Fermentasi Tape BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Umbi-umbian merupakan komoditas pertanian yang tersebar luas di Indonesia. Umbi-umbian merupakan salah satu sumber utama karbohidrat. Umbi adalah akar tanaman yang telah termodifikasi menjadi organ penyimpan cadangan makanan. Contoh umbi-umbian adalah ketela rambat, singkong dan kentang (Desrosier, 1988). Singkong merupakan komoditas hasil pertanian yang banyak ditanam di Indonesia dan merupakan sumber karbohidrat yang penting setelah beras, dengan kandungan karbohidrat adalah 34,7%. Namun pada kenyataannya singkong kurang begitu dimanfaatkan. Untuk itu perlu adanya pemanfaatan singkong agar menjadi makanan yang memiliki nilai gizi yang cukup tinggi. Singkong dapat disajikan sebagai makanan pokok pengganti nasi (Jawa=tiwul), gatot, roti, biskuit, tape, pati dan berbagai macam makanan lainnya (Soetanto, 2001). Usaha penganekaragaman pangan sangat penting artinya sebagai usaha untuk mengatasi masalah ketergantungan pada satu bahan pangan pokok saja. Misalnya dengan mengolah serealia dan umbi-umbian menjadi berbagai bentuk awetan yang mempunyai rasa khas dan tahan lama disimpan. Bentuk olahan tersebut berupa tepung, gaplek, tapai, keripik dan lainya. Hal ini sesuai dengan program pemerintah khususnya dalam mengatasi masalah kebutuhan bahan pangan, terutama non-beras. Tape ketan dan tape ubi jalar adalah makanan tradisional yang bahan bakunya berupa beras ketan atau ubi jalar dan ragi sebagai bahan penolongnya. Dengan proses pengolahan yang baik, tapai ketan dan tape ubi jalar ini dapat tahan lebih dari 1 minggu.

Tape merupakan salah satu jenis makanan hasil fermentasi secara anaerob yang mana jamur benang dan khamir yang aktif dalam proses fermentasi tape ini. 3. 2. Sebagai bahan utama umumnya digunakan ketela pohon. . Bagaimana pengaruh jumlah ragi terhadap hasil fermentasi pada ubi kayu ( Manihot utilissima ). Mengetahui manfaat hasil olahan fermentasi ubi kayu ( Manihot utilissima ). 2. Bagaimana proses fermentasi pada ubi kayu ( Manihot utilissima ). 1. beras ketan atau bahan – bahan lain yang mengandung karbohidrat.3 Tujuan Penulisan Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah tersebut maka tujuan penulisan karya tulis ini adalah : 1. Selanjutnya akan difermentasi lebih lanjut menjadi alkohol dan asam – asam organik.4 Manfaat Penulisan Hasil penulisan ini diharapkan dapat memberikan informasi ilmiah mengenai fermentasi karbohidrat oleh beberapa jenis jamur mikroflora pada media ubi kayu ( Manihot utilissima ) serta dapat memberikan alternatif pada masyarakat untuk mengolah makanan pokok sebagai makanan tambahan. 1. Mengetahui proses fermentasi pada ubi kayu ( Manihot utilissima ).2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai beikut : 1. 1. Pada fermentasi tape terbentuk bermacam – macam senyawa gula karena adanya kegiatan enzim – enzim yang dikeluarkan mikrobia sehingga menyebabkan karbohidrat terhidrolisis. Mengetahui pengaruh jumlah ragi terhadap hasil fermentasi pada ubi kayu ( Manihot utilissima ).

Disimilasi yaitu proses pengubahan senyawa didalam sel seperti glikogen dan ATP menjadi senyawa yang tingkat energinya lebih rendah sedemikian rupa sehingga energi dibebaskan dalam proses ini. kegiatan atau aktivitas mikroba yang membusukkan bahan-bahan yang difermentasi. dan As. glikosida. Perubahan kimia tadi tergantung pada macam bahan. dan biopolimer. macam mikroba. Fermentasi merupakan proses yang relatif murah yang pada hakekatnya telah lama dilakukan oleh nenek moyang kita secara tradisional dengan produk-produknya yang sudah biasa dimakan orang sampai sekarang seperti tape. adanya aerasi atau usaha lain yang berbeda dengan faktor-faktor diatas. 1987). . seperti asam – asam organik. senyawa anorganik dan beberapa unsur. alkohol. oncom. Fermentasi berarti disimilasi anaerobik senyawa-senyawa organik yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme atau ekstrak dari sel-sel tersebut. dan lain – lain ( Murtini. Mn. hidrokarbon. protein sel tunggal. Dalam arti umum menurut Tarigan (1988) fermentasi dapat didefinisikan sebagai proses metabolisme dimana akan terjadi perubahanperubahan kimia dalam suubstrat organik. pH.BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. suhu. misalnya penambahanpenambahan bahan tertentu untuk menggiatkan fermentasi. Disimilasi terutama menghasilkan senyawa organik. 1997 ). antibiotika. contohnya karbohidrat. kecap. belerang dan lain-lain (Gumbiro. Disimilasi berlangsung di dalam sel dan produkproduknya dikeluarkan ke media sekitarnya. unsur karbon. asam keto. yoghurt.1 Fermentasi Fermentasi mempunyai pengertian aplikasi metabolisme mikroba untuk mengubah bahan baku menjadi produk yang bernilai lebih tinggi. sejumlah garam Fe. asam amino dan amina.

Berdasarkan kebutuhan oksigen. ragi untuk oncom. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses fermentasi. Adapun substrat yang mereka ubah itu berbeda-beda. beberapa jamur dan bakteri ( Tarigan . ragi untuk roti. Hal ini sebenarnya tidak tepat. antara lain adalah sebagai berikut : . Mikroba yang melakukan fermentasi ini adalah yeast ( ragi ). Proses ini disebut juga proses respirasi atau oksibiosis contohnya fermentasi asam nitrat. 1979 ). 1988 ). ragi untuk membuat minuman keras itu menurut sistematika di dalam dunia tumbuhtumbuhan banyaklah yang berbeda. Diantara mikroorganisme etanol merupakan produk peragian gula yang paling tersebar luas. fermentasi adalah suatu oksidasi karbohidrat anaerob dan aerob sebagian dan merupakan suatu kegiatan penguraian bahanbahan karbohidrat. asam cuka dan lain – lain ( Winarno. Pengubahan glukosa menjadi etanol dan karbon dioksida dan dapat dirumuskan sebagai berikut : C 6 H 12 0 6 2 CO 2 + 2 C 2 H 5 OH Menurut Desrosier (1988). Orang membatasi pengertian fermentasi hanya pada alkoholisasi dan laktasi.Menurut Dwijoseputro (1990). misalnya aldehide atau physic acid. Produsen utama alcohol adalah ragi terutama dari Saccharomyces sp. Secara fisiologi. C 2H 5 OH + OH Etanol Bakteri Asam Cuka CH 3 COOH + H 2 0 + 116 KKal Asam Cuka Fermentasi anaerob. proses dissimilasi bahan – bahan disertai dengan pengambilan oksigen. maka fermentasi dibedakan menjadi dua yaitu fermentasi aerob. ragi-ragi tersebut mempunyai persamaan yaitu menghasilkan fermen atau enzim yang dapat mengubah substrat menjadi bahan lain dengan mendapatkan keuntungan berupa energi. yaitu fermentasi yang tidak membutuhkan oksigen tetapi bahan – bahan lain akan bertindak sebagai haccaptor. perkataan fermentasi sering disalin dengan perkataan peragian. Kata-kata ragi untuk tempe. ragi untuk tape.

Dalam pengertian yang luas. • • Substrat . mudah dicerna dan bergizi (Nurhayani. 1993). maka diperlukan suatu penyediaan O2 yang sangat terbatas. Bila tersedia O2 dalam jumlah besar. Produk akhir dari suatu fermentasi sebagian dapat dikendalikan dengan tegangan O2 substrat apabila faktor-faktor lainnya optimum. Menurut Buckle (1988). maka produksi sel-sel khamir dipacu. Proses fermentasi tidak hanya menimbulkan efek pengawetan tetapi bjuga menyebabkan perubahan tekstur. Derajat an aerobiosis adalah merupakan faktor utama dalam pengendalian fermentasi. 2000 ). Mikroba memerlukan substrat yang mengandung nutrisi sesuai dengan kebutuhan untuk pertumbuhannya. fermentasi adalah perubahan kimia dalam bahan pangan yang disebabkan oleh enzim-enzim yang dihasilkan oleh mikroorganisme atau telah ada dalam bahan pangan itu sendiri. Bila produksi alkohol yang dikehendaki. Menurut Anshori (1989). fermentasi adalah aktivitas metabolisme mikroorganisme aerobik dan substrat organik yang cukup tinggi. Suhu yang digunakan dalam fermentasi akan mempengaruhi mikroba yang berperan dalam proses fermentasi. Suhu . Suhu optimal pada proses fermentasi yaitu 35° C dan 40° C. . cita rasa dan aroma bahan pangan yang membuat produk fermentasi lebih menarik. gliserol dan lain-lain (Volk dan Wheeler. Mikroba tertentu dapat tumbuh pada kisaran pH yang sesuai untuk pertumbuhannya. proses fermentasi alkohol hanya dapat terjadi apabila terdapat sel-sel khamir. Perubahan yang terjadi sebagai hasil fermentasi mikroorganisme dan interaksi yang terjadi diantara produk dari kegiatan-kegiatan tersebut dan zat-zat yang merupakan pembentuk bahan pangan tersebut. Fermentasi adalah perombakan anaerob karbohidrat yang menghasilkan pembentukan produk fermentasi yang stabil. Contoh produk fermentasi oleh mikroorganisme yang dapat dimanfaatkan meliputi barang-barang seperti etil alkohol. • Oksigen . Khamir dapat hidup pada pH rendah yaitu antara 1-2.• • pH . asam laktat.

Protein mikroba ini kemudian dikenal dengan sebutan Single Cell Protein (SCP) atau Protein Sel Tunggal. Proses fermentasi biasanya berlangsung dengan fosforilasi tingkat substrat tanpa perantara atau peran sitokrom oleh jasad renik anaerob fakultatif atau aerobik mutlak. menyatakan bahwa fermentasi adalah disimilasi anaerobik senyawa-senyawa organik yang disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme. Protein Sel Tunggal adalah istilah yang digunakan untuk protein kasar atau murni yang berasal dari mikroorganisme. Sebenarnya ada dua istilah yang digunakan untuk produk mikroba ini. Menurut Timotius (1982). Said (1987). yaitu PST . tetapi juga industri cuka. fermentasi adalah proses metabolisme atau katabolisme atau bioenergi yang menggunakan senyawa organik sebagai aseptor elektron akhir. Dengan arti yang luas maka fermentasi tidak hanya melingkup proses disimilasi alkohol. kapang. proses fermentasi yang terjadi selama pembuatan tape pada dasarnya meliputi empat tahap penguraian. proses ini disebut hidrolisis enzimatis. enzim pinisilin dan antibiotik lainnya. Gula yang terbentuk akan diubah menjadi alkohol. antara lain sebagai berikut : • • • • Molekul-molekul pati terpecah menjadi dekstrin dan gula-gula sederhana. ganggang dan protozoa. Sebagian asam organik akan bereaksi dengan alkohol membentuk ester yang memberi cita rasa pada tape. asam sitrat. Proses fermentasi dengan teknologi yang sesuai dapat menghasilkan produk protein. Protein mikroba sebagai sumber pangan untuk manusia mulai dikembangkan pada awal tahun 1900. seperti bakteri. Menurut Tannembaum (1971). khamir. Menurut Astawan (2004). Alkohol akan diubah menjadi asam-asam organik oleh bakteri Pediococcus dan Acetobacter melalui proses oksidasi alkohol.Fermentasi gula oleh ragi misalnya Saccharomyces cerevisiae dapat menghasilkan alkohol dan karbondioksida. aseton. butanol. asam laktat.

Zat pati yang ada dalam singkong diubah menjadi bentuk yang sederhana yaitu gula engan bantuan suatu organisme yang disebut ragi atau khamir ( Suriasih. Dalam proses fermentasi memerlukan inokulum dan Starter. Fermentasi padat dengan substrat kulit umbi ubi kayu dilakukan untuk meningkatkan kandungan protein dan mengurangi masalah limbah pertanian. Pada proses fermentasi kulit ubi kayu memerlukan starter yaitu ragi (Nurhayani. 2001 ). Tape mempunyai tekstur yang lunak. Fermentasi dapat dilakukan dengan metode kultur permukaan dan kultur terendam sub merged. 2001). rasa yang asam manis dan sedikit mengandung alkohol. 2000 ). Pada dasarnya semua bahan pangan yang . Kultur permukaan yang menggunakan substrat padat atau semi padat banyak digunakan untuk memproduksi berbagai jenis asam organik dan enzim. beras ketan putih maupun beras ketan hitam serta sorgum (Rukmana dan Yuniarsih. Bila mikrobanya dipisahkan dari substratnya maka hasil panennya merupakan PST (Nurhayani.(Protein Sel Tunggal) dan Microbial Biomass Product (MBP) atau Produk Biomassa Mikrobial (PBM). 2000 ). Produk fermentasi selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan atau suplemen produk pangan atau pakan.2 Tape Aneka bahan pangan yang mengandung karbohidrat dapat diolah menjadi makanan khas yang disebut tape. tape mengalami perubahanperubahan biokimia akibat aktivitas mikroorganisme. Tape adalah produk yang dihasilkan dari proses fermentasi dimana terjadi suatu perombakan bahan – bahan yang tidak sederhana. Proses fermentasi ini selain untuk meningkatkan nilai gizi kulit ubi kayu juga untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. 2000 ). Bahan pangan yang umumnya dibuat tape adalah ubi kayu (singkong). Lebih jauh lagi produk fermentasi dapat dijadikan bahan pangan untuk mengatasi masalah kekurangan gizi (Nurhayani. Bila mikroba yang digunakan tetap berada dan bercampur dengan masa substratnya maka seluruhnya dinamakan PBM. Selama fermentasi. 2.

Komposisi gizi tape singkong. Ragi adalah suatu inokulum atau starter untuk melakukan fermentasi dalam pembuatan produk tertentu. Ragi ini dibuat dari tepung beras yang dijadikan adonan ditambah ramuan – ramuan tertentu dan dicetak menyerupai kue – kue kecil dengan . Menurut Tarigan (1998).kaya akan karbohidrat dapat diolah menjadi tape. tape ubi jalar dan tape sukun. tape beras.3 Ragi Kata ”ragi” dipakai untuk menyebut adonan atau ramuan yang digunakan dalam pembuatan berbagai makanan dan minuman seperti tempe. 1988). sedangkan bakteri Acetobacter biasanya tidak ketinggalan. dikenal berbagai jenis tape yaitu tape ketan. sedangkan Saccharomyces. Tabel 2. Genus tersebut hidup bersama secara sinergetik. tape. genus Hansenula. Aspergillus dapat menyederhanakan amilum. tape singkong. akan tetapi dewasa ini yang paling populer adalah tape singkong dan tape ketan (Buckle . brem dan lain-lain. genus Candida. tape pisang. 1990). Candida dan Hansenula dapat menguraikan gula menjadi alkohol dan bermacam-macam zat organik lainnya (Dwijoseputro. roti. tape ketan putih dan tape ketan hitam (dalam 100 gram bahan). Tape sebagai hasil fermentasi menghasilkan alkohol dan gula. 2. tape merupakan salah satu jenis makanan dari hasil fermentasi bahan baku yang diberi ragi sebagai sumber mikrobanya.1. tape sorgum. genus Saccharomyces. Ragi untuk tape merupakan populasi campuran genus dimana terdapat spesies-spesies genus Aspergillus. anggur. Berdasarkan bahan bakunya.

Peragian glukosa oleh ragi merupakan peristiwa anaerob. Ragi-ragi seperti juga kebanyakan fungi merupakan organisme yang bernafas secara aerob. tape ketela ( peyeum ) dan brem. Mikroba terdiri dari beberapa jenis proses pengendalian mutu dan pemeriksaan makanan misalnya khamir. tebu kuning. Pada kondisi anaerob fermentasi oleh ragi aman intensif. jeruk nipis dicampur dengan tepung beras. Setelah itu adonan yang telah ditumbuhi mikroba diperas untuk mengurangi airnya. tingkat osmosis serta keadaan yang ekstrim. Saccharomyces cerevisiae adalah jenis utama yang berperan dalam produksi minuman beralkohol seperti bir dan anggur dan juga digunakan untuk fermentasi adonan dalam perusahaan roti. ragi sendiri adalah organisme aerob. dan dibuat bulatan – bulatan lalu dikeringkan ( Muhiddin. Dalam lingkungan terisolasi dari udara. pH. organisme ini meragikan karbohidrat menjadi etanol dan karbondioksida. Menurut Winarno (1994). begitu kecilnya sehingga tidak terlihat oleh mata telanjang. digunakan untuk membuat arak. Adonan ini kemudian didiamkan dalam suhu kamar selam 3 hari dalam keadaan terbuka. tape ketan. Oleh karena itu pengetahuan tentang mikroba sangat penting dikuasai oleh mereka yang bekerja atau sedang menuntut ilmu bidang pangan mikroba bersifat mikroskopis. Dengan mengalirkan udara maka peragian dapat dihambat sempurna dan memasukkan banyak udara.diameter ± 2 – 3 cm. diantara mikroorganisme etanol merupakan produk peragian gula yang paling tersebar luas. Menurut Schlegel dan Schmid (1994). namun ragi sendiri hampir tidak tumbuh. 2001 ). Produsen utama alkohol adalah ragi terutama dari strain Saccharomyces cerevisiae. ubi kayu. . Khamir sejak dulu berperan dalam fermentasi yang bersifat alkohol. sehingga ditumbuhi khamir dan kapang secar alami. mikroba mampu hidup pada hampir semua tempat dan keadaan serta mampu bertahan dalam berbagai keadaan dan lingkungan baik pada suhu. Bahkan pada tumbuhtumbuhan dan banyak fungi pada kondisi anaerob terjadi penimbunan alkohol (etanol). atau gula pasir. tekanan. dimana produk utama dari metabolisme adalah etanol. bawang putih. Secara tradisional bahan – bahan seperti laos. lalu ditambah sedikit air sampai terbentuk adonan.

Tahap pertama piruvat di dekarboksilasi menjadi asetal dehide oleh piruvat dekarboksilat.Tabel 2. 2. Glukosa 2 NAD 2 Etanol 2 NADH2 2 Asetaldehida 2 piruvat 2 CO2 Peragian glukosa oleh ragi merupakan peristiwa anaerob sedangkan ragi sendiri adalah organisme aerob. 1994 ).3 Sinkong ( Ubi Kayu ) Tanaman ubi kayu menurut Steenis (1998) merupakan tanaman yang memiliki klasifikasi sebagai berikut : . Pada kondisi anaerob fermentasi oleh ragi amat intensif namun ragi sendiri hamper tidak bertumbuh ( Schlegel.2. Transformasi piruvat menjadi etanol mencakup dua tahap. Peranan Mikroba dalam ragi tape Peragian glukosa menjadi etanol dan karbon dioksida terjadi melalui alur fruktosa difosfat.

Divisio Sub Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Spermatophyta : Angiospermae : Dicotyledoneae : Euphorbiales : Euphorbiaceae : Manihot : Manihot utilissima Ubi kayu merupakan batang berkayu yang tumbuh tegak. Singkong mengandung glukosa yang jumlahnya bervariasi. Namun sesuai dengan perkembangan teknologi. berbuku-buku dan ketinggiannya mencapai 3m. 1998). digetuk dan lain-lain makanan kecil dari singkong. a. Cara memasak singkong antara lain direbus. memanjang dengan kulit luar berwarna coklat suram (Van Steenis. Asam ini dapat mempengaruhi pernafasan sehingga organisme dapat mati karena kekurangan O2. Singkong dikupas. singkong merupakan jenis ubi yang paling banyak dikonsumsi masyarakat. terutama industri pellet atau makanan ternak dan industri pengolahan tepung. Menurut Tarwotjo (1998). beruas-ruas. Glikosida ini menyebabkan rasa pahit dan bila dimakan didalam perut berubah menjadi asam hidrogen. Untuk menanggulanginya dianjurkan memilih singkong jenis manis dan masih segar atau baru dicabut dari dalam tanah. Bila kadar glukosa lebih dari 100 mg/ 1kg singkong ini termasuk singkong manis. dipotong-potong lalu dicuci. Di samping itu di beberapa daerah. Dalam istilah sehari-hari disebut keracunan. singkong tidak hanya dimanfaatkan sebagai makanan saja tetapi juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri. digoreng. Industri pengolahan tepung akan menghasilkan antara lain : tepung tapioka yang merupakan bahan baku pembuatan krupuk. dikukus. Di dalam batangnya ada liang yang berisi semacam gabus yang berwarna putih. singkong dijadikan sebagai bahan . gula cair. selanjutnya direndam di dalam air sampai betul-betul terendam dan sering diganti airnya. sumber karbohidrat yang penting setelah beras. Daunnya serupa tangan manusia dengan jari-jari (helaian daun terbelah dalam-dalam). Manfaat singkong Singkong merupakan komoditas hasil pertanian. Umbi akar berukuran besar. industri tekstil dan sebagainya.

tape. . Umumnya yang dikonsumsi adalah varietas manis. patila dan berbagai macam makanan lainnya ( Soetanto. roti. b. menyatakan bahwa berdasarkan sifatnya ubi kayu digolongkan dalam 2 golongan yaitu golongan pahit (kandungan HCN > 50 mg/kg bahan) dan golongan manis (kandungan HCN < 50 mg/kg bahan). c.4 Daftar susunan zat gizi dalam 100 gram singkong. Tabel 2. Susunan gizi singkong Tabel 2. jenis singkong dapat dibedakan berdasarkan kandungan racun asam biru (HCN)-nya. Jenis-jenis singkong Menurut Soetanto (2001).makanan pokok pengganti nasi (jawa : tiwul). biskuit.3 Kadar HCN pada beberapa jenis varietas ubi kayu. 2001). sedangkan varietas pahit digunakan untuk tujuan industri. Pada beberapa jenis singkong terkandung HCN yang tinggi. Wargiono dan Barret (1989). yang dihitung dalam mg HCN/ Kg singkong basah kupas. gatot. namun pada beberapa jenis singkong yang lain kandungan HCN relatif rendah atau bahkan tidak ada.

Nurhayani H.T. Bandung Muhiddin. 2000. UI Press. IPB. Depdikbud Dirjen Perguruan Tinggi PAU Pangan dan Gizi. 1. Yogyakarta .1 ( 30 Januari 2010 ). Pengantar Teknologi Fermentasi. Vol.H. Murtini.1 ( 30 Januari 2010 ). Edward. No. 2001. Rohman. Jakarta : Mediyatama Sarana Perkasa Roberts. Malang Gumbiro. Haris dan Endel. Bio Industri Penerapan Teknologi Fermentasi. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Djambatan. Pengaruh Penambahan Starter Bakteri asam Laktat Pada Pembuatan Bekasam Ikan Sepat Terhadap Mutu Daya Awetnya. 1997. 1988. ITB. 1990. Kanisius. 2001. Vol. 1 -12 ( 30 Januari 2010 ). J.”Peningkatan Kandungan Protein Kulit Umbi Ubi Kayu Melalui Proses Fermentasi ”JMS Vol 6 No. 1989. 1 hal. Karmas. UI Press. Watton. 6.Muhiddin. dan Ernik Yuliana. 1987. Nuryati Juli dan I Nyoman P Aryantha. Peningkatan Kandungan Protein Kulit Ubi Kayu Melalui proses Fermentasi. dan Nuryati J. N. 1987. N. Bogor Buckle. dan Fleed. Ilmu Pangan. No.W. Aneka Olahan Ubi Kayu. Teknologi Pengawetan Pangan. Rukmana dan Yuniarsih. Jakarta Dwijoseputro. 1985. Jakarta Desrosier.DAFTAR PUSTAKA Anshori. Evaluasi Gizi Pada Pengolahan Pangan. Said.

Pengantar Teknologi Pangan. Biofermentasi dan Biosíntesis Protein. UGM Press. Vol. 1979. 1994. Mikrobiologi Dasar Jasad V. 1993. Salatiga Volk dan Wheeler. F. Jeneng. 1988.1 ( 30 Januari 2010 ). dan S. Pengaruh Subtitusi Starter Yoghurt dengan Cairan Tape Ketan Terhadap Karakteristik Yoghurt yang dihasilkan. Hans dan Schmid. G. F. Angkasa. . Bandung DAFTAR RIWAYAT HIDUP . Ketut. Universitas Kristen Satya Wacana. Fardiaz. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Perguruan Tinggi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta Timotius. Mikrobiologi Umum. 1994. Schlegel.Suriasih.G. Karin. Jakarta Winarno. 2001. Pengantar Mikrobiologi. 1982. Yogyakarta Tarigan. Mikrobiologi Dasar. 1. Jakarta : Erlangga. No. Winarno.

Tanjung Raya 2 No. SMU Negeri 06 Pontianak 3. 12 Agustus 1989 : Jl.Nama NIM Tempat/ Tanggal Lahir Alamat Rumah : Mahyarudin : H 141 07 040 : Pontianak. Mahasiswa (S-1) Biologi FMIPA UNTAN 2. SLTP Negeri 14 Pontianak 4. SD Negeri 06 Pontianak . 138 Pontianak Pendidikan 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful