ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR

Oleh DIAN SUMINNAR H24103059

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007

ABSTRAK
DIAN SUMINNAR. H24103059. Analisis Formulasi Strategi Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor. Di bawah bimbingan WIDIGDO SUKARMAN.

Tingkat pelayanan PDAM masih memiliki kendala, terutama dalam hal pendistribusian pelayanan air. Saat ini, tingkat pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sekitar 61,89 persen terhadap wilayah pelayanan dan 49,49 persen terhadap jumlah penduduk Kota Bogor, dengan kapasitas produksi 1.130 liter per detik. Melihat kondisi tersebut, PDAM dituntut untuk terus meningkatkan dan mengembangkan kualitas perusahaannya, baik dalam hal pelayanan, kualitas produk maupun keefisienan dan keefektifitasan organisasinya. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penyesuaian terhadap perkembangan lingkungan yang semakin dinamis. Tujuan penelitian mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal perusahaan, serta memformulasikan strategi yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui pengamatan langsung, wawancara dan pengisian kuesioner oleh staf ahli PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yaitu Kabag Keuangan, Kabag Produksi dan Kabag SDM. Data sekunder diperoleh dari laporan-laporan perusahaan, studi literatur, laporan penelitian, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor dan publikasi elektronik. Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan matriks External Factor Evaluation (EFE), matriks Internal Eksternal (IE), matriks Strenght, Weaknesses, Opportunities, and Threat (SWOT) dan Quantitative Strategic Planning Marix (QSPM). Berdasarkan hasil analisis matriks IFE dan EFE diketahui bahwa kekuatan utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur, sedangkan kelemahan utamanya adalah beban hutang relatif besar. Peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah Pemerintah Daerah (Pemda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM. Sedangkan ancaman yang dihadapi perusahaan adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Tarif Dasar Listrik (TDL). Berdasarkan analisis matriks IE yang merupakan perpaduan antara matriks IFE dan EFE, maka diketahui bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berada pada posisi sel V dengan strategi yang tepat adalah Strategi Hold and Maintain (Pertahankan dan Pelihara) seperti strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Pengembangan strategi pada matriks SWOT menghasilkan sejumlah alternatif strategi untuk memudahkan penilaian para responden pada matriks QSPM. Hasil analisis pada matriks QSPM menunjukkan bahwa meningkatkan kualitas pelayanan air minum yang dapat dilakukan melalui inovasi produk, mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar merupakan strategi yang paling tepat untuk dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR

SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor

Oleh DIAN SUMINNAR H24103059

DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007

MBA. Ir.Sc Ketua Departemen Tanggal ujian : 6 Agustus 2007 Tanggal lulus : . Bogor.INSTITUT PERTANIAN BOGOR FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN Analisis Formulasi Strategi Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor SKRIPSI Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar SARJANA EKONOMI pada Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor Oleh DIAN SUMINNAR H24103059 Menyetujui. MPA Dosen Pembimbing Mengetahui Dr. Widigdo Sukarman. Munandar. M. Jono M. Agustus 2007 Dr.

Penulis memulai pendidikan di Taman Kanak-Kanak Kartika Chandra Kirana 315 tahun 1990. MBA. lulus tahun 1991. Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. kemudian pada tahun yang sama melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur USMI pada Departemen Manajemen. Dan penulis menamatkan pendidikan menengah atas pada Sekolah Menengah Umum Negeri 5 Bogor pada tahun 2003. tamat pada tahun 2000. Provinsi DKI Jakarta. Pada tahun 1997. Selain itu penulis pernah mengikuti lomba kreatifitas mahasiswa seperti PKMI dan berbagai kepanitiaan. Widigdo Sukarman. Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM).RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan pada tanggal 16 Agustus 1985 di Kota Jakarta. penulis melanjutkan pendidikannya di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri 4 Bogor. penulis aktif dalam organisasi kemahasiswaan seperti Centre Of M@nagement (COM@) yang merupakan Himpunan Profesi Departemen Manajemen pada periode 2004-2005 sebagai anggota divisi Administrasi. Kemudian melanjutkan ke pendidikan dasar di Sekolah Dasar Negeri Gunung Batu 2 Bogor tahun 1991 dan lulus tahun 1997. Dalam masa studi di Departemen Manajemen. Kesekretariatan. Penulis yang bernama lengkap Dian Suminnar merupakan anak pertama dari empat bersaudara pasangan Pitoyo dan Arnita. iii . dan Keuangan. penulis menyusun skripsi yang berjudul Analisis Formulasi Strategi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor dibawah bimbingan Dr. MPA.

Dr. Bapak Kamal. MSc. Ir. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Manajemen. 3. Musa Hubeis. Bapak Hendra Setiawan. Rifa dan Farel yang selalu memberikan semangat dalam setiap canda tawa. Munandar. Bapak Ritfan dan Bapak Asep dan seluruh karyawan dan karyawan yang telah membantu penulis selama melakukan penelitian di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Bapak Agung. 8. Ibu Yuyun. selaku ketua departemen. Bapak Eko. Hut. 5. Bapak Sonny. Uwo. Papa dan mama tercinta serta adik-adikku Tirta Nyuminnar ”Inung”. Dalam kesempatan ini. DEA dan Ibu Hardiana Widyastuti. Institut Pertanian Bogor. Noval Rahmat Reza ”Eja” yang selalu memberikan doa dan dukungan melalui curahan kasih sayangnya kepada penulis. 7. MS. Bapak Handoyo. membantu dan bersedia untuk menjadi responden pada penelitian yang disusun oleh penulis. iv . MM selaku dosen penguji yang telah memberikan saran dan masukan yang bermanfaat bagi penulis. Ibu Vera. MPA selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan saran dan meluangkan waktu untuk membimbing penulis dalam penyelesaikan skripsi ini. Ing. Amellia. MBA. Ibu Reni Sumartini dan Ibu Sri Maryati yang telah memberi izin. tante dan sepupu-sepupuku serta keponakan kecilku Putra. Bapak Adi. penulis menyampaikan terima kasih kepada : 1. mbah. S. Dr. 6. Ir.. H. Sinta Ayunda Putri ”Nanda”.KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT. Bapak Dr. Dipl. Diah dan Fany yang telah menjadi teman dalam setiap suka dan dukaku. seluruh dosen dan staf karyawan dan karyawati Departemen Manajemen yang telah membantu penulis selama masa kuliah. om. Bapak Prof. Ibu Puji. Widigdo Sukarman. atas rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul Analisis Formulasi pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor. Fakultas Ekonomi dan Manajemen. 2. Jono M. 4.

Irwan. Pasus. Iki. 10. Nurma. Etty. Linda dan Rio. Else. Sandi. Ruslan. 13.9. Fikri. Aboy. Kak Nova dan Kak Ari yang telah membantu dan memberikan saran dalam penyusunan skripsi ini. Neneng. Amik. 12. Rina. teman satu bimbingan yang berjuang bersama dalam menyelesaikan skripsi. Leo dan temanteman SD ku yang membantu dan memberikan motivasi selama penyusunan skripsi. Irma dan teman-teman Manajemen 40 yang tidak dapat disebutkan namanya satu persatu yang selalu membuat suasana kuliah menjadi menyenangkan dan untuk adik-adik kelasku tetap semangat. Insan. Chi2. Agustus 2007 Penulis v . Hera. Vebby. Anita. Amma. 11. Ranty. Yayuk. Yunia. Bogor. Rinrin. Pihak-pihak terkait yang telah membantu dalam penulisan skripsi. Evi. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun karena menyadari masih terdapat kekurangan dalam penelitian ini. Vivi. Semoga apa yang penulis sampaikan dalam hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca pada umumnya dan kepada PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada khususnya agar dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan lebih lanjut dalam merumuskan dan menetapkan kebijakan strategi perusahaan.

..............................1........................ 1................................... Latar Belakang ....................................................................13 2..3 Kegunaan Penelitian ..2..........1...............3..............7 2.vi DAFTAR TABEL ..........6........5..... Konsep Manajemen Strategis 2..................3..........................................................................1.....................................................................2......................................................... Analisis Lingkungan Eksternal ................4....................................................................... METODOLOGI PENELITIAN 3.........................................3 Ruang Lingkup Penelitian......6.......................6..........................2................. Tempat ....................................2....................................5...........2...............................3.......... Pengertian Manajemen Strategis...............4............................................11 2...............................6............. Tipe-tipe Strategi............... iii KATA PENGANTAR........................1.....................21 Lokasi dan Waktu Penelitian .............................................................................................................................................................................................. Lingkungan Perusahaan 2.1 Rumusan Masalah ....23 vi ..6... PENDAHULUAN 1........... 1...............................DAFTAR ISI Halaman ABSTRAK RIWAYAT HIDUP ...18 III................ ix DAFTAR LAMPIRAN ....... Promosi ...... Pengertian Strategi .....3 Tujuan Penelitian ...............17 2.....................................4 II......4.............. Analisis Lingkungan Internal.......... Konsep Strategi 2................2............. TINJAUAN PUSTAKA 2.......1.................12 2............................6 2..... Formulasi Strategi ........ Sistem Manajemen Strategis .................3....... Penelitian Terdahulu .... Produk ..............................................x I............13 2..................................5.......7..............5............................................................................................17 2................ Harga ................................................... 1.. Kerangka Pemikiran Penelitian...... Bauran Pemasaran 2..............................1........................2........2.. 3............. 3.........................8 2......................iv DAFTAR ISI....................................... viii DAFTAR GAMBAR......2...23 Jenis dan Sumber Data Penelitian .....23 Pengolahan dan analisis data................1.................................................................. 1..................................................... 3................17 2....................................16 2...................................................................4...1............................ Perusahaan Daerah Air Minum..........................1.........................5 2......................................

.........5..............................27 Matriks SWOT ....1..............................85 DAFTAR PUSTAKA ............41 4..5.................................. Kelemahan ...3.......5..................... Analisis Lingkungan Internal 4.........77 4...4.....................2........... Identifikasi Kekuatan.................................89 vii .......... Aspek Keuangan ......................................6............... Lingkungan Mikro Perusahaan ................................................................... Aspek Pemasaran .............................................76 4................. Tugas Pokok dan Fungsi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ................................54 4.............................................35 4.......4.......................................... Ancaman ...........................24 Matriks IE ................... Aspek Sumber Daya Manusia......................... Matriks EFE ..3............5..4..................2..............7.................................71 4........................ Matriks IFE ..................... Peluang.....3......2.30 Matriks QSPM ............. Formulasi Alternatif Strategi Perusahaan 4...1..........................................37 4............ dan Ancaman 4..............84 2. Peluang..............2........................................1..............1......................5.. Kelemahan........................................... Lingkungan Makro Perusahaan.1...........................4..........74 4... Matriks IE ..70 4........................................1.................................................... Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor........................................5.....82 KESIMPULAN DAN SARAN 1........................ Matriks QSPM ..................... Matriks IFE dan EFE ...38 4.........3.........2..............................65 4..5.... Kesimpulan ..............4..........57 4.................... Gambaran Umum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor 4................39 4................2.........2.........................1................43 4..................................87 LAMPIRAN.47 4....... Aspek Produksi dan Operasi ...........33 IV....... Matriks SWOT .......................4.................................................... Kekuatan ...8....2......................................................5........ HASIL DAN PEMBAHASAN 4.4..................................67 4..... 3......2. Visi dan Misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ...........................3.............1...........3...........................3.......... Saran .......... Analisis Lingkungan Eksternal 4.................4..........3..................................1........................................................... Sejarah dan Perkembangan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ....... 3............................1.38 4.................. 3...63 4.......................................4..........................2.......

.................. 15................................... 9.....................................26 Matriks QSPM ...DAFTAR TABEL No. 16......... 6..........................49 Struktur Tarif Air Minum ..... 13...................................51 Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga Kota Bogor .......................................................25 Matriks IFE ........................ 7...... 3................... 1.................................................................................................... Halaman Penilaian Bobot Faktor Strategis Internal Perusahaan ................................................................72 Matriks EFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ...................58 Efisiensi Penagihan Rekening Air pada Tahun 2004-2005 ......47 Loket Pembayaran Air .............81 viii .40 Perkembangan Laba Rugi pada Tahun 2004-2006 .............59 Matriks IFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor .........34 Jumlah Karyawan Berdasarkan Status Karyawan .... 10........................................... 2.............................74 Matriks SWOT PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ........................ 8.............43 Evaluasi Kondisi Produksi Air pada Tahun 2006 ........................... 17................ 18......................................................................................................26 Matriks EFE .....44 Tingkat Kehilangan Air pada Tahun 2000-2005 .................. 12. 5.............. 14....................25 Penilaian Bobot Faktor Strategis Eksternal Perusahaan ......... 4.....39 Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkat Pendidikan .......................................................................42 Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor........................................................................ 11........

....................................................................... Halaman 1................................................................................................................................. Matriks SWOT ................32 6...................... Matriks IE ......................................... Bagan Mental Creation dan Physical Creation Process sebagai Bagian dari Sistem Manajemen Strategis .....................DAFTAR GAMBAR No......27 4...22 3............................ Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.......................10 2.................... Kerangka Pemikiran Penelitian.........................77 ix ...................... Analisis SWOT .............31 5.............

.... Golongan Tarif.........94 Daftar Persyaratan Kualitas Air ...98 Kuesioner Penelitian Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM........................................................................................95 Sumber Air dan Daerah Pengaliran .............. 11.......89 Pengukuran Kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada Tahun 2006 .................97 Kuesioner Penelitian Penentuan Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal dan Eksternal ...... Halaman Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.................................. 8.......... 13...........96 Klasifikasi Kelompok Pelanggan.................. 12.................. 9...109 Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Eksternal ............................................... 3................................................ 10..................................105 Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Internal .....116 Hasil Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM ..............115 Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Eksternal ...................................................90 Sistem Penyediaan Air Minum ....................................93 Diagram Alir Pengolahan.......... 7......................... 2.................... 5............................................................................................... 14...112 Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Internal .... 6...................117 x ...........DAFTAR LAMPIRAN No. 1.................. dan Besar Tarif Air Minum........... 4............................

I. sehingga perhatian diberikan lebih banyak kepada masyarakat di daerah perkotaan dibandingkan dengan daerah pedesaan. Air bersih merupakan kebutuhan paling dasar bagi manusia dan harus selalu ada karena tanpa air manusia tidak mungkin untuk melangsungkan kehidupannya. berkaitan dengan pemberian atau penyerahan jasa-jasa pemerintah kepada publik. Sumber daya air di Indonesia dikelola oleh Perusahaan Air Minum (PAM) yang mendapatkan wewenang dari pemerintah dalam pengelolaan kebutuhan konsumsi air bersih bagi masyarakat dan yang berada di setiap pemerintahan daerah dinamakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). sosial dan perdagangan. PENDAHULUAN 1. Indonesia adalah salah satu negara yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari perairan. Undang-undang Dasar 1945 pasal 33 ayat 3 menyatakan bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. PAM atau PDAM adalah salah satu bentuk sektor publik yang merupakan bagian dari perekonomian nasional yang dikendalikan oleh pemerintah. Air digunakan hampir pada setiap aspek kehidupan manusia. Sumber daya alam ini memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Pendistribusian lebih banyak difokuskan untuk melayani kegiatan komersial yang mendukung pembangunan ekonomi dan hanya konsumen yang memiliki kemampuan membayar dapat memiliki akses terhadap air bersih. Padahal jumlah penduduk daerah pedesaan mencapai sekitar 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Tingkat pelayanan PAM atau PDAM saat ini masih memiliki kendala terutama dalam hal pendistribusian pelayanan air yang tidak merata. .1. mulai dari penggunaan untuk rumah tangga sampai untuk kegiatan yang lebih luas seperti bidang komersial. Latar Belakang Air merupakan sumber daya alam yang dimiliki oleh setiap negara.

Saat ini. 2005). Perencanaan strategis umumnya digunakan luas oleh organisasi laba (profit oriented) dan kemudian dalam perkembangannya digunakan pula oleh organisasi nirlaba atau organisasi publik lainnya (Tangkilisan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai salah satu bentuk organisasi publik membutuhkan perencanaan strategis agar dapat memberdayakan para manajer dan seluruh karyawan untuk membuat keputusan yang berkaitan dengan peningkatan kinerja pelayanan publiknya. Oleh karena itu.89 persen terhadap wilayah pelayanan dan 49. kualitas produk maupun keefisienan dan keefektifitasan organisasinya. PDAM dituntut untuk dapat meningkatkan dan mengembangkan kualitas perusahaannya baik dalam hal pelayanan.2 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air bersih bagi masyarakat di Kota Bogor. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor . kebutuhan air bersih utama untuk rumah tangga dan industri di Kota Bogor dipasok oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Tingkat pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini baru mencapai sekitar 61. Namun. Strategi perusahaan yang tepat menjadi hal yang sangat penting untuk memanfaatkan peluang dan menghindari atau mencegah ancaman dari luar dengan memberdayakan seluruh sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan secara efisien dan efektif. Perencanaan strategis merupakan serangkaian rencana tindakan dan kegiatan mendasar yang disusun oleh manajemen puncak untuk diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu perusahaan dalam rangka pencapaian tujuan. Melihat kondisi tersebut. bagi rumah tangga dan industri pendistribusian air belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Bogor.130 liter per detik.49 persen terhadap jumlah penduduk Kota Bogor dengan kapasitas produksi sebesar 1. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk melakukan penyesuaian terhadap perkembangan lingkungan yang semakin dinamis sehingga dapat meningkatkan akuntabilitas dan kinerja yang berorientasi kepada pencapaian hasil. Dalam kondisi yang selalu berubah-ubah. perencanaan strategis merupakan langkah awal yang tepat untuk melakukan penyesuaian terhadap perubahaan.

2. 1. 1. Strategi apakah yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan saat ini ? 3. sebagai masukan bagi manajemen perusahaan mengenai perencanaan strategis dalam pengembangan dan implementasi strategi yang efektif untuk kelangsungan hidup perusahaan.3 perlu menerapkan strategi yang tepat untuk meningkatkan kinerja pelayanan perusahaannya. Prioritas strategi alternatif apakah yang perlu dilakukan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ? 1. Rumusan Masalah Untuk memperjelas permasalahan yang akan dibahas berdasarkan pada latar belakang masalah di atas. 2. menambah wawasan dan pengalaman nyata mengenai strategi yang dapat dipilih dengan menggunakan alternatif strategi yang telah dirumuskan oleh peneliti. yaitu: 1. maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: 1. . Tujuan Penelitian 1.3. Mengidentifikasi faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini. Bagi perusahaan. Faktor-faktor internal dan eksternal apakah yang berpengaruh terhadap PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor saat ini ? 2. Strategi tersebut juga dibutuhkan untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan dan bahkan meningkatkan jumlah pelanggan demi kelangsungan hidup perusahaan. Bagi penulis. Kegunaan Penelitian Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi berbagai pihak. 3. Menformulasikan strategi yang dapat diterapkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sesuai dengan kondisi lingkungan perusahaan. 2. Menentukan strategi alternatif yang tetap bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.4.

Opportunities. Weaknesses.4 3. pengembangan startegi dengan menggunakan analisis Strenght.5. penulis juga bertujuan untuk mengetahui posisi perusahaan berdasarkan analisis lingkungan perusahaan dengan menggunakan analisis Internal Eksternal (IE). 1. . Bagi pembaca. Selain itu. Ruang Lingkup Penelitian ini melakukan pengembangan strategi alternatif bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan analisis lingkungan internal dan eksternal perusahaan saat ini. berguna sebagai pengetahuan dan informasi masukan (referensi) bagi peneliti yang akan melakukan penelitian serupa dan akan mengkajinya lebih dalam. and Threat (SWOT) dan analisis Quantitative Strategic Planning Marix (QSPM) untuk dapat menentukan strategi alternatif yang tepat bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

1. Christensen. Apabila diterjemahkan definisi klasik dan tradisi ini ke dalam kompetisi bisnis saat ini maka dapat dinyatakan bahwa startegi adalah hal menetapkan arah kepada manajemen dalam arti manusia mengenai sumber daya di dalam bisnis dan mengenai bagaimana mengidentifikasikan kondisi yang memberikan keuntungan terbaik untuk memenangkan persaingan di dalam pasar (Dirgantoro. Steiner dan Miner (1977) Strategi merupakan respon secara terus-menerus maupun adatif terhadap peluang dan ancaman eksternal serta kekuatan dan kelemahan internal yang dapat mempengaruhi organisasi. 2005) : 1. 3. TINJAUAN PUSTAKA 2. dapat dilihat perkembangan strategi sebagai berikut (Rangkuti. 4.1. Porter (1985) Strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing. konsep mengenai strategi terus berkembang. Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan.II. Pengertian Strategi Strategi berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti kepemimpinan dalam ketentaraan atau seni berperang. Chandler (1962) Strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang. 2. Argyris (1985). Untuk jelasnya. Andrew dan Guth (1965) Strategi merupakan alat untuk menciptakan keunggulan bersaing. 2001). program tindak lanjut.1. Dalam perkembangannya. Konsep Strategi 2. . Mintzberg (1979). serta prioritas alokasi sumber daya. Learned. Dengan demikian salah satu fokus strategi adalah memutuskan apakah bisnis tersebut harus ada atau tidak ada.

. strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. strategi mengenai keuangan dan sebagainya.2.6 5. Strategi Investasi Strategi ini merupakan kegiatan yang berorientasi pada investasi. Tipe-tipe Strategi Menurut Rangkuti (2005). Chaff (1985) Strategi adalah kekuatan motivasi untuk stakeholder seperti debtholders. karyawan. Hamel dan Prahalad (1995) Strategi merupakan tindakan dan yang bersifat dan incremental dilakukan (senantiasa meningkat) terus-menerus berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Misalnya apakah perusahaan ingin melakukan strategi pertumbuhan yang agresif atau berusaha mengadakan penetrasi pasar. Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan. strategi pengembangan pasar. yang dilakukan 6. yang baik secara langsung maupun tidak langsung oleh menerima semua keuntungan tindakan atau biaya yang oleh ditimbulkan perusahaan. manajer. strategi pembangunan kembali suatu divisi baru atau strategi divestasi dan sebagainya.1. Andrew (1980). komunitas. 2. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core competencies). pemerintah dan sebagainya. pada prinsipnya strategi dapat dikelompokkan berdasarkan tiga tipe strategi. 2. strategi penerapan harga. misalnya strategi pengembangan produk. Strategi Manajemen Strategi manajemen meliputi strategi yang dapat dilakukan oleh manajemen dengan orientasi pengembangan strategi secara makro. konsumen. yaitu : 1. Dengan demikian. strategi akuisisi.

