P. 1
Sejarah Kebudayaan Bacson

Sejarah Kebudayaan Bacson

|Views: 6,462|Likes:
Published by vizardx

More info:

Published by: vizardx on Oct 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/09/2013

pdf

text

original

Pengaruh Peradaban Awal Dunia terhadap Peradaban Awal Masyarakat Indonesia

Kebudayaan Bacson-Hoabinh
Kelompok 1: -Dimas Setyo -Fakhri Kurniawan -M. Azzamul Haq -Nanda Agustian -Rizki Parulian

hingga myanmar (burma) Di barat dan ke utara hingga propinsi-propinsi selatan dan kurun waktu antara 1800 dan 3.000 tahun yang lalu. yaitu di daerah Bacson pegunungan Hoabinh.Bentuknya ada yang lonjong.A. alat-alat dari kebudayaan Bacson -Hoabinh dapat ditemukan di daerah Sumatera. Istilah bacson-hoabinh ini dipergunakan sejak tahun 1920 -an yaitu untuk menunjukan suatu tempat pembuatan alat -alat batu yang khas dengan ciridari peninggalan kebudayaan bacson -hoabinhditemukan diseluruh wilayah asia tenggara. 2 .Namun pembuatan kebudayaan bacson-hoabinh masih terus berlangsung di beberapa kawasan. Sejarah Kebudayaan Bacson -Hoabinh Awalnya masyarakat Bacson-Hoabinh hanya menggunkan alat dari gerabah yang sederhana berupa serpihan -serpihan batu tetapi pada tahun 600 SM mengalami dalam bentuk batu-batu yang menyerupai kapak yang berfungsi sebagai alat pemotong. dan ada yang berbentuk berpinggang. Jawa (lembah Sungai Bengawan Solo). Hubungan dengan Bangsa Indonesia Di Indonesia. alat -alat dari tulang dan sisa -sisa tulang belulang manusia yang dikuburkan dalam posisi terlipat serta ditaburi zat warna merah Ditemukan dalam penggalian di pegunungan batu kapur di daerah Vietnam bagian utara .Di Sumatera letaknya di daerah Lhokseumawe dan Medan. B. sampai masa yang lebih baru. Ditemukan pula alat -alat serpih. Nusa Tenggara. Sulawesi sampai ke Papua (Irian Jaya). segi empat. segitiga. Kalimantan. batu giling dari berbagai ukuran.

Dimana kapak-kapak tersebut dikerjakan secara kasar. hal ini menunjukkan kebudayaan Proto Neolitikum. Sementara itu. Disamping alat-alat dari batu yang berhasil ditemukan. Mme Madeline Colani. C. juga ditemukan alat-alat serpih batu giling dari berbagai ukuran. yaitu daerah Bacson pegunungan Hoabinh.Terdapat pula kapak yang sudah diasah tajam. seorang ahli prasejarah Perancis menyebutkan/ memberi nama alat-alat tersebut sebagai kebudayaan Bacson-Hoabinh.menyatakan bahwa penemuan alat -alat dari batu paling banyak ditemukan dalam penggalian pegununggan batu kapur di daerah Vietnam bagian utara. Bahkan di Gua Xom Trai ( dalam buku Pham Ly Houng . didaerah Vietnam ditemukan tempat -tempat pembuatan alat-alat batu. Alat-alat batu dari Gua Xom Trai tersebut diperkirakan berasal dari 18000 3 . Kebudayan Bacson-Hoabinh Menurut C.sejenis alat-alat batu dari kebudayaan Bacson -Hoabinh.Dari daerah tersebut kebudayaan ini sampai ke Indonesia melalui Semenanjung Malaya (Malaysia Barat) dan Thailand. 1994 ) ditemukan alat-alat batu yang sudah diasah pada sisi yang tajam.Penyelidikan tentang persebaran kapak Sumatera dan kapak Pendek membawa kita melihat daerah Tonkin di Indocina dimana ditemukan pusat kebudayaan Prasejarah di pegunungan Bacson dan daerah Hoabinh yang letaknya saling berdekatan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa Tonkin merupakan pusat kebudayaan Asia Tenggara.F. alat -alat dari tulang dan sisa sisa tulang belulang manusia yang dikuburkan dalam posisi terlipat dan ditaburi zat warna merah. Alat-alat yang ditemukan di daerah tersebut menunjukkan kebudayaan Mesolitikum. Radiocarbon Dates of The Hoabinh Culture in Vietnam. Diantara kapak tersebut terdapat jenis pebbles yaitu kapak Sumatera dan kapak pendek. Gorman dalam bukunya The Hoabinhian and After: SubsistancePatterns in South East Asia during the latest pleistocene and early recent periods ( 1971 ).

K li S i it i it t . ti i l t t t t t l l i i tt j j i t. i t l t l t t i . . i l t i t t il l t i .t l l . . t .t i it l i t it S l j i . i il it t l t it i i . K l i i il I iK P i l B i A i I i t t .B i t i il . l t l t S Ii B . . 4 . i l t l t t . l t . i i t . . t B it t t i l li i t i l t i t i t l t . t t i t it i i i l i t t i.

Hasil Kebudayaan Bacson-Hoabinh Kjokkenmoddinger adalah istilah yang berasal dari bahasa Denmark yaitu kjokken artinya dapur dan modding artinya sampah jadi Kjokkenmoddinger arti sebenarnya adalah sampah dapur. Dimana batu kali yang telah dibelah langsung di gunakan dengan cara menggengamnya. Bahkan men urut Fon Koenigswand (1935 ± 1941). Kjokkenmoddinger ditemukan disepanjang pantai timur Sumatera yakni antara Langsa dan Medan. Penemuan alat -alatdari batu ini dilakukan ketika penggalian untuk menemukan fosil-fosil (tulang belulang)manusia p urba.sebagian besar dari peralatan yangditemukan berupa alat -alat batu yang diserpih pada satu sisi dengan lonjong atau bulattelur. peralatan dari batu itu digunakan oleh manusia purba Indonesia sejenis Pithecanthropus Erectus dan juga berdasarkan penelitiannya.proses pengendapan yang berlangsung selama beberapa milenium yang lalu. Peralatan batu yang berhasil ditemukan di daerah lembah Bengawan Solo (Jawa)dibuat dengan cara dengan sangat sederhana dan belum diserpih atau di asah. Banyak benda-benda peralatan budaya dari batu yang berhasil dikumpulkan olehpara ahli dari bukit sampah kerang di Sumatra. alat -alat kebudayaan batu sejenis dengan kebudayaan Bacson-Hoabinh berhasil ditemukan didaerah lembah sungai bengawan solo.Dari bekas-bekas penemuan tersebut menunjukkan bahwa manusia 5 . Dalam kenyataan Kjokkenmoddinger adalah timbunan atau tumpuka n kulit kerang dan siput yang mencapai ketinggian 7 meter dan sudah membatu/menjadi fosil. Peralatan batu yang berhasil ditemukan memiliki usia yang jauh lebih tuadari peralatan batu yang berhasil ditemukan memiliki usia jauh lebih tua dari peralatanbatu yang ditemukan pada bukit-bukit sampah kerang di Sumatra hal ini terlihat dari carapembuatannya. D. peralatan-peralatan dari batu itu berasal dari daerah Bacson -Hoabinh. Pada daerah jawa.

V.purba yang hidup pada zaman ini sudah menetap. Untuk dapat mengetahui bentuk dari kapak Sumatera silahkan Anda amati gambar 5 berikut ini. Van Stein Callenfels melakukan penelitian di bukit kerang tersebut dan hasilnya banyak menemukan kapak genggam yang ternyata berbeda dengan chopper (kapak genggam Palaeolithikum).Bahan untuk m embuat kapak tersebut berasal dari batu kali yang dipecah -pecah. Setelah Anda mengamati gambar 5 coba Anda bandingkan pebble dengan chopper maupun dengan flakes! Bagaimana menurut pendapat Anda? Bentuk pebble seperti yang Anda lihat pada gambar 5 dapat dikatakan sudah agak sempurna dan buatannya agak halus. P.Selain pebble yang ditemukan dalam Kjokkenmoddinger juga ditemukan sejenis kapak tetapi bentuknya pendek (setengah lingkaran) yang disebut dengan Hache Courte 6 . Kapak genggam yang ditemukan di dalam bukit kerang tersebut dinamakan dengan pebble atau kapak Sumatera (Sumatralith) sesuai dengan lokasi penemuannya yaitu di pulau Sumatera. Tahun 1925 Dr.

Untuk selanjutnya Anda dapat mempelajari uraian materi berikutnya. Selain di Sampung. tetapi dari hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa manusia yang hidup pada masa Mesolithikum adalah jenis Homo Sapiens. meskipun tulang -tulang tersebut tidak memberikan gambaran yang utuh/lengkap. pecahan tengkorak dan gigi. serta alat -alat dari tulang dan tanduk rusa. flakes. Penyelidikan pertama pada Abris Sous Roche dilakukan oleh Dr. di dalam Kjokkenmoddinger juga ditemukan fosil manusia yang berupa tulang belulang. batu pipisan. Abris Sous Roche adalah goa-goa yang yang dijadikan tempat tinggal manusia purba pada zaman Mesolithikum dan berfungsi sebagai tempat perlindungan dari cuaca dan binatang buas. Alat-alat yang ditemukan pada goa tersebut antara lain alat -alat dari batu seperti ujung panah. Van Stein Callenfels tahun 1928 -1931 di goa Lawa dekat Sampung Ponorogo Jawa Timur. tetapi diperkirakan bahwa cat merah dipergunakan untuk keperluan keagamaan atau untuk ilmu sihir. Manusia pendukung Mesolithikum adalah Papua Melanosoide. Kecuali hasil-hasil kebudayaan. Abris Sous Roche juga 7 .atau kapak pendek. kapak yang sudah diasah yang berasal dari zaman Mesolithikum. Batu pipisan selain dipergunakan untuk menggiling makanan juga dipergunakan untuk menghaluskan cat merah.Kapak ini cara penggunaannya dengan menggenggam. bahan cat merah yang dihaluskan berasal dari tanah merah.Karena goa di Sampung tidak ditemukan Pebble ataupun kapak pendek yang merupakan inti dari kebudayaan Mesolithikum. Di samping kapak-kapak yang ditemukan dalam Kjokkenmoddinger juga ditemukan pipisan (batu-batu penggiling beserta landasannya). Di antara alat-alat kehidupan yang ditemukan ternyata yang paling banyak adalah alat dari tulang sehingga oleh para arkeolog disebut sebagai Sampung Bone Culture/kebudayaan tulang dari Sampung. Mengenai fungsi dari pemakaian cat merah tidak diketahui secara pasti.

suku Toala yang sampai sekarang masih ada dianggap sebagai keturunan langsung penduduk Sulawesi Selatan zaman prasejarah.Kebudayaan Toala tersebut merupakan kebudayaan Mesolithikum yang berlangsung sekitar tahun 3000 sampai 1000 SM. ujung mata panah yang sisi -sisinya bergerigi dan pebble. sehingga oleh tokoh peneliti Fritz Sarasin dan Paul Sarasin. Abris Sous Roche juga ditemukan di daerah Timor dan Rote. Di Sulawesi Selatan juga banyak ditemukan Abris Sous Roche terutama di daerah Lomoncong yaitu goa Leang Patae yang di dalamnya ditemukan flakes. Penelitian terhadap goa di Besuki dan Bojonegoro ini dilakukan oleh Van Heekeren. Penelit ian terhadap goa tersebut dilakukan oleh Alfred Buhler yang di dalamnya ditemukan flakes dan ujung mata panah yang terbuat dari batu indah. Kesimpulan 8 . E. Di goa tersebut didiami oleh suku Toala.ditemukan di daerah Besuki dan Bojonegoro Jawa Timur.Untuk itu kebudayaan Abris Sous Roche di Lomoncong disebut kebudayaan Toala. Untuk dapat mengetahui bentuk Abris Sous Roche silahkan Anda amatisalah satu contoh Abris Sous Roche ini. Selain di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Tetapi di daerah tersebut tidak ditemukan flakes. Ada kemungkinan kebudayaan flakes berasal dari daratan Asia. Selain itu dari kebudayaan Bacson-Hoabinh menghasilkan ras Papua Melanosoid. b.Dengan demikian masyarakat prasejarah selalu mengalami perkembangan. Dengan adanya keberadaan manusia jenis Papua Melanosoide di Indonesia sebagai pendukung kebudayaan Mesolithikum. 9 .Dari uraian di atas dapatlah disimpulkan bahwa kebudayaan Bacson Hoabinh pada zaman Mesolithikum sesung guhnya memiliki 3 corak kebudayaan yang terdiri dari: a. Timor dan Rote. Kebudayaan pebble/pebble culture di Sumatera Timur. masuk ke Indonesia melalui Jepang. di Asia Tenggara. maka para arkeolog melakukan penelitian terhadap penyebaran pebble dan kapak pendek sampai ke daerah teluk Tonkin daerah asal bangsa Papua Melanosoide. c. maka tentu Anda dapat membandingkan dibandingkan penyebaran kebudayaan Mesolithikum lebih banyak dengan penyebaran kebudayaan Palaeolithikum. Formosa dan Philipina. Kebudayaan tulang/bone culture di Sampung Ponorogo. maka ditemukan pusat pebble dan kapak pendek berasal dari pegunungan Bacson dan daerah Hoabinh. Dari hasil penyelidikan tersebut. sedangkan di dalam Abris Sous Roche banyak ditemukan flakes bahkan di pulau Luzon (Filipina) juga ditemukan flakes.Pergantian zaman dari Mesolithikum ke zaman Neolithikum membuktikan bahwa kebudayaannya mengalami perkembangan dari tingkat sederhana ke tingkat yang lebih kompleks. Dari uraian materi yang telah disajikan. Kebudayaan flakes/flakes culture di Toala.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->