P. 1
teknik pengecoran

teknik pengecoran

|Views: 376|Likes:
Published by Tude Wangsa

More info:

Published by: Tude Wangsa on Oct 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2012

pdf

text

original

Monday, March 24, 2008

Teknik Pengecoran Logam
1. Definisi pengecoran, Review Proses Pengecoran Pengecoran (CASTING) adalah salah satu teknik pembuatan produk dimana logam dicairkan dalam tungku peleburan kemudian di tuangkan kedalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli dari produk cor yang akan di buat

Ada 4 faktor yang berpengaruh atau merupakan cirri dari proses pengecoran, yaitu : 1. Adanya aliran logam cair kedalam rongga cetak 2. Terjadi perpindahan panas selama pembekuan dan pendinginan dari logam dalam cetakan 3. Pengaruh material cetakan 4. Pembekuan logam dari kondisi cair

Klasifikasi pengecoran berdasarkan umur dari cetakan, ada pengecoran dengan sekali pakai (expendable Mold) dan ada pengecoran dengan cetakan permanent (permanent Mold). Cetakan pasir termasuk dalam expendable mold. Karena hanya bisa digunakan satu kali pengecoran saja, setelah itu cetakan tersebut dirusak saat pengambilan benda coran. Dalam pembuatan cetakan, jenis-jenis pasir yang digunakan adalah pasir silika, pasir zircon atau pasir hijau. Sedangkan perekat antar butir-butir pasir dapat digunakan, bentonit, resin, furan atau air gelas. 1. Terminologi Pengecoran dengan Cetakan Pasir

Secara umum cetakan harus memiliki bagian-bagian utama sebagai berikut : Cavity (rongga cetakan), merupakan ruangan tempat logam cair yang dituangkan kedalam cetakan. Bentuk rongga ini sama dengan benda kerja yang akan dicor. Rongga cetakan dibuat dengan menggunakan pola. Core (inti), fungsinya adalah membuat rongga pada benda coran. Inti dibuat terpisah dengan cetakan dan dirakit pada saat cetakan akan digunakan. Bahan inti harus tahan menahan temperatur cair logam paling kurang bahannya dari pasir. Gating sistem (sistem saluran masuk), merupakan saluran masuk kerongga cetakan dari saluran turun. Gating sistem suatu cetakan dapat lebih dari satu, tergantung dengan ukuran rongga cetakan yang akan diisi oleh logam cair.

Sprue (Saluran turun), merupakan saluran masuk dari luar dengan posisi vertikal. Saluran ini juga dapat lebih dari satu, tergantung kecepatan penuangan yang diinginkan. Pouring basin, merupakan lekukan pada cetakan yang fungsi utamanya adalah untuk mengurangi kecepatan logam cair masuk langsung dari ladle ke sprue. Kecepatan aliran logam yang tinggi dapat terjadi erosi pada sprue dan terbawanya kotoran-kotoran logam cair yang berasal dari tungku kerongga cetakan. Raiser (penambah), merupakan cadangan logam cair yang berguna dalam mengisi kembali rongga cetakan bila terjadi penyusutan akibat solidifikasi. 1. Pengecoran Cetakan Pasir Pengecoran dengan cetakan pasir melibatkan aktivitas-aktivitas seperti menempatkan pola dalam kumpulan pasir untuk membentuk rongga cetak, membuat sistem saluran, mengisi rongga cetak dengan logam cair, membiarkan logam cair membeku, membongkar cetakan yang berisi produk cord an membersihkan produk cor. Hingga sekarang, proses pengecoran dengan cetakan pasir masih menjadi andalan industri pengecoran terutam industri-industri kecil. Tahapan yang lebih umum tentang pengecoran cetakan pasir diperlihatkan dalam gambar dibawah ini.

Alasan pemakaian pasir sebagai bahan cetakan adalah karena murah dan ketahanannya terhadap temperature tinggi. Pemilihan jenis pasir untuk cetakan melibatkan bebrapa factor penting seperti bentuk dan ukuran pasir. Akurasi dimensi lebih baik dari cetakan pasir basah dan sebagai konsekuensinya jenis cetakan ini lebih mahal. Dalam cetakan yang tidak dikeringkan (no-bake mold). Karena ikatan . pasir halus dan bulat akan menghasilkan permukaan produk yang mulus/halus. Pasir Kebanyakan pasir yang digunakan dalam pengecoran adalah pasir silika (SiO2). Karena komposisinya mudah diatur. Sebagai contoh . Cetakan yang banyak digunakan dan paling murah adalah jenis green sand mold (cetakan pasir basah). Jenis Cetakan Pasir Ada tiga jenis cetakan pasir yaitu green sand. Istilah lain dalam cetakan pasir adalah skin dried. pasir dicampur dengan pengikat yang terbuat dari bahan organik dan in-organik dengan tujuan lebih meningkatkan kekuatan cetakan. Ketiga Bahan tersebut diaduk dengan komposisi tertentu dan siap dipakai sebagi bahan pembuat cetakan. Kata “basah” dalam cetakan pasir basah berati pasir cetak itu masih cukup mengandung air atau lembab ketika logam cair dituangkan ke cetakan itu.A. resin sintetik cair dicampurkan dengan pasir dan campuran itu akan mengeras pada temperatur kamar. Dalam cetakan kotak dingin (box-cold-mold). cold-box dan no-bake mold. Untuk membuat pasir cetak selain dibutuhkan pasir juga pengikat (bentonit atau clay/lempung) dan air. Pasir merupakan produk dari hancurnya batu-batuan dalam jangka waktu lama. Karena itu kekuatan cetakan ini meningkat dan mampu untuk diterapkan pada pengecoran produkproduk yang besar. Ada dua jenis pasir yang umum digunakan yaitu naturally bonded (banks sands) dan synthetic (lake sands). B. Cetakan ini sebelum dituangkan logam cair terlebih dahulu permukaan dalam cetakan dipanaskan atau dikeringkan. pasir sinetik lebih disukai oleh banyak industri pengecoran.

Match-piate pattern Jenis ini popular yang digunakan di industri. Pemilihan material pola tergantung pada bentuk dan ukuran produk cor. Pola tunggal (one pice pattern / solid pattern) Biasanya digunakan untuk bentuk produk yang sederhana dan jumlah produk sedikit. 2. . Jenis pola ini sering digunakan bersama-sama dengan mesin pembuatan cetakan dan dapat menghasilkan laju produksi yang tinggi untuk produk-produk kecil. Pola ini dibuat dari kayu dan tentunya tidak mahal. jumlah produk cor dan jenis proses pengecoran yang digunakan. Selain diperlukan cetakan yang tinggi. plastic/polimer atau logam. bentukproduk yang dapat dihasilkan rumit dari pola tunggal. Jenis-jenis pola : 1. Pola terpisah (spilt pattern) Terdiri dari dua buah pola yang terpisah sehingga akan diperoleh rongga cetak dari masing-masing pola. beberapa sifat lain cetakan pasir yang perlu diperhatikan adalah permeabilitas cetakan (kemampuan untuk melakukan udara/gas). Pola Pola merupakan gambaran dari bentuk produk yang akan dibuat. Pola “terpasang jadi satu” dengan suatu bidang datar dimana dua buah pola atas dan bawah dipasang berlawanan arah pada suatu pelat datar. Dengan pola ini. 3.antar pasir terjadi tanpa adanya pemanasan maka seringkali cetakan ini disebut juga coldsetting processes. C. Pola dapat dibuat dari kayu. akurasi dimensi.

Inti ditempatkan dalam rongga cetak sebelum penuangan untuk membentuk permukaan bagian dalam produk dan akan dibongkar setelah cetakan membeku dan dingin.D. . inti harus kuat. Untuk membuat cetakan diperlukan pola sedangkan untuk membuat inti dibutuhkan kotak inti. pembuatan inti serupa dengan pembuatan cetakan pasir yaitu menggunakan no-bake. permeabilitas baik. diperlukan dudukan inti (core prints). cold-box dan shell. tahan panas dan tidak mudah hancur (tidak rapuh). Seperti cetakan. Inti Untuk produk cor yang memiliki lubang/rongga seperti pada blok mesin kendaraan atau katup-katup biasanya diperlukan inti. Dudukan inti biasanya dibuatkan pada cetakan seperti pada gambar 8. Agar inti tidak mudah bergeser pada saat penuangan logam cair.

Menyiapkan bidang dasar datar atau pelat datar dan meletakan pola atas (cope) yang sudah ada dudukan inti dipermukaan pelat datar tadi. penuangan logam cair dan pembongkaran produk cor. d. c. untuk cetakan bagian bawah (drag) beserta sistem saluran.E. Operasi Pengecoran Cetakan Pasir Operasi pengecoran dengan cetakan pasir melibatkan tahapan proses perancangan produk cor. pembuatan cetakan. pembuatan pola dan inti. Tahapan lebih rinci terlihat pada gambar Dibawah ini : Setelah proses perancangan produk cor yang menghasilkan gambar teknik produk (a) dilanjutkan dengan tahapan-tahapan berikutnya : b. Seperti pada langkah c. Inti yang telah jadi disatukan (inti yang dibuat berupa inti setengah atau paroan inti) . Menyiapkan koak inti (untuk pembuatan inti) e.

akan tetapi berarti kemampuan logam cair untuk mengisi ruang-ruang dalam rongga cetak. Inti ditempatkan pada dudukan inti yang ada pada drag. cetakan dibongkar dan produk cor dibersihkan dari sisa-sisa pasir cetakan. Pola atas yang ada dipermukaan pelat datar ditutupi oleh rangka cetak atas (cope) dan ditambahkan system saluran seperti saluran masuk dan saluran tambahan (riser). k. Temperatur penuangan secara teoritis harus sama atau diatas garis liquidus. m. Setelah diisi pasir cetak dan dipadatkan. Setelah disi pasir cetak dan dipadatkan. Giliran drag diisi pasir cetak setelah menempatkan rangka cetak diatas pola dan pelat datar. karena besaran ini diperoleh dari pengujian yang merupakan karakteristik rata-rata dari bebrapa sifat-sifat fisik dari logam cair. Cacat lain yang bisa terjadi jika temperatur penuangan terlalu rendah adalah laps dan seams. Setelah membeku dan dingin. kemungkinan besar terjadi solidifikasi didalam gating sistem dan rongga cetakan tidak terisi penuh. Cope dipasangkan pada drag dan dikunci kemudian dituangkan logam cair. Sistem saluran dihilangkan dari produk cor dengan berbagai metoda dan produk cor siap untuk diperlakukan lebih lanjut. Jika temperatur penuangan lebih rendah. Ada dua faktor yang mempengaruhi fluiditas logam cair. Fluiditas tidak dapat dikaitkan secara langsung dengan sifat-sifat fisik secara individu. pola dilepaskan dari cetakan j. l. Dalam teknik pengecoran logam fluiditas tidak diartikan sebagai kebalikan dari viskositas. Selanjutnya diisi dengan pasir cetak.f. Cacat ini disebut juga dengan nama misrun. Yaitu benda cor yang dihasilkan seakan-akan membentuk . i. yaitu temperatur dan komposisi unsur. pola dan system saluran dilepaskan dari cetakan h. g.

dan memiliki range pembekuan yang besar memiliki fluiditas yang jelek. Terjadi reaksi yang cepat antara logam tuang. cair dan gas diadalam rongga cetakan. Dari pengujian ini dapat dicari daerah temperatur penuangan yang menghasilkan produk dengan cacat yang seminim mungkin. Jika temperatur penuangan terlalu tinggi pasir yang terdapat pada dinding gating sistem dan rongga cetakan mudah lepas sewaktu bersentuhan dengan logam cair dan permukaanya menjadi kasar. dengan zat padat. dimana alur satu dengan alur lai berdampingan daya ikatannya tidak begitu baik. Faktor utama yang lain yang mempengaruhi besaran fluiditas adalah komposisi paduan. Alloys yang dibentuk dari larutan padat.alur-alur aliran kontinu logam yang masuk kedalam rongga cetak. Logam cair yang memiliki fluiditas yang tinggi adalah logam murni dan alloys komposisi eutectic. .

Pemilihan metoda ini sangat tergantung .Contoh Pola spiral hasil pengujian Fluiditas Ada beberapa metoda dalam mengukur fluiditas. Metoda ini dibedakan berdasarkan bentuk rongga cetak yang digunakan untuk mengetahui mampu alir logam cair. Ada rongga cetak yanmg berbentuk spiral dan ada juga rongga cetak yang berbentuk lorong yang memanjang.

Harga fluiditasnya dinyatakan dengan panjang (dalam mm) spiral yang terisi logam. Atas dasar hal ini. 4.Logam-logam dalam pengecoran . fluiditas juga dikenal dengan istilah Fluid life.Beberapa bentuk cetakan untuk pengukuran Fluiditas dari bentuk benda kerja dan bahan cetakan yang akan digunakan. Meskipun hasil pengukuran dengan metoda diatas dipengaruhi oleh sifat-sifat cetakan. namun pengukuran tersebut sangat praktis. karena langsung menggambarkan bagaimana mampu alir logam cair dalam rongga cetak dengan bahan cetakan sebenarnya. Dalam melakukan pengukuran mampu alir dipraktikum ini digunakan metode dengan rongga cetak yang berbentuk spiral.

Selain grafit. dan  Proses perlakuan panas o o  Ada lima jenis besi cor :  Besi cor kelabu (grey cast iron)  Besi cor malleable (malleable cast iron)  Besi cor putih (white cast iron)  Besi cor nodular (nodular/ductile cast iron)  Compacted graphite cast iron (memiliki struktur mikro antara besi cor . Cu. Matris besi cor sama dengan yang terdapat pada baja. Sifat mekanik besi cor tergantung pada jenis struktur mikronya yaitu bentuk dna distribusi elemen-elemen penyusunnya. yaitu feritik. perlitik. Jumlah . Matriks yang terjadi tergantung pada :  Komposisi kimia  Laju pendinginan. feritik+perlitik dan martensitik. kekerasan atau ketahanan korosi. Unsur yang umumnya ditambahkan yaitu Cr. Unsur lain dapat ditambahkan dengan maksud untuk meningkatkan sifat-sifat seperti kekuatan. Besi cor memiliki selang temperature cair yang relaitf lebih rendah daripada baja dan relatif lebih “encer” ketika cair. Mo dan Ni.7 % dan 1-3 %Si. Salah satu elemen yang memiliki pengaruh yang berarti adalah grafit.ukuran dan bentuk grafit mempengaruhi kekuatan dan keuletan besi cor.Besi cor o Paduan besi yang mengandung C >: 1. matriks juga ikut mempengaruhi sifat mekaniknya.

 Kelabu dan besi cor nodular). akan tetapi tetap berkaitan . biasanya pada besi cor diterapkan perlakuan panas karena dari kondisi hasil pengecoran (as-cast) tidak diperoleh sifat yang diinginkan.  Sifat mekanik : = 45 -75 ksi (kekuatan tarik) = 35 – 60 ksi (kekuatan luluh) e = 1 – 6% (perpanjangan)  Sifat matriks dan karakter grafit diperoleh dari kesetimbangan  Komposisi kimia  Derajat inokulasi  Laju pembekuan  Pengaturan laju pendinginan  Untuk mendapatkan sifat yang diinginkan. Proses perlakuan panas yang umum diterapkan :  Annealing  Austenitizing dan Quenching  Tempering Besi Cor Putih  Besi cor putih terbentuk ketika unsur karbon (C) tidak mengendap sebagai grafit selama proses pembekuan.

Nama besi cor kelabu didapat dari tampilan patahan berwarna kelabu. . krom (Cr) atau molibden (Mo) membentuk karbida. Besi Cor Kelabu  Besi cor kelabu merupakan paduan dari unsur-unsur besi (Fe).  Besi cor putih bersifat keras dan getas dan memiliki tampilan patahn seperti kristal berwarna putih.  Besi cor kelabu untuk keperluan otomotif dan konstruksi umum lainnya dibagi menjadi 10 kelas/garde yang didasarkan pada kekuatan tarik minimumnya. karbon © dan silicon (Si) yang mengandung “ karbon tak berkaitan” dalam bentuk grafit.dengan unsur besi (Fe).

karakteristik cetakan dan laju pendinginan selama dan setelah pembekuan. . kekerasan dan struktur mikro dari besi cor kelabu dipengaruhi oleh beberapa factor seperti komposisi kimia. cetakan. desain. Cr. Mo dan Ni seringkali ditambahkan untuk mengatur struktur mikro matriks dan pembentukan grafit. Kekuatan. Selain itu bertujuan untuk meningkatkan ketahanan korosi besi cor kelabu pada beberapa media.  Unsur Cu.

mengendap dan membentuk grafit bulat tak beraturan (irregular nodules of graphite) yang disebut korbon temper. Kombinasi dengan proses temper akan meningkatakan ketangguhan dan menurunkan kekerasannya. . Proses tersebut menyebabkan unsure karbon terlarut dalam austenit. besi cor putih dipanaskan hingga temperatur diatas temperatur eutectoid (1700oF) kemudian ditahan hingga beberapa jam dan didinginkan dalam tungku.  Proses terbentuknya beis cor putih akibat :  Rendahnya kandungan karbon dan silikon  Adanya unsur-unsur pembentuk karbida seperti Cr. Mo dan V  Laju pendinginan dan pembekuan yang tinggi  Pada proses pembuatan besi cor malleable. Besi Cor Nodular  Besi cor nodular memiliki komposisi unsure yang sama dengan besi cor kelabu. Besi cor kelabu dapat dikeraskan dengan proses quenching dan temperature sekitar 1600˚F (menjadi getas). Proses ini akan menghasilkan besi cor malleable dengan matriks ferit. Unsure tersebut yaitu karbon dan silikon. Besi Cor Malleable  Besi cor ini dihasilkan dari proses perlakuan panas besi cor putih yang memiliki komposisi tertentu.

Ø Struktur mikro baja cor yang memiliki kandungan karbon lebih dari 0.Sulfur (S) : <>  Struktur mikro baja cor yang memiliki kandungan karbon kurang dari 0. Perbedaan besi cor nodular dan kelabu terletak pada bentuk grafit (untuk menghasilkan bentuk grafit yang berbeda.Silikon (Si) : 0. Kadar karbon yang lebih tinggi menambah jumlah sementit. baja cor mengandung  . .8 % (baja hypoeutektoid) terdiri dari FERIT dan PERLIT.00 %  . digunakan proses yang berbeda pula)  Pembulatan grafit dicapai karena ditambahkan unsure Magnesium (Mg) dan Cerium (Ce).0 %).Fosfor (P) : <>  .Mangan (Mn) : 0.7 % (beberapa literature menyebutkan kandungan karbon maksimum 2.20 – 0. Baja (Baja Cor)  Salah satu jenis baja adalah baja karbon yaitu paduan besi-karbon yang mengandung unsure karbon kurang dari 1.8 % (baja hipereutektoid) terdiri dari SEMENTIT (Fe3C) dan PERLIT. Sebagai tambahan selain karbon. Kadar karbon yang lebih tinggi menambah jumlah perlit.70 %  .50 – 1.

tungku krusibel. Karakteristik masing-masing tungku peleburan adalah : . unsur-unsur paduan dan material lainnya seperti fluks dan unsur pembentuk terak dimasukkan kedalam tungku. Fluks adalah senyawa inorganic yang dapat “membersihkan” logam cair dengan menghilangkan gas-gas yang ikut terlarut dan juga unsur-unsur pengotor (impurities). tungku induksi. seperti pada paduan alumunium terdapat cover fluxes (yang menghalangi oksidasi dipermukaan alumunium cair). Cleaning fluxes. Sedangkan baja cor dengan kadar C=0. dan tungku kupola. 5.8 % didinginkan dalam tungku 900oC struktur yang terlihat jelas yaitu PERLIT. refining fluxes. dan wall cleaning fluxes Tungku-tungku peleburan yang biasa digunakan dalam industri pengecoran logam adalah tungku busur listrik. Pada proses peleburan. Fluks memiliki beberpa kegunaan yang tergantung pada logam yang dicairkan. drossing fluxes.20 % diatas diperoleh dari pendinginan didalam tungku dari temperatur 950oC setelah pengecoran. mula-mula muatan yang terdiri dari logam. Proses Peleburan Logam Peleburan logam merupakan aspek terpenting dalam operasi-operasi pengecoran karena berpengaruh langsung pada kualitas produk cor. Bagian yang hitam adalah PERLIT dan yang putih adalah FERIT..Ø Baja cor dengan kadar C=0.

Tungku busur listrik o o o laju peleburan tinggi → laju produksi tinggi polusi lebih rendah dibandingkan tungku-tungku lain memiliki kemampuan menahan logam cair pada temperatur tertentu untuk jangka waktu lama untuk tujuan pemaduan 1.1. penahanan temperatur (menjaga logam cair pada temperatur konstan untuk jangka waktu lama. Tungku induksi o Khususnya digunakan pada industri pengecoran kecil o Mampu mengatur komposisi kimia pada skala peleburan kecil o Terdapat dua jenis tungku yaitu Coreless (frekuensi tinggi) dan core atau channel (frekuensi rendah. sehingga sangat cocok untuk aplikasi proses die-casting). dan duplexing/tungku parallel (menggunakan dua tungku seperti pada operasi pencairan logam dalam satu tungku dan memindahkannya ke tungku lain) . sekitar 60 Hz) o Biasanya digunakan pada industri pengecoran logam-logam non-ferro o Secara khusus dapat digunakan untuk keperluan superheating (memanaskan logam cair diatas temperatur cair normal untuk memperbaiki mampu alir).

Tungku krusibel o Telah digunakan secara luas disepanjang sejarah peleburan logam. dimiringkan atau juga dapat dipindahpindahkan o Dapat diaplikasikan pada logam-logam ferro dan non-ferro 2. kokas dan fluks .1. o Tungku ini bias dalam keadaan diam. Proses pemanasan dibantu oleh pemakaian berbagai jenis bahan bakar. Tungku kupola o Tungku ini terdiri dari suatu saluran/bejana baja vertical yang didalamnya terdapat susunan bata tahan api o Muatan terdiri dari susunan atau lapisan logam.

3. saluran masuk atau skrap balik yang dibeli dari pabrik pengecoran. Paduan besi . Besi kasar (20 % . Skrap balik Yang dimaksud skrap balik adalah coran yang cacat. saluran turun. Untuk besi cor kekuatan tinggi ditambahkan dalam jumlah yang banyak.40 %) Kadar karbon dan siliko yang rendah adalah menguntungkan untuk mendapat coran dengan prosentase Carbon dan Si yang terbatas.30 %) 2. menghasilkan logam cair dalam jumlah besar dan laju peleburan tinggi Muatan Kupola 1. Skrap baja (30 % . 4. bekas penambah.o Kupola dapat beroperasi secara kontinu.

Bila temperatur penuangannya rendah. Prosentase karbon terutama diatur oleh perbandingan besi kasar dan skrap baja. Prosentase karbon berkurang karena oksidasi logam cair dalam cerobong dan pengarbonan yang disebabkan oleh reaksi antar logam cair dengan kokas. Tambahan harus dimasukkan dalam perhitungan untuk mengimbangi kehilangan pada saat peleburan. Akibatnya pada dinding cetakan tersebut timbul banyak inti padat dan selanjutnya tumbuh kearah cairan logam. cairan logam yang berada ditengah-tengah ingot akan tetap berada diatas temperatur likuidus untuk jangka waktu lama.1 % Metalurgi Proses Pengecoran Pembekuan ingot dan Coran Dari Pembekuan ingot dihasilkan 3 daerah dengan karakteristik yang berbeda. Penambahan dimasukkan 10 sampai 20 % untuk Si dan 15 sampai 30 % untuk Mn. Peningkatan kadar belerang (steel) yang diperbolehkan biasanya 0. Prosentase steel bertambah karena pengambilan steel dari kokas. Disisi lain bila temperatur penuangan tinggi. Fe-Mn ditambahkan untuk mengatur komposisi. seluruh bagian logam cair akan membeku secara cepat dibawah temperatur likuidus. Chill Zone Selama proses penuangan logam cair kedalam cetakan. Daerahdaerah tersebut adalah : 1.Paduan besi seperti Fe-Si. . logam cair yang berkontak langsung dengan dinding cetakan akan mengalami pendinginan yang cepat dibawah temperatur likuidusnya.

. Columnar zone Sesaat setelah penuangan. Jika Fraksi volum padatan (dendrite) meningkat dengan meningkatnya panjang dendrit dan jika struktur yang terbentuk berfasa tunggal.2. gradien temperatur pada dinding cetakan menurun dan kristal pada daerah chill tumbuh memanjang dalam arah kristal tertentu. Daerah yang terbentuk antara ujung dendrit dan ttitik dimana sisa cairan terakhir akan membeku disebut sebagai mushy zone atau pasty zone. Kristalkristal tersebut tumbuh memanjang berlawanan dengan arah perpindahan panas (panas bergerak dari cairan logam kea rah dinding cetakan yang bertemperatur lebih rendah) yang disebut dengan dendrit. maka lengan-lenagn dendrti sekunder dan tertier akan timbul dari lengan dendrit primer. Setiap kristal dendrit mengandung banyak lengan-lengan dendrit (primary dendrit).

.3. Pada daerah ini perbedaan temperatur yang ada tidak menyebabkan terjadinya pertumbuhan butir memanjang. Equiaxed zone Daerah ini terdiri dari butir-butir equiaxial yang tumbuh secara acak ditengahtengah ingot.

Pada paduan-paduan dengan selang temperatur pembekuan lebar. Pemeriksaan Produk Cor Tujuan : 1. yaitu : 1.Pengaruh Penyusutan Kebanyakan logam akan menyusut selama proses pembekuan dan ini mengakibatkan perubahan struktur ingot. Temperatur yang menyebabkan perbedaan kerapatan dalam cairan Segregasi dalam pembekuan logam tidak diinginkan karena memberikan pengaruh buruk pada sifat mekanik. Pemeriksaan rupa . Segregasi pada Ingot dan Coran Pada struktur pembekuan terdapat dua jenis segregasi yaitu segregasi makro (perubahan komposisi pada tiap bagian spesimen) dan segregasi mikro (seperti yang terjadi antara lengan dendrit sekunder). Perbedaan kerapatan antardendritik cairan logam 3. Perbedaan kerapatan antara padatan dan cairan 4. Paduan-paduan dengan selang pembekuan (daerah antara temperatur liquidus dan solidus ) yang sempit menghasilkan mushy zone yang sempit pula dan pada bagian permukaan atas ingot terdapat sisa cairan logam yang lama kelamaan akan berkurang hingga pembekuan berakhir dan pada ingot mengandung rongga cukup dalam pada bagian tengah atau disebut pipe. Ada empat faktor yang menyebabkan timbulnya segregasi makro. Penyusutan karena pembekuan dan kontraksi panas 2. Untuk segregasi mikro. mushy zone dapat menempati seluruh bagian ingot sehingga tidak terbentuk pipe. pengaruhnya dapat dikurangi dengan proses perlakuan panas (homogenisasi).

Rockwell. micrometer. NDT) a. Retakan 4. Pemeriksaan rupa/fisik b. Pemeriksaan supersonic (ultrasonic) e. Pengujian struktur mikrodan struktur makro 4. Pengujian analisa kimia (spektrometri.a. Pemeriksaan ketukan b. yaitu : 1. Lubang-lubang 3. Pengujian tarik c. Pemeriksaan cacat dalam (pemeriksaan tidak merusak. Pemeriksaan penetrasi (dye-penetrant) c. Permukaan kasar 5. Pengujian kekerasan (menggunakan metoda Brinell. Pemeriksaan radiografi (radiografi) 3.EDS) d. Vickers dan Shore) b. Pemeriksaan dengan merusak Cacat-cacat Coran Komisi pengecoran international telah membuat penggolongan cacat-cacat coran dan dibagi menjadi 9 kelas. Salah alir . Pemeriksaan material a. Pemeriksaan magnafluks (magnetic-particle) d. Pemeriksaan dimensi (menggunakan jangka sorong. Ekor tikus tak menentukan atau kekerasan yang meluas 2. jig pemeriksa dan alat ukur lainnya) 2.

Cacat-cacat tak nampak Proses Pembuatan Besi Kasar Pada umumnya logam-logam yang dihasilkan dari dalam tambang masih dalam bentuk batu-batuan dan biasanya terdapat dalam keadaan terikat dengan unsurunsur lain. Kesalahan ukuran 7. Deformasi 9. Tanur tinggi Tanur tinggi digunakan untuk mengolah logam-logam tambang (bijih besi). Inklusi dan struktur tak seragam 8. batu kapur untuk dijadikan besi kasar. Untuk dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan barang-barang jadi atau setengah jadi maka terlebih dahulu logam-logam tersebut mendapat beberapa pengerjaan. Besi kasar yang dihasilkan ini nantinya masih perlu diolah kembali didalam tungku-tungku baja untuk dijadikan baja atau besi . kokas.6.

Bagian tengah Bagian tengah ini memiliki bangun berbentuk kerucut yang makin kebawah makin besar. Bagian atas (puncak) Bahan-bahan seperti kokas. Fungsinya dibuat demikian adalah : . c.Gas CO dapat mencapai setiap tempat dekat dinding Bagian dalam tungku dilapisi dengan bata tahan api.Bahan-bahan mudah bergeser kebawah .Tanur tinggi mempunyai tinggi ± 30 m dan diameter terbesar ± 9 m. Tungku ini dibagi menjadi bagian utama yaitu : a.Isi tungku makin lama makin mengecil Bagian dalamnya terbuat dari bata tahan api kualitas tinggi karena dinding bagian ini harus tahan terhadap temperatur tinggi (± 3000 oF) dan tahan terhadap reaksi kimia seperti tahan terhadap asam-asam. Bagian bawah Bagian ini mempunyai bangun berbentuk kerucut yang makin kebawah semakin mengecil dan gunanya dibuat demikian adalah : . bijih besi dan bahan tambahan (kapur) dimasukkan melalui bagian ini. .Cairan mudah dikumpulkan pada tungku . bagian luar terbuat dari pelat-pelat baja dan bagian dalamnya dilapisi bata tahan api. terutama bila bijih besinya mengandung fosfor.cor. Pada bagian ini juga dilengkapi dengan lubang-lubang untuk melakukan udara. b.

berwarna hijau tua mendekati warna hitam dan mempunyai sifat magnet yang kuat. dipasang pipa-pipa saluran yang dialiri air pendingin dan pada bagian atas tabung dipasang pipa-pipa yang digunakan untuk menyalurkan udara panas. batu besi merah) mengandung unsur besi antara 45 %-65 % dan sedikit mengandung fosfor. Biji besi Besi didapat dengan mengambil dari biji besi yang umumnya berbentuk oksida dari alam dan besi murni hanya didapat dalam jumlah yang kecil.Dapat tahan terhadap proses kimia . Bahan-bahan dalam Proses Tanur Tinggi 1.70 % dan hampir tidak mengandung fosfor. Pemisahan unsur besi dari biji besi dilakukan dalam sebuah tungku yang dinamai dengan SMELTING (proses reduksi). .Dapat tahan terhadap temperatur tinggi Diantara pasangan-pasangan bata tahan api. Dibuat tebal dan menggunakan bata tahan api karena : . Adapun biji besi tersebut ditemukan dalam bentuk sebagai berikut : a. Bagian Tungku Bagian ini berbentuk silinder yang merupakan tabung persegi empat.Dapat tahan terhadap tekanan logam cair dan terak cair .  Magenetit (Fe3O4) mengandung unsur besi antara 40 % . Pada bagian dalamnnya dipasang bata tahan api kualitas tinggi dan memiliki ketebalan ± 1m.d. Berbentuk batu  Hematit (Fe2O3. Pada bagian dinding tungku dipasangi lubang laluan logam cair dan terak cair.

2. tidak mengandung P dan S. CaCO3) sehingga akan membentuk terak 3.50 % air dan fosfor b. Berbentuk pasir Pasir besi (TiO2) mengandung oksida besi = 70 % yang bercampur dengan oksida titan (Ti2O2) antara 9 % . mengandung unsur besi 25 % . Batu Kapur Biji besi hasli proses reduksi belum dapat diaktakan bersih secara keseluruhan dan masih terdapat kotoran-kotoran. mudah pecah dan berpori-pori • Jumlahnya terbatas • Hanya dapat digunakan untuk tanur tinggi yang memiliki tinggi 17-20m Kokas . Fe2O3H2O. Sedangkan kerugiannya adalah : • Nilai kalornya rendah kira-kira 400 Cal/Kg • Tidak keras. Bahan Bakar Bahan bakar yang digunakan dalam proses tanur tinggi adalah kokas dan arang kayu Arang kayu Keuntungan mengunakan arang kayu adalah karena bersih. Untuk menghilangkan kotoran-kotoran tersebut maka pada saat diproses dalam tanur tinggi ditambahkan batu kapur (CaO atau dolomite.11 % c. Berbutir halus Sperosiderit mengandung unsur besi ± 40 % bercampur dengan tanah liat.

Didapat dari pembakaran tidak sempurna batu bara. Untuk mereduksi bijih besi diperlukan udara panas yang banyak dan udara panas yang digunakan mempunyai temperatur ± 900OC. besar-besar dan berpori-pori • Mempunyai kadar karbon yang tinggi • Sewaktu pembuatan kokas terdapat hasil tambahan seperti gas. . Kekurangan bahan bakar kokas yaitu mengandung belerang (S) dan ini sangat buruk pengaruhnya terhadap pembuatan baja atau besi cor. Untuk mendapat udara panas dengan temperatur yang tinggi adalah dengan memanaskan udara dingin di tungku pemanas yang dinamakan tungku COWPER. Udara panas Udara panas digunakan untuk membantu pembakaran (CO2) dan pembentukan gas CO sebagai gas untuk reduksi biji besi. dll. ter. Keuntungan menggunakan kokas sebagai bahan bakar adalah : • Nilai kalornya tinggi sekitar 8000 Cal/Kg • Keras. Udara dingin yang dimasukkan didatangkan dari kompresor torak. Anthrosit Keuntungan menggunakan bahan bakar jenis ini adalah : • Nilai karbonnya tinggi sekitar 8000 Cal/Kg • Cukup keras dan besar-besar • Tidak mengandung gas Kekurangan bahan bakar anthrosit adalah tidak berpori dan hanya sedikit terdapat di dunia 4.

. February 13. January 15.ok abang ku..... comot dulu ah artikel.. 2010 8:08 PM Anonymous said..com[/B] Skip Laggin Downloads With NZB Downloads You Can Swiftly Search High Quality Movies. Posted by Dendi Abdulah at 11:29 PM 9 comments: marlet said... January 15.... mampir dunk ke blog aku.......... [B]NZBsRus.............. trims ya bunk. 2010 1:28 PM Anonymous said...nzbsrus.. 2009 10:13 AM Mohammad said.. BANG DEND... 2010 8:07 PM tobing said..biar lebih lengkap..Keuntungan menggunakan udara panas dalam proses tanur tinggi adalah untuk menghemat bahan bakar untuk mempercepat proses reduksi atau pencairan biji besi... . Software & Download Them at Dashing Speeds [URL=http://www.... Thanks ya mas atas artikelnya........ saya bs bisa membuat makalah saya. salam kenal y? aku tunggu gambar warnanya.. 2009 11:21 PM tobing said. lagi cari buat tugas kul. Salam kenal..com][B]NZB[/B][/URL] February 8.. Terimakasih ya.... Music.. Games.. btw gmn kalau gambar diganti dgn warna. February 16. Bagus banget buat tugas kuliah..

com]casino[/url] disdain at http://freecasinogames2010.. blackjack. terimakasi buat cerita tehniknya .....ttittancasino.realcazinoz. Just want to say what a great blog you got here! I've been around for quite a lot of time. you can also maintain up our up to tryst [url=http://freecasinogames2010. and keep it going! Cheers Christian. 2010 9:38 AM Post a Comment Links to this post Create a Link Newer Post Home Subscribe to: Post Comments (Atom) Blog Archive . 2010 12:06 AM Anonymous said. good info. 2010 9:24 PM Anonymous said.webs.net May 29.com and conquer true to life compressed currency ! another lone [url=http://www. heyday freed online casino bonus. baccarat and more at www. 2010 1:59 AM pengecoran logam said.com . but finally decided to show my appreciation of your work! Thumbs up.com]casino spiele[/url] structure is www. March 17. because german gamblers.com]casino[/url] pate and wing it denigrate online casino games like slots. April 12.ttittancasino.realcazinoz.webs. iwspo. roulette.com . thanks June 18.Choreograph the somatic with two backs casinos? approve this untested [url=http://www...

o ► September (1)  Proses Rolling o ► August (1)  Teknik Pembentukan: Stretch Forming o ► July (3)  Teknik Pembentukan: Metode – Metode Pembentukan  Teknik Pembentukan: Dasar-dasar Pembentukan Logam  SISTEM PERPIPAAN FLUIDA o ► June (7)  PENGENALAN PLTN  TURBIN ANGIN  Pemilihan bahan dan Proses Untuk Silinder Liner me. Sedikit Tentang Pe. 2 o ► May (2)  Teknik Pengelasan (welding) Bag...  SISTEM PENGATURAN PENGKONDISIAN UDARA  Diesel Versus Bensin  Proses Produksi: Laser Beam Machining (LBM)  Teknik Pengelasan (welding) Bag. 1  Motor Bakar Diesel o ▼ March (1)  Teknik Pengecoran Logam • • About Me Dendi Abdulah Seseorang yang mempunai keingintahuan yang tinggi... ▼ 2008 (17) o ► November (2)  Laporan KP di NTP (Proses Balancing Rotor)  Laporan KP di NTP (Intalasi Impeller Terhadap Poro. View my complete profile Tweepstyle Infocelebrityhollywood Komenfs Design by Editing . stay slim ► 2009 (1) o ► October (1)  Kerja Keras Adalah Energi Kita.• ► 2010 (1) o ► June (1)  Ashley Greene with a little exercise...

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->