1 http://pakguruonline.pendidikan.net/buku_tua_pakguru_dasar_kpdd_162.html#top VI.

KELUARGA, TEMAN SEBAYA DAN PENDIDIKAN KELUARGA DAN SEKOLAH HUBUNGAN KELUARGA DAN SEKOLAH Telah dijelaskan pendidikan itu adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian anak baik di luar dan di dalam sekolah dan berlangsung seumur hidup. Dan pengertian tersurat suatu pernyataan bahwa pendidikan berlangsung di luar dan di dalam sekolah. Pendidikan di luar sekolah dapat terjadi dalam keluarga dan di dalam masyarakat. Jadi pendidikan itu berlangsung seumur hidup dimulai dari keluarga kemudian diteruskan dalam lingkungan sekolah dan masyarakat. Manusia sebagai makhluk hidup selalu ingin berkembang. Keinginan ini secara manusia tidak terbatas, akan tetapi kemampuan manusia yang membatasi keinginan tersebut. Oleh karena itu keinginan untuk berkembang berlangsung mulai dan lahir sampai meninggal dunia. Untuk mengembangkan diri itu manusia memerlukan bantuan. Karena keinginan untuk perkembangan itu berlangsung dari lahir sampai meninggal, maka kebutuhan untuk mendapatkan bantuan itu juga harus berlangsung seumur hidup. Pendidikan yang berlangsung seumur hidup itu berlangsung pada tiga lingkungan pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat. Pelaksanaan pendidikan dalam tiga lingkungan pendidikan sebagai penghasil tenaga yang telah terdidik sebagai berikut : Dari bagan tersebut di atas dapat diketahui bahwa keluarga merupakan tempat pertama anak itu mendapatkan pendidikan. Sejak anak itu berada dalam kandungan anak telah mendapatkan pendidikan. Seperti telah diketahui di muka bahwa jenis pendidikan yang diberikan keluarga adalah bermacammacam. Pendidikan berlangsung secara informal. Dalam keluarga orang tua merupakan pendidik utama dan pertama. Pada masyarakat yang sederhana pendidikan berlangsung dalam keluarga dan masyarakat. Anak meniru apa yang dikerjakan orang tua dan orang-orang dewasa dalam masyarakat. Setelah mendapatkan kemampuan yang diperlukan untuk hidup, maka ia dilepaskan dalam masyarakat. Dalam. masyarakat mereka akan menjadi tenaga kerja yang dibutuhkan masyarakat. Dalam masyarakat yang lebih maju maka pendidikan di dalam keluarga tidak cukup, oleh karena itu orang tua menyerahkan pendidikan pada lembaga pendidikan formal yang disebut sekolah. Dalam sekolah anak diberi berbagai pengetahuan baik pengetahuan yang berkaitan untuk pengembangan pribadi, pengetahuan untuk bekal hidup dalam masyarakat, dan pengetahuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi lebih lanjut. Pendidikan di sekolah dilaksanakan secara bertingkattingkat, pada dasarnya dibedakan pendidik dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Anak yang telah selesai pada tingkat pendidikan tertentu yang memerlukan keterampilan tertentu dapat masuk pada pendidikan nonformal dalam lembaga pendidikan masyarakat. Setelah mendapatkan tambahan keterampilan maka ia terjun kedunia kerja dalam masyarakat. Akan tetapi ada juga yang setelah selesai pendidikan pada tingkat pendidikan tetrtentu langsung memasuki dunia kerja dalam masyarakat. Masyarakat sebagai pemakai hasil tiga pendidikan itu akan memberi balikan bagi masingmasing penyelenggara pendidikan dalam ketiga lingkungan pendidikan. Perbandingan antara pendidikan formal dan pendidikan non formal dan pendidikan dalam keluarga sebagai pendidikan informal dapat disajikan di bawah ini (Edi Suardi, S Nasution, dan M Moh Rffai Joedoprawira, 1976, p.187). Tempat berlangsung : Pendidikan formal dilaksanakan di dalam gedung sekolah, pendidikan nonformal dilaksanakan di dalam atau diluar sekolah, sedang pendidikan keluarga dilaksanakan di dalam rumah atau di luar rumah. Persyaratan mengikuti pendidikan : Syarat mengikuti pendidikan formal adalah umur dan tingkat pendidikan tertentu (ijazah atau STTB), pada pendidikan nonformal kadang-kadang ada persyaratan tetapi tidak memegang peranan yang penting, pada pendidikan informal (keluarga) tidak ada persyaratan semua anak baik anak pungut, anak tiri atau anak sendiri semua mendapatkan pendidikan dalam keluarga itu.

2 Jenjang pendidikan : Pada pendidikan formal terdapat jenjang pendidikan jaitu pendidikan prasekolah (taman kanak-kanak), pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Pada pendidikan nonformal kadangkadang ada kadang-kadang tidak. Pada pendidikan informal tidak ada jenjang pendidikan. Program pendidikan : Program pendidikan pada pendidikan formal ditentukan teliti untuk setiap jenjang pendidikan dalam bentuk tertulis. Pada pendidikan nonformal terdapat program tertentu. Pada pendidikan informal tidak ada program. Bahan pelajaran : Pada pendidikan formal bahan pelajaran lebih bersifat akademis dan umum, bahan pelajaran .pada pendidikan nonforrnal lebih bersifat khusus dan praktis, bahan pelajaran pada pendidikan informal tidak ditentukan. Lama pendidikan : Pada pendidikan formal lama pendidikan memakan waktu yang panjang, pendidikan nonformal memakan waktu yang singkat dan pendidikan informal sepanjang hidup. Usia peserta didik : Pads pendidikan formal usia pesórta didik relatif lama, pads pendidikan nonformal usia peserta didik rethtif tidak sama dan pada pendidikan informal usia peserta didik semua umur. Penilaian : Pada pendidikan formal ada ujian yang diselenggarakan secara formal dan dibenr ijazah atau STTB. Pada pendidikan nonformal juga ada ujian dan diben ijazah atau surat keterangan. Pada pendidikan informal tidak ada ujian dan tidak ada penilaian yang sistematis dan tidak ada surat keterangan atau ijazah. Penyelenggara pendidikan : Pendidikan formal diselenggarakan oleb pemerintah dan swasta yang diatur dalam suatu perundang undangan tertentu. Pendidikan nonformal diselenggarakan oleh pemenintah dan swasta yang diatur dalam perundang-undangan tertentu. Pendidikan informal diselenggarakan oleh keluarga tidak ada aturan yang harus dipenuhi untuk menyelenggarakan pendidikan. Metode mengajar : Pada pendidikan formal dituntut untuk menggunakan metode mengajar yang tertentu. Pada pendidikan nonformal dapat menggunakan metode mengajar tertentu walaupun tidak selalu. Persyaratan bagi pengajar : Pengajar pada pendidikan formal harus mempunyai kewenangan yang didasarkan ijazah dan diangkat untuk mengajar dalam suatu tugas tertentu. Pengajar pada pendidikan nonformal tidak selalu mempunyai ijazah sebagai pengajar. Pada pendidikan informal tidak ada persyaratan ijazah dan surat pengangkatannya. Administrasi : Pada pendidikan formal administrasi diatur secara sistematis dan sama untuk setiap tingkat sekolah. Pada pendidikan nonformal administrasi ada tetapi tidak begitu uniform (seragam). pada pendidikan informal administrasi tidak ada. Ditinjau dari segi sejarah berdirinya : Pendidikan formal berdiri paling akhir, disusul pendidikan nonformal. Sedang pendidikan informal ada sejak manusia ada dan tenjadi proses transformasi nilai dan orang dewasa ke anak. ORGANISASI ORANG TUA MURID Dari uraian tersebut di alas dapat diketahui bahwa antara keluarga ada hubungan yang erat. Hubungan yang erat antara keluarga dan sekolah itu disebabkan secara hukum mempunyai tanggung jawab

3 bersama terhadap pendidikan anak secara kodrat pendidikan anak memang merupakan tanggung jawab orang tua, tetapi secara hukum pemenintah/negara juga bertanggung jawab untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Di samping orang tua dan pemerintah masih ada lagi yaitu masyarakat. Oleh karena itu masyarakat dan pemerintah mendirikan sekolah. Masyarakat mendirikan sekolah swasta dan pemenintah mendirikan sekolah negeri. Tiap-tiap permulaan tahun ajaran baru maka berduyuni-duyun anak usia sekolah membanjiri sekolah, dan taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Peran orang tua dalam pendaftaran siswa baru pada tiap-tiap tingkat dan jenis sekolah tergantung pada usia anak. Pada pendidikan pra sekolah dan pendidikan dasar orang tua bersama anaknya mendaftarkan anak untuk menjadi murid baru di sekolah. Pada Sekolah Menengah Pertama peran orang tua sudah berkurang anak sendiri yang mendaftarkan diri. Akhirnya pada perguruan tinggi anak sendinilah yang mendaftarkan diri sebagai mahasiswa baru. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa terjadi penyerahan tanggung jawab pendidikan dari orang tua kepada sekolah baik negeni maupun swasta. Sebab kemampuan dan waktu untuk melaksanakannya tugas ini memang terbatas. Oleh orang tua yang kebetulan guru SD ia pun juga menyekolahkan anak pada suatu SD tertentu. Setelah anak menyelesaikan pendidikan pada suatu tingkat atau jenis pendidikan maka sekolah mcnyerabkan kembali anak-anak yang diasuhnya kepada orang tua siswa. Oleh karena itu setiap akhir tahun tiap sckolah dan pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi mengadakan pelepasan siswa-siswa yang telah berhasil menyelesaikan pendidikari di sekolah tersebut. Setelah menyerahkan anaknya pada sekolah tertentu, tidak berarti orang tua bebas dan tanggung jawab terhadap keberhasilan pendidikan anaknya pada sekolah tersebut. Oleh karena itu dirasa perlu untuk membentuk suatu wadah dalam bentuk organisasi orang tua dalam rangka ikut bertanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Di pihak lain sekolah menyadari bahwa guru juga perlu mengetahui latar belakang kehidupan anak. Oleh karena itu perlu dijalin hubungan yang erat antara guru dan orang tua. Onang tua perlu memberikan penjelasan tentang latar belakang anak dan keluarganya kepada guru atau sekolah agar pendidikan anaknya dapat berjalan dengan lancar dan berhasil dengan memuaskan. Guru perlu berkomunikasi dengan orang tua siswa berbagai cara perlu ditempuh untuk mengadakan komunikasi dengan orang tua umpama kunjungan kerumah anak, meminta orang tua datang kesekolah, mengadakan pertemuan orang tua munid dengan guru dan sebagainya. PENGARUH KELUARGA TERHADAP PENDIDIKAN DI SEKOLAH Dari uraian tersebut di atas kita telah mengetahui bahwa ada hubungan yang erat antara keluarga dan sekolah. Pendidikan dalam keluarga merupakan dasar pada pendidikan di sekolah. Beriyamin S. Bloom (1976) menyatakan bahwa lingkungan keluarga dan faktor-faktor luar sekolah yang telah secara luas berpengaruh terhadap siswa. Siswa-siswa hidup di kelas pada suatu sekolah relatif singkat, sebagian besar waktunya dipergunakan siswa untuk bertempat tinggal di rumah. Keluarga telah mengajarkan anak berbahasa, kemampuan untuk belajar dari orang dewasa dan beberapa kualitas dan kebutuhan berprestasi, kebiasaan bekerja dan perhatian terhadap tugas yang merupakan dasar terhadap pekerjaan di sekolah. Dari uraian ini dapat diketahui lebih lanjut bahwa kecakapan-kecakapan dan kebiasaan di rumah merupakan dasar bagi studi anak di sekolah. Suasana keluarga yang bahagia akan mempengaruhi masa depan anak baik di sekolah maupun di masyarakat, dalam lingkungan pekerjaan maupun dalam lingkung keluarga kelak (Sikun Pribadi, 1981, p. 67). Dari kutipan ini dapat diketahui bahwa suasana dalam kelaurga dapat mempengaruhi kehidupan di sekolah. Menurut Erikson yang dikutip oleh Sikun Pribadi (1981) bahwa pendidikan dalam keluarga yang berpengaruh terhadap kehidupan anak di masa datang ditentukan oleh (1) rasa aman, (2) rasa otonomi, (3) rasa inisiatif. Rasa aman ini merupakan periode perkembangan pertama dalam perkembangan anak. Perasaan aman ini perlu diciptakan, sehingga anak merasakan hidupnya aman dalam kehidupan keluarga.

4 Rasa aman yang tertanam ini akan menimbulkan dari dalam diri anak suatu kepercayaan pada diri sendini. Anak yang gagal mengembangkan rasa percaya diri ini akan menimbulkan suatu kegelisahan hidup, ia merasa tidak disayangi, dan tidak mampu menyayangi. Fase perkembangan yang kedua adalah rasa otonomi (sense of autonomy) yang terjadi pada waktu anak berumur 2 sampai 3 tahun. Orang tua harus membimbing anak dengan bijaksana agar anak dapat mengembangkan kesadaran, bahwa ia adalah pribadi yang berharga, yang dapat berdiri sendiri dan dengan caranya sendiri ia dapat memecahkan persoalan yang ia hadapi. Kegagalan pembentukan rasa otonomi, suatu sikap percaya pada diri sendiri dan dapat berdiri sendiri akan menyebabkan anak selalu tergantung hidupnya pada orang lain. Setelah ia memasuki bangku sekolah ia selalu harus dikawal oleh orang tuanya. Ia selalu tidak percaya diri sendiri untuk menghadapi persoalan yang dihadapi di sekolah. Pada fase perkembangan ketiga disebut perkembangan rasa inisiatip (sense of initiative) yaitu pada umur 4 sampai 6 tahun. Anak harus dibiasakan untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam lingkungan keluarga. Sebab dengan dibiasakan menangani masalah hidupnya maka anak akan mengembangkan inisiastipnya dan daya kreatifnya dalam rangka menghadapi tantangan hidupnya. Jika orang tua selalu membantu dan bahkan melarang anaknya untuk mengerjakan sesuatu hal maka inisiatif dan daya kreasi anak akan lemah dan akan mempengaruhi hidup anak dalam belajar di sekolah. Pengaruh kualitas pengasuhan anak dan kondisi lingkungan dengan perkembangan kemampuan anak : Levine dan Hagighurst (1984, p. 169.179) melaporkan hasil penelitian. Anak yang tingkat kondisi IQ rendah dari suatu rumah yatim piatu dengan kondisi yang menyedihkan sebagian kemudian diasuh dalam rumah yatim piatu yang kondisi baik dengan penyelenggaraan program-program perawatan yang baik. Setelah satu tahun anak dari dua lingkungan yatim piatu tersebut dites intelegensi. Dari hasil tes intelegensi diperoleh hasil bahwa IQ anak dipelihara dalam rumah yatim piatu dalam kondisi yang menyedihkan IQ-nya teap bahkan ada yang menurun, scdang anak yang diasuh dalam kondisi rumah yatim piatu yang baik IQ naik. Setelah belajar di sekolah anak-anak diasuh dalam kondisi yang baik berhasil memperoleh ijazah pendidikan tinggi. Pengaruh fasilitas hidup dalam keluarga dan rumah tangga terhadap perkembangan kognitif : Keluarga lapisan bawah, lapisan menengah dan lapisan atas memiliki fasilitas yang berbeda-beda. Keluarga lapisan bawah fasilitas yang kurang lengkap bila dibanding keluarga lapisan menengah dan lapisan atas. Kelengkapan fasilitas mempunyai dampak yang positif terbadap pengembangan kognitif anak yang belajar di sekolah. Pengaruh besamya keluarga terhadap kemamuan intelektual : Dari hasil-hasil penelitian dilaporkan bahwa besarnya keluarga berkorelasi negatif terhadap kemampuan intelektual Dari hasil penelitian diketahui bahwa makin besar jumlah keluarga makin rendah kemampuan intelektual anak. Sebaliknya makin kecil jumlah keluarga kemampuan intelektual makin tinggi. Jika ditambah variabel lapisan keluarga, maka jumlah keluarga yang besar pada lapisan bawah kemampuan intelaktual akan lebih rendah lagi di banding pada keluarga besar pada lapisan menengah Oleh karena makin banyak jumlah anak maka kemampuan intelektual makin rendah apalagi jika ditambah dengan lapisan keluarga rendah (miskin). Pengaruh urutan kelahiran terhadap kemampuan intelektual : Pengaruh urutan kelahiran telah dilaporkan oleh Laosa dan Sigel (1982). Dari hasil penelitian ini diketahui makin menurun urutan kelahiran maka prestasi belajar makin rendah. Umumnya prestasi belajar anak sulung lebih baik daripada prestasi bclajar anak kedua, anak kedua prestasi belajar lebih baik dari anak ketiga dan seterusnya. Pengaruh pekerjaan ibu : Pengaruh antara ibu yang bekerja di luar rumah terhadap prestasi belajar anak belum ada kata sepakat. Dari berbagai penelitian ada kecenderungan bahwa prestasi belajar anak dan ibu yang bekerja lebih

memberi pujian.com/2008/05/27/peranan-guru-taman-kanak-kanak/ Peranan Guru Taman Kanak-kanak Dalam Membangun Generasi Islami Oleh : H. (4) makin kuat tingkat pemaksaan yang diberikan orang tua terhadap anak-anaknya maka makin rendah kemampuan sosialnya. p. fasilitas sekolah. Dan sekali jangan menjadi kelompok keempat. pengawasan yang ketat.5% sampai 8. harapan keluarga. http://blogminangkabau. Mas’oed Abidin Sudah lama kita mendengar ungkapan. “jadilah kamu berilmu yang mengajarkan ilmunya. Pengaruh hubungan akrab antara ayah dan anak juga mempengaruhi kemampuan intelektual anak.laki besarnya dukungan orang tua dan kuatnya pengawasan orang tua berkorelasi positif terhadap pencapaian prestasi belajar. hasil test menunjukkan sumbangan latar belakang keluarga itu tidak signifikan. atau menjadi pendengar (mustami’an). (3) makin besar dukungan orang tua. dan Thailand yang dilaporkan oleh Thorndike menjelaskan bahwa latar belakang keluarga itu dapat menjelaskan perubahan prestasi belajar antara 1. Pengaruh latar belakang keluanga terhadap hasil belajar di sekolah : Menurut John Simmons dan Leigh Alexander (1983) latar belakang keluarga biasanya berkaitan dengan status sosial ekonomi keluarga. Beberapa penelitian juga memasukkan indikator-indikator lain seperti harapan siswa. harapan masyarakat setempat terhadap hasil belajar anak serta sikap mereka terhadap hasil belajar. pertolongan dan keterangan-keterangan ibu juga mengajar berbagai hal seperti bekerja sama dengan anak lain serta mengembangkan kegiatan anak. ibu memberikan hiburan terhadap anaknya. (5) bagi anak perempuan besarnya dukungan dan frekuensi usaha pengawasan orang tua berkorelasi negatif terhadaap pencapaian prestasi akademik. jumlah siswa dalam kelas dan sebagainya. Pergaulan yang akrab antara orang tua ayah dan anak akan mengurangi rasa takut terhadap pengaulan antara anak dengan orang-orang di luar keluarga. . Apabila perlakuan tersebut di atas disertai suasana hubungan dan kasih sayang ternyata lebih meningkatkan kemampuan intelektual dari pada penerapan disiplin yang kaku.wordpress. Hasil penelitian yang dilaksanakan di India. (2) makin kuat pemaksaan yang diberikan oleh orang tua maka makin rendah perkembangan kognitif anak. kualitas keluarga dan sebagaiya. membujuk. Status sosial ekonomi ini biasanya mempergunakan indikator pendidikan keluarga. Laosa dan Irving Sigel (1982) yang merangkumkan berbagai hasil penelitian juga melaporkan hasil penelitian hubungan orang tua dengan keberhasilan belajar anak. dan larangan atau ancaman dan hukuman. Pengaruh hubungan akrab anak laki-laki dan ayahnya terhadap prestasi belajar lebih tinggi dari pada pengaruh hubungan akrab antara ayah dan anak putri terhadap prestasi belajar. atau belajar (muta’alliman). Luis M. Clarke dan Stewart meneliti tentang penlakuan ibu dalam hubungan antara ibu dan anak terhadap prestasi belajar siswa menyimpulkan bahwa prestasi belajar anak dipengaruhi oleh hubungan akrab antara ibu dan anak. Chile. Iran. pekerjaan dan penghasilan orang tua. Hubungan perlakuan orang tua dengan kemampuan kognitif : Dari hasil penelitian Rollins dan Thomas yang dilaporkan oleh Lewin dan Havighurst (1982. Tetapi pada beberapa penelitian juga menghasilkan bahwa prestasi belajar ibu yang tidak bekenja lebih tinggi dari pada prestasi belajar dari anak ibu yang bekerja. Dalam hubungan yang akrab itu ibu sering mengajak berbincang-bincang anaknya. makin tinggi kemampuan sosial dan kemampuan instrumental anak. (6) bagi anak laki. memberi perintah. 172173) menyatakan bahwa (1) makin besar dukungan orang tua makin tinggi tingkat perkembangan kognitif anak.7%.5 tinggi dari anak dan ibu yang tidak bekerja. Oleh karena itu perlu dilacak faktor yang lain yang menyebabkan keragu-raguan tersebut di atas umpama jenis kerja dari ibu. Jika dikontrol dengan indikator-indikator yang berasal dari sekolah seperti kualitas pengajaran.

persaingan keras dan kompetitif. Bank Dunia memasukkan kedalam “The Eight East Asian Miracle”. terutama pada generasi muda (para remaja). · luputnya tanggung jawab lingkungan masyarakat. Masyarakat. (d). dampaknya masih terasa hingga hingga sekarang. kerluarga. serta enggan untuk mendengar”. Peran Guru adalah sesuatu pengabdian mulia dan tugas sangat berat. Generasi buih adalah suatu generasi yang berpeluang menjadi “X-G” the loses generation. akan banyak ditemui limbah budaya kebaratan westernisasi. · berkembangnya kejahatan orang tua. Pertanyaan yang segera meminta jawaban adalah. Hong Kong. Taiwan. menjadi alat menciptakan kemakmuran. (b). atau Millenium Baru yang diawali dengan abad keduapuluh satu. · diperparah oleh hilangnya tokoh panutan. Pemahaman ini sangat perlu ditanamkan tatkala kita mulai melangkah ke alaf baru. berakibat ketahanan bangsa akan lenyap dengan lemahnya remaja. Penyimpangan prilaku menjadi ukuran atas kemunduran moral dan akhlak.[1] Globalisasi membawa perubahan prilaku. Malaysia. selama tiga dasawarsa 1967-1997 pernah mengalami pertumbuhan ekonomi yang semu secara pesat. sebelum terjadinya krisis ekonomi 1997. Para remaja cenderung bergerak menjadi generasi buih yang terhempas dipantai menjadi dzurriyatan dhi’afan. tidak berani ikut serta didalam berlomba melawan gelombang samudera globalisasi. tidak pula belajar. budaya. dan kemaslahatan umat dikelilingnya. Thailand. · rusaknya sistim. dunia tak ada jarak seakan global village. Tugas itu berat. Korea Selatan. Indonesia sebagai bagian dari Asia Tenggara. tidak dapat tidak pekerjaan ini memerlukan ketaletenan dan semangat yang prima. · impotensi dikalangan pemangku adat. Penyebab utama karena. politik dan bahkan menyangkut setiap aspek kehidupan kemanusiaan. Hilangnya kendali para remaja. untuk kebaikan diri sendiri. ditandai : (a). (c). komunikasi serba efektif. berilmu dan mampu mengamalkan ilmunya. Maka. Yakni tidak mengajar. ekonomi. Alaf Baru. mobilitas serba cepat dan modern. Kemuliaannya terpancar dari keikhlasan membentuk anak manusia menjadi pintar. Globalisasi membawa banyak tantangan (sosial. pola dan politik pendidikan. Alaf baru ini diyakini hadir dengan tantangan global yang tidak bisa di cegah. karena umat hanya mungkin dibuat melalui satu proses pembelajaran dengan pengulangan terus menerus (kontiniutas) serta pencontohan (uswah) yang baik. Alaf Baru. “Sudahkah kita siap menghadapi perubahan zaman yang cepat dan penuh tantangan ini?” Semua elemen masyarakat sangat berkewajiban mempersiapkan generasi baru yang siap bersaing dalam era global tersebut. Keberhasilan akan banyak ditopang oleh kearifan yang dibangun oleh kedalaman pengertian serta pengalaman dalam membaca situasi serta upaya membentuk kondisi yang kondusif (mendukung) disekitar kita.6 yang tidak memiliki aktifitias keilmuan sama sekali. . Globalisasi menjanjikan pula harapan dan kemajuan seperti pertumbuhan ekonomi yang pesat. menjadi macan Asia bersama: Jepang. Singapura.

Dalam persaingan dimaksud. dan Krisis moral secara meluas. Antisipasi. b. Prilaku luhur bergeser kencang kearah tidak acuh. Pendidikan moral berpaksikan tauhid. b. berakhlak dan memiliki penghormatan terhadap orang tua.31. Krisis konsep pergeseran pandang (view) cara hidup.7 · hilangnya wibawa ulama. . c. Ketiga perangai dimaksud merupakan penyimpangan sangat jauh dari budaya luhur. a. d. Hilangnya keseimbangan moral (dis-equilibrium) menyebabkan krisis-krisis. e. c. Kaya dimensi dalam pergaulan mencercahkan rahmatan lil ‘alamin menampilkan kecerahan bagi seluruh alam. e. dan berpijak pada nilai-nilai ajaran Islam yang universal. mempunyai adab percakapan ditengah pergaulan. pemisahan kehidupan duniawi dari supremasi agama (sekularistik). Orientasi pendidikan beranjak dari mempertahankan prestasi kepada orientasi prestise. diantaranya . f. kegemaran berkorupsi. c. Aqidah masyarakat bertauhid namun akhlak tidak mencerminkan akhlak Islami. yang pada akhirnya berpeluang besar melahirkan Kriminalitas. Pergeseran budaya dengan mengabaikan nilai-nilai agama telah melahirkan tatanan hidup berpenyakit sosial kronis. Integrasi moral yang kuat. etika individu dan moral sosial berubah drastik. g. b. keijazahan. tidak demokratis. Pendalaman ajaran agama tafaqquh fid-diin. d. mengamalkan nilai-nilai amar makruf nahi munkar seperti tertera dalam QS. Krisis kridebilitas dengan erosi kepercayaan. a. dan ukuran nilai jadi kabur. b. teguh memilih kepentingan bersama dengan ukuran moralitas taqwa. Perhatian besar terhadap masalah sosial atau umatisasi. antara lain . Krisis beban institusi pendidikan terlalu besar. dan membesarnya kesenjangan miskin kaya. Memantapkan watak terbuka. beberapa upaya semestinya disejalankan dengan . Akhlaq. Krisis nilai. membelenggu dinamika institusi. seperti . memacu penguasaan ilmu pengetahuan. responsif dan kritis terhadap perkembangan zaman. Krisis relevansi program pendidikan mendukung kepentingan elitis non-populis. akhirnya impoten memikul beban tanggung jawab. Prilaku umat juga berubah. Sekolahan yang merupakan cerminan idealitas masyarakat tidak bisa dipertahankan. Pengaruh budaya asing berkembang pesat. guru dan muballig dimimbar kehidupan mengalami kegoncangan wibawa. Melalaikan ibadah. perilaku Sadisme. Kesudahannya. Interaksi dan ekspansi kebudayaan asing bergerak secara meluas. · bergesernya fungsi lembaga pendidikan menjadi bisnis. dan kesempatan mendapatkan pendidikan tidak merata. kurangnya idealisme generasi remaja tentang peran dimasa datang. Mengenal kehidupan duniawi yang bertaraf perbedaan. · profesi guru dilecehkan.Tuntutan tanggung jawab moral sosial kultural dikekang oleh sisitim dan aturan birokrasi. tafaqquh fin-naas. a. dalam tatanan kehidupan bermasyarakat a. Kadang-kadang sudah mentolerir sesuatu yang sebelumnya disebut maksiat. Krisis solidaritas. pengagungan materia secara berlebihan (materialistik). Pergaulan orang tua. c. Umat mesti mengantisipasi dengan penyesuaian-penyesuaian agar tidak menjadi kalah. pemujaan kesenangan indera mengejar kenikmatan badani (hedonistik). Lukman:13-17.

Generasi Handal. Intinya adalah tauhid. menuju kepada inti dan isi Agama Islam (QS. dipadukan dengan kerja sama berdisiplin. Pelaksananya setiap muslim.Al-Ahzab. tidak lain adalah seruan kepada Islam. secara kontinyu diturunkan oleh Allah SWT seperti. Ajakan kepada umat itu. a. Peta da’wah. mencontohkannya kepada masyarakat lain”.7. “Memulai dari diri sendiri. Bertindak atas dasar mengajak orang lain untuk menganutnya. Perintah untuk melaksanakan tugas-tugas da’wah itu. daya kreatif dan innovatif. kritis dan dinamis. 1990). yang sangat sesuai dengan fithrah manusia itu. kepada seluruh manusia . supaya meminta kepadaNya dan persiapan diri untuk kembali kepada-Nya (QS. Umat yang menjadi harapan masyarakat dunia. Al Ahzab. Maka umat masa kini hanya akan menjadi baik dan kembali berjaya. [4] Perangkat dalam organisasi selain dari orang-orang. Iman dan ibadah. Kita memerlukan generasi yang handal. (Al Hadist). Setiap mukmin adalah umat da’wah pelanjut Risalah Rasulullah yakni Risalah Islam. Keberhasilan suatu upaya da’wah (gerak da’wah) memerlukan pengorganisasian (nidzam) (Al Hadist). bila sebab-sebab kejayaan umat terdahulu dikembalikan. untuk keselamatan dan kesejahteraan hidup manusia [2]. dan penyebaran serta penyiarannya dilanjutkan oleh da’wah. tingkat sosialnya dan juga budaya mereka ini bisa terbaca dalam peta da’wah (Yusuf Qardhawi. Dakwah Risalah.8 h. memuat data-data tentang keadaan umat yang akan diajak tersebut. yang ditugaskan kepada Rasul. Da’wah itu. semestinya meniru watak-watak. Bila penduduk negeri beriman dan bertaqwa dibukakan untuk mereka keberkatan langit dan bumi (QS. b. Yaitu agama yang diberikan Khaliq untuk manusia. Perintah untuk menyeru Allah. .Al Qashash. 33 : 21). tidak boleh musyrik. a) Supaya menyeru kejalan Allah. 28 : 87). memiliki vitalitas tinggi. Rasulullah SAW [3] Untuk itu diperlukan setiap saat meneladani pribadi Muhammad SAW yang berguna sekali membentuk effectif leader di Medan Da’wah. bagaimanapun kecilnya. menjadi awal dari ketahanan bangsa.al-A’raf:96). dengan beberapa sikap. Satu dari peralatan terpenting adalah penguasaan kondisi umat. Islam adalah agama Risalah. adalah juga peralatan. b) Seruan untuk menyembah Allah. Implementasinya akhlaq. yang ditunjukkan oleh penda’wah pertama. Ketahanan umat bangsa terletak pada kekuatan ruhaniyah keyakinan agama dengan iman taqwa dan siasah kebudayaan. Inilah cara yang tepat. 33 : 45-46). dengan petunjuk yang lurus (QS. Perkembangan kedepan banyak ditentukan oleh peranan remaja sebagai generasi penerus dan pewaris dengan kepemilikan ruang interaksi yang jelas menjadi agen sosialisasi guna menggerakkan kelanjutan survival kehidupan kedepan.

generasi muda (remaja) harus dibina dengan budaya yang kuat berintikan nilai-nilai dinamik yang relevan dengan realiti kemajuan di era globalisasi.jiwa pendidikan. Ilmu yang benar membimbing umat kearah amal karya. Sumbangan Ummat Islam. hakekatnya adalah generasi yang menjaga destiny. dalam pendirian. motivasi yang bergantung kepada Allah. c. baik tingkat awaliyah. Hubungan ruhaniyah ini akan lebih lama bertahan daripada hubungan struktural fungsional. sangat signifikan bahkan sangat dominan.inti ajaran agama. pengembangan. Karena itu. Buktinya bertebaran pada setiap daerah. individu yang berakhlak berpegang pada nilai-nilai mulia iman dan taqwa. sanggup menghadapi realita baru di era kesejagatan. h. budaya luhur (tamaddun). kreatif dan dinamik. kreasi. lazimnya disebut Madrasah atau Pesantren. Prakarsa umat Islam di Indonesia terhadap perguruan Islam. Sepanjang sejarah pendidikan Islam di Indonesia.9 c.buah dari keimanan. Generasi masa depan (era globalisasi) yang diminta lahir dengan a. . bahkan sampai kepelosok kampung-kampung.[5] Pendidikan yang akan dikembangkan adalah pendidikan akhlak. . inovasi. f. tsanawiyah. Semestinya dipahami bahwa kekuatan hubungan ruhaniyah (spiritual emosional) dengan basis iman dan taqwa akan memberikan ketahanan bagi umat. budi pekerti. memahami nilai-nilai budaya luhur. Madrasah Diniyah Islamiyah. tanpa harus mengorbankan nilai-nilai kemanusiaan. i. pemberdayaan pendidikan madrasah sangat besar. siap bersaing dalam knowledge based society. e. memiliki utilitarian ilmu berasaskan epistemologi Islam yang jelas. tasawwur (world view) yang integratik dan umatik sifatnya (bermanfaat untuk semua. Generasi baru yang mampu mencipta akan menjadi syarat utama keunggulan. . Pendidikan dan Dakwah Mendidik tidak dapat dipisah dari satu gerakan dakwah. b. Sebagai contohnya ditemui dimana-mana. Generasi muda akan menjadi aktor utama dalam pentas kesejagatan di alaf (millenium) baru. Sumatera Thawalib. yang patuh dan taat beragama akan berkembang secara pasti menjadi agen perubahan. g. punya jati diri yang jelas. tidak mudah terbawa arus. Keutuhan budaya bertumpu kepada individu dan masyarakat yang mampu mempersatukan seluruh potensi yang ada. bahkan ‘aliyah. memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam sebagai kekuatan spritual. berpaksikan tauhidik. sudah dikenal sejak lama. terbuka dan transparan). dan menjadi wadah diri dalam menerima ilmu-ilmu lainnya. d. Dapat diyakini bahwa Akhlak merupakan. . Maka akhlak karimah (budi pekerti sempurna) adalah tujuan sesungguhnya dari proses pendidikan. d. yang memberikan motivasi emansipatoris dalam mewujudkan sebuah kemajuan fisik-material. e. motivasi yang shaleh (baik). khususnya di Minangkabau sejak lama.

yakni orang Muslim. melalui . Perti dan lainnya gesit sekali.[6] . Ada baiknya di pelajari pembentukan efektif leader dari Rasulullah SAW dan ini merupakan salah satu kunci keberhasilan da’wah Rasulullah. Hasilnya tidak mungkin diraih dengan kerja sambilan. yaitu merombak kekeliruan ke arah kebenaran. “Perjalanan kepada kemajuan” ini tidak perlu ditunggu waktu sampai besok. merekapun mengerjakan kebaikan-kebaikan” (QS. sosial ekonomi. Al-Qur’an telah mendeskripsikan peran agama Allah (Islam) sebagai agama yang kamal (sempurna) dan nikmat yang utuh. yaitu perbaikan kualitas diri sendiri. (1). Inilah yang dimaksud secara hakiki “perjalanan kepada kemajuan (al madaniyah. hanya bisa diselesaikan dengan satu gerak amal nyata yang berkesinambungan (kontinyu). hubungan sosial masyarakat. Begitu suatu natuur-wet (sunnatullah. Jumlah pendidikan Islam (madrasah. berkhidmat. 5 : 3). setiap muslim berkewajiban menapak tugas tabligh (menyampaikan). Gerakan ini membuahkan agama yang mendunia (globalisasi agama). Ali Imran. Dimulai dengan. karena yang ada itu sebenarnya sudah amat cukup untuk memulai. taman kanak-kanak Islam) berkembang atas inisiatif masyarakat Muslim ditengah komunitasnya. Inilah tugas dan peran “umat da’wah” menurut nilai-nilai Al-Qur’an (QS.10 Menggalang saling pengertian. Karena itu setiap Muslim. modernitas)”. merapatkan potensi barisan (shaff). Semuanya berkehendak kepada gerak yang kontinyu. kebudayaan dan pembinaan alam lingkungan yang dikenal sebagai pembangunan yang bersifat sustainable development atau pengembangan pembangunan yang berkesinambungan. dengan nilai-nilai Al Qur’an wajib mengemban missi yang berat dan mulia (mission sacre). Da’wah ini tidak akan berhenti dan akan berkembang terus sesuai dengan variasi zaman yang senantiasa berubah. = undang-undang alami). mengerjakan amal-amal Islami secara bersama-sama (jamaah). “Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang menyerahkan dirinya kepada Allah secara ikhlas. kemudian mengajak (da’wah) kemudian mengwujudkan kehidupan agama yang mendunia (dinulharakah al-alamiyyah). 4 : 125). kerjakan dari sekarang mana yang bisa dikerjakan. berkapasitas terhadap seluruh aktivitas kehidupan manusia. Usaha ini akan menjadi gerakan antisipatif terhadap arus globalisasi negatif pada abad-abad mendatang. Aktualisasi dari nilai-nilai Al-Qur’an itu. Dalam langkah da’wah Ila-Allah. membuka pintu dialog persaudaraan (hiwar akhawi). An Nisak. koordinasi sesamanya mempertajam faktor-faktor pendukungnya.dan mulailah dengan apa yang ada. kemampuan bergaul. sebagaimana arahan Rasulullah “Mulailah dari diri kamu kemudian lanjutkan kepada keluargamu dan kepada lingkunganmu” (Al Hadist). Ishlahun-nafsi. mencintai. utuh dan terprogram. (2) Islahul-ghairi yaitu perbaikan kualitas terhadap lingkungan menyangkut masalah keluarga. Karena buah yang dipetik adalah sesuai dengan bibit yang ditanam. Setiap Muslim harus memulai melakukan perbaikan (ishlah). serta agama yang diridhai (QS. mengajak (da’wah) . Begitu mabda’ (prinsip) satu gerak amal yang disebut “harakah Islamiyah” di masa persaingan ketat sekarang. 3 : 104 ). Fenomena diakhir abad keduapuluh menggambarkan telah terjadi stagnasi yang signifikan.Al Maidah. menarik. Ekspansi ormas Islam seperti Muhammadiyah.

· mengembangkan keteladanan uswah hasanah. misi. 28: 77). Peran serta masyarakat dalam pengembangan dengan quality oriented. · sabar. membuat anak didik menjadi terdidik. fungsional. Harus mampu menjaring peluang-peluang yang ada. Bila pendidikan ingin dijadikan modus operandus disamping kurikulum ilmu terpadu dan holistik. Segi organisasi lebih menjadi viable (dapat hidup terus. · Langkah ketiga memantapkan tahapan pelaksanaan aktualisasi secara sistematis (the level of actualization). · Langkah awal menanamkan kesadaran tinggi (to create the high level awareness). beberapa model perlu dikembangkan dikalangan para pendidik. Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengelolaan sumber sumber belajar yang terdapat didalam masyarakat sehingga sistim pendidikan Islam tidak terpisah dan menjadi bagian integral dari masyarakat Muslim keseluruhan. Setiap Muslim harus jeli (‘arif) dalam menangkap setiap pergeseran yang terjadi karena perubahan zaman ini. · perubahan melalui ishlah atau perbaikan. aktif dan giat) dan juga durable (dapat tahan lama) sesuai perubahan dan tantangan zaman. berat sepikul ringan sejinjing. kesadaran tentang perlunya perubahan dan dinamik yang futuristik. berjalan. khususnya dalam bidang dana dan daya (tenaga pengajar). berkualitas. peran serta bagaimana yang dituntut kepada masyarakat ? Rasanya tidak adil kalau pihak pemerintah menuntut lebih banyak dari masyarakat. Pemberdayaan Ummat. dan memupuk rasa kasih sayang melalui pengamalan warisan spiritual religi. Sasarannya. yakni dalam peningkatan managemen yang lebih accountable. capable. bergairah. masyarakat belajar. keterampilan dan pemantapan siyasah. Konsep-konsep visi. · pemurnian wawasan fikir disertai kekuatan zikir. berkualitas unggulan. sumber finansial masyarakat dapat dipertanggung jawabkan secara lebih efisien dan peningkatan kualitas pendidikan dapat dicapai. artinya “jangan sampai kamu melupakan nasib/peranan kamu dalam percaturan hidup dunia (Q. benar. terencana mewujudkan keseimbangan dan minat (motivasi) dan gita kepada iptek.11 Jika kondisinya demikian. sehingga mendorong madrasah menjadi lembaga center of exellence. Langkahnya perlu dengan penggarapan secara sistematik dan pen-dekatan proaktif mendorong terbangunnya proses pengupayaan (the process of empowerment). yakni pengetahuan agama plus keterampilan. · penajaman visi. baik dari segi keuangan maupun organisasi. Pendekatan integratif dengan mempertimbangkan seluruh aspek metodologis berasas kokoh tamaddun yang holistik dan bukan utopis. inti. integrated ditengah masyarakatnya. mata dan pusar dari learning society. Dalam pemberdayaan manajemen pendidikan. · Langkah kedua melakukan tahapan perencanaan dengan rangka kerja yang terarah.. Untuk itu. atau prinsip ta’awunitas. selalu terbentur dalam pencapaian oleh karena lemahnya metodologi dalam operasional pencapaiannya.S. . Aspek pendidikan dan latihan adalah faktor utama dalam peng-upayaan. Melalui peningkatan ini. Kita berkewajiban membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi Sumber Daya Umat (SDU) yang bercirikan kebersamaan dengan nilai asas “gotong royong”. yang menghasilkan anak didik berparadigma ilmu yang komprehensif. sangat perlu pembentukan kualita pendidik (murabbi) yang sedari awal mendapatkan pembinaan. sehingga memiliki visi jauh ke depan. Membentuk Sumber Daya Ummat. “Laa tansa nashibaka minaddunya”. Melalui pengembangan ini madrasah bisa menjadi core.

Langkah drastik mencetak ilmuan Muslim yang benar-benar beriman taqwa. konsekwensinya ilmu banyak dengan sedikit kepedulian ) · Menanamkan kesadaran. jika Allah membiarkan kamu (tidak memberikan pertolongan).3. Kemenangan hanya disisi Allah. “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya. ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabb-mu. · memperkaya warisan budaya. “nan kuriak kundi nan sirah sago. Sesuai Firman Allah yang artinya. pembinaan generasi muda yang akan mewarisi pimpinan berkualiti. tanggung jawab terhadap hak dan kewajiban asasi individu secara amanah . · menularkan ilmu pengetahuan yang segar dengan tradisi luhur (Apabila sains dipisah dari aqidah syariah dan akhlaq akan melahirkan saintis tak bermoral agama. dahulu adat nan bapakai kini pitih nan paguno”. Langkah Kedepan. yaitu ketika orang kafir (musyrikin Makkah) mengeluarkannya (dari Makkah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua. dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. karena Allah selalu beserta orang yang beriman. Sungguh suatu nikmat yang wajib disyukuri. memiliki jati diri. Secara sungguh-sungguh mewujudkan masyarakat madani yang berteras kepada prinsip keadilan (equity) sosial yang terang. setia.8.12 · Menguatkan solidaritas beralaskan pijakan iman dan adat istiadat luhur. padu dan lasak. b. niscaya nikmat itu akan ditambah. Upaya ini dapat dilakukan dengan cara .9. dan istiqamah pada agama yang dianaut. b. ibu bapak . d. Al-Anfal : 9-10). Mengasaskan agama dan akhlak mulia sebagai dasar pembinaan generasi muda. sesungguhnya Allah beserta kita” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada Muhammad dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya. Ali “Imran : 160). at-Taubah : 40). bila kamu mampu menjaga nikmat Allah (syukur). · fungsionalisasi peranan ninik mamak dan unsur masyarakat secara efektif. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. (QS. diwaktu dia berkata kepada temannya “Janganlah kamu berduka cita. a. Khatimah. a. c. “Lain syakartum la adzidannakum“. c. Firman Allah menyebutkan : Artinya. Dan Allah tidak menjadikannya (mengirimkan bantuan itu). maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu selain dari Allah sesudah itu ? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang Mukmin bertawakkal” (QS. pembinaan human capital melalui keluasan ruang gerak mendapatkan pendidikan. nan baik budi nan indah baso” Intensif menjauhi kehidupan materialistis. · memulai dari lembaga keluarga dan rumah tangga. “(Ingatlah!). f. e. Sesuai Firman Allah Artinya. integreted inovatif. “dahulu rabab nan batangkai kini langgundi nan babungo. melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Pembinaan minat dan wawasan generasi muda kedepan yang bersatu dengan akidah. budaya dan bahasa bangsa. “Jika Allah menolong kamu. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. maka tidak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu. lalu diperkenankan-Nya bagimu : “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang dating berturut-turut”. · memperkokoh peran orang tua. Allah akan menolong setiap orang yang membantunya. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. Kuatkan hati. cinta dan rasa tanggung jawab patah tumbuh hilang berganti · menanamkan aqidah shahih (tauhid).

at Taubah. syarak bersendi Kitabullah. . Bila mimpi ini menjadi kenyataan. amin.” (QS. manusia (umat) menjadi penerus dan pelaksana da’wah itu terus menerus sepanjang masa (QS. dimana termimpikan kawasan ini akan menguasai 50. semoga Allah senantiasa membimbing kita dengan Hidayah-Nya. 13 : 35). Sesuatu akan selalu indah selama benar. Sayang sekali. Bangsa kita akan dihadapkan pada “Global Capitalism”. tidak beku dan tidak bersifat bersitegang. [3] (Mohammad Natsir. Demikianlah. populasi ini akan mencapai 500 juta (Adi Sasono.IX. kukuh ekonomi · bijak memilih prioritas pada yang hak sebagai nilai puncak budaya Islam yang benar. [1] Dalam bidang ekonomi ini. [4] Menurut bimbingan Rasulullah bahwa al haqqu bi-laa nizham yaghlibuhu al baathil bin-nizam bermakna bahwa yang hak sekalipun. 1994). Semuanya didorong oleh pengamalan Firman Allah. sementara Amerika dan Uni Eropa hanya berkesempatan menikmati tingkat pertumbuhan ekonomi rata-rata 2. untuk mencerdaskan umat dan menanamkan budi pekerti (akhlak Islami). Populasi Asean sekarang 350 juta. Ar-Ra’d. apabila mereka telah kembali kepadanya. tetapi tidak mengindahkan pengaturan (organisasi) senantiasa akan di kalahkan oleh yang bathil tetapi dijalankan terorganisir. atau APEC. Dengan “Capitalism Imperialism” kita akan terjajah di negeri sendiri tanpa kehadiran fisik si penjajah. menjadi tugas para Rasul sebelumnya. umumnya berkiprah dikampung halaman setelah selesai menuntut ilmu. [6] Merosotnya peran kelembagaan pendidikan madrasah di Minangkabau dalam bentuk surau. diperkirakan tahun 2003 saat memasuki AFTA. Pemberdayaan potensi masyarakat digerakkan secara maksimal dan terpadu untuk menghidupkan pendidikan Islam. Media Dakwah. [2] Tugas seperti ini. [5] Para thalabah lulusan madrasah dan pendidikan sistim surau. kelestarian Agama ini dengan kemampuan mudah. Maka scenario pertumbuhan untuk tahun 2019. elastis.5 sampai 3 % pertahun. ayat 122).3% dan selebihnya 10 % dikuasai Afrika dan Amerika Latin (Data Deutsche Bank. Ditegaskan dalam kalimat sederhana tapi padat. luwes. Allah menghendaki. supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. Da’wah kita adalah Da’wah Ila-Allah). seiring dengan berlakunya kaedah adat bersendi syarak. 1997). 3 : 104). apa artinya semua ini? Kita akan menjadi pasar raksasa yang akan diperebutkan oleh orang-orang di sekeliling. dengan mendirikan sekolah-sekolah agama. “Tidak sepatutnya bagi orang Mukmin itu pergi semuanya kemedan perang. Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan diantara mereka beberapa orang untuk memperdalam ilmu pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya. Amerika dan Uni Eropa hanya 39. bersama-sama dengan masyarakat. Jakarta 1992. negara-negara Asean menikmati pertumbuhan rata-rata 7-8 % pertahun. Cides. Maka. Tausiyah 24 tahun Dewan Dakwah. pertumbuhan ekonomi ini tidak dapat dipelihara. tampaknya jauh panggang dari api. Menjadi sempurna dan lengkap dengan keutusan Muhammad. Budaya adalah wahana kebangkitan bangsa. bahwa da’wah kita adalah Da’wah Ila-Allah (QS.13 · penyayang dan adil dalam memelihara hubungan harmonis dengan alam · melazimkan musyawarah dengan disiplin dan teguh politik. memulainya dari akar rumput. Ali Imran. Maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh kekuatan budayanya. Kalau kita tidak hati-hati keadaan akan bergeser menjadi “Capitalism Imperialism” menggantikan “Colonialism Imperialis” yang sudah kita halau 50 tahun silam. mendorong para elit untuk mengadopsi istilah pondok pesantren yang semula nyaris diidentikkan dengan perguruan tradisional di Jawa.7 % kekayaan dunia.

Orientasi moral diidentifikasikan dengan moral position atau ketetapan hati. bermain peran. PAUD. Mereka sangat membutuhkan bimbingan. Masyarakat Adat.kotogadang-pusako. Education. dan agamis. informal. Kesatuan Bangsa. mengucapkan sajak.php?menu=bmpshort_detail2&ID=287 PGTK2102 Metode Pengembangan Moral dan Nilai-Nilai Agama Rangkuman Mata Kuliah MODUL 1 POLA ORIENTASI MORAL ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Pola Orientasi Moral Anak Taman Kanak-kanak Pada usia Taman Kanak-kanak anak telah memiliki pola moral yang harus dilihat dan dipelajari dalam rangka pengembangan moralitasnya. Pendidikan.com/ » http://pustaka. Oleh sebab itu. Sedangkan menurut Piaget. dan program pembiasaan lainnya. guru diharapkan memperhatikan kedua karakteristik tahapan perkembangan moral tersebut. on Mei 27. 2008 at 4:16 pm. demokratis. Suluah Bendang di Nagari. http://www. sikap dan perilaku anak dapat memperlancar hubungannya dengan orang lain.ut. bernyanyi. .14 By Buya Masoed Abidin.ac. dan mudah terpengaruh. Menurut John Dewey tahapan perkembangan moral seseorang akan melewati 3 fase. Demikian pula. Tidak ada Komentar Komentar tulisan or leave a trackback: Trackback URL. mudah terbawa arus. serta pembiasaan yang terus-menerus. Moralitas anak Taman Kanak-kanak dan perkembangannya dalam tatanan kehidupan dunia mereka dapat dilihat dari sikap dan cara berhubungan dengan orang lain (sosialisasi). yaitu premoral. yaitu sesuatu yang dimiliki seseorang terhadap suatu nilai moral yang didasari oleh cognitive motivation aspects dan affective motivation aspects. proses latihan. « Pasan Rang Gaek (3). Kegiatan Belajar 2 Pengembangan Kemampuan Kepribadian/Moral bagi Anak Taman Kanak-kanak . keteladanan. cara berpakaian dan berpenampilan. oleh A Ikhdan Nizar Sutan Diateh. under Buya Masoed Abidin. seorang manusia dalam perkembangan moralnya melalui tahapan heteronomous dan autonomous. Cinta. Komentar. conventional dan autonomous. Tau di nan Ampek H Baroen bin Ja’koeb. Minangkabau. Seorang guru Taman Kanak-kanak harus memperhatikan tahapan hetero-nomous karena pada tahapan ini anak masih sangat labil. Penanaman moral kepada anak usia Taman Kanak-kanak dapat dilakukan dengan berbagai cara dan lebih disarankan untuk menggunakan pendekatan yang bersifat individual. serta sikap dan kebiasaan makan.id/puslata/online. Anak Taman Kanak-kanak secara teori berada pada fase pertama dan kedua. Beberapa program yang dapat diterapkan di Taman Kanak-kanak dalam rangka menanamkan dan mengembangkan perilaku moral anak di antaranya dengan bercerita. persuasif. Sumatera Barat.

MODUL 2 TAHAP PERKEMBANGAN MORAL ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Tahapan Perkembangan Moral Anak Taman Kanak-kanak Ruang lingkup tahapan/pola perkembangan moral anak di antaranya adalah tahapan kejiwaan manusia dalam menginternalisasikan nilai moral kepada dirinya sendiri. serta mengembangkan kesadaran anak akan hak dan tanggung jawabnya. mengenalkan peran gender dengan orang lain. mempersonalisasikan dan mengembangkannya dalam pembentukan pribadi yang mempunyai prinsip. Faktor-faktor pembentuk munculnya perbedaan moral manusia diantaranya kenyataan hidup. sosial emosional. MODUL 3 DISONANSI MORAL Kegiatan Belajar 1 Disonansi Moral . Kegiatan Belajar 2 Perkembangan Moral Anak Indonesia Anak Indonesia memiliki perkembangan moral yang tidak jauh berbeda dengan anak di dunia pada umumnya. serta memunculkan perbedaan-perbedaan dalam kehidupan teman disekitarnya. yaitu perkembangan fisik. Juga. menyikapi/menilai. yaitu keterampilan utama untuk merespon orang lain dan pengalaman-pengalaman barunya. tantangan yang dihadapi. dan perkembangan sosialnya. perkembangan moral anak usia prasekolah berada pada level/tingkatan yang paling dasar. kepribadian. moral dan agama bagi anak Taman Kanakkanak. yaitu cara heteronomous (usia 4-7 tahun ). atau melakukan tindakan nilai moral Menurut Piaget anak berpikir tentang moralitas dalam 2 cara/tahap. kognitif dan bahasa. yaitu penalaran moral prakonvensional. melaksanakan/ menentukan pilihan. Hal yang bersifat substansial tentang pengembangan moral anak usia Taman Kanak-kanak di antaranya adalah pembentukan karakter. Misalnya. di mana anak menganggap keadilan dan aturan sebagai sifat-sifat dunia (lingkungan) yang tidak berubah dan lepas dari kendali manusia dan cara autonomous (usia 10 tahun keatas) di mana anak sudah menyadari bahwa aturan-aturan dan hukum itu diciptakan oleh manusia.15 Perkembangan moral dan etika pada diri anak Taman Kanak-kanak dapat diarahkan pada pengenalan kehidupan pribadi anak dalam kaitannya dengan orang lain. mengenalkan dan menghargai perbedaan di lingkungan tempat anak hidup. Masalah yang paling penting dalam pendidikan moral bagi anak Indonesia adalah bagaimana upaya kita sebagai seorang guru Taman Kanak-kanak agar setiap perbedaan yang muncul dapat kita arahkan menjadi suatu materi pendewasaan sikap dan perilaku anak dalam sosialisasinya. Puncak yang diharapkan dari tujuan pengembangan moral anak Taman Kanak-kanak adalah adanya keterampilan afektif anak itu sendiri. Menurut Kohlberg. Pertimbangan moralnya didasarkan pada akibat-akibat yang bersifat fisik dan hedonistik. sosial. Tidak ada salahnya kita sisipkan pendidikan multikultur kepada anak usia Taman Kanak-kanak sesuai dengan tingkat dan pemahaman mereka. Pada tingkatan ini anak belum menunjukkan internalisasi nilai-nilai moral. Ada 4 area perkembangan yang perlu ditingkatkan dalam kegiatan pengembangan atau pendidikan usia prasekolah. serta dalam mematuhi. Guru Taman Kanak-kanak harus menguasai strategi pengembangan emosional. guru Taman Kanak-kanak perlu untuk senantiasa mengadakan penelitian tentang pengembangan dan inovasi dalam bidang pendidikan bagi anak usia prasekolah. dan harapan yang dicita-cita oleh komunitas manusia itu sendiri.

pola hidup dan pola pikir yang rasional. nasionalisme dan sebagainya. serta pengetahuan tentang konteks sosial kultural di mana anak hidup. Disonansi kognitif muncul karena adanya rasa lebih tahu segalanya. menantang. mengajak. ketergesaan. peringatan atau isyarat. meminta. mengabaikan. merubah lingkungan rumah. norma dan moral yang telah diketahui seseorang dari proses pendidikan sebelumnya. disonansi personal. menggunakan akibat yang wajar dan alamiah. dan Super Ego yang akan memberikan pengaruh untuk melakukan berbagai kegiatan positif maupun negatif. yaitu apa yang diketahui tentang proses belajar dan perkembangan anak. yaitu Id. memuji. seperti disonansi kognitif. sugesti. menimpakan hukum. diri manusia memiliki struktur psikologis yang bertugas mengalirkan dorongandorongan atau energi psikis yang ada.16 Hakikat anak sebagai manusia pada umumnya memiliki 3 tenaga dalam. Disonansi personal muncul didorong oleh kebutuhan dan kepentingan diri. menentukan batasbatas aturan. mengetahui cara/jalan keluarnya jika suatu saat perbuatannya diketahui. yang justru mengukuhkan/menekankan adanya gema atau getar nilai. dikenal adanya istilah Disonansi Moral yang berarti gema. kebiasaan dan budaya. keyakinan diri dan mitos. Lawan dari Disonansi Moral adalah Resonansi. Keterbukaan dalam komunikasi. tugas dan jabatan. merasa lihai dalam memberikan argumentasi. Hal yang perlu menjadi bahan pemahaman para guru dan orang tua dalam rangka menentukan pendekatan yang tepat dalam kegiatan belajar mengajar adalah pengetahuan tentang teknik membentuk tingkah laku anak. menghadapkan suatu problem. mengalihkan perhatian. disonansi sosio politis dan disonansi pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan pola modernisasi. individualisme. Teknik-teknik itu meliputi teknik memahami. perjanjian. Pendidikan akan sangat berarti bagi anak didik jika mampu membuahkan hasil yaitu adanya perubahan sikap dan perilaku ke arah positif. dan keadaan darurat. keteladanan. dan peningkatan persaingan telah menjadi masalah kehidupan yang harus kita cermati bersama dalam menyelamatkan anak didik kita masing-masing. minat dan kebutuhan setiap individu anak di dalam kelompoknya. Sebagai guru Taman Kanak-kanak Anda harus mencermatinya agar dapat memberikan motivasi untuk mengarahkan pada kegiatan yang positif. peningkatan mobilitas dan pengendoran integritas manusia. serta menggunakan pengendalian secara fisik. penentuan waktu dan jumlah hukuman. memecahkan perselisihan. Peranan guru dan orang tua dalam hal ini adalah sebagai pengontrol dan pengendali perilaku dan sikap anak didik kita. Dalam teori penanaman moral dan etika. Struktur ini berfungsi sebagai mediator (perantara) atau dorongan dan perilaku seseorang. kerutinan dan kebiasaan. membentuk. Menurut Freud. dan hasrat untuk sukses dan kesenangan. . kekerabatan dan keluarga. Disonansi sosio politis dimungkinkan oleh adanya faktor ideologi. serta keyakinan dalam proses pendidikan maupun kehidupan. apa yang diketahui tentang kekuatan. dalam proses pendidikan yang mereka jalani. Kegiatan Belajar 2 Penyebab Disonansi Moral Munculnya disonansi pada diri manusia disebabkan adanya beberapa faktor penyebab. MODUL 4 BERBAGAI PENDEKATAN PENGEMBANGAN MORAL BAGI ANAK TAMAN KANAKKANAK Kegiatan Belajar 1 Pendekatan Pengembangan Moral Bagi Anak Taman Kanak-kanak Setiap tindakan guru atau orang tua dalam melakukan suatu kegiatan pendidikan seyogyanya dilandasi oleh keputusan profesional yang diambil berdasarkan informasi dan pengetahuan yang sekurangkurangnya meliputi 3 hal. daya tarik kehidupan sosial. atau echo yang ada pada diri manusia yang bersifat melemahkan suara hati dan prinsip-prinsip. ras dan kesukuan. materialisme. Ego. Peranan resonansilah yang patut kita tekankan dalam kegiatan pendidikan yang perlu kita disain bersama. hadiah.

latihan pengendalian emosi. merangsang sikap berani. dan menu pembelajaran anak usia dini memiliki substansi ruang lingkup kajian sebagai berikut. latihan hidup tertib dan teratur. dan bermain peran dalam suatu cerita. mengucapkan sajak. menanamkan sikap tenggang rasa dan toleransi. dan melatih anak untuk dapat menjaga diri sendiri. Dalam menentukan suatu pendekatan dan metode yang akan dipergunakan pada program kegiatan anak. Ada beberapa macam cara bercerita yang dapat dipergunakan antara lain guru dapat membacakan langsung dari buku (story reading). menggunakan boneka. karyawisata. bertanggung jawab. guru perlu mempunyai alasan yang kuat dan faktor-faktor yang mendukung seperti karakteristik tujuan kegiatan dan karakteristik anak yang diajar. MODUL 6 ALAT PENILAIAN DALAM PENGEMBANGAN MORAL ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Alat Penilaian dalam Pengembangan Moral Anak .17 Kegiatan Belajar 2 Macam-macam Pendekatan dan Metode untuk Pengembangan Moral Anak Taman Kanak-kanak Untuk pengembangan nilai dan sikap anak dapat dipergunakan metode-metode yang memungkinkan terbentuknya kebiasaan-kebiasaan yang didasari oleh nilai-nilai agama. kemampuan bermasyarakat dan disiplin. mengenal dan percaya akan ciptaan Tuhan dan mencintai sesama. Kegiatan Belajar 2 Penyusunan Strategi dalam Pengembangan Moral Anak Taman Kanak-kanak Pengembangan dan pendidikan moral bagi anak Taman Kanak-kanak berdasarkan GBPKB TK. dan moralitas agar anak dapat menjalani hidup sesuai dengan norma yang dianut masyarakat. aturan dalam melatih sosialisasi. perasaan/emosi. dan sebagainya. kurikulum berbasis komptensi. bangga dan bersyukur. menggunakan ilustrasi buku gambar (story telling). Kompetensi dan hasil belajar yang ingin dicapai pada aspek pengembangan moral dan nilai-nilai agama adalah kemampuan melakukan ibadah. bernyanyi. Pancasila. Pembentukan perilaku melalui pembiasaan yang dimaksud meliputi pembentukan moral Agama. Melalui program ini diharapkan anak dapat melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Tujuan dari program pembentukan perilaku adalah untuk mempersiapkan anak sedini mungkin dalam mengembangkan sikap dan perilaku yang didasari oleh nilai-nilai moral agama dan Pancasila. menggunakan papan flannel. MODUL 5 STRATEGI DAN CONTOH PENYUSUNAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN MORAL ANAK TAMAN KANAK-KANAK PENANAMAN SERTA Kegiatan Belajar 1 Materi Inti dan Contoh Penyusunan Perencanaan Penanaman dan Pengembangan Moral Anak Taman Kanak-kanak Program pembentukan perilaku merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan ada dalam kehidupan sehari-hari anak di Taman Kanak-kanak. Metode-metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia Taman Kanak-kanak (TK) untuk kepentingan pengembangan dan pembelajaran moral dan agama anak di antaranya: bercerita.

guru perlu melakukan penilaian atau evaluasi. berkesinambungan. MODUL 7 PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Esensi Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan Anak Taman Kanak-kanak Taman Kanak-kanak merupakan lembaga pendidikan yang pertama. kita perlu menentukan alat penilaian yang tepat dengan kondisi anak yang sesungguhnya. Penilaian hasil belajar anak didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses. dalam rangka meningkatkan mutu pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan metode tersebut dimasa yang akan datang. Alat pendukung tersebut adalah: pengamatan (observasi) dan pencatatan anekdot pemberian tugas meliputi tes perbuatan dan pertanyaan lisan sebagai latihan mengungkapkan gagasan dan keberanian berbicara. Penilaian yang dilakukan guru merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan belajar. memberikan masukan kepada guru untuk membuat keputusan pembelajaran. kemajuan. yang keberadaannya sangat strategis untuk menumbuhkan jiwa keagamaan kepada anak-anak. Hakikat. agar mereka menjadi orang-orang yang kuat. Bangsa ini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan. berorientasi pada proses dan tujuan. Tidak hanya perkembangan bahasa. Pada saat kita akan melakukan penilaian dalam berbagai hal termasuk di dalamnya menilai perkembangan moral. Tanpa adanya penilaian. dan kesesuaian. dan peduli terhadap segala aturan agama yang diajarkan kepadanya. dan jika hal itu telah tertanam serta terpatri dalam setiap insan sejak dini. diprogram dan diarahkan dengan sempurna . Nilai-nilai keagamaan ini pun dikehendaki agar dapat menjadi motivasi spiritual bagi bangsa ini dalam rangka melaksanakan sila-sila pertama dan sila berikutnya dalam kehidupan bermasyarakat. terbiasa. Kegiatan Belajar 2 Potret. dan Target Anak Taman Kanak-kanak dalam Belajar Nilai-nilai Keagamaan Setiap potensi apapun yang muncul dari anak seyogianya kita kembangkan dengan jelas dan terprogram dengan baik. baik yang menggunakan metode bercakap-cakap. tidak dapat diketahui secara rinci apakah tujuan pengembangan aspek perilaku dan moralitas anak dapat dicapai secara maksimal. objektif. maupun bermain peran. keterampilan dan jasmani saja. Kegiatan Belajar 2 Macam-macam Strategi Perencanaan Penilaian dalam Pengembangan Moral Anak Usia Taman Kanakkanak Untuk mengekspresikan proses kegiatan belajar. kebermaknaan. namun aspek keagamaan pun seharusnya menjadi salah satu pokok pengembangan dan pembinaan yang harus dikelola. Prinsip-prinsip penilaian adalah menyeluruh. bercerita. Oleh karena itu. daya pikir.18 Penilaian bertujuan untuk mengetahui ketercapaian kemampuan yang telah ditetapkan dalam Garisgaris Besar Program Kegiatan Belajar Taman Kanak-kanak. Penilaian perlu dilaksanakan agar guru Taman Kanak-kanak mendapat umpan balik tentang kualitas keberhasilan dalam kegiatan anak yang diarahkan untuk pengembangan perilaku dan moralitas secara keseluruhan. dan perbaikan hasil belajar anak didik secara berkesinam-bungan. hal ini merupakan awal yang baik bagi pendidikan anak bangsa untuk menjalani jenjang pendidikan selanjutnya. berbangsa dan bernegara. Pendidikan nilai-nilai keagamaan merupakan pondasi yang kokoh dan sangat penting keberadaannya. mendidik. Hasil penilaian kualitas keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran tersebut. pendidikan yang merupakan kunci dalam membentuk kehidupan manusia ke arah peradabannya menjadi sesuatu yang sangat strategis dalam mencapai tujuan itu semua.

seharusnya kita pahami bahwa hal itu harus berorientasi pada fungsi pendidikan di Taman Kanak-kanak itu sendiri. bacaan. yaitu sebagai fungsi adaptasi. aspek fisik. Rasa keagamaan dan nilai-nilai keagamaan akan tumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan psikis maupun fisik anak. Penyelenggaraannya pun harus sesuai dengan 6 prinsip. yaitu aspek usia. fungsi pengembangan dan fungsi bermain. Sehingga diharapkan akan muncul suatu dampak positif yang berkembang meliputi fisik. Target dalam mengembangkan nilai-nilai keagamaan kepada anak Taman Kanak-kanak adalah diharapkan mampu mewarnai pertumbuhan dan perkembangan dari diri mereka. dan aspek psikis anak. Secara khusus penanaman nilai-nilai keagamaan bagi anak Taman Kanak-kanak adalah meletakkan dasar-dasar keimanan. memperagakan. MODUL 8 RUANG LINGKUP PENGEMBANGAN NILAI-NILAI AGAMA BAGI ANAK TAMAN KANAKKANAK Kegiatan Belajar 1 Ruang Lingkup Pengembangan Nilai-nilai Agama Bagi Anak Taman Kanak-kanak Berdasarkan GBPKB TK pengembangan nilai-nilai agama untuk anak Taman Kanak-kanak berkisar pada kegiatan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian guru dan orang tua harus memperhatikan sifat-sifat tersebut untuk kepentingan menentukan pendekatan pembelajaran yang tepat buat anak. Seperti memberi latihan menghafal. . rutinitas. dekorasi dan keindahan rumah ibadah. akhlak. dan sebagainya Imitative: anak banyak belajar dari apa yang mereka lihat secara langsung. Kegiatan Belajar 2 Sifat-sifat Pemahaman Anak Taman Kanak-kanak pada Nilai-nilai Keagamaan Sifat-sifat pemahaman anak usia Taman Kanak-kanak terhadap nilai-nilai keagamaan pada saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di antaranya: Unreflective: pemahaman dan kemampuan anak dalam mempelajari nilai-nilai agama sering menampilkan suatu hal yang tidak serius. Kita harus tetap melakukan pendekatan progresif dan penyadaran jiwa dan kepribadian mereka. yaitu prinsip pengamatan. anak usia Taman Kanak-kanak terkadang belum mampu bersikap dan bertindak konsisten. peragaan. Mereka melakukan kegiatan ibadah pun dengan sikap dan sifat dasar yang kekanak-kanakan. yaitu faktor pembawaan (internal) dan lingkungan (eksternal). Verbalis dan Ritualis: kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan nilai-nilai agama pada diri mereka dengan cara memperkenalkan istilah. Perhatian anak terhadap nilai-nilai dan pemahaman agama akan muncul manakala mereka sering melihat dan terlibat dalam upacara-upacara keagamaan. kebebasan dan prinsip keterkaitan dan keterpaduan. Misunderstand: anak akan mengalami salah pengertian dalam memahami suatu ajaran agama yang banyak bersifat abstrak. Tidak mampu memahami konsep agama dengan mendalam. mengucapkan. estetika. otoaktivitas. ritual orang tua dan lingkungan sekitar ketika menjalankan peribadatan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan nilai-nilai keagamaan pada diri anak. bermain sambil belajar. Ada 3 aspek yang harus diperhatikan dalam menetapkan tujuan penanaman nilai-nilai keagamaan kepada anak Taman Kanak-kanak.19 Kaitannya dengan hakikat belajar anak Taman Kanak-kanak pada nilai-nilai keagamaan. perasaan kejiwaan. dan ungkapan yang bersifat agamis. dan kemampuan sosialisasinya diwarnai dengan nilai-nilai keagamaan. Mereka banyak meniru dari apa yang pernah dilihatnya sebagai sebuah pengalaman belajar. akal pikiran. kepribadian/budi pekerti yang terpuji dan kebiasaan ibadah sesuai dengan kemampuan anak. Egocentris: dalam mempelajari nilai-nilai agama. Anak lebih terfokus pada hal-hal yang menguntungkan dirinya.

Perencanaan dapat dimasukkan/disisipkan melalui pembuatan SKH dan SKM dengan pendekatan terpadu. muatan materi pembelajarannya harus bersifat: Aplikatif: materi pembelajaran bersifat terapan. program kegiatan terintegrasi dan program kegiatan khusus. serta yang dapat dilakukan anak dalam kehidupannya. metode dan penilaian. kemampuan. yang berkaitan dengan kegiatan rutin anak sehari-hari dan sangat dibutuhkan untuk kepentingan aktivitas anak. media. dan cara mengerjakannya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan kegiatan khusus merupakan program kegiatan yang pelaksanaannya tidak dimasukkan atau tidak harus dikaitkan dengan pengembangan bidang kemampuan dasar lainnya. Untuk tujuan tersebut dalam pelaksanaannya guru dapat mengembangkan strategi pembelajaran secara bertahap dan menyusun program kegiatan seperti program kegiatan rutinitas. Kegiatan Belajar 2 Perencanaan Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan pada Taman Kanak-kanak Dalam pengembangan nilai-nilai agama. disain perencanaan menjadi sesuatu yang sangat esensial. sehingga membutuhkan waktu dan penanganan khusus. Satuan kegiatan harian harus mengandung unsur kegiatan. Untuk perencanaan harian guru diharapkan membuat SKH yang merupakan penjabaran dari SKM. maka perlu didukung oleh unsur keteladanan dari orang tua dan guru. kegiatan inti. Perencanaan kegiatan harian terdiri dari kegiatan pembukaan. Kegiatan rutinitas merupakan kegiatan harian yang dilaksanakan secara terus menerus namun terprogram dengan pasti. kegiatan makan/istirahat. Kegiatan terintegrasi adalah kegiatan pengembangan materi nilai-nilai agama yang disisipkan melalui pengembangan bidang kemampuan dasar. mengikuti sajian materi yang akan disampaikan dengan menetapkan pola kurikulum spiral. Mudah ditiru: materi yang disajikan dapat dipraktekkan sesuai dengan kemampuan fisik dan karakter lahiriah anak Ada beberapa prinsip dasar dalam rangka menyampaikan materi pengembangan nilai-nilai agama bagi anak Taman Kanak-kanak di antaranya: penekanan pada aktivitas anak sehari-hari pentingnya keteladanan dari lingkungan dan orang tua/keluarga anak kesesuaian dengan kurikulum spiral prinsip developmentally appropriate practice (DAP) prinsip psikologi perkembangan anak prinsip monitoring yang rutin MODUL 9 STRATEGI DAN PERENCANAAN PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Strategi dan Perencanaan Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan di Taman Kanak-kanak Dalam rangka mencapai keberhasilan pembentukan kepribadian anak agar mampu terwarnai dengan nilai-nilai agama. waktu. Perencanaan dapat diartikan sebagai suatu aktivitas pemikiran.20 Kegiatan Belajar 3 Pokok-pokok Materi Pengembangan Nilai Keagamaan pada Anak Taman Kanak-kanak Dalam proses pembinaan dan pengembangan nilai-nilai agama bagi anak usia Taman Kanak-kanak. menikmati dan mau mengikuti dengan antusias. Enjoyable: pengajaran materi dan materi yang dipilih diupayakan mampu membuat anak senang. SKM merupakan langkah pertama dalam membuat rencana pembelajaran di Taman Kanak-kanak. dan kegiatan penutup . perkiraan penyusunan suatu rancangan kegiatan yang menggambarkan hal-hal yang harus dikerjakan.

Upaya yang dapat dilakukan oleh orang tua dan guru dalam rangka mengembangkan cinta belajar pada diri anak adalah sebagai berikut: kasih sayang perlindungan dan perawatan. menyiapkan kurikulum yang komprehensif. belajar aktif. waktu yang diberikan kepada anak lingkungan belajar yang kondusif. dan keyakinan. Kegiatan Belajar 2 Prinsip-prinsip Inovasi untuk Pengembangan Nilai-nilai Agama Anak Taman Kanak-kanak Beberapa inovasi pendekatan pembelajaran termasuk dalam mengembangkan nilai-nilai agama bagi anak Taman Kanak-kanak antara lain: pengalaman belajar. dan hari terpadu (integrated day). Alternatif inovasi dalam rangka meningkatkan efektifitas kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik adalah perlu adanya kurikulum terpadu (integrated curriculum).21 MODUL 10 PENDEKATAN INOVATIF UNTUK PENGEMBANGAN NILAI-NILAI AGAMA BAGI ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Pendekatan Inovatif untuk Pengembangan Nilai-nilai Agama bagi Anak Taman Kanak-kanak Pengembangan nilai-nilai agama di Taman Kanak-kanak berkaitan erat dengan pembentukan perilaku manusia. sikap. dan adanya kesinambungan antar satu program pengembangan dengan program lainnya. pendekatan pembelajaran terpadu (integrated learning). Adapun yang melatar belakangi esensi inovasi dalam bidang pengembangan pembelajaran adalah munculnya berbagai kendala dan kelemahan serta kekuranglengkapan yang ada di lingkungan penyelenggara pendidikan di Taman Kanak-kanak. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan inovasi pendekatan dan pengembangan nilai-nilai agama pada anak Taman Kanak-kanak adalah sebagai berikut: berorientasi pada kebutuhan anak belajar melalui bermain kreatif dan inovatif lingkungan yang kondusif mernggunakan pembelajaran terpadu mengembangkan keterampilan hidup menggunakan berbagai media dan sumber belajar. dan belajar moral di usia dini. Upaya tersebut didasarkan pada prinsip developmentally appropriate practice dan prinsip enjoyable. dan belajar proses. diperlukan berbagai inovasi pengembangan yang komprehensif sesuai dengan perkembangan dan kemampuan anak didik. Oleh sebab itu. belajar bersikap adalah belajar nilai. serta pembelajaran yang berorientasi pada prinsip-prinsip perkembangan anak MODUL 11 MACAM-MACAM PENDEKATAN UNTUK PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN Kegiatan Belajar 1 Macam-macam Pendekatan Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan . Untuk melaksanakan program pembelajaran nilai-nilai agama tersebut guru harus mempelajari berbagai pendekatan yang sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak didik.

Dalam menentukan pendekatan.22 Untuk mengembangkan nilai-nilai keagamaan pada diri anak. demonstrasi dan catatan observasi. Hal-hal yang harus tercantum dalam format pembelajaran nilai-nilai keagamaan adalah: tema. karyawisata. Instrumen yang dapat Anda digunakan untuk penilaian di Taman Kanak-kanak dengan memperhatikan sifat dan karakteristiknya adalah hasil kerja anak (portofolio) yang meliputi hasil karya. hasil belajar. mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi. bercakap-cakap. penampilan anak. Kegiatan Belajar 2 Petunjuk Penggunaan Instrumen Penilaian Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan Anak Taman Kanakkanak Alat penilaian yang digunakan untuk menilai bidang pengembangan nilai-nilai agama adalah sebagai berikut: pengamatan (observasi) dan pencatatan anekdot (anecdotal record). hasil penugasan. nilai/kemampuan yang hendak dikembangkan. pemberian tugas dan keteladanan serta bernyanyi. bercerita. KBM. kompetensi dasar. diperlukan berbagai macam metode dan pendekatan. Oleh sebab itu. indikator. tes tertulis. kelas/semester. karya wisata. media pendukung. target kompetensi. terintegrasi dan dapat digunakan sebagai feed back. penugasan melalui tes perbuatan. pertanyaan lisan dan menceritakan kembali. Beberapa model pendekatan yang sesuai dengan karakteristik dunia anak Taman Kanak-kanak antara lain: bermain peran. MODUL 12 INSTRUMEN PENILAIAN UNTUK PENGEMBANGAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN ANAK TAMAN KANAK-KANAK Kegiatan Belajar 1 Instrumen Penilaian dalam Pengembangan Nilai-nilai Keagamaan Anak Taman Kanak-kanak Penilaian itu menekankan pada proses pembelajaran. bisa digunakan untuk formatif performasi. refleksi dan penilaian sebenarnya. Pembelajaran konstekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata anak dan mendorong anak membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. guru perlu mempertimbangkan berbagai hal seperti tujuan yang hendak dicapai. dan penilaian yang meliputi lembar observasi dan waktu penilaian. subtema. jenis kegiatan. berorientasi pada anak. Anda dapat menggunakan hal-hal yang bisa memberikan masukan penilaian prestasi anak seperti: hasil dari kegiatan/ proyek. . dan format observasi. data yang dikumpulkan harus diperoleh dari kegiatan nyata yang dikerjakan anak pada saat melakukan proses pembelajaran. Kegiatan Belajar 2 Contoh Desain Macam-macam Pendekatan Pembelajaran Nilai-nilai Keagamaan bagi Anak Taman Kanak-kanak Penyusunan disain pembelajaran nilai-nilai keagamaan ini harus mempertimbangkan berbagai hal diantaranya: kesesuaian tingkat perkembangan dan kebutuhan anak. pola kegiatan. pekerjaan rumah. fasilitas/media. metode/teknik. Untuk menjaring data hasil belajar. antara lain adalah: konstruktivisme. Karakteristik penilaian yang ideal adalah dilaksanakan selama dan sesudah pembelajaran berlangsung. menggunakan langkah-langkah kegiatan standar dan mengacu pada tujuan dan hasil belajar yang nyata/riil (authenthic assessment). proyek. Pembelajaran konstekstual melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif. kinerja anak. Metode dan pendekatan ini berfungsi sebagai nilai untuk mencapai tujuan. karakteristik anak. situasi dan tema/sub tema yang dipilih. demonstrasi. berkesinambungan.

baik secara fisik. Montessori. dalam praktik pendidikan sehari-hari. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 1 menegaskan bahwa. Untuk laporan secara lisan dapat dilaksanakan dengan bertatap muka dan mengadakan hubungan atau informasi timbal balik antara pihak TK dan orang tua/wali dari si anak.23 Hal-hal yang dapat dicatat guru sebagai bahan penilaian adalah: anak-anak yang belum dapat menyelesaikan tugas dan anak-anak yang dapat menyelesaikan tugas dengan cepat. terlebih dahulu dilaporkan perkembangan anak secara umum untuk tiap-tiap program pengembangan. Secara singkat dapat dikatakan bahwa materi maupun metodologi pendidikan yang dipakai dalam rangka pendidikan anak usia dini harus benar-benar memperhatikan tingkat perkembangan mereka. Di dalam keluarga dan pendidikan demokratis orang tua dan . bergerak bebas. tidak selalu demikian yang terjadi. yakni: 1) materi pendidikan. karena setiap periode perkembangan juga mengemban tugas perkembangan tertentu. kita jadikan ruang kelas sebagai ajang kreaktif bagi anak dan menjadikan mereka kerasan dan secara psikologis nyaman. Kita perlu kembalikan ruang kelas menjadi arena bermain. Memperhatikan tingkat perkembangan berarti pula mempertimbangkan tugas perkembangan mereka. 19 Desember 2008 17:13:20 Oleh: Harizal Kasubdit Harlindung PTK-PNF IMPLEMENTASI KONSEP MONTESSORI PADA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI Kategori: Insan Peduli PTKPNF (39459 kali dibaca) A. kebiasaan/perilaku anak yang belum sesuai dengan yang diharapkan dan kejadian-kejadian penting yang terjadi pada hari penulisan pelaporan hasil penilaian pada laporan perkembangan anak. di berbagai media cetak/elektronika tekanan ini lebih tidak terbatas lagi. Menyikapi perkembangan anak usia dini. PENDAHULUAN Anak bukanlah orang dewasa dalam ukuran kecil.com/column/all/tahun/2008/bulan/12/tanggal/19/id/849/ Kolom Jumat. tampaklah bahwa ada dua hal yang perlu diperhatikan pada pendidikan anak usia dini. Oleh sebab itu. di sekolah guru sering memberikan tekanan (preasure) tidak sesuai dengan tahap perkembangan anak. PEMBAHASAN Tokoh pendidikan anak usia dini. mengatakan bahwa ketika mendidik anak-anak. perlu adanya suatu program pendidikan yang didisain sesuai dengan tingkat perkembangan anak. anak harus diperlakukan sesuai dengan tahap-tahap perkembangannya. http://www. B. Tugas kita sebagai orang dewasa dan pendidik adalah memberikan sarana dorongan belajar dan memfasilitasinya ketika mereka telah siap untuk mempelajari sesuatu. Di dalam keluarga orang tua sering memaksakan keinginannya sesuai kehendaknya. Mencermati perkembangan anak dan perlunya pembelajaran pada anak usia dini.jugaguru. Untuk lebih jelasnya dalam makalah ini dikemukan bagaimana Mantessori mendisain program pembelajaran untuk anak usia dini. Hanya saja. Sebelum uraian (deskripsi). mental maupun spritual. kita hendaknya ingat bahwa mereka adalah individu-individu yang unik dan akan berkembang sesuai dengan kemampuan mereka sendiri. bernyanyi. Banyak contoh yang menunjukkan betapa para orang tua dan masyarakat pada umummnya memperlakukan anak tidak sesuai dengan tingkat perkembangananya. Tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan masa-masa yang sangat baik untuk suatu formasio atau pembentukan. bahkan cenderung ekstrim. pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Masa ini juga masa yang paling penting dalam masa perkembangan anak. dan 2) metode pendidikan yang dipakai.

Rentang usia tiga sampai enam tahun. Usia setengah tahun sampai kira-kira tiga tahun. terutama dalam kosa kata. Ki Hadjar Dewantara menganjurkan agar dalam pendidikan. Montessori yakin bahwa pendidikan dimulai sejak bayi lahir. anak-anak juga ingin mandiri dan tak banyak lagi mau tergantung pada orang lain. Anak bertumbuh kembang dengan baik kalau mendapatkan perlakuan kasih sayang. Masa usia 2 – 4 tahun. benda-benda. Tentu juga dipengaruhi seberapa baik dan sehat orang tua berperilaku dan bersikap terhadap anak-anak usia dini. dan menciptakan sesuatu. akan berkembang menjadi anak yang bahagia dan sehat. Pada masa ini anak mengalami kemajuan pesat dalam keterampilan menolong dirinya sendiri dan dalam keterampilan bermain. pendidikan untuk mencerdaskan hati (kepekaan hati nurani). melakukan penjelajahan. pelatihan kebiasaan secara alami. khususnya pada usia sekitar 4 tahun memiliki kepekaan menulis dan pada usia 4 – 6 tahun memiliki kepekaan yang bagus untuk membaca. berminat pada benda-benda kecil. memahami perkembangan anak usia dini. kegiatan pembelajaran dan pendidikan itu bagaikan kegiatan-kegiatan yang disengaja namun sekaligus alamiah seperti bermain di “taman”. Metode pembelajaran yang sesuai dengan tahun-tahun kelahiran sampai usia enam tahun biasanya menentukan kepribadian anak setelah dewasa. serta mendapatkan bimbingan dengan penuh kasih sayang. Pada umur 2-4 tahun anak ingin bermain. Bayipun harus dikenalkan pada orang-orang di sekitarnya. sangat meyakini bahwa suasana pendidikan yang baik dan tepat adalah dalam suasana kekeluargaan dan dengan prinsip asih (mengasihi). Informasi ini sangat diperlukan untuk melakukan treatmen secara berjenjang tentang perkembangan anak sejak usia dini sampai mereka dewasa (SLTA). Bagaikan keluarga yang sedang mengasuh dan membimbing anak-anak secara alamiah sesuai dengan kodrat anak di sebuah taman. Ki hadjar Dewantara. mulai memiliki kepekaan bahasa dan sangat tepat untuk mengembangkan bahasanya (berbicara. dan mulai menyadari adanya urutan waktu (pagi. akrab. Menurut Montessori. . menirukan. semakin memiliki kepekaan indrawi. Pendapat Mantessori ini mendapat dukungan dari tokoh pendidkan Taman Siswa. Karena perkembangan mental usia-usia awal berlangsung cepat. bercakap-cakap). Pembelajaran Pada Taman kanak-Kanak Anak taman kanak-kanak termasuk dalam kelompok umum prasekolah. baik di rumah maupun di sekolah. anak juga mengalami kemajuan pesat dalam penguasaan bahasa. dan pendidikan yang meningkatkan keterampilan. Seluruh sistem geraknya sudah lentur. Pada tahun-tahun awal ini anak-anak memiliki periode-periode sensitive atau kepekaan untuk mempelajari atau berlatih sesuatu. Oleh karena itu. sering mengulangi perbuatan yang diminatinya dan melakukan secara wajar tanpa rasa malu. inilah periode yang tidak boleh disepelekan. suarasuara. Hal yang menarik. untuk berjalan maupun untuk banyak bergerak yang semi rutin dan yang rutin. anak memiliki kepekaan sensoris dan daya pikir yang sudah mulai dapat “menyerap” pengalaman-pengalaman melalui sensorinya. diajak bercanda dan bercakap-cakap agar mereka berkembang menjadi anak yang normal dan sehat. asuh (membimbing). bertanya. Tapi sekolah kita belum memiliki based line data yang holistik yang dapat memberikan berbagai informasi tentang perkembangan behavior dan kesulitan belajar anak terhadap berbagai subkompetensi materi sulit. gerakan-gerakan otot mulai dapat dikoordinasikan dengan baik. Perkembangan Anak Usia Dini Banyak pendapat dan gagasan tentang perkembangan anak usia dini. baik dan tepat bagi setiap orang tua dan pendidik yang terlibat pada proses pembentukan ini. Sebagian besar anak-anak berkembang pada asa yang berbeda dan membutuhkan lingkungan yang dapat membuka jalan pikiran mereka. Anak-anak yang mengalami suasana kekeluargaan yang hangat. anak memperoleh pendidikan untuk mencerdaskan (mengembangkan) pikiran. terjadilah kepekaan untuk peneguhan sensoris. sore. Di taman kanakkanak. malam).24 pendidik berusaha memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan yang dibutuhkan oleh anak. mengetahui. Tokoh pendidikan ini sangat menekankan bahwa untuk usia dini bahkan juga untuk mereka yang dewasa. asah (memahirkan). melakukan latihan berkelompok. damai. paling tidak ada beberapa tahap perkembangan sebagai berikut: Sejak lahir sampai usia 3 tahun. siang. pengasuhan yang penuh pengertian dan dalam situasi yang damai dan harmoni.

tingkat perkembangan dan kepekaan belajar mereka. menawarkan kesempatran untuk menjalin hubungan social melalui interaksi yang bebas d. melakukan berbagai tugas yang mendorong anak untuk memikirkan tentang hubungan dengan orang lain c. Pada umumnya mereka juga sudah dapat naik sepeda mini atau sepeda roda tiga. anak-anak dapat diajari menulis. diperlukan adanya pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi anak-anak yang selalu “dibungkus” dengan permainan. seorang sosiolog dan pendidik.25 Sehubungan dengan ciri-ciri di atas maka tugas perkembangan yang diemban anak-anak adalah: • Belajar keterampilan fisik yang diperlukan untuk bermain. apalagi dengan tingkat pengetahuan. Salah satu hal yang dibutuhkan untuk dapat meningkatkan perkembangan kecerdasan anak adalah suasana keluarga dan kelas yang akrab. berhitung dengan segala pekerjaan rumahnya yang melebihi kemampuan anak-anak.menulis. enteng. sebagai berikut: a. Ada suatu penelitian di Amerika yang menyimpulkan bahwa kenyataannya anak-anak dapat belajar membaca sebelum usia 6 tahun. dalil-dalil ditemukan sendiri. tidak disajikan oleh guru e. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada sekitar 2 % anak yang sudah belajar dan mampu membaca pada usia 3 tahun. • Membangun sikap yang sehat terhadap diri sendiri • Belajar menyesuaikan diri dengan teman sebaya • Mengembangkan peran sosial sebagai lelaki atau perempuan • Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan dalam hidup sehari-hari • Mengembangkan hati nurani. Pendapat Montessori ini didukung oleh Moore. Setelah apada usia 2-3 tahun mengalami perkembangan yang cepat. sekaligus menawarkan . melompat. menangkap. Yang penting adalah strategi pengalaman belajar dan ketepatan mengemas pembelajaran yang menarik. 80 % aktifitas bebas dan 20 % aktifitas yanag diarahkan guru b. sesuai dengan kemampuan. Dengan adanya tugas perkembangan yang diemban anak-anak. Kadang-kadang untuk anak-anak tertentu keterampilan-keterampilan ini telah dikuasainya pada usia 4-5 tahun. dan menghindar. hangat serta bersifat demokratis. enteng tanpa membebani dan merampas dunia kanak-kanak mereka. penghayatan moral dan sopan santun • Mengembangkan keterampilan dasar untuk membaca. bernyanyi dan menari. melempar. menulis dan membaca. kita dapat juga mengajarkan menulis. sejauh memungkinkan. atauran pengucapan didapat melalui pengenalan pola. dan sekitar 20 % pada usia 5 tahun. suasana riang. penuh dengan permainan dan keceriaan. Mereka sudah dapat melakukan gerakan-gerakan seperti meloncat. dikte dengan belajar mengetik. Oleh karena itu. 6 % pada usia empat tahun. pada umumnya anak-anak telah mengalami perkembangan dan kecakapan bermacam-macam keterampilan fisik. Bukan pendekatan pembelajaran yang penuh dengan tugas-tugas berat. mengatakan bahwa pada usia 3-5 tahun. menulis. Bahkan terbukti bahwa pengalaman belajar di taman kanak-kanak dengan kemampuan membaca memadai akan sangat menunjang kemampuan belajar pada tahun-tahun berikutnya. membaca. Montessori memberikan gambaran peran guru dan pengaruh lingkungan terhadap perkembangan kecerdasan. membaca dan berhitung pada usia dini. Pada usia lima tahun pada umumnya anak-anak baik secara fisik maupun kejiwaan sudah siap untuk belajar hal-hal yang semakin tidak sederhana dan berada pada waktu yang cukup lama di sekolah. Pada usia enam tahun. Sambil belajar mengetik anak-anak belajar mengeja. mempesona. bukan dengan hafalan setiap aspek kurikulum melibatkan pemikiran Montessori. meyakini bahwa kehidupan tahun-tahun awal merupakan tahun-tahun yang paling kreaktif dan produktif bagi anakanak. keterampilan dan pembiasaan yang tidak sederhana lagi seperti paksaan untuk membaca. matematika dan berhitung • Mengembangkan diri untuk mencapai kemerdekaan diri.

Memperhatikan tingkat perkembangan berarti pula mempertimbangkan tugas perkembangan mereka. anak sangat senang kalau diberikan kesempatan untuk menentukan keinginannya sendiri. Guru dan orang tua hendaknya memberikan jawaban yang wajar. The sensorial area membuat anak mampu untuk mengurut. Pada masa ini juga mencul rasa ingin tahu yang besar dan menuntut pemenuhannya. yang penting adalah pemberian pujian dan penghargaan secara wajar. dan koordinasi dari pergerakan fisik. . Sampai pada usia ini. mangadakan penyelidikan bersama-sama. dengan tetap memberikan pengertian kalau mereka melakukan kesalahan atau kegagalan. melatih rasa syukur dan saling menghormati. Practical life memberikan pengembangan dari tugas organisasional dan urutan kognisi melalui perawatan diri sendiri. suka berpergian (menjelajah alam dan tempat). temperatur. Materi maupun metodologi pendidikan yang dipakai dalam rangka pendidikan anak usia dini harus benar-benar memperhatikan tingkat perkembangan mereka. dan aktif. dan lainlain. dan pada umur tersebut anak-anak perlu dikenalkan dengan fasilitas dan alat-alat untuk bermain. warna. Banyak penelitian menyatakan bahwa orang-orang yang cerdas dan berhasil pada umumnya berasal dari keluarga yang demokratis. karena mereka sedang membutuhkan kemerdekaan dan perhatian. lebar. Kukrikulum pada pendidikan anak usia dini didesain berdasarkan tingkat perkembangan anak. tak pernh diam dan berpangku tangan. titik. guna lebih memacu perkembangan fisik sekaligus perkembangan psikis anak terutama untuk kecerdasan. karena setiap periode perkembangan juga mengemban tugas perkembangan tertentu. . Dalam proses pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak untuk melakukan uji coba (trial and error). C. Montessori menganjurkan perlu adanya area yang berbeda mewakili lingkungan yang disediakan. suka melakukan uji coba. yaitu: a. Untuk memfasilatasi tingkat perkembangan fisik anak. anak-anak akan berkembang emosi dan intelektualnya. suka menyelidiki sesuatu. menyaksikan dan menyentuh sesuatu objek. masa. Kompetensi akademis merupakan alat untuk mencapai tujuan. Hal ini ditandai antara lain dengan adanya relasi dan komunikasi yang hangat dan akrab.dan manipulasi dilihat sebagai materi yang berguna untuk poengembangan diri anak. karena itu guru dan orang tua harus pandai menciptakan kegiatan yang bervariasi dan tidak menerapkan disiplin kaku dengan rutinitas yang membosankan. anak-anak masih suka meniru segala sesuatu yang dilakukan orang tuanya.6 tahun tingkat perkembangan fisik anak berkembang sangat cepat. mengklasifikasi dan menerangkan impresi sensori dalam hubungannya dengan panjang. anak-anak akan jauh lebih mudah mengerti dan mencapai hasil belajar dengan mampu memanfaatkan atau menerapkan apa yang telah dipelajari. Dengan kasih sayang yang diterima. Anak pada masa ini juga akan berkembang kecerdasannya dengan cepat kalau diberi penghargaan dan pujian yang disertai kasih sayang. pada taman kanak-kanak perlu dibuat adanya arena bermain yang dilengkapi dengan alat-alat peraga dan alat-alat keterampilan lainnya. perawatan lingkungan. mengalami dan melakukan sesuatu . Perlu diingat juga bahwa minat anak pada sesuatu itu tidak berlangsung lama. 3. Pada masa usia 2 – 6 tahun. Ingat keterampilan tangan adalah jendela menuju pengetahuan. KESIMPULAN Dalam mengimplementasikan konsep Montessori terhadap program pendidikan bagi anak usia dini perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1. 2. b. karena pada usia 2.26 kesempatan untuk menjalin hubungan sosial melalui interaksi yang bebas. Mereka terdorong untuk belajar hal-hal yang baru dan sangat suka bertanya dengan tujuan untuk mengetahui sesuatu.

Inc.. kebiasaan untuk berinisiatif. Introduction to Psychology. Santa Monica: Canter and Associates. Ich. a parent guide. tulisan.27 c. saya selalu merencanakannya dengan membaca buku terlebih dahulu.. DAFTAR PUSTAKA Atkitson. Tugas pentingnya adalah untuk menyediakan dasar yang awal dan umum. kemampuan untuk mengambil keputusan. disiplin diri dan rasa tanggung jawab anggota kelas lainnya. Jakarta.. . symbol. Moeslichatoen R. sehingga bisa mencari solusi ketika harus meneliti di kelasnya sendiri dalam rangka menemukan potensi unik anak didiknya. dan berbagai prestasi yang memungkinkan anak-anak untuk menghubungkan antara bunyi dan simbul huruf. dan memorisasi dari fakta dasar d. 1983. Children of Character. Ada hal yang menarik setelah saya membaca buku metode pengajaran di taman kanak-kanak karangan Dra. dan mengekpresikan pemikiran mereka melalui menulis. seorang guru TK perlu memperhatikan tujuan program belajar dan ruang lingkup kegiatan belajar anak TK. Peranan Ibu Bapak Mendidik Anak. Siahan. Grasindo.Pd (2004) dengan penerbit Rineka Cipta. membaca. Bandung: Angkasa . Pendidikan Pada Usia Dini. Theo Riyanto FIC. dkk. New York: Harcourt Brace Javanovich.D. inner security.com/2009/10/23/membaca-buku-metode-pengajaran-anak-tk/ Membaca Buku Metode Pengajaran Anak TK Omjay Ketika menjadi Nara sumber PTK di RRI Padang Seperti biasanya. Mathematics memanfaatkan pemanipulasian materi agar anak mampu untuk menginternalisasi konsep angka. bila saya diundang untuk menjadi nara sumber dalam memberikan materi pelatihan penelitian tindakan kelas (PTK). Apalagi bila dia harus membagikannya kepada orang lain dalam bentuk kegiatan seminar atau workshop. urutan operasi. dan kesusesteraan anak-anak. Saya pun serasa mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat. Dari membaca buku inilah banyak hal baru yang saya ketahui.. Guru harus paham betul karakteristik anak TK. 2004 (Harizal) http://www. Ph. Dalam bukunya beliau menuliskan bahwa dalam pengajaran di Taman Kanak-kanak (TK). kajian tentang grammar. dimana di dalamnya termasuk tingkah laku yang positif terhadap sekolah. dan seni lainnya merupakan bagian dari kurikulum terintegrasi.wijayalabs.. fisik dan akademis dari seorang anak. Language art yang di dalamnya termasuk pengembangan bahasa lisan. e. Keahlian dasar dalam menulis dan membaca dikembangkan melalui penggunaan huruf dari kertas. sejarah dan ilmu sosail.. dkk. sekolah dan komunitas. M. Membaca adalah sebuah kegiatan yang harus dilakukan siapapun dia.L. 1997.. dramatisasi. Henry N. kata-kata dari kertas pasir. 4.. Dasar ini akan membuat anak-anak mampu untuk mendapatkan pengetahuan dan keahlian yang lebih spesifik dalam kehidupan sekolah mereka. 1986 Steven Carr Reuben. Cultural activies membawa anak-anak untuk mengetahui dasar-dasar geografis. Musik. Lingkungan pendidikan anak usia dini menggabungkan fungsi psiko-sosial. R.

Bersyukurlah menjadi guru! Salam Blogger persahabatan Omjay . Selalu menerapkan 5S dalam kesehariannya. banyak guru TK yang tidak atau belum mengetahui metode pengajaran dan hanya sekedar mengajar tanpa mengetahui ilmunya. dan kemampuan bermasyarakat. daya cipta. Apalagi guru TK yang harus sabar dan menyayangi anak-anak. berbagi. Sangat menarik dan membuat saya menjadi lebih tahu bahwa tidak mudah menjadi guru. syukur. pengetahuan keterampilan. Biasanya materi ini diberikan kepada calon guru yang mengikuti PGTK (Pendidikan Guru Taman kanak-kanak) setingkat program D2 dalam mata kuliah Pengelolaan kelas dan disain pembelajaran. Menarik sekali isi buku ini. Oleh karena itu. keterampilan. dan akan segera saya sharingkan kepada teman-teman guru TK.28 Murid-Murid TK di Kota Padang bermain Angklung Tujuan program kegiatan belajar TK adalah membantu meletakkan dasar ke arah perkembangan sikap. salam. serta pengembangan kemampuan dasar melalui kegiatan yang dipersiapkan oleh guru meliputi pengembangan kemampuan berbahasa. dan daya cipta anak didik untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan pertumbuhan serta perkembangan selanjutnya. perlu digunakan metode pengajaran yang sesuai bagi pendidikan anak TK. dan memperoleh kasih sayang • Belajar bergaul dengan anak lain • Mengembangkan pengendalian diri • Belajar bermacam-macam peran orang dalam masyarakat • Belajar untuk mengenal tubuh masing-masing • Belajar menguasai keterampilan motorik halus dan kasar • Belajar mengenal lingkungan fisik dan mengendalikannya • Belajar menguasai kata-kata baru untuk memahami orang/anak lainnya • Mengembangkan perasaan positif dalam berhubungan dengan lingkungan Kesepuluh kemampuan dasar itulah yang harus sudah ditanamkan pada anak usia TK. Untuk mencapai tujuan itu. Kemampuan-kemampuan yang harus dimiliki oleh anak yang mengalami perkembangan seusia TK adalah sebagai berikut: • Berkembang menjadi pribadi yang mandiri • Belajar memberi. Metode atau cara yang digunakan dalam pembelajaran itu antara lain menggunakan: Metode bermain anak TK Metode karyawisata anak TK Metode bercakap-cakap anak TK Metode demonstrasi bagi anak TK Metode Proyek bagi anak TK Metode bercerita bagi anak TK Metode pemberian tugas bagi anak TK Ketujuh metode itu biasa digunakan dalam metode pengajaran di taman kanak-kanak. bila mendapatkan guru seperti ini. daya pikir. yaitu Senyum. perasaan/emosi. dan sabar. disiplin. dan jasmani. sapa. Bila anda ingin mendalami lebih dalam tentang metode pembelajaran di taman kanak-kanak. Sebab selama ini. Murid TK Sedang Menari Tarian Padang Ada hal penting yang harus dikuasai oleh guru TK agar dapat memahami kemampuan unik anak didiknya. saya sarankan anda membeli buku ini. agama. Sedangkan ruang lingkup program kegiatan belajar TK meliputi pembentukan perilaku melalui pembiasaan dalam pengembangan moral pancasila. Wah bisa bahaya perkembangan anak kita. dibutuhkan berbagai metode pengajaran atau pembelajaran agar apa yang direncanakan guru dapat membantu anak menguasai dasar kemampuan di atas.

Home visit mempunyai dua tujuan. 3-5 Juli 2010 TESTIMONI : “Met Sore Pak Tung. Terima kasih 4 hari yang lalu konsep pengasuhan anak dalam reality show nanny 911 dan implikasinya terhadap pendidikan agama islam dalam keluarga 2009-07 peran bimbingan dan konseling dalam usaha pembentukan Bimbingan Konseling Keluarga tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu kewajiban bagi suami. Pertama. para remaja. memelihara pendidikan bagi anak 23955779 Peranan Guru Dalam Pendidikan dalam perkembangan anak didiknya dalam memperoleh pembelajaran/ pendidikan PERAN GURU KELAS DALAM PELAKSANAAN BIMBINGAN KONSELING peranan guru dalam meningkatkan pendidikan sd pogalan iv di dan ketrampilan motorik anak tk.433960 Peran perawat yang dimaksud adalah cara untuk menyatakan aktifitas perawat dalam praktik dimana telah menyelesaikan pendidikan formalnya yang diakui dan diberi kewenangan oleh pemerintah untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab Perubahan pola interaksi merupakan “Dasar” dalam merencanakan metode untuk meningkatkan kemampuan adaptasinya. dalam 12. bukan hanya Dengan adanya makalah ini. lembaga pendidikan formal.29 http://www. Dalam Peraturan Pemerintah No. CIA mendukung terjadinya pemberontakan/perlawanan terhadap BK.BAGAIMANA MEMBUAT ANAK ANDA JENIUS SMART KID PROGRAM By Dr. Membentengi generasi penerus dari pengaruh narkoba. Pendidikan aspek-aspek psikologis dalam pelaksanaan bimbingan konseling Bimbingan dan Konseling Peran Regulasi Dan Standardisasi Dalam Pembangunan Next 458 reads Bimbingan dan Konseling anak keluarga. upaya layanan bimbingan dan konseling dalam Bagaimana output bimbingan dan konseling dalam proses pendidikan bagi para siswa. sepanjang hayat. sejak si anak masih kecil.2lisan. sekolah terdiri dari bagian-bagian yang berinteraksi dan bersinergi dalam menjalankan peran dan fungsinya guna mencapai tujun-tujan pendidikan. sekolah dan masyarakat. home visit (kunjungan rumah) merupakan salah satu alternatif dalam memecahkan masalah siswa.. 0. PERANAN AGAMA DALAM BIMBINGAN KONSELING: Apr 11. (3) Dalam kegiatan bimbingan diperlukan kerja sama antara guru pembimbing dengan orang tua. pertama untuk memperoleh berbagai keterangan atau data yang yang dapat dipercaya tentang keadaan siswa. '08 6:21 AM rumah tangga.sendiri Mentalitas dan moral anak. Dan kita sebagi calon orang tua mempunyai wawasan tentang peran keluarga terhadap perkembangan dan GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DAN bahwa pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam Anak-anak. (4) . Walandouw) di Sumatera Barat .Bimbingan Skenario CIA tersebut saya bagi dalam enam point.264770 0. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah dikemukakan bahwa “. Apabila keluarga telah meyakini bahwa pendidikan merupakan investasi maka mereka akan mempersiapkan anak-anak mereka dengan segala . Seperti bantuan senjata dan personil oleh CIA dengan mendukung pemberontakan PRRI/Permesta (Kol. Memberikan konseling atau bimbingan penyuluhan kepada individu atau keluarga dalam mengintegrasikan pengalaman kesehatan dengan Dalam kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah. Ernest Wong Hotel Ciputra... sehingga dapat meningkatkan efektifitas pencapaiannya. citra bangsa di surabaya (2000) 75. HUBUNGAN BURUH WANITA DALAM MEMBAGI WAKTUNYA ANTARA KELUARGA DENGAN BEKERJA TERHADAP PENDIDIKAN AGAMA ANAK 13. Sebagai suatu sistem. jalinan koordinatif antarlembaga di atas yang masih berjalan secara sendiri. STUDI KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PELAKSANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN DI SMA NEGERI 1 KUALA TUNGKAL 14. penulis berharap agar para orang tua paham akan pendidikan yang bagus dalam pembentukan karakter anak-anaknya.com/readmore/bimbingan+konseling+peranan+keluarga+dalam+pendidikan+anak bimbingan konseling peranan keluarga dalam pendidikan anak Add new tag Administrasi Anak artikel Bahasa Belajar Bimbingan Konseling Biologi dan peranan anak-anak dalam berkomunikasi. SISTEM PEMBELAJARAN DAN KAEDAH HAFAZAN IMPLEMENTASI PERAN GURU BIMBINGAN KONSELING DAN INTENSITAS MENGIKUTI KEGIATAN OSIS TERHADAP KEDISIPLINAN MENTAATI TATA TERTIB SEKOLAH PADA SISWA KELAS VIII SMP 3 KUALA TUNGKAL. bangsa harus kita bangun melalui pendidikan mulai dari keluarga. dan pemuda bahkan orang-orang dewasa dalam keluarga. KELUARGA SUKIRNO · BAGAIMANA MEMBUAT ANAK ANDA JENIUS . sehingga implementasi razia merupakan quality control paling efektif? Interelasi. tersedianya yaitu pengikutsertaan anak-anak dalam Pandangan terhadap pendidikan sebagai investasi secara mendasar berawal dari pandangan keluarga terhadap hal tersebut. pergaulan seks bebas.

30 Faktor situasi keluarga memegang peranan penting terhadap perkembangan dan kesejahteraan anak. tempat sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti proses mengajar belajar. Untuk itulah guru dituntut memiliki pengabdian yang tinggi kepada masyarakat khususnya dalam membelajarkan anak didik. Pengembangan sekolah sebagai total sistem atau satu kesatuan organisasi. setiap murid dan guru yang menjadi komponen penggerak aktivitas kelas. Dalam pelaksanaan program bimbingan dan konseling di sekolah hendaklah dipimpin oleh Anak-anak Sekolah Dasar memerlukan bimbingan dari seorang guru yang mampu mengerti permasalahan yang mereka hadapi. masalah pergaulan dengan teman sebaya. budidaya pertanian . menempati posisi dan peran yang penting. Keluargalah yang menyiapkan potensi pertumbuhan dan pembentukan kepribadian anak. Beberapa faktor yang mempengaruhi perwujudan management kelas dalam pengertian kelas adalah: • Kurikulum • Bangunan dan Sarana . Model-model Pembelajaran.id/2009/12/15/pengelolaan-kelas/ Pengelolaan Kelas Sekolah sebagai organisasi kerja terdiri dari beberapa kelas. Kelas dalam arti luas adalah suatu masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat sekolah. konseling. sosial. pembelajaran. i. yang sebagai satu kesatuan diorganisir menjadi unit kerja yang secara dinamis menyelenggarakan kegiatan-kegiatan mengajar belajar yang keratif untuk mencapai suatu tujuan. http://linabudi. Setiap kelas merupakan untuk kerja yang berdiri sendiri dan berkedudukan sebagai sub sistem yang menjadi bagian dari sebuah sekolah sebagai total sistem.ac. politik. hukum. masalah keluarga. karena memikul tanggung jawab mengembangkan dan memajukan kelas masing-masing yang berpengaruh pada perkembangan dan kemajuan sekolah secara keseluruhan. baik yang bersifat paralel maupun yang menunjukkan penjenjangan. menciptakan suasana dimana siswa belajar dalam kelompok kecil di bawah bimbingan guru. Guru sebagai tenaga pendidikan memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat tersebut. murid dan proses atau dinamika kelas. sangat tergantung pada penyelenggaraan dan pengelolaan kelas. Kelas dalam arti sempit yakni ruangan yang dibatasi oleh empat dinding.fkip. peranan layanan bimbingan dany konseling terhadap peningkatan motivasi nilai-nilai pendidikan agama islam dalam film syahadat cinta dengan homeschooling (studi pada keluarga Hal ini merupakan keharusan karena usaha bimbingan mempunyai peran untuk memperlancar jalannya proses pendidikan dalam mencapai tujuan pendidikan. Media Tempat Belajar. guru akan menjadi sahabat siswa.student. teladan dalam pribadi yang mengundang rasa hormat dan keakraban dari siswa. . kepribadian anak tergantung pada pemikiran dan tingkah laku kedua orang tua serta lingkungannya. ilmiah. Kelas dalam pengertian tradisional ini mengandung sifat statis karena sekedar menunjuk pengelompokan pada batas umur kronologis masingmasing. Pengaruh keluarga dalam pendidikan anak sangat besar dalam berbagai macam sisi. Bekerja atas panggilan hati nurani. Baik di lingkungan kelas masing-masing sebagai unit kerja yang berdiri sendiri maupun dalam hubungan kerja antara kelas yang satu dengan kelas yang lain. Pendekatan Pembelajaran. Lebih jelasnya.uns. dan Lain-lain. Blog pendidikan. Oleh karena itu setiap guru kelas atau wali kelas sebagai pimpinan menengah (middle manager) atau administrator kelas. Konselor. Dari uraian di atas jelas bahwa program kelas akan berkembangan bilamana guru/wali kelas mendayagunakan secara maksimal potensi kelas yang terdiri dari tiga unsur yakni: guru. baik permasalahan dalam menyesuaikan diri dengan siswa lain. harus didayagunakan secara maksimal agar sebagai suatu kesatuan setiap kelas menjadi bagian yang dinamis di agar sebagai suatu kesatuan setiap kelas menjadi bagian yang dinamis di dalam organisasi sekolah.

Kurikulum tradisional diartikan sebga sejumlah materi pengetahuan dan kebudayaan hasil masa lalu yang harus dikuasai murid untuk mencapai suatu tingkat tertentu. baik sebagai makhluk individual dan makhluk sosial maupun sebagai makhluk bermoral. Suatu kelas akan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat apabila kurikulum yang dipergunakan di sekolah dirancangkan sesuai dengan dinamika masyarakat. Dengan kata lain aktivitas sebuah kelas sangat dipengaruhi oleh kurikulum yang dipergunakan di sekolah. Kedua kurikulum tersebut di atas kurang serasi dengan kondisi masyarakat Indonesia yang memiliki pandangan hidup Pancasila. Dipihak lain kurikulum modern yang menekankan pada perkembangan individu secara maksimal. kemampuan dan sifat-sifat kepribadian yang berbeda-beda. Oleh karena itu diperlukan usaha mengintegrasikan kedua kurikulum tersebut dalam kehidupan lembaga pendidikan formal di Indonesia agar serasi dengan kebutuhan dan dinamika masyarakat. Di satu pihak kurikulum tradisional yang berpusat pada guru akan diwarnai dengan sikap otoriter yang mematikan inisiatif dan kreativitas murid.31 • • • • Guru Murid Dinamika Kelas Lingkungan Sekitar Keenam faktor tersebut tidak berdiri sendiri. Kurikulum yang dipergunakan di sekolah sangat besar pengaruhnya terhadap aktivitas kelas dalam mewujudkan proses belajar mengajar yang berdaya guna bagi pembentukan pribadi siswa. bakat. Kurikulum harus dirancang sebagai sejumlah pengalaman edukatif yang menjadi tanggungjawab sekolah dalam membantu anak-anak mencapai tujuan pendidikannya. yang diselenggarakan secara berencana. masjid/Gereja d an lain-lain. Sekolah yang diselenggarkan dengan kurikulum modern pada dasarnya akan mampu menyelenggarakan kegiatan kelas yang bersifat dinamis. akan mencerminkan kebebasan atas dasar demokrasi liberal sehingga tidak memungkinkan diselenggarakannya secara efektif kegiatan belajar secara klasikal untuk pengembangan pribadi sebagai makhluk sosial dan makhluk Tuhan Yang maha Esa. Kurikulum itu tidak akan mampu memenuhi tuntutan pembentukan pribadi berdasarkan minat. termasuk di dalamnya lingkungan sekitar yang bersifat non edukatif seperti warung sekolah. . yang tidak hanya harus didewasakan dari aspek intelektualnya saja. Di dalam kurikulum seperti itu mata pelajaran diberikan secara terpisah-pisah (subject certerd curriculum0 yang pada umumnya bersifat intelektualistis. Kurikulum modern diartikan sebagai semua kegiatan yang berpengaruh pada pembentukan pribadi murid. pesuruh. walaupun untuk kepentingan uraian secara teoritis akan diketengahkan satu persatu di bawah ini. Antara murid yang satu dengan murid yang lain dalam satu kelas. kondisi bangunan dan sarana sekolah lainnya. baik yang berlangsung di dalam maupun di luar kelas/sekolah. Sekolah yang dirancang dengan kurikulum seperti itu. Untuk itu bagi setiap tingkat dan jenis sekolah diperlukan kurikulum yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks dalam perkembangannya. sistematik dan terarah serta terorganisir. akan tetapi dalam seluruh aspek kepribadiannya. Sekolah dan kelas diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendidik anak-anak. akan tetapi saling bertautan atau saling mempengaruhi. yang bahkan menutup kemungkinan guru mengembangkan kegiatan berdasarkan inisiatif dan krativitasnya sesuai dengan kebutuhan anak-anak dan masyarakat sekitar. Demikian juga sebuah sekolah bukanlah sekedar sebuah gedung tempat murid mencari dan mendapatkan ilmu pengetahuan. akan tetapi juga memperhatikan aspek pembentukan pribadi. Kurikulum Sebuah kelas tidak boleh sekedar diartikan sebagai tempat siswa berkumpul untuk mempelajari sejumlah ilmu pengetahuan. yang dinyatakan dengan ketentuan kenaikan kelas atau pemberian ijazah kepada murid tersebut. memungkinkan kegiatan kelas tidak sekedar dipusatkan pada penyampaian sejumlah materi pelajaran/pengetahuan yang bersifat intellectualistic. Segala sesuatu yang menyangkut isi kurikulum untuk dilaksanakan di kelas sudah diatur dan ditetapkan oleh pihak instansi atasan. Sekolah yang kurikulumnya dirancangkan secara tradisional akan mengakibatkan aktivitas kelas berlangsung secara statis.

Sekolah Lanjutan/menengah Kurikulum pada tingkat ini harus dirancangkan untuk memungkinkan diselenggarakannya kegiatan kelas dalam memenuhi kebutuhan melakukan eksplorasi dan eksperimentasi guna memberikan pengalaman intelektual dan sosial yang terpadu dalam rangka realisasi diri. Selanjutnya sesuai dengan kematangan anak-anak. Ruang khusus biasanya disediakan secara terbatas berupa laboratorium. Bagi sekolah yang mempergunakan kurikulum gabungan pada umumnya ruangan kelas masih diatur menurut keperluan kelompok murid sebagai satu kesatuan menurut jenjang dan pengelompokan kelas secara permanen.32 Dengan kurikulum seperti disebutkan terakhir berarti isi pendidikan di dalam kegiatan kelas untuk setiap jenjang/tingkat sekolah harus dirancangkan sebagai berikut: Tingkat Taman Kanak-Kanak Kurikulum pada tingkat ini harus dirancang untuk memungkinkan kelas menyelenggarakan kegiatan agar anak-anak belajar bergaul. perpustakaan. sebuah aula untuk kegiatan olah raga. secara bertahap kurikulum harus dengan kematangan anak-anak. maka diperlukan kreativitas dalam mengatur pendayagunaan ruang/gedung yang tersedia berdasarkan kurikulum yang dipergunakan. Untuk itu dapat dilaksanakan berbagai kegiatan kelas baik yang dilakukan secara individual maupun secara bersama-sama. Tingkat Perguruan Tinggi Kurikulum pada tingkat ini dirancangkan untuk memungkinkan kelas menyelenggarakan kegiatan membantu perkembangan individual secara maksimal dalam rangka menguasai keahlian profesional tertentu. secara bertahap kurikulum harus dikembangkan juga untuk mempelajari faktafakta pengetahuan yang sederhana. Bagi sekolah yang mempergunakan kurikulum modern. Oleh karena itu dalam rencana pembangunan . kesenian dan kegiatan ekstra kelas lainnya. Dari uraian-uraian di atas jelas bahwa bagi sekolah yang mempergunakan kurikulum tradisional dan kurikulum gabungan (tradisional dan modern). Akan tetapi karena kurikulum selalu dapat berubah sedangkan ruang/gedung bersifat permanen. Bangunan dan Sarana Perencanaan dalam membangun sebuah gedung untuk sebuah sekolah berkenaan dengan jumlah dan luas setiap ruangan. memperoleh ketrampilan dasar atau tingkat permulaan dan dapat bekerja sama dalam bermain walaupun pada tingkat ini kecenderungan dalam bermain masih bersifat individual. belajar mempergunakan alat-alat yang sederhana. Di samping ruangan disusun berdasarkan bidang studi yang bersifat integrated itu disediakan juga ruangan untuk kegiatan bersama berupa ruang kelas untuk mendengarkan ceramah dan ruangan lain seperti perpustakaan. Tingkat Sekolah Dasar Kurikulum pada tingkat ini pada tahap permulaan atau kelas-kelas rendah harus dirancangkan untuk memungkinkan kelas melanjutkan kegiatan-kegiatan atau program-program di taman kanak-kanak. ruang olahraga dan lain-lain. jumlah kelas sangat dipengaruhi oleh perencanaan penerimaan murid atau jumlah murid yang dimiliki. letak dan dekorasi nya yang harus disesuaikan dengan kurikulum yang dipergunakan. ruangan kelas diatur menurut jenis kegiatan berdasarkan program-program yang telah dikelompokkan secara integrated. Sekolah yang mempergunakan kurikulum tradisional pengaturan ruangan bersifat sederhana karena kegiatan belajar mengajar diselenggarakan di kelas yang tatap untuk sejumlah murid yang sama tingkatannya. pengembangan kebiasaan berpikir secara kreatif dan pembentukan watak berdasarkan sistem nilai-nilai tertentu.

Meja dan kuris guru. kemungkinan berkomunikasi dengan sumber-sumber kependidikan di lingkungan sekitar yang sesuai dengan kurikulum/program yang akan dilaksanakan dan lain-lain. Untuk menjadi anggota masyarakat sebagai orang dewasa.33 gedung atau penambahan ruang kelas. Setiap guru sebagai petugas profesional ikut bertanggung jawab pada tercapainya tujuan pendidikan secara efektif. Kompetensi itu berkenaan dengan kemampuan dasar teknis edukatif dan administratif sebagai berikut: Penguasaan bahan Pengelolaan program belajar mengajar mengelola kelas Penggunaan media/sumber Mampu mengelola dan mempergunakan intraksi belajar mengajar Memiliki kemampuan melakukan penilaian prestasi belajar siswa secara obyektif. Untuk itu peranan guru sangat menentukan karena kedudukannya sebagai pemimpin pendidikan diantara murid-murid suatu kelas . Untuk mendirikan sebuah sekolah diperlukan perencanaan yang fisibel (layak) sebagai hasil penelitian atau survey yang teliti terutama untuk memperoleh lokasi yang tepat. Guru yang memahami kedudukan dan fungsinya sebagai pendidik profesional. Oleh karena itu guru harus ikut dalam menentukan kebijakan kependidikan di kelas/sekolah. secara etimologi atau dalam arti sempit guru yang berkewajiban mewujudkan suatu program kelas adalah orang yang kerjanya mengajar atau memberikan pelajaran di sekolah atau kls. Secara lebih luas guru berarti orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab dalam membantu anak-anak untuk mencapai kedewasaan masing-masing. kompetensi profesi dan kompetensi kemasyarakatan. Kompetensi guru yang dimaksud antara lain mengenai kompetensi-komptensi pribadi. Selanjutnya bagi sekolah yang mempergunakan kurikulum tradisional dan kurikulum gabungan (tradisional dan modern) sekurang-kurangnya diperlukan sejumlah alat peraga sedang bagi sekolah yang mempergunakan kurikulum modern diperlukan saran yang lebih banyak lagi sesuai dengan jenis program yang menjadi tanggung jawabnya. diperlukan catatan kependudukan yang teliti dengan memperkirakan juga berapa jumlah yang telah terserap oleh sekolah lain dalam suatu wilayah tertentu. kondisi tanah. selalu terdorong untuk tumbuh dan berkembang sebagai perwujudan perasaan dan sikap tidak puas terhadap pendidik persiapan yang telah diterimanya. Pengetahuan dan pemahamannya tentang kompetensi guru akan mendasari pola kegiatannya dalam menunaikan profesi sebagai guru. Dan sebagai pernyataan dari kesadarannya terhadap perkembangan . pendapat masyarakat. Guru dalam pengertian terakhir bukan sekedar orang yang berdiri di depan kels untuk menyampaikan materi pengetahuan tertentu. Memahami fungsi dan program layanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah. Setiap guru harus memahami fungsinya karena sangat besar pengaruhnya terhadap cara bertindak dan berbuat dalam menunaikan pekerjaan sehari-hari di sekolah maupun di kelas. papan tulis dan kapur tulis. Setelah sebuah gedung sekolah berdiri diperlukan sarana belajar mengajar yang dapat menunjang efisiensi perwujudan kurikulum/program sekolah atau kelas perlengkapan minimal bagi sebuah sekolah yang mempergunakan salah satu bentuk kurikulum tersebut di atas adalah meja dan kuris murid. Penelitian itu selain mengenai aspek kependudukan harus dilakukan juga terhadap situasi lingkungan. Guru Program kelas tidak akan berarti bilamana tidak diwujudkan menjadi kegiatan. akan tetapi adalah anggota masyarakat yang harus ikut aktif dan berjiwa bebas serta kratif dalam mengarahkan perkembangan akan didik nya.

Pengelolaan kelas yang berhasil akan menumbuhkan kebanggaan kelas sehingga meningkatkan rasa solidaritas dan keinginan untuk ikut berpartisipasi di kalangan murid di kelas tersebut. pengorganisasian. Kegiatan management operatif kelas meliputi Tata usaha kelas Kegiatan Pembekalan kelas Kegiatan keuangan kelas Kegiatan pembinaan personal atau kepegawaian dikelas. Yang meliputi dorongan untuk aktif secara terarah yang dikembangkan melalui kreatifitas dan inisiatif murid sebagai suatu kelompok. komunikasi dan kontrol sebagai langkah-langkah kegiatan management admnistratif. pengarahan. Kegiatan Operatif management kelas Kegiatan management administratif kelas harus ditunjang dengan kegiatan management operatif agar seluruh program kelas berlangsung efektif bagi pencapaian tujuan. mempengaruhi. koordinasi. membimbing. Kegiatan administratif management Pengelolaan kelas memerlukan tindakan-tindakan perencanaan. perasaan atau tindakan dan tingkah laku orang lain. khusus nya berupa sekolah.34 dan kemajuan bidang tugasnya yang harus diikuti. Dinamika kelas dipengaruhi oleh cara wali/guru kelas menerapkan administrasi pendidikan dan kepemimpinan pendidikan serta dalam mempergunakan pendekatan pengelolaan kelas. Humas dilingkungannya kelas Kepemimpinan wali/guru kelas Dinamika kelas dipengaruhi secara langsung oleh kepemimpinan wali atau guru kelas. Murid sebagai unsur kelas memiliki perasaan kebersamaan yang sangat penting artinya bagi terciptanya situasi kelas yang dinamis. Setiap murid harus memiliki perasaan diterima (membership) terhadap kelasnya agar mampu ikut serta dalam kegiatan kelas. Murid Murid merupakan potensi kelas yang harus dimanfaatkan guru dalam mewujudkan proses belajar mengajar yang efektif. Dinamika Kelas Kelas adalah kelompok sosial yang dinamis yang harus dipergunakan oleh setiap wali/guru kelas untuk kepentingan murid dalam kependidikannya. penerapan kegiatan itu antara lain sebagai berikut. untuk itu kepemimpinan diartikan sebagai proses mengarahkan. Dinamika kelas pada dasarnya berarti kondisi kelas. sejalan dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Murid adalah anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang baik secara fisik maupun psikologis dalam rangka mencapai tujuan pendidikannya melalui lembaga pendidikan formal. Tiga bentuk kepemimpinan mungkin diwujudkan wali/guru kelas dalam usaha menggerakkan personal di lingkungan kelas masing-masing adalah: . Kelas merupakan unit tersendiri yang pengelolaannya secara maksimal harus dilakukan dengan mengikutsertakan murid. atau mengawasi pikiran.

Pihak lemah adalah bangsa yang kurang . kita diingatkan betapa lemah dan rawan keadaan kita. 2009 under materi SBM.35 Wali atau guru kelas sebagai pemimpin yang bersifat otoriter Wali atau guru kelas sebagai pemimpin yang bersifat laissez faire. Beberapa pendekatan dalam pengelolaan kelas Seorang wali atau guru kelas harus mampu menetapkan pilihan yang tepat dalam melakukan pendekatan untuk mewujudkan pengelolaan kelas yang efektif. Berkembang berbagai perubahan yang tidak diduga sebelumnya. tetapi juga ada yang mempersulit kehidupan bangsa seperti timbulnya gejala disintegrasi nasional. Dalam globalisasi persaingan antar-bangsa sangat tajam dan kejam. agar pemberian hukuman pada seorang atau sekelompok orang dapat dihindari.com/?p=1047 Peningkatan Mutu Guru Sekolah Dasar Oleh Sayidiman Suryohadiprojo Jakarta 19 Februari 2002 PENDAHULUAN Ketika Krisis Moneter pada tahun 1997 memukul Indonesia dan membuat bangsa Indonesia terpelanting dari posisi yang cukup lumayan dalam arena internasional kembali ke tempat yang penuh penderitaan dan kemiskinan. http://sayidiman. Hingga kini belum jelas bagaimana akhir dari proses perubahan itu. Pukulan ekonomi menimbulkan dampak politik yang tidak sederhana.suryohadiprojo. di bawah ini akan diketengahkan beberapa alternatif yang dapat dipilih diantaranya: Pendekatan berdasarkan perubahan tingkah laku (behaviorisme) Pendekatan berdasarkan suasana emosi dan hubungan sosial (sosio emosional climate approach) Pendekatan berdasarkan proses kelompok (group process approach) Pendekatan electis (electic approach) Posted: December 15th. Ada yang menguntungkan seperti terjadinya Reformasi dan berakhirnya kekuasaan otoriter. Disiplin kelas dapat diartikan juga sebagai suasana tertib dan terpaut akan tetapi penuh dinamika dalam melaksanakan program kelas terutama dalam mewujudkan proses belajar mengajar. Umat manusia belum lepas dari kenyataan bahwa yang lemah menjadi korban yang kuat. Wali atau guru kelas sebagai pemimpin yang bersifat demokratif Disiplin kelas Disiplin kelas merupakan bagian yang penting dalam dinamika kelas. Untuk memperjelas masalah pendekatan yang akan dipergunakan itu. disiplin kelas diartikan sebagai usaha mencegah terjadinya pelanggaran-pelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan yang telah disetujui bersama dalam melaksanakan kegiatan kelas.

Pihak yang kuat terus berusaha melebarluaskan dominasinya dengan menaklukkan yang lemah. kurang mampu memperoleh dan mengendalikan informasi dan kurang dapat membangun kemampuan ekonomi yang kuat dan merata di seluruh rakyatnya. matematika. perbaikan pendidikan di Sekolah Dasar (SD) merupakan landasan mutlak bagi seluruh pendidikan sekolah di Indonesia. Meskipun ada Guru Agama tersendiri. hasilnya yang negatif amat sukar diperbaiki pada pendidikan selanjutnya. tidak sematamata dengan menggunakan keunggulan fisiknya melainkan dengan cara yang canggih dan memanfaatkan segala metoda yang dapat dipikirkan. yaitu Guru yang bertanggungjawab atas kelas tertentu dan mengajarkan semua mata pelajaran yang ditetapkan untuk kelas itu. Itu melebar dari ilmu sosial. Kita menghadapi masalah Guru pada berbagai tingkat pendidikan sekolah. Meskipun seluruh proses pendidikan nasional sangat penting bagi masa depan bangsa. geografi. Hanya dengan pendidikan kekuatan bangsa itu dapat terwujud. Ini memerlukan pengetahuan Guru Kelas tentang psikologi dan terutama aplikasinya. Di negara mana saja kita melihat bahwa pada pendidikan di SD menonjol fungsi Guru Kelas. masing-masing dengan persoalannya sendiri. apabila ia merasakan bahwa yang mengajar adalah seorang yang dekat kepadanya. Guru Kelas yang setiap hari selama berjam-jam berada bersama dengan murid kelasnya menimbulkan rasa kedekatan itu. mengatur perolehan dan penggunaan informasi yang tepat. Tentu pengaturan demikian ada maksudnya yang telah kita alami semua ketika menjadi murid SD. Mungkin tidak ada mata pelajaran budi pekerti secara khusus. namun Guru Kelas tetap mempunyai kewajiban untuk memperkuat pendidikan budi pekerti kepada anak didiknya.36 menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Hal ini tidak membebaskan para orang tua murid dari keharusan memberikan pendidikan budi pekerti dan pembentukan karakter kepada anaknya. Sebaliknya apabila terjadi pendidikan yang menumpulkan pikiran dan perasaan anak didik SD. Selain itu Guru Kelas memperkuat perasaan itu dengan menunjukkan sikap bahwa ia memang ingin dekat dengan setiap murid kelasnya. sejarah. Pada umur anak yang sekolah SD terbentang peluang paling baik untuk mengembangkan dan memotivasi timbulnya berbagai kemampuan yang amat mendasar. Kita sekarang mau tidak mau harus berpikir mengenai perjuangan antar-bangsa yang terjadi di ruangan kelas atau the battle of the classroom. Dan itu mustahil tanpa peningkatan mutu pendidikan nasional dan khususnya pendidikan sekolah serta perluasan jangkauannya sehingga mencapai jumlah orang Indonesia yang makin banyak. Semua dilakukan dengan dalih dan semboyan muluk seperti menegakkan demokrasi dan hak azasi manusia. Untuk mencegah dan melawan itu semua bangsa kita harus sanggup menjadi bangsa yang kuat. Anak pada tahap permulaan penguasaan ilmu pengetahuan lebih mudah mencernakan pelajaran. Kelangsungan hidup bangsa atau the survival of the nation adalah syarat mutlak untuk perwujudan berbagai tujuan yang luhur seperti terbentuknya Masyarakat Madani. ilmu bahasa. terutama pendidikan yang bermutu. fisika hingga olahraga. KRITERIA GURU SD YANG BAIK Pendidikan yang diberikan di SD amat penting bagi pendidikan selanjutnya. mulai dari Taman KanakKanak hingga Sekolah Lanjutan Atas. namun budi pekerti ditumbuhkan pada anak didik melalui setiap mata pelajaran yang diajarkan. Sebab orang tua mempunyai tanggungjawab utama dalam pembentukan budi pekerti dan ahlak. Sudah semestinya pendidikan mengandung kemampuan memimpin secara efektif. Kemudian Guru Kelas harus menguasai ilmu pengetahuan yang mendasari semua mata pelajaran yang harus diajarkan. Berhubung dengan keterbatasan waktu maka pembicaraan dan makalah ini hanya akan menyoroti masalah Guru Sekolah Dasar. tetapi juga amat besar artinya bagi masa depan bangsa Indonesia. biologi. dan sanggup membangun ekonomi nasional yang membuat seluruh bangsa sejahtera dan maju. Itu berarti membangun kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. karena di dalam kelas pasti ada murid yang berbeda agamanya. . Hanya pendidikan agama sebaiknya tidak diberikan oleh Guru Kelas. Sebab itu pelaksanaan Seminar ini yang membicarakan peningkatan profesional dan kesejahteraan Guru sangat penting bagi masa depan pendidikan sekolah. Usaha peningkatan mutu pendidikan sekolah dan perluasan jangkuaannya terutama ditentukan oleh peran Guru.

Oleh sebab itu pendidikan di SD sekarang dan di masa depan juga terpengaruh oleh hal itu. Sebab itu tidak dapat dikatakan bahwa Guru Kelas pada kelas tersebut lebih rendah rankingnya dibandingkan Guru MP dan Guru Kelas tingkat atas. PENDIDIKAN GURU SD Kemajuan umat manusia dan perkembangan ilmu pengetahuan berpengaruh besar terhadap pendidikan Guru SD. Guru Mata Pelajaran diperlukan untuk mengajarkan matematika. Bahkan dalam kenyataan di beberapa SD di dalam dan luar negeri Guru Kelas tingkat bawah justru Guru yang lebih senior. Seperti sekolah HIK (Hollands Inlandsche Kweekschool) dan HKS (Hogere Kweekschool) yang merupakan pendidikan bagi Guru untuk SD di masa itu. Karena terjadi proses pertumbuhan anak dalam penguasaan ilmu pengetahuan. Di samping itu ada Guru Agama yang mengajar agama sejak murid di kelas 1. Sekalipun wanita mereka juga harus mampu mengajar olahraga kepada murid kelas 1 hingga kelas 3. Selain ada pendidikan yang kurikuler. fisika. Pada tingkat itu pelajaran olahraga relatif sederhana dibandingkan dengan pelajaran untuk kelas 4 hingga kelas 6. Akan tetapi mengingat jumlah anak usia SD yang begitu banyak di Indonesia yang memerlukan banyak SD. Karena itu dianggap perlu adanya Guru Mata Pelajaran mulai kelas 4. sesuai prestasi. biologi. Ideal adalah kalau Guru SD adalah Sarjana Satu (S 1) lulusan pendidikan tinggi kependidikan. geografi dan olahraga. Akan tetapi sekarang pendidikan Guru SD tidak cukup hanya dengan pendidikan lanjutan atas. Namun untuk membantu para orang tua dalam kewajiban itu para Guru Kelas sebaiknya memelihara hubungan dekat dengan orang tua muridnya dan memberikan saran serta nasehat bagaimana sebaiknya para orang tua melakukan pendidikan budi pekerti kepada mereka. Dapat pula diadakan pelajaran bahasa asing yang diikuti secara sukarela. Namun penguasaan ilmu pengetahuan tidak dapat dilepaskan dari perkembangannya yang bukan main cepat dan intensif. Umpama saja dapat diadakan latihan cabang olahraga yang lebih intensif ketimbang selama jam pelajaran. kemampuan dan kondisi sekolah. Para Guru Kelas dan Guru MP perlu menunjukkan kegiatan untuk menjadikan program ekstra-kurikuler itu bermutu dan bermanfaat bagi murid. maka tak mungkin pendidikan Guru SD secara sistem dilakukan melalui pendidikan Sarjana 1 yang berlangsung selama 4 tahun. umpama Guru MP fisika adalah sekali gus Guru MP matematika. Yang paling baik adalah membuat lembaga pendidikan Guru seperti yang dilakukan di banyak negara. Pelaksanaan program ekstra-kurikuler pada umumnya memberikan hasil yang sangat bermanfaat bagi perkembangan anak. Lembaga yang disebut Teachers College itu berlangsung selama 2 tahun setelah lulus SMU. Pengalamannya mengajar membuatnya lebih mampu dan efektif mendidik anak-anak yang masih pada tahap permulaan penguasaan ilmu. bagian terbesar waktunya berada di lingkungan keluarga. Kita dapat . Dalam mengajarkan mata pelajaran mereka melakukan pendidikan budi pekerti secara tidak langsung. khususnya dari kelas 1 hingga kelas 3. Guru Mata Pelajaran harus sungguh-sungguh menguasai pengajaran mata pelajaran yang menjadi tanggungjawabnya. Dengan gambaran demikian dapat diperoleh kesimpulan bahwa penentuan Guru Kelas untuk kelas 1 hingga kelas 3 memerlukan seleksi yang cukup saksama. Tidak tertutup kemungkinan bahwa Guru MP mengajarkan lebih dari satu mata pelajaran. Juga kegiatan Pramuka dan hal-hal yang bersangkutan dengan kesenian dapat dilakukan dalam jam ekstra-kurikuler itu. Akan tetapi harus dijamin bahwa ia benar-benar menguasai pengajaran kedua mata pelajaran. Guru Kelas tetap diperlukan untuk mengajarkan bahasa serta sejarah dan untuk membimbing serta mengawasi setiap kelas. seperti membentuk perkumpulan sepakbola sekolah. sebaiknya juga diadakan program ekstra-kurikuler di luar jam resmi.37 sedangkan pendidikan budi pekerti di sekolah memperkuat dan merupakan bantuan. Guru Kelas untuk kelas 4 hingga kelas 6 dapat terdiri dari pria maupun wanita. yaitu dilakukan selama jam sekolah resmi. Pada umumnya kita melihat bahwa Guru Wanita yang perasaannya lebih berkembang merupakan Guru Kelas yang lebih baik untuk kelas 1 hingga kelas 3 ketimbang Guru Pria. Para pakar pendidikan menilai bahwa tidak mungkin seorang Guru Kelas mempunyai kedalaman penguasaan ilmu yang memadai untuk mengajarkan semua mata pelajaran pada kelas 4 hingga kelas 6 SD dengan mutu tinggi. maka murid kelas 1 hingga kelas 3 memerlukan Guru Kelas yang dapat diandalkan kemampuannya dalam mendekati dan berhubungan dengan anak. Selama masa kolonial Belanda Guru SD dibentuk melalui pendidikan lanjutan atas dan dapat menghasilkan kinerja yang bermutu tinggi. Bagaimana pun juga anak SD.

Meskipun Indonesia masih harus memusatkan perhatian kepada cara pendidikan yang tradisional. Oleh sebab itu harus mulai dipikirkan perubahan dalam pendidikan Guru. Untuk membuat kurikulum APG. Guru SD lulusan APG yang telah menjalankan kewajiban mengajar sekurang-kurangnya 5 tahun berturut-turut dan menunjukkan kinerja yang tinggi dapat diberikan kesempatan untuk melanjutkan studinya dengan mengambil status Sarjana 1 di perguruan tinggi yang mempunyai fakultas ilmu pendidikan. sekalipun tidak meninggalkan idealisme. Sebab itu termasuk dalam rangka the battle of the classroom yang telah dikemukakan sebelumnya. khususnya Guru Kelas. Telah terbukti bahwa pendidikan yang disertai asrama (boarding school) memberikan kemungkinan lebih banyak untuk membentuk kepemimpinan. Akan tetapi untuk SLTP dan SLTA dapat pula direkrut Sarjana yang bukan Sarjana Pendidikan dan berminat menjadi guru dalam mata pelajaran yang mereka dalami disiplin ilmunya. lulusan APG dengan pengalaman baik sebagai Guru SD akan sangat penting dan besar perannya untuk SLTP dan SLTA masa depan. Seperti seorang Sarjana Teknik lulusan ITB yang berminat menjadi Guru Matematika. PENGARUH KESEJAHTERAAN TERHADAP MUTU GURU SD Seorang idealis banyak manfaatnya bagi masyarakat. Sebaiknya APG dilakukan dengan cara coeducation. APG mempunyai fungsi mendidik dan membentuk Guru SD. Sedangkan Guru Mata Pelajaran diambil dari mereka yang lulus pendidikan Guru Kelas dan kemudian memperdalam mengenai mata pelajaran tertentu. Sebaliknya Guru SD hasil pendidikan APG merupakan kader pendidikan yang bermanfaat sekali bagi seluruh jenjang pendidikan sekolah. Itu dimungkinkan karena penggunaan komputer secara luas. Oleh sebab itu APG harus merupakan pendidikan yang disertai kehidupan berasrama penuh selama 2 tahun. tetapi kiranya sudah harus mulai memperhatikan perkembangan baru itu. Dalam konsep baru itu peran Guru berbeda dari sebelumnya. sedangkan Guru berfungsi sebagai fasilitator. Guru SD dan khususnya Guru Kelas memerlukan pembentukan kepribadian untuk dapat menjalankan fungsi pendidikan yang disertai kemampuan memimpin. Fisika atau Kimia di SLTP atau SLTA. Untuk itu saja kita sekarang masih cukup jauh dari tingkat yang memuaskan. yaitu bahwa dengan perkembangan teknologi juga terjadi perubahan dalam penyelenggaraan pendidikan. Maka kita menghadapi masalah yang cukup rumit. Agar dapat mengajar dengan efektif mereka perlu mengikuti kursus yang melatih mereka mengajar. khususnya Guru SD. Akan tetapi karena nampaknya ada kecenderungan untuk menjadikan semua IKIP lembaga pendidikan berstatus universitas. Ada masalah penting yang perlu kita perhatikan. Teknologi informasi menjadi sangat berkembang dengan makin majunya peran komputer. maka masih dipertanyakan apakah lulusannya cukup banyak yang berminat menjadi guru. Kebanyakan orang bersikap sebagai realis. Namun karena orang seperti itu terbatas jumlahnya. yaitu pria dan wanita bersamasama. yaitu sistem pendidikan yang menjadikan murid pusat kegiatan pendidikan dan bukan Guru. Akan tetapi sayangnya jumlah idealis selalu sangat terbatas dan tidak sesuai dengan keperluan masyarakat. Selama Guru SD hanya menerima gaji resmi yang cukup untuk hidup setengah bulan saja. Malaysia umpamanya telah menetapkan bahwa pada tahun 2020 berlaku apa yang dinamakan Smart School System. Kalau IKIP masih diadakan. Sekarang saja sudah ada negara tetangga kita yang melihat keharusan untuk mengubah metoda pendidikannya. ada baiknya kita mengambil kurikulum Teachers College negara tetangga seperti Malaysia sebagai bahan perbandingan.38 mengikuti langkah demikian dan menamakan lembaga pendidikan Guru itu Akademi Pendidikan Guru (APG). Sudah sejak tahun 1998 Malaysia mengadakan pilot project sebanyak 100 sekolah meliputi Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah (di Malaysia SLTP dan SLTA menjadi satu selama 5 tahun ). Di satu pihak kita harus memperbaiki mutu pendidikan SD dengan memperbaiki pendidikan Guru SD dengan cara tradisional. Guru-guru yang demikian akan baik untuk mengajar di SLTP dan setelah itu di SLTA. Oleh sebab itu adalah satu illusi untuk mengharapkan prestasi Guru SD yang tinggi kalau tidak ada cukup perhatian terhadap kesejahteraan Guru yang memadai. Untuk itu pengasramaan harus dilakukan sesuai dengan keperluan. maka lulusannya juga dapat diangkat menjadi Guru SD apabila mereka berminat. Di pihak lain kita harus bersiap-siap untuk melakukan pendidikan Guru SD yang memberikan kepada Guru kemampuan untuk berperan secara efektif dalam pendidikan yang bertitikberat pada murid dengan komputernya. maka ia tidak dapat diharapkan menunjukkan .

Kita harus akhiri masa lampau yang penuh kemunafikan itu. Dengan gaji permulaan sebesar itu Guru SD akan cukup biaya hidupnya sehingga dapat berkonsentrasi dalam pekerjaannya serta bersikap kreatif untuk selalu meningkatkan kondisi sekolahnya. Orang yang pandai dalam ilmu tidak otomatis seorang manajer dan pemimpin yang baik. Dengan begitu di masa depan masalah utama seorang Guru bukan lagi bagaimana mendapat biaya hidup yang cukup. Jadi kalau umpamanya gaji yang diterima Guru belum mencapai minimum Rp 800. tetapi masalah utama yang dihadapi adalah meningkatkan profesionalismenya sebagai Guru yang bermutu. yaitu di satu pihak selalu kita katakan betapa pentingnya pendidikan untuk masa depan bangsa. BKG mengusahakan itu dengan mempunyai modal abadi yang mula-mula diperoleh dari Pemerintah dan kemudian oleh pengurusnya terus dikembangkan dengan mengusahakan donasi dari segala pihak. MANAJEMEN SD YANG MENJAMIN MUTU PENDIDIKAN Kita tidak akan dapat mencapai tujuan kita tanpa memperhatikan perbaikan mutu manajemen SD. Lulusan IKIP yang tidak terlalu cemerlang saja tidak mau menjadi Guru dan memilih menjadi wartawan. Sebab ia tentu harus berpikir untuk memperoleh biaya hidup buat sisa bulan yang belum tertutup oleh gajinya. Hal itu harus dijamin oleh manajemen pendidikan yang baik.39 prestasi yang tinggi. Kita harus sanggup menetapkan bahwa lulusan APG yang menjadi Guru SD memperoleh gaji permulaan sebanyak Rp 800. Di pihak lain masyarakat akan kembali melihat Guru sebagai anggota masyarakat yang merupakan orang yang dapat di Gugu dan di Tiru. khususnya di lingkungan murid SMU. maka di satu pihak Guru didorong untuk berprestasi karena tanpa prestasi ia tidak akan mempunyai karier yang baik di masa depan. Perbaikan kesejahteraan Guru SD sekali gus memperbaiki status sosial Guru yang selama 50 tahun belakangan terus menurun. Pendeknya. Badan itu turut serta menjaga agar kesejahteraan Guru mendapat perhatian semestinya.000. Pertama menjadi kewajiban Pemerintah untuk memperbaiki gaji Guru sesuai dengan sikapnya bahwa pendidikan amat penting bagi masa depan bangsa. Tentu timbul pertanyaan bagaimana masyarakat dapat mengerahkan dana untuk gaji Guru tersebut. Oleh sebab itu dalam kurikulum APG harus ada kuliah tentang manajemen dan kepemimpinan. Di pihak lain dapat dilakukan kontrol dan penindakan yang lugas terhadap kinerja Guru SD yang kurang menunjukkan prestasi. Para Guru SD hanya dapat diharapkan bekerja dengan baik kalau mereka berada dalam satu lingkungan kerja yang memuaskan perasaan mereka. Dalam kondisi seperti itu tidak mungkin kita mengadakan pendidikan SD yang kita inginkan. Pertama harus ada pengaturan bahwa Kepala Sekolah adalah orang yang dapat diandalkan kemampuannya mengelola dan memimpin organisasi. Kalau gaji permulaan Guru SD kita tetapkan pada angka tersebut. Akibatnya adalah bahwa ia tidak dapat memusatkan perhatiannya kepada pekerjaan mengajar di sekolah di mana ia ditugaskan. kita harus mencari segala kemungkinan agar dapat tercapai kesejahteraan Guru yang baik dengan pemberian gaji yang memadai. apalagi Guru SD. Di samping itu Pemerintah bersama Masyarakat sebaiknya membentuk satu Badan Kesejahteraan Guru yang fungsinya melakukan usaha agar kesejahteraan Guru terjamin.000 dan setiap 2 tahun ada kenaikan gaji. Kemudian dalam karier Guru dibuka kemungkinan untuk . khususnya untuk Guru SD. untuk masuk lembaga pendidikan Guru dan menjadi Guru. Di samping itu setiap SD tetap mempunyai Badan Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3). tetapi kita tidak pernah memberikan komitmen yang sepadan. Kalau dulu seorang Guru adalah seorang terpandang di masyarakat dan khususnya di lingkungan hidupnya. Akan tetapi dampak dari rendahnya kesejahteraan Guru SD jauh lebih luas dari itu. Mungkin ia mengajar di tempat lain atau melakukan pekerjaan lain yang tak ada sangkut pautnya dengan mengajar. Bagi Guru yang bekerja di SD Swasta tentu gajinya diterima dari yayasan yang menyelenggarakan SD itu. Tidak akan ada keinginan dalam masyarakat. maka kekurangannya disediakan oleh BKG tersebut. Dan Pemerintah memang berkewajiban untuk meninjau kembali penentuan gaji bagi Pegawai Negeri Sipil kalau bersikap konsekuen untuk mengakhiri KKN di Indonesia. Sehingga yang menjadi Guru SD hanya mereka yang tidak memperoleh tempat atau pekerjaan di sektor kehidupan lainnya. sekarang orang cenderung menganggap pekerjaan Guru sebagai sambilan yang kurang berarti.

Pendidikan Tinggi sebaiknya tetap dikelola terpusat dan karena itu APG juga demikian meskipun keberadaannya dapat ditentukan di mana saja. 2. Kemudian diadakan seleksi terhadap mereka yang berminat menjadi KS. Ada kemungkinan bahwa di Daerah tertentu tempat tinggal murid terlalu tersebar. Cara demikian tentu menambah beban bagi SD tersebut dan Daerah. Para calon KS kemudian mendapat pendidikan khusus tentang manajemen sekolah. Selain itu PP mengadakan penelitian tentang halhal yang perlu memperoleh perubahan dalam manajemen. Akan tetapi adalah fungsi PP untuk lebih meyakinkan bahwa pendidikan berjalan dengan baik. Sebab dengan sendirinya pimpinan SD juga harus bertanggungjawab atas jalannya kehidupan asrama dan pendidikan atas anak yang seharusnya dilakukan para orang tua. khususnya Guru SD. Kita masih menghadapi banyak tantangan dan kesulitan sebelum dapat menghasilkan pendidikan SD yang cukup bermutu di seluruh Indonesia. Akan tetapi pengurusan demikian lebih menjamin adanya pendidikan yang baik serta masa depan Daerah itu. PENUTUP Telah diusahakan untuk memberikan gambaran bagaimana memperbaiki profesionalisme dan kesejahteraan Guru. Oleh sebab itu sebaiknya manajemen karier Guru dilakukan di tingkat Pusat. 2. 2 ada hal-hal tertentu dalam pendidikan yang dilakukan terpusat untuk kepentingan semua pihak. Maka untuk memperoleh pendidikan SD yang bermutu di seluruh Indonesia diperlukan perhatian dan komitmen yang besar dari setiap pimpinan Daerah tk. termasuk juga kurikulum yang berlaku. Akan tetapi yang penting adalah kuatnya tekad kita untuk terus berusaha ke arah itu dan terus mengusahakan adanya Guru SD yang tinggi profesionalisme dan kesejahteraannya.2. Harus dibuka kemungkinan bagi Guru untuk dapat bekerja di seluruh wilayah Indonesia. Meskipun demikian kiranya makalah ini dapat dipakai sebagai bahan perbandingan atau titik permulaan dalam perbaikan pendidikan SD di Indonesia. Malaysia yang merupakan negara federal menjalankan politik pendidikan yang dikelola terpusat.40 menjadi Kepala Sekolah. 2. Setiap Daerah harus bersedia untuk membangun dan memelihara fasilitas pendidikan SD yang sebaik mungkin. Sedangkan seluruh pendidikan tergantung dari hasil yang diberikan oleh pendidikan SD. Maka manajemen karier Guru SD juga dilakukan terpusat meskipun ia bekerja di sekolah yang di dalam tanggungjawab Daerah Tk. Dalam rangka politik Pemerintah yang memberikan otonomi kepada Daerah Tk 2 semua SD merupakan tanggungjawab Daerah Tk. Akan tetapi akan kurang baik bagi perkembangan Guru kalau manajemen kariernya juga di tangan Daerah Tk. Para PP juga diperoleh dari Guru SD yang sudah berpengalaman sekitar 10 tahun dan berminat menjadi PP. Tentu para KS bertanggungjawab atas jalannya sekolah yang dipimpinnya. Daerah harus membiayai pelaksanaan asrama dalam rangka wajib belajar. termasuk mutu pendidikannya. Selain itu harus mengurus agar setiap SD mendapat Kepala Sekolah yang baik dan sejumlah Guru Kelas serta Guru MP yang diperlukan. Dalam hal itu sebaiknya diadakan SD yang letaknya relatif terpusat bagi mereka yang hidup tersebar di wilayah itu. Untuk terpilih menjadi Kepala Sekolah seorang Guru harus mempunyai pengalaman yang memadai. Sebab itu sekalipun kita memberikan otonomi luas kepada Daerah Tk. Dan murid yang tinggal jauh dari sekolah diasramakan. Harus diadakan manajemen karier untuk para Guru SD sejak ia lulus APG dan diterima menjadi Guru. Untuk menjadi PP harus pula diikuti pendidikan tertentu. . Adalah kewajiban Pemerintah Daerah untuk menyediakan kesejahteraan semestinya bagi mereka sesuai dengan konsep yang telah diuraikan. katakanlah sekurang-kurangnya sudah 10 tahun mengajar. Juga harus diadakan sistem pengawasan yang saksama dengan merekrut Pengawas Pendidikan dalam jumlah yang memadai. Mendirikan SD untuk setiap lingkungan tempat tinggal menjadi terlalu mahal. Setelah selesai dari pendidikan itu dengan hasil baik mereka dapat diangkat menjadi KS. Selain itu diperlukan Pengawas Pendidikan (PP) yang selalu mengawasi jalannya pendidikan atau menjamin Kendali Mutu (Quality Control). Akan tetapi masih sangat banyak yang belum dapat dikemukakan atau belum cukup disentuh. Pindah dari satu tempat dan sekolah ke tempat lainnya. Tidak mungkin kita dapat menarik manfaat maksimal dari penduduk Indonesia yang sudah melebih 200 juta kalau kita tidak dapat memebrikan pendidikan yang bermutu dan luas jangkauannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful