ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR

Oleh DIAN SUMINNAR H24103059

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007

ABSTRAK
DIAN SUMINNAR. H24103059. Analisis Formulasi Strategi Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor. Di bawah bimbingan WIDIGDO SUKARMAN.

Tingkat pelayanan PDAM masih memiliki kendala, terutama dalam hal pendistribusian pelayanan air. Saat ini, tingkat pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sekitar 61,89 persen terhadap wilayah pelayanan dan 49,49 persen terhadap jumlah penduduk Kota Bogor, dengan kapasitas produksi 1.130 liter per detik. Melihat kondisi tersebut, PDAM dituntut untuk terus meningkatkan dan mengembangkan kualitas perusahaannya, baik dalam hal pelayanan, kualitas produk maupun keefisienan dan keefektifitasan organisasinya. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penyesuaian terhadap perkembangan lingkungan yang semakin dinamis. Tujuan penelitian mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan, serta memformulasikan strategi yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara dan pengisian kuesioner oleh staf ahli PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yaitu Kabag Keuangan, Kabag Produksi dan Kabag SDM. Data sekunder diperoleh dari laporan-laporan perusahaan, studi literatur, laporan penelitian, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor dan publikasi elektronik. Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan matriks External Factor Evaluation (EFE), matriks Internal Eksternal (IE), matriks Strenght, Weaknesses, Opportunities, and Threat (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Marix (QSPM). Berdasarkan hasil analisis matriks IFE dan EFE diketahui bahwa kekuatan utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur, sedangkan kelemahan utamanya adalah beban hutang relatif besar. Peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM. Sedangkan ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Tarif Dasar Listrik (TDL). Berdasarkan analisis matriks IE yang merupakan perpaduan antara matriks IFE dan EFE, maka diketahui bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berada pada posisi sel V dengan strategi yang tepat adalah Strategi Hold and Maintain (Pertahankan dan Pelihara) seperti strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Pengembangan strategi pada matriks SWOT menghasilkan sejumlah alternatif strategi untuk memudahkan penilaian para responden pada matriks QSPM. Hasil analisis pada matriks QSPM menunjukkan bahwa meningkatkan kualitas pelayanan air minum yang dapat dilakukan melalui inovasi produk, mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar merupakan strategi yang paling tepat untuk dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR

SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor

Oleh DIAN SUMINNAR H24103059

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007

Jono M. Munandar. MPA Dosen Pembimbing Mengetahui Dr. M. Bogor. MBA.INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN Analisis Formulasi Strategi Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Oleh DIAN SUMINNAR H24103059 Menyetujui. Ir.Sc Ketua Departemen Tanggal ujian : 6 Agustus 2007 Tanggal lulus : . Agustus 2007 Dr. Widigdo Sukarman.

lulus tahun 1991.RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan pada tanggal 16 Agustus 1985 di Kota Jakarta. penulis menyusun skripsi yang berjudul Analisis Formulasi Strategi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor dibawah bimbingan Dr. MPA. dan Keuangan. Penulis yang bernama lengkap Dian Suminnar merupakan anak pertama dari empat bersaudara pasangan Pitoyo dan Arnita. Pada tahun 1997. Institut Pertanian Bogor. Penulis memulai pendidikan di Taman Kanak-Kanak Kartika Chandra Kirana 315 tahun 1990. Kemudian melanjutkan ke pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri Gunung Batu 2 Bogor tahun 1991 dan lulus tahun 1997. kemudian pada tahun yang sama melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur USMI pada Departemen Manajemen. Dan penulis menamatkan pendidikan menengah atas pada Sekolah Menengah Umum Negeri 5 Bogor pada tahun 2003. Dalam masa studi di Departemen Manajemen. penulis aktif dalam organisasi kemahasiswaan seperti Centre Of M@nagement (COM@) yang merupakan Himpunan Profesi Departemen Manajemen pada periode 2004-2005 sebagai anggota divisi Administrasi. Provinsi DKI Jakarta. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Kesekretariatan. Selain itu penulis pernah mengikuti lomba kreatifitas mahasiswa seperti PKMI dan berbagai kepanitiaan. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen. tamat pada tahun 2000. penulis melanjutkan pendidikannya di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 4 Bogor. Widigdo Sukarman. Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM). MBA. iii .

MM selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dan masukan yang bermanfaat bagi penulis. 8. Bapak Hendra Setiawan. seluruh dosen dan staf karyawan dan karyawati Departemen Manajemen yang telah membantu penulis selama masa kuliah. Munandar. H. Hut. Dipl. Musa Hubeis. MBA. Ibu Reni Sumartini dan Ibu Sri Maryati yang telah memberi izin. Jono M. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen. membantu dan bersedia untuk menjadi responden pada penelitian yang disusun oleh penulis. om. Institut Pertanian Bogor. S. Ir. Noval Rahmat Reza ”Eja” yang selalu memberikan doa dan dukungan melalui curahan kasih sayangnya kepada penulis. MPA selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan saran dan meluangkan waktu untuk membimbing penulis dalam penyelesaikan skripsi ini. Bapak Handoyo.. Dr. Ibu Yuyun. 3. MS. Ibu Puji. 4. 5. Amellia. Bapak Sonny. Sinta Ayunda Putri ”Nanda”. Diah dan Fany yang telah menjadi teman dalam setiap suka dan dukaku. Ir.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT. Papa dan mama tercinta serta adik-adikku Tirta Nyuminnar ”Inung”. penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. Bapak Kamal. MSc. 6. Bapak Eko. Bapak Prof. atas rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Formulasi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor. 2. Dalam kesempatan ini. Ing. tante dan sepupu-sepupuku serta keponakan kecilku Putra. Rifa dan Farel yang selalu memberikan semangat dalam setiap canda tawa. Dr. mbah. selaku ketua departemen. Bapak Adi. DEA dan Ibu Hardiana Widyastuti. Bapak Agung. Uwo. Ibu Vera. Bapak Ritfan dan Bapak Asep dan seluruh karyawan dan karyawan yang telah membantu penulis selama melakukan penelitian di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. Bapak Dr. iv . 7. Widigdo Sukarman.

Hera. Yayuk. Amik. Kak Nova dan Kak Ari yang telah membantu dan memberikan saran dalam penyusunan skripsi ini. Leo dan temanteman SD ku yang membantu dan memberikan motivasi selama penyusunan skripsi. Irma dan teman-teman Manajemen 40 yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu yang selalu membuat suasana kuliah menjadi menyenangkan dan untuk adik-adik kelasku tetap semangat. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun karena menyadari masih terdapat kekurangan dalam penelitian ini. 10. Aboy. Pasus. teman satu bimbingan yang berjuang bersama dalam menyelesaikan skripsi. Linda dan Rio. Agustus 2007 Penulis v . Sandi. Bogor. Amma. Ranty. Chi2. Fikri. Rinrin. Else. 12. Insan.9. Vebby. Yunia. Neneng. 11. Rina. Irwan. Anita. Iki. Nurma. Semoga apa yang penulis sampaikan dalam hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan kepada PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada khususnya agar dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan strategi perusahaan. Evi. Pihak-pihak terkait yang telah membantu dalam penulisan skripsi. Vivi. Ruslan. Etty. 13.

..............1........................12 2..................................23 Jenis dan Sumber Data Penelitian .................3 Kegunaan Penelitian .......... Sistem Manajemen Strategis .................................... 1...4 II........................ iii KATA PENGANTAR....2.21 Lokasi dan Waktu Penelitian ....................................................................6............... viii DAFTAR GAMBAR.....iv DAFTAR ISI.........3 Tujuan Penelitian ..............................6...........1................ Kerangka Pemikiran Penelitian.................................. 3...................11 2......7...........................2....................1 Rumusan Masalah ................................................................................... Lingkungan Perusahaan 2.2.....23 Pengolahan dan analisis data............................................. Konsep Manajemen Strategis 2.. 3......1....................5................. Pengertian Manajemen Strategis.. Tipe-tipe Strategi.............17 2...............................1.............................17 2.........................................................5 2.......................................8 2............................3..................................................................17 2...........5.2................................................................3 Ruang Lingkup Penelitian.......................6.DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK RIWAYAT HIDUP .....6 2....... Pengertian Strategi ... Produk .............3........1..............................................2.....................................................2.............................................................4..............................x I...................16 2....13 2............................5............ 1.....................................................................1............................................................................................................ Tempat ...... Penelitian Terdahulu ......................2......................................................................2..................................................4...vi DAFTAR TABEL ....... METODOLOGI PENELITIAN 3............................................1............................................ TINJAUAN PUSTAKA 2................. Analisis Lingkungan Eksternal ....................................2.3...........4........................................1.............................................................................. Bauran Pemasaran 2......................... Latar Belakang ..... 1. Formulasi Strategi ............................................. Promosi .......................... Harga ..... ix DAFTAR LAMPIRAN .................13 2.. Analisis Lingkungan Internal..4...................................................................................................7 2.................................6. Konsep Strategi 2.23 vi . 3......................................... 1......... PENDAHULUAN 1...1....3.................18 III...........6... Perusahaan Daerah Air Minum......................5....

.........................3......... 3.................................3.3............... dan Ancaman 4..............................................76 4......2.....................................................2..3..........1. Analisis Lingkungan Eksternal 4..................4......4...........30 Matriks QSPM ....4.................43 4................................ Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor....... Lingkungan Mikro Perusahaan ... Peluang....... Aspek Keuangan .........................2........1...5........65 4............. Kelemahan...................2..........84 2..................................... Visi dan Misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ............2........................6...70 4.........63 4................. Matriks IFE .2........................................................41 4............ HASIL DAN PEMBAHASAN 4....................4.........3..................................82 KESIMPULAN DAN SARAN 1..................................3.......................85 DAFTAR PUSTAKA ......................... Aspek Pemasaran ........................................... Matriks QSPM ............. Ancaman ................77 4...35 4.....39 4.................4...............................................4........................................... Identifikasi Kekuatan.....1.........47 4.........................33 IV...................... Saran .5..........5....................38 4..................................7............4................... Analisis Lingkungan Internal 4.... 3......4................5.................................89 vii ................27 Matriks SWOT ........2......................67 4................1... Aspek Sumber Daya Manusia.........................................................1........................................ Kelemahan ..57 4......... Formulasi Alternatif Strategi Perusahaan 4..................................... Matriks IE .....74 4..........1................................24 Matriks IE .....38 4...................................................87 LAMPIRAN.............2....4..... Matriks SWOT ................................................................54 4........... Kesimpulan ......................................1........1.......37 4................................ Kekuatan ..... 3.............................................. Matriks EFE ............1................................ Aspek Produksi dan Operasi .5..5................................ Sejarah dan Perkembangan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ............. Matriks IFE dan EFE ...................................3...3.............................................8........2.......................71 4....1..................... Peluang. Gambaran Umum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor 4................................5.......... Tugas Pokok dan Fungsi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ............ Lingkungan Makro Perusahaan..............2........................5.

........................ Halaman Penilaian Bobot Faktor Strategis Internal Perusahaan ............ 16............25 Matriks IFE ...... 3.............40 Perkembangan Laba Rugi pada Tahun 2004-2006 ..... 11.......................................................26 Matriks EFE .............................42 Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor..................... 17.................. 10..................................................................51 Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga Kota Bogor .............. 15......81 viii ........................43 Evaluasi Kondisi Produksi Air pada Tahun 2006 ....................................................................................................................... 18............39 Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan ...........................................................................34 Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Karyawan .........49 Struktur Tarif Air Minum ........ 4.....74 Matriks SWOT PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ..............................................................................................DAFTAR TABEL No........72 Matriks EFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ........ 7........................ 5................... 12.....................................25 Penilaian Bobot Faktor Strategis Eksternal Perusahaan ...44 Tingkat Kehilangan Air pada Tahun 2000-2005 ................................................................................. 6..........26 Matriks QSPM ............... 14............................................. 1...........47 Loket Pembayaran Air ........59 Matriks IFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor .........58 Efisiensi Penagihan Rekening Air pada Tahun 2004-2005 ..... 9............ 13........................ 2................................ 8.

....................................... Analisis SWOT ............................................ Matriks SWOT ........ Matriks IE .........................32 6.................................................................27 4...............................DAFTAR GAMBAR No.............................10 2....................................31 5.................................................................. Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.........22 3............ Bagan Mental Creation dan Physical Creation Process sebagai Bagian dari Sistem Manajemen Strategis ........................................................ Kerangka Pemikiran Penelitian..................77 ix ... Halaman 1............

......................98 Kuesioner Penelitian Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM.........89 Pengukuran Kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada Tahun 2006 ........ 11.....................117 x .................115 Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Eksternal .........93 Diagram Alir Pengolahan...............116 Hasil Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM ............. dan Besar Tarif Air Minum..................... 1...... Golongan Tarif..................................DAFTAR LAMPIRAN No...........95 Sumber Air dan Daerah Pengaliran .......... 6........ 14.................................. 8........................96 Klasifikasi Kelompok Pelanggan.................. 4......................112 Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Internal ....94 Daftar Persyaratan Kualitas Air ...105 Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Internal ..........109 Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Eksternal ............. 10................... 12................................................................................... 5.......................................................90 Sistem Penyediaan Air Minum ...................................... 3................ 9.............................97 Kuesioner Penelitian Penentuan Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal dan Eksternal ......... 2................................................ 7.... Halaman Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor............................................................. 13............................

Tingkat pelayanan PAM atau PDAM saat ini masih memiliki kendala terutama dalam hal pendistribusian pelayanan air yang tidak merata. Air bersih merupakan kebutuhan paling dasar bagi manusia dan harus selalu ada karena tanpa air manusia tidak mungkin untuk melangsungkan kehidupannya.I. PENDAHULUAN 1. mulai dari penggunaan untuk rumah tangga sampai untuk kegiatan yang lebih luas seperti bidang komersial. Pendistribusian lebih banyak difokuskan untuk melayani kegiatan komersial yang mendukung pembangunan ekonomi dan hanya konsumen yang memiliki kemampuan membayar dapat memiliki akses terhadap air bersih. Sumber daya alam ini memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Air digunakan hampir pada setiap aspek kehidupan manusia. sehingga perhatian diberikan lebih banyak kepada masyarakat di daerah perkotaan dibandingkan dengan daerah pedesaan. Sumber daya air di Indonesia dikelola oleh Perusahaan Air Minum (PAM) yang mendapatkan wewenang dari pemerintah dalam pengelolaan kebutuhan konsumsi air bersih bagi masyarakat dan yang berada di setiap pemerintahan daerah dinamakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). sosial dan perdagangan. Indonesia adalah salah satu negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari perairan. Undang-undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 3 menyatakan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Padahal jumlah penduduk daerah pedesaan mencapai sekitar 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia. . Latar Belakang Air merupakan sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara.1. PAM atau PDAM adalah salah satu bentuk sektor publik yang merupakan bagian dari perekonomian nasional yang dikendalikan oleh pemerintah. berkaitan dengan pemberian atau penyerahan jasa-jasa pemerintah kepada publik.

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor .89 persen terhadap wilayah pelayanan dan 49. Dalam kondisi yang selalu berubah-ubah. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai salah satu bentuk organisasi publik membutuhkan perencanaan strategis agar dapat memberdayakan para manajer dan seluruh karyawan untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan peningkatan kinerja pelayanan publiknya. Melihat kondisi tersebut.49 persen terhadap jumlah penduduk Kota Bogor dengan kapasitas produksi sebesar 1.130 liter per detik. Namun. bagi rumah tangga dan industri pendistribusian air belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Bogor. kualitas produk maupun keefisienan dan keefektifitasan organisasinya. Oleh karena itu. Saat ini. kebutuhan air bersih utama untuk rumah tangga dan industri di Kota Bogor dipasok oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Perencanaan strategis merupakan serangkaian rencana tindakan dan kegiatan mendasar yang disusun oleh manajemen puncak untuk diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu perusahaan dalam rangka pencapaian tujuan.2 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air bersih bagi masyarakat di Kota Bogor. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penyesuaian terhadap perkembangan lingkungan yang semakin dinamis sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas dan kinerja yang berorientasi kepada pencapaian hasil. Perencanaan strategis umumnya digunakan luas oleh organisasi laba (profit oriented) dan kemudian dalam perkembangannya digunakan pula oleh organisasi nirlaba atau organisasi publik lainnya (Tangkilisan. Strategi perusahaan yang tepat menjadi hal yang sangat penting untuk memanfaatkan peluang dan menghindari atau mencegah ancaman dari luar dengan memberdayakan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan secara efisien dan efektif. Tingkat pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini baru mencapai sekitar 61. PDAM dituntut untuk dapat meningkatkan dan mengembangkan kualitas perusahaannya baik dalam hal pelayanan. perencanaan strategis merupakan langkah awal yang tepat untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahaan. 2005).

Menentukan strategi alternatif yang tetap bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. 1. Bagi penulis. . Rumusan Masalah Untuk memperjelas permasalahan yang akan dibahas berdasarkan pada latar belakang masalah di atas. yaitu: 1. 3. Bagi perusahaan. Faktor-faktor internal dan eksternal apakah yang berpengaruh terhadap PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini ? 2. sebagai masukan bagi manajemen perusahaan mengenai perencanaan strategis dalam pengembangan dan implementasi strategi yang efektif untuk kelangsungan hidup perusahaan. 2.4. Tujuan Penelitian 1. Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi berbagai pihak. Strategi apakah yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan saat ini ? 3. Menformulasikan strategi yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan. 2. Strategi tersebut juga dibutuhkan untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan dan bahkan meningkatkan jumlah pelanggan demi kelangsungan hidup perusahaan.3. 1.3 perlu menerapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerja pelayanan perusahaannya. maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: 1. menambah wawasan dan pengalaman nyata mengenai strategi yang dapat dipilih dengan menggunakan alternatif strategi yang telah dirumuskan oleh peneliti. Prioritas strategi alternatif apakah yang perlu dilakukan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ? 1. Mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini.2.

5. and Threat (SWOT) dan analisis Quantitative Strategic Planning Marix (QSPM) untuk dapat menentukan strategi alternatif yang tepat bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. penulis juga bertujuan untuk mengetahui posisi perusahaan berdasarkan analisis lingkungan perusahaan dengan menggunakan analisis Internal Eksternal (IE). Selain itu. Weaknesses. Bagi pembaca. Ruang Lingkup Penelitian ini melakukan pengembangan strategi alternatif bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan saat ini. . 1. pengembangan startegi dengan menggunakan analisis Strenght. Opportunities.4 3. berguna sebagai pengetahuan dan informasi masukan (referensi) bagi peneliti yang akan melakukan penelitian serupa dan akan mengkajinya lebih dalam.

Argyris (1985). 2. Steiner dan Miner (1977) Strategi merupakan respon secara terus-menerus maupun adatif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi organisasi.1. Dalam perkembangannya. Untuk jelasnya. konsep mengenai strategi terus berkembang. Apabila diterjemahkan definisi klasik dan tradisi ini ke dalam kompetisi bisnis saat ini maka dapat dinyatakan bahwa startegi adalah hal menetapkan arah kepada manajemen dalam arti manusia mengenai sumber daya di dalam bisnis dan mengenai bagaimana mengidentifikasikan kondisi yang memberikan keuntungan terbaik untuk memenangkan persaingan di dalam pasar (Dirgantoro. 2001). dapat dilihat perkembangan strategi sebagai berikut (Rangkuti. Konsep Strategi 2. Mintzberg (1979). Learned. Andrew dan Guth (1965) Strategi merupakan alat untuk menciptakan keunggulan bersaing. . serta prioritas alokasi sumber daya. TINJAUAN PUSTAKA 2. 4. 2005) : 1. Dengan demikian salah satu fokus strategi adalah memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak ada. Porter (1985) Strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing. 3. Christensen.1. Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan.II. Chandler (1962) Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang. Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti kepemimpinan dalam ketentaraan atau seni berperang.1. program tindak lanjut.

strategi pembangunan kembali suatu divisi baru atau strategi divestasi dan sebagainya. konsumen. Misalnya apakah perusahaan ingin melakukan strategi pertumbuhan yang agresif atau berusaha mengadakan penetrasi pasar. Dengan demikian. yang dilakukan 6. komunitas. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). 2. yaitu : 1. Tipe-tipe Strategi Menurut Rangkuti (2005). Chaff (1985) Strategi adalah kekuatan motivasi untuk stakeholder seperti debtholders.1. Strategi Investasi Strategi ini merupakan kegiatan yang berorientasi pada investasi. Strategi Manajemen Strategi manajemen meliputi strategi yang dapat dilakukan oleh manajemen dengan orientasi pengembangan strategi secara makro. strategi pengembangan pasar. karyawan. Andrew (1980). Hamel dan Prahalad (1995) Strategi merupakan tindakan dan yang bersifat dan incremental dilakukan (senantiasa meningkat) terus-menerus berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. . strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. strategi akuisisi. 2. strategi penerapan harga. Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan.6 5. manajer. pemerintah dan sebagainya. yang baik secara langsung maupun tidak langsung oleh menerima semua keuntungan tindakan atau biaya yang oleh ditimbulkan perusahaan. strategi mengenai keuangan dan sebagainya. pada prinsipnya strategi dapat dikelompokkan berdasarkan tiga tipe strategi. misalnya strategi pengembangan produk.2.

2. pemasaran. Berdasarkan peta perjalanan inilah. Fokus manajemen strategis terletak pada memadukan manajemen. manajemen strategis adalah suatu proses yang digunakan oleh manajer dan karyawan untuk merumuskan dan mengimplentasikan strategi dalam penyediaan customer value terbaik untuk mewujudkan visi organisasi. misalnya strategi pemasaran. manajemen strategis terdiri dari rangkaian langkah yang menghasilkan peta perjalanan bisnis yang senantiasa sesuai dengan perubahan lingkungan yang dihadapi oleh organisasi. mengimplementasikan dan mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi mampu mencapai obyektifnya. Manajemen strategis merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus sepanjang perjalanan organisasi dalam mewujudkan visinya. Sebagai suatu proses. Konsep Manajemen Strategis 2. Strategi Bisnis Strategi bisnis ini sering juga disebut strategi bisnis secara fungsional karena strategi ini berorientasi pada fungsi-fungsi manajemen. produksi/operasi. Manajemen strategis merupakan suatu proses. Pada dasarnya manajemen strategis adalah suatu upaya manajemen dan karyawan untuk membangun masa depan organisasi.2. Menurut Mulyadi (2001). manajemen strategis dapat didefinisikan sebagai seni dan pengetahuan untuk merumuskan. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa : 1.2. sehingga keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh seberapa akurat . Pengertian Manajemen Strategis Menurut David (2004). penelitian dan pengembangan.7 3. strategi organisasi dan strategi-strategi yang berhubungan dengan keuangan. serta sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasi.1. keuangan/akunting. pengelolaan organisasi perusahaan dilaksanakan.

strategi perusahaan lebih dipacu untuk menghadapi pesaing. Dalam perumusan strategi. Strategi digunakan untuk menyediakan customer value terbaik guna mewujudkan visi organisasi. melalui misi. Namun dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan dinamis. diperlukan leader yang dapat dijadikan sebagai contoh dan diperlukan pula partisipasi seluruh karyawan dalam perumusan strategi. Manajemen strategis mencakup dua proses utama. Pelaksanaan manajemen strategis melibatkan banyak orang dalam organisasi. Sistem Manajemen Strategis Menurut Mulyadi (2001).2.2.8 peta perjalanan tersebut mencerminkan teritorial bisnis yang diganbarkan dalam peta. (4) implementasi dan (5) pemantauan. Proses digunakan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi. Bahkan untuk membangun komitmen karyawan dalam mengimplementasikan strategi. Perumusan dan implementasi strategi memerlukan kontribusi dari seluruh manajer dan karyawan. Manajer dan karyawan adalah pelaku manajemen strategis. manajemen strategis juga mencakup implementasi strategi. (3) penyusunan anggaran. 2. dalam sistem manajemen strategis terdiri dari beberapa tahap. Strategi adalah pola tindakan utama yang dipilih untuk mewujudkan visi organisasi. manajemen perusahaan perlu menfokuskan strateginya ke penyediaan value terbaik bagi pemuasan kebutuhan customers agar dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. 2. Di masa lalu. mulai dari manajemen puncak sampai dengan karyawan. antara lain : . yaitu (1) perencanaan strategis. yang terdiri dari lima tahap utama. 3. 4. (2) penyusunan program. sehingga perhatian manajemen tidak difokuskan untuk menghasilkan value terbaik bagi customers. yaitu perumusan strategi dan implementasi strategi.

(3) analsis SWOT (strengths. Sasaran strategis merupakan sasaran-sasaran masa depan yang dituju oleh perusahaan sebagai penerjemahan strategi untuk mewujudkan visi dan tujuan. strategi yang telah dirumuskan untuk mewujudkan visi dan tujuan kemudian diterjemahkan ke dalam rencana strategis yang terdiri dari tiga komponen. Untuk mewujudkan sasaran strategis diperlukan inisiatif strategis berupa program tindakan yang akan dilaksanakan oleh perusahaan di masa depan. yaitu sasaran strategis. 2. Budgeting (Penyusunan Anggaran) Penyusunan anggaran adalah proses penyusunan rencana laba jangka pendek yang berisi langkah-langkah yang ditempuh oleh perusahaan dalam melaksanakan sebagain dari program. (5) perumusan peluang dan masalah utama. Strategi dirumuskan melalui tujuh tahap utama. Programming (Penyusunan Program) Penyusunan program adalah proses penjabaran inisiatif strategis ke dalam rencana laba jangka panjang. opportunities. and threats). 3. keyakinan dasar. Dalam penyusunan anggaran dijabarkan program tertentu ke dalam . antara lain : (1) identifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan. 4. Strategy Formulation (Perumusan Strategi) Proses manajemen strategis diawali dengan perumusan strategi. (4) analisis portfolio. visi.9 1. nilai dasar dan tujuan. target dan inisiatif strategis. (2) penentuan misi. (6) identifikasi dan evaluasi alternatif strategi dan (7) perumusan strategi. Strategic Planning (Perencanaan Strategis) Dalam langkah ini. weaknesses. Penyusunan program menghasilkan program yang merupakan suatu rencana laba jangka panjang yang berisi langka-langkah strategis yang dipilih untuk mewujudkan sasaran strategis tertentu beserta taksiran sumber daya yang akan diperlukan untuk dan diperoleh dari usaha menjalankan langkah-langkah tersebut.

Oleh karena anggaran adalah bagian dari program dan program merupakan penjabaran inisiatif strategis yang dipilih untuk mewujudkan sasaran strategis. Mental Creation dan Physical Creation Process sebagai Bagian dari Sistem Manajemen Strategis (Mulyadi. serta inisiatif strategis . Nilai Dasar. Misi.10 rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahun anggaran. Keyakinan Dasar. Makro dan Lingkungan Industri. Tujuan dan Strategi Rencana Strategis : Sasaran Strategis Inisiatif Strategis Mental Creation Process Perencanaan Strategis Penyusunan Program Program Sistem Manajemen Strategis Anggaran (Shor-Range Profit Plan) Penyusunan Anggaran Implementasi Pelaksanaan Rencana Physical Creation Process Pemantauan Umpan Balik (Feedback) Gambar 1. Visi. Implementation (Implementasi) Dalam tahap implementasi. 2001) 5. Perumusan Strategi Hasil Analisis Lingkungan. ditunjuk manajer dan karyawan yang bertanggung jawab dan pengalokasian sumber daya untuk melaksanakan kegiatan tersebut. manajemen dan karyawan melaksanakan rencana yang tercantum dalam anggaran ke dalam kegiatan nyata.

antara lain : 1. Strategi tingkat perusahaan diformulasikan oleh top management dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan. Hasil implementasi rencana juga digunakan untuk memberikan informasi bagi pelaksana tentang seberapa jauh target telah berhasil dicapai. kondisi internal seperti kompetensi orangorang yang berada dalam perusahaan dan lain-lain. 3. 2. misi dan tujuan perusahaan sehingga dapat diketahui ke arah mana perusahaan akan dibawa serta bagaimana caranya untuk menuju ke arah tersebut. . Hasil setiap langkah yang direncanakan perlu diukur untuk memberikan umpan balik bagi pemantauan pelaksanaan anggaran. 6. maka dalam implementasi rencana. Untuk dapat melakukan formulasi strategi dengan baik maka ada ketergantungan yang erat dengan analisis lingkungan dimana formulasi strategi membutuhkan data atau informasi dari analasis lingkungan internal dan eksternal perusahaan. Hal kedua yang harus dipahami adalah mengenai posisi perusahaan pada saat ini. program dan inisiatif strategis. anggaran program.3. Formulasi Strategi Menurut Dirgantoro (2001). Kemampuan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor lingkungan (internal maupun eksternal) yang sedang dihadapi perusahaan saat ini. sasaran strategis telah berhasil diwujudkan. Dalam melakukan formulasi strategi.11 dipilih sebagai penerjemahan strategi yang dirumuskan. 2. ada beberapa hal yang patut untuk dipertimbangkan. formulasi strategi adalah menentukan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan pencapaian tujuan. inisiatif strategis. tujuan dan visi organisasi dapat dicapai. Posisi perusahaan dapat berupa pangsa pasar yang dikuasai. sasaran strategis dan strategi. Harus dipahami benar visi. manajemen dan karyawan harus senantiasa menyadari keterkaitan erat di antara implementasi. posisi laba/rugi perusahaan. Monitoring (Pemantauan) Implementasi rencana memerlukan pemantauan.

kuantitas dan kontinuitas secara profesional dan trasparan. Perubahan pada lingkungan tersebut harus diantisipasi karena pengaruh yang signifikan akan menentukan .4. Salah satunya adalah perubahan yang terjadi pada lingkungan bisnis baik yang memberikan pengaruh yang baik maupun yang memberikan pengaruh yang buruk. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999 tentang pedoman penilaian kinerja Perusahaan Daerah Air Minum. sampai mendistribusikannya kepada pelanggan. Mencari alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi secara lebih efisien di masa yang akan datang. perubahan-perubahan berlangsung dengan cepat dan dalam intensitas yang tinggi pula. 2. 4. PDAM merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dituntut dapat memberikan pelayanan umum di bidang air bersih bagi masyarakat. baik secara kualitas. kehadiran PDAM dimungkinkan sebagai kesatuan usaha milik Pemerintah Daerah (Pemda) yang memberikan jasa pelayanan dan menyelenggarakan kemanfaatan umum di bidang air minum. Perusahaan Daerah Air Minum yang selanjutnya disingkat PDAM adalah perusahaan milik Daerah Provinsi atau Daerah Kabupaten dan atau Daerah Kota. Lingkungan Perusahaan Pada era globalisasi. Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 tahun 1962. Semakin banyak solusi yang relevan yang dapat ditawarkan menunjukkan kemampuan yang selalu berkembang atau selalu diasah dari orang-orang yang berada dalam organisasi atau perusahaan. mengolah dan menjernihkan. atau mungkin menunjukkan inovasi dari orang-orang tersebut untuk selalu mengikuti perubahan yang terjadi dan kemampuan untuk mengantisipasi perubahan tersebut.5.12 Dengan mengidentifikasikan faktor-faktor tersebut akan memudahkan dalam memahami keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan. Aktivitas PDAM yaitu mulai dari mengumpulkan. 2.

13 koreksi yang harus dilakukan terhadap strategi atau bahkan mungkin juga akan mempengaruhi visi dan misi perusahaan.5.5. Lingkungan internal terdiri dari faktor-faktor atau variabel lingkungan yang berasal atau berada di dalam perusahaan itu sendiri. Tujuan dilakukan analisis lingkungan adalah agar organisasi dapat mengantisipasi lingkungan organisasi sehingga dapat bereaksi secara cepat dan tepat untuk kesuksesan organisasi (Dirgantoro. Dengan demikian. .2. 2001). Analisis lingkungan adalah proses monitoring terhadap lingkungan organisasi yang bertujuan untuk mengidentifikasikan opportunities (peluang)dan threat (tantangan)yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan. Analisis Lingkungan Internal Analisis lingkungan internal merupakan analisis yang bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. 2. perusahaan harus dapat menentukan kemampuan utama yang membuat berbeda dalam arena persaingan. Faktor-faktor dari lingkungan internal cenderung lebih mudah dikendalikan oleh organisasi atau berada di dalam jangkauan perusahaan. Hasil analisis lingkungan internal berupa kekuatan dan kelemahan perusahaan. karena lingkungan perusahaan sangat mempengaruhi lancar atau tidaknya kegiatan yang akan dijalankan perusahaan. Analisis Lingkungan Eksternal Analisis terhadap lingkungan eksternal perusahaan diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memberikan peluang dan ancaman bagi perusahaan sehingga dapat dilakukan suatu tindakan tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 2. Lingkungan perusahaan sangat menentukan strategi yang akan dijalankan. analisis terhadap lingkungan perusahaan perlu dilakukan baik lingkungan internal maupun eksternal yang akan berpengaruh terhadap ketepatan strategi perusahaan yang akan dipilih.1. Oleh karena itu.

pasar industri. lingkungan mikro eksternal adalah lingkungan yang dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melayani pelanggannya. warga yang bertindak. Pelanggan merupakan konsumen yang membeli atau menggunakan produk yang dijual atau ditawarkan oleh perusahaan. 1. Pesaing Pesaing perusahaan merupakan lawan perusahaan yang memproduksi atau menjual produk yang sejenis di wilayah tertentu. Masyarakat meliputi masyarakat keuangan. Lingkungan Mikro Perusahaan Menurut Kotler (2000). Perantara meliputi penjual (pedagang besar dan pengecer). yang terdiri atas : a. Masyarakat merupakan kelompok yang mempunyai kepentingan potensial atau yang sudah terwujud pada atau berdampak pada kemampuan suatu organisasi untuk mencapai sasarannya. Perantara merupakan perusahaan yang membantu perusahaan mempromosikan. media. c. Lingkungan makro ini . lokal. umum dan internal. agen jasa pemasaran dan perantara keuangan. 2. e. pasar pedagang besar dan pasar internasional. pemerintah. Jenis-jenis pelanggan terdiri dari pasar konsumen. Pemasok merupakan perusahaan yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan maupun pesaing untuk menghasilkan produk. d. yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. lingkungan makro perusahaan terdiri dari faktorfaktor yang terlepas atau di luar perusahaan. Lingkungan Makro Perusahaan Pada dasarnya. menjual dan mendistribusikan produk ke pembeli akhir. perusahaan distribusi fisik.14 Lingkungan eksternal perusahaan dibagi ke dalam dua kategori. pasar pemerintah. b.

Lingkungan demografi sangat diperhatikan oleh pemasar karena melibatkan manusia dan manusialah yang membentuk pasar. usia penduduk dan sebagainya. Lingkungan teknologi juga diukur melalui laju pertumbuhan penelitian dan pengembangan (litbang) dan tingginya anggaran litbang. biaya energi. b. tingkat polusi. Perubahaan daya beli disebabkan oleh adanya perubahan pendapatan dan perubahan harga-harga di pasar. c. d.15 memberikan kesempatan besar bagi perusahaan untuk maju. menciptakan inovasi baru melalui pengembangan produk baru serta mampu menangkap peluang-peluang yang ada. Daya beli ini diukur dari tingkat pendapatan masyarakat dan perkembangan tingkat harga-harga umum. . Lingkungan Demografi Merupakan lingkungan yang menyangkut kependudukan seperti jumlah penduduk. Faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan makro adalah : a. sekaligus dapat menjadi hambatan dan ancaman untuk maju (Umar. Lingkungan Alam Merupakan sumber daya alam yang dibutuhkan sebagai masukan oleh pemasar atau yang dipengaruhi oleh aktivitas pemasaran seperti kebutuhan bahan baku. lingkungan makro perusahaan terdiri atas kekuatan sosial yang mempengaruhi seluruh pelaku di lingkungan mikro perusahaan dan mempengaruhi kegiatan perusahaan. 2003). Lingkungan Teknologi Merupakan kekuatan-kekuatan yang menciptakan teknologi baru. Lingkungan Ekonomi Merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola pembelanjaan konsumen. kepadatan penduduk di suatu wilayah. lokasi penduduk. Menurut Kotler (2000).

2. Produk adalah penawaran berwujud perusahaan kepada pasar yang mencakup . Bauran Pemasaran Pemasaran selalu terkait dengan apa yang disebut bauran pemasaran. Alasan penulis mengunakan 4P karena perusahaan yang dijadikan sebagai tempat penelitian merupakan perusahaan yang bersifat semi jasa dan penelitian dilakukan meliputi perusahaan secara keseluruhan bukan hanya pelayanannya sehingga penggunaan 4P telah cukup mewakili.6. place dan promotion. Tindakan politik yang dirancang untuk melindungi dan memerikan manfaat bagi perusahaan seperti undangundang tentang lingkungan dan perburuhan. demografis. Kondisi sosial ini banyak aspeknya. yang terdiri dari product. yang berkembang dari pengaruh kultural. Istilah lain untuk bauran pemasaran adalah marketing mix (4P). adat istiadat dan kebiasaan dari orang-orang di lingkungan eksternal perusahaan. Lingkungan Sosial / Budaya Kondisi sosial masyarakat selalu berubah-ubah. bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. untuk digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan. Menurut Kotler (2000).1. Poduct (Produk) Produk merupakan sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli. Lingkungan Politik / Hukum Arah. f. peraturan tentang perdagangan luar negeri. gaya hidup. Adapun penjelasan dari 4P tersebut adalah : 2. price. stabilitas pemerintah. pendidikan dan etnis. kebijakan dan stabilitas politik merupakan pertimbangan penting bagi para manajer dalam merumuskan strategi perusahaan. peraturan tentang keamanan dan kesehatan kerja dan sistem perpajakan. misalnya sikap. Perubahanperubahan sosial yang terjadi yang mempengaruhi perusahaan. hendaknya dapat diantisipasi oleh perusahaan. religius.16 e.6.

atau mengingatkan konsumen akan manfaat suatu organisasi atau suatu produk. Penentuan lokasi biasanya digunakan untuk lokasi pabrik atau gudang atau cabang. hal ini disebabkan agar stakeholders mudah menjangkau setiap lokasi yang ada. kualitas. menarik dan mempertahankan . jaminan dan pengembalian.2. misalnya produk tidak laku di pasaran. Penentuan lokasi kantor yang disertai dengan sarana dan prasarana pendukung menjadi sangat penting. potongan. rabat.6. desain. Place (Tempat) Tempat merupakan berbagai kegiatan yang dilakukan peusahaan untuk membuat produk dapat diperoleh dan tersedia bagi pelanggan sasaran yang mencakup saluran. 2. lokasi. Dalam harga mencakup daftar harga. Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar-menawar. Promosi merupakan sarana paling ampuh untuk mengenal perusahaan. ruang lingkup. persediaan dan transportasi. ukuran. pelayanan.4. setiap perusahaan berusaha untuk mempromosikan seluruh produk dan jasa yang dimilikinya baik langsung maupun tidak langsung.6. Price (Harga) Harga merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan bauran pemasaran. Promotion (Promosi) Dalam kegiatan promosi. salah dalam menentukan harga akan berakibat fatal terhadap produk yang ditawarkan. Promosi dalam bauran pemasaran adalah menghasilkan pertukaran yang saling memuaskan dengan pasar yang dituju melalui penyampaian informasi mendidik. bentuk. membujuk. kemasan. syarat kredit dan jangka waktu pembayaran.6. 2. 2. merek.17 keanekaragaman produk.3. atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. Penentuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan.

18 pelanggan. Hal ini dikarenakan banyak pelaku bisnis ritel yang tertarik untuk menanamkan investasinya di Indonesia. majalah. televisi. yaitu : a. c. Sales Promotion (Promosi Penjualan) Promosi penjualan adalah intensif jangka pendek untuk meningkatkan pembelian atau penjualan suatu produk agar konsumen segera membeli setiap produk atau jasa yang ditawarkan. pemasangan melalui koran. sampai pejabat dalam perusahaan. radio atau media lainnya. mulai dari cleaning service. b. pencetakan brosur. Advertising (Periklanan) Iklan adalah sarana promosi yang digunakan untuk mengiformasikan. menumbuhkembangkan suatu citra perusahaan yang baik. perlombaan cerdas cermat. d. serta menangani atau menghilangkan desasdesus. Kehadiran ritel asing di Indonesia lebih berdampak mengancam pasar pada .7. menarik dan mempengaruhi konsumen yang dapat dilakukan dengan berbagai media seperti pemasangan Billboard atau spanduk. bakti sosial. kuis serta kegiatan lainnya melalui berbagai media. HERO Supermarket sebagai peritel modern lokal perlu menerapkan strategi yang tepat untuk menghadapi persaingan dalam bisnis ritel. Sarana promosi yang digunakan dalam mempromosikan produk maupun jasanya terdiri dari empat macam sarana. Publicity (Publisitas) Publisitas merupakan kegiatan promosi yang dilakukan melalui kegiatan seperti pameran. Tbk. Penelitian Terdahulu Arsanti (2005) melakukan penelitian mengenai “Analisis Formulasi Strategi Perusahaan pada PT HERO Supermarket. satpam. Kegiatan promosi ini bertujuan untuk membangun hubungan yang baik dengan publik perusahaan. Personel Selling (Penjualan Pribadi) Penjualan pribadi secara umum dilakukan oleh seluruh karyawan perusahaan. cerita dan peristiwa yang tidak menyenangkan. 2.

Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan matriks External Factor Evaluation (EFE). place dan promotion). Jawa Tengah. matriks IE dan SWOT. Peluang perusahaan adalah pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat dan ancaman bagi perusahaan adalah meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL). terutama dalam upaya merebut pasar. Strategi pemasaran tersebut harus sesuai dengan faktor-faktor strategis yang dimiliki oleh perusahaan. PT PISMATEX perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat dalam kegiatan permasarannya untuk menghadapi munculnya pesaing-pesaing baru. Hasil analisis yang dilakukan terhadap PT HERO Supermarket sebagai perusahaan ritel menggambarkan kondisi internal maupun eksternal yang cukup kondusif. karena segmennya relatif sama. serta bauran pemasaran (product. Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan matriks External Factor Analysis Summary (EFAS). Dari matriks QSPM didapatkan alternatif strategi yang tepat bagi perusahaan. Analisis SWOT menghasilkan beberapa alternatif strategi untuk memudahkan penilaian matriks QSPM. Hasil analisis IE menempatkan perusahaan pada sel I dan IV dengan strategi yang tepat adalah growth and build seperti penetrasi pasar. dimana perusahaan mampu menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk menutupi kelemahan yang ada serta perusahaan mampu memanfaatkan peluang yang ada dengan mengantisipasi ancaman yang terjadi dalam perusahaan. Hasil analisis matriks IFAS dan EFAS didapatkan kekuatan perusahaan adalah mutu sarung Gajah Duduk bagus dan harga sarung yang terjangkau. serta matriks QSPM. Kamillah (2005) melakukan penelitian mengenai ”Analisis Strategi Perusahaan PT PISMATEX Pekalongan. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. matriks IE dan matriks SWOT.19 peritel modern lokal daripada pasar tradisional. . serta keterbatasan modal merupakan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. pengembangan produk dan perluasan pasar. serta matriks QSPM. price.

. matriks IE dan matriks SWOT. Berdasarkan kedua penelitian terdahulu.20 yaitu efisiensi biaya produksi dalam proses produksi (pengolahan. penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunakan metode yang sama. bahan baku dan bahan bakar). yaitu menggunakan matriks IFE dan EFE. serta matriks QSPM untuk mengolah dan menganalisis data. yaitu PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan publiknya. Peneliti menggunakan kelima matriks tersebut untuk memformulasikan strategi pada salah satu bentuk organisasi publik.

mengidentifikasi dan analisis lingkungan perusahaan baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. perusahaan dapat mengantisipasi lingkungan perusahaan secara cepat dan tepat untuk kesuksesan perusahaan. Sedangkan analisis lingkungan eksternal meliputi lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. Kerangka Pemikiran Penelitian Penelitian ini terdiri dari beberapa langkah yaitu langkah pertama adalah mengetahui visi dan misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. keuangan. Total skor pada kedua matriks tersebut dipadukan dalam matriks IE untuk mengetahui posisi perusahaan berdasarkan kelompok strategi growth and build. Dengan melakukan analisis lingkungan. METODOLOGI PENELITIAN 3.III. tahap terakhir yang merupakan tahap keputusan untuk menentukan strategi yang paling tepat diantara alternatif strategi yang ada sesuai dengan kondisi perusahaan dengan menggunakan analisis QSPM. Kemudian berdasarkan pada matriks IE. serta strategi harvest or divest. Kedua. variabel-variabel internal dan eksternal perusahaan diringkas dan dijabarkan dalam matriks IFE dan matriks EFE. Ketiga. Pernyataan misi dan tujuan akan menjadi penuntun dalam melakukan tahap analisis selanjutnya agar strategi yang akan diterapkan mengarah pada pencapaian tujuan akhir yang membantu rencana dan keputusan untuk mencapai tujuannya. maka dapat dirumuskan beberapa strategi alternatif dengan menggunakan matriks SWOT. . Analisis lingkungan internal meliputi faktor sumber daya manusia. hold and maintain.1. Keempat. produksi/operasi dan pemasaran. Analisis lingkungan bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya.

Kerangka Pemikiran Penelitian . Faktor Produksi/Operasi d. Faktor Pemasaran Lingkungan Eksternal a. Lingkungan Makro ♦ Lingkungan Demografi ♦ Lingkungan Ekonomi ♦ Lingkungan Alam ♦ Lingkungan Politik/Hukum ♦ Lingkungan Teknologi ♦ Lingkungan Sosial/Budaya Matriks IFE Matriks IE Matriks EFE Matriks SWOT Matriks QSPM (Pengambilan Keputusan Prioritas Strategi) Prioritas Strategi alternatif dari Hasil Analisis Gambar 2. Faktor Sumber daya Manusia b. Faktor Keuangan c.22 PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR VISI DAN MISI PERUSAHAAN Lingkungan Internal a. Lingkungan Mikro ♦ Pemasok ♦ Perantara ♦ Pelanggan ♦ Pesaing ♦ Masyarakat b.

Perpaduan antara matriks IFE dan EFE diperoleh matriks IE yang digunakan sebagai parameter posisi perusahaan dengan melihat kondisi . Gambaran mengenai sumber daya manusia. wawancara langsung dengan pihak perusahaan yang mengerti kondisi perusahaan dan memiliki kontribusi dalam merumuskan strategi perusahaan.3. produksi dan pemasaran yang dilakukan perusahaan. dengan waktu tiga bulan yang dimulai dari bulan April sampai bulan Juni 2007. Lingkungan makro 3. Data-data yang diperoleh digunakan untuk melakukan analisis terhadap strategi perusahaan. Data untuk analisis lingkungan eksternal a. Wawancara dengan menggunakan kuesioner. Pengolahan Data dan Analisis Data Alat analisis yang digunakan dalam tahap masukan yaitu matriks IFE digunakan untuk melihat posisi perusahaan dari sisi kekuatan dan kelemahan. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang berlokasi di Jalan Siliwangi No. keuangan. Data sekunder diperoleh dari laporan tertulis atau dokumen perusahaan. meliputi sejarah berdiri. Lingkungan mikro b. data-data dari literatur yang relevan dengan penelitian yang berasal dari buku. Dan matriks EFE untuk melihat posisi perusahaan dari sisi peluang dan ancaman. Data untuk analisis lingkungan internal a. visi dan misi perusahaan. 3.4. struktur organisasi. Gambaran umum perusahaan. b. yang cara pengisiannya dipandu oleh peneliti. 2. Jenis dan Sumber Data Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. jurnal dan internet. Data primer diperoleh melalui kunjungan ke perusahaan untuk mencari informasi dari pihak yang berwenang (PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor).23 3. Data yang dibutuhkan untuk menganalisis lingkungan perusahaan meliputi : 1.2. 121 Bogor.

3. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membentuk matriks IFE dan EFE. Matriks IFE digunakan untuk mengevaluasi dan meringkas kekuatan dan kelemahan utama dalam berbagai bidang fungsional perusahaan sehingga diketahui faktor-faktor internal perusahaan yang dianggap penting. Matriks IFE dan EFE Matriks IFE dan EFE merupakan teknik yang digunakan pada tahap masukan (The Input Stage) dari kerangka kerja perumusan startegi.5. Alat analisis pada tahap ini bertujuan untuk mengkuantitatifkan subjektivitas selama tahap awal dari proses formulasi strategi. yaitu : a. Sedangkan matriks EFE digunakan untuk meringkas dan mengevaluasi peluang dan ancaman utama perusahaan sehingga diketahui faktor-faktor eksternal perusahaan yang dianggap penting. Matriks IFE dan EFE beserta dengan penyataan misi yang jelas menyediakan informasi dasar yang diperlukan untuk merumuskan strategi secara sukses dengan syarat teknik ini disertai penilaian intuitif yang baik dalam menetapkan pembobotan dan penilaian yang tepat (David. Matriks SWOT digunakan untuk menghasilkan strategi-strategi yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan.24 internal dan eksternal. Menyusun daftar faktor-faktor utama yang mempunyai dampak penting (Critical Success Factors atau CSF) untuk aspek internal dan eksternal perusahaan yang ditempatkan pada kolom pertama. 2000). Tahap masukan merupakan tahap yang meringkas informasi dasar yang diperlukan untuk merumuskan startegi. Kemudian untuk memilih strategi yang terbaik digunakan QSPM. 2004). Penentuan bobot dilakukan dengan cara mengajukan identifikasi faktor internal dan eksternal tersebut dengan menggunakan metode Paired Comparison (Kinnear. . Metode ini digunkan untuk memberikan penilaian terhadap bobot setiap faktor penentu internal dan eksternal.

.. Penilaian bobot (weight) setiap faktor strategis internal dan eksternal. Total Sumber : Kinnear.25 b.... Dalam menentukan bobot setiap variabel digunakan skala 1. Penilaian pembobotan dapat dilihat pada Tabel 1dan Tabel 2.. 2 dan 3 dengan keterangan sebagai berikut : 1 = Jika indikator horizontal kurang penting daripada indikator vertikal.……………………(3) Total n ∑ i=1 Xi Total n ∑ i=1 Xi ∑ Xi I=1 Keterangan : ai = Bobot variabel ke-i Xi = Nilai variabel ke-i .. Penentuan bobot setiap variabel diperoleh dengan menggunakan proporsi nilai setiap variabel dari jumlah nilai keseluruhan variabel dengan menggunakan rumus : ai = Xi n ……………………………………….... A B C D .. Tabel 1.. A B C D ..... 2000 c.. Total Sumber : Kinnear. 3 = Jika indikator horizontal lebih penting daripada indikator vertikal.. Penilaian Bobot Faktor Strategis Eksternal Perusahaan Faktor Strategis Eksternal A B C D ... 2000 Tabel 2. Penilaian Bobot Faktor Strategis Internal Perusahaan Faktor Strategis Internal A B C D . 2 = Jika indikator horizontal sama penting daripada indikator vertikal.

2000 Tabel 4. Matriks EFE Faktor Strategis Internal Peluang : 1 . Data internal yang diperoleh dikelompokan secara kualitatif untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam matriks IFE dan mengetahui peluang dan ancaman yang berasal dari lingkungan eksternal perusahaan dalam matriks EFE dan dilakukan pembobotan. n Total Sumber : David. . . n n = Jumlah variabel Total bobot yang diberikan harus sama dengan 1. n Ancaman : 1 .0. . . Tabel 3... Pembobotan ini kemudian ditempatkan pada kolom kedua matriks IFE dan EFE.. . n Kelemahan : 1 . n Total Sumber : David. 2. 3. Hal ini dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4. .. . . . 2004 Bobot (A) Rating (B) Skor (AxB) Bobot (A) Rating (B) Skor (AxB) . Matriks IFE Faktor Strategis Internal Kekuatan : 1 .26 i = 1..

00-2. Pada sumbu x.00 Rendah VII VIII IX 1. Matriks IE Matriks IE digunakan untuk memperoleh strategi bisnis ditingkat korporat yang lebih detail. 2005).00-4.99 menunjukkan posisi internal yang lemah. Parameter yang digunakan meliputi kekuatan internal perusahaan dan pengaruh eksternal yang dihadapi dengan menggabungkan matriks IFE dan EFE sehingga menghasilkan kombinasi total nilai terboboti dari matriks IFE dan EFE (Rangkuti.004. Pembagian sel-sel dalam matriks IE dapat dilihat pada Gambar 4.6. skor 2.00 menunjukkan posisi eksternal yang tinggi.00 Gambar 3. SKOR TOTAL IFE Kuat 4. skor antara 2.00-1.99 menunjukkan posisi eksternal yang rendah.27 3.00 Lemah 1. Matriks IE (David.99 menunjukkan posisi eksternal yang sedang dan 3.00 Rata-rata 2. skor antara 1. 2004) . skor antara 1.00 kuat.00-1. yaitu matriks IFE yang diberikan bobot pada sumbu x dan matriks EFE yang diberikan bobot pada sumbu y.00 3. Matriks IE didasarkan pada dua dimensi kunci.99 menunjukkan rata-rata dan 3. Pada sumbu y. Matriks IE adalah matriks yang menunjukkan berbagai tempat atau posisi untuk divisi suatu organisasi dalam sembilan kotak atau sel.00-2.00 Tinggi I II III SKOR TOTAL EFE 3.00 Rata-rata IV V VI 2.

Cara ini merupakan strategi yang paling penting apabila kondisi perusahaan berada dalam pertumbuhan yang cepat dan terdapat kecenderungan pesaing untuk melakukan perang harga untuk meningkatkan pangsa pasar. b. Usaha yang dapat dilakukan adalah dengan meminimalkan biaya (minimize cost) sehingga dapat meningkatkan profit. 1. c. Growth Strategy (Strategi Pertumbuhan) Strategi pertumbuhan dirancang untuk mencapai pertumbuhan. Berdasarkan penelitian. sedangkan perusahaan yang relatif kurang memiliki kinerja yang baik cenderung mengadakan diversifikasi . menambahn kualitas produk atau jasa. yaitu : a. Hal ini dapat dicapai dengan cara menurunkan harga. Posisi perusahaan yang berada pada sel VI. Posisi perusahaan yang berada pada sel I. dapat dijelaskan melalui tindakan dari masing-masing strategi tersebut. Posisi perusahaan yang berada pada sel III. atau meningkatkan akses ke pasar yang lebih luas. II dan IV disebut Growth and Build (tumbuh dan bina). mengembangkan produk baru. 2. profit. asset. Market Development dan Product Development atau strategi terintegrasi seperti Bakward Intergration.28 Berdasarkan Gambar 4. V dan VII disebut dengan Hold and Maitain (pertahankan dan pelihara). Forward Intergation dan Horizontal Intergration. baik dalam penjualan. yaitu konsentrasi pada satu industri atau diversifikasi ke industri lain. VIII dan IX sangat dianjurkan untuk melakukan divestasi. Strategi Pertumbuhan melalui Konsentrasi dan Diversifikasi Ada dua strategi dasar dari pertumbuhan pada tingkat korporat. Strategi yang terbaik adalah melakukan penetrasi pasar dan pengembangan produk. Penjelasan secara detail mengenai kesembilan strategi yang terdapat pada sembilan sel matriks IE tersebut diatas. Strategi yang mewakili strategi ini adalah strategi intensif dan integratif seperti Market Penetration. sel-sel pada matriks IE dibagi menjadi tiga bagian utama yang memiliki dampak strategi yang berbeda. atau kombinasi ketiganya. perusahaan yang memiliki kinerja yang baik cenderung mengadakan konsentrasi.

Contoh strategi pertumbuhan adalah sel 1. 5. maka strategi yang diterapkan adalah konsolidasi (sel 5). Agar dapat meningkatkan kekuatan bisnisnya atau posisi kompetitifnya. Jika perusahaan tersebut berada dalam industri yang sangat atraktif (sel 2). tujuannya adalah untuk meningkatkan penjualan dan profit dengan cara memanfaatkan keuntungan economics of scale baik di produksi maupun pemasaran. 7 dan 8. Perusahaan yang berada pada sel ini dapat memperluas pasar. Diversifikasi Konsentris (Sel 7) Strategi pertumbuhan melalui diversifikasi umumnya dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki kondisi competitive position sangat kuat tetapi daya tarik industrinya sangat rendah. Konsentrasi melalui Integrasi Vertikal (Sel 1) Pertumbuhan melalui konsentrasi dapat dicapai melalui integrasi vertikal dengan cara bakward integration (mengambil alih fungsi supplier) atau dengan cara forward integration (mengambil alih fungsi distributor). Strategi ini bertujuan untuk menghindari kehilangan penjualan dan kehilangan profit. serta distribusi produk. Konsentrasi melalui Integrasi Horizontal (Sel 2 dan 5) Strategi pertumbuhan melalui intergrasi horizontal adalah suatu kegiatan untuk memperluas perusahaan dengan cara membangun di lokasi yang lain dan meningkatkan jenis produk serta jasa. maka perusahaan harus meminimalkan biaya dan operasi yang tidak efisien untuk mengontrol kualitas. Perusahaan tersebut berusaha memanfaatkan kekuatannya untuk membuat produk baru secara efisien . Sedangkan apabila perusahaan berada dalam moderate attractive industry. 4. 5.29 agar dapat meningkatkan kinerjanya. Hal ini merupakan strategi utama untuk perusahaan yang memiliki posisi kompetitif pasar yang kuat (high market share) dalam industri yang berdaya tarik tinggi. 3. 2. fasilitas produksi dan teknologi melalui pengembangan internal maupun eksternal dengan melalui akuisisi atau joint ventures dengan perusahaan lain dalam industri yang sama.

6. analasis ini mengidentifikasi peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan (Rangkuti. peluang dan ancaman dinamakan analisis SWOT. model ini memposisikan kekuatan dan kelemahan perusahaan. Secara internal. 2005). kelemahan. Tetapi pada saat perusahaan tersebut mencapai tahap matang. 2005).30 karena perusahaan ini sudah memiliki kemampuan manufaktur dan pemasaran yang baik. Untuk itu strategi diversifikasi konglomerat sangat diperlukan. Tekanan strategi ini lebih pada sinergi finansial daripada product market sinergy (Rangkuti. sedangkan secara eksternal. Unsur-unsur SWOT tersebut meliputi: S (Strength) : Mengacu kepada keunggulan kompetitif dan kompetisi lainnya yang dapat mempengaruhi perusahaan pada pasar. Kondisi ini menyebabkan perusahaan tersebut melakukan usahanya ke dalam perusahaan lain. . Kerangka ini digunakan untuk membangun dan mengoperasikan atau mengimplementasikan informasi-informasi dari analisis situasi baik internal dan eksternal. Analisis SWOT merupakan sebuah model yang dapat mengarahkan dan berperan sebagai katalisator dalam proses perencanaan strategis. Diversifikasi Konglomerat (Sel 8) Strategi pertumbuhan melalui kegiatan bisnis yang tidak saling berhubungan dapat dilakukan jika perusahaan menghadapi competitive position yang tidak begitu kuat (average) dan nilai daya tarik industrinya sangat rendah. Model SWOT menyediakan sebuah struktur untuk memadukan antara apa yang saat ini yang dapat dilakukan (strength) dan yang tidak dapat dilakukan (weaknesses) perusahaan dan perkembangan apa yang terjadi pada lingkungan yang menguntungkan (opportunity) dan yang menghambat (threat) (Rangkuti. 3. 2005). Matriks SWOT Keseluruhan evaluasi kekuatan. perusahaan yang hanya memiliki competitive position rata-rata cenderung akan menurun kinerjanya.7.

yaitu : 1. EFE dan matriks IE.31 W (Weaknesses) : Hambatan yang membatasi yang pilihan-pilihan menguntungkan pada yang pengembangan strategi perusahaan. : Berhubungan dengan penghalang atau kondisi yang dapat menghalangi organisasi dalam mencapai tujuannya. Matriks SWOT (Rangkuti. . O (Opportunities) : Menyediakan T (Threats) kondisi membatasi penghalang. Strategi S-O Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya. namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan. Hasil dari analisis SWOT adalah strategi alternatif berdasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang. Analsis SWOT menggunakan informasi dan data yang diperoleh dari analisis lingkungan perusahaan dengan didukung analisis strategi pemasaran yang dijalankan perusahaan. matriks SWOT menghasilkan empat set kemungkinan strategi alternatif. Faktor Internal STRENGHTS (S) Daftar Kekuatan Internal STRATEGI S-O Strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang STRATEGI S-T Strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman WEAKNESSES (W) Daftar Kelemahan Internal STRATEGI W-O Strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang STRATEGI W-T Strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman Faktor Eksternal OPPORTUNITIES (O) Daftar Peluang Eksternal THREATS (T) Daftar Ancaman Eksternal Gambar 4. IFE. 2005) Berdasarkan gambar 4.

32

2. Strategi S-T Strategi ini menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal. 3. Strategi W-O Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. 4. Strategi W-T Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada, serta menghindari ancaman. Analisis SWOT akan memberikan arah, pilihan dan pengembangan perusahaan sehingga diperoleh strategi yang tepat bagi perusahaan. BERBAGAI PELUANG 3. Mendukung strategi turn-around KELEMAHAN INTERNAL 4. Mendukung strategi defensif 1. Mendukung strategi agresif KEKUATAN INTERNAL 2. Mendukung strategi diversifikasi

BERBAGAI ANCAMAN Gambar 5. Analisis SWOT (Rangkuti, 2005) Keterangan : Kuadran 1 : Pada kuadran 1 merupakan situasi yang sangat menguntungkan bagi perusahaan karena perusahaan memiliki peluang dan kekuatan yang dapat dimanfaatkan sekaligus. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy). Kuadran 2 : Pada kuadran 2, perusahaan menghadapi berbagai ancaman namun masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi

33

yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk atau pasar). Kuadran 3 : Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi perusahaan pun menghadapi beberapa kendala atau kelemahan internal. Fokus strategi perusahaan pada kuadran 3 adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik. Kuadran 4 : Pada kuadran 4, perusahaan mengalami situasi yang sangat tidak menguntungkan karena perusahaan menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal. 3.8. Matriks QSPM Matriks QSPM merupakan alat analisis yang digunakan dalam tahap keputusan. QSPM menggunakan masukan dari matriks IFE dan EFE pada tahap input, serta matriks IE dan SWOT pada tahap pencocokan untuk memutuskan strategi mana yang terbaik. Strategi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pihak manajemen perusahaan dalam penetapan kebijakan strategi untuk pengembangan usaha. Setelah berhasil mengembangkan sejumlah strategi alternatif, perusahaan harus mampu mengevaluasi dan kemudian memilih strategi terbaik yang paling cocok dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan dengan menggunakan QSPM. Ada enam langkah yang perlu harus diikuti untuk membuat matriks QSPM, yaitu : a. Menuliskan daftar peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan. b. Berikan bobot untuk masing-masing peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan. Bobot ini harus identik dengan rata-rata bobot yang dihasilkan pada matriks IFE dan EFE. c. Tuliskan strategi alternatif yang akan dievaluasi. d. Apabila faktor yang bersangkutan ada pengaruhnya terhadap strategi yang sedang dipertimbangkan, berikan nilai Attractiveness Score (AS) yang dimulai dari 1 (tidak dapat diterima), 2 (mungkin dapat diterima), 3 (kemungkinan besar dapat diterima) dan 4 (dapat diterima). Sedangkan

34

apabila tidak ada pengaruhnya terhadap strategi alternatif yang sedang dipertimbangkan, jangan berikan nilai AS. e. Kalikan nilai bobot dengan nilai AS. f. Hitung nilai totalnya (Total Attractiveness Score atau TAS). Strategi alternatif yang memiliki nilai total terbesar merupakan strategi yang paling baik dan sebaiknya dijadikan strategi alternatif dengan prioritas penerapan utama. Ilustrasi QSPM dapat dilihat dalam Tabel 5. Tabel 5. Matriks QSPM Faktor Kunci Bobot Strategi I AS TAS Strategi alternatif Strategi II Strategi ke-n AS TAS AS TAS

Peluang : Ancaman : Kekuatan : Kelemahan : Total Sumber : David, 2004

pada tahun 1967 sumber air ditambah dengan mengambil dari mata air Bantar Kambing melalui reservoir Cipaku. Bantuan dana pun . jumlah pelanggan tercatat sekitar 7. Persentase kehilangan air tersebut akibat kurang baiknya mutu pipa dinas (meter air) dan kondisi pipa distribusi yang sudah tua. Sejarah dan Perkembangan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Kota Bogor telah mempunyai sistem pelayanan air minum sejak tahun 1918.1. maka dilakukan survei dan perencanaan strategis untuk meningkatkan pelayanan dan pengembangan kapasitas jumlah air bersih. Jumlah penduduk Kota Bogor yang semakin meningkat telah membuat pelayanan air minum di kota hujan ini mengalami perkembangan. Pada tahun 1935 untuk mencukupi kebutuhan penduduk Kota Bogor dilakukan penambahan kapasitas air sebanyak 30 liter per detik yang berasal dari sumber air Kebon Salada (milik PAM DKI Jaya).000 Sambungan Langganan (SL) dengan tingkat kehilangan air mencapai 50 persen.IV. Nama perusahaan air minum pada waktu itu adalah Gemeente Waterleiding Buitenzorg yang memanfaatkan sumber mata air Kota Batu sebagai sumber air utama dengan kapasitas produksi sebanyak 70 liter per detik. yang dibangun oleh pemerintah Belanda. rencana ini terhambat masalah pendanaan karena untuk memasang pipa transmisi dibutuhkan dana investasi yang cukup besar. Saat itulah mulai dirasakan adanya kekurangan air minum. Melihat kondisi tersebut. Untuk menambah kembali kapasitas air. Gambaran Umum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor 4. Pada tahun 1966. Sumber mata air Kota Batu ini merupakan cikal bakal keberadaan PDAM Kota Bogor dan dimulainya pelayanan air minum di Kota Bogor.1. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Namun.1.

perencanaan dan supervise dengan nilai total bantuan sebesar A$1. maka pada tanggal 3 Juli 1975 dilakukan penghentian atau pemutusan atas koneksi pipa PAM DKI Jaya. Proyek seluruhnya dilakukan oleh Valentine Laurie and Davies Consulting Engineers dari Sydney. dilakukan kembali penambahan kapasitas air melalui sumber mata air Tangkil. feasibility study. Pada tanggal 31 Maret 1977 dikeluarkan Peraturan Daerah No. melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No. Sumber air bakunya memanfaatkan air sungai Cisadane. Empat sumber air tersebut adalah mata air Kota Batu. Australia. Dengan penambahan sumber air tersebut. kapasitas produksi air meningkat yang pada awal tahun 2007 mencapai 1. Dengan berfungsinya tambahan kapasitas produksi tersebut.45-75 Tahun 2002 tanggal 29 April 2002 tentang penetapan logo baru PDAM Kota Bogor dan penambahan nama Tirta Pakuan.736. mata air Tangkil dan sungai Cisadane (WTP Cipaku dan WTP Dekeng). PDAM Kota Bogor pada tahun 1988 mulai melakukan studi kelayakan dengan berencana memanfaatkan air permukaan sebagai sumber air lainnya. Bentuk bantuan yang diperoleh berupa pipa dan aksesorisnya. 5 Tahun 1977 yang menyatakan perubahan status Dinas Daerah menjadi Perusahaan Daerah. Modal dasar perusahaan terdiri dari kekayaan daerah yang berasal dari kekayaan perusahaan air minum pada waktu kedudukannya sebagai Dinas Daerah. maka nama PDAM Kota Bogor berubah menjadi PDAM Tirta Pakuan Kota . PDAM Kota Bogor mulai didirikan. Selanjutnya.130 liter per detik berasal dari empat sumber air utama.011/SK/1977. 300/HK. mata air Bantar Kambing.000 atau US$2. berupa hibah dengan nama proyek Colombo Plan.36 diperoleh dari pemerintah Australia. Kemudian pada tahun 1973. PDAM berhasil menambah kapasitas produksinya dengan membangun Instalasi Pengelolaan Air (IPA) dengan instalasi atau Water Treatment Plant (WTP) yang berlokasi di Cipaku dan Dekeng.456.449. Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Nomor 011.

Salah satunya adalah penerapan manajemen melalui sistem informasi yang ditunjang dengan komputerisasi. Menyelesaikan aspek teknik. 3. Mengembangkan bidang usaha sistem pelayanan air minum yang efisien. Mengembangkan penelitian dan kegiatan inovatif serta peningkatan SDM yang dapat menopang tuntutan pertumbuhan . Visi dan Misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Visi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah mejadi perusahaan terdepan di bidang pelayanan air minum. efektif dan tepat guna sehingga produk dan kinerja yang dihasilkan dapat dipasarkan dalam jangkauan masyarakat pelanggannya dengan memperhatikan undang-undang perlindungan konsumen. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan misi dan tujuan perusahaan. Misinya yaitu memberikan kepuasan pelayanan air minum secara berkesinambungan kepada masyarakat sesuai standar kesehatan yang ada dengan mempertimbangkan keterjangkauan masyarakat dan berperan sebagai penunjang otonomi daerah serta meningkatkan sumber daya manusia secara maksimal. 5.37 Bogor. 2. Menyelenggarakan sistem pelayanan air minum yang unggul berkesinambungan memenuhi mutu yang berlaku untuk menjamin tercapainya kepuasan pelayanan kepada pelanggan. jaringan terpadu yang mampu melaksanakan pemantauan di semua bagian dan otomatisasi semua data administrasi dan penagihan pelanggan secara cepat dan tepat. Mewujudkan penyelenggaraan perusahaan milik daerah yang dapat menunjang otonomi daerah secara maksimal. Adapun penjabaran misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai berikut : 1. 4.1.2. 4. aspek manajemen dan aspek kewirausahaan dalam penyelenggaraan sistem pelayanan yang berorientasi pada manfaat dan perlindungan sumber daya lingkungan.

PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor didukung oleh tiga direksi. Secara garis besar PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mempunyai dua fungsi. adil dan merata. kepala bagian. Sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Bogor. yaitu dapat memenuhi kebutuhan semua lapisan masyarakat dengan memberlakukan tarif air minum yang disesuaikan dengan kondisi dan fungsi tempat pelanggan serta adanya pelanggan yang tersubsidi. 4. Dalam menjalankan tugas pelayanan air minum. 72 tahun 2004 tanggal 30 Desember 2004. Tugas Pokok dan Fungsi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai BUMD milik Pemerintah Kota Bogor mempunyai tugas pokok sebagai berikut : 1. Fungsi sosial. perusahaan dan pembangunan nasional pada 4. 10 orang kepala bagian. Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Struktur organisasi adalah salah satu hal yang penting dalam perusahaan karena dengan adanya struktur organisasi akan dapat diketahui dengan jelas hubungan. serta berkesinambungan. kepala sub bagian dan tenaga pelaksana. yaitu : 1. yaitu untuk meningkatkan kemampuan pelayanan dan memenuhi kewajiban-kewajiban lainnya dengan cara pengelolaan perusahaan secara sehat berdasarkan asas ekonomi perusahaan.1. 35 kepala sub bagian dan 423 orang tenaga pelaksana. tugas dan tanggung jawab serta peranan masing-masing antara dewan direksi.1. 2.38 kebutuhan umumnya. 2. Memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Bogor secara memadai.4.3. II Bogor No. Fungsi ekonomi. Strukur organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor disusun berdasarkan Surat Keputusan Walikota KDH tk. . Bagan struktur organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Lampiran 1.

cleaning service. Jumlah karyawan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sebanyak 471 orang. . Calon Karyawan PDAM 10 orang 2. Analisis Lingkungan Internal Identifikasi faktor internal perusahaan bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan.1. produksi dan operasi. Jumlah karyawan berdasarkan status karyawan Status Karyawan Jumlah Persentase Karyawan (%) 1. karyawan kontrak sebanyak 18 orang dan karyawan outsourcing sebanyak 74 orang yang meliputi call center. Faktor-faktor internal yang dimiliki perusahaan dapat dikelompokkan menjadi empat bagian. Tabel 6. Aspek SDM SDM adalah aspek yang penting bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena merupakan salah satu faktor internal perusahaan yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. antara lain sumber daya manusia. Karyawan tetap PDAM 369 orang 78. Jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan status karyawannya dapat dilihat pada Tabel 6. 4.2. keuangan.39 4. terdiri dari 234 orang karyawan di bagian umum dan 237 orang di bagian teknik. Status karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dibagi menjadi empat yaitu karyawan tetap PDAM sebanyak 369 orang.13 3.34 2. calon karyawan sebanyak 10 orang. Karyawan Kontrak 18 orang 3.71 Jumlah 471 orang 100 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. pekerja kebocoran dan satpam. 2006.2. Outsourcing 74 orang 15. Untuk itu Bagian SDM memiliki peranan penting dalam pengembangan manusia yang berkualitas dan profesional di bidangnya. serta pemasaran.82 4. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus selalu memperhatikan kondisi sumber daya manusia yang dimilikinya untuk menjaga kestabilan dan pertumbuhan perusahaan.

Jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan tingkat pendidikannya dapat dilihat pada Tabel 7.01 6. SLTP. Kinerja PDAM Tirta . S1.40 SDM PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang ada belum diberdayakan secara optimal. Pengukuran kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tentang pedoman penilaian kinerja PDAM. D3 12 orang 2. Jumlah karyawan berdasarkan tingkat pendidikan Tingkat Pendidikan Jumlah Karyawan Persentase (%) 1. Hal ini mengindikasikan bahwa pelatihan bagi karyawan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi kerja karyawan terhadap perusahaan. Tabel 7. SLTA.55 5. S1 66 orang 14. Berdasarkan Tabel 6 dan 7. Pengadaan program-program pelatihan dan pengembangan karyawan dilakukan berdasarkan kebutuhan dari masing-masing bagian dalam perusahaan dengan biaya tersendiri yang khusus dikeluarkan untuk program pelatihan. S2 12 orang 2. Hal ini dikarenakan masih terdapat kekurangan karyawan dibagian tertentu dan penempatan posisi atau kerja karyawan sesuai dengan latar belakang pendidikan belum secara tepat. D3. sampai S2 yang sebagian besar karyawannya berpendidikan SLTA yaitu sebanyak 244 orang. SLTA 244 orang 51. SLTP 59 orang 12. Hal ini akan mendukung dalam pencapaian kinerja perusahaan yang baik.80 4. dapat diketahui bahwa di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang menjadi dominan adalah karyawan tetap dan mayoritas karyawannya berpendidikan SLTA. Tingkat pendidikan karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor beragam mulai dari SD.55 Jumlah 471 orang 100 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.56 2.53 3. 2006. Dengan meningkatnya pengetahuan dan motivasi kerja karyawan terhadap perusahaan maka sistem organisasi dalam perusahaan dapat berjalan sesuai dengan prosedur. SD 78 orang 16.

Modal yang didapat PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berasal dari modal Pemerintah Pusat. sejumlah kompensasi lainnya pun diberikan. Pemberian kompensasi ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja karyawannya. Aspek Keuangan Perusahaan yang dikelola baik oleh pemerintah maupun swasta. Sumber pendapatan internal berasal dari pendapatan air dan pendapatan non air seperti . seperti program cek kesehatan dan pemberian bantuan Rawat Inap melalui kerjasama dengan Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) dan Karya Bhakti. Kegiatan operasional PDAM dibiayai dari pendapatan perusahaan. tidak terlepas dari permodalan. hibah dari Negara Belanda dan bantuan Colombo Plan. bantuan modal Pemerintah Pusat. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pun memperhatikan kesehatan karyawannya dengan menyediakan fasilitas klinik kesehatan dan program kesehatan lainnya. Pengukuran kinerja dilakukan dengan tiga aspek penilaian yaitu keuangan operasional dan administrasi. Sumber pendapatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terdiri dari sumber internal dan eksternal.41 Pakuan Kota Bogor tahun 2006 masuk dalam klasifikasi baik. Pengukuran kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tahun 2006 dapat dilihat pada Lampiran 2. modal Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Barat. tunjangan kehadiran. tunjangan koordinasi. modal Pemerintah Daerah Kodya Tingkat II Kota Bogor.2. Sebesar 55 persen dari modal PDAM Tirta Pakuan Kota bogor merupakan penyertaan modal Pemerintah Daerah Kota Bogor. asuransi tunjangan hari tua dengan Jamsostek dan pemberian kompensasi berdasarkan prestasi. 4. tunjangan pengganti pulsa. Dalam hal kesejahteraan karyawan. Permodalan merupakan sarana penting dalam melakukan usaha. seperti adanya tunjangan jabatan. Selain itu.2. tunjangan pengganti lembur. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memberikan gaji berdasarkan golongan dan pemberian gaji terendah disesuaikan dengan upah minimum regional dari pemerintah.

Perkembangan Laba Rugi pada Tahun 2004-2006 Dalam Ribuan Rupiah Uraian 2004 2005 2006 Pendapatan 44.811.425) (20.445) (26.405.819) Pajak (1.175.674 Laba Kotor Usaha (21.342. Marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor cukup baik dimana saat ini perusahaan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.296) 519.232.445.674.590 64.950.145 37.24 % Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.479) (27. Perkembangan laba rugi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dari tahun 2004 dengan tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel 8.263. beban hutang yang relatif besar menjadi kendala bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena semakin banyak kewajiban .223.324) (24.600 53.326) Laba Bersih 3. Namun.003) Beban tak Langsung Usaha Laba Usaha 5.429.357 5.666 10.671 Laba (Rugi) diluar (123.488.806 Marjin Laba 11.096) Usaha 26.427.48 % 15.730.42 pelanggaran. 2006.940.878) (2.291 10.531 7.954 Usaha 5.836. Persentase tersebut cukup baik karena masuk dalam kisaran tingkat marjin laba yang wajar yaitu antara 16 persen sampai kurang dari sama dengan 20 persen berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999.626.235 8. Modal yang ada saat ini pun digunakan untuk membiayai operasional dan aktivitas-aktivitas perusahaan.203. Dalam faktor finansial tentu saja aspek laba tidak dapat dikesampingkan karena tujuan didirikan suatu perusahaan baik oleh pemerintah maupun swasta adalah untuk memperoleh laba. Sedangkan sumber pendapatan eksternal meliputi investasi pihak ketiga dan penyertaan pemerintah daerah.569. pemasangan baru dan pendapatan atas jasa bank yang keseluruhannya bersifat rutin.469.770 Beban Langsung (17. Berdasarkan tabel di atas.380. Tabel 8.080.965 6.24 persen pada tahun 2006.625 Laba Sebelum Pajak (3.282.625 86. marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus mengalami peningkatan hingga mencapai 16.36 % 16.655. denda.355 32.

624 76.884 26.488 Aktiva Lain-lain 4. Tabel 9.032 57.825 67.912 5.181 63. 4.530 Jumlah Aktiva 58.928 3.472 67.193 Lancar Kewajiban 23.495 Aktiva Tetap 46. 2005 9.654 Jangka Panjang Kewajiban Lain4.677 29.753 7. Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Dalam Jutaan Rupiah Pos-pos 2001 2002 2003 2004 Aktiva : Aktiva Lancar 7.039 52.252 9.513 Pasiva : Kewajiban 6. Mata air ♦ Mata air Kota Batu dengan kapasitas terpasang 70 liter per detik.43 yang harus diselesaikan oleh perusahaan.920 4.945 23.2. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan penyedia tunggal air minum di Kota Bogor yang memiliki empat sumber air utama yang airnya akan diolah dan kemudian didistribusikan kepada pelanggan. Hasil usaha perusahaan belum mampu melunasi hutang tepat waktu dan memenuhi investasi aktiva tetap yang diperlukan.883 10. Sumber air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berasal dari dua sumber utama.181 63. Walaupun hutang jangka panjang mengalami penurunan sebesar 11.459 lain Modal dan 23. Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 9.626 9.470 4.512 6.372 82. 2006.942 9.117 13.3.472 67.60 persen pada tahun 2005 tetapi hutang lancar dan hutang lain-lainnya mengalami peningkatan sehingga beban hutang terus meningkat.102 34. Aspek Produksi dan Operasi Aspek produksi dan operasi berhubungan dengan aktivitas mengubah masukan atau input menjadi bentuk produk akhir agar dapat dipergunakan atau dikonsumsi oleh konsumen.579 25.207 Cadangan Jumlah Pasiva 58.624 76.223 8.230 5.392 26.102 23.513 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.626 22.902 62.352 7.187 82.121 11. yaitu : a.117 .

kapasitas produksi pada mata air mengalami penurunan rata-rata sebanyak 7 liter per detik yaitu pada mata air Kota Batu.168 1. IPA Cipaku 240 268 272 Naik 5. Sedangkan untuk sumber air baku yang berasal dari sungai Cisadane merupakan sumber yang sangat potensial karena air baku sungai Cisadane yang melimpah. Evaluasi Kondisi Produksi Air pada Tahun 2006 Dalam liter per detik Kapasitas No. kondisi tersebut tidak mengakibatkan kapasitas produksi air menurun karena didukung oleh sumber air baku yang melimpah dari air permukaan yaitu sungai Cisadane. Berdasarkan data tahun 2006. IPA Dekeng 400 570 593 Naik Jumlah 1. Sumber air baku yang melimpah menjadikan kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Mata air Kota Batu 70 61 54 Turun 2. Evaluasi kondisi produksi air tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel 10. Penurunan kapasitas produksi yang berasal dari sumber mata air dikarenakan debit air pada sumber mata air mengalami penurunan dan bahkan dari tahun ke tahun semakin menurun. Namun. Mata air Bantar 170 158 150 Turun Kambing 3. ♦ Mata air Tangkil dengan kapasitas terpasang 170 liter per detik b.670 1.44 ♦ Mata air Bantar Kambing dengan kapasitas terpasang 170 liter per detik. Tabel 10. 2006. Sehingga kapasitas produksi dari sumber sungai Cisadane . ♦ WTP Dekeng dengan kapasitas terpasang 400 liter per detik. Sumber Lokasi Ket.176 Naik Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. mata air Bantar Kambing dan mata air Tangkil. Sungai Cisadane ♦ WTP Cipaku dengan kapasitas terpasang 240 liter pe detik. Mata air Tangkil 170 112 107 Turun 4. Pasang Produksi 2005 2006 1.

45 terus meningkat dan dapat menutupi kekurangan pasokan air dari sumber mata air. Tahap koagulasi atau pengadukan cepat (flash mixing) merupakan tahap awal dari pengolahan air baku. Diagram alir pengolahan lengkap dapat dilihat pada Lampiran 4. Kualitas air baku yang baik menjadi kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Tahap kedua adalah tahap . Air baku dari sungai Cisadane perlu mendapat pengolahan yang dimulai dari intake yaitu titik pengambilan air baku di sungai.5-8. tahap flokulasi. Fe. tahap sedimentasi. Air baku dari intake akan disalurkan melalui pipa trasmisi masuk ke dalam WTP. Air yang bersumber dari mata air memiliki kualitas yang cukup baik dan memenuhi standar air minum jika dilihat dari segi fisik dan kimia. Pengolahan air baku yang dilakukan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan proses pengolahan lengkap.5. Al2O3. Bagan sistem penyediaan air minum dapat dilihat pada Lampiran 3. Sedangkan jika dilihat dari segi biologis dikhawatirkan terdapat bakteri yang dapat menimbulkan penyakit sehingga perlu ditambahankan desinfektan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan pengolahan air menjadi air minum sesuai dengan standar kesehatan. Khusus sumber mata air Tangkil diberikan penambahan soda Ash (alkali) untuk menaikkan pH sehingga sesuai dengan pH standar air minum yaitu 6. specific grafity. chroride. sulphate. tahap filtrasi dan tahap desinfektan. cepat dan sempurna sehingga kotoran dapat digumpalkan menjadi flok. basicity. Kualitas air baku sungai Cisadane baik sesuai dengan standar kesehatan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. Komponen PAC terdiri dari appreance. Kotoran yang tidak tergumpal pada tahap koagulasi akan dihilangkan pada tahap selanjutnya. tahap aerasi. Proses pengolahan lengkap terdiri dari enam tahap yaitu tahap koagulasi. Tahap ini bertujuan untuk mencampurkan koagulan PAC (Poli Alumunium Chlorida) dengan air baku secara merata.

tahap filtrasi yang dilakukan untuk mengurangi sisa-sisa flok yang masih terbawa setelah tahap sedimentasi dan merupakan tahap penurunan kekeruhan yang terakhir. Terakhir adalah tahap desinfektan dengan melakukan pendosisan gas klor untuk membunuh bakteri. Adapun fasilitas penunjang lainnya berupa laboratorium penguji kualitas air. Air bersih di reservoir dapat langsung didistribusikan kepada pelanggan melalui pipa-pipa distribusi. Selanjutnya. Tahap desinfektan dilakukan pada kontak basin yaitu tempat penampungan sementara air bersih setelah pengolahan yang kemudian akan dimasukkan ke dalam reservoir yaitu penampungan air bersih sebagai pengaturan pendistribusian kepada pelanggan. Selain itu. dimana dalam flokulasi ini berlangsung proses terbentuknya penggumpalan flok yang lebih besar sehingga mudah mengendap. Tahap ketiga adalah tahap sedimentasi yang bertujuan untuk mengendapkan partikel-partikel yang sudah mengumpal menjadi flok sehingga beban filter menjadi ringan. yaitu pengikatan oksigen (O2) untuk mengurangi kadar karbondioksida yang terkandung pada air. bau dan kekeruhan. Logictic Information System (LIS). Pada tahap ini. Pada tahap ini digunakan pasir silica sebagai penyaring air sehingga air yang dihasilkan bersih. Pengadukan tidak boleh terlalu cepat karena dapat memecahkan flok yang sudah terbentuk. pengujian meter air dan mobil penanggulangan kebocoran. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pun memiliki bengkel pemeliharaan . Penggunaan gas klor sebagai desinfektan bertujuan untuk menghindari adanya endapan. Kemudian dilanjutkan pada tahap aerasi. sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer seperti sistem komputer terintegrasi yang terdiri dari Customer Information System (CIS). flok akan diendapkan dan air akan bergerak ke atas melalui sekat-sekat pada plant settler. Employee Information System (EIS). Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.46 flokulasi yaitu pengadukan lambat.

Berdasarkan data tahun 2000 sampai 2005. Bauran pemasaran atau marketing mix dalam pemasaran terdiri dari empat komponen.50 2003 10. Aspek Pemasaran Pemasaran merupakan aktivitas yang berhubungan dengan pemberian sarana yang dapat digunakan oleh pembeli untuk membeli produk dan mempengaruhi calon pembeli untuk membeli. Tingkat kehilangan air tahun 2000-2005 dapat dilihat pada Tabel 11. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bukan menjual . 4. yaitu : 1. Persentase tersebut cukup tinggi karena jauh menyimpang dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah yaitu sebesar 25 persen. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi menjadi salah satu kelemahan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. penetapan kuota dan penetapan harga.47 yang memadai dan adanya sistem komputerisasi yang diperuntukkan untuk memelihara saluran pipa dinas dan induk sebagai upaya untuk menghindari terjadinya kerusakan dan kebocoran yang dapat mengakibatkan kehilangan air.79 2004 11.4.973 30. Tabel 11. 2006. Keseluruhan aktivitas tersebut tercakup dalam bauran pemasaran.57 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Tingkat Kehilangan Air pada Tahun 2000-2005 Tahun Kehilangan Air (m³) Persentase (%) 2000 7. Produk Analisis lingkungan internal pada bagian produk pada aspek pemasaran dapat dijelaskan sebagai berikut : a.858 31.46 2001 8. seperti iklan.462 32. tenaga penjual.90 2002 9.136 31. Sedangkan pemeliharaan pipa persil (setelah meter) menjadi tanggung jawab pelanggan. Keanekaragaman Produk Produk utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah air.770 30. promosi.2.056 30.46 2005 11. Namun. persentase kehilangan air dalam pendistribusian air kepada pelanggan mencapai kisaran 30 persen.

Balai Kota dan Kebun Raya. Dengan adanya parameter tersebut maka air baku dan air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan air yang berkualitas dan sesuai dengan standar kesehatan.48 air melainkan sebagai fasilitator untuk mengolah air baik yang bersumber dari mata air maupun air permukaan menjadi bersih dan kemudian didistribusikan kepada pelanggan. . ZAMP berada di lima titik yaitu Perumahan Tirta Pakuan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memiliki Zone Air Minum Prima (ZAMP) yaitu ATM air dimana airnya dapat langsung diminum tanpa harus direbus terlebih dahulu. Saat ini. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP sebagai kekuatan perusahaan. Kualitas Produk Kualitas produk merupakan salah satu faktor yang menjadi perhatian PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Tidak semua PDAM di Indonesia dapat mengembangkan KASM dan ZAMP karena pendistribusian air harus 24 jam dengan tekanan air yang sesuai. Adapun tujuan pengembangan ZAMP yaitu untuk mensosialisasikan kepada masyarakat Bogor bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan perusahaan air minum bukan perusahaan air bersih dan sebagai pilot project untuk mengembangkan proyek Kran Air Siap Minum (KASM). perusahaan menggunakan parameter sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. Oleh karena itu. Daftar persyaratan kualitas air yang digunakan untuk air minum. Untuk menentukan kualitas air baku dan air minum. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. air bersih dan air baku dapat dilihat pada Lampiran 5. b. Kelurahan Tajur. Hal ini dilakukan untuk menghindari terkontaminasinya air oleh bakteri. Selain pendistribusian air bersih kepada pelanggan.

196 A Bank NISP Jl. Pesantren No. balik nama pelanggan. melayani seperti pemasangan baru. Kapten Muslihat No. Surya Kencana No. KH. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menyediakan loket-loket pembayaran (Payment Point) yang tersebar di Kota Bogor dengan lokasi yang strategis dan mudah dijangkau. Dalam pelayanan pembayaran air. Mawar. Pandawa Raya. 14 Koperasi Tirta Jl. pemindahan letak meter. 2 Jl. Gg. 2 Cimanggu Jl. 2 Warung Jambu KPRI Beriman Jl. Kapten Muslihat No. 2006. Pengadilan no. Ruko A2/18 Bank BTPN Jl. 121 Pakuan Bank Jabar Jl. informasi pengaduan Adapun yang dari produk dibutuhkan konsumen layanan dan lainnya konsumen. Baru KOPPURNA Bank Jl. tes kualitas air dan pembelian air melalui mobil tangki. 121 Jl. Siliwangi No. . Soleh Iskandar atau Jl. Tabel 12. kebon Pedes No. 63 Bank Panin Jl. 38 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. 11-13 Jl. 17 Bank Lippo Jl. H. 13-15 Bank BTN Jl. Loket pembayaran air PDAM Tirta Pakuan dapat dilihat pada Tabel 12. Raya Padjajaran No. Loket Pembayaran Air Lokasi Loket Alamat Loket Kantor PDAM Tirta Jl. tutupan sementara atas permintaan pelanggan. Pelayanan kepada Konsumen Pelayanan yang diberikan kepada konsumen mencakup memberikan menanggapi pembayaran. 52 Bank Mandiri Jl. Hal tersebut bertujuan untuk mendekatkan diri dengan para pelanggan dan mengembangkan pelayanan terhadap pelanggan. Ir. 115 A Bondongan Sanita Gg. Pahlawan No. Siliwangi No. Juanda No. Raya Tajur (Samping Megaswara) Bank BNI Jl. Raya Padjajaran No. Menteng no. Pakuan No.49 c.

Perhitungan dan penetapan tarif air minum didasarkan pada keterjangkauan dan keadilan. tranparansi dan akuntabilitas. . Dengan demikian. b. mutu pelayanan. serta perlindungan air baku. masyarakat kurang mampu masih mendapat peluang untuk menjadi pelanggan PDAM. Tarif air per m³ untuk pelanggan rumah tangga B akan lebih tinggi daripada pelanggan rumah tangga A. Tarif air per m³ untuk pemakaian air 10 m³ pertama akan lebih rendah daripada tarif air per m³ untuk pemakaian air 10 m³ kedua dan seterusnya. Adapun penjelasan pola tersebut sebagai berikut : a. Besar tarif air per m³ yang semakin tinggi akan dikenakan pada pemakaian air yang semakin banyak (tarif progresif). pola tarif air minum PDAM di Indonesia menggunakan perhitungan tarif progresif dan diskriminatif.50 2. pemulihan biaya (full cost recovery). subsidi dari pelanggan mampu kepada pelanggan kurang mampu. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 1998 tentang pedoman penentuan tarif air minum. Pola ini diterapkan untuk mencegah pemborosan air oleh pelanggan karena pelanggan akan membayar harga air per m³ lebih tinggi untuk pemakaian air yang lebih banyak. efisiensi pemakaian air. Pola ini diterapkan agar terjadi subsidi silang. Tarif air per m³ untuk pelanggan niaga akan lebih tinggi daripada pelanggan rumah tangga. Harga Tarif air minum adalah harga air minum untuk setiap meter kubik (m³) yang harus dibayar oleh pelanggan. Sehingga memungkinkan untuk memperluas atau memperbanyak jumlah pelanggan karena pemanfaatan air menjadi lebih efisien. Tarif air per m³ akan lebih tinggi pada pelanggan yang menggunakan air untuk kebutuhan komersial atau pelanggan yang memiliki kemampuan finansial tinggi.

rumah tangga. Bogor Utara.050 IP 1. Pendistribusian air oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dilakukan dengan dua cara.150 3.250 2. IV NK 2. Kelompok Pelanggan 0-10m³ 11-20m³ >20m³ 1. Bogor Barat dan Tanah Sareal. II SK 450 700 1. 6 Tahun 2006 Tanggal 26 Maret 2006 tentang tarif air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri. yaitu cara langsung dialirkan dengan gaya gravitasi karena sebagian besar daerah distribusi terletak di dataran yang lebih rendah dari fasilitas produksi dan dengan bantuan booster pump untuk daerah yang lebih tinggi.800 3.100 RA 600 850 2.500 7. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor membagi zone pelayanan air menjadi .250 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.774 pelanggan yang terdiri dari kelompok sosial. Cakupan pelayanan terhadap total penduduk daerah pelayanan sebesar 61. Struktur tarif air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 13.600 3. III RB 800 1. Jumlah pelanggan yang dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor per April 2007 sebanyak 73.500 RC 1.150 3. I SU 250 300 400 2.250 4. Struktur Tarif Air Minum Pemakaian Air (Rp/m³) Golongan No. 2006. serta niaga dan industri.900 6.000 NB 3.51 Tarif pelayanan air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ditentukan berdasarkan Peraturan Walikota No. Bogor Timur.500 4.49 persen. 3.950 5.86 persen sedangkan terhadap total penduduk Kota Bogor mencapai 49. Tabel 13. instansi pemerintah. Bogor Tengah.800 4. Tempat atau Saluran Distribusi Daerah pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor meliputi wilayah Kota Bogor melalui sistem gravitasi yang mencakup lima kecamatan yaitu Bogor Selatan.

Zone 1 meliputi daerah Pakuan. Tegal Gundil. 4 dan 6 yang daerah alirannya sebagai berikut : a. Suka Resmi. Kedunghalang. Muara Sari. Baranangsiang. Mata air Kota Batu melayani pelanggan zone 6 (Kelurahan Loji. Cimahpar. Cilendek Timur. Kedung Jaya. Bantar Jati. Pasir Kuda. Gunung Batu. Sukadamai. 14 persen melayani zone 2 (Perumda Cipaku) dan 86 persen untuk membantu melayani pelanggan zone 3 melalui reservoir Cipaku. b. Babakan Pasar. Kayu Manis. Zone 2 meliputi daerah Ranggamekar. b. Pasir jaya. Sindangsari. . Paledang. Gunung Batu dan sekitarnya). 2. Pabaton. Tajur dan sekitarnya) dan 47 persen lainnya untuk melayani pelanggan di zone 4 melalui reservoir Padjajaran. Mata air Bantar Kambing. Curug dan Curug Mekar. Sukasari. Tanah Baru. Zone 6 meliputi daerah Cikaret. Zone 4 meliputi daerah Babakan. Bondongan. Ciwaringin. Rancamaya. Mata air Tangkil 53 persen melayani pelanggan zone 1 (Kelurahan Katulampa. 3. e. c. Kelima zone tersebut mampu dialiri oleh beberapa sumber air utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. antara lain : a. Kedung Badak. Panaragan. Zone 3 meliputi daerah Empang. Loji. Sempur. Mekar Wangi. Kebon Kalapa. Pasir Mulya dan Kota Batu. Cibogor. Batu Tulis. Gudang. bahkan sewaktu-waktu juga membantu pengaliran di zone 3. Ciparigi. c. Tajur dan Bantar Kemang. Kedung Waringin. Harjasari. Genteng dan Cipaku.52 lima zone yaitu zone 1. d. Cilendek Barat. Kebon Pedes. Katulampa. Cibuluh. Menteng. Ciluar. Lawang Gintung. Tegalega. Cibadak. Kartamaya. Mulya Harja. Babakan Fakultas dan Mekar Jaya. Bojongkerta. Tanah Sareal.

Dalam hal pendistribusian air. mahasiswa dan masyarakat umum. Promosi Pada kenyataannya. Walaupun begitu. WTP Cipaku melayani pelanggan zone 3 (Kelurahan Empang. seperti adanya kegiatan kampanye atau perlombaan yang peruntukkan bagi siswa-siswi sekolah. telepon. Analisis Lingkungan Eksternal Identifikasi faktor lingkungan eksternal perusahaan merupakan langkah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman . brosur. spanduk. tabloid Flows. 4. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih memiliki kelemahan yaitu masih adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi dan belum meratanya pelayanan air penuh 24 jam. Sedangkan pelayanan air 24 jam hanya beberapa daerah yang mendapatkannya karena dilalui oleh beberapa zone distribusi. Sumber air dan daerah pengaliran dapat dilihat pada Lampiran 6. Batu Tulis dan sekitarnya). 4. promosi harus tetap dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai upaya untuk mendekatkan perusahaan dengan masyarakat sehingga terjalin hubungan yang erat. Sempur dan sekitarnya). Daerah potensial tersebut adalah daerah yang masuk ke dalam wilayah Kota Bogor. e. radio dan pelayanan melalui Customer Service. WTP Dekeng melayani pelanggan zone 4 (Kelurahan Babakan. Sarana promosi yang digunakan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor lebih pada kegiatan publisitas (publicity).3. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak perlu melakukan promosi karena masyarakat Kota Bogor pun telah mengetahui keberadaan perusahaan tanpa adanya promosi. tetapi belum mendapatkan pelayanan air karena diluar jaringan distribusi. Informasi yang dibutuhkan pelanggan dapat diperoleh melalui leafet.53 d.

Data April 2007. Lingkungan eksternal dibagi menjadi dua yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. dapat dilakukan pembelian langsung tanpa SPK (Surat Perintah Kerja). dilakukan pemilihan langsung pada tiga pemasok. Faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan mikro antara lain pemasok. Harga di bawah 15 juta. pelanggan. Lingkungan Mikro Perusahaan Lingkungan mikro PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sebagai berikut : 1. perantara. sehingga pemasok tidak dapat menetapkannya secara sepihak. 2000).1. teknologi. Pemasok menyediakan sumber daya yang diperlukan oleh perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.3. d. Harga di atas 200 juta. dilakukanlah tender. dilakukan penunjukkan langsung. b. Pemasok Pemasok merupakan sebuah mata rantai penting dalam sistem penyerahan nilai kepada seluruh pelanggan dari sebuah perusahaan. penyedia barang cetakan dan barang teknik. c. Perusahaan dan pihak pemasok memiliki kesepakatan bersama dalam penetapan harga dan mutu bahan atau barang. alam. Harga 15 juta sampai 50 juta.54 bagi perusahaan. Penjelasan lingkungan eksternal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai berikut : 4. Harga 50 juta sampai 200 juta. Pemasok yang memiliki posisi kuat bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah PT Wapin dan PT Amaniaga . ekonomi. jumlah pemasok bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 37 pemasok yang terdiri dari penyedia bahan kimia. politik/hukum dan sosial/budaya (Kotler. masyarakat. pesaing. Sedangkan lingkungan makro terdiri dari lingkungan demografi. Pembelian bahan atau barang yang diperlukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan pada : a.

Kategori pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terdiri dari sarana sosial. pembiayaan dilanjutkan oleh Bank Jabar. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat . non niaga. rumah tangga C (RC) dan instansi pemerintah (IP). Oleh karena itu. PT Wapin sebagai penyedia pipa-pipa dan PT Amaniaga Internusa sebagai penyedia bahan kimia PAC yang digunakan dalam pengolahan air baku.55 Internusa. 2. Sehingga PDAM memiliki kewajiban pembayaran hutang dan bunganya kepada Bank Jabar. pada 2 tahun awal dibiayai oleh PDAM dan 3 tahun berikutnya. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus bermitra secara efektif dengan pemasok dan perantara untuk mengoptimalkan kinerja seluruh sistem. pemasok memiliki peran penting bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sehingga perusahaan dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan. niaga dan khusus. Kategori sarana sosial dibagi menjadi dua. perantara pun membentuk komponen penting dalam sistem penyerahan nilai kepada pelanggan. bank merupakan salah satunya. Pelanggan Perusahaan harus mempelajari pasar pelanggan secara seksama karena setiap tipe pasar pelanggan mempunyai karakteristik yang berbeda. Perantara Perantara bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor lebih pada perantara keuangan yaitu perusahaan yang membantu dalam segi keuangan atau risiko yang diasuransikan sehubungan dengan pembelian atau penjualan barang. yaitu sarana umum (SU) dan sarana khusus (SK). Seperti halnya dengan pemasok. 3. Pembangunan yang dilakukan selama 5 tahun. Kategori non niaga dibagi menjadi empat yaitu rumah tangga A (RA). rumah tangga B (RB). Oleh karena itu. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menjalin kerjasama dengan Bank Jabar dalam pembangunan WTP Dekeng.

Pada April 2007. Pengklasifikasian pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Lampiran 7. jumlah pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah berjumlah 73. 15. 436 pelanggan kategori SK. 2. Penghargaan Citra Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Tingkat Nasional. Setiap pelanggan menuntut kualitas yang lebih tinggi dan pelayanan yang lebih baik. Dengan prestasi tersebut.018 pelanggan kategori RA. Penghargaan Citra Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Tingkat Propinsi Jawa Barat Tahun 2006 yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat di Bandung. 11. b. Kategori niaga dibagi menjadi dua yaitu kecil (NK) dan niaga besar (NB). 41. kualitas air dan pelayanannya sudah dikategorikan baik. Sub Bidang Penyelenggara Air Minum Kategori Kota Besar dengan peringkat kedua. Penghargaan yang telah diraih PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor selama tahun 2006 adalah : a.786 pelanggan kategori RB.014 pelanggan kategori NK dan 1.680 pelanggan kategori NB. karena sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002 untuk kualitas air dan perolehan beberapa penghargaan dalam pemberian pelayanan. Penghargaan untuk Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum Cipta Karya. penghargaan diberikan oleh Presiden RI tanggal 22 Desember 2006 di Istana Negara Jakarta. Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.774 pelanggan. 310 pelanggan kategori IP.56 memberikan peluang yang baik bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor guna meningkatkan pendapatannya. sedangkan kategori khusus yaitu untuk tangki air. c. terdiri dari 695 pelanggan kategori SU. Sebagai pembanding untuk PDAM daerah lain di . banyak PDAM di daerah lain yang melakukan studi banding ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.835 pelanggan kategori RC.

Wewenang tersebut menjadikan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. akan berdampak pada kemampuan perusahaan untuk mencapai sasarannya. tidak kalah pentingnya adalah masyarakat internal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor seperti dewan direksi. 5. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menjalin kerjasama dengan beberapa bank seperti Bank Jabar.2. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus dapat mempertahankan pelayanannya. kepala bagian.3. Masyarakat pemerintah dalam lingkungan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor seperti Pemda dan DPRD memberikan dukungnya terhadap pengembangan PDAM. Bank sebagai masyarakat keuangan yang mempengaruhi suatu perusahaan untuk memperoleh dana. Oleh karena itu. 4. Karena apabila karyawan merasa positif mengenai perusahaannya. Bank Mandiri dan Bank NISP baik dalam hal perolehan dana maupun bentuk kerjasama lainnya. Namun. yaitu : 1. kecenderungan dan dan meningkatkan lagi kualitas dan . Dengan demikian. Bank BNI. Masyarakat Berbagai kelompok masyarakat juga termasuk dalam lingkungan perusahaan. maka sikap ini akan mempengaruhi masyarakat luar. Pesaing PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dari Pemerintah Daerah dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat di Kota Bogor. 4. Lingkungan Demografi Lingkungan demografi berhubungan dengan kependudukan dengan berbagai karakteristik. Lingkungan Makro Perusahaan Lingkungan makro PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.57 Indonesia. kepala sub bagian dan karyawan pelaksana. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak memiliki pesaing.

jumlah penduduk Kota Bogor telah bertambah sebanyak 23.514 jiwa atau sebesar 2.00 untuk pengeluaran . Jumlah penduduk dan rumah tangga Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 14. Pengeluaran untuk konsumsi makanan dan bukan makanan berkaitan erat dengan tingkat pendapatan masyarakat. Namun.648 Sumber : BPS Kota Bogor. Begitupun dengan jumlah rumah tangga di Kota Bogor pada tahun 2005 yang mencapai 199. Hal ini dikarenakan laju pertumbuhan penduduk dan rumah tangga yang cukup tinggi berdampak pada meningkatnya permintaan air. 176.571 194.518.223 jiwa penduduk perempuan.085 199.423 187. data pendapatan yang akurat sulit diperoleh sehingga didekati melalui pengeluaran rumah tangga. Pada tahun 2005.083 2001 760.329 179.663 2002 789. Meningkatnya jumlah penduduk dan rumah tangga di Kota Bogor memberikan peluang yang baik bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor untuk meningkatkan pendapatan.085 jiwa.707 188. Tabel 14. 2.711 164. Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga Kota Bogor Tahun Jumlah Penduduk Jumlah Rumah Tangga 2000 714.58 diferensiasinya.648 atau meningkat sebesar 2.862 jiwa penduduk laki-laki dan 423. Lingkungan Ekonomi Besarnya pendapatan yang diperoleh atau diterima rumah tangga dapat menggambarkan kesejahteraan suatu masyarakat.616. 357. Jika dibandingkan dengan tahun 2004. Berdasarkan hasil registrasi penduduk akhir tahun 2005 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Bogor adalah sebanyak 855.958 2003 820. 2006.72 persen dari tahun 2004.533 2004 831. Data mengenai populasi penduduk sangat penting karena populasi atau orang yang membentuk pasar. terdiri dari Rp. terdiri dari 431.00.83 persen.357 2005 855. pengeluaran rata-rata perkapita sebulan masyarakat Kota Bogor adalah sebesar Rp.

787. Efisiensi penagihan rekening air dari pelanggan tahun 2004 sampai tahun 2005 dapat dilihat pada Tabel 15. Setelah kebutuhan pokok terpenuhi.24 kali atau mengalami kenaikan dari tahun 2004 sebesar 1.23 Average Collection Period (hari) 49. mengindikasikan bahwa taraf hidup masyarakat Kota Bogor tinggi. Penjualan air tahun 2005 sebesar Rp. Efisiensi penagihan tahun 2005 adalah sebesar 9.52 38. masyarakat Kota Bogor memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum.892.826. walaupun saat ini belum tercapai stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan.191 47.723 5.000. 2006).00 untuk pengeluaran konsumsi bukan makanan (BPS Kota Bogor. Tabel 15.179. Jumlah rekening air yang diterbitkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus meningkat.47.098.787 Piutang Air Rata-rata 5. Peningkatan tersebut disertai pula dengan efisiensi penagihan atau receivable turn over yaitu jumlah pendapatan penjualan air terhadap piutang air ratarata.99 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Lebih besarnya pengeluaran konsumsi bukan makanan dibandingkan pengeluaran konsumsi makanan.621.826. Pada beberapa tahun sebelumnya.59 konsumsi makanan dan Rp.27 9. 2006.97 kali. dilanjutkan pada pemenuhan kebutuhan lainnya seperti perumahan. hiburan dan lain-lain. aneka barang dan jasa. pendidikan. 181.700 Receivable turn Over (kali) 7. Efisiensi Penagihan Rekening Air Tahun 2004-2005 Dalam Ribuan Rupiah Uraian 2004 2005 Penjualan Air 40.00 dan tingkat perputaran piutang langganan air tahun 2005 sebesar 39 hari menunjukkan bahwa modal yang tertanam pada piutang langganan tahun 2005 lebih cepat sepuluh hari dibandingkan tahun 2004. kondisi ekonomi Indonesia tidak stabil. Hal ini terlihat dengan masih adanya beberapa sektor yang laju pertumbuhannya . Dengan demikian.

Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya harga minyak dunia dan kebijakan pemerintah mengenai pengurangan subsidi BBM. 3. karena memiliki empat sumber air yang terdiri dari mata air Kota Batu. Lingkungan Alam Lingkungan alam disekitar perusahaan berpengaruh terhadap kegiatan produksi dan operasi perusahaan. Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Selain itu. barang non pokok dan juga jasa. Kenaikan harga BBM dan TDL menyebabkan meningkatnya biaya produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang akan mempengaruhi penetapan tarif air minum kepada pelanggan dan tingkat keuntungan perusahaan.bi. kenaikan harga BBM yang lebih dari 100 persen berdampak pada meningkatnya harga seluruh bahan kebutuhan pokok. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dapat menjadi ancaman dalam menjalankan kegiatan usaha. Tingkat inflasi tahun 2006 adalah sebesar 6. tarif dasar listrik pun mengalami kenaikan. sektor listrik. Namun pada tahun 2005.60 persen (www.40 persen. Pada bulan Oktober 2005. Tingginya tingkat inflasi terutama dikarenakan kenaikan harga jual BBM.11 persen dibandingkan tahun 2004 yang hanya mencapai 6. Sejauh ini. kemudahaan untuk mendapatkan sumber air dan letak daerah berpengaruh terhadap proses pengolahan dan pendistribusian air.go. inflasi nasional mengalami kenaikan yang cukup tajam yaitu 17. sektor pengangkutan dan komunikasi dan sektor jasa (BPS Kota Bogor. mata air Tangkil dan sungai Cisadane. Salah satu indikator makro ekonomi yang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah adalah tingkat inflasi. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak memiliki kesulitan dalam mendapatkan sumber air.id).60 mengalami penurunan pada tahun 2005 seperti sektor pertanian. gas dan air. mata air Bantar Kambing. 2006). Keempat sumber tersebut masih dapat .

Proses pengolahan air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan teknologi semi modern dan pengolahan lengkap (manual). kebijakan dan stabilitas politik pemerintah merupakan faktor penting yang harus diperhatikan perusahaan. Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. mendukung kegiatan pengolahan dan pendistribusian air karena wilayah pendistribusian air dipilih melalui sistem gravitasi sehingga tidak perlu dilalukan pemompanaan air yang akan dapat meningkatkan biaya operasional. 7 tahun 2004 merupakan perlindungan peraturan terhadap perundangan kepentingan yang kelompok memberikan masyarakat ekonomi lemah dengan menerapkan prinsip pengelolaan sumber daya air yang mampu menyelaraskan fungsi sosial. pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2004 tentang sumber daya air. Lingkungan Politik / Hukum Arah. Dalam hal pemanfaatan sumber daya air. sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer seperti sistem komputer terintegrasi. 4. lingkungan hidup dan ekonomi.61 mencukupi kebutuhan air masyarakat Kota Bogor. teknologi yang terus berkembang memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. UU No. Tindak lanjut dari penjabaran UU No. 5. Sistem tersebut terdiri dari CIS. 7 . Lingkungan Teknologi Teknologi industri berkembang sangat cepat. Selain itu Bogor yang letaknya berada di daerah pegunungan. terutama pada teknologi pengolahan produk yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. LIS dan EIS yang mampu melaksanakan pemantauan di semua bagian dan otomatisasi semua data administrasi dan penagihan pelanggan secara cepat dan tepat. Dengan demikian.

rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air dapat menjadi ancaman bagi PDAM.27 persen. aspek politik Pemda dan DPRD sangat kuat. jumlah pelanggan kelompok niaga PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 3. peningkatan jumlah pelanggan tidak diimbangi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. Sedangkan DPRD sebagai suatu lembaga yang mengatur penetapan peraturan berpengaruh terhadap kegiatan dan kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. mencuci kendaraan dengan air langsung dari kran dan anak-anak yang bermain dengan alat penyemprot air. pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2005 tentang pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM). Laju pertumbuhan sektor niaga memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota karena meningkatkan jumlah pelanggan yang berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan PDAM. Meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun berdampak pada berkembangnya sektor niaga karena adanya peningkatan kebutuhan masyarakat seperti makanan. Hal ini dikarenakan masih adanya pemborosan air yang dilakukan oleh pelanggan seperti membiarkan air meluap dari bak mandi. Pada tahun 2005. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM karena merupakan salah satu sumber pendapatan daerah. Pemborosan air mengakibatkan pemanfaatan air menjadi tidak efisien. Namun. Lingkungan Sosial / Budaya Kondisi sosial masyarakat selalu berubah-ubah. Hal ini dikarenakan PDAM merupakan perusahaan air minum milik daerah yang melayani daerah tersebut. minuman dan pakaian. Namun. 6.62 tahun 2004.395 atau meningkat sebesar 11. . Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. sehingga perusahaan harus tanggap terhadap perubahan tersebut. Oleh karena itu.

Identifikasi Kekuatan. 4. peluang dan ancaman diidentifikasi berdasarkan hasil analisis lingkungan internal perusahaan dan analisis lingkungan eksternal perusahaan. kelemahan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai perusahaan daerah pun memiliki tujuan tersebut tetapi memperoleh keuntungan yang wajar. Kelemahan. Marjin laba yang cukup baik Tujuan didirikannya suatu perusahaan adalah untuk memperoleh laba.63 4. Pada tahun 2006. sehingga segala kegiatan dan pelaksanaan tugas berpedoman pada ketentuan yang ada.1. Marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada tahun 2006 mencapai 16.24 persen. yaitu antara 16 persen sampai kurang dari sama .4. Selain itu. Setelah faktor-faktor tersebut diidentifikasi akan menghasilkan berbagai alternatif strategi yang kemudian dipilih strategi yang terbaik. Kekuatan Kekuatan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1. keuangan maupun pengawasan sudah terbentuk. Dengan adanya pengendalian tersebut maka sistem organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat berjalan sesuai dengan prosedur. Peluang dan Ancaman Kekuatan. Persentase tersebut cukup baik karena masuk dalam kisaran tingkat marjin laba yang wajar. 2.4. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Sistem organisasi yang berjalan sesuai dengan prosedur akan mendukung pencapaian kinerja perusahaan yang baik. Keuntungan yang wajar adalah batas kewajaran tingkat keuntungan yang dapat ditorelansi dalam penyelenggaraan penyediaan air minum dan sanitasi dalam jangka waktu tertentu. operasional dan administrasi. struktur satuan pengendalian intern PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor baik pengendalian organisasi dan kepegawaian. kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masuk dalam klasifikasi baik dengan tiga aspek penilaian yaitu keuangan.

Kualitas air baku yang baik Air permukaan yang dijadikan sebagai sumber air adalah sungai Cisadane. Sumber air baku yang melimpah Berdasarkan data tahun 2005 dan 2006. 5. karena tidak ada perusahaan lain yang mendapatkan wewenang tersebut. kapasitas produksi dari IPA Cipaku dan IPA Dekeng mengalami peningkatan. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat di Kota Bogor. Tidak semua PDAM dapat . Hal ini menunjukkan bahwa sungai Cisadane sebagai sumbernya memiliki air baku yang melimpah atau berlebih. Dengan sumber air baku yang melimpah. Dengan adanya parameter tersebut maka air baku PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan air yang berkualitas dan sesuai dengan standar kesehatan.64 dengan 20 persen. Dengan wewenang tersebut menjadikan PDAM sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ditunjuk sebagai pilot project untuk mengembangkan proyek Kran Air Siap Minum (KASM). Air baku diambil pada hulu sungai Cisadane yang memiliki kualitas air baku yang baik. Marjin laba yang terus meningkat dapat menambah pendapatan PDAM untuk membiayai kegiatan operasional dan melunasi kewajiban perusahaan. 3. Zone Air Minum Prima (ZAMP) merupakan salah satu pengembangan proyek KASM. 4. Kualitas air baku diukur dengan menggunakan parameter berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat Kota Bogor walaupun setiap tahun pelanggan PDAM terus bertambah. 6.

Namun. Dilihat dari rasio keuangan jangka pendek seperti current ratio dan acid test ratio terjadi penurunan dari tahun 2004 ke tahun 2005. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP menjadikan kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. penempatan kerja atau posisi sesuai dengan latar belakang pendidikan belum secara tepat. 4.65 menjalankan pengembangan proyek tersebut.38 persen dibandingkan tahun 2004.924 orang. Beban hutang yang relatif besar Beban hutang yang relatif besar menyebabkan semakin banyak kewajiban yang harus diselesaikan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.4. Acid test ratio pada tahun 2005 . terdapat kelebihan karyawan sebanyak 33 orang. Hal tersebut dapat menghambat jalannya kegiatan dan aktivitas PDAM karena SDMmerupakan aspek penting bagi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Selain itu. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Berdasarkan perhitungan rasio karyawan pada tahun 2006 dengan jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebanyak 471 orang dan jumlah pelanggan sebanyak 72. 2.2. Hal ini dikarenakan adanya penurunan aktiva lancar dan kenaikan kewajiban lancar. PDAM Medan dan PDAM Kota Bogor. Current ratio yaitu rasio aktiva lancar terhadap kewajiban lancar mengalami penurunan sebesar 14. Beban hutang yang bertambah dikarenakan kenaikan kewajiban lancar dan kewajiban lainnya. Kelemahan Kelemahan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1. pengolahan dan laboratorium. kelebihan SDM tersebut belum diberdayakan secara optimal karena masih saja terdapat kekurangan karyawan dibagian tertentu seperti dibagian sumber. saat ini hanya tiga PDAM yang ditunjuk yaitu PDAM Malang.

terjadi peningkatan biaya produksi karena air baku dari sungai Cisadane harus melalui pengolahan terlebih dahulu. Kelurahan Tajur. Namun.13.67 persen dibandingkan dengan tahun 2004. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Hal tersebut pun membatasi ruang gerak PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam memanfaatkan pihak luar untuk kebutuhan pengembangan. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Titik yang terdapat ZAMP seperti Perumahan Tirta Pakuan.027. Penurunan debit air pada sumber mata air Berdasarkan data tahun 2005 dan 2006.944. beda hal dengan sumber mata air yang dapat langsung didistribusikan kepada pelanggan tanpa proses pengolahan.863. Penurunan rata-rata sebanyak 7 liter per detik dari ketiga sumber mata air tersebut dikarenakan debit air pada sumber mata air mengalami penurunan.260.9.66 mengalami penurunan sebesar 15. . terjadi penurunan kapasitas produksi yang berasal dari sumber mata air yaitu pada mata air Kota Batu sebanyak 7 liter per detik. 3. Walaupun begitu banyak daerah lain yang hanya dilalui oleh satu zone distribusi sehingga apabila terdapat masalah pada zone distribusi tersebut maka air tidak akan mengalir.00. Hal ini dikarenakan daerah tersebut dilalui oleh lebih dari satu zone distribusi sehingga apabila terdapat masalah pada zone distribusi yang satu maka zone distribusi yang lain dapat menggantikan. Balai Kota dan Kebun Raya merupakan daerah yang telah mendapatkan pelayanan air 24 jam penuh. karena jumlah kewajiban lancar sebesar Rp.000. Sehingga likuiditas tahun 2005 kurang baik. mata air Bantar Kambing sebanyak 8 liter per detik dan mata air Tangkil sebanyak 5 liter per detik.00 tidak terpenuhi dengan aktiva lancar tanpa persedian sebesar Rp.000. Penurunan tersebut dapat diantisipasi dari sumber air baku di sungai Cisadane. 4.

4. begitu pula yang dialami PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.3. daerah tersebut telah dilayani oleh PDAM Kabupaten Bogor.67 5. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi Berdasarkan hasil registrasi penduduk akhir tahun 2005 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Bogor adalah sebanyak 855. jumlah penduduk Kota Bogor telah bertambah sebanyak 23. daerah tersebut masih ada yang berada diluar jaringan distribusi karena sebelum perluasan. Laju pertumbuhan penduduk. Berdasarkan data tahun 2000 sampai 2005.514 jiwa atau sebesar 2. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Sebelum perluasan Kota Bogor. Kehilangan air merupakan kerugian bagi PDAM karena dapat mengurangi pendapatan perusahaan. pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor telah mencapai 76 persen dan jaringan pipa distribusi sudah menjangkau hampir seluruh wilayah Kota Bogor.085 jiwa. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi Kehilangan air merupakan masalah utama bagi semua PDAM di Indonesia. persentase kehilangan air dari proses pengolahan sampai pendistribusian kepada pelanggan mencapai kisaran 30 persen.83 persen. Dengan adanya perluasan Kota Bogor maka ada pertambahan daerah pelayanan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.648 atau meningkat sebesar 2. Namun. 6. Begitupun dengan jumlah rumah tangga di Kota Bogor pada tahun 2005 yang mencapai 199. antara lain : 1.72 persen dari tahun 2004. 4. Peluang Peluang yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Jika dibandingkan dengan tahun 2004. . Persentase tersebut cukup tinggi karena jauh menyimpang dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah yaitu sebesar 25 persen.

27 persen. efisiensi penagihan atau receivable turn over yaitu . menengah.68 Meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun berdampak pula pada berkembangnya sektor niaga.098. 2. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Air merupakan kebutuhan penting bagi manusia. jumlah pelanggan kelompok niaga PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 3. 357. Efisiensi penagihan rekening air yang cukup tinggi Pengeluaran rata-rata perkapita sebulan masyarakat Kota Bogor tahun 2005 adalah sebesar Rp. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota karena berdampak pada meningkatnya permintaan air yang akan berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan PDAM. Laju pertumbuhan penduduk. 3. Hal ini mengindikasikan bahwa taraf hidup masyarakat Kota Bogor cukup tinggi artinya masyarakat Kota Bogor tidak hanya mengalokasikan pendapatannya untuk kebutuhan pokok tetapi juga kesadaran untuk pemenuhan kebutuhan lainnya sudah cukup tinggi. 181. Pada tahun 2005. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat merupakan perwujudan dari fungsi sosial PDAM yaitu dapat memenuhi kebutuhan semua lapisan masyarakat dengan memberlakukan tarif air minum yang disesuaikan dengan kondisi dan fungsi tempat pelanggan serta adanya pelanggan yang tersubsidi. maupun bawah. tanpa air manusia tidak dapat melangsungkan kehidupannya.395 atau meningkat sebesar 11. Pada tahun 2005. Hal ini merupakan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena mengindikasikan bahwa masyarakat Kota Bogor memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum.616.00 dengan pengeluaran yang lebih besar pada konsumsi bukan makanan sebesar Rp.00. Sebagian besar pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah rumah tangga yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat baik golongan atas.

sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer. peraturan pelayanan.97 dan tingkat perputaran piutang langganan air tahun sebesar 39 hari atau lebih cepat sepuluh hari dibandingkan tahun 2004. Sebesar 55 persen dari modal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan penyertaan modal Pemerintah Daerah dan untuk DPRD yang mengatur peraturan daerah seperti pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM). Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. pelanggan memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum. Dukungan tersebut dibutuhkan dalam pengembangan PDAM guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. PDAM sangat didukung oleh Pemda dan DPRD karena sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. 5. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan perusahaan air minum milik daerah yang melayani konsumsi air minum masyarakat Kota Bogor. Teknologi yang terus berkembang memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. . Oleh karena itu.69 jumlah pendapatan penjualan air terhadap piutang air rata-rata adalah sebesar 9. serta mengenai hak dan kewajiban PDAM dan pelanggan. Efisiensi penagihan yang cukup tinggi menunjukkan kemampuan pelanggan untuk membayar air. Teknologi yang terus berkembang Proses pengolahan air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan teknologi semi modern dan pengolahan lengkap (manual).24 kali atau mengalami kenaikan sebesar 1. Sebagai perusahaan daerah. 4.

4. Selain itu. Kenaikan tarif air minum akan dapat mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap air. 2. Tingginya tingkat inflasi terutama dikarenakan kenaikan harga jual BBM. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya penghargaan dari Presiden selama empat tahun berturut-turut dan penghargaan citra pelayanan prima untuk penilaian pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. inflasi nasional mengalami kenaikan yang cukup tajam yaitu 17. Pada tahun 2005.70 6.4. Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Kebijakan pemerintah mengenai pengurangan subsidi BBM dan kenaikan tarif dasar listrik berpengaruh terhadap biaya . Ancaman Ancaman yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Saat ini stabilitas ekonomi nasional belum tercapai secara keseluruhan. bukan hanya BBM yang mengalami kenaikan.11 persen dibandingkan tahun 2004 yang hanya mencapai 6.40 persen. Selain itu. Kenaikan harga BBM dan TDL menyebabkan meningkatnya biaya produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang akan mempengaruhi penetapan tarif air minum kepada pelanggan. banyak PDAM daerah lain di Indonesia yang melakukan studi banding ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. didukung pula dengan kualitas air yang baik sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. tarif dasar listrik pun mengalami kenaikan. Pada tahun 2007 pun telah terjadi penyesuaian tarif.4. Pembanding untuk PDAM di daerah lain PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan masyarakat sangat memperhatikan aspek pelayanannya guna memuaskan pelanggan. Dengan prestasi tersebut.

39. tahap pencocokan yang meliputi matriks IE dan matriks SWOT.00 atau meningkat sebesar 16. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor.069.060. Berdasarkan data tahun 2005. marjin laba yang cukup baik. 3. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Kesadaran masyarakat dalam penggunaan air masih rendah. barang non pokok dan juga jasa yang berakibat pada meningkat biaya produksi dan operasional PDAM. 4.5. Kenaikan harga BBM terkait pula dengan meningkatnya harga minyak dunia. sumber air baku yang . Matriks IFE Matriks IFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar peranan faktor-faktor internal yang terdapat pada perusahaan. Kenaikan tersebut berdampak pada meningkatnya harga seluruh bahan kebutuhan pokok.5. Formulasi Alternatif Strategi Perusahaan Setelah menganalisis dan mengidentifikasi kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan.1.71 produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.128. 4. Pemborosan air menyebabkan pemanfaatan air tidak efisien yang akan berpengaruh terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. tercatat biaya usaha sebesar Rp. Matriks IFE disusun berdasarkan hasil identifikasi dari kondisi lingkungan internal perusahaan berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. karena masih adanya pemborosan air yang dilakukan oleh pelanggan rumah tangga.45.576. serta tahap pengambilan keputusan dengan menggunakan matriks QSPM.00. Kekuatan yang dimiliki perusahaan yaitu sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur.924.212. tahap selanjutnya adalah perumusan strategi. yaitu sebesar Rp. Perumusan strategi dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahap masukan yang meliputi matriks IFE dan matriks EFE.68 persen dibandingkan dengan tahun 2004.

00 0.072 0. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. maka perhitungan pada matriks IFE dapat dilihat pada Tabel 16. Tabel 16.265 0. Matriks IFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Faktor Strategi Internal Kekuatan 1.078 0.080 0.849 Berdasarkan matriks IFE menunjukkan bahwa faktor kekuatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang memiliki skor tertinggi adalah sistem organisasi dapat berjalan sesuai dengan prosedur sebesar 0. tingkat kehilangan air cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi.092 0. Marjin laba yang cukup baik 3.183 0.67 2. Beban hutang yang relatif besar 3.192 0.077 0.33 3.303 0. Sumber air baku yang melimpah 5.248 0.00 0. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah Bobot Rating Skor Terbobot 0.235 0.078 0.33 3.303.261 0.092 1.101 0.33 3.074 0.257 0. Penurunan debit air pada sumber mata air 5.097 0. Kualitas air baku yang baik 6.33 3. Berdasarkan hasil identifikasi faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan.184 0.277 2. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. Sedangkan kelemahan yang ada pada perusahaan adalah sumber daya manusia yang belum diberdayakan secara optimal.72 melimpah.33 3. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.00 3.080 0. kualitas air baku yang baik dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP.259 0. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4.078 3. Skor tertinggi menunjukkan faktor kekuatan tersebut .67 2. beban hutang hutang yang relatif besar. pelayanan air belum mencapai 24 jam secara merata. penurunan debit air pada sumber mata air.33 2.186 0.00 2.000 2. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1.

849.73 mempunyai pengaruh yang besar bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam pengembangan PDAM. kondisi internal perusahaan berada di atas nilai rata-rata yaitu 2. Untuk sumber mata air sulit untuk meningkatkan debit airnya bahkan dari tahun ke tahun semakin menurun. Dengan demikian. Kelemahan utama yang dimiliki oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah beban hutang yang relatif besar dengan skor 0. Secara keseluruhan. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata dengan skor sebesar 0.265 dan dengan skor 0. Marjin laba yang cukup baik mendapatkan skor sebesar 0.261 adalah penyedia tunggal air minum di Kota Bogor karena hanya PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang diberikan wewenang oleh Pemerintah Daerah dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat Kota Bogor.259.257. total nilai skor terbobot dari enam kekuatan dan enam kelemahan pada matriks IFE adalah sebesar 2.50. Kualitas air baku yang baik dengan menggunakan parameter analisa berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002 dengan skor sebesar 0.248 dan 0.186. Hasil usaha perusahaan belum mampu melunasi hutang tepat waktu dan memenuhi investasi aktiva tetap yang diperlukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Berdasarkan total nilai terbobot tersebut dapat disimpulkan bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berada .277.192 adalah penurunan debit air pada sumber mata air.235. Kelemahan perusahaan lainnya adalah sumber daya manusia yang belum diberdayakan secara optimal dengan skor sebesar 0.184.183. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi merupakan faktor kelemahan dengan skor tertinggi sebesar 0. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi diakibatkan kurang baiknya kondisi meter air dan kebocoran pipa dengan skor 0. Sumber air baku yang melimpah dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP mendapatkan skor untuk masing-masing sebesar 0. Skor sebesar 0.

33 3.216 0.67 3.086 0.364 0.076 0. Matriks EFE Matriks EFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor eksternal yang dihadapi oleh perusahaan.309 2. Matriks IFE disusun berdasarkan hasil identifikasi dari kondisi lingkungan eksternal perusahaan berupa peluang dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.33 1. Hasil identifikasi dari kondisi lingkungan eksternal diperoleh enam peluang dan tiga ancaman. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2.116 1. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah Bobot Rating Skor Terbobot 0. Tabel 17. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6. pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat.259 0.704 0.086 0.33 2.00 3.417 0. Matriks EFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Faktor Strategis Eksternal Peluang 1. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3.137 0.285 0.2. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi 2.139 0.00 3.67 Peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah laju pertumbuhan penduduk. Berdasarkan hasil identifikasi faktor peluang dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 17. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1. efisiensi penagihan rekening air cukup .130 0. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4.130 0.229 0. 4.000 3. Meningkatnya biaya produsi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3.5. Laju pertumbuhan penduduk.285 0.102 0.00 2.74 pada posisi kuat dalam memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan cukup mampu untuk mengatasi kelemahan.67 2. Teknologi yang terus berkembang 5.340 0. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi.

285.75 tinggi. Faktor ancaman tersebut berdampak pada terjadinya penyesuaian tarif air minum yang dilakukan oleh PDAM dan penurunan daya beli masyarakat.364 adalah efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi yang menunjukkan perputaran piutang air langganan.417. Berdasarkan tabel matriks EFE. Faktor ancaman utama bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi dengan skor sebesar 0. pembanding untuk PDAM di daerah lain. peluang utama bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dengan skor tertinggi sebesar 0. Pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. Terakhir. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat dan pembanding untuk PDAM di daerah lain mendapatkan skor yang sama yaitu sebesar 0.309. Ancaman tersebut menyebabkan pemanfaatan air tidak efisien yang akan berpengaruh . Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM. Teknologi yang terus berkembang dengan skor 0.259 adalah meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi dengan skor 0. Dengan skor sebesar 0. teknologi yang terus berkembang.216. peluang yang dapat dimanfaatkan perusahaan adalah laju pertumbuhan penduduk.340.229. Skor tertinggi menunjukkan bahwa dukungan dari Pemda dan DPRD merupakan peluang besar bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Skor sebesar 0. Sedangkan ancaman yang harus dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air dengan skor sebesar 0. meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. karena tanpa adanya dukungan dari keduanya mungkin pengembangan PDAM dapat terhambat.

00 Tinggi I II III SKOR TOTAL EFE 3. 4. Berdasarkan total nilai terbobot tersebut dapat disimpulkan bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mampu merespon lingkungan eksternal perusahaan dengan memanfaatkan peluang yang dimiliki perusahaan untuk menghadapi ancaman. total nilai skor terbobot dari enam peluang dan tiga ancaman pada matriks EFE adalah sebesar 2.50. Matriks IE Matriks IE disusun berdasarkan hasil analisis faktor internal dan faktor eksternal yang digabungkan dari matriks IFE dan matriks EFE.00 3.5. SKOR TOTAL IFE Kuat 4.00 Lemah 1.00 2. Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Hasil analisis faktor internal menggunakan matriks IFE diperoleh total nilai skor terbobot sebesar 2.704 atau berada di atas nilai rata-rata yaitu 2.00 2.849.00 Gambar 6.704 Rata-rata IV V VI 2. Sedangkan hasil . Secara keseluruhan. Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Gambar 6.849 Rata-rata 2.76 terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.3.00 Rendah VII VIII IX 1.

4. adalah sebagai berikut : 1. meliputi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan serta peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. Strategi terbaik yang dapat dilakukan adalah strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Pemaduan faktor internal dan eksternal perusahaan dalam matriks SWOT akan menghasilkan beberapa alternatif strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan.5. Strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT dapat dilihat pada Tabel 18. Strategi yang dapat diambil pada posisi sel tersebut adalah Strategi Hold and Maintain (Pertahankan dan Pelihara). Berdasarkan total nilai skor terbobot dari matiks IFE dan EFE tersebut menempatkan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada sel V dalam matriks IE. Strategi S-O yang dihasilkan adalah melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan. Matriks SWOT Matriks SWOT disusun berdasarkan hasil identifikasi faktor internal dan faktor eksternal perusahaan. strategi S-T. Strategi S-O (Strenghts-Opportunity) Strategi S-O adalah strategi yang menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada. Penjelasan yang lebih rinci mengenai strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT.77 analisis faktor eksternal menggunakan matriks EFE diperoleh total nilai skor terbobot sebesar 2. rumah tangga dan sektor . Matriks SWOT dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategi yaitu strategi S-O.704. Kekuatan yang berupa sumber air baku yang melimpah dan kualitas air baku yang baik serta peluang yang berupa laju pertumbuhan penduduk. strategi W-O dan strategi W-T. Strategi ini dilakukan dengan menggunakan kekuatan internal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dan memanfaatkan peluang yang ada. 4.

2. Strategi W-O (Weaknesses-Opportunities) Strategi W-O adalah strategi yang mengatasi atau meminimalkan kelemahan yang dimiliki perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada diluar perusahaan. Untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan tersebut diperlukan suatu pendanaan yang besar. Perusahaan dapat melakukan pengembangan usaha secara maksimal dengan kekuatan perusahaan sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor serta peluangnya berupa Pemda dan DPRD yang sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM. Kelemahan yang ada berupa sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal. pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata. Strategi ini dilakukan untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Peluang perusahaan yang ada dapat dimanfaatkan untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan perusahaan. teknologi yang terus berkembang dapat . memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas SDM.78 niaga yang cukup tinggi serta pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat mendukung penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru. Dengan adanya penambahan modal. Pemda dan DPRD yang sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dan pembanding untuk PDAM di daearah lain menjadikan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih mendapatkan kepercayaan untuk memperoleh dana-dana dari pihak ketiga. tingkat kehilangan air yang cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi. sehingga perusahaan memerlukan penambahan modal dari investasi pihak ketiga. Strategi W-O yang dihasilkan adalah penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi.

4. marjin laba yang cukup baik. Strategi ini diambil berdasarkan kekuatan yang dimiliki dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. 3. Oleh karena itu. Dengan kekuatan tersebut dapat mendukung peningkatan pelanggan. Strategi W-T (Weaknesses-Threaths) Strategi W-T adalah strategi yang meminimalkan kualitas pelayanan yang dapat memuaskan kelemahan internal perusahaan dan menghindari ancaman. penyesuaian tersebut pun harus disertai dengan peningkatan kualitas pelayanan air minum. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP. Strategi ini diambil sebagai tanggapan atas kelemahan yang dimiliki perusahaan yaitu penurunan debit air pada . Kekuatan yang dimiliki adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar. Strategi S-T yang dihasilkan adalah meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. Ancaman yang berupa kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL dapat mengakibatkan terjadinya penyesuaian atau kenaikan tarif air minum. Pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. Strategi S-T (Strenghts-Threaths) Strategi S-T adalah strategi yang menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengatasi ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar.79 dimanfaatkan. Strategi W-T yang dihasilkan adalah : 1.

Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasional dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. Efisien dilakukan sebagai upaya untuk meminimalkan pengaruh kenaikan biaya tersebut terhadap penyesuaian tarif air minum. Oleh karena itu.80 sumber mata air dan tingkat kehilangan air yang cukup tinggi serta ancaman yang dihadapi perusahaan berupa rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. Pemanfaatan air yang tidak efisien akan berpengaruh terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena ketersediaan air berkurang. . dengan sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat menyadari pentingnya air bagi kehidupan sehingga dapat memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya. 2. Strategi ini diambil berdasarkan kelemahan yang dimiliki perusahaan berupa beban hutang yang relatif besar dan ancaman yang dihadapi perusahaan yaitu kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL. Sedangkan penggunaan dana cermat dan tepat dilaksanakan untuk memprioritaskan kegiatan atau aktivitas perusahaan yang dianggap penting untuk dilakukan terlebih dahulu sehingga penggunaan dana tepat pada sasaran.

Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. O4. W5. Marjin laba yang cukup baik 3. O5 dan O6 Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat : a. Strategi W-T W4. Melakukan inovasi produk b. Beban hutang yang relatif besar 3. Kualitas air baku yang baik 6. S2. S5. T1 dan T2 Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. O1. Menjalin kerjasama dengan pihak luar. Matriks SWOT PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Kekuatan : 1. W6 dan T3 Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar.81 Tabel 18. W3. Sumber air baku yang melimpah 5. Memperluas jaringan distribusi c. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi 6. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Strategi W-O W1. Mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan c. W2. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. O3. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 3. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman : 1. Sambungan pelanggan baru Strategi S-T S1. rumah tangga dan industri yang cukup tinggi 2. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. . T1 dan T2 Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan : a. S3. Meningkatkan kualitas SDM Faktor Internal Faktor Eksternal Peluang : 1. Efisiensi penagihan rekening air yang tinggi 4. Laju pertumbuhan penduduk. S4. Teknologi yang terus berkembang 5. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. S6. O2 dan O5 Melakukan pengembangan usaha secara maksimal guna meningkatkan pendapatan perusahaan melalui : a. Penambahan kapasitas produksi b. Meningkatnya biaya operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 2. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. W6. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Strategi S-O S3. Berorientasi terhadap pelaksanaan KRAM dan ZAMP Kelemahan : 1. Meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi b.

Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat dengan nilai TAS sebesar 6. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar dengan nilai TAS sebesar 5.5.652. 5. Berdasarkan alternatif strategi yang diperingkatkan diatas didapatkan bahwa strategi yang paling menarik untuk dilakukan oleh perusahaan adalah strategi dengan nilai TAS tertinggi sebesar 6.715. 4.661 yaitu meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk.5. 2.444. yaitu : 1. Melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan dengan nilai TAS sebesar 6. Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar dengan nilai TAS sebesar 6. memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan nilai TAS sebesar 6. 3.661.82 4. Matriks QSPM Tahap akhir dari analisis formulasi strategi adalah tahap pengambilan keputusan yaitu pemilihan strategi terbaik menurut prioritas dengan menggunakan matriks QSPM. Kebijakan pemerintah mengenai kenaikan harga BBM dan TDL berdampak pada meningkatnya biaya produksi dan operasional perusahaan sehingga . mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar. Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk.386. Berdasarkan hasil analisis matriks QSPM pada Lampiran 14 diperoleh prioritas strategi yang paling tepat untuk dilakukan oleh perusahaan.

83 terjadi penyesuaian tarif air minum. perusahaan harus meningkatkan kualitas pelayanan air minum untuk kepuasan pelanggan karena dengan adanya kenaikan tarif air minum. Oleh karena itu. pelanggan juga menuntut adanya peningkatan kualitas pelayanan yang lebih baik. .

Hasil identifikasi lingkungan internal yang merupakan kekuatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur. meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL. tingkat kehilangan air yang cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan ditribusi. kualitas air baku yang baik dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP. Hasil identifikasi lingkungan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. b. Ancaman yang dihadapi oleh perusahaan adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi. 2. Berdasarkan analisis matriks SWOT diperoleh lima alternatif strategi. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi. beban hutang yang relatif besar. yaitu: a. maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut : 1. Kelemahan yang dimiliki perusahaan adalah sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal. teknologi yang terus berkembang. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya. yaitu melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna . Hasil identifikasi lingkungan eksternal yang merupakan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah laju pertumbuhan penduduk. penurunan debit air pada sumber mata air. pelayanan air minum yang belum mencapai 24 jam secara merata. pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat. efisiensi penagihan rekening air yang cukup tinggi. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dan pembanding untuk PDAM didaerah lain. sumber air baku yang melimpah. marjin laba yang cukup baik. serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air.KESIMPULAN DAN SARAN 1.

memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor diharapkan dapat memperluas daerah serapan air serta terus melakukan penghijauan dan pelestarian dengan cara penanaman pohon disekitar sumber mata air dan daerah aliran . mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar dengan nilai TAS sebesar 6. Saran Saran-saran yang dapat diberikan kepada PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. 4. 2. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor perlu meningkatkan pelayanan air 24 jam agar air selalu tersedia setiap saat dan mengurangi kemungkinan terjadinya pencemaran dari luar apabila terjadi kebocoran pipa. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor perlu menargetkan perluasan KASM dan ZAMP pada seluruh zone distribusi dan penyediaan mobil tangki air minum untuk mensuplai daerah yang belum terdapat jaringan distribusi sebagai upaya meningkatkan nilai kualitas pelayanan. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar. 3. 3. penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi.661. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat memberikan reward kepada pelanggan yang membayar air pertama kali dan yang tidak pernah terlambat membayar sebagai penghargaan dan guna memberikan citra baik perusahaan kepada pelanggan. Berdasarkan hasil analisis matriks QSPM.85 meningkatkan pendapatan perusahaan. yaitu : 1. meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. prioritas strategi yang dapat dilakukan perusahaan adalah meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. 2. melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar dan melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat.

maupun pada semua zone ditribusi. 6. 7. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus terus melaksanakan kegiatan pengawasan kualitas air minum yang diselenggarakan secara berkesinambungan berupa pengamatan lapangan secara langsung dan pengambilan sampel air baik air baku. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat mencoba menerapkan teknologi baru dalam pengolahan air baku yang disebut mikro hidrologi dengan sedimentasi dan turbulasi untuk meminimalkan biaya bahan kimia dan listrik. PDAM Tirta Pakuan perlu untuk melakukan penambahan karyawan terutama untuk bagian sumber.86 sungai (DAS) guna mempertahankan dan meningkatkan debit air atau pasokan dari sumber-sumber air tersebut. pengolahan dan laboratorium serta memberikan pendidikan yang lebih tinggi dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). 5. . sumber mata air.

DAFTAR PUSTAKA

Arsanti, R. I. 2005. Analisis Formulasi Strategi Perusahaan Pada PT Hero Supermarket, Tbk. Skripsi pada Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.Bogor. Badan Pusat Statistik Jawa Barat. 2006. Jawa Barat Dalam Angka 2006. Badan Pusat Statistik Jawa Barat, Bandung. Badan Pusat Statistik Kota Bogor. 2004. Kota Bogor Dalam Angka 2004. Badan Pusat Statistik Kota Bogor, Bogor. . 2006. Kota Bogor Dalam Angka 2006. Badan Pusat Statistik Kota Bogor, Bogor. David, F. R. 2004. Manajemen Startegis. Edisi 7. PT Indeks, Jakarta. Dirgantoro, C. 2001. Manajemen Stratejik : Konsep, Kasus, dan Implementasi. PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta. Kotler, P. 2000. Manajemen Pemasaran Edisi Millenium (Jilid I). Prenhallindo, Jakarta. dan Gary A. 1997. Dasar-dasar Pemasaran (Jilid 1). Edisi 7. Terjemahan. Perhallindo, Jakarta. Rangkuti, F. 2003. Analisis SWOT : Tehnik Membedah Kasus Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. . 2005. Analisis SWOT : Tehnik Membedah Kasus Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Saladin, D. 2004. Manajemen Pemasaran : Analisis, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian. Linda Karya, Bandung. Kamillah, A. Analisis Strategi Perusahaan PT PISMATEX Pekalongan. Skripsi pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Mahpudin, S. Analisis Strategi Pemasaran Bola Tennis Di Pasar Domestik Oleh PT Nassau Sport Indonesia. Skripsi pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Mulyadi. 2001. Manajemen Strategik Berbasis Balanced Scorecard. Salemba Empat, Jakarta.

88

Tangkilisan, H. N. S. 2005. Manajemen Publik. PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta. Umar, H. 2003. Studi Kelayakan Bisnis : Teknik Menganalisis Kelayakan Rencana Bisnis secara Komprehensif. Edisi 2. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. . 2003. Strategic Management In Action. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Vincent, G. 2004. Perencanaan Strategik Untuk Peningkatan Kinerja Sektor Publik. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. http://www.pdamkotabogor.go.id [21 April 2007] http://www.bi.go.id [24 Juni 2007]

Lampiran 1. Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor

531.83 0.36 12.650 6.757 16.061.81 5 10.255.971.429.348 12.037.626 x 100 63.73-10.548.940.530 11.934.709. 4 6.348 58.626 x 100 81.905 178. 0. 1.609 x 100 % 58.19-15. Aspek Keuangan Rasio laba terhadap aktiva produkstif Laba sebelum pajak x 100 Aktiva Produktif Nilai bonus Laba produktif tahun ini – tahun lalu Rasio laba terhadap penjualan Laba sebelum pajak x 100 Penjualan Nilai bonus Laba produktif tahun ini – tahun lalu Rasio aktiva lancar terhadap hutang lancar Aktiva lancar Hutang lancar Rasio Hutang jangka panjang terhadap ekuitas Hutang jangka panjang Ekuitas Rasio total aktiva terhadap total hutang Total aktiva Total hutang Rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasional Biaya operasi Pendapatan operasional Rasio laba operasional sebelum penyusutan Laba operasi sebelum penyusutan (Angsuran pokok + Bunga) Jatuh Tempo Rasio aktiva produktif terhadap penjualan air Aktiva produktif Penjualan air Jangka waktu penagihan piutang Piutang usaha Penjualan/hari Efektivitas penagihan Rekening tertagih x 100 % Penjualan air Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Perhitungan 10. 0.76 1 1 3.48 10.630.922.974.14 5 9.858. 101.630.698 46.25 16. 54.19 1 4 2.142 81.548.098. 4.915.915.625.328.905.274 % 12.380.180.770.548.48 3 8.85 5 5.855.726 46.25 .625.216 58.938.905.343.429.380.770. 38. 1.888 85.806.343.821. Pengukuran Kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Tahun 2006 No. 2.180.126 17.960 64.343.126 16.888 1.650 43 x 45 60 0.90 Lampiran 2.73 Nilai 5 1.47 18.84 4 7.28 5 43 32.

08 Nilai 3 1. 3.723. 5. 2. 10. 8.28 Memenui syarat air bersih Semua pelanggan mendapat aliran 24 jam 1.656. 8.329 x 100 72.270 35. 6.000 pelanggan Jumlah karyawan x 1.525 4.80 4 5.8 2.94 2 2 6. 10.924 5 hari kerja 15.085 49. No.000 Jumlah pelanggan Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Perhitungan 419. 7.5 4 25 21. 4. 1.91 Lanjutan Lampiran 2.000 72.754 x 100 15. 0.764 Tersedia 471 x 1. Aspek Operasional Cakupan pelayanan Jumlah penduduk terlayani x 100 Jumlah penduduk Nilai bonus Cakupan pelayanan tahun ini – tahun lalu Kualitas air ditribusi Kontuinitas air Produktivitas pemanfaatan instalasi produksi Kapasitas produksi x 100 Kapasitas terpasang Tingkat kehilangan air Jumlah M³ air yang didistribusikan.33 .yang terjual x 100 Jumlah M³ air yang didistribusikan Peneraan meter air Jumlah pelanggan yang meter air ditera x 100 Jumlah seluruh pelanggan Kecepatan penyambungan baru Kemampuan penanganan pengaduan rata-rata Jumlah pengaduan yang telah selesai ditangani x 100 Jumlah seluruh pengaduan Kemudahan pelayanan Rasio karyawan per 1.675 x 100 855. 5. 7. 1 2 2 94. 9. Aspek Administrasi Rencana jangka panjang (Corporate Plan) Rencana organisasi dan uraian tugas Prosedur operasi standar Gambar nyata laksana (As Build Drawing) Pedoman penilaian kerja karyawan Rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) Tertib laporan internal Tertib laporan eksternal Opini auditor independen Tindak lanjut hasil pemeriksaan tahun terakhir Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Dipedoman sebagian Sepenuhnya dipedomani Dipedomani sebagian Sepenuhnya dipedomani Spenuhnya dipedomani Dipedomani sebagian Dibuat tepat waktu Dibuat tepat waktu Wajar tanpa pengecualian Ditindaklanjuti seluruhnya 32 x 15 36 3 4 3 4 4 3 2 2 4 3 32 13.264 x 100 35.204 x 100 1.66 2 6. 3.656. 30.525-24.624 25 x 40 47 % 49.28 No.08-48.94 1 2 99. 4. 9.

86.25 25 21. kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Tahun 2006 termasuk baik dengan nilai 66.28 32 13.86 . Adapun rinciannya sebagai berikut : Aspek Keuangan Operasional Administrasi Jumlah Tahun 2006 Nilai yang diperoleh Nilai Kinerja 43 32.92 Lanjutan Lampiran 2. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999 tanggal 31 Mei 1999.33 66.

Sistem Penyediaan Air Minum .Lampiran 3.

Diagram Alir Pengolahan 94 .94 Lampiran 4.

Responden 1 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 1 3 3 3 2 3 3 B 3 3 3 3 2 3 3 C 1 1 2 2 1 2 2 3 1 3 3 1 1 1 3 3 2 D 1 1 2 E 1 1 2 1 F 2 2 3 3 3 G 1 1 2 1 3 1 H 1 1 2 1 3 1 2 I 1 1 2 1 3 1 2 2 Jumlah 11 9 19 15 23 10 19 19 19 144 Bobot 0.076 0.063 0.132 0.104 0.160 0.069 0.132 0.132 0.132 1.000

3 3 2 3 1 3 2 2 21 23 13 17 9 22 13 13 13

Responden 2 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 3 3 2 3 2 2 2 B 1 3 2 2 2 2 2 C 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 D 2 2 2 E 1 2 2 2 H 2 2 2 2 3 I 2 2 2 2 2 2 J 2 2 2 2 2 2 2 L 1 2 2 2 2 2 2 2 Jumlah Bobot 12 16 18 16 18 15 16 16 17 144 0.083 0.111 0.125 0.111 0.125 0.104 0.111 0.111 0.118 1.000

3 2 2 2 2 2 2 2 20 16 14 16 14 17 16 16 15

Responden 3 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 3 3 2 3 2 3 3 B 1 3 2 3 2 3 3 C 1 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 1 2 2 3 3 2 D 2 2 3 E 1 1 3 2 F 2 2 3 2 3 G 1 1 2 1 2 1 H 1 1 2 1 2 1 2 I 1 1 3 2 3 2 3 3 Jumlah 10 12 22 13 19 12 21 21 14 144 Bobot 0.069 0.083 0.153 0.090 0.132 0.083 0.146 0.146 0.097 1.000

3 3 1 2 1 2 1 1 22 20 10 19 13 20 11 11 18

Sumber Air dan Daerah Pengaliran .Lampiran 6.

dan tempat ibadah (Mesjid.900 6. wisma. apotek. pratek dokter. Golongan Tarif. dan hidran umum komersial. kolam renang umum swasta. rumah makan kecil.250 2. asrama pelajar / mahasiswa. Gereja.800 4. bioskop. RB (Rumah Tinggal B) yaitu pelanggan rumah tinggal yang berlokasi di kawasan yang sudah tertata dengan baik.050 1. bengkel besar. TNI. Kelenteng.150 3. hotel berbintang. dengan kondisi rumah sangat sederhana.150 III 800 1. serta hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. SK (Sosial Khusus) yang terdiri dari panti asuhan. hotel tidak berbintang. bengkel kecil. biro jasa. distributor (pedagang besar). Kuil. pendidikan swasta. NB (Niaga Besar) antara lain importir/ekspotir. dengan kondisi rumah sederhanan dan tidak mewah. Koperasi. Firma.000 IV 3. sekolah negeri. sanggar seni. RA (Rumah Tinggal A) yaitu pelanggan rumah tinggal yang berlokasi di daerah padat dan tidak tertata. Vihara. IP (Instansi Pemerintah) yaitu Instansi / Lembaga Pemerintah. agen. yayasan sosial. serta golongan Pelanggan RA yang mempunyai kegiatan usaha. rumah sakit swasta. rumah sakit pemerintah dan pusat kesehatan masyarakat. hidran air. dan lembaga non komersial seperti lembaga pendidikan / diklat dan kursus dari instansi pemerintah dan sejenisnya. warung telekomunikasi. dealer kendaraan bermotor.250 . perkayuan. NK (Niaga Kecil) yaitu pelanggan dalam kelompok komersial dengan kegiatan usaha/ niaga/industri kecil. rumah makan besar (restoran). industri perikanan. pasar swalayan. kamar mandi umum komersial.100 600 850 2. pabrik. Klasifikasi Kelompok Pelanggan.800 3. jasa ekspedisi. dan Besar Tarif Air Minum Kelompok Pelanggan Golongan Tarif SU (Sosial Umum) yang terdiri dari terminal air. serta pesantren dan madrasah. dan sejenisnya). RC (Rumah Tinggal C) yaitu pelanggan rumah tinggal dengan kondisi rumah mewah dan RB yang mempunyai kegiatan usaha (di luar kriteria golongan Pelanggan RA dan RB). tempat hiburan.500 1. industri rumah tangga. POLRI. rumah sakit swasta tipe A/B. toko/ruko. perusahaan berbentuk PT Persero.250 2. SPBU.500 7.600 3. Besaran Tarif Air Minum (Dalam Rupiah) 0-10 m³ 11-20 m³ >20 m³ 250 300 400 I II 450 700 1. antara lain perusahaan berbentuk CV.500 4.950 5. toko/ruko di jalan protokol.97 Lampiran 7. perdagangan umum. dan pertambangan.

Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengisi kuesioner ini secara objektif dan benar.101 Lampiran 8. : …………………. Kuesioner Penelitian Penentuan Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal dan Eksternal KUESIONER PENELITIAN PENENTUAN BOBOT DAN RATING FAKTOR STRATEGI INTERNAL DAN FAKTOR STRATEGI EKSTERNAL ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR IDENTITAS RESPONDEN Nama Pekerjaan/Jabatan Alamat : …………………. : …………………. karena kuesioner ini adalah untuk penelitian skripsi dengan tujuan ilmiah Peneliti : Dian Suminnar H24103059 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007 .

2. dengan responden lainnya atau dengan peneliti. Nilai diberikan pada perbandingan berpasangan antara dua faktor (vertikal – horizontal) berdasarkan kepentingan atau pengaruhnya pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor. Responden berhak untuk menambahkan atau mengurangi hal-hal yang sudah tercantum dalam kuesioner ini. 2. 4.102 Lanjutan Lampiran 8. . responden diharapkan untuk melakukan secara langsung (tidak menunda) untuk menghindari inkonsistensi jawaban. 3 = Jika indikator vertikal sangat penting daripada indikator horizontal. Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis oleh responden. dan 3 dengan keterangan skala sebagai berikut : 1 = Jika indikator vertikal kurang penting daripada indikator horizontal. PENENTUAN BOBOT Tujuan : Mendapatkan penilaian para responden mengenai faktor-faktor strategis internal maupun eksternal yaitu dengan cara pemberian bobot mengenai seberapa besar faktor strategis tersebut dapat mempengaruhi atau menentukan keberhasilan perusahaan. Jawaban merupakan pendapat pribadi dari masing-masing responden. Dalam Pengisian kuesioner. 3. Hal ini dibenarkan jika dilengkapi dengan alasan yang kuat. Petunjuk Khusus : 1. 2. 2 = Jika indikator vertikal sama penting daripada indikator horizontal. Penentuan bobot merupakan pandangan masing-masing responden terhadap faktor-faktor strategis internal dan eksternal. Untuk menentukan bobot setiap faktor digunakan skala 1. Petunjuk Umum : 1.

PENENTUAN RATING Tujuan : Mendapatkan penilaian para responden mengenai faktor-faktor strategis internal maupun eksternal yaitu dengan cara pemberian rating terhadap seberapa besar faktor tersebut dapat mempengaruhi atau membentuk keberhasilan perusahaan. Responden berhak untuk menambahkan atau mengurangi hal-hal yang sudah tercantum dalam kuesioner ini.103 Lanjutan Lampiran 8. Respoden dapat saja memiliki pandangan yang berbeda mengenai suatu faktor dalam kuesioner ini. Petunjuk Khusus : 1. 2. Hal ini dibenarkan jika disertai dengan alasan yang kuat. Alternatif pemberian rating terhadap faktor-faktor strategis internal (kekuatan) dan eksternal (peluang) yang bersifat positif adalah sebagai berikut : 1 = sangat lemah 2 = lemah 3 = kuat 4 = sangat kuat Sedangkan untuk faktor-faktor strategis internal (kelemahan) dan faktor strategis eksternal (ancaman) yang bersifat negatif adalah sebagai berikut : 1 = sangat sulit diatasi 2 = sulit diatasi 3 = mudah diatasi 4 = sangat mudah diatasi . Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis oleh responden. Petunjuk Umum : 1. Jawaban merupakan pendapat pribadi dari masing-masing responden. 4. responden diharapkan untuk melakukan secara langsung (tidak menunda) untuk menghindari inkonsistensi jawaban. Dalam Pengisian kuesioner. 5. dengan alasan yang jelas dan kuat. dengan responden atau dengan peneliti. 3.

Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1. 2. Penentuan rating merupakan pandangan masing-masing responden terhadap kemampuan kegiatan perusahaan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam menghadapi faktor-faktor strategis internal dan eksternal perusahaan. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. Marjin laba yang cukup baik 3.104 Lanjutan Lampiran 8. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi 1 Rating 2 3 4 . Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. Kualitas air baku yang baik 6. Pemberian responden. Beban hutang yang relatif besar 3. Sumber air baku yang melimpah 5. rating masing-masing faktor strategis dilakukan dengan memberikan ( √ ) pada tingkat kepentingan (1-4) yang paling sesuai menurut PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan 1.

PENENTUAN BOBOT FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi A B C D E F G H I J K L A B C D E F G H I J K L .Lanjutan Lampiran 8.

rumah tangga. PENENTUAN BOBOT FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk.Lanjutan Lampiran 8. dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air A B C D E F G H I A B C D E H I J L .

Lanjutan Lampiran 8. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Kualitas air baku yang baik 6. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi 1 Rating 2 3 4 . Marjin laba yang cukup baik 3. Beban hutang yang relatif besar 3. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Sumber air baku yang melimpah 5. PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan 1. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4.

dan sektor niaga yang cukup tinggi 2. rumah tangga. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Rating 1 2 3 4 . Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6. Laju pertumbuhan penduduk.Lanjutan Lampiran 8. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3. Teknologi yang terus berkembang 5. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4. Meningkatnya biaya produski dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2. PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal Peluang 1.

. 4. 6. 1. 2. PENENTUAN SKOR AS PADA FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategi Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Strategi 1 1 2 3 4 Strategi 2 Strategi 3 1 2 3 4 1 2 3 4 Strategi 4 1 2 3 4 Strategi 5 1 2 3 4 1. 3. 3. 2. 5.Lanjutan Lampiran 9. 6. 5. 4.

PENENTUAN SKOR AS PADA FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal 1. 3. 6. 1. 2. rumah tangga. Peluang Laju pertumbuhan penduduk. 3. 5.Lanjutan Lampiran 9. 2. 4. dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Strategi 1 1 2 3 4 Strategi 2 1 2 3 4 Strategi 3 1 2 3 4 Strategi 4 Strategi 5 1 2 3 4 1 2 3 4 .

: …………………. karena kuesioner ini adalah untuk penelitian skripsidengan tujuan ilmiah Peneliti : Dian Suminnar H24103059 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007 . Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengissi kuesioner ini secara objektif dan benar. : …………………. Kuesioner Penelitian Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM KUESIONER PENELITIAN PENENTUAN STRATEGI TERPILIH DENGAN QUANTITATIVE STRATEGY PALNNING MATRIX (QSPM) ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR IDENTITAS RESPONDEN Nama Pekerjaan/Jabatan Alamat : ………………….105 Lampiran 9.

4. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan. memperluas jaringan distribusi. 5. Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. 2. Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasional dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Pilihan Attractiveness Score (AS) pada isian berikut terdiri dari : 1 = Tidak menarik 2 = Agak menarik 3 = Menarik 4 = Sangat menarik . Alternatif strategi yang dihasilkan adalah : 1. untuk menetapkan strategi yang terbaik untuk direkomendasikan kepada perusahaan. Petunjuk Pengisian : Tentukan Attractiveness Score (AS) atau daya tarik dari masing-masing faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) untuk masing-masing alternatif strategi sebagaimana disebut diatas dengan cara memberikan tanda (√) pada pilihan Bapak/Ibu. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar. PENENTUAN STRATEGI TERPILIH DENGAN QSPM Tujuan : Untuk mentapkan kemenarikan relatif (Relative Attractiveness) dari alternatifalternatif stratgei telah diperoleh melalui analisis strategi matriks SWOT dan matriks IE.106 Lanjutan Lampiran 9. dan menjalin kerjasama dengan pihak luar. 3. Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. Melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan.

064 0.080 0.000 1 3 3 3 3 1 3 1 3 3 2 1 2 3 3 2 1 1 1 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 1 1 3 3 2 1 1 1 1 3 1 1 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 3 3 1 2 2 1 3 3 16 26 33 27 23 15 18 22 12 26 27 19 .110 0.Lampiran 10. Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Internal Responden 1 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 1 1 2 2 2 B 3 1 3 3 1 C 3 3 3 3 3 D 2 1 1 2 3 E 2 1 1 2 3 F 2 3 1 1 1 G 3 1 1 1 1 3 H 3 2 1 1 2 3 I 1 1 1 1 1 2 J 3 3 1 1 2 3 K 3 1 1 1 3 3 L 3 1 1 1 1 3 Jumlah 28 18 11 17 21 29 26 22 32 18 17 25 264 Bobot 0.068 0.095 1.064 0.121 0.083 0.106 0.098 0.068 0.042 0.

080 0. Responden 2 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 2 1 2 1 1 B 2 1 2 2 1 C 3 3 2 2 2 D 2 2 2 2 2 E 3 2 2 2 2 F 3 3 2 2 2 G 2 2 2 2 2 2 H 3 3 2 2 2 2 I 2 2 2 2 2 2 J 2 1 1 1 2 2 K 2 2 2 2 2 2 L 1 1 1 1 2 2 Jumlah 25 23 18 20 21 20 22 20 22 25 22 26 264 Bobot 0.076 0.083 0.076 0.095 0.095 0.098 1.076 0.083 0.087 0.Lanjutan Lamipran 10.083 0.000 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 19 21 26 24 23 24 22 24 22 19 22 18 .068 0.

087 0.083 0.102 0.049 0.053 0.083 0.091 0.072 0.095 0.083 1.000 2 3 1 2 3 3 2 3 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 3 1 2 1 2 1 3 3 3 1 2 3 2 2 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 1 2 2 3 2 3 2 3 2 2 2 1 1 2 3 2 2 2 3 2 17 22 11 22 25 31 19 24 21 30 20 22 .076 0. Responden 3 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 2 3 1 1 1 B 2 3 2 2 1 C 1 1 1 1 1 D 3 2 3 2 1 E 3 2 3 2 1 F 3 3 3 3 3 G 2 1 3 2 1 1 H 3 2 3 2 2 2 I 3 2 3 1 1 1 J 3 3 3 3 2 2 K 2 2 3 2 2 1 L 2 2 3 3 2 1 Jumlah 27 22 33 22 19 13 25 20 23 14 24 22 264 Bobot 0.125 0.Lanjutan Lampiran 10.

00 2.00 3. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.00 3.00 3.00 3. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.00 9.00 .00 3.00 7.00 4.33 3.00 3.00 3. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1.00 9.Lampiran 12. Sumber air baku yang melimpah 5.00 Jumlah Rating 9.00 8. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. Beban hutang yang relatif besar 3.00 10.00 2. Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Internal Faktor Strategis Internal Kekuatan 1.00 3.00 2.00 3.00 3.00 3.00 2.00 4.00 3.00 6.67 2.00 7.00 2.00 2.00 10.00 2.00 3.33 3. Marjin laba yang cukup baik 3.00 3. Penurunan debit air pada sumber mata air 5.00 3. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4.00 2.00 4.00 2.00 3.33 2.00 3. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2.00 10.33 3.00 3.67 2.00 2.00 3.00 3.00 4. Kualitas air baku yang baik 6.33 3.00 10.00 3.00 2.33 3.00 4.00 8. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Keterangan : Responden 1 (R1) = Kabag Keuangan Responden 2 (R2) = Kabag Produksi Responden 3 (R3) = Kabag SDM Responden R1 R2 R3 3.00 2.00 3.

00 Jumlah Rating 9.00 2.00 3. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6.00 3.00 1.00 4. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4.00 2.00 3.00 3.00 10.00 3.67 2.00 3.00 3.00 3.00 3. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3.00 4.00 2.33 3. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Keterangan : Responden 1 (R1) = Kabag Keuangan Responden 2 (R2) = Kabag Produksi Responden 3 (R3) = Kabag SDM Responden 1 2 3 3. Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Eksternal Faktor Strategis Eksternal Peluang 1.00 3.00 6.00 2.00 2.00 3.33 2.00 3.33 1. dan sektor niaga yang cukup tinggi 2.00 2.67 3.00 2.00 10. Laju pertumbuhan penduduk. Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3.00 9.00 10.00 3. Teknologi yang terus berkembang 5.00 3.00 3.00 8.00 2. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2.00 3.00 4.00 8.67 .Lampiran 13.00 5.00 3. rumah tangga.00 3.

078 0.282 0.33 2.00 2.277 6.33 3.072 0.216 0.33 3.338 6.67 3. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah 0.00 2.130 0.33 2. Hasil Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM Faktor Kunci Peluang 1.00 3.67 3.229 0.228 0. Penurunan debit air pada sumber mata air 5.130 0.33 3.265 0.171 0.432 0.186 0.306 0.092 0.324 0.67 3.386 Bobot Strategi 1 AS TAS Strategi 2 AS TAS Strategi 3 AS TAS Strategi 4 AS TAS Strategi 5 AS TAS . Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3.261 0.33 3. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4.00 3.282 0.501 0.00 3.67 3.67 3.228 0.212 0.67 2.407 0.077 0.255 0.292 0. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1.285 0.67 3.67 2.240 0.204 0.00 4.101 0. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1.212 0.285 0.00 3.33 2.33 4.313 0.314 0.370 0.67 3.200 0.67 3.306 0.67 3.255 0.417 0.33 3.209 0.33 2.235 0.261 0.086 0.307 6.209 0.33 3.444 3.223 0. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.235 0.475 0.00 3.67 3.319 0.67 3.67 2.370 0.33 3. Sumber air baku yang melimpah 5.235 0.33 3.67 3.092 3.277 6.556 0.265 0.139 0.33 2.556 0.00 2.223 0.00 0.337 0.455 0.33 2.257 0.432 0.67 3.33 3.67 3.33 3.074 0.463 0.238 0.228 0.33 4.67 0.00 3.080 0. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.235 0.373 0.33 3. Laju pertumbuhan penduduk.00 3.33 3.078 0.307 5.00 3.00 2.33 2. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2.313 0.183 0.277 0.228 0.33 3.33 2.33 2.231 0.00 3.67 3.509 0.00 4.501 0.240 0.246 0.257 0.00 3.235 0.33 2.33 2.00 4.519 0.00 0.223 0.Lampiran 14.652 3.67 3.33 0.00 3.076 0.324 0.475 0.236 0.116 0. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4.261 0.00 3.00 2.67 3.33 0.33 3.212 0.318 0.33 4.307 0.67 2.078 0.246 0.273 0.324 0. Marjin laba yang cukup baik 3.67 3.307 0.67 3.00 3. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3.33 3.00 3.212 0.33 4.33 3.455 0.389 0.00 2. Beban hutang yang relatif besar 3.292 0.67 2.67 3.67 2.080 0.168 0.67 2.67 3.389 0.661 3.424 0.67 3.424 0.00 3.00 2.183 0. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Kekuatan 1.192 0.33 3.248 0. dan sektor niaga yang cukup tinggi 2.337 0.356 0.347 0. rumah tangga.00 3.231 0.309 0.67 3.432 0.00 3.67 3.261 0.67 4. Teknologi yang terus berkembang 5. Kualitas air baku yang baik 6.229 0.137 0.259 0.00 3.715 2.356 0.475 0. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6.33 3.086 0.67 3.097 0.102 0.67 3.33 3.67 2.00 3.269 0.00 3.00 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful