I PERALATAN KERJA BENGKEL

A. Tujuan 1) peserta diklat dapat mengetahui jenis-jenis peralatan kerja 2) peserta diklat dapat mengetahui dan menjelaskan fungsi dari peralatan kerja 3) peserta diklat dapat mengetahui cara penggunaan peralatan kerja yang benar dan sesuai fungsinya. Pendahuluan Dalam melakukan suatu pekerjaan, manusia memiliki keterbatasan dimana terdapatnya pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan sevara efektif dan efisien tanpa adanya factor penunjang. Oleh karena itu dibutuhkan yang namanya fasilitas penunjang agar pekerjaan yang rumit bisa menjadi lebih mudah dan dapat terselesaikan dengan waktu yang relative singkat. Peralatan Kerja bengkel adalah sekumpulan alat/perkakas yang sering dipakai oleh mekanik dalam melakukan pekerjaan di bengkel, misalnya dalam kegiatan-kegiatan produksi, perawatan, perbaikan dan reparasi. Bagi seorang mekanik yang sehari-harinya melakukan aktifitas tersebut, jelas memerlukan peralatan guna membantu agar pekerjaannya keharusan. Secara umum peralatan kerja dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) bagian utama, yaitu : alat-alat tangan (basic hand tools), alatalat ukur (measuring tools) dan alat-alat khusus (special service toolsSST). bisa terselesaikan secara efektif dan efisien. Penggunaan peralatan yang benar dan sesuai fungsinya merupakan

1

B. Alat-alat Tangan (Basic Hand Tool) Alat-alat tangan merupakan peralatan sederhana yang biasa digunakan dalam pekerjaan di bengkel, baik itu dalam kegiatan kerja bangku maupun kegiatan perawatan/reparasi kendaraan, yang penggunaannya cukup sederhana. Alat tangan di bengkkel otomotif merupakan alat yang paling sering dipakai, sebab itu disimpan dalam tool box agar mudah dijangkau. Terdapat banyak ragam alat-alat tangan, berikut: 1. Pembuka baut/mur (Kunci) Komponen kendaraan seperti sepeda motor dapat dilepas dan dipisahkan karena komponen tersebut umumnya dirakit satu sama lainnya. Melepaskan/ merakit komponen atau bagianbagian kendaraan tersebut membutuhkan alat pembukan baut/ mur. Alat pembuka baut/ mur terdiri dari kunci yang dirancang secara khusus untuk dapat lebih memudahkan dalam membuka dan mengencangkan baut. Konstruksinya dapat terdiri dari 6 sudut dan 12 Sudut. Sedangkan ukurannya juga bervariasi mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar sesuai kebutuhan, namun yang umum dipakai pada bengkel kendaraan adalah ukuran 6 mm s/d 32 mm. terdapat beberapa bentuk kunci pembuka baut/ mur, diantaranya: a. Kunci pas Merupakan kunci yang berfungsi untuk membuka baut/ mur yang tidak membutuhkan momen pengencangan tinggi. Ukuran kunci pas bervariasi dalam satuan metric (mm) dan inchi (in). pada sebuuah kunci pas terdapat dua ukuran mulut kunci akan tetapi yang biasa dipakai dalam pengerjaan pemeliharaan dan perbaikan kendaraan diantaranya adalah sebagai

2

pas yang berbeda misalnya 6mm dan 8mm, 10mm dan 12mm, dan sebagainya. Sesuai bentuk mulutnya, pada waktu digunakan sebuah kunci pas dengan kuat akan memegang dua sisi kepala baut/ mur. Pada saat digunakan pastikan bahawa kunci pas yang dipilih sesuai atau tepat dengan ukuran baut/ mur. Masukkan mulut kunci pas ke kepala baut. Penjepitan yang tidak tepat akan mengakibatkan kerusakan pada kepala baut dan mulut kunci pas.

Gambar 1.1 Kunci Pas

A

B

Gambar 1.2 Penggunaan Kunci Pas. A) Penggunaan yang salah. b) Penggunaan yang benar

Mulut kunci pas dibuat miring 15° terhadap pegangannya sehingga dalam penggunaannya dapat dipakai secara bolakbalik pada posisi menarik kea rah dalam atau posisi mendorong keluar. Penting:

3

 Dalam usaha untuk membuka baut/ mur. Bedanya adalah mulut kunci jenis ini berbentuk bulat dan memiliki 12 lekukan ((sudut) yang dapat memegang dengan kuat 6 sisi mur atau kepala baut sehingga tidak mudah slip ketika digunakan. Biasanya kunci socket terdiri dari Socket. tidak benar menggunakan kunci pas berukuran lebih kecil atau lebih besar dibandngkan ukuran baut atau mur yang akan dipasang/dilepas. Gambar 1.3 Kunci Ring c. Sambungan. Kunci shock Kunci shock berfungsi untuk mengendorkan/ mengencangkan baut/mur. Kunci Ring Kunci ring adalah juga dengan berfungsi momen mengendorkan/mengencangkan baut/mur kekencangan yang tidak terlalu tinggi. jangan memperpanjang kunci pas dengan sambungan atau memukulnya kunci pas akan slip dan merusakkan kepala baut/ mur sebaliknya dapat mematahkan mulut kunci pas itu sendiri. b. dan handle yang terpaket dalam satu set 4 .

Model kunci shock bervariasi seperti mulut kunci shock standar (standart point) dengan 6. Setiap kunci shock memiliki ukuran sendiri-sendiri.(box) dengan ukuran shocket yang bermacam-macam dalam satuan mm atau inchi.5 panjang Kunci Shock Gambar 1. Gambar 1. 8. Ketiga model kunci shock pada saat digunakan dapat memegang dengan kuat 6 sisi baut/mur.6 Bentuk Mulut Kunci Shock 5 . atau 12 lekukan (point deep). Set kunci shick terdiri atau ukuran 10-33 mm.4 Kunci normal shock Gambar 1.

6 . karena tidak memiliki pasangan langsung.Berbeda dengan kunci ring dan kunci pas. Adapun model handle kunci shock antara lain: Rachet Handle Gambar 1. Sehingga rachet handle sangat cocok dipakai untuk memutar baut/mur pada tempat yang sempit. Speed handle Gambar 1. kunci shock bisa digunakan setelah disambungkan dengan pegangannya.7 Rachet handle Handle kunci shock ini arah putarannya dapat disetel sesuai dengan keperluan (arah untuk mengencangkan atau mengendorkan baut/mur) tanpa mengubah arah putaran tangan.8 Speed Handle Speed handle merupakan tangkai kunci shockpanjang untuk melepaskan atau mengencangkan baut yang ulirnya panjang dan dalam.

L Handle Gambar 1.10 “L” handle Kunci shock yang dipasangkan pada L handle dapat bergerak bebas sehingga kemungkinan untuk digunakan pada posisi-posisi rumit. Penyambung (extension) ini diggunakan untuk menghubungkan handle dengan kunci shock jika mur/baut tidak dapat dijangkau tangkai ada.Sliding Handle Gambar 1. Model penyambung kunci shock adalah universal joint. yang 7 . adaptor solid extension bar. dan flexible extension bar. Set shock juga telah dilengkapi dengan penyambung (extension).9 Slidiing Handle Sliding handle merupakan tangkai yang biasa digunakan untuk melepaskan atau mengencangkan mur/baut yang memiliki momen pengencangan yang cukup tinggi.

Salah satu bentuk 8 . Terdapat berbagai ukuran kunci L yang biasanya terdiri dari 2-22mm.11 Model-model penyambung (extension) d. Kunci L (Allen Wrench) Kunci L biasanya digunakan untuk membuka/ mengencangkan baut yang yang pada kepala bautnya menjorok ke dalam.12 Kunci L e. Kunci Inggris (adjustable wrench) Kunci Inggris (adjustable wrench) merupakan kunci untuk mebuka/ mengencangkan baut yang ukurannya dapat diubahubah sesuai dengan limit maksimumnya. Gambar dan penggunaannya 1.Gambar 1. Penampang kunci L yang banyak di pasaran adala penampang berbentuk segi enam (hexagonal) dan berbentuk gerigi (L bintang). Kunci ini memiliki rahang tetap dan rahang yang dapatt disetel.

Obeng Obeng merupakan alat yang berfungsi untuk membuka sekrup atau baut yang kekuatan momennya relative rendah. Mulut kunci disetel membesar dan mengecil sesuai ukuran baut/mur. pada model lain. Cara penggunaannya dengan jalan memutarkan penyetel rahang sementara mulut kunci ditempatkanpada kepala baut atau mur. Terdapat 3 (tiga) jenis obeng yaitu obeng biasa.13 Kunci inggris f. Kunci kombinasi/pas-ring Kunci kombinasi adalah gabungan dari kunci pas dan kunci ring dimana pada kedua bagiannya terdiri dari kunci pas dan knci ring Gambar 1. obeng offset dan obeng Tumbuk (obeng ketok).kunci inggris dibuat bersudut 15° antara mulut kunci dengan pegangannya dengan lebar mulut 13-35 mm. Sedangkan ditinjau dari segi 9 . mulut kunci dibuat besudut 45° terhadap pegangannya dan mempunyai ukuran mulut 26-83mm.14 Kunci Kombinasi 2. Gambar 1.

Obeng Biasa Gambar 1. Penggunaan mata obeng yang besar dari alur kepala baut dapat menyebabkan kerusakan alur baut dan juga kerusakan mata oobeng itu sendiri. a.penampangnya. terdapat bentuk plus (+) dan obeng pipih/min (-).15 Obeng biasa dan baut Obeng biasa terdiri dari tangkai dan bilah obeng.16 Obeng Offset Obeng offset mempunyai bilah yang sekaligus sebagai tangkainya. Obeng offset berfungsi untuk mengencangkan baut dangan kepala beralur 10 . b. Obeng ini memiliki mata pada kedua ujungnya berbentuk kembang/Philips (+) atau minus (-). namun ada pula yang bilahnya dapat dilepas dan diganti-ganti. Ada obeng biasa yang tangkai dan bilah obengnya tidak dapat dilepas. Obeng biasa sekrup digunakan atau baut untuk sesuai mengendorkan/mengencangkan ukurannya. Obeng Offset Gambar 1. Pilihlah mata obeng yang sesuai dengan alur kepala baut/sekrup.

maka baut atau sekrup 11 . Bila digunakan. Gambar 1.17 dan Palu Obeng Ketok Cara menggunakan obeng ketok dengan jalan memukul ujung bodi obeng dengan palu sambil tangkai obeng ketok diputar sehingga blade dapat memutar ke kanan atau ke kiri (mengeraskan atau mengendorkan). maka perlu dipilih bilah obeng ketok yang sesuai dengan ukuran dan bentuk sekrup atau bautnya. c. Obeng Ketok Obeng ketok berfungsi untuk mengeraskan atau mengendoorkan baut kepala beralur atau sekkrup yang momen pengencangannya relative lebih tinggi.atau sekrup yang letaknya tidak dapat dijangkau oleh jenis obeng biasa. Dengan memutar blade obeng secara tiba-tiba. Obeng ini terdiri dari tangkai dan bilah yang dapat dilepas. Posisi antara biilah obeng dengan sekrup atau baut diupayakan harus tetap tegak.

Perawatan tang sangat mudah yakni dengan selalu membersihkan permukaan. sesuai Penggunaan dapat menyesuaikan dengan bentuk mulut. pisau potong dan penyetel. Jenis-jenis tang yang digunakan dalam servis kendaraan bervariasi sepperti tang potong. 12 . Tang kombinasi tidak berfungsi sebagai pangganti kunci pas untuk membuka/ mengencangkan baut/mur. a. Penggunaan tang tidak menyebabkan kerusakan pada komponen. memotong. rahang bergerigi sehingga dapat dipakai untuk membengkokkan kawat ukuran tertentu. Tang kombinasi memiliki sisi potong. sedangkan sambungan yang bergesekan harus senantiasa diberi pelumas. tang kombinasi. dan sebagainya. tang snap ring. Begitu pula sebaliknya pada saat mengencangkan. 3.yang kencang dapat dikendorkan dengan mudah. tang kuat. tang pegas torak. Tang Kombinasi Adalah tang yang berfungsi ganda karena dapat digunakan sebagai alat menjepit dan memotong. kawat lunak dan dapat berfungsi sebagai kunci pipa kecil. Tang Tang dalam bengkel otomotif digunakan untuk bermacammacam melepas pekerjaan dan misalnya untuk memegang. memegang benda berpenampang bulat. memotong kabel. tang memasang yang komponen.

Tang ini dilengkapi dengan pengatur rahang yang berfungsi untuk mengatur besar kecilnya rahang sehingga memungkinkan untuk memegang benda kerja dalam berbagai ukuran. Tang ini juga sering disebut tang bethet. 13 . Tang kuat (vice grip) Vice grip berfungssi untuk mengendorkan mur/baut yang telah rusak dan tidak dapat lagi dibuka dengan kunci ring atau kunci shock. Tang Poligrip (griping pliers) Tang poligrip berfungsi untuk memegang/menahan benda kerja. Gambar 1. Tang poligrip tidak digunakan arena untuk akan mengencangkan/mengendorkan baut/murk mengakibatkan kerusakan pada sisi-sisi baut/mur itu.18 Tang Kombinasi b. Daya cengkraman mulut tang jenis ini relative lebih kuat dari tang lainnya karena memiliki penyetel yang mengatur besar kecilnya mulut tang kuat.Gambar 1.19 Tang poligriph c.

Gambar 1. tang potong diagonal. A 14 . tang potong ujung (end cutting).20 Tang Kuat (Vice Grip) d. tang potong sisi (side cutting). Tang potong dibedakan menjadi tang potong khusus kelistrikan (multipurpose electrician’s). Tang Potong Adalah jenis tang yang dapat digunakan untuk memotong logam lunak misalnya. kabel/kawat. dan tang potong baut. atau plat tipis.

21 Tang diagonal. d) end cutting. a) tang diagonal. 15 . c) side cutting.B C D Gambar 1. b) Multipurpose electrician’s.

16 . tempatkan ring torak pada rahang tang ring torak dan pasanglah ring torak pada alur ring torak. maka saat memasang dan melepas diupayakan ring torak tidak boleh melengkung terlalu lebar. Untuk pemasangan ring torak. Gambar 1. sisi penahan tang ring torak harus dipasangkan tepat pada kedua ujung ring torak. Tetap pada posisi ini keluarkan ring torak dari alurnya. Karena sifat yang mudah patah. Rahang tang ini didesain dengan bentuk khusus agar dapat menahan kedua ujung ring piston dengan aman pada saat dipasang atau dilepas dari alur piston.e. Kedua tangkai tang ditekan perlahan.22 Piston ring ekspander dan penggunaannya Ketika digunakan. bersamaan dengan itu ring torak melebar. Tang Ring Torak (Piston ring expander) Tang ini dibuat dengan bentuk khusus untuk melepas dan memasang ring piston/torak.

Snap ring merupakan penahan atau cincin pengunci dari baja. b) eksternal snap ring. Tang Snap Ring Tang Snap Ring merupakan tang yang khusus digunakan untuk membuka/ memasang snap ring. Tang Moncong panjang (long nose) Tang moncong panjang (long nose pliers) berfungsi Manahan atau memegang. Tang moncong panjang mempunyai bentuk rahang panjan dan sempit. Tang ini ada yang berbentuk lurus dan bengkok. Tang snap ring terdiri dari tang snap ring buka (eksternal snap ring) ring tutup (internal snap ring). a) internal snap ring.f. 17 . meletakkan dan mengambil benda-benda kecil di kedalaman tertentu tanpa merusak benda kerja. a dan tang snap b Gambar 1.22 Tang snap ring. g.

Gambar 1.Gambar 1.23 Tang moncong panjang model lurus Gambar 1. Konstruksi dan ukuran alat ini bermacam-macam bentuk.24 Tang moncong panjang model bengkok (curved long nose) 4.25 valve spring compressor dann penggunaannya 18 . Pembuka katup (valve spring compressor) Adalah alat yang khusus digunakan untuk membuka/ memasang katup pada motor 4 tak. Terdapat model rahang (jaw) dapat dilepas dan digantikan dengan ukuran yang sesuai dan model expansion.

Atur posisi penekan pegas (thread adjustment) pegas katup yang baik. 5. selanjutnya katup dapat dikeluarkan. Ring compressor Piston ring compressor adalah alat yang dipakai untuk menekan ring piston pada waktu pemasangan ring piston dan pisto ke dalam silinder.26 Piston ring compressor dan penggunaannya 19 . Penyetel berfungsi menyesuaikan diameter piston ring compressor (membesar dan mengecil) ketika digunakan Gambar 1. Piston ring compressor dibuat dalam berbagai ukuran. menyerupai silinder linear yang telah dilengkapi dengan penyetel.Cara penggunaannya adalah dengan cara menekan ujung penekan valve spring kompresor pada pegas katup dan rahang dipasangkan pada sisi dalam daun katup. Pada kondisi ini pegas katup ikut memendek sehinggakuku penehan dan pegas katup dapat dilepas dengan mudah. kemudian tuas/ gagang (clamping lever) ditekan penuh.

palu keras dan palu lunak.3 – 1. a b c 20 . Kepala palu Palu keras/ palu besi dibuat dari baja yang kedua ujungnya dikeraskan. rata. Palu Palu merupakan alat yang dipakai sebagai pemukul untuk memasang dan melepaskan komponen-komponen mesin seperti pada pemasangan bearing. Palu kepala rata digunakan untuk membentuk pemukulan benda kerja menjadi rata. Pada bengkel otomotif palu bisa dikategorikan ke dalam 2 (dua) kategori besar yaitu. melepas sambungan pada propeller shaft.4 kg. dapat berhenti di tengah-tengahpada satu titik pukulan. Palu kepala bulat seperti konde dimaksudkan agar waktu digunakan untuk memukul.bagian muka palu dibuat dalam berbagai bentuk seperti bulat. dan menyilang pada kedua ujungnya. Sedangkan palu kepala menyilang dimaksudkan untuk membentuk tekukan pada benda kerja. Ukuran palu ditentukan oleh berat. a.6. biasanya antara 0. dan sebagainya.

Gambar 1.28 Penggunaan palu besi b. b) kepala menyilang. kepala blok silinder. dan komponen lainya. a) kepala bulat. plastic. Penggunaan palu lunak yang tidak benar dapat mengakibatkan kerusakan pada muka palu. Palu Lunak Palu lunak (malet) dibuat dari bahan kayu. misalnya bearing. kepala silinder. Palu lunak dipakai untuk memasang dan membongkar komponen mesin yang dihindarkan dari bekas pukulan. poros komponen. mengembang 21 . c) kepala rata Gambar 1.27 berbagai bentuk kepala palu besi. karet dan tembaga. Kapala palu lunak plastic dapat dilepas atau diganti karena menggunakan sekrup sebagai pengikat palu.

Tap dan Snai Tap dan snai adalah alat yang digunakan untuk membuat ulir. a) palu kayu.seperti cendawan. Tap digunakan untuk membuat ulir dalam sadangkan snai digunakan untuk membuat ulir luar. 22 . a b c d Gambar 1.29 Berbagai jenis palu lunak. 7. Jika ditemukan hal seperti ini terlebih dahulu gerinda atau kikir sisi-sisi permukaan palu sebelum digunakan. d) palu plastic. b) palu karet. c) palu tembaga.

Dalam penggunaannya pembacaan hasil pengukuran dengan alat ukur mekanik dapat langsung dibaca pada skala alat ukurnya atau dengan 23 . Pembuatan ulir dengan menggunakan tap adalah terlebih dahulu melubangi benda kerja dengan bor dengan ukuran yang tepat. Alat-alat ukur Alat ukur (measuring tool) merupakan suatu alat untuk mengetahui besaran baik itu besaran. Lubang pengeboran yang terlalu kecil akan mengakibatkan kerusakan pada alat tap selama proses penguliran. snai Tap terdiri dari 3 bagian yaitu tap pembentuk (tap 1). Sacara umum alat ukur yang sering digunakan terdiri atas alat ukur mekanik dan alat ukur listrik. Kiri. tap dipakai secara berurutan pada pembuatan ulirnya. Alat Ukur Mekanik Alat ukur mekanik adalah alat ukur yang biasanya digunakan untuk mengetahui ukuran atau dimensi dan kondisi fisik suatu komponen seperti panjang. Sebaliknya lubang bor yang terlalu besar akan menghasilkan pembuatan bentuk ulir dalam yang tidak sempurna. tap. tinggi. lebar. ukuran atau dimensi dan kondisi fisik suatu komponen. 1. Tahap awal pembentukan ulir kasar gunakan tap pembentuk. dan tap akhir (tap 3). Kanan. kemudian untuk menyempurnakan ukuran dan bentuk ulir dengan menggunakan C.30 Tap dan Snai. dan sebagainya.Gambar 1. ulir dengan tap menengah. Agar menghasilkan ulir yang sempurna. pembentukkan ukuran dan bentuk tap akhir. kerataan. tap menengah (tap 2).

31 Mistar baja b. straight edge digunakan misalnya untuk mengukur kerataan permukaan blok silinder dan kepala silinder 24 . sedangkanpada ukuran inchi/ dim. Mistar Baja Mistar baja digunakan di bengkel untuk panjang. tetapi tidak terdapat skala ukuran pada permukaannya serta lebih tebal. Gambar 1. 1/16”. Dalam bidang otomotif. misalnya kerataan kepala silindermotor/mobil. di bengkel juga sering digunakan mistar gulung untuk mengukur bagian yang cembung.bantuan alat ukur lain yang memiliki skalau ukur. cekung dan benda-benda yang panjang dan tak bisa diukur dengan mistar baja. Untuk ukuran metrik : 1 cm dibagi dalam 10 bagian atau 20 bagian yang sama. menyudut. lebar atau tebal suatu benda. Selain mistar baja. 1/32”. Straight Edge Straight edge merupakan alat ukur untuk mengukur kerataan atau kebengkokan permukaan dari suatu komponen. Adapun alat ukur mekanik diantaranya adalah: a. Bentuk straight edge tampak seperti mistar baja. Permukaan dan bagian sisi rata mistar baja terdapat guratan-guratan sebagai sisi ukur. Mistar baja juga bisa dipakai menggantikan straight edge untuk memeriksa kerataan. 1 inchi dibagi menjadi 16 atau 32 bagian sehingga berjarak 1/8”.

Batang oenunjuk akan bergerak dan menunjuk pada skala tertentu yang yang seiring dilakukan.32 Straight edge c. Jenis kunci momen yang ada terdiri atas model deflecting beam (batang jarum). Kunci momen model deflecting beam. Kunci Momen Kunci momen (torgue wrench) digunakan untuk mengukur gaya punter pada baut dan mur agar mencapai momen kekencangan tertentu. masukkan feeler gauge ukuran tertentu di antara permukaan plat dan straight edge . Untuk mengetahui kerataan dan keausan dari plat penekan. diinginkan kekencangan dengan Pada dapat besarnya model diatur lain. model dial indicator. Gambar 1.sepeda motor atau mobil. menunjukkan besar ukuran momen kekencangan oleh sebuah batang penunjuk. dan model setting micrometer. 25 . momen momen cara pada pengencangan kekencangan menyetel dengan ukuran (setting micrometer) tangkai kunci momen. Kunci shock dengan ukuran tertentu mengencangkan baut atau mur.

Cara menggunakan kunci momen adalah kepala kunci momen ditahan agar kunci shock tetap pada posisi yang benar sambil menarik gagang kunci momen searah jarum jam.33 Kunci momen Agar kunci momen dapat digunakan sesuai fungsinya. pada tahap awal pengerasan sebuah baut atau mur gunakanlah kunci biasa seperti kunci ring. mekanik 26 . Contoh penggunaan kunci momen misalnya pada penyetelan baut kepala silinder dan baut-baut pada unit differensial (pada mobil). Untuk ukuran kekencangan baut atau mur yang lebih besar. Setiap (maximum kunci torque). Penyetelan momen kekencangan baut/mur yang baik dilakukan secara bertahap sampai diperoleh momen kekencangan yang sesuai. gunakan kunci momen dengan ukuran kekencangan di bawah batas maksimum momen kekencangannya. Agar penggunaannya sesuai dengan fungsinya dan supaya alat ini tetap awet.Gambar 1. pas atau shock. momemn yang memiliki momen batas maksimum tertinggi merupakan kekencangan yang dapat diukur oleh kunci momen. Kunci momen hanya dipakai pada pengerasan akhir yang serta mengetahui sesuai besarnya momen kekencangan diharapkan spesifikasi kekencangan baut atau mur.

Micrometer terbagi dalam 3 (tiga) jenis. pin.01 mm) dan 1/1000 mm (0. Konstruksi micrometer luar secara umum sama. Micrometer Micrometer adalah alat ukur untuk mengukur diameter (dalam/luar) maupun kedalaman lubang dangan tingkat akurasi bisa mencapai 3 (empat) angka di belakang koma (0. 27 . yaitu: poros engkol.001 mm). Tingkat ketelitian micrometer luar bervariasi. digunakan untuk mengukur diameter luar sepperti pada piston.34 Penggunaan Kunci momen d.001 mm). outside micrometer. yaitu 1/100 mm (0.dapat menggunakan kunci momen lain dengan momen maksimum lebih besar. Gambar 1. tetapi untuk setiap jenisnya dilengkapi dengan perangkat tambahan yang membantu menunjukkan tingkat ketelitian pengukuran alatnya. dll.

35 Outside Micrometer Pembacaan hasil pengukuran dilakukan dengan memperhatikan penunjukan antara skala pada tabung ukur dengan skala nonius pada tabung putar yang segaris dengan skala tabung ukur. tromol rem dll. Mikrometer Dalam (Inside Micrometer). Jika diperhatikan. Tingkat ketelitian mikrometer dalam pengukur dua titik adalah sampai 0.005 mm. 28 . digunakan untuk mengukur diameter dalam misalnya pada silinder. konstruksi mikrometer dalam pengukur dua titik tampak seperti mikrometer dalam tanpa rangka. Inside Mikrometer terdiri dari 2 (dua) jenis yaitu micrometer dalam dengan dua titik dan mikrometer dalam pengukur tiga titik.Gambar 1. Tingkat pengukuran sebuah mikrometer dalam pengukur dua titik ialah 25 mm. Bila disambungkan dengan alat bantu tongkat ukuran tertentu dalam dapat diperoleh batas ukur sampai 1500 mm.01 mm sedangkan mikrometer dalam pengukur tiga titik memiliki tingkat ketelitian sampai dengan 0.

Di antara jarak tiap mm terdapat gurat ukur sebesar 0. Garis 1 mm terdapat pada 29 . Landasan micrometer ini harus tepat berada pada permukaan lubang komponen. Jarak antara masing-masing garis sebesar 1 mm.5 mm. Skala tetap pada bagian tabung ukur (outer Sleeve) memiliki pembagian dalam ukuran milimeter (mm). digunakan untuk mengukur kedalaman lubang. Agar diperoleh hasil pengukuran yang tepat. Gambar berikut memperlihatkan konstruksi mikrometer kedalaman. ujung ukur harus menyentuh bagian terdalam lubang yang diukur. Gambar 1.37 Micrometer pengukur kedalaman Prinsip Pengukuran dan Pembacaan Hasil Pengukuran Mikrometer.36 inside micrometer - Mikrometer Kedalaman (Micrometer depth Gauge). Pada bagian tabung ukur maupun tabung putar terdapat garisgaris dan angka yang berfungsi membantu pembacaan ukuran pengukuran.Gambar 1.

01 mm. maka satu bagian gurat ukur pada tabung putar (thimlbe) jaraknya 0.5 mm : 50 bagian = 0. Jadi. Jadi.37a Pembacaan hasil pengukuran pada mikrometer e.5 mm sehingga apabila tabung putar (thimble) diputar satu kal. Sorong Vernier Caliper/ sketmat/ Jangka Vernier caliper atau sketmat merupakan alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur diameter (luar dan dalam) dan/atau 30 . maka poros geser atau landasan (spindel) akan bergerak sejauh 0. Hasil pengukuran pada mikrometer diketahui dari penunjukan ukuran skala ukur pada tabung ukur dan tabung putar. Jika tabung putar bergerak satu kali. besarnya nilai skala pada tabung putar adalah 0. spindle bergerak sebanyak satu ulir. Di sekeliling tabung putar terdapat skala ukur yang terbagi dalam 50 bagian (50 gurat ukur).5 mm diletakkan di tengah bawah antara gurat (strip) bawah skala milimeter. Jarak ulir inner sleeve ialah 0.bagian atas sedangkan garis 0.01 mm (0. Landasan bergerak satu gurat (garis) dari tabung putar yang berarti telah bergerak sebesar 0.01 mm. landasan bergerak sebanyak satu gurat garis). Prinsip pengukuran mikrometer adalah inner sleeve bergerak dan memutarkan spindle melalui ulirnya.5 x 1/50). Jumlah garis dan angka pengukuran pada tabung putar dibagi dalam 50 bagian yang sama. Perhatikan contoh pembacaan di bawah ini : Gambar 1. jika inner sleeve bergerak satu kali.5 mm.

jangka sorong dapat dibedakan seperti jangka sorong universal. dan 0. jangka sorong dengan ujung yang dapat berputar. jangka sorong penukur kedalaman. Vernier caliper mempunyai 2 skala pengukuran. 0. Tingkat ketelitian jangka sorong yang ada adalah 0.38 Vernier caliper (universal vernier Caliper) Gambar 1.05 mm.39 Caliper pengukur ketinggian Vernier 31 .1 mm. jangka sorong pengukur jarak sumbu dll.02 mm. jangka sorong pengukur ketinggian. lubang. yaitu skala utama dan skala vernier atau skala Berdasarkan konstruksinya.kedalaman nonius. gambar 1.

Skala vernier digunakan untuk mengukur jarak kecil dengan cara mencari perbedaan antara dua tanda.Gambar 1. Di bawah ini gambar skala ukur pada jangka sorong. Gambar 1.6 mm Dial Indicator = 19 mm = 0. Skala vernier Hasil Pengukuran f.1 mm adalah sebagai berikut : 1.1 mm = 19.41 Skala ukur Vernier caliper dengan ketelitian 0.6 mm + 32 . : 19 mm x 1 : 6 x 0. skala utama 2. hasil pengukuran yang ditunjukkan oleh jangka sorong ketelitian 0. Metode ini disebut pengukuran vernier.40 Vernier Caliper pengukur kedalaman Metode pengukuran jangka sorong menggunakan skala utama dan skala vernier (skala nonius).1 mm Dari gambar di atas. Untuk menentukan hasil pengukuran tetap harus memperhatikan pembacaan dua skala tersebut.

kebundaran. Gambar 1. batang penyangga.Dial indikator digunakan untuk mengukur atau memeriksa karataan. kelurusan. kesejajaran. terdiri atas jam ukur (dial gauge) yang di lengkapi dengan alat penopang seperti blok alas magnet. Dial indicator dapat melakukan pengukuran dengan ketelitian hingga mencapai 0.0005 mm. kehalusan.42 Dial indikator Konstruksi sebuah alat dial indikator seperti terlihat pada gambar di atas. dan baut penjepit. Skala dan ring dial 33 . kebengkokan. dan ketirusan dari suatu benda. penjepit.

dan 0. dial indikator tetap pada posisi diam. Pada dial indikator jarak garis ukurannya berbeda-beda seperti 0. Penghitung putaran ukur jam berfungsi menghitung jumlah putaran penunjuk.0005mm. kemampuan putaran. Adapun metode pengukuran yang digunakan dial indikator adalah sebagai berikut: benda kerja yang dipindahkan. Ukuran yang dapat dibaca oleh sebuah dial indikator ditentukan oleh besar garis tengahnya. 0. Benda kerja diputar.42a salah satu bentuk penggunaan dial indikator untuk mengukur kebengkokan poros engkol sepeda motor 34 . dial indikator tetap pada posisi diam. dan jarak pembagian garis ukuran.indikator dapat berputar ke angka 0 agar lurus dengan penunjuk. posisi spindel dial (ujung peraba) tegak lurus pada permukaan komponen yang diperiksa.001mm. Yang perlu diperhatikan dalam menggunakan dial indicator adalah keadaan permukaan benda yang akan diukur harus bersih.002mm. benda kerja tetap pada posisi diam. dan metode pengukuran yang digunakan. Dial indikator yang dipindahkan. Gambar 1.

Gambar 1.g. alat ini biasanya digunakan untuk mengukur diameter silinder dan komponen lain secara teliti.43 Cylinder bore gauge 35 . Dalam pengukuran komponen-komponen otomotif. Cylinder Bore Gauge Cylinder bore gauge termasuk dalam jenis alat ukur yang menggunakan jam ukur (dial gauge). Diameter daerah pengukuran yang dapat dijangkau oleh cylinder bore gauge berkisar antara 50 mm sampai dengan 300 mm.

Tetapi.5 mm. Tempatkan batang pengganti dan runcing pengukur ke dalam 36 . Misalnya setelah dilakukan pengukuran hasil akhir pengukurannya diketahui diameter silinder adalah 52. bila setelah pemilihan hasil pengukuran pertama dari cincin pengganti 3 mm dan batang pengganti 50 mm.86 mm. Selanjutnya. Kedua kompenen ini baik cincin pengganti maupun batang pengganti tealah memiliki spesifikasi ukuran tertentu. lihat angka di belakang koma jangka sorong apakah lebih besar atau lebih kecil dari 0.86 mm. Adapun komponen lain adalah cincin pengganti (replacement washer) dan batang pengganti (replacement rod). sedangkan cincin pengganti adalah 3 mm. maka langkah selanjutnya adalah kalibrasi cylinder bore gauge dengan menggunakan micrometer luar (outside micrometer). Oleh karana itu. kejelian dalam memilih spesifikasi ukuran kedua komponen ini sangat membantu dan mempermudah kita dalam melakukan pengukuran itu sendiri.22 mm maka alternative pilihan batang pengganti adalah ukuran 50 mm dan cincin pengganti 2 mm. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengukur diameter silinder dengan jangka sorong (vernier caliper) untuk mengetahui ukuran dari silinder dan untuk pemilihan spesifikasi cincin pengganti dan batang pengganti. Bila hasil pengukuran dengan jangka sorong dalam pengukuran ini adalah 52.Seperti terlihat pada gambar di atas konstruksi alat ini terdiri dari sebuah jam ukur dan pada ujung lain terdapar runcing pengukur (measuring point). Contoh penggunaan cylinder bore gauge adalah dalam pengukuran diameter silinder. Caranya adalah micrometer luar diset pada ukuran 52. maka pilihan untuk batang pengganti adalah spesifikasi 50 mm.

Alat ini terdiri dari beberapa lembaran baja tipis yang memiliki 37 .86 mm. Feeler gauge Feeler Gauge atau lidah ukur sering dipakai untuk mengukur celah yang sulit dijangkau oleh alat ukur lainnya. h. dsb. Gambar 1.03 mm. Dengan demikian.83 mm (52. hasil pengukuran adalah 52.03 lebih kecil dari 52. cylinder bore gauge dimasukkan ke dalam silinder yang hendak di ukur. celah samping ring piston.86 – 0. Feeler gauge sering juga disebut dengan thicknes gauge. gerakkan cylinder bore gauge secara perlahan-lahan sampai diperoleh hasil angka pengukuran terkecil.03 mm). misalnya celah katup.44 Penggunaan Cylinder bore gauge pada silinder Seperti terlihat pada gambar di atas. Misalnya diperoleh angka pengukuran terkecil 0. hal ini berarti diameter silinder yang diukur tersebut 0. celah bantalan.micrometer luar tersebut dan dial gauge alat ini diset pada nol ke jarum penunjukannya.

Screw Picth Gauge Merupakan alat yang digunakan untuk mengukur jarak ulir baut. Gantilah ukuran feeler gauge dengan lembaran yang berbeda hingga dirasakan ukuran adanya hambatan berupa gesekan antara lembar feeler gauge dengan sisi komponen yang diukur saat ditarik keluar.00 mm. Ukuran tebal feeler gauge sama dengan besar celah di antara dua komponen tersebut. Gambar 1. satu set alat ini terdiri dari beberapa bilah dengan bentuk yang berbeda.03 mm sampai 1. Umumnya thicknes gauge memiliki ketebalan antara 0.presisi ukuran sampai 0. Ukuran setiap bilah tercantm pada tiap bilahnya. yaitu dengan menyisipkan bilah atau lembar feeler gauge ukuran tertentu di antara dua komponen yang akan diukur. hal tersebut menunjukkan bahwa ukuran celah tersebut masih belum sesuai. Bila feeler gauge terasa mudah masuk dan keluar. 38 . Sama seperti feeler gauge. i.01 mm.45 feeler Gauge Cara menggunaka feeler gauge sangat mudah.

Gambar 1. Ketika aki digunakan untuk starter.46 screw pitch gauge dan penggunaannya j. Bentuk sebuah hidrometer lengkap dengan pengukur aero dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Akibatnya berat jenis turun karena konsentrasi elektrolitnya berkurang. dan sebagainya. 39 . Hidrometer Hydrometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur berat jenis elektrolit dalam aki. terjadi reaksi pengosongan atau baterai mengeluarkan arus listrik yang menyebabkan asam sulfat (H2So4) sedikit demi sedikit berubah menjadi H2O. lampu.

47 Hidrometer Untuk mengukur berat jenis baterai.48 Berat jenis elektrolit yang diijinkan untuk aki antara 1. Namun bila berat jenis aki melebihi batas maksimum 40 . Jika ditemukan berat jenis elektrolit dari hasil pengukuran kurang dari 1.26 sampai 1. Bacalah hasil berat jenis elektorlit setinggi mata.220 – 1.229. masukkan hidrometer ke dalam sel baterai. Gambar Pengukuran berat jenis aki 1.220. lalu hisaplah elektrolit ke dalam tabung gelas hidrometer sampai pelampung tidak menyentuh tabung gelas. maka hal yang perlu dilakukan adalah aki perlu diisi atau di-charge sampai penuh.28 pada suhu 20°C.Gambar 1. bila aki dalam keadaan isi penuh. berat jenisnya harus 1.

Pengukur tekanan Alat ini Tekanan kompresi dibedakan piston menjadi kompresi digunakan pengukur Compression Tester) Compression tekanan kompresi untuk motor bensin dan pengukur tekanan kompresi motor diesel. Untuk mengukur tester. Gambar 41 . Manometer pada alat ini berfungsi untuk menunjukkan besar tekanan kompresi silinder ketika dilakukan pengukuran. k. Gambar 1.49 Compression Tester Di dalam manometer terdapat jarum penunjuk dan skala tekanan kompresi dalam beberapa satuan ukuran.atau di atas 1.290 maka tambahkan air suling untuk menurunkan berat jenis aki sampai kondisi normal.

model alat pengukur tekanan kompresi ddan cara penggunaan dapat dilihat pada gambar di bawah ini. kebocoran pada packing. Gambar Pengukuran tekanan kompresi 1. masukkan ujung slang compression tester pada rumah busi Starter mesin beberapa saat sampai mesin berputar 200 rpm. 42 .50 Prosedur berikut : - pengukuran tekanan kompresi adalah sebagai Lepaskan busi dari rumahnya. dan penyetelan celah katup yang terlalu renggang. lalu baca besar tekanan kompresi pada manometer Tekanan kompresi yang rendah menunjukkan ring piston yang aus.

tahanan (Ω) dan daya (W). Alat Ukur Elektrik Alat ukur listrik adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur besaran listrik seperti tegangan (V). 43 . alat ukur listrik yang biasa digunakan pada bengkel otomotif adalah multimeter/ Avometer (Ampere-Volt-Ohm meter). a.51 Amperemeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur besar arus listrik pada jaringan atau instalasi kelistrikan. Arus (I). Pemakaian amperemeter yang benar adalah dihubungkan secara seri dengan rangkaian yang hendak diukur arusnya.2. Ampreremeter Gambar Amperemeter 1.

amperemeter. menghubungkan amperemeter akan digunakan untuk mengukur kuat arus aki sepeda dibenarkan langsung terminal positif aki dengan salah satu kabel terminal amperemeter dan menghubungkan kabel terminal amperemeter lain dengan terminal negatif aki (dihubungkan secara paralel).52. b. Sebagai sebuah contoh motor. Voltmeter Voltmeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur besar tegangan listrik yang mengalir dalam sebuah rangkaian listrik 44 . Kemudian hubungkan terminal positif amperemeter dengan kabel sistem penerangan. baru kemudian dapat diukur arus baterai yang dipakai untuk yang sistem benar penerangan dengan itu.Gambar 1. dan sebagainya yang menggunakan aki sebagai sumber arus. klakson. terlebih dahulu harus memeriksa rangkaian listrik sepeda motor seperti sistem penerangan. Penyambungan amperemeter. Penggunaan amperemeter adalah menghubungkan secara langsung ini akan mengakibatkan terjadinya hubungan singkat yang menyebabkan kerusakan pada terminal negatif amperemeter pada kabel arus positif aki. lihat Tidak gambar 1. Jika hendak mengukur arus aki.52 Penggunaan Amperemeter Tahanan dalam amperemeter sangat kecil sehingga apabila dihubungkan secara paralel pada pengukuran arus listrik akan terjadi hubungan singkat yang mengakibatkan rrusaknya amperemeter.

dan sebagainya. penggunaan voltmeter dilakukan dengan menghubungkan secara paralel terhadap kedua ujung rangkaiannya. Gambar 1.54 Penggunaan Voltmeter Pada contoh pengukuran seperti pada gambar di atas. generator. Berbeda dengan amperemeter yang dihubungkan secara seri.pada sebuah sumber arus seperti aki. sedangkan terminal negative dihubungkan dengan massa atau terminal negative. Terminal positif voltmeter dihubungkan dengan sumber arus listrik. alternator. untuk mengetahui besarnya arus listrik yang mengalir pada rangkaian sistem penerangan maka prosedur pengukurannya dengan menghubungkan kabel terminal positif voltmeter pada 45 .53 Voltmeter Gambar 1.

55 Ohmmeter Pemakaian ohmmeter yang lama akan membuat baterainya menjadi lemah dan mengakibatkan pembacaan pengukuran menjadi tidak tepat. 46 . Sebab itu. ketika dipakai untuk mengukur tahanan suatu rangkaian komponen listrik atau lainnya. dsb. Ohm-meter Ohmmeter adalah alat pengukur hambatan atau tahanan suatu komponen. tahanan resistor pada system pengapian konvensional (pada mbil). Sedangkan kabel negatif voltmeter dihubungkan dengan massa atau terminal negatif aki. seperti mengukur tahanan kabel tegangan tinggi. Penggunaan ohmmeter untuk pemeriksaan tahanan system kelistrikan otomotif cukup banyak. c. terlebih dahulu dilakukan kalibrasi ohmmeter.kabel arus sistem penerangan. dalam keadaan tanpa arus listrik. atau sumber arus listriknya telah diputuskan. tahanan lilitan dalam alternator. Pengukuran hambatan ini dilakukan pada saat mesin mati. Gambar 1.

Selector tahanan alat ohmmeter diarahkan pada nilai tahanan yang sesuai. d.57 47 . kemudian hubungkan terminal positif dan negative ohmmeter pada kedua ujung resistor. Bacalah nilai tahanan resistor hasil pengukuran dan sesuaikan dengan spesifikasi pabrik. Multimeter (AVO) Gambar Multimeter 1.56 salah satu penggunaan ohmmeter Misalnya pengukuran resistor pada koil pengapian.Gambar 1.

Multitester atau multimeter sering juga disebut AVO meter yang dimana AVO ini merupakan singkatan dari Ampere-VoltOhm. Avo meter adalah alat uku yang berfungsi untuk mengukur kuat arus listrik, tegangan dan tahanan rangkaian kelistrikan, dan hubungan singkat komponen system kelistrikan. Terdapat dua jenis multimeter, yaitu jenis digital yang penunjukan hasil pengukurannya langsung dengan angka-angka, dan multimeter analog yang menggunakan jarum penunjuk sebagai penunjuk hasil pengukuran. Multimeter merupakan alat yang peka terhadap medan magnet. Dengan demikian, multimeter tidak boleh disimpan dalam suatu lapangan magnit yang kuat sebab dapat mengurasingi sensitivitas alat ukur. Baterai yang telah habis yang dibiarkan tinggal dalam alat ke multimeter dalam dapat menyebabkan masuknya elektrolit komponen

sehingga menyebabkan kerusakan.

Gambar digital

1.58 multimeter

48

Gambar 1.59 Multimeter Analog

Ketika hendak menggunakan multimeter terlebih dahulu selector diarahkan pada pilihan jenis pengukuran yang akan dilakukan misalnya tahanan (Ω), arus (A), voltase (V) dan sesuaikan dengan pilihan range nilai pengukuran tiap-tiap jenispengukuran misalnya 25 V, 50 V, 250 mA, X1 Ω, X10 Ω, lalu kalibrasi agar alat penunjukan ukuran hasil pengukuran dengan tepat. Selanjutnya pembacaan hasil pengukuran pada skala ukur disesuaikan dengan pilihan pengukuran yang diarahkan selector.

D. Alat-alat khusus Pemilihan alat dalam servis kendaraan sebaiknya disesuaikan dengan tingkat kesulitan kerja. Seorang mekanik akan menggunakan alat-alat tangan (basic hand tools) pada pekerjaan yang relatif mudah dikerjakan, sedangkan menghadapi pekerjaan yang sukar, mekanik dapat menggunakan alat-alat khusus yang disebut special service tool (SST). Dengan menggunakan SST, pekerjaan servis kendaraan di bengkel dapat diselesaikan dengan cepat, tepat, dan efisieen tanpa merusak bagian-bagian yang dikerjakan. Pemilihan SST dalam kerja servis kendaraan di bengkel sagat ditentukan oleh 49

jenis kendaraan dan model serta spesifikasi kendaraannya. Jenis pekerjaan yang dimaksudkan adalah pekerjaan pembongkaran, pekerjaan perakitan, penyetelan, dan sebagainya. Alat Pembongkar Alat pembongkar (remover) adalah alat khusus (SST) yang dipakai untuk melepas atau membongkar komponen seperti bearing, sil oli (oil seal), bushing, dan sebagainya. Contoh SST pembongkar adalah bearing remover, puller, bearing separator, dan sebagainya. Sedangkan replacer adalah alat yang dipakai untuk memasang atau mengganti. Kedua kategori alat tersebut dalam penggunaannya harus disesuaikan dengan ukuran bagian yang akan dikerjakan. 1. Bearing Splitter Bearing Splitter adalah puller khusus yang didesain untuk melepas bantalan yang berada pada posisi tidak dapat dijangkau oleh kaki puler biasa. Bantalan ini dapat dilepas dengan cara bearing spliter dipasang sedemikian rupa hingga memisahkan bantalan ini. Keraskan baut pengikat bearing spliter hingga mendesak bantalan lepas dari tempatnya. 2. Puler Perapat Oli (Oil Seal Puller) Puller jenis ini berfungsi melepas perapat oli pada transmisi, poros belakang (pada kendaraan roda empat) dsb. Kaki (jaw) puller jenis ini dibuat dengan bentuk khusus untuk dapat menegeluarkan perapat oli (oil seal) yang dipasangkan. Puller dimasukkan pada tempat pemasangan perapat oli, atau kaki (jaw) puller pada posisi yang benar, kemudian lepas perapat oli. 3. Puller Bantalan (Bearing Puller) Terlebih dahulu kaki puler dipasangkan pada sisi-sisi roda gigi. Putarlah baut penekan yang ujungnya telah dipasangkan tepat di tengah roda gigi sampai bentalan terlepas dari poros cam.

50

4. c. Jenisjenis kunci khusus (wrench) ada bermacam-macam dengan fungsi yang berbedabeda pula. shock. Punch Pena (pin punch). Fungsi punch dapat langsung diketahui dari bentuk ujungnya. terdapat beberapa kunci yang dibuat khusus untuk mengencangkan /membuka mur/baut dengan bentuk khusus. Universal Puller Universal puller atau tracker poros roda belakang dan tromol dipakai untuk pekerjaan umum seperti melapas tromol roda depan (pada kendaraan roda empat) dan sebagainya. digunakan untuk membuat titik guna mempermudah pengerjaan oengeboran. digunakan untuk membuka atau memasang pin. d. Penandaan dengan center punch dimaksudkan agar posisi mata bor pada saat awal pengeboran tidak melenceng dan tetap berada pada posisi tengah (center) komponen yang akan dilubangi. Bentuk kunci khusus ini agak berbeda dengan kunci-kunci biasa lainnya. b. Center punch. II PEMELIHARAAN PERALATAN BENGKEL 51 . misalnya permukaan plat baja yang akan dipotong. Banyak digunakan pada pembongkaran komponen transmisi. 6. Kunci Khusus Selain kunci umum seperti kunci pas. Solid Punch digunakan untuk mendorong keluar komponen dari tempatnya. Macam-macam punch dengan fungsinya : a. ring. Punch dengan unjung runcingn (long tapered punch) digunakan untuk menggaris permukaan benda kerja. Punch Punch biasanya dipakai untuk menandai suatu kmponen. Torque wrench atau kunci momen untuk mengencangkan baut atau mur pada momen. 5.

Pemeliharaan Terencana (planned maintenance) Pemeliharaan terencana adalah porses pemeliharaan yang diatur dan diorganisasikan untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi terhadap peralatan di waktu yang akan datang. 3) Peserta diklat dapat menjelaskan sistem pemeliharaan rutin 4) Peserta diklat dapat menjelaskan rambu-rambu pemeliharaan peralatan Pendahuluan Pemeliharaan adalah suatu bentuk tindakan yang dilakukan dengan sadar untuk menjaga agar suatu peralatan selalu dalam keadaan siap pakai atau tindakan melakukan perbaikan sampai pada kondisi peralatan tersebut dapat bekerja kembali. Pemeliharaan terencana merupakan bagian dari sistem manajemen pemeliharaan yang terdiri atas pemeliharaan preventif. Dalam pemeliharaan terencana terdapat unsur pengendalian dan unsur pencatatan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Tujuan 1) Peserta diklat dapat menjelaskan jenis-jenis pemeliharaan peralatan 2) Peserta diklat dapat menjelaskan tujuan pemeliharaan rutin. Tujuannya untuk mencegah dan mengurangi kemungkinan suatu komponen tidak memenuhi kondisi normal. pemeliharaan prediktif. Secara garis besar pemeliharaan dapat dibedakan menjadi dua. yaitu : pemeliharaan terencana dan pemeliharaan tak terencana.A. B. Pemeliharaan preventif adalah pemeliharaan yang dilakukan pada selang waktu tertentu dan pelaksanaannya dilakukan secara rutin dengan beberapa kriteria yang dilakukan sebelumnya. dan pemeliharaan korektif. Pekerjaan yang dilakukan dalam 52 .

tenaga. Semua pekerjaan yang masuk dalam lingkup pemeliharaan preventif dilakukan secara rutin dengan berdasarkan pada hasil kinerja alat yang diperoleh dari pekerjaan pemeliharaan prediktif atau adanya anjuran dari pabrik pembuat alat tersebut. dan pekerjaan tambahan di luar pekerjaan biasanya. baru kemudian dilakukan perbaikan apabila cara akan digunakan. B. Pemeliharaan tak terencana Pemeliharaan tak terencana adalah jenis pemeliharaan yang dilakukan secara tiba-tiba karena suatu alat atau peralatan akan segera digunakan. melihat. dan pekerjaan lain yang bukan penggantian suku cadang berat. menyetel. dikenal Dalam dengan manajemen system tak pemeliharaan. Namun berdasarkan pengalaman. Pemeliharaan preventif membantu agar peralatan dapat bekerja dengan baik sesuai dengan apa yang menjadi ketentuan pabrik pembuatnya. Proses peralihan dari pemeliharaan yang bersifat kadang-kadang dan sembarangan atau bahkan tidak ada pemeliharaan sama sekali menuju kepada pemeliharaan terencana yang dengan sengaja melakukan pemeliharaan secara rutin memerlukan waktu.pemeliharaan preventif adalah : mengecek. Apabila pemeliharaan preventif dikelola dengan baik maka akan dapat memberikan informasi tentang kapan mesin atau alat akan diganti sebagian komponennya. mengkalibrasi. melumasi. Pada tersebut pemeliharaan dalam terencana atau darurat (emergency maintenance). umumnya metode yang digunakan penerapan pemeliharaan adalah metode darurat dan tak terencana. maka akan lebih mudah dalam menangani pemeliharaan setiap peralatan sehingga diharapkan dapat memiliki efisiensi yang tinggi. Metode 53 . hal tersebut akan terjadi pada awal pekerjaan saja dan selanjutnya apabila sistem tersebut telah berjalan. Seringkali terjadi bahwa peralatan baru digunakan sampai rusak tanpa ada perawatan yang berarti.

Pada aspek keuangan sudah jelas bahwa kerusakan yang terlalu cepat pada peralatan akan mengakibatkan pengeluaran yang tidak terencana.tersebut membiarkan kerusakan alat yang terjadi tanpa atau dengan sengaja sehingga untuk menggunakan kembali peralatan tersebut harus dilakukan perbaikan atau reparasi. Tujuan Pemeliharaan Rutin Dalam setiap tindakan pemeliharaan. Rendahnya tingkat pemeliharaan dan tingginya resiko kecelakaan berakibat kurang bergairahnya orang lain untuk melanjutkan pekerjaan dan akan menurunkan produktivitas kerja. keamanan kerja dan semangat kerja. 54 . program pemeliharaan terencana juga mempunyai beberapa keuntungan yaitu dalam hal efisiensi keuangan. tujuan pokoknya adalah untuk mencegah terjadinya kerusakan peralatan dan mencegah adanya perubahan fungsi alat serta mengoptimalkan usia pakai peralatan. perencanaan. Pemeliharaan tak terencana jelas akan mengganggu proses produksi dan biasanya biaya yang dikeluarkan untuk perbaikan jauh lebih banyak disbanding dengan pemeliharaan rutin. Apabila peralatan dioperasikan hingga mendekati rusak atau bahkan rusak sama sekali tanpa adanya pemeliharaan. Banyak kerugian yang timbul akibat kecelakaan. tetapi hilangnya waktu. C. standardisasi. maka mungkin saja dapat membahayakan dan mencelakakan. Hal tersebut juga akan berakibat terhadap perencanaan fasilitas lainnya tidak mungkin dapat berjalan tanpa didukung peralatan yang bekerja secara efisien. Selain untuk alasan reliabilitas dan kinerja alat. tenaga dan biaya. bukan hanya manusia. Reliabilitas alat dan kinerja yang baik hanya dapat dicapai dengan melakukan program pemeliharaan yang terencana.

Sistem Pemeliharaan Rutin Untuk memenuhi prosedur pemeliharaan baku.Secara garis besar terdapat empat tujuan pokok pemeliharaan preventif yaitu : 1. pekerjaan dapat dimulai dengan suatu daftar inventaris yang lengkap untuk menjawab pertanyaan di atas. pemadam kebakaran dan penyelamat. harus disiapkan data pemeliharaan dan mulai dengan pertanyaan sederhana yaitu : peralatan apa yang akan dirawat ? dimana lokasi penyimpanan alat ? bagaimana merawatnya ? dan kapan akan dirawat ? 1. 2. Peralatan yang perlu pemeliharaan Sebelum sistem pemeliharaan terencana diterapkan. Menjamin kesiapan operasional peralatan yang diperlukan terutama dalam keadaan darurat. Untuk itu. adanya unit cadangan. Hal tersebut sangat penting terutama apabila dilihat dari aspek biaya. Menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut. sehingga diharapkan akan diperoleh hasil yang optimal pula 3. Walaupun disadari bahwa kadangkadang untuk jenis barang tertentu membeli dapat lebih murah apabila alat yang akan dirawat sudah sedemikian rusak. karena untuk membeli satu peralatan jauh lebih mahal apabila dibandingkan dengan memelihara sebagian dari peralatan tersebut. D. Menjamin peralatan selalu siap dengan optimal untuk mendukung kegiatan kerja. 4. Memperpanjang usia pakai peralatan. Hal tersebut merupakan persyaratan utama dan layak dijadikan sebagai tugas pertama untuk 55 . harus diketahui peralatan apa saja yang sudah ada dan berapa jumlahnya.

Disamping itu penggunaan panel alat juga tidak sesuai dengan sifat alat karena ada alat yang tidak baik untuk disimpan di 56 . (1) Panel alat (tool panel) Banyak pekerja yang lebih senang menggunakan panel alat untuk menyimpan dan meletakkan alat-alat. Selanjutnya dengan jenisnya. Lokasi penyimpanan alat tiap peralatan terjadi harus jelas alat sesuai hendaknya dengan bersifat daftar inventaris peralatan tersebut dikelompokkan menjadi sejumlah kelompok yang sesuai Penempatan tersebut. 2. (2) Ruang gudang alat Kadang-kadang tidak cukup dinding untuk meletakkan panel alat tersebut. dan kit alat-alat.menyusun system pemeliharaan yang baik. Sebagai contoh : kelompok alat-alat tangan. alat-alat ukur dan sebagainya. alat-alat khusus (Special service tool/SST). ruang gudang. Dengan panel alat tersebut petugas peminjaman alat lebih mudah mengontrolnya. Panel alat dapat diatur letaknya menurut keseringan penggunaan yang disusun dalam rentangan warna yang kontras atau dalam warna-warna kombinasi yang serasi. pengelompokannya sehingga memudahkan dalam pencarian alat Apabila pemindahan sementara dan setelah selesai digunakan dapat dikembalikan pada tempat semula. ruang pusat penyimpanan. Pada umumnya yang diletakkan pada panel alat adalah sekelompok alat sejenis tetapi yang berbeda ukurannya misal obeng atau tang dari berbagai ukuran. Penyimpanan alat dan perkakas dapat dilakukan pada : panel alat. Daftar inventaris yang akurat dan rinci dari segi teknis akan sangat berguna untuk sistem pemeliharaan terencana.

peralatan khusus (apabila diperlukan).udara terbuka. Untuk memberikan informasi kepada bagian pemeliharaan. berisi sejumlah alat yuang lengkap untuk suatu kegiatan perbaikan/servis. Untuk menyimpan alat yang mempunyai sifat demikian diperlukan almari kecil atau ruangan penyimpanan. buku petunjuk pemeliharaan. keterangan pengisian pelumas. Penyimpanan dengan cara ini lebih baik karena petugas peminjaman alat dapat dengan mudah mengadakan pengawasan. Kelemahannya ruang pusat tersebut tidak dapat dekat dengan semua jenis kegiatan yang memerlukan. nama alat. 3. mencakup : jadwal pemeliharaan peralatan. tingkat pengetahuan pekerja terhadap pekerjaan tersebut. Ruangan tersebut dapat digunakan untuk menyimpan berbagai alat untuk keperluan semua jenis alat yang ada. Kebaikan kit alat alat tersebut bahwa siapa saja yang membutuhkan dapat dipenuhi dengan segera tanpa harus memilih jenis-jenis alat yang diperlukan untuk saat itu. (4) Kit alat-alat Kit alat-alat didesain untuk pekerja secara individual. Prosedur pemeliharaannya Pemeliharaan preventif memerlukan suatu daftar seperti halnya pekerjaan rutin. Pada setiap jadwal pemeliharaan dituliskan identifikasi alat dengan nomor sandi. maka tiap jadwal pemeliharaan dibuat pada kartu control atau formulir yang dapat memberi informasi dengan jelas. data hasil pengetesan. nomor pengganti. dan 57 . (3) Ruang pusat penyimpanan Cara lain untuk menyimpan alat dan perkakas adalah menggunakan ruang pusat penyimpanan alat dan perkakas.

dan penyimpanan serta Pemeliharaan peralatan sangat erat kaitannya dengan masalah pengadministrasiannya.000 jam. 3 bulanan = 3 B. 5. 4. Selang waktu hari atau bulanan dicatat seperti : periodik 1 bulanan = 1 B. Tanggal pekerjaan pemeliharaan dicatat pada papan kontrol yang diletakkan di ruang penaggung jawab dan pencatatan tanggal pekerjaan dilakukan pula pada lembar data peralatan. a) Perbaikan alat dibedakan antara perbaikan ringan yang dapat dikerjakan sendiri oleh pekerja dan perbaikan khusus yang harus dilakukan oleh ahlinya. b) Penyimpanan peralatan berorientasi pada prinsip kebersihan dan prinsip identifikasi.000 jam. Dari data yang dicatat tersebut dapat diproyeksikan dan diramalkan waktu pakai alat. Waktu pemeliharaan Pemeliharaan rutin dilakukan secara periodic dengan selang waktu tertentu berdasarkan hitungan bulan. 6 bulanan = 6 B atau periodik waktu 120. hari atau jam. pemakaian. Rambu-rambu Pemeliharaan Peralatan perbaikan. atau 1. komponen yang diganti. 5. sehingga dapat direncanakan untuk menggantinya pada saat yang ditentukan. Kebersihan mencakup persyaratan sifat kering dan tidak lembab. Informasi yang dicatat termasuk waktu pakai alat.000 jam. Peralatan yang diketahui rusak harus dipisahkan dan ditindaklanjuti.tanggal pemasangan pertama serta pengerjaan perawatan yang telah dilakukan. dan kinerja peralatan. Rambu-rambu penyimpanan peralatan adalah sebagai berikut : 58 .

Pengendalian pengelolaan dan pengadmistrasian memerlukan perangkat instrument yang berupa buku. maka setiap gejala kerusakan akan segera dapat dideteksi dan ditindaklanjuti. atau kayu yang pipih dan relatif panjang disimpan dalam posisi terletak mendatar/tidur untuk menghindari pelengkungan tetap. (3) Peralatan yang memerlukan perlindungan dengan lapisan cat atau pelumas perlu selalu diperiksa fungsi pelapisannya. dsb. plastik. d) Pengadministrasian peralatan dilakukan untuk mempermudah pengendalian dalam hal pemakaian/penggunaan. (5) Peralatan yang terbuat dari logam. (4) harus Peralatan yang mempersyaratkan kondisi kering selalu diperiksa tentang kelembaban tempat peyimpanannya. dalam mobilitas pemindahannya harus selalu dibawa dalam posisi tegak.(1) (2) Peralatan percobaan disimpan menurut jenisnya (alat Peralatan percobaan yang bersifat umum sebagai percobaan Fisika. Dibedakan antara pemeriksaan harian. penyimpanan. (6) Peralatan yang berbentuk memanjang dan rapuh.) alat aneka guna disimpan di tempat khusus yang mudah dan cepat mendapatkannya. bulanan dan seterusnya. Dengan pemeriksaan yang rutin dan terus menerus. lembar dan kartu. c) Pemeliharaan dan pencegahan kerusakan dilakukan dengan pemeriksan secara rutin dengan penjadwalan yang pasti. Kimia. perawatan dan pengadaan peralatan baru. mingguan. perbaikan. meliputi : 59 .

merek/tipe. yaitu terencana. Rangkuman 1) Secara garis besar pemeliharaan dapat dibedakan menjadi : pemeliharaan terencana dan pemeliharaan tak dua. digunakan untuk mencatat setiap kejadian jenis peralatan sesuai dengan pengelompokkannya. jumlah dan kondisi Format permintaan alat alat. cara tersebut dikenal dengan pemeliharaan tak terencana atau darurat. E. memuat nomor sandi. nama alat. 7. warna kartu dibedakan untuk masingmasing Buku inventaris . 8. memuat kode. 10. alat 9. nama alat. 11. Pemeliharaan tak terencana adalah jenis pemeliharaan yang dilakukan secara tiba-tiba karena suatu alat atau peralatan akan segera digunakan. jumlah dan. ukuran. dan pemeliharaan korektif.6. Label . Dalam manajemen sistem pemeliharaan. nama alat. asal tahun. Pemeliharaan tak terencana jelas akan mengganggu proses produksi dan biasanya 60 . pemeliharaan prediktif. dan jumlah Buku harian . memuat kode alat. Kartu stok . Label dipasang di tempat penyimpanan alat. Daftar peralatan . produsen. Pemeliharaan terencana adalah porses pemeliharaan yang diatur dan diorganisasikan untuk mengantisipasi perubahan yang terjadi terhadap peralatan di waktu yang akan datang. Pemeliharaan terencana merupakan bagian dari sistem manajemen pemeliharaan yang terdiri atas pemeliharaan preventif. kondisi yang terjadi dan yang berkaitan dengan kegiatan di tempat kerja.

alat-alat khusus (Special service tool/SST). Sebagai contoh : kelompok alat-alat tangan. c) Menjamin kesiapan operasional peralatan yang diperlukan terutama dalam keadaan darurat. Secara besar terdapat empat pemeliharaan preventif yaitu: a) Memperpanjang usia pakai peralatan. b) Lokasi penyimpanan alat Penempatan tiap peralatan harus jelas sesuai dengan 61 .biaya 2) yang dikeluarkan garis untuk perbaikan jauh lebih tujuan banyak pokok dibanding dengan pemeliharaan rutin. alat-alat ukur dan sebagainya. pekerjaan dapat dimulai dengan suatu daftar inventaris yang lengkap. karena untuk membeli satu peralatan jauh lebih mahal apabila dibandingkan dengan memelihara sebagian dari peralatan tersebut. Selanjutnya daftar inventaris peralatan tersebut dikelompokkan menjadi sejumlah kelompok yang sesuai dengan jenisnya. sehingga diharapkan akan diperoleh hasil yang optimal pula. adanya unit cadangan. Daftar inventaris yang akurat dan rinci dari segi teknis akan sangat berguna untuk sistem pemeliharaan terencana. pemadam kebakaran dan penyelamat. b) Menjamin peralatan selalu siap dengan optimal untuk mendukung kegiatan kerja. Hal tersebut sangat penting terutama apabila dilihat dari aspek biaya. d) Menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan tersebut. 3) Sistem pemeliharaan rutin meliputi : a) Peralatan yang perlu pemeliharaan Sebelum sistem pemeliharaan terencana diterapkan.

keterangan pengisian pelumas. komponen yang diganti. Apabila terjadi pemindahan alat hendaknya bersifat sementara dan setelah selesai digunakan dapat dikembalikan pada tempat semula. mencakup : jadwal pemeliharaan peralatan. dan kinerja peralatan. dan kit alat-alat. Peralatan yang diketahui rusak harus dipisahkan dan ditindaklanjuti. ruang gudang. Informasi yang dicatat termasuk waktu pakai alat. 62 . ruang pusat penyimpanan. a) Perbaikan alat dibedakan antara perbaikan ringan yang dapat dikerjakan sendiri oleh pekerja dan perbaikan khusus yang harus dilakukan oleh ahlinya. Penyimpanan alat dan perkakas dapat dilakukan pada : panel alat. tingkat pengetahuan pekerja terhadap pekerjaan tersebut. Tanggal pekerjaan pemeliharaan dicatat pada papan kontrol yang diletakkan di ruang penaggung jawab dan pencatatan tanggal pekerjaan dilakukan pula pada lembar data peralatan. peralatan sangat erat kaitannya dengan masalah perbaikan. peralatan khusus (apabila diperlukan). 4) Rambu-rambu Pemeliharaan Peralatan Pemeliharaan pemakaian. data hasil pengetesan. hari atau jam. d) Waktu pemeliharaan Pemeliharaan rutin dilakukan secara periodic dengan selang waktu tertentu berdasarkan hitungan bulan.pengelompokannya sehingga memudahkan dalam pencarian alat tersebut. c) Prosedur pemeliharaannya Pemeliharaan preventif memerlukan suatu daftar seperti halnya pekerjaan rutin. buku petunjuk pemeliharaan. dan penyimpanan serta pengadministrasiannya.

c) Pemeliharaan dan pencegahan kerusakan dilakukan dengan pemeriksan seterusnya. secara rutin dengan penjadwalan yang pasti. d) Pengadministrasian peralatan dilakukan untuk mempermudah pengendalian dalam hal pemakaian/penggunaan. Dibedakan antara pemeriksaan harian.b) Penyimpanan peralatan berorientasi pada prinsip kebersihan dan prinsip identifikasi. perawatan dan pengadaan peralatan baru. penyimpanan. lembar dan kartu. Kebersihan mencakup persyaratan sifat kering dan tidak lembab. mingguan. bulanan dan 63 . Pengendalian pengelolaan dan pengadmistrasian memerlukan perangkat instrument yang berupa buku. perbaikan.

.5.54479./57.2. .5 7529.5 7552..44:..5 .7 15.4/.5 .3.5.5 ...:1 0964..515.5 79.:2.:  .65:.9 /9.5 40964./529   .3...5:2..9:0... 1352.565:7..544  44           . .5:2.1.9 3..3.4/.52.3.. .5:.5. 2.7.92:40964.9  #4/.  44   44  1.9.9.  '52. 2.93.5. 45522.513.9:15./52915.3...:37529.75.9.3.9 ".9..5.0.22..7 5:5.4..52.5 44/.2:..1..

1.9 1.9  15.5:/.96463 94 133  5:1 2964.2.2 ..3.   .35..2 4432 .3.... 2964..92: 42964. 42964.2..4 7529 1.91.91.91.3.2 :79.9 1.5:. 2. :3519  .42964.2 4529 1.57.52..3.:.3.3.52.3..52.91.15.3.542964.2.2.475291.3. . 7.1.9. 5:..47529..4.542964.4 7529 .  '52..4 15.3.. 179. 7529.40964.47.4 5:1 0964.475291..5 44  2.47.9 1. .51.9 1.3..9 1..4 4:.3..9 ...2 .  44 :1..5 5.2 '52.47.9191..5  265:.21.4 .3.5 42964. 9.

.4/52..41.9 5:140964.. 1.3.652.7.29.5..47.9.5.4/.1:.5.17963/.5./.44           ...44 3.9   .515.3.:29:.

.4/.5 . 7942.95.5 .9:.5.3.9 1.:.:3 7529.  5 29 .53/.917963.2.9 17.5 .2452921..3.3.5 .  15.5 3/.9 /92.5      . /9.5265:.51.4.4.5 2647655  .4/.4.. /.43/. 44793. 7.91.5129 .540964.1.4.92:42964.7..3.9: 455.9752921.3.7..55. 2964.921.5 0964.5        .2.1. .9  0964.

...5 ./5 7./5 29 4.75 .51. /.5#4/.9  #.:3#529.1. .5 2964.#95:7#529..5..0.91.9:.7..9 .

./529 6.5 .9: 1./.5 29.9&3 443274/.3. .4 29.5  &2. .5 /95: 44/.51.52.5..0.:5.1...5.5..3.77.5 7529. 74/..9.4..9 44 .5434.9..2.

 2.1./57.2:.95.43/ ./57./57.:2.9: 1.:2....2:/.../57. 2...7. 29  4.5 ..2.29:/:.3.2.9:  44 13..1.. .4.2:.4..5..1./99.5 1 .:. 7529.559:3/99.9 ..3.91..92....0..9. 29 7.1.9:1. 1./3.3.9 43.9:.:.51.9/.91.9 7552.. 1...2.5 /99... 44 2..5      . :2.1.:3 7529... 44    :2335 .2:.9./57..434..:5..5 .3. :.25.9. 7.3 4.9 44 .9... 29 .1 /:.744. 9..1.5 44 ./57.5.4/.9 12.5 :7513 .9 .5:.9:  ..1.5:751343..91/.51./5 7.3  3.. /.1 2...5/99..9.57.2 :.5 42964. /.3..97 /..5 29.5.5 /99.39 .   44:5..2 :.9..0.2:.7.1.7.4/3 17.3.7...3.9.5065..3  :7513/99.1...4/.51.2 :/:.42964.3.9::/:.7.9.5..52.9:44 .5 9.9.2.944  .9 44     .5  9./5291.7696: :9.6 74/.5/9.9 ..1..5.   #95:7 7529.4  /..2 :/..3395.57...5 44.9. 53..9.9   . ..5.2 1.: :1.3.22.. .5.5 .:.9/99.3.. :..3. /..5./5 7.91. 44/.2.9 #9.9 .297.. . 42964.51/. 559 :3 /99..:37529.5 7.9 .239559:3 ..52..5:2.#4/.5.2..9.

 29 .5 1.52.3.  959.2.. :6965 59:.5 44         .1..7.5 :79.3.3.  . . :2.5 265:.379 4475.5. 21.4/.4..&6965 959 0.5  959 0..52.4/.4.379 .5 .... 2.5. /97.3959. :6965 7529 2.. :6965 1. 44  44 1.92..2. 497..379 59:.4  1.9.9 3.1.5 1. 7529.5:2.5     . 15.92:5..4.5  ..52.9 9590.52.7.3  .5 5 .52.4.565:  91.  :2.3.:.9  .5 1.2 :4/ 133  '52..5 5. :6965 15.4. :6965 7529 21.379:2.5..5 3/.:6965. :2.2 4529 1.7.3.2.52.379           ..5  .3.4.1.5 .3.3.5. 1/1.3.52.9 1.52..:2...959.37975292. :6965 7529 ...9 959.3.5  .

2.3.       .9.3.2..:/.379752921. :6965 455.5 63 . 44    &2.3.1.2.4/.0.5 74/. .3.3.3.3.7 .959 44 .2.1.61 7529.:6965           ..9 1 .5 1. :69652.297..3.9:/.:3#529.4/.5    44  44   44   .37915.5 .5 959  5.2 4529 .2 455.51. 1.5 . 959 :2..4.52.4/.450.   :2.5 44.9.299590.5 44  ..979/1.50.. 5 . 959 15.5   .  ..5 .:3 7529.5 1.522. 7529.3..4/.3../92.:  .52. :2.9 &2..9 .52.:3 7529.5 .615 1:/.3.5 :2. 565:  &2.1.5.9:2..9: 4479.5 5.52.4.9..9 959.5...5 :2. .220315..3..4..   /..3.

5 7552  29.7.9:. 63 :/.5..5.52.3:..5 5.5 /. 44            ..9:.5 75..5 43..7 15. .1.  757.22. 1.5 7552  #5..9.3512.5 95 1.  .3512..3 .9.69  65:..1.:  .: .3.47.3. 7.9...3510.5 7.5  2/5262. 43.5 29 ..: 4.55..5 1.55.3.9..2 4529 ..9.69 ..9 1 ..5 #.9 :.  /.9: 29.5 ..2.3512.5  239:.9 .69 15.5 7529.3 512..9. .9 2 .3 510...9:29.3 512.  . /97.5  2:.9. 1/..450.. 24. /51.274/. 7.69 :79..9..5 1 352. 2.  .92: :/.5.9.4 29 1.2..... 7567.3.7./9/1.4/...5.9 39: 15.2.7..  .7.. .5 15.563/:.1.69 1.1.5 1.691.919 .5 2.5  2.5..5 .. /362 .69 1.4 /95: 45.5  1.5 7.  &2. 4492:.5 1. 1.5 :79.69.93.4/.5  2/51.3 512.5.. 757.5.  1.52.0.3.

3 5 79.1./.5     .2.2. 2.5 1.2.3.9:/9: 76:::7513 1.. 7942.5 2647655 . 44  44 1.5.. 1.1./1.57942..54.4 455..2 39: 7.515.69 .3 510.5129.5 44  .  .2..5.5/51.5 1792:.5 1.1..3..5 793 179.:79.617529.

3 512..69 .61 7529.2.75 4.3. ./92.1.5 15..5 .5 1. :/.1.

3 512.4  ....2. .5  1. 76:: 1.1. /51.5 1751.69 . 29.7 7.

 29.1.5  /51...5 1751. 76:: 1.69 ..7 7.3 512.2. .4  . .

4           .51./5.5 7696:5263:71.17...4/..3.1. 51.695.76::1..3512.77.245292/5262.9 1.3512.2755..9 .69..46.:.:.69                 ..29.

3.3 .4 29 1.5 455. 29 . .5 .4 5: .3.4 7529.5 2647655..3. 3519 /69 .2.  .94.:2 1.  351969.

:9 1.:29.379  5.9 1 .4/.. 4529 1.5 . .4 443:7:2.9 1.5 .22.52.9.3.. 0505 75. .22. . 973.6755.9.1.9: 13.3.5 75.3.29.5.9 3519/69. 973..52.5. 5 /. 7.9 :3519 15.52.93.3.521.1..44/.9.: 265:.9 :3519  .5 ..:.26476555:.3.5 .75 2647655 3.. .2.9 9505 7529 4.4. 264755 5 /.5 .57529.4/.5.5/.4. 15.5.5 7.1..5 1.51.1.  1.5 :0...:519   65.4. 4.5..1.3.9.75 /.5. .5 5.:95 765.1.  23. 5 ..4.2 4529 1.5 2647655 3.961 1.1.5. 7529.  "3 2..: 29.. 79.443...47529.503519/69.045. :6965 959 0.9 .5..5 1.3.3.7.92: .919 1.7.5 447941.3.4 29 1. 63 03519 /69 .2.4.:   .5.1.575.  &79.91. .  .9.544            ..55. 2647655 6.2 0505 75.646.5 .5:7:2.9:35191. /92:.  .9 :/.44:.9 :3519 1.15.3.245.5.5 . 4432 :7:2.5.47.. 5 3.2743. 1.. .5 1.045.

5 9505 7529 2 1..7.3...5 75.9.5.2.9:/.5 15.5050575.5.5 79.9   44  :.55.5 5.52.15. :7:2.2.  3.:3519    .2.52.:140964.5 40964.2.55.. 73.5 7529.947552.1.1.:  44  :1.3..5. :.5.9 :3519 .29 7529.5 75... .575.3//:.3.7  /3.52.4..9 6.53519/69.1.5 .2.2.3.2 /. 3.5.5.5441.5.2. :6965 1. 1..4 40964.   44 4.. :.:03519/69. 73.5..3.5 75.3 .9.4.3.:3 . .9 .5632.5.5 . 29.4/.1.5.9 . .   44  4.7.3/2031.:3 7529.52.9 0505 75..95.22.93.9 1:.. 1.:6965.5   44  '47.  44  4. :3.51:.9 #55.  44  3.5 /.3.5.29.4 7529.5 0505 75. .5 75..1.7.5 5 .  &3.1.3.3. 1.5 1.. 1. 12.5 /.5 /. 1..1. 743.. 1 /3.0505 75.5/.5264.5 .  44 1..3/9.             . .5455.1.40964. .52.5. 7.3. 13.3.5.2.1..3.5..1. 44  '..9 3.3.:3 7529.35....93.

3.4/.5 03519 /69 ..93.: 03519/69.22..7.5 2 1..&79.:22..4 :3519 .5.1..5 51. :0.91.2 1 29 9.9.14.. 793.

2.:. 15. 44            .9. 39.5   .5.9 :3519 . 44 445.. 41.3.1:/.5.5 142.7.31.5443279::29..1.39. 5 . 17963 .4. /.5  .65 1:/ 39.5 ...  . 15.2.47.3.9.2452903..5.919 1.:95..   44   44     39. .7  03.9. 44322..9.939. 1. 7529.5 :3.9   44  5.475957:..5 .9203  :. :.9:/..5 03.025:.9. 39 .47.34/.4.52.55.47. 2.:21.29.1.5 45:72.35 /9. 03.5. 34/.5129 3.7529.../...025: .5/3.:3 .5 :.5 129 .5 /. .3..   3/ 203 1. 29 3.29:9517.3.7: . 455.:.2..35.4/.5.:3 7529.1.  4:. 63 . 1.41.5:.5 . 44:.52.9.  3.9 39..52.35..17963.5. 5.9 //9. ..3.5. 2647655.9203 44 .5.9.5.

90./.19.5 /9/1.9 //9. .2.. :.5 /:.5 34/.9  29.5 .4/.5 129 :.5 .:2.9 :097.3.      &09#0.5.3.5 39 .4. 15.1.4.9.5755.. 4.5/97.     .5. 45522.47.9:/.55..:. 97. . 5 .3 .2.515.4/.9.9.5. &. 1 .919 1.529. 29...5 03.5.7/3. :79.5.1.1..5.9:/.. 15.9  . 5. 15..5/9/1.5:.. 1.92 23.: /34::.5 :: 2647655 ..5 /5. /3.  ..3 39 .3.2.... 15..5.34/..9.9 39 .                 .. 29. 1.5.9:/..7. 2647655.9 03.  :.24529.5 /.2.0.23.5. 29. :..239/. 39 .7/3.55..

 1964.7..2.4 :3 /.91/.963. 453.95.952.5. /929.5..5.. /.3.5 15.. 5: 32.9 :.3. .9:3:.4/.:3/9.9.92. 2 1.: 1964. &6 :12.5 7529.1 9.5            .5 .9..92.5 :/.5 5.:.: 32.3.1" 2/..2 :/.963.2 4529 /9.:  .5:32.4:3.  3...9 1964.4/.47  1..1.1.9 1964.3.2.:.:22.2 4529 /9. .2.4 ./2.. 73.545/..13..7. ..265:5.5  5.2: 756:65.9 2 1.5.9.9.2  .  ./9. .9   5.2 15.  1964.../5 3.4 ...5: .. /9/.. 32.9.3.73.3 :.  4. 5: /.9.5 5.9 352.693.5 . 1. .9 .          .14:12.9  3./5 3..1.45.7 15..2 455.0.475 .3.963.47.54.961.2 :.5 1964..

2.5/9..2.9 . .5:.1.1.47..2  9.42.963...21.9 #529.4/.3.2.5152.   /3.963.2 793 1: . 5: 32.3. 1.5:75 /9.1.9.5 /9. 1.5 793 13.42.5. 1.9: :.5 1.:3 7529. ...55. : K  2.. 7..22.3 ... .5 29.5:5.5 .9    4.5:32.       .

: 4.2 43/ /..5          ..69 1:3  .2.2:44 ..:   4..9  5.5.0.5.2.564.2 4529 .47.2. .2 45522.9 7.4/.5 26479: 7:..1 7529 . /9.5/9.5 6479::65 .3   2  #529'2.5.5.13..47.5 /:. 5: . 5 /95: 5.9 .2 45952.5.69 /5:5 1.2..3. 75  !.9 :35 5.2.2 46. .1.5 7529 . 5 1/1.9  3..9 :.57529.65 15.2. 1 .2.5 26479: 46.2:.2651:5694.22.2..5 26479: :35192.:.5 26479: 5..2.45 /3..5 45.5:.5 .526479:6479::65':.

.9 .9 #529. 755.9 6479::65':.3.7.9   1.         ..5.4/.5..4/.3.526479:  #96:197529. ..5...5  .7.9.94 7552 1.3.5 29.5 0.7. 7.5 1.5 26479: 1.2.2.564. 7529 .4/. ./92.1.5            .5. :.4 4.3.91..4 //9.5 :2..5.4/.9 4613 .1.9 1 /. . 13..5 26479: 11.2.526479:. .2.3.:/.5.

5 06479::65 .:22.97.5.1./:   .  4.5 5 :3.:. 7.5 /: 1.:2.9 94.94.

.

3 /....9.526479:7.0.47.564. 4:5 /97. :.9  974  3. :.9 .1../:.7.4.2.9.9 4:5 //9.5. &.

 .526479:.5 75.1.9 479.7 .5..2.5.5  1.2.5 .92 .4.2 4529 /:. 7.93.65.5. .5  9:  ..3.  ...1. :.92 .293:.5                3. 15.9 64..2932.5 7.5 3:.5 03.1.5 5..9.5951. /523 6.3 95.025  1. '2.1.3.92:79.. 2..5 7.5..3. 43. 29 3:.5 /.3.:. ..51..5957:.3.646.:  2/6069.5 15.92 3.45522.

63.

9        .9   ."44.  47994.

2.1 /5.5 .54794.9. 7.3.. 46.4/.4794.3..25.5 .2.5 45/.4794.9 1.2.9    .599:.5 :0./3 .4794.1.5 7.7.92 .3 .5 29:.5 :0..2. .5 1. 203 :5.. 7.95.9  '.9  &/.5 :0..52.5 45/52.5:5 5 .9. 3.   .33  #5.15.9.3.9.5 5. .33 7..1.5 :0.9: .5....5 3.9..9.9 ...4/..9:5.92. :71. . ..2.9.9: 3:.9.          .9  . :9 15.2 4529 2. .2 15. 2.1.2 :/. .5:52.2/..545. .6 3.945. 065.92./3.5 /5.5 .4794.2/..92 7.9 3.4794.4794.2 1/5.5 :./3 .24529/:.515.3.4794.5 15.3.2 1/52.9..9. 7529.4794. /5..945./2.4 .4/.945.3.9: 3:.55.9 :. 1/52.3 5.9 .4/5.5 2.5 45/52.945.5.9     .5 .5:5 .: 23:..2.3 76:.5 .5 :52.5 15. . 1/52.2.3 .2129.5 9..5  #4.2..5 .2.9 4794.1.69  '1.5 45.9 .9 #55. :.9  4794.1..5 . 5:.5 51.

9 7.4794.945..69 :79.  9/1... ..945..5 15.3.5 .. 5 9.5.9:  /.5 45/52..52.3 76:.5:/.52.5.5.4 759.5.22.2 4529 /:.33 .9 15.2 :/.5 2. 9.2.9.5 1/52.5 /52.5 .3 76:. .4 759. 5. 46.3./3 ::..5   /  63.3.5 45.2 ::.  '945.7 21..9::79.9: 4492:.2  .5 :/.4.4794. 129 ..5 15. 15..4794./3 .. .92 ..9 1/52..5 17.9.5 455.9 .4 759. 7.92 7. .4.2.3..9 .5 3:.1.9 ..::.9: .5 3:..4 :/.69 1.92 :71.2.2  41.1.9. 63.4794.9 63.. ::.4.2 59.55.7.54..2 4529 . . .52.5 45/52.5 .5  23.5.9 13.39 1.69 .9: /.5 1.35.5 .:4/9.9: 3:. 15..3 5.515.5 3:.95. :4/9 .1. :9  755. 1/52.5 :4/9 .5 .9   . :/.5 /5.1.  #55.5 5.945.9: 76:. 51.9.3 .3 5.4/.945. 9.2.5 . .5 63.          .5 .9 .9.93/ 1.52.9 241.1.5 :0.2:65  1.5..5 15.92  :1. 2.4.9 ..9     63.4.3.5 :0.

/3 5.. .9 #55.5 ::.563..5 2.4/.4 759.. 796:19 7529.        .92 ./3 .1.9: 3:. 63.::...1.2 45. ..9 #.95.5  &1.5 2. 63.3 76:.5 15. 15.4. 9.4.4. .39 7. . 065.1..2   0  "4.4/.5 45/52.9 7..5.5 45. 7.:  5.6 7529. 2.52.9: ::.945./3 .35.5.52..9 1 .4 759.5 :79.5 4.9 1/52..55.5 4.1. /:.945.2.

3. . 17..5          . 2647655  #529. 7529 .3.5 7..4..1.925. .5 :.9: 3:..5 ....4/..4/..9: 3:.9 "44.22... ..9 "44.. :4/9 .:2. ...9    . :..3.5 .1.4 2.5.4/.9 .57.1. 4:5 4.5 .5 5 13..3.92  .  1.

3.1.646.5 15.9./92    1  3..  241.5 9::.69 .22. 5.0. 1..69 ..52..  . 7529.4.5 ::.:.4/.69 .5 /52. 53.5 5.. 3.95.2..5 7529.7.2.5 2647655 3:.755.59::.5 .5.5.95.3 7.5644.5.2.3.5  &30.5..5.027/.7.2 :79..5 1.52.5 6..2.5.. 9..9 :.5 7.#4.92 . 263 75.9 1.5 .5..69 7.9 "    ..5 :.. .5 45.0.93/ 1.3 13.:3 7529. 53.1.5::. 21..: 644.1.4/3 1:/          .35..1.2 4529 ..5644. 644. 17.5 74/.5 3..5 44/.. /.4.. 45.5:7:2.7.533.5 644.2./ ..5 2..475..51.697..27492:.423:.5.2 .::.4../3.  2.5 ::.5  ..1 34. .:7.9  #55.945.55.5 2655:65.. 644. 5 9::.92.3 76:.9 .5.5.5.3..9 7.5 9::.1 .2.  &/.3/9.2.4529.2/.5.5 45..1.69  ...5 . ..5..9.3..9 :.3.1.. 1.

..9 3.4.9 479.4/.9 .9  3.2. " 4. 1:/. " 5 497.9 .5 1.4.5 14.5 :52.:..5. 43...         .9 :95 .

63.

. 5: 1.5 .3.9  .55.. 5: 43.3.5 ."4  6 4...:3 7529.5..5 23:.92. 2647655 ::.5 /5.1.245292.9.92  .5  1.7..5:5 15.9:3:.52.4 23:.5 1.2.5.5  '91.5 7552.3 ...4.5/95:5. 1.5 .. 3..5 9...92.52.5 :52.

5  3.2.5 4.4./2.7. 2 1.:25.3. 3.3.4 .3. . .5 1./: .5 455.: ..7.9.5 29:.5.5 .4 2647655 :5..5142.5 1/.3. :/.4. . 5.5 2.1..5 43..9 497.:3 7529.3 1.7.5 4. 43. 45/..5 43.:5 :5:./2. 7552 .4.5.  1.9 .2 /63 1:47. 459.9 1.9.4 :...3. 45/..963..5. 29  .1.3..94 7552 :/.4../ 1.2.5         .9 .5 .36 .5 .572.5..2.741.92.54.5 .. 32..52.5.3.

573...3             .57.2.5.91..4.:  1.2.9 .5 53.9 43. 51.5::.2.5 .1.4/.4.3 :30.4.2. 7529..5  .9.95.      .5 43.73.93/ 1.69 1.22.2.5.7.2 455.35.9:  63.5.54:..36  .4/.55:7529.59. .9  3.515.513.

35.5 4:.5 15.3.5 7.5 1. :2.1.5 73.69      3.5 15.5 ..5:30.5.5.5 7529..5 .  &3.7 5:7529.. 7552..:3   7529.2.. 74/.7.5 29.5 .9 .: .3/9.9. 29 1::..2.:3 7529.3.3 2.        4      3.0.5 .

..2::   .3.

3 3  07.  $0/.33. :39: 202.3 502-43.340 038 03/..35.3 .. /808:..3 .3/-0308.945..3 /80-:9 850. :39: 2005...3.3 80/02.3 -07.3...97. 5007.3 203.73 7024.2 807.5.5.3.3  503090.3 80-.3  /.9/9039:..8.3 80-.3-...3 203:3.305.2503:3.7.3828 54748-0.3 70.207.3     0...0 944 $$%  03.39.3  5007..9 /.9 :8:8 ....3 .3 705.91 2:/.39.3 $$%  5007..73$59907  0.3 203:3./. -.3$$%/.3.3 /.3 93.8:/.9.3 5..9  /.. 3./.07 ..3.39 0/:.3 .8.07  .73  8 4 4 80./.3..3 /07.9   !:070383-071:382005.: 203.9.7 7024.5.8 .3 .9 .9 .. 2028..8.807.. -0..3.3 / -030 /. .3. /07.8.9  905..7.3 -.7..7 .3.3 . 03/.3 /5.7..5 5007./.3/03.3/9448  5...39..: 202-43.5.07  5:07  -0.5:07:8:8.3.7. .5.   .3 -039: $0.8 03/.  4394 $$% 502-43.3 8:.9.3 ..:9503.3 507.  5:07 038 3 /-:. 807..3//08..33.3 /03.  -:83 /.7..  038 5007.!:07    .8-./..7.3 24/0 8079.9/.73 85907 /5.5.3 ::7..8507..8 /03..5:07-.99.. 207:8..8 03/.3 -. .3 -.33/.7.3 .73859073.     !:07!07.8.9047. .73$59907..79025.3 74/..3 !02.9 08:9. 025...3-.3.74254303 805079 -0.9 203:3.9  /8-  .803/.-.9 :8:8 $$%  ... $047. 5007./../../.9 /03.3 20./.9 ..9/05.3 018003 9.8/.39...05.9 /8008..7./.3/07.3  80/. ..3:39:2005.9!02-43.3 7:5.5..7 .8 03/.947  /.3 80-.54889/. 85081..:40.3 ./.9 502-43...9-0.990780-:9/./.203/08.3 807.3 80-.3 /03.3 /.3 /5.3 .7  20.7:8/808:. !02.3 /2.307..3 .93.3 .73 805.. -0.

9.7.:3.3 /.:8:8 $0.39.9 4  .:: .8.3.7.3 97424 /5. :39: 5007.94 480.:8:8:39:/. 74/.03/.5.754748./.2     &3.3 /-:.305.: .07 54748 74/.89742474/.5.8.8. -039.. 907/..5.25.9 502... 90.3.3.380-./.3 507.3:2:280507920.7. -.3507.3 905.73!:07  %070- /.078.3:3.8 73 84..9 / 903.5.!:07 &3.  5:07 5.     :3..9-0-07.   !:9./.8.3 !:07 /2.3 0. .3-03.025..3 5. . 5488. -0. /5..3 . :2:2805079:3.5.5. 5:07 /5.3 ::33. .8:./.8507.  8.: 97.920300:..9.078.3.3.3. 9025. 88 88 74/..3/5.9  /.374/./05.7 02:/.5.3 5.8/. 5:07 .390705.3.3 5.:9 5030.9:8:8:39:20303.5.94     !:07.

2:7.202-:.

!03..5.....38:3 /09.2 5:3. :8:8 3 . -.2/03.2 2..3 .3/54943    .3-039::8:8  039: :3. . /:3.  %476:0 703....  038 038:3.33 43 9.9: 254303  :38 5:3.. 5:..3 5.3.  28. 8:. /03.5070/ 5:3. /5.31:38.: :3. /.3 :3.9. !:3.8.. -.9 . 24203 :39: 20303.2 2. ./... -07-0/. :3. .7 -039: ::33.3 -03/. 07.33.8.:9/03..:9 . :39: 203.-.78 5072:.  !:3.-072.3.: /.3-07-0/.9 -. 5072:.. .:202.9./.  .3 :3:3 7:3.:8:8 703.24203     !:3.: 2:75..  /:3.3 1:383.9. .3..3 :39: 203.3:39:202-:. /03. -0/.3/.8. /03.3 -.353  -  !:3. 535:3.

-475.5488903.3 .9.3   # %!#%'!!    '. 2025072:/.754882..3/:-./..93.9.7.9 99 :3.55:.  /:3.35.3  !03.123.502-43.7 4254303 /.03907 4254303...5.3828  /  03907 5:3.5 -07. /2..3.03/../. 50307.453.3 4030-47.03907 5:3...8.2003.3909.3 :39: 202-:.3 :39: 203/4743 0:.3..39/. /:3.3425430397.5030-47.1.5  #:9.8:/...3 ././:3..7..7 9025.3 /03. .:2. .  $4/ !:3.3/./.

..453.9.579..59.5:743.1..5743.123.....7.:2.4743.7.5   #:9.7....4/.5  #:9..9.59.123.:2.1.5.453.59.5  #:9.123.3.453...1..5::.:2.9.

9.950.:79/.9 1.1. .2.0  #43..5 1.     #43.5 :.5 .9..7.5.5.51.4 2.9:/:.5 ::.5 1.5743.5 :. .5'950.45   .9.3.91..9. 5:9 7551.1/1.9.2.7.545.9 :.  .:2..9 ::..950.5 13.51..9.2.5 /.5 1..5 950.4 4.579.9.11.1.1. 79.245.2 . .4/743..51.5 :/345. 2651: 79.5 1.3..5.22..5.22.1.5.5. /29..51.5 .7 7.  #43.5 43..1.3....3 &0..:7.5 5:9 750.779.9. .5 15.9743..3.1.2 45.3 1..24/.5.3.2.5.55.3.3.2..5.9.5 #43..5 :.5 ....3. /5.3.2. 5. 1.5 169.9.1..5 .3903.2. 1..4 743..330/2..3.9 5.1...9.9:/.5  .5 :3.. 15.950.5.5.. ..5. 497...5.5 . 7.5.950.5:..743.9. :.5 ..47.9.5 .950.2.5 79/. 769:: 743..3..9...7.2.5. .2.5  #51.3.5 ..

 9.2.5 4:5 .5 3.5.15.9..  &4.9 729.5 7912.:.5. 1..9.5 73.5 13.3. 44/.3.57. 2647655 .5.5 459. .3.9.5..9.5.. ..92.5 2.4 3527 743.5/...1.1.5 .4 743.:  1.5.55. :3. 2. .2:.9.5 24525. 743..2::.5 7.:3 259.1..9 79.5 795.9:/..5 5694.. .15.5 1.5.1..7.5 7.5 795.3. 729.7.5 .5 ./9274/.9 7.  '.3. .5.9.5 /9:. .5 1.9.   #43.5 //9...3  #29..1..  #96:: 79.  45..743.22..9.3/9.5 .5743.5 13.5 729.  1..2.:2 1.545.743.5 26476555. .3.5 .5 75.  #43. 7.5795. 29.24....59./92 74/.1.919 .2 445 2651: 5694.1. .52692..1. . 13.9. .51..5 /9... 1.22.2 450.5 :0.. . .5 :2 0.9.5 :/345.5../3.5 4.5 . .5 /91. .: 743.2.9.5 795. 9..5 1..5 1. /29..7.7.:  434..12..9.3.5 795.: .9.5 /2. 44/92.5 .12363.2.7.5 17963 1.5.9.5..5 13.3..55.5 15.9.. 13.  4502  43. .22.22.3. 15.5 .9.5 7912.. :/.  743..9 743.5 743.5 :0.3  452.22. . 5.5 :..5/..5 15.5 1.5 795...

5.5 743.5. ::.5  ..9.2.5  4.9.5 15..5 1. #43.5 :.. . 5: 743.5 . 1.2...5.7. ..2 .22.9:/.3.1.5.:.9..950..950. 743.17.2 .3.5 743.  . 9.. 743.2.9.5 44932./...9.:.. 1.51..5 ..5 :.5 729.5 :0.3 729.5 :0.7. .72..9.9../3.9:/.5 3/ 41. !.2..5 13.2.5 .5 .5     #43.575.1.3.5.5. /9.5 :4/. .4.5. ..1..45/91..3.9.1.4. .7 79.9 729.9.1.5 :5.. /...9. 1.5 /.3.950.3..5..5 1 3.4 .5 :5.3 45 27.9.3.5 :.2.1.2.9.5 .22.5.5..5.5 :3.5 . 43.4/.5 .92.4 45.  1.5.4432:5:. :2.

79.. 2.....2... :.79.47.5  &952.915./.9:..3. 79.57.5:.5/. .3.9.2.95..3 .. 15.1..1/.5 :9..2.2..5 .5.. ..3.5   .

..5/29..5 .5.5 45.4. 79/.611.51...3.9. 79.3 .55.55.22.5. 1. /.3..9:/.9. . 29:.99.3.5....  &3.3.5.5  .2.3...25. .2. 125.5 259.5  %3..5  0..7 3...5 :1../3.3.2.4.3 :5: 2.51.3.5.9.2..5.2..2 455.5/9.5  :...  #.:72 2.5 /.3.1. 4525 :.9:/.1.4475.2.5.5 .:  2.5.  . 743. .2.5.2.2.5 .9...5. .5 79/.1.1.9.2/.5.9.5#43.  /.5 . .5 796:: 79612: 1.3.5 5: .9...: /.57. :2.7.:3..9.5 ..5743..5 29.3.79.5. ..5743.3.5/.5 259.7.9.22.. 49504.5 5.5 45.4 :.3.3 07..1.1.5 753...4 4..  7969..5  7950..3.51.9..5 93.:.32.5 ..3..2/.2.9: 13.4.92.2..1.5 .112579.92. 97.950.5 ..52..55.7.1.2.2.1 .5 .529:.3 15.5%.. .950.: 1.2.950.9. .9.515.2.5 /.5 450.1.5. /9.5 .5 743..2.2.2../.5.2..15.9.61.5 1.5 .9..3//.5 ./9.9.5.1.5 .5 .5.57969..3 79..7.5  .5. 3.4743.2.77950.5 13. 15.1.99.10. :9.5.55.950. 743.91:. 44/..5.93.:.5 :5. .1.9..5.:3. .4/3 .57.44/..5. .7. 79. ..5 79.. 7.  ..5 79/.9:.4759.5 :...51515.61.445.. :5.245251.22... 4.2 450..2.4. 1.:  #43. 29..2 .2.9:/.5  4.2 .9.5.5 :4.2.5 743.4 743.5..9:/.45 ::.5 .950.2 .5 ./3.7 ./3. 3..50  #.21:/.: .4 743.5 1.5.3 .2 29..1.3.5.3.5 15..  .5..279/. 7.  .. 5.  %51.3.5...5 .5  .5. .9.59:.5.9..54503.1.5 9. 5.5. 1. .. .15.5.5     '. 1.7. 203.5    ..3.543.2/...2.9 241. 29:.2.2.2:...5. 4..: .5  /2. 4567.5 24/.51679.57.5 1.5 123.5...:5  7.:2.4.:0./3.950.4512.//9.5:...5 762625.5 .2.7.

.9. .45 2:3.5 .362.9.2..5 /9..5 .5 .:72 /.3.579612.1.1.9.517932..9.  79.5 5.519.5 455.7.52.. :/... .5 5.5 17963 .5  74.5679... 44/3 1.  :5. ..   &0.9.5.5 15.4 743.5... 15.950.5%. 79. 75.5 .5  .2 45125 2.:3 .5.2.5.7.2 ..7.5152...4.5...576262743.72..5793743.7.:7547.14. :.3 .4.9.51.  729.5 67. .5 :3.45 79.9. 1.5. 3/ 4.2/.5.   .:65.91....2     5.5729.. 29..5 1. :142.373.2 5: /.5 ../. 1..5.72... 43./3. :1.3.519. 7...5 5.5.9.4.7.3 :.9:/.9 /.47.5..2. 1..5.379.7 15.5 .7.545952...5 .2.    5./3.2.5.4#43..5 3..9..9..452:.5753.5  .2 44/3 :..5 1.7.5 79.4./3.9.5.3.3.49..5 /9..5 ..5.5. .5 /..2 43.9:/.5 :1.5.3.5 79..4. 0. 69.5...2 445 796:19 743.9: 1:.5 43. 9:26 203.5 :19..  5..2  .5 /9.:29.9.5 :.3.3. 1/.5 29..1.9: 12. 1.   5.55.5 67.7..    #9...1. .5 9:.95.4..5 1.  ..5 443. 1.7.  . 743.75 1:.1..  2.72.5... :..2..5 19.. .9.3.1.4 2/.5.   4797.5795..9.9.3 .3 5.2.7.. 79.4 2.9:/:..3..5 1.5 .7..5 1.2.9.3..     &:.1.52.5 ..2.5.9 . 13. 2..9 79.5 &/34 ::.. 79.4.5 .3.. 1.2.3. 5..1.3.5 69.5.. .5.9:/. 3/ 49...51..9.99. 5.

143.59501..5 :/.7 5..9:/. 5. 1.5 ::.9. 15..5.5 .:  ....: 79. 497.9 55.9: ...5:.4..1 :43.3.5.2.. 15.2 1.5 ./ 79.5 .25:. 1....5 1 . 065.9:.5 79:.4 743.5 /.6  2364762 .5.2 45. 1..  &/.4 743. 123647622..5. .9:/.  &3.1.9 55...2 .9: 79.3..9.5 45.12..955. 5.3 ..2 ::..5 .29..2.5 3.5..9. 2364762 .4.2 45:5 ::./95.5 5:5..9:.5 :.950..5.....5 352.

5. .5  .3....3.

663&&' ..3.. 2:: &70.3.3 :90 .

5. 441.32.22.1.3...5 1.5.3.5..53 .1.47.5 . .: ::.5 2.9.3.9.5.1.3. 15.5..291.:43..3. /9:...5 7:..2. #547.55.3.5  9..57...5792.3.124/.:7547. . #547.:1.5 1.3.25...3.5 ..5  1. .7..7.2..9: 3.9..  7. :3:. 1.5 7.5 1.2. :5. 7547.5 .9:/.7 79.     62.. 13.5.. :45.5 :..5 ./3. 51. 15.5:/.  9.  7.1 7451..4 750.3.5 75364762.

5 7.543.2.3. 5.5..3.53. .2 4547.53  .5..5 1.3.    #.22.6637.2 729..5 455.53 .3.5 3/ :5... .

.5 1::5 1.4 95.:745..: .3.3. 1.5.7..5 .7.9/9/..9. 4565.1.53..53 .22.9635.5 .4.3. 459.7 .  #. :5: ..3...55. 4:..9 3. 29....25.57.5 265.29.513. .53..3..3.....1.7. 2:95.3 6/5 . :2364762 .5.5 5. ..3.3..3.1.445.57. #. 1.5 755.3/ 41.95..95..5 1. 1.5 /9/1...9:/..4 .

.5. .:    %.:.3.1.51.5.264/5.5:9..95.

5 7..2 43.15.53 .3.5:..57. ..   .2.2::.2 027 1515 5.95.3.3..2.  :.475..1.22.9:/..1..53..755.1.5 ..

7.3.:.7.59.5.24547.1..2.5 /9/.3. 15.5 .1.55. 5.1..57:.. .5.5.5 :4. .511.5 .9.5 792. 15.1.2. 12.2/..1.5 .5 17932.5    .3.45..53//.3.544932.2..3.24547.1...5 .2 4547.5.7.2 1.9:/. .. .:.5 7:.25.5.1...5 :4.3.5.5 7547.:  %. 9. 15.5.. 7547.. 9.5792.4..5. 1.... 142.9.95.7.5 5..3.. 5: .5 4475. 5. :.541.3..22.5    %.9:/.  #547..55.515. .21:47. 5: 2.5...2 2793.5  34.57:.:745.9 203 .9...1.. 1.34.2.575..3.455.5 .50.5.5.3.7547.2.9/2..

3... .3..

5 2...5 352.:0.11:.2729.3 /9::43. .. /...57. ..5:9.51.2.55..544/.:.5:9:  /.. 2..3.9:/.7.9: 4435:.2. 511.17515. .2.7 5.7..3...5 79/...3.9..3.:..2 :..

15..729.51..9.5  450.5 5694....9..5 79.7...5..: 15.1.963.55.22. /.5  79. .35.9.5 75:.:  /2 7...69439.3.1.374.2.9.52.1..59.3.44/9 5694.     #96:19743.3 743.  5....75..5.:3 75.5.7.7 ..55. :.5  2.1.27  .44932..3.1.5:.5 1.3 743..5 79..51/.5729.../3...556469:.3:2.1.52 743.3 743.9.: .5 .5 15.5.065.2 44/92..4.5..759.5  1.5795.5.9.51 5.9.:..2.7729.7..5..:.5..7 .5 734. 5646975...5:.1.5  4.5 2:: .. .579.4.9.9.9:/.2:.3.... #43..5 3..5     ..: 27..9.3.9:79... 1.3.:9.5 743.2...13..:  #. 17932.517932.1.

.. 2647655.55.5..:.5..4/.5 .9.1.5.5     %.:2. 79.3. :79..22..4  &3..5 10.5 /3...4..  79612  /3..7.5 13.1.5  .5 13.3..9 1..  ..5 19.5.5 1.5 265.9 1... 7.2. .7.51..5    .5 10.5.. 79..3.. . /91.79612.5 :0.9 .32. 79610 15.5 :3..22.5..:..2.. :5.5.5 . .1..963 .22..7.5.. /3./ 1.9 .. 7.2.7. 7..3 729. 1.9.9:/.. 7.92.. ..7. 34/. 17962:2..5      /3.5...:..1.5 13.5 .5...5 1 9.9.5.5 9.2. .5 75.5 10.5.5 73.5 #43.2.2...5 259.2..9.5  5694.245. ...5 750.. 1.5 ..3.2.2.5.510.5      /3. .1950..5 .4 '.51..5.5 743.3729..2.4  .743..9..4 .94.5  .

55. 795:7 2/9:.2. 1/1.4/#43..5..5 450..2 .5:9.2. 129.5 .9.2.3..2...5.5...5 .3.5 :.9...  #9.9: 13.5 79..5#9.5 95.5 . 9.5 /9695.   .5 795:7 15.75..5  79/.5 63 . 2.5 .  #9/.27 79:.9.5 .5 #43.:.5 :519 63 729..5..3.5 79/. 15.2..5 1. 9:.9..22..5 1.3.9. 295 1.2.9: 17:.5 1. 74.2...57547.5 2:: .5 :.2../ %.23.5 1.35..51.55. 1. 79/.5 .: 7.1.7.:  /9:.5 4.5 79.4/..3.5 12.5 1.2 34/.1..9.3.   /  #547.145:..:.2.5.

7.2::.5 1:47.451.:/.   #9.3.2...1...5 7906/. 5..5.55.52.5..3. 1:/    #9.51. 5:5.5 7906/.3./92..5 /9:.5 ..    .3..9.507.5 459...579. 7906/. .. 4. 1:47. .1.. 44 :/. ...3.5 :2..3.541.4/7547.47..

7  7961:5 ..5 793515.5 3.5:9.5 1.59.979.51.62.2:1.3 13.91.2 44..9: :3.5 75. 1. .3.9.5.1.9  #551.5.145:.3.515.5  1.544.3.5 ..543..93.29:..9..:.2.5 75363..19 5.  5.   2 ..2 450.9. 7547..   1  #5..9.3.14:..5753647622....9.3.5 1.3.    ..4.5 0.2....5 492.5.47.3.5.5 /9/5.2 447941.:.: 7451.5 :.5.:.5 7492:.7 2.5 79..5.5  15.3.5.9/.5 2651:   . :. 9.56469:..476::...1.5.5.31792:..52.5 1..5 .2.9:459: 4.5 .936.5 1.9..../.9..     #9.5 750.5 ::.3.. 7492:.5 1..3.3. .261 5.5.5 .55..2.2.5 15.3..9.2 .31/.9.5.5 .55.15.51..5..55.4 73.2 451.5 93.3.:... 437.5771.  #9...5  45..5.5 2651: 295 .7    #9.. 5:.5 7551.9..11.23./2 34/.5 15.7:..:.5 1:47..2...5 ....2.29.3 1792:.5/97..9.7.:.:55:79.3.  /1.5 15.4.3.5 5.5 7.:54..5/92.945.5..2. 7..    255. 29.9::3.:793:3.5 75..5 13.5 :0.5755.9.5 43..5 .1..52..5  79/.3.51.1/1.1.    .5 79.2.7..5  79.:...7:.55..5 75..5234/...973525.47..3.22.....95.4 46/3.5 /..2 4551.2.55.5 44932.1.1.5.2.7  1.51. 734.2.5 5..5 .5 .51 5.5 9.    #9.9.5 79..2  0  #43.5:73.52..5 4479:..3.22.1.3..4 76:: .747.9:44.5 1.5 44932.5 .24.5 29:.3.9:5.1 1.4 74.5 7492:.5  /3.

 ..9...7..5 2692..5.3.22..3.47..5.5 :0. 1.3.5 . .5 1..3.1.9 743.5 1.9.  743./3  44.  .5 795..: 79/. 261 .51.3.3.5 .2..9.  1.5 2651: .3.: 743..5    &0.5.9.950.919 ..3.1 .5 /.  743.:2.....5 13.      %.5 .  #43./.9..5.1 1..4..2 45..5 .91.950.5 743. 1.5169.950.45 743.9.7945.2.7547.7 79...5 .9.2 .. 5: 743.5.5 743.950.9.5.  5..55.769::743..4 4..9. ..5 ./3 17.1.5.9..5 1.:..5..2. 497.5  #43.5.9: /:. .950.5.5 .2.5:. 1/1.5 ..2 .5 1 .5 .9 ::.1. .. .  .9.5 ..524.5 ..:7.51.9.9.5 45.9.  43.   694.9...5.  #43.9.5 7912.

5...4.7..1..7 15. #43.5796::79612: 1..3./3..2 45125   .5 795. .5. 79..2 1/.3.9.. 3/ /.950.5:9. 1.15..5 :...59.5.95.5.. 2.:.5.9.5743.95....5.3. :/.5    &0.:.51515.45::.3./3.:72/. 79.5. /......9..3.2.9:/.. :.2 79/.3.4.5 :3.9.3/4.9.5443./.5152.5.3 5.. 2.3.2.1/.315.125.9.9: /:.91..5 ..9...7.4 743. 75.515.5.99.9:/.. .92.9... 47.2.2.13. ..9.5743.5 /.9 ..244/3:.79.5 .9.44.5 76262 743.3 :.979.3.45 79.3. :.5 5..950.5 123.5 67...  / 5. 4797. .5.2. 7....7.545.3 .5.5 ..  .9:/.5 0.2.5.5  .2.5....51.

25:.     &:.4743.1...3 79.3.5 1.5  729. #9.42/.5 17932.45 2:.2::..4743..  1 5. 1.5 1.9:..9.3.9:. . 15...9:/.9...  0 5.5 74.  :5.:65.4.3.2.1.5 679.4.5...5.5753..5 9501.51..5.2.1 :43.5.1.5.99.4 743.9 55.0.  &/.9.72. 1.9. 143.1.955.5 .4.2..6  2364762 ...9.5.955./95..2.3.  &3.5 . 065.950.2.5437. .5.5793743.5.5:..3.5 29.569.7.5 .9.5 17963 .5 ...2364762. 1....5..72...9.5455..9:/..373.5.5.29.5 .5 45.1.950.579..452:3.5..5 &/34 ::.3. 1.4.55:5.5...15.5 67.42.7 .9:.:3 .9: 79.5.5352. 123647622.1.9.5::.7...5:.59..

 .3..5  .3...5.

.3. 2:: &70.663&&' ..3 :90 .3.

291. #547.47.7./3..22.5 2..2.  / 62.3.1.2. #547.. :3:. 15.5 7:.5  9.9...5.5.5.32.9:/.5 :.7.3. 51.5792...1.5:/.  7.1 7451.3. 15..3..4 750.9: 3.124/.53 ..  7.5 1.5 75364762.3. 1..:7547. /9:..3.5.3.  9.: ::..57. .5 .5 .:1.5  1.25.2.. 13..3.:43.5 1. ...3..5 7. :45.9. 441.55...5. 7547..5 .1.7 79.5 . :5.3. .5 1.9.5.

.7.5 75:.5.9.35...5729.743..5   ..59.3.5795. #43.9.1..9.5  2...  1 .1.9:/...44932..55.9..5.3.:375..2.5 79.5  450.5 2:: .52 743.  0 #96:19743....579.3743.. 17932.9.3.9..:.5 1...1./3.:  /2 7..5:.52..75.27.7729.5 ..9.5 734.729.9:79..

2..:.9.. 1.22..5.2./ 1.5.3 729..5 ..5 743.5  .5 9.5 1 9... 7.5 73.1..:2.510.3.5 13.3 729.5 ...9 .5 259.94.22.92..9 1.4/.5..5 10.2....963 .5 .. 2647655..5 :0. 34/..9.5 . 7...79. 79610 15.5    %..9. 79.5 13.5 :3. .3. .5 265.22.5 750.5 /3.5 13.5 75. /91...5..9.:.4  '..7.3.1.51...7..5  5694.5.#43. 7.

.2.5 79.2.5 :.22.  1  #5. 74.5  79/.51.3 13.5 /.9.3.5 15.1.5 12.5 /9695.9: 13.9:5.5 7.7.5 .5 79.5.2.5 . 295 1.5.1.5 1. 5:....52..5:.5 .5 1.9..5 29:.5 .5 750..5  79/.9.57547.5 /3.  #9/..55.5.5#9.3.5 .5 45.1.5 79..5 13.   . 7492:.9.5 79/..5.:.55.9. 129..      .22.:.9: 17:..5 75.9.22.9  #551.3.91.145:..9..3.5 5..5 4..5 .5 75363.3.145:.5.5 450....2 447941.:.: 7.5 1.3. 1/1.   /  #547.5:9.2.75.5.9..945. 79/..14:.23..5.27 79:.:.5 7551.5 1.2.2..5 #43. 9.5 79.1.9.2.5 :.5 79.5 75. 795:7 2/9:..35...3.. 15.:  /9:.5 7492:.51..3.5 :519 63 729.9.5 1.5/97.2 34/.5..5 44932.9./2 34/.5 .3..5 75.  /1.4 74.5 .2.2.5755.  #9..:...2..3.5  79./  0  #43. 9:.3.52..2 .2.5 1.5 :0...5 2:: ..3.5 1. 2.5 795:7 15. .5 15.9. 1.9..2.2.5 . 9.5.5  1.4/#43. 7547.5 95.5 1.5 63 ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful