Penelitian kualitatif

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari Penelitian kualitatif adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”. Penelitian kualitatif jauh lebih subyektif daripada penelitian atau survei kuantitatif dan menggunakan metode sangat berbeda dari mengumpulkan informasi, terutama individu, dalam menggunakan wawancara secara mendalam dan grup fokus. Sifat dari jenis penelitian ini adalah penelitian dan penjelajahan terbuka berakhir dilakukan dalam jumlah relatif kelompok kecil yang diwawancarai secara mendalam. Peserta diminta untuk menjawab pertanyaan umum, dan interviewer atau moderator group periset menjelajah dengan tanggapan mereka untuk mengidentifikasi dan menentukan persepsi, pendapat dan perasaan tentang gagasan atau topik yang dibahas dan untuk menentukan derajat kesepakatan yang ada dalam grup. Kualitas hasil temuan dari penelitian kualitatif secara langsung tergantung pada kemampuan, pengalaman dan kepekaan dari interviewer atau moderator group. Jenis penelitian yang sering kurang dilakukan dari survei karena mahal dan sangat efektif dalam memperoleh informasi tentang kebutuhan komunikasi dan tanggapan dan pandangan tentang komunikasi tertentu. Dalam hal ini sering metode pilihan dalam kasus di mana pengukuran atau survei kuantitatif tidak diperlukan.

Daftar isi
[sembunyikan]
• • • •

1 Kerahasiaan 2 Jaringan 3 Lihat pula 4 Pranala luar

di samping kualifikasi khusus . dll. persepsi dan pendapat tentang berbagai topik. tetapi untuk benar-benar menjamin. kegiatan dan manajemen komunikasi dengan responden terdapat aspek penting lainnya yaitu organisasi komunikasi yang belajar untuk sepenuhnya pemahaman dimensi tentang bagaimana sebuah organisasi berkomunikasi dan apa yang bekerja dan apa yang tidak dalam hal ini termasuk pemeriksaan penggunaan pola komunikasi elektronik sistem seperti e-mail. intranet. kekhawatiran. Ditambah lagi ada pemahaman lain bahwa penelitian yang benar jika menggunakan sebuah daftar pertanyaan dan datanya dianalisa dengan menggunakan teknik statistik. [sunting] Jaringan Selain penelitian yang melibatkan masyarakat dan media komunikasi yang dihasilkan. Penelitian di daerah-daerah yang sering dilakukan oleh sistem teknologi komunikasi dan audit personil profesional seperti lembaga periset. Voice-Mail.wikipedia. Responden survei dan peserta dalam wawancara mendalam dan fokus grup sering diminta untuk memberikan informasi secara terbuka. Kerahasiaan merupakan salah satu alasan utama. bahwa identitas peserta penelitian akan dijaga kerahasiaannya dan dilindungi sepenuhnya. http://id. jujur dan pribadi tanggapan tentang isu-isu sensitif. para peneliti harus mampu untuk tidak hanya menjamin. analisis pola arus komunikasi dalam jaringan. terdiri dari konsultan independen yang melakukan penelitian dan pengukuran komunikasi organisasi . Untuk mendapatkan kebenaran dari responden. sistem umpan balik dan komunikasi informal seperti memo.[sunting] Kerahasiaan Faktor yang penting kunci dari kesuksesan dalam organisasi penelitian adalah komunikasi dengan orang-orang adalah kerahasiaan.org/wiki/Penelitian_kualitatif Kupas Tuntas Metode Penelitian Kualitatif Bagian 1 PENGERTIAN METODE PENELITIAN KUALITATIF Pengertian Metode Penelitian Kualitatif Terdapat kesalahan pemahaman di dalam masyarakat bahwa yang dinamakan sebagai kegiatan penelitian adalah penelitian yang bercorak survei. .

Metode penelitian kualitatif menekankan pada metode penelitian observasi di lapangan dan datanya dianalisa dengan cara non-statistik meskipun tidak selalu harus menabukan penggunaan angka 4. Di antara kedua metode ini sering timbul perdebatan di seputar masalah metodologi penelitian. Peneliti harus mampu mengungkap gejala sosial di lapangan dengan mengerahkan segenap fungsi inderawinya.Pemahaman ini berkembang karena kuatnya pengaruh aliran positivistik dengan metode penelitian kuantitatif. 3. perilaku maupun ungkapan-ungkapan yang berkembang dalam dunia dan lingkungan responden. Penelitian kualitatif lebih menekankan pada penggunaan diri si peneliti sebagai alat. Salah satu argumen yang dikedepankan oleh metode penelitian kualitatif adalah keunikan manusia atau gejala sosial yang tidak dapat dianalisa dengan metode yang dipinjam dari ilmu eksakta. yaitu metode deduktif yang dikembangkan oleh Aristoteles dan metode induktif yang dikembangkan oleh Francis Bacon. DASAR-DASAR PENELITIAN KUALITATIF Paradigma Metode Penelitian Ada dua metode berfikir dalam perkembangan pengetahuan. Metode deduktif adalah metode berfikir yang berpangkal dari halhal yang umum atau teori menuju pada hal-hal yang khusus atau kenyataan. 1. Masing-masing aliran berusaha mempertahankan kekuatan metodenya 2. Dengan demikian. . peneliti harus dapat diterima oleh responden dan lingkungannya agar mampu mengungkap data yang tersembunyi melalui bahasa tutur. Ada dua kelompok metode penelitian dalam ilmu sosial yakni metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kualitatif. bahasa tubuh. kedua metode tersebut diperlukan dalam penelitian. Dalam pelaksanaan. Sedangkan metode induktif adalah sebaliknya.

Pada mulanya orang memandang bahwa apa yang terjadi bersifat alamiah. Dalam penelitian. . Masa ini disebut masa pra-positivisme. Tiap penelitian berpegang pada paradigma tertentu. Ciri-ciri Penelitian Kualitatif Penelitian kualitatif berbeda dengan penelitian lain. positivisme. dikenal tiga metode yang secara kronologis berurutan yakni metode pra-positivisme. yakni bahwa peneliti dapat dengan sengaja mengadakan perubahan dalam dunia sekitar dengan melakukan berbagai eksperimen. sehingga tidak dapat diikat oleh satu teori tertentu saja. Menurut pandangan post-positivisme. dan post-positivisme. Peneliti bersifat pasif sehingga tinggal memberi makna dari apa yang terjadi dan tanpa ingin berusaha untuk merubah. kebenaran tidak hanya satu tetapi lebih kompleks. Paradigma menjadi tidak dominan lagi dengan timbulnya paradigma baru. maka timbullah metode ilmiah. Pada mulanya metode kuantitatif dianggap memenuhi syarat sebagai metode penilaian yang baik. karena menggunakan alat-alat atau intrumen untuk mengakur gejala-gejala tertentu dan diolah secara statistik. Setelah itu timbul pandangan baru. Masa ini disebut masa positivisme. Untuk mengetahui perbedaan tersebut ada 15 ciri penelitian kualitatif yaitu: 1. Dapat dikatakan bahwa post-positivisme sebagai reaksi terhadap positivisme. Dalam penelitian kualitatif data dikumpulkan dalam kondisi yang asli atau alamiah (natural setting). Pandangan positivisme dalam perkembangannya dibantah oleh pendirian baru yang disebut post-positivisme. Dalam hal ini ada dua metode penelitian yakni metode kualitatif dan metode kuantitatif.Kegiatan penelitian memerlukan metode yang jelas. Oleh sebab itu digunakan metode kualitatif yang dianggap mampu menerangkan gejala atau fenomena secara lengkap dan menyeluruh. Pendirian post-positivisme ini bertolak belakang dergan positivisme. Tetapi dalam perkembangannya. data yang berupa angka dan pengolahan matematis tidak dapat menerangkan kebenaran secara meyakinkan.

Verifikasi. gambar. artinya mementingkan pandangan responden. Mengutamakan data langsung atau “first hand”. jadi tidak sebagai objek atau yang lebih rendah kedudukannya. Penerapan metode ini antara lain melalui kasus yang bertentangan atau negatif. 7. artinya peneliti sebagai alat utama pengumpul data yaitu dengan metode pengumpulan data berdasarkan pengamatan dan wawancara 3.2. . 6. 8. yakni bagaimana ia memandang dan menafsirkan dunia dan segi pendiriannya. Metode kualitatif menggunakan sampel yang sedikit dan dipilih menurut tujuan penelitian. Dengan demikian maka apa yang ada di balik tingkah laku manusia merupakan hal yang pokok bagi penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif digunakan metode triangulasi yang dilakukan secara ekstensif baik tringulasi metode maupun triangulasi sumber data. 10. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa kata-kata. Peneliti mengumpulkan dan mencatat data yang sangat rinci mengenai hal-hal yang dianggap bertalian dengan masalah yang diteliti. Latar belakang tingkah laku atau perbuatan dicari maknanya. Subjek yang diteliti berkedudukan sama dengan peneliti. Penelitian kualitatif menuntut sebanyak mungkin kepada penelitinya untuk melakukan sendiri kegiatan penelitian di lapangan. Mementingkan rincian kontekstual. 5. Pengambilan sampel secara purposif. Penelitian kualitatif lebih mementingkan proses daripada hasil. Peneliti sebagai alat penelitian. 9. Mengutamakan perspektif emik. 11. 4. artinya dalam pengumpulan data sering memperhatikan hasil dan akibat dari berbagai variabel yang saling mempengaruhi. Dalam penelitian kualitatif diusahakan pengumpulan data secara deskriptif yang kemudian ditulis dalam laporan. dan bukan angka.

Mengadakan analisis sejak awal penelitian. demikian seterusnya sampai dianggap mencapai hasil yang memadai. Etnometodologi berusaha memahami bagaimana . Untuk menggambarkan kebudayaan menurut perspektif ini seorang peneliti mungkin dapat memikirkan suatu peristiwa di mana manusia diharapkan berperilaku secara baik. Dasar teoritis dalam pendekatan kualitatif adalah: 1. peneliti berusaha memahami arti peristiwa dan kaitan-kaitannya terhadap orangorang biasa dalam situasi-situasi tertentu. Pendekatan etnometodologi. Dengan data yang diperoleh dari penelitian di lapangan dapat dirumuskan kesimpulan atau teori. Data yang diperoleh langsung dianalisa. 4. Dalam pandangan fenomenologis. baik dinyatakan secara eksplisit atau tidak. Etnometodologi berupaya untuk memahami bagaimana masyarakat memandang. Dalam pendekatan interaksi simbolik diasumsikan bahwa objek orang. dilanjutkan dengan pencarian data lagi dan dianalisis. Seorang peneliti dalam kegiatan penelitiannya. sebaliknya pengertian itu diberikan kepada mereka. 3. Pengertian yang dlberikan orang pada pengalaman dan proses penafsirannya bersifat esensial serta menentukan. 14. Teori bersifat dari dasar. Menggunakan “Audit trail”. Dasar Teoritis Penelitian Pada penelitian kualitatif. menerapkan paradigma tertentu sehingga penelitian menjadi terarah. Pendekatan kebudayaan. situasi dan peristiwa tidak memiliki pengertian sendiri.12. 2. 13. menjelaskan dan menggambarkan tata hidup mereka sendiri. Pendekatan fenomenologis. teori diartikan sebagai paradigma. Metode yang dimaksud adalah dengan mencantumkan metode pengumpulan dan analisa data. Peneliti dengan pendekatan ini mengatakan bahwa bagaimana sebaiknya diharapkan berperilaku dalam suatu latar kebudayaan. Pendekatan interaksi simbolik.

Oleh Moleong prinsip-prinsip ini disebut sebagai aksioma-aksioma. akan tetapi kadangkala perlu pula melihat sesuatu yang bersifat tersembunyi. konsep atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian. dan metoda-metoda. Ada berbagai macam paradigma yang mendasari kegiatan penelitian ilmu-ilmu sosial. prinsipprinsip serta metoda-metoda. yang oleh Bogdan dan Biklen dinyatakan sebagai kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama. tidak selalu dapat dan cukup didapat dengan melihat sesuatu yang nyata. . merupakan tradisi intelektual yang mendasarkan diri pada sesuatu yang berada di balik sesuatu yang faktual. yang menjadi dasar bagi para ilmuan dan peneliti di dalam mencari kebenaran melalui kegiatan penelitian. merupakan tradisi intelektual yang mendasarkan diri pada sesuatu yang nyata atau faktual dan yang serba pasti. dan menguraikan keteraturan dunia tempat mereka hidup. yang meliputi pengorganisasian fakta-fakta atau kenyataan-kenyataan. prinsip-prinsip. Sedangkan Hermeneutika.orang-orang mulai melihat. Dari sini dapat dipahami bahwa untuk dinyatakan sebagai ilmu pengetahuan. Logico Empiricism. namun di dalam melihat kebenaran tersebut. dan harus melacaknya lebih jauh ke balik sesuatu yang nyata tersebut. yang nyata atau yang terlihat. Seorang peneliti kualitatif yang menerapkan sudut pandang ini berusaha menginterpretasikan kejadian dan peristiwa sosial sesuai dengan sudut pandang dari objek penelitiannya. maka cabang studi itu haruslah memiliki unsur-unsur penemuan dan pengorganisasian. KEDUDUKAN DAN RAGAM PARADIGMA Kedudukan Paradigma Dalam Metode Penelitian Kualitatif Ilmu pengetahuan merupakan suatu cabang studi yang berkaitan dengan penemuan dan pengorganisasian fakta-fakta. Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang berusaha melihat kebenarankebenaran atau membenarkan kebenaran. Dasar-dasar untuk melakukan kebenaran itu biasa disebut sebagai paradigma. menerangkan. Paradigma-paradigma yang beragam tersebut tidak terlepas dari adanya dua tradisi intelektual Logico Empiricism dan Hermeneutika.

(3) model konflik. Landasan atau fondasi tersebut akan dijadikan sebagai prinsipprinsip atau asumsi-asumsi dasar maupun aksioma. (2) definisi sosial. dan (3) perilaku sosial. konsep atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian. Bagi kegiatan penelitian.Pilihan terhadap tradisi mana yang akan ditempuh peneliti sangat ditentukan oleh tujuan dan jenis data yang akan ditelitinya. Paradigma didalam ilmu pengetahuan sosial memiliki ragam yang demikian banyak. Perbedaan dan keragaman paradigma dan atau teori yang berkembang di dalam ilmu pengetahuan sosial. Menurut Bogdan dan Biklen paradigma dinyatakan sebagai kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama. yang dalam bahasanya Moleong disebut sebagai paradigma. Ragam Paradigma Dalam Metode Penelitian Dalam rangka melakukan pengumpulan fakta-fakta para ilmuwan atau peneliti terlebih dahulu akan menentukan landasan atau fondasi bagi langkah-langkah penelitiannya. Oleh karena itu para peneliti harus mempunyai pemahaman yang cukup terhadap dasar pemikiran paradigma-paradigma yang ada sehingga sebelum melakukan kegiatan penelitiannya. Oleh karena itu pemahaman terhadap paradigma ilmu pengetahuan sangatlah perlu dilakukan oleh para peneliti. (2) interaksionisme simbolik. . Menurut Meta Spencer paradigma di dalam ilmu sosial meliputi (1) perspektif evolusionisme. baik yang berlandaskan pada aliran pemikiran Logico Empiricism maupun Hermeneutic. Masing-masing paradigma tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. menuntut para peneliti untuk mencermatinya di dalam rangka memilih paradigma yang tepat bagi permasalahan dan tujuan penelitiannya. dan (4) struktural fungsional. para peneliti dapat memilih paradigma sebagai landasan penelitiannya secara tepat. Menurut George Ritzer paradigma di dalam ilmu sosial terdiri atas (1) fakta sosial. paradigma tersebut berkedudukan sebagai landasan berpijak atau fondasi dalam melakukan proses penelitian selengkapnya.

PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN Pengertian dan Fungsi Perumusan Masalah Perumusan masalah merupakan salah satu tahap di antara sejumlah tahap penelitian yang memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kegiatan penelitian. dan perumusan masalah eksplanatoris. apabila rumusannya menunjukkan adanya hubungan atau pengaruh antara dua atau lebih fenomena. meliputi perumusan masalah deskriptif. Fungsi ketiga dari perumusan masalah. adalah sebagai pedoman. Keputusan memilih data mana yang perlu dan data mana yang tidak perlu dapat dilakukan peneliti. sampai-sampai memunculkan suatu anggapan yang menyatakan bahwa kegiatan melakukan perumusan masalah. apabila tidak menghubungkan antar fenomena. serta jenis data apa yang tidak perlu dan harus disisihkan oleh peneliti. baik sebagai penyebab maupun sebagai akibat. karena melalui perumusan masalah . adalah sebagai penentu jenis data macam apa yang perlu dan harus dikumpulkan oleh peneliti. penentu arah atau fokus dari suatu penelitian. akan tetapi dapat berkembang dan berubah setelah peneliti sampai di lapangan. Tanpa perumusan masalah. Mengingat demikian pentingnya kedudukan perumusan masalah di dalam kegiatan penelitian. merupakan kegiatan separuh dari penelitian itu sendiri. Perumusan masalah penelitian dapat dibedakan dalam dua sifat. Perumusan masalah memiliki fungsi sebagai berikut yaitu Fungsi pertama adalah sebagai pendorong suatu kegiatan penelitian menjadi diadakan atau dengan kata lain berfungsi sebagai penyebab kegiatan penelitian itu menjadi ada dan dapat dilakukan. suatu kegiatan penelitian akan menjadi siasia dan bahkan tidak akan membuahkan hasil apa-apa. Perumusan masalah ini tidak berharga mati. Perumusan masalah atau research questions atau disebut juga sebagai research problem. diartikan sebagai suatu rumusan yang mempertanyakan suatu fenomena. baik dalam kedudukannya sebagai fenomena mandiri. Fungsi kedua. maupun dalam kedudukannya sebagai fenomena yang saling terkait di antara fenomena yang satu dengan yang lainnya.

dan dapat diterapkan secara nyata bagi proses pemecahan masalah bagi kehidupan manusia. didapati beberapa variasi. sebenarnya tidak terlalu penting dan tidak akan mengganggu kegiatan penelitian yang bersangkutan. Kriteria Kedua dari suatu masalah penelitian adalah bermanfaat atau berhubungan dengan upaya pembentukan dan perkembangan teori. karena yang penting adalah bagaimana kegiatan penelitian itu dilakukan dengan . baik sebagai pencipta teori-teori baru maupun sebagai pengembangan teori-teori yang sudah ada. Berkenaan dengan penempatan rumusan masalah penelitian. Sedangkan fungsi keempat dari suatu perumusan masalah adalah dengan adanya perumusan masalah penelitian. dalam arti pemecahannya secara jelas. adalah bahwa suatu perumusan masalah yang baik. antara lain (1) Ada yang menempatkannya di bagian paling awal dari suatu sistematika peneliti. baik pertanyaan yang memerlukan jawaban deskriptif. juga hendaknya dirumuskan di dalam konteks kebijakan pragmatis yang sedang aktual. diharapkan akan dapat memberikan sumbangan teoritik yang berarti.peneliti menjadi tahu mengenai data yang bagaimana yang relevan dan data yang bagaimana yang tidak relevan bagi kegiatan penelitiannya. yaitu yang menghubungkan dua atau lebih fenomena atau gejala di dalam kehidupan manusaia. maupun pertanyaan yang memerlukan jawaban eksplanatoris. Kriteria ketiga. Kriteria-kriteria Perumusan Masalah Ada setidak-tidaknya tiga kriteria yang diharapkan dapat dipenuhi dalam perumusan masalah penelitian yaitu kriteria pertama dari suatu perumusan masalah adalah berwujud kalimat tanya atau yang bersifat kalimat interogatif. sehingga pemecahannya menawarkan implikasi kebijakan yang relevan pula. Di manapun rumusan masalah penelitian ditempatkan. (2) Ada yang menempatkan setelah latar belakang atau bersama-sama dengan latar belakang penelitian dan (3) Ada pula yang menempatkannya setelah tujuan penelitian. maka para peneliti menjadi dapat dipermudah di dalam menentukan siapa yang akan menjadi populasi dan sampel penelitian.

Dalam penelitian sumber datanya bermacam-macam antara lain a. Teks TEKNIK PENGUMPULAN DATA Untuk mengumpulkan data sebagai bahan penelitian ada beberapa metode . 2002:38. Penentuan sampel dilakukan dengan tujuan untuk memilih informan yang dianggap mengetahui informasi dan masalahnya secara mendalam dan dapat dipercaya untuk mencari sumber data yang mantap dan lengkap. Artinya. Hasil kuisioner b. DATA & SUMBER DATA Penentuan sumber data dilakukan dengan teknik purposive sampling yang dinamakan criterian based selection (Rubin. Dokumen Jenis data dalam penelitian a. Manusia b. hendaknya kembali mengacu pada judul dan permasalahan penelitian yang telah dirumuskan. Dalam sebuah penelitian seorang peneliti harus mampu menemukan dan merumuskan keuatan dan kelemahan suatu kondisi atau lokasi tertentu dengan kebutuhan khususnya (Sutopo.com/2008/01/14/kupas-tuntas-metode-penelitian-kualitatif-bag1/ PENELITIAN KUALITATIF Penelitian kualitatif bertujuan untuk mengungkapkan informasi kualitatif sehingga lebih menekankan pada masalah proses dan makna (Sutopo.wordpress. Hasil wawancara c. http://massofa.memperhatikan rumusan masalah sebagai pengarah dari kegiatan penelitiannya. Kesimpulan yang didapat dari suatu kegiatan penelitian. Lindolf. 1994:21) dengan cara mendeskripsikan sesuatu masalah. kegiatan penelitian yang dilakukan oleh siapapun. 1995:71) dan Goetz Le Comte (dalam Sutopo. 2002:54). 2002:117). hendaknya memiliki sifat yang konsisten dengan judul dan perumusan masalah yang ada.

Teknik non interaktif meliputi 1. Metode yaitu bersifat non interaktif dan interaktif (Goeytz LeComte. are a useful method of obtaining information and opinions from expert during the early stages of the research project”.a. 1993. Mahsun. walliman (2006:284) menyatakan “Interviews. yaitu makna . teknik ini adalah biasanya hanya mengkaji tentang dokumen dan arsip tentang hal-hal yang berkaitan dengan penelitian 2. Diskusi kelompok (Focus Group Discussion) 3. Verhar (2002:391) menamakannya sebagai teknik analisis ekstensional. Pengamatan langsung (direct observation) Silverman (2006: 56) menjelaskan “ The aim of observation is to gather firsthand information abaout social processes in a naturality occurring context”. Wawancara mendalam (in-Depth interviewing). rekam. Teknik Sampling Kebanyakan metode sampling adalah menggunakan Purposive sampling seperti yang ditegaskan oleh Sutopo (2002:36). Biasanya teknik ini dilengkapi dengan teknik cakap dengan dasar teknik pancing dan lanjutannya semuka ( Sudaryanto. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada informan bersifat open ended dan mengarah kepada kedalaman informasi. dan tidak menjadi bagian dari bahasa yang bersangkutan. merupakan salah satu teknik penyediaan data ( teknik simak dengan dasar cakap dan lanjutannya simak bebas libat cakap. tetapi mewakili informasi yang mendalam dan generalisasinya mengarah kepada generalisasi teoritis. Metode Padan yaitu metode yang digunakan untuk mengkaji atau menentukan identitas satuan lingual tertentu dengan memakai alat penentu yang berada diluar bahasa ( Suroto. Teknik simak dan catat. dalam Sutopo. terlepas. 2002:58). Atau lebih jelas lagi adalah pragmatik dengan alat penentu mitra wicara (Sudaryanto. Dalam penelitian kualitatif tujuan sampling bersifat internal (internal sampling) artinya sampel tidak mewakili populasi atau tidak merumuskan karakteristik populasi. 1991:55) dengan demikian alat penentunya diluar. Teknik pustaka. because of their flexibility.1993:13-15). catat Teknik interaktif 1. METODE ANALISIS DATA 1. teknik cuplikan penelitian kualitatif cenderung bersifat “purposive” karena dipandang lebih mampu menangkap kelengkapan dan kedalaman data. 2005) 2. ).

(Sutopo. Realibilitas data juga diusahakan dengan membuat seoprasional mungkin langkah penelitian dan kesiapan peneliti untuk diperiksa pengawas bila diperlukan dan diusahakan meminimalkan kekhilafan (error) dan penyimpangan (bias) Sebenarnya triangulasi merupakan teknik yang didasari oleh pola pikir fenomenologi yang bersifat multiperspektif. Analisis Model Interaktif Dalam metode ini mempunyai komponen analisis barupa Reduksi data. penyederhanan. triangulasi peneliti. Penarikan simpulan dan verifikasi Sutopo (2002:93) menjelaskan bahwa verifikasi dapat berupa kegiatan yang dilakukan dengan lebih mengembangkan ketelitian dengan cara diskusi. triangulasi metodologis. penarika simpulan dan verifikasinya. Sajian Data adalah rakitan informasi. a. Simpulan juga harus diverifikasi agar mantap dan bisa dipertanggungjawabkan. Sajian data. menurut Edi Subroto (1992:34) data harus memenuhi syarat kesahihan (validitas) dan keajegan (reliabilitas). dan abstraksi data dari fieldnote yang berlangsung terus hingga laporan akhir penelitian disusun. diskripsi dalam bentuk narasi yang memungkinkan simpulan penelitian dapat dilakukan.secara pragmatic dimana makna ditentukan menurut hal-hal yang ekstralingual bergantung konteknya. VALIDITAS DAN RELIABILITAS DATA Agar dapat dipertanggungjawabkan dan digunakan sebagai titik tolak penerikan simpulan. 2005:3). pemfokusan. Silverman 2006:404). c. dan triangulasi teoritis. 2002:187) untuk meningkatkan reliabilitas dan validitas peneliti harus melakukan teknik-teknik Triangulasi. Patton (1984:331) menyebutkan ada empat triangulasi : triangulasi data. Reduksi data dilakukan setelah data terkumpul secara lengkap b. member cheks. 1. audit trail dan sebagainya Menurut Yin (2000:38) realibilitas data diusahakan melalui pelaksanaan penelitian spserti dalam prosedur pengumpulan datanya yang dapat diinterpretasikan dengan hasil yang sama. Tiga komponen utama yang disebutkan itu terlibat dalam proses analisis dan saling berkaitan serta menentukan hasil analisis. Validitas data dalam penelitian di uji melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode. diperlukan lebih dari satu cara pandang (Cano. . Sedangkan menurut (Alwasilah. Reduksi data adalah proses seleksi. 2002:91). 2.. Artinya untuk menarik simpulan yang mantap.

Sumber : Kumpulan Penelitian Disertasi Mahasiswa S3 Linguistik UNS Social Network http://mulyono.id/2009/05/20/referensi-penelitian-kualitatif/s .uns.staff.ac.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful