P. 1
Rangkuman Mbak Us

Rangkuman Mbak Us

|Views: 848|Likes:
Published by Linz Poenyea

More info:

Published by: Linz Poenyea on Oct 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2012

pdf

text

original

1 http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_162.html#top VI.

KELUARGA, TEMAN SEBAYA DAN PENDIDIKAN KELUARGA DAN SEKOLAH HUBUNGAN KELUARGA DAN SEKOLAH Telah dijelaskan pendidikan itu adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian anak baik di luar dan di dalam sekolah dan berlangsung seumur hidup. Dan pengertian tersurat suatu pernyataan bahwa pendidikan berlangsung di luar dan di dalam sekolah. Pendidikan di luar sekolah dapat terjadi dalam keluarga dan di dalam masyarakat. Jadi pendidikan itu berlangsung seumur hidup dimulai dari keluarga kemudian diteruskan dalam lingkungan sekolah dan masyarakat. Manusia sebagai makhluk hidup selalu ingin berkembang. Keinginan ini secara manusia tidak terbatas, akan tetapi kemampuan manusia yang membatasi keinginan tersebut. Oleh karena itu keinginan untuk berkembang berlangsung mulai dan lahir sampai meninggal dunia. Untuk mengembangkan diri itu manusia memerlukan bantuan. Karena keinginan untuk perkembangan itu berlangsung dari lahir sampai meninggal, maka kebutuhan untuk mendapatkan bantuan itu juga harus berlangsung seumur hidup. Pendidikan yang berlangsung seumur hidup itu berlangsung pada tiga lingkungan pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat. Pelaksanaan pendidikan dalam tiga lingkungan pendidikan sebagai penghasil tenaga yang telah terdidik sebagai berikut : Dari bagan tersebut di atas dapat diketahui bahwa keluarga merupakan tempat pertama anak itu mendapatkan pendidikan. Sejak anak itu berada dalam kandungan anak telah mendapatkan pendidikan. Seperti telah diketahui di muka bahwa jenis pendidikan yang diberikan keluarga adalah bermacammacam. Pendidikan berlangsung secara informal. Dalam keluarga orang tua merupakan pendidik utama dan pertama. Pada masyarakat yang sederhana pendidikan berlangsung dalam keluarga dan masyarakat. Anak meniru apa yang dikerjakan orang tua dan orang-orang dewasa dalam masyarakat. Setelah mendapatkan kemampuan yang diperlukan untuk hidup, maka ia dilepaskan dalam masyarakat. Dalam. masyarakat mereka akan menjadi tenaga kerja yang dibutuhkan masyarakat. Dalam masyarakat yang lebih maju maka pendidikan di dalam keluarga tidak cukup, oleh karena itu orang tua menyerahkan pendidikan pada lembaga pendidikan formal yang disebut sekolah. Dalam sekolah anak diberi berbagai pengetahuan baik pengetahuan yang berkaitan untuk pengembangan pribadi, pengetahuan untuk bekal hidup dalam masyarakat, dan pengetahuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi lebih lanjut. Pendidikan di sekolah dilaksanakan secara bertingkattingkat, pada dasarnya dibedakan pendidik dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Anak yang telah selesai pada tingkat pendidikan tertentu yang memerlukan keterampilan tertentu dapat masuk pada pendidikan nonformal dalam lembaga pendidikan masyarakat. Setelah mendapatkan tambahan keterampilan maka ia terjun kedunia kerja dalam masyarakat. Akan tetapi ada juga yang setelah selesai pendidikan pada tingkat pendidikan tetrtentu langsung memasuki dunia kerja dalam masyarakat. Masyarakat sebagai pemakai hasil tiga pendidikan itu akan memberi balikan bagi masingmasing penyelenggara pendidikan dalam ketiga lingkungan pendidikan. Perbandingan antara pendidikan formal dan pendidikan non formal dan pendidikan dalam keluarga sebagai pendidikan informal dapat disajikan di bawah ini (Edi Suardi, S Nasution, dan M Moh Rffai Joedoprawira, 1976, p.187). Tempat berlangsung : Pendidikan formal dilaksanakan di dalam gedung sekolah, pendidikan nonformal dilaksanakan di dalam atau diluar sekolah, sedang pendidikan keluarga dilaksanakan di dalam rumah atau di luar rumah. Persyaratan mengikuti pendidikan : Syarat mengikuti pendidikan formal adalah umur dan tingkat pendidikan tertentu (ijazah atau STTB), pada pendidikan nonformal kadang-kadang ada persyaratan tetapi tidak memegang peranan yang penting, pada pendidikan informal (keluarga) tidak ada persyaratan semua anak baik anak pungut, anak tiri atau anak sendiri semua mendapatkan pendidikan dalam keluarga itu.

2 Jenjang pendidikan : Pada pendidikan formal terdapat jenjang pendidikan jaitu pendidikan prasekolah (taman kanak-kanak), pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Pada pendidikan nonformal kadangkadang ada kadang-kadang tidak. Pada pendidikan informal tidak ada jenjang pendidikan. Program pendidikan : Program pendidikan pada pendidikan formal ditentukan teliti untuk setiap jenjang pendidikan dalam bentuk tertulis. Pada pendidikan nonformal terdapat program tertentu. Pada pendidikan informal tidak ada program. Bahan pelajaran : Pada pendidikan formal bahan pelajaran lebih bersifat akademis dan umum, bahan pelajaran .pada pendidikan nonforrnal lebih bersifat khusus dan praktis, bahan pelajaran pada pendidikan informal tidak ditentukan. Lama pendidikan : Pada pendidikan formal lama pendidikan memakan waktu yang panjang, pendidikan nonformal memakan waktu yang singkat dan pendidikan informal sepanjang hidup. Usia peserta didik : Pads pendidikan formal usia pesórta didik relatif lama, pads pendidikan nonformal usia peserta didik rethtif tidak sama dan pada pendidikan informal usia peserta didik semua umur. Penilaian : Pada pendidikan formal ada ujian yang diselenggarakan secara formal dan dibenr ijazah atau STTB. Pada pendidikan nonformal juga ada ujian dan diben ijazah atau surat keterangan. Pada pendidikan informal tidak ada ujian dan tidak ada penilaian yang sistematis dan tidak ada surat keterangan atau ijazah. Penyelenggara pendidikan : Pendidikan formal diselenggarakan oleb pemerintah dan swasta yang diatur dalam suatu perundang undangan tertentu. Pendidikan nonformal diselenggarakan oleh pemenintah dan swasta yang diatur dalam perundang-undangan tertentu. Pendidikan informal diselenggarakan oleh keluarga tidak ada aturan yang harus dipenuhi untuk menyelenggarakan pendidikan. Metode mengajar : Pada pendidikan formal dituntut untuk menggunakan metode mengajar yang tertentu. Pada pendidikan nonformal dapat menggunakan metode mengajar tertentu walaupun tidak selalu. Persyaratan bagi pengajar : Pengajar pada pendidikan formal harus mempunyai kewenangan yang didasarkan ijazah dan diangkat untuk mengajar dalam suatu tugas tertentu. Pengajar pada pendidikan nonformal tidak selalu mempunyai ijazah sebagai pengajar. Pada pendidikan informal tidak ada persyaratan ijazah dan surat pengangkatannya. Administrasi : Pada pendidikan formal administrasi diatur secara sistematis dan sama untuk setiap tingkat sekolah. Pada pendidikan nonformal administrasi ada tetapi tidak begitu uniform (seragam). pada pendidikan informal administrasi tidak ada. Ditinjau dari segi sejarah berdirinya : Pendidikan formal berdiri paling akhir, disusul pendidikan nonformal. Sedang pendidikan informal ada sejak manusia ada dan tenjadi proses transformasi nilai dan orang dewasa ke anak. ORGANISASI ORANG TUA MURID Dari uraian tersebut di alas dapat diketahui bahwa antara keluarga ada hubungan yang erat. Hubungan yang erat antara keluarga dan sekolah itu disebabkan secara hukum mempunyai tanggung jawab

3 bersama terhadap pendidikan anak secara kodrat pendidikan anak memang merupakan tanggung jawab orang tua, tetapi secara hukum pemenintah/negara juga bertanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Di samping orang tua dan pemerintah masih ada lagi yaitu masyarakat. Oleh karena itu masyarakat dan pemerintah mendirikan sekolah. Masyarakat mendirikan sekolah swasta dan pemenintah mendirikan sekolah negeri. Tiap-tiap permulaan tahun ajaran baru maka berduyuni-duyun anak usia sekolah membanjiri sekolah, dan taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Peran orang tua dalam pendaftaran siswa baru pada tiap-tiap tingkat dan jenis sekolah tergantung pada usia anak. Pada pendidikan pra sekolah dan pendidikan dasar orang tua bersama anaknya mendaftarkan anak untuk menjadi murid baru di sekolah. Pada Sekolah Menengah Pertama peran orang tua sudah berkurang anak sendiri yang mendaftarkan diri. Akhirnya pada perguruan tinggi anak sendinilah yang mendaftarkan diri sebagai mahasiswa baru. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi penyerahan tanggung jawab pendidikan dari orang tua kepada sekolah baik negeni maupun swasta. Sebab kemampuan dan waktu untuk melaksanakannya tugas ini memang terbatas. Oleh orang tua yang kebetulan guru SD ia pun juga menyekolahkan anak pada suatu SD tertentu. Setelah anak menyelesaikan pendidikan pada suatu tingkat atau jenis pendidikan maka sekolah mcnyerabkan kembali anak-anak yang diasuhnya kepada orang tua siswa. Oleh karena itu setiap akhir tahun tiap sckolah dan pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi mengadakan pelepasan siswa-siswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikari di sekolah tersebut. Setelah menyerahkan anaknya pada sekolah tertentu, tidak berarti orang tua bebas dan tanggung jawab terhadap keberhasilan pendidikan anaknya pada sekolah tersebut. Oleh karena itu dirasa perlu untuk membentuk suatu wadah dalam bentuk organisasi orang tua dalam rangka ikut bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Di pihak lain sekolah menyadari bahwa guru juga perlu mengetahui latar belakang kehidupan anak. Oleh karena itu perlu dijalin hubungan yang erat antara guru dan orang tua. Onang tua perlu memberikan penjelasan tentang latar belakang anak dan keluarganya kepada guru atau sekolah agar pendidikan anaknya dapat berjalan dengan lancar dan berhasil dengan memuaskan. Guru perlu berkomunikasi dengan orang tua siswa berbagai cara perlu ditempuh untuk mengadakan komunikasi dengan orang tua umpama kunjungan kerumah anak, meminta orang tua datang kesekolah, mengadakan pertemuan orang tua munid dengan guru dan sebagainya. PENGARUH KELUARGA TERHADAP PENDIDIKAN DI SEKOLAH Dari uraian tersebut di atas kita telah mengetahui bahwa ada hubungan yang erat antara keluarga dan sekolah. Pendidikan dalam keluarga merupakan dasar pada pendidikan di sekolah. Beriyamin S. Bloom (1976) menyatakan bahwa lingkungan keluarga dan faktor-faktor luar sekolah yang telah secara luas berpengaruh terhadap siswa. Siswa-siswa hidup di kelas pada suatu sekolah relatif singkat, sebagian besar waktunya dipergunakan siswa untuk bertempat tinggal di rumah. Keluarga telah mengajarkan anak berbahasa, kemampuan untuk belajar dari orang dewasa dan beberapa kualitas dan kebutuhan berprestasi, kebiasaan bekerja dan perhatian terhadap tugas yang merupakan dasar terhadap pekerjaan di sekolah. Dari uraian ini dapat diketahui lebih lanjut bahwa kecakapan-kecakapan dan kebiasaan di rumah merupakan dasar bagi studi anak di sekolah. Suasana keluarga yang bahagia akan mempengaruhi masa depan anak baik di sekolah maupun di masyarakat, dalam lingkungan pekerjaan maupun dalam lingkung keluarga kelak (Sikun Pribadi, 1981, p. 67). Dari kutipan ini dapat diketahui bahwa suasana dalam kelaurga dapat mempengaruhi kehidupan di sekolah. Menurut Erikson yang dikutip oleh Sikun Pribadi (1981) bahwa pendidikan dalam keluarga yang berpengaruh terhadap kehidupan anak di masa datang ditentukan oleh (1) rasa aman, (2) rasa otonomi, (3) rasa inisiatif. Rasa aman ini merupakan periode perkembangan pertama dalam perkembangan anak. Perasaan aman ini perlu diciptakan, sehingga anak merasakan hidupnya aman dalam kehidupan keluarga.

4 Rasa aman yang tertanam ini akan menimbulkan dari dalam diri anak suatu kepercayaan pada diri sendini. Anak yang gagal mengembangkan rasa percaya diri ini akan menimbulkan suatu kegelisahan hidup, ia merasa tidak disayangi, dan tidak mampu menyayangi. Fase perkembangan yang kedua adalah rasa otonomi (sense of autonomy) yang terjadi pada waktu anak berumur 2 sampai 3 tahun. Orang tua harus membimbing anak dengan bijaksana agar anak dapat mengembangkan kesadaran, bahwa ia adalah pribadi yang berharga, yang dapat berdiri sendiri dan dengan caranya sendiri ia dapat memecahkan persoalan yang ia hadapi. Kegagalan pembentukan rasa otonomi, suatu sikap percaya pada diri sendiri dan dapat berdiri sendiri akan menyebabkan anak selalu tergantung hidupnya pada orang lain. Setelah ia memasuki bangku sekolah ia selalu harus dikawal oleh orang tuanya. Ia selalu tidak percaya diri sendiri untuk menghadapi persoalan yang dihadapi di sekolah. Pada fase perkembangan ketiga disebut perkembangan rasa inisiatip (sense of initiative) yaitu pada umur 4 sampai 6 tahun. Anak harus dibiasakan untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam lingkungan keluarga. Sebab dengan dibiasakan menangani masalah hidupnya maka anak akan mengembangkan inisiastipnya dan daya kreatifnya dalam rangka menghadapi tantangan hidupnya. Jika orang tua selalu membantu dan bahkan melarang anaknya untuk mengerjakan sesuatu hal maka inisiatif dan daya kreasi anak akan lemah dan akan mempengaruhi hidup anak dalam belajar di sekolah. Pengaruh kualitas pengasuhan anak dan kondisi lingkungan dengan perkembangan kemampuan anak : Levine dan Hagighurst (1984, p. 169.179) melaporkan hasil penelitian. Anak yang tingkat kondisi IQ rendah dari suatu rumah yatim piatu dengan kondisi yang menyedihkan sebagian kemudian diasuh dalam rumah yatim piatu yang kondisi baik dengan penyelenggaraan program-program perawatan yang baik. Setelah satu tahun anak dari dua lingkungan yatim piatu tersebut dites intelegensi. Dari hasil tes intelegensi diperoleh hasil bahwa IQ anak dipelihara dalam rumah yatim piatu dalam kondisi yang menyedihkan IQ-nya teap bahkan ada yang menurun, scdang anak yang diasuh dalam kondisi rumah yatim piatu yang baik IQ naik. Setelah belajar di sekolah anak-anak diasuh dalam kondisi yang baik berhasil memperoleh ijazah pendidikan tinggi. Pengaruh fasilitas hidup dalam keluarga dan rumah tangga terhadap perkembangan kognitif : Keluarga lapisan bawah, lapisan menengah dan lapisan atas memiliki fasilitas yang berbeda-beda. Keluarga lapisan bawah fasilitas yang kurang lengkap bila dibanding keluarga lapisan menengah dan lapisan atas. Kelengkapan fasilitas mempunyai dampak yang positif terbadap pengembangan kognitif anak yang belajar di sekolah. Pengaruh besamya keluarga terhadap kemamuan intelektual : Dari hasil-hasil penelitian dilaporkan bahwa besarnya keluarga berkorelasi negatif terhadap kemampuan intelektual Dari hasil penelitian diketahui bahwa makin besar jumlah keluarga makin rendah kemampuan intelektual anak. Sebaliknya makin kecil jumlah keluarga kemampuan intelektual makin tinggi. Jika ditambah variabel lapisan keluarga, maka jumlah keluarga yang besar pada lapisan bawah kemampuan intelaktual akan lebih rendah lagi di banding pada keluarga besar pada lapisan menengah Oleh karena makin banyak jumlah anak maka kemampuan intelektual makin rendah apalagi jika ditambah dengan lapisan keluarga rendah (miskin). Pengaruh urutan kelahiran terhadap kemampuan intelektual : Pengaruh urutan kelahiran telah dilaporkan oleh Laosa dan Sigel (1982). Dari hasil penelitian ini diketahui makin menurun urutan kelahiran maka prestasi belajar makin rendah. Umumnya prestasi belajar anak sulung lebih baik daripada prestasi bclajar anak kedua, anak kedua prestasi belajar lebih baik dari anak ketiga dan seterusnya. Pengaruh pekerjaan ibu : Pengaruh antara ibu yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak belum ada kata sepakat. Dari berbagai penelitian ada kecenderungan bahwa prestasi belajar anak dan ibu yang bekerja lebih

pertolongan dan keterangan-keterangan ibu juga mengajar berbagai hal seperti bekerja sama dengan anak lain serta mengembangkan kegiatan anak. membujuk.5 tinggi dari anak dan ibu yang tidak bekerja. fasilitas sekolah. . harapan keluarga. Iran. kualitas keluarga dan sebagaiya. memberi pujian. jumlah siswa dalam kelas dan sebagainya. hasil test menunjukkan sumbangan latar belakang keluarga itu tidak signifikan. Luis M. Clarke dan Stewart meneliti tentang penlakuan ibu dalam hubungan antara ibu dan anak terhadap prestasi belajar siswa menyimpulkan bahwa prestasi belajar anak dipengaruhi oleh hubungan akrab antara ibu dan anak. harapan masyarakat setempat terhadap hasil belajar anak serta sikap mereka terhadap hasil belajar. Mas’oed Abidin Sudah lama kita mendengar ungkapan. Hasil penelitian yang dilaksanakan di India. (3) makin besar dukungan orang tua. atau belajar (muta’alliman). Tetapi pada beberapa penelitian juga menghasilkan bahwa prestasi belajar ibu yang tidak bekenja lebih tinggi dari pada prestasi belajar dari anak ibu yang bekerja. (6) bagi anak laki. pengawasan yang ketat.5% sampai 8. 172173) menyatakan bahwa (1) makin besar dukungan orang tua makin tinggi tingkat perkembangan kognitif anak. pekerjaan dan penghasilan orang tua. Hubungan perlakuan orang tua dengan kemampuan kognitif : Dari hasil penelitian Rollins dan Thomas yang dilaporkan oleh Lewin dan Havighurst (1982. dan larangan atau ancaman dan hukuman. Chile.laki besarnya dukungan orang tua dan kuatnya pengawasan orang tua berkorelasi positif terhadap pencapaian prestasi belajar. Dan sekali jangan menjadi kelompok keempat. Beberapa penelitian juga memasukkan indikator-indikator lain seperti harapan siswa. Jika dikontrol dengan indikator-indikator yang berasal dari sekolah seperti kualitas pengajaran. Pengaruh hubungan akrab antara ayah dan anak juga mempengaruhi kemampuan intelektual anak. p. atau menjadi pendengar (mustami’an). memberi perintah.wordpress. (5) bagi anak perempuan besarnya dukungan dan frekuensi usaha pengawasan orang tua berkorelasi negatif terhadaap pencapaian prestasi akademik. dan Thailand yang dilaporkan oleh Thorndike menjelaskan bahwa latar belakang keluarga itu dapat menjelaskan perubahan prestasi belajar antara 1.7%. Laosa dan Irving Sigel (1982) yang merangkumkan berbagai hasil penelitian juga melaporkan hasil penelitian hubungan orang tua dengan keberhasilan belajar anak. Pergaulan yang akrab antara orang tua ayah dan anak akan mengurangi rasa takut terhadap pengaulan antara anak dengan orang-orang di luar keluarga. makin tinggi kemampuan sosial dan kemampuan instrumental anak.com/2008/05/27/peranan-guru-taman-kanak-kanak/ Peranan Guru Taman Kanak-kanak Dalam Membangun Generasi Islami Oleh : H. Apabila perlakuan tersebut di atas disertai suasana hubungan dan kasih sayang ternyata lebih meningkatkan kemampuan intelektual dari pada penerapan disiplin yang kaku. Pengaruh hubungan akrab anak laki-laki dan ayahnya terhadap prestasi belajar lebih tinggi dari pada pengaruh hubungan akrab antara ayah dan anak putri terhadap prestasi belajar. Status sosial ekonomi ini biasanya mempergunakan indikator pendidikan keluarga. (4) makin kuat tingkat pemaksaan yang diberikan orang tua terhadap anak-anaknya maka makin rendah kemampuan sosialnya. Pengaruh latar belakang keluanga terhadap hasil belajar di sekolah : Menurut John Simmons dan Leigh Alexander (1983) latar belakang keluarga biasanya berkaitan dengan status sosial ekonomi keluarga. http://blogminangkabau. ibu memberikan hiburan terhadap anaknya. Dalam hubungan yang akrab itu ibu sering mengajak berbincang-bincang anaknya. “jadilah kamu berilmu yang mengajarkan ilmunya. Oleh karena itu perlu dilacak faktor yang lain yang menyebabkan keragu-raguan tersebut di atas umpama jenis kerja dari ibu. (2) makin kuat pemaksaan yang diberikan oleh orang tua maka makin rendah perkembangan kognitif anak.

Para remaja cenderung bergerak menjadi generasi buih yang terhempas dipantai menjadi dzurriyatan dhi’afan. selama tiga dasawarsa 1967-1997 pernah mengalami pertumbuhan ekonomi yang semu secara pesat. persaingan keras dan kompetitif. terutama pada generasi muda (para remaja). “Sudahkah kita siap menghadapi perubahan zaman yang cepat dan penuh tantangan ini?” Semua elemen masyarakat sangat berkewajiban mempersiapkan generasi baru yang siap bersaing dalam era global tersebut. Pemahaman ini sangat perlu ditanamkan tatkala kita mulai melangkah ke alaf baru. Peran Guru adalah sesuatu pengabdian mulia dan tugas sangat berat. (b). Alaf baru ini diyakini hadir dengan tantangan global yang tidak bisa di cegah. · diperparah oleh hilangnya tokoh panutan. komunikasi serba efektif. berakibat ketahanan bangsa akan lenyap dengan lemahnya remaja. (d). tidak dapat tidak pekerjaan ini memerlukan ketaletenan dan semangat yang prima. menjadi macan Asia bersama: Jepang. akan banyak ditemui limbah budaya kebaratan westernisasi. Penyimpangan prilaku menjadi ukuran atas kemunduran moral dan akhlak.[1] Globalisasi membawa perubahan prilaku. Keberhasilan akan banyak ditopang oleh kearifan yang dibangun oleh kedalaman pengertian serta pengalaman dalam membaca situasi serta upaya membentuk kondisi yang kondusif (mendukung) disekitar kita. atau Millenium Baru yang diawali dengan abad keduapuluh satu. · rusaknya sistim. Generasi buih adalah suatu generasi yang berpeluang menjadi “X-G” the loses generation. Alaf Baru. Bank Dunia memasukkan kedalam “The Eight East Asian Miracle”. mobilitas serba cepat dan modern. Singapura. Thailand. . Tugas itu berat. budaya. Penyebab utama karena. pola dan politik pendidikan. ditandai : (a). ekonomi. · impotensi dikalangan pemangku adat. Globalisasi menjanjikan pula harapan dan kemajuan seperti pertumbuhan ekonomi yang pesat. · luputnya tanggung jawab lingkungan masyarakat. Korea Selatan. Masyarakat. Hilangnya kendali para remaja. tidak berani ikut serta didalam berlomba melawan gelombang samudera globalisasi. Alaf Baru. Pertanyaan yang segera meminta jawaban adalah.6 yang tidak memiliki aktifitias keilmuan sama sekali. berilmu dan mampu mengamalkan ilmunya. kerluarga. karena umat hanya mungkin dibuat melalui satu proses pembelajaran dengan pengulangan terus menerus (kontiniutas) serta pencontohan (uswah) yang baik. politik dan bahkan menyangkut setiap aspek kehidupan kemanusiaan. Taiwan. · berkembangnya kejahatan orang tua. sebelum terjadinya krisis ekonomi 1997. Maka. dampaknya masih terasa hingga hingga sekarang. Indonesia sebagai bagian dari Asia Tenggara. serta enggan untuk mendengar”. dunia tak ada jarak seakan global village. Yakni tidak mengajar. Hong Kong. Malaysia. menjadi alat menciptakan kemakmuran. Globalisasi membawa banyak tantangan (sosial. (c). tidak pula belajar. Kemuliaannya terpancar dari keikhlasan membentuk anak manusia menjadi pintar. dan kemaslahatan umat dikelilingnya. untuk kebaikan diri sendiri.

Kesudahannya. · profesi guru dilecehkan. Orientasi pendidikan beranjak dari mempertahankan prestasi kepada orientasi prestise. e. diantaranya . kegemaran berkorupsi. kurangnya idealisme generasi remaja tentang peran dimasa datang. . a. responsif dan kritis terhadap perkembangan zaman. a. Antisipasi. mempunyai adab percakapan ditengah pergaulan. f. d. Sekolahan yang merupakan cerminan idealitas masyarakat tidak bisa dipertahankan. pemisahan kehidupan duniawi dari supremasi agama (sekularistik). Pergeseran budaya dengan mengabaikan nilai-nilai agama telah melahirkan tatanan hidup berpenyakit sosial kronis. Lukman:13-17. c. Akhlaq. Krisis beban institusi pendidikan terlalu besar. tidak demokratis. membelenggu dinamika institusi. pengagungan materia secara berlebihan (materialistik). Krisis solidaritas. Aqidah masyarakat bertauhid namun akhlak tidak mencerminkan akhlak Islami. · bergesernya fungsi lembaga pendidikan menjadi bisnis. pemujaan kesenangan indera mengejar kenikmatan badani (hedonistik). tafaqquh fin-naas. perilaku Sadisme. Ketiga perangai dimaksud merupakan penyimpangan sangat jauh dari budaya luhur. Kaya dimensi dalam pergaulan mencercahkan rahmatan lil ‘alamin menampilkan kecerahan bagi seluruh alam. keijazahan. b. e. Krisis konsep pergeseran pandang (view) cara hidup. guru dan muballig dimimbar kehidupan mengalami kegoncangan wibawa. Krisis kridebilitas dengan erosi kepercayaan. a. c. Integrasi moral yang kuat. dan Krisis moral secara meluas. dalam tatanan kehidupan bermasyarakat a. antara lain . berakhlak dan memiliki penghormatan terhadap orang tua. Prilaku umat juga berubah. akhirnya impoten memikul beban tanggung jawab. dan berpijak pada nilai-nilai ajaran Islam yang universal. dan membesarnya kesenjangan miskin kaya. Krisis nilai. mengamalkan nilai-nilai amar makruf nahi munkar seperti tertera dalam QS. dan ukuran nilai jadi kabur. b. Interaksi dan ekspansi kebudayaan asing bergerak secara meluas. Pergaulan orang tua. yang pada akhirnya berpeluang besar melahirkan Kriminalitas. Melalaikan ibadah. etika individu dan moral sosial berubah drastik. Umat mesti mengantisipasi dengan penyesuaian-penyesuaian agar tidak menjadi kalah.7 · hilangnya wibawa ulama.31. g. seperti . teguh memilih kepentingan bersama dengan ukuran moralitas taqwa. Mengenal kehidupan duniawi yang bertaraf perbedaan. Krisis relevansi program pendidikan mendukung kepentingan elitis non-populis. c. Dalam persaingan dimaksud. b. memacu penguasaan ilmu pengetahuan. c. Memantapkan watak terbuka. d. beberapa upaya semestinya disejalankan dengan . dan kesempatan mendapatkan pendidikan tidak merata. Kadang-kadang sudah mentolerir sesuatu yang sebelumnya disebut maksiat. Pendidikan moral berpaksikan tauhid. Pengaruh budaya asing berkembang pesat.Tuntutan tanggung jawab moral sosial kultural dikekang oleh sisitim dan aturan birokrasi. Pendalaman ajaran agama tafaqquh fid-diin. Perhatian besar terhadap masalah sosial atau umatisasi. Hilangnya keseimbangan moral (dis-equilibrium) menyebabkan krisis-krisis. b. Prilaku luhur bergeser kencang kearah tidak acuh.

yang sangat sesuai dengan fithrah manusia itu. kepada seluruh manusia .Al-Ahzab. mencontohkannya kepada masyarakat lain”. kritis dan dinamis. Islam adalah agama Risalah. Da’wah itu. Rasulullah SAW [3] Untuk itu diperlukan setiap saat meneladani pribadi Muhammad SAW yang berguna sekali membentuk effectif leader di Medan Da’wah. supaya meminta kepadaNya dan persiapan diri untuk kembali kepada-Nya (QS. 33 : 21). Implementasinya akhlaq. Bila penduduk negeri beriman dan bertaqwa dibukakan untuk mereka keberkatan langit dan bumi (QS. Perintah untuk menyeru Allah.7. 33 : 45-46). Setiap mukmin adalah umat da’wah pelanjut Risalah Rasulullah yakni Risalah Islam. Ajakan kepada umat itu. bagaimanapun kecilnya. bila sebab-sebab kejayaan umat terdahulu dikembalikan. “Memulai dari diri sendiri.8 h. dengan petunjuk yang lurus (QS. Iman dan ibadah. Umat yang menjadi harapan masyarakat dunia. secara kontinyu diturunkan oleh Allah SWT seperti. dan penyebaran serta penyiarannya dilanjutkan oleh da’wah. Dakwah Risalah. Pelaksananya setiap muslim. memuat data-data tentang keadaan umat yang akan diajak tersebut. Bertindak atas dasar mengajak orang lain untuk menganutnya. dipadukan dengan kerja sama berdisiplin. Ketahanan umat bangsa terletak pada kekuatan ruhaniyah keyakinan agama dengan iman taqwa dan siasah kebudayaan. Intinya adalah tauhid. b. tidak boleh musyrik. 1990). Maka umat masa kini hanya akan menjadi baik dan kembali berjaya. b) Seruan untuk menyembah Allah.al-A’raf:96). yang ditugaskan kepada Rasul. adalah juga peralatan. daya kreatif dan innovatif. dengan beberapa sikap. 28 : 87). Kita memerlukan generasi yang handal. Perintah untuk melaksanakan tugas-tugas da’wah itu. Generasi Handal. yang ditunjukkan oleh penda’wah pertama. Satu dari peralatan terpenting adalah penguasaan kondisi umat. menuju kepada inti dan isi Agama Islam (QS. a) Supaya menyeru kejalan Allah. Perkembangan kedepan banyak ditentukan oleh peranan remaja sebagai generasi penerus dan pewaris dengan kepemilikan ruang interaksi yang jelas menjadi agen sosialisasi guna menggerakkan kelanjutan survival kehidupan kedepan. (Al Hadist). Al Ahzab. Peta da’wah. Inilah cara yang tepat.Al Qashash. menjadi awal dari ketahanan bangsa. Keberhasilan suatu upaya da’wah (gerak da’wah) memerlukan pengorganisasian (nidzam) (Al Hadist). Yaitu agama yang diberikan Khaliq untuk manusia. memiliki vitalitas tinggi. [4] Perangkat dalam organisasi selain dari orang-orang. . tingkat sosialnya dan juga budaya mereka ini bisa terbaca dalam peta da’wah (Yusuf Qardhawi. a. untuk keselamatan dan kesejahteraan hidup manusia [2]. tidak lain adalah seruan kepada Islam. semestinya meniru watak-watak.

Semestinya dipahami bahwa kekuatan hubungan ruhaniyah (spiritual emosional) dengan basis iman dan taqwa akan memberikan ketahanan bagi umat. g. yang patuh dan taat beragama akan berkembang secara pasti menjadi agen perubahan. kreatif dan dinamik. hakekatnya adalah generasi yang menjaga destiny. Hubungan ruhaniyah ini akan lebih lama bertahan daripada hubungan struktural fungsional. generasi muda (remaja) harus dibina dengan budaya yang kuat berintikan nilai-nilai dinamik yang relevan dengan realiti kemajuan di era globalisasi. yang memberikan motivasi emansipatoris dalam mewujudkan sebuah kemajuan fisik-material. sudah dikenal sejak lama. Generasi masa depan (era globalisasi) yang diminta lahir dengan a. Sepanjang sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Ilmu yang benar membimbing umat kearah amal karya. punya jati diri yang jelas. Dapat diyakini bahwa Akhlak merupakan. . .9 c. motivasi yang bergantung kepada Allah. tidak mudah terbawa arus. Sebagai contohnya ditemui dimana-mana. d. dalam pendirian.buah dari keimanan. memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam sebagai kekuatan spritual. dan menjadi wadah diri dalam menerima ilmu-ilmu lainnya. sangat signifikan bahkan sangat dominan. . Keutuhan budaya bertumpu kepada individu dan masyarakat yang mampu mempersatukan seluruh potensi yang ada. Pendidikan dan Dakwah Mendidik tidak dapat dipisah dari satu gerakan dakwah. lazimnya disebut Madrasah atau Pesantren. tsanawiyah. budaya luhur (tamaddun). khususnya di Minangkabau sejak lama. kreasi. h. terbuka dan transparan).jiwa pendidikan. Madrasah Diniyah Islamiyah. tasawwur (world view) yang integratik dan umatik sifatnya (bermanfaat untuk semua.[5] Pendidikan yang akan dikembangkan adalah pendidikan akhlak. siap bersaing dalam knowledge based society. d.inti ajaran agama. inovasi. Karena itu. i. budi pekerti. Buktinya bertebaran pada setiap daerah. berpaksikan tauhidik. f. individu yang berakhlak berpegang pada nilai-nilai mulia iman dan taqwa. tanpa harus mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan. pemberdayaan pendidikan madrasah sangat besar. Maka akhlak karimah (budi pekerti sempurna) adalah tujuan sesungguhnya dari proses pendidikan. . e. Sumbangan Ummat Islam. c. Generasi baru yang mampu mencipta akan menjadi syarat utama keunggulan. memahami nilai-nilai budaya luhur. bahkan ‘aliyah. b. motivasi yang shaleh (baik). Sumatera Thawalib. e. pengembangan. bahkan sampai kepelosok kampung-kampung. memiliki utilitarian ilmu berasaskan epistemologi Islam yang jelas. baik tingkat awaliyah. Generasi muda akan menjadi aktor utama dalam pentas kesejagatan di alaf (millenium) baru. Prakarsa umat Islam di Indonesia terhadap perguruan Islam. sanggup menghadapi realita baru di era kesejagatan.

dan mulailah dengan apa yang ada. berkapasitas terhadap seluruh aktivitas kehidupan manusia. yaitu merombak kekeliruan ke arah kebenaran. Ekspansi ormas Islam seperti Muhammadiyah. 5 : 3). Fenomena diakhir abad keduapuluh menggambarkan telah terjadi stagnasi yang signifikan. Dalam langkah da’wah Ila-Allah.[6] . merapatkan potensi barisan (shaff). (1). karena yang ada itu sebenarnya sudah amat cukup untuk memulai. taman kanak-kanak Islam) berkembang atas inisiatif masyarakat Muslim ditengah komunitasnya. melalui . “Perjalanan kepada kemajuan” ini tidak perlu ditunggu waktu sampai besok. serta agama yang diridhai (QS. Ada baiknya di pelajari pembentukan efektif leader dari Rasulullah SAW dan ini merupakan salah satu kunci keberhasilan da’wah Rasulullah. Inilah yang dimaksud secara hakiki “perjalanan kepada kemajuan (al madaniyah. merekapun mengerjakan kebaikan-kebaikan” (QS. Begitu mabda’ (prinsip) satu gerak amal yang disebut “harakah Islamiyah” di masa persaingan ketat sekarang. kerjakan dari sekarang mana yang bisa dikerjakan. dengan nilai-nilai Al Qur’an wajib mengemban missi yang berat dan mulia (mission sacre). modernitas)”. Da’wah ini tidak akan berhenti dan akan berkembang terus sesuai dengan variasi zaman yang senantiasa berubah. Perti dan lainnya gesit sekali. Ali Imran. menarik.Al Maidah. setiap muslim berkewajiban menapak tugas tabligh (menyampaikan). sebagaimana arahan Rasulullah “Mulailah dari diri kamu kemudian lanjutkan kepada keluargamu dan kepada lingkunganmu” (Al Hadist). Setiap Muslim harus memulai melakukan perbaikan (ishlah). (2) Islahul-ghairi yaitu perbaikan kualitas terhadap lingkungan menyangkut masalah keluarga. yaitu perbaikan kualitas diri sendiri. berkhidmat. Usaha ini akan menjadi gerakan antisipatif terhadap arus globalisasi negatif pada abad-abad mendatang. Jumlah pendidikan Islam (madrasah. 3 : 104 ). 4 : 125). Begitu suatu natuur-wet (sunnatullah. kebudayaan dan pembinaan alam lingkungan yang dikenal sebagai pembangunan yang bersifat sustainable development atau pengembangan pembangunan yang berkesinambungan. sosial ekonomi. kemudian mengajak (da’wah) kemudian mengwujudkan kehidupan agama yang mendunia (dinulharakah al-alamiyyah). Karena itu setiap Muslim. membuka pintu dialog persaudaraan (hiwar akhawi). Dimulai dengan. An Nisak.10 Menggalang saling pengertian. hubungan sosial masyarakat. mengajak (da’wah) . Gerakan ini membuahkan agama yang mendunia (globalisasi agama). Ishlahun-nafsi. koordinasi sesamanya mempertajam faktor-faktor pendukungnya. yakni orang Muslim. Inilah tugas dan peran “umat da’wah” menurut nilai-nilai Al-Qur’an (QS. Karena buah yang dipetik adalah sesuai dengan bibit yang ditanam. utuh dan terprogram. kemampuan bergaul. = undang-undang alami). mengerjakan amal-amal Islami secara bersama-sama (jamaah). Al-Qur’an telah mendeskripsikan peran agama Allah (Islam) sebagai agama yang kamal (sempurna) dan nikmat yang utuh. Aktualisasi dari nilai-nilai Al-Qur’an itu. Semuanya berkehendak kepada gerak yang kontinyu. Hasilnya tidak mungkin diraih dengan kerja sambilan. mencintai. “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah secara ikhlas. hanya bisa diselesaikan dengan satu gerak amal nyata yang berkesinambungan (kontinyu).

kesadaran tentang perlunya perubahan dan dinamik yang futuristik. · sabar. · Langkah ketiga memantapkan tahapan pelaksanaan aktualisasi secara sistematis (the level of actualization). selalu terbentur dalam pencapaian oleh karena lemahnya metodologi dalam operasional pencapaiannya. mata dan pusar dari learning society. Pemberdayaan Ummat. Harus mampu menjaring peluang-peluang yang ada. atau prinsip ta’awunitas. beberapa model perlu dikembangkan dikalangan para pendidik. terencana mewujudkan keseimbangan dan minat (motivasi) dan gita kepada iptek. sehingga memiliki visi jauh ke depan. bergairah. · Langkah kedua melakukan tahapan perencanaan dengan rangka kerja yang terarah. Setiap Muslim harus jeli (‘arif) dalam menangkap setiap pergeseran yang terjadi karena perubahan zaman ini. yakni pengetahuan agama plus keterampilan. misi. capable. sangat perlu pembentukan kualita pendidik (murabbi) yang sedari awal mendapatkan pembinaan. fungsional. sumber finansial masyarakat dapat dipertanggung jawabkan secara lebih efisien dan peningkatan kualitas pendidikan dapat dicapai.11 Jika kondisinya demikian. Melalui pengembangan ini madrasah bisa menjadi core. Untuk itu. · pemurnian wawasan fikir disertai kekuatan zikir. · perubahan melalui ishlah atau perbaikan. inti. Kita berkewajiban membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi Sumber Daya Umat (SDU) yang bercirikan kebersamaan dengan nilai asas “gotong royong”. Aspek pendidikan dan latihan adalah faktor utama dalam peng-upayaan. Melalui peningkatan ini. · Langkah awal menanamkan kesadaran tinggi (to create the high level awareness). yang menghasilkan anak didik berparadigma ilmu yang komprehensif. Sasarannya. peran serta bagaimana yang dituntut kepada masyarakat ? Rasanya tidak adil kalau pihak pemerintah menuntut lebih banyak dari masyarakat. Pendekatan integratif dengan mempertimbangkan seluruh aspek metodologis berasas kokoh tamaddun yang holistik dan bukan utopis. baik dari segi keuangan maupun organisasi. Membentuk Sumber Daya Ummat. · penajaman visi. sehingga mendorong madrasah menjadi lembaga center of exellence. artinya “jangan sampai kamu melupakan nasib/peranan kamu dalam percaturan hidup dunia (Q. “Laa tansa nashibaka minaddunya”. Bila pendidikan ingin dijadikan modus operandus disamping kurikulum ilmu terpadu dan holistik. Konsep-konsep visi. · mengembangkan keteladanan uswah hasanah. membuat anak didik menjadi terdidik. berkualitas. Langkahnya perlu dengan penggarapan secara sistematik dan pen-dekatan proaktif mendorong terbangunnya proses pengupayaan (the process of empowerment). . Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sumber sumber belajar yang terdapat didalam masyarakat sehingga sistim pendidikan Islam tidak terpisah dan menjadi bagian integral dari masyarakat Muslim keseluruhan. dan memupuk rasa kasih sayang melalui pengamalan warisan spiritual religi. masyarakat belajar. berat sepikul ringan sejinjing. keterampilan dan pemantapan siyasah. khususnya dalam bidang dana dan daya (tenaga pengajar). integrated ditengah masyarakatnya. Peran serta masyarakat dalam pengembangan dengan quality oriented. berjalan. benar. berkualitas unggulan. 28: 77). aktif dan giat) dan juga durable (dapat tahan lama) sesuai perubahan dan tantangan zaman. Dalam pemberdayaan manajemen pendidikan.. yakni dalam peningkatan managemen yang lebih accountable. Segi organisasi lebih menjadi viable (dapat hidup terus.S.

Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Upaya ini dapat dilakukan dengan cara .12 · Menguatkan solidaritas beralaskan pijakan iman dan adat istiadat luhur. pembinaan generasi muda yang akan mewarisi pimpinan berkualiti. Sesuai Firman Allah yang artinya. · memperkokoh peran orang tua. Langkah drastik mencetak ilmuan Muslim yang benar-benar beriman taqwa. nan baik budi nan indah baso” Intensif menjauhi kehidupan materialistis. · menularkan ilmu pengetahuan yang segar dengan tradisi luhur (Apabila sains dipisah dari aqidah syariah dan akhlaq akan melahirkan saintis tak bermoral agama. melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. · fungsionalisasi peranan ninik mamak dan unsur masyarakat secara efektif. maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu selain dari Allah sesudah itu ? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakkal” (QS. karena Allah selalu beserta orang yang beriman. at-Taubah : 40). Pembinaan minat dan wawasan generasi muda kedepan yang bersatu dengan akidah. “dahulu rabab nan batangkai kini langgundi nan babungo. setia. ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabb-mu. “nan kuriak kundi nan sirah sago. maka tidak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu. sesungguhnya Allah beserta kita” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada Muhammad dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya. “Jika Allah menolong kamu. c. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. a. budaya dan bahasa bangsa. diwaktu dia berkata kepada temannya “Janganlah kamu berduka cita. memiliki jati diri.3. Kemenangan hanya disisi Allah. e. integreted inovatif. Khatimah. f. dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Ali “Imran : 160). dan istiqamah pada agama yang dianaut. “Lain syakartum la adzidannakum“. Firman Allah menyebutkan : Artinya. niscaya nikmat itu akan ditambah. Secara sungguh-sungguh mewujudkan masyarakat madani yang berteras kepada prinsip keadilan (equity) sosial yang terang. Kuatkan hati. “(Ingatlah!). c. dahulu adat nan bapakai kini pitih nan paguno”. b. “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya. · memperkaya warisan budaya.9. konsekwensinya ilmu banyak dengan sedikit kepedulian ) · Menanamkan kesadaran. Sungguh suatu nikmat yang wajib disyukuri. Al-Anfal : 9-10).8. yaitu ketika orang kafir (musyrikin Makkah) mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua. Dan Allah tidak menjadikannya (mengirimkan bantuan itu). padu dan lasak. jika Allah membiarkan kamu (tidak memberikan pertolongan). a. Mengasaskan agama dan akhlak mulia sebagai dasar pembinaan generasi muda. (QS. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. tanggung jawab terhadap hak dan kewajiban asasi individu secara amanah . Sesuai Firman Allah Artinya. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. pembinaan human capital melalui keluasan ruang gerak mendapatkan pendidikan. b. ibu bapak . d. Langkah Kedepan. cinta dan rasa tanggung jawab patah tumbuh hilang berganti · menanamkan aqidah shahih (tauhid). bila kamu mampu menjaga nikmat Allah (syukur). · memulai dari lembaga keluarga dan rumah tangga. lalu diperkenankan-Nya bagimu : “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang dating berturut-turut”. Allah akan menolong setiap orang yang membantunya.

tampaknya jauh panggang dari api. populasi ini akan mencapai 500 juta (Adi Sasono. . tetapi tidak mengindahkan pengaturan (organisasi) senantiasa akan di kalahkan oleh yang bathil tetapi dijalankan terorganisir. 13 : 35). syarak bersendi Kitabullah. tidak beku dan tidak bersifat bersitegang. semoga Allah senantiasa membimbing kita dengan Hidayah-Nya. Allah menghendaki. 1994). [6] Merosotnya peran kelembagaan pendidikan madrasah di Minangkabau dalam bentuk surau. Cides. Maka. at Taubah. Sayang sekali. sementara Amerika dan Uni Eropa hanya berkesempatan menikmati tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata 2. [4] Menurut bimbingan Rasulullah bahwa al haqqu bi-laa nizham yaghlibuhu al baathil bin-nizam bermakna bahwa yang hak sekalipun. Budaya adalah wahana kebangkitan bangsa. negara-negara Asean menikmati pertumbuhan rata-rata 7-8 % pertahun. untuk mencerdaskan umat dan menanamkan budi pekerti (akhlak Islami). [3] (Mohammad Natsir. apabila mereka telah kembali kepadanya. menjadi tugas para Rasul sebelumnya. supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.7 % kekayaan dunia. kukuh ekonomi · bijak memilih prioritas pada yang hak sebagai nilai puncak budaya Islam yang benar. Bila mimpi ini menjadi kenyataan. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kekuatan budayanya. umumnya berkiprah dikampung halaman setelah selesai menuntut ilmu. Tausiyah 24 tahun Dewan Dakwah. Semuanya didorong oleh pengamalan Firman Allah. 3 : 104). 1997). atau APEC. memulainya dari akar rumput. Ditegaskan dalam kalimat sederhana tapi padat. Menjadi sempurna dan lengkap dengan keutusan Muhammad. “Tidak sepatutnya bagi orang Mukmin itu pergi semuanya kemedan perang. pertumbuhan ekonomi ini tidak dapat dipelihara. amin. Pemberdayaan potensi masyarakat digerakkan secara maksimal dan terpadu untuk menghidupkan pendidikan Islam. manusia (umat) menjadi penerus dan pelaksana da’wah itu terus menerus sepanjang masa (QS. diperkirakan tahun 2003 saat memasuki AFTA.5 sampai 3 % pertahun. ayat 122). Kalau kita tidak hati-hati keadaan akan bergeser menjadi “Capitalism Imperialism” menggantikan “Colonialism Imperialis” yang sudah kita halau 50 tahun silam. Sesuatu akan selalu indah selama benar. Populasi Asean sekarang 350 juta. bersama-sama dengan masyarakat. apa artinya semua ini? Kita akan menjadi pasar raksasa yang akan diperebutkan oleh orang-orang di sekeliling. Da’wah kita adalah Da’wah Ila-Allah). Amerika dan Uni Eropa hanya 39. dengan mendirikan sekolah-sekolah agama. Jakarta 1992. [2] Tugas seperti ini. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam ilmu pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya. elastis. [1] Dalam bidang ekonomi ini. dimana termimpikan kawasan ini akan menguasai 50. Maka scenario pertumbuhan untuk tahun 2019. bahwa da’wah kita adalah Da’wah Ila-Allah (QS. seiring dengan berlakunya kaedah adat bersendi syarak. Ali Imran.IX. Demikianlah.” (QS. luwes.13 · penyayang dan adil dalam memelihara hubungan harmonis dengan alam · melazimkan musyawarah dengan disiplin dan teguh politik. [5] Para thalabah lulusan madrasah dan pendidikan sistim surau. Dengan “Capitalism Imperialism” kita akan terjajah di negeri sendiri tanpa kehadiran fisik si penjajah. Ar-Ra’d. Bangsa kita akan dihadapkan pada “Global Capitalism”.3% dan selebihnya 10 % dikuasai Afrika dan Amerika Latin (Data Deutsche Bank. Media Dakwah. mendorong para elit untuk mengadopsi istilah pondok pesantren yang semula nyaris diidentikkan dengan perguruan tradisional di Jawa. kelestarian Agama ini dengan kemampuan mudah.

Tau di nan Ampek H Baroen bin Ja’koeb.com/ » http://pustaka. Beberapa program yang dapat diterapkan di Taman Kanak-kanak dalam rangka menanamkan dan mengembangkan perilaku moral anak di antaranya dengan bercerita. Minangkabau. serta sikap dan kebiasaan makan. « Pasan Rang Gaek (3). Demikian pula. Masyarakat Adat. yaitu premoral. Kegiatan Belajar 2 Pengembangan Kemampuan Kepribadian/Moral bagi Anak Taman Kanak-kanak . informal. PAUD. . Orientasi moral diidentifikasikan dengan moral position atau ketetapan hati. Penanaman moral kepada anak usia Taman Kanak-kanak dapat dilakukan dengan berbagai cara dan lebih disarankan untuk menggunakan pendekatan yang bersifat individual. dan program pembiasaan lainnya. keteladanan.php?menu=bmpshort_detail2&ID=287 PGTK2102 Metode Pengembangan Moral dan Nilai-Nilai Agama Rangkuman Mata Kuliah MODUL 1 POLA ORIENTASI MORAL ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Pola Orientasi Moral Anak Taman Kanak-kanak Pada usia Taman Kanak-kanak anak telah memiliki pola moral yang harus dilihat dan dipelajari dalam rangka pengembangan moralitasnya. cara berpakaian dan berpenampilan. Seorang guru Taman Kanak-kanak harus memperhatikan tahapan hetero-nomous karena pada tahapan ini anak masih sangat labil.14 By Buya Masoed Abidin.id/puslata/online. dan mudah terpengaruh. 2008 at 4:16 pm. seorang manusia dalam perkembangan moralnya melalui tahapan heteronomous dan autonomous. Moralitas anak Taman Kanak-kanak dan perkembangannya dalam tatanan kehidupan dunia mereka dapat dilihat dari sikap dan cara berhubungan dengan orang lain (sosialisasi). Tidak ada Komentar Komentar tulisan or leave a trackback: Trackback URL. Komentar.ac. serta pembiasaan yang terus-menerus. dan agamis. bermain peran. sikap dan perilaku anak dapat memperlancar hubungannya dengan orang lain. http://www. under Buya Masoed Abidin. bernyanyi. mudah terbawa arus. yaitu sesuatu yang dimiliki seseorang terhadap suatu nilai moral yang didasari oleh cognitive motivation aspects dan affective motivation aspects. Cinta. conventional dan autonomous. Sedangkan menurut Piaget. Education. Pendidikan. Sumatera Barat.ut. Kesatuan Bangsa.kotogadang-pusako. demokratis. oleh A Ikhdan Nizar Sutan Diateh. Suluah Bendang di Nagari. proses latihan. persuasif. Anak Taman Kanak-kanak secara teori berada pada fase pertama dan kedua. on Mei 27. mengucapkan sajak. Menurut John Dewey tahapan perkembangan moral seseorang akan melewati 3 fase. Mereka sangat membutuhkan bimbingan. guru diharapkan memperhatikan kedua karakteristik tahapan perkembangan moral tersebut. Oleh sebab itu.

Misalnya. Puncak yang diharapkan dari tujuan pengembangan moral anak Taman Kanak-kanak adalah adanya keterampilan afektif anak itu sendiri. yaitu cara heteronomous (usia 4-7 tahun ). serta mengembangkan kesadaran anak akan hak dan tanggung jawabnya. di mana anak menganggap keadilan dan aturan sebagai sifat-sifat dunia (lingkungan) yang tidak berubah dan lepas dari kendali manusia dan cara autonomous (usia 10 tahun keatas) di mana anak sudah menyadari bahwa aturan-aturan dan hukum itu diciptakan oleh manusia. perkembangan moral anak usia prasekolah berada pada level/tingkatan yang paling dasar. mengenalkan dan menghargai perbedaan di lingkungan tempat anak hidup. kognitif dan bahasa. Tidak ada salahnya kita sisipkan pendidikan multikultur kepada anak usia Taman Kanak-kanak sesuai dengan tingkat dan pemahaman mereka. serta dalam mematuhi.15 Perkembangan moral dan etika pada diri anak Taman Kanak-kanak dapat diarahkan pada pengenalan kehidupan pribadi anak dalam kaitannya dengan orang lain. Ada 4 area perkembangan yang perlu ditingkatkan dalam kegiatan pengembangan atau pendidikan usia prasekolah. Guru Taman Kanak-kanak harus menguasai strategi pengembangan emosional. dan harapan yang dicita-cita oleh komunitas manusia itu sendiri. guru Taman Kanak-kanak perlu untuk senantiasa mengadakan penelitian tentang pengembangan dan inovasi dalam bidang pendidikan bagi anak usia prasekolah. melaksanakan/ menentukan pilihan. MODUL 2 TAHAP PERKEMBANGAN MORAL ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Tahapan Perkembangan Moral Anak Taman Kanak-kanak Ruang lingkup tahapan/pola perkembangan moral anak di antaranya adalah tahapan kejiwaan manusia dalam menginternalisasikan nilai moral kepada dirinya sendiri. Pertimbangan moralnya didasarkan pada akibat-akibat yang bersifat fisik dan hedonistik. sosial emosional. Pada tingkatan ini anak belum menunjukkan internalisasi nilai-nilai moral. mengenalkan peran gender dengan orang lain. kepribadian. Juga. yaitu penalaran moral prakonvensional. MODUL 3 DISONANSI MORAL Kegiatan Belajar 1 Disonansi Moral . Kegiatan Belajar 2 Perkembangan Moral Anak Indonesia Anak Indonesia memiliki perkembangan moral yang tidak jauh berbeda dengan anak di dunia pada umumnya. sosial. yaitu keterampilan utama untuk merespon orang lain dan pengalaman-pengalaman barunya. Menurut Kohlberg. mempersonalisasikan dan mengembangkannya dalam pembentukan pribadi yang mempunyai prinsip. Hal yang bersifat substansial tentang pengembangan moral anak usia Taman Kanak-kanak di antaranya adalah pembentukan karakter. tantangan yang dihadapi. dan perkembangan sosialnya. menyikapi/menilai. moral dan agama bagi anak Taman Kanakkanak. atau melakukan tindakan nilai moral Menurut Piaget anak berpikir tentang moralitas dalam 2 cara/tahap. Faktor-faktor pembentuk munculnya perbedaan moral manusia diantaranya kenyataan hidup. yaitu perkembangan fisik. Masalah yang paling penting dalam pendidikan moral bagi anak Indonesia adalah bagaimana upaya kita sebagai seorang guru Taman Kanak-kanak agar setiap perbedaan yang muncul dapat kita arahkan menjadi suatu materi pendewasaan sikap dan perilaku anak dalam sosialisasinya. serta memunculkan perbedaan-perbedaan dalam kehidupan teman disekitarnya.

keyakinan diri dan mitos. penentuan waktu dan jumlah hukuman. peringatan atau isyarat. kerutinan dan kebiasaan. Peranan guru dan orang tua dalam hal ini adalah sebagai pengontrol dan pengendali perilaku dan sikap anak didik kita. kekerabatan dan keluarga. Lawan dari Disonansi Moral adalah Resonansi. meminta. menentukan batasbatas aturan. serta pengetahuan tentang konteks sosial kultural di mana anak hidup. Disonansi kognitif muncul karena adanya rasa lebih tahu segalanya. ras dan kesukuan. mengalihkan perhatian. sugesti. nasionalisme dan sebagainya. merasa lihai dalam memberikan argumentasi. yaitu apa yang diketahui tentang proses belajar dan perkembangan anak. . Disonansi personal muncul didorong oleh kebutuhan dan kepentingan diri. perjanjian. yang justru mengukuhkan/menekankan adanya gema atau getar nilai. hadiah. Ego. Kegiatan Belajar 2 Penyebab Disonansi Moral Munculnya disonansi pada diri manusia disebabkan adanya beberapa faktor penyebab. menggunakan akibat yang wajar dan alamiah. Hal yang perlu menjadi bahan pemahaman para guru dan orang tua dalam rangka menentukan pendekatan yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar adalah pengetahuan tentang teknik membentuk tingkah laku anak. memecahkan perselisihan. dikenal adanya istilah Disonansi Moral yang berarti gema. Menurut Freud. disonansi sosio politis dan disonansi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan pola modernisasi. serta keyakinan dalam proses pendidikan maupun kehidupan. Keterbukaan dalam komunikasi. dalam proses pendidikan yang mereka jalani. keteladanan. minat dan kebutuhan setiap individu anak di dalam kelompoknya. atau echo yang ada pada diri manusia yang bersifat melemahkan suara hati dan prinsip-prinsip. menantang. mengabaikan. Teknik-teknik itu meliputi teknik memahami. menimpakan hukum. tugas dan jabatan. pola hidup dan pola pikir yang rasional. disonansi personal. diri manusia memiliki struktur psikologis yang bertugas mengalirkan dorongandorongan atau energi psikis yang ada. mengetahui cara/jalan keluarnya jika suatu saat perbuatannya diketahui. memuji. dan peningkatan persaingan telah menjadi masalah kehidupan yang harus kita cermati bersama dalam menyelamatkan anak didik kita masing-masing. Struktur ini berfungsi sebagai mediator (perantara) atau dorongan dan perilaku seseorang. materialisme. Peranan resonansilah yang patut kita tekankan dalam kegiatan pendidikan yang perlu kita disain bersama. dan keadaan darurat. Dalam teori penanaman moral dan etika. apa yang diketahui tentang kekuatan. daya tarik kehidupan sosial.16 Hakikat anak sebagai manusia pada umumnya memiliki 3 tenaga dalam. Disonansi sosio politis dimungkinkan oleh adanya faktor ideologi. merubah lingkungan rumah. yaitu Id. individualisme. kebiasaan dan budaya. seperti disonansi kognitif. menghadapkan suatu problem. Pendidikan akan sangat berarti bagi anak didik jika mampu membuahkan hasil yaitu adanya perubahan sikap dan perilaku ke arah positif. membentuk. norma dan moral yang telah diketahui seseorang dari proses pendidikan sebelumnya. dan hasrat untuk sukses dan kesenangan. MODUL 4 BERBAGAI PENDEKATAN PENGEMBANGAN MORAL BAGI ANAK TAMAN KANAKKANAK Kegiatan Belajar 1 Pendekatan Pengembangan Moral Bagi Anak Taman Kanak-kanak Setiap tindakan guru atau orang tua dalam melakukan suatu kegiatan pendidikan seyogyanya dilandasi oleh keputusan profesional yang diambil berdasarkan informasi dan pengetahuan yang sekurangkurangnya meliputi 3 hal. ketergesaan. peningkatan mobilitas dan pengendoran integritas manusia. mengajak. Sebagai guru Taman Kanak-kanak Anda harus mencermatinya agar dapat memberikan motivasi untuk mengarahkan pada kegiatan yang positif. serta menggunakan pengendalian secara fisik. dan Super Ego yang akan memberikan pengaruh untuk melakukan berbagai kegiatan positif maupun negatif.

dan moralitas agar anak dapat menjalani hidup sesuai dengan norma yang dianut masyarakat. guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. Metode-metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia Taman Kanak-kanak (TK) untuk kepentingan pengembangan dan pembelajaran moral dan agama anak di antaranya: bercerita. kurikulum berbasis komptensi. latihan hidup tertib dan teratur. dan melatih anak untuk dapat menjaga diri sendiri.17 Kegiatan Belajar 2 Macam-macam Pendekatan dan Metode untuk Pengembangan Moral Anak Taman Kanak-kanak Untuk pengembangan nilai dan sikap anak dapat dipergunakan metode-metode yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan-kebiasaan yang didasari oleh nilai-nilai agama. Dalam menentukan suatu pendekatan dan metode yang akan dipergunakan pada program kegiatan anak. menggunakan boneka. Pancasila. menanamkan sikap tenggang rasa dan toleransi. MODUL 5 STRATEGI DAN CONTOH PENYUSUNAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN MORAL ANAK TAMAN KANAK-KANAK PENANAMAN SERTA Kegiatan Belajar 1 Materi Inti dan Contoh Penyusunan Perencanaan Penanaman dan Pengembangan Moral Anak Taman Kanak-kanak Program pembentukan perilaku merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan ada dalam kehidupan sehari-hari anak di Taman Kanak-kanak. merangsang sikap berani. bernyanyi. karyawisata. dan sebagainya. menggunakan ilustrasi buku gambar (story telling). kemampuan bermasyarakat dan disiplin. dan menu pembelajaran anak usia dini memiliki substansi ruang lingkup kajian sebagai berikut. Ada beberapa macam cara bercerita yang dapat dipergunakan antara lain guru dapat membacakan langsung dari buku (story reading). Melalui program ini diharapkan anak dapat melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik. dan bermain peran dalam suatu cerita. latihan pengendalian emosi. aturan dalam melatih sosialisasi. Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai pada aspek pengembangan moral dan nilai-nilai agama adalah kemampuan melakukan ibadah. bertanggung jawab. Pembentukan perilaku melalui pembiasaan yang dimaksud meliputi pembentukan moral Agama. bangga dan bersyukur. Kegiatan Belajar 2 Penyusunan Strategi dalam Pengembangan Moral Anak Taman Kanak-kanak Pengembangan dan pendidikan moral bagi anak Taman Kanak-kanak berdasarkan GBPKB TK. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. menggunakan papan flannel. MODUL 6 ALAT PENILAIAN DALAM PENGEMBANGAN MORAL ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Alat Penilaian dalam Pengembangan Moral Anak . perasaan/emosi. mengucapkan sajak. Tujuan dari program pembentukan perilaku adalah untuk mempersiapkan anak sedini mungkin dalam mengembangkan sikap dan perilaku yang didasari oleh nilai-nilai moral agama dan Pancasila.

dan peduli terhadap segala aturan agama yang diajarkan kepadanya. terbiasa. agar mereka menjadi orang-orang yang kuat. dalam rangka meningkatkan mutu pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan metode tersebut dimasa yang akan datang. dan kesesuaian. Alat pendukung tersebut adalah: pengamatan (observasi) dan pencatatan anekdot pemberian tugas meliputi tes perbuatan dan pertanyaan lisan sebagai latihan mengungkapkan gagasan dan keberanian berbicara. yang keberadaannya sangat strategis untuk menumbuhkan jiwa keagamaan kepada anak-anak. Kegiatan Belajar 2 Potret. pendidikan yang merupakan kunci dalam membentuk kehidupan manusia ke arah peradabannya menjadi sesuatu yang sangat strategis dalam mencapai tujuan itu semua. keterampilan dan jasmani saja. mendidik. Oleh karena itu. Penilaian yang dilakukan guru merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan belajar. kita perlu menentukan alat penilaian yang tepat dengan kondisi anak yang sesungguhnya. diprogram dan diarahkan dengan sempurna . Pendidikan nilai-nilai keagamaan merupakan pondasi yang kokoh dan sangat penting keberadaannya.18 Penilaian bertujuan untuk mengetahui ketercapaian kemampuan yang telah ditetapkan dalam Garisgaris Besar Program Kegiatan Belajar Taman Kanak-kanak. namun aspek keagamaan pun seharusnya menjadi salah satu pokok pengembangan dan pembinaan yang harus dikelola. Nilai-nilai keagamaan ini pun dikehendaki agar dapat menjadi motivasi spiritual bagi bangsa ini dalam rangka melaksanakan sila-sila pertama dan sila berikutnya dalam kehidupan bermasyarakat. dan jika hal itu telah tertanam serta terpatri dalam setiap insan sejak dini. tidak dapat diketahui secara rinci apakah tujuan pengembangan aspek perilaku dan moralitas anak dapat dicapai secara maksimal. baik yang menggunakan metode bercakap-cakap. Tidak hanya perkembangan bahasa. daya pikir. bercerita. berkesinambungan. kemajuan. dan Target Anak Taman Kanak-kanak dalam Belajar Nilai-nilai Keagamaan Setiap potensi apapun yang muncul dari anak seyogianya kita kembangkan dengan jelas dan terprogram dengan baik. Hasil penilaian kualitas keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Pada saat kita akan melakukan penilaian dalam berbagai hal termasuk di dalamnya menilai perkembangan moral. hal ini merupakan awal yang baik bagi pendidikan anak bangsa untuk menjalani jenjang pendidikan selanjutnya. Penilaian hasil belajar anak didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. memberikan masukan kepada guru untuk membuat keputusan pembelajaran. berbangsa dan bernegara. kebermaknaan. maupun bermain peran. berorientasi pada proses dan tujuan. Prinsip-prinsip penilaian adalah menyeluruh. MODUL 7 PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Esensi Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan Anak Taman Kanak-kanak Taman Kanak-kanak merupakan lembaga pendidikan yang pertama. Kegiatan Belajar 2 Macam-macam Strategi Perencanaan Penilaian dalam Pengembangan Moral Anak Usia Taman Kanakkanak Untuk mengekspresikan proses kegiatan belajar. Penilaian perlu dilaksanakan agar guru Taman Kanak-kanak mendapat umpan balik tentang kualitas keberhasilan dalam kegiatan anak yang diarahkan untuk pengembangan perilaku dan moralitas secara keseluruhan. Tanpa adanya penilaian. guru perlu melakukan penilaian atau evaluasi. Hakikat. dan perbaikan hasil belajar anak didik secara berkesinam-bungan. Bangsa ini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. objektif.

Secara khusus penanaman nilai-nilai keagamaan bagi anak Taman Kanak-kanak adalah meletakkan dasar-dasar keimanan. anak usia Taman Kanak-kanak terkadang belum mampu bersikap dan bertindak konsisten. akhlak. dekorasi dan keindahan rumah ibadah. rutinitas. Mereka banyak meniru dari apa yang pernah dilihatnya sebagai sebuah pengalaman belajar. aspek fisik. yaitu sebagai fungsi adaptasi. peragaan. Misunderstand: anak akan mengalami salah pengertian dalam memahami suatu ajaran agama yang banyak bersifat abstrak. Target dalam mengembangkan nilai-nilai keagamaan kepada anak Taman Kanak-kanak adalah diharapkan mampu mewarnai pertumbuhan dan perkembangan dari diri mereka. akal pikiran. kepribadian/budi pekerti yang terpuji dan kebiasaan ibadah sesuai dengan kemampuan anak. Kita harus tetap melakukan pendekatan progresif dan penyadaran jiwa dan kepribadian mereka. Verbalis dan Ritualis: kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan nilai-nilai agama pada diri mereka dengan cara memperkenalkan istilah. memperagakan. Sehingga diharapkan akan muncul suatu dampak positif yang berkembang meliputi fisik. Kegiatan Belajar 2 Sifat-sifat Pemahaman Anak Taman Kanak-kanak pada Nilai-nilai Keagamaan Sifat-sifat pemahaman anak usia Taman Kanak-kanak terhadap nilai-nilai keagamaan pada saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di antaranya: Unreflective: pemahaman dan kemampuan anak dalam mempelajari nilai-nilai agama sering menampilkan suatu hal yang tidak serius. perasaan kejiwaan. Tidak mampu memahami konsep agama dengan mendalam. Perhatian anak terhadap nilai-nilai dan pemahaman agama akan muncul manakala mereka sering melihat dan terlibat dalam upacara-upacara keagamaan. bermain sambil belajar. yaitu aspek usia. Rasa keagamaan dan nilai-nilai keagamaan akan tumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan psikis maupun fisik anak. . Seperti memberi latihan menghafal. yaitu faktor pembawaan (internal) dan lingkungan (eksternal). otoaktivitas. bacaan. dan sebagainya Imitative: anak banyak belajar dari apa yang mereka lihat secara langsung. dan aspek psikis anak. Anak lebih terfokus pada hal-hal yang menguntungkan dirinya. Mereka melakukan kegiatan ibadah pun dengan sikap dan sifat dasar yang kekanak-kanakan. MODUL 8 RUANG LINGKUP PENGEMBANGAN NILAI-NILAI AGAMA BAGI ANAK TAMAN KANAKKANAK Kegiatan Belajar 1 Ruang Lingkup Pengembangan Nilai-nilai Agama Bagi Anak Taman Kanak-kanak Berdasarkan GBPKB TK pengembangan nilai-nilai agama untuk anak Taman Kanak-kanak berkisar pada kegiatan kehidupan sehari-hari. mengucapkan. kebebasan dan prinsip keterkaitan dan keterpaduan. Ada 3 aspek yang harus diperhatikan dalam menetapkan tujuan penanaman nilai-nilai keagamaan kepada anak Taman Kanak-kanak.19 Kaitannya dengan hakikat belajar anak Taman Kanak-kanak pada nilai-nilai keagamaan. Dengan demikian guru dan orang tua harus memperhatikan sifat-sifat tersebut untuk kepentingan menentukan pendekatan pembelajaran yang tepat buat anak. dan ungkapan yang bersifat agamis. Egocentris: dalam mempelajari nilai-nilai agama. ritual orang tua dan lingkungan sekitar ketika menjalankan peribadatan. seharusnya kita pahami bahwa hal itu harus berorientasi pada fungsi pendidikan di Taman Kanak-kanak itu sendiri. fungsi pengembangan dan fungsi bermain. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan nilai-nilai keagamaan pada diri anak. yaitu prinsip pengamatan. dan kemampuan sosialisasinya diwarnai dengan nilai-nilai keagamaan. estetika. Penyelenggaraannya pun harus sesuai dengan 6 prinsip.

maka perlu didukung oleh unsur keteladanan dari orang tua dan guru. dan kegiatan penutup . Untuk perencanaan harian guru diharapkan membuat SKH yang merupakan penjabaran dari SKM. mengikuti sajian materi yang akan disampaikan dengan menetapkan pola kurikulum spiral. Perencanaan dapat diartikan sebagai suatu aktivitas pemikiran. sehingga membutuhkan waktu dan penanganan khusus. Perencanaan kegiatan harian terdiri dari kegiatan pembukaan. kegiatan inti. perkiraan penyusunan suatu rancangan kegiatan yang menggambarkan hal-hal yang harus dikerjakan. SKM merupakan langkah pertama dalam membuat rencana pembelajaran di Taman Kanak-kanak. menikmati dan mau mengikuti dengan antusias. Untuk tujuan tersebut dalam pelaksanaannya guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran secara bertahap dan menyusun program kegiatan seperti program kegiatan rutinitas. metode dan penilaian. media. Satuan kegiatan harian harus mengandung unsur kegiatan. program kegiatan terintegrasi dan program kegiatan khusus. dan cara mengerjakannya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Enjoyable: pengajaran materi dan materi yang dipilih diupayakan mampu membuat anak senang. kegiatan makan/istirahat. Mudah ditiru: materi yang disajikan dapat dipraktekkan sesuai dengan kemampuan fisik dan karakter lahiriah anak Ada beberapa prinsip dasar dalam rangka menyampaikan materi pengembangan nilai-nilai agama bagi anak Taman Kanak-kanak di antaranya: penekanan pada aktivitas anak sehari-hari pentingnya keteladanan dari lingkungan dan orang tua/keluarga anak kesesuaian dengan kurikulum spiral prinsip developmentally appropriate practice (DAP) prinsip psikologi perkembangan anak prinsip monitoring yang rutin MODUL 9 STRATEGI DAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Strategi dan Perencanaan Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan di Taman Kanak-kanak Dalam rangka mencapai keberhasilan pembentukan kepribadian anak agar mampu terwarnai dengan nilai-nilai agama. yang berkaitan dengan kegiatan rutin anak sehari-hari dan sangat dibutuhkan untuk kepentingan aktivitas anak. muatan materi pembelajarannya harus bersifat: Aplikatif: materi pembelajaran bersifat terapan. Kegiatan rutinitas merupakan kegiatan harian yang dilaksanakan secara terus menerus namun terprogram dengan pasti. waktu. Perencanaan dapat dimasukkan/disisipkan melalui pembuatan SKH dan SKM dengan pendekatan terpadu. Kegiatan Belajar 2 Perencanaan Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan pada Taman Kanak-kanak Dalam pengembangan nilai-nilai agama.20 Kegiatan Belajar 3 Pokok-pokok Materi Pengembangan Nilai Keagamaan pada Anak Taman Kanak-kanak Dalam proses pembinaan dan pengembangan nilai-nilai agama bagi anak usia Taman Kanak-kanak. serta yang dapat dilakukan anak dalam kehidupannya. Sedangkan kegiatan khusus merupakan program kegiatan yang pelaksanaannya tidak dimasukkan atau tidak harus dikaitkan dengan pengembangan bidang kemampuan dasar lainnya. kemampuan. disain perencanaan menjadi sesuatu yang sangat esensial. Kegiatan terintegrasi adalah kegiatan pengembangan materi nilai-nilai agama yang disisipkan melalui pengembangan bidang kemampuan dasar.

Upaya tersebut didasarkan pada prinsip developmentally appropriate practice dan prinsip enjoyable. Upaya yang dapat dilakukan oleh orang tua dan guru dalam rangka mengembangkan cinta belajar pada diri anak adalah sebagai berikut: kasih sayang perlindungan dan perawatan. sikap. Oleh sebab itu. Alternatif inovasi dalam rangka meningkatkan efektifitas kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik adalah perlu adanya kurikulum terpadu (integrated curriculum). belajar bersikap adalah belajar nilai. pendekatan pembelajaran terpadu (integrated learning). belajar aktif. menyiapkan kurikulum yang komprehensif. Adapun yang melatar belakangi esensi inovasi dalam bidang pengembangan pembelajaran adalah munculnya berbagai kendala dan kelemahan serta kekuranglengkapan yang ada di lingkungan penyelenggara pendidikan di Taman Kanak-kanak. dan keyakinan. dan hari terpadu (integrated day). dan adanya kesinambungan antar satu program pengembangan dengan program lainnya.21 MODUL 10 PENDEKATAN INOVATIF UNTUK PENGEMBANGAN NILAI-NILAI AGAMA BAGI ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Pendekatan Inovatif untuk Pengembangan Nilai-nilai Agama bagi Anak Taman Kanak-kanak Pengembangan nilai-nilai agama di Taman Kanak-kanak berkaitan erat dengan pembentukan perilaku manusia. serta pembelajaran yang berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak MODUL 11 MACAM-MACAM PENDEKATAN UNTUK PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN Kegiatan Belajar 1 Macam-macam Pendekatan Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan . diperlukan berbagai inovasi pengembangan yang komprehensif sesuai dengan perkembangan dan kemampuan anak didik. dan belajar moral di usia dini. Untuk melaksanakan program pembelajaran nilai-nilai agama tersebut guru harus mempelajari berbagai pendekatan yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak didik. waktu yang diberikan kepada anak lingkungan belajar yang kondusif. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan inovasi pendekatan dan pengembangan nilai-nilai agama pada anak Taman Kanak-kanak adalah sebagai berikut: berorientasi pada kebutuhan anak belajar melalui bermain kreatif dan inovatif lingkungan yang kondusif mernggunakan pembelajaran terpadu mengembangkan keterampilan hidup menggunakan berbagai media dan sumber belajar. dan belajar proses. Kegiatan Belajar 2 Prinsip-prinsip Inovasi untuk Pengembangan Nilai-nilai Agama Anak Taman Kanak-kanak Beberapa inovasi pendekatan pembelajaran termasuk dalam mengembangkan nilai-nilai agama bagi anak Taman Kanak-kanak antara lain: pengalaman belajar.

bercakap-cakap. Hal-hal yang harus tercantum dalam format pembelajaran nilai-nilai keagamaan adalah: tema. data yang dikumpulkan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan anak pada saat melakukan proses pembelajaran. tes tertulis. penugasan melalui tes perbuatan. Untuk menjaring data hasil belajar. penampilan anak. kelas/semester. Instrumen yang dapat Anda digunakan untuk penilaian di Taman Kanak-kanak dengan memperhatikan sifat dan karakteristiknya adalah hasil kerja anak (portofolio) yang meliputi hasil karya. metode/teknik. Kegiatan Belajar 2 Petunjuk Penggunaan Instrumen Penilaian Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan Anak Taman Kanakkanak Alat penilaian yang digunakan untuk menilai bidang pengembangan nilai-nilai agama adalah sebagai berikut: pengamatan (observasi) dan pencatatan anekdot (anecdotal record). MODUL 12 INSTRUMEN PENILAIAN UNTUK PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Instrumen Penilaian dalam Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan Anak Taman Kanak-kanak Penilaian itu menekankan pada proses pembelajaran. karyawisata. media pendukung. Oleh sebab itu. pemberian tugas dan keteladanan serta bernyanyi. Karakteristik penilaian yang ideal adalah dilaksanakan selama dan sesudah pembelajaran berlangsung. demonstrasi dan catatan observasi. jenis kegiatan. pekerjaan rumah. Metode dan pendekatan ini berfungsi sebagai nilai untuk mencapai tujuan. KBM. menggunakan langkah-langkah kegiatan standar dan mengacu pada tujuan dan hasil belajar yang nyata/riil (authenthic assessment). hasil belajar. berorientasi pada anak. demonstrasi. kinerja anak. pertanyaan lisan dan menceritakan kembali. . proyek. Kegiatan Belajar 2 Contoh Desain Macam-macam Pendekatan Pembelajaran Nilai-nilai Keagamaan bagi Anak Taman Kanak-kanak Penyusunan disain pembelajaran nilai-nilai keagamaan ini harus mempertimbangkan berbagai hal diantaranya: kesesuaian tingkat perkembangan dan kebutuhan anak.22 Untuk mengembangkan nilai-nilai keagamaan pada diri anak. karakteristik anak. terintegrasi dan dapat digunakan sebagai feed back. Pembelajaran konstekstual melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif. berkesinambungan. nilai/kemampuan yang hendak dikembangkan. target kompetensi. diperlukan berbagai macam metode dan pendekatan. fasilitas/media. Beberapa model pendekatan yang sesuai dengan karakteristik dunia anak Taman Kanak-kanak antara lain: bermain peran. dan penilaian yang meliputi lembar observasi dan waktu penilaian. mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi. karya wisata. Dalam menentukan pendekatan. refleksi dan penilaian sebenarnya. Pembelajaran konstekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata anak dan mendorong anak membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. hasil penugasan. bisa digunakan untuk formatif performasi. antara lain adalah: konstruktivisme. guru perlu mempertimbangkan berbagai hal seperti tujuan yang hendak dicapai. situasi dan tema/sub tema yang dipilih. kompetensi dasar. dan format observasi. pola kegiatan. Anda dapat menggunakan hal-hal yang bisa memberikan masukan penilaian prestasi anak seperti: hasil dari kegiatan/ proyek. indikator. bercerita. subtema.

Montessori. PEMBAHASAN Tokoh pendidikan anak usia dini. Masa ini juga masa yang paling penting dalam masa perkembangan anak. pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. perlu adanya suatu program pendidikan yang didisain sesuai dengan tingkat perkembangan anak. terlebih dahulu dilaporkan perkembangan anak secara umum untuk tiap-tiap program pengembangan. kita jadikan ruang kelas sebagai ajang kreaktif bagi anak dan menjadikan mereka kerasan dan secara psikologis nyaman. B. tidak selalu demikian yang terjadi. Mencermati perkembangan anak dan perlunya pembelajaran pada anak usia dini. Untuk laporan secara lisan dapat dilaksanakan dengan bertatap muka dan mengadakan hubungan atau informasi timbal balik antara pihak TK dan orang tua/wali dari si anak. Secara singkat dapat dikatakan bahwa materi maupun metodologi pendidikan yang dipakai dalam rangka pendidikan anak usia dini harus benar-benar memperhatikan tingkat perkembangan mereka. anak harus diperlakukan sesuai dengan tahap-tahap perkembangannya. bahkan cenderung ekstrim. bergerak bebas.jugaguru. bernyanyi.23 Hal-hal yang dapat dicatat guru sebagai bahan penilaian adalah: anak-anak yang belum dapat menyelesaikan tugas dan anak-anak yang dapat menyelesaikan tugas dengan cepat. dan 2) metode pendidikan yang dipakai. mental maupun spritual. kebiasaan/perilaku anak yang belum sesuai dengan yang diharapkan dan kejadian-kejadian penting yang terjadi pada hari penulisan pelaporan hasil penilaian pada laporan perkembangan anak. Banyak contoh yang menunjukkan betapa para orang tua dan masyarakat pada umummnya memperlakukan anak tidak sesuai dengan tingkat perkembangananya. karena setiap periode perkembangan juga mengemban tugas perkembangan tertentu. Tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan masa-masa yang sangat baik untuk suatu formasio atau pembentukan. Untuk lebih jelasnya dalam makalah ini dikemukan bagaimana Mantessori mendisain program pembelajaran untuk anak usia dini. Oleh sebab itu. Kita perlu kembalikan ruang kelas menjadi arena bermain. mengatakan bahwa ketika mendidik anak-anak. 19 Desember 2008 17:13:20 Oleh: Harizal Kasubdit Harlindung PTK-PNF IMPLEMENTASI KONSEP MONTESSORI PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Kategori: Insan Peduli PTKPNF (39459 kali dibaca) A. PENDAHULUAN Anak bukanlah orang dewasa dalam ukuran kecil.com/column/all/tahun/2008/bulan/12/tanggal/19/id/849/ Kolom Jumat. Menyikapi perkembangan anak usia dini. Memperhatikan tingkat perkembangan berarti pula mempertimbangkan tugas perkembangan mereka. http://www. di sekolah guru sering memberikan tekanan (preasure) tidak sesuai dengan tahap perkembangan anak. di berbagai media cetak/elektronika tekanan ini lebih tidak terbatas lagi. baik secara fisik. tampaklah bahwa ada dua hal yang perlu diperhatikan pada pendidikan anak usia dini. kita hendaknya ingat bahwa mereka adalah individu-individu yang unik dan akan berkembang sesuai dengan kemampuan mereka sendiri. Tugas kita sebagai orang dewasa dan pendidik adalah memberikan sarana dorongan belajar dan memfasilitasinya ketika mereka telah siap untuk mempelajari sesuatu. Hanya saja. Sebelum uraian (deskripsi). yakni: 1) materi pendidikan. Di dalam keluarga orang tua sering memaksakan keinginannya sesuai kehendaknya. dalam praktik pendidikan sehari-hari. Di dalam keluarga dan pendidikan demokratis orang tua dan . Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 1 menegaskan bahwa.

kegiatan pembelajaran dan pendidikan itu bagaikan kegiatan-kegiatan yang disengaja namun sekaligus alamiah seperti bermain di “taman”. Bayipun harus dikenalkan pada orang-orang di sekitarnya. Anak bertumbuh kembang dengan baik kalau mendapatkan perlakuan kasih sayang. dan menciptakan sesuatu. baik dan tepat bagi setiap orang tua dan pendidik yang terlibat pada proses pembentukan ini. Karena perkembangan mental usia-usia awal berlangsung cepat. Menurut Montessori. Rentang usia tiga sampai enam tahun. Oleh karena itu. semakin memiliki kepekaan indrawi. Tentu juga dipengaruhi seberapa baik dan sehat orang tua berperilaku dan bersikap terhadap anak-anak usia dini. Ki Hadjar Dewantara menganjurkan agar dalam pendidikan. Pada tahun-tahun awal ini anak-anak memiliki periode-periode sensitive atau kepekaan untuk mempelajari atau berlatih sesuatu. pelatihan kebiasaan secara alami. Pada umur 2-4 tahun anak ingin bermain. Hal yang menarik. anak memperoleh pendidikan untuk mencerdaskan (mengembangkan) pikiran. siang. berminat pada benda-benda kecil. Anak-anak yang mengalami suasana kekeluargaan yang hangat. terutama dalam kosa kata. melakukan penjelajahan. inilah periode yang tidak boleh disepelekan. bertanya. akrab. dan mulai menyadari adanya urutan waktu (pagi. anak juga mengalami kemajuan pesat dalam penguasaan bahasa. bercakap-cakap). Sebagian besar anak-anak berkembang pada asa yang berbeda dan membutuhkan lingkungan yang dapat membuka jalan pikiran mereka. Di taman kanakkanak. sore. mengetahui. Pada masa ini anak mengalami kemajuan pesat dalam keterampilan menolong dirinya sendiri dan dalam keterampilan bermain. Tapi sekolah kita belum memiliki based line data yang holistik yang dapat memberikan berbagai informasi tentang perkembangan behavior dan kesulitan belajar anak terhadap berbagai subkompetensi materi sulit. suarasuara. baik di rumah maupun di sekolah. benda-benda. anak memiliki kepekaan sensoris dan daya pikir yang sudah mulai dapat “menyerap” pengalaman-pengalaman melalui sensorinya. khususnya pada usia sekitar 4 tahun memiliki kepekaan menulis dan pada usia 4 – 6 tahun memiliki kepekaan yang bagus untuk membaca. asah (memahirkan). akan berkembang menjadi anak yang bahagia dan sehat. paling tidak ada beberapa tahap perkembangan sebagai berikut: Sejak lahir sampai usia 3 tahun. Seluruh sistem geraknya sudah lentur. melakukan latihan berkelompok. Pembelajaran Pada Taman kanak-Kanak Anak taman kanak-kanak termasuk dalam kelompok umum prasekolah. Masa usia 2 – 4 tahun. anak-anak juga ingin mandiri dan tak banyak lagi mau tergantung pada orang lain. Ki hadjar Dewantara. dan pendidikan yang meningkatkan keterampilan. serta mendapatkan bimbingan dengan penuh kasih sayang. pendidikan untuk mencerdaskan hati (kepekaan hati nurani). . Usia setengah tahun sampai kira-kira tiga tahun. untuk berjalan maupun untuk banyak bergerak yang semi rutin dan yang rutin. asuh (membimbing).24 pendidik berusaha memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan yang dibutuhkan oleh anak. terjadilah kepekaan untuk peneguhan sensoris. Informasi ini sangat diperlukan untuk melakukan treatmen secara berjenjang tentang perkembangan anak sejak usia dini sampai mereka dewasa (SLTA). Montessori yakin bahwa pendidikan dimulai sejak bayi lahir. Bagaikan keluarga yang sedang mengasuh dan membimbing anak-anak secara alamiah sesuai dengan kodrat anak di sebuah taman. damai. memahami perkembangan anak usia dini. gerakan-gerakan otot mulai dapat dikoordinasikan dengan baik. Metode pembelajaran yang sesuai dengan tahun-tahun kelahiran sampai usia enam tahun biasanya menentukan kepribadian anak setelah dewasa. sangat meyakini bahwa suasana pendidikan yang baik dan tepat adalah dalam suasana kekeluargaan dan dengan prinsip asih (mengasihi). pengasuhan yang penuh pengertian dan dalam situasi yang damai dan harmoni. menirukan. Perkembangan Anak Usia Dini Banyak pendapat dan gagasan tentang perkembangan anak usia dini. mulai memiliki kepekaan bahasa dan sangat tepat untuk mengembangkan bahasanya (berbicara. sering mengulangi perbuatan yang diminatinya dan melakukan secara wajar tanpa rasa malu. diajak bercanda dan bercakap-cakap agar mereka berkembang menjadi anak yang normal dan sehat. malam). Pendapat Mantessori ini mendapat dukungan dari tokoh pendidkan Taman Siswa. Tokoh pendidikan ini sangat menekankan bahwa untuk usia dini bahkan juga untuk mereka yang dewasa.

sebagai berikut: a. hangat serta bersifat demokratis. menawarkan kesempatran untuk menjalin hubungan social melalui interaksi yang bebas d. penuh dengan permainan dan keceriaan. dan sekitar 20 % pada usia 5 tahun.menulis. penghayatan moral dan sopan santun • Mengembangkan keterampilan dasar untuk membaca. Yang penting adalah strategi pengalaman belajar dan ketepatan mengemas pembelajaran yang menarik. bukan dengan hafalan setiap aspek kurikulum melibatkan pemikiran Montessori. Salah satu hal yang dibutuhkan untuk dapat meningkatkan perkembangan kecerdasan anak adalah suasana keluarga dan kelas yang akrab. Pada usia enam tahun. atauran pengucapan didapat melalui pengenalan pola. tidak disajikan oleh guru e. suasana riang. melakukan berbagai tugas yang mendorong anak untuk memikirkan tentang hubungan dengan orang lain c. kita dapat juga mengajarkan menulis. diperlukan adanya pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak yang selalu “dibungkus” dengan permainan. melompat. dikte dengan belajar mengetik. Bahkan terbukti bahwa pengalaman belajar di taman kanak-kanak dengan kemampuan membaca memadai akan sangat menunjang kemampuan belajar pada tahun-tahun berikutnya. membaca dan berhitung pada usia dini. membaca. sesuai dengan kemampuan. berhitung dengan segala pekerjaan rumahnya yang melebihi kemampuan anak-anak. enteng. Oleh karena itu. • Membangun sikap yang sehat terhadap diri sendiri • Belajar menyesuaikan diri dengan teman sebaya • Mengembangkan peran sosial sebagai lelaki atau perempuan • Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan dalam hidup sehari-hari • Mengembangkan hati nurani. keterampilan dan pembiasaan yang tidak sederhana lagi seperti paksaan untuk membaca. Sambil belajar mengetik anak-anak belajar mengeja. 80 % aktifitas bebas dan 20 % aktifitas yanag diarahkan guru b. Montessori memberikan gambaran peran guru dan pengaruh lingkungan terhadap perkembangan kecerdasan. pada umumnya anak-anak telah mengalami perkembangan dan kecakapan bermacam-macam keterampilan fisik. mempesona. Setelah apada usia 2-3 tahun mengalami perkembangan yang cepat. menangkap. 6 % pada usia empat tahun. melempar. matematika dan berhitung • Mengembangkan diri untuk mencapai kemerdekaan diri. enteng tanpa membebani dan merampas dunia kanak-kanak mereka. bernyanyi dan menari. dalil-dalil ditemukan sendiri. seorang sosiolog dan pendidik. Bukan pendekatan pembelajaran yang penuh dengan tugas-tugas berat.25 Sehubungan dengan ciri-ciri di atas maka tugas perkembangan yang diemban anak-anak adalah: • Belajar keterampilan fisik yang diperlukan untuk bermain. menulis. mengatakan bahwa pada usia 3-5 tahun. Dengan adanya tugas perkembangan yang diemban anak-anak. anak-anak dapat diajari menulis. sejauh memungkinkan. apalagi dengan tingkat pengetahuan. tingkat perkembangan dan kepekaan belajar mereka. Pada usia lima tahun pada umumnya anak-anak baik secara fisik maupun kejiwaan sudah siap untuk belajar hal-hal yang semakin tidak sederhana dan berada pada waktu yang cukup lama di sekolah. Mereka sudah dapat melakukan gerakan-gerakan seperti meloncat. meyakini bahwa kehidupan tahun-tahun awal merupakan tahun-tahun yang paling kreaktif dan produktif bagi anakanak. menulis dan membaca. Pendapat Montessori ini didukung oleh Moore. Pada umumnya mereka juga sudah dapat naik sepeda mini atau sepeda roda tiga. sekaligus menawarkan . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada sekitar 2 % anak yang sudah belajar dan mampu membaca pada usia 3 tahun. dan menghindar. Kadang-kadang untuk anak-anak tertentu keterampilan-keterampilan ini telah dikuasainya pada usia 4-5 tahun. Ada suatu penelitian di Amerika yang menyimpulkan bahwa kenyataannya anak-anak dapat belajar membaca sebelum usia 6 tahun.

Guru dan orang tua hendaknya memberikan jawaban yang wajar. The sensorial area membuat anak mampu untuk mengurut. Memperhatikan tingkat perkembangan berarti pula mempertimbangkan tugas perkembangan mereka. karena mereka sedang membutuhkan kemerdekaan dan perhatian. Perlu diingat juga bahwa minat anak pada sesuatu itu tidak berlangsung lama. suka menyelidiki sesuatu. Banyak penelitian menyatakan bahwa orang-orang yang cerdas dan berhasil pada umumnya berasal dari keluarga yang demokratis. dengan tetap memberikan pengertian kalau mereka melakukan kesalahan atau kegagalan. lebar. perawatan lingkungan. titik.6 tahun tingkat perkembangan fisik anak berkembang sangat cepat. masa. anak-anak akan berkembang emosi dan intelektualnya. karena itu guru dan orang tua harus pandai menciptakan kegiatan yang bervariasi dan tidak menerapkan disiplin kaku dengan rutinitas yang membosankan.26 kesempatan untuk menjalin hubungan sosial melalui interaksi yang bebas. melatih rasa syukur dan saling menghormati. 3. pada taman kanak-kanak perlu dibuat adanya arena bermain yang dilengkapi dengan alat-alat peraga dan alat-alat keterampilan lainnya. menyaksikan dan menyentuh sesuatu objek. Materi maupun metodologi pendidikan yang dipakai dalam rangka pendidikan anak usia dini harus benar-benar memperhatikan tingkat perkembangan mereka. Practical life memberikan pengembangan dari tugas organisasional dan urutan kognisi melalui perawatan diri sendiri. Untuk memfasilatasi tingkat perkembangan fisik anak. guna lebih memacu perkembangan fisik sekaligus perkembangan psikis anak terutama untuk kecerdasan. Dengan kasih sayang yang diterima. Anak pada masa ini juga akan berkembang kecerdasannya dengan cepat kalau diberi penghargaan dan pujian yang disertai kasih sayang. yaitu: a. mengklasifikasi dan menerangkan impresi sensori dalam hubungannya dengan panjang. anak sangat senang kalau diberikan kesempatan untuk menentukan keinginannya sendiri. Pada masa usia 2 – 6 tahun. dan aktif. anak-anak akan jauh lebih mudah mengerti dan mencapai hasil belajar dengan mampu memanfaatkan atau menerapkan apa yang telah dipelajari. warna. suka berpergian (menjelajah alam dan tempat). Kukrikulum pada pendidikan anak usia dini didesain berdasarkan tingkat perkembangan anak. dan koordinasi dari pergerakan fisik. KESIMPULAN Dalam mengimplementasikan konsep Montessori terhadap program pendidikan bagi anak usia dini perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. mangadakan penyelidikan bersama-sama. Hal ini ditandai antara lain dengan adanya relasi dan komunikasi yang hangat dan akrab. . Sampai pada usia ini. dan lainlain. tak pernh diam dan berpangku tangan. karena pada usia 2. b. karena setiap periode perkembangan juga mengemban tugas perkembangan tertentu. Montessori menganjurkan perlu adanya area yang berbeda mewakili lingkungan yang disediakan. dan pada umur tersebut anak-anak perlu dikenalkan dengan fasilitas dan alat-alat untuk bermain. C. Dalam proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan uji coba (trial and error). Pada masa ini juga mencul rasa ingin tahu yang besar dan menuntut pemenuhannya. Ingat keterampilan tangan adalah jendela menuju pengetahuan. mengalami dan melakukan sesuatu . yang penting adalah pemberian pujian dan penghargaan secara wajar. Kompetensi akademis merupakan alat untuk mencapai tujuan. suka melakukan uji coba.dan manipulasi dilihat sebagai materi yang berguna untuk poengembangan diri anak. anak-anak masih suka meniru segala sesuatu yang dilakukan orang tuanya. 2. Mereka terdorong untuk belajar hal-hal yang baru dan sangat suka bertanya dengan tujuan untuk mengetahui sesuatu. . temperatur.

D. Tugas pentingnya adalah untuk menyediakan dasar yang awal dan umum.Pd (2004) dengan penerbit Rineka Cipta. Grasindo. Jakarta.com/2009/10/23/membaca-buku-metode-pengajaran-anak-tk/ Membaca Buku Metode Pengajaran Anak TK Omjay Ketika menjadi Nara sumber PTK di RRI Padang Seperti biasanya. kajian tentang grammar. dan kesusesteraan anak-anak..wijayalabs. dkk. dan berbagai prestasi yang memungkinkan anak-anak untuk menghubungkan antara bunyi dan simbul huruf. Dasar ini akan membuat anak-anak mampu untuk mendapatkan pengetahuan dan keahlian yang lebih spesifik dalam kehidupan sekolah mereka. Moeslichatoen R.. dan memorisasi dari fakta dasar d. DAFTAR PUSTAKA Atkitson. sekolah dan komunitas. 1986 Steven Carr Reuben. 1983.L. Cultural activies membawa anak-anak untuk mengetahui dasar-dasar geografis. sehingga bisa mencari solusi ketika harus meneliti di kelasnya sendiri dalam rangka menemukan potensi unik anak didiknya. Inc. Ph. . Peranan Ibu Bapak Mendidik Anak. fisik dan akademis dari seorang anak. 2004 (Harizal) http://www. dimana di dalamnya termasuk tingkah laku yang positif terhadap sekolah. R.. Theo Riyanto FIC. Ada hal yang menarik setelah saya membaca buku metode pengajaran di taman kanak-kanak karangan Dra. Bandung: Angkasa . Pendidikan Pada Usia Dini. Saya pun serasa mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat. e. Musik. urutan operasi. Children of Character. Guru harus paham betul karakteristik anak TK. seorang guru TK perlu memperhatikan tujuan program belajar dan ruang lingkup kegiatan belajar anak TK. a parent guide. dan seni lainnya merupakan bagian dari kurikulum terintegrasi. disiplin diri dan rasa tanggung jawab anggota kelas lainnya. Introduction to Psychology. Henry N.27 c. membaca. Mathematics memanfaatkan pemanipulasian materi agar anak mampu untuk menginternalisasi konsep angka. Membaca adalah sebuah kegiatan yang harus dilakukan siapapun dia. sejarah dan ilmu sosail.. saya selalu merencanakannya dengan membaca buku terlebih dahulu. 4.. Lingkungan pendidikan anak usia dini menggabungkan fungsi psiko-sosial. dramatisasi. M. kebiasaan untuk berinisiatif. Language art yang di dalamnya termasuk pengembangan bahasa lisan. dan mengekpresikan pemikiran mereka melalui menulis.. symbol. kemampuan untuk mengambil keputusan. New York: Harcourt Brace Javanovich. Siahan. tulisan. Apalagi bila dia harus membagikannya kepada orang lain dalam bentuk kegiatan seminar atau workshop. Santa Monica: Canter and Associates. Dalam bukunya beliau menuliskan bahwa dalam pengajaran di Taman Kanak-kanak (TK). Keahlian dasar dalam menulis dan membaca dikembangkan melalui penggunaan huruf dari kertas. dkk. bila saya diundang untuk menjadi nara sumber dalam memberikan materi pelatihan penelitian tindakan kelas (PTK). kata-kata dari kertas pasir. Ich... Dari membaca buku inilah banyak hal baru yang saya ketahui. 1997. inner security.

Sangat menarik dan membuat saya menjadi lebih tahu bahwa tidak mudah menjadi guru. Oleh karena itu. Sebab selama ini. perlu digunakan metode pengajaran yang sesuai bagi pendidikan anak TK. dan jasmani. Selalu menerapkan 5S dalam kesehariannya. Murid TK Sedang Menari Tarian Padang Ada hal penting yang harus dikuasai oleh guru TK agar dapat memahami kemampuan unik anak didiknya. disiplin. yaitu Senyum. dan sabar. Kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki oleh anak yang mengalami perkembangan seusia TK adalah sebagai berikut: • Berkembang menjadi pribadi yang mandiri • Belajar memberi. daya cipta.28 Murid-Murid TK di Kota Padang bermain Angklung Tujuan program kegiatan belajar TK adalah membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap. Untuk mencapai tujuan itu. banyak guru TK yang tidak atau belum mengetahui metode pengajaran dan hanya sekedar mengajar tanpa mengetahui ilmunya. Bila anda ingin mendalami lebih dalam tentang metode pembelajaran di taman kanak-kanak. perasaan/emosi. dan kemampuan bermasyarakat. Apalagi guru TK yang harus sabar dan menyayangi anak-anak. Bersyukurlah menjadi guru! Salam Blogger persahabatan Omjay . bila mendapatkan guru seperti ini. sapa. Menarik sekali isi buku ini. Sedangkan ruang lingkup program kegiatan belajar TK meliputi pembentukan perilaku melalui pembiasaan dalam pengembangan moral pancasila. daya pikir. syukur. salam. Metode atau cara yang digunakan dalam pembelajaran itu antara lain menggunakan: Metode bermain anak TK Metode karyawisata anak TK Metode bercakap-cakap anak TK Metode demonstrasi bagi anak TK Metode Proyek bagi anak TK Metode bercerita bagi anak TK Metode pemberian tugas bagi anak TK Ketujuh metode itu biasa digunakan dalam metode pengajaran di taman kanak-kanak. agama. berbagi. saya sarankan anda membeli buku ini. Biasanya materi ini diberikan kepada calon guru yang mengikuti PGTK (Pendidikan Guru Taman kanak-kanak) setingkat program D2 dalam mata kuliah Pengelolaan kelas dan disain pembelajaran. dan memperoleh kasih sayang • Belajar bergaul dengan anak lain • Mengembangkan pengendalian diri • Belajar bermacam-macam peran orang dalam masyarakat • Belajar untuk mengenal tubuh masing-masing • Belajar menguasai keterampilan motorik halus dan kasar • Belajar mengenal lingkungan fisik dan mengendalikannya • Belajar menguasai kata-kata baru untuk memahami orang/anak lainnya • Mengembangkan perasaan positif dalam berhubungan dengan lingkungan Kesepuluh kemampuan dasar itulah yang harus sudah ditanamkan pada anak usia TK. dibutuhkan berbagai metode pengajaran atau pembelajaran agar apa yang direncanakan guru dapat membantu anak menguasai dasar kemampuan di atas. dan daya cipta anak didik untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. dan akan segera saya sharingkan kepada teman-teman guru TK. Wah bisa bahaya perkembangan anak kita. pengetahuan keterampilan. keterampilan. serta pengembangan kemampuan dasar melalui kegiatan yang dipersiapkan oleh guru meliputi pengembangan kemampuan berbahasa.

433960 Peran perawat yang dimaksud adalah cara untuk menyatakan aktifitas perawat dalam praktik dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya yang diakui dan diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab Perubahan pola interaksi merupakan “Dasar” dalam merencanakan metode untuk meningkatkan kemampuan adaptasinya. Pendidikan aspek-aspek psikologis dalam pelaksanaan bimbingan konseling Bimbingan dan Konseling Peran Regulasi Dan Standardisasi Dalam Pembangunan Next 458 reads Bimbingan dan Konseling anak keluarga. PERANAN AGAMA DALAM BIMBINGAN KONSELING: Apr 11. upaya layanan bimbingan dan konseling dalam Bagaimana output bimbingan dan konseling dalam proses pendidikan bagi para siswa. memelihara pendidikan bagi anak 23955779 Peranan Guru Dalam Pendidikan dalam perkembangan anak didiknya dalam memperoleh pembelajaran/ pendidikan PERAN GURU KELAS DALAM PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING peranan guru dalam meningkatkan pendidikan sd pogalan iv di dan ketrampilan motorik anak tk. lembaga pendidikan formal. sepanjang hayat. dan pemuda bahkan orang-orang dewasa dalam keluarga. sekolah dan masyarakat. 3-5 Juli 2010 TESTIMONI : “Met Sore Pak Tung..29 http://www. Seperti bantuan senjata dan personil oleh CIA dengan mendukung pemberontakan PRRI/Permesta (Kol. (4) . Dan kita sebagi calon orang tua mempunyai wawasan tentang peran keluarga terhadap perkembangan dan GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DAN bahwa pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam Anak-anak. SISTEM PEMBELAJARAN DAN KAEDAH HAFAZAN IMPLEMENTASI PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING DAN INTENSITAS MENGIKUTI KEGIATAN OSIS TERHADAP KEDISIPLINAN MENTAATI TATA TERTIB SEKOLAH PADA SISWA KELAS VIII SMP 3 KUALA TUNGKAL. HUBUNGAN BURUH WANITA DALAM MEMBAGI WAKTUNYA ANTARA KELUARGA DENGAN BEKERJA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ANAK 13. jalinan koordinatif antarlembaga di atas yang masih berjalan secara sendiri. para remaja. citra bangsa di surabaya (2000) 75. sekolah terdiri dari bagian-bagian yang berinteraksi dan bersinergi dalam menjalankan peran dan fungsinya guna mencapai tujun-tujan pendidikan. Apabila keluarga telah meyakini bahwa pendidikan merupakan investasi maka mereka akan mempersiapkan anak-anak mereka dengan segala . bangsa harus kita bangun melalui pendidikan mulai dari keluarga.. Walandouw) di Sumatera Barat . Home visit mempunyai dua tujuan. CIA mendukung terjadinya pemberontakan/perlawanan terhadap BK. '08 6:21 AM rumah tangga. (3) Dalam kegiatan bimbingan diperlukan kerja sama antara guru pembimbing dengan orang tua. dalam 12. Membentengi generasi penerus dari pengaruh narkoba.2lisan.Bimbingan Skenario CIA tersebut saya bagi dalam enam point. Memberikan konseling atau bimbingan penyuluhan kepada individu atau keluarga dalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan Dalam kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. pergaulan seks bebas. penulis berharap agar para orang tua paham akan pendidikan yang bagus dalam pembentukan karakter anak-anaknya. bukan hanya Dengan adanya makalah ini. 0.BAGAIMANA MEMBUAT ANAK ANDA JENIUS SMART KID PROGRAM By Dr. Ernest Wong Hotel Ciputra. sehingga dapat meningkatkan efektifitas pencapaiannya. sejak si anak masih kecil. tersedianya yaitu pengikutsertaan anak-anak dalam Pandangan terhadap pendidikan sebagai investasi secara mendasar berawal dari pandangan keluarga terhadap hal tersebut. home visit (kunjungan rumah) merupakan salah satu alternatif dalam memecahkan masalah siswa.264770 0. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa “. Dalam Peraturan Pemerintah No. Terima kasih 4 hari yang lalu konsep pengasuhan anak dalam reality show nanny 911 dan implikasinya terhadap pendidikan agama islam dalam keluarga 2009-07 peran bimbingan dan konseling dalam usaha pembentukan Bimbingan Konseling Keluarga tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu kewajiban bagi suami. pertama untuk memperoleh berbagai keterangan atau data yang yang dapat dipercaya tentang keadaan siswa. Pertama. KELUARGA SUKIRNO · BAGAIMANA MEMBUAT ANAK ANDA JENIUS .sendiri Mentalitas dan moral anak. STUDI KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 1 KUALA TUNGKAL 14.com/readmore/bimbingan+konseling+peranan+keluarga+dalam+pendidikan+anak bimbingan konseling peranan keluarga dalam pendidikan anak Add new tag Administrasi Anak artikel Bahasa Belajar Bimbingan Konseling Biologi dan peranan anak-anak dalam berkomunikasi. Sebagai suatu sistem.. sehingga implementasi razia merupakan quality control paling efektif? Interelasi.

masalah keluarga. Kelas dalam arti luas adalah suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah. pembelajaran. Pendekatan Pembelajaran.ac. masalah pergaulan dengan teman sebaya. Setiap kelas merupakan untuk kerja yang berdiri sendiri dan berkedudukan sebagai sub sistem yang menjadi bagian dari sebuah sekolah sebagai total sistem.id/2009/12/15/pengelolaan-kelas/ Pengelolaan Kelas Sekolah sebagai organisasi kerja terdiri dari beberapa kelas. yang sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan mengajar belajar yang keratif untuk mencapai suatu tujuan. sangat tergantung pada penyelenggaraan dan pengelolaan kelas. harus didayagunakan secara maksimal agar sebagai suatu kesatuan setiap kelas menjadi bagian yang dinamis di agar sebagai suatu kesatuan setiap kelas menjadi bagian yang dinamis di dalam organisasi sekolah. Untuk itulah guru dituntut memiliki pengabdian yang tinggi kepada masyarakat khususnya dalam membelajarkan anak didik. menempati posisi dan peran yang penting. konseling. dan Lain-lain.fkip. teladan dalam pribadi yang mengundang rasa hormat dan keakraban dari siswa. setiap murid dan guru yang menjadi komponen penggerak aktivitas kelas. Kelas dalam arti sempit yakni ruangan yang dibatasi oleh empat dinding. menciptakan suasana dimana siswa belajar dalam kelompok kecil di bawah bimbingan guru. Bekerja atas panggilan hati nurani. karena memikul tanggung jawab mengembangkan dan memajukan kelas masing-masing yang berpengaruh pada perkembangan dan kemajuan sekolah secara keseluruhan. Oleh karena itu setiap guru kelas atau wali kelas sebagai pimpinan menengah (middle manager) atau administrator kelas. Guru sebagai tenaga pendidikan memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat tersebut. Dari uraian di atas jelas bahwa program kelas akan berkembangan bilamana guru/wali kelas mendayagunakan secara maksimal potensi kelas yang terdiri dari tiga unsur yakni: guru. Beberapa faktor yang mempengaruhi perwujudan management kelas dalam pengertian kelas adalah: • Kurikulum • Bangunan dan Sarana . hukum. Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah hendaklah dipimpin oleh Anak-anak Sekolah Dasar memerlukan bimbingan dari seorang guru yang mampu mengerti permasalahan yang mereka hadapi. Konselor. Blog pendidikan. guru akan menjadi sahabat siswa. sosial. Pengaruh keluarga dalam pendidikan anak sangat besar dalam berbagai macam sisi. budidaya pertanian . ilmiah. Baik di lingkungan kelas masing-masing sebagai unit kerja yang berdiri sendiri maupun dalam hubungan kerja antara kelas yang satu dengan kelas yang lain. Media Tempat Belajar. http://linabudi. baik yang bersifat paralel maupun yang menunjukkan penjenjangan.30 Faktor situasi keluarga memegang peranan penting terhadap perkembangan dan kesejahteraan anak. Model-model Pembelajaran. tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses mengajar belajar. Lebih jelasnya.uns. kepribadian anak tergantung pada pemikiran dan tingkah laku kedua orang tua serta lingkungannya. Kelas dalam pengertian tradisional ini mengandung sifat statis karena sekedar menunjuk pengelompokan pada batas umur kronologis masingmasing. .student. Pengembangan sekolah sebagai total sistem atau satu kesatuan organisasi. politik. peranan layanan bimbingan dany konseling terhadap peningkatan motivasi nilai-nilai pendidikan agama islam dalam film syahadat cinta dengan homeschooling (studi pada keluarga Hal ini merupakan keharusan karena usaha bimbingan mempunyai peran untuk memperlancar jalannya proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan. Keluargalah yang menyiapkan potensi pertumbuhan dan pembentukan kepribadian anak. i. murid dan proses atau dinamika kelas. baik permasalahan dalam menyesuaikan diri dengan siswa lain.

baik sebagai makhluk individual dan makhluk sosial maupun sebagai makhluk bermoral. Kurikulum yang dipergunakan di sekolah sangat besar pengaruhnya terhadap aktivitas kelas dalam mewujudkan proses belajar mengajar yang berdaya guna bagi pembentukan pribadi siswa. Untuk itu bagi setiap tingkat dan jenis sekolah diperlukan kurikulum yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks dalam perkembangannya. Di dalam kurikulum seperti itu mata pelajaran diberikan secara terpisah-pisah (subject certerd curriculum0 yang pada umumnya bersifat intelektualistis. Demikian juga sebuah sekolah bukanlah sekedar sebuah gedung tempat murid mencari dan mendapatkan ilmu pengetahuan. Kedua kurikulum tersebut di atas kurang serasi dengan kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki pandangan hidup Pancasila. Sekolah dan kelas diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendidik anak-anak. Di satu pihak kurikulum tradisional yang berpusat pada guru akan diwarnai dengan sikap otoriter yang mematikan inisiatif dan kreativitas murid. yang dinyatakan dengan ketentuan kenaikan kelas atau pemberian ijazah kepada murid tersebut. Sekolah yang kurikulumnya dirancangkan secara tradisional akan mengakibatkan aktivitas kelas berlangsung secara statis. kemampuan dan sifat-sifat kepribadian yang berbeda-beda. Sekolah yang dirancang dengan kurikulum seperti itu. akan tetapi juga memperhatikan aspek pembentukan pribadi. Kurikulum itu tidak akan mampu memenuhi tuntutan pembentukan pribadi berdasarkan minat. Antara murid yang satu dengan murid yang lain dalam satu kelas. masjid/Gereja d an lain-lain. kondisi bangunan dan sarana sekolah lainnya. Sekolah yang diselenggarkan dengan kurikulum modern pada dasarnya akan mampu menyelenggarakan kegiatan kelas yang bersifat dinamis. Dengan kata lain aktivitas sebuah kelas sangat dipengaruhi oleh kurikulum yang dipergunakan di sekolah. pesuruh.31 • • • • Guru Murid Dinamika Kelas Lingkungan Sekitar Keenam faktor tersebut tidak berdiri sendiri. Segala sesuatu yang menyangkut isi kurikulum untuk dilaksanakan di kelas sudah diatur dan ditetapkan oleh pihak instansi atasan. Dipihak lain kurikulum modern yang menekankan pada perkembangan individu secara maksimal. yang tidak hanya harus didewasakan dari aspek intelektualnya saja. akan tetapi dalam seluruh aspek kepribadiannya. . Kurikulum harus dirancang sebagai sejumlah pengalaman edukatif yang menjadi tanggungjawab sekolah dalam membantu anak-anak mencapai tujuan pendidikannya. Suatu kelas akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat apabila kurikulum yang dipergunakan di sekolah dirancangkan sesuai dengan dinamika masyarakat. Kurikulum tradisional diartikan sebga sejumlah materi pengetahuan dan kebudayaan hasil masa lalu yang harus dikuasai murid untuk mencapai suatu tingkat tertentu. yang diselenggarakan secara berencana. yang bahkan menutup kemungkinan guru mengembangkan kegiatan berdasarkan inisiatif dan krativitasnya sesuai dengan kebutuhan anak-anak dan masyarakat sekitar. Kurikulum Sebuah kelas tidak boleh sekedar diartikan sebagai tempat siswa berkumpul untuk mempelajari sejumlah ilmu pengetahuan. baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas/sekolah. walaupun untuk kepentingan uraian secara teoritis akan diketengahkan satu persatu di bawah ini. sistematik dan terarah serta terorganisir. akan tetapi saling bertautan atau saling mempengaruhi. akan mencerminkan kebebasan atas dasar demokrasi liberal sehingga tidak memungkinkan diselenggarakannya secara efektif kegiatan belajar secara klasikal untuk pengembangan pribadi sebagai makhluk sosial dan makhluk Tuhan Yang maha Esa. Kurikulum modern diartikan sebagai semua kegiatan yang berpengaruh pada pembentukan pribadi murid. memungkinkan kegiatan kelas tidak sekedar dipusatkan pada penyampaian sejumlah materi pelajaran/pengetahuan yang bersifat intellectualistic. Oleh karena itu diperlukan usaha mengintegrasikan kedua kurikulum tersebut dalam kehidupan lembaga pendidikan formal di Indonesia agar serasi dengan kebutuhan dan dinamika masyarakat. bakat. termasuk di dalamnya lingkungan sekitar yang bersifat non edukatif seperti warung sekolah.

Tingkat Perguruan Tinggi Kurikulum pada tingkat ini dirancangkan untuk memungkinkan kelas menyelenggarakan kegiatan membantu perkembangan individual secara maksimal dalam rangka menguasai keahlian profesional tertentu. ruangan kelas diatur menurut jenis kegiatan berdasarkan program-program yang telah dikelompokkan secara integrated. maka diperlukan kreativitas dalam mengatur pendayagunaan ruang/gedung yang tersedia berdasarkan kurikulum yang dipergunakan. Untuk itu dapat dilaksanakan berbagai kegiatan kelas baik yang dilakukan secara individual maupun secara bersama-sama. Oleh karena itu dalam rencana pembangunan . Tingkat Sekolah Dasar Kurikulum pada tingkat ini pada tahap permulaan atau kelas-kelas rendah harus dirancangkan untuk memungkinkan kelas melanjutkan kegiatan-kegiatan atau program-program di taman kanak-kanak. memperoleh ketrampilan dasar atau tingkat permulaan dan dapat bekerja sama dalam bermain walaupun pada tingkat ini kecenderungan dalam bermain masih bersifat individual. belajar mempergunakan alat-alat yang sederhana. Akan tetapi karena kurikulum selalu dapat berubah sedangkan ruang/gedung bersifat permanen. Dari uraian-uraian di atas jelas bahwa bagi sekolah yang mempergunakan kurikulum tradisional dan kurikulum gabungan (tradisional dan modern). ruang olahraga dan lain-lain. sebuah aula untuk kegiatan olah raga. Ruang khusus biasanya disediakan secara terbatas berupa laboratorium. perpustakaan. secara bertahap kurikulum harus dikembangkan juga untuk mempelajari faktafakta pengetahuan yang sederhana. kesenian dan kegiatan ekstra kelas lainnya. secara bertahap kurikulum harus dengan kematangan anak-anak. Sekolah Lanjutan/menengah Kurikulum pada tingkat ini harus dirancangkan untuk memungkinkan diselenggarakannya kegiatan kelas dalam memenuhi kebutuhan melakukan eksplorasi dan eksperimentasi guna memberikan pengalaman intelektual dan sosial yang terpadu dalam rangka realisasi diri. letak dan dekorasi nya yang harus disesuaikan dengan kurikulum yang dipergunakan. Sekolah yang mempergunakan kurikulum tradisional pengaturan ruangan bersifat sederhana karena kegiatan belajar mengajar diselenggarakan di kelas yang tatap untuk sejumlah murid yang sama tingkatannya. Di samping ruangan disusun berdasarkan bidang studi yang bersifat integrated itu disediakan juga ruangan untuk kegiatan bersama berupa ruang kelas untuk mendengarkan ceramah dan ruangan lain seperti perpustakaan. Bagi sekolah yang mempergunakan kurikulum modern. Bagi sekolah yang mempergunakan kurikulum gabungan pada umumnya ruangan kelas masih diatur menurut keperluan kelompok murid sebagai satu kesatuan menurut jenjang dan pengelompokan kelas secara permanen. pengembangan kebiasaan berpikir secara kreatif dan pembentukan watak berdasarkan sistem nilai-nilai tertentu. Selanjutnya sesuai dengan kematangan anak-anak. Bangunan dan Sarana Perencanaan dalam membangun sebuah gedung untuk sebuah sekolah berkenaan dengan jumlah dan luas setiap ruangan. jumlah kelas sangat dipengaruhi oleh perencanaan penerimaan murid atau jumlah murid yang dimiliki.32 Dengan kurikulum seperti disebutkan terakhir berarti isi pendidikan di dalam kegiatan kelas untuk setiap jenjang/tingkat sekolah harus dirancangkan sebagai berikut: Tingkat Taman Kanak-Kanak Kurikulum pada tingkat ini harus dirancang untuk memungkinkan kelas menyelenggarakan kegiatan agar anak-anak belajar bergaul.

Untuk mendirikan sebuah sekolah diperlukan perencanaan yang fisibel (layak) sebagai hasil penelitian atau survey yang teliti terutama untuk memperoleh lokasi yang tepat. Meja dan kuris guru. kemungkinan berkomunikasi dengan sumber-sumber kependidikan di lingkungan sekitar yang sesuai dengan kurikulum/program yang akan dilaksanakan dan lain-lain. Setelah sebuah gedung sekolah berdiri diperlukan sarana belajar mengajar yang dapat menunjang efisiensi perwujudan kurikulum/program sekolah atau kelas perlengkapan minimal bagi sebuah sekolah yang mempergunakan salah satu bentuk kurikulum tersebut di atas adalah meja dan kuris murid. kompetensi profesi dan kompetensi kemasyarakatan. Penelitian itu selain mengenai aspek kependudukan harus dilakukan juga terhadap situasi lingkungan. Secara lebih luas guru berarti orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab dalam membantu anak-anak untuk mencapai kedewasaan masing-masing. Guru Program kelas tidak akan berarti bilamana tidak diwujudkan menjadi kegiatan. selalu terdorong untuk tumbuh dan berkembang sebagai perwujudan perasaan dan sikap tidak puas terhadap pendidik persiapan yang telah diterimanya. Guru yang memahami kedudukan dan fungsinya sebagai pendidik profesional.33 gedung atau penambahan ruang kelas. Dan sebagai pernyataan dari kesadarannya terhadap perkembangan . Kompetensi itu berkenaan dengan kemampuan dasar teknis edukatif dan administratif sebagai berikut: Penguasaan bahan Pengelolaan program belajar mengajar mengelola kelas Penggunaan media/sumber Mampu mengelola dan mempergunakan intraksi belajar mengajar Memiliki kemampuan melakukan penilaian prestasi belajar siswa secara obyektif. pendapat masyarakat. Selanjutnya bagi sekolah yang mempergunakan kurikulum tradisional dan kurikulum gabungan (tradisional dan modern) sekurang-kurangnya diperlukan sejumlah alat peraga sedang bagi sekolah yang mempergunakan kurikulum modern diperlukan saran yang lebih banyak lagi sesuai dengan jenis program yang menjadi tanggung jawabnya. Untuk itu peranan guru sangat menentukan karena kedudukannya sebagai pemimpin pendidikan diantara murid-murid suatu kelas . Guru dalam pengertian terakhir bukan sekedar orang yang berdiri di depan kels untuk menyampaikan materi pengetahuan tertentu. Memahami fungsi dan program layanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah. kondisi tanah. secara etimologi atau dalam arti sempit guru yang berkewajiban mewujudkan suatu program kelas adalah orang yang kerjanya mengajar atau memberikan pelajaran di sekolah atau kls. Untuk menjadi anggota masyarakat sebagai orang dewasa. Setiap guru sebagai petugas profesional ikut bertanggung jawab pada tercapainya tujuan pendidikan secara efektif. diperlukan catatan kependudukan yang teliti dengan memperkirakan juga berapa jumlah yang telah terserap oleh sekolah lain dalam suatu wilayah tertentu. Setiap guru harus memahami fungsinya karena sangat besar pengaruhnya terhadap cara bertindak dan berbuat dalam menunaikan pekerjaan sehari-hari di sekolah maupun di kelas. akan tetapi adalah anggota masyarakat yang harus ikut aktif dan berjiwa bebas serta kratif dalam mengarahkan perkembangan akan didik nya. papan tulis dan kapur tulis. Kompetensi guru yang dimaksud antara lain mengenai kompetensi-komptensi pribadi. Pengetahuan dan pemahamannya tentang kompetensi guru akan mendasari pola kegiatannya dalam menunaikan profesi sebagai guru. Oleh karena itu guru harus ikut dalam menentukan kebijakan kependidikan di kelas/sekolah.

koordinasi. Tiga bentuk kepemimpinan mungkin diwujudkan wali/guru kelas dalam usaha menggerakkan personal di lingkungan kelas masing-masing adalah: . Kegiatan administratif management Pengelolaan kelas memerlukan tindakan-tindakan perencanaan. khusus nya berupa sekolah. Kelas merupakan unit tersendiri yang pengelolaannya secara maksimal harus dilakukan dengan mengikutsertakan murid. Murid sebagai unsur kelas memiliki perasaan kebersamaan yang sangat penting artinya bagi terciptanya situasi kelas yang dinamis. Setiap murid harus memiliki perasaan diterima (membership) terhadap kelasnya agar mampu ikut serta dalam kegiatan kelas. penerapan kegiatan itu antara lain sebagai berikut. Murid Murid merupakan potensi kelas yang harus dimanfaatkan guru dalam mewujudkan proses belajar mengajar yang efektif. Yang meliputi dorongan untuk aktif secara terarah yang dikembangkan melalui kreatifitas dan inisiatif murid sebagai suatu kelompok. Murid adalah anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang baik secara fisik maupun psikologis dalam rangka mencapai tujuan pendidikannya melalui lembaga pendidikan formal.34 dan kemajuan bidang tugasnya yang harus diikuti. pengarahan. mempengaruhi. sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengelolaan kelas yang berhasil akan menumbuhkan kebanggaan kelas sehingga meningkatkan rasa solidaritas dan keinginan untuk ikut berpartisipasi di kalangan murid di kelas tersebut. Humas dilingkungannya kelas Kepemimpinan wali/guru kelas Dinamika kelas dipengaruhi secara langsung oleh kepemimpinan wali atau guru kelas. Kegiatan Operatif management kelas Kegiatan management administratif kelas harus ditunjang dengan kegiatan management operatif agar seluruh program kelas berlangsung efektif bagi pencapaian tujuan. atau mengawasi pikiran. untuk itu kepemimpinan diartikan sebagai proses mengarahkan. Kegiatan management operatif kelas meliputi Tata usaha kelas Kegiatan Pembekalan kelas Kegiatan keuangan kelas Kegiatan pembinaan personal atau kepegawaian dikelas. pengorganisasian. Dinamika kelas dipengaruhi oleh cara wali/guru kelas menerapkan administrasi pendidikan dan kepemimpinan pendidikan serta dalam mempergunakan pendekatan pengelolaan kelas. perasaan atau tindakan dan tingkah laku orang lain. komunikasi dan kontrol sebagai langkah-langkah kegiatan management admnistratif. Dinamika kelas pada dasarnya berarti kondisi kelas. Dinamika Kelas Kelas adalah kelompok sosial yang dinamis yang harus dipergunakan oleh setiap wali/guru kelas untuk kepentingan murid dalam kependidikannya. membimbing.

Ada yang menguntungkan seperti terjadinya Reformasi dan berakhirnya kekuasaan otoriter. Pukulan ekonomi menimbulkan dampak politik yang tidak sederhana. http://sayidiman. tetapi juga ada yang mempersulit kehidupan bangsa seperti timbulnya gejala disintegrasi nasional. 2009 under materi SBM. Pihak lemah adalah bangsa yang kurang . di bawah ini akan diketengahkan beberapa alternatif yang dapat dipilih diantaranya: Pendekatan berdasarkan perubahan tingkah laku (behaviorisme) Pendekatan berdasarkan suasana emosi dan hubungan sosial (sosio emosional climate approach) Pendekatan berdasarkan proses kelompok (group process approach) Pendekatan electis (electic approach) Posted: December 15th. Berkembang berbagai perubahan yang tidak diduga sebelumnya. kita diingatkan betapa lemah dan rawan keadaan kita. Hingga kini belum jelas bagaimana akhir dari proses perubahan itu. Beberapa pendekatan dalam pengelolaan kelas Seorang wali atau guru kelas harus mampu menetapkan pilihan yang tepat dalam melakukan pendekatan untuk mewujudkan pengelolaan kelas yang efektif. Untuk memperjelas masalah pendekatan yang akan dipergunakan itu.com/?p=1047 Peningkatan Mutu Guru Sekolah Dasar Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta 19 Februari 2002 PENDAHULUAN Ketika Krisis Moneter pada tahun 1997 memukul Indonesia dan membuat bangsa Indonesia terpelanting dari posisi yang cukup lumayan dalam arena internasional kembali ke tempat yang penuh penderitaan dan kemiskinan. Umat manusia belum lepas dari kenyataan bahwa yang lemah menjadi korban yang kuat. Dalam globalisasi persaingan antar-bangsa sangat tajam dan kejam.suryohadiprojo. disiplin kelas diartikan sebagai usaha mencegah terjadinya pelanggaran-pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan yang telah disetujui bersama dalam melaksanakan kegiatan kelas. Disiplin kelas dapat diartikan juga sebagai suasana tertib dan terpaut akan tetapi penuh dinamika dalam melaksanakan program kelas terutama dalam mewujudkan proses belajar mengajar. Wali atau guru kelas sebagai pemimpin yang bersifat demokratif Disiplin kelas Disiplin kelas merupakan bagian yang penting dalam dinamika kelas. agar pemberian hukuman pada seorang atau sekelompok orang dapat dihindari.35 Wali atau guru kelas sebagai pemimpin yang bersifat otoriter Wali atau guru kelas sebagai pemimpin yang bersifat laissez faire.

biologi. Pihak yang kuat terus berusaha melebarluaskan dominasinya dengan menaklukkan yang lemah. Sebaliknya apabila terjadi pendidikan yang menumpulkan pikiran dan perasaan anak didik SD. fisika hingga olahraga. masing-masing dengan persoalannya sendiri. Hanya pendidikan agama sebaiknya tidak diberikan oleh Guru Kelas. Semua dilakukan dengan dalih dan semboyan muluk seperti menegakkan demokrasi dan hak azasi manusia. Ini memerlukan pengetahuan Guru Kelas tentang psikologi dan terutama aplikasinya. geografi. dan sanggup membangun ekonomi nasional yang membuat seluruh bangsa sejahtera dan maju. Hal ini tidak membebaskan para orang tua murid dari keharusan memberikan pendidikan budi pekerti dan pembentukan karakter kepada anaknya. Sebab orang tua mempunyai tanggungjawab utama dalam pembentukan budi pekerti dan ahlak. ilmu bahasa. apabila ia merasakan bahwa yang mengajar adalah seorang yang dekat kepadanya. Berhubung dengan keterbatasan waktu maka pembicaraan dan makalah ini hanya akan menyoroti masalah Guru Sekolah Dasar. Anak pada tahap permulaan penguasaan ilmu pengetahuan lebih mudah mencernakan pelajaran. kurang mampu memperoleh dan mengendalikan informasi dan kurang dapat membangun kemampuan ekonomi yang kuat dan merata di seluruh rakyatnya. mulai dari Taman KanakKanak hingga Sekolah Lanjutan Atas. Itu berarti membangun kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebab itu pelaksanaan Seminar ini yang membicarakan peningkatan profesional dan kesejahteraan Guru sangat penting bagi masa depan pendidikan sekolah. yaitu Guru yang bertanggungjawab atas kelas tertentu dan mengajarkan semua mata pelajaran yang ditetapkan untuk kelas itu. mengatur perolehan dan penggunaan informasi yang tepat. Sudah semestinya pendidikan mengandung kemampuan memimpin secara efektif. Selain itu Guru Kelas memperkuat perasaan itu dengan menunjukkan sikap bahwa ia memang ingin dekat dengan setiap murid kelasnya. Dan itu mustahil tanpa peningkatan mutu pendidikan nasional dan khususnya pendidikan sekolah serta perluasan jangkauannya sehingga mencapai jumlah orang Indonesia yang makin banyak. Pada umur anak yang sekolah SD terbentang peluang paling baik untuk mengembangkan dan memotivasi timbulnya berbagai kemampuan yang amat mendasar. tetapi juga amat besar artinya bagi masa depan bangsa Indonesia.36 menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. namun Guru Kelas tetap mempunyai kewajiban untuk memperkuat pendidikan budi pekerti kepada anak didiknya. sejarah. Meskipun seluruh proses pendidikan nasional sangat penting bagi masa depan bangsa. Tentu pengaturan demikian ada maksudnya yang telah kita alami semua ketika menjadi murid SD. Meskipun ada Guru Agama tersendiri. hasilnya yang negatif amat sukar diperbaiki pada pendidikan selanjutnya. Kita sekarang mau tidak mau harus berpikir mengenai perjuangan antar-bangsa yang terjadi di ruangan kelas atau the battle of the classroom. Kemudian Guru Kelas harus menguasai ilmu pengetahuan yang mendasari semua mata pelajaran yang harus diajarkan. terutama pendidikan yang bermutu. Kelangsungan hidup bangsa atau the survival of the nation adalah syarat mutlak untuk perwujudan berbagai tujuan yang luhur seperti terbentuknya Masyarakat Madani. . Di negara mana saja kita melihat bahwa pada pendidikan di SD menonjol fungsi Guru Kelas. Mungkin tidak ada mata pelajaran budi pekerti secara khusus. Itu melebar dari ilmu sosial. karena di dalam kelas pasti ada murid yang berbeda agamanya. Guru Kelas yang setiap hari selama berjam-jam berada bersama dengan murid kelasnya menimbulkan rasa kedekatan itu. perbaikan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) merupakan landasan mutlak bagi seluruh pendidikan sekolah di Indonesia. Hanya dengan pendidikan kekuatan bangsa itu dapat terwujud. Untuk mencegah dan melawan itu semua bangsa kita harus sanggup menjadi bangsa yang kuat. Kita menghadapi masalah Guru pada berbagai tingkat pendidikan sekolah. matematika. Usaha peningkatan mutu pendidikan sekolah dan perluasan jangkuaannya terutama ditentukan oleh peran Guru. KRITERIA GURU SD YANG BAIK Pendidikan yang diberikan di SD amat penting bagi pendidikan selanjutnya. namun budi pekerti ditumbuhkan pada anak didik melalui setiap mata pelajaran yang diajarkan. tidak sematamata dengan menggunakan keunggulan fisiknya melainkan dengan cara yang canggih dan memanfaatkan segala metoda yang dapat dipikirkan.

yaitu dilakukan selama jam sekolah resmi. sebaiknya juga diadakan program ekstra-kurikuler di luar jam resmi. Guru Kelas untuk kelas 4 hingga kelas 6 dapat terdiri dari pria maupun wanita. fisika. maka tak mungkin pendidikan Guru SD secara sistem dilakukan melalui pendidikan Sarjana 1 yang berlangsung selama 4 tahun. Para Guru Kelas dan Guru MP perlu menunjukkan kegiatan untuk menjadikan program ekstra-kurikuler itu bermutu dan bermanfaat bagi murid. Oleh sebab itu pendidikan di SD sekarang dan di masa depan juga terpengaruh oleh hal itu. PENDIDIKAN GURU SD Kemajuan umat manusia dan perkembangan ilmu pengetahuan berpengaruh besar terhadap pendidikan Guru SD. Ideal adalah kalau Guru SD adalah Sarjana Satu (S 1) lulusan pendidikan tinggi kependidikan. Para pakar pendidikan menilai bahwa tidak mungkin seorang Guru Kelas mempunyai kedalaman penguasaan ilmu yang memadai untuk mengajarkan semua mata pelajaran pada kelas 4 hingga kelas 6 SD dengan mutu tinggi. Pada tingkat itu pelajaran olahraga relatif sederhana dibandingkan dengan pelajaran untuk kelas 4 hingga kelas 6. Juga kegiatan Pramuka dan hal-hal yang bersangkutan dengan kesenian dapat dilakukan dalam jam ekstra-kurikuler itu. Karena itu dianggap perlu adanya Guru Mata Pelajaran mulai kelas 4. Guru Kelas tetap diperlukan untuk mengajarkan bahasa serta sejarah dan untuk membimbing serta mengawasi setiap kelas. Akan tetapi harus dijamin bahwa ia benar-benar menguasai pengajaran kedua mata pelajaran. Bagaimana pun juga anak SD. Selain ada pendidikan yang kurikuler. Namun penguasaan ilmu pengetahuan tidak dapat dilepaskan dari perkembangannya yang bukan main cepat dan intensif. Guru Mata Pelajaran harus sungguh-sungguh menguasai pengajaran mata pelajaran yang menjadi tanggungjawabnya. kemampuan dan kondisi sekolah. sesuai prestasi. seperti membentuk perkumpulan sepakbola sekolah. khususnya dari kelas 1 hingga kelas 3. Pengalamannya mengajar membuatnya lebih mampu dan efektif mendidik anak-anak yang masih pada tahap permulaan penguasaan ilmu. Selama masa kolonial Belanda Guru SD dibentuk melalui pendidikan lanjutan atas dan dapat menghasilkan kinerja yang bermutu tinggi. Umpama saja dapat diadakan latihan cabang olahraga yang lebih intensif ketimbang selama jam pelajaran.37 sedangkan pendidikan budi pekerti di sekolah memperkuat dan merupakan bantuan. geografi dan olahraga. Karena terjadi proses pertumbuhan anak dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Sekalipun wanita mereka juga harus mampu mengajar olahraga kepada murid kelas 1 hingga kelas 3. bagian terbesar waktunya berada di lingkungan keluarga. Akan tetapi sekarang pendidikan Guru SD tidak cukup hanya dengan pendidikan lanjutan atas. Dalam mengajarkan mata pelajaran mereka melakukan pendidikan budi pekerti secara tidak langsung. Tidak tertutup kemungkinan bahwa Guru MP mengajarkan lebih dari satu mata pelajaran. Bahkan dalam kenyataan di beberapa SD di dalam dan luar negeri Guru Kelas tingkat bawah justru Guru yang lebih senior. Kita dapat . umpama Guru MP fisika adalah sekali gus Guru MP matematika. Dapat pula diadakan pelajaran bahasa asing yang diikuti secara sukarela. Akan tetapi mengingat jumlah anak usia SD yang begitu banyak di Indonesia yang memerlukan banyak SD. Lembaga yang disebut Teachers College itu berlangsung selama 2 tahun setelah lulus SMU. Seperti sekolah HIK (Hollands Inlandsche Kweekschool) dan HKS (Hogere Kweekschool) yang merupakan pendidikan bagi Guru untuk SD di masa itu. Di samping itu ada Guru Agama yang mengajar agama sejak murid di kelas 1. maka murid kelas 1 hingga kelas 3 memerlukan Guru Kelas yang dapat diandalkan kemampuannya dalam mendekati dan berhubungan dengan anak. Pelaksanaan program ekstra-kurikuler pada umumnya memberikan hasil yang sangat bermanfaat bagi perkembangan anak. biologi. Namun untuk membantu para orang tua dalam kewajiban itu para Guru Kelas sebaiknya memelihara hubungan dekat dengan orang tua muridnya dan memberikan saran serta nasehat bagaimana sebaiknya para orang tua melakukan pendidikan budi pekerti kepada mereka. Guru Mata Pelajaran diperlukan untuk mengajarkan matematika. Dengan gambaran demikian dapat diperoleh kesimpulan bahwa penentuan Guru Kelas untuk kelas 1 hingga kelas 3 memerlukan seleksi yang cukup saksama. Yang paling baik adalah membuat lembaga pendidikan Guru seperti yang dilakukan di banyak negara. Pada umumnya kita melihat bahwa Guru Wanita yang perasaannya lebih berkembang merupakan Guru Kelas yang lebih baik untuk kelas 1 hingga kelas 3 ketimbang Guru Pria. Sebab itu tidak dapat dikatakan bahwa Guru Kelas pada kelas tersebut lebih rendah rankingnya dibandingkan Guru MP dan Guru Kelas tingkat atas.

Oleh sebab itu APG harus merupakan pendidikan yang disertai kehidupan berasrama penuh selama 2 tahun. Guru-guru yang demikian akan baik untuk mengajar di SLTP dan setelah itu di SLTA. Sebab itu termasuk dalam rangka the battle of the classroom yang telah dikemukakan sebelumnya. Selama Guru SD hanya menerima gaji resmi yang cukup untuk hidup setengah bulan saja. Sudah sejak tahun 1998 Malaysia mengadakan pilot project sebanyak 100 sekolah meliputi Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah (di Malaysia SLTP dan SLTA menjadi satu selama 5 tahun ). Sebaliknya Guru SD hasil pendidikan APG merupakan kader pendidikan yang bermanfaat sekali bagi seluruh jenjang pendidikan sekolah. maka ia tidak dapat diharapkan menunjukkan . Malaysia umpamanya telah menetapkan bahwa pada tahun 2020 berlaku apa yang dinamakan Smart School System. sedangkan Guru berfungsi sebagai fasilitator. Untuk itu pengasramaan harus dilakukan sesuai dengan keperluan. yaitu sistem pendidikan yang menjadikan murid pusat kegiatan pendidikan dan bukan Guru. Kalau IKIP masih diadakan. Untuk itu saja kita sekarang masih cukup jauh dari tingkat yang memuaskan. Itu dimungkinkan karena penggunaan komputer secara luas. Di pihak lain kita harus bersiap-siap untuk melakukan pendidikan Guru SD yang memberikan kepada Guru kemampuan untuk berperan secara efektif dalam pendidikan yang bertitikberat pada murid dengan komputernya. Akan tetapi sayangnya jumlah idealis selalu sangat terbatas dan tidak sesuai dengan keperluan masyarakat. Oleh sebab itu harus mulai dipikirkan perubahan dalam pendidikan Guru. Telah terbukti bahwa pendidikan yang disertai asrama (boarding school) memberikan kemungkinan lebih banyak untuk membentuk kepemimpinan. lulusan APG dengan pengalaman baik sebagai Guru SD akan sangat penting dan besar perannya untuk SLTP dan SLTA masa depan. PENGARUH KESEJAHTERAAN TERHADAP MUTU GURU SD Seorang idealis banyak manfaatnya bagi masyarakat. Ada masalah penting yang perlu kita perhatikan. ada baiknya kita mengambil kurikulum Teachers College negara tetangga seperti Malaysia sebagai bahan perbandingan. APG mempunyai fungsi mendidik dan membentuk Guru SD. yaitu bahwa dengan perkembangan teknologi juga terjadi perubahan dalam penyelenggaraan pendidikan. maka lulusannya juga dapat diangkat menjadi Guru SD apabila mereka berminat. Di satu pihak kita harus memperbaiki mutu pendidikan SD dengan memperbaiki pendidikan Guru SD dengan cara tradisional. Sekarang saja sudah ada negara tetangga kita yang melihat keharusan untuk mengubah metoda pendidikannya. Sebaiknya APG dilakukan dengan cara coeducation. Teknologi informasi menjadi sangat berkembang dengan makin majunya peran komputer. Akan tetapi untuk SLTP dan SLTA dapat pula direkrut Sarjana yang bukan Sarjana Pendidikan dan berminat menjadi guru dalam mata pelajaran yang mereka dalami disiplin ilmunya. Guru SD lulusan APG yang telah menjalankan kewajiban mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun berturut-turut dan menunjukkan kinerja yang tinggi dapat diberikan kesempatan untuk melanjutkan studinya dengan mengambil status Sarjana 1 di perguruan tinggi yang mempunyai fakultas ilmu pendidikan. Maka kita menghadapi masalah yang cukup rumit. khususnya Guru SD. Akan tetapi karena nampaknya ada kecenderungan untuk menjadikan semua IKIP lembaga pendidikan berstatus universitas. Namun karena orang seperti itu terbatas jumlahnya. maka masih dipertanyakan apakah lulusannya cukup banyak yang berminat menjadi guru. Untuk membuat kurikulum APG. Oleh sebab itu adalah satu illusi untuk mengharapkan prestasi Guru SD yang tinggi kalau tidak ada cukup perhatian terhadap kesejahteraan Guru yang memadai. yaitu pria dan wanita bersamasama. sekalipun tidak meninggalkan idealisme. tetapi kiranya sudah harus mulai memperhatikan perkembangan baru itu. Dalam konsep baru itu peran Guru berbeda dari sebelumnya. khususnya Guru Kelas.38 mengikuti langkah demikian dan menamakan lembaga pendidikan Guru itu Akademi Pendidikan Guru (APG). Kebanyakan orang bersikap sebagai realis. Seperti seorang Sarjana Teknik lulusan ITB yang berminat menjadi Guru Matematika. Fisika atau Kimia di SLTP atau SLTA. Sedangkan Guru Mata Pelajaran diambil dari mereka yang lulus pendidikan Guru Kelas dan kemudian memperdalam mengenai mata pelajaran tertentu. Meskipun Indonesia masih harus memusatkan perhatian kepada cara pendidikan yang tradisional. Agar dapat mengajar dengan efektif mereka perlu mengikuti kursus yang melatih mereka mengajar. Guru SD dan khususnya Guru Kelas memerlukan pembentukan kepribadian untuk dapat menjalankan fungsi pendidikan yang disertai kemampuan memimpin.

Para Guru SD hanya dapat diharapkan bekerja dengan baik kalau mereka berada dalam satu lingkungan kerja yang memuaskan perasaan mereka. Tentu timbul pertanyaan bagaimana masyarakat dapat mengerahkan dana untuk gaji Guru tersebut. Orang yang pandai dalam ilmu tidak otomatis seorang manajer dan pemimpin yang baik. untuk masuk lembaga pendidikan Guru dan menjadi Guru. kita harus mencari segala kemungkinan agar dapat tercapai kesejahteraan Guru yang baik dengan pemberian gaji yang memadai. Pertama harus ada pengaturan bahwa Kepala Sekolah adalah orang yang dapat diandalkan kemampuannya mengelola dan memimpin organisasi. Mungkin ia mengajar di tempat lain atau melakukan pekerjaan lain yang tak ada sangkut pautnya dengan mengajar. apalagi Guru SD. Di pihak lain dapat dilakukan kontrol dan penindakan yang lugas terhadap kinerja Guru SD yang kurang menunjukkan prestasi. Pertama menjadi kewajiban Pemerintah untuk memperbaiki gaji Guru sesuai dengan sikapnya bahwa pendidikan amat penting bagi masa depan bangsa. tetapi kita tidak pernah memberikan komitmen yang sepadan. Bagi Guru yang bekerja di SD Swasta tentu gajinya diterima dari yayasan yang menyelenggarakan SD itu. Kalau dulu seorang Guru adalah seorang terpandang di masyarakat dan khususnya di lingkungan hidupnya. maka kekurangannya disediakan oleh BKG tersebut. Dengan gaji permulaan sebesar itu Guru SD akan cukup biaya hidupnya sehingga dapat berkonsentrasi dalam pekerjaannya serta bersikap kreatif untuk selalu meningkatkan kondisi sekolahnya. Dengan begitu di masa depan masalah utama seorang Guru bukan lagi bagaimana mendapat biaya hidup yang cukup.000.000 dan setiap 2 tahun ada kenaikan gaji. Akan tetapi dampak dari rendahnya kesejahteraan Guru SD jauh lebih luas dari itu. Oleh sebab itu dalam kurikulum APG harus ada kuliah tentang manajemen dan kepemimpinan. Hal itu harus dijamin oleh manajemen pendidikan yang baik. Pendeknya. Dan Pemerintah memang berkewajiban untuk meninjau kembali penentuan gaji bagi Pegawai Negeri Sipil kalau bersikap konsekuen untuk mengakhiri KKN di Indonesia. Sebab ia tentu harus berpikir untuk memperoleh biaya hidup buat sisa bulan yang belum tertutup oleh gajinya. BKG mengusahakan itu dengan mempunyai modal abadi yang mula-mula diperoleh dari Pemerintah dan kemudian oleh pengurusnya terus dikembangkan dengan mengusahakan donasi dari segala pihak. Di samping itu setiap SD tetap mempunyai Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3). MANAJEMEN SD YANG MENJAMIN MUTU PENDIDIKAN Kita tidak akan dapat mencapai tujuan kita tanpa memperhatikan perbaikan mutu manajemen SD. khususnya di lingkungan murid SMU. Perbaikan kesejahteraan Guru SD sekali gus memperbaiki status sosial Guru yang selama 50 tahun belakangan terus menurun.39 prestasi yang tinggi. Kita harus akhiri masa lampau yang penuh kemunafikan itu. Kita harus sanggup menetapkan bahwa lulusan APG yang menjadi Guru SD memperoleh gaji permulaan sebanyak Rp 800. Sehingga yang menjadi Guru SD hanya mereka yang tidak memperoleh tempat atau pekerjaan di sektor kehidupan lainnya. Kalau gaji permulaan Guru SD kita tetapkan pada angka tersebut. Badan itu turut serta menjaga agar kesejahteraan Guru mendapat perhatian semestinya. tetapi masalah utama yang dihadapi adalah meningkatkan profesionalismenya sebagai Guru yang bermutu. maka di satu pihak Guru didorong untuk berprestasi karena tanpa prestasi ia tidak akan mempunyai karier yang baik di masa depan. Tidak akan ada keinginan dalam masyarakat. Lulusan IKIP yang tidak terlalu cemerlang saja tidak mau menjadi Guru dan memilih menjadi wartawan. Dalam kondisi seperti itu tidak mungkin kita mengadakan pendidikan SD yang kita inginkan. khususnya untuk Guru SD. Di pihak lain masyarakat akan kembali melihat Guru sebagai anggota masyarakat yang merupakan orang yang dapat di Gugu dan di Tiru. Di samping itu Pemerintah bersama Masyarakat sebaiknya membentuk satu Badan Kesejahteraan Guru yang fungsinya melakukan usaha agar kesejahteraan Guru terjamin. Jadi kalau umpamanya gaji yang diterima Guru belum mencapai minimum Rp 800. sekarang orang cenderung menganggap pekerjaan Guru sebagai sambilan yang kurang berarti. Kemudian dalam karier Guru dibuka kemungkinan untuk . Akibatnya adalah bahwa ia tidak dapat memusatkan perhatiannya kepada pekerjaan mengajar di sekolah di mana ia ditugaskan. yaitu di satu pihak selalu kita katakan betapa pentingnya pendidikan untuk masa depan bangsa.

Kemudian diadakan seleksi terhadap mereka yang berminat menjadi KS. Tentu para KS bertanggungjawab atas jalannya sekolah yang dipimpinnya. Selain itu PP mengadakan penelitian tentang halhal yang perlu memperoleh perubahan dalam manajemen. Kita masih menghadapi banyak tantangan dan kesulitan sebelum dapat menghasilkan pendidikan SD yang cukup bermutu di seluruh Indonesia. Akan tetapi akan kurang baik bagi perkembangan Guru kalau manajemen kariernya juga di tangan Daerah Tk. Tidak mungkin kita dapat menarik manfaat maksimal dari penduduk Indonesia yang sudah melebih 200 juta kalau kita tidak dapat memebrikan pendidikan yang bermutu dan luas jangkauannya. katakanlah sekurang-kurangnya sudah 10 tahun mengajar. PENUTUP Telah diusahakan untuk memberikan gambaran bagaimana memperbaiki profesionalisme dan kesejahteraan Guru. Setiap Daerah harus bersedia untuk membangun dan memelihara fasilitas pendidikan SD yang sebaik mungkin. Maka manajemen karier Guru SD juga dilakukan terpusat meskipun ia bekerja di sekolah yang di dalam tanggungjawab Daerah Tk. Akan tetapi yang penting adalah kuatnya tekad kita untuk terus berusaha ke arah itu dan terus mengusahakan adanya Guru SD yang tinggi profesionalisme dan kesejahteraannya. 2.2. Untuk terpilih menjadi Kepala Sekolah seorang Guru harus mempunyai pengalaman yang memadai. Para calon KS kemudian mendapat pendidikan khusus tentang manajemen sekolah. Sedangkan seluruh pendidikan tergantung dari hasil yang diberikan oleh pendidikan SD. termasuk mutu pendidikannya. Adalah kewajiban Pemerintah Daerah untuk menyediakan kesejahteraan semestinya bagi mereka sesuai dengan konsep yang telah diuraikan. khususnya Guru SD. Para PP juga diperoleh dari Guru SD yang sudah berpengalaman sekitar 10 tahun dan berminat menjadi PP. Selain itu harus mengurus agar setiap SD mendapat Kepala Sekolah yang baik dan sejumlah Guru Kelas serta Guru MP yang diperlukan. Setelah selesai dari pendidikan itu dengan hasil baik mereka dapat diangkat menjadi KS. Maka untuk memperoleh pendidikan SD yang bermutu di seluruh Indonesia diperlukan perhatian dan komitmen yang besar dari setiap pimpinan Daerah tk. Oleh sebab itu sebaiknya manajemen karier Guru dilakukan di tingkat Pusat. Meskipun demikian kiranya makalah ini dapat dipakai sebagai bahan perbandingan atau titik permulaan dalam perbaikan pendidikan SD di Indonesia. Ada kemungkinan bahwa di Daerah tertentu tempat tinggal murid terlalu tersebar. Sebab dengan sendirinya pimpinan SD juga harus bertanggungjawab atas jalannya kehidupan asrama dan pendidikan atas anak yang seharusnya dilakukan para orang tua. Pendidikan Tinggi sebaiknya tetap dikelola terpusat dan karena itu APG juga demikian meskipun keberadaannya dapat ditentukan di mana saja. 2 ada hal-hal tertentu dalam pendidikan yang dilakukan terpusat untuk kepentingan semua pihak. Akan tetapi adalah fungsi PP untuk lebih meyakinkan bahwa pendidikan berjalan dengan baik. termasuk juga kurikulum yang berlaku. Untuk menjadi PP harus pula diikuti pendidikan tertentu. Daerah harus membiayai pelaksanaan asrama dalam rangka wajib belajar. Dan murid yang tinggal jauh dari sekolah diasramakan. Sebab itu sekalipun kita memberikan otonomi luas kepada Daerah Tk. Akan tetapi masih sangat banyak yang belum dapat dikemukakan atau belum cukup disentuh. Selain itu diperlukan Pengawas Pendidikan (PP) yang selalu mengawasi jalannya pendidikan atau menjamin Kendali Mutu (Quality Control). Dalam hal itu sebaiknya diadakan SD yang letaknya relatif terpusat bagi mereka yang hidup tersebar di wilayah itu. Harus diadakan manajemen karier untuk para Guru SD sejak ia lulus APG dan diterima menjadi Guru. Dalam rangka politik Pemerintah yang memberikan otonomi kepada Daerah Tk 2 semua SD merupakan tanggungjawab Daerah Tk. Harus dibuka kemungkinan bagi Guru untuk dapat bekerja di seluruh wilayah Indonesia.40 menjadi Kepala Sekolah. Cara demikian tentu menambah beban bagi SD tersebut dan Daerah. 2. Malaysia yang merupakan negara federal menjalankan politik pendidikan yang dikelola terpusat. Pindah dari satu tempat dan sekolah ke tempat lainnya. Akan tetapi pengurusan demikian lebih menjamin adanya pendidikan yang baik serta masa depan Daerah itu. Juga harus diadakan sistem pengawasan yang saksama dengan merekrut Pengawas Pendidikan dalam jumlah yang memadai. . 2. Mendirikan SD untuk setiap lingkungan tempat tinggal menjadi terlalu mahal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->