal perusahaan dalam matriks EFE dan dilakukan pembobotan.26 i = 1.. n n = Jumlah variabel Total bobot yang diberikan harus sama dengan 1. . . n Kelemahan : 1 .

00-1.99 menunjukkan posisi eksternal yang rendah.00-2.99 menunjukkan rata-rata dan 3.00 Rata-rata IV V VI 2. 2004) . skor antara 2. 2005). skor antara 1. SKOR TOTAL IFE Kuat 4. skor 2.00 Rata-rata 2.00-2.00 menunjukkan posisi eksternal yang tinggi. Pembagian sel-sel dalam matriks IE dapat dilihat pada Gambar 4. skor antara 1. Pada sumbu x. Parameter yang digunakan meliputi kekuatan internal perusahaan dan pengaruh eksternal yang dihadapi dengan menggabungkan matriks IFE dan EFE sehingga menghasilkan kombinasi total nilai terboboti dari matriks IFE dan EFE (Rangkuti. Pada sumbu y.00-1.00 Lemah 1. yaitu matriks IFE yang diberikan bobot pada sumbu x dan matriks EFE yang diberikan bobot pada sumbu y.00 kuat.00 Gambar 3. Matriks IE adalah matriks yang menunjukkan berbagai tempat atau posisi untuk divisi suatu organisasi dalam sembilan kotak atau sel.004.00 Tinggi I II III SKOR TOTAL EFE 3.99 menunjukkan posisi internal yang lemah. Matriks IE didasarkan pada dua dimensi kunci.00 Rendah VII VIII IX 1.00-4.00 3. Matriks IE Matriks IE digunakan untuk memperoleh strategi bisnis ditingkat korporat yang lebih detail.99 menunjukkan posisi eksternal yang sedang dan 3.6.27 3. Matriks IE (David.

sedangkan perusahaan yang relatif kurang memiliki kinerja yang baik cenderung mengadakan diversifikasi . V dan VII disebut dengan Hold and Maitain (pertahankan dan pelihara). II dan IV disebut Growth and Build (tumbuh dan bina). c. Market Development dan Product Development atau strategi terintegrasi seperti Bakward Intergration. Posisi perusahaan yang berada pada sel III. Posisi perusahaan yang berada pada sel I. atau meningkatkan akses ke pasar yang lebih luas. Growth Strategy (Strategi Pertumbuhan) Strategi pertumbuhan dirancang untuk mencapai pertumbuhan. Strategi yang mewakili strategi ini adalah strategi intensif dan integratif seperti Market Penetration. yaitu : a. Usaha yang dapat dilakukan adalah dengan meminimalkan biaya (minimize cost) sehingga dapat meningkatkan profit. sel-sel pada matriks IE dibagi menjadi tiga bagian utama yang memiliki dampak strategi yang berbeda. baik dalam penjualan. yaitu konsentrasi pada satu industri atau diversifikasi ke industri lain. VIII dan IX sangat dianjurkan untuk melakukan divestasi. Cara ini merupakan strategi yang paling penting apabila kondisi perusahaan berada dalam pertumbuhan yang cepat dan terdapat kecenderungan pesaing untuk melakukan perang harga untuk meningkatkan pangsa pasar. Hal ini dapat dicapai dengan cara menurunkan harga. profit. Forward Intergation dan Horizontal Intergration. dapat dijelaskan melalui tindakan dari masing-masing strategi tersebut. Strategi Pertumbuhan melalui Konsentrasi dan Diversifikasi Ada dua strategi dasar dari pertumbuhan pada tingkat korporat. mengembangkan produk baru. 1. Strategi yang terbaik adalah melakukan penetrasi pasar dan pengembangan produk. b. perusahaan yang memiliki kinerja yang baik cenderung mengadakan konsentrasi. menambahn kualitas produk atau jasa.28 Berdasarkan Gambar 4. asset. Penjelasan secara detail mengenai kesembilan strategi yang terdapat pada sembilan sel matriks IE tersebut diatas. atau kombinasi ketiganya. Posisi perusahaan yang berada pada sel VI. 2. Berdasarkan penelitian.

Konsentrasi melalui Integrasi Horizontal (Sel 2 dan 5) Strategi pertumbuhan melalui intergrasi horizontal adalah suatu kegiatan untuk memperluas perusahaan dengan cara membangun di lokasi yang lain dan meningkatkan jenis produk serta jasa. Hal ini merupakan strategi utama untuk perusahaan yang memiliki posisi kompetitif pasar yang kuat (high market share) dalam industri yang berdaya tarik tinggi. tujuannya adalah untuk meningkatkan penjualan dan profit dengan cara memanfaatkan keuntungan economics of scale baik di produksi maupun pemasaran. 3. Contoh strategi pertumbuhan adalah sel 1. serta distribusi produk. Konsentrasi melalui Integrasi Vertikal (Sel 1) Pertumbuhan melalui konsentrasi dapat dicapai melalui integrasi vertikal dengan cara bakward integration (mengambil alih fungsi supplier) atau dengan cara forward integration (mengambil alih fungsi distributor). 2. Perusahaan yang berada pada sel ini dapat memperluas pasar. maka strategi yang diterapkan adalah konsolidasi (sel 5). maka perusahaan harus meminimalkan biaya dan operasi yang tidak efisien untuk mengontrol kualitas. fasilitas produksi dan teknologi melalui pengembangan internal maupun eksternal dengan melalui akuisisi atau joint ventures dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. Sedangkan apabila perusahaan berada dalam moderate attractive industry.29 agar dapat meningkatkan kinerjanya. Perusahaan tersebut berusaha memanfaatkan kekuatannya untuk membuat produk baru secara efisien . 7 dan 8. Jika perusahaan tersebut berada dalam industri yang sangat atraktif (sel 2). Strategi ini bertujuan untuk menghindari kehilangan penjualan dan kehilangan profit. 5. 4. Diversifikasi Konsentris (Sel 7) Strategi pertumbuhan melalui diversifikasi umumnya dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki kondisi competitive position sangat kuat tetapi daya tarik industrinya sangat rendah. 5. Agar dapat meningkatkan kekuatan bisnisnya atau posisi kompetitifnya.

analasis ini mengidentifikasi peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan (Rangkuti. Tekanan strategi ini lebih pada sinergi finansial daripada product market sinergy (Rangkuti. Unsur-unsur SWOT tersebut meliputi: S (Strength) : Mengacu kepada keunggulan kompetitif dan kompetisi lainnya yang dapat mempengaruhi perusahaan pada pasar. 2005). .7. Untuk itu strategi diversifikasi konglomerat sangat diperlukan. 3. perusahaan yang hanya memiliki competitive position rata-rata cenderung akan menurun kinerjanya. kelemahan. Diversifikasi Konglomerat (Sel 8) Strategi pertumbuhan melalui kegiatan bisnis yang tidak saling berhubungan dapat dilakukan jika perusahaan menghadapi competitive position yang tidak begitu kuat (average) dan nilai daya tarik industrinya sangat rendah. Kerangka ini digunakan untuk membangun dan mengoperasikan atau mengimplementasikan informasi-informasi dari analisis situasi baik internal dan eksternal. 2005). Model SWOT menyediakan sebuah struktur untuk memadukan antara apa yang saat ini yang dapat dilakukan (strength) dan yang tidak dapat dilakukan (weaknesses) perusahaan dan perkembangan apa yang terjadi pada lingkungan yang menguntungkan (opportunity) dan yang menghambat (threat) (Rangkuti. 2005). Analisis SWOT merupakan sebuah model yang dapat mengarahkan dan berperan sebagai katalisator dalam proses perencanaan strategis. Secara internal. model ini memposisikan kekuatan dan kelemahan perusahaan.30 karena perusahaan ini sudah memiliki kemampuan manufaktur dan pemasaran yang baik. Matriks SWOT Keseluruhan evaluasi kekuatan. Kondisi ini menyebabkan perusahaan tersebut melakukan usahanya ke dalam perusahaan lain. 6. sedangkan secara eksternal. peluang dan ancaman dinamakan analisis SWOT. Tetapi pada saat perusahaan tersebut mencapai tahap matang.

IFE. Analsis SWOT menggunakan informasi dan data yang diperoleh dari analisis lingkungan perusahaan dengan didukung analisis strategi pemasaran yang dijalankan perusahaan. . EFE dan matriks IE. Strategi S-O Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. Matriks SWOT (Rangkuti. 2005) Berdasarkan gambar 4. Hasil dari analisis SWOT adalah strategi alternatif berdasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang. namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan. matriks SWOT menghasilkan empat set kemungkinan strategi alternatif. : Berhubungan dengan penghalang atau kondisi yang dapat menghalangi organisasi dalam mencapai tujuannya. O (Opportunities) : Menyediakan T (Threats) kondisi membatasi penghalang. Faktor Internal STRENGHTS (S) Daftar Kekuatan Internal STRATEGI S-O Strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang STRATEGI S-T Strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman WEAKNESSES (W) Daftar Kelemahan Internal STRATEGI W-O Strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang STRATEGI W-T Strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman Faktor Eksternal OPPORTUNITIES (O) Daftar Peluang Eksternal THREATS (T) Daftar Ancaman Eksternal Gambar 4. yaitu : 1.31 W (Weaknesses) : Hambatan yang membatasi yang pilihan-pilihan menguntungkan pada yang pengembangan strategi perusahaan.

32

2. Strategi S-T Strategi ini menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal. 3. Strategi W-O Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. 4. Strategi W-T Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada, serta menghindari ancaman. Analisis SWOT akan memberikan arah, pilihan dan pengembangan perusahaan sehingga diperoleh strategi yang tepat bagi perusahaan. BERBAGAI PELUANG 3. Mendukung strategi turn-around KELEMAHAN INTERNAL 4. Mendukung strategi defensif 1. Mendukung strategi agresif KEKUATAN INTERNAL 2. Mendukung strategi diversifikasi

BERBAGAI ANCAMAN Gambar 5. Analisis SWOT (Rangkuti, 2005) Keterangan : Kuadran 1 : Pada kuadran 1 merupakan situasi yang sangat menguntungkan bagi perusahaan karena perusahaan memiliki peluang dan kekuatan yang dapat dimanfaatkan sekaligus. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy). Kuadran 2 : Pada kuadran 2, perusahaan menghadapi berbagai ancaman namun masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi

33

yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk atau pasar). Kuadran 3 : Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi perusahaan pun menghadapi beberapa kendala atau kelemahan internal. Fokus strategi perusahaan pada kuadran 3 adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik. Kuadran 4 : Pada kuadran 4, perusahaan mengalami situasi yang sangat tidak menguntungkan karena perusahaan menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal. 3.8. Matriks QSPM Matriks QSPM merupakan alat analisis yang digunakan dalam tahap keputusan. QSPM menggunakan masukan dari matriks IFE dan EFE pada tahap input, serta matriks IE dan SWOT pada tahap pencocokan untuk memutuskan strategi mana yang terbaik. Strategi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pihak manajemen perusahaan dalam penetapan kebijakan strategi untuk pengembangan usaha. Setelah berhasil mengembangkan sejumlah strategi alternatif, perusahaan harus mampu mengevaluasi dan kemudian memilih strategi terbaik yang paling cocok dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan dengan menggunakan QSPM. Ada enam langkah yang perlu harus diikuti untuk membuat matriks QSPM, yaitu : a. Menuliskan daftar peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan. b. Berikan bobot untuk masing-masing peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan. Bobot ini harus identik dengan rata-rata bobot yang dihasilkan pada matriks IFE dan EFE. c. Tuliskan strategi alternatif yang akan dievaluasi. d. Apabila faktor yang bersangkutan ada pengaruhnya terhadap strategi yang sedang dipertimbangkan, berikan nilai Attractiveness Score (AS) yang dimulai dari 1 (tidak dapat diterima), 2 (mungkin dapat diterima), 3 (kemungkinan besar dapat diterima) dan 4 (dapat diterima). Sedangkan

34

apabila tidak ada pengaruhnya terhadap strategi alternatif yang sedang dipertimbangkan, jangan berikan nilai AS. e. Kalikan nilai bobot dengan nilai AS. f. Hitung nilai totalnya (Total Attractiveness Score atau TAS). Strategi alternatif yang memiliki nilai total terbesar merupakan strategi yang paling baik dan sebaiknya dijadikan strategi alternatif dengan prioritas penerapan utama. Ilustrasi QSPM dapat dilihat dalam Tabel 5. Tabel 5. Matriks QSPM Faktor Kunci Bobot Strategi I AS TAS Strategi alternatif Strategi II Strategi ke-n AS TAS AS TAS

Peluang : Ancaman : Kekuatan : Kelemahan : Total Sumber : David, 2004

Melihat kondisi tersebut. Untuk menambah kembali kapasitas air. Gambaran Umum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor 4.1. Pada tahun 1966. yang dibangun oleh pemerintah Belanda. Namun. Sejarah dan Perkembangan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Kota Bogor telah mempunyai sistem pelayanan air minum sejak tahun 1918.1. Sumber mata air Kota Batu ini merupakan cikal bakal keberadaan PDAM Kota Bogor dan dimulainya pelayanan air minum di Kota Bogor. Nama perusahaan air minum pada waktu itu adalah Gemeente Waterleiding Buitenzorg yang memanfaatkan sumber mata air Kota Batu sebagai sumber air utama dengan kapasitas produksi sebanyak 70 liter per detik. Pada tahun 1935 untuk mencukupi kebutuhan penduduk Kota Bogor dilakukan penambahan kapasitas air sebanyak 30 liter per detik yang berasal dari sumber air Kebon Salada (milik PAM DKI Jaya).000 Sambungan Langganan (SL) dengan tingkat kehilangan air mencapai 50 persen.IV. maka dilakukan survei dan perencanaan strategis untuk meningkatkan pelayanan dan pengembangan kapasitas jumlah air bersih. Persentase kehilangan air tersebut akibat kurang baiknya mutu pipa dinas (meter air) dan kondisi pipa distribusi yang sudah tua. pada tahun 1967 sumber air ditambah dengan mengambil dari mata air Bantar Kambing melalui reservoir Cipaku. jumlah pelanggan tercatat sekitar 7. Jumlah penduduk Kota Bogor yang semakin meningkat telah membuat pelayanan air minum di kota hujan ini mengalami perkembangan. Bantuan dana pun . Saat itulah mulai dirasakan adanya kekurangan air minum. rencana ini terhambat masalah pendanaan karena untuk memasang pipa transmisi dibutuhkan dana investasi yang cukup besar.1. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.

5 Tahun 1977 yang menyatakan perubahan status Dinas Daerah menjadi Perusahaan Daerah. 300/HK. berupa hibah dengan nama proyek Colombo Plan. kapasitas produksi air meningkat yang pada awal tahun 2007 mencapai 1. Bentuk bantuan yang diperoleh berupa pipa dan aksesorisnya. maka nama PDAM Kota Bogor berubah menjadi PDAM Tirta Pakuan Kota . Dengan berfungsinya tambahan kapasitas produksi tersebut. PDAM berhasil menambah kapasitas produksinya dengan membangun Instalasi Pengelolaan Air (IPA) dengan instalasi atau Water Treatment Plant (WTP) yang berlokasi di Cipaku dan Dekeng. PDAM Kota Bogor pada tahun 1988 mulai melakukan studi kelayakan dengan berencana memanfaatkan air permukaan sebagai sumber air lainnya.45-75 Tahun 2002 tanggal 29 April 2002 tentang penetapan logo baru PDAM Kota Bogor dan penambahan nama Tirta Pakuan. Australia.736. mata air Tangkil dan sungai Cisadane (WTP Cipaku dan WTP Dekeng). PDAM Kota Bogor mulai didirikan. Sumber air bakunya memanfaatkan air sungai Cisadane. Kemudian pada tahun 1973. perencanaan dan supervise dengan nilai total bantuan sebesar A$1. Selanjutnya. Proyek seluruhnya dilakukan oleh Valentine Laurie and Davies Consulting Engineers dari Sydney.449.011/SK/1977. melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No. mata air Bantar Kambing.130 liter per detik berasal dari empat sumber air utama. Dengan penambahan sumber air tersebut.000 atau US$2.36 diperoleh dari pemerintah Australia. Pada tanggal 31 Maret 1977 dikeluarkan Peraturan Daerah No. maka pada tanggal 3 Juli 1975 dilakukan penghentian atau pemutusan atas koneksi pipa PAM DKI Jaya. Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Nomor 011. dilakukan kembali penambahan kapasitas air melalui sumber mata air Tangkil. Empat sumber air tersebut adalah mata air Kota Batu.456. Modal dasar perusahaan terdiri dari kekayaan daerah yang berasal dari kekayaan perusahaan air minum pada waktu kedudukannya sebagai Dinas Daerah. feasibility study.

4. aspek manajemen dan aspek kewirausahaan dalam penyelenggaraan sistem pelayanan yang berorientasi pada manfaat dan perlindungan sumber daya lingkungan. Mengembangkan penelitian dan kegiatan inovatif serta peningkatan SDM yang dapat menopang tuntutan pertumbuhan . 5. Salah satunya adalah penerapan manajemen melalui sistem informasi yang ditunjang dengan komputerisasi.1. efektif dan tepat guna sehingga produk dan kinerja yang dihasilkan dapat dipasarkan dalam jangkauan masyarakat pelanggannya dengan memperhatikan undang-undang perlindungan konsumen. 4. Misinya yaitu memberikan kepuasan pelayanan air minum secara berkesinambungan kepada masyarakat sesuai standar kesehatan yang ada dengan mempertimbangkan keterjangkauan masyarakat dan berperan sebagai penunjang otonomi daerah serta meningkatkan sumber daya manusia secara maksimal.2. Adapun penjabaran misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai berikut : 1. Menyelesaikan aspek teknik. Mewujudkan penyelenggaraan perusahaan milik daerah yang dapat menunjang otonomi daerah secara maksimal. 2. 3. Menyelenggarakan sistem pelayanan air minum yang unggul berkesinambungan memenuhi mutu yang berlaku untuk menjamin tercapainya kepuasan pelayanan kepada pelanggan. jaringan terpadu yang mampu melaksanakan pemantauan di semua bagian dan otomatisasi semua data administrasi dan penagihan pelanggan secara cepat dan tepat. Visi dan Misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Visi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah mejadi perusahaan terdepan di bidang pelayanan air minum.37 Bogor. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan misi dan tujuan perusahaan. Mengembangkan bidang usaha sistem pelayanan air minum yang efisien.

Dalam menjalankan tugas pelayanan air minum. II Bogor No. Fungsi ekonomi.38 kebutuhan umumnya. Bagan struktur organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Lampiran 1. yaitu dapat memenuhi kebutuhan semua lapisan masyarakat dengan memberlakukan tarif air minum yang disesuaikan dengan kondisi dan fungsi tempat pelanggan serta adanya pelanggan yang tersubsidi. tugas dan tanggung jawab serta peranan masing-masing antara dewan direksi. 35 kepala sub bagian dan 423 orang tenaga pelaksana. Sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Bogor. 72 tahun 2004 tanggal 30 Desember 2004. Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Struktur organisasi adalah salah satu hal yang penting dalam perusahaan karena dengan adanya struktur organisasi akan dapat diketahui dengan jelas hubungan.4. Memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Bogor secara memadai. serta berkesinambungan. 10 orang kepala bagian. 4.1. 2. Strukur organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor disusun berdasarkan Surat Keputusan Walikota KDH tk. perusahaan dan pembangunan nasional pada 4. yaitu untuk meningkatkan kemampuan pelayanan dan memenuhi kewajiban-kewajiban lainnya dengan cara pengelolaan perusahaan secara sehat berdasarkan asas ekonomi perusahaan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor didukung oleh tiga direksi. adil dan merata.3. 2. Fungsi sosial. kepala sub bagian dan tenaga pelaksana. . Secara garis besar PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mempunyai dua fungsi. Tugas Pokok dan Fungsi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai BUMD milik Pemerintah Kota Bogor mempunyai tugas pokok sebagai berikut : 1.1. yaitu : 1. kepala bagian.

Tabel 6.82 4. antara lain sumber daya manusia. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus selalu memperhatikan kondisi sumber daya manusia yang dimilikinya untuk menjaga kestabilan dan pertumbuhan perusahaan. 2006. serta pemasaran. Status karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dibagi menjadi empat yaitu karyawan tetap PDAM sebanyak 369 orang. 4. cleaning service.13 3. Jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan status karyawannya dapat dilihat pada Tabel 6. calon karyawan sebanyak 10 orang.1. keuangan.34 2. Aspek SDM SDM adalah aspek yang penting bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena merupakan salah satu faktor internal perusahaan yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Outsourcing 74 orang 15.2.2. Karyawan Kontrak 18 orang 3.39 4. . Faktor-faktor internal yang dimiliki perusahaan dapat dikelompokkan menjadi empat bagian. terdiri dari 234 orang karyawan di bagian umum dan 237 orang di bagian teknik. Karyawan tetap PDAM 369 orang 78. Calon Karyawan PDAM 10 orang 2. produksi dan operasi.71 Jumlah 471 orang 100 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Jumlah karyawan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sebanyak 471 orang. Untuk itu Bagian SDM memiliki peranan penting dalam pengembangan manusia yang berkualitas dan profesional di bidangnya. pekerja kebocoran dan satpam. Analisis Lingkungan Internal Identifikasi faktor internal perusahaan bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. karyawan kontrak sebanyak 18 orang dan karyawan outsourcing sebanyak 74 orang yang meliputi call center. Jumlah karyawan berdasarkan status karyawan Status Karyawan Jumlah Persentase Karyawan (%) 1.

SD 78 orang 16. Hal ini dikarenakan masih terdapat kekurangan karyawan dibagian tertentu dan penempatan posisi atau kerja karyawan sesuai dengan latar belakang pendidikan belum secara tepat. SLTA. S2 12 orang 2. D3 12 orang 2.55 5.56 2. Pengukuran kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tentang pedoman penilaian kinerja PDAM.40 SDM PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang ada belum diberdayakan secara optimal. Dengan meningkatnya pengetahuan dan motivasi kerja karyawan terhadap perusahaan maka sistem organisasi dalam perusahaan dapat berjalan sesuai dengan prosedur.53 3. Tingkat pendidikan karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor beragam mulai dari SD. Pengadaan program-program pelatihan dan pengembangan karyawan dilakukan berdasarkan kebutuhan dari masing-masing bagian dalam perusahaan dengan biaya tersendiri yang khusus dikeluarkan untuk program pelatihan. sampai S2 yang sebagian besar karyawannya berpendidikan SLTA yaitu sebanyak 244 orang. Hal ini mengindikasikan bahwa pelatihan bagi karyawan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi kerja karyawan terhadap perusahaan. SLTA 244 orang 51.01 6. Jumlah karyawan berdasarkan tingkat pendidikan Tingkat Pendidikan Jumlah Karyawan Persentase (%) 1. SLTP 59 orang 12. Hal ini akan mendukung dalam pencapaian kinerja perusahaan yang baik. D3. Tabel 7.55 Jumlah 471 orang 100 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.80 4. S1 66 orang 14. SLTP. 2006. dapat diketahui bahwa di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang menjadi dominan adalah karyawan tetap dan mayoritas karyawannya berpendidikan SLTA. Jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan tingkat pendidikannya dapat dilihat pada Tabel 7. S1. Kinerja PDAM Tirta . Berdasarkan Tabel 6 dan 7.

seperti adanya tunjangan jabatan. Pengukuran kinerja dilakukan dengan tiga aspek penilaian yaitu keuangan operasional dan administrasi. bantuan modal Pemerintah Pusat. hibah dari Negara Belanda dan bantuan Colombo Plan. 4. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pun memperhatikan kesehatan karyawannya dengan menyediakan fasilitas klinik kesehatan dan program kesehatan lainnya. Sebesar 55 persen dari modal PDAM Tirta Pakuan Kota bogor merupakan penyertaan modal Pemerintah Daerah Kota Bogor. tunjangan pengganti lembur.41 Pakuan Kota Bogor tahun 2006 masuk dalam klasifikasi baik. modal Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Barat. Dalam hal kesejahteraan karyawan. Kegiatan operasional PDAM dibiayai dari pendapatan perusahaan.2. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memberikan gaji berdasarkan golongan dan pemberian gaji terendah disesuaikan dengan upah minimum regional dari pemerintah. Pengukuran kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tahun 2006 dapat dilihat pada Lampiran 2. Modal yang didapat PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berasal dari modal Pemerintah Pusat. Aspek Keuangan Perusahaan yang dikelola baik oleh pemerintah maupun swasta. Sumber pendapatan internal berasal dari pendapatan air dan pendapatan non air seperti .2. Permodalan merupakan sarana penting dalam melakukan usaha. Sumber pendapatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terdiri dari sumber internal dan eksternal. Pemberian kompensasi ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja karyawannya. asuransi tunjangan hari tua dengan Jamsostek dan pemberian kompensasi berdasarkan prestasi. tunjangan kehadiran. Selain itu. tunjangan pengganti pulsa. sejumlah kompensasi lainnya pun diberikan. tunjangan koordinasi. tidak terlepas dari permodalan. seperti program cek kesehatan dan pemberian bantuan Rawat Inap melalui kerjasama dengan Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) dan Karya Bhakti. modal Pemerintah Daerah Kodya Tingkat II Kota Bogor.

380.954 Usaha 5.427.096) Usaha 26.296) 519.235 8.080.36 % 16.811.770 Beban Langsung (17.175. Tabel 8. beban hutang yang relatif besar menjadi kendala bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena semakin banyak kewajiban .590 64.003) Beban tak Langsung Usaha Laba Usaha 5.342.671 Laba (Rugi) diluar (123.282.324) (24.203.445.625 Laba Sebelum Pajak (3. pemasangan baru dan pendapatan atas jasa bank yang keseluruhannya bersifat rutin. Sedangkan sumber pendapatan eksternal meliputi investasi pihak ketiga dan penyertaan pemerintah daerah. Berdasarkan tabel di atas. Perkembangan laba rugi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dari tahun 2004 dengan tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel 8. Dalam faktor finansial tentu saja aspek laba tidak dapat dikesampingkan karena tujuan didirikan suatu perusahaan baik oleh pemerintah maupun swasta adalah untuk memperoleh laba.263.819) Pajak (1.479) (27.357 5.940. 2006.429. Perkembangan Laba Rugi pada Tahun 2004-2006 Dalam Ribuan Rupiah Uraian 2004 2005 2006 Pendapatan 44.405.836.223.666 10.24 persen pada tahun 2006.48 % 15. denda.42 pelanggaran.655.355 32.24 % Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.730.625 86.965 6.674 Laba Kotor Usaha (21.326) Laba Bersih 3.291 10. Modal yang ada saat ini pun digunakan untuk membiayai operasional dan aktivitas-aktivitas perusahaan.626.878) (2. Namun.232.600 53. marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus mengalami peningkatan hingga mencapai 16.425) (20.488.469. Persentase tersebut cukup baik karena masuk dalam kisaran tingkat marjin laba yang wajar yaitu antara 16 persen sampai kurang dari sama dengan 20 persen berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999.806 Marjin Laba 11.531 7.445) (26. Marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor cukup baik dimana saat ini perusahaan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.674.950.145 37.569.

942 9.102 34. 2005 9.039 52.207 Cadangan Jumlah Pasiva 58.187 82.121 11.753 7.223 8. 4. Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 9.117 .459 lain Modal dan 23. yaitu : a.230 5.495 Aktiva Tetap 46.513 Pasiva : Kewajiban 6.624 76.181 63.472 67. Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Dalam Jutaan Rupiah Pos-pos 2001 2002 2003 2004 Aktiva : Aktiva Lancar 7.884 26.883 10. Walaupun hutang jangka panjang mengalami penurunan sebesar 11. Mata air ♦ Mata air Kota Batu dengan kapasitas terpasang 70 liter per detik.252 9.624 76.3.102 23. Tabel 9. Aspek Produksi dan Operasi Aspek produksi dan operasi berhubungan dengan aktivitas mengubah masukan atau input menjadi bentuk produk akhir agar dapat dipergunakan atau dikonsumsi oleh konsumen.472 67.513 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.372 82.920 4.2.825 67.945 23.488 Aktiva Lain-lain 4.43 yang harus diselesaikan oleh perusahaan.181 63.677 29.470 4.626 22. Sumber air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berasal dari dua sumber utama.60 persen pada tahun 2005 tetapi hutang lancar dan hutang lain-lainnya mengalami peningkatan sehingga beban hutang terus meningkat.512 6.654 Jangka Panjang Kewajiban Lain4.032 57.626 9.530 Jumlah Aktiva 58.193 Lancar Kewajiban 23.117 13.902 62.928 3. Hasil usaha perusahaan belum mampu melunasi hutang tepat waktu dan memenuhi investasi aktiva tetap yang diperlukan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan penyedia tunggal air minum di Kota Bogor yang memiliki empat sumber air utama yang airnya akan diolah dan kemudian didistribusikan kepada pelanggan.352 7. 2006.392 26.912 5.579 25.

Namun. IPA Dekeng 400 570 593 Naik Jumlah 1. Sehingga kapasitas produksi dari sumber sungai Cisadane . Sungai Cisadane ♦ WTP Cipaku dengan kapasitas terpasang 240 liter pe detik. Penurunan kapasitas produksi yang berasal dari sumber mata air dikarenakan debit air pada sumber mata air mengalami penurunan dan bahkan dari tahun ke tahun semakin menurun. Evaluasi kondisi produksi air tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel 10. Sedangkan untuk sumber air baku yang berasal dari sungai Cisadane merupakan sumber yang sangat potensial karena air baku sungai Cisadane yang melimpah.168 1. Tabel 10. Evaluasi Kondisi Produksi Air pada Tahun 2006 Dalam liter per detik Kapasitas No.44 ♦ Mata air Bantar Kambing dengan kapasitas terpasang 170 liter per detik. 2006.176 Naik Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. ♦ Mata air Tangkil dengan kapasitas terpasang 170 liter per detik b. mata air Bantar Kambing dan mata air Tangkil. Mata air Kota Batu 70 61 54 Turun 2. ♦ WTP Dekeng dengan kapasitas terpasang 400 liter per detik. Mata air Tangkil 170 112 107 Turun 4. kondisi tersebut tidak mengakibatkan kapasitas produksi air menurun karena didukung oleh sumber air baku yang melimpah dari air permukaan yaitu sungai Cisadane. Sumber Lokasi Ket. Sumber air baku yang melimpah menjadikan kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Berdasarkan data tahun 2006. Mata air Bantar 170 158 150 Turun Kambing 3. kapasitas produksi pada mata air mengalami penurunan rata-rata sebanyak 7 liter per detik yaitu pada mata air Kota Batu.670 1. Pasang Produksi 2005 2006 1. IPA Cipaku 240 268 272 Naik 5.

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan pengolahan air menjadi air minum sesuai dengan standar kesehatan. Tahap ini bertujuan untuk mencampurkan koagulan PAC (Poli Alumunium Chlorida) dengan air baku secara merata. tahap filtrasi dan tahap desinfektan. Pengolahan air baku yang dilakukan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan proses pengolahan lengkap. Bagan sistem penyediaan air minum dapat dilihat pada Lampiran 3. Air baku dari intake akan disalurkan melalui pipa trasmisi masuk ke dalam WTP. Kualitas air baku yang baik menjadi kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. tahap sedimentasi.5-8. sulphate. Air yang bersumber dari mata air memiliki kualitas yang cukup baik dan memenuhi standar air minum jika dilihat dari segi fisik dan kimia. Kualitas air baku sungai Cisadane baik sesuai dengan standar kesehatan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. Tahap koagulasi atau pengadukan cepat (flash mixing) merupakan tahap awal dari pengolahan air baku. tahap flokulasi. Kotoran yang tidak tergumpal pada tahap koagulasi akan dihilangkan pada tahap selanjutnya. Proses pengolahan lengkap terdiri dari enam tahap yaitu tahap koagulasi. cepat dan sempurna sehingga kotoran dapat digumpalkan menjadi flok. Sedangkan jika dilihat dari segi biologis dikhawatirkan terdapat bakteri yang dapat menimbulkan penyakit sehingga perlu ditambahankan desinfektan.45 terus meningkat dan dapat menutupi kekurangan pasokan air dari sumber mata air. chroride. Diagram alir pengolahan lengkap dapat dilihat pada Lampiran 4. Khusus sumber mata air Tangkil diberikan penambahan soda Ash (alkali) untuk menaikkan pH sehingga sesuai dengan pH standar air minum yaitu 6. specific grafity. Al2O3. Komponen PAC terdiri dari appreance.5. Fe. Air baku dari sungai Cisadane perlu mendapat pengolahan yang dimulai dari intake yaitu titik pengambilan air baku di sungai. basicity. tahap aerasi. Tahap kedua adalah tahap .

Air bersih di reservoir dapat langsung didistribusikan kepada pelanggan melalui pipa-pipa distribusi. Adapun fasilitas penunjang lainnya berupa laboratorium penguji kualitas air. Pada tahap ini digunakan pasir silica sebagai penyaring air sehingga air yang dihasilkan bersih.46 flokulasi yaitu pengadukan lambat. flok akan diendapkan dan air akan bergerak ke atas melalui sekat-sekat pada plant settler. sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer seperti sistem komputer terintegrasi yang terdiri dari Customer Information System (CIS). Selain itu. yaitu pengikatan oksigen (O2) untuk mengurangi kadar karbondioksida yang terkandung pada air. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pun memiliki bengkel pemeliharaan . Pada tahap ini. tahap filtrasi yang dilakukan untuk mengurangi sisa-sisa flok yang masih terbawa setelah tahap sedimentasi dan merupakan tahap penurunan kekeruhan yang terakhir. Selanjutnya. pengujian meter air dan mobil penanggulangan kebocoran. Pengadukan tidak boleh terlalu cepat karena dapat memecahkan flok yang sudah terbentuk. Kemudian dilanjutkan pada tahap aerasi. Logictic Information System (LIS). Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Penggunaan gas klor sebagai desinfektan bertujuan untuk menghindari adanya endapan. dimana dalam flokulasi ini berlangsung proses terbentuknya penggumpalan flok yang lebih besar sehingga mudah mengendap. Employee Information System (EIS). Terakhir adalah tahap desinfektan dengan melakukan pendosisan gas klor untuk membunuh bakteri. Tahap desinfektan dilakukan pada kontak basin yaitu tempat penampungan sementara air bersih setelah pengolahan yang kemudian akan dimasukkan ke dalam reservoir yaitu penampungan air bersih sebagai pengaturan pendistribusian kepada pelanggan. bau dan kekeruhan. Tahap ketiga adalah tahap sedimentasi yang bertujuan untuk mengendapkan partikel-partikel yang sudah mengumpal menjadi flok sehingga beban filter menjadi ringan.

4.4. Sedangkan pemeliharaan pipa persil (setelah meter) menjadi tanggung jawab pelanggan.46 2005 11. Bauran pemasaran atau marketing mix dalam pemasaran terdiri dari empat komponen. Namun.973 30.57 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.90 2002 9.47 yang memadai dan adanya sistem komputerisasi yang diperuntukkan untuk memelihara saluran pipa dinas dan induk sebagai upaya untuk menghindari terjadinya kerusakan dan kebocoran yang dapat mengakibatkan kehilangan air.136 31.056 30. Produk Analisis lingkungan internal pada bagian produk pada aspek pemasaran dapat dijelaskan sebagai berikut : a. promosi. Tingkat Kehilangan Air pada Tahun 2000-2005 Tahun Kehilangan Air (m³) Persentase (%) 2000 7. seperti iklan. Persentase tersebut cukup tinggi karena jauh menyimpang dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah yaitu sebesar 25 persen. Aspek Pemasaran Pemasaran merupakan aktivitas yang berhubungan dengan pemberian sarana yang dapat digunakan oleh pembeli untuk membeli produk dan mempengaruhi calon pembeli untuk membeli.50 2003 10.79 2004 11. Keanekaragaman Produk Produk utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah air.770 30. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi menjadi salah satu kelemahan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. 2006. yaitu : 1. persentase kehilangan air dalam pendistribusian air kepada pelanggan mencapai kisaran 30 persen. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bukan menjual . Berdasarkan data tahun 2000 sampai 2005. tenaga penjual. penetapan kuota dan penetapan harga.858 31.462 32. Keseluruhan aktivitas tersebut tercakup dalam bauran pemasaran. Tabel 11.2.46 2001 8. Tingkat kehilangan air tahun 2000-2005 dapat dilihat pada Tabel 11.

Saat ini. Kelurahan Tajur. Balai Kota dan Kebun Raya. . Kualitas Produk Kualitas produk merupakan salah satu faktor yang menjadi perhatian PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Oleh karena itu. Dengan adanya parameter tersebut maka air baku dan air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan air yang berkualitas dan sesuai dengan standar kesehatan. perusahaan menggunakan parameter sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. Selain pendistribusian air bersih kepada pelanggan. ZAMP berada di lima titik yaitu Perumahan Tirta Pakuan. Daftar persyaratan kualitas air yang digunakan untuk air minum. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memiliki Zone Air Minum Prima (ZAMP) yaitu ATM air dimana airnya dapat langsung diminum tanpa harus direbus terlebih dahulu. Tidak semua PDAM di Indonesia dapat mengembangkan KASM dan ZAMP karena pendistribusian air harus 24 jam dengan tekanan air yang sesuai. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP sebagai kekuatan perusahaan. Untuk menentukan kualitas air baku dan air minum. air bersih dan air baku dapat dilihat pada Lampiran 5. b. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Hal ini dilakukan untuk menghindari terkontaminasinya air oleh bakteri.48 air melainkan sebagai fasilitator untuk mengolah air baik yang bersumber dari mata air maupun air permukaan menjadi bersih dan kemudian didistribusikan kepada pelanggan. Adapun tujuan pengembangan ZAMP yaitu untuk mensosialisasikan kepada masyarakat Bogor bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan perusahaan air minum bukan perusahaan air bersih dan sebagai pilot project untuk mengembangkan proyek Kran Air Siap Minum (KASM).

Tabel 12. 52 Bank Mandiri Jl. 38 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. tutupan sementara atas permintaan pelanggan. Pakuan No. 121 Jl. kebon Pedes No. . Loket pembayaran air PDAM Tirta Pakuan dapat dilihat pada Tabel 12. informasi pengaduan Adapun yang dari produk dibutuhkan konsumen layanan dan lainnya konsumen. tes kualitas air dan pembelian air melalui mobil tangki. Kapten Muslihat No.49 c. 2 Warung Jambu KPRI Beriman Jl. Soleh Iskandar atau Jl. Surya Kencana No. Raya Padjajaran No. Raya Padjajaran No. 17 Bank Lippo Jl. Menteng no. KH. 121 Pakuan Bank Jabar Jl. 2006. Pesantren No. Siliwangi No. 196 A Bank NISP Jl. 13-15 Bank BTN Jl. H. Pelayanan kepada Konsumen Pelayanan yang diberikan kepada konsumen mencakup memberikan menanggapi pembayaran. Raya Tajur (Samping Megaswara) Bank BNI Jl. 2 Cimanggu Jl. Ir. Pahlawan No. Siliwangi No. 14 Koperasi Tirta Jl. Dalam pelayanan pembayaran air. 115 A Bondongan Sanita Gg. pemindahan letak meter. melayani seperti pemasangan baru. Juanda No. 11-13 Jl. Gg. Loket Pembayaran Air Lokasi Loket Alamat Loket Kantor PDAM Tirta Jl. Hal tersebut bertujuan untuk mendekatkan diri dengan para pelanggan dan mengembangkan pelayanan terhadap pelanggan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menyediakan loket-loket pembayaran (Payment Point) yang tersebar di Kota Bogor dengan lokasi yang strategis dan mudah dijangkau. Kapten Muslihat No. Pandawa Raya. 63 Bank Panin Jl. 2 Jl. Ruko A2/18 Bank BTPN Jl. Pengadilan no. Baru KOPPURNA Bank Jl. balik nama pelanggan. Mawar.

Pola ini diterapkan untuk mencegah pemborosan air oleh pelanggan karena pelanggan akan membayar harga air per m³ lebih tinggi untuk pemakaian air yang lebih banyak. Perhitungan dan penetapan tarif air minum didasarkan pada keterjangkauan dan keadilan. efisiensi pemakaian air. subsidi dari pelanggan mampu kepada pelanggan kurang mampu. pola tarif air minum PDAM di Indonesia menggunakan perhitungan tarif progresif dan diskriminatif.50 2. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 1998 tentang pedoman penentuan tarif air minum. mutu pelayanan. masyarakat kurang mampu masih mendapat peluang untuk menjadi pelanggan PDAM. Adapun penjelasan pola tersebut sebagai berikut : a. serta perlindungan air baku. Tarif air per m³ untuk pemakaian air 10 m³ pertama akan lebih rendah daripada tarif air per m³ untuk pemakaian air 10 m³ kedua dan seterusnya. Tarif air per m³ untuk pelanggan niaga akan lebih tinggi daripada pelanggan rumah tangga. Harga Tarif air minum adalah harga air minum untuk setiap meter kubik (m³) yang harus dibayar oleh pelanggan. Sehingga memungkinkan untuk memperluas atau memperbanyak jumlah pelanggan karena pemanfaatan air menjadi lebih efisien. Dengan demikian. tranparansi dan akuntabilitas. Pola ini diterapkan agar terjadi subsidi silang. Besar tarif air per m³ yang semakin tinggi akan dikenakan pada pemakaian air yang semakin banyak (tarif progresif). b. Tarif air per m³ akan lebih tinggi pada pelanggan yang menggunakan air untuk kebutuhan komersial atau pelanggan yang memiliki kemampuan finansial tinggi. . Tarif air per m³ untuk pelanggan rumah tangga B akan lebih tinggi daripada pelanggan rumah tangga A. pemulihan biaya (full cost recovery).

Tempat atau Saluran Distribusi Daerah pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor meliputi wilayah Kota Bogor melalui sistem gravitasi yang mencakup lima kecamatan yaitu Bogor Selatan. Cakupan pelayanan terhadap total penduduk daerah pelayanan sebesar 61. Bogor Tengah.774 pelanggan yang terdiri dari kelompok sosial.600 3. instansi pemerintah. Struktur Tarif Air Minum Pemakaian Air (Rp/m³) Golongan No. serta niaga dan industri. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor membagi zone pelayanan air menjadi .800 3.250 2.250 4. IV NK 2. rumah tangga.49 persen. III RB 800 1. yaitu cara langsung dialirkan dengan gaya gravitasi karena sebagian besar daerah distribusi terletak di dataran yang lebih rendah dari fasilitas produksi dan dengan bantuan booster pump untuk daerah yang lebih tinggi.150 3.500 7. Bogor Barat dan Tanah Sareal.51 Tarif pelayanan air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ditentukan berdasarkan Peraturan Walikota No. II SK 450 700 1. 3.86 persen sedangkan terhadap total penduduk Kota Bogor mencapai 49. Pendistribusian air oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dilakukan dengan dua cara.950 5. Struktur tarif air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 13.500 RC 1.050 IP 1.900 6. 6 Tahun 2006 Tanggal 26 Maret 2006 tentang tarif air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri.800 4.500 4.250 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.000 NB 3. Jumlah pelanggan yang dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor per April 2007 sebanyak 73. 2006. Kelompok Pelanggan 0-10m³ 11-20m³ >20m³ 1. I SU 250 300 400 2.150 3. Bogor Timur. Tabel 13. Bogor Utara.100 RA 600 850 2.

Kayu Manis. . Tanah Sareal. Cilendek Barat. Curug dan Curug Mekar. Kelima zone tersebut mampu dialiri oleh beberapa sumber air utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. b. Tegalega. Gudang. Sukadamai. Cimahpar. Tanah Baru. Harjasari. Paledang. Mata air Kota Batu melayani pelanggan zone 6 (Kelurahan Loji. 14 persen melayani zone 2 (Perumda Cipaku) dan 86 persen untuk membantu melayani pelanggan zone 3 melalui reservoir Cipaku. Zone 1 meliputi daerah Pakuan. c. 4 dan 6 yang daerah alirannya sebagai berikut : a. Kedung Waringin. Bojongkerta. Rancamaya. Kartamaya. Bondongan. Suka Resmi. Cibogor. Cibadak. Batu Tulis. e. bahkan sewaktu-waktu juga membantu pengaliran di zone 3. Panaragan. Menteng. Baranangsiang. Pasir Mulya dan Kota Batu. Zone 3 meliputi daerah Empang. Sukasari. Pabaton. Gunung Batu dan sekitarnya). Ciwaringin. antara lain : a. Mata air Bantar Kambing. Lawang Gintung. Mata air Tangkil 53 persen melayani pelanggan zone 1 (Kelurahan Katulampa. Tajur dan sekitarnya) dan 47 persen lainnya untuk melayani pelanggan di zone 4 melalui reservoir Padjajaran. Mulya Harja. Kebon Kalapa. Genteng dan Cipaku.52 lima zone yaitu zone 1. Mekar Wangi. Gunung Batu. Zone 6 meliputi daerah Cikaret. Loji. d. Babakan Fakultas dan Mekar Jaya. Katulampa. Kebon Pedes. Ciluar. 2. Sindangsari. Tajur dan Bantar Kemang. Zone 2 meliputi daerah Ranggamekar. Babakan Pasar. Cilendek Timur. Kedunghalang. 3. c. Cibuluh. Pasir jaya. Muara Sari. Sempur. Ciparigi. Pasir Kuda. Zone 4 meliputi daerah Babakan. Bantar Jati. Tegal Gundil. b. Kedung Badak. Kedung Jaya.

brosur. Sarana promosi yang digunakan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor lebih pada kegiatan publisitas (publicity). e. seperti adanya kegiatan kampanye atau perlombaan yang peruntukkan bagi siswa-siswi sekolah. Daerah potensial tersebut adalah daerah yang masuk ke dalam wilayah Kota Bogor. spanduk. Promosi Pada kenyataannya. Sedangkan pelayanan air 24 jam hanya beberapa daerah yang mendapatkannya karena dilalui oleh beberapa zone distribusi. Sempur dan sekitarnya). Sumber air dan daerah pengaliran dapat dilihat pada Lampiran 6.53 d. Batu Tulis dan sekitarnya). PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih memiliki kelemahan yaitu masih adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi dan belum meratanya pelayanan air penuh 24 jam. tabloid Flows. Informasi yang dibutuhkan pelanggan dapat diperoleh melalui leafet. Analisis Lingkungan Eksternal Identifikasi faktor lingkungan eksternal perusahaan merupakan langkah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman . WTP Cipaku melayani pelanggan zone 3 (Kelurahan Empang. Walaupun begitu. tetapi belum mendapatkan pelayanan air karena diluar jaringan distribusi. mahasiswa dan masyarakat umum. promosi harus tetap dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai upaya untuk mendekatkan perusahaan dengan masyarakat sehingga terjalin hubungan yang erat.3. 4. radio dan pelayanan melalui Customer Service. Dalam hal pendistribusian air. WTP Dekeng melayani pelanggan zone 4 (Kelurahan Babakan. telepon. 4. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak perlu melakukan promosi karena masyarakat Kota Bogor pun telah mengetahui keberadaan perusahaan tanpa adanya promosi.

dilakukanlah tender. Harga 15 juta sampai 50 juta.54 bagi perusahaan. d. Lingkungan Mikro Perusahaan Lingkungan mikro PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sebagai berikut : 1. b. Harga di bawah 15 juta. Perusahaan dan pihak pemasok memiliki kesepakatan bersama dalam penetapan harga dan mutu bahan atau barang. teknologi. Lingkungan eksternal dibagi menjadi dua yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. Pemasok yang memiliki posisi kuat bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah PT Wapin dan PT Amaniaga . pesaing. sehingga pemasok tidak dapat menetapkannya secara sepihak. Harga 50 juta sampai 200 juta. dapat dilakukan pembelian langsung tanpa SPK (Surat Perintah Kerja). Pembelian bahan atau barang yang diperlukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan pada : a. Data April 2007. 2000). Harga di atas 200 juta. masyarakat. politik/hukum dan sosial/budaya (Kotler. alam. dilakukan penunjukkan langsung. Pemasok menyediakan sumber daya yang diperlukan oleh perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa. penyedia barang cetakan dan barang teknik. Penjelasan lingkungan eksternal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai berikut : 4. jumlah pemasok bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 37 pemasok yang terdiri dari penyedia bahan kimia. Faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan mikro antara lain pemasok.3. c. Sedangkan lingkungan makro terdiri dari lingkungan demografi. ekonomi. Pemasok Pemasok merupakan sebuah mata rantai penting dalam sistem penyerahan nilai kepada seluruh pelanggan dari sebuah perusahaan. pelanggan. dilakukan pemilihan langsung pada tiga pemasok. perantara.1.

Kategori non niaga dibagi menjadi empat yaitu rumah tangga A (RA). 3. rumah tangga C (RC) dan instansi pemerintah (IP). Pelanggan Perusahaan harus mempelajari pasar pelanggan secara seksama karena setiap tipe pasar pelanggan mempunyai karakteristik yang berbeda. Oleh karena itu. Perantara Perantara bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor lebih pada perantara keuangan yaitu perusahaan yang membantu dalam segi keuangan atau risiko yang diasuransikan sehubungan dengan pembelian atau penjualan barang. yaitu sarana umum (SU) dan sarana khusus (SK). PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus bermitra secara efektif dengan pemasok dan perantara untuk mengoptimalkan kinerja seluruh sistem. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat . Pembangunan yang dilakukan selama 5 tahun. Sehingga PDAM memiliki kewajiban pembayaran hutang dan bunganya kepada Bank Jabar. Kategori sarana sosial dibagi menjadi dua. PT Wapin sebagai penyedia pipa-pipa dan PT Amaniaga Internusa sebagai penyedia bahan kimia PAC yang digunakan dalam pengolahan air baku. Kategori pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terdiri dari sarana sosial. perantara pun membentuk komponen penting dalam sistem penyerahan nilai kepada pelanggan. 2. non niaga. pembiayaan dilanjutkan oleh Bank Jabar. rumah tangga B (RB).55 Internusa. bank merupakan salah satunya. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menjalin kerjasama dengan Bank Jabar dalam pembangunan WTP Dekeng. pada 2 tahun awal dibiayai oleh PDAM dan 3 tahun berikutnya. Seperti halnya dengan pemasok. Oleh karena itu. pemasok memiliki peran penting bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sehingga perusahaan dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan. niaga dan khusus.

Penghargaan yang telah diraih PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor selama tahun 2006 adalah : a. sedangkan kategori khusus yaitu untuk tangki air. 41. Pada April 2007. terdiri dari 695 pelanggan kategori SU. penghargaan diberikan oleh Presiden RI tanggal 22 Desember 2006 di Istana Negara Jakarta. c. Kategori niaga dibagi menjadi dua yaitu kecil (NK) dan niaga besar (NB). 2.774 pelanggan. jumlah pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah berjumlah 73.018 pelanggan kategori RA.786 pelanggan kategori RB. Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Setiap pelanggan menuntut kualitas yang lebih tinggi dan pelayanan yang lebih baik. Sub Bidang Penyelenggara Air Minum Kategori Kota Besar dengan peringkat kedua. Pengklasifikasian pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Lampiran 7. 15. Penghargaan untuk Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum Cipta Karya.835 pelanggan kategori RC.680 pelanggan kategori NB. 310 pelanggan kategori IP. karena sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002 untuk kualitas air dan perolehan beberapa penghargaan dalam pemberian pelayanan.56 memberikan peluang yang baik bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor guna meningkatkan pendapatannya. Penghargaan Citra Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Tingkat Propinsi Jawa Barat Tahun 2006 yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat di Bandung. 11. Penghargaan Citra Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Tingkat Nasional. banyak PDAM di daerah lain yang melakukan studi banding ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. kualitas air dan pelayanannya sudah dikategorikan baik.014 pelanggan kategori NK dan 1. b. Dengan prestasi tersebut. Sebagai pembanding untuk PDAM daerah lain di . 436 pelanggan kategori SK.

kecenderungan dan dan meningkatkan lagi kualitas dan . Namun. Bank Mandiri dan Bank NISP baik dalam hal perolehan dana maupun bentuk kerjasama lainnya.3. 5. Lingkungan Makro Perusahaan Lingkungan makro PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.2. Lingkungan Demografi Lingkungan demografi berhubungan dengan kependudukan dengan berbagai karakteristik. yaitu : 1. Karena apabila karyawan merasa positif mengenai perusahaannya. Dengan demikian.57 Indonesia. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak memiliki pesaing. kepala bagian. tidak kalah pentingnya adalah masyarakat internal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor seperti dewan direksi. Wewenang tersebut menjadikan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. akan berdampak pada kemampuan perusahaan untuk mencapai sasarannya. Bank BNI. maka sikap ini akan mempengaruhi masyarakat luar. Oleh karena itu. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menjalin kerjasama dengan beberapa bank seperti Bank Jabar. Masyarakat Berbagai kelompok masyarakat juga termasuk dalam lingkungan perusahaan. 4. kepala sub bagian dan karyawan pelaksana. Pesaing PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dari Pemerintah Daerah dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat di Kota Bogor. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus dapat mempertahankan pelayanannya. 4. Masyarakat pemerintah dalam lingkungan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor seperti Pemda dan DPRD memberikan dukungnya terhadap pengembangan PDAM. Bank sebagai masyarakat keuangan yang mempengaruhi suatu perusahaan untuk memperoleh dana.

707 188.533 2004 831.711 164.00.58 diferensiasinya.083 2001 760. Pengeluaran untuk konsumsi makanan dan bukan makanan berkaitan erat dengan tingkat pendapatan masyarakat. 2. Pada tahun 2005.514 jiwa atau sebesar 2.223 jiwa penduduk perempuan. Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga Kota Bogor Tahun Jumlah Penduduk Jumlah Rumah Tangga 2000 714.958 2003 820. Jumlah penduduk dan rumah tangga Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 14. Hal ini dikarenakan laju pertumbuhan penduduk dan rumah tangga yang cukup tinggi berdampak pada meningkatnya permintaan air.00 untuk pengeluaran . Meningkatnya jumlah penduduk dan rumah tangga di Kota Bogor memberikan peluang yang baik bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor untuk meningkatkan pendapatan. pengeluaran rata-rata perkapita sebulan masyarakat Kota Bogor adalah sebesar Rp.648 atau meningkat sebesar 2.518. data pendapatan yang akurat sulit diperoleh sehingga didekati melalui pengeluaran rumah tangga.423 187. terdiri dari Rp.648 Sumber : BPS Kota Bogor.357 2005 855. terdiri dari 431. Namun.616. Jika dibandingkan dengan tahun 2004.085 jiwa. Data mengenai populasi penduduk sangat penting karena populasi atau orang yang membentuk pasar. 176.329 179. jumlah penduduk Kota Bogor telah bertambah sebanyak 23. Berdasarkan hasil registrasi penduduk akhir tahun 2005 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Bogor adalah sebanyak 855.83 persen. 2006.72 persen dari tahun 2004.085 199.862 jiwa penduduk laki-laki dan 423. Tabel 14.571 194. 357.663 2002 789. Lingkungan Ekonomi Besarnya pendapatan yang diperoleh atau diterima rumah tangga dapat menggambarkan kesejahteraan suatu masyarakat. Begitupun dengan jumlah rumah tangga di Kota Bogor pada tahun 2005 yang mencapai 199.

hiburan dan lain-lain.621. Pada beberapa tahun sebelumnya.00 dan tingkat perputaran piutang langganan air tahun 2005 sebesar 39 hari menunjukkan bahwa modal yang tertanam pada piutang langganan tahun 2005 lebih cepat sepuluh hari dibandingkan tahun 2004.787.098. dilanjutkan pada pemenuhan kebutuhan lainnya seperti perumahan.97 kali. walaupun saat ini belum tercapai stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan. Hal ini terlihat dengan masih adanya beberapa sektor yang laju pertumbuhannya . Efisiensi penagihan tahun 2005 adalah sebesar 9. Efisiensi Penagihan Rekening Air Tahun 2004-2005 Dalam Ribuan Rupiah Uraian 2004 2005 Penjualan Air 40.52 38.826.179.826. masyarakat Kota Bogor memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum.99 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.59 konsumsi makanan dan Rp. Dengan demikian. 2006. pendidikan. 2006). Tabel 15.27 9. aneka barang dan jasa. Peningkatan tersebut disertai pula dengan efisiensi penagihan atau receivable turn over yaitu jumlah pendapatan penjualan air terhadap piutang air ratarata.787 Piutang Air Rata-rata 5.191 47. Setelah kebutuhan pokok terpenuhi. mengindikasikan bahwa taraf hidup masyarakat Kota Bogor tinggi. 181.23 Average Collection Period (hari) 49.892.000. Jumlah rekening air yang diterbitkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus meningkat.700 Receivable turn Over (kali) 7.47. Efisiensi penagihan rekening air dari pelanggan tahun 2004 sampai tahun 2005 dapat dilihat pada Tabel 15. Lebih besarnya pengeluaran konsumsi bukan makanan dibandingkan pengeluaran konsumsi makanan. kondisi ekonomi Indonesia tidak stabil.24 kali atau mengalami kenaikan dari tahun 2004 sebesar 1.723 5. Penjualan air tahun 2005 sebesar Rp.00 untuk pengeluaran konsumsi bukan makanan (BPS Kota Bogor.

kemudahaan untuk mendapatkan sumber air dan letak daerah berpengaruh terhadap proses pengolahan dan pendistribusian air. Lingkungan Alam Lingkungan alam disekitar perusahaan berpengaruh terhadap kegiatan produksi dan operasi perusahaan. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dapat menjadi ancaman dalam menjalankan kegiatan usaha. 3. Pada bulan Oktober 2005. Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. 2006). inflasi nasional mengalami kenaikan yang cukup tajam yaitu 17. Selain itu. Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya harga minyak dunia dan kebijakan pemerintah mengenai pengurangan subsidi BBM. sektor pengangkutan dan komunikasi dan sektor jasa (BPS Kota Bogor. tarif dasar listrik pun mengalami kenaikan.bi.40 persen. Tingkat inflasi tahun 2006 adalah sebesar 6.11 persen dibandingkan tahun 2004 yang hanya mencapai 6. mata air Tangkil dan sungai Cisadane.id). Salah satu indikator makro ekonomi yang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah adalah tingkat inflasi. kenaikan harga BBM yang lebih dari 100 persen berdampak pada meningkatnya harga seluruh bahan kebutuhan pokok. Namun pada tahun 2005. Tingginya tingkat inflasi terutama dikarenakan kenaikan harga jual BBM. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak memiliki kesulitan dalam mendapatkan sumber air.60 persen (www. barang non pokok dan juga jasa. Kenaikan harga BBM dan TDL menyebabkan meningkatnya biaya produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang akan mempengaruhi penetapan tarif air minum kepada pelanggan dan tingkat keuntungan perusahaan.60 mengalami penurunan pada tahun 2005 seperti sektor pertanian. Keempat sumber tersebut masih dapat . karena memiliki empat sumber air yang terdiri dari mata air Kota Batu. sektor listrik.go. Sejauh ini. gas dan air. mata air Bantar Kambing.

mendukung kegiatan pengolahan dan pendistribusian air karena wilayah pendistribusian air dipilih melalui sistem gravitasi sehingga tidak perlu dilalukan pemompanaan air yang akan dapat meningkatkan biaya operasional. kebijakan dan stabilitas politik pemerintah merupakan faktor penting yang harus diperhatikan perusahaan. Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. UU No. LIS dan EIS yang mampu melaksanakan pemantauan di semua bagian dan otomatisasi semua data administrasi dan penagihan pelanggan secara cepat dan tepat. Dalam hal pemanfaatan sumber daya air.61 mencukupi kebutuhan air masyarakat Kota Bogor. Sistem tersebut terdiri dari CIS. 7 tahun 2004 merupakan perlindungan peraturan terhadap perundangan kepentingan yang kelompok memberikan masyarakat ekonomi lemah dengan menerapkan prinsip pengelolaan sumber daya air yang mampu menyelaraskan fungsi sosial. lingkungan hidup dan ekonomi. Lingkungan Politik / Hukum Arah. teknologi yang terus berkembang memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. 4. 7 . pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2004 tentang sumber daya air. Dengan demikian. 5. Lingkungan Teknologi Teknologi industri berkembang sangat cepat. Selain itu Bogor yang letaknya berada di daerah pegunungan. Tindak lanjut dari penjabaran UU No. Proses pengolahan air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan teknologi semi modern dan pengolahan lengkap (manual). terutama pada teknologi pengolahan produk yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer seperti sistem komputer terintegrasi.

rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air dapat menjadi ancaman bagi PDAM. jumlah pelanggan kelompok niaga PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 3. minuman dan pakaian. Hal ini dikarenakan masih adanya pemborosan air yang dilakukan oleh pelanggan seperti membiarkan air meluap dari bak mandi. Namun. 6. Pada tahun 2005.62 tahun 2004.395 atau meningkat sebesar 11. Hal ini dikarenakan PDAM merupakan perusahaan air minum milik daerah yang melayani daerah tersebut. sehingga perusahaan harus tanggap terhadap perubahan tersebut. pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2005 tentang pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM). peningkatan jumlah pelanggan tidak diimbangi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. Sedangkan DPRD sebagai suatu lembaga yang mengatur penetapan peraturan berpengaruh terhadap kegiatan dan kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. aspek politik Pemda dan DPRD sangat kuat. Oleh karena itu. . Laju pertumbuhan sektor niaga memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota karena meningkatkan jumlah pelanggan yang berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan PDAM.27 persen. Namun. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM karena merupakan salah satu sumber pendapatan daerah. Lingkungan Sosial / Budaya Kondisi sosial masyarakat selalu berubah-ubah. Meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun berdampak pada berkembangnya sektor niaga karena adanya peningkatan kebutuhan masyarakat seperti makanan. mencuci kendaraan dengan air langsung dari kran dan anak-anak yang bermain dengan alat penyemprot air. Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Pemborosan air mengakibatkan pemanfaatan air menjadi tidak efisien.

Setelah faktor-faktor tersebut diidentifikasi akan menghasilkan berbagai alternatif strategi yang kemudian dipilih strategi yang terbaik. keuangan maupun pengawasan sudah terbentuk. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Sistem organisasi yang berjalan sesuai dengan prosedur akan mendukung pencapaian kinerja perusahaan yang baik. Marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada tahun 2006 mencapai 16. sehingga segala kegiatan dan pelaksanaan tugas berpedoman pada ketentuan yang ada. 2. Selain itu. peluang dan ancaman diidentifikasi berdasarkan hasil analisis lingkungan internal perusahaan dan analisis lingkungan eksternal perusahaan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai perusahaan daerah pun memiliki tujuan tersebut tetapi memperoleh keuntungan yang wajar. Pada tahun 2006.4.24 persen. kelemahan. Dengan adanya pengendalian tersebut maka sistem organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat berjalan sesuai dengan prosedur. yaitu antara 16 persen sampai kurang dari sama .4. operasional dan administrasi. Kekuatan Kekuatan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1. kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masuk dalam klasifikasi baik dengan tiga aspek penilaian yaitu keuangan. Persentase tersebut cukup baik karena masuk dalam kisaran tingkat marjin laba yang wajar. Peluang dan Ancaman Kekuatan.1.63 4. 4. struktur satuan pengendalian intern PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor baik pengendalian organisasi dan kepegawaian. Kelemahan. Marjin laba yang cukup baik Tujuan didirikannya suatu perusahaan adalah untuk memperoleh laba. Keuntungan yang wajar adalah batas kewajaran tingkat keuntungan yang dapat ditorelansi dalam penyelenggaraan penyediaan air minum dan sanitasi dalam jangka waktu tertentu. Identifikasi Kekuatan.

Zone Air Minum Prima (ZAMP) merupakan salah satu pengembangan proyek KASM. kapasitas produksi dari IPA Cipaku dan IPA Dekeng mengalami peningkatan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat Kota Bogor walaupun setiap tahun pelanggan PDAM terus bertambah. Kualitas air baku yang baik Air permukaan yang dijadikan sebagai sumber air adalah sungai Cisadane. Tidak semua PDAM dapat . karena tidak ada perusahaan lain yang mendapatkan wewenang tersebut. Kualitas air baku diukur dengan menggunakan parameter berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. 4. Marjin laba yang terus meningkat dapat menambah pendapatan PDAM untuk membiayai kegiatan operasional dan melunasi kewajiban perusahaan. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ditunjuk sebagai pilot project untuk mengembangkan proyek Kran Air Siap Minum (KASM). Hal ini menunjukkan bahwa sungai Cisadane sebagai sumbernya memiliki air baku yang melimpah atau berlebih. Sumber air baku yang melimpah Berdasarkan data tahun 2005 dan 2006. Air baku diambil pada hulu sungai Cisadane yang memiliki kualitas air baku yang baik.64 dengan 20 persen. Dengan wewenang tersebut menjadikan PDAM sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. 3. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat di Kota Bogor. 5. 6. Dengan sumber air baku yang melimpah. Dengan adanya parameter tersebut maka air baku PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan air yang berkualitas dan sesuai dengan standar kesehatan.

Beban hutang yang relatif besar Beban hutang yang relatif besar menyebabkan semakin banyak kewajiban yang harus diselesaikan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Dilihat dari rasio keuangan jangka pendek seperti current ratio dan acid test ratio terjadi penurunan dari tahun 2004 ke tahun 2005. 2. kelebihan SDM tersebut belum diberdayakan secara optimal karena masih saja terdapat kekurangan karyawan dibagian tertentu seperti dibagian sumber. saat ini hanya tiga PDAM yang ditunjuk yaitu PDAM Malang. 4. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Berdasarkan perhitungan rasio karyawan pada tahun 2006 dengan jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebanyak 471 orang dan jumlah pelanggan sebanyak 72. terdapat kelebihan karyawan sebanyak 33 orang. Selain itu. pengolahan dan laboratorium. Current ratio yaitu rasio aktiva lancar terhadap kewajiban lancar mengalami penurunan sebesar 14. Namun.4. Beban hutang yang bertambah dikarenakan kenaikan kewajiban lancar dan kewajiban lainnya. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP menjadikan kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.38 persen dibandingkan tahun 2004.2. penempatan kerja atau posisi sesuai dengan latar belakang pendidikan belum secara tepat. Hal tersebut dapat menghambat jalannya kegiatan dan aktivitas PDAM karena SDMmerupakan aspek penting bagi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.65 menjalankan pengembangan proyek tersebut.924 orang. Hal ini dikarenakan adanya penurunan aktiva lancar dan kenaikan kewajiban lancar. PDAM Medan dan PDAM Kota Bogor. Acid test ratio pada tahun 2005 . Kelemahan Kelemahan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1.

Sehingga likuiditas tahun 2005 kurang baik.863. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Penurunan debit air pada sumber mata air Berdasarkan data tahun 2005 dan 2006. Balai Kota dan Kebun Raya merupakan daerah yang telah mendapatkan pelayanan air 24 jam penuh. terjadi peningkatan biaya produksi karena air baku dari sungai Cisadane harus melalui pengolahan terlebih dahulu.00 tidak terpenuhi dengan aktiva lancar tanpa persedian sebesar Rp. Hal tersebut pun membatasi ruang gerak PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam memanfaatkan pihak luar untuk kebutuhan pengembangan.13. Penurunan rata-rata sebanyak 7 liter per detik dari ketiga sumber mata air tersebut dikarenakan debit air pada sumber mata air mengalami penurunan.260.9. 3.66 mengalami penurunan sebesar 15. terjadi penurunan kapasitas produksi yang berasal dari sumber mata air yaitu pada mata air Kota Batu sebanyak 7 liter per detik.944. Penurunan tersebut dapat diantisipasi dari sumber air baku di sungai Cisadane.027.67 persen dibandingkan dengan tahun 2004. 4. mata air Bantar Kambing sebanyak 8 liter per detik dan mata air Tangkil sebanyak 5 liter per detik.00. Hal ini dikarenakan daerah tersebut dilalui oleh lebih dari satu zone distribusi sehingga apabila terdapat masalah pada zone distribusi yang satu maka zone distribusi yang lain dapat menggantikan. beda hal dengan sumber mata air yang dapat langsung didistribusikan kepada pelanggan tanpa proses pengolahan. karena jumlah kewajiban lancar sebesar Rp.000.000. Namun. . Kelurahan Tajur. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Titik yang terdapat ZAMP seperti Perumahan Tirta Pakuan. Walaupun begitu banyak daerah lain yang hanya dilalui oleh satu zone distribusi sehingga apabila terdapat masalah pada zone distribusi tersebut maka air tidak akan mengalir.

4. daerah tersebut masih ada yang berada diluar jaringan distribusi karena sebelum perluasan. Persentase tersebut cukup tinggi karena jauh menyimpang dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah yaitu sebesar 25 persen. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Sebelum perluasan Kota Bogor. begitu pula yang dialami PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.83 persen. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi Berdasarkan hasil registrasi penduduk akhir tahun 2005 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Bogor adalah sebanyak 855. Namun.72 persen dari tahun 2004.085 jiwa. .648 atau meningkat sebesar 2. Peluang Peluang yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. antara lain : 1. pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor telah mencapai 76 persen dan jaringan pipa distribusi sudah menjangkau hampir seluruh wilayah Kota Bogor. daerah tersebut telah dilayani oleh PDAM Kabupaten Bogor. Jika dibandingkan dengan tahun 2004. Kehilangan air merupakan kerugian bagi PDAM karena dapat mengurangi pendapatan perusahaan. 6. Dengan adanya perluasan Kota Bogor maka ada pertambahan daerah pelayanan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.514 jiwa atau sebesar 2. persentase kehilangan air dari proses pengolahan sampai pendistribusian kepada pelanggan mencapai kisaran 30 persen. Laju pertumbuhan penduduk.4.3. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi Kehilangan air merupakan masalah utama bagi semua PDAM di Indonesia.67 5. Begitupun dengan jumlah rumah tangga di Kota Bogor pada tahun 2005 yang mencapai 199. jumlah penduduk Kota Bogor telah bertambah sebanyak 23. Berdasarkan data tahun 2000 sampai 2005.

27 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa taraf hidup masyarakat Kota Bogor cukup tinggi artinya masyarakat Kota Bogor tidak hanya mengalokasikan pendapatannya untuk kebutuhan pokok tetapi juga kesadaran untuk pemenuhan kebutuhan lainnya sudah cukup tinggi. 2. Pada tahun 2005. 357. Sebagian besar pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah rumah tangga yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat baik golongan atas. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat merupakan perwujudan dari fungsi sosial PDAM yaitu dapat memenuhi kebutuhan semua lapisan masyarakat dengan memberlakukan tarif air minum yang disesuaikan dengan kondisi dan fungsi tempat pelanggan serta adanya pelanggan yang tersubsidi. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Air merupakan kebutuhan penting bagi manusia.616.395 atau meningkat sebesar 11. 181. maupun bawah. jumlah pelanggan kelompok niaga PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 3. Pada tahun 2005.68 Meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun berdampak pula pada berkembangnya sektor niaga.098. tanpa air manusia tidak dapat melangsungkan kehidupannya.00 dengan pengeluaran yang lebih besar pada konsumsi bukan makanan sebesar Rp. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota karena berdampak pada meningkatnya permintaan air yang akan berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan PDAM. Efisiensi penagihan rekening air yang cukup tinggi Pengeluaran rata-rata perkapita sebulan masyarakat Kota Bogor tahun 2005 adalah sebesar Rp. menengah. 3. Hal ini merupakan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena mengindikasikan bahwa masyarakat Kota Bogor memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum. Laju pertumbuhan penduduk. efisiensi penagihan atau receivable turn over yaitu .00.

Teknologi yang terus berkembang memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. Dukungan tersebut dibutuhkan dalam pengembangan PDAM guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Oleh karena itu. Teknologi yang terus berkembang Proses pengolahan air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan teknologi semi modern dan pengolahan lengkap (manual). .69 jumlah pendapatan penjualan air terhadap piutang air rata-rata adalah sebesar 9. pelanggan memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan perusahaan air minum milik daerah yang melayani konsumsi air minum masyarakat Kota Bogor. sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer. Efisiensi penagihan yang cukup tinggi menunjukkan kemampuan pelanggan untuk membayar air. serta mengenai hak dan kewajiban PDAM dan pelanggan. 4. peraturan pelayanan. 5. Sebagai perusahaan daerah.24 kali atau mengalami kenaikan sebesar 1.97 dan tingkat perputaran piutang langganan air tahun sebesar 39 hari atau lebih cepat sepuluh hari dibandingkan tahun 2004. Sebesar 55 persen dari modal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan penyertaan modal Pemerintah Daerah dan untuk DPRD yang mengatur peraturan daerah seperti pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM). PDAM sangat didukung oleh Pemda dan DPRD karena sebagai salah satu sumber pendapatan daerah.

Kenaikan tarif air minum akan dapat mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap air.4. Pada tahun 2005. Kenaikan harga BBM dan TDL menyebabkan meningkatnya biaya produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang akan mempengaruhi penetapan tarif air minum kepada pelanggan.4. bukan hanya BBM yang mengalami kenaikan. Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Kebijakan pemerintah mengenai pengurangan subsidi BBM dan kenaikan tarif dasar listrik berpengaruh terhadap biaya . Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya penghargaan dari Presiden selama empat tahun berturut-turut dan penghargaan citra pelayanan prima untuk penilaian pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. 2. 4. Pembanding untuk PDAM di daerah lain PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan masyarakat sangat memperhatikan aspek pelayanannya guna memuaskan pelanggan. tarif dasar listrik pun mengalami kenaikan. banyak PDAM daerah lain di Indonesia yang melakukan studi banding ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Pada tahun 2007 pun telah terjadi penyesuaian tarif. Tingginya tingkat inflasi terutama dikarenakan kenaikan harga jual BBM. Selain itu. Dengan prestasi tersebut. Ancaman Ancaman yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1. inflasi nasional mengalami kenaikan yang cukup tajam yaitu 17.40 persen.70 6.11 persen dibandingkan tahun 2004 yang hanya mencapai 6. Selain itu. didukung pula dengan kualitas air yang baik sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Saat ini stabilitas ekonomi nasional belum tercapai secara keseluruhan.

Matriks IFE Matriks IFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar peranan faktor-faktor internal yang terdapat pada perusahaan.128. Perumusan strategi dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahap masukan yang meliputi matriks IFE dan matriks EFE. Kenaikan tersebut berdampak pada meningkatnya harga seluruh bahan kebutuhan pokok. tahap pencocokan yang meliputi matriks IE dan matriks SWOT. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Kesadaran masyarakat dalam penggunaan air masih rendah. Berdasarkan data tahun 2005. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. barang non pokok dan juga jasa yang berakibat pada meningkat biaya produksi dan operasional PDAM. serta tahap pengambilan keputusan dengan menggunakan matriks QSPM.71 produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.00. tahap selanjutnya adalah perumusan strategi.39.68 persen dibandingkan dengan tahun 2004. sumber air baku yang .00 atau meningkat sebesar 16. yaitu sebesar Rp.060.5. Kenaikan harga BBM terkait pula dengan meningkatnya harga minyak dunia.924. karena masih adanya pemborosan air yang dilakukan oleh pelanggan rumah tangga.212. Matriks IFE disusun berdasarkan hasil identifikasi dari kondisi lingkungan internal perusahaan berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Formulasi Alternatif Strategi Perusahaan Setelah menganalisis dan mengidentifikasi kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan. tercatat biaya usaha sebesar Rp.069. Kekuatan yang dimiliki perusahaan yaitu sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur.45. 3. marjin laba yang cukup baik. Pemborosan air menyebabkan pemanfaatan air tidak efisien yang akan berpengaruh terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.576.1. 4.5. 4.

33 2.080 0.72 melimpah.078 0. Tabel 16. Sumber air baku yang melimpah 5. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4.33 3. tingkat kehilangan air cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi.33 3.33 3.33 3. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.257 0. kualitas air baku yang baik dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP.00 2.00 3.097 0. Matriks IFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Faktor Strategi Internal Kekuatan 1.080 0.849 Berdasarkan matriks IFE menunjukkan bahwa faktor kekuatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang memiliki skor tertinggi adalah sistem organisasi dapat berjalan sesuai dengan prosedur sebesar 0.101 0.000 2.33 3.184 0. maka perhitungan pada matriks IFE dapat dilihat pada Tabel 16.00 0. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. beban hutang hutang yang relatif besar. Beban hutang yang relatif besar 3. Berdasarkan hasil identifikasi faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1.092 1.078 3. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4.074 0. pelayanan air belum mencapai 24 jam secara merata. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah Bobot Rating Skor Terbobot 0. Kualitas air baku yang baik 6.265 0.183 0.259 0.235 0.67 2.078 0.192 0. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.277 2.261 0.077 0. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Skor tertinggi menunjukkan faktor kekuatan tersebut . Sedangkan kelemahan yang ada pada perusahaan adalah sumber daya manusia yang belum diberdayakan secara optimal.248 0.186 0.00 0. Marjin laba yang cukup baik 3.072 0.092 0.303 0.67 2. penurunan debit air pada sumber mata air.303.

186. Sumber air baku yang melimpah dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP mendapatkan skor untuk masing-masing sebesar 0. Berdasarkan total nilai terbobot tersebut dapat disimpulkan bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berada . Kelemahan utama yang dimiliki oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah beban hutang yang relatif besar dengan skor 0.184. Kualitas air baku yang baik dengan menggunakan parameter analisa berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002 dengan skor sebesar 0. Kelemahan perusahaan lainnya adalah sumber daya manusia yang belum diberdayakan secara optimal dengan skor sebesar 0.257. Untuk sumber mata air sulit untuk meningkatkan debit airnya bahkan dari tahun ke tahun semakin menurun.50. Hasil usaha perusahaan belum mampu melunasi hutang tepat waktu dan memenuhi investasi aktiva tetap yang diperlukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.192 adalah penurunan debit air pada sumber mata air.265 dan dengan skor 0. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata dengan skor sebesar 0. Marjin laba yang cukup baik mendapatkan skor sebesar 0.235. Secara keseluruhan. Dengan demikian.277. total nilai skor terbobot dari enam kekuatan dan enam kelemahan pada matriks IFE adalah sebesar 2. Skor sebesar 0. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi merupakan faktor kelemahan dengan skor tertinggi sebesar 0. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi diakibatkan kurang baiknya kondisi meter air dan kebocoran pipa dengan skor 0.248 dan 0.261 adalah penyedia tunggal air minum di Kota Bogor karena hanya PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang diberikan wewenang oleh Pemerintah Daerah dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat Kota Bogor.259.73 mempunyai pengaruh yang besar bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam pengembangan PDAM.183. kondisi internal perusahaan berada di atas nilai rata-rata yaitu 2.849.

Laju pertumbuhan penduduk.285 0.340 0.67 3. 4. Hasil identifikasi dari kondisi lingkungan eksternal diperoleh enam peluang dan tiga ancaman.130 0. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3.67 Peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah laju pertumbuhan penduduk. Meningkatnya biaya produsi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3.076 0.33 2.67 2. Matriks EFE Matriks EFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor eksternal yang dihadapi oleh perusahaan.259 0.309 2.00 3. Matriks EFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Faktor Strategis Eksternal Peluang 1.102 0. Matriks IFE disusun berdasarkan hasil identifikasi dari kondisi lingkungan eksternal perusahaan berupa peluang dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi 2. pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat.086 0. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah Bobot Rating Skor Terbobot 0.417 0.229 0. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1. Teknologi yang terus berkembang 5. Berdasarkan hasil identifikasi faktor peluang dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 17.086 0.130 0. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6.33 1.33 3.364 0.285 0.00 2.139 0.704 0.000 3. Tabel 17.5. efisiensi penagihan rekening air cukup .116 1.137 0.74 pada posisi kuat dalam memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan cukup mampu untuk mengatasi kelemahan.2. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi.00 3.216 0. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2.

Teknologi yang terus berkembang dengan skor 0.75 tinggi.285. teknologi yang terus berkembang. meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. Faktor ancaman tersebut berdampak pada terjadinya penyesuaian tarif air minum yang dilakukan oleh PDAM dan penurunan daya beli masyarakat. Ancaman tersebut menyebabkan pemanfaatan air tidak efisien yang akan berpengaruh . Skor sebesar 0. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air dengan skor sebesar 0. Dengan skor sebesar 0. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat dan pembanding untuk PDAM di daerah lain mendapatkan skor yang sama yaitu sebesar 0.259 adalah meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL.229. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM. Sedangkan ancaman yang harus dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi. pembanding untuk PDAM di daerah lain. Terakhir. Berdasarkan tabel matriks EFE.309.340. peluang yang dapat dimanfaatkan perusahaan adalah laju pertumbuhan penduduk. karena tanpa adanya dukungan dari keduanya mungkin pengembangan PDAM dapat terhambat. Faktor ancaman utama bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi dengan skor sebesar 0. peluang utama bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dengan skor tertinggi sebesar 0.417. Skor tertinggi menunjukkan bahwa dukungan dari Pemda dan DPRD merupakan peluang besar bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.216. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi dengan skor 0.364 adalah efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi yang menunjukkan perputaran piutang air langganan. Pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien.

00 Rendah VII VIII IX 1.5.704 atau berada di atas nilai rata-rata yaitu 2. Sedangkan hasil .3.76 terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Secara keseluruhan. 4. Matriks IE Matriks IE disusun berdasarkan hasil analisis faktor internal dan faktor eksternal yang digabungkan dari matriks IFE dan matriks EFE. Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Gambar 6.00 2.704 Rata-rata IV V VI 2.00 3.50.849 Rata-rata 2.00 Gambar 6. Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Hasil analisis faktor internal menggunakan matriks IFE diperoleh total nilai skor terbobot sebesar 2.00 2.00 Tinggi I II III SKOR TOTAL EFE 3. total nilai skor terbobot dari enam peluang dan tiga ancaman pada matriks EFE adalah sebesar 2. SKOR TOTAL IFE Kuat 4.849.00 Lemah 1. Berdasarkan total nilai terbobot tersebut dapat disimpulkan bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mampu merespon lingkungan eksternal perusahaan dengan memanfaatkan peluang yang dimiliki perusahaan untuk menghadapi ancaman.

meliputi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan serta peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. Pemaduan faktor internal dan eksternal perusahaan dalam matriks SWOT akan menghasilkan beberapa alternatif strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan. Strategi S-O (Strenghts-Opportunity) Strategi S-O adalah strategi yang menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang dapat diambil pada posisi sel tersebut adalah Strategi Hold and Maintain (Pertahankan dan Pelihara). strategi W-O dan strategi W-T. Berdasarkan total nilai skor terbobot dari matiks IFE dan EFE tersebut menempatkan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada sel V dalam matriks IE. Matriks SWOT Matriks SWOT disusun berdasarkan hasil identifikasi faktor internal dan faktor eksternal perusahaan. Matriks SWOT dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategi yaitu strategi S-O. Strategi S-O yang dihasilkan adalah melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan. Penjelasan yang lebih rinci mengenai strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT. Strategi ini dilakukan dengan menggunakan kekuatan internal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dan memanfaatkan peluang yang ada.5. rumah tangga dan sektor .77 analisis faktor eksternal menggunakan matriks EFE diperoleh total nilai skor terbobot sebesar 2. Strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT dapat dilihat pada Tabel 18. strategi S-T. 4. Kekuatan yang berupa sumber air baku yang melimpah dan kualitas air baku yang baik serta peluang yang berupa laju pertumbuhan penduduk.4. Strategi terbaik yang dapat dilakukan adalah strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. adalah sebagai berikut : 1.704.

Peluang perusahaan yang ada dapat dimanfaatkan untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan perusahaan. tingkat kehilangan air yang cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi. Dengan adanya penambahan modal. Strategi ini dilakukan untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Pemda dan DPRD yang sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dan pembanding untuk PDAM di daearah lain menjadikan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih mendapatkan kepercayaan untuk memperoleh dana-dana dari pihak ketiga. sehingga perusahaan memerlukan penambahan modal dari investasi pihak ketiga. pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata. 2. Kelemahan yang ada berupa sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal. Untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan tersebut diperlukan suatu pendanaan yang besar. Strategi W-O (Weaknesses-Opportunities) Strategi W-O adalah strategi yang mengatasi atau meminimalkan kelemahan yang dimiliki perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada diluar perusahaan. Strategi W-O yang dihasilkan adalah penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi.78 niaga yang cukup tinggi serta pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat mendukung penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru. Perusahaan dapat melakukan pengembangan usaha secara maksimal dengan kekuatan perusahaan sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor serta peluangnya berupa Pemda dan DPRD yang sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM. memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas SDM. teknologi yang terus berkembang dapat .

Strategi W-T (Weaknesses-Threaths) Strategi W-T adalah strategi yang meminimalkan kualitas pelayanan yang dapat memuaskan kelemahan internal perusahaan dan menghindari ancaman. Ancaman yang berupa kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL dapat mengakibatkan terjadinya penyesuaian atau kenaikan tarif air minum. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar. Strategi ini diambil berdasarkan kekuatan yang dimiliki dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. 4. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP. Strategi W-T yang dihasilkan adalah : 1. Oleh karena itu. Dengan kekuatan tersebut dapat mendukung peningkatan pelanggan.79 dimanfaatkan. 3. Strategi S-T yang dihasilkan adalah meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. Kekuatan yang dimiliki adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar. penyesuaian tersebut pun harus disertai dengan peningkatan kualitas pelayanan air minum. Strategi ini diambil sebagai tanggapan atas kelemahan yang dimiliki perusahaan yaitu penurunan debit air pada . Strategi S-T (Strenghts-Threaths) Strategi S-T adalah strategi yang menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengatasi ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. marjin laba yang cukup baik.

Sedangkan penggunaan dana cermat dan tepat dilaksanakan untuk memprioritaskan kegiatan atau aktivitas perusahaan yang dianggap penting untuk dilakukan terlebih dahulu sehingga penggunaan dana tepat pada sasaran. Strategi ini diambil berdasarkan kelemahan yang dimiliki perusahaan berupa beban hutang yang relatif besar dan ancaman yang dihadapi perusahaan yaitu kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL. . dengan sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat menyadari pentingnya air bagi kehidupan sehingga dapat memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya. Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasional dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. Pemanfaatan air yang tidak efisien akan berpengaruh terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena ketersediaan air berkurang.80 sumber mata air dan tingkat kehilangan air yang cukup tinggi serta ancaman yang dihadapi perusahaan berupa rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. Efisien dilakukan sebagai upaya untuk meminimalkan pengaruh kenaikan biaya tersebut terhadap penyesuaian tarif air minum. Oleh karena itu. 2.

S3. S6. Beban hutang yang relatif besar 3. W6 dan T3 Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Penambahan kapasitas produksi b. O5 dan O6 Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat : a. W3. Matriks SWOT PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Kekuatan : 1. Teknologi yang terus berkembang 5. Menjalin kerjasama dengan pihak luar. Memperluas jaringan distribusi c. rumah tangga dan industri yang cukup tinggi 2. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Strategi W-O W1. Meningkatkan kualitas SDM Faktor Internal Faktor Eksternal Peluang : 1. Meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi b. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. Laju pertumbuhan penduduk. Marjin laba yang cukup baik 3. Kualitas air baku yang baik 6. O4. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman : 1. O1. S4. Sumber air baku yang melimpah 5. Berorientasi terhadap pelaksanaan KRAM dan ZAMP Kelemahan : 1. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 3. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi 6. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6. O2 dan O5 Melakukan pengembangan usaha secara maksimal guna meningkatkan pendapatan perusahaan melalui : a. T1 dan T2 Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan : a. Strategi W-T W4. . Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3. O3. Meningkatnya biaya operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 2. S2. Sambungan pelanggan baru Strategi S-T S1. Melakukan inovasi produk b. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Strategi S-O S3. W2. W5.81 Tabel 18. W6. S5. T1 dan T2 Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. Mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan c. Efisiensi penagihan rekening air yang tinggi 4.

661. Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. yaitu : 1. 4.5. Berdasarkan hasil analisis matriks QSPM pada Lampiran 14 diperoleh prioritas strategi yang paling tepat untuk dilakukan oleh perusahaan. Berdasarkan alternatif strategi yang diperingkatkan diatas didapatkan bahwa strategi yang paling menarik untuk dilakukan oleh perusahaan adalah strategi dengan nilai TAS tertinggi sebesar 6. Kebijakan pemerintah mengenai kenaikan harga BBM dan TDL berdampak pada meningkatnya biaya produksi dan operasional perusahaan sehingga . Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat dengan nilai TAS sebesar 6.82 4. Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar dengan nilai TAS sebesar 6. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar dengan nilai TAS sebesar 5.661 yaitu meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. 3. Melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan dengan nilai TAS sebesar 6.386. memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan nilai TAS sebesar 6. Matriks QSPM Tahap akhir dari analisis formulasi strategi adalah tahap pengambilan keputusan yaitu pemilihan strategi terbaik menurut prioritas dengan menggunakan matriks QSPM.715. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar.444.5. 5.652. 2.

Oleh karena itu. perusahaan harus meningkatkan kualitas pelayanan air minum untuk kepuasan pelanggan karena dengan adanya kenaikan tarif air minum.83 terjadi penyesuaian tarif air minum. pelanggan juga menuntut adanya peningkatan kualitas pelayanan yang lebih baik. .

b. meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL. yaitu: a. Kelemahan yang dimiliki perusahaan adalah sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal. maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut : 1. Berdasarkan analisis matriks SWOT diperoleh lima alternatif strategi. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi. pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat. Hasil identifikasi lingkungan eksternal yang merupakan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah laju pertumbuhan penduduk. 2. Hasil identifikasi lingkungan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. marjin laba yang cukup baik. Ancaman yang dihadapi oleh perusahaan adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi. beban hutang yang relatif besar. serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. pelayanan air minum yang belum mencapai 24 jam secara merata. teknologi yang terus berkembang. sumber air baku yang melimpah. yaitu melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna . kualitas air baku yang baik dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP. penurunan debit air pada sumber mata air. Hasil identifikasi lingkungan internal yang merupakan kekuatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dan pembanding untuk PDAM didaerah lain. tingkat kehilangan air yang cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan ditribusi. efisiensi penagihan rekening air yang cukup tinggi. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya.KESIMPULAN DAN SARAN 1.

85 meningkatkan pendapatan perusahaan. meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat memberikan reward kepada pelanggan yang membayar air pertama kali dan yang tidak pernah terlambat membayar sebagai penghargaan dan guna memberikan citra baik perusahaan kepada pelanggan. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar dengan nilai TAS sebesar 6. Saran Saran-saran yang dapat diberikan kepada PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. yaitu : 1. 2. memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor perlu menargetkan perluasan KASM dan ZAMP pada seluruh zone distribusi dan penyediaan mobil tangki air minum untuk mensuplai daerah yang belum terdapat jaringan distribusi sebagai upaya meningkatkan nilai kualitas pelayanan.661. 3. 2. Berdasarkan hasil analisis matriks QSPM. penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. 3. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor diharapkan dapat memperluas daerah serapan air serta terus melakukan penghijauan dan pelestarian dengan cara penanaman pohon disekitar sumber mata air dan daerah aliran . mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar. prioritas strategi yang dapat dilakukan perusahaan adalah meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar dan melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. 4. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor perlu meningkatkan pelayanan air 24 jam agar air selalu tersedia setiap saat dan mengurangi kemungkinan terjadinya pencemaran dari luar apabila terjadi kebocoran pipa.

. maupun pada semua zone ditribusi. 6. PDAM Tirta Pakuan perlu untuk melakukan penambahan karyawan terutama untuk bagian sumber. sumber mata air. pengolahan dan laboratorium serta memberikan pendidikan yang lebih tinggi dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). 5. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus terus melaksanakan kegiatan pengawasan kualitas air minum yang diselenggarakan secara berkesinambungan berupa pengamatan lapangan secara langsung dan pengambilan sampel air baik air baku. 7. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat mencoba menerapkan teknologi baru dalam pengolahan air baku yang disebut mikro hidrologi dengan sedimentasi dan turbulasi untuk meminimalkan biaya bahan kimia dan listrik.86 sungai (DAS) guna mempertahankan dan meningkatkan debit air atau pasokan dari sumber-sumber air tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Arsanti, R. I. 2005. Analisis Formulasi Strategi Perusahaan Pada PT Hero Supermarket, Tbk. Skripsi pada Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.Bogor. Badan Pusat Statistik Jawa Barat. 2006. Jawa Barat Dalam Angka 2006. Badan Pusat Statistik Jawa Barat, Bandung. Badan Pusat Statistik Kota Bogor. 2004. Kota Bogor Dalam Angka 2004. Badan Pusat Statistik Kota Bogor, Bogor. . 2006. Kota Bogor Dalam Angka 2006. Badan Pusat Statistik Kota Bogor, Bogor. David, F. R. 2004. Manajemen Startegis. Edisi 7. PT Indeks, Jakarta. Dirgantoro, C. 2001. Manajemen Stratejik : Konsep, Kasus, dan Implementasi. PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta. Kotler, P. 2000. Manajemen Pemasaran Edisi Millenium (Jilid I). Prenhallindo, Jakarta. dan Gary A. 1997. Dasar-dasar Pemasaran (Jilid 1). Edisi 7. Terjemahan. Perhallindo, Jakarta. Rangkuti, F. 2003. Analisis SWOT : Tehnik Membedah Kasus Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. . 2005. Analisis SWOT : Tehnik Membedah Kasus Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Saladin, D. 2004. Manajemen Pemasaran : Analisis, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian. Linda Karya, Bandung. Kamillah, A. Analisis Strategi Perusahaan PT PISMATEX Pekalongan. Skripsi pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Mahpudin, S. Analisis Strategi Pemasaran Bola Tennis Di Pasar Domestik Oleh PT Nassau Sport Indonesia. Skripsi pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Mulyadi. 2001. Manajemen Strategik Berbasis Balanced Scorecard. Salemba Empat, Jakarta.

88

Tangkilisan, H. N. S. 2005. Manajemen Publik. PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta. Umar, H. 2003. Studi Kelayakan Bisnis : Teknik Menganalisis Kelayakan Rencana Bisnis secara Komprehensif. Edisi 2. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. . 2003. Strategic Management In Action. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Vincent, G. 2004. Perencanaan Strategik Untuk Peningkatan Kinerja Sektor Publik. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. http://www.pdamkotabogor.go.id [21 April 2007] http://www.bi.go.id [24 Juni 2007]

Lampiran 1. Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor

343.915.757 16.974.25 16.061.698 46. 0.255.343.90 Lampiran 2.858.429.81 5 10. 0.14 5 9.180.19 1 4 2.48 3 8.625.348 58.380.037.76 1 1 3.922.28 5 43 32.940.180.770.650 6. 54.726 46. 1.19-15.216 58.934.83 0.625.630.328.905.48 10.429.47 18.126 16.905.709.73-10.960 64.905 178.85 5 5. 4 6. Aspek Keuangan Rasio laba terhadap aktiva produkstif Laba sebelum pajak x 100 Aktiva Produktif Nilai bonus Laba produktif tahun ini – tahun lalu Rasio laba terhadap penjualan Laba sebelum pajak x 100 Penjualan Nilai bonus Laba produktif tahun ini – tahun lalu Rasio aktiva lancar terhadap hutang lancar Aktiva lancar Hutang lancar Rasio Hutang jangka panjang terhadap ekuitas Hutang jangka panjang Ekuitas Rasio total aktiva terhadap total hutang Total aktiva Total hutang Rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasional Biaya operasi Pendapatan operasional Rasio laba operasional sebelum penyusutan Laba operasi sebelum penyusutan (Angsuran pokok + Bunga) Jatuh Tempo Rasio aktiva produktif terhadap penjualan air Aktiva produktif Penjualan air Jangka waktu penagihan piutang Piutang usaha Penjualan/hari Efektivitas penagihan Rekening tertagih x 100 % Penjualan air Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Perhitungan 10.821.142 81.126 17.938.650 43 x 45 60 0.971.855. 4.098.548. 101.806.888 1.348 12.84 4 7.380.25 .531. 1.609 x 100 % 58.626 x 100 81. 38.626 x 100 63. 2.888 85.770.274 % 12.73 Nilai 5 1.343.548. Pengukuran Kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Tahun 2006 No.630.548.36 12.915.530 11.

94 2 2 6.94 1 2 99.264 x 100 35. 5. 10.66 2 6. 10.764 Tersedia 471 x 1.656. 1 2 2 94.525-24. 6.924 5 hari kerja 15. 7.08 Nilai 3 1.085 49. 0.5 4 25 21.28 Memenui syarat air bersih Semua pelanggan mendapat aliran 24 jam 1. 5. 8.28 No.204 x 100 1. 4. 9. 3.000 pelanggan Jumlah karyawan x 1. 9.525 4. 30.08-48. 7.723.656.80 4 5.yang terjual x 100 Jumlah M³ air yang didistribusikan Peneraan meter air Jumlah pelanggan yang meter air ditera x 100 Jumlah seluruh pelanggan Kecepatan penyambungan baru Kemampuan penanganan pengaduan rata-rata Jumlah pengaduan yang telah selesai ditangani x 100 Jumlah seluruh pengaduan Kemudahan pelayanan Rasio karyawan per 1. No. Aspek Administrasi Rencana jangka panjang (Corporate Plan) Rencana organisasi dan uraian tugas Prosedur operasi standar Gambar nyata laksana (As Build Drawing) Pedoman penilaian kerja karyawan Rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) Tertib laporan internal Tertib laporan eksternal Opini auditor independen Tindak lanjut hasil pemeriksaan tahun terakhir Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Dipedoman sebagian Sepenuhnya dipedomani Dipedomani sebagian Sepenuhnya dipedomani Spenuhnya dipedomani Dipedomani sebagian Dibuat tepat waktu Dibuat tepat waktu Wajar tanpa pengecualian Ditindaklanjuti seluruhnya 32 x 15 36 3 4 3 4 4 3 2 2 4 3 32 13.270 35.91 Lanjutan Lampiran 2. 1. 4.000 Jumlah pelanggan Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Perhitungan 419.675 x 100 855. 2.754 x 100 15.329 x 100 72.33 .8 2.624 25 x 40 47 % 49. 3. 8.000 72. Aspek Operasional Cakupan pelayanan Jumlah penduduk terlayani x 100 Jumlah penduduk Nilai bonus Cakupan pelayanan tahun ini – tahun lalu Kualitas air ditribusi Kontuinitas air Produktivitas pemanfaatan instalasi produksi Kapasitas produksi x 100 Kapasitas terpasang Tingkat kehilangan air Jumlah M³ air yang didistribusikan.

25 25 21.28 32 13. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999 tanggal 31 Mei 1999. Adapun rinciannya sebagai berikut : Aspek Keuangan Operasional Administrasi Jumlah Tahun 2006 Nilai yang diperoleh Nilai Kinerja 43 32.33 66.86.86 . kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Tahun 2006 termasuk baik dengan nilai 66.92 Lanjutan Lampiran 2.

Sistem Penyediaan Air Minum .Lampiran 3.

94 Lampiran 4. Diagram Alir Pengolahan 94 .

Responden 1 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 1 3 3 3 2 3 3 B 3 3 3 3 2 3 3 C 1 1 2 2 1 2 2 3 1 3 3 1 1 1 3 3 2 D 1 1 2 E 1 1 2 1 F 2 2 3 3 3 G 1 1 2 1 3 1 H 1 1 2 1 3 1 2 I 1 1 2 1 3 1 2 2 Jumlah 11 9 19 15 23 10 19 19 19 144 Bobot 0.076 0.063 0.132 0.104 0.160 0.069 0.132 0.132 0.132 1.000

3 3 2 3 1 3 2 2 21 23 13 17 9 22 13 13 13

Responden 2 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 3 3 2 3 2 2 2 B 1 3 2 2 2 2 2 C 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 D 2 2 2 E 1 2 2 2 H 2 2 2 2 3 I 2 2 2 2 2 2 J 2 2 2 2 2 2 2 L 1 2 2 2 2 2 2 2 Jumlah Bobot 12 16 18 16 18 15 16 16 17 144 0.083 0.111 0.125 0.111 0.125 0.104 0.111 0.111 0.118 1.000

3 2 2 2 2 2 2 2 20 16 14 16 14 17 16 16 15

Responden 3 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 3 3 2 3 2 3 3 B 1 3 2 3 2 3 3 C 1 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 1 2 2 3 3 2 D 2 2 3 E 1 1 3 2 F 2 2 3 2 3 G 1 1 2 1 2 1 H 1 1 2 1 2 1 2 I 1 1 3 2 3 2 3 3 Jumlah 10 12 22 13 19 12 21 21 14 144 Bobot 0.069 0.083 0.153 0.090 0.132 0.083 0.146 0.146 0.097 1.000

3 3 1 2 1 2 1 1 22 20 10 19 13 20 11 11 18

Sumber Air dan Daerah Pengaliran .Lampiran 6.

hidran air. TNI. bengkel besar. antara lain perusahaan berbentuk CV. dengan kondisi rumah sederhanan dan tidak mewah. warung telekomunikasi. perusahaan berbentuk PT Persero. serta golongan Pelanggan RA yang mempunyai kegiatan usaha. serta pesantren dan madrasah.500 4.050 1. industri rumah tangga.800 3. dan tempat ibadah (Mesjid. bioskop.500 7. dan lembaga non komersial seperti lembaga pendidikan / diklat dan kursus dari instansi pemerintah dan sejenisnya.950 5.800 4. Koperasi. distributor (pedagang besar). tempat hiburan. wisma. bengkel kecil. biro jasa. dealer kendaraan bermotor. pratek dokter. perdagangan umum.900 6. NB (Niaga Besar) antara lain importir/ekspotir. dan sejenisnya). rumah sakit swasta tipe A/B. dan pertambangan. Kuil.97 Lampiran 7. RA (Rumah Tinggal A) yaitu pelanggan rumah tinggal yang berlokasi di daerah padat dan tidak tertata. sekolah negeri. yayasan sosial.100 600 850 2. jasa ekspedisi. asrama pelajar / mahasiswa. POLRI. SPBU. Firma. pabrik. rumah makan kecil. Golongan Tarif. kamar mandi umum komersial. industri perikanan. perkayuan. RB (Rumah Tinggal B) yaitu pelanggan rumah tinggal yang berlokasi di kawasan yang sudah tertata dengan baik.150 3. apotek. IP (Instansi Pemerintah) yaitu Instansi / Lembaga Pemerintah. rumah makan besar (restoran). rumah sakit pemerintah dan pusat kesehatan masyarakat.600 3. Gereja. hotel tidak berbintang. pendidikan swasta. dengan kondisi rumah sangat sederhana.250 2. sanggar seni. RC (Rumah Tinggal C) yaitu pelanggan rumah tinggal dengan kondisi rumah mewah dan RB yang mempunyai kegiatan usaha (di luar kriteria golongan Pelanggan RA dan RB). dan hidran umum komersial. rumah sakit swasta. toko/ruko.000 IV 3.250 . Kelenteng. pasar swalayan. NK (Niaga Kecil) yaitu pelanggan dalam kelompok komersial dengan kegiatan usaha/ niaga/industri kecil. SK (Sosial Khusus) yang terdiri dari panti asuhan.500 1.250 2. dan Besar Tarif Air Minum Kelompok Pelanggan Golongan Tarif SU (Sosial Umum) yang terdiri dari terminal air. Besaran Tarif Air Minum (Dalam Rupiah) 0-10 m³ 11-20 m³ >20 m³ 250 300 400 I II 450 700 1.150 III 800 1. toko/ruko di jalan protokol. hotel berbintang. Vihara. Klasifikasi Kelompok Pelanggan. serta hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. agen. kolam renang umum swasta.

101 Lampiran 8. Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengisi kuesioner ini secara objektif dan benar. Kuesioner Penelitian Penentuan Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal dan Eksternal KUESIONER PENELITIAN PENENTUAN BOBOT DAN RATING FAKTOR STRATEGI INTERNAL DAN FAKTOR STRATEGI EKSTERNAL ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR IDENTITAS RESPONDEN Nama Pekerjaan/Jabatan Alamat : …………………. : …………………. karena kuesioner ini adalah untuk penelitian skripsi dengan tujuan ilmiah Peneliti : Dian Suminnar H24103059 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007 . : ………………….

3 = Jika indikator vertikal sangat penting daripada indikator horizontal. Dalam Pengisian kuesioner. Responden berhak untuk menambahkan atau mengurangi hal-hal yang sudah tercantum dalam kuesioner ini. dengan responden lainnya atau dengan peneliti. 2. 3. Penentuan bobot merupakan pandangan masing-masing responden terhadap faktor-faktor strategis internal dan eksternal. 4. 2. Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis oleh responden. Untuk menentukan bobot setiap faktor digunakan skala 1.102 Lanjutan Lampiran 8. Hal ini dibenarkan jika dilengkapi dengan alasan yang kuat. Jawaban merupakan pendapat pribadi dari masing-masing responden. Petunjuk Khusus : 1. . 2. dan 3 dengan keterangan skala sebagai berikut : 1 = Jika indikator vertikal kurang penting daripada indikator horizontal. 2 = Jika indikator vertikal sama penting daripada indikator horizontal. Petunjuk Umum : 1. Nilai diberikan pada perbandingan berpasangan antara dua faktor (vertikal – horizontal) berdasarkan kepentingan atau pengaruhnya pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor. responden diharapkan untuk melakukan secara langsung (tidak menunda) untuk menghindari inkonsistensi jawaban. PENENTUAN BOBOT Tujuan : Mendapatkan penilaian para responden mengenai faktor-faktor strategis internal maupun eksternal yaitu dengan cara pemberian bobot mengenai seberapa besar faktor strategis tersebut dapat mempengaruhi atau menentukan keberhasilan perusahaan.

responden diharapkan untuk melakukan secara langsung (tidak menunda) untuk menghindari inkonsistensi jawaban.103 Lanjutan Lampiran 8. Alternatif pemberian rating terhadap faktor-faktor strategis internal (kekuatan) dan eksternal (peluang) yang bersifat positif adalah sebagai berikut : 1 = sangat lemah 2 = lemah 3 = kuat 4 = sangat kuat Sedangkan untuk faktor-faktor strategis internal (kelemahan) dan faktor strategis eksternal (ancaman) yang bersifat negatif adalah sebagai berikut : 1 = sangat sulit diatasi 2 = sulit diatasi 3 = mudah diatasi 4 = sangat mudah diatasi . dengan responden atau dengan peneliti. Hal ini dibenarkan jika disertai dengan alasan yang kuat. dengan alasan yang jelas dan kuat. Respoden dapat saja memiliki pandangan yang berbeda mengenai suatu faktor dalam kuesioner ini. 2. Responden berhak untuk menambahkan atau mengurangi hal-hal yang sudah tercantum dalam kuesioner ini. 4. Dalam Pengisian kuesioner. 5. PENENTUAN RATING Tujuan : Mendapatkan penilaian para responden mengenai faktor-faktor strategis internal maupun eksternal yaitu dengan cara pemberian rating terhadap seberapa besar faktor tersebut dapat mempengaruhi atau membentuk keberhasilan perusahaan. Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis oleh responden. Petunjuk Umum : 1. Petunjuk Khusus : 1. 3. Jawaban merupakan pendapat pribadi dari masing-masing responden.

Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. 2. Pemberian responden. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi 1 Rating 2 3 4 . Marjin laba yang cukup baik 3. rating masing-masing faktor strategis dilakukan dengan memberikan ( √ ) pada tingkat kepentingan (1-4) yang paling sesuai menurut PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan 1. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1. Penentuan rating merupakan pandangan masing-masing responden terhadap kemampuan kegiatan perusahaan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam menghadapi faktor-faktor strategis internal dan eksternal perusahaan. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. Beban hutang yang relatif besar 3. Kualitas air baku yang baik 6. Sumber air baku yang melimpah 5. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. Penurunan debit air pada sumber mata air 5.104 Lanjutan Lampiran 8. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.

Lanjutan Lampiran 8. PENENTUAN BOBOT FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi A B C D E F G H I J K L A B C D E F G H I J K L .

PENENTUAN BOBOT FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk. rumah tangga. dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air A B C D E F G H I A B C D E H I J L .Lanjutan Lampiran 8.

Sumber air baku yang melimpah 5. PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan 1. Marjin laba yang cukup baik 3. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. Kualitas air baku yang baik 6. Beban hutang yang relatif besar 3.Lanjutan Lampiran 8. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi 1 Rating 2 3 4 . Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2.

Teknologi yang terus berkembang 5. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Rating 1 2 3 4 . Meningkatnya biaya produski dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1. rumah tangga. dan sektor niaga yang cukup tinggi 2.Lanjutan Lampiran 8. Laju pertumbuhan penduduk. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3. PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal Peluang 1. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6.

4.Lanjutan Lampiran 9. 1. 3. 5. . 4. 6. PENENTUAN SKOR AS PADA FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategi Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Strategi 1 1 2 3 4 Strategi 2 Strategi 3 1 2 3 4 1 2 3 4 Strategi 4 1 2 3 4 Strategi 5 1 2 3 4 1. 5. 3. 6. 2. 2.

2. 1. 4. rumah tangga.Lanjutan Lampiran 9. Peluang Laju pertumbuhan penduduk. 5. 3. 6. 3. 2. PENENTUAN SKOR AS PADA FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal 1. dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Strategi 1 1 2 3 4 Strategi 2 1 2 3 4 Strategi 3 1 2 3 4 Strategi 4 Strategi 5 1 2 3 4 1 2 3 4 .

Kuesioner Penelitian Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM KUESIONER PENELITIAN PENENTUAN STRATEGI TERPILIH DENGAN QUANTITATIVE STRATEGY PALNNING MATRIX (QSPM) ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR IDENTITAS RESPONDEN Nama Pekerjaan/Jabatan Alamat : …………………. : …………………. Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengissi kuesioner ini secara objektif dan benar. : …………………. karena kuesioner ini adalah untuk penelitian skripsidengan tujuan ilmiah Peneliti : Dian Suminnar H24103059 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007 .105 Lampiran 9.

Petunjuk Pengisian : Tentukan Attractiveness Score (AS) atau daya tarik dari masing-masing faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) untuk masing-masing alternatif strategi sebagaimana disebut diatas dengan cara memberikan tanda (√) pada pilihan Bapak/Ibu. Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasional dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan. memperluas jaringan distribusi. Melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan. Alternatif strategi yang dihasilkan adalah : 1. PENENTUAN STRATEGI TERPILIH DENGAN QSPM Tujuan : Untuk mentapkan kemenarikan relatif (Relative Attractiveness) dari alternatifalternatif stratgei telah diperoleh melalui analisis strategi matriks SWOT dan matriks IE. untuk menetapkan strategi yang terbaik untuk direkomendasikan kepada perusahaan.106 Lanjutan Lampiran 9. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar. 4. Pilihan Attractiveness Score (AS) pada isian berikut terdiri dari : 1 = Tidak menarik 2 = Agak menarik 3 = Menarik 4 = Sangat menarik . 3. Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. 5. 2. dan menjalin kerjasama dengan pihak luar.

083 0.098 0.106 0.042 0.080 0.068 0.000 1 3 3 3 3 1 3 1 3 3 2 1 2 3 3 2 1 1 1 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 1 1 3 3 2 1 1 1 1 3 1 1 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 3 3 1 2 2 1 3 3 16 26 33 27 23 15 18 22 12 26 27 19 .Lampiran 10.068 0.064 0.095 1.110 0. Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Internal Responden 1 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 1 1 2 2 2 B 3 1 3 3 1 C 3 3 3 3 3 D 2 1 1 2 3 E 2 1 1 2 3 F 2 3 1 1 1 G 3 1 1 1 1 3 H 3 2 1 1 2 3 I 1 1 1 1 1 2 J 3 3 1 1 2 3 K 3 1 1 1 3 3 L 3 1 1 1 1 3 Jumlah 28 18 11 17 21 29 26 22 32 18 17 25 264 Bobot 0.064 0.121 0.

095 0.083 0.095 0.083 0. Responden 2 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 2 1 2 1 1 B 2 1 2 2 1 C 3 3 2 2 2 D 2 2 2 2 2 E 3 2 2 2 2 F 3 3 2 2 2 G 2 2 2 2 2 2 H 3 3 2 2 2 2 I 2 2 2 2 2 2 J 2 1 1 1 2 2 K 2 2 2 2 2 2 L 1 1 1 1 2 2 Jumlah 25 23 18 20 21 20 22 20 22 25 22 26 264 Bobot 0.087 0.080 0.076 0.Lanjutan Lamipran 10.076 0.083 0.000 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 19 21 26 24 23 24 22 24 22 19 22 18 .098 1.068 0.076 0.

Responden 3 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 2 3 1 1 1 B 2 3 2 2 1 C 1 1 1 1 1 D 3 2 3 2 1 E 3 2 3 2 1 F 3 3 3 3 3 G 2 1 3 2 1 1 H 3 2 3 2 2 2 I 3 2 3 1 1 1 J 3 3 3 3 2 2 K 2 2 3 2 2 1 L 2 2 3 3 2 1 Jumlah 27 22 33 22 19 13 25 20 23 14 24 22 264 Bobot 0.083 0.053 0.076 0.083 0.049 0.Lanjutan Lampiran 10.072 0.083 1.125 0.000 2 3 1 2 3 3 2 3 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 3 1 2 1 2 1 3 3 3 1 2 3 2 2 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 1 2 2 3 2 3 2 3 2 2 2 1 1 2 3 2 2 2 3 2 17 22 11 22 25 31 19 24 21 30 20 22 .087 0.091 0.102 0.095 0.

Beban hutang yang relatif besar 3.00 3.Lampiran 12.00 4. Sumber air baku yang melimpah 5.00 8.00 3.00 3.00 2.00 3.00 4.00 7.00 3.00 2.00 4.00 2.00 4.33 3.33 3.00 2.33 3. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1.00 2. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4.00 3.00 3.00 9.00 Jumlah Rating 9.33 3. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Internal Faktor Strategis Internal Kekuatan 1.00 2.00 2.00 10.00 10.00 9.00 2.00 3. Kualitas air baku yang baik 6. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.00 7.00 10.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.00 8.00 2.00 2.00 3.00 3.00 . Marjin laba yang cukup baik 3. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Keterangan : Responden 1 (R1) = Kabag Keuangan Responden 2 (R2) = Kabag Produksi Responden 3 (R3) = Kabag SDM Responden R1 R2 R3 3. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4.67 2.00 10.00 3.33 2.00 3.00 6.33 3.00 3.00 3. Penurunan debit air pada sumber mata air 5.67 2.00 4.

Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3.00 8.00 6.00 2.00 4.00 2.00 1. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3.00 2. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4.00 3.00 3.00 3.00 2.00 3.33 1.00 3. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2. Teknologi yang terus berkembang 5. dan sektor niaga yang cukup tinggi 2.00 3.00 9.00 5.67 2.00 3.00 4. Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Eksternal Faktor Strategis Eksternal Peluang 1.00 4.00 2. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6.00 3.00 2.00 3.00 3. Laju pertumbuhan penduduk.00 3.00 3.67 3.00 3.Lampiran 13.00 3.00 3.00 10.00 Jumlah Rating 9.00 3.00 8. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Keterangan : Responden 1 (R1) = Kabag Keuangan Responden 2 (R2) = Kabag Produksi Responden 3 (R3) = Kabag SDM Responden 1 2 3 3.00 3.33 3.00 10.00 2.67 .00 2.33 2.00 10.00 3. rumah tangga.

212 0.67 3.373 0.33 3.313 0.130 0.277 6.00 3.235 0.00 3. Hasil Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM Faktor Kunci Peluang 1.102 0.00 3.204 0.235 0.652 3.33 2.092 0.00 3.229 0.338 6.33 2.33 2.67 3.67 3.00 3.33 3.67 3.00 4.00 3.00 0. Teknologi yang terus berkembang 5.00 3.501 0. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4.67 3. rumah tangga. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1.074 0.67 3.209 0.282 0.080 0.455 0.273 0.67 3.386 Bobot Strategi 1 AS TAS Strategi 2 AS TAS Strategi 3 AS TAS Strategi 4 AS TAS Strategi 5 AS TAS .246 0.076 0.370 0.171 0.257 0. Sumber air baku yang melimpah 5.080 0.67 2.33 4.00 0.292 0.33 3.463 0.337 0.417 0.00 3.67 3.216 0.33 3.212 0.246 0.137 0.00 4.00 2.432 0.475 0.424 0.67 3.00 3.509 0.078 0.33 2.277 6.501 0.67 2.00 3.209 0.33 3.00 4.337 0.475 0.67 2.67 3.235 0.183 0.33 3.307 0.67 3.261 0. Beban hutang yang relatif besar 3.67 2.212 0.33 0.324 0.00 2.33 2.356 0.285 0.33 3.00 3.33 2.475 0.00 3.130 0.092 3.Lampiran 14.67 3.67 0.67 2. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6.077 0.00 2.389 0.257 0.67 3.519 0.33 3.324 0.33 3.231 0.255 0.33 2.33 4.661 3.67 3.00 3.097 0.186 0.192 0.67 3.00 3.33 2.307 5.228 0.314 0.078 0.33 3.282 0. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4.356 0.33 3.33 4.67 2. Laju pertumbuhan penduduk.259 0.00 3.33 3.33 4.183 0.261 0.67 3.255 0.231 0.292 0. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4.228 0.33 2. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah 0. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.33 3. Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3.248 0.086 0.265 0.67 3.00 3.072 0.67 2.67 3.277 0.200 0.444 3.168 0.715 2.212 0.424 0.228 0. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3.238 0.67 3. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1.370 0.318 0.67 3.223 0.101 0.67 3.078 0.00 3.67 3.00 2.67 3. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Kekuatan 1.086 0. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2.00 2.67 3.139 0.33 3.455 0.236 0.306 0.229 0.00 3.33 0.556 0.556 0.319 0.389 0.324 0.285 0.00 2.261 0.67 2.67 4.00 3.223 0.309 0.33 3.00 2. dan sektor niaga yang cukup tinggi 2.269 0.307 0.432 0.306 0.00 3.33 3.67 3.33 3.307 6.261 0.407 0. Kualitas air baku yang baik 6.265 0. Marjin laba yang cukup baik 3.432 0.313 0.33 2.00 3.116 0.33 3.33 2.347 0.235 0.223 0.235 0.67 3. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2.240 0.240 0.33 3.228 0. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful