P. 1
Human Relation

Human Relation

|Views: 158|Likes:
Published by Dicky Aziz

More info:

Published by: Dicky Aziz on Oct 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/15/2013

pdf

text

original

Sabtu, 20 Maret 2010

Human Relation
Di negara-negara yang sudah maju, human relations (hubungan manusiawi) dan public relations (hubungan masyarakat) banyak dipraktekkan untuk memperkembangkan organisasi kekaryaan (work organization) dan meningkatkan daya karya para karyawannya. Tidak mengherankan, apabila banyak buku diterbikan mengenai kedua pengetahuan tersebut yang merupakan pembahasan dan hasil penelitian para ahli di bidang itu. Di Indonesia sebagai negara yang sedang berkembang, kedua pengetahuan tersebut termasuk kurikulum berbagai perguruan tinggi, dan merupakan mata kuliah tersendiri. Akan tetapi materi ini sangat diperlukan juga untuk pemimpin organisai dan kelompok kekaryaan di masyarakat. Pengertian human relations Tidak mudah untuk mencari sebuah perkataan dalam bahasa Indonesia yang benar-benar tepat sebagai terjemahan dari istilah human relations. Ada yang mengartikannya menjadi ³hubungan manusia´ atau ³hubungan antar manusia´ Secara harafiah terjemahan tersebut mungkin tidak salah. Tetapi, tidak kedua-duanya mengandung makna yang sebenarnya dari human relations. Karena pada kedua terjemahan tersebut tidak terkandung makna yang hakiki dari human relations, yaitu ³human´ yang bermakna proses kerohanian yang tertuju kepada kebahagiaan berdasarkan watak, sifat, perangai, kepribadian, sikap, tingkah laku, dan lain-lain dari aspek kejiwaan yang terdapat pada diri manusia. Karena itu, terjemahan yang paling mendekati makna danmaksud human relations adalah hubungan manusiawi atau hubungan insani. Perkembangan Human relations Di negara-negara yang sudah maju human relations semakin mendapat perhatian para manajer dalam organisasi apapun, karena semakin dirasakan perntingnya dalam rangka memecahkan berbagai masalah yang menyangkut faktor manusia dalam manajemen. Benturan-benturan psikologis dan konflik-konflik antara kepentingan organisasi sering terjadi, bukan saja antara manajer dengan karyawan tetapi juga antara karyawan dengan karyawan, yang benar-benar menganggu jalannya roda organisasi dalam mencapai tujuan. Human relations juga dirasakan pentingnya oleh para manajer untuk menghilangkan ³lukaluka´ akibat salah komunikasi (mis-communication) dan salah interppretasi (misinterpretation) yang terjadi antara manajer beserta karyawannya dengan publik di luar organisasi. Ruang Lingkup Human relations Telah disinggung di atas bahwa masalah human relations adalah masalah rohaniah, yaitu proses rohaniah yang menyangkut watak, sifat, perangai, kepribadian, sikap dan tingkah laku menuju suatu kebahagiaan atau kepuasan hati. Proses rohaniah dengan perasaan bahagia ini berlangsung pada dua atau tiga orang yang terlibat dalam hubungan komunikatif, yakni komunikasi antar persona yang karena sifatnya dialogis, maka masing-masing tahu, sadar dan merasakan efeknya. Jika kesemuanya merasa bahagia, maka orang yang melakukan kegiatan human relations itu berhasil. Apabila tidak menimbulkan rasa puas, human relations itu gagal. Bahwa human relations sebagai aktivitas itu tidak mudah dilaksanakan, adalah benar. Karena itu senantiasa menjadi bahan studi. Kesukaran utama dalam kegiatan human relations itu

ramah-tamah. demikian banyaknya manusia di bumi tetapi tidak ada dua pun yang sama dan serupa dalam segala hal. bahkan di antara yang kembar pun. memotivasikan para karyawan untuk bekerja giat berdasarkan kebutuhuan mereka secara memuaskan. Orang semacam ini umumnya berhati terbuka. Karena. yakni ke sekelilingnya. Pemimpin organisasi tersebut dapat mengkoordinasikan aktivitas-aktivitas para karyawan dan mengkooperasikan hasrat-hasrat mereka untuk bekerja bersama-sama. Seorang extravert lebih mementingkan lingkungannya daripada dirinya sendiri. sudah diakui sejak dahulu kala. karena ia berpikir organisasi akan dapat membantu dia mencapai tujuannya. mengamat-amati. human relations adalah salah satu cara untuk dapat dipergunakan. Human relations seperti ditegaskan di muka adalah komunikasi persuasif. Dalam pertumbuhannya. bernafsu dan berperasaan) tetapi juga berkemampuan ntelektif (berkemauan dan berkecerdasan). Terlebih lagi bagi seorang pemimpin dalam bidang apapun. kemajuan dirinya sendiri. Manusia bukan hanya mempunyai kemampuan vegetatif (makan dan berkembang biak. Dengan melaksanakan human relations itu pemimpin organisasi atau pemimpin kelompok melakukan komunikasi dengan para karyawannya secara manusiawi untuk menggitakan mereka bekerja bersama-sama. maka jika seseorang ingin sukses dalam kehidupannya. lebih mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan sendiri. ini dinamakan type extraverse. maupun yang di luar lingkungan tersebut. lancar dalam pergaulan dan memancarkan sikap hangat. Intravert dan Ambivert Berdasarkan funsi phisis di atas. Faktor Manusia dalam Human relations Titik sentral human relations adalah manusia. Mereka anggota organisasi kekaryaan di mana mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Dan orangnya disebut extravert. manusia bukan saja mengalami perkembangan dalam segi jasmaniahnya. sifat tabiat dan tingkahnya. bukan hanya memiliki kemampuan sensitif (bergerak. . Kunci Aktivitas Human relations Kunci aktivitas human relations adalah motivasi. Seseorang memasuki suatu organisasi. Bahwa manusia berbeda dengan makhluk-makhluk lain bahkan memiliki kelebihan dari makhluk lain. disegani.dikarenakan pelik dan rumitnya rohani manusia. dan dihormati. ahli jiwa Jung membedakan manusia menjadi dua golongan menurut arah perhatiannya. meskipun hanya pengetahuan mendasar. seghingga hasilnya memuasakan di samping mereka bekerja dengan hati puas. kebahagiaan keluarganya. Manusia karyawan ini harus ditinjau dari segi manusiawinya. Dan titik sentral human relations dalam organisasi kekaryaan adalah karyawan. Kemudian yang membedakan manusia yang satu dengan yang lain adalah sifat-sifat rohaniahnya. Dan di sini komunikasi memegang peranan penting. Juga tingkah laku mereka dalam hidup berkelompok dan bermasyarakat. Berdasarkan paparan di atas. Jika perhatiannya terutama ditujukan ke luar. Demikian pula para karyawan. Dan perkembangan ini membentuk jiwanya. Dalam hubungan ini ia seyogyanya memahami ilmu komunikasi dan ilmu jiwa. Untuk mempraktekan human relations. danlain sebagainya. Ini semua tertuju kepada sasaran yang direncanakan. Mereka mempunyai organisasi. gembira. ia akan disenangi. Akan lebih baik lagi apabila ia mempelajarinya secara mendalam. baik oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan organisasinya atau bidangnya. yakni kebutuhan akan upah yang cukup bagi keperluan hidup keluarganya sehari-hari. Dengan demikian. seorang pemimpin perlu sedikit banyak mempelajari sifat tabiat manusia karyawan tadi. Extravert. tetapi juga rohaniahnya.

Dirinya sendiri menjadi primer.sehingga cepat mendapat banyak kawan. Dan ini besar artinya bagi manajemen. sehingga hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan kecakapannya. Ini disebut type intraverse. berarti seorang manajer telah sukses melaksanakan human relatuios. tidak bisa bergaul. Motif yang tidak kuat. bahwa orang-orang ambivert jauh lebih banyak daripada orang-orang extravert dan intravert. lingkungannya sekunder. atau menggerakkan seseorang atau diri sendiri untuk bertindak dalam rangka mencapai suatu kepuasaan atau suatu tujuan. akan berpengaruh besar kepada pelaksanaan tujuan organisasi. ambivert dan intravert dengan kebiasaan-kebiasaan berpikir dan berperasaan yang berbeda. baik di rumahnya maupun di tempat pekerjaannya. Dapat juga dikatakan bahwa motif adalah daya gerak yang mendorong sesorang untuk berbuar sesuatu. mengapa seorang karyawan mempunyai sifat tabiat tertentu. melainkan motivasi yang kurang atau bahkan tidak ada. suka merenung. Faktor penyebab ini tergantung dari orangnya sendiri atau lingkungan kerjanya. senang mengasingkan diri. Ini semua perlu diketahui oleh para manajer atau pemimpin eksekutif. Orang yang bertipe ini lebih memntingkan dirinya sendiri daripada kepentingan umum. Maslah-masalah yang dihadapi para karyawan. Seorang intravert biasanya pendiam. Memang faktor penyebabnya tidak sama antara karyawan yang satu dengan yang lainnya. Jadi motivasi berarti membangkitkan motif. egoistis. Golongan yang kedua ialah orang yang perhatiannya terutama diarahkan ke dalam dirinya sendiri. Dengan demikian para pemimpin kelompok kekaryaan akan dapat memahami. Dan ternyata. . Tidak sesuainya prestasi kerja dengan kecakapannya itu bagi seseorang karyawan mungkin karena tidak mempunyai kemauan bisa juga karena tidak menyukai pimpinannya atau dapat juga disebabkan oleh kurangnya energi dan lain sebagainya. Dalam psikologi keadaan seperti itu dikatakan sebagai berikut. Motif dan Motivasi Prestasi kerja seorang karyawan kadang-kadang tidak sama dengan kecakapan yang dimilikinya. Dengan berhasilnya memecahkan masalah para karyawan. bukan kecakapan (ability) yang kurang. Dan orangnya dinamakan intravert. sebab antara kedua golongan itu ada segolongan yang menjadi perantara. Motif adalah kondisi seseorang yang mendorong untuk mencari suatu kepuasan atau mencapai tujuan. Sebagai manusia karyawan juga terdiri dari orang-orang extravert. Dan ini akan memudahkan memecahkan masalah yang dihadapi para karyawan. Akan tetapi kenyataannya perbedaan yang eksrim itu hanya terdapat pada sebagian kecil manusia saja. maka antara kedua orang tersebut akan terjadi ketegangan psikologis. daya gerak. Sedang motivasi adalah kegiatan memberikan dorongan kepada seseorang atau diri sendiri untuk mengambil suatu tindakan yang dikehendaki. Yang penting ialah jika seorang extravert hidup bersama seorang intravert. yakni type ambiverse.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->