Metodologi Penelitian

Modul 8 UJI HIPOTESIS

Ivan Malik

papatua@gmail.com

Dengan perkataan lain. sebelum dilakukannya analisis pada hipotesis utama penelitian tersebut. peneliti melakukan riset terhadap sejumlah sampel yang bisa mewakili populasi (representatif). Analisis yang digunakan untuk memeriksa kesimpulan-kesimpulan ini dikenal sebagai statistik inferensial (inferential statistics).yang biasanya terdiri atas mean. peneliti juga seringkali harus menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan populasi yang lebih besar. Analisis deskriptif seringkali digunakan untuk membuat gambaran ringkas suatu sampel penelitian. tendensi sentral (central tendency . Statistik inferensial membantu peneliti untuk mengambil konklusi mengenai sesuatu di luar (beyond) sampel dan data yang ada di depan matanya.UMB Ivan Malik METODOLOGI PENELITIAN . dan juga informasi-informasi lain yang diperlukan para peneliti lain yang ingin mereplikasi penelitian tersebut. serta koefisien korelasi (correlation coefficent) dan determinasi (determination coefficient). Hal ini akan memberikan informasi mengenai tingkat representasi dari sampel secara keseluruhan. dan untuk secara akurat menjelaskan karakter dari variabel-variabel yang diamati pada sampel tertentu.1 Statistik Deskriptif dan Inferensial Sesuai dengan namanya. dispersi (dispersion) dan variansi (variance). metode ini membantu peneliti mengambil kesimpulan umum mengenai populasi berdasarkan temuan-temuan Pusat Pengembangan Bahan Ajar .Metodologi Penelitian/Modul08 Uji Hipotesis 8. statistik deskriptif (descriptive statistics) digunakan untuk menggambarkan data yang dikumpulkan dalam studi penelitian. Karena tidak mungkin baginya untuk mengumpulkan data dari seluruh anggota populasi. dengan maksud untuk dapat mengambil kesimpulan (inferences) tentang populasi dari mana sampel tersebut diambil. Selain menggambarkan serta memeriksa hubungan antar variabel di dalam set data. Tujuan utama dari statistik deskeriptif adalah untuk secara akurat menggambarkan bentuk (pola) distribusi dari variabel-variabel tertentu di dalam sebuah set data. median dan mode). Beberapa hal yang dipelajari di dalam statistik deskriptif adalah distribusi frekuensi (frequency distribution).

UMB Ivan Malik METODOLOGI PENELITIAN . namun metode yang tepat umumnya dipilih berdasarkan sifat dari pertanyaan penelitian yang diajukan. peneliti harus menguji hipotesis nol (null hypothesis). 8. Sementara pada penelitian mengenai hubungan antar variabel. Uji-t misalnya digunakan untuk memeriksa adanya perbedaan rerata antara 2 kelompok.com yang dilihatnya pada sampel. karena bisa memastikan keterwakilan (representativeness) dari seluruh karakteristik populasi. Di dalam penelitian tentang perbedaan karakteristik antar kelompok (komparasi).1 Uji-T Uji-t (t-test) digunakan untuk memeriksa perbedaan antar kelompok. Metode pengambilan sampel ini dianggap sebagai cara yang terbaik. serta jenis variabel yang diamati dan dianalisis. peneliti tidak akan mungkin dapat benar-benar membuktikan hipotesis tersebut secara pasti. misalnya kelompok mana yang cenderung lebih banyak melakukan kejahatan: pengguna kokain atau pengguna heorin? Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Pada umumnya cara ini memerlukan adanya satu variabel dependen yang kontinu dan satu variabel independen yang dikotomis (misalnya kelompok eksperimental dan kelompok kontrol). maka hipotesis nolnya adalah bahwa tidak ada perbedaan. statistik inferensial memberi pula cara untuk mengetahui besarnya kesalahan yang mungkin terjadi (probable error). Karena itu. Sayangnya. Namun demikian. maka hipotesis nolnya adalah bahwa tidak terlihat adanya hubungan.1. Dan untungnya. dalam generalisasi tersebut ada sedikit ketidakpastian yang harus tetap diperhitungkan. Proses penarikan kesimpulan dimulai dengan pembentukan hipotesis tertentu mengenai karakteristik apa yang diramalkan dimiliki oleh populasi penelitian. Statistik inferensial biasanya membutuhkan pengambilan sampel secara acak (random sampling).Metodologi Penelitian/Modul08/papatua@gmail. Ada berbagai statistik inferensial yang dapat digunakan peneliti. dan menentukan apakah hipotesis tersebut bisa diterima atau harus ditolak.

peneliti bisa menggunakan ANOVA untuk memeriksa perbedaan pengaruh dari 3 jenis pengobatan (treatment) terhadap tingkat depresi seseorang. Jika variabel dependen itu adalah data nominal atau ordinal.ANOVA) juga merupakan alat untuk memeriksa perbandingan antar kelompok. Ada beberapa variasi ANOVA yang dapat dipilih peneliti. misalnya.2 Analisis Varians Analisis varians (analysis of variance . yang secara umum memiliki keterkaitan tertentu. Cara ini menguji apakah proporsi-proporsi tertentu ternyata lebih tinggi atau lebih rendah dari yang diperkirakan. Pada contoh di atas. Namun dengan ANOVA peneliti bisa memeriksa perbandingan antara lebih dari 2 kelompok. peneliti bisa menggunakan desain faktor 2x3 untuk memeriksa efektifitas masing-masing jenis pengobatan (faktor/variabel 1) untuk menurunkan tingkat depresi pada masing-masing tingkat kondisi kebugaran (faktor/variabel 2). ANOVA melakukan pembandingan perbedaan antar rerata setiap kelompok. Chi-square merangkum Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Tidak sesuai dengan namanya. One-way ANOVA digunakan untuk memperbandingkan rerata antara 2 atau lebih tingkat variable indepenen tunggal.1. peneliti memeriksa efektifitas masing-masing jenis pengobatan (faktor/variabel 1). untuk menurunkan tingkat depresi yang diukur dengan lebih dari 1 cara. misalnya.3 Chi-Square (χ²) Uji-t dan ANOVA yang telah dijelaskan di atas hanya dapat digunakan bila variabel dependen yang diukur bersifat kontinu (interval atau ratio). Nama analisis varians diangkat dari prosedur analisis ini yang menggunakan varians untuk menentukan apakah rerata-rerata tersebut berbeda. maka harus digunakan uji chi-square. tergantung pada hipotesis dan desain penelitian yang digunakan.1. 8. bukan variansnya. Contohnya. Multifactor ANOVA bisa digunakan untuk jika penelitian melingkupi 2 atau lebih variabel independen.UMB Ivan Malik METODOLOGI PENELITIAN . Multiple ANOVA (MANOVA) digunakan bila pada penelitian yang bersangkutan tercapat 2 atau lebih variabel dependen. Jadi.Metodologi Penelitian/Modul08 8. pada masing-masing tingkat kondisi kebugaran (faktor/variabel 2).

Selain itu. regresi logistik bisa memberikan informasi mengenai arah serta kekuatan dari hubungan antar variabel.4 Regresi Regresi linier (linear regression) adalah sebuah metode estimasi atau peramalan (prediksi) nilai sebuah variabel dependen jika diketahui nilai satu atau lebih variabel independen. dan mengajukan hipotesis bahwa proporsi peserta training yang masih bekerja dalam kurun 1 tahun ke depan akan lebih besar dari pada yang tidak lagi bekerja. Karena kondisi yang diamati (outcome) tersebut bersifat dikotomis (“masih bekerja” dan “tidak lagi bekerja”). Namun perbedaannya adalah bahwa tujuan utama dari regresi adalah pada segi peramalan atau prediksinya. status perokok. dan sebagainya.com perbedaan (discrepancy) antara frekuensi yang teramati dengan yang diperkirakan terjadi. sementara regresi berganda (multiple regression) melakukan prediksi tersebut berdasarkan 2 atau lebih variabel independen. Seperti halnya uji korelasi. koefisien regresi logistik dapat digunakan untuk mengestimasi odd ratio untuk setiap variabel inpenden di dalam model. Contohnya. semakin kecil angka chi-squarenya. Rasio ini akan menunjukkan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Misalnya. berat badan. riwayat kesehatan. Makin sedikit perbedaan tersebut. maka peneliti bisa menggunakan statistik chi-square untuk menguji hipotesis nol bahwa status bekerja pada 1 tahun ke depan tidak berhubungan dengan keikutsertaan seseorang pada training.UMB Ivan Malik METODOLOGI PENELITIAN . para ahli asuransi (adjuster) akan mampu memprediksi rentang umur hidup seseorang berdasarkan umurnya saat ini.1. misalnya meramalkan muncul atau tidaknya sebuah hasil (outcome) tertentu berdasarkan nilai beberapa variabel independen atau predictor tertentu. Seperti halnya uji korelasi. peneliti melakukan studi mengenai karir orang-orang yang mengikuti sebuah pelatihan (training) tertentu. Regresi logistik (logistic regression) memiliki kemampuan unik untuk bisa melakukan prediksi variabel-variabel dikotomis. uji regresi memeriksa hubungan atau keterkaitan antara variabel.Metodologi Penelitian/Modul08/papatua@gmail. 8. Regresi sederhana (simple regression) digunakan untuk memprediksi nilai variabel dependen berdasarkan nilai sebuah variabel independen tunggal.

Walaupun langkah-langkah di atas sudah merupakan keharusan yang harus diikuti. peneliti bisa membangun sebuah model untuk meramalkan apakah sang mantan pecandu kembali ke kebiasaannya semula. Kekuatan statistik adalah suatu ukuran probabilitas dari sebuah uji statistik akan menolak sebuah hipotesis nol yang salah. Model tersebut dapat pula digunakan untuk mengestimasi odd ratio dari masing-masing variabel. Peneliti mungkin ada mengajukan hipotesis bahwa ada 3 faktor yang bisa meramalkan kemungkinan terjadinya hal tersebut: (a) tinggal bersama seorang pecandu.UMB Ivan Malik METODOLOGI PENELITIAN . misalnya.Metodologi Penelitian/Modul08 seberapa besar kemungkinan suatu hasil (outcome) akan muncul bila diketahui adanya variabel-variabel independen tertentu. 8. 8. Beberapa isu penting yang patut dicermati dalam interpretasi data dan pengambilan kesimpulan dari temuan penelitain adalah sebagai berikut ini. Dengan perkataan lain. serta menganalisis datanya dengan tingkat integritas yang tinggi. mengelola. Dengan mengukur variabel-variabel ini pada sampel mantan pecandu yang telah sembuh. (b) kondisi psikologis. dan (c) status bekerja. dan kemudian mengumpulkan.2. mereka ternyata belum cukup untuk dapat memastikan bahwa inti persoalan dapat dimengerti dan didiseminasikan. mereka masih saja mungkin bisa melakukan kesalahn dalam menginterpretasikan data. besarnya probabilitas untuk bisa menemukan sebuah hasil temuan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . dapat menggunakan regresi logistik dalam studi untuk menentukan apakah gaya hidup dan pola perilaku tertentu bisa menyebabkan bekas pecandu kembali menyalahgunakan obat-obatan.1 Kekuatan Statistik Salah satu penyebab bahwa temuan dapat disalahinterpretasikan (mis-intepretedi) adalah karena kekuatan statistiknya (statistical power) tidak mencukupi. misalnya seberapa besar kemungkinan seseorang yang tidak bekerja kembali menjadi pecandu dibandingkan dengan mereka yang bekerja. Peneiliti.2 Intepretasi Data dan Pengambilan Kesimpulan Walaupun peneliti telah secara seksama merencanakan risetnya.

maka probabilitas bahwa salah satu komparasi tersebut signifikan secara statistik akan meningkat. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Banyak peneliti yang gagal memperoleh hubungan antar variabel yang signifikan akibat terbatasnya kisaran atau varians dari nilai variabel dependen. karena berulang kali “memancing” kesimpulan dari “kolam” yang sama. Nilai-nilai esktrim di dalam distribusi data dapat menyebabkan bentuk distribusi yang menceng (skewed) ke kiri (negatif) atau ke kanan (positif). Jika syarat asumsi ini tidak dipenuhi. Kesalahan ini akan mengakibatkan peneliti melihat suatu kesimpulan yang benar padahal sebenarnya salah (tidak ada).UMB Ivan Malik METODOLOGI PENELITIAN . uji-t dan ANOVA mensyaratkan bahwa distribusi dari data memenuhi kondisi tertentu (yaitu normalitas dan indepensi). 8.dikenal dengan effect size. Aspek lain dari distribusi data yang harus diperhatikan dalam proses interpretasi temuan adalah data outliers.2. maka hasil yang diperoleh tidak akan akurat. Kekuatan statistik ini akan ditentukan oleh 3 faktor.2. Hal ini sering kali disebut dengan memancing (fishing). Hampir semua uji statistik menggunakan asumsi-asumsi tertentu. 8.2 Bentuk Distribusi Interpretasi yang salah dari temuan statistik dapat pula disebabkan oleh kesalahan dalam mempertimbangkan karakteristik dari distribusi data. dan (c) ukuran sampel. besarnya kisaran nilai (range of values) juga sangat berpengaruh. (b) besarnya perbedaan rerata antar kelompok .Metodologi Penelitian/Modul08/papatua@gmail.com yang signifikan bila memang benar-benar ada.3 Memancing Kesimpulan Jika peneliti melakukan banyak komparasi dengan menggunakan data yang sama. Selain itu. Misalnya. yaitu (a) kriteria signifikansi α yang digunakan.

sehingga percaya bahwa nilai akhir dari penelitiannya terletak pada p-value (signifikansi). 8. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .6 Penjelasan Alternatif Elemen kunci dari riset eksperimental adalah kontrol ilmiah dan kemampuannya untuk menggugurkan/mengsampingkan (rule out) penjelasan-penjelasa lain. sebuah ukuran korelasi tidak boleh diinterpretasikan sebagai adanya sebuah hubungan sebab akibat.5 Signifikansi Statistik v/s Klinis Peneliti seringkali terjebak dalam keakuratan pengambilan data.2. hipotesisnya diterima atau tidak. Kecuali jika peneliti bisa yakin bahwa tidak ada perbedaan sistematis antara kelompok-kelompok eksperimental. Artinya.7 Korelasi v/s Hubungan Sebab-Akibat Korelasi (correlation) bukanlah hubungan sebab-akibat (causation). 8. bukan signifikansi statistik. bagaimana temuan riset tersebut berlaku di dalam dunia nyata.2. Nilai yang sebenarnya dari penelitian tersebut terletak pada signifikansi klinis. serta analisisnya. pengelolaa. Hal ini tentu saja tidak benar.2. Signifikan atau tidak. Walaupun hampir semua analisis statistik (dan juga para peneliti yang menggunakannya) berasumsi bahwa instrumen pengukur bersifat error free.4 Reliabilitas dan Validitas Pengukuran Faktor lain yang juga mempengaruhi temuan penelitian adalah kesalahan pengukuran.Metodologi Penelitian/Modul08 8. dan yang berbeda hanya variabel-variabel yang dimanipulasi.2. maka ia tidak boleh mengesampingkan adanya penjelasan lain dari temuan tersebut. namun pada kenyataannya tidaklah demikian. dan seberapa tinggipun koefisien korelasinya. 8.UMB Ivan Malik METODOLOGI PENELITIAN .

8 Non-Signifikansi Peneliti tidak boleh terlampau larut dalam menemukan suatu hasil temuan tertentu. tetapi juga bisa menimbulkan mispersepsi. ia tidak boleh menaruh harapan terlampau besar bahwa risetnya akan memberikan hasil seperti yang diharapkan. et.com 8. Essentials of Research Design and Methodology. Walaupun ia memiliki rasionalisasi untuk memhipotesiskan sebuah hasil (outcome) tertentu. Hal ini bukan saja dapat menimbulkan bias. 2005. Geoffrey.2. New Jersey. temuan yang nonsignifikan bisa sama bergunanya dengan yang signifikan. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .UMB Ivan Malik METODOLOGI PENELITIAN . Daftar Pustaka Marzyck. al. Sebaliknya. Non-signifikansi tidak selamanya berarti kegagalan (sia-sia). John Wiley & Sons.Metodologi Penelitian/Modul08/papatua@gmail.

Research Methods for Business. Business Research Methods. 6th edition. 2004. Penerbit Salemba Empat. Buku 1: Terjemahan oleh Kwan Men Yon (2006). Dreyden Press. Orlando ← Pusat Pengembangan Bahan Ajar .UMB Ivan Malik METODOLOGI PENELITIAN . Jakarta.Metodologi Penelitian/Modul08 Sekaran. 2000. Uma. Zikmund.G. W.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful