1 http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_162.html#top VI.

KELUARGA, TEMAN SEBAYA DAN PENDIDIKAN KELUARGA DAN SEKOLAH HUBUNGAN KELUARGA DAN SEKOLAH Telah dijelaskan pendidikan itu adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian anak baik di luar dan di dalam sekolah dan berlangsung seumur hidup. Dan pengertian tersurat suatu pernyataan bahwa pendidikan berlangsung di luar dan di dalam sekolah. Pendidikan di luar sekolah dapat terjadi dalam keluarga dan di dalam masyarakat. Jadi pendidikan itu berlangsung seumur hidup dimulai dari keluarga kemudian diteruskan dalam lingkungan sekolah dan masyarakat. Manusia sebagai makhluk hidup selalu ingin berkembang. Keinginan ini secara manusia tidak terbatas, akan tetapi kemampuan manusia yang membatasi keinginan tersebut. Oleh karena itu keinginan untuk berkembang berlangsung mulai dan lahir sampai meninggal dunia. Untuk mengembangkan diri itu manusia memerlukan bantuan. Karena keinginan untuk perkembangan itu berlangsung dari lahir sampai meninggal, maka kebutuhan untuk mendapatkan bantuan itu juga harus berlangsung seumur hidup. Pendidikan yang berlangsung seumur hidup itu berlangsung pada tiga lingkungan pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat. Pelaksanaan pendidikan dalam tiga lingkungan pendidikan sebagai penghasil tenaga yang telah terdidik sebagai berikut : Dari bagan tersebut di atas dapat diketahui bahwa keluarga merupakan tempat pertama anak itu mendapatkan pendidikan. Sejak anak itu berada dalam kandungan anak telah mendapatkan pendidikan. Seperti telah diketahui di muka bahwa jenis pendidikan yang diberikan keluarga adalah bermacammacam. Pendidikan berlangsung secara informal. Dalam keluarga orang tua merupakan pendidik utama dan pertama. Pada masyarakat yang sederhana pendidikan berlangsung dalam keluarga dan masyarakat. Anak meniru apa yang dikerjakan orang tua dan orang-orang dewasa dalam masyarakat. Setelah mendapatkan kemampuan yang diperlukan untuk hidup, maka ia dilepaskan dalam masyarakat. Dalam. masyarakat mereka akan menjadi tenaga kerja yang dibutuhkan masyarakat. Dalam masyarakat yang lebih maju maka pendidikan di dalam keluarga tidak cukup, oleh karena itu orang tua menyerahkan pendidikan pada lembaga pendidikan formal yang disebut sekolah. Dalam sekolah anak diberi berbagai pengetahuan baik pengetahuan yang berkaitan untuk pengembangan pribadi, pengetahuan untuk bekal hidup dalam masyarakat, dan pengetahuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi lebih lanjut. Pendidikan di sekolah dilaksanakan secara bertingkattingkat, pada dasarnya dibedakan pendidik dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Anak yang telah selesai pada tingkat pendidikan tertentu yang memerlukan keterampilan tertentu dapat masuk pada pendidikan nonformal dalam lembaga pendidikan masyarakat. Setelah mendapatkan tambahan keterampilan maka ia terjun kedunia kerja dalam masyarakat. Akan tetapi ada juga yang setelah selesai pendidikan pada tingkat pendidikan tetrtentu langsung memasuki dunia kerja dalam masyarakat. Masyarakat sebagai pemakai hasil tiga pendidikan itu akan memberi balikan bagi masingmasing penyelenggara pendidikan dalam ketiga lingkungan pendidikan. Perbandingan antara pendidikan formal dan pendidikan non formal dan pendidikan dalam keluarga sebagai pendidikan informal dapat disajikan di bawah ini (Edi Suardi, S Nasution, dan M Moh Rffai Joedoprawira, 1976, p.187). Tempat berlangsung : Pendidikan formal dilaksanakan di dalam gedung sekolah, pendidikan nonformal dilaksanakan di dalam atau diluar sekolah, sedang pendidikan keluarga dilaksanakan di dalam rumah atau di luar rumah. Persyaratan mengikuti pendidikan : Syarat mengikuti pendidikan formal adalah umur dan tingkat pendidikan tertentu (ijazah atau STTB), pada pendidikan nonformal kadang-kadang ada persyaratan tetapi tidak memegang peranan yang penting, pada pendidikan informal (keluarga) tidak ada persyaratan semua anak baik anak pungut, anak tiri atau anak sendiri semua mendapatkan pendidikan dalam keluarga itu.

2 Jenjang pendidikan : Pada pendidikan formal terdapat jenjang pendidikan jaitu pendidikan prasekolah (taman kanak-kanak), pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Pada pendidikan nonformal kadangkadang ada kadang-kadang tidak. Pada pendidikan informal tidak ada jenjang pendidikan. Program pendidikan : Program pendidikan pada pendidikan formal ditentukan teliti untuk setiap jenjang pendidikan dalam bentuk tertulis. Pada pendidikan nonformal terdapat program tertentu. Pada pendidikan informal tidak ada program. Bahan pelajaran : Pada pendidikan formal bahan pelajaran lebih bersifat akademis dan umum, bahan pelajaran .pada pendidikan nonforrnal lebih bersifat khusus dan praktis, bahan pelajaran pada pendidikan informal tidak ditentukan. Lama pendidikan : Pada pendidikan formal lama pendidikan memakan waktu yang panjang, pendidikan nonformal memakan waktu yang singkat dan pendidikan informal sepanjang hidup. Usia peserta didik : Pads pendidikan formal usia pesórta didik relatif lama, pads pendidikan nonformal usia peserta didik rethtif tidak sama dan pada pendidikan informal usia peserta didik semua umur. Penilaian : Pada pendidikan formal ada ujian yang diselenggarakan secara formal dan dibenr ijazah atau STTB. Pada pendidikan nonformal juga ada ujian dan diben ijazah atau surat keterangan. Pada pendidikan informal tidak ada ujian dan tidak ada penilaian yang sistematis dan tidak ada surat keterangan atau ijazah. Penyelenggara pendidikan : Pendidikan formal diselenggarakan oleb pemerintah dan swasta yang diatur dalam suatu perundang undangan tertentu. Pendidikan nonformal diselenggarakan oleh pemenintah dan swasta yang diatur dalam perundang-undangan tertentu. Pendidikan informal diselenggarakan oleh keluarga tidak ada aturan yang harus dipenuhi untuk menyelenggarakan pendidikan. Metode mengajar : Pada pendidikan formal dituntut untuk menggunakan metode mengajar yang tertentu. Pada pendidikan nonformal dapat menggunakan metode mengajar tertentu walaupun tidak selalu. Persyaratan bagi pengajar : Pengajar pada pendidikan formal harus mempunyai kewenangan yang didasarkan ijazah dan diangkat untuk mengajar dalam suatu tugas tertentu. Pengajar pada pendidikan nonformal tidak selalu mempunyai ijazah sebagai pengajar. Pada pendidikan informal tidak ada persyaratan ijazah dan surat pengangkatannya. Administrasi : Pada pendidikan formal administrasi diatur secara sistematis dan sama untuk setiap tingkat sekolah. Pada pendidikan nonformal administrasi ada tetapi tidak begitu uniform (seragam). pada pendidikan informal administrasi tidak ada. Ditinjau dari segi sejarah berdirinya : Pendidikan formal berdiri paling akhir, disusul pendidikan nonformal. Sedang pendidikan informal ada sejak manusia ada dan tenjadi proses transformasi nilai dan orang dewasa ke anak. ORGANISASI ORANG TUA MURID Dari uraian tersebut di alas dapat diketahui bahwa antara keluarga ada hubungan yang erat. Hubungan yang erat antara keluarga dan sekolah itu disebabkan secara hukum mempunyai tanggung jawab

3 bersama terhadap pendidikan anak secara kodrat pendidikan anak memang merupakan tanggung jawab orang tua, tetapi secara hukum pemenintah/negara juga bertanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Di samping orang tua dan pemerintah masih ada lagi yaitu masyarakat. Oleh karena itu masyarakat dan pemerintah mendirikan sekolah. Masyarakat mendirikan sekolah swasta dan pemenintah mendirikan sekolah negeri. Tiap-tiap permulaan tahun ajaran baru maka berduyuni-duyun anak usia sekolah membanjiri sekolah, dan taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Peran orang tua dalam pendaftaran siswa baru pada tiap-tiap tingkat dan jenis sekolah tergantung pada usia anak. Pada pendidikan pra sekolah dan pendidikan dasar orang tua bersama anaknya mendaftarkan anak untuk menjadi murid baru di sekolah. Pada Sekolah Menengah Pertama peran orang tua sudah berkurang anak sendiri yang mendaftarkan diri. Akhirnya pada perguruan tinggi anak sendinilah yang mendaftarkan diri sebagai mahasiswa baru. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi penyerahan tanggung jawab pendidikan dari orang tua kepada sekolah baik negeni maupun swasta. Sebab kemampuan dan waktu untuk melaksanakannya tugas ini memang terbatas. Oleh orang tua yang kebetulan guru SD ia pun juga menyekolahkan anak pada suatu SD tertentu. Setelah anak menyelesaikan pendidikan pada suatu tingkat atau jenis pendidikan maka sekolah mcnyerabkan kembali anak-anak yang diasuhnya kepada orang tua siswa. Oleh karena itu setiap akhir tahun tiap sckolah dan pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi mengadakan pelepasan siswa-siswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikari di sekolah tersebut. Setelah menyerahkan anaknya pada sekolah tertentu, tidak berarti orang tua bebas dan tanggung jawab terhadap keberhasilan pendidikan anaknya pada sekolah tersebut. Oleh karena itu dirasa perlu untuk membentuk suatu wadah dalam bentuk organisasi orang tua dalam rangka ikut bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Di pihak lain sekolah menyadari bahwa guru juga perlu mengetahui latar belakang kehidupan anak. Oleh karena itu perlu dijalin hubungan yang erat antara guru dan orang tua. Onang tua perlu memberikan penjelasan tentang latar belakang anak dan keluarganya kepada guru atau sekolah agar pendidikan anaknya dapat berjalan dengan lancar dan berhasil dengan memuaskan. Guru perlu berkomunikasi dengan orang tua siswa berbagai cara perlu ditempuh untuk mengadakan komunikasi dengan orang tua umpama kunjungan kerumah anak, meminta orang tua datang kesekolah, mengadakan pertemuan orang tua munid dengan guru dan sebagainya. PENGARUH KELUARGA TERHADAP PENDIDIKAN DI SEKOLAH Dari uraian tersebut di atas kita telah mengetahui bahwa ada hubungan yang erat antara keluarga dan sekolah. Pendidikan dalam keluarga merupakan dasar pada pendidikan di sekolah. Beriyamin S. Bloom (1976) menyatakan bahwa lingkungan keluarga dan faktor-faktor luar sekolah yang telah secara luas berpengaruh terhadap siswa. Siswa-siswa hidup di kelas pada suatu sekolah relatif singkat, sebagian besar waktunya dipergunakan siswa untuk bertempat tinggal di rumah. Keluarga telah mengajarkan anak berbahasa, kemampuan untuk belajar dari orang dewasa dan beberapa kualitas dan kebutuhan berprestasi, kebiasaan bekerja dan perhatian terhadap tugas yang merupakan dasar terhadap pekerjaan di sekolah. Dari uraian ini dapat diketahui lebih lanjut bahwa kecakapan-kecakapan dan kebiasaan di rumah merupakan dasar bagi studi anak di sekolah. Suasana keluarga yang bahagia akan mempengaruhi masa depan anak baik di sekolah maupun di masyarakat, dalam lingkungan pekerjaan maupun dalam lingkung keluarga kelak (Sikun Pribadi, 1981, p. 67). Dari kutipan ini dapat diketahui bahwa suasana dalam kelaurga dapat mempengaruhi kehidupan di sekolah. Menurut Erikson yang dikutip oleh Sikun Pribadi (1981) bahwa pendidikan dalam keluarga yang berpengaruh terhadap kehidupan anak di masa datang ditentukan oleh (1) rasa aman, (2) rasa otonomi, (3) rasa inisiatif. Rasa aman ini merupakan periode perkembangan pertama dalam perkembangan anak. Perasaan aman ini perlu diciptakan, sehingga anak merasakan hidupnya aman dalam kehidupan keluarga.

4 Rasa aman yang tertanam ini akan menimbulkan dari dalam diri anak suatu kepercayaan pada diri sendini. Anak yang gagal mengembangkan rasa percaya diri ini akan menimbulkan suatu kegelisahan hidup, ia merasa tidak disayangi, dan tidak mampu menyayangi. Fase perkembangan yang kedua adalah rasa otonomi (sense of autonomy) yang terjadi pada waktu anak berumur 2 sampai 3 tahun. Orang tua harus membimbing anak dengan bijaksana agar anak dapat mengembangkan kesadaran, bahwa ia adalah pribadi yang berharga, yang dapat berdiri sendiri dan dengan caranya sendiri ia dapat memecahkan persoalan yang ia hadapi. Kegagalan pembentukan rasa otonomi, suatu sikap percaya pada diri sendiri dan dapat berdiri sendiri akan menyebabkan anak selalu tergantung hidupnya pada orang lain. Setelah ia memasuki bangku sekolah ia selalu harus dikawal oleh orang tuanya. Ia selalu tidak percaya diri sendiri untuk menghadapi persoalan yang dihadapi di sekolah. Pada fase perkembangan ketiga disebut perkembangan rasa inisiatip (sense of initiative) yaitu pada umur 4 sampai 6 tahun. Anak harus dibiasakan untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam lingkungan keluarga. Sebab dengan dibiasakan menangani masalah hidupnya maka anak akan mengembangkan inisiastipnya dan daya kreatifnya dalam rangka menghadapi tantangan hidupnya. Jika orang tua selalu membantu dan bahkan melarang anaknya untuk mengerjakan sesuatu hal maka inisiatif dan daya kreasi anak akan lemah dan akan mempengaruhi hidup anak dalam belajar di sekolah. Pengaruh kualitas pengasuhan anak dan kondisi lingkungan dengan perkembangan kemampuan anak : Levine dan Hagighurst (1984, p. 169.179) melaporkan hasil penelitian. Anak yang tingkat kondisi IQ rendah dari suatu rumah yatim piatu dengan kondisi yang menyedihkan sebagian kemudian diasuh dalam rumah yatim piatu yang kondisi baik dengan penyelenggaraan program-program perawatan yang baik. Setelah satu tahun anak dari dua lingkungan yatim piatu tersebut dites intelegensi. Dari hasil tes intelegensi diperoleh hasil bahwa IQ anak dipelihara dalam rumah yatim piatu dalam kondisi yang menyedihkan IQ-nya teap bahkan ada yang menurun, scdang anak yang diasuh dalam kondisi rumah yatim piatu yang baik IQ naik. Setelah belajar di sekolah anak-anak diasuh dalam kondisi yang baik berhasil memperoleh ijazah pendidikan tinggi. Pengaruh fasilitas hidup dalam keluarga dan rumah tangga terhadap perkembangan kognitif : Keluarga lapisan bawah, lapisan menengah dan lapisan atas memiliki fasilitas yang berbeda-beda. Keluarga lapisan bawah fasilitas yang kurang lengkap bila dibanding keluarga lapisan menengah dan lapisan atas. Kelengkapan fasilitas mempunyai dampak yang positif terbadap pengembangan kognitif anak yang belajar di sekolah. Pengaruh besamya keluarga terhadap kemamuan intelektual : Dari hasil-hasil penelitian dilaporkan bahwa besarnya keluarga berkorelasi negatif terhadap kemampuan intelektual Dari hasil penelitian diketahui bahwa makin besar jumlah keluarga makin rendah kemampuan intelektual anak. Sebaliknya makin kecil jumlah keluarga kemampuan intelektual makin tinggi. Jika ditambah variabel lapisan keluarga, maka jumlah keluarga yang besar pada lapisan bawah kemampuan intelaktual akan lebih rendah lagi di banding pada keluarga besar pada lapisan menengah Oleh karena makin banyak jumlah anak maka kemampuan intelektual makin rendah apalagi jika ditambah dengan lapisan keluarga rendah (miskin). Pengaruh urutan kelahiran terhadap kemampuan intelektual : Pengaruh urutan kelahiran telah dilaporkan oleh Laosa dan Sigel (1982). Dari hasil penelitian ini diketahui makin menurun urutan kelahiran maka prestasi belajar makin rendah. Umumnya prestasi belajar anak sulung lebih baik daripada prestasi bclajar anak kedua, anak kedua prestasi belajar lebih baik dari anak ketiga dan seterusnya. Pengaruh pekerjaan ibu : Pengaruh antara ibu yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak belum ada kata sepakat. Dari berbagai penelitian ada kecenderungan bahwa prestasi belajar anak dan ibu yang bekerja lebih

atau menjadi pendengar (mustami’an). atau belajar (muta’alliman). “jadilah kamu berilmu yang mengajarkan ilmunya. Clarke dan Stewart meneliti tentang penlakuan ibu dalam hubungan antara ibu dan anak terhadap prestasi belajar siswa menyimpulkan bahwa prestasi belajar anak dipengaruhi oleh hubungan akrab antara ibu dan anak.5% sampai 8. harapan masyarakat setempat terhadap hasil belajar anak serta sikap mereka terhadap hasil belajar. Status sosial ekonomi ini biasanya mempergunakan indikator pendidikan keluarga. ibu memberikan hiburan terhadap anaknya. Mas’oed Abidin Sudah lama kita mendengar ungkapan. Laosa dan Irving Sigel (1982) yang merangkumkan berbagai hasil penelitian juga melaporkan hasil penelitian hubungan orang tua dengan keberhasilan belajar anak. Pengaruh hubungan akrab anak laki-laki dan ayahnya terhadap prestasi belajar lebih tinggi dari pada pengaruh hubungan akrab antara ayah dan anak putri terhadap prestasi belajar.laki besarnya dukungan orang tua dan kuatnya pengawasan orang tua berkorelasi positif terhadap pencapaian prestasi belajar. (2) makin kuat pemaksaan yang diberikan oleh orang tua maka makin rendah perkembangan kognitif anak. Pengaruh latar belakang keluanga terhadap hasil belajar di sekolah : Menurut John Simmons dan Leigh Alexander (1983) latar belakang keluarga biasanya berkaitan dengan status sosial ekonomi keluarga. 172173) menyatakan bahwa (1) makin besar dukungan orang tua makin tinggi tingkat perkembangan kognitif anak. Beberapa penelitian juga memasukkan indikator-indikator lain seperti harapan siswa. memberi pujian. p. Oleh karena itu perlu dilacak faktor yang lain yang menyebabkan keragu-raguan tersebut di atas umpama jenis kerja dari ibu. Tetapi pada beberapa penelitian juga menghasilkan bahwa prestasi belajar ibu yang tidak bekenja lebih tinggi dari pada prestasi belajar dari anak ibu yang bekerja. makin tinggi kemampuan sosial dan kemampuan instrumental anak. (3) makin besar dukungan orang tua. harapan keluarga. Dalam hubungan yang akrab itu ibu sering mengajak berbincang-bincang anaknya. http://blogminangkabau. Iran. Pergaulan yang akrab antara orang tua ayah dan anak akan mengurangi rasa takut terhadap pengaulan antara anak dengan orang-orang di luar keluarga. (5) bagi anak perempuan besarnya dukungan dan frekuensi usaha pengawasan orang tua berkorelasi negatif terhadaap pencapaian prestasi akademik. hasil test menunjukkan sumbangan latar belakang keluarga itu tidak signifikan. dan larangan atau ancaman dan hukuman. membujuk. memberi perintah. fasilitas sekolah.5 tinggi dari anak dan ibu yang tidak bekerja. (4) makin kuat tingkat pemaksaan yang diberikan orang tua terhadap anak-anaknya maka makin rendah kemampuan sosialnya. Chile. pekerjaan dan penghasilan orang tua. pengawasan yang ketat. Luis M. (6) bagi anak laki. Dan sekali jangan menjadi kelompok keempat.7%. jumlah siswa dalam kelas dan sebagainya. . pertolongan dan keterangan-keterangan ibu juga mengajar berbagai hal seperti bekerja sama dengan anak lain serta mengembangkan kegiatan anak. Hubungan perlakuan orang tua dengan kemampuan kognitif : Dari hasil penelitian Rollins dan Thomas yang dilaporkan oleh Lewin dan Havighurst (1982. Hasil penelitian yang dilaksanakan di India.com/2008/05/27/peranan-guru-taman-kanak-kanak/ Peranan Guru Taman Kanak-kanak Dalam Membangun Generasi Islami Oleh : H. Apabila perlakuan tersebut di atas disertai suasana hubungan dan kasih sayang ternyata lebih meningkatkan kemampuan intelektual dari pada penerapan disiplin yang kaku. kualitas keluarga dan sebagaiya. dan Thailand yang dilaporkan oleh Thorndike menjelaskan bahwa latar belakang keluarga itu dapat menjelaskan perubahan prestasi belajar antara 1. Pengaruh hubungan akrab antara ayah dan anak juga mempengaruhi kemampuan intelektual anak. Jika dikontrol dengan indikator-indikator yang berasal dari sekolah seperti kualitas pengajaran.wordpress.

Globalisasi menjanjikan pula harapan dan kemajuan seperti pertumbuhan ekonomi yang pesat. Para remaja cenderung bergerak menjadi generasi buih yang terhempas dipantai menjadi dzurriyatan dhi’afan.[1] Globalisasi membawa perubahan prilaku. politik dan bahkan menyangkut setiap aspek kehidupan kemanusiaan. Keberhasilan akan banyak ditopang oleh kearifan yang dibangun oleh kedalaman pengertian serta pengalaman dalam membaca situasi serta upaya membentuk kondisi yang kondusif (mendukung) disekitar kita. sebelum terjadinya krisis ekonomi 1997. Hilangnya kendali para remaja. akan banyak ditemui limbah budaya kebaratan westernisasi. mobilitas serba cepat dan modern. · impotensi dikalangan pemangku adat. (c). Penyimpangan prilaku menjadi ukuran atas kemunduran moral dan akhlak. serta enggan untuk mendengar”. Alaf baru ini diyakini hadir dengan tantangan global yang tidak bisa di cegah. Peran Guru adalah sesuatu pengabdian mulia dan tugas sangat berat. menjadi macan Asia bersama: Jepang. dan kemaslahatan umat dikelilingnya. . berilmu dan mampu mengamalkan ilmunya. dampaknya masih terasa hingga hingga sekarang. terutama pada generasi muda (para remaja). atau Millenium Baru yang diawali dengan abad keduapuluh satu. Generasi buih adalah suatu generasi yang berpeluang menjadi “X-G” the loses generation. komunikasi serba efektif. menjadi alat menciptakan kemakmuran. · luputnya tanggung jawab lingkungan masyarakat. untuk kebaikan diri sendiri. tidak dapat tidak pekerjaan ini memerlukan ketaletenan dan semangat yang prima. Hong Kong. dunia tak ada jarak seakan global village. Alaf Baru. Bank Dunia memasukkan kedalam “The Eight East Asian Miracle”. Penyebab utama karena. · rusaknya sistim. Indonesia sebagai bagian dari Asia Tenggara. Masyarakat. pola dan politik pendidikan. Alaf Baru. Singapura. Kemuliaannya terpancar dari keikhlasan membentuk anak manusia menjadi pintar. (d). ekonomi. Pemahaman ini sangat perlu ditanamkan tatkala kita mulai melangkah ke alaf baru. Tugas itu berat. selama tiga dasawarsa 1967-1997 pernah mengalami pertumbuhan ekonomi yang semu secara pesat. karena umat hanya mungkin dibuat melalui satu proses pembelajaran dengan pengulangan terus menerus (kontiniutas) serta pencontohan (uswah) yang baik. budaya. Yakni tidak mengajar.6 yang tidak memiliki aktifitias keilmuan sama sekali. Globalisasi membawa banyak tantangan (sosial. · diperparah oleh hilangnya tokoh panutan. Thailand. berakibat ketahanan bangsa akan lenyap dengan lemahnya remaja. Korea Selatan. tidak berani ikut serta didalam berlomba melawan gelombang samudera globalisasi. ditandai : (a). kerluarga. Malaysia. (b). tidak pula belajar. · berkembangnya kejahatan orang tua. Taiwan. “Sudahkah kita siap menghadapi perubahan zaman yang cepat dan penuh tantangan ini?” Semua elemen masyarakat sangat berkewajiban mempersiapkan generasi baru yang siap bersaing dalam era global tersebut. persaingan keras dan kompetitif. Pertanyaan yang segera meminta jawaban adalah. Maka.

kurangnya idealisme generasi remaja tentang peran dimasa datang. Prilaku umat juga berubah. Kadang-kadang sudah mentolerir sesuatu yang sebelumnya disebut maksiat. Pendalaman ajaran agama tafaqquh fid-diin. Integrasi moral yang kuat. e. dan kesempatan mendapatkan pendidikan tidak merata. yang pada akhirnya berpeluang besar melahirkan Kriminalitas.31. Krisis kridebilitas dengan erosi kepercayaan. dalam tatanan kehidupan bermasyarakat a. Kaya dimensi dalam pergaulan mencercahkan rahmatan lil ‘alamin menampilkan kecerahan bagi seluruh alam. · profesi guru dilecehkan. c.Tuntutan tanggung jawab moral sosial kultural dikekang oleh sisitim dan aturan birokrasi. mengamalkan nilai-nilai amar makruf nahi munkar seperti tertera dalam QS. responsif dan kritis terhadap perkembangan zaman. etika individu dan moral sosial berubah drastik. berakhlak dan memiliki penghormatan terhadap orang tua. Krisis relevansi program pendidikan mendukung kepentingan elitis non-populis. beberapa upaya semestinya disejalankan dengan . pemujaan kesenangan indera mengejar kenikmatan badani (hedonistik). Akhlaq. pengagungan materia secara berlebihan (materialistik). Orientasi pendidikan beranjak dari mempertahankan prestasi kepada orientasi prestise. Dalam persaingan dimaksud. guru dan muballig dimimbar kehidupan mengalami kegoncangan wibawa. c. Prilaku luhur bergeser kencang kearah tidak acuh. dan membesarnya kesenjangan miskin kaya. Pendidikan moral berpaksikan tauhid. Lukman:13-17. kegemaran berkorupsi. b. Krisis nilai. g. tafaqquh fin-naas. · bergesernya fungsi lembaga pendidikan menjadi bisnis. c. Pengaruh budaya asing berkembang pesat. Umat mesti mengantisipasi dengan penyesuaian-penyesuaian agar tidak menjadi kalah. Interaksi dan ekspansi kebudayaan asing bergerak secara meluas. Perhatian besar terhadap masalah sosial atau umatisasi. Ketiga perangai dimaksud merupakan penyimpangan sangat jauh dari budaya luhur. Memantapkan watak terbuka. Antisipasi. teguh memilih kepentingan bersama dengan ukuran moralitas taqwa. b. b. dan ukuran nilai jadi kabur. diantaranya . dan berpijak pada nilai-nilai ajaran Islam yang universal.7 · hilangnya wibawa ulama. Melalaikan ibadah. Pergeseran budaya dengan mengabaikan nilai-nilai agama telah melahirkan tatanan hidup berpenyakit sosial kronis. e. pemisahan kehidupan duniawi dari supremasi agama (sekularistik). memacu penguasaan ilmu pengetahuan. akhirnya impoten memikul beban tanggung jawab. tidak demokratis. d. perilaku Sadisme. keijazahan. Hilangnya keseimbangan moral (dis-equilibrium) menyebabkan krisis-krisis. Krisis beban institusi pendidikan terlalu besar. Pergaulan orang tua. dan Krisis moral secara meluas. Krisis konsep pergeseran pandang (view) cara hidup. Kesudahannya. a. Sekolahan yang merupakan cerminan idealitas masyarakat tidak bisa dipertahankan. Krisis solidaritas. a. f. c. . membelenggu dinamika institusi. seperti . Mengenal kehidupan duniawi yang bertaraf perbedaan. d. antara lain . b. a. mempunyai adab percakapan ditengah pergaulan. Aqidah masyarakat bertauhid namun akhlak tidak mencerminkan akhlak Islami.

Implementasinya akhlaq. Generasi Handal. supaya meminta kepadaNya dan persiapan diri untuk kembali kepada-Nya (QS. dengan beberapa sikap. secara kontinyu diturunkan oleh Allah SWT seperti. 1990). kepada seluruh manusia .Al Qashash. Iman dan ibadah. Inilah cara yang tepat. yang sangat sesuai dengan fithrah manusia itu. Keberhasilan suatu upaya da’wah (gerak da’wah) memerlukan pengorganisasian (nidzam) (Al Hadist). Ketahanan umat bangsa terletak pada kekuatan ruhaniyah keyakinan agama dengan iman taqwa dan siasah kebudayaan. untuk keselamatan dan kesejahteraan hidup manusia [2]. dan penyebaran serta penyiarannya dilanjutkan oleh da’wah. Bertindak atas dasar mengajak orang lain untuk menganutnya. yang ditunjukkan oleh penda’wah pertama. tidak lain adalah seruan kepada Islam. 33 : 21). Setiap mukmin adalah umat da’wah pelanjut Risalah Rasulullah yakni Risalah Islam. Islam adalah agama Risalah. adalah juga peralatan. b. Intinya adalah tauhid. Maka umat masa kini hanya akan menjadi baik dan kembali berjaya. dengan petunjuk yang lurus (QS. a. Perkembangan kedepan banyak ditentukan oleh peranan remaja sebagai generasi penerus dan pewaris dengan kepemilikan ruang interaksi yang jelas menjadi agen sosialisasi guna menggerakkan kelanjutan survival kehidupan kedepan.Al-Ahzab. dipadukan dengan kerja sama berdisiplin. . Yaitu agama yang diberikan Khaliq untuk manusia.7. yang ditugaskan kepada Rasul. daya kreatif dan innovatif. Peta da’wah. Satu dari peralatan terpenting adalah penguasaan kondisi umat. bagaimanapun kecilnya. tingkat sosialnya dan juga budaya mereka ini bisa terbaca dalam peta da’wah (Yusuf Qardhawi. Ajakan kepada umat itu. (Al Hadist). Kita memerlukan generasi yang handal. Bila penduduk negeri beriman dan bertaqwa dibukakan untuk mereka keberkatan langit dan bumi (QS. a) Supaya menyeru kejalan Allah. memiliki vitalitas tinggi. Perintah untuk menyeru Allah.al-A’raf:96). [4] Perangkat dalam organisasi selain dari orang-orang. Rasulullah SAW [3] Untuk itu diperlukan setiap saat meneladani pribadi Muhammad SAW yang berguna sekali membentuk effectif leader di Medan Da’wah. memuat data-data tentang keadaan umat yang akan diajak tersebut. semestinya meniru watak-watak. b) Seruan untuk menyembah Allah. Dakwah Risalah. 28 : 87). Umat yang menjadi harapan masyarakat dunia.8 h. tidak boleh musyrik. bila sebab-sebab kejayaan umat terdahulu dikembalikan. Al Ahzab. 33 : 45-46). mencontohkannya kepada masyarakat lain”. Perintah untuk melaksanakan tugas-tugas da’wah itu. “Memulai dari diri sendiri. menjadi awal dari ketahanan bangsa. kritis dan dinamis. menuju kepada inti dan isi Agama Islam (QS. Da’wah itu. Pelaksananya setiap muslim.

sanggup menghadapi realita baru di era kesejagatan. d. Keutuhan budaya bertumpu kepada individu dan masyarakat yang mampu mempersatukan seluruh potensi yang ada. c. e. baik tingkat awaliyah. Sepanjang sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Buktinya bertebaran pada setiap daerah. Hubungan ruhaniyah ini akan lebih lama bertahan daripada hubungan struktural fungsional. Semestinya dipahami bahwa kekuatan hubungan ruhaniyah (spiritual emosional) dengan basis iman dan taqwa akan memberikan ketahanan bagi umat. f. sangat signifikan bahkan sangat dominan. i. individu yang berakhlak berpegang pada nilai-nilai mulia iman dan taqwa. . lazimnya disebut Madrasah atau Pesantren. siap bersaing dalam knowledge based society. . Ilmu yang benar membimbing umat kearah amal karya. pemberdayaan pendidikan madrasah sangat besar. Karena itu. Maka akhlak karimah (budi pekerti sempurna) adalah tujuan sesungguhnya dari proses pendidikan. yang patuh dan taat beragama akan berkembang secara pasti menjadi agen perubahan.buah dari keimanan. d.inti ajaran agama. Prakarsa umat Islam di Indonesia terhadap perguruan Islam. punya jati diri yang jelas. memahami nilai-nilai budaya luhur. Generasi baru yang mampu mencipta akan menjadi syarat utama keunggulan. tasawwur (world view) yang integratik dan umatik sifatnya (bermanfaat untuk semua. khususnya di Minangkabau sejak lama.jiwa pendidikan. Madrasah Diniyah Islamiyah. motivasi yang bergantung kepada Allah. h. tsanawiyah. inovasi. Pendidikan dan Dakwah Mendidik tidak dapat dipisah dari satu gerakan dakwah. . b. e. Generasi muda akan menjadi aktor utama dalam pentas kesejagatan di alaf (millenium) baru. motivasi yang shaleh (baik). tanpa harus mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan. yang memberikan motivasi emansipatoris dalam mewujudkan sebuah kemajuan fisik-material. Sumbangan Ummat Islam. sudah dikenal sejak lama. bahkan ‘aliyah. Sumatera Thawalib. Generasi masa depan (era globalisasi) yang diminta lahir dengan a. budi pekerti. dan menjadi wadah diri dalam menerima ilmu-ilmu lainnya. g. berpaksikan tauhidik. Dapat diyakini bahwa Akhlak merupakan. kreasi. bahkan sampai kepelosok kampung-kampung. Sebagai contohnya ditemui dimana-mana. terbuka dan transparan). pengembangan. tidak mudah terbawa arus.[5] Pendidikan yang akan dikembangkan adalah pendidikan akhlak.9 c. budaya luhur (tamaddun). . generasi muda (remaja) harus dibina dengan budaya yang kuat berintikan nilai-nilai dinamik yang relevan dengan realiti kemajuan di era globalisasi. kreatif dan dinamik. memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam sebagai kekuatan spritual. dalam pendirian. hakekatnya adalah generasi yang menjaga destiny. memiliki utilitarian ilmu berasaskan epistemologi Islam yang jelas.

Ekspansi ormas Islam seperti Muhammadiyah. Ishlahun-nafsi. Al-Qur’an telah mendeskripsikan peran agama Allah (Islam) sebagai agama yang kamal (sempurna) dan nikmat yang utuh. modernitas)”. Semuanya berkehendak kepada gerak yang kontinyu. Hasilnya tidak mungkin diraih dengan kerja sambilan. (1). Dalam langkah da’wah Ila-Allah.dan mulailah dengan apa yang ada. koordinasi sesamanya mempertajam faktor-faktor pendukungnya. mengajak (da’wah) .10 Menggalang saling pengertian. Karena itu setiap Muslim. Inilah tugas dan peran “umat da’wah” menurut nilai-nilai Al-Qur’an (QS. sosial ekonomi. 5 : 3). Aktualisasi dari nilai-nilai Al-Qur’an itu. 4 : 125). Inilah yang dimaksud secara hakiki “perjalanan kepada kemajuan (al madaniyah. kemudian mengajak (da’wah) kemudian mengwujudkan kehidupan agama yang mendunia (dinulharakah al-alamiyyah). kerjakan dari sekarang mana yang bisa dikerjakan. Da’wah ini tidak akan berhenti dan akan berkembang terus sesuai dengan variasi zaman yang senantiasa berubah. (2) Islahul-ghairi yaitu perbaikan kualitas terhadap lingkungan menyangkut masalah keluarga. Ali Imran. merapatkan potensi barisan (shaff). yaitu perbaikan kualitas diri sendiri. yakni orang Muslim. sebagaimana arahan Rasulullah “Mulailah dari diri kamu kemudian lanjutkan kepada keluargamu dan kepada lingkunganmu” (Al Hadist). “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah secara ikhlas. An Nisak. dengan nilai-nilai Al Qur’an wajib mengemban missi yang berat dan mulia (mission sacre). = undang-undang alami). mengerjakan amal-amal Islami secara bersama-sama (jamaah). kebudayaan dan pembinaan alam lingkungan yang dikenal sebagai pembangunan yang bersifat sustainable development atau pengembangan pembangunan yang berkesinambungan.Al Maidah. hubungan sosial masyarakat. Begitu suatu natuur-wet (sunnatullah. setiap muslim berkewajiban menapak tugas tabligh (menyampaikan). membuka pintu dialog persaudaraan (hiwar akhawi). Gerakan ini membuahkan agama yang mendunia (globalisasi agama). “Perjalanan kepada kemajuan” ini tidak perlu ditunggu waktu sampai besok. Ada baiknya di pelajari pembentukan efektif leader dari Rasulullah SAW dan ini merupakan salah satu kunci keberhasilan da’wah Rasulullah. melalui . Begitu mabda’ (prinsip) satu gerak amal yang disebut “harakah Islamiyah” di masa persaingan ketat sekarang. serta agama yang diridhai (QS. 3 : 104 ). yaitu merombak kekeliruan ke arah kebenaran. Karena buah yang dipetik adalah sesuai dengan bibit yang ditanam. menarik. Perti dan lainnya gesit sekali. merekapun mengerjakan kebaikan-kebaikan” (QS. Dimulai dengan. Jumlah pendidikan Islam (madrasah.[6] . taman kanak-kanak Islam) berkembang atas inisiatif masyarakat Muslim ditengah komunitasnya. berkhidmat. hanya bisa diselesaikan dengan satu gerak amal nyata yang berkesinambungan (kontinyu). karena yang ada itu sebenarnya sudah amat cukup untuk memulai. berkapasitas terhadap seluruh aktivitas kehidupan manusia. Usaha ini akan menjadi gerakan antisipatif terhadap arus globalisasi negatif pada abad-abad mendatang. Setiap Muslim harus memulai melakukan perbaikan (ishlah). utuh dan terprogram. Fenomena diakhir abad keduapuluh menggambarkan telah terjadi stagnasi yang signifikan. kemampuan bergaul. mencintai.

sehingga mendorong madrasah menjadi lembaga center of exellence. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sumber sumber belajar yang terdapat didalam masyarakat sehingga sistim pendidikan Islam tidak terpisah dan menjadi bagian integral dari masyarakat Muslim keseluruhan. Segi organisasi lebih menjadi viable (dapat hidup terus. “Laa tansa nashibaka minaddunya”. aktif dan giat) dan juga durable (dapat tahan lama) sesuai perubahan dan tantangan zaman. keterampilan dan pemantapan siyasah. · mengembangkan keteladanan uswah hasanah. membuat anak didik menjadi terdidik. fungsional. Setiap Muslim harus jeli (‘arif) dalam menangkap setiap pergeseran yang terjadi karena perubahan zaman ini. bergairah. · Langkah ketiga memantapkan tahapan pelaksanaan aktualisasi secara sistematis (the level of actualization). Dalam pemberdayaan manajemen pendidikan. Melalui pengembangan ini madrasah bisa menjadi core. baik dari segi keuangan maupun organisasi. dan memupuk rasa kasih sayang melalui pengamalan warisan spiritual religi.11 Jika kondisinya demikian. capable. Pendekatan integratif dengan mempertimbangkan seluruh aspek metodologis berasas kokoh tamaddun yang holistik dan bukan utopis. integrated ditengah masyarakatnya. peran serta bagaimana yang dituntut kepada masyarakat ? Rasanya tidak adil kalau pihak pemerintah menuntut lebih banyak dari masyarakat. · pemurnian wawasan fikir disertai kekuatan zikir. khususnya dalam bidang dana dan daya (tenaga pengajar).. Aspek pendidikan dan latihan adalah faktor utama dalam peng-upayaan. . Melalui peningkatan ini. terencana mewujudkan keseimbangan dan minat (motivasi) dan gita kepada iptek. 28: 77). sehingga memiliki visi jauh ke depan. berat sepikul ringan sejinjing. Peran serta masyarakat dalam pengembangan dengan quality oriented. · perubahan melalui ishlah atau perbaikan. berjalan. sangat perlu pembentukan kualita pendidik (murabbi) yang sedari awal mendapatkan pembinaan. · Langkah kedua melakukan tahapan perencanaan dengan rangka kerja yang terarah. yang menghasilkan anak didik berparadigma ilmu yang komprehensif. yakni pengetahuan agama plus keterampilan.S. Harus mampu menjaring peluang-peluang yang ada. sumber finansial masyarakat dapat dipertanggung jawabkan secara lebih efisien dan peningkatan kualitas pendidikan dapat dicapai. Membentuk Sumber Daya Ummat. atau prinsip ta’awunitas. yakni dalam peningkatan managemen yang lebih accountable. Untuk itu. mata dan pusar dari learning society. Bila pendidikan ingin dijadikan modus operandus disamping kurikulum ilmu terpadu dan holistik. Kita berkewajiban membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi Sumber Daya Umat (SDU) yang bercirikan kebersamaan dengan nilai asas “gotong royong”. masyarakat belajar. benar. Konsep-konsep visi. kesadaran tentang perlunya perubahan dan dinamik yang futuristik. Sasarannya. inti. artinya “jangan sampai kamu melupakan nasib/peranan kamu dalam percaturan hidup dunia (Q. selalu terbentur dalam pencapaian oleh karena lemahnya metodologi dalam operasional pencapaiannya. Langkahnya perlu dengan penggarapan secara sistematik dan pen-dekatan proaktif mendorong terbangunnya proses pengupayaan (the process of empowerment). misi. · sabar. · penajaman visi. berkualitas unggulan. berkualitas. Pemberdayaan Ummat. · Langkah awal menanamkan kesadaran tinggi (to create the high level awareness). beberapa model perlu dikembangkan dikalangan para pendidik.

pembinaan human capital melalui keluasan ruang gerak mendapatkan pendidikan. d. Firman Allah menyebutkan : Artinya. maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu selain dari Allah sesudah itu ? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakkal” (QS. a. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. pembinaan generasi muda yang akan mewarisi pimpinan berkualiti. Al-Anfal : 9-10). maka tidak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu. Kemenangan hanya disisi Allah.9. · memperkaya warisan budaya. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. konsekwensinya ilmu banyak dengan sedikit kepedulian ) · Menanamkan kesadaran. dahulu adat nan bapakai kini pitih nan paguno”.3. diwaktu dia berkata kepada temannya “Janganlah kamu berduka cita. · fungsionalisasi peranan ninik mamak dan unsur masyarakat secara efektif. ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabb-mu. yaitu ketika orang kafir (musyrikin Makkah) mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua. c. Sesuai Firman Allah yang artinya. Allah akan menolong setiap orang yang membantunya. ibu bapak . Secara sungguh-sungguh mewujudkan masyarakat madani yang berteras kepada prinsip keadilan (equity) sosial yang terang. Sungguh suatu nikmat yang wajib disyukuri. memiliki jati diri. integreted inovatif. · menularkan ilmu pengetahuan yang segar dengan tradisi luhur (Apabila sains dipisah dari aqidah syariah dan akhlaq akan melahirkan saintis tak bermoral agama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. budaya dan bahasa bangsa. tanggung jawab terhadap hak dan kewajiban asasi individu secara amanah . setia. nan baik budi nan indah baso” Intensif menjauhi kehidupan materialistis. Sesuai Firman Allah Artinya. · memulai dari lembaga keluarga dan rumah tangga. (QS. dan istiqamah pada agama yang dianaut. at-Taubah : 40). · memperkokoh peran orang tua. “dahulu rabab nan batangkai kini langgundi nan babungo. Dan Allah tidak menjadikannya (mengirimkan bantuan itu).8. padu dan lasak. f. lalu diperkenankan-Nya bagimu : “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang dating berturut-turut”. b. karena Allah selalu beserta orang yang beriman. Khatimah. Ali “Imran : 160). Pembinaan minat dan wawasan generasi muda kedepan yang bersatu dengan akidah. Langkah drastik mencetak ilmuan Muslim yang benar-benar beriman taqwa. “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya. cinta dan rasa tanggung jawab patah tumbuh hilang berganti · menanamkan aqidah shahih (tauhid). Langkah Kedepan. “Jika Allah menolong kamu. “nan kuriak kundi nan sirah sago. Upaya ini dapat dilakukan dengan cara . Kuatkan hati. bila kamu mampu menjaga nikmat Allah (syukur). e. “Lain syakartum la adzidannakum“. c. a. Mengasaskan agama dan akhlak mulia sebagai dasar pembinaan generasi muda. melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. jika Allah membiarkan kamu (tidak memberikan pertolongan). b. sesungguhnya Allah beserta kita” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada Muhammad dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya. dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah.12 · Menguatkan solidaritas beralaskan pijakan iman dan adat istiadat luhur. niscaya nikmat itu akan ditambah. “(Ingatlah!).

negara-negara Asean menikmati pertumbuhan rata-rata 7-8 % pertahun. menjadi tugas para Rasul sebelumnya. Kalau kita tidak hati-hati keadaan akan bergeser menjadi “Capitalism Imperialism” menggantikan “Colonialism Imperialis” yang sudah kita halau 50 tahun silam. Budaya adalah wahana kebangkitan bangsa. populasi ini akan mencapai 500 juta (Adi Sasono. memulainya dari akar rumput. at Taubah. diperkirakan tahun 2003 saat memasuki AFTA. manusia (umat) menjadi penerus dan pelaksana da’wah itu terus menerus sepanjang masa (QS. tampaknya jauh panggang dari api. elastis. dimana termimpikan kawasan ini akan menguasai 50. Maka. untuk mencerdaskan umat dan menanamkan budi pekerti (akhlak Islami). Ali Imran. Sesuatu akan selalu indah selama benar. 1994). bahwa da’wah kita adalah Da’wah Ila-Allah (QS. Menjadi sempurna dan lengkap dengan keutusan Muhammad.13 · penyayang dan adil dalam memelihara hubungan harmonis dengan alam · melazimkan musyawarah dengan disiplin dan teguh politik. [5] Para thalabah lulusan madrasah dan pendidikan sistim surau. luwes. kukuh ekonomi · bijak memilih prioritas pada yang hak sebagai nilai puncak budaya Islam yang benar. Semuanya didorong oleh pengamalan Firman Allah. 13 : 35). Demikianlah. seiring dengan berlakunya kaedah adat bersendi syarak. Bangsa kita akan dihadapkan pada “Global Capitalism”. umumnya berkiprah dikampung halaman setelah selesai menuntut ilmu. syarak bersendi Kitabullah. Media Dakwah. 1997).3% dan selebihnya 10 % dikuasai Afrika dan Amerika Latin (Data Deutsche Bank. apabila mereka telah kembali kepadanya.IX. mendorong para elit untuk mengadopsi istilah pondok pesantren yang semula nyaris diidentikkan dengan perguruan tradisional di Jawa. Amerika dan Uni Eropa hanya 39. supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. tetapi tidak mengindahkan pengaturan (organisasi) senantiasa akan di kalahkan oleh yang bathil tetapi dijalankan terorganisir. sementara Amerika dan Uni Eropa hanya berkesempatan menikmati tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata 2. Allah menghendaki. . tidak beku dan tidak bersifat bersitegang. Tausiyah 24 tahun Dewan Dakwah. Da’wah kita adalah Da’wah Ila-Allah). Jakarta 1992. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam ilmu pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya. Cides. “Tidak sepatutnya bagi orang Mukmin itu pergi semuanya kemedan perang. [4] Menurut bimbingan Rasulullah bahwa al haqqu bi-laa nizham yaghlibuhu al baathil bin-nizam bermakna bahwa yang hak sekalipun. [1] Dalam bidang ekonomi ini. dengan mendirikan sekolah-sekolah agama.” (QS. atau APEC. Bila mimpi ini menjadi kenyataan. 3 : 104). Populasi Asean sekarang 350 juta.7 % kekayaan dunia.5 sampai 3 % pertahun. kelestarian Agama ini dengan kemampuan mudah. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kekuatan budayanya. amin. ayat 122). Dengan “Capitalism Imperialism” kita akan terjajah di negeri sendiri tanpa kehadiran fisik si penjajah. semoga Allah senantiasa membimbing kita dengan Hidayah-Nya. pertumbuhan ekonomi ini tidak dapat dipelihara. apa artinya semua ini? Kita akan menjadi pasar raksasa yang akan diperebutkan oleh orang-orang di sekeliling. Maka scenario pertumbuhan untuk tahun 2019. Pemberdayaan potensi masyarakat digerakkan secara maksimal dan terpadu untuk menghidupkan pendidikan Islam. Sayang sekali. [6] Merosotnya peran kelembagaan pendidikan madrasah di Minangkabau dalam bentuk surau. Ar-Ra’d. Ditegaskan dalam kalimat sederhana tapi padat. [2] Tugas seperti ini. bersama-sama dengan masyarakat. [3] (Mohammad Natsir.

Education. yaitu premoral.php?menu=bmpshort_detail2&ID=287 PGTK2102 Metode Pengembangan Moral dan Nilai-Nilai Agama Rangkuman Mata Kuliah MODUL 1 POLA ORIENTASI MORAL ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Pola Orientasi Moral Anak Taman Kanak-kanak Pada usia Taman Kanak-kanak anak telah memiliki pola moral yang harus dilihat dan dipelajari dalam rangka pengembangan moralitasnya. Moralitas anak Taman Kanak-kanak dan perkembangannya dalam tatanan kehidupan dunia mereka dapat dilihat dari sikap dan cara berhubungan dengan orang lain (sosialisasi). Tidak ada Komentar Komentar tulisan or leave a trackback: Trackback URL. sikap dan perilaku anak dapat memperlancar hubungannya dengan orang lain. Anak Taman Kanak-kanak secara teori berada pada fase pertama dan kedua. Menurut John Dewey tahapan perkembangan moral seseorang akan melewati 3 fase. yaitu sesuatu yang dimiliki seseorang terhadap suatu nilai moral yang didasari oleh cognitive motivation aspects dan affective motivation aspects. Sedangkan menurut Piaget. PAUD. mudah terbawa arus. Cinta. « Pasan Rang Gaek (3). guru diharapkan memperhatikan kedua karakteristik tahapan perkembangan moral tersebut.ac.14 By Buya Masoed Abidin. persuasif. informal. Demikian pula. Tau di nan Ampek H Baroen bin Ja’koeb. bermain peran. Masyarakat Adat. Minangkabau.com/ » http://pustaka. under Buya Masoed Abidin. Orientasi moral diidentifikasikan dengan moral position atau ketetapan hati. Seorang guru Taman Kanak-kanak harus memperhatikan tahapan hetero-nomous karena pada tahapan ini anak masih sangat labil. mengucapkan sajak. keteladanan. Mereka sangat membutuhkan bimbingan. Kesatuan Bangsa. dan program pembiasaan lainnya. bernyanyi. serta sikap dan kebiasaan makan. http://www. proses latihan. seorang manusia dalam perkembangan moralnya melalui tahapan heteronomous dan autonomous. Komentar. Sumatera Barat. oleh A Ikhdan Nizar Sutan Diateh. 2008 at 4:16 pm. Suluah Bendang di Nagari. demokratis. serta pembiasaan yang terus-menerus. on Mei 27. dan mudah terpengaruh. cara berpakaian dan berpenampilan. conventional dan autonomous.kotogadang-pusako. Oleh sebab itu. Kegiatan Belajar 2 Pengembangan Kemampuan Kepribadian/Moral bagi Anak Taman Kanak-kanak . . Penanaman moral kepada anak usia Taman Kanak-kanak dapat dilakukan dengan berbagai cara dan lebih disarankan untuk menggunakan pendekatan yang bersifat individual. dan agamis. Pendidikan.ut.id/puslata/online. Beberapa program yang dapat diterapkan di Taman Kanak-kanak dalam rangka menanamkan dan mengembangkan perilaku moral anak di antaranya dengan bercerita.

atau melakukan tindakan nilai moral Menurut Piaget anak berpikir tentang moralitas dalam 2 cara/tahap. tantangan yang dihadapi. Masalah yang paling penting dalam pendidikan moral bagi anak Indonesia adalah bagaimana upaya kita sebagai seorang guru Taman Kanak-kanak agar setiap perbedaan yang muncul dapat kita arahkan menjadi suatu materi pendewasaan sikap dan perilaku anak dalam sosialisasinya. Misalnya. Pertimbangan moralnya didasarkan pada akibat-akibat yang bersifat fisik dan hedonistik. Kegiatan Belajar 2 Perkembangan Moral Anak Indonesia Anak Indonesia memiliki perkembangan moral yang tidak jauh berbeda dengan anak di dunia pada umumnya. Guru Taman Kanak-kanak harus menguasai strategi pengembangan emosional. mengenalkan peran gender dengan orang lain. Puncak yang diharapkan dari tujuan pengembangan moral anak Taman Kanak-kanak adalah adanya keterampilan afektif anak itu sendiri. sosial. serta dalam mematuhi. yaitu penalaran moral prakonvensional. Menurut Kohlberg.15 Perkembangan moral dan etika pada diri anak Taman Kanak-kanak dapat diarahkan pada pengenalan kehidupan pribadi anak dalam kaitannya dengan orang lain. kepribadian. Juga. Faktor-faktor pembentuk munculnya perbedaan moral manusia diantaranya kenyataan hidup. serta mengembangkan kesadaran anak akan hak dan tanggung jawabnya. yaitu cara heteronomous (usia 4-7 tahun ). dan harapan yang dicita-cita oleh komunitas manusia itu sendiri. MODUL 3 DISONANSI MORAL Kegiatan Belajar 1 Disonansi Moral . perkembangan moral anak usia prasekolah berada pada level/tingkatan yang paling dasar. moral dan agama bagi anak Taman Kanakkanak. Pada tingkatan ini anak belum menunjukkan internalisasi nilai-nilai moral. sosial emosional. mempersonalisasikan dan mengembangkannya dalam pembentukan pribadi yang mempunyai prinsip. di mana anak menganggap keadilan dan aturan sebagai sifat-sifat dunia (lingkungan) yang tidak berubah dan lepas dari kendali manusia dan cara autonomous (usia 10 tahun keatas) di mana anak sudah menyadari bahwa aturan-aturan dan hukum itu diciptakan oleh manusia. dan perkembangan sosialnya. yaitu keterampilan utama untuk merespon orang lain dan pengalaman-pengalaman barunya. Tidak ada salahnya kita sisipkan pendidikan multikultur kepada anak usia Taman Kanak-kanak sesuai dengan tingkat dan pemahaman mereka. Hal yang bersifat substansial tentang pengembangan moral anak usia Taman Kanak-kanak di antaranya adalah pembentukan karakter. yaitu perkembangan fisik. menyikapi/menilai. melaksanakan/ menentukan pilihan. guru Taman Kanak-kanak perlu untuk senantiasa mengadakan penelitian tentang pengembangan dan inovasi dalam bidang pendidikan bagi anak usia prasekolah. Ada 4 area perkembangan yang perlu ditingkatkan dalam kegiatan pengembangan atau pendidikan usia prasekolah. mengenalkan dan menghargai perbedaan di lingkungan tempat anak hidup. kognitif dan bahasa. serta memunculkan perbedaan-perbedaan dalam kehidupan teman disekitarnya. MODUL 2 TAHAP PERKEMBANGAN MORAL ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Tahapan Perkembangan Moral Anak Taman Kanak-kanak Ruang lingkup tahapan/pola perkembangan moral anak di antaranya adalah tahapan kejiwaan manusia dalam menginternalisasikan nilai moral kepada dirinya sendiri.

mengajak. seperti disonansi kognitif. membentuk. meminta. Peranan guru dan orang tua dalam hal ini adalah sebagai pengontrol dan pengendali perilaku dan sikap anak didik kita. dan hasrat untuk sukses dan kesenangan. Peranan resonansilah yang patut kita tekankan dalam kegiatan pendidikan yang perlu kita disain bersama. materialisme. mengabaikan. Sebagai guru Taman Kanak-kanak Anda harus mencermatinya agar dapat memberikan motivasi untuk mengarahkan pada kegiatan yang positif. mengalihkan perhatian. norma dan moral yang telah diketahui seseorang dari proses pendidikan sebelumnya. ketergesaan. MODUL 4 BERBAGAI PENDEKATAN PENGEMBANGAN MORAL BAGI ANAK TAMAN KANAKKANAK Kegiatan Belajar 1 Pendekatan Pengembangan Moral Bagi Anak Taman Kanak-kanak Setiap tindakan guru atau orang tua dalam melakukan suatu kegiatan pendidikan seyogyanya dilandasi oleh keputusan profesional yang diambil berdasarkan informasi dan pengetahuan yang sekurangkurangnya meliputi 3 hal. serta menggunakan pengendalian secara fisik. Lawan dari Disonansi Moral adalah Resonansi. merasa lihai dalam memberikan argumentasi. minat dan kebutuhan setiap individu anak di dalam kelompoknya. Menurut Freud. tugas dan jabatan. dalam proses pendidikan yang mereka jalani. peringatan atau isyarat. Hal yang perlu menjadi bahan pemahaman para guru dan orang tua dalam rangka menentukan pendekatan yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar adalah pengetahuan tentang teknik membentuk tingkah laku anak. menantang. Kegiatan Belajar 2 Penyebab Disonansi Moral Munculnya disonansi pada diri manusia disebabkan adanya beberapa faktor penyebab. dan Super Ego yang akan memberikan pengaruh untuk melakukan berbagai kegiatan positif maupun negatif. keteladanan. menimpakan hukum. penentuan waktu dan jumlah hukuman. menggunakan akibat yang wajar dan alamiah. dan peningkatan persaingan telah menjadi masalah kehidupan yang harus kita cermati bersama dalam menyelamatkan anak didik kita masing-masing. memuji. daya tarik kehidupan sosial. Disonansi kognitif muncul karena adanya rasa lebih tahu segalanya. individualisme. ras dan kesukuan. sugesti. Disonansi sosio politis dimungkinkan oleh adanya faktor ideologi. disonansi sosio politis dan disonansi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan pola modernisasi. Teknik-teknik itu meliputi teknik memahami. pola hidup dan pola pikir yang rasional. yaitu Id. Keterbukaan dalam komunikasi.16 Hakikat anak sebagai manusia pada umumnya memiliki 3 tenaga dalam. peningkatan mobilitas dan pengendoran integritas manusia. dikenal adanya istilah Disonansi Moral yang berarti gema. mengetahui cara/jalan keluarnya jika suatu saat perbuatannya diketahui. nasionalisme dan sebagainya. serta keyakinan dalam proses pendidikan maupun kehidupan. apa yang diketahui tentang kekuatan. diri manusia memiliki struktur psikologis yang bertugas mengalirkan dorongandorongan atau energi psikis yang ada. Pendidikan akan sangat berarti bagi anak didik jika mampu membuahkan hasil yaitu adanya perubahan sikap dan perilaku ke arah positif. Dalam teori penanaman moral dan etika. . yaitu apa yang diketahui tentang proses belajar dan perkembangan anak. Disonansi personal muncul didorong oleh kebutuhan dan kepentingan diri. atau echo yang ada pada diri manusia yang bersifat melemahkan suara hati dan prinsip-prinsip. kebiasaan dan budaya. disonansi personal. kerutinan dan kebiasaan. merubah lingkungan rumah. Struktur ini berfungsi sebagai mediator (perantara) atau dorongan dan perilaku seseorang. serta pengetahuan tentang konteks sosial kultural di mana anak hidup. dan keadaan darurat. memecahkan perselisihan. Ego. hadiah. perjanjian. yang justru mengukuhkan/menekankan adanya gema atau getar nilai. kekerabatan dan keluarga. keyakinan diri dan mitos. menentukan batasbatas aturan. menghadapkan suatu problem.

bertanggung jawab. perasaan/emosi. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. Pancasila. guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. bangga dan bersyukur. latihan hidup tertib dan teratur. kemampuan bermasyarakat dan disiplin. Dalam menentukan suatu pendekatan dan metode yang akan dipergunakan pada program kegiatan anak. Melalui program ini diharapkan anak dapat melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik. menggunakan boneka. Pembentukan perilaku melalui pembiasaan yang dimaksud meliputi pembentukan moral Agama.17 Kegiatan Belajar 2 Macam-macam Pendekatan dan Metode untuk Pengembangan Moral Anak Taman Kanak-kanak Untuk pengembangan nilai dan sikap anak dapat dipergunakan metode-metode yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan-kebiasaan yang didasari oleh nilai-nilai agama. merangsang sikap berani. menanamkan sikap tenggang rasa dan toleransi. MODUL 6 ALAT PENILAIAN DALAM PENGEMBANGAN MORAL ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Alat Penilaian dalam Pengembangan Moral Anak . Tujuan dari program pembentukan perilaku adalah untuk mempersiapkan anak sedini mungkin dalam mengembangkan sikap dan perilaku yang didasari oleh nilai-nilai moral agama dan Pancasila. dan moralitas agar anak dapat menjalani hidup sesuai dengan norma yang dianut masyarakat. dan sebagainya. Ada beberapa macam cara bercerita yang dapat dipergunakan antara lain guru dapat membacakan langsung dari buku (story reading). bernyanyi. dan menu pembelajaran anak usia dini memiliki substansi ruang lingkup kajian sebagai berikut. dan bermain peran dalam suatu cerita. kurikulum berbasis komptensi. menggunakan papan flannel. menggunakan ilustrasi buku gambar (story telling). aturan dalam melatih sosialisasi. Kegiatan Belajar 2 Penyusunan Strategi dalam Pengembangan Moral Anak Taman Kanak-kanak Pengembangan dan pendidikan moral bagi anak Taman Kanak-kanak berdasarkan GBPKB TK. MODUL 5 STRATEGI DAN CONTOH PENYUSUNAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN MORAL ANAK TAMAN KANAK-KANAK PENANAMAN SERTA Kegiatan Belajar 1 Materi Inti dan Contoh Penyusunan Perencanaan Penanaman dan Pengembangan Moral Anak Taman Kanak-kanak Program pembentukan perilaku merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan ada dalam kehidupan sehari-hari anak di Taman Kanak-kanak. dan melatih anak untuk dapat menjaga diri sendiri. Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai pada aspek pengembangan moral dan nilai-nilai agama adalah kemampuan melakukan ibadah. Metode-metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia Taman Kanak-kanak (TK) untuk kepentingan pengembangan dan pembelajaran moral dan agama anak di antaranya: bercerita. latihan pengendalian emosi. karyawisata. mengucapkan sajak.

diprogram dan diarahkan dengan sempurna . yang keberadaannya sangat strategis untuk menumbuhkan jiwa keagamaan kepada anak-anak. dan kesesuaian. dan peduli terhadap segala aturan agama yang diajarkan kepadanya. dan Target Anak Taman Kanak-kanak dalam Belajar Nilai-nilai Keagamaan Setiap potensi apapun yang muncul dari anak seyogianya kita kembangkan dengan jelas dan terprogram dengan baik. guru perlu melakukan penilaian atau evaluasi. objektif. dan perbaikan hasil belajar anak didik secara berkesinam-bungan. Oleh karena itu. berbangsa dan bernegara. Tanpa adanya penilaian. terbiasa. Hakikat. keterampilan dan jasmani saja. bercerita. MODUL 7 PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Esensi Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan Anak Taman Kanak-kanak Taman Kanak-kanak merupakan lembaga pendidikan yang pertama. Penilaian hasil belajar anak didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. daya pikir. Prinsip-prinsip penilaian adalah menyeluruh. berorientasi pada proses dan tujuan. memberikan masukan kepada guru untuk membuat keputusan pembelajaran. kebermaknaan. namun aspek keagamaan pun seharusnya menjadi salah satu pokok pengembangan dan pembinaan yang harus dikelola. maupun bermain peran. kemajuan. dan jika hal itu telah tertanam serta terpatri dalam setiap insan sejak dini. tidak dapat diketahui secara rinci apakah tujuan pengembangan aspek perilaku dan moralitas anak dapat dicapai secara maksimal. Nilai-nilai keagamaan ini pun dikehendaki agar dapat menjadi motivasi spiritual bagi bangsa ini dalam rangka melaksanakan sila-sila pertama dan sila berikutnya dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan Belajar 2 Macam-macam Strategi Perencanaan Penilaian dalam Pengembangan Moral Anak Usia Taman Kanakkanak Untuk mengekspresikan proses kegiatan belajar. Alat pendukung tersebut adalah: pengamatan (observasi) dan pencatatan anekdot pemberian tugas meliputi tes perbuatan dan pertanyaan lisan sebagai latihan mengungkapkan gagasan dan keberanian berbicara. kita perlu menentukan alat penilaian yang tepat dengan kondisi anak yang sesungguhnya. dalam rangka meningkatkan mutu pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan metode tersebut dimasa yang akan datang. baik yang menggunakan metode bercakap-cakap. Bangsa ini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. Pendidikan nilai-nilai keagamaan merupakan pondasi yang kokoh dan sangat penting keberadaannya. Tidak hanya perkembangan bahasa. Pada saat kita akan melakukan penilaian dalam berbagai hal termasuk di dalamnya menilai perkembangan moral. berkesinambungan. hal ini merupakan awal yang baik bagi pendidikan anak bangsa untuk menjalani jenjang pendidikan selanjutnya. agar mereka menjadi orang-orang yang kuat.18 Penilaian bertujuan untuk mengetahui ketercapaian kemampuan yang telah ditetapkan dalam Garisgaris Besar Program Kegiatan Belajar Taman Kanak-kanak. Penilaian yang dilakukan guru merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan belajar. Kegiatan Belajar 2 Potret. Hasil penilaian kualitas keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran tersebut. mendidik. pendidikan yang merupakan kunci dalam membentuk kehidupan manusia ke arah peradabannya menjadi sesuatu yang sangat strategis dalam mencapai tujuan itu semua. Penilaian perlu dilaksanakan agar guru Taman Kanak-kanak mendapat umpan balik tentang kualitas keberhasilan dalam kegiatan anak yang diarahkan untuk pengembangan perilaku dan moralitas secara keseluruhan.

bermain sambil belajar. dan kemampuan sosialisasinya diwarnai dengan nilai-nilai keagamaan. anak usia Taman Kanak-kanak terkadang belum mampu bersikap dan bertindak konsisten. akhlak. dan aspek psikis anak. memperagakan. MODUL 8 RUANG LINGKUP PENGEMBANGAN NILAI-NILAI AGAMA BAGI ANAK TAMAN KANAKKANAK Kegiatan Belajar 1 Ruang Lingkup Pengembangan Nilai-nilai Agama Bagi Anak Taman Kanak-kanak Berdasarkan GBPKB TK pengembangan nilai-nilai agama untuk anak Taman Kanak-kanak berkisar pada kegiatan kehidupan sehari-hari. Mereka melakukan kegiatan ibadah pun dengan sikap dan sifat dasar yang kekanak-kanakan. perasaan kejiwaan. dan ungkapan yang bersifat agamis. Tidak mampu memahami konsep agama dengan mendalam. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan nilai-nilai keagamaan pada diri anak. dan sebagainya Imitative: anak banyak belajar dari apa yang mereka lihat secara langsung. Perhatian anak terhadap nilai-nilai dan pemahaman agama akan muncul manakala mereka sering melihat dan terlibat dalam upacara-upacara keagamaan. peragaan. Kegiatan Belajar 2 Sifat-sifat Pemahaman Anak Taman Kanak-kanak pada Nilai-nilai Keagamaan Sifat-sifat pemahaman anak usia Taman Kanak-kanak terhadap nilai-nilai keagamaan pada saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di antaranya: Unreflective: pemahaman dan kemampuan anak dalam mempelajari nilai-nilai agama sering menampilkan suatu hal yang tidak serius. Target dalam mengembangkan nilai-nilai keagamaan kepada anak Taman Kanak-kanak adalah diharapkan mampu mewarnai pertumbuhan dan perkembangan dari diri mereka. dekorasi dan keindahan rumah ibadah. Seperti memberi latihan menghafal. fungsi pengembangan dan fungsi bermain. otoaktivitas. yaitu aspek usia. yaitu sebagai fungsi adaptasi. Dengan demikian guru dan orang tua harus memperhatikan sifat-sifat tersebut untuk kepentingan menentukan pendekatan pembelajaran yang tepat buat anak. yaitu faktor pembawaan (internal) dan lingkungan (eksternal). mengucapkan. Mereka banyak meniru dari apa yang pernah dilihatnya sebagai sebuah pengalaman belajar. yaitu prinsip pengamatan. Verbalis dan Ritualis: kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan nilai-nilai agama pada diri mereka dengan cara memperkenalkan istilah. Misunderstand: anak akan mengalami salah pengertian dalam memahami suatu ajaran agama yang banyak bersifat abstrak. ritual orang tua dan lingkungan sekitar ketika menjalankan peribadatan. bacaan. kepribadian/budi pekerti yang terpuji dan kebiasaan ibadah sesuai dengan kemampuan anak.19 Kaitannya dengan hakikat belajar anak Taman Kanak-kanak pada nilai-nilai keagamaan. rutinitas. Rasa keagamaan dan nilai-nilai keagamaan akan tumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan psikis maupun fisik anak. aspek fisik. Kita harus tetap melakukan pendekatan progresif dan penyadaran jiwa dan kepribadian mereka. estetika. . seharusnya kita pahami bahwa hal itu harus berorientasi pada fungsi pendidikan di Taman Kanak-kanak itu sendiri. Anak lebih terfokus pada hal-hal yang menguntungkan dirinya. Penyelenggaraannya pun harus sesuai dengan 6 prinsip. Sehingga diharapkan akan muncul suatu dampak positif yang berkembang meliputi fisik. kebebasan dan prinsip keterkaitan dan keterpaduan. akal pikiran. Egocentris: dalam mempelajari nilai-nilai agama. Ada 3 aspek yang harus diperhatikan dalam menetapkan tujuan penanaman nilai-nilai keagamaan kepada anak Taman Kanak-kanak. Secara khusus penanaman nilai-nilai keagamaan bagi anak Taman Kanak-kanak adalah meletakkan dasar-dasar keimanan.

yang berkaitan dengan kegiatan rutin anak sehari-hari dan sangat dibutuhkan untuk kepentingan aktivitas anak. Untuk perencanaan harian guru diharapkan membuat SKH yang merupakan penjabaran dari SKM. mengikuti sajian materi yang akan disampaikan dengan menetapkan pola kurikulum spiral. maka perlu didukung oleh unsur keteladanan dari orang tua dan guru. Enjoyable: pengajaran materi dan materi yang dipilih diupayakan mampu membuat anak senang. metode dan penilaian. Kegiatan terintegrasi adalah kegiatan pengembangan materi nilai-nilai agama yang disisipkan melalui pengembangan bidang kemampuan dasar. dan cara mengerjakannya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. disain perencanaan menjadi sesuatu yang sangat esensial. media. Kegiatan rutinitas merupakan kegiatan harian yang dilaksanakan secara terus menerus namun terprogram dengan pasti. Kegiatan Belajar 2 Perencanaan Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan pada Taman Kanak-kanak Dalam pengembangan nilai-nilai agama. perkiraan penyusunan suatu rancangan kegiatan yang menggambarkan hal-hal yang harus dikerjakan. Perencanaan dapat diartikan sebagai suatu aktivitas pemikiran. menikmati dan mau mengikuti dengan antusias. sehingga membutuhkan waktu dan penanganan khusus. kegiatan inti. kegiatan makan/istirahat. Mudah ditiru: materi yang disajikan dapat dipraktekkan sesuai dengan kemampuan fisik dan karakter lahiriah anak Ada beberapa prinsip dasar dalam rangka menyampaikan materi pengembangan nilai-nilai agama bagi anak Taman Kanak-kanak di antaranya: penekanan pada aktivitas anak sehari-hari pentingnya keteladanan dari lingkungan dan orang tua/keluarga anak kesesuaian dengan kurikulum spiral prinsip developmentally appropriate practice (DAP) prinsip psikologi perkembangan anak prinsip monitoring yang rutin MODUL 9 STRATEGI DAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Strategi dan Perencanaan Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan di Taman Kanak-kanak Dalam rangka mencapai keberhasilan pembentukan kepribadian anak agar mampu terwarnai dengan nilai-nilai agama. SKM merupakan langkah pertama dalam membuat rencana pembelajaran di Taman Kanak-kanak. muatan materi pembelajarannya harus bersifat: Aplikatif: materi pembelajaran bersifat terapan. Satuan kegiatan harian harus mengandung unsur kegiatan. Sedangkan kegiatan khusus merupakan program kegiatan yang pelaksanaannya tidak dimasukkan atau tidak harus dikaitkan dengan pengembangan bidang kemampuan dasar lainnya. dan kegiatan penutup . Perencanaan kegiatan harian terdiri dari kegiatan pembukaan.20 Kegiatan Belajar 3 Pokok-pokok Materi Pengembangan Nilai Keagamaan pada Anak Taman Kanak-kanak Dalam proses pembinaan dan pengembangan nilai-nilai agama bagi anak usia Taman Kanak-kanak. Untuk tujuan tersebut dalam pelaksanaannya guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran secara bertahap dan menyusun program kegiatan seperti program kegiatan rutinitas. kemampuan. program kegiatan terintegrasi dan program kegiatan khusus. serta yang dapat dilakukan anak dalam kehidupannya. Perencanaan dapat dimasukkan/disisipkan melalui pembuatan SKH dan SKM dengan pendekatan terpadu. waktu.

sikap. menyiapkan kurikulum yang komprehensif. Kegiatan Belajar 2 Prinsip-prinsip Inovasi untuk Pengembangan Nilai-nilai Agama Anak Taman Kanak-kanak Beberapa inovasi pendekatan pembelajaran termasuk dalam mengembangkan nilai-nilai agama bagi anak Taman Kanak-kanak antara lain: pengalaman belajar. belajar aktif. waktu yang diberikan kepada anak lingkungan belajar yang kondusif. dan belajar proses.21 MODUL 10 PENDEKATAN INOVATIF UNTUK PENGEMBANGAN NILAI-NILAI AGAMA BAGI ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Pendekatan Inovatif untuk Pengembangan Nilai-nilai Agama bagi Anak Taman Kanak-kanak Pengembangan nilai-nilai agama di Taman Kanak-kanak berkaitan erat dengan pembentukan perilaku manusia. dan keyakinan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan inovasi pendekatan dan pengembangan nilai-nilai agama pada anak Taman Kanak-kanak adalah sebagai berikut: berorientasi pada kebutuhan anak belajar melalui bermain kreatif dan inovatif lingkungan yang kondusif mernggunakan pembelajaran terpadu mengembangkan keterampilan hidup menggunakan berbagai media dan sumber belajar. dan belajar moral di usia dini. Alternatif inovasi dalam rangka meningkatkan efektifitas kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik adalah perlu adanya kurikulum terpadu (integrated curriculum). belajar bersikap adalah belajar nilai. Adapun yang melatar belakangi esensi inovasi dalam bidang pengembangan pembelajaran adalah munculnya berbagai kendala dan kelemahan serta kekuranglengkapan yang ada di lingkungan penyelenggara pendidikan di Taman Kanak-kanak. dan adanya kesinambungan antar satu program pengembangan dengan program lainnya. dan hari terpadu (integrated day). diperlukan berbagai inovasi pengembangan yang komprehensif sesuai dengan perkembangan dan kemampuan anak didik. serta pembelajaran yang berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak MODUL 11 MACAM-MACAM PENDEKATAN UNTUK PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN Kegiatan Belajar 1 Macam-macam Pendekatan Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan . pendekatan pembelajaran terpadu (integrated learning). Untuk melaksanakan program pembelajaran nilai-nilai agama tersebut guru harus mempelajari berbagai pendekatan yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak didik. Oleh sebab itu. Upaya yang dapat dilakukan oleh orang tua dan guru dalam rangka mengembangkan cinta belajar pada diri anak adalah sebagai berikut: kasih sayang perlindungan dan perawatan. Upaya tersebut didasarkan pada prinsip developmentally appropriate practice dan prinsip enjoyable.

guru perlu mempertimbangkan berbagai hal seperti tujuan yang hendak dicapai. demonstrasi dan catatan observasi. Hal-hal yang harus tercantum dalam format pembelajaran nilai-nilai keagamaan adalah: tema. tes tertulis. kompetensi dasar. bercerita. berorientasi pada anak. Beberapa model pendekatan yang sesuai dengan karakteristik dunia anak Taman Kanak-kanak antara lain: bermain peran. Metode dan pendekatan ini berfungsi sebagai nilai untuk mencapai tujuan. Kegiatan Belajar 2 Contoh Desain Macam-macam Pendekatan Pembelajaran Nilai-nilai Keagamaan bagi Anak Taman Kanak-kanak Penyusunan disain pembelajaran nilai-nilai keagamaan ini harus mempertimbangkan berbagai hal diantaranya: kesesuaian tingkat perkembangan dan kebutuhan anak. MODUL 12 INSTRUMEN PENILAIAN UNTUK PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Instrumen Penilaian dalam Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan Anak Taman Kanak-kanak Penilaian itu menekankan pada proses pembelajaran. indikator. data yang dikumpulkan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan anak pada saat melakukan proses pembelajaran. Kegiatan Belajar 2 Petunjuk Penggunaan Instrumen Penilaian Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan Anak Taman Kanakkanak Alat penilaian yang digunakan untuk menilai bidang pengembangan nilai-nilai agama adalah sebagai berikut: pengamatan (observasi) dan pencatatan anekdot (anecdotal record). karyawisata.22 Untuk mengembangkan nilai-nilai keagamaan pada diri anak. situasi dan tema/sub tema yang dipilih. fasilitas/media. bercakap-cakap. karya wisata. proyek. nilai/kemampuan yang hendak dikembangkan. dan penilaian yang meliputi lembar observasi dan waktu penilaian. target kompetensi. Pembelajaran konstekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata anak dan mendorong anak membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. hasil belajar. Oleh sebab itu. jenis kegiatan. refleksi dan penilaian sebenarnya. pekerjaan rumah. penugasan melalui tes perbuatan. KBM. menggunakan langkah-langkah kegiatan standar dan mengacu pada tujuan dan hasil belajar yang nyata/riil (authenthic assessment). mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi. kelas/semester. diperlukan berbagai macam metode dan pendekatan. metode/teknik. Dalam menentukan pendekatan. pemberian tugas dan keteladanan serta bernyanyi. Untuk menjaring data hasil belajar. berkesinambungan. terintegrasi dan dapat digunakan sebagai feed back. pertanyaan lisan dan menceritakan kembali. Anda dapat menggunakan hal-hal yang bisa memberikan masukan penilaian prestasi anak seperti: hasil dari kegiatan/ proyek. kinerja anak. antara lain adalah: konstruktivisme. dan format observasi. hasil penugasan. demonstrasi. pola kegiatan. media pendukung. Pembelajaran konstekstual melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif. subtema. bisa digunakan untuk formatif performasi. . Karakteristik penilaian yang ideal adalah dilaksanakan selama dan sesudah pembelajaran berlangsung. karakteristik anak. Instrumen yang dapat Anda digunakan untuk penilaian di Taman Kanak-kanak dengan memperhatikan sifat dan karakteristiknya adalah hasil kerja anak (portofolio) yang meliputi hasil karya. penampilan anak.

Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 1 menegaskan bahwa. Tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan masa-masa yang sangat baik untuk suatu formasio atau pembentukan. baik secara fisik. kebiasaan/perilaku anak yang belum sesuai dengan yang diharapkan dan kejadian-kejadian penting yang terjadi pada hari penulisan pelaporan hasil penilaian pada laporan perkembangan anak.jugaguru. tampaklah bahwa ada dua hal yang perlu diperhatikan pada pendidikan anak usia dini. Secara singkat dapat dikatakan bahwa materi maupun metodologi pendidikan yang dipakai dalam rangka pendidikan anak usia dini harus benar-benar memperhatikan tingkat perkembangan mereka. di berbagai media cetak/elektronika tekanan ini lebih tidak terbatas lagi.23 Hal-hal yang dapat dicatat guru sebagai bahan penilaian adalah: anak-anak yang belum dapat menyelesaikan tugas dan anak-anak yang dapat menyelesaikan tugas dengan cepat. dalam praktik pendidikan sehari-hari. PEMBAHASAN Tokoh pendidikan anak usia dini. anak harus diperlakukan sesuai dengan tahap-tahap perkembangannya. di sekolah guru sering memberikan tekanan (preasure) tidak sesuai dengan tahap perkembangan anak. Di dalam keluarga orang tua sering memaksakan keinginannya sesuai kehendaknya. dan 2) metode pendidikan yang dipakai. Oleh sebab itu. mental maupun spritual. Di dalam keluarga dan pendidikan demokratis orang tua dan . PENDAHULUAN Anak bukanlah orang dewasa dalam ukuran kecil. Hanya saja. Kita perlu kembalikan ruang kelas menjadi arena bermain. Untuk laporan secara lisan dapat dilaksanakan dengan bertatap muka dan mengadakan hubungan atau informasi timbal balik antara pihak TK dan orang tua/wali dari si anak. kita hendaknya ingat bahwa mereka adalah individu-individu yang unik dan akan berkembang sesuai dengan kemampuan mereka sendiri. kita jadikan ruang kelas sebagai ajang kreaktif bagi anak dan menjadikan mereka kerasan dan secara psikologis nyaman. terlebih dahulu dilaporkan perkembangan anak secara umum untuk tiap-tiap program pengembangan. bernyanyi. karena setiap periode perkembangan juga mengemban tugas perkembangan tertentu. Memperhatikan tingkat perkembangan berarti pula mempertimbangkan tugas perkembangan mereka. Montessori. tidak selalu demikian yang terjadi. 19 Desember 2008 17:13:20 Oleh: Harizal Kasubdit Harlindung PTK-PNF IMPLEMENTASI KONSEP MONTESSORI PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Kategori: Insan Peduli PTKPNF (39459 kali dibaca) A. Masa ini juga masa yang paling penting dalam masa perkembangan anak. bergerak bebas. yakni: 1) materi pendidikan. pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Tugas kita sebagai orang dewasa dan pendidik adalah memberikan sarana dorongan belajar dan memfasilitasinya ketika mereka telah siap untuk mempelajari sesuatu. http://www. mengatakan bahwa ketika mendidik anak-anak. Untuk lebih jelasnya dalam makalah ini dikemukan bagaimana Mantessori mendisain program pembelajaran untuk anak usia dini.com/column/all/tahun/2008/bulan/12/tanggal/19/id/849/ Kolom Jumat. Mencermati perkembangan anak dan perlunya pembelajaran pada anak usia dini. Menyikapi perkembangan anak usia dini. B. bahkan cenderung ekstrim. perlu adanya suatu program pendidikan yang didisain sesuai dengan tingkat perkembangan anak. Sebelum uraian (deskripsi). Banyak contoh yang menunjukkan betapa para orang tua dan masyarakat pada umummnya memperlakukan anak tidak sesuai dengan tingkat perkembangananya.

siang. paling tidak ada beberapa tahap perkembangan sebagai berikut: Sejak lahir sampai usia 3 tahun. anak memiliki kepekaan sensoris dan daya pikir yang sudah mulai dapat “menyerap” pengalaman-pengalaman melalui sensorinya. Sebagian besar anak-anak berkembang pada asa yang berbeda dan membutuhkan lingkungan yang dapat membuka jalan pikiran mereka. Pada tahun-tahun awal ini anak-anak memiliki periode-periode sensitive atau kepekaan untuk mempelajari atau berlatih sesuatu. semakin memiliki kepekaan indrawi. Montessori yakin bahwa pendidikan dimulai sejak bayi lahir. khususnya pada usia sekitar 4 tahun memiliki kepekaan menulis dan pada usia 4 – 6 tahun memiliki kepekaan yang bagus untuk membaca. bertanya. terjadilah kepekaan untuk peneguhan sensoris. Seluruh sistem geraknya sudah lentur. gerakan-gerakan otot mulai dapat dikoordinasikan dengan baik. Bayipun harus dikenalkan pada orang-orang di sekitarnya. sering mengulangi perbuatan yang diminatinya dan melakukan secara wajar tanpa rasa malu. asah (memahirkan). anak memperoleh pendidikan untuk mencerdaskan (mengembangkan) pikiran. anak-anak juga ingin mandiri dan tak banyak lagi mau tergantung pada orang lain. Ki hadjar Dewantara. akan berkembang menjadi anak yang bahagia dan sehat. Tentu juga dipengaruhi seberapa baik dan sehat orang tua berperilaku dan bersikap terhadap anak-anak usia dini. mulai memiliki kepekaan bahasa dan sangat tepat untuk mengembangkan bahasanya (berbicara. pengasuhan yang penuh pengertian dan dalam situasi yang damai dan harmoni. untuk berjalan maupun untuk banyak bergerak yang semi rutin dan yang rutin. Pendapat Mantessori ini mendapat dukungan dari tokoh pendidkan Taman Siswa. terutama dalam kosa kata. Anak-anak yang mengalami suasana kekeluargaan yang hangat. anak juga mengalami kemajuan pesat dalam penguasaan bahasa. Tokoh pendidikan ini sangat menekankan bahwa untuk usia dini bahkan juga untuk mereka yang dewasa. Menurut Montessori. Pada masa ini anak mengalami kemajuan pesat dalam keterampilan menolong dirinya sendiri dan dalam keterampilan bermain. Hal yang menarik. berminat pada benda-benda kecil. Metode pembelajaran yang sesuai dengan tahun-tahun kelahiran sampai usia enam tahun biasanya menentukan kepribadian anak setelah dewasa. Oleh karena itu. damai. baik di rumah maupun di sekolah. dan pendidikan yang meningkatkan keterampilan. Di taman kanakkanak. Informasi ini sangat diperlukan untuk melakukan treatmen secara berjenjang tentang perkembangan anak sejak usia dini sampai mereka dewasa (SLTA). . diajak bercanda dan bercakap-cakap agar mereka berkembang menjadi anak yang normal dan sehat. suarasuara. dan menciptakan sesuatu. serta mendapatkan bimbingan dengan penuh kasih sayang. bercakap-cakap). inilah periode yang tidak boleh disepelekan. malam). akrab. dan mulai menyadari adanya urutan waktu (pagi. Ki Hadjar Dewantara menganjurkan agar dalam pendidikan. baik dan tepat bagi setiap orang tua dan pendidik yang terlibat pada proses pembentukan ini. Masa usia 2 – 4 tahun. Pembelajaran Pada Taman kanak-Kanak Anak taman kanak-kanak termasuk dalam kelompok umum prasekolah. menirukan. kegiatan pembelajaran dan pendidikan itu bagaikan kegiatan-kegiatan yang disengaja namun sekaligus alamiah seperti bermain di “taman”.24 pendidik berusaha memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan yang dibutuhkan oleh anak. pelatihan kebiasaan secara alami. sangat meyakini bahwa suasana pendidikan yang baik dan tepat adalah dalam suasana kekeluargaan dan dengan prinsip asih (mengasihi). melakukan latihan berkelompok. Tapi sekolah kita belum memiliki based line data yang holistik yang dapat memberikan berbagai informasi tentang perkembangan behavior dan kesulitan belajar anak terhadap berbagai subkompetensi materi sulit. Anak bertumbuh kembang dengan baik kalau mendapatkan perlakuan kasih sayang. mengetahui. Karena perkembangan mental usia-usia awal berlangsung cepat. Rentang usia tiga sampai enam tahun. Usia setengah tahun sampai kira-kira tiga tahun. melakukan penjelajahan. memahami perkembangan anak usia dini. sore. pendidikan untuk mencerdaskan hati (kepekaan hati nurani). benda-benda. Perkembangan Anak Usia Dini Banyak pendapat dan gagasan tentang perkembangan anak usia dini. asuh (membimbing). Bagaikan keluarga yang sedang mengasuh dan membimbing anak-anak secara alamiah sesuai dengan kodrat anak di sebuah taman. Pada umur 2-4 tahun anak ingin bermain.

Bahkan terbukti bahwa pengalaman belajar di taman kanak-kanak dengan kemampuan membaca memadai akan sangat menunjang kemampuan belajar pada tahun-tahun berikutnya. tidak disajikan oleh guru e. Oleh karena itu. penghayatan moral dan sopan santun • Mengembangkan keterampilan dasar untuk membaca. Montessori memberikan gambaran peran guru dan pengaruh lingkungan terhadap perkembangan kecerdasan. mengatakan bahwa pada usia 3-5 tahun. dalil-dalil ditemukan sendiri. 80 % aktifitas bebas dan 20 % aktifitas yanag diarahkan guru b. keterampilan dan pembiasaan yang tidak sederhana lagi seperti paksaan untuk membaca. sesuai dengan kemampuan. suasana riang. melakukan berbagai tugas yang mendorong anak untuk memikirkan tentang hubungan dengan orang lain c. • Membangun sikap yang sehat terhadap diri sendiri • Belajar menyesuaikan diri dengan teman sebaya • Mengembangkan peran sosial sebagai lelaki atau perempuan • Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan dalam hidup sehari-hari • Mengembangkan hati nurani.menulis. Sambil belajar mengetik anak-anak belajar mengeja. menangkap. Pada umumnya mereka juga sudah dapat naik sepeda mini atau sepeda roda tiga. melempar. Yang penting adalah strategi pengalaman belajar dan ketepatan mengemas pembelajaran yang menarik. Pada usia enam tahun. Mereka sudah dapat melakukan gerakan-gerakan seperti meloncat. meyakini bahwa kehidupan tahun-tahun awal merupakan tahun-tahun yang paling kreaktif dan produktif bagi anakanak. Setelah apada usia 2-3 tahun mengalami perkembangan yang cepat. menawarkan kesempatran untuk menjalin hubungan social melalui interaksi yang bebas d. anak-anak dapat diajari menulis. Dengan adanya tugas perkembangan yang diemban anak-anak. sebagai berikut: a. sejauh memungkinkan. apalagi dengan tingkat pengetahuan. Pada usia lima tahun pada umumnya anak-anak baik secara fisik maupun kejiwaan sudah siap untuk belajar hal-hal yang semakin tidak sederhana dan berada pada waktu yang cukup lama di sekolah. Bukan pendekatan pembelajaran yang penuh dengan tugas-tugas berat. mempesona. tingkat perkembangan dan kepekaan belajar mereka. menulis.25 Sehubungan dengan ciri-ciri di atas maka tugas perkembangan yang diemban anak-anak adalah: • Belajar keterampilan fisik yang diperlukan untuk bermain. hangat serta bersifat demokratis. 6 % pada usia empat tahun. diperlukan adanya pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak yang selalu “dibungkus” dengan permainan. membaca dan berhitung pada usia dini. bukan dengan hafalan setiap aspek kurikulum melibatkan pemikiran Montessori. Pendapat Montessori ini didukung oleh Moore. atauran pengucapan didapat melalui pengenalan pola. dikte dengan belajar mengetik. seorang sosiolog dan pendidik. enteng. matematika dan berhitung • Mengembangkan diri untuk mencapai kemerdekaan diri. dan menghindar. membaca. Kadang-kadang untuk anak-anak tertentu keterampilan-keterampilan ini telah dikuasainya pada usia 4-5 tahun. Ada suatu penelitian di Amerika yang menyimpulkan bahwa kenyataannya anak-anak dapat belajar membaca sebelum usia 6 tahun. berhitung dengan segala pekerjaan rumahnya yang melebihi kemampuan anak-anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada sekitar 2 % anak yang sudah belajar dan mampu membaca pada usia 3 tahun. melompat. dan sekitar 20 % pada usia 5 tahun. enteng tanpa membebani dan merampas dunia kanak-kanak mereka. menulis dan membaca. sekaligus menawarkan . penuh dengan permainan dan keceriaan. Salah satu hal yang dibutuhkan untuk dapat meningkatkan perkembangan kecerdasan anak adalah suasana keluarga dan kelas yang akrab. pada umumnya anak-anak telah mengalami perkembangan dan kecakapan bermacam-macam keterampilan fisik. bernyanyi dan menari. kita dapat juga mengajarkan menulis.

suka menyelidiki sesuatu. suka melakukan uji coba. Perlu diingat juga bahwa minat anak pada sesuatu itu tidak berlangsung lama. dan koordinasi dari pergerakan fisik. Montessori menganjurkan perlu adanya area yang berbeda mewakili lingkungan yang disediakan. Practical life memberikan pengembangan dari tugas organisasional dan urutan kognisi melalui perawatan diri sendiri. masa. 3. mengalami dan melakukan sesuatu . Kompetensi akademis merupakan alat untuk mencapai tujuan. Banyak penelitian menyatakan bahwa orang-orang yang cerdas dan berhasil pada umumnya berasal dari keluarga yang demokratis.6 tahun tingkat perkembangan fisik anak berkembang sangat cepat. Memperhatikan tingkat perkembangan berarti pula mempertimbangkan tugas perkembangan mereka. mangadakan penyelidikan bersama-sama. karena setiap periode perkembangan juga mengemban tugas perkembangan tertentu. . Kukrikulum pada pendidikan anak usia dini didesain berdasarkan tingkat perkembangan anak. Sampai pada usia ini. dan aktif. melatih rasa syukur dan saling menghormati. Untuk memfasilatasi tingkat perkembangan fisik anak. KESIMPULAN Dalam mengimplementasikan konsep Montessori terhadap program pendidikan bagi anak usia dini perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. karena itu guru dan orang tua harus pandai menciptakan kegiatan yang bervariasi dan tidak menerapkan disiplin kaku dengan rutinitas yang membosankan. Ingat keterampilan tangan adalah jendela menuju pengetahuan. . Materi maupun metodologi pendidikan yang dipakai dalam rangka pendidikan anak usia dini harus benar-benar memperhatikan tingkat perkembangan mereka. dan lainlain. yaitu: a. dan pada umur tersebut anak-anak perlu dikenalkan dengan fasilitas dan alat-alat untuk bermain. pada taman kanak-kanak perlu dibuat adanya arena bermain yang dilengkapi dengan alat-alat peraga dan alat-alat keterampilan lainnya. anak sangat senang kalau diberikan kesempatan untuk menentukan keinginannya sendiri. perawatan lingkungan. warna. menyaksikan dan menyentuh sesuatu objek. anak-anak akan berkembang emosi dan intelektualnya. anak-anak akan jauh lebih mudah mengerti dan mencapai hasil belajar dengan mampu memanfaatkan atau menerapkan apa yang telah dipelajari. C. Anak pada masa ini juga akan berkembang kecerdasannya dengan cepat kalau diberi penghargaan dan pujian yang disertai kasih sayang. dengan tetap memberikan pengertian kalau mereka melakukan kesalahan atau kegagalan. suka berpergian (menjelajah alam dan tempat). 2. yang penting adalah pemberian pujian dan penghargaan secara wajar. Mereka terdorong untuk belajar hal-hal yang baru dan sangat suka bertanya dengan tujuan untuk mengetahui sesuatu. Dengan kasih sayang yang diterima.dan manipulasi dilihat sebagai materi yang berguna untuk poengembangan diri anak. Hal ini ditandai antara lain dengan adanya relasi dan komunikasi yang hangat dan akrab. tak pernh diam dan berpangku tangan. The sensorial area membuat anak mampu untuk mengurut. karena pada usia 2. mengklasifikasi dan menerangkan impresi sensori dalam hubungannya dengan panjang. Pada masa ini juga mencul rasa ingin tahu yang besar dan menuntut pemenuhannya. b. Guru dan orang tua hendaknya memberikan jawaban yang wajar. lebar. titik.26 kesempatan untuk menjalin hubungan sosial melalui interaksi yang bebas. Dalam proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan uji coba (trial and error). anak-anak masih suka meniru segala sesuatu yang dilakukan orang tuanya. karena mereka sedang membutuhkan kemerdekaan dan perhatian. guna lebih memacu perkembangan fisik sekaligus perkembangan psikis anak terutama untuk kecerdasan. temperatur. Pada masa usia 2 – 6 tahun.

fisik dan akademis dari seorang anak. e. dkk. M. Jakarta. saya selalu merencanakannya dengan membaca buku terlebih dahulu. Inc. symbol. Siahan.. dan memorisasi dari fakta dasar d. kajian tentang grammar. Dalam bukunya beliau menuliskan bahwa dalam pengajaran di Taman Kanak-kanak (TK). Language art yang di dalamnya termasuk pengembangan bahasa lisan. Mathematics memanfaatkan pemanipulasian materi agar anak mampu untuk menginternalisasi konsep angka. 1986 Steven Carr Reuben....27 c. DAFTAR PUSTAKA Atkitson.D. Saya pun serasa mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat. Ph. Pendidikan Pada Usia Dini. kata-kata dari kertas pasir. Theo Riyanto FIC.. a parent guide. Bandung: Angkasa . Introduction to Psychology. kebiasaan untuk berinisiatif. Henry N. Ich. tulisan. 1983. Children of Character. Santa Monica: Canter and Associates. dkk. disiplin diri dan rasa tanggung jawab anggota kelas lainnya. Cultural activies membawa anak-anak untuk mengetahui dasar-dasar geografis. inner security. Dasar ini akan membuat anak-anak mampu untuk mendapatkan pengetahuan dan keahlian yang lebih spesifik dalam kehidupan sekolah mereka. membaca. Musik. dan kesusesteraan anak-anak. 1997. dimana di dalamnya termasuk tingkah laku yang positif terhadap sekolah. bila saya diundang untuk menjadi nara sumber dalam memberikan materi pelatihan penelitian tindakan kelas (PTK).wijayalabs.com/2009/10/23/membaca-buku-metode-pengajaran-anak-tk/ Membaca Buku Metode Pengajaran Anak TK Omjay Ketika menjadi Nara sumber PTK di RRI Padang Seperti biasanya. . Lingkungan pendidikan anak usia dini menggabungkan fungsi psiko-sosial. dramatisasi. kemampuan untuk mengambil keputusan. Apalagi bila dia harus membagikannya kepada orang lain dalam bentuk kegiatan seminar atau workshop. dan berbagai prestasi yang memungkinkan anak-anak untuk menghubungkan antara bunyi dan simbul huruf. seorang guru TK perlu memperhatikan tujuan program belajar dan ruang lingkup kegiatan belajar anak TK. dan mengekpresikan pemikiran mereka melalui menulis. R. Membaca adalah sebuah kegiatan yang harus dilakukan siapapun dia. New York: Harcourt Brace Javanovich. Moeslichatoen R. Keahlian dasar dalam menulis dan membaca dikembangkan melalui penggunaan huruf dari kertas.L. Guru harus paham betul karakteristik anak TK...Pd (2004) dengan penerbit Rineka Cipta. Peranan Ibu Bapak Mendidik Anak. urutan operasi.. Tugas pentingnya adalah untuk menyediakan dasar yang awal dan umum. 4. 2004 (Harizal) http://www. sekolah dan komunitas. dan seni lainnya merupakan bagian dari kurikulum terintegrasi. Grasindo. sejarah dan ilmu sosail. Ada hal yang menarik setelah saya membaca buku metode pengajaran di taman kanak-kanak karangan Dra. Dari membaca buku inilah banyak hal baru yang saya ketahui. sehingga bisa mencari solusi ketika harus meneliti di kelasnya sendiri dalam rangka menemukan potensi unik anak didiknya.

disiplin. daya cipta. dan jasmani. dan sabar. Menarik sekali isi buku ini. syukur. serta pengembangan kemampuan dasar melalui kegiatan yang dipersiapkan oleh guru meliputi pengembangan kemampuan berbahasa. salam. bila mendapatkan guru seperti ini. dibutuhkan berbagai metode pengajaran atau pembelajaran agar apa yang direncanakan guru dapat membantu anak menguasai dasar kemampuan di atas. Kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki oleh anak yang mengalami perkembangan seusia TK adalah sebagai berikut: • Berkembang menjadi pribadi yang mandiri • Belajar memberi. saya sarankan anda membeli buku ini. Biasanya materi ini diberikan kepada calon guru yang mengikuti PGTK (Pendidikan Guru Taman kanak-kanak) setingkat program D2 dalam mata kuliah Pengelolaan kelas dan disain pembelajaran. Metode atau cara yang digunakan dalam pembelajaran itu antara lain menggunakan: Metode bermain anak TK Metode karyawisata anak TK Metode bercakap-cakap anak TK Metode demonstrasi bagi anak TK Metode Proyek bagi anak TK Metode bercerita bagi anak TK Metode pemberian tugas bagi anak TK Ketujuh metode itu biasa digunakan dalam metode pengajaran di taman kanak-kanak. Murid TK Sedang Menari Tarian Padang Ada hal penting yang harus dikuasai oleh guru TK agar dapat memahami kemampuan unik anak didiknya. Wah bisa bahaya perkembangan anak kita. Untuk mencapai tujuan itu. dan daya cipta anak didik untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. Bila anda ingin mendalami lebih dalam tentang metode pembelajaran di taman kanak-kanak.28 Murid-Murid TK di Kota Padang bermain Angklung Tujuan program kegiatan belajar TK adalah membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap. yaitu Senyum. berbagi. daya pikir. dan kemampuan bermasyarakat. banyak guru TK yang tidak atau belum mengetahui metode pengajaran dan hanya sekedar mengajar tanpa mengetahui ilmunya. perlu digunakan metode pengajaran yang sesuai bagi pendidikan anak TK. sapa. keterampilan. perasaan/emosi. dan akan segera saya sharingkan kepada teman-teman guru TK. pengetahuan keterampilan. Selalu menerapkan 5S dalam kesehariannya. Oleh karena itu. Sedangkan ruang lingkup program kegiatan belajar TK meliputi pembentukan perilaku melalui pembiasaan dalam pengembangan moral pancasila. Bersyukurlah menjadi guru! Salam Blogger persahabatan Omjay . Sebab selama ini. dan memperoleh kasih sayang • Belajar bergaul dengan anak lain • Mengembangkan pengendalian diri • Belajar bermacam-macam peran orang dalam masyarakat • Belajar untuk mengenal tubuh masing-masing • Belajar menguasai keterampilan motorik halus dan kasar • Belajar mengenal lingkungan fisik dan mengendalikannya • Belajar menguasai kata-kata baru untuk memahami orang/anak lainnya • Mengembangkan perasaan positif dalam berhubungan dengan lingkungan Kesepuluh kemampuan dasar itulah yang harus sudah ditanamkan pada anak usia TK. agama. Apalagi guru TK yang harus sabar dan menyayangi anak-anak. Sangat menarik dan membuat saya menjadi lebih tahu bahwa tidak mudah menjadi guru.

pergaulan seks bebas. KELUARGA SUKIRNO · BAGAIMANA MEMBUAT ANAK ANDA JENIUS .com/readmore/bimbingan+konseling+peranan+keluarga+dalam+pendidikan+anak bimbingan konseling peranan keluarga dalam pendidikan anak Add new tag Administrasi Anak artikel Bahasa Belajar Bimbingan Konseling Biologi dan peranan anak-anak dalam berkomunikasi. dalam 12.264770 0. lembaga pendidikan formal. Dan kita sebagi calon orang tua mempunyai wawasan tentang peran keluarga terhadap perkembangan dan GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DAN bahwa pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam Anak-anak. CIA mendukung terjadinya pemberontakan/perlawanan terhadap BK. Seperti bantuan senjata dan personil oleh CIA dengan mendukung pemberontakan PRRI/Permesta (Kol. Sebagai suatu sistem. bangsa harus kita bangun melalui pendidikan mulai dari keluarga. sepanjang hayat. Terima kasih 4 hari yang lalu konsep pengasuhan anak dalam reality show nanny 911 dan implikasinya terhadap pendidikan agama islam dalam keluarga 2009-07 peran bimbingan dan konseling dalam usaha pembentukan Bimbingan Konseling Keluarga tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu kewajiban bagi suami. '08 6:21 AM rumah tangga. upaya layanan bimbingan dan konseling dalam Bagaimana output bimbingan dan konseling dalam proses pendidikan bagi para siswa. tersedianya yaitu pengikutsertaan anak-anak dalam Pandangan terhadap pendidikan sebagai investasi secara mendasar berawal dari pandangan keluarga terhadap hal tersebut. sekolah dan masyarakat. Memberikan konseling atau bimbingan penyuluhan kepada individu atau keluarga dalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan Dalam kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. STUDI KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 1 KUALA TUNGKAL 14. citra bangsa di surabaya (2000) 75. para remaja. memelihara pendidikan bagi anak 23955779 Peranan Guru Dalam Pendidikan dalam perkembangan anak didiknya dalam memperoleh pembelajaran/ pendidikan PERAN GURU KELAS DALAM PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING peranan guru dalam meningkatkan pendidikan sd pogalan iv di dan ketrampilan motorik anak tk. HUBUNGAN BURUH WANITA DALAM MEMBAGI WAKTUNYA ANTARA KELUARGA DENGAN BEKERJA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ANAK 13. Pertama. sejak si anak masih kecil. Membentengi generasi penerus dari pengaruh narkoba. 0. 3-5 Juli 2010 TESTIMONI : “Met Sore Pak Tung.. sehingga dapat meningkatkan efektifitas pencapaiannya. jalinan koordinatif antarlembaga di atas yang masih berjalan secara sendiri.2lisan. home visit (kunjungan rumah) merupakan salah satu alternatif dalam memecahkan masalah siswa. Apabila keluarga telah meyakini bahwa pendidikan merupakan investasi maka mereka akan mempersiapkan anak-anak mereka dengan segala .Bimbingan Skenario CIA tersebut saya bagi dalam enam point. sekolah terdiri dari bagian-bagian yang berinteraksi dan bersinergi dalam menjalankan peran dan fungsinya guna mencapai tujun-tujan pendidikan.. Ernest Wong Hotel Ciputra. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa “.29 http://www.433960 Peran perawat yang dimaksud adalah cara untuk menyatakan aktifitas perawat dalam praktik dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya yang diakui dan diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab Perubahan pola interaksi merupakan “Dasar” dalam merencanakan metode untuk meningkatkan kemampuan adaptasinya. dan pemuda bahkan orang-orang dewasa dalam keluarga. (4) . Home visit mempunyai dua tujuan. (3) Dalam kegiatan bimbingan diperlukan kerja sama antara guru pembimbing dengan orang tua. SISTEM PEMBELAJARAN DAN KAEDAH HAFAZAN IMPLEMENTASI PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING DAN INTENSITAS MENGIKUTI KEGIATAN OSIS TERHADAP KEDISIPLINAN MENTAATI TATA TERTIB SEKOLAH PADA SISWA KELAS VIII SMP 3 KUALA TUNGKAL. PERANAN AGAMA DALAM BIMBINGAN KONSELING: Apr 11. penulis berharap agar para orang tua paham akan pendidikan yang bagus dalam pembentukan karakter anak-anaknya.BAGAIMANA MEMBUAT ANAK ANDA JENIUS SMART KID PROGRAM By Dr. Walandouw) di Sumatera Barat . Pendidikan aspek-aspek psikologis dalam pelaksanaan bimbingan konseling Bimbingan dan Konseling Peran Regulasi Dan Standardisasi Dalam Pembangunan Next 458 reads Bimbingan dan Konseling anak keluarga. bukan hanya Dengan adanya makalah ini. Dalam Peraturan Pemerintah No.sendiri Mentalitas dan moral anak.. sehingga implementasi razia merupakan quality control paling efektif? Interelasi. pertama untuk memperoleh berbagai keterangan atau data yang yang dapat dipercaya tentang keadaan siswa.

Media Tempat Belajar. Beberapa faktor yang mempengaruhi perwujudan management kelas dalam pengertian kelas adalah: • Kurikulum • Bangunan dan Sarana . hukum. Pengaruh keluarga dalam pendidikan anak sangat besar dalam berbagai macam sisi. guru akan menjadi sahabat siswa. Kelas dalam pengertian tradisional ini mengandung sifat statis karena sekedar menunjuk pengelompokan pada batas umur kronologis masingmasing. Oleh karena itu setiap guru kelas atau wali kelas sebagai pimpinan menengah (middle manager) atau administrator kelas. Pendekatan Pembelajaran. menempati posisi dan peran yang penting. Blog pendidikan. teladan dalam pribadi yang mengundang rasa hormat dan keakraban dari siswa. Guru sebagai tenaga pendidikan memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat tersebut.id/2009/12/15/pengelolaan-kelas/ Pengelolaan Kelas Sekolah sebagai organisasi kerja terdiri dari beberapa kelas. ilmiah. dan Lain-lain.student. tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses mengajar belajar.30 Faktor situasi keluarga memegang peranan penting terhadap perkembangan dan kesejahteraan anak. Konselor.ac. peranan layanan bimbingan dany konseling terhadap peningkatan motivasi nilai-nilai pendidikan agama islam dalam film syahadat cinta dengan homeschooling (studi pada keluarga Hal ini merupakan keharusan karena usaha bimbingan mempunyai peran untuk memperlancar jalannya proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan. http://linabudi. Lebih jelasnya.fkip. . harus didayagunakan secara maksimal agar sebagai suatu kesatuan setiap kelas menjadi bagian yang dinamis di agar sebagai suatu kesatuan setiap kelas menjadi bagian yang dinamis di dalam organisasi sekolah. Kelas dalam arti luas adalah suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah. masalah keluarga. konseling. setiap murid dan guru yang menjadi komponen penggerak aktivitas kelas. sangat tergantung pada penyelenggaraan dan pengelolaan kelas. karena memikul tanggung jawab mengembangkan dan memajukan kelas masing-masing yang berpengaruh pada perkembangan dan kemajuan sekolah secara keseluruhan. Keluargalah yang menyiapkan potensi pertumbuhan dan pembentukan kepribadian anak. yang sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan mengajar belajar yang keratif untuk mencapai suatu tujuan. Setiap kelas merupakan untuk kerja yang berdiri sendiri dan berkedudukan sebagai sub sistem yang menjadi bagian dari sebuah sekolah sebagai total sistem. Model-model Pembelajaran. Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah hendaklah dipimpin oleh Anak-anak Sekolah Dasar memerlukan bimbingan dari seorang guru yang mampu mengerti permasalahan yang mereka hadapi. masalah pergaulan dengan teman sebaya. Bekerja atas panggilan hati nurani. murid dan proses atau dinamika kelas. Baik di lingkungan kelas masing-masing sebagai unit kerja yang berdiri sendiri maupun dalam hubungan kerja antara kelas yang satu dengan kelas yang lain. baik permasalahan dalam menyesuaikan diri dengan siswa lain. pembelajaran. Pengembangan sekolah sebagai total sistem atau satu kesatuan organisasi. menciptakan suasana dimana siswa belajar dalam kelompok kecil di bawah bimbingan guru. politik. Dari uraian di atas jelas bahwa program kelas akan berkembangan bilamana guru/wali kelas mendayagunakan secara maksimal potensi kelas yang terdiri dari tiga unsur yakni: guru. i. budidaya pertanian . baik yang bersifat paralel maupun yang menunjukkan penjenjangan. Untuk itulah guru dituntut memiliki pengabdian yang tinggi kepada masyarakat khususnya dalam membelajarkan anak didik. Kelas dalam arti sempit yakni ruangan yang dibatasi oleh empat dinding. kepribadian anak tergantung pada pemikiran dan tingkah laku kedua orang tua serta lingkungannya. sosial.uns.

Dipihak lain kurikulum modern yang menekankan pada perkembangan individu secara maksimal. yang diselenggarakan secara berencana. Kurikulum harus dirancang sebagai sejumlah pengalaman edukatif yang menjadi tanggungjawab sekolah dalam membantu anak-anak mencapai tujuan pendidikannya. kondisi bangunan dan sarana sekolah lainnya. Kedua kurikulum tersebut di atas kurang serasi dengan kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki pandangan hidup Pancasila. masjid/Gereja d an lain-lain. Sekolah yang kurikulumnya dirancangkan secara tradisional akan mengakibatkan aktivitas kelas berlangsung secara statis. Sekolah yang diselenggarkan dengan kurikulum modern pada dasarnya akan mampu menyelenggarakan kegiatan kelas yang bersifat dinamis. kemampuan dan sifat-sifat kepribadian yang berbeda-beda. Di satu pihak kurikulum tradisional yang berpusat pada guru akan diwarnai dengan sikap otoriter yang mematikan inisiatif dan kreativitas murid. Kurikulum itu tidak akan mampu memenuhi tuntutan pembentukan pribadi berdasarkan minat. . akan mencerminkan kebebasan atas dasar demokrasi liberal sehingga tidak memungkinkan diselenggarakannya secara efektif kegiatan belajar secara klasikal untuk pengembangan pribadi sebagai makhluk sosial dan makhluk Tuhan Yang maha Esa. Dengan kata lain aktivitas sebuah kelas sangat dipengaruhi oleh kurikulum yang dipergunakan di sekolah. pesuruh. bakat. Kurikulum yang dipergunakan di sekolah sangat besar pengaruhnya terhadap aktivitas kelas dalam mewujudkan proses belajar mengajar yang berdaya guna bagi pembentukan pribadi siswa. Antara murid yang satu dengan murid yang lain dalam satu kelas. Demikian juga sebuah sekolah bukanlah sekedar sebuah gedung tempat murid mencari dan mendapatkan ilmu pengetahuan. akan tetapi juga memperhatikan aspek pembentukan pribadi. akan tetapi saling bertautan atau saling mempengaruhi. Segala sesuatu yang menyangkut isi kurikulum untuk dilaksanakan di kelas sudah diatur dan ditetapkan oleh pihak instansi atasan. termasuk di dalamnya lingkungan sekitar yang bersifat non edukatif seperti warung sekolah. Di dalam kurikulum seperti itu mata pelajaran diberikan secara terpisah-pisah (subject certerd curriculum0 yang pada umumnya bersifat intelektualistis. walaupun untuk kepentingan uraian secara teoritis akan diketengahkan satu persatu di bawah ini.31 • • • • Guru Murid Dinamika Kelas Lingkungan Sekitar Keenam faktor tersebut tidak berdiri sendiri. yang bahkan menutup kemungkinan guru mengembangkan kegiatan berdasarkan inisiatif dan krativitasnya sesuai dengan kebutuhan anak-anak dan masyarakat sekitar. akan tetapi dalam seluruh aspek kepribadiannya. Kurikulum Sebuah kelas tidak boleh sekedar diartikan sebagai tempat siswa berkumpul untuk mempelajari sejumlah ilmu pengetahuan. Sekolah dan kelas diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendidik anak-anak. baik sebagai makhluk individual dan makhluk sosial maupun sebagai makhluk bermoral. Suatu kelas akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat apabila kurikulum yang dipergunakan di sekolah dirancangkan sesuai dengan dinamika masyarakat. baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas/sekolah. yang dinyatakan dengan ketentuan kenaikan kelas atau pemberian ijazah kepada murid tersebut. Kurikulum tradisional diartikan sebga sejumlah materi pengetahuan dan kebudayaan hasil masa lalu yang harus dikuasai murid untuk mencapai suatu tingkat tertentu. Kurikulum modern diartikan sebagai semua kegiatan yang berpengaruh pada pembentukan pribadi murid. memungkinkan kegiatan kelas tidak sekedar dipusatkan pada penyampaian sejumlah materi pelajaran/pengetahuan yang bersifat intellectualistic. yang tidak hanya harus didewasakan dari aspek intelektualnya saja. Untuk itu bagi setiap tingkat dan jenis sekolah diperlukan kurikulum yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks dalam perkembangannya. sistematik dan terarah serta terorganisir. Sekolah yang dirancang dengan kurikulum seperti itu. Oleh karena itu diperlukan usaha mengintegrasikan kedua kurikulum tersebut dalam kehidupan lembaga pendidikan formal di Indonesia agar serasi dengan kebutuhan dan dinamika masyarakat.

Bangunan dan Sarana Perencanaan dalam membangun sebuah gedung untuk sebuah sekolah berkenaan dengan jumlah dan luas setiap ruangan. Ruang khusus biasanya disediakan secara terbatas berupa laboratorium. ruangan kelas diatur menurut jenis kegiatan berdasarkan program-program yang telah dikelompokkan secara integrated.32 Dengan kurikulum seperti disebutkan terakhir berarti isi pendidikan di dalam kegiatan kelas untuk setiap jenjang/tingkat sekolah harus dirancangkan sebagai berikut: Tingkat Taman Kanak-Kanak Kurikulum pada tingkat ini harus dirancang untuk memungkinkan kelas menyelenggarakan kegiatan agar anak-anak belajar bergaul. secara bertahap kurikulum harus dengan kematangan anak-anak. Selanjutnya sesuai dengan kematangan anak-anak. ruang olahraga dan lain-lain. Oleh karena itu dalam rencana pembangunan . perpustakaan. Sekolah Lanjutan/menengah Kurikulum pada tingkat ini harus dirancangkan untuk memungkinkan diselenggarakannya kegiatan kelas dalam memenuhi kebutuhan melakukan eksplorasi dan eksperimentasi guna memberikan pengalaman intelektual dan sosial yang terpadu dalam rangka realisasi diri. Untuk itu dapat dilaksanakan berbagai kegiatan kelas baik yang dilakukan secara individual maupun secara bersama-sama. maka diperlukan kreativitas dalam mengatur pendayagunaan ruang/gedung yang tersedia berdasarkan kurikulum yang dipergunakan. belajar mempergunakan alat-alat yang sederhana. Tingkat Perguruan Tinggi Kurikulum pada tingkat ini dirancangkan untuk memungkinkan kelas menyelenggarakan kegiatan membantu perkembangan individual secara maksimal dalam rangka menguasai keahlian profesional tertentu. Akan tetapi karena kurikulum selalu dapat berubah sedangkan ruang/gedung bersifat permanen. kesenian dan kegiatan ekstra kelas lainnya. Di samping ruangan disusun berdasarkan bidang studi yang bersifat integrated itu disediakan juga ruangan untuk kegiatan bersama berupa ruang kelas untuk mendengarkan ceramah dan ruangan lain seperti perpustakaan. Tingkat Sekolah Dasar Kurikulum pada tingkat ini pada tahap permulaan atau kelas-kelas rendah harus dirancangkan untuk memungkinkan kelas melanjutkan kegiatan-kegiatan atau program-program di taman kanak-kanak. memperoleh ketrampilan dasar atau tingkat permulaan dan dapat bekerja sama dalam bermain walaupun pada tingkat ini kecenderungan dalam bermain masih bersifat individual. secara bertahap kurikulum harus dikembangkan juga untuk mempelajari faktafakta pengetahuan yang sederhana. Sekolah yang mempergunakan kurikulum tradisional pengaturan ruangan bersifat sederhana karena kegiatan belajar mengajar diselenggarakan di kelas yang tatap untuk sejumlah murid yang sama tingkatannya. pengembangan kebiasaan berpikir secara kreatif dan pembentukan watak berdasarkan sistem nilai-nilai tertentu. Bagi sekolah yang mempergunakan kurikulum modern. Bagi sekolah yang mempergunakan kurikulum gabungan pada umumnya ruangan kelas masih diatur menurut keperluan kelompok murid sebagai satu kesatuan menurut jenjang dan pengelompokan kelas secara permanen. jumlah kelas sangat dipengaruhi oleh perencanaan penerimaan murid atau jumlah murid yang dimiliki. letak dan dekorasi nya yang harus disesuaikan dengan kurikulum yang dipergunakan. sebuah aula untuk kegiatan olah raga. Dari uraian-uraian di atas jelas bahwa bagi sekolah yang mempergunakan kurikulum tradisional dan kurikulum gabungan (tradisional dan modern).

secara etimologi atau dalam arti sempit guru yang berkewajiban mewujudkan suatu program kelas adalah orang yang kerjanya mengajar atau memberikan pelajaran di sekolah atau kls. Guru Program kelas tidak akan berarti bilamana tidak diwujudkan menjadi kegiatan. Memahami fungsi dan program layanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah. Kompetensi guru yang dimaksud antara lain mengenai kompetensi-komptensi pribadi. akan tetapi adalah anggota masyarakat yang harus ikut aktif dan berjiwa bebas serta kratif dalam mengarahkan perkembangan akan didik nya. Guru yang memahami kedudukan dan fungsinya sebagai pendidik profesional. Oleh karena itu guru harus ikut dalam menentukan kebijakan kependidikan di kelas/sekolah. Selanjutnya bagi sekolah yang mempergunakan kurikulum tradisional dan kurikulum gabungan (tradisional dan modern) sekurang-kurangnya diperlukan sejumlah alat peraga sedang bagi sekolah yang mempergunakan kurikulum modern diperlukan saran yang lebih banyak lagi sesuai dengan jenis program yang menjadi tanggung jawabnya. kondisi tanah. papan tulis dan kapur tulis. Untuk itu peranan guru sangat menentukan karena kedudukannya sebagai pemimpin pendidikan diantara murid-murid suatu kelas . kompetensi profesi dan kompetensi kemasyarakatan. Pengetahuan dan pemahamannya tentang kompetensi guru akan mendasari pola kegiatannya dalam menunaikan profesi sebagai guru. Untuk menjadi anggota masyarakat sebagai orang dewasa. Setelah sebuah gedung sekolah berdiri diperlukan sarana belajar mengajar yang dapat menunjang efisiensi perwujudan kurikulum/program sekolah atau kelas perlengkapan minimal bagi sebuah sekolah yang mempergunakan salah satu bentuk kurikulum tersebut di atas adalah meja dan kuris murid. Untuk mendirikan sebuah sekolah diperlukan perencanaan yang fisibel (layak) sebagai hasil penelitian atau survey yang teliti terutama untuk memperoleh lokasi yang tepat. kemungkinan berkomunikasi dengan sumber-sumber kependidikan di lingkungan sekitar yang sesuai dengan kurikulum/program yang akan dilaksanakan dan lain-lain. Meja dan kuris guru. Secara lebih luas guru berarti orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab dalam membantu anak-anak untuk mencapai kedewasaan masing-masing. Setiap guru sebagai petugas profesional ikut bertanggung jawab pada tercapainya tujuan pendidikan secara efektif. Setiap guru harus memahami fungsinya karena sangat besar pengaruhnya terhadap cara bertindak dan berbuat dalam menunaikan pekerjaan sehari-hari di sekolah maupun di kelas. Penelitian itu selain mengenai aspek kependudukan harus dilakukan juga terhadap situasi lingkungan. Guru dalam pengertian terakhir bukan sekedar orang yang berdiri di depan kels untuk menyampaikan materi pengetahuan tertentu. pendapat masyarakat. selalu terdorong untuk tumbuh dan berkembang sebagai perwujudan perasaan dan sikap tidak puas terhadap pendidik persiapan yang telah diterimanya.33 gedung atau penambahan ruang kelas. Dan sebagai pernyataan dari kesadarannya terhadap perkembangan . diperlukan catatan kependudukan yang teliti dengan memperkirakan juga berapa jumlah yang telah terserap oleh sekolah lain dalam suatu wilayah tertentu. Kompetensi itu berkenaan dengan kemampuan dasar teknis edukatif dan administratif sebagai berikut: Penguasaan bahan Pengelolaan program belajar mengajar mengelola kelas Penggunaan media/sumber Mampu mengelola dan mempergunakan intraksi belajar mengajar Memiliki kemampuan melakukan penilaian prestasi belajar siswa secara obyektif.

Tiga bentuk kepemimpinan mungkin diwujudkan wali/guru kelas dalam usaha menggerakkan personal di lingkungan kelas masing-masing adalah: .34 dan kemajuan bidang tugasnya yang harus diikuti. Kegiatan management operatif kelas meliputi Tata usaha kelas Kegiatan Pembekalan kelas Kegiatan keuangan kelas Kegiatan pembinaan personal atau kepegawaian dikelas. Murid Murid merupakan potensi kelas yang harus dimanfaatkan guru dalam mewujudkan proses belajar mengajar yang efektif. membimbing. Pengelolaan kelas yang berhasil akan menumbuhkan kebanggaan kelas sehingga meningkatkan rasa solidaritas dan keinginan untuk ikut berpartisipasi di kalangan murid di kelas tersebut. khusus nya berupa sekolah. Dinamika Kelas Kelas adalah kelompok sosial yang dinamis yang harus dipergunakan oleh setiap wali/guru kelas untuk kepentingan murid dalam kependidikannya. sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. untuk itu kepemimpinan diartikan sebagai proses mengarahkan. penerapan kegiatan itu antara lain sebagai berikut. koordinasi. mempengaruhi. Yang meliputi dorongan untuk aktif secara terarah yang dikembangkan melalui kreatifitas dan inisiatif murid sebagai suatu kelompok. atau mengawasi pikiran. Humas dilingkungannya kelas Kepemimpinan wali/guru kelas Dinamika kelas dipengaruhi secara langsung oleh kepemimpinan wali atau guru kelas. Kelas merupakan unit tersendiri yang pengelolaannya secara maksimal harus dilakukan dengan mengikutsertakan murid. Murid sebagai unsur kelas memiliki perasaan kebersamaan yang sangat penting artinya bagi terciptanya situasi kelas yang dinamis. perasaan atau tindakan dan tingkah laku orang lain. Kegiatan Operatif management kelas Kegiatan management administratif kelas harus ditunjang dengan kegiatan management operatif agar seluruh program kelas berlangsung efektif bagi pencapaian tujuan. Murid adalah anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang baik secara fisik maupun psikologis dalam rangka mencapai tujuan pendidikannya melalui lembaga pendidikan formal. Dinamika kelas pada dasarnya berarti kondisi kelas. pengorganisasian. komunikasi dan kontrol sebagai langkah-langkah kegiatan management admnistratif. Kegiatan administratif management Pengelolaan kelas memerlukan tindakan-tindakan perencanaan. Setiap murid harus memiliki perasaan diterima (membership) terhadap kelasnya agar mampu ikut serta dalam kegiatan kelas. Dinamika kelas dipengaruhi oleh cara wali/guru kelas menerapkan administrasi pendidikan dan kepemimpinan pendidikan serta dalam mempergunakan pendekatan pengelolaan kelas. pengarahan.

35 Wali atau guru kelas sebagai pemimpin yang bersifat otoriter Wali atau guru kelas sebagai pemimpin yang bersifat laissez faire. 2009 under materi SBM. kita diingatkan betapa lemah dan rawan keadaan kita.com/?p=1047 Peningkatan Mutu Guru Sekolah Dasar Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta 19 Februari 2002 PENDAHULUAN Ketika Krisis Moneter pada tahun 1997 memukul Indonesia dan membuat bangsa Indonesia terpelanting dari posisi yang cukup lumayan dalam arena internasional kembali ke tempat yang penuh penderitaan dan kemiskinan. Berkembang berbagai perubahan yang tidak diduga sebelumnya. disiplin kelas diartikan sebagai usaha mencegah terjadinya pelanggaran-pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan yang telah disetujui bersama dalam melaksanakan kegiatan kelas. Umat manusia belum lepas dari kenyataan bahwa yang lemah menjadi korban yang kuat. http://sayidiman.suryohadiprojo. Ada yang menguntungkan seperti terjadinya Reformasi dan berakhirnya kekuasaan otoriter. Pihak lemah adalah bangsa yang kurang . Pukulan ekonomi menimbulkan dampak politik yang tidak sederhana. Beberapa pendekatan dalam pengelolaan kelas Seorang wali atau guru kelas harus mampu menetapkan pilihan yang tepat dalam melakukan pendekatan untuk mewujudkan pengelolaan kelas yang efektif. agar pemberian hukuman pada seorang atau sekelompok orang dapat dihindari. Hingga kini belum jelas bagaimana akhir dari proses perubahan itu. di bawah ini akan diketengahkan beberapa alternatif yang dapat dipilih diantaranya: Pendekatan berdasarkan perubahan tingkah laku (behaviorisme) Pendekatan berdasarkan suasana emosi dan hubungan sosial (sosio emosional climate approach) Pendekatan berdasarkan proses kelompok (group process approach) Pendekatan electis (electic approach) Posted: December 15th. Disiplin kelas dapat diartikan juga sebagai suasana tertib dan terpaut akan tetapi penuh dinamika dalam melaksanakan program kelas terutama dalam mewujudkan proses belajar mengajar. tetapi juga ada yang mempersulit kehidupan bangsa seperti timbulnya gejala disintegrasi nasional. Untuk memperjelas masalah pendekatan yang akan dipergunakan itu. Dalam globalisasi persaingan antar-bangsa sangat tajam dan kejam. Wali atau guru kelas sebagai pemimpin yang bersifat demokratif Disiplin kelas Disiplin kelas merupakan bagian yang penting dalam dinamika kelas.

matematika. Semua dilakukan dengan dalih dan semboyan muluk seperti menegakkan demokrasi dan hak azasi manusia. biologi. Berhubung dengan keterbatasan waktu maka pembicaraan dan makalah ini hanya akan menyoroti masalah Guru Sekolah Dasar. Dan itu mustahil tanpa peningkatan mutu pendidikan nasional dan khususnya pendidikan sekolah serta perluasan jangkauannya sehingga mencapai jumlah orang Indonesia yang makin banyak. mulai dari Taman KanakKanak hingga Sekolah Lanjutan Atas. namun budi pekerti ditumbuhkan pada anak didik melalui setiap mata pelajaran yang diajarkan. Meskipun ada Guru Agama tersendiri.36 menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemudian Guru Kelas harus menguasai ilmu pengetahuan yang mendasari semua mata pelajaran yang harus diajarkan. Di negara mana saja kita melihat bahwa pada pendidikan di SD menonjol fungsi Guru Kelas. ilmu bahasa. kurang mampu memperoleh dan mengendalikan informasi dan kurang dapat membangun kemampuan ekonomi yang kuat dan merata di seluruh rakyatnya. KRITERIA GURU SD YANG BAIK Pendidikan yang diberikan di SD amat penting bagi pendidikan selanjutnya. tetapi juga amat besar artinya bagi masa depan bangsa Indonesia. dan sanggup membangun ekonomi nasional yang membuat seluruh bangsa sejahtera dan maju. Usaha peningkatan mutu pendidikan sekolah dan perluasan jangkuaannya terutama ditentukan oleh peran Guru. yaitu Guru yang bertanggungjawab atas kelas tertentu dan mengajarkan semua mata pelajaran yang ditetapkan untuk kelas itu. namun Guru Kelas tetap mempunyai kewajiban untuk memperkuat pendidikan budi pekerti kepada anak didiknya. fisika hingga olahraga. Hal ini tidak membebaskan para orang tua murid dari keharusan memberikan pendidikan budi pekerti dan pembentukan karakter kepada anaknya. perbaikan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) merupakan landasan mutlak bagi seluruh pendidikan sekolah di Indonesia. Tentu pengaturan demikian ada maksudnya yang telah kita alami semua ketika menjadi murid SD. Selain itu Guru Kelas memperkuat perasaan itu dengan menunjukkan sikap bahwa ia memang ingin dekat dengan setiap murid kelasnya. Guru Kelas yang setiap hari selama berjam-jam berada bersama dengan murid kelasnya menimbulkan rasa kedekatan itu. Anak pada tahap permulaan penguasaan ilmu pengetahuan lebih mudah mencernakan pelajaran. tidak sematamata dengan menggunakan keunggulan fisiknya melainkan dengan cara yang canggih dan memanfaatkan segala metoda yang dapat dipikirkan. Kita sekarang mau tidak mau harus berpikir mengenai perjuangan antar-bangsa yang terjadi di ruangan kelas atau the battle of the classroom. . terutama pendidikan yang bermutu. Itu melebar dari ilmu sosial. Sebab itu pelaksanaan Seminar ini yang membicarakan peningkatan profesional dan kesejahteraan Guru sangat penting bagi masa depan pendidikan sekolah. hasilnya yang negatif amat sukar diperbaiki pada pendidikan selanjutnya. karena di dalam kelas pasti ada murid yang berbeda agamanya. geografi. Mungkin tidak ada mata pelajaran budi pekerti secara khusus. Pihak yang kuat terus berusaha melebarluaskan dominasinya dengan menaklukkan yang lemah. Ini memerlukan pengetahuan Guru Kelas tentang psikologi dan terutama aplikasinya. Hanya pendidikan agama sebaiknya tidak diberikan oleh Guru Kelas. Kelangsungan hidup bangsa atau the survival of the nation adalah syarat mutlak untuk perwujudan berbagai tujuan yang luhur seperti terbentuknya Masyarakat Madani. Itu berarti membangun kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Hanya dengan pendidikan kekuatan bangsa itu dapat terwujud. Sebab orang tua mempunyai tanggungjawab utama dalam pembentukan budi pekerti dan ahlak. Kita menghadapi masalah Guru pada berbagai tingkat pendidikan sekolah. Pada umur anak yang sekolah SD terbentang peluang paling baik untuk mengembangkan dan memotivasi timbulnya berbagai kemampuan yang amat mendasar. masing-masing dengan persoalannya sendiri. Sebaliknya apabila terjadi pendidikan yang menumpulkan pikiran dan perasaan anak didik SD. sejarah. Sudah semestinya pendidikan mengandung kemampuan memimpin secara efektif. Untuk mencegah dan melawan itu semua bangsa kita harus sanggup menjadi bangsa yang kuat. mengatur perolehan dan penggunaan informasi yang tepat. apabila ia merasakan bahwa yang mengajar adalah seorang yang dekat kepadanya. Meskipun seluruh proses pendidikan nasional sangat penting bagi masa depan bangsa.

Guru Kelas untuk kelas 4 hingga kelas 6 dapat terdiri dari pria maupun wanita. Guru Mata Pelajaran harus sungguh-sungguh menguasai pengajaran mata pelajaran yang menjadi tanggungjawabnya. Guru Mata Pelajaran diperlukan untuk mengajarkan matematika. Namun penguasaan ilmu pengetahuan tidak dapat dilepaskan dari perkembangannya yang bukan main cepat dan intensif. Para pakar pendidikan menilai bahwa tidak mungkin seorang Guru Kelas mempunyai kedalaman penguasaan ilmu yang memadai untuk mengajarkan semua mata pelajaran pada kelas 4 hingga kelas 6 SD dengan mutu tinggi. kemampuan dan kondisi sekolah. PENDIDIKAN GURU SD Kemajuan umat manusia dan perkembangan ilmu pengetahuan berpengaruh besar terhadap pendidikan Guru SD. maka murid kelas 1 hingga kelas 3 memerlukan Guru Kelas yang dapat diandalkan kemampuannya dalam mendekati dan berhubungan dengan anak. Pada tingkat itu pelajaran olahraga relatif sederhana dibandingkan dengan pelajaran untuk kelas 4 hingga kelas 6. Lembaga yang disebut Teachers College itu berlangsung selama 2 tahun setelah lulus SMU. Karena terjadi proses pertumbuhan anak dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Ideal adalah kalau Guru SD adalah Sarjana Satu (S 1) lulusan pendidikan tinggi kependidikan. seperti membentuk perkumpulan sepakbola sekolah. maka tak mungkin pendidikan Guru SD secara sistem dilakukan melalui pendidikan Sarjana 1 yang berlangsung selama 4 tahun. Akan tetapi harus dijamin bahwa ia benar-benar menguasai pengajaran kedua mata pelajaran. Selama masa kolonial Belanda Guru SD dibentuk melalui pendidikan lanjutan atas dan dapat menghasilkan kinerja yang bermutu tinggi. Dengan gambaran demikian dapat diperoleh kesimpulan bahwa penentuan Guru Kelas untuk kelas 1 hingga kelas 3 memerlukan seleksi yang cukup saksama. Dalam mengajarkan mata pelajaran mereka melakukan pendidikan budi pekerti secara tidak langsung. Pada umumnya kita melihat bahwa Guru Wanita yang perasaannya lebih berkembang merupakan Guru Kelas yang lebih baik untuk kelas 1 hingga kelas 3 ketimbang Guru Pria. Akan tetapi mengingat jumlah anak usia SD yang begitu banyak di Indonesia yang memerlukan banyak SD. fisika.37 sedangkan pendidikan budi pekerti di sekolah memperkuat dan merupakan bantuan. khususnya dari kelas 1 hingga kelas 3. Kita dapat . sebaiknya juga diadakan program ekstra-kurikuler di luar jam resmi. Yang paling baik adalah membuat lembaga pendidikan Guru seperti yang dilakukan di banyak negara. Oleh sebab itu pendidikan di SD sekarang dan di masa depan juga terpengaruh oleh hal itu. umpama Guru MP fisika adalah sekali gus Guru MP matematika. Para Guru Kelas dan Guru MP perlu menunjukkan kegiatan untuk menjadikan program ekstra-kurikuler itu bermutu dan bermanfaat bagi murid. yaitu dilakukan selama jam sekolah resmi. Dapat pula diadakan pelajaran bahasa asing yang diikuti secara sukarela. Pengalamannya mengajar membuatnya lebih mampu dan efektif mendidik anak-anak yang masih pada tahap permulaan penguasaan ilmu. Selain ada pendidikan yang kurikuler. sesuai prestasi. Karena itu dianggap perlu adanya Guru Mata Pelajaran mulai kelas 4. geografi dan olahraga. Sebab itu tidak dapat dikatakan bahwa Guru Kelas pada kelas tersebut lebih rendah rankingnya dibandingkan Guru MP dan Guru Kelas tingkat atas. Bahkan dalam kenyataan di beberapa SD di dalam dan luar negeri Guru Kelas tingkat bawah justru Guru yang lebih senior. Guru Kelas tetap diperlukan untuk mengajarkan bahasa serta sejarah dan untuk membimbing serta mengawasi setiap kelas. Di samping itu ada Guru Agama yang mengajar agama sejak murid di kelas 1. Bagaimana pun juga anak SD. Sekalipun wanita mereka juga harus mampu mengajar olahraga kepada murid kelas 1 hingga kelas 3. Namun untuk membantu para orang tua dalam kewajiban itu para Guru Kelas sebaiknya memelihara hubungan dekat dengan orang tua muridnya dan memberikan saran serta nasehat bagaimana sebaiknya para orang tua melakukan pendidikan budi pekerti kepada mereka. Tidak tertutup kemungkinan bahwa Guru MP mengajarkan lebih dari satu mata pelajaran. Juga kegiatan Pramuka dan hal-hal yang bersangkutan dengan kesenian dapat dilakukan dalam jam ekstra-kurikuler itu. Pelaksanaan program ekstra-kurikuler pada umumnya memberikan hasil yang sangat bermanfaat bagi perkembangan anak. bagian terbesar waktunya berada di lingkungan keluarga. biologi. Seperti sekolah HIK (Hollands Inlandsche Kweekschool) dan HKS (Hogere Kweekschool) yang merupakan pendidikan bagi Guru untuk SD di masa itu. Umpama saja dapat diadakan latihan cabang olahraga yang lebih intensif ketimbang selama jam pelajaran. Akan tetapi sekarang pendidikan Guru SD tidak cukup hanya dengan pendidikan lanjutan atas.

maka ia tidak dapat diharapkan menunjukkan . Sebab itu termasuk dalam rangka the battle of the classroom yang telah dikemukakan sebelumnya. Akan tetapi karena nampaknya ada kecenderungan untuk menjadikan semua IKIP lembaga pendidikan berstatus universitas. Itu dimungkinkan karena penggunaan komputer secara luas. Dalam konsep baru itu peran Guru berbeda dari sebelumnya. Maka kita menghadapi masalah yang cukup rumit. Sebaiknya APG dilakukan dengan cara coeducation. APG mempunyai fungsi mendidik dan membentuk Guru SD. Sudah sejak tahun 1998 Malaysia mengadakan pilot project sebanyak 100 sekolah meliputi Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah (di Malaysia SLTP dan SLTA menjadi satu selama 5 tahun ).38 mengikuti langkah demikian dan menamakan lembaga pendidikan Guru itu Akademi Pendidikan Guru (APG). Sekarang saja sudah ada negara tetangga kita yang melihat keharusan untuk mengubah metoda pendidikannya. tetapi kiranya sudah harus mulai memperhatikan perkembangan baru itu. PENGARUH KESEJAHTERAAN TERHADAP MUTU GURU SD Seorang idealis banyak manfaatnya bagi masyarakat. Selama Guru SD hanya menerima gaji resmi yang cukup untuk hidup setengah bulan saja. Sebaliknya Guru SD hasil pendidikan APG merupakan kader pendidikan yang bermanfaat sekali bagi seluruh jenjang pendidikan sekolah. Oleh sebab itu adalah satu illusi untuk mengharapkan prestasi Guru SD yang tinggi kalau tidak ada cukup perhatian terhadap kesejahteraan Guru yang memadai. Ada masalah penting yang perlu kita perhatikan. Di pihak lain kita harus bersiap-siap untuk melakukan pendidikan Guru SD yang memberikan kepada Guru kemampuan untuk berperan secara efektif dalam pendidikan yang bertitikberat pada murid dengan komputernya. Fisika atau Kimia di SLTP atau SLTA. Teknologi informasi menjadi sangat berkembang dengan makin majunya peran komputer. khususnya Guru SD. yaitu sistem pendidikan yang menjadikan murid pusat kegiatan pendidikan dan bukan Guru. maka masih dipertanyakan apakah lulusannya cukup banyak yang berminat menjadi guru. Sedangkan Guru Mata Pelajaran diambil dari mereka yang lulus pendidikan Guru Kelas dan kemudian memperdalam mengenai mata pelajaran tertentu. maka lulusannya juga dapat diangkat menjadi Guru SD apabila mereka berminat. sedangkan Guru berfungsi sebagai fasilitator. Oleh sebab itu harus mulai dipikirkan perubahan dalam pendidikan Guru. Agar dapat mengajar dengan efektif mereka perlu mengikuti kursus yang melatih mereka mengajar. Namun karena orang seperti itu terbatas jumlahnya. khususnya Guru Kelas. Seperti seorang Sarjana Teknik lulusan ITB yang berminat menjadi Guru Matematika. Guru SD lulusan APG yang telah menjalankan kewajiban mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun berturut-turut dan menunjukkan kinerja yang tinggi dapat diberikan kesempatan untuk melanjutkan studinya dengan mengambil status Sarjana 1 di perguruan tinggi yang mempunyai fakultas ilmu pendidikan. Telah terbukti bahwa pendidikan yang disertai asrama (boarding school) memberikan kemungkinan lebih banyak untuk membentuk kepemimpinan. Malaysia umpamanya telah menetapkan bahwa pada tahun 2020 berlaku apa yang dinamakan Smart School System. ada baiknya kita mengambil kurikulum Teachers College negara tetangga seperti Malaysia sebagai bahan perbandingan. Guru-guru yang demikian akan baik untuk mengajar di SLTP dan setelah itu di SLTA. Guru SD dan khususnya Guru Kelas memerlukan pembentukan kepribadian untuk dapat menjalankan fungsi pendidikan yang disertai kemampuan memimpin. Di satu pihak kita harus memperbaiki mutu pendidikan SD dengan memperbaiki pendidikan Guru SD dengan cara tradisional. Akan tetapi sayangnya jumlah idealis selalu sangat terbatas dan tidak sesuai dengan keperluan masyarakat. yaitu bahwa dengan perkembangan teknologi juga terjadi perubahan dalam penyelenggaraan pendidikan. yaitu pria dan wanita bersamasama. lulusan APG dengan pengalaman baik sebagai Guru SD akan sangat penting dan besar perannya untuk SLTP dan SLTA masa depan. Untuk membuat kurikulum APG. Kebanyakan orang bersikap sebagai realis. Meskipun Indonesia masih harus memusatkan perhatian kepada cara pendidikan yang tradisional. sekalipun tidak meninggalkan idealisme. Untuk itu pengasramaan harus dilakukan sesuai dengan keperluan. Untuk itu saja kita sekarang masih cukup jauh dari tingkat yang memuaskan. Akan tetapi untuk SLTP dan SLTA dapat pula direkrut Sarjana yang bukan Sarjana Pendidikan dan berminat menjadi guru dalam mata pelajaran yang mereka dalami disiplin ilmunya. Oleh sebab itu APG harus merupakan pendidikan yang disertai kehidupan berasrama penuh selama 2 tahun. Kalau IKIP masih diadakan.

Di samping itu setiap SD tetap mempunyai Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3). Orang yang pandai dalam ilmu tidak otomatis seorang manajer dan pemimpin yang baik. kita harus mencari segala kemungkinan agar dapat tercapai kesejahteraan Guru yang baik dengan pemberian gaji yang memadai. khususnya untuk Guru SD. Dengan gaji permulaan sebesar itu Guru SD akan cukup biaya hidupnya sehingga dapat berkonsentrasi dalam pekerjaannya serta bersikap kreatif untuk selalu meningkatkan kondisi sekolahnya. Badan itu turut serta menjaga agar kesejahteraan Guru mendapat perhatian semestinya. Dalam kondisi seperti itu tidak mungkin kita mengadakan pendidikan SD yang kita inginkan. Pertama menjadi kewajiban Pemerintah untuk memperbaiki gaji Guru sesuai dengan sikapnya bahwa pendidikan amat penting bagi masa depan bangsa. Kalau gaji permulaan Guru SD kita tetapkan pada angka tersebut. Mungkin ia mengajar di tempat lain atau melakukan pekerjaan lain yang tak ada sangkut pautnya dengan mengajar. MANAJEMEN SD YANG MENJAMIN MUTU PENDIDIKAN Kita tidak akan dapat mencapai tujuan kita tanpa memperhatikan perbaikan mutu manajemen SD. Kemudian dalam karier Guru dibuka kemungkinan untuk . untuk masuk lembaga pendidikan Guru dan menjadi Guru. Kita harus akhiri masa lampau yang penuh kemunafikan itu. Kita harus sanggup menetapkan bahwa lulusan APG yang menjadi Guru SD memperoleh gaji permulaan sebanyak Rp 800. Tidak akan ada keinginan dalam masyarakat. Hal itu harus dijamin oleh manajemen pendidikan yang baik. sekarang orang cenderung menganggap pekerjaan Guru sebagai sambilan yang kurang berarti. maka kekurangannya disediakan oleh BKG tersebut. Pertama harus ada pengaturan bahwa Kepala Sekolah adalah orang yang dapat diandalkan kemampuannya mengelola dan memimpin organisasi.000. Sebab ia tentu harus berpikir untuk memperoleh biaya hidup buat sisa bulan yang belum tertutup oleh gajinya. Di pihak lain dapat dilakukan kontrol dan penindakan yang lugas terhadap kinerja Guru SD yang kurang menunjukkan prestasi. Kalau dulu seorang Guru adalah seorang terpandang di masyarakat dan khususnya di lingkungan hidupnya. Pendeknya. apalagi Guru SD. Jadi kalau umpamanya gaji yang diterima Guru belum mencapai minimum Rp 800. Perbaikan kesejahteraan Guru SD sekali gus memperbaiki status sosial Guru yang selama 50 tahun belakangan terus menurun. Akibatnya adalah bahwa ia tidak dapat memusatkan perhatiannya kepada pekerjaan mengajar di sekolah di mana ia ditugaskan. Di samping itu Pemerintah bersama Masyarakat sebaiknya membentuk satu Badan Kesejahteraan Guru yang fungsinya melakukan usaha agar kesejahteraan Guru terjamin. Sehingga yang menjadi Guru SD hanya mereka yang tidak memperoleh tempat atau pekerjaan di sektor kehidupan lainnya. Lulusan IKIP yang tidak terlalu cemerlang saja tidak mau menjadi Guru dan memilih menjadi wartawan. Bagi Guru yang bekerja di SD Swasta tentu gajinya diterima dari yayasan yang menyelenggarakan SD itu. Di pihak lain masyarakat akan kembali melihat Guru sebagai anggota masyarakat yang merupakan orang yang dapat di Gugu dan di Tiru. tetapi masalah utama yang dihadapi adalah meningkatkan profesionalismenya sebagai Guru yang bermutu. Dengan begitu di masa depan masalah utama seorang Guru bukan lagi bagaimana mendapat biaya hidup yang cukup. yaitu di satu pihak selalu kita katakan betapa pentingnya pendidikan untuk masa depan bangsa.39 prestasi yang tinggi.000 dan setiap 2 tahun ada kenaikan gaji. Akan tetapi dampak dari rendahnya kesejahteraan Guru SD jauh lebih luas dari itu. Tentu timbul pertanyaan bagaimana masyarakat dapat mengerahkan dana untuk gaji Guru tersebut. Dan Pemerintah memang berkewajiban untuk meninjau kembali penentuan gaji bagi Pegawai Negeri Sipil kalau bersikap konsekuen untuk mengakhiri KKN di Indonesia. tetapi kita tidak pernah memberikan komitmen yang sepadan. Para Guru SD hanya dapat diharapkan bekerja dengan baik kalau mereka berada dalam satu lingkungan kerja yang memuaskan perasaan mereka. maka di satu pihak Guru didorong untuk berprestasi karena tanpa prestasi ia tidak akan mempunyai karier yang baik di masa depan. Oleh sebab itu dalam kurikulum APG harus ada kuliah tentang manajemen dan kepemimpinan. BKG mengusahakan itu dengan mempunyai modal abadi yang mula-mula diperoleh dari Pemerintah dan kemudian oleh pengurusnya terus dikembangkan dengan mengusahakan donasi dari segala pihak. khususnya di lingkungan murid SMU.

Meskipun demikian kiranya makalah ini dapat dipakai sebagai bahan perbandingan atau titik permulaan dalam perbaikan pendidikan SD di Indonesia. Dalam rangka politik Pemerintah yang memberikan otonomi kepada Daerah Tk 2 semua SD merupakan tanggungjawab Daerah Tk. PENUTUP Telah diusahakan untuk memberikan gambaran bagaimana memperbaiki profesionalisme dan kesejahteraan Guru. Maka untuk memperoleh pendidikan SD yang bermutu di seluruh Indonesia diperlukan perhatian dan komitmen yang besar dari setiap pimpinan Daerah tk. Setiap Daerah harus bersedia untuk membangun dan memelihara fasilitas pendidikan SD yang sebaik mungkin. Sebab dengan sendirinya pimpinan SD juga harus bertanggungjawab atas jalannya kehidupan asrama dan pendidikan atas anak yang seharusnya dilakukan para orang tua. Para calon KS kemudian mendapat pendidikan khusus tentang manajemen sekolah. Akan tetapi pengurusan demikian lebih menjamin adanya pendidikan yang baik serta masa depan Daerah itu. Harus diadakan manajemen karier untuk para Guru SD sejak ia lulus APG dan diterima menjadi Guru. Selain itu diperlukan Pengawas Pendidikan (PP) yang selalu mengawasi jalannya pendidikan atau menjamin Kendali Mutu (Quality Control). Dalam hal itu sebaiknya diadakan SD yang letaknya relatif terpusat bagi mereka yang hidup tersebar di wilayah itu. Setelah selesai dari pendidikan itu dengan hasil baik mereka dapat diangkat menjadi KS. Selain itu harus mengurus agar setiap SD mendapat Kepala Sekolah yang baik dan sejumlah Guru Kelas serta Guru MP yang diperlukan. Mendirikan SD untuk setiap lingkungan tempat tinggal menjadi terlalu mahal. katakanlah sekurang-kurangnya sudah 10 tahun mengajar. Para PP juga diperoleh dari Guru SD yang sudah berpengalaman sekitar 10 tahun dan berminat menjadi PP. Maka manajemen karier Guru SD juga dilakukan terpusat meskipun ia bekerja di sekolah yang di dalam tanggungjawab Daerah Tk. Akan tetapi masih sangat banyak yang belum dapat dikemukakan atau belum cukup disentuh. Untuk terpilih menjadi Kepala Sekolah seorang Guru harus mempunyai pengalaman yang memadai. Sedangkan seluruh pendidikan tergantung dari hasil yang diberikan oleh pendidikan SD. Akan tetapi yang penting adalah kuatnya tekad kita untuk terus berusaha ke arah itu dan terus mengusahakan adanya Guru SD yang tinggi profesionalisme dan kesejahteraannya. Ada kemungkinan bahwa di Daerah tertentu tempat tinggal murid terlalu tersebar. Adalah kewajiban Pemerintah Daerah untuk menyediakan kesejahteraan semestinya bagi mereka sesuai dengan konsep yang telah diuraikan. Daerah harus membiayai pelaksanaan asrama dalam rangka wajib belajar. Tentu para KS bertanggungjawab atas jalannya sekolah yang dipimpinnya. Akan tetapi akan kurang baik bagi perkembangan Guru kalau manajemen kariernya juga di tangan Daerah Tk. Pindah dari satu tempat dan sekolah ke tempat lainnya. . Cara demikian tentu menambah beban bagi SD tersebut dan Daerah. Kita masih menghadapi banyak tantangan dan kesulitan sebelum dapat menghasilkan pendidikan SD yang cukup bermutu di seluruh Indonesia.40 menjadi Kepala Sekolah. Malaysia yang merupakan negara federal menjalankan politik pendidikan yang dikelola terpusat. 2. Kemudian diadakan seleksi terhadap mereka yang berminat menjadi KS. Akan tetapi adalah fungsi PP untuk lebih meyakinkan bahwa pendidikan berjalan dengan baik. termasuk mutu pendidikannya. 2. Pendidikan Tinggi sebaiknya tetap dikelola terpusat dan karena itu APG juga demikian meskipun keberadaannya dapat ditentukan di mana saja. 2 ada hal-hal tertentu dalam pendidikan yang dilakukan terpusat untuk kepentingan semua pihak. Dan murid yang tinggal jauh dari sekolah diasramakan. termasuk juga kurikulum yang berlaku. 2. khususnya Guru SD. Tidak mungkin kita dapat menarik manfaat maksimal dari penduduk Indonesia yang sudah melebih 200 juta kalau kita tidak dapat memebrikan pendidikan yang bermutu dan luas jangkauannya.2. Selain itu PP mengadakan penelitian tentang halhal yang perlu memperoleh perubahan dalam manajemen. Oleh sebab itu sebaiknya manajemen karier Guru dilakukan di tingkat Pusat. Untuk menjadi PP harus pula diikuti pendidikan tertentu. Harus dibuka kemungkinan bagi Guru untuk dapat bekerja di seluruh wilayah Indonesia. Sebab itu sekalipun kita memberikan otonomi luas kepada Daerah Tk. Juga harus diadakan sistem pengawasan yang saksama dengan merekrut Pengawas Pendidikan dalam jumlah yang memadai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful