P. 1
Gaya London

Gaya London

|Views: 2,172|Likes:
Published by Miming Annisa

More info:

Published by: Miming Annisa on Oct 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/11/2012

pdf

text

original

Gaya Dipol Sesaat ² Dipol Terinduksi / Terimbas

Berbeda dengan senyawa kovalen polar. H2. CH4. sebab molekul yang memiliki massa polar besar cenderung memiliki lebih banyak elektron. . senyawa kovalen non polar tidak memiliki dipol.Jenis gaya ini umumnya dimiliki oleh senyawa kovalen non polar. Gaya London juga meningkat seiiring bertambahnya massa molar zat. Umumnya terjadi di antara molekul-molekul kovalen nonpolar. dan gas-gas mulia. Gaya London meningkat seiring bertambahnya jumlah elektron. seperti N2.

sehingga pada suatu saat elektron-elektron tersebut akan mengumpul pada salah 1 sisi atom dari molekul. .Menurut Fritz London. terjadinya gaya dispersi pada molekul non polar diakibatkan oleh adanya pergerakan elektron mengelilingi inti atom secara acak.

maka molekul non polar dengan dipol sesaat ini akan menginduksi / mengimbas molekul non polar lainnya sehingga terjadi dipol terinduksi / terimbas.Pengumpulan elektron pada salah 1 sisi atom ini akan mengakibatkan terjadinya dipol sesaat. Pada sisi yang banyak elektron akan menjadi bermuatan ( .). kedua molekul tersebut akan saling berinteraksi melalui gaya tarik-menarik antara dipol sesaat dengan dipol terinduksi / terimbas. Akibatnya. Jika di dekat molekul non polar tersebut ada molekul non polar lainnya. sedangkan pada sisi yang lain menjadi bermuatan ( + ). Dipol yang terjadi ini akan segera menghilang atau berpindah tempat ( sisi ) seiring dengan terus berputarnya elektron. .

Contoh : Gaya London - + - + - + He He He .Kemudahan suatu molekul untuk menghasilkan dipol sesaat yang dapat mengimbas ke molekul di sekitarnya disebut polarisabilitas. sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar Mr-nya maka gaya London yang bekerja dalam molekul tersebut akan semakin kuat. Semakin banyak jumlah elektron dalam atom maka semakin besar pula polarisabilitasnya.

molekul non polar tersebut akan memiliki dipol terinduksi / dipol sesaat karena elektronelektronnya akan mengumpul pada salah 1 sisi molekul ( terdorong atau tertarik ). Dipol dari molekul polar akan saling tarikmenarik dengan dipol terinduksi dari molekul non polar.Jika suatu molekul polar berdekatan dengan molekul non polar maka molekul polar dapat menginduksi molekul non polar. . Gaya tarik inilah yang disebut dengan gaya dipol-dipol terinduksi ( gaya imbas ). Akibatnya.

Contoh : Antara molekul HCl dengan gas Klorin ( Cl2 ) + H Cl Cl Cl Molekul polar Awan elektron menjadi + H Cl + - Cl2 Dipol Dipol terinduksi + H Cl Gaya Imbas + - Cl2 .

. molekul air (H2O) yang bersifat polar dapat menginduksi molekul oksigen (O2) yang bersifat nonpolar. Sebagai contoh. Dipol terimbas inilah yang menyebabkan gas oksigen larut dalam air.Gaya antarmolekul ini terjadi saat molekul polar mengimbas (menginduksi) molekul nonpolar.

. Elektron senantiasa bergerak dalam orbital.kita mengacu pada peluang untuk menemukan elektron didaerah tertentu pada waktu tertentu. Pada waktu membahas struktur elektron. Perpindahan elektron dari suatu daerah ke daerah lainnya menyebabkan suatu molekul yang secara normal bersifat nonpolar menjadi polar sehingga terbentuk suatu dipol sesaat. Jika ion dari senyawa ion berdekatan dengan molekul non polar.Mekanisme terjadinya gaya ini dapat dikatakan kombinasi dari proses terjadinya gaya dipol-dipol terinduksi dan gaya ion-dipol. ion tersebut dapat menginduksi dipol molekul non polar.

Dipol terinduksi molekul non polar yang dihasilkan akan berikatan dengan ion. kemudian dipol terinduksi yang dihasilkan akan berikatan dengan kation Fe2+ + Kation Menjadi O O Awan elektron + Kation - + Dipol terinduksi . Jenis gaya seperti ini memegang peranan penting dalam sirkulasi darah dalam tubuh. Ion Fe2+ dalam hemoglobin akan mengalami gaya ion-dipol sesaat dengan molekul O2. kation Fe2+ akan menginduksi molekul O2 yang bersifat non polar.

Pada saat berikutnya dipol itu hilang atau bahkan mudah berbalik arahnya. Suatu saat yang mungkin terjadi digambarkan pada gambar dibawah ini. .Dipol sesaat dapat berpindah milyaran kali dalam satu detik.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->