P. 1
Program Bp Smpi Rapat 2010-2011 Final

Program Bp Smpi Rapat 2010-2011 Final

|Views: 633|Likes:
Published by realndi
Program Bimbingan dan Konseling SMP Islam Raden Patah
Depok
Terakreditasi "A"
Program Bimbingan dan Konseling SMP Islam Raden Patah
Depok
Terakreditasi "A"

More info:

Published by: realndi on Oct 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2013

pdf

text

original

•Masalah (kasus) ringan:

membolos, malas, kesulitan belajar pada bidang tertentu, bertengkar,
berpacaran, mencuri kelas ringan. Kasus ringan dibimbing oleh wali kelas
dan guru dengan berkonsultasi kepada guru pembimbing dan mengadakan
kunjungan rumah.

•Masalah (kasus) sedang:

gangguan emosional, berpacaran, dengan perbuatan menyimpang, berkelahi
antar sekolah, kesulitan belajar karena gangguan di keluarga, berkelahi
dengan teman sekolah, mencoba minum minuman keras, mencuri kelas
sedang, melakukan gangguan sosial dan asusila yang masih dapat diperbaiki.
Kasus sedang dibimbing oleh guru pembimbing (konselor), dengan
berkonsultasi dengan kepala sekolah, ahli/profesional, polisi, guru dan
sebagainya. Dapat pula mengadakan konferensi kasus.

•Masalah (kasus) berat:

KTSP SMP Islam Raden Patah T.P. 2010 - 2011

30

Petugas Lain

Guru Piket

Guru Bidang
Studi

Wali Kelas dan
Kesiswaan/
Pembina OSIS

Koordinator
dan
Guru
Pembimbing

S i s w a

KEPALA SEKOLAH

Tenaga Ahli/
Instansi Lain

Komite
Sekola
h

gangguan emosional berat, kecanduan alkohol dan narkotika, pelaku
kriminalitas, peserta didik hamil/menggugurkan kandungan, percobaan bunuh
diri, perkelahian dengan alat (misalnya ikat pinggang, senjata tajam atau
senjata api). Kasus berat dilakukan referal (alih tangan kasus) kepada ahli
psikologi, psikiater, dokter, polisi, ahli hukum yang sebelumnya terlebih
dahulu dilakukan kegiatan konferensi kasus.
Di sekolah sangat mungkin ditemukan siswa yang yang bermasalah,
dengan menunjukkan berbagai gejala penyimpangan perilaku. yang merentang
dari kategori ringan sampai dengan berat. Upaya untuk menangani siswa yang
bermasalah, khususnya yang terkait dengan pelanggaran disiplin sekolah dapat
dilakukan melalui dua pendekatan yaitu: (1) pendekatan disiplin dan (2)
pendekatan bimbingan dan konseling.
Penanganan siswa bermasalah melalui pendekatan disiplin merujuk pada
aturan dan ketentuan yang berlakuyang disebut dengan kode etik siswa SMP
Islam Raden Patah. Sebagai salah satu komponen organisasi sekolah, aturan (tata
tertib) siswa beserta sanksinya perlu ditegakkan untuk mencegah sekaligus
mengatasi terjadinya berbagai penyimpangan perilaku siswa. Namun sekolah di
sini bukan merupakan lembaga pengobatan atau rehabilitasi sehingga penanganan
siswa yang mengalami gangguan psikologi yang termasuk abnormal, siswa
mentally retarded, siswa yang membutuhkan perawatan khusus dalam hal
kesehatan atau siswa dengan kecenderungan perbuatan mengarah kriminalitas
akan di alihkasuskan ke pihak yang secara khusus menangani masalah tersebut.
Perlu diingat bahwa pengalihan kasus bukan berarti pihak sekolah berkeinginan
untuk memindahkan tanggung jawab, namun harus dilihat bahwa SMP Islam
Raden Patah merupakan sekolah swasta yang tidak mengkhususkan diri dalam
penanganan kasus-kasus yang demikian.
Untuk membentuk siswa SMP Islam Raden Patah agar sesuai dengan visi
dan misi sekolah, selain menggunakan pendekatan pertama juga menggunakan
pendekatan melalui Bimbingan dan Konseling. Berbeda dengan pendekatan
disiplin yang memungkinkan pemberian sanksi untuk menghasilkan efek jera,
penanganan siswa bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling justru lebih

KTSP SMP Islam Raden Patah T.P. 2010 - 2011

31

mengutamakan pada upaya penyembuhan dengan menggunakan berbagai layanan
dan teknik yang ada.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->