Menurut Mulyadi (2001). Manajemen strategis merupakan suatu proses yang berjalan secara terus menerus sepanjang perjalanan organisasi dalam mewujudkan visinya. serta sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasi. Konsep Manajemen Strategis 2. pemasaran.1. Fokus manajemen strategis terletak pada memadukan manajemen. manajemen strategis dapat didefinisikan sebagai seni dan pengetahuan untuk merumuskan. 2. misalnya strategi pemasaran. produksi/operasi. Manajemen strategis merupakan suatu proses.2. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa : 1. strategi organisasi dan strategi-strategi yang berhubungan dengan keuangan. sehingga keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh seberapa akurat . Pada dasarnya manajemen strategis adalah suatu upaya manajemen dan karyawan untuk membangun masa depan organisasi. manajemen strategis adalah suatu proses yang digunakan oleh manajer dan karyawan untuk merumuskan dan mengimplentasikan strategi dalam penyediaan customer value terbaik untuk mewujudkan visi organisasi.7 3. Berdasarkan peta perjalanan inilah. penelitian dan pengembangan.2. Sebagai suatu proses. mengimplementasikan dan mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang membuat organisasi mampu mencapai obyektifnya. pengelolaan organisasi perusahaan dilaksanakan. Pengertian Manajemen Strategis Menurut David (2004). manajemen strategis terdiri dari rangkaian langkah yang menghasilkan peta perjalanan bisnis yang senantiasa sesuai dengan perubahan lingkungan yang dihadapi oleh organisasi. keuangan/akunting. Strategi Bisnis Strategi bisnis ini sering juga disebut strategi bisnis secara fungsional karena strategi ini berorientasi pada fungsi-fungsi manajemen.

yaitu (1) perencanaan strategis. mulai dari manajemen puncak sampai dengan karyawan. (2) penyusunan program. diperlukan leader yang dapat dijadikan sebagai contoh dan diperlukan pula partisipasi seluruh karyawan dalam perumusan strategi. Sistem Manajemen Strategis Menurut Mulyadi (2001).2. Strategi digunakan untuk menyediakan customer value terbaik guna mewujudkan visi organisasi. Di masa lalu. Bahkan untuk membangun komitmen karyawan dalam mengimplementasikan strategi. 4. 3. Manajemen strategis mencakup dua proses utama. (4) implementasi dan (5) pemantauan. 2. Perumusan dan implementasi strategi memerlukan kontribusi dari seluruh manajer dan karyawan. Namun dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan dinamis. antara lain : . 2. Dalam perumusan strategi. Manajer dan karyawan adalah pelaku manajemen strategis. manajemen perusahaan perlu menfokuskan strateginya ke penyediaan value terbaik bagi pemuasan kebutuhan customers agar dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan. yang terdiri dari lima tahap utama. strategi perusahaan lebih dipacu untuk menghadapi pesaing. dalam sistem manajemen strategis terdiri dari beberapa tahap. manajemen strategis juga mencakup implementasi strategi. yaitu perumusan strategi dan implementasi strategi. melalui misi.2. Proses digunakan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi. sehingga perhatian manajemen tidak difokuskan untuk menghasilkan value terbaik bagi customers. Pelaksanaan manajemen strategis melibatkan banyak orang dalam organisasi. Strategi adalah pola tindakan utama yang dipilih untuk mewujudkan visi organisasi.8 peta perjalanan tersebut mencerminkan teritorial bisnis yang diganbarkan dalam peta. (3) penyusunan anggaran.

Untuk mewujudkan sasaran strategis diperlukan inisiatif strategis berupa program tindakan yang akan dilaksanakan oleh perusahaan di masa depan. Strategi dirumuskan melalui tujuh tahap utama. strategi yang telah dirumuskan untuk mewujudkan visi dan tujuan kemudian diterjemahkan ke dalam rencana strategis yang terdiri dari tiga komponen. and threats). nilai dasar dan tujuan. target dan inisiatif strategis. keyakinan dasar. weaknesses. Penyusunan program menghasilkan program yang merupakan suatu rencana laba jangka panjang yang berisi langka-langkah strategis yang dipilih untuk mewujudkan sasaran strategis tertentu beserta taksiran sumber daya yang akan diperlukan untuk dan diperoleh dari usaha menjalankan langkah-langkah tersebut.9 1. 2. opportunities. Programming (Penyusunan Program) Penyusunan program adalah proses penjabaran inisiatif strategis ke dalam rencana laba jangka panjang. (3) analsis SWOT (strengths. (5) perumusan peluang dan masalah utama. (2) penentuan misi. Sasaran strategis merupakan sasaran-sasaran masa depan yang dituju oleh perusahaan sebagai penerjemahan strategi untuk mewujudkan visi dan tujuan. 3. Budgeting (Penyusunan Anggaran) Penyusunan anggaran adalah proses penyusunan rencana laba jangka pendek yang berisi langkah-langkah yang ditempuh oleh perusahaan dalam melaksanakan sebagain dari program. (6) identifikasi dan evaluasi alternatif strategi dan (7) perumusan strategi. Strategy Formulation (Perumusan Strategi) Proses manajemen strategis diawali dengan perumusan strategi. 4. Strategic Planning (Perencanaan Strategis) Dalam langkah ini. yaitu sasaran strategis. visi. antara lain : (1) identifikasi lingkungan yang akan dimasuki oleh perusahaan di masa depan. Dalam penyusunan anggaran dijabarkan program tertentu ke dalam . (4) analisis portfolio.

Perumusan Strategi Hasil Analisis Lingkungan. Mental Creation dan Physical Creation Process sebagai Bagian dari Sistem Manajemen Strategis (Mulyadi. Implementation (Implementasi) Dalam tahap implementasi. Oleh karena anggaran adalah bagian dari program dan program merupakan penjabaran inisiatif strategis yang dipilih untuk mewujudkan sasaran strategis. ditunjuk manajer dan karyawan yang bertanggung jawab dan pengalokasian sumber daya untuk melaksanakan kegiatan tersebut. 2001) 5.10 rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahun anggaran. Nilai Dasar. Misi. Makro dan Lingkungan Industri. Visi. Tujuan dan Strategi Rencana Strategis : Sasaran Strategis Inisiatif Strategis Mental Creation Process Perencanaan Strategis Penyusunan Program Program Sistem Manajemen Strategis Anggaran (Shor-Range Profit Plan) Penyusunan Anggaran Implementasi Pelaksanaan Rencana Physical Creation Process Pemantauan Umpan Balik (Feedback) Gambar 1. serta inisiatif strategis . manajemen dan karyawan melaksanakan rencana yang tercantum dalam anggaran ke dalam kegiatan nyata. Keyakinan Dasar.

anggaran program. Monitoring (Pemantauan) Implementasi rencana memerlukan pemantauan. 2. sasaran strategis telah berhasil diwujudkan. Untuk dapat melakukan formulasi strategi dengan baik maka ada ketergantungan yang erat dengan analisis lingkungan dimana formulasi strategi membutuhkan data atau informasi dari analasis lingkungan internal dan eksternal perusahaan. 6. manajemen dan karyawan harus senantiasa menyadari keterkaitan erat di antara implementasi. Hasil setiap langkah yang direncanakan perlu diukur untuk memberikan umpan balik bagi pemantauan pelaksanaan anggaran. maka dalam implementasi rencana. Harus dipahami benar visi. Dalam melakukan formulasi strategi. ada beberapa hal yang patut untuk dipertimbangkan.3. sasaran strategis dan strategi. antara lain : 1. . posisi laba/rugi perusahaan.11 dipilih sebagai penerjemahan strategi yang dirumuskan. Hal kedua yang harus dipahami adalah mengenai posisi perusahaan pada saat ini. tujuan dan visi organisasi dapat dicapai. 2. Kemampuan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor lingkungan (internal maupun eksternal) yang sedang dihadapi perusahaan saat ini. formulasi strategi adalah menentukan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan pencapaian tujuan. Posisi perusahaan dapat berupa pangsa pasar yang dikuasai. Strategi tingkat perusahaan diformulasikan oleh top management dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan secara keseluruhan. 3. inisiatif strategis. Formulasi Strategi Menurut Dirgantoro (2001). kondisi internal seperti kompetensi orangorang yang berada dalam perusahaan dan lain-lain. misi dan tujuan perusahaan sehingga dapat diketahui ke arah mana perusahaan akan dibawa serta bagaimana caranya untuk menuju ke arah tersebut. program dan inisiatif strategis. Hasil implementasi rencana juga digunakan untuk memberikan informasi bagi pelaksana tentang seberapa jauh target telah berhasil dicapai.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Menurut Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999 tentang pedoman penilaian kinerja Perusahaan Daerah Air Minum.4. Perusahaan Daerah Air Minum yang selanjutnya disingkat PDAM adalah perusahaan milik Daerah Provinsi atau Daerah Kabupaten dan atau Daerah Kota. Lingkungan Perusahaan Pada era globalisasi. kuantitas dan kontinuitas secara profesional dan trasparan. Perubahan pada lingkungan tersebut harus diantisipasi karena pengaruh yang signifikan akan menentukan . perubahan-perubahan berlangsung dengan cepat dan dalam intensitas yang tinggi pula. Salah satunya adalah perubahan yang terjadi pada lingkungan bisnis baik yang memberikan pengaruh yang baik maupun yang memberikan pengaruh yang buruk. 2. sampai mendistribusikannya kepada pelanggan. atau mungkin menunjukkan inovasi dari orang-orang tersebut untuk selalu mengikuti perubahan yang terjadi dan kemampuan untuk mengantisipasi perubahan tersebut. PDAM merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dituntut dapat memberikan pelayanan umum di bidang air bersih bagi masyarakat. baik secara kualitas. kehadiran PDAM dimungkinkan sebagai kesatuan usaha milik Pemerintah Daerah (Pemda) yang memberikan jasa pelayanan dan menyelenggarakan kemanfaatan umum di bidang air minum. Mencari alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi secara lebih efisien di masa yang akan datang. 4. mengolah dan menjernihkan. Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 tahun 1962.12 Dengan mengidentifikasikan faktor-faktor tersebut akan memudahkan dalam memahami keberhasilan atau kegagalan pencapaian tujuan. Aktivitas PDAM yaitu mulai dari mengumpulkan. Semakin banyak solusi yang relevan yang dapat ditawarkan menunjukkan kemampuan yang selalu berkembang atau selalu diasah dari orang-orang yang berada dalam organisasi atau perusahaan. 2.5.

Oleh karena itu. 2001).13 koreksi yang harus dilakukan terhadap strategi atau bahkan mungkin juga akan mempengaruhi visi dan misi perusahaan. Tujuan dilakukan analisis lingkungan adalah agar organisasi dapat mengantisipasi lingkungan organisasi sehingga dapat bereaksi secara cepat dan tepat untuk kesuksesan organisasi (Dirgantoro. 2. Hasil analisis lingkungan internal berupa kekuatan dan kelemahan perusahaan.5. Lingkungan internal terdiri dari faktor-faktor atau variabel lingkungan yang berasal atau berada di dalam perusahaan itu sendiri. analisis terhadap lingkungan perusahaan perlu dilakukan baik lingkungan internal maupun eksternal yang akan berpengaruh terhadap ketepatan strategi perusahaan yang akan dipilih. . 2. karena lingkungan perusahaan sangat mempengaruhi lancar atau tidaknya kegiatan yang akan dijalankan perusahaan. Lingkungan perusahaan sangat menentukan strategi yang akan dijalankan.2. Analisis lingkungan adalah proses monitoring terhadap lingkungan organisasi yang bertujuan untuk mengidentifikasikan opportunities (peluang)dan threat (tantangan)yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuan.1. Analisis Lingkungan Eksternal Analisis terhadap lingkungan eksternal perusahaan diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat memberikan peluang dan ancaman bagi perusahaan sehingga dapat dilakukan suatu tindakan tertentu untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan demikian. Analisis Lingkungan Internal Analisis lingkungan internal merupakan analisis yang bertujuan untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Faktor-faktor dari lingkungan internal cenderung lebih mudah dikendalikan oleh organisasi atau berada di dalam jangkauan perusahaan. perusahaan harus dapat menentukan kemampuan utama yang membuat berbeda dalam arena persaingan.5.

pasar pedagang besar dan pasar internasional. c. yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. Masyarakat meliputi masyarakat keuangan. umum dan internal. agen jasa pemasaran dan perantara keuangan. Lingkungan makro ini . e. lokal. yang terdiri atas : a.14 Lingkungan eksternal perusahaan dibagi ke dalam dua kategori. pasar industri. warga yang bertindak. pasar pemerintah. Perantara meliputi penjual (pedagang besar dan pengecer). 1. 2. media. d. perusahaan distribusi fisik. Pelanggan merupakan konsumen yang membeli atau menggunakan produk yang dijual atau ditawarkan oleh perusahaan. pemerintah. Masyarakat merupakan kelompok yang mempunyai kepentingan potensial atau yang sudah terwujud pada atau berdampak pada kemampuan suatu organisasi untuk mencapai sasarannya. Lingkungan Makro Perusahaan Pada dasarnya. lingkungan makro perusahaan terdiri dari faktorfaktor yang terlepas atau di luar perusahaan. Pemasok merupakan perusahaan yang menyediakan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan maupun pesaing untuk menghasilkan produk. lingkungan mikro eksternal adalah lingkungan yang dekat dengan perusahaan dan mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melayani pelanggannya. Lingkungan Mikro Perusahaan Menurut Kotler (2000). Jenis-jenis pelanggan terdiri dari pasar konsumen. Pesaing Pesaing perusahaan merupakan lawan perusahaan yang memproduksi atau menjual produk yang sejenis di wilayah tertentu. b. Perantara merupakan perusahaan yang membantu perusahaan mempromosikan. menjual dan mendistribusikan produk ke pembeli akhir.

biaya energi. tingkat polusi. Lingkungan demografi sangat diperhatikan oleh pemasar karena melibatkan manusia dan manusialah yang membentuk pasar. usia penduduk dan sebagainya. Lingkungan Alam Merupakan sumber daya alam yang dibutuhkan sebagai masukan oleh pemasar atau yang dipengaruhi oleh aktivitas pemasaran seperti kebutuhan bahan baku. Menurut Kotler (2000). Lingkungan Teknologi Merupakan kekuatan-kekuatan yang menciptakan teknologi baru.15 memberikan kesempatan besar bagi perusahaan untuk maju. b. . Faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan makro adalah : a. d. 2003). Lingkungan teknologi juga diukur melalui laju pertumbuhan penelitian dan pengembangan (litbang) dan tingginya anggaran litbang. Lingkungan Demografi Merupakan lingkungan yang menyangkut kependudukan seperti jumlah penduduk. Lingkungan Ekonomi Merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi daya beli dan pola pembelanjaan konsumen. c. lingkungan makro perusahaan terdiri atas kekuatan sosial yang mempengaruhi seluruh pelaku di lingkungan mikro perusahaan dan mempengaruhi kegiatan perusahaan. menciptakan inovasi baru melalui pengembangan produk baru serta mampu menangkap peluang-peluang yang ada. Perubahaan daya beli disebabkan oleh adanya perubahan pendapatan dan perubahan harga-harga di pasar. lokasi penduduk. sekaligus dapat menjadi hambatan dan ancaman untuk maju (Umar. Daya beli ini diukur dari tingkat pendapatan masyarakat dan perkembangan tingkat harga-harga umum. kepadatan penduduk di suatu wilayah.

peraturan tentang keamanan dan kesehatan kerja dan sistem perpajakan. hendaknya dapat diantisipasi oleh perusahaan. pendidikan dan etnis.1. Poduct (Produk) Produk merupakan sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli. bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. yang terdiri dari product. Lingkungan Politik / Hukum Arah. demografis. untuk digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan. yang berkembang dari pengaruh kultural. Bauran Pemasaran Pemasaran selalu terkait dengan apa yang disebut bauran pemasaran. Lingkungan Sosial / Budaya Kondisi sosial masyarakat selalu berubah-ubah. place dan promotion. Perubahanperubahan sosial yang terjadi yang mempengaruhi perusahaan. Menurut Kotler (2000). misalnya sikap. price. Produk adalah penawaran berwujud perusahaan kepada pasar yang mencakup . religius. Adapun penjelasan dari 4P tersebut adalah : 2. gaya hidup. Tindakan politik yang dirancang untuk melindungi dan memerikan manfaat bagi perusahaan seperti undangundang tentang lingkungan dan perburuhan. Istilah lain untuk bauran pemasaran adalah marketing mix (4P). Alasan penulis mengunakan 4P karena perusahaan yang dijadikan sebagai tempat penelitian merupakan perusahaan yang bersifat semi jasa dan penelitian dilakukan meliputi perusahaan secara keseluruhan bukan hanya pelayanannya sehingga penggunaan 4P telah cukup mewakili.6. f. 2. kebijakan dan stabilitas politik merupakan pertimbangan penting bagi para manajer dalam merumuskan strategi perusahaan. stabilitas pemerintah. adat istiadat dan kebiasaan dari orang-orang di lingkungan eksternal perusahaan. peraturan tentang perdagangan luar negeri.16 e. Kondisi sosial ini banyak aspeknya.6.

misalnya produk tidak laku di pasaran. 2. Penentuan harga menjadi sangat penting untuk diperhatikan.4. persediaan dan transportasi.6. lokasi. hal ini disebabkan agar stakeholders mudah menjangkau setiap lokasi yang ada. Promotion (Promosi) Dalam kegiatan promosi. desain. pelayanan. merek.6. atau mengingatkan konsumen akan manfaat suatu organisasi atau suatu produk. setiap perusahaan berusaha untuk mempromosikan seluruh produk dan jasa yang dimilikinya baik langsung maupun tidak langsung. Dalam harga mencakup daftar harga. 2. ruang lingkup. ukuran. menarik dan mempertahankan . Harga adalah sejumlah nilai yang ditukarkan konsumen dengan manfaat memiliki atau menggunakan produk yang nilainya ditetapkan oleh pembeli dan penjual melalui tawar-menawar. syarat kredit dan jangka waktu pembayaran.3. kemasan. atau ditetapkan oleh penjual untuk satu harga yang sama terhadap semua pembeli. membujuk. 2. Place (Tempat) Tempat merupakan berbagai kegiatan yang dilakukan peusahaan untuk membuat produk dapat diperoleh dan tersedia bagi pelanggan sasaran yang mencakup saluran. salah dalam menentukan harga akan berakibat fatal terhadap produk yang ditawarkan. kualitas. Promosi merupakan sarana paling ampuh untuk mengenal perusahaan. rabat. jaminan dan pengembalian.2. Promosi dalam bauran pemasaran adalah menghasilkan pertukaran yang saling memuaskan dengan pasar yang dituju melalui penyampaian informasi mendidik. Price (Harga) Harga merupakan salah satu aspek penting dalam kegiatan bauran pemasaran. bentuk. Penentuan lokasi kantor yang disertai dengan sarana dan prasarana pendukung menjadi sangat penting.6.17 keanekaragaman produk. Penentuan lokasi biasanya digunakan untuk lokasi pabrik atau gudang atau cabang. potongan.

7. cerita dan peristiwa yang tidak menyenangkan. Personel Selling (Penjualan Pribadi) Penjualan pribadi secara umum dilakukan oleh seluruh karyawan perusahaan.18 pelanggan. d. 2. pemasangan melalui koran. yaitu : a. HERO Supermarket sebagai peritel modern lokal perlu menerapkan strategi yang tepat untuk menghadapi persaingan dalam bisnis ritel. menarik dan mempengaruhi konsumen yang dapat dilakukan dengan berbagai media seperti pemasangan Billboard atau spanduk. sampai pejabat dalam perusahaan. Kegiatan promosi ini bertujuan untuk membangun hubungan yang baik dengan publik perusahaan. Tbk. Penelitian Terdahulu Arsanti (2005) melakukan penelitian mengenai “Analisis Formulasi Strategi Perusahaan pada PT HERO Supermarket. satpam. bakti sosial. c. majalah. b. pencetakan brosur. Sarana promosi yang digunakan dalam mempromosikan produk maupun jasanya terdiri dari empat macam sarana. Sales Promotion (Promosi Penjualan) Promosi penjualan adalah intensif jangka pendek untuk meningkatkan pembelian atau penjualan suatu produk agar konsumen segera membeli setiap produk atau jasa yang ditawarkan. mulai dari cleaning service. perlombaan cerdas cermat. radio atau media lainnya. Advertising (Periklanan) Iklan adalah sarana promosi yang digunakan untuk mengiformasikan. Publicity (Publisitas) Publisitas merupakan kegiatan promosi yang dilakukan melalui kegiatan seperti pameran. Hal ini dikarenakan banyak pelaku bisnis ritel yang tertarik untuk menanamkan investasinya di Indonesia. kuis serta kegiatan lainnya melalui berbagai media. serta menangani atau menghilangkan desasdesus. televisi. Kehadiran ritel asing di Indonesia lebih berdampak mengancam pasar pada . menumbuhkembangkan suatu citra perusahaan yang baik.

Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE) dan matriks External Factor Evaluation (EFE). matriks IE dan matriks SWOT. serta matriks QSPM. dimana perusahaan mampu menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk menutupi kelemahan yang ada serta perusahaan mampu memanfaatkan peluang yang ada dengan mengantisipasi ancaman yang terjadi dalam perusahaan. Hasil analisis matriks IFAS dan EFAS didapatkan kekuatan perusahaan adalah mutu sarung Gajah Duduk bagus dan harga sarung yang terjangkau. serta matriks QSPM. Kamillah (2005) melakukan penelitian mengenai ”Analisis Strategi Perusahaan PT PISMATEX Pekalongan. yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Analisis SWOT menghasilkan beberapa alternatif strategi untuk memudahkan penilaian matriks QSPM. place dan promotion). serta keterbatasan modal merupakan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. Jawa Tengah.19 peritel modern lokal daripada pasar tradisional. Peluang perusahaan adalah pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat dan ancaman bagi perusahaan adalah meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan harga BBM dan tarif dasar listrik (TDL). Hasil analisis IE menempatkan perusahaan pada sel I dan IV dengan strategi yang tepat adalah growth and build seperti penetrasi pasar. serta bauran pemasaran (product. pengembangan produk dan perluasan pasar. price. . Analisis data menggunakan matriks Internal Factor Analysis Summary (IFAS) dan matriks External Factor Analysis Summary (EFAS). Hasil analisis yang dilakukan terhadap PT HERO Supermarket sebagai perusahaan ritel menggambarkan kondisi internal maupun eksternal yang cukup kondusif. matriks IE dan SWOT. terutama dalam upaya merebut pasar. Strategi pemasaran tersebut harus sesuai dengan faktor-faktor strategis yang dimiliki oleh perusahaan. Dari matriks QSPM didapatkan alternatif strategi yang tepat bagi perusahaan. PT PISMATEX perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat dalam kegiatan permasarannya untuk menghadapi munculnya pesaing-pesaing baru. karena segmennya relatif sama.

penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunakan metode yang sama. Peneliti menggunakan kelima matriks tersebut untuk memformulasikan strategi pada salah satu bentuk organisasi publik. bahan baku dan bahan bakar). matriks IE dan matriks SWOT. serta matriks QSPM untuk mengolah dan menganalisis data.20 yaitu efisiensi biaya produksi dalam proses produksi (pengolahan. Berdasarkan kedua penelitian terdahulu. . yaitu menggunakan matriks IFE dan EFE. yaitu PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam rangka meningkatkan kinerja pelayanan publiknya.

produksi/operasi dan pemasaran. variabel-variabel internal dan eksternal perusahaan diringkas dan dijabarkan dalam matriks IFE dan matriks EFE. . Analisis lingkungan internal meliputi faktor sumber daya manusia. serta strategi harvest or divest. Kerangka Pemikiran Penelitian Penelitian ini terdiri dari beberapa langkah yaitu langkah pertama adalah mengetahui visi dan misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. keuangan.III. Kedua. perusahaan dapat mengantisipasi lingkungan perusahaan secara cepat dan tepat untuk kesuksesan perusahaan. Ketiga. Dengan melakukan analisis lingkungan. Analisis lingkungan bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mencapai tujuannya. Kemudian berdasarkan pada matriks IE.1. maka dapat dirumuskan beberapa strategi alternatif dengan menggunakan matriks SWOT. Total skor pada kedua matriks tersebut dipadukan dalam matriks IE untuk mengetahui posisi perusahaan berdasarkan kelompok strategi growth and build. mengidentifikasi dan analisis lingkungan perusahaan baik lingkungan internal maupun lingkungan eksternal. Sedangkan analisis lingkungan eksternal meliputi lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. tahap terakhir yang merupakan tahap keputusan untuk menentukan strategi yang paling tepat diantara alternatif strategi yang ada sesuai dengan kondisi perusahaan dengan menggunakan analisis QSPM. hold and maintain. Keempat. METODOLOGI PENELITIAN 3. Pernyataan misi dan tujuan akan menjadi penuntun dalam melakukan tahap analisis selanjutnya agar strategi yang akan diterapkan mengarah pada pencapaian tujuan akhir yang membantu rencana dan keputusan untuk mencapai tujuannya.

22 PDAM TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR VISI DAN MISI PERUSAHAAN Lingkungan Internal a. Lingkungan Makro ♦ Lingkungan Demografi ♦ Lingkungan Ekonomi ♦ Lingkungan Alam ♦ Lingkungan Politik/Hukum ♦ Lingkungan Teknologi ♦ Lingkungan Sosial/Budaya Matriks IFE Matriks IE Matriks EFE Matriks SWOT Matriks QSPM (Pengambilan Keputusan Prioritas Strategi) Prioritas Strategi alternatif dari Hasil Analisis Gambar 2. Faktor Sumber daya Manusia b. Lingkungan Mikro ♦ Pemasok ♦ Perantara ♦ Pelanggan ♦ Pesaing ♦ Masyarakat b. Kerangka Pemikiran Penelitian . Faktor Keuangan c. Faktor Pemasaran Lingkungan Eksternal a. Faktor Produksi/Operasi d.

produksi dan pemasaran yang dilakukan perusahaan. Lingkungan makro 3.23 3. Data primer diperoleh melalui kunjungan ke perusahaan untuk mencari informasi dari pihak yang berwenang (PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor). Lingkungan mikro b. 121 Bogor. Data yang dibutuhkan untuk menganalisis lingkungan perusahaan meliputi : 1. Data untuk analisis lingkungan internal a. Jenis dan Sumber Data Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang berlokasi di Jalan Siliwangi No.3. Perpaduan antara matriks IFE dan EFE diperoleh matriks IE yang digunakan sebagai parameter posisi perusahaan dengan melihat kondisi . Data-data yang diperoleh digunakan untuk melakukan analisis terhadap strategi perusahaan. Pengolahan Data dan Analisis Data Alat analisis yang digunakan dalam tahap masukan yaitu matriks IFE digunakan untuk melihat posisi perusahaan dari sisi kekuatan dan kelemahan. Data untuk analisis lingkungan eksternal a. Gambaran umum perusahaan. b. wawancara langsung dengan pihak perusahaan yang mengerti kondisi perusahaan dan memiliki kontribusi dalam merumuskan strategi perusahaan. 2. Dan matriks EFE untuk melihat posisi perusahaan dari sisi peluang dan ancaman. struktur organisasi.2. Data sekunder diperoleh dari laporan tertulis atau dokumen perusahaan. Gambaran mengenai sumber daya manusia. keuangan.4. dengan waktu tiga bulan yang dimulai dari bulan April sampai bulan Juni 2007. jurnal dan internet. 3. visi dan misi perusahaan. yang cara pengisiannya dipandu oleh peneliti. meliputi sejarah berdiri. Wawancara dengan menggunakan kuesioner. data-data dari literatur yang relevan dengan penelitian yang berasal dari buku.

5. Matriks IFE digunakan untuk mengevaluasi dan meringkas kekuatan dan kelemahan utama dalam berbagai bidang fungsional perusahaan sehingga diketahui faktor-faktor internal perusahaan yang dianggap penting. 2004). Matriks IFE dan EFE beserta dengan penyataan misi yang jelas menyediakan informasi dasar yang diperlukan untuk merumuskan strategi secara sukses dengan syarat teknik ini disertai penilaian intuitif yang baik dalam menetapkan pembobotan dan penilaian yang tepat (David. Alat analisis pada tahap ini bertujuan untuk mengkuantitatifkan subjektivitas selama tahap awal dari proses formulasi strategi. Metode ini digunkan untuk memberikan penilaian terhadap bobot setiap faktor penentu internal dan eksternal. Kemudian untuk memilih strategi yang terbaik digunakan QSPM. .24 internal dan eksternal. Menyusun daftar faktor-faktor utama yang mempunyai dampak penting (Critical Success Factors atau CSF) untuk aspek internal dan eksternal perusahaan yang ditempatkan pada kolom pertama. Matriks IFE dan EFE Matriks IFE dan EFE merupakan teknik yang digunakan pada tahap masukan (The Input Stage) dari kerangka kerja perumusan startegi. Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam membentuk matriks IFE dan EFE. Sedangkan matriks EFE digunakan untuk meringkas dan mengevaluasi peluang dan ancaman utama perusahaan sehingga diketahui faktor-faktor eksternal perusahaan yang dianggap penting. Tahap masukan merupakan tahap yang meringkas informasi dasar yang diperlukan untuk merumuskan startegi. Matriks SWOT digunakan untuk menghasilkan strategi-strategi yang sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan. 3. yaitu : a. Penentuan bobot dilakukan dengan cara mengajukan identifikasi faktor internal dan eksternal tersebut dengan menggunakan metode Paired Comparison (Kinnear. 2000).

.. Penilaian Bobot Faktor Strategis Internal Perusahaan Faktor Strategis Internal A B C D . 2 = Jika indikator horizontal sama penting daripada indikator vertikal.. 3 = Jika indikator horizontal lebih penting daripada indikator vertikal... Penentuan bobot setiap variabel diperoleh dengan menggunakan proporsi nilai setiap variabel dari jumlah nilai keseluruhan variabel dengan menggunakan rumus : ai = Xi n ……………………………………….. A B C D . 2000 Tabel 2.. Dalam menentukan bobot setiap variabel digunakan skala 1.25 b..... Penilaian pembobotan dapat dilihat pada Tabel 1dan Tabel 2.. 2000 c. Tabel 1.. Penilaian Bobot Faktor Strategis Eksternal Perusahaan Faktor Strategis Eksternal A B C D . Total Sumber : Kinnear. A B C D .. 2 dan 3 dengan keterangan sebagai berikut : 1 = Jika indikator horizontal kurang penting daripada indikator vertikal...……………………(3) Total n ∑ i=1 Xi Total n ∑ i=1 Xi ∑ Xi I=1 Keterangan : ai = Bobot variabel ke-i Xi = Nilai variabel ke-i ... Total Sumber : Kinnear.. Penilaian bobot (weight) setiap faktor strategis internal dan eksternal..

3. Tabel 3. .. . . .. 2004 Bobot (A) Rating (B) Skor (AxB) Bobot (A) Rating (B) Skor (AxB) .. Matriks IFE Faktor Strategis Internal Kekuatan : 1 . Data internal yang diperoleh dikelompokan secara kualitatif untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam matriks IFE dan mengetahui peluang dan ancaman yang berasal dari lingkungan eksternal perusahaan dalam matriks EFE dan dilakukan pembobotan.26 i = 1. 2000 Tabel 4. n n = Jumlah variabel Total bobot yang diberikan harus sama dengan 1. n Kelemahan : 1 ..0. . 2. . . n Total Sumber : David. Matriks EFE Faktor Strategis Internal Peluang : 1 .. n Ancaman : 1 . Hal ini dapat dilihat pada Tabel 3 dan Tabel 4. n Total Sumber : David. . . Pembobotan ini kemudian ditempatkan pada kolom kedua matriks IFE dan EFE.

00 Rendah VII VIII IX 1. Matriks IE adalah matriks yang menunjukkan berbagai tempat atau posisi untuk divisi suatu organisasi dalam sembilan kotak atau sel.00 Rata-rata 2.00 Tinggi I II III SKOR TOTAL EFE 3. Pada sumbu y. Matriks IE (David. skor 2. 2005). skor antara 2.27 3.6.00 Gambar 3.00 menunjukkan posisi eksternal yang tinggi.00-4.99 menunjukkan posisi eksternal yang sedang dan 3. Matriks IE Matriks IE digunakan untuk memperoleh strategi bisnis ditingkat korporat yang lebih detail.00-1. skor antara 1. yaitu matriks IFE yang diberikan bobot pada sumbu x dan matriks EFE yang diberikan bobot pada sumbu y.99 menunjukkan rata-rata dan 3. skor antara 1. Pembagian sel-sel dalam matriks IE dapat dilihat pada Gambar 4.00 Rata-rata IV V VI 2.004. SKOR TOTAL IFE Kuat 4. Parameter yang digunakan meliputi kekuatan internal perusahaan dan pengaruh eksternal yang dihadapi dengan menggabungkan matriks IFE dan EFE sehingga menghasilkan kombinasi total nilai terboboti dari matriks IFE dan EFE (Rangkuti.00 Lemah 1. 2004) .00 kuat.00-2.00-1.99 menunjukkan posisi eksternal yang rendah.00 3. Matriks IE didasarkan pada dua dimensi kunci.00-2.99 menunjukkan posisi internal yang lemah. Pada sumbu x.

Usaha yang dapat dilakukan adalah dengan meminimalkan biaya (minimize cost) sehingga dapat meningkatkan profit. Hal ini dapat dicapai dengan cara menurunkan harga. VIII dan IX sangat dianjurkan untuk melakukan divestasi. Strategi yang terbaik adalah melakukan penetrasi pasar dan pengembangan produk. yaitu konsentrasi pada satu industri atau diversifikasi ke industri lain. profit. perusahaan yang memiliki kinerja yang baik cenderung mengadakan konsentrasi. atau kombinasi ketiganya. Market Development dan Product Development atau strategi terintegrasi seperti Bakward Intergration. menambahn kualitas produk atau jasa. 2. sedangkan perusahaan yang relatif kurang memiliki kinerja yang baik cenderung mengadakan diversifikasi . Posisi perusahaan yang berada pada sel VI. c. b. Penjelasan secara detail mengenai kesembilan strategi yang terdapat pada sembilan sel matriks IE tersebut diatas. yaitu : a. V dan VII disebut dengan Hold and Maitain (pertahankan dan pelihara). Posisi perusahaan yang berada pada sel I. dapat dijelaskan melalui tindakan dari masing-masing strategi tersebut. mengembangkan produk baru. sel-sel pada matriks IE dibagi menjadi tiga bagian utama yang memiliki dampak strategi yang berbeda. Cara ini merupakan strategi yang paling penting apabila kondisi perusahaan berada dalam pertumbuhan yang cepat dan terdapat kecenderungan pesaing untuk melakukan perang harga untuk meningkatkan pangsa pasar. 1. atau meningkatkan akses ke pasar yang lebih luas. Berdasarkan penelitian. baik dalam penjualan. Forward Intergation dan Horizontal Intergration. Strategi Pertumbuhan melalui Konsentrasi dan Diversifikasi Ada dua strategi dasar dari pertumbuhan pada tingkat korporat. asset. Growth Strategy (Strategi Pertumbuhan) Strategi pertumbuhan dirancang untuk mencapai pertumbuhan.28 Berdasarkan Gambar 4. Posisi perusahaan yang berada pada sel III. II dan IV disebut Growth and Build (tumbuh dan bina). Strategi yang mewakili strategi ini adalah strategi intensif dan integratif seperti Market Penetration.

Jika perusahaan tersebut berada dalam industri yang sangat atraktif (sel 2). Perusahaan tersebut berusaha memanfaatkan kekuatannya untuk membuat produk baru secara efisien . Contoh strategi pertumbuhan adalah sel 1. Hal ini merupakan strategi utama untuk perusahaan yang memiliki posisi kompetitif pasar yang kuat (high market share) dalam industri yang berdaya tarik tinggi. maka perusahaan harus meminimalkan biaya dan operasi yang tidak efisien untuk mengontrol kualitas. maka strategi yang diterapkan adalah konsolidasi (sel 5). Diversifikasi Konsentris (Sel 7) Strategi pertumbuhan melalui diversifikasi umumnya dilaksanakan oleh perusahaan yang memiliki kondisi competitive position sangat kuat tetapi daya tarik industrinya sangat rendah. Konsentrasi melalui Integrasi Vertikal (Sel 1) Pertumbuhan melalui konsentrasi dapat dicapai melalui integrasi vertikal dengan cara bakward integration (mengambil alih fungsi supplier) atau dengan cara forward integration (mengambil alih fungsi distributor). Strategi ini bertujuan untuk menghindari kehilangan penjualan dan kehilangan profit. Sedangkan apabila perusahaan berada dalam moderate attractive industry. Perusahaan yang berada pada sel ini dapat memperluas pasar. 2. 4. 5. tujuannya adalah untuk meningkatkan penjualan dan profit dengan cara memanfaatkan keuntungan economics of scale baik di produksi maupun pemasaran. Konsentrasi melalui Integrasi Horizontal (Sel 2 dan 5) Strategi pertumbuhan melalui intergrasi horizontal adalah suatu kegiatan untuk memperluas perusahaan dengan cara membangun di lokasi yang lain dan meningkatkan jenis produk serta jasa. Agar dapat meningkatkan kekuatan bisnisnya atau posisi kompetitifnya. serta distribusi produk. 5. fasilitas produksi dan teknologi melalui pengembangan internal maupun eksternal dengan melalui akuisisi atau joint ventures dengan perusahaan lain dalam industri yang sama. 7 dan 8. 3.29 agar dapat meningkatkan kinerjanya.

perusahaan yang hanya memiliki competitive position rata-rata cenderung akan menurun kinerjanya. sedangkan secara eksternal. Model SWOT menyediakan sebuah struktur untuk memadukan antara apa yang saat ini yang dapat dilakukan (strength) dan yang tidak dapat dilakukan (weaknesses) perusahaan dan perkembangan apa yang terjadi pada lingkungan yang menguntungkan (opportunity) dan yang menghambat (threat) (Rangkuti. Unsur-unsur SWOT tersebut meliputi: S (Strength) : Mengacu kepada keunggulan kompetitif dan kompetisi lainnya yang dapat mempengaruhi perusahaan pada pasar. Diversifikasi Konglomerat (Sel 8) Strategi pertumbuhan melalui kegiatan bisnis yang tidak saling berhubungan dapat dilakukan jika perusahaan menghadapi competitive position yang tidak begitu kuat (average) dan nilai daya tarik industrinya sangat rendah. analasis ini mengidentifikasi peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan (Rangkuti. 2005). Kerangka ini digunakan untuk membangun dan mengoperasikan atau mengimplementasikan informasi-informasi dari analisis situasi baik internal dan eksternal. Tetapi pada saat perusahaan tersebut mencapai tahap matang. model ini memposisikan kekuatan dan kelemahan perusahaan. Matriks SWOT Keseluruhan evaluasi kekuatan. 2005). 3. Untuk itu strategi diversifikasi konglomerat sangat diperlukan. Secara internal. . Kondisi ini menyebabkan perusahaan tersebut melakukan usahanya ke dalam perusahaan lain. Analisis SWOT merupakan sebuah model yang dapat mengarahkan dan berperan sebagai katalisator dalam proses perencanaan strategis. Tekanan strategi ini lebih pada sinergi finansial daripada product market sinergy (Rangkuti. 2005).7.30 karena perusahaan ini sudah memiliki kemampuan manufaktur dan pemasaran yang baik. peluang dan ancaman dinamakan analisis SWOT. 6. kelemahan.

Hasil dari analisis SWOT adalah strategi alternatif berdasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang. matriks SWOT menghasilkan empat set kemungkinan strategi alternatif. yaitu : 1. Matriks SWOT (Rangkuti. . Strategi S-O Strategi ini dibuat berdasarkan jalan pikiran perusahaan yaitu dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar-besarnya.31 W (Weaknesses) : Hambatan yang membatasi yang pilihan-pilihan menguntungkan pada yang pengembangan strategi perusahaan. Faktor Internal STRENGHTS (S) Daftar Kekuatan Internal STRATEGI S-O Strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang STRATEGI S-T Strategi yang menggunakan kekuatan untuk mengatasi ancaman WEAKNESSES (W) Daftar Kelemahan Internal STRATEGI W-O Strategi yang meminimalkan kelemahan untuk memanfaatkan peluang STRATEGI W-T Strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman Faktor Eksternal OPPORTUNITIES (O) Daftar Peluang Eksternal THREATS (T) Daftar Ancaman Eksternal Gambar 4. namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan. IFE. EFE dan matriks IE. 2005) Berdasarkan gambar 4. O (Opportunities) : Menyediakan T (Threats) kondisi membatasi penghalang. : Berhubungan dengan penghalang atau kondisi yang dapat menghalangi organisasi dalam mencapai tujuannya. Analsis SWOT menggunakan informasi dan data yang diperoleh dari analisis lingkungan perusahaan dengan didukung analisis strategi pemasaran yang dijalankan perusahaan.

32

2. Strategi S-T Strategi ini menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal. 3. Strategi W-O Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. 4. Strategi W-T Strategi ini didasarkan pada kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada, serta menghindari ancaman. Analisis SWOT akan memberikan arah, pilihan dan pengembangan perusahaan sehingga diperoleh strategi yang tepat bagi perusahaan. BERBAGAI PELUANG 3. Mendukung strategi turn-around KELEMAHAN INTERNAL 4. Mendukung strategi defensif 1. Mendukung strategi agresif KEKUATAN INTERNAL 2. Mendukung strategi diversifikasi

BERBAGAI ANCAMAN Gambar 5. Analisis SWOT (Rangkuti, 2005) Keterangan : Kuadran 1 : Pada kuadran 1 merupakan situasi yang sangat menguntungkan bagi perusahaan karena perusahaan memiliki peluang dan kekuatan yang dapat dimanfaatkan sekaligus. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy). Kuadran 2 : Pada kuadran 2, perusahaan menghadapi berbagai ancaman namun masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi

33

yang harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi (produk atau pasar). Kuadran 3 : Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat besar, tetapi perusahaan pun menghadapi beberapa kendala atau kelemahan internal. Fokus strategi perusahaan pada kuadran 3 adalah meminimalkan masalah-masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik. Kuadran 4 : Pada kuadran 4, perusahaan mengalami situasi yang sangat tidak menguntungkan karena perusahaan menghadapi berbagai ancaman dan kelemahan internal. 3.8. Matriks QSPM Matriks QSPM merupakan alat analisis yang digunakan dalam tahap keputusan. QSPM menggunakan masukan dari matriks IFE dan EFE pada tahap input, serta matriks IE dan SWOT pada tahap pencocokan untuk memutuskan strategi mana yang terbaik. Strategi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pihak manajemen perusahaan dalam penetapan kebijakan strategi untuk pengembangan usaha. Setelah berhasil mengembangkan sejumlah strategi alternatif, perusahaan harus mampu mengevaluasi dan kemudian memilih strategi terbaik yang paling cocok dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan dengan menggunakan QSPM. Ada enam langkah yang perlu harus diikuti untuk membuat matriks QSPM, yaitu : a. Menuliskan daftar peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan. b. Berikan bobot untuk masing-masing peluang, ancaman, kekuatan dan kelemahan. Bobot ini harus identik dengan rata-rata bobot yang dihasilkan pada matriks IFE dan EFE. c. Tuliskan strategi alternatif yang akan dievaluasi. d. Apabila faktor yang bersangkutan ada pengaruhnya terhadap strategi yang sedang dipertimbangkan, berikan nilai Attractiveness Score (AS) yang dimulai dari 1 (tidak dapat diterima), 2 (mungkin dapat diterima), 3 (kemungkinan besar dapat diterima) dan 4 (dapat diterima). Sedangkan

34

apabila tidak ada pengaruhnya terhadap strategi alternatif yang sedang dipertimbangkan, jangan berikan nilai AS. e. Kalikan nilai bobot dengan nilai AS. f. Hitung nilai totalnya (Total Attractiveness Score atau TAS). Strategi alternatif yang memiliki nilai total terbesar merupakan strategi yang paling baik dan sebaiknya dijadikan strategi alternatif dengan prioritas penerapan utama. Ilustrasi QSPM dapat dilihat dalam Tabel 5. Tabel 5. Matriks QSPM Faktor Kunci Bobot Strategi I AS TAS Strategi alternatif Strategi II Strategi ke-n AS TAS AS TAS

Peluang : Ancaman : Kekuatan : Kelemahan : Total Sumber : David, 2004

Melihat kondisi tersebut. Persentase kehilangan air tersebut akibat kurang baiknya mutu pipa dinas (meter air) dan kondisi pipa distribusi yang sudah tua. Jumlah penduduk Kota Bogor yang semakin meningkat telah membuat pelayanan air minum di kota hujan ini mengalami perkembangan.1. Sejarah dan Perkembangan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Kota Bogor telah mempunyai sistem pelayanan air minum sejak tahun 1918.1. Saat itulah mulai dirasakan adanya kekurangan air minum. jumlah pelanggan tercatat sekitar 7. rencana ini terhambat masalah pendanaan karena untuk memasang pipa transmisi dibutuhkan dana investasi yang cukup besar. pada tahun 1967 sumber air ditambah dengan mengambil dari mata air Bantar Kambing melalui reservoir Cipaku. maka dilakukan survei dan perencanaan strategis untuk meningkatkan pelayanan dan pengembangan kapasitas jumlah air bersih.000 Sambungan Langganan (SL) dengan tingkat kehilangan air mencapai 50 persen. Sumber mata air Kota Batu ini merupakan cikal bakal keberadaan PDAM Kota Bogor dan dimulainya pelayanan air minum di Kota Bogor. Namun. Gambaran Umum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor 4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4. yang dibangun oleh pemerintah Belanda. Nama perusahaan air minum pada waktu itu adalah Gemeente Waterleiding Buitenzorg yang memanfaatkan sumber mata air Kota Batu sebagai sumber air utama dengan kapasitas produksi sebanyak 70 liter per detik.1. Untuk menambah kembali kapasitas air. Pada tahun 1966. Pada tahun 1935 untuk mencukupi kebutuhan penduduk Kota Bogor dilakukan penambahan kapasitas air sebanyak 30 liter per detik yang berasal dari sumber air Kebon Salada (milik PAM DKI Jaya). Bantuan dana pun .IV.

Dengan penambahan sumber air tersebut. Pada tanggal 31 Maret 1977 dikeluarkan Peraturan Daerah No. maka nama PDAM Kota Bogor berubah menjadi PDAM Tirta Pakuan Kota . Kemudian pada tahun 1973. feasibility study. Empat sumber air tersebut adalah mata air Kota Batu. Australia. mata air Bantar Kambing. Dengan berfungsinya tambahan kapasitas produksi tersebut. perencanaan dan supervise dengan nilai total bantuan sebesar A$1.449. Bentuk bantuan yang diperoleh berupa pipa dan aksesorisnya.36 diperoleh dari pemerintah Australia.456. Sumber air bakunya memanfaatkan air sungai Cisadane.130 liter per detik berasal dari empat sumber air utama. Selanjutnya. Modal dasar perusahaan terdiri dari kekayaan daerah yang berasal dari kekayaan perusahaan air minum pada waktu kedudukannya sebagai Dinas Daerah. Berdasarkan Surat Keputusan Walikota Nomor 011.736.000 atau US$2. PDAM Kota Bogor mulai didirikan. Proyek seluruhnya dilakukan oleh Valentine Laurie and Davies Consulting Engineers dari Sydney. PDAM Kota Bogor pada tahun 1988 mulai melakukan studi kelayakan dengan berencana memanfaatkan air permukaan sebagai sumber air lainnya. PDAM berhasil menambah kapasitas produksinya dengan membangun Instalasi Pengelolaan Air (IPA) dengan instalasi atau Water Treatment Plant (WTP) yang berlokasi di Cipaku dan Dekeng. maka pada tanggal 3 Juli 1975 dilakukan penghentian atau pemutusan atas koneksi pipa PAM DKI Jaya. kapasitas produksi air meningkat yang pada awal tahun 2007 mencapai 1. dilakukan kembali penambahan kapasitas air melalui sumber mata air Tangkil. 5 Tahun 1977 yang menyatakan perubahan status Dinas Daerah menjadi Perusahaan Daerah. melalui Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No. mata air Tangkil dan sungai Cisadane (WTP Cipaku dan WTP Dekeng).45-75 Tahun 2002 tanggal 29 April 2002 tentang penetapan logo baru PDAM Kota Bogor dan penambahan nama Tirta Pakuan. 300/HK.011/SK/1977. berupa hibah dengan nama proyek Colombo Plan.

Adapun penjabaran misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai berikut : 1. Mengembangkan bidang usaha sistem pelayanan air minum yang efisien. 3. Salah satunya adalah penerapan manajemen melalui sistem informasi yang ditunjang dengan komputerisasi. Mengembangkan penelitian dan kegiatan inovatif serta peningkatan SDM yang dapat menopang tuntutan pertumbuhan . Mewujudkan penyelenggaraan perusahaan milik daerah yang dapat menunjang otonomi daerah secara maksimal. Menyelenggarakan sistem pelayanan air minum yang unggul berkesinambungan memenuhi mutu yang berlaku untuk menjamin tercapainya kepuasan pelayanan kepada pelanggan. aspek manajemen dan aspek kewirausahaan dalam penyelenggaraan sistem pelayanan yang berorientasi pada manfaat dan perlindungan sumber daya lingkungan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan misi dan tujuan perusahaan.37 Bogor. 4. 4. Menyelesaikan aspek teknik. jaringan terpadu yang mampu melaksanakan pemantauan di semua bagian dan otomatisasi semua data administrasi dan penagihan pelanggan secara cepat dan tepat. Visi dan Misi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Visi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah mejadi perusahaan terdepan di bidang pelayanan air minum. 2.2. efektif dan tepat guna sehingga produk dan kinerja yang dihasilkan dapat dipasarkan dalam jangkauan masyarakat pelanggannya dengan memperhatikan undang-undang perlindungan konsumen. 5. Misinya yaitu memberikan kepuasan pelayanan air minum secara berkesinambungan kepada masyarakat sesuai standar kesehatan yang ada dengan mempertimbangkan keterjangkauan masyarakat dan berperan sebagai penunjang otonomi daerah serta meningkatkan sumber daya manusia secara maksimal.1.

II Bogor No. adil dan merata. tugas dan tanggung jawab serta peranan masing-masing antara dewan direksi. Fungsi ekonomi. perusahaan dan pembangunan nasional pada 4. yaitu : 1. Dalam menjalankan tugas pelayanan air minum. 35 kepala sub bagian dan 423 orang tenaga pelaksana.4. Secara garis besar PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mempunyai dua fungsi. serta berkesinambungan. kepala bagian. Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Struktur organisasi adalah salah satu hal yang penting dalam perusahaan karena dengan adanya struktur organisasi akan dapat diketahui dengan jelas hubungan. yaitu untuk meningkatkan kemampuan pelayanan dan memenuhi kewajiban-kewajiban lainnya dengan cara pengelolaan perusahaan secara sehat berdasarkan asas ekonomi perusahaan.38 kebutuhan umumnya. 10 orang kepala bagian. yaitu dapat memenuhi kebutuhan semua lapisan masyarakat dengan memberlakukan tarif air minum yang disesuaikan dengan kondisi dan fungsi tempat pelanggan serta adanya pelanggan yang tersubsidi.1. 4. Fungsi sosial. 72 tahun 2004 tanggal 30 Desember 2004. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor didukung oleh tiga direksi. Sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Kota Bogor.3. 2. Memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Bogor secara memadai. Strukur organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor disusun berdasarkan Surat Keputusan Walikota KDH tk.1. Tugas Pokok dan Fungsi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai BUMD milik Pemerintah Kota Bogor mempunyai tugas pokok sebagai berikut : 1. . Bagan struktur organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Lampiran 1. 2. kepala sub bagian dan tenaga pelaksana.

Jumlah karyawan di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sebanyak 471 orang. . Faktor-faktor internal yang dimiliki perusahaan dapat dikelompokkan menjadi empat bagian. 4. terdiri dari 234 orang karyawan di bagian umum dan 237 orang di bagian teknik. karyawan kontrak sebanyak 18 orang dan karyawan outsourcing sebanyak 74 orang yang meliputi call center. Karyawan Kontrak 18 orang 3. Calon Karyawan PDAM 10 orang 2. Outsourcing 74 orang 15. Aspek SDM SDM adalah aspek yang penting bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena merupakan salah satu faktor internal perusahaan yang sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.2. calon karyawan sebanyak 10 orang. serta pemasaran. 2006. keuangan.39 4. Jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan status karyawannya dapat dilihat pada Tabel 6. Untuk itu Bagian SDM memiliki peranan penting dalam pengembangan manusia yang berkualitas dan profesional di bidangnya. pekerja kebocoran dan satpam.34 2. Analisis Lingkungan Internal Identifikasi faktor internal perusahaan bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh perusahaan. antara lain sumber daya manusia. cleaning service.71 Jumlah 471 orang 100 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Status karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dibagi menjadi empat yaitu karyawan tetap PDAM sebanyak 369 orang.1. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus selalu memperhatikan kondisi sumber daya manusia yang dimilikinya untuk menjaga kestabilan dan pertumbuhan perusahaan. produksi dan operasi.82 4. Karyawan tetap PDAM 369 orang 78.13 3. Tabel 6. Jumlah karyawan berdasarkan status karyawan Status Karyawan Jumlah Persentase Karyawan (%) 1.2.

Jumlah karyawan berdasarkan tingkat pendidikan Tingkat Pendidikan Jumlah Karyawan Persentase (%) 1. S1 66 orang 14. SLTA. S1. Berdasarkan Tabel 6 dan 7. sampai S2 yang sebagian besar karyawannya berpendidikan SLTA yaitu sebanyak 244 orang. Pengukuran kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dilakukan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 1999 tentang pedoman penilaian kinerja PDAM.53 3. SLTP 59 orang 12. SD 78 orang 16. 2006. dapat diketahui bahwa di PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang menjadi dominan adalah karyawan tetap dan mayoritas karyawannya berpendidikan SLTA.56 2. S2 12 orang 2. Hal ini akan mendukung dalam pencapaian kinerja perusahaan yang baik. Tingkat pendidikan karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor beragam mulai dari SD. Tabel 7. SLTA 244 orang 51.55 Jumlah 471 orang 100 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. SLTP.40 SDM PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang ada belum diberdayakan secara optimal. D3 12 orang 2. Dengan meningkatnya pengetahuan dan motivasi kerja karyawan terhadap perusahaan maka sistem organisasi dalam perusahaan dapat berjalan sesuai dengan prosedur. Kinerja PDAM Tirta .80 4.55 5. Hal ini mengindikasikan bahwa pelatihan bagi karyawan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi kerja karyawan terhadap perusahaan. Pengadaan program-program pelatihan dan pengembangan karyawan dilakukan berdasarkan kebutuhan dari masing-masing bagian dalam perusahaan dengan biaya tersendiri yang khusus dikeluarkan untuk program pelatihan. Hal ini dikarenakan masih terdapat kekurangan karyawan dibagian tertentu dan penempatan posisi atau kerja karyawan sesuai dengan latar belakang pendidikan belum secara tepat. Jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan tingkat pendidikannya dapat dilihat pada Tabel 7. D3.01 6.

Modal yang didapat PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berasal dari modal Pemerintah Pusat. Sumber pendapatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terdiri dari sumber internal dan eksternal. tidak terlepas dari permodalan. tunjangan pengganti lembur. modal Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Barat.2. Dalam hal kesejahteraan karyawan. Kegiatan operasional PDAM dibiayai dari pendapatan perusahaan. seperti adanya tunjangan jabatan. Pemberian kompensasi ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi kerja karyawannya. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pun memperhatikan kesehatan karyawannya dengan menyediakan fasilitas klinik kesehatan dan program kesehatan lainnya. 4. Pengukuran kinerja dilakukan dengan tiga aspek penilaian yaitu keuangan operasional dan administrasi. Pengukuran kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tahun 2006 dapat dilihat pada Lampiran 2. tunjangan pengganti pulsa. seperti program cek kesehatan dan pemberian bantuan Rawat Inap melalui kerjasama dengan Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) dan Karya Bhakti. bantuan modal Pemerintah Pusat. asuransi tunjangan hari tua dengan Jamsostek dan pemberian kompensasi berdasarkan prestasi. Permodalan merupakan sarana penting dalam melakukan usaha. hibah dari Negara Belanda dan bantuan Colombo Plan. tunjangan koordinasi. tunjangan kehadiran. Sebesar 55 persen dari modal PDAM Tirta Pakuan Kota bogor merupakan penyertaan modal Pemerintah Daerah Kota Bogor. sejumlah kompensasi lainnya pun diberikan. Aspek Keuangan Perusahaan yang dikelola baik oleh pemerintah maupun swasta. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memberikan gaji berdasarkan golongan dan pemberian gaji terendah disesuaikan dengan upah minimum regional dari pemerintah.2. modal Pemerintah Daerah Kodya Tingkat II Kota Bogor.41 Pakuan Kota Bogor tahun 2006 masuk dalam klasifikasi baik. Selain itu. Sumber pendapatan internal berasal dari pendapatan air dan pendapatan non air seperti .

pemasangan baru dan pendapatan atas jasa bank yang keseluruhannya bersifat rutin.24 persen pada tahun 2006. denda.531 7. marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus mengalami peningkatan hingga mencapai 16.427.263.836. Perkembangan laba rugi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dari tahun 2004 dengan tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel 8.819) Pajak (1.282.878) (2.674.355 32.48 % 15.671 Laba (Rugi) diluar (123.569.479) (27.324) (24.806 Marjin Laba 11.770 Beban Langsung (17. Namun. Berdasarkan tabel di atas.291 10.145 37.36 % 16.488.600 53. Sedangkan sumber pendapatan eksternal meliputi investasi pihak ketiga dan penyertaan pemerintah daerah.666 10.940. Persentase tersebut cukup baik karena masuk dalam kisaran tingkat marjin laba yang wajar yaitu antara 16 persen sampai kurang dari sama dengan 20 persen berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999.674 Laba Kotor Usaha (21.405.24 % Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.096) Usaha 26.954 Usaha 5.380.296) 519.326) Laba Bersih 3. beban hutang yang relatif besar menjadi kendala bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena semakin banyak kewajiban . Marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor cukup baik dimana saat ini perusahaan terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.003) Beban tak Langsung Usaha Laba Usaha 5. Perkembangan Laba Rugi pada Tahun 2004-2006 Dalam Ribuan Rupiah Uraian 2004 2005 2006 Pendapatan 44.965 6.42 pelanggaran.950.342.235 8.625 Laba Sebelum Pajak (3. Modal yang ada saat ini pun digunakan untuk membiayai operasional dan aktivitas-aktivitas perusahaan.357 5. Dalam faktor finansial tentu saja aspek laba tidak dapat dikesampingkan karena tujuan didirikan suatu perusahaan baik oleh pemerintah maupun swasta adalah untuk memperoleh laba.175.625 86.469.730.626.203. Tabel 8.223.080. 2006.445.425) (20.429.655.811.445) (26.232.590 64.

3. Tabel 9.626 22.2.121 11.230 5.039 52.902 62.579 25. yaitu : a.945 23. Aspek Produksi dan Operasi Aspek produksi dan operasi berhubungan dengan aktivitas mengubah masukan atau input menjadi bentuk produk akhir agar dapat dipergunakan atau dikonsumsi oleh konsumen. Mata air ♦ Mata air Kota Batu dengan kapasitas terpasang 70 liter per detik.677 29. Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Dalam Jutaan Rupiah Pos-pos 2001 2002 2003 2004 Aktiva : Aktiva Lancar 7.654 Jangka Panjang Kewajiban Lain4. Sumber air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berasal dari dua sumber utama.488 Aktiva Lain-lain 4. 2005 9.193 Lancar Kewajiban 23.223 8.470 4.352 7.626 9.032 57.883 10.884 26. Hasil usaha perusahaan belum mampu melunasi hutang tepat waktu dan memenuhi investasi aktiva tetap yang diperlukan.513 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.928 3. Neraca PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 9.513 Pasiva : Kewajiban 6.181 63.512 6.392 26.187 82.624 76.624 76.495 Aktiva Tetap 46.459 lain Modal dan 23.102 34.753 7.117 13.942 9.825 67. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan penyedia tunggal air minum di Kota Bogor yang memiliki empat sumber air utama yang airnya akan diolah dan kemudian didistribusikan kepada pelanggan. Walaupun hutang jangka panjang mengalami penurunan sebesar 11.372 82.207 Cadangan Jumlah Pasiva 58.472 67.43 yang harus diselesaikan oleh perusahaan.920 4.60 persen pada tahun 2005 tetapi hutang lancar dan hutang lain-lainnya mengalami peningkatan sehingga beban hutang terus meningkat.252 9. 4. 2006.530 Jumlah Aktiva 58.472 67.102 23.181 63.912 5.117 .

Pasang Produksi 2005 2006 1. Sungai Cisadane ♦ WTP Cipaku dengan kapasitas terpasang 240 liter pe detik. mata air Bantar Kambing dan mata air Tangkil. kapasitas produksi pada mata air mengalami penurunan rata-rata sebanyak 7 liter per detik yaitu pada mata air Kota Batu.670 1. IPA Dekeng 400 570 593 Naik Jumlah 1. Mata air Bantar 170 158 150 Turun Kambing 3. Evaluasi kondisi produksi air tahun 2006 dapat dilihat pada Tabel 10. Sumber air baku yang melimpah menjadikan kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Tabel 10. Sumber Lokasi Ket. kondisi tersebut tidak mengakibatkan kapasitas produksi air menurun karena didukung oleh sumber air baku yang melimpah dari air permukaan yaitu sungai Cisadane. ♦ Mata air Tangkil dengan kapasitas terpasang 170 liter per detik b. Namun. ♦ WTP Dekeng dengan kapasitas terpasang 400 liter per detik. Mata air Kota Batu 70 61 54 Turun 2.176 Naik Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Mata air Tangkil 170 112 107 Turun 4. Penurunan kapasitas produksi yang berasal dari sumber mata air dikarenakan debit air pada sumber mata air mengalami penurunan dan bahkan dari tahun ke tahun semakin menurun. IPA Cipaku 240 268 272 Naik 5. Sehingga kapasitas produksi dari sumber sungai Cisadane . 2006. Sedangkan untuk sumber air baku yang berasal dari sungai Cisadane merupakan sumber yang sangat potensial karena air baku sungai Cisadane yang melimpah.168 1.44 ♦ Mata air Bantar Kambing dengan kapasitas terpasang 170 liter per detik. Berdasarkan data tahun 2006. Evaluasi Kondisi Produksi Air pada Tahun 2006 Dalam liter per detik Kapasitas No.

sulphate. tahap flokulasi. chroride. Pengolahan air baku yang dilakukan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan proses pengolahan lengkap. Air baku dari intake akan disalurkan melalui pipa trasmisi masuk ke dalam WTP. Kualitas air baku sungai Cisadane baik sesuai dengan standar kesehatan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. Kualitas air baku yang baik menjadi kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Komponen PAC terdiri dari appreance. Air baku dari sungai Cisadane perlu mendapat pengolahan yang dimulai dari intake yaitu titik pengambilan air baku di sungai. Sedangkan jika dilihat dari segi biologis dikhawatirkan terdapat bakteri yang dapat menimbulkan penyakit sehingga perlu ditambahankan desinfektan.5. cepat dan sempurna sehingga kotoran dapat digumpalkan menjadi flok. Bagan sistem penyediaan air minum dapat dilihat pada Lampiran 3. specific grafity. Tahap ini bertujuan untuk mencampurkan koagulan PAC (Poli Alumunium Chlorida) dengan air baku secara merata. Tahap koagulasi atau pengadukan cepat (flash mixing) merupakan tahap awal dari pengolahan air baku. Khusus sumber mata air Tangkil diberikan penambahan soda Ash (alkali) untuk menaikkan pH sehingga sesuai dengan pH standar air minum yaitu 6. tahap aerasi. tahap sedimentasi. Proses pengolahan lengkap terdiri dari enam tahap yaitu tahap koagulasi. Fe. basicity. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor melakukan pengolahan air menjadi air minum sesuai dengan standar kesehatan. Air yang bersumber dari mata air memiliki kualitas yang cukup baik dan memenuhi standar air minum jika dilihat dari segi fisik dan kimia. Al2O3. Kotoran yang tidak tergumpal pada tahap koagulasi akan dihilangkan pada tahap selanjutnya.5-8.45 terus meningkat dan dapat menutupi kekurangan pasokan air dari sumber mata air. Tahap kedua adalah tahap . Diagram alir pengolahan lengkap dapat dilihat pada Lampiran 4. tahap filtrasi dan tahap desinfektan.

Pengadukan tidak boleh terlalu cepat karena dapat memecahkan flok yang sudah terbentuk. yaitu pengikatan oksigen (O2) untuk mengurangi kadar karbondioksida yang terkandung pada air. Air bersih di reservoir dapat langsung didistribusikan kepada pelanggan melalui pipa-pipa distribusi. Selain itu. Pada tahap ini digunakan pasir silica sebagai penyaring air sehingga air yang dihasilkan bersih. bau dan kekeruhan. tahap filtrasi yang dilakukan untuk mengurangi sisa-sisa flok yang masih terbawa setelah tahap sedimentasi dan merupakan tahap penurunan kekeruhan yang terakhir. Selanjutnya. Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Kemudian dilanjutkan pada tahap aerasi. Pada tahap ini. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pun memiliki bengkel pemeliharaan . sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer seperti sistem komputer terintegrasi yang terdiri dari Customer Information System (CIS). Tahap desinfektan dilakukan pada kontak basin yaitu tempat penampungan sementara air bersih setelah pengolahan yang kemudian akan dimasukkan ke dalam reservoir yaitu penampungan air bersih sebagai pengaturan pendistribusian kepada pelanggan. Tahap ketiga adalah tahap sedimentasi yang bertujuan untuk mengendapkan partikel-partikel yang sudah mengumpal menjadi flok sehingga beban filter menjadi ringan. Adapun fasilitas penunjang lainnya berupa laboratorium penguji kualitas air. Logictic Information System (LIS). Employee Information System (EIS).46 flokulasi yaitu pengadukan lambat. Penggunaan gas klor sebagai desinfektan bertujuan untuk menghindari adanya endapan. flok akan diendapkan dan air akan bergerak ke atas melalui sekat-sekat pada plant settler. pengujian meter air dan mobil penanggulangan kebocoran. Terakhir adalah tahap desinfektan dengan melakukan pendosisan gas klor untuk membunuh bakteri. dimana dalam flokulasi ini berlangsung proses terbentuknya penggumpalan flok yang lebih besar sehingga mudah mengendap.

2006. seperti iklan. Keanekaragaman Produk Produk utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah air. 4. Aspek Pemasaran Pemasaran merupakan aktivitas yang berhubungan dengan pemberian sarana yang dapat digunakan oleh pembeli untuk membeli produk dan mempengaruhi calon pembeli untuk membeli. Tingkat Kehilangan Air pada Tahun 2000-2005 Tahun Kehilangan Air (m³) Persentase (%) 2000 7.46 2005 11.973 30.57 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Produk Analisis lingkungan internal pada bagian produk pada aspek pemasaran dapat dijelaskan sebagai berikut : a. Persentase tersebut cukup tinggi karena jauh menyimpang dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah yaitu sebesar 25 persen. yaitu : 1. Bauran pemasaran atau marketing mix dalam pemasaran terdiri dari empat komponen.90 2002 9.2.770 30.46 2001 8.462 32. Keseluruhan aktivitas tersebut tercakup dalam bauran pemasaran. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor bukan menjual .4. Berdasarkan data tahun 2000 sampai 2005.858 31. persentase kehilangan air dalam pendistribusian air kepada pelanggan mencapai kisaran 30 persen.056 30. promosi. tenaga penjual. Tabel 11. Tingkat kehilangan air tahun 2000-2005 dapat dilihat pada Tabel 11. penetapan kuota dan penetapan harga.47 yang memadai dan adanya sistem komputerisasi yang diperuntukkan untuk memelihara saluran pipa dinas dan induk sebagai upaya untuk menghindari terjadinya kerusakan dan kebocoran yang dapat mengakibatkan kehilangan air. Namun.79 2004 11.136 31. Sedangkan pemeliharaan pipa persil (setelah meter) menjadi tanggung jawab pelanggan. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi menjadi salah satu kelemahan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.50 2003 10.

Untuk menentukan kualitas air baku dan air minum. Hal ini dilakukan untuk menghindari terkontaminasinya air oleh bakteri. Daftar persyaratan kualitas air yang digunakan untuk air minum. b. air bersih dan air baku dapat dilihat pada Lampiran 5. Saat ini. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP sebagai kekuatan perusahaan. perusahaan menggunakan parameter sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor memiliki Zone Air Minum Prima (ZAMP) yaitu ATM air dimana airnya dapat langsung diminum tanpa harus direbus terlebih dahulu. Dengan adanya parameter tersebut maka air baku dan air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan air yang berkualitas dan sesuai dengan standar kesehatan. . Adapun tujuan pengembangan ZAMP yaitu untuk mensosialisasikan kepada masyarakat Bogor bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan perusahaan air minum bukan perusahaan air bersih dan sebagai pilot project untuk mengembangkan proyek Kran Air Siap Minum (KASM). Balai Kota dan Kebun Raya. Kualitas Produk Kualitas produk merupakan salah satu faktor yang menjadi perhatian PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Selain pendistribusian air bersih kepada pelanggan. Tidak semua PDAM di Indonesia dapat mengembangkan KASM dan ZAMP karena pendistribusian air harus 24 jam dengan tekanan air yang sesuai. Kelurahan Tajur. ZAMP berada di lima titik yaitu Perumahan Tirta Pakuan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Oleh karena itu.48 air melainkan sebagai fasilitator untuk mengolah air baik yang bersumber dari mata air maupun air permukaan menjadi bersih dan kemudian didistribusikan kepada pelanggan.

balik nama pelanggan. 13-15 Bank BTN Jl. tutupan sementara atas permintaan pelanggan. 52 Bank Mandiri Jl. 2 Cimanggu Jl. 38 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Baru KOPPURNA Bank Jl. . 63 Bank Panin Jl. Soleh Iskandar atau Jl. pemindahan letak meter. Raya Tajur (Samping Megaswara) Bank BNI Jl. 121 Jl. Gg. Hal tersebut bertujuan untuk mendekatkan diri dengan para pelanggan dan mengembangkan pelayanan terhadap pelanggan. 17 Bank Lippo Jl. Mawar. Loket pembayaran air PDAM Tirta Pakuan dapat dilihat pada Tabel 12. Pelayanan kepada Konsumen Pelayanan yang diberikan kepada konsumen mencakup memberikan menanggapi pembayaran. KH. Tabel 12. Pandawa Raya. 11-13 Jl. Ir. melayani seperti pemasangan baru. Kapten Muslihat No. kebon Pedes No. 2 Warung Jambu KPRI Beriman Jl. Loket Pembayaran Air Lokasi Loket Alamat Loket Kantor PDAM Tirta Jl. Pahlawan No. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menyediakan loket-loket pembayaran (Payment Point) yang tersebar di Kota Bogor dengan lokasi yang strategis dan mudah dijangkau. Siliwangi No. H. Dalam pelayanan pembayaran air. Pesantren No. Menteng no. informasi pengaduan Adapun yang dari produk dibutuhkan konsumen layanan dan lainnya konsumen. Kapten Muslihat No. Surya Kencana No. Raya Padjajaran No. Pengadilan no. 2 Jl. tes kualitas air dan pembelian air melalui mobil tangki. 121 Pakuan Bank Jabar Jl. Juanda No.49 c. 115 A Bondongan Sanita Gg. Pakuan No. Siliwangi No. Ruko A2/18 Bank BTPN Jl. 14 Koperasi Tirta Jl. 2006. Raya Padjajaran No. 196 A Bank NISP Jl.

subsidi dari pelanggan mampu kepada pelanggan kurang mampu. Besar tarif air per m³ yang semakin tinggi akan dikenakan pada pemakaian air yang semakin banyak (tarif progresif). Dengan demikian. mutu pelayanan. Tarif air per m³ untuk pelanggan niaga akan lebih tinggi daripada pelanggan rumah tangga. Tarif air per m³ untuk pelanggan rumah tangga B akan lebih tinggi daripada pelanggan rumah tangga A. masyarakat kurang mampu masih mendapat peluang untuk menjadi pelanggan PDAM. b. Pola ini diterapkan agar terjadi subsidi silang. . Adapun penjelasan pola tersebut sebagai berikut : a. Sehingga memungkinkan untuk memperluas atau memperbanyak jumlah pelanggan karena pemanfaatan air menjadi lebih efisien. serta perlindungan air baku. Pola ini diterapkan untuk mencegah pemborosan air oleh pelanggan karena pelanggan akan membayar harga air per m³ lebih tinggi untuk pemakaian air yang lebih banyak. pola tarif air minum PDAM di Indonesia menggunakan perhitungan tarif progresif dan diskriminatif.50 2. tranparansi dan akuntabilitas. efisiensi pemakaian air. Tarif air per m³ akan lebih tinggi pada pelanggan yang menggunakan air untuk kebutuhan komersial atau pelanggan yang memiliki kemampuan finansial tinggi. Tarif air per m³ untuk pemakaian air 10 m³ pertama akan lebih rendah daripada tarif air per m³ untuk pemakaian air 10 m³ kedua dan seterusnya. Harga Tarif air minum adalah harga air minum untuk setiap meter kubik (m³) yang harus dibayar oleh pelanggan. Perhitungan dan penetapan tarif air minum didasarkan pada keterjangkauan dan keadilan. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 tahun 1998 tentang pedoman penentuan tarif air minum. pemulihan biaya (full cost recovery).

IV NK 2.500 4. Bogor Timur. Kelompok Pelanggan 0-10m³ 11-20m³ >20m³ 1. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor membagi zone pelayanan air menjadi .500 RC 1. 2006.500 7. Cakupan pelayanan terhadap total penduduk daerah pelayanan sebesar 61.774 pelanggan yang terdiri dari kelompok sosial.950 5.250 2. yaitu cara langsung dialirkan dengan gaya gravitasi karena sebagian besar daerah distribusi terletak di dataran yang lebih rendah dari fasilitas produksi dan dengan bantuan booster pump untuk daerah yang lebih tinggi.250 4. instansi pemerintah.000 NB 3. III RB 800 1. I SU 250 300 400 2. Tabel 13. Jumlah pelanggan yang dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor per April 2007 sebanyak 73. rumah tangga.600 3.49 persen.800 3. Struktur tarif air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 13.250 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.050 IP 1.150 3. Bogor Tengah.900 6.150 3. Tempat atau Saluran Distribusi Daerah pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor meliputi wilayah Kota Bogor melalui sistem gravitasi yang mencakup lima kecamatan yaitu Bogor Selatan. Pendistribusian air oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dilakukan dengan dua cara.51 Tarif pelayanan air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ditentukan berdasarkan Peraturan Walikota No. 3. Struktur Tarif Air Minum Pemakaian Air (Rp/m³) Golongan No. 6 Tahun 2006 Tanggal 26 Maret 2006 tentang tarif air minum PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri.86 persen sedangkan terhadap total penduduk Kota Bogor mencapai 49. Bogor Utara. II SK 450 700 1.100 RA 600 850 2. serta niaga dan industri. Bogor Barat dan Tanah Sareal.800 4.

e. Tajur dan sekitarnya) dan 47 persen lainnya untuk melayani pelanggan di zone 4 melalui reservoir Padjajaran. Tegal Gundil. Katulampa. Curug dan Curug Mekar. Pabaton. Zone 6 meliputi daerah Cikaret. b. b. Zone 2 meliputi daerah Ranggamekar. Pasir Kuda. Mata air Kota Batu melayani pelanggan zone 6 (Kelurahan Loji. Mata air Tangkil 53 persen melayani pelanggan zone 1 (Kelurahan Katulampa. Mulya Harja. Sukasari. Baranangsiang. . Bondongan. Gunung Batu dan sekitarnya). c. Tajur dan Bantar Kemang. Menteng. Babakan Pasar. Loji. Tegalega. Zone 1 meliputi daerah Pakuan.52 lima zone yaitu zone 1. Sempur. Kedunghalang. Bojongkerta. Cibadak. Kayu Manis. Batu Tulis. Zone 3 meliputi daerah Empang. Sindangsari. Kedung Waringin. Muara Sari. 2. Pasir Mulya dan Kota Batu. Cibogor. 14 persen melayani zone 2 (Perumda Cipaku) dan 86 persen untuk membantu melayani pelanggan zone 3 melalui reservoir Cipaku. bahkan sewaktu-waktu juga membantu pengaliran di zone 3. Suka Resmi. Rancamaya. Paledang. Kebon Kalapa. Ciwaringin. Mekar Wangi. c. Sukadamai. Cimahpar. 3. Kedung Jaya. Kelima zone tersebut mampu dialiri oleh beberapa sumber air utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Tanah Sareal. Kedung Badak. d. Mata air Bantar Kambing. Babakan Fakultas dan Mekar Jaya. Tanah Baru. Kebon Pedes. Cilendek Timur. Harjasari. Panaragan. Ciluar. Cibuluh. 4 dan 6 yang daerah alirannya sebagai berikut : a. Zone 4 meliputi daerah Babakan. Gunung Batu. Ciparigi. Lawang Gintung. Kartamaya. Gudang. antara lain : a. Pasir jaya. Cilendek Barat. Bantar Jati. Genteng dan Cipaku.

3. tetapi belum mendapatkan pelayanan air karena diluar jaringan distribusi. Sempur dan sekitarnya). promosi harus tetap dilakukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai upaya untuk mendekatkan perusahaan dengan masyarakat sehingga terjalin hubungan yang erat. Walaupun begitu. Promosi Pada kenyataannya. tabloid Flows. spanduk. seperti adanya kegiatan kampanye atau perlombaan yang peruntukkan bagi siswa-siswi sekolah. 4. Dalam hal pendistribusian air. Sarana promosi yang digunakan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor lebih pada kegiatan publisitas (publicity). brosur. Daerah potensial tersebut adalah daerah yang masuk ke dalam wilayah Kota Bogor. 4. WTP Dekeng melayani pelanggan zone 4 (Kelurahan Babakan.53 d. Informasi yang dibutuhkan pelanggan dapat diperoleh melalui leafet. mahasiswa dan masyarakat umum. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih memiliki kelemahan yaitu masih adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi dan belum meratanya pelayanan air penuh 24 jam. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak perlu melakukan promosi karena masyarakat Kota Bogor pun telah mengetahui keberadaan perusahaan tanpa adanya promosi. e. radio dan pelayanan melalui Customer Service. Sedangkan pelayanan air 24 jam hanya beberapa daerah yang mendapatkannya karena dilalui oleh beberapa zone distribusi. telepon. Sumber air dan daerah pengaliran dapat dilihat pada Lampiran 6. Batu Tulis dan sekitarnya). WTP Cipaku melayani pelanggan zone 3 (Kelurahan Empang. Analisis Lingkungan Eksternal Identifikasi faktor lingkungan eksternal perusahaan merupakan langkah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi peluang dan ancaman .

pelanggan.1. politik/hukum dan sosial/budaya (Kotler. Lingkungan eksternal dibagi menjadi dua yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro perusahaan. Faktor-faktor yang termasuk dalam lingkungan mikro antara lain pemasok. Pembelian bahan atau barang yang diperlukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berdasarkan pada : a. Perusahaan dan pihak pemasok memiliki kesepakatan bersama dalam penetapan harga dan mutu bahan atau barang. Lingkungan Mikro Perusahaan Lingkungan mikro PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sebagai berikut : 1. b. penyedia barang cetakan dan barang teknik. Harga 15 juta sampai 50 juta. dilakukan pemilihan langsung pada tiga pemasok. d. 2000). masyarakat. Harga di bawah 15 juta. jumlah pemasok bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 37 pemasok yang terdiri dari penyedia bahan kimia. sehingga pemasok tidak dapat menetapkannya secara sepihak. Penjelasan lingkungan eksternal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai berikut : 4. Harga di atas 200 juta. Sedangkan lingkungan makro terdiri dari lingkungan demografi. dilakukan penunjukkan langsung. Pemasok yang memiliki posisi kuat bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah PT Wapin dan PT Amaniaga . Harga 50 juta sampai 200 juta. Pemasok Pemasok merupakan sebuah mata rantai penting dalam sistem penyerahan nilai kepada seluruh pelanggan dari sebuah perusahaan.54 bagi perusahaan. c. Pemasok menyediakan sumber daya yang diperlukan oleh perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.3. teknologi. alam. dilakukanlah tender. dapat dilakukan pembelian langsung tanpa SPK (Surat Perintah Kerja). Data April 2007. ekonomi. pesaing. perantara.

3. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus bermitra secara efektif dengan pemasok dan perantara untuk mengoptimalkan kinerja seluruh sistem. pada 2 tahun awal dibiayai oleh PDAM dan 3 tahun berikutnya. Oleh karena itu. perantara pun membentuk komponen penting dalam sistem penyerahan nilai kepada pelanggan. niaga dan khusus. Kategori pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terdiri dari sarana sosial. rumah tangga B (RB). Pelanggan Perusahaan harus mempelajari pasar pelanggan secara seksama karena setiap tipe pasar pelanggan mempunyai karakteristik yang berbeda. Sehingga PDAM memiliki kewajiban pembayaran hutang dan bunganya kepada Bank Jabar. Perantara Perantara bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor lebih pada perantara keuangan yaitu perusahaan yang membantu dalam segi keuangan atau risiko yang diasuransikan sehubungan dengan pembelian atau penjualan barang. Oleh karena itu. pembiayaan dilanjutkan oleh Bank Jabar. 2. bank merupakan salah satunya. Seperti halnya dengan pemasok. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menjalin kerjasama dengan Bank Jabar dalam pembangunan WTP Dekeng. yaitu sarana umum (SU) dan sarana khusus (SK). PT Wapin sebagai penyedia pipa-pipa dan PT Amaniaga Internusa sebagai penyedia bahan kimia PAC yang digunakan dalam pengolahan air baku. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat . Pembangunan yang dilakukan selama 5 tahun. rumah tangga C (RC) dan instansi pemerintah (IP). Kategori non niaga dibagi menjadi empat yaitu rumah tangga A (RA). pemasok memiliki peran penting bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sehingga perusahaan dapat memberikan pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan. Kategori sarana sosial dibagi menjadi dua. non niaga.55 Internusa.

kualitas air dan pelayanannya sudah dikategorikan baik.680 pelanggan kategori NB. b. Pengklasifikasian pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Lampiran 7. terdiri dari 695 pelanggan kategori SU.786 pelanggan kategori RB. Penghargaan Citra Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Tingkat Propinsi Jawa Barat Tahun 2006 yang diberikan oleh Gubernur Jawa Barat di Bandung.56 memberikan peluang yang baik bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor guna meningkatkan pendapatannya. Dengan prestasi tersebut. penghargaan diberikan oleh Presiden RI tanggal 22 Desember 2006 di Istana Negara Jakarta.835 pelanggan kategori RC. Sebagai pembanding untuk PDAM daerah lain di . 41. 2. Sub Bidang Penyelenggara Air Minum Kategori Kota Besar dengan peringkat kedua. banyak PDAM di daerah lain yang melakukan studi banding ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Penghargaan yang telah diraih PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor selama tahun 2006 adalah : a. karena sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002 untuk kualitas air dan perolehan beberapa penghargaan dalam pemberian pelayanan. Penghargaan untuk Kinerja Pemerintah Daerah Bidang Pekerjaan Umum Cipta Karya. 15. Setiap pelanggan menuntut kualitas yang lebih tinggi dan pelayanan yang lebih baik. Kategori niaga dibagi menjadi dua yaitu kecil (NK) dan niaga besar (NB).774 pelanggan. 310 pelanggan kategori IP. 11. 436 pelanggan kategori SK. Penghargaan Citra Pelayanan Prima Unit Pelayanan Publik Tingkat Nasional.018 pelanggan kategori RA. sedangkan kategori khusus yaitu untuk tangki air.014 pelanggan kategori NK dan 1. c. Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. jumlah pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah berjumlah 73. Pada April 2007.

Bank Mandiri dan Bank NISP baik dalam hal perolehan dana maupun bentuk kerjasama lainnya. 5. tidak kalah pentingnya adalah masyarakat internal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor seperti dewan direksi. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menjalin kerjasama dengan beberapa bank seperti Bank Jabar. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak memiliki pesaing. Karena apabila karyawan merasa positif mengenai perusahaannya. Masyarakat Berbagai kelompok masyarakat juga termasuk dalam lingkungan perusahaan. maka sikap ini akan mempengaruhi masyarakat luar. Lingkungan Demografi Lingkungan demografi berhubungan dengan kependudukan dengan berbagai karakteristik. kecenderungan dan dan meningkatkan lagi kualitas dan . Masyarakat pemerintah dalam lingkungan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor seperti Pemda dan DPRD memberikan dukungnya terhadap pengembangan PDAM. Namun. Pesaing PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dari Pemerintah Daerah dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat di Kota Bogor. Lingkungan Makro Perusahaan Lingkungan makro PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Wewenang tersebut menjadikan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. kepala bagian. akan berdampak pada kemampuan perusahaan untuk mencapai sasarannya. Bank sebagai masyarakat keuangan yang mempengaruhi suatu perusahaan untuk memperoleh dana. Oleh karena itu.57 Indonesia. Dengan demikian. kepala sub bagian dan karyawan pelaksana. 4.3. yaitu : 1. Bank BNI. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus dapat mempertahankan pelayanannya.2. 4.

329 179.648 Sumber : BPS Kota Bogor. jumlah penduduk Kota Bogor telah bertambah sebanyak 23.862 jiwa penduduk laki-laki dan 423.00 untuk pengeluaran . Pada tahun 2005. Jumlah penduduk dan rumah tangga Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 14. 357.58 diferensiasinya.711 164. Meningkatnya jumlah penduduk dan rumah tangga di Kota Bogor memberikan peluang yang baik bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor untuk meningkatkan pendapatan. Berdasarkan hasil registrasi penduduk akhir tahun 2005 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Bogor adalah sebanyak 855.083 2001 760. Jumlah Penduduk dan Rumah Tangga Kota Bogor Tahun Jumlah Penduduk Jumlah Rumah Tangga 2000 714. data pendapatan yang akurat sulit diperoleh sehingga didekati melalui pengeluaran rumah tangga. pengeluaran rata-rata perkapita sebulan masyarakat Kota Bogor adalah sebesar Rp.663 2002 789. Tabel 14.514 jiwa atau sebesar 2. Namun.357 2005 855.423 187.085 jiwa.616. 176.00. terdiri dari 431. Data mengenai populasi penduduk sangat penting karena populasi atau orang yang membentuk pasar.571 194.648 atau meningkat sebesar 2. terdiri dari Rp.958 2003 820. Pengeluaran untuk konsumsi makanan dan bukan makanan berkaitan erat dengan tingkat pendapatan masyarakat. 2.533 2004 831. Begitupun dengan jumlah rumah tangga di Kota Bogor pada tahun 2005 yang mencapai 199.83 persen.085 199.518. Hal ini dikarenakan laju pertumbuhan penduduk dan rumah tangga yang cukup tinggi berdampak pada meningkatnya permintaan air. Lingkungan Ekonomi Besarnya pendapatan yang diperoleh atau diterima rumah tangga dapat menggambarkan kesejahteraan suatu masyarakat.223 jiwa penduduk perempuan.707 188. 2006. Jika dibandingkan dengan tahun 2004.72 persen dari tahun 2004.

892. Setelah kebutuhan pokok terpenuhi. 181.23 Average Collection Period (hari) 49. Jumlah rekening air yang diterbitkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor terus meningkat.098. dilanjutkan pada pemenuhan kebutuhan lainnya seperti perumahan. hiburan dan lain-lain. masyarakat Kota Bogor memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum.99 Sumber : PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.52 38.97 kali. mengindikasikan bahwa taraf hidup masyarakat Kota Bogor tinggi. Efisiensi penagihan rekening air dari pelanggan tahun 2004 sampai tahun 2005 dapat dilihat pada Tabel 15.787 Piutang Air Rata-rata 5. Dengan demikian. pendidikan. walaupun saat ini belum tercapai stabilitas ekonomi nasional secara keseluruhan. Peningkatan tersebut disertai pula dengan efisiensi penagihan atau receivable turn over yaitu jumlah pendapatan penjualan air terhadap piutang air ratarata.621.59 konsumsi makanan dan Rp.723 5.179. kondisi ekonomi Indonesia tidak stabil.191 47.700 Receivable turn Over (kali) 7. 2006.787. Hal ini terlihat dengan masih adanya beberapa sektor yang laju pertumbuhannya .00 dan tingkat perputaran piutang langganan air tahun 2005 sebesar 39 hari menunjukkan bahwa modal yang tertanam pada piutang langganan tahun 2005 lebih cepat sepuluh hari dibandingkan tahun 2004.27 9.826.00 untuk pengeluaran konsumsi bukan makanan (BPS Kota Bogor. Penjualan air tahun 2005 sebesar Rp. Pada beberapa tahun sebelumnya.47. aneka barang dan jasa.000.826. 2006).24 kali atau mengalami kenaikan dari tahun 2004 sebesar 1. Efisiensi penagihan tahun 2005 adalah sebesar 9. Lebih besarnya pengeluaran konsumsi bukan makanan dibandingkan pengeluaran konsumsi makanan. Efisiensi Penagihan Rekening Air Tahun 2004-2005 Dalam Ribuan Rupiah Uraian 2004 2005 Penjualan Air 40. Tabel 15.

inflasi nasional mengalami kenaikan yang cukup tajam yaitu 17.id). kenaikan harga BBM yang lebih dari 100 persen berdampak pada meningkatnya harga seluruh bahan kebutuhan pokok. Kenaikan harga BBM dan TDL menyebabkan meningkatnya biaya produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang akan mempengaruhi penetapan tarif air minum kepada pelanggan dan tingkat keuntungan perusahaan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tidak memiliki kesulitan dalam mendapatkan sumber air.go. Keempat sumber tersebut masih dapat .bi. Kenaikan tersebut disebabkan oleh meningkatnya harga minyak dunia dan kebijakan pemerintah mengenai pengurangan subsidi BBM. 3. sektor pengangkutan dan komunikasi dan sektor jasa (BPS Kota Bogor. mata air Bantar Kambing. Pada bulan Oktober 2005. Salah satu indikator makro ekonomi yang mendapatkan perhatian serius dari pemerintah adalah tingkat inflasi. Namun pada tahun 2005. Tingginya tingkat inflasi terutama dikarenakan kenaikan harga jual BBM. gas dan air. Selain itu. mata air Tangkil dan sungai Cisadane.11 persen dibandingkan tahun 2004 yang hanya mencapai 6. 2006). sektor listrik.40 persen.60 mengalami penurunan pada tahun 2005 seperti sektor pertanian. karena memiliki empat sumber air yang terdiri dari mata air Kota Batu.60 persen (www. tarif dasar listrik pun mengalami kenaikan. kemudahaan untuk mendapatkan sumber air dan letak daerah berpengaruh terhadap proses pengolahan dan pendistribusian air. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dapat menjadi ancaman dalam menjalankan kegiatan usaha. barang non pokok dan juga jasa. Tingkat inflasi tahun 2006 adalah sebesar 6. Lingkungan Alam Lingkungan alam disekitar perusahaan berpengaruh terhadap kegiatan produksi dan operasi perusahaan. Sejauh ini. Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

kebijakan dan stabilitas politik pemerintah merupakan faktor penting yang harus diperhatikan perusahaan. terutama pada teknologi pengolahan produk yang mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk. 7 tahun 2004 merupakan perlindungan peraturan terhadap perundangan kepentingan yang kelompok memberikan masyarakat ekonomi lemah dengan menerapkan prinsip pengelolaan sumber daya air yang mampu menyelaraskan fungsi sosial. LIS dan EIS yang mampu melaksanakan pemantauan di semua bagian dan otomatisasi semua data administrasi dan penagihan pelanggan secara cepat dan tepat. Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. UU No. teknologi yang terus berkembang memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. pemerintah mengeluarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 tahun 2004 tentang sumber daya air. 5. 7 . Dalam hal pemanfaatan sumber daya air. Selain itu Bogor yang letaknya berada di daerah pegunungan. Dengan demikian. mendukung kegiatan pengolahan dan pendistribusian air karena wilayah pendistribusian air dipilih melalui sistem gravitasi sehingga tidak perlu dilalukan pemompanaan air yang akan dapat meningkatkan biaya operasional. 4. Proses pengolahan air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan teknologi semi modern dan pengolahan lengkap (manual). Sistem tersebut terdiri dari CIS. Tindak lanjut dari penjabaran UU No.61 mencukupi kebutuhan air masyarakat Kota Bogor. Lingkungan Teknologi Teknologi industri berkembang sangat cepat. lingkungan hidup dan ekonomi. sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer seperti sistem komputer terintegrasi. Lingkungan Politik / Hukum Arah.

Lingkungan Sosial / Budaya Kondisi sosial masyarakat selalu berubah-ubah. Oleh karena itu. Namun. .27 persen. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM karena merupakan salah satu sumber pendapatan daerah.395 atau meningkat sebesar 11. Laju pertumbuhan sektor niaga memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota karena meningkatkan jumlah pelanggan yang berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan PDAM. minuman dan pakaian. Bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. sehingga perusahaan harus tanggap terhadap perubahan tersebut.62 tahun 2004. 6. Hal ini dikarenakan PDAM merupakan perusahaan air minum milik daerah yang melayani daerah tersebut. jumlah pelanggan kelompok niaga PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 3. peningkatan jumlah pelanggan tidak diimbangi dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air dapat menjadi ancaman bagi PDAM. Namun. Pada tahun 2005. mencuci kendaraan dengan air langsung dari kran dan anak-anak yang bermain dengan alat penyemprot air. Pemborosan air mengakibatkan pemanfaatan air menjadi tidak efisien. Meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun berdampak pada berkembangnya sektor niaga karena adanya peningkatan kebutuhan masyarakat seperti makanan. Sedangkan DPRD sebagai suatu lembaga yang mengatur penetapan peraturan berpengaruh terhadap kegiatan dan kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Hal ini dikarenakan masih adanya pemborosan air yang dilakukan oleh pelanggan seperti membiarkan air meluap dari bak mandi. aspek politik Pemda dan DPRD sangat kuat. pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2005 tentang pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM).

4. Marjin laba yang cukup baik Tujuan didirikannya suatu perusahaan adalah untuk memperoleh laba. peluang dan ancaman diidentifikasi berdasarkan hasil analisis lingkungan internal perusahaan dan analisis lingkungan eksternal perusahaan. yaitu antara 16 persen sampai kurang dari sama .4. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Sistem organisasi yang berjalan sesuai dengan prosedur akan mendukung pencapaian kinerja perusahaan yang baik.24 persen. Marjin laba PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada tahun 2006 mencapai 16. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai perusahaan daerah pun memiliki tujuan tersebut tetapi memperoleh keuntungan yang wajar. kelemahan. Peluang dan Ancaman Kekuatan. Persentase tersebut cukup baik karena masuk dalam kisaran tingkat marjin laba yang wajar. Dengan adanya pengendalian tersebut maka sistem organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat berjalan sesuai dengan prosedur.1. Selain itu. Identifikasi Kekuatan. sehingga segala kegiatan dan pelaksanaan tugas berpedoman pada ketentuan yang ada. kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masuk dalam klasifikasi baik dengan tiga aspek penilaian yaitu keuangan. 4. Kekuatan Kekuatan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1. operasional dan administrasi. struktur satuan pengendalian intern PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor baik pengendalian organisasi dan kepegawaian. Pada tahun 2006. Kelemahan. keuangan maupun pengawasan sudah terbentuk. Keuntungan yang wajar adalah batas kewajaran tingkat keuntungan yang dapat ditorelansi dalam penyelenggaraan penyediaan air minum dan sanitasi dalam jangka waktu tertentu. Setelah faktor-faktor tersebut diidentifikasi akan menghasilkan berbagai alternatif strategi yang kemudian dipilih strategi yang terbaik.63 4. 2.

6. Air baku diambil pada hulu sungai Cisadane yang memiliki kualitas air baku yang baik. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan sebuah perusahaan daerah yang memiliki wewenang dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat di Kota Bogor. 3. Sumber air baku yang melimpah Berdasarkan data tahun 2005 dan 2006. karena tidak ada perusahaan lain yang mendapatkan wewenang tersebut. Dengan adanya parameter tersebut maka air baku PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan air yang berkualitas dan sesuai dengan standar kesehatan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih dapat memenuhi kebutuhan air masyarakat Kota Bogor walaupun setiap tahun pelanggan PDAM terus bertambah. kapasitas produksi dari IPA Cipaku dan IPA Dekeng mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa sungai Cisadane sebagai sumbernya memiliki air baku yang melimpah atau berlebih.64 dengan 20 persen. 4. Dengan sumber air baku yang melimpah. 5. Dengan wewenang tersebut menjadikan PDAM sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor ditunjuk sebagai pilot project untuk mengembangkan proyek Kran Air Siap Minum (KASM). Marjin laba yang terus meningkat dapat menambah pendapatan PDAM untuk membiayai kegiatan operasional dan melunasi kewajiban perusahaan. Kualitas air baku diukur dengan menggunakan parameter berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. Tidak semua PDAM dapat . Zone Air Minum Prima (ZAMP) merupakan salah satu pengembangan proyek KASM. Kualitas air baku yang baik Air permukaan yang dijadikan sebagai sumber air adalah sungai Cisadane.

65 menjalankan pengembangan proyek tersebut. Current ratio yaitu rasio aktiva lancar terhadap kewajiban lancar mengalami penurunan sebesar 14. 4. terdapat kelebihan karyawan sebanyak 33 orang. Hal tersebut dapat menghambat jalannya kegiatan dan aktivitas PDAM karena SDMmerupakan aspek penting bagi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. penempatan kerja atau posisi sesuai dengan latar belakang pendidikan belum secara tepat. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Berdasarkan perhitungan rasio karyawan pada tahun 2006 dengan jumlah karyawan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebanyak 471 orang dan jumlah pelanggan sebanyak 72. PDAM Medan dan PDAM Kota Bogor. Acid test ratio pada tahun 2005 . Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP menjadikan kekuatan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Hal ini dikarenakan adanya penurunan aktiva lancar dan kenaikan kewajiban lancar. 2. Beban hutang yang relatif besar Beban hutang yang relatif besar menyebabkan semakin banyak kewajiban yang harus diselesaikan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Namun. Kelemahan Kelemahan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1.2. kelebihan SDM tersebut belum diberdayakan secara optimal karena masih saja terdapat kekurangan karyawan dibagian tertentu seperti dibagian sumber. saat ini hanya tiga PDAM yang ditunjuk yaitu PDAM Malang. Dilihat dari rasio keuangan jangka pendek seperti current ratio dan acid test ratio terjadi penurunan dari tahun 2004 ke tahun 2005.38 persen dibandingkan tahun 2004.924 orang. Selain itu.4. pengolahan dan laboratorium. Beban hutang yang bertambah dikarenakan kenaikan kewajiban lancar dan kewajiban lainnya.

Kelurahan Tajur.944. terjadi penurunan kapasitas produksi yang berasal dari sumber mata air yaitu pada mata air Kota Batu sebanyak 7 liter per detik.000. mata air Bantar Kambing sebanyak 8 liter per detik dan mata air Tangkil sebanyak 5 liter per detik. Sehingga likuiditas tahun 2005 kurang baik. Hal tersebut pun membatasi ruang gerak PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam memanfaatkan pihak luar untuk kebutuhan pengembangan. Penurunan debit air pada sumber mata air Berdasarkan data tahun 2005 dan 2006. Namun. karena jumlah kewajiban lancar sebesar Rp. terjadi peningkatan biaya produksi karena air baku dari sungai Cisadane harus melalui pengolahan terlebih dahulu. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Titik yang terdapat ZAMP seperti Perumahan Tirta Pakuan. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. beda hal dengan sumber mata air yang dapat langsung didistribusikan kepada pelanggan tanpa proses pengolahan.00.00 tidak terpenuhi dengan aktiva lancar tanpa persedian sebesar Rp. Penurunan rata-rata sebanyak 7 liter per detik dari ketiga sumber mata air tersebut dikarenakan debit air pada sumber mata air mengalami penurunan. Walaupun begitu banyak daerah lain yang hanya dilalui oleh satu zone distribusi sehingga apabila terdapat masalah pada zone distribusi tersebut maka air tidak akan mengalir.9. 4. .027.66 mengalami penurunan sebesar 15.000.863. Penurunan tersebut dapat diantisipasi dari sumber air baku di sungai Cisadane.13.260.67 persen dibandingkan dengan tahun 2004. 3. Hal ini dikarenakan daerah tersebut dilalui oleh lebih dari satu zone distribusi sehingga apabila terdapat masalah pada zone distribusi yang satu maka zone distribusi yang lain dapat menggantikan. Balai Kota dan Kebun Raya merupakan daerah yang telah mendapatkan pelayanan air 24 jam penuh.

Berdasarkan data tahun 2000 sampai 2005.72 persen dari tahun 2004. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Sebelum perluasan Kota Bogor. Kehilangan air merupakan kerugian bagi PDAM karena dapat mengurangi pendapatan perusahaan.648 atau meningkat sebesar 2. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi Kehilangan air merupakan masalah utama bagi semua PDAM di Indonesia. Laju pertumbuhan penduduk. begitu pula yang dialami PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.83 persen. daerah tersebut masih ada yang berada diluar jaringan distribusi karena sebelum perluasan. Jika dibandingkan dengan tahun 2004. 4. daerah tersebut telah dilayani oleh PDAM Kabupaten Bogor. Begitupun dengan jumlah rumah tangga di Kota Bogor pada tahun 2005 yang mencapai 199. antara lain : 1. pelayanan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor telah mencapai 76 persen dan jaringan pipa distribusi sudah menjangkau hampir seluruh wilayah Kota Bogor.3.4. persentase kehilangan air dari proses pengolahan sampai pendistribusian kepada pelanggan mencapai kisaran 30 persen.67 5.085 jiwa. 6. . Persentase tersebut cukup tinggi karena jauh menyimpang dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah yaitu sebesar 25 persen. jumlah penduduk Kota Bogor telah bertambah sebanyak 23. Namun. Dengan adanya perluasan Kota Bogor maka ada pertambahan daerah pelayanan bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.514 jiwa atau sebesar 2. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi Berdasarkan hasil registrasi penduduk akhir tahun 2005 menunjukkan bahwa jumlah penduduk Kota Bogor adalah sebanyak 855. Peluang Peluang yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

00. tanpa air manusia tidak dapat melangsungkan kehidupannya.616.27 persen.098.395 atau meningkat sebesar 11. Pada tahun 2005. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Air merupakan kebutuhan penting bagi manusia. 357. Hal ini merupakan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena mengindikasikan bahwa masyarakat Kota Bogor memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum. Hal ini mengindikasikan bahwa taraf hidup masyarakat Kota Bogor cukup tinggi artinya masyarakat Kota Bogor tidak hanya mengalokasikan pendapatannya untuk kebutuhan pokok tetapi juga kesadaran untuk pemenuhan kebutuhan lainnya sudah cukup tinggi. Laju pertumbuhan penduduk. 3. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat merupakan perwujudan dari fungsi sosial PDAM yaitu dapat memenuhi kebutuhan semua lapisan masyarakat dengan memberlakukan tarif air minum yang disesuaikan dengan kondisi dan fungsi tempat pelanggan serta adanya pelanggan yang tersubsidi. Pada tahun 2005. Efisiensi penagihan rekening air yang cukup tinggi Pengeluaran rata-rata perkapita sebulan masyarakat Kota Bogor tahun 2005 adalah sebesar Rp. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota karena berdampak pada meningkatnya permintaan air yang akan berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan PDAM. Sebagian besar pelanggan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah rumah tangga yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat baik golongan atas. menengah. 2. jumlah pelanggan kelompok niaga PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tercatat sebanyak 3. 181.00 dengan pengeluaran yang lebih besar pada konsumsi bukan makanan sebesar Rp. efisiensi penagihan atau receivable turn over yaitu .68 Meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun berdampak pula pada berkembangnya sektor niaga. maupun bawah.

Efisiensi penagihan yang cukup tinggi menunjukkan kemampuan pelanggan untuk membayar air. Teknologi yang terus berkembang memberikan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. 5.97 dan tingkat perputaran piutang langganan air tahun sebesar 39 hari atau lebih cepat sepuluh hari dibandingkan tahun 2004. Oleh karena itu. . peraturan pelayanan. sebagian sudah didukung oleh sistem informasi manajemen yang berbasis komputer. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan perusahaan air minum milik daerah yang melayani konsumsi air minum masyarakat Kota Bogor. Dalam kegiatan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Sebagai perusahaan daerah. pelanggan memiliki kemampuan daya beli untuk konsumsi air minum.69 jumlah pendapatan penjualan air terhadap piutang air rata-rata adalah sebesar 9. PDAM sangat didukung oleh Pemda dan DPRD karena sebagai salah satu sumber pendapatan daerah. 4. Teknologi yang terus berkembang Proses pengolahan air PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor menggunakan teknologi semi modern dan pengolahan lengkap (manual). serta mengenai hak dan kewajiban PDAM dan pelanggan. Dukungan tersebut dibutuhkan dalam pengembangan PDAM guna memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan.24 kali atau mengalami kenaikan sebesar 1. Sebesar 55 persen dari modal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor merupakan penyertaan modal Pemerintah Daerah dan untuk DPRD yang mengatur peraturan daerah seperti pengembangan sistem penyediaan air minum (SPAM).

Selain itu. Kenaikan tarif air minum akan dapat mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap air. tarif dasar listrik pun mengalami kenaikan. Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Kebijakan pemerintah mengenai pengurangan subsidi BBM dan kenaikan tarif dasar listrik berpengaruh terhadap biaya . Pada tahun 2005.70 6. didukung pula dengan kualitas air yang baik sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002. Tingginya tingkat inflasi terutama dikarenakan kenaikan harga jual BBM. Selain itu. inflasi nasional mengalami kenaikan yang cukup tajam yaitu 17. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Saat ini stabilitas ekonomi nasional belum tercapai secara keseluruhan.4. bukan hanya BBM yang mengalami kenaikan. Kenaikan harga BBM dan TDL menyebabkan meningkatnya biaya produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang akan mempengaruhi penetapan tarif air minum kepada pelanggan. Pembanding untuk PDAM di daerah lain PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pelayanan masyarakat sangat memperhatikan aspek pelayanannya guna memuaskan pelanggan. Ancaman Ancaman yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor antara lain : 1. 4. Hal ini dibuktikan dengan diperolehnya penghargaan dari Presiden selama empat tahun berturut-turut dan penghargaan citra pelayanan prima untuk penilaian pelayanan yang diberikan kepada pelanggan.4. 2. banyak PDAM daerah lain di Indonesia yang melakukan studi banding ke PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Dengan prestasi tersebut.40 persen. Pada tahun 2007 pun telah terjadi penyesuaian tarif.11 persen dibandingkan tahun 2004 yang hanya mencapai 6.

serta tahap pengambilan keputusan dengan menggunakan matriks QSPM. 4. Pemborosan air menyebabkan pemanfaatan air tidak efisien yang akan berpengaruh terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. marjin laba yang cukup baik.45. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Kesadaran masyarakat dalam penggunaan air masih rendah.68 persen dibandingkan dengan tahun 2004.060.5. tahap pencocokan yang meliputi matriks IE dan matriks SWOT. karena masih adanya pemborosan air yang dilakukan oleh pelanggan rumah tangga. Berdasarkan data tahun 2005. Matriks IFE disusun berdasarkan hasil identifikasi dari kondisi lingkungan internal perusahaan berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.5.128.39.00. tercatat biaya usaha sebesar Rp.069.00 atau meningkat sebesar 16. 4.1.212. Kenaikan tersebut berdampak pada meningkatnya harga seluruh bahan kebutuhan pokok. Kenaikan harga BBM terkait pula dengan meningkatnya harga minyak dunia. yaitu sebesar Rp. Formulasi Alternatif Strategi Perusahaan Setelah menganalisis dan mengidentifikasi kondisi lingkungan internal dan eksternal perusahaan.576. barang non pokok dan juga jasa yang berakibat pada meningkat biaya produksi dan operasional PDAM. Matriks IFE Matriks IFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar peranan faktor-faktor internal yang terdapat pada perusahaan. Perumusan strategi dilakukan melalui tiga tahapan yaitu tahap masukan yang meliputi matriks IFE dan matriks EFE.71 produksi dan operasional PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. tahap selanjutnya adalah perumusan strategi.924. Kekuatan yang dimiliki perusahaan yaitu sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur. 3. sumber air baku yang .

097 0. Sedangkan kelemahan yang ada pada perusahaan adalah sumber daya manusia yang belum diberdayakan secara optimal.080 0. kualitas air baku yang baik dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP.072 0.00 0. Marjin laba yang cukup baik 3. Sumber air baku yang melimpah 5. Tabel 16.235 0.00 3. Beban hutang yang relatif besar 3.078 3. Berdasarkan hasil identifikasi faktor kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan.303 0.33 3.259 0.277 2.080 0.67 2.33 3.257 0.078 0.078 0.72 melimpah.000 2. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah Bobot Rating Skor Terbobot 0.101 0. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.192 0. Kualitas air baku yang baik 6. Penurunan debit air pada sumber mata air 5.33 3. maka perhitungan pada matriks IFE dapat dilihat pada Tabel 16.265 0.092 1.186 0.33 3.092 0. Skor tertinggi menunjukkan faktor kekuatan tersebut .303.261 0. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. penurunan debit air pada sumber mata air. beban hutang hutang yang relatif besar.077 0. tingkat kehilangan air cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi.184 0.33 3. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.00 0.248 0.67 2. pelayanan air belum mencapai 24 jam secara merata.00 2.849 Berdasarkan matriks IFE menunjukkan bahwa faktor kekuatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang memiliki skor tertinggi adalah sistem organisasi dapat berjalan sesuai dengan prosedur sebesar 0.33 2. Matriks IFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Faktor Strategi Internal Kekuatan 1.183 0. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2.074 0. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4.

Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi diakibatkan kurang baiknya kondisi meter air dan kebocoran pipa dengan skor 0.261 adalah penyedia tunggal air minum di Kota Bogor karena hanya PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang diberikan wewenang oleh Pemerintah Daerah dalam penyediaan kebutuhan konsumsi air minum bagi masyarakat Kota Bogor. Marjin laba yang cukup baik mendapatkan skor sebesar 0. Hasil usaha perusahaan belum mampu melunasi hutang tepat waktu dan memenuhi investasi aktiva tetap yang diperlukan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Untuk sumber mata air sulit untuk meningkatkan debit airnya bahkan dari tahun ke tahun semakin menurun. total nilai skor terbobot dari enam kekuatan dan enam kelemahan pada matriks IFE adalah sebesar 2.849.50. Dengan demikian.259. Skor sebesar 0. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata dengan skor sebesar 0.277.183.257.73 mempunyai pengaruh yang besar bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam pengembangan PDAM. Sumber air baku yang melimpah dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP mendapatkan skor untuk masing-masing sebesar 0. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi merupakan faktor kelemahan dengan skor tertinggi sebesar 0.235. Kualitas air baku yang baik dengan menggunakan parameter analisa berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/ Menkes/ SK/ VII/ 2002 dengan skor sebesar 0. Secara keseluruhan. kondisi internal perusahaan berada di atas nilai rata-rata yaitu 2. Kelemahan perusahaan lainnya adalah sumber daya manusia yang belum diberdayakan secara optimal dengan skor sebesar 0.186.248 dan 0.184. Kelemahan utama yang dimiliki oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah beban hutang yang relatif besar dengan skor 0.192 adalah penurunan debit air pada sumber mata air.265 dan dengan skor 0. Berdasarkan total nilai terbobot tersebut dapat disimpulkan bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor berada .

33 1. 4.417 0. Tabel 17.285 0.086 0. Matriks EFE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Faktor Strategis Eksternal Peluang 1. Laju pertumbuhan penduduk.33 2.076 0. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1. pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat. Matriks IFE disusun berdasarkan hasil identifikasi dari kondisi lingkungan eksternal perusahaan berupa peluang dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.364 0. Berdasarkan hasil identifikasi faktor peluang dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Tabel 17. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2.340 0. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4.139 0.5. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3.67 3. efisiensi penagihan rekening air cukup .130 0.67 2.00 3. Hasil identifikasi dari kondisi lingkungan eksternal diperoleh enam peluang dan tiga ancaman.67 Peluang yang dapat dimanfaatkan oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah laju pertumbuhan penduduk. Matriks EFE Matriks EFE digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor eksternal yang dihadapi oleh perusahaan.137 0. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah Bobot Rating Skor Terbobot 0.259 0.130 0. Meningkatnya biaya produsi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3.00 2.102 0.285 0.000 3.216 0. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6.116 1. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi 2.086 0.00 3.74 pada posisi kuat dalam memanfaatkan kekuatan yang dimiliki dan cukup mampu untuk mengatasi kelemahan.309 2.2. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi. Teknologi yang terus berkembang 5.33 3.229 0.704 0.

340. Dengan skor sebesar 0.364 adalah efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi yang menunjukkan perputaran piutang air langganan.216. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat dan pembanding untuk PDAM di daerah lain mendapatkan skor yang sama yaitu sebesar 0. Faktor ancaman utama bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi dengan skor sebesar 0. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi dengan skor 0.309. pembanding untuk PDAM di daerah lain. peluang utama bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dengan skor tertinggi sebesar 0. teknologi yang terus berkembang. Terakhir. Skor tertinggi menunjukkan bahwa dukungan dari Pemda dan DPRD merupakan peluang besar bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Faktor ancaman tersebut berdampak pada terjadinya penyesuaian tarif air minum yang dilakukan oleh PDAM dan penurunan daya beli masyarakat. Pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien.285. Skor sebesar 0. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air dengan skor sebesar 0. Teknologi yang terus berkembang dengan skor 0.259 adalah meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL. Berdasarkan tabel matriks EFE. Ancaman tersebut menyebabkan pemanfaatan air tidak efisien yang akan berpengaruh . meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. Sedangkan ancaman yang harus dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi.417. peluang yang dapat dimanfaatkan perusahaan adalah laju pertumbuhan penduduk. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM.229.75 tinggi. karena tanpa adanya dukungan dari keduanya mungkin pengembangan PDAM dapat terhambat.

Secara keseluruhan.5.00 Gambar 6.00 3.849 Rata-rata 2.00 Tinggi I II III SKOR TOTAL EFE 3. SKOR TOTAL IFE Kuat 4.3.00 Rendah VII VIII IX 1. Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat dilihat pada Gambar 6. Berdasarkan total nilai terbobot tersebut dapat disimpulkan bahwa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor mampu merespon lingkungan eksternal perusahaan dengan memanfaatkan peluang yang dimiliki perusahaan untuk menghadapi ancaman.50.76 terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.00 Lemah 1.00 2. Matriks IE PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Hasil analisis faktor internal menggunakan matriks IFE diperoleh total nilai skor terbobot sebesar 2. 4.00 2. Sedangkan hasil .704 atau berada di atas nilai rata-rata yaitu 2.704 Rata-rata IV V VI 2. Matriks IE Matriks IE disusun berdasarkan hasil analisis faktor internal dan faktor eksternal yang digabungkan dari matriks IFE dan matriks EFE.849. total nilai skor terbobot dari enam peluang dan tiga ancaman pada matriks EFE adalah sebesar 2.

Berdasarkan total nilai skor terbobot dari matiks IFE dan EFE tersebut menempatkan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor pada sel V dalam matriks IE.704. Matriks SWOT dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternatif strategi yaitu strategi S-O.4. Strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT dapat dilihat pada Tabel 18. Matriks SWOT Matriks SWOT disusun berdasarkan hasil identifikasi faktor internal dan faktor eksternal perusahaan. Strategi S-O yang dihasilkan adalah melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan. meliputi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan serta peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. Kekuatan yang berupa sumber air baku yang melimpah dan kualitas air baku yang baik serta peluang yang berupa laju pertumbuhan penduduk. Penjelasan yang lebih rinci mengenai strategi yang dihasilkan dari matriks SWOT. Pemaduan faktor internal dan eksternal perusahaan dalam matriks SWOT akan menghasilkan beberapa alternatif strategi yang dapat digunakan oleh perusahaan. Strategi terbaik yang dapat dilakukan adalah strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. strategi W-O dan strategi W-T. Strategi ini dilakukan dengan menggunakan kekuatan internal PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dan memanfaatkan peluang yang ada. Strategi yang dapat diambil pada posisi sel tersebut adalah Strategi Hold and Maintain (Pertahankan dan Pelihara). 4. adalah sebagai berikut : 1.77 analisis faktor eksternal menggunakan matriks EFE diperoleh total nilai skor terbobot sebesar 2. Strategi S-O (Strenghts-Opportunity) Strategi S-O adalah strategi yang menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada. strategi S-T.5. rumah tangga dan sektor .

memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas SDM. Perusahaan dapat melakukan pengembangan usaha secara maksimal dengan kekuatan perusahaan sebagai penyedia tunggal air minum di Kota Bogor serta peluangnya berupa Pemda dan DPRD yang sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM. teknologi yang terus berkembang dapat .78 niaga yang cukup tinggi serta pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat mendukung penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru. Pemda dan DPRD yang sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dan pembanding untuk PDAM di daearah lain menjadikan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor masih mendapatkan kepercayaan untuk memperoleh dana-dana dari pihak ketiga. pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata. Kelemahan yang ada berupa sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal. Untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan tersebut diperlukan suatu pendanaan yang besar. Strategi ini dilakukan untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan yang dimiliki PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Strategi W-O (Weaknesses-Opportunities) Strategi W-O adalah strategi yang mengatasi atau meminimalkan kelemahan yang dimiliki perusahaan untuk memanfaatkan peluang yang ada diluar perusahaan. Dengan adanya penambahan modal. sehingga perusahaan memerlukan penambahan modal dari investasi pihak ketiga. 2. Strategi W-O yang dihasilkan adalah penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. Peluang perusahaan yang ada dapat dimanfaatkan untuk mengatasi atau meminimalkan kelemahan perusahaan. tingkat kehilangan air yang cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi.

Strategi ini diambil berdasarkan kekuatan yang dimiliki dan ancaman yang dihadapi oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar. Strategi W-T (Weaknesses-Threaths) Strategi W-T adalah strategi yang meminimalkan kualitas pelayanan yang dapat memuaskan kelemahan internal perusahaan dan menghindari ancaman. Strategi S-T (Strenghts-Threaths) Strategi S-T adalah strategi yang menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengatasi ancaman yang dihadapi oleh perusahaan. marjin laba yang cukup baik. Oleh karena itu. Pemanfaatan teknologi sangat membantu untuk bekerja secara efektif dan efisien. Strategi W-T yang dihasilkan adalah : 1.79 dimanfaatkan. Ancaman yang berupa kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL dapat mengakibatkan terjadinya penyesuaian atau kenaikan tarif air minum. Strategi S-T yang dihasilkan adalah meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. 3. Strategi ini diambil sebagai tanggapan atas kelemahan yang dimiliki perusahaan yaitu penurunan debit air pada . 4. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP. Kekuatan yang dimiliki adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur. penyesuaian tersebut pun harus disertai dengan peningkatan kualitas pelayanan air minum. Dengan kekuatan tersebut dapat mendukung peningkatan pelanggan. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar.

80 sumber mata air dan tingkat kehilangan air yang cukup tinggi serta ancaman yang dihadapi perusahaan berupa rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. Oleh karena itu. 2. dengan sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat menyadari pentingnya air bagi kehidupan sehingga dapat memanfaatkan air dengan sebaik-baiknya. Sedangkan penggunaan dana cermat dan tepat dilaksanakan untuk memprioritaskan kegiatan atau aktivitas perusahaan yang dianggap penting untuk dilakukan terlebih dahulu sehingga penggunaan dana tepat pada sasaran. Efisien dilakukan sebagai upaya untuk meminimalkan pengaruh kenaikan biaya tersebut terhadap penyesuaian tarif air minum. Strategi ini diambil berdasarkan kelemahan yang dimiliki perusahaan berupa beban hutang yang relatif besar dan ancaman yang dihadapi perusahaan yaitu kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi serta meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL. Pemanfaatan air yang tidak efisien akan berpengaruh terhadap jumlah pelanggan yang dapat dilayani oleh PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor karena ketersediaan air berkurang. . Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasional dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat.

Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman : 1. O1. Efisiensi penagihan rekening air yang tinggi 4. Beban hutang yang relatif besar 3. Marjin laba yang cukup baik 3. S6. Sumber air baku yang melimpah 5. S2. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3. O2 dan O5 Melakukan pengembangan usaha secara maksimal guna meningkatkan pendapatan perusahaan melalui : a. W5. Teknologi yang terus berkembang 5. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6. Meningkatkan kualitas SDM Faktor Internal Faktor Eksternal Peluang : 1. Memperluas jaringan distribusi c. Mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan c. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 3. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Strategi S-O S3. Strategi W-T W4. Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Penambahan kapasitas produksi b. W3. Tingkat kehilangan air yang cukup tinggi 6. W2. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Strategi W-O W1. S5. O3. T1 dan T2 Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan : a. Matriks SWOT PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Kekuatan : 1. O4. Sambungan pelanggan baru Strategi S-T S1. O5 dan O6 Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat : a. W6 dan T3 Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. Kualitas air baku yang baik 6. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi b. . rumah tangga dan industri yang cukup tinggi 2. Menjalin kerjasama dengan pihak luar. Melakukan inovasi produk b. Meningkatnya biaya operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 2. S4.81 Tabel 18. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. Berorientasi terhadap pelaksanaan KRAM dan ZAMP Kelemahan : 1. T1 dan T2 Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. W6. S3. Laju pertumbuhan penduduk.

715. Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat dengan nilai TAS sebesar 6. yaitu : 1. Berdasarkan hasil analisis matriks QSPM pada Lampiran 14 diperoleh prioritas strategi yang paling tepat untuk dilakukan oleh perusahaan. Kebijakan pemerintah mengenai kenaikan harga BBM dan TDL berdampak pada meningkatnya biaya produksi dan operasional perusahaan sehingga . Matriks QSPM Tahap akhir dari analisis formulasi strategi adalah tahap pengambilan keputusan yaitu pemilihan strategi terbaik menurut prioritas dengan menggunakan matriks QSPM. Berdasarkan alternatif strategi yang diperingkatkan diatas didapatkan bahwa strategi yang paling menarik untuk dilakukan oleh perusahaan adalah strategi dengan nilai TAS tertinggi sebesar 6.652. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar dengan nilai TAS sebesar 6. memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan nilai TAS sebesar 6. 4. 5.5.661. Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar.386. 2. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar dengan nilai TAS sebesar 5. 3.5.444.661 yaitu meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. Melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan dengan nilai TAS sebesar 6. Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk.82 4.

Oleh karena itu.83 terjadi penyesuaian tarif air minum. perusahaan harus meningkatkan kualitas pelayanan air minum untuk kepuasan pelanggan karena dengan adanya kenaikan tarif air minum. . pelanggan juga menuntut adanya peningkatan kualitas pelayanan yang lebih baik.

yaitu melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna . b. Hasil identifikasi lingkungan internal yang merupakan kekuatan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur. marjin laba yang cukup baik. kualitas air baku yang baik dan berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP. Hasil identifikasi lingkungan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. penurunan debit air pada sumber mata air. maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut : 1. Berdasarkan analisis matriks SWOT diperoleh lima alternatif strategi.KESIMPULAN DAN SARAN 1. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM dan pembanding untuk PDAM didaerah lain. Ancaman yang dihadapi oleh perusahaan adalah kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi. Kelemahan yang dimiliki perusahaan adalah sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal. tingkat kehilangan air yang cukup tinggi dan adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan ditribusi. Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya. teknologi yang terus berkembang. pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat. serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air. efisiensi penagihan rekening air yang cukup tinggi. penyedia tunggal air minum di Kota Bogor. yaitu: a. sumber air baku yang melimpah. 2. pelayanan air minum yang belum mencapai 24 jam secara merata. Hasil identifikasi lingkungan eksternal yang merupakan peluang bagi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor adalah laju pertumbuhan penduduk. meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL. rumah tangga dan sektor niaga yang cukup tinggi. beban hutang yang relatif besar.

mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar.85 meningkatkan pendapatan perusahaan. Saran Saran-saran yang dapat diberikan kepada PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor. Berdasarkan hasil analisis matriks QSPM. memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia. prioritas strategi yang dapat dilakukan perusahaan adalah meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. 3. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor perlu meningkatkan pelayanan air 24 jam agar air selalu tersedia setiap saat dan mengurangi kemungkinan terjadinya pencemaran dari luar apabila terjadi kebocoran pipa. 2. yaitu : 1. penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. 2. meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan dan menjalin kerjasama dengan pihak luar dengan nilai TAS sebesar 6. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat memberikan reward kepada pelanggan yang membayar air pertama kali dan yang tidak pernah terlambat membayar sebagai penghargaan dan guna memberikan citra baik perusahaan kepada pelanggan. melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar dan melakukan efisiensi biaya produksi dan operasinal dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat.661. 4. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor diharapkan dapat memperluas daerah serapan air serta terus melakukan penghijauan dan pelestarian dengan cara penanaman pohon disekitar sumber mata air dan daerah aliran . 3. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor perlu menargetkan perluasan KASM dan ZAMP pada seluruh zone distribusi dan penyediaan mobil tangki air minum untuk mensuplai daerah yang belum terdapat jaringan distribusi sebagai upaya meningkatkan nilai kualitas pelayanan.

7.86 sungai (DAS) guna mempertahankan dan meningkatkan debit air atau pasokan dari sumber-sumber air tersebut. pengolahan dan laboratorium serta memberikan pendidikan yang lebih tinggi dan pelatihan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). PDAM Tirta Pakuan perlu untuk melakukan penambahan karyawan terutama untuk bagian sumber. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dapat mencoba menerapkan teknologi baru dalam pengolahan air baku yang disebut mikro hidrologi dengan sedimentasi dan turbulasi untuk meminimalkan biaya bahan kimia dan listrik. 5. maupun pada semua zone ditribusi. PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor harus terus melaksanakan kegiatan pengawasan kualitas air minum yang diselenggarakan secara berkesinambungan berupa pengamatan lapangan secara langsung dan pengambilan sampel air baik air baku. . 6. sumber mata air.

DAFTAR PUSTAKA

Arsanti, R. I. 2005. Analisis Formulasi Strategi Perusahaan Pada PT Hero Supermarket, Tbk. Skripsi pada Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.Bogor. Badan Pusat Statistik Jawa Barat. 2006. Jawa Barat Dalam Angka 2006. Badan Pusat Statistik Jawa Barat, Bandung. Badan Pusat Statistik Kota Bogor. 2004. Kota Bogor Dalam Angka 2004. Badan Pusat Statistik Kota Bogor, Bogor. . 2006. Kota Bogor Dalam Angka 2006. Badan Pusat Statistik Kota Bogor, Bogor. David, F. R. 2004. Manajemen Startegis. Edisi 7. PT Indeks, Jakarta. Dirgantoro, C. 2001. Manajemen Stratejik : Konsep, Kasus, dan Implementasi. PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta. Kotler, P. 2000. Manajemen Pemasaran Edisi Millenium (Jilid I). Prenhallindo, Jakarta. dan Gary A. 1997. Dasar-dasar Pemasaran (Jilid 1). Edisi 7. Terjemahan. Perhallindo, Jakarta. Rangkuti, F. 2003. Analisis SWOT : Tehnik Membedah Kasus Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. . 2005. Analisis SWOT : Tehnik Membedah Kasus Bisnis. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Saladin, D. 2004. Manajemen Pemasaran : Analisis, Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengendalian. Linda Karya, Bandung. Kamillah, A. Analisis Strategi Perusahaan PT PISMATEX Pekalongan. Skripsi pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Mahpudin, S. Analisis Strategi Pemasaran Bola Tennis Di Pasar Domestik Oleh PT Nassau Sport Indonesia. Skripsi pada Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor. Bogor. Mulyadi. 2001. Manajemen Strategik Berbasis Balanced Scorecard. Salemba Empat, Jakarta.

88

Tangkilisan, H. N. S. 2005. Manajemen Publik. PT Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta. Umar, H. 2003. Studi Kelayakan Bisnis : Teknik Menganalisis Kelayakan Rencana Bisnis secara Komprehensif. Edisi 2. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. . 2003. Strategic Management In Action. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. Vincent, G. 2004. Perencanaan Strategik Untuk Peningkatan Kinerja Sektor Publik. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. http://www.pdamkotabogor.go.id [21 April 2007] http://www.bi.go.id [24 Juni 2007]

Lampiran 1. Struktur Organisasi PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor

858.530 11.626 x 100 63.770.19 1 4 2. 4 6.85 5 5. 54.126 17.915.343.28 5 43 32.905.960 64.83 0.061.037.180.770.971.757 16.328.855. 4. 0.938.915.726 46.36 12.974.548.216 58.76 1 1 3.698 46.940. 0.343.274 % 12.888 85.531.806.548.380.905 178.626 x 100 81.81 5 10.650 6.348 12.625.73 Nilai 5 1.90 Lampiran 2. 1. 2. 38.73-10.47 18.609 x 100 % 58.142 81.14 5 9.098.180.650 43 x 45 60 0.934.548. Aspek Keuangan Rasio laba terhadap aktiva produkstif Laba sebelum pajak x 100 Aktiva Produktif Nilai bonus Laba produktif tahun ini – tahun lalu Rasio laba terhadap penjualan Laba sebelum pajak x 100 Penjualan Nilai bonus Laba produktif tahun ini – tahun lalu Rasio aktiva lancar terhadap hutang lancar Aktiva lancar Hutang lancar Rasio Hutang jangka panjang terhadap ekuitas Hutang jangka panjang Ekuitas Rasio total aktiva terhadap total hutang Total aktiva Total hutang Rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasional Biaya operasi Pendapatan operasional Rasio laba operasional sebelum penyusutan Laba operasi sebelum penyusutan (Angsuran pokok + Bunga) Jatuh Tempo Rasio aktiva produktif terhadap penjualan air Aktiva produktif Penjualan air Jangka waktu penagihan piutang Piutang usaha Penjualan/hari Efektivitas penagihan Rekening tertagih x 100 % Penjualan air Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Perhitungan 10.922.630.429.630.25 16. 101.48 3 8.821.888 1.380.48 10.25 .709.126 16. Pengukuran Kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Tahun 2006 No.84 4 7.625.348 58.19-15. 1.255.905.343.429.

9.624 25 x 40 47 % 49.525 4. 4.000 pelanggan Jumlah karyawan x 1. Aspek Operasional Cakupan pelayanan Jumlah penduduk terlayani x 100 Jumlah penduduk Nilai bonus Cakupan pelayanan tahun ini – tahun lalu Kualitas air ditribusi Kontuinitas air Produktivitas pemanfaatan instalasi produksi Kapasitas produksi x 100 Kapasitas terpasang Tingkat kehilangan air Jumlah M³ air yang didistribusikan. 6. 7.66 2 6.8 2.764 Tersedia 471 x 1.yang terjual x 100 Jumlah M³ air yang didistribusikan Peneraan meter air Jumlah pelanggan yang meter air ditera x 100 Jumlah seluruh pelanggan Kecepatan penyambungan baru Kemampuan penanganan pengaduan rata-rata Jumlah pengaduan yang telah selesai ditangani x 100 Jumlah seluruh pengaduan Kemudahan pelayanan Rasio karyawan per 1.94 1 2 99.264 x 100 35. 30.525-24. 10.270 35.675 x 100 855.204 x 100 1. 8.94 2 2 6.08 Nilai 3 1.329 x 100 72. 3. 2.924 5 hari kerja 15. No. 3.085 49. 5. 1. 5. 9.28 Memenui syarat air bersih Semua pelanggan mendapat aliran 24 jam 1. 7. 8.28 No. 10. Aspek Administrasi Rencana jangka panjang (Corporate Plan) Rencana organisasi dan uraian tugas Prosedur operasi standar Gambar nyata laksana (As Build Drawing) Pedoman penilaian kerja karyawan Rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) Tertib laporan internal Tertib laporan eksternal Opini auditor independen Tindak lanjut hasil pemeriksaan tahun terakhir Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Dipedoman sebagian Sepenuhnya dipedomani Dipedomani sebagian Sepenuhnya dipedomani Spenuhnya dipedomani Dipedomani sebagian Dibuat tepat waktu Dibuat tepat waktu Wajar tanpa pengecualian Ditindaklanjuti seluruhnya 32 x 15 36 3 4 3 4 4 3 2 2 4 3 32 13.80 4 5. 1 2 2 94.656.723.5 4 25 21.754 x 100 15. 0.656.08-48.33 .000 72. 4.000 Jumlah pelanggan Jumlah Nilai Kinerja Keuangan Tahun 2006 Perhitungan 419.91 Lanjutan Lampiran 2.

92 Lanjutan Lampiran 2.28 32 13. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 tahun 1999 tanggal 31 Mei 1999.86.86 .25 25 21. kinerja PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Tahun 2006 termasuk baik dengan nilai 66. Adapun rinciannya sebagai berikut : Aspek Keuangan Operasional Administrasi Jumlah Tahun 2006 Nilai yang diperoleh Nilai Kinerja 43 32.33 66.

Lampiran 3. Sistem Penyediaan Air Minum .

Diagram Alir Pengolahan 94 .94 Lampiran 4.

Responden 1 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 1 3 3 3 2 3 3 B 3 3 3 3 2 3 3 C 1 1 2 2 1 2 2 3 1 3 3 1 1 1 3 3 2 D 1 1 2 E 1 1 2 1 F 2 2 3 3 3 G 1 1 2 1 3 1 H 1 1 2 1 3 1 2 I 1 1 2 1 3 1 2 2 Jumlah 11 9 19 15 23 10 19 19 19 144 Bobot 0.076 0.063 0.132 0.104 0.160 0.069 0.132 0.132 0.132 1.000

3 3 2 3 1 3 2 2 21 23 13 17 9 22 13 13 13

Responden 2 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 3 3 2 3 2 2 2 B 1 3 2 2 2 2 2 C 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 2 2 2 2 2 D 2 2 2 E 1 2 2 2 H 2 2 2 2 3 I 2 2 2 2 2 2 J 2 2 2 2 2 2 2 L 1 2 2 2 2 2 2 2 Jumlah Bobot 12 16 18 16 18 15 16 16 17 144 0.083 0.111 0.125 0.111 0.125 0.104 0.111 0.111 0.118 1.000

3 2 2 2 2 2 2 2 20 16 14 16 14 17 16 16 15

Responden 3 Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk, rumah tangga, dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Jumlah A A B C D E F G H I 3 3 2 3 2 3 3 B 1 3 2 3 2 3 3 C 1 1 1 1 1 2 2 2 2 3 3 1 2 2 3 3 2 D 2 2 3 E 1 1 3 2 F 2 2 3 2 3 G 1 1 2 1 2 1 H 1 1 2 1 2 1 2 I 1 1 3 2 3 2 3 3 Jumlah 10 12 22 13 19 12 21 21 14 144 Bobot 0.069 0.083 0.153 0.090 0.132 0.083 0.146 0.146 0.097 1.000

3 3 1 2 1 2 1 1 22 20 10 19 13 20 11 11 18

Sumber Air dan Daerah Pengaliran .Lampiran 6.

hidran air. rumah sakit swasta. sanggar seni.250 2. pabrik. perusahaan berbentuk PT Persero.97 Lampiran 7.950 5. distributor (pedagang besar). industri rumah tangga. IP (Instansi Pemerintah) yaitu Instansi / Lembaga Pemerintah.150 3. dan lembaga non komersial seperti lembaga pendidikan / diklat dan kursus dari instansi pemerintah dan sejenisnya. SPBU.100 600 850 2. Klasifikasi Kelompok Pelanggan. apotek. NK (Niaga Kecil) yaitu pelanggan dalam kelompok komersial dengan kegiatan usaha/ niaga/industri kecil. toko/ruko di jalan protokol. rumah makan kecil. RA (Rumah Tinggal A) yaitu pelanggan rumah tinggal yang berlokasi di daerah padat dan tidak tertata. hotel berbintang. Besaran Tarif Air Minum (Dalam Rupiah) 0-10 m³ 11-20 m³ >20 m³ 250 300 400 I II 450 700 1.900 6. Kuil. TNI. jasa ekspedisi. industri perikanan. perkayuan. POLRI. bengkel kecil. yayasan sosial.000 IV 3.150 III 800 1. warung telekomunikasi. NB (Niaga Besar) antara lain importir/ekspotir.800 3.050 1. Koperasi. dan hidran umum komersial. Gereja. pasar swalayan. kamar mandi umum komersial. bioskop.500 7.250 .500 1. RC (Rumah Tinggal C) yaitu pelanggan rumah tinggal dengan kondisi rumah mewah dan RB yang mempunyai kegiatan usaha (di luar kriteria golongan Pelanggan RA dan RB). dengan kondisi rumah sederhanan dan tidak mewah. agen. Golongan Tarif. serta golongan Pelanggan RA yang mempunyai kegiatan usaha. wisma. pendidikan swasta. rumah sakit swasta tipe A/B. hotel tidak berbintang. sekolah negeri.250 2.600 3. rumah makan besar (restoran). dan Besar Tarif Air Minum Kelompok Pelanggan Golongan Tarif SU (Sosial Umum) yang terdiri dari terminal air. Firma. antara lain perusahaan berbentuk CV. pratek dokter. biro jasa. dan tempat ibadah (Mesjid. dan sejenisnya).500 4.800 4. Vihara. dan pertambangan. dealer kendaraan bermotor. SK (Sosial Khusus) yang terdiri dari panti asuhan. serta hanya berfungsi sebagai tempat tinggal. asrama pelajar / mahasiswa. dengan kondisi rumah sangat sederhana. rumah sakit pemerintah dan pusat kesehatan masyarakat. Kelenteng. perdagangan umum. serta pesantren dan madrasah. tempat hiburan. RB (Rumah Tinggal B) yaitu pelanggan rumah tinggal yang berlokasi di kawasan yang sudah tertata dengan baik. kolam renang umum swasta. bengkel besar. toko/ruko.

101 Lampiran 8. Kuesioner Penelitian Penentuan Bobot dan Rating Faktor Strategis Internal dan Eksternal KUESIONER PENELITIAN PENENTUAN BOBOT DAN RATING FAKTOR STRATEGI INTERNAL DAN FAKTOR STRATEGI EKSTERNAL ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR IDENTITAS RESPONDEN Nama Pekerjaan/Jabatan Alamat : …………………. : …………………. Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengisi kuesioner ini secara objektif dan benar. karena kuesioner ini adalah untuk penelitian skripsi dengan tujuan ilmiah Peneliti : Dian Suminnar H24103059 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007 . : ………………….

4. PENENTUAN BOBOT Tujuan : Mendapatkan penilaian para responden mengenai faktor-faktor strategis internal maupun eksternal yaitu dengan cara pemberian bobot mengenai seberapa besar faktor strategis tersebut dapat mempengaruhi atau menentukan keberhasilan perusahaan. 2. 2. responden diharapkan untuk melakukan secara langsung (tidak menunda) untuk menghindari inkonsistensi jawaban. 3 = Jika indikator vertikal sangat penting daripada indikator horizontal. Untuk menentukan bobot setiap faktor digunakan skala 1. 3. Jawaban merupakan pendapat pribadi dari masing-masing responden. dengan responden lainnya atau dengan peneliti. Petunjuk Khusus : 1. 2 = Jika indikator vertikal sama penting daripada indikator horizontal. Responden berhak untuk menambahkan atau mengurangi hal-hal yang sudah tercantum dalam kuesioner ini. Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis oleh responden. Dalam Pengisian kuesioner. . Petunjuk Umum : 1. Penentuan bobot merupakan pandangan masing-masing responden terhadap faktor-faktor strategis internal dan eksternal. Nilai diberikan pada perbandingan berpasangan antara dua faktor (vertikal – horizontal) berdasarkan kepentingan atau pengaruhnya pada Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pakuan Kota Bogor. 2. dan 3 dengan keterangan skala sebagai berikut : 1 = Jika indikator vertikal kurang penting daripada indikator horizontal. Hal ini dibenarkan jika dilengkapi dengan alasan yang kuat.102 Lanjutan Lampiran 8.

Pengisian kuesioner dilakukan secara tertulis oleh responden. PENENTUAN RATING Tujuan : Mendapatkan penilaian para responden mengenai faktor-faktor strategis internal maupun eksternal yaitu dengan cara pemberian rating terhadap seberapa besar faktor tersebut dapat mempengaruhi atau membentuk keberhasilan perusahaan. Responden berhak untuk menambahkan atau mengurangi hal-hal yang sudah tercantum dalam kuesioner ini. 4. Respoden dapat saja memiliki pandangan yang berbeda mengenai suatu faktor dalam kuesioner ini. Dalam Pengisian kuesioner. 5.103 Lanjutan Lampiran 8. 3. Petunjuk Khusus : 1. Petunjuk Umum : 1. Jawaban merupakan pendapat pribadi dari masing-masing responden. Hal ini dibenarkan jika disertai dengan alasan yang kuat. responden diharapkan untuk melakukan secara langsung (tidak menunda) untuk menghindari inkonsistensi jawaban. dengan responden atau dengan peneliti. dengan alasan yang jelas dan kuat. Alternatif pemberian rating terhadap faktor-faktor strategis internal (kekuatan) dan eksternal (peluang) yang bersifat positif adalah sebagai berikut : 1 = sangat lemah 2 = lemah 3 = kuat 4 = sangat kuat Sedangkan untuk faktor-faktor strategis internal (kelemahan) dan faktor strategis eksternal (ancaman) yang bersifat negatif adalah sebagai berikut : 1 = sangat sulit diatasi 2 = sulit diatasi 3 = mudah diatasi 4 = sangat mudah diatasi . 2.

Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Penentuan rating merupakan pandangan masing-masing responden terhadap kemampuan kegiatan perusahaan PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor dalam menghadapi faktor-faktor strategis internal dan eksternal perusahaan.104 Lanjutan Lampiran 8. 2. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi 1 Rating 2 3 4 . Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Marjin laba yang cukup baik 3. Beban hutang yang relatif besar 3. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. Pemberian responden. Kualitas air baku yang baik 6. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1. rating masing-masing faktor strategis dilakukan dengan memberikan ( √ ) pada tingkat kepentingan (1-4) yang paling sesuai menurut PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan 1. Sumber air baku yang melimpah 5.

Lanjutan Lampiran 8. PENENTUAN BOBOT FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi A B C D E F G H I J K L A B C D E F G H I J K L .

PENENTUAN BOBOT FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal Peluang Laju pertumbuhan penduduk.Lanjutan Lampiran 8. rumah tangga. dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air A B C D E F G H I A B C D E H I J L .

Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.Lanjutan Lampiran 8. PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategis Internal Kekuatan 1. Kualitas air baku yang baik 6. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi 1 Rating 2 3 4 . Penurunan debit air pada sumber mata air 5. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4. Beban hutang yang relatif besar 3. Sumber air baku yang melimpah 5. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4. Marjin laba yang cukup baik 3.

Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Rating 1 2 3 4 . PENENTUAN RATING FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal Peluang 1. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4. Laju pertumbuhan penduduk.Lanjutan Lampiran 8. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2. Teknologi yang terus berkembang 5. rumah tangga. Meningkatnya biaya produski dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6. dan sektor niaga yang cukup tinggi 2. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1.

6. 2. PENENTUAN SKOR AS PADA FAKTOR STRATEGIS INTERNAL Faktor Strategi Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Strategi 1 1 2 3 4 Strategi 2 Strategi 3 1 2 3 4 1 2 3 4 Strategi 4 1 2 3 4 Strategi 5 1 2 3 4 1. 6. 1.Lanjutan Lampiran 9. 5. 4. 3. . 2. 4. 5. 3.

3. rumah tangga. dan sektor niaga yang cukup tinggi Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi Teknologi yang terus berkembang Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Strategi 1 1 2 3 4 Strategi 2 1 2 3 4 Strategi 3 1 2 3 4 Strategi 4 Strategi 5 1 2 3 4 1 2 3 4 . 2. Peluang Laju pertumbuhan penduduk. 1. 2.Lanjutan Lampiran 9. 6. 5. 3. PENENTUAN SKOR AS PADA FAKTOR STRATEGIS EKSTERNAL Faktor Strategis Eksternal 1. 4.

105 Lampiran 9. Kuesioner Penelitian Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM KUESIONER PENELITIAN PENENTUAN STRATEGI TERPILIH DENGAN QUANTITATIVE STRATEGY PALNNING MATRIX (QSPM) ANALISIS FORMULASI STRATEGI PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA PAKUAN KOTA BOGOR IDENTITAS RESPONDEN Nama Pekerjaan/Jabatan Alamat : …………………. : …………………. karena kuesioner ini adalah untuk penelitian skripsidengan tujuan ilmiah Peneliti : Dian Suminnar H24103059 DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2007 . : …………………. Diharapkan Bapak/Ibu dapat mengissi kuesioner ini secara objektif dan benar.

Pilihan Attractiveness Score (AS) pada isian berikut terdiri dari : 1 = Tidak menarik 2 = Agak menarik 3 = Menarik 4 = Sangat menarik . dan menjalin kerjasama dengan pihak luar. 5. Melakukan efisiensi biaya produksi dan operasional dengan pengoperasian secara efisien dan penggunaan dana yang cermat dan tepat. PENENTUAN STRATEGI TERPILIH DENGAN QSPM Tujuan : Untuk mentapkan kemenarikan relatif (Relative Attractiveness) dari alternatifalternatif stratgei telah diperoleh melalui analisis strategi matriks SWOT dan matriks IE. Alternatif strategi yang dihasilkan adalah : 1. mempertahankan hubungan baik dengan pelanggan. Petunjuk Pengisian : Tentukan Attractiveness Score (AS) atau daya tarik dari masing-masing faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan faktor eksternal (peluang dan ancaman) untuk masing-masing alternatif strategi sebagaimana disebut diatas dengan cara memberikan tanda (√) pada pilihan Bapak/Ibu. untuk menetapkan strategi yang terbaik untuk direkomendasikan kepada perusahaan. Penambahan modal dari investasi pihak ketiga agar dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam proses produksi. 3. 2. Meningkatkan kualitas pelayanan air minum dengan melakukan inovasi produk. 4. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya air bersih dan cara penggunaan air yang baik dan benar. memperluas jaringan distribusi. Melakukan pengembangan usaha secara maksimal melalui penambahan kapasitas produksi dan sambungan pelanggan baru guna meningkatkan pendapatan perusahaan.106 Lanjutan Lampiran 9. dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

106 0.110 0.068 0.064 0.098 0.121 0.080 0.000 1 3 3 3 3 1 3 1 3 3 2 1 2 3 3 2 1 1 1 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 1 1 3 3 2 1 1 1 1 3 1 1 3 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 3 3 3 3 1 2 2 1 3 3 16 26 33 27 23 15 18 22 12 26 27 19 .083 0.095 1.Lampiran 10.042 0.064 0.068 0. Hasil Penentuan Bobot Faktor Strategis Internal Responden 1 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 1 1 2 2 2 B 3 1 3 3 1 C 3 3 3 3 3 D 2 1 1 2 3 E 2 1 1 2 3 F 2 3 1 1 1 G 3 1 1 1 1 3 H 3 2 1 1 2 3 I 1 1 1 1 1 2 J 3 3 1 1 2 3 K 3 1 1 1 3 3 L 3 1 1 1 1 3 Jumlah 28 18 11 17 21 29 26 22 32 18 17 25 264 Bobot 0.

083 0.076 0.076 0.080 0.083 0.076 0.095 0. Responden 2 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 2 1 2 1 1 B 2 1 2 2 1 C 3 3 2 2 2 D 2 2 2 2 2 E 3 2 2 2 2 F 3 3 2 2 2 G 2 2 2 2 2 2 H 3 3 2 2 2 2 I 2 2 2 2 2 2 J 2 1 1 1 2 2 K 2 2 2 2 2 2 L 1 1 1 1 2 2 Jumlah 25 23 18 20 21 20 22 20 22 25 22 26 264 Bobot 0.083 0.095 0.000 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 1 1 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 2 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2 19 21 26 24 23 24 22 24 22 19 22 18 .098 1.Lanjutan Lamipran 10.087 0.068 0.

053 0.072 0.095 0.083 0.049 0.091 0.083 0.125 0.083 1.000 2 3 1 2 3 3 2 3 2 2 2 1 2 1 2 2 2 2 2 3 1 2 1 2 1 3 3 3 1 2 3 2 2 1 1 1 1 2 2 2 1 1 1 1 2 2 1 2 2 3 2 3 2 3 2 2 2 1 1 2 3 2 2 2 3 2 17 22 11 22 25 31 19 24 21 30 20 22 .102 0.Lanjutan Lampiran 10.076 0.087 0. Responden 3 Faktor Strategis Internal Kekuatan Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur Marjin laba yang cukup baik Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor Sumber air baku yang melimpah Kualitas air baku yang baik Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal Beban hutang yang relatif besar Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata Penurunan debit air pada sumber mata air Tingkat kehilangan air cukup tinggi Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah A A B C D E F G H I J K L 2 3 1 1 1 B 2 3 2 2 1 C 1 1 1 1 1 D 3 2 3 2 1 E 3 2 3 2 1 F 3 3 3 3 3 G 2 1 3 2 1 1 H 3 2 3 2 2 2 I 3 2 3 1 1 1 J 3 3 3 3 2 2 K 2 2 3 2 2 1 L 2 2 3 3 2 1 Jumlah 27 22 33 22 19 13 25 20 23 14 24 22 264 Bobot 0.

00 4.00 2.00 3. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4.00 10.00 4.00 3. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.33 3.00 6.00 3.00 10.00 2.00 3.00 2.00 2. Beban hutang yang relatif besar 3.00 3.67 2.00 3.00 2.00 3.33 3.00 2.00 3.00 2. Sumber air baku yang melimpah 5. Penurunan debit air pada sumber mata air 5.33 3.00 3. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4.00 3.33 3.00 2. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1.00 7.00 7.00 Jumlah Rating 9. Marjin laba yang cukup baik 3.00 3.00 3.00 9.00 8.00 8.00 3.00 10.00 3.00 3.00 4.00 3.00 3. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.Lampiran 12.00 3. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Keterangan : Responden 1 (R1) = Kabag Keuangan Responden 2 (R2) = Kabag Produksi Responden 3 (R3) = Kabag SDM Responden R1 R2 R3 3.00 2.00 2.00 .33 3. Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Internal Faktor Strategis Internal Kekuatan 1.00 3.00 4.00 9.00 4.33 2. Kualitas air baku yang baik 6.00 2.00 3.00 2.00 3.00 10.00 3. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2.67 2.

00 3. dan sektor niaga yang cukup tinggi 2.67 .00 3.00 3. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6.00 3. Hasil Penentuan Rating Faktor Strategis Eksternal Faktor Strategis Eksternal Peluang 1.00 2. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4.00 3.00 2.00 3.00 9. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Keterangan : Responden 1 (R1) = Kabag Keuangan Responden 2 (R2) = Kabag Produksi Responden 3 (R3) = Kabag SDM Responden 1 2 3 3.00 3.00 2.00 3.00 1.00 6.Lampiran 13.00 5.00 4.00 2.00 3.00 2.00 8. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3.00 3. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1.33 3.00 10.33 2. Teknologi yang terus berkembang 5.00 3.00 2. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2. Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3.00 10.00 8.00 3.00 Jumlah Rating 9.00 3.00 10.00 3.00 4.67 3.00 3. rumah tangga.00 4.67 2.00 3.00 3. Laju pertumbuhan penduduk.00 2.00 3.33 1.00 2.

33 3. Pelayanan air yang belum mencapai 24 jam secara merata 4.67 3.078 0.Lampiran 14.67 2.67 3.00 2.212 0.101 0.389 0.67 3.212 0.318 0.00 3.235 0.139 0.67 3.432 0. Efisiensi penagihan rekening air cukup tinggi 4.67 3.338 6.33 3.238 0.33 2.407 0.246 0.337 0.00 0.424 0.33 3.324 0.67 2.347 0.00 2.33 3.33 3.231 0. dan sektor niaga yang cukup tinggi 2.33 3.33 4.235 0.67 2.282 0.501 0.652 3.386 Bobot Strategi 1 AS TAS Strategi 2 AS TAS Strategi 3 AS TAS Strategi 4 AS TAS Strategi 5 AS TAS .509 0.463 0.389 0.67 2.00 4.67 3.424 0.33 2.67 3. Sumber daya manusia belum diberdayakan secara optimal 2.212 0.00 3.33 3.097 0.00 3.223 0.33 2.00 2.076 0.200 0.67 0. Beban hutang yang relatif besar 3.209 0.257 0.00 3.33 2.67 3.186 0. Berorientasi pada pelaksanaan KASM dan ZAMP Kelemahan 1.265 0. Pembanding untuk PDAM di daerah lain Ancaman 1.00 3. Penyedia tunggal air minum di Kota Bogor 4.228 0.078 0.33 3.116 0.00 3.417 0. Kondisi perekonomian yang tidak stabil dan tingkat inflasi 2.240 0.324 0.67 3.314 0.00 3.33 2.67 3.209 0.282 0.229 0.444 3.33 3.33 0.324 0.235 0.67 2.370 0.33 3.080 0.556 0.231 0.67 3.212 0.432 0.715 2.67 3.074 0.356 0.33 3.228 0.67 3.319 0.33 2.285 0.240 0.216 0.235 0.00 3.255 0.33 4.265 0.261 0.00 3.67 3.67 3.33 3.092 3.00 3.67 2.00 3. Sistem organisasi berjalan sesuai dengan prosedur 2.67 2.67 3.00 3. Kualitas air baku yang baik 6. Hasil Penentuan Strategi Terpilih dengan Matriks QSPM Faktor Kunci Peluang 1.223 0.228 0.33 3.67 3.33 2. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam penggunaan air Kekuatan 1.00 3.33 3.432 0.072 0.306 0.183 0. Pemda dan DPRD sangat mendukung terhadap pengembangan PDAM 6.292 0.519 0.00 4.269 0. Penurunan debit air pada sumber mata air 5.078 0. Meningkatnya biaya produksi dan operasional akibat kenaikan harga BBM dan TDL 3.67 3.356 0.373 0.307 5.130 0.67 3.00 3.67 3.67 3.475 0.313 0.00 4. Pelanggan yang terdiri dari hampir seluruh golongan masyarakat 3.077 0.33 4.257 0.501 0.086 0. Adanya daerah potensial yang berada diluar jaringan distribusi Jumlah 0.313 0.337 0.00 3.261 0.67 3.292 0.223 0.192 0.370 0.33 2.33 3.556 0.092 0.137 0. Teknologi yang terus berkembang 5.102 0.67 3.00 0.00 3.67 3.661 3. Tingkat kehilangan air cukup tinggi 6.229 0.33 2.33 3. Sumber air baku yang melimpah 5.00 3.00 2.33 0.00 2.67 3.307 0.183 0.67 3.259 0. Laju pertumbuhan penduduk.261 0.455 0.277 0.33 4.00 3. rumah tangga.455 0.309 0.285 0.236 0.204 0.475 0.086 0.33 3.33 3.306 0.00 3.246 0.248 0.33 2.080 0.277 6. Marjin laba yang cukup baik 3.00 3.33 3.33 2.261 0.307 6.171 0.67 4.00 2.00 3.228 0.475 0.67 2.235 0.277 6.307 0.130 0.255 0.273 0.00 2.168 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful